<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793</id><updated>2015-04-14T03:27:49.410-07:00</updated><category term="Berita Kehutanan"/><category term="Artikel Kehutanan"/><category term="Gallery Photo"/><category term="Kliping Media"/><category term="Seputar Kampus"/><category term="Tentang Kami"/><category term="Artikel DAS"/><category term="Info Beasiswa"/><category term="Skripsi-skripsi"/><category term="Video Album"/><title type='text'>SILVA Universitas Bengkulu</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>23</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-2195675646613547480</id><published>2009-04-24T09:58:00.000-07:00</published><updated>2009-04-26T23:59:31.907-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gallery Photo"/><title type='text'>POTO JELAJAH KEHUTANAN 2009</title><content type='html'>&lt;centre&gt;&lt;embed type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; src=&quot;http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf&quot; width=&quot;400&quot; height=&quot;300&quot; flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;RGB=0x000000&amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fbukansaya%2Falbumid%2F5327130329123178177%3Fkind%3Dphoto%26alt%3Drss&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot;&gt;&lt;/embed&gt;&lt;br /&gt; &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/2195675646613547480/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=2195675646613547480' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/2195675646613547480'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/2195675646613547480'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/04/poto-jelajah-kehutan-2009.html' title='POTO JELAJAH KEHUTANAN 2009'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-175906880122693971</id><published>2009-04-24T09:25:00.000-07:00</published><updated>2009-04-24T09:28:32.540-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Kehutanan"/><title type='text'>MAKNA HARI BUMI</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Hari Bumi yang diperingati setiap tanggal 22 April , menandai hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap lingkungan tahun 1970-an. Hari Bumi lahir diprakarsai oleh seorang&lt;br /&gt;senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agendanasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum Hari Bumi pertama. Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai melalui kunjungan yang dilakukan Presiden Kennedy ke-11 negara bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional. Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Setelah tur Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa Negara bagian. Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan terjadi di mana-mana. Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada musim panas 1969 Gaylord mengetahui bahwa aksi demonstrasi anti-perang Vietnam telah menyebar secara luas melalui perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana ia mendapat ide untuk&lt;br /&gt;melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya. Ia memilih kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan lingkungan. Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim&lt;br /&gt;semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat, telegram, dan telepon mengalir dari seluruh negeri. Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah, sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka. Pada 30 November 1969 New York Times melaporkan terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian terhadap lingkungan di seluruh negeri terutama di kampus-kampus dan&lt;br /&gt;suatu hari untuk peringatan permasalahan lingkungan tengah dirancang untuk untuk musim semi mendatang yang dikoordinasi oleh Senator Gaylord Nelson. Hal ini menjadi bukti keberhasilan perjuangan Gaylord Nelson dalam mengedepankan isu lingkungan sebagai agenda nasional.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 22 April 1970, akhirnya sekitar 20 juta warga Amerika turun ke jalanan serta memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan. Ribuan mahasiswa berkumpul menentang kerusakan lingkungan. Kelompok-kelompok&lt;br /&gt;yang sudah sejak lama menentang adanya tumpahan minyak di lingkungan, pabrik-pabrik dan pembangkit listrik penyebab polusi, buruknya saluran pembuangan, pembuangan bahan-bahan berbahaya, pestisida, jalan raya, hilangnya hutan belantara, serta semakin punahnya kehidupan liar menyadari adanya kebersamaan atas perjuangan mereka dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Bumi pada tahun 1970 telah menghasilkan persatuan kalangan politik yang sebenarnya jarang terjadi, yang berasal dari kaum republik maupun demokrat, dan berbagai pencampuran kalangan lainnya. Hari Bumi pertama menjadi awal terbentuknya United States Environmental Protection Agency/US EPA (sebuah badan perlindungan lingkungan Amerika) dan juga sebagai langkah awal menuju lingkungan dengan udara dan air yang bersih, serta perlindungan terhadap mahkluk&lt;br /&gt;hidup. Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global.&lt;br /&gt;Sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk&lt;br /&gt;mengangkat isu lingkungan dalam skala global. Hari Bumi 1990 pun&lt;br /&gt;menjadi titik tolak terlaksananya KTT Bumi 1992 di Rio de Janeiro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2000 Hari Bumi mendapat bantuan dengan adanya internet untuk&lt;br /&gt;menghubungkan para aktivis di seluruh dunia. Pada tanggal 22 April&lt;br /&gt;sekitar 5000 kelompok pemerhati lingkungan di seluruh dunia merangkul&lt;br /&gt;ratusan juta penduduk di 184 negara yang menjadi rekor baru untuk Hari&lt;br /&gt;Bumi yang diperingati pada tanggal 22 April setiap tahunnya menandai&lt;br /&gt;hari jadi lahirnya sebuah perubahan pergerakan kepedulian terhadap&lt;br /&gt;lingkungan pada tahun 1970. Hari Bumi lahir atas prakarsa seorang&lt;br /&gt;senator Amerika Serikat, Gaylord Nelson. Saat itu ia melakukan protes&lt;br /&gt;secara nasional terhadap kalangan politik terkait permasalahan&lt;br /&gt;lingkungan. Ia mendesak agar isu-isu tersebut dimasukkan dalam agenda&lt;br /&gt;nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perjuangan Gaylord Nelson dimulai sekitar lebih dari 7 tahun sebelum&lt;br /&gt;Hari Bumi pertama. Pada awalnya Gaylord berharap pemikirannya tercapai&lt;br /&gt;melalui kunjungan yang dilakukan presiden Kennedy ke sebelas negara&lt;br /&gt;bagian pada September 1963, namun dengan beberapa alasan kunjungan&lt;br /&gt;tersebut tidak mampu membawa isu lingkungan ke dalam agenda nasional.&lt;br /&gt;Upaya terus dilakukan Gaylord untuk merealisasikan idenya. Setelah tur&lt;br /&gt;Kennedy, Gaylord melakukan kampanyenya sendiri ke beberapa negara&lt;br /&gt;bagian. Di seluruh pelosok negara, bukti penurunan kualitas lingkungan&lt;br /&gt;terjadi di mana-mana. Semua orang menyadarinya, kecuali kalangan&lt;br /&gt;politik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhirnya pada musim panas 1969 Gaylord mengetahui bahwa aksi&lt;br /&gt;demonstrasi anti-perang vietnam telah menyebar secara luas melalui&lt;br /&gt;perguruan tinggi di seluruh negeri. Dari sana ia mendapat ide untuk&lt;br /&gt;melakukan hal yang sama dalam kempanye lingkungannya. Ia memilih&lt;br /&gt;kalangan bawah dalam melakukan aksi protes terhadap kerusakan&lt;br /&gt;lingkungan. Pada sebuah konferensi di Seattle September 1969, Gaylord&lt;br /&gt;mengumumkan akan mengadakan demonstrasi secara nasional pada musim&lt;br /&gt;semi 1970 atas nama lingkungan dan setiap orang diundang untuk&lt;br /&gt;berpartisipasi. Setelah itu, berbagai surat, telegram, dan telepon&lt;br /&gt;mengalir dari seluruh negeri. Warga Amerika akhirnya menemukan sebuah&lt;br /&gt;forum untuk mengungkapkan kepeduliannya atas penurunan kualitas tanah,&lt;br /&gt;sungai, danau, dan udara di lingkungan mereka. Pada 30 November 1969&lt;br /&gt;New York Times melaporkan terjadinya peningkatan aktivitas kepedulian&lt;br /&gt;terhadap lingkungan di seluruh negeri terutama di kampus-kampus dan&lt;br /&gt;suatu hari untuk peringatan permasalahan lingkungan tengah dirancang&lt;br /&gt;untuk untuk musim semi mendatang yang dikoordinasi oleh Senator&lt;br /&gt;Gaylord Nelson. Hal ini menjadi bukti keberhasilan perjuangan Gaylord&lt;br /&gt;Nelson dalam mengedepankan isu lingkungan sebagai agenda nasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tanggal 22 April 1970, akhirnya sekitar 20 juta warga Amerika&lt;br /&gt;turun ke jalanan serta memenuhi sejumlah taman dan auditorium untuk&lt;br /&gt;mengkampanyekan kesehatan dan keberlangsungan lingkungan. Ribuan&lt;br /&gt;mahasiswa berkumpul menentang kerusakan lingkungan. Kelompok-kelompok&lt;br /&gt;yang sudah sejak lama menentang adanya tumpahan minyak di lingkungan,&lt;br /&gt;pabrik-pabrik dan pembangkit listrik penyebab polusi, buruknya saluran&lt;br /&gt;pembuangan, pembuangan bahan-bahan berbahaya, pestisida, jalan raya,&lt;br /&gt;hilangnya hutan belantara, serta semakin punahnya kehidupan liar&lt;br /&gt;menyadari adanya kebersamaan atas perjuangan mereka dari masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari Bumi pada tahun 1970 telah menghasilkan persatuan kalangan&lt;br /&gt;politik yang sebenarnya jarang terjadi, yang berasal dari kaum&lt;br /&gt;republik maupun demokrat, dan berbagai pencampuran kalangan lainnya.&lt;br /&gt;Hari Bumi pertama menjadi awal terbentuknya United States&lt;br /&gt;Environmental Protection Agency/US EPA (sebuah badan perlindungan&lt;br /&gt;lingkungan Amerika) dan juga sebagai langkah awal menuju lingkungan&lt;br /&gt;dengan udara dan air yang bersih, serta perlindungan terhadap mahkluk&lt;br /&gt;hidup.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1990, peringatan Hari Bumi mulai berkembang secara global.&lt;br /&gt;Sekitar 200 juta orang dari 141 negara di dunia tergerak untuk&lt;br /&gt;mengangkat isu lingkungan dalam skala global. Hari Bumi 1990 pun&lt;br /&gt;menjadi titik tolak terlaksananya KTT Bumi 1992 di Rio de Janeiro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 2000 Hari Bumi mendapat bantuan dengan adanya internet untuk&lt;br /&gt;menghubungkan para aktivis di seluruh dunia. Pada tanggal 22 April&lt;br /&gt;sekitar 5000 kelompok pemerhati lingkungan di seluruh dunia merangkul&lt;br /&gt;ratusan juta penduduk di 184 negara yang menjadi rekor baru untuk&lt;br /&gt;mengkampanyekan Hari Bumi. Berbagai kegiatan diselenggarakan secara&lt;br /&gt;bervariasi mulai dari rantaian suara genderang dari desa ke desa di&lt;br /&gt;Gabon, Afrika hingga ratusan ribu warga yang berkumpul di National&lt;br /&gt;Mall, Washington D.C., Amerika Serikat. Hari Bumi 2000 secara keras&lt;br /&gt;dan jelas menyerukan pesan bahwa penduduk dunia menginginkan tindakan&lt;br /&gt;yang cepat dan tegas untuk penggunaan energi yang bersih dan ramah&lt;br /&gt;lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di tahun 2009 ini, dalam rangka memperinganti Hari Bumi, tidak ada&lt;br /&gt;salahnya kalau manusia yang ada di bumi ini harus “santun” terhadap&lt;br /&gt;alam, bisa juga kelangsungan hidup umat manusia tergantung pada&lt;br /&gt;“kesantunan” kita pada alam, kita harus bisa membaca dan memahami&lt;br /&gt;isyaratnya. Pemanasan global dan kelangkaan pangan adalah salah satu&lt;br /&gt;isyarat bagi manusia agar kita “santun” terhadap alam, merawat bumi&lt;br /&gt;dengan cara memberi “nutrisi” pada bumi merupakan salah satu&lt;br /&gt;contohnya. di Posting Melalui milis kehutanan Universitas Bengkulu&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/175906880122693971/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=175906880122693971' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/175906880122693971'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/175906880122693971'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/04/makna-hari-bumi.html' title='MAKNA HARI BUMI'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-8169018140205016228</id><published>2009-04-24T08:48:00.000-07:00</published><updated>2009-04-27T00:01:17.036-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Kehutanan"/><title type='text'>PERINGATAN HARI BUMI, PENANAMAN POHON DISEKITAR KAMPUS</title><content type='html'>&lt;centre&gt;&lt;embed type=&quot;application/x-shockwave-flash&quot; src=&quot;http://picasaweb.google.com/s/c/bin/slideshow.swf&quot; flashvars=&quot;host=picasaweb.google.com&amp;amp;RGB=0x000000&amp;amp;feed=http%3A%2F%2Fpicasaweb.google.com%2Fdata%2Ffeed%2Fapi%2Fuser%2Fbukansaya%2Falbumid%2F5328329712934619041%3Fkind%3Dphoto%26alt%3Drss&quot; pluginspage=&quot;http://www.macromedia.com/go/getflashplayer&quot; width=&quot;400&quot; height=&quot;300&quot;&gt;&lt;/embed&gt;Dalam Rangka Peringatan Hari Bumi 22 April 2009, Himpunanan Mahasiswa kehutanan mengadakan Aksi Penanaman Pohon di Areal Arberetum Universitas Bengkulu.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Seorang pecinta alam adalah orang yang sadar dengan ucapan dan tindakan dalam menjaga dan melestarikan alam bahkan dari hal yang paling terkecil (buang sampah pada tempatnya) hingga mungkin yang terbesar ikut menjaga kelestarian dunia. “&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/8169018140205016228/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=8169018140205016228' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/8169018140205016228'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/8169018140205016228'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/04/peringatan-hari-bumi.html' title='PERINGATAN HARI BUMI, PENANAMAN POHON DISEKITAR KAMPUS'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-7612491986503867088</id><published>2009-04-16T05:39:00.000-07:00</published><updated>2009-04-16T06:06:21.175-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Kehutanan"/><title type='text'>Jelajah Kehutanan</title><content type='html'>Dalam Rangka menjalankan Rutinitas Program Hima Hutan Univeristas Bengkulu, maka tiap tahun diadakan Jelajah kehutanan bagi anak-anak mahasiswa baru, ini bertujuan untuk mengajak dan mengenalkan kepada mahasiswa baru pada hutan.jelajah kehutanan ini akan dilaksanakan di daerah lebong (Daerah PLTA TES) pada tanggal 17 April samapi dengan 20 april 2008, dalam acara jelajah hutan ini mahasiswa baru akan dikenalkan banyak hal seperti Navigasi Darat, camping survival, Pengenalan Hima, Konservasi, dll. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/7612491986503867088/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=7612491986503867088' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/7612491986503867088'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/7612491986503867088'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/04/jelajah-kehutanan.html' title='Jelajah Kehutanan'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-3269043166979423948</id><published>2009-03-30T06:43:00.000-07:00</published><updated>2009-03-30T06:51:07.740-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Kehutanan"/><title type='text'>BURUNG DI KAMPUS UNIVERSITAS BENGKULU</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberadaan burung ditengah kampus yang terletak di pinggiran kota Bengkulu merupakan sebuah keunikan bagi para penghuni isi kampus, namun hal ini menjadi biasa-biasa saja bagi para mahasiswa yang ada umunya enggan mengenal isi kampusnya, dan ini menjadi hal yang sangat menakjubkan bagi mahasiswa yang gemar ngintip burung atau akan membuat kita terkagum-kagum akan kemampuan hidup yang dimiliki burung-burung kampus ini, namun keberadaan burung tersebut tidak terlepas adanya hutan rawa dan hutan sekunder serta vegetasi tanaman pantai yang tertata unik didalam kampus alias berantakan, sehingga kemampuan hidup burung-burung tersebut dapat didukung di tengah hiruk pikuknya kehidupan kampus, beberapa burung terlihat mampu beradaptasi. Burung selain memberikan nilai estetika dengan warna maupun suaranya juga diyakin sebagai salah satu komponen komunitas yang menjadi faktor penujang penting dalam proses ekologi di Hutan kampus Universitas Bengkulu (UNIB). karena burung memiliki kemapuan dalam penyerbukan, penyebaran biji dan mencegah kerusakan tanaman dari serangan hama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Sayangnya Burung-burung yang hidup liar dikampus ini sampai saat ini belum banyak menjadi perhatian dari para pengamat burung dan para aktivis pecinta alam ataupun himpunan mahasiswa yang berkutat dengan ilmu lingkungan yang suka berpetualang.&lt;br /&gt;Di siang hari (6/09/05) selagi suntuk ngadapin setumpuk tugas, sembari pulang ke kost yang juga tak jauh dari kampus, saya berjalan di tengah rimbunan pohan, tanpa disadari sekeliligku banyak aneka ragam burung yang berkicau, rasa ingin tahupun datang, berbekal binokuler yang selalu ada di tas. Satu persatu mulai tampak burung itu terlihat didepan mata, menari dan bernyanyi pada sebuah pohon sengon, wah banyak juga, dari kutilang Bentet, bahkan sempat terlihat juga merbah&lt;br /&gt;Tanpa disadari rasa ingin tahu ini menjadi sebuah ketertarikan, bahwa mengamati burung memiliki beberapa keuntungan, dilihat dari segi biaya dan waktu yang relatif sedikit dibutuhkan bila dibanding dengan berpergian ke luar kota, dengan menggunakan waktu luang disela-sela rutinitas harian, artinya tak memerlukan waktu khusus, dengan sering melakukan pengamatan di beberapa lokasi di dalam kampus, kita dapat mengetahui jenis-jenis burung yang ada dilingkungan kita selain itu dapat mengetahui daerah-daerah utama yang merupakan habitat, dan ini dapat dijadikan tempat latihan mengamati burung sekaligus sarana edukasi pengenalan praktek mengamati burung. Ada sebuah tempat yang menjadi langganan mengamti burung di kampus yaitu di sebuah kantin berbentuk shelter yang sekelinginya terdapat danau buatan, dimana hampir setiap kali nongkrong dikantin sambil menghirup secangkir kopi, selalu saja sepasang bentet bertengger disebuah pohon kering di tengah danau, dan seekor élang laut yang tampat titik di kejauhan melayang, walaupun elang itu tidak selalu hadir untuk diamati saat nonggkrong dikantin ini&lt;br /&gt;Cekakak sungai Vs Lutung&lt;br /&gt;Di hari minggu (11/09/05) aku berusaha bangun pagi walau wekerku belum berdetang keras melengking ditelinga, tampak dari balik candela kamar kostku, matahari sudah bersinar dengan warna khas paginya kuning keemas, oh ternyata masih jam 5.30. aku bergegas meraih daypacku yang terisi paduan pengamatan burung yang disumbangkan oleh teman-teman dari anggota ProFauna Kaltim untuk F.A Bengkulu, tak lupa kamera, binocukeler dan sebotol air mineral, aku berjalan kekampus sendiri, baru beberapa meter di depan gerbang antara gedung Ekonomi dan Hukum tampak di Beringin bertengger sekelompok Lutung (Trachypithecus auratus cristatus), bercengkrama. Warna khas hitam dengan ekor panjang dan rambut hitam yang sedikit jigrak mirip anak punk, terlihat dari binokulerku ada beberapa induk yang menggedong anaknya yang berwarna orange atau agak sedikit kuning jingga. Satwa ini merupakan satwa yang dilindung, teranam punah karena perburuan dan rentan karena gangguan habitat yang terus terdesak oleh manusia karena berbagai kepentingan. Tak jauh dari pohon beringin tempat si lutung ada seekor cekakak sungai yang juga bertengger, burung ini tampak warna punggung dan perut yang mecolok perpaduan biru dan ungu , membuat aku mengeluarkan kamera SLR, namun belum sempat mengabil gambar karena terusik para gerombolan lutung tersebut sang cekakakpun terbang…………wah sial. Akhirnya akupun berjalan keliling lagi, kali ini aku tak sendiri di temani oleh RIci. Hasil pengamatan memang tak banyak namun kami puas, mengamati satu persatu burung yang hidup dikampus, ada 15 burung yang tercatat antara lain, kipasan mutiara, cinemen merah, pelatuk muka kait, punai, tekukur, bondol hijau, gereja erasia, tuwur asia, Merbah cerucuk, empeluh paruh kait, Cucak Kutilang, Kacamata Biasa, Elang laut, Cekakak Sungai, Bentet Kelabu, Cabai Merah, Kancilan Bakau, dan yang terakhir berhasil ditemukan adalah paruh kodok bintang&lt;br /&gt;Bertemu Paruh Kodok Bintang&lt;br /&gt;Bagi para pengamat burung yang masih baru mendengar nama Paruh Kodok Bintang mungkin sedikit awam, namun bagi pakar yang sudah terbiasa mengamati burung, dapat saja dengan mudah menemukan burung ini. Bentuk tubuh yang hampir sama dengan Cabak, karena merupakan satu kerabat. Burung ini merupakan burung malam yang kelihatan sangat aneh, dapat ditemukan di Asia Tenggara sampai dengan Pulau Irian. Hidup berdaptasi di dalam hutan, selain Paruh Kodok Bintang ada enam jenis yang terdapat disunda besar pada suku Podargidae atau sering disebut paruh kodok,&lt;br /&gt;Pertemuan dengan Paruh Kodok Bintang di bulan Januari 2006 saat habis ujian semesteran, Rici dan saya dengan mudah menemukan burung ini, awal yang hanya iseng saat melakukan WAW didalam kampus sambil mengisi waktu luang disore hari, namun ke iseng kami membuat penasaran karena tiba-tiba sepasang burung terbang melesat, dengan warna tubuh coklat ukuran yang gempal dan kecil, hinggap dari ranting ke rangting, namun akhirnya kami dapat menemukan kembali burung itu. Paruh Kodok Bintang burung yang tak banyak ulah diam, cengak cenguk kekiri kadang ke kanan dan sering kali memutar kepalanya 1800, untung saja kamera masih terisi penuh film asa 100 tak sadar jeprat jeprit 1 rol habis juga, saat mengamati tampak acuh diam dengan keberadaan kami, sehingga kamipun tak kuasa membuat ulah untuk mendapatkan gambar yang bagus tanpa menggagu aktivitas sang burung.awal yang sulit untuk mengidentifikasi burung malam ini karena ada banyak jenis burung yang menyerupai warna dan postur badan, bila melihat buku Mc Kinnon sangat tak yakin burung ini adalah Paruh Kodok Bintang, untung saja ada Field Guide Bird Of Borneo G.W.H Davidson yang dengan jelas menyajikan photo asli dalam fild guide tersebut. Walau bahasa Inggris namun sedikit terbata kami bisa menerjemahkan ciri dan bentuk yang tertulis, Paruh Kodok Bintang (Batrachostimus stellatus), atau sering disebut juga Goul’d Frogmouth hidupnya berpasangan dan bertelur satu butir pada sarang yang berbentuk mangkuk, tubuhnya agak kecik berwarna coklat kemerahan dengan totol putih kelam, biasa hidup hutan dataran rendah, walau tak umum hidup di bawah ketinggian 500 m namun kampus unib kira kira hanya berketingggian 250 MDPL (meter diatas permukaan laut),&lt;br /&gt;Lomba burung kicau hobby orang sakit&lt;br /&gt;Dengan sering melakukan pengamatan burung dan memperkenalkan hobby kepada masyarakat dapat menjadi sebuah alternative juga bagi para penggemar, pemelihara burung berkicau atau para eksploitator burung. lomba burung kicau biasa disposori oleh instasi pemerintah seperti bahkan ada sebuah ajang yang menjadi langganan penyelenggaran lomba burung saat peringatan hari Bhayangkara di bulan juli, dari piala Kapolda, sampai piala kapolsek, padahal para pemelihara burung kicau ini awalnya adalah kepicut melihat burung karena suaranya merdu, bentuk tubuh , warna yang indah serta gerakan yang lincah. Sangking kepicutnya mereka ini memburu dan menjualnya untuk dipelihara dan dilombakan dalam sangkar agar pesonanya dapat dinikmati setiap saat. Kecintaan yag salah kaprah ini menjadi sebuah komoditas bisnis beromzet miliaran , Perburuan untuk diperdagangkan Justru mengancam keberadaan dialam, coba lihatlah gara-gara hoby itu, burung cicak rowo menjadi lagu Faforit yang sering dinyanyikan salah satu artis dangdut dengan goyang pinggulnya. Saat ini keberadaan cicak rowo hilang di habitat dan bahkan sudah sangat jarang sekali tampak ( Apa hubungan goyang pinggul sama penurunnan populasi cicak rowo…hahahaha) karena diburu dan diperdagangkan dan dilombakan, kalau dihitungan-hitungan dengan statistik mungkin saja jumlah poupulasi di pasar burung pramuka lebih banyak dibanding jumlah populasi di alam……..gilakan !......jadi punya peliharaan burung dirumah dalam sangkar sama saja hobbynya orang sakit atau stress. Mana menariknya burung dalam sangkar yang kotor penuh veses, dibanding burung dialam bebas apalagi saat ini ada virus “Flue Burung” yang pandemic penyebaran ke manusia hanya melalu ungas yang terkurung.&lt;br /&gt;Dengan mengamati burung kita dapat mendengarkan suaranya, tingkah lakunya, bentuk warna bulunya yang tak kusam seperti dalam sangkar. Dan hobby mengamati burung merupakan hobby yang masih sangat langgka di Indonesia apalagi di Bengkulu kota yang jauh terpelosok di Sumatera lets to WAW, satwa liar lebih indah di alam bukan dikurung dalam sangkar. tri@profauna.org&lt;br /&gt;Sumber : http://tprayudhi.multiply.com/photos/album/2/BURUNG_DI_KAMPUS_UNIV_Bengkulu&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/3269043166979423948/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=3269043166979423948' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/3269043166979423948'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/3269043166979423948'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/03/burung-di-kampus-universitas-bengkulu.html' title='BURUNG DI KAMPUS UNIVERSITAS BENGKULU'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-6781203731344533569</id><published>2009-03-27T03:51:00.000-07:00</published><updated>2009-03-27T03:56:05.997-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seputar Kampus"/><title type='text'>Tiga Prodi Faperta Unib dimerger</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span&gt;Rencana Dikti Depdiknas merampingkan berbagai jurusan di Perguruan Tinggi Negeri berdasarkan SK Dikti No. 163/DIKTI/Kep/2007 tentang kodefikasi program studi diberlakukan mulai tahun ajaran 2009/2010. Khusus Unib, perampingan jurusan dilakukan di Fakultas Pertanian.Sebanyak 3 Prodi bakalan dimerger dan 3 Prodi akan diganti namanya. Rinciannya, Prodi yang bakal digabung adalah Agronomi, Ilmu Hama dan Penyakit Tanaman (IHPT) dan Ilmu Tanah digabung menjadi Agro Teknologi atau Agro Ekoteknologi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;    &lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span&gt;Sementara itu, tiga Prodi lainnya berganti nama Prodi Produksi Ternak menjadi Peternakan, Sosek (Agrobisnis) menjadi Agribisnis ddan Budidaya Hutan jadi Kehutanan. Dekan Fakultas Pertanian Unib, Dr. Ir. Yunawan, M.Sc, menjelaskan bahwa nama baru Prodi akan dimulai pada tahun ajaran baru mendatang. SK tersebut akan keluar di bulan November ini.Pergantian nama tersebut hanya berlaku pada mahasiswa baru 2009 nanti, sedangkan untuk mahasiswa yang lama, masih memakai nama prodi yang lama hingga mahasiswa tersebut lulus dan tetap menggunakan kurikulum yang lama juga. Saat ini, untuk mahasiswa baru tahun 2008, jika digabung mahasiswa ketiga Prodi tersebut sementara mencapai 85 orang. Dengan berubahnya nama diharapkan dapat mendongkrak jumlaj mahasiswa yang mendaftar tahun depannya. &lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt; line-height: 150%;&quot; class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span&gt;Terkait dengan persiapan merger beberapa prodi tersebut, Unib berencana menggelar lokakarya dan workshop. Karena yang berubah bukan hanya nama prodinya saja, melainkan juga diikuti perubahan visi dan kurikulum yang akan menjadi pedoman perkuliahan.Walaupun terjadi merger dan perubahan nama beberapa prodi, daya tampung mahasiswa yang diterima tidak berkurang. Untuk tahun ajaran 2009/2010 mendatang, Pihak fakultas telah membuat perencanaan untuk daya tampung mahasiswa yang akan diterima sebanyak 500 orang. Dengan rinciannya, Agroteknologi menampung 150 mahasiswa, agribisnis menampung 120 mahasiswa, kehutanan menampung 60 mahasiswa, peternakan menampung 120 mahasiswa, dan TIP menampung 50 mahasiswa. &lt;strong&gt;(Harrey-13 November 2008)&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Dikutif dari http://swara.unib.ac.id&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/6781203731344533569/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=6781203731344533569' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/6781203731344533569'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/6781203731344533569'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/03/tiga-prodi-faperta-unib-dimerger.html' title='Tiga Prodi Faperta Unib dimerger'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-310048660298634644</id><published>2009-03-26T23:19:00.000-07:00</published><updated>2009-03-26T23:22:03.976-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Kehutanan"/><title type='text'>Hutan Lindung Panjang, Hutan Desa Pertama</title><content type='html'>KOMPAS, SENIN, 23 MARET 2009&lt;br /&gt;KEHUTANAN&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Hutan Lindung Panjang, Hutan Desa Pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;JAMBI, KOMPAS - Hutan Lindung Rantau Bayur seluas 2.356 hektar di Kecamatan Batin Tiga Ulu, Kabupaten Bungo, Jambi, disahkan sebagai areal hutan desa yang akan dikelola masyarakat Desa Lubuk Beringin. Masyarakat bertanggung jawab melestarikan hutan, sekaligus berhak memanfaatkan potensi non kayu didalamnya.&lt;br /&gt;   Pengelolaan hutan lindung oleh masyarakat itu sebenarnya telah berlangsung sejak 1998, tetapi pengesahan baru direalisasikan 17 Maret. Menteri Kehutanan direncanakan meresmikan Hutan Lindung Panjang Rantau Bayur, 30 Maret 2009.&lt;br /&gt;&quot;Hutan lindung ini dianggap sebagai hutan lindung pertama di Indonesia. Pengelolaannya dilakukan kelembagaan desa, &quot; Ujar Rahmat Hidayat, Direktur Eksekutif Komunitas Konservasi Indonesia (KKI) Warsi, Minggu (22/3).&lt;br /&gt;   Menurut Rahmat, Hutan Lindung Panjang Rantau Bayur selama ini dijaga dan dikelola oleh masyarakat Lubuk Beringin sehingga terhindar dari perambahan dan pembalakan liar. terjaganya hutan juga mendorong kelangsungan pembangkit listrik tenaga kincir air (PLTKA) di sepanjang daerah aliran Sungai Senamat.&lt;br /&gt;   Lubuk Beringin adalah perintis pembuatan PLTKA. Dua unit PLTKA dibangun pada tahun 2005 dan menghasilkan daya listrik 15.000 watt. Energi ini mampu menerangi 76 rumah setempat.&lt;br /&gt;   Masyarakat desa menyepakati sejumlah aturan pengelolaan hutan, yang tertuang dalam kesepakatan Konservasi Desa. Masyarakat sepakat tidak mengolah lahan-lahan pertanian di lahan miring, tepi sungai, dan hulu sungai, supaya tidak terjadi longsor dan erosi. Masyarakat juga menolak masuknya perusahaan perkebunan sawit.&lt;br /&gt;   Kawasan Hutan Lindung Rantau Bayur adalah kawasan tangkapan air DAS (Daerah Aliran Sungai) Batang Buat dan Batang Senamat. Air di dua sungai itu dimanfaatkan masyarakat untuk menjaga sumber air sawah, menggerakkan pembangkit listrik tenaga air, sumber air minum dan tempat pemijahan ikan. (ITA)&lt;br /&gt;__._,_.___&lt;br /&gt;   &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/310048660298634644/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=310048660298634644' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/310048660298634644'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/310048660298634644'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/03/hutan-lindung-panjang-hutan-desa.html' title='Hutan Lindung Panjang, Hutan Desa Pertama'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-6190253648587015293</id><published>2009-03-13T01:14:00.000-07:00</published><updated>2009-03-13T01:40:10.348-07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Kehutanan"/><title type='text'>HARIMAU SUMATERA</title><content type='html'>Di Posting Oleh Tedi wahyudi&lt;br /&gt;Kalau mau lengkap Jurnalnya silahkan berkunjung ke perpustakaan Universitas Bengkulu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Indonesia dikenal sebagai negara yang memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi (Megabiodiversity). Tingginya keanekaragaman hayati ini bisa dilihat bahwa lebih kurang 10 persen seluruh jenis makhluk hidup di dunia terdapat di Indonesia, meskipun  luas daratan Indonesia hanya 1,3 persen luas daratan dunia. Salah satu faktor penyebab tingginya keanekaragaman hayati di Indonesia adalah terdapatnya hutan tropis basah. Hutan tropis basah dikenal sebagai salah satu tipe ekosistem yang kaya akan jenis, baik hewan maupun tumbuhannya (Wiryono, 1998).&lt;br /&gt;Meningkatnya jumlah penduduk yang disertai dengan peningkatan kebutuhan akan kayu dan lahan perkebunan mengakibatkan terjadinya penyusutan banyak habitat satwa maupun tumbuhan liar yang pada gilirannya mengancam kelestarian alam. Kepunahan jenis pada beberapa dekade terakhir ini sangat cepat dan mengkhawatirkan berbagai pihak yang peduli dengan kelestarian lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Salah satu jenis satwa langka yang ada di Indonesia adalah Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrae, Pocock 1929), dimana merupakan satu-satunya dari anak jenis yang masih tersisa di Indonesia dan termasuk dari 5 anak jenis yang masih ada di dunia. Keberadaannya hingga saat ini semakin mengkhawatirkan, karena kehilangan habitat dan mangsanya (Bovidae dan Cervidae) sehingga, menyebabkan satwa yang hidup di pulau Sumatera  semakin terancam keberadaannya. Saat ini diperkirakan jumlah Harimau Sumatera berkisar 400-500 ekor yang masih tersisa (Seidenstiker et al, 1999). Keadaan yang mengkhawatirkan ini menyebabkan The World Conservation Union (IUCN, 2004) menetapkan Harimau Sumatera berstatus terancam (critically endangered). Akibat maraknya perburuan dan perdagangan tersebu menjadikan Harimau Sumatera dimasukkan ke dalam Appendix I oleh Convension on International Trade in Endangered (CITES) artinya, satwa tersebut dilarang keras untuk diperdagangkan dengan alasan apapun.&lt;br /&gt;Selama ini usaha konservasi harimau lebih banyak dilakukan di dalam taman nasional yang ada di Sumatera, akan tetapi tidak menutup kemungkinan Harimau Sumatera berada di luar  kawasan konservasi. Salah satu taman nasional yang didiami oleh Harimau Sumatera adalah Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS) yang berbatasan langsung dengan Propinsi Bengkulu dan Propinsi Sumatera Selatan. Luasnya wilayah jelajah harimau dan tingginya kebutuhan akan satwa mangsa mendorong mereka menjelajah di luar batas taman nasional. Berbeda dengan satwa lain yang mudah dijumpai di habitatnya, karakteristik Harimau Sumatera yang bersifat menyamar (cryptic) dan menghindar (elusive) menimbulkan kesulitan tersendiri dalam upaya penilaian status populasi satwa ini.&lt;br /&gt;Terjadinya habituasi terhadap prilaku satwa ini mendorong penurunan populasi Harimau Sumatera di kawasan konservasi maupun di luar areal konservasi. Dampak dari habituasi ini akan mengakibat mudahnya satwa ini diburu dan di perdagangkan karena tinginya tingkat perjumpaannya dengan manusia. Ini bisa terlihat kecenderungan harimau dalam mencari mangsa pada daerah perkebunan atau daerah belukar yang berada yang berbatasan langsung dengan hutan.Contoh lain dari habituasi Harimau Sumatera ini dari kecenderungan mereka lebih senang melahirkan anak pada daerah perkebunan penduduk dan belukar. Hal ini di karenakan persebaran satwa mangsa mereka (terutama babi hutan) berada pada kedua habitat ini. Selain itu dalam hal perburuan mereka lebih gampang berburu mangsanya pada kedua daerah ini karena daerah ini lebih terbuka.&lt;br /&gt;Populasi yang sangat sedikit ini akan mudah punah akibat bencana alam maupun masalah demografi dan genetik. Kondisi tersebut umum terjadi pada sub-populasi yang terisolasi satu dengan lainnya. Selain itu tingginya deforestasi hutan yang menyebabkan kerusakan habitat merupakan faktor utama dalam mempercepat punahnya jenis ini. Penyebab gangguan lain terhadap Harimau Sumatera adalah pembangunan daerah yang menuntut pembukaan kawasan hutan untuk berbagai kepentingan manusia, pengusahaan hutan, pemungkiman penduduk maupun usaha tradisional. Untuk itu dalam mencegah kepunahan Harimau Sumatera, perlu dibuat strategi konservasi yang tepat dengan melibatkan peran serta masyarakat luas (Wiryono, 1998).&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/6190253648587015293/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=6190253648587015293' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/6190253648587015293'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/6190253648587015293'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/03/harimau-sumatera.html' title='HARIMAU SUMATERA'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-7122030213504161599</id><published>2009-02-06T22:12:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T22:16:07.641-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kliping Media"/><title type='text'>Prilaku Harimau</title><content type='html'>Oleh :     &lt;br /&gt;Sepri nander (Buyung 06)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau Sumatera merupakan salah satu sub spesies harimau yang masih ada di&lt;br /&gt;Indonesia. Sayangnya 2 dari tiga subspesies harimau yang ada di Indonesia&lt;br /&gt;tersebut sudah di anggap punah (Harimau Jawa dan Bali). Jumlah Harimau&lt;br /&gt;Sumatera hanya 400-500 ekor tersebar di habitat alaminya di Sumatera,&lt;br /&gt;Sehingga IUCN menetapkan satwa ini berstatus terancam (Critically&lt;br /&gt;Endangered).Hal ini di akibatkan oleh tingginya tingkat perburuan dan&lt;br /&gt;perdagangan satwa di Indonesia. Selain itu meningkatnya jumlah penduduk dan&lt;br /&gt;kebutuhan ruang oleh manusia mempersempit habitat alami dari satwa ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya harimau dapat hidup di daerah mana saja, mulai dari hutan dataran&lt;br /&gt;rendah, rawa, padang ilalang, sampai dataran tinggi asalkan satwa mangsanya&lt;br /&gt;ada (mangsa utama Cervidae dan Bovidae). Artinya pertumbuhan populasi&lt;br /&gt;harimau di pengaruhi oleh jumlah populasi satwa mangsa mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini lah awal sumber permasalahan harimau sekarang ini yaitu timbulnya&lt;br /&gt;konflik antara harimau dan manusia. Contoh konflik tersebut seperti harimau&lt;br /&gt;memangsa ternak masyarakat atau menjadikan manusia sebagai sumber pakan&lt;br /&gt;mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada 3 hal harimau memulai konflik dengan manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Sumber pakan mereka di hutan sulit di temukan&lt;br /&gt;2. Harimau itu sendiri sudah tua, sakit atau memiliki cacat sehingga&lt;br /&gt;menyulitkan mereka untuk berburu.&lt;br /&gt;3. Harimau tersebut sedang hamil atau melahirkan. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Berkurangnya populasi satwa mangsa dihutan diakibatkan oleh bebera faktor,&lt;br /&gt;yaitu perburuan yang tidak terkendali oleh manusia, penebangan yang tidak&lt;br /&gt;terkontrol, sulitnya beradaptasi dengan lingkungan baru oleh satwa mangsa&lt;br /&gt;tertentu, dan kebakaran hutan. Hal ini memaksa satwa mangsa tersebut untuk&lt;br /&gt;beradaptasi dengan kondisi baru mereka. Sebagai contoh, Babi Hutan mampu&lt;br /&gt;hidup di di areal perkebunan penduduk. Faktor inilah yang mendukung harimau&lt;br /&gt;masuk kebun atau masuk desa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Faktor umur dan fisik harimau juga mempengaruhi timbulnya konflik. Harimau&lt;br /&gt;merupakan satwa yang penuh perhitungan dalam hal melakukan perburuan. Pada&lt;br /&gt;keadaan normal harimau membutuhkan tenaga yang banyak dalam melakukan&lt;br /&gt;penyergapan terhadap satwa mangsa mereka. Apa bila dalam satu kali&lt;br /&gt;penyergapan satwa mangsa mereka dapat lolos, harimau akan membutuhkan waktu&lt;br /&gt;untuk memulihkan tenaga mereka. Jadi apabila harimau itu sudah tua sakit&lt;br /&gt;atau memiliki cacat mereka akan berburu mangsa yang gampang di dapat. Salah&lt;br /&gt;satunya ya satwa peliharaan manusia atau manusia itu sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Harimau pada saat ini sering ditemukan beranak pada daerah semak belukar&lt;br /&gt;dekat dengan pemungkiman penduduk dan setelah anaknya sudah siap untuk pisah&lt;br /&gt;sapih baru dibawa kembali kedalam hutan. Ini mungkin saja dilakukannya karna&lt;br /&gt;sumber pakannya terjamin (mulai dari babi hutan sampai mangsa yang paling&lt;br /&gt;gampang di dapatkan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk itu dibutuhkan usaha konservasi yang dapat menciptakan jembatan&lt;br /&gt;perdamain antara harimau dan manusia, sehingga keduanya tidak merasa&lt;br /&gt;dirugikan. Karena inti konflik ini terjadi hanya disebabkan urusan perut&lt;br /&gt;semata, harimau butuh makan dan manusia juga butuh makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;lingk&lt;br /&gt;http://telapak.org/index.php/Kehutanan/Konflik-Harimau-dan-Manusia-Te...&lt;br /&gt;http://en.wikipedia.org/wiki/Tiger&lt;br /&gt;http://72.14.235.132/search?q=cache:LW4dNQiBQbsJ:www.traffic.org/spec...&lt;br /&gt;. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/7122030213504161599/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=7122030213504161599' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/7122030213504161599'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/7122030213504161599'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/02/prilaku-harimau.html' title='Prilaku Harimau'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-1792261077674528229</id><published>2009-02-06T22:03:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T22:08:07.059-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gallery Photo"/><title type='text'>Poto Jelajah kehutanan 2006</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://lh3.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SYALPjkAxtI/AAAAAAAAAgY/in9qKdpSd2U/s144/Foto%28121%29.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 108px;&quot; src=&quot;http://lh3.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SYALPjkAxtI/AAAAAAAAAgY/in9qKdpSd2U/s144/Foto%28121%29.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://lh5.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SYAK7Xv_y3I/AAAAAAAAAd8/pNMhUOJTNZs/s144/P3120323.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 108px;&quot; src=&quot;http://lh5.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SYAK7Xv_y3I/AAAAAAAAAd8/pNMhUOJTNZs/s144/P3120323.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih banyak lagi dapat dilahat melalui milis kehutanan&lt;br /&gt;Silahkan Gabung....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/1792261077674528229/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=1792261077674528229' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/1792261077674528229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/1792261077674528229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/02/poto-jelajah-kehutanan-2006.html' title='Poto Jelajah kehutanan 2006'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh3.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SYALPjkAxtI/AAAAAAAAAgY/in9qKdpSd2U/s72-c/Foto%28121%29.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-7898667125876158992</id><published>2009-02-06T21:56:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T22:02:02.247-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gallery Photo"/><title type='text'>Poto Jelajah Kehutanan 2005</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://lh3.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SWsEAa4qvBI/AAAAAAAAAQs/q9Qcinpt2Gs/s144/000017.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 102px;&quot; src=&quot;http://lh3.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SWsEAa4qvBI/AAAAAAAAAQs/q9Qcinpt2Gs/s144/000017.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://lh5.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SWsDc_RGDeI/AAAAAAAAAPo/8MdF1Y4gGj8/s144/000008.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 102px;&quot; src=&quot;http://lh5.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SWsDc_RGDeI/AAAAAAAAAPo/8MdF1Y4gGj8/s144/000008.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://lh4.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SWsDSwslx5I/AAAAAAAAAPY/OfwmycvKokY/s144/000001.JPG&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 144px; height: 102px;&quot; src=&quot;http://lh4.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SWsDSwslx5I/AAAAAAAAAPY/OfwmycvKokY/s144/000001.JPG&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; &lt;br /&gt;Untuk melihat lebih banyak lagi dapat dibuka melalui milis kehutanan unib&lt;br /&gt;http://picasaweb.google.com/rumartha/JK_2005#&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/7898667125876158992/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=7898667125876158992' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/7898667125876158992'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/7898667125876158992'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/02/poto-jelajah-kehutanan-2005.html' title='Poto Jelajah Kehutanan 2005'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://lh3.ggpht.com/_L4I8QFJJvIs/SWsEAa4qvBI/AAAAAAAAAQs/q9Qcinpt2Gs/s72-c/000017.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-7450879129428772058</id><published>2009-02-06T21:44:00.000-08:00</published><updated>2009-02-06T21:47:57.455-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Kehutanan"/><title type='text'>Pentingkah Hutan di Muka Bumi??</title><content type='html'>Pentingkah hutan bagi Anda? Seberapa besar pengaruh yang hutan berikan&lt;br /&gt;bagi kehidupan manusia? Hutan merupakan satu ekosistem yang sangat&lt;br /&gt;penting di planet ini. Hutan begitu mempengaruhi proses alam yang&lt;br /&gt;berlangsung di bumi, mempengaruhi kehidupan dan peradaban manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;KATA MAK KANTIN &quot; NO FOREST NO FUTURE &quot; kwkwkwk&lt;br /&gt;(...kalo ga salah ini kata-katanya kak RANGGA deh...atau jangan-jangan kak Rangga ngutip dari Mak Kantin tanpa izin... hihihihi....pencurian ide....)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;penting atao ga penting ya tergantung dari sudut mana kita memandang. berbicara hutan akan berbicara kebijakan dan kepentingan (eh..artinya hutan penting dong hehehehe).  dan  sangat komlek....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;dan bicara tentang pentingnya hutan maka kita akan kembali ke pertanyaan dasar, yaitu apa manfaatanya keberadaan hutan????&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;waktu kuliah dulu katanya hutan memiliki 3 manfaat utama, manfaat ekologi, ekonomi dan sosial. tergantung mana dulu yang di kedepankan. kalo ekologinya didahulukan, jangan tebang hutannya, kalo ekonominya lebih penting, tebang aja sampai abis...kalo sosialnya tanya yang skripsinya tentang sosial kehutanan ya...&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;    namun ketika berbicara dengan beberapa kawan-kawan dari daerah lain, seperti kalimantan, riau, dan kawan-kawan di jawa dan lainya. permasalahan kehutanan dimana-mana sama. yaitu kita tidak memiliki perencanaan kehutanan yang matang, dan yang buruknya lagi pengawasan kehutanan yang sangat lemah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    lihat aja propinsi riau dan kalimantan barat. daerah penghasil kayu terbesar, namun belum sektor kehutanannya belum di petakan, belum ada tata ruang dan padu serasi kehutanannya. dan akibatnya terjadi overlaping pemberian izin lahan perkebunan di lahan kehutanan. so jangan sedih jika sulit menemukan lahan yang masih hijau di riau dan kalimantan barat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    di daerah lainpun hampir sama permasalahnya. kepentingan kehutanan selalu terdesak oleh kepentingan pembangunan sektor lain, seperti pertambangan, pemukinan, industri dan lainya, sehingga sektor kehutanan selalu mendapat cap sebagai PENGHAMBAT PEMBANGUNAN. sehingga timbul skandal bintan dan bakau api-api di sumsel, karena pelepasan kawasan merupakan memerlukan prosedur yang rumit dan komplek, (saya sendiri mumet baca prosedur perizinanya...). dan satu lagi yang sangat krusial, yaitu sumberdaya kehutanan yang masih lemah (moralnya). jika kita berbicara kerusakan hutan kita selalu di giring ke permaslahan illegal loging, perambahan perkebunan, namun sesunguhya pelaku perusakan Hutan adalah PARA RIMBAWAN sendiri, yang bekerja di departemen, Dinas Kehutanan daerah. mereka inilah yang telah memberikan perizinan, perlindungan dan mendapatkan manfaat tambahan dari perusakan hutan......&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    tapi itu semua adalah kisah lama, sejarah kelam kehutanan yang mana kita semua termasuk di dalamnya. yang harus kita lakukan sekarang adalah bagaimana menatap kehutana kedepan. dan kembali kepertanyaan awal masih pentingkah kehutanan bagi kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    saya berani katakan. kehutanan penting. di balik semua teori silvikultur, ekologi dan konservasi kehutanan yang diajarkan di bangku kuliah dulu, sekarang saya melihat kehutanan merupakan sektor dasar dalam perencanaan pembangunan kedepan. dalam perencanaan pembangunan, penataan tata ruang, perencanaan kehutanan harus mendahului perencanaan lainya, pertambangan, pemukinan, maupun industri. ibaratkan tubuh, jika tangan adalah sektor industri, kaki adalah sektor pertambangan, perekonomian menjadi jantung,  maka kehutanan adalah paru-parunya. dan tak ada makluk yang dapat hidup tanpa paru-paru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    namun kita juga tidak bisa menapik kepentingan-kepentingan lain di luar sektor kehutanan. pemanfaatan kawasan untuk kepentingan pertambangan, perkebunan industri dan lainya perlu, namun kita harus mempertimbangankan kepentingan mana yang lebih utama, setidak-tidaknya kita mengambil jalan tengah, pemanfaatan kawasan dengan meminimalkan pengalih fungsian kawasan hutan hutan (ah..akhirnya kita terpaksa mengalah hehehehe....abis bonus dan amplopnya gede sih hehehehe.......)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    dan paradikma kehutanan sebagai PENGAHASIL KAYU yang selalu di merupakan paradikma yang keliru. kita selalu melihat manfaat sektor kehutaanan dari potensi kayunya. memang benar, hutan merupakan penghasil kayu tapi sebesar apakah manfaat potensi kayunya???. berdasarkan sebuah hasil penelitian manfaat potensi kayu pada suatu kawasan hutan (termasuk mangrove) hanyalah 4 sampai 5 % dari seluruh potensi kawasan. so bayangkan jika anda menebang berton-ton kubik kayu dari suatu kawasan hutan dan mendapatkan keuntungan ekonomi bermilyar-milyar maka anda baru memanfaatkan 4 sampai 5 % dari potensi kawasan. jadi ternyata keuntungan terbesar dar pemanfaatan kawasan hutan hutan bukan pada kayunya, tetapi pada pemanfaatan lain selain kayu, misalnya pemanfaatan air, pemanfaatan jasa lingkungan, pariwisata dan pemanfaatan potensi non kayu. sebuah contoh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    sebuah investor dari singapura menandatangani kontrak investasi pengelolaan kawasan mangrove Lagoi dengan pemerintah kota bintan. pemanfaatan kawasan mangrove ini selama 75 tahun. mereka melakukan pemanfaatan hutan mangrove melalui pemanfaatan jasa lingkungannya (pembukaan lahan untuk bangunan dan lain-lain tidak sampai 10% dari kawasan), dengan mendirikan sebuah resort wisata,paket tour mangrove (cuma naik sampan dan keliling2 melihat hutan mangrove), wisata kunang-kunang, dan wisata pantai lainya, tiket masuk ke resort tersebut jika di kurskan ke dalam rupiah kira-kira 20 juta, pendapatan PAD pemerintah Bintan dari kawasan tersebut berupa pajak sekitar 400 jt per tahun. bandingkan jika melakukan pemanfaatan kayu nya yang hanya mendatangkan PAD sebesar 40 jt pertahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    dan ternyata singapura lebih hijau dari kita (kata sebuah anekdot mereka tidak punya mentri kehutanan lho...), dan sekarang setiap hari di TV mereka menyiarkan program iklan yang bertema penghijauan. dan banyak lembaga swasta yang lansung terjun dalam kegiatan tersebut.  dan Ney york Kota dunia. di balik gedung-gedung rtinggi dan padatnya penduduk ternyata mereka memiliki sebuah hutan kota yang terkenal yaitu CENTRALl PARK, dan bayangkan berapa ribu wisatawan yang datang tiap tahun untuk melihat taman kota ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    so.....kita masih bisa memanfaatakan hutan tanpa menebangi pohonnya. dan toh jika kawan kawan masih pengin bermaen kayu bisa melakukan dengan sistem hutan rakyat atau sistem SILIN jika kawan-kawan punya modal yang kuat. silvikurtur sistem SILIN (mungkin kawan-kawan juga udah tau binatang apa SILIN ini) adalah pengembangan dari sistem tebang pilah (TPI), di mana penebangan dan penanaman hanya di lakukan pada jalur selebar 5 meter, sedangakan lahan yang di luar jalur tidak di manfaatkan alias di biarkan alami, jarak antara jalur antara 15 sampai 20 meter, potensi tegakan setelah 15 tahun dengan jenis meranti (yang riapnya 1-3 cm/tahun) adalah 200 sampai 400 meter kubik/hektar.  bandingkan dengan sisten tebang pilih yang hanya 20-30 meterkubik perhektar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    saya  masih tetap percaya bahwa HUTAN kita penting.  di luar kampanye Global Warming pun, secara mikro kita melihat bahwa hutan memberikan manfaat bagi sektor lainnya. air kemasan AQUA dan BIO ITE SUI tidak bakalan ada tanpa hutan. listrik yang beasal dari PLTA akan blep pyar jika hutan di dalam kawasan DAS nya rusak. Kita masih bisa memanfaatkan potensi hutan tanpa menebang dan merambah nya menjadi kebun kopi. masih ingat saya akan kawasan datar lebar yang dulu rindang dan rame dengan orang-orang kamping, yang sekelilingya telah berubah jadi kebun kopi, (masih adakah orang yang kamping di sana????).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    jika kawan-kawan bisa lebih kreatif, mungkin kawan-kawan bisa memanfaatkan kawasan hutan dengan lebih bijaksana. pengalaman dari kawan-kawan di mulawarman mereka mendirikan Arboretum di pusat kota pontianak dan sekarang kawasan tersebut menjadi ajang joging, jalan-jalan dan rekreasi kota warga pontianak. mungkin pengelolaan kawasan hutan raya dan danau dendam bisa memberikan manfaat, misalnya dengan wisata atau kegiatan outbond (mungkin Angga lebih paham tentang ini...).  raflesia yang selalu menjadi kebangaan kita sudahkah kita memanfaatakan potensinya???. saya justru melihat proses mekarnya bunga raflesia dari Saluran TV BBC.. dan National Geographic Chanel.  mungkin ini bisa menjadi sebuah paket wisata khusus dari Dinas Pariwisata propinsi,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    jadi kawan-kawan jagan cemas tak dapat kerja setelah tamat kuliah, PNS bukan segalanya masih banyak sektor kehutanan yang belum terkelola dan inilah tantangan kita semua kedepan sebagai (jika masih) Rimbawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Satu lagi, sebuah adegan yang selalu meninspirasi saya ketika menonton AL GORE dalam film dokumenter Incovenience Truth (moga tak salah tulis, saya merekomendasikan agar di tonton dan di diskusikan pada pertemuan minggu depan di lab, nonton, diskusi dan bahas film....wuih keren.... andai saya masih di kandang limun pasti saya ikut hehehehehe.....), begini ceritanya....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    Al Gore :  perumpamaan kita dengan efek pemanasan global adalah ibarat Katak yang di masukan kedalam panci, jika katak di masukan kedalam panci yang berisi air panas. maka katak tersebut akan langsung melompat keluar, karena panasnya.... namun jika katak tersebut kita masukan kedalam panci, dan kemudian panci tersebut di panaskan atau didihkan, maka katak tersebut tidak akan kelur dari panci sampai....sampai....sampai...............................kita menyelamatkan katak tersebut dengan mengeluarkannya dari panci....&lt;br /&gt;    jadi hanya kita yang bisa menyelamatkan katak tersebut dari kematian...dan katak tersebut adalah kita.....&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    salam lestari&lt;br /&gt;    young sinatra, S.Hut&lt;br /&gt;    aka buyung rimbo 96&lt;br /&gt;    aka Old School&lt;br /&gt;     &lt;br /&gt;    nb. KAJUR kehutanan masih UNI KANTIN kan ??????????&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/7450879129428772058/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=7450879129428772058' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/7450879129428772058'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/7450879129428772058'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/02/pentingkah-hutan-di-muka-bumi.html' title='Pentingkah Hutan di Muka Bumi??'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-9081485457034475174</id><published>2009-01-15T09:56:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T10:11:18.387-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Kehutanan"/><title type='text'>Pemerintah Tidak Peduli Kondisi Hutan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://www.suarapembaruan.com/images/foto/14mskaba.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 142px; height: 205px;&quot; src=&quot;http://www.suarapembaruan.com/images/foto/14mskaba.gif&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;[JAKARTA] Rencana Menteri Kehutanan MS Kaban memberi toleransi penggunaan kayu hutan alam untuk industri pulp sampai tahun 2014, menunjukkan ketidakpedulian pemerintah terhadap kondisi hutan Indonesia. Di sisi lain, kebijakan tersebut juga bukan solusi untuk mengatasi kesulitan pasokan bahan baku pabrik pulp, seperti yang terjadi selama ini.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Direktur Eksekutif Forest Watch Indonesia (FWI) Wirendro Sumargo mengatakan kebijakan mengizinkan industri pulp menggunakan bahan baku dari hutan alam, akan semakin memperburuk kondisi hutan Indonesia yang kini sudah kritis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Semestinya pemerintah menetapkan kebijakan sebaliknya, yakni penghentian penggunaan bahan baku kayu dari hutan alam untuk industri pulp. Selain itu, yang harus dilakukan pemerintah adalah merasionalisasi kapasitas pabrik pulp sesuai dengan kemampuan pasokan bahan baku dari hutan tanaman,&quot; kata Wirendro di Jakarta, Selasa (13/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melihat realisasi pembangunan hutan tanaman industri (HTI) yang lamban sehingga belum mampu memenuhi kebutuhan bahan baku industri pulp, Menteri Kehutanan MS Kaban akan memperbolehkan industri pulp dan kertas menggunakan kayu hutan alam, setidaknya sampai tahun 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menhut akan meninjau ulang Surat Keputusan Menteri Kehutanan (SK Menhut) Nomor 101/Menhut-II/2004 tentang Percepatan Pembangunan Hutan Tanaman untuk Pemenuhan Bahan Baku Industri Pulp dan Kertas, yang antara lain menyebutkan, bahwa setelah tahun 2009 industri pulp dan kertas hanya boleh menggunakan bahan baku dari HTI (SP, 13/1).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Eksploitatif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;FWI mencatat, sampai saat ini industri pulp di Indonesia masih mengandalkan pasokan bahan baku dari hutan alam, walaupun pabrik pulp yang beroperasi memiliki konsesi HTI yang cukup luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ambisi meraup untung dengan peningkatan kapasitas produksi, tidak dibarengi dengan keseriusan mengembangkan HTI. Padahal, pemerintah telah mempermudah prosedur mendapatkan izin HTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kenyataannya, dua pabrik pulp terbesar di Indonesia pun hingga kini masih menggunakan kayu hutan alam untuk menutup kekurangan pasokan dari HTI yang baru mecukupi sekitar 60 persen dari total kebutuhan bahan baku yang mencapai sekitar 9,5 juta ton per tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Selama ini pemerintah mengeluarkan banyak kebijakan sektoral yang semata-mata berorientasi pada peningkatan pendapatan, eksploitatif, dan tidak berkelanjutan. Pembangunan pabrik pulp IKPP dan RAPP, merupakan contoh kecerobohan pemerintah pada saat itu. Kedua pabrik tersebut mulai beroperasi di saat bahan baku dari HTI sama sekali belum tersedia. Kondisi kekurangan bahan baku pun terus berlanjut karena pembangunan HTI oleh kedua perusahaan itu maupun dengan mitranya, tidak mampu mengimbangi kapasitas pabrik,&quot; kata Wirendro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih lanjut Wirendro menjelaskan, berdasarkan kajian FWI, karena realisasi penanaman HTI baik Indah Kiat Pulp and Paper maupun Riau Andalan Pulp and Paper dan perusahaan mitra hingga saat ini masih minim maka ketergantungan terhadap pasokan bahan baku dari hutan alam diperkirakan akan berlanjut sampai tahun 2014.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Jika kondisi ini dibiarkan, hutan alam seluas 0,57 juta hektare terancam rusak. Pemerintah harus memilih menghentikan pasokan bahan baku industri pulp dari hutan alam. Bukan sebaliknya memperpanjang batas waktu penggunaan kayu hutan alam yang sudah ditetapkan tahun 2009. Kekurangan bahan baku industri pulp, dapat dipenuhi dari pembelian kayu hutan tanaman dalam negeri atau impor,&quot; tandas Wirendro. [H-13]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber http://www.suarapembaruan.com/index.php?modul=search&amp;amp;teks=pemerintah%20tidak%20peduli%20kondisi%20hutan&amp;amp;id=3782&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/9081485457034475174/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=9081485457034475174' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/9081485457034475174'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/9081485457034475174'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/01/pemerintah-tidak-peduli-kondisi-hutan.html' title='Pemerintah Tidak Peduli Kondisi Hutan'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-3392063811149396785</id><published>2009-01-15T06:33:00.000-08:00</published><updated>2009-01-15T06:50:59.304-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Skripsi-skripsi"/><title type='text'>Skripsi</title><content type='html'>Sekarang skripsi kehutanan sudah bisa di download tapi syaratnya anda harus masuk dalam milis kehutanan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://groups.google.com/group/kehutanan-unib?hl=id&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;http://groups.google.com/&lt;wbr&gt;group/kehutanan-unib?hl=id&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk informasi lebih lanjut dapat menhubungi Pengurus pengembangan  Publikasi jurusan kehutanan di laboratorium kehutanan A/N Risqi umarta&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/3392063811149396785/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=3392063811149396785' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/3392063811149396785'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/3392063811149396785'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/01/skripsi.html' title='Skripsi'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-2376074939294844204</id><published>2009-01-14T06:03:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T06:09:47.143-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tentang Kami"/><title type='text'>Daftar Dosen Tetap</title><content type='html'>&lt;table border=&quot;0&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td colspan=&quot;7&quot; class=&quot;normal&quot;&gt; Perguruan Tinggi : 001-030 UNIVERSITAS BENGKULU     &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan=&quot;7&quot; class=&quot;normal&quot; valign=&quot;top&quot;&gt; Program Studi : 54-251 KEHUTANAN&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td colspan=&quot;7&quot; class=&quot;normal&quot; valign=&quot;top&quot;&gt; Jenjang : S1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;Tanggal Berdiri&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;10 Mei 1993&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot; rowspan=&quot;7&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://evaluasi.or.id/i/s.gif&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;2&quot; width=&quot;15&quot; /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;a target=&quot;_blank&quot; href=&quot;http://www.ban-pt.or.id/&quot;&gt;Peringkat Akreditasi&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;Ketua Program Studi&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;WIRYONO&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;Kurikulum Program Studi&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;Nomor Telepon P.S.&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;0736-21170&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;Karya Penelitian dan Publikasi&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;Email&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;a href=&quot;mailto:unibagriculture@yahoo.com&quot;&gt;unibagriculture@yahoo.com&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;Hibah Kompetisi&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;SKS Yang Harus Ditempuh&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;144&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;Nomor S.K Ijin Penyelenggaraan&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;69/DIKTI/KEP/2007&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;Tanggal S.K Ijin Penyelenggaraan&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;2 April 2007&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;Berlaku s.d&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot; valign=&quot;top&quot;&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;2 April 2011&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;Operator Laporan&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;ZUHERLI&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;!-- Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt;   &lt;tr&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;Semester awal laporan&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;:&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;Ganjil 2002/2003&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;!-- Hasil Penelitian dan Karya Ilmiah --&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;     &lt;td class=&quot;normal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;   &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;Untuk melihat daftrar dosen dapat dilihat:&lt;br /&gt;http://evaluasi.or.id/profile-list-teachers.php?schoolID=001030&amp;amp;schoolName=UNIVERSITAS+BENGKULU&amp;amp;majorID=54251&amp;amp;majorName=KEHUTANAN&amp;amp;level=C&amp;amp;sta=A&amp;amp;spe=Y&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/2376074939294844204/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=2376074939294844204' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/2376074939294844204'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/2376074939294844204'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/01/daftar-dosen-tetap.html' title='Daftar Dosen Tetap'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-1427790163041239429</id><published>2009-01-14T05:43:00.000-08:00</published><updated>2009-01-14T05:56:43.055-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Kehutanan"/><title type='text'>Hutan, Sumber Daya Paling Rentan</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://www.dishut.jabarprov.go.id/images/berita/images.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 204px; height: 153px;&quot; src=&quot;http://www.dishut.jabarprov.go.id/images/berita/images.jpg&quot; alt=&quot;&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Yansen&lt;br /&gt;Penangkapan anggota DPR dari PPP, Al-Amin Nasution, oleh KPK bukan hanya pelajaran tentang betapa suburnya praktik suap di negeri ini. Ini pun bukan hanya bukti berliku dan panjangnya jalan pemberantasan korupsi di Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih dari itu, kasus ini membuka mata kita bahwa pengubahan status hutan merupakan hal yang sangat mudah. Dengan berbagai alasan, utamanya ekonomi, hutan apa pun statusnya, dapat dengan mudah dan murah diubah ke penggunaan lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Setelah penangkapan Al-Amin Nasution, anggota DPR yang lain, Sarjan Tahir dari Partai Demokrat, tersandung kasus serupa. Ia ditangkap KPK karena menerima uang haram dari otoritas di Sumatra Selatan. Penyuapan ini berkaitan dengan proposal pengubahan hutan lindung bakau menjadi pelabuhan internasional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi, apanya yang salah? Apakah tidak mungkin mengubah fungsi hutan dalam bentuk yang lainnya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya ini bukan hal yang mustahil, tetapi juga tidak begitu mudah. Pada dua kasus di atas, hutan yang akan diubah fungsinya merupakan hutan lindung. Dalam Undang-Undang Kehutanan Indonesia, hutan lindung tidaklah begitu mudah diubah statusnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan hutan dijadikan hutan lindung karena mereka mempunyai peran tertentu yang sangat esensial bagi manusia. Hutan lindung ditujukan untuk mengonservasi cadangan air, menjaga udara bersih, dan mencegah erosi serta banjir. Karena itu, mengubah fungsi hutan lindung mempunyai konsekuensi yang sangat besar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Undang-Undang Kehutanan Indonesia, sesuai fungsinya hutan secara umum dibagi menjadi tiga, yaitu hutan produksi, hutan konservasi, dan hutan lindung. Skema klasifikasi ini meniadakan satu kategori yang eksis sebelumnya, yakni hutan konversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan konversi dulunya diarahkan untuk dijadikan areal cadangan yang dapat diubah untuk penggunaan lain, termasuk permukiman, perkebunan, dan transmigrasi. Sejak jenis hutan ini ditiadakan, kegiatan pembangunan diperbolehkan dilakukan di hutan produksi dan lindung, bahkan kegiatan penambangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau kita lihat, aktivitas penambangan sangat bertolak belakang dengan fungsi hutan lindung. Padahal, esensinya di hutan lindung hanya diperbolehkan memungut hasil hutan nonkayu. Karena itu, perizinan dan regulasi pertambangan dan aktivitas lain di hutan lindung harus lebih jelas dan mengikat. Hal ini untuk mereduksi dampak yang dimunculkan dari aktivitas tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Makanya, untuk pengubahan status hutan lindung, studi yang menyeluruh harus dilakukan. Pengubahan yang akan menyebabkan implikasi yang signifikan dan berbahaya harus dipikirkan secara matang-matang. Tapi, karena kemungkinannya kecil, pemerintah lokal mencoba jalan pintas dengan menyuap pihak yang dianggap mempunyai kewenangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hutan Indonesia telah dieksploitasi selama beberapa dekade. Sedihnya, hutan sering hanya dianggap sebagai aset ekonomi tanpa memandang fungsi ekologi yang mereka miliki. Hasilnya, manajemen hutan yang salah telah membuat kerusakan yang masif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Degradasi hutan di Indonesia saat ini telah mencapai tingkat yang mengerikan dengan lebih dari dua juta hektare hutan lenyap setiap tahunnya. Menurut Greenomics, tak kurang dari 10 juta hektare hutan lindung kita telah musnah dalam waktu hanya delapan tahun terakhir. Dulu perusahaan-perusahaan hutan yang mempunyai izin konsesi untuk menebang hutan sampai akhir 1990-an. Sekarang lebih banyak pihak yang mempunyai akses untuk menebang hutan tanpa berpikir panjang tentang masa depan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembalakan haram (illegal logging) telah menempatkan Indonesia sebagai nomor satu dalam penghancuran hutan. Ironisnya, pembalakan haram ini kerap melibatkan aparat kepolisian dan pemerintahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih menyedihkan lagi, kayu-kayu yang dibalak secara ilegal dibawa ke Malaysia dan menjadi legal. Lemahnya penegakan hukum telah membuat perusahaan dari negara tetangga mengeksploitasi hutan kita, legal maupun ilegal walaupun pemain lokal juga tak terhitung jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkebunan kelapa sawit membuat kondisi semakin parah. Menurut laporan yang diterbitkan Greenpeace Indonesia, dari 28 juta hektare hutan yang dihancurkan sejak 1990, sebagian besarnya ditujukan untuk pembuatan perkebunan kelapa sawit. Ini bukanlah akhir cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan peningkatan permintaan minyak sawit diprediksikan meningkat dua kali lipat pada 2030 dan tiga kali lipat pada 2050, tekanan terhadap hutan kita tidaklah akan mereda. Tema penggunaan bahan bakar nabati turut menyumbang pada peningkatan permintaan terhadap minyak sawit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menteri Kehutanan, MS Kaban, mungkin benar ketika menyatakan bahwa konversi hutan akan selalu dibutuhkan dan hutan yang terkena dampak akan direhabilitasi. Tapi, karena hutan kita lenyap sedemikian cepatnya, konversi hutan harus dipikirkan dalam cara yang lebih konservatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlebih lagi, tidak ada success stories dalam rehabilitasi hutan Indonesia. Kita tidak bisa mengarahkan telunjuk ke hutan yang hijau padahal sebelumnya terdegradasi. Karenanya, tanpa tindakan segera, hutan lindung kita akan tinggal cerita. Kemudian, kita hanya bisa menunggu konsekuensinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Negara ini sepertinya tidak mau belajar dari kesalahan masa lalu. Kesalahan manajemen hutan alam telah membuat banyak masalah muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemikiran yang lebih konservatif agaknya dibutuhkan untuk menyelamatkan hutan. Kita membutuhkan strategi jangka panjang yang reliable dan mumpuni berkenaan dengan manajemen hutan. Jika tidak, kita tidak akan mendapatkan apa-apa kecuali kerusakan. Satu hal yang harus diingat, kita tidak mewariskan alam ini dari orang tua kita, tapi titipan dari anak keturunan kita. Sumber http://www.dishut.jabarprov.go.id/images/berita/images.jpg&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/1427790163041239429/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=1427790163041239429' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/1427790163041239429'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/1427790163041239429'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2009/01/hutan-sumber-daya-paling-rentan.html' title='Hutan, Sumber Daya Paling Rentan'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-6221744539495661338</id><published>2008-11-25T02:03:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T03:55:22.721-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Kehutanan"/><title type='text'>Pemerintah Diminta Menghentikan Ekspansi Industri Pulp dan Menghentikan Pasokan Kayu Dari Hutan Alam Untuk Industri Pulp</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://fwi.or.id/klise/lampiran/riau.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:right; margin:0 0 10px 10px;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 182px;&quot; src=&quot;http://fwi.or.id/klise/lampiran/riau.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;*Contoh Kasus RAPP dan IKPP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bogor, 19 September 2008. Kerusakan hutan di Indonesia akibat industri pulp akan semakin meningkat bila kapasitasnya tidak disesuaikan dengan kemampuan HTI dalam memasok bahan baku. Sehingga pemerintah harus segera menghentikan sementara (moratorium) atas peningkatan kapasitas industri pulp sampai adanya kepastian pasokan bahan baku yang sepenuhnya berasal dari HTI.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt; Pemerintah juga harus segera membuat kebijakan yang melarang penggunaan bahan baku kayu dari hutan alam untuk industri pulp. Pernyataan ini disampaikan Forest Watch Indonesia (FWI) dalam laporannya yang berjudul “Ekspansi Industri Pulp: Cara Optimis Penghancuran Hutan Alam” Contoh Kasus RAPP dan IKPP, yang dikeluarkan pada 18 September 2008. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam laporannya menunjukkan pertumbuhan industri pulp di Indonesia meningkat pesat dalam dua dekade terakhir. Tahun 1987 kapasitasnya hanya 0,5 juta ton dan melejit hingga 6,5 juta ton pada tahun 2007 dengan kebutuhan bahan baku sekitar 30 juta m3. Bahan baku industri pulp selama ini bersumber dari HTI dan sumber-sumber lain. Selama 2000-2007 pasokan bahan baku industri pulp nasional dipenuhi dari produksi HTI sebesar 28% per tahun sedangkan 72% sisanya dipenuhi dari hutan alam (mixed tropical hardwood atau MTH). Ketidakmampuan HTI memasok seratus persen bahan baku industri pulp menjadi pemicu tekanan terhadap kelestarian hutan alam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dua raksasa pulp di Indonesia yakni RAPP dan IKPP yang menguasai 62 persen kapasitas terpasang pulp nasional merupakan contoh industri pulp yang sejak awal beroperasi selalu mengandalkan pasokan bahan baku dari hutan alam (MTH).&lt;br /&gt;Dengan mengacu pada rata-rata realisasi penanaman HTI RAPP dan mitranya yang hanya seluas 26.611 hektar per tahun, dapat dipastikan bahwa RAPP belum mampu memasok seratus persen kebutuhan bahan baku pabrik pulpnya dari HTI yang telah dibangun. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jika hanya melihat realisasi penanaman HTI selama 2000-2007 memang menunjukkan adanya peningkatan rata-rata menjadi 32.364 hektar per tahun namun angka ini masih jauh dari luasan minimal sebesar 57.143 hektar yang dibutuhkan RAPP setiap tahunnya untuk mencapai pasokan lestari sepenuhnya dari HTI.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan pasokan bahan baku ini jika diakumulasikan sejak pertama kali pabrik beroperasi di tahun 1995 sampai 2008 maka diperkirakan sekitar 59 juta m3 bahan baku kayu dari hutan alam (MTH) yang telah dipasok ke RAPP. Angka ini setara dengan hutan alam seluas 0,75 juta hektar atau rata-rata setiap tahun seluas 54 ribu hektar hutan alam yang dikonversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara IKPP yang telah 24 tahun beroperasi terbukti masih belum mampu memastikan sepenuhnya pasokan yang lestari dari HTI yang dibangunnya. Melihat realisasi penanaman pada 2000-2007 seluas 34.675 hektar setiap tahunnya menunjukkan masih adanya kekurangan untuk mencapai luasan minimal 57.143 hektar dalam memenuhi seluruh kebutuhan bahan baku pabrik pulp IKPP.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti halnya RAPP, kekurangan pasokan bahan baku IKPP setiap tahunnya jika diakumulasikan sejak pertama kali pabrik beroperasi di tahun 1984 sampai 2008 akan setara dengan kayu dari hutan alam (MTH) sebanyak 74 juta m3. Angka ini setara dengan hutan alam seluas 0,94 juta hektar atau rata-rata setiap tahun seluas 39 ribu hektar hutan alam yang dikonversi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Wirendro Sumargo, Juru kampanye FWI mengatakan bahwa dengan realisasi penanaman HTI kedua perusahaan tersebut hingga saat ini maka dipastikan ketergantungan mereka terhadap pasokan bahan baku dari hutan alam akan terus berlanjut sampai tahun 2014. “Hutan alam seluas 0,57 juta hektar terancam rusak. Hal ini dapat dihindari asalkan kedua perusahaan ini segera menghentikan penggunaan bahan baku dari hutan alam dan merasionalisasi kapasitas pabriknya menyesuaikan dengan kemampuan pasokan dari HTI yang telah dibangun”, tegasnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemerintah telah berkomitmen untuk menekan kerusakan hutan. Terkait dengan industri pulp, Departemen Kehutanan telah menetapkan batas waktu penggunaan bahan baku dari hutan alam untuk industri pulp pada tahun 2009. Melihat adanya ancaman kerusakan hutan oleh RAPP dan IKPP yang masih akan mengandalkan bahan baku dari hutan alam hingga tahun 2014, tidak ada pilihan lain bagi pemerintah untuk segera menghentikan pasokan bahan baku industri pulp dari hutan alam. “Tidak perlu menunggu 2009”, seru Wirendro.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Catatan editor:&lt;br /&gt;1.Forest Watch Indonesia merupakan jaringan pemantau hutan independen yang terdiri dari individu-individu dan organisasi-organisasi yang memiliki komitmen untuk mewujudkan proses pengelolaan data dan informasi kehutanan di Indonesia yang terbuka sehingga dapat menjamin pengelolaan sumberdaya hutan yang adil dan berkelanjutan.&lt;br /&gt;2.RAPP (Riau Andalan Pulp and Paper) merupakan salah satu perusahaan di bawah payung usaha Asia Pacific Resources International Holdings Ltd. (APRIL) saat ini memiliki kapasitas industri pulp sebesar 2 juta ton per tahun dengan kebutuhan bahan baku sedikitnya 9,5 juta ton setiap tahunnya. Selama ini RAPP mendapatkan pasokan bahan baku dari HTI yang dibangunnya ditambah melalui usaha patungan (joint venture) ataupun operasi bersama (joint operation) dan melalui program hutan tanaman rakyat (HTR).&lt;br /&gt;3.IKPP (Indah Kiat Pulp and Paper) merupakan salah satu perusahaan di bawah payung usaha Asia Pulp and Paper Company Ltd. (APP) yang tergabung dalam grup Sinar Mas. Saat ini IKPP memiliki kapasitas industri pulp sebesar 2 juta ton per tahun dengan kebutuhan bahan baku sedikitnya 9,5 juta ton setiap tahunnya dan mengandalkan pasokan bahan baku dari HTI yang tergabung dalam grup Arara Abadi yang juga berada di bawah grup Sinar Mas, yaitu Sinar Mas Forestry.&lt;br /&gt;4.Laporan yang berjudul “Ekspansi Industri Pulp: Cara Optimis Penghancuran Hutan Alam” Contoh Kasus RAPP dan IKPP, &lt;a href=&quot;http://fwi.or.id/publikasi/PULP_INDUSTRIES_EXPANSION.pdf&quot;&gt;Download disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut, kontak:&lt;br /&gt;Wirendro Sumargo&lt;br /&gt;Public Campaign And Policy Dialogue Coordinator&lt;br /&gt;Forest Watch Indonesia,&lt;br /&gt;HP: +62 8159280585,&lt;br /&gt;email: rendro@fwi.or.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/6221744539495661338/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=6221744539495661338' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/6221744539495661338'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/6221744539495661338'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2008/11/pemerintah-diminta-menghentikan.html' title='Pemerintah Diminta Menghentikan Ekspansi Industri Pulp dan Menghentikan Pasokan Kayu Dari Hutan Alam Untuk Industri Pulp'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-3470267104165112078</id><published>2008-11-25T02:01:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T02:03:11.899-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Kehutanan"/><title type='text'>Sertifikasi hutan adat, harapan baru bagi pengelolaan hutan lestari di Indonesia</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;http://fwi.or.id/klise/lampiran/utik.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 135px; height: 182px;&quot; src=&quot;http://fwi.or.id/klise/lampiran/utik.jpg&quot; border=&quot;0&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Hari ini sebuah komunitas masyarakat adat di Kalimantan Barat menerima pengukuhan pengakuan atas upaya dan perjuangannya dalam mengelola hutan adat. Pengakuan itu diwujudkan dalam sebuah Sertifikat Ekolabel Pengelolaan Hutan Lestari yang diberikan oleh Lembaga Ekolabel Indonesia. Penyerahan Sertifikat Ekolabel akan dilakukan dengan upacara adat yang dirangkaikan dengan Upacara Adat Gawai di Rumah Panjae Sungai Utik. Sebuah pengakuan yang membawa harapan baru bagi praktik pengelolaan hutan yang bijak, disela laju kehilangan hutan Indonesia yang semakin tak terbendung.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Masyarakat Iban Menua Sungai Utik merupakan bagian dari komunitas adat di Kalimantan Barat, tepatnya di Desa Batu Lintang, Kecamatan Embaloh Hulu, Kabupaten Kapuas Hulu. Wilayah hukum adat Iban Menua Sungai Utik seluas kurang lebih 9,5 ribu hektare merupakan hulu DAS Kapuas dan berbatasan langsung dengan daerah penyangga Taman Nasional Betung Kerihun di sebelah utara.&lt;br /&gt;Seperti juga wilayah hutan lain di Indonesia, luas hutan di Kalimantan Barat semakin berkurang akibat tekanan dari praktik pengelolaan hutan yang eksploitatif sehingga terjadi perubahan fungsi hutan yang signifikan. Juru bicara Forest Watch Indonesia (FWI), Markus Ratriyono mengatakan, “Luas hutan alam yang bisa dikatakan berkondisi baik di Kalimantan Barat terus menyusut hingga 1,9 juta hektare sampai saat ini. “Kehilangan hutan alam banyak disumbang oleh praktik pengelolaan hutan yang mengabaikan prinsip kelestarian. Sayangnya, perusahaan-perusahaan tersebut justru memperoleh ijin konsesi yang sah dari pemerintah, baik itu konsesi HPH, HTI Perkebunan maupun Pertambangan. Dan ini menjadi ancaman keberadaan hutan alam yang berada di dalam wilayah adat” tambahnya.&lt;br /&gt;Hasil pemantauan FWI, hingga saat ini masih terjadi tumpang tindih lahan antara wilayah adat Iban Menua Sungai Utik dengan kawasan hutan yang hak pengelolaannya diberikan pemerintah kepada perusahaan HPH sampai tahun 2038.&lt;br /&gt;Menanggapi kondisi ini, Markus menyatakan, ”Pemerintah harus mulai melakukan kaji ulang atas seluruh ijin konsesi yang sudah maupun akan diberikan kepada perusahaan dan mengembalikan hak pengelolaan kepada komunitas adat yang terbukti melakukan pengelolaan hutan adatnya secara lestari.”&lt;br /&gt;Jauh sebelum masuknya perusahaan HPH hingga mendapatkan sertifikat ekolabel, masyarakat adat Iban Menua Sungai Utik telah melakukan pengelolaan hutan adatnya secara lestari berdasarkan hukum adat yang sudah berlaku ratusan tahun. “Tanah dan air tidak memiliki benih, sehingga kami harus jaga untuk generasi mendatang”, kata Apai Janggut, Kepala Rumah Panjang Sungai Utik. “Sesudah hutan adat kami mendapatkan sertifikasi ekolabel, kami akan tetap mengelola hutan kami secara lestari, karena hutan merupakan kehidupan kami, dan biarlah masyarakat adat yang lain mengikuti langkah kami”, Apai Janggut menambahkan.&lt;br /&gt;FWI, sebagai lembaga independen pemantau hutan di Indonesia, menyambut baik pemberian sertifikat ekolabel ini kepada komunitas masyarakat adat. FWI memandang bahwa secara umum kriteria dan indikator penilaian (Aspek Ekologi, Sosial dan Produksi) atas pengelolaan hutan adat Iban Menua Sungai Utik memenuhi syarat ideal untuk memperoleh sertifikat ekolabel, meskipun secara bertahap masih harus dilakukan perbaikan kelembagaan dalam unit manajemennya.&lt;br /&gt;Sertifikat Ekolabel bagi pengelolaan hutan oleh komunitas masyarakat adat merupakan upaya nyata di tingkat tapak untuk mempertahankan hutan alam yang tersisa. “Bagi FWI, pemberian sertifikat ini merupakan hal yang membanggakan dan harus dijadikan contoh solusi untuk mencegah berlanjutnya penghancuran hutan di Indonesia”, imbuh Markus dengan yakin.&lt;br /&gt;Catatan editor:&lt;br /&gt;1.Forest Watch Indonesia merupakan jaringan pemantau hutan independen yang terdiri dari individu-individu dan organisasi-organisasi yang memiliki komitmen untuk mewujudkan proses pengelolaan data dan informasi kehutanan di Indonesia yang terbuka sehingga dapat menjamin pengelolaan sumberdaya hutan yang adil dan berkelanjutan. Salah satu fokus kegiatan FWI adalah mempromosikan bentuk-bentuk pengelolaan hutan yang lestari di Indonesia.&lt;br /&gt;2.Laju kerusakan hutan selama periode 1985 – 1997 sekitar 1,7 juta ha per tahun (WB, 2000), dan meningkat tajam menjadi 2,83 juta ha per tahun dalam kurun waktu 1997-2000 (Dephut, 2005). Buku State of the World’s Forests FAO tahun 2007 mengatakan laju kerusakan hutan di Indonesia telah mencapai 1,87 juta ha periode 2000 – 2005. Forest Watch Indonesia, dalam periode 1989 – 2003 menyatakan laju kerusakan hutan mencapai 1,99 juta ha per tahun, dan 39,2% kehilangan hutan terjadi di Pulau Kalimantan (FWI, 2008).&lt;br /&gt;3.PHBML adalah pengelolaan hutan berbasis masyarakat lestari dan merupakan salah satu skema sertifikasi ekolabel yang dikembangkan oleh Lembaga Ekolabel Indonesia (LEI).&lt;br /&gt;4.Wilayah adat Iban Menua Sungai Utik dibagi menjadi 4 (empat) fungsi kawasan, yaitu: Kampong Taroh (Kawasan Hutan Keramat), Kampong Galao (Kawasan Hutan Cadangan/Lindung), Kampong Embor Kerja (Kawasan Hutan Produksi) dan Kawasan Pemanfaatan (Kawasan Budidaya Gilir Balik).&lt;br /&gt;5.Analisis yang dilakukan FWI menggunakan peta partisipatif wilayah adat Iban Menua Sungai Utik dengan peta IUPHHK HPH, mengindikasikan terjadinya tumpang tindih lahan seluas 3.083,80 ha (33% total wilayah adat).&lt;br /&gt;Informasi lebih lanjut, kontak: Markus Ratriyono, Forest Watch Indonesia, +62 816103468, email: anakperi@fwi.or.id&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/3470267104165112078/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=3470267104165112078' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/3470267104165112078'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/3470267104165112078'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2008/11/sertifikasi-hutan-adat-harapan-baru.html' title='Sertifikasi hutan adat, harapan baru bagi pengelolaan hutan lestari di Indonesia'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-2670262239149738619</id><published>2008-11-25T01:58:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T02:01:14.412-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Kehutanan"/><title type='text'>Tata Ruang Wilayah Sebagai Solusi Dalam Menghambat Laju Deforestasi Dan Degradasi Hutan di Indonesia</title><content type='html'>Keakuratan, Ketersediaan Dan Keterbukaan Data Serta Perlindungan Hak-Hak Masyarakat Adat Untuk Perencanaan Tata Ruang Wilayah Sebagai Solusi Dalam Menghambat Laju Deforestasi Dan Degradasi Hutan di Indonesia&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Forest Watch Indonesia bersama Aliansi Masyarakat Adat Nusantara, Global Forest Coalition dan Ikatan Cendekiawan Tanimbar Indonesia mengadakan pertemuan dengan tema ‘Laju dan Penyebab Deforestasi dan Degradasi hutan di Indonesia’ pada tanggal 27 dan 28 Oktober 2008. Pertemuan ini dihadiri oleh ornop lingkungan, Departemen Kehutanan, organisasi masyarakat adat, akademisi dan Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia. &lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beragam data yang menunjukkan rata-rata laju deforestasi di Indonesia dari tahun ke tahun. Forest Watch Indonesia mengungkapkan bahwa laju deforestasi selama periode 1989 – 2003 adalah 1,9 juta hektar. Sementara Badan Planologi Departemen Kehutanan membagi dalam tiga periode yaitu, 1985 – 1997 sebesar 1,87 juta hektar, 1997 – 2000 sebesar 2,83 juta hektar dan 1,08 juta hektar pada periode tahun 2000 – 2005. FAO mencatat laju deforestasi di Indonesia mencapai 1,87 juta hektar selama 2000 – 2005. Berapa pun angka yang ditampilkan, menunjukkan bahwa laju deforestasi dan degradasi di Indonesia sangat tinggi dari waktu ke waktu.&lt;br /&gt;Tingginya permintaan pasar global akan komoditi berbasis sumber daya alam seperti: kayu, minyak sawit, pulp, tambang, dan kertas mendorong sikap reaktif dan oportunis pemerintah untuk mengeluarkan banyak kebijakan sektoral yang semata-mata berorientasi pada peningkatan pendapatan, eksploitatif dan tidak berkelanjutan. Di sisi lain, perencanaan dan pengawasan atas pengelolaan dan pemanfaatan sumberdaya hutan oleh pemerintah tidak menunjukkan tanda-tanda perbaikan yang berarti. Misalnya sampai saat ini dari 120,35 juta hektar kawasan hutan yang ditetapkan oleh Departemen Kehutanan baru sekitar 12% yang dikukuhkan atau di tata batas (temu gelang).&lt;br /&gt;Deforestasi dan degradasi hutan menyebabkan dampak lingkungan seperti: hilangnya keanekaragaman hayati, bencana alam, dan hilangnya sumber-sumber penghidupan masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan hutan. Dalam konteks perubahan iklim global, kebakaran hutan dan lahan menjadikan Indonesia negara ke-3 penyumbang emisi CO2 terbesar di dunia.&lt;br /&gt;Pertemuan ini merumuskan bahwa akar masalah dari deforestasi dan degradasi hutan di Indonesia, antara lain:&lt;br /&gt;- Lemahnya perencanaan tata ruang wilayah dan sinkronisasi antar sektor maupun antar tingkat pemerintahan (pusat, daerah tingkat I dan daerah tingkat II) mengakibatkan inkonsistensi kebijakan terkait dengan pengelolaan sumberdaya hutan.&lt;br /&gt;- Lemahnya akomodasi dan perlindungan negara terhadap hak-hak masyarakat adat.&lt;br /&gt;- Lemahnya keakuratan, ketersediaan dan keterbukaan data dari para pihak yang memiliki kewenangan terhadap isu pengelolaan sumberdaya hutan.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/2670262239149738619/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=2670262239149738619' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/2670262239149738619'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/2670262239149738619'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2008/11/tata-ruang-wilayah-sebagai-solusi-dalam.html' title='Tata Ruang Wilayah Sebagai Solusi Dalam Menghambat Laju Deforestasi Dan Degradasi Hutan di Indonesia'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-1148153814426442788</id><published>2008-11-25T01:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T01:48:11.752-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Kehutanan"/><title type='text'>Kongres Mikoriza Indonesia II</title><content type='html'>Asosiasi Mikoriza Indonesia bekerjasama dengan Pusat Penelitian Sumberdaya Hayati dan Bioteknologi IPB dan Badan Penelitian dan Pengembangan Kehutanan Departemen Kehutanan pada tanggal 17 – 21 Juli 2007 menyelenggarakan kegiatan Kongres Mikoriza Indonesia II yang dibarengi dengan kegiatan workshop dan seminar nasional. Rapat pengurus Asosiasi Mikoriza Indonesia (AMI) pada tanggal 18 Juli 2007 yang dilaksanakan di Landhuis Institut Pertanian Bogor.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Acara ini dihadiri oleh pengurus dari Sumbar, Jambi, Riau, Bengkulu, Kalbar, Kalteng, Kaltim, Jawa Barat, Jawa Tengah, DIY, Sulteng, Nusatenggara, dan Papua. Hadir pula sesepuh AMI diantaranya Prof. Dr. Sutrisno Hadi (IPB), Prof. Suhardi (UGM), Prof. Dedeh H. Arief (UNPAD), Prof. Eti Farda Husin (UNAND) dan Drs. Simon Taka Nuhamara, MS (IPB). Acaranya meliputi penyempurnaan organisasi, anggaran dasar dan rumah tangga, dan pemilihan ketua umum AMI periode 2007 – 2010. Acara ini dibuka oleh Wakil Rektor IV IPB. Dalam acara ini Ir. Abimanyu D. Nusantara, M.P, yang sehari-hari adalah dosen UNIB, didaulat untuk memandu sidang penyusunan Anggaran Dasar dan Rumah Tangga Asosiasi Mikoriza Indonesia. Acara pemilihan ketua umum AMI, yang dipandu oleh Dr. Ir. Tualar Simarmata, M.Sc (UNPAD), akhirnya secara aklamasi memilih Dr. Ir. H. Irdika Mansur (IPB) sebagai ketua umum AMI periode 2007-2011. Dalam paparannya setelah terpilih, Dr. H. Irdika Mansur meminta Ir. Abimanyu D. Nusantara, M.P untuk membantunya dalam kepengurusan AMI Periode 2007 – 2011 di bagian Komunikasi dan Penyebaran Informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/1148153814426442788/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=1148153814426442788' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/1148153814426442788'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/1148153814426442788'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2008/11/kongres-mikoriza-indonesia-ii_25.html' title='Kongres Mikoriza Indonesia II'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-8462121176845236280</id><published>2008-11-09T02:46:00.000-08:00</published><updated>2008-11-09T02:49:28.427-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tentang Kami"/><title type='text'>VISI DAN MISI</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Visi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Menjadi institusi pendidikan, penelitian dan pengabdian pada masyarakat yang berkualitas di bidang Budidaya Hutan yang berlandaskan pada aspek konservasi dan pemberdayaan masyarakat, khususnya untuk pengelolaan hutan tropis.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Misi :&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan dan teknologi budidaya hutan yang mendukung kelestarian pengelolaan hutan dengan berdasar pada aspek-aspek konservasi dan pemberdayaan masyarakat&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/8462121176845236280/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=8462121176845236280' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/8462121176845236280'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/8462121176845236280'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2008/11/visi-dan-misi.html' title='VISI DAN MISI'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-7592800302520433631</id><published>2008-10-01T03:46:00.000-07:00</published><updated>2008-11-25T03:52:11.114-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Berita Kehutanan"/><title type='text'>Kondisi Hutan di Provinsi Bengkulu Rusak Berat</title><content type='html'>Sekitar 578.548 hektare atau 45 persen dari 920.964 hektare hutan yang ada di Provinsi Bengkulu saat ini dalam kondisi rusak berat. Hutan yang rusak itu terdapat di sembilan daerah tingkat II di Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu, Ir Sugito di Bengkulu, Minggu (29/8). Rusaknya hutan di Bengkulu akibat dibuka masyarakat yang tidak bertanggung jawab untuk dijadikan kebun tanaman keras berupa kopi, coklat dan kemiri.&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kerusakan hutan tersebut juga disebabkan masih maraknya kegiatan pembalakan liar (Ilegal logging) oleh masyarakat di beberapa daerah tingkat II di Bengkulu. Aksi pembalakan liar itu terjadi di beberapa kasawan hutan lindung dan tanaman nasional kerinci sebelat (TNKS) di wilayah Bengkulu Utara, Rejang Lebong dan Bengkulu Selatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga daerah tingkat II ini, kata Sugito, luas kerusahan hutan sejak lima tahun terakhir cukup luas. Hal ini terjadi akibat kegiatan pembalakan liar di beberapa kawasan hutan lindung di daerah itu hingga sekarang masih terus terjadi. Akibatnya dari tahun ke tahun luas kerusakan hutan ditiga kabupaten itu terus meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Sugito tidak dapat menyebutkan luas kerusakan hutan di masing-masing kabupaten. &quot;Yang jelas, dari luas kerusakahn hutan di Bengkulu 578.548 hektare sebagian besar terjadi di Bengkulu Utara, Rejang Lebong dan Bengkulu Selatan,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengatasi masalah ini, pihak Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu telah meminta para Kepala Dinas Kehutanan tingkat II untuk meningkatkan intensitas operasi penertiban kegiatan pembalakan liar di masing-masing daerah dan memberikan saksi hukum tegas kepada setiap warga masyarakat dan pengusaha yang terbukti melakukan pembalakan liar di hutan lindung dan hutan-hutan yang dilindungi undang-undang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tegas ini dilakukan untuk memberikan efek jera kepada masyarakat dan pengusaha kayu yang selama ini melakukan pencurian kayu di hutan lindung di Provinsi Bengkulu. Dengan ditingkatkan intensitas operasi penertiban kayu dan menerapan saksi tegas itu diharapkan aksi pembalakan liar di Bengkulu dapat dihentikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan begitu luas kerukan hutan di Bengkulu dapat ditekan sekecil mungkin, sehingga hutan di daerah ini depan dapat terpelihara dengan baik. Soalnya, jika kegiatan pembalakan liar yang terjadi di berapa daerah tingkat II di Bengkulu tidak dihentikan dikhawatirkan luas hutan Bengkulu yang gundul beberapa kedepan akan bertambah luas lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal ini terjadi maka daerah tangkapan air bagi beberapa sungai besar yang ada di setiap kabupaten akan berkurang, sehingga debit air sungai dapat turun drastic. Hal ini sangat berdampak terhadap debit air sejumlah irigasi tehnis yang ada di Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jika hutan Bengkulu yang gundul semakin luas maka daerah ini suatu saat akan dilanda banjir besar pada musim hujan dan kekeringan di musim kemarau. Gejalah seperti itu sudah mulai terlihat sekarang ini dimana hujan tidak turun dalam satu bulan saja warga sudah kesulitan untuk mendapatkan air, karena sumur mereka kering.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini merupakan salah satu dampak dari kerusakan hutan di Bengkulu. Karena itu, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu mengajak semua pihak yang terkait dengan masalah kehutan untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan di Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Saya yakin jika semua pihak di Bengkulu peduli terhadap kelestarian hutan, maka kerusakan hutan di daerah ini dapat dikendalikan dengan baik. Sehingga kedepan hutan di Bengkulu dapat terpelihara dengan baik,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada bagian lain, Ir Sugito mengatakan, untuk mengurasi luas hutan gundul di Provinsi Bengkulu pada tahun ini pihaknya telah memprogramkan untuk melakukan rehabilitasi lahan dan hutan di beberapa daerah tingkat II di Bengkulu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk merealisasikan program tersebut pihak Dinas Kehutanan Provinsi Bengkulu telah mengalokasi sejumlah dana yang berasal dari bantuan Departemen Kehutanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, Sugito tidak bersedia menyebutkan alokasi dana untu kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan tersebut. &quot;Yang pasti pada tahun ini kita akan merehabilitasi hutan dan lahan gundul seluas 4.000 hektare yang tersebar di bebrapa daerah tingkat II di Bengkulu,&quot; ujarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengatakan, jika tidak ada kendala yang berarti kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan itu akan dilaksanakan awal Oktober mendatang. Saat ini pihak Dinas Kehutanan Bengkulu sedang melakukan sosialiasi rencana tersebut kepada masyarakat di beberapa kabupaten yang menjadi sasaran kegiatan proyek tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal ini dilakukan agar masyarakat dapat melibatkan diri dalam kegiatan rehabilitasi hutan dan lahan di daerahnya. Dengan demikian, proyek ini dapat dilaksanakan dengan baik tanpa hambatan yang berarti di lapangan. &quot;Kita harapkan kegiatan sosialisasi itu akan berakhir September mendatang, sehingga kegiatan penanaman kayu dilahan gundul yang menjadi sasaran proyek dapat dilaksanakan dengan baik,&quot; ujar Sugito.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://silvaunib.blogspot.com/feeds/7592800302520433631/comments/default' title='Poskan Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment.g?blogID=1226229488814311793&amp;postID=7592800302520433631' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/7592800302520433631'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/7592800302520433631'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2008/10/kondisi-hutan-di-provinsi-bengkulu.html' title='Kondisi Hutan di Provinsi Bengkulu Rusak Berat'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1226229488814311793.post-1227445381466745481</id><published>2008-01-01T04:00:00.000-08:00</published><updated>2008-11-25T04:06:00.679-08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel DAS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel Kehutanan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gallery Photo"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Info Beasiswa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kliping Media"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Seputar Kampus"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Video Album"/><title type='text'>Under Contraction</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;fullpost&quot;&gt;&lt;br /&gt;Blog ini Masih Dalam Pengembangan Masih perbaikan Mohon Maaf tunggu beberapa saat lagi &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;Dapatkan informasi kehutanan setiap saat, dengan bergabung bersama kami di Silva UNIB&lt;/div&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/1227445381466745481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1226229488814311793/posts/default/1227445381466745481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://silvaunib.blogspot.com/2008/01/under-contraction.html' title='Under Contraction'/><author><name>HIMA SYLVA PCSI UNIB</name><uri>http://www.blogger.com/profile/06291218095759868335</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='26' height='32' src='http://4.bp.blogspot.com/-dH290nWgg2k/VSzrjQ2sGhI/AAAAAAAAAEY/9g5M5PIckxI/s220/hima.jpg'/></author></entry></feed>