<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/atom10full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" gd:etag="W/&quot;Ak4GQX87fCp7ImA9WxBVGUU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359</id><updated>2010-02-24T12:22:00.104+07:00</updated><title>RO'IEL Ministry</title><subtitle type="html">RO'IEL dari bahasa Ibrani. Penggabungan dari dua kata, "Gembalaku" dan "ALLAH"</subtitle><link rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/posts/default" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://roielministry.org/" /><link rel="next" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false&amp;v=2" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email></author><generator version="7.00" uri="http://www.blogger.com">Blogger</generator><openSearch:totalResults>151</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/atom+xml" href="http://feeds.feedburner.com/roiel" /><feedburner:info uri="roiel" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>roiel</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><entry gd:etag="W/&quot;D0IAQXw7fSp7ImA9WxBVFUg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3404765907094275264</id><published>2010-02-19T11:59:00.012+07:00</published><updated>2010-02-19T11:59:00.205+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-19T11:59:00.205+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehidupan Kristen" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yakobus 2" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yakobus" /><title>Iman yang Sempurna</title><content type="html">Berbicara tentang iman dalam kitab Yakobus, seringkali menjadi perdebatan. Karena Yakobus seringkali dianggap bertentangan dengan apa yang ditulis oleh Paulus dalam Efesus 2. Rasul Paulus berbicara tentang keselamatan melalui iman dan tidak ada perbuatan manusia. Sedangkan Yakobus berbicara bahwa iman tidak cukup, harus ditambahkan dengan perbuatan. Apakah Yakobus berbicara dalam konteks yang sama dengan yang dibicarakan Paulus? Apakah Yakobus memang menegaskan kalau seseorang harus diselamatkan melalui iman + perbuatan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: darkred; font-weight: bold;"&gt;...17 Demikian juga halnya dengan iman: Jika iman itu tidak disertai perbuatan, maka iman itu pada hakekatnya adalah mati. 18 Tetapi mungkin ada orang berkata: "Padamu ada iman dan padaku ada perbuatan", aku akan menjawab dia: "Tunjukkanlah kepadaku imanmu itu tanpa perbuatan, dan aku akan menunjukkan kepadamu imanku dari perbuatan-perbuatanku." ... 22 Kamu lihat, bahwa iman bekerjasama dengan perbuatan-perbuatan dan oleh perbuatan-perbuatan itu iman menjadi sempurna. ...&lt;br /&gt;
Yakobus 2:14-26&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Konteks: Soal Keselamatan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Membaca Yak 2:14 (&lt;span style="color: darkred; font-weight: italic;"&gt; Apakah gunanya, saudara-saudaraku, jika seorang mengatakan, bahwa ia mempunyai iman, padahal ia tidak mempunyai perbuatan? Dapatkah iman itu menyelamatkan dia?&lt;/span&gt;) secara sepintas, maka banyak orang akan mengambil kesimpulan bahwa Yakobus sedang berbicara tentang keselamatan. Khususnya karena pertanyaan yang meragukan iman tanpa perbuatan bisa menyelamatkan seseorang. Betulkah itu maksud Yakobus?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau diperhatikan dengan lebih teliti, maka yang dimaksudkan oleh Yakobus konteksnya bukan tentang iman pada saat diselamatkan, tapi kepada iman yang dipergunakan sesudah diselamatkan; 'iman itu' (dalam Yak 2:14,17,18) menunjuk kepada iman yang diakui oleh seseorang dimilikinya, tapi diragukan oleh Yakobus yang tidak melihatnya dalam perbuatan sehari-hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, yang dipersoalkan oleh Yakobus bukan bagaimana seseorang diselamatkan seperti yang dibahas oleh Paulus dalam Efesus 2. Yakobus sedang menyoroti penerapan dari iman yang menyelamatkan itu dalam perbuatan sehari-hari. Kita bisa melihat dengan lebih jelas dari contoh yang diberikan oleh Yakobus pada Yak 2:15-16. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Iman Yang Kosong&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dalam  Yak 2:15-16, dengan iman seseorang mengatakan kepada saudaranya kenakan kain panas dan makan sampai kenyang, tapi ia tahu saudaranya itu tidak punya pakaian dan kekurangan makanan. Kalau betul2 beriman, seharusnya ditunjukkan dengan perbuatan membagi pakaian dan makanan, bukan hanya bicara dengan penuh iman. Menurut Yakobus, ini iman yang kosong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mengerti lebih jelas tentang iman yang kosong, Yakobus memberikan contoh yang lain dalam ayat 19. Orang yang percaya hanya ada satu Allah, tidak lebih baik dari setan-setan yang juga percaya hanya ada satu Allah dan bahkan mereka gemetar.&lt;br /&gt;
Maksud Yakobus, seseorang yang mengatakan memiliki iman dan percaya kepada satu Allah belum membuktikan kebenarannya. Masih tetap iman yang kosong, kalau tidak ada perbuatan iman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Iman yang Sempurna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Yakobus kemudian menjelaskan lebih jauh lagi tentang iman yang benar dengan memberikan dua contoh bagaimana seseorang dibenarkan karena perbuatan imannya.&lt;br /&gt;
Yang pertama, Abraham yang dikenal sebagai 'Bapa orang Beriman'; Yakobus menujukkan bagaimana perbuatan-perbuatan Abraham yang berdasarkan imannya. Ini baru iman yang sempurna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kedua, Rahab yang menunjukkan percaya kepada Allah Israel dan perbuatan-Nya yang ajaib, sehingga ia menyembunyyikan dua pengintai Israel di rumahnya. Yakobus ingin menunukkan bahwa perbuatan Rahab karena berasal dari iman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, seseorang diselamatkan melalui iman dan tidak melibatkan perbuatan dan usaha manusia sedikitpun. Tapi kemudian sesudah diselamatkan, iman itu bukan iman yang kosong yang hanya ada dalam pengakuan di bibir saja. Iman itu harus nyata dalam perbuatan-perbuatan iman.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3404765907094275264?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/ph8ZXItmo_A" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/3404765907094275264/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2010/02/iman-yang-sempurna.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3404765907094275264?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3404765907094275264?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/ph8ZXItmo_A/iman-yang-sempurna.html" title="Iman yang Sempurna" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2010/02/iman-yang-sempurna.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8ASHg_cSp7ImA9WxBVE0Q.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-7090381439662668585</id><published>2010-02-16T15:31:00.001+07:00</published><updated>2010-02-17T15:20:49.649+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-02-17T15:20:49.649+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian 9" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Roma" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1 Petrus 3" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1 Petrus" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh PL" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian 8" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian 6" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nuh" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Roma 5" /><title>Nuh (5): Kristus dan Nuh</title><content type="html">Ketika mempelajari tokoh-tokoh Perjanjian Lama, sebagian besar orang yang mempelajari hanya terkagum-kagum dengan tokoh-tokoh yang dianggap luar biasa. Padahal mereka hanyalah manusia biasa, sekalipun mereka adalah nabi-nabi dengan berbagai macam karunia yang luar biasa dari Tuhan.&lt;br /&gt;
Tokoh-tokoh dalam Perjanjian Lama ini sebenarnya sedang menyatakan dan menggambarkan tentang Yesus Kristus. Bagaimana dengan Nuh? Bisakah kita melihat Yesus Kristus dan karya-Nya melalui Nuh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Air Bah dan Baptisan&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: darkred; font-weight: bold;"&gt;20 yaitu kepada roh-roh mereka yang dahulu pada waktu Nuh tidak taat kepada Allah, ketika Allah tetap menanti dengan sabar waktu Nuh sedang mempersiapkan bahteranya, di mana hanya sedikit, yaitu delapan orang, yang diselamatkan oleh air bah itu. 21 Juga kamu sekarang diselamatkan oleh kiasannya, yaitu baptisan maksudnya bukan untuk membersihkan kenajisan jasmani, melainkan untuk memohonkan hati nurani yang baik kepada Allah oleh kebangkitan Yesus Kristus,&lt;br /&gt;
1 Petrus 3:20-21 &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Rasul Petrus ketika membicarakan tentang Yesus Kristus yang menderita, mati dan bangkit, menghubungkannya dengan peristiwa air bah di zaman Nuh, sekaligus berbicara tentang baptisan dan keselamatan. Apa hubungannya?&lt;br /&gt;
1. Nuh dan keluarganya selamat dari kematian melalui air bah; sementara orang percaya diselamatkan melalui kematian dan kebangkitan Kristus, yang kiasannya adalah baptisan. Sama-sama masuk dalam air, tetapi tidak mati; justru mendapatkan kehidupan. Bedanya, Nuh dan keluarganya hanya mendapatkan keselamatan sementara; sementara orang percaya di dalam Kristus mendapatkan keselamatan kekal.&lt;br /&gt;
2. Air bah memberikan hidup baru kepada Nuh dan keluarganya. Orang-orang yang berdosa mati dalam keberdosaannya. Sementara di dalam Kristus, mendapatkan hidup yang baru dan bebas dari dosa, sekalipun bumi dan orang-orang yang berada di bumi tetap berdosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Ketaatan Satu Orang&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: darkred; font-weight: bold;"&gt;9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.&lt;br /&gt;
Kejadan 6:9 &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: darkred; font-weight: bold;"&gt;19 Jadi sama seperti oleh ketidaktaatan satu orang semua orang telah menjadi orang berdosa, demikian pula oleh ketaatan satu orang semua orang menjadi orang benar.&lt;br /&gt;
Roma 5:19&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Nuh juga memiliki kesamaan dengan Yesus Kristus dalam hal ketaatan. Ketaatan Nuh di dalam kasih karunia Allah membuat keluarganya ikut diselamatkan dan tidak mati bersama-sama orang2 berdosa lainnya dalam air bah. Hanya Nuh yang disebutkan sebagai orang benar, isteri dan anak-anaknya tidak disebutkan seperti Nuh. Karena Nuh, keluarganya ikut mendapatkan kasih karunia dari Allah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketaatan Nuh melambangkan ketaatan Kristus. Karena ketaatan Yesus Kristus, semua umat-Nya diselamatkan dari kematian kekal dan menjadi orang benar (Roma 5:19). Tidak ada manusia yang bisa taat kepada Allah, itu sebabnya kita dibenarkan bukan karena kita taat, tetapi karena Kristus yang taat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perbedaan antara ketaatan Nuh dan ketaatan Kristus:&lt;br /&gt;
1. Ketaatan Nuh hanya membawa kepada keselamatan yang sementara di bumi ini. Tapi, ketaatan Yesus Kristus membawa kepada hidup yang kekal. &lt;br /&gt;
2. Ketaaatan Nuh tidak membuat keluarganya menjadi orang benar, karena anak Nuh berdosa. Ketaatan Kristus membuat umat-Nya menjadi orang benar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Memuji Kristus melalui Nuh&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
Dari kehidupan Nuh kita bisa melihat bahwa tidak ada manusia yang sempurna. Nuh hanyalah seorang manusia yang dapat anugerah Allah dengan kehidupan yang luar biasa. Memang banyak hal yang bisa dipelajari dari Nuh, tapi kita juga harus bisa melihat keterbatasan dan keberdosaan Nuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya Yesus Kristus yang sempurna dalam segala hal dan juga tidak berdosa. Yang tidak bisa sempurna pada Nuh, disempurnakan dalam Yesus Kristus. Yang terbatas dan sementara, di dalam Kristus menjadi tidak terbatas dan kekal. &lt;br /&gt;
Maka, mari kita memuji Yesus Kristus ketika melihat anugerah Tuhan dalam kehidupan Nuh.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-7090381439662668585?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/AasipyRnxWc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/7090381439662668585/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2010/02/nuh-5-kristus-dan-nuh.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7090381439662668585?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7090381439662668585?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/AasipyRnxWc/nuh-5-kristus-dan-nuh.html" title="Nuh (5): Kristus dan Nuh" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2010/02/nuh-5-kristus-dan-nuh.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkcNSXs-fip7ImA9WxBXEEg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3432490380954626891</id><published>2010-01-21T14:14:00.000+07:00</published><updated>2010-01-21T14:14:58.556+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-01-21T14:14:58.556+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian 9" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh PL" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian 8" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nuh" /><title>Nuh (4): Ini Baru Tahun Baru</title><content type="html">Terlalu banyak orang yang berharap ada peruntungan ataupun perubahan nasib di dalam tahun yang baru. Karena tahun baru selalu diidentikkan dengan kesempatan baru dan tentu saja ada kemungkinan peruntungan yang baru. Tapi, biasanya harapan hanya tinggal harapan. Karena tahun yang baru tidak membuat bumi menjadi baru dan segala sesuatu menjadi baru. Yang ada hanyalah semangat menggebu-gebu yang kemudian dengan berjalannya hari dan kesulitan yang dihadapi akan membuat semangat itu luntur dan menjadi dingin. Betulkah tahun baru memang bisa memberikan harapan baru?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: darkred; font-weight: bold;"&gt;13 Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering.&lt;br /&gt;
18 Lalu keluarlah Nuh bersama-sama dengan anak-anaknya dan isterinya dan isteri anak-anaknya.&lt;br /&gt;
Kejadian 8:13,18 &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Tahun Baru di Bahtera&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
Hanya Nuh dan keluarganya yang pernah mengalami tahun baru dimana semuanya baru. Sesudah hampir satu tahun melihat air bah yang menggenangi bumi, maka di tahun baru (bulan pertama, tanggal satu bulan itu - Kej 8:13) Nuh mendapatkan kesempatan untuk melihat sesuatu yang baru di tahun yang baru. Air bah yang menggenangi seluruh bumi sudah kering.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beda dengan manusia yang hidup di zaman sekarang. Setiap kali orang merayakan tahun baru, sebenarnya tidak ada yang baru. Yang ada, hanyalah bumi yang lama dengan orang-orang yang lama, tidak ada perubahan sedikitpun, kecuali sedikit manipulasi di sana-sini biar terasa ada suasana dan perasaan baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa yang dialami oleh Nuh pada waktu itu jauh sekali berbeda dengan pengalaman memasuki tahun baru sekarang ini. Ada harapan baru dan banyak hal yang baru yang disediakan Tuhan bagi Nuh dan keluarganya. Apa saja yang baru yang didapatkan oleh Nuh?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Apanya yang Baru?&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
Tentu saja yang dirubah pertama kali oleh Tuhan adalah bumi. Dengan air bah, Tuhan sudah membinasakan manusia, tumbuh2an dan binatang2 yang ada. Bumi sih tetap bumi yang sama, tapi sudah ada perubahan dan perombakan sekaligus pembersihan yang dilakukan oleh Tuhan.&lt;br /&gt;
Bumi yang baru itu tidak berisi lagi manusia2 yang jahat dengan segala kejahatannya. Nuh dan keluarganya mendapatkan kesempatan untuk memulai hidup yang baru, tanpa ada manusia yang lain lagi. Ini benar2 baru di tahun yang baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nuh mendapatkan perjanjian yang baru dengan Tuhan (Kej 9). Sekalipun mirip dengan perjanjian Tuhan dengan Adam, tapi ada pembaruan dan jaminan yang baru kepada Nuh. Hidup yang baru dan kesempatan yang baru, kalau tidak ada jaminan dan ikatan perjanjian dengan Tuhan, apa gunanya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nuh juga mendapat pekerjaan baru, dengan menjadi orang pertama yang membuat kebun anggur (Kej 9:20). Lengkap sudah yang dimiliki oleh Nuh. Selain mendapatkan kesempatan untuk hidup baru tanpa manusia-manusia yang jahat, Nuh mendapatkan jaminan dan perjanjian dengan Tuhan, ditambah dengan Nuh dapat pekerjaan baru.&lt;br /&gt;
Pasti Nuh akan sangat bersyukur dengan segalah berkat, kesempatan dan semua yang baru yang Tuhan sediakan baginya. Bagaimana Nuh memakai semua kesempatan dan berkat yang baru itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Akibat dari pemberian yang Baru!?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Kejadian 9:18-27 menceritakan &lt;b&gt;kegagalan Nuh karena mabuk berkat&lt;/b&gt;. Nuh mabuk oleh anggur hasil kebunnya dan telanjang. Karena perbuatan Nuh ini membuat Ham anaknya berdosa dan dikutuk oleh Nuh. Ternyata tahun yang baru dengan kesempatan, berkat dan pekerjaan yang baru tidak membuat hidup Nuh pasti menjadi jauh lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkat2 yang baru dan berkelimpahan justru membuat manusia sering lupa diri karena mabuk berkat. Tanpa pembaharuan dalam diri kita manusia, maka percuma dengan adanya tahun baru, kesempatan baru dan berkat-berkat yang baru, karena hanya akan dipakai dengan cara-cara lama, kejahatan yang lama dan dosa-dosa lama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya dengan menjadi cipataan baru di dalam Kristus yang berdampak dengan pembaharuan hidup setiap hari yang membuat tahun-tahun yang makin tua, bumi yang makin tua dan termasuk semua kesempatan yang Tuhan berikan itu terasa dan terlihat baru. Sekalipun keadaan, permaslahan dan bumi yang ada tetap sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: darkred; font-weight: normal;"&gt;&lt;i&gt;"Tak berkesudahan kasih setia Tuhan, tak habis-habis rahmat-Nya,&lt;br /&gt;
selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!"&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3432490380954626891?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/aKL3IycBjvA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/3432490380954626891/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2010/01/nuh-4-ini-baru-tahun-baru.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3432490380954626891?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3432490380954626891?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/aKL3IycBjvA/nuh-4-ini-baru-tahun-baru.html" title="Nuh (4): Ini Baru Tahun Baru" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2010/01/nuh-4-ini-baru-tahun-baru.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0MDRXYzfCp7ImA9WxBSE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-369460033537422629</id><published>2009-12-21T09:11:00.000+07:00</published><updated>2009-12-21T09:11:14.884+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-21T09:11:14.884+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian 7" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Natal" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh PL" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian 8" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nuh" /><title>Nuh (3): Natal di Bahtera</title><content type="html">Natal yang dimaksud di sini bukan kelahiran Tuhan Yesus. Karena Tuhan Yesus hanya lahir sekali menjadi manusia di Betlehem, dan bukan di bahtera Nuh. Jadi kelahiran seperti apa yang terjadi di bahtera Nuh? Siapa yang lahir di sana? Atau mungkin lebih tepat, apa yang lahir? Adakah perayaan natal (kelahiran) di sana?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: darkred; font-weight: bold;"&gt;11 Pada waktu umur Nuh enam ratus tahun, pada bulan yang kedua, pada hari yang ketujuh belas bulan itu, pada hari itulah terbelah segala mata air samudera raya yang dahsyat dan terbukalah tingkap-tingkap di langit.&lt;br /&gt;
Kejadian 7:11&lt;br /&gt;
13 Dalam tahun keenam ratus satu, dalam bulan pertama, pada tanggal satu bulan itu, sudahlah kering air itu dari atas bumi; kemudian Nuh membuka tutup bahtera itu dan melihat-lihat; ternyatalah muka bumi sudah mulai kering. 14 Dalam bulan kedua, pada hari yang kedua puluh tujuh bulan itu, bumi telah kering.&lt;br /&gt;
Kejadian 8:13-14 &lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita memperhatikan umur Nuh dan tanggal yang disebutkan oleh Alkitab dimulai dengan Nuh masuk ke dalam bahtera sampai surutnya air dari bumi, maka kita bisa menyimpulkan bahwa Nuh berada di dalam bahtera kurang lebih satu tahun. Pasti banyak hal yang terjadi dalam satu tahun di dalam bahtera. Alkitab memang tidak menceritakan apa-apa. Tapi, ada hal-hal yang bisa kita tafsirkan dari data-data yang diberikan Alkitab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di dalam satu tahun itu pasti terjadi beberapa kelahiran dari binatang-binatang yang masuk dalam bahtera. Alasannya, selain ada beberapa binatang yang bisa cepat untuk reproduksi, dalam Kej 8:20 beberapa dari binatang itu ada yang dipersembahkan sebagai korban. Kalau tidak ada yang dilahirkan dalam bahtera, maka binatang-binatang yang yang tidak haram yang dikorbankan itu sudah punah (atau sisa yang betina yang kemudian hari akan punah), karena mereka hanya sepasang2 dan yang dipersembahkan biasanya yang jantan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelahiran binatang peliharaan di zaman dulu biasanya memberikan sukacita yang besar bagi pemiliknya. Entah merasa punya anggota keluarga baru (?) ataupun merasa mendapatkan tambahan harta yang bisa dijual atau diberdayakan. Bagaimana dengan kelahiran binatang2 yang dibawa Nuh di dalam bahtera? Harusnya juga memberikan kegembiraan bagi Nuh dan keluarganya yang berada dalam kengerian karena melihat air bah dan kematian massal, serta mungkin juga kegembiraan karena selamat dari kematian massal itu.&lt;br /&gt;
Kelahiran seharusnya membuat Nuh dan keluarganya melihat dan merenungkan soal kesempatan baru yang diberikan. Ditengah kematian massal seluruh bumi, masih ada harapan dengan adanya kelahiran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelahiran Yesus Kristus ke dunia mempunyai kemiripan dengan keadaan yang terjadi di zaman Nuh. Israel dan Palestina di zaman Tuhan Yesus habis mengalami pembantaian karena perang yang dipimpin oleh Dinasti Hasmonean. Pemberontakan-pemberontakan yang masih terjadi terhadap pemerintah Romawi membuat ada banyak orang yang disalibkan. Di tengah keadaan yang sulit dan cerita-cerita kematian, lahirlah Sang Juruselamat.&lt;br /&gt;
Bedanya dengan kelahiran binatang di bahtera Nuh, kelahiran Tuhan Yesus (yang justru di kandang binatang) tidak ada yang menyambut dan merayakannya. Kecuali Yusuf dan Maria serta gembala-gembala (itupun karena diberi tahu oleh Malaikat) dan 2 tahun kemudian orang Majus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kelahiran binatang sudah membuat manusia disekitarnya bersukacita, apalagi dengan kelahiran manusia. Padahal kelahiran binatang dan manusia pada umumnya di dunia hanya akan menambah kesulitan dan penderitaan bagi sesama manusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan kelahiran Anak Manusia yang justru datang untuk melayani dan menjadi tebusan bagi banyak orang? Samakah sukacita yang dirasakan oleh orang-orang yang mengenal-Nya waktu berhadapan dengan kelahiran-Nya? Bagaimanakah seharusnya orang-orang percaya menyambut-Nya?&lt;br /&gt;
Apakah hanya dengan perayaan-perayaan yang sebenarnya hanya untuk menghibur manusia yang mengikuti perayaan itu dan sedikit sekali menyatakan kemuliaan Allah?&lt;br /&gt;
Semoga kemuliaan Allah selalu terpancar di dalam Ibadah Natal meski yang terlihat oleh manusia sepertinya hanya kehinaan Anak Manusia yang lahir di kandang hina di Betlehem. Selamat Natal..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-369460033537422629?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/9_5eCsNp8qA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/369460033537422629/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2009/12/nuh-3-natal-di-bahtera.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/369460033537422629?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/369460033537422629?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/9_5eCsNp8qA/nuh-3-natal-di-bahtera.html" title="Nuh (3): Natal di Bahtera" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2009/12/nuh-3-natal-di-bahtera.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU4GQX49eCp7ImA9WxBTF0g.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-5803455170134978091</id><published>2009-12-14T09:32:00.115+07:00</published><updated>2009-12-14T09:32:00.060+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-14T09:32:00.060+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh PL Nuh" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian 8" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian 6" /><title>Nuh (2): Tiga Cara Melawan Dosa</title><content type="html">Dosa tidak pernah bisa lepas dari kehidupan manusia. Termasuk dalam kehidupan orang percaya, pergumulan melawan dosa menjadi salah satu bagian pegumulan yang sulit untuk dihadapi.Mampukah manusia melawan dan mengalahkan dosa, yang dari awal bumi ini diciptakan sudah masuk dan merusak seluruh aspek kehidupan?&lt;br /&gt;
Cerita dan kehidupan Nuh setidak-tidaknya mengajarkan tiga cara melawan dosa kepada orang percaya yang sudah menerima anugerah keselamatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Pertama: Tepat Sesuai perintah Allah (Kej 6:22)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: darkred; font-weight: bold;"&gt;22 Lalu Nuh melakukan semuanya itu; tepat seperti yang diperintahkan Allah kepadanya, demikianlah dilakukannya.&lt;br /&gt;
Kejadian 6:22&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Kebanyakan orang berpikir bahwa dosa bisa dilawan dengan perbuatan baik. Semakin banyak perbuatan baik akan semakin membuat dosa jadi lebih berkurang. Kenyataannya, perbuatan yang dianggap baikpun ternyata bisa juga hanya menambah dosa. Karena permasalahannya adalah, bagaimana kita bisa tahu bahwa perbuatan baik itu adalah perbuatan yang benar dan berkenan kepada Allah?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nuh mengajarkan sesuatu yang melampaui perbuatan baik, yaitu melakukan tepat sesuai perintah Allah. Kata dosa yang paling menonjol di dalam bahasa aslinya, baik bahasa Ibrani maupun Yunani, mempunyai pengertian meleset dari sasaran. Jadi, cara terbaik untuk melawan dan mengalahkannya dengan melakukan yang tepat sasaran; melakukan dengan tepat sesuai dengan perintah Allah.&lt;br /&gt;
Kalau hanya sekedar melakukan perbuatan2 baik, tidak membereskan dosa. Tapi, dengan melakukan tepat sesuai dengan perintah Allah bisa mengembalikan arah dan tujuan yang benar dan seharusnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaan yang muncul selanjutnya, bagaimana kita bisa tahu yang tepat sesuai dengan perintah Allah? Jawabannya, ada di dalam Alkitab. Bukankah perlu penafsiran? Belajarlah menafsirkan dengan benar dan tepat, dan percaya bahwa ada pekerjaan Allah Roh Kudus yang akan memimpin kita kepada seluruh kebenaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Kedua: Ingat Tuhan, Bersyukur, Persembahan (Kej 8:20)&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: darkred; font-weight: bold;"&gt;20&amp;nbsp;Lalu Nuh mendirikan mezbah bagi TUHAN; dari segala binatang yang tidak haram dan dari segala burung yang tidak haram diambilnyalah beberapa ekor, lalu ia mempersembahkan korban bakaran di atas mezbah itu.&lt;br /&gt;
Kejadian 8:20&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Membayangkan Nuh yang keluar dari bahtera sesudah air bah, seharusnya banyak hal dalam pikirannya yang berkecamuk. Nuh seharusnya menanyakan kepada Allah apa yang harus diperbuat dengan bumi yang kosong, modalnya mana dan harus kerja apa, jaminannya apa bahwa tidak akan terjadi lagi air bah dan ia tidak kehilangan pekerjaan lagi?! Tapi, respon Nuh ternyata berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nuh lebih memikirkan Tuhan dibandingkan diri dan kebutuhannya, bahkan ia mempersembahkan binatang yang seharusnya bisa menjadi modal baginya untuk berusaha di bumi yang baru. Nuh memulai dengan ucapan syukur dan memberikan persembahan; mengajarkan kepuasan kepada Tuhan untuk hidup dan kesempatan yang diberikan-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengingat Tuhan, puas, bersyukur dan bahkan memberikan persembahan adalah cara lain untuk mengalahkan dosa! Iblis dan manusia pertama jatuh dalam dosa karena ketidakpuasan dan menginginkan yang lebih dari seharusnya. Dan Iblis terus bekerja membuat manusia tidak pernah bisa puas dengan hidup dan bahkan anugerah yang sudah Tuhan beri. Hanya dengan mengingat Tuhan, puas kepada-Nya dan bahkan memberikan persembahan, akan membuat kita melihat bahwa anugerah yang Tuhan beri sudah terlalu banyak dibandingkan dengan seharusnya hukuman yang harus kita terima. Hal ini akan membuat godaan dosa tidak terlihat lebih besar dibandingkan dengan anugerah dan berkat2 dari Tuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Ketiga: Keteraturan (Kej 8:22)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="color: darkred; font-weight: bold;"&gt;22 Selama bumi masih ada, takkan berhenti-henti musim menabur dan menuai, dingin dan panas, kemarau dan hujan, siang dan malam."&lt;br /&gt;
Kejadian 8:22&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
Bayangkan kalau dalam satu sekolah, seluruh murid dan guru dibiarkan bebas melakukan apa yang diinginkan mereka masing-masing. Tidak ada aturan, tidak ada keteraturan dan ketertiban. Apakah yang akan terjadi?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari awal mencipta bumi ini, Tuhan memberikan keteraturan. IA membuat semuanya indah karena ada keteraturan. Tapi, ketika dosa masuk menghancurkan tatanan yang ada dan berusaha merusak semuanya. Dosa membuat seolah-olah keteraturan menjadi keterikatan dan pengekangan atas kebebasan. Itu sebabnya, kebebasan yang tak terkendalikan membuat bumi ini makin hari makin rusak dan hancur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya kalau manusia bisa hidup dalam keteraturan yang sudah dirancang Tuhan akan membuat manusia bisa menikmati keindahan anugerah Tuhan dan bahkan kebebasan yang sejati. Kebebasan yang bukan berdasarkan pemberontakan karena mengikuti nafsu yang berdosa, tapi kebebasan menikmati hidup untuk memuliakan dan menikmati Allah. Hidup manusia sudah dirancang Tuhan untuk ada dalam keteraturan yang harus berulang setiap hari, minggu, bulan, tahun. Sekalipun berulang, tetap ada keindahan yang berbeda hari demi hari. Jikalau kita bisa melihat keindahan dalam keteraturan, maka tidak ada tempat untuk pemberontakan kepada Allah demi kebebasan yang palsu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: blue;"&gt;Kegagalan Nuh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Sekalipun Nuh yang dikatakan orang benar dan tidak bercela dapat kesempatan yang baru dalam bumi yang baru dan mengajarkan kepada kita bagaimana menghadapi dan mengalahkan dosa, tetapi bukan berarti Nuh tidak pernah gagal dan berdosa.&lt;br /&gt;
Kejadian 9:18-27 menceritakan &lt;b&gt;kegagalan Nuh karena mabuk berkat&lt;/b&gt;. Nuh mabuk oleh anggur hasil kebunnya dan telanjang. Karena perbuatan Nuh ini membuat Ham anaknya berdosa dan dikutuk oleh Nuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nuh mengulang cerita lama kejatuhan manusia dalam dosa. Manusia berdosa bukan karena kekurangan, tapi dalam kelimpahan berkat. Dalam kelimpahan manusia bisa lupa diri dan mabuk dengan segala berkat pemberian Allah. Itu sebabnya, orang percayapun dalam segala kelimpahan anugerah Allah masih bisa berdosa dan bahkan banyak yang lupa diri dan berdosa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga anugerah dan berkat2 Allah yang terus berkelimpahan dalam hidup ini membuat kita makin bisa melihat apa yang Tuhan kehendaki, sehingga kita bisa makin peka melakukan apa yang tepat sesuai dengan perintah Allah, terus mengingat-Nya, puas dan bersyukur kepada-Nya, mepersembahkan yang terbaik bagi kemuliaan-Nya dan menikmati kebebasan dalam keteraturan yang sudah dirancangkan-Nya. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Soli Deo Gloria&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-5803455170134978091?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/uUZgl1j34O8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/5803455170134978091/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2009/12/nuh-2-tiga-cara-melawan-dosa.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5803455170134978091?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5803455170134978091?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/uUZgl1j34O8/nuh-2-tiga-cara-melawan-dosa.html" title="Nuh (2): Tiga Cara Melawan Dosa" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2009/12/nuh-2-tiga-cara-melawan-dosa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEQNQX89cSp7ImA9WxBTF0w.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2939658048122424057</id><published>2009-12-11T08:27:00.006+07:00</published><updated>2009-12-13T20:53:10.169+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-12-13T20:53:10.169+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tokoh PL" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kejadian 6" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Nuh" /><title>Nuh (1): Orang Benar!</title><content type="html">Indonesia sekarang ini sedang dalam pergumulan untuk mencari orang-orang benar dalam pemerintahan. Aparat dan penegak hukum sudah terlanjur mendapatkan cap 'tidak benar'; begitu juga dengan pemerintah. Masyarakat sudah terlalu muak dengan korupsi dan 'ketidakadilan' yang terjadi di Indonesia.&lt;br /&gt;
Sulit sekali untuk mencari orang benar dalam seluruh aspek hidupnya. Karena orang bisa benar dalam satu atau dua aspek hidupnya, tapi tidak dalam keseluruhan hidupnya. Mungkinkah masih ada orang benar di tengah dunia yang berdosa ini?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;7 Berfirmanlah TUHAN: "Aku akan menghapuskan manusia yang telah Kuciptakan itu dari muka bumi, baik manusia maupun hewan dan binatang-binatang melata dan burung-burung di udara, sebab Aku menyesal, bahwa Aku telah menjadikan mereka." 8 Tetapi Nuh mendapat kasih karunia di mata TUHAN. 9 Inilah riwayat Nuh: Nuh adalah seorang yang benar dan tidak bercela di antara orang-orang sezamannya; dan Nuh itu hidup bergaul dengan Allah.&lt;br /&gt;
Kejadian 6:7-9&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kejadian 6 menggambarkan keadaan bumi yang sudah terlalu berdosa dan kesedihan dan kemarahan Tuhan yang begitu besar, yang membuat Tuhan memutuskan untuk menghapuskan manusia dan binatang dari muka bumi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi, di ayat 8 dikatakan bahwa Nuh mendapat kasih karunia di mata Tuhan. Dari ayat ini, kita bisa mengerti bahwa Tuhanlah yang menganugerahkan dan mempertahankan orang benar di bumi. Sebagian orang salah melihat, mereka berpikir orang harus hidup benar baru kemudian Tuhan akan memperhatikan mereka. Dalam kasus Nuh ternyata berbeda. Tuhan memberikan kasih karunia kepadanya, baru kemudian cerita tentang Nuh sebagai orang benar dimulai. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Tanpa anugerah Tuhan, tidak akan pernah ada orang benar di bumi ini.&lt;/span&gt; Manusia terlalu jahat dan segala kecenderungan hatinya selalu membuahkan kejahatan semata-mata (Kej 6:5)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight:italic;color:blue;"&gt;Orang Benar&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
Nuh disebutkan sebagai orang benar (&lt;span style="font-style:italic;"&gt;tsaddiyq&lt;/span&gt;). Kata benar ini dalam bahasa aslinya mengacu kepada standar etika dan moral. Tuhan memberikan anugerah kepada Nuh untuk memiliki standar etika dan moral yang berpusat kepada-Nya, berbeda dengan manusia lain di bumi waktu itu yang hanya mempergunakan standar berdasarkan nafsu dan kepentingan bersama. Itu sebabnya Nuh benar di mata Tuhan, sekalipun bagi orang-orang sezamannya, Nuh pasti dibenci dan dianggap aneh. Hari gini lo, ko standarnya beda? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika standar moral hanya berpusat kepada manusia dan untuk kepentingan manusia yang semuanya berdosa, maka jangan berharap akan ada keadilan dan kebenaran sepanjang masa di bumi ini. Standar itu bisa kelihatan benar bagi suatu kelompok di waktu tertentu, tapi bisa menjadi salah di waktu yang berbeda dan untuk orang yang berbeda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebenaran dan keadilan yang sejati hanya bersumber dan berpusat kepada Tuhan. karena Ia-lah yang menganugerahkan keadilan dan kebenaran serta orang2 benar itu sendiri. Maka, kita hanya bisa meminta Tuhan bukakan lagi lebih banyak kebenaran dan keadilan yang berdasarkan firman-Nya dan menganugerahkan lebih banyak orang benar yang mau hidup berdasarkan firman-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight:italic;color:blue;"&gt;Tidak Bercela&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
Nuh ternyata bukan hanya diberikan konsep dan standar yang benar, tapi juga diberi anugerah untuk hidup sesuai dengan konsep yang dianugerahkan kepadanya. Kata tidak bercela,dalam bahasa aslinya, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;tamim&lt;/span&gt;, bisa berarti integritas dan bahkan bisa berarti sempurna. Maksudnya, standar etika dan moral yang dimiliki itu dilakukan dan dihidupi dalam seluruh aspek hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hidup berintegritas tentu saja lebih sulit dibandingkan dengan hanya memiliki konsep kebenaran dan keadilan. Hidup seperti ini tidak bisa didapatkan hanya dalam satu-dua tahun melalui pendidikan. Hidup berintegritas didapat selain dari anugerah Allah, butuh tanggung jawab manusia hari demi hari untuk mencocokan hidupnya dengan kebenaran2 firman.&lt;br /&gt;
Tidak mungkin orang bisa hidup berintegritas, kalau tidak ada kebenaran firman yang mengubahnya konsepnya tiap hari dan kalau tidak ada pergumulan setiap hari melakukan kebenaran firman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight:italic;color:blue;"&gt;Bergaul dengan Allah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Nuh bisa menjadi orang benar dan tidak bercela, karena selain mendapatkan kasih karunia Allah, ia ternyata bergaul dengan dengan Allah. Dari sisi tanggung jawab manusia, Nuh tidak hanya menikmati anugerah yang Tuhan berikan kepadanya dan terus berharap Tuhan yang akan menolong dan menguatkannya. Nuh ternyata memanfaatkan kasih karunia yang diberikan kepadanya dengan hidup bergaul dengan Allah. Tanpa hidup bergaul dengan Allah, Nuh mendapatkan kesulitan yang sangat besar dizamannya. Karena hidup sehari-harinya hanya melihat kejahatan dan ketidakadilan yang sudah menjadi budaya dan kebiasaan waktu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hanya bergaul dengan Allah yang membuat Nuh tetap bisa fokus melihat kebenaran dan keadilan yang sejati. Hanya bergaul dengan Allah juga yang membuat Nuh dimampukan untuk hidup berintegritas dan memanfaatkan semua kasih karunia yang disediakan Tuhan baginya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang percaya mendapatkan anugerah untuk menjadi orang benar dan tidak bercela. Karena pilihan ini sudah ditetapkan sebelum dunia dijadikan. Orang percaya juga mendapatkan anugerah untuk bisa beribadah dan bergantung setiap saat kepada Tuhan. Adakah kita mempergunakan setiap kesempatan dan anugerah itu? Hidup sebagai orang benar dan berintegritas dan bergaul dengan Allah. Apakah orang-orang disekitar kita bisa melihat bahwa kita berbeda, karena kita orang benar, hidup berintegritas dan bergaul dengan Allah?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2939658048122424057?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/qJNCcLwy-Yc" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/2939658048122424057/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2009/12/nuh-1-orang-benar.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2939658048122424057?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2939658048122424057?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/qJNCcLwy-Yc/nuh-1-orang-benar.html" title="Nuh (1): Orang Benar!" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2009/12/nuh-1-orang-benar.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CkcEQX04eCp7ImA9WxJXGUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3882548207223736920</id><published>2009-06-14T07:40:00.000+07:00</published><updated>2009-06-14T07:40:00.330+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-14T07:40:00.330+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius 6" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kotbah di Bukit" /><title>Uang (3): Tiga Penghambat</title><content type="html">Lucu ketika melihat orang-orang yang mengaku beragama dan hanya memiliki satu Allah, tapi dalam praktek hidupnya menunjukkan kenyataan yang berbeda. Pusat hidup mereka bukan kepada kehendak dan keinginan Allah, meskipun mereka suka mengatakan dengan kalimat-kalimat yang manis di bibir. Hati mereka berpusat kepada materi, matapun selalu silau melihat cahaya materi dan bisa ditebak siapa tuan mereka sesungguhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemberian-pemberian yang seharusnya membantu kita manusia untuk lebih berpusat kepada Sang Pencipta dan memuliakan-Nya, ternyata justru menuju ke arah yang berbeda karena hambatan-hambatan yang ada. Apa saja hambatannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;21 Karena di mana hartamu berada, di situ juga hatimu berada. 22 Mata adalah pelita tubuh. Jika matamu baik, teranglah seluruh tubuhmu; 23 jika matamu jahat, gelaplah seluruh tubuhmu. Jadi jika terang yang ada padamu gelap, betapa gelapnya kegelapan itu. 24 Tak seorangpun dapat mengabdi kepada dua tuan. Karena jika demikian, ia akan membenci yang seorang dan mengasihi yang lain, atau ia akan setia kepada yang seorang dan tidak mengindahkan yang lain. Kamu tidak dapat mengabdi kepada Allah dan kepada Mamon."&lt;br /&gt;Matius 6:21-24&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Salah Tempat (21)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Hati manusia seharusnya bukan berada di hartanya. Harta itu hanyalah benda mati yang seharusnya ditaklukkan dan dikelola manusia. Harta seharusnya bukan menjadi tujuan manusia yang membuat manusia harus terus memikirkannya dan meninggalkan kehidupannya di situ.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada lebih banyak hal dalam kehidupan ini yang lebih berharga dan bahkan tidak ternilai harganya bila dibandingkan dengan harta. Ketika hati hanya berada bersama-sama harta, maka kita sudah kehilangan berbagai macam hal yang berharga untuk dinikmati dan memuliakan Allah.&lt;br /&gt;Dimana hatimu berada? Ujiannya, relakah kita meninggalkan harta kita dan tidak memikirkannya? Ujian yang lebih berat lagi, relakah kita mempersembahkan semua harta kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa hati bisa berada bersama-sama harta? Kata pepatah, dari mata turun ke hati. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Salah Lihat (22-23)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mata yang seharusnya diciptakan untuk melihat kebaikan dan dipergunakan untuk kebaikan, ternyata menyesatkan hidup manusia sejak jatuh dalam dosa. Penipuan dari Iblis membuat umat manusia tidak bisa lagi menghargai yang terang, baik dan berharga dari Tuhan. Manusia dalam kegelapannya, hanya ingin melihat yang memuaskan dan dianggap bisa menjamin hidupnya, yaitu uang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya orang bisa gelap mata ketika berhadapan dengan uang. Bahkan saudarapun bisa bunuh-bunuhan jika sudah berbicara tentang harta dan uang. Betapa gelapnya kegelapan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demi untuk harta, banyak orang yang merelakan apa saja bahkan dirinya sendiripun. Banyak orang yang sudah merendahkan dirinya sedemikian rupa dibawah kekuasaan harta yang adalah benda mati. Mengapa sampai manusia bisa salah melihat dan matanya menjadi gelap dan hanya melihat materi yang bisa memberikan kehidupan bagi dirinya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada masalah yang lebih mendasar yang membuat manusia salah melihat dan bermata gelap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Salah Mengabdi (24)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika manusia menganggap Mamon itu tuannya dan menjadi tujuan hidup di dunia, maka gelaplah matanya dan membuat hatinya berada di mana hartanya berada. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesalahan mengabdi karena permasalahan iman. Allah yang harusnya dikasihi dan yang bisa menjamin hidup manusia yang membuat manusia ingin terus melayani-Nya, dalam kenyataan hidup ini sering terlihat begitu abstrak dan jauh dari memuaskan keinginan manusia yang berdosa. Ia tidak memberikan dengan secepatnya yang kita inginkan. Bahkan lebih sering lagi Ia tidak memberikan yang kita inginkan dan kita minta. Allah tidak bisa diatur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan Mamon. Ketika seseorang mengabdi kepada materi. Kelihatannya ada jaminan yang lebih nyata untuk masa depan, untuk membeli segala sesuatu yang diinginkan hatinya dan bisa diatur mengikuti keinginan hatinya yang berdosa. Jauh sekali berbeda dengan Allah! Itu sebabnya manusia lebih suka menyembah yang bisa diatur dan memuaskan keinginannya yang berdosa. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena hidupnya mengabdi kepada Mamon, maka yang dilihat semuanya berdasarkan sudut pandang kegelapan dan membuat hatinya berada bersama hartanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan orang-orang yang mengabdi hanya kepada Allah. Harta tidak akan membuat matanya menjadi gelap dan hanya melihat hidup dari sudut pandang uang. Hatinya tidak akan berada bersama harta di bumi yang akan hilang. Tapi hatinya akan bersama-sama Allah di sorga yang mempunyai segala harta yang lebih agung, suci, mulia dan indah.&lt;br /&gt;Berbahagialah orang-orang yang percaya kepada Allah. Karena dengan mata kita akan meilhat kemuliaan yang sejati dan hati kita akan puas dengan Allah dengan berkat-berkat-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3882548207223736920?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/xs6_llK_Alo" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/3882548207223736920/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2009/06/uang-3-tiga-penghambat.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3882548207223736920?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3882548207223736920?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/xs6_llK_Alo/uang-3-tiga-penghambat.html" title="Uang (3): Tiga Penghambat" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2009/06/uang-3-tiga-penghambat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;Dk8CQ309fyp7ImA9WxJXF0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-130944286340383186</id><published>2009-06-12T07:01:00.000+07:00</published><updated>2009-06-12T07:01:02.367+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-12T07:01:02.367+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius 6" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kotbah di Bukit" /><title>Uang (2): Tiga Pembelajaran</title><content type="html">Setiap orang yang hidup di dunia ini diberikan kesempatan dan berkat oleh Allah. Ia meminjamkan banyak hal kepada kita dalam hidup ini. Masalahnya, apakah kita mengerti dan bisa melihat semua anugerah dan pemberian-Nya? Adakah kita belajar mempergunakan-Nya? Adahkah ilmu ekonomi membuat kita bijaksana meliaht uang dan harta pemberian Allah?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.&lt;br /&gt;Mat 6:19-20&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Hidup di dunia yang sementara ini setidak-tidaknya harus belajar tiga hal. Bisa saja terlalu menyederhanakan karena kita hidup di dalam kehidupan yang kompleks dan rumit. Banyak hal yang harus kita pelajari dalam hidup. Tapi setidak-tidaknya, ada tiga hal yang mendasar berhubungan dengan materi dan berkat pemberian Allah kepada kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:italic;color:blue;"&gt;Belajar Dapat&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Dalam ilmu ekonomi mengajarkan hal ini sebagai modal awal, dan selanjutnya dipakai untuk mendapatkan keuntungan. Bagaimana dengan modal yang ada bisa mendapatkan keuntungan sebanyak mungkin? Hal ini yang terus dipelajari manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak orang berpikir hidup itu belajar mengumpulkan dan mencari harta, kemudian menghabiskan waktu hidupnya hanya untuk mencari dan mendapatkan yang diinginkannya. Dan dunia sering menyimpulkan bahwa orang-orang yang berhasil mengumpulkan harta sangat banyak adalah orang2 kaya. Tapi Alkitab justru mengatakan bahwa kita dapat semuanya karena anugerah. Yang kaya siapa? Yang memberi!&lt;br /&gt;Hanya orang-orang yang tidak mengerti dari siapa Ia mendapatkan pinjaman harta untuk didunia ini yang begitu sombong dengan kekayaan yang seolah2 akan tetap jadi miliknya selama-lamanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Maka pembelajaran pertama ini seharusnya sangat gampang, jika kita percaya hidup sementara dan hidup kekal adalah anugerah Tuhan. Kita adalah orang-orang kaya, karena sang Pemberi hidup dalam hidup kita tapi kita tidak bisa sombong karena semuanya anugerah. Kita tidak perlu memfokuskan perhatian kepada bagaimana cara mendapatkannya, karena sudah dijamin oleh anugerah dari Sang Pemberi yang Maha Pemurah yang hidup dalam hidup kita. Fokus kita harus berpindah pada pembelajaran selanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:italic;color:blue;"&gt;Belajar Pakai, Kelola dan Distribusi&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Dalam ilmu ekonomi mengajarkan bagaimana alur distribusi dari produsen kepada konsumen. Bagaimana memproduksi dengan baik, mendistribusikannya dengan baik juga dan menggunakan iklan supaya bisa lebih banyak konsumen yang mempergunakan dan membuat produksi akan meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pelajaran kedua ini lebih sulit. Karena disini terletak lika-liku dan seninya hidup. Itu sebabnya kita harus belajar dari kecil untuk mengerti dan bersiap untuk menggunakan semua pemberian Tuhan, mengelola, mengembangkan dan mendistribusikannya dengan baik. Hanya sedikit orang di dunia ini yang betul2 belajar di tahap ini. Dunia ini biasanya mengatakan orang-orang ini adalah orang2 sukses. Orang-orang yang bisa mengelola, mengembangkan dan menikmati hasil dari kerja kerasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkitab mengajarkan kepada kita dari perumpamaan tentang talenta. Menyadari pemberian sang Tuan, mengelola dan mengembangkan sampai maksimal untuk dipersembahkan kepada sang Tuan yang sudah meminjamkan harta-Nya.&lt;br /&gt;Fokus orang percaya, bagaimana memakai harta pemberian Allah, mengelola, mengembangkan dan mendistribusikannya dengan baik dan bijaksana. Kita tidak diberikan talenta (uang) untuk disimpan sendiri dan terus kuatir dengan dunia ini dan kecewa dengan Sang Tuan yang hanya memberikan sedikit kepada kita. Ia mempercayakan kepada kita biar kita bisa mewakili Dia di dunia ini dalam menaklukkan dan mengelola harta-Nya demi untuk kemuliaan-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi pembelajaran di dunia belum selesai sampai tahap kedua. Masih ada tahap selanjutnya yang lebih sulit dan mungkin mengecewakan bagi sebagian besar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:italic;color:blue;"&gt;Belajar Hilang&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;Di dalam ekonomi dikenal dengan nama krisis ekonomi, seperti yang dialami oleh dunia sekarang ini. Ataupun juga suka dianggap sebagai kerugian. Ekonomi hanya mengajarkan bagaimana menghindar dari segala krisis dan mencoba membereskan segala kerugian biar bisa mendaptkan keuntungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia secara umum menyebutnya kegagalan, atau kalau belum sampai kepada kematian dianggap sebagai sukses yang tertunda. Tapi, kalau sampai mati dianggap sebagai kemalangan, musibah ataupun tragedi yang harus ditangisi dan disesali ataupun dikasihani. &lt;br /&gt;Suka tidak suka, inilah pembelajaran terakhir yang harus dipelajari manusia karena semuanya akan hilang. Celakanya, dunia hanya mengajarkan bagaimana cara menghindar dari keterhilangan. &lt;br /&gt;Asuransi menjamur dimana-mana untuk mempersiapkan seandainya mengalami kehilangan ataupun kerugian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang percaya, Alkitab sudah memberikan cara untuk belajar hilang dengan pengorbanan dan mempersembahkan semuanya. Tuhan Yesus mengajarkan persebahan diri dan memuji janda yang mempersembahkan seluruh penghasilannya. Persembahan mengajarkan bagaimana kita menghadapi dan bersiap untuk kehilangan. &lt;br /&gt;Semua yang kita pikir harta dan milik kita, sesungguhnya bukanlah milik kita. Hanya dipinjamkan dan dipercayakan kepada kita untuk kelola-pakai-distribusi sampai waktu yang ditentukan secara sepihak oleh Sang Pemilik. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi sebelum semuanya itu akan hilang, bagaimana memakai dan mempergunakannya? Bisakah dengan harta itu membuat harta di sorga makin bertambah? Atau mungkinkah dengan kehilangan harta di bumi justru bisa mengumpulkan harta di sorga? Kita harus bergumul dihadapan Allah untuk mengerti kehendak-Nya dan tahu cara memanfaatkan semua anugerah-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-130944286340383186?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/rKHhOFvI-q0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/130944286340383186/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2009/06/uang-2-tiga-pembelajaran.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/130944286340383186?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/130944286340383186?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/rKHhOFvI-q0/uang-2-tiga-pembelajaran.html" title="Uang (2): Tiga Pembelajaran" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2009/06/uang-2-tiga-pembelajaran.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CU8AQH8_eyp7ImA9WxJXFkw.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-4402216617336854731</id><published>2009-06-10T13:04:00.003+07:00</published><updated>2009-06-10T13:04:01.143+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-10T13:04:01.143+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius 6" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kotbah di Bukit" /><title>Uang (1):  Dikumpulin untuk apa?</title><content type="html">Ada banyak perkataan Tuhan Yesus yang sangat luar biasa. Bagi orang percaya, dari sekian banyak perkataan itu bisa dipercayai dan diimani. Tapi kalau sudah berbicara soal harta dan perintah-Nya soal &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;jangan kumpulkan harta di bumi&lt;/span&gt;, maka perkataan ini menjadi sulit untuk dipercayai. Jikalau kita punya banyak harta, maka tiba-tiba bisa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;amnesia&lt;/span&gt; dan seolah-olah tidak tahu-menahu tentang ayat itu. Berbagai pertanyaan langsung muncul dalam hati: Betulkah Tuhan Yesus memang bermaksud mengatakan jangan kumpulkan harta? Apakah artinya juga jangan nabung? Masa sih begitu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;19 "Janganlah kamu mengumpulkan harta di bumi; di bumi ngengat dan karat merusakkannya dan pencuri membongkar serta mencurinya. 20 Tetapi kumpulkanlah bagimu harta di sorga; di sorga ngengat dan karat tidak merusakkannya dan pencuri tidak membongkar serta mencurinya.&lt;br /&gt;Mat 6:19-20&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Kumpul dan Pakai&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau hanya melihat di ayat 19, maka harus diambil kesimpulan tidak boleh mengumpulkan harta. Tetapi jikalau dilihat sampai dengan ayat 20, maka justru kesimpulannya harus kumpulkan harta. Meskipun yang disuruh dikumpulkan itu harta di sorga. Artinya, yang menjadi pusat sebenarnya bukan di jangan mengumpulkan harta di bumi, tapi soal kumpulkan harta di sorga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa sampai Tuhan Yesus melarang mengumpulkan harta di bumi? Mengumpulkan harta di bumi adalah pekerjaan sia-sia. Karena semua yang dikumpulkan adalah anugerah dan pemberian yang dipinjamkan dari Allah untuk dikelola, dikembangkan dan dipergunakan. Itu sebabnya, hidup yang hanya bertujuan untuk mengumpulkan harta adalah hidup yang tidak berguna dan sia-sia. Semua sudah disediakan oleh Allah, tidak dikejarpun akan diberi, sudah disiapkan pada waktunya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan hidup kita di dunia bukan untuk mengumpulkan harta di bumi, karena sudah ada semuanya. Yang lebih penting, bagaimana mempergunakan harta yang sekarang ada. Apakah kita bisa memakainya dengan benar, bisakah kita mengelola dan mendistribusikannya untuk kemuliaan Allah? Kalau kita tahu caranya, maka kita sedang mengumpulkan harta di sorga.&lt;br /&gt;Kalau tujuan mengumpulkan harta di bumi hanya demi untuk masa depan, maka artinya lebih mempercayai harta yang menjamin masa depan dan bukan Allah yang menyediakan semuanya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, bukan bagaimana mencari dan mengumpulkan harta yang menjadi pusat hidup manusia. Tapi, bagaimana mempergunakannya, mengelola, memakai dan mendistribusikannya untuk menyaksikan dan memuliakan Allah yang sudah meminjamkan dan mempercayakan kepada kita talenta (uang) yang tidak layak kita terima. Itu yang bisa membuat harta dikumpulkan di sorga. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Sementara dan Kekal&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebagian orang mungkin menganggap kalimat Tuhan Yesus tidak lagi relevan untuk zaman sekarang ini. Kalimat-Nya hanya cocok untuk zaman dulu yang menyimpan uang di rumahnya sendiri. Sekarang ini, uang bisa disimpan di bank (begitu juga dengan barang dan surat berharga), tidak ada karat dan tidak rusak (rusakpun bisa diganti oleh bank). Kalaupun pencuri mencuri uang di bank, tetap saja uang nasabah diganti oleh bank. Begitu juga dengan harta yang ada, dengan adanya asuransi hilangpun bisa diganti.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun demikian, kalau dilihat dengan teliti dan menangkap prinsipnya, maka kalimat Tuhan Yesus tetap relevan. Karena yang dimaksudkan-Nya bahwa harta di bumi itu cuma sementara dan akan hilang. Beda dengan harta di sorga yang sifatnya kekal.&lt;br /&gt;Itu sebabnya, visi manusia seharusnya bersifat kekal dan bukan hanya untuk sementara.  Karena kalau hanya melihat yang sementara dan bertujuan hanya untuk kesementaraan, maka akan diakhiri dengan kehilangan dan kesia-siaan. Mengapa tidak menghidupi kesementaraan ini dari sudut pandang kekekalan? Bukankah kesementaraan ini adalah persiapan untuk kekekalan?  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue"&gt;Jika harta yang sementara hanya dicari dan dikumpulkan untuk hidup yang sementara, maka artinya harta itu tidak ada gunanya bagi hidup yang bersiap untuk kekekalan dan bahkan hanya jadi penghambat yang menghabiskan waktu, tenaga, pikiran, emosi dan hidup itu sendiri.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya Allah yang begitu baik sudah memberikan terlalu banyak harta kepada kita. Bersyukurlah kepada Allah yang sudah memberikan begitu banyak harta dan berkat kepada kita. Kelolalah dengan benar, kembangkan dengan maksimal, pakailah dengan bijaksana, muliakanlah Allah dengan harta pemberian-Nya, bersiaplah untuk mempersembahkan semuanya kembali kepada yang memberikan pinjaman dan kumpulkanlah harta di Sorga.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-4402216617336854731?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/GTnvkdGkm8s" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/4402216617336854731/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2009/06/uang-1-dikumpulin-untuk-apa.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4402216617336854731?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4402216617336854731?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/GTnvkdGkm8s/uang-1-dikumpulin-untuk-apa.html" title="Uang (1):  Dikumpulin untuk apa?" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2009/06/uang-1-dikumpulin-untuk-apa.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;CEYDQ3w7eyp7ImA9WxVaFUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-4368609838796429758</id><published>2009-04-13T09:10:00.005+07:00</published><updated>2009-04-13T10:09:32.203+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-13T10:09:32.203+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1 Timotius" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wahyu" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="2 Korintus 5" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wahyu 7" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="1 Timotius 2" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Paskah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="2 Korintus" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kristologi" /><title>Yesus Kristus Untuk Semua Orang?</title><content type="html">&lt;br/&gt;Orang Kristen seringkali menjadi umat yang eksklusif yang terbatas bagi kalangan sendiri dan merasa keselamatan hanya bagi kita. Tapi, ketika membaca ayat-ayat Alkitab, ada ayat-ayat tertentu yang menyatakan bahwa Yesus Kristus untuk semua orang; atau Allah ingin semua manusia diselamatkan. Tapi di sisi lain  ada ayat-ayat Alkitab yang berbicara tentang umat pilihan. Bagaimana kita bisa memahami pengertian yang sepertinya bertentangan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;Dan Kristus telah mati untuk semua orang, supaya mereka yang hidup, tidak lagi hidup untuk dirinya sendiri, tetapi untuk Dia, yang telah mati dan telah dibangkitkan untuk mereka.&lt;br /&gt;2 Korintus 5:15&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Pengertian yang salah dan Kegagalan Kristus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jika kata semua dalam 2 Korintus 5:15 ditafsirkan sebagai semua individu yang pernah dan akan hidup di dunia, maka bisa membawa kepada kesimpulan kepada kegagalan Yesus Kristus. Bukankah Yesus Kristus sudah mati dan bangkit bagi semua orang? Mengapa banyak orang yang tidak percaya kepada-Nya? Artinya, &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Yesus Kristus gagal&lt;/span&gt;. Kuasa kematian dan kebangkitan-Nya tidak sanggup untuk merubah hidup seluruh umat manusia, hanya terjadi pada sebagian orang saja!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran ini akan bertentangan dengan keseluruhan ayat itu sendiri. Karena kalau Kristus sudah mati dan bangkit untuk semua individu manusia, semuanya dituntut hidup bagi Kristus. Tentu saja bukan ini maksud Paulus. Karena konteksnya adalah bagi orang percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran ini juga akan bertentangan dengan Mat 1:21, yang mengatakan bahwa Yesus akan menyelamatkan umat-Nya dari dosa mereka. Begitu juga dengan Efesus 1:4 yang berbicara tentang pemilihan yang akan diselamatkan dalam Yesus Kristus. Kalau yang dipilih untuk diselamatkan dalam Yesus Kristus hanya sebagian, mengapa Yesus Kristus harus mati untuk semua orang?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengerti dan bisa menafsirkan dengan benar kata 'semua' kita perlu melihat pengertian dari bahasa aslinya dan tentu saja konteksnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Arti dari Kata Semua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bandingkan juga dgn 1 Tim 2:3-4 yang juga menggunakan kata semua dengan konteks yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;3 Itulah yang baik dan yang berkenan kepada Allah, Juruselamat kita, 4 yang menghendaki &lt;span style="font-style:italic;"&gt;supaya semua orang diselamatkan&lt;/span&gt; dan memperoleh pengetahuan akan kebenaran.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baik 2 Kor 5:15 maupun 1 Tim 2:4 kata 'semua' berasal dari akar kata &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;pas&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;. Menurut salah satu lexicon yang terbaik, &lt;span style="font-style:italic;"&gt;A Greek-English Lexicon of the New Testament and Other Early Christian Literature(BDAG)&lt;/span&gt;, kata ini bisa berarti keseluruhan individu atau &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;semua jenis/golongan&lt;/span&gt;. &lt;br /&gt;Membandingkan dengan konteks di dalam 2 Kor 5:15 maupun 1 Tim 2:1-4, serta membandingkan dengan konteks umum keseluruhan Alkitab, maka seharusnya kata semua bukan ditafsirkan di dalam pengertian 'semua individu' tapi lebih tepat kalau menggunakan pengertian yang kedua: semua jenis/golongan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penafsiran ini juga akan lebih jelas waktu kita melihat Wahyu 7:9. &lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;Kemudian dari pada itu aku melihat: sesungguhnya, suatu kumpulan besar orang banyak yang tidak dapat terhitung banyaknya, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa, berdiri di hadapan takhta dan di hadapan Anak Domba, memakai jubah putih dan memegang daun-daun palem di tangan mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan semua manusia yang akan diselamatkan dalam Kristus, tapi semua jenis/golongan manusia, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Jadi, Yesus Kristus mati dan bangkit untuk semua jenis/golongan manusia, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Apa artinya buat kita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Penekanan Paulus akan kematian dan kebangkitan Kristus harusnya merubah hidup orang percaya. Kita seharusnya tidak lagi hidup bagi diri sendiri, tetapi untuk Dia yang telah mati dan bangkit untuk kita. Mengapa kita harus hidup untuk Kristus? Bukankah hidup ini milik kita?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hidup ini bukan milik kita. Kita tidak mencipta diri kita sendiri, tidak lahir sendiri, tidak bisa memilih orang tua kita, bahkan fisik kitapun tidak bisa kita pilih. Yang bisa kita pilih itu berbuat dosa dan mengakibatkan kematian. Kita milik Kristus, karena Dia yang mencipta kita. Waktu kita berdosa, Dia menebus kita dan memimpin hidup kita. Maka respon kita yang seharusnya, hidup bagi Dia yang sudah mati dan bangkit untuk kita dengan terus menceritakan dan membagikan Yesus Kristus bagi semua jenis/golongan manusia, dari segala bangsa dan suku dan kaum dan bahasa. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Soli Deo Gloria&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-4368609838796429758?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/ULREA6m_kx8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/4368609838796429758/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2009/04/yesus-kristus-untuk-semua-orang.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4368609838796429758?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4368609838796429758?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/ULREA6m_kx8/yesus-kristus-untuk-semua-orang.html" title="Yesus Kristus Untuk Semua Orang?" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2009/04/yesus-kristus-untuk-semua-orang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUUMRXo7cSp7ImA9WxVaFU8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-5851909153947791899</id><published>2009-04-12T14:37:00.005+07:00</published><updated>2009-04-12T16:08:04.409+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-12T16:08:04.409+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lukas 24" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lukas" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Paskah" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kristologi" /><title>Bangkit? Gak Mungkin!</title><content type="html">&lt;br/&gt;Bagi orang-orang yang percaya kepada Yesus Kristus, kebangkitan sudah menjadi suatu kepastian dan tidak perlu dipertanyakan lagi. Tapi, ketika ingin menyaksikan kebangkitan kepada orang-orang di sekitar kita, soal kebangkitan menjadi sesuatu yang sangat sulit. Siapa yang bisa percaya tentang kebangkitan? Peristiwa kebangkitan menjadi sesuatu yang susah dipercaya...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;5 Mereka sangat ketakutan dan menundukkan kepala, tetapi kedua orang itu berkata kepada mereka: "Mengapa kamu mencari Dia yang hidup, di antara orang mati? 6 Ia tidak ada di sini, Ia telah bangkit. Ingatlah apa yang dikatakan-Nya kepada kamu, ketika Ia masih di Galilea, 7 yaitu bahwa Anak Manusia harus diserahkan ke tangan orang-orang berdosa dan disalibkan, dan akan bangkit pada hari yang ketiga."&lt;br /&gt;Lukas 24:5-7&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita membandingkan versi Matius, Markus, Lukas dan Yohanes tentang kebangkitan Yesus Kristus, maka kita pasti akan mengambil kesimpulan bahwa kebangkitan sulit untuk dipercaya. Sekalipun oleh murid-murid yang pernah melihat orang mati dibangkitkan oleh guru mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Murid-murid sudah diberitahukan berkali-kali tentang kematian dan kebangkitan Yesus Kristus, mereka juga bahkan bukan cuma sekali melihat orang mati dibangkitkan, tetapi tetap saja mereka tidak mengerti dan tidak percaya bahwa Yesus Kristus sudah bangkit sampai malaikat dan Tuhan Yesus sendiri yang menampakkan diri kepada mereka.&lt;br /&gt;Itu sebabnya di zaman ini kalau kita mengharapkan orang-orang bisa percaya kepada kebangkitan Yesus Kristus sepertinya mustahil. Apalagi bertemu dengan orang-orang seperti Tomas yang harus melihat dulu baru percaya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi kenapa kita yang tidak melihat, tidak ada malaikat yang datang kepada kita dan bahkan Tuhan Yesus yang datang menampakkan diri, tapi tetap bisa percaya? Ini namanya anugerah. Kita tidak mungkin percaya akan kebangkitan Yesus Kristus, yang tahu itu kebenaranpun sengaja menutupinya (bnd. Mat 24:62-15 imam-imam kepala dan orang-orang Farisi tahu tentang kebangkitan Kristus). &lt;br /&gt;Kita bisa percaya karena pekerjaan Roh Kudus yang menganugerahkan iman membuat kita bisa percaya kesaksian para Rasul dan beriman kepada Yesus Kristus yang mati dan bangkit untuk menebus dosa-dosa kita. Nubuat kematian dan kebangkitan-Nya bisa kita percaya, begitu juga dengan peristiwa kematian dan kebangkitan-Nya.&lt;br /&gt;Kita termasuk orang-orang yang berbahagia karena tidak melihat, namun percaya (Yoh 19:29).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan selanjutnya, kalau berbahagia bisa percaya, terus kenapa? Apa yang harus dilakukan? Perempuan2 yang bertemu dengan malaikat dalam Luk 24, ketika mengerti dan percaya langsung menceritakan kepada murid-murid, yang menganggap cerita itu omong kosong dan mereka tidak percaya kepada perempuan-perempuan itu (Luk 24:10-11). Tapi, memang itu respon yang harus dilakukan; menceritakan tentang kebangkitan Yesus Kristus kepada orang yang tidak percaya dan yang akan menganggapnya omong kosong. Kesaksian yang sia-sia? Tidak! Karena akan ada pekerjaan dari Allah Roh Kudus kepada umat pilihan-Nya, membuat kesaksian yang kelihatannya omong kosong dan sulit dipercaya bisa dimengerti dan bahkan percaya akan kabar baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Paskah itu kelihatan omong kosong tapi kenyataan. Tidak mungkin tapi terjadi. Yang kelihatan omong kosong dan tidak mungkin terjadi ternyata punya dampak sangat besar bagi hidup manusia. Kebangkitan bukan hanya memberikan jaminan akan kebangkitan dan hidup kekal. Tapi kebangkitan juga mempunyai kekuatan yang mematikan; mematikan maut dan dosa. Karena maut sudah dikalahkan, dan dosa tidak bisa lagi membawa orang pilihan kepada kematian kekal. Jika Yesus Kristus pernah mati dan bangkit, maka tubuh kita yang akan mati ada jaminan akan bangkit. Jika Yesus Kristus sudah mati dan bangkit mengalahkan kuasa dosa, maka kita ada jaminan untuk bisa mengalahkan dosa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah orang-orang yang percaya akan kebangkitan Yesus Kristus sekalipun tidak melihat. Hidupnya diubahkan dengan kuasa kebangkitan yang mengalahkan Iblis, maut dan dosa. Yang bisa terus menyaksikan kebangkitan-Nya, berperang melawan dosa, dan punya pengharapan akan kebangkitan tubuh waktu Kristus datang kedua kali. Kematian bukan lagi sesuatu yang mengahalangi, menyakitkan dan menakutkan, sengat maut sudah dipatahkan oleh kebangkitan Tuhan Yesus. Hidup sementara ini bukan untuk kematian tapi untuk hidup yang kekal. Selamat Paskah..&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-5851909153947791899?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/VDOcnAVhKKQ" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/5851909153947791899/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2009/04/bangkit-gak-mungkin.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5851909153947791899?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/5851909153947791899?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/VDOcnAVhKKQ/bangkit-gak-mungkin.html" title="Bangkit? Gak Mungkin!" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2009/04/bangkit-gak-mungkin.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEMMRH4yeCp7ImA9WxVaE0s.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3582128760906071476</id><published>2009-04-10T15:01:00.005+07:00</published><updated>2009-04-10T19:28:05.090+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-04-10T19:28:05.090+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius 26" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kristologi" /><title>Jika Yesus Kristus Tidak Mati</title><content type="html">Apa yang akan terjadi jika Yesus Kristus tidak pernah mati? Apa pengaruhnya terhadap hidup umat manusia? Bagi sebagian orang, hal ini merupakan pertanyaan bodoh. Tapi bagi sebagian orang lain di dunia ini, hal ini adalah kenyataan dan realita. Apa artinya bagi orang yang percaya kepada Yesus Kristus dan bagi orang yang tidak percaya akan kematian-Nya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;Maka Ia maju sedikit, lalu sujud dan berdoa, kata-Nya:"Ya Bapa-Ku, jikalau sekiranya mungkin, biarlah cawan ini lalu dari pada-Ku, tetapi janganlah seperti yang Kukehendaki, melainkan seperti yang Engkau kehendaki."&lt;br /&gt;Matius 26:39&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pergumulan Tuhan Yesus di taman Getsemani sepertinya memberikan ruang kemungkinan untuk tidak meminum cawan yang harus diminum. Cawan itu adalah murka Allah untuk menghukum dosa umat pilihan-Nya. Bagaimana kalau Yesus Kristus sebenarnya tidak meminumnya atau tidak mati di kayu salib?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;1. Penipuan Para Rasul&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau Yesus Kristus tidak jadi mati maka tidak ada murid2 yang akan menceritakan kematian dan kebangkitan. Tetapi kalaupun tetap ada kesaksian tentang kematian Yesus Kristus, maka ini adalah suatu penipuan. Penipuan ini bukan sembarang penipuan. Penipuan yang menyatakan kematian Tuhan Yesus yang dilakukan oleh murid2-Nya membawa konsekuensi dan pengorbanan yang sangat besar. Karena murid-murid dan jemaat mula-mula rela dianiaya dan dibunuh demi untuk konspirasi penipuan!? Begitu juga dengan mereka yang percaya pada kematian Yesus Kristus untuk mewakili menanggung dosa umat pilihan-Nya.&lt;br /&gt;Penipuan inipun akan menyeret kepada penipuan selanjutnya bahwa Yesus Kristus sudah bangkit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;2. Penipuan Para Nabi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau Yesus Kristus tidak mati, maka nabi-nabi dalam Perjanjian Lama juga ikut menipu. Karena mereka sudah menubuatkan bahwa sang Messias harus menderita dan mati. Atau kalau nubuat mereka benar dan masih harus menunggu Messias yang sejati, maka Yesus Kristus yang menjadi penipu dengan mengakui bahwa Ia-lah sang Messias. Sampai kapan akan menunggu sang Messias yang bisa menggenapi semua nubuat seperti Yesus Kristus?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;3. Simbol dan Perayaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kalau Yesus Kristus tidak mati, maka semua simbol dan perayaan yang menunjuk kepada Yesus Kristus dan harusnya digenapi oleh kematian Yesus Kristus harus terus dilakukan dan tidak boleh berhenti. Semua jenis korban, persembahan dan perayaan yang ada dalam Perjanjian Lama harus dilakukan persis sampai detil-detilnya jika ingin mengikuti kepercayaan seperti yang diajarkan dalam Perjanjian Lama.&lt;br /&gt;Termasuk juga harus pergi ke Yerusalem bukan untuk wisata rohani, tapi beribadah dan mempersembahkan korban setiap tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;4. Tanggung Dosa sendiri-sendiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Konsekuensi selanjutnya, setiap manusia harus menanggung dosanya sendiri-sendiri. Artinya semua manusia harus bersiap menanggung dosa sekecil apapun harus dihukum dan itu setimpal dengan kematian. Ujung-ujungnya pasti akan masuk neraka, karena manusia tidak akan terhindar dari dosa. Dosa sekecil apapun akan mencmari keseluruhan hidup seorang manusia dan berakibat kepada penghukuman di neraka pada akhirnya.&lt;br /&gt;Tetapi manusia akan terus berusaha dengan perbuatannya dan kepercayaannya untuk berusaha membenarkan dirinya dan menutup dosanya tapi tanpa kepastian akan pembenaran itu sendiri. Logika yang aneh! Dosa harus dibayar dengan hukuman dan bukan dengan perbuatan baik! &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Kalau betul dosa bisa dihapus dengan perbuatan baik, sementara satu kali berdosa harusnya membawa kepada kematian, maka berapa banyak perbuatan baik untuk melepaskan dari kematian?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;5. Penderitaan dan Kematian menjadi sesuatu yang menakutkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Jikalau Yesus Kristus tidak pernah mengalami penderitaan dan kematian yang mengerikan, maka penderitaan dan kematian manusia menjadi sesuatu yang sangat mengerikan. Itu sebabnya manusia sering terkejut dengan berbagai musibah dan bencana yang mengerikan, karena tidak melihat ada yang pernah mengalami lebih sulit dan menaklukkan kematian itu sendiri. &lt;br /&gt;Berbeda dengan mereka yang percaya kepada Yesus Kristus yang sudah mengalami dan melalui penderitaan dan kematian yang mengerikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersyukur kalau di Taman Getsemani kesimpulannya adalah "jadilah kehendak-Mu" maka Yesus Kristus-pun ditangkap, dianiaya, menderita dan mati di kayu salib menanggung dosa-dosa umat-Nya. Kematian yang menggenapi nubuat. Kematian yang menggenapi rencana Allah Bapa. Kematian yang memberikan pengharapan. Kematian yang membebaskan umat-Nya...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3582128760906071476?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/XBsGLZbb8l0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/3582128760906071476/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2009/04/jika-yesus-kristus-tidak-mati.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3582128760906071476?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3582128760906071476?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/XBsGLZbb8l0/jika-yesus-kristus-tidak-mati.html" title="Jika Yesus Kristus Tidak Mati" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2009/04/jika-yesus-kristus-tidak-mati.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcCQH87cCp7ImA9WxVTF0k.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-990347281640789859</id><published>2009-01-01T01:11:00.001+07:00</published><updated>2009-01-01T01:11:01.108+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-01-01T01:11:01.108+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ratapan 3" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ratapan" /><title>Tahun Baru???</title><content type="html">Selalu heran setiap tahun baru. Heran karena banyak orang merayakan dan menunggu detik2 pergantian tahun dengan harapan2 kosong dan kegembiraan yang tanpa dasar. padahal tidak ada yang baru sebenarnya, hanya perubahan detik dan berakibat pada pergantian menit, jam, hari dan tahun.. Apa yang spesial sampai harus dirayakan dengan meriah???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;21 Tetapi hal-hal inilah yang kuperhatikan, oleh sebab itu aku akan berharap: 22 Tak berkesudahan kasih setia TUHAN, tak habis-habisnya rahmat-Nya, 23 selalu baru tiap pagi; besar kesetiaan-Mu!&lt;br /&gt;Ratapan 3:21-23&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kitab Ratapan adalah salah satu kitab terindah dan tersulit secara sastranya yang ada di didalam Alkitab. Karena kitab Ratapan dari awal sampai akhir dibuat dalam bentuk &lt;span style="font-style:italic;"&gt;acrostic&lt;/span&gt; abjad Ibrani secara berurutan. Itu sebabnya kalau melihat kitab Ratapan, jumlah pasalnya sama banyak, kecuali pasal 3 yang jumlahnya tiga kali lipat. Bagaimana cara bikinnya ya???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi orang bisa salah berpikir kalau Ratapan isinya hanya ratapan semua. Justru pusat dari kitab ratapan ada di dalam pasal 3, yang jumlahnya tiga kali lebih banyak dari pasal lainnya. Ternyata di ayat 21-23 bukan meratap, tapi bersyukur!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Berharap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam keadaan Yerusalem yang sudah hancur, mereka kehilangan semuanya, tidak ada tembok, orang-orang pilihan sudah dibawa ke pembuangan di Babel, mayat bergelimpangan di mana2 dan bahkan mereka sedang berada dalam kelaparan, sampai ibu2 ada kemungkinan memasak bayinya sendiri (Rat 2:20; 4:10). Nabi2 palsu telah menyesatkan mereka dengan penglihatan2 dan mimpi2  palsu. Apa yang bisa diharapkan lagi? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka berada dalam krisis yang terlalu sulit dan terlalu berat untuk ditanggung. Allah sendiri yang mengangkat tangan melawan mereka. Apa yang bisa diharapkan ditengah penghukuman seperti itu? dan kepada siapa mereka harus berharap? Berharap dengan adanya tahun baru, maka keadaan akan menjadi lebih baik dan jadi baru?&lt;br /&gt;Bukankah dalam keadaan yang sulit, hari yang baru hanya akan menjadi beban yang baru!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja pengharapannya kepada Allah bukan kepada keadaan yang berubah, karena keadaan yang berubah tidak akan merubah apa2, kecuali dosa yang tambah banyak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Kebaikan dan Belas Kasihan Tuhan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang seharusnya diharapkan adalah kebaikan dan belas kasihan Tuhan. Hidup ini sebenarnya hanyalah anugerah karena kebaikan dan belas kasihan Tuhan. Itu sebabnya dalam krisis dan keadaan yang sulit, penulis Ratapan hanya melihat kepada Tuhan yang baik dan selalu berbelas kasihan kepada umat-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit untuk bisa percaya seperti ini dalam keadaan seperti yang dialami Israel waktu itu. Tapi ini namanya iman yang sejati, berharap kepada Allah yang Baik dan berbelas kasihan dan bukan kepada tahun yang berubah, tapi tidak bisa melakukan apa2. &lt;br /&gt;Dalam keadaan yang terlalu sulit, penulis kitab Ratapan tetap percaya kepada kebaikan dan belas kasihan Tuhan yang tak berkesudahan. Krisis dan kesulitan yang mereka alami waktu itu, pasti ada kesudahannya. Tapi kebaikan dan belas kasihan Allah tidak akan berkesudahan. Ia adalah Allah yang tidak akan meninggalkan umat-Nya, semuanya diijinkan terjadi untuk mendidik umat-Nya agar setia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Perayaan Setiap Hari&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya di ayat 23 penulis Ratapan berbicara tentang selalu baru setiap pagi. Pemberian yang baru setiap hari, bukan hanya tunggu tahun berganti maka kita bisa merayakan ada sesuatu yang baru lagi, atau bergantung musim2. Dalam Ratapan justru berbicara barunya setiap pagi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya setiap hari, Tuhan terus memberikan belas kasihan dan kebaikan yang baru kepada kita umat-Nya. Tapi kita sering tidak melihatnya karena menganggapnya sudah biasa dan wajar dan hati kita memikirkan lebih banyak lagi hal yang baru menurut keinginan kita. Itu sebabnya kita sulit merayakannya setiap hari, perlu tunggu satu tahun dulu, diakumulasikan semuanya baru merayakan! apanya yang dirayakan? Ga tau juga! Kan malam tahun baru, dari dulu juga semua merayakannya dengan kegembiraan dan harapan!!!???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah orang-orang yang bisa merayakan kebaikan dan belas kasihan Tuhan setiap hari.. Karena kasih setia Tuhan selalu baru setiap pagi. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;color;darkred;"&gt;Great is your faithfulness, O Lord!&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-990347281640789859?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/M5DC_VAJ4Kw" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/990347281640789859/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2009/01/tahun-baru.html#comment-form" title="4 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/990347281640789859?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/990347281640789859?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/M5DC_VAJ4Kw/tahun-baru.html" title="Tahun Baru???" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2009/01/tahun-baru.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkYFSHw4eyp7ImA9WxVTF04.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-7511368891908841812</id><published>2008-12-30T13:06:00.003+07:00</published><updated>2008-12-31T21:35:19.233+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-31T21:35:19.233+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yesaya 9" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yesaya" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Natal" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yesaya 9:5" /><title>Bukan Sembarang Raja</title><content type="html">Sebentar lagi Indonesia mau Pemilu dan pemilihan presiden. Sebenarnya, yang dibutuhkan oleh Indonesia bukan presiden, tapi Raja. Eiiits.. tunggu dulu, bukan raja2 boneka seperti di beberapa negara di dunia. Yang dibutuhkan adalah raja yang berkuasa mutlak, bijaksana dengan kemampuan yang luar biasa dan yang tidak perlu diganti2 dan dipilih-pilih terus. Masalahnya, ada ga raja seperti ini???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: &lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Yesaya 9:5&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Jadilah Kehendak-Mu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Raja yang datang ke dunia menjadi manusia, ternyata bukan hanya sekedar raja yang perlu bergantung kepada pemimpin-pemimpin lainnya untuk menghasilkan keputusan yang baik dan bijaksana. Sang Raja ini ternyata juga adalah &lt;span style="font-style:italic;color:darkred;"&gt;Penasihat Ajaib (pele yoets)&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Kalau raja butuh beberapa penasihat untuk bisa mengambil keputusan yang baik, maka Sang Raja ini merangkap fungsi penasihat, dan bahkan Ia adalah penasihat yang luar biasa, jauh melebihi penasihat2 yang pernah ada (Rom 11:33-34).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Enak banget kalau punya pemimpin seperti ini. Tidak pernah ada keputusan yang salah, dan semuanya untuk kebaikan umat-Nya (Rom 8:28). Respon kita seharusnya hanyalah, jadilah kehendak-Mu! Yup, susah banget! Butuh anugerah dan iman untuk percaya dan mengikuti kehendak-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Perang Yuk!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja bukan hanya seorang pemimpin yang memerintah dan meminta umat-Nya untuk melakukan kehendak-Nya. Ia ternyata ikut berperang, dan bahkan yang memimpin umat-Nya dalam peperangan. Itu sebabnya, Ia disebut orang sebagai &lt;span style="font-style:italic;color:darkred;"&gt;Allah yang Perkasa (El Gibor)&lt;/span&gt;, Allah yang berperang dengan hebatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konsep berperang agak aneh bagi kita sekarang ini, karena menginginkan kedamaian dan keamanan. Tapi kalau baca Alkitab dari PL sampai PB, peperangan akan terus terjadi. Tapi jangan salah, peperangan kita bukan seperti Amerika atau Israel. Dari PL, peperangan yang sebenarnya adalah melawan dosa.  Dan Allah yang memimpin dalam setiap peperangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedatangan Yesus Kristus ke dunia untuk berperang melawan dosa, dan Ia menang dengan kematian dan kebangkitan-Nya. Ia bukan datang menjadi raja Israel dan berperang melawan Romawi yang berkuasa waktu itu. Tapi, Ia datang berperang dan mengalahkan iblis, dosa dan kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya, Natal yang pertama di Betlehem bukan hanya Malam Kudus, sunyi senyap. Tapi, ada ratapan dan tangisan karena pembunuhan (Mat 2:16-18). Sejak kedatangan-Nya ke dunia, sang Raja sudah harus berperang melawan dosa dan kejahatan di bumi.&lt;br /&gt;Kalau kita punya raja seperti itu, yang bisa berperang dan yang memimpin umat-Nya, maka respon kita seharusnya, "perang yuk!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Pemimpin Selamanya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terus terang membosankan kalau setiap empat atau lima tahun ganti2 pemimpin. Bukan hanya karena salah pilih terus, tapi memang ga ada pilihan yang baik. Semua pemimpin mempromosikan dirinya sebagai yang hebat dan membuat perubahan. Kenyataannya, berubah sih! Tapi, lebih buruk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang Raja yang datang ke dunia ini berbeda. Ia menjadi pemimpin sampai selama-lamanya. Dalam Yes 9:5, kata &lt;span style="font-style:italic;color:darkred;"&gt;abiyad&lt;/span&gt; suka diterjemahkan sebagai &lt;span style="font-style:italic;color:darkred;"&gt;Bapa yang Kekal (Eternal Father)&lt;/span&gt;. Karena kata ini hanya muncul satu kali, dan berawalan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ab&lt;/span&gt;, maka biasanya langsung disimpulkan artinya sebagai Bapa. Padahal kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;ab&lt;/span&gt;, bisa mempunyai beberapa pengertian, salah satunya adalah pemimpin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya menafsirkan kata &lt;span style="font-style:italic;"&gt;abiyad&lt;/span&gt; sebagai &lt;span style="font-style:italic;color:darkred;"&gt;pemimpin yang kekal&lt;/span&gt;, karena lebih sesuai konteks dalam Yesaya 9, yang berbicara tentang kepemimpinan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Punya pemimpin dan raja sampai selama-lamanya itu enak, karena program2 pasti akan berkesinambungan dan tidak berubah2. Sudah dalam satu paket dari kekekalan. Enak kan!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Damai yang Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terakhir, Ia disebut orang sebagai &lt;span style="font-style:italic;color:darkred;"&gt;Raja (Pangeran) Damai Sejahtera (sar syalom)&lt;/span&gt;. Ia datang membawa kedamaian yang sejati. Bukan damai dalam pengertian tidak ada perang, tidak ada masalah dan kesulitan. Tapi damai sejahtera yang sejati, kita dibawa kembali dalam relasi yang harmonis dengan Allah Bapa, kita dibebaskan dari dosa dan segala tuduhan dan ketakutan akan hukumannya, serta disertai dan dipimpin dalam segala keadaan. Damai sejahtera seperti inilah yang diberikan oleh Yesus Kristus yang datang sebagai Raja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Damai sejati yang dicari oleh manusia tidak bisa diberikan oleh dunia ini dengan tidak ada peperangan, terjamin secara materi, dan semua pengharapan palsu yang ditawarkan. Karena damai yang ditawarkan oleh dunia hanya sementara dan sesaat, sesudah itu hilang tak berbekas. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbeda dengan damai yang diberikan oleh Raja diatas segala Raja. Ia akan memimpin umat-Nya dalam segala keadaan, termasuk peperangan dan permasalahan, tapi umat-Nya tetap merasakan damai sejahtera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah orang yang percaya dan dipimpin oleh Sang Raja Sejati, karena Ia bukan sembarang Raja. Raja diatas segala raja. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Soli Deo Gloria&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-7511368891908841812?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/yHcDvyjh9f4" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/7511368891908841812/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/12/bukan-sembarang-raja.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7511368891908841812?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/7511368891908841812?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/yHcDvyjh9f4/bukan-sembarang-raja.html" title="Bukan Sembarang Raja" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/12/bukan-sembarang-raja.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0YMQ3o6fSp7ImA9WxRaFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-4096903163188127456</id><published>2008-12-18T09:17:00.002+07:00</published><updated>2008-12-18T09:59:42.415+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-18T09:59:42.415+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yesaya 9" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yesaya" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Natal" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yesaya 9:5" /><title>Kerajaan Sorga Datang</title><content type="html">Di zaman sekarang ini, umumnya raja bukan lagi suatu posisi yang dianggap berkuasa dalam pemerintahan. Di negara-negara kerajaan sekalipun biasanya perdana menteri yang menjadi pemimpin yang berkuasa. Seorang raja hanya menjadi simbol, sekalipun tetap dihormati. Lihatlah di Inggris, Spanyol, ataupun Thailand.&lt;br /&gt;Berbeda dengan raja zaman dulu yang betul-betul berkuasa penuh dalam pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;5 Sebab seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita; &lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;lambang pemerintahan ada di atas bahunya&lt;/span&gt;, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.&lt;br /&gt;Yesaya 9:5&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan orang percaya merayakan Natal hanya melihat Yesus Kristus sebagai Juruselamat. Maksudnya, hanya melihat Tuhan Yesus datang untuk menyelamatkan umat-Nya. Padahal kedatangan Tuhan Yesus mempunyai pengertian yang lebih luas dan lebih dalam dibandingkan dengan hanya memberikan anugerah keselamatan. Dia datang untuk menjadi Raja. Bukan sembarang Raja, tapi Raja yang membawa Kerajaan Sorga hadir dalam dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue;"&gt;Pemimpin yang Berkorban&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yesaya mengatakan, "&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;lambang pemerintahan ada di atas bahunya&lt;/span&gt;." Yeus Kristus datang untuk memerintah milik kepunyaan-Nya. Ia datang untuk menebus umat-Nya, menyatakan pekerjaan baik yang harus dilakukan umat-Nya dan memimpin umat-Nya dengan kasih dan kehendak-Nya.&lt;br /&gt;Ditengah keterhilangan dan ketidakpastian hidup, kita memiliki pemimpin yang bukan hanya sekedar sok jadi penguasa, tapi betul-betul memimpin, memberikan contoh dalam menghadapi segala kesulitan dan melaksanakan kehendak Bapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal bukan hanya sekedar bersyukur karena Tuhan sudah datang dan memulai rencana penebusan yang membuat kita dibebaskan dari dosa; Natal seharusnya membuat kita bersyukur karena Allah menjadi manusia, berada dekat dengan manusia dan memimpin manusia ke arah dan tujuan yang benar. Natal mengingatkan kita bahwa Allah kita bukan hanya seperti raja2 (atau presiden zaman sekarang ini) yang hanya duduk ditakhtanya dan memerintah seenak perutnya. Natal menunjukkan bahwa Raja di atas segala raja datang dalam segala kemiskinan dan kehinaan, merasakan kesulitan umat-Nya dan bahkan berkorban untuk umat-Nya.&lt;br /&gt;Raja yang memimpin kita bukan hanya ngomong doang. Ia memimpin kita dengan pengorbanan dimulai dari kelahiran sampai kematiann-Nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kalau kita mengatakan merayakan Natal tapi tidak mau dikoreksi, diperintah, mengikuti dan hidup dalam firman-Nya maka sesungguhnya kita tidak pernah menyambut kedatangan Yesus Kristus ke dunia. Ia datang sebagai Raja, harusnya kita tunduk kepada-Nya dalam segala aspek hidup kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue;"&gt;Kerajaan Sorga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Baik Yohanes Pembaptis maupun Yesus Kristus memulai pelayanan dengan berita yang sama, "Bertobatlah, sebab Kerajaan Sorga sudah dekat!"&lt;br /&gt;Kerajaan Sorga itu betul-betul dinyatakan pada saat kematian dan Kebangkitan Tuhan Yesus. Berbeda dengan keinginan banyak orang bahwa Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem seharusnya merebut kekuasaan dan menjadi Raja secara politik di Yerusalem. Ternyata Tuhan Yesus pergi ke Yerusalem untuk menjadi Raja dengan cara menderita dianiaya, mati dan bangkit. Kerajaan Sorga hadir dengan cara yang sulit dimengerti manusia, sama seperti kedatangan Sang Raja dengan kelahiran-Nya ditempat yang hina.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekuasaan dan kebesaran ternyata tidak hanya ditunjukkan dengan segala kemampuan, kekuatan dan kekayaan. Kerajaan Sorga dinyatakan dengan cara yang jauh sekali berbeda dengan pengharapan manusia kepada hal yang fana. Dimulai dari kehinaan,miskin, penderitaan dan penganiayaan dan bahkan kematian. Tapi justru menunjukkan dan berbuah kemuliaan dan keagungan yang tiada taranya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga Natal membuat kita semakin kagum kepada Raja diatas segala raja, dan semakin tunduk kepada keputusan2-Nya yang berdasarkan keadilan dan kebenaran. Semoga dalam seluruh aspek hidup ini kita betul-betul bisa melihat Yesus Kristus betul2 menjadi Raja yang diagungkan, disembah, ditinggikan dan dimuliakan...&lt;br /&gt;Karena Ia bukan hanya sekedar Pemimpin dan Raja, Ia juga Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Pemimpin yang Kekal, Pangeran Damai Sejahtera.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-4096903163188127456?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/dk6Z_2rmi-g" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/4096903163188127456/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/12/kerajaan-sorga-datang.html#comment-form" title="1 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4096903163188127456?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/4096903163188127456?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/dk6Z_2rmi-g/kerajaan-sorga-datang.html" title="Kerajaan Sorga Datang" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/12/kerajaan-sorga-datang.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEABSX49fSp7ImA9WxRaFUs.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-9043732219789328707</id><published>2008-12-17T06:55:00.004+07:00</published><updated>2008-12-18T09:19:18.065+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-18T09:19:18.065+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yesaya 9" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yesaya" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Natal" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Yesaya 9:5" /><title>Merry Christmas or Clausmas?</title><content type="html">Kalau jalan-jalan di pusat2 perbelanjaan, maka kita akan melihat spirit Natal. Sayangnya itu bukan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Christmas&lt;/span&gt; tapi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Clausmas&lt;/span&gt;. Karena yang menjadi pusat adalah berbagai hiasan Natal dan tokoh yang paling terkenal pada saat Natal adalah Santa Claus (ko bisa jadi Santa??, harusnya Satan Claus!)!!!?&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;"&gt;Mengapa si Claus jadi lebih terkenal dan lebih diharapkan daripada Yesus Kristus?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;5 Sebab &lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;seorang anak telah lahir untuk kita, seorang putera telah diberikan untuk kita&lt;/span&gt;; lambang pemerintahan ada di atas bahunya, dan namanya disebutkan orang: Penasihat Ajaib, Allah yang Perkasa, Bapa yang Kekal, Raja Damai.&lt;br /&gt;Yesaya 9:5&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Setidaknya ada 7 perbedaan antara &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Christ&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Claus&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue;"&gt;1. Anak Kecil vs Bapak2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Yang diberikan sebagai Juruselamat dunia itu anak kecil, seorang anak. Siapa yang mau percaya kepada anak kecil yang lahir di Betlehem? Dunia butuh &lt;span style="font-style:italic;"&gt;superhero&lt;/span&gt;, tapi bukan anak2. Maunya yang dewasa dan berpengalaman. Padahal anak2 harusnya menerima tokoh sang anak juga dong? Tapi mungkin karena banyak anak2 bapak mereka ga beres, maka mereka butuh figur bapak.&lt;br /&gt;Tepat deh kalo ketemu dengan si Claus yang bapak2 berambut dan jenggot putih, yang sepertinya menawarkan cinta, bijaksana dan pengertian, meskipun bagi banyak orang kelihatan lucu dan goblok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue;"&gt;2. Lahir Miskin vs Kaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak yang akan menyelamatkan dunia justru lahir dalam kemiskinan, tidak ada rumah untuk kelahirannya, hanya ada kandang binatang. Siapa yang mau mengikuti anak kecil yang miskin??? Kalo kaya, mungkin masih pikir2.&lt;br /&gt;Beda dengan si Claus yang ga pernah lahir tapi tiba2 muncul dengan segala kekayaannya dari kutub utara, dan bahkan dengan kereta terbangnya yang lebih cepat dari jet pribadi. Wow! Ini yang dibutuhkan dunia dalam krisis global.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue;"&gt;3. Mati (dan Bangkit) vs Ga ada matinya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Anak yang sebelum dilahirkan pun sudah dinubuatkan akan mati (dan bangkit). Kalau nanti akan mati, ogah ah. Dah miskin, menderita, dan cepat mati lagi. Siapa yang mau ikut?&lt;br /&gt;Beda dengan si Claus yang ga ada matinya. Dari dulu sampai sekarang, tetap ada dan akan abadi, tidak ada perubahan sama sekali dan tidak akan bertambah tua. Ini yang diharapkan oleh manusia, ga ada matinya, hidup terus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue;"&gt;4. Dapat Hadiah vs Memberi Hadiah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang Anak lahir, orang Majus datang memberikan hadiah. Jadi kalau ikut sang Anak, harus kasih kado dong ke anak itu???&lt;br /&gt;Kalau ikut si Claus beda, bukannya memberi eh malah dapat hadiah. Tinggal minta dan disebutkan, tiap tahun dia akan datang dan beri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue;"&gt;5. Semua Umur vs Untuk Anak2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang Anak ternyata datang untuk semua umur, dari anak-anak (yang harus dibimbing oleh orang tua) sampai orang2 tua.&lt;br /&gt;Beda dengan si Claus yang datang hanya untuk anak2. Kenapa? Karena yang bisa diboongin anak2 doang. Ko orang tuanya setuju? Habis orangtuanya bodoh sih sama suka boong juga sih!!? Makanya ketipu dan nipu anaknya sendiri..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue;"&gt;6. Memberi yang tidak diinginkan vs Memberi yang diinginkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang Anak memberikan apa yang tidak diinginkan manusia, yaitu dibebaskan dari dosa dan hidup kekal, tanpa peduli baik atau jahatnya manusia. Mana ada manusia yang baik??? Tapi mana mau manusia? Maunya terus berdosa mengikuti keinginan hatinya dan hidup di bumi ini, ga ada matinya.&lt;br /&gt;Si Claus bisa nih kasih apa yang diinginkan manusia. Pokoknya apapun yang diinginkan akan diberikan, asalkan berlaku baik dan permintaannya bisa masuk dalam kaos kaki.. Ho..ho..ho..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue;"&gt;7. Ditolak vs Diterima&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sang Anak datang kepada milik kepunyaan-Nya, tapi ditolak dan tidak diterima. Mana sanggup manusia menerima yang terlalu luar biasa, kalau tidak ada anugerah yang memampukan?&lt;br /&gt;Sementara si Claus akan terus diterima, karena manusia suka hidup dalam mimpi dan keinginannya yang sepertinya bisa dipuaskan dan diberi oleh si Claus, meskipun ia ga pernah beri apa2, tapi mimpi itu tetap ada dan memuaskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga salam natal dari banyak anak2 tidak berubah menjadi Merry Clausmas, meskipun bagi banyak anak2 sudah seperti itu dalam prakteknya.&lt;br /&gt;Mari kita melihat kepada sang Anak yang diberikan bagi kita, kelihatan miskin, hina, lahir dalam kekurangan, tapi Ia adalah Allah, Tuhan, Juruselamat dan Raja atas umat-Nya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-9043732219789328707?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/bcCCkigBb_Q" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/9043732219789328707/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/12/merry-christmas-or-clausmas.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/9043732219789328707?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/9043732219789328707?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/bcCCkigBb_Q/merry-christmas-or-clausmas.html" title="Merry Christmas or Clausmas?" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/12/merry-christmas-or-clausmas.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;C0YGRHc-eCp7ImA9WxRaFE8.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2333085187454481874</id><published>2008-12-16T15:46:00.003+07:00</published><updated>2008-12-16T16:52:05.950+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-16T16:52:05.950+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Natal" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lukas" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lukas 1" /><title>Natal Yohanes Pembaptis atau Yesus?</title><content type="html">Natal untuk memperingati kelahiran Tuhan Yesus biasanya menjadi suatu perayaan yang penuh kemeriahan. Di seluruh bagian dunia yang merayakan Natal biasanya akan berlangsung meriah. Mungkin krisis global akan mengurangi sedikit kemeriahannya, tapi tetap saja kemeriahan tidak bisa dilepaskan dari Natal. Hari kelahiran soalnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betulkah kemeriahan Natal saat ini seperti Natal pertama yang di Betlehem? Jangan2 selama ini Natal yang terjadi di pegunungan Yehuda yang diikuti..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;57 Kemudian genaplah bulannya bagi Elisabet untuk bersalin dan iapun melahirkan seorang anak laki-laki. 58 Ketika tetangga-tetangganya serta sanak saudaranya mendengar, bahwa Tuhan telah menunjukkan rahmat-Nya yang begitu besar kepadanya, bersukacitalah mereka bersama-sama dengan dia.59 Maka datanglah mereka pada hari yang kedelapan untuk menyunatkan anak itu dan mereka hendak menamai dia Zakharia menurut nama bapanya,&lt;br /&gt;Luk 1:57-59&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Persamaan dan Perbedaan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Maksudnya Natal di pegunungan Yehuda adalah kelahiran Yohanes Pembaptis. Ada perbedaan signifikan antara kelahiran Yohanes dengan Yesus, meskipun ada juga beberapa persamaan.&lt;br /&gt;Kelahiran mereka sama-sama dimulai oleh pemberitahuan dari Malaikat Gabriel, dan sama2 terjadi peristiwa yang luar biasa, meskipun yang terjadi pada Maria lebih tidak mungkin dan hanya terjadi sekali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perbedaan utamanya adalah yang ikut merayakan kelahiran mereka. Yohanes dikunjungi oleh tetangga2 dan saudara2 dan mereka ikut bersukacita bersama-sama. Tuhan Yesus dirayakan oleh para malaikat di padang dan yang membuat para gembala datang ke Betlehem dan memuji Allah sedangkan orang2 yang diceritakan peristiwa malaikat dan kelahiran Yesus hanya terheran-heran. Apa karena bukan di Nazaret, jadi tidak ada tetangga dan saudara? Ataukah ada alasan lain kenapa kelahiran Yesus tidak semeriah Yohanes Pembaptis?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga pada waktu hari kedelapan harus disunat dan diberi nama, Yohanes banyak dikunjungi orang, sedangkan Yesus hanya bertemu Simeon dan Hana yang bernubuat dan memuji Allah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:italic;color:blue;"&gt;Kemeriahan = Sukacita?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kelahiran Tuhan Yesus seharusnya memberikan sukacita yang besar kepada dunia, tetapi kelahirannya tidak ada yang merayakan dan bersukacita hanya para malaikat. Padahal sukacita itu bagi dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan ada yang salah dengan sukacita yang diharapkan, karena banyak orang bersukacita pada saat kelahiran Yohanes Pembaptis karena melihat rahmat-Nya yang besar. Sukacita karena apa? Sesuai dengan nama Yohanes, Tuhan itu baik. Jadi, sukacitanya karena kebaikan Tuhan. Bagaimana kalau Tuhan kelihatan tidak baik???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan sukacita kelahiran Yesus, dasarnya bukan hanya kebaikan Tuhan. Memang Tuhan baik karena mau datang menyelamatkan umat-Nya, tapi sukacita karena ada pembebasan dari dosa dan Tuhan datang sebagai Raja untuk memerintah umat-Nya yang tanpa gembala dan tidak menentu hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itu sebabnya Natal sekarang ini bukan dirayakan seperti kemeriahan ulang tahun yang merupakan praktek dari orang yang tidak mengenal Allah; tapi Natal dirayakan dengan sukacita karena penebus yang dijanjikan datang, dan penuh kekaguman atas karya Allah yang luar biasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia selama ini hanya memanfaatkan Natal dengan segala kemeriahannya untuk mendapatkan keuntungan. Gerejapun tidak ketinggalan dengan berbagai perayaannya yang meriah dan menguras pikiran, waktu, tenaga dan uang. Semuanya ingin menawarkan makna Natal yang sejati. Pertanyaannya, betulkah ada makna Natal yang sejati dalam perayaan2 itu?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Natal dan Kesaksian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Natal sekarang ini seharusnya bukan diisi seperti kemeriahan didalam Natal (baca kelahiran)Yohanes Pembaptis, tetapi diisi dengan kesaksian tentang Kristus seperti yang dilakukan oleh para malaikat (Luk 2:9-14), gembala2 yang menceritakan tentang Yesus (Luk 2:17-18), begitu juga yang dilakukan oleh Simeon dan Hana yang memuliakan Allah dan menyaksikan Yesus (Luk 2:35-38).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Natal juga bukan hanya menyaksikan kebaikan Tuhan kepada manusia; ini hanya pendahuluan, sama seperti Yohanes Pembaptis yang mendahului Yesus Kristus. Natal yang sesungguhnya menyaksikan Tuhan yang menyelamatkan. Itu sebanya tidak perlu kemeriahan dan perayaan-perayaan palsu (atau KKR?) yang ditawarkan oleh gereja2 dan persekutuan2 demi untuk mendapatkan jemaat yang lebih banyak ataupun persembahan yang lebih banyak meskipun dimulut berbicara agar lebih banyak orang yang mendengarkan Injil!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika betul-betul mau merayakan Natal Yesus Kristus maka setiap hari (bukan hanya pada saat perayaan ataupun KKR) Yesus Kristus disaksikan kepada dunia. Lebih dari 90% yang datang ke perayaan Natal atau KKR adalah orang Kristen, tapi lebih dari 70% orang yang kita temui sehari2 adalah bukan orang yang percaya kepada Kristus (persen2an ini hanya perkiraan). Adakah Ia disaksikan dalam hidup kita sehari2? Adakah Natal Yesus Kristus diingat dan dirayakan? &lt;br /&gt;Jika betul Kristus disaksikan, maka kita akan melihat sukacita Natal yang sejati ketika umat Tuhan kembali kepada-Nya dan tunduk kepada Sang Raja... Semoga kita bisa melihat sukacita sejati yang ada di Betlehem waktu itu...&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2333085187454481874?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/crOiFjPQRZA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/2333085187454481874/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/12/natal-yohanes-pembaptis-atau-yesus.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2333085187454481874?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2333085187454481874?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/crOiFjPQRZA/natal-yohanes-pembaptis-atau-yesus.html" title="Natal Yohanes Pembaptis atau Yesus?" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/12/natal-yohanes-pembaptis-atau-yesus.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DUcMQH46eyp7ImA9WxRbEEU.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-6039094588540900459</id><published>2008-12-01T06:18:00.003+07:00</published><updated>2008-12-01T06:18:01.013+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-12-01T06:18:01.013+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lukas" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Lukas 17" /><title>Bersyukurlah</title><content type="html">Dalam keadaan krisis, biasanya rumah-rumah ibadah akan bertambah dengan orang-orang yang kelihatan lebih bersungguh2 ibadah. Motivasi untuk beribadah sulit untuk ditebak, karena hati manusia siapa yang tahu. Tetapi umumnya orang datang beribadah dan berdoa demi untuk mendapatkan berkat dari Pencipta. Seandainya semua keinginan dan permintaan mereka dikabulkan Tuhan, berapa banyak yang akan kembali dan bersyukur sama seperti waktu berdoa dan meminta?&lt;br /&gt;Sedikit sekali! Kebanyakan akan kembali lagi untuk meminta kebutuhan2 yang lain lagi. Beginikah hidup dari orang beriman?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;...15 Seorang dari mereka, ketika melihat bahwa ia telah sembuh, kembali sambil memuliakan Allah dengan suara nyaring, 16 lalu tersungkur di depan kaki Yesus dan mengucap syukur kepada-Nya. Orang itu adalah seorang Samaria. 17 Lalu Yesus berkata: "Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? 18 Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"....&lt;br /&gt;Luk 17:11-19&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Cerita dari Lukas ini sedikit aneh, karena sekali lagi berhubungan dengan orang Samaria yang disembuhkan dari kustanya, yang justru hanya sendirian kembali untuk mengucap syukur. Yang lebih aneh lagi, justru respon dari Tuhan Yesus, &lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;"Bukankah kesepuluh orang tadi semuanya telah menjadi tahir? Di manakah yang sembilan orang itu? Tidak adakah di antara mereka yang kembali untuk memuliakan Allah selain dari pada orang asing ini?"&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa Tuhan Yesus menuntut 9 orang Yahudi yang disembuhkan dari kustanya untuk bersyukur dan memuliakan Allah? Seberapa pentingkah mengucap syukur dan memuliakan Allah?&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Mengapa Kita tidak Bersyukur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Alkitab tidak menjelaskan kenapa 9 orang Yahudi yang sudah sembuh tidak kembali kepada Yesus untuk bersyukur. Kita bisa menebak ada banyak kemungkinan. Tapi yang lebih penting adalah bagaimana kita menjawab pertanyaan itu yang diaplikasikan kepada kita. Mengapa kita tidak bersyukur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Waktu meminta kepada Tuhan, kita biasanya suka berkali2 dan pikiran kita hanya tertuju kepada apa yang menjadi tujuan dan permintaan kita. Begitu mendapatkannya, kita lupa dengan yang Sang Pemberi, karena tujuan kita memang hanya pada pemberian itu. Banyak orang terlalu sibuk dan bahagia(?) dengan pemberian Tuhan dan melupakan Sang Pemberi. Itulah sebabnya hanya sedikit yang betul2 kembali kepada Tuhan dan bersyukur. Orang yang betul2 bersyukur seharusnya memiliki keinginan dan intensitas yang sama seperti waktu meminta dan akan makin mengenal Sang Pemberi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, kebanyakan orang lupa bersyukur karena memiliki keinginan yang lain lagi. Sesudah mendapatkan yang satu, biasanya dalam keserakahan dan ketidakpuasan, manusia menginginkan yang lain lagi dan yang dianggap lebih baik. Itulah sebabnya, sekalipun kembali kepada Tuhan, ternyata bukan untuk mengucap syukur yang menjadi tujuan, tapi justru permohonan dan permintaan yang baru. Kapan Bersyukur?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Mengapa Bersyukur?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang bisa bersyukur biasanya adalah orang yang merasa tidak layak mendapatkan apa yang diberikan kepadanya. Misalnya orang Samaria yang sakit kusta itu. Sekalipun ia ikut berteriak kepada Yesus, seharusnya ia tahu tidak layak mendapatkan kesembuhan itu. Berbeda dengan orang2 Yahudi yang merasa berhak sebagai bangsa pilihan dan keturunan Abraham.&lt;br /&gt;Jika kita mengerti bahwa hidup seluruhnya adalah anugerah dan pemberian dari Allah yang kita tidak layak menerimanya, maka kita pasti akan bersyukur. Kita layaknya hidup dalam penderitaan, penganiayaan dan mati masuk neraka. Semua kesempatan dan berkat yang kita dapatkan adalah anugerah. Kenapa tidak bersyukur dan memuliakan Allah selama masih hidup? &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau Tuhan sudah memberikan banyak peristiwa luar biasa terjadi dalam hidup kita. Bukankah seharusnya kita lebih bersyukur lagi?&lt;br /&gt;Biasanya dalam kesulitan2 dan krisis yang besar, ada banyak pekerjaan Tuhan yang luar biasa yang ditunjukkan Tuhan. Itu sebabnya dalam keadaan krisis sekalipun, selain bersyukur atas anugerah keselamatan dan pemeliharaan-Nya, kitapun memiliki kemungkinan untuk lebih bersyukur lagi melihat karya2 Tuhan yang luar biasa dalam sejarah. Jadi, tidak ada alasan untuk tidak bersyukur...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, bersyukur akan membuat kita puas dan memuliakan Allah. Orang yang bersyukur akan melihat Tuhan sebagai Sang Pemberi dan akan belajar mempergunakan semua pemberian untuk menikmati dan memuliakan-Nya. Kepuasannya bukan hanya di dalam pemberian dan berkat2-Nya, tapi justru di dalam pertemuan dan relasi dengan Sang Pemberi. Itu sebabnya orang yang bersyukur akan mempunyai kerinduan yang lebih besar untuk memuliakan Sang Pemberi dan bukan kerinduan untuk memanfaatkan-Nya demi keegoisan dan keuntungan pribadi sebesar-besarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah orang-orang yang kembali kepada Yesus Kristus untuk bersyukur, memuji dan memuliakan Allah. &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Soli Deo Gloria&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-6039094588540900459?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/GYwucxOg1Cg" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/6039094588540900459/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/12/bersyukurlah.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6039094588540900459?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6039094588540900459?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/GYwucxOg1Cg/bersyukurlah.html" title="Bersyukurlah" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/12/bersyukurlah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0cMQns8fSp7ImA9WxRVGUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2356878281322737632</id><published>2008-11-18T16:03:00.001+07:00</published><updated>2008-11-18T16:04:43.575+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-18T16:04:43.575+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mikha 7" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Mikha" /><title>Di Saat Badai Bergelora</title><content type="html">Bukan hanya Amerika Serikat, negara2 Uni Eropa, bahkan Jepang yang termasuk kuat ekonominya sudah menyatakan resesi dan masuk dalam krisis global. Jika negara2 maju sudah mengalami resesi, bagaimana dengan negara2 berkembang dan negara 'yang tidak maju2'???&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adakah contoh dalam Alkitab bagaimana harus menghadapi krisis yang pasti terjadi?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;7 Tetapi aku ini akan menunggu-nunggu TUHAN, akan mengharapkan Allah yang menyelamatkan aku; Allahku akan mendengarkan aku! 8 Janganlah bersukacita atas aku, hai musuhku! Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku. 9 Aku akan memikul kemarahan TUHAN, sebab aku telah berdosa kepada-Nya, sampai Ia memperjuangkan perkaraku dan memberi keadilan kepadaku, membawa aku ke dalam terang, sehingga aku mengalami keadilan-Nya.&lt;br /&gt;Mikha 7:7-9&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Menunggu TUHAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Doa-doa syafaat orang Kristen seringkali sama persis seperti orang yang tidak mengenal Allah. Menghadapi krisis dan resesi global, biasanya doa2nya hanyalah bagaimana lepas dari krisis dan resesi yang ada.&lt;br /&gt;Tahun-tahun terakhir dimana Indonesia mengalami berbagai krisis, maka doa2 orang Kristen dan gereja biasanya hanya meminta pemulihan dari segala krisis. Doa2 yang kelihatan peduli dengan keadaan, tapi sebenarnya tidak peduli dan mengerti dengan keadaan yang terjadi; apalagi memikirkan rencana Allah dalam kejadian2 yang terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seharusnya kita menunggu-nunggu TUHAN dan mencoba mengerti mengapa berbagai krisis terus terjadi, bukannya hanya meminta pemulihan dan lepas dari segala krisis yang ada. Menunggu TUHAN akan membuat kita bisa melihat rencana TUHAN waktu IA mengijinkan berbagai krisis terjadi. Mikha mengerti hal ini. Ia menunggu TUHAN dan berharap Allah akan menyelamatkannya, tapi bukan berarti penghukuman terhadap Israel tidak akan jadi dilakukan. Karena krisis dan penghukuman atas Israel pasti terjadi karena keberdosaan Israel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;TUHAN mengijinkan krisis demi krisis terjadi untuk menghukum dan mendidik umat-Nya. Di satu sisi ada keadilan Allah yang ditunjukkan, tapi di sisi yang lain sebenarnya Kasih Allah yang mau mengoreksi dan mendidik umat-Nya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka, mari menunggu TUHAN melihat maksud dan karya2-Nya dalam krisis sekalipun; mencoba mengerti keadaan yang terjadi dan bahkan memuliakan-Nya dalam krisis sekalipun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Badai Pasti Berlalu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tidak untuk selama-lamanya krisis itu terjadi. Waktunya tiba krisis itu pasti akan berakhir. Ya, badai pasti berlalu. Permasalahannya, apakah kita belajar pada saat badai atau kita hanya mengharapkan badai itu berlalu tanpa arti?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikha menyadari bahwa Israel akan bangun dari kejatuhannya. Terima kasih untuk didikan dari TUHAN yang justru membuat bisa bangun. Krisis ternyata tidak selalu berdampak negatif. Badai yang kelihatan merusak, ternyata bisa mengubah cara berpikir dan cara hidup manusia, jikalau manusia mau belajar dari badai yang dihadapinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu hal yang membuat kita bisa belajar dalam badai, jikalau kita tahu bahwa TUHAN yang menjadi terang kita. Jika terlalu sibuk dengan segala ketakutan, kekuatiran, kejatuhan dan kegelapan di dalam badai, maka kita tidak akan bisa belajar apa-apa. Tetapi dalam penyertaan dan terang TUHAN, kita bisa bangun dari kejatuhan dan melihat berbagai hal sekalipun dalam kegelapan badai yang menakutkan.&lt;br /&gt;Iman Mikha mengatakan, "&lt;span style="font-style:normal;color:darkred;"&gt;Sekalipun aku jatuh, aku akan bangun pula, sekalipun aku duduk dalam gelap, TUHAN akan menjadi terangku.&lt;/span&gt;"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Aku telah ber-DOSA&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi pembelajaran yang perlu bagi kita dalam krisis adalah pengakuan dosa. Biasanya kita terlatih untuk menyalahkan keadaan dan orang lain dalam krisis2 yang terjadi. Kita biasanya tidak terlalu merasa sebagai yang bersalah dalam keadaan yang terjadi, selalu keadaan yang menjadi penyebabnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mikha berbeda. Saya percaya ia seorang nabi yang tidak berdosa dengan keadaan Israel. Ia mengkhotbahkan kebenaran yang jauh sekali berbeda dengan nabi2 palsu yang menubuatkan keamanan dan kemakmuran Israel. Tapi, Mikha mengaku telah berdosa dan bersedia memikul kemarahan TUHAN.&lt;br /&gt;Mikha memposisikan dirinya sebagai Israel yang berdosa, sekalipun bukan ia yang bersalah; dan bahkan siap menanggung murka TUHAN. Berbeda dengan banyak orang yang tidak pernah mengakui kesalahan dan dosa2nya dan bahkan hanya ingin mencari aman dalam segala keadaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apa yang dilakukan oleh Mikha digenapi oleh Yesus Kristus. IA yang tidak berdosa justru disamakan dengan orang2 berdosa dan menanggung murka dan hukuman Allah. Maka jika Yesus Kristus yang sudah menanggung segala murka Allah menyertai kita, ada kekuatan dan anugerah bagi kita untuk menanggung krisis2 yang ada. Kita telah berdosa, kita seharusnya menanggung semua murka itu. Beruntungnya kita, hanya sedikit yang harus kita tanggung dan alami, tidak sedahsyat dan sesulit yang harus ditanggung oleh Kristus. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marilah mata kita memandang kepada Kristus yang sudah menanggung segala kesulitan kita, dengan iman melihat penyertaan-Nya dan bahkan menyaksikan-Nya di dalam krisis demi krisis yang harus kita hadapi.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2356878281322737632?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/DeKIUr1PTgA" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/2356878281322737632/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/11/di-saat-badai-bergelora.html#comment-form" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2356878281322737632?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2356878281322737632?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/DeKIUr1PTgA/di-saat-badai-bergelora.html" title="Di Saat Badai Bergelora" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/11/di-saat-badai-bergelora.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DEcGRHg6eCp7ImA9WxRVGUQ.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-1380176998854923187</id><published>2008-10-30T11:01:00.004+07:00</published><updated>2008-11-18T15:13:45.610+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-11-18T15:13:45.610+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Survey" /><title>Beruntungkah Aku?</title><content type="html">&lt;br/&gt;Bulan Oktober tahun yang lalu dapat US$ 300 dari NFC Manager dan espnstar.com karena berhasil jadi Country Manager. Tahun ini di bulan yang sama dapat hadiah lagi, tapi kali ini bukan dari ESPN dan NFC Manager, dan ga ada hubungannya sama sepakbola.&lt;br /&gt;Hadiahnya juga belum ketahuan berapa banyak. Bisa $300, $250, $150, $100, $75, $50, $30, $20, $15, atau $10. Ya, ada 10 kemungkinan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau ada yang perhatikan dari bulan yang lalu di bagian bawah blog ini ada survey dari dNeero. Surveynya dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;embed allowScriptAccess="never" allownetworking="internal" src="http://www.dneero.com/flashviewer/dneerosurvey.swf?s=482&amp;u=5941&amp;p=0&amp;c=1&amp;r=56503&amp;hdl=0&amp;baseurl=http%3A%2F%2Fwww.dneero.com%2F" wmode="transparent" quality="high" bgcolor="#ffffff" width="425" height="250" name="dneeroflashviewer" align="middle" type="application/x-shockwave-flash" pluginspage="http://www.macromedia.com/go/getflashplayer"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari survey ini dilihat siapa yang bisa memberi &lt;span style="font-style:italic;"&gt;impressions&lt;/span&gt; yang paling banyak. Sepuluh yang terbanyak akan dapat hadiah $300, $250, $150, $100, $75, $50, $30, $20, $15, dan $10.&lt;br /&gt;Hasilnya, saya masuk dalam 10 besar itu. Belum tahu peringkat berapa, tapi sudah dapat email konfirmasi. Ini emailnya:&lt;br /&gt;&lt;div style="width: 450px; height: 200px; background-color: ffffff; color: 0000ff; font-family: arial; font-size: 12px; text-align: left; border: 1px solid 0040ff; overflow: auto; padding: 4px;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:italic;color:blue;"&gt;Dear  Ronald Oroh, my Visual Talking Friend,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Congratulations.  I am extremely pleased to share with you that you are one of the top finishers in the “Run for the Impressions” with the Visual Talking and dNeero survey.   Again, congratulations.  I am so happy for you. You are mastering the art of Visual Talking.  I share your enthusiasm for Visual Talking. You have the vision to blog with Visual Talking using images and that is great!  Your monetary award will be paid through the Dneero payment system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;I would like to email a list of the ten top finishers to the users of Visual Talking, so I would like to include your blog site and name in the list---what blog site and name would you like to appear?  Please respond via this email to me.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;In the future, I would like to include you in an elite user group for Visual Talking. This group will have special opportunities and privileges to see the future of Visual Talking take shape right before your eyes.  Would you like to be considered for this group?    If so, more information will follow.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keep blogging with Visual Talking.  What would you like to see Visual Talking do next?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Be understood—say it with pictures,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mark&lt;br /&gt;Creator of Visual Talking&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sulit dipercaya, tapi begitulah. Masih menunggu email selanjutnya tentang posisi sebenarnya dan berapa banyak uang yang akan didapat. Beruntungkah aku?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini sih bukan soal beruntung, tapi masalah anugerah. Karena hanya isi survey, masukkin di blog sama friendster, orang2 datang lihat, dapat uang. Yang atur orang2 untuk datang ke blog ini sama blog lain itu siapa?&lt;br /&gt;Karena anugerah, dapat $10 juga sudah OK. Semakin besar anugerah, semakin besar tanggung jawabnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***UPDATE***&lt;br /&gt;Ternyata no. 4, jadi hadiahnya $100.&lt;br /&gt;&lt;a&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px; height: 281px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SRSJ857gETI/AAAAAAAAArc/7iVXrTM8lL8/s400/vtjuara.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5265985543738495282" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ternyata&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-1380176998854923187?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/nG93qGOOjK8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/1380176998854923187/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/10/beruntungkah-aku.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1380176998854923187?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/1380176998854923187?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/nG93qGOOjK8/beruntungkah-aku.html" title="Beruntungkah Aku?" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SRSJ857gETI/AAAAAAAAArc/7iVXrTM8lL8/s72-c/vtjuara.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/10/beruntungkah-aku.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;A0QNSXk_cCp7ImA9WxRQGUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-6362229524800703235</id><published>2008-10-14T08:08:00.004+07:00</published><updated>2008-10-14T08:56:38.748+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-10-14T08:56:38.748+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius 11" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Wawasan" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius" /><title>Resesi? Berbeban Berat?</title><content type="html">Satu minggu terakhir ini televisi, koran dan tulisan-tulisan di Internet penuh dengan perbincangan dan analisis tentang resesi global. Sekalipun pemerintah Indonesia, khususnya Presiden berkali-kali mengajak bangsa Indonesia untuk tenang dan memberikan jaminan, tapi justru banyak orang makin tidak tenang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tentu saja! Kalau memang tidak berbahaya keadaannya, mana mungkin berkali-kali muncul di televisi untuk mengajak tenang dan rasional. Ini bukan cuma masalah Indonesia, tapi masalah seluruh dunia. Mungkinkah bisa tetap tenang dalam keadaan seperti ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."&lt;br /&gt;Matius 11:28-30&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:normal;color:blue;"&gt;Ini Solusinya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Mengapa banyak orang tiba-tiba menjadi ketakutan, letih lesu dan berbeban berat dalam keadaan seperti ini? Dan anehnya yang paling takut adalah orang-orang yang memiliki banyak kekayaan. Karena ancamannya justru mereka akan kehilangan sebagian kekayaannya dengan cepat. Hanya sebagian kekayaannya yang bisa dijamin pemerintah, apalagi kalau disimpannya di Bank-bankan yang banyak promosi dan janji2 dengan segala hadiahnya, padahal sudah keropos. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya yang membuat orang ketakutan, jadi begitu lemah, tidak berdaya dan berbeban berat adalah &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;DOSA!&lt;/span&gt; Ya, dosa mengubah arah hati seseorang menjadi percaya dan bergantung kepada keadaan, kesempatan, uang dan ketenangan palsu yang ditawarkan dunia. Itu sebabnya banyak orang tidak bisa melihat dengan jelas, tertipu dengan keadaan, tidak mengerti bahwa keadaan pasti akan berubah dan lupa bahwa yang mereka pikir milik mereka hanyalah titipan sementara dari Tuhan, yang setiap saat bisa diambil tanpa perlu persetujuan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, apa solusinya? Serahkan beban beratmu kepada Yesus Kristus. Hanya Dia yang bisa menanggungnya dan Ia sudah mati dan bangkit untuk menanggung dosa-dosa orang pilihan-Nya. Dan seharusnya itu bukan beban kita, kalau kita sudah ditebus oleh Kristus karena kita tidak bisa menanggungnya. &lt;br /&gt;Keadaan yang terus berubah dan segala bebannya seharusnya tidak menipu dan membuat kita menjadi lemah. Ada Tuhan yang menyertai yang bukan hanya menanggung dosa-dosa kita, tapi terus menyertai dan tidak akan meninggalkan kita. Ia yang menanggung apa yang tidak bisa kita tanggung!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:normal;color:blue;"&gt;Pikul Beban dengan Tenang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Apakah kalau Tuhan menanggung beban kita maka kita tanpa beban? Kalau tanpa beban, maka kita sudah mati! Tuhan menanggung beban yang tidak bisa kita tanggung, dan ia menggantikan dengan beban yang seharusnya kita tanggung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan Yesus mengatakannya dalam ayat 29. Biasanya orang-orang hanya membaca ayat 28 dan puas, merasa tidak ada beban lagi. Padahal di ayat 29 justru mengatakan ada kuk yang harus dipikul. Ada beban, ada salib kita sendiri yang harus dipikul. Ayat ini tidak berbicara tentang akibat dari dosa2 yang harus kita tanggung. Saya percaya, ayat 29 berbicara tentang sesuatu yang positif. Membandingkan dengan Efesus 2:10, maka saya percaya kuk yang harus kita pikul adalah pekerjaan baik yang sudah dipersiapkan Allah sebelumnya. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika beban yang negatif (dosa dan segala ketakutan dan kekuatirannya) diserahkan kepada Yesus Kristus, maka Ia menggantikannya dengan pekerjaan baik di dalam Kerajaan Allah dan kebenarannya. Hal ini yang seharusnya yang dipikirkan, diminta, dicari dan didapatkan (baca penjelasannya di &lt;a target="new" href="http://roielministry.org/2008/07/ask-search-and-find.html"&gt;Ask, Search, and Find?!&lt;/a&gt;). Seharusnya akan membuat kita tidak kuatir dengan keadaan sekarang ini, tapi lebih memikirkan bagaimana bisa bersaksi dalam keadaan sekarang ini dan memikul beban kita dengan tenang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenapa bisa tenang? Tuhan menyertai kita dan sanggup melakukan segala sesuatu (&lt;a target="new" href="http://roielministry.org/2008/05/allah-kami-sanggup.html"&gt;Allah kami sanggup&lt;/a&gt;). Semua sudah dijamin! Bisa baca posting &lt;a target="new" href="http://roielministry.org/2008/06/kepastian-ditengah-ketidakpastian-hidup.html"&gt;Kepastian ditengah Ketidakpastian Hidup&lt;/a&gt; untuk penjelasannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, Tuhan Yesus mengatakan bahwa beban-Nya enak dan ringan. &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Really&lt;/span&gt;??? Mana ada beban yang enak? Ringan lagi!&lt;br /&gt;Enak, karena mengerjakan pekerjaan baik dan menggenapi rencana Allah itu sungguh-sungguh membahagiakan dan akan membuat kita bersukacita dan menikmatinya.&lt;br /&gt;Ringan, karena sesungguhnya dalam penyertaan Tuhan kita hanya menanggung sedikit dari beban yang sesungguhnya. Tuhan Yesus yang menyertai yang sesungguhnya menanggung beban itu. Kita hanya ikutan!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, tunggu apalagi???&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;28 Marilah kepada-Ku, semua yang letih lesu dan berbeban berat, Aku akan memberi kelegaan kepadamu. 29 Pikullah kuk yang Kupasang dan belajarlah pada-Ku, karena Aku lemah lembut dan rendah hati dan jiwamu akan mendapat ketenangan. 30 Sebab kuk yang Kupasang itu enak dan beban-Kupun ringan."&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.roielministry.org/"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SKLoq06hKSI/AAAAAAAAAbQ/VW9Re2z3Dxc/s400/ROsignature.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234001539414173986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-6362229524800703235?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/T8-JUorPXwI" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/6362229524800703235/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/10/resesi-berbeban-berat.html#comment-form" title="5 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6362229524800703235?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/6362229524800703235?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/T8-JUorPXwI/resesi-berbeban-berat.html" title="Resesi? Berbeban Berat?" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SKLoq06hKSI/AAAAAAAAAbQ/VW9Re2z3Dxc/s72-c/ROsignature.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">5</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/10/resesi-berbeban-berat.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;AkEFSXc7cSp7ImA9WxJXFUk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-8987851223544814364</id><published>2008-09-08T17:28:00.005+07:00</published><updated>2009-06-09T18:56:58.909+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-06-09T18:56:58.909+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius 6" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Puasa" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehidupan Kristen" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Matius" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kotbah di Bukit" /><title>Puasa dan Puas ah!</title><content type="html">Di dalam kekristenan, puasa seringkali dijadikan alat untuk membuat seseorang terlihat lebih rohani. Seseorang yang ingin melakukan sesuatu yang menurutnya berharga, ataupun seringkali ingin mendapatkan sesuatu yang digumulkan, seringkali menambahkan elemen puasa untuk mencapai tujuannya. &lt;br /&gt;Bahkan seseorang yang puasa, kadang2 mencoba menunjukkan bahwa dirinya sedang puasa dan bergumul. Betulkah puasa sudah mencapai tujuan yang sebenarnya? Bagaimana pandangan Tuhan Yesus tentang puasa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;16 "Dan apabila kamu berpuasa, janganlah muram mukamu seperti orang munafik. Mereka mengubah air mukanya, supaya orang melihat bahwa mereka sedang berpuasa. Aku berkata kepadamu: Sesungguhnya mereka sudah mendapat upahnya. 17 Tetapi apabila engkau berpuasa, minyakilah kepalamu dan cucilah mukamu, 18 supaya jangan dilihat oleh orang bahwa engkau sedang berpuasa, melainkan hanya oleh Bapamu yang ada di tempat tersembunyi. Maka Bapamu yang melihat yang tersembunyi akan membalasnya kepadamu."&lt;br /&gt;Mat 6:16-18&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;Dalam Matius 6:1, Tuhan Yesus berkata, "Ingatlah, jangan kamu melakukan kewajiban agamamu di hadapan orang supaya dilihat mereka, karena jika demikian, kamu tidak beroleh upah dari Bapamu yang di sorga." Kemungkinan besar karena banyak orang yang mengaku beragama sengaja menunjukkan dan memperlihatkan kewajiban agama biar dikagumi banyak orang. Menurut Tuhan Yesus, itu adalah orang munafik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:normal;color:blue;"&gt;Orang Munafik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang munafik sengaja  melakukan kewajiban agamanya demi untuk kemuliaan dan kebanggaan dirinya. Mereka ingin menunjukkan bahwa mereka orang yang beragama, jadi mereka puasa. Biasanya itu kelihatan dari fisik dan tingkah laku mereka yang menjadi berbeda, lebih lemah dan minta dikasihani.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa bagi orang munafik demi untuk mendapatkan upah bagi dirinya. Menurut Tuhan Yesus, mereka sudah mendapatkannya. Mereka sudah mendapatkan keinginan mereka untuk dilihat banyak orang bahwa mereka berpuasa dan melakukan kewajiban agamanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi orang-orang tertentu, puasa mereka tidak boleh diganggu oleh siapapun dan apapun. Tidak boleh ada yang makan di depan mereka, tidak boleh ada yang membuat mereka menjadi nafsu, dll. Kalau begitu, buat apa mereka berpuasa kalau semuanya memang sudah dihilangkan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:normal;color:blue;"&gt;Puasa Seharusnya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Puasa seharusnya tetap menghadapi kenyataan dan problem yang sama dengan hidup sehari-hari. Bukan keadaan luar yang dibuat lebih mudah demi untuk puasa. Tapi keadaan di dalam hati yang seharusnya berubah, yang selama ini terlalu bergantung kepada yang diluar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begitu juga dengan penampilan fisik dan aktivitas. Puasa seharusnya tidak membuat fisik menjadi terlihat lemah dan patut dikasihani, karena terlalu lemah. Sebaliknya Tuhan Yesus mengajarkan seseorang untuk mencuci muka dan meminyaki kepala, yang menunjukkan keadaan yang tetap baik dan bersukacita. &lt;br /&gt;Puasa juga seharusnya tidak menghalangi dan mengurangi seseorang untuk melakukan segala aktivitasnya. Karena puasa menunjukkan kebergantungan kepada Tuhan. Jika benar2 bergantung kepada Tuhan, bukankah ada kekuatan yang lebih besar dari Tuhan untuk menopang umat-Nya? Apalagi kalau puasanya cuma tidak makan siang saja, seharusnya tidak terlalu lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa bukan untuk menunggu makanan yang akan dimakan pada saat buka puasa, tapi puasa seharusnya untuk kemuliaan Tuhan. Kalau puasa hanya berfokus pada makanan untuk berbuka, maka puasa itu tidak ada gunanya. Seharusnya puasa bisa membawa orang yang melakukannya melihat kemuliaan Tuhan dan bisa puas meskipun tidak makan. Bagaimana caranya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:normal;color:blue;"&gt;Puas ah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Orang yang berpuasa seharusnya menunjukkan kepuasan di dalam memuliakan Allah yang menuntun dan memelihara hidupnya, meskipun tidak makan dan minum. Itu sebabnya disuruh minyaki kepala dan cuci muka.&lt;br /&gt;Kepuasan ini karena bergantung dan menikmati Allah. Selama ini kepuasannya hanya kepada makanan yang merupakan berkat2 Tuhan. Puasa melangkah lebih jauh dengan menikmati sumber berkat-Nya, yaitu Tuhan sendiri, dan kalau Ia masih memberikan makanan selanjutnya (buka puasa), seharusnya dipakai untuk memuliakan dan menikmati-Nya. Itu sebabnya, puasa seharusnya memuaskan dan bukan hanya pada saat buka puasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Puasa juga akan memberikan kepuasan karena upah yang sudah disediakan Tuhan. Tentu saja puasa tidak dilakukan demi untuk upah itu. Puasa seharusnya dilakukan karena sudah puas dengan semua pemberian yang Allah berikan, dan bukan untuk tuntutan agar bisa mendapatkan yang lebih banyak lagi. Puasa mendapatkan kepuasan, karena dalam puasa bisa melihat rencana Allah ketika hidup ini makin bergantung kepada-Nya. Bukankah bisa melihat rencana Allah dan bisa melakukannya mendatangkan kepuasan?!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbahagialah mereka yang puasa bukan untuk menunjukkan kewajiban agama seperti orang munafik, tapi yang bisa puas dalam segala keadaan, termasuk pada saat tidak bergantung kepada makanan, minuman dan segala berkat Tuhan, tapi bergantung kepada sumber berkat, yaitu Tuhan itu sendiri. Maka dalam puasa pun bisa merasakan puas ah!&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-8987851223544814364?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/UZt0vzqYMo8" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/8987851223544814364/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/09/puasa-dan-puas-ah.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8987851223544814364?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/8987851223544814364?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/UZt0vzqYMo8/puasa-dan-puas-ah.html" title="Puasa dan Puas ah!" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/09/puasa-dan-puas-ah.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;D0cNQHg4cCp7ImA9WxdaFkg.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3338765350419808012</id><published>2008-08-25T15:19:00.005+07:00</published><updated>2008-08-25T16:04:51.638+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-08-25T16:04:51.638+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="domain baru" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="custom domain blogspot" /><title>Custom Domain untuk Blogspot</title><content type="html">Akhirnya sudah waktunya untuk roielministry.blogspot.com mendapatkan domain baru. Tadinya sudah beli di salah satu penjual domain di Indonesia, roielministry.com. Tapi, dari penjualnya ga di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;custom domain&lt;/span&gt;, cuma dibuatin script untuk roielministry.com bisa di point ke domain blogspotnya. Begitu doang. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kurang puas dan memang pengen dapat domain dengan .org, jadi cari di internet bagaiman caranya bisa &lt;span style="font-style:italic;"&gt;custom domain&lt;/span&gt; di blogspot dengan cepat dan gampang. Tentu saja juga salah satu syaratnya adalah bisa menerima pembayaran dengan PayPal atau Moneybookers. Soalnya, ada duitnya di dua account itu. Akhirnya dapat juga, ditambah dengan petunjuk lengkapnya dan harga yang transparan dari awal untuk semua jenis domain dan harga di tahun2 berikutnya.  Namanya adalah &lt;a target="new" href="http://www.dynadot.com/?s6D648yY7G8Eo6A"&gt;Dynadot&lt;/a&gt;. Berapa harganya untuk domain satu tahun? $8.99 USD untuk .com tapi karena saya beli yang .org cuma &lt;span style="font-weight:bold;"&gt;$6.99&lt;/span&gt;. Berapa lama waktu yang diperlukan untuk custom domain? Kira-kira 10 menit termasuk dengan pembayaran lewat PayPal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue;"&gt;Cara untuk menambahkan Google CNAME di Dynadot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah menambahkan Google CNAME ke domain yang sudah dibeli:&lt;br /&gt;1. Log in ke Dynadot.&lt;br /&gt;2. Klik "Domains" tab di bagian atas.&lt;br /&gt;3. Cek kotak di samping nama domain dan klik kotak berwarna abu2 "Set Name Servers".&lt;br /&gt;4. Turun ke bagian bawah dan lihat kotak "Advanced Dynadot DNS".&lt;br /&gt;5. Untuk data domain yang pertama, pilih "CNAME" pada &lt;span style="font-style:italic;"&gt;type&lt;/span&gt; dan masukkan "ghs.google.com" sebagai &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Target Host&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;6. Untuk data subdomain, masukkan "www" sebagai subdomain, pilih "CNAME" sebagai data type dan masukkan "ghs.google.com" sebagai Target Host.&lt;br /&gt;7. Terakhir klik "Use Dynadot DNS".&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:blue;"&gt;Cara untuk Custom Domain di Blogspot&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemudian masuk ke Blogger Dashboard:&lt;br /&gt;1. Pergi ke Setting&lt;br /&gt;2. Klik Publishing kemudian klik "Custom Domain"&lt;br /&gt;3. Dibawah "Buy a domain for your blog", klik "Switch to advanced settings"&lt;br /&gt;4. Ketik nama domain, contoh domain saya: roielministry.org (tanpa www). Kemudian save settings.&lt;br /&gt;5. Klik "redirect www.DomainAnda.com to Domain.com"&lt;br /&gt;6. Jangan lupa, Save Settings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa menit kemudian, Anda sudah memiliki domain baru, dan semua link akan berubah secara otomatis. Hosting dan postingnya nya tetap di blogpsot, tapi sekarang dengan domain baru. Orang2 yang klik domain blogspot Anda secara otomatis akan diarahkan oleh blogger ke domain yang baru. Tentu saja akan kehilangan Google PageRank dan Alexa Rank. Tapi, kayanya akan kembali lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dynadot adalah ICANN accredited registrar, jadi bukan reseller seperti beberapa penjual domain dan hosting di Indonesia. Jadi, kalau mau pakai domain baru dan tidak mau mempergunakan yang disediakan oleh blogspot yang lebih mahal, maka Dynadot bisa menjadi salah satu alternatif. Untuk mempelajari Dynadot lebih lanjut, silahkan ke &lt;a target="new" href="http://www.dynadot.com/?s6D648yY7G8Eo6A"&gt;www.Dynadot.com&lt;/a&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;a href="http://www.roielministry.org/"&gt;&lt;img style="cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://1.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SKLoq06hKSI/AAAAAAAAAbQ/VW9Re2z3Dxc/s400/ROsignature.png" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5234001539414173986" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3338765350419808012?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/7Tj4Zmwfwh0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/3338765350419808012/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/08/custom-domain-untuk-blogspot.html#comment-form" title="0 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3338765350419808012?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3338765350419808012?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/7Tj4Zmwfwh0/custom-domain-untuk-blogspot.html" title="Custom Domain untuk Blogspot" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_eCd_60B8KOM/SKLoq06hKSI/AAAAAAAAAbQ/VW9Re2z3Dxc/s72-c/ROsignature.png" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/08/custom-domain-untuk-blogspot.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DkEHRH4zfSp7ImA9WxdaEEk.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-2332501621565939398</id><published>2008-08-17T13:01:00.001+07:00</published><updated>2008-08-18T14:30:35.085+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-08-18T14:30:35.085+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Dosa" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Galatia 5" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Galatia" /><title>Merdeka! So What?</title><content type="html">Indonesia adalah salah satu negara dari beberapa negara Asia yang merayakan kemerdekaan di bulan Agustus ini. Biasanya perayaan kemerdekaan di Indonesia disambut dengan meriah dengan berbagai pertandingan, yang paling favorit tentunya panjat pinang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditengah berbagai perayaan, biasanya ada berbagai pernyataan yang mengatakan bahwa negara ini sebenarnya belum merdeka. Karena kenyataannya dalam berbagai aspek masih terjajah dan belum merdeka. Terlalu banyak pandangan seperti ini yang bisa kita baca dan dengar. &lt;br /&gt;Kita perlu bertanya kembali apa itu kemerdekaan sejati dan untuk apa kita merdeka. Rasul Paulus memberikan pandangannya tentang kemerdekaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;Saudara-saudara, memang kamu telah dipanggil untuk merdeka. Tetapi janganlah kamu mempergunakan kemerdekaan itu sebagai kesempatan untuk kehidupan dalam dosa, melainkan layanilah seorang akan yang lain oleh kasih.&lt;br /&gt;Galatia 5:13&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:normal;color:blue;"&gt;Merdeka dari apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya kemerdekaan dimengerti sebagai kebebasan dari penjajahan suatu bangsa kepada bangsa yang lain. Di masa modern ini dikaitkan dengan berbagai aspek. Dalam perdagangan bebas, agak sulit untuk melihat kebebasan ini. Bahkan masih banyak yang terjajah melalui Microsoft, Mac, Intel, Google, Yahoo dan terjajah dengan internet itu sendiri. Seharusnya kemerdekaan itu merdeka dari apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara-negara Barat yang terlihat sukses dengan kemerdekaan dan bahkan menjajah dengan segala kemapanan dan kemajuannya, ternyata menunjukkan keterikatan dan tidak bisa bebas, meskipun mereka begitu mengagungkan kebebasan dan kemerdekaan itu sendiri. Terlalu banyak aturan-aturan yang mengikat yang harus dibuat untuk menikmati kebebasan. Akhirnya tanpa sadar sedang dijajah dengan cara yang baru. Betulkah mereka lebih bebas dan merdeka? Dalam hal-hal tertentu ya, tapi dalam hal yang lain lebih terikat dan terjajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Indonesia dan beberapa negara Asia memberikan kebebasan dan kemerdekaan yang tidak bisa didapatkan di beberapa negara Barat, seperti bebas buang sampah, bebas melanggar aturan lalu lintas (asal ga ketahuan dan kalo ketahuan bisa nyogok!) dan berbagai macam kebebasan yang lain. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, kemerdekaan dari apa yang diinginkan manusia?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:normal;color:blue;"&gt;Kemerdekaan Sejati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Paulus mengatakan orang percaya dipanggil untuk merdeka. Pasti bukan masalah kemerdekaan suatu bangsa yang dimaksudkan, tetapi kemerdekaan dari dosa dan kemerdekaan untuk memuliakan Tuhan. Selama manusia hidup dalam berbagai macam kebebasan, tapi belum dimerdekakan dari dosa, maka sesungguhnya ia sedang hidup dalam penjajahan. Hidup dalam dunia dan negara yang penuh kebebasan, kedamaian dan keamanan, tidak menjamin kemerdekaan dan kebebasan yang sejati.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, hidup dalam negara yang terjajah dan dalam berbagai aspek yang masih terjajah, hanyalah menjadi sedikit penghalang yang tidak bisa menghambat orang percaya untuk menikmati kemerdekaan sejati yang merupakan anugerah Tuhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanpa kemerdekaan dari dosa, maka semua kebebasan dan kemerdekaan hanyalah kesia-siaan yang akan membawa kita ke dalam berbagai ikatan dan keterjajahan model baru, tapi anehnya seringkali tidak merasa sedang dijajah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tantangan yang lebih besar adalah bagaimana mempergunakan kemerdekaan itu!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:normal;color:blue;"&gt;Merdeka untuk apa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Karena sudah dimerdekakan dari dosa, maka seharusnya kemerdekaan tidak diisi dengan berbuat dosa lagi. Jika kita sadar bahwa kemerdekaan adalah anugerah Tuhan, maka seharusnya kita memberikan seluruh hidup yang sudah dibebaskan ini untuk menjadi hamba-Nya. Tapi, banyak orang yang tidak tahu terima kasih. Sudah dapat anugerah kemerdekaan, tapi tidak mempergunakan seluruh kesempatan dalam kebebasan untuk menyatakan kemuliaan sang pemberi, yaitu TUHAN.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuhan sebenarnya tidak membutuhkan kita untuk menjadi hamba-Nya. Dia sudah berlimpah dalam segala sesuatu. Tapi Dia ingin memakai kita untuk melayani sesama, orang-orang yang masih terjajah dengan dirinya dan segala keadaannya yang berdosa. Itu sebabnya Paulus mengatakan, layanilah seorang dengan yang lain oleh kasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemerdekaan seharusnya diisi dengan kebebasan dari diri sendiri dan melayani orang lain dengan kasih. Orang-orang yang hanya memikirkan dirinya sendiri, keluarga dan mimpi-mimpinya sesungguhnya adalah orang-orang yang hidup dalam penjajahan. Orang merdeka adalah orang yang sudah bebas dari dirinya dan mau memuliakan Tuhan dengan melayani sesama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudahkah Anda merdeka? So what?&lt;br /&gt;&lt;br/&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-2332501621565939398?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/G19fAzTjMK0" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/2332501621565939398/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/08/merdeka-so-what.html#comment-form" title="3 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2332501621565939398?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/2332501621565939398?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/G19fAzTjMK0/merdeka-so-what.html" title="Merdeka! So What?" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/08/merdeka-so-what.html</feedburner:origLink></entry><entry gd:etag="W/&quot;DU8MRH4yeip7ImA9WxdbEk0.&quot;"><id>tag:blogger.com,1999:blog-8425120589582985359.post-3246577484645901090</id><published>2008-08-08T22:03:00.000+07:00</published><updated>2008-08-08T22:04:45.092+07:00</updated><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2008-08-08T22:04:45.092+07:00</app:edited><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="2 Petrus 3" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Eskatologi" /><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="2 Petrus" /><title>Segeralah Datang!</title><content type="html">&lt;br/&gt;Dunia sudah dipenuhi dengan begitu banyak hiburan. Tahun demi tahun ada lebih banyak lagi hiburan yang bertambah. Sekalipun manusia tidak pernah puas, justru ketidakpuasan ini yang membuat orang berusaha membuat dan mencari hiburan baru. Setiap orang pasti mempunyai kesukaan dan kenikmatan tersendiri. Semuanya itu sudah tersedia, tinggal mendapatkan dan menikmatinya. &lt;br /&gt;Yang menyukai olahraga, Olimpiade sudah dimulai. Sesudah itu akan diikuti dengan berbagai macam liga sepakbola yang segera dimulai. Yang suka nonton film, setiap hari dihasilkan berbagai macam film di seluruh dunia. Apalagi yang menyukai musik, semuanya begitu gampang didapatkan di interner, bahkan lagu2 dari artis2 yang baru memulai kariernya. &lt;br /&gt;Sambil menulis artikel ini saya sedang menonton "&lt;span style="font-style:italic;"&gt;Are U Smarter than a 5th Grader?&lt;/span&gt;" di &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Star World&lt;/span&gt;. Salah satu quiz pengetahuan yang paling saya suka..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar ini bisa lebih panjang lagi kalau diteruskan. Pertanyaan bagi orang Kristen yang menikmati segala kenikmatan yang ada di dunia ini, masihkah kita memikirkan kedatangan Tuhan Yesus? Adakah kita menginginkan-Nya cepat datang kembali, bukan hanya karena dunia ini penuh dengan dosa dan kejahatan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;center&gt;&lt;span style="font-weight:bold;color:darkred;"&gt;3 Yang terutama harus kamu ketahui ialah, bahwa pada hari-hari zaman akhir akan tampil pengejek-pengejek dengan ejekan-ejekannya, yaitu orang-orang yang hidup menuruti hawa nafsunya. 4 Kata mereka: "Di manakah janji tentang kedatangan-Nya itu? Sebab sejak bapa-bapa leluhur kita meninggal, segala sesuatu tetap seperti semula, pada waktu dunia diciptakan."&lt;br /&gt;2 Petrus 3:3-4&lt;/span&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:normal;color:blue;"&gt;Pengejek-pengejek&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Para pengejek adalah orang-orang yang mentertawakan iman dari jemaat mula-mula yang menginkan Kristus cepat datang kembali. Mereka kemungkinan besar berada di dalam segala kesenangan dan kenikmatan, berbeda dengan orang-orang Kristen yang dianiaya. Bagi mereka, dunia ini sudah sempurna dan tempat yang sudah cukup baik untuk ditinggali. Tidak ada tanda-tanda sama sekali dunia ini akan kiamat. Semuanya hanya biasa-biasa saja. Yang menderitakan orang lain, bukan kami. Mungkin itu yang ada dalam pikiran mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka hidup dalam hawa nafsu dan menuruti hawa nafsu mereka. bagi mereka tidak ada yang lebih enak dan nikmat dibandingkan memuaskan segala keingina dan hawa nafsu. Itu sebabnya bagi mereka tindakan bodoh untuk memikirkan tentang kiamat.&lt;br /&gt;Bagi mereka, lebih baik memikirkan hidup ini saja. Yang sekarang ini saja masih terlalu banyak yang harus dilakukan dan dipikirkan. Buat apa memikirkan kiamat. Nikmati hidup ini selama masih bisa dinikmati, kalau mau kiamat ya sudah. Buat apa memikirkan yang tidak pasti? Bukankah dari dulu dunia ini biasa-biasa saja dan tidak ada tanda-tanda dunia akan kiamat!?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:normal;color:blue;"&gt;Kurang Belajar&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Betulkah dunia ini tidak pernah kiamat dan tidak ada tanda-tanda kiamat? Alkitab memberikan jawaban yang berbeda untuk menjawab ejekan dari para pengejek. Dan ternyata, sejarah dan ilmu pengetahuan mendukungnya. Bahkan pengalaman hidup sehari-hari dalam hidup mereka saat itu menunjukkan tanda-tandanya, apalagi dalam kehidupan kita sekarang ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dunia pernah 'kiamat' sekali pada zaman Nuh. Karena bumi yang sebelumnya ditutupi air, kembali tertutup air secara keseluruhan, persis sama seperti ketika di dalam penciptaan. Hampir tidak ada lagi kehidupan di bumi, kecuali satu keluarga pilihan dengan binatang2 pilihan. Tapi, pengejek-pengejek itu masih kurang belajar dan tidak mengerti. Mereka hanya mengetahui sebatas bapa-bapa leluhur mereka yang kelihatannya sampai zaman mereka tidak terjadi apa-apa. Betulkah tidak terjadi apa-apa?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesungguhnya sepanjang zaman terjadi berbagai macam doa, peperangan, bencana alam, musibah, nabi-nabi palsu, messias palsu dan berbagai tanda-tanda yang menunjukkan bahwa dunia akan segera kiamat dan Tuhan Yesus akan datang kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di zaman sekarang ini, isu pemanasan global membuat para ahli ilmu pengetahuan mulai memikirkan kemungkinan kehancuran dunia ini dengan meledaknya matahari. Mengagetkan! Tapi ahli-ahli yang tidak percaya Tuhan justru menunjukkan kemungkinan kiamat karena pemanasan global yang sudah tidak bisa dikendalikan lagi. Bahkan mereka sudah membuat film singkat tentang hal itu. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style:normal;color:blue;"&gt;Segeralah Datang!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bukan kesulitan dan tanda-tanda itu yang seharusnya membuat kita percaya Tuhan akan datang kembali. Begitu juga segala kenikmatan yang ada tidak bisa membuat kita lupa dan tidak memikirkan kedatangan Tuhan Yesus yang kedua kali. Kesibukan kita akan seluruh hal-hal yang juga merupakan pemberian Tuhan juga seharusnya tidak bisa membuat kita melupakan kedatangan Tuhan yang kedua kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena kerinduan yang terlalu dalam dari gereja sebagai pengantin wanita yang merindukan mempelai pria yang menjadi alasan mengapa kita seharusnya mengharapkan Tuhan Yesus cepat datang. Punyakah kita kerinduan itu? Kerinduan yang seharusnya lebih besar dibandingkan dengan pernikahan yang sementara. Karena pernikahan ini adalah pernikahan yang tidak akan terpisahkan sampai selama-lamanya.&lt;br /&gt;Tuhan Yesus, segeralah datang!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;"Puaslah dengan semua pemberian TUHAN, sedikit atau banyak, itu berlimpah"
(Ronald Oroh)&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/8425120589582985359-3246577484645901090?l=roielministry.org' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/roiel/~4/erJ95Y832Ww" height="1" width="1"/&gt;</content><link rel="replies" type="application/atom+xml" href="http://roielministry.org/feeds/3246577484645901090/comments/default" title="Post Comments" /><link rel="replies" type="text/html" href="http://roielministry.org/2008/08/segeralah-datang.html#comment-form" title="2 Comments" /><link rel="edit" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3246577484645901090?v=2" /><link rel="self" type="application/atom+xml" href="http://www.blogger.com/feeds/8425120589582985359/posts/default/3246577484645901090?v=2" /><link rel="alternate" type="text/html" href="http://feedproxy.google.com/~r/roiel/~3/erJ95Y832Ww/segeralah-datang.html" title="Segeralah Datang!" /><author><name>Baron Arthur</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15824180828290877068</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:extendedProperty name="OpenSocialUserId" value="02812679502024524256" /></author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><feedburner:origLink>http://roielministry.org/2008/08/segeralah-datang.html</feedburner:origLink></entry></feed>
