<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>JakBelajar</title><description>One Stop Learning Media</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</managingEditor><pubDate>Thu, 12 Feb 2026 12:22:13 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">104</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://www.jakbelajar.com/</link><language>en-us</language><item><title>Download Gratis! Panduan Lengkap Mengubah Skripsi Menjadi Artikel Jurnal Ilmiah</title><link>http://www.jakbelajar.com/2025/02/download-gratis-panduan-lengkap.html</link><category>Education</category><category>Jurnal Ilmiah</category><category>Publikasi Ilmiah</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Thu, 13 Feb 2025 20:12:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-6408700173525472621</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Menyusun skripsi merupakan salah satu tantangan terbesar bagi mahasiswa tingkat akhir. Namun, setelah skripsi selesai, tantangan berikutnya yang sering muncul adalah bagaimana mengonversinya menjadi artikel ilmiah yang siap dipublikasikan di jurnal akademik. Banyak mahasiswa mengalami kesulitan dalam proses ini, meskipun mereka telah menyusun skripsi berdasarkan penelitian yang telah dilakukan secara mendalam. Beberapa hambatan yang sering dihadapi antara lain kurangnya pemahaman tentang format artikel jurnal, kesulitan dalam meringkas isi skripsi agar lebih padat, serta minimnya panduan praktis yang dapat membantu mereka dalam proses ini. Akibatnya, hanya sedikit skripsi yang berhasil dikembangkan menjadi artikel yang dapat diterbitkan. Padahal, publikasi ilmiah tidak hanya meningkatkan kredibilitas akademik seseorang, tetapi juga berperan dalam perkembangan ilmu pengetahuan. Bahkan, beberapa penelitian menunjukkan bahwa publikasi artikel ilmiah dapat memberikan dampak positif terhadap portofolio akademik dan profesional mahasiswa, yang nantinya berkontribusi pada karier mereka.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Untuk membantu mengatasi kendala tersebut, JakBelajar telah menyediakan sebuah buku Panduan Praktis Penulisan Artikel Ilmiah bagi Mahasiswa. Buku ini dapat diunduh secara gratis. Buku ini disusun sebagai salah satu persyaratan kelulusan dalam kegiatan Pelatihan Dasar (Latsar) CPNS Kemdikbudristek Tahun 2024. Awalnya, buku ini hanya ditujukan bagi mahasiswa Program Studi Pendidikan Biologi FKIP USK saja. Namun, mengingat bahwa tantangan dalam menulis artikel ilmiah juga dialami oleh mahasiswa dari berbagai kampus lainnya, maka buku ini dibagikan secara lebih luas agar dapat dimanfaatkan oleh lebih banyak orang. Dengan adanya buku ini, diharapkan mahasiswa dapat lebih mudah memahami proses transformasi skripsi menjadi artikel ilmiah yang sesuai dengan standar akademik.&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4s7HTVAWlw53EsrMAv6V_7KTwK2YkvdaVkA_FOvZA0VTmEBvUBtqBdmAv2LvEJWGzCasVVndz3KtDj1q3MrQaVmtYGBxLEI_w_0Nu7ndsa9_ipJR3PCFQwE9GTHPhzzBA7kTVZpVcohat-ZHe71a3VKDgibdUPlsGlL3H-t0tiJSfkaP-fkbjgZz_7o9x/s2000/Buku%20Panduan%20Praktis%20Penulisan%20Artikel%20Ilmiah_Published.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cover Buku Panduan Praktis Penulisan Artikel Ilmiah" border="0" data-original-height="2000" data-original-width="1414" height="640" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4s7HTVAWlw53EsrMAv6V_7KTwK2YkvdaVkA_FOvZA0VTmEBvUBtqBdmAv2LvEJWGzCasVVndz3KtDj1q3MrQaVmtYGBxLEI_w_0Nu7ndsa9_ipJR3PCFQwE9GTHPhzzBA7kTVZpVcohat-ZHe71a3VKDgibdUPlsGlL3H-t0tiJSfkaP-fkbjgZz_7o9x/w452-h640/Buku%20Panduan%20Praktis%20Penulisan%20Artikel%20Ilmiah_Published.png" title="Cover Buku Panduan Praktis Penulisan Artikel Ilmiah" width="452" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cover Buku Panduan Praktis Penulisan Artikel Ilmiah&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Buku ini dirancang untuk memberikan pemahaman komprehensif tentang struktur artikel ilmiah yang berbeda dari skripsi, cara menyingkat bagian yang tidak diperlukan, serta bagaimana menyusun format artikel sesuai dengan ketentuan jurnal yang dituju. Selain itu, mahasiswa juga akan mendapatkan contoh konkret bagaimana skripsi dapat dikonversi menjadi artikel ilmiah, serta langkah-langkah praktis dalam menyusun abstrak, pendahuluan, metode, hasil, dan pembahasan dengan lebih ringkas dan sesuai dengan kaidah akademik. Tidak hanya itu, buku ini juga menyediakan panduan dalam memilih jurnal yang tepat, menyesuaikan gaya penulisan dengan standar penerbitan, hingga langkah-langkah teknis dalam proses submit artikel agar lebih berpeluang diterima untuk diterbitkan.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan adanya panduan ini, diharapkan lebih banyak mahasiswa dapat memanfaatkan hasil penelitian mereka, bukan hanya sebagai dokumen akademik yang tersimpan di perpustakaan kampus, tetapi juga sebagai karya ilmiah yang berkontribusi bagi dunia akademik dan masyarakat luas. Bagi mahasiswa yang merasa belum memiliki pengalaman dalam menulis artikel ilmiah, Anda tidak perlu khawatir, karena buku ini disusun dengan sistematis dan menggunakan bahasa yang mudah dipahami, bahkan bagi pemula.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;div class="box-download"&gt;
  &lt;div&gt;pdf&lt;/div&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;span&gt;Buku Panduan Praktis Penulisan Artikel Ilmiah.pdf&lt;/span&gt;
    &lt;span&gt;7.7MB&lt;/span&gt;
  &lt;/div&gt;
  &lt;div&gt;
    &lt;a class="button icon-download" href="https://drive.google.com/file/d/1BCN1MJa6FT_3sqjjNebu1WIV2X4KJWD6/view?usp=sharing"&gt;Download&lt;/a&gt;
  &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;

Anda juga dapat membaca buku ini secara online tanpa perlu mengunduhnya melalui blog ini.
&lt;div style="border-radius: 8px; box-shadow: rgba(63, 69, 81, 0.16) 0px 2px 8px 0px; height: 0px; margin-bottom: 0.9em; margin-top: 1.6em; overflow: hidden; padding-bottom: 0px; padding-top: 141.429%; position: relative; width: 100%; will-change: transform;"&gt;
  &lt;iframe allow="fullscreen" allowfullscreen="allowfullscreen" loading="lazy" src="https://www.canva.com/design/DAGYLrXfVM4/OjVar8MPVePxqR5_8J3OUg/view?embed" style="border: none; height: 100%; left: 0; margin: 0; padding: 0; position: absolute; top: 0; width: 100%;"&gt;
  &lt;/iframe&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href="https://www.canva.com/design/DAGYLrXfVM4/OjVar8MPVePxqR5_8J3OUg/view?utm_content=DAGYLrXfVM4&amp;amp;utm_campaign=designshare&amp;amp;utm_medium=embeds&amp;amp;utm_source=link" rel="noopener" target="_blank"&gt;Buku Panduan Praktis Penulisan Artikel Ilmiah_Published&lt;/a&gt; by Hendra Yulisman&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4s7HTVAWlw53EsrMAv6V_7KTwK2YkvdaVkA_FOvZA0VTmEBvUBtqBdmAv2LvEJWGzCasVVndz3KtDj1q3MrQaVmtYGBxLEI_w_0Nu7ndsa9_ipJR3PCFQwE9GTHPhzzBA7kTVZpVcohat-ZHe71a3VKDgibdUPlsGlL3H-t0tiJSfkaP-fkbjgZz_7o9x/s72-w452-h640-c/Buku%20Panduan%20Praktis%20Penulisan%20Artikel%20Ilmiah_Published.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Panduan Praktis Menggunakan Template Proposal dan Skripsi Prodi Pendidikan Biologi FKIP USK</title><link>http://www.jakbelajar.com/2025/02/panduan-praktis-menggunakan-template.html</link><category>FKIP</category><category>Publikasi Ilmiah</category><category>Tutorial</category><category>USK</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Sun, 9 Feb 2025 19:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-3455829203577151886</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Postingan ini akan membahas tentang cara menggunakan template proposal skripsi dan tesis Departemen Pendidikan Biologi FKIP USK. Template ini merupakan hasil pengembangan dari Buku Panduan Penulisan Skripsi dan Tesis FKIP USK. Apabila ada perbedaan petunjuk antara informasi yang ada di template dengan buku panduan, maka segera hubungi kaprodi atau dapat memberikan komentar pada postingan ini. Selanjutnya, postingan ini terdiri dari tujuh bagian, dimulai dari cara mendownload sampai dengan mengatur daftar pustaka dengan tepat.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p class="alert alert-info"&gt;Bagi mahasiswa Magister Pendidikan Biologi FKIP USK, silahkan menyesuaikan dengan cara mengubah Kata Skripsi menjadi Tesis dan seterusnya.&lt;/p&gt;
&lt;p class="alert alert-error"&gt;
  Informasi yang ada di bagian &lt;b&gt;Daftar Isi merupakan contoh saja&lt;/b&gt;. Silahkan sesuaikan dengan isi Proposal, Skripsi, ataupun Tesis Anda.
&lt;/p&gt;
&lt;p class="alert alert-error"&gt;
  Apabila Anda menggunakan penelitian &lt;b&gt;Kuantitatif&lt;/b&gt;, maka pada &lt;b&gt;Bab 1 harus memiliki sub Bab Hipotesis&lt;/b&gt;. Sub bab hipotesis terletak setelah &lt;b&gt;sub bab Tujuan&lt;/b&gt;.
&lt;/p&gt;
&lt;p class="alert alert-error"&gt;
  Anda harus menyesuaikan &lt;b&gt;Lembar Pengesahan file Skripsi&lt;/b&gt; (baik Penelitian Pendidikan Biologi dan Biologi) sesuai dengan kebutuhan. &lt;i&gt;Jika Anda ingin mencetak Skripsi, maka Anda tidak perlu mengubah informasi apapun yang ada di Lembar Pengesahan saat ini&lt;/i&gt;. Namun, jika Anda ingin &lt;i&gt;mendaftar Sidang Skripsi&lt;/i&gt;, maka Anda harus &lt;i&gt;menyesuaikan informasi yang ada di Lembar Pengesahan&lt;/i&gt;, yaitu mengubah kata Penguji menjadi Pengkaji dan Mengganti letak  tanda tangan Departemen Program Studi dengan Koordinator Program Studi. Jadi, pada Lembar Pengesahan, hanya ada 1 kolom tanda tangan saja yang terletak di sebelah kiri, yaitu tanda tangan Koordinator Program Studi saja.
&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;Cara download dan ekstrak file template&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;File template telah dikompres menjadi file .&lt;b&gt;rar&lt;/b&gt;. Hal ini bertujuan untuk melindungi format file agar tidak berubah saat didownload dengan browser yang berbeda. Pastikan komputer Anda telah terinstal software WinRar atau 7zip. Adapun cara download dan ekstrak file template adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Klik link berikut. &lt;a href="https://s.id/824H8"&gt;https://s.id/824H8&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Download file yang terdapat pada link tersebut.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada panduan ini, software kompresi yang digunakan adalah Winrar. Klik 2x pada file yang telah didownload.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah terbuka, klik 1x pada jenis file yang Anda inginkan. Pada contoh ini, saya memilih file Template Skripsi PBIO FKIP USK– Penelitian Pendidikan Biologi-v1.0.docx.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik pada ekstrak to specific folder, lalu pilih folder yang Anda inginkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;File telah berhasil Anda download dan ekstrak.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQsd7WKBnRhnBrQM4a1WL25gqbTyBs79or24HSaZ9o6g019fE-hwk4oQX-PEdE_FD2UHm14GppNdO_1LgFJUqBZVdXr9k5-_2VmNLq8x2iB01b47N406ALsuVo80YCQaHaWy7-FTWUG8r4zfoa_eQaCMzJvch3-1kaQ6GG0udkAam2MMtre-1590UNpdqh/s1366/1.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan file template yang dibuka menggunakan WinRar" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQsd7WKBnRhnBrQM4a1WL25gqbTyBs79or24HSaZ9o6g019fE-hwk4oQX-PEdE_FD2UHm14GppNdO_1LgFJUqBZVdXr9k5-_2VmNLq8x2iB01b47N406ALsuVo80YCQaHaWy7-FTWUG8r4zfoa_eQaCMzJvch3-1kaQ6GG0udkAam2MMtre-1590UNpdqh/w400-h225/1.png" title="Tampilan file template yang dibuka menggunakan WinRar" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan file template yang dibuka menggunakan WinRar&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;Cara cek kesesuaian format file template&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;File template ini sudah diformat dan diatur sedemikian rupa agar memudahkan mahasiswa dalam menyusun tugas akhirnya. Format dan pengaturan yang dimaksud mencakup jenis dan ukuran huruf, sampai dengan pembuatan halaman yang berbeda berdasarkan bagian penyusun proposal ataupun skripsi. Oleh sebab itulah, sebelum menggunakan template ini, silahkan cek kesesuaian format template ini dengan buku panduan dari FKIP USK. Adapun cara mengecek kesesuaian format template adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Klik 2x pada file yang telah diupload.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Klik Menu View, lalu centang pada bagian Navigation Pane. Setelah navigation Pane Aktif, Anda bisa melihat bahwa semua bagian proposal atau skripsi sudah muncul di sisi kanan layar. Fungsi ini bertujuan Anda untuk memudahkan navigasi antar bagian penyusuan proposal atau skripsi tanpa perlu &lt;i&gt;scrolling&lt;/i&gt; yang berlebihan.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Aktifkan Styles Pane yang ada di menu Home.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Bawa kursor ke kata tertentu untuk melihat format style. Misalnya, disini saya klik di bagian Daftar Isi, maka di bagian Styles pane akan terlihat bahwa kolom yang aktif adalah “HEADING 1”. Artinya, frasa Daftar Isi diformat dengan Heading 1.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Silahkan cek semua bagian isi dari template, termasuk paragraf.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Apabila sudah sesuai dengan buku panduan, maka Anda sudah bisa menggunakan file template tersebut.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQTW-pTAtYQkO01yHSpILZReaA43NMjZsD1QXaQaBMLtP2hLOER2f2JnF43N-as-eKfj9exy1bOwMIdTQJHJ5w6ET-EP6NB2-rFAtrZmi1HMAMnjVkTB2DxrGWkZ-YCHBTLSr9DXkRJu1oukiH41_ql9WKscGOUN8gni1J_5nb37aYNH6DiXMM9H57jyvW/s1366/2.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan menu pengaktifan Navigation Pane" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQTW-pTAtYQkO01yHSpILZReaA43NMjZsD1QXaQaBMLtP2hLOER2f2JnF43N-as-eKfj9exy1bOwMIdTQJHJ5w6ET-EP6NB2-rFAtrZmi1HMAMnjVkTB2DxrGWkZ-YCHBTLSr9DXkRJu1oukiH41_ql9WKscGOUN8gni1J_5nb37aYNH6DiXMM9H57jyvW/w400-h225/2.png" title="Tampilan menu pengaktifan Navigation Pane" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan menu pengaktifan Navigation Pane&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaIKerXkARDTiXTdV9-M2fRWl8_Ie_mWmtG2g-D2zm9Oz-I4C6VlpaK5stn85GrmL0Lbus3foLOAxzASgsA8BylKN_6GkPSuFkaWXs3u8Q62disKCzcVwBzY9xYF9emg6eCTnFhynBCqI1wXpl1wbLFCnyPVGZPFkWbGMkDw1QBsTumphv-56CIty5ZUmq/s1366/4.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara mengecek kesesuaian format dan style" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhaIKerXkARDTiXTdV9-M2fRWl8_Ie_mWmtG2g-D2zm9Oz-I4C6VlpaK5stn85GrmL0Lbus3foLOAxzASgsA8BylKN_6GkPSuFkaWXs3u8Q62disKCzcVwBzY9xYF9emg6eCTnFhynBCqI1wXpl1wbLFCnyPVGZPFkWbGMkDw1QBsTumphv-56CIty5ZUmq/w400-h225/4.png" title="Cara mengecek kesesuaian format dan style" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cara mengecek kesesuaian format dan style&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;Cara mengisi informasi dasar pada template&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Informasi dasar terdiri dari judul, nama mahasiswa, NPM, sampai dengan nama penguji. Bagian-bagian tersebut telah ditandai dengan huruf berwarna merah. Silahkan ubah informasi tersebut lalu ubah warna hurufnya menjadi hitam.&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyIuibptFvo9GBklPz018cH2ncXc8OehxFEoITzuH0tWiRzwK6_r4qtBUBYUBQWq-yfKmvbY1klz1weZ9CvS-YSkQPtVwjgqaE5Q21vJcOj7xO0dMMaorfh1mLD7DIOCz6VztPqzC34zI6bf275ncMt5ha1wnrOzLa8RU9qMK8Ui5gOVx0b0gALjjhbUBj/s1366/3.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Bagian-bagian informasi dasar yang harus diganti" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyIuibptFvo9GBklPz018cH2ncXc8OehxFEoITzuH0tWiRzwK6_r4qtBUBYUBQWq-yfKmvbY1klz1weZ9CvS-YSkQPtVwjgqaE5Q21vJcOj7xO0dMMaorfh1mLD7DIOCz6VztPqzC34zI6bf275ncMt5ha1wnrOzLa8RU9qMK8Ui5gOVx0b0gALjjhbUBj/w400-h225/3.png" title="Bagian-bagian informasi dasar yang harus diganti" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bagian-bagian informasi dasar yang harus diganti&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;Cara mengisi daftar isi, tabel, gambar, dan lampiran&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daftar isi, tabel, gambar, dan lampiran memiliki format dan pengaturan &lt;i&gt;indent&lt;/i&gt; yang berbeda. Bahkan di bagian daftar isi, terdapat tiga format dan pengaturan dan &lt;i&gt;indent&lt;/i&gt; yang berbeda. Dalam proses penggunaannya, Anda diharapkan tidak menghapus daftar isi ini sebelum mengisi daftar isi yang Anda inginkan terlebih dahulu. Apabila Anda menghapus daftar isi sebelum memasukkan informasi dan data Anda, maka format dan pengaturan &lt;i&gt;indent&lt;/i&gt;-nya akan hilang. Proses mengisi daftar isi, tabel, gambar, dan lampiran tidak jauh berbeda. Oleh sebab itulah, saya hanya menunjukkan cara mengisi daftar isi saja. Selanjutnya, Anda hanya perlu mengubah bagian Bab II, Bab III, dan Bab IV saja. Adapun cara mengisi daftar isi adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Untuk mengubah bagian dari poin 2.1, Anda cukup mengganti kalimat sub bab 2.1 dengan kalimat yang Anda inginkan. Lakukan hal yang sama pada Bab III dan IV, termasuk pada sub sub bab-nya.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Apabila Anda ingin menambahkan sub bab ataupun sub sub bab baru, Anda harus copy terlebih dahulu bagian yang ingin ditambahkan, paste-kan, lalu edit kalimatnya sesuai dengan kalimat yang Anda inginkan. Hal ini bertujuan untuk menjaga format dan pengaturan indent dari template tetap sama.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiaOravphPP0HZx3pmLB2fX9HHA3GN5d7HhJFMtxL-9hj3lBWcLO3N2iplvc193ZWl0zeiAp_noNpx04rsbqlUMF7Z2Xm6FmE_dKP5VfUJCBy5fKqYft5s7JeB3LDpJJsIUtj45IbdTpe8xKHkSxnozDGNjKKfygKt6meko7FYwpTNVcsIyNQmdotF_fnw/s1366/6.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;img alt="Tampilan urutan mengubah informasi di daftar isi" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjiaOravphPP0HZx3pmLB2fX9HHA3GN5d7HhJFMtxL-9hj3lBWcLO3N2iplvc193ZWl0zeiAp_noNpx04rsbqlUMF7Z2Xm6FmE_dKP5VfUJCBy5fKqYft5s7JeB3LDpJJsIUtj45IbdTpe8xKHkSxnozDGNjKKfygKt6meko7FYwpTNVcsIyNQmdotF_fnw/w400-h225/6.png" title="Tampilan urutan mengubah informasi di daftar isi" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan urutan mengubah informasi di daftar isi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;Cara menambahkan sub judul dan sub sub judul baru baru&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Template ini sudah memiliki format dan pengaturan untuk sub judul dan sub sub judul. Sub judul ditandai dengan nomor X.X, misalnya 1.1. Selanjutnya, sub sub judul ditandai dengan nomor X.X.X, misalnya 4.1.1. Sub sub judul akan banyak digunakan di Bab III dan IV. Oleh sebab itulah, sangat penting untuk memahami cara menggunakan template ini dengan baik agar tidak keliru dalam memberikan format sub judul dan sub sub judul.&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;Cara menambahkan sub judul&lt;/h4&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, Anda ingin menjelaskan definisi suatu variable di Bab II. Hal pertama yang harus Anda lakukan adalah bawa kursor ke kata terakhir di Bab II, tekan Enter satu kali.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, ketikkan frasa atau kalimat yang Anda ingin kan terlebih dahulu. Misalnya, “Definisi Variabel X dalam Konteks Pendidikan Biologi”&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Aktifkan Styles Pane di Ms. Word Anda&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Blok atau tandai semua kalimat tersebut&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Klik pada style “2.1 Sub Bab II”
6.	Kalimat “Definisi Variabel X dalam Konteks Pendidikan Biologi” telah terformat dengan gaya yang sama seperti format Bab 2.1 di atas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv5gq1qQyJMPp8PaTUCEt4QXanFSoIoXne8O3wdqtS6DEdZnFeOXSJA6_7r1uyZokxE6s2CoZhwjeTto_QaDsqshC71ADvY88MBgoAajyoLkpVAkZhsAymNHZoQjvRmeHfYneBHw_2ZRoOdes2qvcaRf3aPVm3niGJCGldyj5y01wspT4Y1-FO7TQpkAC1/s1366/7.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara menambah sub judul" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgv5gq1qQyJMPp8PaTUCEt4QXanFSoIoXne8O3wdqtS6DEdZnFeOXSJA6_7r1uyZokxE6s2CoZhwjeTto_QaDsqshC71ADvY88MBgoAajyoLkpVAkZhsAymNHZoQjvRmeHfYneBHw_2ZRoOdes2qvcaRf3aPVm3niGJCGldyj5y01wspT4Y1-FO7TQpkAC1/w400-h225/7.png" title="Cara menambah sub judul" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cara menambah sub judul&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h4 style="text-align: left;"&gt;Cara menambahkan sub sub judul&lt;/h4&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh, Anda ingin membahas hasil analisis di Bab IV. Hal pertama yang harus dilakukan adalah bawa kursor ke kata terakhir di sub bab IV yang Anda inginkan, lalu klik enter satu kali.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Selanjutnya, ketikkan frasa atau kalimat yang Anda ingin kan terlebih dahulu. Misalnya, “Hubungan Variabel X dan Y Berdasarkan Hasil Analisis Regresi”&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Aktifkan Styles Pane di Ms. Word Anda&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Blok atau tandai semua kalimat tersebut&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Klik pada style “4.1.1 Sub sub bab 4.1”&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kalimat “Hubungan Variabel X dan Y Berdasarkan Hasil Analisis Regresi” telah terformat dengan gaya yang sama seperti format Bab 4.1.1 di atas.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPaOZcl-kIikoOkYBQAw3ZaIISlt1sFMYU87t-6gsfvyE67_YrW2KHAEshDXAhKe4ucrFyTXQ3vmp-XFp7fVTthf0jil5Uk12ysLrk5I4sykG4XYuHbsg7Lg7KOdQCOhxnjlBCgFjHEYwk9NnHeUn03WfoP9HX_7RRfkQcIHHTXO2wZuarmFpJFv4aItuD/s1366/8.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara menambah sub sub judul" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhPaOZcl-kIikoOkYBQAw3ZaIISlt1sFMYU87t-6gsfvyE67_YrW2KHAEshDXAhKe4ucrFyTXQ3vmp-XFp7fVTthf0jil5Uk12ysLrk5I4sykG4XYuHbsg7Lg7KOdQCOhxnjlBCgFjHEYwk9NnHeUn03WfoP9HX_7RRfkQcIHHTXO2wZuarmFpJFv4aItuD/w400-h225/8.png" title="Cara menambah sub sub judul" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cara menambah sub sub judul&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;Cara mengatur nomor halaman yang berbeda pada setiap halaman bab&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nomor halaman Bab terletak di bagian &lt;i&gt;footer&lt;/i&gt; (bawah) dan berada di rata tengah. Selanjutnya, pada halaman selanjutnya, nomor halaman terletak di bagian &lt;i&gt;header &lt;/i&gt;(atas) dan berada di rata kanan. Agar semua halaman dapat berada pada satu file yang sama, maka membutuhkan trik tersendiri. Saya pernah membahas mengenai trik ini pada postingan saya yang lalu. &lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2013/10/membuat-halaman-berbeda-dalam-satu-file.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Silahkan klik link berikut untuk mempelajarinya secara mendalam&lt;/a&gt;. Pada postingan ini, saya akan membahasnya secara praktis saja, mengingat template-nya sudah selesai, jadi Anda tidak perlu memulainya dari nol. Adapun cara mengatur nomor halaman yang berbeda pada setiap halaman bab adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pindahkan kursor Anda ke salah satu halaman Bab. Misalnya, Bab II Kajian Teori. Pada bagian akhir kalimat di halaman tersebut, Anda akan melihat spasi yang kosong. Spasi yang kosong tersebut sebenarnya adalah format Section Breaks – Next Page. Anda diharapkan jangan menghapus spasi kosong ini.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pada saat ingin halaman bab ini, baik Bab I sampai dengan Bab IV, usahakan spasi kosong ini harus berada di paling bawah halaman tersebut namun tetap berada dalam baris yang sama dengan kalimat Anda (bukan berada di baris terakhir). Apabila spasi kosong ini tidak berada pada tempat yang telah disebutkan, maka format file template akan terganggu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD2yfKRhZJWqFseyFkUCJZYMI7fEgJ5QuGO2o0_HFKFsRXOjvBE-7OTQ1_R7TvUecumhfCZxBUjQbcYBOqhcYURuhR3Cg2eG0cfiZpBHwLTT56LTbh7Iu3hBBdWZrAytoWstyoFp_08PcOHvkckfz7w58Yvi3MypKg7hw5qbi-cBXXt_iayG6gzhwwkAd9/s1366/9.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara mengatur letak nomor halaman" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjD2yfKRhZJWqFseyFkUCJZYMI7fEgJ5QuGO2o0_HFKFsRXOjvBE-7OTQ1_R7TvUecumhfCZxBUjQbcYBOqhcYURuhR3Cg2eG0cfiZpBHwLTT56LTbh7Iu3hBBdWZrAytoWstyoFp_08PcOHvkckfz7w58Yvi3MypKg7hw5qbi-cBXXt_iayG6gzhwwkAd9/w400-h225/9.png" title="Cara mengatur letak nomor halaman" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cara mengatur letak nomor halaman&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h3 style="text-align: left;"&gt;Cara mengatur daftar Pustaka&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Daftar Pustaka merujuk pada gaya sitasi APA edisi ketujuh. Silahkan baca buku panduan penulisan Skripsi dan Tesis FKIP USK untuk mempelajarinya lebih lanjut. Agar memudahkan dalam melakukan sitasi, saya menyarankan untuk menggunakan software pengolah referensi seperti Mendeley. Anda dapat mempelajari cara menggunakan Mendeley melalui link berikut. Pada postingan ini, saya akan menfokuskan pada cara mengisi daftar Pustaka saja. Adapun cara mengatur daftar Pustaka adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ol style="text-align: left;"&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Aktifkan Styles Pane.&lt;/li&gt;&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tanda semua referensi yang telah Anda buat menggunakan Mendeley
3.	Pada Styles Pane, klik pilihan Daftar referensi&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJjHd1Vy_Y21b20ZnLuyjQC8Bvxor6SW3Ne3ZTG80LEP-Fjrb-SU4PaQn5TsZSjlB63QgPX1_fCKApMmEdkyG97hxgM7gyER8JVqBYqK4WCaPboItD5CPyT2OFI0xV41cp_h4G1KrN8LF1vR_d7g6C6evZRNsQY3TdO9hvN2OTJTAx2kYdaur9vKm9DQ9d/s1366/10.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara mengatur format daftar pustaka" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJjHd1Vy_Y21b20ZnLuyjQC8Bvxor6SW3Ne3ZTG80LEP-Fjrb-SU4PaQn5TsZSjlB63QgPX1_fCKApMmEdkyG97hxgM7gyER8JVqBYqK4WCaPboItD5CPyT2OFI0xV41cp_h4G1KrN8LF1vR_d7g6C6evZRNsQY3TdO9hvN2OTJTAx2kYdaur9vKm9DQ9d/w400-h225/10.png" title="Cara mengatur format daftar pustaka" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cara mengatur format daftar pustaka&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;Cara mengatur tabel pada halaman landscape&lt;/h3&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada halaman lampiran, sering ditemukan tabel dengan jumlah kolom yang banyak. Hal ini menyebabkan halaman tabel tersebut harus diubah menjadi &lt;i&gt;landscape&lt;/i&gt;. &lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2015/04/cara-membuat-orientasi-halaman-berbeda.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Cara mengubah halaman &lt;i&gt;portrait&lt;/i&gt; menjadi &lt;i&gt;landscape&lt;/i&gt; di Ms. Word dapat Anda baca pada postingan berikut&lt;/a&gt;. Selanjutnya, letak nama tabel dan nomor halaman pada halaman &lt;i&gt;landscape&lt;/i&gt; tersebut tidak berubah, yaitu terletak di bagian atas (mengarah ke bagian yang dijilid). Jadi, jangan sampai salah meletakkan dan menyusun file &lt;i&gt;hardcopy&lt;/i&gt;-nya, ya!&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Demikian informasi yang dapat saya sampaikan. Saya berharap Anda dapat mempelajarinya dengan seksama. Apabila ada hal yang ingin didiskusikan, silahkan tinggalkan komentar Anda pada kolom yang telah tersedia di halaman ini. Terima kasih.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhQsd7WKBnRhnBrQM4a1WL25gqbTyBs79or24HSaZ9o6g019fE-hwk4oQX-PEdE_FD2UHm14GppNdO_1LgFJUqBZVdXr9k5-_2VmNLq8x2iB01b47N406ALsuVo80YCQaHaWy7-FTWUG8r4zfoa_eQaCMzJvch3-1kaQ6GG0udkAam2MMtre-1590UNpdqh/s72-w400-h225-c/1.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Menambahkan Artikel Ilmiah pada Akun ORCID</title><link>http://www.jakbelajar.com/2020/06/cara-menambahkan-artikel-ilmiah-pada.html</link><category>Publikasi Ilmiah</category><category>Tutorial</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Tue, 30 Jun 2020 13:28:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-9090054125103420433</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Postingan ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya tentang &lt;a href="https://googleads.g.doubleclick.net/aclk?sa=L&amp;amp;ai=C5rUSPUX7XuDnKNakrtoPnK-6yAel1Z2xBY3cwrqfAqaerY1rEAIghIrSJigGYOmCgICwKMgBAagDAcgDAqoEzgFP0NcUmQFn815piB2tgzRwTxO6QcpRnNNhTcXBto6f81SYx0h2OT-PzBJ-viEoWemq_B39i2PLoKc7V6t9RhYhsj7-nUjXZkcPC_8uaYBEYIUWZ-wBXP0nD8HJIBTQnntRUrC2zmy1BjMocZOg_DsvomA7O0caF1YVkz5QL3PK_CKexCj6Huizn99zRLCL8cdBLp1qB9KIm4-_Lpu3I-iL_vkiOunkqiRx8UmcuLObcZD_lSpbY0-VFK3oZNW-u2_33kQqX9Wq_nHCAIHTLcAEpcDLijSgBkXABguAB-X34jWoB6XfG6gHjs4bqAfVyRuoB5PYG6gHugaoB_DZG6gH8tkbqAemvhuoB-zVG6gH89EbqAfs1RuoB5bYG6gHwtob2AcB0ggHCIBhEAEYHoAKAZgLAcgLAQ&amp;amp;ae=1&amp;amp;num=2&amp;amp;sig=AOD64_0e2DzB0J3U6_vSHfdiqoCzyhwkmg&amp;amp;adurl=https://www.jakbelajar.com/2020/03/cara-mendapatkan-orcid-id-niknya-para.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;manfaat dan cara membuat akun ORCID&lt;/a&gt;. Pada postingan ini, saya akan membahas bagaimana caranya menambahkan artikel ke dalam akun ORCID. Seperti kata pepatah, “banyak jalan menuju Roma”, maka banyak cara untuk menambahkan artikel ke dalam akun ORCID. Sepanjang pengetahuan saya, terdapat tiga cara untuk menambahkan artikel ke dalam akun ORCID, yaitu secara otomatis, semi-otomatis, dan manual.&amp;nbsp; Adapun penjelasan lebih lanjut terkait ketiga cara tersebut adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmeAuvU27JTNQVUw96PlZNL5S-ETxAj4aO_OpKnCeMxCMTiivDelVJXTe9-LME46Toiv1-wQmuEYm6iTNhAXq7q2r1jTetCqiVHGGLuaGVrgJrchxiFiYck1v8etWXctTgNTvymDfKncWd/s1280/Gambar+Blog.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="720" data-original-width="1280" height="281" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmeAuvU27JTNQVUw96PlZNL5S-ETxAj4aO_OpKnCeMxCMTiivDelVJXTe9-LME46Toiv1-wQmuEYm6iTNhAXq7q2r1jTetCqiVHGGLuaGVrgJrchxiFiYck1v8etWXctTgNTvymDfKncWd/w500-h281/Gambar+Blog.png" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cara Menambahkan Artikel Ilmiah pada Akun ORCID&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;Cara menambahkan artikel ke akun ORCID secara otomatis&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya, ORCID akan menambahkan artikel secara otomatis apabila kalian melakukan publikasi di jurnal yang terindeks Scopus dan Crossref. Namun, artikel kalian yang baru terbit tersebut memerlukan kurun waktu tertentu untuk muncul di akun ORCID kalian. Biasanya, hal ini ditentukan oleh setting &lt;i&gt;crawling&lt;/i&gt; penyedia jurnal. Jadi jangan heran, apabila ada artikelnya yang cepat ataupun lambat munculnya di akun ORCID kalian. Jadi, pada cara yang pertama ini, kalian tidak perlu melakukan setting apapun di akun ORCID apabila kalian telah melakukan publikasi di jurnal terindeks Scopus dan Crossref.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila ada pertanyaan, “Jurnal yang terindeks Crossref itu bagaimana sih?”. Jurnal yang terindeks Crossref itu sudah memiliki DOI. Pada saat ini, sudah banyak sekali jurnal nasional yang telah memiliki DOI. Hal ini menunjukkan bahwa pengelola jurnal sudah mulai focus dengan pengindeksan jurnal mereka. Oleh sebab itu, kalian tidak perlu ragu lagi untuk melakukan publikasi di jurnal nasional.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;Cara menambahkan artikel ke akun ORCID&amp;nbsp;secara semi-otomatis&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Seperti yang telah saya informasikan pada bagian sebelumnya, apabila ada artikel yang terlalu lama muncul di akun ORCID, maka kalian dapat menggunakan fitur pencarian beberapa pengindeks jurnal yang telah bekerjasama dengan ORCID. Pada postingan ini, saya memberikan contoh menggunakan fitur Crossref Metadata Search.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apa perbedaan cara semi-otomatis dengan cara otomatis dan manual? Perbedaan yang paling mencolok adalah cara semi-otomatis masih memerlukan tenaga kalian untuk melakukan fitur pencarian, sedangkan pada cara manual, kalian perlu mengetik semua data (metadata) secara manual). Hal inilah yang membedakan cara ini dengan cara-cara lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun cara menambahkan artikel ke akun ORCID secara semi-otomatis adalah sebagai berikut&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Login akun ORCID kalian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik pada Crossref Metadata Search&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPjmeFAp8l1d66L-MGX2WhapJeLMVZysTvhjcbmp6zwcv382NeuCQefGL03K2NJG1Nexu0ltNWynMtw1PB_K2Txxb9_-xgRwuAHBbIEvyW2BYeqJn-keMZuFc_Iu5_IVtNohnwHHl14KWI/s1325/Screenshot+%25283%2529.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Menambahkan artikel menggunakan Crossref Medatata Search" border="0" data-original-height="660" data-original-width="1325" height="249" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgPjmeFAp8l1d66L-MGX2WhapJeLMVZysTvhjcbmp6zwcv382NeuCQefGL03K2NJG1Nexu0ltNWynMtw1PB_K2Txxb9_-xgRwuAHBbIEvyW2BYeqJn-keMZuFc_Iu5_IVtNohnwHHl14KWI/w500-h249/Screenshot+%25283%2529.png" title="Menambahkan artikel menggunakan Crossref Medatata Search" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Silahkan browsing untuk mencari artikel kalian&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhL72LcYhFE2auI3U_zv-Ne8s9f8OFnOIjg-j41Vun780mKJBcJHY9PBsGoqNspz6E-jzN3lo4NT5b_CL_1GYoq-jk9Z7i_b5zocY9-4fdh-ndL38czQenkXxVNkF0s4-N2iY7jnnfDKHz/s1325/Screenshot+%25284%2529.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Menambahkan artikel menggunakan Crossref Medatata Search" border="0" data-original-height="660" data-original-width="1325" height="249" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhhL72LcYhFE2auI3U_zv-Ne8s9f8OFnOIjg-j41Vun780mKJBcJHY9PBsGoqNspz6E-jzN3lo4NT5b_CL_1GYoq-jk9Z7i_b5zocY9-4fdh-ndL38czQenkXxVNkF0s4-N2iY7jnnfDKHz/w500-h249/Screenshot+%25284%2529.png" title="Menambahkan artikel menggunakan Crossref Medatata Search" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Apabila kalian telah menemukan artikelnya, klik ADD TO ORCID&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Artikel akan muncul pada akun ORCID kalian&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;h2 style="text-align: left;"&gt;Cara menambahkan artikel ke akun ORCID&amp;nbsp;&amp;nbsp;secara manual&lt;/h2&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Cara ini merupakan cara terakhir yang dapat kalian lakukan. Melalui cara ini juga, kalian dapat menambahkan semua bentuk dan jenis publikasi kalian di akun ORCID, baik artikel lokal, nasional, maupun internasional.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Adapun cara menambahkan artikel ke akun ORCID secara manual adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Login akun ORCID kalian&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Pada bagian Work, klik logo positif (+)&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-GtYiorDHZTHV4Jbs8y8GQnn9EwR5G4COBOmV9Y1Jbt9daz_v3-3ipbAnA9hWznM_Ol8Zo-yDIQdiwjPnvhuiHcqGvjq4d2iLPsssUUCA04UFGV2hwmLUq-E3OFTAjbUMAv-x4W0uanfJ/s824/Screenshot+%25287%2529.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Menambahkan artikel secara manual" border="0" data-original-height="656" data-original-width="824" height="319" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-GtYiorDHZTHV4Jbs8y8GQnn9EwR5G4COBOmV9Y1Jbt9daz_v3-3ipbAnA9hWznM_Ol8Zo-yDIQdiwjPnvhuiHcqGvjq4d2iLPsssUUCA04UFGV2hwmLUq-E3OFTAjbUMAv-x4W0uanfJ/w400-h319/Screenshot+%25287%2529.png" title="Menambahkan artikel secara manual" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUxohugPxc2emuk6YvQ8ns1qDwq359KBbfpcAyU9jidz6HdplVRJRnuz6GjVaqTUGGLo3bTzGh3o9QpobUzD3J7IP6CRSusZC6w_b9N2eiT19gNKo5NHyNtax1YfqqqqOL0FeoXlSi3tN_/s826/Screenshot+%25288%2529.png" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Menambahkan artikel secara manual" border="0" data-original-height="657" data-original-width="826" height="319" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUxohugPxc2emuk6YvQ8ns1qDwq359KBbfpcAyU9jidz6HdplVRJRnuz6GjVaqTUGGLo3bTzGh3o9QpobUzD3J7IP6CRSusZC6w_b9N2eiT19gNKo5NHyNtax1YfqqqqOL0FeoXlSi3tN_/w400-h319/Screenshot+%25288%2529.png" title="Menambahkan artikel secara manual" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;ul style="text-align: left;"&gt;&lt;li&gt;Pilih jenis publikasi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Isi semua kolom sesuai dengan data publikasi Anda&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Klik Finish&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Bagaimana? Sangat mudah bukan? Saya berharap kalian semua dapat melakukannya. Kelengkapan akun ORCID ID sangat bermanfaat, baik kepada diri kalian sendiri, dan orang lain yang tertarik dengan riwayat dan perkembangan penelitian kalian.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhmeAuvU27JTNQVUw96PlZNL5S-ETxAj4aO_OpKnCeMxCMTiivDelVJXTe9-LME46Toiv1-wQmuEYm6iTNhAXq7q2r1jTetCqiVHGGLuaGVrgJrchxiFiYck1v8etWXctTgNTvymDfKncWd/s72-w500-h281-c/Gambar+Blog.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Cara Mendapatkan ORCID ID [NIKnya para author di seluruh Dunia]</title><link>http://www.jakbelajar.com/2020/03/cara-mendapatkan-orcid-id-niknya-para.html</link><category>Publikasi Ilmiah</category><category>Tutorial</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Sun, 29 Mar 2020 22:18:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-8634899829751749235</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span id="goog_1315849666"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_1315849667"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Identitas merupakan informasi yang sangat penting bagi setiap orang, terutama di era digital seperti saat ini. Di Indonesia, identitas penduduk dapat diidentifikasi melalui Nomor Induk Kependudukan atau disingkat dengan NIK. NIK adalah nomor identitas Penduduk yang bersifat unik atau khas, tunggal dan melekat pada seseorang yang terdaftar sebagai Penduduk Indonesia (&lt;a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Nomor_Induk_Kependudukan" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;). Lalu, bagaimana dengan identitas para peneliti di seluruh dunia? Identitas apa yang digunakan mereka? Bagaimana cara mengidentifikasi identitas para peneliti di seluruh dunia? Jawabannya sederhana. Kita dapat menggunakan ORCID ID.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5lRj-5R_-kGkXPXww4Y0a-U-TX8FbIICFponUhnOWE0asOL6Xo6IylevUMvqCinRNxnrKX6U39XRnWSk5lkkUqfYXQ-AEpQmW1M5jHLRtmbjrFue_qYS-SpDN3VVW-hnKmQc84vBMUR9e/s1600/Gambar+blog+ORCID+ID.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara Mendapatkan ORCID ID [NIKnya para author di seluruh Dunia]" border="0" data-original-height="720" data-original-width="1280" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5lRj-5R_-kGkXPXww4Y0a-U-TX8FbIICFponUhnOWE0asOL6Xo6IylevUMvqCinRNxnrKX6U39XRnWSk5lkkUqfYXQ-AEpQmW1M5jHLRtmbjrFue_qYS-SpDN3VVW-hnKmQc84vBMUR9e/s400/Gambar+blog+ORCID+ID.png" title="Cara Mendapatkan ORCID ID [NIKnya para author di seluruh Dunia]" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Cara Mendapatkan ORCID ID [NIKnya para author di seluruh Dunia]&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Apa itu ORCID ID?&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
ORCID ID merupakan singkatan dari Open Researcher and Contributor ID. ORCID ID merupakan kode numerik yang unik dan khas dan dapat berfungsi untuk mengidentifikasi peneliti di seluruh dunia (global). ORCID ID juga memudahkan sistem pengindeks untuk melakukan &lt;i&gt;tracing &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;indexing &lt;/i&gt;artikel yang ditulis oleh seorang peneliti. Bayangkan, betapa sulitnya kita (ataupun sistem) melakukan tracing dan indexing seorang peneliti apabila hanya mengandalkan nama lengkapnya saja. Pasti tidak efektif dan efisien. Hal ini disebabkan nama lengkap peneliti merupakan data yang tidak unik dan pasti banyak yang memiliki nama yang sama. Misalnya, pemilik nama Hendra Yulisman itu bukan hanya saya saja. Berdasarkan hasil penelusuran saya di di pencarian Google menggunakan kata “Hendra Yulisman”, terdapat beberapa orang yang memiliki nama yang sama seperti saya. Oleh sebab itulah, organisasi ORCID, yaitu ORCID Inc., meluncurkan layanan ini pada tahun 2012 untuk membantu memudahkan para author dan sistem terkait &lt;i&gt;tracing &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;indexing &lt;/i&gt;publikasi ilmiah.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Mengapa harus ORCID ID? Bukan Scopus ID ataupun SINTA ID?&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saya yakin akan ada yang bertanya mengapa harus membuat ORCID ID? Mengapa tidak membuat cara memperoleh Scopus ID saja? Atau mengapa tidak membuat cara memperoleh SINTA ID saja, bukannya kita orang Indonesia? Jawabannya adalah membuat ORCID ID itu lebih mudah dan berlaku secara global.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Apabila kalian ingin memperoleh Scopus ID, maka kalian harus menerbitkan artikel ilmiah di jurnal yang terindeks Scopus terlebih dahulu. Sampai saat ini, tidak ada cara lain selain cara tersebut untuk memperoleh Scopus ID. Sedangkan, untuk membuat ORCID ID, kalian bisa membuatnya kapan saja. Bahkan, tanpa memiliki artikel ilmiah pun, kalian bisa membuat ORCID ID (lha terus mau ngapain coba?!). Selanjutnya, mengapa tidak membuat cara memperoleh SINTA ID saja? Terkait dengan pertanyaan ini, saya memang berencana akan membuat tutorial mengenai cara membuat akun SINTA setelah saya membuat postingan tentang cara membuat ORCID ID. Mengapa? Karena ORCID ID itu sifatnya global dan hampir seluruh pengelola jurnal di seluruh dunia menyediakan kolom isian ORCID ID pada formulir pendaftaran jurnal mereka. Berdasarkan penjelasan inilah, saya memutuskan untuk menulis postingan tentang ORCID terlebih dahulu.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Cara Membuat ORCID ID&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Silahkan buka halaman pendaftaran ORCID ID melalui link berikut: &lt;a href="https://orcid.org/login"&gt;https://orcid.org/login&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada bagian &lt;i&gt;Register Now&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Isi semua kolom yang diminta, mulai dari First Name sampai dengan Confirm password&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada bagian &lt;i&gt;visibility Setting&lt;/i&gt;, saya menyarankan pilih bagian &lt;i&gt;Everyone&lt;/i&gt;&amp;nbsp;(Kalian bisa melakukan setting lebih spesifik nantinya)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada bagian &lt;i&gt;Notification settings&lt;/i&gt;, centang pada &lt;i&gt;Please send me quarterly emails about new ORCID features and tips&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, centang juga pada bagian &lt;i&gt;Terms of Use&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;I’m not a robot&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada Register&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRXIyqDEC-zzwXyFRtWr2b4Gbf8SPIuhfHvXFAnQNsbN54hf_L7PXwtl3Q1B4HGvQeda3_YmhZ44tAHTEeOUPUw5b6ib7PfMZT6SZMDPCbIBzGge3-gDH6GSnLQN1fchL6AHVqkJOIvKwN/s1600/FireShot+Capture+001+-+ORCID+-+orcid.org.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Informasi pendaftaran ORCID ID yang harus kalian lengkapi" border="0" data-original-height="1600" data-original-width="1037" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRXIyqDEC-zzwXyFRtWr2b4Gbf8SPIuhfHvXFAnQNsbN54hf_L7PXwtl3Q1B4HGvQeda3_YmhZ44tAHTEeOUPUw5b6ib7PfMZT6SZMDPCbIBzGge3-gDH6GSnLQN1fchL6AHVqkJOIvKwN/s400/FireShot+Capture+001+-+ORCID+-+orcid.org.png" title="Informasi pendaftaran ORCID ID yang harus kalian lengkapi" width="258" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Informasi pendaftaran ORCID ID yang harus kalian lengkapi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Silahkan login pada akun email yang kalian gunakan pada saat pendaftaran ORCID ID untuk verifikasi email&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada tombol verify my email address&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melalui email verifikasi tersebut, kalian juga sudah mendapatkan ORCID ID (perhatikan gambar di bawah ini)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyZiGOEikpZoVfNxJmYT7KJjiYAcw4Pt_P2LedLtuPVIlLOzQKOe-tDgkQ1B1ngLyBkKpLIbZJ7QDT4Kad4H0Gl9b0ah10mgpT2e4yzqW0O50e-08rlD2gpD6fkbllWXh5qXZTR33HKuCy/s1600/Screenshot+%252839%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan konfirmasi email beserta ORCID ID kalian" border="0" data-original-height="345" data-original-width="700" height="196" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiyZiGOEikpZoVfNxJmYT7KJjiYAcw4Pt_P2LedLtuPVIlLOzQKOe-tDgkQ1B1ngLyBkKpLIbZJ7QDT4Kad4H0Gl9b0ah10mgpT2e4yzqW0O50e-08rlD2gpD6fkbllWXh5qXZTR33HKuCy/s400/Screenshot+%252839%2529.png" title="Tampilan konfirmasi email beserta ORCID ID kalian" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan konfirmasi email beserta ORCID ID kalian&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Selesai. Selamat, sekarang kalian sudah memiliki ORCID ID.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Informasi penting. ORCID ID kalian adalah 16 digit angka yang dipisahkan 4 tanda strip (disetiap 4 angka). Misalnya, 0000-0000-0000-0001 (contoh). Selanjutnya, untuk mengakses informasi terkait record publikasi kalian di halaman ORCID, maka kalian harus menggunakan https://orcid.org/0000-0000-0000-0001.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kalian sudah bisa mengedit beberapa informasi pribadi seperti latar belakang pendidikan, bidang keahlian, dan informasi lainnya pada halaman ORCID ID (seperti pada gambar berikut). Terkait dengan cara menambahkan artikel ke ORCID ID, akan saya bahas pada postingan selanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDgW6cv17YKMLlhZileYij4vwOJxRdQefkRZi696lnDfQsyUfuLEzhWX7J53dHL54Pj1b5IjxZMiA3pxzWsI9TzR2DDNPjhX7xOSTrTr5pHgnznd8L4tJ9iXRhEPVlo73V_bzuOmURiS3l/s1600/FireShot+Capture+002+-+ORCID+-+orcid.org.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan halaman ORCID ID" border="0" data-original-height="1600" data-original-width="766" height="400" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDgW6cv17YKMLlhZileYij4vwOJxRdQefkRZi696lnDfQsyUfuLEzhWX7J53dHL54Pj1b5IjxZMiA3pxzWsI9TzR2DDNPjhX7xOSTrTr5pHgnznd8L4tJ9iXRhEPVlo73V_bzuOmURiS3l/s400/FireShot+Capture+002+-+ORCID+-+orcid.org.png" title="Tampilan halaman ORCID ID" width="191" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan halaman ORCID ID&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Terima kasih membaca postingan ini. Semoga berhasil.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5lRj-5R_-kGkXPXww4Y0a-U-TX8FbIICFponUhnOWE0asOL6Xo6IylevUMvqCinRNxnrKX6U39XRnWSk5lkkUqfYXQ-AEpQmW1M5jHLRtmbjrFue_qYS-SpDN3VVW-hnKmQc84vBMUR9e/s72-c/Gambar+blog+ORCID+ID.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Membuat Format Artikel dan Referensi IOP Publishing secara Manual dan Otomatis</title><link>http://www.jakbelajar.com/2019/12/cara-membuat-format-artikel-dan.html</link><category>IOP Publishing</category><category>Jurnal Ilmiah</category><category>Publikasi Ilmiah</category><category>Tips And Tricks</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Tue, 24 Dec 2019 15:21:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-4402821658969445470</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Artikel yang akan diterbitkan IOP publishing biasanya diperoleh dari seminar-seminar internasional. Banyak author yang tertarik untuk mempublikasikan artikel mereka ke IOP Publishing karena sudah terindeks Scopus. Alasan lainnya adalah proses publikasi di IOP Publishing “&lt;i&gt;dianggap&lt;/i&gt;” lebih mudah dan proses penerbitannya lebih cepat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Terlepas dari apapun alasannya, terdapat beberapa informasi yang masih jarang ditemukan dalam hal publikasi artikel di IOP Publishing, yaitu format penulisan dan referensi. Kurangnya informasi pada kedua hal ini, menyebabkan banyak &lt;i&gt;author &lt;/i&gt;yang bingung dalam menulis artikel yang sesuai dengan format IOP Publishing. Oleh sebab itu, saya mecoba untuk menyediakan informasi tersebut melalui postingan ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Format penulisan artikel IOP Publishing&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
IOP publishing ataupun penyelenggara seminar internasional telah menyediakan &lt;i&gt;template &lt;/i&gt;yang memudahkan &lt;i&gt;author &lt;/i&gt;dalam melakukan submit artikel. &lt;i&gt;Author &lt;/i&gt;hanya perlu &lt;i&gt;copy &lt;/i&gt;bagian tertentu dari artikelnya, dan &lt;i&gt;paste &lt;/i&gt;ke &lt;i&gt;template &lt;/i&gt;yang telah disediakan tersebut. Jadi, para &lt;i&gt;author &lt;/i&gt;tidak perlu mengatur layout, ukuran halaman, font, dll secara manual.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Apabila kalian mendownload template IOP, maka template tersebut sudah memiliki pengaturan (&lt;i&gt;Style&lt;/i&gt;) yang lengkap pada setiap bagian tulisan. Misalnya pengaturan untuk judul, abstrak, paragraf pertama, dll. Perhatikan gambar di bawah ini.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBHhS-SEEotypXnSt9KjZK6i5dRQDQ1gj-Z-sdOyZIQ-r6LfwthVEdL7BqQmXljok-vBAxyk6CRnHasKKoCfi4T2y4K_JmjsnBphoWdgUTznLDkEOeUPkqm6YFM7hoDdhC9y9JI6vCcfNX/s1600/Screenshot+%252832%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara Membuat Format Artikel dan Referensi IOP Publishing secara Manual dan Otomatis" border="0" data-original-height="450" data-original-width="800" height="360" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBHhS-SEEotypXnSt9KjZK6i5dRQDQ1gj-Z-sdOyZIQ-r6LfwthVEdL7BqQmXljok-vBAxyk6CRnHasKKoCfi4T2y4K_JmjsnBphoWdgUTznLDkEOeUPkqm6YFM7hoDdhC9y9JI6vCcfNX/s640/Screenshot+%252832%2529.png" title="Tampilan styles dari template IOP Publishing" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Styles dari template IOP Publishing&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gambar tersebut menunjukkan Style untuk Section, Heading, dst. Style ini memudahkan kalian kalian untuk copy-paste setiap bagian artikel. Kalian hanya perlu paste di file template artikel, lalu klik pada Style yang kalian inginkan, maka bagian yang baru saja kalian paste akan berubah sesuai dengan format template.Lebih spesifik, adapaun cara format penulisan artikel sesuai IOP Publishing adalah sebagai berikut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Cara format penulisan artikel sesuai dengan format IOP Publishing&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Download template yang telah disediakan IOP Publishing atau penyelenggara seminar internasional &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ubah nama file tersebut dengan nama file yang kalian inginkan &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buka file artikel yang akan kalian submit &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Copy isi artikel kalian ke dalam template &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada pilihan paste, pilih &lt;b&gt;Merge formatting&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0onVOgBxpIcMX4gR02PO3M4P7r0IxVgolTN-5YYtXAMzjT0s7jrU-naCHchh4MFpV2IQepavyCaHLjQytbsbCjEICxxbv6VE-Um9hLGye-HZvny6Ez1m4zA0NW3MMFsQ_BdG5XGjRvRsS/s1600/Screenshot+%252831%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara Membuat Format Artikel dan Referensi IOP Publishing secara Manual dan Otomatis" border="0" data-original-height="279" data-original-width="223" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0onVOgBxpIcMX4gR02PO3M4P7r0IxVgolTN-5YYtXAMzjT0s7jrU-naCHchh4MFpV2IQepavyCaHLjQytbsbCjEICxxbv6VE-Um9hLGye-HZvny6Ez1m4zA0NW3MMFsQ_BdG5XGjRvRsS/s1600/Screenshot+%252831%2529.png" title="Pilihan paste merge formatting" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Pilihan paste Merge Formatting&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Saya sarankan untuk mencopy-paste per paragraf sampai dengan selesai &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Format referensi IOP Publishing&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada template yang telah kalian download, terdapat petunjuk bahwa format sitasi yang digunakan oleh IOP publishing adalah Vancouver. Tampilan dari sitasi Vancouver adalah numerik, yaitu [1], [2], dst. Jadi, tampilan ini berbeda dengan tampilan sitasi APA seperti (Yulisman, 2019).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan pengalaman saya, format Vancouver yang disarankan oleh IOP tidak sesuai dengan apa yang ditunjukkan dalam template tersebut. Kalian harus tetap menyesuaikan beberapa hal sekalipun telah menerapkan format sitasi Vancouver tersebut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Petunjuk format sitasi IOP publishing secara manual&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penggunaan format sitasi IOP Publishing membutuhkan ketelitian dan kesabaran yang tinggi dari author, terutama bagi author yang melakukannya secara manual. Seperti yang telah saya sampaikan sebelumnya, penggunaan format sitasi ini menggunakan numerik yang berurutan. Misalnya, referensi yang akan kalian sitasi pertama kali dari penelitian Yulisman tahun 2019. Maka yang harus kalian ketikkan adalah [1], bukan (Yulisman, 2019). Selanjutnya, pada bagian referensi, kalian harus meletakkan nama Yulisman ini pada urutan nomor 1. Kesimpulannya adalah kalian harus menulis nama yang disitasi pada isi artikel dan urutan penulisan nomor urut didasarkan siapa yang pertama kali disitasi, bukan berdasarkan abjad nama yang disitasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Author&lt;/i&gt; harus memperhatikan penulisan sitasi pada awal dan akhir kalimat. Apabila sitasi digunakan pada awal kalimat, maka nama para penulis tetap diketikkan sesuai dengan ketentuan, lalu numerik referensinya tetap mengikuti panduan. Misalnya, “Menurut Yulisman et al. [1]…” atau “…hasil penelitian ini berbeda secara parsial dari hasil penelitian Yulisman et al [1]…”. Hal tersebut dilakukan untuk menghindari kerancuan apabila nama &lt;i&gt;author &lt;/i&gt;tidak ditulis hanya karena mengikuti format numerik. Hal ini sering saya temukan dalam beberapa artikel. Pada artikel tersebut, terdapat kalimat seperti berikut, “Menurut [1], …” atau “Menurut [1] dan [2], … …”. Aneh bukan?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penulisan referensi juga perlu perhatian khusus dari para &lt;i&gt;author&lt;/i&gt;. Format pada referensi atau daftar pustaka pada IOP Publishing tidak menggunakan &lt;b&gt;tanda titik&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;.&lt;/b&gt;). Tanda titik hanya digunakan pada nama jurnal yang disingkat. Selain itu, tidak ada penggunaan tanda titik. Terkait dengan penyingkatan nama jurnal, &lt;i&gt;author &lt;/i&gt;tidak boleh sembarangan menyingkat nama jurnal orang lain. Apabila pengelola jurnal tidak memberikan informasi terkait singkatan nama jurnal mereka di websitenya, maka &lt;i&gt;author &lt;/i&gt;harus menulis nama jurnal tanpa disingkat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, apabila referensi terdapat pada akhir kalimat, maka pedomannya adalah sebagai berikut. &lt;br /&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;Terdiri dari satu referensi, maka bentuknya, [1] &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terdiri dari dua atau sampai tiga referensi, maka bentuknya adalah [1,2] atau [1,2,3] &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terdiri dari empat atau lebih referensi, maka bentuknya dalah [1-4] atau [1-7] dst. &lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Cara Memformat Referensi Menggunakan Format IOP Publishing Secara Manual&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Informasi ini bersumber dari &lt;a href="https://paperpile.com/s/iop-conference-series-materials-science-and-engineering-citation-style/#examples-thesis-citation" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Paperpile.com:&amp;nbsp;How to format your references using the IOP Conference Series: Materials Science and Engineering citation style&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Artikel Jurnal&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada artikel jurnal, terdapat bagian yang harus ditebalkan (&lt;b&gt;Bold&lt;/b&gt;), yaitu volume jurnal. Selain itu tidak ada. Bagian lainnya yang harus diberikan pengaturan khusus adalah nama jurnal. Nama jurnal harus dimiringkan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Artikel jurnal dengan 1 penulis &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq"&gt;
[1]          Yulisman H 2017 Perceptions of education lecturers in the implementation of mobile learning ed P D F Uslu &lt;i&gt;IJAEDU-International E-Journal Advanced Education&lt;/i&gt; &lt;b&gt;3&lt;/b&gt; 518–24 &lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Artikel dengan 4 atau lebih penulis &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1]          Yulisman H, Widodo A, Riandi R and Nurina C I E 2019 Moderated effect of teachers’ attitudes to the contribution of technology competencies on TPACK &lt;i&gt;Jurnal Pendidikan Biologi Indonesia&lt;/i&gt; &lt;b&gt;5&lt;/b&gt; 185–96 &lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1]          Huda I, Yulisman H, Evtia Nurina C I, Erni F and Abdullah D 2018 Investigating pre-service teachers about their competencies, experiences, and attitudes towards technology integration &lt;i&gt;J. Phys. Conf. Ser.&lt;/i&gt; &lt;b&gt;1114&lt;/b&gt; 012033 &lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Artikel Prosiding&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1]          Robandi B, Kurniati E and Puspita Sari R 2019 Pedagogy in the era of Industrial Revolution 4.0 &lt;i&gt;Proceedings of the 8th UPI-UPSI International Conference 2018 (UPI-UPSI 2018)&lt;/i&gt; vol 239 (Paris, France: Atlantis Press) pp 38–46 &lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Buku dan Bagian Buku (Book chapters)&lt;/h4&gt;
Judul buku dimiringkan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Buku&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1]          Hunter J 2015 &lt;i&gt;Technology Integration and High Possibility Classroom: Building from TPACK &lt;/i&gt;(New York: Routledge) &lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Bagian Buku (Book Chapters) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1]          Lin T-C and Hsu Y-S 2015 The Current Status of Science Teachers’ TPACK in Taiwan from Interview Data &lt;i&gt;Development of Science Teachers’ TPACK: East Asian Practices&lt;/i&gt; ed Y-S Hsu (Singapore: Springer Singapore) pp 33–50 &lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Halaman Web&lt;/h4&gt;
Nama halaman web dimiringkan &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1]          Kemp S 2017 Special Report: Digital in Southeast Asia in 2017 &lt;i&gt;We Are Social &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1]          Saifullah M 2017 Ini terobosan bidang pendidikan 100 hari kerja Irwandi-Nova &lt;i&gt;Portalsatu Kabar Aceh untuk Dunia &lt;/i&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Laporan (Report) dan Undang-Undang&lt;/h4&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1]          Kemenristekdikti 2005 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 14 Tahun 2005 Tentang Guru dan Dosen &lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1]          Kemenristekdikti 2016 Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional &lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h4&gt;
Tesis dan Disertasi&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Judul tesis atau disertasi dimiringkan dan terdapat keterangan jenis sumber, Thesis atau Dissertation&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1] Woods M 2017 &lt;i&gt;Technology Integration: How Effective are Teachers at Implementing Technology into Classroom Instruction?&lt;/i&gt; Thesis (Vancouver Island University)&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1]          Wieking B A 2016 &lt;i&gt;Technology Integration and Student Learning Motivation Master&lt;/i&gt; Thesis (Northwestern College)&amp;nbsp;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h4&gt;
Surat Kabar (Berita) atau media cetak&lt;/h4&gt;
Nama surat kabar dimiringkan dan harus tersedia halaman &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="tr_bq" style="text-align: justify;"&gt;
[1] Greenhouse L 2008 Justices Broaden Immunity for Officers &lt;i&gt;New York Times&lt;/i&gt; A16 &lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Petunjuk format referensi IOP secara otomatis menggunakan Mendeley&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penerapan format referensi IOP menggunakan Mendeley sangat saya anjurkan. Kalian tidak perlu lagi takut salah format, lupa menghapus bagian referensi atau isi artikel apabila ada sebuah sitasi yang kalian hapus. Penggunaan Mendeley juga menghindari kalian dari salah satu tindakan plagiasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada keadaan default, format referensi IOP tidak tersedia di software Mendeley. Oleh sebab itu, kalian harus menambahkannya secara manual. Proses menambahkannya juga sangat mudah. Adapun cara menambahkan format referensi IOP ke dalam software Mendeley adalah sebagai berikut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka software Mendeley &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada bagian &lt;b&gt;View&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Citation Style&lt;/b&gt;, lalu pilih &lt;b&gt;More Style &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih bagian menu &lt;b&gt;Get More Style &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pada bagian kolom pencarian, ketikkan IOP. Selanjutnya, terdapat dua pilihan IOP yang akan muncul, yaitu &lt;b&gt;&lt;i&gt;IOP Conference Series: Earth and Environmental Science&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;i&gt;&lt;b&gt;IOP Conference Series: Material Science and Engineering&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE2PYeX6TkSvUkjtPgDkEJ0-YZZybig7uk4ZacSd_dDFOAFdTYeaRh5AbS1QpoemW38l0LAsJc9Dlyl6ZkL3OOXXrtYSCP8QPm924oJMXkwfX5A5Bawt1QRo3aaD_UzVAHIF7K8IZkivOx/s1600/Screenshot+%252826%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara Membuat Format Artikel dan Referensi IOP Publishing secara Manual dan Otomatis" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="358" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjE2PYeX6TkSvUkjtPgDkEJ0-YZZybig7uk4ZacSd_dDFOAFdTYeaRh5AbS1QpoemW38l0LAsJc9Dlyl6ZkL3OOXXrtYSCP8QPm924oJMXkwfX5A5Bawt1QRo3aaD_UzVAHIF7K8IZkivOx/s640/Screenshot+%252826%2529.png" title="Tampilan fitur pencarian Citation Style di Mendeley" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan fitur pencarian Citation Style di Mendeley&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Silahkan pilih salah satu. Saya menyarankan untuk memilih IOP Conference Series: Material Science and Engineering. Format ini lebih sesuai dengan format yang ditunjukkan pada template IOP. &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, pilih &lt;b&gt;Instal&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik &lt;b&gt;Done&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Menerapkan Format Referensi IOP Publishing ke dalam Microsoft Word&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka software Mendeley&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih menu &lt;b&gt;View&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;Citation Styles&lt;/b&gt;, more &lt;b&gt;Style&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada bagian IOP Conference Series: Material Science and Engineering, lalu pilih &lt;b&gt;Use this Style&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik &lt;b&gt;Done&lt;/b&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya buka software Microsoft Word&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih menu &lt;b&gt;References&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada bagian Mendeley &lt;b&gt;Cite-O-Matic&lt;/b&gt;, periksa pada bagian Style dan lihat apakah sudah terpilih format referensi IOP Conference Series: Material Science and Engineering&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabila sudah tertampil seperti pada gambar di atas, maka penerapan format referensi IOP Publishing (IOP Conference Series: Material Science and Engineering) sudah selesai kalian lakukan&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan kedua cara di atas, terlihat jelas bahwa penerapan format referensi IOP Publishing menggunakan Mendeley, jauh lebih mudah dibandingkan menggunakan cara manual. Oleh sebab itu, sekali lagi saya anjurkan untuk menggunakan software pengolah referensi Mendeley. Adapun kelebihan software Mendeley lainnya dapat kalian baca pada postingan saya berikut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2018/03/mendeley-software-gratis-pengelola.html"&gt;Mendeley Software Gratis Pengelola Referensi dan Sitasi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2018/03/pengaturan-tambahan-mendeley.html"&gt;Pengaturan Tambahan Mendeley Desktop dan App&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2018/04/cara-import-dan-export-referensi-pada.html"&gt;Cara Import dan Export Referensi pada Mendeley Desktop dan EndNote&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikianlah postingan ini saya buat. Saya berharap teman-teman tidak kesulitan lagi dalam menyesuaikan format referensi IOP Publishing. Sehingga teman-teman bisa lebih fokus dalam menyiapkan isi artikel yang lebih berkualitas.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBHhS-SEEotypXnSt9KjZK6i5dRQDQ1gj-Z-sdOyZIQ-r6LfwthVEdL7BqQmXljok-vBAxyk6CRnHasKKoCfi4T2y4K_JmjsnBphoWdgUTznLDkEOeUPkqm6YFM7hoDdhC9y9JI6vCcfNX/s72-c/Screenshot+%252832%2529.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total></item><item><title>Cara Publikasi Artikel Ilmiah di Jurnal Nasional Terakreditasi DIKTI</title><link>http://www.jakbelajar.com/2019/12/cara-publikasi-artikel-ilmiah-di-jurnal.html</link><category>EndNote</category><category>Jurnal Ilmiah</category><category>Mendeley</category><category>Pendidikan</category><category>Publikasi Ilmiah</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Sat, 21 Dec 2019 22:31:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-2887790270194705119</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada postingan ini, saya ingin membagikan informasi terkait cara publikasi artikel ilmiah di jurnal nasional terkareditasi dikti. Judul postingan saya kali ini mungkin sedikit berbeda dengan judul postingan lainnya. Saya tidak membuat judul postingan yang mengandung kata-kata “Cara cepat”, “Cara Singkat”, ataupun “Cara mudah”. Alasannya adalah tidak ada yang Namanya “Cara cepat”, “Cara singkat”, ataupun “Cara mudah” dalam melakukan publikasi di jurnal nasional terkareditasi DIKTI.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Postingan ini dibuat berdasarkan pengalaman saya sebagai author, pengelola jurnal, dan terakhir sebagi layouter (yang merangkap editor) pada seminar internasional yang baru saja digelar di FKIP Unsyiah. Sebagai author, saya telah melakukan publikasi publikasi sebanyak 6 artikel pada tahun 2019. Secara rinci, artikel yang telah saya publikasikan adalah sebagai berikut; 1 artikel di prosiding nasional tidak terindeks, 2 artikel di prosiding internasional terindeks Web of Science dan Scopus, dan 3 artikel pada jurnal nasional dengan kategori Sinta 2. Pengalaman sebagai pengelola jurnal saya peroleh dari Jurnal Biologi Edukasi. Jurnal ini dikelola oleh Program Studi Pendidikan Biologi FKIP Unsyiah. Selanjutnya, pengalaman layouter saya peroleh dari kegiatan AICMSTE tahun 2019. Berdasarkan pengalaman ini, saya berharap bisa membantu teman-teman dalam memberikan informasi yang komprehensif dan meningkatkan kepercayaan diri untuk publikasi di jurnal nasional terakreditasi Dikti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti yang telah teman-teman ketahui, salah satu persyaratan untuk lulus S2 pada saat ini adalah harus menerbitkan artikel ilmiah di jurnal ilmiah terakreditasi Dikti. Hal ini sesuai dengan peraturan pemerintah yang tertuang dalam &lt;b&gt;SURAT DIRJEN DIKTI NO. 152/E/T/2012: Wajib Publikasi Ilmiah bagi S1/S2/S3&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;Surat Edaran Kemenristekdikti Nomor: B/323/B.B1/SE/2019 tentang Publikasi Karya Ilmiah Program Sarjana, Program Magister, dan Program Doktor&lt;/b&gt;. Para mahasiswa, terutama mahasiswa magister dan doktoral diharapkan agar menyiapkan artikel mereka sedini mungkin. Hal ini bertujuan untuk kelancaran proses sidang ataupun wisuda nantinya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada saat ini, sistem akreditasi jurnal nasional menggunakan sistem pengindeks Science and Technology Index (SINTA). Informasi ini tercantum dalam Peraturan Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia Nomor 9 Tahun 2018 tentang Akreditasi Jurnal Ilmiah. Sistem akreditasi Sinta membagi jurnal ke dalam 7 kelompok, mulai Sinta 1 sampai dengan 6 dan tidak terakreditasi. Jurnal yang terakreditasi Sinta 1 biasanya sudah terindeks Scopus. Artinya, jurnal tersebut sudah termasuk ke dalam kategori jurnal internasional bereputasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGJpQ6VsTZ7p9rP7fojDUuNVwBYpocc_KJVTphFPKo-r6fCiHjkOXgU6pdofgbkgb-7dUBwvCzopWhlVMZyi_Hm0ewqrwE1ps7LkrKZGraOI0g41yYu1gJq5air2KQTGTqMIN1XEOeI8WC/s1600/Screenshot+%252825%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan web SINTA" border="0" data-original-height="175" data-original-width="900" height="123" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGJpQ6VsTZ7p9rP7fojDUuNVwBYpocc_KJVTphFPKo-r6fCiHjkOXgU6pdofgbkgb-7dUBwvCzopWhlVMZyi_Hm0ewqrwE1ps7LkrKZGraOI0g41yYu1gJq5air2KQTGTqMIN1XEOeI8WC/s640/Screenshot+%252825%2529.png" title="Tampilan web SINTA" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan web SINTA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seiring dengan penerapan kedua peraturan tersebut (kewajiban publikasi dan akreditasi jurnal), pertumbuhan publikasi artikel ilmiah dan jurnal ilmiah terakreditasi semakin meningkat. Sayangnya, kesadaran dan pengetahuan author dalam publikasi ilmiah masih kurang. Masih banyak author, terutama mahasiswa, yang menganggap publikasi tersebut adalah syarat kelulusan saja. Sehingga, artikel yang mereka buat pun mengikuti kaidah “&lt;i&gt;yang penting ada dan cepat tamat kuliah&lt;/i&gt;”. Hal ini pada akhirnya akan menyebabkan artikel yang telah dibuat memiliki kualitas yang kurang dan menyebabkan artikel sulit diterima jurnal ilmiah terakreditasi Dikti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam meminimalisir kemungkinan ditolak (reject), ada empat hal yang harus kalian perhatikan dengan seksama, yaitu memperhatikan tujuan dan ruang lingkup jurnal, proses review dari jurnal, menyesuaikan template dan format penulisan di artikel, dan auto plagiasi serta double submit. Adapun penjelasan lebih lanjut mengenai keempat hal tersebut adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
1. Tujuan dan ruang lingkup (&lt;i&gt;Focus and Scope&lt;/i&gt;)&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jurnal yang sudah terakreditasi biasanya memiliki &lt;i&gt;focus dan scope&lt;/i&gt; yang spesifik dan unik. Artinya, focus dan scope jurnal mereka berbeda dengan jurnal lainnya. Walaupun jurnal-jurnal tersebut sama-sama dalam kategori jurnal tertentu, misalnya Pendidikan IPA.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Focus&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;scope&lt;/i&gt;&amp;nbsp;jurnal merupakan salah satu aspek yang dinilai pada saat proses akreditasi jurnal. Hal ini menyebabkan para pengelola jurnal sangat selektif dalam menerima jurnal. Oleh sebab itu, sebelum melakukan submit jurnal, perhatikan terlebih dahulu kesesuaian antara tujuan dari artikel penelitian dengan &lt;i&gt;focus&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;scope&lt;/i&gt; jurnal target. Apabila terdapat ketidaksesuaian, maka kemungkinan artikel yang disubmit akan langsung ditolak oleh pengelolajurnal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
2. Proses review dari jurnal&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setiap jurnal yang telah disubmit akan melewati proses review. Proses review membutuhkan waktu yang bervariasi pada setiap jurnal. Biasanya, waktu yang dibutuhkan untuk proses review jurnal adalah dua bulan atau 8 minggu. Oleh sebab itu, setelah melakukan submit jurnal, jangan langsung menghubungi pengelola jurnal untuk menanyakan kapan artikel tersebut akan terbit. Berbeda kasusnya apabila kalian menginginkan LoA bukti artikel kalian diterima untuk diterbitkan. Biasanya, jurnal akan memasukkan permintaan kalian ke dalam proses &lt;i&gt;fast track review&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
3. Format penulisan dan template jurnal&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa jurnal juga memberikan petunjuk mengenai aspek apa saja yang harus dimasukkan dalam bagian template jurnal. Misalnya, pada bagian pendahuluan, pengelola meminta aspek research background, state of the art, ataupun perkembangan konteks artikel secara global harus tersedia atau diperjelas dalam bagian pendahuluan. Author harus menyiapkan aspek tersebut agar meminimalisir kemungkinan artikel untuk ditolak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setiap jurnal juga memiliki karakteristik format penulisan yang berbeda. Untuk memudahkan author dalam menyiapkan artikel, mereka telah menyediakan template jurnal dalam bentuk file Word (.doc). Oleh sebab itu, author harus melakukan perlu copy paste isi artikel mereka ke dalam template tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain memperhatikan format penulisan pengelola jurnal juga menentukan format sitasi dan meminta para author untuk menggunakan software reference manager, misalnya &lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2018/03/mendeley-software-gratis-pengelola.html" target="_blank"&gt;Mendeley&lt;/a&gt;, Zotero, atau &lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2018/04/cara-import-dan-export-referensi-pada.html" target="_blank"&gt;EndNote&lt;/a&gt;. Adapun cara penggunaan software tersebut dapat dibaca pada beberapa link berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2018/03/mendeley-software-gratis-pengelola.html" target="_blank"&gt;Cara menggunakan Mendeley&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2018/03/pengaturan-tambahan-mendeley.html" target="_blank"&gt;Pengaturan tambahan dalam menggunakan Mendeley&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2018/04/cara-import-dan-export-referensi-pada.html" target="_blank"&gt;Cara import dan eksport database Mendeley dan EndNote&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
4. Auto plagiasi dan double submit&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Auto plagiasi adalah melakukan plagiat artikel milik author sendiri. Hal ini dapat terjadi ketika author melakukan double submit jurnal. Kapan author melakukan double submit jurnal?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Salah satu kebiasaan author yang tidak baik adalah melakukan submit secara mendadak tanpa memperhatikan tiga aspek yang telah disebutkan di atas, terutama proses review artikel jurnal. Akibatnya, mereka upload terlebih dahulu, baru membaca scope, format penulisan, dan proses review. Akibatnya, mereka harus menarik artikel yang baru saja disubmit. Double submit terjadi ketika author melakukan submit ke beberapa jurnal secara bersamaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perlu diperhatikan bahwa jurnal yang telah disubmit secara otomatis akan direcord oleh system dan tidak dapat di cancel atau di hapus oleh author. Hanya pengelola jurnal saja yang dapat melakukan penarikan jurnal yang telah disubmit author. Oleh sebab itu, sebelum melakukan submit artikel ke jurnal lain, author harus menghubungi pengelola jurnal awal untuk meminta penarikan jurnal artikel yang telah disubmit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal lain yang tidak kalah pentingnya untuk diperhatikan adalah waktu peninjauan atau penarikan artikel. Apabila author ingin melakukan penarikan artikel, maka harus menghubungi pengelola jurnal sesegera mungkin. Hal ini dilakukan untuk menghindari artikel yang telah disubmit masuk ke proses review. Apabila artikel sudah masuk ke tahap proses review, ada baiknya author tidak melakukan penarikan artikel. Hal ini bertujuan untuk menghindari masuknya nama author ke dalam daftar hitam (&lt;i&gt;blacklist&lt;/i&gt;) author di jurnal tersebut. Tentu saja hal ini sangat merugikan para author dan author lainnya yang &lt;i&gt;&lt;b&gt;Namanya&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; tercantum dalam artikel yang telah disubmit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikianlah informasi yang dapat saya sampaikan. Semoga informasi ini dapat meningkatkan kepercayaan diri teman-teman dalam menulis artikel ilmiah dan terhindar dari penolakan artikel oleh pengelola jurnal . Terkait dengan informasi mengenai peraturan pemerintah yang telah saya sebutkan sebelumnya, kalian bisa membaca lebih jelas mengenai peraturan tersebut di halaman web berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://lldikti12.ristekdikti.go.id/2012/02/01/surat-dirjen-dikti-no-152et2012-tentang-wajib-publikasi-ilmiah-bagi-s1s2s3.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;https://lldikti12.ristekdikti.go.id/2012/02/01/surat-dirjen-dikti-no-152et2012-tentang-wajib-publikasi-ilmiah-bagi-s1s2s3.html&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="https://belmawa.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2019/06/SE-Publikasi-Karya-Ilmiah-Program-Sarjana-Magister-dan-Doktor-edited.pdf" rel="nofollow" target="_blank"&gt;https://belmawa.ristekdikti.go.id/wp-content/uploads/2019/06/SE-Publikasi-Karya-Ilmiah-Program-Sarjana-Magister-dan-Doktor-edited.pdf&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGJpQ6VsTZ7p9rP7fojDUuNVwBYpocc_KJVTphFPKo-r6fCiHjkOXgU6pdofgbkgb-7dUBwvCzopWhlVMZyi_Hm0ewqrwE1ps7LkrKZGraOI0g41yYu1gJq5air2KQTGTqMIN1XEOeI8WC/s72-c/Screenshot+%252825%2529.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Cara Import dan Export Referensi pada Mendeley Desktop dan EndNote</title><link>http://www.jakbelajar.com/2018/04/cara-import-dan-export-referensi-pada.html</link><category>EndNote</category><category>Mendeley</category><category>Tutorial</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Sun, 1 Apr 2018 16:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-5316929236160566013</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada postingan sebelumnya, saya sudah menjelaskan mengenai beberapa kelebihan software pengelola sitasi dan referensi Mendeley. Adapun postingan saya yang berhubungan dengan postingan ini adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2017/05/cara-sitasi-menggunakan-endnote-secara.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Cara sitasi menggunakan EndNote secara gratis&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2018/03/mendeley-software-gratis-pengelola.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Mendeley software gratis pengelola referensi dan sitasi&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2018/03/pengaturan-tambahan-mendeley.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;Pengaturan tambahan pada Mendeley Desktop dan App&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Fitur import dan export sangat berguna ketika kalian melakukan migrasi (pindah software) dari EndNote ke Mendeley ataupun sebaliknya. Export dan import juga berguna ketika kalian akan instal ulang komputer, sebagai backup, dan lain-lain. Sebelumnya, saya sudah melakukan pemindahan data referensi dari EndNote ke Mendeley. Hal ini saya lakukan karena keterbatasan akses yang diberikan EndNote. Untuk mengakses EndNote, saya harus selalu terhubung dengan internet. Berbeda dengan Mendeley, karena Mendeley menyediakan aplikasi Mendeley Desktop secara gratis, maka saya dapat mengakses library referensi saya secara offline. Sebenarnya, EndNote juga menyediakan aplikasi desktop seperti Mendeley, namanya EndNote X8 (versi terbaru). Namun, harganya sangat mahal, bahkan ketika saya mencoba meminta harga diskon khusus mahasiswa, harga yang ditawarkan masih tetap mahal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam proses ini, kalian akan melakukan proses import dan export data secara berurutan pada setiap software. Perlu kalian ketahui sebelumnya bahwa EndNote yang saya gunakan ini adalah EndNote versi gratis, alias hanya bisa diakses menggunakan koneksi internet dengan mengunjungi web EndNote berikut &lt;a href="http://www.myendnoteweb.com/EndNoteWeb.html"&gt;http://www.myendnoteweb.com/EndNoteWeb.html&lt;/a&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Proses memindahkan data referensi dari EndNote ke Mendeley Desktop&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Cara export data referensi dari EndNote&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Kunjungi web Endnote lalu login melalui link berikut &lt;a href="https://access.clarivate.com/#/login?app=endnote" rel="nofollow" target="_blank"&gt;https://access.clarivate.com/#/login?app=endnote&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bawa kursor pada Menu Format, lalu pilih Export References&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada menu References, kalian bisa memilih referensi apa saja yang akan kalian export. Jika kalian ingin export semua referensi yang ada library EndNote, pilih &lt;i&gt;All References in My Library.&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada menu Export Style, EndNote menyediakan style referensi dalam bentuk BibTeX Export, EndNote Export, dan RefMan (RIS) Export. Ketiga style ini didukung oleh fitur Import Mendeley Desktop dan semua ekstensi filenya adalah &lt;b&gt;*.txt&lt;/b&gt;. Oleh sebab itu, kalian tidak perlu menghabiskan banyak waktu dalam menentukan style export ini.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saya anggap kalian kalian memilih BibTex Export (kenapa saya menganggap kalian memilih BibTex? intuisi saya mengatakan itu).&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioXVO667b7l6fQsHVAhMGwXEvl9w-zQcJI_gkCckBM-RZfkmtyIDuybdw8OdNgZ-e87oRd1W11mRIkgIDxhJFWonMH-t7B2HL7sk-1jm-6rQety-wpUy4J5JbcGC2HxsSSo8AEnWnefRVr/s1600/Screenshot+%2528117%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan proses eksport data referensi dari EndNote" border="0" data-original-height="694" data-original-width="1324" height="207" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioXVO667b7l6fQsHVAhMGwXEvl9w-zQcJI_gkCckBM-RZfkmtyIDuybdw8OdNgZ-e87oRd1W11mRIkgIDxhJFWonMH-t7B2HL7sk-1jm-6rQety-wpUy4J5JbcGC2HxsSSo8AEnWnefRVr/s400/Screenshot+%2528117%2529.png" title="Tampilan proses eksport data referensi dari EndNote" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan proses export data referensi dari EndNote&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, klik Save. Pada saat kalian klik Save, file referensi dengan nama &lt;b&gt;exportlist.txt&lt;/b&gt; akan terdownload.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekarang kita beralih pada software Mendeley Desktop&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Cara import data referensi ke dalam Mendeley Desktop&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka software Mendeley Desktop&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada menu File&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih Import, lalu pilih BibTeX (*.bib). Selanjutnya akan muncul menu Add Files Mendeley Desktop&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada saat ini, tidak muncul file exportlist yang telah kalian download tadi. Hal ini disebabkan oleh file tersebut memiliki ekstensi &lt;b&gt;*.txt&lt;/b&gt;, sedangkan Mendeley Desktop mencari file dengan ekstensi &lt;b&gt;*.bib&lt;/b&gt;. Oleh sebab itu, kalian perlu mengubah BibTeX (*.bib) menjadi Text (*txt) pada bagian ekstensi file.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah file exportlist muncul, klik pada file tersebut lalu klik Open.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL4m2SC_fOXp507jVXPDSSMuJSV7f2vG3UHLYMDuFDRc5v-BvmhpMwNzQtP-V6drZu4hOqn3aQVMhQV8B5e1BDVY8d3o-BnmIgnNvFFPc0oyfIwyZeK6NPEfve2FS78ukr9VonexIMvcrM/s1600/Screenshot+%2528120%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan proses import data referensi ke dalam Mendeley Desktop" border="0" data-original-height="611" data-original-width="848" height="287" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgL4m2SC_fOXp507jVXPDSSMuJSV7f2vG3UHLYMDuFDRc5v-BvmhpMwNzQtP-V6drZu4hOqn3aQVMhQV8B5e1BDVY8d3o-BnmIgnNvFFPc0oyfIwyZeK6NPEfve2FS78ukr9VonexIMvcrM/s400/Screenshot+%2528120%2529.png" title="Tampilan proses import data referensi ke dalam Mendeley Desktop" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan proses import data referensi ke dalam Mendeley Desktop&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Selamat, referensi dari library EndNote telah ditambahkan ke dalam library Mendeley Desktop kalian.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Proses memindahkan data referensi dari Mendeley ke EndNote&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Cara export data referensi dari Mendeley Desktop&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka software Mendeley Desktop&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika kalian ingin mengupload semua data referensi dari Mendeley Desktop ke EndNote, maka klik salah satu file di library kalian, lalu tekan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Ctrl+A (Select All)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Namun, jika kalian ingin salah satu data referensi saja, maka kalian cukup klik pada salah satu file saja tanpa dilanjutkan dengan Ctrl+A&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada menu File, lalu pilih Export (Ctrl+E)&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Isi nama file yang kalian inginkan pada File Name, misalnya &lt;b&gt;My Collection&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada bagian Save as Type, pilih RIS – Research Information System (*.ris), lalu klik Save&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya kita beralih untuk menggunakan EndNote web&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg84zGG7RqQxv8j_dsA4kwhcpEb0M54kzQZTPZ7h5ZRR_qOy2b1skBFZ8iXiW_Plr5DE7vTvf4PtKstsZMKT1HqI1ykO3zt38745K9aWQFwsracMjzSBIJJh_ekufvbCODTXEsmUZKAcLk/s1600/Screenshot+%2528127%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan proses export data referensi dari Mendeley Desktop" border="0" data-original-height="727" data-original-width="1366" height="212" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjg84zGG7RqQxv8j_dsA4kwhcpEb0M54kzQZTPZ7h5ZRR_qOy2b1skBFZ8iXiW_Plr5DE7vTvf4PtKstsZMKT1HqI1ykO3zt38745K9aWQFwsracMjzSBIJJh_ekufvbCODTXEsmUZKAcLk/s400/Screenshot+%2528127%2529.png" title="Tampilan proses export data referensi dari Mendeley Desktop" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan proses export data referensi dari Mendeley Desktop&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Catatan. Kenapa saya memilih RIS - Research Information System (*.ris) bukannya EndNote XML - EndNote v8, X1 or X2 (*.xml)? Alasannya adalah EndNote tidak mampu mendeteksi file yang berekstensi *.xml, padahal file tersebut dari Mendeley. Namun, setelah saya menyimpannya dalam bentuk *.ris, EndNote mampu mendeteksinya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Cara import data referensi ke dalam EndNote&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka EndNote Web menggunakan browser kalian&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Login pada link berikut &lt;a href="https://access.clarivate.com/#/login?app=endnote"&gt;https://access.clarivate.com/#/login?app=endnote&lt;/a&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bawa kursor pada Collect, lalu klik pada Import References&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada Choose File, lalu pilih file yang sebelumnya telah kalian export dari Mendeley Desktop, klik pada Open&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada bagian Import Option, pilih Refman RIS&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada bagian To, pilih [Unfiled]. Kalian juga bisa memilih New Group jika ingin memasukkan hasil import ini ke dalam grup tertentu. Baca postingan ini untuk informasi lebih lanjut. Menu To berfungsi untuk mengalihkan data referensi yang kalian import ke dalam grup tertentu di dalam EndNote. Pilihan [Unfiled] berarti data referensi yang kalian masukkan akan berada di luar grup atau data umum.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terakhir, klik pada Import&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUrlw7vOZZGruMf7T4pGEfnaSeOA88zLIeugDglqg_NxEREv6QdBkoObJs3awDcGxkgJceau1GsmhIB9jhceUNJWJB7U6-UEiO41mOp_y41F6ZzSFwTt9D6XIYk_FLyVcFoKwQyKOIl30F/s1600/Screenshot+%2528129%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="702" data-original-width="1325" height="211" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUrlw7vOZZGruMf7T4pGEfnaSeOA88zLIeugDglqg_NxEREv6QdBkoObJs3awDcGxkgJceau1GsmhIB9jhceUNJWJB7U6-UEiO41mOp_y41F6ZzSFwTt9D6XIYk_FLyVcFoKwQyKOIl30F/s400/Screenshot+%2528129%2529.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan hasil import data referensi ke dalam EndNote&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, kalian akan melihat jumlah data referensi yang sudah berhasil dimasukkan ke library EndNote&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagaimana? Sangat mudah mudah bukan? Sekian informasi yang saya sampaikan. Semoga bermanfaat bagi kalian semua, terutama para pejuang skripsi, tesis, dan disertasi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEioXVO667b7l6fQsHVAhMGwXEvl9w-zQcJI_gkCckBM-RZfkmtyIDuybdw8OdNgZ-e87oRd1W11mRIkgIDxhJFWonMH-t7B2HL7sk-1jm-6rQety-wpUy4J5JbcGC2HxsSSo8AEnWnefRVr/s72-c/Screenshot+%2528117%2529.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Pengaturan Tambahan Mendeley Desktop dan App</title><link>http://www.jakbelajar.com/2018/03/pengaturan-tambahan-mendeley.html</link><category>Mendeley</category><category>Tutorial</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Sat, 17 Mar 2018 18:03:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-2558330962973480801</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada postingan sebelumnya &lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2018/03/mendeley-software-gratis-pengelola.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;tentang Mendeley&lt;/a&gt;, saya telah memberikan informasi dasar dalam menggunakan software Mendeley Desktop. Sesuai dengan janji saya pada postingan sebelumnya, postingan kali ini akan membahas tentang cara membuat grup melalui Mendeley Desktop, membuat style sitasi sesuai dengan style UPI (Universitas Pendidikan Indonesia), dan cara menginstal Mendeley pada smartphone dengan OS android dan iOS.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Mengenal Fitur Grup dalam Mendeley&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Salah satu fitur Mendeley yang sangat menarik bagi saya adalah fitur Grup. Melalui grup ini, kalian bisa berkolaborasi dan berbagi referensi serta file artikel dengan teman kalian di Mendeley. Setiap grup Mendeley terdiri dari 25 orang anggota (kecuali &lt;i&gt;private group&lt;/i&gt;). Apabila kalian tertarik untuk bergabung dalam sebuah grup, namun grup tersebut telah penuh, maka kalian dapat mengikuti grup tersebut tanpa menjadi anggota. Tentu saja ada beberapa batasan tertentu jika kalian hanya mengikuti sebuah grup.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Jenis Grup dalam Mendeley&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jenis grup dalam Mendeley terdiri dari tiga jenis, yaitu &lt;i&gt;Private Group&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Invite-only Group&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Open Group&lt;/i&gt;. Adapun pembahasan lebih rinci mengenai karakteristik masing-masing grup adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Private Group&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Private group&lt;/i&gt; merupakan satu-satunya jenis grup yang mengijinkan kalian untuk berbagi referensi dan file artikel lengkap dan tidak tersedia secara publik, artinya, pengguna mendeley tidak dapat menemukan grup ini di web Mendeley. &lt;i&gt;Private group&lt;/i&gt;&amp;nbsp;sengaja dirancang untuk tim kecil. Walaupun jumlah anggota terbatas, kalian bisa berbagi bahan referensi berupa artikel teks secara lengkap (seperti PDF). Untuk menjadi anggota grup ini, kalian harus diundang oleh si pembuat grup tersebut. Berdasarkan informasi yang saya peroleh dari web Mendeley, semua pengguna Mendeley dapat membuat &lt;i&gt;private group&lt;/i&gt;, namun ada batasan jumlah &lt;i&gt;private group&lt;/i&gt; yang bisa kalian buat.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengguna Mendeley dengan akun gratis seperti saya ini hanya bisa membuat dan memiliki satu&amp;nbsp;&lt;i&gt;private group&lt;/i&gt; saja. Memang tidak ada batas karakteristik pengguna gratis yang bisa bergabung, namun setiap &lt;i&gt;private group&lt;/i&gt; yang dibuat oleh pengguna akun gratis hanya dapat memiliki maksimal tiga anggota saja. &lt;i&gt;Apa boleh buat, namanya saja gratis&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selanjutnya, jumlah ruang penyimpanan yang tersedia untuk &lt;i&gt;private group&lt;/i&gt; ditentukan oleh akun pemilik grup. Semua file artikel lengkap yang disertakan bersama kelompok berkontribusi pada batas ukuran file, jadi kalian harus hati-hati memantau ukuran file yang ditambahkan oleh anggota untuk memastikan batas ini tidak terlampaui. &lt;i&gt;Jangan sampai ada anggota yang upload film India lah&lt;/i&gt;. Hal ini tentu saja dikarenakan jumlah ruang penyimpanan yang terkait dengan akun kalian mencakup kedua file yang tersimpan di library pribadi dan dokumen yang terkait dengan &lt;i&gt;private group&lt;/i&gt; yang kalian miliki.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti yang sudah saya katakana sebelumnya, batas penyimpanan &lt;i&gt;cloud storage &lt;/i&gt;pengguna gratis adalah 2 GB. Menurut saya, 2 GB sudah cukup memadai untuk menyimpan artikel yang rata-rata ukurannya 1 MB. Adapun icon private group Mendeley akan berbentuk brankas.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Invite-only Group&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Invite-only groups dapat dilihat oleh publik. Grup ini dapat ditemukan dengan menjelajah atau mencari situs web Mendeley. Ada dua cara untuk menjadi anggota grup ini. Pertama, diundang oleh si pembuat grup. Kedua, mengajukan diri lalu diterima oleh si pembuat grup. Pengguna Mendeley dapat 'mengikuti' kelompok ini tanpa menjadi anggota, namun mereka tidak dapat menambahkan referensi baru. Anggota non-grup hanya bisa berpartisipasi dalam diskusi dan materi akses yang dibagikan kepada kelompok ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika kalian bergabung sebagai anggota &lt;i&gt;Invite-only group&lt;/i&gt;, maka ditandai dengan ikon yang menunjukkan seseorang di samping folder di Mendeley Desktop. Jika kalian hanya mengikuti grup, maka ikon yang akan muncul adalah folder dengan panah biru kecil.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Open Group&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Open Groups merupakan grup yang 100% publik. Grup ini memunkingkan agar siapa saja yang memiliki akun Mendeley dan setiap anggota dapat menambahkan referensi baru ke grup, walaupun anggota yang hanya mengikuti grup. Open groups adalah cara cepat untuk menemukan referensi tentang topik tertentu dan mengembangkan perpustakaan materi yang berkaitan dengan disiplin tertentu. &lt;i&gt;Open group&lt;/i&gt; sangat berguna untuk berdikusi materi yang umum. Ikon &lt;i&gt;open group&lt;/i&gt; sama dengan ikon &lt;i&gt;Invite-only group&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Cara Membuat Grup melalui Mendeley Desktop&amp;nbsp;&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun cara membuat grup dalam Mendeley adalah sebagai berikut&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka Mendeley Desktop&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Click pada &lt;i&gt;Create Group&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="Tampilan proses membuat grup" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0FcPhnneoTG76bHWpj0ovXokpeYD5Mmv6vbVsdkgyWi42zzsJlfW9NPcAvG5IMeue4ahXVPbRAPrS2KgVXrY8WiHrSSPFk1xkivWjSNdcgSCR9YvAiWPaxy3NKrDwEP62hdXtHAlKPlIP/s1600/Screenshot+%2528111%2529.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" title="Tampilan proses membuat grup" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan proses membuat grup&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7nr1BMjj3aEGWtTWU-KA-8BKUG7iTYq4t821xiUg4ooW8AvTS3j-OSW3VqQLww5BI2F_AJNfGhaaNDOyUddNBQphw1oGZPpz4Xzoe8pNcrrCkoSk-nniElI9-kISbUTqyCFq_y-u4PhOz/s1600/Screenshot+%2528104%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan proses memberikan nama dan jenis grup" border="0" data-original-height="356" data-original-width="519" height="273" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7nr1BMjj3aEGWtTWU-KA-8BKUG7iTYq4t821xiUg4ooW8AvTS3j-OSW3VqQLww5BI2F_AJNfGhaaNDOyUddNBQphw1oGZPpz4Xzoe8pNcrrCkoSk-nniElI9-kISbUTqyCFq_y-u4PhOz/s400/Screenshot+%2528104%2529.png" title="Tampilan proses memberikan nama dan jenis grup" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan proses memberikan nama dan jenis grup&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Beri nama grup, lalu pilih jenis grup&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, klik &lt;i&gt;Create&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk mengundang teman kalian, klik pada nama grup yang telah kalian buat&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik &lt;i&gt;Invite members&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan alamat email teman kalian&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terakhir, klik &lt;i&gt;Invite&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk memasukkan dan membagikan file artikel pada &lt;i&gt;private group&lt;/i&gt;, ikuti cara berikut&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Klik dan pendam pada file artikel yang akan kalian masukkan pada library, lalu drag ke grup tujuan&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika file artikel belum ada di &lt;i&gt;library &lt;/i&gt;Mendeley Desktop kalian, kalian bisa langsung memasukkan file tersebut ke dalam grup&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada nama grup, lalu klik pada &lt;i&gt;Documents&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik &lt;i&gt;Add&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selesai&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jangan lupa tekan tombol &lt;i&gt;Sync&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Cara Membuat sitasi dan referensi UPI Style&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan buku Petunjuk Teknis Pencegahan Plagiat Universitas Pendidikan Indonesia, bentuk referensi dan sitasi UPI menggunakan APA Style. Sebenarnya, Mendeley sudah menyediakan APA Style ini. Namun, pada APA style UPI, harus ada &lt;b&gt;pp.&lt;/b&gt; pada data referensi, terutama data referensi jurnal, misalnya,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="margin-left: 24.0pt; text-indent: -24.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Buckner, E., &amp;amp; Kim, P.
(2014). Integrating Technology and Pedagogy for Inquiry-Based Learning: The
Stanford Mobile Inquiry-based Learning Environment (SMILE). &lt;i&gt;Prospects&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;44&lt;/i&gt;(1),
&lt;b&gt;pp&lt;/b&gt;. 99–118.
https://doi.org/10.1007/s11125-013-9269-7&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nah, karena kita sudah menggunakan Bahasa Indonesia, tentu saja &lt;b&gt;pp.&lt;/b&gt; akan diubah menjadi &lt;b&gt;hlm.&lt;/b&gt;, seperti ini,&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="margin-left: 24.0pt; text-indent: -24.0pt;"&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;times&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;"&gt;Buckner, E., &amp;amp; Kim, P.
(2014). Integrating Technology and Pedagogy for Inquiry-Based Learning: The
Stanford Mobile Inquiry-based Learning Environment (SMILE). &lt;i&gt;Prospects&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;44&lt;/i&gt;(1),
&lt;b&gt;hlm.&lt;/b&gt; 99–118.
https://doi.org/10.1007/s11125-013-9269-7&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk mengatur referensi seperti di atas, maka kalian harus melakukan editing file APA xml-nya melalui web Mendeley secara langsung. Adapun langkah-langkahnya adalah sebagai berikut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka software Mendeley Desktop&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada Menu &lt;i&gt;View&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Citation Style&lt;/i&gt;, lalu pilih &lt;i&gt;More Styles…&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik kanan pada citation stye yang akan kalian ubah, lalu pilih &lt;i&gt;Edit Style&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaoxSQDtkQCElpVjdHch7dII_LXLwhUrk1tc7EAzH-WTRSB_G_eVveYn8k9MEUjUuhhKXKV0OiHKbVQ4OblzL98H3Dkthag8GR9t1eFgv7B6OLSYB5q6pQBapngKLSFkmNaoPUU6ok5Jid/s1600/Screenshot+%2528106%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan proses Edit Style Mendeley" border="0" data-original-height="498" data-original-width="651" height="305" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjaoxSQDtkQCElpVjdHch7dII_LXLwhUrk1tc7EAzH-WTRSB_G_eVveYn8k9MEUjUuhhKXKV0OiHKbVQ4OblzL98H3Dkthag8GR9t1eFgv7B6OLSYB5q6pQBapngKLSFkmNaoPUU6ok5Jid/s400/Screenshot+%2528106%2529.png" title="Tampilan proses Edit Style Mendeley" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan proses Edit Style Mendeley&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, Mendeley akan membuka browser kalian menuju link berikut &lt;a href="http://csl.mendeley.com/visualEditor"&gt;http://csl.mendeley.com/visualEditor&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Login akun Mendeley&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya akan muncul pop up menu berikut.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-qH7e46UB9xxM7-DCP6aqCc-I3W60MfuZKcydX3rcx71yPGyVGAopOmhSeXyMV1HQ0rRni1ZI9Zh8G7FwBgReTTHHbG_7P08qu3ndidbZfMrvigg7aVd7n3GAYi0z9NnIEl5s3Bmu1MF/s1600/Screenshot+%2528107%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan opsi Edit Style Mendeley di browser" border="0" data-original-height="308" data-original-width="506" height="194" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEis-qH7e46UB9xxM7-DCP6aqCc-I3W60MfuZKcydX3rcx71yPGyVGAopOmhSeXyMV1HQ0rRni1ZI9Zh8G7FwBgReTTHHbG_7P08qu3ndidbZfMrvigg7aVd7n3GAYi0z9NnIEl5s3Bmu1MF/s320/Screenshot+%2528107%2529.png" title="Tampilan opsi Edit Style Mendeley di browser" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan opsi Edit Style Mendeley melalui browser&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Jika kalian baru pertama kali menggunakan CSL editor ini, maka pilih “&lt;i&gt;Create a new style based on American Psychological Association 6th edition&lt;/i&gt;”. Namun, karena sudah pernah mengedit CSL ini, saya akan pilih &lt;i&gt;Open your existing style&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Saya anggap kalian akan memilih “&lt;i&gt;Create a new style based on American Psychological Association 6th edition&lt;/i&gt;”&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada &lt;i&gt;Style ID&lt;/i&gt;, isi dengan ID CSL yang kalian inginkan, misalnya APA-2, lalu klik OK&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sebelum melakukan editing lebih lanjut, klik pada Info.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, pada &lt;i&gt;Title&lt;/i&gt;, isi nama citation style yang kalian inginkan. Nama ini akan tertampil di Mendeley Desktop dan Ms Word nantinya. Misalnya American Psychological Association 6th edition - Hendra Yulisman&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh08Y5Di_gLOyRDxhlNRm75o4IIpvdNaXILBQrWGV-sgTOjDe75zNeq37PZGXd9O2mcDVzIdMvoRiYGJxR1UOMq5z61KEnzZ046UnNRIPAa2cWh7vqHnhyCR94VchQICBz_ohpK1X2jV-j/s1600/Screenshot+%2528108%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan proses memberi nama Citation Style Mendeley melalui broswer" border="0" data-original-height="698" data-original-width="1325" height="210" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjh08Y5Di_gLOyRDxhlNRm75o4IIpvdNaXILBQrWGV-sgTOjDe75zNeq37PZGXd9O2mcDVzIdMvoRiYGJxR1UOMq5z61KEnzZ046UnNRIPAa2cWh7vqHnhyCR94VchQICBz_ohpK1X2jV-j/s400/Screenshot+%2528108%2529.png" title="Tampilan proses memberi nama Citation Style Mendeley melalui broswer" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan proses memberi nama Citation Style Mendeley melalui&amp;nbsp;broswer&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Scroll ke bawah, lalu temukan kolom Contributors. Pilih &lt;i&gt;Add Contributor&lt;/i&gt;. Isilah data pribadi kalian seperti nama dan alamat email. Hal ini berguna dalam memudahkan author untuk tracking perubahan sebuah file CSL yang dibuatnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk menambahkan hlm., klik P03012–P03012 di bagian &lt;i&gt;EXAMPLE BIBLIOGRAPHY&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, pada bagian &lt;i&gt;Affixes&lt;/i&gt;, tambahkan &lt;b&gt;hlm.&lt;/b&gt; pada kolom &lt;i&gt;prefix&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ1J3yFkyQFapGph2xZxkbTKDvSpFEG7BpkKDVAsUxI0m1FgOhZJlTZsBnF75t6UGRxUbUnLvSMJZV9XI0HR_r1tFnjG50YMvUvucwYLDPu423v8Mf_qIjoqGpLshu6Oe2QJUmXN5kw_Jn/s1600/Screenshot+%2528109%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan proses menambahkan hlm. pada Mendeley" border="0" data-original-height="654" data-original-width="1325" height="196" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhZ1J3yFkyQFapGph2xZxkbTKDvSpFEG7BpkKDVAsUxI0m1FgOhZJlTZsBnF75t6UGRxUbUnLvSMJZV9XI0HR_r1tFnjG50YMvUvucwYLDPu423v8Mf_qIjoqGpLshu6Oe2QJUmXN5kw_Jn/s400/Screenshot+%2528109%2529.png" title="Tampilan proses menambahkan hlm. pada Mendeley" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan proses menambahkan hlm. pada Mendeley&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Untuk menyimpan hasil perubahan ini, klik Menu Style, lalu pilih Save Style&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekarang coba refresh Mendeley pada Ms Word kalian&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Cara Menginstal Mendeley di Smartphone&lt;/h2&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvkQZfFaYb4qsWqPaDgozmoaPkMGIDOmD4ecf3VXlieGV1R1Yk76R1u9N9QZieC-VsCfb71ZDXQbWKT8qCgMsAHNzK3ATaZi9IKI69fuVoeBlDCGkCL1r2AIGpO2G66OYFQbEg308yKkuP/s1600/Screenshot_20180317-105038.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan Mendeley di Android" border="0" data-original-height="700" data-original-width="394" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvkQZfFaYb4qsWqPaDgozmoaPkMGIDOmD4ecf3VXlieGV1R1Yk76R1u9N9QZieC-VsCfb71ZDXQbWKT8qCgMsAHNzK3ATaZi9IKI69fuVoeBlDCGkCL1r2AIGpO2G66OYFQbEg308yKkuP/s320/Screenshot_20180317-105038.jpg" title="Tampilan Mendeley di Android" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Mendeley di Android&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Salah satu kemudahan Mendeley adalah dapat diakses oleh platform yang berbeda, seperti OS Android dan iOS. Kalian bisa membaca artikel yang ada di library Mendeley Desktop menggunakan smartphone. Tentu saja, kalian harus melakukan sinkronisasi pada Mendeley Desktop terlebih dahulu. Jika kalian ingin membaca artikel library Mendeley Desktop melalui smartphone, ikuti langkah berikut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Download aplikasi Mendeley untuk smartphone&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.mendeley&amp;amp;hl=in" target="_blank"&gt;&lt;img alt="Download Mendeley untuk Android " border="0" data-original-height="240" data-original-width="810" height="58" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjKV4Xd6qEOtkiTkzn_eMVAYkidQ58vrZilOaXJUD_o6QjOTJvB-1nMkJ0D0NiEk0MKsPimvuyCUuIX6nwWDycxdYebxJ4nCAL1LhagZi8go8vWSkqmhkoEgt5VmPzbvgpfP-mjSM2Bqex5/s200/google-play-badge.png" title="Download Mendeley untuk Android " width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_998398611"&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href="https://www.blogger.com/"&gt;&lt;/a&gt;&lt;span id="goog_998398612"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://itunes.apple.com/us/app/mendeley-pdf-reader/id380669300?mt=8" target="_blank"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="200" data-original-width="560" height="71" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh84MFBJCzTKNsAeKUPn-tz4paWj-i0sq6vlXUZU1fDJBmGt8We7upefpJWks5-IhAFqmhSmRZaLeHYbVwZTaUGokl_WYYFx5ojgbuGaU9XjU0yNT2j-i3vfrDWnmhTs13lJRE3NVN79D3P/s200/logo-app_store.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka aplikasi Mendeley Smartphone, lalu login akun Mendeley kalian&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Untuk bisa membaca artikel yang ada di library Mendeley Desktop, kalian harus melakukan setting pada aplikasi Mendeley Smartphone terlebih dahulu&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melalui menu utama, geser ke kanan atau tekan pada gambar garis tiga di pojok kiri atas, sehingga Menu Setting akan muncul, tekan pada Setting&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOoMT4UPqbZLtLsJy418p6xWsk7efy-wykU73GO_eyXJhAWDIXc2Qjpbw-8bW_WsDZm-I-kg29OyIF0tqW4dSsTZrJxY26xvfEcQLmh-SPwe87R-r9GTTFx5n4oJwZ08EOMl33rZW3b_p3/s1600/Screenshot_20180317-150123.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tanpilan setting pada aplikasi Mendeley Android" border="0" data-original-height="700" data-original-width="394" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOoMT4UPqbZLtLsJy418p6xWsk7efy-wykU73GO_eyXJhAWDIXc2Qjpbw-8bW_WsDZm-I-kg29OyIF0tqW4dSsTZrJxY26xvfEcQLmh-SPwe87R-r9GTTFx5n4oJwZ08EOMl33rZW3b_p3/s320/Screenshot_20180317-150123.jpg" title="Tanpilan setting pada aplikasi Mendeley Android" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tanpilan setting pada aplikasi Mendeley Android&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, centang pada &lt;i&gt;Sync all files&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kembali ke menu utama, lalu tekan pada tombol sinkronisasi&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tunggu proses ini sampai selesai&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah semuanya selesai, kalian bisa membaca artikel yang sudah terdownload ke dalam smartphone&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN4m6gTXMVXohUWH690oTXE5l-1OxAHgAJ6kP2T8e2tUKQaxQilWQJE33UD6CBfqmnxxrd3PDBytLPFjlc4mFRdAD6AiwIGOKlT7rCjW6RrVMW5KngBzUO7djtscON5QVmoTpfYUC7Dj_w/s1600/Screenshot_20180317-105105.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan Mendeley Document details lookup di Mendeley Android" border="0" data-original-height="700" data-original-width="394" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjN4m6gTXMVXohUWH690oTXE5l-1OxAHgAJ6kP2T8e2tUKQaxQilWQJE33UD6CBfqmnxxrd3PDBytLPFjlc4mFRdAD6AiwIGOKlT7rCjW6RrVMW5KngBzUO7djtscON5QVmoTpfYUC7Dj_w/s320/Screenshot_20180317-105105.jpg" title="Tampilan Mendeley Document details lookup di Mendeley Android" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Mendeley Document details lookup di Mendeley Android&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6-p4xjCFadFPKXZvW2Xd1lRQxrOpHFjv64nnFU6_DaAXAW7fxPd0wp509LoZhjgsUMkpQ-stuAfiVHEmDv_5NfWA2fimn7ExUn8nXWVZSd341FE36QdgHyCL-Gd9-cEqkzyhtfx-FdAkZ/s1600/Screenshot_20180317-105058.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan Mendeley's PDF Viewer di Android" border="0" data-original-height="700" data-original-width="394" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6-p4xjCFadFPKXZvW2Xd1lRQxrOpHFjv64nnFU6_DaAXAW7fxPd0wp509LoZhjgsUMkpQ-stuAfiVHEmDv_5NfWA2fimn7ExUn8nXWVZSd341FE36QdgHyCL-Gd9-cEqkzyhtfx-FdAkZ/s320/Screenshot_20180317-105058.jpg" title="Tampilan Mendeley's PDF Viewer di Android" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Mendeley's PDF Viewer di Android&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikian postingan ini saya buat, semoga postingan tentang Mendeley ini berguna bagi teman-teman sekalian. Saya menyadari masih banyak terdapat kekurangan pada postingan ini. Oleh sebab itu, saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari teman-teman sekalian. jangan lupa share, ya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;Referensi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sukyadi, Didi. Petunjuk Teknis Pencegahan Plagiat Universitas Pendidikan Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0FcPhnneoTG76bHWpj0ovXokpeYD5Mmv6vbVsdkgyWi42zzsJlfW9NPcAvG5IMeue4ahXVPbRAPrS2KgVXrY8WiHrSSPFk1xkivWjSNdcgSCR9YvAiWPaxy3NKrDwEP62hdXtHAlKPlIP/s72-c/Screenshot+%2528111%2529.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mendeley Software Gratis Pengelola Referensi dan Sitasi</title><link>http://www.jakbelajar.com/2018/03/mendeley-software-gratis-pengelola.html</link><category>Mendeley</category><category>Tutorial</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Fri, 16 Mar 2018 22:59:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-7460512326311722618</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendeley merupakan software pengelola referensi dan sitasi gratis yang disediakan oleh Elsevier. Mendeley dapat digunakan untuk mengelola dan berbagi artikel penelitian, mencari data penelitian, dan bekerja sama dengan author lain secara online. Dibandingkan dengan beberapa software pengelola referensi lainnya seperti EndNote, Mendeley lebih unggul karena dapat digunakan secara gratis dan tersedia dalam dukungan &lt;i&gt;multiplatform&lt;/i&gt; (tersedia untuk OS Android dan iOS). Mendeley memberikan kapasistas penyimpanan online (&lt;i&gt;cloud storage&lt;/i&gt;) sebesar 2 GB. Selanjutnya, dukungan &lt;i&gt;multiplatform&lt;/i&gt; akan memudahkan kalian untuk mengakses jurnal yang telah kalian simpan di Mendeley Library melalui smartphone kapanpun dan dimanapun kalian butuhkan. Oleh sebab itulah, saya telah menggunakan Mendeley sejak tahun 2010.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Cara Membuat Akun Mendeley&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum menggunakan Mendeley, kalian wajib memiliki akun Mendeley. Pada saat pendaftaran, saya menyarankan agar menggunakan email akademik kalian Contoh alamat email akademik misalnya @student.upi.edu atau @fkip.unsyiah.ac.id. Hal tersebut akan memudahkan teman-teman untuk menemukan kalian serta meningkatkan kredibilitas kalian sendiri. Adapun cara membuat akun Mendeley adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka halaman berikut &lt;a href="https://www.mendeley.com/"&gt;https://www.mendeley.com&lt;/a&gt; lalu klik pada Sign In atau klik link berikut &lt;a href="https://id.elsevier.com/as/4Vfnm/resume/as/authorization.ping"&gt;https://id.elsevier.com/as/4Vfnm/resume/as/authorization.ping&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Isi dengan alamat email akademik kalian lalu klik Continue&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, isi nama depan kalian pada kolom Given Name lalu nama belakang kalian pada Family Name. Banyak dari teman saya terutama istri saya sendiri menemukan masalah saat mengisi Given Name dan Family Name ini. Hal ini dikarenakan nama mereka terdiri dari 3 sampai 4 kata, atau bahkan lebih. Nah, kuncinya disini adalah Family Name harus diisi dengan Nama Terakhir kalian. Misalnya nama kalian terdiri dari SATU DUA TIGA EMPAT, maka kalian harus mengisi SATU DUA TIGA di kolom Given Name, dan EMPAT di kolom Family Name. Jadi, ketika ada yang sitasi artikel kalian nanti, maka akan menjadi Empat, S.D.T. Namun, pada beberapa artikel, saya juga menemukan ada Author yang Family Name nyaterdiri dari dua kata. Oleh sebab itu, jangan jadikan saran saya ini sebagai suatu yang mutlak ya. Ada baiknya kalian diskusikan terlebih dahulu ke orang tua masing-masing&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Isi password lalu tekan Register. Buatlah password yang terdiri dari kombinasi HURUF BESAR, huruf kecil, dan angka-angka. Misalnya, JgnBerhutangWalau1Rp.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, konfirmasi dengan cara mengklik link yang dikirim Mendeley ke alamat email yang kalian berikan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selamat, kalian sudah memiliki akun Mendeley. Untuk personalisasi lebih lanjut, akan saya bahas pada postingan selanjutnya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Menginstal Software Mendeley Desktop&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah memiliki akun Mendeley, selanjutnya kalian harus mendownload software Mendeley Desktop. Klik link berikut untuk mendownload software Mendeley Destop &lt;a href="https://www.mendeley.com/download-desktop/"&gt;https://www.mendeley.com/download-desktop/&lt;/a&gt;. Selanjutnya, silahkan install. Untuk menggunakan software Mendeley Desktop, kalian diharuskan login terlebih dahulu&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Software Mendeley Desktop siap digunakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Mengenal Menu-menu pada Mendeley&lt;/h2&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmn0swH0cElAUUNpHDDNyYAbbqW4ND_V0ptvfDcAIDGa0RLX-I5-D2ZQBkQGFRpsbcG62OEHaPVW_mapug3bo56Uj5t7d8FruF9UvMxQJiZ7f_Pt2w0HIV-0RfNzPYTZLpLZGG7jRAXtBT/s1600/Screenshot+%2528103%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan software Mendeley Dekstop beserta menu dan fiturnya" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="224" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmn0swH0cElAUUNpHDDNyYAbbqW4ND_V0ptvfDcAIDGa0RLX-I5-D2ZQBkQGFRpsbcG62OEHaPVW_mapug3bo56Uj5t7d8FruF9UvMxQJiZ7f_Pt2w0HIV-0RfNzPYTZLpLZGG7jRAXtBT/s400/Screenshot+%2528103%2529.png" title="Tampilan software Mendeley Dekstop beserta menu dan fiturnya" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan software Mendeley Dekstop beserta menu dan fiturnya&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menu bar terdiri dari File, Edit, Menu, Tools, dan Help&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Menu File Mendeley, terdiri dari:&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Add Files…&lt;/b&gt; : berfungsi untuk menambahkan file referensi dalam bentuk PDF&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Add Folders… &lt;/b&gt;: berfungsi untuk menambahkan folder yang berisi file referensi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Watch Folders…&lt;/b&gt;: befungsi sebagai folder untuk menambah file secara otomatis. Jika kalian telah menetapkan Watch Folder, maka ketika kalian memasukkan sebuah file referensi ke dalam folder tersebut, maka Mendeley Desktop akan menambahkannya secara otomatis&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Add Entry Manually...&lt;/b&gt;: berfungsi untuk menambahkan data referensi secara manual. Data referensi berupa halaman web, berita atau data yang tidak tersedia dalam bentuk file harus ditambahkan secara manual.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Import…&lt;/b&gt;: berfungsi untuk mengimport hasil backup referensi dari software lain, seperti EndNote&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Export...&lt;/b&gt;:  berfungsi untuk mengeksport referensi yang telah kalian buat agar dapat digunakan pada software lain seperti EndNote&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Merge Documents&lt;/b&gt;: menggabungkan beberapa file referensi menjadi satu data referensi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Delete Documents&lt;/b&gt;: menghapus data beserta file artikel&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Remove from Folder&lt;/b&gt;: menghapus data beserta artikel dari sebuah folder&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Rename Document Files…&lt;/b&gt;: mengubah nama file&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Synchronize Library&lt;/b&gt;: menyamakan data referensi yang ada di library Mendeley Desktop dengan data yang ada di cloud storage Mendeley, begitu juga sebaliknya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Sign Out&lt;/b&gt;: Keluar dari akun Mendeley&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Quit&lt;/b&gt;: Tutup software Mendeley Desktop&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menu Edit Mendeley, terdiri dari menu yang sering kalian gunakan secara umum dalam hal copy-paste-delete sebuah file. Fungsi Undo, Redo, Find, Cut, Copy, Copy As, Paste, Select All sama seperti fungi yang telah kalian kenal selama ini. Jadi saya tidak menjelaskan lagi fungsi-fungsi ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;New Folder&lt;/b&gt;: berfungsi menambahkan folder baru dalam software Mendeley Desktop&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;New Group&lt;/b&gt;: menambahkan grup baru. Grup dalam Mendeley berfungsi untuk sharing data referensi antar sesama author. Pembahasan mengenai sharing data referensi melalui Mendeley akan saya bahas pada postingan selanjutnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Rename Folder&lt;/b&gt;: mengubah nama folder&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Remove Folder&lt;/b&gt;: menghapus folder&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Menu View, terdiri dari:&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Library as Citations&lt;/b&gt;: menampilkan data referensi dalam bentuk sitasi (seperti yang ada di daftar pustaka). Tampilan ini akan disesuaikan dengan style sitasi yang kalian pilih&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Library as Table&lt;/b&gt;: menampilkan data referensi dalam bentuk tabel&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Citation Style&lt;/b&gt;: merupakan salah satu fitur kunci Mendeley. Citation Style berguna untuk memilih style sitas (misalnya APA, IEEE, dll), mengubah bahasa sitasi, serta mengedit style sitasi sesuai dengan format universitas kalian masing. Pembahasan lebih lanjut untuk mengedit style sitasi akan saya bahas dalam postingan selanjutnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Show Document Details&lt;/b&gt;: menampilkan informasi metadata dari file referensi yang ada di library Mendeley, seperti jenis referensi, judul artikel, dll.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mendeley Suggest&lt;/b&gt;: menampilkan artikel pilihan Mendeley yang disesuaikan dengan artikel yang ada di dalam library Mendeley&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Menu Tools, terdiri dari:&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Invite Colleagues&lt;/b&gt;: berfungsi untuk mengundang teman kalian untuk menggunakan Mendeley&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Install Web Importer&lt;/b&gt;: berfungsi untuk menginstal Web Importer.  Web Importer adalah plugin Mendeley untuk browser seperti Chrome, Firefox, dll. Plugin ini berfungsi untuk menyimpan sebuah referensi secara cepat ketika kalian sedang membaca sebuah artikel secara online&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Install MS Word Plugin&lt;/b&gt;: merupakan plugin wajib. Secara default, plugin ini akan terinstal secara otomatis ketika kalian menginstal software Mendeley Desktop. Setelah di install, kalian bisa melihat plugin ini melalui Word di bagian tab References.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Check for Duplicates&lt;/b&gt;: cek file ganda yeng telah kalian masukkan ke dalam Mendeley.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Option&lt;/b&gt;: Pengaturan tambahan. Berisi Document Details, File Organizer, Watch Folder, BibTex, Zotero, dan Conenction.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Menu Help, terdiri dari&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Help Guides&lt;/b&gt;: berisi tutorial menggunakan Mendeley&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Mendeley Website&lt;/b&gt;: klik untuk mengunjungi website Mendeley&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;FAQ&lt;/b&gt;: Freaquently Asked Questions. Berisi pertanyaan dan jawaban yang sering ditanya oleh pengguna Mendeley&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Contact Support&lt;/b&gt;: Dukungan teknis dari Mendeley&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Request Features&lt;/b&gt;: Sepertinya tidak didukung lagi oleh Mendeley. Pada awalnya berfungsi untuk meminta fitur tertentu untuk Mendeley&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Check for Updates&lt;/b&gt;: cek update untuk software Mendeley Desktop&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Create Backup&lt;/b&gt;: Membuat cadangan referensi Mendeley. File backup akan berbentuk .zip. Lakukan backup jika penggunaan referensi kalian sudah melebihi 2 GB. Namun, ada baiknya lakukan backup secara berkala. Jangan lupa, jangan menyimpan file backup di drive C.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Restore Backup&lt;/b&gt;: mengembalikan data referensi melalui data backup yang telah kalian lakukan sebelumnya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Reset Mendeley Desktop&lt;/b&gt;: Atur ulang semua pengaturan Mendeley ke pengaturan awal.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;About Mendeley Desktop&lt;/b&gt;: Informasi tentang Mendeley&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selanjutnya adalah quick menu. Saya menamakan quick menu karena menu ini berisi perintah-perintah yang sering digunakan dan tersedia dalam bentuk gambar&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gambar pertama adalah &lt;i&gt;Import additional documents to the current collection,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;berfungsi untuk menambahkan file referensi baru. Jika kalian klik pada bagian panahnya (dropdown menu), maka akan muncul menu tambahan seperti Add Files, Add Folder, Watch Folder, dan Add Entry Manually. Fungsinya sama dengan yang telah saya jelaskan di atas.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambar kedua adalah &lt;i&gt;Create a new folder,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;berfungsi untuk menambahkan folder dalam aplikasi Mendeley. Perlu kalian perhatikan, ketika kalian mengklik sebuah folder di dalam Mendeley, lalu kalian klik gambar &lt;i&gt;Create a new folder&lt;/i&gt; ini, maka folder baru yang terbentuk akan berada di bawah folder sebelumnya. Dengan kata lain, yang terbentuk adalah Sub Folder. Selanjutnya, di samping gambar &lt;i&gt;Create a new folder&lt;/i&gt; ini, terdapat gambar &lt;i&gt;Remove the current folder&lt;/i&gt;, yang berfungsi untuk menghapus folder yang telah kalian buat&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambar ketiga adalah &lt;i&gt;Related,&lt;/i&gt;&amp;nbsp;berfungsi untuk mencari artikel terkait dengan artikel pilihan kalian. Hasil dari pencarian ini berasal dari internet. Saya sering menggunakan fitur ini jika artikel yang ada di library saya masih terbatas. Untuk menggunakannya cukup mudah. Kalian klik pada artikel yang sudah ada di library, lalu klik gambar &lt;i&gt;Related&lt;/i&gt;. Selanjutnya Mendeley akan menampilkan beberapa artikel hasil penelusuran. Untuk memasukkan hasil penelusuran  ke dalam library, klik pada &lt;i&gt;Save Reference&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambar keempat adalah &lt;i&gt;Sync&lt;/i&gt;. Sama seperti fungsi Sync sebelumnya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambar kelima adalah &lt;i&gt;Help&lt;/i&gt;. Sama seperti fungsi Help sebelumnya.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Gambar keenam adalah kolom &lt;i&gt;Search&lt;/i&gt;. Berfungsi untuk mencari data di library. Kalian bisa mencari berdasarkan Author, Title, Publication Name, Year, dan Note.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Cara Memasukkan referensi ke dalam Mendeley&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Terdapat tiga cara memasukkan referensi ke dalam mendeley&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Menggunakan Web Importer Mendeley&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Web importer adalah plugin untuk browser kalian. Saya menganjurkan untuk menggunakan Chrome atau Firefox saat menggunakan Web Importer Mendeley. Cara menggunakannya sangat mudah. Ketika kalian sedang berada pada halaman sebuah artikel online, maka icon Web Importer Mendeley akan muncul. Kalian tinggal klik icon tersebut untuk memasukkan data artikel yang kalian baca ke dalam Library Mendeley Desktop.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Menambahkan file referensi ke dalam Mendeley Desktop atau upload langsung ke web Mendeley&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cara kerja memasukkan file ke dalam software Mendeley Desktop hampir sama dengan upload langsung ke web Mendeley. Perbedaannya terletak pada proses upload ke server Mendeley saja. Dimana pada saat upload ke web Mendeley langsung, tentu saja kalian harus upload filenya terlebih dahulu, sedangkan pada software Mendeley Desktop berlaku kebalikannya. Adapun cara memasukkan file ke dalam software Mendeley Desktop adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Klik pada gambar Import Additional, lalu pilih file pdf artikel kalian.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, edit metadata artikel tersebut pada Document Details lookup. Jika kalian mendownload file artikel dari jurnal internasional ternama, maka kalian tidak perlu ribet dalam mengedit data ini. Semua sudah komplit, mulai dari judul, abstrak, sampai DOI nya pun sudah tersedia. Jadinya kalian hanya memasukkan file saja.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Mengunakan Add Entry Manually&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Memasukkan data referensi menggunakan cara Manual Entry akan kalian gunakan jika referensi berupa data dari halaman web, tulisan koran, berita televisi, dan semua referensi yang tidak tersedia metadatanya seperti file pdf. Untuk memasukkan referensi melalui manual entry, ikuti cara berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Klik tanda panah di samping gambar penambah artikel, pada dropdown menu yang muncul, klik Add Entry Manually&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, sesuaikan data referensi yang akan dimasukkan pada menu Type.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Isi data referensi yang dibutuhkan. Kalian harus memahami mengenai data-data apa saja yang harus diisi sesuai dengan tipe referensi. Jadi, kalian tidak perlu isi semua kolom yang disediakan oleh Mendeley. Misalnya, data referensi berupa halaman web, kalian cukup isi penulis artikel web tersebut, judul artikelnya, dimana dia mempublikasinnya (mis. Jak Belajar), url webnya (mis. https://www.jakbelajar.com/), serta waktu kalian mengakses data ini.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terakhir klik Save&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jangan lupa. Setelah semua data kalian masukkan ke dalam Library, selalu tekan tombol Sync.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Cara memasukkan sitasi dan referensi Mendeley ke dalam Ms Word&lt;/h2&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiym6gSgHmi4G4gxjPdEbkoBZmy94BWlJDG516a2V81FGhzrkOOnadQD6yQdgBwts1pblVSAXq9v1U1iphQx8PgZOn_LSkSvm_D3xxBpnyYRl9a5nmh6D6gkJXyld7KxPlpiGIvBAeVTZyC/s1600/Screenshot+%252899%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan proses menambahkan sitasi pada Ms Word menggunakan Mendeley" border="0" data-original-height="617" data-original-width="490" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiym6gSgHmi4G4gxjPdEbkoBZmy94BWlJDG516a2V81FGhzrkOOnadQD6yQdgBwts1pblVSAXq9v1U1iphQx8PgZOn_LSkSvm_D3xxBpnyYRl9a5nmh6D6gkJXyld7KxPlpiGIvBAeVTZyC/s320/Screenshot+%252899%2529.png" title="Tampilan proses menambahkan sitasi pada Ms Word menggunakan Mendeley" width="254" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan proses menambahkan sitasi pada Ms Word menggunakan Mendeley&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sebelum memasukkan sitasi menggunakan Mendeley ke dalam Ms Word, kalian harus menryiapkan halaman khusus latar belakang terlebih dahulu. Ikuti cara &lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2013/10/membuat-halaman-berbeda-dalam-satu-file.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;berikut ini&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, di dalam software Ms Word, klik tab References&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada Insert Citation&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ketikkan nama author&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik OK&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Apabilakalian ada mengubah metadata tertentu di software Mendeley Desktop, maka untuk menerapkan perubahannya ke dalam Ms Word cukup menekan Refresh saja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Melalui tab References ini, kalian juga bisa mengubah Citation Style yang akan kalian gunakan.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Mendeley’s PDF Viewer&lt;/h2&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0Pa6WyMrWskdF6Sl2AfzrHnv_aTKRpBRzKHx50M3PQZ7WWgZbiGd8ATF3cYyHK6C1nDpvO8Yhpwdt76ILO2YlJ-6N3bM7HyezGT-D7Rz_rJN8hPTisDVn9DiOIvfepp-31gRcqtrfnz8Q/s1600/Screenshot+%2528101%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan Mendeley's PDF Viewer" border="0" data-original-height="768" data-original-width="1366" height="223" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh0Pa6WyMrWskdF6Sl2AfzrHnv_aTKRpBRzKHx50M3PQZ7WWgZbiGd8ATF3cYyHK6C1nDpvO8Yhpwdt76ILO2YlJ-6N3bM7HyezGT-D7Rz_rJN8hPTisDVn9DiOIvfepp-31gRcqtrfnz8Q/s400/Screenshot+%2528101%2529.png" title="Tampilan Mendeley's PDF Viewer" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Mendeley's PDF Viewer&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendeley menyediakan fitur untuk membuka file artikel dalam bentuk PDF. Menu-menu yang disediakan oleh Mendeley’s PDF Viewer ini sangat sederhana namun cukup untuk mendukung kegiatan analisis dan sintesis artikel kalian.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Cara Mengubah Referensi dan Sitasi Mendeley ke dalam Bahasa Indonesia&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada keadaan default (bawaan dari sononya a.k.a pengaturan awal), referensi dan sitasi Mendeley tersedia dalam bahasa Inggris. Jadi, jika kalian memasukkan sebuah sitasi yang terdiri dari beberapa author dalam tulisan, maka namanya akan menjadi &lt;b&gt;SiFulan, et al.&lt;/b&gt; Seharusnya, dalam tata cara penulisan artikel bahasa Indonesia, nama sitasi tersebut menjadi &lt;b&gt;SiFulan, dkk&lt;/b&gt;. Nah, seiring perkembangan zaman, Mendeley sudah menyediakan sitasi dalam bahasa Indonesia. Jadi, kalian tidak perlu mengedit file xml di foldernya lagi, seperti yang saya lakukan di software Mendeley versi lawas. Adapaun cara mengubah sitasi dan referensi Mendeley ke dalam bahasa Indonesia adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka software Mendeley Desktop&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik pada menu View, klik Citation Style, lalu klik pada More Style…&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXD-BLG0IXxvsEMlsBoBi04lMSC9gNw4K1WM7FV4MWK7lnjvCLHpX0rFqKYJeovMwH0yodqyI4w3_tw9Yj8P3LkufUIO881_xqLWqUqrZkT49E1DZ1zrNGIvO6mOL_0_sXYk0NNwSUHgf8/s1600/Screenshot+%252897%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan proses pengubahan style sitasi" border="0" data-original-height="386" data-original-width="804" height="191" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXD-BLG0IXxvsEMlsBoBi04lMSC9gNw4K1WM7FV4MWK7lnjvCLHpX0rFqKYJeovMwH0yodqyI4w3_tw9Yj8P3LkufUIO881_xqLWqUqrZkT49E1DZ1zrNGIvO6mOL_0_sXYk0NNwSUHgf8/s400/Screenshot+%252897%2529.png" title="Tampilan proses pengubahan style sitasi" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan proses pengubahan style sitasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Pada bagian Citation and Bibliography Language, pilih Indonesia&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9D0Cy3wdOrxzUDxUeOu1mk4QMkUU9eN_GhxcGxCVuQOwy9g5bGLPB9Rd4lcBuZHFst3bImKwXQww_HKJAAiLphetV_mLbp0yWVGgh6R91Evtt0MICEaQKYZP_CUl56W3FmLZlnOiY5QRZ/s1600/Screenshot+%252898%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan menu untuk mengubah sitasi dan referensi ke dalam bahasa Indonesia" border="0" data-original-height="501" data-original-width="644" height="310" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9D0Cy3wdOrxzUDxUeOu1mk4QMkUU9eN_GhxcGxCVuQOwy9g5bGLPB9Rd4lcBuZHFst3bImKwXQww_HKJAAiLphetV_mLbp0yWVGgh6R91Evtt0MICEaQKYZP_CUl56W3FmLZlnOiY5QRZ/s400/Screenshot+%252898%2529.png" title="Tampilan menu untuk mengubah sitasi dan referensi ke dalam bahasa Indonesia" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan menu untuk mengubah sitasi dan referensi ke dalam bahasa Indonesia&amp;nbsp;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Selamat, sitasi dan referensi kalian sudah berubah ke bahasa Indonesia&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada beberapa kasus, seringkali &lt;b&gt;et al.&lt;/b&gt; tidak berubah menjadi &lt;b&gt;dkk.&lt;/b&gt; Hal ini juga terjadi pada saya. Untuk mengganti kata-kata et al. menjadi dkk., silahkan ikuti petunjuk berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tutup atau Exit atau Quit software Mendeley Desktop terlebih dahulu. Kalau tidak ditutup.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buka Windows Explorer, klik Local Disk (C:), atau dimana system OS kalian diinstal&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buka folder &lt;i&gt;Program Files&lt;/i&gt;, lalu buka folder Medeley Desktop&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buka folder citationLocales, lalu cari file locales-id-ID.xml&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Buka file tersebut menggunakan Notepad&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, tekan Ctrl+F lalu ketikkan et al&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah kata-kata &lt;b&gt;et al.&lt;/b&gt; kalian temukan, ganti kata tersebut dengan &lt;b&gt;dkk&lt;/b&gt;. Ingan, &lt;b&gt;dkk.&lt;/b&gt;-nya harus ada titik.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selajutnya, klik menu &lt;i&gt;File&lt;/i&gt; lalu pilih &lt;i&gt;Save As&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada file name, ketikkan seperti nama file seperti berikut: locales-id-ID.xml. Ingat harus ada .xml nya&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada bagian Save as Type (dibawah File Name), pilih &lt;i&gt;All File&lt;/i&gt;, jangan sekali-kali memilih Text Documents (*txt). &lt;b&gt;&lt;i&gt;Haram&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Simpan saja file ini di folder Documents.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Nah, setelah itu, buka folder Documents, cari file locales-id-ID yang kalian simpan tadi, lalu pindahkan ke folder citationLocales. Pilih Replace, lalu Yes-kan saja.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekarang silahkan buka kembali software Mendeley Desktop dan MS Word kalian yang ada sitasinya. Jika masih ada et al., klik References pada menu MS Word, lalu klik refresh.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikian pengenalan software pengelola referensi dan sitasi Mendeley. Bagaimana? Apakah ada kekurangan yang harus saya masukkan dalam postingan ini? Silahkan berikan kritik dan saran di kolom komentar. Sebenarnya, salah satu alasan saya yang paling kuat dalam memilih Mendeley adalah Mendeley disediakan secara gratis. Selanjutnya, apabila kalian tertarik untuk membeli, Mendeley tersedia dengan fitur pembelian secara subscribe. Mendeley juga memberikan diskon khusus jika kalian adalah mahasiswa atau ingin membeli untuk beberapa orang. Harganya pun lebih murah dibandingkan dengan software serupa lainnya. Oleh sebab inilah, saya masih setia menggunakan Mendeley sampai saat ini.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmn0swH0cElAUUNpHDDNyYAbbqW4ND_V0ptvfDcAIDGa0RLX-I5-D2ZQBkQGFRpsbcG62OEHaPVW_mapug3bo56Uj5t7d8FruF9UvMxQJiZ7f_Pt2w0HIV-0RfNzPYTZLpLZGG7jRAXtBT/s72-c/Screenshot+%2528103%2529.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total></item><item><title>Cara Mengatasi Uncontrolled Auto Scrolling Down pada Komputer</title><link>http://www.jakbelajar.com/2017/12/cara-mengatasi-uncontrolled-auto.html</link><category>Computer</category><category>Tips And Tricks</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Sat, 2 Dec 2017 13:36:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-4721031229530908973</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya saya agak sulit dalam menentukan judul postingan kali ini. Pada awalnya saya ingin membuat judul dalam Bahasa Indonesia. Tujuannya adalah untuk memudahkan para pembaca dalam menemukan tips ini. Namun, karena sulit menemukan kata-kata yang “pas” dalam Bahasa Indonesia, akhirnya saya gabungkan saja antara Bahasa Indonesia dan Bahasa Inggris.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
Tahukah kalian apa &lt;i&gt;auto-scrolling down&lt;/i&gt; itu?&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;i&gt;&lt;b&gt;Uncontrolled auto-scrolling down&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; atau bergulir ke bawah secara otomtis dan tidak terkontrol (&lt;i&gt;begitu kan ya?&lt;/i&gt;) adalah suatu permasalahan yang timbul dari kesalahan (&lt;i&gt;&lt;b&gt;error&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;) pada &lt;i&gt;keyboard&lt;/i&gt; komputer yang menyebabkan halaman akan turun/bergulir ke bawah/&lt;i&gt;&lt;b&gt;auto-scrolling down&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; pada setiap bagian komputer yang kalian pilih/klik (Yulisman, 2017). Misalnya, kalian buka file Ms. Word yang memiliki 1000 halaman. Tanpa kalian klik apapun, tiba-tiba si komputer langsung membawa kalian ke lembah file 1000 halaman tersebut dan ketika kalian klik panah ke atas, kursor akan kembali lagi ke tempat semula. Hal ini juga berlaku ketika kalian menggunakan &lt;i&gt;&lt;b&gt;scrollbar&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Ketika kalian membawa sudah berhasil men-&lt;i&gt;scroll up&lt;/i&gt; sampai ke halaman pertama, begitu &lt;i&gt;&lt;b&gt;scrollbar&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;-nya dilepas, maka dengan cepat komputer akan kembali terjungkal ke lembahnya lagi. Ternyata, masalah ini tidak hanya berlaku ketika membuka Ms. Word saja. Masalah ini akan muncul di semua program, baik di Explorer, Notepad, dan bahkan di browser kalian. Bayangkan ketika kalian ingin menonton video di Youtube, si komputer malah membawa kalian untuk turun membaca komentar yang paling bawah. Pasti menjengkelkan bukan?&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya, postingan ini didasarkan pada kejadian nyata, bukan fiktif belaka. Alkisah pada suatu hari, istri saya melaporkan bahwa &lt;i&gt;keyboard&lt;/i&gt; laptopnya bermasalah. Pada awalnya saya pikir itu bukanlah masalah yang besar, sehingga saya  saya tidak langsung memeriksanya. Keesokan harinya, pada saat saya mencobanya, saya langsung berkesimpulan, “&lt;i&gt;oh,&lt;/i&gt; ini tombol panah ke bawahnya yang rusak. Sepertinya tidak bisa saya buat, kita bawa ke tukang servis langganan saja”. &lt;i&gt;Nah&lt;/i&gt;, Pada saat kami bawa ke tukang servis, lalu di coba oleh tukang servisnya, &lt;i&gt;eh&lt;/i&gt; malah normal-normal saja. Namun ketika di coba oleh istri saya lagi, malah masalahnya mucul lagi. Akhirnya saya ambil kesimpulan, laptop ini di servis saja, dan kalau memang perlu, di ganti saja keyboardnya. Si tukang servisnya pun meng-&lt;i&gt;iya&lt;/i&gt;-kan dan dia meminta waktu 4 jam. Daripada kami menunggu disitu memandangi si tukang servis yang mungkin saja dapat mengganggu konsentrasinya, kami memilih untuk mencari tempat makan saja. Setelah memesan makanan, baru pada suapan pertama, tiba-tiba ada yang menelpon saya. Ternyata si tukang servis. Dia menanyakan mengenai garansi laptop saya. &lt;i&gt;Nah&lt;/i&gt;, karena masih bergaransi, si tukang servis tidak berani membukanya, dia hanya membersihkan dari luar saja, membersihkan debu-debu pada laptop yang sudah menumpuk. Setelah selesai makan, kami kembali ke tempat servis komputernya. Disitu dia menganjurkan untuk memperbaiki laptop ini ke &lt;i&gt;service center&lt;/i&gt;&amp;nbsp;saja. Namun saya tidak mau, karena pasti lama, dan istri saya pun sangat membutuhkan laptop ini. Akhirnya, saya hanya membayar biasa “&lt;i&gt;bersih-bersih&lt;/i&gt;” laptop saja, sebesar 50ribu rupiah. Sudah capek, uang keluar, masalah masih ada.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam perjalanan pulang, saya berpikir, kenapa tidak saya perbaiki sendiri saja. Biasanya, setiap ada laptop dan komputer orang yang rusak, itu saya senang {eh!). Maksudnya, ketika ada orang yang membawa laptop bermasalah ke saya, bagi saya, orang tersebut seperti membawa sebuah buku baru untuk saya baca, artinya, ada pengetahuan baru dari situ. Namun entah kenapa, kali ini saya terlalu cepat untuk menyerah dan langsung membawanya ke tukang servis. Akhirnya, malam itu juga, saya pelajari permasalahan laptop ini. Setelah browsing sana-sini, saya pun menemukan solusi dan mengatasi masalah keyboard tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Bagaimana saya melakukannya?&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ok, akan saya jelaskan sedikit mengenai &lt;b&gt;SOP Penanganan Komputer Bermasalah&lt;/b&gt;. Sebelum kalian mengambil kesimpulan untuk memperbaiki &lt;i&gt;hardware&lt;/i&gt;, selidiki terlebih dahulu &lt;i&gt;software&lt;/i&gt;-nya. Pada kasus ini, permasalahannya dapat disebabkan oleh &lt;i&gt;driver (device) keyboard&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;mouse&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;touchpad&lt;/i&gt; dan disebabkan oleh kesalahan &lt;i&gt;registry&lt;/i&gt;. Biasanya, untuk menangani permasalahan dengan &lt;i&gt;driver&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;registry&lt;/i&gt;, cara cepatnya adalah install ulang komputer kalian. Namun, jika install ulang itu juga lama dan dapat menghapus semua kenangan di komputer kalian, maka perbaki saja &lt;i&gt;driver &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;registry&lt;/i&gt; tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Cara Pertama-Memperbaiki Software&lt;/h2&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Buka &lt;b&gt;&lt;i&gt;Control Panel&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;, lalu cari &lt;b&gt;&lt;i&gt;Device Manager&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Klik pada Keyboard. Biasanya, di bagian ini terdapat 2 sampai dengan 3 driver keyboard, yaitu &lt;b&gt;&lt;i&gt;HID Keyboard Device&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; dan &lt;b&gt;&lt;i&gt;Standard PS/2 Keyboard&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Klik kanan pada &lt;i&gt;&lt;b&gt;HID Keyboard Device&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;, lalu pilih &lt;i&gt;Uninstall Device&lt;/i&gt;. Lakukan hal yang sama pada &lt;i&gt;&lt;b&gt;Standard PS/2 Keyboard&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Jangan restart&lt;/b&gt; komputer kalian pada saat ini, karena masih ada proses selanjutnya.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Klik pada&lt;b&gt;&lt;i&gt; Mice and other pointing devices&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Pada bagian ini, biasanya terdapat &lt;i&gt;&lt;b&gt;HID-compliant mouse&lt;/b&gt;&lt;/i&gt; dan driver touchpad bawaan merk komputer kalian, pada kasus saya, terdapat &lt;i&gt;&lt;b&gt;ASUS Touchpad&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Lakukan hal yang sama seperti pada tahap 3. Setelah semuanya selesai di &lt;i&gt;uninstall&lt;/i&gt;, restart komputer kalian.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Jika masalahnya masih muncul, berarti sumber masalahnya bukan dari &lt;i&gt;driver keyboard&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;touchpad&lt;/i&gt; kalian. Namun, kalian jangan dulu membuka keyboard atau membawanya ke tukang servis komputer.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Buka halaman web berikut ini: &lt;a href="https://www.keyboardtester.com/tester.html"&gt;https://www.keyboardtester.com/tester.html&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pada halaman web tersebut, kalian bisa melihat tombol yang sudah pernah ditekan/diaktifkan akan berwarna hijau. Pada kasus laptop saya, awalnya saya berpikir tombol panah ke bawah yang mengalami masalah, ternyata, yang bermasalah adalah tombol &lt;b&gt;&lt;i&gt;pdgn&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;&lt;b&gt;page down&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;) pada bagian &lt;i&gt;&lt;b&gt;keyboard numerik&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;. Pada halaman &lt;b&gt;KeyboardTester.com&lt;/b&gt;, tombol error itu ditandai dengan hijaunya tombol numerik 3.&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Hal selanjutnya semakin mudah, yang perlu kalian lakukan adalah men-&lt;i&gt;disable&lt;/i&gt; tombol tersebut. Kalian tidak perlu mencabut tombol di keyboard untuk men-&lt;i&gt;disable&lt;/i&gt;-nya.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Download dan install aplikasi &lt;b&gt;&lt;i&gt;Keytweak&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;: &lt;a href="https://keytweak.software.informer.com/2.3/"&gt;https://keytweak.software.informer.com/2.3/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Setelah di install, buka aplikasi tersebut&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pada bagian &lt;i&gt;Choose New Remapping&lt;/i&gt;, pilih tombol keyboard yang sedang bermasalah, lalu klik pada &lt;i&gt;Disable&lt;/i&gt;. Selanjutnya klik &lt;i&gt;Apply&lt;/i&gt;.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Restart komputer&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Kasus saya selesai pada tahap ini&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="Cara Mengatasi Uncontrolled Auto Scrolling Down pada Komputer" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLL_i7fTmVZBkB8ckuaY3tAekBZVcCLCWfwyl24yloZJ4KSO6D0slmOBB1ILityEignwGbmaUp135RQH6iK6NTZdinJwoqsfdlqtIyRzjyiejtlYedSr6W2LkA-cqAyVpWAJJZll0EHiJl/s320/Screenshot+%252816%2529.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" title="Cara Mengatasi Uncontrolled Auto Scrolling Down pada Komputer" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Device Manager&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="Cara Mengatasi Uncontrolled Auto Scrolling Down pada Komputer" border="0" height="203" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjC4CB56PguJvdGcwA-6ImmHTpfGW5h-zkpQRRtQXnrWamEeSxeH2wpCVM7vGT7URh6z8m5kE-S3kTzsTb9J0tw_oJTy_kiyIPOOWJ4yZrSqI98ckgtyEmYxWytLx7sxjTvtNeshNaA2aAf/s400/Screenshot+%252817%2529.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" title="Cara Mengatasi Uncontrolled Auto Scrolling Down pada Komputer" width="400" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Halaman KeyboardTester.com&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;img alt="Cara Mengatasi Uncontrolled Auto Scrolling Down pada Komputer" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPydA_syNpxeyjW3ghyphenhyphenaDQ-4Ihx0jCwCp6hTsErcfNrmcltEMvz-o-aEx4VPKWAnV2G4ZeTLiJEki0DH-fmuzgbnWDiD0DHmWlRCKz9Foolf9Qp7ZnTITszOQZKRZfx-NVqg1mVu6tA2TO/s320/Screenshot+%252818%2529.png" style="margin-left: auto; margin-right: auto;" title="Cara Mengatasi Uncontrolled Auto Scrolling Down pada Komputer" /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Aplikasi KeyTweak. Disini kalian bisa melihat saya sudah men-disable NumPad 3&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h2&gt;
Cara Kedua-Memperbaiki Hardware&lt;/h2&gt;
&lt;h3&gt;
Bagaimana jika masalahnya masih muncul?&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dapat dikatakan bahwa permasalahan yang sedang kalian hadapi ini berhubungan dengan hardware, bukan lagi software. Oleh sebab itu, kalian harus membuka dan membersihkan keyboard komputer kalian. Jika kalian tidak berani atau takut malah akan menambah masalah, ada baiknya kalian bawa komputer ke tukang servis terdekat di kota-kota kalian Akan tetapi, saya sarankan bawa ke tukang servis yang sudah kalian kenal.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah postingan ini saya buat, semoga bermanfaat.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiLL_i7fTmVZBkB8ckuaY3tAekBZVcCLCWfwyl24yloZJ4KSO6D0slmOBB1ILityEignwGbmaUp135RQH6iK6NTZdinJwoqsfdlqtIyRzjyiejtlYedSr6W2LkA-cqAyVpWAJJZll0EHiJl/s72-c/Screenshot+%252816%2529.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">111</thr:total></item><item><title>5 Harapan dan 6 Impian untuk UNSYIAH</title><link>http://www.jakbelajar.com/2017/11/5-harapan-dan-6-impian-untuk-unsyiah.html</link><category>My Opinions</category><category>Unsyiah</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Mon, 13 Nov 2017 16:32:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-6234125077132583777</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kamu dari UNSYIAH? Apakah kampusmu ada hubungannya dengan syi'ah?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tiba-tiba saya menjadi SPB (&lt;i&gt;Sales Promotion Boy&lt;/i&gt;) UNSYIAH.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTodLF-WPQQw_bf9xYrHSB_ZbnrC2YN2zGcRposfE3fTfJRLfGOAr94wJosqwmt1X_aLeOPyw23iu1F68hMKey7T6XJnUzZNQiYGV5_JOawGtqoFd7ut8ymyOweVBZ3t0iOwVUI4RJsrjW/s1600/lambang-unsyiah.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Lambang Universitas Syiah Kuala" border="0" data-original-height="267" data-original-width="283" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTodLF-WPQQw_bf9xYrHSB_ZbnrC2YN2zGcRposfE3fTfJRLfGOAr94wJosqwmt1X_aLeOPyw23iu1F68hMKey7T6XJnUzZNQiYGV5_JOawGtqoFd7ut8ymyOweVBZ3t0iOwVUI4RJsrjW/s1600/lambang-unsyiah.png" title="Lambang Universitas Syiah Kuala" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Lambang Universitas Syiah Kuala&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;a href="http://unsyiah.ac.id/" target="_blank"&gt;UNSYIAH&lt;/a&gt; baru saja merayakan ulang tahunnya yang ke 56. Jika diibaratkan seorang manusia, orang yang berumur 56 tahun itu sudah pasti banyak pengalamannya. Banyak pula halangan dan rintangan yang telah dilaluinya. Semua itu, pada akhirnya, mampu membawa UNSYIAH untuk meraih Akreditasi A. Namun tetap saja, kemana pun saya pergi, saya harus menjelaskan kepada orang-orang bahwa UNSYIAH tidak berafiliasi sedikitpun dengan paham “Syi'ah”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai salah satu alumni UNSYIAH, saya sangat bangga dengan perkembangan UNSYIAH saat ini, terutama dari segi akademik dan sosial masyarakat. Sangat sering saya dengar bagaimana sepak terjang junior saya di tingkat nasional dan internasional. Tidak jarang pula saya mengucapkan Alhamdulillah ketika saya membaca nama-nama junior saya di beberapa artikel internasional. Begitu juga dengan pengabdian mereka kepada masyarakat, melalui kegiatan KKN, saya terpukau dengan ide-ide cemerlang mereka dalam membantu masyarakat. Mereka juga masih kritis dalam menanggapi beberapa kebijakan yang diambil pemerintah Aceh. Saya sangat senang karena mereka tidak lupa dengan tanggung jawabnya dan berani turun langsung ke dalam masyarakat. Seperti yang dikatakan oleh Tan Malaka,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;"Bila kaum muda yang telah belajar di sekolah dan menganggap dirinya terlalu tinggi dan pintar untuk melebur dengan masyarakat yang bekerja dengan cangkul dan hanya memiliki cita-cita yang sederhana, maka lebih baik pendidikan itu tidak diberikan sama sekali"&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selanjutnya, sebagai seorang alumni UNSYIAH, tentu saja, saya memiliki harapan dan impian untuk UNSYIAH. Harapan ini tidak muluk-muluk, impiannya pun tidak meninggi-ninggi. Dari sekian banyak keinginan itu, saya rangkumkan menjadi 5 harapan dan 6 impian saja. Dengan satu keinginan pasti, semoga Allah meridhai dan UNSYIAH dapat menggapainya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum menjelaskan panjang lebar, ada baiknya saya terangkan sedikit mengenai makna harapan dan impian versi saya. Harapan adalah sebuah keinginan jangka pendek. Sedangkan impian adalah sebuah keinginan jangka panjang. Sangat sederhana bukan? Bagaimana definisi harapan dan impian menurut kalian?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
5 Harapan Saya untuk UNSYIAH&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebuah penelitian terbaru di Inggris menunjukkan bahwa dua per tiga (67 persen) dari mahasiswa menganggap fasilitas kampus merupakan salah satu faktor bagi mereka dalam memilih universitas. Oleh sebab itu, saya sangat berharap UNSYIAH lebih berbenah lagi dalam menyiapkan fasilitas karena fasilitas yang baik akan menjadi salah satu daya tarik bagi mahasiswa baru dan dapat mendukung kegiatan akademik, baik bagi para mahasiswa, dosen, maupun stafnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
1.       Listrik yang tidak pernah padam&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sewaktu pertama kali menginjakkan kaki di bumi Siliwangi, dengan bantuan teman PK 41 LPDP, saya bersama istri di bawa salah satu tempat perbelanjaan terlengkap di Bandung, namanya Borma. Sesuai dengan jingle-nya, “semua yang Anda cari, semuanya, ada disini”. Ya, semuanya ada di Borma. Semua peralatan ada, mulai dari peralatan dapur, sumur, dan kasur, semuanya ada. Namun, ketika saya mengambil lampu emergency, teman saya bertanya, “kamu beli lampu itu untuk apa? Saya jawab, “Ya kalau ada mati lampu, tidak perlu repot-repot lagi cari lilin”. Terus dia dengan bangga menjawab, “Oh, disini mah, tidak pernah mati lampu”. “TIDAK PERNAH MATI LAMPU”. Kata-kata itu terngiang-ngiang dalam pikiran saya sampai semester 3. Ya, benar sekali, selama saya tinggal disini, hanya 1 kali saja saya mengalami pemadaman listrik, itupun tidak lama. Selama disini, hujan hampir setiap hari, terus kalau sudah memasuki bulan Agustus, itu hujan lebat plus petir yang suara gemuruhnya bisa membuat jantung copot. Akan tetapi, lampu masih tetap nyala. Nah, kalau disana, jika sudah hujan plus petir, kita sebagai warga negara yang sadar akan ketidakmampuan PLN disana, tentu harus segera menyiapkan lampu emergency, atau paling tidak lilin.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keadaan ini akan menjadi lebih parah jika kalian adalah seorang akademisi, dan kegiatan kalian berhubungan dengan laboratorium. Kalian bisa membayangkan, ketika kalian harus menumbuhkan bakteri dengan suhu tertentu, dan untuk memperoleh suhu tertentu itu kalian harus menggunakan inkubator, dimana inkubator itu perlu listrik, dan listriknya padam. Apa yang harus dilakukan? Ya, paling istighfar, lalu mengulang kembali tahapan praktikumnya. Oleh sebab itu, UNSYIAH, di umurnya yang sudah menginjak 56 tahun, harus paham dengan masalah ini. Paling tidak, ada genset dan dana untuk genset di setiap fakultasnya. Hal ini penting sekali untuk kenyaman dan keberlangsungan kegiatan akademik di dalamnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
2.       Memiliki Transportasi Umum Milik Kampus&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa hari yang lalu, saya dikunjungi oleh salah satu junior saya yang sama-sama penerima beasiswa LPDP, cuma bedanya, dia akan melanjutkan studi ke luar negeri. Setelah panjang lebar bercerita, sampailah pada pertanyaan, “bang, kalau di UI ada Bis Kuning (BiKun), kalau di IPB ada bus kampus, green bike, dan mobil listrik (MoLi), terus kalau di UPI, ada apa bang? Terus saya jawab, di UPI ada odong-odong hijau, cuma abang sama kakak lebih senang jalan kaki, toh disini tidak diijinkan bagi mahasiswa dan siswa untuk mengendari kendaraan pribadi di dalam kampus”. Terus dia Tanya lagi, “kalau di UNSYIAH ada apa bang?” Saya jawab, di UNSYIAH paling lengkap dek, semua ada. Ada labi-labi, ada Trans Kutaraja, ada kendaran pribadi, Dump truk pun ada, bentar lagi mungkin helikopter masuk ke lapangan tugu dek”.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari dulu, semenjak masih menjadi mahasiswa di FKIP Biologi. Saya selalu berpikir, kenapa banyak sekali lalu lalang kendaraan di dalam kampus. Jalan kampus penuh sesak. UNSYIAH perlu menyediakan aturan seperti di beberapa kampus lainnya, mahasiswa dilarang menggunakan kendaraan pribadi di kampusnya. Saat pertama kali mereka masuk kampus, mereka diharuskan memarkirkan kendaraannya, lalu berjalan kaki atau menggunakan transportasi dalam kampus untuk menuju kampusnya. Hal ini bertujuan untuk menciptakan &lt;i&gt;Green Lifestyle&lt;/i&gt;, yang mana selain bermanfaat untuk mahasiswa, juga bermanfaat untuk masyarakat dan lingkungan sekitar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
3.       Integrasi Teknologi Informasi dalam Kegiatan pembelajaran dan Administrasi&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak dapat dipungkiri, perkembangan teknologi informasi saat ini sangat pesat, dan merambah ke segala bidang kehidupan kita. Dunia pendidikan pun tak luput dari dampak perkembangan tersebut. Oleh sebab itu, teknologi informasi bukan merupakan hal yang baru bagi para akademisi di UNSYIAH. Mengapa teknologi bisa berkembang secepat itu? Salah satu alasannya adalah teknologi informasi menawarkan kemudahan bagi penggunanya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di UNSYIAH, saat ini sudah banyak penerapan teknologi informasi dalam hal adminitrasi, sedangkan dalam kegiatan pembelajaran, hanya satu dua orang dosen saja yang benar-benar menerapkannya. Padahal, potensi penggunaan teknologi informasi dalam kegiatan pembelajaran sangat besar, hanya saja masih banyak yang tidak mau memanfaatkannya. Saya sering mendengar, “&lt;i&gt;aneuk manyak lawet nyoe, gadoh lale ngen hape&lt;/i&gt; (anak-anak sekarang, banyak yang lalai karena hp)”. Padahal, dosen saya pernah mengatakan, “kenapa anak-anak menggunakan hp nya untuk bermain atau entertainment saja, ya karena pendidiknya jarang mau menggunakan hp tersebut ke dalam kegiatan pembelajarannya”. Untuk  itu, kita harus cerdas dalam menanggapi perkembangan teknologi informasi ini. Daripada melawan arus perkembangannya, lebih baik kita memanfaatkannya, bukan?&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;4.       Fasilitas Internet yang Lancar dari Pagi sampai Sore&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum saya menuliskan postingan ini, saya sudah bertanya kepada teman yang masih ada di UNSYIAH, “Bang, bagaimana internet di UNSYIAH saat ini? Lalu dia menjawab, “Seperti biasa, kadang-kadang sangat lancar, kadang-kadang ya salam”. Ternyata, keadaan internetnya masih sama seperti saat saya kuliah dulu. Saya sangat berharap kepada UNSYIAH agar segera memperbaiki fasilitas internet ini. Karena, untuk mendownload jurnal, itu perlu koneksi internet dengan IP UNSYIAH. Bukankah UNSYIAH sudah banyak berlangganan jurnal internasional? Jurnal yang telah UNSYIAH langgankan itu hanya bisa diakses dengan menggunakan IP UNSYIAH. Jika internetnya “&lt;i&gt;ngadat&lt;/i&gt;”, bagaimana caranya untuk mendownload? Memang benar, Perpustakaan UNSYIAH saat ini menyediakan fasilitas download ini, tapi apakah untuk mendownload satu atau dua jurnal saja harus ke perpustakaan terlebih dahulu?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
5.       Civitas Akademika yang Peka untuk Merawat Kampus&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengenai permasalahan ini, sebenarnya saya tidak berharap pada UNSYIAH-nya saja, namun kepada seluruh civitas akademikanya. Ada teman sekelas saya yang juga berasal UNSYIAH menceritakan kepada saya. “Bang, abang kenal dengan Ibu Fulan ini?” Saya jawab, “Ya, saya kenal, beliau dosen pembimbing saya, memangnya kenapa?” Si teman dengan semangatnya bercerita, “dulu kami pernah ke toilet, terus ketemu ibu itu, pas kami mau masuk, dia bilang, kalian jangan masuk dulu, lalu dia keluar toilet, memanggil seorang mahasiswi yang baru saja keluar toilet dengan suara yang besar, hei kamu, kamu yang baru saja keluar dari ini kan? Terus si mahasiswi meng-iyakan, terus si ibu menyuruh si mahasiswi untuk melihat keadaan toilet yang baru saja digunakannya, ini pasir dari sepatu kamu kan? Si mahasiswi kembali meng-iyakan, si ibu lalu mengatakan kamu itu sudah mahasiswa, masak cara kerja kamu begini. Kamu harus bersihin pasir begini sebelum meninggalkan toilet”. Itu merupakan secuplik keadaan di UNSYIAH (&lt;i&gt;dulu&lt;/i&gt;, semoga saat ini tidak ada lagi).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di lain kesempatan, saya juga sering melihat mahasiswa yang sedang naik tangga sambil menggesek tangan yang ada cincinnya sampai berbunyi pada pegangan tangga, lalu saya hampiri dia, sambil berjalan saya mengatakan, “&lt;i&gt;oh&lt;/i&gt;, pantas cat-cat di pegangan ini cepat sekali terkelupas, rupanya kerjaan&amp;nbsp;kamu ya”. Ada juga yang suka menoret-coret meja dan busa di kursi, ada juga busa di kursi yang jebol (sepertinya yang duduk di kursi adalah saudara &lt;i&gt;Hulk&lt;/i&gt;). Belum lagi dengan kebiasaan para mahasiswa dan mahasiswi yang suka membuang &lt;i&gt;tissue&lt;/i&gt; di saluran toilet. Masalah ini sering saya dengar dari staf yang bekerja di UNSYIAH. Hal tersebut sering membuat saluran pembuangan tersumbat. Mereka sebenarnya sudah lelah untuk mengingatkan. Oleh sebab itu, saya berharap kepada semua civitas akademika UNSYIAH untuk saling menjaga dan merawat UNSYIAH, kalau bukan kalian yang merawatnya, siapa lagi? Para petugas kebersihan? Jumlah mereka itu lebih sedikit daripada kalian, hanya mengharapkan mereka saja dalam merawat dan membersihkan UNSYIAH sama saja seperti melihat ombak yang membasahi bibir pantai, basahnya hanya sebentar saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
6 Impian Saya untuk Unsyiah&lt;/h3&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
1.       UNSYIAH Masuk dalam Jajaran 10 Besar Universitas Terbaik di Indonesia&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdasarkan informasi dari &lt;a href="https://kelembagaan.ristekdikti.go.id/index.php/2017/08/18/daftar-100-peringkat-perguruan-tinggi-non-politeknik-tahun-2017/" target="_blank"&gt;Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi Republik Indonesia mengenai peringkat perguruan tinggi non politeknik Tahun 2017&lt;/a&gt;, UNSYIAH berada di urutan 27, jauh di bawah USU dan UNIMED. Oleh sebab itu, jangan heran jika banyak para mahasiswa baru dari Aceh lebih memilih kedua kampus tersebut dibandingkan UNSYIAH.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
2.       Jumlah Publikasi yang Semakin Meningkat Setiap Tahunnya&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menurut Scopus, jumlah publikasi Indonesia berada di peringkat 3 di antara negara-negara ASEAN, berada di bawah Malaysia dan Singapura. UNSYIAH sendiri, total publikasi hingga 31 Mei 2016 adalah 642 dokumen, berada pada peringkat 14, tepat di bawah Universitas Andalas. Jumlah publikasi UNSYIAH terus naik sejak tahun 2008 dan rata-rata pertumbuhannya dalam 5 tahun terakhir adalah 27,06%. Saya sangat ingin pertumbuhan ini terus meningkat dan saya yakin UNSYIAH mampu melakukannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
3.       Menyiapkan Mahasiswa yang Menjunjung Tinggi Agama, Adat dan Budaya, serta Pancasila&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa hari yang lalu, melalui lini masa media sosial, saya kembali melihat kehebohan tentang UNSYIAH. Saya pikir apakah ada mahasiswa UNSYIAH yang memenangkan kompetisi internasional, atau ada mahasiswa UNSYIAH yang menjadi pembicara di forum internasional, ternyata kasus “&lt;i&gt;Korean Dance&lt;/i&gt;”.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Indonesia itu negara kaya akan budaya. Indonsia memiliki lebih dari 700 suku, lebih dari 600 bahasa daerah, lebih dari 3000 tarian asli Indonesia. Namun kenapa masih bangga dengan budaya luar? Kenapa sangat bersemangat dengan tarian luar? Bahkan, di Aceh sendiri ada sekitar 16-an tarian. Kenapa harus memilih tarian asing? Yang jelas-jelas tidak sesuai dengan agama, adat dan budaya Indonesia?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dibalik kejadian tersebut, ada lagi yang membuat saya tertawa terbahak-bahak. Malah ada orang Aceh menganggap hal tersebut masih “wajar’, karena pakaian yang digunakan oleh “&lt;i&gt;dancer&lt;/i&gt;”nya “sopan”. Saya ingin bertanya, standar “sopan” daerah mana yang digunakan oleh mereka? Standar “sopan” daerah Timur atau daerah Barat? Sebagai seorang mahasiswa, sangat penting untuk peduli dengan kekayaan adat dan budaya daerah kita sendiri, karena jika bukan mahasiswa yang melestarikan adat dan budayanya, terus siapa? Mau berharap orang dari negara lain yang melestarikannya? Yang ada malah diklaim sama mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
4.       Meningkatkan Rasa untuk Berkolaborasi, Tidak hanya Kompetisi&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di dalam pendidikan, ada yang namanya asesmen. Selanjutnya, asesmen itu terbagi menjadi asesmen formatif dan asesmen sumatif. Asesmen dilaksanakan sepanjang kegiatan pembelajaran dan bertujuan untuk meningkatkan kualitas kegiatan pembelajaran, baik untuk pendidik maupun peserta didik. Sedangkan, asesmen sumatif dilaksanakan pada waktu tertentu, biasanya akhir semester dan bertujuan untuk memberikan nilai (&lt;i&gt;judgement&lt;/i&gt;) terhadap peserta didik. Asesmen sumatif juga dikenal dengan evaluasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sepanjang pengetahuan saya, lebih banyak asesmen sumatif daripada asesmen formatif yang dilakukan di UNSYIAH, akan tetapi kenapa mahasiswa UNSYIAH sangat getol dengan evaluasi saja? Sehingga dalam pikiran mereka yang tahunya hanya kompetisi saja? Yang penting saya dapat nilai tinggi, dapat IPK Cumlaude, bagaimanapun caranya. Saya tidak menafikan bahwa Cumlaude itu&amp;nbsp; penting, &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; Menteri Ketenagakerjaan saja memberikan prioritas khusus untuk para lulusan Cumlaude. Namun, dibalik hal itu, saya merasa ada yang lebih penting, yaitu membangun “&lt;i&gt;link&lt;/i&gt;”. Apa itu link? Saya yakin kalian semua pasti tahu “&lt;i&gt;link&lt;/i&gt;” itu apa. Karena saya sadar, memiliki predikat Cumlaude saja tidak cukup untuk membangun Aceh ke depannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
5.       Menumbuhkan Rasa Entrepreneurship kepada Mahasiswa&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tahukah kalian berapa persentase ideal jumlah pengusaha di sebuah negara? Jawabannya adalah 2% (menurut David McClelland). Jadi, jika sebuah negara memiliki 2% pengusaha, maka negara tersebut dapat disebut sebagai sebuah negara makmur. Tahukan berapa persentase jumlah pengusaha di Indonesia? Jawabannya adalah hanya 1.8% saja. Sedangkan negara tentangga kita, Malaysia memiliki 5% pengusaha dan Singapura 7%. Jadi jangan heran jika mereka lebih maju dibandingkan dengan kita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebenarnya, kita bisa memulai kegiatan enterprenership dari bangku kuliah. UNSYIAH pun sudah memahami masalah ini dengan mengeluarkan program bantuan. Namun, berdasarkan informasi dari teman saya yang juga peserta dari program tersebut, dia mengatakan jumlahnya pun tidak mencapai 2% dari jumlah total mahasiswa UNSYIAH. Kita tidak harus menjadi mahasiswa ekonomi untuk menjadi seorang pengusaha.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;6.       Memiliki Pusat Kegiatan Akademik di Aceh&amp;nbsp;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebagai Universitas dengan Akreditasi A di Aceh, saya ingin UNSYIAH menjadi pusat kegiatan akademik di Aceh. Sebelum ada orang yang mengatakan bahwa “di kaki tempat saya berdiri ini ada minyak”, terlebih dahulu dia harus meminta hasil penelitian para ahli di Teknik Pertambangan UNSYIAH. Sebelum ada orang yang mengatakan “ekonomi paling jelek di Aceh”, terlebih dahulu dia harus minta data dari ahli ekonomi UNSYIAH. Begitulah sewajarnya. Namun saat ini, hal itu sulit terjadi, ditambah lagi dengan keadaan politik kepentingan disana. Alhasil, UNSYIAH hanya jadi korban cemoohan masyarakat karena ulah mereka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikianlah. Semoga semua apa yang harapkan dan impikan ini diridhai oleh Allah Subhanahu Wa Ta'ala dan semuanya terlaksana di UNSYIAH.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTodLF-WPQQw_bf9xYrHSB_ZbnrC2YN2zGcRposfE3fTfJRLfGOAr94wJosqwmt1X_aLeOPyw23iu1F68hMKey7T6XJnUzZNQiYGV5_JOawGtqoFd7ut8ymyOweVBZ3t0iOwVUI4RJsrjW/s72-c/lambang-unsyiah.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title> Cara Mengukur Pertumbuhan Mikrooganisme</title><link>http://www.jakbelajar.com/2017/10/cara-mengukur-pertumbuhan-mikrooganisme.html</link><category>Biology</category><category>Microbiology</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Tue, 24 Oct 2017 23:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-9124890194749483288</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mengukur pertumbuhan mikroorganisme merupakan salah satu tahap dalam identifikasi mikroorganisme. Misalnya pada penelitian saya mengenai identifikasi jenis bakteri udara dalam ruangan, tahap pengukuran pertumbuhan mikroorganisme mengharuskan saya untuk bekerja ekstra hati-hati dan dilakukan pada waktu yang telah ditentukan. Hal ini disebabkan hasil yang diperoleh dari tahap ini sangat mempengaruhi tahap-tahap identifikasi selanjutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada dasarnya, pertumbuhan mikroorganisme dapat diukur dengan melihat konsentrasi sel (jumlah sel per satuan isi kultur atau CFU) dan densitas sel (berat kering sel-sel mikroorganisme per satuan isi kultur). Selanjutnya, terdapat 2 macam cara pengukuran jumlah mikroorganisme, yaitu pengukuran secara langsung dan tidak langsung. Pengukuran jumlah mikroorganisme secara langsung adalah menghitung jumlah mikroorganisme secara keseluruhan. Artinya, kita menghitung mikroorganisme yang hidup dan mati. Pengukuran jumlah mikroorganisme secara tidak langsung adalah menghitung jumlah mikroorganisme yang hidup saja.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHI10_hAu-PVs9w-RiDAsLdKvNpvEAq7jDlg5om4KQ9HVmEyCPctS1DubCEJzRnP12u-SasY-7Ql4oBBgnms-Xk1fe60jK-BL2XCD1n-yxrsWtJ75Q5dDjC8fiYLJZ1Cz-5mYcEdk829Kb/s1600/BA2+SiG1+%25281%2529.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" data-original-height="525" data-original-width="700" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHI10_hAu-PVs9w-RiDAsLdKvNpvEAq7jDlg5om4KQ9HVmEyCPctS1DubCEJzRnP12u-SasY-7Ql4oBBgnms-Xk1fe60jK-BL2XCD1n-yxrsWtJ75Q5dDjC8fiYLJZ1Cz-5mYcEdk829Kb/s320/BA2+SiG1+%25281%2529.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Koloni bakteri dari udara pada media &lt;i&gt;blood agar&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Pengukuran pertumbuhan mikroorganisme secara langsung&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
1.    Pengukuran menggunakan counting chamber&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada pengukuran ini, untuk bakteri digunakan bilik hitung &lt;i&gt;Petroff-Hausser&lt;/i&gt;, sedangkan untuk mikroorganisme eukariot menggunakan hemositometer. Keuntungan menggunakan metode ini adalah mudah, murah, dan cepat, serta bisa memperoleh informasi tentang ukuran dan morfologi mikroorganisme. Namun, pengukuran ini hanya ditujukan untuk mikroorganisme dengan populasi yang banyak (lebih besar dari 106 CFU/mL). Oleh sebab itu, pengukuran dengan volume dan jumlah yang kecil akan menyulitkan kita dalam membedakan antara sel hidup dengan sel yang sudah mati. Kita juga akan sulit menghitung sel mikroorganisme yang aktif bergerak (motil) seperti Pseudomonas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
2.    Pengukuran menggunakan &lt;i&gt;electronic counter&lt;/i&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada pengukuran ini, suspense mikroorganisme dialirkan melalui lubang kecil (orifice) dengan bantuan aliran listrik. Elektroda yang ditempatkan pada kedua sisi orifice mengukur tahanan listrik (ditadai dengan naiknya tekanan) pada saat bakteri melalui orifice. Pada saat inilah sel terhitung. Keuntungan metode ini adalah hasil bisa diperleh dengan lebih cepat dan akurat, serta dapat menghitung sel dengan ukuran besar. Kerugiannya adalah metode ini tidak bisa digunakan untuk menghitung bakteri karena ada gangguan debris, filament, dan sebagainya serta tidak dapat membedakan antara sel hidup dan sel mati.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;3.    Pengukuran menggunakan colony counter&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pengukuran pertumbuhan mikroorganisme menggunakan colony counter merupakan penghitungan langsung jumlah sel (dalam hal ini koloni) yang tampak (visible cell/colony). Pengukuran menggunakan metode ini didasarkan pada pernyataan setiap sel mikroorganisme yang tumbuh akan membelah yang pada akhirnya akan membentuk sebuah koloni. Oleh sebab itu, satuan perhitungan yang dipakai adalah colony forming unit (CFU). Untuk melakukan perhitungan dengan metode ini, dilakukan seri pengenceran sample pada media padat. Pengukuran dilakukan pada plate dengan jumlah koloni berkisar 25-250 sampai 30-300.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keuntungan metode ini adalah sederhana, mudah, dan sensitive karena menggu nakan colony counter sebagai alat hitung dan dapat digunakan untuk menghitung mikroorganisme pada sample makanan,air ataupun tanah.Kerugiannya adalah harus digunakan media yang sesuai dan penghitungannya yang kurang akurat karena satu koloni tidak selalu berasal dari satu individu. Oleh sebab itu, dalam menggunakan metode, sangat penting untuk merekam jejak pertumbuhan mikroorganisme setiap hari atau sesuai dengan waktu partumbuhan mikroorganisme, Hal ini bertujuna untuk menghindari mikroorganisme yang tumbuh berdekatan dan menjadi menyatu menjadi satu koloni pada waktu pertumbuhan statisnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
4.    Pengukuran menggunakan teknik filtrasi membrane (membrane filtration technique)&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada metode ini sampel dialirkan pada suatu system filter membrane dengan bantuan vacuum. Bakteri yang terperangkap selanjutnya ditumbuhkan pada media yang sesuai dan jumlah koloni dihitung. Keuntungan metode ini adalah dapat menghitung sel hidup dan system penghitungannya langsung. Namun, metode ini membutuhkan biaya yang besar dalam penggunaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Pengukuran pertumbuhan mikroorganisme secara tidak langsung&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
1.    Pengukuran kekeruhan menggunakan spektrofotometer (kekeruhan)&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bakteri yang bermultiplikasi pada media cair akan menyebabkan media tersebut menjadi keruh. Alat yang digunakan untuk pengukuran adalah spektrofotometer atau kolorimeter dengan cara membandingkan densitas optic (optical density atau OD) antara media blank (media control, yang tidak ditumbuhi bakteri) dengan media dengan pertumbuhan bakteri.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
2.    Pengukuran aktivitas metabolic&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Metode ini didasarkan pada asumsi bahwa jumlah produk metabolic tertentu seperti asam atau CO2 dapat menggambarkan jumlah mikroorganisme yang terdapat di dalam media.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
3.    Pengukuran berat sel kering&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Metode ini digunakan untuk mengukur pertumbuhan fungi berfilamen. Miselium fungi dipisahkan dari media dan dihitung sebagai berat kotor. Selanjutnya, miselium tersebut dicuci dan dikeringkan dengan alat pengering (desikator) dan ditimbang beberapa kali hingga mencapai berat konstan. Berat konstan yang diperoleh ini disebut dengan berat sel kering.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pemilihan metode pengukuran ini dapat dipengaruhi oleh ketersedian alat pada suatu laboratorium dan dan peneliti. Oleh sebab itu, sebagai peneliti, kita jangan terpaku oleh satu metode saja. Kita perlu mempertimbangkan metode-metode lain yang sesuai dengan ketersedian alat dan dana dengan tidak mengesampingkan kualitas dari tujuan akhir penelitian itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiHI10_hAu-PVs9w-RiDAsLdKvNpvEAq7jDlg5om4KQ9HVmEyCPctS1DubCEJzRnP12u-SasY-7Ql4oBBgnms-Xk1fe60jK-BL2XCD1n-yxrsWtJ75Q5dDjC8fiYLJZ1Cz-5mYcEdk829Kb/s72-c/BA2+SiG1+%25281%2529.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>2 Cara Mudah Mengaktifkan XL Pass</title><link>http://www.jakbelajar.com/2017/10/2-cara-mudah-mengaktifkan-xl-pass.html</link><category>Android</category><category>Tips And Tricks</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Sat, 21 Oct 2017 21:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-1771390673067924586</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada bulan Oktober tahun 2017, saya berkesempatan untuk mengikuti kegiatan Seminar Internasional di Turki. Kegiatan ini dibiayai oleh beasiswa LPDP. Pada kesempatan ini, peserta yang berasal dari Indonesia lumayan banyak, lebih kurang ada 40 orang. Mereka berasal dari Universitas Pendidikan Indonesia, Universitas Gajah Mada, Universitas Indonesia, dll. Jumlah ini membuat kami merajai kegiatan seminar tersebut, sampai-sampai &lt;i&gt;keynote speaker&lt;/i&gt; dan peserta dari negara lainnya pun tertarik dengan beasiswa LPDP.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebelum mengikuti kegiatan tersebut, seperti biasa, kami sering bertemu untuk membahas persiapan untuk ke Turki. Salah satu persiapan yang paling penting (terutama bagi &lt;i&gt;kids jaman now&lt;/i&gt;) adalah koneksi internet. Pada awalnya, kami sangat bingung, resah, dan gelisah dengan permasalahan ini. Bagaimana tidak, pergi ke Turki tanpa punya koneksi internet itu bagai sayur tanpa garam, jalan sedikit saja &lt;i&gt;bikin&lt;/i&gt; kaki langsung keram. Kami takut tidak dapat berkomunikasi dengan kolega di Indonesia (padahal untuk &lt;i&gt;eksis&lt;/i&gt;).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nah, di tengah kegalauan itu, setelah &lt;i&gt;searching&lt;/i&gt; kesana kemari, akhirnya saya menemukan satu fitur dari XL, namanya XL Pass.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;
Apa itu XL Pass?&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
XL Pass adalah sebuah fitur yang disediakan oleh XL Axiata yang memungkinkan kita untuk tetap terkoneksi dengan jaringan XL selama berada di 40 negara (informasi mengenai negara-negara ini dapat kalian lihat &lt;a href="https://www.xl.co.id/id/for-you/mobile/prepaid/package-detail/Roaming/xl-pass" rel="nofollow" target="_blank"&gt;disini- Halaman XL&lt;/a&gt;). XL Pass itu bukanlah kuota internet, hanya pembuka kunci agar kuota XL kalian bisa dipakai di luar negeri. Jadi, kalian harus punya kuota internet XL terlebih dahulu. XL PASS dapat dibeli saat berada di Indonesia atau setelah berada di luar negeri. Untuk kenyamanan kalian, saya menyarankan untuk mengaktifkan XL PASS sebelum keberangkatan. Apakah bermasalah jika kalian mengaktifkan XL Pass di luar negeri? Saya rasa tidak. Karena ada salah satu dari teman saya yang mengaktifkan (bahkan isi pulsa) saat berada di Turki. Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa dan dia masih selamat sampai saat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Salah satu alasan bagi kami untuk memilih XL Pass adalah harganya yang lumayan murah jika dibandingkan dengan produk-produk sebelah. Untuk membeli XL Pass, tersedia 3 pilihan harga. Adapun pilihannya adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h3&gt;
Untuk pelanggan Prabayar&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" style="text-align: left;"&gt;
    &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;th&gt;Jumlah Hari&lt;/th&gt;
            &lt;th&gt;Harga (Rp)&lt;/th&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;3&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;150.000&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;7&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;200.000&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;30&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;350.000&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;h3&gt;
Untuk XL Go&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" style="text-align: left;"&gt;
    &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;th&gt;Jumlah Hari&lt;/th&gt;
            &lt;th&gt;Harga (Rp)&lt;/th&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;3&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;200.000&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;7&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;350.000&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;30&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;600.000&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena kami hanya seminggu berada di Turki, maka kami memilih paket yang Rp. 200.000 untuk 7 hari. Selanjutnya, supaya lebih menghemat lagi, kami membentuk kelompok lagi untuk membeli paket ini. Jadi, untuk setiap dua orang, hanya satu orang saja yang membeli (bahkan ada yang beli untuk bertiga). Selanjutnya kami menggunakan tethering (sharing jaringan).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada saat berada di Turki, kalian tinggal mengaktifkan fitur roaming pada smartphone untuk dapat menggunakan koneksi internet. Pengaktifkan ini sangat mudah dilakukan melalui Setting di smartphone kalian. Bagaimana dengan koneksinya? Sangat bagus. Hal ini mungkin dipengaruhi oleh operator pilihan XL di Turki, yaitu Vodafone. Setiap daerah yang kami kunjungi mampu menangkap jaringan ini tanpa ada masalah (kecuali kalau berada di kereta bawah tanah).&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Sebelum mengaktifkan fitur ini, pastikan kalian memiliki kuota internet dari paket berikut.&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Paket HotRod&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;XTRA Combo&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;XL Go&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika kalian tidak memiliki paket ini, maka kalian tidak dapat mengaktifkan fitur XL Pass. Berdasarkan pengalaman saya, pada awalnya saya sempat bingung kenapa XL Pass saya selalu error saat diaktifkan, padahal pulsa ada, kuota internetnya juga ada. Setelah saya cek, ternyata kartu yang baru saja saya beli dengan harga mahal itu memiliki paket internet aktif  XTRA Combo Lite, bukan XTRA Combo doank! Akhirnya, saya harus mengisi pulsa lagi untuk mengaktifkan paket internet XTRA Combo seharga Rp. 89.000 untuk 12 GB. Selain itu, kalian juga harus mempersiapkan pulsa yang sesuai dengan harga harga XL Pass itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2&gt;
Cara Mengaktifkan XL Pass&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ok, sekarang kembali ke pokok permasalahannya. Bagaimana cara mengaktifkan fitur XL Pass? Ada dua cara, yang pertama menggunakan aplikasi myXL dan yang kedua menggunakan *123*747#.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
1. Mengaktifkan fitur XL Pass menggunakan  aplikasi myXL&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Buka aplikasi myXL, klik pada logo kuning&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pada pop-up menu, pilih Beli Paket&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Scroll down, klik pada Roaming&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Pilih pada paket yang kalian butuhkan, klik beli&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tunggu beberapa saat sampai ada notifikasi sms dari XL yang menunjukkan bahwa paket kalian sudah aktif&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIkaCh3rjN6T50b2CVuKuFz74eGwmW-E9jzp1Sxel-4lkalPDCmsMzTnHzcmko8kVGBAUNrkXH0_NRRhlvBcShFQ9NjJ4h3S7gABM4a3eJUwuB1rYdAt_2fQRwBL2US7GNotz1-s3L49li/s1600/Screenshot_20171021-210945.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan Paket XL Pass melalui aplikasi myXL" border="0" data-original-height="640" data-original-width="360" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIkaCh3rjN6T50b2CVuKuFz74eGwmW-E9jzp1Sxel-4lkalPDCmsMzTnHzcmko8kVGBAUNrkXH0_NRRhlvBcShFQ9NjJ4h3S7gABM4a3eJUwuB1rYdAt_2fQRwBL2US7GNotz1-s3L49li/s320/Screenshot_20171021-210945.jpg" title="Tampilan Paket XL Pass melalui aplikasi myXL" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Paket XL Pass melalui aplikasi myXL&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3&gt;
2. Mengaktifkan fitur XL Pass menggunakan *123*747#&lt;/h3&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka dialpad kalian, ketik *123*747#&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih 1 XL Pass&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih 1 Aktivasi XL Pass&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih paket yang sesuai dengan kebutuhan kalian&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixqwOkvkAAR8zbXNcJCYPjpAOtMRA_xVBwCRkuzv6EUixnibtahlTpd40GgLqzFJmhcUdU7R8TgCsG8FmwaPHasArX6lk2VNj_PIu-p50PBRjawAQYBtRksSe2njWbHnCsWSX2PX7CJ3rZ/s1600/Screenshot_20171021-211008.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan Paket XL Pass melalui *123*7474#" border="0" data-original-height="600" data-original-width="338" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixqwOkvkAAR8zbXNcJCYPjpAOtMRA_xVBwCRkuzv6EUixnibtahlTpd40GgLqzFJmhcUdU7R8TgCsG8FmwaPHasArX6lk2VNj_PIu-p50PBRjawAQYBtRksSe2njWbHnCsWSX2PX7CJ3rZ/s320/Screenshot_20171021-211008.jpg" title="Tampilan Paket XL Pass melalui *123*7474#" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Paket XL Pass melalui *123*7474#&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
Jika di totalkan, pengeluaran saya untuk koneksi internet ini adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" style="text-align: left;"&gt;
    &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;th&gt;Item&lt;/th&gt;
            &lt;th&gt;Harga&lt;/th&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Paket Perdana (Paket XTRA Combo Lite 25 GB)&amp;nbsp;&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;125.000&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;Paket XTRA Combo 12 GB&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;89.000&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;XL Pass 7 Hari&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;200.000&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;&lt;b&gt;Total&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;414.000&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ternyata, setelah saya hitung begini, saya terkejut juga. Karena harganya hampir setengah juta untuk koneksi internet saja. Namun kalian bisa mengatasinya dengan membeli paket perdana yang murah-murah saja, atau kalian minta sama abg alay yang suka gonta ganti kartu XL untuk paket internetnya. Jadi harganya bisa menjadi leboih murah lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekian informasinya. Akhir kata, saya ingin mengucapkan &lt;i&gt;have a nice holiday&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjIkaCh3rjN6T50b2CVuKuFz74eGwmW-E9jzp1Sxel-4lkalPDCmsMzTnHzcmko8kVGBAUNrkXH0_NRRhlvBcShFQ9NjJ4h3S7gABM4a3eJUwuB1rYdAt_2fQRwBL2US7GNotz1-s3L49li/s72-c/Screenshot_20171021-210945.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">14</thr:total></item><item><title>Cara Sitasi Menggunakan Endnote secara Gratis</title><link>http://www.jakbelajar.com/2017/05/cara-sitasi-menggunakan-endnote-secara.html</link><category>EndNote</category><category>Tutorial</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Fri, 19 May 2017 21:39:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-497385085886452129</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sitasi merupakan kegiatan yang sangat penting dalam penulisan karya tulis ilmiah. Sitasi adalah kegiatan memasukkan sumber-sumber yang digunakan dalam sebuah karya tulis. Tujuannya adalah menghargai sumber-sumber yang telah digunakan tersebut dan menghindari plagiarisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beragam cara untuk melakukan sitasi, baik cara otomatis dan cara manual. Cara otomatis biasanya menggunakan bantuan aplikasi komputer, seperti menu References bawaan Ms. Word, aplikasi Mendeley, dan EndNote. Pada postingan ini, saya akan membahas mengenai cara memasukkan sitasi menggunakan EndNote.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
EndNote merupakan aplikasi berbayar dan harganya sangat lumayan. Lumayan mahal. Namun, ada cara untuk menggunakan EndNote secara gratis dan legal, yaitu menggunakan My EndNote. My EndNote memiliki fitur yang terbatas, namun sudah cukup mengakomodasi proses sitasi yang kita inginkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pembahasan ini saya bagi menjadi tiga bagian, persiapan akun, persiapan database, dan memasukan sitasi ke dalam dokumen. Tujuan pembagian ini adalah untuk memudahkan pembaca dalam membuat sitasi menggunakan EndNote&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6jEpI34ReMZtSpuscwO-6JyIv0AzviwlG2ewDOVc2tJ13W_Tq5KcXWxvN747lw_tjgkepKJgu8wUCzdyMeUPGEvUf3-_d2ywvz0ZgWy374o7tvH4e8I2ejPkJTrC-un9LBSUVsgitvk_A/s1600/Screenshot+%252821%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara Sitasi Menggunakan Endnote secara Gratis" border="0" height="203" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6jEpI34ReMZtSpuscwO-6JyIv0AzviwlG2ewDOVc2tJ13W_Tq5KcXWxvN747lw_tjgkepKJgu8wUCzdyMeUPGEvUf3-_d2ywvz0ZgWy374o7tvH4e8I2ejPkJTrC-un9LBSUVsgitvk_A/s400/Screenshot+%252821%2529.png" title="Cara Sitasi Menggunakan Endnote secara Gratis" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan halaman utama My EndNote Web&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk membuat sitasi menggunakan EndNote, silahkan ikuti langkah-langkah berikut.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Persiapan Akun EndNote&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka halaman &lt;a href="http://www.myendnoteweb.com/" target="_blank"&gt;My EndNote web&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih Sign Up&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Masukkan data-data yang dibutuhkan. Pastikan alamat email kamu masih aktif dan password harus terdiri dari &amp;gt;8 karakter, terdiri dari huruf kecil dan capital, angka, dan karakter khusus seperti titik (.), koma (,) atau at (@). Pastikan juga kamu mencatat password ini agar tidak lupa.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, cek inbox email kamu, cari email permintaan konfirmasi dari EndNote. Setelah membuka email tersebut, klik pada Activate&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kamu akan dibawa ke halaman EndNote. Disitu akan ada pesan bahwa akun kamu sudah aktif&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, login ke akun EndNote. Pilih Menu Download. Disini ada tiga pilihan, untuk pengguna Windows, silahkan klik Download Windows with Internet Explorer plug-in atau Download Windows MSI for mass program installation. Sedangkan untuk pengguna Mac OS, silahkan pilih Download Macintosh&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah file tersebut selesai di download, silahkan Instal. Kamu bisa klik Next saja sampai tahap Finish. Pada saat menginstal software ini, kamu harus menutup program Ms. Word.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah proses instalasi selesai, silahkan buka Ms. Word. Pada bagian Menu, akan muncul Menu baru, yaitu EndNote&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwvZaRkUtW8EKdLnfzgJUSFyrabpDRbS9pxtVS6vMa6Frf-PsUaA29tLASDFj6jqre5rb3jEXKJRBgNhcALRzMD70OWMGlL2I1mDfMhgNZgaMkOwd6fsFnyOQXC4yaFLsY0EKO0BNZVU93/s1600/Screenshot+%252819%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara Sitasi Menggunakan Endnote secara Gratis" border="0" height="58" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwvZaRkUtW8EKdLnfzgJUSFyrabpDRbS9pxtVS6vMa6Frf-PsUaA29tLASDFj6jqre5rb3jEXKJRBgNhcALRzMD70OWMGlL2I1mDfMhgNZgaMkOwd6fsFnyOQXC4yaFLsY0EKO0BNZVU93/s640/Screenshot+%252819%2529.png" title="Cara Sitasi Menggunakan Endnote secara Gratis" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Menu EndNote di dalam Ms. Word&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h2 style="text-align: justify;"&gt;
Persiapan Database&lt;/h2&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Database disini berisi kumpulan data sitasi yang digunakan. Ada tiga cara untuk membuat database EndNote, yaitu &lt;i&gt;Online Search&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;New References&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;Import References&lt;/i&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Cara pertama: Online Search&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Silahkan login akun EndNote&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bawa kursor pada menu &lt;i&gt;Collect&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih &lt;i&gt;Online Search&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada langkah pertama (&lt;b&gt;&lt;i&gt;Step 1&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;), kamu akan diminta untuk memilih database atau perpustakaan yang kamu gunakan (&lt;i&gt;Select database or library catalog connection&lt;/i&gt;). Pada proses ini, saya memilih &lt;i&gt;British Library&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik &lt;i&gt;Connect&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada langkah kedua (&lt;i&gt;&lt;b&gt;Step 2&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;), masukkan kata kunci yang kamu butuhkan pada kolom pertama. Misalnya &lt;i&gt;&lt;b&gt;Mobile &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;pada baris pertama dan &lt;i&gt;&lt;b&gt;Learning &lt;/b&gt;&lt;/i&gt;pada baris kedua. Pilih &lt;i&gt;Any Field &lt;/i&gt;pada kolom kedua (agar rentang pencarian lebih luas). Pilih &lt;i&gt;And &lt;/i&gt;pada kolom ketiga. Selanjutnya pilih&lt;i&gt; retrieve all records &lt;/i&gt;lalu klik &lt;i&gt;Search&lt;/i&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada saat saya mencari dengan kata kunci mobile learning, terdapat 390 hasil pencarian.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, tandai data yang kamu inginkan lalu klik pada Add to Group. Pilih New Group. Beri nama grup tersebut, misalnya Database Mobile Learning.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Cara kedua: New References (cara manual)&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Silahkan login akun EndNote&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bawa kursor pada menu &lt;i&gt;Collect&lt;/i&gt;, pilih &lt;i&gt;New References&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hal yang terpenting disini adalah &lt;i&gt;References Type&lt;/i&gt;. Jika data yang ingin dimasukkan adalah jurnal, maka pilih&amp;nbsp;&lt;i&gt;Journal Article&lt;/i&gt;. Isi semua data yang dibutuhkan sesuai dengan &lt;i&gt;References Type&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada bagia Group, kamu dapat memasukkan data yang baru dibuat ke grup yang kamu inginkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik &lt;i&gt;Save&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h3&gt;
Cara Ketiga: Import References (Cara cepat)&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cara terakhir ini saya sebut sebagai cara cepat karena kita tidak perlu mengetik data sitasi seperti pada cara kedua dan melakukan pencarian dan sortir seperti cara pertama. Hal tersebut dapat dilakukan hanya dengan download dan upload file sitasi saja. File sitasi yang didukung disini dapat berasal dari &lt;i&gt;EndNote Import&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Google Books&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Library of Congress&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;PubMed (NLM)&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Refman Ris&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Refworks Import&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;Tab-Delimited&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;WorldCat (OCLC)&lt;/i&gt;. Penyedia layanan jurnal ternama seperti &lt;i&gt;Springer Link&lt;/i&gt; sudah menyediakan file sitasi dengan berbagai jenis, salah satunya file sitasi EndNote dengan ekstensi file .ENW. Untuk memasukkan data sitasi dengan cara ini, ikuti langkah-langkah berikut.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgitgSFp7lRJKK79YpWpMtu6NgNA350MU0x7wt6duthZcnvExqOifOg9FP2BP7nGvfMd9_xWEf1s-oZFmwAYMblAmSob9cIWkEbXu_pa92vO4uEjh-RAl_LD4a7q4oKpx93l1JKQkSEm_nx/s1600/Screenshot+%252820%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Cara Sitasi Menggunakan Endnote secara Gratis" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgitgSFp7lRJKK79YpWpMtu6NgNA350MU0x7wt6duthZcnvExqOifOg9FP2BP7nGvfMd9_xWEf1s-oZFmwAYMblAmSob9cIWkEbXu_pa92vO4uEjh-RAl_LD4a7q4oKpx93l1JKQkSEm_nx/s320/Screenshot+%252820%2529.png" title="Cara Sitasi Menggunakan Endnote secara Gratis" width="281" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Menu Export Citation di Springer Link&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka halaman jurnal yang kamu gunakan. Cari bagian Export Citation. Selanjutnya pilih .ENW EndNote. Jika tidak ada file sitasi dengan ekstensi ENW, kamu bisa menggunakan ekstensi lain, misalnya .RIS atau .BIB&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Silahkan login akun EndNote&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bawa kursor pada menu &lt;i&gt;Collect&lt;/i&gt;, pilih &lt;i&gt;Import References&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;i&gt;
&lt;/i&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, pilih file sitasi yang sudah didownload.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada bagian Import &lt;i&gt;Options&lt;/i&gt;, pilih &lt;i&gt;EndNote Import&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;i&gt;
&lt;/i&gt;
&lt;li&gt;Pada bagian To, pilih &lt;i&gt;Group&lt;/i&gt; tujuan sitasi ini dimasukkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih Import&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h2&gt;
&lt;br /&gt;Memasukkan sitasi ke dalam dokumen Word&lt;/h2&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka Ms. Word&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada saat pertama kali membuka Ms. Word setelah menginstal EndNote, maka&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada saat ingin mensitasi, pilih menu EndNote&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akan muncul pop-up menu untuk &lt;i&gt;Sign In&lt;/i&gt; EndNote. Masukkan email dan password EndNote kamu. Centang di bagian remember email and password. Klik &lt;i&gt;Sign In&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada bagian &lt;i&gt;Style&lt;/i&gt;, pilih APA 6th&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, untuk memasukkan sitasi, pilih &lt;i&gt;Insert Citations&lt;/i&gt;. Lalu akan muncul menu EndNote &lt;i&gt;Find&lt;/i&gt; &amp;amp; &lt;i&gt;Insert My References&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada kolom pencarian, ketikkan nama author yang telah kamu masukkan ke dalam web EndNote&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah data yang kalian inginkan muncul, klik dua kali (&lt;i&gt;double click&lt;/i&gt;) pada data tersebut.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekarang sitasi akan muncul di dokumen Word, begitu juga dengan daftar pustakanya, akan muncul di halaman terakhir dokumen Word.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h4&gt;
Tambahan&lt;/h4&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika kamu ingin menghapus sebuah Group di web EndNote, silahkan ikuti cara berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Silahkan login akun EndNote&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Bawa kursor pada menu &lt;i&gt;Organize&lt;/i&gt;, pilih &lt;i&gt;Manage My Groups&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik &lt;i&gt;Delete&lt;/i&gt; pada &lt;i&gt;Group&lt;/i&gt; yang akan dihapus&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikianlah penjelasan saya mengenai cara memasukkan sitasi dengan EndNote. Masih banyak menu-menu yang dapat kamu coba pada aplikasi EndNote ini, baik di web EndNote dan plugin Word-nya. Jangan ragu untuk mencobanya. Sekian.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6jEpI34ReMZtSpuscwO-6JyIv0AzviwlG2ewDOVc2tJ13W_Tq5KcXWxvN747lw_tjgkepKJgu8wUCzdyMeUPGEvUf3-_d2ywvz0ZgWy374o7tvH4e8I2ejPkJTrC-un9LBSUVsgitvk_A/s72-c/Screenshot+%252821%2529.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total></item><item><title>Cara Menggabungkan File PDF (PDF Merge) Menggunakan Smartphone</title><link>http://www.jakbelajar.com/2017/03/cara-menggabungkan-file-pdf-pdf-merge.html</link><category>PDF</category><category>Tutorial</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Fri, 31 Mar 2017 11:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-3856560187097609625</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak dapat dipungkiri, pada saat ini kita lebih sering menggunakan smartphone daripada laptop, apalagi PC. Hal ini dikarenakan smartphone dapat kita bawa kemana saja dan dapat digunakan kapan saja. Banyak pekerjaan-pekerjaan yang mampu digantikan oleh smartphone, salah satunya adalah menggabungkan file PDF. Pada postingan sebelumnya, saya sudah menunjukkan bagaimana &lt;a href="https://www.google.com/url?q=http://www.jakbelajar.com/2016/04/2-cara-menggabungkan-file-jpg-dengan.html&amp;amp;sa=U&amp;amp;ved=0ahUKEwjVurjMh4DTAhUKN48KHYvHB3kQFggIMAE&amp;amp;client=internal-uds-cse&amp;amp;usg=AFQjCNHe3-48FQ2KErXeH37aBlDZR3q7FQ" target="_blank"&gt;cara menggabungkan file PDF secara online dan offline&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada postingan kali ini, saya ingin sharing mengenai sebuah aplikasi seluler yang sangat membantu pekerjaan saya saat ingin menggabungkan file PDF, yaitu PDF Merge. Aplikasi ini tersedia secara gratis di Google Playstone App Store. Pada dasarnya, cara kerja penggabungan file menggunakan aplikasi ini sama dengan situs-situs penyedia jasa penggabungan file PDF, yaitu kita harus mengupload terlebih dahulu file PDF yang ingin kita gabungkan. Akan tetapi, seperti yang sudah saya katakan sebelumnya, dengan menggunakan software ini, kita tidak perlu lagi mengakses web tersebut dengan laptop atau komputer, cukup menggunakan aplikasi ini saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendownload aplikasi PDF Merge, kalian dapat menggunakan link di bawah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.cometdocs.pdfmerge&amp;amp;hl=in" target="_blank"&gt;
  &lt;img alt="   " border="0" height="59" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicE-ThhG7suZwLk-3PFqAPZ4Ru-2VSOtOyn9c6ei6cXxCIjtmylVT3eShcu-ZxiwpYUbbJVt33ldOaxKs4yXPHTeFAxcv3EXTm8KPaghloJj6q9eCToFM0bYLGQF-kEepfKOJPIxBiUeI5/s200/Play+Store+Download.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://itunes.apple.com/us/app/pdf-merge-combine-pdf-documents/id1163838788?mt=8" target="_blank"&gt;
  &lt;img alt="   " border="0" height="74" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1biJvO9Uf9BNyzslE4EnGUX7qhWuPMD9hjzIRmsRRlnQGv1HPoHBlKz67wYkcW_dwxmQlbs1L2tmhKo6xJ4xmnJm5mcP-oYcQuBDkN7vMkHA-YWLTLlEv751oBoLrcRSDO5a7ReJU3xcO/s200/Itunes+download.jpg" width="200" /&gt;
&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menggunakan aplikasi sangat mudah dan cepat, yang penting kalian punya koneksi internet saja. Adapun langkah-langkah menggabungkan file PDF menggunakan aplikasi PDF Merge adalah sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka aplikasi PDF Merge&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0_7FFeAjSS_i6t-UTeE4U_Wv4Px6s9ERvkxmL4pS0T915XnPGb3YEei4f5PnwcVLwGclWHEEQLl3w87cjM6gFhQcxbkrLesx_JUN3mil6MVFOIECLFKwXEVR8qX1GPEWXEa7FGkb0i6oK/s1600/Screenshot_20170227-174842.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0_7FFeAjSS_i6t-UTeE4U_Wv4Px6s9ERvkxmL4pS0T915XnPGb3YEei4f5PnwcVLwGclWHEEQLl3w87cjM6gFhQcxbkrLesx_JUN3mil6MVFOIECLFKwXEVR8qX1GPEWXEa7FGkb0i6oK/s320/Screenshot_20170227-174842.jpg" width="179" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan Aplikasi PDF Merge&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Klik pada &lt;b&gt;tanda&amp;nbsp;+&lt;/b&gt; untuk menambahkan file PDF&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pilih file yang ingin kalian gabungkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, klik pada &lt;b&gt;tanda panah&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tunggu proses uploading file&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah selesai, buka tab Result&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekarang file PDF kalian sudah berhasil digabungkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Jika terjadi PDF Merge Failed, itu bisa disebabkan oleh masalah koneksi internet. Pada awalnya, saya juga mengalami masalah ini, setelah saya mencoba lagi menggunakan koneksi yang lebih cepat stabil, saya berhasil menggabungkan file PDF.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selain kecepatan internet, ukuran file PDF yang kalian miliki juga harus dipertimbangkan. Karena semakin besar file PDF maka semakin lama waktu yang dibutuhkan untuk mengupload file.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
Sangat mudah bukan? Untuk informasi tambahan, aplikasi ini bersifat In-App Purchase. Jika kalian ingin memiliki software ini dengan harga yang lebih murah, silahkan gunakan aplikasi &lt;a href="https://www.google.com/url?q=http://www.jakbelajar.com/2016/09/berburu-aplikasi-diskon-di-playstore.html&amp;amp;sa=U&amp;amp;ved=0ahUKEwidx5Gnh4DTAhXCjVQKHfmVBb4QFggFMAA&amp;amp;client=internal-uds-cse&amp;amp;usg=AFQjCNGfuCZbyErZ_DGIo_tWlX3t_iaFCw" target="_blank"&gt;App Sales &lt;/a&gt;untuk memantau harga diskon dari aplikasi ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Demikian postingan kali ini, selamat mencoba dan semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicE-ThhG7suZwLk-3PFqAPZ4Ru-2VSOtOyn9c6ei6cXxCIjtmylVT3eShcu-ZxiwpYUbbJVt33ldOaxKs4yXPHTeFAxcv3EXTm8KPaghloJj6q9eCToFM0bYLGQF-kEepfKOJPIxBiUeI5/s72-c/Play+Store+Download.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Mengenal Morfologi Koloni Bakteri</title><link>http://www.jakbelajar.com/2016/11/mengenal-morfologi-koloni-bakteri.html</link><category>Biology</category><category>Microbiology</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Wed, 2 Nov 2016 16:01:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-4431578569178826995</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pembahasan mengenai morfologi koloni berhubungan dengan pembahasan sebelumnya mengenai &lt;a href="http://www.jakbelajar.com/2016/11/mengenal-metode-streak-plate-dalam.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;teknik isolasi bakteri menggunakan metode streak plate&lt;/a&gt;. Identifikasi morfologi koloni bakteri dapat dilakukan setelah proses isolasi. Pengetahuan mengenai morfologi koloni bakteri mutlak diperlukan jika kalian ingin melakukan identifikasi bakteri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti yang telah kalian ketahui, koloni terbentuk dari pembelahan sel bakteri yang tumbuh terpisah dari proses isolasi sebelumnya. Morfologi koloni yang terbentuk dipengaruhi oleh factor genetic bakteri dan factor lingkungan seperti ketersediaan nutrisi, suhu, dan waktu inkubasi. Morfologi koloni bakteri dapat berupa warna, ukuran, bentuk, dan tekstur dari suatu koloni.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Bentuk Bentuk Morfologi Koloni&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun beberapa bentuk morfologi koloni bakteri yang perlu diketahui adalah sebagai berikut&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bentuk (&lt;i&gt;shape&lt;/i&gt;) koloni&lt;/b&gt;, dapat berupa &lt;i&gt;circular&lt;/i&gt; (bulat beraturan), &lt;i&gt;irregular&lt;/i&gt; (tidak beraturan), dan &lt;i&gt;punctiform&lt;/i&gt; (berupa titik)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Bentuk &lt;i&gt;margin&lt;/i&gt; atau bentuk pinggiran koloni&lt;/b&gt;, dapat berupa &lt;i&gt;entire&lt;/i&gt; (halus dan beraturan), &lt;i&gt;undulate&lt;/i&gt; (bergelombang), &lt;i&gt;lobate&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;filamentous&lt;/i&gt; (berfilamen), dan &lt;i&gt;rhizoid&lt;/i&gt; (bercabang seperti akar)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Elevasi koloni&lt;/b&gt;, dapat dilihat melalui sisi samping cawan Petri, dapat berupa flat (rata), raised, convex, pulvinate (lebih tinggi dari convex), dan umbonate (raised in the center)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tekstur koloni&lt;/b&gt;, dapat berupa moist, mucoid, dan dry (kering)&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pembentukan pigmen atau warna koloni&lt;/b&gt;, berupa warna koloni yang terbentuk, dapat pula digabungkan dengan penampakan warna lainnya seperti &lt;i&gt;opaque&lt;/i&gt; (buram), &lt;i&gt;translucent&lt;/i&gt; (agak transparan), &lt;i&gt;shiny&lt;/i&gt; (mengkilap), dan &lt;i&gt;dull&lt;/i&gt; (pucat)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_q_lRjuWmp_dVAL5FGhMq9QCorStHucZZew20E_kvAnIckhoQUhoPgw6kWlUOmizCkHZg9JMfyHyzBcgQ_keR46IkuOgKooktArbRSDLLRiIGGoZidg9cmldaEgF_Le6O9FZVmlDdD0ud/s1600/Screenshot+%25281%2529.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Bentuk-bentuk morfologi koloni bateri" border="0" height="270" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_q_lRjuWmp_dVAL5FGhMq9QCorStHucZZew20E_kvAnIckhoQUhoPgw6kWlUOmizCkHZg9JMfyHyzBcgQ_keR46IkuOgKooktArbRSDLLRiIGGoZidg9cmldaEgF_Le6O9FZVmlDdD0ud/s320/Screenshot+%25281%2529.png" title="Bentuk-bentuk morfologi koloni bateri" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Bentuk-bentuk morfologi koloni bateri (Sumber: Leboffe &amp;amp; Perce, 2012)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Cara Melakukan Identifikasi Koloni Bakteri&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti yang telah saya katakan di awal paragraf, identifikasi morfologi koloni bakteri merupakan tahap yang sangat penting dalam proses identifikasi bakteri. Setelah kalian mendapatkan koloni murni dari hasil isolasi, koloni tersebut dapat langsung diidentifikasi morfologi koloninya, atau apabila ingin lebih meyakinkan, kalian bisa menumbuhkan kultur murni tersebut ke media baru. Adapun langkah-langkah melakukan identifikasi morfologi koloni adalah sebagai berikut&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ambillah salah satu kultur murni hasil isolasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Perhatikan semua ciri di atas, lalu catat pada log book kalian, untuk melihat elevasi, dapat dilakukan dengan cara melihat dari sisi cawan Petri. Untuk melihat margin, kalian dapat menggunakan kaca pembesar atau colony counter.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ambil foto sebagai bahan dokumentasi&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Simpan kembali kultur murni ke dalam incubator&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Hal yang harus diperhatikan dalam Identifikasi Morfologi Koloni Bakteri&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beberapa hal dapat mempengaruhi ciri-ciri morfologi koloni bakteri, diantaranya adalah ketersediaan nutrisi, suhu, dan waktu inkubasi. Agar dapat memperoleh informasi yang valid dan tidak salah tafsir, kalian harus memperlakukan semua kultur murni dengan perlakuan yang sama, seperti menumbuhkan pada media yang sama, menginkubasi pada suhu yang sama, dan mengamati pada waktu yang sama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Sumber gambar&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Leboffe, M.J., dan Pierce, B.E. 2012. Brief Microbiology Laboratory Theory &amp;amp; Application 2nd Edition. Englewood: Morton Publishing.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_q_lRjuWmp_dVAL5FGhMq9QCorStHucZZew20E_kvAnIckhoQUhoPgw6kWlUOmizCkHZg9JMfyHyzBcgQ_keR46IkuOgKooktArbRSDLLRiIGGoZidg9cmldaEgF_Le6O9FZVmlDdD0ud/s72-c/Screenshot+%25281%2529.png" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">4</thr:total></item><item><title>Mengenal Metode Streak Plate dalam Isolasi Bakteri</title><link>http://www.jakbelajar.com/2016/11/mengenal-metode-streak-plate-dalam.html</link><category>Biology</category><category>Microbiology</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Tue, 1 Nov 2016 20:49:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-8424340656830101431</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Media kultur adalah media yang sudah ditumbuhi oleh mikroorganisme. Media kultur terbagi menjadi kultur campuran dan kultur murni. &lt;b&gt;Kultur campuran&lt;/b&gt; adalah media kultur yang ditumbuhi oleh beberapa jenis mikroorganisme, sedangkan &lt;b&gt;kultur murni&lt;/b&gt; adalah media kultur yang ditumbuhi oleh satu jenis mikroorganisme saja. Proses memindahkan suatu kultur campuran untuk menjadi kultur murni merupakan langkah awal dalam tahap identifikasi mikroorganisme. Proses tersebut juga biasa dikenal dengan proses isolasi. Untuk identifikasi bakteri, jenis isolasi yang sering digunakan adalah metode &lt;i&gt;streak plate&lt;/i&gt; (cawan gores).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam proses isolasi metode &lt;i&gt;streak plate&lt;/i&gt;, sampel bakteri akan dipindahkan ke media pertumbuhan baru dengan cara menggoreskannya di atas media pertumbuhan tersebut. Kalian dapat memindahkannya menggunakan jarum ose steril atau bisa juga menggunakan &lt;i&gt;cotton swab &lt;/i&gt;steril. Penggunaan jarum inokulasi tidak dianjurkan dalam proses isolasi &lt;i&gt;streak plate&lt;/i&gt; karena memiliki kemungkinan yang sangat besar untuk merusak media. Pada proses penggoresan (s&lt;i&gt;treaking&lt;/i&gt;), jumlah sel dari koloni yang telah diambil akan semakin menurun yang pada akhirnya akan menyisakan beberapa koloni yang terpisah. Koloni-koloni yang terpisah tersebut selanjutnya dipindahkan ke media pertumbuhan baru. Hasil dari pemindahan inilah yang disebut dengan kultur murni, dimana yang tumbuh pada media pertumbuhan baru tersebut hanya terdiri dari satu jenis bakteri saja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beberapa cara menggaris di proses isolasi metode &lt;i&gt;streak plate&lt;/i&gt;, diantaranya adalah&lt;i&gt; zig-zag streak &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;quadrant streak&lt;/i&gt;. Pemilihan cara menggaris ini disesuaikan dengan kebutuhan kalian sebagai peneliti. Walaupun demikian, perlu diingat bahwa kedua cara menggaris tersebut memiliki tujuan yang sama yaitu untuk mendapatkan koloni murni.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Jenis-jenis Metode Streak Plate berdasarkan cara inokulasinya&lt;/h3&gt;
&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
1. Inokulasi pada cawan agar menggunakan &lt;i&gt;Quadrant Streak Method&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Apabila jenis bakteri yang hidup pada media pertumbuhan memiliki jumlah yang sangat banyak, maka kalian bisa menggunakan &lt;i&gt;Quadrant Streak Method&lt;/i&gt;. Dari namanya saja, kita dapat mengetahui bahwa metode ini terdiri empat tahap (&lt;i&gt;quad&lt;/i&gt;) dan empat goresan yang berbentuk persegi (&lt;i&gt;quadrant&lt;/i&gt;). Di tarikan, biasanya terdiri dari tiga sampai empat garis zig-zag, dan antara tarikan pertama dan tarikan kedua, harus ada bagian tarikan yang kedua mengenai tarikan yang pertama. Begitu selanjutnya sampai tarikan yang keempat.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfCNgw_sPx4msDY15ydkz320mcu9CjlC_WvYcyRRKTbDgRGrcjEEma8aAeWcvz8EtKwqP33-w48ySbcbkvFXtqa6i7NsvHe7XC_w0QX91eU2UzYVY7cRUxnK0JXPcm-WFV5iAjyYLkhhrE/s1600/DSC01102.JPG" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Contoh Quadrant Streak Method" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfCNgw_sPx4msDY15ydkz320mcu9CjlC_WvYcyRRKTbDgRGrcjEEma8aAeWcvz8EtKwqP33-w48ySbcbkvFXtqa6i7NsvHe7XC_w0QX91eU2UzYVY7cRUxnK0JXPcm-WFV5iAjyYLkhhrE/s320/DSC01102.JPG" title="Contoh Quadrant Streak Method" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Contoh Quadrant Streak Method&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h4 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;2. Inokulasi pada cawan agar menggunakan &lt;i&gt;Zig-zag Streak Method&lt;/i&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berbeda dengan &lt;i&gt;Quadrant Streak Method&lt;/i&gt;, penggunaan &lt;i&gt;Zig-zag Streak Method&lt;/i&gt; dilakukan pada saat isolasi bakteri dari media pertumbuhan dengan jumlah bakteri yang hidup sedikit. Pemilihan ini didasarkan pada dua hal, yang pertama adalah jumlah bakteri yang hidup dan yang kedua adalah kesukaran dalam menggoresnya. Pada beberapa kesempatan, saya sering menggunakan &lt;i&gt;Zig-zag Streak Method&lt;/i&gt; untuk peremajaan kultur bakteri. Beberapa orang sering menyamakan antara &lt;i&gt;Zig-zag Streak Method&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dengan &lt;i&gt;Continuous Streak Method&lt;/i&gt;, padahal, jika kita memperhatikan dengan seksama, terdapat perbedaan yang mencolok yaitu sudut tarikannya. Jika &lt;i&gt;Zig-zag Streak Method&lt;/i&gt; setiap sudut tarikannya itu runcing, sedangkan &lt;i&gt;Continuous Streak Method&lt;/i&gt; lebih beralur dan tidak bersudut.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6RFcNR9Dpxr09NbgSRYhHgYMW7hzG7Eo02O__Y5z3RL67kstcjvSGYsw0fERb977E3VBIPmb4dk8ASx3dOg5rgIA6yPK3BmDbiJDttJV1Ldq_JiZCn7TWRiYg24WtkeqHUgfKdCACPNF5/s1600/DSC01122.JPG" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Contoh Zig-zag Streak Method" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6RFcNR9Dpxr09NbgSRYhHgYMW7hzG7Eo02O__Y5z3RL67kstcjvSGYsw0fERb977E3VBIPmb4dk8ASx3dOg5rgIA6yPK3BmDbiJDttJV1Ldq_JiZCn7TWRiYg24WtkeqHUgfKdCACPNF5/s320/DSC01122.JPG" title="Contoh Zig-zag Streak Method" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Contoh Zig-zag Streak Method&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgfCNgw_sPx4msDY15ydkz320mcu9CjlC_WvYcyRRKTbDgRGrcjEEma8aAeWcvz8EtKwqP33-w48ySbcbkvFXtqa6i7NsvHe7XC_w0QX91eU2UzYVY7cRUxnK0JXPcm-WFV5iAjyYLkhhrE/s72-c/DSC01102.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Metode Sterilisasi Kimia dalam Mikrobiologi</title><link>http://www.jakbelajar.com/2016/10/metode-sterilisasi-kimia-dalam.html</link><category>Biology</category><category>Biotechnology</category><category>Microbiology</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Mon, 31 Oct 2016 20:47:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-2352960062931082152</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di dalam mikrobiologi, sterilisasi merupakan proses yang sangat penting untuk dipelajari. Pada pembahasan sebelumnya, saya sudah membahas mengenai &lt;a href="https://www.jakbelajar.com/2016/10/metode-sterilisasi-panas-dalam.html" rel="nofollow" target="_blank"&gt;metode sterilisasi panas dalam mikrobiologi&lt;/a&gt;. Pembahasan kali ini merupakan lanjutan dari metode sterilisasi panas tersebut. Metode sterlisasi kimia dilakukan pada alat dan bahan yang sensitif terhadap panas. Biasanya, alat dan bahan tersebut akan rusak jika disterilkan pada suhu tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Jenis-jenis Agen Antimikroba Kimiawi berdasarkan Keefektifannya&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kemampuan agen antimikroba kimiawi dikelompokkan berdasarkan efisiensinya dalam membunuh suatu mikroorganisme. Misalnya, seluruh agen germisida dikelompokkan dalam kategori tingkat tinggi karena efektif membunuh seluruh bentuk mikroorganisme, termasuk endospora bakteri. Agen kimiawi dengan kategori sedang didefinisikan dengan tuberkuloisidal karena mampu membunuh Mycobacterium tuberculosis dan umumnya efektif terhadap kebanyakan virus yang resisten seperti virus hepatitis dan rhinovirus. Agen kimiawi dengan kagori sedang ini tidak efektif dalam membunuh endospora bakteri. Agen kimiawi dengan kategori rendah tidak bersifat tuberkuloisidal, tidak efektif terhadap endospora bakteri, beberapa jenis spora fungi, serta naked virus (virus yang tidak memiliki amplop).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Metode sterilisasi kimia dapat dilakukan dengan menggunakan gas (fumigasi atau pengasapan) dan radiasi. beberapa bahan kimia yang dapat digunakan untuk sterilisasi gas adalah etilen oksida, gas formaldehid, asam parasetat, dan glutaraldehid alkalin. Sterilisasi kimia dapat juga dilakukan dengan penggunaan cairan desinfektan berupa senyawa aldehid, hipoklorit, fenolik, dan alkohol.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Mengenal Disinfektan Cair&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disinfektan cair memiliki daya antimikroba yang rendah dibandingkan dengan metode sterilisasi yang lain. Bakteri pembentuk spora dan beberapa virus resisten terhadap sterilisasi jenis ini. Beberapa disinfektan akan ternetralisir oleh bahan organik. Stabilitas larutan terbatas dan waktu penggunaan juga terbatas pada jenis disinfektan dan bagaimana cara disinfektan itu digunakan. Penggunaan disinfektan cair sebagai alat sterilisasi harus mempertimbangkan hal tersebut, begitu juga dengan hal keamanan bagi penggunanya. Disinfektan yang telah diencerkan dapat digunakan untuk disinfeksi ruangan dan peralatan. Biasanya, disinfeksi menggunakan cairan akan dilanjutkan dengan metode sterilisasi lainnya. Disinfeksi menggunakan cairan juga biasa dilakukan pada media yang sudah dipakai, lalu merebus media tersebut sampai mendidih, barulah media itu boleh dibuang ke lingkungan. Hal ini dilakukan agar tidak terjadi pencemaran lingkungan yang mungkin bisa disebabkan oleh mikroorganisme pada media pertumbuhan mikroorganisme hasil penelitian kita.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglx_sZH6s2RjC_2yDx8uMjiFilYw12iHa606KynRtdMXZTifM-8OyWC-mD5jEMU2bT7ZYDgXfGAWXgB1ZlEDJC_ipnB3DQ-pYPipfcM88qumSQB8rAj6Qq4izAZM7uJZlFUnoBg2Hy_l7O/s1600/DSC01059.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Penggunaan disinfektan cair pada sterilisasi cawan Petri" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglx_sZH6s2RjC_2yDx8uMjiFilYw12iHa606KynRtdMXZTifM-8OyWC-mD5jEMU2bT7ZYDgXfGAWXgB1ZlEDJC_ipnB3DQ-pYPipfcM88qumSQB8rAj6Qq4izAZM7uJZlFUnoBg2Hy_l7O/s320/DSC01059.JPG" title="Penggunaan disinfektan cair pada sterilisasi cawan Petri" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Penggunaan disinfektan cair pada sterilisasi cawan Petri&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglx_sZH6s2RjC_2yDx8uMjiFilYw12iHa606KynRtdMXZTifM-8OyWC-mD5jEMU2bT7ZYDgXfGAWXgB1ZlEDJC_ipnB3DQ-pYPipfcM88qumSQB8rAj6Qq4izAZM7uJZlFUnoBg2Hy_l7O/s72-c/DSC01059.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Metode Sterilisasi Menggunakan Filterisasi dan Radiasi</title><link>http://www.jakbelajar.com/2016/10/metode-sterilisasi-menggunakan.html</link><category>Biology</category><category>Biotechnology</category><category>Microbiology</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Sun, 30 Oct 2016 18:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-1013999517545824074</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada pembahasasan sebelumnya, saya sudah membahas mengenai metode sterilisasi panas. Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas metode sterilisasi menggunakan filterisasi (penyaringan) dan radiasi. Salah satu contoh penggunaan metode sterilisasi &amp;nbsp;menggunakan filter dapat kalian lihat di LAF (&lt;i&gt;Laminar Air Flow&lt;/i&gt;). Selanjutnya, contoh penggunaan metode sterilisasi menggunakan radiasi adalah penggunaan sinar UV di tempat pengisian air ulang. Jika kalian sering melihat ada lampu warna ungu di alat penyulingan air isi ulang, kemungkinan lampu tersebut adalah lampu UV yang berfungsi untuk membunuh mikroorganisme yang ada di dalam air. Tapi penting untuk kalian ketahui, tidak semua lampu ungu itu lampu UV yang mampu membunuh mikroorganisme.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Sterilisasi Menggunakan Filter&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti yang sudah saya kemukakan sebelumnya, salah satu contoh penggunaan metode sterilisasi menggunakan filter terdapat pada alat &lt;i&gt;Laminar Air Flow&lt;/i&gt;. &lt;b&gt;Metode sterilisasi menggunakan filter&lt;/b&gt; digunakan untuk mensterilkan bahan yang sensitif dengan panas, misalnya enzim. Membran filter yang digunakan untuk mensterilkan enzim biasanya terbuat selulosa asetat. &amp;nbsp;Prinsip kerja metode sterilisasi menggunakan membran selulosa asetat adalah memisahkan mikroorganisme dengan bahan yang bahan yang kita perlukan. Ada beberapa hal yang harus kalian ketahui mengenai penggunaan metode sterilisasi menggunakan membran selulosa asetat, seperti biayanya yang mahal, membrannya mudah tersumbat, dan kemungkinan lolosnya virus dari membran tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selanjutnya, filter yang digunakan pada &lt;i&gt;Laminar Air Flow&lt;/i&gt; adalah filter HEPA (&lt;i&gt;high efficiency particulate air&lt;/i&gt;). Filter ini berguna untuk menyaring udara di area kerja mikrobiologis kalian dengan cara menyaring udara sehingga bebas debu dan mikroorganisme. Filter ini juga terdiri dari lipatan-lipatan selulosa asetat.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflc2SgJh7NpNyBQXqnHfOfAYdUlFweXeNY0z0wUkzmCfr_tNlVgAvjS-EPpivLrnTMoYRJXhSxaYgz1m6Ipotulvh0r2ZspN1eUIZsra0cCGsFsvae438FKBRQ6jwMgRVvfJTneDbN92y/s1600/DSC01079.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Penuangan media pertumbuhan bakteri menggunakan Laminar Air Flow" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflc2SgJh7NpNyBQXqnHfOfAYdUlFweXeNY0z0wUkzmCfr_tNlVgAvjS-EPpivLrnTMoYRJXhSxaYgz1m6Ipotulvh0r2ZspN1eUIZsra0cCGsFsvae438FKBRQ6jwMgRVvfJTneDbN92y/s320/DSC01079.JPG" title="Penuangan media pertumbuhan bakteri menggunakan Laminar Air Flow" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Penuangan media pertumbuhan bakteri menggunakan Laminar Air Flow untuk mencegah terjadinya kontaminasi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Sterilisasi Menggunakan Radiasi&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Metode sterilisasi menggunakan radiasi&lt;/b&gt; dilakukan dengan menggunakan cahaya UV ataupun dengan menggunakan metode ionisasi (sinar gamma). Sinar UV dengan panjang gelombang 260 nm mampu berekasi dengan asam nukleat mikroorganisme. Sinar UV dapat menyebabkan terganggunya ikatan antara molekul-molekul timin yang bersebelahan dan menyebabkan terbentuknya dimer timin. Pada akhirnya, pembentukan dimer timin akan akan menghalangi replikasi DNA normal dengan menutup jalannya proses replikasi enzim. Dengan kata lain, sinar UV dapat merusak proses perkembangbiakan mikroorganisme, namun tidak berpengaruh pada endospora bakteri. Metode sterilisasi menggunakan radiasi biasa digunakan untuk mensterilkan ruangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Metode sterilisasi menggunakan ion (ionisasi)&lt;/b&gt; dapat mempenetrasi (menembus) jauh ke dalam suatu objek. Metode ionisasi yang sering digunakan adalah radiasi sinar gamma dari kobalt-60. Metode ini tidak dapat dilakukan di laboratorium biasa karena sifat dari sinar gamma sangat berbahaya bagi tubuh manusia. Sinar gamma lebih kuat daya tembusnya dibandingkan dengan sinar UV, sehingga cocok digunakan untuk mensterilkan bahan plastik sekali pakai, antibiotik, hormon, dan jarum suntik. Metode ionisasi ditujukan untuk merusak asam nukleat mikroorganisme.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhflc2SgJh7NpNyBQXqnHfOfAYdUlFweXeNY0z0wUkzmCfr_tNlVgAvjS-EPpivLrnTMoYRJXhSxaYgz1m6Ipotulvh0r2ZspN1eUIZsra0cCGsFsvae438FKBRQ6jwMgRVvfJTneDbN92y/s72-c/DSC01079.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Metode Sterilisasi Panas dalam Mikrobiologi</title><link>http://www.jakbelajar.com/2016/10/metode-sterilisasi-panas-dalam.html</link><category>Biology</category><category>Mikrobiologi</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Wed, 12 Oct 2016 21:02:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-3615114546823067893</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada artikel sebelumnya, saya sudah membahas mengenai &lt;a href="http://www.jakbelajar.com/2016/10/pengertian-sterilisasi-dalam.html" target="_blank"&gt;Sterilisasi dalam mikrobiologi&lt;/a&gt;. Dari artikel tersebut, saya sudah menyinggung mengenai artikel kali ini mengenai metode sterilisasi panas dalam mikrobiologi. Metode sterilisasi panas merupakan metode yang termasuk ke dalam metode sterilisasi fisik dan paling banyak digunakan. Metode sterilisasi panas khusus digunakan untuk mensterilkan alat dan bahan yang tahan panas, misalnya bahan yang terbuat dari kaca dan aquadest. Metode sterilisasi panas dibagi menjadi dua, yaitu metode sterilisasi panas basah atau lembap dan metode sterilisasi panas kering. Metode sterilisasi panas kering.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Penggolongan sterilisasi panas dan kering ini didasarkan pada sensitifitas benda yang akan disterilkan. Jadi, jika suatu benda sensitif terhadap kelembapan, maka digunakan sterilisasi panas kering, begitu juga dengan jika suatu benda tahan terhadap kelembapan, maka digunakan sterilisasi panas basah.Kedua metode ini meiliki kesamaan, yaitu sama-sama menggunakan panas sebagai cara untuk mensterilkan. Yang berbeda adalah panas kering tidak menggunakan air, sedangkan panas basah menggunakan air dalam proses sterilisasinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Proses sterilisasi panas terdiri dari tiga tahap.&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tahap pemanasan (&lt;i&gt;heating stage&lt;/i&gt;): peningkatan temperatur pada alat dan bahan yang akan disterilkan&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tahap sterilisasi (&lt;i&gt;holding stage&lt;/i&gt;): tahap pendiaman. Artinya, tahap ini sudah mencapai temperatur yang diinginkan, selanjutnya adalah mendiamkan alat dan bahan tersebut berada pada temperatur tersebut pada waktu tertentu&lt;/li&gt;
&lt;li style="text-align: justify;"&gt;Tahap pendinginan (&lt;i&gt;cooling stage&lt;/i&gt;): penurunan suhu setelah alat dan bahan tersebut berapa pada temperatur dan suhu tertentu.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;h3&gt;
Sterilisasi Panas Kering dan Panas Basah&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sterilisasi panas kering berfungsi untuk meniadakan atau mematikan segala jenis mikroorganisme yang berada pada alat yang akan digunakan pada kegiatan mikrobiologi. Cara kerjanya adalah dengan mengoksidasi komponen sel atau mendenaturasi enzim. Metode ini tidak dapat digunakan untuk bahan yang terbuat dari karet, plastik, dan kaca yang tidak tahan panas. Waktu yang dibutuhkan sterilisasi ini sekitar 2 sampai 3 jam. Pada beberapa buku, metode ini dianggap memiliki penetrasi lemah. Hal tersebut dikarenakan oleh faktor yang digunakan untuk sterilisasi hanya panas saja. Seperti yang telah kalian ketahui, ada beberapa mikroorganisme yang mampu bertahan pada panas bukan? Selanjutnya, ada dua metode sterilisasi panas kering, yaitu insinerasi (inceniration), yaitu pembakaran langsung dengan menggunakan nyala api Bunsen (suhunya sekitar 350 derajat Celcius) dan dengan udara panas oven dengan temperatur yang berbeda-beda sesuai dengan merk dan tipe oven.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sterilisasi panas basah memiliki faktor tambahan dalam hal sterilisasi, yaitu penggunaan uap air. Salah satu prakteknya adalah kalian merebus alat dan bahan yang telah dipakai pada kegiatan mikrobiologi, dengan tujuan membunuh semua mikroorganisme yang ada pada alat dan bahan tersebut agar tidak mengontaminasi lingkungan sekitar. Perebusan dapat dilakukan menggunakan air mendidih dengan suhu 100 derajat Celcius selama 10 menit. Hal tersebut cukup efektif untuk membunuh sel-sel vegetatif dan spora eukariot, namun tidak efektif untuk endospora bakteri. Sterilisasi panas basah digunakan untuk alat dan bahan yang sensitif panas.&lt;/div&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyknHTm3boyH31r_j-vzZQuMpnwRjPVHRw1FAbpZ95XTahpF7G4qZYvcuteks67JsiFc_4FpYGpA4OfdM9j-LjntHa-B18vvxm7U1Kgn7QPfcxKgyzI3Rb7DBax4yGFI1Ttf_tpAFICyMN/s1600/DSC01068.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Sterilisasi panas basah menggunakan autoklaf" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyknHTm3boyH31r_j-vzZQuMpnwRjPVHRw1FAbpZ95XTahpF7G4qZYvcuteks67JsiFc_4FpYGpA4OfdM9j-LjntHa-B18vvxm7U1Kgn7QPfcxKgyzI3Rb7DBax4yGFI1Ttf_tpAFICyMN/s320/DSC01068.JPG" title="Sterilisasi panas basah menggunakan autoklaf" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sterilisasi panas basah menggunakan autoklaf&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sterilisasi panas basah menggunakan temperatur di atas 100 derajat celcius dilakukan dengan menggunakan uap dengan bantuan autoklaf (gambar di atas). Prinsip kerja sterilisasi dari autoklaf adalah mempercepat proses koagulasi. Proses sterilisasi menggunakan autoklaf dapat membunuh mikroorganisme dengan cara mendenaturasi atau mengkoagulasi protein pada enzim dan membran sel mikroorganisme. Proses sterilisasi menggunakan autoklaf dapat membunuh endospora bakteri. Tipe-tipe autoklaf adalah &lt;i&gt;portable bench top&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;gravity displacement&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;multicycle porous-load&lt;/i&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
&lt;br /&gt;Faktor yang Mempengaruhi Resistensi Mikroorganisme terhadap Panas&lt;/h3&gt;
Resistensi mikroorganisme terhadap panas bervariasi tergantung dari spesiesnya. Perbedaan ini dikenal dengan konsep &lt;i&gt;thermal dead point&lt;/i&gt; (TDP), yaitu temperatur terendah dimana seluruh mikroorganisme pada suspensi cair akan mati dalam jangka waktu 10 menit.&lt;br /&gt;
Faktor lain yang perlu diperhatikan juga pada sterilisasi panas adalah &lt;i&gt;thermal dead time&lt;/i&gt; (TDT), yaitu waktu minimal yang diperlukan oleh seluruh bakteri pada kultur cair untuk mati pada temperatur tertentu. Jadi, TDP dan TDT dapat dijadikan petunjuk yang sangat berguna untuk indikasi kekuatan perlakuan panas yang diperlukan untuk membunuh populasi mikroorganisme.&lt;br /&gt;
Konsep lain yang berhubungan dengan resistensi bakteri terhadap panas adalah &lt;i&gt;decimal reduction time&lt;/i&gt; (DRT) atau &lt;i&gt;nilai D&lt;/i&gt; (D value), yaitu waktu (menit) dimana 90% populasi mikroorganisme pada temperatur tertentu yang dicobakan akan terbunuh. DRT berguna pada industri pengalengan makanan. &lt;i&gt;Nilai Z&lt;/i&gt; (Z value) adalah peningkatan temperatur yang diperlukan untuk menurunkan nilai D suatu organisme sebesar 90% (&lt;i&gt;1 log cycle reduction&lt;/i&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana pengaruh waktu, temperatur, dan tekanan pada penggunaan autoklaf? Silahkan perhatikan tabel berikut.&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Siklus standar autoklaf&lt;/h3&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" style="text-align: left;"&gt;
    &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;th&gt;Temperatur ('C)&lt;/th&gt;
            &lt;th&gt;Waktu (menit)&lt;/th&gt;
            &lt;th&gt;Tekanan (bar)&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Kesintasan&lt;/th&gt;
&lt;th&gt;Waktu Ekuivalen&lt;/th&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;115&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;30&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;0,7&lt;/td&gt;
 &lt;td&gt;1 dalam 10^4&lt;/td&gt;
 &lt;td&gt;60&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;121&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;15&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;1.0&lt;/td&gt;
 &lt;td&gt;1 dalam 10^8&lt;/td&gt;
 &lt;td&gt;15&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;126&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;10&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;1,4&lt;/td&gt;
 &lt;td&gt;1 dalam 10^16&lt;/td&gt;
 &lt;td&gt;4,7&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
            &lt;td&gt;134&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;3&lt;/td&gt;
            &lt;td&gt;2,0&lt;/td&gt;
 &lt;td&gt;1 dalam 10^32&lt;/td&gt;
 &lt;td&gt;0,8&lt;/td&gt;
        &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;
&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div&gt;
Berasarkan tabel di atas, kalian dapat melihat bahwa temperatur, waktu, dan tekanan saling berpengaruh antara satu dengan yang lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjyknHTm3boyH31r_j-vzZQuMpnwRjPVHRw1FAbpZ95XTahpF7G4qZYvcuteks67JsiFc_4FpYGpA4OfdM9j-LjntHa-B18vvxm7U1Kgn7QPfcxKgyzI3Rb7DBax4yGFI1Ttf_tpAFICyMN/s72-c/DSC01068.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Pengertian Sterilisasi dalam Mikrobiologi</title><link>http://www.jakbelajar.com/2016/10/pengertian-sterilisasi-dalam.html</link><category>Biology</category><category>Microbiology</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Tue, 11 Oct 2016 07:15:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-8716503914042726552</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sterilisasi adalah proses yang sangat penting dalam dunia mikrobiologi. &lt;b&gt;Sterilisasi adalah proses menghilangkan segala jenis organisme hidup, dalam hal ini adalah segala jenis mikroorganisme baik itu protozoa, fungi, bakteri, &lt;i&gt;mycoplasma&lt;/i&gt;, dan virus yang terdapat pada suatu benda&lt;/b&gt;. Proses sterilisasi membutuhkan biocidal agent ataupun proses fisik untuk membunuh atau menghilangkan mikroorganisme tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sterilisasi harus diatur sedemikian rupa dan tepat untuk membunuh atau menghilangkan mikroorganisme. Metode sterilisasi harus disesuaikan dengan target yang akan disterilisasi dan tipe mikroorganismenya. Zat kimia untuk sterilisasi disebut dengan &lt;b&gt;sterilant&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adapun istilah lainnya untuk sterilisasi adalah disinfeksi, yang artinya adalah proses pembunuhan atau penghilangan mikroorganisme yang dapat menyebabkan penyakit. Zat disinfeksi disebut dengan &lt;b&gt;disinfektan&lt;/b&gt;, yang biasanya terdiri dari zat kimiawi dan digunakan pada objek tak hidup. Salah satu contoh dari zat disifenktan adalah alkohol 70%.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal lainnya yang berhubungan dengan sterilisasi adalah sanitasi. Proses sanitasi adalah proses pengurangan atau reduksi populasi mikroorganisme sampai mencapai tingkatan yang dianggap aman oleh standar kesehatan masyarakat. Zat sanitasi disebut dengan &lt;b&gt;sanitizer&lt;/b&gt;. Contoh sanitizer adalah zat yang digunakan untuk membersihkan tangan sebelum kalian makan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selanjutnya, proses yang masih berhubungan dengan sterilisasi adalah antisepsis. Antisepsis adalah proses pencegahan infeksi atau mematikan mikroorganisme dengan cara kimia. Zat antisepsis disebut dengan &lt;b&gt;antiseptik&lt;/b&gt;. Proses ini tidak merusak jaringan inang dan tidak lebih toksik dari disinfektan. Antiseptik yang bersifat membunuh mikroorganisme umumnya memiliki nama akhiran -sida (cide). Contohnya adalah &amp;nbsp;germisida (germicide) yang dapat membunuh banyak patogen tetapi tidak berefek pada endospora bakteri, bakterisida, fungisida, algisida, dan virusida. Sedangkan antiseptik yang tidak bersifat membunuh mikroorganisme maka zat tersebut hanya berfungsi untuk menghambat pertumbuhan mikroorganismenya saja, umumnya memiliki nama akhiran -statik (static). Contohnya dalah fungistatik dan bakteriostatik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti yang telah dijelaskan di atas, setiap mikroorganisme memiliki sensivitas yang berbeda-beda terhadap metode sterilisasi. Misalnya endospora bakteri resisten (tahan) terhadap panas, iradiasi, dan detergen; virus tanpa &lt;i&gt;envelope&lt;/i&gt; resisten terhadap pelarut organik dan detergen; &lt;i&gt;mycoplasma&lt;/i&gt; dan virus tidak dapat dihilangkan dengan filter steril yang memiliki ukuran pori 0.2 um.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal-hal yang mempengaruhi efisiensi metode sterilisasi dan efektivitas agen mikroba adalah sebagai berikut&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ukuran populasi mikroorganisme&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Komposisi populasi mikroorganisme&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Konsentrasi atau intensitas agen antimikroba&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lama paparan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Temperatur&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Lingkungan sekitar&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;Metode sterilisasi dapat dibagi menjadi dua, yaitu metode sterilisasi fisik dan metode sterilisasi kimia&lt;/b&gt;. Metode sterilisasi fisik dilakukan dengan menggunakan panas (baik panas kering dan panas basah), radiasi dan filtrasi. Metode sterilisasi kimia dilakukan dengan menggunakan zat-zat kimia.&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMEqHli0W2f7-uLs-wCr3BoaVYr0rco5XQ3W-1Hqw88t-D6udhBF8LG1qextRRjAdnmjPg550rVRCwWZpTwSLxZmzbEl_JBoq0BFdqwtEXLtIThGez-UKKA_2jARE3D_4yrpJbevN6kXxf/s1600/DSC01062.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Sterilisasi fisik panas kering menggunakan Bunsen" border="0" height="240" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMEqHli0W2f7-uLs-wCr3BoaVYr0rco5XQ3W-1Hqw88t-D6udhBF8LG1qextRRjAdnmjPg550rVRCwWZpTwSLxZmzbEl_JBoq0BFdqwtEXLtIThGez-UKKA_2jARE3D_4yrpJbevN6kXxf/s320/DSC01062.JPG" title="Sterilisasi fisik panas kering menggunakan Bunsen" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Sterilisasi fisik panas kering menggunakan Bunsen&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMEqHli0W2f7-uLs-wCr3BoaVYr0rco5XQ3W-1Hqw88t-D6udhBF8LG1qextRRjAdnmjPg550rVRCwWZpTwSLxZmzbEl_JBoq0BFdqwtEXLtIThGez-UKKA_2jARE3D_4yrpJbevN6kXxf/s72-c/DSC01062.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Mengurangi Cahaya Layar Smartphone Android</title><link>http://www.jakbelajar.com/2016/09/cara-mengurangi-cahaya-layar-smartphone.html</link><category>Android</category><category>Eye Care</category><category>Tutorial</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Thu, 29 Sep 2016 20:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-4128187171609319017</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Smartphone sudah berubah menjadi alat yang tidak dapat dipisahkan dari rutinitas manusia saat ini, Kemanapun mereka pergi, apapun yang mereka lakukan, pasti mereka akan sibuk atau bahkan tidak memperdulikan sekelilingnya apabila ada smartphone. Tidak salah jika ada beberapa gambar yang di-share media sosial untuk "&lt;i&gt;menyindir&lt;/i&gt;" perilaku tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hal tersebut dapat disebabkan oleh semakin kompleksnya fungsi dari smartphone itu sendiri. Jika pada awalnya hanya untuk komunikasi, sekarang sudah menjadi alat yang sangat membantu pekerjaan manusia. Selanjutnya, hal lain yang mendukung smartphone sangat erat dengan kehidupan manusia adalah harga smartphone. Kita semua pasti tahu, sebelumnya harga smartphone itu sangat mahal, jadi hanya orang-orang tertentu yang memang perlu saja yang memiliki smartphone. Namun, dengan murahnya harga smartphone pada saat ini, masyarakat sudah mampu membeli smartphone yang terkadang fungsi yang dibutuhkan terlalu berlebihan untuk dimilikinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di luar permasalahan yang telah saya uraikan di atas, saya sendiri tidak mempermasalahkan dengan penggunaan smartphone asal penggunaan dapat disesuaikan dengan situasi dan kondisi. Setelah panjang lebar saya menjelaskan uraikan di atas, sebenarnya saya ingin membahas mengenai bagaimana caranya mengurangi cahaya dari layar smartphone pada penggunaan di ruang gelap atau malam hari. Seperti yang telah kalian ketahui, terutama yang sering mengotak-atik smartphone sebelum tidur, pasti merasa agak terganggu dengan layar smartphone yang terlalu terang. Hal tersebut masih terjadi walau "reading mode" bawaan smartphone sudah diaktifkan. Lalu, bagaimana caranya untuk mengetahui permasalahan tersebut?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3&gt;
Perbedaan cahaya layar smartphone normal, Bluelight filter bawaan smartphone diaktifkan, dan Twilight diaktifkan&lt;/h3&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbbvXQkBzkSn2Z4AiLd5tVWissUFJXVGh9BL0b4atjDIXdlW9kAJan61vVYtG4yd1BlGw6jWjzbd_5dpvoXTkdlcYNTKvaSuoCAgHctqIYVXgBqfGb0fZernH3FYAyUVSNvq3aik1epTM2/s1600/Screenshot_2016-09-29-20-22-35.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan smartphone dengan Bluelight Filter bawaan smartphone diaktifkan" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbbvXQkBzkSn2Z4AiLd5tVWissUFJXVGh9BL0b4atjDIXdlW9kAJan61vVYtG4yd1BlGw6jWjzbd_5dpvoXTkdlcYNTKvaSuoCAgHctqIYVXgBqfGb0fZernH3FYAyUVSNvq3aik1epTM2/s320/Screenshot_2016-09-29-20-22-35.jpg" title="Tampilan smartphone dengan Bluelight Filter bawaan smartphone diaktifkan" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.8px;"&gt;Tampilan smartphone dengan Bluelight Filter bawaan smartphone diaktifkan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFpMmfc8C92b1aSgwF_wj80w4rr4wxdmwf96LmR2wnNi00ENhb1plOPUrJd1qF9l6RDcCN1U1VeF-yIWwC3nGa2FhZG6CRVOvu9e5x-PEkRLPC9fjQKVH6l_w93bs3mWueGoXP5wMCWjQv/s1600/Screenshot_2016-09-29-20-00-04.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan smartphone dengan aplikasi Twilight diaktifkan" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFpMmfc8C92b1aSgwF_wj80w4rr4wxdmwf96LmR2wnNi00ENhb1plOPUrJd1qF9l6RDcCN1U1VeF-yIWwC3nGa2FhZG6CRVOvu9e5x-PEkRLPC9fjQKVH6l_w93bs3mWueGoXP5wMCWjQv/s320/Screenshot_2016-09-29-20-00-04.jpg" title="Tampilan smartphone dengan aplikasi Twilight diaktifkan" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: 12.8px;"&gt;Tampilan smartphone dengan aplikasi Twilight diaktifkan&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Aplikasi Android untuk Mengurangi Cahaya Layar Smartphone&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seperti biasa, saya akan merekomendasikan beberapa aplikasi pihak ketiga, diantaranya adalah Twilight Pro Unlock, Bluelight Filter for Eye Care, dan Bluelight Filter - Night Mode. &lt;b&gt;&lt;i&gt;Aplikasi-aplikasi ini mampu mengurangi jumlah cahaya biru (bluelight) yang memancar dari smartphone kalian, sehingga mata kalian akan lebih nyaman untuk melihat layar smartphone di ruangan gelap&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;ul class="button"&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="demo" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.urbandroid.lux" target="_blank"&gt;Twilight&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="download" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=jp.ne.hardyinfinity.bluelightfilter.free" target="_blank"&gt;Bluelight Filter for Eye Care&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="demo" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.geekslab.eyeprotection" target="_blank"&gt;Bluelight Filter - Night Mode&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="clear"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Silahkan download lalu instal salah satu aplikasi di atas untuk mengurangi cahaya biru dari layar smartphone kalian. Semua aplikasi di atas adalah gratis. Akan tetapi dua diantaranya merupakan &lt;a href="http://www.jakbelajar.com/2016/09/berburu-aplikasi-diskon-di-playstore.html" target="_blank"&gt;aplikasi in-app purchase&lt;/a&gt;. Berikut ini saya berikan beberapa screenshot smartphone saya yang menggunakan aplikasi Twilight Unlock Pro. Ya, Pro. Bukannya saya sombong karena beli aplikasi resmi, &lt;a href="http://www.jakbelajar.com/2016/09/berburu-aplikasi-diskon-di-playstore.html" target="_blank"&gt;akan tetapi saya belinya saat aplikasi tersebut sedang diskon&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikianlah pembahasan saya mengenai bagaimana caranya mengurangi cahaya (biru) dari layar smartphone. Mungkin pada beberapa postingan selanjutnya, saya akan fokus terlebih dahulu mengenai pembahasan tentang mikrobiologi.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbbvXQkBzkSn2Z4AiLd5tVWissUFJXVGh9BL0b4atjDIXdlW9kAJan61vVYtG4yd1BlGw6jWjzbd_5dpvoXTkdlcYNTKvaSuoCAgHctqIYVXgBqfGb0fZernH3FYAyUVSNvq3aik1epTM2/s72-c/Screenshot_2016-09-29-20-22-35.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total></item><item><title>Cara Merekam Layar Smartphone Android</title><link>http://www.jakbelajar.com/2016/09/cara-merekam-layar-smartphone-android.html</link><category>Android</category><category>Screen Recorder</category><category>Tutorial</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Wed, 28 Sep 2016 23:08:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-4346961710493709153</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Perkembangan smartphone semakin hari semakin maju. Jika
sebelumnya pengguna smartphone hanya bisa mengambil gambar layar smartphone-nya
(screenshot), maka sekarang mereka dapat merekam kegiatan smartphone-nya
(record). Pada awalnya, untuk merekam layar smartphone Android, pengguna harus
melakukan rooting terlebih dahulu. Namun, seiring dengan perkembangannya, saat
ini sudah tersedia aplikasi perekam layar smartphone Android tanpa perlu
melakukan rooting.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Kegiatan merekam layar (record) smartphone ini sangat
membantu bagi semua orang. Misalnya, seorang teknisi aplikasi android, dia
dapat membuat video tutorial nya dan selanjutnya dapat disebarkan melalui media
social. Merekam layar smartphone juga berguna bagi seorang mobile gamer. Kalian
bisa melihat ribuan video di Youtube yang membahas mobile game.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pada pembahasan kali ini, saya akan membahas dua aplikasi
Android yang dapat kalian gunakan untuk merekam layar smarphone. Kedua aplikasi
tersebut terdiri satu aplikasi kategori &lt;a href="http://www.jakbelajar.com/2016/09/berburu-aplikasi-diskon-di-playstore.html" target="_blank"&gt;in-app purchase dan satunya lagikategori 100% free&lt;/a&gt;. Aplikasi tersebut adalah AZ Screen Recorder dan Game Screen
Recorder. AZ Screen Recorder merupakan aplikasi in-app purchase yang sering
saya gunakan. Item yang dijual di dalam aplikasinya adalah unlock semua fitur
AZ Screen Recorder, seperti dapat merekam wajah kita saat kita sedang merekam
layar smartphone. Nah, karena saya tidak suka wajah diri saya sendiri ya saya
tidak membeli item tersebut. Selanjutnya adalah Game Screen Recorder. Walaupun
namanya Game Screen, kalian tetap bisa merekam yang bukan game, seperti
aplikasi chatting, browser, dan lain-lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Pada pembahasan kali ini juga saya tidak mengupas bagaimana
cara penggunaan aplikasi secara terperinci karena penggunaan software ini sangat
mudah. Untuk itu, silahkan ikuti beberapa langkah berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Cara Merekam (&lt;i&gt;Screen Record&lt;/i&gt;) layar smartphone Android Menggunakan
AZ Screen Recorder&lt;/h3&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Sebelumnya, kalian dapat mendownload aplikasi AZ Screen
Recorder melalui link berikut&lt;/li&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;ul class="button"&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="download" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.hecorat.screenrecorder.free&amp;amp;hl=in" target="_blank"&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="clear"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;li&gt;Buka aplikasi AZ Screen Recorder&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Maka akan muncul smenu seperti gambar di bawah ini&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjofLYU-Q4QJ-L4zk5TAYMYhQ39TDvv-qQTrJijWqkENzyRjwyk-rbRK_O9AEROmIJyhyphenhyphendZcMhjF0rezKJrdYFbaRdBVf-h3jbq-diZQfhvmd0BzR-jqkYlNo8NV54FrbzzlcGiOpNyCLHW/s1600/Screenshot_2016-09-28-18-28-37.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan floating menu AZ Screen Recorder" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjofLYU-Q4QJ-L4zk5TAYMYhQ39TDvv-qQTrJijWqkENzyRjwyk-rbRK_O9AEROmIJyhyphenhyphendZcMhjF0rezKJrdYFbaRdBVf-h3jbq-diZQfhvmd0BzR-jqkYlNo8NV54FrbzzlcGiOpNyCLHW/s320/Screenshot_2016-09-28-18-28-37.jpg" title="Tampilan floating menu AZ Screen Recorder" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan floating menu AZ Screen Recorder&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Tombol merah berfungsi untuk merekam&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tombol hijau berfungsi untuk mengambil screenshot&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tombol gerigi untuk masuk ke setting AZ Screen Recorder&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tombol galeri&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Terakhir tombol close app&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Pada saat AZ Screen Recorder sedang aktif, maka akan muncul
AZ Screen Recorder di Notification Bar kalian. Hal itu untuk memudahkan kalian
dalam memulai dan berhenti proses perekaman&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah proses perekaman selesai, file hasil rekaman dapat
kalian lihat di galeri&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;Cara Merekam (&lt;i&gt;Record Screen&lt;/i&gt;) layar smartphone Android Menggunakan
Game Screen Recorder&lt;/h3&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Donwload aplikasi Game Screen Recorder melalui link berikut&lt;/li&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;ul class="button"&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="download" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.drivergenius.screenrecorder&amp;amp;hl=in" target="_blank"&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="clear"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;li&gt;Silahkan buka aplikasi Game Screen Recorder&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kalian akan melihat semua icon game yang telah terinstal di
smartphone kalian. Untuk merekam aplikasi lain, cukup tekan desktop&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Akan muncul menu untuk melakukan rekaman, silahkan tekan
Start terlebih dahulu&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwbtPdaE_puoycJQ0rTIfKuNE9NNcy-DQouWsdIYVp73Ftsuh1VgesltYNVVgC6lV4MozuKcGro436ptexgXLxC1t-j0TOLD03kC1Jd4i5jySiMU5M3GuiycMQpW8tno9XACMQyUgcP70W/s1600/Screenshot_2016-09-28-18-29-31.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan peringatan dari Game Screen Recorder" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjwbtPdaE_puoycJQ0rTIfKuNE9NNcy-DQouWsdIYVp73Ftsuh1VgesltYNVVgC6lV4MozuKcGro436ptexgXLxC1t-j0TOLD03kC1Jd4i5jySiMU5M3GuiycMQpW8tno9XACMQyUgcP70W/s320/Screenshot_2016-09-28-18-29-31.jpg" title="Tampilan peringatan dari Game Screen Recorder" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan peringatan dari Game Screen Recorder&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, kalian akan melihat floating button seperti
gambar berikut. Floating button tersebut berfungsi untuk memulai dan mengakhiri
proses perekaman layar smartphone kalian&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tekan stop pada floating button jika telah selesai&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah selesai, kalian dapat menonton hasil rekaman di
galeri&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit;"&gt;Tips. Jika kalian ingin merekam gambar beserta suaranya,
perhatikannlah keadaan disekitar kalian. Karena suara batuk kalian pun akan
ikut terekam. Kecuali kalian memang ingin merekam gambar sekaligus suara kalian
sendiri untuk memudahkan penontonya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;span style="font-family: inherit; font-size: 11.0pt; line-height: 107%;"&gt;Contoh hasil rekaman menggunakan AZ Screen
Recorder adalah sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="videoyoutube"&gt;
&lt;div class="video-responsive"&gt;
&lt;div class="video-youtube loader" data-src="//www.youtube.com/embed/776p6akuhT4"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjofLYU-Q4QJ-L4zk5TAYMYhQ39TDvv-qQTrJijWqkENzyRjwyk-rbRK_O9AEROmIJyhyphenhyphendZcMhjF0rezKJrdYFbaRdBVf-h3jbq-diZQfhvmd0BzR-jqkYlNo8NV54FrbzzlcGiOpNyCLHW/s72-c/Screenshot_2016-09-28-18-28-37.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total></item><item><title>Cara Menyimpan Nomor Kontak tanpa Takut Terhapus di Smartphone</title><link>http://www.jakbelajar.com/2016/09/cara-menyimpan-nomor-kontak-tanpa-takut.html</link><category>Android</category><category>Tips And Tricks</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Tue, 27 Sep 2016 20:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-7954906867087923831</guid><description>&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Sedikit Sejarah Cara Penyimpanan Nomor Kontak&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada saat Nokia masih merajai dunia per-hp-an, sebagian orang akan mencatat nomor kontak atau nomor HP penting di buku catatan kecil atau menyimpannya di memori kartu SIM. Hal tersebut dilakukan sebagai antisipasi apabila hp yang sedang dipakainya itu hilang atau rusak, maka mereka masih memiliki nomor hp orang yang diinginkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Suatu hal yang mengejutkan saya adalah banyak orang yang masih tetap melakukan hal tersebut, padahal mereka sudah menggunakan smartphone. Mereka terbiasa menyimpan semua nomor kontak di kartu SIM. Padahal, jumlah maksimum penyimpanan di kartu SIM hanya berjumlah 200 nomor saja. Tentu saja itu tidak cukup. Lalu, bagaimana jika kita memiliki 1000 nomor kontak? Apakah kita harus membeli banyak kartu SIM untuk menyimpannya? Tentu saja tidak. Ada satu cara yang ampuh untuk mengatasi hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada saat kalian membeli smartphone baru, dalam hal ini saya ambil contoh smartphone dengan OS Android, kalian pasti diminta untuk membuat akun Google pada saat pertama sekali menghidupkannya. Terkadang, orang kounter hp bahkan membuat akun Google dengan nama dan password sembarang saja. Alasan mereka, "&lt;i&gt;asai kana dile&lt;/i&gt; (asal sudah ada saja dulu)". Hal tersebut terjadi pada ayah saya saat membeli smartphone baru. Setelah saya cek nama akun Google-nya, saya terdiam, dalam hati saya berkata, "&lt;i&gt;peu i peulaku keu ayah lon nyoe&lt;/i&gt; (apa maksud orang yang membuatnya ini)". Nama akun nya aneh sekali, saking anehnya sampai saya malu untuk menulisnya disini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ok, lanjut ke pembahasan. Nah, akun yang kalian buat itu fungsinya sangat banyak. Terutama dalam hal sinkronisasi. Sinkronisasi adalah proses penyamaan antara data di smartphone dengan data di server Google. Data sinkronisasi tersebut mencakup data ultah seseorang, tanggal penting di kalender, photo, dan nomor kontak. Ya, nomor kontak. Jadi, misalnya kalian instal ulang smartphone, pasti semua data terhapus bukan? Kalau kalian sudah melakukan sinkronisasi, maka kalian tidak perlu takut dengan kehilangan data. Semua data pasti akan terdownload kembali ke smartphone kalian. 100% sama. Mulai dari photo, tanggal-tanggal penting, catatan di &lt;i&gt;Google Keep&lt;/i&gt;, dan nomor kontak. Semuanya akan kembali. Namun, yang menjadi masalahnya adalah sebagian orang masih belum paham, bagaimana dan kapankah sinkronisasi nomor kontak itu dilakukan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Untuk menjawab pertanyaan di atas, silahkan ikuti beberapa langkah berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Cara menyimpan nomor kontak tanpa takut terhapus di Smartphone&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Anggaplah kalian ingin menyimpan nomor kontak tertentu.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Setelah mengetik nomor, kalian akan memilih tambahkan kontak baru&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY0lPnH6z-JqOB24v1ztWB7XUVp8Eo_gmEH3PEoGoMyfxfi2YFXncvkoT4sPy8EevtbEEKgcmZG7YR2OEU9rRkN-Y05iqKzTayd12HECnv8hShnmKlzPNh2YceVnK6kpzWnFQOCzf1sQv9/s1600/Screenshot_2016-09-27-19-33-54.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY0lPnH6z-JqOB24v1ztWB7XUVp8Eo_gmEH3PEoGoMyfxfi2YFXncvkoT4sPy8EevtbEEKgcmZG7YR2OEU9rRkN-Y05iqKzTayd12HECnv8hShnmKlzPNh2YceVnK6kpzWnFQOCzf1sQv9/s320/Screenshot_2016-09-27-19-33-54.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Disinilah proses yang sangat penting. Agar data kontak tersebut bisa tersinkron dengan server Google, maka kalian harus memilih menyimpannya dengan email Google, bukan memilih menyimpannya di smartphone. Jika kalian memilih menyimpannya di smartphone, hasilnya ya sama saja. Data tersebut akan hilang bersama data lainnya saat proses instal ulang.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-3wBmWQSf6AGSDQHIRFkn_wn_rPtFwBiVbsbp-3BdnjZR1xV7nqrSnwR-9mkS6mcqX4knE-oof8d031DiA5xCqOzI9NwMnhndObIhPZQrqpOt6n7MtcaR3Xu1aPp0xhX6blO2wynYS8uO/s1600/Screenshot_2016-09-27-19-34-03.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-3wBmWQSf6AGSDQHIRFkn_wn_rPtFwBiVbsbp-3BdnjZR1xV7nqrSnwR-9mkS6mcqX4knE-oof8d031DiA5xCqOzI9NwMnhndObIhPZQrqpOt6n7MtcaR3Xu1aPp0xhX6blO2wynYS8uO/s320/Screenshot_2016-09-27-19-34-03.jpg" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jadi, dari beberapa langkah sederhana di atas, kalian sudah tahu jika penyimpanan data agar bisa sinkron dengan server Google harus dilakukan pada saat kalian menyimpan nomor kontak pertama kalinya. Sebenarnya, ada juga fitur untuk memindahkan data yang terlanjut tersimpan di smartphone ke server Google, namun tidak semua smartphone memiliki fitur tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demikianlah pembahasan saya, semoga dapat membantu&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiY0lPnH6z-JqOB24v1ztWB7XUVp8Eo_gmEH3PEoGoMyfxfi2YFXncvkoT4sPy8EevtbEEKgcmZG7YR2OEU9rRkN-Y05iqKzTayd12HECnv8hShnmKlzPNh2YceVnK6kpzWnFQOCzf1sQv9/s72-c/Screenshot_2016-09-27-19-33-54.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cara Translate Gambar dan Dokumen Menggunakan Google Translate</title><link>http://www.jakbelajar.com/2016/09/cara-translate-gambar-dan-dokumen.html</link><category>Android</category><category>Google Translate</category><category>Tutorial</category><author>noreply@blogger.com (Hendra Yulisman)</author><pubDate>Mon, 26 Sep 2016 22:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-8302930648872568002.post-3637305239126483270</guid><description>&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Google Translate merupakan salah satu produk Google yang
berguna untuk menerjemahkan Bahasa. Saat ini, Google Translate sudah mendukung
terjemahan berbagai Bahasa. Diantaranya adalah menerjemahkan Bahasa Indonesia
ke Bahasa Inggris atau sebaliknya. Google Translate bisa kalian akses melalui
link berikut &lt;a href="https://translate.google.co.id/"&gt;https://translate.google.co.id/&lt;/a&gt;
atau kalian bisa mendownload aplikasi google translate ke smartphone kalian
masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
Cara Translate Dokumen Menggunakan Google Translate&lt;/h3&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selain menerjemahkan dari teks, Google Translate juga bisa
menerjemahkan bentuk dokumen. Untuk menerjemahkan dokumen, silahkan mengikuti
langkah-langkah berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Klik terjemahkan dokumen pada halaman &lt;a href="https://translate.google.co.id/"&gt;https://translate.google.co.id/&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, pilih file yang ingin kalian terjemahkan pada
tombol choose file&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Aturlah arah terjemahan yang kalian inginkan, misalnya dari Bahasa
Indonesia ke Bahasa Inggris&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tekan tombol Terjemahkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Tunggulah beberapa saat, setelah itu hasil terjemahan
dokumen kalian akan muncul&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Seperti biasanya, kalian juga perlu mengedit kembali dokumen
hasil terjemahan tersebut sebelum menggunakannya.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Lalu, tahukah kalian jika google translate bisa
menerjemahkan gambar? Ya, gambar. Jadi, misalnya kalian pergi ke luar negeri,
lalu bingung dengan tulisan yang tertera pada penunjuk arahnya, kalian tinggal
mengarahkan kamera smartphone ke tulisan tersebut, maka google translate akan
langsung menerjemahkannya. Sangat mudah, dan tentu saja, kalian perlu
menginstal aplikasi google translate terlebih dahulu. Untuk menerjemahkan gambar
menggunakan google translate, ikuti beberapa langkah sederhana berikut ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;h3 style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;Cara Translate Gambar Menggunakan Google Translate&lt;/h3&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Download aplikasi Google Translate&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style="text-align: center;"&gt;
&lt;ul class="button"&gt;
&lt;li&gt;&lt;a class="download" href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.google.android.apps.translate" target="_blank"&gt;DOWNLOAD&lt;/a&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Buka aplikasi Google Translate&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Klik icon kamera dalam aplikasi Google Translate&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Sekarang, arahkan ke tulisan yang ingin kalian terjemahkan&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hasil terjemahan akan langsung muncul melalui kamera kalian
(Jika fitur Instant translate dalam keadaan On)&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTEI_otJ2eDjYeiCS-Qo4WXP6cFzJQszq_Qd5wLoHQ4Kkcv1QJpocscCFemnwIUZ602UVyfxL1LNOWfSp9GaJpqFpzHe-Q09KEIdaPWfKdYKUaoijCVlDS78LxoDKwgYWs3ui6xMqPdCmR/s1600/Screenshot_2016-09-26-21-20-48.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan menggunakan kamera biasa" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTEI_otJ2eDjYeiCS-Qo4WXP6cFzJQszq_Qd5wLoHQ4Kkcv1QJpocscCFemnwIUZ602UVyfxL1LNOWfSp9GaJpqFpzHe-Q09KEIdaPWfKdYKUaoijCVlDS78LxoDKwgYWs3ui6xMqPdCmR/s320/Screenshot_2016-09-26-21-20-48.jpg" title="Tampilan menggunakan kamera biasa" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan menggunakan kamera biasa&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg13LLt5WNfG1nLvwjuNl_OoYwvP2hg9roa_scpYSdkpm_2yHDC9ECXN3tNe2KiPZTHk9LgkKQgqoTpWkUQiKFz-YpOJNw2xNNMM5slH6F8I_CCRPH-S_PNb0kDDpj1apKNhK78aPG50d4k/s1600/Screenshot_2016-09-26-21-20-29.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img alt="Tampilan menggunakan kamera Google Translate" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg13LLt5WNfG1nLvwjuNl_OoYwvP2hg9roa_scpYSdkpm_2yHDC9ECXN3tNe2KiPZTHk9LgkKQgqoTpWkUQiKFz-YpOJNw2xNNMM5slH6F8I_CCRPH-S_PNb0kDDpj1apKNhK78aPG50d4k/s320/Screenshot_2016-09-26-21-20-29.jpg" title="Tampilan menggunakan kamera Google Translate" width="180" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tampilan menggunakan kamera Google Translate&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Setelah google translate sudah menerjemahkan semua bagian
yang kalian ingin terjemahkan, tekan tombol kamera.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Selanjutnya, kalian bisa menandai bagian tertentu untuk diterjemahkan. Caranya adalah swipe (usap) bagian teks yang ingin diterjemahkan.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Hasil terjemahan akan segera muncul&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
Sangat mudah bukan? Seperti yang telah saya katakan
sebelumnya, aplikasi ini sangat memudahkan kita untuk menerjemahkan tanpa perlu
mengetik lagi. Akan tetapi, jika tulisannya terlalu banyak, ada baiknya kalian
scan terlebih dahulu, baru menerjemahkannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Tips menggunakan Aplikasi Google Translate&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;. Ada baiknya kalian mendownload paket Bahasa yang
disediakan google translate terlebih dahulu. Paket Bahasa sangat berguna dalam
proses penerjemahan secara offline.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt; © copyright 2024 – All rights reserved &lt;/p&gt;
&lt;a href=”https://www.jakbelajar.com“&gt;Jak Belajar&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhTEI_otJ2eDjYeiCS-Qo4WXP6cFzJQszq_Qd5wLoHQ4Kkcv1QJpocscCFemnwIUZ602UVyfxL1LNOWfSp9GaJpqFpzHe-Q09KEIdaPWfKdYKUaoijCVlDS78LxoDKwgYWs3ui6xMqPdCmR/s72-c/Screenshot_2016-09-26-21-20-48.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>