<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0"><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574</id><updated>2026-01-12T15:22:08.618+07:00</updated><category term="article"/><category term="mynote"/><category term="daily"/><category term="sastra"/><category term="cerpen"/><category term="blogQ"/><category term="critic"/><category term="uncategorized"/><category term="puisi"/><category term="college"/><category term="web"/><category term="reviews"/><category term="tips"/><category term="sobat"/><category term="hobby"/><category term="lovelly"/><category term="link"/><category term="workmanship"/><category term="Slider"/><category term="idol"/><category term="download"/><category term="software"/><category term="pribumi"/><category term="song"/><category term="game"/><category term="Sejarah"/><category term="movie"/><title type="text">[ Sin Fallen ]</title><subtitle type="html">enjoy reading...,,</subtitle><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/posts/default" rel="http://schemas.google.com/g/2005#feed" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default?redirect=false" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/" rel="alternate" type="text/html"/><link href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" rel="hub"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false" rel="next" type="application/atom+xml"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><generator uri="http://www.blogger.com" version="7.00">Blogger</generator><openSearch:totalResults>317</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-3565888106919754371</id><published>2015-05-23T14:22:00.004+07:00</published><updated>2015-06-13T12:56:39.612+07:00</updated><title type="text">Tentang Keyakinan</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;Kemaren kakak saia nulis status kaya nulis postingan di blog, panjuaaang sekali. Berikut cuplikannya;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote class="pre"&gt;saya menulis status ini bukan untuk berpolemik panjang,,tapi hanya hasil dari sebuah analisa setelah membaca status seseorang beberapa hari yang lalu di akun facebooknya.. saya tersentil,,analisa saya bukan menghasilkan sebuah kesimpulan, tapi justru menghasilkan banyak pertanyaan keprihatinan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya memang belum pernah mendengar bagaimana bilal mengumandangkan adzan ketika waktu sholat tiba, tapi saya sering mendengar suara adzan yang merdu yang membuat saya takjub dan bertanya siapa muadzin yang mengumandangkan adzan tersebut, tapi juga tidak bertanya sekarang adzan untuk sholat apa karena setiap muslim pasti hafal, dan saya juga pernah mendengar suara sumbang ayah saya mengumandangkan adzan magrib di sebuah masjid dikampung saya ketika saya ada dirumah. Dan menjadi lebih sumbang ketika waktu subuh karena mungkin kekuatannya baru separo pulih dari bangun tidur yang panjang (miss u pae..n hehe.. maaf pak,)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian saya hidup di sini, sebuah kampung yang lebih ndeso dari kampung kelahiran saya, yang mungkin orang yang bisa ngaji dan bisa benar-benar ‘ngaji’ bisa dihitung dengan jari. ketika hari-hari pertama saya disini, saya bahkan juga terkesima dengan suara muadzin yang mengumandangkan adzan, lima waktu sholat, lima kali adzan, dan lima orang muadzin yang bergantian tiap waktu sholat dengan suara khasnya masing-masing,,bahkan ada seorang anak kecil (sudah sunat/baligh) yang dijadwalkan pada waktu subuh kadang-kadang menggantikan ayahnya,, suatu kali saya sedang main kerumah tetangga (seorang laki-laki yang mengaku sangat beriman) saat itu tiba waktu ashar dan ada suara adzan dimasjid,,muadzin yang sedang mengumandangkan adzan adalah orang yang saya juga hafal bahwa dia akan kehabisan nafas ditengah-tengah adzan, bahkan kadang terbatuk-batuk ketika ditengah nafasnya mengumandangkan adzan. kemudian tetangga dimana saya main tadi menirukan adzannya dengan suara penuh dan lumayan bagus,,sambil kemudian berkomentar; oalah, mas cip , mas cip..opo suarane ki yo ora di ukur? kelakarnya. dalam hati saya beristigfar..menurut anda ALLAH akan memilih mana?suara bagus yang bahkan tidak tergerak untuk ke masjid pada waktu sholat,,atau yang terbatuk-batuk tapi mengumandangkan Adzan di masjid..? entahlah,hanya Allah yang tahu.. &lt;br /&gt;
dari dua situasi diatas (yang keduanya adalah kisah nyata) saya kemudian menyimpulkan banyak pertanyaan dalam analisa saya..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sebelumnya saya juga akan memberikan satu kisah lagi,,tapi kali ini bukan tentang adzan,,tapi tentang khutbah jumat..&lt;br /&gt;
dari sebuah masjid dikampung kelahiran saya, saya selalu mendengarkan khutbah jumat yang dulu pernah disampaikan dengan corong agar terdengar keseluruh kampung tapi sekarang hilang lagi,,mungkin corongnya juga ikut hilang,,jadi ketika saya pulang beberapa bulan yang lalu saya kembali tidak bisa mendengarkan..khutbah itu selalu disampaikan dalam bahasa jawa..yang kadang sulit saya maknai karena kurang begitu fasih berbahasa jawa..kadang saya bertanya pada ibu,arti katanya..terlalu kromo jadi untuk anak yang kebacut gaul seperti saya jadi setengahnya mengerti,,setengahnya lagi saya tidak paham..(semoga yang mendengarnya didalam masjid tidak jadi terkantuk-kantuk dan malah sepenuhnya tidak mengerti)..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
kemudian lagi, dari masjid di ‘ndeso’ saya yang sekarang saya tinggal. ada rutinitas unik. kebetulan kampung saya bersebelahan dengan pondok gontor 6 yang sangat megah..(semua orang pasti tahu pondok gontor)..rutinitas itu adalah pada setiap khutbah jumat akan selalu di isi oleh ustad-ustad jebolan pondok tersebut,,warga tidak pernah ada yang mengisi karena sangat tahu diri akan keterbatasannya dalam pengetahuan agama., (mungkin, saya juga tidak tahu) ustad pondok yang notabene datang dari seluruh indonesia dan setiap khutbahnya selalu memakai bahasa indonesia (saya paham rukun khutbah jumat krn dulu pernah ada praktiknya ketika saya kelas 2 smu) jadi yang berbahasa indonesia hanya disampaikan pada khutbah pertama sebelum khotib duduk (gitu ya kira-kira).. dengan corong yang sangat keras sehingga suaranya mungkin bisa didengarkan diseluruh kampung, termasuk saya..krn perempuan tidak ikut sholat dimasjid. saya selalu mendengarkan saat dirumah,,dan pesannya sangat jelas dan sampai ke hati orang yang mendengarnya.. sampai disini mungkin saya berterima kasih krn walaupun tdk ikut sholat tapi tausiahnya bahkan bisa sangat jelas saya pahami..(semoga bapak-bapaknya juga tidak terkantuk-kantuk di dalam masjid)..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
yang ketiga, saya pernah melakukan perjalanan dengan suami ke lereng gunung merapi dan beristirahat sejenak disebuah masjid krn kebetulan hari itu hari jumat..suami saya menunaikan kewajiban dan saya hanya menunggu di emper rumah warga disamping masjid. tapi karena khutbah disampaikan juga dengan corong yang sangat keras, jadi saya bisa mendengarkan apa yang disampaikan khotib.. kali ini khutbah juga disampaikan dengan bahasa jawa kromo,,tapi tiap penggalan disampaikan tidak pas pemotongan katanya sehingga saya menyimpulkan bahwa sang khotib mungkin membaca buku.. yang kemudian terdengar sangat janggal dikuping saya adalah ketika sang khotib membaca khutbah kedua,,jangankan tajwid, mungkin membaca kalimat bahasa arabnya saja sudah salah..entah tahsin apa tidak,,saya juga tidak tahu,, ketika sholat dimulai seorang ibu keluar dari rumah tempat saya duduk. kemudian saya sedikit mengobrol.. dari hasil obrolan yang saya lakukan, ternyata sang khotib adalah kepala dusun di kampung tersebut..jumlah warga didusun itu bahkan tidak lebih dari 40 orang.. jadi bisa anda hitung berapa yang sholat dimasjid..dan benar saja..ketika sholat berakhir kurang dari 20 orang keluar dari masjid tersebut..kemudian saya maklum.. this is my country..dengan keterbatasannya,,bahkan orang pintar atau mubaligh pun mungkin enggan datang ke dusun terpencil ini,,&lt;br /&gt;
begitu panjang kali lebar status saya ini,,sehingga sama dengan luas deh,, hadehh.. &lt;br /&gt;
kalo anda yang membacanya sudah bisa membuat kesimpulan dari yang saya sampaikan saya bersyukur,, krn setiap otak pasti punya persepsi, analisa,,bahkan kesimpulan yang berbeda-beda,,dan saya menghargai semua perbedaan itu.. karena pada hakekatnya umat Allah itu diciptakan dengan semua sel saraf yang berbeda, sehingga menghasilkan otak yang berbeda, dengan semua hasil pemikiran dan ciri khas kepribadiannya masing-masing.. tapi Islam menyatukan semua perbedaan itu,, semua kekurangan dan kelebihan disatukan dalam ajaran yang tidak memandang seberapa hebat anda,,apa jabatan anda,,bagaimana rupa dan kerupawanan anda,,tua atau muda anda,,kaya atau miskin anda,, bupati atau anda hanya warga miskin seperti saya,, &lt;br /&gt;
bahkan apa kelak Tuhan juga mempertanyakan seberapa bagus anda bersuara ketika adzan,,seberapa bagus anda mengaji sampai ada perlombaan tilawatil Qur’an, seberpa pintar anda berkhutbah sampai ada perlombaan menjadi mubaligh, &lt;br /&gt;
.. dimana esensi dari semua itu. TAKWA!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
apa juga kualitas sholat anda ditentukan dari lama anda berdiri tapi otak anda menari-nari diatas meja makan,,entahlah,,&lt;br /&gt;
karena nilai ibadah itu sejatinya hanya milik Tuhan..&lt;br /&gt;
karena menurut persepsi saya pribadi,,ADZAN adalah panggilan khusus untuk umat muslim yang akan melaksanakan sholat,,yang seharusnya tanpa dipanggil sekalipun dia sudah sadar masuknya waktu sholat,,tapi karena kepahaman umat yang kadang-kadang lupa maka suara Adzan digunakan untuk mengingatkan kembali waktunya.. &lt;br /&gt;
lantas apa Adzan juga bentuk syiar,,entahlah,,?apa ketika anda khutbah jumat dikeraskan dengan corong juga bentuk syiar,,entahlah,, apakah ketika anda seorang muslim anda berjilbab juga syiar..entahlah.. itulah banyak pertanyaan yang membuat saya prihatin.. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
saya hanya orang awam, yang terbiasa dengan kekurangan sehingga orang tua saya selalu mengajarkan saya untuk menghargai orang bahkan dimulai dari kekurangannya terlebih dahulu. yang bahkan tidak pernah mondok pesantren, juga tidak punya ijasah S.Ag. sehingga kalo kemudian saya salah menafsirkan agama saya, semoga Allah mengampuni saya. dan kalo ada yang menasehati saya dengan kebenaran maka nasehat itu akan saya terima dengan terbuka.. &lt;br /&gt;
lihatlah ISLAM jangan sebatas daun kelor saja.. lihatlah islam pada kelebihannya, tapi juga lihatlah pada umatnya yang mungkin masih kurang pendidikannya,,siapa yang kemudian bertanggung jawab? PAI di KUA kah, atau itu tanggung jawab kita semua.. yang kurang bisa dibenahi dan dibaguskan,, yang salah bisa dibenarkan,, bukankah islam itu rahmatan lil alamin,, so, dont talk only, do in action. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sekali lagi,, pahamilah,,sejatinya nilai ibadah itu milik Tuhan,,ALLAH SWT.. ketika kita punya rasa paling benar, paling baik, paling bagus ibadahnya diantara yang lain, disanalah benih-benih kesombongan mulai tumbuh,, karena menghargai, menghormati lebih-lebih pada orang yang lebih sepuh itu juga ibadah..saya beristigfar untuk bapak saya semoga Allah mengampuni dosa-dosanya karena suaranya mungkin lebih banyak mengganggu daripada dimaknai sebagai nilai ibadah.. we only human who makes fault anytime.. mari beristigfar,,semoga Allah mengampuni kita atas segala dosa yang pernah kita lakukan.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
Ini adalah hasil didikan Bapak saya. Kesimpulan tentang keyakinan itu sejatinya adalah milik setiap individu. Saya jadi ingat cerita percakapan saya dengan seorang atheis yang bertanya tentang keyakinan saya, tapi tidak pada kesempatan kali ini, lain waktu pasti. &lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWnBoaQT4SetUVExcZ6MxNlPraRyQf_G5MKUghs4fCwf_3MsSXvVNSPunB-aliTI9cp6PwYnUdQfQkdf9cDW2v2vdY305aqRLt6IVK4nNytAeYX0WHLq1ixYc73r3Dy0lhBzE3O6VgpbjV/s1600/doa.jpg" imageanchor="1"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWnBoaQT4SetUVExcZ6MxNlPraRyQf_G5MKUghs4fCwf_3MsSXvVNSPunB-aliTI9cp6PwYnUdQfQkdf9cDW2v2vdY305aqRLt6IVK4nNytAeYX0WHLq1ixYc73r3Dy0lhBzE3O6VgpbjV/s320/doa.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/3565888106919754371/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/05/tentang-keyakinan.html#comment-form" rel="replies" title="4 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/3565888106919754371" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/3565888106919754371" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/05/tentang-keyakinan.html" rel="alternate" title="Tentang Keyakinan" type="text/html"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhWnBoaQT4SetUVExcZ6MxNlPraRyQf_G5MKUghs4fCwf_3MsSXvVNSPunB-aliTI9cp6PwYnUdQfQkdf9cDW2v2vdY305aqRLt6IVK4nNytAeYX0WHLq1ixYc73r3Dy0lhBzE3O6VgpbjV/s72-c/doa.jpg" width="72"/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-9053619016357132664</id><published>2015-05-09T13:29:00.001+07:00</published><updated>2015-05-09T13:29:45.975+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="game"/><title type="text">Clash of Clans</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ1hAA6pwnToUif6K8bY_RxavrLj13C_W_DNGSvB1awXNNkxNe8pvZop0oe0JdLfUh3VgQxW4_hvXDgjBucBfGHacLsaZZ2pxvqIp1ga0FtYOMfJz_cXXJ4oP1J3BrLjHfxhATRgaVHYNr/s1600/Clash+of+CLans+Indonesia.png" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="147" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ1hAA6pwnToUif6K8bY_RxavrLj13C_W_DNGSvB1awXNNkxNe8pvZop0oe0JdLfUh3VgQxW4_hvXDgjBucBfGHacLsaZZ2pxvqIp1ga0FtYOMfJz_cXXJ4oP1J3BrLjHfxhATRgaVHYNr/s400/Clash+of+CLans+Indonesia.png" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Lagi booming clash of clans, ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipercaya atau tidak, hal-hal berbau game online itu selalu berhubungan dengan banyak faktor yang membuatnya bisa melejit tapi kemudian terkubur lagi. Seperti halnya batu akik dan pelihara burung yang akhir-akhir ini juga melesat tajam. Satu burung atau satu batu akik bisa berharga puluhan juta, pun &lt;a href="http://sumsel.tribunnews.com/2014/12/27/tukang-bubur-raup-untung-rp-20-juta-dari-game-coc" target="_blank"&gt;satu account Clash of Clans juga bisa berharga puluhan juta&lt;/a&gt;, &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bermain game, sama seperti memainkan biduk rumah tangga. Ada yang sabar menikmati setiap lavelnya, ada yang sibuk nyari cheat biar bisa cepat menang, dan ada yang berani bayar mahal biar cepet selesai karena males nyari cheat. Tapi ya semua tetap berusaha,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nah, untuk kalian yang kesasar nyari cheat clash of clans di sini, sebaiknya ngga usah diterusin bacanya coz saia ngga mau bahas atau ngasih tutorial cheat, hack, kaygen atau apapun lah itu namanya. Saia males sama yang begituan, soale udah capek semaleman begadang nyari juga ga ga nemu. Temen saia lebih parah, udah nyari satu tahun sampe sekarang juga ngga nemu katanya. Kalaupun ada itu akhirnya cuman bohongan yang cuman memudahkan search lawan ketika mau war.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kesabaran, berbagai macam taktik perlu dipersiapkan dalam menyusun strategi permainan. Strcuture Home Base adalah pondasi awal mau seperti apa type permainan yang paling disukai. Ada berbagai macam type home base tiap lavel Town Hall nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saia sendiri sebenarnya ngga terlalu ketagihan main game ini, hanya beberapa menit aja untuk mengisi waktu luang kalo lagi ngga ada kerjaan. Masalahnya, setiap waktu saia adalah waktu luang dan saia ngga terlalu sering ada kerjaan. :D&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/9053619016357132664/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/05/clash-of-clans.html#comment-form" rel="replies" title="3 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/9053619016357132664" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/9053619016357132664" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/05/clash-of-clans.html" rel="alternate" title="Clash of Clans" type="text/html"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJ1hAA6pwnToUif6K8bY_RxavrLj13C_W_DNGSvB1awXNNkxNe8pvZop0oe0JdLfUh3VgQxW4_hvXDgjBucBfGHacLsaZZ2pxvqIp1ga0FtYOMfJz_cXXJ4oP1J3BrLjHfxhATRgaVHYNr/s72-c/Clash+of+CLans+Indonesia.png" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-2535382557145519861</id><published>2015-04-25T15:59:00.003+07:00</published><updated>2015-04-25T16:00:02.284+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><title type="text">Mengenal Kualitas Film</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6lfH2cOJIpf8-JwAY0yz5F_ZBNPJH7JzN1Khij8pSDXxX-ta-HBbtGupqFTASrLwt-GVA3A7ant6jIn3abi-6bpM_xtxd5NLEswTMot2DDvfb2v0lUF9-1qqoOFtBdxSQyw7-M3XUiwkk/s1600/movies.jpg.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6lfH2cOJIpf8-JwAY0yz5F_ZBNPJH7JzN1Khij8pSDXxX-ta-HBbtGupqFTASrLwt-GVA3A7ant6jIn3abi-6bpM_xtxd5NLEswTMot2DDvfb2v0lUF9-1qqoOFtBdxSQyw7-M3XUiwkk/s1600/movies.jpg.gif" height="192" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sudah pasti kalau mau nonton movie dengan kualitas sempurna ya harus datang ke bioskop, dan pembicaraan akan selesai sampai di situ. Okay? Fine, kita ngga mengarah ke situ.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yang ingin saia sampaikan di sini adalah pilihan lain bagi movie mania (seperti saia) yang tidak memiliki cukup budget dan waktu untuk menikmati sebuah film. Banyaknya film yang beredar di internet akhir-akhir ini membuat kita harus jeli dan paham akan kualitas movie yang akan kita nikmati. Untuk sebagian dari kita (ato cuman saia aja) mungkin tidak mempermasalahkan jenis kualitas gambar karena udah kebiasaan nonton 3gp, tapi untuk yang bener-bener pengen liat movie dengan kualitas prima, paling tidak harus tahu jenis film dari penjelasan uploader`nya. Jangan sampe setelah kita download ternyata ujungnya kaya nonton AADC dulu yang endingnya cuman running text yang bikin bête and pengen nglempar gelas ke tipi. Okay, sekedar pengen share aja beberapa resume yang saia kumpulkan dari selebaran2 di internet. Berikut saia coba uraikan dari kualitas yang paling rendah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;CAM &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kualitas ini bisa dikatakan kualitas terburuk dari film sharing. Kualitas ini merupakan hasil dari rekaman camera digital yang diambil langsung di bioskop sehingga kadang penonton yang lalu lalang ikut terekam. Rekaman kualitas ini biasanya menggunakan mini tripod sehingga sering terdapat sedikit goncangan.  Selain CAM terdapat pula kualitas HDCAM yang merupakan kualitas CAM dengan resolusi yang lebih baik / tinggi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
TS (Telesync) &lt;br /&gt;
kualitas ini sedikit lebih bagus dari CAM. Selain itu sering terdapat kualitas HDTS yang merupakan peningkatan kualitas TS dengan resolusi yang lebih baik / tinggi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TC (Telecine) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Yaitu metode pengkopian film digital langsung dari pita. Kualitas suara dan gambarnya sudah sangat baik. Namun karena peralatan yang dibutuhkan untuk merekam telecine ini sangat jarang ditemui dan sudah menjadi langka bahkan untuk sekarang sudah ditinggalkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;WP (Workprint)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Video ini biasanya dibuat dari versi film yang belom jadi alias setengah matang. Umumnya tipe ini kehilangan effect-effect yg terdapat pada film yg direkam, tanpa teks, masih ada time index marker, terkadang ada watermark, dll. Biasanya versi ini keluar jika film tersebut adalah film yang dinanti-nanti alias calon Box Office sehingga orang niat aja gitu menyebarkan or mendistribusikan versi setengah matang agar orang ngga mati penasaran. Pernah nonton “The Origin Wolverine” yang reactor nuklir`nya jatuh dalam bentuk animasi itu? Nah, Itu adalah salah satu contoh kualitas WP (bukan Wanita Panggilan lho ya!! :p ) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;SCR  (Screener) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;SCR itu merupakan pre-release sebuah film yang biasanya direkam dalam format kaset VHS yang didistribusikan oleh pembuat film ke toko toko rental, media, maupun televisi untuk tujuan promosi. Ciri utamanya adalah ditengah ditengah film suka ada teks berjalan (ticker) yang berisi kata-kata yang bersifat promosi atau informasi tentang film tsb. Terkadang ada yg tampil beberapa detik tapi ada juga yang tampil sepanjang film yg dimana tulisan ini cukup menggangu bagi para penikmat film. Apalagi jika tulisannya gede!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DVD-SCR( DVD- Screener) &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sama halnya sama SCR cuma ini biasanya dalam format DVD. Kalo Ripper-nya jago biasanya tulisannya dapat dihilangkan. Tipe ini biasanya didistribusikan dalam bentuk SVCD (dijualin tukang bajak) atau DivX/XviD. DVDScr memiliki kualitas yg cukup bagus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;VHSRip: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan hasil copy an dari kaset VHS yang sudah dirilis secara resmi. Kaset VHS ini zaman sekarang sudah mulai jarang ditemui, tapi jenis paling banyak yg beredar dari kaset VHS ini adalah video olahraga, rekaman TV dan tentunya film 17 ++ &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DivX - XviD: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Merupakan film yang disalin dari DVD / VCD aslinya, namun di encode ulang, untuk menghasilkan ukuran yang lebih kecil. Tipe ini sering dijumpai pada dunia underground dan fansub. Contoh film-film anime biasanya tergolong ke dalam jenis ini. Sama seperti PPV dan VOD untuk kualitas suara dan gambarnya udah cukup bagus&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;R6 dan atau R5 &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;R5 maksudnya adalah DVD yang dirilis khusus untuk region 5 (area bekas Uni Soviet, India, Africa, North Korea &amp;amp; Mongolia).  Untuk kualitas ini biasanya terdapat hardsub (subtitle) korea, china, russia, atau bahasa lain yang cukup mengganggu ketika ditonton. Perbedaan mendasar R5 dengan versi biasa yaitu versi ini diproduksi dengan transfer langsung telecine / TC tanpa adanya proses pengolahan gambar/rendering/encoding.&lt;/div&gt;Untuk tipe ini, kualitas gambar hampir setara dengan DVDRip, tetapi untuk kualitas suara biasanya agak jelek (cempreng), meskipun ada beberapa yang kualitas suaranya sudah bagus, namun tetap saja masih ada sedikit noise sehingga mengurangi kenyamanan dalam menonton film tersebut. Sourcenya sendiri berasal dari DVD yang telah release terlebih dahulu di Rusia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;DVDRip &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kualitas ini merupakan salinan dari DVD Original. Kualitas ini menyamai DVD aslinya dimana biasanya informasi region dan proteksi copy sudah dilumpuhkan oleh si Ripper sehingga DVDRip ini mudah untuk di distribusikan. Tipe ini biasanya didistribusikan dalam bentuk SVCD &amp;amp; DVD (dijualin tukang bajak) atau DivX/XviD. Kualitasnya bisa dibilang lebih dari baik, karena langsung dicopy dari sumber aslinya. Bisa dikatakan kualitas gambar dan suaranya sudah cukup bagus meski jauh dari kualitas BRRip namun ukurannya jauh lebih kecil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;PPV (Pay Per View) dan VOD (Video On Demand)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kualitas ini cukup bagus, dihasilkan dari sumber sebuah screen televisi yang  dihubungkan atau direkamkan ke PVR atau DVD recorder. Penjelasan lain mengatakan jenis ini merupakan film yang direkam menggunakan peralatan rekaman digital yang sumbernya diambil dari saluran khusus dimana untuk menontonnya harus berbayar. Biasanya siaran berbayar ini ada di hotel hotel berbintang, klub film, organisasi organisasi khusus (seminar / workshop), TV kabel, dll.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;TVRip: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Ini merupakan film yang direkam dari TV menggunakan peralatan recording seperti recorder VHS, Betacam atau DVR. Jadi sumber capturenya dari koneksi coaxial/composite/s-video port. Itu loh kabel merah, kuning, putih yang ada dibelakang TV/VCD/DVD Player. Kalo yang s-video bentuknya kabel tunggal berwarna hitam dimana port-nya banyak pin-nya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jenis film-nya sangat variatif. Kulitas bergantung pada stasiun televisi yang menyiarkan, apakah film tersebut disiarkan dalam format high definition atau tidak. Kalau film tersebut disiarkan dengan format high definition, maka kualitasnya akan sangat baik.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;HRHDTV / HR.HDTV / HDTV / HD.TVrip &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;High Resolution High Definition merupakan film yang direkam dari siaran TV High Defenition. Namun ada beberapa kesalahan persepsi tentang terminologi ini. Beberapa menyebutnya Half-Resolution High-Definition. Hal ini karena resolusi HRHD hanya 3/4 tinggi resolusi aslinya dan lebarnya di downsampling ke resolusi 720p. Sehingga secara luas resolusi, gambar HRHD hanya 56.25% dari siaran HD yang biasanya. HR.HDTV biasanya diencoding menjadi resolusi 640x352 (360p) dan 960x528 (540p)  &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;b&gt;mHD Mini/micro HD&lt;/b&gt;, hampir sama dengan HD, tetapi dengan resolusi yang lebih kecil yaitu 1280×5xx, sehingga ukuran filepun juga lebih kecil dibandingkan HD.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kualitas ini sudah sangat layak untuk ditonton. Kualitas gambar dan suaranya pun cukup bagus dan ukurannya tidak terlalu besar. HDTV adalah hasil rip dari TV dengan kualitas HD jadi gambar dan audio sangat bagus. HDTV biasanya untuk serial TV yang tayang seminggu sekali.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;WEB-Rip / WEB-DL &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kualitas ini sedikit di bawah kualitas BRRip atau bisa dikatakan setara. Biasanya kualitas WEB-DL akan muncul sebelum kualitas BRRip muncul. Source Web-DL biasanya diunduh dari iTunes Store atau situs lainnya yang menyediakan siaran TV melalui jaringan internet. Resolusi yang ada biasanya 720p dan 1080p.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BRRip / Bluray &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BRRip merupakan istilah lain dari Bluray karena hasil rip dari bluray sehingga kualitasnya pun sama. BRRip merupakan kualitas tertinggi jenis film sharing saat ini. Resolusi yang tersedia untuk BRRip biasanya 720p dan 1080p. Semakin tinggi resolusinya maka semakin jernih kualitas gambarnya. Namun makin tinggi resolusi maka diperlukan spesifikasi komputer yang tinggi juga, jika tidak maka akan terjadi lag atau patah-patah saat film dimainkan.&lt;/div&gt;Selain Bluray, suka ada juga tuh BDRip dan BRRip&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BRRip &lt;/b&gt;= An XviD encode from a Blu-Ray Release (i.e. a 1080p *.mkv file).&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;BDRip &lt;/b&gt;= An XviD encode directly from a source Blu-Ray Disk.&lt;br /&gt;
Masih kurang paham? Mari kita bahas lagi.&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Jadi gini, secara garis besar tidak ada perbedaan antara 2 jenis "Rip" ini. Namun ada sedikit pertimbangan khusus yang dapat membuat keduanya berbeda. BRRip diambil langsung dari sumber Blu-Ray disk yang sudah di Rip (bukan sumber langsung dari Blu Ray nya), jadi jika sumber RIP yang diambil memiliki error atau AR (aspect ratio) yang buruk, maka hasilnya BRRip juga akan buruk. Berbeda dengan BDRip, karena rip langsung dari sumbernya, masalah-masalah seperti AR tidak akan ada. Gampangnya untuk kualitas lebih baik BDRip daripada BRRip.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Istilah-istilah Lain&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terkadang ada beberapa istilah2 lain yang menyertai title / judul Film dari uploader seperti &lt;b&gt;UNRATED &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk istilah ini, mungkin bro/sis di [ds] forum lebih paham karena seringnya cari film yang jenis begini. Maksudnya, adegan atau scene yang ga boleh ditayangin dibioskop bisa kamu liat di dvd, seperti adegan nudity (telanjang), strong sexual, contohnya seperti film American Pie yang emang isinya jadi hampir semua porno-porno an dan jg strong violence seperti film SAW, dll.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
dari berbagai sumber&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/2535382557145519861/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/04/mengenal-kualitas-film.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/2535382557145519861" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/2535382557145519861" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/04/mengenal-kualitas-film.html" rel="alternate" title="Mengenal Kualitas Film" type="text/html"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6lfH2cOJIpf8-JwAY0yz5F_ZBNPJH7JzN1Khij8pSDXxX-ta-HBbtGupqFTASrLwt-GVA3A7ant6jIn3abi-6bpM_xtxd5NLEswTMot2DDvfb2v0lUF9-1qqoOFtBdxSQyw7-M3XUiwkk/s72-c/movies.jpg.gif" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-4923564783024461404</id><published>2015-04-11T01:39:00.000+07:00</published><updated>2015-04-11T01:39:00.184+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerpen"/><title type="text">Cerita Seru!</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;
Udah lama ngga nulis cerpen. Agak kangen sich, meski udah beberapa kali nyoba tapi tetep aja ga bisa nerusin kalo udah menyentuh paragraph kedua. Mungkin karena kenikmatan dunia imajinasi sudah menguap jauh terbakar indahnya kenyataan hidup berumah tangga. Memiliki seorang istri dan buah hati adalah imajinasi yang tiada pernah berhenti.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika dulu cuman bisa berangan bagaimana nikmatnya bercinta, kini tak perlu lagi membayangkan sambil bawa sabun ke kamar mandi. Ketika dulu cuman bisa berhayal menggendong bayi kecil nan imut, kini lahir dalam bentuk nyata yang lebih indah dari yang pernah bisa dibayangkan sebelumnya. Kalau dulu biasa ngayal nikmatin kopi sama gorengan ditemani cewe cantik, kini bisa ngobrol berjam-jam dengan tidak hanya satu gadis, tapi oleh dua cewek cakep yang tiada tandingannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi80FlmtzBWLz8KB59QRqT6jPBPoIE4vg4uc4z1hKITv6cWMrJHxZz-sf2X64vRhfZmIadumkYXnpRuZm-NVsRBoIx82xKVWmyjC6I6C4B-Neml-fbT9Z-YEGapumssOb8yMKWGcmwa6kQD/s1600/cerita-seru.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi80FlmtzBWLz8KB59QRqT6jPBPoIE4vg4uc4z1hKITv6cWMrJHxZz-sf2X64vRhfZmIadumkYXnpRuZm-NVsRBoIx82xKVWmyjC6I6C4B-Neml-fbT9Z-YEGapumssOb8yMKWGcmwa6kQD/s1600/cerita-seru.jpg" height="285" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
"Nikmat manalagi yang kau dustakan?!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, maaf bagi yang jomblo, mungkin tulisan di atas agak sedikit mengganggu ya? Tapi tak apa, biar mereka yang belum mendapat pasangan segera membuang jauh keraguan. Karena setiap dari kita pasti punya ketakutan. Bahkan untuk yang sudah memiliki pasangan, pun rasanya juga tidak mudah untuk meyakinkan diri ketika ingin mengikat hubungan. Menikah!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak yang bilang, menikah tidak jauh lebih indah dari penjara. Memang benar! Benar-benar kasihan orang yang sudah menciptakan penjara, ruang-ruang sempit dalam otak mereka. Tapi saya tak mau membahasnya, saya di sini hanya ingin berbagi cerita, cerita seru yang saya dapatkan dari orang yang tidak pernah saya duga mampu berbicara sebegitu indahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suatu hari ketika saya masih bekerja sebagai admin gudang perusahaan retail di surabaya, ketika istirahat makan siang driver saya datang mengambil tempat duduk di depan saya. Di sebuah warung kopi di samping taman kota Surabaya entah kenapa akhirnya saya curhat akan kekhawatiran saya karena tidak memiliki uang yang cukup untuk menikah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Mau dikasih makan apa istri dan anak saya?" keluh saya waktu itu. "Sementara gaji pasti habis di akhir bulan, bahkan bisa satu minggu sebelum gajian" ucap saya sambil membakar ujung kretek.&lt;br /&gt;
"Yang begitu itu namanya syirik kecil," ucapan sang driver itu langsung membuat saya terbatuk, mungkin karena nikotin dalam kretek yang terlalu banyak saya hisap. "Tidak percaya akan adanya tuhan yang telah mengatur setiap rizki untuk umatnya."&lt;br /&gt;
"Tapi tuhan juga ngga ngasih rizki gitu aja, cak" bantah saya cepat. "Manusia di suruh usaha dulu, memprediksi, menghitung, nabung, mempersiapkan rencana dengan matang."&lt;br /&gt;
"Boleh saja berfikiran begitu, " ucapnya sambil mengambil gorengan yang masih menumpuk di atas meja warkop. "Tapi kalo kelamaan dibolak-balik, gak cepet-cepet diangkat juga nantinya malah gosong." bantahnya dengan pisang goreng yang masih menyumpal di dalam mulutnya. "Amsyong!" tambahnya.&lt;br /&gt;
"Sekarang aku tanya," kali ini wajahnya terlihat serius. "Sebagai bujangan yang tak banyak pengeluaran, berapa uang yang ada di tabunganmu?" &lt;br /&gt;
"Gimana mau nabung. Lha wong sebelum gajian udah habis lagi buat bayar hutang di warung."&lt;br /&gt;
"Nah!" mulutnya menyambar cepat. "Sekarang aku tanya, kenapa gajiku yang lebih kecil dari kamu bisa menghidupi istri dan ketiga anak ku?"&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Simpenan ne yo melok di itung, rek&lt;/i&gt;?" seloroh si penjaga warkop.&lt;br /&gt;
"Tambah simpenanku dua"&lt;br /&gt;
"Soale sampean nekat!" jawabku asal.&lt;br /&gt;
"Soale aku percaya sama tuhan!" tambah sang Driver semangat. "Setiap anak yang lahir itu, tuhan sudah menitipkan rizkinya melalui aku atau  mungkin istriku. Aku juga tak pernah ingat dari mana datangnya rizki itu. Tapi aku percaya!"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan, dari mulut seorang driver yang seringnya bau alkohol, yang hampir seminggu sekali datang ke dolly, nglencer ke moro seneng. Pun bisa keluar kata-kata bagai malaikat yang membimbing keyakinanku. Belum pernah aku bisa yakin secepat itu. Tanpa membantah dalam hati, aku menerima semua pemikirannya begitu saja. Mungkin ada benarnya, bahwa malaikat bisa datang dari orang-orang yang tak terduga. Dan setelah menjalaninya, aku baru percaya. Entah kenapa, mungkin Muhammad juga ada benarnya. Bahwa menikah telah menyempurnakan setengah dari iman seorang muslim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, ini kalau dilanjutkan bisa jadi aku berubah profesi jadi Da'i atau penceramah agama seperti di sinetron kejar tayang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya kira cukup sekian, eman kalo malem minggu harus ngeblog sementara anak istri udah tidur duluan butuh pelukan dari suami dan ayah ganteng mereka. Haha..&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/4923564783024461404/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/04/cerita-seru.html#comment-form" rel="replies" title="2 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/4923564783024461404" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/4923564783024461404" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/04/cerita-seru.html" rel="alternate" title="Cerita Seru!" type="text/html"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi80FlmtzBWLz8KB59QRqT6jPBPoIE4vg4uc4z1hKITv6cWMrJHxZz-sf2X64vRhfZmIadumkYXnpRuZm-NVsRBoIx82xKVWmyjC6I6C4B-Neml-fbT9Z-YEGapumssOb8yMKWGcmwa6kQD/s72-c/cerita-seru.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-1653011661299183243</id><published>2015-04-03T00:49:00.001+07:00</published><updated>2017-07-07T10:11:36.843+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><title type="text">Asal Mula Desa Magersari</title><content type="html">&lt;div dir="ltr" style="text-align: left;" trbidi="on"&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Asal mula nama Magersari, Mojo, Andong, Boyolali&lt;br /&gt;
Tulisan ini adalah sebuah usaha untuk menuliskan asal mula nama desa Magersari, kelurahan Mojo, kecamatan Andong, kabupaten Boyolali. Keterangan diambil dari obrolan ringan saya dengan Bapak Tantowi dan Mbah Sumhadi di pelataran rumah, sore hari menunggu maghrib tiba. Untuk beberapa kali, mereka asyik menjawab pertanyaan saia secara bergantian, menambahkan keterangan atas satu dan yang lain. Berikut, adalah rangkuman yang bisa saya sampaikan;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kanjeng Kliwon&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita bermula dari diutusnya seorang pejabat &lt;i&gt;&lt;a href="http://mlangi-yogyakarta.blogspot.co.id/2010/05/sejarah-sejarah-zaman-kerajaan-islam.html" target="_blank"&gt;Naib&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&amp;nbsp;dari keraton Mataram Baru bernama Kanjeng Kliwon untuk lenggah (duduk/menduduki) di daerah utara. Sedikit informasi yang saya ingat adalah kanjeng kliwon ini, masih ada hubungan darah dengan Simbah Abdul Jalal I (satu) sebagai pendiri Kalioso. Saya juga sedikti lupa alas an atas di tunjuknya Kanjeng Kliwon tersebut. &lt;br /&gt;
Gapura depan Padepokan (atau kalau sekarang mungkin seperti rumah dinas) beliau dulu berada di pelataran rumah Mbah Idris. Mbah Sumhadi bercerita, &lt;i&gt;tetenger&lt;/i&gt; (tanda) sejarahnya adalah beberapa sumur tua yang masih berfungsi hingga sekarang. Beliau bercerita rumah utamanya berada di sekitar area sumur milik Mbah Slamet (Depan simbah Haji Muslim) dan dapurnya berada di belakang, di sumur simbah Kaji Muslim. Untuk area padusan keputren (Tempat mandi putri) berada di area sumur Simbah Maryam. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: left;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgiVPPzvaIOKxXEnsjXdLc_GiqAm94SMECblVeMUSIx7AvPCIOCEUzUnpxtcQcovJMUCELVFfSZr2JtNn0uUN5AO_oFmsGHn9rPt5CMizqxs6ZYMKtaATt15sSK9LVKZVuqPUG3L6aQo58/s1600/herman+damar_thumb%5B2%5D.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="235" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgiVPPzvaIOKxXEnsjXdLc_GiqAm94SMECblVeMUSIx7AvPCIOCEUzUnpxtcQcovJMUCELVFfSZr2JtNn0uUN5AO_oFmsGHn9rPt5CMizqxs6ZYMKtaATt15sSK9LVKZVuqPUG3L6aQo58/s1600/herman+damar_thumb%5B2%5D.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;b&gt;Magersari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Magersari berasal dari &lt;a href="http://www.artikata.com/arti-339220-magersari.html"&gt;&lt;u&gt;arti katanya&lt;/u&gt;&lt;/a&gt; berarti hidup menumpang. Konon, beberapa penduduk diperbolehkan oleh Kanjeng Kliwon menumpang mendirikan rumah di sekitar padepokannya. Tanah yang secara defakto telah diberikan oleh raja Mataram mulai dari Sendang Kliwon hingga makam Siti Hinggil adalah miliknya. Saya sedikit lupa hingga akhirnya kepemilikan tanah tersebut diberikan kepada anak cucu kanjeng kliwon dan penduduk disekitarnya turun temurun hingga sekarang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disinilah missing file yang coba saya susun kembali. Hingga saat tulisan ini dibuat, saya masih belum menemukan fakta lain tentang asal-usul desa Magersari yang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/1653011661299183243/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/04/asal-mula-desa-magersari.html#comment-form" rel="replies" title="6 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/1653011661299183243" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/1653011661299183243" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/04/asal-mula-desa-magersari.html" rel="alternate" title="Asal Mula Desa Magersari" type="text/html"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjgiVPPzvaIOKxXEnsjXdLc_GiqAm94SMECblVeMUSIx7AvPCIOCEUzUnpxtcQcovJMUCELVFfSZr2JtNn0uUN5AO_oFmsGHn9rPt5CMizqxs6ZYMKtaATt15sSK9LVKZVuqPUG3L6aQo58/s72-c/herman+damar_thumb%5B2%5D.jpg" width="72"/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-700567499783428831</id><published>2015-04-02T23:27:00.000+07:00</published><updated>2015-04-02T23:32:19.994+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type="text">Runtuhnya Majapahit</title><content type="html">&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn7eoYmCHnU3lKW4RuAcpnVDhwxaUD_zMAcdBI4nfqPbplzfEBFgjuWKLwJJ4Cgt2NsDSznz09uMytSIVmNEoOk9q0abiQEvor54tZiuxrOvebmEnKAReGUlrRhyphenhyphen0-vsMaRZbMgxmV4vC7/s1600/nawa.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn7eoYmCHnU3lKW4RuAcpnVDhwxaUD_zMAcdBI4nfqPbplzfEBFgjuWKLwJJ4Cgt2NsDSznz09uMytSIVmNEoOk9q0abiQEvor54tZiuxrOvebmEnKAReGUlrRhyphenhyphen0-vsMaRZbMgxmV4vC7/s1600/nawa.jpg" height="278" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Majapahit adalah sebuah Kerajaan besar. Sebuah Emperor. Yang wilayahnya membentang dari ujung utara pulau Sumatera, sampai Papua. Bahkan, Malaka yang sekarang dikenal dengan nama Malaysia, termasuk wilayah kerajaan Majapahit. Majapahit berdiri pada tahun 1293 Masehi. Didirikan oleh Raden Wijaya yang lantas setelah dikukuhkan sebagai Raja beliau bergelar Shrii Kertarajasha Jayawardhana. Eksistensi Majapahit sangat disegani diseluruh dunia. Diwilayah Asia, hanya Majapahit yang ditakuti oleh Kekaisaran Tiongkok China. Di Asia ini, pada abad XIII, hanya ada dua Kerajaan besar, Tiongkok dan Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Lambang Negara Majapahit adalah Surya. Benderanya berwarna Merah dan Putih. Melambangkan darah putih dari ayah dan darah merah dari ibu. Lambang nasionalisme sejati. Lambang kecintaan pada bhumi pertiwi. Karma Bhumi. Dan pada jamannya, bangsa kita pernah menjadi Negara adikuasa, superpower, layaknya Amerika dan Inggris sekarang. Pusat pemerintahan ada di Trowulan, sekarang di daerah Mojokerto, Jawa Timur. Pelabuhan iInternasional-nya waktu itu adalah Gresik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Agama resmi Negara adalah Hindhu aliran Shiwa dan Buddha. Dua agama besar ini dikukuhkan sebagai agama resmi Negara. Sehingga kemudian muncul istilah agama Shiva Buddha. Nama Majapahit sendiri diambil dari nama pohon kesayangan Deva Shiva, Avatara Brahman, yaitu pohon Bilva atau Vilva. Di Jawa pohon ini terkenal dengan nama pohon Maja, dan rasanya memang pahit. Maja yang pahit ini adalah pohon suci bagi penganut agama Shiva, dan nama dari pohon suci ini dijadikan nama kebesaran dari sebuah Emperor di Jawa. Dalam bahasa sanskerta, Majapahit juga dikenal dengan nama Vilvatikta (Wilwatikta. Vilva: Pohon Maja, Tikta : Pahit ). Sehingga, selain Majapahit ( baca : Mojopait) orang Jawa juga mengenal Kerajaan besar ini dengan nama Wilwatikta (Wilwotikto).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebesaran Majapahit mencapai puncaknya pada jaman pemerintahan Ratu Tribhuwanatunggadewi Jayawishnuwardhani (1328-1350 M). Dan mencapai jaman keemasan pada masa pemerintahan Prabhu Hayam Wuruk (1350-1389 M) dengan Mahapatih Gajah Mada-nya yang kesohor dipelosok Nusantara itu. Pada masa itu kemakmuran benar-benar dirasakan seluruh rakyat Nusantara. Benar-benar jaman yang gilang gemilang!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Stabilitas Majapahit sempat koyak akibat perang saudara selama lima tahun yang terkenal dengan nama Perang Pare-greg (1401-1406 M). Peperangan ini terjadi karena Kadipaten Blambangan hendak melepaskan diri dari pusat Pemerintahan. Blambangan yang diperintah oleh Bhre Wirabhumi berhasil ditaklukkan oleh seorang ksatria berdarah Blambangan sendiri yang membelot ke Majapahit, yaitu Raden Gajah. ( Kisah ini terkenal didalam masyarakat Jawa dalam cerita rakyat pemberontakan Adipati Blambangan Kebo Marcuet. Kebo = Bangsawan, Marcuet = Kecewa. Kebo Marcuet berhasil ditaklukkan oleh Jaka Umbaran. Jaka = Perjaka, Umbaran = Pengembara. Dan Jaka Umbaran setelah berhasil menaklukkan Adipati Kebo Marcuet, dikukuhkan sebagai Adipati Blambangan dengan nama Minak Jingga. Minak = Bangsawan, Jingga = Penuh Keinginan. Adipati Kebo Marcuet inilah Bhre Wirabhumi, dan Minak Jingga tak lain adalah Raden Gajah, keponakan Bhre Wirabhumi sendiri.)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun, sepeninggal Prabhu Wikramawardhana, ketika tahta Majapahit dilimpahkan kepada Ratu Suhita, Malahan Raden Gajah yang kini hendak melepaskan diri dari pusat pemerintahan karena merasa diingkari janjinya. Dan tampillah Raden Paramesywara, yang berhasil memadamkan pemberontakan Raden Gajah. Pada akhirnya, Raden Paramesywara diangkat sebagai suami oleh Ratu Suhita. (Dalam cerita rakyat, inilah kisah Damar Wulan. Ratu Suhita tak lain adalah Kencana Wungu. Kencana = Mutiara, Wungu = Pucat pasi, ketakutan. Dan Raden Paramesywara adalah Damar Wulan. Damar = Pelita, Wulan = Sang Rembulan).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kondisi Majapahit stabil lagi. Hingga pada tahun 1453 Masehi, tahta Majapahit dipegang oleh Raden Kertabhumi yang lantas terkenal dengan gelar Prabhu Brawijaya ( Bhre Wijaya). Pada jaman pemerintahan beliau inilah, Islamisasi mulai merambah wilayah kekuasaan Majapahit, dimulai dari Malaka. Dan kemudian, mulai masuk menuju ke pusat kerajaan, ke pulau Jawa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan kisahnya adalah sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diwilayah Kamboja selatan, dulu terdapat Kerajaan kecil yang masuk dalam wilayah kekuasaan Majapahit. Kerajaan Champa namanya. ( Sekarang hanya menjadi perkampungan Champa ). Kerajaan ini berubah menjadi Kerajaan Islam semenjak Raja Champa memeluk agama baru itu. Keputusan ini diambil setelah seorang ulama Islam datang dari Samarqand, Bukhara. ( Sekarang didaerah Rusia Selatan). Ulama ini bernama Syeh Ibrahim As-Samarqand. Selain berpindah agama, Raja Champa bahkan mengambil Syeh Ibrahim As-Samarqand sebagai menantu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Raja Champa memiliki dua orang putri. Yang sulung bernama Dewi Candrawulan dan yang bungsu bernama Dewi Anarawati. Syeh Ibrahim As-Samarqand dinikahkan dengan Dewi Candrawati. Dari hasil pernikahan ini, lahirlah dua orang putra, yang sulung bernama Sayyid ‘Ali Murtadlo, dan yang bungsu bernama Sayyid ‘Ali Rahmad. Karena berkebangsaan Champa ( Indo-china ), Sayyid ‘Ali Rahmad juga dikenal dengan nama Bong Swie Hoo. (Nama Champa dari Sayyid ‘Ali Murtadlo, Raja Champa, Dewi Candrawulan dan Dewi Anarawati, saya belum mengetahuinya : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kerajaan Champa dibawah kekuasaan Kerajaan Besar Majapahit yang berpusat di Jawa. Pada waktu itu Majapahit diperintah oleh Raden Kertabhumi atau Prabhu Brawijaya semenjak tahun 1453 Masehi. Beliau didampingi oleh adiknya Raden Purwawisesha sebagai Mahapatih. Pada tahun 1466, Raden Purwawisesha mengundurkan diri dari jabatannya, dan sebagai penggantinya diangkatlah Bhre Pandhansalas. Namun dua tahun kemudian, yaitu pada tahun 1468 Masehi, Bhre Pandhansalas juga mengundurkan diri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Praktis semenjak tahun 1468 Masehi, Prabhu Brawijaya memerintah Majapahit tanpa didampingi oleh seorang Mahapatih. Apakah gerangan dalam masa pemerintahan Prabhu Brawijaya terjadi dua kali pengunduran diri dari seorang Mahapatih? Sebabnya tak lain dan tak bukan karena Prabhu Brawijaya terlalu lunak dengan etnis China dan orang-orang muslim.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diceritakan, begitu Prabhu Brawijaya naik tahta, Kekaisaran Tiongkok mengirimkan seorang putri China yang sangat cantik sebagai persembahan kepada Prabhu Brawijaya untuk dinikahi. Ini dimaksudkan sebagai tali penyambung kekerabatan dengan Kekaisaran Tiongkok. Putri ini bernama Tan Eng Kian. Sangat cantik. Tiada bercacat. Karena kecantikannya, setelah Prabhu Brawijaya menikahi putri ini, praktis beliau hampi-hampir melupakan istri-istrinya yang lain. (Prabhu Brawijaya banyak memiliki istri, dari berbagai istri beliau, lahirlah tokoh-tokoh besar. Pada kesempatan lain, saya akan menceritakannya : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketika putri Tan Eng Kian tengah hamil tua, rombongan dari Kerajaan Champa datang menghadap. Raja Champa sendiri yang datang. Diiringi oleh para pembesar Kerajaan dan ikut juga dalam rombongan, Dewi Anarawati. Raja Champa banyak membawa upeti sebagai tanda takluk. Dan salah satu upeti yang sangat berharga adalah, Dewi Anarawati sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Melihat kecantikan putri berdarah indo-china ini, Prabhu Brawijaya terpikat. Dan begitu Dewi Anarawati telah beliau peristri, Tan Eng Kian, putri China yang tengah hamil tua itu, seakan-akan sudah tidak ada lagi di istana. Perhatian Prabhu Brawijaya kini beralih kepada Dewi Anarawati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Saking tergila-gilanya, manakala Dewi Anarawati meminta agar Tan Eng Kian disingkirkan dari istana, Prabhu Brawijaya menurutinya. Tan Eng Kian diceraikan. Lantas putri China yang malang ini diserahkan kepada Adipati Palembang Arya Damar untuk diperistri. Adipati Arya Damar sesungguhnya juga peranakan China. Dia adalah putra selir Prabhu Wikramawardhana, Raja Majapahit yang sudah wafat yang memerintah pada tahun 1389-1429 Masehi, dengan seorang putri China pula.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama China Adipati Arya Damar adalah Swan Liong. Menerima pemberian seorang janda dari Raja adalah suatu kehormatan besar. Perlu dicatat, Swan Liong adalah China muslim. Dia masuk Islam setelah berinteraksi dengan etnis China di Palembang, keturunan pengikut Laksamana Cheng Ho yang sudah tinggal lebih dahulu di Palembang. Oleh karena itulah, Palembang waktu itu adalah sebuah Kadipaten dibawah kekuasaan Majapahit yang bercorak Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Arya Damar menunggu kelahiran putra yang dikandung Tan Eng Kian sebelum ia menikahinya. Begitu putri China ini selesai melahirkan, dinikahilah dia oleh Arya Damar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Anak yang lahir dari rahim Tan Eng Kian, hasil dari pernikahannya dengan Prabhu Brawijaya, adalah seorang anak lelaki. Diberi nama Tan Eng Hwat. Karena ayah tirinya muslim, dia juga diberi nama Hassan. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Raden Patah!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari hasil perkawinan Arya Damar dengan Tan Eng Kian, lahirlah juga seorang putra. Diberinama Kin Shan. Nama muslimnya adalah Hussein. Kelak di Jawa, dia terkenal dengan nama Adipati Pecattandha, atau Adipati Terung yang terkenal itu!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kembali ke Jawa. Dewi Anarawati yang muslim itu telah berhasil merebut hati Prabhu Brawijaya. Dia lantas menggulirkan rencana selanjutnya setelah berhasil menyingkirkan pesaingnya, Tan Eng Kian. Dewi Anarawati meminta kepada Prabhu Brawijaya agar saudara-saudaranya yang muslim, yang banyak tinggal dipesisir utara Jawa, dibangunkan sebuah Ashrama, sebuah Peshantian, sebuah Padepokan, seperti halnya Padepokan para Pandhita Shiva dan para Wiku Buddha.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendengar permintaan istri tercintanya ini, Prabhu Brawijaya tak bisa menolak. Namun yang menjadi masalah, siapakah yang akan mengisi jabatan sebagai seorang Guru layaknya padepokan Shiva atau Mahawiku layaknya padepokan Buddha? Pucuk dicinta ulam tiba, Dewi Anarawati segera mengusulkan, agar diperkenankan memanggil kakak iparnya, Syeh Ibrahim As-Samarqand yang kini ada di Champa untuk tinggal sebagai Guru di Ashrama Islam yang hendak dibangun. Dan lagi-lagi, Prabhu Brawijaya menyetujuinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para Pembesar Majapahit, Para Pandhita Shiva dan Para Wiku Buddha, sudah melihat gelagat yang tidak baik. Mereka dengan halus memperingatkan Prabhu Brawijaya, agar selalu berhati-hati dalam mengambil sebuah keputusan penting.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak kurang-kurang, Sabdo Palon dan Nayagenggong, punakawan terdekat Prabhu Brawijaya juga sudah memperingatkan agar momongan mereka ini berhati-hati, tidak gegabah. Namun, Prabhu Brawijaya, bagaikan orang mabuk, tak satupun nasehat orang-orang terdekatnya beliau dengarkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Perekonomian Majapahit sudah hamper didominasi oleh etnis China semenjak putri Tan Eng Kian di peristri oleh Prabhu Brawijaya, dan memang itulah misi dari Kekaisaran Tiongkok. Kini, dengan masuknya Dewi Anarawati, orang-orang muslim-pun mendepat kesempatan besar. Apalagi, pada waktu itu, banyak juga orang China yang muslim. Semua masukan bagi Prabhu Brawijaya tersebut, tidak satupun yang diperhatikan secara sungguh-sungguh. Para Pejabat daerah mengirimkan surat khusus kepada Sang Prabhu yang isinya mengeluhkan tingkah laku para pendatang baru ini. Namun, tetap saja, ditanggapi acuh tak acuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hingga pada suatu ketika, manakala ada acara rutin tahunan dimana para pejabat daerah harus menghadap ke ibukota Majapahit sebagai tanda kesetiaan, Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker ( Ponorogo sekarang), mempersembahkan tarian khusus buat Sang Prabhu. Tarian ini masih baru. Belum pernah ditampilkan dimanapun. Tarian ini dimainkan dengan menggunakan piranti tari bernama Dhadhak Merak. Yaitu sebuah piranti tari yang berupa duplikat kepala harimau dengan banyak hiasan bulu-bulu burung merak diatasnya. Dhadhak Merak ini dimainkan oleh satu orang pemain, dengan diiringi oleh para prajurid yang bertingkah polah seperti banci. ( Sekarang dimainkan oleh wanita tulen). Ditambah satu tokoh yang bernama Pujangganom dan satu orang Jathilan. Sang Pujangganom tampak menari-nari acuh tak acuh, sedangkan Jathilan, melompat-lompat seperti orang gila.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sang Prabhu takjub melihat tarian baru ini. Manakala beliau menanyakan makna dari suguhan tarian tersebut, Ki Ageng Kutu, Adipati dari Wengker yang terkenal berani itu, tanpa sungkan-sungkan lagi menjelaskan, bahwa Dhadhak Merak adalah symbol dari Kerajaan Majapahit sendiri. Kepala Harimau adalah symbol dari Sang Prabhu. Bulu-bulu merak yang indah adalah symbol permaisuri sang Prabhu yang terkenal sangat cantik, yaitu Dewi Anarawati. Pasukan banci adalah pasukan Majapahit. Pujangganom adalah symbol dari Pejabat teras, dan Jathilan adalah symbol dari Pejabat daerah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Arti sesungguhnya adalah, Kerajaan Majapahit, kini diperintah oleh seekor harimau yang dikangkangi oleh burung Merak yang indah. Harimau itu tidak berdaya dibawah selangkangan sang burung Merak. Para Prajurid Majapahit sekarang berubah menjadi penakut, melempem dan banci, sangat memalukan! Para pejabat teras acuh tak acuh dan pejabat daerah dibuat kebingungan menghadapi invasi halus, imperialisasi halus yang kini tengah terjadi. Dan terang-terangan Ki Ageng Kutu memperingatkan agar Prabhu Brawijaya berhati-hati dengan orang-orang Islam!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kesenian sindiran ini kemudian hari dikenal dengan nama REOG PONOROGO!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendengar kelancangan Ki Ageng Kutu, Prabhu Brawijaya murka! Dan Ki Ageng Kutu, bersama para pengikutnya segera meninggalkan Majapahit. Sesampainya di Wengker, beliau mamaklumatkan perang dengan Majapahit!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prabhu Brawijaya mengutus putra selirnya, Raden Bathara Katong untuk memimpin pasukan Majapahit, menggempur Kadipaten Wengker! (Akan saya ceritakan pada bagian kedua : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prabhu Brawijaya, menjanjikan daerah ‘perdikan’. Daerah perdikan adalah daerah otonom. Beliau menjanjikannya kepada Dewi Anarawati. Dan Dewi Anarawati meminta daerah Ampeldhenta ( didaerah Surabaya sekarang ) agar dijadikan daerah otonom bagi orang-orang Islam. Dan disana, rencananya akan dibangun sebuah Ashrama besar, pusat pendidikan bagi kaum muslim.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Begitu Prabhu Brawijaya menyetujui hal ini, maka Dewi Anarawati, atas nama Negara, mengirim utusan ke Champa. Meminta kesediaan Syeh Ibrahim As-Samarqand untuk tinggal di Majapahit dan menjadi Guru dari Padepokan yang hendak dibangun.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan permintaan ini adalah sebuah kabar keberhasilan luar biasa bagi Raja Champa. Misi peng-Islam-an Majapahit sudah diambang mata. Maka berangkatlah Syeh Ibrahim As-Samarqand ke Jawa. Diiringi oleh kedua putranya, Sayyid ‘Ali Murtadlo dan Sayyid ‘Ali Rahmad.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesampainya di Gresik, pelabuhan Internasional pada waktu itu, mereka disambut oleh masyarakat muslim pesisir yang sudah ada disana sejak jaman Prabhu Hayam Wuruk berkuasa. Masyarakat muslim ini mulai mendiami pesisir utara Jawa semenjak kedatangan Syeh Maulana Malik Ibrahim, yang pada waktu itu memohon menghadap kehadapan Prabhu Hayam Wuruk hanya untuk sekedar meminta beliau agar ‘pasrah’ memeluk Islam. Tentu saja, permintaan ini ditolak oleh Sang Prabhu Hayam Wuruk pada waktu itu karena dianggap lancang. Namun, beliau sama sekali tidak menjatuhkan hukuman. Beliau dengan hormat mempersilakan rombongan Syeh Maulana Malik Ibrahim agar kembali pulang. Namun sayang, di Gresik, banyak para pengikut Syeh Maulana Malik Ibrahim terkena wabah penyakit yang datang tiba-tiba. Banyak yang meninggal. Dan Syeh Maulana Malik Ibrahim akhirnya wafat juga di Gresik, dan lantas dikenal oleh orang-orang Jawa muslim dengan nama Sunan Gresik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Syeh Maulana Malik Ibrahim atau Sunan Gresik telah datang jauh-jauh hari sebelum ada yang dinamakan Dewan Wali Sangha (Sangha = Perkumpulan orang-orang suci. Sangha diambil dari bahasa Sansekerta. Bandingkan dengan doktrin Buddhis mengenai Buddha, Dharma dan Sangha. Kata-kata Wali Sangha lama-lama berubah menjadi Wali Songo yang artinya Wali Sembilan.: Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rombongan dari Champa ini sementara waktu beristirahat di Gresik sebelum meneruskan perjalanan menuju ibukota Negara Majapahit. Sayang, setibanya di Gresik, Syeh Ibrahim As-Samarqand jatuh sakit dan meninggal dunia. Orang Jawa muslim mengenalnya dengan nama Syeh Ibrahim Smorokondi. Makamnya masih ada di Gresik sekarang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kabar meninggalnya Syeh Ibrahim As-Samarqand sampai juga di istana. Dewi Anarawati bersedih. Lantas, kedua putra Syeh Ibrahim As-Samarqand dipanggil menghadap. Atas usul Dewi Anarawati, Sayyid ‘Ali Rahmad diangkat sebagai pengganti ayahnya sebagai Guru dari sebuah Padepokan Islam yang hendak didirikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bahkan, Sayyid ‘Ali Rahmad dan Sayyid ‘Ali Murtadlo mendapat gelar kebangsawanan Majapahit, yaitu Rahadyan atau Raden. Jadilah mereka dikenal dengan nama Raden Rahmad dan Raden Murtolo ( Orang Jawa tidak bisa mengucapkan huruf ‘dlo’. Huruf ‘dlo’ berubah menjadi ‘lo’. Seperti Ridlo, jadi Rilo, Ramadlan jadi Ramelan, Riyadloh jadi Riyalat, dll). Namun lama kelamaan, Raden Murtolo dikenal dengan nama Raden Santri, makamnya juga ada di Gresik sekarang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Raden Rahmad, disokong pendanaan dari Majapahit, membangun pusat pendidikan Islam pertama di Jawa. Para muslim pesisir datang membantu. Tak berapa lama, berdirilah Padepokan Ampeldhenta. Istilah Padepokan lama-lama berubah menjadi Pesantren untuk membedakannya dengan Ashrama pendidikan Agama Shiva dan Agama Buddha. Lantas dikemudian hari, Raden Rahmad dikenal dengan nama Sunan Ampel.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Raden Santri, mengembara ke Bima, menyebarkan Islam disana, hingga ketika sudah tua, ia kembali ke Jawa dan meniggal di Gresik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para pembesar Majapahit, Para Pandhita Shiva dan Para Wiku Buddha, sudah memperingatkan Prabhu Brawijaya. Sebab sudah terdengar kabar dimana-mana, kaum baru ini adalah kaum missioner. Kaum yang punya misi tertentu. Malaka sudah berubah menjadi Kadipaten Islam, Pasai juga, Palembang juga, dan kini gerakan itu sudah semakin dekat dengan pusat kerajaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semua telah memperingatkan Sang Prabhu. Tak ketinggalan pula Sabdo Palon dan Naya Genggong. Namun, bagaikan berlalunya angin, Prabhu Brawijaya tetap tidak mendengarkannya.Raja Majapahit yang ditakuti ini, kini bagaikan harimau yang takluk dibawah kangkangan burung Merak, Dewi Anarawati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Benarlah apa yang dikatakan oleh Ki Ageng Kutu dari Wengker dulu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
R U N T U H N Y A   M A J A P A H I T&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdirinya Giri Kedhaton&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Blambangan ( Banyuwangi sekarang ), sekitar tahun 1450 Masehi terkena wabah penyakit. Hal ini dikarenakan ketidaksadaran masyarakatnya yang kurang mampu menjaga kebersihan lingkungan. Blambangan diperintah oleh Adipati Menak Sembuyu, didampingi Patih Bajul Sengara.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Wabah penyakit itu masuk juga ke istana Kadipaten. Putri Sang Adipati, Dewi Sekardhadhu, jatuh sakit. Ditengah wabah yang melanda, datanglah seorang ulama dari Samudera Pasai ( Aceh sekarang ), yang masih berkerabat dekat dengan Syeh Ibrahim As-Samarqand, bernama Syeh Maulana Ishaq. Dia ahli pengobatan. Mendengar Sang Adipati mengadakan sayembara, dia serta merta mengikutinya. Dan berkat keahlian pengobatan yang dia dapat dari Champa, sang putri berangsur-angsur sembuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adipati Menak Sembuyu menepati janji. Sesuai isi sayembara, barangsiapa yang mampu menyembuhkan sang putri, jika lelaki akan dinikahkan jika perempuan akan diangkat sebagai saudara, maka, Syeh Maulana Ishaq dinikahkan dengan Dewi Sekardhadhu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun pada perjalanan waktu selanjutnya, ketegangan mulai timbul. Ini disebabkan, Syeh Maulana Ishaq, mengajak Adipati beserta seluruh keluarga untuk memeluk agama Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketegangan ini lama-lama berbuntut pengusiran Syeh Maulana Ishaq dari Blambangan. Perceraian terjadi. Dan waktu itu, Dewi Sekardhadhu tengah hamil tua. Keputusan untuk menceraikan Dewi Sekardhadhu dengan Syeh Maulana Ishaq ini diambil oleh Sang Adipati karena melihat stabilitas Kadipaten Blambangan yang semula tenang, lama-lama terpecah menjadi dua kubu. Kubu yang mengidolakan Syeh Maulana Ishaq dan kubu yang tetap menolak infiltrasi asing ke wilayah mereka. Kubu pertama tertarik pada ajaran Islam, sedangkan kubu kedua tetap tidak menyetujui masuknya Islam karena terlalu diskriminatif menurut mereka. Antar kerabat jadi terpecah belah, saling curiga dan tegang. Ini yang tidak mereka sukai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sepeninggal Syeh Maulana Ishaq, ternyata masalah belum usai. Kubu yang pro ulama Pasai ini, kini menantikan kelahiran putra sang Syeh yang tengah dikandung Dewi Sekardhadhu. Sosok Syeh Maulana Ishaq, kini menjadi laten bagi stabilitas Blambangan. Mendapati situasi ketegangan belum juga bisa diredakan, maka mau tak mau, Adipati Blambangan, dengan sangat terpaksa, memberikan anak Syeh Maulana Ishaq, cucunya sendiri kepada saudagar muslim dari Gresik. Anak itu terlahir laki-laki.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam cerita rakyat dari sumber Islam, konon dikisahkan anak itu dilarung ketengah laut (meniru cerita Nabi Musa) dengan menggunakan peti. Konon ada saudagar muslim Gresik yang tengah berlayar. Kapal dagangnya tiba-tiba tidak bisa bergerak karena menabrak peti itu. Dan peti itu akhirnya dibawa naik ke geladak oleh anak buah sang saudagar. Isinya ternyata seorang bayi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sesungguhnya itu hanya cerita kiasan. Yang terjadi, saudagar muslim Gresik yang tengah berlayar di Blambangan diperintahkan untuk menghadap ke Kadipaten menjelang mereka hendak balik ke Gresik. Inilah maksudnya kapal tidak bisa bergerak. Para saudagar bertanya-tanya, ada kesalahan apa yang mereka buat sehingga mereka disuruh menghadap ke Kadipaten? Ternyata, di Kadipaten, Adipati Menak Sembuyu, dengan diam-diam telah mengatur pertemuan itu. Sang Adipati memberikan seorang anak bayi, cucunya sendiri, yang lahir dari ayah seorang muslim. Anak itu dititipkan kepada para saudagar anak buah saudagar kaya di Gresik yang bernama Nyi Ageng Pinatih, yang seorang muslim. Adipati Menak Sembuyu tahu telah menitipkan cucunya kepada siapa. Beliau yakin, cucunya akan aman bersama Nyi Ageng Pinatih. Hanya dengan jalan inilah, Blambangan dapat kembali tenang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Putra Syeh Maulana Ishaq ini, lahir pada tahun 1452 Masehi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sekembalinya dari Blambangan, para saudagar ini menghadap kepada majikan mereka, Nyi Ageng Pinatih sembari memberikan oleh-oleh yang sangat berharga. Seorang anak bayi keturunan bangsawan Blambangan. Bahkan dia adalah putra Syeh Maulana Ishaq, sosok yang disegani oleh orang-orang muslim. Nyi Ageng Pinatih tidak berani menolak sebuah anugerah itu. Diambillah bayi itu, dianggap anak sendiri. Karena bayi itu hadir seiring kapal selesai berlayar dari samudera, maka bayi itu dinamakan Jaka Samudera oleh Nyi Ageng Pinatih.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jaka Samudera dibawa menghadap ke Ampeldhenta menjelang usia tujuh tahun. Dia tinggal disana. Belajar agama dari Sunan Ampel.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Ampel yang tahu siapa Jaka Samudera yang sebenarnya dari Nyi Ageng Pinatih, maka sosok anak ini sangat dia perhatikan dan diistimewakan. Sunan Ampel menganggapnya anak sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Ampel, dari hasil perkawinannya dengan kakak kandung Adipati Tuban Arya Teja, memiliki delapan putra dan putri. Yang penting untuk diketahui adalah Makdum Ibrahim ( Nama Champa-nya : Bong- Ang : kelak terkenal dengan sebutan Sunan Benang. Lama-lama pengucapannya berubah menjadi Sunan Bonang). Yang kedua Abdul Qasim, terkenal kemudian dengan nama Sunan Derajat. Yang ketiga Maulana Ahmad, yang terkenal dengan nama Sunan Lamongan, yang keempat bernama Siti Murtasi’ah, kelak dijodohkan dengan Jaka Samudera, yang kemudian terkenal dengan nama Sunan Giri Kedhaton (Sunan Giri), yang kelima putri bernama Siti Asyiqah, kelak dijodohkan dengan Raden Patah ( Tan Eng Hwat ), putra Tan Eng Kian, janda Prabhu Brawijaya yang ada di Palembang itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kekuatan Islam dibangun melalui tali pernikahan. Jaka Samudera, diberi nama lain oleh Sunan Ampel, yaitu Raden Paku. Kelak dia dikenal dengan nama Sunan Giri Kedhaton. Dia adalah santri senior. Sunan Ampel bahkan telah mencalonkan, mengkaderkan dia sebagai penggantinya kelak bila sudah meninggal.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Giri sangat radikal dalam pemahaman keagamannya. Setamat berguru dari Ampeldhenta, dia pulang ke Gresik. Di Gresik, dia menyatukan komunitas muslim disana. Dia mendirikan Pesantren. Terkenal dengan nama Pesantren Giri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun dalam perkembangannya, Pesantren Giri memaklumatkan lepas dari kekuasaan Majapahit yang dia pandang Negara kafir. Pesantren Giri berubah menjadi pusat pemerintahan. Maka dikenal dengan nama Giri Kedhaton ( Kerajaan Giri ). Sunan Giri, mengangkat dirinya sebagi khalifah Islam dengan gelar Prabhu Satmata ( Penguasa Bermata Enam. Gelar sindiran kepada Deva Shiva yang cuma bermata tiga ).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendengar Gresik melepaskan diri dari pusat kekuasan, Prabhu Brawijaya, sebagai Raja Diraja Nusantara yang sah, segera mengirimkan pasukan tempur untuk menjebol Giri Kedhaton. Darah tertumpah. Darah mengalir. Dan akhirnya, Giri Kedhaton bisa ditaklukkan. Kekhalifahan Islam bertama itu tidak berumur lama. Namun kelak, setelah Majapahit hancur oleh serangan Demak Bintara, Giri Kedhaton eksis lagi mulai tahun 1487 Masehi. (Sembilan tahun setelah Majapahit hancur pada tahun 1478 Masehi).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari sumber Islam, banyak cerita yang memojokkan pasukan Majapahit. Konon Sunan Giri berhasil mengusir pasukan Majapahit hanya dengan melemparkan sebuah kalam atau penanya. Kalam miliknya ini katanya berubah menjadi lebah-lebah yang menyengat. Sehingga membuat puyeng atau munyeng para prajurid Majapahit. Maka dikatakan, ‘kalam’ yang bisa membuat ‘munyeng’ inilah senjata andalan Sunan Giri. Maka dikenal dengan nama ‘Kalamunyeng’. Sesungguhnya, ini hanya kiasan belaka. Sunan Giri, melalui tulisan-tulisannya yang mengobarkan semangat ke-Islam-an, mampu mengadakan pemberontakan yang sempat ‘memusingkan’ Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun, karena Sunan Ampel meminta pengampunan kepada Prabhu Brawijaya, Sunan Giri tidak mendapat hukuman. Tapi gerak-geriknya, selalu diawasi oleh Pasukan Telik Sandhibaya ( Intelejen ) Majapahit. Inilah kelemahan Prabhu Brawijaya. Terlalu meremehkan bara api kecil yang sebenarnya bisa membahayakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sabdo Palon dan Naya Genggong sudah mengingatkan agar seorang yang bersalah harus mendapatkan sangsi hukuman. Karena itulah kewajiban yang merupakan sebuah janji seorang Raja. Salah satu kewajiban menjalankan janji suci sebagai AGNI atau API, yang harus mengadili siapa saja yang bersalah. Janji ini adalah satu bagian integral dari tujuh janji yang lain, yaitu ANGKASHA (Ruang), Raja harus memberikan ruang untuk mendengarkan suara rakyatnya, VAYU (Angin), Raja harus mampu mewujudkan pemerataan kesejahteraan kepada rakyatnya bagai angin, AGNI (Api), Raja harus memberikan hukuman yang seadil-adilnya kepada yang bersalah tanpa pandang bulu bagai api yang membakar, TIRTA (Air), Raja harus mampu menumbuhkan kesejahteraan perekonomian bagi rakyatnya bagaikan air yang mampu menumbuhkan biji-bijian, PRTIVI (Tanah), Raja harus mampu memberikan tempat yang aman bagi rakyatnya, menampung semuanya, tanpa ada diskriminasi, bagaikan tanah yang mau menampung semua manusia, SURYA (Matahari), Raja harus mampu memberikan jaminan keamanan kepada seluruh rakyat tanpa pandang bulu seperti Matahari yang memberikan kehidupan kepada mayapada, CHANDRA (Bulan ), Raja harus mampu mengangkat rakyatnya dari keterbelakangan, dari kebodohan, dari kegelapan, bagaikan sang rembulan yang menyinari kegelapan dimalam hari, dan yang terakhir adalah KARTIKA (Bintang), Raja harus mampu memberikan aturan-aturan hukum yang jelas, kepastian hukum bagi rakyat demi kesejahteraan, kemanusiaan, keadilan, bagaikan bintang gemintang yang mampu menunjukkan arah mata angin dengan pasti dikala malam menjalang. Inilah DELAPAN JANJI RAJA yang disebut ASTHAVRATA (Astobroto ; Jawa ). Dan menurut Sabdo Palon dan Naya Genggong, Prabhu Brawijaya telah lalai menjalankan janji sucinya sebagai AGNI.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendapati kondisi memanas seperti itu, Sunan Ampel mengeluarkan sebuah fatwa, Haram hukumnya menyerang Majapahit, karena bagaimanapun juga Prabhu Brawijaya adalah Imam yang wajib dipatuhi. Setelah keluar fatwa dari pemimpin Islam se-Jawa, konflik mulai mereda.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun bagaimanapun juga, dikalangan orang-orang Islam diam-diam terbagi menjadi dua kubu. Yaitu kubu yang mencita-citakan berdirinya Kekhalifahan Islam Jawa, dan kubu yang tidak menginginkan berdirinya Kekhalifahan itu. Kubu kedua ini berpendapat, dalam naungan Kerajaan Majapahit, yang notabene Shiva Buddha, ummat Islam diberikan kebebasan untuk melaksanakan ibadah agamanya. Bahkan, syari’at Islam pun boleh dijalankan didaerah-daerah tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kubu pertama dipelopori oleh Sunan Giri, sedangkan kubu kedua dipelopori oleh Sunan Kalijaga, putra Adipati Tuban Arya Teja, keponakan Sunan Ampel. Kubu Sunan Giri mengklaim, bahwa golongan mereka memeluk Islam secara kaffah, secara bulat-bulat, maka pantas disebut PUTIHAN (Kaum Putih). Dan mereka menyebut kubu yang dipimpin Sunan Kalijaga sebagai ABANGAN (Kaum Merah).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bibit perpecahan didalam orang-orang Islam sendiri mulai muncul. Hal ini hanya bagaikan api dalam sekam ketika Sunan Ampel masih hidup. Kelak, ketika Majapahit berhasil dijebol oleh para militant Islam dan ketika Sunan Ampel sudah wafat, kedua kubu ini terlibat pertikaian frontal yang berdarah-darah ( Yang paling parah dan memakan banyak korban, sampai-sampai para investor dari Portugis melarikan diri ke Malaka dan menceritakan di Jawa tengah terjadi situasi chaos dan anarkhis yang mengerikan, adalah pertikaian antara Arya Penangsang, santri Sunan Kudus, penguasa Jipang Panolan dari kubu Putihan dengan Jaka Tingkir atau Mas Karebet, santri dari Sunan Kalijaga, penguasa Pajang dari kubu Abangan. Nanti akan saya ceritakan : Damar Shashangka ).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Berdirinya Ponorogo.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ki Ageng Kutu, Adipati Wengker, sebenarnya masih keturunan bangsawan Majapahit. Beliau masih keturunan Raden Kudha Merta, ksatria dari Pajajaran yang melarikan diri bersama Raden Cakradhara. Raden Kudha Merta berhasil menikah dengan Shri Gitarja, putri Raden Wijaya, Raja Pertama Majapahit. Sedangkan Raden Cakradhara berhasil menikahi Tribhuwanatunggadewi, kakak kandung Shri Gitarja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari perkawinan antara Raden Cakradhara dengan Tribhuwanatunggadewi inilah lahir Prabhu Hayam Wuruk yang terkenal itu. Sedangkan Raden Kudha Merta, menjadi penguasa daerah Wengker, yang sekarang dikenal dengan nama Ponorogo.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ki Ageng Kutu adalah keturunan dari Raden Kudha Merta dan Shri Gitarja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Melihat Majapahit, dibawah pemerintahan Prabhu Brawijaya bagaikan harimau yang kehilangan taringnya, Ki Ageng Kutu, memaklumatkan perang dengan Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prabhu Brawijaya atau Prabhu Kertabhumi menjawab tantangan Ki Ageng Kutu dengan mengirimkan sejumlah pasukan tempur Majapahit dibawah pimpinan Raden Bathara Katong, putra selir beliau.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Peperangan terjadi. Pasukan Majapahit terpukul mundur. Hal ini disebabkan, banyak para prajurid Majapahit yang membelot dari kesatuannya dan memperkuat barisan Wengker. Pasukan yang dipimpin Raden Bathara Katong kocar-kacir.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Raden Bathara Katong yang merasa malu karena telah gagal menjalankan tugas Negara, konon tidak mau pulang ke Majapahit. Dia bertekad, bagaimanapun juga, Wengker harus ditundukkan. Inilah sikap seorang Ksatria sejati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada seorang ulama Islam yang tinggal di Wengker yang mengamati gejolak politik itu. Dia bernama Ki Ageng Mirah. Situasi yang tak menentu seperti itu, dimanfaatkan olehnya. Dia mendengar Raden Bathara Katong tidak pulang ke Majapahit, dia berusaha mencari kebenaran berita itu. Dan usahanya menuai hasil. Dia berhasil menemukan tempat persembunyian Raden Bathara Katong.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dia menawarkan diri bisa memberikan solusi untuk menundukkan Wengker karena dia sudah lama tinggal disana. Raden Bathara Katong tertarik. Namun diam-diam, Ki Ageng Mirah, menanamkan doktrin ke-Islam-an dibenak Raden Bathara Katong. Jika ini berhasil, setidaknya peng-Islam-an Wengker akan semakin mudah, karena Raden Bathara Katong mempunyai akses langsung dengan militer Majapahit. Jika-pun tidak berhasil membuat Raden Bathara Katong memeluk Islam, setidaknya, kelak dia tidak akan melupakan jasanya telah membantu memberitahukan titik kelemahan Wengker. Dan bila itu terjadi, Ki Ageng Mirah pasti akan menduduki kedudukan yang mempunyai akses luas menyebarkan Islam di Wengker.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan ternyata, Raden Bathara Katong tertarik dengan agama baru itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selanjutnya, Ki Ageng Mirah mengatur rencana. Raden Bathara Katong harus pura-pura meminta suaka politik di Wengker. Raden Bathara Katong harus mengatakan untuk memohon perlindungan kepada Ki Ageng Kutu. Dia harus pura-pura membelot dari pihak Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ki Ageng Kutu pasti akan menerima pengabdian Raden Bathara Katong. Ki Ageng Kutu pasti akan senang melihat Raden Bathara Katong telah membelot dan kini berada di fihaknya. Manakala rencana itu sudah berhasil, Raden Bathara Katong harus mengutarakan niatnya untuk mempersunting Ni Ken Gendhini, putri sulung Ki Ageng Kutu sebagai istri. Mengingat status Raden Bathara Katong sebagai seorang putra Raja Majapahit, lamaran itu pasti akan disambut gembira oleh Ki Ageng Kutu..&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan bila semua rencana berjalan mulus, Raden Bathara Katong harus mampu menebarkan pengaruhnya kepada kerabat Wengker. Dia harus jeli dan teliti mengamati titik kelemahan Wengker. Ni Ken Gendhini, putri Ki Ageng Kutu bisa dimanfaatkan untuk tujuan itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bila semua sudah mulus berjalan, dan bila waktunya sudah tepat, maka Raden Bathara Katong harus sesegera mungkin mengirimkan utusan ke Majapahit untuk meminta pasukan tempur tambahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bila semua berjalan lancar, Wengker pasti jatuh!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Raden Bathara Katong melaksanakan semua rencana yang disusun Ki Ageng Mirah. Dan atas kelihaian Raden Bathara Katong, semua berjalan lancar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ki Ageng Kutu, yang merasa masih mempunyai hubungan kekerabatan jauh dengan Raden Bathara Katong, dengan suka rela berkenan memberikan suaka politik kepadanya. Ditambah, ketika Raden Bathara Katong mengutarakan niatnya untuk mempersunting Ni Ken Gendhini, Ki Ageng Kutu serta merta menyetujuinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rencana bergulir. Umpan sudah dimakan. Tinggal menunggu waktu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ni Ken Gendhini mempunyai dua orang adik laki-laki, Sura Menggala dan Sura Handaka. (Sura Menggala = baca Suromenggolo, sampai sekarang menjadi tokoh kebanggaan masyarakat Ponorogo. Dikenal dengan nama Warok Suromenggolo : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ni Ken Gendhini dan Sura Menggala berhasil masuk pengaruh Raden Bathara Katong, sedangkan Sura Handaka tidak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Raden Bathara Katong berhasil mengungkap segala seluk-beluk kelemahan Wengker dari Ni Ken Gendhini. Inilah yang diceritakan secara simbolik dengan dicurinya Keris Pusaka Ki Ageng Kutu, yang bernama Keris Kyai Condhong Rawe oleh Ni Ken Gendhini dan kemudian diserahkan kepada Raden Bathara Katong.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Condhong Rawe hanya metafora. Condhong berarti Melintang (Vertikal) dan Rawe berarti Tegak (Horisontal). Arti sesungguhnya adalah, kekuatan yang tegak dan melintang dari seluruh pasukan Wengker, telah berhasil diketahui secara cermat oleh Raden Bathara Katong atas bantuan Ni Ken Gendhini. Struktur kekuatan militer ini sudah bisa dibaca dan diketahui semuanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan manakala waktu sudah dirasa tepat, dengan diam-diam, dikirimkannya utusan kepada Ki Ageng Mirah. Utusan ini menyuruh Ki Ageng Mirah, atas nama Raden Bathara Katong, memohon tambahan pasukan tempur ke Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendapati kabar Raden Bathara Katong masih hidup, Prabhu Brawijaya segera memenuhi permintaan pengiriman pasukan baru.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Majapahit dan Wengker diadu! Majapahit dan Wengker tidak menyadari, ada pihak ketiga bermain disana! Ironis sekali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Peperangan kembali pecah. Ki Ageng Kutu yang benar-benar merasa kecolongan, dengan marah mengamuk dimedan laga bagai bantheng ketaton, bagai banteng yang terluka. Demi Dharma, dia rela menumpahkan darahnya diatas bumi pertiwi. Walau harus lebur menjadi abu, Ki Ageng Kutu, beserta segenap pasukan Wengker, maju terus pantang mundur!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun bagaimanapun, seluruh struktur kekuatan Wengker telah diketahui oleh Raden Bathara Katong. Pasukan Wengker, yang terkenal dengan nama Pasukan Warok itu terdesak hebat! Namun, Ki Ageng Kutu beserta seluruh pasukannya telah siap untuk mati. Siap mati habis-habisan! Siap menumpahkan darahnya diatas hamparan pangkuan ibu pertiwi! Dengan gagh berani, pasukan ksatria ini terus merangsak maju, melawan pasukan Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Banyak kepala pasukan Majapahit yang menangis melihat mereka harus bertempur dengan saudara sendiri. Banyak yang meneteskan air mata, melihat mayat-mayat prajurid Wengker bergelimpangan bermandikan darah. Dan pada akhirnya, Wengker berhasil dijebol. Wengker berhasil dihancurkan!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Darah menetes! Darah membasahi ibu pertiwi. Darah harum para ksatria sejati yang benar-benar tulus menegakkan Dharma! Alam telah mencatatnya! Alam telah merekamnya!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kabar kemenangan itu sampai di Majapahit. Namun, Prabhu Brawijaya berkabung mendengar kegagahan pasukan Wengker. Mendengar kegagahan Ki Ageng Kutu. Seluruh Pejabat Majapahit berkabung. Sabdo Palon dan Naya Genggong berkabung. Kabar kemenangan itu membuat Majapahit bersedih, bukannya bersuka cita.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para pejabat Majapahit menagis sedih melihat sesama saudara harus saling menumpahkan darah karena campur tangan pihak ketiga, karena disebabkan adanya pihak ketiga. Ki Ageng Kutu adalah seorang Ksatria yang gagah berani. Ki Ageng Kutu adalah salah satu sendi kekuatan militer Majapahit. Kini, Ki Ageng Kutu harus gugur ditangan pasukan Majapahit sendiri. Betapa tidak memilukan!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kadipaten Wengker kini dikuasai oleh Raden Bathara Katong. Surat pengukuhan telah diterima dari pusat. Dan Wengker lantas dirubah namanya menjadi Kadipaten Ponorogo. Wengker yang Shiva Buddha, kini telah berhasil menjadi Kadipaten Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
RUNTUHNYA MAJAPAHIT&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kubu Abangan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seorang ulama berdarah Majapahit, yang lahir di Kadipaten Tuban, yang sangat dikenal dikalangan masyarakat Jawa yaitu Sunan Kalijaga, mati-matian membendung gerakan militansi Islam. Beliau seringkali mengingatkan, bahwasanya membangun akhlaq lebih penting daripada mendirikan sebuah Negara Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga adalah putra Adipati Tuban, Arya Teja. Adipati Arya Teja adalah keturunan Senopati Agung Majapahit masa lampau, Adipati Arya Ranggalawe yang berhasil memimpin pasukan Majapahit mengalahkan pasukan Tiongkok Mongolia yang hendak menguasai Jawa ( Adipati Arya Ranggalawe adalah salah satu tangan kanan Raden Wijaya, pendiri Kerajaan Majapahit.)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adipati Arya Teja berhasil di Islamkan oleh Sunan Ampel. Bahkan kakak kandung beliau dinikahi Sunan Ampel. Dari pernikahan Sunan Ampel dengan kakak kandung Adipati Arya Teja, lahirlah Sunan Bonang, Sunan Derajat, Sunan Lamongan, dan lima putri yang lain (seperti yang telah saya tulis pada bagian pertama : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para pengikut Sunan Giri yang tidak sepaham dengan para pengikut Sunan Kalijaga, sering terlibat konflik-konflik terselubung. Di pihak Sunan Giri, banyak ulama yang bergabung, seperti Sunan Derajat, Sunan Lamongan, Sunan Majagung ( sekarang dikenal dengan Sunan Bejagung), Sunan Ngundung dan putranya Sunan Kudus, dll.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dipihak Sunan Kalijaga, ada Sunan Murya (sekarang dikenal dengan nama Sunan Muria), Syeh Jangkung, Syeh Siti Jenar, dll.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Khusus mengenai Syeh Siti Jenar atau juga disebut Sunan Kajenar, beliau adalah ulama murni yang menekuni spiritualitas. Beliau sangat-sangat tidak menyetujui gerakan kaum Putih yang merencanakan berdirinya Negara Islam Jawa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pertikaian ini mencapai puncaknya ketika Syeh Siti Jenar, menyatakan keluar dari Dewan Wali Sangha. Syeh Siti Jenar menyatakan terpisah dari Majelis Ulama Jawa itu. Beliau tidak mengakui lagi Sunan Ampel sebagai seorang Mufti.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Didaerah Cirebon, Syeh Siti Jenar banyak memiliki pengikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Manakala menjelang awal tahun 1478, Sunan Ampel wafat dan kedudukan Mufti digantikan oleh Sunan Giri, keberadaan Syeh Siti Jenar dianggap sangat membahayakan Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Semua dinamika ini, terus diamati oleh intelejen Majapahit. Gerakan-gerakan militansi Islam mulai merebak dipesisir utara Jawa. Mulai Gresik, Tuban, Demak, Cirebon dan Banten. Para pejabat daerah telah mengirimkan laporan kepada Prabhu Brawijaya. Tapi Prabhu Brawijaya tetap yakin, semua masih dibawah kontrol beliau.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keturunan di Pengging&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pernikahan Dewi Anarawati dengan Prabhu Brawijaya semakin dikukuhkan dengan diangkatnya putri Champa ini sebagai permaisuri. Keputusan yang sangat luar biasa ini menuai protes. Kesuksesan besar bagi Dewi Anarawati membuat para pejabat Majapahit resah. Bisa dilihat jelas disini, bila kelak Prabhu Brawijaya wafat, maka yang akan menggantikannya sudah pasti putra dari seorang permaisuri. Dan sang permaisuri beragama Islam. Dapat dipastikan, Majapahit akan berubah menjadi Negara Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari luar Istana, Sunan Giri menyusun strategi memperkuat barisan militansi Islam. Dari dalam Istana, Dewi Anarawati mempersiapkan rencana yang brilian. Jika Sunan Giri gagal merebut Majapahit dengan cara pemberontakan, dari dalam istana, Majapahit sudah pasti bisa dikuasai oleh Dewi Anarawati. Bila rencana pertama gagal, rencana kedua masih bisa berjalan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tapi ternyata, apa yang diharapkan Dewi Anarawati menuai hambatan. Dari hasil perkawinannya dengan Prabhu Brawijaya, lahirlah tiga orang anak. Yang sulung seorang putri, dinikahkan dengan Adipati Handayaningrat IV, penguasa Kadipaten Pengging ( sekitar daerah Solo, Jawa Tengah sekarang), putra kedua bernama Raden Lembu Peteng, berkuasa di Madura, dan yang ketiga Raden Gugur, masih kecil dan tinggal di Istana. (Kelak, Raden Gugur inilah yang terkenal dengan julukan Sunan Lawu, dipercaya sebagai penguasa mistik Gunung Lawu, yang terletak didaerah Magetan, hingga sekarang : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hambatan yang dituai Dewi Anarawati adalah, putri sulungnya tidak tertarik memeluk Islam, begitu juga dengan Raden Gugur. Hanya Raden Lembu Peteng yang mau memeluk Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari pernikahan putri sulung Dewi Anarawati dengan Adipati Handayaningrat IV, lahirlah dua orang putra, Kebo Kanigara dan Kebo Kenanga. Keduanya juga tidak tertarik memeluk Islam. Si sulung bahkan pergi meninggalkan kemewahan Kadipaten dan menjadi seorang pertapa di Gunung Merapi ( didaerah Jogjakarta sekarang). Sampai sekarang, petilasan bekas pertapaan beliau masih ada dan berubah menjadi sebuah makam yang seringkali diziarahi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Otomatis, yang kelak menggantikan Adipati Handayaningrat IV sebagai Adipati Pengging, bahkan juga jika Prabhu Brawijaya mangkat, tak lain adalah adik Kebo Kanigara, yaitu Kebo Kenanga. Kelak, dia akan mendapat limpahan tahta Pengging maupun Majapahit! Inilah pewaris sah tahta Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebo Kenanga lantas dikenal dengan nama Ki Ageng Pengging.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ki Ageng Pengging sangat akrab dengan Syeh Siti Jenar. Keduanya, yang satu beragama Shiva Buddha dan yang satu beragama Islam, sama-sama tertarik mendalami spiritual murni. Mereka berdua seringkali berdiskusi tentang ‘Kebenaran Sejati’. Dan hasilnya, tidak ada perbedaan diantara Shiva Buddha dan Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun kedekatan mereka ini disalah artikan oleh ulama-ulama radikal yang masih melihat kulit, masih melihat perbedaan. Syeh Siti Jenar dituduh mendekati Ki Ageng Pengging untuk mencari dukungan kekuatan. Dan konyolnya, Ki Ageng Pengging dikatakan sebagai murid Syeh Siti Jenar yang hendak melakukan pemberontakan ke Demak Bintara. Padahal Ki Ageng Pengging tidak tertarik dengan tahta. Walaupun sesungguhnya, memang benar bahwa beliau lah yang lebih berhak menjadi Raja Majapahit kelak ketika Majapahit berhasil dihancurkan oleh Raden Patah Dan juga, Ki Ageng Pengging bukanlah seorang muslim. Beliau dengan Syeh Siti Jenar hanyalah seorang ‘sahabat spiritual’. Hubungan seperti ini, tidak akan bisa dimengerti oleh mereka yang berpandangan dangkal. Ki Ageng Pengging dan Syeh Siti Jenar adalah seorang spiritualis sejati. Kelak, setalah Majapahit berhasil dihancurkan para militant Islam, dua orang sahabat ini menjadi target utama untuk dimusnahkan. Baik Syeh Siti Jenar maupun Ki Ageng Pengging gugur karena korban kepicikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan, nama Ki Ageng Pengging dan Syeh Siti Jenar dibuat hitam. Sampai sekarang, nama keduanya masih terus dihakimi sebagai dua orang yang sesat dikalangan Islam. Namun bagaimanapun juga, keharuman nama keduanya tetap terjaga dikisi-kisi hati tersembunyi masyarakat Jawa, walaupun tidak ada yang berani menyatakan kekagumannya secara terang-terangan. Ironis.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari Ki Ageng Pengging inilah, lahir seorang tokoh terkenal di Jawa. Yaitu Mas Karebat atau Jaka Tngkir. Dan kelak menjadi Sultan Pajang setelah Demak hancur dengan gelar Sultan Adiwijaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keturunan di Tarub&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dikisahkan secara vulgar, suatu ketika Prabhu Brawijaya terserang penyakit Rajasinga atau syphilis. Para Tabib Istana sudah bekerja keras berusaha menyembuhkan beliau, tapi penyakit beliau tetap membandel.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atas inisiatif beliau sendiri, setiap malam beliau tidur diarel Pura Keraton. Memohon kepada Mahadewa agar diberi kesembuhan. Dan konon, setelah beberapa malam beliau memohon, suatu malam, beliau mendapat petunjuk sangat jelas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam keheningan meditasinya, lamat-lamat beliau ‘mendengar’ suara.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Jika engkau ingin sembuh, nikahilah seorang pelayan wanita berdarah Wandhan. Dan, inilah kali terakhir engkau boleh menikah lagi.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendapat ‘wisik’ yang sangat jelas seperti itu, Prabhu Brawijaya termangu-mangu. Dan beliau teringat, di Istana ada beberapa pelayan Istana yang berasal dari daerah Wandhan (Bandha Niera, didaerah Sulawesi).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keesokan harinya, beliau memanggil para pelayan istana dari daerah Wandhan. Beliau memilih yang paling cantik. Ada seorang pelayan dari Wandhan, bernama Dewi Bondrit Cemara, sangat cantik. Diambillah dia sebagai istri selir. Dikemudian hari, Dewi Bondrit Cemara dikenal dengan nama Dewi Wandhan Kuning.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Begitu menikahi Dewi Wandhan Kuning, dan setelah melakukan senggama beberapa kali, penyakit Sang Prabhu berangsur-angsur sembuh.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun Sang Prabhu merasa perkawinannya dengan Dewi Wandhan Kuning harus dirahasiakan. Karena apabila kabar ini terdengar sampai ke daerah Wandhan, pasti para bangsawan Sulawesi merasa terhina oleh sebab Sang Prabhu bukannya mengambil salah seorang putri bangsawan Wandhan, tapi malah mengambil seorang pelayan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dewi Wandhan Kuning mengandung, hingga akhirnya melahirkan seorang anak laki-laki, putra ini lantas dititipkan kepada Kepala Urusan Sawah Istana, Ki Juru Tani. ( Waktu itu, Istana memiliki areal pesawahan khusus yang hasilnya untuk dikonsumsi oleh seluruh kerabat Istana.)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Anak ini diberi nama Raden Bondhan Kejawen (Bondhan perubahan dari kata Wandhan. Kejawen berarti yang telah berdarah Jawa).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Raden Bondhan Kejawen dibesarkan oleh Ki Juru Tani. Dan manakala sudah berangsur dewasa, atas perintah Sang Prabhu, Raden Bondhan Kejawen dikirimkan kepada Ki Ageng Tarub, seorang Pandhita Shiva yang memiliki Ashrama di daerah Tarub ( sekitar Purwodadi, Jawa Tengah sekarang.)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jika anda pernah mendengar legenda Jaka Tarub dan Dewi Nawangwulan, maka inilah dia. Jaka Tarub yang konon mencuri selendang bidadari Dewi Nawangwulan dan lantas ditinggal oleh sang bidadari setelah sekian lama menjadi istri beliau karena ketahuan bahwa yang menyembunyikan selendang itu adalah Jaka Tarub sendiri. ( Saya tidak akan membedah simbolisasi legenda ini disini, karena tidak sesuai dengan topic yang saya bahas : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jaka Tarub inilah yang lantas dikenal dengan nama Ki Ageng Tarub. Menginjak dewasa, Raden Bondhan Kejawen dinikahkan dengan Dewi Nawangsih, putri tunggal Ki Ageng Tarub. Dan kelak Raden Bondhan Kejawen bergelar Ki Ageng Tarub II.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari hasil perkawinan Raden Bondhan Kejawen dengan Dewi Nawangsih, lahirlah Raden Getas Pandhawa. Dari Raden Getas Pandhawa, lahirlah Ki Ageng Sela yang hidup sejaman dengan Sultan Trenggana, Sultan Demak ketiga. Ki Ageng Sela inilah tokoh yang konon bisa memegang petir sehingga menggegerkan seluruh Kesultanan Demak (simbolisasi lagi, kapan-kapan saya ulas : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sampai sekarang nama Ki Ageng Sela terkenal di tengah masyarakat Jawa. Ki Ageng Sela inilah keturunan Tarub yang mulai beralih memeluk Islam. Beliau berguru kepada Sunan Kalijaga. Perpindahan agama ini berjalan dengan damai. Nama Islam beliau adalah Ki Ageng Abdul Rahman.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari Ki Ageng Sela, lahirlah Ki Ageng Mangenis Sela. Dari Ki Ageng Mangenis Sela, lahirlah Ki Ageng Pamanahan. Dan dari Ki Ageng Pamanahan lahirlah Panembahan Senopati Ing Ngalaga, tokoh terkenal pendiri dinasti Mataram Islam dikemudian hari. [Panembahan Senopati Ing Ngalaga Mataram inilah leluhur Para Sultan Kasultanan Jogjakarta, Para Sunan Kasunanan Surakarta (Solo), Pakualaman dan Mangkunegaran sekarang].&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Peng-Islam-an keturunan Raden Bondhan Kejawen, berlangsung dengan damai.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Raden Patah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ingat putri China Tan Eng Kian yang dinikahi Adipati Arya Damar di Palembang?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari hasil pernikahan dengan Prabhu Brawijaya, Tan Eng Kian memiliki seorang putra bernama Tan Eng Hwat. Dikenal juga dengan nama muslim Raden Hassan. Dari perkawinan Tan Eng Kian dengan Arya Damar sendiri, lahirlah seorang putra bernama Kin Shan, dikenal dengan nama muslim Raden Hussein.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejak kecil, Raden Hassan dan Raden Hussein dididik secara Islam oleh ayahnya Arya Damar. Menjelang dewasa, Raden Hassan memohon ijin kepada ibunya untuk pergi ke Jawa. Dia berkeinginan untuk bertemu dengan ayah kandungnya, Prabhu Brawijaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tan Eng Kian tidak bisa menghalangi keinginan putranya. Dari Palembang, Raden Hassan bertolak ke Jawa. Sampailah ia di pelabuhan Gresik yang ramai. Melihat keadaan Gresik yang hiruk-pikuk, Raden Hassan kagum. Dia bisa membayangkan bagaimana besarnya kekuasaan Majapahit. Menilik di Gresik banyak orang muslim, Raden Hassan tertarik.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan dengar-dengar, ada Pesantren besar disana. Pesantren Giri. Raden Hassan memutuskan untuk bertandang ke Giri. Bertemulah dia dengan Sunan Giri. Sunan Giri senang melihat kedatangan Raden Hassan setelah mengetahui dia adalah putra Prabhu Brawijaya yang lahir di Palembang. Sunan Giri seketika melihat sebuah peluang besar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di Giri, Raden Hassan memperdalam ke-Islaman-nya. Disana, Raden Hassan mulai tertarik dengan ide-ide ke-Khalifah-an Islam. Dan militansi Raden Hassan mulai terbentuk.Ada kesepakatan pemahaman antara Raden Hassan dengan Sunan Giri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dari Sunan Giri, Raden Hassan memperoleh ide untuk meminta daerah otonomi khusus kepada ayahnya, Prabhu Brawijaya. Bila disetujui, hendaknya Raden Patah memilih daerah di pesisir Jawa bagian tengah. Jika itu terwujud, keberadaan daerah otonomi didaerah pesisir utara Jawa bagian tengah, akan menjadi penghubung pergerakan militant Islam dari Jawa Timur dan Jawa Barat di Cirebon.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Cirebon, kini tumbuh pesat sebagai pusat kegiatan Islam dibawah pimpinan Pangeran Cakrabhuwana, putra kandung Prabhu Siliwangi, Raja Pajajaran. (Sunan Gunung Jati atau Syarif Hidayatullah belum datang dari Mesir ke Cirebon. Dia datang pada tahun 1475 Masehi. Pada bagian selanjutnya akan saya ceritakan : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah dirasa cukup, Raden Hassan melanjutkan perjalanan ke Pesantren Ampel dengan diiringi beberapa santri Sunan Giri. Disana dia disambut suka cita oleh Sunan Ampel. Disana, dia diberi nama baru oleh Sunan Ampel, yaitu Raden Abdul Fattah yang lantas dikenal masyarakat Jawa dengan nama Raden Patah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selesai bertandang di Ampel, Raden Hassan yang kini dikenal dengan nama Raden Patah melanjutkan perjalanan ke ibu kota Negara Majapahit. Dia yang semula hanya berniat untuk bertemu dengan ayahnya, sekarang dia telah membawa misi tertentu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Betapa suka cita Prabhu Brawijaya mendapati putra kandungnya telah tumbuh dewasa. Dan manakala, Raden Patah memohon anugerah untuk diberikan daerah otonom, Prabhu Brawijaya mengabulkannya. Raden Patah meminta daerah pesisir utara Jawa bagian tengah. Dia memilih daerah yang dikenal dengan nama Glagah Wangi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prabhu Brawijaya menyetujui permintaan Raden Patah. Dia mendanai segala keperluan untuk membangun daerah baru. Raden Patah, dengan disokong tenaga dan dana dari Majapahit, berangkat ke Jawa Tengah. Di daerah pesisir utara, didaerah yang dipenuhi tumbuhan pohon Glagah, dia membentuk pusat pemerintahan Kadipaten baru. Begitu pusat Kadipaten dibentuk, dinamailah tempat itu Demak Bintara. Dan Raden Patah, dikukuhkan oleh Sang Prabhu Brawijaya sebagai penguasa wilayah otonom Islam baru disana.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demak Bintara berkembang pesat. Selain menjadi pusat kegiatan politik, Demak Bintara juga menjadi pusat kegiatan keagamaan. Demak Bintara menjadi jembatan penghubung antara barat dan timur pesisir utara Jawa.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dipesisir utara Jawa, gerakan-gerakan militant Islam mulai menguat. Sayang, fenomena itu tetap dipandang sepele oleh Prabhu Brawijaya. Beliau tetap yakin, dominasi Majapahit masih mampu mengontrol semuanya. Padahal para pejabat daerah yang dekat dengan pesisir utara sudah melaporkan adanya kegiatan-kegiatan yang mencurigakan. Pasukan Telik Sandhibaya telah memberikan laporan serius tentang adanya kegiatan yang patut dicurigai akan mengancam kedaulatan Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tak lama berselang, Raden Hussein, putra Tan Eng Kian dengan Arya Damar, menyusul ke Majapahit. Dia mengabdikan diri sebagai tentara di Majapahit. Raden Hussein tidak terpengaruh ide-ide pendirian ke-Khalifah-an Islam. Dia diangkat sebagai Adipati didaerah Terung ( Sidoarjo, sekarang ) dengan gelar, Adipati Pecattandha.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kebaikan Prabhu Brawijaya sangat besar sebenarnya. Tapi kebaikan yang tidak disertai kebijaksanaan bukanlah kebaikan. Dan hal ini pasti akan menuai masalah dikemudian hari. Bibit-bibit itu mulai muncul, tinggal menunggu waktu untuk pecah kepermukaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan Prabhu Brawijaya tidak akan pernah menyangkanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
RUNTUHNYA MAJAPAHIT&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendekati detik-detik pemberontakan&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Demak Bintara berkembang pesat. Tempat ini dirasa strategis untuk pengembangan militansi Islam karena letaknya agak jauh dari pusat kekuasaan. Di Demak Bintara, para ulama-ulama Putihan sering mengadakan pertemuan. Jadilah Demak Bintara dikenal sebagai Kota Seribu Wali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ditambah pada tahun 1475 Masehi, seorang ulama berdarah Mesir-Sunda datang dari Mesir. Dia adalah Syarif Hidayatullah. Dia datang bersama ibunya Syarifah Muda’im. Syarifah Muda’im adalah putri Pajajaran. Putri dari Prabhu Silihwangi penguasa Kerajaan Pejajaran. (Hanya Kerajaan ini yang tidak masuk wilayah Majapahit. Walau kecil, Pajajaran terkenal kuat. Anda bisa membayangkan adanya Timor Leste sekarang. Seperti itulah keadaan Majapahit dan Pajajaran. : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nama asli Syarifah Muda’im adalah Dewi Rara Santang. Dia bersama kakaknya Pangeran Walangsungsang, tertarik mempelajari Islam. Ketika berada di Makkah, Dewi Rara Santang dipinang oleh bangsawan Mesir, Syarif Abdullah. Menikahlah Dewi Rara Santang dengan bangsawan ini. Dan namanya berganti Syarifah Muda’im. Dari pernikahan ini, lahirlah Syarif Hidayatullah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pangeran Walang Sungsang, mendirikan daerah hunian baru di pesisir utara Jawa barat. Dikenal kemudian dengan nama Tegal Alang-Alang. Lantas berubah menjadi Caruban. Berubah lagi menjadi Caruban Larang. Pada akhirnya, dikenal dengan nama Cirebon sampai sekarang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pangeran Walang Sungsang, dikenal kemudian dengan nama Pangeran Cakrabhuwana. Oleh ayahandanya, Prabhu Silihwangi diberikan gelar kehormatan Shri Manggana.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Syarif Hidayatullah, keponakan Pangeran Cakrabhuwana lantas dikenal dengan nama Sunan Gunung Jati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Awal tahun 1478, Sunan Ampel wafat. Sunan Giri terpilih sebagai penggantinya. Pusat Majelis Ulama Jawa kini berpindah ke Giri Kedhaton. Dan, pada waktu inilah tragedi Syeh Siti Jenar terjadi. Syeh Siti Jenar dipanggil ke Giri Kedhaton dan disidang oleh Dewan Wali Sangha dibawah pimpinan Sunan Giri. Walau tidak mengakui keberadaan Majelis Ulama Jawa, beliau tetap hadir. Beliau dituduh telah menyebarkan aliran sesat. Adapula yang menuduh sebagai antek-antek Syi’ah. Ada juga yang mengatakan beliau ahli sihir, dan lain sebagainya. (Akan saya buat catatan tersendiri tentang beliau : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada sidang pertama para ulama yang tergabung dalam Dewan Wali Sangha tidak bisa menemukan kesalahan Syeh Siti Jenar. Sehingga, beliau lantas dibebaskan dari segala tuduhan. Namun bagaimanapun juga, Syeh Siti Jenar adalah duri didalam daging bagi mereka. Maka sejak saat itu, kesalahan-kesalahan beliau senantiasa dicari-cari.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Konsentrasi Dewan Wali Sangha terpecah pada rencana perebutan kekuasaan. Melalui serangkaian musyawarah yang pelik, maka disimpulkan, kekuatan militansi Islam sudah cukup siap untuk mengadakan perebutan kekuasaan. Raden Patah, Adipati Demak Bintara, terpilih secara mutlak sebagai pemimpin gerakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kubu Abangan, tidak menghadiri musyawarah ini. Apalagi semenjak Dewan Wali Sangha atau Majelis Ulama Jawa dipegang Sunan Giri, hubungan kubu Putihan dan kubu Abangan kian meruncing.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga dan para pengikutnya hanya mau membantu Dewan Wali Sangha merampungkan pembangunan Masjid Demak. Selebihnya, mereka tidak ikut campur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Persiapan sudah matang. Tinggal memilih hari yang ditentukan. Pasukan Telik Sandhibaya ( Intelejen ) Majapahit mengendus rencana ini. Prabhu Brawijaya mendapat laporan para pasukan Intelejen yang ada disekitar Demak Bintara. Sayangnya, beliau tidak begitu mempercayainya. Beliau berkeyakinan, tidak mungkin Raden Patah, putra kandungnya sendiri akan nekad berbuat seperti itu. Prabhu Brawijaya tidak memahami betapa militant-nya orang yang sudah terdoktrin!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan manakala pergerakan pasukan besar-besaran terdengar, yaitu pasukan orang-orang Islam Putihan, gabungan dari seluruh lasykar yang ada di wilayah pesisir utara Jawa timur sampai Jawa barat mulai bergerak. Keadaan menjadi gempar! Para Pejabat daerah kalang kabut. Mereka tidak menyangka orang-orang Islam sedemikian banyaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setiap daerah yang dilalui pasukan ini, tidak ada yang bisa membendung. Kekuatan mereka cukup besar. Persiapan mereka cukup tertata. Sedangkan daerah-daerah yang dilalui, tidak mempunyai persiapan sama sekali. Daerah perdaerah yang dilewati, harus melawan sendiri-sendiri. Tidak ada penyatuan pasukan dari daerah satu dengan daerah lain. Semua serba mendadak. Dan tak ada pilihan lain kecuali melawan atau mundur teratur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Gerakan pasukan ini cukup kuat. Para Adipati yang berhasil mundur segera melarikan diri ke ibu kota Negara. Mereka melaporkan agresi mendadak pasukan pesisir yang terdiri dari orang-orang Islam itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan dari mereka, Prabhu Brawijaya mendapat laporan yang mencengangkan, yaitu telah terjadi pergerakan pasukan dari Demak Bintara. Pasukan berpakaian putih-putih. Berbendera tulisan asing! Berteriak-teriak dengan bahasa yang tidak dimengerti! Pasukan ini dapat dipastikan adalah pasukan orang-orang Islam. Dan kini, tengah bergerak menuju ibu kota Negara Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Percaya tidak percaya Prabhu Brawijaya mendengarnya. Laporan pasukan Telik Sandhibaya selama ini telah menjadi kenyataan.. Namun, Prabhu Brawijaya tetap tidak bisa mengerti, mana mungkin Raden Patah berbuat seperti itu. Mana mungkin orang-orang Islam berani dan tega mengadalan pemberontakan. Selama ini, Majapahit telah memberikan bantuan material yang tidak sedikit bagi mereka. Sesak! Dada Prabhu Brawijaya seketika serasa sesak bagai dihantam palu! Bergemuruh mendidih! Beliau menyebut Nama Mahadeva berkali-kali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seluruh pembesar Majapahit tegang. Mereka menantikan komando Sang Prabhu. Waktu berjalan cepat. Sang Prabhu masih belum mengeluarkan titah apapun. Pergerakan pasukan sudah memasuki Madiun, sebentar lagi mencapai wilayah Kadhiri, sudah teramat dekat dengan ibu kota Negara. Pertempuran-pertempuran penghadangan telah terjadi secara otomatis. Dan semua telah masuk menjadi laporan bagi Sang Prabhu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bahkan ada laporan yang menyatakan, beberapa daerah yang terpengaruh Islam, malah ikut bergabung dengan pasukan ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adipati Kertosono ( wilayah Kediri sekarang ) mengirinkan utusan khusus kepada Sang Prabhu untuk segera mengeluarkan perintah perang!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sang Prabhu masih termangu-mangu. Dan manakala terdengar Adipati Kertosono melakukan perlawanan mati-matian tanpa menunggu komando beliau, barulah Sang Prabhu tersadar! Segera beliau memerintahkan seluruh pasukan Majapahit untuk mempersiapkan sebuah perang besar!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para Panglima yang telah menanti-nantikan perintah ini menyambut dengan suka cita! Inilah yang mereka nanti-nantikan! Tanpa menunggu waktu lama, seluruh kekuatan Majapahit segera dipersiapkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pasukan Majapahit telah siap sedia menyambut kedatangan pasukan Demak Bintara. Dan sekali lagi, mereka tinggal menunggu perintah untuk MENYERANG!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan komando terakhir inipun tidak segera keluar. Pasukan Majapahit resah. Para Panglima cemas. Para kepala pasukan tempur digaris depan terus mendesak kepada Para Panglima masing-masing agar segera mengeluarkan perintah penyerangan!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para Panglima juga mendesak Sang Senopati Agung, meminta kepada Prabhu Brawijaya untuk segera memberikan komando terakhir. Perlu dicatat, salah satu panglima yang memperkuat barisan Majapahit adalah Adipati Terung, adik tiri Raden Patah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dalam hatinya bertanya-tanya, ada apakah dengan kakak tirinya sehingga mengadakan gerakan makar sedemikian rupa? Selama ini, dia tidak melihat ada yang salah dengan pemerintahan Prabhu Brawijaya. Tidak ada diskriminasi dalam hal keagamaan. Dirinya yang muslim-pun, bisa bebas menjalankan ibadah agamanya. Bahkan, bisa dipercaya menjabat sebagai seorang Adipati, yang notabene bukan jabatan main-main.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Adipati Terung tidak bisa memahami pola pikir kakak tirinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan perintah penyerangan tidak juga segera turun. Seluruh pasukan yang sudah bersiap sedia dibarak masing-masing, dilanda ketegangan yang luar biasa!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di Istana, Para Mantri resah. Melihat situasi ini, Sabdo Palon dan Naya Genggong meminta Sang Prabhu untuk segera mengeluarkan perintah. Namun apa jawaban Sang Prabhu? Beliau masih tidak yakin pasukan Demak akan tega menyerang ibu kota Negara Majapahit. Sabdo Palon dan Naga Genggong menandaskan, cara berfikir Raden Patah dan para pasukan ini sudah lain. Sang Prabhu tidak akan bisa memahaminya. Jalan satu-satunya sekarang adalah, menghadapi mereka secara frontal. Pada saat ini, tidak ada cara lain.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan manakala kabar terdengar pasukan Demak telah merangsak maju dan memasuki pinggiran ibu kota Majapahit, dan disana mereka mengadakan perusakan hebat. Dengan sangat terpaksa, Sang Prabhu mengeluarkan perintah penyerangan! Tapi, perintah itu sebenarnya telah terlambat!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Begitu keluar perintah penyerangan, ada hal yang tidak terduga, pasukan Ponorogo dan beberapa daerah yang lain membelot! Diketahui kemudian ternyata mereka adalah pasukan dari daerah-daerah yang sudah muslim.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan, peperangan pecah sudah!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Peperangan yang besar. Darah tertumpah lagi! Senopati Demak dipimpin oleh Sunan Ngundung. Dan dipihak Majapahit, Senopati dipegang oleh Arya Lembu Pangarsa. Prajurid Majapahit mengamuk dimedan laga. Para prajurid yang sudah berpengalaman tempur ini dan disegani diseluruh Nusantara, sekarang tidak main-main lagi! Adipati Sengguruh, Raden Bondhan Kejawen yang masih belia, Adipati Terung, Adipati Singosari dan yang lain ikut mengamuk dimedan laga!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sayang, banyak kesatuan-kesatuan Majapahit yang berasal dari daerah muslim, membelot. Namun, pada hari pertama, pasukan Demak Bintara terpukul mundur!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pada hari kedua, pasukan Demak terpukul lebih telak. Senopati Demak, Sunan Ngundung tewas! (Makamnya masih ada di Trowulan, Mojokerto sampai sekarang.) Pasukan Demak mengundurkan diri. Pasukan cadangan masuk dipimpin oleh putra Sunan Ngundung, Sunan Kudus. Pertempuran kembali pecah!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun bagaimanapun juga, pasukan Demak harus mengakui kekuatan pasukan Majapahit. Mereka terpukul mundur keluar dari ibu kota Negara. Kehebatan pasukan Majapahit yang terkenal itu, ternyata terbukti!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pasukan Demak bertahan. Beberapa minggu kemudian, datang pasukan dari Palembang bergabung dengan pasukan Majapahit. Pasukan Majapahit seolah mendapat suntikan darah segar. Namun ternyata, bergabungnya pasukan Palembang ini hanyalah bagian dari siasat dari orang-orang Demak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Pasukan Palembang, diam-diam memusnahkan seluruh persediaan bahan makanan tentara Majapahit. Lumbung-lumbung besar dibakar! Semua persediaan bahan pangan ludes! ( Inilah simbolisasi dari didatangkannya peti ajaib milik Adipati Arya Damar dari Palembang yang apabila dibuka, mampu mengeluarkan beribu-ribu tikus dan memakan seluruh beras dan bahan pangan tentara Majapahit. : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Majapahit kebobolan luar dalam. Majapahit benar-benar tidak pernah menyangka akan hal itu. Begitu persediaan bahan pangan menipis, dari hari kehari, pelan namun pasti, pasukan Majapahit terpukul mundur!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendengar pasukan Majapahit terdesak, Kepala Pasukan Bhayangkara, yaitu Pasukan Khusus Pengawal Raja, segera mengamankan Prabhu Brawijaya. Keadaan sudah sedemikian genting dan Sang Prabhu, mau tidak mau, harus segera meloloskan diri. Ini harus dilakukan secepatnya, karena untuk menyatukan kembali kekuatan tentara Majapahit kelak, sosok Prabhu Brawijaya, masih dibutuhkan!&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan dikawal Pasukan Bhayangkara, Prabhu Brawijaya segera keluar dari Istana. Pasukan Bhayangkara memutuskan agar Sang Prabhu menyelamatkan diri ke Pulau Bali. Pulau yang kondusif untuk saat ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ditengah kekacauan itu, Dewi Anarawati, diam-diam dibawa oleh pasukan Islam ke Gresik. Putra bungsu Dewi Anarawati, Raden Gugur yang masih kecil, diselamatkan oleh pasukan Ponorogo dan dibawa ke Kadipaten Ponorogo.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan pada akhirnya, Majapahit bisa dijebol. Seluruh Istana dirusak dan dibakar!. Perusakan terjadi dimana-mana. (Maka jangan heran, sampai sekarang bekas Istana Majapahit yang terkenal di Nusantara itu, musnah tak berbekas. : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan pada akhirnya, terjadilah tragedi kemanusiaan yang sampai sekarang ‘ditutupi’. Perang yang semula melibatkan dua kekuatan militer Majapahit dan Demak, kini merembet menjadi perang sipil. Mereka yang merasa diatas angin, kini menjadi sosok malaikat maut. Pertumpahan darah terjadi. Masyarakat Majapahit yang masih memegang keyakinan lama, berhadapan secara frontal dengan mereka yang telah berpindah keyakinan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dimana-mana, situasi anarkhis terjadi. Dimana-mana dua kubu ini bentrok. Dimana-mana kekacauan merajalela. Jawa dalam situasi chaos! Ibu pertiwi menangis. Ibu pertiwi terluka. Putra-putranya kini tengah saling menumpahkan darah hanya karena disalah satu pihak tengah dilanda ‘ketidak sadaran’.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Akibat tragedi yang mencerabut segala sendi-sendi masyarakat Majapahit ini, bangunan-bangunan indah dari Kerajaan Agung Majapahit, musnah tak berbekas! Majapahit yang terkenal sebagai Macan Asia, ludes dibabat habis. Di Jawa Timur, Majapahit seolah-olah hanya sebuah mitos belaka, karena banyak peninggalan dari jaman keemasan Nusantara ini, hancur karena kepicikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Hanya sedikit yang tersisa. Dan yang sedikit itulah yang masih bisa kita saksikan hingga sekarang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Eksodus besar-besaran terjadi. Para Agamawan, Para Bangsawan dan rakyat yang tetap memegang teguh keyakinannya, menyingkir ketempat-tempat yang dirasa aman. Kebanyakan menyeberang ke Bali, Kalimantan dan Lombok.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada seorang putri selir Prabhu Brawijaya yang melarikan diri bersama sisa-sisa prajurid Majapahit dan beberapa penduduk. Dia bernama Dewi Rara Anteng. Bersama suaminya Raden Jaka Seger, dia menyingkir ke pegunungan Bromo. Sampai sekarang keturunan mereka masih ada disana, dikenal dengan nama suku Tengger. Diambil dari nama Dewi Rara An-TENG dan Raden Jaka Se-GER. Diwilayah pegunungan Bromo, pasukan Demak memang tidak bisa menjangkau. Medannya cukup sulit dan terisolir. (Suku Tengger baru membuka diri pada jaman pemerintahan Presiden Soekarno. Ketika disensus dan ditanyakan apa agama mereka, mereka menyatakan beragama Budo. Padahal ritual yang mereka jalankan lebih dekat ke agama Hindhu dari pada agama Buddha. Para petugas sensus tidak tahu, istilah Hindhu memang tidak dikenal pada jaman Majapahit. Yang terkenal adalah agomo Siwo Budo atau hanya disebut wong Budo saja. : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan dikawal oleh Pasukan Bhayangkara dan beberapa kesatuan pasukan yang tersisa, Prabhu Brawijaya menyingkir ke arah timur. Dan untuk sementara, beliau tinggal di Blambangan. Adipati Blambangan, memperkuat barisan pasukan ini. Dan tak hanya itu, para penduduk Blambangan-pun dengan suka rela ikut menggabungkan diri. Mereka benar-benar melindungi Prabhu Brawijaya ekstra ketat. Mereka siap tempur di Blambangan. Keadaan darurat diberlakukan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selama ada di Blambangan, Prabhu Brawijaya terus terusik batinnya. Raden Patah, yang biasa beliau banggil dengan nama Patah itu, ternyata telah tega melakukan ini semua. Kebaikan beliau selama ini dibalas dengan racun. Sabdo Palon dan Naya Genggong menabahkan hati Sang Prabhu. Nasi sudah menjadi bubur. Tidak patut disesali lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kini, saatnya untuk menata kembali yang tersisa. Dan untuk tujuan itu, Prabhu Brawijaya harus menyeberang ke Pulau Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
RUNTUHNYA MAJAPAHIT&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sirna Ilang Kerthaning Bhumi&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Atas perintah Raden Patah, Senopati Demak Bintara Sunan Kudus menemui Adipati Terung, adik kandung Raden Patah dengan membawa pasukan Demak Bintara. Adipati Terung di ultimatum agar menyerah, atau dihancurkan. Adipati Terung dalam dilema. Pada akhirnya, dia menyatakan ‘menyerah’ kepada Demak Bintara.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa minggu kemudian, Raden Patah datang dari Demak untuk melihat langsung kemenangan pasukannya. Raden Patah meminta semua laporan dari kepala pasukan Demak. Diketahui kemudian, Prabhu Brawijaya berhasil meloloskan diri. Pasukan Bhayangkara Majapahit atau Pasukan Khusus Pengawal Raja, memang terkenal lihai melindungi junjungan mereka. Tak ada satupun kepala pasukan Demak yang mengetahui bagaimana Pasukan Bhayangkara bisa menerobos kepungan rapat Pasukan Islam dan kearah mana mereka membawa Sang Prabhu pergi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Raden Patah segera menyebar pasukan mata-mata untuk melacak keberadaan Sang Prabhu. Dan Raden Patah sendiri segera melanjutkan perjalanan untuk bertandang ke Pesantren Ampel di Surabaya. Dia hendak mengabarkan kemenangan besar ini kepada janda Sunan Ampel.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Di Surabaya situasi anarkhis-pun merajalela. Nyi Ageng Ampel, begitu mendengar laporan Raden Patah, marah! Dengan tegas beliau menyatakan, apa yang dilakukan Raden Patah adalah sebuah kesalahan besar. Dia telah berani melanggar wasiat gurunya sendiri, Sunan Ampel, yang mewasiatkan sebelum beliau wafat, melarang orang-orang Islam merebut tahta Majapahit. Dan juga, Raden Patah telah berani melawan seorang Imam yang sah, seorang Umaro’ tidak seharusnya dilawan tanpa ada alasan yang jelas. Dan yang ketiga, Raden Patah telah berani durhaka kepada ayah kandungnya sendiri yang telah melimpahkan segala kebaikan bagi dirinya serta orang-orang Islam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nyi Ageng Ampel menangis. Raden Patah terketuk hati nuraninya, dia ikut mencucurkan air mata. Didepan Nyi Ageng Ampel, Raden Patah mencium kaki beliau, menangis, menyesali perbuatannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dengan berurai air mata, Raden Patah meminta solusi kepada Nyi Ageng Ampel. Dan Nyi Ageng Ampel memerintahkan kepadanya untuk segera mencari keberadaan Prabhu Brawijaya. Dan apabila sudah diketemukan, seyogyanya, Prabhu Brawijaya dikukuhkan kembali sebagai seorang Raja.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendengar perintah itu, secara emosional Raden Patah berniat mencari ayahandanya sendiri bersama beberapa orang prajurid Demak. Tapi Nyi Ageng Ampel mencegahnya. Dalam situasi anarkhis seperti ini, tidak memungkinkan bagi dia untuk mencari beliau sendiri. Dikhawatirkan, akan terjadi kesalah pahaman. Dan sekarang, dimata Prabhu Brawijaya, dirinya dan seluruh umat Islam yang menyokong pergerakan pasukan Demak, tidak mungkin dipercaya lagi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Jalan keluar yang terbaik adalah, meminta bantuan Sunan Kalijaga atau Syeh Siti Jenar untuk mewakili dirinya, mencari Prabhu Brawijaya dan apabila sudah bisa ditemukan, memohon kepada Prabhu Brawijaya agar kembali ke Majapahit. Sudah bukan rahasia lagi dikalangan Istana, dua ulama besar ini tidak terlibat dalam penyerangan Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Karena Syeh Siti Jenar, baru saja disidang oleh Dewan Wali Sangha yang mengakibatkan hubungan beliau dengan Para Wali sekaligus dengan Raden Patah dalam situasi yang tidak mengenakkan, maka Raden Patah memutuskan untuk mengirim pasukan khusus menemui Sunan Kalijaga.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga, dimohon menghadap ke Pesantren Ampel atas permintaan Nyi Ageng Ampel dan Raden Patah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa hari kemudian, Sunan Kalijaga datang ke Surabaya. Beliau waktu itu berada di Demak Bintara, memfokuskan diri memimpin pembangunan Masjid Demak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga, Nyi Ageng Ampel dan Raden Patah, terlibat perundingan yang serius. Dan pada akhirnya, Sunan Kalijaga menyetujui untuk mengemban tugas mulia itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Beberapa hari kemudian, laporan dari pasukan mata-mata Demak Bintara diterima Raden Patah. Diketahui, ada konsentrasi besar pasukan Majapahit diwilayah Blambangan. Diketahui pula, Prabhu Brawijaya ada disana. Ada kabar terpetik, Prabhu Brawijaya hendak menyeberang ke pulau Bali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Mendapati informasi yang dapat dipercaya seperti itu, Sunan Kalijaga, diiringi beberapa santrinya, segera berangkat ke Blambangan. Dia siap mengambil segala resiko yang bakal terjadi. Dengan memakai pakaian rakyat sipil yang tidak mencolok mata, demi untuk menghindari kesalah pahaman, dia berangkat. Disetiap daerah yang dilalui, Sunan Kalijaga beserta rombongan melihat pemandangan yang memilukan. Kekacauaan ada dimana-mana. Penduduk yang masih memegang keyakinan lama, bentrok dengan penduduk yang sudah mengganti keyakinannya.Korban berjatuhan. Nyawa melayang karena kepicikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Rombongan ini harus pandai-pandai memilih jalan. Kadangkala memutar kalau dirasa perlu. Mereka sengaja menghindari tempat keramaian. Mereka lebih memilih menerobos hutan belantara demi menjaga keamanan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan, manakala mereka sudah tiba di Blambangan, Sunan Kalijaga, menunjukkan statusnya. Dengan mengibarkan bendera putih tanda gencatan senjata, dia memasuki kota Blambangan yang mencekam.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Para prajurid Majapahit terkejut melihat ada serombongan kecil orang-orang muslim memasuki kota Blambangan. Mereka mengibarkan bendera putih. Mereka bukan tentara. Mereka tidak bersenjata. Serta merta, kedatangan mereka dihadang oleh pasukan Majapahit. Dan mereka tidak diperkenankan memasuki kota. Prajurid Majapahit, siap tempur.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun, Sunan Kalijaga menunjukkan siapa dirinya. Dia meminta kepada kepala prajurid agar menyampaikan pesan kepada Prabhu Brawijaya, bahwasanya dia, Raden Sahid atau Sunan Kalijaga, datang sebagai duta dan memohon menghadap.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketegangan terjadi. Rombongan kecil ini diujung tanduk. Nyawa mereka terancam. Namun mereka yakin, prajurid Majapahit bisa membedakan, mana musuh dalam medan laga dan mana musuh dalam status duta. Mereka tidak akan berani mencelakai seorang duta.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ketegangan sedikit mencair manakala ada pesan dari Sang Prabhu yang mengabulkan permohonan Sunan Kalijaga untuk menghadap kepada beliau. Prabhu Brawijaya tahu bagaimana menghormati seorang duta. Prabhu Brawijaya-pun tahu dari laporan para pasukan Sandhi (Intelejen) bahwa Sunan Kalijaga bersama para pengikutnya, tidak ikut melakukan penyerangan ke Majapahit.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga beserta rombongan bisa bernafas lega. Mereka segera menghadap Prabhu Brawijaya dengan pengawalan yang sangat ketat sekali. Sembari memegang persenjataan lengkap dan siap digunakan, para prajurid Bhayangkara menyambut kedatangan Sunan Kalijaga. Mereka mengapitnya. Sunan Kalijaga diperkenankan masuk. Beberapa santrinya disuruh menunggu diluar.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prabhu Brawijaya, didampingi para penasehat beliau yang terdiri dari para Pandhita Shiva dan Wiku Buddha, juga Sabdo Palon dan Naya Genggong, nampak telah menunggu kedatangan Sunan Kalijaga. Begitu ada dihadapan Sang Prabhu, Sunan Kalijaga menghaturkan hormat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prabhu Brawijaya menanyakan maksud kedatangan Sunan Kalijaga. Sunan Kalijaga mengatakan bahwa dia adalah duta Raden Patah sekaligus Nyi Ageng Ampel. Sunan Kalijaga menceritakan segalanya dari awal hingga akhir. Bahkan dia menceritakan pula kondisi Majapahit. Prabhu Brawijaya meneteskan air mata mendengar banyak penduduk yang harus meregang nyawa karena kepicikan, mendengar Keraton megah kebanggaan Nusantara dibumi hanguskan, mendengar tempat-tempat suci hancur rata dengan tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seluruh yang hadir merasa sedih, marah, geram, semua bercampur aduk menjadi satu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan manakala Sunan Kalijaga mengahturkan tujuan sebenarnya dia menjadi duta, yaitu agar Prabhu Brawijaya berkenan kembali memegang tampuk pemerintahan di Majapahit, seketika ssemua yang hadir memincingkan mata.Seolah mendengarkan kalimat yang tidak bisa dicerna.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prabhu Brawijaya tercenung. Beliau meminta nasehat. Beberapa penasehat mengusulkan agar hal itu tidak dilakukan, karena sama saja menerima suatu penghinaan. Dinasti Majapahit, bisa kembali berkuasa hanya karena kebaikan hati orang-orang Islam. Tidak hanya itu saja, wibawa Sang Prabhu akan jatuh dimata para pendukungnya. Tidak ada artinya tahta yang diperoleh dari belas kasihan musuh. Masyarakat Majapahit akan memandang rendah pemimpin mereka yang mau menerima tahta seperti itu. Selama ini, Raja-Raja Majapahit, tidak pernah melakukan itu. Bila wibawa Sang Prabhu telah jatuh, dengan sendirinya, para pengikut Sang Prabhu akan berani juga bermain-main dengan Sang Prabhu kelak. Hukum tidak akan dipatuhi. Para pembangkang akan muncul dimana-mana bak jamur tumbuh dimusim penghujan. Dan lagi, apakah Sang Prabhu tidak malu menerima tahta dari anaknya sendiri?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sebaiknya Sang Prabhu tidak menerima tawaran itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sang Prabhu menghela nafas.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga mohon bicara. Apabila memang Sang Prabhu tidak mau menerima tahta Majapahit dari tangan Raden Patah, maka seyogyanya Sang Prabhu mempertimbangkan kembali jika hendak mendapatkannya dengan jalan merebut. Sebab, bila hal itu sampai terjadi, tidak bisa dibayangkan, tanah Jawa akan banjir darah. Dukungan kekuatan militer bagi Sang Prabhu akan datang dari segenap pelosok Nusantara, tidak bakalan tanggung-tanggung lagi. Jawa akan semakin membara bila seluruh Nusantara akan bangkit. Pembunuhan yang lebih besar dan mengerikan akan terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sang Prabhu Brawijaya bagaikan disodori buah simalakama, dimakan mati tidak dimakan pun mati.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sejenak, Sang Prabhu berunding dengan para penasehat beliau yang terdiri dari para ahli hukum dan agamawan. Sejurus kemudian, beliau menyatakan kepada Sunan Kalijaga hendak merundingkan hal ini dengan para penasehat lebih dalam lagi. Dan Sunan Kalijaga diperbolehkan menghadap esok hari lagi. Sunan Kalijaga dan seluruh rombongannya diberikan tempat bermalam, dengan pengawalan ketat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keesokan harinya, Sunan Kalijaga dipanggil menghadap. Prabhu Brawijaya memutuskan, untuk menghindari pertumpahan darah yang lebih besar lagi, beliau tidak akan mengadakan gerakan perebutan tahta kembali. Lega Sunan Kalijaga mendengarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Namun apa yang akan dilakukan Sang Prabhu agar seluruh putra-putra beliau mau merelakan tahta diduduki Raden Patah? Begitu Sunan Kalijaga meminta kejelasan langkah selanjutnya. Sang Prabhu mengatakan, beliau akan mengeluarkan maklumat kepada seluruh putra-putra beliau untuk bersikap sama seperti dirinya. Untuk berjiwa besar memberikan kesempatan bagi Raden Patah memegang tampuk kekuasaan. Terutama kepada keturunan beliau di Pengging, maklumat ini benar-benar harus dipatuhi. Semua sudah paham, yang berhak mewarisi tahta Majapahit sebenarnya adalah keturunan di Pengging.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kini, Sang Prabhu yang mempertanyakan jaminan kebebasan beragama kepada Sunan Kalijaga, apakah Demak Bintara bisa memberikan wilayah-wilayah otonomi khusus bagi para penguasa daerah yang mayoritas masyarakatnya tidak beragama Islam? Bisakah Demak Bintara sebijak Majapahit dulu? Bukankah keyakinan yang dianut Raden Patah menganggap semua yang diluar keyakinan mereka adalah musuh?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga terdiam. Dan setelah berfikir barang sejenak, Sunan Kalijaga betjanji akan ikut andil menentukan arah kebijakan pemerintahan Demak Bintara. Dan itu berarti, mulai saat ini, dia harus ikut terjun kedunia politik. Dunia yang dihindarinya selama ini ( Tahta Kadipaten Tuban yang diserahkan kepadanya, dia berikan kepada Raden Jaka Supa, suami adiknya Dewi Rasa Wulan : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prabhu Brawijaya bernafas lega. Dia percaya pada sosok Raden Sahid atau Sunan Kalijaga ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga menambahkan, Sang Prabhu seyogyanya kembali ke Trowulan. Tidak usah meneruskan menyeberang ke pulau Bali. Sebab dengan adanya Sang Prabhu di Trowulan, para putra dan masyarakat tahu kondisi beliau. Tahu bahwasanya beliau baik-baik saja. Sehingga seluruh pendukung beliau akan merasa tenang.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kembali Sang Prabhu berunding dengan para penasehat sejenak Kemudian beliau memeberikan jawaban.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Ada beliau di Trowulan ataupun tidak, stabilitas negara sepeninggal beliau tergulingkan dari tahta, mau tidak mau, tetap akan terganggu. Karena para pendukung beliau pasti juga banyak yang belum bisa menerima pemberontakan Raden Patah ini. Namun, jika tidak ada komando khusus dari beliau, hal itu tidak akan menjadi sebuah kekacauan yang besar. Pembangkangan daerah per daerah pasti terjadi. Tapi, Sang Prabhu menjamin, tanpa komando beliau, penyatuan kekuatan Majapahit dari daerah per daerah tidak bakalan terjadi. Dan, beliau tidak perlu pulang ke Trowulan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga resah. Bila Sang Prabhu ke Bali, Sunan Kalijaga takut beliau akan berubah pikiran begitu melihat betapa militan-nya para pendukung beliau disana. Mau tidak mau, Prabhu Brawijaya harus bisa diusahakan pulang ke Trowulan. Sunan Kalijaga memutar otak.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga tahu, hati Prabhu Brawijaya sangat lembut. Dan kini, Sunan Kalijaga akan berusaha mengetuk kelembutan hati beliau. Sunan Kalijaga memberikan gambaran betapa mengerikannya jika para pendukung beliau benar-benar siap melakukan gerakan besar. Tidak ada jaminan bagi Sang Prabhu sendiri bahwa beliau tidak akan berubah pikiran bila tetap meneruskan perjalanan ke Bali. Sunan Kalijaga memohon, Prabhu Brawijaya harus mengambil jarak dengan para pendukung beliau. Nasib rakyat kecil dalam hal ini dipertaruhkan. Mereka harus lebih diutamakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga memberikan kemungkinan-kemungkinan yang bakal terjadi jika Sang Prabhu tetap hendak ke Bali&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Diam-diam, Prabhu Brawijaya berfikir. Diam-diam hati beliau terketuk. Kata-kata Sunan Kalijaga memang ada benarnya. Prabhu Brawijaya tercenung. Beliau memutuskan pertemuan untuk sementara disudahi. Sunan Kalijaga diminta kembali ketempatnya untuk sementara waktu.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan, Prabhu Brawijaya ingin menyendiri. Ingin merenung tanpa mau diganggu oleh siapapun. Ketika malam menjelang, Sang Prabhu memanggil Sabdo Palon dan Naya Genggong. Bertiga bersama-sama membahas langkah selanjutnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan, ketika malam menjelang puncak, Sabdo Palon dan Naya Genggong berterus terang, Mereka berdua menunjukkan siapa sebenarnya jati dirinya. Diiringi semburat cahaya lembut, Sabdo Palon dan Naya Genggong ‘menampakkan wujudnya yang asli’ kepada Prabhu Brawijaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prabhu Brawijaya terperanjat. Serta merta beliau menghaturkan hormat, bersembah. Kini, malam ini, untuk pertama kalinya, Sang Prabhu Brawijaya bersimpuh. ( Siapa mereka? Masih rahasia : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sabdo Palon dan Naya Genggong memberikan gambaran apa yang bakal terjadi kelak di Nusantara. Semenjak hari kehancuran Majapahit, ‘kesadaran’ masyarakat Nusantara akan jatuh ketitik yang paling rendah. ‘Kulit’ lebih diagung-agungkan dari pada ‘Isi’. ‘Kebenaran Yang Mutlak’ dianggap sebagai milik golongan tertentu. Dharma diputar balikkan. Sampah-sampah seperti ini akan terus tertumpuk sampai lima ratus tahun kedepan. Dan bila sudah saatnya, Alam akan memuntahkannya. Alam akan membersihkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Nusantara akan terguncang. Gempa Bumi, banjir bandang, angin puting beliung, ombak samudera naik ke daratan, gunung berapi memuntahkan laharnya berganti-gantian, musibah silih berganti, datang dan pergi. Bila waktu itu tiba, Alam telah melakukan penyeleksian. Alam akan memilih mereka-mereka yang ‘berkesadaran tinggi’. Yang ‘kesadarannya masih rendah’, untuk sementara waktu disisihkan dahulu atau akan dilahirkan ditempat lain diluar Nusantara. Bila saat itu sudah terjadi, Sabdo Palon dan Naya Genggong akan muncul lagi, kembali ke Nusantara. Sabdo Palon dan Naya Genggong akan ‘merawat tumbuhan kesadaran’ dari mereka-mereka yang terpilih. Sabdo Palon dan Naya Genggong akan menjaga ‘tumbuhan Buddhi’ yang mulai bersemi itu. Itulah saatnya, agama Buddhi, agama Kesadaran akan berkembang biak di Nusantara. Dan Nusantara, pelan tapi pasti, akan dapat meraih kejayaannya kembali.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Memang sudah menjadi garis karma, kehendak Hyang Widdhi Wasa, mereka-mereka saat ini berkuasa di Nusantara. Prabhu Brawijaya tidak ada gunanya mempertahankan Shiva Buddha. Prabhu Brawijaya lebih baik menuruti kehendak mereka-mereka yang tengah berkuasa. Kelak, Prabhu Brawijaya juga akan lahir lagi, lima ratus tahun kemudian, untuk ikut menyaksikan berseminya agama Buddhi.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menangislah Prabhu Brawijaya. Semalaman beliau menangis. Semua rahasia masa depan Nusantara, dijabarkan oleh Sabdo Palon dan Naya Genggong.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keesokan harinya, beliau memanggil Sunan Kalijaga. Dihadapan seluruh yang hadir, beliau menyatakan hendak kembali ke Trowulan. Dan yang lebih mengagetkan, beliau menyatakan masuk Islam demi menjaga stabilitas negara.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga dan seluruh yang hadir terperangah mendengar keputusan Sang Prabhu. Beberapa penasehat, pejabat dan kepala pasukan Bhayangkara, bersujud sambil menangis haru. Mereka memohon agar Sang Prabhu mencabut kembali sabda yang telah beliau keluarkan. Situasi tegang, sedih, bingung…&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sabdo Palon dan Naya Genggong angkat bicara. Dihadapan Prabhu Brawijaya, Sunan Kalijaga dan seluruh yang hadir, mereka mengucapkan sebuah sumpah, bahwasanya lima ratus tahun kemudian, mereka berdua akan kembali. ( Inilah yang lantas dikenal dengan JANGKA SABDO PALON NAYA GENGGONG oleh masyarakat Jawa sampai sekarang. Baca catatan saya tentang SERAT SABDO PALON. : Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Selesai mengucapkan sumpah mereka, Sabdo Palon dan Naya Genggong mencium tangan Sang Prabhu Brawijaya. Sabdo Palon berbisik :&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
“Lima ratus tahun lagi, ananda akan bertemu dengan kami kembali. Sekarang sudah saatnya kita berpisah. Selamat tinggal ananda.”&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sabdo Palon dan Naya Genggong menyembah hormat, lalu bergegas keluar dari ruang pertemuan. Semua yang hadir masih bingung melihat peristiwa ini. Diantara mereka, ada beberapa yang ikut menyembah, melepas lencana mereka dan memohon maaf kepada Sang Prabhu untuk undur diri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bagaikan tugu dari batu, Sang Prabhu Brawijaya diam tak bergerak. Tinggal beberapa orang yang ada didepan beliau. Beberapa pasukan Bhayangkara yang memutuskan untuk setia mengiringi Sang Prabhu. Juga ada Sunan Kalijaga, yang masih pula ada di sana.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Setelah kediaman beliau yang lama, Sunan Kalijaga memberanikan diri menanyakan keputusan Sang Prabhu tersebut. Sang Prabhu menjawab, semua memang harus terjadi. Mendengar sabda Sang Prabhu, Sunan Kalijaga segera mendekat kepada beliau.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga memohon dengan segala hormat, apabila Sang Prabhu benar-benar ikhlas menyerahkan tahta kepada Raden Patah, maka beliau harus rela melepaskan mahkota beserta pakaian kebesaran beliau sebagai Raja Diraja. Sejenak Sang Prabhu masih ragu, namun ketika sekali lagi Sunan Kalijaga memohon keikhlasan beliau, maka Sang Prabhu menyetujuinya. ( Inilah simbolisasi rambut beliau dipotong oleh Sunan Kalijaga. Pada kali pertama, rambut beliau tidak bisa putus. Dan pada kali kedua, barulah bisa putus : Damar Shashangka.)&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak menunggu waktu lama, berangkatlah rombongan Prabhu Brawijaya yang terdiri dari sedikit pasukan Bhayangkara dan Sunan Kalijaga beserta para santri menuju Trowulan. Sesampainya di Trowulan, masyarakat Majapahit menyambut dengan penuh suka cita. Keadaan mulai berangsur membaik ketika Sang Prabhu Brawijaya mengeluarkan maklumat agar semua pertikaian dihentikan. Disusul kemudian, keluar maklumat serupa dari Demak Bintara yang memfatwakan, peperangan sudah berhenti, diharamkan membunuh mereka yang telah kalah perang. Kondisi anarkhisme, berangsur-angsur menjadi kondusif. Stabilitas untuk sementara waktu kembali normal. Stabilitas yang dibawa dari Blambangan ini, membuat Sunan Kalijaga, sebagai suatu kenangan keberhasilan mendamaikan kedua belah pihak, memberikan nama baru kepada Blambangan, yaitu Banyuwangi. ( Disimbolkan, Sunan Kalijaga membawa sepotong bambu kemudian dia mengisinya dengan air kotor waktu masih di Blambangan. Begitu sesampainya di Trowulan, air dalam bambu itu berubah menjadi jernih dan wangi. Bambu adalah lambang dari sebuah negara, air kotor yang diambil Sunan Kalijaga adalah masalah yang dibuat oleh orang-orang yang sekeyakinan dengan Sunan Kalijaga sendiri. Air yang berubah jernih setibanya di Trowulan melambangkan kembalinya stabilitas negara.: Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Bergiliran, para putra Prabhu Brawijaya datang ke Trowulan. Adipati Handayaningrat dari Pengging beserta Ki Ageng Pengging putranya. Raden Bondhan Kejawen dari Tarub. Raden Bathara Katong dari Ponorogo. Raden Lembu Peteng dari Madura, dan masih banyak lagi. Tak ketinggalan Raden Patah sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dihadapan seluruh putra-putra beliau, Sunan Kalijaga menyampaikan amanat Sang Prabhu agar pertikaian dihentikan. Dan agar Raden Patah, diikhlaskan menduduki tahta Demak Bintara. Seluruh putra-putra beliau, wajib menerima dan mentaati keputusan ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kepada Sunan Kalijaga, Sang Prabhu Brawijaya memberikan amanat untuk mendampingi keturunan beliau yang ada di Tarub yaitu Raden Bondhan Kejawen dan keturunan beliau yang ada di Pengging. Terutama kepada Raden Bondhan Kejawen, Prabhu Brawijaya telah mengetahuinya dari Sabdo Palon dan Naya Genggong, bahwa kelak, dari keturunannya, akan lahir Raja-Raja besar di Jawa. Dinasti Raden Patah dan dinasti dari Pengging, tidak akan bertahan lama.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Prabhu Brawijaya bahkan membisikkan kepada Sunan Kalijaga, bahwa Demak hanya akan dipimpin oleh tiga orang Raja. Setelah itu akan digantikan oleh keturunan dari Pengging, cuma satu orang Raja. Lantas digantikan oleh keturunan dari Tarub. Banyak Raja akan terlahir dari keturunan dari Tarub.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
(Ramalan ini terbukti, Demak hanya diperintah oleh tiga orang Sultan. Yaitu Raden Patah, Sultan Yunus lalu Sultan Trenggana. Setelah itu terjadi pertumpahan darah antara Kubu Abangan dengan Kubu Putihan. Dan Jaka Tingkir tampil kemuka. Jaka Tingkir adalah keturunan dari Pengging. Tapi tidak lama, keturunan dari Tarub, yaitu Danang Sutawijaya, yang kelak dikenal dengan gelar Panembahan Senopati Ing Ngalaga Mentaram, akan tampil kemuka menggantikan keturunan Pengging. Panembahan Senopati inilah pendiri Kesultanan Mataram Islam, yang sekarang terpecah menjadi Jogjakarta, Surakarta, Mangkunegaran dan Paku Alaman :Damar Shashangka).&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Tidak berapa lama kemudian, Prabhu Brawijaya jatuh sakit. Dalam kondisi akhir hidupnya, Sunan Kalijaga dengan setia mendampingi beliau. Kepada Sunan Kalijaga, Prabhu Brawijaya berwasiat agar dipusara makam beliau kelak apabila beliau wafat, jangan dituliskan nama beliau atau gelar beliau sebagai Raja terakhir Majapahit. Melainkan beliau meminta agar dituliskan nama Putri Champa saja. Ini sebagai penanda kisah akhir hidup beliau, juga kisah akhir Kerajaan Majapahit yang terkenal dipelosok Nusantara. Bahwasanya, beliau telah ditikam dari belakang oleh permaisurinya sendiri Dewi Anarawati atau Putri Champa dan beliau diperlakukan dan tidak dihargai lagi sebagai seorang laki-laki oleh Raden Patah, putranya sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Sunan Kalijaga sedih mendapat wasiat seperti itu. Namun begitu beliau wafat, wasiat itu-pun dijalankan.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Seluruh masyarakat berkabung. Seluruh putra dan putri beliau berkabung.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan kehancuran Majapahit. Kehancuran Kerajaan Besar ini dikenang oleh masyarakat Jawa dengan kalimat sandhi yang menyiratkan angka-angka tahun sebuah kejadian (Surya Sengkala), yaitu SIRNA ILANG KERTANING BHUMI. SIRNA berarti angka ‘0’. ILANG berarti angka ‘0’. KERTA berarti angka ‘4’ dan BHUMI berarti angka ‘1’. Dan apabila dibalik, akan terbaca 1400 Saka atau 1478 Masehi. Kalimat KERTAning BHUMI diambil dari nama asli Prabhu Brawijaya, yaitu Raden Kertabhumi. Inilah kebiasaan masyarakat Jawa yang sangat indah dalam mengenang sebuah kejadian penting.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Dan Raden Patah, memindahkan pusat pemerintahan ke Demak Bintara. Dia dikukuhkan oleh Dewan Wali Sangha sebagai Sultan dengan gelar Sultan Syah ‘Alam Akbar Jim-Bun-ningrat.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Keinginan orang-orang Islam terwujud. Demak Bintara menjadi ke-Khalifah-an Islam pertama di Jawa. Tapi, pemberontakan dari berbagai daerah, tidak bisa diatasi oleh Pemerintahan Demak. Wilayah Majapahit yang dulu luas, kini terkikis habis. Praktis, wilayah Demak Bintara hanya sebatas Jawa Tengah saja. Kemakmuran, kesejahteraan, kedamaian seolah menjauh dari Demak Bintara. Darah terus tertumpah tiada habisnya. Perebutan kekuasaan silih berganti. Nusantara semakin terpuruk. Semakin tenggelam dipeta perpolitikan dunia.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Disusul kemudian, pada tahun 1596 Masehi, Belanda datang ke Jawa. Nusantara semakin menjadi bangsa tempe! Semenjak Majapahit hancur, hingga sekarang, kemakmuran hanya menjadi mimpi belaka.&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Kapan Majapahit bangkit lagi? Kapan Nusantara akan disegani sebagai Macan lagi?&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;
Menangislah membaca sejarah bangsa kita. Menangislah kalian karena kalian sendiri yang telah lalai terlalu bangga membawa masuk ideologi bangsa lain yang tidak sesuai dengan tanah Nusantara.&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/700567499783428831/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/04/runtuhnya-majapahit.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/700567499783428831" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/700567499783428831" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/04/runtuhnya-majapahit.html" rel="alternate" title="Runtuhnya Majapahit" type="text/html"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjn7eoYmCHnU3lKW4RuAcpnVDhwxaUD_zMAcdBI4nfqPbplzfEBFgjuWKLwJJ4Cgt2NsDSznz09uMytSIVmNEoOk9q0abiQEvor54tZiuxrOvebmEnKAReGUlrRhyphenhyphen0-vsMaRZbMgxmV4vC7/s72-c/nawa.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-5087190480683453794</id><published>2015-04-01T23:50:00.000+07:00</published><updated>2015-04-03T00:50:07.595+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mynote"/><title type="text">Salah Jurusan, Pilihan atau Keyakinan?</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;Siapa yang suka nonton &lt;a href="http://www.imdb.com/title/tt0331786/"&gt;Si Doel anak sekolahan&lt;/a&gt;? Yup! Sinetron paling laris sejagad raya Indonesia itu selalu membawa pesan-pesan yang mendalam, bahkan mampu di ingat anak SMP seperti saya. Salah satu yang paling saya ingat adalah ketika si Doel menolak untuk bekerja diluar bidang studi yang dia tempuh. Mungkin, Rano Karno mencoba menghadirkan pemikiran untuk menempatkan orang sesuai dengan keahliannya. Right Man in the right place!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lain lagi beberapa cerita yang di hadirkan Andy F. Noya dalam salah satu episode "&lt;a href="http://www.youtube.com/watch?v=1-P6BcECAjA"&gt;Salah Jurusan, So What?&lt;/a&gt;" dalam acara Talk Show miliknya. Ini adalah realita, bahwa beberapa dari mereka yang terkadang salah dalam mengambil keputusan membuat langkah yang cukup berani untuk melangkah keluar dari zona nyaman dan berbuat menurut hasrat mereka. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin bisa di tarik benang merahnya, kesamaan dari dua perbandingan tersebut adalah masing-masing menekuni bidang sesuai dengan hasrat mereka. Si Doel menolak bekerja di luar bidang ilmu nya karena dia cukup idealis, bahwa Teknik Mesin adalah hasratnya. Dan beberapa tamu dari bung Noya pasti juga melakukan hal yang sama. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0Ayb6AhGIwMbQsd-meXqYowkvYZIWsDf571nGrQZPMJ0A53zVLnS5wHWMCrqCKaymonNMZm7w9LCQC4TLh9EFNpwwYQypLytdS0D1rqnz5A4CDpDNbTJ_3EkK2HkvKwoSlDSSVVXOxCO9/s1600/createimage_small.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0Ayb6AhGIwMbQsd-meXqYowkvYZIWsDf571nGrQZPMJ0A53zVLnS5wHWMCrqCKaymonNMZm7w9LCQC4TLh9EFNpwwYQypLytdS0D1rqnz5A4CDpDNbTJ_3EkK2HkvKwoSlDSSVVXOxCO9/s1600/createimage_small.jpg" height="212" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Sementara terkadang, beberapa dari kita, orang-orang seperti saya, tidak memiliki cukup wawasan untuk memilih. Anak muda yang tidak pernah terbiasa memandang hidupnya untuk masa depan. Hanya mengalir, seperti yang pernah saia nikmati waktu itu. Selebihnya, saya juga ngga ngerti di mana saia berdiri 5 tahun kedepan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Menginjak bumi dengan penuh kesuksesan" tulis saya di psikotest beberapa tahun lalu. Tapi saya juga bingung langkah-langkahnya seperti apa. Yeah, bagaimanapun kita tetap harus menikmati apa yang telah dan akan dilakukan untuk kemudian hari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/5087190480683453794/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/04/salah-jurusan-pilihan-atau-keyakinan.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/5087190480683453794" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/5087190480683453794" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/04/salah-jurusan-pilihan-atau-keyakinan.html" rel="alternate" title="Salah Jurusan, Pilihan atau Keyakinan?" type="text/html"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0Ayb6AhGIwMbQsd-meXqYowkvYZIWsDf571nGrQZPMJ0A53zVLnS5wHWMCrqCKaymonNMZm7w9LCQC4TLh9EFNpwwYQypLytdS0D1rqnz5A4CDpDNbTJ_3EkK2HkvKwoSlDSSVVXOxCO9/s72-c/createimage_small.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-6884231015377455215</id><published>2015-01-01T14:06:00.000+07:00</published><updated>2015-01-08T09:11:25.782+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mynote"/><title type="text">Selamat Tahun Baru 2015!</title><content type="html">&lt;a href="/" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy0w-LJOeZF82CHILEAn7ZWJhvjtGzg2P4QjhgUXy-QBq70IAVacCeVt7scMJH6Pg6TnDbm0r7j7pyk9hCHvJf8tYb2D991rcrb51BsWJDolHoIv1F2rvOH4CIOpkKWs6P_ITouPk0cpTG/s1600/Png-folorful-happy-new-year.jpg" height="248" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Yeah, tahun baru pada mo ngapain...?? &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Kebiasaan dari kebanyakan orang-orang biasa itu paling bakar-bakar jagung, ikan, atau kalo udah mentok ya bakar kembang api trus di lempar ke pohon sambil gendong anaknya. Maklum, bonus akhir tahun belom juga cair sejak bulan januari lalu. Adalagi yang agak nyentrik ntu suka jalan-jalan ke tengah kota, akhirnya jalan kaki sambil dorong sepeda motornya. Sementara dua tangannya nutup telinga gegara knalpot brong buatan mekanik pemula nggak bertanggung jawab. Lah, dua tangan nutup telinga, dorong motornya pake tangan yang mana...??&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Untuk mereka yang berpenghasilan agak lumayan cukup tenang, jalan-jalan ke tengah kota sambil duduk dibelakang kemudi. Tapi  keringatnya segedhe baut 16M meski AC udah mentok dinyalain, ya karena kena macet juga. Panasnya api ntu masih kalah dari panasnya ati, bro!&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Nah, paling enak ntu orang-orang kaya yang jalan-jalan nya ke luar negeri. Tiket pergi-pulang udah di pesen beberapa bulan sebelumnya, meski uang saku belom ada itu urusan belakangan. Kan bisa nyari potongan gaji karyawan dengan mencari-cari kesalahan. Semoga karyawannya nggak nyumpahin pesawatnya terjun bebas. Amit-amit jangan sampe dah. Kasihan kalo lihat berita kecelakaan pesawat yang di liput live sampe seminggu gitu. Bikin ketar-ketir keluarga yang kehilangan. Eh, kalo kecelakaan bus kok gak sampe seminggu ya live repotnya? Ah, sudahlah.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Semoga yang merayakan tahun baru, dengan cara apapun itu, tetap di beri keselamatan. Mendapat senyuman bahagia di garis bibir mereka.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Saya mau tahun baruan main catur sama istri di kamar aja, itupun kalo genduk udah bobok..., &lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Duh..,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/6884231015377455215/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/01/selamat-tahun-baru-2015.html#comment-form" rel="replies" title="2 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/6884231015377455215" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/6884231015377455215" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2015/01/selamat-tahun-baru-2015.html" rel="alternate" title="Selamat Tahun Baru 2015!" type="text/html"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiy0w-LJOeZF82CHILEAn7ZWJhvjtGzg2P4QjhgUXy-QBq70IAVacCeVt7scMJH6Pg6TnDbm0r7j7pyk9hCHvJf8tYb2D991rcrb51BsWJDolHoIv1F2rvOH4CIOpkKWs6P_ITouPk0cpTG/s72-c/Png-folorful-happy-new-year.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-2113743703800461456</id><published>2014-12-31T10:13:00.000+07:00</published><updated>2014-12-31T10:13:00.114+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mynote"/><title type="text">Resolusi?</title><content type="html">&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghFHoKlO_YjIMAcTKJ9VMOLjh4fG9UNBVse6s6caqkjlbjtyeX_5-IxmOqa4EqOL0CiMIprKaP6aYQu_59trRakUd6_4qTgohaEFWfW-JxnpnamzS-bgrb390Wi6ztBkJWOrUCjQsBgMvu/s1600/resolusi-sehat.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghFHoKlO_YjIMAcTKJ9VMOLjh4fG9UNBVse6s6caqkjlbjtyeX_5-IxmOqa4EqOL0CiMIprKaP6aYQu_59trRakUd6_4qTgohaEFWfW-JxnpnamzS-bgrb390Wi6ztBkJWOrUCjQsBgMvu/s320/resolusi-sehat.jpg" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.hilo.co.id/resolusi-sehat-tahun-baru" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Image Source&lt;/b&gt;: Resolusi Sehat Tahun Baru&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kalo lihat wawancara bareng Dian Sastro di &lt;a href="https://www.youtube.com/watch?v=S6urJhqPofg" target="_blank"&gt;talkshow`nya Sarah Sechan&lt;/a&gt; tu kadang membuat cara pandang hidup saya selama ini jadi agak sedikit melenceng. Saya yang dulu terbiasa hidup dengan moto &lt;i&gt;as the river flows&lt;/i&gt; akhirnya juga kepikiran untuk memiliki planing dalam hidup. Karena mungkin saya juga salah mengartikan konsep "Hidup mengalir seperti air sungai mengalir."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dulu saya sering berfikir kalau mengalir itu menjalaninya begitu saja, tanpa rencana, pasrah, nikmat menerima takdir, bahagia. Memposisikan diri sebagai air yang mengalir tersebut yang tentu akan menuju ke laut. Sedangkan laut adalah tujuan akhir, sementara air sungi akan terus mengalir ke bawah. Menuju keterpurukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi mulai saat ini saia merubah mindset tersebut, saya tidak lagi memposisikan diri sebagai air sungai tersebut. Saia memilih untuk menjadi orang yang sedang naik sampan dalam mengikuti arus air sungai tersebut. Saia yang memilih kemana arah aliran sungai, yang menentukan kapan harus bekerja keras mendayung atau berhenti sejenak untuk menikmati pemandangan. Laut hanyalah sebuah tujuan akhir, sementara bahagia adalah menikmati setiap aliran, jalan, cara, proses yang kita tempuh. Untuk menikmati semua itu, setidaknya saya harus memiliki perencanaan tersebut. Memang agak terlambat menyadarinya, tapi setidaknya saya mau berbenah daripada tidak melakukannya sama sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi resolusi apa yang saya susun tahun ini? &lt;br /&gt;
Ah, sepertinya hanya saya dan tuhan yang tahu. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/2113743703800461456/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2014/12/resolusi.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/2113743703800461456" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/2113743703800461456" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2014/12/resolusi.html" rel="alternate" title="Resolusi?" type="text/html"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghFHoKlO_YjIMAcTKJ9VMOLjh4fG9UNBVse6s6caqkjlbjtyeX_5-IxmOqa4EqOL0CiMIprKaP6aYQu_59trRakUd6_4qTgohaEFWfW-JxnpnamzS-bgrb390Wi6ztBkJWOrUCjQsBgMvu/s72-c/resolusi-sehat.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-3373499915389707850</id><published>2014-12-30T09:46:00.001+07:00</published><updated>2014-12-30T09:46:25.567+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mynote"/><title type="text">Mengumpulkan Teman</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;
&lt;table cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="float: left; margin-right: 1em; text-align: left;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihWO68i9Jppcwf_8hP_NUvdm6zF6vZoqjdXJIVTNe944F84Tz2Eld47RfB7fi40v_RppVbVRwtq4PzuX7_tloyb-w3_vEI1tESDQy6cJ-rtU8j6cxC92KO1tVwXXyMxyDw9qeoN87xfY9r/s1600/penguins-gathering-for-a-photo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihWO68i9Jppcwf_8hP_NUvdm6zF6vZoqjdXJIVTNe944F84Tz2Eld47RfB7fi40v_RppVbVRwtq4PzuX7_tloyb-w3_vEI1tESDQy6cJ-rtU8j6cxC92KO1tVwXXyMxyDw9qeoN87xfY9r/s1600/penguins-gathering-for-a-photo.jpg" height="211" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://onebigphoto.com/penguins-gathering-for-a-photo/" target="_blank"&gt;&lt;b&gt;Image Source&lt;/b&gt;: Penguins Gathering for a Photo&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Serasa semakin sepi aja blog2 yang dulu sering saia kunjungi dan sekarang udah ngga active lagi. Saia ngga tahu alasan mereka, dan saia juga ngga mau ngjelesain alasan saia. Ya karena akan terlalu panjang kalau memang harus dijelaskan. Oke, skip.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini kepikiran untuk mengumpulkan teman yang masih sering nulis, tapi tentu bukan hanya nulis setatus di facebook. Karena ini adalah blog yang tidak hanya menggambarkan sebuah perasaan dalam suatu waktu, tapi menggambarkan berbagai macam perasaan dari satu momen sederhana. Hallah, bahasanya. Jadi, saia kepikiran untuk membuat group yang akan mempererat tali persaudaraan seperti yang dulu pernah saia temui di &lt;a href="http://thekalongs.blogspot.com/"&gt;The Kalongs Family&lt;/a&gt;, tapi spertinya urung saia lakukan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"&lt;i&gt;Daripada bikin baru &lt;s&gt;yang ngga pernah laku&lt;/s&gt;, kenapa ngga nambahin anggota di group yang sama?&lt;/i&gt;"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, tulisan ini sebenarnya hanya sebuah ajakan untuk menambah teman di tempat kecil kami, keluarga kedua yang akan selalu menjadi tempat kembali menemukan sedikit kebahagaian di dalamnya. Ah, semoga banyak teman yang bisa berkumpul dan bercengkrama seperti dulu kala. Jadi saia akan rekomendasikan dua link ini untuk anda ikut gabung bersama di dalamnya. Berikut;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://thekalongs.blogspot.com/"&gt;Homesite &lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://www.facebook.com/groups/thekalongers/"&gt;Facebook Group&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Fyi, itu yang Homesite di blogspot tujuannya seperti portal yang ngumpulin link saudara-saudara kami beserta update mereka, sementara yang di facebook cuman buat nyampah dan mempererat ikatan persaudaraan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;n.b.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Senand sekali hari ini baca tulisan &lt;a href="http://musayka.wordpress.com/"&gt;Moes&lt;/a&gt; yang udah kembali lagi menulis seperti dulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/3373499915389707850/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2014/12/mengumpulkan-teman.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/3373499915389707850" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/3373499915389707850" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2014/12/mengumpulkan-teman.html" rel="alternate" title="Mengumpulkan Teman" type="text/html"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEihWO68i9Jppcwf_8hP_NUvdm6zF6vZoqjdXJIVTNe944F84Tz2Eld47RfB7fi40v_RppVbVRwtq4PzuX7_tloyb-w3_vEI1tESDQy6cJ-rtU8j6cxC92KO1tVwXXyMxyDw9qeoN87xfY9r/s72-c/penguins-gathering-for-a-photo.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-2664512822064463185</id><published>2014-08-26T14:06:00.002+07:00</published><updated>2014-12-26T14:51:46.127+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><title type="text">Dewan Ambalan MAN 1 Surakarta</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8F0JnN9a7ciFoCArliy5tQ6cxWxR_JlSwbdAblXYzTBFtZflGZAKgKz8-BjMQwy1pjFuFXSvEcZDylvDkoCoLTw5CJKox6IZ7tC-fl8Ig6Q86MugwqT1qEvQN2qMOQQrNL0RH5OgP53af/s1600/Cakrayudha.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8F0JnN9a7ciFoCArliy5tQ6cxWxR_JlSwbdAblXYzTBFtZflGZAKgKz8-BjMQwy1pjFuFXSvEcZDylvDkoCoLTw5CJKox6IZ7tC-fl8Ig6Q86MugwqT1qEvQN2qMOQQrNL0RH5OgP53af/s1600/Cakrayudha.jpg" height="320" width="640" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Cakrayudha MAN 1 Surakarta&lt;br /&gt;
Apa kabarnya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Istirahat makan siang, berada di sebuah warung kopi lesehan Surabaya barat. Kopi hitam saya tersisa setengah gelas ketika notifikasi di sebuah group di facebook mengabarkan tentang keadaan terpuruknya Dewan Ambalan di MAN 1 Surakarta. Sebuah organisasi pramuka yang saya dulu menjabat sebagai sekretaris umum hingga akhir masa jabatan di tahun 2002. &lt;br /&gt;
Mati suri, katanya. Perbincangan dan diskusi antara teman-teman mengabarkan bahwa keadaan Dewan Ambalan yang semakin memprihatinkan mengingat semangat kami dulu dalam menjaga kelangsungan organisasi ini. Dalam balutan seragam cokelat itu saya pernah merasakan nikmatnya mencari ilmu. Ilmu tentang bagaimana mengembangkan potensi diri. Saya sadar sepenuhnya, sedikit banyak organisasi tersebut telah membentuk karakter dan kepribadian saya yang masih melekat hingga saat ini. Keberanian dalam berpendapat, kekuatan dalam menghadapi masalah, ketenangan dalam bersosialisasi, dan akan banyak nilai positif yang bisa di gali. Jika bapak/ibu sekalian mencari buktinya, maka teman-teman kami bisa datang dan menjelaskannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tentang kelangsungan organisasi Dewan Ambalan Cakrayudha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kami mendengar sanggar Dewan Abalan telah di pindah ke lantai tiga gedung sekolah bagian barat. Tidak masalah, selama Dewan Ambalan masih memiliki sanggar atau kesekretariatan maka kelangsungan denyut nadi kegiatan bisa berjalan. Pun jika ruangan itu terlalu kecil untuk menampung semua barang kami yang terlalu banyak. Tapi percayalah, tidak akan pernah ada cukup ruang untuk menampung ide dan pemikiran kami. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Permasalahannya adalah, jika hanya menyediakan ruang tapi tidak ada ide dan pemikiran yang berkelanjutan maka sama saja anda menggantung leher organisasi ini. Maksud kami, ketika regenerasi tidak ada lagi di tubuh organisasi Cakrayudha kami maka itu berarti kepala dan tubuh harus terpisah karena tidak adanya penerus yang berkesinambungan. Seperti seorang bijak pernah berkata, “Kesuksesan sebuah organisasi dapat di lihat dari kesuksesan para penerusnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Tentang sebuah harga Dewan Ambalan Cakrayudha&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akan banyak perhitungan jika kami mau menjelaskan bagaimana organisasi ini menjadi penting. Tapi saya hanya akan menjelaskan ‘beberapa’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, organisasi ini sebenarnya bisa menjadi nilai jual yang sangat berharga. Kegiatan Kemah Bhakti yang dulu diadakan pertahun adalah sebuah asset promosi untuk sekolah dalam mengenalkan sekolah kepada masyarakat. Dalam perhitungan aliran keuangan perusahaan, 70% mereka berikan untuk promosi usaha atau produk mereka. Tapi dengan kegiatan ini, sekolah tidak perlu mengeluarkan dana yang begitu besar untuk acara kemah bhakti. Dengan susanan acara yang begitu intens bersingungan dengan masyarakat, maka mereka akan mengenal seperti apa MAN 1 Surakarta. Dari kegiatan ini pada akhirnya, sekolah dapat menyaring siswa-siswi berpotensi untuk menaikkan pamor sekolah dalam peta pendidikan di area Surakarta dan sekitarnya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau dengan opsi yang mungkin belum sempat di bahas dan dilaksanakan adik-adik kami. Kegiatan jambore antar sekolah menengah pertama sekarisedenan Surakarta. Acara yang akan sangat megah untuk tingakatan dunia pendidikan dan kepramukaan di Surakarta. Mengingat, bahwa Surakarta dulu pernah di canangkan sebagai kota Pramuka. Jika kegiatan ini dapat terwujud, maka akan menjadi berita yang akan mengguncang Surakarta. Jika sekolah masih beralasan kekurangan dana, maka alasan akan selalu menjadi alasan. Jika ingin berfikir ulang, kegiatan seperti ini sebenarnya merupakan ladang promosi untuk perusahaan yang ingin menyentuh siswa-siswi sekolah. Tentu daftar perusahaan yang itu bisa di filter sebelumnya, tentang baik dan buruknya dampak bagi siswa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“&lt;i&gt;Ah, ngurusin yang begituan itu kan ribet! Saya datang, ngajar dan pulang aja udah dapat duit kok&lt;/i&gt;” &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Silahkan ambil beberapa ribu dari keuntungan terselenggaranya kegiatan ini! Kami akan ikhlas dan tidak akan protes jika memang anda perlu uang lebih untuk ongkos bensin kesana-kemari memantau peserta didik. Jika uang yang anda pikirkan maka uang yang akan anda dapatkan. Tapi jika ingin sebuah kemajuan, maka surga akan menjadi balasan yang kekal untuk anda. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, organisasi kepramukaan ini, seperti organisasi kesiswaan yang lain, telah memiliki agenda kegiatan yang bisa lebih ditingkatkan jika saja sekolah dengan bagian kesiswaan sebagai kepanjangan tangannya mau bergerak untuk membuka diri dan pemikiran mereka untuk kemajuan sekolah. Atau jika memang tidak ada bagian kesiswaan dalam struktur sekolah maka pembahasan ini tidak perlu dilanjutkan lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terakhir, kemajuan sekolah bukanlah dinilai dari besar dan megahnya bangunan sekolah. Tapi bagaimana sekolah menciptakan lulusan berkualitas. Atau sekolah semakin lama seperti Masjid yang megah dengan ramai suara pengajian yang keluar dari MP3 dan DVD bajakan!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
p.s. Untuk semua Keluarga Alumni Dewan Ambalan MAN 1 Surakarta (Kadamanis),&lt;br /&gt;
mari satukan pemikiran dan tindakan untuk Cakrayudha kita!&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/2664512822064463185/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2014/08/dewan-ambalan-man-1-surakarta.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/2664512822064463185" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/2664512822064463185" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2014/08/dewan-ambalan-man-1-surakarta.html" rel="alternate" title="Dewan Ambalan MAN 1 Surakarta" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj8F0JnN9a7ciFoCArliy5tQ6cxWxR_JlSwbdAblXYzTBFtZflGZAKgKz8-BjMQwy1pjFuFXSvEcZDylvDkoCoLTw5CJKox6IZ7tC-fl8Ig6Q86MugwqT1qEvQN2qMOQQrNL0RH5OgP53af/s72-c/Cakrayudha.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-8779828761052508436</id><published>2013-11-09T21:40:00.000+07:00</published><updated>2014-02-27T13:05:04.502+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerpen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sastra"/><title type="text">Pembangunan</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://yoezz.deviantart.com/art/Tempo-Dulu-363267418" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq53Q-_91vORFb1JxgGCtBknxjVvwC1tSeypRfp1Gi5XXr0OA2xkjg94r6ZSd6L2SZbul_tOrPD_Lz7UVzVv_I4AjD90iQ-joPxARKW0MrNxeTCs0R2YFzJAv36fNUn9XiQ9Fnonq5wdg/s1600/tempo_dulu_by_yoezz-d60a2xm.jpg" height="204" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Seorang pemuda berjalan gontai meninggalkan masjid, langkahnya masih terasa berat meski ia telah banyak bercerita kepada tuhan tentang jalan hidupnya. Ia ingin percaya bahwa tuhan masih menyayanginya seperti 5 tahun sebelumnya, ketika jalan hidupnya begitu mudahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu ia teringat tatkala baru saja ia lulus dari pondok pesantren dan kmbali ke desanya, ia sudah diberikan tempat yg cukup layak sebagai ketua remaja masjid sekaligus guru ngaji untuk anak2 warga dengan beberapa imbalan seikhlasnya. Ya, seikhlasnya. Karna &amp;nbsp;ia sadar betul bahwa dirinya bukanlah ustadz terkenal yg biasa muncul ditipi dengan bayaran menggiurkan. Dan ia tak bisa menuntut banyak, karna sekolah ngaji beserta segala biaya nya datang dari bantuan warga di kampung kelahiranya. Dengan sedikit bantuan dari teman sebayanya, ia mengajar puluhan anak kecil yg menjadikan rumah tuhan nya begitu ramai setiap petang menjelang. Yah, meski kebanyakan anak susah diatur tapi ia bahagia melihat begitu ceria nya anak2 yang belajar memahami kitab suci.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga malapetaka itu datang. Sebuah rencana pembangunan pabrik yg membutuhkan banyak tenaga unt&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
untuk bekerja disana. Mulai dari bapak2 yg menjadi kuli, pemuda-pemudi yg menjadi pegawai administrasi, hingga ibu2 yg mulai pintar untuk membuka warung atau sekedar pembuat jajanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
semua berjalan begitu cepat hingga kampungnya tumbuh dengan kemajuan luar biasa. Beberapa pabrik didirikan lagi di kampung tetangga. Pembangunan jalan, kantor desa, pasar dan berbagai bangunan baru tumbuh menyertainya. Tak ketinggalan masjid tercinta nya dipercantik dengan bantuan pengusaha pemilik pabrik2 disekitarnya. Tapi rumah tuhan yang megah itu semakin sepi. Bangunan yg dulu hanya disangga tiang berkayu jati kini berhias pagar besi. Lantai yg dulu hanya beralas semen kini mulus dengan marmer. Barisan jama'ah ketika beribadah kini lebih mudah di jumlah. Anak-anak yang dulu merdu membaca kalimat ayat sekarang menjadi senyap.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak kisah yg telah berganti seiring dgn pembangunan negeri. Tempatnya mengajar ngaji kurang tenar dibandingkan bimbingan belajar yg semakin bermunculan.&lt;br /&gt;
Orang tua lebih memilih anaknya lulus sekolah daripada sibuk beribadah. Lulus dengan nilai bagus lebih utama daripada harus belajar agama terus menerus. Hingga mereka lupa menyisakan sedikit ruang untuk tuhan di dalam dihatinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesedihan nya memuncak ketika ia bertegur sapa dengan mantan Lurah yg dulu menyekolahkannya. Setelah panjang lebar ia mengutarakan kegelisahannya, sang lurah malah mengajaknya turut serta bekerja dipabrik sebagai buruh ankut mengingat ia tak punya ijazah SMA. Bukan kare'na bayaran yg sedikit itu yg membuat ia sedih, tapi ketika semua orang di desanya telah berpaling dari rumah tuhan, kenapa orang yg telah ia anggap sebagai guru itu juga memberikan saran yg sama. Berpaling dari tuhan nya??&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"tuhan itu bertahta pada tiap hati manusia, le...," ucap sang mantan lurah bersahaja. "meninggalkan masjid bukan berarti manusia lupa siapa tuhan mereka"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
tapi jika setiap dari mereka tidak pernah bertamu ke rumah nya? apakah mungkin mereka mau dan mampu mengingat siapa tuan rumah nya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ia lebih memilih untuk menyimpan pertanyaan nya jauh di dasar hati nya. Ia hanya bisa terdiam, cukup lama, pun ketika sang mantan lurah bertanya tentang kesanggupan untuk bekerja bersamanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Di mana tuhanku?" ucapnya lirih sebelum berlalu, meninggalkan pelataran masjid yg semakin sunyi ditelan sepi.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;-Blora, akhir Oktober 2013&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;i&gt;kesepian ditengah Proyek Pembuatan Gula Jawa&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/8779828761052508436/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2013/11/pembaruan.html#comment-form" rel="replies" title="2 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/8779828761052508436" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/8779828761052508436" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2013/11/pembaruan.html" rel="alternate" title="Pembangunan" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhq53Q-_91vORFb1JxgGCtBknxjVvwC1tSeypRfp1Gi5XXr0OA2xkjg94r6ZSd6L2SZbul_tOrPD_Lz7UVzVv_I4AjD90iQ-joPxARKW0MrNxeTCs0R2YFzJAv36fNUn9XiQ9Fnonq5wdg/s72-c/tempo_dulu_by_yoezz-d60a2xm.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-5346861993652874329</id><published>2013-02-24T14:05:00.001+07:00</published><updated>2013-02-24T14:05:13.125+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="puisi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sastra"/><title type="text">logam emas putih</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipPtBxSFl9kaRH83vZgkTCE5y90-HRe8Ha5gg-_DLb9QIbWWOZub8S3dtA90uMb0SwAbPEzZI2vxm63t8ro2qKjUyqr0AP7bPH6NGafazjOEulcLxvhFlQI2pTEiUAqnvExsv5XIEJ6FQ/s1600/logam.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="168" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipPtBxSFl9kaRH83vZgkTCE5y90-HRe8Ha5gg-_DLb9QIbWWOZub8S3dtA90uMb0SwAbPEzZI2vxm63t8ro2qKjUyqr0AP7bPH6NGafazjOEulcLxvhFlQI2pTEiUAqnvExsv5XIEJ6FQ/s200/logam.jpg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
ada banyak keindahan yang sengaja terlewat oleh mata,&lt;br /&gt;
dia berlalu begitu saja,&lt;br /&gt;
seperti halnya pelangi yang menguap setelah gerimis senja,&lt;br /&gt;
engkau juga belum sempat kunikmati sebegitu lamanya,&lt;br /&gt;
hanya saja..., tentu saja....,, hilang begitu saja.....,,&lt;br /&gt;
misteri eksotis`mu itu belum sempat ku lumat sampai habis,&lt;br /&gt;
aku ingin menemui mu esok hari, &lt;br /&gt;
memasang lingkaran logam emas putih,&lt;br /&gt;
lalu memelukmu lagi sebagai istri,&lt;br /&gt;
hilang bersama di keheningan senja sore hari...,,&lt;br /&gt;
bersemayam di kesunyian hati........,,&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/5346861993652874329/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2013/02/logam-emas-putih.html#comment-form" rel="replies" title="1 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/5346861993652874329" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/5346861993652874329" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2013/02/logam-emas-putih.html" rel="alternate" title="logam emas putih" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipPtBxSFl9kaRH83vZgkTCE5y90-HRe8Ha5gg-_DLb9QIbWWOZub8S3dtA90uMb0SwAbPEzZI2vxm63t8ro2qKjUyqr0AP7bPH6NGafazjOEulcLxvhFlQI2pTEiUAqnvExsv5XIEJ6FQ/s72-c/logam.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-6036497918176295827</id><published>2013-01-17T10:58:00.000+07:00</published><updated>2013-01-17T10:58:00.908+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerpen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sastra"/><title type="text">Ayah dan Pahlawan Ku</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_oBKHcjv1kPEeWnCpuSWpEtpoj9lLVyGHxU9ogO4L03xbWAEil3IWQy67nxtFU7bHb4C41HNiQPPosRhtHVigfK-cJikpin4ppOjFW7sMkqYRHk07-nkABhY0D5EBuBTmFc6mMV2lJkg/s1600/bambu_runcing_by_dafriant03-d4xya52.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="225" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_oBKHcjv1kPEeWnCpuSWpEtpoj9lLVyGHxU9ogO4L03xbWAEil3IWQy67nxtFU7bHb4C41HNiQPPosRhtHVigfK-cJikpin4ppOjFW7sMkqYRHk07-nkABhY0D5EBuBTmFc6mMV2lJkg/s400/bambu_runcing_by_dafriant03-d4xya52.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bulan Agustus ini aku mendapat kabar gembira dari Ibu Guru. Tadi siang sehabis jam pelajaran terakhir selesai, ibu guru mengumumkan kepada seluruh siswa agar mempersiapkan diri untuk mengikuti karnaval yang akan diadakan setelah upacara bendera tanggal 17 Agustus di lapangan kelurahan. Ibu guru menjelaskan bahwa karnaval tersebut akan diikuti oleh beberapa siswa dari sekolah yang lain. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aku sangat suka karnaval, karena aku bisa mengenakan berbagai kostum yang aku sukai. Sama seperti tahun lalu ketika aku memakai baju tentara yang dibeli oleh ibu dari pasar. Tapi ibu bilang karnaval tahun ini aku tak bisa memakai seragam polisi sesuai dengan permintaanku. Minggu kemarin ketika aku minta dibelikan seragam polisi, ibu bilang agar aku memakai seragam biasa saja. Aku tidak tahu kenapa, tapi memang bulan ini aku tak melihat ayah berangkat bekerja ke kantor seperti biasa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika sore ini aku sedang tidak bermain seperti biasanya, ayah mengajak ku mencari bambu di kebun belakang rumah. Ayah bilang ingin membuatkan sesuatu untuk di pakai di karnaval nanti. Setelah mendapatkan bambu sepanjang tongkat pramuka, ayah menyuruhku mengambil cat merah sisa dari membuat tiang bendera yang sekarang menancap di depan rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat merapikan bambu di belakang rumah, Ayah bercerita bagaimana pahlawan dulu tidak menggunakan senjata apapun kecuali bambu runcing untuk merebut kemeredekaan. Para pahlawan itu juga tidak berseragam, beberapa ada yang memakai sarung dan baju compang-camping. Keseragaman mereka adalah persamaan pemikirian, niat dan tekad yang kuat untuk merdeka. Ayah berpesan agar aku mencontoh para pahlawan dan memiliki tekad yang kuat dalam belajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika karnaval nanti, aku akan menceritakan kepada semua teman-temanku tentang sejarah bambu runcing dan pahlawan yang gagah berani dalam memperebutkan kemerdekaan. Aku juga akan mengatakan pesan ayah untuk rajin belajar dan tekad yang kuat untuk mendapatkan ilmu sebanyak-banyaknya. Seperti pesan Ayah, bahwa senjata yang digunakan untuk berperang di jaman sekarang bukanlah senjata tetapi ilmu yang kita miliki. Sebenarnya aku juga tidak tahu maksud Ayah, tapi aku akan mengatakan semua yang diceritakan ayah kepada teman-temanku. Aku juga akan bilang bahwa Ayah adalah pahlawanku.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Ditulis dalam rangka permintaan seorang teman yang ingin membuatkan cerita pendek bertema tanah air untuk keponakannya. &lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;hr /&gt;&lt;i&gt;Bambu Runcing&lt;/i&gt;, image by &lt;a href="http://dafriant03.deviantart.com/art/Bambu-Runcing-298891478" target="_blank"&gt;dafriant03.deviantart.com&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/6036497918176295827/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2013/01/ayah-dan-pahlawan-ku.html#comment-form" rel="replies" title="2 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/6036497918176295827" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/6036497918176295827" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2013/01/ayah-dan-pahlawan-ku.html" rel="alternate" title="Ayah dan Pahlawan Ku" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_oBKHcjv1kPEeWnCpuSWpEtpoj9lLVyGHxU9ogO4L03xbWAEil3IWQy67nxtFU7bHb4C41HNiQPPosRhtHVigfK-cJikpin4ppOjFW7sMkqYRHk07-nkABhY0D5EBuBTmFc6mMV2lJkg/s72-c/bambu_runcing_by_dafriant03-d4xya52.jpg" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-2385297124593156968</id><published>2013-01-15T10:20:00.000+07:00</published><updated>2013-01-15T10:20:22.939+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="uncategorized"/><title type="text">autism</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiytX7RARegET9KXPbJTmLEf0g1Ym8yOIriA6vH3J_9R1DFJQa2if3QhpBRnH3C7btKmfL35RKMv6k9qc_I-PhyphenhyphennsoSuTgtHHaPtfkMERVyVshZb7VYlhJjuHTnYLcqkuVy7X7H_wa5ZcU/s1600/autism.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="200" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiytX7RARegET9KXPbJTmLEf0g1Ym8yOIriA6vH3J_9R1DFJQa2if3QhpBRnH3C7btKmfL35RKMv6k9qc_I-PhyphenhyphennsoSuTgtHHaPtfkMERVyVshZb7VYlhJjuHTnYLcqkuVy7X7H_wa5ZcU/s200/autism.jpg" width="173" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika aku melihat engkau yang sedang berjalan dengan senangnya, menikmati pemandangan yang hanya engkau mengerti sendiri keindahannya. Aku takjub pada penciptaan tuhan yang sebegitu sederhana, ia menjadikan hidup mu itu terlalu mudah untuk dimengerti semantara sebagian manusia lainnya menganggap kekurangan mental pada dirimu terlalu rumit untuk dipelajari. Sementara berbagai teori dan pendapat telah muncul terkait dengan perilaku mu, engkau sepertinya tidak perduli ketika beberapa temanmu harus duduk berbarengan di ruang diskusi. Mengajakmu untuk berbikir dan memperbaiki mental, katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apakah engkau harus tahu mental yang benar seperti apa?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau engkau hanya butuh beberapa bulir tetes hujan yang sedang bermain ditelapak tanganmu itu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, aku iri denganmu karena engkau telah memiliki duniamu sendiri. Tidak ada baik dan buruk yang tersusun atas kesepakatan norma atau pemujaan pada tuhan mu. Apakah engkau juga mengenal tuhan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ah, sebenarnya aku ingin bertanya banyak padamu. Tapi langkah kecilmu terlalu cepat mengejar kupu-kupu yang sedang bermain ditaman surga mu itu. Aku harap engkau datang lagi esok hari, memberiku senyum terindah yang pernah kurasakan tanpa harus menanggung beban.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/2385297124593156968/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2013/01/autism.html#comment-form" rel="replies" title="1 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/2385297124593156968" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/2385297124593156968" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2013/01/autism.html" rel="alternate" title="autism" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiytX7RARegET9KXPbJTmLEf0g1Ym8yOIriA6vH3J_9R1DFJQa2if3QhpBRnH3C7btKmfL35RKMv6k9qc_I-PhyphenhyphennsoSuTgtHHaPtfkMERVyVshZb7VYlhJjuHTnYLcqkuVy7X7H_wa5ZcU/s72-c/autism.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-1754789872415726874</id><published>2012-10-28T00:37:00.001+07:00</published><updated>2013-01-22T02:08:05.276+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mynote"/><title type="text">Merenung</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7yQFTa1jzoPQt4in6JC1Ach61f_KNILBnpX8mM0J_hB5PtfDVfOMlFPmiuXAbXVyefd7mrOVXo2inHMRI5giVJZb2CrbyIYoxJDIxnoGpFw9KmYKtW8FzZ6RW-eNGct_z2rwhc98w7qY/s1600/Nature_feedback_by_poprage.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7yQFTa1jzoPQt4in6JC1Ach61f_KNILBnpX8mM0J_hB5PtfDVfOMlFPmiuXAbXVyefd7mrOVXo2inHMRI5giVJZb2CrbyIYoxJDIxnoGpFw9KmYKtW8FzZ6RW-eNGct_z2rwhc98w7qY/s320/Nature_feedback_by_poprage.jpg" width="191" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Aku mengalah pada sebuah takdir yang harus memisahkan dunia kita. Kesibukan pekerjaan yang membawaku pergi nomaden, berpindah pada satu titik untuk menuju titik yang lainnya. Sehingga secara tidak sadar memisahkan keberadaan kita.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin terlalu naif jika harus menggunakan alasan klise semacam itu, bagaimanapun kesibukan sesorang setidaknya mampu membangun komunikasi dengan hadirnya ratusan media elektronik yang sudah mulai menjamur di pasaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
antara aku dan kamu, mungkin sekedar memberi sapa pada ruang kecil yang mulai terlupa oleh batasan ide yang mulai mengerucut. Entah kenapa, semakin bertambahnya umur, semakin tumpul saja otak ku untuk sekedar menyapamu. Bukan karena ide kurasa, sulitnya berimajinasi akhir-akhir tahun ini yang membuatku tidak mampu untuk menulis lagi di tempat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga saja, umur yang terus bertambah ini tidak menghapus imajinasi yang biasa menari di keterikatan surgawi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entahlah...,,&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/1754789872415726874/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/10/merenung.html#comment-form" rel="replies" title="4 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/1754789872415726874" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/1754789872415726874" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/10/merenung.html" rel="alternate" title="Merenung" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg7yQFTa1jzoPQt4in6JC1Ach61f_KNILBnpX8mM0J_hB5PtfDVfOMlFPmiuXAbXVyefd7mrOVXo2inHMRI5giVJZb2CrbyIYoxJDIxnoGpFw9KmYKtW8FzZ6RW-eNGct_z2rwhc98w7qY/s72-c/Nature_feedback_by_poprage.jpg" width="72"/><thr:total>4</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-3754013318486052684</id><published>2012-09-20T21:10:00.000+07:00</published><updated>2012-09-20T21:10:00.744+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="reviews"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="web"/><title type="text">Blogger Facebook Group</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnBdtihl793z3BZu-XcrjPMgcsLJGl1s3iT5UQd7hA4sXf9SxO72o6truf6JYqXUBHjjqFZkgAjbZP6-b-Y2cg6LIW8SfoEADCYFu7U0QpcC2suc9XbObDm2YKjg2Uh0jJ-J-P-utStKM/s1600/facebook-logo.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="96" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnBdtihl793z3BZu-XcrjPMgcsLJGl1s3iT5UQd7hA4sXf9SxO72o6truf6JYqXUBHjjqFZkgAjbZP6-b-Y2cg6LIW8SfoEADCYFu7U0QpcC2suc9XbObDm2YKjg2Uh0jJ-J-P-utStKM/s320/facebook-logo.jpg" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;Beberapa bulan lalu, dan sampai sekarang, saia bergabung dalam sebuah Group Blogger Indonesia di facebook. Maksudnya sih pengen mencari teman-teman yang mempunyai minat yang sama, tapi berujung kecewa karena ternyata yang bermukim di sana lebih banyak mencari keuntungan daripada menjalin hubungan pertemanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulan itu muncul ketika saia telah bergabung dan menemukan banyak posting dari membernya yang menulis kata-kata spam yang sudah sangat lazim kita temukan seperti ketika orang memohon untuk berkunjung ke blognya. Baiklah, saia sudah setengah putus asa karena ingin mencari blog yang menyenangkan. Tapi ketika sesampainya di sana, kebanyakan postingan dari blog tersebut ternyata hanya tutorial nge'blog yang sebenarnya bisa kita tanya ke mbah gugel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, saia sich ngga mau memberi penilaian lebih lanjut bagaimana kriteria blog yang baik dan sebagainya karena memang tujuan dari seseorang dalam membuat blog tentunya memang berbeda-beda. Tapi akhirnya saia kembali ke aktifitas seperti biasa, mengunjungi teman-teman lama dan berharap ada yang masih aktif nge`blog seperti biasanya. Meski terkadang terbersit keinginan untuk membuat group serupa, tapi kok rasanya juga bakalan percuma karena eksistensi ngeblog itu pun kembali ke individu masing-masing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
So, have fun blogging....,;D&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/3754013318486052684/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/09/blogger-facebook-group.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/3754013318486052684" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/3754013318486052684" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/09/blogger-facebook-group.html" rel="alternate" title="Blogger Facebook Group" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnBdtihl793z3BZu-XcrjPMgcsLJGl1s3iT5UQd7hA4sXf9SxO72o6truf6JYqXUBHjjqFZkgAjbZP6-b-Y2cg6LIW8SfoEADCYFu7U0QpcC2suc9XbObDm2YKjg2Uh0jJ-J-P-utStKM/s72-c/facebook-logo.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-2345050009463480764</id><published>2012-09-18T02:45:00.000+07:00</published><updated>2012-09-18T02:45:00.268+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mynote"/><title type="text">Masa Kecil</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://taifun.deviantart.com/art/Forgotten-Childhood-15008725" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img alt="Forgotten Childhood by ~taifun" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWJlloGCj6a784yIQuEcmrOzu5kBLZRckIk4B7a5lkyD2hXnOgUkkDCK1t8Xv0ImgYMd2BYVCTMOTSIouaRVtANYHa7WAmn-gB9EUs_5amE1sdU8Q-Ft9ZdViWk7rEv4ilfXU89EqKur0/s320/Forgotten_Childhood_by_taifun.jpg" title="Forgotten Childhood" width="249" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Magersari (tinggal menumpang), sebuah nama desa, tempat di mana saia pernah di besarkan dan bermain di masa kecil yang menyenangkan, atau mengkin menyedihkan? Hahaa..,,&amp;nbsp;Magersari, Mojo, Andong, Boyolali. Begitulah nama lengkapnya, cuman memang ngga harus menyebutkan detail nomer RW atau RT, khan? Letaknya memang tidak Sedikit kenangan yang bisa saia rekam beberapa tahun di masa itu. Anak-anak adalah masa di mana saia bisa sangat dekat dengan alam karena kontur geografisnya yang telah memenuhi syarat pedesaan. Sawah, ladang, atau lapangan rumput luas yang biasa di pakai untuk menggembala sapi atau beberapa ekor kambing yang tentunya meninggalkan kotoran dalam bentuk yang beragam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masa kecil saia dulu, hal yang menyenangkan adalah ketika bermain meski bagian tersulit dari permainan itu adalah saia terus yang kebagian menjadi penjaga. Berulang kali saia harus menerima kekalahan dan menjadi penjaga yang apabila permainan itu tidak selesai sampai sore hari, maka bagian saia akan di simpan untuk permainan besok harinya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Baru kali ini saya sadar, bahwa ternyata dulu saia tidak gampang menyerah meski harus bermata merah karena terlalu malu untuk menjadi bahan tertawaan. Hal yang mungkin terlalu berat saia terima jika harus terjadi lagi untuk saat ini. Tapi nyatanya tidak, saia akan terus menerima kekalahan itu sampai saia benar-benar terbebas dari belenggu rasa malu dan membuktikan bahwa saia juga bisa memperoleh kemenangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mungkin pembelajaran dari masa kecil itu, yang mungkin bisa membuat saia berdiri lagi untuk masa-masa sulit yang akan saya hadapi esok hari. Setidaknya saia punya semangat untuk menghadapinya daripada lari dari masalah yang membuat saia menjadi pecundang berkepanjangan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/2345050009463480764/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/09/masa-kecil_18.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/2345050009463480764" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/2345050009463480764" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/09/masa-kecil_18.html" rel="alternate" title="Masa Kecil" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiWJlloGCj6a784yIQuEcmrOzu5kBLZRckIk4B7a5lkyD2hXnOgUkkDCK1t8Xv0ImgYMd2BYVCTMOTSIouaRVtANYHa7WAmn-gB9EUs_5amE1sdU8Q-Ft9ZdViWk7rEv4ilfXU89EqKur0/s72-c/Forgotten_Childhood_by_taifun.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-843316720662000344</id><published>2012-09-16T00:36:00.000+07:00</published><updated>2012-09-16T16:35:05.223+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mynote"/><title type="text">Nafas Panjang</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_bBjKXE6eJGjzMnrN0qbmSezx4Mzk31_t10SeY7wf0oDsTIkeV0Gfr6cm8j4E84vew4Ic9gpIY3cpAPP9B5E-3UIC1aoeBMKICbwY9u62hpSQl4RjjFjVJV3wPycijP6ThhgeTTojbYE/s1600/Kebahagiaan-Menarik+nafas+dalam-dalam.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_bBjKXE6eJGjzMnrN0qbmSezx4Mzk31_t10SeY7wf0oDsTIkeV0Gfr6cm8j4E84vew4Ic9gpIY3cpAPP9B5E-3UIC1aoeBMKICbwY9u62hpSQl4RjjFjVJV3wPycijP6ThhgeTTojbYE/s320/Kebahagiaan-Menarik+nafas+dalam-dalam.jpg" width="219" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saia tidak ingin terlalu banyak berfikir, juga tidak banyak berkomentar tentang kehidupan lain di luar komunitas pribadi. Sepertinya terlalu menjemukan dan serasa tidak berguna untuk dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Okelah, kalu benar ini pemikiran skeptis. Menjadi individu yang tidak bermasyarakat atau mungkin anti sosial lah katanya. Tapi ternyata, menjadi semakin dewasa itu di tuntut untuk memikirkan diri sendiri dulu. Orang lain itu belakangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah cerita seorang ayah dan anak yang menggendong keledai kemaren. Terlalu menyebalkan jika harus menuruti orang lain yang tidak pernah kita kenal, lalu berkomentar sesukanya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saia tau saat ini sedang bergumam sendirian, tapi ternyata hal seperti ini menjadi obat mujarab untuk mengeluarkan isi otak yang tengah lelah berfikir sendirian. Saia ingat betul ketika kemaren malam saia tidak juga bisa tidur. Hingga akhirnya saia menulis di atas kertas, kebiasaan yang sudah berapa tahun saia tinggalkan. Tapi akhirnya, proses mengeluarkan ide itu bisa menjadi obat penenang paling mujarab hingga akhirnya saia bisa tertidur pulas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saia tahu ini tidak akan pernah berguna untuk pembaca atau teman-teman saia di blogger, atau mungkin tidak pernah dibaca oleh siapapun. Tapi akhirnya memang, sebuah tindakan bermuara kepada pribadi itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan di akhir tulisan ini saya pun bisa bernafas lebih lega. Sebuah nafas panjang yang begitu nikmat.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/843316720662000344/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/09/nafas-panjang.html#comment-form" rel="replies" title="1 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/843316720662000344" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/843316720662000344" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/09/nafas-panjang.html" rel="alternate" title="Nafas Panjang" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg_bBjKXE6eJGjzMnrN0qbmSezx4Mzk31_t10SeY7wf0oDsTIkeV0Gfr6cm8j4E84vew4Ic9gpIY3cpAPP9B5E-3UIC1aoeBMKICbwY9u62hpSQl4RjjFjVJV3wPycijP6ThhgeTTojbYE/s72-c/Kebahagiaan-Menarik+nafas+dalam-dalam.jpg" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-6382094364159623869</id><published>2012-08-18T08:33:00.000+07:00</published><updated>2012-08-18T08:33:00.239+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="cerpen"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="sastra"/><title type="text">The Grey</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;
&lt;a href="http://delen.deviantart.com/art/In-Grey-17171780" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;" target="_blank"&gt;&lt;img alt="in grey" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgifYi5wIF73B_byuT-vx0r4naHpy2znb0Q0_E8y3s8pT1V5wYKnN_2mzYiOV_9zdrScBQs49IZq7OVO38Y0nbj-gaeY3LpTcG3RbDWG4uKnP7hTn8nD8eOCkXZ_8mP48h2oX1-kTfZcqA/s320/In_Grey_by_Delen.jpg" title="In Grey by Delen" width="213" /&gt;&lt;/a&gt;Aku meninggalkan jejak berwarna abu-abu. Tidak lagi putih seperti dulu, juga bukan hitam pekat seperti aspal jalan yang terkadang meleleh terbakar sinar matahari. Ia berada di tengah-tengahnya, di antara hitam dan putih nya dunia. Tentu tidak bisa menyalahkan apa yang telah terjadi, menjadi setengah-setengah itu juga bukan sebuah pilihan. Aku juga tidak bisa menyalahkan keadaan, sebuah momentum dari bingkai peristiwa itu memang kadang terjadi begitu saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti sebuah sore di ambang cakrawala senja, ketika tiga hari yang lalu aku berada di sebuah tempat peribadatan yang ramai dengan hilir mudik manusia yang ingin menghadap kepada tuhan nya. Seorang lelaki paruh baya tengah duduk memeluk lututnya, tepat di samping sepeda motor ku yang sedang terparkir. Ia bersuara kepadaku tepat ketika baru saja kunci sepeda mulai menyalakan mesinnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Adek, bisa minta tolong?" suaranya lirih, hampir hilang ditelan suara mesin.&lt;br /&gt;
"Iya, bapak? Ada apa, ya..?" jawabku setelah mematikan mesin motor untuk bercakap sebentar dengannya. &lt;br /&gt;
"Saya ini sedang bingung. Mau pulang tapi ngga ada ongkos."&lt;br /&gt;
"Pulang ke mana, Pak...?"&lt;br /&gt;
"Ke Nganjuk, dik."&lt;br /&gt;
Aku berfikir sejenak. Sekarang ini banyak orang belagak mencari simpati dengan meminta pertolongan seperti ini. Mungkin terinspirasi oleh reality show yang sering muncul di tipi. Ingin segera saja ku tolak permintaannya.&lt;br /&gt;
"Begini pak..,," ada seutas memori yang membuatku berhenti berkata. Penggalan cerita ketika suatu sore aku bercenkrama di teras rumah denganya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kalau kamu ada uang lebih, jangan lupa untuk berbagi sedikit rizki mu."&lt;br /&gt;
"Tapi ada lho, pak. Orang-orang pengemis itu sebenarnya cukup kaya dengan rumah yang lebih mewah dari pada baju yang mereka pakai. Seolah mengemis itu menjadi sebuah pekerjaan untuk mereka."&lt;br /&gt;
"Yah, tapi tidak semuanya bernasib seperti itu, khan? Memberi itu memang harus sesuai dengan kata hati. Biarkan hatimu yang menyuruhmu bertindak saat itu."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Detik kemudaian tanganku merogoh saku celana belakang sebelah kanan, mengambil dompet yang terselip di sana. Menghitung uang yang ku persiapkan untuk membayar kost dan sisa uang makan untuk satu minggu ke depan sebelum tanggal gajian datang. &lt;i&gt;Toh, tuhan juga tidak suka orang yang berlebih-lebihan&lt;/i&gt;, fikirku tentang takaran ikhlas yang bisa ku berikan.&lt;br /&gt;
"Ini pak.., Saya ada sedikit uang, mungkin cukup untuk naek kereta sampai ke Nganjuk." kuserahkan beberapa lembar uang puluhan. "Maaf ngga bisa nganter ke stasiun, ini masih ada janji sama orang."&lt;br /&gt;
"Iya dek. Makasih udah mau bantu bapak." Kemudian aku pergi meninggalkannya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia kadang bisa menjadi putih atau hitam karena memang mereka yang memilihnya. Tindakan atas momentum peristiwa hanyalah reaksi sepontanitas hasil dari pemikiran sesaat yang masih belum jelas akan dasar pemikiran. Apa yang kulakukan mungkin tidak bisa sepenuhnya menjadi putih karena keterbatasanku atas pemahaman tentangnya. Tapi setidaknya aku juga tidak mau menjadi hitam legam dengan mengacuhkan manusia di sekitarku. Setidaknya, menjadi abu-abu itu sudah cukup bagiku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hingga suatu hari, beberapa minggu setelahnya, aku bertemu dengan orang yang sama ketika keluar dari tempat peribadatan seperti sebelumnya. Lelaki paruh baya sedang duduk bersila tepat di sebelah sepasang sepatu hitamku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Maaf, dek..." suaranya lirih ketika aku sedang memakai kaos kakiku. "Saya bisa minta tolong sebentar...?"&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right"&gt;
&lt;i&gt;Soerabaya, Akhir Bulan Ramadhan tahun 2012&lt;br /&gt;
Selamat Hari Raya Iedul Fitri Teman²...!!!&lt;br /&gt;
Mohon maaf lahir batin, ya...?!!&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/6382094364159623869/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/08/the-grey.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/6382094364159623869" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/6382094364159623869" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/08/the-grey.html" rel="alternate" title="The Grey" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgifYi5wIF73B_byuT-vx0r4naHpy2znb0Q0_E8y3s8pT1V5wYKnN_2mzYiOV_9zdrScBQs49IZq7OVO38Y0nbj-gaeY3LpTcG3RbDWG4uKnP7hTn8nD8eOCkXZ_8mP48h2oX1-kTfZcqA/s72-c/In_Grey_by_Delen.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-6431795416959524856</id><published>2012-08-13T07:08:00.000+07:00</published><updated>2012-08-13T07:08:00.242+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="blogQ"/><title type="text">Bangkit dari kubur, semoga</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJX9Q1PgDVNwRy1JmutNkgwKozg3iRwDGiqxoBE5r35Wbmee0oS1Bxs6AZ0oG5-pk_JYcFxLM-kax16Bi2lxprYHtDcLmCFA0uD5nhf3mAWzRa6Y4fajZEScZF2vWO6PdobmVBncuAKik/s1600/pocong.jpg" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJX9Q1PgDVNwRy1JmutNkgwKozg3iRwDGiqxoBE5r35Wbmee0oS1Bxs6AZ0oG5-pk_JYcFxLM-kax16Bi2lxprYHtDcLmCFA0uD5nhf3mAWzRa6Y4fajZEScZF2vWO6PdobmVBncuAKik/s320/pocong.jpg" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Saia kira cuman saia yang sudah jarang nge'blog seperti dulu. Tapi ternyata....,,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pagi ini setelah mendapat info tentang rencana di hapusnya beberapa content di multiply, saia sengaja berjalan-jalan di beberapa Multiply untuk mencari reference. Ada yang masih berencana pindahan ke blogspot, dan beberapa sudah melakukannya seperti punya ekohm atau riwisa. Beruntung malah nemu temen-temen baru dari situ, akhirnya malah keterusan blog walking ke beberapa temen² blogspot.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berlanjut, setelah lama ngga berkunjung ke blogspot. Akhirnya iseng nyari tulisan² terbaru dari dashboard blogspot. Takdisanka, ternyata temen² blogger juga lagi pada &lt;a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Hiatus" target="_blank"&gt;hiatus&lt;/a&gt; dari aktifitas nge`blog mereka. Ending'nya, cuman blognya om rawin yang menjadi tujuan akhir soalnya pasti nemu update tulisan dari beliau. Meski akhirnya ngga ikut nyampah coz udah banyak yang comment di situ. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak perkembangan memang, seperti yang saia rasakan sendiri. Dari dulu tulisan saia ngga berubah tema`nya cuman bahas itu² aja. Dengan segala harapan bisa aktif nge`blog lagi bla.., bla..., bla...,, cuman niat doank.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya sudahlah, lanjut bikin tulisan selanjutnya sajalah....,,;D&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/6431795416959524856/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/08/bangkit-dari-kubur-semoga.html#comment-form" rel="replies" title="3 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/6431795416959524856" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/6431795416959524856" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/08/bangkit-dari-kubur-semoga.html" rel="alternate" title="Bangkit dari kubur, semoga" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJX9Q1PgDVNwRy1JmutNkgwKozg3iRwDGiqxoBE5r35Wbmee0oS1Bxs6AZ0oG5-pk_JYcFxLM-kax16Bi2lxprYHtDcLmCFA0uD5nhf3mAWzRa6Y4fajZEScZF2vWO6PdobmVBncuAKik/s72-c/pocong.jpg" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-3273597723329248652</id><published>2012-08-11T08:29:00.001+07:00</published><updated>2012-08-11T08:29:01.926+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="daily"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mynote"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="workmanship"/><title type="text">Kejar Target</title><content type="html">&lt;div align="justify"&gt;
&lt;a href="http://blue-a-touille.deviantart.com/art/Deadline-262399130" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img alt="Deadline" border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUojo3VZQaC1wPQ32HT3SzJPCaPo8187cmejWCeoxYqUCmYp5ogEODkuY9jKipULxPH4DJAYujCiGFFpOsnKPza3DLdf4i0pg7GVxhyf__NQxMOWQ7LPP5b8RiDoh_3ZJ1IH86ryeJ7n8/s320/deadline_by_blue_a_touille-d4c84gq.jpg" title="Deadline by ~Blue-A-Touille" width="240" /&gt;&lt;/a&gt;Kalau orang lain sibuk memperbanyak ibadah di 10 hari terakhir di bulan romadhon, saia malah di sibukkan dengan deadline yang harus di selesaikan sebelum mudik ke rumah tercinta di Boyolali sana. Dan itu 2 hari lagi..?!! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, memang ngga sesibuk editor majalah ato designer ternama yang banyak project sich. Cuman gara² di rumah nanti mungkin ngga ada jaringan internet, plus sisa waktu di rumah nanti harus dipergunakan untuk berkumpul dengan keluarga lah yang akhirnya membuat semuanya harus selesai sesuai jadwal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Project pertama adalah garapan web site dari seorang client yang membuat saia harus menyelesaikan postingan sebelum habisnya bulan romadhon. Ini dikarenakan website tersebut dipergunakan untuk jualan online tentang fashion yang harus selalu uptodate, maka bahan postingan yang sudah beliau kirimkan baru beberapa hari kemaren harus sudah selesai saya susun sesuai jadwal. Kan lumayan kalo project ini selesai bisa buat tambahan onkos mudik, hehee...,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo project ke dua sih masih berhubungan dengan blog ku sendiri. Setelah berkunjung ke blognya om rawin tadi langsung kepikiran rencana bikin "&lt;a href="http://www.bloggerplugins.org/2012/01/threaded-comments-for-blogger.html" target="_blank"&gt;Threaded Comments For Blogger&lt;/a&gt;" yang beberapa bulan kemaren sempet tertunda. Karena saia pikir bakalan menyenangkan kalo bales²an comment kaya di multiply dulu. Sebenarnya saia berharap blogger mengembangkan fasilitas ini biar comment di blog bisa lebih mengasyikkan kaya di multiply dulu. Menurut saia, interaksi di comment inilah yang bisa mempererat hubungan antar sesama blogger. Serasa ngobrol seperti kalo kita chating gitu lah. Semoga project pertama ini bisa dilaksanakan dengan baik trus nanti tinggal berbagi tutorial cara bikin Blogger Threaded Comments yang bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Project ke terakhir yaitu bedol blog dari multiply ke wordpres dikarenakan kisruh soal hilangnya beberapa content di multiply kemaren. Berhubung wordpress saia juga kosong momplong ngga tau mau di pakai apa, mungkin pengalihan ini juga berdampak positif untuk saia belajar wordpress. Kali aja nanti ada yang pesen web site dengan menggunakan wordpress engine. Tapi bedol blog ini bisa jadi project jangka panjang soalnya penutupan content² multiply juga baru mulai dilaksanakan bulan December mendatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, semoga bisa menyelesaikan paling tidak satu dari ketiga target tersebut sebelum mudik, biar ngga kepikiran pas di rumah nantinya. Well, bagaimana dengan target romadhon temen....??&lt;/div&gt;
&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/3273597723329248652/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/08/kejar-target.html#comment-form" rel="replies" title="6 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/3273597723329248652" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/3273597723329248652" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/08/kejar-target.html" rel="alternate" title="Kejar Target" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUojo3VZQaC1wPQ32HT3SzJPCaPo8187cmejWCeoxYqUCmYp5ogEODkuY9jKipULxPH4DJAYujCiGFFpOsnKPza3DLdf4i0pg7GVxhyf__NQxMOWQ7LPP5b8RiDoh_3ZJ1IH86ryeJ7n8/s72-c/deadline_by_blue_a_touille-d4c84gq.jpg" width="72"/><thr:total>6</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-1170645292568021825</id><published>2012-08-08T06:33:00.001+07:00</published><updated>2012-08-09T05:07:36.152+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="web"/><title type="text">Multiply sudah tidak Multi guna</title><content type="html">&lt;blockquote&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Halo, ini Stefan, menulis dari Kantor Pusat Multiply di Jakarta, Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti halnya telah disadari oleh sebagian besar dari kalian, misi Multiply telah berevolusi dalam satu setengah tahun terakhir menjadi pasar ecommerce yang terbesar dan terpopuler di dua wilayah pemasaran yang sangat menarik, Indonesia dan Filipina. Karena fokus kami telah berubah, kami telah meninjau ulang semua operasi kami, dan mengambil beberapa keputusan yang akan&lt;br /&gt;
berpengaruh bagi kalian semua di sini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Mulai 1 Desember, sayangnya kami tidak dapat lagi mendukung Multiply dengan formatnya saat ini - kami akan mulai menghapuskan jejaring sosial dan berbagi konten (foto, video, blog, pesan sosial, dll). Kami telah memutuskan akan menghentikan penyediaan dan hosting layanan-layanan tersebut, karena kami menyimpulkan bahwa terdapat situs-situs Internet lainnya yang berkomitmen  untuk menyediakan layanan jejaring sosial yang akan melakukan tugas tersebut dengan lebih baik dibandingkan dengan kami.&lt;br /&gt;
* Untuk para pengguna jejaring sosial kami, akan disediakan cara yang mudah untuk mengunduh barang-barang kalian (foto, blog, konten, dll) atau bermigrasi ke layanan online lainnya. Kami akan mengumumkan detail lengkapnya dalam waktu dekat. Anda yang menentukan pilihan apakah ingin mengunduh, bermigrasi, atau membiarkan konten Anda begitu saja (dan akan dihapus).&lt;br /&gt;
*Untuk pengguna ecommerce kami yang telah ada saat ini (baik pembeli maupun penjual) di Indonesia dan Filipina, tidak perlu melakukan tindakan apapun.&lt;br /&gt;
*Menyangkut pelanggan Multiply Premium, kami akan mengembalikan uang  yang belum terpakai, dan kami meminta maaf akan ketidaknyamanan yang ditimbulkan oleh hal ini. Harap menghubungi layanan pelanggan untuk meminta uang Anda kembali. Harap ingat bahwa ini adalah untuk MP Premium, bukan produk Multiply Trust yang terkait dengan ecommerce.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menyadari bagaimana berita ini mungkin akan sangat mengganggu, dan memahami kekecewaan yang ditimbulkan olehnya. Akhirnya ini adalah keputusan bisnis, penting untuk kami agar sukses dan terus maju. Disamping itu, kami sangat bersemangat untuk melanjutkan misi kami untuk memberikan 350 juta konsumen di Indonesia dan Phillipina sebuah solusi untuk membeli dan menjual barang secara online. Fokus tunggal kami saat ini adalah agar Multiply menjaga statusnya sebagai tujuan e-commerce paling diminati di Asia Tenggara di tahun-tahun mendatang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya menduga banyak dari Anda tidak akan menyukai berita ini, dan saya memohon maaf untuk menyampaikannya sekarang. Saya berharap anda akan memahami alasan dari keputusan kami dan terima kasih telah menjadi bagian dari komunitas Multiply selama lebih dari delapan tahun terakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stef&lt;/div&gt;
Original Quote &lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZDnaiXWXR0mvldItDjKaCf6h5w12Lz3ZP6xfCpklQpoUsoazw5n0LFWmgmtTutCa-XnDracFm8w0xo1Q9UJNohgjluKstUBLgqXuiKxO2pxGeGlpKc0zXGHjqDD0EnuQLXv2n_D47KPM/s1600/Stefan-1.jpg"&gt;Here&lt;/a&gt;&lt;/blockquote&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYnhigIc89vG3GREJT-gpsMus0aKTl8KlSypNeTuqTLrPj7gaCw0M0BDFntJyvvVaqZTZTsO8810YYc83WuOOX-RIRx26YPAKn3TDdK8mTH4I5NW8DDx_JpR-h1ymLJrNEOy_cu8JLMQw/s1600/bluelogo.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="198" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYnhigIc89vG3GREJT-gpsMus0aKTl8KlSypNeTuqTLrPj7gaCw0M0BDFntJyvvVaqZTZTsO8810YYc83WuOOX-RIRx26YPAKn3TDdK8mTH4I5NW8DDx_JpR-h1ymLJrNEOy_cu8JLMQw/s200/bluelogo.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Tak ada lagi blog di Multiply, itu brarti tak ada lagi tempat untuk ku menyimpan artikel yang biasa saia pakai untuk reference tugas, pun sekedar sharing untuk teman² saia di sana. Sebenarnya sudah ada banyak tempat yang menyediakan fitur serupa, tapi memang hanya multiply yang user friendly kalo untuk masalah berbalas comment. Beberapa kali mencoba register di beberapa social network memang hanya multiply yang memungkinkan untuk berbalas comment dengan cepat. Hostingan blog yang lebih kepada social networking. Multiply juga menawarkan banyak content yang di rangkum menjadi satu di sebuah website. Tidak seperti google yang membeli website-website ternama kemudian menjadikan nya satu account. Multiply memiliki hostingan sendiri yang bisa mencakup segala aspek yang kita butuhkan di dunia maya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi ya, mungkin persaingan di dunia internet yang semakin ketat ini menjadikan alasan kenapa multiply akhirnya menghapus beberapa content mereka. Saia tidak tahu persis kenapa. Mungkin user yang tidak terlalu aktif seperti saia ini membebani mereka dengan berbagai macam bandwith file yang saia simpan di sana. Entahlah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yeah, di account saia yang lama dulu (&lt;a href="http://r1d0aja.multiply.com/" target="_blank"&gt;r1d0aja.multiply.com&lt;/a&gt;) memang banyak cerita tentang bagaimana asyiknya ngeblog dan mengumpulkan berbagai macam media yang saia simpan di sana. Teman yang kadang menyebalkan, tapi lebih banyak have fun`nya itu sempat membuat saia terbawa suasana. Mungkin jejaring sosial lain bisa membuat saya tertawa terbahak-bahak, tapi saia kira hanya multiply yang bisa membuat saya benar² marah ketika seorang teman menyudutkan saia di dunia maya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yach, kalau di inget-inget memang sayang kalau memang harus saia buang begitu saja. Tapi ya sudahlah, saia tidak akan terlalu kehilangan apa yang ada di sana. Karena toh teman-teman saia juga masih sering berinteraksi di social networking yang lain. Yang penting keharmonisan kami tetap terjaga di "&lt;a href="https://www.facebook.com/groups/thekalongers/" target="_blank"&gt;The Kalongs Family&lt;/a&gt;".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Well, karena ini masih belum final. Saya harap yang terbaik untuk ke depannya.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/1170645292568021825/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/08/multiply-sudah-tidak-multi-guna.html#comment-form" rel="replies" title="3 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/1170645292568021825" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/1170645292568021825" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/08/multiply-sudah-tidak-multi-guna.html" rel="alternate" title="Multiply sudah tidak Multi guna" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYnhigIc89vG3GREJT-gpsMus0aKTl8KlSypNeTuqTLrPj7gaCw0M0BDFntJyvvVaqZTZTsO8810YYc83WuOOX-RIRx26YPAKn3TDdK8mTH4I5NW8DDx_JpR-h1ymLJrNEOy_cu8JLMQw/s72-c/bluelogo.png" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-8685722825730366179</id><published>2012-07-05T03:36:00.001+07:00</published><updated>2012-07-05T03:36:51.096+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="daily"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mynote"/><title type="text">Tak Sejalan</title><content type="html">&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEge-pPcucdysiUdoLM4EgWE1j8fpb_dBuuNTCVi0k7VFAvN1HaR3Avw8MO3DV5kwNU7EPzssPoprfDMpYhyphenhyphenTrNTTrNbE8Rsb24yB3z8-dUxW9cvxBQsV4xB0MbucBaRMyykRGipVSfoZcxE/s1600/Silent_Waters_by_WingsForShtuka.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEge-pPcucdysiUdoLM4EgWE1j8fpb_dBuuNTCVi0k7VFAvN1HaR3Avw8MO3DV5kwNU7EPzssPoprfDMpYhyphenhyphenTrNTTrNbE8Rsb24yB3z8-dUxW9cvxBQsV4xB0MbucBaRMyykRGipVSfoZcxE/s320/Silent_Waters_by_WingsForShtuka.jpg" width="241" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align="justify"&gt;
Fyuh, dipusingkan karena beberapa dan banyak hal yang mungkin di luar jangkauan. Sepertinya memang tersisa banyak waktu untuk menulis, tapi sayangnya memang bank yang harus di selesaikan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
beberapa hari yang lalu sempet dapat tawaran mengelola beberapa web milik dosen di kampus. Meski ngga sebegitu ngefek, tapi memang sedikit memberi dampak terhadap blog ini. Tapi yang lebih menyedihkan adalah, tidak adanya masukan ide yang cukup untuk membuat cerpen lagi di karenakan tuntutan akademis mengharuskan saia untuk segera lulus dari kampus tercinta.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Sepertinya memang salah kalau melakukan sesuatu yang berlebihan, apalagi berlebihan mencintai kampus tercinta sampai menjadi mahasiswa abadi seperti saia ini. Tapi ya, begitulah memang keadaannya. Tidak ingin menyalahkan siapapun karena ini memang jalan yang telah saia pilih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yah, semoga bisa melanjutkan rutinitas ngeblog lagi seperti dulu. Meskipun keinginan dan kemampuan memang terkadang tak sejalan.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://sinfallen.blogspot.com/feeds/8685722825730366179/comments/default" rel="replies" title="Post Comments" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/07/tak-sejalan.html#comment-form" rel="replies" title="0 Comments" type="text/html"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/8685722825730366179" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/8685722825730366179" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/07/tak-sejalan.html" rel="alternate" title="Tak Sejalan" type="text/html"/><author><name>Rosid Ridho</name><uri>http://www.blogger.com/profile/09071954564368347130</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEge-pPcucdysiUdoLM4EgWE1j8fpb_dBuuNTCVi0k7VFAvN1HaR3Avw8MO3DV5kwNU7EPzssPoprfDMpYhyphenhyphenTrNTTrNbE8Rsb24yB3z8-dUxW9cvxBQsV4xB0MbucBaRMyykRGipVSfoZcxE/s72-c/Silent_Waters_by_WingsForShtuka.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-4109392674576979574.post-1450640440614111864</id><published>2012-01-22T12:02:00.002+07:00</published><updated>2012-01-22T12:04:05.758+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="article"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="college"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="mynote"/><title type="text">The Jewels Of The Shrine</title><content type="html">'The Jewels Of The Shrine' written by Jemes Ene Henshaw&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Cuman mo naro catetan saia buat tugas drama bingung mo naro di mana, mungkin berguna buat adik tinkat nanti. Cuman ni belom selesai, ya. Jadi silahkan dilanjutkan sendiri.&lt;/blockquote&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="justify"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKx5doqBMoczGbL_zj4K3CdEdOufH3yUk6fStDR6CnuN4kRkXxlUVdfBr2l_S7eGZEJY1lLcSqbodqxzrS_sqEsoE5ho-2DvmwdUgk56vu5tPnmaDtUoXqIWwjcHJ44L9y1-DC4vbmKxE/s1600/THE+JEWELS+OF+THE+SHRINE.JPG" imageanchor="1" style="clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKx5doqBMoczGbL_zj4K3CdEdOufH3yUk6fStDR6CnuN4kRkXxlUVdfBr2l_S7eGZEJY1lLcSqbodqxzrS_sqEsoE5ho-2DvmwdUgk56vu5tPnmaDtUoXqIWwjcHJ44L9y1-DC4vbmKxE/s320/THE+JEWELS+OF+THE+SHRINE.JPG" width="223" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;A Resume&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
In the first scene, the play sets in a mud-walled house at the night. There was an old man who sitting on the bed. His is Okorie, talking to the stranger about the differences about young people giving respect to elderly men in the town and village in this day and the past. Okorie told his problem about his grandsons which have not any respect to him. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bassi, a beautiful woman of about thirty years, entered the room just before the Stranger exit. Bassi and Okorie have a little chat about the stranger that makes him feel happy. Bassi asked Okorie to take a rest and eat before Okorie’s grandsons, Arob and Ojima, were coming.  Okorie and Bassi leave the room after the two grandsons talking bad things to Okorie. Two grandsons are curious on Okorie and Bassi conversation, they were hiding under the bed before Okorie entered the room. Okorie was looking for Bassi to tell a secret. He asked Bassi to make sure that no one is listening to them. He told a secret about Jewels of the Shrine. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
He said that the Stranger told him about the real jewels which buried somewhere near the big oak tree on his farm. He asked Bassi to dig up the farm in early morning. Okorie asked her to keep the secret from his grandsons. Bassi left the room to take a sleep while Okorie playing a hoe and try to dig. After a while, Okorie enter his room. Arob and Ojima crawl out from under the bed with pain in their body. They were planning to dig the treasure as soon as possible but Okorie enter the room before they leave. They covered their plan by telling a lies.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The play goes at the following morning in the second scene. Bassi wanted start digging at early morning. Okorie stop her by telling the truth that there were no jewels in the farm. The jewels are buried in the little garden behind the house. Okorie asked Bassi to buy some new clothes because he got a lot of money. After Okorie and Bassi leave, Arob and Ojima crawl out from under the bed. They have been fooled by Okorie. They try to be honest to Okorie for his money. Okorie enter the room, Arob and Ojima gave him a respect. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;p&gt;---------------------------- © 2007 - 2010 [ Sin Fallen ]™ Blog
&lt;p&gt;Thanks for reading
&lt;p&gt;Feed posted from &lt;a href="http://sinfallen.blogspot.com" title="[ Sin Fallen ] by eL &amp; Ro" target="_blank"&gt;[ Sin Fallen ]&lt;/a&gt;
&lt;p&gt;Brought to you by &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/sinfallen" title="feedburner" target="_blank"&gt;feeds.feedburner.com/sinfallen&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/p&gt;&lt;/div&gt;</content><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/1450640440614111864" rel="edit" type="application/atom+xml"/><link href="http://www.blogger.com/feeds/4109392674576979574/posts/default/1450640440614111864" rel="self" type="application/atom+xml"/><link href="http://sinfallen.blogspot.com/2012/01/jewels-of-shrine.html" rel="alternate" title="The Jewels Of The Shrine" type="text/html"/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/08622296487792242210</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image height="16" rel="http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail" src="https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif" width="16"/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKx5doqBMoczGbL_zj4K3CdEdOufH3yUk6fStDR6CnuN4kRkXxlUVdfBr2l_S7eGZEJY1lLcSqbodqxzrS_sqEsoE5ho-2DvmwdUgk56vu5tPnmaDtUoXqIWwjcHJ44L9y1-DC4vbmKxE/s72-c/THE+JEWELS+OF+THE+SHRINE.JPG" width="72"/></entry></feed>