<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108</atom:id><lastBuildDate>Wed, 12 Feb 2025 12:12:42 +0000</lastBuildDate><category>absurdly randomness me</category><category>Fiksi</category><category>Review</category><category>Share</category><category>Quote</category><category>Film</category><category>Buku</category><category>#7HariMenulisSuratPutus</category><category>Catatan</category><category>Cerpen</category><category>Sunday Romance</category><title>Saat Semua Tak Seharusnya</title><description></description><link>http://restuwashere.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (rst)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>79</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-5752199804622268649</guid><pubDate>Tue, 30 Nov 2021 06:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2025-02-12T12:53:59.461+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Jakarta Sudah Usai</title><description>&lt;p&gt;&lt;span style="font-family: Helvetica; font-size: 12px;"&gt;Malam ini aku bermimpi. Untuk mengakhiri cerita ini. Dengan senyum dan tawa geli.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px; min-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px;"&gt;Kamu dan dia dengan buasnya hadir semalam merasuki. Ia tak menggila, malah menebar tawa. Sepertinya itulah sifat asli dari pria yang penuh cinta.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px; min-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px;"&gt;Kita bertukar cerita. Tentang dunia-dunia yang terlintas di pikiran. Tentang cinta yang tak tersampaikan. Tentang musik yang hinggap di telinga. Tentang persimpangan yang tak pernah dijumpa. Tentang karakter-karakter yang tak pernah ada. Tentang buku yang ditulis berdua. Tentang gelembung yang tak pernah pecah. Penuh di dada.&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px; min-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px;"&gt;Air mata singgah di ujung mata. Ada tangis, ada tawa. Tapi kita sadar, aku sadar. Bahwa semesta kita sudah sampai di ujungnya. Waktu yang tepat untuk mengakhirinya dengan senyum dan tawa.&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px; min-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px;"&gt;Ia hanya berkelakar, "Finally i’m number one."&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px; min-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px;"&gt;Yeah, from now. Aku bahkan tidak tahu bahwa selalu jadi yang pertama. Until now.&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px; min-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px;"&gt;Sampai jumpa di pertemuan pertama kita. Kelak. Jika semesta mengijinkan.&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px; min-height: 14px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;
&lt;p style="font-family: Helvetica; font-size: 12px; font-stretch: normal; line-height: normal; margin: 0px;"&gt;Jakarta sudah usai. Ketika aku bangun pagi ini.&lt;/p&gt;</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2021/11/jakarta-sudah-usai.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-8973821207178064096</guid><pubDate>Sat, 21 Aug 2021 11:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2021-08-21T19:04:38.983+08:00</atom:updated><title>Adik</title><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;Aku punya adik yang tak pernah kumiliki. Yang aku tau, kepalanya peyang-karena terantuk meja saat kugendong kala ia berumur 3 bulan-, dan doyan makan Indomie. Sekali makan bisa dua bungkus. Baik kuah maupun goreng.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku juga hanya tau ia lahir kemarin, 21 tahun lalu. Saat ia lahir, tak ada keluarga yang menemani ibu. Hanya petugas intel teman kakak yang dititipi kala itu. Rasanya ibu jadi orang penting.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia jadi rebutan di keluarga besar, baik ayah maupun ibu. Kemana pun nasibnya kala itu, akan baik-baik saja kelak.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku juga hanya tau ia suka jejepangan. Sepertiku. Hanya lebih ekstrim. Jauh, lebih ekstrim. Aku punya kaos souvernir dari jepang yang dibawakannya saat berlibur ke sana. Sekarang sudah jadi kain pel.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Yang aku tidak tau, apa ia tau aku kakaknya?&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Rasanya ingin berbincang lepas seperti orang pada umumnya. Menanyakan hari-harinya sebelum ia naik ke renjana. Sekadar bercanda gurau ala kakak-beradik, atau mengajarkannya hal-hal baru. Sleepover party kala duka melanda seperti yang lalu. Menasihati tentang hidup dan dunia pekerjaan agar ia kelak lebih berhati-hati melangkah, memberi jokes garing ala bapack-bapack, tau sekedar menggoda pengalaman romansa yang sedang dijalaninya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Apapun itu, ia tumbuh dengan baik. Tidak ada yang lebih penting dari itu.&lt;/p&gt;</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2021/08/adik.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-5529082720369579645</guid><pubDate>Sat, 21 Aug 2021 10:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2021-08-21T18:50:58.909+08:00</atom:updated><title>Tidak Ada</title><description>&lt;p&gt;Tidak ada orang tua yang ingin menguburkan anaknya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Aku paham sekarang betapa larutnya kesedihan ibuku saat adik bungsu yang sudah tak kuhapal lagi mukanya itu meninggalkan kami duluan.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Ia hidup terlalu singkat, kami hidup terlalu lama berlumur dosa.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Doaku di akhir wajib selalu sama. Panjangkanlah umurnya, jauhkanlah penyakit darinya.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Karena tidak ada orang tua yang ingin menguburkan anaknya.&lt;/p&gt;</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2021/08/tidak-ada.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-2827900594581840140</guid><pubDate>Mon, 06 May 2019 14:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2019-05-06T22:31:17.323+08:00</atom:updated><title>Kapan ke Jakarta lagi? (3)</title><description>Tidak ada Jakarta kali ini. Tidak di dimensi ini. Tidak lagi. Ada beberapa hal yang seharusnya terjadi, tapi tidak terjadi. Adalah pertemuan dua gelembung yang berbeda. Adalah beberapa sua yang tak ada. Adalah benda-benda yang tak kan bertemu tuannya. Adalah hujan yang membentengi jari-jari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada Jakarta di kemudian hari, biarlah ia pulang. Ke masing-masing hati dan pelukan. Kepada Jakarta yang tak pernah tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika ada Jakarta lain kali, biar semesta yang mengaturnya.</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2019/05/kapan-ke-jakarta-lagi-3_6.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-8318522063512531599</guid><pubDate>Sat, 24 Oct 2015 18:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-10-25T02:10:22.768+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Kapan ke Jakarta lagi? (2)</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sore itu jalanan masih &lt;i&gt;hectic &lt;/i&gt;seperti biasa. Menyempatkan singgah di kedai siap saji ini bukan pilihan utama. Hanya salah satu cara membunuh waktu menunggu kabar. Bagi Pram, tempat itu seperti surga dunia sekaligus neraka baginya. Menyantap burger favoritnya, yang baru saat itu ia sadar, menyajikan menu baru dua kali lebih tebal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Matanya kosong menatap keluar jendela kaca besar. Seakan merasa ada yang salah, ia tertunduk. Ia hampir tidak bisa melihat kakinya saat itu. Perut buncit bukan lagi kebanggannya. Harapannya tentang gemuk, jauh dari harapan. Pram kecil sangat kurus, walau ia tak pernah sakit-sakitan. Ia bahkan tak pernah masuk rumah sakit, selain mencabut gigi susu dan sunat. Ah ya, Pram sunat dua kali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dua kali. Ia ke Jakarta dua kali. Dua kali ia bertemu keajaiban, yang kemudian ia lewatkan. Atau memang takdir menulis lawan. Takdir yang menulisnya melaksanakan Jumat di pinggir sebuah taman. Taman yang ia baru tahu kemudian hari, tempat-'nya' berakhir pekan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Burger di tangannya baru dimakan separuh. Matanya makin kosong melanglang jauh. Hari itu ia harus pulang dari perjalanan panjang dan menantang. Dan takdir kembali menahannya di pintu keberangkatan. Pram tidak merasa cukup takdir menyetirnya hari itu. Ia merasa awam, ia merasa asing. Di kota orang, di tempat gersang. Pram tidak menerima takdir kala itu. Ia memilih melawan, ia memilih berjalan. Ia tidak sadar, bandara itu bukan tempat yang sabar. Ia tertahan disana tanpa kejelasan kabar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pram melihat kakinya lagi. Yang ia yakini setelah habis burger ini, kaki itu tak lagi di sini. Benar saja, ia berharap tidak duduk berkeringat di ruang tunggu kedatangan kala itu. Ia berpikir saat ini, kenapa tak lalu lari. Lepaskan satu hari, pergi mencari. Ia bisa saja keluar mencegat taksi, membawanya mengejar mimpi-mimpi. Ia cukup menekan tombol panggil dan bertanya pada-'nya' untuk terkail. Mungkin hari itu mereka akan lupa jika malam sudah berganti petang. Mungkin mereka akan menulis ulang. Mungkin mereka menemukan tempat pulang. Terlalu banyak yang ingin diceritakan. Terlalu lama penasaran penuh di debaran. Bukan pertanyaan, "Kapan ke Jakarta lagi?"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pram menghabiskan sisa burger di tangan dalam satu gigitan. Berdiri lalu berpulang. Gadis yang dicintainya sedang menunggu jemputan.&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2015/10/kapan-ke-jakarta-lagi-2.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-7875116576171185937</guid><pubDate>Mon, 14 Jul 2014 03:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-07-14T11:44:24.792+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Aku, Bermimpi Tiga Kali Sebelum Bulan Jatuh</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Musik melantun keras. Seorang seniman panggung ahli bahasa langsir membanting diri. Tidak sepandai itu tampaknya, ia masih menggenggam partitur lirik dan kalimat saji pemuas nafsu penikmat sastra. Tidak seperti dirinya. Semua yang duduk di depan panggung berpakaian serba ‘wah’. Yakin, semua berasal dari galeri yang menyediakan busana perancang ternama. Semua khidmat, semua tenang, menikmati seorang dengan kaos compang-camping menyiksa diri diatas panggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ruangan begitu temaram. Hanya panggung berkilauan. Di paling depan beberapa meja bundar besar berbarisan. Ditemani kursi nyaman yang jaraknya berjauhan. Makin ke belakang hanya ada kursi berhimpitan. Hampir penuh. Menyisakan satu spasi bangku paling ujung, kedua dari atas, tepat di depanku geming.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua bergidik begitu seorang gadis berparas jelita melenggang. Tidak seperti yang lain. Ia mengenakan busana seadanya. Sebuah gaun mini yang berkilauan diterpa cahaya. Tanpa topi yang besarnya dua kali kepala atau mantel bulu belang seperti yang lainnya. Membiarkan rambut sepunggungnya terbang semaunya diterpa angin yang entah darimana. Mewujudkan dirinya tidak sama dari sebagian besar hadirat disana. Apalagi ditengah pertunjukan yang mana haram hukumnya untuk datang terlambat, jelas ia bukan orang biasa. Dengan anggunnya ia melangkah pelan. Dengan dompet tangan senada pakaian yang dikenakan. Semua orang tahu ia akan duduk dimana. Tapi tak seorang pun tau kenapa ia hadir disana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku tahu. Aku tahu betul kenapa ia disana. Ia hendak menuntaskan janji yang dibuat pada mimpi sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Temui aku lagi disini, di mimpimu berikutnya," katanya pelan sembari tersenyum genit. Diangkatnya gelas wine yang masih terisi sedikit untuk membasahi tenggorokannya. Kata ayah, menegak minuman setelah mengucapkan sesuatu adalah pertanda seseorang sedang berbohong. Ayah mengucapkan itu lalu menegak satu gelas penuh bir. Di malam ia menghempaskan mobilnya ke jurang, lengkap bersama tubuhnya yang renta. Kejadian itu sudah lama, tapi masih jelas bayangannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Juga gadis itu. Kuhapal betul caranya melangkah, menatap langit-langit bar yang kusam karena asap rokok. Membasahi bibir dengan lidahnya atau mengetukkan jari kepada meja. Ia seperti anak kecil yang sangat menginginkan sesuatu. Sesuatu yang tak kuberi saat itu, lalu ia membuat janji. Seolah aku yang mencarinya, ia membuat jadual pertemuan kedua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi, semua pandangan tertuju pada tiap langkahnya sampai ia bersandar di bangkunya. Serentak semua pandangan hilang seiring cahaya yang makin temaram. Sang ahli panggung sudah berganti jubah. Ia sudah berbaur dengan hadirat disana. Tuxedo lengkap dengan topeng sepanjang mata. Tak ada lagi partitur di tangannya. Ia menjelma menjadi maestro sesungguhnya. Semua mata tertuju padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi tidak dia. Ia menerawang jauh dari panggung. Menghamburkan pandangannya ke tiap punggung kursi. Mengamati tiap bentuk pipi dan pundak pria berdasi. Nafas terburu, mata bak pemburu. Seolah tidak ada yang bakal luput dari buruannya, Seolah semua harus tunduk di hadapannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senyum terkembang kala sudut pencariannya menggapai seratus enam puluh derajat. Ia tak menemukan pria berdasi atau dengan jubah besi. Ia hanya mendapati pria kumal yang dengan sombongnya menopang dagu dengan tangan kanannya. Masih geming. Mata pria itu menyala, mengamati keindahan wajah, mata genit, bibir merekah, dagu lancip, belahan dada yang mencuat dari gaunnya. Lalu entah apalagi yang diranah indera yang sanggup memuaskan rasanya untuk berkelana.&amp;nbsp; Gadis itu tidak risih. Ia mengambil inisiatif lewat sapaan basi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kau datang," katanya lirih. Bunga bermekaran di musim semi kalah oleh binar mata dan ukir senyumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ya. Tapi maaf, aku harus cepat bangun pagi ini," sahutku pelan sembari berdiri. "Di mimpi berikutnya pastikan hanya ada kita berdua. Aku sudah tak mau menunggu lama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengangguk mantap. Pikirannya sudah menembus apa yang hendak kita lakukan di mimpi berikutnya. Ketika hanya berdua dan apa yang kita inginkan bersama.&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2014/07/aku-bermimpi-tiga-kali-sebelum-bulan.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-7341131665779102897</guid><pubDate>Thu, 06 Mar 2014 04:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-06T12:23:32.839+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Still Untitled</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku sudah disini jam delapan kurang enam belas menit. Tidak berkedip 
setiap lampu kendaraan mengintip. Berjubah genit untuk menarik 
perhatianmu dari langit berhampar bintang yang berusaha bersaing sengit.
 Aku tak akan kalah dari mereka, batinku mencicit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jam delapan tepat sebuah mobil merapat di bawah atap tempatku menetap. 
Turun gadis manis yang langsung menatapku lekat. Inikah lelaki yang 
ingin kujumpai setiap saat, atau mungkin hanya sesaat, pikirku tentang 
pikirnya. Lalu sebuah senyum terpahat. Ah, tampaknya aku mengenakan 
pakaian yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sudah lama?" sapanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tak mengapa. Aku pernah menunggu lebih lama," jawabku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu kembali terdiam sama, lama. Senyum malu-malu terukir di wajahnya. Aku, ingin berjingkrak kemari-ke sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami memutuskan duduk di pojokan temaram. Karena hanya itu tempat romantis yang tersisa. Lalu kembali terdiam sama, lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku, masih tak percaya akan ada waktu berjumpa. Ia, mungkin berpikir aku
 menyakupi standarnya. Ia terlalu cantik untuk gadis yang baru menyentuh
 kepala dua. Aku, enam tahun lebih tua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Maaf, aku tak pernah bermimpi akan bertemu denganmu seperti ini. 
Maksudku, aku mengharapkannya. Hanya tak pernah menduganya. Aku sangat 
ingin bertemu denganmu," kataku terbata. Beberapa kata habis tertelan 
keringnya tenggorokan berdahaga. Aku tak haus sama sekali, hanya semua 
serasa mengering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kamu lucu. Aku suka," diikuti tawanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu dunia berhenti berputar, rembulan membesar, angin seperti membakar.
 Obrolan berikutnya mengalir seperti air. Seperti kisah asmara Romeo dan
 Juliet, seperti Rama dan Shinta, seperti Jenna dan Luca. Susah namun 
membekas terasa. Mewakili perasaan jutaan umat manusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pramusaji restoran itu menghampiri, aku mengambil inisiatif memesan apa 
yang kau pikir sedari tadi sembari menelan pandangan pada menu di tangan
 kiri. Aku hafal semua tentangmu, itu membuatku mungkin terlihat freak 
di matamu. Tapi kau tetap memesan itu lalu tersenyum malu-malu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Bagaimana tulisanmu?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Mereka masih sering diam-diam kusentuh."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Tampaknya hobimu lebih menyita waktu."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Hahaha sepertinya begitu. Hobi, ya?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kalau tidak begitu, kau pasti sudah menciptakan dunia baru."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Aku hampir punya dunia baru."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh ya? Maukah kau bercerita kepadaku?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu malam menjadi makin panjang. Hidangan kita habiskan lewat cerita 
lalu lalang. Air warna-warni mondar-mandir di pialang. Kau berkisah 
tentang cerita baru yang kau kembangkan dari bait lagu. Lagu yang selalu
 kau dendangkan dari bibir mungilmu tiap malam diatas pukul dua. Lagu 
itu membawamu pada seorang pria, yang diam-diam selalu kau temui di 
tempatmu menyalurkan hobi. Beberapa orang menyebutnya kampus, yang lain 
menjulukinya mampus. Kau tak percaya jenis perasaan seperti itu, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Matamu lekat di wajahku, pikiranmu jelas tidak di situ. Mungkin di pria 
berjas putih bercelana abu-abu. Mataku lekat di matamu, tapi hatiku 
mundur perlahan dari situ. Bibirmu makin basah, mataku berusaha tak sama
 basah. Lalu kau menyudah obrolan itu karena waktu hampir menunjukkan 
pukul satu. Kau harus ada di rumah pukul dua, bukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Maaf aku banyak cerita kabur. Aku terlalu bersemangat menemuimu."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Begitu juga aku. Kau mungkin sedang berada di cinta yang mustahil."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Ya, hanya saja aku tak tau menggambarkannya seperti apa."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Seperti mencintai orang yang tak pernah kau temui"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2014/03/still-untitled.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-5413237576052290610</guid><pubDate>Thu, 06 Mar 2014 04:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-03-06T12:23:52.060+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Anata</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kau suka rembulan, dan menari di bawah hujan. Kau punya sebuah senyuman,
 setiap helainya menyembuhkan. Kau suka tampil menawan, tapi penuh 
kelembutan. Kau bahkan tak pernah mengeluh pada awan saat hari hujan 
atau tak ada bulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kau kenal betul dirimu, aku masih belajar darinya. Bagaimana kau bisa 
terluka, lalu sembunyi dalam dirimu. Lalu sulit keluar. Seperti aku yang
 terjebak di dalamnya. Seperti kau yang terjebak di dalamku. Lalu kita 
satu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
I'm here, because you're here...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Anata ga iru kara..." - Anata (L'Arc~En~Ciel)&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2014/03/anata.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-7897763367033182488</guid><pubDate>Tue, 03 Dec 2013 04:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-03T12:04:33.821+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Gadis Pemimpi dan Lelaki Beristri</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kinar boleh punya segalanya. Tapi yang ia inginkan hanya mimpi. Tentang seorang lelaki yang telah beristri. Di lengan mereka, seorang gadis kecil menggantung ceria.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lelaki itu dikenalnya di dunia maya, Pramudya namanya. Sang istri? Tidak jelas siapa. Juga anak mereka. Yang jelas, cantik parasnya berdua. Kinar selalu tersenyum setiap mendapat gambaran serupa di tiap malam. Esok paginya, ia menelepon Pramudya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Aku memimpikanmu lagi. Dengan seorang wanita cantik dan gadis kecil menarik."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"&lt;i&gt;Oh ya? Wah, terima kasih. Semoga pertanda baik,&lt;/i&gt;" balas suara di seberang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Amin. Kau juga harus mengamininya!" serunya semangat. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
" &lt;i&gt;Amin.&lt;/i&gt;"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu hening. Telepon di tangan masing-masing bergeming.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"&lt;i&gt;Bagaimana kabar suamimu? Anakmu masih saja nakal?&lt;/i&gt;" lanjut suara di seberang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Ah, iya. Mereka masih begitu-begitu saja. Saya juga."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekali lagi, hening. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"&lt;i&gt;Saya juga.&lt;/i&gt;"&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/12/gadis-pemimpi-dan-lelaki-beristri.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-572157651024032624</guid><pubDate>Tue, 03 Dec 2013 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-12-03T11:52:11.510+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Bab Patah Hati</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini sebuah cerita, tentang tiga puluh detik dalam tiga malam. Sebuah cerita tentang cinta, bab patah hati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pramudya dan Kinar tertawa bersama. Keras, menggelegar. Sepuluh detik menjelang tengah malam. Telapak tangan mereka terkait, hati saling berbait, mengucapkan lelucon-lelucon indah tentang kenapa bulan begitu terang, dan bintang makin tenggelam. Tidak peduli malam makin mencekam, di gubuk yang melegam, dan pohon bambu menjadi saksi alam. Tak lama mereka berpagutan, lama dalam diam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mata Kinar berbinar. Air mata berbulir di sudut matanya. Tidak lagi ada tawa di gubuk pinggir rawa, juga Pramudya. Ia duduk sendiri merenungi nyawa. Apa akan dicabutnya, atau berdua. Alam semesta gantian terbahak, melihat gadis remaja itu tersedak. Lalu bambu, bambu berdecak, "Kenapa kau berikan semua, kau bahkan tak kenal dia."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sudut jalan itu makin sepi. Hanya ada gubuk dan bambu. Semua geming, semua hening. Semua berpaling dari cinta yang bening.&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/12/bab-patah-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-465423969345043638</guid><pubDate>Mon, 12 Aug 2013 10:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-08-12T18:10:09.900+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Namida</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
'Pertama kali' selalu jadi cerita tersendiri. Pertama kali masuk sekolah, pertama kali naik kelas, pertama kali mematahkan pensil. Pertama kali jatuh cinta, pertama kali berciuman, pertama kali bercinta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini pertama kalinya aku melihat seorang gadis yang menatap langit yang perlahan mengabu. Lembab mata sayunya hampir tidak berkedip, sembab bibirnya tidak mengatup. Secarik garis turun dari tengah matanya ke dagu kecilnya. Garis hitam keras.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ia menengadahkan tangan kanannya, telapaknya meminta langit berhenti di pusarannya. Lalu gerimis turun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanda lampu jalanan manusia hijau sudah berganti manusia merah. Enam belas kali. Dia, masih diam tak memulai basa-basi. Kita berhadapan pertama kali. Aku jatuh cinta lagi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perlahan air menggenang di telapaknya. Dikepalkan tangan itu. Jemari kecilnya kemudian membuka satu per satu. Di tangannya, ada kupu-kupu. Dari air hujan kelabu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Apa yang kau lakukan?"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Menenun."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Hujan?"&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Ya."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; font-family: 'Trebuchet MS', Vernada, Arial; font-size: 14px; line-height: 21px; text-align: start;"&gt;&lt;i&gt;"It's hard to make sense, feels as if I'm sensing you through a lens." - Comforting Sounds (Mew)&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/08/namida.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-3947695790635324631</guid><pubDate>Fri, 19 Jul 2013 11:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-19T19:15:24.248+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Catatan</category><title>Catatan Kecil, Tentang Perjalanan Empat Tahun</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Saya punya teman, seorang gitaris. Dia handal, hanya sayang tak punya band."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kira-kira seperti itu chat yang saya kirim lewat IRC kepada user dengan nickname 'co_cari_gitaris'.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ia merespon dengan antusias, "Pertemukan kami." Sigap, tautan pengguna jejaring sosial yang merujuk pada sebuah nama "Why Frank" kulampirkan dalam chat itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu? Begitu saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa minggu dengan hari-hari yang biasa saja berlalu. Tak ada yang ajaib dari itu. Hingga sebuah pesan sosial media masuk menyapaku, "Kita perform tanggal xx di xx. Datang, ya."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hanya selang berapa hari sejak itu, aku sudah berada di kerumunan orang yang menutupi jalan. Beberapa pemuja musik, beberapa pemuja eksistensi. Acara launching sebuah butik anak muda yang menjual nama besar sebuah band baru. Mereka sepanggung dengannya. Mungkin dari situ, nama besar tertular kepada mereka. Dari situ, aku benar-benar melihat mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku tak ingat sejak kapan didapuk menjadi 'pengatur' mereka. Sebuah wacana kemudian keluar saat kumpul bersama. "Kamu saja yang jadi manager kita, ya?" Aku tidak pernah mengiyakan, tidak juga menolaknya. Aku dipercaya. Itu bukan sesuatu yang bisa kau tolak, bahkan dengan alasan kuat. Yang tak bisa kau terima karena itu sudah ada begitu saja di pundak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Banyak rencana kita yang tak terwujud tahun ini. Tapi, lebih banyak yang tak kita rencanakan malah terwujud tahun ini," kataku mantap sembari menjunjung tinggi majalah ternama tanah air yang gemar mengulik band-band khususnya band indie. Band yang masih merayap seperti mereka. Disana, foto mereka terpajang dengan gagahnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Memang tidak mudah menyatukan empat pikiran menjadi satu, tapi cukup satu alasan yang menyatukan kita. Musik," kali ini kalimat itu lebih teratur keluar di sela-sela interview ringan harian lokal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku, hanya punya kata-kata yang besar. Tidak hati yang besar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian aku seperti melupakan mereka. Terbius asmara yang menenggelamkan mereka dalam mataku kemudian. Aku hanya mampu melihat mereka bangun dan jadi lebih kuat, tanpa hadir di dalamnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku, mengkhianati amanah mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Matahari sejenak lagi terbit di ufuk timur. Terbit tidak juga keluar membalas pesan. Setelah sujud kupersembahkan, kulangkahkan kakiku pulang. Aku tidak pantas disini lagi, pikirku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tiap orang akhirnya memiliki masalah tersendiri. Asmara khususnya. Lihat, betapa cinta membutakan mata. Tapi bukan &lt;i&gt;Standing Forever&lt;/i&gt; namanya, jika tak bisa berdiri selamanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Susah dan senang sudah dilampaui bersama. Dari panggung mini, hingga bergengsi. Dari memburu mimpi sampai menyediakan mimpi. Beberapa kemudian menjadi pemimpi melihat kami berdiri hingga kini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku pernah menangis dalam hati jika melihat mereka diatas panggung hingga kini. Sebagian haru sebagian malu. Aku, tidak tumbuh bersama mereka. Tapi lihat, mereka selalu disana. Mengisi kegawangan panggung dengan musik lantang. Lalu turun dengan kebanggaan. Aku menangis sekali lagi. Kali ini haru.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jakarta, 6 Desember 2012.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tanah ibukota kuinjak pertama kali. Membawa misi dan mimpi. Di sekitarku, pemuda-pemuda yang menitipkan mimpinya tersenyum lebar. Ini kali kedua mereka kesini, hari ini aku sempat mendampingi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Susah senang sama-sama, kata orang. Walaupun banyak susah di awalnya, puncaknya adalah hari terakhir. Sebuah panggung berlatarkan gedung menjulang dan awan mengambang di langit cerah terpampang. "Here's our day!" bisikku lantang di ruang ganti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemudian mereka terbang berjuang, aku hanya bisa memandang. Kemudian menangis dalam hati, kali ini mengandung kebanggaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku mengetik paragraf terakhir ini setelah meninggalkan mereka di warung kopi berselimutkan hujan pukul satu malam. Setelah bersama mencuri waktu memikirkan masa depan. Masa depan sebuah mimpi yang tergabung dalam sebuah band yang berdiri empat tahun lalu. Sebuah band yang dinamakan . . .&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgon93oN15LL70-sUcxUdDcRMGAk8J7HRz-fhujMX8jSdvrGAzrkWL1GVFrxDprW4RFmyvUIG6X4Vt4i_BM41682VopwrbxC68Ec0iCBsMiztiaduTtIRhyphenhyphenGIRQ9gwqYt8bka-3byNWl1g/s1600/Untitled-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="315" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgon93oN15LL70-sUcxUdDcRMGAk8J7HRz-fhujMX8jSdvrGAzrkWL1GVFrxDprW4RFmyvUIG6X4Vt4i_BM41682VopwrbxC68Ec0iCBsMiztiaduTtIRhyphenhyphenGIRQ9gwqYt8bka-3byNWl1g/s640/Untitled-1.jpg" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;"I remember. Never forget. Forever. Always." - You Are My Friend.&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/07/catatan-kecil-tentang-perjalanan-empat.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgon93oN15LL70-sUcxUdDcRMGAk8J7HRz-fhujMX8jSdvrGAzrkWL1GVFrxDprW4RFmyvUIG6X4Vt4i_BM41682VopwrbxC68Ec0iCBsMiztiaduTtIRhyphenhyphenGIRQ9gwqYt8bka-3byNWl1g/s72-c/Untitled-1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-4575154002800713712</guid><pubDate>Mon, 15 Jul 2013 04:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-20T07:28:12.381+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Cerpen</category><title>Pulau Gaiman</title><description>Berlama-lama di sini hanya menyenangkan hati Alma, tapi tidak hatiku. Maksudku, aku senang berada di kota ini, berteman dengannya. Aku senang memberi tumpangan skuter sewaan ini padanya, lalu seperti biasa ia turun lima puluh meter lewat kuburan tua – tanpa pernah kutahu kenapa ia turun di situ – setiap hari. Tiap kota kuberi jatah paling lama tiga bulan. Satu bulan untuk mengenal kota dan kenalan sana-sini. Satu bulan untuk cari gara-gara, maksudku melakukan apa yang bisa kulakukan di sana. Sisanya memikirkan destinasi berikutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alma tentu senang jika kutunda kepergianku barang satu atau dua bulan. Dari gerak-geriknya, mungkin dia sedang jatuh cinta padaku. Ia tak pernah terlambat membawakanku sarapan pagi. Kamar sewaannya tepat di samping kamarku. Dia senang memasak dan lebih senang jika masakannya dinikmati sampai habis. Aku satu-satunya orang, katanya, yang selalu menghabiskan masakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agar ia tidak begitu kecewa, sebaiknya kuberikan hadiah perpisahan. Seperti kota lainnya, aku tak pernah berjanji pada siapapun di sana bahwa aku segera kembali. Aku tidak suka pulang pergi. Aku suka terus berjalan, ke manapun asalkan aku tidak berhenti. Hidupku bukan untuk menetap, kurasa. Hmm... sebaiknya aku memberi Alma, sebuah Almari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena ia sering turun dekat kuburan dan aku ingin pergi dengan keren, sebuah pahatan Almari (aku punya souvernir berukuran sekepalan tangan) dan tengkorak bayi kucing. Tentu toko ini menjualnya.&lt;br /&gt;
Maksudku apa yang tidak dijual di toko ini. Tokonya berisi segala rupa barang. Dari keset bekas hingga sebidang tanah. Pemiliknya selalu memberi informasi di mana pelanggan dapat menemukan yang dicarinya jika kebetulan ia tidak punya. Dalam bau apek dan pengap tokonya, aku dibawa ke sederet rak memajang stoples-stoples berisikan kebutuhan kelas sains. Di antara awetan katak dan ular albino, stoples bening berisi kerikil-kerikil berpenampilan jauh lebih menarik dari yang lainnya, tepat dalam rak di belakang. Pikirku, orang mana yang ikut-ikutan hobiku mengoleksi batu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Barang jualan kelompok daur ulang dari gang sebelah,” kata pemilik toko. Kubayar tanpa menunggu kembalian. Si bapak mengacungkan tengkorak bayi kucing, lantas aku keluar toko dengan hati hampir meledak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alamanda, Swarsa, New Delphia, dan sederet nama kota lain, tempat-tempat yang pernah menerimaku dengan bijak tertulis di tiap kerikil itu. Dan batu yang tampak begitu kentara dari luar stoples bertuliskan nama kota apung kecil. Kota yang jelas tidak tertulis dalam peta. Tempat paman Gaiman yang mungkin sedang menungguku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Penggalan tulisan ini adalah bagian dari cerpen Pulau Gaiman yang lolos sebagai finalis kategori kolaborasi dalam proyek menulis yang diselenggarakan NulisBuku.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Untuk mengikuti kelanjutan cerpen Pulau Gaiman, dapatkan buku "Kejutan Sebelum Ramadhan" kategori Kolaborasi Terbaik. Untuk cara pemesanan, &lt;a href="http://www.restuwashere.web.id/p/portofolio.html"&gt;klik disini&lt;/a&gt;.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;Reblogged from &lt;a href="http://nokturnalinea.com/" target="_blank"&gt;Nokturnalinea.com&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/07/pulau-gaiman.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-5660848923900469942</guid><pubDate>Sun, 23 Jun 2013 14:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-08-15T14:38:29.700+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Share</category><title>JKT48 Live in Makassar Concert "Perkenalkan, Nama Kami JKT48"</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tulisan ini diketik dalam kondisi masih dibawah &lt;i&gt;euforia&lt;/i&gt;, sudah kenyang dan sudah wangi. Tulisan berikut &amp;nbsp;juga sebagai review yang bisa dibaca teman-teman yang tidak sempat hadir. Bagi readers yang hadir, harap bisa memberi komentar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hari ini 23 Juni 2013, mungkin akan jadi satu hari yang tidak terlupakan, kecuali saya amnesia atau alzheimer suatu saat nanti (tidak amin). Pasalnya, hari ini &lt;i&gt;idol-group&lt;/i&gt; yang juga &lt;i&gt;sister-group&lt;/i&gt; dari AKB48 yaitu JKT48 menghelat perutunjukan perdananya di Makassar. Sebagai &lt;i&gt;Japan-Lovers&lt;/i&gt; yang 'setengah-setengah', tentu saja ini menarik perhatian tersendiri buat saya. Di samping pertunjukkan mereka yang jelas 'memukau' mata, lagu-lagu mereka yang &lt;i&gt;kawaii &lt;/i&gt;ala film anime Jepang juga sudah lama nyaman di telinga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpazqMN3nal2mDsTV6H9Q0hxK30_nfBnO9Vm9vco3pKleAvuU3hws-QLBZPqnrHBvN7Ai7IGtFhCwguDXQo3VC_T9BlNlkwtq6kP9TxYL7dLWiTTLpdr-Q_v-JonfIP89bXy_1V1GP43k/s1600/JKT48.PNG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="230" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpazqMN3nal2mDsTV6H9Q0hxK30_nfBnO9Vm9vco3pKleAvuU3hws-QLBZPqnrHBvN7Ai7IGtFhCwguDXQo3VC_T9BlNlkwtq6kP9TxYL7dLWiTTLpdr-Q_v-JonfIP89bXy_1V1GP43k/s400/JKT48.PNG" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berbekal semua alasan itu, berburulah tiket. Sebisa mungkin gratis dan sejelek-jeleknya dapat harga diskon.. Alhasil, lewat perjuangan yang berat - iya, berat sekali- tiket konser perdana di Makassar itu bisa sampai di tangan. Terima kasih banyak untuk &lt;a href="http://twitter.com/ariiharyanto" target="_blank"&gt;@ariiharyanto&lt;/a&gt; sang raja kuter (kuis hunter, red) yang memenangkan tiket ini lewat kuis twitter dan memindah tangankan padaku, fufufu. Thanks a lot!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPdHrJ30tqx16fKRij10BiBpcvXlk84xj3_7_nWlsqK02Ow0QcaRwa3-vLRSXIZeEAYVjOXBxJ7oUi2cU9IxVnOxRiZSDPihlM5aFCkqpA8tMUfT666AQP65mvNZUpKrBnUwcs5w4jryc/s1600/IMG00056-20130623-1449.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPdHrJ30tqx16fKRij10BiBpcvXlk84xj3_7_nWlsqK02Ow0QcaRwa3-vLRSXIZeEAYVjOXBxJ7oUi2cU9IxVnOxRiZSDPihlM5aFCkqpA8tMUfT666AQP65mvNZUpKrBnUwcs5w4jryc/s320/IMG00056-20130623-1449.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tiket invitasi dari hadiah kuis yang dimenangkan @ariiharyanto. Harusnya tiket in bisa &amp;nbsp;dipakai sebagai special access dan foto bareng member, namun karena solid dengan fans JKT48 yang lain, saya tetap ngantri di gate. Bego sama solid beda tipis.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di venue, penonton sudah membludak. Satu-satunya orang yang saya kenal disana adalah &lt;a href="http://twitter.com/awantopsy" target="_blank"&gt;@awantopsy&lt;/a&gt;. Lelaki berkumis dan semi janggut tampan dan menawan ini jelas hadir karena dia adalah member Shinseki48 Makassar (Komunitas fans &lt;i&gt;idol-group&lt;/i&gt; 48). Dan begitu MC memanggil nama JKT48, lampu dipadamkan, hanya sinar &lt;i&gt;lightstick&lt;/i&gt; warna-warni dari para penonton yang menerangi sekitar. Dalam keegelapan, beberapa member mengatur posisi di stage diiringi riuh suara penonton. Dan dimulailah lagu pertama. Sesi pertama dibawakan tiga lagu sebelum para member memperkenalkan diri satu persatu. Penonton dibuat panik karena sesi kedua disebut sebagai sesi terakhir, Sebelumnya memang kami mendapat info bahwa JKT48 hanya akan membawa 6 lagu di konser ini. Tapi namanya fans, semangatnya tidak luntur. Setelah lagu terakhir di sesi kedua, para member menghilang ke balik stage begitu saja. Serentak para penonton meneriakkan "ankoru!", yang berarti &lt;i&gt;encore &lt;/i&gt;berulang-ulang. Bentuk apresiasi para fans kepada member yang berarti pertunjukan menarik selama dua sesi itu. Dan akhirnya, para member kembali ke stage, sekali lagi, dalam kegelapan. Begitu lampu disorotkan ke arah panggung, para penonton teriak dengan girangnya. Kostum para member sudah berubah ke kostum River! River adalah single terakhir JKT48 yang akhirnya menunjukkan jati diri &lt;i&gt;idol-group &lt;/i&gt;ini. Jika sebelumnya mereka selalu diberi &lt;i&gt;setlist &lt;/i&gt;lagu yang bergaya&amp;nbsp;&lt;i&gt;kawaii&lt;/i&gt;, lewat River mereka akhirnya diakui oleh sister-group lain bahwa JKT48 cocok dengan lagu yang nge-&lt;i&gt;beat&lt;/i&gt; dan penuh semangat. Identik &lt;i&gt;kawaii &lt;/i&gt;khas&amp;nbsp;JKT48 kemudian berganti menjadi &lt;i&gt;sporty&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwomsXpjF6WFK2CrTuY4tBPqE3pA27PkYRbxsaqXuj5rJ5RD3OLbiZsMighOFILD2UIsWqBud0Z1Uir-P5MZ8GWen6ji1zJt6NjI582rJUPQzTutt58j6enRR-n-opIdB9IiRFaPU0Dx0/s1600/IMG00060-20130623-1653.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwomsXpjF6WFK2CrTuY4tBPqE3pA27PkYRbxsaqXuj5rJ5RD3OLbiZsMighOFILD2UIsWqBud0Z1Uir-P5MZ8GWen6ji1zJt6NjI582rJUPQzTutt58j6enRR-n-opIdB9IiRFaPU0Dx0/s320/IMG00060-20130623-1653.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Parade lightstick&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5XeRYONTwyDqrJYfCGKEOaEbGiBF_QBTw7yMQgol1IcdFSmPsAT-2NjL3Mupvip2oYXCyNW1aN4Lvd59fsUhiyTQNLnJyM-iCo3fE9gyIU_lFmzDwJa8g2tevvb1fyRRWYQQKywukosc/s1600/IMG00066-20130623-1714.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg5XeRYONTwyDqrJYfCGKEOaEbGiBF_QBTw7yMQgol1IcdFSmPsAT-2NjL3Mupvip2oYXCyNW1aN4Lvd59fsUhiyTQNLnJyM-iCo3fE9gyIU_lFmzDwJa8g2tevvb1fyRRWYQQKywukosc/s320/IMG00066-20130623-1714.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Member memperkenalkan diri&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJZl-TRTa6b03s6lIj_Qqw1XqP-4uEdvrZCQyoGwxrs1MJpEUaJQ3-J6JBq-hRJsMKm_ykAmJFwqq_85VIa4VQNFGlXWodCoQAicqCTA5M-sx35f4rMFVbv2aXnWL9ngtDFQVkgwMHKUM/s1600/IMG00074-20130623-1757.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJZl-TRTa6b03s6lIj_Qqw1XqP-4uEdvrZCQyoGwxrs1MJpEUaJQ3-J6JBq-hRJsMKm_ykAmJFwqq_85VIa4VQNFGlXWodCoQAicqCTA5M-sx35f4rMFVbv2aXnWL9ngtDFQVkgwMHKUM/s320/IMG00074-20130623-1757.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Para member ngobrol sama fans nih&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5SxDhStrXM5ieACFnYhyphenhyphenRpvqE4hzygh8R4jRn_cnY5EB4DIt1M_cwT73yhoYyWrFOHQkMzD8MBoHyPbBt4wI0uaKMkZu4NUCAvtKsnf7IyrQpJWG_MUXZYXW8dVZRGBSSuZWWIc2XGuQ/s1600/IMG00077-20130623-1825.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5SxDhStrXM5ieACFnYhyphenhyphenRpvqE4hzygh8R4jRn_cnY5EB4DIt1M_cwT73yhoYyWrFOHQkMzD8MBoHyPbBt4wI0uaKMkZu4NUCAvtKsnf7IyrQpJWG_MUXZYXW8dVZRGBSSuZWWIc2XGuQ/s320/IMG00077-20130623-1825.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Gha-chan, akk!&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah dua lagu dibawakan dalam sesi &lt;i&gt;encore &lt;/i&gt;ini, para member mengisinya dengan aksi panggung bak fashion show yang dibagi dua sesi. Jadi, tiap member berlenggak-lenggok dan memperkenalkan diri sekali lagi. Ada moment dimana Ghaida (akk!) jatuh :| &lt;i&gt;Poor, Ghaida.&lt;/i&gt;&amp;nbsp;Tapi show must go on. Setelah dua sesi fashion show dan semua member sudah (sekali lagi) berganti kostum, lagu terakhir dibawakan, Hikoukigumo. Terakhir, para member mengucapkan terima kasih sekali lagi, melempar &lt;i&gt;kiss-bye&lt;/i&gt; dan membungkuk sebagai tanda penghormatan kepada para fans.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXtHNZ2_STR9OZGBNBobTJlquny6nlJnk4asTL5vnyzul98n3Vbviwmzn-QJ0w2UAD2B2dO9fwmGk21V_CQQbM08qlXTzwSRhBA-kf0f07HQien3rX5PaxMSael0rydYKjFc9EyOgqDAw/s1600/IMG00070-20130623-1740.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXtHNZ2_STR9OZGBNBobTJlquny6nlJnk4asTL5vnyzul98n3Vbviwmzn-QJ0w2UAD2B2dO9fwmGk21V_CQQbM08qlXTzwSRhBA-kf0f07HQien3rX5PaxMSael0rydYKjFc9EyOgqDAw/s320/IMG00070-20130623-1740.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;i&gt;JKT48 Live In Makassar, kawaiii...!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ini beberapa list lagu yang saya tahu dibawakan pada konser di Makassar (jika saya tidak salah):&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Overture&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;JKT Sanjou&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Heavy Rotation&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kimi no Koto ga Suki Dakara (Karena Kusuka Dirimu)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ponytail to Chou-chou (Ponytail dan Shu-shu)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Baby!Baby!Baby!&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aitakatta (Ingin Bertemu)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;River&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Oogoe Diamond (Teriakan Berlian)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gomenne, Summer (Maafkan, Summer)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hikoukigumo (Jejak Awan Pesawat)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Konser yang diberi nama&amp;nbsp;"Perkenalkan, Nama Kami JKT48" ini jelas akan menjadi memori tersendiri untuk semua penontonnya. Saya juga membuat beberapa catatan tambahan dari konser ini yang saya jabarkan di bawah.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pihak panitia yang mengumumkan open gate pada pukul 15.00 WITA ternyata mundur satu setengah jam. Ditambah lagi, antrian masuk membludak karena hanya ada satu gate sementara penonton terbagi menjadi dua tiket festival. Alhasil, aksi dorong dan tidak tertib pun terjadi.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sound system saya rasa baru mencapai titik maksimal begitu masuk sesi &lt;i&gt;encore&lt;/i&gt; saat River dibawakan. Entah ini trik panitia atau dari official JKT48 sendiri. &lt;i&gt;Overall&lt;/i&gt;, pertunukkan dari awal sampai akhir sangat menghibur.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;*) Post ini kemudian dikutip di:&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.langitberita.com/environment/84809/dibalik-konser-jkt48-makassar-dari-lagu-kejutan-hingga-pingsan-ditatap-member/"&gt;&lt;i&gt;http://www.langitberita.com/environment/84809/dibalik-konser-jkt48-makassar-dari-lagu-kejutan-hingga-pingsan-ditatap-member/&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;i&gt;&lt;a href="http://honnesia.doorblog.jp/archives/28880490.html"&gt;http://honnesia.doorblog.jp/archives/28880490.html&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/06/jkt48-live-in-concert-perkenalkan-nama.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpazqMN3nal2mDsTV6H9Q0hxK30_nfBnO9Vm9vco3pKleAvuU3hws-QLBZPqnrHBvN7Ai7IGtFhCwguDXQo3VC_T9BlNlkwtq6kP9TxYL7dLWiTTLpdr-Q_v-JonfIP89bXy_1V1GP43k/s72-c/JKT48.PNG" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-1109059065164318527</guid><pubDate>Sat, 22 Jun 2013 00:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-07-02T14:13:43.501+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Cerita Mati</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku pernah berjanji padamu dalam hati, aku tak akan melupakanmu sampai mati. Ah, tampaknya itu hanya cerita basi. Kau lebih memilih tidur dengannya dengan alasan permainan yang ingin kau nikmati. Bergelut dalam selimut berpelangi dengan keringat dan wajah merona pasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku tidak pernah membenci masa itu. Ketika kau lebih memilih satu dan itu bukan aku. Lalu berpetualang mencari madu. Lalu kau malu-malu. Tiga tahun kuhabiskan menunggumu. Kupikir itu hanya bayangan semu yang kemudian kau taburkan seraya garam diatas semua lukaku. Ah, masa lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku punya pesan yang tak pernah kau baca. Aku tak tahu jika kau punya serupa. Biar aku coba, "Aku pernah berjanji padamu dalam hati, aku tak akan melupakanmu sampai mati." Tapi, itu hanya pesan belaka. Bukan nyata jika tak pernah terungkap adanya. Hanya disimpan dalam hati lalu meresap dalam dada. Menjalari urat syaraf, membutakan mata. Menutup semua pintu cinta lewat sentuhan dan tegukan kata-kata yang tak sempat keluar dalam sapa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku ingin sekali mengatakan, "Aku pernah berjanji padamu dalam hati, aku tak akan melupakanmu sampai mati," ketika terakhir kau datang ke kota ini. Tapi bukan itu yang seharusnya terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada yang seharusnya terjadi, namun lebih baik tak terjadi. Saat semua tak seharusnya...&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/06/cerita-mati.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-7521056386698551222</guid><pubDate>Sun, 26 May 2013 21:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-05-28T18:37:24.945+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Kapan Ke Jakarta Lagi?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku mengenal sebuah wajah dari tulisan. Ukirannya menggaris dari raut ceria hingga tawa. Hampir tak ada derita di mata dan senyum kemudian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku enam belas hari di tanah ibukota untuk beberapa mimpi, dan banyak mimpi yang kubawa. Hampir tak bisa diburu guruh langit empat hari terakhir. Ia mengawan hitam lalu menangis dalam kelam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku sudah menghubunginya lewat semua media. Ya, pemilik wajah ceria, aku mengantarkan mimpi punyaku sendiri. Jika tidak, untuk apa aku hanya berbekal tiket pulang saat datang. Selalu melangkah dibawah terangnya lampu jalanan ibukota yang kata mereka penuh ancaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti malam ini, ketika kata tidur tidak bersahabat dengan mata. Padahal aku sudah terjaga selama kau memberikan pesan kata dan suara. Aku hanya bisa membaca dan mendengar tanpa menyentuhnya. Tanpa menyentuhmu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;"Kapan ke Jakarta lagi?"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku pernah melangkahkan kaki tanpa sengaja disana. Karena memang baru, karena aku pemalu. Jika kau tahu betapa lebar senyumku begitu mengenali gedung yang tiap hari harus kulewati, mungkin kau tak akan bertanya melulu. Dan aku berharap kau sedang memandang keluar saat itu, entah dari lantai berapa, kemudian mendapati seorang dengan senyum lebar bak orang gila di penghujung suatu senja. Mungkin, kau akan bisa tertawa sejenak, dan melupakan penat praktikum seharian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atau kita bisa saja bertabrakan mata, saat aku melangkah pelan dan mengidentifikasi wajah-wajah dibalik almamater biru di penghujung senja hari lainnya. Wajah-wajah penuh semangat sepertimu. Aku juga pernah berharap kau menggunakan layanan dari bank yang sama, agar kita berpapasan di ATM depan gedung itu. Lalu bertanya kabar, lalu pergi bersama keluar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mungkin kita bisa sama menikmati dentuman harmoni nada yang memekakan telinga, lalu saling menatap, lalu berteriak. Mimpi orang-orang yang kubawa kesana akan berbaur dengan mimpiku, dan tak ada yang lebih sempurna dari itu. Aku sudah siap, bahkan sebelum langkah pertamaku. Walau semua keraguan jelas datangnya pada hari yang paling ditunggu. Aku menumbuhkan kumis tipis kala itu. Hihi, lucu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ah, betapa indah dunia dalam imaji. Bisa membunuh sepi dan sunyi juga mimpi. Terjaga bersama jejak-jejak kecil bersama deru angin yang membawa hujan subuh ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;"Ke Jakarta lagi dong? Biar bisa ketemu."&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak perlu ibukota, jejakmu masih ada di pulau dewata. Beberapa ingatan menjadi gambar yang menyiratkan kita bersama. Deru angin dan ombak menggulung, memulung satu demi satu potongan senyum keindahan. Lalu, ya, kita setuju. Diantara suara alam paling indah, ini yang paling indah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hanya satu potongan yang tak sempat kugariskan ke masa mu. Pulau tebing dan batu, lengkap dengan jatuhnya matahari paling indah kemudian menyatu. Dengan itu semua, kita sekali lagi bersama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
***&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kita mungkin sudah bertemu. Tapi bukan di dunia ini. Mungkin sebelumnya, atau setelahnya. Atau hanya dalam rangkaian cerita yang kuharap kau adalah penulisnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/05/kapan-ke-jakarta-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-7952077750840827984</guid><pubDate>Sun, 28 Apr 2013 23:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-29T12:16:28.724+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">absurdly randomness me</category><title>Saya, Kelebihan Merindukanmu</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Yah, hidup memang selalu terasa lembut dan manis, seperti satu slice tiramisu cake. Jika menikmatinya terlalu banyak, yang ada hanyalah rasa pahit. Namun apabila setiap hal dinikmati sesuai porsinya, maka kelembutan dan rasa manis itu akan bertahan selamanya."
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Satu paragraf yang kusuka dari buku ini. Ya, hanya satu paragraf itu, melumpuhkan keluhanku atas seluruh isi buku. Ia cermat diletakkan dua halaman sebelum cover belakang, satu halaman sebelum halaman promo buku lain.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Buku dengan tagline "Cintaku selembut keju, sepahit kopi" ini menipu dari segi cover. Don't judge the book by it's cover, and now I'm agreed with that. Patah, kalimat dan paragraf itu seakan jadi juru selamat.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena itu saya tidak akan membahas buku itu di postingan kali ini. Lebih kemana kalimat dan paragraf itu seharusnya ditempatkan, perasaan.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesuatu yang berlebih memang selalu tidak lebih baik. Terlalu rindu, terlalu sayang atau bahkan terlalu terobsesi akan sesuatu, atau mungkin seseorang. Jika orang bisa kecanduan kafein dan nikotin, saya kecanduan tiramisu. Bukan potongan kecil kue seperti simbolis diatas, tapi cair dalam kungkungan gelas sekali pakai.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ia hadir lewat sebuah tombol, begitu instan, begitu ekstra. Ia begitu manis, sampai tak perlu menumpahkan gula, menghalangi rasa. Ia, tiramisu dan kopi yang manis, tak ada kepahitan dalam rasanya. Membuatku ingin terus tambah, tambah dan tambah.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu pahit. Lalu dingin.
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya kelebihan tiramisu...
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya kelebihan merindukanmu...&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/04/saya-kelebihan-merindukanmu.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-6298353014202441887</guid><pubDate>Fri, 19 Apr 2013 06:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-19T14:11:57.445+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Kamu, Selalu</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Langit terlalu biru untuk tak kita nikmati. Seorang pria merebahkan tubuhnya diatas rumput pinggir lapangan yang sering didatanginya belakangan. Menumbukkan tatapannya pada langit yang bergerak dari sela-sela daun pohon tua. Pramudya menyelipkan &lt;i&gt;earphone &lt;/i&gt;di telinganya. Lagu yang sama setiap hari didengarnya. Lagu yang melempar memorinya pada ingatan lalu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sepasang perahu kertas bertabrakan di sudut aliran air muka kelas. Pramudya kecil hanya bisa tertawa melihat sepasang perahu kertas itu perlahan tenggelam. Begitu juga yang dilempar tawa, terbahak. Sekelebat bayangan putih, Pramudya sudah berada diatas sepeda yang melaju kencang. Dipacunya makin kencang hingga teriakan yang diboncengnya juga selaras kencangnya. Mereka tertawa disela napas yang tersenggal. Alunan lagu masih mengalir, tanpa sepengetahuannya, seragam sekolahnya sudah basah kuyup. Tas sekolah sudah jadi atap. Pramudya berlari kecil memburu yang diburunya menembus hujan. Dibandingkan deru air mata langit, tawa mereka menggelegar. Berhenti, berteduh pada satu atap, saling melempar senyum.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Celana pendek basahnya seketika memanjang. Warnanya pun luntur dari biru menjadi abu-abu. Ditelinganya menempel telepon seluler yang digenggamnya erat. Wajah tersenyum disampingnya mendadak hilang. Berganti suara merdu di seberang. Menanyakan kabar dan bertukar rindu. Baru saja ia ingin bermanja, telepon genggammnya tak mengeluarkan suara, hanya aroma manis. Sebatang coklat terganti disana. Rambut berguguran dibalik topinya. Pramudya mendadak botak. Ia tak lagi bermanja melalui kotak suara, sesungging senyuman sudah tersaji dihadapannya. Pramudya kikuk, sepasang mata dihadapannya sama kakunya. Mereka hanya tiga puluh satu menit disana. Masih dengan perasaan asing yang sama, seketika pria yang sama asingnya muncul disampingnya, dihadapan Pramudya. Perut orang yang ditatapnya mendadak membengkak. Tapi senyumnya sama lebarnya. Mereka berdua kemudian tersenyum.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lalu semua gelap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam kebingungan, Pramudya membuka mata. Langit masih biru dengan awan berarak melintasi lapangan itu. Terduduk, bersandar pada batang besar pohon tua itu. Lagu yang sama masih mengalun disana.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;"You are always gonna be my love." Utada Hikaru - First Love&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/04/kamu-selalu.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-1802611875699241448</guid><pubDate>Sat, 13 Apr 2013 02:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-13T10:29:40.962+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Fiksi</category><title>Apakah kita?</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pramudya baru saja mematahkan pensilnya yang ketiga. Senja sudah lewat sejam yang lalu. Besok harusnya libur. Tapi yang ia lakukan hanya bisa bergumam. Lebih mirip desahan dongkol. Ditambah udara lantai enam belas gedung yang tidak menyisakan oksigen untuknya. Di mejanya, laporan belum kelar dan gambar sketsa yang bahkan tidak menyerupai wajah, bertumpuk. Halaman paling muka, kepala bulat telur dengan lebar diatas dan runcing di bawah. Mata serupa parasut bergelantungan yang jatuh di lubang menganga penuh gigi tajam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pramudya mendelik ke kotak kaca raksaksa tepat di depan meja kerjanya. Sosok yang ia tuangkan dalam gambar sedang hilir mudik disana. Tidak dengan kepala bulat telur, mata parasut dan mulut seraya lubang menganga bergigi tajam. Malah kebalikannya. Pria tinggi tegap dengan setelan yang terlihat mahal. Alis tebal dan mata menantang, hidung mancung dan bibir tipis dihias sedikit kumis.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pramudya seharusnya pulang empat jam lebih awal. Belum lagi telepon selulernya yang kini di&lt;i&gt;silent&lt;/i&gt;&amp;nbsp;karena terus berdering. Menunjukkan layar bertuliskan &lt;i&gt;'Darling Calling' &lt;/i&gt;enam belas kali tanpa jeda. Membayangkan tiket film di dompetnya yang sedetik lalu resmi diputar di bioskop langganannya&lt;i&gt;. &lt;/i&gt;Terlebih membayangkan wajah si &lt;i&gt;darling&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang lebih mengerikan dibanding kepala telur yang ia gambarkan barusan.&amp;nbsp;Dan melihat situasi seperti sekarang, tampaknya ia baru bisa beranjak dari situ 4 jam kemudian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sial! Batinnya terus-menerus. Ini bukan salahnya, juga si &lt;i&gt;darling&lt;/i&gt;. Ia hanya ingin membahagiakan si &lt;i&gt;darling&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan bekerja di tempat yang bukan jurusannya, bukan bidang keahliannya. Untuk apa ia menggambar dengan pensil jika ia bisa melakukannya dengan komputer super canggih jaman sekarang. Ia tentu tidak perlu berurusan dengan makhluk kepala telur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ia juga susah menyalahkan si kepala telur. Ia atasannya, jauh lebih punya kuasa. Memandang matanya saja Pramudya tak pernah berani, apalagi menentang kehendaknya, termasuk pulang kerja lebih larut. Tapi tidak kali ini, si kepala telur kelewat keterlaluan. Ah, ya! Ini salah Kinar! Gadis yang kelewat manis untuk ukuran si kepala telur. Untuk apa ia sok-sok-an memacari orang kaya ini kalau kemudian ia mencari orang kaya lain. Untuk apa ia bertunangan jika akhirnya ia memutus hubungan. Untuk apa ia berwajah manis jika hati seperti iblis. Untuk apa...&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pintu kaca ruang kaca raksaksa itu terbuka. Si kepala telur tanpa gontai berjalan tegas ke arahnya. Pramudya kembali menunduk, siap-siap untuk hanya mengangguk. Ayal-ayal diteriaki, laporan dan sketsa yang ia kerjakan dari pagi tadi dihempas begitu saja di meja, mengenai wajahnya, melukai harga dirinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pramudya baru saja mematahkan pensilnya yang ketiga untuk kedua kalinya. Ia tau apa yang harus ia lakukan berikutnya. Membuat surat pengunduran dirinya yang baru saja mematahkan hidung si kepala telur. Untuk pertama kalinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;"Are we human? Or are we dancer?" The Killers - Human&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/04/apakah-kita.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-2032650514265947696</guid><pubDate>Thu, 04 Apr 2013 09:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-04T17:49:49.117+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">absurdly randomness me</category><title>Kebebasan</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNu337tmxlYm6RQU_CA-FtPkDo7C0NRWbQSMlQ53NXhm-h_NSp41c4tUFlNMSznqv8B2YRBrOPDuF8BV_KrSg_hAngD8nJE0M-uLu5yRfou2QJ0Ox9E96xpKzIMtKN3XROeudRsecJxHc/s1600/free.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="222" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNu337tmxlYm6RQU_CA-FtPkDo7C0NRWbQSMlQ53NXhm-h_NSp41c4tUFlNMSznqv8B2YRBrOPDuF8BV_KrSg_hAngD8nJE0M-uLu5yRfou2QJ0Ox9E96xpKzIMtKN3XROeudRsecJxHc/s400/free.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Ada sebuah kata dalam film yang barusan saya tonton. Kata ini menggangguku hingga menyalanya lampu dan dibukanya pintu keluar studio. Begitu juga pertama kali menatap langit berteman awan, komposisi paling indah dengan warna biru-putih. Sepasang burung melintas di depan pemandangan itu. Meliuk kesana-kemari, menghiraukan angin. Seolah angin tak pernah ada untuk mereka. Mereka bebas menentukan arah kemana sayap mereka menutun. Ya, kata itu adalah 'kebebasan'.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selama ini saya tak pernah berpikir jauh soal arti kata itu. Sampai tadi, kuulang dan terus kuulang. Kebebasan...kebebasan..kebebasan... Apa saya pernah sejenak meraihnya? Apa saya pernah benar-benar merasakan yang namanya kebebasan?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertanyaan itu kemudian mengikutiku sampai ke tempat kerja. Kebetulan salah seorang teman terpaksa tidak bisa hadir di shift yang sama dengan alasan kedukaan. Salah satu keluarganya meninggal barusan. Ah, kematian? Apakah itu berarti kebebasan? Bukankah seseorang yang mati kemudian terbebas dari belenggu dan aturan-aturan dunia yang ini-itu. Jika tidak ini, kita akan itu. Jika begitu, akhirnya kau akan seperti ini. Semua serba aturan. Saking banyaknya, mungkin itu yang membentuk jiwa-jiwa manusia muda dengan kalimat, 'peraturan dibuat untuk dilanggar'. Mereka muak, sesak, terkekang. Itu sebabnya mereka membuat 'peraturan diri' agar terbebas dari aturan yang ada. Saya pernah berada dalam posisi seperti mereka, saya tidak mendapat kebebasan dari melanggar peraturan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari kabar itu juga saya akhirnya berpikir, apakah sekarang saya mendapat kebebasan? Sendiri di kantor, yang jelas diluar jam sibuk seperti ini sangat sepi. Saya bebas melakukan apa saja, sendiri. Main game, dengar lagu sambil nyanyi-nyanyi, pakai modem sepuasnya. Apakah ini kebebasan? Melakukan semau kita sesuai kondisi yang ada memungkinkan semua itu. Tidak, saya sekali lagi tidak merasa ada kebebasan dalam melakukan hal-hal itu. Buktinya, saya masih terus menulis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ah, ya! Menulis! Saya sudah menulis beberapa postingan dan beberapa kata untuk proyek lain, dan saya tidak ingin berhenti. Seperti saat saya menambahkan kata dalam kalimat, tanpa sadar saya sudah melakukan sesuatu pada sosok di dalam cerita tersebut. Apakah saya ingin membunuhnya, membuatnya tertawa atau membuatnya murung melihat orang yang ia cintai terluka. Atau ketika saya berbagi dengan orang lain. Atau ketika saya menyelipkan kamu dalam selipan kata pengganti di tengah-tengah tulisan saya. Saya merasa bebas untuk itu, Saya menemukan kebebasan dalam menulis. Seseorang pernah berkata, "Bahagia pasti rasanya jika kita hanya bisa menulis dan menulis. Seperti menjadi diri kita sendiri." Ya, dia benar. Saya merasa menjadi diri saya sendiri ketika menulis. Saya tidak butuh banyak ruang, banyak rupa, bahkan banyak cinta. Dengan kematian, kesunyian, nama kamu diselipan kata, sudah cukup membawaku pada kebebasan mengikuti jari-jemariku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menulis... ah, ya... mungkin saya akan melakukannya selama saya mampu. Hal kecil yang membawa saya pada kebebasan.&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/04/kebebasan.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNu337tmxlYm6RQU_CA-FtPkDo7C0NRWbQSMlQ53NXhm-h_NSp41c4tUFlNMSznqv8B2YRBrOPDuF8BV_KrSg_hAngD8nJE0M-uLu5yRfou2QJ0Ox9E96xpKzIMtKN3XROeudRsecJxHc/s72-c/free.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-3534820146082740442</guid><pubDate>Wed, 03 Apr 2013 08:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-03T16:14:37.975+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Review</category><title>Review Film : Madre</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.indonesianfilmcenter.com/images/cover/coverIdFC_27022013_86936.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.indonesianfilmcenter.com/images/cover/coverIdFC_27022013_86936.jpg" width="223" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Finally, I got to see this movie, Madre. Film besutan Benni Setiawan yang dipercaya sebagai sutradara sekaligus penulis skenario ini, diadaptasi dari buku kumpulan cerpen Dewi Lestari alias Dee. Siapa yang tidak tau kehandalan tulisan wanita yang satu ini, apalagi dijadikan film. Perahu Kertas dan Rectoverso sudah sukses membanjiri bioskop. Saya sendiri sangat suka dengan dua judul film diatas, begitu pula bukunya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Madre, yang berarti 'ibu' dalam bahasa spanyol ini, adalah nama sebuah biang roti dari suatu toko roti, Tan De Bakker. Biang roti ini diwariskan pada seorang pemuda Bali bernama Tansen Roy Wuisan (Vino G. Bastian) oleh Tan Sie Gie yang tak pernah dikenalinya. Usut punya usut, Tan adalah kakek Tansen. Dalam sehari, sejarah hidupnya berubah. Sebagai manusia yang 'bebas', Tansen berniat menjual biang roti tersebut kepada Mei (Laura Basuki), seorang pengusaha toko roti yang sudah besar dan ternyata salah satu blogwalker di blog Tansen sendiri. Toh, dia tidak lihai membuat roti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam perjalanannya menghidupkan Madre dan Tan De Bakker, asmara diantara keduanya hidup dan bersemi. Bagaimana mereka menghidupkan perasaan mereka berdua? Sakiskan Madre di bioskop kesayangan kamu, sudah mulai tayang sejak 28 Februari 2013 lalu loh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari struktur cerita, siapa tak kenal Dee begitu menuangkan ide-idenya dalam tulisan. Saya sendiri adalah pencinta tulisannya. Bayangkan, bagaimana detail ia menjelaskan tahap-tahap pembuatan roti, dibumbui asmara Tansen dan Mei. Namun, sebagai pencinta dan penikmat film Indonesia pada khususnya, kita memang tidak bisa terlalu berharap banyak pada film yang diadaptasi dari buku. Pasalnya, dalam buku, pembaca menentukan sendiri imajinasi mereka, sehingga saat dituangkan dalam film para pembaca akan merasa kecewa sendiri karena tak sesuai deskripsi imajinasinya. Memang, tak ada yang mampu mengalahkan imajinasi pembaca.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disinilah peran penulis skenario dan sutradara berperan. Dalam Madre, Benni Setiawan yang mengambil kedua peran tersebut. Dengan pilihan tepatnya mengeset Tan De Bakker ke Bandung -bukannya Jakarta seperti di bukunya-, Benni sukses menghidupkan kesan klasik dari toko roti berumur puluhan tahun tersebut. Juga beberapa intrik yang kemudian diciptakan sebagai bumbu pelengkap mata dan cukup mengaduk perasaan penonton. Khikmawan Santosa, Afgansyah Reza dan Nadya Fathira juga sukses menghidupkan Madre lewat lantunan merdu musik yang mengiringi perjalanan Tansen dan Mei.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Film ini, bagi saya, sukses menghidupkan semua karakter di dalam buku tersebut. Vino G. Bastian dan Laura Basuki memiliki chemistry yang kuat dalam memerankan karakter masing-masing, dari yang senang, sedih sampai canggung-canggungnya mereka saat bertemu satu sama lain. Menampilkan scene-scene yang membuat mata tak mau berkedip, khususnya adegan yang diambil di Bali. What a beautiful waves! Scene tersedih buat saya sendiri bukan pada saat Tansen dan Mei saling merasa kehilangan, justru saat Pak Hadi tau Madre akan dijual. Oh iya, Pak Hadi diperankan oleh aktor kawakan, Didi Petet. Jelas kan maksud saya kenapa scene itu saya pilih sebagai yang tersedih, hehe.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Intinya, film ini sekali lagi akan meramaikan bioskop tanah air. Waktunya membuat film Indonesia menjadi tuan rumah di negara sendiri. Two thumbs up for all crew Madre The Movie!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tansen &amp;nbsp; : "Yaa, siapa yang tahu, kayak kita ketemu sekarang ini."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Mei &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;: "Tuhan."&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/04/madre-movie.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-6837221726559787872</guid><pubDate>Thu, 28 Mar 2013 08:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-28T16:32:24.444+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">absurdly randomness me</category><title>Mbah StuDiak</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semalah saya kerasukan sepi. Memiliki shift kerja diluar jam kerja normal kadang membawa kebosanan tersendiri. Dengan bermodal modem internet yang baru saja pulih dari sakitnya, hal lain kembali merasuki saya. Namanya Mbah StuDiak. Ia ahli meramal berdasarkan zodiak. Jodoh, rejeki sampai karir mampu ia jabarkan. Tentu saja dengan kekocakan ala Restu yang garing. So, inilah bahasan Mbah StuDiak selama mengisi kebosanan :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: whitesmoke; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Aquarius gak cocok sama Aquarius, bisa banjir. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;7:47 PM - 27 Mar 13&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Aquarius cocoknya sama Pisces. Saling melengkapi. *ihhik* - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;7:50 PM - 27 Mar 13&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Aquarius juga cocok sama Cancer, yaaa walaupun si Cancer besar kemungkinan mendua dengan naik ke darat. pfft. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;7:51 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Aquarius paling gak cocok sama Capricorn. Pernah, liat kambing mandi? - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;7:51 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Buat kamu yang berzodiak Capricorn, kamu cocok banget sama Libra. Mereka serasi sekali saat berdampingan di Idul Adha. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;7:57 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Untuk soal rejeki, Libra adalah yang paling adil dalam membagi rejeki itu. Jangan tanya kenapa. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:04 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Sementara Aquarius adalah orang yang paling derma dalam memberi rejeki *uhhuk* *benerin kacamata* - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:05 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Selain keadilan di pihak Libra, Gemini juga adalah sosok yang adil dalam memanfaatkan rejeki. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:06 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Lanjut, Cancer juga adalah orang yang dermawan. Lihat tangannya, lihat! eh maap, capit. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:11 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Leo sendiri orang yang hemat. Sesuai logonya, karakter Leo membiarkan rambutnya tumbuh panjang dan jarang dicukur. Biasanya setahun sekali. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:12 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Capricorn punya rejeki yang tak terduga. Ia menjadi alasan kemanusiaan dalam film 'The Terminal'. Sejak itu ia identik dengan Tom Hanks. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:13 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Gadis Virgo juga bisa punya rejeki yang banyak. Dengan catatan jika ia masih Virgo. &lt;/span&gt;&lt;a class="twitter-hashtag pretty-link js-nav" data-query-source="hashtag_click" dir="ltr" href="https://twitter.com/search?q=%23ifyouknowwhatimean&amp;amp;src=hash" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: white; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;#&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-align: left; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;ifyouknowwhatimean&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:14 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Aquarius cocok menerapkan bisnis berbasis air. Contohnya buka usaha WC umum atau tempat bilas dipinggir pantai. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:17 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Pisces sudah jelas, lebih berjaya dengan hal-hal berbau ikan, seperi di pasar ikan. Mereka cocok jadi tukang parkir disana. Ramai. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:18 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Aries sendiri jelas cocok berprofesi sebagai guide pendaki. Gunung sudah jadi ciri khas mereka. Gunung bro, gunung. &lt;/span&gt;&lt;a class="twitter-hashtag pretty-link js-nav" data-query-source="hashtag_click" dir="ltr" href="https://twitter.com/search?q=%23ifyouknowwhatimean&amp;amp;src=hash" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: white; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;#&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-align: left; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;ifyouknowwhatimean&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;-&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:19 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Karir Scorpio akan melonjak saat ia punya ekor. Berperan sebagai Sun Go Kong di layar lebar contohnya. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:23 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Profesi yang cocok untuk Libra? Sudah jelas, kan? Tuh di pasar banyak timbangan. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:24 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Yang pengen kawin sama orang kaya, cari calon yang berzodiak Sagitarius. Hanya orang kaya yang bisa implan tubuhnya ke badan kuda. - &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;8:25 PM - 27 Mar 13&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #999999; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 12px; line-height: 24px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-align: left; white-space: pre-wrap;"&gt;Juga ada sesi khusus, &lt;b&gt;Tanya Mbah :&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/alstrojo" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="color: #66b5d2; text-decoration: none;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="font-weight: normal; text-decoration: underline;"&gt;alstrojo&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Kalo Virgo cocok sama apa ya Mbah?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;span style="color: #333333; font-family: Arial, sans-serif;"&gt;&lt;span style="font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Jawab : &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/alstrojo" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="color: #66b5d2; text-decoration: none;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="font-weight: normal; text-decoration: underline;"&gt;alstrojo&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; Virgo cocoknya sama Sagitarius, Cu. Mau pacaran sama kepiting?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/alstrojo" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: white; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-decoration: underline; white-space: pre-wrap;"&gt;alstrojo&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;gagalki jadi peramal, yang kepiting itu cancer *balikin duit saya! Hahahaha.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
Jawab :&amp;nbsp;&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/alstrojo" style="background-color: #f6f6f6; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: #f6f6f6; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: #f6f6f6; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;alstrojo&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; wah, you don't get it yah, Cu. satu"nya zodiak yang punya bentuk badan cowok ya Sagitarius. pan cocok tuh sama Virgo yang Virgin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/sudahsukahujan" style="background-color: #f6f6f6; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="color: #66b5d2; text-decoration: none;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="font-weight: normal; text-decoration: underline;"&gt;sudahsukahujan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; : Mbah &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;klo taurus cocoknya sm apa? :3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Jawab : &lt;/span&gt;&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/sudahsukahujan" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="color: #66b5d2; text-decoration: none;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="font-weight: normal; text-decoration: underline;"&gt;sudahsukahujan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; Taurus cocoknya sama Aries, Aquarius dan Sagitarius. Sama-sama berakhiran huruf 'S'.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/sudahsukahujan" style="background-color: #f6f6f6; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: #f6f6f6; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: #f6f6f6; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-decoration: underline; white-space: pre-wrap;"&gt;sudahsukahujan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Mbah&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; ,klo sm geminis cocok d',iaa pasti cocok dong dong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Jawab :&amp;nbsp;&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/sudahsukahujan" style="background-color: #f6f6f6; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: #f6f6f6; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: #f6f6f6; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-decoration: underline; white-space: pre-wrap;"&gt;sudahsukahujan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; Jangan maksa, Cu. Nanti durhaka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/achmad_nirwan" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: white; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;achmad_nirwan&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;cess Pisces! :) (balasan: &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Aquarius cocoknya sama Pisces. Saling melengkapi. *ihhik*)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Jawab : &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;ogah, saya masih normal :|&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/Rezzurrection" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="color: #66b5d2; text-decoration: none;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="font-weight: normal; text-decoration: underline;"&gt;Rezzurrection&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;  : &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;scorpio dong, kaka :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Jawab : &lt;/span&gt;&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/Rezzurrection" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="color: #66b5d2; text-decoration: none;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="font-weight: normal; text-decoration: underline;"&gt;Rezzurrection&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; ah ya. Asmara Scorpio sangat keras. Jika ia tidak suka dengan pasangannya, ia cukup meracuninya. Rejeki, sepanjang ekor.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/Rezzurrection" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: white; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-decoration: underline; white-space: pre-wrap;"&gt;Rezzurrection&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;beware of scorpio girl :D | tapi wanita scorpio itu wanita sesungguhnya loh &lt;/span&gt;&lt;a class="twitter-hashtag pretty-link js-nav" data-query-source="hashtag_click" dir="ltr" href="https://twitter.com/search?q=%23ehm&amp;amp;src=hash" style="background-color: #f6f6f6; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: #f6f6f6; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;#&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: #f6f6f6; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;ehm&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Jawab :&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;iyah, kecuali mereka hermafrodit &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/Rezzurrection" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: white; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-decoration: underline; white-space: pre-wrap;"&gt;Rezzurrection&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;iya, iya. ga usah sebut tampakan gueeeh :|&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/iansakuragi" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="color: #66b5d2; text-decoration: none;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;iansakuragi&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; : &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;mbah dukun..klo aries gmn..?? :D&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Jawab :&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Asmara Aries, jika cinta, ia bisa seperti naik keatas gunung, jika patah hati ia bisa seperti kambing" lain, gulai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/cikajb" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: white; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;cikajb&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;kapan belajar astrologinya? :|&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Jawab : barusan, di google&lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/cikajb" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="color: #66b5d2; text-decoration: none;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;cikajb&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;ramalin dong kaka :3 kapan gitu dompet saya bisa unlimited?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Jawab : kamu zodiak apa, Cu?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/cikajb" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="color: #66b5d2; text-decoration: none;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;cikajb&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;:&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;gemini&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Jawab :&amp;nbsp;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Gemini cocoknya punya dua dompet, walau kosong setidaknya punya dua.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/nizarhusain" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="color: #66b5d2; text-decoration: none;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="font-weight: normal;"&gt;nizarhusain&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; : &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: #f6f6f6; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;pasti suka baca primbon nih&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Jawab : primbon yang suka baca saya, Cu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a class="twitter-atreply pretty-link" dir="ltr" href="https://twitter.com/wanderocks" style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;s style="background-color: white; color: #66b5d2; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;@&lt;/s&gt;&lt;b style="background-color: white; color: #0084b4; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; font-weight: normal; line-height: 18px; text-decoration: none; white-space: pre-wrap;"&gt;wanderocks&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;:&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt; musrik itu paling dekat ma neraka loh stu :p&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;Jawab : &lt;/span&gt;&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;iyah, kayak kamu main musrik di BOTM (salah satu band yang tidak terkenal di Makassar, red)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="background-color: white; color: #333333; font-family: Arial, sans-serif; font-size: 14px; line-height: 18px; white-space: pre-wrap;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/03/mbah-studiak.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-214262045057373173</guid><pubDate>Wed, 27 Mar 2013 15:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-03-28T13:18:42.587+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">absurdly randomness me</category><title>Hujan Maret</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hari ini hujan deras, sementara Ibu tidak berhenti mengirim pesan singkat lewat telepon seluler yang tak ia hapal letak tombolnya, hanya untuk sekedar mengingatkanku agar tak lupa makan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
"Restu ko sudah makan ka? Dirumah ada ikan."&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku tak pernah benar-benar suka ikan. Aku sering tersedak tulang. Tapi Ibu selalu membuatnya. Ayah suka ikan. Seperti kecintaan ayah akan sepatu. Sejak aku kecil, tak pernah kudapati sepatunya kotor. Selalu disikatnya sepatu kesayangannya itu lengkap dengan semir hingga mengkilap. Dilakukannya pukul 4 pagi, setengah jam sebelum mobil jemputannya datang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Aku selalu terbangun pada jam-jam segitu. Bukannya kembali tidur, aku selalu mendampinginya diruang tamu. Ia dengan kepulan asap rokok dan kopi hitamnya, aku dengan guling dan mata setengah terpejam. Tanpa kata.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Silau lampu mobil yang kemudian menjadi kode melepas kepergian ayahku meneruskan langkahnya mencari nafkah. Aku berdiam di teras sampai mobil itu hilang bersama senyum dan tatapan ayahku. Pintu kukunci setelahnya, sudah tugas harianku.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Belum lama ini aku pulang dari Pulau Dewata, hanya dengan buah tangan alas kaki untuknya. Aku menggembel disana, aku hanya ingat ia suka mengenakan sendal di dalam rumah. Agar tidak kedinginan kakinya, katanya. Alasan itu selalu ia gunakan sejak susah berjalan dua tahun belakangan. Wajahnya serupa mendengar kabar mendapat cucu baru. Bukan, bukan saat mengetahui ada oleh-oleh yang kubawa, tapi sejak aku mengucap salam memasuki rumah malam itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Paginya rutinitas sudah kembali seperti sedia kala. Pekerjaan sudah memanggil serupa suara debur pantai Kuta yang terasa masih saja terdengar. Selalu menyimpan rindu dan misteri agar kembali lagi suatu saat nanti. Kudapati sepatuku sudah mengkilap. Kutatap wajahnya, ia hanya nyengir kuda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ia melepas kepergianku mencari nafkah dari balik pagar. Setengah berteriak, "Hati-hati," bersaing dengan deru knalpot motorku. Dengan tak menepikan tatapannya seusai motorku hilang di perempatan. Aku mengikuti wajahnya lewat pantulan kaca. Ia tak pernah mengunci pintu, mengingatku selalu pulang larut dan mereka sudah terlelap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dunia tak pernah berubah, hanya tempat kita yang berubah. Tinggal sepintar apa kita menempatkan diri kita. Akhir tahun Ibu sudah menghujaniku. Kini giliran Ayah yang membuatku menjadi lelaki dengan gelembung air di sudut matanya. Sudah cukup ia yang menjadi lelaki itu. Kini, giliranku.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/03/hujan-maret.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-2385647192727989355</guid><pubDate>Wed, 27 Mar 2013 09:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-13T10:46:23.488+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Review</category><title>Review 'See You When I See You' karya Namirasicha</title><description>&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Cinta dan persahabatan adalah bumbu paling sedap dalam tulisan. Ide ini diterapkan Namirasicha dalam karya terbarunya,&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;See You When I See You&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/i&gt;Bumbu sedap nan sederhana ini dilengkapi dengan kisah cinta segitiga yang rumit, dipanaskan dengan konflik cerita dan plot yang tak berubah dari cirri khas penulisnya, dan dihidangkan dengan detail matang.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;See You When I See You&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, sebuah kisah yang bercerita tentang 4 sahabat, Cheryl, Benji, Jemima dan Ezra. Keempatnya sudah terikat persahabatan sejak kecil, especially, Benji dan Cheryl yang sudah bersama sejak sekolah dasar.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Cewek dan cowok selamanya tak akan bisa menjadi sekedar sahabat, pesan dalam kisah ini. Kau tidak tau kapan kau akan menaruh hati kepada sahabatmu, bahkan kau tidak tahu sahabatmu menyimpan rasa yang sama. Hanya saja mewujudkan perasaan itu bukan hal yang mudah. Belum lagi, masing-masing dari mereka memiliki mimpi yang ingin diwujudkan. Akhirnya, persahabatanlah yang akan dikorbankan. Itulah yang terjadi pada keempat sahabat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Pada akhirnya, mereka harus bertarung dengan perasaan dan egonya masing-masing. Apakah mereka akan tetap menjaga lingkaran persahabatan itu, atau malah melewati batas dengan meluapkan segala perasaan. Kalau penasaran dengan kisah 4 sahabat ini dalam mengejar mimpi dan cintanya, kamu wajib baca novelnya. Jangan harap nyari di Gramedia bisa dapat, karena emang belum masuk disana :p&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Basically, kisah ini terdengar biasa saja. Cinta segitiga bukannya yang paling sering diangkat dalam cerita, baik buku maupun film? Hanya saja, kemasan kisah cinta segitiga dalam&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;See You When I See You&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;dikemas apik dengan mempermainkan rasa penasaran pembaca. Penulis sukses dengan ide (jahil) awalnya, membingungkan pembaca.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Penciptaan karakter juga berlaku sangat baik. Mengarahkan 4 karakter utama dan beberapa karakter tambahan sepertinya mudah saja di&lt;i&gt;direct&amp;nbsp;&lt;/i&gt;si penulis. Detail tempat juga menjadi cirri khas penulis. Sicha- begitu ia akrab dipanggil- mampu menggambarkan bentuk ruang dalam cerita dengan baik. Pembaca dengan mudah dapat berimajinasi membayangkan tiap kejadian dalam kisah ini. Saya harus googling dulu saking penasaran dengan keindahan tempat-tempat yang disebutkan di dalam. (hehe) Kesannya, saya tidak hanya membaca novel, tapi juga seperti menonton film. Kayaknya bias penulis yang satu ini direkrut untuk nulis skenario :p&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Dari semua kelebihan cerita ini, kekurangannya hanya di detail waktu. Alur waktu kadang melompat terlalu cepat tanpa tambahan detail. Efeknya,pembaca akan merasa sedang berada di suatu tempat, dalam beberapa kedipan, sudah di tempat lain dengan suasana berbeda. Begitu juga untuk ending, sepertinya berjalan dengan lambat. Tapi untuk pembaca yang suka dengan genre tulisan romance seperti ini, malah akan menjadikannya senjata terbaik untuk meningkatkan rasa penasaran.&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Overall, this is an A story. A not for point, it for Awesome! Dibuat lebih padat dari dua cerita sebelumnya tapi tidak kalah menariknya. Oh iya, dan jika kamu mengikuti karya-karya Sicha, ada kejutan menggelitik di&amp;nbsp;&lt;b&gt;&lt;i&gt;See You When I See You&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. *ihhik*&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
NB ( buat penulis ) : Banyak typo di tulisan ini :3&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/03/review-see-you-when-i-see-you-karya.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7029335422697691108.post-1580174069349042881</guid><pubDate>Mon, 25 Feb 2013 03:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2013-04-03T16:18:23.882+08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Film</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Review</category><title>Tertidur dengan "Sleepless in Seattle"</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="http://www.thechiccurve.com/wp-content/uploads/2012/06/sleepless-in-seattle-1.jpeg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.thechiccurve.com/wp-content/uploads/2012/06/sleepless-in-seattle-1.jpeg" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Siapa yang tidak tercengang dengan akting Tom Hanks? Atau siapa yang tidak terpukau dengan kecantikan Meg Ryan? Disini, mereka dipertemukan oleh takdir.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Sleepless in Seattle&lt;/i&gt; (1993), berkisah tentang seorang suami, Sam Baldwin (Tom Hanks) yang telah kehilangan istrinya, merasa hidupnya hampa. Sejak itu, ia jarang tertidur. Ia akhirnya pindah ke Seattle, berharap dapat melanjutkan hidupnya tanpa bayang-bayang istrinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Anaknya, Jonah (Ross Malinger), yang tak tahan melihat ayahnya seperti itu memutuskan untuk menelepon salah satu stasiun Radio nasional yang kemudian menyiarkan langsung kisah singkat Sam. Tak dinyanya, siaran itu banyak menarik perhatian seluruh negeri, termasuk Annie Reed (Meg Ryan). Annie. seorang jurnalis yang telah tunangan ini seketika terenyuh setelah mendengar kisah Sam di Radio memutuskan bertemu dengan si tak-dapat-tidur-di-Seattle, dengan alasan ingin mengangkat kisahnya. Apa daya, dalam pandangan pertama ia sudah kecewa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Annie kembali rasional. Tidak mungkin ia dapat jatuh cinta melalui kisah di radio, atau hanya dalam pertemuan pertama, atau bahkan kisah-kisah dalam film. Tapi, semua akhirnya menemukan 'tanda'-nya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sleepless in Seattle adalah film bergenre drama yang sangat menyentuh. Bagaimana seseorang mempercayai &lt;i&gt;forever love&lt;/i&gt;, seorang anak yang tak tega melihat ayahnya sendiri, dan seorang wanita yang dalam hubungan pertunangannya malah mencintai orang yang hanya didengarnya lewat radio.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mungkin secara rasional, kita tidak akan mempercayai kisah cinta seperti ini, tapi beberapa dari kita pasti pernah merasakan 'tanda-tanda'-nya. Tinggal keputusan kita, apakah akan diam dan melewatkannya, atau mampu menerima dan mengejarnya seperti Annie.&lt;/div&gt;
</description><link>http://restuwashere.blogspot.com/2013/02/tertidur-dengan-sleepless-in-seattle.html</link><author>noreply@blogger.com (rst)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>