<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Masjid Salman ITB</title>
	<atom:link href="https://salmanitb.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://salmanitb.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 17 Aug 2021 09:49:17 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.6.4</generator>

<image>
	<url>https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2019/03/cropped-favicon-32x32.png</url>
	<title>Masjid Salman ITB</title>
	<link>https://salmanitb.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Rumah Amal Bantu Bangun Rumah Isoman untuk Warga Cikutra</title>
		<link>https://salmanitb.com/2021/08/17/rumah-amal-bantu-bangun-rumah-isoman-untuk-warga-cikutra/</link>
					<comments>https://salmanitb.com/2021/08/17/rumah-amal-bantu-bangun-rumah-isoman-untuk-warga-cikutra/#comments_reply</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadhira Rizki]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 17 Aug 2021 09:49:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Liputan]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan Kegiatan RAS]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[COvid-19]]></category>
		<category><![CDATA[rumah amal salman]]></category>
		<category><![CDATA[Rumah Isoman Cikutra]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=2828</guid>

					<description><![CDATA[(Rumah Amal Salman, Bandung) – Kelurahan Cikutra termasuk wilayah yang pernah menempati kasus covid tertinggi di Kecamatan Cibeunying Kidul. Sebanyak 207 warganya pernah terkonfirmasi positif covid-19. Mengacu pada kondisi tersebut, berdasarkan intruksi satgas covid Kota Bandung tentang pembentukan rumah-rumah isolasi&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="750" height="421" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/IMG-20210812-WA0003.jpg" alt="" class="wp-image-2829"/></figure></div>



<p><strong>(Rumah Amal Salman, Bandung)</strong> – Kelurahan Cikutra termasuk wilayah yang pernah menempati kasus covid tertinggi di Kecamatan Cibeunying Kidul. Sebanyak 207 warganya pernah terkonfirmasi positif covid-19. Mengacu pada kondisi tersebut, berdasarkan intruksi satgas covid Kota Bandung tentang pembentukan rumah-rumah isolasi mandiri di wilayah, maka Kelurahan Cikutra dibantu beberapa pihak meresmikan Rumah Isolasi Mandiri untuk warga.&nbsp;</p>



<p>“Kelurahan Cikutra merupakan wilayah padat penduduk, lebih dari 20 ribu jiwa tinggal di wilayah ini. Bila ada warga terkonfirmasi positif, namun tempat tinggal kurang layak untuk isoman, maka pembentukan Rumah Isoman ini bisa menjadi rujukan guna untuk percepatan penanganan Covid-19,” kata Lurah Cikutra, Asri Desiyani, Selasa (10/8).</p>



<p>Adapun syarat bagi pasien yang bisa menggunakan Rumah Isoman Cikutra diantaranya, fasilitas ini hanya untuk pasien yang telah terkonfirmasi positif dengan kondisi orang tanpa gejala atau bergejala ringan. Sebelumnya, pasien harus melakukan serangkaian pemeriksaan di Puskesmas Padasuka atau Pasirlayung dengan mengisi form yang disediakan petugas. Sehingga pasien akan mendapat pemantauan dari puskesmas terkait untuk kemudian dirujuk ke Rumah Isoman Cikutra.&nbsp;&nbsp;&nbsp;</p>



<p>“Segala bentuk kebutuhan pribadi semua disediakan secara mandiri, sebab pihak pengelola Rumah Isoman Cikutra hanya menyediakan fasilitas tinggal dan juga cek kesehatan selama isoman,” tambah Asri yang juga sekaligus sebagai penanggung jawab program Rumah Isoman Kelurahan Cikutra.&nbsp;</p>



<p>Peresmian Rumah Isoman ini juga dihadiri oleh beberapa pihak lain diantaranya, Hendrawan Setia Wiwaha (Perwakilan Walikota Bandung &#8211; Kepala Bagian Pemerintahan Setda Kota Bandung), Mochamad Edi Purwadi (Sekretaris Kecamatan Cibeunying Kidul), Egi Abdul Wahid (Center for Indonesia Strategic Development Initiatives &#8211; CISDI), Dewi Gustina Tobing (Konsulat Jenderal RI Perth, Australia), Muhammad Kamal Muzakki (Direktur Rumah Amal Salman), dan beberapa pihak dinas juga instansi masyarakat setempat yang mendukung terlaksananya program ini.&nbsp;</p>



<p>Dalam kegiatan ini, semua pihak sangat menyambut baik dan juga mengapresiasi pengadaan rumah isoman. Perwakilan Wali Kota Bandung juga menyampaikan, bahwa kondisi saat ini, semuanya memang sangat berdampak. Oleh karenanya, masalah ini tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi kompenen-komponen lain perlu juga terlibat untuk membantu.&nbsp;</p>



<p>Senada dengan pernyataan tersebut, Rumah Amal Salman sendiri merupakan lembaga sosial yang mencoba untuk ikut bergotong royong dalam kegiatan kemanusiaan ini. Selama pandemi, Rumah Amal Salman telah banyak membantu masyarakat yang terdampak, baik mereka sebagai penyintas, warga yang kehilangan pendapatan, termasuk para tenaga kesehatan yang bertugas di lapangan. Program teranyar, Rumah Amal Salman membuat sejumlah program pandemi #PulihBersama, dengan harapan negeri kita bisa segera pulih juga menang melawan pandemi Covid-19.</p>



<p>“Rumah Amal Salman hanya bagian kecil yang mencoba untuk bergotong royong. Semoga kita semua bisa segera pulih bersama dan menang bersama melawan pandemi Covid-19,” pungkas Kamal. ***</p>



<p><strong>&#8212;</strong></p>



<p><strong>Rumah Amal Salman</strong> adalah lembaga pengelola zakat, infak, sedekah dan lainnya yang berfokus pada pendidikan dan teknologi.&nbsp;</p>



<p>Alamat: Jalan Gelap Nyawang nomor 4, Bandung | Call Center +62 811-2228-333 |www.rumahamal.org| instagram.com/rumahamalsalman/</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://salmanitb.com/2021/08/17/rumah-amal-bantu-bangun-rumah-isoman-untuk-warga-cikutra/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Masjid Salman ITB Luncurkan Buku Sejarah Salman ITB</title>
		<link>https://salmanitb.com/2021/08/13/masjid-salman-itb-luncurkan-buku-sejarah-salman-itb/</link>
					<comments>https://salmanitb.com/2021/08/13/masjid-salman-itb-luncurkan-buku-sejarah-salman-itb/#comments_reply</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Vieri Naufal]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 13 Aug 2021 09:33:48 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Liputan Kegiatan BPP]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=2820</guid>

					<description><![CDATA[Masjid Salman ITB secara resmi meluncurkan buku "SALMAN ITB: Melintas Sejarah Menuju Peradaban Islam Sepadu"]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="575" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/bedah-buku-1-1024x575.jpeg" alt="" class="wp-image-2825" srcset="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/bedah-buku-1-1024x575.jpeg 1024w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/bedah-buku-1-300x169.jpeg 300w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/bedah-buku-1-768x431.jpeg 768w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/bedah-buku-1.jpeg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Masjid Salman ITB secara resmi meluncurkan buku &#8220;SALMAN ITB: Melintas Sejarah Menuju Peradaban Islam Sepadu&#8221;. Buku sejarah Salman ini diluncurkan pada acara <em>soft launching</em> dan bedah buku tersebut, Jumat, 13 Agustus 2021 secara daring via Zoom. Peluncuran buku ini juga sekaligus menyambut momen Tahun Baru 1443 Hijriyah.</p>



<p>Acara bedah buku ini menghadirkan tiga pembicara, yaitu Prof. Dr. Azyumardi Azra, MA., CBE., Dr. H. M. Busyro Muqoddas, S.H., M.Hum., serta Jaziar Radianti, Ph.D.</p>



<p>Sebagai Guru Besar Sejarah dan Peradaban Islam di UIN Jakarta, Prof. Azyumardi Azra menyoroti sejarah perkembangan Masjid Salman ITB sebagai lokomotif dari fenomena yang beliau sebut sebagai santrinisasi kaum inteligensia.</p>



<p>Selain itu, Salman menurut beliau telah merambah integrasi (kesepaduan) Islam dengan sains-teknologi dan kemodernan. Beliau mengapresiasi Masjid Salman ITB yang bukan hanya merupakan <em>protoype</em> masjid kampus perguruan tinggi, tapi juga dalam fungsinya yang semakin luas, mencakup berbagai aspek peradaban Islam. Dalam hal ini, beliau mencontohkan ikhtiar pembangunan RS Salman Hospital, serta pengembangan Ventilator Indonesia (Vent-i).</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="624" height="351" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/busyro-muqoddas.jpeg" alt="" class="wp-image-2822" srcset="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/busyro-muqoddas.jpeg 624w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/busyro-muqoddas-300x169.jpeg 300w" sizes="(max-width: 624px) 100vw, 624px" /></figure>



<p>Senada dengan Prof. Azyumardi, Busyro Muqoddas menceritakan pandangannya tentang Salman dengan <em>prototype</em> pelatihan dakwahnya yang diperkenalkan pada tahun 1973, yaitu Latihan Mujahid Dakwah (LMD). Busyro sendiri merupakan alumni LMD Salman pada tahun 1975, ketika ia masih merupakan mahasiswa S1 Hukum di Universitas Islam Indonesia (UII).</p>



<p>Bagi Busyro, model pelatihan seperti LMD ini sangat krusial dalam proses internalisasi integrasi Islam dan intelektualisme bagi para calon pemimpin masa depan. Sebagai tokoh yang pernah menjabat Ketua Komisi Yudisial dan juga Komisi Pemberantasan Korupsi, Busyro memberikan refleksi pada  dunia penegakan hukum.</p>



<p>Beliau menyoroti banyaknya &#8220;intelektual tukang&#8221;, yaitu intelektual berlatar disiplin ilmu tertentu yang menjual keahliannya secara transaksional. Transaksi ini berlangsung pada sejumlah proyek perundangan, mega-infrastruktur, kebijakan keuangan dan pajak, hingga sektor agraria. Menurut Busyro, ini berawal dari nihilnya integrasi keilmuan dan ke-Islaman sehingga intelektualitas tidak punya jangkar moral.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="624" height="351" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/jaziyar.jpeg" alt="" class="wp-image-2823" srcset="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/jaziyar.jpeg 624w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/jaziyar-300x169.jpeg 300w" sizes="(max-width: 624px) 100vw, 624px" /></figure>



<p>Terakhir, <em>review</em> buku sejarah Salman ITB diberikan oleh Jaziyar Radianti, Ph.D. Jaziar adalah seorang aktivis Salman pada masa 80-an, dan kini telah menjadi <em>associate professor</em> salah satu kampus di Norwegia. Jaziyar mengakui adanya ikatan personal yang sangat kuat terhadap Salman, hingga dapat mengantarkannya ke posisi saat ini.</p>



<p>Bagi beliau, Salman tumbuh seperti pohon kelapa di tepi samudera peradaban dunia. Kelapa-kelapa itu jatuh terbawa arus hingga menyebar manfaat ke seluruh dunia.</p>



<p>___________________________________________________________</p>



<p>Buku &#8220;SALMAN ITB: Melintas Sejarah Menuju Peradaban Islam Sepadu&#8221; memiliki spesifikasi:</p>



<ol><li>Ukuran 23&#215;27,3 cm</li><li>Tebal 284 halaman (13 bab)</li><li>Kertas Isi Matte paper/LWC full color</li><li>Hardcover dengan jaket, laminasi doff dan embossed pada judul</li><li>Tiras/cetak 1.000 exp</li></ol>



<p>Harga pre order (diutamakan bagi peserta acara) <s>Rp 250 ribu</s> Rp 200 ribu</p>



<p>Selesai cetak insya Allah pertengahan September 2021</p>



<p><strong>INFO PEMESANAN</strong><br><img src="https://s.w.org/images/core/emoji/13.0.1/72x72/1f4f1.png" alt="📱" class="wp-smiley" style="height: 1em; max-height: 1em;" /> https://wa.me/6282320489581 (Dhany)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://salmanitb.com/2021/08/13/masjid-salman-itb-luncurkan-buku-sejarah-salman-itb/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bolehkah Muslim Ikut Tren Childfree?</title>
		<link>https://salmanitb.com/2021/08/04/bolehkah-muslim-ikut-tren-childfree/</link>
					<comments>https://salmanitb.com/2021/08/04/bolehkah-muslim-ikut-tren-childfree/#comments_reply</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadhira Rizki]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2021 13:50:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Childfree]]></category>
		<category><![CDATA[Feminis]]></category>
		<category><![CDATA[pernikahan]]></category>
		<category><![CDATA[psikologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=2814</guid>

					<description><![CDATA[Apabila tidak punya anak adalah hak, berarti setiap perempuan berhak tidak punya anak tanpa kecuali. Lalu jika setiap perempuan memutuskan untuk tidak punya anak atas nama hak, berarti manusia akan punah. Ini adalah kejahatan kemanusiaan.
]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="463" height="302" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/images-16.jpg" alt="" class="wp-image-2815"/></figure>



<p><em>Childfree</em> adalah sebuah gaya hidup menolak melahirkan, mengadopsi, atau dengan kata lain memiliki anak bagi pasangan yang sudah menikah meski mereka memiliki kemampuan reproduksi yang sehat. Penganut <em>Childfree</em> percaya bahwa pilihan tersebut merupakan manifestasi evolusi tertinggi masyarakat: di mana setiap perempuan boleh &#8220;mendobrak&#8221; tuntutan sosial untuk tidak melahirkan, karena berbagai alasan. </p>



<p>Dari kampanye <em>Childfree</em> yang beredar di media sosial, argumen-argumen seperti ketidaksiapan finansial dan emosional jadi pertimbangan utama. Tren tersebut mulai meningkat di Indonesia, apalagi mulai banyak public figure yang mengumumkan -bahkan melakukan normalisasi gaya hidup yang berasal dari Negara-negara Barat tersebut.</p>



<p>Dari sudut pandang Islam, sudah tentu tidak ada istilah <em>Childfree</em> atau menolak berketurunan. Apalagi pada pasangan yang sudah menikah. Psikolog sekaligus penggerak Pendidikan Aqil Baligh Adriano Rusfi menjelaskan, ada baiknya kita meninjau ulang alasan seseorang memilih menikah. Alasan pertama, karena ketertarikan. Alasan kedua tentu, karena sudah Aqil baligh. Dengan kata lain, seorang Muslim diperbolehkan menikah, dengan syarat ia mampu memahami serta bertanggungjawab pada perintah Allah dan larangan-Nya.</p>



<p>&#8220;Kenapa sih, harus Aqil baligh? Karena telah ada kesanggupan untuk reproduksi. Alhasil, salah satu tujuan utama dari pernikahan adalah punya anak,&#8221; tukas Salah seorang narasumber ahli kegiatan Sekolah Pra Nikah (SPN) Salman ITB tersebut. &#8220;Lalu untuk apa menikah kalau tak ada motif punya anak? Kalau menikah tak berurusan dengan punya anak, tidak usah menunggu Aqil baligh.&#8221;</p>



<p>Dalam Islam, tidak mendayagunakan fungsi tubuh adalah jahil. Sedangkan mendayagunakan fungsi tubuh secara berlebihan adalah zalim. Keduanya, menurut pria yang akrab disapa Bang Aad itu, sama-sama bentuk dosa. Dengan kata lain, perempuan yang sengaja tak mendayagunakan rahim dan payudara atas nama hak atas tubuhnya, telah berdosa. Padahal otoritas atau daulat selalu beriringan dengan tanggungjawab. Begitupula tanggungjawab seorang perempuan terhadap fungsi organ tubuhnya, termasuk rahim yang berfungsi untuk mengandung.</p>



<p>Ia pun menampik alasan bahwa <em>Childfree</em> pilihan logis seseorang yang tidak memiliki ilmu parenting. &#8220;Mendidik anak itu naluriah. Binatang toh bisa mengasuh anaknya dengan sangat akurat bermodal naluri, tanpa pernah belajar parenting. Kalau dalam perspektif Islam, Allah tidak akan menyerahkan amanah (anak) kepada mereka yang tidak kompeten memikulnya (dalam sisi parenting),&#8221; lanjutnya lagi.</p>



<p>Lebih lanjut Bang Aad menjelaskan, gagasan <em>Childfree</em> bertentangan dengan konsep &#8220;Id&#8221; atau naluri. Id adalah seluruh insting dasar yang dimiliki manusia, baik <em>life instinct</em> (seks), maupun <em>death instinct</em> (agresi), yang ada dalam rangka mempertahankan kehidupan atau regenerasi. Bisa disimpulkan, gagasan <em>Childfree</em> justru menyalahi fitrah manusia itu sendiri.</p>



<p>Pada sisi terang, bisa jadi ini adalah kehendak Allah untuk mengurangi populasi orang-orang yang membenci Islam dengan membuat mereka enggan punya anak. Sedang sebaliknya, Rasulullah Saw. justru bersabda agar kita &#8220;berbanyak-banyak&#8221; atau berketurunan. &#8220;Ini adalah Nubuwwah bahwa kelak kita akan menggantikan mereka. Maka bermigrasilah ke negeri-negeri mereka, untuk menggantikan populasi mereka yang semakin berkurang. Seperti Jepang, Jerman, dan sebagainya,&#8221; ujar Bang Aad.</p>



<p>Ia pun optimis pada gerakan kampanye nikah muda yang ramai digalakkan aktivis dakwah. Hanya saja, semangat itu harus disertai dengan ilmu. &#8220;Jangan sampai nikah muda lalu cerai. Itu kan, kontraproduktif namanya,&#8221; tutupnya.[]
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://salmanitb.com/2021/08/04/bolehkah-muslim-ikut-tren-childfree/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Daripada Ikoy-Ikoyan, Mending Berdoa Aja</title>
		<link>https://salmanitb.com/2021/08/04/daripada-ikoy-ikoyan-mending-berdoa-aja/</link>
					<comments>https://salmanitb.com/2021/08/04/daripada-ikoy-ikoyan-mending-berdoa-aja/#comments_reply</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadhira Rizki]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 04 Aug 2021 10:31:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[trending topic]]></category>
		<category><![CDATA[viral]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=2811</guid>

					<description><![CDATA[Gara-gara kampanye sedekah yang dimulai oleh seorang selebgram ternama, istilah "Ikoy-ikoyan" bikin heboh dunia maya. Hal yang ditakutkan, ini akan mengakibatkan budaya suka meminta-minta. Bahkan, alpa berdoa pada Allah, Dia yang kita  yakini sebagai Maha Pelindung dan Pemberi Pertolongan.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="682" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/hand-1620466_1920-1024x682.jpg" alt="" class="wp-image-2812" srcset="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/hand-1620466_1920-1024x682.jpg 1024w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/hand-1620466_1920-768x512.jpg 768w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/hand-1620466_1920-1536x1023.jpg 1536w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/08/hand-1620466_1920.jpg 1920w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Gara-gara kampanye sedekah yang dimulai oleh seorang selebgram ternama, istilah &#8220;Ikoy-ikoyan&#8221; bikin heboh dunia maya. Tren ini awalnya bertujuan untuk mengajak public figure untuk bersedekah, dengan mengabulkan permintaan para pengikut media sosialnya. Tapi banyak yang menilai, tren ini malah berdampak jelek pada mental masyarakat. Khususnya, followers yang masih berusia muda dan produktif. Hal yang ditakutkan, ini akan mengakibatkan budaya suka meminta-minta. Bahkan, alpa berdoa pada Allah, Dia yang kita yakini sebagai Maha Pelindung dan Pemberi Pertolongan.</p>



<p>Padahal, meminta kepada Allah adalah suatu bentuk ibadah. Sebagaimana yang terangkum dalam Hadits hasan berikut,</p>



<p>&#8220;Dari An-Nu&#8217;man bin Basyir radhiyallahu &#8216;anhuma, Nabi Shalallahu &#8216;alaihi wa salam bersabda, &#8216;Doa adalah ibadah&#8217;.&#8221; (HR. Abu Dawud dan Tirmidzi)</p>



<p>Allah juga sangat mencintai hamba-hamba yang mengingat dan banyak berdoa kepada-Nya. Sebaliknya, mereka yang enggan berdoa pada-Nya adalah orang-orang sombong dan hina di mata-Nya.</p>



<p>Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan kukabulkan doamu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku, akan masuk neraka jahanam dalam keadaan hina dina.&#8221; (QS Al-Mu&#8217;min [40]: 60)</p>



<p>Sebenarnya, kita boleh -bahkan diperintahkan untuk meminta apa pun pada Rabb Semesta Alam. Hal-hal kecil sekalipun, yang kerap kita anggap bisa kita penuhi sendiri atau minta pada manusia lain, seharusnya kita langitkan dulu dalam sebentuk doa. Dalam sebuah hadist qudsi, Rasulullah bersabda,</p>



<p>&#8220;Allah ta&#8217;ala berfirman, &#8216;Wahai hamba-Ku, kalian semua kelaparan kecuali orang yang Aku beri makan. Maka mintalah makanan kepada-Ku, niscaya akan Aku berikan. Wahai hamba-Ku, kalian semua tidak berpakaian, kecuali yang aku berikan pakaian. Maka mintalah pakaian kepada-Ku, niscaya akan Aku beri.'&#8221; (HR Muslim)</p>



<p>&#8220;Aisyah Radhiyallahu &#8216;anhu berkata, &#8216;Mintalah kepada Allah, bahkan meminta tali sandal sekalipun.'&#8221; (HR. Al-Baihaqi dalam Syu&#8217;abul Iman 2/42) Al-Albani berkata: &#8220;mauquf jayyid&#8221; dalam Silsilah Adh-Dha&#8217;ifah No. 1363.</p>



<p>Ibnu Rajab Rahimahullah mengatakan, &#8220;Dahulu para salaf meminta kepada Allah dalam shalatnya semua kebutuhannya, sampai-sampai garam untuk adonannya dan tali kekang untuk kambingnya.&#8221; (Jami&#8217; Al-Ulum wal Hikam, 1/225)</p>



<p>Selain berdoa untuk perkara &#8220;kecil&#8221;, jangan sungkan untuk banyak-banyak berdoa. Rasulullah Saw. bersabda, &#8220;Barangsiapa yang mengangankan sesuatu (kepada Allah), maka perbanyaklah angan-angan tersebut. Karena ia sedang meminta kepada Allah &#8216;azza wa jalla.&#8221; (HR. Ibnu Hibban No. 889, dishahihkan Al-Albani dalam Shahih Al-Jami&#8217; No. 437)</p>



<p>Begitu murah-hati Allah kepada hamba-hamba-Nya, hingga berjanji akan mengabulkan doa siapapun yang tulus dan merendah diri berdoa kepada-Nya. Seorang Mukmin yang banyak berdoa pun sesungguhnya tengah melatih jiwanya agar selalu hanya menggantungkan diri kepada Sang Pencipta. Doa ibarat &#8220;senjata&#8221; kita, saat menghadapi kondisi suka maupun duka.</p>



<p>Bagi kita yang tengah mengharapkan sesuatu dan belum kunjung dikabulkan, Rasulullah menghibur kita lewat hadist berikut:</p>



<p>&#8220;&#8216;Tidaklah seorang Muslim berdoa kepada Allah dengan satu doa, melainkan pasti Allah memberikannya kepadanya, atau Allah menghindarkannya dari kejelekan yang sebanding dengan doanya, selama ia tidak melakukan dosa atau memutuskan tali silaturahim.&#8217; Lalu seseorang berkata, &#8216;Kalau begitu, kita akan memperbanyak doa.&#8217; Rasulullah Saw. bersabda, &#8216;Allah lebih banyak memberi (dari apa yang kalian minta)&#8217;.&#8221; (HR. Tirmidzi)</p>



<p>Diriwayatkan pula oleh Al-Hakim dari Abu Sa&#8217;id, dan ia menambahkan, &#8220;Atau Allah menyimpan untuknya berupa pahala yang sebanding dengan doa tersebut.&#8221; (HR Ahmad)</p>



<p>Yuk, teguhkan hati agar tegar melalui masa-masa yang sulit. Yakinkan dirimu bahwa pertolongan sekecil apapun yang datang darimanapun dan siapapun, sesungguhnya datang melalui perpanjangan tangan Allah Swt.</p>



<p>Enggak perlu Ikoy-ikoyan, hajat kita pasti terpenuhi. Yakin![]
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://salmanitb.com/2021/08/04/daripada-ikoy-ikoyan-mending-berdoa-aja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kurban Virtual, Inovasi Penyembelihan Hewan Tahun Ini</title>
		<link>https://salmanitb.com/2021/07/28/kurban-virtual-inovasi-penyembelihan-hewan-tahun-ini/</link>
					<comments>https://salmanitb.com/2021/07/28/kurban-virtual-inovasi-penyembelihan-hewan-tahun-ini/#comments_reply</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadhira Rizki]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 27 Jul 2021 23:01:04 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kegiatan RAS]]></category>
		<category><![CDATA[Liputan]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha 1442 H]]></category>
		<category><![CDATA[kurban]]></category>
		<category><![CDATA[rumah amal salman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=2804</guid>

					<description><![CDATA[(Rumah Amal Salman, Bandung) – Berdasarkan aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, hari raya Idul Adha 1442 Hijriyah berlangsung di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Hal ini membuat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban perlu dibatasi agar tidak mengundang kerumunan. Oleh&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large is-resized"><img loading="lazy" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/IMG_20210728_054704_738-1024x575.jpg" alt="" class="wp-image-2805" width="474" height="265" srcset="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/IMG_20210728_054704_738-1024x575.jpg 1024w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/IMG_20210728_054704_738-768x431.jpg 768w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/IMG_20210728_054704_738.jpg 1280w" sizes="(max-width: 474px) 100vw, 474px" /><figcaption>Lewat <em>video call, </em>para pengkurban tetap dapat menyaksikan penyembelihan hewan kurbannya secara virtual. <strong>(Foto: Dok. Rumah Amal Salman)</strong></figcaption></figure>



<p><strong>(Rumah Amal Salman, Bandung) –</strong> Berdasarkan aturan yang dikeluarkan oleh Kementerian Agama, hari raya Idul Adha 1442 Hijriyah berlangsung di tengah masa Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat. Hal ini membuat pelaksanaan penyembelihan hewan kurban perlu dibatasi agar tidak mengundang kerumunan. Oleh karenanya, pelaksanaan kurban tahun ini diadakan secara virtual. Inovasi ini merupakan ikhtiar Rumah Amal Salman untuk tetap bisa melayani pengkurban yang ingin menyaksikan penyembelihan hewan kurbannya.</p>



<p>“Pada pelaksanaan kurban tahun ini, sebisa mungkin para petugas di lapangan dibatasi, dan tentunya menjalankan prokes yang ketat. Kurban yang diadakan secara virtual pun merupakan bentuk ikhtiar kami agar kegiatan kurban terlaksana dengan aman,” ucap Ena Fitriana, Ketua Kurban 1442 H.</p>



<p>Adapun fokus kurban tahun ini tidak banyak berubah dari tahun sebelumnya. Pendistribusian hewan hidup tetap diantarkan untuk wilayah-wilayah yang minim kurban, termasuk juga bagi mereka yang terkena dampak pandemi. Sedang, untuk pendistribusian daging yang hewannya disembelih di Salman, dibagikan langsung kepada pedagang, pelaku UMKM, dan warga sekitar Salman.</p>



<p>Tahun ini lebih dari 1.300 domba, 62 sapi, dan 2 unta yang terhimpun. Oleh karenanya, titik pesebaran hewan pun menjadi lebih banyak. Ada lebih dari 140 titik lokasi penyembelihan hewan kurban. Penyembelihan dibagi menjadi 3 hari, memanfaatkan hari tasyrik sebagaimana intruksi pemerintah.</p>



<p>Penyembelhan paling banyak masih didominasi oleh wilayah Bandung. Sisanya di Kabupaten Bandung Barat, Kabupaten Sumedang, Kabupaten Bogor, Kabupaten Banjarnegara, Kabupaten Ciamis, Kabupaten Cianjur, Kabupaten Cilacap, Kabupaten Indramayu, Kabupaten Majalengka, Kabupaten Purwakarta, Kabupaten Subang, dan Kabupaten Sukabumi. Selain itu, penyembelihan juga dilakukan di wilayah kantor cabang Rumah Amal, seperti Jakarta, Cirebon, Tasikmalaya, Garut, dan Padang.</p>



<p>Adapun pelaksanaan di luar pulau jawa, diadakan di Nusa Tenggaran Barat, Nusa Tenggara Timur, Jambi, Lampung, Aceh, dan Kalimantan Selatan. Sedang, untuk kurban luar negeri dilaksanakan di Palestina, Suriah, Rohingya, dan Somalia. Kurban ini juga berkolaborasi dengan masjid-masjid kampus, seperti Universitas Dipenegoro (Undip), Universitas Negeri Semarang (Unnes), dan Institut Teknologi Selatan (ITERA).</p>



<p>“Wilayah pesebaran yang tercatat merupakan harapan yang pernah tersampaikan di tahun lalu. Tentu, harapan di tahun ini juga tidak jauh berbeda. Semakin banyak yang berkurban, semakin banyak penghimpunan hewan, semakin banyak juga penerima manfaatnya,” ujar Muhammad Kamal Muzakki, Direktur Rumah Amal Salman.</p>



<p>Kamal juga menambahkan, pencapaian tahun ini tidak lepas dari partisipasi masyarakat. Terlebih di tahun ini, kurban sangat bisa menjadi perantara bagi mereka yang terkena dampak pandemi. Harapan lainnya, semoga ujian pandemi segera berakhiri, sehingga kita semua bisa beramal lebih leluasa. ***</p>



<hr class="wp-block-separator"/>



<p>Rumah Amal Salman adalah lembaga pengelola zakat, infak, sedekah dan lainnya yang berfokus pada pendidikan dan teknologi.</p>



<p>Alamat: Jalan Gelap Nyawang nomor 4, Bandung | Call Center +62 811-2228-333 |www.rumahamal.org| instagram.com/rumahamalsalman/</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://salmanitb.com/2021/07/28/kurban-virtual-inovasi-penyembelihan-hewan-tahun-ini/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H</title>
		<link>https://salmanitb.com/2021/07/20/selamat-hari-raya-idul-adha-1442-h/</link>
					<comments>https://salmanitb.com/2021/07/20/selamat-hari-raya-idul-adha-1442-h/#comments_reply</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadhira Rizki]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 20 Jul 2021 01:30:07 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Idul Adha 1442 H]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=2800</guid>

					<description><![CDATA[Keluarga Besar YPM Salman ITB mengucapkan: Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H. Momen Idul Adha mengingatkan kita untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah, sekalipun di masa sulit seperti sekarang ini. Bentuk rasa syukur tersebut dapat diekspresikan sebagai amal saling berbagi&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="1024" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/salman-idul-adha-1024x1024.png" alt="" class="wp-image-2801" srcset="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/salman-idul-adha-1024x1024.png 1024w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/salman-idul-adha-300x300.png 300w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/salman-idul-adha-150x150.png 150w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/salman-idul-adha-768x768.png 768w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/salman-idul-adha-1536x1536.png 1536w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/salman-idul-adha-2048x2048.png 2048w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/salman-idul-adha-125x125.png 125w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure></div>



<p>Keluarga Besar YPM Salman ITB mengucapkan:</p>



<p><strong>Selamat Hari Raya Idul Adha 1442 H.</strong></p>



<p>Momen Idul Adha mengingatkan kita untuk senantiasa mensyukuri nikmat Allah, sekalipun di masa sulit seperti sekarang ini.</p>



<p>Bentuk rasa syukur tersebut dapat diekspresikan sebagai amal saling berbagi penuh keikhlasan, sebagaimana esensi ibadah qurban itu sendiri.</p>



<p>Semoga amal baik kita diterima oleh Allah, serta mengantarkan kita menuju derajat takwa.</p>



<p>Dalam masa PPKM Darurat ini, Masjid Salman ITB tidak menyelenggarakan shalat Idul Adha.</p>



<p>Akan tetapi, jamaah dapat menyimak rekaman Khutbah Idul Adha di YouTube SalmanTV, serta mengunduh e-book khutbah di link berikut:</p>



<p><a href="https://s.id/KhutbahIdulAdha-Salman1442H">https://s.id/KhutbahIdulAdha-Salman1442H</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://salmanitb.com/2021/07/20/selamat-hari-raya-idul-adha-1442-h/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Khutbah Idul Adha 1442 H Salman ITB</title>
		<link>https://salmanitb.com/2021/07/19/khutbah-idul-adha-1442-h-salman-itb/</link>
					<comments>https://salmanitb.com/2021/07/19/khutbah-idul-adha-1442-h-salman-itb/#comments_reply</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Salim Rusli]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 19 Jul 2021 14:54:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=2792</guid>

					<description><![CDATA[Mari menikmati Khutbah Idul Adha dari Ustadz Sansan Ziaul Haq, M.A.Hum., LC. (dosen Agama dan Etika Islam ITB). Khutbah beliau berjudul: "Merayakan Idul Adha di Tengah Pandemi Covid-19: Makna, Signifikansi dan Esensi Berkurban" ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<h5>Oleh: Sansan Ziaul Haq, M.A.Hum, LC. (Dosen Agama dan Etika Islam ITB)</h5>



<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="569" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/eid-al-adha_6_1200-1024x569.jpg" alt="" class="wp-image-2794" srcset="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/eid-al-adha_6_1200-1024x569.jpg 1024w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/eid-al-adha_6_1200-300x167.jpg 300w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/eid-al-adha_6_1200-768x427.jpg 768w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/eid-al-adha_6_1200.jpg 1200w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p>Bismillahirrahmaanirraahim<br><br>Assalamu alaikum warahmatullahi wabarakatuh <br><br>Di tengah meningkatnya kasus pandemi Covid-19, alhamdulillah kita masih diberi kemampuan melaksanakan shalat Idul Adha di rumah kita masing-masing, atau bahkan di masjid di wilayah yang relatif aman dari persebaran virus. </p>



<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="451" height="430" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/Sansan-Ziaul-Haq_crop.jpg" alt="" class="wp-image-2796"/></figure></div>



<p>Masjid Salman ITB sendiri pada Idul Adha 1442 ini tidak mengadakan shalat Id. Namun pembaca sekalian dapat menikmati e-booklet khutbah Idul Adha 1442 yang disampaikan oleh <strong>Ustadz Sansan Ziaul Haq, M.A.Hum., LC.</strong> Beliau adalah <strong>dosen Agama dan Etika Islam ITB</strong>. </p>



<p>Selamat membaca dan meresapi makna pengorbanan Nabiyullah Ibrahim dan Ismail alaihissalam. </p>



<div class="wp-block-file"><a href="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/Booklet-Khutbah-Idul-Adha-1442-2021-digital.pdf">Booklet-Khutbah-Idul-Adha-1442-2021-digital</a><a href="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/Booklet-Khutbah-Idul-Adha-1442-2021-digital.pdf" class="wp-block-file__button" download>Download</a></div>



<p>     </p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://salmanitb.com/2021/07/19/khutbah-idul-adha-1442-h-salman-itb/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Sosiolog Arief Munandar Wafat Karena Covid-19</title>
		<link>https://salmanitb.com/2021/07/13/sosiolog-arief-munandar-wafat-karena-covid-19/</link>
					<comments>https://salmanitb.com/2021/07/13/sosiolog-arief-munandar-wafat-karena-covid-19/#comments_reply</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Vieri Naufal]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 13 Jul 2021 15:52:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Liputan]]></category>
		<category><![CDATA[Kabar Duka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=2786</guid>

					<description><![CDATA[Innalillahi wa inna ilayhi raaji&#8217;uun. Keluarga Besar YPM Salman ITB turut berduka cita atas wafatnya Dr. Arief Munandar. Beliau wafat pada Selasa, 13 Juli 2021, pukul 19.40 WIB di RSUD Pasar Minggu dalam perjuangannya melawan Covid-19. Kabar ini disampaikan oleh&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image size-large"><img loading="lazy" width="1024" height="1024" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/duka-cita-Dr-arief-munandar-1024x1024.jpg" alt="" class="wp-image-2787" srcset="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/duka-cita-Dr-arief-munandar-1024x1024.jpg 1024w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/duka-cita-Dr-arief-munandar-300x300.jpg 300w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/duka-cita-Dr-arief-munandar-150x150.jpg 150w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/duka-cita-Dr-arief-munandar-768x768.jpg 768w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/duka-cita-Dr-arief-munandar-1536x1536.jpg 1536w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/duka-cita-Dr-arief-munandar-2048x2048.jpg 2048w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/duka-cita-Dr-arief-munandar-125x125.jpg 125w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px" /></figure>



<p><em>Innalillahi wa inna ilayhi raaji&#8217;uun.</em> </p>



<p>Keluarga Besar YPM Salman ITB turut berduka cita atas wafatnya Dr. Arief Munandar. Beliau wafat pada Selasa, 13 Juli 2021, pukul 19.40 WIB di RSUD Pasar Minggu dalam perjuangannya melawan Covid-19. Kabar ini disampaikan oleh Shafa Community, lembaga yang didirikan oleh Arief.</p>



<p>Arief Munandar merupakan seorang sosiolog yang meraih gelar Doktor Sosiologi dari FISIP UI, dengan spesialisasi sosiologi politik dan sosiologi organisasi. Beliau dikenal luas sebagai pengamat politik. Selain itu, semasa hidupnya, Arief juga aktif dalam dunia pengembangan SDM sebagai trainer dan konsultan. Arief sempat menjadi direktur di beberapa perusahaan konsultan SDM, sebelum mendirikan Peopleshift.</p>



<p>Di luar dunia profesional, Arief mendirikan Shafa Community, komunitas sosial-keagamaan yang fokus mengembangkan SDM pemuda yang tangguh, cerdas, dan profesional melalui berbagai aktivitas pemberdayaan. Salah satunya ialah beasiswa Rumah Peradaban.</p>



<p>Selain itu, Arief juga sering menjadi narasumber dalam tema pembinaan generasi muda, tak terkecuali di Masjid Salman ITB. Arief sempat mengisi kegiatan Syukuran Wisuda Aktivis Salman serta Pembinaan Beasiswa Perintis.</p>



<p>Mudah-mudahan, ilmu bermanfaat yang beliau bagikan menjadi amal jariyah yang pahalanya senantiasa mengalir. Semoga almarhum diterima amalnya, diampuni dosa-dosanya, dilapangkan kuburnya, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kesabaran dan ketabahan.</p>



<p><em>Aamiin ya rabbal &#8216;aalamiin</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://salmanitb.com/2021/07/13/sosiolog-arief-munandar-wafat-karena-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Mereka-reka Kehidupan Setelah COVID-19</title>
		<link>https://salmanitb.com/2021/07/06/mereka-reka-kehidupan-setelah-covid-19/</link>
					<comments>https://salmanitb.com/2021/07/06/mereka-reka-kehidupan-setelah-covid-19/#comments_reply</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadhira Rizki]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 06 Jul 2021 09:37:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel]]></category>
		<category><![CDATA[COvid-19]]></category>
		<category><![CDATA[pandemi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=2781</guid>

					<description><![CDATA[Oleh: Ahmad Muchlis (Purnabakti Dosen Matematika ITB, Aktivis Senior Salman ITB) Virus SARS-CoV-2 telah menjungkirbalikkan kehidupan umat manusia. Dunia yang tadinya berputar dengan cepat, tiba-tiba seperti kehilangan momentum dan berhenti seketika. Kita belum tahu berapa lama pandemi yang diakibatkannya akan&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="678" height="452" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/images-14.jpg" alt="" class="wp-image-2782"/><figcaption>Foto: Media Indonesia</figcaption></figure></div>



<p><strong>Oleh: Ahmad Muchlis</strong></p>



<p><strong>(Purnabakti Dosen Matematika ITB, Aktivis Senior Salman ITB)</strong></p>



<p>Virus SARS-CoV-2 telah menjungkirbalikkan kehidupan umat manusia. Dunia yang tadinya berputar dengan cepat, tiba-tiba seperti kehilangan momentum dan berhenti seketika. Kita belum tahu berapa lama pandemi yang diakibatkannya akan berlangsung. Namun, tidak ada salahnya kalau kita mulai membayang-bayangkan kehidupan sesudah pandemi berakhir. Hitung-hitung untuk menjaga optimisme.</p>



<p>Di berbagai belahan bumi, masa pandemi ditandai dengan imbauan atau perintah untuk bekerja dari rumah, work from home. Tanda-tanda bahwa bekerja dari rumah ini akan berlanjut telah mulai tampak. Perusahaan seperti Twitter, Facebook dan Fujitsu telah memberitahu pekerjanya bahwa mereka boleh melanjutkan bekerja dari rumah untuk seterusnya.</p>



<p>Ada banyak alasan untuk menyukai bekerja dari rumah. Pertama-tama, tidak perlu ada waktu wira-wiri antara rumah dan tempat kerja. Ini dengan sendirinya menghilangkan tekanan menghadapi kemacetan atau jubelan penumpang. Pekerjaan dapat dilakukan dengan laju yang sesuai dengan suasana hati, yang penting pekerjaan diselesaikan. Siesta bisa dilakukan kapan saja.</p>



<p>Bekerja dari rumah akan mengurangi beban transportasi umum. Bayangkan bagaimana kapasitas transportasi umum tiba-tiba berkurang menjadi 50-60% ketika norma jaga jarak harus diberlakukan. Pengadaan tambahan wahana akan memerlukan biaya dan waktu. Meningkatkan frekuensi juga belum tentu layak dilakukan.</p>



<p>Memperhatikan alasan pada alinea terakhir ini, Pemerintah perlu mendorong bekerja dari rumah untuk seterusnya. Dorongan ini, dalam berbagai bentuk, diperlukan mengingat masyarakat Indonesia memiliki kultur suka berkumpul, bertemu muka.</p>



<p>Perubahan berikutnya, masih terkait dunia kerja, tidak akan terjadi secepat bekerja dari rumah. Covid-19 ini memberikan insentif kepada industri untuk sejauh mungkin mengurangi ketergantungan kepada tenaga manusia. Pekerjaan rutin memproduksi benda yang sama berulang-ulang akan dialihkan kepada mesin. Penggunaan robot dan pemanfaatan kecerdasan buatan akan semakin luas.</p>



<p>Perkembangan industri seperti di atas sebetulnya sudah mulai terjadi. Kalau sejauh ini industri besar yang lebih banyak melakukan otomasi, Covid-19 akan mempercepat perluasannya kepada industri dengan skala yang lebih kecil. Penggunaan sebuah teknologi secara lebih kerap dan lebih luas akan membuat teknologi itu menjadi lebih murah dan lebih terjangkau.</p>



<p>Lalu kemana para pekerja yang dipaksa keluar dan generasi lebih baru yang tertolak oleh perubahan dunia kerja itu akan pergi?</p>



<p>Tanpa pekerjaan manusia masih bisa hidup. Tanpa pangan manusia tidak mungkin hidup. Pertanian adalah sektor yang paling tepat untuk menampung para pekerja dan calon pekerja yang tersingkirkan itu. Pemerintah harus membuat kebijakan-kebijakan yang membuat pertanian lebih menarik, khususnya bila dibandingkan dengan sektor jasa. Termasuk di dalamnya kebijakan yang mendorong pengembangan pertanian modern. Hal-hal yang perlu mendapat perhatian antara lain pertanian pada lahan terbatas, pertanian dengan media tanam tak konvensional, pengolahan pasca panen dan manajemen usaha pertanian.</p>



<p>Perubahan berikutnya menyangkut pendidikan. Sejak sebelum masa pandemi sistem persekolahan telah mendapat tantangan dari berbagai bentuk platform pembelajaran digital. Covid-19 memperhebat tantangan itu. Kalau bekerja dari rumah itu bagus, mengapa belajar dari rumah tidak?</p>



<p>Sekolah dengan mudah kalah dari platform digital dalam hal akuisisi pengetahuan. Namun, untuk mendapatkan hasil maksimal dari pembelajaran melalui platform digital, siswa perlu memiliki ketrampilan belajar (learning skills). Tanpa ketrampilan belajar yang memadai, sulit bagi siswa untuk bisa belajar secara mandiri tanpa ada umpan balik secara langsung.</p>



<p>Sekolah di rumah (homeschooling) akan meningkat. Regulasi yang baik diperlukan agar masa depan anak tidak terkorbankan. Mungkin akan lebih baik kalau pendidikan awal, yaitu usia dini dan dasar, terjadi di sekolah konvensional. Konsekuensinya, pendidikan pada tahap-tahap awal itu harus berlangsung lebih cepat. Artinya, melalui pendidikan awal itu siswa sudah harus mencapai ketrampilan belajar yang diperlukan untuk bisa belajar mandiri. Lebih jauh, dalam masa yang singkat itu pula sikap dan karakter sudah harus terbentuk.</p>



<p>Bekerja dan belajar dari rumah dapat membawa masyarakat ke dalam sekat-sekat yang memecah-belah. Untuk mencegahnya, perlu adanya wadah untuk interaksi sosial yang cair. Kegiatan-kegiatan bersama berbasis komunitas perlu didorong dan difasilitasi.</p>



<p>Frank Snowden, penulis buku Epidemics and Society: From the Black Death to the Present, berpendapat bahwa pengalaman dengan pandemi-pandemi terdahulu merupakan sumber untuk bersikap optimis [1]. Pensiunan guru besar sejarah di Yale University ini mengatakan bahwa wabah hebat secara konsisten telah membawa transformasi besar dan menghasilkan masyarakat yang secara radikal berbeda. Snowden memberikan contoh pandemi kolera di abad ke-19. Kota-kota modern dibangun dengan standar sanitasi yang dikembangkan berdasarkan pengalaman buruk dengan penyakit ini. Sistem pengelolaan limbah dan toilet, serta regulasi perumahan diperkenalkan dalam standar tersebut.</p>



<p>Bagaimana kita menyikapi optimisme masa pasca Covid-19?</p>



<p>Negara Singapura memiliki cara pandang tidak lazim. Ketika terjadi krisis finansial global tahun 2008-2009, anggaran pendidikan negara itu malah meningkat. Mengapa? Tharman Shanmugaratnam, Menkeu Singapura ketika itu, dalam pengantar anggaran kepada parlemen menyatakan: &#8220;Pendidikan adalah investasi yang perlu, baik di masa senang maupun di masa susah. Dalam situasi sulit seperti ini, justru bertambah penting bagi kita untuk berinvestasi demi masa depan, sehingga Singapura, sebagai negara, akan siap menerima tantangan-tantangan baru ketika ekonomi membaik.&#8221; [2]



<p>Covid-19 telah memberikan tekanan keras kepada perekonomian setiap negara. Sebagian APBN dan APBD kita harus dialihkan untuk memberikan bantuan, subsidi dan stimulus. Hendaknya anggaran pendidikan tidak dikurangi, bahkan kalau mungkin ditambah.</p>



<p>Untuk menutupi beban anggaran, bracket pajak penghasilan dapat ditambah. Sebagai contoh, untuk wajib pajak pribadi, setiap penambahan 500 juta rupiah, tarif pajak dinaikkan 5% sampai maksimum tertentu. Saat ini bracket tertinggi adalah 30% untuk pendapatan di atas PTKP sebesar 500 juta rupiah. Pada contoh ini, di atas 1 milyar rupiah dikenai 35%, di atas 1,5 milyar rupiah dikenai 40%, di atas 2 milyar rupiah dikenai 45%, di atas 2,5 milyar rupiah dikenai 50%, dan berhenti di sini kalau 50% dipilih sebagai batas maksimum. Seorang wajib pajak pribadi dengan penghasilan 10 milyar rupiah (di atas PTKP) akan dikenai pajak 2,945 milyar rupiah dengan aturan sekarang, tetapi dikenai 4,47 milyar rupiah dengan skema contoh di atas. Langkah serupa dapat dilakukan untuk wajib pajak badan hukum.</p>



<p>Pengaturan seperti ini dapat diberlakukan sementara, misalnya untuk tahun pajak 2020 dan 2021 saja. Selain untuk membantu pendapatan negara, ketentuan demikian juga dapat meredam aksi ambil untung secara berlebihan.</p>



<p class="has-text-align-right"><em>Bandung, 28 Mei 2020 / 29 Juli 2020 / 9 September 2020<br></em></p>



<p class="has-text-align-left"><strong>Sumber:<br></strong>Jon Wertheim, “What will be the new normals after the coronavirus pandemic?”, 60 Minutes, May 18, 2020, [https://www.cbsnews.com/news/coronavirus-new-normal-society-effects-changes-60-minutes/, diakses terakhir 28 Mei 2020]



<p class="has-text-align-left">Pak Tee Ng, Learning from Singapore: The Power of Paradoxes, Routledge, 2017, hal. 50-51</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://salmanitb.com/2021/07/06/mereka-reka-kehidupan-setelah-covid-19/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Shalat Berjamaah di Masjid Salman ITB Ditutup Sementara</title>
		<link>https://salmanitb.com/2021/07/05/shalat-berjamaah-di-masjid-salman-itb-ditutup-sementara/</link>
					<comments>https://salmanitb.com/2021/07/05/shalat-berjamaah-di-masjid-salman-itb-ditutup-sementara/#comments_reply</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Nadhira Rizki]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 05 Jul 2021 02:48:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Info Kegiatan]]></category>
		<category><![CDATA[Info Kegiatan Masjid]]></category>
		<category><![CDATA[Publikasi]]></category>
		<category><![CDATA[Corona]]></category>
		<category><![CDATA[COvid-19]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://salmanitb.com/?p=2776</guid>

					<description><![CDATA[Menindaklanjuti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh Pemerintah, YPM Salman ITB memutuskan untuk menutup sementara shalat berjamaah di Masjid Salman ITB untuk umum. Penutupan ini berlaku sejak Senin, 5 Juli 2021, hingga pemberitahuan selanjutnya. Keputusan ini sekaligus mematuhi SE&#8230;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="aligncenter size-large"><img loading="lazy" width="818" height="1024" src="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/IMG-20210705-WA0003-818x1024.jpg" alt="" class="wp-image-2778" srcset="https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/IMG-20210705-WA0003-818x1024.jpg 818w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/IMG-20210705-WA0003-240x300.jpg 240w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/IMG-20210705-WA0003-768x961.jpg 768w, https://salmanitb.com/wp-content/uploads/2021/07/IMG-20210705-WA0003.jpg 1023w" sizes="(max-width: 818px) 100vw, 818px" /></figure></div>



<p>Menindaklanjuti Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Darurat oleh Pemerintah, YPM Salman ITB memutuskan untuk menutup sementara shalat berjamaah di Masjid Salman ITB untuk umum. Penutupan ini berlaku sejak Senin, 5 Juli 2021, hingga pemberitahuan selanjutnya.</p>



<p>Keputusan ini sekaligus mematuhi SE Menag no. 13 tahun 2021 tentang Pembatasan Pelaksanaan Kegiatan Keagamaan di Rumah Ibadat, serta mempertimbangkan Fatwa MUI no. 14 tahun 2020 tentang Penyelenggaraan Ibadah Dalam Situasi Terjadi Wabah Covid-19.</p>



<p>Mari kita melangitkan doa bersama, agar wabah ini segera terkendali dan kita dapat kembali melaksanakan shalat berjamaah di masjid. Aamin ya rabbal &#8216;aalamiin.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://salmanitb.com/2021/07/05/shalat-berjamaah-di-masjid-salman-itb-ditutup-sementara/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
