<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-21572963</atom:id><lastBuildDate>Wed, 11 Sep 2024 03:25:01 +0000</lastBuildDate><title>T-H-E-newlifespirit</title><description>In a life sometimes we feel bored due to the rutinity we face the same way ..day by day , week by week and even month by month ..to make it new the we must have another activities ..below are the articles that could be changes our behaviour or at least the way of our thinking to be colouful of life as a brand new life and finally found new life spirit...hopefully..:)</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>143</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>In a life sometimes we feel bored due to the rutinity we face the same way ..day by day , week by week and even month by month ..to make it new the we must have another activities ..below are the articles that could be changes our behaviour or at least th</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-8829647076559296284</guid><pubDate>Tue, 09 Feb 2010 09:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-09T16:40:19.250+07:00</atom:updated><title>Ada Apa Dengan Valentine's Day ?</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ada Apa Dengan Valentine's Day ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bulan Februari, kita selalu menyaksikan media massa, mal-mal, pusat-pusat hiburan bersibuk-ria berlomba menarik perhatian para remaja dengan menggelar pesta perayaan yang tak jarang berlangsung hingga larut malam bahkan hingga dini hari. Semua pesta tersebut bermuara pada satu hal yaitu Valentine's Day. Biasanya mereka saling mengucapkan "selamat hari Valentine", berkirim kartu dan bunga, saling bertukar pasangan, saling curhat, menyatakan sayang atau cinta karena anggapan saat itu adalah "hari kasih sayang". Benarkah demikian?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SEJARAH VALENTINE'S DAY &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The World Book Encyclopedia (1998) melukiskan banyaknya versi mengenai Valentine's Day :&lt;br /&gt;"Some trace it to an ancient Roman festival called Lupercalia. Other experts connect the event with one or more saints of the early Christian church. Still others link it with an old English belief that birds choose their mates on February 14. Valentine's Day probably came from a combination of all three of those sources--plus the belief that spring is a time for lovers."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perayaan Lupercalia adalah rangkaian upacara pensucian di masa Romawi Kuno (13-18 Februari). Dua hari pertama, dipersembahkan untuk dewi cinta (queen of feverish love) Juno Februata. Pada hari ini, para pemuda mengundi nama-nama gadis di dalam kotak. Lalu setiap pemuda mengambil nama secara acak dan gadis yang namanya keluar harus menjadi pasangannya selama setahun untuk senang-senang dan obyek hiburan. Pada 15 Februari, mereka meminta perlindungan dewa Lupercalia dari gangguan srigala. Selama upacara ini, kaum muda melecut orang dengan kulit binatang dan wanita berebut untuk dilecut karena anggapan lecutan itu akan membuat mereka menjadi lebih subur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika agama Kristen Katolik masuk Roma, mereka mengadopsi upacara ini dan mewarnainya dengan nuansa Kristiani, antara lain mengganti nama-nama gadis dengan nama-nama Paus atau Pastor. Di antara pendukungnya adalah Kaisar Konstantine dan Paus Gregory I (lihat: The Encyclopedia Britannica, sub judul: Christianity). Agar lebih mendekatkan lagi pada ajaran Kristen, pada 496 M Paus Gelasius I menjadikan upacara Romawi Kuno ini menjadi Hari Perayaan Gereja dengan nama Saint Valentine's Day untuk menghormati St.Valentine yang kebetulan mati pada 14 Februari (lihat: The World Book Encyclopedia 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Catholic Encyclopedia Vol. XV sub judul St. Valentine menuliskan ada 3 nama Valentine yang mati pada 14 Februari, seorang di antaranya dilukiskan sebagai yang mati pada masa Romawi. Namun demikian tidak pernah ada penjelasan siapa "St. Valentine" termaksud, juga dengan kisahnya yang tidak pernah diketahui ujung-pangkalnya karena tiap sumber mengisahkan cerita yang berbeda.&lt;br /&gt;Menurut versi pertama, Kaisar Claudius II memerintahkan menangkap dan memenjarakan St. Valentine karena menyatakan tuhannya adalah Isa Al-Masih dan menolak menyembah tuhan-tuhan orang Romawi. Maha Tinggi Allah dari apa yang mereka persekutukan. Orang-orang yang mendambakan doa St.Valentine lalu menulis surat dan menaruhnya di terali penjaranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Versi kedua menceritakan bahwa Kaisar Claudius II menganggap tentara muda bujangan lebih tabah dan kuat dalam medan peperangan dari pada orang yang menikah. Kaisar lalu melarang para pemuda untuk menikah, namun St.Valentine melanggarnya dan diam-diam menikahkan banyak pemuda sehingga iapun ditangkap dan dihukum gantung pada 14 Februari 269 M (lihat: The World Book Encyclopedia, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebiasaan mengirim kartu Valentine itu sendiri tidak ada kaitan langsung dengan St. Valentine. Pada 1415 M ketika the Duke of Orleans dipenjara di Tower of London, pada perayaan hari gereja mengenang St.Valentine 14 Februari, ia mengirim puisi kepada istrinya di Perancis. Kemudian Geoffrey Chaucer, penyair Inggris mengkaitkannya dengan musim kawin burung dalam puisinya (lihat: The Encyclopedia Britannica, Vol.12 hal.242 , The World Book Encyclopedia, 1998).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana dengan ucapan "Be My Valentine?" Ken Sweiger dalam artikel "Should Biblical Christians Observe It?" (www.korrnet.org) mengatakan kata "Valentine" berasal dari Latin yang berarti : "Yang Maha Perkasa, Yang Maha Kuat dan Yang Maha Kuasa". Kata ini ditujukan kepada Nimrod dan Lupercus, tuhan orang Romawi. Maka disadari atau tidak, -tulis Ken Sweiger- jika kita meminta orang menjadi "to be my Valentine", hal itu berarti melakukan perbuatan yang dimurkai Tuhan (karena memintanya menjadi "Sang Maha Kuasa") dan menghidupkan budaya pemujaan kepada berhala. Dalam Islam hal ini disebut Syirik, artinya menyekutukan Allah Subhannahu wa Ta'ala. Adapun Cupid (berarti: the desire), si bayi bersayap dengan panah adalah putra Nimrod "the hunter" dewa Matahari. Disebut tuhan Cinta, karena ia rupawan sehingga diburu wanita bahkan ia pun berzina dengan ibunya sendiri!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, itulah sejarah Valentine's Day yang sebenarnya, yang seluruhnya tidak lain bersumber dari paganisme orang musyrik, penyembahan berhala dan penghormatan pada pastor. Bahkan tak ada kaitannya dengan "kasih sayang", lalu kenapa kita masih juga menyambut Hari Valentine? Adakah ia merupakan hari yang istimewa? Adat? Atau hanya ikut-ikutan semata tanpa tahu asal muasalnya?. Bila demikian, sangat disayangkan banyak teman-teman kita remaja putra-putri Islam yang terkena penyakit ikut-ikutan mengekor budaya Barat dan acara ritual agama lain. Padahal Allah Subhannahu wa Ta'ala berfirman: "Dan janganlah kamu mengikuti apa yang kamu tidak mengetahui tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya akan diminta pertangggungjawabnya" (Al Isra' : 36).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;HUKUM MERAYAKAN HARI VALENTINE &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keinginan untuk ikut-ikutan memang ada dalam diri manusia, akan tetapi hal tersebut menjadi tercela dalam Islam apabila orang yang diikuti berbeda dengan kita dari sisi keyakinan dan pemikirannya. Apalagi bila mengikuti dalam perkara akidah, ibadah, syi'ar dan kebiasaan. Padahal Rasul Shallallaahu alaihi wa Salam telah melarang untuk mengikuti tata cara peribadatan selain Islam: "Barang siapa meniru suatu kaum, maka ia termasuk dari kaum tersebut." (HR. At-Tirmidzi).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila dalam merayakannya bermaksud untuk mengenang kembali Valentine maka tidak disangsikan lagi bahwa ia telah kafir. Adapun bila ia tidak bermaksud demikian maka ia telah melakukan suatu kemungkaran yang besar. Ibnul Qayyim Al-Jauziyah rahimahullah berkata, "Memberi selamat atas acara ritual orang kafir yang khusus bagi mereka, telah disepakati bahwa perbuatan tersebut haram. Semisal memberi selamat atas hari raya dan puasa mereka, dengan mengucapkan, "Selamat hari raya!" dan sejenisnya. Bagi yang mengucapkannya, kalau pun tidak sampai pada kekafiran, paling tidak itu merupakan perbuatan haram. Berarti ia telah memberi selamat atas perbuatan mereka yang menyekutukan Allah. Bahkan perbuatan tersebut lebih besar dosanya di sisi Allah dan lebih dimurkai dari pada memberi selamat atas perbuatan minum khamar atau membunuh. Banyak orang yang kurang mengerti agama terjerumus dalam suatu perbuatan tanpa menyadari buruknya perbuatan tersebut. Seperti orang yang memberi selamat kepada orang lain atas perbuatan maksiat, bid'ah atau kekufuran maka ia telah menyiapkan diri untuk mendapatkan kemarahan dan kemurkaan Allah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Waqid Radhiallaahu anhu meriwayatkan: Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam saat keluar menuju perang Khaibar, beliau melewati sebuah pohon milik orang-orang musyrik, yang disebut dengan Dzaatu Anwaath, biasanya mereka menggantungkan senjata-senjata mereka di pohon tersebut. Para sahabat Rasulullah n berkata, "Wahai Rasulullah, buatkan untuk kami Dzaatu Anwaath, sebagaimana mereka mempunyai Dzaatu Anwaath." Maka Rasulullah Shallallaahu alaihi wa Salam bersabda, "Maha Suci Allah, ini seperti yang diucapkan kaum Nabi Musa, 'Buatkan untuk kami tuhan sebagaimana mereka mempunyai tuhan-tuhan.' Demi Dzat yang jiwaku di tangan-Nya, sungguh kalian akan mengikuti kebiasaan orang-orang yang ada sebelum kalian." (HR. At-Tirmidzi, ia berkata, hasan shahih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syaikh Al-Utsaimin rahimahullah ketika ditanya tentang Valentine's Day mengatakan :&lt;br /&gt;"Merayakan hari Valentine itu tidak boleh, karena: Pertama: ia merupakan hari raya bid'ah yang tidak ada dasar hukumnya di dalam syari'at Islam. Kedua: ia dapat menyebabkan hati sibuk dengan perkara-perkara rendahan seperti ini yang sangat bertentangan dengan petunjuk para salaf shalih (pendahulu kita) - semoga Allah meridhai mereka. Maka tidak halal melakukan ritual hari raya, baik dalam bentuk makan-makan, minum-minum, berpakaian, saling tukar hadiah ataupun lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya setiap muslim merasa bangga dengan agamanya, tidak menjadi orang yang tidak mempunyai pegangan dan ikut-ikutan. Semoga Allah melindungi kaum muslimin dari segala fitnah (ujian hidup), yang tampak ataupun yang tersembunyi dan semoga meliputi kita semua dengan bimbingan-Nya."&lt;br /&gt;Maka adalah wajib bagi setiap orang yang mengucapkan dua kalimat syahadat untuk melaksanakan wala' dan bara' ( loyalitas kepada muslimin dan berlepas diri dari golongan kafir) yang merupakan dasar akidah yang dipegang oleh para salaf shalih. Yaitu mencintai orang-orang mu'min dan membenci dan menyelisihi (membedakan diri dengan) orang-orang kafir dalam ibadah dan perilaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara dampak buruk menyerupai mereka adalah: ikut mempopulerkan ritual-ritual mereka sehingga terhapuslah nilai-nilai Islam. Dampak buruk lainnya, bahwa dengan mengikuti mereka berarti memperbanyak jumlah mereka, mendukung dan mengikuti agama mereka, padahal seorang muslim dalam setiap raka'at shalatnya membaca,&lt;br /&gt;"Tunjukilah kami jalan yang lurus, (yaitu) jalan orang-orang yang telah Engkau anugerahkan nikmat kepada mereka; bukan (jalan) mereka yang dimurkai dan bukan (pula jalan) mereka yang sesat." (Al-Fatihah:6-7)&lt;br /&gt;Bagaimana bisa ia memohon kepada Allah agar ditunjukkan kepadanya jalan orang-orang yang mukmin dan dijauhkan darinya jalan golongan mereka yang sesat dan dimurkai, namun ia sendiri malah menempuh jalan sesat itu dengan sukarela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lain dari itu, mengekornya kaum muslimin terhadap gaya hidup mereka akan membuat mereka senang serta dapat melahirkan kecintaan dan keterikatan hati. Allah Subhannahu wa Ta'ala telah berfirman, yang artinya:&lt;br /&gt;"Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu mengambil orang-orang Yahudi dan Nasrani menjadi pemimpin-pemimpin(mu); sebahagian mereka adalah pemimpin bagi sebahagian yang lain. Barangsiapa di antara kamu mengambil mereka menjadi pemimpin, maka sesungguhnya orang itu termasuk golongan mereka. Sesungguhnya Allah tidak memberi petunjuk kepada orang-orang yang zalim." (Al-Maidah:51)&lt;br /&gt;"Kamu tidak akan mendapati sesuatu kaum yang beriman kepada Allah dan hari akhirat, saling berkasih sayang dengan orang-orang yang menentang Allah dan Rasul-Nya." (Al-Mujadilah: 22)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada seorang gadis mengatakan, bahwa ia tidak mengikuti keyakinan mereka, hanya saja hari Valentine tersebut secara khusus memberikan makna cinta dan suka citanya kepada orang-orang yang memperingatinya.&lt;br /&gt;Saudaraku! Ini adalah suatu kelalaian, padahal sekali lagi: Perayaan ini adalah acara ritual agama lain! Hadiah yang diberikan sebagai ungkapan cinta adalah sesuatu yang baik, namun bila dikaitkan dengan pesta-pesta ritual agama lain dan tradisi-tradisi Barat, akan mengakibatkan seseorang terobsesi oleh budaya dan gaya hidup mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengadakan pesta pada hari tersebut bukanlah sesuatu yang sepele, tapi lebih mencerminkan pengadopsian nilai-nilai Barat yang tidak memandang batasan normatif dalam pergaulan antara pria dan wanita sehingga saat ini kita lihat struktur sosial mereka menjadi porak-poranda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alhamdulillah, kita mempunyai pengganti yang jauh lebih baik dari itu semua, sehingga kita tidak perlu meniru dan menyerupai mereka. Di antaranya, bahwa dalam pandangan kita, seorang ibu mempunyai kedudukan yang agung, kita bisa mempersembahkan ketulusan dan cinta itu kepadanya dari waktu ke waktu, demikian pula untuk ayah, saudara, suami .dst, tapi hal itu tidak kita lakukan khusus pada saat yang dirayakan oleh orang-orang kafir.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala senantiasa menjadikan hidup kita penuh dengan kecintaan dan kasih sayang yang tulus, yang menjadi jembatan untuk masuk ke dalam Surga yang hamparannya seluas langit dan bumi yang disediakan bagi orang-orang yang bertakwa. Semoga Allah Subhannahu wa Ta'ala menjadikan kita termasuk dalam golongan orang-orang yang disebutkan:&lt;br /&gt;"Kecintaan-Ku adalah bagi mereka yang saling mencintai karena Aku, yang saling mengunjungi karena Aku dan yang saling berkorban karena Aku." (Al-Hadits).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Source: www.alsofwah.or.id&lt;/span&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2010/02/ada-apa-dengan-valentines-day.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-7546162346257436493</guid><pubDate>Fri, 08 Jan 2010 04:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-08T11:04:15.713+07:00</atom:updated><title>Istri Yang Membahagiakan</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Istri Yang Membahagiakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan rumah tangga yang menjadi tujuan setiap keluarga terbentuk di atas beberapa faktor, yang terpenting adalah faktor anggota keluarga. Mereka inilah faktor dan aktor pencipta kebahagiaan dalam rumah tangga, atau sebaliknya, kesengsaraan rumah tangga juga bisa tercipta oleh mereka. Dari anggota rumah tangga, faktor yang paling berperan besar dalam perkara ini adalah istri, karena dia adalah ratu dan ikon utama sebuah rumah tangga, ia adalah rujukan suami dan tempat kembali anak-anak, maka dalam bahasa Arab dia disebut dengan 'Um' yang berarti induk tempat kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai pemeran utama dalam panggung rumah tangga, karena perannya yang cukup signifikan di dalamnya, maka istri harus membekali diri dengan sifat-sifat dan kepribadian-kepribadian sehingga dengannya dia bisa mengemban tugas dan memerankan perannya sebaik mungkin, dengan itu maka kondisi yang membahagiakan dan situasi yang menentramkan di dalam rumah akan terwujud.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Mengetahui skala prioritas &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia memang luas dan lapang, namun tidak dengan kehidupan, yang akhir ini, selapang dan seluas apa pun tetap terbatas, ada tembok-tembok yang membatasi, ada rambu-rambu yang mengekang, namun pada saat yang sama tuntutan dan hajat kehidupan terus datang silih berganti seakan tidak akan pernah berhenti, kondisi ini mau tidak mau, berkonsekuensi kepada sikap memilah skala prioritas, mendahulukan yang lebih penting kemudian yang penting dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai ikon dalam rumah tangga, istri tentu mengetahui benar keterbatasan rumah tangga di berbagai sisi kehidupan, keterbatasan finansial dan ekonomi misalnya, sebesar apapun penghasilan suami plus penghasilan istri (jika istri bekerja), tetap ada atap yang membatasi, ada ruang yang menyekat, tetap ada hal-hal yang tidak terjangkau oleh uang hasil usaha mereka berdua, ditambah dengan jiwa manusia yang tidak pernah berhenti berkeinginan, keadaannya selalu berkata, "Adakah tambahan?", maka sebagai istri yang membahagiakan, dia harus mengetahui dengan baik prinsip dasar ini, mendahulukan perkara yang tingkat urgensinya tertingi kemudian setelahnya dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan dalam hubungan di antara suami dan istri, mungkin karena latar belakang keduanya yang berbeda, tingkat pendidikan yang berbeda, keluarga yang berbeda, tabiat dan watak yang berbeda, hobi dan kesenangan yang berbeda, waktu yang tersedia untuk berdua minim, semua itu membuat hubungan suami istri serba terbatas, namun hal ini bukan penghalang yang berarti, selama istri memahami kaidah prioritas ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istri yang baik adalah wanita yang mengetahui tatanan prioritas dengan baik, dalam tataran hubungan suami istri, secara emosinal dan fisik, dalam tatanan rumah tangga, secara formalitas dan etika, ia menempati deretan nomor wahid.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Realistis dalam menuntut &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di hari-hari pertama pernikahan, biasanya dalam benak orang yang menjalani tersusun rencana-rencana yang hendak diwujudkan, tertata target-target yang hendak direalisasikan, terlintas harapan-harapan yang hendak dibuktikan. Umum, lumrah dan jamak. Kata orang, hidup ini memang berharap, karena berharap kita bisa tetap eksis hidup dengan berbagai macam siatuasi dan kondisinya. Demikian pula dengan sebuah rumah tangga. Tahun pertama harus memiliki anu. Tahun kedua harus ada ini. Tahun ketiga, keempat dan seterusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekali lagi wajar, selama hal itu masih realistis. Dan soal harapan dan ambisi biasanya istri selalu yang menjadi motornya. Dalam sebuah ungkapan dikatakan, "Wanita menginginkan suami, namun jika dia telah mendapatkannya, maka dia menginginkan segalanya." Memang tidak semua wanita, karena ini hanya sebuah ungkapan dan tidak ada ungkapan yang general. Namun dalam batas-batas tertentu ada sisi kebenarannya, karena tidak jarang kita melihat beberapa orang suami yang banting tulang dan peras keringat demi kejar setoran yang telah dipatok istrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka alangkah bijaknya jika dalam menuntut dan mencanangkan target memperhatikan realita dan kapasitas suami, jika sebuah harapan sudah kadung digantung tinggi, lalu ia tidak terwujud, maka kecewanya akan berat, bak orang jatuh dari tempat yang sangat tinggi, tentu sakitnya lebih bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian istri memaksa suami menelusuri jalan-jalan yang berduri dan berkelok-kelok, di mana dia tidak menguasainya, jika suami mengangkat tangan tanda tak mampu mewujudkan sebagian dari tuntutannya, maka istri berteriak mengeluh. Hal ini, sesuai dengan tabiat kehidupan rumah tangga, menyeret kehidupan rumah tangga kepada jalan buntu selanjutnya yang muncul adalah perselisihan, jika ia menyentuh dasar kehidupan, maka bisa berakibat keruntuhannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang istri shalihah selalu mendahulukan akalnya, dia tidak membuat lelah suaminya dengan tuntutan-tuntutan yang irasional, tidak membebaninya di luar kemampuannya dan tidak memberatkan pundaknya dengan permintaan-permintaan demi memenuhi keinginan-keinginannya semata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu contoh yang jarang ditemukan yang terjadi dalam sejarah tentang keteladanan sebagian istri yang begitu memperhatikan keadaan suami tanpa batas walaupun hal tersebut berarti mengorbankan kemaslahatannya sendiri adalah apa yang diriwayatkan oleh kitab-kitab ath-Thabaqat tentang Fatimah az-Zahra` pada saat dia dan suaminya Ali bin Abu Thalib mengalami kesulitan hidup yang membuatnya bermalam selama tiga malam dalam keadaan lapar, pada saat Ali melihatnya pucat, dia bertanya, "Ada apa denganmu wahai Fatimah?" Dia menjawab, "Telah tiga malam ini kami tidak memiliki apa pun di rumah." Ali berkata, "Mengapa kamu diam saja?" Fatimah menjawab, "Pada malam pernikahan bapakku berkata kepadaku, 'Hai Fatimah, kalau Ali pulang membawa sesuatu maka makanlah, kalau tidak maka jangan memintanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Bermental kaya &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mental kaya, dalam agama dikenal dengan istilah qana'ah, rela dengan apa yang Allah Subhanahu waTa'ala bagi sehingga tidak menengok dan berharap apa yang ada di tangan orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaya bukan kaya dengan harta benda, namun kaya adalah kaya hati, artinya hati merasa cukup. Sebanyak apa pun harta seseorang, kalau belum merasa cukup, maka dia adalah fakir. Kata fakir dalam bahasa Arab berarti memerlukan, jadi kalau seseorang masih memerlukan [baca: berharap dan menggantungkan diri] kepada apa yang dimiliki oleh orang lain tanpa berusaha, maka dia adalah fakir alias miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebahagiaan rumah tangga bergantung kepada perasan istri dalam skala lebih besar daripada yang lain, jika istri tidak bermental kaya, maka dia akan selalu merasa kekurangan, akibatnya dia akan mengeluh ke mana-mana dengan kekurangannya. Kurang ini, kurang itu, kurang anu dan seterusnya. Mentalnya adalah mental sengsara, mental miskin, minim syukur, memposisikan diri sebagai orang miskin sehingga seolah-olah dirinya patut diberi zakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal seorang wanita bisa saja memiliki segala keutamaan di kolong langit ini, akan tetapi semua keutamaan ini tidak ada nilai dan harganya jika yang bersangkutan mempunyai tabiat sengsara dan mental miskin. Kedua tabiat ini bagi wanita menyebabkan kesengsaraan bagi suami dan kenestapaan bagi rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak wanita sejak zaman batu sampai hari ini merasa nyaman dengan tabiat sengsara dan mental miskin ini. Dalam kehidupan sejarah, Nabiyullah Ibrahim 'alaihissalam pernah menemukan dua orang wanita, yang pertama bermental miskin dan yang kedua bermental kaya, keduanya pernah menjadi istri bagi anaknya, Ismail. Dengan bahasa sindiran, Nabi Ibrahim 'alaihissalam pernah meminta Ismail untuk berpisah dari istri pertamanya. Ibrahim 'alaihissalam melihat istri pertama anaknya bukan istri yang layak, karena dia bermental miskin. Ketika Ibrahim 'alaihissalam bertanya kepadanya tentang kehidupannya dengan suaminya, yang Ibrahim 'alaihissalam dengar dari mulutnya hanyalah keluh kesah. Sebaliknya istri kedua, jawabannya kepada mertuanya mengisyaratkan bahwa dia adalah istri yang pandai bersyukur dan bersikap qana'ah, maka Ibrahim 'alaihissalam meminta Ismail untuk mempertahankannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kehidupan ini tidak sedikit kita menemukan istri model seperti ini. Ditinjau secara sepintas dari keadaan rumahnya, rumah milik sendiri, lengkap dengan perabotan elektronik yang modern, didukung kendaraan keluaran terbaru, tapi dasar mentalnya mental miskin, maka yang bersangakutan tetap mengeluh seolah-olah dia adalah orang termiskin di dunia. Apakah hal ini merupakan kebenaran dari firman Allah Subhanahu waTa'ala, yang artinya, "Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir." (QS. al-Ma'arij: 19). Tanpa ragu, memang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika istri bermental kaya, maka keluarga akan merasa kaya dan cukup. Ini menciptakan kebahagiaan. Jika istri bermental melarat, maka yang tercipta di dalam rumah adalah iklim melarat dan ini menyengsarakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(By: Ust. Izzudin Karimi, Lc) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;www.alsofwah.or.id &lt;/span&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2010/01/istri-yang-membahagiakan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-8807867324505712402</guid><pubDate>Mon, 28 Dec 2009 03:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-28T10:58:44.865+07:00</atom:updated><title>Asyura' Dalam Perspektif Islam, Syi'ah &amp; Kejawen..!!</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Asyura' Dalam Perspektif Islam, Syi'ah &amp;amp; Kejawen..!!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Asyuro' dalam ajaran Islam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ulama Ahlussunnah sepakat bahwa pada hari 10 Muharram disyari'atkan untuk berpuasa. Ibnu Abbas menceritakan :&lt;br /&gt;"Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam tiba di Madinah, lalu beliau melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada hari Asyura' ( tanggal 10 Muharram), maka beliau bertanya: "Hari apakah ini?" Mereka menjawab: "Ini adalah hari yang baik. Ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuhnya, maka Musa shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa pada hari itu karena syukur kepada Allah. Dan kami berpuasa pada hari itu untuk mengagungkannya." Nabi shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Aku lebih berhak atas Musa daripada kalian", maka Nabi berpuasa Asyura' dan memerintah-kan puasanya." (HR. Al-Bukhari dan Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harus Menyalahi Ahli Kitab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Para sahabat berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam : "Ya Rasulullah, sesung-guhnya Asyura' itu hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan Nasrani", maka Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Tahun depan insya Allah kita akan puasa (juga) pada hari yang kesembilan." (HR. Muslim (1134) dari Ibnu Abbas).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad meriwayatkan dari Ibnu Abbas dari jalur lain, sabda Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam :&lt;br /&gt;"Berpuasalah pada hari Asyura' dan selisihilah orang-orang Yahudi itu, berpuasalah sehari sebelumnya atau sehari sesudahnya." (Fathul Bari, 4/245). Imam Syafi'i juga meriwayatkan hadits di atas, makanya beliau di dalam kitab Al-Um dan Al-Imla' menyatakan kesun-nahan puasa tiga kali tanggal 8, 9 dan 10 Muharram. (Al-Ibda', Ali Mahfudz hal. 149, Fathul Bari 4/246).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Asyura'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ditanya tentang puasa Asyura', maka beliau menjawab:&lt;br /&gt;"Ia menghapuskan dosa tahun yang lalu." (HR. Muslim (1162), Ahmad 5/296, 297).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena itu, pantas jika Ibnu Abbas menyatakan : "Saya tidak pernah melihat Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam berpuasa pada suatu hari karena ingin mengejar keutamaannya selain hari ini (Asyura') dan tidak pada suatu bulan selain bulan ini (maksudnya: Ramadhan)." (HR. Al-Bukhari (2006), Muslim (1132)).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda :&lt;br /&gt;"Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah bulan Allah yang bernama Muharram. (HR. Muslim,1163).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Bid'ah-bid'ah Asyura'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;10 Muharram 61 H adalah hari terbu-nuhnya Abu Abdillah Al-Husen bin Ali (ra) di padang Karbala. Karena peristiwa berdarah ini, setan berhasil menciptakan dua kebid'ahan sekaligus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama : Bid'ah Syi'ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyura' dijadikan oleh Syi'ah sebagai hari berkabung, duka cita, dan menyiksa diri sebagai ungkapan dari kesedihan dan penyesalan. Pada setiap Asyura', mereka memperingati kematian Al-Husen dan melakukan perbuatan-perbuatan yang tercela seperti berkumpul, menangis, meratapi Al-Husen secara histeris, membentuk kelompok-kelompok untuk pawai berkeliling di jalan-jalan dan di pasar-pasar sambil memukuli badan mereka dengan rantai besi, melukai kepala dengan pedang, mengikat tangan dan lain sebagainya. (At-Tasyayyu' Wasy-Syi'ah, Ahmad Al-Kisrawiy Asy-Syi'iy, hal. 141, Tahqiq Dr. Nasyir Al-Qifari).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua : Bid'ah Jahalatu Ahlissunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai tandingan dari apa yang dilakukan oleh orang Syi'ah di atas, orang Ahlussunnah yang jahil (Bodoh) menjadikan hari Asyura' sebagai hari raya, pesta dan serba ria.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Ahmad Al-Kisrawi Asy-Syi'iy: "Dua budaya (bid'ah) yang sangat kontras ini, menurut literatur yang ada bermula pada jaman dinasti Buwaihi (321H - 447 H.) yang mana masa itu terkenal dengan tajamnya pertentangan antara Ahlus-sunnah dan Syi'ah. Orang-orang jahalatu (bodoh) Ahlussunnah menjadikan Asyura' sebagai hari raya dan hari bahagia sementara orang-orang Syi'ah menjadikannya sebagai hari duka cita, mereka berkumpul membacakan syair-syair haru kemudian menangis dan menjerit." (At-Tasyayyu' Wasy-Syi'ah hal.142)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara Syekh Ali Mahfudz mengatakan bahwa di Kufah ada kelompok Syi'ah yang sampai ghuluw (berlebihan) dalam mencintai Al-Husen (ra) yang dipelopori oleh Al-Mukhtar bin Abi Ubaid Ats-Tsaqafi (tahun 67 H dibunuh oleh Mush'ab bin Az-Zubair) dan ada kelompok Nashibah (yang anti Ali beserta keturunannya), yang diantaranya adalah Al-Hajjaj bin Yusuf Ats-Tsaqafi. Dan telah disebut di dalam hadits shahih.&lt;br /&gt;"Sesungguhnya (akan muncul) di Tsaqif (kepala suku dari Hawazin) seorang pendusta dan pembantai."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendusta tadi adalah Al-Mukhtar yang memperselisihkan keimamahan Ibnul Hanafiyah, dan pembantai tadi adalah Al-Hajjaj yang membenci Alawiyyin, maka yang Syi'ah tadi menciptakan bid'ah duka cita sementara yang Nashibah menciptakan bid'ah bersuka ria. (Al-Ibda' hal. 150)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid'ah-bid'ah tersebut berbentuk :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Menambah belanja dapur.&lt;br /&gt;      Banyak riwayat yang mengatakan :"Barangsiapa yang meluaskan (nafkah) kepada keluarganya pada hari Asyura', maka Allah akan melapangkan (rizkinya) selama setahun itu." (HR. At-Thabraniy, Al-Baihaqi dan Ibnu Abdil Barr). Asy-Syabaniy berkata: semua jalurnya lemah, Al-Iraqi berkata : sebagian jalur dari Abu Hurairah dishahihkan oleh Al-Hafidz Ibnu Nashir, jadi menurutnya ini hadits hasan, sedangkan Ibnul Jauzi menulisnya di dalam kumpulan hadits palsu. (Tamyizuth-Thayyib minal Khabits, no. 1472, Tanbihul Ghafilin, 1/367). Sementa-ra itu imam As-Suyuthi dengan tegas mengatakan : "Telah diriwayatkan tentang keutamaan meluaskan nafkah sebuah hadits dhaif, bisa jadi sebabnya adalah ghuluw di dalam mengagungkan-nya, dari sebagian segi untuk menandingi orang-orang Rafidhah (Syi'ah) karena syetan sangat berambisi untuk memalingkan manusia dari jalan lurus. Ia tidak peduli ke arah mana -dari dua arah- mereka akan berpaling, maka hendaklah para pelaku bid'ah menghin-dari bid'ah-bid'ah sama sekali." (Al-Amru Bil Ittiba', hal.88-89)&lt;br /&gt;      Imam Ahmad mengatakan ketika ditanya : "Hadits ini tidak ada asalnya, ia tidak bersanad kecuali apa yang diriwayatkan oleh Ibnu Uyainah dari Ibnul Muntasyir, sementara ia adalah orang Kufah, ia meriwayatkan dari seorang yang tidak dikenal." (Al-Ibda', Ali Mahfudz, 150)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Memakai celak (sifat mata).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mandi.&lt;br /&gt;      Mereka meriwayatkan sebuah hadits: "Barangsiapa yang memakai celak pada hari Asyura', maka ia tidak akan mengalami sakit mata pada tahun itu. Dan barangsiapa mandi pada hari Asyura', ia tidak akan sakit selama tahun itu." (Hadits ini palsu menurut As-Sakhawi, Mulla Ali Qari dan Al-Hakim) (Al-Ibda', hal. 150-151)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mewarnai kuku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Bersalam-salaman. Imam As-Suyuthi mengatakan : " Semua perkara ini (no.2-5) adalah bid'ah munkarah, dasarnya adalah hadits palsu atas nama Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam ." ( Al-Amru bil Ittiba', hal.88)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Mengusap-usap kepala anak yatim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Memberi makan seorang mukmin di malam Asyura'. Mereka tidak segan-segan membuat hadits palsu dengan sanad dari Ibnu Abbas yang mirip dengan haditsnya orang Syi'ah yang berbunyi:&lt;br /&gt;      "Barangsiapa berpuasa pada hari Asyura' dari bulan Muharram, maka Allah memberinya (pahala) sepuluh ribu malaikat, sepuluh ribu haji dan umrah dan sepuluh ribu orang mati syahid. Dan barangsiapa memberi buka seorang mukmin pada malam Asyura', maka seakan-akan seluruh umat Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam berbuka di rumahnya sampai kenyang." (Hadits palsu dinyatakan oleh imam As-Suyuthi dan Asy-Syaukani, no. 34, lihat Tanbihul Ghafilin, 1/366).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Membaca do'a Asyura' seperti yang tercantum dalam kumpulan do'a dan Majmu' Syarif yang berisi minta panjang umur, kehidupan yang baik dan khusnul khotimah. Begitu pula keyakinan mereka bahwa siapa yang membaca do'a Asyura' tidak akan meninggal pada tahun tersebut adalah bid'ah yang jahat. (As-Sunan wal Mubtada'at, Muhammad Asy-Syuqairi, hal.134).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Membaca "Hasbiyallah wani'mal wakil" pada air kembang untuk obat dari berbagai penyakit adalah bid'ah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    * Shalat Asyura'. Haditsnya adalah palsu, seperti yang disebutkan oleh As-Suyuthi di dalam Al-La'ali Al-Mashnu'ah (As-Sunan wal Mubtada'at, 134).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Asyuro dalam Tradisi dan Kultur Kejawen&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bulan Suro banyak diwarnai oleh orang Jawa dengan berbagai mitos dan khurafat, antara lain :&lt;br /&gt;Keyakinan bahwa bulan Suro adalah bulan keramat yang tidak boleh dibuat main-main dan bersenang-senang seperti hajatan pernikahan dan lain-lain yang ada hanya ritual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata kalau kita renungkan dengan cermat apa yang dilakukan oleh orang Jawa di dalam bulan Suro adalah merupakan akulturasi Syi'ah dan animisme, dinamisme dan Arab jahiliyah. Dulu,orang Quraisy jahiliyah pada setiap Asyura' selalu mengganti Kiswah Ka'bah (kain pembungkus Ka'bah) (Fathul Bari, 4/246). Kini, orang Jawa mengganti kelambu makam Sunan Kudus. Alangkah miripnya hari ini dan kemarin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam Islam, Asyura' tidak diisi dengan kesedihan dan penyiksaan diri (Syi'ah), tidak diisi dengan pesta dan berhias diri (Jahalatu Ahlissunnah) dan tidak diisi dengan ritual di tempat-tempat keramat atau yang dianggap suci untuk tolak bala' (Kejawen) bahkan tidak diisi dengan berkumpul-kumpul. Namun yang ada hanyalah puasa Asyura' dengan satu hari sebelumnya atau juga dengan sehari sesudahnya. Waallahu-a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;[Oleh Ustadz Abu Hamzah A. Hasan Bashori, Lc. M. Ag]&lt;br /&gt;ww.alsofwah.or.id    &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2009/12/asyura-dalam-perspektif-islam-syiah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-6025642422064978918</guid><pubDate>Wed, 23 Dec 2009 04:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-23T11:49:12.550+07:00</atom:updated><title>SANG PENGUNJUNG TERAKHIR</title><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;SANG PENGUNJUNG TERAKHIR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, tahukah kamu siapa pengunjung terakhirmu? Tahukah kamu apa tujuan ia berkunjung dan menemuimu? Apa saja yang dimin-tanya darimu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh! Ia tak datang karena haus akan hartamu, karena ingin ikut nimbrung makan, minum bersamamu, meminta bantuanmu untuk membayar hutangnya, memintamu memberikan rekomendasi kepada seseorang atau untuk memuluskan upaya yang tidak mampu ia lakukan sendiri.!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengunjung ini datang untuk misi penting dan terbatas serta dalam masalah terbatas. Kamu dan keluargamu bahkan seluruh penduduk bumi ini tidak akan mampu menolaknya dalam merealisasikan misinya tersebut!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pun kamu tinggal di istana-istana yang menjulang, berlindung di benteng-benteng yang kokoh dan di menara-menara yang kuat, mendapatkan penjagaan dan pengamanan yang super ketat, kamu tidak dapat mencegahnya masuk untuk menemuimu dan menuntaskan urusannya denganmu!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk menemuimu, ia tidak butuh pintu masuk, izin, dan membuat perjanjian terlebih dahulu sebelum datang. Ia datang kapan saja waktunya dan dalam kondisi bagaimanapun; dalam kondisimu sedang sibuk ataupun sedang luang, sedang sehat ataupun sedang sakit, semasa kamu masih kaya ataupun sedang dalam kondisi melarat, ketika kamu sedang bepergian atau pun tinggal di tempatmu.!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku! Pengunjungmu ini tidak memiliki hati yang gampang luluh. Ia tidak bisa terpengaruh oleh ucapan-ucapan dan tangismu bahkan oleh jeritanmu dan perantara yang menolongmu. Ia tidak akan memberimu kesempatan untuk mengevaluasi perhitungan-perhitunganmu dan meninjau kembali perkaramu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau pun kamu berusaha memberinya hadiah atau menyogoknya, ia tidak akan menerimanya sebab seluruh hartamu itu tidak berarti apa-apa baginya dan tidak membuatnya mundur dari tujuannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh! Ia hanya menginginkan dirimu saja, bukan orang lain! Ia menginginkanmu seutuhnya bukan separoh badanmu! Ia ingin membinasakanmu! Ia ingin kematian dan mencabut nyawamu! Menghancurkan raga dan mematikan tubuhmu! Dia lah malaikat maut!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah Subhanahu waTa'ala berfirman, artinya, "Katakanlah, 'Malaikat Maut yang diserahi untuk (mencabut nyawa)mu akan mematikan kamu; kemudian hanya kepada Tuhanmulah kamu akan dikembalikan." (QS. as-Sajadah: 11)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan firmanNya, artinya, "Sehingga apabila datang kematian kepada salah seorang di antara kamu, ia diwafatkan oleh malaikat-malaikat Kami, dan malaikat-malaikat Kami itu tidak melalaikan kewajibannya." (QS. al-An'am: 61)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kereta Usia &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu bahwa kunjungan Malaikat Maut merupakan sesuatu yang pasti? Tahukah kamu bahwa kita semua akan menjadi musafir ke tempat ini? Sang musafir hampir mencapai tujuannya dan mengekang kendaraannya untuk berhenti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu bahwa perputaran kehidupan hampir akan terhenti dan "kereta usia" sudah mendekati rute terakhirnya? Sebagian orang shalih mendengar tangisan seseorang atas kematian temannya, lalu ia berkata dalam hatinya, "Aneh, kenapa ada kaum yang akan menjadi musafir menangisi musafir lain yang sudah sampai ke tempat tinggalnya?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berhati-hatilah! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga anda tidak termasuk orang yang Allah Subhanahu waTa'ala sebutkan, artinya, "Bagaimanakah (keadaan mereka) apabila Malaikat (Maut) mencabut nyawa mereka seraya memukul muka mereka dan punggung mereka?" (QS. Muhammad: 27).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atau firmanNya, artinya, "(Yaitu) orang-orang yang dimatikan oleh para malaikat dalam keadaan berbuat zhalim kepada diri mereka sendiri, lalu mereka menyerah diri (sambil berkata), 'Kami sekali-kali tidak ada mengerjakan sesuatu kejahatan pun." (Malaikat menjawab), "Ada, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang telah kamu kerjakan. "Maka masuklah ke pintu-pintu neraka Jahannam, kamu kekal di dalamnya. Maka amat buruklah tempat orang-orang yang menyombongkan diri itu." (QS. An-Nahl: 28-29)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu bahwa kunjungan Malaikat Maut kepadamu akan mengakhiri hidupmu? Menyudahi aktivitasmu? Dan menutup lembaran-lembaran amalmu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahukah kamu, setelah kunjungannya itu kamu tidak akan dapat lagi melakukan satu kebaikan pun? Tidak dapat melakukan shalat dua raka'at? Tidak dapat membaca satu ayat pun dari kitabNya? Tidak dapat bertasbih, bertahmid, bertahlil, bertakbir, beristighfar walau pun sekali? Tidak dapat berpuasa sehari? Bersedekah dengan sesuatu meskipun sedikit? Tidak dapat melakukan haji dan umrah? Tidak dapat berbuat baik kepada kerabat atau pun tetangga?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;'Kontrak' amalmu sudah berakhir dan engkau hanya menunggu perhitungan dan pembalasan atas kebaikan atau keburukanmu!!&lt;br /&gt;Allah Subhanahu waTa'ala berfirman, artinya, "(Demikianlah keadaan orang-orang kafir itu), hingga apabila datang kematian kepada seseorang dari mereka, dia berkata, "Ya Tuhanku, kembalikan lah aku (ke dunia)." Agar aku berbuat amal yang saleh terhadap yang telah aku tinggalkan." Sekali-kali tidak. Sesungguhnya itu adalah perkataan yang diucapkan saja. Dan di hadapan mereka ada dinding sampai hari mereka dibangkitkan." (QS. Al-Mu'minun: 99-100)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Persiapkan Dirimu! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mana persiapanmu untuk menemui Malaikat Maut? Mana persiapanmu menyongsong huru-hara setelahnya; di alam kubur ketika menghadapi pertanyaan, ketika di Padang Mahsyar, ketika hari Hisab, ketika ditimbang, ketika diperlihatkan lembaran amal kebaikan, ketika melintasi Shirath dan berdiri di hadapan Allah al-Jabbar?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Adi bin Hatim radiyallaahu 'anhu, ia berkata, Rasulullah shallallaahu 'alaihi wasallam bersabda, "Tidak seorang pun dari kamu melainkan akan diajak bicara oleh Allah Subhanahu waTa'ala pada hari Kiamat, tidak ada penerjemah antara dirinya dan Dia, lalu ia memandang yang lebih beruntung darinya, maka ia tidak melihat kecuali apa yang telah diberikannya dan memandang yang lebih sial darinya, maka ia tidak melihat selain apa yang telah diberikannya. Lalu memandang di hadapannya, maka ia tidak melihat selain neraka yang berada di hadapan mukanya. Karena itu, takutlah api neraka walaupun dengan sebelah biji kurma dan walaupun dengan ucapan yang baik." (Muttafaqun 'alaih)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Berhitunglah Atas Dirimu! &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saudaraku, berhitunglah atas dirimu di saat senggangmu, berpikirlah betapa cepat akan berakhirnya masa hidupmu, bekerjalah dengan sungguh-sungguh di masa luangmu untuk masa sulit dan kebutuhanmu, renungkanlah sebelum melakukan suatu pekerjaan yang kelak akan didiktekan di lembaran amalmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di mana harta benda yang telah kau kumpulkan? Apakah ia dapat menyelamatkanmu dari cobaan dan huru-hara itu? Sungguh, tidak! Kamu akan meninggalkannya untuk orang yang tidak pernah menyanjungmu dan maju dengan membawa dosa kepada Yang tidak akan memberikan toleransi padamu! (Abu Shofiyyah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Sumber: Az-Zâ'ir Al-Akhîr karya Khalid bin Abu Shalih.&lt;br /&gt;www.alsofwah.or.id  &lt;/span&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2009/12/sang-pengunjung-terakhir.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-2441234697192435875</guid><pubDate>Mon, 08 Jun 2009 08:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-08T15:40:14.604+07:00</atom:updated><title>Ikutan yuuk.. Investasi Hebat , who knows ….</title><description>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Ikutan yuuk.. Investasi Hebat , who knows ….&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Cara Kerja Program Investasi AsiaBersama http://tinyurl.com/investasi-hebat&lt;br /&gt;Konsep Program Investasi AsiaBersama adalah memberikan kesempatan kepada siapa&lt;br /&gt;saja untuk mendaftar dengan cara mentransfer sejumlah uang ke 4 (empat) nomor&lt;br /&gt;rekening yang tertera (kita sebut sebagai Sponsor Bronze, Silver, Gold, dan&lt;br /&gt;Platinum), kemudian setiap member yang mendaftar akan diaktifkan oleh minimal&lt;br /&gt;salah satu Sponsor dan berhak memperoleh replika website Program Investasi&lt;br /&gt;AsiaBersama atas nama member tersebut yang siap di informasikan kepada siapa&lt;br /&gt;saja lewat, email, SMS, dsb.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Program ini ditujukan bagi siapa saja yang saat ini membutuhkan bantuan dana untuk keperluan yang positif seperti :&lt;br /&gt;Investasi membuka/mengembangkan usaha &lt;br /&gt; Melunasi hutang &lt;br /&gt; Biaya sekolah atau kuliah (Beasiswa), dalam dan luar negeri &lt;br /&gt; Biaya riset ilmiah &lt;br /&gt; Kegiatan sosial, termasuk LSM &lt;br /&gt; dan sebagainya. &lt;br /&gt;Dalam program ini tersedia dana dengan jumlah tak terbatas yang berasal dari ribuan sumber sehingga memungkinan bagi siapa saja untuk mendaftar dan berpeluang mendapatkan dana hibah, tanpa syarat!.&lt;br /&gt;Program ini merupakan program yang mengutamakan kebersamaan, dengan prinsip dari kita, oleh kita dan untuk kita, bersifat terbuka dan tidak ada pihak yang secara langsung bisa mengontrol ataupun bertanggung jawab terhadap sistem secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Tugas utama anda adalah melakukan iklan dan promosi sebanyak mungkin terhadap&lt;br /&gt;website pribadi anda (http://www.asiabersama.com/?id=rohmadi02 ), sehingga banyak orang bergabung di Program Investasi ini atas sponsor anda.&lt;br /&gt;Ketika terjadi duplikasi, setiap member baru akan menggeser posisi Sponsor di&lt;br /&gt;atasnya sehingga member baru menjadi Bronze, member yang sebelumnya Bronze&lt;br /&gt;menjadi Silver, Silver menjadi Gold, Gold menjadi Platinum, dan Sponsor Platinum&lt;br /&gt;hilang dari daftar transfer di website anda. Semua terjadi secara otomatis.&lt;br /&gt;Dengan asumsi dalam satu minggu masing-masing orang melakukan promosi terhadap&lt;br /&gt;20 orang member baru (anda mensponsori 20 orang, kemudian masing-masing orang&lt;br /&gt;tadi mensponsori 20 orang, dan seterusnya (terjadi duplikasi 4 kali)), maka&lt;br /&gt;peluang hasil investasi anda adalah :&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;20xRp.20.000 = Rp.400.000&lt;br /&gt;20x20xRp.20.000 = Rp.8.000.000&lt;br /&gt;20x20x20xRp.20.000 = Rp.160.000.000&lt;br /&gt;20x20x20x20xRp.20.000 = Rp. 3.368.400.000&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya dengan investasi 4 x Rp. 20.000,00 = Rp. 80.000,00, anda bisa&lt;br /&gt;memperoleh income sebesar Rp. 3,36 Miliar lebih hanya dalam 4 minggu !!&lt;br /&gt;Jika anda kurang beruntung, sistem duplikasi yang anda ciptakan hanya berjalan&lt;br /&gt;10%, maka anda masih tetap berhak memperoleh Rp. 336 Juta lebih !! Tidak ada&lt;br /&gt;batasan jumlah maksimal maupun minimal orang yang bisa anda sponsori, semua&lt;br /&gt;tergantung kemauan dan kerja keras anda. &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Salam Investasi Hebat,&lt;br /&gt;http://tinyurl.com/investasi-hebat</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2009/06/ikutan-yuuk-investasi-hebat-who-knows.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-1114364663876704357</guid><pubDate>Thu, 12 Feb 2009 07:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-02-12T14:30:12.071+07:00</atom:updated><title>Mempersiapkan Kematian</title><description>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Mempersiapkan Kematian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manusia lahir ke dunia dari sebelumnya tidak ada. Namun, setelah &lt;br /&gt;lahir, ia mencintai hidup dan kehidupannya. Lalu ia dihadapkan pada &lt;br /&gt;kenyataan, yakni kematian, batas akhir hidup yang senang atau tidak &lt;br /&gt;senang harus dijalaninya, sebagaimana kelahiran itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian adalah keniscayaan hidup. Dan kematian merupakan pasangan &lt;br /&gt;dari kehidupan. Kegelisahan muncul bila diajukan pertanyaan, kapan &lt;br /&gt;kematian itu datang? Kematian datang pada tiap jiwa bak pencuri, &lt;br /&gt;yang menyelinap masuk lalu keluar menggondol ruh kehidupan dengan &lt;br /&gt;meninggalkan jasad yang tergolek tak berdaya. Kemudian, hidup terasa &lt;br /&gt;terlalu singkat. Banyak pekerjaan dan kewajiban yang belum &lt;br /&gt;terselesaikan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh karena itu, kematian identik dengan tragedi yang menorehkan &lt;br /&gt;kesedihan bagi yang ditinggalkan. ''Kematian pasti menyambangi tiap &lt;br /&gt;diri yang berjiwa.'' (QS Al-Anbiya: 35). Malaikat maut sangat dingin &lt;br /&gt;mencabut sukma, tak pandang tua atau muda, dan tak ada penundaan &lt;br /&gt;walau sejenak. Apabila ajal manusia menjelang, maka tak ada &lt;br /&gt;penundaan dan percepatan. (QS Yunus: 49 dan QS An-Nahl: 61).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kematian menjadi rahasia Allah SWT yang misterius agar ia menjadi &lt;br /&gt;lampu kuning bagi manusia supaya tidak ceroboh dalam mengisi hidup &lt;br /&gt;yang sementara ini. Rasulullah SAW pernah bersabda, ''Aku tinggalkan &lt;br /&gt;bagi kalian dua pemberi peringatan. Yang pertama memberikan &lt;br /&gt;peringatan dengan pembicaraannya. Yang kedua memberikan peringatan &lt;br /&gt;dengan kebisuannya. Yang pertama adalah Alquran dan yang kedua &lt;br /&gt;adalah kematian.''&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;''Katakanlah, sesungguhnya kematian yang dari situ kalian melarikan &lt;br /&gt;diri, sesungguhnya ia akan menemuimu juga.'' (QS Al-Jumu'ah: 8). &lt;br /&gt;Meskipun demikian, kualitas takut akan kematian berbeda-beda. Ada &lt;br /&gt;yang takut mati karena ketenggelamannya dalam dunia. Tapi, ada pula &lt;br /&gt;yang takut mati karena belum merasa cukup bekal. Takut tipe kedualah &lt;br /&gt;yang patut dipelihara. Kualitas kematian sangat ditentukan oleh &lt;br /&gt;kesadaran (ketakutan) akan kematian itu. Sehingga, ada dua macam &lt;br /&gt;kematian, kematian yang membuat dirinya istirahat dan kematian yang &lt;br /&gt;membuat orang lain istirahat. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang beriman, kematian menjadi istirahat panjang di tempat &lt;br /&gt;yang penuh damai. Kematian yang disambut senyuman sang mayat dan &lt;br /&gt;diiringi tangisan dari pelayat. Buat pendurhaka, kematian membuat &lt;br /&gt;semua makhluk beristirahat dari gangguannya. Kematian yang &lt;br /&gt;meledakkan tangis penyesalan sang mayat di liang kuburnya, tapi &lt;br /&gt;sekaligus disyukuri oleh semua manusia. Lalu, manakah macam kematian &lt;br /&gt;yang kita pilih sebagai penghujung catatan akhir hidup kita? ''Dia &lt;br /&gt;yang menjadikan kematian dan kehidupan supaya Dia menguji kalian, &lt;br /&gt;siapa di antara kalian yang lebih baik amalnya.'' (QS Al-Mulk: 2).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;source: soulful&lt;/em&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2009/02/mempersiapkan-kematian.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-3019862225078538112</guid><pubDate>Fri, 23 Jan 2009 02:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-23T10:25:17.521+07:00</atom:updated><title>HAVE A WONDERFUL LIFE !</title><description>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;Selalu bersyukur akan membuat kita bahagia.&lt;br /&gt;Beberapa cerita berikut ini menggambarkannya...&lt;br /&gt;Begitu memasuki mobil mewahnya, seorang direktur bertanya pada sopir&lt;br /&gt;pribadinya, "Bagaimana kira-kira cuaca hari ini?" Si sopir menjawab, "Cuaca &lt;br /&gt;hari ini adalah cuaca yang saya sukai." Merasa penasaran dengan jawaban tersebut, direktur ini bertanya lagi, "Bagaimana kamu bisa begitu yakin?"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Supirnya menjawab, "Begini, pak, saya sudah belajar bahwa saya tak selalu mendapatkan apa yang saya sukai, karena itu saya selalu menyukai apapun yang saya dapatkan".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jawaban singkat tadi merupakan wujud perasaan syukur. Syukur merupakan kualitas hati yang terpenting. Dengan bersyukur kita akan senantiasa diliputi rasa damai, tenteram, dan bahagia. Sebaliknya, perasaan tak bersyukur akan senantiasa membebani kita. Kita akan selalu merasa kurang dan tak bahagia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua hal yang sering membuat kita tak bersyukur. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, kita sering memfokuskan diri pada apa yang kita inginkan, bukan pada apa yang &lt;br /&gt;Kita miliki. Katakanlah Anda sudah memiliki sebuah rumah, kendaraan, pekerjaan &lt;br /&gt;tetap, dan pasangan yang baik. Tapi Anda masih merasa kurang.Pikiran Anda dipenuhi berbagai target dan keinginan. Anda begitu terobsesi oleh rumah yang besar dan indah, mobil mewah, serta pekerjaan yang mendatangkan lebih banyak uang. Kita ingin ini dan itu. Bila tak &lt;br /&gt;mendapatkannya kita terus memikirkannya. Tapi anehnya, walaupun sudahmendapatkannya, kita hanya menikmati kesenangan sesaat. Kita tetap tak puas, kita ingin yang lebih lagi. Jadi, betapapun banyaknya harta yang kita miliki kita tak pernah menjadi "kaya" dalam arti yang sesungguhnya.Mari kita luruskan pengertian kita mengenai orang "kaya". Orang yang "kaya" bukanlah orang yang memiliki banyak hal, tetapi o rang yang dapat menikmati apapun yang mereka miliki. Tentunya boleh-boleh saja kita memiliki keinginan, tapi kita perlu menyadari bahwa inilah akar perasaan tak tenteram. Kita dapat mengubah perasaan ini dengan berfokus pada apa yang sudah kita miliki. Cobalah lihat keadaan di sekeliling Anda, pikirkan yang &lt;br /&gt;Anda miliki, dan syukurilah. Anda akan merasakan nikmatnya hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pusatkanlah perhatian Anda pada sifat-sifat baik atasan, pasangan, dan orang-orang di sekitar Anda. Mereka akan menjadi lebih menyenangkan.Seorang pengarang pernah mengatakan, "Menikahlah dengan orang yang Anda cintai, setelah itu cintailah orang yang Anda nikahi." Ini perwujudan rasa syukur.&lt;br /&gt;Ada cerita menarik mengenai seorang kakek yang mengeluh karena tak dapat membeli sepatu, padahal sepatunya sudah lama rusak. Suatu sore ia melihat seseorang yang tak mempunyai kaki, tapi tetap ceria. Saat itu juga si kakek berhenti mengeluh dan mulai bersyukur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal kedua yang sering membuat kita tak bersyukur adalah kecenderungan membanding-bandingkan diri kita dengan orang lain. Kita merasa orang lain lebih beruntung. Kemanapun kita pergi, selalu ada orang yang lebih pandai, lebih tampan, lebih cantik, lebih percaya diri, dan lebih kaya dari kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumput tetangga memang sering kelihatan lebih hijau dari rumput di pekarangan sendiri. Ada cerita menarik mengenai dua pasien rumah sakit jiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasien pertama sedang duduk termenung sambil menggumam, "Lulu,Lulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang pengunjung yang keheranan menanyakan masalah yang dihadapi orang ini. Si dokter menjawab, "Orang ini jadi gila setelah cintanya ditolak oleh Lulu." Si pengunjung manggut-manggut, tapi begitu lewat sel lain ia terkejut melihat penghuninya terus menerus memukulkan kepalanya di tembok dan berteriak, "Lu lu, Lulu". "Orang ini juga punya masalah dengan Lulu?" tanyanya keheranan. Dokter kemudian menjawab, "Ya, dialah yang &lt;br /&gt;akhirnyamenikah dengan Lulu."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup akan lebih bahagia kalau kita dapat menikmati apa yang kita miliki. Karena itu bersyukur merupakan kualitas hati yang tertinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cerita terakhir adalah mengenai seorang ibu yang sedang terapung di laut karena kapalnya karam, namun tetap berbahagia. Ketika ditanya kenapa demikian, ia menjawab, "Saya mempunyai dua anak laki-laki. Yang pertama sudah meninggal, yang kedua hidup di tanah seberang. Kalau berhasil selamat, saya sangat bahagia karena dapat berjumpa dengan anak kedua saya. Tetapi kalaupun mati tenggelam, saya juga akan berbahagia karena saya akan berjumpa dengan anak pertama saya di surga".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HAVE A WONDERFUL LIFE !&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source : soulful</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2009/01/have-wonderful-life.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-6848574613216778664</guid><pubDate>Wed, 07 Jan 2009 04:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-07T11:57:53.280+07:00</atom:updated><title>-A Legend of a little sparrow-</title><description>&lt;span class=”fullpost”&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah Seekor Burung Pipit&lt;br /&gt;Ketika musim kemarau baru saja mulai, seekor Burung Pipit mulai &lt;br /&gt;merasakan tubuhnya  epanasan, lalu mengumpat pada lingkungan yang &lt;br /&gt;dituduhnya tidak bersahabat. Dia lalu memutuskan untuk meninggalkan &lt;br /&gt;tempat yang sejak dahulu menjadi  habitatnya, terbang jauh ke utara &lt;br /&gt;yang konon kabarnya, udaranya selalu dingin dan sejuk.Benar, pelan &lt;br /&gt;pelan dia merasakan kesejukan udara, makin ke utara makin sejuk, dia &lt;br /&gt;semakin bersemangat memacu terbangnya lebih ke utara lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terbawa oleh nafsu, dia tak merasakan sayapnya yang mulai tertempel &lt;br /&gt;salju, makin lama makin tebal, dan akhirnya dia jatuh ke tanah &lt;br /&gt;karena tubuhnya terbungkus salju.Sampai ke tanah, salju yang &lt;br /&gt;menempel di sayapnya justru bertambah tebal. Si Burung pipit tak &lt;br /&gt;mampu berbuat apa apa, menyangka bahwa riwayatnya telah tamat.Dia &lt;br /&gt;merintih menyesali nasibnya. Mendengar suara rintihan, seekor Kerbau &lt;br /&gt;yang kebetulan lewat datang menghampirinya. Namun si Burung kecewa &lt;br /&gt;mengapa yang datang hanya seekor Kerbau, dia menghardik si Kerbau &lt;br /&gt;agar menjauh dan mengatakan bahwa makhluk yang tolol tak mungkin &lt;br /&gt;mampu berbuat sesuatu untuk menolongnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Si Kerbau tidak banyak bicara, dia hanya berdiri, kemudian kencing &lt;br /&gt;tepat diatas burung tersebut. Si Burung Pipit semakin marah dan &lt;br /&gt;memaki maki si Kerbau. Lagi-lagi Si kerbau tidak bicara, dia maju &lt;br /&gt;satu langkah lagi, dan mengeluarkan kotoran ke atas tubuh si burung. &lt;br /&gt;Seketika itu si Burung tidak dapat bicara karena tertimbun kotoran &lt;br /&gt;kerbau. Si Burung mengira lagi bahwa mati tak bisa bernapas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun perlahan lahan, dia merasakan kehangatan, salju yang embeku &lt;br /&gt;pada bulunya pelan pelan meleleh oleh hangatnya tahi kerbau, dia &lt;br /&gt;dapat bernapas lega dan melihat kembali langit yang cerah. Si Burung &lt;br /&gt;Pipit berteriak kegirangan, bernyanyi keras sepuas puasnya-&lt;br /&gt;nya.Mendengar ada suara burung bernyanyi, seekor anak kucing &lt;br /&gt;menghampiri sumber suara, mengulurkan tangannya, mengais tubuh si &lt;br /&gt;burung dan kemudian menimang nimang, menjilati, mengelus dan &lt;br /&gt;membersihkan sisa-sisa salju yang masih menempel pada bulu si &lt;br /&gt;burung. Begitu bulunya bersih, Si Burung bernyanyi dan menari &lt;br /&gt;kegirangan, dia mengira telah mendapatkan teman yang ramah dan baik &lt;br /&gt;hati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun apa yang terjadi kemudian, seketika itu juga dunia terasa &lt;br /&gt;gelap gulita bagi si Burung, dan tamatlah riwayat si Burung Pipit &lt;br /&gt;ditelan oleh si Kucing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari kisah ini, banyak pesan moral yang dapat dipakai sebagai &lt;br /&gt;pelajaran:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Halaman tetangga yang nampak lebih hijau, belum tentu cocok buat &lt;br /&gt;kita. &lt;br /&gt;2. Baik dan buruknya penampilan, jangan dipakai sebagai satu satunya &lt;br /&gt;ukuran. &lt;br /&gt;3. Apa yang pada mulanya terasa pahit dan tidak enak, kadang kadang &lt;br /&gt;bisa berbalik membawa hikmah yang menyenangkan, dan demikian pula &lt;br /&gt;sebaliknya. &lt;br /&gt;4. Ketika kita baru saja mendapatkan kenikmatan, jangan lupa dan &lt;br /&gt;jangan terburu nafsu, agar tidak kebablasan. &lt;br /&gt;5. Waspadalah terhadap Orang yang memberikan janji yang berlebihan.</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2009/01/legend-of-little-sparrow.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-6093635223190911525</guid><pubDate>Thu, 10 Jul 2008 08:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-10T15:28:44.467+07:00</atom:updated><title>Profil Rumah Muslim Ideal</title><description>&lt;span class="&#148;fullpost&#148;"&gt;&lt;br /&gt;Profil Rumah Muslim Ideal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rumah merupakan kebutuhan yang didambakan oleh setiap insan. Di sanalah tempat mereka bercengkrama bersama keluarga, melepas kepenatan dan permasalahan hidup, membina isteri dan anak-anak. Di sanalah tempat seseorang bersembunyi dari aib diri dan keluarga, menjaga diri dari panas dan hujan, menghindarkan keluarga dari mara bahaya. Dan disanalah tempat seseorang menumpahkan segala kebutuhan dan memperoleh kebahagiaan.&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa rumah seorang muslim yang ideal adalah rumah yang memiliki ciri khas tersendiri dibanding yang lainnya, teristimewa dalam hal ciri dan tandanya, adab dan etikanya, perhatian dan arahannya, serta tujuan dan kepentingannya. Demikian pula teristimewa dalam hal obsesi dan misinya.&lt;br /&gt;Di antara ciri dan keistimewaan rumah seorang muslim yang iltizam (komitmen), adalah sebagai berikut:&lt;br /&gt;Rumah yang di dalamnya senantiasa dihidupkan ibadah kepada Allah subhanahu wata'aala dan terhindar dari perbuatan syirik. Ikhlas dan jauh dari riya’ (mengharap pujian orang). Karena Allah subhanahu wata'aala memerintahkan kepada seluruh hamba-Nya untuk beribadah, menyembah dan menauhidkanNya dan menjauhi perbuatan syirik. Allah subhanahu wata'aala berfirman, artinya, "Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku".(QS. adz-Dzariyat: 56). Dalam ayat yang lain, artinya, "Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatupun". (QS. an-Nisaa`: 36). Dalam hal ini Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam juga bersabda dalam hadits qudsi, "Aku tidak butuh terhadap sekutu-sekutu, barangsiapa beramal suatu amalan ia menyekutukan Aku dengan selain diri-Ku (dalam amalnya tersebut) maka pasti Aku tinggalkan dirinya dan sekutunya". (HR. Muslim)&lt;br /&gt;Rumah yang di dalamnya terdapat amal ibadah yang berdasarkan ittiba` (mengikuti petunjuk rasul shallallahu 'alahi wasallam) dan terhindar dari perbuatan bid`ah (amal ibadah yang tidak dicontohkan oleh Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam).&lt;br /&gt;Firman Allah subhanahu wata'aala, artinya, "Katakanlah, "Jika kamu benar-benar mencintai Allah, maka ikutilah aku, niscaya Allah mengasihi dan mengampuni dosa-dosamu".(QS. Ali Imran: 31).&lt;br /&gt;Dalam ayat yang lain, artinya, "Maka hendaklah orang-orang yang menyalahi perintah Rasul takut akan ditimpa cobaan atau ditimpa azab yang pedih". (QS. an-Nur: 63).&lt;br /&gt;Demikian pula Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Seluruh umatku akan masuk surga kecuali yang enggan. Para sahabat beliau bertanya, "Siapa yang enggan masuk surga wahai Rasulullah? Beliau menjawab, "Siapa yang mentaati aku pasti masuk surga dan siapa yang membangkang tidak mentaati aku sungguh ia telah enggan untuk (masuk surga)." (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;Dalam sabda beliau yang lain, "Siapa yang mengada-adakan (suatu perbuatan) di dalam agama kami ini yang tidak termasuk darinya, maka ia tertolak". (Muttafaqun `alaih)&lt;br /&gt;Rumah yang berdiri diatas ketaqwaan kepada Allah, dengan tujuan membentuk sebuah keluarga yang sakinah (tentram), mawaddah (saling mencintai) dan rahmah (saling mengasihi). Hal itu juga merupakan tujuan pokok terjalinnya 'mitsaaqan ghalizha' (perjanjian yang kuat) antara kaum Adam dan Hawa.&lt;br /&gt;Rumah yang senantiasa di dalamnya dihidupkan nuansa ilmu(syar`i) dan berpengetahuan. Sungguh Allah subhanahu wata'aala akan mengangkat derajat orang berilmu beberapa derajat, dan Allah subhanahu wata'aala mudahkan baginya jalan menuju surga. Dan tentunya akan sangat berbeda antara rumah yang berpenghuni hamba yang berilmu dan mengamalkannya dan rumah dengan berpenghuni orang yang tidak mengerti ilmu syar`i.&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'aala berfirman, artinya, "Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui. Sesungguhnya orang yang berakallah yang dapat menerima pelajaran". (QS. az-Zumar: 9)&lt;br /&gt;Rumah yang di dalamnya senantiasa dihidupkan kebiasaan saling tolong-menolong, bahu membahu antara anggota keluarga dalam rangka kebaikan dan taqwa.&lt;br /&gt;Rumah yang di dalamnya terdapat hubungan yang sangat baik antara suami isteri dan menjadikan rumah tersebut sebagai madrasah tempat mendidik, mengarahkan dan membimbing anak-anak. Suami adalah pemimpin yang senantiasa mengayomi, membimbing, menyayangi orang yang berada di bawah tanggung-jawabnya. Isteri juga hendaknya senantiasa menaati suami (dalam kebaikan), menjaga diri, harta, dan menjadi pembimbing yang baik bagi anak-anak. Demikian pula seorang anak, ia wajib menaati kedua orang tuanya, berbuat baik, dan tidak menjadikan mereka sakit hati akibat prilaku buruknya. Dan masing-masing harus selalu ingat, bahwa ia akan bertanggungjawab di hadapan Allah subhanahu wata'aala.&lt;br /&gt;Dan hendaknya setiap orang tua senantiasa menasihati anak-anaknya, sebagaimana 'Luqman' menasihati anaknya, agar menyembah hanya kepada Allah subhanahu wata'aala saja, menjauhi syirik, menghindari perbuatan dosa sekecil apa pun bentuknya karena Allah subhanahu wata'aala Maha melihat segala apa yang tersembunyi. Demikian juga janganlah ia meremehkan perbuatan baik, walaupun kecil bentuknya karena Allah subhanahu wata'aala akan mengganjarnya, mendirikan shalat, mengajak untuk berbuat yang ma`ruf, mencegah dari perbuatan maksiat, bersabar, dan janganlah memalingkan muka terhadap sesama atau berjalan dengan congkak dan sombong.&lt;br /&gt;Berpenghuni orang-orang yang adil dan tidak berbuat zhalim, baik terhadap para isteri, anak-anaknya, tidak membedakan antara anak laki-laki dan perempuan, dan berbuat baik kepada pembantu. Hal tersebut juga merupakan ciri khas rumah muslim ideal.&lt;br /&gt;Demikianlah Allah subhanahu wata'aala memerintahkan kepada hamba-Nya, sebagaimana firman-Nya, artinya, "Berbuat adillah karena adil itu lebih dekat kepada taqwa". (QS. al-Maidah: 8).&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam juga bersabda, "Siapa yang memiliki dua isteri, lalu lebih condong kepada salah satunya maka ia akan datang pada hari Kiamat dalam keadaan sebelah badannya miring". (HR. Ahmad dan Abu Daud, dan dinilai shahih oleh al-Albani).&lt;br /&gt;Dan dari Nu`man bin Basyir bahwa ayahnya membawa beliau datang kepada Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam, lalu ia berkata kepada Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam, Sesungguhnya saya telah memberikan kepada anakku ini (Nu’man) seorang budak milikku, kemudian Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bertanya, "Apakah seluruh anakmu engkau berikan seperti dia?" Ia menjawab, "Tidak." Maka Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam pun bersabda, "Kembalikan (budak tersebut)". Dalam sebuah riwayat beliau bersabda, "Takutlah kalian kepada Allah dan berbuat adillah kepada anak-anak kalian".(Muttafaq `alaih).&lt;br /&gt;Merupakan keistimewaan rumah muslim ideal adalah rumah yang di dalamnya hidup sifat 'itsaar' (lebih mendahulukan orang lain walaupun ia membutuhkan), dan memuliakan orang lain, berbuat baik serta menghormati tetangganya. Sifat inilah yang hampir-hampir tidak kita dapati di rumah-rumah muslim zaman ini. Sebaliknya sifat individualismelah yang semakin membudaya, acuh tak acuh terhadap orang lain, sampai-sampai kepada tetangga terdekat pun ia tidak mengenalnya, lebih-lebih mengetahui kondisinya: Apakah tetangganya membutuhkan bantuan, sakit, kelaparan atau pun yang lainnya. Ia sama sekali tidak peduli.&lt;br /&gt;Dalam hal ini Allah subhanahu wata'aala berfirman, artinya, "Dan mereka lebih mengutamakan (orang lain) atas diri mereka sendiri, sekalipun mereka memerlukan (apa yang mereka berikan itu). Dan siapa yang dipelihara dari kekikiran dirinya mereka itulah orang-orang yang beruntung".(QS al-Hasyr: 9)&lt;br /&gt;Rumah yang di dalam anggota keluarga memiliki sifat saling memaafkan, tidak saling menyalahkan bahkan merasa dirinyalah yang bersalah apabila terjadi kesalahpahaman dengan orang lain sehingga ia bersegera mengoreksi dirinya. Saling menasihati karena agama adalah nasihat, dengan nasihat yang baik dan dengan cara yang baik, mudah-mudahan seseorang akan kembali dan bertaubat dari kekeliruannya, saling menepati janji, tidak berkhianat, menghormati tamu karena hal ini adalah termasuk ciri kesempurnaan iman seseorang, berbuat baik dan menyayangi anak-anak yatim serta mencukupi kebutuhan mereka, karena Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Saya dan orang yang mencukupi kebutuhan anak yatim di surga seperti ini, beliau mengisyaratkan jari telunjuk dan jari tengah".(HR. al-Bukhari). Maksudnya orang yang mengurus anak yatim akan bersama beliau di surga.&lt;br /&gt;Rumah yang didalamnya senantiasa memberikan perhatian utama terhadap urusan shalat, membaca al-Qur`an, zikrullah, tasbih, tahmid ataupun tahlil, doa-doa ataupun dzikir-dzikir yang berkaitan dengan aktivitas sehari-hari, seperti keluar dan masuk rumah, makan, mau tidur dan bangunnya, memakai pakaian ataupun lainnya. Demikian pula senantiasa memanjatkan do’a kepada Allah terutama di waktu-waktu yang mustajab, qiyamul lail, dan bentuk ibadah-ibadah yang lain.&lt;br /&gt;Rumah muslim ideal adalah rumah yang sederhana, tidak berlebih-lebihan, tidak pula bermegah-megahan. Penghuninya senantiasa menyambung silaturrahim terhadap kerabat dan saudara, berbakti kepada orang tua, memperhatikan hak-hak hewan, dan memperhatikan hak-hak masyarakat, peka dan peduli terhadap urusan dan kebutuhan masyarakat, Islam dan kaum Muslimin serta menafkahkan hartanya dalam rangka ketaatan kepada Allah subhanahu wata'aala.&lt;br /&gt;Saudaraku, ingatlah bahwa setiap kita akan dimintai pertanggungjawaban oleh Allah subhanahu wata'aala kelak, Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Setiap kalian adalah pemimpin, dan setiap kalian akan dimintai pertanggungjawaban terhadap apa yang dipimpinnya." (Mutta-faq 'Alaih). Maka perhatikanlah hal-hal tersebut di atas agar rumah kita menjadi rumah yang benar-benar seperti rumah Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam dan para sahabatnya karena tidak ada qudwah yang lebih baik dibanding rumah Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam dan para sahabatnya. Wallahu A`lam.&lt;br /&gt;Oleh: Abu Thalhah Andri Abdul Halim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber: Disadur dari artikel berjudul "Jawanib at-Tamayyuz Fi Baitil-Muslim", DR. Ahmad bin Utsman al-Mazid dan DR. Adil bin Ali asy-Syuddi.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;Taken from syiar-alsofwah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2008/07/profil-rumah-muslim-ideal.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-4398983086812149694</guid><pubDate>Fri, 20 Jun 2008 04:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-20T11:20:04.624+07:00</atom:updated><title>Menjama` Shalat karena Hujan</title><description>&lt;span class="&#148;fullpost&#148;"&gt;&lt;br /&gt;Menjama` Shalat karena Hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai agama kemudahan, Islam senantiasa memberikan kemudahan kepada seorang Muslim untuk melakukan ibadahnya bilamana menghadapi kondisi yang menyulitkannya. Salah satunya dalam kondisi hujan turun, di mana dibolehkan menjamak shalat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Jamak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jamak artinya menggabungkan. Menjamak shalat artinya menggabungkan antara dua shalat dalam satu waktu, yaitu menggabungkan antara shalat yang empat raka'at saja; shalat Zhuhur dan 'Ashar, shalat Maghrib dan 'Isya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalil-Dalil Mengenai Menjamak Shalat Karena Hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya ada banyak nash yang terkait dengan hal ini dalam hadits-hadits Nabi shallallahu 'alahi wasallam, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Hadits dari Ibn 'Abbas Radhiallahu 'Anhuma, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam shalat Zhuhur dan 'Ashar secara bersama-sama (menjamaknya), maghrib dan 'Isya juga secara bersama-sama (menjamaknya), bukan dalam kondisi ketakutan atau perjalanan." (HR.Muslim) Dan di dalam riwayat yang lain disebutkan, "Bukan dalam kondisi takut dan hujan." (HR.Muslim) Imam Malik mengomentari, "Menurutku, itu dilakukan saat hujan turun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.. Dari Shafwan bin Sulaim, ia berkata, "Umar bin al-Khaththab menjamak shalat Zhuhur dan 'Ashar di hari di mana hujan turun dengan lebat." (HR.Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.. Dari Nafi', bahwa penduduk Madinah selalu menjamak shalat Maghrib dan 'Isya di malam di mana hujan turun dengan lebat, lalu Ibn 'Umar Radhiallahu 'anhuma shalat bersama mereka, tidak mencela mereka." (HR.Abdurrazzaq dalam al-Mushannaf)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.. Imam Malik meriwayatkan dari Nafi', bahwa bila para Amir menjamak shalat Maghrib dan 'Isya di saat hujan, Abdullah bin 'Umar Radhiallahu 'anhuma juga menjamak shalat bersama mereka.' (HR.Malik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Ulama Seputar Menjamak Shalat Karena Hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat beragam pendapat ulama fiqih dengan keempat mazhabnya dalam masalah ini, namun karena keterbatasan ruang, di sini akan dikemukakan pendapat yang kuat saja, yang menyinkronkan antara pendapat-pendapat mazhab tersebut. Yaitu boleh menjamak shalat Zhuhur dan 'Ashar, Maghrib dan 'Isya karena turunnya hujan seperti pendapat mazhab asy-Syafi'i. Menjamak shalat dalam kondisi ini tidak hanya khusus untuk shalat Maghrib dan 'Isya saja sebagaimana dikemukakan mazhab Hanbali dan Maliki, tetapi juga -seperti disebutkan dalam hadits- bahwa beliau shallallahu 'alahi wasallam menjamak shalat Zhuhur dan 'Ashar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, juga tidak disyaratkan berkelanjutannya hujan agar shalat pertama bersambung dengan shalat kedua sebagaimana pendapat asy-Syafi'i. Tetapi bila sudah ada sebab untuk menjamak, yaitu hujan, seperti ada mendung di langit dan menetesnya air di atas tanah, maka boleh menjamak. Hal ini berdasarkan jamak yang dilakukan Umar Radhiallahu 'anhu, "Di hari di mana hujan turun dengan lebat" dan jamak yang dilakukan penduduk Madinah, "Di malam di mana hujan turun dengan lebat." Di sini, lebatnya hujan dikaitkan dengan 'hari' atau 'malam,' bukan dengan 'saat didirikannya shalat.' Ini lebih umum dari sekedar adanya kondisi hujan turun saat shalat sedang didirikan, sebab al-Yaum (hari) disebut 'Mathir' bilamana banyak turun hujan (lebat), sekalipun dinaungi oleh kondisi cerah saat shalat sedang didirikan. Hukum ini didasari pada kaidah, "Bila ditemukan sebab hukum, maka boleh mendahulukan ibadah berdasarkan syarat hukum tersebut."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syarat Menjamak Shalat Karena Hujan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Jamak tersebut dilakukan terhadap dua shalat siang; Zhuhur dan 'Ashar, dan dua shalat malam; Maghrib dan 'Isya. Tidak boleh menjamak shalat siang dengan shalat malam, seperti menjamak shalat 'Ashar dengan shalat Maghrib, atau menjamak shalat malam dengan shalat fajar, seperti menjamak shalat 'Isya dan Shubuh, atau menjamak shalat Shubuh dan Zhuhur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.. Niat. Namun di sini, para ulama berbeda pendapat mengenai letak niat tersebut. Bahkan al-Muzanni, murid Imam asy-Syafi'i mengatakan tidak disyaratkannya niat, sebab Nabi shallallahu 'alahi wasallam sering menjamak shalat, namun tidak terdapat riwayat yang menyebutkan beliau meniatkan jamak. Pendapat ini didukung oleh Syaikhul Islam Ibn Taimiah. Di antara argumentasi yang dikemukakannya adalah bahwa tatkala Nabi shallallahu 'alahi wasallam shalat Zhuhur di 'Arafah bersama para shahabatnya, beliau tidak memberitahukan terlebih dulu kepada mereka bahwa setelah itu akan shalat 'Ashar, tapi kemudian setelah itu, beliau shalat 'Ashar bersama mereka. Sementara para shahabatnya pun tidak meniatkan jamak. Ini adalah shalat Jamak Taqdim. Demikian pula tatkala keluar dari Madinah, beliau shalat 'Ashar bersama mereka di Dzi al-Hulaifah dengan dua raka'at saja, namun tidak menyuruh mereka untuk meniatkan Qashar (Memendekkan shalat yang empat raka'at menjadi dua raka'at).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.. Tertib (Berurutan). Imam an-Nawawi menyebutkan, disyaratkan pada jamak Taqdim untuk memulainya dengan shalat pertama (shalat pada waktu itu), sebab itu adalah waktunya, sedangkan shalat kedua mengikutinya. Sebab Nabi shallallahu 'alahi wasallam menjamak pun demikian, sedang beliau shallallahu 'alahi wasallam sering bersabda, "Shalatlah kamu sebagaimana kamu melihatku shalat." Andaikata seseorang memulai dengan shalat kedua terlebih dulu, maka tidak sah shalatnya, dan ia wajib mengulanginya dengan mengerjakan shalat yang pertama secara jamak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.. Berturut-turut antara kedua shalat yang dijamak. Artinya, tidak boleh ada jeda waktu yang terlalu panjang. Dan panjangnya jeda ini merujuk kepada tradisi. Akan tetapi menurut Syaikhul Islam Ibn Taimiah, hal ini tidak disyaratkan sama sekali. Beliau berargumentasi, "Pendapat yang benar, tidak disyaratkan berturut-turut sama sekali, baik di waktu shalat pertama atau di waktu shalat kedua, sebab batasan tentang itu tidak terdapat di dalam syariat, demikian pula, menjaga hal itu dapat menggugurkan tujuan Rukhshah."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjamak Shalat Karena Hujan Di Rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai hal ini, terjadi perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Dalam mazhab Syafi'i sendiri terdapat dua pendapat; ada yang mengatakan tidak boleh dan ada yang mengatakan boleh. Demikian pula dalam mazhab Hanbali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di antara alasan pendapat yang membolehkannya, pengarang kitab Manar as-Sabil berkata, "Sebab bila ditemukan 'udzur, maka kondisi kesulitan dan tidaknya sama dalam hal itu, seperti dalam perjalanan. Alasan lainnya, karena Nabi shallallahu 'alahi wasallam pernah menjamak pada saat hujan, padahal antara biliknya dan masjid tidak ada sesuatu pun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Boleh Tidak Shalat Berjamaah Di Masjid Dan Apa Yang Diucapkan Muazin&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hal ini, terdapat beberapa hadits, di antaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Dari Abu al-Malih, dari ayahnya, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam memerintahkan kepada muazinnya pada perang Hunain, (agar memanggil) :"Shalluu fi rihaalikum, [Shalat (dilakukan) di kendaraan]." (HR.Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.. Dari Nafi', bahwa Ibn 'Umar Radhiallahu 'anhuma singgah di Dhanjan pada malam yang dingin, lalu ia memerintahkan muazin agar memanggil, "Shalluu fi rihaalikum, [Shalat (dilakukan) di kendaraan]." (HR.Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.. Dari Ibn 'Umar Radhiallahu 'anhuma, bahwa ia mengumandangkan azan shalat pada malam yang dingin dan berangin. Maka beliau shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Ingatlah! Shalatlah kamu di kendaraan." Ibn 'Umar berkata, "Sesungguhnya bila malam dingin dan turun hujan, Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam menyuruh muazin, "Ingatlah! Shalatlah kamu di kendaraan." (HR.Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.. Ibn 'Abbas Radhilallahu 'anhuma pernah berkata kepada muazinnya pada hari di mana hujan turun, "Bila kamu mengumandangkan Asyhadu Anna Muhammadan Rasulullah, maka janganlah kamu kumandangkan, Hayya 'Alash Shalah (Mari menuju kemenangan), tetapi kumandangkanlah, Shallu Fi Buyutikum (Shalatlah kamu di rumah-rumah kamu). Saat itu orang-orang seolah protes, maka Ibn 'Abbas berkata, "Ini sudah dikerjakan oleh orang yang lebih baik dariku, sesungguhnya Jum'at itu 'Azam dan sesungguhnya aku tidak suka menyusahkan kamu untuk berjalan dalam kondisi tanah berlumpur dan licin." (HR.al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.. Ibn 'Umar menceritakan dari Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bahwa beliau memerintahkan muazin agar mengumandangkan azan waktu shalat, kemudian menyerukan, "Shalatlah di kendaraan-kendaraan kamu.!" Hal itu di malam yang dingin dan turun hujan dalam perjalanan. (HR.Abu Daud)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;(SUMBER: Bahts Mukhtashar Fi al-Jam'i Baina ash-Shalatain Fi al-Mathar, DR.Sa'duddin bin Muhammad al-Kabbi),&lt;br /&gt;oleh: Hanif Yahya Abu Hafshah . http://www.alsofwah.or.id/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="&#148;fullpost&#148;"&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2008/06/menjama-shalat-karena-hujan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-6817356271095882876</guid><pubDate>Fri, 30 May 2008 07:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-30T14:25:52.101+07:00</atom:updated><title>Jagalah Lisanmu!!!</title><description>&lt;span class="&#148;fullpost&#148;"&gt;&lt;br /&gt;Jagalah Lisanmu!!!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisan merupakan anugerah sekaligus amanah Allah subhanahu wata'aala; yang harus kita jaga sebaik mungkin. Amanah dan anugerah yang akan dimintai pertanggungjawabannya oleh Allah subhanahu wata'aala; kelak di hari Kiamat. Anugerah yang bukan hanya dapat menyelamatkan pemiliknya, tetapi dapat pula menjerumuskannya ke dalam jurang kehancuran dan penyesalan yang mendalam, jika tidak berhati-hati dalam menjaganya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tidak seorang pun dapat selamat dari kejahatan lisan, kecuali orang yang menjaga lisannya dengan ketentuan syari'at Allah subhanahu wata'aala dan tidak menggunakan lisannya kecuali untuk sesuatu yang bermanfaat di dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manusia yang kurang perhatian dan cenderung meremehkan dalam hal menjaga lisan. Bahkan ironinya, sebagian mereka justru telah terbiasa menggunakan lisannya untuk mencela dan mencaci maki manusia. Juga menggunakannya untuk hal yang haram, seperti: Bernyanyi (yang diiringi dengan musik, red), berdusta, ghibah (menggunjing), atau mengadu domba, berdebat tanpa hikmah, bersaksi palsu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak manusia meremehkan bahaya dan musibah yang disebabkan oleh lisan, tidak waspada dari perangkap-perangkapnya! Banyak tuhan-tuhan yang disembah selain Allah dengan lisan! Banyak ajaran-ajaran baru di dalam agama ini (bid'ah) dipromosikan oleh lisan?! Banyak hubungan kekeluargaan dan kekerabatan putus dan hancur karena lisan?! Banyak hati yang tercerai berai, pertumpahan darah, dan hilangnya nyawa manusia disebabkan oleh lisan! Banyak orang-orang terzhalimi yang disebabkan oleh lisan? Berapa banyak wanita-wanita baik-baik dicerai juga disebabkan oleh lisan? Berapa banyak harta benda dirampas karena ulah lisan? Dan banyak wanita-wanita shalihah dituduh berzina lewat lisan? Inna Lillahi wa Inna Ilaihi Raji'un.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lisan merupakan salah satu faktor yang dapat menyeret pemiliknya ke dalam neraka. Maka dapat kita pastikan bahwa menjaga lisan merupakan pilar kebaikan. Sebagaimana hal ini pernah disabdakan oleh Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam kepada Muadz bin Jabal radhiallahu `anhu, setelah beliau menyebutkan Islam, Shalat, dan Jihad kepadanya, "Maukah kukabari kepadamu tentang pilar semuanya itu? " Muadz radhiallahu `anhu menjawab, "Iya wahai Rasulullah!" Maka Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam memegang lisannya dan bersabda, "Jagalah olehmu ini." Lalu Muadz radhiallhu `anhu pun berkata, "Benarkah kita akan disiksa dengan apa yang kita bicarakan dengan lisan ini? Beliau shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Celakalah engkau wahai Muadz radhiallahu `anhu. "Tidaklah manusia dilemparkan ke dalam neraka melainkan akibat dari lisan-lisan mereka?" (HR. at-Tirmidzi dan Ibnu Majah, dan dishahihkan oleh al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menjaga lisan juga merupakan jalan menggapai kebahagian di dunia dan di akhirat. Maka dari itu, sudah seharusnya kita mengetahui hal-hal yang dapat membantu dan memudahkan kita dalam menjaga lisan ini dari segala fitnah dan malapetakanya. Di antara hal-hal tersebut adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Meminta perlindungan kepada Allah subhanahu wata'aala dari kejahatan lisan.&lt;br /&gt;Dari syakal bin Hamid radhiallahu `anhu dia berkata, "Aku pernah mendatangi Nabi shallallahu 'alahi wasallam, dan berkata," "Wahai Rasulullah!, Ajarilah aku cara (do'a) berlindung, sehingga aku dapat berlindung kepadanya." Dia berkata, "Maka beliau shallallahu 'alahi wasallam meraih telapak tanganku, lalu bersabda, ("Katakanlah, "Ya Allah sesungguhnya aku berlindung kepadaMu dari kejahatan telingaku (pendengaranku), dan dari kejahatan mataku (penglihatanku), dan dari kejahatan lisanku, dan dari kejahatan hatiku, dan dari kejahatan keinginan-keinginanku." (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.. Mengingat balasan dan kebaikan-kebaikan di dunia dan di akhirat yang dijanjikan Allah subhanahu wata'aala bagi orang yang menjaga lisan.&lt;br /&gt;Maka dengan cara ini seseorang akan termotivasi untuk menjaga lisannya dan bersabar dalam menjaganya. Di antara balasan dan kebaikan menjaga lisan adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Mendapatkan keridhaan Allah subhanahu wata'aala sampai hari Kiamat.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Sungguh seseorang berkata dengan satu kata yang diridhai Allah subhanahu wata'aala sementara dia tidak mengetahui derajat apa yang dicapai dari kata yang ia ucapkan, maka Allah subhanahu wata'aala memberikan keridhaanNya baginya sampai hari ia bertemu denganNya." (HR. Malik, Ibnu Majah, at-Tirmidzi, Ibnu Hibban, Ahmad, dan Hakim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.. Mendapatkan jaminan surga. Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Barangsiapa yang dapat menjamin untukku apa yang ada di antara kedua jenggotnya (lisannya) dan apa yang ada di antara kedua kakinya (kemaluannya), maka aku menjamin surga baginya." (HR. al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.. Orang yang menjaga lisannya termasuk di antara orang-orang yang paling dicintai oleh Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam dan yang paling dekat majlisnya dengan beliau pada hari Kiamat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.. Seutama-utamanya kaum muslimin.&lt;br /&gt;Pernah Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam ditanya, "Siapakah orang yang paling utama di antara kaum muslimin?", Maka beliau shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Orang yang saudara-saudaranya kaum muslimin selamat dari kejahatan lisan dan tangannya." (Muttafaq 'alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.. Selamat dari adzab Allah subhanahu wata'aala. Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Barangsiapa diam, maka selamatlah ia." (HR. Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.. Seutama-utamanya Jihad.&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Seutama-utamanya jihad adalah engkau memerangi hawa nafsumu di jalan Allah subhanahu wata'aala".(HR. Abu Nu'aim, dan dishahihkan oleh al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g.. Terjalin hubungan baik dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h.. Menentramkan jiwa dari kesulitan, kegundahan dan berbagai masalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i.. Mendapatkan cinta Allah subhanahu wata'aala dan cintanya penduduk langit dan bumi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.. Mengingat akibat-akibat buruk yang akan menimpa yang disebabkan oleh lisan yang tak dijaga..&lt;br /&gt;Sesungguhnya keburukan atau kejahatan lisan dapat menghapuskan kebaikan-kebaikan pada hari Kiamat. Dan akan memberatkan timbangan kejahatan, maka hal ini pula yang dapat memotivasi seseorang untuk menjaga lisannya dari segala malapetaka, dan menguatkan tekad untuk mengatasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.. Mendirikan shalat.&lt;br /&gt;Shalat juga merupakan salah satu faktor yang dapat membantu seseorang menjaga lisannya. Karena shalat, sebagaimana yang disebutkan di dalam al-Qur'an adalah dapat mencegah perbuatan yang keji dan mungkar, menghapuskan keburukan dan kesalahan, dan mencegah malapetaka-malapetaka atau fitnah-fitnah yang disebabkan oleh lisan. Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Hendaklah kalian mengerjakan shalat malam, sesungguhnya ia adalah kebiasaan orang-orang shalih sebelum kalian, dan ia dapat mendekatkan diri kalian kepada Allah subhanahu wata'aala, mencegah dari perbuatan dosa, menghapuskan kesalahan-kesalahan, dan menolak penyakit masuk ke dalam tubuh." (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh al-Albani)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.. Memperbanyak diam.&lt;br /&gt;Diam merupakan perbuatan yang dipuji dan sangat dianjurkan oleh Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam, sebagaimana sabdanya, "Barangsiapa diam, maka selamatlah dia." (HR. Ahmad, dan dishahihkan oleh al-Albani). Dan juga sabda beliau shallallahu 'alahi wasallam lainnya, "Barangsiapa beriman kepada Allah dan hari Akhir, maka hendaklah ia berkata baik atau diam." (Muttafaq 'alaih).&lt;br /&gt;Dari Uqbah bin 'Amir zdia berkata, "Ya Rasulullah! Apa itu keselamatan?". Beliau shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Jagalah lisanmu, dan biasakanlah untuk berada di rumahmu, dan menangislah atas kesalahan/dosamu." (HR. Ahmad dan at-Tirmidzi, dan dishahihkan oleh al-Albani).&lt;br /&gt;Mu'adz bin Jabal radhiallahu `anhu berkata, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Sungguh engkau senantiasa dalam keselamatan, selama engkau diam. Lalu jika engkau berbicara, maka ditulislah (atas pembicaraan tersebut) pahala atau dosamu." (HR. ath-Thabrani, dan dishahihkan oleh al-Albani).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.. Berdoa kepada Allah subhanahu wata'aala.&lt;br /&gt;Sesungguhnya do'a merupakan sarana perlindungan yang paling agung. Hendaklah seseorang berlindung kepada Allah subhanahu wata'aala; dengan cara berdo'a kepadaNya sepenuh hati agar Dia subhanahu wata'aala; menjaga lisannya dari malapetaka yang membinasakannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g.. Menyibukkan diri dengan keta'atan.&lt;br /&gt;Mengisi kekosoangan waktu dengan ibadah kepada Allah subhanahu wata'aala, berdzikir kepadaNya, dan melakukan keta'atan-keta'atan lainnya, sehingga dapat menutup perangkap-perangkap syetan berupa kemaksiatan dan malapeta yang diakibatkan oleh lisan. Dan hendaklah seorang muslim membiasakan diri untuk tidak menghabiskan waktunya dan menyibukkan diri kecuali dengan ibadah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h.. Berteman dengan orang-orang yang selalu menjaga lisannya dari perbuatan maksiat.&lt;br /&gt;Dan tidak duduk atau bergaul dengan orang-orang yang terbiasa menggunakan lisannya untuk berdusta, bergunjing, mengadu domba, mencela, melaknat dan mengolok-mengolok orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i.. Memutuskan semua jalan dan wasilah yang dapat menimbulkan malapetaka/bencana lisan.&lt;br /&gt;Seperti: Marah, dengki, sombong, lalai, berbangga diri, menganggap diri paling suci, bergantung kepada selain Allah subhanahu wata'aala, berusaha mengatasi malapetaka sendiri tanpa meminta pertolongan Allah subhanahu wata'aala, serta sibuk dengan aib orang lain dan lupa dengan aib sendiri. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;sumber: Disadur dari "Amsik 'Alaika Lisanaka", al-Qismi al-'Ilmi Bidari al-Wathani(Oleh: Abu Nabiel Muhammad Ruliyandi).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2008/05/jagalah-lisanmu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-5928144729835368120</guid><pubDate>Fri, 30 May 2008 07:21:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-30T14:22:30.147+07:00</atom:updated><title>Kiat Hidup Penuh Berkah</title><description>&lt;span class="&#148;fullpost&#148;"&gt;&lt;br /&gt;Kiat Hidup Penuh Berkah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap manusia tentu mendambakan kehidupan penuh berkah. Karena itu tak heran, jika kita dapati banyak di antara manusia rela mengorbankan harta, tenaga, bahkan nyawa demi mendapatkan berkah. Dan mereka sangat berharap, jika kesempatan dan umurnya ditambah, merasa sangat gembira ketika rizqinya dilapangkan, memiliki keturunan banyak, dan hal-hal lain yang berupa kesenangan dan kenikmatan yang diinginkan oleh hati manusia. Menurut mereka hal-hal demikianlah yang akan mendatangkan kebahagiaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudah seyogyanya seorang muslim senantiasa berdo’a kepada Allah subhanahu wata'aala agar melimpahkan keberkahan kepadanya. Hal inilah yang dilakukan oleh Nabi Muhammad shallallahu 'alahi wasallam; sebagai qudwah hasanah (suri tauladan) bagi kita. Beliau memohon keberkahan kepada Allah subhanahu wata`ala dalam segala urusan.&lt;br /&gt;Berkah adalah menetapnya kebaikan (dari Allah subhanahu wata'aala, pent) di dalam sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh apabila berkah terdapat pada sesuatu yang sedikit, niscaya ia akan berkembang menjadi banyak, sedangkan apabila berkah tersebut terdapat pada sesuatu yang banyak, maka niscaya ia akan semakin bermanfaat. Dan di antara buah yang paling agung dari berkah dalam beraneka ragam nikmat yang Allah subhanahu wata'aala karuniakan adalah dipergunakannya nikmat-nikmat tersebut untuk keta`atan kepada Allah subhanahu wata'aala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberkahan Allah subhanahu wata'aala juga bisa berupa kendaraan yang kondisinya selalu prima, walaupun sudah tua umurnya, jarang rusak atau mogok; Merasakan ketenangan walaupun tidak mempunyai harta yang banyak; Memiliki seorang putri sematawayang yang senantiasa membantu dan mematuhi perintahnya; dikaruniai banyak cucu yang menjadi penyejuk mata baginya. Selain itu ada pula berupa waktu, sehingga ia dengan mudah memanfaatkan seluruh waktunya dalam rangka ibadah dan ta'at kepada Allah dan memberikan manfaat kepada orang lain, dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentunya kita selalu berdo’a kepada Allah subhanahu wata'aala agar dijauhkan dari hidup yang tidak berkah. Karena banyak pula manusia yang hartanya milyaran rupiah/dolar, tetapi diperbudak oleh hartanya tersebut. Banting tulang bekerja dari pagi hingga larut malam, bahkan sampai tidak tidur malam, karena sibuk menghitung uang dan terus-menerus memikirkan bisnis yang lebih menguntungkan. Ada juga kita dapati seseorang memiliki anak banyak, tetapi semuanya menjadi musuh bagi dirinya, durhaka kepadanya, membuat malu dirinya karena ulah dan prilakunya yang sangat buruk. Ada pula yang tidak pernah puas dengan apa yang ia dapatkan, seolah-olah tujuan hidupnya hanya untuk mengumpulkan dunia. Na'udzu billahi min dzalik!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lalu bagaimana berkah dalam hidup itu bisa kita capai? Kiat-kiat di bawah ini merupakan solusi dan jawaban dari pertanyaan tersebut, sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.. Bertaqwa kepada Allah subhanahu wata'aala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Taqwa merupakan kunci seluruh kebaikan. Allah subhanahu wata'aala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَلَوْ أَنَّ أَهْلَ الْقُرَى آَمَنُوا وَاتَّقَوْا لَفَتَحْنَا عَلَيْهِمْ بَرَكَاتٍ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan sekiranya penduduk negri beriman dan bertaqwa, pasti kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi." (QS. Al-A`raf :96)&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'aala juga berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يَتَّقِ اللَّهَ يَجْعَلْ لَهُ مَخْرَجًا (2) وَيَرْزُقْهُ مِنْ حَيْثُ لَا يَحْتَسِبُ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya dia akan membukakan jalan keluar baginya. Dan Dia memberinya rizki dari arah yang tidak disangka-sangkanya." (QS. Ath-thalaq :2-3). Maksudnya dari sisi yang tidak pernah ia perkirakan.&lt;br /&gt;Dan "Taqwa" menurut para ulama adalah ‘engkau melaksanakan ketaatan kepada Allah subhanahu wata'aala berdasarka ilmu dari Allah subhanahu wata'aala, semata-mata mengharap pahalaNya; dan engkau tidak bermaksiat kepadaNya karena engkau takut terhadap adzabNya.’&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka jika engkau bertakwa berarti engkau telah mengumpulkan dua hal, yaitu perintah dan larangan. Engkau melaksanakan perintah berdasarkan ilmu dan meninggalkan maksiat berdasarkan ilmu,serta engkau betul-betul mengharapkan pahala Allah subhanahu wata'aala atas pelaksanaan perintah-perintahNya tersebut dan engkau sangat takut akan adzab Allah subhanahu wata'aala ;sehingga meningalkan larangan-larangan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.. Membaca Al-Qur`an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sungguh Al-Qur`an merupakan kitab yang penuh berkah, obat dan penawar bagi seluruh penyakit hati dan jasad. Allah subhanahu wata'aala; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;كِتَابٌ أَنْزَلْنَاهُ إِلَيْكَ مُبَارَكٌ لِيَدَّبَّرُوا آَيَاتِهِ وَلِيَتَذَكَّرَ أُولُو الْأَلْبَابِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ini adalah sebuah kitab yang Kami turunkan kepadamu penuh dengan berkah, supaya mereka memperhatikan ayat-ayatnya dan supaya mendapat pelajaran orang-orang yang mempunyai pikiran". (QS. Shaad: 29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan amal yang shalih merupakan sarana untuk meraih sebuah kebaikan dan berkah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.. Berdo’a.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi shallallahu 'alahi wasallam senantiasa memohon berkah kepada Allah subhanahu wata'aala dalam berbagai urusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.. Jujur dalam bermu’amalah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik dalam jual beli, sewa-menyewa ataupun transaksi lainnya. Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Penjual dan pembeli masih memiliki hak memilih selama keduanya belum berpisah (dari tempat transaksi). Jika keduanya jujur dan terbuka (menjelaskan jika ada cacat/kekurangan), maka keduanya diberkahi dalam jual beli mereka dan jika keduanya menutup-nutupi dan berdusta, maka lenyaplah berkah jual beli mereka." (HR. Al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;e.. Menyelesaikan pekerjaan di waktu pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam; bersabda, "Semoga Allah subhanahu wata'aala memberkahi ummatku pada waktu pagi mereka". (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;f.. Mengikuti sunnah Rasul shallallahu 'alahi wasallam dalam setiap urusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hal itu tidaklah mendatangkan sesuatu melainkan kebaikan. Dari Jabir bin Abdullah radhiallhu `anhu berkata, "Bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam memerintahkan agar menjilati jari-jemari dan piring, dan beliau berkata, "Sesungguhnya kalian tidak mengetahui di bagian mana terdapat berkah dari makanan kalian." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;g.. Kesungguhan dalam bertawakkal kepada Allah subhanahu wata'aala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'aala; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَنْ يَتَوَكَّلْ عَلَى اللَّهِ فَهُوَ حَسْبُه&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan barang siapa yang bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya." (QS Ath-Thalaq: 3).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam juga bersabda, "Kalaulah kalian bertawakkal kepada Allah subhanahu wata'aala; dengan sebenar-benarnya tawakkal, niscaya Allah subhanahu wata'aala memberikan rizqi kepada kalian sebagaimana Allah subhanahu wata'aala memberikan rizqi kepada burung, keluar di pagi hari dalam keadaan lapar pulang dalam keadaan kenyang." (HR. Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;h.. Melakukan shalat istikharah dalam setiap urusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pasrah dan menerima apa yang telah Allah subhanahu wata'aala tentukan, karena hal tersebut pasti lebih baik untuk dirinya di dunia ataupun akhirat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;i.. Tidak meminta-minta kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Siapa saja yang memiliki kebutuhan, lalu ia melimpahkan kebutuhannya tersebut kepada orang lain, maka yang lebih pantas adalah tidak dimudahkan kebutuhannya dan barangsiapa yang memasrahkan kebutuhannya kepada Allah subhanahu wata'aala; niscaya Dia akan mendatangkan kepadanya rizqi dengan segera atau menunda kematiannya." (HR. Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;j.. Berinfaq dan bersedekah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena keduanya merupakan sarana untuk memperoleh rizqi yang lebih baik yang merupakan karunia Allah subhanahu wata'aala kepadanya. Allah subhanahu wata'aala berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَمَا أَنْفَقْتُمْ مِنْ شَيْءٍ فَهُوَ يُخْلِفُهُ وَهُوَ خَيْرُ الرَّازِقِينَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan apa saja yang kamu infaqkan, niscaya Allah akan menggantinya dan Dialah Pemberi rezeki yang terbaik". (QS. Saba`: 39)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dalam hadits qudsi disebutkan, Allah subhanahu wata'aala berfirman, "Wahai anak Adam berinfaqlah, niscaya Aku akan menafkahimu". (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;k.. Menjauhkan diri dari harta yang haram&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena harta haram dalam berbagai bentuk dan rupanya tidaklah membawa berkah sedikit pun dan tidak pula menjadikannya langgeng atau awet. Ayat yang menyatakan tentang hal ini sangatlah banyak, di antaranya firman Allah subhanahu wata'aala:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;يَمْحَقُ اللَّهُ الرِّبَا وَيُرْبِي الصَّدَقَاتِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Allah memusnahkan riba dan menyuburkan sedekah". (QS. Al-Baqarah: 276),&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam tafsir Ibnu Katsir dijelaskan bahwa maksud 'memusnahkan riba' adalah memusnahkan harta tersebut dari pemiliknya secara keseluruhan atau meniadakan berkah harta tersebut, tidak bermanfaat bahkan menjadikan pemiliknya diadzab, baik di dunia ataupun di akhirat. Sedangkan makna 'menyuburkan sedekah' adalah memperbanyak harta yang telah dikeluarkan sedekahnya atau melipatgandakan berkahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;l.. Bersyukur dan memuji Allah subhanahu wata'aala atas segala pemberian dan nikmat-nikmatNya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'aala berfirman, artinya, "Jika kamu bersyukur, niscaya Aku akan menambah (nikmat) kepadamu". (QS. Ibrahim: 7)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;m.. Menunaikan shalat fardhu,&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'aala; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا نَحْنُ نَرْزُقُكَ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَى&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Dan perintahkanlah kepada keluargamu mendirikan shalat dan bersabarlah kamu dalam mengerjakannya. Kami tidak meminta rizqi kepadamu. Kamilah yang memberi rezqi kepadamu dan akibat (yang baik) itu adalah bagi orang yang bertaqwa". (QS. Thaaha : 132)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;n.. Terus-menerus beristighfar (memohon ampun kepada Allah subhanahu wata'aala).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'aala; berfirman:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;فَقُلْتُ اسْتَغْفِرُوا رَبَّكُمْ إِنَّهُ كَانَ غَفَّارًا (10) يُرْسِلِ السَّمَاءَ عَلَيْكُمْ مِدْرَارًا (11) وَيُمْدِدْكُمْ بِأَمْوَالٍ وَبَنِينَ وَيَجْعَلْ لَكُمْ جَنَّاتٍ وَيَجْعَلْ لَكُمْ أَنْهَارًا (12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Maka aku katakan kepada mereka, 'Beristighfarlah (mohonlah ampun) kepada Tuhanmu, sesungguhnya Dia adalah Maha pengampun, niscaya Dia akan mengirimkam hujan kepadamu dengan lebat, dan membanyakkan harta dan anak-anakmu, dan mengadakan untukmu kebun-kebun dan mengadakan (pula di dalamnya) untukmu sungai-sungai". (QS. Nuh : 10-12)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;(oleh: Abu Thalhah)&lt;br /&gt;Sumber : disadur dari risalah "Al-Barakah" , Abdul Malik al-Qosim&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2008/05/kiat-hidup-penuh-berkah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-9110746749699044401</guid><pubDate>Fri, 30 May 2008 07:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-05-30T14:16:02.402+07:00</atom:updated><title>Pahala Menafkahi Keluarga</title><description>&lt;span class="&#148;fullpost&#148;"&gt;&lt;br /&gt;Pahala Menafkahi Keluarga&lt;br /&gt;Kepada setiap kepala keluarga, perhatikanlah kabar-kabar gembira yang menunjukkan betapa besar nikmat Allah subhanahu wata'aala untukmu! Betapa sempurnanya karunia dan pemberian yang dikaruniakan-Nya atasmu! Dia telah mengaruniaimu keturunan yang dengannya dapat menghiasi kehidupanmu, melapangkan dadamu dan memperbanyak keturunanmu, serta menambah pahalamu kelak di akhirat.!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerasnya tantangan kehidupan dalam mencari rizki, beratnya beban tanggung jawab yang melelahkan dan debu-debu tanah yang menempel seakan begitu berat, tampak di wajahmu dalam perjuangan (jihad) terbesar dan ibadah paling mulia bagimu itu. Karenanya, janganlah bersedih! Itu adalah Sunnatul Hayah (tradisi kehidupan). Di situlah, kamu dicetak dan dengannya kamu diciptakan. Namun bagi orang yang memahami syariat Allah subhanahu wata'aala, maka hal itu menjadi demikian manis dan baik, sementara bagi orang yang menentang syariat-Nya, maka itu menjadi kesengsaraan dan kesia-siaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keutamaan Memberi Nafkah Keluarga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya orang yang jiwa kelelakiannya telah terpatri dalam hatinyalah yang dapat bersedih atas keluh-kesah keluarganya. Dan dalam hal ini, sama saja antara seorang budak dan orang merdeka, seorang Mukmin dan orang kafir. Hanya saja, seorang Mukmin yang tulus menjadikan jalan keluar atas keluh-kesah keluarganya itu sebagai bagian dari ibadah kepada Allah subhanahu wata'aala dan sebagai sarana mencari ganjaran dan pahala dariNya, karena ia mengetahui bahwa Allah subhanahu wata'aala telah menjadikannya pemimpin atas keluarganya dan telah memerinci mengenai hal itu dalam sebuah firman-Nya melalui lisan Nabi-Nya, Muhammad shallallahu 'alahi wasallam, "Setiap kamu adalah pemimpin, dan setiap kamu bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya. Seorang laki-laki (suami) adalah pemimpin bagi keluarga di rumahnya, dan ia bertanggung jawab atas orang yang dipimpinnya itu." (Muttafaqun 'alaih).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah subhanahu wata'aala juga menjanjikan pahala yang agung baginya dan keutamaan yang besar atas nafkah yang dikeluarkan dan perawatannya bagi anak-anaknya. Dari Sa'd radhiallahu `anhu, bahwa Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam berkata kepadanya,"Sesungguhnya, sebesar apapun nafkah yang engkau keluarkan atas keluargamu, maka engkau diberi pahala (atas hal itu), sekali pun sesuap yang engkau sodorkan ke mulut isterimu." (HR.al-Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang lain, dari Ka'ab bin 'Ujrah radhiallahu `anhu, ia berkata, "Pernah suatu ketika, seorang laki-laki melintas di hadapan Nabi shallallahu 'alahi wasallam, lalu para shahabat beliau melihat betapa keuletan dan semangat orang itu, sehingga membuat mereka kagum, lalu mereka berkata, "Wahai Rasulullah, andaikata hal ini termasuk di jalan Allah subhanahu wata'aala.?" Maka Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, 'Jika ia keluar untuk berusaha menafkahi anak-anaknya yang masih kecil, maka itu termasuk di jalan Allah subhanahu wata'aala. Dan jika ia keluar untuk berusaha dengan penuh riya` dan kesombongan, maka itu termasuk di jalan setan." (Shahih al-Jami', 2/8)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam salah satu peperangan, pernah Abdullah bin al-Mubarak rahimahullah berkata kepada teman-temannya, "Tahukah kalian suatu amalan yang lebih utama dari apa yang kita lakukan saat ini (berperang).?" Mereka menjawab, "Kami tidak mengetahui hal itu." Ia berkata, "Aku tahu itu." Mereka mendesak, "Apa itu.?" Ia menjawab, "Laki-laki suci yang memiliki tanggungan keluarga, shalat di malam hari, lalu memandangi anak-anaknya yang sedang tidur dalam keadaan aurat tersingkap, lalu ia menyelimuti dan menutupi mereka dengan pakaiannya. Maka, amalannya itu adalah lebih utama dari kondisi kita ini."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi yang menjadi tulang punggung keluarga! Hendaknya bergembira karena dijanjikan surga oleh Rasulullah subhanahu wata'aala, yakni selama kamu berada di dalam Jihad Tarbiyah, saat kamu menanggung bebannya, bersabar atas keletihan yang dirasakan dan berjuang melawan kesulitan-kesulitannya!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila kamu merasa permasalahanmu demikian pelik dan seakan membuat frustasi, maka lihatlah karunia yang diberikan Allah subhanahu wata'aala kepadamu. Ketika itu, pasti kamu akan merasakan kesabaran memenuhi seluruh relung-relung hatimu, menghapus kesedihanmu, dan memantapkan langkahmu untuk menempuh celah-celah Tarbiyah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ingatlah, terkadang para pesedekah mengeluarkan sedekahnya sekali dalam setahun, atau sekali dalam sebulan. Tapi kamu? Dengan mendidik keluarga dan mereka yang berada di bawah tanggunganmu, kamu adalah pesedekah abadi; dengan harta, jiwa, kasih sayang dan kebapakanmu!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam hadits yang diriwayatkan dari al-Miqdam radhiallahu `anhu, ia berkata, "Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Makanan yang kamu berikan kepada dirimu, maka itu sedekah untukmu; dan makanan yang kamu berikan kepada isterimu, maka itu sedekah untukmu; dan makanan yang kamu berikan untuk pelayanmu, maka itu sedekah untukmu." (Shahih Ibn Majah, 1739)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Janganlah bersedih, lihatlah bagaimana Allah subhanahu wata'aala mengaruniaimu dua kali nikmat:&lt;br /&gt;a.. Pertama, Saat Dia menganugerahimu keluarga yang bisa jadi Dia tidak menganugerahkannya kepada orang lain. Dia telah berkenan mengaruniaimu keturunan, namun tidak memberikannya kepada orang lain. Dia berkenan memberikanmu anak, namun tidak memberikannya kepada orang lain. Renungkan apa yang diberikan-Nya kepada Rasul-Nya tentang hal itu, (artinya) "Dan sesungguhnya Kami telah mengutus beberapa Rasul sebelum kamu dan Kami memberikan kepada mereka istri-istri dan keturunan..." (QS.ar-Ra'd:38)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nikmat mendapatkan anak merupakan nikmat yang besar, yang wajib disyukuri dan untuk melakukannya dituntut suatu perjuangan. Dan ini baru dalam satu nikmat yang faedahnya tidak terhingga banyaknya.&lt;br /&gt;b.. Kedua, saat Dia menjadikan tanggung jawabmu atas anak-anak dan jihadmu dalam mendidik dan menumbuhkembangkan mereka sebagai salah satu pintu kebaikan bagimu di akhirat kelak, saat dan tempat Dia mengampunimu dan menambahkan pahala bagimu karenanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anak Perempuan dan Pahala Besar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masih saja ada wajah-wajah yang kecewa, cemberut, dan murung manakala mengetahui anak yang barusan lahir dari perut isterinya berkelamin perempuan, padahal sejak awal, Islam telah mengharamkan kebiasaan mengubur hidup-hidup anak-anak perempuan yang dilakukan pada masa Jahiliah, dan mewajibkan berbuat baik kepada mereka. Hal ini tampak jelas dalam firman Allah subhanahu wata'aala, (artinya) "Dan apabila seseorang dari mereka diberi kabar dengan (kelahiran) anak perempuan, hitamlah (merah padamlah) mukanya, dan dia sangat marah."(QS.an-Nahl:58),&lt;br /&gt;Qatadah berkata, "Ini adalah perangai orang-orang Musyrikin Arab, dan Allah subhanahu wata'aala memberitahukan kepadamu kebusukannya. Adapun seorang Mukmin, maka ia sungguh rela dengan apa yang telah diberikan Allah subhanahu wata'aala kepadanya. Dan apa yang ditakdirkan baginya adalah lebih baik dari diri seseorang. Sungguh, aku tidak tahu, apa itu kebaikannya? Sungguh, betapa banyak bocah perempuan adalah lebih baik bagi keluarganya daripada bocah laki-laki. Bila Allah subhanahu wata'aala memberitakan kepadamu perangai mereka itu (orang-orang Musyrikin), maka hendaklah kamu jauhi dan berhenti darinya. Dulu, salah seorang dari mereka sudi memberi makan anjingnya namun tega mengubur hidup-hidup anak perempuannya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bersedih karena kelahiran bayi perempuannya adalah orang yang tidak memahami bahwa Sang Pemberi anak laki-laki dan perempuan itu adalah Allah subhanahu wata'aala. Dia berfirman, "Dia menciptakan apa yang Dia kehendaki, Dia memberikan anak-anak perempuan kepada siapa yang Dia kehendaki dan memberikan anak-anak lelaki kepada siapa yang Dia kehendaki. Atau Dia menganugerahkan kedua jenis laki-laki dan perempuan (kepada siapa yang dikehendaki-Nya), dan Dia menjadikan mandul siapa yang Dia dikehendaki. Sesungguhnya Dia Maha Mengetahui lagi Maha Kuasa." (QS.asy-Syuro:49-50) Para ulama berkata, "Allah subhanahu wata'aala mengedepankan penyebutan perempuan atas laki-laki untuk memberikan karunia kepadanya (Perempuan). Karenanya, Dia memulai penyebutan diri perempuan sebelum laki-laki."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengenai betapa besar pahala yang diberikan kepada orangtua yang dianugerahi anak-anak perempuan, simak hadits yang diriwayatkan dari 'Uqbah bin 'Amir al-Juhani radhiallahu `anhu, ia berkata, "Aku mendengar Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Siapa saja yang memiliki tiga orang puteri, lalu bersabar, memberi makan, memberi minum dan memberi pakaian mereka dari hartanya, maka mereka kelak akan menjadi penghalang (tameng) baginya dari sentuhan api neraka." (Shahih al-Jami':534) Dalam hadits lain yang mirip dengan itu disebutkan, bahwa bukan hanya bagi yang memiliki tiga orang anak perempuan, bahkan seorang anak perempuan pun, bilamana ia memberikan tempat tinggal, mengasihi dan menanggung mereka, maka dipastikan ia masuk surga. (HR.Ahmad)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah karena mendapatkan rizki berupa anak-anak, yang merupakan kebaikan-kebaikan bagimu kelak setelah meninggalkan dunia yang fana ini. Bila kamu memberikan pendidikan yang baik kepada mereka, niscaya mereka akan menjadi anak-anak yang shalih lagi beriman. Rasulullah shallallahu 'alahi wasallam bersabda, "Bila manusia meninggal dunia, maka terputuslah amalnya kecuali dari tiga hal: Sedekah jariyah, Ilmu yang bermanfaat, atau anak shalih yang berdoa untuknya." (HR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga kita tidak menyia-nyiakan peluang yang teramat berharga ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;(SUMBER: "Ila Shahib al-'Iyal", Divisi Ilmiah Pada Penerbit Dar Ibn Khuzaimah, Riyadh), Abu Shofiyyah Netter Al-Sofwa yang dimuliakan Allah Ta'ala, Menyampaikan Kebenaran adalah kewajiban setiap Muslim. Kesempatan kita saat ini untuk berdakwah adalah dengan menyampaikan Artikel ini kepada saudara-saudara kita yang belum mengetahuinya.&lt;br /&gt;Semoga Allah Ta'ala Membalas 'Amal Ibadah Kita. Aamiin&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:times new roman;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh&lt;br /&gt;---------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2008/05/pahala-menafkahi-keluarga.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-7490137000910258173</guid><pubDate>Wed, 30 Jan 2008 02:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-10T15:25:10.270+07:00</atom:updated><title>Sederhana itu indah</title><description>Dengan mengenakan pakaian sederhana&lt;br /&gt;Makan makanan yang murah&lt;br /&gt;tempat tinggal yang bersih dan serasi&lt;br /&gt;uang yang cukup tidak berlebih &lt;p&gt;karena dengan kesederhanaan hidup akan lebih mudah hati makin bersih&lt;br /&gt;jiwapun makin terarah tidak ada penderitaan batin untuk mengalahkan&lt;br /&gt;sesuatu yang lebih &lt;p&gt;Karena kesederhanaan membuat hidup lebih bersahaja Capai lah apa yang&lt;br /&gt;pantas kau raih jangan memaksakan diri karena pakaian yang mewah ,dan&lt;br /&gt;segala sesuatu yang gemerlap tidaklah menjamin kebahagian jiwa &lt;p&gt;Percayalah hanya kedamaian dan ketentraman dalam hati terpancar dari&lt;br /&gt;hati yang bersih jauh dari ketamakan dunia&lt;br /&gt;--&lt;br /&gt;soulful&lt;/p&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2008/01/sederhana-itu-indah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-6604664364101989470</guid><pubDate>Tue, 22 Jan 2008 07:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-29T13:32:04.828+07:00</atom:updated><title>Fw:  Membentuk Keluarga Sakinah wa Rahmah</title><description>Membentuk Keluarga Sakinah wa Rahmah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memasuki dunia baru bagi pasangan baru, atau lebih dikenal dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pengantin baru memang merupakan suatu yang membahagiakan. Tetapi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bukan berarti tanpa kesulitan. Dari pertama kali melangkah ke&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pelaminan, semuanya sudah akan terasa lain. Lepas dari ketergantungan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terhadap orang tua, teman, saudara, untuk kemudian mencoba hidup&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersama orang â€" yang mungkin â€" belum pernah kenal sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua ini memerlukan persiapan khusus (walaupun sebelumnya sudah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenal), agar tidak terjebak dalam sebuah dilema rumah tangga yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat mendatangkan penyesalan di kemudian hari. Diantara persiapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang harus dilakukan oleh pasangan baru yang akan mengarungi bahtera&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumah tangga:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persiapan mental. Perpindahan dari dunia remaja memasuki fase&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dewasa â€" di bawah naungan perkawinan â€" akan sangat berpengaruh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terhadap psikologis, sehingga diperlukan persiapan mental dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyandang jabatan baru, sebagai ibu rumah tangga atau kepala rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangga. Kalaupun sekarang anda telah terlanjur menyandang predikat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tersebut sebelum anda sempat berpikir sebelumnya, anda belum&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlambat. Anda bisa memulainya dari sekarang, menyiapkan mental anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lewat buku-buku bacaan tentang cara-cara berumah tangga, atau anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat belajar dari orang-orang terdekat, yang dapat memberikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nasehat bagi rumah tangga anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;engenali Pasangan. Kalau dulu orang dekat anda adalah ibu, teman,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau saudara anda yang telah anda kenal sejak kecil, tetapi sekarang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang yang nomor satu bagi anda adalah pasangan anda. Walaupun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasangan anda adalah orang yang telah anda kenal sebelumnya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;katakanlah dalam masa pacaran, tetapi hal ini belumlah menjamin bahwa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda telah benar-benar mengenal kepribadiannya. Keadaannya lain. Masa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pacaran dengan lingkungan rumah tangga jauh berbeda. Apalagi jika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasangan anda adalah orang yang belum pernah anda kenal sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disini perlu adanya penyesuaian-penyesuaian. Anda harus mengenal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lebih jauh bagi pasangan anda, segala kekurangan dan kelebihannya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk kemudian anda pahami bagaimana sebaiknya anda bersikap, tanpa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harus mempersoalkan semuanya. Karena sesungguhnya anda bersama&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pasangan anda hidup dalam rumah tangga untuk saling melengkapi satu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan yang lainnya, sehingga tercipta keharmonisan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyusun agenda Kegiatan. Kesibukan anda sebagai ibu rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;atau kepala rumah tangga tentunya akan lebih banyak menyita waktu di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;banding ketika anda masih sendiri. Hari-hari kemarin bisa saja anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengikuti segala macam kegiatan yang anda sukai kapan saja anda mau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Persoalannya sekarang adalah anda tidak sendiri, kehadiran pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda disamping anda tidak boleh anda abaikan. Tetapi anda tak perlu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menarik diri dari aktifitas atau kegiatan yang anda butuhkan. Anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dapat membuat agenda untuk efektifitas kerja, anda pilah, dan anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pilih kegiatan apa yang sekiranya dapat anda ikuti sesuai dengan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu yang anda miliki dengan tanpa mengganggu tugas anda sebagai ibu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rumah tangga atau kepala rumah tangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mempelajari kesenangan pasangan. Perhatian-perhatian kecil akan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mempunyai nilai tersendiri bagi pasangan anda, apalagi di awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perkawinan anda. Anda dapat melakukannya dengan mempelajari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesenangan pasangan anda, mulai dari selera makan, kebiasaan, hobi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang tersimpan dan lainnya. Tidak menjadi masalah jika ternyata apa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;yang disenanginya tidak anda senangi. Anda bisa mempersiapkan kopi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan makanan kesukaannya disaat pasangan anda yang punya hobi membaca&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang membuka-buka buku. Atau anda bisa sekali-kali menyisihkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;waktu untuk sekedar mengantar pasangan anda berbelanja, untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menyenangkan hatinya. Atau kalau mungkin anda bisa memadukan hobi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda yang ternyata sama, dengan demikian anda telah memasang saham&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kasih sayang di hati pasangan anda sebagai kesan pertama, karena&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesan pertama akan selalu diingatnya. Kesan pertama begitu menggoda,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selanjutnya terserah anda (kayak iklan saja). Dan anda bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjadikannya sebagai kebiasaan yang istimewa dalam rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adaptasi lingkungan. Lingkungan keluarga, famili dan masyarakat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;baru sudah pasti akan anda hadapi. Anda harus bisa membawa diri untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masuk dalam kebiasaan-kebiasaan (adat) yang ada di dalamnya. Kalau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda siap menerima kehadiran pasangan anda, berarti pula anda harus&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;siap menerimanya bersama keluarga dan masyarakat disekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Awalnya mungkin anda akan merasa asing, kaku, tapi semuanya akan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terbiasa jika anda mau membuka diri untuk bergaul dengan mereka,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengikuti adat yang ada, walaupun anda kurang menyukainya. Sehingga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan terjalin keakraban antara anda dengan keluarga, famili dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lingkungan masyarakat yang baru. Karena hakekat pernikahan bukan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perkawinan antara anda dan pasangan anda, tetapi, lebih luas lagi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;antara keluarga anda dan keluarga pasangan anda, antara desa anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dengan desa pasangan anda, antara bahasa anda dengan bahasa pasangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda, antara kebiasaan (adat) anda dengan kebiasaan pasangan anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dst.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menanamkan rasa saling percaya. Tidak salah jika suatu saat anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;merasa curiga dan cemburu. Tetapi harus anda ingat, faktor apa yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuat anda cemburu dan seberapa besar porsinya. Tidak lucu jika&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda melakukannya hanya dengan berdasar perasaan. Hal itu boleh saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk sekedar mengungkapkan rasa cinta, tetapi tidak baik juga kalau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;terlalu berlebihan. Sebaiknya anda menanamkan sikap saling percaya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehingga anda akan merasa tenang, tidak diperbudak oleh perasaan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sendiri. Yakinkan, bahwa pasangan anda adalah orang terbaik yang anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kenal, yang sangat anda cintai dan buktikan juga bahwa anda sangat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membutuhkan kehadirannya, kemudian bersikaplah secara terbuka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Musyawarah. Persoalan-persoalan yang timbul dalam rumah tangga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;harus dihadapi secara dewasa. Upayakan dalam memecahkan persoalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;anda mengajak pasangan anda untuk bermusyawarah. Demikian juga dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengatur perencanaan-perencanaan dalam rumah tangga, sekecil apapun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masalah yang anda hadapi, semudah apapun rencana yang anda susun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anda bisa memilih waktu-waktu yang tepat untuk saling tukar pikiran,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bisa di saat santai, nonton atau dimana saja sekiranya pasangan anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sedang dalam keadaan bugar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menciptakan suasana Islami. Suasana Islami ini bisa anda bentuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melalui penataan ruang, gerak, tingkah laku keseharian anda dan lain-&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lain. Sholat berjamaâ€™ah bersama pasangan anda, ngaji bersama (tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;perlu setiap waktu, cukup habis maghrib atau shubuh), mendatangi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;majlis taâ€™lim bersama dan memnbuat kegiatan yang Islami dalam rumah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tangga anda. Hal ini akan menambah eratnya ikatan bathin antara anda&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan pasangan anda. Dari sini akan terbentuk suasana Islami, Sakinah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mawaddah wa Rahmah. Insyaâ€™allah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: Mi-list</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2008/01/fw-membentuk-keluarga-sakinah-wa-rahmah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-2054711373981610578</guid><pubDate>Fri, 18 Jan 2008 06:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-29T13:29:36.305+07:00</atom:updated><title>HARI ‘ASYURA (10 MUHARRAM) ANTARA SUNNAH DAN BID’AH</title><description>Assalamu'alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Netters Syiar al-Sofwa senantiasa dalam lindungan Allah Ta'ala&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;HARI 'ASYURA (10 MUHARRAM) ANTARA SUNNAH DAN BID'AH&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejarah dan Keutamaan Puasa Asyura'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya hari 'syura (tanggal 10 Muharam) meski merupakan hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersejarah, dan diagungkan, namun orang tidak boleh berbuat bid'ah padanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun yang dituntunkan syari'at kepada kita pada hari ini hanyalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpuasa, dengan dijaga jangan sampai bertasyabuh dengan orang Yahudi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;أَنَّ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: كَانَ يَوْمُ عَاشُوْرَاءَ تَصُوْمُهُ قُرَيْشٌ فِي اْلجَاهِلِيَّةِ وَكَانَ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَصُوْمُهُ فَلَمَّا قَدِمَ اْلمَدِيْنَةَ صَامَهُ وَأَمَرَ بِصِيَامِهِ&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Orang-orang Quraisy biasa berpuasa pada hari 'asyura' di maha jahiliyah,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW pun melakukannya pada masa masa jahiliah. Tatkala beliau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tiba di Madinah beliau berpuasa pada hari itu dan memerintahkan (umatnya)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk berpuasa." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Nabi SAW tiba di Madinah, kemudian beliau melihat orang-orang Yahudi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpuasa pada hari 'asyura'. Beliau bertanya, "Apa ini?" Mereka menjawab:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebuah hari yang baik, ini adalah hari dimana Allah menyelamatkan Bani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Israil dari musuh mereka, maka Musa berpuasa pada hari itu sebagai wujud&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;syukur". Maka beliau SAW bersabda, "Aku lebih berhak terhadap Musa daripada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalian (Yahudi), maka hari itu, Nabipun berpuasa dan mendorong umatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk berpuasa." (HR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua hadist ini menunjukkan bahwa suku Quraisy berpuasa pada hari Asyura di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;masa jahiliyah, dan sebelum hijrahpun Nabi SAW telah melakukannya. Kemudian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sewaktu tiba di Madinah, beliau menemukan orang-orang Yahudi berpuasa pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari itu, maka Nabipun berpuasa dan mendorong umatnya untuk berpuasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ia adalah hari mendaratnya kapal Nabi Nuh di atas gunung "Judi" lalu Nuh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpuasa pada hari itu sebagai wujud syukur." (HRS. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abu Musa berkata, "Asyura adalah hari yang diagungkan oleh orang Yahudi dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mereka menjadikannya sebagai hari raya, maka Rasulullah bersabda, "Puasalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalian pada hari itu." (HSR. Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW ditanya tentang puasa di hari 'Asyura', maka beliau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;menjawab, "Puasa itu bisa menghapuskan (dosa-dosa kecil) pada tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kemarin." (HSR. Muslim).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Cara Berpuasa Di Hari Asyura'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Berpuasa selama tiga hari tanggal 9, 10 dan 11 Muharram.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan hadits Ibnu Abbas RA yang diriwayatkan yang diriwayatkan oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad dengan lafazh sebagaimana yang disebutkan oleh Ibnul Qayyim&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam al Huda dan al-Majd Ibnu Taimiyah dalam al-Muntaqa 2/2, "Selisihilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang Yahudi dan berpuasalah sehari sebelum dan sehari setelahnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan pada riwayat ath-Thahawi menurut penuturan pengarang al-Urf asy-Syadzi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Puasalah pada hari Asyura dan berpuasalah sehari sebelum atau sesudahnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan janganlah kalian menyerupai orang Yahudi."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun didalam sanadnya ada rawi yang diperbincangkan. Ibnul Qayyim berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(Zaadul Ma'ad 2/76), "Ini adalah derajat yang paling sempurna". Syeikh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Haq ad-Dahlawi mengatakan" "Inilah yang paling utama."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Hajar di dalam Fathul Baari 4/246 juga mengisyaratkan keutamaan cara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ini. Dan termasuk yang memiliki pendapat puasa tiga hari tersebut (9, 10,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;11 Muharram) adalah asy-Syaukani (Nailul Authar 4/245) dan Syeikh Muhammad&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yusuf al-Banury dalam Ma'arifus Sunan 5/434.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun mayoritas ulama' yang memilih cara seperti ini adalah dimaksudkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;untuk lebih hati-hati . Ibnul Qudamah di dalam al-Mughni 3/174 menukil&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pendapat Imam Ahmad yang memilih cara seperti ini (selama tiga hari) pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;saat timbul kerancuan dalam menentukan awal bulan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Berpuasa pada tanggal 9 dan 10&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mayoritas hadits menunjukkan cara ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW berpuasa pada hari Asyura' dan memerintahkan berpuasa. Para&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;shahabat berkata: "Ya Rasulullah, sesungguhnya hari itu diagungkan oleh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang Yahudi". Maka beliau SAW bersabda, "Di tahun depan Insya allah kita&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan berpuasa pada tanggal 9", tetapi sebelum datang tahun depan Rasulullah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SAW telah wafat." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam riwayat lain, "Jika aku masih (hidup) pada tahun depan sungguh aku&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan puasa pada hari kesembilan." (HR. Muslim)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz Ibnu Hajar berkata (Fathul Baari 4/245): "Keinginan beliau untuk&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpuasa pada tanggal sembilan mengandung kemungkinan bahwa beliau tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hanya berpuasa pada tanggal sembilan saja, namun juga ditambahkan pada hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kesepuluh. Kemungkinan untuk hati-hati dan mungkin juga untuk menyelisihi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang Yahudi dan Nashara, kemungkinan kedua inilah yang lebih kuat, yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;itu ditunjukkan oleh sebagian riwayat Muslim".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari 'Atha', dia mendengar Ibnu Abbas berkata: "Selisihlah Yahudi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berpuasalah pada tanggal sembilan dan sepuluh". (Abdurrazaq 4/287)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Berpuasa dua hari yaitu tanggal sembilan dan sepuluh atau sepuluh dan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Berpuasalah pada hari 'Asyura dan selisihilah orang Yahudi, puasalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sehari sebelumnya atau sehari setelahnya." (Hadist Dhaif Riwayat Ahmad).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits marfu' ini tidak shahih karena tiga illat (cacat):&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Ibnu Abi Laila, lemah, karena hafalannya buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Dawud bin Ali bin Abdullah bin Abbas, bukan hujjah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;-Perawi sanad hadits tersebut secara mauquf lebih tsiqah dan lebih hafal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;daripada perawi jalan sanad marfu'&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi hadits di atas shahih secara mauquf sebagaimana dalam as-Sunan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;al-Matsurah karya as-Syafi'I no. 335 dan Ibnu Jarir ath-Thabari dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahzibul Atsar 1/218.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab berkata (Lathaiful Ma'arif, hal: 49): "Dalam sebagian riwayat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;disebutkan "atau sesudahnya" maka kata "atau:" disini mungkin merupakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keraguan dari perawi atau memang menunjukkan kebolehan …".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz berkata (Fathul Baari 4/245-246): "Dan ini adalah akhir perkara&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rasulullah SAW, dahulu beliau SAW suka menyocoki Ahli Kitab dalam hal yang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak ada perintah, lebih-lebih bila hal itu menyelisihi orang-orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;musyrik. Maka setelah Fathu Makkah dan Islam menjadi termasyhur, beliau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;suka menyelisihi Ahli Kitab sebagaimana dalam hadits shahih. Maka ini&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(masalah puasa Asyura') termasuk dalam hal itu. Maka pertama kali beliau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mencocoki Ahli kitab dan berkata: "Kami lebih berhak atas Musa dari pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kalian (Yahudi)", kemudian beliau menyukai menyelisihi Ahli kitab, maka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;beliau menambahi sehari sebelum atau sesudahnya untuk menyelisihi Ahli&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kitab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ar-Rafi'i berkata (at-Talhish al-Habir 2/213): "Berdasarkan ini, seandainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tidak berpuasa pada tanggal sembilan maka dianjurkan untuk berpuasa pada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tanggal sebelas".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Berpuasa pada tanggal sepuluh saja&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Hafidz berkata (Fathul Bari 4/246): "Puasa Asyura mempunyai tiga&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tingkatan, yang terendah berpuasa sehari saja, tingkatan di atasnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ditambah puasa tanggal sembilan dan tingkatan berikutnya ditambah puasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sembilan dan sebelas. Wallahu a'lam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bid'ah-Bid'ah Di Hari Asyura&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Shalat dan dzikir-dzikir khusus, shalat ini disebut dengan sholat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyura.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Mandi, bercelak, memakai minyak rambut dan mewarnai kuku (menyemir&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rambut)."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membuat makanan khusus/istimewa, yang tidak seperti biasanya (seperti&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;membuat bubur syura yang terdapat di daerah Sumatera Barat).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Membakar kemenyan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Bersusah-susah dalam kehausan dan menampakkan kesusahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Do'a awal dan akhir tahun yang dibaca pada malam akhir tahun dan awal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahun (sebagaimana termaktub dalam Majmu' Syarif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menentukan berinfaq dan memberi makan orang-orang miskin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Memberikan uang belanja yang lebih kepada keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;As-Subki berkata (Ad-Din al-Khalish 8/417): "Adapun pernyataan sebagian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang menganjurkan setelah mandi hari ini 10 Muharram untuk ziarah kepada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang 'alim, menengok orang sakit, mengusap kepala anak yatim, memotong&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kuku, membaca al-Fathihah seribu kali dan bersilaturrahim maka tidak ada&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalil yang menunjukkan keutamaan amal-amal itu dikerjakan pada hari itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang benar amalan-amalan ini diperintahkan oleh syari'at di setiap saat,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;adapun mengkhususkan di hari ini (10 Muharram) maka hukumnya bid'ah".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab berkata (Lathaiful Ma'arif hal. 53): "Hadits anjuran memberikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;uang belanja lebih dari hari-hari biasa, diriwayatkan dari banyak jalan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;namun tidak ada satupun yang shahih. Di antara ulama' yang mengatakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;demikian adalah Muhammad bin Abdullah bin al-Hakam. Al-Uqaili berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"(Hadits itu) tidak dikenal". Adapun mengadakan ma'tam (kumpulan orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam kesusahan, semacam haul) sebagaimana dilakukan oleh Rafidhah dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rangka mengenang kematian Husain bin Ali RA maka itu adalah perbuatan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;orang-orang tersesat di dunia sedangkan ia menyangka telah berbuat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kebaikan. Allah dan RasulNya tidak pernah memerintahkan mengadakan ma'tam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;pada hari lahir atau wafat para nabi maka bagaimanakah dengan manusia/orang&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selain mereka."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat menerangkan kaidah-kaidah untuk mengenal hadits palsu, al-Hafidz&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Qayyim (al-Manar al-Munif hal. 113 secara ringkas) berkata:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Hadits-hadits tentang bercelak pada hari Asyura', berhias,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bersenang-senang/berpesta, dan sholat di hari ini dan fadhilah-fadhilah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lain tidak ada satupun yang shahih, tidak satupun keterangan yang kuat dari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nabi SAW selain hadits-hadits puasa. Adapun selainya adalah bathil seperti:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa memberi kelonggaran pada keluarganya pada hari Asyura, niscaya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Allah akan memberikan kelonggaran kepadanya sepanjang tahun."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imam Ahmad berkata: "Hadits ini tidak sah/bathil." Adapun hadits-hadits&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bercelak, memakai minyak rambut dan memakai wangi-wangian, itu dibuat-buat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh para tukang dusta. Kemudian golongan lain membalas dengan menjadikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;hari Asyura sebagai hari kesedihan dan kesusahan. Dua golongan ini adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ahli bid'ah yang menyimpang dari as-Sunnah. Sedangkan Ahlu Sunnah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;melaksanakan puasa pada hari itu yang diperintahkan Rasul SAW dan menjauhi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bid'ah-bid'ah yang diperintahkan oleh syaithan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun Sholat Asyura maka haditsnya bathil. As-Suyuthi dalam al-Laili 2/29&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;berkata: "Maudlu' (hadits palsu)". Ucapan beliau ini dinukil Asy-Syaukani&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dalam al-Fawaid al-Majmu'ah hal. 47. Hal senada juga diucapkan ileh&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-'Iraqi dalam Tanzihus Syari'ah 2/89 dan Ibnul Jauzi dalam al-Maudlu'ah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2/122.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Rajab berkata (Latha'iful Ma'arif): "Setiap riwayat yang menerangkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;keutamaan bercelak, berpacar/kiteks dan mandi pada hari Asyura adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;maudlu' (palsu) tidak shah. Contohnya hadits yang dikatakan dari Abu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hurairah SAW&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa mandi dan bersuci pada hari Asyura maka tidak akan sakit di&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;tahun itu kecuali sakit yang menyebabkan kematian."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini adalah buatan para pembunuh Husain."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun hadits:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Barangsiapa bercelak dengan batu ismid di hari Asyura maka matanya tidak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;akan pernah sakit selamanya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka Ulama' seperti Ibnu Rajab, az-Zarkasyi dan as-Sakhawi menilainya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sebagai hadits maudlu' (palsu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadits ini diriwayatkan Ibnul Jauzi dalam Maudlu'at 2/204, Baihaqi dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Syu'abul Iman 7/379, dan Fadhalil Auqat no. 246 dan al-Hakim sebagaimana&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dinukil as-Suyuthi dalam al-Lali 2/111. Al-Hakim berkata: "Bercelak di hari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asyura tidak ada satupun atsar/hadits dari Nabi SAW Dan hal ini adalah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bid'ah yang dibuat oleh para pembunuh Husain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah sedikit pembahasan tentang hari 'Asyura. Semoga kita bisa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;mengamalkan sunnah tentang hari 'Asyura ini dan meninggalkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;bid'ah-bid'ahnya. Amin-Red. Wallahu waliyyat-Taufiq.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(sumber: majalah as-Sunnah, edisi 03/V/1421=2001, dengan sedikit perubahan)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;source: &lt;a href="http://www.alsofwah.or.id/"&gt;http://www.alsofwah.or.id/&lt;/a&gt; &lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waassalamu'alaikum warahmatullaahi wabarakatuh&lt;/p&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2008/01/hari-asyura-10-muharram-antara-sunnah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-8751826126450471514</guid><pubDate>Tue, 08 Jan 2008 04:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-08T11:23:44.000+07:00</atom:updated><title>AGAR ANDA BAHAGIA DENGAN SUAMI ANDA </title><description>AGAR ANDA BAHAGIA DENGAN SUAMI ANDA&lt;p&gt;Majdi Fathi Sayyid&lt;p&gt;1. Jangan membiarkan suami anda memandang dalam keadaan anda tidak&lt;br&gt;menggembirakannya. Wanita yang paling baik adalah wanita yang selalu&lt;br&gt;membuat suaminya bahagia.&lt;p&gt;2. Hendaklah senyum itu senatiasa menghiasi bibirmu setiap anda dipandang&lt;br&gt;oleh sang suami.&lt;p&gt;3. Perbanyaklah mencari keridhan suami dengan mentaatinya, sejauh mana&lt;br&gt;ketaatan anda kepada suami, sejauh itu pulalah dia merasakan cintamu&lt;br&gt;kepadanya dan dia akan segera menuju keridhaanmu.&lt;p&gt;4. Pilihlah waktu yang tepat untuk meluruskan kesalahan suami.&lt;p&gt;5. Jadilah anda orang yang lapang dada, janganlah sekali-kali&lt;br&gt;menyebut-nyebut kekurangan suami anda kepada orang lain.&lt;p&gt;6. Perbaikilah kesalahan suami dengan segala kemampuan dan kecintaan yang&lt;br&gt;anda miliki, janganlah berusaha melukai perasaannya.&lt;p&gt;7. Janganlah memuji-muji laki-laki lain dihadapan suami kecuali sifat&lt;br&gt;diniyah yang ada pada laki-laki tersebut.&lt;p&gt;8. Jangan engkau benarkan ucapan negatif dari orang lain tentang suamimu.&lt;p&gt;9. Upayakan untuk tampil di depan suamimu dengan perbuatan yang&lt;br&gt;disenanginya dan ucapan yang disenanginya pula.&lt;p&gt;10. Berilah pengertian kepada suami anda agar dia menghormatimu dan saling&lt;br&gt;menghormati dalam semua urusan.&lt;p&gt;11. Anda harus selalu merasa senang berkunjung kepada kedua orang tuanya.&lt;p&gt;12. Janganlah anda menampakkan kejemuan padanya, jika terjadi kekurangan&lt;br&gt;materi Ingatlah bahwa apa yang ia berikan kepadamu sudah lebih dari cukup.&lt;p&gt;13. Biasakanlah anda tertawa bila ia tertawa, menangis dan bersedih jika ia&lt;br&gt;bersedih. Karena bersatunya perasaan akan melahirkan perasaan cinta kasih.&lt;p&gt;14. Diam dan perhatikanlah jika ia berbicara.&lt;p&gt;15. Janganlah banyak mengingatkan bahwa anda pernah meminta sesuatu&lt;br&gt;kepadanya. Bahkan jangan diingatkan kecuali jika anda tahu bahwa ia mudah&lt;br&gt;untuk diingatkan.&lt;p&gt;16. Janganlah anda mengulangi kesalahan yang tidak disenangi oleh suami&lt;br&gt;anda dan ia tidak suka melihatnya.&lt;p&gt;17. Jangan lupa bila anda melihat suami anda shalat sunnah di rumah,&lt;br&gt;hendaknya anda berdiri dan ikut shalat dibelakangnya. Jika ia membaca,&lt;br&gt;hendaknya anda duduk mendengarkannya.&lt;p&gt;18. Jangan berlebih-lebihan berbicara tentang angan-angan pribadi di depan&lt;br&gt;suami, tetapi mintalah selalu agar ia menyebutkan keinginan pribadinya di&lt;br&gt;depanmu.&lt;p&gt;19. Janganlah mendahulukan pendapatmu dari pendapatnya pada setiap masalah,&lt;br&gt;baik yang kecil maupun yang besar. Hendaklah cintamu kepadanya mendorong&lt;br&gt;anda mendahulukan pendapatnya.&lt;p&gt;20. Janganlah anda mengerjakan shaum sunnah kecuali dengan izinnya, dan&lt;br&gt;jangan keluar rumah kecuali dengan sepengetahuannya.&lt;p&gt;21. Jagalah rahasia yang disampaikan kepadamu dan janganlah menyebarkannya&lt;br&gt;sekalipun kepada kedua orang tuanya.&lt;p&gt;22. Hati-hati jangan sampai menyebut-nyebut bahwa anda lebih tinggi&lt;br&gt;derajatnya dari derajat suami. Hal itu akan mengundang kebencian kepadamu.&lt;p&gt;23. Jika salah satu dari orang tuanya sakit atau kerabatnya, maka anda&lt;br&gt;punya kewajiban untuk menjenguk bersamanya.&lt;p&gt;24. Sesuaikanlah peralatan rumah tangga anda dengan barang-barang yang&lt;br&gt;disenangi suami anda.&lt;p&gt;25. Jangan sampai anda meninggalkan rumah meskipun sedang bertengkar&lt;br&gt;dengannya.&lt;p&gt;26. Katakanlah kejemuan dan kebosananmu ketika ia sudah meninggalkan rumah.&lt;p&gt;27. Terimalah udzurnya ketika ia membatalkan janjinya untuk keluar&lt;br&gt;bersamamu, karena mungkin ia terpaksa memenuhi panggilan orang yang datang&lt;br&gt;kepadanya.&lt;p&gt;28. Hindari sifat cemburu, sesungguhnya cemburu adalah senjata penghancur.&lt;p&gt;29. Janganlah mengabaikan pemimpinmu (suami) dengan alasan bahwa ia telah&lt;br&gt;menjadi suamimu.&lt;p&gt;30. Janganlah anda berbicara dengan sang suami, seakan-akan anda suci dan&lt;br&gt;dia berdosa.&lt;p&gt;31. Jagalah perasaannya, jangan gembira ketika dia sedang sedih dan jangan&lt;br&gt;menangis ketika dia gembira.&lt;p&gt;32. Perbanyaklah menyebut-nyebut keutamaan suami di hadapannya.&lt;p&gt;33. Perlihatkan kepada suamimu bahwa anda turut merasakan apa yang&lt;br&gt;dirasakan sang suami tatkala ia tidak berhasil mencapai maksud dan&lt;br&gt;tujuannya.&lt;p&gt;34. Perbaharuilah (tekad suami) ketika terjadi kegagalan.&lt;p&gt;35. Jauhilah sifat dusta karena hal itu kanmenyakitkannya.&lt;p&gt;36. Ingatkanlah selalu pada suamimu bahwa anda tidak tahu (bagaimana nasib&lt;br&gt;anda) seandainya anda tidak dipersunting olehnya.&lt;p&gt;37. Ucapkanlah rasa syukur dan terima kasih pada waktu ia memberikan&lt;br&gt;sesuatu kepadamu.&lt;p&gt;Sumber: &amp;quot;Nasehat kepada para Muslimah&amp;quot;, bagian kedua, Fathi Majdi&lt;br&gt;as-Sayyid., Pustaka&lt;br&gt;Arafah, Cetakan I: April 2001/Muharram 1422H, hal.66-70</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2008/01/agar-anda-bahagia-dengan-suami-anda.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-6189652865808479393</guid><pubDate>Fri, 04 Jan 2008 03:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-04T10:14:01.619+07:00</atom:updated><title>Wanita Shalihah</title><description>Wanita Shalihah&lt;p&gt;Oleh: Abdullah Gymnastiar&lt;p&gt;MQ Media Online - Shalihah atau tidaknya seorang wanita bergantung&lt;br&gt;ketaatannya pada aturan-aturan Allah. Aturan-aturan tersebut berlaku&lt;br&gt;universal, bukan saja bagi wanita yang sudah menikah, tapi juga bagi remaja&lt;br&gt;putri.&lt;p&gt;Mulialah wanita shalihah. Di dunia, ia akan menjadi cahaya bagi keluarganya&lt;br&gt;dan berperan melahirkan generasi dambaan. Jika ia wafat, Allah akan&lt;br&gt;menjadikannya bidadari di surga. Kemuliaan wanita shalihah digambarkan&lt;br&gt;Rasulullah Saw. dalam sabdanya, &amp;quot;Dunia ini adalah perhiasan, dan&lt;br&gt;sebaik-baik&lt;br&gt;perhiasan adalah wanita shalihah&amp;quot;. (HR. Muslim).&lt;p&gt;Dalam Al-Quran surat An-Nur: 30-31, Allah Swt. memberikan gambaran wanita&lt;br&gt;shalihah sebagai wanita yang senantiasa mampu menjaga pandangannya. Ia&lt;br&gt;selalu taat kepada Allah dan Rasul Nya. Make up- nya adalah basuhan air&lt;br&gt;wudhu. Lipstiknya adalah dzikir kepada Allah. Celak matanya adalah&lt;br&gt;memperbanyak bacaan Al-Quran.&lt;p&gt;Wanita shalihah sangat memperhatikan kualitas kata-katanya. Tidak ada dalam&lt;br&gt;sejarahnya seorang wanita shalihah centil, suka jingkrak-jingkrak, dan&lt;br&gt;menjerit-jerit saat mendapatkan kesenangan. Ia akan sangat menjaga setiap&lt;br&gt;tutur katanya agar bernilai bagaikan untaian intan yang penuh makna dan&lt;br&gt;bermutu tinggi. Dia sadar betul bahwa kemuliaannya bersumber dari&lt;br&gt;kemampuannya menjaga diri (iffah).&lt;p&gt;Wanita shalihah itu murah senyum. Baginya, senyum adalah shadaqah. Namun,&lt;br&gt;senyumnya tetap proporsional. Tidak setiap laki-laki yang dijumpainya&lt;br&gt;diberikan senyuman manis. Senyumnya adalah senyum ibadah yang ikhlas dan&lt;br&gt;tidak menimbulkan fitnah bagi orang lain.&lt;p&gt;Wanita shalihah juga pintar dalam bergaul. Dengan pergaulan itu, ilmunya&lt;br&gt;akan terus bertambah. Ia akan selalu mengambil hikmah dari orang-orang yang&lt;br&gt;ia temui. Kedekatannya kepada Allah semakin baik dan akan berbuah kebaikan&lt;br&gt;bagi dirinya maupun orang lain.&lt;p&gt;Ia juga selalu menjaga akhlaknya. Salah satu ciri bahwa imannya kuat adalah&lt;br&gt;kemampuannya memelihara rasa malu. Dengan adanya rasa malu, segala tutur&lt;br&gt;kata dan tindak tanduknya selalu terkontrol. Ia tidak akan berbuat sesuatu&lt;br&gt;yang menyimpang dari bimbingan Al-Quran dan Sunnah. Ia sadar bahwa semakin&lt;br&gt;kurang iman seseorang, makin kurang rasa malunya. Semakin kurang rasa&lt;br&gt;malunya, makin buruk kualitas akhlaknya.&lt;p&gt;Pada prinsipnya, wanita shalihah adalah wanita yang taat kepada Allah dan&lt;br&gt;Rasul-Nya. Rambu-rambu kemuliaannya bukan dari aneka aksesoris yang ia&lt;br&gt;gunakan. Justru ia selalu menjaga kecantikan dirinya agar tidak menjadi&lt;br&gt;fitnah bagi orang lain. Kecantikan satu saat bisa jadi anugerah yang&lt;br&gt;bernilai. Tapi jika tidak hati-hati, kecantikan bisa jadi sumber masalah&lt;br&gt;yang akan menyulitkan pemiliknya sendiri.&lt;p&gt;Saat mendapat keterbatasan fisik pada dirinya, wanita shalihah tidak akan&lt;br&gt;pernah merasa kecewa dan sakit hati. Ia yakin bahwa kekecewaan adalah&lt;br&gt;bagian&lt;br&gt;dari sikap kufur nikmat. Dia tidak akan merasa minder dengan&lt;br&gt;keterbatasannya. Pribadinya begitu indah sehingga make up apa pun yang&lt;br&gt;dipakainya akan memancarkan cahaya kemuliaan. Bahkan, kalaupun ia &amp;quot;polos&amp;quot;&lt;br&gt;tanpa make up sedikit pun, kecantikan jiwanya akan tetap terpancar dan&lt;br&gt;menyejukkan hati orang-orang di sekitarnya.&lt;p&gt;Jika ingin menjadi wanita shalihah, maka belajarlah dari lingkungan sekitar&lt;br&gt;dan orang-orang yang kita temui. Ambil ilmunya dari mereka. Bahkan kita&lt;br&gt;bisa&lt;br&gt;mencontoh istri-istri Rasulullah Saw. seperti Aisyah. Ia terkenal dengan&lt;br&gt;kekuatan pikirannya. Seorang istri seperti beliau bisa dijadikan gudang&lt;br&gt;ilmu&lt;br&gt;bagi suami dan anak-anak.&lt;p&gt;Contoh pula Siti Khadijah, figur istri shalihah penentram batin, pendukung&lt;br&gt;setia, dan penguat semangat suami dalam berjuang di jalan Allah Swt. Beliau&lt;br&gt;berkorban harta, kedudukan, dan dirinya demi membela perjuangan Rasulullah.&lt;br&gt;Begitu kuatnya kesan keshalihahan Khadijah, hingga nama beliau banyak&lt;br&gt;disebut-sebut oleh Rasulullah walau Khadijah sendiri sudah meninggal. Bisa&lt;br&gt;jadi wanita shalihah muncul dari sebab keturunan. Seorang pelajar yang baik&lt;br&gt;akhlak dan tutur katanya, bisa jadi gambaran seorang ibu yang mendidiknya&lt;br&gt;menjadi manusia berakhlak. Sulit membayangkan, seorang wanita shalihah&lt;br&gt;ujug-ujug muncul tanpa didahului sebuah proses. Di sini, faktor keturunan&lt;br&gt;memainkan peran. Begitu pun dengan pola pendidikan, lingkungan,&lt;br&gt;keteladanan,&lt;br&gt;dan lain-lain. Apa yang tampak, bisa menjadi gambaran bagi sesuatu yang&lt;br&gt;tersembunyi.&lt;p&gt;Banyak wanita bisa sukses. Namun tidak semua bisa shalihah. Shalihah atau&lt;br&gt;tidaknya seorang wanita bergantung ketaatannya pada aturan-aturan Allah.&lt;br&gt;Aturan-aturan tersebut berlaku universal, bukan saja bagi wanita yang sudah&lt;br&gt;menikah, tapi juga bagi remaja putri. Tidak akan rugi jika seorang remaja&lt;br&gt;putri menjaga sikapnya saat mereka berinteraksi dengan lawan jenis yang&lt;br&gt;bukan mahramnya. Bertemanlah dengan orang-orang yang akan menambah kualitas&lt;br&gt;ilmu, amal, dan ibadah kita. Ada sebuah ungkapan mengatakan, &amp;quot;Jika kita&lt;br&gt;ingin mengenal pribadi seseorang maka lihatlah teman-teman di&lt;br&gt;sekelilingnya. &amp;quot;&lt;p&gt;Peran wanita shalihah sangat besar dalam keluarga, bahkan negara. Kita&lt;br&gt;pernah mendengar bahwa di belakang seorang pemimpin yang sukses ada seorang&lt;br&gt;wanita yang sangat hebat. Jika wanita shalihah ada di belakang para lelaki&lt;br&gt;di dunia ini, maka berapa banyak kesuksesan yang akan diraih. Selama ini,&lt;br&gt;wanita hanya ditempatkan sebagai pelengkap saja, yaitu hanya mendukung dari&lt;br&gt;belakang, tanpa peran tertentu yang serius. Wanita adalah tiang Negara.&lt;br&gt;Bayangkanlah, jika tiang penopang bangunan itu rapuh, maka sudah pasti&lt;br&gt;bangunannya akan roboh dan rata dengan tanah. Tidak akan ada lagi yang&lt;br&gt;tersisa kecuali puing-puing yang nilainya tidak seberapa. Kita tinggal&lt;br&gt;memilih, apakah akan menjadi tiang yang kuat atau tiang yang rapuh? Jika&lt;br&gt;ingin menjadi tiang yang kuat, kaum wanita harus terus berusaha menjadi&lt;br&gt;wanita shalihah dengan mencontoh pribadi istri-istri Rasulullah.&lt;p&gt;Dengan terus berusaha menjaga kehormatan diri dan keluarga serta memelihara&lt;br&gt;farji-nya, maka pesona wanita shalihah akan melekat pada diri kaum wanita&lt;br&gt;kita.&lt;p&gt;source: milist</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2008/01/wanita-shalihah.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-8723816527775729870</guid><pubDate>Wed, 12 Dec 2007 03:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-12T11:10:36.867+07:00</atom:updated><title>MENGUCAPKAN SALAM, IBADAH YANG TERABAIKAN</title><description>Assalamu&amp;#39;alaikum Warahmatullaahi Wabarakatuh&lt;p&gt;MENGUCAPKAN SALAM, IBADAH YANG TERABAIKAN&lt;p&gt;Mencari dan mengumpulkan pahala sebanyak-banyaknya bukan perbuatan yang&lt;br&gt;tercela di dalam Islam, apalagi dilarang. Demikian halnya berharap pahala&lt;br&gt;dari ibadah yang dikerjakan, bukanlah merupakan suatu yang dapat mengurangi&lt;br&gt;ataupun dapat menghilangkan rasa ikhlash kepada Allah subhanahu wata&amp;#39;ala.&lt;br&gt;Justeru hal tersebut merupa kan bagian dari perintah Allah subhanahu&lt;br&gt;wata&amp;#39;ala itu sendiri.&lt;p&gt;Banyak sekali nash baik di dalam Al-Qur&amp;#39;an maupun as-Sunnah yang bisa&lt;br&gt;dijadikan hujjah atau dalil dalam hal ini. Karena Allah subhanahu wata&amp;#39;ala&lt;br&gt;sendiri memang menjanjikan pahala dan &amp;#39;iming-iming&amp;#39; yang tak ternilai&lt;br&gt;harganya kepada siapa saja di antara hamba-hamba-Nya yang ikhlas beribadah&lt;br&gt;kepada-Nya semata. Hal itu untuk memotivasi hamba-Nya agar selalu semangat,&lt;br&gt;istiqamah dan &amp;quot;fastibiqul khairat&amp;quot; (berlomba-lomba dalam kebaikan dan&lt;br&gt;ibadah kepada-Nya). Allah subhanahu wata&amp;#39;ala berfirman dalam banyak&lt;br&gt;ayat-Nya di antaranya, artinya,&lt;p&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Orang-orang yang beriman dan mengerjakan amalan saleh, kelak akan Kami&lt;br&gt;masukkan kedalam surga yang mengalir sungai-sungai di dalamnya&lt;br&gt;selama-lamanya. Allah telah membuat suatu janji yang benar. Dan siapakah&lt;br&gt;yang lebih benar perkataannya dari pada Allah&amp;quot;. (QS. an-Nisa: 122)&lt;p&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Mereka (orang-orang yang bertaqwa) itu balasannya ialah ampunan dari Rabb&lt;br&gt;mereka dan surga yang di dalamnya mengalir sungai-sungai, sedang mereka&lt;br&gt;kekal di dalamnya; dan itulah sebaik-baik pahala orang-orang yang beramal&amp;quot;.&lt;br&gt;(QS. Ali&amp;#39;Imran: 136)&lt;p&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Barangsiapa yang bertaqwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya&lt;br&gt;jalan ke luar. Dan memberinya rezki dari arah yang tiada&lt;br&gt;disangka-sangkanya. Dan barangsiapa yang bertawakkal kepada Allah niscaya&lt;br&gt;Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. Sesungguhnya Allah melaksanakan&lt;br&gt;urusan (yang dikehendaki)-Nya. Sesungguhnya Allah telah mengadakan&lt;br&gt;ketentuan bagi tiap-tiap sesuatu&amp;quot;. (QS. 65:2-3)&lt;p&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah&lt;br&gt;diusahakannya. Dan bahwasanya usahanya itu kelak akan diperlihatkan&lt;br&gt;(kepadanya). Kemudian akan diberi balasan kepadanya dengan balasan yang&lt;br&gt;paling sempurna&amp;quot;. (QS. an-Najm: 39-41)&lt;p&gt;&lt;p&gt;Dengan motivasi tersebut pun masih banyak manusia yang bermalas-malasan,&lt;br&gt;enggan dan mengabaikan ibadah kepada Allah subhanahu wata&amp;#39;ala. Contoh&lt;br&gt;sederhana dari pahala-pahala yang banyak terabaikan adalah menebarkan&lt;br&gt;salam, &amp;#39;Assalamu &amp;#39;alaikum.&amp;#39;&lt;br&gt;Tidak sedikit di antara umat Islam yang merasa minder dan malu kalau harus&lt;br&gt;menyapa dengan mengucapkan &amp;#39;Assalamu &amp;#39;alaikum&amp;#39; ketika bertemu saudaranya,&lt;br&gt;dan lebih bangga kalau dapat menyapa dengan sapaan &amp;#39;ala barat&amp;#39; atau sapaan&lt;br&gt;yang lainnya, seperti: hallo; hai; selamat pagi; selamat siang; selamat&lt;br&gt;sore; selamat malam; dan lain sebagainya. Juga ketika mendatangi rumah&lt;br&gt;sanak-saudara atau teman, terasa berat rasanya mengucapkan salam dan terasa&lt;br&gt;lebih &amp;#39;sreg&amp;#39; kalau dengan ucapan selainnya, seperti: permisi; punten atau&lt;br&gt;hanya sekedar mengetuk pintu rumahnya, bahkan masuk rumah dengan tanpa&lt;br&gt;permisi. Padahal Allah subhanahu wata&amp;#39;ala telah berfirman, artinya&lt;p&gt;&lt;br&gt;&amp;quot;Hai orang-orang yang beriman, jangan lah kamu memasuki rumah yang bukan&lt;br&gt;rumahmu sebelum meminta izin dan memberi salam kepada penghuni nya.Yang&lt;br&gt;demikian itu lebih baik bagimu, agar kamu (selalu) ingat&amp;quot;. (QS. an-Nur: 27)&lt;p&gt;&lt;p&gt;Rasulullah shallallahu &amp;#39;alaihi wasallam bersabda, &amp;quot;Hak seorang muslim atas&lt;br&gt;saudaranya yang muslim ada enam: (di antaranya) apabila kamu bertermu&lt;br&gt;dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya.&amp;quot; (HR. Muslim).&lt;p&gt;Allah subhanahu wata&amp;#39;ala juga telah berfirman, yang artinya, &amp;quot;Apabila kamu&lt;br&gt;dihormati dengan suatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan&lt;br&gt;lebih baik, atau balaslah (dengan yang serupa). Sesungguhnya Allah memper&lt;br&gt;hitungkan segala sesuatu&amp;quot;. (QS. an-Nisa: 86)&lt;p&gt;Mengucapkan salam &amp;#39;Assalamu &amp;#39;alaikum&amp;#39; dalam Islam bukan sekedar sapaan&lt;br&gt;belaka, tetapi lebih mulia dari itu. Ia merupakan bagian dari ibadah kepada&lt;br&gt;Allah subhanahu wata&amp;#39;ala, yang jelas punya nilai dan pahala yang besar di&lt;br&gt;sisi-Nya. Karena ucapan salam itu adalah doa. Sedangkan doa itu sendiri&lt;br&gt;merupakan inti ibadah dan diberikan pahala bagi siapa yang mengucapkannya.&lt;p&gt;Salam juga merupakan amalan dan sunnah para rasul Allahdan para&lt;br&gt;malaikat-Nya. Allah subhanahu wata&amp;#39;ala berfirman, yang artinya,&lt;p&gt;&lt;p&gt;&amp;quot;Sudahkah sampai kepadamu (Muhammad) cerita tamu Ibrahim&lt;br&gt;(malaikat-malaikat) yang dimuliakan. (Ingatlah) ketika mereka masuk ke&lt;br&gt;tempatnya lalu mengucapkan, &amp;quot;Salaman&amp;quot;, (maka) Ibrahim menjawab, &amp;quot;salamun&amp;quot;&lt;br&gt;(kamu) adalah orang-orang yang tidak dikenal&amp;quot;. (QS. adz-Dzariyat: 24-25)&lt;p&gt;Dari Abu Hurairah radhiyallahu &amp;#39;anhu dari Nabi shallallahu &amp;#39;alaihi wasallam&lt;br&gt;beliau bersabda, &amp;quot;Tatkala Allah menciptakan Nabi Adam &amp;#39;alaihissalam, Dia&lt;br&gt;berfirman, &amp;quot;Pergilah!! Dan ucapkanlah salam kepada para Malaikat yang&lt;br&gt;sedang duduk, lalu perhatikanlah apa yang mereka akan jawab, sesungguhnya&lt;br&gt;jawaban (para malaikat itu) adalah salam (penghormatan)mu dan anak&lt;br&gt;keturunanmu. Maka Nabi Adam &amp;#39;alaihissalam berkata, &amp;quot;Assalamu &amp;#39;alaikum&amp;quot;,&lt;br&gt;lalu mereka (para malaikat) menjawab, &amp;quot;Assalamu&amp;#39;alaika wa Rahmatullah&amp;quot;.&lt;br&gt;Mereka menambahkan: &amp;quot;Warahmatullah&amp;quot;. (Muttafaq&amp;#39;alaih)&lt;p&gt;Dan tidak diragukan lagi, salam juga merupakan ajaran dan amalan Rasulullah&lt;br&gt;shallallahu &amp;#39;alaihi wasallam dan para shahabat ridwanullahu &amp;#39;alaihim.&lt;p&gt;Dari &amp;#39;Abdullah bin &amp;#39;Amru bin al&amp;#39;Ash radhiyallahu &amp;#39;anhuma bahwa seorang&lt;br&gt;lelaki bertanya kepada Rasulullah shallallahu &amp;#39;alaihi wasallam, &amp;quot;Ajaran&lt;br&gt;Islam yang manakah yang paling baik&amp;quot;? Beliau menjawab, &amp;quot;Kamu memberi makan&lt;br&gt;(orang yang membutuh kan nya), dan kamu mengucapkan salam kepada orang yang&lt;br&gt;kamu kenal dan yang tidak kamu kenal&amp;quot;. (Muttafaq &amp;#39;alaih)&lt;p&gt;Karena kecintaan para shahabat yang begitu besar kepada Allah subhanahu&lt;br&gt;wata&amp;#39;ala, suatu ketika mereka mengucapkan di dalam shalat mereka, &amp;quot;Salam&lt;br&gt;sejahtera atas Allah subhanahu wata&amp;#39;ala dari hamba-hamba-Nya, salam&lt;br&gt;sejahtera atas Jibril, salam sejahtera atas fulan dan fulan. Maka saat itu&lt;br&gt;Rasulullah shallallahu &amp;#39;alaihi wasallam melarang mereka untuk mengucapkan&lt;br&gt;yang demikian, &amp;quot;salam sejahtera untuk Allah subhanahu wata&amp;#39;ala, salam&lt;br&gt;sejahtera untuk hamba-hamba-Nya&amp;quot;. Dan Beliau bersabda, &amp;quot;Sesungguhnya Allah&lt;br&gt;Dia lah Yang Maha Pemberi keselamatan/as-Salam (yakni: Dia lah Jalla wa&lt;br&gt;&amp;#39;Ala yang menyelamatkan dari segala aib dan kekurangan), maka tidak perlu&lt;br&gt;kalian memuji-Nya dengan mendoakan keselamatan atas diri-Nya&amp;quot;. Lalu Beliau&lt;br&gt;berkata kepada mereka, &amp;quot;Ucapkanlah, &amp;quot;Salam sejahtera atas kami dan atas&lt;br&gt;hamba-hamba Allah yang shalih&amp;quot;. Maka jika kalian mengucapkan nya,&lt;br&gt;sesungguhnya kalian telah mengucapkan salam kepada semua hamba yang shalih&lt;br&gt;baik yang ada di dunia maupun di langit&amp;quot;. (HR. al-Bukhari)&lt;p&gt;Seorang yang mengucapkan salam kepada saudaranya berarti ia telah mendoakan&lt;br&gt;saudaranya agar Allah subhanahu wata&amp;#39;ala menyelamatkannya dari segala&lt;br&gt;musibah yang akan menimpanya. Apakah musibah itu berupa penyakit lahir&lt;br&gt;maupun bathin (hati), hilang akal (gila), dari kejahatan manusia, maksiat&lt;br&gt;dan dosa-dosa, dari siksa neraka dan semuanya yang kita anggap sabagai&lt;br&gt;musibah dari yang terkecil sampai musibah yang paling besar.&lt;p&gt;Ini semua menunjukkan betapa indah dan harmonisnya kehidupan kaum muslimin,&lt;br&gt;saling mendoakan di antara mereka dengan kebaikan dan keselamatan, sehingga&lt;br&gt;tumbuhlah kecintaan dan kasih sayang di antara mereka. Hal ini sesuai&lt;br&gt;dengan contoh Nabi shallallahu &amp;#39;alaihi wasallam yang pernah diajarkan&lt;br&gt;kepada ummatnya,&lt;p&gt;Dari Abu hurairah radhiyallahu dia berkata, Rasulullah shallallahu &amp;#39;alaihi&lt;br&gt;wasallam bersabda, &amp;quot;Tidaklah kalian masuk surga sampai kalian beriman. Dan&lt;br&gt;tidaklah kalian beriman sampai kalian saling mencintai. Maukah kalian aku&lt;br&gt;tunjukkan akan sesuatu. Apabila kalian melakukannya niscaya kalian akan&lt;br&gt;saling mencintai, Tebarkanlah salam di antara kalian.&amp;quot; (HR. Muslim)&lt;p&gt;Dan kalau setiap harinya kita menjumpai 100 orang muslim dan saat itu kita&lt;br&gt;tidak mengucapkan salam kepadanya, betapa meruginya kita, karena berarti&lt;br&gt;kita telah mengabaikan dan menyia-nyiakan pahala-pahala yang Allah&lt;br&gt;subhanahu wata&amp;#39;ala sajikan cuma-cuma tanpa harus bersusah payah&lt;br&gt;mendapatkannya. Belum tentu kesempatan emas untuk meraih pahala&lt;br&gt;sebanyak-banyaknya dengan cuma-cuma akan kembali diberikan kepada kita.&lt;br&gt;Boleh jadi saat itu adalah kesempatan terakhir yang akan kita sesali dan&lt;br&gt;tangisi pada hari akhir. Maka dari itu jangan sia-siakan!!! Mulailah&lt;br&gt;menebarkan salam kepada saudara-saudaramu!!!&lt;p&gt;&lt;br&gt;Marja&amp;#39;: kitab &amp;quot;Riyadhus Sholihin&amp;quot; syarh Syeikh Ibnu Utsaimin&lt;p&gt;Waassalamu&amp;#39;alaikum warahmatullaahi wabarakatuh&lt;p&gt;source: &lt;a href="http://www.alsofwah.or.id"&gt;www.alsofwah.or.id&lt;/a&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2007/12/mengucapkan-salam-ibadah-yang.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-3697474324602474387</guid><pubDate>Thu, 06 Dec 2007 01:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-06T08:56:34.372+07:00</atom:updated><title>Kerendahan Hati</title><description>Kerendahan Hati.&lt;p&gt;Kalau engkau tak sanggup menjadi beringin yang tumbuh di puncak bukit;&lt;br&gt;jadilah saja belukar. Tetapi belukar yang terbaik yang tumbuh di tepi&lt;br&gt;danau. Kalau engkau tak sanggup jadi belukar; jadilah saja rumput. Tapi&lt;br&gt;rumput yang terbaik yang memperkuat tanggul pinggiran jalan. Kalau&lt;br&gt;engkau tak mampu menjadi jalan raya; jadilah saja jalan kecil, yang&lt;br&gt;membawa orang ke mata air.&lt;p&gt;Tak semua menjadi nakhoda; Tentu ada awak kapalnya. Bukan besar&lt;br&gt;kecilnya tugas yang menjadikan tinggi rendahnya dirimu. Jadilah saja&lt;br&gt;dirimu, sebaik-baiknya dirimu sendiri.&lt;p&gt;source: soulful</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2007/12/kerendahan-hati.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-3853646002678653973</guid><pubDate>Mon, 03 Dec 2007 03:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-03T11:06:56.032+07:00</atom:updated><title>Sayangilah Aku Hingga Ujung Waktu</title><description>Sayangilah Aku Hingga Ujung Waktu&lt;br&gt;Author: Abu Aufa&lt;p&gt;Kalau kita berbicara tentang pernikahan, pasti semua mengharapkan&lt;br&gt;yang enak-enak atau kondisi ideal. Normal aja dong, kalau&lt;br&gt;mengharapkan kriteria ideal untuk calon pasangan hidupnya. Sang&lt;br&gt;pemuda mengharapkan calon istri yang cantik jelita, keluarganya&lt;br&gt;tajir, pinter, akhlak mulia, sholehah, dll. Begitu juga sang wanita&lt;br&gt;ingin punya suami yang ganteng, kaya, sabar, pinter, bertanggung&lt;br&gt;jawab, setia, akhlaknya memikat, dan sebagainya. Coba bayangin semua&lt;br&gt;ini terjadi pada diri kita, wuah...surga dunia tuh! Siapa sih yang&lt;br&gt;gak mau, iya gak?&lt;p&gt;Saat kita lanjut usia, rambut mulai satu-persatu rontok, raga pun&lt;br&gt;perlahan rapuh dan sepuh, sang istri atau suami masih tetap setia&lt;br&gt;mendampingi. Saat di pembaringan, ada yang mijitin pundak hingga&lt;br&gt;kitapun tertidur pulas. Saat dingin menyerang rangkulan kekasih pun&lt;br&gt;semakin erat, bersama saling menopang saat kaki-kaki kita semakin&lt;br&gt;melemah. Kalau sedih ada yang menghibur, saat senang, apalagi,&lt;br&gt;wuah...uendah nian.&lt;p&gt;Namun, menurut Hasan Al Banna, waktu itu adalah kehidupan, ia tak&lt;br&gt;pernah berhenti sesaatpun, seiring waktu berlalu, istri semakin&lt;br&gt;keriput dan endut. Tapi menurut sang suami, &amp;quot;Istriku masih yang&lt;br&gt;tercantik,&amp;quot;&lt;br&gt;sementara suami pun perutnya udah buncit, tapi menurut sang&lt;br&gt;istri, &amp;quot;Engkaulah satu-satunya Pangeran dalam istana hatiku.&amp;quot;&lt;p&gt;Kebesaran Allah SWT pun selalu tampak di dalam rumah tangga. Setiap&lt;br&gt;anggota keluarga melakukan sholat berjamaah, qiyamullail, membaca Al&lt;br&gt;Qur&amp;#39;an, tasbih, tahmid, saling bertausyiah, bermaafan, menasehati,&lt;br&gt;dan mengingatkan. Inilah hasil dari sepasang anak manusia yang&lt;br&gt;menikah karena ingin mengharapkan ridho-Nya dan cita-cita Islam serta&lt;br&gt;kemegahan ajaran-Nya. Inilah dia surga yang disegerakan sebelum surga&lt;br&gt;yang kekal abadi.&lt;p&gt;Semua diatas adalah harapan setiap pasangan. Namun, tak jarang juga&lt;br&gt;ditemukan dalam suatu keluarga yang terjadi adalah sebaliknya. Dari&lt;br&gt;istri yang dibilang gak pinter mengatur rumah tangga, menjaga anak,&lt;br&gt;atau suami yang selalu pulang malam tak peduli dengan anak dan istri,&lt;br&gt;dan macam-macam lagi. Kata nista, kata-kata yang nyelekit, tuduhan,&lt;br&gt;makian bahkan saling memukul, bisa juga terjadi pada sebuah keluarga,&lt;br&gt;yang gini nih sepet banget! Rumah tangga serasa bagai hidup di&lt;br&gt;neraka, tak ada ketenangan apalagi kasih sayang.&lt;p&gt;Emang ya, segala sesuatu itu bisa tak seindah bayangan semula. Ada&lt;br&gt;bunga-bunga indah, namun cukup banyak juga onak dan duri yang siap&lt;br&gt;menghadang. Karena itu, berbagai masalah kehidupan dalam lembaga&lt;br&gt;pernikahan harus dihadapi secara realistis oleh setiap pasangan.&lt;p&gt;Apalagi hidup di zaman seperti sekarang ini memang tak mudah, namun&lt;br&gt;Al Qur&amp;#39;an memberikan arahan dalam kehidupan berumah tangga, &amp;quot;.... dan&lt;br&gt;musyawarahkanlah di antara kamu (segala sesuatu) dengan baik.... [QS&lt;br&gt;Ath Thalaaq: 6]  &amp;quot;..... dan janganlah kamu menyusahkan mereka karena&lt;br&gt;hendak mengambil kembali sebagian dari apa yang telah kamu berikan&lt;br&gt;kepadanya, terkecuali bila mereka melakukan pekerjaan keji yang&lt;br&gt;nyata. Dan bergaullah dengan mereka secara patut. Kemudian, bila kamu&lt;br&gt;tidak menyukai mereka, (maka bersabarlah) karena mungkin kamu tidak&lt;br&gt;menyukai sesuatu, padahal Allah menjadikan padanya kebaikan yang&lt;br&gt;banyak.&amp;quot; [QS An&lt;br&gt;Nisaa&amp;#39;: 19]&lt;p&gt;Seperti gading, tak ada yang tak retak, begitu juga manusia, tak ada&lt;br&gt;yang sempurna. Setiap kita pasti ada kekurangannya, bisa saja seorang&lt;br&gt;suami atau istri terlihat mempunyai satu kekurangan, namun kalau&lt;br&gt;dipikir-pikir lebih banyak kelebihannya. Apakah kekurangannya saja&lt;br&gt;yang diperhatikan oleh pasangannya atau kedua-duanya dengan&lt;br&gt;pertimbangan yang adil?&lt;p&gt;Konflik dalam kehidupan rumah tangga juga tak jarang menyebabkan&lt;br&gt;banyak pasangan kehilangan cinta yang dulunya mempersatukan mereka,&lt;br&gt;dan Allah SWT juga telah memberikan arahan yang jelas, &amp;quot;Hai orang-&lt;br&gt;orang mu&amp;#39;min, sesungguhnya di antara isteri-isterimu dan anak-anakmu&lt;br&gt;ada yang menjadi musuh bagimu maka berhati-hatilah kamu terhadap&lt;br&gt;mereka dan jika kamu memaafkan dan tidak memarahi serta mengampuni&lt;br&gt;(mereka) maka sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.&amp;quot;&lt;br&gt;[QS At&lt;br&gt;Taghaabun: 14]&lt;p&gt;Karena itu, sesungguhnya dalam kehidupan berkeluarga yang kita&lt;br&gt;harapkan adalah indahnya keampunan Allah dan surga-Nya, juga kasih&lt;br&gt;sayang orang-orang yang terdekat dengan kita, yang setiap hari saling&lt;br&gt;membutuhkan, karena itu &amp;#39;sayangilah aku (pasangan hidup) hingga ujung&lt;br&gt;waktu.&amp;#39;&lt;p&gt;Wahai akhi wa ukhti fillah, mari kita saling mendoakan ya, Semoga&lt;br&gt;dengan kita mengambil panduan Al Qur&amp;#39;an dan sunnah Rasul-Nya serta&lt;br&gt;contoh teladan dari keluarga Rasulullah SAW, akan semakin banyak&lt;br&gt;rumah tangga yang tadinya kurang sakinah kembali menjadi sakinah,&lt;br&gt;rumah tangga yang sakinah menjadi lebih sakinah, dan insya Allah pula&lt;br&gt;saudara-saudara yang belum berumah tangga dikabulkan do&amp;#39;anya berupa&lt;br&gt;pasangan hidup yang sholeh atau sholehah, aamiin allahumma aamiin.&lt;p&gt;Wallahu alam bi showab,&lt;p&gt;*IKATLAH ILMU DENGAN MENULISKANNYA*&lt;br&gt;Al-Hubb Fillah wa Lillah,</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2007/12/sayangilah-aku-hingga-ujung-waktu.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-4634215145501501104</guid><pubDate>Thu, 29 Nov 2007 09:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-04T10:06:02.937+07:00</atom:updated><title>Qurban terbaik</title><description>Qurban terbaik &lt;p&gt;Kuhentikan mobil tepat di ujung kandang tempat berjualan hewan Qurban.&lt;br /&gt;Saat pintu mobil kubuka, bau tak sedap memenuhi rongga hidungku,&lt;br /&gt;dengan spontan aku menutupnya dengan saputangan.&lt;br /&gt;Suasana di tempat itu sangat ramai, dari para penjual yang hanya&lt;br /&gt;bersarung hingga ibu-ibu berkerudung Majelis Taklim, tidak terkecuali&lt;br /&gt;anak-anak yang ikut menemani orang tuanya melihat hewan yang akan&lt;br /&gt;di-Qurban-kan pada Idul Adha nanti,&lt;br /&gt;sebuah pembelajaran yang cukup baik bagi anak-anak sejak dini tentang&lt;br /&gt;pengorbanan NabiAllah Ibrahim &amp;amp; Nabi Ismail. &lt;p&gt;Aku masuk dalam kerumunan orang-orang yang sedang bertransaksi memilih&lt;br /&gt;hewan yang akan di sembelih saat Qurban nanti.&lt;br /&gt;Mataku tertuju pada seekor kambing coklat bertanduk panjang,&lt;br /&gt;ukuran badannya besar melebihi kambing-kambing di sekitarnya. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;" Berapa harga kambing yang itu pak?" ujarku menunjuk kambing coklat&lt;br /&gt;tersebut. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;" Yang coklat itu yang terbesar pak. Kambing Mega Super dua juta rupiah&lt;br /&gt;tidak kurang" kata si pedagang berpromosi matanya berkeliling sambil&lt;br /&gt;tetap melayani calon pembeli lainnya. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;" Tidak bisa turun pak?" kataku mencoba bernegosiasi. &lt;p&gt;" Tidak kurang tidak lebih, sekarang harga-harga serba mahal" si&lt;br /&gt;pedagang bertahan. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;" Satu juta lima ratus ribu ya?" aku melakukan penawaran pertama &lt;p&gt;&lt;br /&gt;" Maaf pak, masih jauh. " ujarnya cuek. &lt;p&gt;Aku menimbang-nimbang, apakah akan terus melakukan penawaran terendah&lt;br /&gt;berharap si pedagang berubah pendirian dengan menurunkan harganya. &lt;p&gt;" Oke pak bagaimana kalau satu juta tujuh ratus lima puluh ribu?" kataku &lt;p&gt;" Masih belum nutup pak " ujarnya tetap cuek &lt;p&gt;" Yang sedang mahal kan harga minyak pak. Kenapa kambing ikut naik?"&lt;br /&gt;ujarku berdalih mencoba melakukan penawaran termurah. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;" Yah bapak, meskipun kambing gak minum minyak. Tapi dia gak bisa datang&lt;br /&gt;ke sini sendiri.&lt;br /&gt;Tetap saja harus di angkut mobil pak, dan mobil bahan bakarnya bukan&lt;br /&gt;rumput"&lt;br /&gt;kata si pedagang meledek. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Dalam hati aku berkata, alot juga pedagang satu ini. Tidak menawarkan&lt;br /&gt;harga selain yang sudah di kemukakannya di awal tadi. Pandangan aku&lt;br /&gt;alihkan ke kambing lainnya yang lebih kecil dari si coklat. Lumayan bila&lt;br /&gt;ada perbedaan harga lima ratus ribu.&lt;br /&gt;Kebetulan dari tempat penjual kambing ini, aku berencana ke toko ban&lt;br /&gt;mobil.&lt;br /&gt;Mengganti ban belakang yang sudah mulai terlihat halus tusirannya.&lt;br /&gt;Kelebihan tersebut bisa untuk menambah budget ban yang harganya kini&lt;br /&gt;selangit. &lt;p&gt;&lt;br /&gt;" Kalau yang belang hitam putih itu berapa bang?" kataku kemudian &lt;p&gt;&lt;br /&gt;" Nah yang itu Super biasa. Satu juta tujuh ratus lima puluh ribu&lt;br /&gt;rupiah" katanya &lt;p&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat aku menawar, di sebelahku berdiri seorang kakek menanyakan&lt;br /&gt;harga kambing coklat Mega Super tadi.&lt;br /&gt;Meskipun pakaian "korpri" yang ia kenakan lusuh, tetapi wajahnya masih&lt;br /&gt;terlihat segar. &lt;p&gt;" Gagah banget kambing itu. Berapa harganya mas?" katanya kagum &lt;p&gt;" Dua juta tidak kurang tidak lebih kek. " kata si pedagang setengah&lt;br /&gt;malas menjawab setelah melihat penampilan si kakek. &lt;p&gt;" Weleh larang men regane (mahal benar harganya)?" kata si kakek dalam&lt;br /&gt;bahasa Purwokertoan " bisa di tawar-kan ya mas?" lanjutnya mencoba&lt;br /&gt;negosiasi juga. &lt;p&gt;" Cari kambing yang lain aja kek. " si pedagang terlihat semakin malas&lt;br /&gt;meladeni. &lt;p&gt;" Ora usah (tidak) mas. Aku arep sing apik lan gagah Qurban taun iki&lt;br /&gt;(Aku mau yang terbaik dan gagah untuk Qurban tahun ini)&lt;br /&gt;Duit-e (uangnya) cukup kanggo (untuk) mbayar koq mas. " katanya tetap&lt;br /&gt;bersemangat seraya mengeluarkan bungkusan dari saku celananya. Bungkusan&lt;br /&gt;dari kain perca yang juga sudah lusuh itu di bukanya, enam belas lembar&lt;br /&gt;uang seratus ribuan dan sembilan lembar uang lima puluh ribuan&lt;br /&gt;dikeluarkan dari dalamnya.&lt;br /&gt;" Iki (ini) dua juta rupiah mas. Weduse (kambingnya) dianter ke rumah ya&lt;br /&gt;mas?" lanjutnya mantap tetapi tetap bersahaja. &lt;p&gt;Si pedagang kambing kaget, tidak terkecuali aku yang memperhatikannya&lt;br /&gt;sejak tadi.&lt;br /&gt;Dengan wajah masih ragu tidak percaya si pedagang menerima uang yang&lt;br /&gt;disodorkan si kakek,&lt;br /&gt;kemudian di hitungnya perlahan lembar demi lembar uang itu. &lt;p&gt;" Kek, ini ada lebih lima puluh ribu rupiah" si pedagang mengeluarkan&lt;br /&gt;selembar lima puluh ribuan &lt;p&gt;" Ora ono ongkos kirime tho...?" (Enggak ada ongkos kirimnya ya?) si&lt;br /&gt;kakek seakan tahu uang yang diberikannya berlebih &lt;p&gt;" Dua juta sudah termasuk ongkos kirim" si pedagangyangcukup jujur&lt;br /&gt;memberikan lima puluh ribu ke kakek " mau di antar ke mana mbah?"&lt;br /&gt;(tiba-tiba panggilan kakek berubah menjadi mbah) &lt;p&gt;" Alhamdulillah, lewih (lebih) lima puluh ribu iso di tabung neh (bisa&lt;br /&gt;ditabung lagi)" kata si kakek sambil menerimanya " tulung anterke ning&lt;br /&gt;deso cedak kono yo (tolong antar ke desa dekat itu ya),&lt;br /&gt;sak sampene ning mburine (sesampainya di belakang) Masjid Baiturrohman,&lt;br /&gt;takon ae umahe (tanya saja rumahnya) mbah Sutrimo pensiunan pegawe Pemda&lt;br /&gt;Pasir Mukti,&lt;br /&gt;InsyaAllah bocah-bocah podo ngerti (InsyaAllah anak-anak sudah tahu). " &lt;p&gt;Setelah selesai bertransaksi dan membayar apa yang telah di sepakatinya,&lt;br /&gt;si kakek berjalan ke arah sebuah sepeda tua yang di sandarkan pada&lt;br /&gt;sebatang pohon pisang, tidak jauh dari X-Trail milikku.&lt;br /&gt;Perlahan di angkat dari sandaran, kemudian dengan sigap di kayuhnya&lt;br /&gt;tetap dengan semangat. &lt;p&gt;Entah perasaan apa lagi yang dapat kurasakan saat itu, semuanya berbalik&lt;br /&gt;ke arah berlawanan dalam pandanganku.&lt;br /&gt;Kakek tua pensiunan pegawai Pemda yang hanya berkendara sepeda engkol,&lt;br /&gt;sanggup membeli hewan Qurban yang terbaik untuk dirinya.&lt;br /&gt;Aku tidak tahu persis berapa uang pensiunan PNS yang diterima setiap&lt;br /&gt;bulan oleh si kakek.&lt;br /&gt;Yang aku tahu, di sekitar masjid Baiturrohman tidak ada rumah yang&lt;br /&gt;berdiri dengan mewah,&lt;br /&gt;rata-rata penduduk sekitar desa Pasir Mukti hanya petani dan para&lt;br /&gt;pensiunan pegawai rendahan.&lt;br /&gt;Yang pasti secara materi, sangatlah jauh di banding penghasilanku&lt;br /&gt;sebagai Manajer perusahaan swasta asing.&lt;br /&gt;Yang sanggup membeli rumah di kawasan cukup bergengsi Yang sanggup&lt;br /&gt;membeli kendaraan roda empat yang harga ban-nya saja cukup membeli&lt;br /&gt;seekor kambing Mega Super Yang sanggup mempunyai hobby berkendara moge&lt;br /&gt;(motor gede) dan memilikinya Yang sanggup mengkoleksi "raket" hanya&lt;br /&gt;untuk olah-raga seminggu sekali Yang sanggup juga membeli hewan Qurban&lt;br /&gt;dua ekor sapi sekaligus &lt;p&gt;Tapi apa yang aku pikirkan?&lt;br /&gt;Aku hanya hendak membeli hewan Qurban yang jauh di bawah kemampuanku&lt;br /&gt;yang harganya tidak lebih dari service rutin mobil X-Trail, kendaraanku&lt;br /&gt;di dunia fana.&lt;br /&gt;Sementara untuk kendaraanku di akhirat kelak, aku berpikir seribu kali&lt;br /&gt;saat membelinya. &lt;p&gt;Ya Allah, Engkau yang Maha Membolak-balikan hati manusia balikkan hati&lt;br /&gt;hambaMu yang tak pernah berSyukur ini ke arah orang yang pandai&lt;br /&gt;menSyukuri nikmatMu &lt;p&gt;" Mulailah hari ini dengan senyum , salam dan sapa "&lt;/p&gt;&lt;p&gt;source: milist&lt;/p&gt;&lt;p&gt; &lt;/p&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2007/11/qurban-terbaik.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-8458076842970200139</guid><pubDate>Mon, 19 Nov 2007 08:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-19T15:09:19.623+07:00</atom:updated><title>SUDAHKAH PUASA KITA MEMBUAHKAN HASIL?</title><description>SUDAHKAH PUASA KITA MEMBUAHKAN HASIL?&lt;p&gt;Begitu banyak musibah yang melanda negri ini. Bencana alam yang datang&lt;br&gt;silih berganti, seakan-akan tak pernah berhenti mendera bangsa kita.&lt;br&gt;Gelombang tsunami, gunung berapi, lumpur lapindo, tanah longsor dan masih&lt;br&gt;banyak lagi bencana-bencana lain yang semua masih menyisakan tangis sanak&lt;br&gt;famili dari korban-korbannya. Entah sampai kapan negri ini akan selesai&lt;br&gt;dari semua ujian atau mungkin &amp;#39;adzab&amp;#39; ini?&lt;p&gt;Belum lagi sederetan kasus-kasus &amp;#39;heboh&amp;#39; dan kriminalitas yang setiap&lt;br&gt;harinya tidak pernah sepi menghiasi lembaran surat kabar kita. Dari&lt;br&gt;maraknya pesta seks bebas dan narkoba di tengah para pelajar/mahasiswa,&lt;br&gt;kawin-cerai di kalangan &amp;#39;publik figur&amp;#39;, pembunuhan antar kerabat dekat,&lt;br&gt;pemerkosaan ayah dengan anak kandungnya, hamil tanpa status ayah yang&lt;br&gt;jelas, kawin kontrak yang tengah marak di tengah masyarakat dan perguruan&lt;br&gt;tinggi, perselingkuhan di perkantoran, aborsi, bocah SD bunuh diri,&lt;br&gt;penyulikan anak yang berakhir dengan sodomi dan pembunuhan, KKN di semua&lt;br&gt;instansi baik pemerintah mau pun swasta, &amp;#39;ilegal logging&amp;#39;, pembobolan&lt;br&gt;bank-bank, dan masih banyak lagi aksi-aksi kejahatan dan kemaksiatan baik&lt;br&gt;yang dilakukan secara kolektif maupun individu yang belum disebutkan.&lt;p&gt;Mungkinkah ini yang membuat negri kita tak pernah berhenti dari malapetaka&lt;br&gt;yang menimpa dan dari keterpurukan yang semakin melanda? Karena musibah&lt;br&gt;tidak akan menimpa suatu negeri melainkan disebabkan oleh ulah tangan&lt;br&gt;kebanyakan penduduknya (kemaksiatan yang mereka perbuat), sebagaimana&lt;br&gt;disinyalir dalam banyak firman Allah di antaranya, artinya,&lt;p&gt;&amp;quot;Apa saja nikmat yang kamu peroleh adalah dari Allah, dan apa saja bencana&lt;br&gt;yang menimpamu, maka dari (kesalahan) dirimu sendiri.&amp;quot; (QS. an-Nisa: 79).&lt;br&gt;Dalam ayat lain, Allah subhanahu wata&amp;#39;ala berfirman, artinya,&lt;p&gt;&amp;quot;Telah tampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan&lt;br&gt;tangan manusia, supaya Allah merasa kan kepada mereka sebahagian dari&lt;br&gt;(akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar).&amp;quot; (QS.&lt;br&gt;ar-Ruum: 41)&lt;p&gt;&amp;quot;Dan apa saja musibah yang menimpa kamu maka adalah disebabkan oleh&lt;br&gt;perbuatan tanganmu sendiri, dan Allah memaafkan sebagian besar (dari&lt;br&gt;kesalahan-kesalahanmu).&amp;quot; (QS. as-Syura: 30)&lt;p&gt;Bahkan kita menyaksikan dan mendengar sendiri bukan hanya pelaku-pelaku&lt;br&gt;kemaksiatan tersebut saja yang menjadi korban dari keganasan dan dasyatnya&lt;br&gt;adzab Allah subhanahu wata&amp;#39;ala bahkan orang-orang yang tidak tahu menahu&lt;br&gt;akan perbuatan bejat dan nista orang-orang di sekililingnya juga menjadi&lt;br&gt;sasaran dari amukan kemarahan Sang &amp;#39;Muntaqim&amp;#39;. Allah subhanahu wata&amp;#39;ala&lt;br&gt;telah berfirman, artinya,&lt;p&gt;&amp;quot;Dan pelihara lah dirimu dari pada siksaan yang tidak khusus menimpa&lt;br&gt;orang-orang yang zhalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah&lt;br&gt;amat keras siksaan-Nya.&amp;quot; (QS. al-Anfal: 25)&lt;p&gt;Rasulullah shallallahu &amp;#39;alaihi wasallam bersabda,&lt;p&gt;&amp;quot;Apabila keburukan/kejahatan telah tampak nyata (merajalela) di muka bumi&lt;br&gt;ini, maka Allah akan menurunkan adzab-Nya kepada penduduk bumi tersebut,&lt;br&gt;maka aku (Aisyah radhiyallahu&amp;#39;anha) berkata, sekalipun di antara mereka&lt;br&gt;terdapat orang-orang yang ta&amp;#39;at kepada Allah, Nabi menjawab, iya, tetapi&lt;br&gt;kemudian mereka dikembalikan kepada rahmat Allah subhanahu wata&amp;#39;ala.&amp;quot; (HR.&lt;br&gt;Ahmad, dishahihkan oleh al-Albani)&lt;p&gt;Peristiwa dasyat beberapa tahun lalu masih segar dalam ingatan kita.&lt;br&gt;Seharusnya sangat cukup menjadi pelajaran untuk menyadarkan siapun yang&lt;br&gt;merasa memiliki andil dalam mendatangkan kemurkaan Sang &amp;#39;Syadidul&amp;#39;Iqab&amp;#39;.&lt;p&gt;Apalagi kaum muslimin yang merupakan kaum mayoritas negri ini, baru saja&lt;br&gt;digembleng sebulan penuh di bulan Ramadhan yang suci, dengan banyak&lt;br&gt;mendekatkan diri di dalamnya, bertaubat dari semua maksiat yang telah&lt;br&gt;diperbuat, banyak merenung dan memikirkan kehidupan masa depan yang lebih&lt;br&gt;baik, tentu akan membuat kita penduduk negri ini semakin sadar dan berhenti&lt;br&gt;dari melakukan hal-hal yang dapat mendatangkan musibah-musibah itu lagi.&lt;p&gt;Ramadhan yang setiap tahunnya datang kepada kita dengan izin Allah&lt;br&gt;subhanahu wata&amp;#39;ala seharusnya telah mengantarkan kita kepada ketaqwaan&lt;br&gt;haqiqi yang merupakan tujuan dan target dari disyariatkan puasa di&lt;br&gt;dalamnya. Yaitu berupa kemampuan dalam mengerjakan perintah-perintah Allah&lt;br&gt;subhanahu wata&amp;#39;ala dan meninggalkan larangan-larangan-Nya secara maksimal&lt;br&gt;yang dapat menjadi faktor terbesar menghambat dan meredam kemurkaan Allah&lt;br&gt;subhanahu wata&amp;#39;ala.&lt;p&gt;Allah subhanahu wata&amp;#39;ala telah berfirman yang artinya,&lt;p&gt;&amp;quot;Dan Allah sekali-kali tidak akan mengazab mereka, sedang kamu berada&lt;br&gt;diantara mereka. Dan tidaklah (pula) Allah akan mengazab mereka, sedang&lt;br&gt;mereka meminta ampun&amp;quot;. (QS. al-Anfal: 33)&lt;p&gt;Rasulullah shallallahu &amp;#39;alaihi wasallam bersabda,&lt;p&gt;&amp;quot;Allah subhanahu wata&amp;#39;ala berfirman, &amp;quot;Demi kemulian dan keagungan-Ku, Aku&lt;br&gt;senantiasa akan mengampunkan dosa-dosa hamba-hamba-Ku selama mereka mau&lt;br&gt;meminta ampun kepada-Ku&amp;quot; (HR. Ahmad dan al-Hakim, dishahihkan oleh&lt;br&gt;al-Albani)&lt;p&gt;Beliau shallallahu &amp;#39;alaihi wasallam juga bersabda,&lt;p&gt;&amp;quot;Bertaqwalah kepada Allah di mana saja kamu berada, dan ikutilah keburukan&lt;br&gt;dengan kebaikan niscaya ia akan menghapuskan keburukan tersebut, dan&lt;br&gt;pergaulilah manusia dengan akhlak yang baik.&amp;quot; (HR. at-Tirmidzi, dengan&lt;br&gt;sanad hasan shahih)&lt;p&gt;Ramadhan yang tidak pernah absen dari tahun-ketahun, yang telah kita jalani&lt;br&gt;sampai saat ini seharusnya telah mengantarkan kita menjadi pribadi-pribadi&lt;br&gt;yang muttaqin, sehingga semua yang menjadi karekteristik al muttaqin telah&lt;br&gt;ada pada diri-diri kita, karakteristik yang mulia seperti yang dijelaskan&lt;br&gt;dalam banyak ayat-Nya.&lt;p&gt;Di antaranya Allah subhanahu wata&amp;#39;ala berfirman, artinya,&lt;p&gt;&amp;quot;(Yaitu) orang-orang yang menafkahkan (hartanya), baik di waktu lapang&lt;br&gt;maupun sempit, dan orang-orang yang menahan amarahnya dan memaafkan&lt;br&gt;(kesalahan) orang. Allah menyukai orang-orang yang berbuat kebajikan. Dan&lt;br&gt;(juga) orang-orang yang apabila mengerjakan perbuatan keji atau menganiaya&lt;br&gt;diri sendiri mereka ingat akan Allah, lalu memohon ampun terhadap dosa-dosa&lt;br&gt;mereka dan siapa lagi yang dapat mengampuni dosa selain dari pada Allah -&lt;br&gt;Dan mereka tidak meneruskan perbuatan kejinya itu, sedang mereka&lt;br&gt;mengatahui.&amp;quot; (QS. Ali&amp;#39;Imran: 134-135)&lt;p&gt;Dalam ayat di atas Allah subhanahu wata&amp;#39;ala menyebutkan bahwa di antara&lt;br&gt;karakteristik mereka adalah:&lt;p&gt;&lt;p&gt;&lt;br&gt;  a.. Menginfakkan/menyedekahkan sebagian hartanya di jalan Allah subhanahu&lt;br&gt;  wata&amp;#39;ala baik dalam keadaan lapang (kaya, senang atau sehat) maupun dalam&lt;br&gt;  keadaan sempit (miskin, susah atau sakit). Kalau mayoritas masyarakat&lt;br&gt;  kita memiliki sifat seperti ini tentu ini akan menjadi kontribusi yang&lt;br&gt;  cukup besar dalam mengentaskan dan mengikikis habis atau setidaknya&lt;br&gt;  meminimalisir tindakan pelaku-pelaku kemaksyiatan yang pada umumnya&lt;br&gt;  selalu berdalihkan himpitan ekonomi di balik perbuatan mereka. Karena&lt;br&gt;  berarti &amp;#39;pintu&amp;#39; yang mereka jadikan sebagai dalih di balik kejahatan yang&lt;br&gt;  mereka kerjakan telah ditutup dengan memberdayakan harta shadaqah yang&lt;br&gt;  dikeluarkan oleh &amp;#39;al-muttaqin&amp;#39; tersebut. yang pada akhirnya dapat menjadi&lt;br&gt;  peredam kemurkaan dan adzab-Nya.&lt;p&gt;&lt;br&gt;  b.. Mampu meredam emosi dan amarah. Tidak kita ragukan lagi bahwa&lt;br&gt;  sederatan kemaksiatan dan tindakan kriminalitas terjadi karena tidak&lt;br&gt;  mampunya para pelaku dalam mengendalikan emosinya dan menahan syahwatnya.&lt;br&gt;  Tentunya dengan buah dari puasa Ramadhan inilah seharus nya kita semakin&lt;br&gt;  dapat mengendalikan dan meredakan emosi dan amarah tatkala ia bergejolak&lt;br&gt;  dan menahan hawa nafsu manakala ia mengajak kita ke jalan-jalan maksiat.&lt;br&gt;  Sehingga bencana-bencana yang merupakan jelmaan dari kemahadasyatan murka&lt;br&gt;  Allah subhanahu wata&amp;#39;ala pun dapat diredakan dan tidak datang menimpa&lt;br&gt;  kita kembali.&lt;p&gt;&lt;br&gt;  c.. Memaafkan kesalahan orang lain. Sifat ini juga bisa menjadi salah&lt;br&gt;  satu faktor semakin berkurangnya kemaksiatan. Betapa tidak, karena&lt;br&gt;  kemaksiatan dan kejahatan tidak jarang terjadi karena permusuhan dan&lt;br&gt;  tidak saling memaafkan di antara mereka, atau masih terdapatnya di dalam&lt;br&gt;  diri mereka sifat dendam yang berakhir dengan saling menganiaya, saling&lt;br&gt;  membunuh dan lain sebagainya. Maka kasus-kasus ini dapat diatasi ketika&lt;br&gt;  manusia telah tumbuh dalam dirinya sifat pemaaf. Dan akhirnya dapat&lt;br&gt;  meredam kemurkaan-Nya.&lt;p&gt;&lt;br&gt;  d.. Segera meminta ampun dan bertaubat kepada Allah subhanahu wata&amp;#39;ala&lt;br&gt;  atas dosa-dosa yang telah diperbuat baik dari dosa kecil maupun besar,&lt;br&gt;  dan dia memiliki tekad yang kuat untuk tidak mengulangi&lt;br&gt;  perbuatan-perbuatan dosa itu lagi.&lt;p&gt;Buah Ramadhan bukan hanya mampu meredam murka Allah subhanahu wata&amp;#39;ala tapi&lt;br&gt;juga dapat mendatangkan keberkahan untuk negri kita ini jika buah tersebut&lt;br&gt;betul-betul telah dimililiki dan diraih oleh semua penduduk negri ini,&lt;br&gt;sebagaimana janji Allah subhanahu wata&amp;#39;ala, artinya,&lt;p&gt;&amp;quot;Jikalau sekiranya penduduk negeri-negeri beriman dan bertaqwa, pastilah&lt;br&gt;Kami akan melimpahkan kepada mereka berkah dari langit dan bumi, tetapi&lt;br&gt;mereka mendustakan (ayat-ayat Kami) itu, maka Kami siksa mereka disebabkan&lt;br&gt;perbuatannya.&amp;quot; (QS. al-&amp;#39;Araf: 96).&lt;p&gt;Demikian, mudah-mudahan uraian yang singkat ini dapat menggugah hati kita&lt;br&gt;dan membuat kita semakin semangat untuk memperbaiki serta meningkat kan&lt;br&gt;amal sholeh kita sehingga dapat menjadi peredam murka dan sekaligus pembawa&lt;br&gt;berkah ilahi.&lt;p&gt;(Disarikan oleh Abu Nabiel Muhammad Ruliyandi dari berbagai sumber)&lt;p&gt;source: &lt;a href="http://www.alsofwah.or.id"&gt;www.alsofwah.or.id&lt;/a&gt;</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2007/11/sudahkah-puasa-kita-membuahkan-hasil.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-8880545797568075998</guid><pubDate>Thu, 08 Nov 2007 02:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-08T10:00:47.988+07:00</atom:updated><title>7 Kebiasaan yang Memperkaya Hidup</title><description>&lt;p class="mobile-photo"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-ICQhl8AeZkvMiW1nQ9g5mAoAM90VJebDAtQhw51FQLbUHKGPkNj5AbYN7GhOUtlBmfEyqmXh3m3QlNjS4x58dH15REmIZrVN2zIKNitUcPJZs9jh6Jxnt50d55XAI6eKj3a2mQ/s1600-h/pic16512-747989.jpg"&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-ICQhl8AeZkvMiW1nQ9g5mAoAM90VJebDAtQhw51FQLbUHKGPkNj5AbYN7GhOUtlBmfEyqmXh3m3QlNjS4x58dH15REmIZrVN2zIKNitUcPJZs9jh6Jxnt50d55XAI6eKj3a2mQ/s320/pic16512-747989.jpg"  border="0" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5130299134364812066" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;7 Kebiasaan yang Memperkaya Hidup
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;1. &amp;#160;Kebiasaan mengucap syukur.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih
&lt;br&gt;baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang
&lt;br&gt;baik , tapi juga dalam kesusahan dan hari-hari yang buruk...... Adarahasia
&lt;br&gt;besar dibalik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen
&lt;br&gt;Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang
&lt;br&gt;terkenal dan dikagumi diseluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak
&lt;br&gt;memotivasi orang adalah &amp;quot;Aku bersyukur atas cacat-cacat ini aku menemukan
&lt;br&gt;diriku, pekerjaanku dan TUHAN-ku&amp;quot;.
&lt;br&gt;Memang sulit untuk mengucap syukur&amp;#160;terhadap segala &amp;#39;kesusahan&amp;#39;,
&lt;br&gt;&amp;#39;kegagalan&amp;#39;, hambatan&amp;#39; maupun &amp;#39;kekurangan&amp;#39; dan sejenisnya.&amp;#160; Namun kita bisa
&lt;br&gt;belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat,
&lt;br&gt;kesyihatan, keluarga, sahabat dsb. Lama kelamaan kita bahkan bisa bersyukur
&lt;br&gt;atas kesusahan dan situasi yang buruk.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;2. &amp;#160;Kebiasaan berpikir positif.
&lt;br&gt;&amp;quot;You are what you think!&amp;quot; Hidup dibentuk oleh apa yang paling sering kita
&lt;br&gt;pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi
&lt;br&gt;yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah
&lt;br&gt;kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita.
&lt;br&gt;Sering-seringlah memantau apa yang sedang&amp;#160; dipikirkan. Kalau&amp;#160;terbenam dalam
&lt;br&gt;pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif.&amp;#160; Jadikanlah
&lt;br&gt;berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal
&lt;br&gt;positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang
&lt;br&gt;akan&amp;#160;dialami.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;3. &amp;#160;Kebiasaan menabur benih.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya&amp;#160;kita akan
&lt;br&gt;&amp;#39;menuai&amp;#39; apa yang&amp;#160;kita &amp;#39;tabur&amp;#39;.&amp;#160; Taburkanlah egoisme, kebencian antar
&lt;br&gt;kelompok, kemalasan, gosip, hasutan, adu domba&amp;#160;dan sejenisnya
&lt;br&gt;dan.......lihatlah dan buktikan apa yang akan dituai. &amp;#160;&amp;#160;Bayangkanlah,
&lt;br&gt;betapa kayanya hidup&amp;#160;bila&amp;#160;yang&amp;#160; ditebar selalu benih
&lt;br&gt;&amp;#39;kebaikan&amp;#39;.&amp;#160;Sebaliknya, betapa miskinnya&amp;#160;bila yang rajin&amp;#160;ditabur
&lt;br&gt;adalah&amp;#160;keburukan.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;4. &amp;#160;Kebiasaan berempati.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang&amp;#160;berharga.
&lt;br&gt;Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah
&lt;br&gt;empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang
&lt;br&gt;lain.&amp;#160; Orang yang berempati cenderung&amp;#160;bisa merasakan perasaan orang
&lt;br&gt;lain,&amp;#160;mengerti keinginannya dan menangkap motif dibalik sikap orang lain.
&lt;br&gt;Ini berlawanan&amp;#160;dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan
&lt;br&gt;dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun
&lt;br&gt;kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang
&lt;br&gt;empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri
&lt;br&gt;pada posisi orang lain, belajarlah melakukan lebih dulu apa yang&amp;#160;kita ingin
&lt;br&gt;orang lain lakukan kepada kita.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;5. &amp;#160;Kebiasaan mendahulukan yang penting.
&lt;br&gt;Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah!!&amp;#160; Jangan
&lt;br&gt;biarkan hidup&amp;#160;kita terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara
&lt;br&gt;hal-hal yang penting terabaikan.&amp;#160; Mulailah memilah-milah mana yang penting
&lt;br&gt;dan mana yg tidak. Kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat
&lt;br&gt;hidup&amp;#160;lebih efektif dan produktif dan berpengaruh terhadap&amp;#160;pencitraan diri.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;6. &amp;#160;Kebiasaan bertindak.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Bila&amp;#160;kita sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak
&lt;br&gt;dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan,&amp;#160;so
&lt;br&gt;langkah selanjutnya......bertindaklah!&amp;#160; Biasakan untuk menghargai waktu,
&lt;br&gt;lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif.&amp;#160; Kebanyakan orang&amp;#160;yang gagal
&lt;br&gt;dalam hidup karena terlalu dikuasai&amp;#160; &amp;#39;impian&amp;#39; dan hanya mempunyai tujuan
&lt;br&gt;tapi........gagal&amp;#160;melangkah! &amp;#160;&amp;quot;A journey of thousand miles begin
&lt;br&gt;with......a single step!&amp;quot;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;7. &amp;#160;Kebiasaan&amp;#160;berlaku jujur.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;Kejujuran adalah bagian dari&amp;#160;pribadi yang utuh. Ketidakjujuran&amp;#160;merusak
&lt;br&gt;harga diri dan masa depan&amp;#160;kita sendiri. Mulailah terbiasa&amp;#160;bersikap jujur,
&lt;br&gt;tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah
&lt;br&gt;mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila&amp;#160;terpaksa perlu
&lt;br&gt;berbohong, kendalikanlah kebohongan&amp;#160;sedikit demi sedikit.
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;&amp;#160;(Embedded image moved to file: pic16512.jpg)</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2007/11/7-kebiasaan-yang-memperkaya-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-ICQhl8AeZkvMiW1nQ9g5mAoAM90VJebDAtQhw51FQLbUHKGPkNj5AbYN7GhOUtlBmfEyqmXh3m3QlNjS4x58dH15REmIZrVN2zIKNitUcPJZs9jh6Jxnt50d55XAI6eKj3a2mQ/s72-c/pic16512-747989.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-21572963.post-8630421717242855598</guid><pubDate>Wed, 07 Nov 2007 03:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-11-07T10:09:54.900+07:00</atom:updated><title>Maafkan &amp; lupakan !</title><description>Maafkan &amp;amp; lupakan !&lt;p&gt;Ini sebuah kisah tentang dua orang sahabat karib yang sedang berjalan&lt;br&gt;melintasi gurun pasir. Di tengah perjalanan, mereka bertengkar, dan&lt;br&gt;salah seorang menampar temannya.&lt;br&gt;Orang yang kena tampar, merasa sakit hati, tapi dengan tanpa&lt;br&gt;berkata-kata, dia menulis di atas pasir :&lt;br&gt;HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU MENAMPAR PIPIKU.&lt;p&gt;Mereka terus berjalan, sampai menemukan sebuah oasis, dimana mereka&lt;br&gt;memutuskan untuk mandi. Orang yang pipinya kena tampar dan terluka&lt;br&gt;hatinya, mencoba berenang namun nyaris tenggelam, dan berhasil&lt;br&gt;diselamatkan oleh sahabatnya. Ketika dia mulai siuman &amp;amp; rasa takutnya&lt;br&gt;sudah hilang, dia menulis di sebuah batu: HARI INI, SAHABAT TERBAIK KU&lt;br&gt;MENYELAMATKAN NYAWAKU.&lt;p&gt;Orang yang menolong dan menampar sahabatnya, bertanya,&lt;br&gt;&amp;quot;Kenapa setelah saya melukai hatimu, kau menulisnya di atas pasir, dan&lt;br&gt;sekarang kamu menulis di batu ?&amp;quot;&lt;br&gt;Temannya sambil tersenyum menjawab,&lt;br&gt;&amp;quot;Ketika seorang sahabat melukai kita, kita harus menulisnya diatas&lt;br&gt;pasir agar angin maaf datang berhembus dan menghapus tulisan tersebut.&lt;br&gt;Dan bila sesuatu yang luar biasa baik terjadi, kita harus memahatnya&lt;br&gt;diatas batu hati kita, agar takkan pernah bisa hilang tertiup angin.&amp;quot;&lt;p&gt;Dalam hidup ini sering timbul beda pendapat dan konflik karena sudut&lt;br&gt;pandang yang berbeda. Oleh karenanya cobalah untuk saling memaafkan &amp;amp;&lt;br&gt;lupakan masalah lalu.&lt;br&gt;Belajarlah menulis diatas pasir.&lt;p&gt;source: milis soulful</description><link>http://thenewlifespirit.blogspot.com/2007/11/maafkan-lupakan.html</link><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>