<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Satma PP Kota Pekanabaru</title><description>Sekalai Layar Terkembang Surut Kita Berpantang!!!</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Admin)</managingEditor><pubDate>Wed, 18 Dec 2024 19:24:26 -0800</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">41</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="https://lh3.googleusercontent.com/_536YwyPzEjo/TVwUZPbOjXI/AAAAAAAAAtM/TLlDB5uQ3Rg/s576/LOGO.png"/><itunes:keywords>satma,pp,kota,pekanbaru,pemuda,pancasila,riau,sumatra,demo,benterok,rakyat,kekerasan,hiburan,malam</itunes:keywords><itunes:summary>Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang!!!</itunes:summary><itunes:subtitle>Satma PP Kota Pekanbaru</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>andreassetiiawan@gmail.com </itunes:email></itunes:owner><item><title>TUNTUT IZIN BIMBEL YANG BOCORKAN SOAL UN</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2011/05/tuntut-izin-bimbel-yang-bocorkan-soal.html</link><category>Aksi</category><pubDate>Tue, 3 May 2011 07:13:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-6442996233991142756</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;TUESDAY, 03 MAY 2011 18:54  DIMAS_GORGOM&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-eoyK2b47VGtHH_q8JeP4cNCj2-gUugxVDK7gEgQLS2HihJ63NpRYTDSUwClv8a0SsiYXN34QKF85UeEs6KOWIOZgtXDpsKRoz6WasIc3oFjv7oh16EonrO5tSPyJPgCoxldYSGKPd-8_/s1600/UN+6.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="266" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-eoyK2b47VGtHH_q8JeP4cNCj2-gUugxVDK7gEgQLS2HihJ63NpRYTDSUwClv8a0SsiYXN34QKF85UeEs6KOWIOZgtXDpsKRoz6WasIc3oFjv7oh16EonrO5tSPyJPgCoxldYSGKPd-8_/s400/UN+6.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Gambar: &lt;a href="http://satmapp.blogspot.com/2011/05/bimbel-bocorkan-soal-un.html"&gt;Satma PP Gallery&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;Pekanbaru&lt;/b&gt;- Puluhan  mahasiwa yang tergabung dalam Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila Satma PP Pekanbaru,  mengelar aksi unjuk rasa ke dinas pendidikan provinsi Riau, terkait  adanya indikasi kebocoran soal ujian nasional melalui salah satu  bimbingan belajar di kota Pekanbaru. Puluhan masa mendesak dinas  pendidikan, untuk mencabut izin bimbingan belajar yang melakukan  kecurangan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan mahasiwa yang tergabung dalam  satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila Satma PP Pekanabaru, selasa pagi, mengelar aksi unjuk  rasa ke dinas pendidikan provinsi Riau, terkait adanya indikasi  kebocoran soal ujian nasional melalui salah satu bimbingan belajar di  kota Pekanbaru, melalui blackberry masangger (bbm). puluhan masa  mendesak dinas pendidikan, untuk mencabut izin bimbingan belajar yang  melakukan kecurangan tersebut. selain itu masa juga meminta dinas  pendidikan Riau, mengirimkan rekomendasi kepada kementrian pendidikan  nasional karena dinilai syarat kecurangan dan dijadikan sebagai lahan  bisnis oleh oknum yang tidak bertangung jawab.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
Puluhan masa ini di  terima oleh Ketua pelaksana ujian nasional Riau Hemli D, yang  mengatakan, menerima aspirasi masa Samapta. namun untuk mencabut izin  bimbel yang tuduhkan, dinas pendidikan harus beroordiansi dengan kota  pekanbaru karena izin tidak di keluarkan oleh provinsi. setelah  mendapatkan penjelasan dan puas berorasi, puluhan masa sampata  meninggalkan kantor dinas pendidikan Riau dengan tertib. (Deffid)&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-eoyK2b47VGtHH_q8JeP4cNCj2-gUugxVDK7gEgQLS2HihJ63NpRYTDSUwClv8a0SsiYXN34QKF85UeEs6KOWIOZgtXDpsKRoz6WasIc3oFjv7oh16EonrO5tSPyJPgCoxldYSGKPd-8_/s72-c/UN+6.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>PANJAT PAGAR DAN HUJAT SATPOL PP</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2011/05/panjat-pagar-dan-hujat-satpol-pp.html</link><category>Aksi</category><pubDate>Tue, 3 May 2011 07:01:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-4659081128710267869</guid><description>&lt;b&gt;Satma PP Minta Gubri Jangan Mengemis&lt;br /&gt;
Sabtu, 30 April 2011 - 10:55:27 WIB&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7_DqKft_KmDNDuw26eMXLqLE1ugVWw2QphcJUL5jebz-22ETy2BuHkS3DARjO1K0P5vau0ns0cBny7-ZtEKI392-2VBJp-Mlo68hC7qL1QqN6SBkWcLhf7MTc5qVpnURUNMCNo5UdCVs/s1600/satma.jpg" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7_DqKft_KmDNDuw26eMXLqLE1ugVWw2QphcJUL5jebz-22ETy2BuHkS3DARjO1K0P5vau0ns0cBny7-ZtEKI392-2VBJp-Mlo68hC7qL1QqN6SBkWcLhf7MTc5qVpnURUNMCNo5UdCVs/s1600/satma.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;PEKANBARU-Puluhan  Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma-PP) Kota Pekanbaru, melakukan  aksi demo di depan pintu gerbang Kantor Gubernur Riau. Dalam aksinya,  para mahasiswa meminta kepada Gubernur Riau (Gubri), H M Rusli Zainal SE  MP agar tidak menjadi pengemis (meminta-minta, red) kepada perusahaan  untuk membangun venues PON XVIII-2012.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mahasiswa menilai, jika  memang Gubri terlalu banyak berharap kepada perusahaan-perusahan besar  seperti PT Indah Kiat Pulp and Paper (PT IKPP), PT Riau Andalan Pulp and  Paper (PT RAPP) dan PT Wilmar, maka akan ada dampak di kemudian hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Gubri  harusnya jangan mengemis-ngemis kepada perusahaan-perusahaan besar di  Riau hanya untuk membangun sebuah venues olahraga. Karena dikhawatirkan  akan ada dampak kepada hutan di Riau nantinya, sebagai balas jasa,''  kata koordinator aksi Satma PP, Ronal Akyar saat menyampaikan orasinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut  para mahasiswa, apa yang disampaikan tersebut bukanlah isapan jempol  belaka. Hancurnya hutan-hutan yang ada di Riau ini akibat pemerintah  selama ini terlalu berpangku tangan terhadap perusahaan dengan berbagai  kepentingan. Akibatnya, ketika perusahaan terkait mempunyai masalah,  pemerintah tidak bisa berbuat apa-apa. Selain itu, para mahasiswa juga  meminta Gubri untuk menyediakan informasi publik tentang anggaran  pembangunan venues PON, yang menggunakan dana APBD Riau. Baik yang sudah  digunakan maupun anggaran yang belum digunakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sempat terjadi  ketegangan antara mahasiswa dengan Satpol PP. Mahasiswa yang ingin  bertemu langsung dengan Gubri terhalang dengan rapatnya pagar kantor  gubernur yang sudah terkunci.&lt;br /&gt;
Mahasiswa pun beramai-ramai menggoyang  pintu pagar kantor gubernur sambil mendorongnya. Melihat sikap mahasiswa  yang sudah menjurus ke anarkis anggota Satpol PP yang awalnya hanya  berjumlah beberapa orang, langsung berdatangan membentuk pagar betis  sambil menahan pagar kantor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun aksinya mahasiswa ini justru  semakin berlanjut. Bahkan beberapa orang diantara mahasiswa ada yang  sempat memanjat pagar. Setelah itu, barulah puluhan petugas kepolisian  datang juga membentuk pagar betis dari luar pagar. Tidak ada ketegangan  yang terjadi lagi. Namun orasi hujatan kepada Satpol PP tetap berlanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak  lama kemudianKarena beberapa selang kemudian, Gubri yang diwakili  Kepala Biro Pembangunan Daerah Setdaprov Riau, Rusli M. Rusli berjanji  akan menindaklanjuti pernyataan sikap tersebut langsung ke Gubri. (Muh)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: http://www.halloriau.com &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7_DqKft_KmDNDuw26eMXLqLE1ugVWw2QphcJUL5jebz-22ETy2BuHkS3DARjO1K0P5vau0ns0cBny7-ZtEKI392-2VBJp-Mlo68hC7qL1QqN6SBkWcLhf7MTc5qVpnURUNMCNo5UdCVs/s72-c/satma.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>Somasi Dinass Pendidikan Provinsi Riau</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2011/04/somasi-dinass-pendidikan-provinsi-riau.html</link><category>info</category><category>Organisasi</category><pubDate>Sat, 9 Apr 2011 09:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-2644787345046088178</guid><description>Nomor&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : 026/Eks/ SATMA PP KORTI UR/I/2011&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Pekanbaru,9 April 2011&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;
Lampiran : -&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Kepada Yth&lt;br /&gt;
Perihal&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &lt;b&gt;SOMASI&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;Dinas Pendidikan Provinsi Riau&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; DI:-&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pekanbaru&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;Assalamualaikum Wr. Wb,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Doa dan harapan kami semoga  Bapak selalu dalam limpahan rahmat dari Tuhan Yang Maha Esa, serta  sukses selalu dalam menjalankan aktifitas sehari-hari.&lt;br /&gt;
Dengan  sepenuh hormat,dengan surat ini kami sampaikan bahwa sehubungan dengan  diadakannya Ujian Nasional ( UN ) untuk para pelajar bahwa berdasarkan  Hirarki tertinggi Negara Indonesia yakni UUD 1945 dengan salah satu  tujuan Negara yaitu mencerdaskan kehidupan bangsa,maka dari itu kami  yang bertanda tangan dibawah ini adalah pihak-pihak yang menyetujui dan  mengharapkan Peraturan ditegakkan selaku:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila Koordinator Tingkat Universitas Riau&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;Melihat dan menganalisa beberapa evaluasi pada tahun-tahun sebelumnya  yang dianggap telah menyalahi aturan dalam UUD 1945 dan UU lainnya di  antaranya :&lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Adanya indikasi konspirasi antara pihak/oknum Dinass Pendidikan Provinsi  Riau dengan lembanga bimbingan belajar atau oknum oknum tertentu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Adanya indikasi pembocoran rahasia Negara.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Adanya indikasi kegiatan jual-beli rahasia Negara.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Berdasarkan hal mendasar di atas maka hal tersebut adalah sesuatu yang melanggar peraturan yang kami lampirkan dibawah ini :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Pembukaan UUD 1945 alinia ke-IV yakni tujuan Negara yang berbunyi “  Mencerdaskan kehidupan bangsa” bahwa dengan pemikiran yang logis hal  yang melanggar tersebut adalah pembodohan di dunia pendidikan dan tidak  sesuai dengan tujuan Negara tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pembocoran Rahasia Negara Pasal 112&lt;/b&gt; yang berbunyi  “Barang siapa dengan sengaja mengumumkan surat-surat, berita-berita atau  keterangan-keterangan yang diketahuinya bahwa harus dirahasiakan untuk  kepentingan negara, atau dengan sengaja memberitahukan atau  memberikannya kepada negara asing, diancam dengan pidana penjara paling  lama tujuh tahun”.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Pasal 322 berbunyi: (1) Barang siapa dengan sengaja membuka rahasia yang  wajib disimpannya karena jabatan atau pencariannya, baik yang sekarang  maupun yang dahulu, diancam dengan pidana penjara paling lama sembilan  bulan atau pidana denda paling banyak sembilan ribu rupiah.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Berdasarkan setiap aspek aspek yang terkandung dalam hal diatas, maka  kami memohon dengan segal hormat kepada Dinas Pendidikan Provinsi Riau  untuk :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Memperketat dalam pelaksanaan Ujian Nasional dengan melibatkan pihak  kepolisian dalam tiap sekolah agar tidak terjadinya kecurangan sesuai  dengan tujuan&amp;nbsp; Negara mencerdaskan kehidupan bangsa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Mengamankan dan mengawasi lembaga serta pejabat bimbingan belajar dari 1  hari sebelum pelaksanaan Ujian Nasional hingga selesai pelaksanaan  Ujian Nasional.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Mengawasi dan mengkaji kembali Prosedur Operasi Standar Pencetakan dan  Pendistribusian Bahan Ujian Nasional tahun pelajaran 2010/2011 yang  ditetapkan oleh BNSP ( Badan Standar Nasional Pendidikan ) di Jakarta  pada 22 Februari 2011 dari Bab I hingga Bab XI.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Memberikan sanksi yang jelas kepada oknum Dinas Pendidikan yang terbukti terlibat kecurangan selama pelaksanaan Ujian Nasional.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt; Memperhatikan dan mencabut izin Bimbingan Belajar yang terbukti melakukan kecurangan&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Apabila hal ini tidak diindahkan dan selama pelaksanaan Ujian  Nasional nantinya terbukti adanya kecurangan,maka kami akan melaporkan  pihak/oknum yang terlibat ke penegak hukum,pihak inspektorat dan  mendiknas,serta kami menggugat hasil Ujian Nasional supaya Ujian  Nasional diulang kembali demi tercapainya tujuan negara dalam UUD 1945.&lt;br /&gt;
Demikianlah  Surat ini kami buat dan agar dapat ditanggapi dengan serius dan dalam  tempo waktu yang sesingkat-singkatnya demi tercapainya tujuan Negara dan  suksesnya penyelenggaraan Ujian Nasional di Riau khususnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;SATMA PP KORTI UNIVERSITAS RIAU&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;Yudhi Kurniawan&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bherry Tinanto&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;       Ketua &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Sekretaris&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; MENGETAHUI&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; SATUAN MAHASISWA PEMUDA PANCASILA&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt; KOTA PEKANBARU&lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;RONALD AKHYAR, SH&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; DODY FERNANDO, SH&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; Ketua&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Sekertaris &lt;/b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;hr/&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>Beasiswa Satma</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2011/03/beasiswa-satma.html</link><category>info</category><category>Organisasi</category><pubDate>Thu, 17 Mar 2011 10:28:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-7370662179231707614</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5FNYwGC9hjq62R9ofrNlaIbX_43h-yWKm5yUOCyYCwKp_wCY_mUCNwzkzIlg2qgaaKLGfShOG5j6-30zL50U8vmvw5IJ70c3tpaj7sLtDVBtA0G4_RD1iXqPuV7oQN7UlpvbJ9TR-stU/s400/scholarship.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="159" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5FNYwGC9hjq62R9ofrNlaIbX_43h-yWKm5yUOCyYCwKp_wCY_mUCNwzkzIlg2qgaaKLGfShOG5j6-30zL50U8vmvw5IJ70c3tpaj7sLtDVBtA0G4_RD1iXqPuV7oQN7UlpvbJ9TR-stU/s200/scholarship.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru&lt;/b&gt; memberikan beasiswa kepada kader satma, jumlah penerima beasiswa ini terbatas. Tentunya penerima beasiswa ini telah lulus seleksi tim penilai, penilaian itu diantaranya keaktifan, prestasi, faktor ekonomi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Sarat beasiswa&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mengisi surat permohonan kepada ketua SATMA PP KOTA PEKANBARU yang di ketahui oleh ketua KORTI UNIVERSITAS masing-masing.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fhotocopy  KTM.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fhotocopy KHS terakhir.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fhotocopy KRS terakhir.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fhotocopy sertifikat DIKSAR.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Membuat identitas diri secara lengkap.&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Semua   kelengkapan persyaratan tersebut di buat dalam satu ranggkap di dalam  map.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diharapkan beasiswa ini bisa membantu para kader satma.&lt;br /&gt;
Beasiswa ini akan diadakan rutin, guna untuk meningkatkan keaktifan para kader satma.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5FNYwGC9hjq62R9ofrNlaIbX_43h-yWKm5yUOCyYCwKp_wCY_mUCNwzkzIlg2qgaaKLGfShOG5j6-30zL50U8vmvw5IJ70c3tpaj7sLtDVBtA0G4_RD1iXqPuV7oQN7UlpvbJ9TR-stU/s72-c/scholarship.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>Peringatan kembali ke DPRD Prov.Riau</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2011/02/peringatan-kembali-ke-dprd.html</link><category>info</category><pubDate>Mon, 28 Feb 2011 16:36:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-4628531843703314565</guid><description>&lt;b&gt;Apabila dalam kurun waktu 3x24 jam DPRD Prov.Riau tidak  memparipurnakan Pansus HTI, Maka kita segenap keluarga besar Satuan  Mahasiswa Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru (SATMA PP) dan segenap  masyarakat Riau, akan menduduki Kantor DPRD Prov.Riau dengan Volume  Massa yang lebih Besar Lagi.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pernyataan ini kami sampaikan, agar dapat ditindaklanjuti...&lt;br /&gt;
Terimakasih&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketua Satma PP Pekanbaru&lt;br /&gt;
Ronald Akhyar. SH</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Admin)</author></item><item><title>SP3 Ilegalloging kembali didesak</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2011/02/sp3-ilegaloging-kembali-didesak.html</link><category>Aksi</category><pubDate>Sun, 27 Feb 2011 06:19:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-642990820892305796</guid><description>&lt;b&gt;Pekanbaru&lt;/b&gt;, 27 Februari 2011, SATMA PP kembali menggelar aksi di lokasi &lt;i&gt;car free day&lt;/i&gt; saat minggu pagi.&lt;br /&gt;
Masih mengenai mengenai kasus SP3 Ilegalloging.&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: Times,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;"Menyibak Tabir Misteri Dikeluarkannya SP3 Untuk Kasus Ilegalloging"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;Hal ini cukup menari perhatian masyarakat yang berada di kawasan &lt;i&gt;car free day&lt;/i&gt;, aksi ini di warnai dengan pengumpulan tanda tangan.&lt;br /&gt;
&lt;table&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGw-29mowL3f3SK6-YETB5bYYOFw8FGgnqZk4FgXhWLOLpCG51WQaSrMR2KZ4fH3lbkSexYB0Yh9avN1beBGdEskACc0Q7tvYTsgVmuYbfFMSiHyQMwX2ClofCgI-942PbqgojHhBM5RKZ/" /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhf0E_R7XKZPW-xYCLqlzOwzvNr9b2_9C30h6wtFtpclcnDUbnf9gcMzafCNMl7BooJv-4XmMFfA6Y7v0p711D8lM2J1Koe4ONTQw7sF-2C_JylZYMrTHTFcTRtvl8pmxEY8NITPEP2SDei/" /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhexp5CuJ7QHNQO0sSDVXvbxCIGo49PtoSC5rGwZGfw1nQW8LC0DFFXmOglXFlZIEq9qUgxBo1oTyIcrPrZ4Lx4_LtxyNPEDdR6qn-byETpDguY_xbR021Xcj9zAlN1chLkU54zSGViyWiH/" /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqBP_TNw1V3IiqKmk05AKUWmF4KsaJhSegVqrFJUO2VAtaWlKKRa-V8cJf27TXYrr3K9_yQ5O4qa_U2A3nup2zfmHFJaZUusOFe18X2ft-cwmhyE0j5OnhsO3hyLUuksadpTS6_bfeuA6-/" /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;a href="http://satmapp.blogspot.com/2011/02/sp3-ilegaloging-kembali-didesak.html"&gt;&lt;b&gt;.:&lt;/b&gt;Lihat Gallery ini&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&amp;gt;&amp;gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGw-29mowL3f3SK6-YETB5bYYOFw8FGgnqZk4FgXhWLOLpCG51WQaSrMR2KZ4fH3lbkSexYB0Yh9avN1beBGdEskACc0Q7tvYTsgVmuYbfFMSiHyQMwX2ClofCgI-942PbqgojHhBM5RKZ/s72-c" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Admin)</author></item><item><title>Kader SATMA PP</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2011/02/kader-satma-pp.html</link><category>Organisasi</category><pubDate>Thu, 24 Feb 2011 09:22:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-2621827964592250419</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihvcW9rfMJZB98iHaxtAwqKS3nALlpj9glTLl6IFXqbqdBiCv4GeUTXuktElBFlm3a29Yh79fBqcNetaUtcBD2s4z8SYdP0aw7TT_m8cFpahm_enFqY2LRMTl9wpgS_s9ng8NJ3pwCbgM/s320/LOGO.png" width="278" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Kader angkatan I&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Yudhi kurniawan  (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Arianto azis  (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ardi wiranata  (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jasmadi (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Wira arya permadi (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sigit widodo  (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Suardi  (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Romi ardila (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Dody fernando  (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ronald akhyar (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Raymon hutauruk (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Boy randi (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Anggriadi marta (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Daniel simanjuntak (UNILAK)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jhon erlis (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Andreas setiawan (UIN)&amp;nbsp;  &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Kader angkatan II&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mustafa kamal  (UNILAK)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Natsir  (UIN)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sahidin  (UR)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Andrie herda  (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sarwan antoni (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Zulfirdaus (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Arin tagawan   (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Azhar  (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sandra  (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hairul purnama putra (UIR)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Amran  &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Kader angkatan III&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Maria malhorta simanjuntak (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Busro asrory (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;M imam busro (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Oggy perdana(UR) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Totok agus trianto (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ariandi a zulkarnain (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bherry tinanto (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Joniwan saputra (UNILAK)&amp;nbsp; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hendra (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hasaniarto (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Andrew (UNILAK) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ali akmal (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Andri surya(UIR) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ardansyah (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fitri apriliana (UIN)&amp;nbsp;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Fatihatul khairani (UIN)&amp;nbsp;  &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Khairul safri (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nila putri (UIR) &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
&lt;u&gt;&lt;b&gt;Kader angkatan IV&lt;/b&gt;&lt;/u&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Jendri heri sumarta (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Michel crisye daniel bintang (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;M tauiq vicky (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Muhammah hadi hasibuan (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kurniadi (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Arif suhendro (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Very nando (UIR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Imam rangga bakti (UNILAK)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Octadino haryadi (UNILAK)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Febio gilang R (UNILAK)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jumadi awis (UIN) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Agtori wandira (UIN) &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bibit wahyudi (UR)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Navdesa rio (UNILAK)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihvcW9rfMJZB98iHaxtAwqKS3nALlpj9glTLl6IFXqbqdBiCv4GeUTXuktElBFlm3a29Yh79fBqcNetaUtcBD2s4z8SYdP0aw7TT_m8cFpahm_enFqY2LRMTl9wpgS_s9ng8NJ3pwCbgM/s72-c/LOGO.png" width="72"/><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>Dokumentasi Koin Pencari Keadilan</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2011/02/dokumentasi-koin-pencari-keadilan.html</link><category>Photo</category><pubDate>Mon, 21 Feb 2011 10:18:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-8516939420328633581</guid><description>&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila dalam aksi "KOIN PENCARI KEADILAN"&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;table border="0" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;a _536ywypzejo="" aaaaaaaaaus="" href="http://draft.blogger.com/%3Cimg%20src=" https:="" lh5.googleusercontent.com="" nmrres2zici="" satma-koin1.jpg="" twkkvssxibi=""&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg25F76Y87LC-wREwFIzI0l1wi7OCzpklbyU1fhDC4sU7Y3fm2Vvt0TJduLq_kKLB4bzg5vkjv6gQml6FuRG77mSSwvqgvBhaDbH9I0iVDUG34c-jgfE-fn7-bQuw9mpjmwQKWBJJOI5FE/" /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;a _536ywypzejo="" aaaaaaaaauw="" href="http://draft.blogger.com/%3Cimg%20src=" https:="" lh6.googleusercontent.com="" qw4s3ouo0lu="" satma-koin2.jpg="" twkkvs7zh-i=""&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXtQp-AkEB6RPmiH4JtJ_KRSFdYEVPm_3AF26ZpbfRtFonrtYlgIrGJjNE_IScTEqNSQhCnN12254aYkb9A686LxXbjMNgywCSegW7j8ztj8T15cmM2AREf6AXrfSnvcxggnwFcdIubic/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;a _536ywypzejo="" aaaaaaaaau0="" dl534xakxku="" href="http://draft.blogger.com/%3Cimg%20src=" https:="" lh3.googleusercontent.com="" s576="" satma-koin3.jpg="" twkkvsgkvei=""&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifxg68GXU_S6x65PtrBMu71qpEVKmuL1LlED9T2AgalorkwO2p6xvHfCoxVbWqIMNzf4OPlgS4UW2109w5R5_b0MzssPZwbrhRJSoNIupTLEigawCWnQz6RL-rzjLuqXrTQQZVUlqBbjg/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;a _536ywypzejo="" aaaaaaaaau4="" href="http://draft.blogger.com/%3Cimg%20src=" https:="" lh5.googleusercontent.com="" pz2z7ccmo1q="" satma-koin3-.jpg="" twkkv0rnl_i=""&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhi_49XtkVulKO6Wo6zUu1iecSkah1WN2RlrSa6jSW2O3qlfjQWmaPrHDmAom-6kAh1E2Je-oJE5PilUZdqkKCp18e1LRhy-lrzpnpZHsPtgiNyrSbOdcmPG1eIcOclU4A9OovHjVQDiDY/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;a _536ywypzejo="" aaaaaaaaau8="" hd5d5dqyc2s="" href="http://draft.blogger.com/%3Cimg%20src=" https:="" lh3.googleusercontent.com="" satma-koin4.jpg="" twkkv6dfyui=""&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVdtkpfkoIKudfiSa7a5rpjiiQ0a-Q_kcNEBXG97__uV2_7nbk78g41Wsmg-cIkKtM1qhTHGMw9ANBESN5AZ9kWipYVySXoHdlqvBLI1BGI9IuNcA4heZMj-V43Ow6pdj6WNsJiEIjSn0/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;a _536ywypzejo="" aaaaaaaaave="" cn3y7bgzm1w="" href="http://draft.blogger.com/%3Cimg%20src=" https:="" lh4.googleusercontent.com="" satma-koin12-.jpg="" twkkwclatri=""&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8_A7bUiGwJ_Mof0VW4DJ0TapbCHBAxqUtToePsmPwsYmxT4V6jv_y-bylnOgrXWcNXwa6-XbViF9n2olrrjZ37wxcQyZaVRfaRy0iOju_8wn5E83lZkAheRgtzDGEz5vNzvZKHi9CUPA/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;     &lt;td&gt;&lt;a _536ywypzejo="" aaaaaaaaava="" href="http://draft.blogger.com/%3Cimg%20src=" https:="" lh5.googleusercontent.com="" o3uwhdb0bg8="" satma-koin4-.jpg="" twkkwedggji=""&gt;&lt;img src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZEhqfVGMZ9CBxlxaHfDkLBlYRGrshckoOuUX2Ah96y5x6N5fVyTEpky6RIBYsI5XMhV_mBVD8BMgBQJRX9oi_iSfDV-N0eDmi6rUhm9oXI25piN1iaEuDiVcOl8_b3s_NorhUAf5Y_po/" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg25F76Y87LC-wREwFIzI0l1wi7OCzpklbyU1fhDC4sU7Y3fm2Vvt0TJduLq_kKLB4bzg5vkjv6gQml6FuRG77mSSwvqgvBhaDbH9I0iVDUG34c-jgfE-fn7-bQuw9mpjmwQKWBJJOI5FE/s72-c" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>Datangi DPRD Riau, Mahasiswa Desak Penuntasan Kasus Ilegal loging</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2011/02/datangi-dprd-riau-mahasiswa-desak.html</link><category>Aksi</category><pubDate>Tue, 8 Feb 2011 09:59:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-3712781632306430792</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;i&gt;"Kasus illegal logging di Riau terkesan macet di proses hukum. Untuk itu, Satma PP mendesak DPRD Riau membentuk Pansus menggunakan hak angket"&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf2GQXmWF3nn4xwe3Hby51wIO8dPlvnjYy6xiJyZwCh_CiHvi0StdhblFYQ1MVxrf2Mj33nCFFmvF_o84di27xX5Osm8w25WmYB_t979Bfu5SqdNQ6C_3BaTOg8iOzwtHgP4zEaFc2i3M/s1600/Satm.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf2GQXmWF3nn4xwe3Hby51wIO8dPlvnjYy6xiJyZwCh_CiHvi0StdhblFYQ1MVxrf2Mj33nCFFmvF_o84di27xX5Osm8w25WmYB_t979Bfu5SqdNQ6C_3BaTOg8iOzwtHgP4zEaFc2i3M/s320/Satm.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;PEKANBARU-Dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh Polda Riau pada 2008 lalu terkait terjadinya kasus Ilegal Logging (illog) di Riau sangat melukai hati segenap masyarakat Riau khususnya. Hal ini terkesan seolah-olah para aparat polisi mengabaikan jeritan hati rakyat, padahal sudah masuk berbagai laporan mengenai illog ini, Namun ternyata tidak ditindaklanjuti dengan tegas. Demikian ungkap Sigit Widodo, Selasa (8/2/11) memimpin aksi Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP) di halaman kantor DPRD Provinsi Riau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut dikatakan Sigit dalam orasinya, memang dulu awalnya pada tahun 2007 polisi telah melakukan operasi untuk menyelidiki kasus Illegal Loging ini karena adanya laporan masyarakat setempat. Kapolda Riau yang saat itu masih dijabat oleh Brigjend Pol Sutjiptadi bahkan sudah menangkap basah ribuan kubik kayu hasil penebangan liar yang dilakukan sebuah perusahaan di Kabupaten Indragiri Hulu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Polisi juga sudah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap 14 perusahaan di Riau yang bergerak di bidang Hutan Tanaman Industri (HTI). Namun hanya satu perusahaan yang dinyatakan bersalah dan 13 kasus lainnya di SP3 kan. Padahal bukti yang sudah ditemukan penyidik sudah cukup dan tersangka juga telah ditemukan yaitu Direksi masing-masing PT dan beberapa pejabat dinas Kehutanan Provinsi Riau, Bupati di beberapa Kabupaten di Riau serta Gubernur Riau pada saat kasus ini terjadi,”ungkapnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih lanjut pemimpin massa yang berjumlah sekitar dua puluhan ini menduga telah terjadi konspirasi antar pejabat-pejabat berwewenang yang memeriksa kasus ini dengan pejabat-pejabat yang terlibat dan juga ada intervensi dari pihak luar.”Untuk itu tujuan aksi kami hari ini menuntut supaya SP3 kasus ini segera dicabut dan diteruskan ke Kejaksaan agar segera dilanjutkan ke Pengadilan untuk mengobati luka dan kerugian masyarakat,”ujarnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disamping meminta SP3 segera dicabut, massa juga menyampaikan tuntutan lainnya kepada wakil rakyat yang disambut langsung oleh Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus didampingi salah seorang anggotanya dari Komisi B. Beberapa tuntutan massa tersebut antara lain, meminta kepada para wakil rakyat untuk segera menggunakan hak nya yaitu hak angket atau hak melakukan penyelidikan penyalahgunaan wewenang yang dilakukan lembaga eksekutif terkait kasus illog ini, meminta kepada anggota Dewan supaya mempertanyakan SP3 yang dikeluarkan Polda Riau pada saat itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami juga meminta kepada wakil rakyat supaya mempertanyakan pertanggungjawaban pejabat terkait dan Gubernur pengeluaran HPH dan HTI dalam RKT Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau tahun 2002, 2003 dan 2005. Selain itu kami juga minta kepada anggota dewan supaya mempertanyakan pertanggungjawaban BAPEDALDA Riau terkait pengeluaran Amdal yang tidak sesuai dengan keputusan Menteri Lingkungan Hidup no 51/X/1995 dan terakhir kami minta tutup semua perusahaan yang melakukan pembabatan hutan dan mencemarkan lingkungan di Riau,”ujar Sigit lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menanggapi hal itu, Ketua DPRD Riau, Johar Firdaus mengatakan selama ini anggotanya selalu berusaha menanggapi dan menindaklanjuti setiap aspirasi masyarakat Riau yang masuk. Apalagi terkait masalah illog dan pencemaran lingkungan. “Selama ini selalu berusaha menindaklanjuti aspirasi masyarakat yang masuk, apalgi terkait masalah illog dan pencemaran lingkungan ini. Tidak hanya sekedar omong kosong. Dalam minggu ini juga, hari Kamis dan Jum’at anggota kita yaitu Komisi B akan turun langsung ke lapangan melihat terutama melihat kondisi di Meranti dan Tasik Serai. Kabarnya ada warga masyarakat kita yang bermasalah dengan PT Arara Abadi. Insya Allah aspirasi adik-adik mahasiswa akan kami sikapi,”kata Johar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Sumber: &lt;a href="http://riauterkini.com/"&gt;Riau Terkini&lt;/a&gt; &lt;/i&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgf2GQXmWF3nn4xwe3Hby51wIO8dPlvnjYy6xiJyZwCh_CiHvi0StdhblFYQ1MVxrf2Mj33nCFFmvF_o84di27xX5Osm8w25WmYB_t979Bfu5SqdNQ6C_3BaTOg8iOzwtHgP4zEaFc2i3M/s72-c/Satm.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>SATMA PP Kota Pekanbaru GO ACTION Bertajuk Menyibak Tabir Misteri Dalam Pengeluaran SP3 ILEGAL LOGGING</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2011/01/satma-pp-kota-pekanbaru-go-action.html</link><category>Aksi</category><pubDate>Sat, 8 Jan 2011 03:08:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-7861250929624290060</guid><description>Dikeluarkannya Surat Perintah Penghentian Penyidikan (SP3) oleh Polda  Riau pada tahun 2008 sangat melukai segenap hati masyarakat Riau. Polisi  seolah-olah mengabaikan jeritan hati, laporan serta aduan dari  masyarakat Riau yang sangat terganggu dengan Ilegal Logging dan juga  pencemaran lingkungan yang terjadi didaerah tempat tinggal mereka. hal  ini juga berarti Polda Riaumengabaikan upaya pemerintah untuk menegakkan  hukum lingkungan dan pemberantasan Ilegal Logging di Indonesia pada  umumnya dan di Riau pada khususnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awalnya pada tahun 2007, polisi  telah melakukan operasi untuk menyelidiki kasus Ilegal Logging ini  karena adanya laporan dari masyarakat bahwa telah terjadi tindak pidana  perusakan lingkungan hidup dalam kawasan hutan alam akibat penebangan  hutan alam secara liar oleh Perusahaan-perusahaan kayu yang diberi izin  HTI maupun HPH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Polisi telah bertindak secara simultan menindak lanjuti  laporan ini. Kapolda Riau pada saat itu Brigjend.Pol Sutjiptadi bahkan  menemukan dan menangkap basah ribuan kubik kayu hasil penebangan liar  yang dilakukan sebuah Perusahaan di Kabupaten Indra Giri Hulu. Polisi  juga telah melakukan penyelidikan dan penyidikan terhadap 14 Perusahaan  yang diperiksa hanya 1 perusahaan yang dinyatakan bersalah dan 13 kasus  lainnya dinyatakan di SP3 kan.&lt;br /&gt;
Padahal bukti yang ditemukan penyidik  telah cukup dan para tersangka telah ditemukan yaitu direksi dari  masing-masing Perusahaan dan Pejabat Dinas Kehutanan Provinsi Riau,  Bupati beberapa Kabupaten di Riau, serta Gubernur Riau pada saat kasus  ini terjadi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Direksi Perusahaan-perusahaan ini tentu saja bertanggung  jawab sebagai pengelola perusahaan dan harus bertanggung jawab sesuai  hukum yang berlaku. Pejabat-pejabat Kabupaten dan Provinsi ini  bertanggung jawab dalam penertiban dan pengesahan Izin dari  perusahaan-perusahaan tersebut. hal ini tentu saja mengundang tanda  tanya besar bagi kita semua mengapa kasus-kasus ini di SP3kan oleh Polda  Riau ??? berdasarkan data yang kami peroleh bahwa berkas perkara dari  kasus-kasus  ini seharusnya telah lengkap dan layak diajukan ke  pengadilan, kami menduga terjadinya konspirasi besar antar  pejabat-pejabat yang berwenang memeriksa kasus ini dengan  pejabat-pejabat daerah yang terlibat dalam kasus ini serta adanya  intervensi dari pihak lain terhadap kasus ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk itu kami menuntut  SP3 kasus-kasus ini harus dicabut dan diteruskan Ke Kejaksaan agar  segera dilanjutkan ke Pengadilan untuk mengobati luka hati dan kerugian  masyarakat yang merasakan dampak dari Ilegal Logging dan pencemaran  lingkungan yang dilakukan perusahaan-perusahaan, berkaitan dengan Izin  HPH dan HTI dalam RKT terhadap perusahaan yang melanggar KEPMENHUT No.  541 Tahun 2002 yaitu Bahwa Bupati dan Gubernur tidak mempunyai  kewenangan untuk mengeluarkan Izin Usaha Pemanfaatan Hasil Hutan Kayu  pada Hutan Tanaman (IUPHHK-HT) dan juga Peraturan Pemerintah No. 34  Tahun 2002 yang dikeluarkan oleh Pejabat-pejabat Kehutanan Kabupaten dan  Provinsi Riau, Bupati-bupati di Riau serta Gubernur Riau mengenai lahan  yang layak dijadikan dan diberikan Izin HTI yaitu lahan kosong, padang  alang-alang dan semak belukar bukan pada Lahan Hutan Alam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi Izin  Prinsp, dan Izin HTI, Izin HPH dalam RKT yang diterbitkan dan disahkan  Bupati Pelalawan 2002, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau tahun 2002,  2003, dan tahun 2005, serta Gubernur Riau tahun 2004 menyalahi aturan  dan para pejabat yang disebutkan juga harus bertanggung jawab atas  tindak pidana ilegal logging dan pencemaran lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perusakan  lingkungan hidup yang terjadi juga di karenakan adanya proses  pengelolaan limbah yang tidak sesuai AMDAL dan AMDAL yang dikeluarkan  BAPEDALDA Prov. Riau adalah fiktif. AMDAL tersebut dikeluarkan tanpa  memperhatikan yang terjadi dilapangan dimana perusahaan kertas di  Pelalawan membuang limbah tanpa melalui proses pengelolaan limbah (IPAL)  pada saluran air yang bermuara di sungai Kampar. hal ini tentu saja  merusak ekosistem sungai dan merugikan penduduk yang memanfaatkan sungai  untuk kehidupan mereka sehari-hari.&lt;br /&gt;
Jika perusakan lingkungan dan  pembabatan hutan di Riau ini terus terjadi, maka untuk beberapa tahun  kedepan Hutan di Riau akan habis dan tentu saja akan merusak  keseimbangan alam tempat tinggal kita. tentu saja akan berakibat  terjadinya bencana alam dan mempercepat Pemanasan Global (Global  Warming). mungkinkah kita sebagai masyarakat Riau akan membiarkan hal  ini terus terjadi ??? mengapa kita tetap diam ???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;STOP GLOBAL WARMING FIGHT ILEGAL LOGGING DI BUMI LANCANG KUNING...!!!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CABUT SP3 TERHADAP KASUS ILEGAL LOGGING DI RIAU...!!!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;SEKALI LAYAR TERKEMBANG SURUT KITA BERPANTANG...!!!&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dengan demikian Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila Kota Pekanbaru Menyatakan Sikap:&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Meminta Kapolda Riau untuk mencabut Surat Perintah Pemberhentian  Penyidikan (SP3) terhadap 13 Perusahaan Pelaku Ilegal Logging di Riau.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meminta Pertanggungjawaban Pejabat terkait dalam pengeluaran HPH dan  HTI dalam RKT (Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Riau Tahun 2002, 2003 dan  2005)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meminta Pertanggungjawaban Gubernur Riau dalam  penerbitan dan pengesahan HPH dan HTI dalam RKT karena melanggar pasal 2  Keputusan Menteri Kehutanan No. 541 Tahun 2002 tentang "PENCABUTAN  KEPUTUSAN MENTERI KEHUTANAN NOMOR 05.1/KPTS-II/2000 TENTANG KRITERIA DAN  STANDAR PERIZINAN USAHA PEMANFAATAN HASIL HUTAN PADA HUTAN DAN  PERIZINAN PEMUNGUTAN HASIL HUTAN PADA HUTAN PRODUKSI' serta PERATURAN  PEMERINTAH TENTANG TATA HUTAN DAN PENYUSUNAN RENCANA PENGELOLAAN HUTAN,  PEMANFAATAN HUTAN DAN PENGGUNAAN KAWASAN HUTAN.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Meminta  pertanggung jawaban kepada BAPEDALDA Provinsi Riau terhadap pengeluaran  AMDAL yang tidak sesuai dengan Keputusan Menteri Negara Lingkungan Hidup  Nomor 51/x/1995.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tutup semua perusahaan yang melakukan pembabatan hutan di Riau serta Tutup perusahaan yang mencemarkan lingkungan...&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;b&gt;"TEGAKKAN  HUKUM WALAUPUN LANGIT AKAN RUNTUH" UNTUK MEWUJUDKAN SILA KE - 5  PANCASILA " KEADILAN SOSIAL BAGI SELURUH RAKYAT INDONESIA"&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1380.snc4/163275_190813097602680_100000219737470_790029_7829647_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs1380.snc4/163275_190813097602680_100000219737470_790029_7829647_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>Satma PP Pekanbaru Kecam Gubernur Riau</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2011/01/satma-pp-pekanbaru-kecam-gubernur-riau.html</link><category>Aksi</category><pubDate>Sat, 8 Jan 2011 03:01:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-3445449547602175871</guid><description>&lt;b&gt;Pekanbaru&lt;/b&gt;, Puluhan mahasiswa Pekanbaru yang tergabung dalam &lt;b&gt;Satuan Mahasiswa Pemuda  Pancasila&lt;/b&gt; berunjukrasa ke Polda Riau, Selasa (28/12) . Mereka mengecam  peryataan Gubernur Riau &lt;b&gt;Rusli Zainal&lt;/b&gt; yang menuding aksi mahasiswa  terkait dugaan penyimpangan dana bansos dan PON 2012 dibayar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut  mahasiswa tudingan &lt;b&gt;Rusli Zainal&lt;/b&gt; yang menyatakan aksi mahasiswa dibayar  sangatlah tidak relefan dan mendasar. Mahasiswa berjanji dalam waktu  dekat ini akan menurunkan massa yang lebih besar untuk menekan Rusli  Zainal agar mengklarifikasi pernyataannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelumnya muncul  gelombang aksi mahasiswa menuntut pihak kejaksaan dan kepolisian untuk  segera mengusut aliran dana bantuan sosial yang diduga digunakan untuk  sosialisasi &lt;b&gt;Hj Septina Primwati Rusli&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs026.snc6/165604_190812494269407_100000219737470_790028_4912710_n.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/hs026.snc6/165604_190812494269407_100000219737470_790028_4912710_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>Bakti Sosial 2010</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/11/satma-pp-kota-pekanbaru-bakti-sosial.html</link><category>info</category><pubDate>Sun, 14 Nov 2010 03:31:00 -0800</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-735664276156667627</guid><description>&lt;b&gt;Bertajuk :&lt;/b&gt; Berbagi Untuk Bersama dan Menciptakan Generasi Muda Yang Berjiwa Sosial (Sunatan Massal dan Pemberian Santunan Kepada Panti Asuhan)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya  Mewakili (&lt;a href="http://www.facebook.com/profile.php?id=100000219737470"&gt;Ronald Akhyar&lt;/a&gt;) Atas Nama Keluarga Besar Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SATMA PP) Kota Pekanbaru mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada :&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt; Panitia Pelaksana Kegiatan Bakti Sosial&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;H. Benny Asliyan Putra, SE (Dewan Kehormatan SATMA PP)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;Atas dedikasinya dan kontribusi dalam penyelenggaraan kegiatan, hingga kegiatan berjalan sesuai dengan harapan kita bersama..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga kepada Pemerintah Provinsi Riau dan beberapa donatur yang telah berperan memberikan bantuan anggaran kegiatan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;"Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang"&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs475.ash2/74856_175866845763972_100000219737470_656789_3897299_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs475.ash2/74856_175866845763972_100000219737470_656789_3897299_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs968.snc4/76101_175866742430649_100000219737470_656785_6791222_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="240" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs968.snc4/76101_175866742430649_100000219737470_656785_6791222_n.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>DILEMATIKA HIDUP SANG AKTIFIS</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/10/dilematika-hidup-sang-aktifis.html</link><category>info</category><category>suara</category><pubDate>Wed, 27 Oct 2010 09:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-8168095322272813693</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em; text-align: center;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc3/hs634.snc3/31824_130125743670301_100000186280937_366337_3390718_n.jpg" width="201" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dipagi yang cerah itu, matanya terbuka disela-sela nafas menghirup udara pagi, sembari duduk menatap mentari yang gagah berani memberikan cahaya silau bagi mereka-mereka yang menatapnya..hatinya sejenak terpaku dan berpikir tentang rentanya zaman yang menuntut manusia harus berpikir keras..!! Bumi pertiwiku dulu tumpahan darah dari pejuang-pejuangmu begitu besar demi membebaskanmu dari penjajahan belanda dan sekutu, namun kini tetap saja hegemoni kapitalisme dan penjara-penjara birokrasi menjadi hantu ditengah kota atas kaum-kaum proletar yang berada dipangkuanmu...kenapa potret kehidupan ini menjadi imagemu ditengah-tengah peraban dunia???!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah...itulah yang ada dibenaknya pagi itu, tanpa sadar mentari terus berjalan menuju arah siang..hari ini aku harus kekampus menunaikan dan melanjutkan kewajibanku dibidang pergerakan ataupun dibidang akademis, dengan langkah kaki yang cukup jauh sang aktifis itu menuju tempat perjuangannya..dunia kampus yang konon identik dengan kaum-kaum yg intelektual dan kaum-kaum yang pintar, namun lagi-lagi matanya sedikit tak berkedip ketika sejuta idealisme yang ingin ia bawa malah terbentur oleh sikap-sikap apatisme dan hedonisme ditambah lagi dengan penghuninya yang hanya bergaya style..apakah ini kampus FISIP atau kampus model??!! Pertanyaan itu ia buang jauh-jauh sebab ia sadar ia hadir bukan untuk menjustifikasi orang lain,.!! Sang aktifis terus mengitari kampus yang disesaki oleh aktifitas belajar mengajar, kembali ia berfikir ketika melihat lembaran-lebaran daftar hadir bergulir dan silih berganti ditanda tangani oleh mahasiswa/i . absensi, sistem SKS, dll....apakah benar ini hanya simbol mekanisasi pendidikan yang sebenarnya kontradiktif dengan nilai-nilai ideal mahasiswa?? Kenapa simbol itu menutup mata mereka melaksanakan tridharma perguruan tinggi yang ketiga?! Apakah mereka mahasiswa atau sekadar orang kuliah??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Duch...Kampusku, identik dengan kehidupan akademik dengan kehidupan mahasiswa yang beragam dan unik, serta dalam setiap langkahnya pasti membawa cerita yang berbeda. IPK menjadi mimpi indah bagi mereka, Ada beragam sisi yang ia lihat, sisi yang mampu membawa setiap insan mahasiswa yang terlibat di dalamnya untuk bercengkrama, berdiskusi, berpolitik kampus, ataupun hanya sekedar datang dan pulang tanpa membawa kesan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pesta, buku dan cinta. Tiga paket kebijakan yang tidak pernah lepas dalam kehidupan kampus, dan identik dengan kehidupan mahasiswanya. Pesta bisa di artikan secara harafiah ataupun secara occasionally disesuaikan dengan keadaan yang terjadi. Tetapi, pesta sudah diidentikkan dengan keadaan bersenang-senang untuk menghabiskan uang dan mendapatkan kepuasan sesaat untuk kemudian menagih pada hari-hari berikutnya. persinggungan dialogis antara ketiga kutub ini memungkinkan terbangunnya pertentangan bagaimana “bermahasiswa” yang kontekstual..!! sahabat-sahabatku, kata-kataku ini bukan untuk mendiskreditkan dirimu...ini hanya seberkas bahasa hati kecil ditengah badai yang menyapa..!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan sikap yang tertegun hati kecilnya berkata: ya Rabb...peradaban dunia dengan segala arus modernisasi begitu kejam, sucinya bumi pertiwi disesaki oleh elit-elit politik yang telah dijejali pelacur-pelacur matrealis yang korup, yang libido kerakusan mereka telah terangsang oleh uang, doktrinitas kekuasaan telah membuat manusia menjadi pemangsa bagi manusia lain, makluk suci yang Engkau ciptakan malah menelanjangi kehormatan mereka sendiri dengan sikap-sikap praktis dan pragmatis, ini telah terjadi dibumi pertiwiku...lantas apakah pantas jasad-jasad yang berjiwa dikampus ini hanya diam?? Apakah mereka tuan-tuan terjajah atau malah budak-budak peradaban?? Ya Rabb...Engkau maha pengasih dan penyayang, bukakanlah hati mereka-mereka yang selalu diam dan terdiam..!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ss..ss..tt...nafasnya kian ia tarik dan mencoba melawan kehampaan, tarik ulur kehidupan membuat ia tak ingin seperti layang-layang yang terbang tanpa angin, panca indra yang berlidah ia coba gunakan untuk berkoar-koar ditengah mereka-mereka yang lupa dan terlupa, mencoba menyadarkan hati-hati yang tersakiti skalipun hati itu hanya diam tanpa tuntutan, kawan-kawanku...hari ini kau masih hidup, engkau masih ada tempat untuk berdialetika dengan waktu, beretorika melawan kebijakan yang telah terdistorsi oleh bahasa-bahasa kebohongan,.!! Bahkan melekul-melekul dan gumpalan darah yang mengalir disekujur tubuhmu ingin menyaksikan dirimu memperjuangkan sebuah kebenaran bukan hanya melakukan pembenaran. Relakah kalian jika torehan sejarah yang tercipta oleh pendahulu-pendahulu kita ketika malari, mei 1998, pudar oleh sikap hidup tanpa kesadaran,..!! menjadi generasi-generasi tanpa juang?!! tutur dan kata itu terus ia dendangkan walaupun cuek dan sikap apatis yang menjadi jawaban atas kata-kata itu..!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dibalik tangan-tangan perjuangannya yang ingin ia terapkan ternyata sederet harapan tentang cinta tersembunyi didalam tata warna kehidupannya, namun ia coba menepis kuat rasa itu...tapi terlalu naif memang jika ia harus berbohong pada jiwanya yang mulai rapuh oleh dunia yang terlupa, Tidak...aku tidak mungkin menzhalimi diriku hanya karna ego atas mimpi yang terpulang, jiwa ini membutuhkan senyuman dari orang lain yang hal itu adalah special dan bukan hal yang parsial, tapi aku juga tak ingin terjebak pada alibi yang mengatakan wanita adalah simbol kelemahan, aku percaya bahwa sentuhan-sentuhan hati itu bisa aku konversi menjadi sebuah kekuatan dalam langkah yang mulai luntur, tapi dimana aku harus mencari...didalam keramaian atau dalam kesendirian, didasar lembah kegundahan atau dipuncak kegembiraan?? Tuhan bukakan hamba tabir rahasia itu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dualisme tentang pergerakan dan cinta menuntut ia harus mampu bersikap dewasa,.didataran kota ini, dibumi yang kupijak dan bumi yang aku junjung adalah saksi tentang aku yang harus berguna untuk orang lain, melihat bagaimana tangisan-tangisan disudut kota, perempatan jalan yang berisi mobil mewah tapi disampingnya berdiri orang lemah yang termarginalkan oleh keadaan, ditambah lagi melihat koruptor yang menyebar dan menebar dosa diselingi bandit-bandit intelektual yang tertawa dibalik gedung-gedung mewah..!! Tuhan..tumpulnya tatapan mataku, dan lunglainya tulang belulangku aku membawa jutaan doa yang aku hadapkan kepada-Mu, sambil merenungi diri apa aku pantas bergelar aktifis?? Aku selalu menyebut ”Hidup Rakyat” namun ketika aku makan pernahkah aku berpikir tentang mereka-mereka yang belum makan?!! Engkau maha hidup sedang hamba makhluk binasa, tapi salahkah hamba ketika bermimpi untuk merenkonstruksi hidupku dan hidup orang lain, mencoba melawan dosa-dosa politik sang penguasa yang terus bersenggama dengan kedholiman..!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sang aktifis menyadari bahwa zaman adalah nyanyian waktu, ia takut idelisme yang ia bawa hanya cerita indah saat ini dan hanya puisi-puisi tinggi bagi mereka yang hanya komentator bukan eksekutor, dan ia tak ingin tergoda oleh panggung-panggung sandiwara dunia yang menjanjikan keasyikan namun penuh ketiadaan..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditengah deru nafas yang berlalu dan darah yang selalu mengalir otaknya kembali berfikir tantang kata sang dosen yang memberi arahan kepada sang akitifis bahwasanya seorang aktifis sering kali tak bersentuhan dengan romantisme cinta, namun jika aktifisme itu membuat wanita terpesona kenapa tidak memanfaatkan keadaan??!! Ha...ha...ha......ia tertawa, tidak,,,,,apa pantas aku disebut aktifis sementara aku belum intens dalam memberikan gerakan-gerakan yang kontibutif dan secara signifikan untuk mengubah ribuan kebijakan sesat dibangsa ini, tapi gelar aktifis itu semoga bisa menjadi stimulasi demi membangkitkan jiwa-jiwa yang rapuh..!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali pada pemikiran itu ia mencoba mendiskripsikan tentang dualisme aktifisme dan cinta, hati kecilnya dipenuhi jutaan spekulasi yang menghadirkan persimpangan..sang teman kembali mengingatkan kepadanya bahwa seorang aktifis diciptakan untuk melawan penindasan, wajar jika aku berpikir, jika aku selalu berbicara tentang penindasan kenapa aku harus menindas diriku sendiri hanya karena takut terjebak pada pesta, buku, dan cinta??? Mungkin ini paradigma pemikiran yang salah....!! Yach...kenapa aku terlalu subyektif mendefinisikan cinta? Padahal setiap perjuangan itu idealnya berlandaskan cinta.... cinta keadilan, cinta kepada tanah air..dan mungkin cinta kepada orang yang pantas untuk kita sayangi..!! Tanpa sadar kita sering menjadi manusia yang fatalis...!! Sadarkan aku Tuhan....aku bukan malaikat yang tak mempunyai rasa ataupun makhluk yang sempurna, aku juga butuh kasih sayang dari orang lain...aku harus berani melawan kehampaan itu..!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilematika hidup itu terus ia jalani seiring waktu dan alur kehidupan, mencoba menginterpretasikan tentang hidup dan kehidupan, aku harus sadar karena hidup tanpa kesadaran bagaikan jasad tanpa jiwa, dimensi hidup tentang cinta, masa depan, aktifisme harus mampu aku genggam, demi sebuah pengabdian antara ciptaan kepada Tuhan, antara anak kepada orang tua, serta antara laki-laki kepada wanita, jika aku terpaksa kalah pada medan pertempuran maka aku harus menang pada medan peperangan, aku takkan menyerah walau lelah selalu hadir dipundakku..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masih teringat jelas diotaknya dan masih tergambar jelas dipelupuk matanya ketika ia dan kawan-kawan membawa aspirasi dihalaman salah satu institusi penegak hukum, ditengah orasi yang terus diperdengarkan diantara massa aksi ia kembali berpikir, dikantor ini adalah simbol dari penegakan hukum namun kenapa selalu diisi oleh penghuni-penghuni yang selalu terbutakan oleh keasyikan dunia? Sistem hirarki komando menjebak penghuninya menjadi komoditi utama sang penguasa dalam mempertahankan kekuasaan, aparat-aparat keamanan itu tanpa sadar telah menjarah keamanan rakyat, menjadi budak-budak penguasa dalam melegitimasi bentuk-bentuk penjajahan keadilan rakyat, diwaktu itu yang ada dalam hatinya adalah tentang perjuangan, hati kecilnya berkata..andai sang wanita itu ada apakah ia akan mengizinkan aku mengorbankan segenap jiwa raga demi mereka yang tertindas? Jika disini hadir kedua orang tuanya apakah orang tua itu akan mengizinkan sang anak bertempur ketika dihadapannya berdiri gagah water canon dan gas air mata?? Bunda relakan darah juang kami, ini adalah persinggungan hati dan logika..!!......plat nama jalan yang bertuliskan nama sang pahlawan jendral sudirman membangkitkan ia dari ketakutan, andai peluru-peluru yang tersimpan dibalik etalase megah Mapolda itu telah bertuliskan namaku....maka jasad yang berjiwa ini tak akan pernah gentar dan tak akan tertindih oleh ketakutan, karena hal itu hanya akan membawaku pada tatanan hidup yang penuh kemandulan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pasca kejadian itu tersiar kabar bahwa sang aktifis dan beberapa temannya yang lain menjadi target operasi (TO) oleh institusi itu, ia mencoba menepis dan menyadarkan dirinya mungkin ini hanya sekadar gosip, namun jika hal ini benar maka ia harus yakin bahwa Tuhan adalah penjaga terbaik bagi dirinya, batasan hati dan logika akan selalu membuatnya tersenyum sambil membawa mimpi-mimpi indah itu kedepan, kamuflase pemikiran itu harus aku rangkai agar eksebilitas kehidupanku menjadi lebih baik, bukankah lebih baik mati di garis perjuangan dibanding mati dilumbung kemunafikan, bukankah kupu-kupu yang berani terbang diatas api lebih mulia dibanding tikus-tikus yang selalu bersembunyi??!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ia terus berjalan mencari kata melangkah pada jejak-jejak yang tersisa dan merangkai sebuah etika yang tumbuh diatas pelangi harapan, wahai kata temui aku dialam sadarku, korelasi antara perjuangan dan romantisme cinta harus aku temui disini, bodoh sekali rasanya jika harus menjalani hidup layaknya seorang terdakwa yang menanti eksekusi hukuman mati, padahal hari esok masih ada kesempatan untuk berbicara dan berdinamika dengan sang waktu, sombongnya gedung-gedung bertingkat dan congkaknya negeri ini adalah tantangan berat bagi sang pejuang, dan semoga sang pejuang tak terjebak pada transformasi pemikiran kaum-kaum intelektual yang telah terkontaminasi oleh penjahat-penjahat keadilan, dan disinilah kawan-kawan harus berdiri membukakan jalan kemanusiaan itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga catatan singkat ini bukanlah catatan orang-orang mati yang terlambat diucapkan, bukan hanya sekadar mengisi ruang namun miskin makna....sebuah kata adalah senjata untuk sebuah perenungan jiwa bagi mereka-mereka yang mampu berpikir, perjalanan masih jauh sang aktifis akan terus melangkah mencari arti tentang hidup dan kehidupan, tentang perjuangan dan cinta dengan sejuta warna yang terkandung didalamnya, karena perjuangan hanya akan selesai bila hidup telah usai..!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka nikmat Tuhanmu yang manakah yang kamu dustakan? (QS. Ar-Rahman [55:13]) &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Post via Facebook by: &lt;a href="http://www.facebook.com/?sk=messages&amp;amp;tid=451357568532#%21/profile.php?id=100000186280937" target="_blank&amp;quot;"&gt;Rachman (Ketua Satma PP Korti UNRI) &lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>SUMPAH PEMUDA, MASIHKAH BERLAKU ???</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/10/sumpah-pemuda-masihkah-berlaku.html</link><category>info</category><category>suara</category><pubDate>Sat, 16 Oct 2010 07:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-5838699279929695136</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR_YSQ6OSkUeTRcknlsfGvS0_3l4dMs7PxsDzWVMSIYPVvZ0dE&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__sY1l53j5Ts0PgmO0Ny4lwvjFiG8=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcR_YSQ6OSkUeTRcknlsfGvS0_3l4dMs7PxsDzWVMSIYPVvZ0dE&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__sY1l53j5Ts0PgmO0Ny4lwvjFiG8=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Persatuan dan pembangunan serta pertahanan sebuah bangsa tidak akan  pernah lepas dari peran serta para pemuda untuk mewujudkannya,  kemerdekaan bangsa indonesia sebagai salah satu contoh bahwa pemuda lah  yang mampu untuk mewujudkannya, dengan semangat dan kekuatan mental  untuk merdeka akhirnya pada 17 agustus 1945 kemerdekaan itupun di  proklamirkan atas nama bangsa indonesia oleh bung karno yang setelah itu  diangkar menjadi Presiden pertama Republik Indonesia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
namun  jauh sebelum itu semangat untuk bersatu dan merdeka telah di bangun  oleh pemuda - pemudi bangsa ini, untuk pertama kali dalam sejarah pada  tahun 1908 melalui bung tomo, kebangkitan bangsa ini di wujudkan dengan  lahirnya gerakan untuk bangkit dan bergerak untuk mewujudkan  kemerdekaan, namun dengan masih terkotak - kotaknya pemuda saat itu,  kemerdekaan dan pergerakan masih dilakukan secara kelompok dan tidak  didasari kepentingan bersama, dan pada tanggal 28 oktober 1928, para  pemuda pemudi indonesia mengumandangkan sumpah pemuda yang menjadi  perekat semangat kebersamaan untuk mewujudkan indonesia yang merdeka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
namun  sejalan dengan perjalanan sejarah yang selalu mengalami perubahan dari  masa dan era yang berbeda, sumpah itupun seolah - olah mulai terkikis  kembali dalam jiwa pemuda indonesia saat ini, entah apa yang mendorong  sumpah itu , namun itulah kenyataan yang semakin memprihatinkan ibu  pertiwi saat ini, terlihat jelas dengan perubahan era - era kepemimpinan  dan perkembangan zaman saat ini sangat berdampak pada jati diri pemuda  yang di ilhami oleh sebuah sumpah sebagi perekat semangat persatuan para  pemuda.Ataukah memang masa berlaku sumpah itu sudah habis, sehingga  tidak lagi menjadi ruh bagi persatuan bangsa saat ini. dan bukan lagi  menjadi landasan yang menjiwai pergerakan para pemuda saat ini,  pengelompokan para pemuda terus terjadi dengan wajah sebuah demokrasi  yang menjadi kemasan guna memperlihatkan keindahannya semata, sementara  banyak nilai - nilai kebangsaan yang terlupakan oleh para pemuda saat  ini, memilukan memang melihat terjadi perang, bentrok dan aksi -  aksi  anarkis yang terjadi antar pemuda yang berbeda etnis, agama dan ras.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal  ini harus disadari oleh para pemuda, bahwa saat ini sudah saatnya kita  kembali menjadi Pemuda Indonesia yang telah mengikrarkan sebuah sumpah  sebagai pemuda yang berbangsa, bertanah air, dan berbahasa indonesia,  dan mampu meguatkan persatuan guna mewujudkan kokohnya bangsa ini  ditangan generasi muda. dan Sudah seharusnya pemerintah memperhatikan  perkembangan pemuda bangsa ini, jangan hanya mengutamakan kepentingan  semata dan hanya memanfaatkan para pemuda sebagai alat untuk mengawal  kepentingan politik semata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemuda Indonesia harus bangkit dan bersatu membangun, menjaga dan mempertahankan keutuhan bangsa dan tanah air.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita  adalah Pemuda bangsa sebagai pelaksana perubahan dan menjadi kontrol  sosial yang menjadi harapan semua rakyat Indonesia dalam mewujudkan  Indonesia yang benar - benar merdeka, sejahtera, cerdas, dan kuat.  dengan semangat Bhinneka Tunggal Ika Kita melangkah hanya untuk satu  tujuan dan demi NKRI !&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salam PEMUDA INDONESIA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam Rangka Memperingati&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SUMPAH PEMUDA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
28 Oktober 1928 - 28 Oktober 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Post via Facebook by: &lt;a href="http://www.facebook.com/?sk=messages&amp;amp;tid=1183922414378#%21/profile.php?id=1277698404"&gt;Dedi Harianto Lubis&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>SEJAHTERA KAN GURU JANGAN HANYA WACANA POLITIS SEMATA, WUJUDKAN !!!</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/10/sejahtera-kan-guru-jangan-hanya-wacana.html</link><category>info</category><pubDate>Sat, 16 Oct 2010 07:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-8096480864065787202</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRqNlq6bOUdYjC8c2qCV7hyHNppmAMIKgLy6RFgFgqvgPoLIhs&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__I1FGHJTRYnJ7hUn1pOWFR1UeRlc=" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://t3.gstatic.com/images?q=tbn:ANd9GcRqNlq6bOUdYjC8c2qCV7hyHNppmAMIKgLy6RFgFgqvgPoLIhs&amp;amp;t=1&amp;amp;usg=__I1FGHJTRYnJ7hUn1pOWFR1UeRlc=" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pendidikan Merupakan pondasi penting dalam kemajuan sebuah bangsa dan  harus menjadi prioritas utama dalam melakukan perhatian, baik itu  anggaran dan sistem serta evaluasi. Namun tampaknya itu sudah tidak lagi  menjadi perhatian bagi pemerintah provinsi Riau, negeri yang katanya  kaya ini, hal tersebut terlihat dari adanya Niat PEMPROV yang berencana  Menghapuskan Anggaran Kesejahteraan Bagi Para GURU di Provinsi ini di  dalam APBD tahun 2011 Nanti, Wacana Ini terpublikasi ke publik melalui  media yang mengutip pernyataan seorang anggota DPRD Riau. Yang Lebih  Menyakitkan lagi, penghapusan ini hanya karena ingin memaksimalkan dana  untuk Persiapan PON Di riau, sehingga kesejahteraan guru pun di  korbankan, hal ini sangat menyulut keresahan para guru di provinsi riau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika  Melihat besaran dana kesejahteraan para guru tersebut yang hanya Rp. 1  Juta Pertahun atau kurang dari Rp. 100.000/Bulan, itupun masih dipotong  pajak,  ini sangat disayangkan sekali, karena pemerintah memiliki niat  setengah – setengah untuk kesejahteraan GURU, padahal jika kita melihat  kontribusi para pahlawan tanpa tanda jasa ini tak akan mampu dinilai  dengan sejumlah materi, karena setiap kita rata – rata merupakan hasil  dari didikan yang diberikan oleh para guru di bangku pendidikan mulai  dari SD – Perguruan Tinggi, jadi seharusnya Anggaran Dana Kesejahteraan  bagi GURU pada tahun 2011 justru Dinaikkan, bukan malah akan Dihapus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal  ini sangat mengecewakan bagi dunia pendidikan, apalagi para guru  merupakan sentral bagi perkembangan dunia pendidikan tersebut, disisi  lain pemerintah justru menganggap jasa para guru hanya pantas di hargai  dengan ucapan terimakasih saja, untuk itu kami dari Satuan Mahasiswa  Pemuda Pancasila ( SATMA – PP ) Kota Pekanbaru menyayangkan rencana  PEMPROV RIAu Saat ini, hal ini sangat bertolak belakang dengan Perhatian  Pemerintah terhadap BUMD  yang tidak mampu memberikan kontribusi  positif, namun justru di beri suntikan dana melalui APBD yang sangat  Fantastis, Begitu juga dengan penganggaran Dalam APBD untuk hal – hal  yang bersifat seremonial dan sementara, pemerintah memberikan anggaran  yang hampir sangat diluar kata wajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Harapan kami, Pemerintah  jangan mengorbankan kesejahteraan para guru hanya untuk kepentingan  sesaat, karena kami merupakan anak – anak bangsa yang di didik oleh GURU  begitu juga anda – anda yang saat ini berkuasa. Belum cukup sampai  penghapusan Anggaran Tunjangan Kesejahteraan, KADISDIK RIAU menyatakan  dana Kesejahteraan tersebut sama dengan Program BLT bagi Rakyat Miskin,  hal tersebut sangat memilukan bagi para GURU yang merupakan Profesi  sangat MULia Disamakan Dengan Orang Miskin. Maka Kami Menyatakan Sikap :  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Meminta Pemerintah Provinsi Riau Bersama DPRD Riau tetap  memprioritaskan kesejahteraan GURU, sebagai bentuk konsistensi dalam  memajukan SDM demi kemajuan daerah.&lt;br /&gt;
2. Meminta Ketua DPRD Riau  Melalui komisi yang berkompeten untuk memanggil kepala dinas pendidikan  nasinonal Provinsi Riau, untuk mengklarifikasi SMS yang bernuansa  melecehkan profesi guru, dan Segera Meminta maaf secara publik.&lt;br /&gt;
3.  Mendukung Upaya dan langkah DPRD Prov Riau untuk menolak melakukan  pembahasan RAPBD apabila pos anggaran untuk kesejahteraan Guru dan Dosen  tidak ada dianggarkan lagi pada tahun anggaran 2011&lt;br /&gt;
4. SATMA PP Kota  Pekanbaru akan menjadikan barisan terdepan untuk Memperjuangkan  Anggaran Kesejahteraan bagi GURU, karena kami adalah anak – anak yang  merasakan Pendidikan dari Para GURU.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian pernyataan Sikap  ini kami sampaikan agar dapat dipahami dan dijadikan acuan bagi PEMPROV  RIAU &amp;amp; DPRD PROV RIAU, Kami akan terus mengawal kebijakan ini, jika  tidak menjadi prioritas, maka kami akan terus menggalang kekuatan untuk  aksi unjuk rasa yang lebih besar dan menjadikan ini sebagai isu  nasional.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekanbaru, 15 Oktober 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“ UNTUK MU GURU KU “&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SATUAN MAHASISWA PEMUDA PANCASILA&lt;br /&gt;
SATMA PP &lt;br /&gt;
KOTA PEKANBARU&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ronald Akhyar&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SH    Dedi Harianto Lubis&lt;br /&gt;
Ketua &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;    Sekretaris&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: xx-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Post via Facebook by: &lt;a href="http://www.facebook.com/?sk=messages&amp;amp;tid=1183922414378#%21/profile.php?id=1277698404"&gt;Dedi Harianto Lubis&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>Tolak Hapuskan Anggaran Tunjangan Kesejahtraan Guru</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/10/tolak-hapuskan-anggaran-tunjangan.html</link><category>Aksi</category><pubDate>Fri, 15 Oct 2010 06:44:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-7607356026856168746</guid><description>&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;SATUAN MAHASISWA PEMUDA PANCASILA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;S A T M A – P P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-large;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;KOTA PEKANBARU&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: center;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Sekretariat : Jl. Durian No. 58/ 65 RT. 01 – RW. 01 Kelurahan Labuh Baru Timur 28291&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Pernyataan Sikap Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SATMA – PP) Kota Pekanbaru “Guru Sekarat Dosen Melarat, Mari Selamatkan Guru dan Dosen, Hentikan Ekspoloitasi APBD dan Euforia Penggunaan Anggaran Rakyat..&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Assalamu’alaikum &lt;b&gt;WR. WB&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Dunia Pendidikan kembali BERSEDIH, Meskipun telah dianagakat menjadi prioritas dalam program pemerintah di negri ini, pendidikan kembali di kesampingkan, kali ini menimpa kalangan guru – guru di provinsi Riau, Tunjangan yang hanya senilai 1 juta rupiah pertahun ini kemungkinan tak akan didapatkan lagi oleh para guru pada tahun 2011, padahal jika dilihat dari segi nilainya, sungguh sangat menyedihkan jika KORPS pencetak generasi - generasi berkualitas ini hanya diberi perhatian dgn tunjangan 1 juta pertahun, jika dibagi kedalam 12 bulan, para guru mendapatkan kurang dari Rp.100.000,- Perbulan, itupun masih di potong pajak. Yang lebih Menyedihkan lagi Adalah penyebab anggaran itu Dihapuskan hanya Karena ingin memaksimalkan anggaran Persiapan PON di Riau, &lt;b&gt;Ini sungguh sangaf ironi, karena untuk event nasional itu para GURU harus menjadi KORBAN dari Kebijakan&lt;/b&gt; yang tidak Berpihak pada para guru, apakah memang semua anggaran di lakukan pemotongan besar2an seperti ini atau justru hanya GURU ini yang bisa dihapuskan begitu saja. Tentunya jika ini terjadi akan memberikan dampak negatif terhadap dunia penddikan nantinya, ini bukan kali pertama para GURU/Dosen mendapatkan Perlakuan yang tidak mengenakkan seperti ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Belum cukup sampai penghapusan Anggaran Tunjangan Kesejahteraan, KADISDIK Riau menyatakan dana Kesejahteraan tersebut sama dengan Program BLT bagi rakyat Miskin, hal tersebut sangat memilukan bagi para GURU yang merupakan Profesi sangat Mulia Disamakan Dengan Orang Miskin,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;dengan demikian Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SATMA PP) Kota Pekanbaru menyatakan sikap :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Meminta agar pemerintah Provinsi Riau bersama DPRD Riau tetap memperhatikan kesejahteraan guru dan menjadikan ini sebuah prioritas terpenting untuk mewujudkan kemajuan daerah yang mampu tumbuh sebagai daerah yang memiliki kualitas SDM.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Meminta Ketua DPRD melalui Komisi yang berkompeten, membidangi pendidikan untuk segera melakukan pemanggilan Kepala Dinas Pendidikan Nasional Provinsi Riau, untuk dapat segera mengklarifikasi dan melakukan permintaan maaf atas ungkapannya yang telah menciderai perasaan para guru di Provinsi Riau&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Mendukung upaya dan langkah DPRD Provinsi Riau untuk menolak melakukan Pembahasan RAPBD, apabila untuk pos anggaran tunjungan Kesra Guru dan dosen tidak lagi dianggarkan di anggaran 2011&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Demikian tuntutan ini kami sampaikan untuk dapat di pahami, dan kedepan kami akan terus melakukan Aksi unjuk rasa dengan volume massa yang lebih besar lagi, menjelang tuntutan ini dipenuhi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pekanbaru, 15 Oktober 2010&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;m:smallfrac m:val="off"&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:rmargin m:val="0"&gt;    &lt;m:defjc m:val="centerGroup"&gt;    &lt;m:wrapindent m:val="1440"&gt;    &lt;m:intlim m:val="subSup"&gt;    &lt;m:narylim m:val="undOvr"&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 4in; text-indent: 0.5in;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;SATMA PP Kota Pekanbaru&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; KORLAP AKSI&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;RONALD AKHYAR, SH&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;b&gt;JEFRIANTO&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;"&gt;Ketua Umum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: Arial,Helvetica,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center" class="MsoNormal" style="font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,sans-serif; line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;"&gt;&lt;i&gt;“ Sekali Layar Terkembang Surut Kita Berpantang”&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 11pt;"&gt;CP: 081275247827 (Dedi Harianto Lubis)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA3SEAkPWxloK8_cbrznJEHx8VRXPyoFpsdFMnsWDx3BdNsafhwKdFcg2PHRzKIGw_LWO4icoP72kKNO6VhMww4PhYLuPvaqMeDMhuVIusancRaS_8Yx17W-NCP-N-ua8O5La1ao_IXEs/" target="_blank&amp;quot;"&gt;&lt;b&gt;View Document Image&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;b&gt;Poto Dokumentasi :&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;style type="text/css"&gt;
table.tableizer-table {border: 1px solid #CCC; font-family: Arial, Helvetica, sans-serif; font-size: 12px;} .tableizer-table td {padding: 4px; margin: 3px; border: 1px solid #ccc;}
.tableizer-table th {background-color: #000000; color: #FFF; font-weight: bold;}
&lt;/style&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table class="tableizer-table"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr class="tableizer-firstrow"&gt;&lt;th&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs797.snc4/67736_161700377193400_100000603173200_426098_7474186_n.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs797.snc4/67736_161700377193400_100000603173200_426098_7474186_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/th&gt;&lt;th&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs399.ash2/67736_161700380526733_100000603173200_426099_7819854_n.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs399.ash2/67736_161700380526733_100000603173200_426099_7819854_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;table class="tableizer-table"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr class="tableizer-firstrow"&gt;&lt;th&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs777.snc4/67736_161700373860067_100000603173200_426097_7623529_n.jpg" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs777.snc4/67736_161700373860067_100000603173200_426097_7623529_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>ANCAMAN TERHADAP JATI DIRI BANGSA</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/10/ancaman-terhadap-jati-diri-bangsa.html</link><category>info</category><category>suara</category><pubDate>Fri, 1 Oct 2010 05:26:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-636935388296338037</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.detiknews.com/images/content/2008/09/28/10/lubangbuaya-dalem.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://www.detiknews.com/images/content/2008/09/28/10/lubangbuaya-dalem.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dengan Era reformasi seharusnya kita semua merekonstruksi kembali nilai - nilai luhur budaya bangsa yang telah pudar, untuk tidak dikatakan hilang. Reformasi harus memberikan pencerahan bagi bangsa dan masyarakat, Namun sangat disayangkan sebagian besar dari kita semua berjalan dengan keinginan masing - masing, sehingga tujuan yang akan dicapai tidak pernah kesampaian. Sekali lagi kita wajib bersyukur dengan masih berdirinya bangsa ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita harus senantiasa sadar bahwa penjajahan dimuka bumi ini tidak akan pernah berakhir. Penjajahan secara fisik memang telah berakhir. Akan tetapi penjajahan melalui jalur non fisik seperti penjajahan budaya selalu datang untuk merusak nilai - nilai budaya kita. Harus diingat bahwa bangsa Indonesia adalah bangsa Yang besar. Sejarah peradaban manusia bisa tetap bertahan asalkan bangsa itu mampu mempertahankan identitas/jati dirinya sebagai sebuah bangsa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
telah Lebih satu dasawarsa reformasi bergulir, harapan yang diharapkan oleh para pencetus reformasi yang meruntuhkan rezim orde baru ternyata tidak kesampaian. Mahasiswa dan masyarakat yang menginginkan perubahan, kesejahteraan dan kemakmuran, ternyata terbelenggu dengan penderitaan yang berkepanjangan, mulai dari krisis ekonomi, budaya, keamanan, politik, dan lainnya. Apalagi Krisis multi dimensi, reformasi semakin mengarah ke pada orde yang melupakan sejarah dan terjerumus kedalam NEOLIBERALISME, KAPITALISME, Dan NEOKOLONIALISME.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
cita - cita yang dahulu di cetuskan oleh bung karno dalam Trisakti " BERDAULAT DIBIDANG POLITIK, BERDIKARI DI BIDANG EKONOMI, BERKEPRIBADIAN DI BIDANG KEBUDAYAAN " hanya tinggal sebuah cita - cita yang tertulid didalam buku sejarah bangsa ini, bahkan tidak satupun dari cita - cita itu terwujud.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini Kita perlu menyadari bahwa neokolonialisme tidak lagi menggunakan senjata untuk menguasai kekayaan negeri - negeri yang dahulu terjajah, mereka menggunakan elit bangsa yang telah dicekcoki dengan pikiran - pikiran kebaratan dan bersedia membantu mempraktekan neokolonialisme lewat pembentukan berbagai undang - undang, Termasuk amandemen UUD 1945 yg merupakan awal masuknya kepentingan asing ke negara republik INDONESIA.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pancasila sebagai ideologi bangsa tidak lagi menjadi pedoman dan alat pemersatu bangsa ini, Sejak reformasi bergulir telah banyak pancasila tersakiti oleh ulah anak bangsa sendiri, sadar atau tidak, banyak dari kita yang tidak lagi berpikir bahwa bangsa ini terbentuk dengan pengorbanan darah dan jiwa hanya untuk satu tujuan kemerdekaan dan kejayaan bangsa indonesia.Persatuan dan kesatuan bangsa yang dahulu telah diikat dengan semangat semangat nasionalisme dan patriotisme oleh para pendahulu bangsa ini tidak lagi merekat kuat, bahkan telah mulai terpecah, hanya dengan sebuah kepentingan, dan sangat disayangkan para elite pun telibat dalam penjerumusan bangsa dengan retorika politik dan kebebasan, masyakat pun terbuai dengan suara demokrasi yang tidak jelas karakternya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika harus bertanya bukti, cukup sudah berbagai peristiwa - peristiwa yang kita saksikan untuk menjadi tolak ukur penilaian kita masing - masing, hingga bangsa lain pun berani melecehkan kedaulatan bangsa indonesia dengan cara - cara yang vulgar dan terang - terangan, Peringatan 1 Oktober yang merupakan moment kebangkitan perjuangan terhadap Mempertahankan Jati diri bangsa hanya tinggal moment sejarah yang diperingati melalui sebuah upacara seremonial, didalam kehidupan berbangsa dan bernegara itu tidak lagi kita jadikan jiwa kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan Mungkin dari kita masih ada yang lupa Bunyi dari kelima sila pancasila, atau bahkan disekolah - sekolah dasar hingga menengah atas pelajaran tentang ideologi bangsa tidak lagi menjadi pendidikan yang harus mendapatkan prioritas ??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sudah Selayaknya Kita terbangun secara bersama - sama bahwa saat ini meskipun belum begitu terasa bagi sebahagian rakyat indonesia bahwa " ANCAMAN TERHADAP JATI DIRI BANGSA " telah berada pada kondisi yang sangat parah, dan Kita Semua memiliki tanggung Jawab untuk Melakukan Penjagaan dan Perawatan agar JATI DIRI Kita tetap Kokoh dan KUat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat Memperingati HARI KESAKTIAN PANCASILA 1 OKTOBER 2010&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
WARNING !&lt;br /&gt;
PKI GAYA BARU TELAH MUNCUL !&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;                                                                                                                                               &lt;u&gt;Tertanda&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;i&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
SATUAN MAHASISWA PEMUDA PANCASILA&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
SATMA - PP KOTA PEKANBARU&lt;/span&gt;  &lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: 85%;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Post via Facebook by: &lt;a href="http://www.facebook.com/?sk=messages&amp;amp;tid=1183922414378#%21/profile.php?id=1277698404"&gt;Dedi Harianto Lubis &lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>INDONESIA TANAH AIRKU</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/09/indonesia-tanah-airku.html</link><category>info</category><category>suara</category><pubDate>Sat, 18 Sep 2010 21:35:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-7281488187933851032</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs017.snc1/4225_1074679748710_1277698404_30216711_2263013_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc1/hs017.snc1/4225_1074679748710_1277698404_30216711_2263013_n.jpg" width="150" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Setelah Lebih dari setengah abad Bangsa Ini Merasakan kemerdekaannya,  dan sudah banyak mungkin yang berkembang di bangsa ini, baik itu  infrastruktur, ekonomi, pendidikan, politik, sosial, hukum, dan lainnya.  Tiga orde besar telah dilalui bangsa ini, mulai dari orde paling lama,  orde baru, dan sekarang orde paling baru yang sangat di banggakan oleh  bangsa ini, sudah silih berganti negeri ini mencoba - coba yang katanya  putra - putri terbaik bangsa untuk menahkodai perahu besar ini...namun  bukan lebih baik dari yang sebelumnya justru semakin banyak rakyat yang  mengelukan kondisi bangsanya....namun kita patut bersyukur bangsa ini  masih ada,...Memang setiap pemimpin bangsa ini memiliki plus minusnya,  hal itu wajar sebagai manusia biasa yang memiliki posisi sama dengan  rakyat lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khusus untuk orde saat ini, saya  memiliki pandangan ( hanya pandangan Anak ingusan yg ga tahu apa2 ),  entah kenapa ada pemikiran kekhawatiran tentang bangsa ini, hal ini  terjadi karena banyak nya persoalan yang tidak sepatutnya muncul namun  terjadi, sebagai Negara yang mengangungkan demokrasi yang kebablasan,  bangsa ini masih belum bisa menata sistem politik yg dinamis, dan masih  banyak hak - hak politik rakyat yang terabaikan, bukan hanya itu,  kewajiban negara yang seharusnya memperhatikan rakyat fakir miskin dan  anak - anak terlantar tidak memperlihatkan tanggung jawabnya untuk itu,  disisi lain hak untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari - hari sebahagian  rakyat yang tergolong menengaj kebawah juga sering di usik hany dengan  alasan2 yang tidak masuk akal anak kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penegakan  hukum yang masih terlihat pandang bulu, aparat hukum yang masih bisa di  beli, dan aturan - aturan yang dibuat tanpa kajian - kajian mendalam  semakin menambah perjalanan hitam bangsa ini, belum lagi masalah dis  intregasi bangsa yang semakin mencuat, adanya benih - benih konflik yang  berbau SARA, dominasi Politik kekuasaan yg semakin menggila, aset2  nasional yg di jual dan terjual, ketahanan nasional yg mulai rapuh, jati  diri yg telah memudar, dan politik adu domba yang di mainkan para elit.  perkembangan Politik yang semakin tidak dinamis dan pemanfaatan  kekuasaan untuk menutupi kekotoran yang mencuat, hal ini semakin  membuktikan bahwa bangsa ini belum juga mampu menjadi diri sendiri yang  merdeka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa kali masalah datang menghampiri, namun  terlihat bahwa pemimpin bangsa ini masih belum memiliki karakter kuat  sebagai pemimpin negara yang memiliki keberagaman sangat kompleks ini,  baru saja harga diri bangsa di lecehkan oleh tetangga kecil kita, budaya  di curi, kedaulatan di usik, rakyat disiksa, dan kita tidak mampu  menunjukan bahwa indonesia adalah macam asia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditanya  Kesejahteraan, masih banyak rakyat yang merasakan susahnya memakan nasi,  bahkan masih banyak anak2 kekurangan gizi, putus sekolah, dan tidak  mendapatkan pelindungan hukum. Tampak jelas bahwa rakyat bukan lagi  prioritas bagi penguasa negeri ini untuk di sejahterakan, namun justru  pengusaha dan pemodal asing yang menjadi tujuan utama untuk di beri  fasilitas. susahnya mencari lapangan kerja dirasakan juga oleh para  sarjana, kesenjangan sosial dan pendidikan masih dirasakan saat  kemerdekaan sudah di usia 65 tahun ini. Lalu Timbul pertanyaan di  pikiran ini, APA SEBENARNYA Yanga TERJADI  dengan BUMI PERTIWI INI ??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Negara  tanpa idiologi yang jelas, tanpa sistem pemerintahan yang pasti, tanpa  sistem hukum yang kokoh, tanpa sistem pendidikan yang pasti ( Tanda  Kutip ), tanpa pemimpin yang berkarakter, tanpa sebuah demokrasi yang  berciri khas, tanpa pembagian kekuasaan yang benar, semua selalu  menimbulkan sebuah masalah baru...sejak Reformasi Bergulir, negara ini  justru memiliki masalah baru yang lebih kompleks dan akut. &lt;br /&gt;
Beberapa hal yang menjadi dasar pemikiran yang cukup mengkhawatirkan :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Semakin lunturnya jiwa nasionalisme generasi muda, ( karena semakin  minimnya pelajaran sejarah bangsa dan penanaman idiologi yang baik )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Seringnya timbul ketegangan antar umat beragama ( Meskipun telah di atur jelas didalam UUD 1945, UU, PP, PANCASILA )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Timbulnya kelompok2 yg mengatas namakan etnis ( kembali ke era sebelum sumpah pemuda )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
4. Semakin maraknya kejahatan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
5. Penegakkan hukum yang sering di politisasi ( banyak kepentingan penguasa dan terkesan masih tebang pilih)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Kebebasan yang tidak lagi terkontrol dengan baik dan menimbulkan kebebasan yang berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
7. Semakin berkurangnya aset2 nasional ( karena di jual ke pihak asing )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
8. Tidak di berdayakannya putra - putri bangsa yang memiliki keahlian khusus ( org2 pintar tak terpakai )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
9. Tidak adanya program prioritas yg menjadi unggulan untuk kemajuan  bangsa ( Pendidikan hanya sebagai penghias, politik lah yg menjadi  unggulan, hahaha )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
10. Seringnya terjadi penggusuran, dan  penindasan terhadapa rakyat miskin ( demi kepentingan Investor asing,  dan keindahan, rakyatpun di korbankan )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
11. Tidak beraninya  pemerintah membangun industri besar sebagai lapangan kerja bagi rakyat (  biar aja perusahaan asing yg megah2, payah )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
12. Aset-aset agraris  tidak lagi di kuasai oleh pribumi ( investor asing memberi fee besar  untuk pemerintah, rakyat jadi pembantu teruslah )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
13. Hutang luar negeri entah untuk apa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
14. SDA di jual keluar negeri meskipun untuk dalam negeri kekuangan, ( uang luar lebih besar nilainya, Materialisme )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
15. Intervensi asing masih mendominasi para pemimpin negeri ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
16. Otonomi yang menimbullkan fanatisme daerah berlebihan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal-hal  tersebut mungkin sudah lebih dulu dipikirkan oleh para elite dan  penguasa negeri ini, namun pembiaran terus terjadi, dan pada titik  klimaks yang sudah akut barulah mungkin mereka kebakaran rambut, dan  semakain panik. pantas saja banyak yang risau dengan kelangsungan negeri  yang kaya raya ini, karena masih banyaknya masalah yang terus  ditimbulkan oleh pemegang semua kendali di setiap lini yang berkuasa.  atau ada kemungkinan memang intervensi intelijen asing turut berperan  dalam setiap kekacauan atau masalah yang timbul di INDONESIA ???&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;Post via Facebook by: &lt;a href="http://www.facebook.com/?sk=messages&amp;amp;tid=1183922414378#%21/profile.php?id=1277698404"&gt;Dedi Harianto Lubis &lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Admin)</author></item><item><title>Satma PP tak Identik dengam Premanisme</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/09/satma-pp-tak-identik-dengam-premanisme.html</link><category>info</category><pubDate>Sun, 5 Sep 2010 02:20:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-5599410199330600937</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEGAkiRdLvomELlMtfQxYm6gIqmTYaqSae8hzV9FgslAR-x7dafSbM4J2HRhM30_4QPPCC1BICcLuvRWj0hZeifDYbDVUygTRqe4lrFVMlF1JbbWPau-umPVwJSmZ6eyEm0Pu_SLpon0Aw/s800/100_6011.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEGAkiRdLvomELlMtfQxYm6gIqmTYaqSae8hzV9FgslAR-x7dafSbM4J2HRhM30_4QPPCC1BICcLuvRWj0hZeifDYbDVUygTRqe4lrFVMlF1JbbWPau-umPVwJSmZ6eyEm0Pu_SLpon0Aw/s200/100_6011.JPG" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;Satuan pemuda pancasial (Satma PP) Kota pekanbaru menggelar silahturahmi dan buka pusa bersama&amp;nbsp; 25 anak yataim serta puluhan kadernya. Kegiatan ini dipusatkan&amp;nbsp; di Kantor Majelis Pimpinan Wilayah PP di jalan Sudirman Pekanbaru, Sabtu&amp;nbsp; 04-09-2010.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain berbuka pusa bersama , Satma PP juga memberikan santunan kepada anak yatim piatu yang hadir saat itu. “Santunan ini kita berikan sebagai bukti kader-kader pancasila terhadap masyarakat,” kata ketua Satma PPPekanbaru, Ronald Akhyar SH kepada wartawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya selama ini Satma PP sudah menjalin komunikasi yang baik dengan seluruh elemen masyarakat Pekanabaru. Agar silahturahmi tetap berjalan terus, timbul niat satma PP mengisi bulan Ramadhan ini dengan acara kebersamaan. “Sekaligus kita tunjukkan kepekaan Satma PP pada masyarakat,” tuturnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama ini, masih banyak penilaianan negative pada organisasi Pemuda Pancasila (PP) dari masyarakat. Padahal , PP bersama organisasi sayapnya sudah mulai berbenah agar lebih baik. PP juga tak identik dengan premanisme. Justru melalui Satma-nya, PP ingin melahirkan kader-kader intelwktual yang murni peduli terhadap kehidupan bermasyarakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ditambahkan dia, bukti dari kepedulian Satma PP tersebuat terhadap perkembangan masyarakat adalah dengan melakukan &lt;a href="http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/08/pernyataan-sikap-satma-pp-kota.html"&gt;Sweeping pada tempat-tempat hiburan yang beroperasi di bulan Ramadhan&lt;/a&gt;. Sweeping ini menurut Ronald sudah beberapakali mereka gelar dan ke depan&amp;nbsp; akan terus berlanjut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari aksi tersebut, Satma PP melihat masih banayak tempat hiburan yang tak patuh pada Perda Pekanbaru nomor 3 tahun 2002 tentang tempat hiburan malam. Diantaranya tempat karoke dan rumah biliar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aksi ini juga dinilaiRonald tak berjalan mulus. Pasalnya, banyak tempat hiburan malam yang berani beroperasi karena sudah di backing oleh oknum aparat dan preman. “Itulah yang rawan terhadap gesekan-gesekan,” katanya. Meskipun demikian, Satma PP bertekad tetap proaktif memberikan data dan tekanan pada pemerintah untuk menyelesaikan masalah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal senada juga disampaikan oleh dewan pimpinan Satma PP Pekanbaru, Amer Hamzah Sip. Kepada wartawan, alumnus Fisip Universitas Riau ini menilai perjuangan kader-kader&amp;nbsp; Pancasila untuk ikut mengawasi penegakkan Perda di Pekanbaru cukup berat. Meski demikian, ia berharap usaha tersebut tak pernah kendor dengan tetap mengedepankan hokum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;Sumber: Tribun Pekanbaru edisi Minggu 5 September 2010 &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgEGAkiRdLvomELlMtfQxYm6gIqmTYaqSae8hzV9FgslAR-x7dafSbM4J2HRhM30_4QPPCC1BICcLuvRWj0hZeifDYbDVUygTRqe4lrFVMlF1JbbWPau-umPVwJSmZ6eyEm0Pu_SLpon0Aw/s72-c/100_6011.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Admin)</author></item><item><title>Satma PP Unjuk Rasa ke Pemko</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/08/satma-pp-unjuk-rasa-ke-pemko.html</link><category>Aksi</category><pubDate>Thu, 26 Aug 2010 18:55:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-419622229880759611</guid><description>&lt;b&gt;Serahkan Daftar Tempat Hiburan Membandel&lt;br /&gt;
Tempat Hiburan Besar tak Pernah Dirazia&lt;br /&gt;
PEKANBARU-&lt;/b&gt;Sejumlah  mahasiswa tergabung dalam Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma PP)  Pekanbaru, menuding tim pemantau, mulai dari Satpol PP dan pihak terkait  lainnya tidak sanggup menyentuh tempat-tempat hiburan besar dalam razia  yang digelar di bulan Ramadan ini. Penertiban hanya dilakukan pada  kedai nasi dan warung kopi usaha masyarakat ekonomi lemah.     Tudingan sekaligus tuntutan agar tim pemantau hiburan malam Ramadan dan  Satpol PP itu untuk tegas dalam mengamankan SK Walikota No 451/2010 dan  Perda No 3/2002 dilontarkan belasan mahasiswa dalam aksi demonya di  Kantor Walikota, Kamis (26/8).&lt;br /&gt;
Kedatangan belasan pengunjuk rasa sekitar pukul 10.00 WIB itu,  menyampaikan melalui orasinya berbagai hal menyangkut lemahnyanya  pengawasan dan kontrol pihak terkait dan secara umum pihak eksekutif  dalam menjalankan perda.&lt;br /&gt;
Dalam beberapa pamflet dibawa mahasiswa bertuliskan antara lain  berbunyi "Apakah Pemko makan duit?, "DPRD gagal mengawasi Perda dan  beberapa tulisan menggugat ketegasan Pemko. Ketua Korti Satma Unri  Rahman mengatakan, penertiban ini terkesan diskriminatif, di mana usaha  elite, tidak ditertibkan sehingga usaha tetap dibuka dalam bulan  Ramadan.&lt;br /&gt;
Satma menyampaikan enam butir penyataan sikap, yang intinya menuntut  Pemko tidak diskriminatif, menuntut agar menghentikan praktik hiburan  yang diduga masih ilegal, dan tidak mengindahkan aturan dalam bulan  Ramadan, dan meminta Pemko selektif memberikan izin hiburan serta  mengimbau masyarakat untuk ikut memberikan informasi atas pelanggaran  aturan berkaitan dengan hal ini.&lt;br /&gt;
Kedatangan Satma PP itu disambut Kakansatpol PP Pekanbaru Indra  Kesuma. Selain pernyataan sikap dilampirkan pula sejumlah tempat hiburan  dari hasil pemantauan mahasiswa tetap dibuka di malam bulan Ramadan di  luar ketentuan yang ada. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Daftar Tempat Hiburan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Di  luar aksi demo, kepada wartawan Rahman mengatakan, dari hasil  pemantauan mereka malam hari ke tempat-tempat hiburan Ramadan ini,  tempat hiburan yang dibuka itu katanya seperti, Arena Entertainment,  Eksekutif Cempaka, Happy Pupy Karaoke, Inul Vista, Sky Karaoke, Nav  Karaoke, Rumah Bernyanyi Sudirman, Queen Karaoke, Millenium Billiard,  Hollywood, New Hollywood, dan Arena Billiard Sudirman Eksekutif.&lt;br /&gt;
"Di antara itu ada juga yang buka siang, padahal Perda jelas meminta ditutup," katanya. &lt;br /&gt;
Ia  meminta Pemko untuk bertindak cepat, sebab Ramadan tinggal sekitar 13  hari lagi, masih ada waktu untuk melakukan penertiban. Jangan hanya  sekedar mengimbau dengan dasar harus saling menjaga. Sementara yang lain  ditertibkan.&lt;br /&gt;
Indra Kesuma menanggapi hal ini mengatakan, pihaknya akan  menyampaikan sikap mahasiswa itu ke ketua tim pemantau hiburan ini,  dalam hal ini Asisten I dan beberapa pihak terlibat selain Satpol PP.  Namun katanya, dari hasil turun lapangan beberapa hari lalu, semua  tempat hiburan disebutkan itu saat petugas turun, didapati ditutup,  dengan ditandai lampunya mati. "Tapi kita respon ini, akan kita cek lagi  dan ditertibkan di lapangan, sebagai tindak lanjut turun pertama  kalinya. Kita terima kasih atas masukan dari mahasiswa itu," katanya.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Admin)</author></item><item><title>Diduga Pilih Kasih Dalam Penertiban Satma PP Demo Satpol PP</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/08/diduga-pilih-kasih-dalam-penertiban.html</link><category>Aksi</category><pubDate>Thu, 26 Aug 2010 18:50:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-6027037412812722615</guid><description>Pekanbaru(RiauNews). Menyikapi masih maraknya aktifitas tempat hiburan  yang buka selama Bulan Suci Ramadhan, Puluhan Satuan Mahasiswa Pemuda  Pancasila (Satma PP) Kota Pekanbaru mendatangi Kantor Walikota untuk  mempertanyakan ketegasan Pemko mengambil tindakan, Kamis (26/08/2010).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Rahman, selaku Kordinator Lapangan Aksi, dalam pernyataan  sikap mengatakan saat ini masih banyak tempat hiburan yang illegal masih  buka. Padalah Bulan Suci Ramadhan sudah memasuki hari ke-16 &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Tentu saja ini menjadi perhatian kita semua. Tempat hiburan tersebut  sudah jelas menentang Perda No.3 tahun 2002 tentang tempat hiburan malam  serta Surat Keputusan(SK) Walikota No. 451/2010/ tentang pengaturan  operasional tempat usaha selama bulan suci Ramadhan,”ucap Rahman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penertiban yang dilakukan Pemko dalam hal ini Satpol PP selaku penegak  Perda, menurut Satma PP bertolak belakang dengan yang diharapkan. Satpol  PP melakukan penertiban  dinilai hanya sekedar menyentuh lapisan  ekonomi masyarakat bawah, namun tidak para pengusaha tempat hiburan  elite,” ujarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Penertiban yang dilakukan Satpol PP saat ini terkesan dibeda-bedakan  dan ada diskriminasi. Banyak rumah makan kecil atau tenda dan warung  kopi yang ditertibkan. Malah langsung diangkat kursinya untuk disita.  Tetapi lain halnya dengan tempat hiburan umum yang elite, malah  tidak  ditertibkan. Apakah satpol PP dalam hal ini diberikan sejumlah uang  sehingga mereka tidak menertibkan dan perda no.3 tahun 2002 tersebut  terkesan mandul?”  ujar Rahman kepada wartawati RiauNews.    &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satma PP berharap Pemko menindak tempat hiburan umum yang membandel  karena tidak mau ikut aturan, bila perlu Pemko mencabut izin operasinya.  Selain itu,  kedepan hendaknya pemko lebih selektif dalam menerbit   izin usaha tempat hiburan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat dikonfirmasi kepada Kepala Satpol PP Kota Pekanbaru, Indra Kesuma  menuturkan, pihaknya berjanji akan menyampaikan surat yang diberikan  Satma PP tersebut kepada Walikota untuk ditindak lanjuti. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sebenarnya kita sudah mendatangi tempat hiburan umum tersebut. Kita  sudah beri peringatan persuasif. Kita mengakui tidak semua pekerjaan ini  dapat kita tangani  kerena keterbatasan anggota,” imbuhnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada prinsipnya Satpol PP tetap melakukan penertiban, tetapi perlu  perhatian dan kesadaran pihak pengelola. Pihak pengelolah usaha  tersebut. “Saat didatangi, pengelola tempat hiburan mengatakan pihaknya  tetap membuka usaha tersebut selama Ramadhan karen harus membayar THR  karyawan mereka,” katanya lagi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indra Kesuma bahkan menantang agar Satma PP langsung melihat kondisi  tersebut kelapangan terkait penertiban yang dilakukan Satpol PP terhadap  sejumlah pengusaha tempat hiburan malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kalau masyarakat atau mahasiswa tidak percaya, silahkan saja cek dan ricek kelapangan,” Paparnya. &lt;b&gt;(yanti)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Sumber : &lt;/b&gt;&lt;b&gt;RiauNews.com&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Admin)</author></item><item><title>Pernyataan Sikap SATMA PP Kota Pekanbaru “Cabut Izin dan Hentikan Aktifitas Tempat Hiburan selama bulan suci Ramadhan"</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/08/pernyataan-sikap-satma-pp-kota.html</link><category>Aksi</category><pubDate>Thu, 26 Aug 2010 01:17:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-4965762387550380676</guid><description>&lt;strong&gt;Assalamu’alaikum Wr.Wb&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menyikapi  maraknya terjadi aktifitas ditempat hiburan selama bulan suci Ramadhan,  ini tentu menjadi perhatian kita bersama, sudah memasuki Ramadhan yang  ke-16, namun aktifitas ilegal ini kerap terus terjadi, nyata secara  jelas telah melakukan pelanggaran dan pembakangan terhadap Peraturan  Daerah No. 3/ 2002 tentang tempat hiburan umum dan SK Walikota No  451/2010/ tentang pengaturan operasional tempat usaha selama bulan suci  Ramadan. Fenomena-fenomena dilapangan yang terjadi, penertiban yang  dilakukan Pemerintah Kota Pekanbaru, melalui Satuan Polisi Pamong Praja  hanya sekedar menyentuh lapisan ekonomi masyarakat bawah, namun tidak  para pengusaha-pengusaha tempat hiburan/ elite, terkesan terjadi  diskriminasi penegakkan perda, dengan demikian Satuan Mahasiswa Pemuda  Pancasila (SATMA PP) Kota Pekanbaru menyatakan sikap :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Mengutuk  keras tindakan      Pemerintah Kota Pekanbaru, atas terjadinya  diskriminasi/ tebang pilih      dalam penegakkan Peraturan Daerah, yang  hanya mampu memberlakukan penertiban      sebatas lapisan ekonomi  masyarakat bawah (Rumah makan, Kedai Kopi), namun      tidak mampu  menyentuh pengusaha-pengusaha tempat hiburan, yang      terang-terangan  masih melakukan aktifitas usahanya di bulan Ramadhan.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;SATMA  PP Kota      Pekanbaru sebagai wahana mahasiswa yang kritis  ber-ideologi Pancasila,      menolak keras dan mengecam  tindakan-tindakan pembakangan serta penodaan      terhadap nilai-nilai  luhur budaya melayu, bertentangan dengan visi dan      misi Kota  Pekanbaru, yang dilakukan pengusaha-pengusaha tempat hiburan.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Meminta  Pemerintah      Kota Pekanbaru untuk menghentikan segala bentuk  aktifitas-aktifitas ilegal      selama bulan suci Ramadhan, tanpa ada  diskriminasi. Dan mencabut izin      operasional tempat hiburan yang  masih melakukan pembakangan dan      pelanggaran. &lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Meminta  Pemerintah melalui      Walikota Pekanbaru kedepan lebih selektif dalam  pemberian izin operasional      bagi praktik-praktik tempat hiburan dan  melakukan evaluasi kinerja Tim Pemantau      Terpadu, yang mempunyai  tupoksi untuk hal tersebut.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Menghimbau kepada       masyarakat muslim khususnya warga Kota Pekanbaru untuk terus  melakukan      pemantauan dan memberikan informasi terhadap  aktifitas-aktifitas yang sarat      akan pelanggaran, serta Ketua Satuan  Mahasiswa Pemuda Pancasila Kota      Pekanbaru meminta dan menghimbau  Kepada masing-masing Kordinator Satma      Perguruan Tinggi diantaranya  Satma UNILAK, Satma UNRI, Satma UIR, Satma UIN,      lebih aktif dalam  melakukan pemantauan dan advokasi atas penemuan      pelanggaran perda,  khususnya menyangkut &lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;operasional tempat usaha selama      bulan sucii Ramadan&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;strong&gt;Meminta  Walikota Pekanbaru      mundur dari jabatan seandainya dalam kurun  waktu yang tersisa dibulan      Ramadhan lebih kurang 13 (tiga belas)  hari kedepan tidak bisa melakukan penutupan      dan penghentian  aktifitas secara total ditempat hiburan.&lt;/strong&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;br /&gt;
Demikian  tuntutan ini kami sampaikan untuk dapat di pahami, dan kedepan kami  akan terus melakukan Aksi unjuk rasa dengan volume massa yang lebih  besar lagi, menjelang tuntutan ini dipenuhi sampai akhir Ramadhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pekanbaru, 26 Agustus 2010&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Kordinator Lapangan Aksi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Ketua: Ronald akhyar, SH &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp; Sekertaris: Dedi Hermanto Lubis&amp;nbsp;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Foto Documentasi:&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs316.snc4/41127_153823967968260_100000219737470_504231_6836276_n.jpg" imageanchor="1" linkindex="20" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc4/hs316.snc4/41127_153823967968260_100000219737470_504231_6836276_n.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/strong&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Admin)</author></item><item><title>Satma PP Kota Minta SKAU PT AFR Diusut</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/08/satma-pp-kota-minta-skau-pt-afr-diusut.html</link><category>info</category><pubDate>Thu, 12 Aug 2010 18:53:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-7510616494462446491</guid><description>&lt;strong&gt;PEKANBARU&lt;/strong&gt;-Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (Satma  PP) Kota Pekanbaru mendesak agar aparat penegak hukum segera mengusut  kayu yang masuk ke PT Asia Forestama Raya (AFR) di kecamatan     &lt;br /&gt;
Rumbai. Pasalnya, mereka menduga Surat Keterangan Asal Usul (SKAU) kayu milik PT AFR diragukan. &lt;br /&gt;
Demikian  dikatakan Ketua Satma PP Kota Pekanbaru, Ronald Akhyar ketika  dikonfirmasi Riau Mandiri, Rabu (11/8) kemarin."Kita meminta agar kayu  yang masuk ke PT AFR diusut, karena SKAUnya diragukan," ucapnya.&lt;br /&gt;
Apalagi, ucap Ronald Akhyar SH, kayu-kayu yang berada di AFR pernah  ditangkap Dinas Kehutanan (Dishut) Riau, dimana dari hasil penyidikan  yang dilakukan Dishut Riau PT AFR didenda ratusan juta rupiah. Tidak  hanya itu saja, kayu-kayu yang tidak jelas asal usulnya atau kayu tidak  bertuan pernah ditemukan di sekitar Sungai Siak, tepatnya berada di  lokasi milik PT AFR.&lt;br /&gt;
Ketika itu, PT AFR membantah kayu tersebut milik mereka.  "Pertanyaannya kenapa kayu tersebut berada di lokasi PT AFR, kalau  memang bukan punya mereka," ungkap ROnald Akhyar.&lt;br /&gt;
Bahkan informasi  yang diterima Satma PP Kota Pekanbaru kayu-kayu yang berada di Sungai  Siak, pernah dipolice line. Namun garis police line tiba-tiba dibuka.  "Entah apa alasannya," ucap Ronald.&lt;br /&gt;
Satma PP Kota Pekanbaru, kata  Ronald, berharap agar sanksi hukum ditegakkan. Jangan ada pilih kasih.  Apabila PT AFR memang bersalah, penegak hukum jangan hanya mengenakan  sanksi denda saja.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Admin)</author></item><item><title>BEM Unilak Unjuk Rasa ke PT Chevron</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/09/bem-unilak-unjuk-rasa-ke-pt-chevron.html</link><category>Aksi</category><pubDate>Tue, 3 Aug 2010 05:27:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-3437459821008265383</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs138.ash2/40215_1249909427895_1834265629_483417_6217502_n.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash2/hs138.ash2/40215_1249909427895_1834265629_483417_6217502_n.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Puluhan aktivis Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM)  Universitas Lancang Kuning (Unilak) Pekanbaru, Selasa (3/8) melakukan  unjuk rasa di depan pintu masuk perumahan PT Chevron Pacific Indonesia  (CPI) Rumbai. Massa minta agar PT Chevron lebih memperhatikan  kesejahteraan masyarakat Riau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum melakukan unjuk rasa di pintu masuk perumahan PT Chevron sekitar  pukul 12.00 WIB puluhan mahasiswa berkumpul terlebih dahulu di Kampus  Unilak Jalan Yos Sudarso. Setelah berkempul mahasiswa berjalan kaki  menuju perumahan PT Chevron.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sepanjang perjalanan,&amp;nbsp; sambil membawa spanduk besar dan poster penuh  dengan tulisan, mahasiswa melakukan orasinya silih berganti dengan  pengeras suara. Setibanya di pintu gerbang masuk perumahan puluhan  mahasiswa dihadang oleh oleh puluhan anggota polisi dan pihak keamanan  perusahaan. Selain itu pintu masuk itu juga di blokade dengan kawat  berduri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Merasa dihadang akhirnya puluhan mahasiswa melakukan orasinya didepan  pintu masuk perumahan PT Chevron. Mahasiswa mendesak agar PT Chevron  segera ditutup. Karena sealama ini PT Chevron hanya mengeruk hasil bumi  Riau saja dan tidak pernah memperhatikan masyarakat Riau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Presiden Mahasiswa Unilak yang juga koordinator aksi, Andukot,  mengatakan, selama berada di Riau PT Chevron tidak pernah memberikan  kontribusinya untuk masyarakat Riau. "Terutama sekali mengenai  pendidikan. Untuk itu kami minta agar PT Chevron hengkang dari Bumi  Lancang Kuning ini," ujarnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi tambahnya, selama ini ada bukti yang mendasar dari tuntutan yang  dilakukan Mahasiswa. "Bukti ini akan kami jadikan sebagai dasar agar PT  Chevron segera ditutup," ucapnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan selama ini katanya, program CSR Chevron pelaksanaannya tidak  transparan dan cenderung tidak dilaksanakan sebagaimana mestinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kesemaptan itu mahassiswa juga meminta agar pimpinan PT Chveron  Djati Susetya segera menemui mereka. "Kami ingin Pak Djati yang menemui  kami dan bukan perwakilannya," teriakan mahasiswa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siang itu mahasiswa diterima langsung oleh staf Humas PT Chevron Irwan  Tofani Iljas. Dan didampingi oleh Kapolsekta Rumbai Pesisir AKP Sudarmo  Hasan. Irwan menyampaikan, saat ini Pak Djati tidak ada di tempat sedang  dinas luar. "Jadi kami yang menerima anda hari ini," ujarnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah mendenagr penjelasan dari staf humas tersebut akhirnya Andukot  membacakan pernyatan sikapnya, Andukot mengatakan, pihaknya menuntut PT  Chevron untuk melaksanakan tanggungjawab sosial terhadap masyarakat  Riau, khususnya dunia pendidikan melalui program Coporate Social  Responsibility (CSR).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;u&gt;&lt;i&gt;Sumber: tribun Pekanbaru &lt;/i&gt;&lt;/u&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Unknown)</author></item><item><title>BPK RI Perwakilan Provinsi Riau Terima Kunjungan SATMA PP</title><link>http://satmapp-pekanbaru.blogspot.com/2010/07/bpk-ri-perwakilan-provinsi-riau-terima.html</link><category>info</category><pubDate>Sat, 17 Jul 2010 18:43:00 -0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-1220151786836628968.post-8668829741008259591</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://pekanbaru.bpk.go.id/web/wp-content/uploads/2010/07/satma-pp3.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="http://pekanbaru.bpk.go.id/web/wp-content/uploads/2010/07/satma-pp3.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pekanbaru – BPK RI Perwakilan Provinsi Riau menerima kunjungan dari beberapa pengurus Satuan Mahasiswa Pemuda Pancasila (SATMA PP), Jumat (16/7) di kantor Perwakilan. Rombongan SATMA PP diterima langsung oleh Kepala Perwakilan, Dr. H. Eko Sembodo, MM didampingi oleh Kepala Sekretariat Perwakilan, Drs. Pujo Sumekto, Kasubaud Riau I, Rudi Nurprianto, SE., Ak, MM serta Kasubag Hukum dan Humas, Eva Siregar, SH.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kunjungan tersebut, pengurus SATMA PP yang diwakili oleh Wakil Ketuanya, Doddy Hernando, menyampaikan beberapa pertanyaan terkait tupoksi BPK RI. Selain itu, SATMA PP juga menyampaikan beberapa kasus yang mereka cermati melalui divis bantuan hukum mereka. Disini, Kepala Perwakilan memberikan penjelasan mendetail mengenai tupoksi BPK RI, cara kerja, peraturan perundang-undangan yang digunakan hingga ilustrasi – ilustrasi permasalahan terkait pemeriksaan. Kunjungan ini berlangsung akrab dan sekaligus menunjukkan bahwa BPK RI Perwakilan Provinsi Riau berkomitmen kuat menjunjung tinggi transparansi.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>andreassetiiawan@gmail.com  (Admin)</author></item></channel></rss>