<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1052950810023598348</id><updated>2024-08-31T10:23:26.411-07:00</updated><category term="Gunung Singgalang"/><category term="Gunung Tujuh"/><category term="Orang Pendek"/><category term="Si Bigau"/><title type='text'>Salingka Adaik Jo Nagari</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://salingkanagari.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1052950810023598348/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salingkanagari.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Hazari Ulwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09748288017267898164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1052950810023598348.post-2787643260193732532</id><published>2014-02-13T06:02:00.000-08:00</published><updated>2014-02-13T06:39:08.037-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gunung Singgalang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gunung Tujuh"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Orang Pendek"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Si Bigau"/><title type='text'>&quot;SI BIGAU&quot;  ORANG PENDEK GUNUANG SINGGALANG</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di alam nan indah dan luas ini, Allah ciptakan berbagai makhluk yang beragam dan menakjubkan. di berbagai macam makhluk tersebut masih banyak makhluk yang belum kita temui sampai saat ini..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya dibesarkan di sebuah Nagari (nagari = sebutan sebuah daerah setingkat desa) di &lt;i&gt;&lt;b&gt;lereng Gunung Singgalang&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; (gunung dengan ketinggian 2.888 M). Nagari kami bernama &lt;i&gt;&lt;b&gt;Nagari Padang Laweh&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, sebuah nagari yang masuk dalam daerah administrasi &lt;i&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Agam&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; dan berbatasan lansung dengan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Kabupaten Tanah Data.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; Seperti halnya daerah di lereng gunung nagari kami dikelilingi oleh ladang dan rimba Gunung Singgalang. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmt9fzqW7DCZXogobRfcva2CRFziNEsCXx9vHoNRHKgsaYC6VYOUUnA7Wv6MmzOF5RJsw_80Df9OJP18uUc_88TlPTID6bsrFz-kAVFxWHhJ3Hn9A0d_hwMKJUyBUcTHN6Ti86045vcuQ/s1600/1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmt9fzqW7DCZXogobRfcva2CRFziNEsCXx9vHoNRHKgsaYC6VYOUUnA7Wv6MmzOF5RJsw_80Df9OJP18uUc_88TlPTID6bsrFz-kAVFxWHhJ3Hn9A0d_hwMKJUyBUcTHN6Ti86045vcuQ/s1600/1.jpg&quot; height=&quot;184&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena letak nagari yang di kelilingi hutan, maka disinilah sering terlihat makhluk-makhluk buas, gaib, dan aneh yang menghuni gunung singgalang. seperti &lt;b&gt;&lt;i&gt;Harimau Singgalang, Orang Bunian, Hantu Aru-aru, Birungkang, Dan Si Bigau&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Cerita dan penampakan makhluk ini sering menghiasi masa-masa kecil di nagari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Cerita Si Bigau&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebiasaan orang minang yang hobi olah raga berburu babi termasuk masyarakat di nagari kami, membuat para pemburu ini sering melintasi rimba dan hutan gunung. sehingga sering terlihat berbagai macam makhluk di hutan rimba. salah satu cerita yang sering aku dengar adalah mengenai &quot; &lt;b&gt;Si Bigau&lt;/b&gt; &quot;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Si Bigau, begitu orang di nagariku memanggilnya, wujudnya mirip dengan monyet (berbulu) namun raut wajagnya lebih mirip manusia, berambut panjang dan tingginya sekitar 80 cm - 1 meter, si bigau memiliki kaki dengan tumit ke depan (kaki terbalik).Sering diceritakan kalau si bigau merupakan makhluk yang mampu berlari dengan sangat kencang. Si Bigau merupakan orang pendek yang bertugas memelihara babi hutan dan binatang lainnya di Gunung Singgalang. Seperti pernah di ceritakan, jika kita ingin berburu atau memasang perangkap binatang di Gunung Singgalang, kita harus izin dahulu pada si bigau, sebagai rasa menghargainya sebagai pengembala binatang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Si Bigau dari Gunung Tujuh&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya saya menganggap itu hanya cerita dongeng saja, namun seiring berjalannya waktu,, cerita ini mulai terulang kembali, yaitu pada saat saya dan teman-teman mengisi &lt;i&gt;liburan semester ganjil pada awal 2014&lt;/i&gt;, kami mengisi 
petualangan untuk bepetualang menaklukkan ketinggian &lt;b&gt;Gunung Kerinci&lt;/b&gt; 
(gunung dengan ketinggian 3.805 meter) dan &lt;b&gt;Gunung Tujuh&lt;/b&gt; (gunung dengan ketinggian 2.100) di &lt;b&gt;Kerinci Jambi&lt;/b&gt;..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Gunung Tujuh, gunung yang di atasnya terdapat Danau, yang di sebut &lt;b&gt;Danau Gunung Tujuh&lt;/b&gt; (konon katanya danau dengan posisi tertinggi di Asia Tenggara sekitar 1996 mdpl). pada saat mau turun gunung, kami bertemu dengan nelayan gunung tujuh, dan dia baru saja turun dari gubuknya di danau gunung tujuh untuk mengantarkan ikan hasil tangkapannya di danau.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Perlu diketahui bahwa, di Danau Gunung Tujuh tidak terdapat pemukiman. dan bapak nelayan ini hanya tinggal seorang diri di atas gunung ini. ia sudah tinggal semenjak tahun 1973 di Gunung Tujuh ini (Saat itu ia masih berusia sekitar 13 tahun), dan hanya turun sekali dalam sebulan. Bapak tua renta ini bercerita mengenai kisah nya, dan dalam sela kisahnya bercerita, sayup sampai terdengar tentang adanya makhluk bernama &lt;b&gt;&quot;orang pendek&quot;&lt;/b&gt; yang mendiami hutan Gunung Tujuh. Karna penasaran aku pun bertanya mengenai hal orang pendek tersebut, ternyata berdasar kan yang ia pernah lihat, ternyata &lt;u&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Orang Pendek&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/u&gt; yang ia ceritakan sangat mirip dengan cerita tentang &lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;Si Bigau di Gunung Singgalang&lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagian besar orang jambi terutama bagian sekitar Gunung Kerinci percaya akan adanya orang pendek dan banyak diantara mereka juga pernah bertemu...&lt;br /&gt;
ternaya di tempat lain di pegunungan&amp;nbsp; daerah sumatera ini juga terdapat cerita serupa, seperti saya kuti dari &quot;&lt;strong&gt;VIVAnews&quot; &lt;/strong&gt;berikut :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Kutipan dari VIVAnews&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
-------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;isiberita&quot; style=&quot;font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;VIVAnews--&lt;/strong&gt;Hampir
 setiap hari para polisi hutan di Taman Nasional Way Kambas, Lampung, 
berjalan kaki menyusuri hutan perawan di wilayah seluas 125 ribu hektar.
 Itu tugas rutin, berpatroli mengawasi tiga area besar taman konservasi,
 Way Kanan, Way Bungur, dan Kuala Penet.&amp;nbsp; Setiap area itu dibagi lagi 
menjadi empat resor. &lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-size: 14px; line-height: 21px;&quot;&gt;
Mereka menjaga taman 
nasional dari pembalakan liar, atau perburuan liar. Hutan di Way Kambas 
adalah tempat konservasi badak, harimau sumatera, dan juga gajah. Di 
sana bahkan ada sekolah gajah pertama di Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali 
patroli, para polisi hutan itu bisa berjalan kaki selama dua pekan, atau
 bahkan sebulan. “Mereka membawa makanan, dan juga tenda”, ujar juru 
bicara Taman Nasional Way Kambas, Sukatmoko kepada&lt;em&gt; VIVAnews.&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi
 satu regu patroli di resor Rawa Bunder, Way Kanan, menemukan hal 
mengejutkan pada Ahad, 17 Maret 2013 lalu. Di petang hari itu, di saat 
tubuh mulai lelah, tujuh polisi hutan terperangah: ada sekelompok 
makhluk mirip manusia namun ukurannya lebih kecil melintas di rawa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka
 sontak terkesiap. Para polisi hutan dan kelompok “orang pendek” itu 
berhadap-hadapan dengan jarak sekitar 30 meter.&amp;nbsp; Kaget, dan tak 
menyangka bersua makhluk aneh, para polisi hutan itu terpacak diam. 
Hening. Sekejap kemudian, gerombolan “orang pendek” itu berlari masuk ke
 dalam rimbun hutan. Hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barulah para polisi hutan sadar, 
seharusnya mereka mengabadikan gambar “orang-orang pendek” itu. Mereka 
hanya bisa mengingat “orang-orang pendek” itu bertelanjang, sebagian 
memegang kayu berbentuk tombak, dan bahkan ada yang menggendong bayi. 
Diduga saat itu, mereka sedang mencari ikan atau mencari air minum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penasaran
 dengan apa yang mereka lihat, tiga hari kemudian, grup itu kembali 
berpatroli di tempat sama. Tim sengaja memilih waktu persis saat mereka 
bertemu makhluk aneh, menjelang malam. Dan betul, “orang-orang pendek” 
yang dihitung lebih dari sepuluh orang itu terlihat lagi. “Suasana dan 
lokasinya sama saat petugas patroli melihat yang pertama dan yang 
kedua,” kata Sukatmoko. Namun, lagi-lagi, polisi kalah cepat memotret 
mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari penampakan kedua ini, tim memastikan, penampilan 
“orang-orang pendek” itu seperti manusia purba. “Mereka tidak memakai 
baju, berambut gimbal panjang dan memegang tombak kayu panjang. Tidak 
bisa juga dibedakan yang masih dewasa atau anak-anak, namun petugas kami
 melihat ada di antaranya seperti yang perempuan sedang menggendong 
bayi,” Sukatmoko menambahkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari itu juga, polisi hutan Taman 
Nasional memasang 15 kamera pengintai bersensor inframerah di sekitar 
lokasi itu. Kamera ini biasa digunakan untuk menangkap gambar aktifitas 
satwa liar, dan bisa menangkap objek bergerak yang melewatinya baik 
siang maupun malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Nanti kalau sudah ada bukti secara visual 
kami baru bisa bicara. Karena selama ini kami hanya mengandalkan bukti 
penglihatan mata petugas, maka kami saja belum berani melaporkannya ke 
kementerian kehutanan secara resmi,” kata Sukatmoko.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini 
sebetulnya bukan kali pertama “orang-orang pendek” itu terlihat. Pada 
1995, satu regu pendaki di Gunung Singgalang pernah bersua dengan 
makhluk serupa yang dilihat para polisi hutan di Way Kambas.&amp;nbsp; Denni, 
seorang anggota pendaki itu, menghubungi &lt;em&gt;VIVAnews&lt;/em&gt; setelah berita temuan “orang-orang pendek” itu dimuat di media. “Saya pernah melihat ‘orang pendek’”, ujarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia
 berkisah, pada suatu pagi,&amp;nbsp; dia mendaki gunung setinggi 2.887 meter 
itu. Sekitar pinggang gunung, di sebuah kawasan yang agak datar, 
tiba-tiba Denni dan temannya kaget campur takjub melihat sepasang 
makhluk seperti monyet tapi berjalan dengan dua kaki. Tangannya mengayun
 khas seperti manusia. “Bulunya berwarna emas, berjalan tegak, 
berpegangan tangan,” kata Denni. Denni dan temannya berhenti berjalan, 
lalu mengamati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tinggi makhluk tak berekor itu sepinggangnya atau
 kira-kira 1 meter. Sepasang makhluk itu berjalan kira-kira 30 meter di 
dekat mereka berdua. Semua badannya berbulu, kecuali mukanya. Bulu di 
kepalanya sedikit lebih panjang. “Mukanya agak rata,” kata Denni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski
 perawakan seperti manusia, namun bulu tipis di sekujur badannya 
membuatnya tampak lebih seperti monyet daripada manusia, kata Denni.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena
 tak pernah melihat makhluk macam itu sebelumnya, Denni yang menenteng 
kamera saku pun bergerak cepat hendak memotret. Namun seperti tahu mau 
dipotret, kedua makhluk itu bergerak lebih cepat, menghilang di balik 
rimbun pepohonan. Dia gagal mengambil gambar dari temuan langka itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;“Orang Pendek” Kerinci&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi
 Deborah Martyr, perempuan peneliti asal Inggris yang beberapa kali 
menyaksikan ”orang pendek” di Taman Nasional Kerinci Seblat, meragukan 
makhluk yang dilihat polisi hutan di Way Kambas adalah “orang pendek” 
yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Debbie, begitu panggilan perempuan itu, menyatakan 
“orang-orang pendek” yang dilihatnya di sejumlah hutan di Jambi, 
Bengkulu dan Sumatera Barat umumnya soliter, tidak bergerombol lebih 
dari tiga orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Saat melihat ‘orang pendek’, dia hanya sendiri.
 Tidak pernah saya melihat mereka berkelompok hingga belasan,” kata 
Pemimpin Tim Fauna &amp;amp; Flora International&#39;s Tiger Protection &amp;amp; 
Conservation Units di Sumatera itu. (&lt;a href=&quot;http://sorot.news.viva.co.id/news/read/401205--saya-dua-kali-melihat-orang-pendek-&quot;&gt;&lt;strong&gt;Baca juga bagian 4—Wawancara Debbie Martyr&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkenalan
 Debbie dengan “orang pendek” dimulai dari tahun 1989, ketika dia saat 
itu bekerja sebagai jurnalis sebuah media di Inggris, dan berlibur ke 
kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat yang membentang di empat provinsi 
yakni Sumatera Barat, Jambi, Bengkulu dan Sumatera Selatan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat
 itu, Debbie mendengar kisah Orang Pendek. Dia pun penasaran. Namun baru
 tahun 1994, Debbie bersama Jeremy Holden dari Fauna dan Flora 
International-IP dan Achmad Yanuar dari Lembaga Ilmu Pengetahuan 
Indonesia menggelar Project Orang Pendek.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Awalnya saya juga 
beranggapan sama, itu hanya mitos. Namun setelah melihat, saya yakin itu
 bukan mitos,” katanya saat diwawancara jurnalis &lt;em&gt;VIVAnews&lt;/em&gt;, Eri Naldi dan Arjuna Nusantara, di kediamannya di Sungai Penuh, Jambi, Rabu 27 Maret 2013.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Debbie
 pertama kali melihat “orang pendek” tahun 1994 di kawasan Gunung Tujuh 
dan kemudian di Gunung Kerinci, masih di Taman Nasional Kerinci Seblat. 
Tahun 1995, saat memasuki bagian Sumatera Barat dari taman nasional itu,
 di Solok Selatan, kembali Debbie melihat makhluk soliter ini. Tahun itu
 juga dia kembali menyaksikan makhluk itu di hutan lindung di perbatasan
 Sumatera Barat dengan Sumatera Utara. Terakhir, pada 1996, Debbie 
melihatnya lagi di sebuah hutan produksi di Mukomuko, Bengkulu, dan di 
Tapan, Pesisir Selatan, Sumatera Barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun tak satu pun yang 
berhasil dipotretnya. Padahal mereka sudah memakai kamera pengintai 
paling canggih yang biasa memotret harimau sumatera. Alhasil, tim 
penelitian ini lebih banyak mengandalkan penelitian berdasarkan 
pandangan mata saksi, termasuk mereka sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;“Badannya agak 
besar, tinggi sekitar 130 cm. Warna kulitnya madu tua, bulu di kepala 
sedikit tebal. Perawakan wajahnya hampir sama dengan orangutan tapi 
tidak mirip dengan manusia,” kata Debbie menceritakan ciri-cirinya, 
mirip seperti yang dilihat Denni di Gunung Singgalang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yanuar 
yang meraih gelar master dari Universitas Cambridge, Inggris, atas 
penelitian primata di Kerinci ini juga mengalami hal yang sama, hanya 
bisa melihat namun tak bisa mengabadikan gambar “orang pendek” ini. 
Bahkan Yanuar lebih dulu melihat “orang pendek” ini daripada Debbie. 
Kali pertama, seperti diungkapkannya dalam sebuah laporan terkait 
Project Orang Pendek, adalah di Provinsi Lampung di tahun 1993.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;“Jelas sekali berjalan dengan dua kaki, memperlihatkan ayunan tangannya,” kata Yanuar. “Warna (bulu)nya coklat agak keemasan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski
 tak mendapatkan gambar meyakinkan, Project Orang Pendek ini berhasil 
mengumpulkan spesimen rambut, feses, jejak telapak kakinya, serta bentuk
 pemukimannya. Rambutnya kemudian ada yang dikirim ke Inggris untuk 
diekstrak DNA-nya. Jejak kaki juga dicetak, memperlihatkan lekuk seperti
 telapak kaki manusia, namun lebih pendek, lebih lebar dan jempolnya 
agak besar dan mencelat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jempol menonjol keluar dan beban 
sepertinya dibagi rata untuk menghasilkan kombinasi kera besar dan 
manusia. Saya mencatat beberapa persamaan, berdasarkan bentuk kaki,” 
Yanuar menulis di laporan riset.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu kali, dalam riset lapangan,
 tim sempat mendapatkan feses segar “orang pendek”. Baunya seperti feses
 manusia. Analisis atas feses ini, disimpulkan orang pendek itu adalah 
omnivora meski lebih banyak memakan sayur, buah-buahan dan akar-akaran. 
Orang pendek juga memangsa serangga seperti ulat pohon dan larva. “Tapi 
sepertinya dia tidak makan cabai,” kata Debbie lalu tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian
 tim juga mengumpulkan hasil wawancara dengan penduduk yang pernah 
bertemu makhluk itu. Narasumber ini macam-macam pekerjaannya, 57 persen 
petani, 18 persen pemburu atau pengumpul gaharu, 14 persen pegawai 
pemerintah, 4 persen ahli kehutanan dan lainnya sekitar 8 persen.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada
 variasi penampakan “orang pendek” di mata narasumber riset. Ada yang 
melihatnya berjalan dengan empat kaki, tapi umumnya dua kaki. Tapi 
semuanya konsisten melihat makhluk ini berjalan di atas tanah, tak ada 
yang melayang dari pohon ke pohon seperti dilakukan kera, beruk atau 
orangutan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara warna bulu di badannya, umumnya berwarna 
coklat meski ada sedikit yang melihatnya kemerahan atau keemasan. Bulu 
di kepala lebih panjang dan tebal, sementara di bagian dada dan perut 
lebih tipis sehingga memperlihatkan warna kulit mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya 
mereka ditemui sedang berjalan, kemudian makan, dan sedikit yang bertemu
 sedang berbaring. Sementara tinggi badan, ada yang melihat di bawah 1 
meter, namun ada yang sampai 130 sentimeter. (&lt;a href=&quot;http://sorot.news.viva.co.id/news/read/401199-infografik--misteri-orang-pendek&quot;&gt;&lt;strong&gt;Lihat Bagian 2—Infografik&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Narasumber
 ini tersebar di sepanjang Bukit Barisan dari utara Sumatera Barat 
sampai ke selatan Bengkulu, baik dari dataran rendah sampai pegunungan 
di atas 1.000 meter di atas permukaan laut. Penamaannya pun beragam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di
 Sumatera Barat, “orang pendek” itu juga dikenal sebagai Si Bigau. Di 
Jambi sendiri, selain disebut Uhang Pandak (dialek lain dari ‘Orang 
Pendek’), juga disebut Antu Pandak dan Si Gugu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
William Marsden, 
yang menghabiskan masa mudanya di Sumatera antara tahun 1754 sampai 
1836, sudah menyinggung soal Si Gugu ini dalam bukunya berjudul “History
 of Sumatra”. Dalam buku edisi tahun 1811, Marsden yang juga dari 
Inggris menceritakan bahwa di antara Palembang dan Jambi, ada dua suku 
yang hidup di hutan yakni suku Kubu dan Gugu. Gugu, dijelaskan Marsden, 
kecil dan berbulu di sekujur tubuhnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang warga Sungai 
Penuh, Kerinci, Iskandar Zakaria, adalah salah satu warga yang percaya 
dengan keberadaan Orang Pendek. Di tahun 1990-an akhir, Iskandar yang 
kini berusia 71 tahun melihat betul Orang Pendek. Saat itu, Iskandar 
memang sengaja menjelajah hutan di kaki Kerinci dengan niat mencari 
makhluk legenda itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di hari ketiga pencariannya, menjelang 
Subuh, Iskandar yang saat itu mau buang air besar di pinggir sungai di 
sebuah perkebunan melihat yang dicari-carinya. Orang Pendek terlihat 
turun dari bukit menuju sungai. &quot;Saya terkejut dan hanya bisa diam saja.
 Karena, Uhang Pandak itu berjalan tepat di hadapan saya. Pada saat itu 
jaraknya hanya sekitar dua atau tiga meter saja dari saya,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&quot;Pada
 saat melintas di depan saya, Uhang Pandak ini melirik saya. Kejadian 
itu cepat sekali. Karena, setelah melintas di hadapan saya, Uhang Pandak
 hilang ke dalam hutan lagi,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
Dari pengamatan itulah,
 Iskandar menyatakan, wajah Orang Pendek sama sekali tidak menyerupai 
manusia. Sekujur tubuh mahluk dengan ketinggian sekitar 80 sentimeter 
ini ditutupi bulu seperti orangutan. Dan satu hal lagi, dia berjalan 
dengan telapak kaki ke depan, bukan terbalik seperti selama ini menjadi 
mitos di masyarakat&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Tempat tinggal Uhang Pandak ini semak 
rimbun. Makanannya kulit kayu yang ada di hutan. Karena, dari yang saya 
temui di sekitar tempat tinggal Uhang Pandak ini banyak bekas kupasan 
kulit kayu,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Kera atau Orang?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Mereka
 tergolong primata, bukan manusia,” kata Debbie yakin, saat ditanya soal
 klasifikasi “Orang Pendek” ini. Orang Pendek, kata Debbie, adalah 
primata yang belum tercatat dalam ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Asumsi saya 
dia lebih dekat ke Siamang. Mereka tidak berkelompok tapi tumbuh dalam 
keluarga kecil—satu ibu dan anak-anak tanpa pejantan.” Karena asumsi 
inilah Debbie meragukan gerombolan yang di Way Kambas adalah “Orang 
Pendek” yang sama dengan yang ditelitinya bertahun-tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
David 
Chivers, ahli primata dari Universitas Cambridge, telah menganalisis 
jejak telapak kaki yang dikumpulkan Debbie dan kawan-kawan. “Sangat tak 
biasa, karena mereka merupakan campuran karakter dari semua jenis kera 
dan manusia,” kata Chivers seperti dilansir majalah&lt;em&gt; Edge Science&lt;/em&gt;
 edisi #7, April-Juni 2011. “Mereka punya jari yang lebih pendek, hampir
 seperti manusia.” Antropolog biologis dari Universitas Idaho, Jeff 
Meldrum, juga melihat jejak kaki itu menandakan bipedalisme atau 
berjalan dengan dua kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara analisis atas DNA rambut, 
ahli hewan Hans Bruner dari Universitas Deakin, Australia, menyatakan 
rambut itu milik primata tak dikenal. Tahun 2010, jebolan genetika 
Universitas Oxford Tom Gilbert melakukan tes DNA sendiri atas rambut 
tersebut. Peneliti di Centre for GeoGenetics, bagian dari Natural 
History Museum of Denmark, itu menyatakan DNA makhluk itu adalah 
manusia, atau setidaknya berhubungan dekat dengan manusia. Jika pendapat
 ini diterima, “orang pendek” bisa berdiri sejajar dengan Homo 
neanderthal, Homo floresiensis dan Homo sapiens alias masuk jajaran 
“manusia”. (&lt;a href=&quot;http://sorot.news.viva.co.id/news/read/401202-berburu--hobbit--di-gua-flores&quot;&gt;&lt;strong&gt;Baca juga Bagian 3—Berburu “Hobbit” di Gua Flores&lt;/strong&gt;&lt;/a&gt;)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lembaga
 riset genetika di Indonesia, Eijkman Institute for Molecular Biology 
sendiri skeptis dengan status manusia atas “orang pendek” ini. Deputi 
Direktur Lembaga Eijkman&amp;nbsp; Prof Herawati Sudoyo menyatakan, pertanyaan 
soal genetika “orang pendek” belum bisa dijawab karena tak ada gambar 
yang jadi bukti keberadaan mereka. Jika keberadaannya sudah pasti, 
barulah kemudian bisa lanjut kepada pengambilan sampel DNA, kata 
Herawati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Soal gambar dan habitat “orang pendek” inilah yang 
menjadi pekerjaan bertahun-tahun sejumlah pemerhati flora dan fauna. 
Fauna Flora International (FFI) yang melakukan monitoring harimau 
sumatera di Taman Nasional Kerinci Seblat belum pernah mendapat gambar 
“orang pendek” dari seratusan kamera trap yang terpasang di enam lokasi 
sejak tahun 2004.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jika memang ada, mungkin sudah tertangkap kamera pengintai kami,” ujar Yoan Dinata, Manager FFI areal Sumatera Barat pada &lt;em&gt;VIVAnews.&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;“’Orang
 pendek’ itu sepertinya punya kemampuan mendeteksi benda listrik,” kata 
Suwandi Ahmad, yang pernah membantu dokumentasi tim Debbie saat 
mengumpulkan data “orang pendek”. “Indra pendengaran dan penciuman 
mereka sepertinya tajam sekali,” kata Suwandi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia lalu 
menceritakan sebuah kisah unik seorang fotografer alam bebas yang sudah 
delapan bulan mengikuti Debbie, berusaha memotret “orang pendek”. 
“Setelah delapan bulan, pada suatu saat, baterai kameranya habis, dia 
lalu mengganti baterenya,” kata Suwandi. “Saat itulah, beberapa “orang 
pendek” datang mengerubungi fotografer itu. Dia gemetaran saat mengisi 
baterai, namun ketika sudah terisi, ‘orang pendek’nya pergi lagi. 
Seminggu lamanya setelah itu si fotografer ngambek,” kata Wandi tertawa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dosen
 Biologi Universitas Andalas, Dr. Wilson Novarino, salah satu ilmuwan 
yang yakin akan keberadaan “orang pendek”, menyebut insting makhluk 
menghindari dari manusia itu mungkin bagian dari kunci survivalnya. 
“Karena kondisinya yang sangat sensitif dan tidak mau bertemu manusia, 
bisa jadi populasinya semakin mengerucut,” kata Wilson.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang 
Pendek, kata Wilson, sangat besar kemungkinan salah satu dari banyak 
hewan yang masih misterius. Hingga kini baru 1,9 juta spesies telah 
teridentifikasi. Dalam studi yang dipublikasikan Selasa, 23 Agustus 2011
 di jurnal PLoS Biology, ilmuwan menghitung ada nyaris 8,8 juta spesies 
di Bumi. Dari jumlah itu, 6,5 juta berada di daratan dan 2,2 juta di 
lautan.&amp;nbsp; Kerajaan hewan mendominasi dengan 7,8 juta spesies, fungi 
(jamur) sekitar 611.000 dan tanaman sekitar 300.000 spesies.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika
 benar ada 8,8 juta spesies, &quot;Itu angka yang brutal,&quot; kata Direktur 
Eksekutif Ensiklopedi Kehidupan, Erick Mata. &quot;Kita bisa menghabiskan 
waktu 400 sampai 500 tahun untuk mendokumentasikan spesies yang 
benar-benar hidup di planet kita,&quot; katanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bisa jadi, “orang pendek” adalah salah satu makhluk yang masih luput terdata itu. (np)&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
--------------------------------------------------------------------------------------------------------------&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Foto pendakian Gunung Tujuh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4syXBE8x3pkhHijK6rns_ZRQxhwDnyHW0iJzMYnu-RKpbvlr8muriujM83yX6ovHvdNaqtft1We2uJmPhtAhdlNAPSqh5kqguDfnpOCKgHF-Ys0KHDRRFNqCeR3ijrYA8IFluG5LD5pY/s1600/DSC02469.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4syXBE8x3pkhHijK6rns_ZRQxhwDnyHW0iJzMYnu-RKpbvlr8muriujM83yX6ovHvdNaqtft1We2uJmPhtAhdlNAPSqh5kqguDfnpOCKgHF-Ys0KHDRRFNqCeR3ijrYA8IFluG5LD5pY/s1600/DSC02469.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;h2&gt;
@Gerbang Masuk Gunung Tujuh, Team Pendaki &amp;nbsp;: Farid, Sutan, Roffi, Nopri, Frangky (dari kiri ke kanan)&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlzfRLeKf8IRNOkmo83xbCWANo0BlEFWSADvvPKu5o_aBX8kQuAzmFpCrRrSvTOCbagFOvqBY7fbKUlms1sNkCeCCHF5TYbawnByywc-akKHs81GxEjHtA_0cSSJtFaId8k7AXVHNuvAg/s1600/DSC02535.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhlzfRLeKf8IRNOkmo83xbCWANo0BlEFWSADvvPKu5o_aBX8kQuAzmFpCrRrSvTOCbagFOvqBY7fbKUlms1sNkCeCCHF5TYbawnByywc-akKHs81GxEjHtA_0cSSJtFaId8k7AXVHNuvAg/s1600/DSC02535.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;h2&gt;
@ Danau Gunung Tujuh, Team Pendaki : Amber, Roffi, Nopri, Sutan dan Frengky&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRpVGGjD849MSKI7Ac5gTTUJoOgqeCBgNBFRxI9og33671efLkSg6EJ39FkMu6VO26hFOcGd4qOJOt8UL12qwOoS3d-m06ngR8CgoUHuTfbsQcheQoTTfV9a2pdlxtwA23KFxrpR5WFIY/s1600/DSC02548.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiRpVGGjD849MSKI7Ac5gTTUJoOgqeCBgNBFRxI9og33671efLkSg6EJ39FkMu6VO26hFOcGd4qOJOt8UL12qwOoS3d-m06ngR8CgoUHuTfbsQcheQoTTfV9a2pdlxtwA23KFxrpR5WFIY/s1600/DSC02548.JPG&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;h2&gt;
@ Danau Gunung Tujuh : Meminjam Sampan Nelayan Gunung Tujuh : &amp;nbsp;Roffi, Nopri dan Fangky&lt;/h2&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sampai sekarang semuanya masih misteri, benar atau tidak keberadannya sekayang ini hanya Allah yang tau..&lt;br /&gt;
Namun sekarang cerita Si Bigau juga sudah mulai memudar di telan Zaman, tidak banyak lagi anak-anak yang tau cerita Si Bigau ini, Seperti halnya yang banyak&amp;nbsp; kami dengar waktu Kecil....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan saya semoga suatu saat misteri ini akan terkuak, namun tidak menggangu keberadaan mereka.., dan semoga yang menjadi penemunya adalah peneliti dari Indonesia...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #bf9000;&quot;&gt;Bule saja serus menelitinya, mengapa kita tidak..., jangan samapi nama mereka dibukukan lagi untuk panamuan di negara kita yang kaya.., seperti halnya bunga Raflesia,,,...&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;span style=&quot;color: purple;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;Ayo peneliti muda Indonesia, Kenali Negrimu&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Padang, 13 Februari 2014&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;Roffi Ardinata&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salingkanagari.blogspot.com/feeds/2787643260193732532/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1052950810023598348/2787643260193732532' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1052950810023598348/posts/default/2787643260193732532'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1052950810023598348/posts/default/2787643260193732532'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salingkanagari.blogspot.com/2014/02/si-bigau-orang-pendek-gunuang-singgalang.html' title='&quot;SI BIGAU&quot;  ORANG PENDEK GUNUANG SINGGALANG'/><author><name>Hazari Ulwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09748288017267898164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmt9fzqW7DCZXogobRfcva2CRFziNEsCXx9vHoNRHKgsaYC6VYOUUnA7Wv6MmzOF5RJsw_80Df9OJP18uUc_88TlPTID6bsrFz-kAVFxWHhJ3Hn9A0d_hwMKJUyBUcTHN6Ti86045vcuQ/s72-c/1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1052950810023598348.post-7630083922015087262</id><published>2013-04-16T23:13:00.000-07:00</published><updated>2013-07-08T19:44:14.267-07:00</updated><title type='text'>Nagari Padang Laweh Kec. Sei Pua Kab. Agam Sumatera Barat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;color: #0b5394; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;Kenagarian Padang Laweh&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 36.0pt; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 36.0pt; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 36.0pt; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Kok untuang
dapek nan sabananyo, supayo jalan nak nyo tarang. Usang-usang dipabaharui,
lapuak-lapuak di kajangi . mamandang sagalo maso. Lah abih zaman Ulando, lah
talampau zaman Japang, lah tibo zaman Merdeka. Kini babaliak ka-Nagari.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 36.0pt; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Adat dan budaya Minangkabau mulai kabur pada zaman
penjajahan Belanda dan mulai &lt;i&gt;Lapuak&lt;/i&gt;
pada penjajahan Jepang. Dan sekarang mencoba kembali menggali apa yang menjadi
kebanggaan masa lalu. Apalagi seiring perjalanan waktu, pergantian sistim
pemerintahan nagari dan diiringi oleh perkembangan ilmu pengetahuan dan
teknologi, membawa berbagai dampak terhadap sudut pandang anak nagari. Cara
tersebut terlihat dari kehidupan sehari-hari yang pada akhirnya mulai
mengaburnya nilai dan jati diri anak nagari dalam ruang lingkup lingkaran Adat
Minangkabau.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Dek tajam mato pangkua, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Tanah bato manjadi data,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Padang diambiak kapametak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Dek pendainyo tukang manggaduah, &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Indak&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Tahu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt; barang lah batuka,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Gadang batuka jo nan ketek.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 72pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Sudah sepantasnya gagasan-gagasan&amp;nbsp; yang sebenarnya masih melekat kuat pada
masyarakat digali kembali untuk dasar pelaksanaan pembangunan Nagari yang
merupakan ujung tombak dari&amp;nbsp; pembangunan
nasional, dengan membuat Rencana Kerja pembangunan yang sesuai dengan kondisi
dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13pt; line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;nagari tersebut. Apalagi sejak otonomi daerah
yang ditegaskan dalam Undang-Undang No 32 tahun 2004 dan diperkuat dengan
Peraturan Daerah (Perda) Nomor 9 tentang kembali ke Nagari&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13pt; line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13pt; line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;membuat masing-masing Nagari mencoba
merumuskan Pembangunan Nagari sesuai dengan potensi dan sumber daya yang ada
dalam Nagari tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13pt; line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13pt; line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;, serif; font-size: 13pt; line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large;&quot;&gt;&lt;u&gt;1. Profil Nagari Padang Laweh&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizZkzfYm4VFexzpA0nhznaLDg-12Kvnc9rBUXASyVgrVEdTOgWb6H_CSOqBBFlTEHpgJpYOM6Dv773pf7HAT4iBIdfXxVoF-D52Og9PKJKQMpWI0DZw6tgCwzLCAnt2De9IOZJO2bOgNY/s1600/2012-06-02+17.33.16.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizZkzfYm4VFexzpA0nhznaLDg-12Kvnc9rBUXASyVgrVEdTOgWb6H_CSOqBBFlTEHpgJpYOM6Dv773pf7HAT4iBIdfXxVoF-D52Og9PKJKQMpWI0DZw6tgCwzLCAnt2De9IOZJO2bOgNY/s640/2012-06-02+17.33.16.jpg&quot; height=&quot;480&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Sawah Ladang Nagari Padang Laweh&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie7vEpOqv00qvvoy29O8HreOVbsuRYplUc-b6zZhPCwu54ij0KS06aG3dZU114i0FjWJ3oKBiBo8B2GQeZEG0tiGTEq7apxewbjLY4IEQ1LWLLwySbeFFRHF3flYWMVGdD18Hr7ZR8RBk/s1600/2012-06-05+12.01.41.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEie7vEpOqv00qvvoy29O8HreOVbsuRYplUc-b6zZhPCwu54ij0KS06aG3dZU114i0FjWJ3oKBiBo8B2GQeZEG0tiGTEq7apxewbjLY4IEQ1LWLLwySbeFFRHF3flYWMVGdD18Hr7ZR8RBk/s640/2012-06-05+12.01.41.jpg&quot; height=&quot;481&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Parak Lobak Singgalang Nagari Padang Laweh&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: blue;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;br /&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Padang Laweh
merupakan salah satu Nagari yang secara administratif tergabung dalam Kecamatan
Sungai Pua, Kabupaten Agam. Terletak dikaki gunung Singgalang dengan luas 690
ha.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Dengan batas-batas nagari sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Sebelah
Utara dengan Nagari Batagak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Sebelah
Selatan dengan Nagari Pandai Sikek, Kabupatan Tanah Datar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Sebelah
Barat dengan Gunung Singgalang ( Balingka IV Koto ).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: list 36.0pt; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Sebelah
Timur dengan Nagari Batu Palano.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Yang terdiri dari empat Jorong yaitu; Jorong Kubu,
Jorong Batu Gadang, Jorong Tampat dan Jorong Talao. Gerbang Nagari Padang Laweh
terletak di Jalan lintas Sumatera yang menghubungkan Kota Bukittinggi dengan
Kota Padang Panjang. Berjarak 2 km dari Ibu Kota Kecamatan dan waktu tempuh ke Ibukota
Kecamatan sekitar 15 menit, sedangkan jarak ke Ibu kota Kabupaten sekitar 88 km
dan waktu tempuh 3 jam sedangkan jarak ke Ibukota Propinsi sekitar 89 km dengan
waktu tempuh 2 jam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAFbrGeKypBC-YGdgS9QU4ULRTBO_cR40RzqGTzMZrMEICEY9exzbaU76gG5vfJ2TdqEr07qYggWFSGisM4ewcYrlahprb3ENpr2oNJYVYmAPWvuLDO3OzlW_2wiGfF1emkGTqzdeW50s/s1600/2012-05-25+09.30.56.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAFbrGeKypBC-YGdgS9QU4ULRTBO_cR40RzqGTzMZrMEICEY9exzbaU76gG5vfJ2TdqEr07qYggWFSGisM4ewcYrlahprb3ENpr2oNJYVYmAPWvuLDO3OzlW_2wiGfF1emkGTqzdeW50s/s640/2012-05-25+09.30.56.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Simpang Padang Laweh Jl Raya Padang Panjang-Bukittinggi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfjfKcKIOV83wANjz-6HK9loth9yAdrTi8kodWS9Jl2apD6Pi-T5pWIKbssSEFd7qOAgoTWP6aySZeECL4-XlNxV4CTX6xMgvlKnDEm7ktVnWG_kX0Duk69eIC0TUW6PHonQllEy8_E2s/s1600/2012-05-25+09.31.17.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfjfKcKIOV83wANjz-6HK9loth9yAdrTi8kodWS9Jl2apD6Pi-T5pWIKbssSEFd7qOAgoTWP6aySZeECL4-XlNxV4CTX6xMgvlKnDEm7ktVnWG_kX0Duk69eIC0TUW6PHonQllEy8_E2s/s640/2012-05-25+09.31.17.jpg&quot; height=&quot;480&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Jalan masuk Nagari Padang Laweh&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;2. Sejarah Nagari Padang Laweh&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;Nagari Padang Laweh&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt; pada awalnya &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&amp;nbsp;adalah bagian dari Kanagarian Batu Palano pada
Tahun 1946 Nagari Padang Laweh memisahkan diri dengan Batu Palano dan dengan&amp;nbsp; Wali Nagari pertama Rahmad A. Malano semenjak
itu Kenagarian Padang Laweh telah diakui keberadaannya oleh Pemerintah dengan
keputusan Gubernur.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;Photo Wali Nagari Padang Laweh saat masih gabung dengan nagari Batu Palano&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibAmtxaCDRWkH6u0NDtJ0dOj_7D_i_6f6P0IgVV89TToedDRr7vpT9ySMA8aKSG4qY5fYettDI3Q5i-90U5x49l-y8qGl5VymPmDjiIRgjqs0Gp7WtPHsXVfF5LsPgNcavOzET1ZhvLoQ/s1600/DT+SINARO.+wali+nagari+ke+3.+batu+palano%252C+padang+laweh+copy.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEibAmtxaCDRWkH6u0NDtJ0dOj_7D_i_6f6P0IgVV89TToedDRr7vpT9ySMA8aKSG4qY5fYettDI3Q5i-90U5x49l-y8qGl5VymPmDjiIRgjqs0Gp7WtPHsXVfF5LsPgNcavOzET1ZhvLoQ/s640/DT+SINARO.+wali+nagari+ke+3.+batu+palano%252C+padang+laweh+copy.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;481&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Wali Nagari ke 3 Batu Palano- Padang Laweh&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;Beberapa Photo Wali Nagari Padang Laweh Saat sudah terpisah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8pkObok5g_zt0RnGJH_FPQtX7RQmaiv9PRGwx38PfEsmieydItMzgtV5okaewnLD856biaFY_O6qaCLkx8HfkyKSUs6Sqv08fLu7LfExPRBBLH6bRIbUWja0sOzEEuZd1eSwnt8gaFEo/s1600/Foto0121.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8pkObok5g_zt0RnGJH_FPQtX7RQmaiv9PRGwx38PfEsmieydItMzgtV5okaewnLD856biaFY_O6qaCLkx8HfkyKSUs6Sqv08fLu7LfExPRBBLH6bRIbUWja0sOzEEuZd1eSwnt8gaFEo/s640/Foto0121.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: small;&quot;&gt;Zubir Sutan Mangkuto Ameh (Periode 1949-1951)&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN5976EBmDQcERnBCwSsCbN4evFEygw59o4nlpPKgQdjL5g7p5zNvMiXh7quM80n6bjFku2kX1Ox7AFjuDVVaL5ux-OyXrX0D-srDAtWxnUuSz2TK8HnT6ZKQ3Knj292QiurbnfvaYHiw/s1600/Foto0129.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN5976EBmDQcERnBCwSsCbN4evFEygw59o4nlpPKgQdjL5g7p5zNvMiXh7quM80n6bjFku2kX1Ox7AFjuDVVaL5ux-OyXrX0D-srDAtWxnUuSz2TK8HnT6ZKQ3Knj292QiurbnfvaYHiw/s640/Foto0129.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;481&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;font-size: 13.200000762939453px;&quot;&gt;LISAN DATUAK PARPATIAH&lt;br /&gt;
(1955-1956)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwmVnhidxzTXE3YskBzxx9Lj_K7V2dYbql33fQCxQfYQ8amEDOdYGvEQ3uAijeCg7fdf0k7mXKqJFk5BlqcecmgJ9KhtvxScIhyphenhyphenZHtNeWK3lrKOwcZ1vaozyWLrMHTb2uB8mZ6PDvukf4/s1600/CAM_7616+copy.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwmVnhidxzTXE3YskBzxx9Lj_K7V2dYbql33fQCxQfYQ8amEDOdYGvEQ3uAijeCg7fdf0k7mXKqJFk5BlqcecmgJ9KhtvxScIhyphenhyphenZHtNeWK3lrKOwcZ1vaozyWLrMHTb2uB8mZ6PDvukf4/s640/CAM_7616+copy.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;font-size: 13.200000762939453px;&quot;&gt;UDIN DATUAK TUMANGGUANG&lt;br /&gt;
PERIODE (1955-1956)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfSGwdYZZ8U2JSi-n82s3G4CS-sNJGdeE41ti_e0NroSiAtnFrXePq6GnxksJhYONtjuU1KIq9qkyHxV_BlBzM754LPbyxpzuAzEVhSXwwbN-DqPiUJa5JYGT3uXTRTa3Ttkazc5nk2pg/s1600/Foto0133.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: medium; line-height: normal; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center; text-indent: 0px;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfSGwdYZZ8U2JSi-n82s3G4CS-sNJGdeE41ti_e0NroSiAtnFrXePq6GnxksJhYONtjuU1KIq9qkyHxV_BlBzM754LPbyxpzuAzEVhSXwwbN-DqPiUJa5JYGT3uXTRTa3Ttkazc5nk2pg/s640/Foto0133.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;RUSKAM LABAI MANGKUDUN&lt;br /&gt;
PERIODE (1958-1959)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmA_eiZW15xBSv1tsn81Sw-xgPkWmm4ZNylI8syLqLS7Dfrw_b-2eh7I1dPBpgBK0wYgZN0MRNStxeKinMm4kFm5Tt45XgO-o5QkP7z4WD2fx6SeRLH0vyAwD1O5Tf3EILOM6wWfcZAIg/s1600/IMG0277B+copy.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmA_eiZW15xBSv1tsn81Sw-xgPkWmm4ZNylI8syLqLS7Dfrw_b-2eh7I1dPBpgBK0wYgZN0MRNStxeKinMm4kFm5Tt45XgO-o5QkP7z4WD2fx6SeRLH0vyAwD1O5Tf3EILOM6wWfcZAIg/s640/IMG0277B+copy.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small;&quot;&gt;Martala Angku Bagindo&lt;br /&gt;Wali Nagari 3 Periode, 1959-1981&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAwwB_ohk4rB4SJNMXSS4RcxeSQh0BnQrzdCT5iKQ0frLs7jczIaNRZnqTgtcPJOJZXFpDvteKbBylxH1hmOTKjl0OPvhpOlA3EdMUCTfKufSOUKmFhHWkFiFMkaHdeTF9lRvTZAnzpWI/s1600/IMG0279A+copy.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAwwB_ohk4rB4SJNMXSS4RcxeSQh0BnQrzdCT5iKQ0frLs7jczIaNRZnqTgtcPJOJZXFpDvteKbBylxH1hmOTKjl0OPvhpOlA3EdMUCTfKufSOUKmFhHWkFiFMkaHdeTF9lRvTZAnzpWI/s640/IMG0279A+copy.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;font-size: 13.200000762939453px;&quot;&gt;YUSLIAR A. BATUAH&lt;br /&gt;
PERIODE (1962-1963)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTVJqbIGCS5KjcYdF80b8VcWqE0472t6Snu4_POjVIDb690s4VtvjdlUMgnlJ20LtDGQtxDM0i5xWiUPc6bg8iU7Oyd4jsC_O2RNhUqVVvX9SuOct7vKndzX0ZX7UJ8JJvsDmxOeTCWMU/s1600/Foto0125.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTVJqbIGCS5KjcYdF80b8VcWqE0472t6Snu4_POjVIDb690s4VtvjdlUMgnlJ20LtDGQtxDM0i5xWiUPc6bg8iU7Oyd4jsC_O2RNhUqVVvX9SuOct7vKndzX0ZX7UJ8JJvsDmxOeTCWMU/s640/Foto0125.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;font-size: 13.200000762939453px;&quot;&gt;JAMAIS SUTAN SAIDI&lt;br /&gt;
PERIODE (1964-1966)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5T4T4KSQJ8dwHCPCoQ8WiV_TyhU59KO26iqyPufSOVD5t57TCRxIf3ka9A7AMgoOzUErgV5HZrnV-rLzqTCrXxmN_kYadzEL095O60KapfVCSoPYGrmTPjK4qAGY-Xi-P6E4jk06Oqos/s1600/DSC03135+copy.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh5T4T4KSQJ8dwHCPCoQ8WiV_TyhU59KO26iqyPufSOVD5t57TCRxIf3ka9A7AMgoOzUErgV5HZrnV-rLzqTCrXxmN_kYadzEL095O60KapfVCSoPYGrmTPjK4qAGY-Xi-P6E4jk06Oqos/s640/DSC03135+copy.jpg&quot; height=&quot;640&quot; width=&quot;480&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Tungkin Datuak Pangulu Basa&lt;br /&gt;
(Periode 1966-1967)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: blue; font-size: large; line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start; text-indent: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start; text-indent: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #6fa8dc; font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: large;&quot;&gt;3. Demografi Nagari Padang Laweh&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: start; text-indent: 0px;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: lime; font-family: Georgia, Times New Roman, serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Dilihat dari topografi Nagari Padang Laweh mempunyai
topografi yaitu kemiringan, ketinggian dan morfologi daratan, wilayah
pegunungan, daratan tinggi. Nagari Padang Laweh terletak pada ketinggian &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;985&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt; – 150&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;5&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt; m diatas permukaan laut, beriklim
tropis dengan suhu rata-rata 1&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;6&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;°C - 25°C dan
kelembaban udara berkisar antara 80 -&amp;nbsp;
90%.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;Curah hujan yang
cukup tinggi yaitu 12.521 mm/tahun tanpa bulan kering. Curah hujan tertinggi
terjadi pada bulan November sekitar 1.647 mm dan curah hujan terendah terjadi
sekitar bulan Juli 74 mm. Kondisi Curah hujan ini berpengaruh terhadap
aktifitas penduduk.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Arial, Helvetica, sans-serif;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-ansi-language: IN; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;Jenis tanah yang ada di Kenagarian Padang Laweh adalah
jenis tanah Andosol atau tanah gembur yang sangat cocok untuk pertanian dan
perkebunan.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 13.0pt; line-height: 150%; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEkDXB4R5R0SX3cSUyXN8WbuVa0VR6uBPPnQmg-Q-SXcVm3lV6Y4zKDJC0_rlyQYAZTRMFtmww-0eD2sammzci-Yz3gOZKrJn6ONycdzgesT4oQJ0iuzMM4n1Rwnglz5A5g39MYMBLOls/s1600/2012-06-05+12.02.07.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEkDXB4R5R0SX3cSUyXN8WbuVa0VR6uBPPnQmg-Q-SXcVm3lV6Y4zKDJC0_rlyQYAZTRMFtmww-0eD2sammzci-Yz3gOZKrJn6ONycdzgesT4oQJ0iuzMM4n1Rwnglz5A5g39MYMBLOls/s640/2012-06-05+12.02.07.jpg&quot; height=&quot;480&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Lahan pertanian dan perkebunan masyarakat Nagari Padang Laweh&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKC4PzC4r8aU1JuxmX1iYstUlEANYfYWiqakv_l8FIIBGnu-YcevJmCUL7E4RuPv6ENcWvOx2F9eF3qYnXUN4crEITqF2eociau2z0MBvJj_naK2xIoF8602k-ptyh4pIf-GeEWIbyZ8Y/s1600/DSC01529.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: medium; line-height: normal; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center; text-indent: 0px;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhKC4PzC4r8aU1JuxmX1iYstUlEANYfYWiqakv_l8FIIBGnu-YcevJmCUL7E4RuPv6ENcWvOx2F9eF3qYnXUN4crEITqF2eociau2z0MBvJj_naK2xIoF8602k-ptyh4pIf-GeEWIbyZ8Y/s640/DSC01529.JPG&quot; height=&quot;480&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Ladang sawi Kenagarian Padang Laweh&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTAUXS7EDcAZyVY45ACNGokhQYfkytvZU2xzasAwrF2NkPtFf23i14TOePGqPv-wOlHB0-hqCq2urWfIC8uGejlgpv1cxw4__vBEnt2BmAkT1BZ6wfyWV2DKlxt4H-zRO8jfJCWh4EBS4/s1600/DSC01005.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: medium; line-height: normal; margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center; text-indent: 0px;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgTAUXS7EDcAZyVY45ACNGokhQYfkytvZU2xzasAwrF2NkPtFf23i14TOePGqPv-wOlHB0-hqCq2urWfIC8uGejlgpv1cxw4__vBEnt2BmAkT1BZ6wfyWV2DKlxt4H-zRO8jfJCWh4EBS4/s640/DSC01005.JPG&quot; height=&quot;480&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Parak Tabek&#39;an Pisang &quot;lahan Pertanian Masyarakat Padang Laweh&quot;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;Video Nagari&lt;br /&gt;1. &quot;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.youtube.com/watch?v=xp-DSw_Zkrg&amp;amp;feature=youtu.be&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;http://www.youtube.com/watch?v=xp-DSw_Zkrg&amp;amp;feature=youtu.be&lt;/a&gt;&quot;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: red;&quot;&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;a href=&quot;http://nagari padang laweh part 2&quot;&gt;http://www.youtube.com/watch?v=AgGr2HRMvmo &lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 6.0pt; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: red; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 13.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-language: AR-SA; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shape id=&quot;_x0000_i1025&quot;
 type=&quot;#_x0000_t75&quot; style=&#39;width:401.25pt;height:264.75pt&#39;&gt;
 &lt;v:imagedata src=&quot;file:///C:\Users\ROFFI\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image003.jpg&quot;
  o:title=&quot;04092010083318sungai-pua&quot;/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://salingkanagari.blogspot.com/feeds/7630083922015087262/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/1052950810023598348/7630083922015087262' title='2 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1052950810023598348/posts/default/7630083922015087262'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1052950810023598348/posts/default/7630083922015087262'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://salingkanagari.blogspot.com/2013/04/nagari-padang-laweh-kec-sei-pua-kab.html' title='Nagari Padang Laweh Kec. Sei Pua Kab. Agam Sumatera Barat'/><author><name>Hazari Ulwa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09748288017267898164</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEizZkzfYm4VFexzpA0nhznaLDg-12Kvnc9rBUXASyVgrVEdTOgWb6H_CSOqBBFlTEHpgJpYOM6Dv773pf7HAT4iBIdfXxVoF-D52Og9PKJKQMpWI0DZw6tgCwzLCAnt2De9IOZJO2bOgNY/s72-c/2012-06-02+17.33.16.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry></feed>