<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Saya Magazine</title>
	
	<link>http://www.sayamagazine.com</link>
	<description>Magazine About Yourself</description>
	<lastBuildDate>Sat, 13 Mar 2010 22:55:26 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8.6</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/sayamagazine" /><feedburner:info uri="sayamagazine" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item>
		<title>Edisi 31 – Fanatik</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sayamagazine/~3/m2trGkjwNkc/</link>
		<comments>http://www.sayamagazine.com/2010/01/edisi-31-fanatik/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jan 2010 15:34:19 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes from saya]]></category>
		<category><![CDATA[cover]]></category>
		<category><![CDATA[edisi 31]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sayamagazine.com/?p=42</guid>
		<description><![CDATA[

Saya magazine &#8211; edisi 31- Fanatik
Pembaca SAYA, kata-kata ini saya kenakan pada diri saya sendiri dan pada mereka yang mengidolakan (idol) atau ngefan pada seseorang, maupun yang telah menjadi seorang idola. Idol akan ikut apapun yang dilakukan idolanya, sehingga lebih tidak masuk akal daripada sekadar fan. Idol pada tokoh spiritual, artist, atlet, pemimpin negara, dan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-37" title="Saya Magazine - edisi 31 - photos" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/01/photos_head_edisi311.jpg" alt="Saya Magazine - edisi 31 - photos" width="390" height="206" /></p>
<p><span id="more-42"></span><img class="size-full wp-image-39 alignnone" title="Saya Magazine - cover edisi 31 - Fanatik" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/01/cover_31.jpg" alt="Saya Magazine - cover edisi 31 - Fanatik" width="390" height="488" /></p>
<p>Saya magazine &#8211; edisi 31- Fanatik</p>
<p>Pembaca SAYA, kata-kata ini saya kenakan pada diri saya sendiri dan pada mereka yang mengidolakan (idol) atau ngefan pada seseorang, maupun yang telah menjadi seorang idola. Idol akan ikut apapun yang dilakukan idolanya, sehingga lebih tidak masuk akal daripada sekadar fan. Idol pada tokoh spiritual, artist, atlet, pemimpin negara, dan masih banyak lagi yang lainnya. Selanjutnya bagi seorang yang telah menjadi idola harus menganggap idol or fan sebagai pribadi-pribadi yang memiliki martabat, bukan hanya sebagai kerumunan massa.<br />
Jika saya mengidolakan seseorang bukan karena karakternya yang sabar lalu saya ikuti, bukan karena fisiknya ataupun sifatnya, bukan cara dia menyanyi di panggung atau cara dia menendang bola. Tapi yang saya ikuti bagaimana cara dia hidup dan gaya hidupnya, bagaimana dia mempersiapkan diri untuk tampil di panggung atau disiplin waktunya untuk berlatih menendang bola. Mengidolakan bukan tahu banyak hal tentang dia tanpa mengenalnya, dibutuhkan waktu untuk ‘mengenal’ sebelum saya dapat mengatakan, ‘saya mengidolakannya’. Melihat karya-karya idola, kagum dengan filosofi hidupnya, mengetahui kebiasaan atau merasakan kebaikannya dalam hidup saya, tidaklah cukup. Mengenal idola secara pribadi, menjalin keakraban agar bisa mengenal motivasi, pemikirannya atau pandangannya maupun isi hatinya lalu menerima gaya hidupnyadan menjalani serta melakukannya, itu jauh lebihpenting. Bukan hanya mengetahui yang dilakukannya, melainkan terlebih lagi mengetahui alasan ia<br />
melakukannya.</p>
<p>Jika saya fan seseorang, saya tidak akan meniru supaya saya sama persis seperti dia, tapi iniartinya saya bukan fan. Demikianlah hemat saya<br />
yang mungkin kurang tepat, karena fan beberapa orang bersedia untuk mengikuti dan meniru secara detail. Saat saya fan seseorang, sering kali saya hanya melihat penampilan luarnya saja, padahal bagian dalamnya sangatlah penting. Seharusnya saya bukan meniru untuk mengharapkan hasil yang sama dengan dia, menonton dia berulangulang, menyaksikan dia setiap saat terus menerus, mengikuti kisah cintanya atau kondisi fisiknya. Tapi yang harus saya lakukan sebagai fan adalah menanyakan pada diri sendiri bagaimana dia akan mengatasi masalah (misal:pernikahannya), bagaimana ia akan merespon persoalan atau karakter asli dalam dirinya seperti apa saat dia tidak berada di depan<br />
fans? Sebab kualitas seseorang ditentukan oleh yang ada dalam dirinya, bukan hal-hal yang berada<br />
di luar dirinya.</p>
<p>Jika sebagai idola saya harus ‘mengenalkan’ diri kepada perorangan bukan secara massal tetapi secara pribadi-pribadi, namun sering kali saya berpikir bahwa perhatian dan dukungan mereka adalah hal yang lumrah dan sudah sepatutnya saya mendapatkan perlakuan istimewa, sehingga saya merasa tidak perlu membuang waktu dan menghabiskan tenaga buat mereka. Jelas disini saya sebagai idola tidak dapat berbicara mengenai mengapa saya harus diidolakan, tanpa komunikasi dan membuka diri agar mereka ‘mengenal’ saya. Karena betapapun hebatnya saya, dan apa yang telah saya perbuat dan berikan bagi mereka, tetapi kalau mereka tidak tahu untuk apa saya berikan dan bagaimana saya membuatnya,<br />
semua akan tidak ada artinya bagi mereka. Mereka harus mengenal saya yang adalah manusia juga yang mempunyai beban dan masalah hidupnya sendiri, sehingga mereka harus bisa mengetahui fondasi dasar dalam diri saya seperti apa saat ada ‘badai hidup‘, bagaimana gaya hidup saya yang sesungguhnya tanpa ada ‘kamera yang mengintai’ atau cara saya mencapai ‘puncak dunia’. Sampai mereka dapat ‘mengenal’ saya, maka saya patut untuk diidolakan dan kualitas kehidupan saya yang akan membedakan saya dengan idola yang lain.<br />
Hezron Rheza Rondonuwu</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Dvq3le3igafQsx29XahwwjHAoY/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Dvq3le3igafQsx29XahwwjHAoY/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Dvq3le3igafQsx29XahwwjHAoY/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/2Dvq3le3igafQsx29XahwwjHAoY/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sayamagazine.com/2010/01/edisi-31-fanatik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.sayamagazine.com/2010/01/edisi-31-fanatik/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Five years of inspirations.</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sayamagazine/~3/S8itmiwq4OI/</link>
		<comments>http://www.sayamagazine.com/2010/01/five-years-of-inspirations/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 05 Jan 2010 21:19:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Info]]></category>
		<category><![CDATA[cover]]></category>
		<category><![CDATA[saya magazine]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sayamagazine.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[
We are currently revamping our site.
come here more often. 
- Saya
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-23" title="Saya Magazine - edisi 01 - Identity" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/01/photos_head_edisi01.jpg" alt="Saya Magazine - edisi 01 - Identity" width="342" height="180" /></p>
<p>We are currently revamping our site.<br />
come here more often. <img src='http://www.sayamagazine.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /><br />
- Saya</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ac80ezByczrq5kvTgaZbl0hNGq4/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ac80ezByczrq5kvTgaZbl0hNGq4/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ac80ezByczrq5kvTgaZbl0hNGq4/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ac80ezByczrq5kvTgaZbl0hNGq4/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sayamagazine.com/2010/01/five-years-of-inspirations/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.sayamagazine.com/2010/01/five-years-of-inspirations/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Saya people – edisi 19</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sayamagazine/~3/vjdik4fitYU/</link>
		<comments>http://www.sayamagazine.com/2007/06/sayapeople19/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 10 Jun 2007 16:45:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saya people]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 19 - Embarrassings]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sayamagazine.com/?p=214</guid>
		<description><![CDATA[Anggiat Sinaga
GM Quality Hotel Makassar
Saya pernah membawa mobil sendiri tanpa supir melalui jalan tol. Ketika tiba di loket saya baru menyadari kalau tidak membawa sepeser pun uang. Tanpa pikir panjang saya langsung tancap gas dengan maksud akan ke ATM dan kembali lagi. Tapi apesnya, di ujung jalan tol polisi telah siap menunggu saya. Malunya lagi, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Anggiat Sinaga" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/ss19_pakanggiat.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-211" style="margin: 5px;" title="Anggiat Sinaga" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/ss19_pakanggiat-147x180.jpg" alt="Anggiat Sinaga" width="147" height="180" /></a>Anggiat Sinaga</p>
<p>GM Quality Hotel Makassar</p>
<p>Saya pernah membawa mobil sendiri tanpa supir melalui jalan tol. Ketika tiba di loket saya baru menyadari kalau tidak membawa sepeser pun uang. Tanpa pikir panjang saya langsung tancap gas dengan maksud akan ke ATM dan kembali lagi. Tapi apesnya, di ujung jalan tol polisi telah siap menunggu saya. Malunya lagi, ternyata polisi tersebut mengenali saya sekaligus heran bagaimana bisa seorang Anggiat Sinaga tidak bisa membayar tarif tol seharga Rp1.500 (tarif waktu itu). Untungnya, polisi tersebut mengijinkan saya mengambil uang di ATM setelah menitipkan KTP dan saya kembali masuk ke jalan tol membayar tarif dua kali.</p>
<p>Quote: Jangan pernah menyepelekan hal-hal kecil, karena bisa saja membuat malu</p>
<p>.</p>
<p><a title="Indira Syamsudin" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/ss19_indira.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-209" style="margin: 5px;" title="Indira Syamsudin" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/ss19_indira-150x178.jpg" alt="Indira Syamsudin" width="150" height="178" /></a>Indira Syamsuddin</p>
<p>21 tahun</p>
<p>Mahasiswi/Model/Karyawati</p>
<p>Saat kencan pertama dengan seorang pria yang baru saya kenal, saya lupa  menutup resleting celana. Saya tidak pernah sadar kalau resleting saya terbuka sampai pria kenalan saya itu mengingatkannya pada saya. Malunya bukan main. Dan sepertinya pria tersebut langsung ilfeel (hilang feeling) sama saya.</p>
<p>Quote: Malu bisa menjadi cambuk untuk lebih sukses</p>
<p>.</p>
<p><a title="Alan Rizayanto" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/ss19_pakalan.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-210" style="margin: 5px;" title="Alan Rizayanto" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/ss19_pakalan-150x178.jpg" alt="Alan Rizayanto" width="150" height="178" /></a>Alan Rizayanto</p>
<p>Promo Coordinator XL Sulawesi</p>
<p>Saat meeting di kantor bersama seluruh jajaran pimpinan, di Surabaya saya tertidur. Sialnya lagi, Vice President yang mendapati saya ketiduran dan menggebrak meja untuk menegur saya. Sejak saat itu saya tidak mau tertidur lagi saat meeting. Kapok.</p>
<p>Quote: Imagination is more important than knowledge. <em>Albert Einstein</em></p>
<p><em> </em></p>
<p>.</p>
<p><a title="Sukri" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/ss19_paksukri.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-212" style="margin: 5px;" title="Sukri" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/ss19_paksukri-150x178.jpg" alt="Sukri" width="150" height="178" /></a>Sukri</p>
<p>39 tahun</p>
<p>Biker</p>
<p>Saat mau clubbing bersama bos, mobil kami mengalami kecelakaan dan hampir masuk empang. Untung ada tiang listrik yang menahan. Saat itu bos saya pergi mencari bantuan dan menyuruh saya menunggu mobil. Karena hampir 2 jam menunggu, saya pun berpikir untuk pergi dari tempat itu. Bermaksud agar mendapat tumpangan, saya mengerai rambut supaya dikira perempuan. Saat sebuah motor yang dikendarai 2 orang pria melintas bukannya mampir tapi mereka terus melaju. Dan saya sempat mendengar obrolan yang mengira saya hantu. Malu dan sakit hati.</p>
<p>Quote : Dalam diri pria terdapat unsur feminin</p>
<p>.</p>
<p><a title="Tika" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/ss19_tika.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-213" style="margin: 5px;" title="Tika" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/ss19_tika-150x178.jpg" alt="Tika" width="150" height="178" /></a>Tika</p>
<p>23 Tahun</p>
<p>Announcer Prambors Makassar</p>
<p>Karena kecentilan dan terlalu rumpi di dalam kelas, saya pernah beberapa kali dilempar penghapus papan tulis oleh guru saat SMA dulu. Untungnya, penghapus tersebut tidak pernah mengenai saya. Malu juga rasanya sama temen-teman sekelas. Tapi dasar hobi, saya tetap saja suka rumpi di dalam kelas meski di bawah ancaman penghapus papan tulis.</p>
<p>Quote: Kesalahan adalah pengalaman berharga</p>
<p>.</p>
<p>Artworks &amp; Design: Dini Tri Lestari</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nPq8PoWDrouZK11fKfLoJH5n9as/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nPq8PoWDrouZK11fKfLoJH5n9as/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nPq8PoWDrouZK11fKfLoJH5n9as/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nPq8PoWDrouZK11fKfLoJH5n9as/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sayamagazine.com/2007/06/sayapeople19/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.sayamagazine.com/2007/06/sayapeople19/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Deddy Mizwar – Malu adalah Harga Mati</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sayamagazine/~3/a3uZTjAqghs/</link>
		<comments>http://www.sayamagazine.com/2007/06/deddy-mizwar-malu-adalah-harga-mati/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jun 2007 20:59:47 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wrap around]]></category>
		<category><![CDATA[Deddy Mizwar]]></category>
		<category><![CDATA[Edisi 19 - Embarrassings]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sayamagazine.com/?p=113</guid>
		<description><![CDATA[
Untuk seorang tokoh per-film-an senior Indonesia ini perasaan malu sifat yang harus di bawa manusia setiap saat. Malu adalah sebagian dari iman.
&#8220;Setiap saat kita diberikan nikmat oleh Tuhan tapi apakah kita pernah bertanya pada diri kita berapa banyak ibadah yang kita lakukan untuk membalas nikmat tersebut,&#8221; katanya.  Bukan berarti tidak ada lagi orang yang memiliki [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-114" title="Deddy Mizwar - Saya Magazine" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/01/deddymizwar_04.jpg" alt="Deddy Mizwar - Saya Magazine" width="200" height="240" /></p>
<p>Untuk seorang tokoh per-film-an senior Indonesia ini perasaan malu sifat yang harus di bawa manusia setiap saat. Malu adalah sebagian dari iman.<br />
&#8220;Setiap saat kita diberikan nikmat oleh Tuhan tapi apakah kita pernah bertanya pada diri kita berapa banyak ibadah yang kita lakukan untuk membalas nikmat tersebut,&#8221; katanya.  Bukan berarti tidak ada lagi orang yang memiliki rasa malu pada Tuhan, tapi apakah setiap kita sebagai manusia setiap saat merasa malu pada Sang Pencipta.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-116" style="margin: 10px;" title="Deddy Mizwar - Saya Magazine" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2007/06/deddymizwar_02.jpg" alt="Deddy Mizwar - Saya Magazine" width="200" height="240" />Lalu rasa malu pada orang tua. Pernahkah  kita bertanya apa yang sudah saya berikan pada ibu yang melahirkan dan bapak yang membesarkan kita dengan kasih sayang tak terbatas? Pemeran Naga Bonar dua dekade ini menegaskan setiap manusia harus memelihara rasa malu dalam dirinya setiap saat.<br />
Sebagai makhluk yang berakal dan berperasaan, malu adalah harga mati untuk setiap insan manusia. Jika ada orang di sekeliling kita terlihat kurang memiliki atau tidak memiliki malu sama sekali adalah tugas kita mengingatkan.<br />
&#8220;Mengkritik jangan sampai mempermalukan orang. Sangat bahaya jika kita mempermalukan orang lain. Jangan pernah menganggap diri kita atau golongan kita yang paling baik dan jangan pernah merendahkan orang atau golongan lain,&#8221; tegas Aktor Terpuji versi Forum Film Bandung, 2005 ini.<br />
Kritikan Deddy lewat karyanya film Naga Bonar 2 secara tidak langsung menumbuhkan rasa malu. Tokoh Naga Bonar yang ia ciptakan berhasil mengkritik dengan cinta ke berbagai sisi kehidupan yang tercermin di bangsa Indonesia saat ini dengan tampilan komedi yang tidak berlebihan.<br />
Kita bisa menyaksikan bagaimana Naga Bonar menceramahi seorang polantas, menjadi comblang untuk anaknya, berdebat dengan sopir metro mini, atau memimpin upacara bendera dengan menjadikan Umar sang sopir bajaj sebagai dirijen upacara. Atau ketika Naga Bonar bukan main sedihnya saat mengetahui anaknya lebih mementingkan bisnis dibandingkan tanah leluhur mereka.</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-119" style="margin: 10px;" title="dDeddy Mizwar - Saya Magazine" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2007/06/deddymizwar_01.jpg" alt="dDeddy Mizwar - Saya Magazine" width="200" height="240" /></p>
<p><img style="margin: 10px;" title="Deddy Mizwar - Saya Magazine" src="../wp-content/uploads/2007/06/deddymizwar_03.jpg" alt="Deddy Mizwar - Saya Magazine" width="200" height="240" /></p>
<p>Untuk orang yang bersikap dewasa akan timbul perasaan malu. Satu persatu pertanyaan akan muncul pada diri penonton seperti apakah kita sudah siap menghadapi ajal? apakah kita sudah berbuat banyak untuk bangsa kita, apakah kita sudah berbuat banyak untuk orang tua kita atau anak cucu kita? Dan banyak lagi pertanyaan lain.<br />
Nah, sekarang SAYA kembalikan pada pembaca untuk bertanya pada diri masing-masing tentang rasa malu yang digambarkan oleh Deddy Mizwar diatas, semoga menginpirasi.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-122" style="margin: 10px;" title="Deddy Mizwar - Saya Magazine" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2007/06/deddymizwar_05.JPG" alt="Deddy Mizwar - Saya Magazine" width="390" height="584" /></p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6GCjG5mUGD18faHzi9-k7_SKZbQ/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6GCjG5mUGD18faHzi9-k7_SKZbQ/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6GCjG5mUGD18faHzi9-k7_SKZbQ/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/6GCjG5mUGD18faHzi9-k7_SKZbQ/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sayamagazine.com/2007/06/deddy-mizwar-malu-adalah-harga-mati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.sayamagazine.com/2007/06/deddy-mizwar-malu-adalah-harga-mati/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Saya People – edisi 15</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sayamagazine/~3/SQZautAoehw/</link>
		<comments>http://www.sayamagazine.com/2007/01/saya-people-edisi-15/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 09 Jan 2007 17:58:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saya people]]></category>
		<category><![CDATA[Change The World]]></category>
		<category><![CDATA[edisi 15]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sayamagazine.com/?p=241</guid>
		<description><![CDATA[Pada beberapa halaman berikut ini, SAYA mencoba untuk menampilkan beberapa testimoni orang-orang yang dalam
kesehariaannya, mereka mencoba membuat hidupnya lebih indah.
Yang kadang-kadang tanpa disadari bisa memberi pengaruh yang baik untuk orang laintentunya atau mungkin membuat dunia jadilebih baik.
1. Mengingat Nama Seseorang
2. Tersenyum
3. Mengucapkan Terima Kasih
4. Hemat Listrik
5. Luangkan waktu untuk mendengarkan
6. Memeluk
7. Menggunakan Tangga
8. Membawa anak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Saya People – edisi 15 - Change The World" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/01_change-The-world_cover.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-249" style="margin: 5px;" title="Saya People – edisi 15 - Change The World" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/01_change-The-world_cover-140x180.jpg" alt="Saya People – edisi 15 - Change The World" width="140" height="180" /></a>Pada beberapa halaman berikut ini, SAYA mencoba untuk menampilkan beberapa testimoni orang-orang yang dalam<br />
kesehariaannya, mereka mencoba membuat hidupnya lebih indah.</p>
<p>Yang kadang-kadang tanpa disadari bisa memberi pengaruh yang baik untuk orang laintentunya atau mungkin membuat dunia jadilebih baik.</p>
<p>1. Mengingat Nama Seseorang<br />
2. Tersenyum<br />
3. Mengucapkan Terima Kasih<br />
4. Hemat Listrik<br />
5. Luangkan waktu untuk mendengarkan<br />
6. Memeluk<br />
7. Menggunakan Tangga<br />
8. Membawa anak ke kantor<br />
9. Meluangkan waktu dengan seseorang dari generasi berbeda<br />
10. Mendonorkan darah</p>
<p><a title="Saya Magazine - Change the world" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/edisi15_stylesaya_02.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-243" style="margin: 5px;" title="Saya Magazine - Change the world" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/edisi15_stylesaya_02-150x180.jpg" alt="Saya Magazine - Change the world" width="150" height="180" /></a><strong>1. Remember people’s names/Mengingat nama seseorang</strong></p>
<p>Ari Ceper<br />
Real Name: Harrie Sabrang<br />
27 tahun<br />
Karyawan TV Swasta<br />
“Saat SMP dulu sekitar tahun 1992, kebetulan saya paling kecil diantara teman-teman dan sering dipanggil ‘ceper’. Waktu kuliah di Teknik Arsitek saya juga punya cita-cita membuat ceper pesawat, makanya teman-teman menjuluki saya dengan nama Ari Ceper sampai sekarang.&#8221;</p>
<p>Negro<br />
Real Name: Sefni<br />
28 tahun<br />
Operation Manager Pub</p>
<p>“Panggilan Negro mulai akrab saat saya memasuki Kota Malang. Karena saya satu-satunya pria berkulit hitam di lingkungan kerja saya, maka panggilan itu muncul begitu saja. Pertama mendengar membuat saya sedikit kesal. Namun lama-kelamaan saya mulai suka dan berkat nama Negro, saya sekarang lebih dikenal banyak orang.”</p>
<p>Jambul<br />
Real Name: Rizal Syarif<br />
24 tahun<br />
Outsearching Event Organizer</p>
<p>“Pada waktu SMU trend cukur jambul sedang trend. Saya pun mencukur model rambut jambul. Karena kebetulan di sekolah ada dua nama Ichal, untuk membedakannya saya dipanggil Ichal Jambul. Tapi karena terlalu panjang akhirnya di panggil Jambul saja. Dan nama ini terus popular di tempat kuliah hingga di dunia kerja. Awalnya agak risih dan malu juga  apalagi dengan orang yang lebih tua, tapi karena terbiasa lama kelamaan saya enjoy dengan julukan Jambul.”</p>
<p><a title="edisi 15 - Change The World" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/02_smile.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-257" style="margin: 5px;" title="edisi 15 - Change The World" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/02_smile-148x180.jpg" alt="edisi 15 - Change The World" width="148" height="180" /></a></p>
<p><strong>2. Tersenyum</strong></p>
<p>“Senyuman sangat penting bagi saya. Dengan senyum tulus akan memancarkan aura kebaikan kita, hati kita. Karena senyuman yang tersungging di bibir kita adalah keindahan jiwa, pikiran dan pribadi seseorang. Dengan senyum akan memberikan dampak positif pada diri kita dan orang lain.<br />
Senyum buat saya adalah ibadah dan tidak perlu mengeluarkan biaya untuk melakukannya. Mulailah dari lingkungan sekitar, misalnya di kantor atau di rumah”.</p>
<p>Andi Indri C. Lantara (Indri), 24 tahun<br />
Costumer RelationOfficer<br />
Photographer: Ari. S</p>
<p><a title="edisi 15 - Change The World" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/04_terima-kasih.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-258" style="margin: 5px;" title="edisi 15 - Change The World" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/04_terima-kasih-148x180.jpg" alt="edisi 15 - Change The World" width="148" height="180" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong>3. Mengucapkan Terima Kasih</strong></p>
<p>Terima kasih adalah dua kata sederhana, tetapi membawa efek yang luar biasa bila diucapkan dengan tulus. Berdasarkan penelitian, orang akan merasa lebih<br />
dihargai jika diberi ucapan terima kasih atas pekerjaan mereka.<br />
Menurut survey di Inggris: 100 % orang Inggris merasa lebih baik apabila diberi penghargaan dengan ucapan terima kasih.</p>
<p>Tukang Pos<br />
(M. Syukri. S, 27 tahun)</p>
<p>Pelayan<br />
(Aldilah Megasari/Adhe, 19 tahun)</p>
<p>Guru (Fanny Assafie, 23 tahun)</p>
<p>Photographer: Ari. S</p>
<p><a title="edisi 15 - Change The World" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/05_hematlistrik.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-259" style="margin: 5px;" title="edisi 15 - Change The World" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/05_hematlistrik-148x180.jpg" alt="edisi 15 - Change The World" width="148" height="180" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong>4. Hemat Listrik</strong></p>
<p>Rata-rata TV stand by 17,5 jam setiap hari. Bahkan ada yang sampai 21,5 jam per hari. Jika setiap rumah tangga menggunakan 2 TV itu sama saja dengan menghabiskan 35 KWH/tahun. Dan itu sama jika dibandingkan pada saat mengendarai sebuah mobil dan kita membuang energi sepanjang 25 kilometer.<br />
Menurut laporan, penghematan listrik bisa dilakukan apabila kita mematikan TV, dvd player, tape dan lampu tidak dalam posisi stand by, melainkan langsung dari main powernya. Begitu juga dengan charger handphone. . Menurut survey, jika setiap orang di Inggris mematikan TV dalam satu malam, akan ada penghematan listrik sekitar 66 juta pound sterling.</p>
<p><a title="edisi 15 - Change The World" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/06_listen.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-260" style="margin: 5px;" title="edisi 15 - Change The World" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/06_listen-146x180.jpg" alt="edisi 15 - Change The World" width="146" height="180" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong>5. Take time to listen/ Luangkan waktu mendengarkan</strong></p>
<p>Di United Kingdom,  masalah kesehatan yang terbesar adalah depresi. Menurut laporan, 12 juta orang mengalami depresi. Padahal untuk mengatasinya bukan masalah besar, cukup dengan mendengarkan saja masalah mereka.<br />
Banyak hal-hal kecil yang bisa kita lakukan untuk mengurangi tingkat depresi seperti meluangkan waktu untuk mendengarkan.<br />
Melakukan hal ini tidak semudah yang dibayangkan. Dengarkanlah seseorang, jangan memmberi komentar dan jangan berusaha meyelesaikan masalah mereka. Cukup mendengarkan.</p>
<p><a title="edisi 15 - Change The World" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/07_hug.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-261" style="margin: 5px;" title="edisi 15 - Change The World" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/07_hug-148x180.jpg" alt="edisi 15 - Change The World" width="148" height="180" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong>6. Memeluk / hug</strong></p>
<p>Bersahabat sejak Mei 2004 saat bekerja<br />
menjadi penyiar di salah satu stasiun radio di Makassar. Berbeda karakter, yang satu ramai dan satunya lagi tenang, membuat mereka saling membutuhkan.<br />
Mereka punya selera fashion dan aksesoris yang sama.</p>
<p>“Saya orangnya blak-blakan. Apa adanya. Dengan sentuhan apalagi dari seorang<br />
sahabat bisa membuat tenang saya apalagi saat menghadapi<br />
masalah berat”.<br />
Vidi, 23 tahun<br />
Penyiar Radio</p>
<p>“Saya orangnya lebih ngemong. Dan setiap orang rasanya membutuhkan sentuhan,<br />
apalagi jika dari orang-orang terdekat kita”.<br />
Sesi,23 tahun<br />
Penyiar Radio</p>
<p>Photographer: Ari. S</p>
<p><a title="edisi 15 - Change The World" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/08_tangga.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-262" style="margin: 5px;" title="edisi 15 - Change The World" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/08_tangga-148x180.jpg" alt="edisi 15 - Change The World" width="148" height="180" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong>7. Menggunakan Tangga</strong></p>
<p>“Saya lebih sering menggunakan tangga dibandingkan lift. Bahkan saya sedikit kaget saat pertama kali bekerja di sini karena seluruh staff menggunakan lift. Makanya saya terapkan kebijakan agar seluruh staff menggunakan tangga jika naik atau turun lantai. Hal ini kami lakukan untuk efisiensi energi juga bagus untuk kesehatan. Selain itu, tidak menganggu kenyamanan tamu. Sekali jalan menggunakan lift, costnya mahal bisa mencapai ratusan watt”.</p>
<p>Effendy Hamzah,39 tahun<br />
General Manager Hotel<br />
Location: Royal Regency Hotel Makassar</p>
<p>Photographer: Md. Akbar</p>
<p><a title="edisi 15 - Change The World" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/09_bawaanak.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-263" style="margin: 5px;" title="edisi 15 - Change The World" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/09_bawaanak-148x180.jpg" alt="edisi 15 - Change The World" width="148" height="180" /></a></p>
<p><strong>8. Membawa anak ke kantor</strong></p>
<p>“Saya kadang-kadang membawa anak pada Jumat atau Sabtu sore saat pekerjaan tidak banyak. Paling tidak anak akan mengenali pekerjaan ibunya jadi saat berangkat kerja dia tidak akan menangis lagi. Saya sangat senang bisa membawanya sekali-kali ke kantor karena sambil bekerja bisa bermain dengannya”.</p>
<p>Isma Azis Riu (Chimot), 29 tahun<br />
Corporate Sales Perusahaan<br />
Telekomunikasi<br />
dan Shasa,15 bulan</p>
<p>Photographer: Ari. S</p>
<p><a title="Saya people - edisi 15" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/11_elder.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-267" style="margin: 5px;" title="Saya people - edisi 15" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/11_elder-148x180.jpg" alt="Saya people - edisi 15" width="148" height="180" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong>9. Meluangkan waktu dengan seseorang dari generasi berbeda</strong></p>
<p>Gilang Anggara Putra, 7 tahun. Hampir setiap Sabtu menghabisakn waktunya dengan Miradj Safa yang sudah berumur 66 tahun.</p>
<p>Entah itu mengutak-atik mobil atau hal-hal lain yang bisa dilakukan bersama.Bukan hanya Gilang yang belajar banyak dari pengalaman Miradj, tetapi juga dengan berada di sekitar orang yang lebih muda, membuat Miradj tetap muda dan terbuka pada hal-hal yang baru.</p>
<p>Photographer: Ari. S</p>
<p><a title="edisi 15 - Change The World" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/10_donordarah.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-264" style="margin: 5px;" title="edisi 15 - Change The World" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2006/10/10_donordarah-148x180.jpg" alt="edisi 15 - Change The World" width="148" height="180" /></a><strong> </strong></p>
<p><strong>10. Mendonorkan darah</strong></p>
<p>Mendonorkan darah, kedengarannya mengerikan. Padahal di sisi lain itu sesuatu yang baik. Banyak manfaat yang didapat dengan melakukan donor darah. Salah satunya badan akan terasa lebih sehat dan bugar, karena sel-sel baru akan terbentuk. Beberapa orang mengalami penambahan berat badan, meningkatkan nafsu makan &amp; membuat tidur makin nyenyak</p>
<p>Dengan donor darah,banyak nyawa yang terselamatkan. Misalnya saat seseorang kehabisan darah karena kecelakaan atau usai melakukan operasi besar. “Saya mempunyai golongan darah O dan sudah 17 kali mendonorkan darah. Saya melakukannya karena rasa kemanusiaan. Karena tidak bisa menyumbangkan dalam bentuk materi, makanya saya menyumbangkan darah.”</p>
<p>Adano La M. Waaring<br />
31 tahun<br />
Aktifis LSM &amp; Freelance Working<br />
Makassar</p>
<div id="_mcePaste" style="overflow: hidden; position: absolute; left: -10000px; top: 220px; width: 1px; height: 1px;"><!--[if gte mso 9]><xml> <w:WordDocument> <w:View>Normal</w:View> <w:Zoom>0</w:Zoom> <w:TrackMoves /> <w:TrackFormatting /> <w:PunctuationKerning /> <w:ValidateAgainstSchemas /> <w:SaveIfXMLInvalid>false</w:SaveIfXMLInvalid> <w:IgnoreMixedContent>false</w:IgnoreMixedContent> <w:AlwaysShowPlaceholderText>false</w:AlwaysShowPlaceholderText> <w:DoNotPromoteQF /> <w:LidThemeOther>EN-US</w:LidThemeOther> <w:LidThemeAsian>X-NONE</w:LidThemeAsian> <w:LidThemeComplexScript>X-NONE</w:LidThemeComplexScript> <w:Compatibility> <w:BreakWrappedTables /> <w:SnapToGridInCell /> <w:WrapTextWithPunct /> <w:UseAsianBreakRules /> <w:DontGrowAutofit /> <w:SplitPgBreakAndParaMark /> <w:DontVertAlignCellWithSp /> <w:DontBreakConstrainedForcedTables /> <w:DontVertAlignInTxbx /> <w:Word11KerningPairs /> <w:CachedColBalance /> </w:Compatibility> <w:BrowserLevel>MicrosoftInternetExplorer4</w:BrowserLevel> <m:mathPr> <m:mathFont m:val="Cambria Math" /> <m:brkBin m:val="before" /> <m:brkBinSub m:val="&#45;-" /> <m:smallFrac m:val="off" /> <m:dispDef /> <m:lMargin m:val="0" /> <m:rMargin m:val="0" /> <m:defJc m:val="centerGroup" /> <m:wrapIndent m:val="1440" /> <m:intLim m:val="subSup" /> <m:naryLim m:val="undOvr" /> </m:mathPr></w:WordDocument> </xml><![endif]--><!--[if gte mso 9]><xml> <w:LatentStyles DefLockedState="false" DefUnhideWhenUsed="true"   DefSemiHidden="true" DefQFormat="false" DefPriority="99"   LatentStyleCount="267"> <w:LsdException Locked="false" Priority="0" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Normal" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="heading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="9" QFormat="true" Name="heading 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 7" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 8" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" Name="toc 9" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="35" QFormat="true" Name="caption" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="10" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" Name="Default Paragraph Font" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="11" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtitle" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="22" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Strong" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="20" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="59" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Table Grid" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Placeholder Text" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="1" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="No Spacing" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" UnhideWhenUsed="false" Name="Revision" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="34" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="List Paragraph" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="29" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="30" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Quote" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 1" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 2" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 3" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 4" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 5" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="60" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="61" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="62" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Light Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="63" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="64" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Shading 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="65" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="66" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium List 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="67" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 1 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="68" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 2 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="69" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Medium Grid 3 Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="70" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Dark List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="71" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Shading Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="72" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful List Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="73" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" Name="Colorful Grid Accent 6" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="19" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="21" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Emphasis" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="31" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Subtle Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="32" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Intense Reference" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="33" SemiHidden="false"    UnhideWhenUsed="false" QFormat="true" Name="Book Title" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="37" Name="Bibliography" /> <w:LsdException Locked="false" Priority="39" QFormat="true" Name="TOC Heading" /> </w:LatentStyles> </xml><![endif]--><!--  /* Font Definitions */  @font-face 	{font-family:"Cambria Math"; 	panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:roman; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 415 0;} @font-face 	{font-family:"Trebuchet MS"; 	panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4; 	mso-font-charset:0; 	mso-generic-font-family:swiss; 	mso-font-pitch:variable; 	mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}  /* Style Definitions */  p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal 	{mso-style-unhide:no; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	margin:0in; 	margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:12.0pt; 	font-family:"Times New Roman","serif"; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-language:EN-GB;} .MsoChpDefault 	{mso-style-type:export-only; 	mso-default-props:yes; 	font-size:10.0pt; 	mso-ansi-font-size:10.0pt; 	mso-bidi-font-size:10.0pt;} @page Section1 	{size:8.5in 11.0in; 	margin:1.0in 1.0in 1.0in 1.0in; 	mso-header-margin:.5in; 	mso-footer-margin:.5in; 	mso-paper-source:0;} div.Section1 	{page:Section1;} --><!--[if gte mso 10]> <mce:style><!   /* Style Definitions */  table.MsoNormalTable 	{mso-style-name:"Table Normal"; 	mso-tstyle-rowband-size:0; 	mso-tstyle-colband-size:0; 	mso-style-noshow:yes; 	mso-style-priority:99; 	mso-style-qformat:yes; 	mso-style-parent:""; 	mso-padding-alt:0in 5.4pt 0in 5.4pt; 	mso-para-margin:0in; 	mso-para-margin-bottom:.0001pt; 	mso-pagination:widow-orphan; 	font-size:11.0pt; 	font-family:"Calibri","sans-serif"; 	mso-ascii-font-family:Calibri; 	mso-ascii-theme-font:minor-latin; 	mso-fareast-font-family:"Times New Roman"; 	mso-fareast-theme-font:minor-fareast; 	mso-hansi-font-family:Calibri; 	mso-hansi-theme-font:minor-latin; 	mso-bidi-font-family:"Times New Roman"; 	mso-bidi-theme-font:minor-bidi;} --> <!--[endif]--></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">1. Remember people’s names/Mengingat nama seseorang </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">Ari Ceper</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">Real Name: Harrie Sabrang</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">27 tahun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">Karyawan TV Swasta </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">“Saat SMP dulu sekitar tahun 1992, kebetulan saya paling kecil diantara teman-teman dan sering dipanggil ‘ceper’. Waktu kuliah di Teknik Arsitek saya juga punya cita-cita membuat ceper pesawat, makanya teman-teman menjuluki saya dengan nama Ari Ceper sampai sekarang.&#8221;</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">Negro</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">Real Name: Sefni</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">28 tahun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">Operation Manager Pub </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">“Panggilan Negro mulai akrab saat saya memasuki Kota Malang. Karena saya satu-satunya pria berkulit hitam di lingkungan kerja saya, maka panggilan itu muncul begitu saja. Pertama mendengar membuat saya sedikit kesal. Namun lama-kelamaan saya mulai suka dan berkat nama Negro, saya sekarang lebih dikenal banyak orang.” </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><strong><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">Jambul</span></strong></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">Real Name: Rizal Syarif</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">24 tahun</span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">Outsearching Event Organizer </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB"> </span></p>
<p class="MsoNormal" style="text-align: justify;"><span style="font-family: &quot;Trebuchet MS&quot;,&quot;sans-serif&quot;;" lang="EN-GB">“Pada waktu SMU trend cukur jambul sedang trend. Saya pun mencukur model rambut jambul. Karena kebetulan di sekolah ada dua nama Ichal, untuk membedakannya saya dipanggil Ichal Jambul. Tapi karena terlalu panjang akhirnya di panggil Jambul saja. Dan nama ini terus popular di tempat kuliah hingga di dunia kerja. Awalnya agak risih dan malu juga <span> </span>apalagi dengan orang yang lebih tua, tapi karena terbiasa lama kelamaan saya enjoy dengan julukan Jambul.”<span> </span></span></p>
</div>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kbRbp4wY_6grel13VORMPyPak8g/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kbRbp4wY_6grel13VORMPyPak8g/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kbRbp4wY_6grel13VORMPyPak8g/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/kbRbp4wY_6grel13VORMPyPak8g/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sayamagazine.com/2007/01/saya-people-edisi-15/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.sayamagazine.com/2007/01/saya-people-edisi-15/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Edisi 15 – Empathy</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sayamagazine/~3/TRv5sqKj-5Y/</link>
		<comments>http://www.sayamagazine.com/2007/01/edisi-15-%e2%80%93-empathy/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Dec 2006 17:16:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes from saya]]></category>
		<category><![CDATA[cover]]></category>
		<category><![CDATA[edisi]]></category>
		<category><![CDATA[edisi 15]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sayamagazine.com/?p=226</guid>
		<description><![CDATA[Mungkin kita sudah tidak asing dengan ungkapan seperti di bawah ini “putting yourself in the other person’s shoes” atau “seeing things through someone else’s eyes” atau “coba deh kalau loe jadi dia” dan masih banyak lagi ungkapan yang bisa mengartikan empati.
Empati, agak jarang sepertinya kita mendengar kata tersebut walaupun memang lebih baik dilakukan daripada diucapkan. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Saya Magazine - edisi 15 - Empathy" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/saya-magazine-_-cover_15.jpg"><img class="alignleft size-thumbnail wp-image-182" style="margin: 5px;" title="Saya Magazine - edisi 15 - Empathy" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/saya-magazine-_-cover_15-147x180.jpg" alt="Saya Magazine - edisi 15 - Empathy" width="147" height="180" /></a>Mungkin kita sudah tidak asing dengan ungkapan seperti di bawah ini “putting yourself in the other person’s shoes” atau “seeing things through someone else’s eyes” atau “coba deh kalau loe jadi dia” dan masih banyak lagi ungkapan yang bisa mengartikan empati.<br />
Empati, agak jarang sepertinya kita mendengar kata tersebut walaupun memang lebih baik dilakukan daripada diucapkan. Tetapi untuk melakukannyapun bukanlah sesuatu yang mudah dibutuhkan kemampuan untuk mengidentifikasikan dan memahami situasi, perasaan dan tujuan dari seseorang dan hal itu tidak terlepas dari kapasitas kita masing-masing.<br />
Banyak pekerjaan yang menuntut seseorang untuk lebih berempati, dokter, psikolog, psikiater, pekerja sosial, ataupun orang biasa yang orang 2010terdekatnya memiliki masalah yang cukup berat. Mereka biasanya memiliki kemampuan lebih untuk berempati, atau empati menjadi kebiasaan dan bagian dari keseharian mereka.<br />
Kali ini SAYA mengajak Anda untuk melihat mereka yang “memakai dan berjalan dengan sepatu orang lain” (bukan maling loh!) dalam kehidupan mereka. Mereka yang hidup tidak untuk diri mereka sendiri tetapi juga untuk orang lain. Semoga kita tanpa harus berjalan dengan sepatu orang lain tetapi mempunyai cukup hati untuk mencoba memakainya.</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7XmnIbg3dNP2Pb4zR9beSFZL3lw/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7XmnIbg3dNP2Pb4zR9beSFZL3lw/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7XmnIbg3dNP2Pb4zR9beSFZL3lw/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/7XmnIbg3dNP2Pb4zR9beSFZL3lw/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sayamagazine.com/2007/01/edisi-15-%e2%80%93-empathy/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.sayamagazine.com/2007/01/edisi-15-%e2%80%93-empathy/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Saya People – edisi 14</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sayamagazine/~3/h37Duk0cOCM/</link>
		<comments>http://www.sayamagazine.com/2006/10/saya-people-edisi-14/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Oct 2006 19:15:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Saya people]]></category>
		<category><![CDATA[edisi 14]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sayamagazine.com/?p=146</guid>
		<description><![CDATA[Prisilla Puspitasari (Cici), 26 tahun, PR Consultant
&#8220;Memberikan perhatian dan kasih sayang pada anak-anak panti asuhan, buat saya menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. Menurut saya, memberikan perhatian pada mereka tidak hanya berupa materi seperti memberikan susu, selimut, pakaian, dan lain-lain, tapi yang lebih penting adalah kesediaan meluangkan waktu untuk bisa bersama mereka.
Saya pikir membantu orang lain tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a title="Prisilla Puspitasari (Cici)" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/edisi14_ss03.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-145 alignleft" style="margin: 5px;" title="Saya's people - edisi 14" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/edisi14_ss03-150x180.jpg" alt="Saya's people - edisi 14" width="150" height="180" /></a><strong>Prisilla Puspitasari (Cici), 26 tahun, PR Consultant</strong><br />
&#8220;Memberikan perhatian dan kasih sayang pada anak-anak panti asuhan, buat saya menjadi sebuah kebahagiaan tersendiri. Menurut saya, memberikan perhatian pada mereka tidak hanya berupa materi seperti memberikan susu, selimut, pakaian, dan lain-lain, tapi yang lebih penting adalah kesediaan meluangkan waktu untuk bisa bersama mereka.</p>
<p>Saya pikir membantu orang lain tidak harus menunggu atau menunda, tapi sekarang. Apapun yang bisa kita berikan, berikan saja. Saya juga bersyukur bisa dekat dengan anak-anak panti asuhan, karena dengan melihat kondisi mereka saya merasa sangat beruntung bisa dilahirkan dan dibesarkan dengan kasih sayang kedua orang tua.&#8221;</p>
<p>Lokasi: Tanggul Sungai Jeneberang, Benteng Somba Opu, Makassar<br />
Photographer: Md. Akbar</p>
<p><a title="Wahyu Rohman Cahyono (Wahyu)" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/edisi14_ss02.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-144 alignleft" style="margin: 5px;" title="Saya's people - edisi 14" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/edisi14_ss02-150x180.jpg" alt="Saya's people - edisi 14" width="150" height="180" /> </a><a rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/edisi14_ss01.jpg"></a></p>
<p><strong>Wahyu Rohman Cahyono (Wahyu), 31 tahun, Human Resources Office</strong></p>
<p>“Saya bekerja di bagian Human Resources (HR) selama 3 tahun. Tugas HR lebih luas dari Personalia, yaitu mulai dari proses recruitment, training, pembinaan, career path, promosi, pembuatan job description, sampai orang selesai masa tugas atau PHK.</p>
<p>Sama seperti tukang kebun yang harus kepanasan atau mungkin terkena duri pohon yang dirawatnya. Kadang karyawan datang mengeluh tentang benefit-benefit yang seharusnya mereka terima, dan saya harus menyabarkan mereka. Padahal yang saya pikirkan justru benefit mereka dan tanpa sadar melupakan nasib saya sendiri.</p>
<p>Menjadi HR tidak harus dari background pendidikan tertentu, paling penting punya kepedulian lebih terhadap orang lain, boleh dibilang harus memiliki empati, karena dia harus memikirkan orang lain.”</p>
<p>Lokasi : Tanjung Bunga Makassar<br />
Photographer : Md. Akbar</p>
<p><a title="Estee Anastasya (Echi)" rel="lightbox" href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/edisi14_ss01.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-143 alignleft" style="margin: 5px;" title="Saya's people - edisi 14" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/edisi14_ss01-150x180.jpg" alt="Saya's people - edisi 14" width="150" height="180" /></a></p>
<p><strong>Estee Anastasya (Echi), 24 Tahun, Mahasiswi</strong></p>
<p>“Adik saya, Regisa (Icha) usianya 16 tahun. Panggilan sayang saya ke dia ‘Tolin’ karena dia suka sekali sama Bertrand Antolin.</p>
<p>Sejak lahir, Icha tidak bisa berjalan, karena itu sampai sekarang Icha menggunakan kursi roda. Saya sangat dekat dan sayang padanya. Karena dekatnya, dia hanya mau tidur dengan saya.</p>
<p>Setiap weekend, saya selalu membawanya pergi shopping, karaoke atau sekadar jalan-jalan, baik bersama teman-teman atau keluarga. Saya bangga punya adik cantik dan pintar seperti Icha.”</p>
<p>“For me, my sister is the air that I breathe. I’ll die for her and willing to do everything for her.”</p>
<p>Lokasi : Water Side Villas &#8211; Tanjung Bunga, Makassar<br />
Photographer : Md. Akbar</p>
<p><span> </span></p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wyUrqmC-FwIQHY4SM0aR0Wv2LLs/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wyUrqmC-FwIQHY4SM0aR0Wv2LLs/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wyUrqmC-FwIQHY4SM0aR0Wv2LLs/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/wyUrqmC-FwIQHY4SM0aR0Wv2LLs/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sayamagazine.com/2006/10/saya-people-edisi-14/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.sayamagazine.com/2006/10/saya-people-edisi-14/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tersenyumlah selalu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sayamagazine/~3/aEXeEgVSncU/</link>
		<comments>http://www.sayamagazine.com/2006/10/tersenyumlah-selalu/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Oct 2006 17:45:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Something to think about]]></category>
		<category><![CDATA[edisi 14]]></category>
		<category><![CDATA[Psychology]]></category>
		<category><![CDATA[saya magazine]]></category>
		<category><![CDATA[Sidharta Tedja]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sayamagazine.com/?p=232</guid>
		<description><![CDATA[
Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.
Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama &#8220;Tersenyum&#8221;. Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/702399.jpg"><img class="size-full wp-image-233 alignnone" style="margin: 5px;" title="Something to think about - Tersenyumlah selalu" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/702399.jpg" alt="Something to think about - Tersenyumlah selalu" width="347" height="526" /></a></p>
<p>Saya adalah ibu tiga orang anak (umur 14, 12, dan 3 tahun) dan baru saja menyelesaikan kuliah saya. Kelas terakhir yang harus saya ambil adalah Sosiologi.<br />
Sang Dosen sangat inspiratif dengan kualitas yang saya harapkan setiap orang memilikinya. Tugas terakhir yang diberikannya diberi nama &#8220;Tersenyum&#8221;. Seluruh siswa diminta untuk pergi ke luar dan tersenyum kepada tiga orang dan mendokumentasikan reaksi mereka. Saya adalah seorang yang mudah bersahabat dan selalu tersenyum pada setiap orang dan mengatakan &#8220;hello&#8221;, jadi, saya pikir,tugas ini sangatlah mudah.</p>
<p>Segera setelah kami menerima tugas tsb, suami saya, anak bungsu saya, dan saya pergi ke restoran McDonald&#8217;s pada suatu pagi di bulan Maret yang sangat dingin dan kering. Ini adalah salah satu cara kami dalam antrian, menunggu untuk dilayani, ketika mendadak setiap orang di sekitar kami mulai menyingkir, dan bahkan kemudian suami saya ikut menyingkir.Saya tidak bergerak sama sekali&#8230; suatu perasaan panik menguasai diri saya ketika saya berbalik untuk melihat mengapa mereka semua menyingkir.</p>
<p>Ketika berbalik itulah saya membaui suatu &#8220;bau badan kotor&#8221; yang sangat menyengat, dan berdiri di belakang saya dua orang lelaki tunawisma.Ketika saya menunduk melihat laki-laki yang lebih pendek, yang dekat dengan saya, ia sedang &#8220;tersenyum&#8221;.<br />
Matanya yang biru langit indah penuh dengan cahaya Tuhan ketika ia minta untuk dapat diterima. Ia berkata &#8220;Good day&#8221; sambil menghitung beberapa koin yang telah ia kumpulkan. Lelaki yang kedua memainkan tangannya dengan gerakan aneh sambil berdiri di belakang temannya.</p>
<p>Saya menyadari bahwa lelaki kedua itu menderita defisiensi mental dan lelaki dengan mata biru itu adalah penolongnya. Saya menahan haru ketika berdiri di sana bersama mereka.</p>
<p>Wanita muda di counter menanyai lelaki itu apa yang mereka inginkan. Ia berkata, &#8220;Kopi saja, Nona&#8221; karena hanya itulah yang mampu mereka beli.(Jika mereka ingin duduk di dalam restoran dan menghangatkan tubuh mereka, mereka harus membeli sesuatu.) Ia hanya ingin menghangatkan badan.<br />
Kemudian saya benar-benar merasakannya &#8211; desakan itu sedemikian kuat sehingga saya hampir saja merengkuh dan memeluk lelaki kecil bermata biru itu. Hal itu terjadi bersamaan dengan ketika saya menyadari bahwa semua mata di restoran menatap saya, menilai semua tindakan saya.</p>
<p>Saya tersenyum dan berkata pada wanita di belakang counter untuk memberikan saya dua paket makan pagi lagi dalam nampan terpisah. Kemudian saya berjalan melingkari sudut ke arah meja yang telah dipilih kedua lelaki itu sebagai tempat istirahatnya. Saya meletakkan nampan itu ke atas meja dan meletakkan tangan saya di atas tangan dingin lelaki bemata biru itu.</p>
<p>Ia melihat ke arah saya, dengan air mata berlinang, dan berkata &#8220;Terima kasih.&#8221; Saya meluruskan badan dan mulai menepuk tangannya dan berkata, &#8220;Saya tidak melakukannya untukmu. Tuhan berada di sini bekerja melalui diriku untuk memberimu harapan.&#8221;</p>
<p>Saya mulai menangis ketika saya berjalan meninggalkannya dan bergabung dengan suami dan anak saya. Ketika saya duduk suami saya tersenyum kepada saya dan berkata, &#8220;Itulah sebabnya mengapa Tuhan memberikan kamu kepadaku, Sayang. Untuk memberiku harapan.&#8221; Kami saling berpegangan tangan beberapa saat dan pada saat itu kami tahu bahwa hanya karena Kasih Tuhan kami diberikan apa yang dapat kami berikan untuk orang lain.</p>
<p>Hari itu menunjukkan kepadaku cahaya kasih Tuhan yang murni dan indah.Saya kembali ke college, pada hari terakhir kuliah, dengan cerita ini ditangan saya. Saya menyerahkan &#8220;proyek&#8221; saya dan dosen saya membacanya. Kemudian ia melihat kepada saya dan berkata, &#8220;Bolehkan saya membagikan ceritamu kepada yang lain?&#8221; Saya mengangguk pelahan dan ia kemudian meminta perhatian dari kelas. Ia mulai membaca dan saat itu saya tahu bahwa kami, sebagai manusia dan bagian dari Tuhan, membagikan pengalaman ini untuk menyembuhkan dan untuk disembuhkan..</p>
<p>Dengan caraNya sendiri, Tuhan memakai saya untuk menyentuh orang-orang yang ada diMcDonald&#8217;s, suamiku, anakku, guruku, dan setiap jiwa yang menghadiri ruang kelas di malam terakhir saya sebagai mahasiswi..<br />
Saya lulus dengan satu pelajaran terbesar yang pernah saya pelajari:<br />
PENERIMAAN YANG TAK BERSYARAT.</p>
<p>Banyak cinta dan kasih sayang yang dikirimkan kepada setiap orang yang mungkin membaca cerita ini dan mempelajari bagaimana untuk MENCINTAI<br />
SESAMA DAN MEMANFAATKAN BENDA-BENDA BUKANNYA MENCINTAI BENDA DAN MEMANFAATKAN SESAMA.</p>
<p>Seorang malaikat menulis:<br />
Banyak orang akan datang dan pergi dari kehidupanmu, tetapi hanya sahabat2 sejati yang akan meninggalkan jejak di dalam hatimu. Untuk menangani dirimu, gunakan kepalamu. Tetapi untuk menangani orang lain, gunakan hatimu.</p>
<p>Tuhan memberikan kepada setiap burung makanan mereka, tetapi Ia tidak melemparkan makanan itu ke dalam sarang mereka. Ia yang kehilangan uang, kehilangan banyak; Ia yang kehilangan seorang teman, kehilangan lebih banyak; tetapi ia yang kehilangan keyakinan, kehilangan semuanya. Orang-orang muda yang cantik adalah hasil kerja alam, tetapi orang-orang tua yang cantik adalah hasil karya seni.<br />
Belajarlah dari kesalahan orang lain. Engkau tidak dapat hidup cukup lama untuk mendapatkan semua itu dari dirimu sendiri.</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VB33VxKfGDYTo25Piy0LyCTtF_A/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VB33VxKfGDYTo25Piy0LyCTtF_A/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VB33VxKfGDYTo25Piy0LyCTtF_A/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VB33VxKfGDYTo25Piy0LyCTtF_A/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sayamagazine.com/2006/10/tersenyumlah-selalu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.sayamagazine.com/2006/10/tersenyumlah-selalu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>‘Jupe’ Jupiter Fortissimo Jansen Talloga</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sayamagazine/~3/xMGeQaD78cQ/</link>
		<comments>http://www.sayamagazine.com/2006/10/jupe-jupiter-fortissimo-jansen-talloga/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Oct 2006 18:52:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Young & Inspiring]]></category>
		<category><![CDATA[edisi 14]]></category>
		<category><![CDATA[Jupe]]></category>
		<category><![CDATA[Jupiter Fortissimo Jansen Talloga]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[Young and Inspiring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sayamagazine.com/?p=305</guid>
		<description><![CDATA[
Tujuan dan prioritas hidup masing-masing orang kadang berbeda. Begitu juga dengan sosok pria bernama lengkap Jupiter Fortissimo Jansen Talloga yang akrab dipanggil Jupe. Meskipun sempat menghilang dari dunia keartisan yang membesarkan namanya dan bergelut di bidang kerohanian, namun keduanya tetap seiring sejalan. Yang penting bagi pria kelahiran 3 Februari 1982 ini, semua hal yang dilakukan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-312" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" title="Jupiter Fortissimo" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/jupiterfortissimo_01.jpg" alt="Jupiter Fortissimo" width="390" height="488" /></p>
<p><strong>Tujuan dan prioritas hidup masing-masing orang kadang berbeda. Begitu juga dengan sosok pria bernama lengkap Jupiter Fortissimo Jansen Talloga yang akrab dipanggil Jupe. Meskipun sempat menghilang dari dunia keartisan yang membesarkan namanya dan bergelut di bidang kerohanian, namun keduanya tetap seiring sejalan. Yang penting bagi pria kelahiran 3 Februari 1982 ini, semua hal yang dilakukan harus bisa menjadi berkat bagi orang lain.</strong></p>
<p><em>Sekarang sedang sibuk apa?</em><br />
Baru saja syuting film horor. Ini pertama kalinya buat saya. Tadinya ingin main di film drama tapi kesempatannya lagi di sini dan memang sekarang sedang demam film horor. Film ini kemungkinan dirilis Februari 2007 jadi tidak tabrakan dengan film-film horor yang beredar sekarang.</p>
<p><em>Tidak takut dianggap Ikut-ikutan?</em><br />
Terserah orang mau bilang apa. Yang pasti di situ peranan saya lumayan penting. Saya terima karena skenario dan sutradaranya juga bagus, jadi saya rasa hasilnya juga akan bagus tidak seperti film-film horor kacangan.</p>
<p><em>Jarang terlihat main di sinetron?</em><br />
Kalau terlalu sering main di sinetron, biasanya susah untuk main di film. Makanya saya sengaja memilih beberapa sinetron saja. Untuk saat ini saya sedang konsentrasi main di film dulu.</p>
<p><em>Atau karena lebih konsentrasi di bidang kerohanian?</em><br />
Itu juga sih. Karena sekarang seminggu sekali siaran di radio dan melakukan pelayanan bersama teman-teman saya.<br />
Pada saat siaran dan bisa menyelesaikan masalah orang lain, bagaimana perasaan kamu?<br />
Bisa menjawab SMS atau telpon saja sudah senang. Karena kita tidak tahu apakah dengan jawaban itu mereka akan bisa menyelesaikan masalah. Saya bersyukur sekali kalau ternyata jawaban kami bisa meringankan masalah mereka.</p>
<p><em>Perubahan apa yang dirasakan setelah sebelumnya pure di artis dan sekarang di kerohanian?</em><br />
Pastinya ada. Tapi tidak bisa diungkapkan dengan kata-kata, hanya saya dan Tuhan yang mengetahuinya. Yang pasti ada perubahan sikap, tingkah laku, pola  dan gaya hidup saya menjadi lebih baik.</p>
<p><em>Jadi kamu memprioritaskan yang mana?</em><br />
Yang pertama pastinya Tuhan. Untuk karis saya tetap memegang profesionalisme. Karena tidak semua manusia yang konsen ke kerohanian kemudian seluruh hidupnya diserahkan untuk mengabdi pada Tuhan. Bermain di sinetron yang berkat juga bisa menjadi bentuk pelayanan pada Tuhan. Berusaha menjadi diri sendiri dan menjadi berkat bagi orang lain itu yang lebih penting buat saya.</p>
<p><em>Siapa yang mendorong melakukannya?</em><br />
Yang pasti diri saya sendiri. Karena kalau dari orang lain takutnya terpaksa. Keluarga juga, karena kebetulan memang mereka aktif di situ.</p>
<p><em>Kalau disuruh memilih sinetron dan film, kamu pilih yang mana?</em><br />
Kalau berbicara secara finansial memang main film tidak sebanyak di sinetron. Dan sekarang saya memang masih cinta dunia sinetron. Tapi kalau ada tawaran main film, ayo saja.</p>
<p><em>Pernah tidak ada tawaran nyanyi?</em><br />
Saat ini sih menyanyi buat Tuhan saja. Dan sekarang saya ada di Makassar juga dalam rangka itu. Kebanyakan sih buat mengisi acara gereja dan saya lebih konsentrasi buat anak-anak muda, sehingga mereka bisa menjadi berkat bagi orang lain.</p>
<p><em>Keinginan kamu untuk merubah dunia menjadi lebih baik?</em><br />
Mau mengembalikan kondisi anak muda yang lebih baik. Karena dulu saya juga pernah merasakan kehidupan anak muda yang bebas dan melakukan apa saja. Saya hanya ingin bilang, carilah Tuhan dan kalian akan dapatkan semuanya.</p>
<p><em>Obsesi ke depan?</em><br />
Saya ingin bisa menjadi seperti Mel gibson karena bisa membuat film yang menyentuh jiwa. Tapi kalau aktris saya ingin seperti Al Pacino. Di bidang kerohanian, saya ikuti saja apa yang akan dikehendaki Tuhan. Yang pasti kalau sebagai artis saya ingin bisa menjadi artis yang berkat dan bisa meng influence ke orang lain menjadi lebih baik.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-313" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" title="Jupiter Fortissimo" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/jupiterfortissimo_02.jpg" alt="Jupiter Fortissimo" width="390" height="716" /></p>
<p>teks: sri rahayu<br />
foto: jumhari S</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xF3yhsCiH129QzBhA6VbJvWbFlE/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xF3yhsCiH129QzBhA6VbJvWbFlE/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xF3yhsCiH129QzBhA6VbJvWbFlE/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/xF3yhsCiH129QzBhA6VbJvWbFlE/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sayamagazine.com/2006/10/jupe-jupiter-fortissimo-jansen-talloga/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.sayamagazine.com/2006/10/jupe-jupiter-fortissimo-jansen-talloga/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Roy Suryo</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sayamagazine/~3/_WoNpfRprS8/</link>
		<comments>http://www.sayamagazine.com/2006/10/roy-suryo/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Oct 2006 19:02:35 +0000</pubDate>
		<dc:creator>saya</dc:creator>
				<category><![CDATA[Wrap around]]></category>
		<category><![CDATA[edisi 14]]></category>
		<category><![CDATA[Profile]]></category>
		<category><![CDATA[roy suryo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.sayamagazine.com/?p=316</guid>
		<description><![CDATA[
Bagi Roy Suryo, semakin banyak masyarakat yang tahu tentang IT maka kehidupan akan semakin baik. Ia kemudian bertekad agar teknologi bisa diterima dengan mudah, sederhana, dan bisa dinikmati oleh masyarakat. “Teknologi itu indah jika kita mau memberikannya juga ke masyarakat, ” ungkapnya. 
Pria yang dulunya bernama Roy Suryo Udoro dikenal sebagai pakar Informasi dan Teknologi. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><img class="alignnone size-full wp-image-317" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" title="Roy Suryo" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/roysuryo_01.jpg" alt="Roy Suryo" width="390" height="182" /></strong></p>
<p><strong>Bagi Roy Suryo, semakin banyak masyarakat yang tahu tentang IT maka kehidupan akan semakin baik. Ia kemudian bertekad agar teknologi bisa diterima dengan mudah, sederhana, dan bisa dinikmati oleh masyarakat. “Teknologi itu indah jika kita mau memberikannya juga ke masyarakat, ” ungkapnya. </strong></p>
<p>Pria yang dulunya bernama Roy Suryo Udoro dikenal sebagai pakar Informasi dan Teknologi. Gelar yang disandangnya ini datang dari masyarakat. Mengalir dengan sendirinya.</p>
<p>Sebetulnya, gelar itu berawal dari hobinya mengutak-atik perangkat elektronik khususnya arus lemah seperti amplifier, radio, handy talky sejak duduk di bangku Sekolah Dasar. Bahkan saat SMP, pria kelahiran Jogya 18 Juli 1968 ini sudah membuat jaringan interkom dan soundsystem untuk sekolahnya. “Rakitan tangan saya itu masih berfungsi hingga sekarang,” ujarnya.</p>
<p>Saat di Sekolah Menengah Atas kreatifitasnya semakin menukik. Terbukti Roy menjadi Ketua Tim bidang fisika dan beberapa kali mewakili sekolah mengikuti lomba karya ilmiah.</p>
<p>Saat akhir SMA Roy memutuskan untuk meneruskan kuliah di komunikasi dan bukan di bidang teknik. Alasannya? “Saat itu ada semacam dikotomi masyarakat yang membedakan jurusan exact dan sosial. Hal inilah yang mendorong saya banting stir mengambil jurusan sosial,” paparnya.</p>
<p>Tapi justru disitulah suami dari Ririen Suryo ini mendapat ilmu dan dunia lain. Yaitu bagaimana manusia bisa berkomunikasi dengan masyarakat lainnya. Dan bagaimana komunikasi di in plant dengan teknologi hingga menjadi bidang yang ia tekuni saat ini.</p>
<p>Beberapa hobi diseriusinya. Salah satunya fotografi. Roy pun tergabung dalam kepengurusan Federasi Perkumpulan Seni Foto Indonesia (FPSI) sebagai wakil ketua. Hobinya yang lain adalah otomotif. Ikut raly dan merakit mobil juga digelutinya. “Dari hobi fotografi, elektronika, dan teknologi itulah yang mungkin membawa saya sampai sekarang.”</p>
<p>Teknologi saat ini memang sudah semakin canggih dan maju, dampaknya pada peradaban manusia sangat besar dan bisa menembus belahan dunia mana pun. “Teknologi sedikit banyak akan merubah pola hidup seseorang, baik sosial maupun psikologisnya. Seperti saat lebaran misalnya, dulu afdolnya kalau kita  bersalaman. Kemudian muncul budaya mengirim ucapan memakai kartu. Berkembang lagi mengirim ucapan lewat SMS dan MMS. Awalnya memang kurang afdol, tapi lama-kelamaan karena kondisi dan situasi akhirnya menjadi kebiasaan dan membudaya,” papar Roy.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-318" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" title="Roy Suryo" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/roysuryo_02.jpg" alt="Roy Suryo" width="390" height="171" /></p>
<p>Namun, secara realistis dampak teknologi tidak selalu positif. Ada pula negatifnya. Menurut Roy, semua tergantung pada pemakainya. Contohnya Web Cam di internet. Tujuan dibuatnya bagus, yaitu untuk telewicara. Tapi, kita juga tak bisa menutup mata karena ada saja orang-orang yang memanfaatkannya untuk hal negatif.</p>
<p>Dengan melihat itu semua, Dosen Pasca Sarjana UGM dan Konsultan Teknologi Komunikasi (Multimedia) ini tak terpekur pada kenyataan. Menurutnya yang lebih penting dilakukan sekarang adalah bagaimana mengedukasi ke masyarakat agar teknologi bisa digunakan sebaik-baiknya.</p>
<p>Mengantisipasi penggunaan teknologi secara negatif tidak hanya dilakukan dari segi teknis. Tapi juga non teknis. Misalnya pembuatan rancangan undang-undang informasi yang rencananya akan disyahkan.Di situ semuanya akan jelas karena sudah ada peraturannya.</p>
<p>Demi mewujudkan tekadnya, ia bersama rekan-rekannya di bidang komunikasi mensosialisasikan ke beberapa tempat. Tidak hanya di sekolah, kampus, dan hotel tapi juga roadshow ke pesantren, gereja, vihara atau tempat strategis lain. Karena menurutnya, ilmu itu bukan milik satu golongan, agama, atau ras saja tapi milik semua orang.</p>
<p>Semakin banyak orang yang mengetahui teknologi, setidaknya masyakarat bisa melindungi diri sendiri. Sama halnya dengan naik kendaraan. Jika banyak orang yang tahu cara berkendaraan kondisi lalu lintas akan semakin teratur. “Sama dengan teknologi semakin banyak yang tahu akan saling mengingatkan.”</p>
<p>Di Indonesia kondisi masyarakatnya masih paternalistik. Artinya, masyarakat baru akan mengikuti jika pemimpin negaranya sudah melakukan. Melihat kondisi itu, Roy menemui Presiden Susilo Bambang Yudoyono, agar mempunyai website. Maksudnya, secara tidak langsung hal ini akan diikuti menteri kemudian ke tingkat dibawahnya dan akhirnya masyarakat luas akan mengikuti.</p>
<p>Yang dibuat Roy selama ini sebenarnya sederhana. Ia hanya ingin membuat teknologi menjadi lebih mudah diterima masyarakat. Dengan banyaknya kejadian-kejadian yang ada sekarang, ia berusaha mengungkapkannya dari segi teknis tapi mudah diterima masyarakat. Saat seminar atau memberi kuliah misalnya, Roy membawakan presentasi dengan gaya bahasa yang mudah dan  menarik.</p>
<p>“Karena masyarakat kita sebenarnya ingin mengetahui hal-hal berat tapi mereka tidak ingin mendapatkannya dengan berat. Kebenaran akan tetap saya sampaikan meski apapun resikonya. Tapi bukan menyederhanakan juga,” ucapnya.</p>
<p><img class="alignnone size-full wp-image-319" style="margin-top: 5px; margin-bottom: 5px;" title="Roy Suryo" src="http://www.sayamagazine.com/wp-content/uploads/2010/02/roysuryo_03.jpg" alt="Roy Suryo" width="390" height="247" /></p>
<p>Nama  KRMT Roy Suryo Notodiprojo</p>
<p>Tempat tanggal lahir : Jogya, 18 Juli 1968</p>
<p>Pendidikan : Magister Perilaku dan Promosi, Program Pasca  Sarjana UGM</p>
<p>Pekerjaan: Dosen Pasca Sarjana UGM dan Konsultan Teknologi Komunikasi (Multimedia)</p>
<p>Hobby : Fotografi, Elektronika, Komputer dan Otomotif</p>
<p>Prestasi<br />
-  Host/Pembawa Acara Edutainment “e-lifestyle’ di Metro TV (mulai 2001)<br />
-  Penerima Telset Telematika Award  dari Menteri Perhubungan Agum Gumelar (2003)</p>
<p>Pengalaman Khusus<br />
- Menganalisa Foto dan Klise Presiden Gus Dur &amp; Ariyanti Boru Sitepu<br />
- Saksi Ahli dalam berbagai perkara menyangkut Teknologi Komunikasi &amp; Fotografi Digital (mulai 2003)<br />
- Menganalisa Kasus Rekaman Porno Maria Eva dan Yahya Zaeni (2006)</p>

<p><a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/F7gjzZBFSxXGnQgKt65-puXKHMI/0/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/F7gjzZBFSxXGnQgKt65-puXKHMI/0/di" border="0" ismap="true"></img></a><br/>
<a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/F7gjzZBFSxXGnQgKt65-puXKHMI/1/da"><img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/F7gjzZBFSxXGnQgKt65-puXKHMI/1/di" border="0" ismap="true"></img></a></p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.sayamagazine.com/2006/10/roy-suryo/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.sayamagazine.com/2006/10/roy-suryo/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
