<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>® サトリア</title>
	<atom:link href="http://atrix.or.id/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://atrix.or.id</link>
	<description>Atrix Blog</description>
	<lastBuildDate>Wed, 10 Jun 2026 01:28:08 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=6.9.4</generator>
	<item>
		<title>review rupiah ..</title>
		<link>https://atrix.or.id/2026/06/review-rupiah/</link>
					<comments>https://atrix.or.id/2026/06/review-rupiah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[atrix]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 09 Jun 2026 08:25:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Uncategorized]]></category>
		<category><![CDATA[atrix]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atrix.or.id/?p=3248</guid>

					<description><![CDATA[Mari kita kulik Rp di Q2 ini, kinerja nya dan berapa besar intervensi yang dilakukan. Kembali ini merupakan analisa kasar dan tidak sepenuhnya jadi dasar yg valid bagi pengambil kebijakan. Data yang digunakan adalah informasi umum yang diolah lanjut. Cadangan devisa Bank Indonesia (BI) telah menurun sebesar $11,6 miliar pada tahun 2026, turun dari puncak &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Mari kita kulik Rp di Q2 ini, kinerja nya dan berapa besar intervensi yang dilakukan. Kembali ini merupakan analisa kasar dan tidak sepenuhnya jadi dasar yg valid bagi pengambil kebijakan. Data yang digunakan adalah informasi umum yang diolah lanjut.</p>



<p>Cadangan devisa Bank Indonesia (BI) telah menurun sebesar $11,6 miliar pada tahun 2026, turun dari puncak $156,5 miliar pada Desember 2025 menjadi $144,9 miliar pada akhir Mei kemaren. Penarikan ini merupakan hasil gabungan dari intervensi mata uang oleh BI untuk menstabilkan rupiah dan pembayaran utang luar negeri pemerintah. Meskipun ini merupakan kontraksi yang signifikan dari cadangan eksternal negara, BI mempertahankan bahwa tingkat cadangan saat ini tetap kuat. Cadangan sebesar $144,9 miliar cukup untuk menutupi sekitar 5,6 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, masih jauh di atas standar kecukupan internasional selama 3 bulan.</p>



<p>Untuk mempertahankan Rp tanpa menguras cadangan secara berlebihan, BI telah menerapkan langkah stabilisasi tambahan  menyeluruh; </p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Kenaikan Suku Bunga: Kenaikan suku bunga agresif (termasuk menaikkan BI-Rate menjadi 5,50% dari 5,25% yang baru seminggu dikerek 50bps) untuk menarik modal asing ke aset domestik seperti SRBI.</li>



<li>Aturan Valas: Menurunkan batas maksimum pembelian mata uang asing terhadap rupiah. Swap Mata Uang: Memperluas Transaksi Lokal Rupiah (LCT) untuk mengurangi ketergantungan pada $.</li>
</ol>



<p>Sejak Januari 2026, cadangan devisa Bank Indonesia telah berkurang sebesar 6,27%. </p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Penurunan: Cadangan turun dari $154,6 miliar pada akhir Januari 2026 menjadi $144,9 miliar pada akhir Mei 2026. Ini mewakili penurunan bersih sebesar $9,7 miliar.</li>



<li>Penyebab: Menurut Bank Indonesia, penurunan sebesar 6,27% ini sebagian besar disebabkan oleh intervensi pasar yang berulang untuk menstabilkan rupiah yang rapuh, serta pembaruan rutin pembayaran utang luar negeri pemerintah yang terjadwal. </li>



<li>Konteks: Penurunan ini terjadi meskipun ada suntikan mata uang asing senilai miliaran dolar dari penerbitan obligasi global yang sukses dan penerimaan pajak pada akhir Mei, yang menyoroti seberapa agresif bank sentral harus menjual $untuk melindungi mata uang.</li>
</ol>



<p>Diagram kembar di bawah ini menggambarkan penurunan sebesar 9,7 miliar dolar dan pengurangan 6,27% selanjutnya dari cadangan devisa Bank Indonesia dari Januari hingga Mei 2026.</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img fetchpriority="high" decoding="async" width="700" height="315" src="https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/06/compare_forex_nowbefore-700x315.png" alt="" class="wp-image-3249" srcset="https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/06/compare_forex_nowbefore-700x315.png 700w, https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/06/compare_forex_nowbefore-300x135.png 300w, https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/06/compare_forex_nowbefore-768x346.png 768w, https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/06/compare_forex_nowbefore-1536x692.png 1536w, https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/06/compare_forex_nowbefore.png 1625w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></figure>



<p>Diagram:</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Kesenjangan Absolut: Grafik kiri menyoroti bantalan keuangan sebesar $9,7 miliar yang habis dalam lima bulan.</li>



<li>Dampak Persentase: Grafik kanan menunjukkan bahwa meskipun penurunan 6,27% adalah penarikan cepat untuk satu semester, 93,73% cadangan yang tersisa masih cukup untuk melindungi perekonomian nasional.</li>
</ol>



<figure class="wp-block-image size-large"><img decoding="async" width="700" height="1050" src="https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/&#48;&#54;/&#49;&#48;&#48;0&#54;&#51;0&#49;4&#56;-&#55;&#48;0&#120;1&#48;&#53;&#48;.png" alt="" class="wp-image-3255" srcset="https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/&#48;&#54;&#47;&#49;0&#48;06&#51;&#48;&#49;4&#56;&#45;70&#48;x105&#48;.png 700w, https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/&#48;6&#47;&#49;&#48;0&#48;&#54;&#51;0148-200x300.png 200w, https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/0&#54;/1&#48;006&#51;&#48;1&#52;&#56;-76&#56;&#120;1&#49;&#53;2.png 768w, https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/0&#54;/1&#48;&#48;&#48;&#54;3&#48;&#49;48.png 1024w" sizes="(max-width: 700px) 100vw, 700px" /></figure>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://atrix.or.id/2026/06/review-rupiah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>rupiah ..</title>
		<link>https://atrix.or.id/2026/05/rupiah/</link>
					<comments>https://atrix.or.id/2026/05/rupiah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[atrix]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 19 May 2026 05:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Economy]]></category>
		<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[atrix]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atrix.or.id/?p=3234</guid>

					<description><![CDATA[Oke, ini mulai terlihat absurd saat ekonom saling lempar argumentasi. Ada yang pakai data mentah dan ada yang pake summary (asumsi komponen data dianggap benar). Per hari ini 19 Mei 2026 nilai tukar kita terhadap USD di kisaran Rp. 17.700-an serasa flashback ke 1998 bukan? Tapi ingat fundamental (dasar) kita cukup solid, karena Indonesia sejak &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Oke, ini mulai terlihat <em>absurd </em>saat ekonom saling lempar argumentasi. Ada yang pakai data mentah dan ada yang pake <em>summary </em>(asumsi komponen data dianggap benar). Per hari ini 19 Mei 2026 nilai tukar kita terhadap USD di kisaran Rp. 17.700-an serasa <em>flashback </em>ke 1998 bukan? Tapi ingat <em>fundamental </em>(dasar) kita cukup solid, karena Indonesia sejak reformasi sudah banyak membuat ketahanan dalam negeri di berbagai sektor, termasuk industri, perbankan, moneter dengan cadangan devisa nya. Pekerjaan rumah masih cukup banyak terkait integrasi bisnis vertikal, termasuk tantangan rantai produksi dan pertumbuhan industri dan umkm dalam negeri. Pengelolaan SDA juga masih belum sepenuhnya dapat terawasi dengan baik, dan implementasi nya masih diwarnai regulasi berlapis, termasuk potensi ancaman pada keberlangsungan ekosistem lingkungan nya. Deregulasi jadi opsi yang perlu dipertimbangkan dengan pengawasan ter ukur.</p>



<p>Kembali ke nilai tukar, jika negara melihat ini hanya urusan moneter, industri ekspor dan bisnis konglomerasi ya jelas tebang pilih. Ada relasi <em>kausalitas</em> antara roda ekonomi berputar dengan kebutuhan akan bahan, suku cadang, komponen yang masih di impor dan/atau belum sepenuhnya terpenuhi dengan standar ketersediaan nya secara lokal. Saat menilai mayoritas warga negara tidak memakai USD, ya benar secara hitam atas putih, tapi mereka adalah lapisan pertama yang akan menerima dampak signifikan dalam biaya/harga atas rantai makanan, rantai produksi, biaya transportasi dan lainnya dari jatuhnya nilai tukar.</p>



<p>Ketika kewajaran nilai tukar menurun, ini menunjukkan adanya penyesuaian pada estimasi nilai keseimbangan suatu mata uang, yang berarti secara fundamental nilai mata uang tersebut lebih rendah terhadap mata uang asing akibat perubahan faktor makroekonomi seperti perbedaan suku bunga, inflasi, atau neraca perdagangan. Penurunan nilai wajar suatu mata uang menghasilkan konsekuensi diantaranya.</p>



<ol class="wp-block-list">
<li>Ekspor (X) Murah, Impor (M) mahal: Penurunan membuat barang-barang suatu negara lebih murah dan lebih kompetitif secara global, sementara membuat barang impor, mesin, dan perjalanan ke luar negeri lebih mahal.</li>



<li>Inflasi: Kenaikan biaya impor dapat mendorong harga domestik naik. Bank sentral sering merespons ini dengan menaikkan suku bunga, yang mendinginkan pinjaman dan pertumbuhan ekonomi.</li>



<li>Investasi (I): Penurunan nilai tukar mengurangi daya beli dari pendapatan dan keuntungan modal yang diperoleh dari investasi yang dihargai dalam mata uang asing.</li>



<li>Belanja Pemerintah (G): muncul sebagi penyelamat biasanya dengan asumsi menjaga momentum pertumbuhan ekonomi nasional. Tapi <em>spending </em>nya tidak semua produktif atau menguap jor-joran.</li>
</ol>



<p>Ingat saja dalam APBN 2026 asumsi IDR itu di angka rata-rata Rp 16.500 per USD (dengan batas bawah-atas Rp. 16.200 &#8211; Rp.16.800). Jadi jika diambil selisih antara nilai tukar per hari ini dengan pengurang rata-rata asumsi nilai tukar di APBN kita sudah mengalami penurunan -1.212 poin atau sekitar -7.3% dari kewajaran. </p>



<p>Tidak wajar gembira dengan pencapaian menjauh dari kutukan pertumbuhan 5% sementara perhitungannya masih ditopang belanja pemerintah. Menyatakan tanpa belanja pemerintah pun lebih baik dalam kinerja pertumbuhan juga <em>mislead</em>. Sumbangan terbesar dalam perekonomian negara ini masih ditopang konsumsi (belanja lokal) lebih besar. Ekspor negara (termasuk UMKM) ini masih kecil secara nilai, dibanding impor yang secara nilai jauh lebih besar (BBM, suku cadang produksi, dll). Menyamakan diri seperti negera eksportir tulen semacam Jepang, jauh arang dari api.</p>



<p>Pesan buat pengambil kebijakan negara, jadilah pejabat yang transaparan, jangan jadi Departemen Penerangan ala alm. H*rmoko dengan <em>catch-phrase </em>nya &#8220;<strong>Sesuai intruksi Presiden</strong>&#8220;</p>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe title="Mengapa Rupiah Terus Melemah? " width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/2FPx1_CUzYQ?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://atrix.or.id/2026/05/rupiah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>lost ..</title>
		<link>https://atrix.or.id/2026/01/lost-things/</link>
					<comments>https://atrix.or.id/2026/01/lost-things/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[atrix]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 17 Jan 2026 17:01:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[atrix]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atrix.or.id/?p=3195</guid>

					<description><![CDATA[On that night, for the first time ever, I desperately hoped my delusion would become a reality. But Earth can never reach the Sun, and Have I lost indefinitely?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>“Auroras are the light created when Earth, forever <em><strong>unable </strong></em>to reach the Sun, draws in minute traces of solar plasma with the pull of its magnetic field. Perhaps this dazzling, mesmerizing light is but a tragic, fleeting illusion born from the Earth’s yearning for the Sun, fooling it into believing that a mere brush with the Sun has brought the two closer.” </p>



<blockquote class="wp-block-quote is-layout-flow wp-block-quote-is-layout-flow">
<p>“On that night, for the first time ever, I desperately hoped my delusion would become a reality. But Earth can never reach the Sun, and Have I <strong>lost </strong>indefinitely?&#8221;</p>
</blockquote>



<figure class="wp-block-audio"><audio controlsList="nodownload"controls src="https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/01/Lost-Things.mp3"></audio></figure>



<p></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://atrix.or.id/2026/01/lost-things/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		<enclosure url="https://atrix.or.id/wp-content/uploads/2026/01/Lost-Things.mp3" length="5113197" type="audio/mpeg" />

			</item>
		<item>
		<title>i-bu ..</title>
		<link>https://atrix.or.id/2025/12/i-bu/</link>
					<comments>https://atrix.or.id/2025/12/i-bu/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[atrix]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 02 Dec 2025 06:30:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Media]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[atrix]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atrix.or.id/?p=3188</guid>

					<description><![CDATA[Apakah harus sejauh ini. Tidak bisa dipungkiri, ada masa saat kita rindu akan satu orang tertentu yang pernah mengisi canda, tawa dan tangis hidup mu. Dalam sepersekian tahun berjalan semua nya hilang karena nasib mu mengantarkan mu ke perjuangan lain nya, cobaan lain nya dan ujian panjang lain nya. Beberapa referensi yang kutemui perihal rasa &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Apakah harus sejauh ini. Tidak bisa dipungkiri, ada masa saat kita rindu akan satu orang tertentu yang pernah mengisi canda, tawa dan tangis hidup mu. Dalam sepersekian tahun berjalan semua nya hilang karena nasib mu mengantarkan mu ke perjuangan lain nya, cobaan lain nya dan ujian panjang lain nya. </p>



<p>Beberapa referensi yang kutemui perihal rasa ingin memunculkan dia kembali, pernah dibahas komunitas  di dunia maya. Bukan kita mendahului sang Pencipta, kadang ada momen rindu dan kosong kita kepikiran hal ini. Melihat perspektif dari film yang baru muncul di sinema (berikut trailer nya).</p>



<ul class="wp-block-list">
<li><a href="https://www.technologyreview.com/2022/10/18/1061320/digital-clones-of-dead-people/">Technology that lets us speak to our dead relatives has arrived. Are we ready? | MIT Technology Review</a></li>



<li><a href="https://time.com/7298290/ai-death-grief-memory/">How AI Is Rewriting Grief, Memory, and Death | TIME</a></li>



<li><a href="https://thelongandshort.org/machines/how-the-dearly-departed-could-come-back-to-life-digitally">How the dearly departed could come back to life – digitally &#8211; The Long and Short</a></li>



<li><a href="https://dreamina.capcut.com/resource/how-can-you-talk-to-the-dead">How Can You Talk to the Dead: Make Digital Legacy with Talking Photos</a></li>
</ul>



<figure class="wp-block-embed is-type-video is-provider-youtube wp-block-embed-youtube wp-embed-aspect-16-9 wp-has-aspect-ratio"><div class="wp-block-embed__wrapper">
<iframe loading="lazy" title="SPECIAL TEASER TRAILER - ESOK TANPA IBU" width="640" height="360" src="https://www.youtube.com/embed/LVtWmaHoKRc?feature=oembed" frameborder="0" allow="accelerometer; autoplay; clipboard-write; encrypted-media; gyroscope; picture-in-picture; web-share" referrerpolicy="strict-origin-when-cross-origin" allowfullscreen></iframe>
</div></figure>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://atrix.or.id/2025/12/i-bu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>dominasi ..</title>
		<link>https://atrix.or.id/2025/10/dominasi/</link>
					<comments>https://atrix.or.id/2025/10/dominasi/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[atrix]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 28 Oct 2025 08:15:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Economy]]></category>
		<category><![CDATA[Thought]]></category>
		<category><![CDATA[atrix]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://atrix.or.id/?p=3178</guid>

					<description><![CDATA[Jadi kembali ke informasi ekonomi lagi ya, sudah lama gak nulis ini lagi. Di awal Oktober ini Kementerian Keuangan AS mengumumkan akan bailout mata uang Argentina (Peso) sekitar $40 miliar dalam 2 fase. Ini diumumkan oleh Bessent baru-baru ini, instrumen yang digunakan adalah instrumen yang telah ada lama dan tersedia dalam keuangan AS. Sangsi atas &#8230; ]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Jadi kembali ke informasi ekonomi lagi ya, sudah lama gak nulis ini lagi. Di awal Oktober ini Kementerian Keuangan AS mengumumkan akan <em>bailout </em>mata uang Argentina (Peso) sekitar $40 miliar dalam 2 fase. Ini diumumkan oleh Bessent baru-baru ini, instrumen yang digunakan adalah instrumen yang telah ada lama dan tersedia dalam keuangan AS. Sangsi atas keputusan ini muncul, karena penggunaan dana sebesar ini dapat dilakukan tanpa persetujuan Kongres.</p>



<p>Alih-alih alasan pemerintah mengunakan ini untuk menantang hegemoni pendanaan Cina di banyak negara berkembang Asia, Afrika dan Amerika Latin. Sepertinya selain Argentina, dia akan menawarkan hal yang sama ke Bolivia, dan lain nya. Darimana dana nya, muncullah istilah ESF yaitu <em>Exchage Stabilitation Fund</em>. Ini adalah pendanaan darurat yang muncul di tahun 1930an, atas insitaif Presiden Amerika saat itu. Aset di dasarkan atas emas saat itu. Cuma yang janggal dari kebiasaan AS selama ini, misal pernah pemerintah AS menaikkan nilai ESF berdasar atas aset $20 per ounce menjadi $35 per ounce, bayangkan berapa besar apresiasi nilai dikerek hampir 75% dari nilai nominal awalnya.</p>



<p>Instrumen ESF ini pernah beberapa kali digunakan di masa krisis, cuma seperti yang umum diketahui AS sering &#8220;mencetak&#8221; uang untuk pembiayaaan apapun, mendilusi nilai hutang yang bertambah dengan menambah jumlah uang beredar. Yang sangsi sebenarnya adalah latar belakang Bessent, yang dulu nya dia adalah seorang <em>macro economist</em> yang juga mengelola sebagian besar investasi Soros di banyak negara, dengan perusahaan bawaan nya yang juga punya kepentingan dibanyak negara termasuk Argentina.</p>



<p>Janggal karena pebisnis, jadi pemerintah dan gunakan kekuasaan nya untuk menyalurkan bagian dari uang pembayar pajak, untuk kepentingan para teman-teman milyuner mereka secara tidak langsung.</p>



<p>Jadi sepenuhnya tidak salah mengatakan, AS <em>bailout </em>kurs Peso Argentina senilai $20 miliar <em>swap </em>melalui bank sentral nya AS dan Bank Sentral Argentina dengan kepentinagn politik. AS berdalih akan bantu  <em>incumbent </em>President yang maju pilpres tahun ini dengan <em>bailout </em>kurs Peso yg terdepresiasi parah. Bila <em>incumbent </em>menang, bila kalah AS mungkin akan beralih kenegara lain yang sepaham dengan AS dan buka akses pendanaan AS ke negara berkembang yang mau lainnya.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://atrix.or.id/2025/10/dominasi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
