<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Rifka Dejavu</title>
	
	<link>http://www.rifkadejavu.com</link>
	<description>The Dream Come's True</description>
	<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 10:32:24 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/rifkadejavu/HZCW" /><feedburner:info uri="rifkadejavu/hzcw" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>rifkadejavu/HZCW</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Framework Perbankan Syariah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~3/BtI5hyTEf88/</link>
		<comments>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/10/framework-perbankan-syariah/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 27 Oct 2011 10:32:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dejavu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dejavu Ngomong Keuangan Syariah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rifkadejavu.com/?p=1190</guid>
		<description><![CDATA[ 
Saat ini Bank Syariah telah menjadi trend baru bagi pengelolaan keuangan masyarakat atau nasabah. Dengan bertumbuhnya Bank Syariah yang semakin menjamur di Negara ini seiring dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Bank Indonesia baik dari sisi regulasi dan juga izin pendirian, memperlihatkan antusiasme dan juga sisi positif bagi perkembangan Perbankan Syariah di Negara yang mayoritas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w>  </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce :style>< !<br />
/* Style Definitions */<br />
table.MsoNormalTable<br />
{mso-style-name:"Table Normal";<br />
mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
mso-tstyle-colband-size:0;<br />
mso-style-noshow:yes;<br />
mso-style-parent:"";<br />
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;<br />
mso-para-margin:0in;<br />
mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
mso-pagination:widow-orphan;<br />
font-size:10.0pt;<br />
font-family:"Times New Roman";<br />
mso-ansi-language:#0400;<br />
mso-fareast-language:#0400;<br />
mso-bidi-language:#0400;}<br />
--> <!--[endif] --></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Saat ini Bank Syariah telah menjadi trend baru bagi pengelolaan keuangan masyarakat atau nasabah. Dengan bertumbuhnya Bank Syariah yang semakin menjamur di Negara ini seiring dengan kemudahan-kemudahan yang diberikan oleh Bank Indonesia baik dari sisi regulasi dan juga izin pendirian, memperlihatkan antusiasme dan juga sisi positif bagi perkembangan Perbankan Syariah di Negara yang mayoritas masyarakatnya menganut agama islam ini. Semua ini tidak terlepas dari campur tangan dari seluruh elemen dalam mensinergikan spirit pengembangan keuangan syariah di negeri ini.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Perbankan syariah saat ini bisa dikategorikan berada pada posisi pertumbuhan, terlihat dari beberapa perubahan signifikan yang terjadi pada Bank Syariah, seperti adanya beberapa Unit Usaha Syariah (UUS) yang sudah <em>Hijrah</em> menjadi Bank Umum Syariah (BUS). Ini memperlihatkan bukti bahwa Bank Syariah sudah mulai mendapatkan tempat di hati masyarakat, sehingga beberapa Bank mampu untuk melepaskan UUS-nya untuk menjadi sebuah BUS.</p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;">Perkembangan perbankan syariah ini juga harus diimbangi pula dengan penguatan dan juga perbaikan dari sektor <em>Syariah Compliance</em>-nya, ini diharapkan bisa membangun kepercayaan lebih dimata masyarakat atas keberadaan Bank Syariah. Hal ini bisa jadi terabaikan akibat dari spirit pengembangan dan pertumbuhan yang sedang ditabuh di Bank Syariah. <span lang="SV">Ini akan terkait erat dengan Framework yang digadang-gadang oleh bank syariah dalam menjalankan bisnisnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Dari sisi bisnis kita bisa membagi Bisnis Perbankan Syariah ini kepada 3 Framework, sehingga Bank akan menempatkan posisi dan fungsinya sebagai lembaga keuangan yang <strong>Berbisnis Bank</strong>, <strong>Berbisnis Syariah</strong>, atau <strong>Berbisnis Bank Syariah</strong>.<span id="more-1190"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Produk-produk yang terdapat pada Bank Syariah sangat terikat dengan ketentuan-ketentuan yang dikeluarkan oleh Dewan Pengawas Syariah (DPS) dan Dewan Syariah Nasional (DSN) yang semuanya mengacu kepada pengembangan dan ijtima’ ulama dalam menafsirkan aktifitas-aktifitas ekonomi pada Al-Qur’an dan Hadits. Produk-produk yag telah di Fatwa-kan oleh DSN-lah yang bisa dijadikan tolak ukur dalam memasarkan sebuah produk pada Bank Syariah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Dalam aplikasinya, produk-produk Bank Syariah memiliki persyaratan-persyaratan yang harus dilengkapi guna mengakomodasi <em>Syariah Compliance-</em>nya. Inilah yang terkadang menjadi polemik dari sisi marketing dan juga pengembangan customer base, dikarenakan ada beberapa persyaratan yang akan sedikit mengganggu percepatan proses kepada nasabah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Kalau Bank Syariah hanya mengedepankan sisi marketing dan juga sisi pencapaian target dengan sedikit mengindahkan <em>Syariah Complience, </em>maka Bank Syariah tersebut bisa kita kategorikan kepada Bank Syariah yang <strong>”Berbisnis Bank”. </strong>Framework yang pertama ini<strong> </strong>akan memberikan efek risiko terhadap keberlanjutan Bank Syariah kedepan. Jika bank hanya mengedepankan bisnis yang berbasis kepada keuntungan dan pencapaian tujuan perusahaan, maka bisa diprediksikan akan ada kemungkinan untuk sedikit mengindahkan beberapa aturan-aturan syariah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Bank Syariah yang hanya mengedepankan ”bisnis bank” bisa jadi hanya mengedepankan keinginan dan kebijakan dari intern manajemen bank tersebut sedangkan kebijakan serta regulasi yang diatur oleh DSN melalui DPS-nya sedikit diindahkan. Ini akan sangat berefek kepada terciptanya paradigma baik di mata nasabah Bank Syariah tersebut maupun di mata masyarakat bahwa Bank Syariah sama saja dengan Bank Konvensional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Jika Bank Syariah beroperasional dengan memperkuat sisi ke syariahannya sehingga <em>Syariah Complienace</em>-nya tercipta secara komprehensif, maka Bank Syariah ini bisa kita kategorikan kepada Bank Syariah yang <strong>” Berbisnis Syariah ”. </strong>Framework ini akan membentuk Bank Syariah yang benar-benar menerapkan ekonomi syariah secara utuh akan tetapi dimungkinkan akan memberikan dampak perkembangan yang tidak begitu maksimal, hal in terkait dengan aplikasi dilapangan seperti persyaratan pada akad-akad yang akan memberikan efek rumit bagi nasabah yang bertransaksi dengan Bank Syariah ini. Hal inilah yang menyebabkan beberapa statement dari masyarakat yang menyatakan bahwa Bank Syariah sangat rumit dan terkesan berbelit-belit, ini akan menjadi sebuah polemik yang diakhiri dengan ditinggalkannya Bank Syariah oleh nasabah dan masyarakat.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Bank Syariah yang ”berbisnis syariah” dimungkinkan memiliki DPS yang kuat dan manajemen yang benar-benar memiliki kepatuhan terhadap kaidah syariah.<span> </span>Ini tentunya akan menjadi permasalahan bagi pengembangan dan percepatan proses bertumbuhnya Bank Syariah tersebut. Dari beberapa penelitian yang dilakukan oleh beberapa lembaga kemahasiswaan, nasabah pada Bank Syariah saat ini didominasi oleh nasabah ”<strong><em>Rational Market</em></strong>” dimana<em>, </em>mayoritas nasabah yang bertransaksi di Bank Syariah merupakan nasabah yang hanya melihat rate, pelayanan, persyaratan dan juga sisi service yang diberikan oleh Bank Syariah, sedangkan sisi syariah tidak pernah menjadi acuan bagi mereka untuk bertransaksi. Yang penting bisa mendapatkan dana, apapun caranya akan dilengkapi, itulah yang saat ini menghiasi customer base Bank Syariah. Sedangkan nasabah <em>”<strong>Emotional Market”</strong></em> yang<span> </span>nasabahnya berasal dari orang-orang yang benar-benar berkeinginan untuk bertransaksi secara syariah karena tuntunan serta keyakinan pribadinya, nasabah ini tidak begitu banyak mengihiasi perbankan syariah di Indonesia karena sisi rational lebih mengedepan daripada sisi religius. Framework ini lebih mengarahkan nasabahnya kepada nasabah Emotional Market sehingga bisa kita prediksikan bahwa pertumbuhan bank tersebut tidak akan begitu maksimal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Framework yang ketiga, merupakan framework yang sangat dinamis dan bisa menyatukan ke dua framework sebelumnya yaitu, Bank Syariah yang <strong>”Berbisnis Bank Syariah”. </strong>Kaidah <strong><em>syariah</em></strong> dan kaidah <strong>bisnis bank</strong> diracik secara<strong> </strong>baik dalam sebuah kebijakan dan operasional Bank Syariah, sehingga antara keuntungan dan kesyariahan bisa di sinergykan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Untuk yang ketiga ini peran DPS dan Manajemen Bank Syariah sangatlah penting, karena harus ada keseriusan dalam memadu Fatwa DSN ke dalam produk komersil perbankan yang diprediksikan akan diminati oleh nasabah ataupun masyarakat. Disini ego masing-masing pihak harus diminimalisir, jika ada produk bank syariah yang harus dikeluarkan dan dari hasil kajian DPS produk tersebut kurang begitu masuk dalam kaidah syariahnya sedangkan pihak manajemen bank melihat ini sebagai sebuh peluang besar bagi pengembangan customer base produknya, disinilah letak kebersamaan dan kerjasama yang diperlihatkan oleh kedua belah pihak. DPS haruslah <strong><em>menjembatani</em></strong> agar produk tersebut bisa disesuaikan dengan kaidah syariah, sedangkan manajemen bank juga harus menyiapkan SOP yang bisa mengaplikasikan sisi syariah dan sisi bisnisnya.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Kalau Bank Syariah bisa memadukan kedua sisi antara bisnis dan syariah ini ke dalam produk-produk yang dijalankannya maka bisa kita prediksikan bank syariah akan selalu diminati dan mendapatkan tempat di hati nasabahnya, baik bagi nasabah <em>Rational Market</em> maupun yang <em>Emotional Market</em> dan tidak tertutup bagi nasabah <em>Non Muslim</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Framework inilah yang seharusnya menjadi acuan bisnis pada setiap Perbankan Syariah yang ada di Indonesia. Bank Syariah tetap menjaga potensi bisnis yang ada dan juga menjaga agar <em>Syariah Compliance</em> agar tetap terjaga.</span></p>
<p></mce></p>

<p><strong>Possibly Related Posts:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/opini-yang-berakhir-dengan-intimidasi/">Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/pembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis/">Pembiayaan MURABAHAH (Antara Syariah dan Bisnis)</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/diskon-vs-finalty/">Diskon Vs Finalty</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/mengubah-kur-menjadi-pur/">Mengubah KUR Menjadi PUR</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/dakwah-melalui-petugas-marketing-syariah/">Dakwah Melalui Petugas Marketing Syariah</a></li>
</ul><br />



Sharing di Situs Jejaringmu:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F10%2Fframework-perbankan-syariah%2F&amp;t=Framework%20Perbankan%20Syariah" title="Facebook"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F10%2Fframework-perbankan-syariah%2F&amp;title=Framework%20Perbankan%20Syariah&amp;annotation=%20%0D%0ASaat%20ini%20Bank%20Syariah%20telah%20menjadi%20trend%20baru%20bagi%20pengelolaan%20keuangan%20masyarakat%20atau%20nasabah.%20Dengan%20bertumbuhnya%20Bank%20Syariah%20yang%20semakin%20menjamur%20di%20Negara%20ini%20seiring%20dengan%20kemudahan-kemudahan%20yang%20diberikan%20oleh%20Bank%20Indonesia%20baik%20dari%20" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F10%2Fframework-perbankan-syariah%2F&amp;t=Framework%20Perbankan%20Syariah" title="MySpace"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/feed/" title="RSS"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/rss.png" title="RSS" alt="RSS" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=Framework%20Perbankan%20Syariah%20-%20http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F10%2Fframework-perbankan-syariah%2F" title="Twitter"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="mailto:?subject=Framework%20Perbankan%20Syariah&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F10%2Fframework-perbankan-syariah%2F" title="email"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F10%2Fframework-perbankan-syariah%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F10%2Fframework-perbankan-syariah%2F" title="Technorati"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F10%2Fframework-perbankan-syariah%2F&amp;partner=sociable" title="PDF"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/pdf.png" title="PDF" alt="PDF" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://buzz.yahoo.com/submit/?submitUrl=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F10%2Fframework-perbankan-syariah%2F&amp;submitHeadline=Framework%20Perbankan%20Syariah&amp;submitSummary=%20%0D%0ASaat%20ini%20Bank%20Syariah%20telah%20menjadi%20trend%20baru%20bagi%20pengelolaan%20keuangan%20masyarakat%20atau%20nasabah.%20Dengan%20bertumbuhnya%20Bank%20Syariah%20yang%20semakin%20menjamur%20di%20Negara%20ini%20seiring%20dengan%20kemudahan-kemudahan%20yang%20diberikan%20oleh%20Bank%20Indonesia%20baik%20dari%20&amp;submitCategory=science&amp;submitAssetType=text" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~4/BtI5hyTEf88" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/10/framework-perbankan-syariah/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/10/framework-perbankan-syariah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengapa Jalan-jalan di Indonesia?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~3/M320NpVDRiY/</link>
		<comments>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/08/mengapa-jalan-jalan-di-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Aug 2011 01:26:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dejavu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Info Unik Dejavu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rifkadejavu.com/?p=1185</guid>
		<description><![CDATA[Kalau ada yang bertanya kepada saya, “Mengapa sih harus jalan-jalan di  Indonesia?” maka jawaban saya adalah, “Mengapa tidak?” Ada banyak alasan  mengapa kita harus jalan-jalan di Indonesia. Di bawah ini saya tuliskan  beberapa.
Semoga artikel ini dapat membuat Anda sepakat dengan saya: berjalan-jalan di Indonesia adalah wajib hukumnya.

Seorang perempuan di desa Sukopuro, Probolinggo, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Kalau ada yang bertanya kepada saya, “Mengapa sih harus jalan-jalan di  Indonesia?” maka jawaban saya adalah, “Mengapa tidak?” Ada banyak alasan  mengapa kita harus jalan-jalan di Indonesia. Di bawah ini saya tuliskan  beberapa.</p>
<p>Semoga artikel ini dapat membuat Anda sepakat dengan saya: berjalan-jalan di Indonesia adalah wajib hukumnya.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__5/inspirationsid-955611825-1313660751.jpg?ymPNngFDEWEmJ2k9" border="0" alt="" width="500" height="301" /><br />
<cite>Seorang perempuan di desa Sukopuro, Probolinggo, Jawa Timur berjalan melewati Gunung Bromo. Foto: AP/Trisnadi</cite><span id="more-1185"></span></p>
<h2>Segala ada</h2>
<p style="text-align: justify;">Apa  jenis wisata yang Anda cari? Wisata laut, gunung, budaya, belanja, atau  flora dan fauna? Semua ada di Indonesia. Laut kita sudah tidak perlu  diragukan lagi. Dunia bawah laut Raja Ampat, Wakatobi, Komodo dan  Bunaken sudah terkenal di seluruh dunia.</p>
<p>Jenis pasir pantai apa  yang Anda cari? Indonesia punya pasir putih bersih sehalus tepung juga  merah muda berbutir-butir. Bagi pecinta gunung, Indonesia adalah negara  dengan gunung berapi paling banyak di dunia. Ada banyak taman nasional  bagi penggemar flora dan fauna.</p>
<p>Dengan beragam suku, etnis, agama  dan kepercayaan, Indonesia punya keragaman budaya. Jakarta, kota dengan  pusat perbelanjaan terbanyak, cocok buat yang hobi belanja. Gedung tua  yang bersejarah, ada juga.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__5/inspirationsid-893738026-1313660750.jpg?ymONngFDCV0Tm5PT" border="0" alt="" width="500" height="277" /><br />
<cite>Sendratari di Candi Badut, Malang. Foto: Antara/Ari Bowo Sucipto</cite></p>
<h2>Ramah</h2>
<p style="text-align: justify;">Banyak  orang mengatakan, orang Indonesia tidak lagi seramah dulu. Tetapi saya  percaya bangsa Indonesia tetaplah salah satu bangsa dengan tingkat  keramahan tertinggi di dunia. Bahkan di kota besar seperti Jakarta yang  konon masyarakatnya individualis, orang Jakarta jauh lebih ramah  dibandingkan negara lain. Kalau Anda tersesat di belantara kekusutan  Jakarta, tidak perlu ragu bertanya. Pasti dibantu. Di negara lain? Belum  tentu.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__5/inspirationsid-10429546-1313660750.jpg?ymONngFDmkBIityZ" border="0" alt="" width="500" height="264" /><br />
<cite>Pantai  yang masih sepi dan belum terjamah turis ini terletak di Tanjung Setia,  Lampung Barat, Lampung. Foto: Antara/Rosa Panggabean</cite></p>
<h2>Murah</h2>
<p style="text-align: justify;">Mahal/murah  memang relatif. Jika Anda tinggal di Medan, misalnya, berjalan-jalan ke  daerah Indonesia timur tentu lebih mahal dari negara tetangga. Tapi  jangan lupa, ada harga ada rupa. Sering kali yang Anda bayar sebanding  dengan yang didapat.</p>
<p>Melihat komodo, satu-satunya binatang purba  yang tersisa, dan leyeh-leyeh di pantai berpasir merah muda jauh lebih  asyik dan membanggakan ketimbang berfoto di depan menara kembar atau  main di taman hiburan. Karya manusia tidak akan bisa mengalahkan karya  agung ciptaan Tuhan, bukan?</p>
<p>Supaya murah, kunjungilah daerah yang  dekat dengan tempat tinggal Anda, misalnya provinsi tetangga. Anda bisa  juga memesan tiket promosi penerbangan murah dari  jauh-jauh hari.</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__4/inspirationsid-593559153-1313660750.jpg?ymONngFDjPHFQH1c" border="0" alt="" width="500" height="259" /><br />
<cite>Melihat  lumba-lumba di laut lepas? Itu bisa Anda lakukan di Tanjung Kiluan,  Lampung; Lovina, Bali; sampai di Raja Ampat, Papua. Foto: Antara/Rosa  Panggabean</cite></p>
<h2>Lebih mudah</h2>
<p style="text-align: justify;">Yang dimaksud dengan mudah  di sini bukanlah tentang menjangkau tujuan-tujuan wisata di Indonesia,  melainkan soal bahasa dan budaya. Ke daerah mana pun Anda pergi di  Indonesia, tentu Anda sudah dapat memperkirakan pantangan di daerah itu.</p>
<p>Makin terpencil suatu daerah, biasanya makin kuat adatnya.  Pastinya Anda mampu mengira-ngira di mana Anda boleh memakai tank top,  dan mana yang tidak. Karena kita masih sebangsa, bahasa tubuh maupun  ekspresi lebih mudah dibaca sehingga kemungkinan salah paham dapat  diperkecil.</p>
<h2>Gengsi</h2>
<p style="text-align: justify;">Salah satu alasan orang Indonesia  jalan-jalan ke luar negeri adalah karena gengsi. Padahal, kurang  bergengsi apa kalau Anda sudah menjelajahi seluruh Indonesia? Sangat  ironis jika orang Indonesia lebih sering jalan-jalan di negara lain  tetapi tidak tahu betapa indahnya negeri sendiri. Masak orang asing  lebih paham kecantikan negara kita? Gengsi, ah!</p>
<p><img style="border: 0pt none;" src="http://a323.yahoofs.com/ymg/inspirationsid__4/inspirationsid-741910545-1313660750.jpg?ymONngFDqK7auio0" border="0" alt="" width="500" height="300" /><br />
<cite>Berselancar dengan ombak setinggi ini bukan hanya Anda temukan di Bali, di Lampung pun bisa. Foto: Antara/Rosa Panggabean</cite></p>
<h2>Perbaikan kehidupan</h2>
<p style="text-align: justify;">Bila  keadaan ekonomi Anda baik-baik saja dan merasa tidak peduli dengan  kondisi ekonomi negara, sebaiknya Anda berpikir ulang. Kondisi ekonomi  negara selalu mempengaruhi kondisi ekonomi penduduknya.</p>
<p>Dengan  jalan-jalan di negeri sendiri, kita ikut memperbaiki kondisi ekonomi  negara kita yang efeknya juga akan memperbaiki kehidupan kita. Mengapa  bisa begitu?</p>
<p>Sebab, menghabiskan uang di negeri sendiri akan  membuat uang tidak “kabur” ke luar negeri. Yah, ibaratnya uang dari  kantong kanan pindah ke kantong kiri, nggak pindah ke kantong orang  lain. Jika perekonomian bangsa membaik, kita juga yang untung, kan?</p>

<p><strong>Possibly Related Posts:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/06/hukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri/">Hukum Islam Tentang Menambahkan Nama Suami Di Belakang Nama Istri</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/opini-yang-berakhir-dengan-intimidasi/">Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/04/dua-presiden-ri-yang-%e2%80%9ctidak-tertulis%e2%80%9d-dalam-sejarah-kepresidenan/">Dua Presiden RI yang “tidak tertulis” dalam Sejarah Kepresidenan</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm/">10 Kebohongan Multi Level Marketing (MLM)</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/10-bayi-unik-yang-pernah-terlahir-di-dunia-ini-2/">10 Bayi Unik Yang Pernah Terlahir di Dunia Ini</a></li>
</ul><br />



Sharing di Situs Jejaringmu:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F08%2Fmengapa-jalan-jalan-di-indonesia%2F&amp;t=Mengapa%20Jalan-jalan%20di%20Indonesia%3F" title="Facebook"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F08%2Fmengapa-jalan-jalan-di-indonesia%2F&amp;title=Mengapa%20Jalan-jalan%20di%20Indonesia%3F&amp;annotation=Kalau%20ada%20yang%20bertanya%20kepada%20saya%2C%20%E2%80%9CMengapa%20sih%20harus%20jalan-jalan%20di%20%20Indonesia%3F%E2%80%9D%20maka%20jawaban%20saya%20adalah%2C%20%E2%80%9CMengapa%20tidak%3F%E2%80%9D%20Ada%20banyak%20alasan%20%20mengapa%20kita%20harus%20jalan-jalan%20di%20Indonesia.%20Di%20bawah%20ini%20saya%20tuliskan%20%20beberapa.%0D%0A%0D%0ASemoga%20art" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F08%2Fmengapa-jalan-jalan-di-indonesia%2F&amp;t=Mengapa%20Jalan-jalan%20di%20Indonesia%3F" title="MySpace"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/feed/" title="RSS"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/rss.png" title="RSS" alt="RSS" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=Mengapa%20Jalan-jalan%20di%20Indonesia%3F%20-%20http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F08%2Fmengapa-jalan-jalan-di-indonesia%2F" title="Twitter"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="mailto:?subject=Mengapa%20Jalan-jalan%20di%20Indonesia%3F&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F08%2Fmengapa-jalan-jalan-di-indonesia%2F" title="email"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F08%2Fmengapa-jalan-jalan-di-indonesia%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F08%2Fmengapa-jalan-jalan-di-indonesia%2F" title="Technorati"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F08%2Fmengapa-jalan-jalan-di-indonesia%2F&amp;partner=sociable" title="PDF"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/pdf.png" title="PDF" alt="PDF" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://buzz.yahoo.com/submit/?submitUrl=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F08%2Fmengapa-jalan-jalan-di-indonesia%2F&amp;submitHeadline=Mengapa%20Jalan-jalan%20di%20Indonesia%3F&amp;submitSummary=Kalau%20ada%20yang%20bertanya%20kepada%20saya%2C%20%E2%80%9CMengapa%20sih%20harus%20jalan-jalan%20di%20%20Indonesia%3F%E2%80%9D%20maka%20jawaban%20saya%20adalah%2C%20%E2%80%9CMengapa%20tidak%3F%E2%80%9D%20Ada%20banyak%20alasan%20%20mengapa%20kita%20harus%20jalan-jalan%20di%20Indonesia.%20Di%20bawah%20ini%20saya%20tuliskan%20%20beberapa.%0D%0A%0D%0ASemoga%20art&amp;submitCategory=science&amp;submitAssetType=text" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~4/M320NpVDRiY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/08/mengapa-jalan-jalan-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/08/mengapa-jalan-jalan-di-indonesia/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hukum Islam Tentang Menambahkan Nama Suami Di Belakang Nama Istri</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~3/7_2168QzjHQ/</link>
		<comments>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/06/hukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 09 Jun 2011 06:33:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dejavu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dejavu Nge-Paste]]></category>

		<category><![CDATA[Info Unik Dejavu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rifkadejavu.com/?p=1183</guid>
		<description><![CDATA[Setelah menikah, terkadang seorang wanita menambahkani  namanya  belakangnya dengan nama suaminya. Dan banyak seorang wanita  muslimah  setelah menikah, lalu  menisbatkan namanya dengan nama  suaminya,  misalkan: Maryani menikah dengan Amiruddin, kemudian ia  memakai nama suaminya sehingga namanya menjadi Maryani Amiruddin.
 Bagaimana  pandangan Islam mengenai perihal penamaan ini [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Setelah menikah, terkadang seorang wanita menambahkani  namanya  belakangnya dengan nama suaminya. Dan banyak seorang wanita  muslimah  setelah menikah, lalu  menisbatkan namanya dengan nama  suaminya,  misalkan: Maryani menikah dengan Amiruddin, kemudian ia  memakai nama suaminya sehingga namanya menjadi Maryani Amiruddin.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Bagaimana  pandangan Islam mengenai perihal penamaan ini ? Dalam  ajaran Islam,  Hukum Penamaan adalah hal yang penting. Setiap laki-laki  ataupun  perempuan hanya diperbolehkan menambahkan “nama ayahnya” di belakang  nama dirinya dan mengharamkan menambahkan nama lelaki lain  selain  ayahnya di belakang namanya, meskipun nama tersebut adalah nama   suaminya.<span id="more-1183"></span></strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong> Karena dalam ajaran Islam.  Nama lelaki di belakang nama seseorang  berarti keturunan atau anak dari  lelaki tersebut. Sehingga, tempat  tersebut hanya boleh untuk tempat  nama ayah kandungnya sebagai penghormatan anak terhadap orang tua  kandungnya. </strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Berbeda  dengan budaya barat, seperti istrinya Bill Clinton: Hillary  Clinton  yang nama aslinya Hillary Diane Rodham; istrinya Barrack Obama:   Michelle Obama yang nama aslinya Michelle LaVaughn Robinson, dan   lain-lain.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Hadist mengenai perihal penamaan ini sangat shahih. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda,</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><strong>مَنِ  ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ أَوْ انْتَمَى إِلَى  غَيْرِ مَوَالِيهِ،  فَعَلَيْهِ لَعْنَةُ اللهِ وَالمَلاَئِكَةِ وَالنَّاسِ  أَجْمَعِينَ، لاَ  يَقْبَلُ اللهُ مِنْهُ يَوْمَ القِيَامَةِ صَرْفًا وَلاَ  عَدْلاً</strong></p>
<p><strong>“Barang  siapa yang mengaku sebagai anak kepada selain bapaknya atau   menisbatkan dirinya kepada yang bukan walinya, maka baginya laknat   ALLAH, malaikat, dan segenap manusia. Pada hari Kiamat nanti, ALLAH   tidak akan menerima darinya ibadah yang wajib maupun yang sunnah”</strong></p>
<p><strong>Dikeluarkan  oleh Muslim dalam al-Hajj (3327) dan Tirmidzi dalam  al-Wala’ wal  Habbah bab Ma ja’a fiman tawalla ghoiro mawalihi (2127),  Ahmad (616)  dari hadits Ali bin Abi Tholib rodhiyallohu anhu.</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Dan dalam riwayat yang lain :</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><strong>مَنِ ادَّعَى إِلَى غَيْرِ أَبِيهِ وَهُوَ يَعْلَمُ أَنَّهُ غَيْرُ أَبِيهِ، فَالجَنَّةُ عَلَيْهِ حَرَامٌ</strong></p>
<p><strong>“Barang siapa bernasab kepada selain ayahnya dan ia mengetahui bahwa ia bukan ayahnya, maka surga haram baginya.”</strong></p>
<p><strong>Dikeluarkan  oleh Bukhori dalam al-Maghozi bab : Ghozwatuth  Tho`if (3982), Muslim  dalam “al-Iman” (220), Abu Dawud dalam “al-Adab” </strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hadist yang juga mendukung hal ini adalah:</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> </strong></p>
<blockquote style="text-align: justify;"><p><strong>لَيْسَ لَهُ فِيهِمْ – أي نسب – فَلْيَتَبَوَّأْ مَقْعَدَهُ مِنْ النَّارِ</strong></p>
<p>Artinya:  tidaklah seseorang mendakwakan kepada selain ayahnya  sedangkan dia  mengetahuinya kecuali dia telah kafir, barangsiapa yang  mendakwakan  kepada suatu kaum sedangkan dia tidak memiliki nasab dari  mereka, maka  hendaklah dia memesan tempatnya dalam neraka (Bukhari – 3508)</p>
<p><strong>اللَّهِ وَالْمَلائِكَةِ وَالنَّاسِ أَجْمَعِينَ ) رواه ابن ماجة (2599) وصححه الألباني في صحيح الجامع (6104</strong></p>
<p><strong>Dan  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa  yang  menisbatkan dirinya kepada selain ayahnya, maka baginya laknat  ALLAH,  para malaikat dan manusia seluruhnya”. [HR Ibnu Majah(2599) dan  dishahihkan oleh Syeikh Al-Albani dalam Shahihul Jami’ (6104)]</strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Pemberlakuan  yang dibolehkan ialah dengan memberikan suatu  keterangan: misalkan  Astuti menikah dengan Rahmat, maka silahkan  memperkenalkan diri dengan  sebutan: Astusti istrinya Rahmat atau hanya  dengan Nyonya Rahmat atau  Ibu Rahmat.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Hal tersebut  di atas  tidak berkaitan dengan permasalahan nasab/garis  keturunan.  Karena di dalam hukum Islam jika Astuti menggabungkan  namanya menjadi  Astuti Rahmat, hal itu berarti Astuti anak dari  laki-laki yang bernama  Rahmat.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong> Tidak kita  temukan dalam sunah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam yang  menunjukkan  bahwa istri dinisbatkan kepada suaminya, karena para istri  Rasulullah  shallallahu ‘alaihi wasallam yaitu para ibu kaum mukminin  menikah  dengan manusia yang paling mulia nasabnya namun tidak seorang  dari  mereka yang dinisbatkan kepada nama beliau shallallahu ‘alaihi   wasallam, bahkan mereka semua masih dinisbatkan kepada ayah mereka   meskipun ayah mereka  kafir, demikian pula para istri sahabat   radhiallahu anhum dan yang datang setelah mereka tidak pernah mengganti   nasab mereka.</strong></p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulannya  kita sebagai muslim yang memiliki jati diri, yang taat  kepada ALLAH  Ta’alaa hendaklah kita mencontoh apa yang telah diajarkan  Nabi  shallallahu ‘alaihi wasallam.</strong></p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.facebook.com/pages/Lentera-Hati-Motivation/111615748905514">Sumber</a><br />
</strong></p>

<p><strong>Possibly Related Posts:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/08/mengapa-jalan-jalan-di-indonesia/">Mengapa Jalan-jalan di Indonesia?</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/inilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids/">Inilah Orang Pertama Dunia Sembuh dari AIDS</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/opini-yang-berakhir-dengan-intimidasi/">Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/04/dua-presiden-ri-yang-%e2%80%9ctidak-tertulis%e2%80%9d-dalam-sejarah-kepresidenan/">Dua Presiden RI yang “tidak tertulis” dalam Sejarah Kepresidenan</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm/">10 Kebohongan Multi Level Marketing (MLM)</a></li>
</ul><br />



Sharing di Situs Jejaringmu:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F06%2Fhukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri%2F&amp;t=Hukum%20Islam%20Tentang%20Menambahkan%20Nama%20Suami%20Di%20Belakang%20Nama%20Istri" title="Facebook"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F06%2Fhukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri%2F&amp;title=Hukum%20Islam%20Tentang%20Menambahkan%20Nama%20Suami%20Di%20Belakang%20Nama%20Istri&amp;annotation=Setelah%20menikah%2C%20terkadang%20seorang%20wanita%20menambahkani%20%20namanya%20%20belakangnya%20dengan%20nama%20suaminya.%20Dan%20banyak%20seorang%20wanita%20%20muslimah%20%20setelah%20menikah%2C%20lalu%20%20menisbatkan%20namanya%20dengan%20nama%20%20suaminya%2C%20%20misalkan%3A%20Maryani%20menikah%20dengan%20Amiruddin%2C%20kem" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F06%2Fhukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri%2F&amp;t=Hukum%20Islam%20Tentang%20Menambahkan%20Nama%20Suami%20Di%20Belakang%20Nama%20Istri" title="MySpace"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/feed/" title="RSS"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/rss.png" title="RSS" alt="RSS" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=Hukum%20Islam%20Tentang%20Menambahkan%20Nama%20Suami%20Di%20Belakang%20Nama%20Istri%20-%20http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F06%2Fhukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri%2F" title="Twitter"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="mailto:?subject=Hukum%20Islam%20Tentang%20Menambahkan%20Nama%20Suami%20Di%20Belakang%20Nama%20Istri&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F06%2Fhukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri%2F" title="email"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F06%2Fhukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F06%2Fhukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri%2F" title="Technorati"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F06%2Fhukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri%2F&amp;partner=sociable" title="PDF"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/pdf.png" title="PDF" alt="PDF" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://buzz.yahoo.com/submit/?submitUrl=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F06%2Fhukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri%2F&amp;submitHeadline=Hukum%20Islam%20Tentang%20Menambahkan%20Nama%20Suami%20Di%20Belakang%20Nama%20Istri&amp;submitSummary=Setelah%20menikah%2C%20terkadang%20seorang%20wanita%20menambahkani%20%20namanya%20%20belakangnya%20dengan%20nama%20suaminya.%20Dan%20banyak%20seorang%20wanita%20%20muslimah%20%20setelah%20menikah%2C%20lalu%20%20menisbatkan%20namanya%20dengan%20nama%20%20suaminya%2C%20%20misalkan%3A%20Maryani%20menikah%20dengan%20Amiruddin%2C%20kem&amp;submitCategory=science&amp;submitAssetType=text" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~4/7_2168QzjHQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/06/hukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/06/hukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Inilah Orang Pertama Dunia Sembuh dari AIDS</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~3/jbRzocmzscs/</link>
		<comments>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/inilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 20 May 2011 03:49:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dejavu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dejavu Nge-Paste]]></category>

		<category><![CDATA[Dejavu Ngomong HIV/AIDS]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rifkadejavu.com/?p=1181</guid>
		<description><![CDATA[

INILAH.COM, San Fransisco – Dokter mengatakan, pria 45 tahun  di California ini mungkin menjadi orang pertama yang sembuh dari AIDS.  Ini diketahui dari gen kebal HIV miliknya. Seperti apa?
Timothy  Ray Brown diketahui positif HIV (human immunodeficiency virus) pada  1995. Kini, ia masuk jurnal ilmiah sebagai orang pertama yang berhasil  ‘menghapus’ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="yom-mod yom-art-content" style="text-align: justify;">
<div class="bd">
<p><strong>INILAH.COM, San Fransisco – Dokter mengatakan, pria 45 tahun  di California ini mungkin menjadi orang pertama yang sembuh dari AIDS.  Ini diketahui dari gen kebal HIV miliknya. Seperti apa?</strong></p>
<p>Timothy  Ray Brown diketahui positif HIV (human immunodeficiency virus) pada  1995. Kini, ia masuk jurnal ilmiah sebagai orang pertama yang berhasil  ‘menghapus’ virus HIV dari tubuhnya secara sepenuhnya. Dokter menyebut  kondisi ini ‘penyembuhan fungsional’.</p>
<p>Pada 2008, Brown tinggal di  Berlin dan mengidap HIV dan leukemia. Di sana, ilmuwan melakukan cangkok  tulang sumsum untuk mengobati leukemianya. Ilmuwan mengatakan, Brown  mendapat sumsum dari donor yang termasuk dalam 1% Caucasia kebal HIV.</p>
<p>“Saya berhenti berobat HIV di hari saya mendapat transplan itu,” papar pria yang dijuluki ‘Pasien Berlin’ itu.<span id="more-1181"></span></p>
<p>Peneliti  AIDS Dr Jay Levy dari University of California, San Fransisco (UCSF)  mengatakan, kasus Brown membuka pintu ‘riset penyembuhan’.</p>
<p>Namun,  dokter menekankan, prosedur radikal Brown mungkin tak cocok dengan  penderita HIV lain karena sulitnya cangkok sumsum dan menemukan donor  yang sesuai.</p>
<p>“Tentunya Anda tak mau melakukan cangkok ini karena risiko kematiannya,” ungkap Paul Volberding dari UCSF.</p>
<p>Banyak  pertanyaan mengenai pengobatan Brown tak terjawab, lanjutnya. “Satu  elemen pengobatannya nampaknya memungkinkan virus keluar dari tubuhnya,”  lanjutnya lagi.</p>
<p>Hal ini akan menjadi studi yang menarik, tutupnya.</p>
<p>Berikut <a href="http://us.lrd.yahoo.com/_ylt=Amr5XlGFhWOj.wQMAIGem1ibV8d_;_ylu=X3oDMTEybDBudjMyBHBvcwMxBHNlYwNNZWRpYUFydGljbGVCb2R5QXNzZW1ibHk-;_ylg=X3oDMTJobGNsMnY0BGludGwDaWQEbGFuZwNpZC1pZARwc3RhaWQDYWQ1OGViM2YtZWQ2Yi0zMWU5LWJhYTktNTM4MmE1ZmJiM2ZiBHB0A3N0b3J5cGFnZQR0ZXN0Aw--;_ylv=0/SIG=15g23bmul/EXP=1307072826/**http%3A//sanfrancisco.cbslocal.com/category/watch-listen/video-on-demand/%3FautoStart=true%26topVideoCatNo=default%26clipId=5854260%26flvUri=%26partnerclipid=">video</a> ‘Pasien Berlin’ tersebut. [mor]</div>
</div>

<p><strong>Possibly Related Posts:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/06/hukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri/">Hukum Islam Tentang Menambahkan Nama Suami Di Belakang Nama Istri</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/04/dua-presiden-ri-yang-%e2%80%9ctidak-tertulis%e2%80%9d-dalam-sejarah-kepresidenan/">Dua Presiden RI yang “tidak tertulis” dalam Sejarah Kepresidenan</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm/">10 Kebohongan Multi Level Marketing (MLM)</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/10-bayi-unik-yang-pernah-terlahir-di-dunia-ini-2/">10 Bayi Unik Yang Pernah Terlahir di Dunia Ini</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/15-foto-hantu-terpopuler-sepanjang-sejarah/">15 Foto Hantu Terpopuler Sepanjang Sejarah</a></li>
</ul><br />



Sharing di Situs Jejaringmu:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Finilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids%2F&amp;t=Inilah%20Orang%20Pertama%20Dunia%20Sembuh%20dari%20AIDS" title="Facebook"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Finilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids%2F&amp;title=Inilah%20Orang%20Pertama%20Dunia%20Sembuh%20dari%20AIDS&amp;annotation=%0D%0A%0D%0A%0D%0AINILAH.COM%2C%20San%20Fransisco%20%E2%80%93%20Dokter%20mengatakan%2C%20pria%2045%20tahun%20%20di%20California%20ini%20mungkin%20menjadi%20orang%20pertama%20yang%20sembuh%20dari%20AIDS.%20%20Ini%20diketahui%20dari%20gen%20kebal%20HIV%20miliknya.%20Seperti%20apa%3F%0D%0A%0D%0ATimothy%20%20Ray%20Brown%20diketahui%20positif%20HIV%20%28human%20i" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Finilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids%2F&amp;t=Inilah%20Orang%20Pertama%20Dunia%20Sembuh%20dari%20AIDS" title="MySpace"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/feed/" title="RSS"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/rss.png" title="RSS" alt="RSS" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=Inilah%20Orang%20Pertama%20Dunia%20Sembuh%20dari%20AIDS%20-%20http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Finilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids%2F" title="Twitter"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="mailto:?subject=Inilah%20Orang%20Pertama%20Dunia%20Sembuh%20dari%20AIDS&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Finilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids%2F" title="email"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Finilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Finilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids%2F" title="Technorati"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Finilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids%2F&amp;partner=sociable" title="PDF"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/pdf.png" title="PDF" alt="PDF" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://buzz.yahoo.com/submit/?submitUrl=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Finilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids%2F&amp;submitHeadline=Inilah%20Orang%20Pertama%20Dunia%20Sembuh%20dari%20AIDS&amp;submitSummary=%0D%0A%0D%0A%0D%0AINILAH.COM%2C%20San%20Fransisco%20%E2%80%93%20Dokter%20mengatakan%2C%20pria%2045%20tahun%20%20di%20California%20ini%20mungkin%20menjadi%20orang%20pertama%20yang%20sembuh%20dari%20AIDS.%20%20Ini%20diketahui%20dari%20gen%20kebal%20HIV%20miliknya.%20Seperti%20apa%3F%0D%0A%0D%0ATimothy%20%20Ray%20Brown%20diketahui%20positif%20HIV%20%28human%20i&amp;submitCategory=science&amp;submitAssetType=text" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~4/jbRzocmzscs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/inilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/inilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~3/1WO8sJxmsV4/</link>
		<comments>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/opini-yang-berakhir-dengan-intimidasi/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 May 2011 02:44:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dejavu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dejavu Charity]]></category>

		<category><![CDATA[Dejavu Ngomong Keuangan Syariah]]></category>

		<category><![CDATA[Info Unik Dejavu]]></category>

		<category><![CDATA[Pemikiran Dejavu]]></category>

		<category><![CDATA[Saatnya Photo berbicara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rifkadejavu.com/?p=1175</guid>
		<description><![CDATA[
Saya sering menulis beberapa artikel yang sudah beberapa kali dikeluarkan di media massa. Dalam tulisan tersebut banyak hal yang saya sampaikan, mulai dari mengkritik peran dan fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang belum begitu maksimal dan juga kapasitas BI sebagai pengambil kebijakan tertinggi mengenai Perbankan Di Indonesia.
Semua itu saya sampaikan  secara jujur dan tanpa ada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><img class="alignleft" src="http://a5.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/222561_1882220747805_1609939957_1787721_2230138_n.jpg" alt="" width="205" height="259" /></p>
<p style="text-align: justify;">Saya sering menulis beberapa artikel yang sudah beberapa kali dikeluarkan di media massa. Dalam tulisan tersebut banyak hal yang saya sampaikan, mulai dari mengkritik peran dan fungsi Dewan Pengawas Syariah (DPS) yang belum begitu maksimal dan juga kapasitas BI sebagai pengambil kebijakan tertinggi mengenai Perbankan Di Indonesia.</p>
<p style="text-align: justify;">Semua itu saya sampaikan  secara jujur dan tanpa ada hal-hal yang berbau manipulasi data&#8230;.karena apa yang saya tulis bisa saya rasakan di depan mata.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan yang selalu saya tulis yang rata-rata menyajikan kritikan yang kalau menurut saya tidak terlalu pedas,  memiliki semangat melakukan perubahan. Apa yang saya rasakan, apa yang saya alami menjadi sebuah inspirasi dalam menulis&#8230;.dan semua itu terdorong atas semangat untuk memberikan pengertian yang jelas kepada masyarakat bagaimana perjalanan dan juga proses yang terjadi pada sebuah objek yang saya sampaikan.<span id="more-1175"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Rata-rata tulisan saya terkait dengan Bank Syariah, yang saat ini memiliki perkembangan yang cukup pesat. Perkembangan ini tidak diimbangi oleh kedinamisan dan kepatuhan terhadap penerapan <em>syariah compliance (</em>sebuah kata yang selalu saya kedepankan disetiap penulisan). Hal ini lah yang sering saya sampaikan kepada publik, dalam artian&#8230;.penyajian tersebut dalam rangka memberikan efek perubahan kepada perbankan syariah yang menjalankan prinsip-prinsip yang sedikit menyimpang.</p>
<p style="text-align: justify;">Tulisan-tulisan terebut diterbitkan pada rubrik khusus di Padang Ekspress yang bertajuk Forum Ekonomi Syariah yang diterbitkan satu kali seminggu yaitu pada hari jumat. Tulisan tersebut saya kirimkan melalui redaksi FES yang ada di BI, bukan di Padek, sehingga saya meyakini bahwa tulisan tersebut akan diterbitkan setelah adanya filterisasi dan editing terhadap bahasa yang saya sampaikan dari pegawai BI. Setelah beberapa kritikan saya keluar, tidak pernah ada yang menyampaikan keberatan, oleh karena itu saya beranggapan tulisan saya tersebut memiliki nilai perubahan sehingga orang yang membacanya bisa memahami makna yang terkandung di dalamnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain itu, tulisan saya tidak hanya memberikan kritikan terhadap awak perbankan syariah yang nakal di lapangan akan tetapi juga kepada DPS, DSN dan malahan kepada BI yang secara logika merupakan lembaga yang memiliki rubrik ini. Saya hanya heran, kenapa BI yang saya kritik, tetap mengeluarkan tulisan saya yang berbau kritikan tersebut tanpa ada tanggapan menyalahkan dan keberatan kepada saya. Inilah sebuah pembelajaran yang saya terima dari sebuah arti pembangunan sistem yang harus di selalu berkiblat kepada opini dan juga kritikan dari semua elemen&#8230;&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Saya beranggapan, kalau tidak ada yang mendobrak kesalahan-kesalahan yang dilakukan oleh perbankan syariah yang ada di Indonesia ini, mau diarahkan kemana blue print perbankan syariah ini nantinya. Saya memiliki asumsi ini adalah sebuah dakwah, walaupun akan terkesan sedikit frontal&#8230;.akan tetapi saya memegang prinsip yang sering diutarakan guru besar saya (Buya Diflaizar) &#8220;Sampaikanlah sebuah kenyataan walaupun itu pahit&#8221;, itulah dakwah yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Berawal dari itulah saya mencoba memberikan sebuah kenyataan yang terjadi dilapangan supaya ada perubahan konkrit yang akan tercipta nantinya. Saya sangat mencintai Perbankan Syariah, saking cintanya saya merasa harus berjuang sendiri untuk melakukan perubahan-perubahan yang fundamental dalam operasional perbankan syariah khususnya di Sumatera Barat.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya sangat cinta dengan Bank Syariah, oleh karena itulah saya berkeinginan nilai-nilai keagamaan lebih tercermin dalam setiap transaksi dan desahan nafas para bankirnya, saya tidak mau nilai-nilai agama akan tergerus karena mengedepankan nilai bisnis.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya tidak bisa memahami kenapa ada orang-orang yang tidak suka dengan tulisan yang saya bikin, bahkan ada yang mempolitisasi ini menjadi sebuah pencitraan untuk menghilangkan goodwill pada pribadi saya. Memang saya akui hal ini akan menyinggung banyak pihak, tapi orang-orang yang telah melakukan tindakan yang menyatakan tidak setuju dengan tulisan saya ini bukanlah sasaran sesungguhnya dari tulisan yang saya kemukakan.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah yg menjadikan saya merasa di intimidasi sebagai seorang penulis&#8230;.saya masih belajar untuk menulis, akan tetapi tindakan-tindakan seperti ini sudah sewajarnya tidak menjadi sebuah pembunuh kreatifitas bagi saya untuk menulis sebuah tulisan yang berbau perubahan.</p>
<p style="text-align: justify;">Saya berharap tulisan-tulisan saya yang pernah diterbitkan tersebut bisa menjadi sebuah referensi bagi para pengambil kebijakan untuk melakukan perubahan di tubuh perbankan syariah&#8230;..</p>
<p style="text-align: justify;">Terakhir saya hanya mau menyampaikan kepada orang-orang yang merasa tersinggung dan tergelitik oleh tulisan yang saya buat&#8230;&#8230;.inilah cara saya &#8220;BERDAKWAH&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: center;"><strong>OTOKRITIK</strong></p>
<div style="text-align: center;"><span style="font-family: trebuchet ms; font-size: 85%; color: #cc33cc;"><strong>&#8220;Kalau kita tidak mengkritik diri, kita jadi bodoh dan buta, </strong></span></div>
<div style="text-align: center;"><span style="font-family: trebuchet ms; font-size: 85%; color: #cc33cc;"><strong>sehingga kita berjuang dengan ketidaktahuan diri dan orang lain.&#8221;</strong></span></div>
<div style="text-align: center;"><span style="font-family: trebuchet ms;"><span style="font-size: 85%; color: #ff0000;"><strong>- Mohammed Arkoun,</strong></span></span></div>
<div style="text-align: center;"><span style="font-family: Trebuchet MS; font-size: 85%; color: #3333ff;">guru besar Universitas Sorbonne, Paris</span></div>

<p><strong>Possibly Related Posts:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/10/framework-perbankan-syariah/">Framework Perbankan Syariah</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/08/mengapa-jalan-jalan-di-indonesia/">Mengapa Jalan-jalan di Indonesia?</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/06/hukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri/">Hukum Islam Tentang Menambahkan Nama Suami Di Belakang Nama Istri</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/04/dua-presiden-ri-yang-%e2%80%9ctidak-tertulis%e2%80%9d-dalam-sejarah-kepresidenan/">Dua Presiden RI yang “tidak tertulis” dalam Sejarah Kepresidenan</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/pembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis/">Pembiayaan MURABAHAH (Antara Syariah dan Bisnis)</a></li>
</ul><br />



Sharing di Situs Jejaringmu:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Fopini-yang-berakhir-dengan-intimidasi%2F&amp;t=Opini%20Yang%20Berakhir%20Dengan%20Intimidasi" title="Facebook"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Fopini-yang-berakhir-dengan-intimidasi%2F&amp;title=Opini%20Yang%20Berakhir%20Dengan%20Intimidasi&amp;annotation=%0D%0ASaya%20sering%20menulis%20beberapa%20artikel%20yang%20sudah%20beberapa%20kali%20dikeluarkan%20di%20media%20massa.%20Dalam%20tulisan%20tersebut%20banyak%20hal%20yang%20saya%20sampaikan%2C%20mulai%20dari%20mengkritik%20peran%20dan%20fungsi%20Dewan%20Pengawas%20Syariah%20%28DPS%29%20yang%20belum%20begitu%20maksimal%20dan%20juga" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Fopini-yang-berakhir-dengan-intimidasi%2F&amp;t=Opini%20Yang%20Berakhir%20Dengan%20Intimidasi" title="MySpace"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/feed/" title="RSS"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/rss.png" title="RSS" alt="RSS" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=Opini%20Yang%20Berakhir%20Dengan%20Intimidasi%20-%20http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Fopini-yang-berakhir-dengan-intimidasi%2F" title="Twitter"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="mailto:?subject=Opini%20Yang%20Berakhir%20Dengan%20Intimidasi&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Fopini-yang-berakhir-dengan-intimidasi%2F" title="email"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Fopini-yang-berakhir-dengan-intimidasi%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Fopini-yang-berakhir-dengan-intimidasi%2F" title="Technorati"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Fopini-yang-berakhir-dengan-intimidasi%2F&amp;partner=sociable" title="PDF"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/pdf.png" title="PDF" alt="PDF" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://buzz.yahoo.com/submit/?submitUrl=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F05%2Fopini-yang-berakhir-dengan-intimidasi%2F&amp;submitHeadline=Opini%20Yang%20Berakhir%20Dengan%20Intimidasi&amp;submitSummary=%0D%0ASaya%20sering%20menulis%20beberapa%20artikel%20yang%20sudah%20beberapa%20kali%20dikeluarkan%20di%20media%20massa.%20Dalam%20tulisan%20tersebut%20banyak%20hal%20yang%20saya%20sampaikan%2C%20mulai%20dari%20mengkritik%20peran%20dan%20fungsi%20Dewan%20Pengawas%20Syariah%20%28DPS%29%20yang%20belum%20begitu%20maksimal%20dan%20juga&amp;submitCategory=science&amp;submitAssetType=text" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~4/1WO8sJxmsV4" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/opini-yang-berakhir-dengan-intimidasi/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/opini-yang-berakhir-dengan-intimidasi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Dua Presiden RI yang “tidak tertulis” dalam Sejarah Kepresidenan</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~3/tRATg60UcgE/</link>
		<comments>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/04/dua-presiden-ri-yang-%e2%80%9ctidak-tertulis%e2%80%9d-dalam-sejarah-kepresidenan/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 14 Apr 2011 02:31:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dejavu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dejavu Nge-Paste]]></category>

		<category><![CDATA[Info Unik Dejavu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rifkadejavu.com/?p=1169</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin   masih banyak dari kita yang beranggapan bahwa Indonesia hingga saat  ini  baru dipimpin oleh 6 orang presiden, yaitu Soekarno, Soeharto, B.J.   Habibie, Alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati  Soekarnoputri,  dan kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun  hal itu ternyata  keliru.
Indonesia, menurut catatan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Comic Sans MS';">Mungkin   masih banyak dari kita yang beranggapan bahwa Indonesia hingga saat  ini  baru dipimpin oleh 6 orang presiden, yaitu Soekarno, Soeharto, B.J.   Habibie, Alm. K.H. Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Megawati  Soekarnoputri,  dan kini Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY). Namun  hal itu ternyata  keliru.<br />
Indonesia, menurut catatan sejarah, hingga saat ini sebenarnya sudah   dipimpin oleh 8 orang presiden. Lalu, siapa dua orang lagi yang pernah   memimpin Indonesia ???<span id="more-1169"></span></span></p>
<div style="text-align: justify;">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Comic Sans MS';">Dua tokoh yang  terlewatkan itu adalah  Sjafruddin Prawiranegara dan Mr. Assaat.  Keduanya tidak disebut, bisa  karena alpa, tetapi mungkin juga  disengaja.<br />
Sjafruddin Prawiranegara adalah Pemimpin Pemerintahan Darurat Republik   Indonesia (PDRI) ketika Presiden Soekarno dan Moh. Hatta ditangkap   Belanda pada awal Agresi Militer II, sedangkan Mr. Assaat adalah   Presiden RI saat Republik ini menjadi bagian dari Republik Indonesia   Serikat (1949)</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="text-align: justify;">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: justify;"><span style="font-family: 'Comic Sans MS';">Pada tanggal 19 Desember  1948, saat  Belanda melakukan Agresi Militer II dengan menyerang dan  menguasai ibu  kota RI saat itu di Yogyakarta, mereka berhasil menangkap  dan menahan  Presiden Soekarno, Moh. Hatta, serta para pemimpin  Indonesia lainnya  untuk kemudian diasingkan ke Pulau Bangka. Kabar  penangkapan terhadap  Soekarno dan para pemimpin Indonesia itu terdengar  oleh Sjafrudin  Prawiranegara yang saat itu menjabat sebagai Menteri  Kemakmuran dan  sedang berada di Bukittinggi, Sumatra Barat.</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<div style="text-align: justify;">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: 'Comic Sans MS';"><strong>1. Sjafruddin Prawiranegara</strong></p>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: justify;">Untuk mengisi kekosongan kekuasaan, Sjafrudin mengusulkan   dibentuknya pemerintahan darurat untuk meneruskan pemerintah RI.   Padahal, saat itu Soekarno – Hatta mengirimkan telegram berbunyi, “Kami,   Presiden Republik Indonesia memberitakan bahwa pada hari Minggu  tanggal  19 Desember 1948 djam 6 pagi Belanda telah mulai serangannja  atas Iboe  Kota Jogjakarta. Djika dalam keadaan pemerintah tidak dapat  mendjalankan  kewajibannja lagi, kami menguasakan kepada Mr. Sjafruddin   Prawiranegara, Menteri Kemakmuran RI untuk membentuk Pemerintahan   Darurat di Sumatra”.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: justify;">Namun saat itu telegram tersebut tidak sampai ke Bukittinggi. Meski   demikian, ternyata pada saat bersamaan Sjafruddin Prawiranegara telah   mengambil inisiatif yang senada. Dalam rapat di sebuah rumah dekat   Ngarai Sianok Bukittinggi, 19 Desember 1948, ia mengusulkan pembentukan   suatu pemerintah darurat (emergency government).</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: justify;">Gubernur Sumatra Mr. T.M. Hasan menyetujui usul itu “demi   menyelamatkan Negara Republik Indonesia yang berada dalam bahaya,   artinya kekosongan kepala pemerintahan, yang menjadi syarat   internasional untuk diakui sebagai negara”.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: justify;">Pada 22 Desember 1948, di Halaban, sekitar 15 km dari Payakumbuh,   PDRI “diproklamasikan”. Sjafruddin duduk sebagai ketua/presiden   merangkap Menteri Pertahanan, Penerangan, dan Luar Negeri, ad. interim.   Kabinet-nya dibantu Mr. T.M. Hasan, Mr. S.M. Rasjid, Mr. Lukman Hakim,   Ir. Mananti Sitompul, Ir. Indracahya, dan Marjono Danubroto. Adapun   Jenderal Sudirman tetap sebagai Panglima Besar Angkatan Perang.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: justify;">Sjafruddin menyerahkan kembali mandatnya kepada Presiden Soekarno   pada tanggal 13 Juli 1949 di Yogyakarta. Dengan demikian, berakhirlah   riwayat PDRI yang selama kurang lebih delapan bulan melanjutkan   eksistensi Republik Indonesia.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="text-align: justify;">
<div><em>fotonya</em>:</div>
<div>
<div>
<div><img src="http://niganku.files.wordpress.com/2011/03/presiden1.jpg?w=205" border="0" alt="" /></div>
</div>
</div>
</div>
<div style="text-align: justify;">
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td><span style="font-family: 'Comic Sans MS';"><strong>2. Mr. Assaat</strong></p>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: justify;">Dalam perjanjian Konferensi Meja Bundar (KMB) yang ditandatangani di   Belanda, 27 Desember 1949 diputuskan bahwa Belanda menyerahkan   kedaulatan kepada Republik Indonesia Serikat (RIS).<br />
RIS terdiri dari 16 negara bagian, salah satunya adalah Republik   Indonesia. Negara bagian lainnya seperti Negara Pasundan, Negara   Indonesia Timur, dan lain-lain. Karena Soekarno dan Moh. Hatta telah   ditetapkan menjadi Presiden dan Perdana Menteri RIS, maka berarti   terjadi kekosongan pimpinan pada Republik Indonesia.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div>
<table border="0" cellspacing="0" cellpadding="6" width="100%">
<tbody>
<tr>
<td style="text-align: justify;">Assaat adalah Pemangku Sementara Jabatan Presiden RI. Peran Assaat   sangat penting. Kalau tidak ada RI saat itu, berarti ada kekosongan   dalam sejarah Indonesia bahwa RI pernah menghilang dan kemudian muncul   lagi. Namun, dengan mengakui keberadaan RI dalam RIS yang hanya beberapa   bulan, tampak bahwa sejarah Republik Indonesia sejak tahun 1945 tidak   pernah terputus sampai kini. Kita ketahui bahwa kemudian RIS melebur   menjadi Negara Kesatuan Republik Indonesia tanggal 15 Agustus 1950. Itu   berarti, Assaat pernah memangku jabatan Presiden RI sekitar sembilan   bulan.</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<p></span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="text-align: justify;">
<div><strong><br />
</strong></div>
<div>
<div>
<div><img src="http://niganku.files.wordpress.com/2011/03/presiden2.jpg?w=215" border="0" alt="" /></div>
<div></div>
<div><a href="http://niganku.wordpress.com">Sumber</a></div>
</div>
</div>
</div>

<p><strong>Possibly Related Posts:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/08/mengapa-jalan-jalan-di-indonesia/">Mengapa Jalan-jalan di Indonesia?</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/06/hukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri/">Hukum Islam Tentang Menambahkan Nama Suami Di Belakang Nama Istri</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/inilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids/">Inilah Orang Pertama Dunia Sembuh dari AIDS</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/opini-yang-berakhir-dengan-intimidasi/">Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm/">10 Kebohongan Multi Level Marketing (MLM)</a></li>
</ul><br />



Sharing di Situs Jejaringmu:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F04%2Fdua-presiden-ri-yang-%25e2%2580%259ctidak-tertulis%25e2%2580%259d-dalam-sejarah-kepresidenan%2F&amp;t=Dua%20Presiden%20RI%20yang%20%E2%80%9Ctidak%20tertulis%E2%80%9D%20dalam%20Sejarah%20Kepresidenan" title="Facebook"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F04%2Fdua-presiden-ri-yang-%25e2%2580%259ctidak-tertulis%25e2%2580%259d-dalam-sejarah-kepresidenan%2F&amp;title=Dua%20Presiden%20RI%20yang%20%E2%80%9Ctidak%20tertulis%E2%80%9D%20dalam%20Sejarah%20Kepresidenan&amp;annotation=Mungkin%20%20%20masih%20banyak%20dari%20kita%20yang%20beranggapan%20bahwa%20Indonesia%20hingga%20saat%20%20ini%20%20baru%20dipimpin%20oleh%206%20orang%20presiden%2C%20yaitu%20Soekarno%2C%20Soeharto%2C%20B.J.%20%20%20Habibie%2C%20Alm.%20K.H.%20Abdurrahman%20Wahid%20%28Gus%20Dur%29%2C%20Megawati%20%20Soekarnoputri%2C%20%20dan%20kini%20Presiden%20Susi" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F04%2Fdua-presiden-ri-yang-%25e2%2580%259ctidak-tertulis%25e2%2580%259d-dalam-sejarah-kepresidenan%2F&amp;t=Dua%20Presiden%20RI%20yang%20%E2%80%9Ctidak%20tertulis%E2%80%9D%20dalam%20Sejarah%20Kepresidenan" title="MySpace"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/feed/" title="RSS"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/rss.png" title="RSS" alt="RSS" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=Dua%20Presiden%20RI%20yang%20%E2%80%9Ctidak%20tertulis%E2%80%9D%20dalam%20Sejarah%20Kepresidenan%20-%20http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F04%2Fdua-presiden-ri-yang-%25e2%2580%259ctidak-tertulis%25e2%2580%259d-dalam-sejarah-kepresidenan%2F" title="Twitter"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="mailto:?subject=Dua%20Presiden%20RI%20yang%20%E2%80%9Ctidak%20tertulis%E2%80%9D%20dalam%20Sejarah%20Kepresidenan&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F04%2Fdua-presiden-ri-yang-%25e2%2580%259ctidak-tertulis%25e2%2580%259d-dalam-sejarah-kepresidenan%2F" title="email"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F04%2Fdua-presiden-ri-yang-%25e2%2580%259ctidak-tertulis%25e2%2580%259d-dalam-sejarah-kepresidenan%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F04%2Fdua-presiden-ri-yang-%25e2%2580%259ctidak-tertulis%25e2%2580%259d-dalam-sejarah-kepresidenan%2F" title="Technorati"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F04%2Fdua-presiden-ri-yang-%25e2%2580%259ctidak-tertulis%25e2%2580%259d-dalam-sejarah-kepresidenan%2F&amp;partner=sociable" title="PDF"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/pdf.png" title="PDF" alt="PDF" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://buzz.yahoo.com/submit/?submitUrl=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F04%2Fdua-presiden-ri-yang-%25e2%2580%259ctidak-tertulis%25e2%2580%259d-dalam-sejarah-kepresidenan%2F&amp;submitHeadline=Dua%20Presiden%20RI%20yang%20%E2%80%9Ctidak%20tertulis%E2%80%9D%20dalam%20Sejarah%20Kepresidenan&amp;submitSummary=Mungkin%20%20%20masih%20banyak%20dari%20kita%20yang%20beranggapan%20bahwa%20Indonesia%20hingga%20saat%20%20ini%20%20baru%20dipimpin%20oleh%206%20orang%20presiden%2C%20yaitu%20Soekarno%2C%20Soeharto%2C%20B.J.%20%20%20Habibie%2C%20Alm.%20K.H.%20Abdurrahman%20Wahid%20%28Gus%20Dur%29%2C%20Megawati%20%20Soekarnoputri%2C%20%20dan%20kini%20Presiden%20Susi&amp;submitCategory=science&amp;submitAssetType=text" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~4/tRATg60UcgE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/04/dua-presiden-ri-yang-%e2%80%9ctidak-tertulis%e2%80%9d-dalam-sejarah-kepresidenan/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/04/dua-presiden-ri-yang-%e2%80%9ctidak-tertulis%e2%80%9d-dalam-sejarah-kepresidenan/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pembiayaan MURABAHAH (Antara Syariah dan Bisnis)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~3/JMYhdF3a4Cc/</link>
		<comments>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/pembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 08:11:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dejavu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dejavu Ngomong Keuangan Syariah]]></category>

		<category><![CDATA[Pemikiran Dejavu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rifkadejavu.com/?p=1166</guid>
		<description><![CDATA[ 
Secara nasional, Perbankan Syariah di Indonesia saat ini menggunakan akad Murabahah sebagai salah satu produk utama pembiayaannya. Hal ini dikarenakan oleh sistem dan teknik penghitungannya yang lebih mudah dicerna baik oleh nasabah maupun oleh pihak bank, sehingga aspek kejelasan lebih mengedepan.
 Melalui Fatwa DSN No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang murabahah, Dewan Syariah Nasional telah memberikan ijin [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce :style>< !<br />
/* Style Definitions */<br />
table.MsoNormalTable<br />
{mso-style-name:"Table Normal";<br />
mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
mso-tstyle-colband-size:0;<br />
mso-style-noshow:yes;<br />
mso-style-parent:"";<br />
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;<br />
mso-para-margin:0in;<br />
mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
mso-pagination:widow-orphan;<br />
font-size:10.0pt;<br />
font-family:"Times New Roman";<br />
mso-ansi-language:#0400;<br />
mso-fareast-language:#0400;<br />
mso-bidi-language:#0400;}<br />
--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Secara nasional, Perbankan Syariah di Indonesia saat ini menggunakan akad <em>Murabahah</em> sebagai salah satu produk utama pembiayaannya. Hal ini dikarenakan oleh sistem dan teknik penghitungannya yang lebih mudah dicerna baik oleh nasabah maupun oleh pihak bank, sehingga aspek kejelasan lebih mengedepan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> <img class="alignleft" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcQDFjTnvFYwj60JiqrQmWdVS4tOkvRvxnT33LPwcEuOxS61cFq4e3zde0w" alt="" width="116" height="88" />Melalui Fatwa DSN No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tentang <em>murabahah</em>, Dewan Syariah Nasional telah memberikan ijin operasional sesuai syariah terhadap produk pembiayaan <em>murabahah</em>. Dengan spirit Surat Al-Baqarah ayat 275 yang menyatakan bahwa Allah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba, serta beberapa ayat lainnya yang terdapat dalam Al-Quran, <em>Murabahah</em> ini di daulat menjadi kunci dari seluruh kebutuhan nasabah akan produk pembiayaan syariah.<span id="more-1166"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span><em><span lang="SV">Murabahah</span></em><span lang="SV"> merupakan pembiayaan yang memposisikan nasabah sebagai pembeli dan bank sebagai penjual, dan operasional <em>murabahah</em> ini murni menggunakan rukun dan syarat jual beli, dimana terdapat beberapa hal yang harus ada dalam transaksi jual beli tersebut. Harus ada penjual, pembeli, objek yang diperjual belikan, ada ijab dan qabul serta ada akad yang menyertai perjanjian jual beli ini.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Seperti contoh, jika nasabah membutuhkan pembiayaan untuk membeli bahan bangunan guna merenovasi rumahnya, nasabah akan mengajukan daftar pembelian barang yang berisikan kebutuhan-kebutuhan material bangunan yang akan dimanfaatkan oleh nasabah. Secara konsep, Bank Syariah akan membelikan barang-barang yang dimintakan oleh nasabah tersebut, yang kemudian akan di jual kembali kepada nasabah dengan menambahkan keuntungan/margin bank. Sehingga dalam transaksinya akan ada harga beli (harga pokok pembelian barang), ada margin (keuntungan yang diambil oleh bank), serta ada harga jual (harga pokok ditambah dengan margin keuntungan).</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Produk <em>murabahah</em> ini biasa digunakan untuk pembiayaan untuk property, pembelian kendaraan, pembelian kebutuhan konsumtif, pembelian kebutuhan barang dagangan dan kebutuhan-kebutuhan lainnya. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Akan tetapi akan ada beberapa permasalahan yang muncul seperti, <span> </span>disaat nasabah memiliki langganan dan juga tempat pembelian barang yang lebih murah dibandingkan dengan toko dimana bank akan membeli barang. Untuk memfasilitasi keinginan nasabah tersebut, bank memberikan kewenangan kepada nasabah untuk melakukan jual beli terhadap barang kebutuhan nasabah dengan melakukan perjanjian wakalah (perwakilan). Pada akhirnya nasabah harus menyerahkan kwitansi pembelian barang-barang tersebut sebagai bukti bahwa <em>murabahah</em> yang telah ditandatangani akadnya bisa berjalan sesuai dengan prosedurnya. Setelah kwitansi diterima oleh bank, barulah <em>murabahah</em> bisa dijalankan sebagaimana persyaratan pembiayaan <em>murabahah</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Pertanyaannya&#8230;?, apakah Perbankan Syariah telah menerapkan sistem dan prosedur pembiayaan <em>Murabahah</em> ini sesuai dengan skimnya. Sebuah pertanyaan yang cukup sulit untuk dijawab.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Saat ini perkembangan dan juga faktor bisnis telah merajai dan mulai menjadi tuhan pada produk-produk perbankan syariah. Target perusahaan dan pencapaian yang telah dianggarkan terasa lebih penting daripada berpegang teguh kepada <em>syariah compliance</em>.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Bank Syariah yang dulunya idealis dan selalu berada di garda terdepan pengawasan terhadap <em>syariah compliance</em>, mulai berbalik arah, hal ini tidak lain karena kebutuhan akan perkembangan market dan strategi bisnis. Hal ini bisa dibuktikan dari beberapa kenyataan lapangan yang membuktikan bahwa, nasabah tidak diharuskan memberikan daftar pembelian barang/objek pembiayaan yang tidak jelas, dan <em>murabahah</em> pun tetap bisa direalisasikan. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Nasabah mendatangi Bank Syariah dengan membawa tabel angsuran ditangannya, setelah diadakan wawancara singkat dan segala persyaratan administrasi dilengkapi, nasabah bisa direalisasi tanpa mempedulikan objek yang akan diperjual belikan antara bank dengan nasabah. Nasabah yang sudah terbiasa dengan skim kredit konsumtif pada bank konvensional, pada akhirnya sangat terbantu dan merasa dimudahkan karena prosedur yang diterapkan oleh bank syariah tersebut, sehingga akan keluar statement nasabah ”Bank Syariah sama saja dengan Bank Konvensional”. Karena kebutuhan bukanlah untuk pembelian barang melainkan untuk dana segar maka nasabah tidak akan terlalu kritis mempertanyakan apakah prosedur yang dijalankan tersebut telah sesuai dengan prinsip syariah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Setelah dananya direalisasikan kepada nasabah, nasabahpun tidak diwajibkan menyerahkan kwitansi ataupun keterangan bahwa barang tersebut telah dibeli, sehingga kepastian akad <em>murabahah</em> dan juga wakalah yang melekat pada produk pembiayaan <em>murabahah</em> tidak bisa terpenuhi secara baik.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Padahal perbankan syariah bukan hanya berperan sebagai lembaga intermediasi, akan tetapi juga berperan untuk memberikan pengetahuan mengenai seluk beluk perbankan syariah baik dari sisi prinsip maupun aplikasinya. Kalau kondisi diatas tetap dipertahankan tanpa ada perubahan yang mendasar, maka pencerdasan syariah kepada nasabah bisa dikatakan tidak akan pernah berhasil.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> <span> </span>Apakah hal ini tidak menjadi perhatian dari para pengambil kebijakan seperti DPS, DSN, dan BI yang menjadi regulator dan juga penjaga kestabilan syariah pada Perbankan Syariah di Indonesia. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Kalau kondisi ini tetap dibiarkan tanpa ada perbaikan konkrit dari para pengambil kebijakan, maka bisa dipastikan bahwa kesyariahan dari produk serta aplikasi Perbankan Syariah akan tergerus oleh kondisi bisnis yang semakin ketat. Apakah Bisnis yang harus dikedepankan ataukan kesyariahaannya, sebuah pertanyaan yang akan sulit untuk dijawab. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Perbankan syariah jangan hanya dijadikan sebagai sebuah peluang bisnis baru, sehingga substansi syariah itu sendiri akan sangat gampang terabaikan demi mencapai tujuan dari perusahaan. Sudah saatnya bicara konkrit mengenai <em>syariah compliance</em>, sudah saatnya syariah dibawa ke ranah bisnis islami jangan ke ranah bisnis konvensional. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Mudah-mudahan, dengan mulai banyaknya bisnis-bisnis syariah di Indonesia kita berharap akan banyak tercipta praktisi-praktisi handal yang paham tentang bisnis syariah secara murni, sehingga akan tercipta iklim kritis terhadap operasional serta aplikasi produk-produk syariah di Indonesia. Dan kita semua berharap, Perbankan Syariah yang telah beroperasi di Indonesia saat ini benar-benar berpegang teguh kepada <em>syariah compliance</em>, agar niat suci dan juga keinginan dari masyarakat islam bisa terjaga dan berjalan sesuai koridornya.</span></p>
<p></mce></p>

<p><strong>Possibly Related Posts:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/10/framework-perbankan-syariah/">Framework Perbankan Syariah</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/opini-yang-berakhir-dengan-intimidasi/">Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/diskon-vs-finalty/">Diskon Vs Finalty</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/2011-vs-1432/">2011 Vs 1432</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/mengubah-kur-menjadi-pur/">Mengubah KUR Menjadi PUR</a></li>
</ul><br />



Sharing di Situs Jejaringmu:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fpembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis%2F&amp;t=Pembiayaan%20MURABAHAH%20%28Antara%20Syariah%20dan%20Bisnis%29" title="Facebook"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fpembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis%2F&amp;title=Pembiayaan%20MURABAHAH%20%28Antara%20Syariah%20dan%20Bisnis%29&amp;annotation=%20%0D%0ASecara%20nasional%2C%20Perbankan%20Syariah%20di%20Indonesia%20saat%20ini%20menggunakan%20akad%20Murabahah%20sebagai%20salah%20satu%20produk%20utama%20pembiayaannya.%20Hal%20ini%20dikarenakan%20oleh%20sistem%20dan%20teknik%20penghitungannya%20yang%20lebih%20mudah%20dicerna%20baik%20oleh%20nasabah%20maupun%20oleh%20pi" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fpembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis%2F&amp;t=Pembiayaan%20MURABAHAH%20%28Antara%20Syariah%20dan%20Bisnis%29" title="MySpace"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/feed/" title="RSS"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/rss.png" title="RSS" alt="RSS" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=Pembiayaan%20MURABAHAH%20%28Antara%20Syariah%20dan%20Bisnis%29%20-%20http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fpembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis%2F" title="Twitter"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="mailto:?subject=Pembiayaan%20MURABAHAH%20%28Antara%20Syariah%20dan%20Bisnis%29&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fpembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis%2F" title="email"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fpembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fpembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis%2F" title="Technorati"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fpembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis%2F&amp;partner=sociable" title="PDF"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/pdf.png" title="PDF" alt="PDF" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://buzz.yahoo.com/submit/?submitUrl=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fpembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis%2F&amp;submitHeadline=Pembiayaan%20MURABAHAH%20%28Antara%20Syariah%20dan%20Bisnis%29&amp;submitSummary=%20%0D%0ASecara%20nasional%2C%20Perbankan%20Syariah%20di%20Indonesia%20saat%20ini%20menggunakan%20akad%20Murabahah%20sebagai%20salah%20satu%20produk%20utama%20pembiayaannya.%20Hal%20ini%20dikarenakan%20oleh%20sistem%20dan%20teknik%20penghitungannya%20yang%20lebih%20mudah%20dicerna%20baik%20oleh%20nasabah%20maupun%20oleh%20pi&amp;submitCategory=science&amp;submitAssetType=text" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~4/JMYhdF3a4Cc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/pembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/pembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Diskon Vs Finalty</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~3/ScHWWbQmTNE/</link>
		<comments>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/diskon-vs-finalty/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 09 Mar 2011 02:16:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dejavu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dejavu Ngomong Keuangan Syariah]]></category>

		<category><![CDATA[Pemikiran Dejavu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rifkadejavu.com/?p=1164</guid>
		<description><![CDATA[ 
Murabahah&#8230;, kata tersebut sudah mulai familiar di telinga para penggiat usaha dan pelaku ekonomi. Murabahah ini dikenal karena menjadi salah satu produk utama di setiap perbankan syariah yang ada. Jika ada nasabah yang datang ke Bank Syariah untuk mengajukan pembiayaan, maka mereka akan disuguhi dengan produk pembiayaan murabahah. Sehingga di Perbankan Syariah pun, produk [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w>  </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce :style>< !<br />
/* Style Definitions */<br />
table.MsoNormalTable<br />
{mso-style-name:"Table Normal";<br />
mso-tstyle-rowband-size:0;<br />
mso-tstyle-colband-size:0;<br />
mso-style-noshow:yes;<br />
mso-style-parent:"";<br />
mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt;<br />
mso-para-margin:0in;<br />
mso-para-margin-bottom:.0001pt;<br />
mso-pagination:widow-orphan;<br />
font-size:10.0pt;<br />
font-family:"Times New Roman";<br />
mso-ansi-language:#0400;<br />
mso-fareast-language:#0400;<br />
mso-bidi-language:#0400;}<br />
--> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Murabahah&#8230;, kata tersebut sudah mulai familiar di telinga para penggiat usaha d</span><span lang="SV"><img class="alignleft" src="http://t0.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcSsolE8NTAj9_8sSMyxhTOPdFpWCsYNnPgrLP0RbcUSR2i83uVClQTy_VY" alt="" width="120" height="82" /></span><span lang="SV">an pelaku ekonomi. Murabahah ini dikenal kare</span><span lang="SV">na menjadi salah satu produk utama di setiap perbankan syariah yang ada. Jika ada nasabah yang datang ke Bank Syariah untuk mengajukan pembiayaan, maka mereka akan disuguhi dengan produk pembiayaan murabahah. Sehingga di Perbankan Syariah pun, produk ini menjadi alternatif utama dalam melayani kebutuhan nasabah yang membutuhkan pembiayaan.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Murabahah merupakan produk pembiayaan yang secara transaksi memposisikan Bank sebagai penjual dan nasabah sebagai pembeli, sehingga transaksi yang dilakukan pada produk ini adalah jual beli murni. Produk ini memiliki salah satu dasar hukum dari Surat Al-Baqarah ayat 275 yang menerangkan bahwa riba itu haram dan berjual beli lah yang dibolehkan oleh Allah SWT, selain itu Fatwa DSN No. 04/DSN-MUI/IV/2000 tanggal 1 April 2000 juga menetapkan keabsahan produk murabahah menjadi salah satu produk yang diperbolehkan pada perbankan syariah.<span id="more-1164"></span></span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Praktek yang biasa dilaksanakan pada perbankan syariah adalah, nasabah mengajukan permohonan berupa pembelian persediaan ataupun investasi kepada bank. Bank membelikan barang-barang yang dimohonkan oleh nasabah tersebut, kemudian kembali menjualnya kepada nasabah dan ditambah dengan margin keuntungan. Contohnya, nasabah ingin membeli rumah seharga Rp. 100 jt, sesuai dengan kesepakatan, bank membelikan rumah tersebut kepada developer seharga Rp. 100 jt kemudian menjualnya kembali kepada nasabah dengan tambahan keuntungan sebesar Rp. 50 jt, sehingga harga jual yang akan diberikan kepada nasabah menjadi Rp. 150 jt. Dari sisi perbankan, hutang yang diakui oleh bank bukanlah Rp. 100 jt akan tetapi Rp. 150 jt, sesuai dengan akad murabahah (jual beli) yang disetujui pada awal.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Praktek ini sudah berjalan sesuai dengan ketentuannya, akan tetapi ada beberapa kendala yang sering menghasilkan perdebatan. Disaat nasabah akan melunasi sebelum jatuh tempo, apakah nasabah harus melunasi seluruh harga jual yang telah dibebankan oleh bank tersebut, ataukah hanya harga pokok rumah&#8230;?</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Di beberapa Bank Syariah yang masih memegang teguh prinsip dan kaidah yang telah dituangkan oleh Dewan Syariah Nasional melalui fatwanya, mereka masih menyampaikan bahwa hutang yang harus dilunasi adalah sisa dari hutang harga jual sebesar Rp. 150 jt tadi. Karena antara bank dan nasabah sudah bertransaksi secara akad jual beli (murabahah) sehingga nasabah telah menyetujui pembelian rumah tersebut seharga Rp. 150 jt.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Hal ini menjadi sebuah momok dan stigma baru bagi perbankan syariah, bahkan ada beberapa nasabah yang langsung memberikan cap bahwa bank syariah lebih kapitalis daripada bank konvensional. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Melalui Fatwa DSN No. 23/DSN-MUI/III/2002 tanggal 28 Maret 2002 mengenai Potongan Pelunasan Dalam Murabahah, DSN memberikan ketetapan bahwa pembiayaan dilunasi sebelum akad jatuh tempo, boleh diberikan potongan. Potongan yang diberikan kebijakannya diserahkan kepada masing-masing bank dengan catatan tidak boleh diperjanjikan dalam akad. Hal ini menjadi sebuah solusi yang memberikan kenyamanan baik bagi nasabah maupun bagi bank. Bank sudah bisa memberikan potongan pelunasan, walaupun tidak dijanjikan di akad, hal ini sedikit memberikan ketenangan bagi nasabah yang akan bertransaksi dengan bank syariah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Pada Bank Konvensional, jika nasabah akan melakukan pelunasan sebelum jatuh tempo, maka bank tersebut akan memberikan finalty berupa pembebanan bunga dengan jumlah yang telah ditentukan. Hal ini sering terlihat pada skim kredit konsumtif yang diperuntukkan bagi pegawai/pekerja kantoran. Setelah dilunasi, biasanya nasabah akan mengambil kredit baru dengan jumlah besar, sehingga secara tidak langsung bank akan memperoleh keuntungan berlipat atas pelunasan yang dilakukan oleh nasabah tersebut.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Saat ini, pada praktek yang dilaksanakan oleh perbankan syariah, banyak ketimpangan-ketimpangan dan juga perbedaan yang mengakibatkan munculnya permasalahan baru bagi pihak bank maupun bagi nasabah. Ada beberapa bank yang secara terang-terangan memberikan kepastian kepada nasabahnya, berapa potongan pelunasan yang akan diperoleh oleh nasabah jika mereka melunasi pembiayaan murabahahnya sebelum jatuh tempo, walapun hal tersebut tidak diperjanjikan di dalam akad. Hal ini secara tidak langsung telah memberikan ketimpangan penafsiran dari Fatwa DSN no. 23 yang telah dikeluarkan oleh Dewan Syariah Nasional.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Penjanjian potongan pelunasan tersebut secara tidak langsung telah menempatkan paradigma baru bagi nasabah, bahwa praktek pelunasan bank syariah sama saja dengan praktek pelunasan pada bank konvensional. Praktek pada beberapa bank syariah ini memiliki perbedaan yang significant dengan perbankan syariah lainnya, sehingga ada beberapa bank syariah yang akan memiliki permasalahan jika nasabahnya membandingkan proses pelunasan yang ada pada masing-masing bank tersebut. ”<em>Kok di bank syariah sebelah mereka sudah bisa menjanjikan berapa potongan pelunasannya, kenapa disini masih abu-abu, nggk benar nih bank syariahnya</em>” kira-kira itulah perkataan yang akan muncul dari nasabah.</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV">Apakah Dewan Pengawas Syariah pada beberapa bank syariah tersebut telah meneliti dan mengkaji praktek-praktek yang dilakukan oleh bank yang mereka awasi, ataukah DPS-nya merestui praktek-praktek seperti itu. Hal ini menjadi sebuah pemikiran yang akan memberikan efek persaingan tidak sehat antar bank syariah, padahal demi menumbuhkan perekonomian syariah supaya lebih terdepan dibandingkan perbankan konvensional, dibutuhkan adanya sinergi yang lebih kuat, ukhuwwah islamiyah yang lebih terjalin dengan baik. Sehingga gaung perbankan syariah bisa lebih terdengar secara baik di telinga masyarakat dan nasabah. </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span lang="SV"> Kita berharap peran seluruh pihak bisa memberikan pencerahan terhadap praktik-praktik yang dilakukan oleh perbankan syariah, demi terwujudnya perekonomian syariah yang benar-benar menjadi bahagian terpenting dalam berkehidupan di Sumatera Barat. </span></p>
<p></mce></p>

<p><strong>Possibly Related Posts:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/10/framework-perbankan-syariah/">Framework Perbankan Syariah</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/opini-yang-berakhir-dengan-intimidasi/">Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/pembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis/">Pembiayaan MURABAHAH (Antara Syariah dan Bisnis)</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/2011-vs-1432/">2011 Vs 1432</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/mengubah-kur-menjadi-pur/">Mengubah KUR Menjadi PUR</a></li>
</ul><br />



Sharing di Situs Jejaringmu:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fdiskon-vs-finalty%2F&amp;t=Diskon%20Vs%20Finalty" title="Facebook"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fdiskon-vs-finalty%2F&amp;title=Diskon%20Vs%20Finalty&amp;annotation=%20%0D%0AMurabahah...%2C%20kata%20tersebut%20sudah%20mulai%20familiar%20di%20telinga%20para%20penggiat%20usaha%20dan%20pelaku%20ekonomi.%20Murabahah%20ini%20dikenal%20karena%20menjadi%20salah%20satu%20produk%20utama%20di%20setiap%20perbankan%20syariah%20yang%20ada.%20Jika%20ada%20nasabah%20yang%20datang%20ke%20Bank%20Syariah%20unt" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fdiskon-vs-finalty%2F&amp;t=Diskon%20Vs%20Finalty" title="MySpace"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/feed/" title="RSS"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/rss.png" title="RSS" alt="RSS" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=Diskon%20Vs%20Finalty%20-%20http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fdiskon-vs-finalty%2F" title="Twitter"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="mailto:?subject=Diskon%20Vs%20Finalty&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fdiskon-vs-finalty%2F" title="email"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fdiskon-vs-finalty%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fdiskon-vs-finalty%2F" title="Technorati"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fdiskon-vs-finalty%2F&amp;partner=sociable" title="PDF"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/pdf.png" title="PDF" alt="PDF" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://buzz.yahoo.com/submit/?submitUrl=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2011%2F03%2Fdiskon-vs-finalty%2F&amp;submitHeadline=Diskon%20Vs%20Finalty&amp;submitSummary=%20%0D%0AMurabahah...%2C%20kata%20tersebut%20sudah%20mulai%20familiar%20di%20telinga%20para%20penggiat%20usaha%20dan%20pelaku%20ekonomi.%20Murabahah%20ini%20dikenal%20karena%20menjadi%20salah%20satu%20produk%20utama%20di%20setiap%20perbankan%20syariah%20yang%20ada.%20Jika%20ada%20nasabah%20yang%20datang%20ke%20Bank%20Syariah%20unt&amp;submitCategory=science&amp;submitAssetType=text" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~4/ScHWWbQmTNE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/diskon-vs-finalty/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/diskon-vs-finalty/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>2011 Vs 1432</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~3/56gNMWsk_Ec/</link>
		<comments>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/2011-vs-1432/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Dec 2010 16:39:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dejavu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Bebas]]></category>

		<category><![CDATA[Pemikiran Dejavu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rifkadejavu.com/?p=1161</guid>
		<description><![CDATA[Saat saya sedang menulis di blog ini, diluaran sana jalan raya dipenuhi oleh hilir mudik kendaraan, baik roda empat maupun roda dua&#8230;tidak terkecuali bagi pengendara sepeda dan juga para pejalan kaki. Semua tumpah ruah di jalanan&#8230;katanya sih mau menyambut pergantian tahun yang jatuh tepat pada pukul 24.00, lebih kurang 15 menit lagi. Mulai yang muda, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Saat saya sedang menulis di blog ini, diluaran sana jalan raya dipenuhi oleh hilir mudik kendaraan, baik roda empat maupun roda dua&#8230;tidak terkecuali bagi pengendara sepeda dan juga para pejalan kaki. Semua tumpah ruah di jalanan&#8230;katanya sih mau menyambut pergantian tahun yang jatuh tepat pada pukul 24.00, lebih kurang 15 menit lagi. Mulai yang muda, tua sampai anak-anak bergembira sambil meniupkan terompet disepanjang jalan.</p>
<p style="text-align: justify;">Disaat semua orang sibuk dengan pesta kegembiraan, saya dan rekan-rekan sekantor lainnya masih disibukkan dengan pekerjaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Rutinitas tahunan yang biasa kami lakukan, dan hal ini sepertinya tidak akan berubah untuk beberapa tahun kedepan. Makanya, dengan kondisi yang kami alami saat ini&#8230;..arti sebuah pergantian tahun masehi bukanlah sebuah hal yang sakral&#8230;akan tetapi menyakitkan, karena hari ini seluruh tenaga terkuras, pikiran terbebani dan kesehatan mulai menyusut.</p>
<p style="text-align: justify;">Berbeda dengan tahun baru hijriyah yang jatuh pada tanggal 7 Desember 2010 kemaren, saya bisa merasakan momen pergantian tahun, walaupun itu hanya untuk diri sendiri. Masyarakat Indonesia yang mayoritas islam lebih mengenal pergantian tahun baru masehi dibandingkan tahun baru muharram. Ntah kenapa, padahal semua orang yang ada di bumi Indonesia ini, dan yang pernah dijejali pendidikan agama&#8230;mengetahui bahwa tahun yang dipakai oleh ummat islam adalah Tahun Muharram.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah pun sepertinya juga tidak merespon secara serius pergantian tahun muharram, seperti yang terlihat hari ini. Pemerintah Kota mengadakan acara tausiyah dan zikir bersama disaat pergantian tahun 2010 ini. Sepertinya hal tersebut menjadi sebuah persetujuan secara tidak langsung dari pemerintah kota, atau sebuah agenda untuk merubah kegiatan hura-hura menjadi sebuah kegiatan yang lebih bermanfaat&#8230;..saya juga tidak tahu.</p>
<p style="text-align: justify;">Semoga tahun 2011 menjadi tahun perubahan bagi negeri ini, dan semoga di tahun 1432 ummat islam di seluruh dunia, khususnya di Sumatera Barat bisa lebih mawas diri dan introspeksi terhadap kelalaian dan juga ketidak maksimalan ibadah kepada Allah. SWT.</p>
<p style="text-align: justify;">SELAMAT TAHUN BARU 1432 H</p>

<p><strong>Possibly Related Posts:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/opini-yang-berakhir-dengan-intimidasi/">Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/pembiayaan-murabahah-antara-syariah-dan-bisnis/">Pembiayaan MURABAHAH (Antara Syariah dan Bisnis)</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/03/diskon-vs-finalty/">Diskon Vs Finalty</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/wadah-gerakan-%e2%80%9chemat-pangkal-kaya%e2%80%9d/">Wadah Gerakan “Hemat Pangkal Kaya”</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/mengubah-kur-menjadi-pur/">Mengubah KUR Menjadi PUR</a></li>
</ul><br />



Sharing di Situs Jejaringmu:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F2011-vs-1432%2F&amp;t=2011%20Vs%201432" title="Facebook"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F2011-vs-1432%2F&amp;title=2011%20Vs%201432&amp;annotation=Saat%20saya%20sedang%20menulis%20di%20blog%20ini%2C%20diluaran%20sana%20jalan%20raya%20dipenuhi%20oleh%20hilir%20mudik%20kendaraan%2C%20baik%20roda%20empat%20maupun%20roda%20dua...tidak%20terkecuali%20bagi%20pengendara%20sepeda%20dan%20juga%20para%20pejalan%20kaki.%20Semua%20tumpah%20ruah%20di%20jalanan...katanya%20sih%20mau%20m" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F2011-vs-1432%2F&amp;t=2011%20Vs%201432" title="MySpace"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/feed/" title="RSS"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/rss.png" title="RSS" alt="RSS" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=2011%20Vs%201432%20-%20http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F2011-vs-1432%2F" title="Twitter"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="mailto:?subject=2011%20Vs%201432&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F2011-vs-1432%2F" title="email"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F2011-vs-1432%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F2011-vs-1432%2F" title="Technorati"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F2011-vs-1432%2F&amp;partner=sociable" title="PDF"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/pdf.png" title="PDF" alt="PDF" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://buzz.yahoo.com/submit/?submitUrl=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F2011-vs-1432%2F&amp;submitHeadline=2011%20Vs%201432&amp;submitSummary=Saat%20saya%20sedang%20menulis%20di%20blog%20ini%2C%20diluaran%20sana%20jalan%20raya%20dipenuhi%20oleh%20hilir%20mudik%20kendaraan%2C%20baik%20roda%20empat%20maupun%20roda%20dua...tidak%20terkecuali%20bagi%20pengendara%20sepeda%20dan%20juga%20para%20pejalan%20kaki.%20Semua%20tumpah%20ruah%20di%20jalanan...katanya%20sih%20mau%20m&amp;submitCategory=science&amp;submitAssetType=text" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~4/56gNMWsk_Ec" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/2011-vs-1432/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/2011-vs-1432/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>10 Kebohongan Multi Level Marketing (MLM)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~3/LGrgjGHfHik/</link>
		<comments>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Dec 2010 03:29:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>dejavu</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Dejavu Nge-Paste]]></category>

		<category><![CDATA[Info Unik Dejavu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.rifkadejavu.com/?p=1029</guid>
		<description><![CDATA[Kebohongan #1 :
MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk  menghasilkan uang dalam jumlah besar dibandingkan dengan model bisnis  dan profesional konvensional lainnya.
Kebenaran #1 :
Bagi kebanyakan investor MLM praktek ini akan merupakan kerugian. Ini  bukan pendapat, tetapi kenyataan sejarah. Timbanglah beberapa contoh  penting yang terjadi pada MLM besar berikut:

Dalam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong>Kebohongan #1 :</strong><br />
MLM adalah bisnis yang menawarkan kesempatan yang lebih baik untuk  menghasilkan uang dalam jumlah besar dibandingkan dengan model bisnis  dan profesional konvensional lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebenaran #1 :</strong><br />
Bagi kebanyakan investor MLM praktek ini akan merupakan kerugian. Ini  bukan pendapat, tetapi kenyataan sejarah. Timbanglah beberapa contoh  penting yang terjadi pada MLM besar berikut:
</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam MLM yang terbesar, Amway, hanya 1/2 persen dari semua distributor  menjadi basis langsung sebagai distributor, dan pendapatan rata-rata  semua distributor adalah $40 sebulan. Ini adalah pendapatan kotor  sebelum dikenai pajak dan ongkos-ongkos. Bila biaya dijadikan faktornya,  sudah jelas bahwa hampir semua mengalami kerugian. Menjadikannya agar  memasarkan secara &#8216;langsung&#8217; bagaimanapun bukanlah karcis menuju  keuntungan, tetapi menuju kerugian yang lebih besar lagi. Ketika Jaksa  Agung Wisconsin mengajukan tuntutan kepada Amway, pajak dari semua  distributor di Amerika Serikat menunjukkan rata-rata kehilangan $918  bersih untuk pemerintah.<span id="more-1029"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Penjualan yang luar biasa dan kegagalan pemasaran menjadi faktor utama  dari kegagalan ini, namun walaupun bisnis ini lebih layak, perhitungan  matematik saja sudah akan membatasi kesempatan demikian. Tipe struktur  bisnis MLM hanya dapat menunjang sekelompok kecil pemenang. Bila satu  orang membutuhkan 1.000 orang down-line untuk mendapatkan penghasilan  yang berkelanjutan, dan 1.000 orang itu membutuhkan satu juta orang  untuk mengulangi sukses yang sama, berapa banyak orang sebenarnya yang  dapat bergabung sebagai anggota ? Kebanyakan dari yang disebut  pertumbuhan pada dasarnya adalah</p>
<p style="text-align: justify;">pengulangan dari terkecohnya pendaftar-pendaftar baru. Uang untuk  pemenang yang sedikit diperoleh dari banyak pendaftar-pendaftar baru  yang masuk secara terus menerus.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebanyakan mereka yang rugi dalam MLM akan keluar pada tahun pertama.  Pada pengadilan Melaleuca di tahun 1999, salah satu dari MLM besar di  Amerika Serikat, perusahaan itu mengaku mencapai tingkat pengumpulan  tertinggi diantara para distributor industri MLM. Tingkat drop-out  Melaleuca adalah 5.5% per bulan. Ini berarti sekitar 60% per tahun bila  drop out diganti setiap bulan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam laporan tahunan kepada SEC, Pre-Paid Legal, MLM besar lainnya,  terungkap bahwa lebih dari setengah pelanggan dan distributor berhenti  setiap tahun dan digantikan oleh kelompok lain yang masih memiliki  pengharapan akan bisnis ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Pola yang mencapai 50-70% dari semua distributor dalam setahun juga  berlaku untuk NuSkin, industri kedua terbesar dalam MLM. NuSkin juga  menunjukkan contoh dimana hanya kecil sekali persentasi distributor yang  memperoleh keuntungan mayoritas komisi perusahaan. Di tahun 1998,  NuSkin membayarkan 2/3 dari seluruh komisinya kepada hanya 200 upliners  dari 63,000 distributor yang &#8220;aktif&#8221;. Uang yang mereka terima diperoleh  langsung dari investasi yang tidak menguntungkan dari 99,7% lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tahun 1995, Excel Communications, MLM &#8220;yang cepat berkembang&#8221;  lainnya, melaporkan kepada pejabat adanya 86% tingkat pergantian  distributor dan 48% tingkat drop-out pelanggan.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk mengaburkan angka-angka keanggotaan yang suram, beberapa MLM  membagi para distributor dalam dua kelas, &#8220;aktif&#8221; dan &#8220;pasif&#8221;. Kelompok  Aktif mencakup hanya para anggota baru dan mereka yang masih membeli  produk-produk atau menerima komisi. Statistik pembayaran dan penerimaan  komisi hanya terbatas pada mereka yang termasuk &#8220;golongan Aktif&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Bila SEMUA distributor yang terlibat dimasukkan, kerugian dan  penghasilan rata-rata akan makin terungkap lebih buruk lagi. Dan, bila  semua distributor yang terdaftar dan keluar dalam beberapa tahun  dimasukkan, mujizat sukses bagi distributor / investor baru akan  terlihat rendah sekali. Namun, perusahaan perusahaan demikian akan tetap  mempromosikan bisnis mereka sebagai &#8220;kesempatan seumur hidup&#8221; dengan  &#8220;pontensi yang tidak terbatas.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebohongan #2 :</strong><br />
Pemasaran Jaringan adalah cara yang paling populer dan efektif untuk  memasarkan produk ke pasar. Pelanggan menyukai membeli produk dengan  dasar satu-kepada-satu dalam model MLM.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebenaran #2 :</strong><br />
Bila kita melepaskan MLM dari aktivitas resmi penjualan ke-distributoran  yang terus menerus, yaitu cara penjualan eceran atas dasar  satu-kepada-satu produk kepada pelanggan, kita akan menjumpai sistem  penjualan yang tidak produktif dan tidak praktis diatas mana seluruh  struktur bertumpu. Penjualan secara pribadi adalah hal masa lalu, bukan  gelombang masa depan. Menjual secara eceran secara langsung kepada  teman-teman atas dasar satu-kepada-satu menuntut orang-orang untuk  secara drastis mengubah kebiasaan belanja mereka. Mereka harus membatasi  pilihan mereka, sering harus membayar lebih untuk barang barang,  membeli dengan enggan, dan secara janggal melakukan transaksi dengan  teman dekat dan keluarga. Pengeceran dari pintu-ke-pintu yang tidak  layak itulah sebenarnya MLM, dalam kenyataan, MLM adalah sebuah bisnis  yang hanya menjual kesempatan untuk merekrut distributor baru.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebohongan #3 :</strong><br />
Pada akhirnya semua barang akan dijual dengan MLM, sebuah bentuk  pemasaran yang baru. Toko-toko eceran, mal-mal, katalog dan sebagian  besar iklan oleh MLM akan segera dianggap tidak lagi diperlukan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebenaran #3 :</strong><br />
MLM bukan hal baru. Itu sudah muncul sejak akhir dasawarsa 1960-an.  Kenyataannya, saat ini hanya mencapai kurang dari satu persen penjualan  eceran di Amerika Serikat. Menurut Departemen Perdagangan Amerika  Serikat, di tahun 2000, jumlah penjualan eceran adalah $3.232 triliun  dan jumlah penjualan melalui MLM hanya sekitar $10 milyar. Jumlah ini  hanya sekitar sepertiga persen dan sebagian besar penjualan dibeli  calon-calon distributor yang masih penuh harapan yang sebenarnya  membayar uang pendaftaran memasuki suatu bisnis yang segera akan mereka  tinggalkan. Bukan saja penjualan melalui MLM tidak terlalu berarti di  pasar, tetapi kegagalan MLM sebagai model penjualan juga berdampak pada  faktor lain yaitu mempertahankan pelanggan. Sebagian besar langganan MLM  akan berhenti membeli barang-barang secepat mereka berhenti mencari  &#8220;kesempatan bisnis&#8221;. Tidak ada loyalitas pada merk produk.
</p>
<p style="text-align: justify;">Fakta-fakta dasar ini menunjukkan, sebagai model pemasaran, MLM tidaklah  menggantikan bentuk-bentuk pemasaran yang sudah ada. Itu sama sekali  tidak menyaingi pendekatan pemasaran yang lain. sebaliknya, MLM mewakili  sebuah skema investasi yang menggunakan bahasa pemasaran dan penjualan  barang. Produk sebenarnya adalah ke distributoran yang dijual dengan  janji-janji penghasilan yang memberi kesan keliru dan  dibesar-besarkan.Orang-orang membeli produk agar memperoleh posisi yang  aman dalam piramid penjualan. Kemungkinannya selalu dikemukakan bahwa  seseorang akan kaya bila tidak dari usaha sendiri akan datang dariorang  tak dikenal yang akan bergabung sebagai &#8216;downline,&#8217; yang disebut mereka  sebagai &#8216;ikan besar&#8217;.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertumbuhan MLM bukanlah manifestasi dari nilainya kepada ekonomi,  pelanggan atau distributor, tetapi dari ketakutan ekonomi dan rasa tidak  aman masa kini yang tinggi dan pengharapan yang meningkat akan  kemakmuran yang cepat dan mudah. Ini bertumbuh dengan cara yang sama  seperti penjualan sehari-hari di bursa saham, perjudian resmi dan  undian.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebohongan #4 :</strong><br />
MLM adalah sebuah cara hidup yang baru yang menjanjikan kebahagiaan dan  pemenuhan harapan. Ini adalah cara untuk mencapai semua hal baik dalam  hidup ini.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebenaran #4 :</strong><br />
Motivasi yang paling ditonjolkan dalam industri MLM yang dapat dilihat  dalam brosur-brosur industri ini dan persentasi pertemuan-pertemuan  promosi, adalah sebuah bentuk materialisme yang mencolok.  Perusahaan-perusahaan &#8216;Fortune 100 companies&#8217; akan merah mukanya bila  dibandingkan dengan janji-janji kemakmuran dan kemewahan yang ditawarkan  penjual MLM. Janji-janji ini ditawarkan sebagai tiket pribadi menuju  pemenuhan harapan hidup mandiri. Promosi MLM yang berlebihan menuju  kemakmuran dan kemewahan bertentangan dengan keinginan sebagian besar  orang akan pekerjaan yang berarti dan memenuhi bakat dan minat mereka.  Pendeknya, budaya bisnis ini menyimpangkan banyak orang dari nilai-nilai  dan keinginan pribadi untuk mengungkapkan bakat dan minat mereka yang  unik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebohongan #5 :</strong><br />
MLM adalah sebuah gerakan spiritual.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebenaran #5 :</strong><br />
Penggunaan konsep spiritual seperti kesadaran akan kemakmuran dan  visualisasi kreatip untuk mempromosikan pendaftaran MLM, penggunaan  kata-kata seperti &#8216;persaudaraan&#8217; untuk menjelaskan sebuah organisasi  penjualan, dan klaim bahwa MLM adalah pemenuhan nubuatan Alkitab tentang  prinsip-prinsip Kristiani, adalah penyimpangan dari praktek Kristen  yang benar. Mereka yang memusatkan pengharapan dan impian mereka sebagai  jawaban atas doa-doa mereka kehilangan pengertian sebenarnya akan arti  spiritualitas sebenarnya yang diajarkan oleh agama-agama dan  kepercayaan-kepercayaan besar umat manusia. Penyalahgunaan  prinsip-prinsip spiritual seharusnya menjadi tanda bahwa kesempatan  investasi itu menyesatkan. Bila sebuah produk dibungkus dalam bendera  atau agama, pembeli harus waspada! &#8216;Kekeluargaan&#8217; dan &#8216;dukungan&#8217; yang  ditawarkan oleh organisasi-organisasi MLM kepada calon-calon anggota  baru bergantung sepenuhnya dari penjualan mereka. Bila penjualan dan  pemasukan pendaftar baru menurun, begitu juga &#8216;kekeluargaan&#8217; itu.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebohongan #6 :</strong><br />
Sukses dalam MLM adalah mudah. Teman-teman dan keluarga adalah calon  yang alami. Mereka yang mencintai dan mendukung akan menjadi pelanggan  seumur hidup.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebenaran #6 :</strong><br />
Komersialisasi hubungan kekeluargaan dan teman atau penggunaan  kehangatan hubungan yang dibutuhkan dalam program pemasaran MLM  merupakan elemen yang merusak dalam masyarakat dan tidak sehat bagi  perorangan yang terlibat. Komersialisasi hubungan kekeluargaan dan  loyalitas persahabatan untuk membangun bisnis dapat menghancurkan  fundasi sosial seseorang. Hal itu menekankan hubungan yang tidak akan  pernah mengembalikan kepada dasar asli dari cinta, loyalitas dan  dukungan. Di atas aspek sosial yang merusak, pengalaman menunjukkan  bahwa sedikit manusia menikmati atau menghargai bujukan keluarga dan  teman untuk membeli produk yang ditawarkan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebohongan #7 :</strong><br />
Anda dapat mengerjakan bisnis MLM pada waktu senggang. Sebagai bisnis,  MLM menawarkan kebebasan yang paling besar dan kebebasan waktu  perorangan. Beberapa jam seminggu dapat menghasilkan tambahan  penghasilan yang cukup berarti dan dapat bertumbuh menjadi penghasilan  yang besar, dan menjadikan pekerjaan lainnya tidak diperlukan lagi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebenaran #7 :</strong><br />
Puluhan tahun pengalaman melibatkan jutaan orang membuktikan  menghasilkan uang di MLM membutuhkan komitmen waktu yang tidak sedikit  termasuk tipu daya, keuletan dan penipuan perorangan. Melebihi  diperlukan sedikit kerja keras dan sikap khusus, model bisnis pada  dirinya sendiri mengkonsumsi lebih banyak wilayah kehidupan dan waktu  seseorang. Dalam MLM, semua orang adalah bakal calon. Setiap waktu  bangun adalah waktu yang potensial untuk pemasaran. Tidak ada batasan  tempat, orang orang, atau waktu untuk penjualan. Sebagai konsekwensi,  tidak ada tempat dan waktu luang atau sekali seseorang bergabung dalam  sistem MLM.
</p>
<p style="text-align: justify;">Dibalik kedok untuk menghasilkan uang secara mandiri, sistem ini  mengontrol dan mendominasi segenap aspek khidupan orang-orang dan  membutuhkan keloyalan ketat pada program. Ini terlihat dari kenyataan  mengapa begitu banyak orang yang sudah terlibat terlalu dalam akan  berakhir dengan kebutuhan dan ketergantungan akan MLM secara  mati-matian. Mereka mengasingkan atau membubarkan hubungan-hubungan lain  yang berkesinambungan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebohongan #8 :</strong><br />
MLM adalah bisnis baru yang positif dan dapat diandalkan, yang meneguhkan jiwa dan kebebasan pribadi manusia.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebenaran #8 :</strong><br />
Brosur-brosur pemasaran MLM menunjukkan kebanyakan pesannya adalah untuk  melepaskan rasa takut manusia dan berdasarkan menipuan akan potensi  penghasilan. Bujukan sering mencakup ramalam tentang hancurnya  bentuk-bentuk distribusi lainnya, disintegrasi tentang ketidak pekaan  perusahaan Amerika, dan
</p>
<p style="text-align: justify;">langkanya kesempatan pada profesi atau lain. Profesi, perdagangan dan  bisnis konvensional secara rutin direndahkan dan disalahkan karena tidak  menjanjikan &#8216;penghasilan yang tidak terbatas&#8217;. Pekerjaan digambarkan  sebagai perbudakan bagi mereka &#8216;yang kalah&#8217;. MLM digambarkan sebagai  harapan terbesar untuk banyak orang. Pendekatan ini, sebagai tambahan  penipuan, sering mendatangkan efek yang menakutkan orang-orang yang  sebenarnya ingin menggapai visi sukses dan kebahagian mereka yang unik.  Kesempatan bisnis yang sehat tidak perlu mendasarkan semangatnya pada  ramalan-ramalan dan peringatan-peringatan yang negatif.</p>
<p style="text-align: justify;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w :WordDocument> </w><w :View>Normal</w> <w :Zoom>0</w> <w :PunctuationKerning /> <w :ValidateAgainstSchemas /> <w :SaveIfXMLInvalid>false</w> <w :IgnoreMixedContent>false</w> <w :AlwaysShowPlaceholderText>false</w> <w :Compatibility> <w :BreakWrappedTables /> <w :SnapToGridInCell /> <w :WrapTextWithPunct /> <w :UseAsianBreakRules /> <w :DontGrowAutofit /> </w> <w :BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w :LatentStyles DefLockedState="false" LatentStyleCount="156"> </w> </xml>< ![endif]--><!--[if gte mso 10]> <mce :style>< !   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:10.0pt; 	font-family:"Times New Roman"; 	mso-ansi-language:#0400; 	mso-fareast-language:#0400; 	mso-bidi-language:#0400;} --> <!--[endif]--><strong></strong><strong>Kebohongan #9 :</strong><br />
MLM adalah pilihan terbaik untuk memiliki perusahaan sendiri dan memperoleh kebebasan ekonomis yang sebenarnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebenaran #9 :</strong><br />
MLM bukan pekerjaan-mandiri yang sebenarnya. &#8216;Memiliki&#8217; sebuah  kedistributoran MLM adalah ilusi. Beberapa perusahaan MLM melarang  distributornya untuk juga mengembangkan down-line baru. Sebagian besar  kontrak MLM memudahkan pemutusan kedistributoran dan cepat bagi  perusahaan. Bila terjadi pemutusan, down-lines dapat diambil dengan  segala cara. Keanggotaan membutuhkan kepatuhan yang ketat akan model  &#8216;duplikasi,&#8217; bukan kebebasan pribadi dan individualitas. Distributor MLM  bukan pengusaha tetapi peserta dalam sistem hirarki yang kompleks  dibawah mana mereka hanya memiliki sedikit kontrol.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebohongan #10 :</strong><br />
MLM bukan skema piramid karena menjual produk.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kebenaran #10 :</strong><br />
Penjualan produk tidak lain hanyalah usaha pengamanan diri terhadap  peraturan-peraturan anti-piramid atau praktek-praktek dagang yang tidak  jujur yang dikeluarkan oleh undang-undang negara. MLM yang menjual  barang-barang yang bermanfaat, produk yang berkwalitas telah berhasil  diadili oleh para pejabat negara dibawah undang-undang anti-piramid. MLM  adalah bentuk bisnis yang sah hanya dibawah persyaratan yang ketat yang  dikeluarkan oleh FTC dan Jaksa Agung. Banyak MLM sekarang melanggar  ketentuan itu dan tetap beroperasi hanya karena mereka belum diadili.  Peraturan pengadilan yang baru menentukan peraturan 70% untuk menilai  sah tidaknya sebuah MLM. Sedikitnya 70% dari barang-barang yang dijual  oleh perusahaan MLM harus dijual kepada bukan distributor. Standar ini  akan menempatkan sebagian besar perusahaan MLM di luar hukum. MLM  terbesar mengaku bahwa hanya 18% penjualannya yang dijual untuk umum  non-distributor.</p>
<p></mce></p>

<p><strong>Possibly Related Posts:</strong></p>
<ul>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/08/mengapa-jalan-jalan-di-indonesia/">Mengapa Jalan-jalan di Indonesia?</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/06/hukum-islam-tentang-menambahkan-nama-suami-di-belakang-nama-istri/">Hukum Islam Tentang Menambahkan Nama Suami Di Belakang Nama Istri</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/inilah-orang-pertama-dunia-sembuh-dari-aids/">Inilah Orang Pertama Dunia Sembuh dari AIDS</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/05/opini-yang-berakhir-dengan-intimidasi/">Opini Yang Berakhir Dengan Intimidasi</a></li>
<li><a href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/2011/04/dua-presiden-ri-yang-%e2%80%9ctidak-tertulis%e2%80%9d-dalam-sejarah-kepresidenan/">Dua Presiden RI yang “tidak tertulis” dalam Sejarah Kepresidenan</a></li>
</ul><br />



Sharing di Situs Jejaringmu:


	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.facebook.com/share.php?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm%2F&amp;t=10%20Kebohongan%20Multi%20Level%20Marketing%20%28MLM%29" title="Facebook"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/facebook.png" title="Facebook" alt="Facebook" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.google.com/bookmarks/mark?op=edit&amp;bkmk=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm%2F&amp;title=10%20Kebohongan%20Multi%20Level%20Marketing%20%28MLM%29&amp;annotation=Kebohongan%20%231%20%3A%0D%0AMLM%20adalah%20bisnis%20yang%20menawarkan%20kesempatan%20yang%20lebih%20baik%20untuk%20%20menghasilkan%20uang%20dalam%20jumlah%20besar%20dibandingkan%20dengan%20model%20bisnis%20%20dan%20profesional%20konvensional%20lainnya.%0D%0A%0D%0AKebenaran%20%231%20%3A%0D%0ABagi%20kebanyakan%20investor%20MLM%20praktek%20" title="Google Bookmarks"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/googlebookmark.png" title="Google Bookmarks" alt="Google Bookmarks" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.myspace.com/Modules/PostTo/Pages/?u=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm%2F&amp;t=10%20Kebohongan%20Multi%20Level%20Marketing%20%28MLM%29" title="MySpace"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/myspace.png" title="MySpace" alt="MySpace" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.rifkadejavu.com/index.php/feed/" title="RSS"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/rss.png" title="RSS" alt="RSS" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://twitter.com/home?status=10%20Kebohongan%20Multi%20Level%20Marketing%20%28MLM%29%20-%20http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm%2F" title="Twitter"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/twitter.png" title="Twitter" alt="Twitter" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  href="javascript:AddToFavorites();" title="Add to favorites"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/addtofavorites.png" title="Add to favorites" alt="Add to favorites" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="mailto:?subject=10%20Kebohongan%20Multi%20Level%20Marketing%20%28MLM%29&amp;body=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm%2F" title="email"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/email_link.png" title="email" alt="email" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm%2F&amp;partner=sociable" title="Print"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/printfriendly.png" title="Print" alt="Print" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://technorati.com/faves?add=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm%2F" title="Technorati"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/technorati.png" title="Technorati" alt="Technorati" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://www.printfriendly.com/print?url=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm%2F&amp;partner=sociable" title="PDF"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/pdf.png" title="PDF" alt="PDF" class="sociable-hovers" /></a>
	<a rel="nofollow"  target="_blank" href="http://buzz.yahoo.com/submit/?submitUrl=http%3A%2F%2Fwww.rifkadejavu.com%2Findex.php%2F2010%2F12%2F10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm%2F&amp;submitHeadline=10%20Kebohongan%20Multi%20Level%20Marketing%20%28MLM%29&amp;submitSummary=Kebohongan%20%231%20%3A%0D%0AMLM%20adalah%20bisnis%20yang%20menawarkan%20kesempatan%20yang%20lebih%20baik%20untuk%20%20menghasilkan%20uang%20dalam%20jumlah%20besar%20dibandingkan%20dengan%20model%20bisnis%20%20dan%20profesional%20konvensional%20lainnya.%0D%0A%0D%0AKebenaran%20%231%20%3A%0D%0ABagi%20kebanyakan%20investor%20MLM%20praktek%20&amp;submitCategory=science&amp;submitAssetType=text" title="Yahoo! Buzz"><img src="http://www.rifkadejavu.com/wp-content/plugins/sociable/images/yahoobuzz.png" title="Yahoo! Buzz" alt="Yahoo! Buzz" class="sociable-hovers" /></a>


<br/><br/><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/rifkadejavu/HZCW/~4/LGrgjGHfHik" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.rifkadejavu.com/index.php/2010/12/10-kebohongan-multi-level-marketing-mlm/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

