<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201</atom:id><lastBuildDate>Tue, 20 May 2025 23:42:17 +0000</lastBuildDate><category>water treatment plant</category><category>water treatment</category><category>cari kerja</category><category>astronomi</category><title>Bagi Ilmu</title><description>Ikut membangun Indonesia 

(Water Solution Puspito /PUSPITO MAN POWER SERVICE kami melayani Jasa Manpower Instalasi dan maintenance Water Treatment Plant Air Bersih dan Reverse Osmosis, Pengelasan piping dan electric instalasi)

(Gratis Konsultasi mengenai masalah tentang Water treatment : Silahkan hubungi 08970485387.</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:summary>Ikut membangun Indonesia (Water Solution Puspito /PUSPITO MAN POWER SERVICE kami melayani Jasa Manpower Instalasi dan maintenance Water Treatment Plant Air Bersih dan Reverse Osmosis, Pengelasan piping dan electric instalasi) (Gratis Konsultasi mengenai masalah tentang Water treatment : Silahkan hubungi 08970485387.</itunes:summary><itunes:subtitle>Ikut membangun Indonesia (Water Solution Puspito /PUSPITO MAN POWER SERVICE kami melayani Jasa Manpower Instalasi dan maintenance Water Treatment Plant Air Bersih dan Reverse Osmosis, Pengelasan piping dan electric instalasi) (Gratis Konsultasi mengenai m</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-3334130295268517342</guid><pubDate>Sun, 10 Jan 2016 03:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-01-09T19:29:47.313-08:00</atom:updated><title>Tanaman Penyaring dan Penjernih Air Secara Alami</title><description>&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;strong&gt;Tanaman Penyaring dan Penjernih Air Secara Alami&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;1. Biji Kelor&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;a href="https://klinikpengobatanalami.files.wordpress.com/2013/06/kelor-3.jpg"&gt;&lt;img alt="Image" class="size-full wp-image" id="i-3038" src="https://klinikpengobatanalami.files.wordpress.com/2013/06/kelor-3.jpg?w=265" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;

Adalah Enos Tangke Arung, MP, dosen Fahutan Unmul yang menemukan biji kelor dan menyulapnya menjadi ”&lt;em&gt;serbuk ajaib&lt;/em&gt;”
 yang dapat mengubah air keruh dengan partikel tanah maupun unsur logam 
menjadi air bersih layak konsumsi, dan memenuhi standar baku mutu yang 
ditetapkan.&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Endapkan Partikel Logam&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Biji buah kelor (Moringan oleifera) mengandung zat aktif 
rhamnosyloxy-benzil-isothiocyanate, yang mampu mengadopsi dan 
menetralisir partikel-partikel lumpur serta logam yang terkandung dalam 
air limbah suspensi, dengan partikel kotoran melayang di dalam air. 
Penemuan yang telah dikembangkan sejak tahun 1986 di negeri Sudan untuk 
menjernihkan air dari anak Sungai Nil dan tampungan air hujan ini di 
masa datang dapat dikembangkan sebagai penjernih air Sungai Mahakam dan 
hasilnya dapat dimanfaatkan PDAM setempat.&lt;br /&gt;

”Serbuk biji buah kelor ternyata cukup ampuh menurunkan dan 
mengendapkan kandungan unsur logam berat yang cukup tinggi dalam air, 
sehingga air tersebut memenuhi standar baku air minum dan air bersih,” 
katanya.&lt;br /&gt;

Disebutkan, kandungan logam besi (Fe) dalam air Sungai Mahakam yang 
sebelumnya mencapai 3,23 mg/l, setelah dibersihkan dengan serbuk biji 
kelor menurun menjadi 0,13 mg/l, dan telah memenuhi standar baku mutu 
air minum, yaitu 0,3 mg/l dan standar baku mutu air bersih 1,0 mg/l.&lt;br /&gt;

Sedangkan tembaga (Cu) yang semula 1,15 mg/I menjadi 0,12mg/l, telah 
memenuhi standar baku mutu air minum dan air bersih yang diperbolehkan, 
yaitu 1 mg/l, dan kandungan logam mangan (Mn) yang semula 0,24 mg/l 
menjadi 0,04 mg/l, telah memenuhi standar baku mutu air minum dan air 
bersih 0,1 mg/l dan 0,5 mg/l.&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Arang&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Namun apabila air tersebut dikonsumsi untuk diminum, aroma kelor yang
 khas masih terasa, oleh sebab itu, pada bak penampungan air harus 
ditambahkan arang yang dibungkus sedemikian rupa agar tidak bertebaran 
saat proses pengadukan. Arang berfungsi untuk menyerap aroma kelor 
tersebut.&lt;br /&gt;

Selain itu, dari hasil uji sifat fisika kualitas air Sungai Mahakam 
dengan parameter kekeruhan yang semula mencapai 146 NTU, setelah 
dibersihkan dengan sebuk biji kelor menurun menjadi 7,75 NTU, atau 
memenuhi standar baku air bersih yang ditetapkan, yaitu 25NTU. Untuk 
parameter warna yang semula sebesar 233 &lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;Pt.Co&lt;/span&gt; menjadi 13,75 &lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;Pt.Co&lt;/span&gt;, atau telah memenuhi standar baku mutu air minum dan air bersih 15 &lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;Pt.Co&lt;/span&gt; dan 50 &lt;span class="skimlinks-unlinked"&gt;Pt.Co&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Membuat Serbuk&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Cara memperoleh serbuk tersebut cukup sederhana, yaitu dengan 
menumbuk biji buah kelor yang sudah tua hingga halus, kemudian 
ditaburkan ke dalam air limbah, dengan perbandingan tiga sampai lima 
miligram untuk satu liter air dan diaduk cepat. Dalam waktu 10 hingga 15
 menit setelah pengadukan, partikel-partikel kotoran yan terdapat di 
dalam air akan menyatu dan mengendap, sehingga air menjadi jernih.&lt;br /&gt;

Enos, yang juga kepala Laboratorium Pulp dan Kertas Fahutan Unmul 
mengatakan, pihaknya juga telah membuat ekstraktif kelor dengan 
konsentrasi lima persen, yaitu dengan merebus lima gram tepung biji 
kelor ke dalam 100 ml air hingga mendidih dan disaring.&lt;br /&gt;

”Air saringan kelor ini dapat digunakan untuk menjernihkan air, 
caranya dengan mencampur tiga hingga lima militer ekstrak biji kelor ke 
dalam satu liter air dan diaduk dengan cepat,” katanya. Disebutkan, 
dalam satu polong buah kelor terdapat 10 hingga 15 biji kelor dengan 
berat masing-masing biji sebesar 2,5 gram tanpa kulit ari, dan dari 10 
biji kelor dapat dibuat menjadi serbuk untuk menjernihkan air sebanyak 
40 liter.&lt;br /&gt;

&lt;em&gt;Lebih Ekonomis&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;

Kepala laboratorium pengujian air PDAM Unit Cendana (Samarinda), 
Alimudin mengakui, cara tersebut lebih ekonomis dibanding menggunakan 
sistem penjernihan air dengan bahan baku tawas yang digunakan selama 
ini. Perbedaan penjernihan air dengan menggunakan tawas dan serbuk biji 
kelor adalah pada lamanya waktu pengendapan partikel setelah pengadukan,
 yaitu hanya lima menit, sedangkan dengan serbuk kelor mencapai 10 
hingga 15 menit. Karena tawas jarang diproduksi di Kaltim, pihak PDAM 
Samarinda mendatangkan tawas dari luar daerah, yaitu dari Sulawesi 
(Manado) dan Kupang. Tawas tersebut dicampur dengan aluminium dan sulfat
 sebelum digunakan untuk menjernihkan air sungai.&lt;br /&gt;

Menurut Enos Tangke, penggunaan serbuk biji kelor lebih ekonomis 
dibanding tawas, apalagi tanaman kelor dapat dibudidayakan di Kaltim, 
sementara daun dan buahnya yang masih muda pun dapat dimanfaatkan untuk 
bahan makanan. Enos yang juga dosen pengasuh mata kuliah Pengendalian 
Pencemaran menambahkan, tanaman kelor yang dikembangbiakkan dengan biji 
dan stek dapat tumbuh dengan cepat di daerah berair, sehingga dapat 
dimanfaatkan untuk dibudidayakan di sekitar daerah aliran sungai (DAS) 
Mahakam.&lt;br /&gt;

”Dalam tiga bulan pertama tumbuhan tersebut sudah cukup besar dan 
enam bulan kemudian sudah berbuah dan bisa dimanfaatkan bijinya,” 
katanya.&lt;br /&gt;

Oleh sebab itu, tambahnya, memanfaatkan kelor untuk menjernihkan air 
merupakan alternatif terbaik dan lebih ekonomis, efisien serta turut 
melestarikan lingkungan dengan membudidayakan tanaman tersebut di 
sekitar DAS.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;2. Kulit Pisang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;a href="https://klinikpengobatanalami.files.wordpress.com/2013/06/kulit-pisang.jpg"&gt;&lt;img alt="Image" class="size-full wp-image" id="i-3040" src="https://klinikpengobatanalami.files.wordpress.com/2013/06/kulit-pisang.jpg?w=286" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;

&lt;div&gt;
Dalam film-film kartun&amp;nbsp; kulit pisang biasanya dimanfaatkan untuk 
tujuan jahat, dimana orang sering dijebak dengan kulit pisang agar 
terpeleset. Tak dinyana ternyata kulit pisang yang dijadikan sampah 
ternyata bermanfaat memurnikan air. Dalam penyaringan air, kulit pisang 
ini lebih ampuh dari pada penyaringan alami lainnya, karena mampu 
menyerap logam berat. Sebelum kita tahu, makan pisang kulitnya pasti 
dibuang.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Tidak perlu modifikasi apapun, kulit pisang yang akan dipakai untuk
 memurnikan air hanya perlu dicincang kecil-kecil lalu dimasukkan ke 
dalam air. Dengan sendirinya logam berat seperti timbal dan tembaga akan
 terserap oleh serat-serat yang terdapat pada kulit pisang.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Logam berat merupakan polutan yang berbahaya bagi lingkungan dan 
kesehatan. Dalam tubuh manusia, polutan ini bisa terakumulasi dan memicu
 dampak negatif dalam jangka panjang atau bahkan bisa diturunkan pada 
generasi berikutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Timbal (Pb) misalnya, bisa menghambat sintesis hemoglobin atau zat 
merah darah sehingga mengganggu fungsi saraf maupun organ yang lain. 
Pada anak, timbal bisa menghambat pertumbuhan sel-sel otak dan 
menurunkan tingkat kecerdasan ketika tumbuh dewasa.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sementara itu, logam berat yang lain yaitu tembaga (Cu) jika 
terakumulasi dalam tubuh manusia bisa memicu pengerasan hati (sirosis) 
dan kerusakan ginjal. Tembaga juga bisa terakumulasi di jaringan saraf 
dan kornea mata, sehingga merusak fungsi penglihatan.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Untuk pemurnian air minum dari logam berat, teknologi yang ada saat
 ini umumnya sangat mahal sehingga kurang terjangkau masyarakat umum. 
Sementara penyaring alami yang pernah diteliti dan terbukti efektif 
antara lain limbah sabut kelapa dan kulit kacang.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Selain murah dan mudah didapatkan, kelebihan lain dari kulit pisang
 adalah bisa digunakan berkali-kali. Dalam sebuah penelitian yang 
dipublikasikan dalam jurnal &lt;em&gt;Industrial &amp;amp; Engineering Chemistry Research&lt;/em&gt; baru-baru ini, kulit pisang yang dicincang bisa dipakai sebanyak 11 kali.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: green;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;3. Kangkung dan Kiambang&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;a href="https://klinikpengobatanalami.files.wordpress.com/2013/06/kiambang.jpg"&gt;&lt;img alt="Image" class="size-full wp-image" id="i-3043" src="https://klinikpengobatanalami.files.wordpress.com/2013/06/kiambang.jpg?w=487" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Kangkung atau bahasa latinnya &lt;em&gt;Ipomoea aquatica forsk&lt;/em&gt;&lt;strong&gt; &lt;/strong&gt;merupakan jenis tumbuhan yang termasuk jenis sayur-sayuran dan ditanam sebagai makanan. Kemudian Kiambang atau &lt;em&gt;Salvinia molesta mitchell&lt;/em&gt;
 dalam latinnya merupakan tumbuhan air berupa paku-pakuan berwarna hijau
 dan permukaannya ditutupi rambut berwarna putih agak transparan, biasa 
ditemukan mangapung di air menggenang seperti kolam, sawah, danau atau 
sungai yang mengalir tenang.&lt;br /&gt;

Pertanyaannya, bagaimana kangkung dan kiambang dapat menjadi 
penjernih air sederhana terutama limbah rumah tangga? Berdasarkan hasil 
penelitian dapat di sebutkan sebagai salah duanya adalah proses 
fotosintesis dari tanaman tersebut. Fotosintesis adalah suatu proses 
biokimia yang dilakukan tumbuhan, alga dan beberapa jenis bakeri untuk 
memproduksi energi terpakai atau nutrisi dengan memanfaatkan energi 
cahaya. Fotosintesis merupakan salah satu cara asimilasi karbon. Dalam&amp;nbsp; 
fotosintesis, karbon bebas dari CO&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt; diikat (difiksasi) 
menjadi gula sebagai molekul penyimpanan energi. Tumbuhan menggunakan 
karbon dioksida dan air untuk menghasilkan gula dan oksigen yang 
diperlukan sebagai makanannya. Dan faktor lain adalah proses respirasi. 
Dalam istilah sederhana, respirasi adalah kebalikan fotosintesis. Ini 
adalah proses di mana zat makanan dipecah dalam kehadiran oksigen untuk 
membebaskan energi, terutama sebagai panas. Karbon dioksida dihasilkan 
sebagai produk. Respirasi terjadi disemua sel tumbuhan dan terus 
berlangsung tanpa cahaya. Jadi selama kegelapan, ketika fotosintesis 
berhenti respirasi account untuk penyerapan bersih oksigen dan 
pembebasan karbon dioksida dari pabrik.&lt;br /&gt;

Dari hasil penelitian yang dilakukan, tanaman kangkung dan kiambang 
memiliki potensi untuk menjernihkan air limbah rumah tangga secara 
alami, tetapi air tersebut masih belum aman di konsumsi. Selain itu, 
dapat mengurangi polusi air sebagai tempat perkembangbiakan nyamuk dan 
bakteri penular penyakit. Semakin lama berada di air kotor atau air 
limbah rumah tangga, maka tanaman kangkung dan kiambang akan semakin 
banyak menyerap zat-zat yang terkandung didalam air. Sehingga air 
tersebut menjadi lebih jernih dari hari ke hari dan bau yang tidak sedap
 mulai berkurang. Tanaman kangkung memiliki kemampuan lebih cepat dalam 
menjernihkan air limbah rumah tangga dari pada tanaman kiambang. Semakin
 jernih air limbah karena tanaman tersebut maka semakin banyak jumlah 
endapan yang dihasilkan.&lt;br /&gt;

Kesimpulan dari penelitian yang dilakukan adalah tumbuhan kangkung&amp;nbsp; 
dan kiambang dapat ditanam ditempat yang airnya tercemar oleh air limbah
 rumah tangga seperti sumur, kolam dan air genangan dibawah rumah. 
Sehingga air tersebut menjadi lebih jernih dan kembali dapat digunakan.&lt;br /&gt;

Adapun kelebihan dari pemanfaatan tumbuhan kangkung dan kiambang, yaitu sebagai berikut :&lt;br /&gt;

1.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mudah didapatkan dan tidak memerlukan biaya untuk mendapatkannya.&lt;br /&gt;

2.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mengurangi pencemaran air sebagai sarang penyakit.&lt;br /&gt;

3.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tidak memiliki efek samping.&lt;br /&gt;

4.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanaman kangkung dapat dikonsumsi.&lt;br /&gt;

5.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanaman kiambang dapat dijadikan pupuk. Apabila di tempatkan 
di kolam ikan dapat dijadikan sebagai penghias kolam dan zat hara yang 
dihasilkan dapat dikonsumsi ikan.&lt;br /&gt;

Sedangkan kekurangannya, yaitu air limbah rumah tangga yang telah 
dijernihkan masih tidak dapat di konsumsi. Karena mikroorganisme dan zat
 kimia yang berbahaya bagi tubuh sebagian besar masih terdapat di dalam 
air hasil penjernihan.&lt;br /&gt;

&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;strong&gt;4. Eceng Gondok&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;

&lt;a href="https://klinikpengobatanalami.files.wordpress.com/2013/06/eceng-gondok.jpg"&gt;&lt;img alt="Image" class="size-full wp-image" id="i-3042" src="https://klinikpengobatanalami.files.wordpress.com/2013/06/eceng-gondok.jpg?w=487" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;

Eceng gondok atau Eichhornia crassipes&amp;nbsp; pertama kali ditemukan secara
 tidak sengaja oleh seorang ilmuan bernama Carl Friedrich Philipp von 
Martius.&amp;nbsp; Dia adalah seorang ahli botani berkebangsaan Jerman, di mana 
pada tahun 1824 ketika sedang melakukan ekspedisi di Sungai Amazon 
Brasil.&lt;br /&gt;

Eceng gondok ditemukan&amp;nbsp; tumbuh di kolam-kolam dangkal, tanah basah 
dan rawa, aliran air yang lambat, danau, tempat penampungan air dan 
sungai. Tumbuhan ini hanya memiliki tinggi sekitar 0,4-0,8 meter dan 
tidak mempunyai batang, terkadang berakar dalam tanah.&lt;br /&gt;

Bentuk daunnya tunggal dan berbentuk oval, sementara ujung dan 
pangkalnya meruncing, pangkal dan tangkai menggembung, permukaan daunya 
licin dan berwarna hijau. Termasuk bunga majemuk, berbentuk bulir 
kelopaknya berbentuk tabung. Biji eceng gondok berbentuk bulat dan 
berwarna hitam.&amp;nbsp; Buahnya kotak beruang tiga dan berwarna hijau serta 
akarnya merupakan akar serabut. Kecepatan menyesuaikan diri membuat 
tanaman ini tumbuh dengan cepat.&lt;br /&gt;

Disamping itu eceng gondok memiliki masa yang besar, tumbuh mengapung
 diatas permukaan air sehingga mudah dipanen dibandingkan tanaman air 
lainya.&lt;br /&gt;

Namun, tak pelak eceng gondok sering membuat para nelayan dan 
pengguna transportasi air kewalahan. Meskipun tumbuhan ini mati 
sekalipun masih dapat menimbulkan masalah, karena ia akan turun ke 
bagian dasar sehingga mempercepat terjadinya proses pendangkalan.&lt;br /&gt;

Nah, dengan berbagai macam hal yang bisa disebabkan oleh eceng 
gondok. Dengan bahasa, setiap makhluk punya manfaat, hukum ini juga 
berlaku pada tumbuhan tersebut yang tidak membuat nggondok (kesal-red).&amp;nbsp;
 Pasalnya, Retno Nuraini, Gagas Pradani, Nur Ilmawati, dan Melissa Hamas
 mengandalkan fungsi tanaman eceng gondok dan karbon aktif untuk daur 
ulang air limbah rumah tangga. “Air jernih tanpa bau itu nantinya bisa 
dipakai mandi atau bahan air minum,” kata Gagas.&lt;br /&gt;

Pengelolaan itu dimulai dengan mengumpulkan air limbah rumah tangga 
ke bak penampungan. Dengan asumsi sebuah rumah dihuni lima orang, ujar 
Melissa, air limbah yang dihasilkan sekitar 700 liter per hari.&lt;br /&gt;

Air itu kemudian dialirkan ke kolam yang dipenuhi eceng gondok. 
Fungsi eceng gondok berdasarkan literatur, kata Gagas, menyerap 
senyawa-senyawa organik, terutama amonia dan fosfat. “Eceng gondok 
bersifat fitoremediasi atau tumbuhan yang menyerap polutan.”&lt;br /&gt;

Air limbah itu didiamkan di kolam eceng gondok selama 24 jam. Setiap 
batang eceng gondok sanggup membersihkan air limbah domestik, selain 
tinja, itu sebanyak 4 liter.&lt;br /&gt;
Setelah sehari penuh, katup penutup saluran air di ujung kolam eceng 
dibuka untuk mengalirkan air ke bak penampungan ketiga di bawah tanah.&lt;br /&gt;

Di dalam bak itu mereka menyusun saringan berlapis dengan karbon 
aktif. Bahan arang yang biasa dipakai untuk menghentikan diare itu 
berfungsi menghilangkan bau air limbah.&amp;nbsp; Air jernih tanpa bau itu 
kemudian akan naik sendiri ke atas atau perlu disedot pompa air agar 
bisa naik hingga bak penampungan di atap rumah lantai dua.&lt;br /&gt;

Selain itu, akar tanaman ini juga dapat menghasilkan zat alleopathy 
yang mengandung zat antibiotoka dan juga mampu membunuh bakteri coli.&lt;br /&gt;

Eceng gondok juga mampu menjernihkan atau menurunkan kekeruhan suatu 
perairan hingga 120 mg perliter silika selama 48 jam sehingga cahaya 
matahari dapat menembus perairan dan dapat meningkatkan produktivitas 
perairan melalui proses fotosintesis bagi tanaman air lainnya.&lt;br /&gt;

Selain dapat menyerap logam berat, eceng gondok dilaporkan juga mampu
 menyerap residu pestisida, contohnya residu 2.4-D dan paraquat. Akar 
dari tumbuhan eceng gondok (Eichhornia crassipes) mempunyai sifat 
biologis sebagai penyaring air yang tercemar oleh berbagai bahan kimia 
buatan industri.&lt;br /&gt;

Eceng gondok sangat peka terhadap keadaan yang unsur haranya didalam 
air kurang mencukupi, tetapi responnya terhadap kadar unsur hara yang 
tinggi juga besar.&amp;nbsp; Proses regenerasi yang cepat dan toleransinya 
terhadap lingkungan yang cukup besar, menyebabkan eceng gondok dapat 
dimanfaatkan sebagai pengendali pencemaran lingkungan.&lt;br /&gt;

&lt;br /&gt;

[Dari berbagai sumber] https://klinikpengobatanalami.wordpress.com&lt;br /&gt;

&lt;/div&gt;
</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2016/01/tanaman-penyaring-dan-penjernih-air.html</link><author>noreply@blogger.com (Djavamica Creation)</author><thr:total>3</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-3727780761095524860</guid><pubDate>Thu, 02 Jul 2015 10:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-02T03:20:25.649-07:00</atom:updated><title>Ajakan Pengembangan Penelitian chemical penaik pH dari sari tumbuhan</title><description>Dear Para Pembaca Bagi&amp;nbsp; Ilmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikarenakan banyaknya keluhan mengenai pH air olahan reverse osmosis yang tinggi &amp;lt;5ppm, akan tetapi masih ragu untuk menaikkan pH dengan bahan kimia, maka saya berpikiran mengundang mengumpulkan para developer Water Treatment Seluruh Indonesia untuk mengadakan diskusi dan menggagas penelitian pembuatan formula chemical penaik pH dari bahan alami, seperti kita ketahui bahwa di Indonesia sendiri terdapat banyak bahan alami yang bisa kita manfaatkan sebagai bahan pengembangan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
jika ada yang berminat bergabung, bisa menghubungi kami dengan kontak yang ada di blog ini&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Best Regards&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sadewo Maneges&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2015/07/ajakan-pengembangan-penelitian-chemical.html</link><author>noreply@blogger.com (Djavamica Creation)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-1282020780387177174</guid><pubDate>Wed, 01 Jul 2015 15:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-07-01T08:51:23.627-07:00</atom:updated><title>Penyaringan Air Sederhana</title><description>Saat ini teknologi pengolahan air telah berkembang dengan pesat dengan penemuan-penemuan baru yang mengagumkan, berbagai teknologi baru bermunculan dari harga yang murah sampai dengan harga milyaran rupiah. namun sistem penyaringan air yang sederhana tetap menjadi pakem dasar beberapa vendor/supplier dalam hal penanganan air bersih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tulisan ini saya akan memberikan contoh dasar penyaringan air yang sangat sederhana yang bisa anda implementasikan untuk keperluan rumah tangga dengan harga yang tentunya sangat terjangkau, penyaringan sederhana ini dapat dipakai untuk mengatasi air yang belum layak dipakai menjadi layak, ada dua jenis penyaringan sederhana yang akan saya ulas di sini yaitu :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.Penyaringan air menggunakan media&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Buatlah penyaring dari tong atau ember plastik ukuran besar ( carilah bahan yang tidak berkarat mis. stainless, palstik, FTPE) dan disesuaikan dengan kapasitas yang diinginkan, bikin keran di bagian samping bawah tong (kira-kira jarak 10cm dari dasar tong)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
*Isilah Tong dengan susuna sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;-Zeolit :dilapisan paling bawah tong, zeolit berfungsi sebagai penyerap sisa kotoran dan sebagai penyegar air, kemudin lapisi dengan wiremesh, screen atau yang paling murah adalah ijuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Carbon aktif : dilapisan setelah Zeolit isi dengan arang aktif yang berfungsi sebagai penyerap rasa, bau dan warna, kemudian lapisi lagi dengan wiremesh, screen atau yang paling murah adalah ijuk&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
-Pasir aktif : yang terakhir isilah bagian paling atas dengan Pasir aktif, yang bisa mengikat Fe dan Mg&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Aliran air di kuncurkan biasa dari atas dan hasil bisa didapat dari keran yang ada di samping bawah tong.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lebih jelasnya lihat gambar&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeU4AbdbdbSvdbvCFx8kxwIiRm2YPoMyHnPf4RXJkTfm69j2-l2rL2oPaXcq0WppJwWMZ8wFRUpKx3E9SLOXaDwDl8vDN5vH1fGUNcMW1x0GUKwIQPypNXSjCLheVIKtLdMqNS2ZKGJRo/s1600/20150701_1104422.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeU4AbdbdbSvdbvCFx8kxwIiRm2YPoMyHnPf4RXJkTfm69j2-l2rL2oPaXcq0WppJwWMZ8wFRUpKx3E9SLOXaDwDl8vDN5vH1fGUNcMW1x0GUKwIQPypNXSjCLheVIKtLdMqNS2ZKGJRo/s320/20150701_1104422.jpg" width="289" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
2.Penyaringan menggunakan bahan kimia&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Gunakan bak penampungan dari fiber, stainless, beton atau dari FTPE, bikin dua lubang keran satunya didasar bak, dan satunya lebih naik kira-kira 20cm (lihat gambar)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Masukan air ke bak kemudian endapkan dengan bahan kimia sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- Tawas bening dengan dosis 40ppm atau 40gram dalam 1000liter air (perhitungan ppm akan saya jelaskan dilain kesempatan)&lt;br /&gt;
- PAC ( Poly Alumunium Chloride ) 30 ppm atau 30gram dalam 1000liter air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Sebaiknya air kotor ditest dulu pH atau kadar keasamannya agar bisa menentukan bahan apa yang efektif untuk mengendapkan air tersebut, jika terlalu asam bisa menambahkan dengan air kapur ( Calcium Oxide ) untuk menetralkannya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*Gunakan kaporit untuk membunuh kuman dengan dosis di kisaran 3ppm s/d 7ppm atau 3-7gram dalam 1000liter air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
*jika anda ingin mengurangi ion besi atau ion mangaan anda bisa menggunakan citric acid atau AC Citrium (Citroen) namun untuk penjernihannya gunakanlah tawas, sebab dari pengalaman PAC tidak bisa efektif bekerja jika keadaan air asam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
lebih jelasnya lihat gambar berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPkFMkCtXrdldX_o6x10UkY7lZHoD7f_Tf37UyHkW0qFE4I20_xV4FQuzLkjG4Z6Lv6NLFM6Q-JoOM6yZxGm1MMMzTmp1rerzJx8xC5cRJf_z93pvkJE2K9_4_hnFshTQiiV5BegtcWik/s1600/20150701_110529.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjPkFMkCtXrdldX_o6x10UkY7lZHoD7f_Tf37UyHkW0qFE4I20_xV4FQuzLkjG4Z6Lv6NLFM6Q-JoOM6yZxGm1MMMzTmp1rerzJx8xC5cRJf_z93pvkJE2K9_4_hnFshTQiiV5BegtcWik/s320/20150701_110529.jpg" width="254" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana? mudah bukan untuk mengolah air yang akan anda pergunakan, semoga bermanfaat bagi anda dan lingkungan sekitar anda. ( Sadewo )</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2015/07/penyaringan-air-sederhana.html</link><author>noreply@blogger.com (Djavamica Creation)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeU4AbdbdbSvdbvCFx8kxwIiRm2YPoMyHnPf4RXJkTfm69j2-l2rL2oPaXcq0WppJwWMZ8wFRUpKx3E9SLOXaDwDl8vDN5vH1fGUNcMW1x0GUKwIQPypNXSjCLheVIKtLdMqNS2ZKGJRo/s72-c/20150701_1104422.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-2524390833905949079</guid><pubDate>Sun, 24 May 2015 08:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-05-24T01:33:26.931-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment</category><title>How Reverse Osmosis Works</title><description>&lt;div class="" style="clear: both; text-align: justify;"&gt;
Beginilah Cara Kerja Membran Reverse Osmosis, semoga dapat membantu, saya tidak menciptakan videonya, tetapi hanya membantu anda untuk memperbanyak referensi ilmu anda tentang pengolahan air.&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;iframe allowfullscreen='allowfullscreen' webkitallowfullscreen='webkitallowfullscreen' mozallowfullscreen='mozallowfullscreen' width='320' height='266' src='https://www.blogger.com/video.g?token=AD6v5dxI-IumFKtmVcgpbTLFxmCP-Namdq-BcP4N6CL_Ud6FRgRuz1tz3gFZlFrg1yZS4aHOV4-mAu1KK-GmfEbGxA' class='b-hbp-video b-uploaded' frameborder='0'&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2015/05/how-reverse-osmosis-works.html</link><author>noreply@blogger.com (Djavamica Creation)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-100530890679487943</guid><pubDate>Sun, 15 Mar 2015 09:12:00 +0000</pubDate><atom:updated>2015-03-17T03:16:51.058-07:00</atom:updated><title>Ikut Menjaga lingkungan dengan Mengolah kembali Limbah Grey Water Rumahan</title><description>&lt;b&gt;Limbah&lt;/b&gt; adalah buangan yang dihasilkan dari suatu proses 
produksi baik industri maupun domestik (rumah tangga). Di mana 
masyarakat bermukim, di sanalah berbagai jenis limbah akan dihasilkan. 
Ada sampah, ada &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah_hitam" title="Limbah hitam"&gt;air kakus&lt;/a&gt; (&lt;i&gt;black water&lt;/i&gt;), dan ada air buangan dari berbagai aktivitas domestik lainnya (&lt;i&gt;grey water&lt;/i&gt;). &lt;sup class="reference" id="cite_ref-Bergerak_Bersama_dengan_Strategi_Sanitasi_Kota_1-0"&gt;&lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah#cite_note-Bergerak_Bersama_dengan_Strategi_Sanitasi_Kota-1"&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;
&lt;br /&gt;
Limbah padat lebih dikenal sebagai &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sampah" title="Sampah"&gt;sampah&lt;/a&gt;,
 yang seringkali tidak dikehendaki kehadirannya karena tidak memiliki 
nilai ekonomis. Bila ditinjau secara kimiawi, limbah ini terdiri dari 
bahan kimia Senyawa organik dan Senyawa anorganik. Dengan konsentrasi 
dan kuantitas tertentu, kehadiran limbah dapat berdampak negatif 
terhadap lingkungan terutama bagi kesehatan manusia, sehingga perlu 
dilakukan penanganan terhadap limbah. Tingkat bahaya keracunan yang 
ditimbulkan oleh limbah tergantung pada jenis dan karakteristik limbah. ( http://id.wikipedia.org/wiki/Limbah ) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Grey Water adalah Air Limbah yang dihasilkan rumah tangga yang tidak mengandung kotoran manusia, grey water dapat menyebabkan kerusakan lingkungan secara estetik jika tidak ditangani dengan baik, akan menimbulkan bau yang menyengat jika lama mengendap di selokan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini kita akan membahas bagaimana cara mengurangi limbah rumah 
tangga dengan memanfaatkan kembali air grey water setelah kita saring 
dengan cara paling sederhana, dan nantinya hasil olah kembali Grey Water
 ini dapat digunakkan untuk menyiram taman, mencuci mobil, air penyiram 
toilet dll.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama-tama yang kita lakukan adalah memisahkan jalur antara air grey water dan black water, air grey water bisa dibuatkan penampungan terpisah dan air black water bisa langsung dimasukkan ke septic tank, kemudian kita membuat saringan sederhana dari bahan yang mudah kita dapat di sekitar kita&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alat-alat yang dibutuhkan antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Pipa Paralon 4 s/d 8 inch ( Sesuaikan kebutuhan ) - 3 meter&lt;br /&gt;
2. DOP paralon - 6 pcs&lt;br /&gt;
3. Lem Paralon - 1 Klg&lt;br /&gt;
4. Kain Kasa nyamuk - 2 meter&lt;br /&gt;
5. Ijuk secukupnya&lt;br /&gt;
6. Pasir secukupnya&lt;br /&gt;
7. Batu kerikil secukupnya&lt;br /&gt;
8. Arang secukupnya ( kalau bisa arang batok kelapa / batubara )&lt;br /&gt;
9. Pompa air&lt;br /&gt;
10. Aksesori tambahan sesuai kebutuhan&lt;br /&gt;
11. Pipa paralon 1 inch secukupnya&lt;br /&gt;
12. tangki penampungan kapasitas disesuaikan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara membuat :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Potong Paralon 8" menjadi 3 bagian masing-masing 1 meter&lt;br /&gt;
2. Lubangi DOP paralon dan bikin lubang dengan diameter 1" dan lem di ujung bawah paralon&lt;br /&gt;
3. Bungkus arang dengan kain kasa nyamuk bentuk sesuai diameter paralon lalu masukkan ke dalam paralon&lt;br /&gt;
4. Lalu susun bahan lain dalam paralon dengsan susunan sebagai berikut Ijuk, Kerikik, Pasir&lt;br /&gt;
5. Tutup bagian atas paralon menggunakan DOP yang telah dilubangi&lt;br /&gt;
6. Setelah semua paralon terisi, sambungkan antar pipa yang telah menjadi saringan dengan pompa seperti gambar dibawah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcfzq6jMg69HvzSeCMQOKXquFY6kVQ-Owkw_L-7NUAJqQTmnLbgoxoKJeNjd1kFG1cb-MGCNmv6L22QNuiOqmAbSsg8O1Pqkr_d8QZ037nkun7xMVOcWWZYSwaIpKkeSUK0Bcc_O2GBbo/s1600/20150315_160554.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcfzq6jMg69HvzSeCMQOKXquFY6kVQ-Owkw_L-7NUAJqQTmnLbgoxoKJeNjd1kFG1cb-MGCNmv6L22QNuiOqmAbSsg8O1Pqkr_d8QZ037nkun7xMVOcWWZYSwaIpKkeSUK0Bcc_O2GBbo/s1600/20150315_160554.jpg" height="225" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Selesai, sekarang rumah anda telah membantu mengurangi pencemaran lingkungan dari limbah yang anda hasilkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga cara ini dapat membantu dan selamat mencoba.</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2015/03/ikut-menjaga-lingkungan-dengan-mengolah.html</link><author>noreply@blogger.com (Djavamica Creation)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgcfzq6jMg69HvzSeCMQOKXquFY6kVQ-Owkw_L-7NUAJqQTmnLbgoxoKJeNjd1kFG1cb-MGCNmv6L22QNuiOqmAbSsg8O1Pqkr_d8QZ037nkun7xMVOcWWZYSwaIpKkeSUK0Bcc_O2GBbo/s72-c/20150315_160554.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-6110040287042875432</guid><pubDate>Sun, 16 Nov 2014 04:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-15T20:29:50.280-08:00</atom:updated><title>Reverse Osmosis (Tanya jawab Reverse Osmosis) </title><description>&lt;div class="navbar section" id="navbar"&gt;
&lt;div class="widget Navbar" id="Navbar1"&gt;



&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="body-fauxcolumns"&gt;
&lt;div class="fauxcolumn-outer body-fauxcolumn-outer"&gt;
&lt;div class="cap-top"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;div class="fauxborder-left"&gt;

&lt;div class="fauxcolumn-inner"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="cap-bottom"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="tabs-outer"&gt;
&lt;div class="tabs-cap-top cap-top"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;div class="fauxborder-left tabs-fauxborder-left"&gt;

&lt;div class="region-inner tabs-inner"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="tabs-cap-bottom cap-bottom"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="main-cap-top cap-top"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;div class="fauxcolumn-outer fauxcolumn-center-outer"&gt;
&lt;div class="cap-top"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;div class="fauxborder-left"&gt;

&lt;div class="fauxcolumn-inner"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="cap-bottom"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="fauxcolumn-outer fauxcolumn-left-outer"&gt;
&lt;div class="cap-top"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;div class="fauxborder-left"&gt;

&lt;div class="fauxcolumn-inner"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="cap-bottom"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="fauxcolumn-outer fauxcolumn-right-outer"&gt;
&lt;div class="cap-top"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;div class="fauxborder-left"&gt;

&lt;div class="fauxcolumn-inner"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="cap-bottom"&gt;


&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="https://www.blogger.com/null" name="8488930036291163240"&gt;&lt;/a&gt;
&lt;h3 class="post-title entry-title" itemprop="name"&gt;
&lt;/h3&gt;
&lt;div class="post-header"&gt;

&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Reverse
 osmosis (RO) menjadi terkenal sebagai teknologi pengolahan air yang 
dibutuhkan setiap industri dalam pemisahan atas kandungan larutan dari 
pelarut, pelarut tersebut biasanya berupa air.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Aplikasi
 yang paling umum dari RO adalah pemurnian air dengan memisahkan 
kandungan yang tidak diinginkan, Proses Ro digunakan juga untuk membuat 
air minum dengan menghilangkan bakteri dan zat-zat yang tidak 
berguna/berbahaya. Negara bagian middle east telah menggunakan RO 
sebagai penyaring air laut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Kandungan
 larutan dapat berupa garam, organik seperti gula atau larutan minyak. 
Reverse osmosi menjadi dasar komponen didalam sistem pengolahan air yang
 dipakai dalam industri kimia, farmasi, alat kesehatan dimana kemurnian 
air tersebut dipakai untuk membantu analisa dan kebutuhan pelengkap 
produksi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDAnCBvGpnlTyKpysmIurY-k8FpHz7xuckj-fkDyoaYIAGR_B4q3oKTOUIEpRsDgnnBq59an7CYu11DxTK_xaM7_jYVYofb6FolBY9DoOIqcNY0zMneN02UrKx7ow-CvPORIfbtSczTrwx/s1600/CMLITEWDROP.JPG" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="176" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDAnCBvGpnlTyKpysmIurY-k8FpHz7xuckj-fkDyoaYIAGR_B4q3oKTOUIEpRsDgnnBq59an7CYu11DxTK_xaM7_jYVYofb6FolBY9DoOIqcNY0zMneN02UrKx7ow-CvPORIfbtSczTrwx/s200/CMLITEWDROP.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;Didalam
 aplikasi Ro. ini merupakan penyaring yg paling baik dengan lubang 
penyaring mencapai 0,001 micron (diameter rambut manusia lebih dari 30 
micron), lubang ini memberikan RO mampu memisahkan kandungan larutan, 
partikel, bakteri dan zat-zat berbahaya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;pertama-tama tentunya kita harus minimal mengerti sedikit tentang air, karna segala&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;bentuk sistem RO yang akan dibangun semuanya tergantung dari sumber air baku yang akan kita lakukan penyaringan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Air
 mempunyai nama alternatif yaitu Aqua, dihidrogen monoksida atau 
hydrogen hidroksida dan mempunyai 3 wujudnya, cairan dilaut, es yang 
mengambang, dan awan diudara yang merupakan uap air.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: -27pt; text-align: justify; text-indent: 19.85pt;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: -27pt; text-align: justify; text-indent: 19.85pt;"&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;air adalah
substansi kimia dengan rumus kimia H&lt;sub&gt;2&lt;/sub&gt;O,satu molekul (Molekul adalah
bagian tak terpisahkan yang paling kecil senyawa murni yang memiliki ciri unik
kimia dan fisik yang terdiri dari dua atau lebih ikatan atom bersama) air
tersusun atas dua atom hydrogen yang terikat secara kovalen pada satu atom
oksigen. Air bersifat tidak berwarna,tidak berasa dan tidak berbau pada kondisi
standar,yaitu pada tekanan 100 kPa(1 bar) dan temperature 273,15 K (0 &lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C).
Zat kimia ini merupakan suatu pelarut yang penting, memiliki kemampuan untuk
melarutkan banyak zat kimia lainnya, seperti garam,gula,asam, beberapa jenis
gas dan banyak macam molekul organic.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;


&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: -27.0pt; text-align: justify; text-indent: 19.85pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Air sering disebut
sebagai pelarut universal karena air melarutkan banyak zat kimia. Air berada
dalam kesetimbangan dinamis antara fase cair dan padat dibawah tekanan dan
temperature standar. Dalam bentuk ion, air dapat dideskripsikan sebagai sebuah
ion hydrogen (H&lt;sup&gt;+&lt;/sup&gt;) yang berasosiasi (berikatan) dengan sebuah ion
hidroksida (OH&lt;sup&gt;-&lt;/sup&gt;). Air adalah pelarut yang kuat, melarutkan banyak
zat kimia. Zat-zat yang bercampur dan larut dengan baik dalam air (misal:
garam) disebut sebagai zat-zat hydrophilic (pecinta air), dan zat-zat yang
tidak mudah tercampur dengan air (misalnya lemak dan minyak),disebut sebagai
zat-zat hydrophobic (takut air). Kelarutan suatu zat dalam air ditentukan dapat
tidaknya zat tersebut menandingi kekuatan gaya tarik-menarik listrik (gaya intermolekul
dipol-dipol) antara molekul-molekul air. Jika suatu zat&lt;span style="mso-spacerun: yes;"&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;mampu menandingi gaya tarik-menarik antar
molekul air, molekul-molekul zat tersebut tidak larut dan akan mengendap dalam
air.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: -27.0pt; text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-right: -27.0pt; text-align: justify; text-indent: 19.85pt;"&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;"&gt;Dari sudut pandang
biologi, air memiliki sifat-sifat yang penting untuk adanya kehidupan, air
dapat memunculkan reaksi yang dapat membuat senyawa organic untuk melakukan
replikasi. Semua makhluk hidup yang diketahui memiliki ketergantungan terhadap
air, air merupakan zat pelarut yang penting untuk makhluk hidup dan adalah
bagian penting dalam proses metabolisme. Air juga dibutuhkan dalam fotosintesis
dan respirasi. Fotosintesis menggunakan cahaya matahari untuk memisahkan atom
hydrogen dengan oksigen, hydrogen akan digunakan untuk membuat glukosa dan
oksigen akan dilepaskan ke udara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Dasar
 dari sistem RO. ini sederhana, menggunakan pompa dan semipermeable 
membrane. pompa menghasilkan alur tekanan dan semipermeable membrane 
menyaring zat terlarut yang terlarut didalam air.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;mekanisme(cara
 kerja) RO berbeda dengan penyaring biasa, penyaring biasa memisahkan 
partikel dengan berdasarkan ukuran , partikel dapat dipisahkan karena 
perbedaan ukuran yang masuk kedalam lubang media penyaring sehingga 
tertahan dalam media, sedangkan mekanisme Ro mempunyai lubang sangat 
kecil sekali ( such holes have never been found, even with microscopes 
of highest magnification) seperti molekul air dan lebih kecil berat 
molekul organik dapat menyebar melalui polimer&amp;nbsp; membrane yang tertahan 
dengan ikatan antara segmen struktur kimia polimer. sehingga larutan 
garam dan berat molekul organik yang lebih besar tidak dapat melewati 
membrane tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU1DBjHJpQiolQqQsDGffs0e2UAmGHPBKckadi7SEPbXqxXSIlxnt0BWNfzBv7XENSKTr8FaH6mZOMohRZN80K2d5q8N62JIlksf6nldA65cUFWH5yEPdHVISrzgbRmvKn9coxLH1XfLcj/s1600/membrane.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="193" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiU1DBjHJpQiolQqQsDGffs0e2UAmGHPBKckadi7SEPbXqxXSIlxnt0BWNfzBv7XENSKTr8FaH6mZOMohRZN80K2d5q8N62JIlksf6nldA65cUFWH5yEPdHVISrzgbRmvKn9coxLH1XfLcj/s400/membrane.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5evUr2OLlja5xPd-rtQFxaENWN2A7oXlcGEvO-elag7furK5Ehh-0EYFH63XHvsIYNUPpuk_4mAWBQNwOfzN6uwYMmeFeZCLKaVXhoWKk5iPoeP8IhXC8k6AfN1tVVeugSSh8TcYfok3A/s1600/Filtration_1.gif" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5evUr2OLlja5xPd-rtQFxaENWN2A7oXlcGEvO-elag7furK5Ehh-0EYFH63XHvsIYNUPpuk_4mAWBQNwOfzN6uwYMmeFeZCLKaVXhoWKk5iPoeP8IhXC8k6AfN1tVVeugSSh8TcYfok3A/s1600/Filtration_1.gif" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Sizes of some common particles :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Substance&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; microns&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;table salt&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 100&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;human hair &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 50-80&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;sand&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 50- up&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;smallest visible to eye &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 30-50&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;talcum powder &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;cocoa &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 8-10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;iron rust &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;carbon in oils &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1-10&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;clay(silicon&amp;amp;aluminium)&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0,1-1,0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;pigments &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0,2-0,4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;bacteria &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0,4-2,0&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;viruses &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0,015-0,3&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Setiap
 molekul terdiri dari satu atau lebih atom. atom tertentu dan kuantitas 
yang membentuk molekul tertentu akan menentukan karakteristik unik dari 
molekul.misalnya molekul air terdiri dari 2 atom hidrogen terhubung ke 
satu atom oksigen&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;ini berprilaku sangat berbeda dengan dari molekul yang hanya terdiri dari atom hidrogen atau semata-mata atom oksigen.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;pusat
 atom disebut nucleus(inti)terdiri dari dua jenis partikel kecil yang 
hampir persis dengan berat yang sama, diorbit oleh partikel lebih kecil 
yang disebut electron diberi nilai(-1) dan proton diberi nilai(+1). pada
 kenyataannya elektron dan proton sangat kecil, perilaku mereka lebih 
sering seperti gelombang dari partikel fisik. mereka memiliki kekuatan 
tarik/tolak berlawanan saling menahan untuk tetap masing-masing 
berkelompok, mengorbit disekitar nucleus (inti).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;partikel
 yang tersisa dalam nucleus(inti)disebut neutron, tidak memiliki nilai 
dan memiliki sedikit efek pada karakteristik substansi, hanya 
mempengaruhi berat,lebih tepat jika disebut massa(berat karna fungsi 
gravitasi). dua atom yang berbeda hanya dengan jumlah neutron mereka 
disebut isotop, karena massa elektron dapat diabaikan. Masa atom 
ditentukan dengan jumlah gabungan proton dan neutron.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Jumlah
 proton dalam inti atom akan memiliki dampak yang besar pada 
karakteristik substansi. Kuantitas ini disebut nomor atom terkait dengan
 substansi. Contoh yang unik sulfur(belerang) memiliki nomor atom 16 
pada inti, jika ditambahkan 1 proton maka akan menghasilkan klorin yaitu
 nomor atom 17, yang tentu saja berkarakteristik sangat berbeda.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;stabilitas
 terbesar dari molekul air dicapai ketika dua atom hidrogen berbaris 
disatu sisi atom oksigen, karena elektron mereka cenderung untuk 
bermigrasi kearah oksigen sisi hidrogen dari molekul air cenderung 
memiliki karakteristik muatan positif dan sisi oksigen cenderung 
memiliki karakteristik muatan negatif. dikatakan molekul berlawanan 
(polar molecule).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Air
 memiliki simbol kimia H2O, huruf H melambangkan hidrogen dan huruf O 
melambangkan oksigen.subscript dari 2 berarti bahwa ada 2 atom hidrogen 
yg hadir dalam molekul, berat/masa molekul adalah jumlah dari bobot 
komponennya. Sehingga masa molekul air ditemukan dengan menambahkan 
massa masing-masing dari 2 atom hidrogen, satuan massa atom (AMU) 
oksigen sebesar 16 Amu , total menjadi 18 AMU.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheb-fOE2M6q1s_oNASA7wUX_WFEeBz2jyzY9Kp3KYTs2CvZK4irL_0O-xF1v7uTOS7EzcT2eJmN7rdlEwZq4GCfFfFwj_bxZze9g2TJw85-RwVjtf8NXsip7XCvGO9S2rLh7r5fltbd-Es/s1600/h20.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheb-fOE2M6q1s_oNASA7wUX_WFEeBz2jyzY9Kp3KYTs2CvZK4irL_0O-xF1v7uTOS7EzcT2eJmN7rdlEwZq4GCfFfFwj_bxZze9g2TJw85-RwVjtf8NXsip7XCvGO9S2rLh7r5fltbd-Es/s200/h20.jpg" width="191" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;mari
 kita bahas tentang garam, karna garam(NaCL) ini salah satu unsur kita 
pakai dalam regenerasi resin cation (untuk softenerisasi dan tidak untuk
 demineralisasi, akan kita bahas nantinya :))&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Garam
 adalah bahan yang terdiri dari atom/kelompok atom bermuatan positif 
dengan atom/kelompok atom yang bermuatan negatif. contoh adalah garam 
meja umum yg merupakan natrium/sodium klorida, memiliki simbol kimia 
NaCL, yang berarti bahwa satu atom unsur natrium/sodium dikombinasikan 
dengan satu atom unsur klorin.Stabil sebagai garam karena natrium/sodium
 meminjamkan elektron terluar untuk klorin sehingga memungkinkan 
memiliki 8 elektron yg stabil di orbit luarnya. dengan demikian 
natrium/sodium kehilangan satu elektronnya sedemikian rupa sehingga 
cenderung memiliki muatan positif, klorin sekarang memiliki elektron 
ekstra menjadi cenderung negatif. oleh karena karakteristik ini klorin 
diambil nama ion (beban ion) sedang klorida diambil nama kimia garam...&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOBClDJkXE8W8U-Wf6KWEgT5oU2srDbxFRNx_Ac_1-xPBi11MVLpt7dJYNozILs55AVMXGR-U8VTIlC2g0Bjeo_jSpPz22AeA_BpLbhKX2eiwDfyFzIeGTFQNr69tRmMpRuDjV8vky3ODq/s1600/nacl.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOBClDJkXE8W8U-Wf6KWEgT5oU2srDbxFRNx_Ac_1-xPBi11MVLpt7dJYNozILs55AVMXGR-U8VTIlC2g0Bjeo_jSpPz22AeA_BpLbhKX2eiwDfyFzIeGTFQNr69tRmMpRuDjV8vky3ODq/s1600/nacl.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Water chemistry :&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Adalah
 penting untuk mengetahui dasar water chemistry ini sehingga dapat 
mengerti dan menjaga skala umur membrane/ pemulihan hasil 
output(permeate)atau disebut juga permeate recovery.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Ketika
 larutan larut dalam air, larutan tersebut terpecah menjadi 
cationic(unsur positif) dan anionic(unsur negatif), ion-ion yang paling 
umum ada di sumber air baku adalah :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;u&gt;&lt;b&gt;CATIONS (positif)&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;u&gt;&lt;b&gt;ANIONS(negatif)&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; hardness &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; alkalinity&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - calcium&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - bicarbonate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang="EN-US" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;"&gt;&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;- magnesium&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - carbonate &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; - hydroxide&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; sodium &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; sulfate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; potassium &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; chloride&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; flouride&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; nitrate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; silica&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;beberapa ion lain dapat secara signifikan antara lain :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; iron &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; sulfide&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; manganese &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; phosphate&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; aluminum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; barium&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; strontium&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; copper&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; zinc&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;RO. system permeate Recovery:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;sistem
 RO permeate recovery diartikan rasio antara permeate flow(arus aliran 
bersih) dengan feed flow (arus air baku),biasanya hasilnya dalam bentuk 
persen (%).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; permeate recovery = permeate flowrate / feed flowrate&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;

&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;permeate
 recovery digunakan sebagai penjelasan bagaimana efisiensi sistem RO 
yang telah dibuat apakah maksimal atau belum dan juga digunakan untuk 
menentukan tingkat konsentrasi zat terlarut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Semakin
 tinggi sistem recovery, maka semakin berkurang aliran konsentrat dan 
tingkat aliran air baku. jadi tingginya permeate recovery akan 
mengurangi pemakaian listrik, pretreatment chemical, dan air &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;tipe-tipe Membrane reverse osmosis :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;untuk
 standar aplikasi penyaringan air ada 2 yang paling umum yaitu 
menggunakan cellulose acetate (CA) atau polyamide (PA), tipe ketiga yang
 paling terbaru menggunakan polysulfone (PS).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;sedang tipe jenis air baku : tap water(TW),brackish water (BW), &amp;nbsp; ,seawater(SW).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Untuk diameter pipa pada sistem ro :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;flow(gpm) &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; pipa diameter(inch) &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; max.velocity (ft/sec)&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;0-4 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1/2 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 6.5&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;4-10 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 3/4 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 7.25&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;10-20 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 8.2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;20-50 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.5 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 9.1&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;50-100 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 2 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 10.2&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;100-175 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 2.5 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 11.4&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;175-300 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 3 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 13.6&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; velocity = (flow X 0.41) / ID 2 &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
velocity = kecepatan air masuk per detik&lt;br /&gt;
flow&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = aliran dalam gallon permenit&lt;br /&gt;
ID&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; = diameter pipa dalam inch&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Softenerisasi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;saya
 akan mencoba menjelaskan secara awam terlebih dahulu nanti kita akan 
bahas secara kimia..komponen dari softenerisasi umumnya yaitu : carbon 
aktif, silica sand(pasir silica), manganese greensand, resin (resin 
terbagi menjadi dua sifat : cation dan anion), dll. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;hardness/kesadahan
 : salah satu contoh yg dapat kita lihat jika kita memakai sabun dengan 
air hardness , air sabun akan hanya sulit berbusa. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;saya akan membahas mengenai resin dengan ilustrasi : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Jika
 kita pergi ke toko kimia ingin membeli resin, pemilik toko akan 
bertanya kepada anda " bpk mau beli resin utk apa..softener atau 
demin..? lalu saya bertanya kembali " kalau softener itu untuk apa..dan 
pakai resin yang mana aja, cation atau anion ? ", pemilik toko akan 
menjawab " begini pak..jika bpk ingin softenerisasi bpk cukup memakai 
carbon aktif dan resin cation saja..resin cation bekerja pada NA 
form(natrium) dilambangkan R-Na, dimana R artinya resin yang pore nya 
sedang mengadsorpsi ion Na , dimana karakteristik R-Na ini secara 
selectivity sangat mudah bertukar ion dengan ion CA2+ dan ion Mg2+ 
(dimana kedua ion ini adalah pembentuk senyawa hardness). sehingga 
ketika jenuh&amp;nbsp;resin cation menjadi R-CA dan R-Mg, dan ketika resin tidak 
bisa mengikat ion CA dan Mg maka harus di regenerasi dengan NaCl 
(konsentrasi tinggi) yang bisa mengalahkan selectivity resin cation 
terhadap ion CA dan Mg, sehingga setelah regenerasi ikatan resin menjadi
 R-Na kembali. "&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;"jika
 bapak ingin memakai untuk demin, bpk harus memakai cation (Strong Acid 
cation/SAC)dan anion(Strong base anion/SAB)..fungsi kerja dari kedua 
resin ini menarik ion + dan ion - sehingga menghasilkan H2O (air murni),
 tetapi untuk meregenerasi kedua resin ini berbeda dengan cara 
softenerisasi. Yaitu resin cation (cation exchanger) harus di regenerasi
 dengan HCl, dimana karakteristik R-H form secara selectifity mampu 
mengikat semua ion cation mis : lihat tabel diatas ". Sedangkan untuk 
resin anion (anion exchanger) dengan kaustic soda NaOH.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;penjelasan yang lain :&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Gugus aktif menentukan penukaran ion, jika kita menghendaki ion yang 
ditukar hanya ion penyebab kesadahan (Ca dan Mg), cation exchange resin 
harus diregenerasi dengan larutan garam (NaCl). Dari pertukaran ini, 
akan dihasilkan garam seperti Na2CO3 dll (contoh R-Na + CaCO3 &amp;lt;=&amp;gt; 
R-Ca + Na2CO3). Cation exchanger yang diregenerasi dengan NaCl dikenal 
dengan nama Water Softener karena yang ditukar adalah semua ion positif 
kecuali Na+ dan H+ khususnya Ca dan Mg...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jika 
meregenerasi cation exchanger (tanpa diikuti dgn Anion Exchanger) dengan
 H+ maka air produk akan memerlukan adjust pH karena produk menjadi asam
 seperti reaksi: R-H + CaCO3 &amp;lt;=&amp;gt; R-Ca + H2CO3 (asam). Jika tidak 
diikuti dengan Anion Exchanger maka air produk harus di adjust
 dengan caustic(bersifat basa). Hal ini tidak efektif... Ion yang ditukar adalah semua 
cation kecuali H+&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Cation exchanger diregenerasi dengan NaCl 
diikuti dengan Anion Exchanger maka hasilnya adalah basa (oleh sebab itu
 yang demikian bukanlah water demineralizer) seperti contoh reaksi 
berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;R-Na + CaCO3 &amp;lt;==&amp;gt; R-Ca + Na2CO3&lt;br /&gt;R-OH + Na2CO3 &amp;lt;==&amp;gt; R-CO3 + NaOH &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika Cation exchanger diregenerasi dengan HCl diikuti dengan Anion 
Exchanger maka hasilnya adalah H2O (oleh sebab itu yang demikian 
adalah water demineralizer) seperti contoh reaksi berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
R-H + CaCO3 &amp;lt;==&amp;gt; R-Ca + H2CO3 (dikenal dengan reaksi Salt Splitting&amp;nbsp; menghasilkan asam)&lt;br /&gt;
R-OH + H2CO3 &amp;lt;==&amp;gt; R-CO3 + H2O (dikenal dengan reaksi netralisasi menghasilkan air murni H2O) &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;reaksi salt splitting menghasilkan asam biasanya diproses melalui proses degasifier.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span id="yui_3_10_3_1_1378194099951_1042"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span id="yui_3_10_3_1_1378194099951_1042"&gt;Selepas dari cation exchange yg
 mengadsorpsi ion2 positif, maka yg tertinggal di aliran air adalah ion2 
negatif. CO2 dlm hal ini dianggap sbg ion negatif krn bisa membentuk 
ion2 karbonat dan bikarbonat. Nah, si CO2 dan ion2 negatif lainnya akan 
diadsorpsi di anion exchange di downstream cation exchange.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id="yui_3_10_3_1_1378194099951_1044"&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span id="yui_3_10_3_1_1378194099951_1046"&gt;Semakin
 tinggi konsentrasi ion2 ini di dlm air, maka anion exchange akan lbh 
cepat jenuh, dan frekuensi cleaning yg berarti jg konsumsi reagent 
semakin besar (juga berlaku utk cation exchange). Jika CO2 dihilangkan 
lewat degassifier di upstream/sebelum dr anion exchange, maka tugas si anion 
exchange hanyalah mengadsorp ion2 lainnya. Yg berarti anion exchangenya 
relatif lbh lama jenuh/kotornya, dan relatif lbh sedikit frekuensi 
cleaningnya, yg berarti jg lbh sedikit konsumsi reagentnya/chemical utk regenerasi.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;jadi mainsetnya : cation -&amp;gt; degasifier -&amp;gt; anion&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Degasifier&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Sistem
 degasifier ini sangat jarang dibicarakan, Ada 2 jenis umum yang 
digunakan yaitu Forced draft decarbonator dan vacuum degasifier. saya 
hanya membahas forced draft decarbonator karena saya anggap lebih 
praktis. sistem Forced ini dapat anda lihat jika anda pergi kerumah 
sakit Husada, saya pernah melihat sistem tersebut dari gedung baru 
lantai atas..&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;tujuan dari sistem ini adalah untuk menghilangkan CO2 dengan udara yang digerakkan dengan blower yang berada dibawahnya.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpRudyVDv4OQPVO-iH4HBXL8Wnj0Qde2SLsTjhbSDhB2HA_YgvgOpIyWvitgxLXUWdbdEswmT-XUbkk7snzN4zV-IfZgJjZahvhRLIGqEMrC82ABuHWjvwoiuU_gTRWek_EHuCtxR_rqVy/s1600/degasifier.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="268" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpRudyVDv4OQPVO-iH4HBXL8Wnj0Qde2SLsTjhbSDhB2HA_YgvgOpIyWvitgxLXUWdbdEswmT-XUbkk7snzN4zV-IfZgJjZahvhRLIGqEMrC82ABuHWjvwoiuU_gTRWek_EHuCtxR_rqVy/s640/degasifier.png" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;tangki
 sump ini akan menampung air yang sudah selesai melalui proses 
degasifikasi dan di alirkan dengan pompa menuju anion exchanger.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;Melihat dari proses softenerisasi dan demineralisasi yang telah kita bahas tersebut saya mempunyai beberapa pendapat/opini :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;1. air mempunyai dua faktor yaitu faktor &lt;u&gt;kimia/fisika&lt;/u&gt; dan faktor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;u&gt;biological&lt;/u&gt; , itu yang harus menjadi dasar utama mengapa kita&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencari penyaring yang mampu menghilangkan/mengurangi ke dua&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; faktor tersebut. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;2. perkembangan reverse osmosis ini sudah sangat jauh, semua orang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; banyak mengetahui dan banyak dibicarakan.&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pengertian softernerisasi dan demineralisasi semakin banyak di-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengerti juga, sehingga terjadi pengertian yang salah terhadap&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; reverse osmosis dengan demineralisasi dalam hal tujuan untuk&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mencapai tingkat kemurnian air antara 0-10 ppm(TDS).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; melihat sistem demineralisasi yang begitu mudah, cepat tanpa ada&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sisa pembuangan. hal ini sangat menarik sekali untuk di pertim-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bangkan beralih kesistem demin tersebut. Untuk masalah kimia/&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; fisika hal itu adalah benar tetapi dalam hal faktor biological&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; masalah tersebut belum bisa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Setelah melalui proses softernerisasi atau demineralisasi, posisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; air tersebut adalah masih sebagai bahan baku didalam sistem re-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; verse osmosis.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;3. sistem demin jika dipakai untuk minum adalah tidak baik karena&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; hasil air dari sistem demin tidak akan menjamin air tersebut be-&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bas bakteri, sekalipun keruh, tds dari air demin sangat rendah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bahkan lebih rendah dari hasil RO. air demin tersebut akan di&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dialirkan kedalam tabung carbon aktif untuk menghasilkan warna&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; air yang bening dan rasa yang baik. kemudian dialirkan ketabung&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; UV( ultra violet)setelah proses ini akan sangat sulit membedakan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mana yang hasil RO dengan hasil Demin. Sehinggga dalam sistem&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; demin, Ultra Violet menjadi satu-satunya alat yang diharapkan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dapat mencegah/menghilangkan bakteri. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&lt;u&gt;&lt;b&gt;Activated carbon &lt;/b&gt;&lt;/u&gt;:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;h&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;asil
 dari membrane Ro. dalam satuan gpd (galon per day 1 Galon = 3,78 Ltr) 
tergantung dari tekanan, temperatur air dan tingkat Tds (total dissolved
 solids) air baku/umpan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Expected Gpd = tingkat Gpd X PFC X TCF&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;PFC = pressure correction factor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;TFC = temperatur correction factor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;cat: tekanan membrane selain 60 psi dikalikan dengan PCF.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;PCF = tekanan (psi) / 60&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;contoh : residential ro (tipe perumahan)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&amp;nbsp; 
berapakah hasil keluaran (output) jika sebuah membrane residential ro 
sistem 75 gpd dijalankan dengan tekanan 40 psi dan dengan temperatur air
 baku 60"F ?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; PCF &amp;nbsp; = 40/60 = 0,666&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; TFC &amp;nbsp; = 0,754 ( dari tabel TFC)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; expected GPD = 75 X 0,666 X 0,754 = 37,7 GPD&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;temperatur correction factor table&lt;/u&gt;&lt;/b&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;u&gt;'F/'C&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; TFC&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 'F/'C&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; TFC&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 'F/'C&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; TFC&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
41.0/5&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 0.521&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 59.0/15&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 0.730&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 77.0/25&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1.000&lt;br /&gt;
42.8/6&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 0.540&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;u&gt;&lt;b&gt;60.8/16&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.754&lt;/b&gt;&lt;/u&gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 78.8/26 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.031&lt;br /&gt;
44.6/7 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.560 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 62.6/17 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 0.779 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 80.6/27 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.063&lt;br /&gt;
46.4/8 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.578 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 64.4/18 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 0.804 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 82.4/28 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.094&lt;br /&gt;
48.2/9 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.598 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 66.2/19 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 0.830 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 84.2/29 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.127&lt;br /&gt;
50.0/10 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.620 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 68.0/20 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 0.857 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 86.0/30 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.161&lt;br /&gt;
51.8/11 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.640 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 69.8/21 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 0.884 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 87.8/31 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.196&lt;br /&gt;
53.6/12 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.661 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 71.6/22 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 0.912 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 89.6/32 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.232&lt;br /&gt;
55.4/13 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.684 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 73.4/23 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 0.941 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 91.4/33 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.267&lt;br /&gt;
57.2/14 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 0.707 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 75.2/24 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; 0.970 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 93.2/34 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.304&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;secara
 sederhana kita dapat juga menghitung tingkat persentase reject dari 
membrane (setiap membrane mempunyai factory rejection berbeda-beda, 
tergantung merk dagang mis. filmtech,osmonic,luso,dll)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;contoh : &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;kadar air baku&amp;nbsp; Ro. &amp;nbsp;&amp;nbsp; = 150 ppm (partiker per million) adalah X&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;hasil Ro bersih &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; = 7 ppm adalah Y&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;X - Y &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; = 143 ppm&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;(X-Y)/ X &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; = 143/150 = 0.953&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;rejection &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; = {(X-Y)/X} X 100&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; = 0.953 X 100 = 95.3 %&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;, Courier, monospace;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2014/11/reverse-osmosis-tanya-jawab-reverse.html</link><author>noreply@blogger.com (Djavamica Creation)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDAnCBvGpnlTyKpysmIurY-k8FpHz7xuckj-fkDyoaYIAGR_B4q3oKTOUIEpRsDgnnBq59an7CYu11DxTK_xaM7_jYVYofb6FolBY9DoOIqcNY0zMneN02UrKx7ow-CvPORIfbtSczTrwx/s72-c/CMLITEWDROP.JPG" width="72"/><thr:total>18</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-624747078589124766</guid><pubDate>Mon, 10 Nov 2014 03:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T19:36:15.906-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment plant</category><title>MENGAPA BAKTERI SELALU MUNCUL PADA WTP DAN RO?</title><description>Anda mungkin pernah bahkan sering dibuat terheran-heran kenapa air hasil olahan WTP atau Reverse Osmosis selalu muncul bakteri ( bakteri yang lazim muncul adalah TPC, E-Coli,Yeast Mold ) ketika dianalisa di laboratorium, padahal anda sudah melakukan cleaning dan sanitasi secara intensif bahkan berulang-ulang, sebenarnya hal seperti ini sangat wajar terjadi, apalagi jika membran RO anda&amp;nbsp; telah berumur lebih dari 3 bulan pemakaian, hal ini disebabkan karena banyak faktor yang mungkin luput dari pengawasan anda, faktor penyebabnya antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5zcbHYnr-kszxcFR0HCtRpNCPUDxTmdfT9kWB2TTJOErP4CT5z8FY-PNxbqdeGScFllgesH1R4jRkRs9nKsfAzhxjBDX8q7p395V_LjhOLsjttYJBch0Dc7TNmyNS-H2Ce2c2J8ODHnY/s1600/e-coli-stock+copy.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5zcbHYnr-kszxcFR0HCtRpNCPUDxTmdfT9kWB2TTJOErP4CT5z8FY-PNxbqdeGScFllgesH1R4jRkRs9nKsfAzhxjBDX8q7p395V_LjhOLsjttYJBch0Dc7TNmyNS-H2Ce2c2J8ODHnY/s1600/e-coli-stock+copy.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1. Terjadi kebocoran pada jalur pengolahan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal yang paling sering terjadi adalah banyak orang menyepelekan kebocoran pada jalur pengolahan air, karena menganggap RO bisa menyaring semua bakteri yang ada nyatanya tidak, kebocoran sekecil apapun harus segera ditangani, sebab kontaminasi dari udara luar akan semakin mempercepat perkembangbiakan bakteri atau bahkan memunculkan bakteri baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Kadar disinfektan pada pre-treatment kurang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketepatan penghitungan kadar larutan disinfektan terhadap kapasitas operasional WTP memang harus diperhatikan, mengingat cairan disinfektan sebenarnya tidak 100% dapat membunuh bibit bakteri, sehingga bakteri yang belum sempat terbunuh akan aktif kembali dan sulit dikendalikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Tanki penyimpanan tidak tertutup dengan baik&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanki penyimpanan yang baik adalah yang tidak ada celah kecuali hanya pada system ventilasinya, system ventilasi bisa diberikan filter berupa dacron, sehingga tekanan udara yang terdorong karena pengisian air keluar lewat ventilasi akan tetapi udara luar yang akan masuk tetap tersaring oleh dacron&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Ruangan tidak steril dan Suhu tinggi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Udara yang kotor merupakan salah satu penyebab terkontaminasi, dan suhu yang cenderung hangat akan mempercepat perkembang biakan bakteri (bakteri akan bertumbuh dengan cepat pada suhu 40 s/d 80 derajat celcius).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Terdapat Slime dan sisa lumut pada jalur pipa dan membran&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Microbial Slime atau lendir dan lumut yang menempel pada pipa biasanya berbanding lurus dengan jumlah temuan bakteri pada air, hal ini disebabkan karena slime tersebut bisa menjadi makanan bakteri,&lt;br /&gt;
pada Jalur pipa cara menanggulanginya bisa dengan cara mengaliri pipa dengan cleaning agent semisal caustic soda (NaOh) atau bisa juga dengan chlorine (Cl2).&lt;br /&gt;
Pada internal system RO biasanya sebelum cleaning rutin dilakukan sirkulasi menggunakan cleaning agent anti slime yang banyak dijual di supplier chemichal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal hal diatas merupakan masalah yang seringkali ditemui di lapangan, namun ada beberapa masalah yang off the record yang kadang harus dianalisa secara mendalam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bisa membantu .(Watso)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2014/11/mengapa-bakteri-selalu-muncul-pada-wtp.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5zcbHYnr-kszxcFR0HCtRpNCPUDxTmdfT9kWB2TTJOErP4CT5z8FY-PNxbqdeGScFllgesH1R4jRkRs9nKsfAzhxjBDX8q7p395V_LjhOLsjttYJBch0Dc7TNmyNS-H2Ce2c2J8ODHnY/s72-c/e-coli-stock+copy.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-236126790026022777</guid><pubDate>Sun, 02 Nov 2014 08:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:12:01.899-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment</category><title>CARA MURAH MENGATASI AIR BERWARNA KUNING DAN BERBAU</title><description>Anda mungkin pernah mengalami masalah air sumur berwarna kuning, kecoklatan dan bau, hal ini disebabkan oleh berbagai macam kemungkinan semisal kandungan besi yang sangat tinggi, sumber air dibuat dibekas lahan yang mempunyai kadar organik tinggi (bekas pembuangan sampah, rawa, lahan gambut dll) sampai karena kadar besi (fe) dan mangaan (mn)&amp;nbsp; yang tinggi. 
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
masalah air yang berwarna dan berbau ini sebenarnya bisa anda atasi dengan cara yang sederhana dan relatif murah, bagi industri kecil mungkin ini bisa mengurangi cost pengeluaran dan untuk dipakai di rumah tangga tidak akan memberatkan uang belanja. &lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
beberapa cara mengatasinya antara lain :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;b&gt;1. saringan terbuka&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
buat bak dari beton atau bisa juga memanfaatkan gentong besar, kemudian pada bak pertama isi dengan susunan media sebagai berikut:&lt;br /&gt;
- batu kerikil dengan diameter rerata 8cm&lt;br /&gt;
-pecahan genteng dengan lebar rerata 4cm&lt;br /&gt;
-arang batok kelapa ( bisa buat sendiri atau beli di tukang arang) &lt;br /&gt;
-ijuk (dapat dibeli di toko kelontong dengan harga murah) &lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
kemudian buat lubang di bawah bak yang berguna sebagai keluaran air bersih,&amp;nbsp; untuk ukuran anda bisa menyesuaikan dengan berapa liter kapasitas air yang anda inginkan.&amp;nbsp; (lihat gambar)&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTEWlmTK_kUFY1ckEQWCA5SE_uP5CnG7Nu6jPmPTBmZrOBHXKCh_CIyKdLVo22T9vdX6HWkxzN1na0HLQD4DgE2uGu76e7rJZRQpZW1o_UW4RyGW7jKCqTeRE_BHAbWqY3aIJkncv1l3Q/s1600/20141104_211735-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTEWlmTK_kUFY1ckEQWCA5SE_uP5CnG7Nu6jPmPTBmZrOBHXKCh_CIyKdLVo22T9vdX6HWkxzN1na0HLQD4DgE2uGu76e7rJZRQpZW1o_UW4RyGW7jKCqTeRE_BHAbWqY3aIJkncv1l3Q/s1600/20141104_211735-1.jpg" height="286" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;b&gt;2.Tawas&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
tawas dalam bahasa teknisnya adalah alumunium sulfat, Cara kerja tawas adalah dengan menyerap kotoran-kotoran yang ada di sekelilingnya, kemudian mengendapkannya. Tawas biasa dijual di toko-toko bangunan berupa bebatuan kecil. &lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
caranya anda bisa membuat bak penampungan atau langsung menaburkan kedalam sumur. &lt;br /&gt;
-jika anda ingin menggunakan dengan cara membuat bak penampungan anda harus mencairkan terlebih dahulu tawas dengan mencampur air, kemudian masukan larutan tawas kedalam ember atau botol bekas air mineral beri lubang kecil agar tawas bisa menetes kedalam bak penampungan (sesuaikan lubang dengan kapasitas aliran yang anda inginkan).&amp;nbsp; kemudian buat lubang di atas bak penampungan sebagai jalur keluaran air bersih. &lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
-menaburkan tawas kedalam sumur, haluskan tawas terlebih dahulu kemudian sebarkan kedalam aumur anda, tunggu sampai beberapa jam dan lihat hasilnya, semakin dalam sumur anda maka tawas yang dibutuhkan semakin banyak juga.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;b&gt;3.menanam ijuk pada sumur&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
buatlah rangkaian ijuk pada membentuk lingkaran sesuai diameter sumur kemudian tanam ijuk kedalam sumur dan tumpangi pemberat pada atasnya agar ijuk tidak mengambang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;b&gt;4.membuat filter karbon, zeolit, mangaanese, ferolite&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
siapkan pipa paralon diameter 4 inch, panjang 1mtr dan dopnya kemudian lubangi pada sisi kiri dan kanan dan sambungkan keluaran pompa pada satu lubangnya. &lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
zeolite/mangaanese/ferolite dapat dibeli di toko alat-alat water treatment, &lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
bungkus media dengan kain mesh kemudian masukkan kedalam pipa dengan perbandingan 1/2mtr ada media dan 1/2mtr kosong, lalu tutup paralon dengan dop yang sudah dilubangi pada sisi satunya. &lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
nyalakan pompa dan lihat hasilnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;b&gt;5.Bak Over Flow&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;buatlah tiga bak dengan level berbeda, yang nomor satu yang tertinggi dan nomor tiga yang terendah, buat jalur agar air meluber secara perlahan dari bak 1 sampai bak 3, cara ini sebenarnya hanya memperlama proses aliran air dari outlet pompa ke outlet user. (lihat gambar)b &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiurUFWAaIHFMKmNQyYVoDoPAWZhTxtD5K22fMxnHRlhcV-Tr_MoUEntyHNtjEnleXrpuBYte4YfFI_8jRkmJcPoraPAsTdefz_7H0GuK5W-OtmqOHaeskiu5aD3XmzLNkjJ3paKd8ASWk/s1600/20141104_212524-1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiurUFWAaIHFMKmNQyYVoDoPAWZhTxtD5K22fMxnHRlhcV-Tr_MoUEntyHNtjEnleXrpuBYte4YfFI_8jRkmJcPoraPAsTdefz_7H0GuK5W-OtmqOHaeskiu5aD3XmzLNkjJ3paKd8ASWk/s1600/20141104_212524-1.jpg" height="237" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
cara-cara di atas dapat dilakukan se ndiri dengan harga yang relatif murah. &lt;/div&gt;
&lt;div dir="ltr"&gt;
&lt;b&gt;semoga bermanfaat dan selamat mencoba. (watso) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2014/11/cara-murah-mengatasi-air-berwarna.html</link><author>noreply@blogger.com (Djavamica Creation)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiTEWlmTK_kUFY1ckEQWCA5SE_uP5CnG7Nu6jPmPTBmZrOBHXKCh_CIyKdLVo22T9vdX6HWkxzN1na0HLQD4DgE2uGu76e7rJZRQpZW1o_UW4RyGW7jKCqTeRE_BHAbWqY3aIJkncv1l3Q/s72-c/20141104_211735-1.jpg" width="72"/><thr:total>50</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-2091251760138594856</guid><pubDate>Mon, 20 Oct 2014 12:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-10-20T05:32:31.663-07:00</atom:updated><title>Bagi Ilmu: Reverse Osmosis</title><description>&lt;a href="http://rondy-partner.blogspot.com/2009/08/reverse-osmosis.html"&gt;Bagi Ilmu: Reverse Osmosis&lt;/a&gt;</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2014/10/bagi-ilmu-reverse-osmosis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-1689179486760408605</guid><pubDate>Fri, 17 Oct 2014 10:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:12:46.603-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment plant</category><title>SYSTEM PENGOLAHAN AIR CLARIFIER</title><description>Clarifier adalah alat / tempat untuk menjernihkan air baku yang keruh ( mis: air sungai, air tanah )dengan cara melakukan pengendapan, untuk mempercepat pengendapan lazimnya ditambahkan chemical koagulan dan flokulan agar terjadi proses &lt;i&gt;koagulasi&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;flokulasi&lt;/i&gt; pada air.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Koagulasi &lt;/i&gt;adalah pemisahan padatan yang 
tersuspensi dalam air melalui proses kimia.&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Flokulasi &lt;/i&gt;adalah proses 
penggabungan dari flok-flok kecil sehingga membentuk partikel yang lebih
 besar dengan harapan semakin besar gumpalan padatan maka kecepatan pengendapan yang dihasilkan lebih besar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penentuan dosis dari 
flokulan dan koagulan tersebut biasanya bisa ditentukan melalui &lt;i&gt;jar test&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Flok yang sudah terbentuk pada proses biasanya dibuang melalui drain yang terdapat di bawah clarifier, sedangkan hasil air pengendapan di alirkan ke penampungan selanjutnya dengan system &lt;i&gt;overflow&lt;/i&gt; (meluberkan wadah).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibutuhkan alat-alat penunjang clarifier agar proses pengendapan mendapatkan hasil seperti yang diharapkan, alat-alat penunjang yang lazim digunakan adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
1.Dosing pump yang berfungsi untuk inject chemical (koagulan,flokulan khlorin dll), untuk besaran flow rate dosing pump seyogyanya dihitung berdasarkan kapasitas pompa yang dibutuhkan dengan batas minimal 0,1-1% (mis: Flow air yang diinginkan 2000 liter/jam maka dosing pump yang ideal mempunyai kapasitas maksimal 2 liter - 20 liter/jam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.Mixing Tank yang berfungsi sebagai tanki buffer untuk memastikan chemical teraduk sempurna dan homogen dengan air, sehingga proses kimiawi yang dihasilkan bisa optimal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3.Sediment Pond yang berfungsi kolam untuk mengendapkan lumpur atau padatan yang telah terbentuk
 di clarifier tetapi belum sempat mengendap dengan sempurna, sediment pond juga bisa meringankan kerja Sand Filter sehingga tidak sering mampat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4.Bag Filter 20 micron, yang diperlukan jika karakter air baku tidak bisa merespon proses koagulasi dan flokulasi dengan cepat sehingga masih tersisa flok flok halus yang tidak bisa terendap sempurna walaupun sudah melewati proses dalam sediment pont&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Flokulan dan koagulan yang lazim dipakai adalah PAC (Poly Alumunium Chloride), Tawas 
dan soda ash.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelemahan proses pengolahan clarifier memerlukan rentang waktu yang lebih lama dari pada pengolahan menggunakan filtrasi dan membutuhkan tempat yang besar, tetapi sangat efektif untuk mengolah dari air yang benar-benar keruh secara kasat mata menjadi jernih, juga memperpanjang umur proses filtrasi setelahnya (mis; Sand Filter, Carbon Aktif, Softener, RO)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
catatan tambahan ; chemical koagulasi harus di pakai seminim mungkin sebab dapat memperpendek umur arang dalam sistem filtrasi Carbon Aktif. (Kra)</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2014/10/system-pengolahan-air-clarifier.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>11</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-3859251428165742698</guid><pubDate>Wed, 15 Oct 2014 14:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-15T18:16:07.954-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment plant</category><title>pH AIR OLAHAN RO / REVERSE OSMOSIS RENDAH</title><description>&lt;b style="font-size: 10pt;"&gt;"Kenapa air RO ber-PH rendah?"&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Air yang telah di hasilkan dengan baik oleh system RO adalah air yang telah murni,sudah sering para pengguna RO dikejutkan dan sedikit gelisah mendapati bahwa air bersih mereka juga "acidic"(terlalu asam),yang berarti mempunyai pH rendah. pH netral di tetapkan sebagai 7.00, tetapi tipikal air RO menunjukkan pH antara 5.00 s/d 6.00.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDnxLMBwaliUcMHDm1wigT5DDa2ZrxLOUvDEJkEB-qUZAlCTRd3jAQ9YP9dx1V37lehfoWhk3_kfbK9beSsPh49GKaFnb5K6s_Ui6bUTS5MLLLnnQpbcdVhlgcatezM3jCpqEjsnOlkJI/s1600/h20.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDnxLMBwaliUcMHDm1wigT5DDa2ZrxLOUvDEJkEB-qUZAlCTRd3jAQ9YP9dx1V37lehfoWhk3_kfbK9beSsPh49GKaFnb5K6s_Ui6bUTS5MLLLnnQpbcdVhlgcatezM3jCpqEjsnOlkJI/s1600/h20.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Skala pH yang di berikan, seperti skala Richter yang di berikan pada gempa bumi,ini berkaitan dengan hitungan logaritma,yang berarti air pH 5.00&amp;nbsp; sebenarnya 100x lebih asam dari air pH 7.00, tentunya terdengar sangat drastis, tetapi seharusnya kandungan air RO yang agak unik ini sesungguhnya tidak perlu menyebabkan ketakutan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Pertama, perlu dilihat pada dasar apa ukuran pada pH, pH adalah sebuah kadar relatif keasaman atau kadar alkali yang terlarut. Beberapa zat kimia, seperti ion hidrogen yang menurunkan pH suatu larutan, Ini benar-benar dipertimbangkan sebagai asam, Zat kimia lain seperti ion hidroxide, menaikkan pH sebuah larutan, semua itu disebut basa. .&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Banyak asam dan dasar berbeda yang mempengaruhi pH, tetapi untuk kejelasannya palimg mudah berpikir tentang hubungan ion hidrogen(H+) dan Hidroxide(&lt;st1:place w:st="on"&gt;&lt;st1:state w:st="on"&gt;OH-&lt;/st1:state&gt;&lt;/st1:place&gt;). Ketika air mempunyai ion hidrgen yang lebih banyak dari ion hydroxide, ia bersifat asam (pH &amp;lt;7). Dan sebaliknya di sebut basa (pH &amp;gt;7).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Air seperti yang kita telah pelajari, di uraikan dengan formula cairan H2O,Jika anda dapat menguraikannya sekecil mungkin untuk dapat melihat molekulnya, anda melihat segelas air, anda akan melihat molekul air tidak se simple yang di uraikan dengan H2O, tetapi mereka selalu memisah dan menyatu kembali, H2O akan terpisah jadi dua bagian H+ dan H-, dan bergabung lagi. Didalam segelas air itu terdapat berjuta molekul air,semua berpisah dan bersatu kembali secara konstan. Jika air itu adalah air RO yang benar-benar murni,dan tidak memiliki kandungan kimia lain yang menghancurkan siklus ini, maka pH akan tetap normal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Karena di sini hanya terdapat molekul H2O, Jumlah ion H dan OH nya akan genap atau sama. Tidak akan terdapat ion H melebihi OH begitu pula sebaliknya, dan asam pada H+ akan "diatasi" dengan basa pada OH-, keseimbangan antara ion hidrogen dan hidroxide ini yang membuat sebuah larutan normal (tidak terlalu asam ataupun basa). Oleh karena itu, air yang benar-benar murni selalu normal karena tidak ada kandungan kimia lain yang mengganggu keseimbangan H/OH.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Mengapa kemudian tes air RO mempunyai hasil pH yang rendah? Benar-benar murni berarti netral juga menjadi sensitif terhadap penambahan kandungan kimia lain. Dengan kata teknis, air RO sedikit atau tidak memiliki kapasitas untuk bertahan. Ini berarti penambahan asam yang sedikitpun akan berpengaruh besar pada pH.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt; Pertimbangkan contoh ini&lt;/b&gt;,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp;Seorang pria dengan penutup mata di tempatkan di sebuah ruangan .Kita mengatakan bahwa ia harus mengangkat tangan saat dia mendengar bayi menangis, jika ruangan itu sepi, bebas dari kontaminasi kebisingan yang lain, ketika bayi menangis, ia akan langsung mengangkat tangannya, tapi bagaimana jika ruangan itu di penuhi kawanan burung camar, beberapa pekerja bangunan dengan jackhammer, raungan sebuah mesin jet,group band heavy metal tahun 80'an, dan kebisingan yang lain dan kemudian bayi itu menangis, dia tidak akn dapat memperhatikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Ruangan kosong dan sepi seperti segelas air RO, biarpun sedikit kandungan asam (seorang bayi menangis) di tambahkan , perubahan akan sangat mudah terbentuk. Ruangan yang bising sama seperti air kran,penuh dengan kandungan garam dan mineral dan zat yang biasanya di temukan pada air, penambahan sesuatu pada dasarnya tidak terlalu diperhatikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Biasanya, air kran yang tidak di olah bersifat mengandung beberapa chemical yang di tetapkan sebagai buffer. Ketika ion H+ di tambahkan pada air kran biasa, beberapa buffer tersebut menangkap ion H+ dan menyatu dengannya. Kemudian juga saat ion H+ telah ditambahkan, pH nya tidak akan berubah karena jumlah ion "free H+" didalam nya masih relatif sama dengan jumlah ion "free OH-.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Membran Reverse Osmosis tidak menghilangkan gas pada air, seperti karbon dioksida dalam air, juga ketika air RO terkena udara, sedikit karbon dioksidanya akan mulai larut dalam air. Jadi kandungan alkalinitas air RO telah hilang dan keasaman yang di sebabkan oleh gas tertinggal di dalam nya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Kemudian, jika anda sekecil mungkin pada molekulnya, anda akan melihat apa yang terjadi? Anda akan melihat molekul karbon dioksidanya mengkombinasi dengan beberapa ion OH- pada air, ini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;berarti di situ relatif terdapat lebih banyak "free H+, karena beberapa ion OH- nya telah "ditangkap" oleh karbon dioksida di dalam air, mempunyai lebih banyak "free H+" dari"free OH-" didalamnya seperti yang telah kita uraikan diatas tentang bagaimana sebuah larutan acidic, maka dari itu kenapa pH air RO bertipikal lebih rendah dari normal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Jika anda mendapati rendahnya pH air RO tidak perlu kuatir karena "keasaman" dalam air RO begitu lemah. Untuk dapat membuat air RO kembali netral, ini hanya perlu sedikit basa. Contohnya jika anda mempunyai segelas air RO dengan pH 5.00 dan anda menambahkan sedikit baking soda (basa) yang akan menetralisir sedikit asam di dalam air tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Untuk seseorang yang kuatir akan efek pH rendah air RO pada tubuh, Saya tidak menganjurkan jalan untuk menambahkan baking soda untuk tiap gelas yang akan di minum. Sewaktu seseorang minum&amp;nbsp; air dengan pH rendah, air tersebut akan mengkombinasi dengan saliva/ludah dan kemudain dengan isi perut, ini akan terhenti secara alamiah (karena telah tercampur dengan saliva/ludah dan makanan yang telah dikunyah) dan air tadi tidak lagi mempunyai karakter pH yang unik yang diuraikan di atas. Apalagi pH dalam perut manusia sehat bertipikal lebih rendah dari 2.00. Yang nantinya air yang masuk ke dalam perutpun akan berubah menjadi asam juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&amp;nbsp; Keasaman merupakan hal yang perlu dalam kesehatan, Tanpa asam didalam perut kita, kita tidak akan dapat mencerna makanan dan kita akan rentan sakit karena asam dalam perut dapat membunuh beberapa bakteri dan hal lain yang kita cerna. Yang dapat mempengaruhi keseimbangan pH tubuh kita ketika kita meminum air RO pH rendah adalah jika kita meminum banyak sekali, dan tidak memakan apapun, dan terus menerus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;span style="font-size: 10pt;"&gt;Terkecuali situasi yang demikian, meminum air RO pH rendah pada dasarnya tidak akan mempengaruhi pH tubuh kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2009/08/ph-rendah-air-permeate-reverse-osmosis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDnxLMBwaliUcMHDm1wigT5DDa2ZrxLOUvDEJkEB-qUZAlCTRd3jAQ9YP9dx1V37lehfoWhk3_kfbK9beSsPh49GKaFnb5K6s_Ui6bUTS5MLLLnnQpbcdVhlgcatezM3jCpqEjsnOlkJI/s72-c/h20.jpg" width="72"/><thr:total>36</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-4975833233224762993</guid><pubDate>Wed, 08 Dec 2010 14:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:15:04.020-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">astronomi</category><title>5 Fakta Tentang Bulan Yang Mungkin Belum Kita Ketahui</title><description>&lt;div&gt;
&lt;div style="background-color: transparent; border: medium none; color: black; overflow: hidden; text-align: left; text-decoration: none;"&gt;
&lt;div class="post-header"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="post-body entry-content"&gt;
&lt;div class="post-body entry-content"&gt;
&lt;style&gt;
.fullpost { display: inline; }
&lt;/style&gt; &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidCU6H9ZoW7iWYQazCJwtg51T91SpL0-CUEZpQskYK_8EFBrx073jpSjNXtW28rO5t9jpNZzHYf5UfKRSGpOP-QH5JL0Vz-Rp0i5lA3zI8vp37E3T5q0zuBFT1HDnr4pHICXWXIgPI1Hj_/s1600/Misteri+Bulan.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidCU6H9ZoW7iWYQazCJwtg51T91SpL0-CUEZpQskYK_8EFBrx073jpSjNXtW28rO5t9jpNZzHYf5UfKRSGpOP-QH5JL0Vz-Rp0i5lA3zI8vp37E3T5q0zuBFT1HDnr4pHICXWXIgPI1Hj_/s200/Misteri+Bulan.jpg" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5523760842686043826" style="cursor: pointer; float: left; height: 150px; margin: 0pt 10px 10px 0pt; width: 200px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bulan  yang biasa kita amati pada malam  hari ternyata menyimpan suatu misteri  unik yang tetap dipertanyakan oleh  para ahli. Keberadaannya, usianya,  dan bahkan semua tentang bulan  membuat gambaran dari bulan itu sendiri  menjadi suatu misteri bagi  penduduk bumi.&lt;/div&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Dr.  Robin Brett  dari NASA pernah mengatakan bahwa, “sepertinya lebih mudah  menjelaskan  mengapa bulan tidak ada daripada mengapa ada bulan.”&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Usia  Bulan&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Salah  satu yang  paling membingungkan dari bulan adalah usianya. Hampir semua  dari  bebatuan bulan yang dibawa ke bumi untuk diamati ternyata  mempunyai usia  90% lebih tua dibandingkan dengan bebatuan bumi yang  paling tua  sekalipun. Hingga saat ini bebatuan bumi yang paling tua  yang pernah  ditemukan adalah yang berumur 3,7 miliar tahun, sedangkan  bebatuan bulan  ternyata berusia antara 4,3 dan 5,3 miliar tahun.  Penelitian tentang  bulan ini sekaligus membuat lutut dari para pengagum  teori kreasonis  (teori penciptaan bumi) sempat gemetar. Dalam bible  sendiri dicatat  bahwa bulan diciptakan pada hari keempat, dan  seharusnya apapun yang  ditemukan para ahli diluar sana mengenai bulan  akan mengatakan bahwa  bulan setidaknya lebih muda dari bumi. Jika dalam  beberapa dekade  kedepan tidak ditemukan lagi bebatuan bumi yang lebih  tua, maka  kemungkinan fakta mengenai bulan akan mulai mengolok-olok  para pengagum  teori kreasonis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Bulan Berongga&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Ketika  akan meninggalkan bulan dalam misi  pendaratan di bulan, pesawat apolo  12 melontarkan pesawat pendarat  kembali ke bulan, dan dari apa yang  dicatat oleh mesin pencatat gempa  yang dipasang di bulan, ternyata  terjadi gempa yang berlangsung selama  lebih dari 15 menit dalam radius  72km dan mengeluarkan dengungan. Sama  halnya ketika kita memukul tong  kosong dengan martil sekuat tenaga, maka  tong tersebut akan  mengeluarkan bunyi dari getaran yang dihasilkan. Hal  yang sama juga  terjadi pada bulan, dan ini telah membuktikan bahwa  bulan itu kosong.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Debu yang Hilang&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Jika  memang bulan memiliki usia seperti  bebatuannya yang berhasil diteliti,  maka seharusnya ada tumpukan debu  yang menutupi permukaannya setebal  180 kaki, namun nyatanya debu yang  menutupi permukaan bulan hanya  setebal 2 inci.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Berlapiskan  Unsur Logam&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Komposisi   bebatuan bulan ternyata bukan sembarang bebatuan. Ketika para ahli   mencoba melakukan pengeboran di bulan mereka terkejut karena mendapati   permukaan bulan terlalu sukar untuk ditembus. Setelah diteliti, ternyata   terdapat komposisi unsor logam yang sangat keras, yaitu unsur logam   titanium, bahan yang sama yang digunakan untuk membuat pesawat   antariksa. Kesimpulan mengenai bulan pun semakin bertambah yaitu, bola   titanium raksasa yang berongga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Dewa Anjing Menelan Matahari&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Orang  dahulu acap kali berhasil mengamati  suatu fenomena alam yang aneh,  mereka menyebutnya dengan istilah “dewa  anjing menelan matahari”, di  saat itu akan ada benda langit berwarna  hitam menutup total matahari,  langit siang hari yang terang benderang  tiba-tiba menjadi gelap gulita,  dipenuhi dengan kelap-kelip bintang,  yaitu “gerhana matahari total”  yang dikenal oleh ilmuwan sekarang ini.  Pada saat gerhana matahari  total, benda langit hitam yang kita lihat  adalah bulan, ukuran bulan  persis bisa menutupi matahari, artinya jika  dilihat dari bumi, bulan  dan matahari sama besarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span class="fullpost"&gt;Belakangan   astronom mendapati, bahwa jarak matahari ke bumi persis 395 kali lipat   jarak bulan ke bumi, sedangkan diameter matahari juga persis 395 kali   lipat diameter bulan, maka jika dilihat dari bumi, bulan persis sama   besarnya dengan matahari. Diameter bumi adalah 12.756 km, diameter bulan   3.467 km, dan diameter bulan adalah 27%-nya diameter bumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://menujuhijau.blogspot.com/2010/10/5-fakta-tentang-bulan-yang-mungkin.html#ixzz17X1elxzj" style="color: #003399;"&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2010/12/5-fakta-tentang-bulan-yang-mungkin.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEidCU6H9ZoW7iWYQazCJwtg51T91SpL0-CUEZpQskYK_8EFBrx073jpSjNXtW28rO5t9jpNZzHYf5UfKRSGpOP-QH5JL0Vz-Rp0i5lA3zI8vp37E3T5q0zuBFT1HDnr4pHICXWXIgPI1Hj_/s72-c/Misteri+Bulan.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-5626126611958695975</guid><pubDate>Tue, 05 Oct 2010 02:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:15:25.963-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment plant</category><title>Kesadahan karbonat ( KH)</title><description>Kesadahan karbonat atau KH merupakan besaran yang menunjukkan kandungan ion bikarbonat (HCO3-) dan karbonat (CO3–) di dalam air. KH sering disebut sebagai alkalinitas yaitu suatu ekspresi dari  kemampuan air untuk mengikat kemasaman (ion-ion yang mampu mengikat H+). Oleh karena itu, dalam sistem air tawar, istilah kesadahan karbonat, pengikat kemasaman, kapasitas pem-bufferan asam, dan alkalinitas sering digunakan untuk menunjukkan hal yang sama.  Dalam hubungannya dengan kemampuan air mengikat kemasaman, KH berperan sebagai agen pem-buffer-an yang berfungsi untuk menjaga kestabilan pH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;KH pada umumnya sering dinyatakan sebagai derajat kekerasan dan diekspresikan dalam CaCO3 seperti halnya GH.&lt;/b&gt; Kesadahan karbonat dapat diturunkan dengan merebus air yang bersangkutan, atau dengan melalukan air melewati gambut. Untuk menaikkan kesadahan karbonat dapat dilakukan dengan menambahkan natrium bikarbonat (soda kue), atau kalsium karbonat.  Penambahan kalsium karbonat akan menaikan sekaligus baik KH maupun GH dengan proporsi yang sama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Mineral yang merupakan sumber primer ion kalsium dalam air diantara mineral-mineral yang berperan adalah gips, CaSO4.2H2O; anhidratnya, CaSO4; dolomite, CaMg (CO3)2; kalsit dan argonite yang merupakan modifikasi yang berbeda dari CaCO3. Air yang mengandung karbon dioksida mudah melarutkan kalsium dari mineral-mineral karbonat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CaCO3 +   CO2   +   H2O                                 Ca2+     +          2HCO3-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reaksi sebaliknya  berlangsung bila CO2 hilang dari perairan. karbondioksida yang masuk keperairan melalui keseimbangan dengan atmosfer tidak cukup besar konsentrasinya untuk melarutkan kalsium dalam perairan alami, terutama air tanah. Pernafasan mikroorganisma, penghancur bahan organik dalam air, dan sediment berperan sangat besar terhadap kadar CO2 ­dan HCO3- dalam air. Hal ini merupakan faktor penting dalam proses kimia perairan dan geokimia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ion kalsium, bersama-sama dengan magnesium dan kadang-kadang kesadahan air, baik yang bersifat kesadahan tetap. Kesadahan sementara disebabkan oleh bikarbonat dalam air dan dapat dihilangkan dengan jalan mendidihkan air tersebut karena terjadi reaksi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ca2+     +2 HCO3-                                CaCO3                  +    CO2    +    H2O&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sedangkan kesadahan tetap disebabkan oleh adanya kalsium atau sulfat yang proses  pelunakannya melalui proses kapur – soda abu, proses zeolit, dan proses resin organik. Air sadah juga tidak menguntungkan/mengganggu proses pencucian menggunakan sabun. Bila sabun digunakan pada air sadah, mula-mula sabun harus bereaksi terlebih dahulu dengan setiap ion kalsium dan magnesium yang terdapat dalam air sebelum sabun dapat berfungsi menurunkan tegangan permukaan. Hal ini bukan saja akan banyak memboroskan pengunaan sabun, tetapi gumpalan-gumpalan yang terjadi akan mengendap sebagai lapisan tipis pada alat-alat yang dicuci sehingga mengganggu pembersihan dan pembilasan oleh air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Air sadah mengakibatkan konsumsi sabun lebih tinggi, karena adanya hubungan kimiawi antara ion kesadahan dengan molekul sabun menyebabkan sifat detergen sabun hilang. Kelebihan ion Ca2+ serta ion CO32-+ (salah satu ion alkaliniti) mengakibatkan terbentuknya kerak pada dinding pipa yang disebabkan oleh endapan kalsiumkarbonat CaCO3. Kerak ini akan mengurangi penampang basah pipa dan menyulitkan pemanasan air dalam ketel, serta mengurangi daya koagulasi yang melalui dalam pipa dengan menurunnya  turbulensi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ion kalsium, Ca2+ mempunyai kecenderungan relatif kecil untuk membentuk ion kompleks. Dalam kebanyakan sistem perairan  air tawar, jenis kalsium yang pertama-tama larut yang ada adalah Ca2+, oleh karena itu konsentrasi HCO3- yang sangat tinggi, pasangan ion, Ca2+ – HCO3- dapat  terbentuk dalam jumlah yang cukup banyak. Hal yang sama dalam air yang kandungan sulfatnya tinggi pasangan ion Ca2+ – SO42- dapat terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti halnya dengan kalsium yang densitas muatan dari ion  Ca2+   relatif lebih kecil dibandingkan dengan lainnya, maka densitas muatan ion Mg2+ jauh lebih besar dan ikatan yang lebih kuat dengan air untuk melakukan hidrasi. Magnesiun dalam air terutama terdapat sebagai ion Mg2+ HCO3- dan Mg2+ SO42- terjadi bila konsentrasi bikarbonat dan sulfat yang tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mineral-mineral seperti dolomit adalah paling umum dalam air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CaMg (CO3)2 + 2 CO2 +2 H2O                      Ca2+ + Mg2+ + 4 HCO3-&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelunakan adalah penghapusan ion-ion tertentu yang ada dalam air dan dapat, bereaksi dengan zat-zat lain hingga distribusi air dan penggunaannya terganggu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadahan dalam air terutama disebabkan oleh ion-ion Ca2+ dan Mg2+, juga oleh Mn2+, Fe2+ dan semua kation yang bermuatan dua. Air yang kesadahannya tinggi biasanya terdapat pada air tanah di daerah yang bersifat kapur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai kation kesadahan, Ca2+ selalu berhubungan dengan anion yang terlarut khususnya anion alkaliniti : CO32- , HCO3- dan OH-. Ca2+ dapat bereaksi dengan HCO3- membentuk garam yang terlarut tanpa terjadi kejenuhan. Sebaliknya reaksi dengan CO32- akan membentuk garam karbonat yang larut sampai batas kejenuhan di mana titik jenuh berubah dengan nilai pH. Bila ti­tik jenuh dilampaui, terjadi endapan garam kalsium karbonat CaCO3 dan membuat kerak yang terlihat pada dinding pipa atau dasar ketel. Namun, pada proses pelunakan ini keadaan harus dibuat sehingga sedikit jenuh, karena dalam keadaan tidak jenuh terjadi reaksi yang mengakibatkan karat terhadap pipa. Kerak yang tipis akibat keadaan sedikit jenuh itu justru melindungi dinding dari kontak dengan air yang tidak jenuh (agresip). Ion Mg2+ akan bereaksi dengan OH- membentuk garam yang terlarut sampai batas kejenuhan dan mengendap sebagai Mg(OH)2 bila titik kejenuhan dilampaui.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ion Ca2+ dan Mg2+ diendapkan sebagai CaCO3 dan Mg(OH)3 menurut reaksi keseimbangan kimiawi sebagai berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mg2+  +     2 OH-                          Mg(OH)2&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ca2+   +    C032-                         CaCO3&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CO32-  berasal dari karbondioksida CO2 dan bikarbonat HCO3- yang sudah terlarut dalam air sesuai dengan reaksi berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
CO2      +    OH-                           HCO3-         &lt;br /&gt;
HCO3+   +   OH-                            CO32-   +   H2O&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadahan yang terlalu tinggi akan menambah nilai pH larutan sehingga daya kerja aluminat tidak efektif karena ion aluminium yang bersifat amfoter akan mengikuti lingkungannya dimana akan terbentuk senyawa aluminium yang sukar mengendap. Apabila kesadahan terlalu rendah secara simultan alkalinitas juga cenderung rendah ini akan mengganggu penyusunan ikatan antara koloida dengan aluminat dimana gugus hidrofobik koloida akan tetap melayang dan sukar bereaksi dengan koagulan mengakibatkan massa atom relatif ringan sehingga sukar mengendap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadahan ini umumnya dihilangkan menggunakan resin penukar ion. Resin pelunak air komersial dapat digunakan dalam skala kecil, meskipun demikian tidak efektif digunakan untuk sekala besar.  Resin adalah zat yang punya pori yang besar dan bersifat sebagai penukar ion yang berasal dari polysterol, atau polyakrilat yang berbentuk granular atau bola kecil dimana mempunyai struktur dasar yang bergabung dengan grup fungsional kationik, non ionik/anionik atau asam. Sering kali resin dipakai untuk menghilangkan molekul yang besar dari air misalnya asam humus, liqnin, asam sulfonat. Untuk regenerasi dipakai garam alkali atau larutan natrium hidroksida, bisa juga dengan asam klorida jika dipakai resin dengan sifat asam. Dalam regenerasi itu dihasilkan eluen yang mengandung organik dengan konsentrasi tinggi. Untuk proses air minum sampai sekarang hunya dipakai resin dengan sifat anionik.(dari berbagai sumber)</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2010/10/kesadahan-karbonat-kh.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-2827844217078926079</guid><pubDate>Tue, 05 Oct 2010 02:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:15:47.025-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment plant</category><title>GH (General Hardness)</title><description>GH (General Hardness)&lt;br /&gt;
Kesadahan umum atau "General Hardness" merupakan ukuran yang menunjukkan jumlah ion kalsium (Ca++) dan ion magnesium (Mg++) dalam air. Ion-ion lain sebenarnya ikut pula mempengaruhi nilai GH, akan tetapi pengaruhnya diketahui sangat kecil dan relatif sulit diukur sehingga diabaikan.GH pada umumnya dinyatakan dalam satuan ppm (part per million/ satu persejuta bagian) kalsium karbonat (CaCO3), tingkat kekerasan (dH), atau dengan menggunakan konsentrasi molar CaCO3. Satu satuan kesadahan Jerman atau dH sama dengan 10 mg CaO (kalsium oksida) per liter air. Di Amerika, kesadahan pada umumnya menggunakan satuan ppm CaCO3, dengan demikian satu satuan Jerman (dH) dapat diekspresikan sebagai 17.8 ppm CacO3. Sedangkan satuan konsentrasi molar dari 1 mili ekuivalen = 2.8 dH = 50 ppm. Perlu diperhatikan bahwa kebanyakan teskit pengukur kesadahan menggunakan satuan CaCO3. Untuk lebih jelasnya bacalah petunjuk pembacaan pada teskit yang anda miliki untuk mengetahui dengan pasti satuan pengukuran yang digunakan, untuk menghindari terjadinya kesalahan pembacaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut adalah kriteria selang kesadahan yang biasa dipakai:&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
0 - 4 dH, 0 - 70 ppm : sangat rendah (sangat lunak)&lt;br /&gt;
4 - 8 dH, 70 - 140 ppm : rendah (lunak)&lt;br /&gt;
8 - 12 dH, 140 - 210 ppm : sedang&lt;br /&gt;
12 - 18 dH, 210 - 320 ppm : agak tinggi (agak keras)&lt;br /&gt;
18 - 30 dH, 320 - 530 ppm : tinggi (keras)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kaitannya dengan proses biologi, GH lebih penting peranananya dibandingkan dengan KH ataupun kesadahan total Apabila ikan atau tanaman dikatakan memerlukan air dengan kesadahan tinggi (keras) atau rendah (lunak), hal ini pada dasarnya mengacu kepada GH. Ketidaksesuaian GH akan mempengaruhi transfer hara/gizi dan hasil sekresi melalui membran dan dapat mempengaruhi kesuburan, fungsi organ dalam (seperti ginjal), dan pertumbuhan. Setiap jenis ikan memerlukan kisaran kesadahan (GH) tertentu untuk hidupnya. Pada umumnya, hampir semua jenis ikan dan tanaman dapat beradaptasi dengan kondisi GH lokal, meskipun demikian, tidak demikian halnya dengan proses pemijahan. Pemijahan bisa gagal apabila dilakukan pada nilai GH yang tidak tepat. Apabila nilai GH terlalu rendah bagi suatu jenis ikan, ia dapat dinaikan dengan menambahkan kalsium sulfat, magnesium sulfat, atau kalsium karbonat. Akan tetapi perlu diperhatikan bahwa penambahan garam-garam tersebut membawa dampak lain yang perlu medapat perhatian. Pemberaian garam sulfat akan memberikan tambahan sulfat kedalam air, sehingga perlu dilakukan dengan hati-hati. Sedangkan penambahan garam karbonat akan menyumbangkan ion karbonat kedalam air sehingga akan menaikkan KH. Untuk mendapat kondisi yang diinginkan perlu dilakukan manipulasi dengan kombinasi pemberian yang sesuai.Penurunan nilai GH dapat dilakukan dengan perlakuan-perlakuan yang mampu menghilangkan kadar kalsium (Ca) dan magnesium (Mg) dari dalam air.(dari berbagai sumber)</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2010/10/gh-general-hardness.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-841883632869894745</guid><pubDate>Mon, 04 Oct 2010 20:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:16:53.742-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment plant</category><title>Kesadahan (Hardness)</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqi_VLnBKrdeAFbriWLbRCb3QJ6DY5CSxDz-ca6WWp2jw36Bt1RnP8fA4eiQVzcuq2Y8v-Rhyphenhyphen1G6RPAPXbeaPVK-7eLFTZi1XExJ3X6Rz0DNYp62wRqcPrODmnqywXuBRJB-gORCO_Idc/s1600/cucitangan2.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqi_VLnBKrdeAFbriWLbRCb3QJ6DY5CSxDz-ca6WWp2jw36Bt1RnP8fA4eiQVzcuq2Y8v-Rhyphenhyphen1G6RPAPXbeaPVK-7eLFTZi1XExJ3X6Rz0DNYp62wRqcPrODmnqywXuBRJB-gORCO_Idc/s320/cucitangan2.jpg" height="240" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Kesadahan merupakan petunjuk kemampuan air untuk membentuk busa apabila dicampur dengan sabun.&lt;br /&gt;
Pada air berkesadahan rendah, air akan dapat membentuk busa apabila dicampur dengan sabun, sedangkan pada air berkesadahan tinggi tidak akan terbentuk busa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Kesadahan sangat penting artinya bagi para akuaris karena kesadahan merupakan salah satu petunjuk kualitas air yang diperlukan bagi ikan. Tidak semua ikan dapat hidup pada nilai kesadahan yang sama. Dengan kata lain, setiap jenis ikan memerlukan prasarat nilai kesadahan pada selang tertentu untuk hidupnya. Disamping itu, kesadahan juga merupakan petunjuk yang penting dalam hubungannya dengan usaha untuk memanipulasi nilai pH.&lt;b&gt;Secara lebih rinci kesadahan dibagi dalam dua tipe, yaitu:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(1) kesadahan umum ("general hardness" atau GH) dan&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;(2) kesadahan karbonat ("carbonate hardness" atau KH)&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping dua tipe kesadahan tersebut, dikenal pula tipe kesadahan yang lain yaitu yang disebut sebagai kesadahan total atau total hardness. Kesadahan total merupakan penjumlahan dari GH dan KH. Penggunaan paramater kesadahan total sering sekali membingungkan, oleh karena itu, sebaiknya penggunaan parameter ini dihindarkan. (dari berbagai sumber)</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2010/10/kesadahan-hardness.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjqi_VLnBKrdeAFbriWLbRCb3QJ6DY5CSxDz-ca6WWp2jw36Bt1RnP8fA4eiQVzcuq2Y8v-Rhyphenhyphen1G6RPAPXbeaPVK-7eLFTZi1XExJ3X6Rz0DNYp62wRqcPrODmnqywXuBRJB-gORCO_Idc/s72-c/cucitangan2.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-8624306373919015418</guid><pubDate>Fri, 11 Dec 2009 03:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:17:25.139-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cari kerja</category><title>Stuck and Unstuck</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hidup di rantau penuh dengan tantangan. Kebanyakan&lt;br /&gt;
mitos yang terdengar adalah kemampuan bahasa yang sangat&lt;br /&gt;
menentukan&amp;nbsp; keberhasilan seseorang. Dengan perkataan lain,&lt;br /&gt;
apabila kemampuan bahasa seseorang di perantau kurang memadai, maka&lt;br /&gt;
kemungkinan besar seseorang tidak akan berhasil. Benarkah demikian? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya: tidak benar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Walaupun penting, kemampuan berbahasa dalam bahasa&lt;br /&gt;
setempat (seperti Bahasa Inggris di Amerika Serikat, Britania Raya dan&lt;br /&gt;
Australia) tentu akan menunjang keberhasilan dalam membukakan&lt;br /&gt;
pintu peluang, namun kemampuan mengartikulasikan pikiran dalam&lt;br /&gt;
bentuk komunikasi yang dapat diterima dalam kultur setempatlah yang&lt;br /&gt;
sebenarnya jauh lebih penting. Juga sikap kerja (attitude) yang&lt;br /&gt;
etislah yang sangat menentukan keberhasilan seseorang di tanah rantau. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama hampir sepuluh tahun di perantauan, tepatnya&lt;br /&gt;
di Amerika Serikat, saya telah merasakan sendiri dan melihat&lt;br /&gt;
dengan mata kepala dan mata hati sendiri bahwa bentuk komunikasi yang&lt;br /&gt;
paling mengena bukanlah dengan menggunakan grammar dan choices of&lt;br /&gt;
words yang sempurna, melainkan dengan kemampuan mengekspresikan&lt;br /&gt;
pikiran dan perasaan dengan cara yang seefisien mungkin dalam&lt;br /&gt;
bentuk komunikasi verbal dan non-verbal. Ini bisa dilihat dari&lt;br /&gt;
pendatang-pendatang baru yang kemampuan berbahasanya --walaupun&lt;br /&gt;
kedengaran cukup lancar di telinga perantauan saya-- masih kurang&lt;br /&gt;
sempurna di telinga penduduk setempat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada beberapa sesama teman seperantauan yang sangat&lt;br /&gt;
cepat melesat karirnya. Sebaliknya ada pula yang totally stuck di&lt;br /&gt;
satu titik saja selama bertahun-tahun, bahkan masih sering nebeng&lt;br /&gt;
pula dengan teman-temannya yang unstuck. Lantas, sebenarnya apa yang&lt;br /&gt;
membedakan mereka? Bukankah mereka sama-sama dari Indonesia dan&lt;br /&gt;
(kebanyakan) mempunyai latar belakang kehidupan masa lalu yang&lt;br /&gt;
mirip pula? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mempermudah deskripsi saya di bawah, mari kita sebut saja &lt;br /&gt;
mereka yang cepat melesat karirnya sebagai si "Unstuck" dan mereka &lt;br /&gt;
yang jalan di tempat si "Stuck." &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si "Unstuck," biasanya mempunyai kemampuan&lt;br /&gt;
berkomunikasi yang universal (selalu menjaga etika, banyak mendengarkan&lt;br /&gt;
dan percaya diri tanpa perlu menjatuhkan orang lain) attitude yang&lt;br /&gt;
berbeda &lt;br /&gt;
dibandingkan dengan si "Stuck." Bagi si Unstuck, tantangan adalah &lt;br /&gt;
sumber gairah dan energy yang sangat berharga. Dalam kata lain, &lt;br /&gt;
dengan kesulitan --termasuk kesulitan dalam berkomunikasi-- ia &lt;br /&gt;
menemukan makna hidup. Dengan demikian, ia membuka&lt;br /&gt;
pintu-pintu keberhasilan baginya di masa depan (di tingkat&lt;br /&gt;
"etheral," dalam bahasa New Age-nya). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi si Stuck, tantangan adalah sesuatu yang ingin dihindarkan &lt;br /&gt;
setiap saat. Saya ingat betapa ada seorang teman yang selalu &lt;br /&gt;
mengeluh baik ketika tidak mendapatkan pekerjaan, sedang mencari &lt;br /&gt;
pekerjaan dan bahkan ketika sudah diterima kerja.&lt;br /&gt;
Keluhannya walaupun hanya untuk hal-hal kecil saja, namun bagi&lt;br /&gt;
si Unstuck, ini adalah salah satu bentuk "invitation" bagi kegagalan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba saja bayangkan. Si Stuck ini sering mengeluh betapa "kejam"nya &lt;br /&gt;
bosnya di tempat kerja, maka ketika suatu hari kehadirannya di &lt;br /&gt;
tempat kerja sangat diperlukan, ia bilang, "Mereka lagi mau pindahan &lt;br /&gt;
kantor, mendingan gua tidak masuk kerja saja, supaya mereka tahu &lt;br /&gt;
rasa kekurangan orang." Wah, dengan mengeluh kepada si Unstuck, &lt;br /&gt;
sebenarnya si Stuck ini sudah membuka pintu kegagalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maksudnya apa? Well, siapa sebenarnya yang mau mempekerjakan &lt;br /&gt;
seseorang yang tidak etis (tidak profesional)? Ingatlah bahwa "what &lt;br /&gt;
you say says a lot about you" (apa yang Anda katakan kepada orang &lt;br /&gt;
lain sebenarnya mencerminkan siapa Anda). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau saja pihak yang mempekerjakan si Stuck ini sampai mendengar &lt;br /&gt;
perkataannya, bukankah pintu promosi sudah langsung tertutup &lt;br /&gt;
baginya? Belum lagi kalau si Unstuck temannya itu mempunyai potensi &lt;br /&gt;
untuk mempekerjakan si Stuck. Bukankah ini adalah promosi buruk (bad &lt;br /&gt;
personal branding) bagi si Stuck? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada lagi beberapa perbedaan antara si "Stuck" dan si "Unstuck".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stuck: Senang meminta. Senang menerima yang gratis-gratis tanpa &lt;br /&gt;
merasa obligated untuk membalas budi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unstuck: Senang memberi. Tidak senang menerima barang-barang gratis &lt;br /&gt;
(ingat there is no free lunch, semuanya mesti dibayar baik sekarang &lt;br /&gt;
maupun nanti --bukankah lebih baik sekarang?).&lt;br /&gt;
Kalaupun diberi sesuatu, ia selalu membalas budi baik orang lain&lt;br /&gt;
dengan segera. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stuck: Berpikir dengan perasaan dan merasa dengan pikiran. Sering &lt;br /&gt;
mengalami konflik antara pikiran dan perbuatan,sehingga apa yang &lt;br /&gt;
dikomunikasikan mempunyai "logical fallacy." &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unstuck: Berpikir dengan pikiran dan merasa dengan perasaan. Paralel &lt;br /&gt;
dan tidak ada konflik antara pikiran dan perbuatan.&lt;br /&gt;
Dalam istilah Ilmu Logika, perbuatan-perbuatannya adalah perbuatan&lt;br /&gt;
yang sahih. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stuck: Mengikuti tren (misalnya senang mendengarkan pendapat orang &lt;br /&gt;
lain, menjadi "pengikut" pendapat orang lain). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unstuck: Menciptakan tren (tidak memperdulikan omongan negatif orang &lt;br /&gt;
lain, sepanjang apa yang diincar adalah halal dan bisa membantu &lt;br /&gt;
orang banyak baik secara langsung maupun tidak langsung). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stuck: Tidak berani menghadapi tantangan baru (lebih baik "stuck" di &lt;br /&gt;
satu tempat daripada mengubah diri sendiri untuk memenuhi kebutuhan &lt;br /&gt;
baru yang akan membawanya ke kehidupan yang lebih baik). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unstuck: Senang menghadapi tantangan baru, bahkan selalu mencari-&lt;br /&gt;
carinya di setiap kesempatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stuck: Senang memerangi masalah saat itu juga karena merasa egonya &lt;br /&gt;
tertantang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unstuck: Memilih masalah yang harus diperangi (choose your battle) &lt;br /&gt;
dan mana yang harus dilepaskan karena tidak worth it dari segi &lt;br /&gt;
spending tenaga dan pikiran. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stuck: Sering menyalahkan orang lain (blaming) dan mengeluh &lt;br /&gt;
(whining). Bahkan ada orang selalu mengeluh sehingga ia tidak bisa &lt;br /&gt;
lagi melihat berkat (blessing) di depan matanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unstuck: Tidak menyalahkan siapa-siapa. What already happened, &lt;br /&gt;
happened. Yang penting adalah solving the problem, bukan blaming dan &lt;br /&gt;
whining. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stuck: Tidak pernah double checking pendapat orang lain. Dalam kata &lt;br /&gt;
lain, percaya saja kepada gosip secara penuh, tanpa mendengarkan &lt;br /&gt;
dari pihak lain yang terlibat. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unstuck: Selalu double checking dan tidak langsung mempercayai gosip &lt;br /&gt;
atau isyu-isyu yang beredar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stuck: Lebih memusatkan kepada kemampuan berbahasa, bukan komunikasi &lt;br /&gt;
efisien dan kemampuan adaptasi kultural. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unstuck: Memusatkan kepada kemampuan berkomunikasi efisien dan &lt;br /&gt;
adaptasi kultural, bukan yang dapat diukur oleh grammar dan mekanisa &lt;br /&gt;
bahasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stuck: Biasanya tidak berani mengungkapkan siapa dirinya sebenarnya &lt;br /&gt;
(ada unsur "merahasiakan" asal-usul dan beberapa hal lainnya yang &lt;br /&gt;
semestinya bukanlah rahasia). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Unstuck: Terbuka dan transparan dalam bertindak.&lt;br /&gt;
Berani untuk diaudit oleh siapapun karena kebenaran akan selalu&lt;br /&gt;
berada di pihaknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oke, sekarang kalau Anda merantau, kira-kira yang mana Anda? &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber: Yang Mana Anda: si Stuck atau si Unstuck?&lt;br /&gt;
oleh Jennie S. &lt;br /&gt;
Bev. Jennie S. Bev adalah penulis perantauan yang&lt;br /&gt;
telah menerbitkan 15 buku dalam bentuk elektronik di Amerika Serikat.&lt;br /&gt;
Pada tahun 2003, ia dinobatkan sebagai EPPIE Award Finalist for&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
excellence in electronic publishing. &lt;/div&gt;
</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2009/12/stuck-and-unstuck.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-829932418942368814</guid><pubDate>Fri, 11 Dec 2009 03:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:17:40.081-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">cari kerja</category><title>Menulis Surat Lamaran di Email</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Makin banyak perusahaan yang membolehkan para calon karyawan untuk mengirimkan lamarannya lewat email. Hal ini tentunya menguntungkan baik bagi perusahaan maupun pelamar. Bagi perusahaan, ini akan mengurangi jumlah surat lamaran dalam bentuk kertas yang harus mereka terima dan arsipkan. Selain itu, lebih mudah bagi perusahaan untuk mem-forward surat lamaran berbentuk email ke para usernya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagi calon karyawan, ini akan menolong mereka untuk mengirimkan lamaran secara cepat. Jika Anda mengirimkan lamaran ke banyak perusahaan, dengan mudah Anda dapat mengkopi email lamaran Anda sebelumnya dan menyesuaikannya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tentu saja semua tips umum menulis surat lamaran tetap perlu diikuti. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Judul Email &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Judul email Anda haruslah menolong penerimanya untuk segera mengetahui maksud dari email Anda. Karena itu tuliskan judul yang jelas tetapi singkat. Sebagai contoh, Anda dapat menuliskannya sebagai berikut "Lamaran untuk Posisi Manajer Pemasaran". &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Catatan: Baca dengan baik iklan lowongan kerja tersebut. Sering kali mereka meminta Anda menuliskan kode tertentu di judul atau subject email Anda. Terutama jika pada saat yang bersamaan mereka mempunyai beberapa lowongan pekerjaan. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Dimana Surat Lamaran Ditulis? &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sering kali kita bingung apakah perlu menuliskannya di badan email atau di file tersendiri. Menurut teman saya yang bekerja di bidang recruiting sebuah perusahaan multinational, Anda dapat menuliskan surat lamaran (cover letter) Anda di badan email. Artinya, perusahaan tetap akan menerima surat lamaran Anda dengan baik. Pengalaman saya, tidak pernah ada perusahaan yang menolak lamaran yang suratnya dituliskan di badan email. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Bagaimana dengan Resume? &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jangan menulis resume Anda di badan email. Tuliskan dalam file tersendiri dan jadikan sebagai lampiran email Anda. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Word, PDF, atau Text? &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Biasanya perusahaan akan menuliskan pada iklan lowongan kerja jenis file yang bisa Anda kirim. Walaupun umumnya meminta file MS Word, terkadang mereka mengijinkan Anda untuk mengirimkan file berformat pdf. Jika tidak disebutkan, kirimkan resume Anda dalam file MS Word (.doc). &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
File text (ekstension .txt) lebih baik tidak digunakan karena pada saat dikirim dengan email, file tersebut terkadang muncul di badan email. Ini terutama jika Anda menggunakan email gratis di Web, seperti Yahoo!, Gmail, atau Hotmail. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
5. Ukuran Email &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Usahakan ukuran email Anda tidak melebihi 300 kb. Ukuran email ini terutama dipengaruhi oleh ukuran file yang di-attach. Karena itu periksa besar file yang Anda lampirkan. Jika Anda diminta menyertakan foto, jangan masukkan file foto yang terlalu besar. Perkecil ukuranya dengan menggunakan berbagai jenis program photo editor. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
6. Email Signature &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Email signature adalah text yang dituliskan secara otomatis oleh provider email Anda. Signature ini bisa Anda program sendiri, atau bagian dari iklan untuk penyedia jasa email tersebut. Adanya signature ini mengurangi kesan profesional pada lamaran Anda. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Email web gratis seperti Yahoo! dan Hotmail menambahkan signature ini secara otomatis pada semua email yang mereka kirim. Sedangkan Gmail tidak. Inilah alasan pertama saya memilih Gmail untuk mengirimkan lamaran-lamaran saya. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
7. Test Kirim &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk surat lamaran yang dikirim lewat email, selain melakukan proof read, Anda juga perlu melakukan test pengiriman. Lakukan ini dengan mengirimkan email lamaran Anda, lengkap dengan attachment-nya ke email lain. Tentunya jangan kirimkan email percobaan tersebut ke email perusahaan yang Anda tuju. Kirim ke alamat email lain yang Anda punya. Jika Anda hanya mempunyai satu alamat email, Anda bisa membuat alamat email baru di Yahoo!, Gmail, atau Hotmail. &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Apa pentingnya langkah ini? Sering kali format email yang Anda kirim berubah setelah sampai di alamat email lain. Saat mengirimkan email dari Yahoo! ke Gmail, saya perhatikan spasi email saya berubah dari satu menjadi dua. Tapi sebaliknya, email yang saya kirim dari Gmail ke Yahoo! tidak berubah formatnya. Ini alasan kedua saya menggunakan Gmail untuk mengirimkan lamaran saya. (kra)&lt;/div&gt;
</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2009/12/menulis-surat-lamaran-di-email.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-8091056571022313342</guid><pubDate>Thu, 26 Nov 2009 10:51:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:18:15.002-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment plant</category><title>Analisa yang lazim di lakukan</title><description>&lt;link href="file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CRONDYS%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtml1%5C01%5Cclip_filelist.xml" rel="File-List"&gt;&lt;/link&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
 {mso-style-parent:"";
 margin:0in;
 margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:12.0pt;
 font-family:"Times New Roman";
 mso-fareast-font-family:"Times New Roman";}
@page Section1
 {size:8.5in 11.0in;
 margin:1.0in 1.25in 1.0in 1.25in;
 mso-header-margin:.5in;
 mso-footer-margin:.5in;
 mso-paper-source:0;}
div.Section1
 {page:Section1;}
&lt;/style&gt;

--&amp;gt;  &lt;table align="left" border="1" cellpadding="0" cellspacing="0" class="MsoTableGrid" style="border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 6.75pt; margin-right: 6.75pt;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr style="height: 26.35pt;"&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid windowtext; height: 26.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;NO&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 26.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;PARAMETER&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: windowtext windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: solid solid solid none; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; height: 26.35pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;SATUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
1&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Bau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
&lt;b&gt;-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Warna&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
Pt.Co&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Kekeruhan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
NTU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
pH&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
-&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
5&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Total Disolved   Solid (TDS)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
mg/L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Alkalinity&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
mg/L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
7&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Kesadahan (Total   Hardness)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
mg/L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Besi (Fe)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
mg/L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1.95pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1.95pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
9&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.95pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Mangan (Mg)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.95pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
mg/L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1.65pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
10&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Klorida&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
mg/L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1.65pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
11&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Silikat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
mg/L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1.65pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
12&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" valign="top" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Nitrit sbg NO-&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
mg/L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1.65pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
13&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Nitrat sbg NO-&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;3&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
mg/L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1.65pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
14&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Fosfat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
mg/L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;tr style="height: 1.65pt;"&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext; border-style: none solid solid; border-width: medium 1pt 1pt; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.45in;" width="43"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
15&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 3.65in;" width="350"&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Total Organik sbg   KmnO&lt;span style="font-size: 8pt;"&gt;4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;   &lt;td style="border-color: -moz-use-text-color windowtext windowtext -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: medium 1pt 1pt medium; height: 1.65pt; padding: 0in 5.4pt; width: 1.35in;" width="130"&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;
mg/L&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.25in; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="margin-left: 0.75in; text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
Untuk melihat kandungan yang ada dalam air, hal ini di perlukan untuk menentukan treatment yang akan di terapkan, sehingga dapat menghasilkan air yang berkualitas baik. (kra)&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2009/11/analisa-yang-lazim-di-lakukan.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-457545432148454672</guid><pubDate>Thu, 26 Nov 2009 06:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:18:32.602-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment plant</category><title>WATER TREATMENT PLANT UNTUK AIR BERSIH</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4gpFXaL7HoPGUNSiqCpF8lXRUnUJ1EOEbLp0aLcdzan-rVNFEvTj581xW-Rxp3JCLIT1mObiq2MLA9r6aa1Cmg0TRezMKMy1fo41uAc704lIASMJNsx92Ul3Ez75F3ZWhbTRJddWfzac/s1600/WATERF~4s.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4gpFXaL7HoPGUNSiqCpF8lXRUnUJ1EOEbLp0aLcdzan-rVNFEvTj581xW-Rxp3JCLIT1mObiq2MLA9r6aa1Cmg0TRezMKMy1fo41uAc704lIASMJNsx92Ul3Ez75F3ZWhbTRJddWfzac/s200/WATERF~4s.JPG" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;1. DEFINISI&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Water Treatment Plant adalah sebuah system yang difungsikan untuk mengolah air dari kualitas air baku (influent) yang kurang bagus agar mendapatkan kualitas air pengolahan (effluent) standart yang di inginkan/ditentukan atau siap untuk di konsumsi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;2. PARAMETER &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Parameter Fisik:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Parameter fisik air biasanya di lihat dari unsur yang berhubungan dengan indra manusia seperti penglihatan, sentuhan, rasa dan penciuman, yang meliputi Turbidity (kekeruhan), warna, bau, rasa dan suhu. Sistem pengolahan yang biasa di gunakan adalah Sistem Sedimentasi (Pengenda-pan), Filtrasi dan penambahan desinfektan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika dilihat dari jenis senyawanya di bagi menjadi 2(dua) yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Parameter Kimia&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Senyawa kimia yang sering di temukan pada air adalah Fe, Mn, Ca, Mg, Na, SO4, CO3. Jika air memiliki kandungan senyawa kimia yang berlebihan (tidak masuk standart konsumsi yang aman), Pengolahan dapat dilakukan dengan sistem filtrasi dengan menggunakan media tertentu misalnya system Reverse Osmosis atau Demineralier dan Softener.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Parameter Biologi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Parameternya dilihat berdasarkan adanya mikroorganisme yang ada di dalam air. Bila jumlah mikro-organisme di dalam air berlebihan biasanya akan mengganggu kesehatan bila di konsumsi. Pengola-han dapat dilakukan dengan menggunakan desinfektan atau alat yang biasa digunakan, misalnya in-jeksi Chlor, System UV dan System Ozone (O3).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;3.   UNIT&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
A. Sand Filter&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sistem filtrasi ini menggunakan media pasir silica yang di tumpuk di atas gravel, system sand fil-ter berfumgsi sebagai penyaring/menghilangkan kotoran yang kasat mata (mis: kekeruhan, lumut dll.) yang mempunyai daya saring 20-30μ (tergantung brand/jenis media).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Biasanya media ini mempunyai umur 3-4 tahun (tergantung influent).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maintenance&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Backwash&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Backwash adalah pencucian yang dilakukan untuk menghilangkan kotoran yang terakumulasi di atas media dengan metode aliran terbalik (dari bawah ke atas/kebalikan system running). Air ha-sil backwash langsung di buang melalui drain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Backwash biasanya di lakukan setiap 1-2 hari selama 30-60 menit(tergantung influent dan ting-kat kekotoran media) bila tekanan air yang keluar lebih rendah dari tekanan air yang masuk fil-ter.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Sanitasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan setiap bulan atau saat hasil analisa mikro tidak masuk standart yang di tentukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sanitasi dilakukan dengan cara memasukkan bahan sanitasi (mis: oxonia dll.) kedalam tangki dan di rendam bersama media dengan jumlah dan waktu yang telah di tentukan. Selain itu sani-tasi bisa juga di lakukan dengan cara merendam media dengan air ber suhu di atas 80° Celcius selama 1-2 jam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Rinse/Pembilasan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan setelah proses backwash atau sanitasi selesai yang bertujuan untuk membilas kotoran-kotoran yang tersisa pada proses backwash juga menghilangkan sisa bahan sanitasi yang tersisa pada proses sanitasi.Air hasil Rinse langsung di buang melalui drain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
B. Karbon Aktif Filter&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sistem filtrasi ini menggunakan media arang, yang saat ini banyak di gunakan adalah arang ba-tubara dan batok kelapa, system ini berfungsi sebagai bau, warna, bahan organic termasuk sisa chlor.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Biasanya Karbon aktif bisa bertahan sampai 1-2 tahun (tergantung influent).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maintenance&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Backwash&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan setiap 1-2 hari tergantung tingkat kekotoran atau pada saat media jenuh(tidak mampu menyaring sisa chlor).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Sanitasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan setiap bulan atau hasil analisa mikro tidak masuk standart yang di tentukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Biasanya di rendam air dengan suhu diatas 80º Celcius (autoclave) selama 2 jam.Juga dalam ka-sus tertentu dapat di rendam dengan bahan sanitasi selama 30 menit untuk sanitasi (penting!: karbon aktif tidak di anjurkan di rendam bahan sanitasi terlalu lama juga terlalu sering).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Rinse/Pembilasan  &lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan setelah proses backwash atau sanitasi selesai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
C. Softener (Jika memakai system softener)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sistem filtrasi ini menggunakan media resin kation yang di aktifkan menggunakan garam, sys-tem ini berfungsi menghilangkan kesadahan (Ca dan Mg).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umur media mencapai 10-12 bulan (tergantung influent).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maintenance&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Backwash&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan sebelum melakukan regenerasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Regenerasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan pada saat media telah jenuh (tidak mampu menurunkan kesadahan) dengan cara mer-endam/mengaliri media dengan larutan garam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Sanitasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan dengan cara mengaliri media dengan larutan chlor konsentrasi rendah (0,1-0,2 ppm) selama beberapa menit (1-2 menit).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Rinse/Pembilasan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan setelah 3 ( tiga) proses diatas selesai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
D. Kation (Jika memakai system Demineralizer)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sistem filtrasi ini memakai media resin kation yang di aktifkan menggunakan larutan Hcl yang berfungsi menurunkan total alkalinitas, kesadahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai catatan sistem ini juga menurunkan pH air yang diproses (&amp;lt;4) Umur media mencapai 10– 12 bulan (tergantung influent).  Maintenance 1. Backwash Dilakukan sebelum proses regenerasi 2. Regenerasi Proses ini dilakukan apabila resin kation sudah jenuh, ini bisa di tandai dengan melihat salah satu parameter air effluent tidak masuk standart (mis: pH naik (&amp;gt;4), alkalinity dan kesadahan tinggi (nilai influent mendekati effluent)).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Sanitasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan bila hasil analisa mikro tidak masuk standart.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Pembilasan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan setelah 3(tiga) proses diatas selesai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
E. Anion (Jika memakai system Demineralizer)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sistem filtrasi ini memakai media resin anion yang di aktifkan menggunakan larutan NaoH yang berfungsi menurunkan total alkalinitas, kesadahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai catatan sistem ini juga menaikkan pH air yang diproses (&amp;gt;10).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Umur media mencapai 10– 12 bulan (tergantung influent).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Maintenance&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
1. Backwash&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan sebelum proses regenerasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
2. Regenerasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Proses ini dilakukan apabila resin kation sudah jenuh, ini bisa di tandai dengan melihat salah satu parameter air effluent tidak masuk standart (mis: pH turun (&amp;lt;9), alkalinity dan kesadahan tinggi (nilai influent mendekati effluent)).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
3. Sanitasi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan bila hasil analisa mikro tidak masuk standart.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
4. Pembilasan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dilakukan setelah 3(tiga) proses diatas selesai.(kra)&lt;/div&gt;
</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2009/11/water-treatment-plant-untuk-air-bersih.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh4gpFXaL7HoPGUNSiqCpF8lXRUnUJ1EOEbLp0aLcdzan-rVNFEvTj581xW-Rxp3JCLIT1mObiq2MLA9r6aa1Cmg0TRezMKMy1fo41uAc704lIASMJNsx92Ul3Ez75F3ZWhbTRJddWfzac/s72-c/WATERF~4s.JPG" width="72"/><thr:total>73</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-2461675491294620737</guid><pubDate>Mon, 31 Aug 2009 03:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:18:51.784-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment plant</category><title>Reverse Osmosis</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7NTlgfx8uHo8fa0RQuUzXD_E7OyJpMINjbH43CKeiQT1B1WFGszYRIGwJCx8uDbQ_Knrg7a1AIUoAf2VEwqtmZaHEw3de1FtDuSVkycfoCjpwNHqQkkhqCo5hNwvkXejlTVK7HIcLLP0/s1600-h/reverse+osmosis+01.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7NTlgfx8uHo8fa0RQuUzXD_E7OyJpMINjbH43CKeiQT1B1WFGszYRIGwJCx8uDbQ_Knrg7a1AIUoAf2VEwqtmZaHEw3de1FtDuSVkycfoCjpwNHqQkkhqCo5hNwvkXejlTVK7HIcLLP0/s400/reverse+osmosis+01.jpg" height="202" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Reverse Osmosis&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reverse Osmosis adalah teknologi pemurnian air minum terbaik saat ini, hal ini karena mesin RO ini menggunakan Membran yang besarnya adalah 0,0001 micron yang didorong oleh Booster Pump bertekanan tinggi ( High Pressure Pump )&lt;br /&gt;
Proses Reverse osmosis biasa di pake pada air dengan kadar garam tinggi (antara 500 s/d 50.000ppm) dan mempunyai efisiensi sampai 95% dalam menghilangkan padatan dan juga dapat menghilangkan 100% bakteri dan virus&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Reverse Osmosis (R.O) atau Osmosis terbalik adalah sebuah istilah teknologi yang berasal dari osmosis. Osmosis adalah sebuah fenomena alam dalam sel hidup di mana molekul "solvent" (biasanya air) akan mengalir dari daerah "solute" rendah ke daerah "solute" tinggi melalui sebuah membran semipermeable. Membran semipermeable ini menunjuk ke membran sel atau membran apa pun yang memiliki struktur yang mirip atau bagian dari membran sel.&lt;br /&gt;
Gerakan dari "solvent" berlanjut sampai sebuah konsentrasi yang seimbang tercapai di kedua sisi membran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Reverse osmosis adalah sebuah proses pemaksaan sebuah solvent dari sebuah daerah konsentrasi "solute" tinggi melalui sebuah membran ke sebuah daerah "solute" rendah dengan menggunakan sebuah tekanan melebihi tekanan osmotik. Dalam istilah lebih mudah, reverse osmosis adalah mendorong sebuah solusi melalui filter yang menangkap "solute" dari satu sisi dan membiarkan pendapatan liquid murni dari sisi satunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses ini telah digunakan untuk mengolah air laut untuk mendapatkan air tawar , sejak awal tahun 1970 an.</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2009/08/reverse-osmosis.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi7NTlgfx8uHo8fa0RQuUzXD_E7OyJpMINjbH43CKeiQT1B1WFGszYRIGwJCx8uDbQ_Knrg7a1AIUoAf2VEwqtmZaHEw3de1FtDuSVkycfoCjpwNHqQkkhqCo5hNwvkXejlTVK7HIcLLP0/s72-c/reverse+osmosis+01.jpg" width="72"/><thr:total>8</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-8456711805905802225</guid><pubDate>Mon, 31 Aug 2009 02:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2014-11-09T05:19:16.375-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">water treatment plant</category><title>Ozonizer</title><description>Fungsi Ozon untuk industri air minum&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTO_VPZbFD__TD67TBBqU2jzVIdKdvP92TQ3bwJXqAykV2N6vU0uOZ9LpyZB37mN2TfZO3es-UvM8QxsxWgboZMriWScEHAS4AeMCMu83652LYQSAo6K_et09ODxp5jNtGpIUvZRp-Mpw/s1600-h/ozon.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTO_VPZbFD__TD67TBBqU2jzVIdKdvP92TQ3bwJXqAykV2N6vU0uOZ9LpyZB37mN2TfZO3es-UvM8QxsxWgboZMriWScEHAS4AeMCMu83652LYQSAo6K_et09ODxp5jNtGpIUvZRp-Mpw/s320/ozon.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ozon pertama kali ditemukan oleh Christian Friedrich Schonbein pada tahun 1840. Penamaan ozon diambil dari bahasa yunani OZEIN yang berarti smell atau bau. Ozon dikenal sebagai gas yang tidak memiliki warna. Soret pada tahun 1867 mengumumkan bahwa ozon adalah sebuah molekul gas yang terdiri tiga buah atom oksigen (O3).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ozon (O3) adalah komponen udara segar yang terjadi secara alami, sebagai hasil reaksi sinar ultraviolet dari matahari dengan lapisan atas atmosfir bumi, dan membentuk lapisan pelindung yang menyelimuti bumi. Molekul Ozone mengandung tiga atom oksigen, sedangkan molekul Oksigen (O2) hanya terdiri dari dua atom. Ozone untuk pengobatan dibuat dengan cara mengaktifkan oksigen berstandar mutu medis dengan menggunakan listrik (alatnya disebut ‘Ozone Generator') untuk menghasilkan Ozone. Ozone bersifat germisidal, bakterisidal, dan juga fugsidal. Oksigen biasa juga memiliki sifat-sifat tersebut, namun tidak sekuat Ozone.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Fungsi Ozon sudah demikian luas, selain untuk industri air minum ozon juga dipergunakan dalam dunia kedokteran dan perawatan kulit / kecantikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manfaat Ozon bagi Industri air minum adalah:&lt;br /&gt;
- Membunuh kuman, bakteri, virus dan jamur dalam air&lt;br /&gt;
- Mengawetkan rasa air ( Tidak mudah berubah rasa )&lt;br /&gt;
- Menyegarkan air&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manfaat ozon sepintas mirip dengan ultraviolet, namun lebih luas. Ozon digunakan sebagai pelengkap dari Ultraviolet.</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2009/08/ozonizer.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTO_VPZbFD__TD67TBBqU2jzVIdKdvP92TQ3bwJXqAykV2N6vU0uOZ9LpyZB37mN2TfZO3es-UvM8QxsxWgboZMriWScEHAS4AeMCMu83652LYQSAo6K_et09ODxp5jNtGpIUvZRp-Mpw/s72-c/ozon.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-5839754629309786221</guid><pubDate>Wed, 25 Feb 2009 08:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-25T00:10:19.546-08:00</atom:updated><title/><description>&lt;form method="post" action="http://www.emailmeform.com/fid.php?formid=492792" enctype="multipart/form-data" accept-charset="UTF-8"&gt;&lt;table cellpadding="2" cellspacing="0" border="0" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;&lt;/font&gt; &lt;div style="" id="mainmsg"&gt;&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;br&gt;&lt;table cellpadding="2" cellspacing="0" border="0" bgcolor="#FFFFFF"&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td nowrap&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Name&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;input type="text" name="FieldData0" size="30"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td nowrap&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Email &lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;input type="text" name="FieldData1" size="30"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td nowrap&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Subject&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;input type="text" name="FieldData2" size="30"&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr valign="top"&gt; &lt;td nowrap&gt;&lt;font face="Verdana" size="2" color="#000000"&gt;Message&lt;/font&gt;&lt;/td&gt; &lt;td&gt;&lt;textarea name="FieldData3" cols="60" rows="10"&gt;&lt;/textarea&gt;&lt;br&gt; &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td colspan="2"&gt;&lt;table cellpadding=5 cellspacing=0 bgcolor="#E4F8E4" width="100%"&gt;&lt;tr bgcolor="#AAD6AA"&gt;&lt;td class="label" colspan="2"&gt;&lt;font color="#FFFFFF" face="Verdana" size="2"&gt;&lt;b&gt;Image Verification&lt;/b&gt;&lt;/font&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="captcha" style="padding: 2px;" width="10"&gt;&lt;img src="http://www.emailmeform.com/turing.php" id="captcha" alt="captcha"&gt;&lt;/td&gt;&lt;td class="field" valign="top"&gt;&lt;div&gt;&lt;font color="#000000"&gt;Please enter the text from the image&lt;/font&gt;:&lt;br&gt;&lt;input type="text" name="Turing" value="" maxlength="100" size="10"&gt; [ &lt;a href="#" onclick=" document.getElementById('captcha').src = document.getElementById('captcha').src + '?' + (new Date()).getMilliseconds()"&gt;Refresh Image&lt;/a&gt; ] [ &lt;a href="http://www.emailmeform.com/?v=turing&amp;pt=popup" onClick="window.open('http://www.emailmeform.com/?v=turing&amp;pt=popup','_blank','width=400, height=500, left=' + (screen.width-450) + ', top=100');return false;"&gt;What's This?&lt;/a&gt; ]&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt; &lt;td&gt; &lt;/td&gt; &lt;td align="right"&gt;&lt;input type="text" name="hida2" value="" maxlength="100" size="3" style="display : none;"&gt;&lt;input type="submit" class="btn" value="Send email" name="Submit"&gt;    &lt;input type="reset" class="btn" value="  Clear  " name="Clear"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=2 align="center"&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/table&gt;&lt;/form&gt;</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2009/02/name-email-subject-message-image.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4651056808271013201.post-9017995894837071691</guid><pubDate>Sun, 25 Jan 2009 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-25T22:37:38.322-08:00</atom:updated><title>Pengertian RSS FEED</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;RSS adalah sebuah file berformat XML untuk sindikasi yang telah digunakan (diantaranya dan kebanyakan) situs web berita dan weblog. Teknologi yang dibangun dengan RSS mengijinkan kita untuk berlangganan kepada situs web yang menyediakan umpan (feed) RSS, biasanya situs web yang isinya selalu diganti secara reguler. Untuk memanfaatkan teknologi ini kita membutuhkan layanan pengumpul. Pengumpul bisa dibayangkan sebagai kotak surat pribadi. Kita kemudian dapat mendaftar ke situs yang ingin kita tahu perubahannya. Namun, berbeda dengan langganan koran atau majalah, untuk berlangganan RSS tidak diperlukan biaya, gratis. Tapi, kita biasanya hanya mendapatkan satu baris atau sebuah pengantar dari isi situs berikut alamat terkait untuk membaca isi lengkap artikelnya. (wikipedia.org) &lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;</description><link>http://rondy-partner.blogspot.com/2009/08/pengertian-rss-feed.html</link><author>noreply@blogger.com (Anonymous)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>