<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Revauthore.BloG</title><description>Menyediakan Tips Seputar Info Teknologi, Software, Hacking, Cheat, Tools, Game Online, dan Masih Banyak lagi</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Revan)</managingEditor><pubDate>Mon, 4 Aug 2025 12:28:10 -0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">132</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">3</openSearch:itemsPerPage><link>http://revauthore969.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Menyediakan Tips Seputar Info Teknologi, Software, Hacking, Cheat, Tools, Game Online, dan Masih Banyak lagi</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>6 Rahasa Kepribadian Menarik</title><link>http://revauthore969.blogspot.com/2014/03/6-rahasa-kepribadian-menarik.html</link><category>kepribadian</category><category>menarik</category><category>psikologi</category><category>rahasia</category><category>romansa</category><category>tips</category><author>noreply@blogger.com (Revan)</author><pubDate>Wed, 26 Mar 2014 04:58:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7924186046605526606.post-4082636996533510284</guid><description>&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
Menjadi pribadi yang menarik? Hmm.. semua orang pasti ingin disukai banyak orang. Beberapa pendapat mengatakan bahwa kepribadian itu dibawa sejak lahir, padahal semua itu bisa dilatih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
Beberapa latihan yang bisa dilakukan untuk menjadi pribadi yang menarik antara lain:&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;1. Gunakan gaya bicara yang positif&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;Gaya bicara yang negatif atau merendahkan diri sendiri, dengan cepat akan menempatkan Anda sebagai pribadi yang kurang punya rasa percaya diri&lt;/b&gt;. Contoh gaya bicara negatif dengan menggunakan label-label bermakna negatif misalnya: &lt;b&gt;bodoh, bego, tolol, brengsek, tidak punya otak, salah melulu&lt;/b&gt;, dll.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
Untuk menjadi pribadi yang percaya diri, gaya bicara negatif harus digantikan dengan gaya bicara positif. Gaya bicara positif meliputi gaya bicara dengan penggunaan kata-kata dan kalimat-kalimat yang positif. Hal pertama yang dapat dilakukan adalah dengan berusaha belajar berbicara secara positif tentang diri sendiri. Tentu saja, hal ini jauh berbeda dengan menyombongkan diri sendiri. Contohnya: wah, kemarin gua dapet nilai 95 nih, sayang gua lupa jawabannya no. 2. Coba gua sempetin baca buat soal itu pasti gua bisa nih dapet 100." Paham bedanya bukan ?&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;2. Berani bertanggung jawab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada orang yang percaya bahwa yang mengendalikan nasib mereka adalah diri mereka sendiri. Keberanian menyakini hal ini tentu saja memunculkan suatu tanggung jawab yang besar bahwa hal-hal buruk dan baik yang menimpa diri mereka tidak lain dan tidak bukan adalah berasal dari diri sendiri. Bukan dari hal-hal yang bersumber dari luar diri mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Keberanian bertanggung jawab ini juga menjadikan individu lebih percaya diri untuk mengambil alih hal-hal yang bisa menjadi tanggung jawab pribadinya&lt;/b&gt;. Kemampuan bertanggung jawab ini juga akan memunculkan sikap percaya diri dan pencitraan diri yang positif. Orang-orang yang tidak berani bertanggung jawab biasanya cenderung menganggap bahwa faktor-faktor di luar dirinya yang menentukan jalan hidupnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
Apabila ada keberhasilan, mereka mengatakan bahwa hal itu adalah keberuntungan semata. Dan sebaliknya bila ada kegagalan, mereka cenderung menyalahkan faktor di luar dirinya atau akibat dari perbuatan orang lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;3. Kembangkan dinamika pribadi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengembangkan dinamika pribadi ada beberapa keterampilan diri yang perlu diasah antara lain: Ketampilan &lt;b&gt;mengungkapkan perasaan dengan tegas&lt;/b&gt;, kemampuan &lt;b&gt;menunjukkan ekspresi wajah yang ramah&lt;/b&gt;, kemampuan berbicara optimis, kemampuan &lt;b&gt;menunjukkan sorot mata dan tingkah laku yang berwibawa&lt;/b&gt; melalui &lt;b&gt;penampilan diri yang anggun&lt;/b&gt;, rapi dan bersih, pelajari etika pergaulan di tempat kerja yang baik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;4. Asah keterampilan, gunakan bahasa verbal dan non-verbal&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bahasa verbal yang efektif misalnya:&lt;b&gt; Hindari kata-kata dan suara jeda yang tidak perlu&lt;/b&gt;, misalnya: e… e…, buat kesimpulan yang didukung data dan bukan berdasar perasaan atau keyakinan saja, perlunya berbasa-basi walaupun jangan terlalu banyak, &lt;b&gt;tunjukkan perhatian&lt;/b&gt; dengan menanyakan mengenai keadaan orang yang kita ajak bicara misalnya wajahnya tampak pucat hari itu dan lain-lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
Bahasa non-verbal yang mengesankan meliputi: Ekspresi yang penuh semangat, cara berbusana yang sopan dan tampak profesional, penampilan wajah, dan tubuh yang menarik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;5. Kembangkan pengetahuan yang memadai&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dasar untuk tampil percaya diri adalah &lt;b&gt;adanya pengetahuan yang menunjang dalam mencari alternatif-alternatif solusi untuk berbagai persoalan atau permasalahan&lt;/b&gt;. &lt;b&gt;Intuisi memang penting tetapi membuat keputusan berdasar fakta lebih membantu dalam menumbuhkan percaya diri dan memunculkan citra diri yang lebih positif.&lt;/b&gt; Sebanyak mungkin dapatkan informasi tentang hal-hal yang sedang terjadi dalam dunia ini baik melalui TV, surat kabar, majalah, maupun internet.&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;strong&gt;6. Bersikap fleksibel terhadap berbagai perubahan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tunjukkanlah sikap terbuka terhadap perubahan yang ada dalam diri. Jangan berkesan negatif dengan mengungkapkan kata-kata seperti, “Percuma saja diubah-ubah juga akan kembali sama seperti dulu lagi” dan lain-lain. Tanggapi perubahan yang ada dengan optimis, dengan demikian kita akan terlihat sebagai orang yang memiliki citra diri positif dan kuat&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="background-color: white; font-family: arial; font-size: small; line-height: 18px; padding: 10px 0px 0px; text-align: justify;"&gt;
sumber : untungmadani.wordpress.com&lt;/div&gt;
</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>KISAH SI BOS BERAS</title><link>http://revauthore969.blogspot.com/2014/01/kisah-si-bos-beras.html</link><category>2014</category><category>beras</category><category>berita</category><category>bos</category><category>bos beras</category><category>kisah</category><category>renungan</category><category>tips</category><author>noreply@blogger.com (Revan)</author><pubDate>Tue, 21 Jan 2014 23:33:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7924186046605526606.post-5216401329977672862</guid><description>&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tCcmwPOA16IX00pywPA8Lfk_ifQ-VAGJE1DwqVRzOu3-uymZyMBX79saXBIE13c9vjeDaYzL8PbmfeQPb0yCi8iVZU4QRD0_KbZV3VwGMEN5VrgM2gHdGqxvbUsFTZuIs5VbhVx0Evw/s1600/BuruhAngkutBeras_ant.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="buruh-beras" border="0" class="decoded" height="194" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tCcmwPOA16IX00pywPA8Lfk_ifQ-VAGJE1DwqVRzOu3-uymZyMBX79saXBIE13c9vjeDaYzL8PbmfeQPb0yCi8iVZU4QRD0_KbZV3VwGMEN5VrgM2gHdGqxvbUsFTZuIs5VbhVx0Evw/s320/BuruhAngkutBeras_ant.jpg" title="" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Saat berselancar di facebook, tanpa sengaja saya mendapatkan artikel bagus ini. Tulisannya sangat menginspirasi saya, terutama bagi sifat saya yang emosian. Saya juga kembali merenung tentang apa yang membuat seseorang menjadi marah, yang ternyata karena MERASA diperlakukan tidak baik. Artikel ini menyadarkan saya bahwa bila kita bisa membuang PERASAAN ini, maka marah dan kebencian akan redam. Berpura-pura bodoh seperti si Bos Beras yang tidak tahu apa-apa dan mejadi pendengar yang baik akan membuat kita melalui hidup tanpa stress.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah dari sebuah desa di Provinsi Anhui, Tiongkok. Seorang bayi yg belum lama lahir, kedua orang tuanya mendadak meninggal. Oleh sebab itu, ia tumbuh dewasa di lingkungan yg serba sulit dan rumit, apalagi masih memikirkan tentang sekolah, sungguh tidak mungkin. Jadi, ia tidak mengenal tulisan sama sekali, bahkan tidak ada yg peduli akan marga dan namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia setiap hari bekerja keras demi sesuap nasi. Ia berkata kepada majikannya,”Asalkan aku mendapatkan beras, aku sudah puas!” karena hal inilah, mereka memberikannya nama panggilan sebagai “Bos Beras.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu berjalan dengan cepat. Dari masa remajanya menginjak usia setengah baya sampai mempunyai anak, tetap saja setiap hari mencari nafkah untuk memenuhi makan sehari-hari keluarganya. Rumahnya berada di tepi gunung, maka ia sering pergi membelah kayu bakar untuk dijual. Inilah cara nya mendapatkan beras dari hasil penjualannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bos Beras ini sangatlah jujur dan sama sekali tidak mengerti yang namanya menawar. Kayu bakar yang ia dapatkan sangatlah kering dengan kualitas yg baik. Karena itu, banyak sekali orang yang ingin membeli kayu bakarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suatu hari, setelah ia pergi membelah kayu bakarnya dan hendak ke kota untuk menjualnya, tiba-tiba di perjalanan ia bertemu dengan orang kaya yang sangat kikir. Ia tahu kayu bakar yg dijual Bos Beras itu bagus dan kering, sehingga di pertengahan jalan, ia menghentikan langkah Bos Beras dan berkata, “Aku ingin membeli kayu bakarmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bos Beras senang sekali, tetapi orang kaya yg tamak itu Berkata,&lt;br /&gt;”Tunggu sebentar! Mari kita kompromi dulu, berapa harga sepikul kayu bakar ini!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Harga sepikul kayu bakar ini biasanya pembeli memberiku 300 sen.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Rumahku dekat sekali. Kamu juga tidak perlu berjalan begitu jauh dan tidak perlu memboroskan tenagamu ke kota. Jadi, saya rasa kamu jual padaku 100 sen saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bos Beras mencoba menghitung menggunakan jari tangannya. Perbedaan 3 dengan 1 sangatlah jauh. Begini sama sekali tidak cukup untuk membeli beras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu orang kaya itu berkata lagi.” Kalau begitu 200 sen saja!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bos Beras tetap menghitung dan merasa tidak cukup untuk membeli beras, kemudian memberikan jawaban,”Saya tidak jadi jual. Lebih baik saya berjalan lebih jauh sedikit.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudahlah, jangan berjalan begitu jauh. Jual saja kepadaku 250 sen,” lanjut orang kaya itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bos Beras berpikir keras. Jika saya tetap bertahan, bukankah telah memboroskan waktuku saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemudian ia menjawab,”baiklah!baiklah! Jual ke kamu saja.”&lt;br /&gt;Melihat kejujuran Bos Beras, orang kaya itu memintanya memikul kayu bakar ke rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah selesai menimbun semua kayu bakar itu, orang kaya itu bertanya,” Siapakah sebenarnya namamu!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Aku tidak mempunyai nama,” jawabnya dengan polos.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena orang kaya yang kikir itu tidak berhasil mendapatkan harga yg ia inginkan, ia merasa kesal dan berkata,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;” Kamu tidak memiliki nama sungguh sangat aneh. Bagaimana jika saya yg memberikanmu nama?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bagus sekali,”jawab Bos beras.”Hidup setua ini, akhirnya ada orang yg mau membantuku memberikan nama. Sungguh saya ingin berterima kasih padamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kalau begitu, saya berikan nama”Tinja padamu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kedengarannya bagus sekali. Sebelumnya orang lain selalu memanggilku Bos Beras, sekarang menjadi Tinja. Bagus sekali.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang kaya yang kikir itu sengaja bertanya kembali,”Tinja, kamu ada berapa Ayahanda?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Apa itu Ayahanda?” Tanya Bos Besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si kaya menghinanya karena tidak mengenal tulisan, sehingga sengaja mempermainkannya dengan menjawab, ”Ayahanda adalah anakmu.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia akhirnya sadar dan menjawab, ”Oh, rupanya Ayahanda adalah anakku. Coba saya hitung dulu. Saya memiliki 10 Ayahanda.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bos Beras ialah orang yang bersemangat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, ia kembali bertanya,”Kalau begitu berapa banyak Ayahandamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar hal ini, raut wajah si kaya mulai berubah dan menjawab,” Aneh, mengapa kamu bertanya berapa banyak Ayahandaku! Ayahandaku telah meninggal!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Oh, kasihan sekali! Semua Ayahandamu telah meninggal. Saya memiliki begitu banyak putra, bagaimana jika saya memberikan kepadamu 1 atau 2 orang untuk dijadikan Ayahandamu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kurang ajar. Berani sekali kamu memberikan anakmu untuk dijadikan Ayahandaku?” jawab si kaya dengan marah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat kemarahan si kaya, ia merasa aneh dan berkata, “Anda membeli kayu bakarku dan juga memberikanku nama. Sementara saya berniat baik memberikan anakku untuk dijadikan Ayahandamu. Lalu Anda begitu emosi? Melihat Anda seperti ini, sepertinya ingin sekali ‘memakan‘ tinja saya ini saja.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa itu Tinja? Tinja adalah “kotoran”. Orang kaya itu marah dan kesal hingga mengambil tongkat ingin memukulnya. Bos Beras itu merasa aneh dan berpikir.”Ada apa dengan orang ini? Mengapa marah besar seperti ini tanpa sebab? Tanpa pikir panjang, ia tidak menghiraukannya dan mengambil tongkat pemikul pulang ke rumah dengan bebasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;RENUNGAN:&lt;br /&gt;Orang yang tidak menaruh pemikiran akan perkataan orang, meski orang lain memakinya, ia juga tidak akan mengerti bahwa dirinya dimaki dengan sebutan ‘kotoran’ dan di dalam hatinya masih merasa bersyukur. Menyindirnya dengan ejekan berapa banyak ‘Ayahanda’ pun, ia juga tidak merasakan apa pun dan masih berniat baik ingin memberikan anaknya untuk dijadikan Ayahanda bagi orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Segala benda di dunia memang untuk digunakan oleh manusia, namun bagi mereka yang tidak tahu berpuas diri dan kurang bijaksana, malah akan diperbudak oleh benda itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang lain ingin mengambil untung darinya, ia malah tidak merasa dirugikan. Ini juga merupakan suatu filosofi, yaitu ‘filosofi orang bodoh’. Dalam kehidupan, kita juga seharusnya mempelajari filosofi ini. Dan ini ada puisi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik aku diam&lt;br /&gt;dan mendengar tiap perkataanmu&lt;br /&gt;walau kata" yg menyakitkan sekalipun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku memilih menjadi pendengar saja&lt;br /&gt;Karena lebih baik kututup mulutku&lt;br /&gt;daripada mengumbar kata tapi&lt;br /&gt;menyakiti hati orang lain&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku lelah dalam rapuhku&lt;br /&gt;yang coba tegarkan diri&lt;br /&gt;disisa nafas yang kupunya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah artikel yang saya dapatkan hari ini. Semoga bisa menjadi renungan bagi pembaca&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila ingin membaca artikel lainnya, bisa mengunjungi sumber dari artikel tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : kisahmotivasihidup.blogspot.com </description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh_tCcmwPOA16IX00pywPA8Lfk_ifQ-VAGJE1DwqVRzOu3-uymZyMBX79saXBIE13c9vjeDaYzL8PbmfeQPb0yCi8iVZU4QRD0_KbZV3VwGMEN5VrgM2gHdGqxvbUsFTZuIs5VbhVx0Evw/s72-c/BuruhAngkutBeras_ant.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>PEMPEK DIKLAIM, ALEX NOERDIN MARAH</title><link>http://revauthore969.blogspot.com/2013/12/pempek-diklaim-alex-noerdin-marah.html</link><category>alex noerdin</category><category>alex sumsel</category><category>berita</category><category>info</category><category>palembang</category><category>pempek</category><category>sumsel</category><author>noreply@blogger.com (Revan)</author><pubDate>Tue, 31 Dec 2013 02:27:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-7924186046605526606.post-2649320640744060606</guid><description>&lt;a href="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/3.-Ulu-Bundar-KapalSelam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/3.-Ulu-Bundar-KapalSelam.jpg" border="0" class="shrinkToFit decoded" height="240" src="http://hermansaksono.com/wp-content/uploads/2010/01/3.-Ulu-Bundar-KapalSelam.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Kemarahan Gubernur Sumsel Alex Noerdin, yang dikutip beberapa media online, Sabtu (28/12), terkait &lt;span style="color: black;"&gt;Pempek yang dikatakan diklaim Jambi, ditanggapi santai oleh Karo Humas Provinsi Jambi, Rahmad Hidayat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kepada Tribun Rahmad mengatakan jika Pempek yang lebih dikenal masyarakat selama ini seperti di Palembang, Sumsel, juga ada di Provinsi Jambi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Memang Pempek lebih dikenal orang dari Sumsel. Tapi jangan salah, kita juga punya makanan Pempek," ujarnya, kepada Tribun, Minggu ( 29/12/2013). &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pempek Jambi, kata Rahmad, biasanya dibuat oleh warga Jambi pada waktu tertentu. Saat Lebaran Idul Fitri atau hari besar keagamaan lainnya. "Makanan Pempek lebih identik dengan makanan rumpun Melayu. Jambi kan juga Melayu," sebutnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ba&lt;/span&gt;&lt;span style="color: black;"&gt;hkan, kata Rahmad, Pemprov akan membuat perlombaan untuk para SKPD dalam meracik Pempek. "Nanti saat HUT Pemprov kita buat perlombaan masak pempek dan tempoyak," jelasnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diakuinya, untuk promosi makanan Khas Jambi memang belum memadai seperti daerah lain. Jambi kata dia juga kecolongan dengan produk buah-buahan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Seperti duku. Dukunya dari Jambi, malah disebut duku Palembang. Tapi secara berangsur-angsur akan kita benahi ini," imbuhnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu, apakah ada rencana pemprov untuk membuat hak paten jenis makanan khas Jambi? Rahmad mengaku belum terpikirkan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Bisa jadi. Tapi untuk saat ini mungkin belum, perlahan dulu. Saat ini kan kita juga sedang mulai membuat promosi wisata dan kuliner. Seperti abon ikan patin atau beberapa makanan dari ikan, sedang kita garap," tutupnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : &lt;i&gt;Tribunnews&lt;/i&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>