<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739</id><updated>2025-09-28T22:04:45.517+07:00</updated><category term="Bahasa Indonesia"/><category term="Bahasa"/><category term="Sastra Indonesia"/><category term="Tokoh"/><category term="Referensi"/><category term="Penelitian"/><category term="Puisi"/><category term="Pragmatik"/><category term="Sosiolinguistik"/><category term="Linguistik"/><category term="Sekolah"/><category term="Drama"/><category term="Internasional"/><category term="Materi"/><category term="PUPI"/><category term="Soal-Soal Bahasa Indonesia"/><category term="Artikel"/><category term="Bahasa Inggris"/><category term="Berita"/><category term="Evaluasi"/><category term="Kumpulan Puisi"/><category term="Luar Negeri"/><category term="Menulis"/><category term="Pembelajaran"/><category term="Pendidikan"/><category term="Teori Pengajaran"/><category term="Analisis Kesalahan Bahasa"/><category term="Beberapa Karya"/><category term="Budaya"/><category term="Buku Teks"/><category term="Cerita Hikmah dan Inspiratif"/><category term="Cerpen"/><category term="Indonesia"/><category term="Ujian"/><category term="wacana"/><category term="Alay"/><category term="Data Fakta"/><category term="Download"/><category term="Esai"/><category term="Fenomena"/><category term="Fiksi"/><category term="Gaya Bahasa"/><category term="Kalimat"/><category term="Karangan"/><category term="Kisah"/><category term="Kurikulum"/><category term="Novel"/><category term="Perbandingan"/><category term="Psikolinguistik"/><category term="Sejarah"/><category term="Semantik"/><category term="Soal CPNS"/><category term="Terbesar"/><category term="Tes bahasa"/><category term="Tulisan"/><category term="Wanita"/><category term="kontes blog"/><category term="permasalahan"/><category term="review"/><category term="Anak-Anak"/><category term="Artikulasi"/><category term="Bahasa Daerah"/><category term="Contoh"/><category term="Definisi"/><category term="Disclaimer"/><category term="EYD"/><category term="Elektronik"/><category term="Google"/><category term="Guru"/><category term="Huruf Kapital"/><category term="Inspirasi"/><category term="Islam"/><category term="Jadwal"/><category term="Korea"/><category term="Libur"/><category term="Masalah dalam Bahasa Indonesia"/><category term="Media Pembelajaran"/><category term="Nasional"/><category term="Pantun"/><category term="Pemerintah"/><category term="Pengumuman"/><category term="Penilaian"/><category term="Perubahan Bahasa"/><category term="Pidato"/><category term="Politik"/><category term="Privacy Policy"/><category term="Tanda Baca"/><category term="Teori Kebudayaan"/><category term="Terbaik"/><category term="Toponimi"/><category term="Unik"/><category term="Universitas"/><category term="cara belajar"/><category term="faktor-faktor"/><category term="film"/><category term="pembangunan"/><category term="standarisasi"/><category term="toko online"/><title type='text'>Situs Bahasa</title><subtitle type='html'>Media belajar Linguistik, Bahasa Indonesia, Kesastraan, dan Penelitian Linguistik</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25&amp;redirect=false'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>201</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-1524705910646485073</id><published>2025-01-31T10:38:00.003+07:00</published><updated>2025-01-31T10:41:37.913+07:00</updated><title type='text'> Keterbukaan Berbicara Aktivitas Seksual dan Prostitusi pada Podcast/Vodcast: Semiotik Budaya</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2025/01/keterbukaan-berbicara-aktivitas-seksual_46.html&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;Keterbukaan Berbicara Aktivitas Seksual dan Prostitusi padaPodcast/Vodcast: Semiotik Budaya&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Video &lt;i&gt;podcast &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;vodcast &lt;/i&gt;saat ini menjadi
salah satu saluran hiburan video yang sangat digemari masyarakat. &lt;i&gt;Vodcast &lt;/i&gt;merupakan
bentuk &lt;i&gt;podcast&lt;/i&gt;/sinear yang divideokan dan diunggah di kanal Youtube atau
media sosial. Sinear yang sebelumnya adalah media audio dikemas menjadi lebih
menarik dengan dihadirkan dalam bentuk &lt;i&gt;vodcast&lt;/i&gt;. Terlebih, sekarang ini
Youtube merupakan salah satu media sosial yang paling banyak diminati
masyarakat Indonesia. &quot;YouTube menjadi all in one platform yang paling
sering dikunjungi yakni sebesar 93,8%. WhatsApp sebagai aplikasi pesan instan
yang banyak diakses 87,7%, media sosial yang paling dimiliki adalah Facebook
89,8%&quot; (Kemenkominfo, 2021).&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Salah satu topik video &lt;i&gt;podcast &lt;/i&gt;yang akhir-akhir ini
banyak dibahas adalah topik yang berkaitan dengan seksualitas, pornografi, dan
prostitusi. Prostitusi yang berkaitan dengan pembayaran untuk pertukaran
layanan seksual (Benoit dkk., 2018) telah lama menjadi fenomena kontroversial.
Prostitusi identik dengan wanita yang menjual layanan seksual untuk mendapatkan
uang. Ironisnya topik-topik tersebut lebih sering menghadirkan bintang tamu
wanita. Padahal, di masyarakat umum, wanita cukup tertutup untuk mengumbar
persoalan seksualitas, prostitusi, dan pornografi. Fenomena wanita berbicara
tentang kegiatan seks, prostitusi, dan pornografi merupakan pergeseran
kebiasaan atau budaya yang terjadi di masyarakat Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari sisi budaya, kluster masyarakat dunia secara umum
dibagi menjadi dua, yakni masyarakat barat dan masyarakat timur dengan
perbedaan ciri budaya yang cukup mencolok. Nilai budaya timur terbentuk melalui
cara berpikir kontemplatif sebagai puncak dari perkembangan intuisi manusia.
Budaya timur bersumber pada agama, ide abstrak, dan simbol. Masyarakat atau
budaya timur berusaha memadukan pengetahuan, intuisi, pemikiran konkret,
simbolik, dan kebijaksanaan (Yudipratomo, 2020). To Thi Anh seorang
oksidentalis Vietnam mengidentifikasikan budaya barat dan budaya timur dengan
penjelasan bahwa budaya timur memiliki pandangan dasar budaya yang dipengaruhi
oleh paham Konfusianisme, Taoisme, dan Buddhisme, sedangkan dasar budaya barat
banyak dipengaruhi oleh semangat renaisans yang menjadi titik balik masyarakat
Barat untuk mengutamakan logika dan metode-metode empiris dalam memahami
realitas (Rapoho, 2022). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masyarakat timur yang umumnya menganut sistem patrilineal
membatasi wanita dalam beberapa hal, misalnya, dalam berbicara, terlebih untuk
urusan seksual. Dalam tradisi Jawa masa lampau, perempuan sering digambarkan
sebagai kanca wingking (teman untuk urusan di belakang). Bahkan, muncul
ungkapan swargo nunut neroko katut. Tak berbeda dengan Jawa, masyarakat Melayu
tradisional pun menganggap wanita sebagai orang belakang atau orang rumah.
Terkait dengan gambaran wanita dalam tradisi masyarakat timur, penelitian di
Jepang terhadap iklan produk kosmetik menggambarkan wanita dalam tiga lapis
ideologi berikut. &lt;i&gt;The ads’ depictions of women layer together three distinct
ideologies often viewed as mutually exclusive: kawaii ideals of innocence,
ignorance and immaturity; the traditional gender order of male dominance and
female submissiveness; and the postfeminist ideal of strong, independent women &lt;/i&gt;(Nakamura,
2020). Di sini wanita tetap diasosiasikan dengan keluguan, kepolosan, dan
ketidakdewasaan. Wanita juga digambarkan berada di bawah dominasi pria.
Terakhir, wanita digambarkan sesuai dengan cita-cita postfeminis, yakni wanita
kuat dan mandiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Keberanian wanita dalam mengungkapkan tindakannya terkait
kegiatan seksual, pornografi, dan prostitusi jelas berbeda dengan mitos wanita
timur, khususnya Indonesia, yang selama ini diyakini. Kondisi anomali tersebut
merupakan kondisi sosial-budaya yang terjadi di masyarakat kita sekarang ini.
Fenomena budaya di masyarakat dalam semiotik dipandang sebagai tanda (Ropiah
dkk., 2022). Pemaknaan tanda dalam semiotik secara umum dilakukan berdasarkan
dua aliran besar, yakni strukturalisme dan pragmatisme. Strukturalisme
memandang kebudayaan sebagai sesuatu yang abstrak dan terstruktur (Hoed, 2014).
Pragmatisme memandang tanda dalam tiga dimensi (triadik), yakni representamen,
objek, dan interpretan. Pemaknaan tanda budaya dalam konsep ini disebut sebagai
proses semiosis. Proses semiosis banyak digunakan dalam analisis tanda budaya
dengan melihat bagaimana sebuah budaya atau perubahan budaya masyarakat sebagai
proses yang bermakna dan dimaknai oleh masyarakat pendukungnya. Perubahan
budaya masyarakat modern dalam dunia digital (netizen) merupakan objek telaah
semiotik budaya untuk melihat bagaimana pemaknaan budaya terjadi pada
fenomena-fenomena sosial-budaya di dunia digital yang sekaligus juga
merepresentasikan perubahan budaya yang terjadi di masyarakat Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2025/01/keterbukaan-berbicara-aktivitas-seksual_46.html&quot;&gt;&lt;b&gt;Semiotik Budaya dalam Analisis Budaya Masyarakat&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Analisis semiotik budaya/kultural menelaah sistem tanda
dalam kebudayaan tertentu. Kebiasaan, cara hidup, bahasa, perilaku sosial
merupakan bagian budaya masyarakat. Fenomena sosial di masyarakat merupakan
bagian dari kehidupan budaya masyarakat. Signifikasi/pemaknaan tanda budaya
tepat dianalisis dengan sistem semiosis trikotomi: objek, representamen, dan
interpretan. Representamen merupakan sesuatu yang dapat dipersepsi (&lt;i&gt;perceptible&lt;/i&gt;);
objek merupakan sesuatu yang mengacu ke hal lain (referensial); dan interpretan
merupakan sesuatu yang diinterpretasi (&lt;i&gt;interpretable&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Semiosis merupakan proses pemaknaan dan penafsiran atas
benda atau perilaku berdasarkan pengalaman budaya seseorang. Proses pemaknaan
atas suatu objek atau fenomena budaya tertentu bisa berbeda-beda antara satu
individu dengan individu lainnya bergantung pada latar belakang sosial
budayanya. Pemaknaan terhadap suatu tanda umumnya merupakan hasil pemikiran
pribadi yang didasarkan pada konvensi budaya masyarakat sekitar. Maka dari itu,
dalam penelitian semiotik tercakup 3 ranah yang berkaitan dengan pemaknaan
budaya yang diserap manusia dari lingkungannya (the world), yakni yang
bersangkutan dengan tubuh-nya, pikiran-nya, dan kebudayaan-nya. Semiosis oleh
Halliday (2005) dimaknai melalui empat sistem. Dalam pandangannya, &lt;i&gt;semiosis
involves four systems: physical systems (the material world), biological
systems (human beings), social systems (society and culture) and semiotic
systems (meanings made through language, images etc.) &lt;/i&gt;(O’Halloran, 2022).
Jadi, pemaknan budaya tidak bisa hanya melibatkan unsur individu (tubuh dan
pikiran) sendiri, tetapi juga harus melibatkan konsteks sosial-budaya
masyarakat yang ada di luar tubuh kita sendiri. Hal-hal di luar tubuh ini
meliputi aspek sosial, material, budaya, dan pemaknaan lain yang sudah ada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;Video &lt;i&gt;podcast &lt;/i&gt;atau &lt;i&gt;vodcast &lt;/i&gt;sebagai kebudayaan
baru di masyarakat turut serta merekonstruksi ulang budaya-budaya lain yang
telah hidup di masyarakat. Budaya tradisional berupa berbincang membicarakan
topik tertentu yang hanya disaksikan oleh orang-orang yang terlibat dalam
pembicaraan telah bergeser pada konsumsi publik. Pembicaraan yang semula hanya
dalam satu waktu bergeser menjadi pembicaraan yang dapat diulang dan disaksikan
berkali-kali dalam waktu lama. Bahkan, video &lt;i&gt;podcast &lt;/i&gt;pun berbeda dengan
budaya televisi, &lt;i&gt;talkshow &lt;/i&gt;misalnya, yang harus taat pada aturan Lembaga
Penyiaran yang bisa menerapkan sensor terhadap konten tertentu. Sebagai budaya
baru, Tulley menyebut &lt;i&gt;podcast &lt;/i&gt;sebagai media yang mampu mengaburkan batas
ruang virtual dan ruang fisik serta komunikasi tatap muka dan komunikasi
virtual.&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Video &lt;i&gt;podcast &lt;/i&gt;merupakan budaya baru—budaya
digital—yang berbeda dengan budaya tradisonal. Selain berbeda, budaya digital
ternyata memiliki pengaruh yang mampu mengubah budaya masyarakat yang sudah
mapan menjadi budaya baru yang berbasis internet. Bagi mereka yang tinggal di
daerah perkotaan, budaya digital semakin menjadi bagian dari kehidupan,
pekerjaan, budaya, dan identitas (Miller, 2020). Selain menjadi referensi ilmu
pengetahuan (Solahudin &amp;amp; Fakhruroji, 2020), budaya digital juga telah
mengubah pola interaksi, komunikasi, sikap, perilaku, dan penerapan norma-norma
di masyarakat. Budaya digital telah mengubah budaya tradisional yang kemudian
mendorong bentuk baru dalam berekspresi secara kreatif dan menawarkan
persepektif baru untuk komunikasi antar budaya (Hurduzeu dkk., 2022) (Arianto,
2021). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Seperti umumnya kemunculan suatu budaya, budaya digital juga
memiliki dampak positif sekaligus juga negatif pada budaya lain yang telah ada
di masyarakat kita. Efisiensi, fleksibiltas, dan efektivitas pelaksanaan
pekerjaan serta kemudahan mendapatkan berbagai informasi penting menjadi contoh
dampak positif makin meluasnya budaya digital. Meskipun demikian, dampak
negatif yang lahir dari budaya digital juga tidak bisa dikatakan lebih sedikit.
Perubahan gaya hidup, pergaulan, cara berpakaian, dan perilaku ke arah negatif
dengan parameter tidak sesuai dengan budaya timur adalah contohnya.
Perilaku-perilaku seperti berpakaian terbuka (&lt;i&gt;sexy&lt;/i&gt;), pergaulan bebas,
hidup bersama tanpa menikah, dan menikah sesama jenis adalah contoh-contoh
perilaku yang tidak sesuai dengan budaya timur yang banyak disebarkan di media
digital dari Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Artikel lengkap dan Referensi dapat dilihat pada:&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.bing.com/ck/a?!&amp;amp;&amp;amp;p=88d78c7542f38968b81fabb5dcf1888dc45481fb406a998618bc4f330e28c252JmltdHM9MTczODE5NTIwMA&amp;amp;ptn=3&amp;amp;ver=2&amp;amp;hsh=4&amp;amp;fclid=057f5d5c-6b56-6431-28b6-49fd6a0065a7&amp;amp;psq=Pengungkapan+Seksualitas%2c+Pornografi%2c+dan+Prostitusi+pada+Video+Podcast%3a+Kajian+Semiotik+Budaya&amp;amp;u=a1aHR0cHM6Ly93d3cuc3lla2hudXJqYXRpLmFjLmlkL2p1cm5hbC9pbmRleC5waHAvamVpbGwvYXJ0aWNsZS9kb3dubG9hZC8xMzQyNi81NDU5&amp;amp;ntb=1&quot;&gt;Pengungkapan Seksualitas, Pornografi, dan Prostitusi pada Video Podcast: Kajian Semiotik Budaya&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Saefu Zaman&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/1524705910646485073/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2025/01/keterbukaan-berbicara-aktivitas-seksual_46.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1524705910646485073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1524705910646485073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2025/01/keterbukaan-berbicara-aktivitas-seksual_46.html' title=' Keterbukaan Berbicara Aktivitas Seksual dan Prostitusi pada Podcast/Vodcast: Semiotik Budaya'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-1218513849477068393</id><published>2024-08-19T09:55:00.005+07:00</published><updated>2024-08-19T10:11:32.566+07:00</updated><title type='text'>Tokoh-Tokoh Penggagas Bahasa Indonesia</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2024/08/tokoh-tokoh-penggagas-bahasa-indonesia.html&quot;&gt;PenggagasanBahasa Persatuan Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;p&gt;Bagian 2&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Bahasa adalah penanda utama
suatu kumpulan manusia dapat diidentifikasi dalam satu kelompok. Antara orang
Jawa, Sunda, Batak, Dayak, Bugis, dan Betawi tidak akan dapat dibedakan ketika
mereka tidak berbahasa. Mereka baru bisa dibedakan berdasarkan identitas
kesukuan ketika berbahasa. Perbedaan bahasa bukan semata-mata perbedaan simbol
komunikasi, melainkan juga perbedaan budaya, ideologi, dan hubungan sosial.
Perbedaan bahasa berarti perbedaan kognisi yang menjadi dasar manusia
mempersepsikan diri dan lingkungan karena pada dasarnya manusia berpikir dengan
bahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Bahasa Indonesia
dikembangkan dari bahasa Melayu. Ki Hadjar Dewantara mengatakan bahwa bahasa
Indonesia dikembangkan dari bahasa Melayu yang ada di Riau. Bahasa Melayu
merupakan rumpun bahasa-bahasa Sumatra dan bahasa-bahasa Sumatra merupakan
rumpun dari bahasa-bahasa Indonesia. Bahasa Melayu telah menjadi bahasa
pergaulan antarsuku di Asia Tenggara sejak masa lampau. Namun, seiring dengan
masuknya bangsa Eropa ke wilayah Asia Tenggara ini, bahasa Melayu bersaing
dengan bahasa bangsa Eropa. Di satu sisi, bahasa Melayu adalah lingua franca,
di sisi lain, bahasa bangsa Eropa menawarkan kemajuan peradaban. Bangsa Eropa
yang mula-mula menggunakan bahasa Melayu sebagai alat komunikasi dengan
pribumi, lama kelamaan menyebarkan bahasanya kepada penduduk di wilayah-wilayah
yang didudukinya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Dalam kasus di Indonesia,
bangsa Belanda yang menduduki wilayah Indonesia melakukan pengembangan bahasa
Melayu dengan mentransliterasikan penulisan bahasa Melayu yang semula
menggunakan huruf Arab Melayu diubah menjadi huruf Latin. Ini ditandai dengan
adanya Ejaan van Opuijsen tahun 1902. Meskipun demikian, bangsa Belanda pun
menyebarkan bahasa Belanda kepada penduduk Indonesia. Di sinilah mulai terjadi
persaingan antara bahasa Melayu dan bahasa Belanda. Bahasa Belanda yang
menawarkan kemajuan peradaban dan menawarkan nilai ekonomi menjadi hal yang
menarik bagi bangsa Indonesia. Bahkan, dalam Kongres Budi Utomo 1908, ada
tuntutan tentang bahasa Belanda yaitu agar penduduk Indonesia juga diberi
kesempatan belajar bahasa Belanda. Belanda pun menyambut hal ini dengan
membangun sekolah Hollandsch Inlandsch Scholen yang menggunakan bahasa Belanda
sebagai bahasa pengantarnya. Pada akhirnya, bahasa Belanda menjadi penanda
kelas sosial tertentu di kalangan pribumi. Kondisi ini juga didukung oleh
kalangan terpelajar pribumi yang banyak meminati penguasaan bahasa Belanda
karena dengan menguasai bahasa Belanda, bangsa Indonesia dapat melanjutkan
pelajaran, memperoleh wawasan, dan juga menduduki jabatan yang gajinya besar.&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Dalam kondisi perkembangan
bahasa Belanda yang makin pesat dan penting di Indonesia, bahasa Belanda
direncanakan dijadikan sebagai bahasa persatuan orang-orang yang ada di wilayah
Hindia Belanda. Keinginan akan bahasa persatuan ini dikemukakan oleh orang
berkebangsaan Belanda, Dr. G. J. Nieuwenhuis. Tujuan pembentukan bahasa
persatuan di wilayah Nusantara olehnya adalah untuk menguatkan kekuasaan
Belanda karena dia yakin bahwa hubungan antara negeri penjajah dan negeri
jajahan tidak akan kekal dan bahasa adalah alat paling baik untuk
mempertahankan kekuasaan selama mungkin (Kridalaksana, 1991). Kondisi
kebahasaan yang mengarah pada penerapan bahasa Belanda sebagai bahasa persatuan
dan adanya kebanggan tersediri bagi pribumi dalam menguasai bahasa Belanda jika
dilihat dari sudut pandang kebangsaan, jelas sangat berbahaya. Seandainya pada
masa itu tidak ada kesadaran para tokoh perjuangan, mungkin, saat ini bahasa
Belandalah yang menjadi bahasa persatuan di negeri kita dan negeri kita belum
tentu sekarang ini sudah merdeka dan menjadi negara Indonesia.&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Kesadaran akan bahasa
persatuan yang bukan bahasa Belanda muncul dari tokoh pergerakan yang sadar
bahwa bahasa Belanda tidak akan mampu menjadi perekat seluruh lapisan
masyarakat di Nusantara. Ini terjadi karena orang-orang yang menguasai bahasa
Belanda hanya sedikit. Di sisi lain, kebutuhan akan persatuan untuk perjuangan
menentang penjajahan membutuhkan tenaga yang besar dari seluruh lapisan
masyarakat. Di sinilah bahasa Melayu yang memang sudah sejak lama menjadi
bahasa yang dipahami oleh banyak suku di Nusantara (lingua franca) digunakan
sebagai alat komunikasi perjuangan dan pendidikan bangsa Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Pandangan mengenai bahasa
yang cocok digunakan di seluruh Hindia juga pernah diungkapkan oleh Ki Hadjar
Dewantara. Pandangan tersebut diungkapkan Ki Hadjar Dewantara pada tanggal 28
Agustus 1916 dalam Kongres Pengajaran Kolonial di Den Haag Negeri Belanda.
Dalam prasarannya yang berjudul “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Welke
Plaats Behooren Bij Het Onderwijs in te Nemen, Eensdeels de Inheemsche Talen
(ook het Chineesch en Arabisch), anderdeels het Nederlandsch?&lt;/i&gt;”, meskipun
tidak secara khusus mengungkapkan bahasa persatuan, Ki Hadjar Dewantara
mengungkapkan pernyataan dalam bahasa Belanda yang artinya sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 1cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;“Bahasa Melayu, yang untuk
mempelajarinya sedikit mempersyaratkan kemampuan filologis dan yang sejak lama
menjadi bahasa pengantar di antara penutur asli dan juga di antara penutur
pribumi dari pelbagai bagian &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Insulinde, &lt;/i&gt;pada
masa yang akan datang akan menjadi bahasa yang cocok untuk seluruh Hindia.” &lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;(Kridalaksana, 2010: 13—14)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Peristiwa penggagasan
bahasa persatuan yang terakhir terjadi pada suatu peristiwa yang bisa dianggap
sebagai tonggak persatuan bangsa Indonesia, yaitu Kongres Pemuda Pertama.
Kongres Pemuda Pertama merupakan kongres pertama yang dihadiri oleh perwakilan-perwakilan
dari berbagai organisasi pemuda di wilayah Hindia yang membicarakan persatuan
suku-suku bangsa dan golongan yang ada di wilayah Hindia Belanda. Kongres ini
terlaksana ketika kesadaran akan kesatuan antarsuku dan daerah mulai muncul di
kalangan pergerakan, terutama kalangan pemuda. Pembicaraan mengenai perlunya
diadakan kongres antarorganisasi kepemudaan pada masa itu berawal dari klub
debat Politieke Debating Club yang dibentuk oleh Jong Java dan Jong Sumatranen
tahun 1921. Keinginan mengadakan kongres diawali dari pembahasan masalah
Manifesto Politik 1925 yang dikeluarkan oleh Perhimpunan Indonesia, sebuah
organisasi pelajar Indonesia di Belanda (Darmansyah dan Misman, 2010).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Organisasi-organisasi
pemuda kala itu, baik yang berbasis kedaerahan maupun berbasis kesukuan,
kegiatan mereka masih bersifat kedaerahan/kesukuan dan masih mengutamakan
kepentingan kesukuan ataupun kedaerahan. Oleh karena itu, penyatuan
kelompok-kelompok ini masih merupakan hal yang abstrak pada waktu itu. Meskipun
demikian, pada waktu itu sudah ada beberapa tokoh yang memiliki pemikiran besar
berupa persatuan nasional. Tokoh-tokoh yang memiliki pemikiran besar tersebut
di antaranya adalah&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;M. Tabrani, Sumarto,
Suwarso, Bahder Djohan, Jamaludin, Sarbaini, Yan Toule Soulehuwiy, Paul
Pinontoan, Hamami, dan Sanusi Pane. Tokoh-tokoh tersebut sudah memiliki gagasan
persatuan nasional masyarakat Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;M.
Tabrani adalah ketua panitia Kongres Pemuda Pertama. Muktamar pemuda Indonesia
yang kemudian disebut dengan Kongres Pemuda Pertama ini membahas pelbagai segi
untuk merintis usaha ke arah persatuan nasional. Tujuan dari kongres ini adalah
untuk menggugah semangat kerja sama antarorganisasi-organisasi pemuda di tanah
air untuk meletakkan dasar persatuan Indonesia (Sularto, 1986). Dalam pidato
pembukaan kongres oleh ketua panitia kongres, M. Tabrani, dijelaskan bahwa
tujuan kongres adalah kesatuan antarsuku atau daerah untuk mencapai kemerdekaan
Indonesia. Tujuan tersebut secara jelas diungkapkan sebagai berikut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;“Kita semua, orang-orang
Jawa, Sumatera, Minahasa, Ambon dan lain-lainnya, oleh sejarah dijadikan mahluk
yang harus saling mengulurkan tangan, bilamana kita ingin mencapai apa yang
menjadi cita-cita kita semua, yaitu kemerdekaan Indonesia, tanah air kita yang
tercinta” (Nur, 1981).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Selain dalam pidato tersebut, Ketua
Kongres Pemuda Pertama, M. Tabrani, juga sudah mengungkapkan tujuan kongres
pemuda pertama tersebut dalam tulisannya yang dimuat dalam koran &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Hindia Baroe&lt;/i&gt; tanggal 9 Januari 1926 yang
berjudul “Kongres Pemoeda-Pemoeda Kita”.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuUt_aJ0C1bIn_ToGVOmkJzKvu-yKYVOzxP_yS48KuIn9Bq2qFeOIZ37nys3YawKOK6wjDjKq-qMQ2add4IMMqyFO1Wbz7APQQrNVn-NYRs5NjP-aVlz3XHrNz-Qbk4BveBMYp8T4bTXFAQsz8r7NcXAsWam9-pmupthoUWi5rcD4xzxuQAghlgfnkFg/s469/Hindia%20Baru%209%20Jan%2026.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;298&quot; data-original-width=&quot;469&quot; height=&quot;203&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuUt_aJ0C1bIn_ToGVOmkJzKvu-yKYVOzxP_yS48KuIn9Bq2qFeOIZ37nys3YawKOK6wjDjKq-qMQ2add4IMMqyFO1Wbz7APQQrNVn-NYRs5NjP-aVlz3XHrNz-Qbk4BveBMYp8T4bTXFAQsz8r7NcXAsWam9-pmupthoUWi5rcD4xzxuQAghlgfnkFg/s320/Hindia%20Baru%209%20Jan%2026.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;“Kongres Pemoeda-Pemoeda Kita” dalam koran
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Hindia Baroe&lt;/i&gt;, 9 Januari 1926&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Sumber: Perpustakakan Nasional Republik
Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;, serif; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Dalam Kongres Pemuda
Pertama dibahas beberapa tema yang berkaitan dengan persatuan, kebangsaan, dan
kemasyarakatan, yaitu (1) gagasan persatuan Indonesia oleh Sumarto, (2)
kedudukan wanita dalam mayarakat Indonesia oleh Bahder Djohan, (3) Kedudukan
Wanita Menado oleh Nona Adam, (4) Rapak Lumuh (Aturan Perkawinan/Perceraian di
Surakarta) oleh Djaksodipoero, (5) Kemungkinan-Kemungkinan Masa Depan Bahasa
dan Sastra Indonesia oleh Muh. Yamin, dan (6) Tugas Agama dalam Gerakan
Nasional oleh P. Pinontoan (Nur, 1981).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinHAHlpB-lkC_Uvtbh_eev0MMy43ebpEgdtGgi8uJ_29Pz92ZDAdao2CjjVFIqH8vT9cHfc7HdszMiNS5duPi7MZdeYbLj5gS6oNJ4qy7cRaWUEnYjQjIvCt9zPPVIM8iQLX5whEAr3cmE128S4yR4GPZgBsuUUEubyfU4LQ_s21CL45YUjchFh6_NKg/s602/Peserta%20Kongres.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;309&quot; data-original-width=&quot;602&quot; height=&quot;164&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinHAHlpB-lkC_Uvtbh_eev0MMy43ebpEgdtGgi8uJ_29Pz92ZDAdao2CjjVFIqH8vT9cHfc7HdszMiNS5duPi7MZdeYbLj5gS6oNJ4qy7cRaWUEnYjQjIvCt9zPPVIM8iQLX5whEAr3cmE128S4yR4GPZgBsuUUEubyfU4LQ_s21CL45YUjchFh6_NKg/s320/Peserta%20Kongres.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp;Gambar Peserta Kongres Pemuda Pertama&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;, serif; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;Sumber: Museum Sumpah Pemuda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;, serif; mso-tab-count: 1; text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;, serif; text-align: justify;&quot;&gt;Perihal
bahasa persatuan menjadi salah satu masalah yang dibicarakan dalam Kongres
Pemuda Pertama. Muhammad Yamin menjadi orang yang diberi tugas untuk
membicarakan bahasa persatuan di Indonesia. Dalam pidatonya, Muhammad Yamin
menyatakan keyakinannya akan bahasa Melayu sebagai bahasa persatuan di
Indonesia. Pendapat yang hampir sama dengan yang pernah dikemukakan oleh Ki
Hadjar Dewantara dalam Kongres Pengajaran di Belanda tahun 1916. Salah satu
pernyataan Muhammad Yamin tentang bahasa persatuan adalah sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;“Menurut keyakinanku, maka
bahasa Melayu lambat-lain akan menjadi bahasa pergaulan atau bahasa persatuan
bagi rakyat Indonesia. Dan bahwa kebudayaan Indonesia pada masa depan, akan
diungkapkan dalam bahasa itu” (Sualarto 1986: 24).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Istilah “bahasa Indonesia”
selama ceramah-ceramah dalam persidangan kongres tidak pernah muncul karena
memang tidak ada yang namanya bahasa Indonesia. Istilah bahasa Indonesia baru
muncul ketika Panitia Perumus yang terdiri atas Muhammad Yamin (ketua), M.
Tabrani, Sanusi Pane, dan Djamaludin sedang menyusun naskah rumusan putusan
Kongres Pemuda Pertama pada 2 Mei 1926. Dalam sidang tersebut, M. Yamin
mengajukan rumusan yang ia sebut dengan istilah Ikrar Pemuda sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Pertama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Kami poetra dan poetri
Indonesia mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Kedua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Kami poetra dan poetri
Indonesia mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Ketiga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Kami poetra dan poetri
Indonesia mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Melajoe&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;, serif; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Rumusan putusan naskah yang
diajukan oleh M. Yamin pada umumnya diterima oleh panitia perumus, kecuali
bagian ketiga yang tidak disetujui oleh M. Tabrani. M. Tabrani tidak setuju
dengan penggunaan &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;, serif; mso-bidi-font-style: normal; text-indent: 36pt;&quot;&gt;bahasa Melayu&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;, serif; text-indent: 36pt;&quot;&gt;.
Dengan melihat rumusan pertama dan kedua yang menyatakan tanah dan bangsa
Indonesia, Tabrani berpendapat bahwa bahasa yang digunakan seharusnya adalah
bahasa Indonesia. Pendapat M. Tabrani ini tentu saja mendapat penolakan dari M.
Yamin karena memang saat itu tidak ada yang namannya bahasa Indonesia. Namun,
M. Tabrani bersikukuh dengan pendapatnya. Dia tetap menginginkan bahasa Melayu
dalam rumusan ketiga diubah menjadi bahasa Indonesia. Bahasa Indonesia,
menurutnya, perlu dilahirkan dalam kesempatan tersebut. Ketiadaan kesepakatan
mengenai rumusan Kongres Pemuda Pertama ini membuat rumusan tersebut tidak
dibacakan dalam penutupan Kongres Pemuda Pertama. M. Yamin diminta memikirkan
usul tersebut oleh M. Tabrani. Karena tidak adanya kesepakatan, akhirnya
diambil kesepakatan berupa penundaan hasil kongres hingga Kongres Pemuda Kedua
(Tabrani, 1979).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Adapun rumusan Ikrar Pemuda
yang dibawa M. Yamin tersebut, kemudian dibacakan dalam Kongres Pemuda Kedua
tanggal 28 Oktober 1928 oleh Ketua Kongres Pemuda Kedua. Pada saat itu, M.
Yamin yang hadir dalam Kongres Pemuda II mengajukan usulan hasil kongres kepada
Sugondo Joyopuspito (ketua panitia Kongres Pemuda II) dan para panitia lain.
Seluruh panitia menyetujui rumusan yang diajukan M. Yamin. Usulan yang diajukan
M. Yamin tersebut sebenarnya adalah rumusan yang dibahasnya bersama Panitia
Perumus hasil Kongres Pemuda Pertama pada tanggal 2 Mei 1926. Dalam rumusan
tersebut, M. Yamin mengubah bunyi rumusan ketiga, yaitu yang semula “menjunjung
bahasa persatuan, bahasa Melayu” menjadi “menjunjung bahasa persatuan, bahasa
Indonesia” sesuai dengan yang diusulkan oleh M. Tabrani. Rumusan tersebut
kemudian dibacakan (tanggal 28 Oktober 1928) oleh Ketua Panitia Kongres Pemuda
II, Sugondo Joyopuspito dan menjadi “Poetoesan Congres Pemoeda-Pemoeda
Indonesia” atau yang sekarang dikenal sebagai Sumpah Pemuda.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3JqR7dbWwKDLlRJQfAOxpYeCstlunGn4nLLU7UTL-MkSPl-hdxoYG2vBTezBpABGnQzo-GP59WkjKuy49jUfnqwyFT55TloOHedXoqnP9Pnc3nNDdnvB42bF41eEAx8F7em_elrwVIqIcKTRju0tjRxmd2U4bV3KA8MCYI0yxSjF03AcHRjDhyphenhypheneMuIg/s674/Sumpah%20Pemuda.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;674&quot; data-original-width=&quot;594&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3JqR7dbWwKDLlRJQfAOxpYeCstlunGn4nLLU7UTL-MkSPl-hdxoYG2vBTezBpABGnQzo-GP59WkjKuy49jUfnqwyFT55TloOHedXoqnP9Pnc3nNDdnvB42bF41eEAx8F7em_elrwVIqIcKTRju0tjRxmd2U4bV3KA8MCYI0yxSjF03AcHRjDhyphenhypheneMuIg/s320/Sumpah%20Pemuda.jpg&quot; width=&quot;282&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;Putusan Kongres Pemuda Kedua “Sumpah
Pemuda”&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Sumber: Museum Sumpah Pemuda&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: left;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Saefu Zaman&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/1218513849477068393/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2024/08/tokoh-tokoh-penggagas-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1218513849477068393'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1218513849477068393'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2024/08/tokoh-tokoh-penggagas-bahasa-indonesia.html' title='Tokoh-Tokoh Penggagas Bahasa Indonesia'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuUt_aJ0C1bIn_ToGVOmkJzKvu-yKYVOzxP_yS48KuIn9Bq2qFeOIZ37nys3YawKOK6wjDjKq-qMQ2add4IMMqyFO1Wbz7APQQrNVn-NYRs5NjP-aVlz3XHrNz-Qbk4BveBMYp8T4bTXFAQsz8r7NcXAsWam9-pmupthoUWi5rcD4xzxuQAghlgfnkFg/s72-c/Hindia%20Baru%209%20Jan%2026.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-8487326689538823481</id><published>2024-08-19T09:46:00.002+07:00</published><updated>2024-08-19T09:50:22.952+07:00</updated><title type='text'>Pentingnya Pengetahuan Kesejarahan Bahasa Indonesia sebagai Penguat Persatuan Bangsa</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Sejarah Bahasa Indonesia, Sejarah Persatuan Bangsa&lt;/b&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Bagian 1&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;PENDAHULUAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Penggunaan bahasa Indonesia saat ini
banyak mengalami degradasi. Degradasi penggunaan bahasa Indonesia ini bisa
dilihat dalam penggunaan bahasa Indonesia di ruang publik, penggunaan bahasa
Indonesia pada pergaulan sehari-hari, dan juga pada situasi-situasi resmi.
Terkhusus pada ruang publik yang merupakan wajah dari negara, penggunaan bahasa
selain bahasa Indonesia yang kian masif bisa mengancam eksistensi bahasa
Indonesia. Mungkin bagi sebagian masyarakat, hal itu tidak dianggap sesuatu
yang serius dan berbahaya. Akan tetapi, jika dilihat dari sisi sosial, budaya,
dan politik, hilangnya eksistensi bahasa Indonesia adalah hal yang sangat
berbahaya bagi kelangsungan bangsa Indonesia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Seperti yang diketahui
bersama, bahasa Indonesia adalah bahasa nasional dan bahasa resmi negara
Indonesia. Kedudukan dan fungsi sebagai bahasa nasional berkaitan dengan aspek
politis, sedangkan kedudukan dan fungsi sebagai bahasa negara berkaitan dengan aspek
praktis. Mengenai bahasa nasional, Holmes (2008), menyebut bahasa persatuan
sebagai berikut. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;“&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;A national language is the language of a political, cultural, and
social unit. It is generally developed and used as a symbol of national unity.
Its function is primarily utilitarian rather than symbolic. It is possible, of
course, for one language to serve both function.”&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Pandangan tersebut
mengemukakan bahwa bahasa nasional—dalam hal ini bahasa Indonesia—merupakan
simbol kesatuan bangsa. Bahasa Indonesia adalah kedaulatan, kebudayaan, dan
kehidupan sosial bangsa Indonesia. Bahasa nasional (Indonesia) merupakan alat
yang mampu menyatukan bangsa Indonesia yang majemuk. Tidak bisa dibayangkan,
tanpa bahasa Indonesia, apa yang akan menjadi simbol bahwa suku-suku yang ada
di Nusantara ini adalah Indonesia? Apa yang bisa menyatukan pikiran, jiwa, dan
ideologi ratusan suku dengan berbagai bahasa di wilayah Nusantara ini jika
bukan bahasa Indonesia? Memang ada Bendera Merah Putih dan Garuda Pancasila
sebagai lambang negara, tetapi posisi bahasa Indonesia—meskipun banyak yang
tidak menyadari—adalah yang paling berpengaruh terhadap kesatuan bangsa
Indonesia karena bahasa Indonesia melekat pada diri manusia Indonesia. Bahasa
Indonesialah alat persatuan bangsa Indonesia yang setiap hari digunakan. Dengan
berbahasa Indonesia, akan selalu ada rasa kesamaan di antara seluruh suku
bangsa yang jumlahnya ratusan di Indonesia. Tidak bisa dibayangkan bagaimana
jika kita tidak memiliki satu bahasa nasional, bahasa Indonesia, dalam
komunikasi antarsuku di wilayah Indonesia. Kita bisa melihat kasus di negara
India. Negara dengan jumlah penduduk besar seperti Indonesia yang tidak
memiliki bahasa nasional yang diketahui oleh seluruh penduduknya. Sneddon
(2003) mengungkapkan sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;“How remarkable the acceptance of Indonesian has been is shown
by a comparison with India, where forms for the 2001 census had to be printed
in 17 languages. By contrast, in every Indonesian census, forms have been
printed only in Indonesian, although the country has many more languages than
India.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Pernyataan Sneddon tersebut
menggambarkan kepada kita betapa sulitnya sebuah bangsa yang memiliki penduduk
sangat besar dan tersebar dalam wilayah yang sangat luas jika tidak memiliki
bahasa yang mampu diketahui dan digunakan bersama oleh seluruh penduduknya.
Oleh karena itu, kita harus bersyukur dengan adanya bahasa Indonesia. Syukur
tersebut harus pula dimanifestasikan dalam tindakan nyata berupa sikap cinta
dan setia terhadap bahasa Indonesia serta senantiasa menjaga muruah dan
eksistensi bahasa Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Penghargaan terhadap bahasa
Indonesia yang saat ini semakin menurun salah satu penyebabnya adalah
sedikitnya pengetahuan mengenai sejarah dan peranan bahasa Indonesia sejak masa
lampau. Masyarakat umumnya menganggap bahasa Indonesia adalah sesuatu yang ada
dengan sendirinya. Padahal, bahasa Indonesia bukanlah sesuatu yang &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;given. &lt;/i&gt;Bahasa Indonesia adalah sesuatu
yang diupayakan dan dilahirkan dengan perjuangan. Kurangnya penghargaan
terhadap bahasa Indonesia yang dibuktikan dengan semakin maraknya penggunaan bahasa
asing dan juga adanya anggapan bahwa bahasa asing memiliki nilai atau prestise
yang lebih tinggi adalah masalah yang harus diselesaikan demi menjaga muruah
bahasa Indonesia dan melindungi eksistensi bahasa Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Semakin rendahnya
penghargaan atas bahasa Indonesia yang tecermin dari semakin maraknya
penggunaan bahasa asing di berbagai ruang publik di negeri kita merupakan
masalah yang perlu diatasi. Namun, terkadang ada kesulitan untuk menjelaskan
mengapa kita harus setia terhadap bahasa Indonesia. Kajian ini akan memaparkan
pentingnya bahasa Indonesia bagi bangsa Indonesia dilihat dari historis
pelahiran bahasa Indonesia yang memang sejak dahulu sudah diproyeksikan sebagai
pemersatu yang kuat bagi bangsa-bangsa yang ada di wilayah Nusantara yang
sangat kompleks. Kajian historis ini akan membangun &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;collective memory&lt;/i&gt; bangsa Indonesia tentang visi pelahiran bahasa
Indonesia yang pada akhirnya dapat menyadarkan bangsa Indonesia bahwa bahasa
Indonesia adalah alat pemersatu bangsa yang sangat penting dan harus dijaga
demi keutuhan, kesatuan, dan kemajuan bangsa Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Salah satu cara untuk
membangun ingatan bersama adalah dengan penjelasan dan pendidikan sejarah yang
detail mengenai bahasa Indonesia. Mengenai pentingnya sejarah, Wardani (2016)
menjelaskan sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Tujuan pendidikan sejarah
salah satunya adalah untuk membekali pemahaman kepada peserta didik mengenai
peristiwa sejarah untuk dijadikan memori kolektif sebagai bagian dari bangsa.
Maka dari itu, usaha sejak dini untuk menanamkan nilai-nilai kepada peserta
didik tentang berbagai peristiwa sejarah yang penting untuk digunakan sebagai
dasar memahami dirinya, masyarakat, dan bangsanya, serta untuk membangun
pengetahuan dan pemahaman dalam menghadapi masa yang akan datang adalah sangat
penting dan tetap diperlukan dalam perspektif pendidikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Berdasarkan kutipan
tersebut, bisa dikatakan bahwa sejarah bisa menjadi jembatan bagi masyarakat
sekarang ini untuk menanamkan nilai tentang berbagai peristiwa sejarah. Dalam
kaitannya dengan peristiwa sejarah bahasa Indonesia, pembangunan sejarah bahasa
Indonesia yang menyeluruh akan dapat menjadi alat untuk membangun memori
kolektif tentang bahasa Indonesia dan urgensi bahasa Indonesia dalam kehidupan
berbangsa.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEghLa1WUyAxRWSEE04abjhQ5B44UU_4NaXVijuNBuwbAJE17fGf21jDEIQBqQ8m3wFHuyyfJF6txEjLoLIui_qNhTH-cnVUjKYAMk2ILbaSBu0lLl0er1RLBIW-5TtD24-xaiJdzzL6-6292ilr9FbxZRb6Gau6j3iUy8SNFFRVqe26vkdwjeYeVs1eJA&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; data-original-height=&quot;1053&quot; data-original-width=&quot;928&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEghLa1WUyAxRWSEE04abjhQ5B44UU_4NaXVijuNBuwbAJE17fGf21jDEIQBqQ8m3wFHuyyfJF6txEjLoLIui_qNhTH-cnVUjKYAMk2ILbaSBu0lLl0er1RLBIW-5TtD24-xaiJdzzL6-6292ilr9FbxZRb6Gau6j3iUy8SNFFRVqe26vkdwjeYeVs1eJA&quot; width=&quot;212&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;id&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Book Antiqua&amp;quot;;&quot;&gt;Ingatan bersama bangsa
Indonesia tentang bahasa Indonesia sampai saat ini hanya berhenti pada Sumpah
Pemuda yang diikrarkan pada 28 Oktober 1928. Hal tersebut sebenarnya tidaklah
salah karena Sumpah Pemuda merupakan salah satu tonggak lahirnya bahasa Indonesia.
Namun, bagaimana bahasa Indonesia sampai dicetuskan jarang sekali dibahas dan
diketahui masyarakat. Oleh karena itu, peranan bahasa Indonesia, alasan
perumusan bahasa Indonesia, dan tokoh-tokoh yang berperan dalam pelahiran
bahasa Indonesia, dan perjuangan pada masa-masa awal bahasa Indonesia jarang
sekali diketahui masyarakat. Hal lain yang cukup ironis terkait kesejarahan
bahasa Indonesia adalah minimnya penyebutan bahasa Indonesia dalam sejarah
kemerdekaan NKRI. Sejarah kemerdekaan saat ini cenderung diisi dengan heroisme
tokoh-tokoh revolusi nirtokoh bahasa. Meskipun ada tokoh bahasa Indonesia yang
ikut dibicarakan, ketokohan yang dibicarakan bukan tentang
kebahasaindonesiaannya. Padahal, sejarah bahasa Indonesia adalah sejarah yang
menyatu dengan sejarah perjuangan kemerdekaan negara Indonesia. Salah satu cara
yang bisa dilakukan untuk menghadirkan sejarah bahasa Indonesia yang lebih
nyata adalah dengan memunculkan kembali sejarah lahirnya bahasa Indonesia agar
bangsa Indonesia tahu bahwa bahasa Indonesia benar-benar diupayakan oleh para
pejuang perintis kemerdekaan sebagai pemecah persoalan kemajemukan bangsa. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Saefu Zaman&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://doi.org/10.22146/kawistara.81315&quot;&gt;Artikel Lengkap&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/8487326689538823481/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2024/08/pentingnya-pengetahuan-kesejarahan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/8487326689538823481'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/8487326689538823481'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2024/08/pentingnya-pengetahuan-kesejarahan.html' title='Pentingnya Pengetahuan Kesejarahan Bahasa Indonesia sebagai Penguat Persatuan Bangsa'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEghLa1WUyAxRWSEE04abjhQ5B44UU_4NaXVijuNBuwbAJE17fGf21jDEIQBqQ8m3wFHuyyfJF6txEjLoLIui_qNhTH-cnVUjKYAMk2ILbaSBu0lLl0er1RLBIW-5TtD24-xaiJdzzL6-6292ilr9FbxZRb6Gau6j3iUy8SNFFRVqe26vkdwjeYeVs1eJA=s72-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-1173279378389429326</id><published>2022-06-23T15:21:00.005+07:00</published><updated>2022-06-24T11:00:36.528+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Linguistik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penelitian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pragmatik"/><title type='text'>ANALISIS PRAGMATIK FUNGSI TINDAK TUTUR DALAM KASUS UJARAN KEBENCIAN</title><content type='html'>&lt;h1 class=&quot;page_title&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: &amp;quot;Noto Sans&amp;quot;, -apple-system, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; line-height: 30px; margin: 0px; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2022/06/analisis-pragmatik-fungsi-tindak-tutur.html&quot; style=&quot;font-size: medium;&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ANALISIS PRAGMATIK FUNGSI TINDAK TUTUR DALAM KASUS UJARAN KEBENCIAN&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Saefu Zaman&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;saefu.zaman@gmail.com&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pusat Pembinaan Bahasa dan Sastra/Pusat Riset Bahasa, Sastra, dan Komunitas&lt;/div&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;rgba(0, 0, 0, 0.87)&quot; face=&quot;&amp;quot;Noto Sans&amp;quot;, -apple-system, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: 14px;&quot;&gt;Abstrak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;rgba(0, 0, 0, 0.87)&quot; face=&quot;&amp;quot;Noto Sans&amp;quot;, -apple-system, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: 14px;&quot;&gt;Ujaran merupakan sebuah tindakan. Ketidakbijakan dalam mengeluarkan ujaran dapat menjerumuskan seseorang pada kasus hukum ujaran kebencian. Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan tindak tutur dalam ujaran tokoh/seseorang yang dijadikan sebagai kasus hukum ujaran kebencian. Hasil penelitian ini bermanfaat untuk pemahaman masyarakat agar memiliki pengetahuan dalam mengeluarkan ujaran agar tidak terkena kasus hukum ujaran kebencian. Penelitian ini merupakan penelitian deskriptif kualitatif. Analisis pragmatik yang digunakan ialah analisis tindak tutur. Data penelitian ini ialah ujaran tokoh yang terkena kasus hukum ujaran kebencian, yaitu Jerinx, Sugi Nur Raharja (Gus Nur), dan Amad Dhani. Hasil penelitian ini adalah (1) ketiga tuturan yang diucapkan berbentuk deklaratif; (2) Amad Dhani menggunakan tindak tutur komisif, Sugi Nur Raharja dan Jerinx menggunakan tindak tutur ekspresif; (3) hal yang memengaruhi terjeratnya ujararan dalam kasus hukum ujaran kebencian adalah pemilihan diksi yang berkonotasi negatif dalam mengekpresikan pandangan penutur terhadap sesuatu; (4) tindak tutur komisif dengan ilokusi mengancam yang digunakan petutur dapat menjadi sebab tersangkutnya penutur terhadap kasus ujaran kebencian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;rgba(0, 0, 0, 0.87)&quot; face=&quot;&amp;quot;Noto Sans&amp;quot;, -apple-system, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: 14px;&quot;&gt;Kata kunci:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;rgba(0, 0, 0, 0.87)&quot; face=&quot;&amp;quot;Noto Sans&amp;quot;, -apple-system, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: 14px; text-align: left;&quot;&gt;pragmatik, tindak tutur, ujaran kebencian&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;rgba(0, 0, 0, 0.87)&quot; face=&quot;&amp;quot;Noto Sans&amp;quot;, -apple-system, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; font-size: 14px; text-align: left;&quot;&gt;Makalah Lengkap dapat diunduh pada tautan berikut:&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;rgba(0, 0, 0, 0.87)&quot; face=&quot;&amp;quot;Noto Sans&amp;quot;, -apple-system, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif&quot; style=&quot;background-color: white; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://proceedings.upi.edu/index.php/riksabahasa/article/view/1349/1227&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ANALISIS PRAGMATIK FUNGSI TINDAK TUTUR DALAM KASUS UJARAN KEBENCIAN&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;break-after: avoid; mso-outline-level: 1; page-break-after: avoid;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-font-kerning: 18.0pt; text-transform: uppercase;&quot;&gt;PENDAHULUAN&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-font-kerning: 18.0pt;&quot;&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Era kebebasan berbicara seperti sekarang ini memiliki dua
dampak yang saling bertentangan: positif dan negatif. Dampak positif bisa
didapatkan apabila orang/masyarakat mampu menggunakan kebebasan berbicara
secara bijak. Sikap bijak dalam era kebebasan berbicara sekarang dapat
menumbuhkan percepatan kemajuan yang signifikan, baik kemajuan ilmu
pengetahuan, hubungan sosial-budaya masyarakat, ekonomi, maupun kemajuan
politik. Pada sisi lain, ketidakmampuan masyarakat untuk bersikap bijak pada era
kebebasan berbicara akan berdampak pada perpecahan, konflik SARA, konflik
politik, serta kegaduhan lainnya. Semua dampak dari ketidakbijaksanaan
penyikapan kebebasan berbicara tersebut dapat berujung pada kasus hukum,
misalnya penghinaan, pencemaran nama baik, dan ujaran kebencian yang akan
sangat merugikan bagi&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pelaku ataupun
lingkungan masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dampak positif
kebebasan berbicara saat ini sudah jelas terlihat, terutama dalam dunia
informasi media massa dan juga dalam kehidupan sosial dan politik bernegara.
Meskipun demikian, dampak negatif kebebasan berbicar akhir-akhir ini menjadi
tren kasus hukum yang kita dengar sehari-hari. Hampir setiap minggu kita
mendengar kasus hukum penghinaan, pencemaran nama baik, dan ujaran kebencian.
Pelakunya pun sangat beragam mulai dari kalangan masyarakat umum, tokoh
masyarakat/agama, artis/sosialita, sampai para politisi dan aparatur negara.
Kasus-kasus hukum penghinaan, pencemaran nama baik, dan ujaran kebencian
tersebut yang banyak mencuat sekarang ini disebabkan semakin banyaknya media
sosial sebagai media untuk menyampaikan isi kepala di forum umum. Seburuk apa
pun isi kepala jika tidak diwujudkan dalam ujaran yang tersampaikan di forum
umum tidak akan memiliki dampak hukum. Namun, apabila sudah menjadi konsumsi umum,
konsekuensi hukum dari pihak yang merasa dirugikan dari isi kepala kita yang
sudah disampaikan harus siap diterima. Media sosial baik berupa media tulis
(Facebook, Twitter, Instagram, WhatsApp) maupun media lisan/video (Youtube,
Tiktok) sama memiliki potensi kasus hukum penghinaan, pencemaran nama baik, dan
ujaran kebencian jika kita tidak mampu menyampaikan isi kepala secara bijak.
Kasus-kasus seperti kasus Prita, kasus Nikita Mirzani, kasus Galih Ginanjar,
kasus Amad Dhani adalah contoh kasus hukum penghinaan, ujaran kebencian, dan
pencemaran nama baik yang terjadi hanya karena kesalahan menyampaikan isi
kepala di forum umum/media sosial. Kasus-kasus tersebut bisa dihindari apabila
ada kontrol yang baik dalam cara menyampaikan isi kepala di forum/media sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dengan berangkat dari
kasus-kasus tersebut, sebagai upaya preventif agar masyarakat yang aktif
menggunakan media sosial lebih berhati-hati dan tidak terjerat kasus hukum,
penulis akan melakukan kajian identifikasi fungsi tindak tutur dalam ujaran yang
menjadi kasus hukum&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;ujaran kebencian.
Kajian ini bertujuan agar mendeskripsikan tindak tutur dalam kasus ujaran
kebencian yang bisa menyebabkan seseorang dibawa ke ranah hukum. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Untuk mendeskripsikan
makna sebenarnya dari sebuah ujaran diperlukan kajian makna dan situasi ujar
yang secara linguistik hal tersebut dikaji dalam ilmu pragmatik. Pragmatik
merupakan ilmu bahasa yang mengkaji makna bahasa dalam sebuah situasi ujar.
Satu kata yang memiliki makna semantis sama belum tentu memiliki makna yang sama
jika diucapkan dalam situasi ujar yang berbeda. Berkaitan dengan situasi ujar,
Leech (2019) menjelaskan situasi ujar meliputi unsur-unsur berikut: penutur dan
petutur, konteks sebuah tuturan, tujuan sebuah tuturan, tuturan sebagai bentuk
tindakan atau kegiatan (tindak ujar), dan tuturan sebagai produk tindak verbal.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Ujaran kebencian &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;(hate
speech) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;merupakan
tindakan komunikasi yang dilakukan oleh individu atau kelompok tertentu dalam
bentuk provokasi, hasutan, hinaan, penistaan, pencemaran nama baik, serta
penyebaran berita bohong dalam aspek seperti ras, warna kulit, gender, etnis,
cacat fisik, orientasi seksual, kewarganeraaan, agama, dan lain-lain &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;(Permatasari dan Subyantoro, 2020). Cakupan ujaran
kebencian yang sangat luas, dalam tata hukum Indonesia, terwadahi dalam
beberapa produk hukum, misalnya, KUHP Pasal 156, 167, 310, 311 dan
Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik
khususnya Pasal 28. Pasal ujaran kebencian tersebut memiliki sasaran yang
beragam, yaitu perseorangan, kelompok, suku, etnis, dan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;lembaga/instansi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sebuah ujaran bisa
dikatakan secara valid sebagai ujaran kebencian ketika ada analisis makna
semantis kata dan analisis situasi ujar yang mendukung untuk dikategorikan
sebagai sebuah ujaran kebencian. Analisis makna dalam konteks bisa dilakukan
dengan menggunakan analisis tindak tutur. Tindak tutur merupakan interaksi
antara penutur dan petutur dengan tuturan sebagai bentuk interaksi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Austin (&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;1962&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;) &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;menjelaskan tindak tutur dalam tiga jenis: tindak&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; lokusi, &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;tindak &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;ilokusi&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;,&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; dan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;tindak &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;perlokusi. Lokusi mengaitkan suatu topik
dengan suatu keterangan dalam&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;suatu
ungkapan (subjek-predikat). Ilokusi merupakan tindakan mengucapkan suatu&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;pernyataan, tawaran, pertanyaan, dan
sebagainya. Perlokusi mengacu pada hasil atau&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;efek yang
ditimbulkan oleh ujaran yang diucapkan pada petutur sesuai dengan situasi dan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;kondisi pengucapan &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;ujaran&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tindak lokusi sebagai
pengaitan suatu topik dengan keterangan dalam sebuah ujaran sederhananya
mengacu pada apa yang diucapkan. Bentuk ujaran yang diucapkan oleh seseorang
merupakan bentuk tindak lokusi. Bentuk tindak lokusi ini bisa berbentuk
deklaratif (pernyataan), imperatif (perintah), dan interogatif (pertanyaan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Di sisi lain, tindak
ilokusi mengacu pada makna/maksud yang dikandung dari ujaran yang dikeluarkan.
Hal yang dicapai dengan mengatakan/mengeluarkan ujaran tertentu merupakan
ilokusi dari sebuah tindak tutur. Inti dari tindak ilokusi adalah fungsi
tuturan untuk melakukan sesuatu dengan daya yang dimiliki ujaran. Berkaitan
dengan fungsi tururan tersebut, Searle membagi fungsi tindak tutur ke dalam
lima kategori sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;margin-left: 22.5pt; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -0.25in; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Asertif
ialah tuturan yang mengikat penutur pada kebenaran proposisi yang diungkapkan,
misalnya menyatakan, menyarankan, membual, mengeluh, dan mengklaim. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;margin-left: 22.5pt; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -0.25in; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Direktif
ialah tuturan yang dimaksudkan agar si mitra tutur melakukan tindakan sesuai
tuturan, misalnya, memesan, memerintah, memohon, menasihati, dan merekomendasi.
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;margin-left: 22.5pt; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -0.25in; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Komisif
ialah tindak yang menuntut penuturnya berkomitmen melakukan sesuatu di masa
depan. Contohnya adalah berjanji, bersumpah, menolak, mengancam, dan menjamin. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;margin-left: 22.5pt; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -0.25in; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Ekspresif
ialah ungkapan sikap dan perasaan tentang suatu keadaan atau reaksi terhadap
sikap dan perbuatan orang. Contoh memberi selamat, bersyukur, menyesalkan,
meminta maaf, menyambut, dan berterima kasih. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;margin-left: 22.5pt; mso-list: l1 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -0.25in; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Deklaratif
ialah ilokusi yang menyebabkan perubahan atau kesesuaian antara proposisi dan
realitas. Contohnya adalah membaptis, memecat, memberi nama, dan menghukum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tindak perlokusi mengacu
pada tindakan atau pikiran yang ditimbulkan dari ujaran yang diucapkan.
Perlokusi merupakan hasil yang dicapai dengan mengatakan sesuatu. Dengan kata
lain, p&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;erlokusi
merupakan efek atau dampak dari tuturan (lokusi) yang dituturkan yang di
dalamnya mengandung maksud tertentu (ilokusi) &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;(Saifudin, 2019). Contoh dampak perlokusi dari sebuah
ujaran terdiri atas mendorong, menjengkelkan, menyenangkan, membuat mitra tutur
melakukan sesuatu, mengilhami, mengesankan, membuat mitra berpikir tentang,
melegakan, dan menarik perhatian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penelitian analisis
tindak tutur pernah dilakukan oleh Apriyastuti (2017) dengan judul “Bentuk,
Fungsi, dan Jenis Tindak Tutur dalam Komunikasi Siswa di Kelas IX Unggulan SMP
PGRI 3 Denpasar”.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan bentuk
tindak tutur, fungsi tindak tutur, dan jenis tindak tutur dalam komunikasi
siswa di Kelas. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penelitian ini
menggunakan rancangan penelitian deskriptif-kualitatif dengan metode
pengumpulan data &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;simak-catat &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;dan rekaman. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Hasil
penelitian ini menunjukkan bahwa (1) bentuk tindak tutur siswa di lingkungan
sekolah ialah bentuk tindak tutur bermodus deklaratif, bentuk tindak tutur
bermodus interogatif, dan bentuk tindak tutur bermodus imperatif; (2) fungsi
tindak tutur siswa di lingkungan sekolah ialah fungsi makro yang terdiri atas
fungsi asertif, fungsi direktif, fungsi komisif, dan fungsi ekspresif sedangkan
fungsi mikro meliputi fungsi menyatakan, fungsi mengusulkan, fungsi mengeluh,
fungsi memesan, fungsi memerintah, fungsi memohon, fungsi meminta, fungsi
berjanji, fungsi mengucapkan terima kasih, fungsi ucapan selamat, dan fungsi
memberi maaf; dan (3) jenis tindak tutur siswa di lingkungan sekolah, tindak
tutur langsung literal, tindak tutur langsung tidak literal, tindak tutur tidak
langsung literal, dan tindak tutur tidak langsung tidak literal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penelitian yang
relevan selanjutnya dilakukan oleh Purnamentari dkk. (2017) dengan judul
“Analisis Jenis, Bentuk, dan Fungsi Tindak Tutur Berita Utama pada Koran &lt;i&gt;Bali
Post&lt;/i&gt;”. H&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;asil
penelitian ini menunjukkan (1) berita utama pada koran &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Bali Post &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;mengandung
tindak tutur lokusi dan ilokusi; (2) bentuk yang dominan digunakan dalam berita
utama adalah bentuk deklaratif sebanyak 27 bentuk; (3) berita utama mengandung
fungsi tindak tutur, fungsi asertif sebanyak 27, fungsi direktif sebanyak 4,
fungsi ekspresif sebanyak 1, fungsi deklarasi sebanyak 1 dan tidak ada fungsi
komisif. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Fungsi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;yang
lebih dominan digunakan pada berita utama ialah fungsi asertif. Fungsi asertif
dapat dibagi menjadi tiga, yaitu asertif menegaskan, asertif mengumumkan, dan
asertif menduga. Fungsi asertif lebih dominan digunakan karena fungsi tersebut
berguna sebagai ungkapan untuk tuturan menegaskan, menduga, dan mengumumkan
sesuatu kepada mitra tutur&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penelitian terkait
ujaran kebencian yang relevan dengan penelitian yang penulis adalah penelitian
yang dilakukan oleh Permatasari dan Subyantoro (2020). Penelitian ini
mengungkapkan bentuk-bentuk ujaran kebencian yang ada pada media sosial
Facebook pada rentang waktu 2017—2019. Penelitian yang berjudul “Ujaran
Kebencian Facebook Tahun 2017—2019” tersebut menemukan bentuk-bentuk ujaran
kebencian yang meliputi ujaran kebencian bentuk memprovokasi, ujaran kebencian
bentuk menghasut, ujaran kebencian bentuk menghina, ujaran kebencian bentuk
menistakan, ujaran kebencian bentuk pencemaran nama baik, dan ujaran kebencian
bentuk penyebaran berita bohong. Penelitian Permatasari dan Subyantoro tersebut
menemukan bentuk umum ujaran kebencian yang terjadi di media sosial Facebook.
Penelitian ini relevan dengan penelitian yang penulis lakukan. Jika penelitian
ini merumuskan bentuk-bentuk umum ujaran kebencian pada media sosial Facebook,
penelitian penulis akan merumuskan penyebab kasus hukum ujaran kebencian. Jadi,
penelitian penulis fokus pada ujaran kebencian yang ditindaklanjuti menjadi kasus
hukum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Ketiga penelitian
yang relevan dengan penelitian penulis tersebut memiliki kesamaan dan perbedaan
dengan penelitian penulis. Kesamaan penelitian penulis dengan penelitian
Apriyastuti dan Purnamentari terletak pada metode dan analisis yang digunakan,
yaitu analisis tindak tutur. Perbedaan penelitian penulis dengan kedua
penelitian tersebut terletak pada data yang dipakai. Kedua penelitian tersebut
menggunakan data berupa ujaran siswa dan judul berita di koran, sedangkan
penulis menggunakan data ujaran seseorang di media massa yang dikaitkan dengan
ujaran kebencian. Penelitian relevan yang ketiga, yaitu penelitian Permatasari
dan Subyantoro memiliki kesamaan dari segi kasus, yaitu ujaran kebencian di
media sosial. Namun, analisis data yang digunakan berbeda, yaitu penelitian
tersebut mendeskripsikan bentuk-bentuk ujaran kebencian di media sosial pada
rentang waktu tertentu, sedangkan penulis menganalisis tindak tutur pada ujaran
yang menjadi kasus ujaran kebencian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;break-after: avoid; mso-outline-level: 1; page-break-after: avoid;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-font-kerning: 18.0pt; text-transform: uppercase;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2022/06/analisis-pragmatik-fungsi-tindak-tutur.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;metodologi&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-font-kerning: 18.0pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2022/06/analisis-pragmatik-fungsi-tindak-tutur.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;span style=&quot;text-transform: uppercase;&quot;&gt;penelitian&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Penelitian
ini merupakan penelitian kualitatif. Analisis data yang akan dilakukan adalah
analisis pragmatik tindak tutur. Data penelitian ini adalah ujaran yang
diucapkan beberapa tokoh yang ujarannya menjadi kasus hukum ujaran kebencian.
Ujaran tersebut meliputi ujaran Amad Dhani, ujaran Jerinx, dan ujaran Sugi Nur
Raharja (Gus Nur). Ujaran keempat tokoh tersebut menjadi kasus hukum karena
dinilai memiliki unsur ujaran kebencian. Sumber data penelitian ini adalah
pemberitaan pada media massa daring dan media sosial.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; text-transform: uppercase;&quot;&gt;&amp;nbsp;HASIL DAN PEMBAHASAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Hasil penelitian ini mengungkapkan pola ujaran yang
menjadi kasus hukum ujaran kebencian bagi pelaku. Pola ujaran ini merupakan
identifikasi ujaran-ujaran yang memiliki potensi menjadi kasus hukum.
Identifikasi dilakukan dengan melihat berbagai fitur linguistik yang melekat
pada data ujaran. Identifikasi ujaran yang menjadi kasus hukum ujaran kebencian
ataupun pencemaran nama baik adalah sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tabel 1 Data Penelitian Berupa Ujaran yang Menjadi Kasus
Hukum&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0in 5.4pt 0in 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr style=&quot;mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 26.35pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;No &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 276.05pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;368&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Ujaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;72&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pelaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 69.4pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;93&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Media&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 1;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 26.35pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;1.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 276.05pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;368&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;“G&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;ara-gara bangga jadi kacung WHO, IDI dan
  Rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan melahirkan tes
  Covid-19&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;72&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Jerinx&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 69.4pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;93&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Twitter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 2;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 26.35pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 276.05pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;368&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;margin-left: 12.8pt; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -13.5pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Yang menistakan Agama si Ahok... Yang
  diadili KH Ma&#39;ruf Amin... ADP&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;margin-left: 12.8pt; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -13.5pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Siapa saja yang dukung penista agama
  adalah bajingan yang perlu diludahi muka nya - ADP&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;margin-left: 12.8pt; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -13.5pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sila Pertama KETUHANAN YME, penista
  agama jadi gubernur... Kalian WARAS??? - ADP&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;72&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Amad Dhani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 69.4pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;93&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Twitter&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 3; mso-yfti-lastrow: yes;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 26.35pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 276.05pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;368&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;NU saat ini dapat diibaratkan sebagai
  bus umum--yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler, keneknya
  ugal, dan penumpangnya kurang ajar&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 0.75in;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;72&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Gus Nur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0in 5.4pt; width: 69.4pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;93&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Youtube&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Analisis Tindak Tutur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Analisis
tindak tutur yang dilakukan pada penelitian ini meliputi analisis jenis tindak
tutur, bentuk tindak tutur, dan fungsi tindak tutur. Analisis-analisis tersebut
memetakan bentuk tindak tutur yang menjadi kasus hukum ujaran kebencian yang
sudah mendapat sanksi pidana dan yang masih dalam proses hukum di kepolisian.
Berikut analisis tindak tutur terhadap ujaran yang menjadi kasus ujaran
kebencian.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -0.25in; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ujaran Jerinx&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Jerinx
(Jrx) merupakan personel grup band SID. Dalam kasus hukum yang saat ini sedang
berjalan, Jerinx dianggap melakukan ujaran kebencian. Ujaran kebencian tersebut
merupakan ujaran yang dialamatkan untuk mengkritik organisasi profesi dokter
IDI. Ujaran Jerinx yang disampaikan melalu media sosial Twitter adalah sebagai
berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 13.5pt; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;“G&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;ara-gara
bangga jadi kacung WHO, IDI dan Rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua
orang yang akan melahirkan tes Covid-19&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Analisis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Penutur
dalam ujaran tersebut adalah penulis twet, yaitu Jerinx. Tindak tutur yang
dilakukan melalui media sosial memiliki penutur pengguna media sosial. Meskipun
demikian, IDI dan Rumah sakit yang menjadi objek tuturan bisa juga termasuk
dalam kelompok petutur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Lokusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;“G&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;ara-gara bangga jadi kacung WHO,
IDI dan Rumah sakit dengan seenaknya mewajibkan semua orang yang akan
melahirkan tes Covid-19&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ilokusi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ujaran
tersebut merupakan ungkapan kekecewaan penutur terhadap situasi yang diciptakan
oleh IDI dan rumah sakit. Secara fungsi tindak tutur, ujaran Jerinx ini masuk
dalam jenis fungsi ekspresif, yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;ungkapan
sikap dan perasaan tentang suatu keadaan atau reaksi terhadap sikap dan
perbuatan orang&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Perlokusi &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Perlokusi
tindak tutur tersebut adalah membuat mitra tutur melakukan sesuatu. Penutur mengharapkan
mitra tutur (masyarakat) ikut mengkritisi kebijakan IDI dan rumah sakit yang
dianggap “seenaknya mewajibkan semua orang...”. Perlokusi lain dari tindak
tutur tersebut adalah mitra tutur (IDI dan rumah sakit) mengubah standar
pelayanan pada masa pandemi Covid-19, yaitu pihak IDI dan RS tidak semena-mena
mewajibkan semua orang yang akan melahirkan untuk melakukan tes Covid-19. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pembahasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Permasalahan
kasus hukum ujaran kebencian yang diterima penutur disebabkan oleh ungkapan ekspresi
protesnya dengan menggunakan kata yang berkonotasi negatif. Kata yang dimaksud
adalah “kacung”. Kata kacung secara semantis bermakna ‘pesuruh, pelayan,
jongos’. Di sisi lain, pihak yang dilabeli “kacung” merupakan organisasi
profesi yang selama ini dianggap bermartabat, yaitu IDI dan juga badan usaha
yang memiliki peran kesehatan masyarakat. Atribut “kacung WHO” meyiratkan makna
bahwa IDI dan RS bukan lembaga/organisasi yang memiliki kredibilitas dan
keahlian ilmiah, tetapi lembaga/organisasi yang hanya mengekor/mengikut/tanpa
pendirian yang jelas atas kebijakan yang diambil. Meskipun dialamatkan kepada
organisasi (bukan perseorangan), ujaran yang disampaikan oleh Jerinx tetap bisa
dikenai sanksi ujaran kebencian. Hal tersebut sesuai dengan pernyataan
Permatasari dan Subyantoro (2020) yang menjelaskan bahwa &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;pasal ujaran kebencian memiliki sasaran yang beragam,
yaitu perseorangan, kelompok, suku, etnis, dan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;lembaga/instansi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0.25in; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ungkapan ekspresi kekecewaan dengan memberi atribut
“kacung WHO” terhadap lembaga ataupun organisasi yang dianggap terhormat
tersebut menimbulkan efek di luar keinginan penutur, yaitu yang semula ingin
IDI dan RS mengubah cara pelayanan mereka, malah berubah menjadi perlokusi
berupa dilaporkannya penutur kepada polisi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -0.25in; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ujaran Amad Dhani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ujaran
Amad Dhani yang menjadi kasus ujaran kebencian merupakan ujaran yang
dikeluarkan Amad Dhani di media sosial Twitter. Ujaran tersebut menanggapi
situasi yang sedang berkembang saat itu, yaitu dugaan kasus penistaan agama
yang melibatkan Ahok. Ujaran Amad Dhani yang menjadi kasus ujaran kebencian
tersebut adalah sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; mso-list: l3 level1 lfo4; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Yang menistakan Agama si Ahok... Yang
diadili KH Ma&#39;ruf Amin... ADP&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; mso-list: l3 level1 lfo4; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Siapa saja yang dukung penista agama
adalah bajingan yang perlu diludahi muka nya – ADP&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;margin-left: 0.5in; mso-list: l3 level1 lfo4; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sila Pertama KETUHANAN YME, penista agama
jadi gubernur... Kalian WARAS??? - ADP&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Analisis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Dalam
ujaran tersebut, Amad Dhani (ADP) merupakan penutur ujaran. Petutur atau mitra
tutur dari ujaran tersebut adalah pengguna media sosial. Pihak yang disasar
pada ujaran tersebut adalah orang yang mendukung Ahok dalam kasus penistaan
agama yang sedang dituduhkan kepada Ahok. Ketiga ujaran yang dimuat pada akun
twitter ADP tersebut diunggah dalam waktu yang berbeda, yaitu 6 Februari, 6
Maret, dan 7 Maret. Dalam perjalanan kasusnya, diketahui bahwa ujaran yang
ditulis sendiri oleh ADP adalah ujaran kedua (6 Maret), sedangkan ujaran yang
pertama dan ketiga ditulis oleh admin akun twitter ADP. Analisis tindak tutur
terhadap ujaran ADP dalam akun twitternya tersebut yang akan dianalisis adalah
ujaran kedua yang ditulis sendiri oleh ADP. Berikut analisisnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Lokusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Siapa saja yang dukung penista agama
adalah bajingan yang perlu diludahi muka nya – ADP&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;”. Ujaran tersebut merupakan bentuk tindak tutur
deklaratif atau pernyataan penutur terhadap suatu kondisi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Ilokusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Ilokusi tuturan ADP dalam ujaran “&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Siapa
saja yang dukung penista agama adalah bajingan yang perlu diludahi muka nya&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;” adalah mengancam. Secara fungsi tindak tutur, ujaran
tersebut memiliki fungsi komisif, yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;tindak&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; tutur&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; yang menuntut penuturnya berkomitmen
melakukan sesuatu di masa depan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;. Hal yang
akan dilakukan adalah “meludahi mukanya”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Perlokusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;BodytextIndented&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Perlokusi dari ujaran ADP tersebut adalah mendorong
ataupun mengajak orang untuk melakukan tindakan “meludahi muka” terhadap orang
yang mendukung penista agama. Mendorong/mengajak orang lain untuk melakukan
tindakan terlihat dari tidak dimunculkannya subjek “dirinya” yang akan
melakukan tindakan tersebut. Dengan tidak dimunculkannya nama diri ataupun
pronomina pengganti diri dalam tindakan tersebut, berarti penutur juga
menyertakan mitra tutur untuk diperkenankan melakukan tindakan serupa, ditambah
lagi dengan digunakannya adverbia “perlu” yang bisa bermakna ‘pemberian
saran/anjuran’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pembahasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pemberian
atribut bajingan dan pemberian ancaman berupa tindakan “diludahi mukanya” dalam
tuturan ADP merupakan permasalahan ujaran kebencian. Kata “bajingan” merupakan
kata berkonotasi negatif dengan makna ‘penjahat, pencopet, kurang ajar’ yang
biasa dipakai untuk makian. Dalam konteks keakraban, sebenarnya kata tersebut
biasa dipakai. Namun, dalam konteks media sosial yang tidak tentu pembacanya,
kata tersebut bisa dianggap sebagai ujaran kebencian apalagi jika pembacanya
memiliki posisi yang disangka oleh penutur. Penggunaan kata berkonotasi negatif
tersebut masih ditambah dengan penggunaan verba tindakan ancaman “diludahi
mukanya” yang secara tindakan merupakan tindakan yang ditujukan terhadap orang
yang dianggap hina.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -0.25in; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ujaran Sugi Nur Raharja (Gus Nur)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ujaran
yang diucapkan oleh Sugi Nur Raharja (SNR) dilakukan secara lisan dalam sebuah
video yang diunggah di kanal Youtube. Dalam video yang diunngat tanggal 16
Oktober 2020 tersebut, SNR sedang berbincang dengan Refly Harun. Ujaran yang
berisi pandangan SNR terhadap organisasi masyarakat NU tersebut kemudian
dilaporkan ke kepolisian sebagai ujaran kebencian oleh masyarakat. Ujaran yang
dimaksud adalah sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;NU
saat ini dapat diibaratkan sebagai bus umum--yang sopirnya dalam kondisi mabuk,
kondekturnya teler, keneknya ugal&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;-ugalan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;,
dan penumpangnya kurang ajar&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt; semua”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Analisis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Dalam
ujaran tersebut, SNR bertindak sebagai pentur. Petutur dalam peristiwa tutur
tersebut adalah Refly Harun. Meskipun demikian, peristiwa tutur tersebut
disebarkan melalui kanal Youtube sehingga masyarakat luas menjadi tahu dan isi
ujaran tersebut menjadi ujaran di depan publik. Potongan ujaran dalam wawancara
yang dilaporkan sebagai kasus hukum pencemaran nama baik tersebut jika
dianalisis secara pragmatik tindak tutur adalah sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Lokusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;NU saat ini dapat diibaratkan
sebagai bus umum--yang sopirnya dalam kondisi mabuk, kondekturnya teler,
keneknya ugal&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;-ugalan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;,
dan penumpangnya kurang ajar&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt; semua”. Bentuk tindak tutur tersebut berupa pernyataan
atau deklaratif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ilokusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ilokusi
tuturan tersebut adalah SNR menyesalkan kondisi NU saat ini yang diungkapkan
kepada petutur. Keluhan ataupun pernyataan yang berisi pandangan kekecewaan
atau penyesalan terhadap kondisi NU secara fungsi tindak tutur termasuk dalam
fungsi ekspresif, yaitu &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;ungkapan
sikap dan perasaan tentang suatu keadaan atau reaksi terhadap sikap dan
perbuatan orang&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Perlokusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Perlokusi
atau dampak tuturan tersebut terhadap petutur adalah mengesankan citra NU saat
ini terhadap petutur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Pembahasan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;secara
tindak tutur, ujaran SNR sebenarnya tidak menjadi permaslah terhadap petutur.
Tindak tutur tersebut sudah sesuai dengan konteks pertanyaan yang diajukan oleh
petutur. Permasalahan yang timbul adalah pemberian asosiasi terhadap NU yang
dibaratkan bus umum dengan sopir mabuk, kondektur teler, kenek ugal-ugalan, dan
penumpang kurang ajar tersebar ke publik. Pemberian asosiasi hal-hal
berkonotasi negatif, seperti mabuk, teler, ugal-ugalan, dan kurang ajar
terhadap sebuah organisasi keagamaan merupakan tindakan penghinaan dan
pencemaran nama baik meskipun dalam konteks peristiwa tutur tersebut, mitra
tutur tidak ada masalah. Permasalahan utama yang menyebabkan SNR dikasuskan
secara hukum adalah dia menyampaikan atribut negatif terhadap organisasi
keagamaan di media sosial yang memiliki sifat seperti tempat umum.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 0.25in; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Ketiga tuturan, baik yang diucapkan oleh Jrx, ADP, dan
SNR sebenarnya ujaran yang biasa dilakukan di kehidupan sehari-hari dengan
teman atau rekan yang akrab. Permasalahan hukum muncul karena ujaran tersebut
dilakukan di media sosial yang bisa diakses secara umum oleh jutaan orang. Hal
tersebut, dalam UU ITE, sudah diatur dengan jelas, khususnya pada pasal 27 ayat
3 yang berbunyi &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;“Setiap
orang dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan/atau mentransmisikan
dan/atau membuat dapat diaksesnya Informasi Elektronik dan/atau Dokumen
Elektronik yang memiliki muatan penghinaan dan/atau pencemaran nama baik”.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;
Muatan penghinaan dalam informasi elektronik tersebutlah yang menyebabkan para
petutur tersebut terkena kasus hukum.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2022/06/analisis-pragmatik-fungsi-tindak-tutur.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;SIMPULAN&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Berdasarkan
hasil analisis terhadap tiga ujaran yang menjadi kasus hukum ujaran
kebencian/penghinaan/pencemaran nama baik, ditemukan bahwa ketiga tindak tutur
tersebut berbentuk tindak tutur deklaratif. Secara fungsi tindak tutur, ujaran
yang menggunakan tindak tutur komisif dengan ilokusi mengancam memiliki potensi
melanggar hukum ujaran kebencian seperti yang diucapkan oleh ADP. Fungsi tindak
tutur ekspresif seperti yang diucapkan Jrx dengan ilokusi mengungkapkan kekecewaan
menjadi tindak pidana ujaran kebencian karena pemilihan diksi yang berkonotasi
negatif dan diunggah di media sosial. Begitu juga pada kasus SNR. Fungsi tindak
tutur ekspresif dengan menggunakan diksi berkonotasi negatif dalam&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pengasosiasian sebuah organisasi masyarakat
yang diunggah di media sosial menjadikan petutur terkena tindak pidana ujaran
kebencian/penghinaan. Dengan kata lain, tindak tutur apa pun yang digunakan
tidak terlalu berpengaruh terhadap penuturnya dalam hal kasus hukum ujaran kebencian/penghinaan.
Yang paling berpengaruh adalah diksi/pilihan kata yang digunakan penutur dalam
mengekspresikan kekecewaan atau kritikan. Diksi-diksi berkonotasi negatif dan
verba yang mengandung tindakan kekerasan/pelecehan adalah hal yang harus dihindari
dalam bertindak tutur di media sosial. Diksi-diksi lebih aman digunakan pada
situasi percakapan lisan langsung dengan mitra tutur yang memiliki keakraban.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;h1 class=&quot;page_title&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: &amp;quot;Noto Sans&amp;quot;, -apple-system, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; line-height: 30px; margin: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small; font-weight: normal;&quot;&gt;Seminar Internasional Riksa Bahasa XIV&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;http://proceedings.upi.edu/index.php/riksabahasa&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: x-small; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://proceedings.upi.edu/index.php/riksabahasa/article/view/1349/1227&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span&gt;Prosiding Seminar Internasional Riksa Bahasa XIV, H&lt;/span&gt;al. 219--226&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;h1 class=&quot;page_title&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: &amp;quot;Noto Sans&amp;quot;, -apple-system, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; line-height: 30px; margin: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;e-ISSN: 2655-1780&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;&lt;h1 class=&quot;page_title&quot; style=&quot;background-color: white; box-sizing: border-box; color: rgba(0, 0, 0, 0.87); font-family: &amp;quot;Noto Sans&amp;quot;, -apple-system, BlinkMacSystemFont, &amp;quot;Segoe UI&amp;quot;, Roboto, Oxygen-Sans, Ubuntu, Cantarell, &amp;quot;Helvetica Neue&amp;quot;, sans-serif; line-height: 30px; margin: 0px;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background-color: transparent;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: x-small;&quot;&gt;p-ISSN: 2654-8534&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; text-transform: uppercase;&quot;&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt; &lt;br style=&quot;mso-special-character: line-break;&quot; /&gt;
&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br style=&quot;mso-special-character: line-break;&quot; /&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Apriyastuti, N.N.A.A. (2017). &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Bentuk, Fungsi, dan Jenis Tindak
Tutur dalam Komunikasi Siswa di Kelas IX Unggulan SMP PGRI 3 Denpasar.&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot;&gt;Jurnal
Ilmiah Pendidikan dan Pembelajaran ISSN 1858 – 4543 PPs Universitas Pendidikan
Ganesha&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;a href=&quot;https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JIPP/article/view/11960&quot;&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JIPP/article/view/11960&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;i&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-align: justify; text-indent: -0.25in; text-justify: inter-ideograph;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;Austin,
J.L. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;(&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;1962&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;)&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;. &lt;i&gt;How to Do Things with Words&lt;/i&gt;.
Oxford: Oxford University Press.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;Leech, G. (2019). &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;color: windowtext; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;Prinsip-Prinsip Pragmatik&lt;/i&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;. Jakarta:
Penerbit Universitas Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;Permatasari, D. I. &amp;amp;
Subyantoro (2020). Ujaran Kebencian Facebook Tahun 2017—2019. Jurnal Sastra
Indonesia Unnes. Vol. 9 No. 1 2020. &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi/article/view/33020&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot;&gt;https://journal.unnes.ac.id/sju/index.php/jsi/article/view/33020&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;break-after: avoid; margin-left: 0.25in; mso-outline-level: 3; page-break-after: avoid; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;Purnamentari, L. Y., dkk. (2017). &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;Analisis Jenis, Bentuk, dan
Fungsi Tindak Tutur Berita Utama pada Koran &lt;i&gt;Bali
Post.&amp;nbsp; &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;e-Journal Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra
Indonesia, Undiksha Volume : Vol: 7 No: 2 Tahun:2017&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;break-after: avoid; margin-left: 0.25in; mso-outline-level: 3; page-break-after: avoid;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPBS/article/view/12411&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;https://ejournal.undiksha.ac.id/index.php/JJPBS/article/view/12411&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;break-after: avoid; margin-left: 0.25in; mso-outline-level: 3; page-break-after: avoid; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;Saefudin A. (2019). &lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;Teori Tindak Tutur dalam
Studi Linguistik Pragmatik&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;. Volume 15 No. 1 Tahun 2019.
Universitas Dian Nuswantoro. &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://core.ac.uk/download/pdf/295522914.pdf&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;https://core.ac.uk/download/pdf/295522914.pdf&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;U&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;ndang-&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;U&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;ndang Republik Indonesia
Nomor&lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt; 11 &lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;Tahun &lt;/span&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Sumber data yang dianalisis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;h1 style=&quot;margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; margin: 0in 0in 0in 0.25in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; font-weight: normal; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Kanal
Youtube Refly Harun: &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;SETENGAH JAM DENGAN GUS NUR,
ISINYA KRITIK PEDAS SEMUA!!&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; font-weight: normal; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.youtube.com/watch?v=ebBnNK5YF4E&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; font-weight: normal; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;https://www.youtube.com/watch?v=ebBnNK5YF4E&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; font-weight: normal; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;

&lt;h1 style=&quot;margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; margin: 0in 0in 0in 0.25in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; font-weight: normal; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;

&lt;h1 style=&quot;margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; margin: 0in 0in 0in 0.25in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; font-weight: normal; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Kasus Ahmad Dhani: Ludahi Pendukung Ahok Hingga Umpatan Idiot&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; font-weight: normal; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191230072714-12-460881/kasus-ahmad-dhani-ludahi-pendukung-ahok-hingga-umpatan-idiot&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; font-weight: normal; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;https://www.cnnindonesia.com/nasional/20191230072714-12-460881/kasus-ahmad-dhani-ludahi-pendukung-ahok-hingga-umpatan-idiot&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; font-weight: normal; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;

&lt;h1 style=&quot;margin-bottom: 0in; margin-left: .25in; margin-right: 0in; margin-top: 0in; margin: 0in 0in 0in 0.25in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; font-weight: normal; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/h1&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 0.25in; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Kasus &quot;IDI Kacung WHO&quot;,
Jerinx Dituntut 3 Tahun Penjara&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt; (&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://denpasar.kompas.com/read/2020/11/03/12001781/kasus-idi-kacung-who-jerinx-dituntut-3-tahun-penjara&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;https://denpasar.kompas.com/read/2020/11/03/12001781/kasus-idi-kacung-who-jerinx-dituntut-3-tahun-penjara&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;br /&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/1173279378389429326/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2022/06/analisis-pragmatik-fungsi-tindak-tutur.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1173279378389429326'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1173279378389429326'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2022/06/analisis-pragmatik-fungsi-tindak-tutur.html' title='ANALISIS PRAGMATIK FUNGSI TINDAK TUTUR DALAM KASUS UJARAN KEBENCIAN'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-5228054090378351976</id><published>2022-06-23T14:31:00.010+07:00</published><updated>2022-06-23T14:42:41.513+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Linguistik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penelitian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wacana"/><title type='text'> IDEOLOGI KEPEMIMPINAN GUBERNUR DKI JAKARTA PADA MASA PANDEMI COVID-19: SEBUAH KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS</title><content type='html'>&lt;p style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;b&gt;Prosiding Kolita 19, hal 368--373&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2022/06/ideologi-kepemimpinan-gubernur-dki.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;IDEOLOGI
KEPEMIMPINAN GUBERNUR DKI JAKARTA PADA MASA PANDEMI COVID-19: SEBUAH KAJIAN
ANALISIS WACANA KRITIS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Saefu Zaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;mailto:saefu.zaman@gmail.com&quot;&gt;&lt;span color=&quot;windowtext&quot; lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;saefu.zaman@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dalam masa pandemi
Covid-19, sikap pemimpin daerah menjadi perhatian khusus berbagai kalangan
apalagi pada daerah strategis seperti ibu kota negara—DKI Jakarta. Sukses
tidaknya penanganan pandemi di Jakarta dipandang terkait erat dengan arahan yang
dikeluarkan oleh Gubernur DKI Jakarta. Arahan, baik secara lisan maupun
tertulis melalui media massa ataupun media sosial, dalam kajian linguistik
dianggap sebagai sebuah teks atau wacana. Dalam pandangan kritis, wacana atau
teks tidak hadir dari kekosongan. Ada hal lain di luar teks yang
melatarbelakangi terbangunnya sebuah teks atau wacana. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Landasan hadirnya
teks bisa diuraikan secara tersurat dan secara tersirat. Memahami apa yang
melandasi hadirnya suatu teks adalah hal yang perlu dilakukan agar apa yang ada
di dalam teks, baik yang tersurat maupun yang tersirat, dapat dipahami secara
utuh&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;. Masih dalam
pandangan kritis, teks atau wacana juga memiliki ideologi. Ideologi dapat
dijelaskan sebagai representasi aspek dunia yang dapat ditunjukkan untuk
berkontribusi dalam membangun, memelihara, dan mengubah hubungan sosial
kekuasaan, dominasi, dan eksploitasi. Ideologi kepemimpinan Gubernur DKI
Jakarta dalam menyikapi atau memberi arahan terkait Covid-19 berimplikasi pada
hubungan sosial masyarakat, hubungan masyarakat-pemerintah, hubungan
antarlembaga, dan bahkan hubungan sosial-politik. Ideologi tersebut dapat
dianalisis melalui fitur-fitur linguistik yang terdapat teks atau wacana berupa
arahan, tanggapan, atau tulisan yang diproduksi oleh Gubernur DKI Jakarta
terkait pandemi Covid-19. Penelitian ini bertujuan menjelaskan ideologi
kepemimpinan Gubernur DKI Jakarta dan memaparkan bukti-bukti linguistik yang
menunjukkan ideologi tersebut berdasarkan teks atau wacana yang diproduksi
terkait pandemi Covid-19. Penelitian ini adalah penelitian kualitatif. Metode
yang digunakan adalah analisis wacana kritis dengan menggunakan model Analisis
Wacana Kritis Norman Fairclough (1995). Model Analisis Wacana Kritis Fairclough
tersebut melihat teks dalam tiga dimensi, yaitu dimensi tekstual, dimensi
praktik wacana, dan dimensi praktik sosial budaya. Data penelitian ini adalah
teks/wacana berupa ucapan, arahan, dan tulisan Gubernur DKI Jakarta yang
terdapat di media sosial milik Gubernur DKI Jakarta, yaitu Instagram dengan
nama akun anisbaswedan. Pemilihan media sosial instagram didasari oleh
keaktifan Gubernur DKI Jakarta dalam membagikan kegiatan dan tanggapannya di
media sosial tersebut. Data unggahan yang diambil sebagai data analisis adalah
unggahan Gubernur DKI Jakarta&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terkait
pandemi Covid-19 selama kurun waktu berlangsungnya Covid-19: Maret 2020 hingga
Februari 2021. Berdasarkan hasil analisis, &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;ideologi kepemimpinan ABW adalah (1) &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;kepemimpinan&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; berdasarkan tindakan nyata; (2) &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;kepemimpinan atas dasar &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;empati; dan (3) &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;kepemimpinan yang “mandiri” atau tidak
bergantung pada pemerintah pusat&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Kata kunci:
Analisis Wacana Kritis, Covid-19, Gubernur DKI Jakarta, Ideologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Bahasa merupakan alat
komunikasi yang berfungsi untuk menyampaikan ide, pikiran, ideologi, dan
informasi. Sebagai media komunikasi, bahasa memiliki peran yang sangat
signifikan dalam berbagai aspek kehidupan. Bahasa dapat menjadi pemerkokoh
berbagai aspek kehidupan, tetapi dapat pula menjadi penghancur berbagai aspek
kehidupan sosial. Oleh karena itu, penguasa bahasa akan memiliki keleluasaan
untuk mengendalikan berbagai aspek kehidupan. Penguasaan bahasa di sini
tentunya berkaitan dengan kemampuan seseorang untuk membangun teks atau wacana
di dalam kehidupan sosial masyarakat. Bahasa bisa menjadi perantara pelaksanaan
kuasa melalui ideologi dan bahkan dapat digunakan sebagai media untuk
mendominasi orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Ideologi
merupakan kumpulan konsep bersistem yang dijadikan asas pendapat (kejadian)
yang memberikan arah dan tujuan untuk kelangsungan hidup. Dalam kaitannya
dengan politik, ideologi merupakan himpunan nilai, ide, norma, kepercayaan, dan
keyakinan yang dimiliki seseorang atau sekelompok orang yang menjadi dasar
dalam menentukan sikap terhadap kejadian dan problem politik yang dihadapinya
dan yang menentukan tingkah laku politik (KBBI). Ideologi sebagai sistem yang
dijadikan pegangan sekelompok orang perlu dikomunikasikan kepada pihak lain
yang ingin dipengaruhi, diajak, atau diberi informasi. Penyampaian ideologi
kepada pihak lain tentu membutuhkan bahasa sebagai sarana penyampai ideologi
tersebut. Bahasa dalam hal ini berwujud teks atau wacana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Setiap
kelompok, baik itu kelompok masyarakat, &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;profesi, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;mahasiswa, budayawan,
keagamaan, maupun partai politik pasti memiliki ideologi yang diusung. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Gubernur, sebagai representasi tokoh politik di suatu
provinsi, juga memiliki ideologi tertentu. Ideologi gubernur atau pemimpin
disebarkan melalui kebijakan-kebijakan dan tanggapan-tanggapan yang
disampaikannya kepada masyarakat. Pada masa media sosial seperti sekarang ini,
pemimpin banyak menyebarkan kebijakan ataupun tanggapannya akan suatu
permasalahan melalui media sosial. Hal tersebut berkaitan erat dengan banyaknya
masyarakat, baik yang mendukung maupun yang menentang seorang pemimpin, yang
mengikuti media sosial seorang pemimpin. Maka dari itu, media sosial menjadi
salah satu sarana yang efektif dan efisien untuk menyampaikan ideologi pemimpin
kepada masyarakat sehingga banyak sekali pemimpin ataupun tokoh lain yang aktif
menggunakan media sosial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Berkaitan dengan hal tersebut, untuk
dapat menjelaskan ideologi Gubernur DKI Jakarta, telaah analisis wacana kritis
terhadap unggahan Gubernur DKI Jakarta pada media sosial dapat menjelaskan
ideologi Gubernur DKI Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Tujuan
penelitian ini adalah mendeskripsikan teks &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;unggahan Gubernur DKI Jakarta terkait pandemi Cpvid-19&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; dan menganalisis
ideologis yang &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;dimiliki Gubernur DKI Jakarta terkait
pandemi Covid-19 dengan menggunakan model analisis wacana kritis yang diajukan
Fairclough.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Tinjauan
Teoritis&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Teori yang akan peneliti gunakan adalah
teori analisis wacana kritis (AWK) dengan mengambil model analisis Norman
Fairclough. Selain itu, pandangan Halliday mengenai linguistik fungsional
sistemik juga menjadi acuan peneliti untuk menganal&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;i&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;sis
dimensi tekstual. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt -21.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2022/06/ideologi-kepemimpinan-gubernur-dki.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;
&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2022/06/ideologi-kepemimpinan-gubernur-dki.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Analisis Wacana Kritis Norman
Fairclough&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Analisis wacana kritis atau &lt;i&gt;critical discourse analysis&lt;/i&gt; (CDA)
merupakan metode analisis teks yang berusaha mengungkap isi teks tidak hanya
dari aspek tekstualitasnya, tetapi juga dari hal-hal lain yang mendasari
produksi teks tersebut, seperti konteks, intertektual, relasi dengan kuasa, dan
aspek sosial-budaya. Analisis wacana kritis mendekati wacana sebagai praktik
sosial-budaya. Gejala, peristiwa, aktivitas, tindakan, bahkan aspek psikologi
kognitif sosial yang hidup dan terjadi dalam realitas sosial direpresentasikan
dalam wacana. Namun, tidak selamanya apa yang terjadi dalam realitas sosial
terwakili secara jernih di dalam wacana. Oleh karena itu, tujuan analisis
wacana kritis adalah menyingkapkan keburaman dalam wacana (Yuwono, 2016).
Analisis wacana kritis (AWK) tidak hanya mendekati dan memahami teks
berdasarkan apa yang tersurat di dalam teks, tetapi juga berusaha menunjukkan
apa yang tidak tertulis di dalam teks.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Menurut Fairclough
(1995), analisis wacana memiliki tiga dimensi kerja, yaitu wacana sebagai teks,
wacana sebagai praktik berwacana, dan wacana sebagai praktik sosiokultural.
Analisis wacana kritis diawali dengan analisis terhadap struktur teks. Analisis
yang dilakukan dalam tahap ini meliputi analisis ideasional, analisis
interpersonal, dan analisis tekstual. Hal yang bisa diungkap pada tahap ini
meliputi leksikalisasi, pola transitivitas, dan nominalisasi (analisis
ideasional); modus dan modalitas (analisis interpersonal); penggunaan
aktif-pasif, kohesi, tema, dan informasi (analisis tekstual). Jadi, analisis
yang digunakan dalam tahap ini beracuan pada ilmu-ilmu linguistik seperti
sintaksis, morfologis, dan semantik. Analisis selanjutnya dalam AWK adalah
analisis berdasarkan praktik berwacana. Fairclough berpandangan bahwa wacana
bukanlah bentuk yang mandiri. Wacana sangat dipengaruhi oleh konteks, baik itu
konteks kebahasaan, konteks sosial, konteks budaya, konteks masyarakat, maupun
konteks pemerintahan. Oleh karena itu, analisis wacana kritis juga melihat
hal-hal yang berada di luar wacana sebagai unsur yang turut membangun wacana.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Fairclough (1995)
mengatakan&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-size: 11pt; text-indent: 0.5in;&quot;&gt; “Critical discourse analysis
is viewed as integrating (a) analysis of text, (b) analysis of processes of
text production, consumption and distribution, and (c) sociocultural analysis
of the discursive.”&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Berdasarkan
pandangan tersebut, analisis wacana kritis terbangun atas analisis dimensi
teks, dimensi praktik wacana, dan dimensi konteks sosio-kultural-historis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;A&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;nalisis terhadap wacana meliputi analisis deskripsi teks
untuk dimensi teks, interpretasi teks untuk dimensi praktik wacana, dan
eksplanasi teks untuk dimensi konteks sosiokultural. Selanjutnya, Haryatmoko
(2016: 24) memberikan penjelasan lebih detail mengenai analisis dimensi-dimensi
tersebut: (1) analisis teks, hal yang dianalisis adalah perbendaharaan kata
yang terkait makna tertentu, penggunaan istilah dan metafora, tatabahasa yang
meliputi kata kerja transitif, tema (berkaitan dengan hubungan interpersonal),
modalitas, dan kohesi; (2) analisis praktik diskursif/ wacana yaitu melihat
kekuatan pernyataan dalam arti sejauh mana mendorong tindakan dan kekuatan
afirmatifnya, koherensi teks yang sudah mulai masuk pada wilayah interpretasi;
(3) analisis praksis sosiokultural melihat bagian aktivitas sosial dalam
praksis.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; Berikut model analisis wacana kritis
Fairclough.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgCcIRmw4y4a3bZZBQmGOvEtbE5rKQL8qN2F-oDDkqitL4CabQQAxecT-RCjkXySxAHpJuJsORtXm-joVHothCwglNqrHEsKmpczAp1EucSBpVWHN6Lfjdvzxu7O9DnEFEDOwnbILPDYrL8whOZfKuvmOn7IBpDdicmikfrVF_GYs7JTziYkOIPSus&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; data-original-height=&quot;205&quot; data-original-width=&quot;429&quot; height=&quot;221&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgCcIRmw4y4a3bZZBQmGOvEtbE5rKQL8qN2F-oDDkqitL4CabQQAxecT-RCjkXySxAHpJuJsORtXm-joVHothCwglNqrHEsKmpczAp1EucSBpVWHN6Lfjdvzxu7O9DnEFEDOwnbILPDYrL8whOZfKuvmOn7IBpDdicmikfrVF_GYs7JTziYkOIPSus=w463-h221&quot; width=&quot;463&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; text-align: left; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Dimensi Wacana&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; text-align: left; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Dimensi analisis wacana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: center; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Sumber:
Fairclough, 1995: 98)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0in; margin-left: -21.3pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; margin: 0in 0in 0in -21.3pt; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;b&gt;Linguistik Fungsional Sistemik Halliday&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dalam menganalisis wacana, Fairclough
menganggap bahwa wacana bukan sebagai entitas yang independen. Dia menilai
wacana merupakan praktik sosial budaya sehingga analisis wacana harus melihat
hal-hal lain yang membentuk wacana itu sendiri. Oleh karena itu, Fairclough
tidak sependapat dengan linguis lain yang menganggap analisis wacana bisa
dilakukan dengan analisis tekstual saja. Hal tersebut terjadi karena di dalam
teks terdapat ideologi yang disembunyikan sehingga analisis teks masih kurang
memadai untuk mengungkap aspek sosial budaya yang melingkupi wacana secara
keseluruhan. Namun demikian, Fairclough juga tidak menafikan bahwa analisis
wacana tetap harus melihat unsur tekstual karena teks merupakan representasi
dari pembuat wacana.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Untuk mengakomodasi
pandangannya, Fairclough mengombinasikan analisis wacana sebagai perpaduan
analisis tekstual dan analisis sosiokultural. Fairclough kemudian menggunakan
metode analisis teks Halliday tentang linguistik fungsional sistemik yang
menurutnya bisa merepresentasikan pandangannya akan pentingnya unsur tekstual
dalam analisis wacana. Dalam teori tersebut, dikatakan bahwa analisis teks dan
konteks telah tergambarkan pada penjelasan fungsional. Konsep analisis teks dan
konteks Halliday adalah &lt;i&gt;context of situation&lt;/i&gt;,
yaitu analisis melalui sebuah&amp;nbsp;
hubungan&amp;nbsp; yang&amp;nbsp; sistematik&amp;nbsp;
antara&amp;nbsp; lingkungan sosial&amp;nbsp; pada&amp;nbsp;&amp;nbsp;
satu&amp;nbsp; sisi&amp;nbsp; dan organisasi bahasa yang&amp;nbsp;&amp;nbsp; fungsional pada sisi lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Halliday (2004)
memandang bahwa dalam analisis linguisti&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;k,&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; klausa menjadi pusat
analisis. Hal itu diyakininya karena klausa merupakan konstruksi yang
merepresentasikan apa yang terjadi pada konteks sosial, yaitu pesan,
pertukaran, dan representasi. &lt;i&gt;Pertama&lt;/i&gt;,
klausa sebagai pesan, memandang klausa sebagai pembawa informasi. Informasi
dalam klausa bisa dibagi menjadi dua yaitu informasi yang
teramalkan-takteramalkan dan informasi yang dikedepankan-dikebelakangkan. Untuk
yang kedua bisa kita lihat dari struktur tema-rema pada klausa (secara tematik
klausa). Tema adalah informasi yang dikedepankan dalam klausa dan rema adalah
informasi yang dikebelakangkan dalam klausa. &lt;i&gt;Kedua&lt;/i&gt;, klausa sebagai pertukaran, klausa memiliki empat fungsi
utama pertukaran, yaitu tawaran, perintah, pernyataan, dan pertanyaan. Wujud
gramatikal klausa sebagai peran pertukaran disebut modus. Ada dua jenis modus,
yaitu modus indikatif yang terdiri atas deklaratif dan interogatif dan modus
imperatif. &lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt; klausa sebagai
representasi adalah klausa ditempatkan sebagai representasi pengalaman yang
berupa proses. Proses membutuhkan partisipan yang terlibat. Ada enam tipe
proses, yaitu (1) material (material), (2) perilaku (behavioral), (3) mental
(mental), (4) verbal (verbal), (5) relasional (relasional), dan (6)
eksistensial (existensial). Hubungan partisipan dan proses disebut dengan
transitivitas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2022/06/ideologi-kepemimpinan-gubernur-dki.html&quot;&gt;MetodePenelitian&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;























































&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Metode penelitian
yang digunakan untuk menganalisis teks ini adalah metode deskriptif kualitatif.
Penulis akan menganalisis teks secara deskriptif dengan model analisis wacana
kritis Fairclough. Data yang digunakan oleh peneliti adalah teks &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;unggahan media sosial Gubernur DKI Jakarta terkait
pandemi Covid-19. Data diambil melalui media sosial Gubernur DKI Jakarta dengan
nama akun anisbaswedan. Data yang digunakan adalah unggahan yang menggunakan
kode ABW yang merupakan penanda unggahan yang ditulis oleh Anis Baswedan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;b&gt;Hasil Penelitian&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14.6667px;&quot;&gt;Makalah lengkap dapat diunduh pada tautan berikut &lt;a href=&quot;https://kolita.atmajaya.ac.id/assets/uploads/K19/368-373%20Saefu%20Zaman%20-%20Diana.pdf&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;MAKALAH LENGKAP.&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Analisis linguistik dalam unggahan Gubernur DKI Jakarta
(ABW) pada penelitian ini difokuskan pada analisis klausa sebagai pesan,
analisis klausa sebagai pertukaran, dan analisis klausa sebagai representasi. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pada unggahan status ABW, klausa-klausa pada status ABW
menggunakan modus deklaratif. Modus deklaratif tersebut berfungsi menyampaikan
atau menjabarkan atau menginformasikan hal-hal yang telah terjadi atau yang
dilakukan. Dalam modus deklaratif tersebut, secara transitivitas, tampak
banyaknya penggunaan verba material. Verba material menggambarkan bahwa hal-hal
yang disampaikan adalah hal yang menunjukkan perbuatan nyata, perbuatan fisik,
dan bukan sekadar omongan atau perkiraan semata. Penggunaan verba material yang
mendominasi tiap klausa yang dibangun ABW dalam menyampaikan informasi melalui
status dapat dilihat dari beberapa klausa berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo1; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Kita
mencari segala macam cara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo1; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Semua
upaya dikerjakan untuk meningkatkan kapasitas itu. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo1; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Mulai
dari usaha membeli ke produsen sampai usaha meminjam alat RT-PCR&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo1; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;d)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;DKI
Jakarta Tidak Pernah Lelah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo1; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;e)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Kami
selalu serius&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo1; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;f)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Kami
di DKI Jakarta sudah bersiap utk menghadapi masalah ini sebagai urusan yang
panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo1; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;g)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Rumah
sakit ini terus menambah kapasitas ICU&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Klausa-klausa tersebut memperlihatkan bagaimana DKI
Jakarta dan ABW selaku Gubernur DKI Jakarta telah bekerja nyata, melakukan
tindakan yang bersungguh-sungguh, dan melakukan perbaikan terus-menerus dalam
menangani wabah Covid-19.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Secara struktur tematik, klausa-klausa pada status ABW
tersebut tampak mengedepankan “Pemprov DKI, kami, kita, RS (perwakilan
pemprov)”. Pengedepanan informasi (tema) menunjukkan bahwa penulis ingin
menonjolkan peran atau tindakan yang telah dilakukannya. Informasi berupa
tindakan yang dilakukan diletakkan di belakang atau sebagai rema menunjukkan
bahwa yang lebih dipentingkan adalah siapa yang melakukannya, bukan yang
dilakukan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-indent: .5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Klausa berikut ini menunjukkan klausa
dengan pola yang berbeda dengan klausa sebelumnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -0.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Ada
8 kota yang kita kirimi surat, kota-kota maju dunia yang menjadi sahabat
Jakarta. Dalam surat disampaikan bahwa Jakarta berencana meminjam alat RT-PCR
selama masa pandemi ini saja.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Semua
merespon cepat. Mayoritas menjawab bahwa mereka juga sedang mengalami masalah
yg sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Tapi
beberapa merespon positif dan siap membantu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;d)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Mayor
Park mengirim pesan bahwa lebih mudah utk menghibahkan RT-PCR daripada
meminjamkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Klausa-klausa tersebut menggunakan
modus deklaratif. Secara tematik, klausa tersebut tidak mengedepankan pihak
pemprov DKI Jakarta atau yang mewakili. Klausa tersebut mengedepankan pihak
lain yang telah dihubungi oleh Pemrov DKI dalam permintaan bantuan. Secara
transitivitas, klausa-klausa tersebut menggunakan verba verbal. Verba verbal
menunjukkan ucapan atau jawaban seseorang. Secara analisis teks,
pernyataan-pernyaaan tersebut menunjukkan bahwa ABW hanya perlu dengan
berbicara/berkomunikasi/bersurat sudah mampu mendapatkan respons dari kota-kota
maju dunia dan bahkan beberapa kota merespons positif dan memberikan bantuan
hibah alat RT-PCR.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Secara proses produksi, klausa-klausa
tersebut tidak dapat semata-mata dimaknai secara tekstual. Penjelasan bahwa
pemprov DKI mengirimi surat ke kota-kota maju dunia bisa menunjukkan bahwa
Pemprov DKI memiliki kapasitas internasional. Pemprov DKI secara mandiri mampu
menjalin kerja sama dengan kota maju lain di dunia. Dalam produksi teks
tersebut sama sekali tidak menyebutkan “pemerintah pusat” yang berarti bahwa
secara produksi teks, klausa-klausa tersebut memang sengaja menunjukkan bahwa
pemerintah pusat tidak terlibat, tidak bisa bergerak cepat ke dunia
internasional atau bekerja sama dengan pemerintah lain untuk membantu menangani
permasalahan pandemi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Pernyataan “semua merespon cepat dan
beberapa merespon positif” menunjukkan makna bahwa sesungguhnya jika dihubungi,
pihak luar terbuka untuk membantu. Belum adanya bantuan dari luar negeri,
apalagi DKI Jakarta hanya dengan bersurat bisa mendapatkan hibah RT-PCR secara
produksi teks dapat dimaknai bahwa pemroduksi teks sedang menunjukkan kelemahan
pemerintah pusat yang tidak mampu bergerak cepat dan menjalin kerja sama dengan
pihak luar dalam pemecahan masalah pandemi. Informasi tambahan lain yang
menyatakan “Mayor Park adalah seorang sahabat baik. Kita sering berinteraksi
dalam berbagai kesempatan.” semakin menunjukkan bahwa ABW hanya dengan modal
komunikasi dan pertemanan bisa mendapatkan bantuan hibah alat RT-PCR, sedangkan
kondisi di dalam negeri saat itu digambarkan oleh ABW dengan “ketersediaan alat
RT-PCR di dalam negeri terbatas” yang menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak
bisa mencukupi atau mengupayakan kebutuhan alat tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-indent: .5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Analisis klausa-klausa pasif dalam
susunan inversi dalam status ABW sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Datanglah
sebuah mesin RT-PCR. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Dikirim
langsung dari Seoul. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Diantarkan
oleh Dubes Korea Selatan ke Balaikota. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo3; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;d)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;Alat
ini mampu memproses hingga 900 sampel/hari.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Klausa-klausa pasif tersebut diawali
dengan verba material “datanglah, dikirim, diantarkan”. Secara tematik,
pengedepanan verba (sebagai tema) menunjukkan bahwa tindakan-tindakan
nyata&amp;nbsp; tersebut adalah hal yang
dipentingkan dan perlu mendapat perhatian. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Secara produksi teks, penggunaan bentuk
pasif-inversi memang bertujuan untuk menunjukkan hal tersebutlah yang
dipentingkan. Namun, mengapa hal tersebut perlu sampai
ditonjolkan/dikedepankan? Hal tersebut tidak lepas dari pernyataan sebelumnya
yang menyatakan bahwa Pemprov DKI “hanya” bersurat ke kota-kota maju lain—salah
satunya Soul. Meskipun demikian, dengan hanya bersurat, pemerintah Kota Soul,
Korea Selatan sudah mau membantu secara total dengan “mendatangkan,
mengirimkan, bahkan mengantarkan”. Itu menunjukkan bahwa pemroduksi teks (ABW)
memiliki pengaruh dan cukup diakui di dunia internasional yang bahkan hanya
dengan bersurat, sudah bisa memperoleh alat yang di dalam negeri masih langka.
Hal tersebut merupakan “unjuk diri” ABW terhadap pemerintah pusat yang masih
belum mampu melakukan penanganan pandemi secara maksimal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Secara praktik sosial, unggahan status
Instagram ABW memiliki praktik sosial politik. Secara politik, ABW yang
merupakan Gubernur DKI Jakarta memiliki posisi sebagai pemimpin masyarakat DKI
Jakarta, tetapi juga berada di bawah Pemerintah Pusat—Presiden dan jajarannya.
Dalam peran sebagai pemimpin warga DKI Jakarta, ABW menunjukkan kepemimpinan
yang mengayomi masyarakat dan tenaga medis yang menangani Covid-19 yang
dibuktikan dengan tindakan nyata. Tindakan nyata dalam konteks sebagai gubernur
dengan meminta RS Cengkareng untuk menambah kapasitas dan menambah tenaga medis
menunjukkan bahwa ABW adalah pemimpin yang mengayomi rakyat. ABW menggunakan
kapasitas politiknya dengan baik. Imbauan kepada masyarakat untuk menjaga
kesehatan, mematuhi protokol kesehatan, serta pemberian semangat kepada para
tenaga medis menunjukkan bahwa ABW adalah pemimpin yang juga peduli terhadap
masyarakat dan tenaga medis. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dalam peran politik sebagai bawahan
pemerintah pusat, ABW terlihat tidak menganggap adanya pemerintah pusat. ABW
yang secara politis didukung oleh oposisi pemerintah pusat membuat pernyataan
yang menunjukkan bahwa pemerintah pusat tidak memiliki andil dalam penanganan
covid-19 di ibu kota. Pernyataan-pernyaan dengan hanya menyebut “kami, kita,
pemprov DKI” tanpa menyebut “pemerintah pusat”, bahkan dalam hal kerja sama
dengan Wali Kota Soul yang melalui Duta Besar Korea pun tidak sekalipun
menunjukkan keterlibatan pemerintah pusat. Entah memang tidak ada keterlibatan
entah memang tidak ditulis keterlibatan pemerintah pusat, pembuatan status yang
dibaca publik dengan tidak menyebut “pemerintah pusat” menunjukkan posisi ABW
sebagai gubernur yang mandiri atau bahkan memiliki ketidakcocokan dengan
pemerintah pusat.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-indent: .5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Simpulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Dalam unggahan stastus Instagram yang telah dianalisis,
ideologi kepemimpinan ABW dapat disimpulkan sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;kepemimpinan
berdasarkan tindakan nyata yang ditunjukkan dengan fitur linguistik penggunaan
verba material yang mendominasi klausa yang menunjukkan tindakan fisik/nyata
Pemprov DKI/ABW.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;kepemimpinan
atas dasar kepedulian yang ditunjukkan dengan sikap peduli terhadap masyarakat,
tenaga kesehatan, dan pihak-pihak yang membantu penanganan Covid-19.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;











































































&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -.25in;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-variant-east-asian: normal; font-variant-numeric: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif;&quot;&gt;kepemimpinan
yang “mandiri” atau tidak bergantung pada pemerintah pusat yang ditunjukkan
dengan tidak pernahnya ABW menyebutkan peran pemerintah pusat dalam berbagai
proses penanganan covid-19 di DKI Jakarta yang merupakan ibu kota negara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14.6667px;&quot;&gt;&lt;b&gt;Daftar Pustaka&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in;&quot;&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Fairclough, N.
(1992). &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Discourse and social change&lt;/i&gt;.
Cambridge: Polity Press.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Fairclough, N.
(1995). &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Critical discourse analysis: The
critical study of language&lt;/i&gt;. New York: Longman Publishing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Fairclough, N.
(2003). &lt;i&gt;Analysing discourse: Textual analysis for social research&lt;/i&gt;.
London: Routledge.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Halliday, M.A.K.
(2014). &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Halliday’s introduction to
functional grammar &lt;/i&gt;(4th ed.). Mattiessen M.I.M (revised). USA and Canada: Routledge.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Haryatmoko.
(2016). &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Critical discourse analysis
(Landasan teori, metodologi, dan penerapan)&lt;/i&gt;. Depok: PT Rajagrafindo
Persada.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Kridalaksana, H.
(2008). &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Kelas kata dalam bahasa Indonesia&lt;/i&gt;.
Jakarta: Gramedia Pustaka Utama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Renkema, J.
(2004). &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Introduction to discourse studies&lt;/i&gt;.
Amsterdam: John Benjamins Publishing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Saeed, E.
(2015).&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;A Critical discourse analysis of family and friends textbooks:
Representation of genderism. International Journal of Applied Linguistics &amp;amp;
English Literature, ISSN 2200-3592 (Print), ISSN 2200-3452 (Online), Vol. 4 No.
4; July 2015.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Van Dijk, T.A.
(1980). &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Macrostructure: An
interdisciplinary study of global structures in discourse, interaction, and
cognition&lt;/i&gt;. New Jersey: Lawrence Erlbaum Associates Publisher. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Van Dijk, T.A.
(1993). Principles of critical discourse analysis. Discourse &amp;amp; Society&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;SAGE (London. Newbury Park and New Delhi),
vol. 4(2): 249-283.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Widowson, H.G.
(2004). &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Text, context, and pretext&lt;/i&gt;.
United Kingdom: Blackwell Publishing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Young, L. &amp;amp;
Harrison. C. (2004). &lt;i&gt;Systemic functional linguistic and critical discourse
analysis &lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-style: italic;&quot;&gt;(Ed)&lt;/span&gt;.
London&amp;amp;New York: Continuum.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Yuwono, U. (2008).
Ketika perempuan lantang menentang poligami (Sebuah analisis wacana kritis
tentang wacana antipoligami). Jurnal WACANA, VOL. 10 NO. 1, APRIL 2008 (1—25),
Universitas Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;(&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://wacana.ui.ac.id/index.php/wjhi/article/download/175/163&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: windowtext; font-size: 11.0pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;http://wacana.ui.ac.id/index.php/wjhi/article/download/175/163&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;).&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin: 0in 0in 0.0001pt 35.45pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Zaimar, O.K. &amp;amp;
Harahap, A.B. (2015). &lt;i&gt;Teori wacana&lt;/i&gt;. Jakarta Selatan: Penaku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Unggahan status
pada instagram Anis Baswedan pada tanggal 13 Agustus 2020.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0in; margin-left: 35.45pt; margin-right: 0in; margin-top: 0in; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 11.0pt; mso-ansi-language: IN; mso-ascii-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-bidi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-font-family: Calibri; mso-hansi-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;Unggahan status
pada instagram Anis Baswedan pada tanggal 14 Januari 2021.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14.6667px;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/5228054090378351976/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2022/06/ideologi-kepemimpinan-gubernur-dki.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/5228054090378351976'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/5228054090378351976'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2022/06/ideologi-kepemimpinan-gubernur-dki.html' title=' IDEOLOGI KEPEMIMPINAN GUBERNUR DKI JAKARTA PADA MASA PANDEMI COVID-19: SEBUAH KAJIAN ANALISIS WACANA KRITIS'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/a/AVvXsEgCcIRmw4y4a3bZZBQmGOvEtbE5rKQL8qN2F-oDDkqitL4CabQQAxecT-RCjkXySxAHpJuJsORtXm-joVHothCwglNqrHEsKmpczAp1EucSBpVWHN6Lfjdvzxu7O9DnEFEDOwnbILPDYrL8whOZfKuvmOn7IBpDdicmikfrVF_GYs7JTziYkOIPSus=s72-w463-h221-c" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-9116127967195284464</id><published>2021-01-06T16:33:00.004+07:00</published><updated>2021-01-06T16:38:31.393+07:00</updated><title type='text'>PERADABAN DAN KOLONIALISME</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2021/01/peradaban-dan-kolonialisme.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;PERADABAN DAN KOLONIALISME&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Peradaban (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;civilization&lt;/i&gt;) dalam kaitannya dengan
kolonialisme di Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;(Dasar Pemikiran:
Masinambow)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Saefu
Zaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Civilization&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;
atau peradaban merupakan kondisi berupa adanya kehidupan kota yang berada pada
tingkat yang lebih tinggi dibandingkan dengan kehidupan desa. Dalam kaitannya
dengan ekspansi bangsa Eropa adalah antara peradaban masyarakat Eropa Barat
dengan masyarakat Afrika dan Asia yang menjadi tujuan ekspansi. Peradaban Eropa
(khususnya Eropa Barat) dianggap lebih tinggi dibandingkan dengan peradaban
Afrika dan Asia—menurut bangsa Eropa.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQOVQOWzMERO1GCUGTSYJIk4ofxa3hyphenhyphen6qEoLAwJ8btEp7IroOJNAz3Lqprv489-VT4D2OLY3F57mkfmz-o666TeBJlhM7zk8LEfH_9o2k7cEEYqSULjXfkdXbWFBly0TFr2qsn7WaMorQ/s1280/WhatsApp+Image+2021-01-06+at+16.26.49.jpeg&quot; style=&quot;font-size: 12pt; margin-left: 1em; margin-right: 1em; text-align: left; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1280&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQOVQOWzMERO1GCUGTSYJIk4ofxa3hyphenhyphen6qEoLAwJ8btEp7IroOJNAz3Lqprv489-VT4D2OLY3F57mkfmz-o666TeBJlhM7zk8LEfH_9o2k7cEEYqSULjXfkdXbWFBly0TFr2qsn7WaMorQ/w159-h212/WhatsApp+Image+2021-01-06+at+16.26.49.jpeg&quot; width=&quot;159&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Konsep &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;civilization&lt;/i&gt; ini menginginkan adanya
pengendalian terhadap perilaku bawaan manusia yang radikal, tidak beradab,
biadab, dan kasar menuju ke arah perilaku yang lebih sopan dan halus sesuai
dengan pranata di Eropa &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;(savage state&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dalam konsep &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;civilization&lt;/i&gt;,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;terkandung unsur keaktifan. Keaktifan itu
berupa kewajiban menyebarkan “kemajuan” itu ke masyarakat pedesaan yang masih
terbelakang. Oleh karena itu, ketika bangsa Eropa melakukan ekspansi ke luar benua
Eropa dengan tujuan perdagangan dan bertemu dengan bangsa-bangsa yang masih
liar dan kurang beradab, bangsa Eropa berusaha menyebarkan dan menanamkan
peradaban mereka ke masyarakat tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Tujuan penyebaran
peradaban adalah untuk mengubah pola kehidupan liar dan radikal dari masyarakat
tersebut menjadi masyarakat yang memiliki tata pergaulan sosial yang sopan dan
halus sesuai dengan norma-norma kesopanan yang berlaku dalam masyarakat Barat.
Pengubahan ke dalam peradaban Barat ini merupakan bentuk pengendalian
sikap-sikap elementer manusia yang cenderung liar, radikal, dan biadab.
Sikap-sikap elementer tersebut harus dihindari/ ditinggalkan dalam lingkungan
pranata sosial Barat. Karena bangsa Barat waktu itu memiliki kekuatan dan
teknologi yang lebih tinggi, mereka memiliki kuasa untuk menyebarkan peradaban
mereka ke masyarakat yang—menurut mereka—masih belum memiliki peradaban, yaitu
bangsa Afrika dan Asia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Usaha &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-size: 12pt; mso-bidi-font-style: normal; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;civilzation&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; text-indent: 0.5in;&quot;&gt; dari bangsa Eropa ke
Indonesia dimulai sejak kedatangan mereka, yaitu pada akhir abad 15. Tercatat
ada beberapa negara dari benua biru yang pernah mendatangi Indonesia, yaitu
Portugis, Spanyol, Belanda, dan Inggris. Dari keempat negara tersebut, Belanda
adalah bangsa yang paling banyak meninggalkan jejak peradaban di Indonesia. Hal
itu tentunya tidak lepas dari lamanya bangsa Belanda berada di hampir semua
kawasan Nusantara. Itu berbeda dengan bangsa Portugis yang hanya menempati
sebagian kecil wilayah timur Indonesia sehingga jejak-jejak kolonialisme
Portugis kebanyakan berada di wilayah Indonesia timur. Untuk kasus Inggris dan
Spanyol, karena mereka tidak lama berada di bumi Nusantara dan keberadaan
mereka juga selalu disibukkan dengan perang dengan bangsa Eropa lain, di
Indonesia hampir tidak ada peradaban yang berarti yang ditinggalkan kedua
bangsa tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Civilization&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;
melalui kolonialisme bangsa Eropa yang ada di Indonesia terjadi dalam berbagai
bidang, seperti bidang hukum, bidang pendidikan, dan bidang teknologi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dalam bidang hukum, &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;civilization&lt;/i&gt; bangsa Eropa ke masyarakat
Indonesia dalam kasus kolonialisme adalah penerapan sistem hukum Belanda oleh
bangsa Belanda yang menduduki Indonesia. Undang-undang hukum, baik pidana
maupun perdata, yang berlaku di Indonesia merupakan hasil &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;civilization &lt;/i&gt;yang dilakukan oleh Belanda. Walaupun semula sistem
ini hanya berlaku bagi warga Belanda yang ada di Indonesia, pada akhirnya
sistem ini juga diberlakukan untuk masyarakat pribumi juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Hukum adalah penanda
terbesar dari peradaban karena dengan adanya hukum, kesewenang-wenangan,
keradikalan, keliaran, dan kejahatan dalam kehidupan sosial bisa dikendalikan.
Hukum yang bersifat memaksa dan memberi sanksi adalah alat terbaik untuk
mengatur pola kehidupan manusia menuju keberadaban. Tanpa hukum, peradaban
tidak akan terwujud dengan baik. Ini jelas sesuai dengan konsep &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;civilization &lt;/i&gt;yang mengharapkan adanya
keteraturan kehidupan, kehalusan perilaku, tidak adanya keradikalan, dan
kehidupan yang sesuai dengan pranata sosial Barat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Sesuai dengan konsep &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;civilization &lt;/i&gt;atau peradaban di atas,
yaitu usaha pengendalian terhadap sikap dan sifat manusia yang kurang beradab
dan liar, pemerintah Belanda mengganti sistem hukum yang ada di Indonesia
dengan sistem hukum mereka. Sesungguhnya, Indonesia pada waktu itu sudah
memiliki hukum tersendiri. Hukum yang berlaku di Indonesia waktu itu
disesuaikan oleh kerajaan atau etnis. Tiap kerajaan atau etnis memiliki
hukumnya sendiri. Oleh Belanda, Sistem hukum di Indonesia yang tidak bersifat
menyeluruh atau hanya sebatas wilayah kerajaan-kerajaan ataupun etnis diganti dengan
sistem hukum yang berlaku secara menyeluruh. Sistem hukum yang diacu oleh
Belanda adalah sistem hukum mereka, yaitu &lt;i&gt;Indische Staatregeling. &lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-style: italic;&quot;&gt;Dengan sistem hukum yang sama atau
menyeluruh, kerancuan hukum yang bisa terjadi di beda daerah di Indonesia bisa
dihindari. &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Selain sistem hukum,
bentuk &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;civilization&lt;/i&gt; yang dilakukan
oleh bangsa Eropa kepada Indonesia adalah pada sistem pendidikan. Pendidikan di
Indonesia sebelum kedatangan bangsa Eropa berpusat pada pendidikan pesantren
dan pecantrikan. Proses pendidikan pesantren terjadi di masjid-masjid, surau,
ataupun pondok-pondok pesantren tradisional. Pendidikan yang diberikan juga
lebih mengarah pada pendidikan keagamaan. Namun, setelah Belanda menerapkan
politik etis, yaitu memperbolehkan warga pribumi untuk bersekolah secara umum,
sekolah-sekolah Belanda bersaing dengan pesantren dan pecantrikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Pada awalnya memang
sekolah Belanda ini hanya untuk kalangan tertentu. Tujuannya adalah untuk
menyediakan tenaga terdidik asli pribumi untuk mengurus administrasi dengan
biaya murah. Namun, lama kelamaan, terutama setelah politik etis, sekolah
dibuka untuk umum. Tentu sekolah ini memiliki kemenarikan tersendiri, yaitu
lulusannya bisa menjadi pegawai pemerintah kolonial.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Perbedaan mencolok dari
sistem pendidikan Belanda ini adalah adanya aturan, penjenjangan, dan lama
waktu sekolah yang jelas yang sangat berbeda dengan pendidikan asli Indonesia,
yaitu pesantren dan pecantrikan. Penjenjangan itu terlihat dengan adanya
sekolah dasar HIS (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: white;&quot;&gt;Hollandsch Inlandsch School&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;background: white;&quot;&gt;) dengan waktu belajar 7 tahun, sekolah lanjutan HBS (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Hogere Burger School&lt;/i&gt;) &lt;/span&gt;dengan&lt;span style=&quot;background: white;&quot;&gt; waktu belajar 5 tahun, sekolah bagi calon dokter/
Stovia (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;School Tot Opleiding Van
Inlansche Artsen&lt;/i&gt;) dengan waktu belajar 7 tahun, dll.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Konten pendidikan yang
diberikan dalam sistem Belanda lebih beragam, tidak hanya sebatas pendidikan
keagamaan dan moral, tetapi juga mengajarkan ilmu-ilmu sosial, alam, dan
teknologi. Bahkan, sekolah-sekolah Belanda lebih banyak mengajarkan ilmu
pengetahuan daripada ilmu agama. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Selain dalam sistem hukum
dan pendidikan, &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;civilization &lt;/i&gt;pun
merambah pada bidang teknologi. Contoh hasil peradaban berupa teknologi yang
diterapkan di Indonesia oleh bangsa Belanda adalah teknologi transportasi.
Transportasi masyarakat Indonesia pada awalnya masih sangat sederhana, yaitu
menggunakan kereta kuda dan pedati. Pemerintahan Belanda, dengan tujuan untuk
mempermudah transportasi dan pengangkutan barang, membangun transportasi kereta
api. Walaupun pembuatan jalurnya melalui kerja paksa yang menelan korban ribuan
jiwa, Indonesia akhirnya mengenal transportasi kereta api.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;right&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: right;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2021/01/peradaban-dan-kolonialisme.html&quot;&gt;Saefu Zaman&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/9116127967195284464/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2021/01/peradaban-dan-kolonialisme.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/9116127967195284464'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/9116127967195284464'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2021/01/peradaban-dan-kolonialisme.html' title='PERADABAN DAN KOLONIALISME'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQOVQOWzMERO1GCUGTSYJIk4ofxa3hyphenhyphen6qEoLAwJ8btEp7IroOJNAz3Lqprv489-VT4D2OLY3F57mkfmz-o666TeBJlhM7zk8LEfH_9o2k7cEEYqSULjXfkdXbWFBly0TFr2qsn7WaMorQ/s72-w159-h212-c/WhatsApp+Image+2021-01-06+at+16.26.49.jpeg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-1280940145758596468</id><published>2021-01-06T16:07:00.001+07:00</published><updated>2021-01-06T16:12:52.093+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Teori Kebudayaan"/><title type='text'>Teori Kebudayaan: Benda sebagai Representasi</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2021/01/teori-kebudayaan-benda-sebagai.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;TEORI KEBUDAYAAN&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2021/01/teori-kebudayaan-benda-sebagai.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;BENDA
SEBAGAI REPRESENTASI&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Saefu
Zaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Benda atau material bisa menjadi
simbol representasi seseorang ataupun masyarakat. Pada masyarakat tertentu,
kepemiliki suatu benda yang dianggap bernilai tinggi dalam budaya masyarakat
tersebut menjadikan pemiliknya menyandang identitas yang memiliki prestise
tinggi. Contoh benda sebagai representasi pada suatu masa terlihat pada tulisan
berikut yang menjelaskan representasi &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;walkman&lt;/i&gt;
dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;makanan&lt;/i&gt; pada suatu masa di suatu
kelompok masyarakat tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2021/01/teori-kebudayaan-benda-sebagai.html&quot;&gt;Doing Culture Studies:Sony Walkman&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: left;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaiBrJRIzWF2K939Oi8k-yIkqIBbYq_QlhTJGABEz4LPVMpTL5R2ncZo3w2rWIF2AEVivTW1QkrTxXQEqHQWO8G2VWUir8vu5jRwGvPsYk53fcSmsQ6AL7P03EOD6cSvaBmG2gQ7_MbN0/s200/sonywalkman.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;200&quot; data-original-width=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaiBrJRIzWF2K939Oi8k-yIkqIBbYq_QlhTJGABEz4LPVMpTL5R2ncZo3w2rWIF2AEVivTW1QkrTxXQEqHQWO8G2VWUir8vu5jRwGvPsYk53fcSmsQ6AL7P03EOD6cSvaBmG2gQ7_MbN0/s0/sonywalkman.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;p&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Walkman merupakan sebuah
properti yang sangat populer sejak diluncurkannya pada tahun 1979, khususnya
pada kalangan anak muda. Walkman menjadi sesuatu yang yang sanga bermakna pada
saat itu. Makna walkman sendiri merupakan bentuk representasi, identitas,
produksi, konsumsi, dan regulasi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Secara makna,
walkman menandai representasi teknologi tinggi, modernitas, tipikal orang
jepang. Walkman juga diasosiasikan dengan anak muda, entertainment, dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;recorded music and sound&lt;/i&gt;. Makna yang
timbul dari walkman sendiri merupakan representasi masyarakat itu sendiri,
khususnya kalangan muda. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; text-align: justify; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Walkman sebagai sebuah
objek &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;yang menandai identitas modern ini
merupakan hasil konstruksi bahasa. Orang mengenalkan walkman dengan sebutan “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;this is a portable cassette player&lt;/i&gt;”,
tidak dengan langsung mengatakan “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;this is
walkman&lt;/i&gt;”. Hal tersebut dilakukan dengan tujuan agar masyarakat dapat
mengontruksikan makna objek tersebut sebagai sebuah portable pemutar kaset/
musik. Jika langsung menggunakan “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;this is
walkman&lt;/i&gt;”, orang tidak akan memahami maknanya karena itu merupakn istilah
baru untuk sebuah produk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Keberhasilan representasi dan
asosiasi makna walkman akhirnya menjadikan walkman sebagai identitas. Pada
akhirnya, &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Sony Walkman bukan hanya bagian dari
budaya, melaikan juga membentuk budaya sendiri. Dia menjadi identitas
pemakainya. Dengan keberhasilan representasi walkman sebagai &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;hi tech, portable, free choice, speed,
silent privacy&lt;/i&gt;, akhirnya walkman pun menjadi representasi kelas sosial
tertentu dan membangun prestise tersendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Identitas yang dibentuk oleh walkman tidak
pernah tetap atau berubah-ubah. Mulai dari kejepang-jepangan, orang dengan
teknologi tinggi, orang yang &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;sporty&lt;/i&gt;,
gaya hidup, hingga seseorang yang &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;up date&lt;/i&gt;
pada hiburan dan musik.&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt; Namun, dari kesemuaannya itu,
walkman mencirikan gaya hidup&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masyarakat
kelas urban, yaitu menyendiri di tengah keramaian situasi perkotaan dengan
Walkman di sebuah taman. Ciri itu menjadi suatu pembeda yang bermakna. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 35.45pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Pembentukan identitas dari Walkman
dilakukan melalui praktik wacana. Ada sebuah contoh kalimat iklan yang menunjukkan
bahwa seperti apa walkman yang kamu miliki, itulah prestise yang kamu miliki
dengan kalimat “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Phone your friends and
tell them how big your walkman is&lt;/i&gt;”. Secara umum, pembentukan identitas dari
walkman kepada para penggunannya adalah dengan iklan-iklan yang berprinsip pada
penggunaan walkman yang praktis dalam segala aspek kehidupan sehingga walkmania
akan memperoleh identitas dari walkman tersebut. Dengan kata lain, dapat
disebut Walkman telah menstrukturkan kebudayaan populer bagi masyarakat pada masa
itu. Pengaruh kultural Walkman dikonstruksikan oleh agen yang bekerja dalam
pasar yang berupa pengonstruksian makna yang diawali dari wacana iklan.
Konstruksi ini berlanjut pula secara terus-menerus dalam proses konsumsi massa yang
diarahkan oleh regulasi tertentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2021/01/teori-kebudayaan-benda-sebagai.html&quot;&gt;Marshall
Sahlins: &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Food&lt;/i&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Sahlin menyebutkan bahwa
kebudayaan merupakan hasil dari produksi dan reproduksi. Dalam hal ini, Sahlin
mencontohkan terbentuknya budaya dari makanan (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;food&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Harus diakui bahwa masyarakat
terbentuk dalam relasi yang terstruktur. Struktur ini menciptakan kelas yang
berbeda. Untuk melanggengkan kelas sosialnya, orang golongan atas melestarikan
privilese ini ke dalam berbagai hal, salah satunya makanan. Kelas bawah pun
menerima ini sebagai konvensi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Marshall Sahlins membahas &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food&lt;/i&gt; (dalam hal ini daging binatang)
yang distrukturalisikan ke dalam tingkatan kelas masyarakat. Kategorisasi ini
bisa ditelusuri melalui bagian tubuh binatang yang dikonsumsi oleh orang. Golongan
kelas atas akan mengonsumsi bagian tubuh binatang yang baik (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;edible)&lt;/i&gt; seperti &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;steak. &lt;/i&gt;Dalam konsumsinya, hal itu telah menjadi konvensi. Orang
golongan atas akan memiliki akses konsumsi pada bagian daging yang terbaik. Hal
itu juga berlaku pada golongan masyarakat bawah. Golongan ini hanya memiliki
akses pada daging dari bagian tubuh binatang yang kurang baik, seperti kaki dan
kulit. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Konvensi tentang akses
konsumsi yang terbentuk ini sesungguhnya merupakan perwujudan dari kemampuan
atau daya beli masing-masing kelas yang kemudian menjadi konvensi di
masyarakat. Hal ini menunjukkan bahwa representasi dan identitas kelas sosial
melekat dalam &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food. &lt;/i&gt;Namun, proses ini
tidak terjadi secara &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;given.&lt;/i&gt; Dalam &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food symbolic&lt;/i&gt;, representasi dan
identitas dikreasikan oleh konvensi sosial yang terjadi di masyarakat. Konvensi
sosial ini diwujudkan dalam interaksi yang menyimpan kekuatan dominasi yang
diskriminatif. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2021/01/teori-kebudayaan-benda-sebagai.html&quot;&gt;Pembahasan&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Pemaknaan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;walkman&lt;/i&gt; dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food&lt;/i&gt; dalam masyarakat memiliki
kemiripin. Keduanya merupakan material yang dapat merepresentasikan golongan di
masyarakat. Namun, golongan yang terbentuk dari keduanya sangat berbeda karena
perbedaan kadar kebutuhan dari &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;walkman&lt;/i&gt;
dan&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt; food&lt;/i&gt;. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Walkman dengan kekuatannya
untuk membangun identitas sosial pada masanya telah membuatnya sebagai salah
satu ciri masyarakat yang telah mengenal &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;life
style,&lt;/i&gt; kaum urban, dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;mobile.&lt;/i&gt;
Walkman mampu membuat pemakainya menjadi kelas sosial yang modern. Namun
demikian, walkman tetaplah bukan sebuah kebutuhan utama dalam kehidupan
sehingga dalam prosesnya perlu adanya proses perepresentasian diri melalui
wacana yang dalam hal ini melalui sarana iklan. Walkman bisa menjadi sebuah
identitas sosial setelah terlebih dahulu agen-agen pasar megonstruksi persepsi
masyarakat bahwa walkman merupakan representasi dari kehidupan masyarakat modern,
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Japanese,&lt;/i&gt; masyarakat yang mengenal
teknologi tinggi, &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;sporty, up to date&lt;/i&gt;
terhadap hiburan dan musik, &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;mobile&lt;/i&gt;,
dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;privacy&lt;/i&gt;. Hanya karena
keberhasilan proses representasi inilah, walkman dapat menjadi lambang
identitas sosial. Jika proses perepresentasian yang dilakukan oleh agen pasar
ini tidak berhasil, walkman hanya akan menjadi material biasa yang tidak
berarti apa-apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Kasus walkman jelas sangat berbeda
dengan kasus &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food &lt;/i&gt;yang ditulis oleh
Sahlins. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Food&lt;/i&gt; adalah kebutuhan pokok
masyarakat. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Food&lt;/i&gt; harus dipenuhi untuk
keberlangsungan hidup orang. Kemampuan membeli &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food &lt;/i&gt;yang harus dilakukan setiap hari tentu sangat bergantung pada
kemampuan ekonomi/ daya beli masyarakat. Masyarakat golongan atas akan memiliki
kemapuan yang mencukupi untuk membeli &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food&lt;/i&gt;
dengan kualitas baik, sedangkan masyarakat golongan bawah hanya akan mampu
membeli &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food&lt;/i&gt; dengan kualitas menengah
ke bawah. Karena kebutuhan akan makanan yang berlangsung secara terus-menerus
setiap hari, akhirnya terbentuklah identitas yang merupakan hasil konvensi
masyarakat itu sendiri bahwa makanan dengan kualitas yang baik hanya untuk
diakses oleh golongan atas, sedangkan golongan bawah pun hanya mengakses makanan
dengan kualitas menengah ke bawah (kurang baik) yang sesuai dengan kemampuan
keuangannya. Pada kelanjutannya pun penjual akan menyediakan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food&lt;/i&gt; terbaik hanya pada kalangan atas,
dan menjual kualitas bawah pada kalangan bawah. Akibatnya, lama kelamaan
golongan kalangan bawah akan benar-benar kehilangan akses pada &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food&lt;/i&gt; dengan kualitas terbaik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dari perbedaan pembentukan
identitas sosial di atas, dapat kita simpulkan bahwa &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food &lt;/i&gt;membentuk kelas sosial atas-bawah (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;upper-lower&lt;/i&gt;), sedangkan walkman tidak membentuk kelas sosial secara
hierarkial (atas-bawah). Walkman hanya membentuk identitas kemodern. Orang yang
tidak menggunakan walkman bukan berarti dia berasal dari golongan kelas bawah.
Orang yang menggunakan walkman pun tidak bisa diidentikkan dengan golongan
masyarakat atas. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Konstruksi budaya yang
terbentuk dari &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;walkman&lt;/i&gt; dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food&lt;/i&gt; pun berbeda. Budaya yang terbentuk
dari kebutuhan akan makanan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;(food&lt;/i&gt;)
bersifat ajeg yang lama-kelamaan menjadi konvensi, sedangkan budaya yang
terbentuk dari &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;walkman&lt;/i&gt; tidaklah statis.
Budaya bentukan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;walkman&lt;/i&gt; selalu
berubah-ubah dan lama kelamaan akan hilang seiring munculnya produk baru yang
lebih modern, lebih menunjukkan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;life
style&lt;/i&gt;, dan lebih &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;up to date&lt;/i&gt;. Itu
berbeda dengan budaya bentukan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;food &lt;/i&gt;yang
bersifat tetap (ajeg) karena makanan adalah kebutuhan pokok sehari-hari yang
akan terus dikonsumsi selama hidup. Walaupun berbagai makanan muncul, kemampuan
ekonomi akan tetap menentukan kelas masyarakat atas dan bawah berdasarkan
kemampuannya dalam membeli makanan. Sejak dahulu sampai sekarang, masyarakat
atas akan mengonsumsi daging dari bagian dan kualitas terbaik dan masyarakat
kelas bawah akan selalu mengonsumsi daging pada bagian-bagian yang kurang baik
seperti kulit dan kaki yang memiliki harga murah. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dengan demikian, dapat juga
disimpulkan bahwa budaya yang terbentuk dari sesuatu atau material yang
merupakan kebutuhan pokok akan lebih kentara, ajeg, dan lama bertahannya
dibandingkan dengan budaya yang terbentuk dari material yang hanya sebagai
pelengkap, seperti &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;walkman&lt;/i&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0in; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none; text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;color: black; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; font-size: medium; text-align: center; text-indent: 0px;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; line-height: 24px;&quot;&gt;Saefu Zaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/1280940145758596468/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2021/01/teori-kebudayaan-benda-sebagai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1280940145758596468'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1280940145758596468'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2021/01/teori-kebudayaan-benda-sebagai.html' title='Teori Kebudayaan: Benda sebagai Representasi'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaiBrJRIzWF2K939Oi8k-yIkqIBbYq_QlhTJGABEz4LPVMpTL5R2ncZo3w2rWIF2AEVivTW1QkrTxXQEqHQWO8G2VWUir8vu5jRwGvPsYk53fcSmsQ6AL7P03EOD6cSvaBmG2gQ7_MbN0/s72-c/sonywalkman.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-6116817451453862134</id><published>2021-01-04T14:06:00.010+07:00</published><updated>2021-01-04T14:28:34.445+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Linguistik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penelitian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Semantik"/><title type='text'> METAFORA PADA JUDUL-JUDUL BERITA DI HARIAN KOMPAS</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1_5tBW0qjYf6_fj5y-46Mtvxw_-v3OUCW/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;METAFORA
PADA JUDUL-JUDUL BERITA DI HARIAN &lt;/a&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1_5tBW0qjYf6_fj5y-46Mtvxw_-v3OUCW/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;KOMPAS&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Authors&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;Saefu Zaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Addresses&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;span&gt;P&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;usat Pembinaan Bahasa dan Sastra, Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Addresses&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Jalan Daksinapati Barat IV, Rawamangun, Jakarta Timur&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Addresses&quot; style=&quot;margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;mailto:saefu.zaman@gmail.com&quot;&gt;&lt;span&gt;saefu.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;zaman@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;AbstractEnglish&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Abstract&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;: &lt;/span&gt;Metaphors have been used in all aspects of language life.
Metaphors are used for reasons of facilitating understanding, reinforcing
meaning / impression, and conceptualizing something abstract to be more real
and close to the reader. This study uses the analytical method proposed by
Knowles and Moon, which is analyzing metaphors by identifying the vehicle
(metaphor), topic (meaning), and grounds (relevance) elements. The research
data analyzed were headlines in the Kompas newspaper, Thursday, July 16, 2020.
The results showed that there were 18 headlines from 39 major headlines
containing metaphors. The amount is equal to 46%. The metaphors used are
ontological metaphors, structural metaphors, and orientational metaphors. Ontological
metaphors are the most widely used, followed by structural metaphors, then
orientational metaphors.&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-size: 10.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;KeywordsEngish&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Keywords&lt;/b&gt;:
Knowles and Moon&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;,&lt;/span&gt; metaphor,
Kompas daily&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;AbstractEnglish&quot; style=&quot;margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;AbstrakIndonesia&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;DE&quot; style=&quot;mso-ansi-language: DE; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Abstrak:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;DE&quot; style=&quot;mso-ansi-language: DE; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;DE&quot; style=&quot;mso-ansi-language: DE;&quot;&gt;Metafora telah digunakan dalam seluruh
aspek kehidupan berbahasa. Metafora digunakan untuk alasan memudahkan
pemahaman, menguatkan makna/kesan, dan mengonseptualisasikan sesuatu yang
abstrak menjadi lebih nyata dan dekat dengan pembaca. Penelitian ini
menggunakan metode analisis yang dikemukakan Knowles dan Moon, yaitu
menganalisis metafora dengan mengidentifikasi unsur &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;vehicle (metaphor), topic (meaning)&lt;/i&gt;, dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;grounds &lt;/i&gt;(keterkaitan). Data penelitian yang dianalisis adalah
judul-judul berita dalam koran &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Kompas&lt;/i&gt;
edisi Kamis, 16 Juli 2020. Hasil penelitian menunjukkan bahwa terdapat 18 judul
berita dari 39 judul berita utama yang mengandung metafora. Jumlah tersebut
sama dengan 46%. Metafora yang digunakan berjenis metafora ontologis, metafora
struktural, dan metafora orientasional. Metafora ontologis adalah yang paling
banyak digunakan, diikuti metafora struktural, kemudian metafora orientasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;KataKunci&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Kata kunci:&lt;/b&gt; Knowles
dan Moon&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;,&lt;/span&gt; metafora, harian Kompas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Section&quot; style=&quot;mso-list: none;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Section&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2021/01/metaforapada-judul-judul-berita-di.html&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Times; mso-fareast-font-family: Times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;PENDAHULUAN
&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Subsection&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; mso-list: l0 level2 lfo1; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Times; mso-fareast-font-family: Times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.1.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Latar
Belakang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Metafora adalah pemakaian kata atau kelompok
kata bukan dengan arti yang sebenarnya, melainkan sebagai lukisan yang berdasarkan
persamaan atau perbandingan (KBBI). Kata-kata metaforis terbentuk dalam kognisi
pemakai bahasa berdasarkan pengalaman pemakai bahasa. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;DE&quot; style=&quot;mso-ansi-language: DE;&quot;&gt;Dengan kata lain, pembentukan metafora memerlukan
pengalaman lain di luar bahasa itu sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;DE&quot; style=&quot;font-family: georgia; mso-ansi-language: DE;&quot;&gt;Pada awalnya metafora digunakan dalam teks-teks sastra, seperti puisi dan
prosa. Metafora&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dalam teks-teks tersebut
biasa juga disebut dengan bahasa figuratif. Namun, saat ini metafora telah
berkembang dan dipakai dalam semua aspek kehidupan. Merasuknya metafora dalam
segala aspek kehidupan tidak bisa dilepaskan dari tujuan penggunaan metafora
itu sendiri. Fenomena metafora ini muncul dari usaha pemakai bahasa untuk
mengungkapkan ide, gagasan, kejadian dengan lebih jelas dan efektif. Hal
tersebut wajar karena kata-kata yang bermakna denotatif terkadang tidak bisa
mewakili konsep yang ingin diungkapkan pikiran dengan efektif sehingga
dibutuhkan kata-kata lain yang memiliki konsep yang sama atau mirip yang lebih
bisa menjelaskan walaupun kata-kata tersebut sebenarnya tidak dalam ranah yang
sama dengan konsep yang ingin diungkapkan. Tentu saja ada syarat-syarat yang
harus dipenuhi agar kata tersebut bisa diterima sebagai metafora, misalnya
kesamaan konsep, keadaan, dan sifat. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;DE&quot; style=&quot;mso-ansi-language: DE;&quot;&gt;Koran &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt; merupakan salah satu koran terbesar di Indonesia dengan
oplah berkisar 500 ribu eksemplar setiap harinya pada tahun 2011. Bukan hanya
di Indonesia, dengan jumlah sebesar itu, &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt; merupakan koran dengan
oplah terbesar di Asia Tenggara. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Dengan oplah harian
mencapai 500 ribu eksemplar, pembaca &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt; setiap harinya mencapai
1.850.000 orang (https://id.wikipedia.org/wiki/&lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;_(surat_kabar)).
Dengan melihat besarnya pembaca koran yang terbit sejak 1965 ini, tentu tulisan
yang ada di koran ini menjadi tulisan dengan pembaca yang sangat banyak dan
berasal dari berbagai latar belakang. Banyaknya pembaca ini tentu membutuhkan
strategi penulisan yang bisa dipahami oleh berbagai kalangan pembaca. Harian &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;
sendiri saat ini memiliki versi cetak dan versi daring, baik dalam bentuk portal
maupun bentuk cetak yang diedarkan dalam bentuk elektronik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;DE&quot; style=&quot;font-family: georgia; mso-ansi-language: DE;&quot;&gt;Tulisan di dalam koran biasanya disebut dengan tulisan/ kalimat
jurnalistik. Dewabrata (2010), wartawan &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;, menyatakan bahwa kalimat
jurnalistik kadang membutuhkan gaya bahasa untuk memberikan penguatan kesan dan
pesan. Gaya bahasa digunakan dengan tujuan untuk memperjernih kalimat agar
mudah ditangkap, dipahami, dan dimengerti pembaca. Gaya bahasa, menurutnya,
juga bisa menolong menambah mudah pemahaman atas sebuah kalimat. Jadi, sebuah koran
atau media massa juga tidak lepas dari penggunaan metafora dalam penulisannya.
Dengan alasan &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt; sebagai media terbesar di Indonesia dan adanya
pemakaian metafora dalam kalimat-kalimat jurnalistik, penulis ingin
mengidentifikasi dan menganalisis metafora-metafora yang ada di koran &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt;.
Jenis-jenis metafora dan proses pembentukannya adalah aspek yang akan
dianalisis. Selain itu, alasan penggunaan metafora yang ada juga akan menjadi
pembahasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Subsection&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; mso-list: l0 level2 lfo1; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Times; mso-fareast-font-family: Times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.2.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Tujuan
Penelitian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;Tujuan penelitian ini adalah untuk mengidentifikasi
pemakaian metafora dalam judul-judul berita di harian &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt; dan
menganalisis jenis metafora yang digunakan dalam judul-judul tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;Bodytext&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Section&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Times; mso-fareast-font-family: Times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;METODE
PENELITIAN &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;Metode analisis yang akan penulis gunakan
adalah metode analisis metafora yang dikemukakan oleh Knowles dan Moon, yaitu
menganalisis metafora dengan mengidentifikasi unsur &lt;i&gt;vehicle (metaphor),
topic (meaning)&lt;/i&gt;, dan &lt;i&gt;grounds &lt;/i&gt;(keterkaitan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Bodytext&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;Data penelitian
yang dianalisis adalah judul-judul berita dalam koran &lt;i&gt;Kompas&lt;/i&gt; edisi
Selasa, 13 Desember 2016. Alasan pemilihan judul-judul berita adalah karena
pembaca koran umumnya membaca judul-judul beritanya terlebih dahulu sebelum
membaca berita yang diinginkan. Pembaca lebih sering melakukan &lt;i&gt;scanning&lt;/i&gt;/memindai
judul koran untuk kemudian memilih berita yang akan dibaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia; line-height: 150%; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Section&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-family: Times; mso-fareast-font-family: Times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;TINJAUAN&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt; TEORI&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Secara etimologi, m&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: SimSun;&quot;&gt;etafora berasal dari perpaduan dua kata dari bahasa
Yunani, yaitu&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;meta&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt; &lt;/span&gt;‘&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;atas&lt;/span&gt;’ dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;pherein &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;‘diangkat’&lt;/span&gt;. Metafora yang bermakna &lt;b&gt;‘&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;diangkat ke atas&lt;/i&gt;’&lt;/b&gt; merujuk pada satu proses linguistik dengan
memindahkan karakteristik suatu subjek pada objek yang lain. Saeed (2003)
menyatakan bahwa metafora adalah adanya pemindahan makna (&lt;i&gt;concept
transference&lt;/i&gt;), yakni pemindahan konsep dari komponen yang satu ke komponen
yang lainnya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Metafora adalah fenomena kognitif semantik yang
memerlukan penghubungan antara bahasa dengan fenomena di luar bahasa atau
fenomena yang menjadi pengalaman manusia sebagai pemakai bahasa itu sendiri.
Dengan kata lain, metafora diperoleh dan dimengerti secara kognitif oleh
manusia berdasarkan pengalaman hidup sehari-hari yang diungkapkan dengan bahasa
mereka sendiri. Sebagai suatu fenomena kognitif, metafora harus dianalisis dari
dua ranah yaitu ranah sumber dan ranah target (Johnson dan Lakoff, 1980).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: 1cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tentang analisis metafora, Knowles dan Moon (2006)
memperkenalkan langkah-langkah menganalisis metafora yang terdiri atas tiga
istilah pengelompokkan, yakni (1) &lt;i&gt;metaphor &lt;/i&gt;(kata atau frasa yang
mengandung metafora), (2) &lt;i&gt;meaning&lt;/i&gt; (rujukan atau makna yang diinginkan),
dan (3) persamaan atau keterkaitannya. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Secara tradisional istilah tersebut
dikenal sebagai &lt;i&gt;vehicle&lt;/i&gt; untuk &lt;i&gt;metaphor&lt;/i&gt;, &lt;i&gt;topic&lt;/i&gt; untuk &lt;i&gt;meaning,&lt;/i&gt;
dan &lt;i&gt;grounds&lt;/i&gt; untuk persamaan atau keterkaitannya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;DE&quot; style=&quot;mso-ansi-language: DE; mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: SimSun;&quot;&gt;Sebagai fenomena
kebahasaan, metafora memiliki posisi yang penting dalam praktik berbahasa. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: SimSun;&quot;&gt;Menurut Knowles dan Moon, ada dua alasan
mengenai pentingnya penggunaan metafora, yaitu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm 7.2pt 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level2 lfo2; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 18.0pt; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.1&lt;span style=&quot;font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-fareast-font-family: SimSun;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;erdasarkan
pada hubungannya dengan kata&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-fareast-font-family: SimSun;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Metafora adalah proses penting pada formasi kata dan
makna karena konsep dan makna tereskpresikan dalam kata dengan metafora.
Contohnya pada penggunaan kata&lt;i&gt; &lt;/i&gt;pada ranah biologi seperti &lt;i&gt;web, bug&lt;/i&gt;,
dan &lt;i&gt;virus &lt;/i&gt;yang merupakan ranah biologi yang digunakan sebagai
pengumpamaan untuk mengekspresikan konsep pada ranah komputer.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm 7.2pt 18pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level2 lfo2; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 18.0pt; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.2&lt;span style=&quot;font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Berdasarkan pada hubungannya dengan wacana&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia; mso-ansi-language: IN; mso-bidi-font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Metafora dianggap penting karena berfungsi untuk
menjelaskan, mengklarifikasi, mendeskripsikan, mengungkapkan, mengevaluasi, dan
menghibur dalam suatu ujaran atau tulisan. Metafora juga membantu menamai suatu
rujukan tertentu untuk mempermudah penyampaian maksud atau perasaan si penutur
dalam tuturan atau wacana. Secara umum, metafora menggunakan gambaran konkret
untuk mengungkapkan sesuatu yang abstrak guna membantu menyampaikan hal-hal
yang sulit untuk dikemukakan. Contohnya pada kata &lt;i&gt;war, fight,&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;invasion&lt;/i&gt;
yang digunakan di ranah biologi untuk mempermudah penyampaian konsep cara kerja
sel-sel dalam tubuh. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm; mso-add-space: auto; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 0cm; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;Metafora
memiliki beberapa jenis berdasarkan proses pembentukan. Berdasarkan hal itu,
Johnson &amp;amp; Lakoff (1980) mengelompokkan metafora menjadi tiga, yaitu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm 7.2pt 36pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 36.0pt; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Metafora struktural yaitu sebuah konsep
metaforis yang dibentuk dengan menggunakan konsep lain. Metafora struktural
didasarkan pada dua ranah: ranah sumber dan sasaran. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm 7.2pt 36pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 36.0pt; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Metafora ontologis yaitu metafora yang
melihat kejadian, aktivitas emosi, dan ide sebagai entitas dan substansi.
Misalnya metafora “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;the mind is a machine&lt;/i&gt;”
dalam kalimat “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;My mind just isn’t &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;operating&lt;/b&gt; today&lt;/i&gt;”. Metafora
ontologis mengonseptualisasikan pikiran, pengalaman, dan proses—hal abstrak—ke
sesuatu yang memiliki sifat fisik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm 7.2pt 36pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo3; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 36.0pt; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Metafora orientasional yaitu metafora yang
berhubungan dengan orientasi ruang, seperti naik-turun, dalam-luar,
depan-belakang. Metafora ini didasarkan pada pengalaman fisik manusia dalam
mengatur orientasi arah dalam kehidupan, seperti &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;UP-DOWN. &lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm 7.2pt 36pt; mso-add-space: auto; mso-hyphenate: none; mso-pagination: none; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 36.0pt; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: georgia;&quot;&gt;Contoh: &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Happy is
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;up&lt;/b&gt;; Health is &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;up.&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;o:p style=&quot;font-size: 12pt; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 7.2pt; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 7.2pt; margin: 7.2pt 0cm 7.2pt 36pt; mso-add-space: auto; mso-hyphenate: none; mso-pagination: none; mso-para-margin-bottom: .6gd; mso-para-margin-left: 36.0pt; mso-para-margin-right: 0cm; mso-para-margin-top: .6gd; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Section&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: medium;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1_5tBW0qjYf6_fj5y-46Mtvxw_-v3OUCW/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;mso-bidi-font-family: Times; mso-fareast-font-family: Times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1_5tBW0qjYf6_fj5y-46Mtvxw_-v3OUCW/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;4.&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1_5tBW0qjYf6_fj5y-46Mtvxw_-v3OUCW/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1_5tBW0qjYf6_fj5y-46Mtvxw_-v3OUCW/view&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1_5tBW0qjYf6_fj5y-46Mtvxw_-v3OUCW/view&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;HASIL
ANALISIS METAFORA DALAM JUDUL BERITA DI HARIAN &lt;i&gt;KOMPAS&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;BISA DILIHAT DI SINI&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ6kvZbkj3rJ-_xudApzIaCJzQMJIOn6t78j5VWJgGcMCteMYLw0lymJBad87HfAXdBslPx3HE8r1ovnc86fnQOHnJBX1kiK9NnflaO2o2yRTVo1h_CxPXghBkL-pk4z16rqx27pz9N14/s1366/kompas.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;768&quot; data-original-width=&quot;1366&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ6kvZbkj3rJ-_xudApzIaCJzQMJIOn6t78j5VWJgGcMCteMYLw0lymJBad87HfAXdBslPx3HE8r1ovnc86fnQOHnJBX1kiK9NnflaO2o2yRTVo1h_CxPXghBkL-pk4z16rqx27pz9N14/s320/kompas.png&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p class=&quot;Section&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;Section&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;Section&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: 0cm;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://jurnal.uns.ac.id/prosidingsemantiks/article/view/44978&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Publikasi artikel ini bisa dilihat di sini.&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/6116817451453862134/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2021/01/metaforapada-judul-judul-berita-di.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/6116817451453862134'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/6116817451453862134'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2021/01/metaforapada-judul-judul-berita-di.html' title=' METAFORA PADA JUDUL-JUDUL BERITA DI HARIAN KOMPAS'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQ6kvZbkj3rJ-_xudApzIaCJzQMJIOn6t78j5VWJgGcMCteMYLw0lymJBad87HfAXdBslPx3HE8r1ovnc86fnQOHnJBX1kiK9NnflaO2o2yRTVo1h_CxPXghBkL-pk4z16rqx27pz9N14/s72-c/kompas.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-5621675506123824623</id><published>2021-01-04T13:50:00.002+07:00</published><updated>2021-01-04T14:29:00.082+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Linguistik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penelitian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Toponimi"/><title type='text'>Sistem Toponimi Desa di Kabupaten Kebumen</title><content type='html'>&lt;p&gt;&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2021/01/sistem-toponimi-desa-di-kabupaten.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Sistem Toponimi Desa di Kabupaten Kebumen&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Saefu Zaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Fakultas Ilmu Pengetahuan Budaya,
Universitas Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;a href=&quot;mailto:saefu.zaman@gmail.com&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;saefu.zaman@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Abstrak&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Desa adalah wilayah administratif yang terkecil dalam
sistem kenegaraan di Indonesia. Setiap desa memiliki nama dan biasanya
nama-nama tersebut memiliki kaitan dengan bahasa dan budaya masyarakat yang
menempati wilayah tersebut. Kabupaten Kebumen merupakan salah satu kabupaten di
wilayah Jawa Tengah yang memiliki 449 desa. Penelitian ini bertujuan untuk
mendeskripsikan sistem toponimi desa yang ada di Kebumen. Penelitian ini bisa
digunakan sebagai awal penganalisisan sistem toponimi desa atau geografi di
wilayah Jawa secara keseluruhan. Metode yang digunakan dalam penelitian ini
adalah metode deskriptif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa toponimi desa-desa
di Kabupaten Kebumen secara umum dapat dikelompokkan ke dalam beberapa aspek,
yaitu aspek alam, hewan, tumbuhan, hidrologis, dan harapan. Aspek-aspek itu
terlihat dari nama-nama berikut, (1) Nama yang berkaitan dengan hewan: Buayan,
Ayam Putih, Bulus Pesantren, Kawedusan; (2) tumbuhan: Sekarteja, Babadsari,
Kembang Sawit, Pucangan, Jati Jajar (3) benda alam: Karang Tanjung, Krakal,
Pasir, Watukelir; (5) harapan: Adimulyo,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;Arjomulyo, Sidamukti, Sidamulyo, Sugihwaras, Kutowinangun, Sinungreja,
Kuwarasan, Podourip. Aspek unsur alam adalah yang palin dominan. Aspek harapan yang
juga banyak ditemui menunjukkan bahwa masyarakat Kebumen sejak dulu sudah
memiliki budaya berupa keyakinan bahwa nama akan membawa pengaruh pada
penyamdang nama sehingga dengan pemberian nama berupa harapan, seperti&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;mulyo,
rejo, winangun, mukti, dan waras&lt;/i&gt; diharapkan penduduk yang tinggal di
wilayah tersebut akan memperoleh kebaikan sesuai harapan tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;Kata Kunci: desa, budaya, Kebumen, toponimi, &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Pendahuluan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Manusia untuk
berbagai kepentingannya selalu memberi nama terhadap segala unsur yang ada di
muka bumi atau biasa disebut dengan istilah rupa bumi. Nama merupakan tanda
yang menunjukkan bahwa manusia telah memiliki usaha mengidentifikaskan dirinya
ataupun alam sekitarnya. Identifikasi ini sangat penting dan berguna bagi
manusia karena dengan nama, orang bisa menunjuk, merujuk, dan berkomunikasi
dengan manusia lain.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Pentingnya nama
telah mendasari sebuah pengkajian tentang nama dan penamaan yang ada di dunia.
Bidang kajian tentang nama ini biasa disebut dengan onomastik. Dalam bidang
ini, penamaan biasanya dibagi atas dua cabang, yaitu antroponym dan toponim.
Antroponim adalah pengetahuan yang mengkaji riwayat asal-usul nama orang atau
yang diorangkan, sedangkan toponim adalah pengetahuan yang mengkaji riwaat atau
asal-usul suatu tempat (Rais, 2008: 53—54).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Tulisan ini
mengkhususkan pengkajian terhadap toponim atau penamaan tempat. Seperti yang
kita tahu, dunia memiliki topografi yang sangat beragam. Ada darat, laut,
gunung, permukiman, hutan, dan lain sebagainya. Banyaknya kenampakan alam ini
tentu saja menuntut adanya penamaan yang umum atau yang disepakati bersama oleh
orang supaya pengacuan terhadap setiap unsur alam ini bisa tepat. Penamaan yang
umum atau konvensional tentu saja sangat penting agar tidak ada kesalahan
ketika berkomunikasi. Sebagai contoh, sebuah gunung yang berada di sebelah
utara Yogyakarta, orang biasa menyebut gunung tersebut dengan nama Gunung
Merapi. Namun, jika ada seseorang yang menyebut gunung tersebut dengan nama
Bromo dan menyampaikan kepada orang lain bahwa dia sedang berada di Gunung
Bromo, tentu saja akan terjadi kesalahan pengacuan lokasi yang bisa memiliki
dampak yang bermacam-macam. Itu adalah contoh sederhana. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Penamanan terhadap
unsur topografi disebut dengan toponim. Topografi dalam bahasa Indonesia biasa
juga disebut dengan unsur rupabumi atau muka bumi yang diasosiasikan pada
gambaran relief permukaan bumi dalam tiga dimensi yang menggambarkan
konfigurasi tinggi rendah medan muka bumi (hipsografi). Secara harfiah, toponim
berasal dari kata toponym yang tersusun dari dua kata, yaitu topos yang berarti
tempat atau permukaan yang ada di bumi dan nym dari kata onyma yang berarti
nama. Raper (dalam Rais 2008: 5) menyebutkan bahwa toponim memiliki dua
pengertian, yaitu (1) ilmu yang mempunyai objek studi tentang toponim pada
umumnya dan tentang nama geografis khususnya; dan (2) totalitas dari toponim
dalam suatu region.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Setiap nama
geografi yang dimiliki suatu rupabumi memiliki makna. Ada latar belakang khusus
yang menjadi dasar penamaan unsur rupabumi tersebut. Pemberian nama pada suatu
tempat biasanya mengandung sebab atau maksud tertentu, seperti nama tempat
berdasarkan topografi atau keadaan alam tempat itu.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Selain keadaan alam, suatu tempat juga
biasanya diberi nama berdasarkan nama-nama tumbuhan, nama-nama tempat, kelompok
etnis, profesi utama penduduk, dan nama asing (Ruchiat, 2012: xiii). Nama-nama
tempat seperti Kemang, Mangga Besar, Gambir adalah contoh nama tempat
berdasarkan nama tumbuhan. Contoh nama tempat yang berdasarkan nama tempat/
unsur rupabumi adalah Rawa Kebo, Kalideres, dll. Nama berdasarkan profesi misalnya
Penjaringan, Petukangan, Kemayoran, dan Kemandoran. Nama berdasarkan kelompok
etnis misalnya Kampung Ambon, Kampung Melayu, Pekojan, Pecinan. Nama modern
yang biasanya diambil dari nama asing biasanya terdapat pada hunian modern
hasil buatan pengembang, misalnya Lake Side, Jakarta garden City, dll. Selain
nama-nama tersebut, nama yang sering dipakai dalam penamaan tempat adaah nama
yang berkaitan dengan harapan. Nama seperti Jayakarta, Sidomulyo, Sidomukti
adalah contoh nama yang dikaitkan dengan pengharapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Toponimi atau nama
suatu unsur rupabumi biasanya dinamai oleh penduduk setempat dengan menggunakan
bahasa yang digunakan oleh penduduk pertama yang meninggali tempat tersebut.
Dalam penamaan unsur rupabumi tercakup elemen generik dan elemen spesifik yang
disebut juga sebagai nama generik dan nama spesifik. Elemen atau nama generik
dari suatu unsur rupabumi mencerminkan migrasi manusia pada masa lalu (Rais,
2008: 84). Dari pandangan tersebut, dapat kita simpulkan bahwa nama rupabumi
bisa digunakan sebagai alat bantu untuk menelusuri kehidupan masyarakat masa
lampau yang menempati daerah tersebut dan bagaimana persebaran dan budaya yang
dimiliki daerah tersebut pada masa lampau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Toponim suatu daerah merupakan identitas yang membedakannya dengan
daerah lain, karena toponim merupakan hasil kebudayaan masyarakat di suatu
daerah yang bersumber dari hubungan timbal baliknya dengan lingkungan di
sekitarnya, baik aspek fisik maupun nonfisik. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Kabupaten Kebumen
merupakan kabupaten yang berada di wilayah selatan Jawa Tengah. Nama Kebumen
sendiri merupakan nama yang berkaitan dengan pendiri Kabupaten Kebumen, yaitu
Kyai Bumidirjo dan Kerajaan Mataram Islam. Kyai Bumidirjo adalah seorang ulama
di Kerajaan Mataram yang juga bertindak sebagai penasihat Raja Amangkurat I. Sebagai
penasihat, beliau termasuk orang yang berani menyampaikan kebenaran dengan
tegas. Oleh karena itu, ketika Sultan memilih bersekutu dengan Belanda, Kyai
Bumidirjo menentang hal tersebut dan dia melarikan diri dari Mataram saat tahu
bahwa dia akan dijatuhi hukuman. Dalam pelarian, Kyai Bumidirjo menggunakan
nama Ki Bumi. Dalam pelariannya, beliau pergi ke daerah Panjer. Oleh Ki Panjer,
Ki Bumi diberi sebidang tanah untuk tempat tinggal. Ki Bumi kemudian membuat
padepokan di tanah tersebut yang kemudian padepokan oleh orang-orang disebut
dengan Ki Bumi-an. Nama tersebut kemudian berkembang menjadi kebumen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Toponimi Kebumen
ini juga sekaligus membuktikan bahwa ada makna, kisah, legenda, atau budaya
yang mendasari penamaan suatu unsur rupabumi. Berangkat dari hal tersebut,
penulis akan membuat kajian tentang sistem toponimi yang digunakan di wilayah (desa-desa)
Kabupaten Kebumen. Beberapa makna dari nama geografis tersebut juga akan
penulis coba deskripsikan dalam kajian ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Metode
Pengkajian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Penelitian ini
mengambil toponimi nama-nama desa yang berada di wilayah Kebumen. Sistem
toponimi yang digunakan dalam penamaan desa-desa tersebut adalah hal yang akan
penulis kaji. Selain itu, penulis juga akan mengkaji sampel nama desa yang akan
penulis uraikan makna dan budaya ataupun latar belakang sosial yang mendasari
toponimi tersebut. Data adalah nama-nama desa di Kebumen yang berjumlah 449
desa. Metode yang digunakan menggunakan metode deskriptif kualitatif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Pembahasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: 36pt;&quot;&gt;Menurut Mutakin (dalam Ruspandi, 2014), paling sedikit ada dua
pengalaman yang dipertimbangkan untuk nama tempat. Pertama, pengalaman fenomena
yang dihasilkan oleh proses-proses alam dan yang dihasilkan oleh rekayasa
manusia. Kedua, pemberian nama tempat mungkin didasarkan pada gagasan, harapan,
cita-cita, dan cita rasa manusia terhadap tempat tersebut agar sesuai dengan
yang dikehendakinya, atau sesuai dengan ciri atau sifat yang telah diberikan
oleh alam itu sendiri (&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;text-indent: 36pt;&quot;&gt;Given&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: 36pt;&quot;&gt;). Fenomena-fenomena yang spesifik atau
dominan, biasanya terpilih menjadi nama tempat dimana fenomena itu hadir atau
pernah hadir di tempat tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Beberapa Cara Umum Pengambilan Nama
Desa di Kabupaten Kebumen&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 39.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Berdasarkan
tempat tinggal tokoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 39.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Tokoh-tokoh yang berperan
di masyarakat zaman dahulu yang biasanya memiliki kelebihan, seperti kesaktian,
kekayaan, kekuasaan, dan keturunan orang keraton namanya digunakan sebagai nama
tempat orang tersebut berada. Tempat tersebut bisa merupakan tempat tinggal
tetap, bisa juga hanya merupakan tempat sementara, atau bahkan hanya pernah
menjadi tempat ketika seorang tokoh mengalami sebuah peristiwa. Desa/ kota
Gombong, Kebumen, Lerepbumen, Bumiharjo adalah contohnya. Gombong merupakan
tempat tinggal (pelarian) dari Ki Gombong Wijaya yang merupakan prajurit
Pangeran Diponegoro dari Banyumas setelah Banyumas diduduki oleh Belanda.
Lerepbumen merupakan tempat pemberhentian (lerep) Ki Bumi (pendiri Kebumen)
saat lari dari kejaran tentara Mataram.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 39.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Berdasarkan
benda alam yang menjadi ciri khas tempat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 39.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Benda alam yang menonjol
biasa dijadikan pengacuan oleh orang ketika menunjuk suatu tempat. Untuk tempat
yang belum memiliki nama, benda alam tersebut lama-kelaman bisa dijadikan
sebagai nama dari tempat tersebut. Hal itu juga terjadi di Kebumen. Contoh nama
daerah di Kebumen yang dibuat berdasarkan benda alam yang menjadi ciri khas
suatu tempat adalah Karangbolong dan Rowo. Di Desa Karangbolong yang berada di
pinggir laut selatan dapat ditemui batu karang yang berlubang. Batu karang
tersebut terkenal karena konon ceritanya bisa dijadikan sebagi tempat bertemu
dengan penguasa laut selatan. Benda alam yang menonjol ini akhirnya menjadi
nama tempat tersebut, yaitu Karangbolong ‘karang yang berlubang’.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 39.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Berdasarkan
binatang dan tumbuhan yang menonjol di tempat tersebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 39.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Suatu tempat yang tidak
bernama, misalnya hutan atau gunung atau tanah kosong biasanya memiliki
tumbuhan atau hewan yang menonjol dan banyak diketahui oleh orang karena
keunikan atau peristiwa yang pernah aneh. Tumbuhan atau binatang tersebut
biasanya digunakan untuk pengacuan tempat tersebut yang lama kelamaan orang
akan terbiasa menyebut nama tempat tersebut dengan nama binatang atau tumbuhan
itu. Nama desa Jatijajar, Lumbu adalah contohnya. Menurut kisahnya, di desa
Jatijajar dulu ada tanaman jati yang tumbuh secara berjajar rapi. Karena
tumbuhnya yang berjajar dan dianggap unik itu, ketika orang mengacu ke tempat
tersebut orang menyebutnya dengan tempat yang ada pohon jati berjajar (jejer).
Daerah Lumbu juga seperti itu. Daerah yang berada di bagian utara wilayah
Kebumen ini berada di daerah pegunungan. Konon, di sana dulu ada banyak sekali
pohon lumbu (talas) sehingga nama daerah itu menjadi lumbu. Kasus sama juga
dengan nama desa Plumbon.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 39.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Berdasarkan
unsur buatan manusia yang menonjol di suatu tempat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 39.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Nama-nama yang didasarkan
pada hasil buatan manusia, misalnya Tambakharjo, Tambakagung, Tugu. Daerah yang
memiliki nama genetik tambak adalah desa-desa yang berada di pinggiran laut
yang di situ bisa digunakan sebagai tempat beternak ikan atau bertambak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 39.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;e.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Berdasarkan
profesi dan asal kebanyakan penduduknya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 39.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 39.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Profesi kebanyakan
penduduk bisa juga dijadikan sebagai pengacuan suatu tempat yang lama-kelamaan
menjadi nama tempat tersebut. Contoh daerah yang menggunakan nama profesi
kebanyakan penduduk untuk menamai tempat adalah Dukuh Sudagaran yang merupakan
daerah tempat tinggal para pedagang/ saudagar di Kecamatan Kutowinangun, Kebumen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1EMy1ndQ3YvQmt6svZ4iKMK2qzptnCgUL/view?usp=sharing&quot;&gt;Sistem Toponimi Desa di Kabupaten Kebumen&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-padding-alt: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; mso-yfti-tbllook: 1184;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;&lt;tr style=&quot;mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;36&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;No&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;123&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Fenomena alam, buatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 333.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;444&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Toponimi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;height: 52pt; mso-yfti-irow: 1;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; height: 52pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;36&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;1.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 52pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;123&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Unsur rupabumi alami&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; height: 52pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 333.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;444&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kalijaya, Kaliputih, Kalirancang,
  Kalibangkang, Kalipoh, Kalibening&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;Kalirejo, Kalibagor, Kalijirek, Kalirejo, Kaliwungu, Kalipurwo,
  Kalibeji, selogiri, Sendangdalem, Watulawang, Wonokromo, wonotirto,
  Tlogowulung, Karangkembang, Karangtanjung,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;Karangbolong, Karanganyar&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karangkemiri&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karangsari, karanggayam,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karangmojo&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karangrejo, Karangtengah, Karangsambung,
  Karanggede&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;,Karangglonggong ,
  Karangduwur, Karanggadung,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Karangrejo,
  tlogosari, tlogorejo, watukelir, rowosari, wonokriyo, wonosigro,
  Wonoyoso&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;wonorejo,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Wonosari, giripurno, giritirto, gunungsari,
  Gunungmujil, Wadasmalang&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Rowo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 2;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;36&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;2.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;123&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Unsur alam buatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 333.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;444&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tambakharjo,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tambakagung, Tambaksari, Tambakprogaten
  ,tugu, kedungpuji, Kedungwaru&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;Kedungsari&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kedungdowo,
  Kedungwinangun, Bendungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 3;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;36&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;3.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;123&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tanaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 333.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;444&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sekarteja, Jatimulya,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jatisari ,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;jatiroto, pagedangan, kembangsawit, kloposawit, klopogodo
  rantewringin,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;pucangan, jatijajar,
  Gadungrejo, Sarwogadung, Jatimalang&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;Jatipurus, Jerukagung, Korowelang, Lumbu, pesalakan, Lembupurwo,
  Pejengkolan, plumbon&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 4;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;36&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;4.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;123&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Hewan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 333.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;444&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Singosari, nogoraji, ayamputih,
  Kawedusan&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;buluspesantren, Gemeksekti,
  Pejagoan &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 5;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;36&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;5.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;123&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tempat suci&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 333.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;444&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Candi Wulan, Candirejo, candi,
  Candimulyo, Candiwulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 6;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;36&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;6.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;123&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Harapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 333.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;444&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Adikarto, Adiluhur, Adimulyo,
  Sidamukti,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sidamulyo, Sugihwaras,
  Sidoluhur, Sidomukti, Sidomulyo, Sirnoboyo, jogomulyo, Arjowinangun, waluyo,
  Muktirejo, Muktisari,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Podoluhur,
  Kutowinangun, Kamulyan,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kuwarasan,
  Sidomukti, Rahayu, Podourip,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Sidomulyo,
  Tresnorejo&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
 &lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 7; mso-yfti-lastrow: yes;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: 1pt solid windowtext; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 26.7pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;36&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;7.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 92.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;123&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Tempat khusus&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: 1pt solid windowtext; border-left: none; border-right: 1pt solid windowtext; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt; width: 333.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;444&quot;&gt;
  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kemangguhan, sawangan, kradenan,
  kaibon, kaibonpetangkuran, surobayan, demangsari, gombong, patemon,
  plarangan, panjatan, kajoran, Totogan,&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
  &lt;/span&gt;Kebumen&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;
  &lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Berdasarkan pengelompokkan nama-nama
desa di Kabupaten Kebumen, dapat diketahui bahwa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;nama
paling umum yang digunakan untuk menamai desa adalah nama hasil proses alam.
Penggunaan nama-nama alam ini menunjukkan bahwa wilayah Kebumen pada awalnya merupakan
wilayah yang banyak ditutup oleh rupa-rupa muka bumi, seperti sungai, gunung,
wono ‘hutan’, telaga, karang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Nama
tumbuhan yang banyak digunakan dalam penamaan desa-desa di Kebumen juga
mendukung ciri yang pertama karena bentang-bentang alam, biasanya ditandai
dengan adanya tumbuhan-tumbuhan tertentu yang menjadi ciri. Tumbuhan yang
menjadi ciri suatu tempat yang menonjol biasanya akan dijadikan sebagai nama
tempat tersebut yang kemudian akan menjadi nama resmi desa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Nama-nama
tempat suci, yang hanya candi, menunjukkan budaya asli Kebumen adalah
Hindu-Budha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Nama
yang berkaitan dengan harapan juga menunjukkan budaya orang-orang yang percaya
bahwa nama bisa mempengaruhi keberuntungan orang. Itu tidak asing dengan budaya
Jawa yang percaya bahwa nama bisa berdampak pada pemilik nama. Sebut saja kasus
penggatian nama/ paraban yang sering dilakukan oleh orang zaman dahulu kepada
anak yang biasanya sering sakit atau bermasalah dengan “mistis”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 21.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Nama-nama
dalam sistem toponimi di Kabupaten Kebumen sama dengan sistem toponimi yang
umum dipakai di daerah-daerah lain. Sistem penamaanya diawali dengan nama
generik baru kemudian diikuti nama spesifik, seperti Kaliwatu, Gunungmujil,
dll. Kali ‘sungai’ dan gunung merupakan nama generik, sedangkan watu dan mujil
merupakan nama spesifik dari rupabumi tersebut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 3.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 3.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 3.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 3.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Kesimpulan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 3.3pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 3.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 32.7pt;&quot;&gt;Hasil penelitian menunjukkan bahwa
toponimi desa-desa di Kabupaten Kebumen secara umum dapat dikelompokkan ke
dalam beberapa aspek, yaitu aspek alam, hewan, tumbuhan, tempat khusus, dan harapan.
Aspek-aspek itu terlihat dari nama-nama berikut, (1) Nama yang berkaitan dengan
hewan: Buayan, Ayam Putih, Bulus Pesantren, Kawedusan; (2) tumbuhan: Sekarteja,
Kembang Sawit, Pucangan, Jati Jajar (3) benda alam: Karang Tanjung, Krakal,
Pasir, Watukelir; (5) harapan: Adimulyo,&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 32.7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 32.7pt;&quot;&gt;Arjomulyo, Sidamukti, Sidamulyo, Sugihwaras, Kutowinangun, Sinungreja,
Kuwarasan, Podourip. Aspek unsur alam adalah yang palin dominan. Aspek harapan yang
juga banyak ditemui menunjukkan bahwa masyarakat Kebumen sejak dulu sudah
memiliki budaya berupa keyakinan bahwa nama akan membawa pengaruh pada
penyamdang nama sehingga dengan pemberian nama berupa harapan, seperti&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 32.7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 32.7pt;&quot;&gt;mulyo,
rejo, winangun, mukti, dan waras&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif; font-size: 12pt; text-indent: 32.7pt;&quot;&gt; diharapkan penduduk yang tinggal di
wilayah tersebut akan memperoleh kebaikan sesuai harapan tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;, serif;&quot;&gt;Publikasi artikel ini bisa &lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1EMy1ndQ3YvQmt6svZ4iKMK2qzptnCgUL/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;dilihat di sini.&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Referensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Rais, Jacob dkk. 2008. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Toponimi Indonesia: Sejarah Budaya Bangsa
yang Panjang dari Permukiman Manusia dan Tertib Administrasi&lt;/i&gt;. Jakarta:
Pradnya Paramita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Ruchiat, Rahmat. 2012. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Asal-Usul Nama Tempat di Jakarta&lt;/i&gt;.
Jakarta: Masup Jakarta.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Ruspandi, Jeko dan Asep Mulyadi. 2014.
“Fenomena Geografi di Balik Makna Toponimi di Kota Cirebon. Jurnal Gea Volume
14 Nomor 23.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0cm; margin-left: 1.0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 1cm; text-align: justify; text-indent: -1cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Suratminto, Lilie. 2016. “Nama-nama Tempat
di Jakarta dan Kaitannya dengan Masa Kolonial. Makalah yang disajikan dalam
Seminar Toponimi yang diselenggarakan PPKB FIB UI, pada Kamis, 3 November 2016.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/5621675506123824623/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2021/01/sistem-toponimi-desa-di-kabupaten.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/5621675506123824623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/5621675506123824623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2021/01/sistem-toponimi-desa-di-kabupaten.html' title='Sistem Toponimi Desa di Kabupaten Kebumen'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total><georss:featurename>Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.789275 113.921327</georss:point><georss:box>-33.724022317058612 78.765077 32.145472317058619 149.07757700000002</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-9045211018201255777</id><published>2021-01-04T12:40:00.006+07:00</published><updated>2021-01-04T14:29:19.507+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Linguistik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penelitian"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perubahan Bahasa"/><title type='text'>PERUBAHAN BAHASA PADA TEKS NARATIF: Hikayat Abdullah (1838), novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck (1938), dan novel Ayah (2015)</title><content type='html'>&lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2021/01/perubahan-bahasa-pada-teks-naratif.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;PERUBAHAN BAHASA PADA TEKS NARATIF (1838, 1938, 2015)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class=&quot;WordSection1&quot;&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; tab-stops: 45.8pt 91.6pt 137.4pt 183.2pt 229.0pt 274.8pt 320.6pt 366.4pt 412.2pt 458.0pt 503.8pt 549.6pt 595.4pt 641.2pt 687.0pt 732.8pt; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1FnFglRM5T-tPjUSGl8BGzqoLwWlZCaHP/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;LANGUAGE CHANGES IN NARRATIVE TEXT(1838, 1938, 2015)&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;Saefu
Zaman&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: center; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;sup&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: center; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;sup&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet; font-size: small; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;saefu.zaman@gmail.com&lt;/span&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;b&gt;Abstrak:&lt;/b&gt; Perubahan
bahasa Indonesia bisa dirunut ke masa lalu dengan melihat induk bahasa
Indonesia, yaitu bahasa Melayu. Untuk mengetahui bagaimana perubahan yang
terjadi pada bahasa Indonesia, penulis melakukan kajian mengenai perubahan
bahasa Indonesia pada teks naratif tiga masa: &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Hikayat Abdullah&lt;/i&gt; (1838), novel &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Tenggelamnya
Kapal van Der Wijck&lt;/i&gt; (1938), dan novel &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Ayah&lt;/i&gt;
(2015). Rumusan penelitian ini adalah bagaimana perubahan bahasa
Melayu-Indonesia terjadi dalam teks naratif. Tujuan penelitian ini adalah
mendeskripsikan perubahan bahasa yang terjadi pada teks naratif bahasa
Melayu-Indonesia, khususnya pada aspek leksikal, morfologis, dan sintaksis.
Penelitian ini menggunakan metode deskriptif kualitatif. Hasil penelitian
adalah sebagai berikut: (1) secara fonologis, perubahan bahasa Melayu ke bahasa
Indonesia paling banyak terjadi secara lenisi (pelemahan bunyi) dan sinkope
(penghilangan bunyi); (2) secara semantis, perubahan yang paling banyak terjadi
adalah penyempitan makna; (3) secara morfologis, perubahan banyak terjadi pada
pembentukan kata ulang (reduplikasi) dan pembentukan kata turunan (afiksasi);
dan (4) secara sintaksis, perubahan yang paling menonjol terjadi pada struktur
klausa dan penggunaan partikel –lah: bahasa Melayu pada masa lalu secara umum
menggunakan struktur PS, sedangkan bahasa Indonesia sekarang&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;umumnya menggunakan struktur SP. Partikel
–lah pada bahasa Melayu hampir ada pada setiap klausa verbal, sedangkan pada
bahasa Indonesia sekarang partikel –lah sedikit digunakan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Kata kunci&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;: perubahan bahasa,
Melayu-Indonesia, teks naratif&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN;&quot;&gt;&lt;b&gt;Abstract&lt;/b&gt;: Changes in the Indonesian language can be traced back to the past by looking at the main Indonesian language, namely Malay. To find out how changes have occurred in the Indonesian language, the author conducted a study of changes in Indonesian in three-time narrative texts: Hikayat Abdullah (1838), the novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck (1938), and the novel Ayah (2015). The formulation of this research is how changes in the Malay-Indonesian language occur in the narrative text. The purpose of this study is to describe the language changes that occur in the Malay-Indonesian language narrative text, especially in the lexical, morphological, and syntactic aspects. This study used descriptive qualitative method. The results of the study are as follows: (1) phonologically, the most common changes from Malay to Indonesian occur in lenisi (sound attenuation) and syncope (sound loss); (2) semantically, the change that occurs most is a narrowing of meaning; (3) morphologically, many changes occur in reduplication and derivative word formation (affixation); and (4) syntactically, the most prominent changes occurred in the structure of clauses and the use of particles –lah: in the past, Malay generally used the Predicate-&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Subject&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN;&quot;&gt; structure, while Indonesian today generally used the Subject-&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;Predicate&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN;&quot;&gt; structure. Particles -&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;lah&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN;&quot;&gt; in Malay, are almost in every verbal clause, whereas in Indonesian today they are slightly used.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN;&quot;&gt;Keywords:&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN;&quot;&gt; language change, Malay-Indonesian, narrative&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt; text&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;pre&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/pre&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-autospace: none;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot; style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;endahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet; mso-ansi-language: IN;&quot;&gt;1.1 Latar Penelitian/Kajian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin: 0cm; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet; mso-ansi-language: IN; text-indent: 36pt;&quot;&gt;B&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: trebuchet; text-indent: 36pt;&quot;&gt;ahasa
Indonesia merupakan bahasa yang relatif baru. Menurut Kridalaksana (2017),
tanggal 2 Mei 1926 merupakan hari lahir Bahasa Indonesia; dan yang mengusulkan
nama itu ialah M. Tabrani. Nama bahasa Indonesia ini kemudian dimunculkan pada
Kongres Bahasa II tahun 1928. Terlepas dari kepentingan politik, bahasa
Indonesia adalah bentuk dialek dari bahasa Melayu karena bahasa yang
dikembangkan menjadi bahasa Indonesia adalah bahasa Melayu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;Perubahan merupakan suatu
keniscayaan bagi semua hal yang ada di dunia ini termasuk pada bahasa.
Perubahan pada bahasa terjadi karena adanya perubahan pada manusianya sebagai
pengguna bahasa. Manusia tidak pernah ingin merasa kesusahan sehingga manusia
menyesuaikan apa yang ada di dunia demi memenuhi kebutuhannya serta menciptakan
hal-hal baru yang membutuhkan label. Jadi, secara garis besar, bahasa berubah
karena dunia berubah (Trask, 2010).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;Dengan melihat asal bahasa
Indonesia yang berasal dari bahasa Melayu, pengkajian perubahan bahasa
Indonesia tidak bisa dilepaskan dari pengkajian bahasa Melayu pada masa lampau.
Pengkajian perubahan bahasa merupakan hal yang penting dilakukan untuk
mengetahui bagaimana bahasa itu berubah yang nantinya bisa bermanfaat untuk
memprediksikan ataupun merencanakan bahasa untuk masa depan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;Untuk melihat bagaimana perubahan
bahasa bahasa Indonesia terjadi, penulis akan menganalisis perubahan-perubahan
yang terjadi pada bahasa Indonesia dengan melihat sumber literal berupa teks
naratif. Adapun teks yang penulis pilih adalah teks &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Hikayat Abdullah&lt;/i&gt; yang terbit tahun 1838, teks novel &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Tenggelamnya Kapal van der Wijck&lt;/i&gt; karya
HAMKA yang terbit pada tahun 1938, dan teks novel &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Ayah&lt;/i&gt; karya Andrea Hirata yang terbit pada tahun 2015. Alasan
pemilihan ketiga karya ini adalah ketiga karya ini ditulis dalam rentang waktu
200 tahun dengan pembagian 100 tahun jarak tiap karyanya, yaitu 1838 ke 1938.
Rentang seratus tahun penulis percayai sebagai rentang waktu yang bisa
menunjukkan adanya perubahan terhadap bahasa yang digunakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;Berdasarkan hal tersebut, penulis akan
mendeskripsikan perubahan bahasa Melayu-Indonesia yang terjadi pada karya
sastra. Adapun rumusan penelitian/kajian ini adalah bagaimana perubahan bahasa
Melayu-Indonesia terjadi pada tataran leksikal, morfologis, dan sintaksis
terjadi dalam teks naratif?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;1.2 Kajian
Pustaka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;Dalam bagian kajian pustaka ini akan dijelaakan
penelitian/kajian terdahulu tentang perubahan bahasa dan posisi penelitian ini
serta dijelaskan landasan teori yang digunakan dalam penelitian ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; margin-left: 18.0pt; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; margin: 0cm 0cm 0cm 18pt; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;Penelitian
Terdahulu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;Penelitian/kajian
perubahan bahasa telah cukup banyak dilakukan meskipun tidak sebanyak kajian
linguistik lain, seperti sosiolinguistik, pragmatik, ataupun analisis wacana.
Hal tersebut wajar karena perubahan bahasa merupakan kajian diakronis yang
membutuhkan data dari masa lampau untuk dibandingkan dengan bahasa sekarang.
Selain itu, perubahan bahasa juga terjadi dalam waktu yang lama. Idealnya
bahasa bisa dikatakan mengalami perubahan yang cukup signifikan ketika sudah
minimal 100 tahun. Meskipun demikian, ada beberapa kajian perubahan mutakhir
yang dapat penulis ambil sebagai pemerkaya kajian penulis ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kajian
perubahan bahasa yang pertama adalah kajian yang dilakukan oleh Harya dengan
judul “Language Change and Development: Historical Linguistics” yang dimuat
dalam Premise Jurnal tahun 2016. Kajian tersebut pada intinya membahas
perubahan bahasa yang terjadi di masyarakat. Perubahan bahasa internal dan
eksternal merupakan inti kajian tersebut dengan menyatakan bahwa perubahan
internal terjadi karena faktor internal pengguna bahasa, seperti keluarga dan
lingkungan masyarakat dan perubahan bahasa eksternal terjadi akibat kontak
bahasa dengan pengguna bahasa dan budaya lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kajian
perubahan bahasa yang selanjutnya dilakukan oleh Puspahaty dengan judul
“Perubahan Bahasa di Lingkungan Kecamatan Cibarusah” yang diterbitkan pada
Jurnal Makna tahun 2017. Penelitian ini membahas perubahan bahasa yang
digunakan oleh masyarakat Desa Sindang, Kecamatan Cibarusah. Perubahan bahasa
yang dimaksud dalam penelitian ini adalah perubahan bahasa Sunda yang digunakan
masyarakat setempat dan adanya pergeseran penggunaan bahasa menuju penggunaan
bahasa Indonesia meskipun pergeseran tersebut tidak sampai mengancam eksistensi
bahasa Sunda di masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kajian
selanjutnya dilakukan oleh Sudaryanto dengan judul “Tiga Fase Perkembangan
Bahasa Indonesia (1928—2009): Kajian Linguistik Historis yang dimuat dalam
Jurnal Aksis tahun 2018. Kajian linguistik historis yang dilakukan Sudaryanto
ini lebih memfokuskan aspek historis bahasa Indonesia dari sisi peran bahasa.
Sudaryanto membagi bahasa Indonesia ke dalam tiga fase, yaitu fase bahasa
persatuan, fase bahasa negara, dan fase bahasa internasional.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Berdasarkan
kajian-kajian perubahan bahasa yang telah penulis tinjau, penulis melihat
kesamaan dan perbedaan kajian-kajian tersebut dengan kajian yang penulis
lakukan. Persamaannya adalah data yang digunakan, yaitu data bahasa Indonesia.
Di sisi lain, perbedaan kajian-kajian tersebut dengan kajian penulis meliputi
(1) kajian Harya memfokuskan pada penyebab terjadinya perubahan bahasa yang
digunakan masyarakat dalam kehidupan sehari-hari, yaitu faktor internal dan
faktor eksternal, sedangkan kajian penulis mendeskripsikan perubahan bahasa
pada bahasa karya sastra (bahasa tulis) dari segi perubahan leksikal, morfologis,
sintaksis; (2) kajian Puspahaty memfokuskan penelitian pada bahasa lisan bahasa
Sunda dan bahasa Indonesia yang digunakan masyarakat pada satu masa, sedangkan
kajian penulis fokus pada bahasa tulis (karya sastra) yang ada pada tida masa,
yaitu tahun 1838, 1938, dan 2015; (3) kajian Sudaryanto memfokuskan kajian pada
peran bahasa Indonesia bagi masyarakat dan negara, sedangkan kajian penulis
tidak membahas peran secara politis bahasa Indonesia bagi masyarakat.
Berdasarkan perbedaan-perbedaan tersebut, penulis memosisikan kajian ini
sebagai kajian perubahan bahasa yang belum pernah dilakukan sebelumnya karena
menggunakan data karya sastra, khususnya karya sastra &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Hikayat Abdullah&lt;/i&gt;, novel &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Tenggelamnya
Kapal van Der Wijk&lt;/i&gt;, dan novel &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Ayah&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;b.
Landasan Teori&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Suatu bahasa dikatakan berubah
ketika muncul suatu inovasi bahasa yang tersebar luas dan diterima oleh suatu
masyarakat tutur. Inovasi ini bisa berupa peminjaman dari dialek atau bahasa
lain (Sukmawati, 2015). Perubahan bahasa dapat dipicu oleh faktor internal
seperti produksi, persepsi dan pemerolehan bahasa, maupun eksternal seperti
sentuh bahasa dan tekanan sosiolinguistik yang muncul dengan adanya identitas
kelompok, prestise, dan pendidikan (Minkova, 2014).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;Perubahan internal pada hakikatnya
merupakan perubahan yang terjadi dari dalam bahasa itu sendiri pada sistem
grammatikanya. Perubahan ini dapat menimpa sistem fonologinya (pola intonasi
kalimat dan pola prosodi kata), pola urutan frasa dalam kalimat (Haryono,
2011). Sementara itu, Puspahaty (2017) menambahkan bahwa faktor eksternal yang
bisa menyebabkan perubahan bahasa adalah migrasi atau perpindahan penutur
bahasa, nilai ekonomis sebuah bahasa, temuan teknologi, dan situasi politik.
Waktu merupakan salah satu alat ukur untuk melihat perubahan bahasa. Bahasa
yang digunakan tahun jauh sebelum saat ini akan berbeda dengan bahasa yang
digunakan sekarang dan bahkan pada masa yang akan datang. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;Perubahan bahasa paling banyak
terjadi pada tataran bunyi (fonologis). Namun, sebenarnya perubahan bahasa bisa
terjadi pada semua aspek bahasa, seperti makna, tata bahasa dan aspek lainnya
(Hock dan Joseph, 2009). Hock dan Joseph (2009) mengemukakan beberapa tipe
perubahan bahasa, yaitu (1)&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perubahan
bunyi yang merupakan perubahan pada pelafalan suatu kata; (2) perubahan analogi
yaitu perubahan pelafalan suatu kata karena pengaruh atau analogi kata lain;
(3) sintaktik yaitu perubahan struktur kalimat – cara kata disusun bersama
dalam sebuah kalimat; (4) perubahan semantik&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;dan leksikal. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;Perubahan bunyi merupakan perubahan
bahasa yang merujuk pada pengucapan dan istilah teknis lain yang berkaitan
dengan sistem bunyi manusia yang cenderung bersifat reguler (Hock dan Joseph,
2009: 8). Perubahan bunyi memiliki beberapa jenis, seperti asimilasi,
pelemahan, dan penghilangan (Hock dan Joseph, 2009: 126). Sementara itu,
Jeffers dan Lehiste (1979:64—67) menjabarkan dengan lebih terperinci, yaitu
perubahan, penambahan fonem, peluluhan fonem, dan pertukaran fonem. Selain
jenis, ada beberapa tipe perubahan bahasa, yaitu tipe&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;split,
merger, phonemic loss, monophonemization dan diphonization&lt;/i&gt;. Peluluhan yang
juga termasuk dalam perubahan fonologi juga memiliki beberapa tipe, yaitu &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;aphaeresis, syncope, apocope dan parogog&lt;/i&gt;.
Untuk penambahan bunyi, terdapat perubahan metathesis.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;

&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;2. Metode
Penelitian&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Metode penelitian atau analisis
yang penulis gunakan adalah metode deskriptif kualitatif. Sumber data yang
penulis gunakan adalah teks &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: trebuchet; mso-bidi-font-style: normal; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Hikayat&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Abdulah&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet; text-indent: 36pt;&quot;&gt;, novel &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: trebuchet; mso-bidi-font-style: normal; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Tenggelamnya Kapal van Der Wijck&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet; text-indent: 36pt;&quot;&gt;, dan novel &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: trebuchet; mso-bidi-font-style: normal; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Ayah&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: trebuchet; text-indent: 36pt;&quot;&gt;. Data berupa kata, bentukan kata, frasa, dan kalimat yang
terdapat di dalam ketiga naskah naratif tersebut. Data dari ketiga sumber data
tersebut kemudian dibandingkan sesuai dengan kelasnya untuk selanjutnya
dianalisis perubahan-perubahan bahasa yang terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0cm; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: trebuchet;&quot;&gt;Artikel lengkap dapat di-&lt;a href=&quot;https://drive.google.com/file/d/1FnFglRM5T-tPjUSGl8BGzqoLwWlZCaHP/view?usp=sharing&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;i&gt;download&lt;/i&gt; di sini&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/9045211018201255777/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2021/01/perubahan-bahasa-pada-teks-naratif.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/9045211018201255777'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/9045211018201255777'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2021/01/perubahan-bahasa-pada-teks-naratif.html' title='PERUBAHAN BAHASA PADA TEKS NARATIF: Hikayat Abdullah (1838), novel Tenggelamnya Kapal van Der Wijck (1938), dan novel Ayah (2015)'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-6389089378845814998</id><published>2020-01-27T12:01:00.000+07:00</published><updated>2020-01-27T12:16:59.110+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa Indonesia"/><title type='text'>FAKTA-FAKTA TENTANG BAHASA INDONESIA</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2020/01/fakta-fakta-tentang-bahasa-indonesia.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Fakta-Fakta tentang BahasaIndonesia&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dikutip dari buku &lt;i&gt;Masa-Masa
Awal Bahasa Indonesia &lt;/i&gt;(Harimurti Kridalaksana)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Wawasan
tentang bahasa Indonesia merupakan rintisan dari Ki Hajar Dewantara, M.
Tabrani, Soemanang, dan Soedarjo.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Hari
kelahiran bahasa Indonesia adalah 2 Mei 1926 atas usulan M. Tabrani dan tahun
1928 adalah saat diterimanya bahasa Indonesia sebagai bahasa persatuan bangsa
Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Bahasa
Melayu telah menjadi lingua franca sejak dahulu. Dalam hal ini, belum ada
bangsa Indonesia. Yang ada adalah bangsa Melayu, bangsa Aceh, bangsa Jawa,
bangsa Bugis, dll.) Penerimaan bahasa Melayu ini adalah bentuk kearifan
suku-suku bangsa yang ada di wilayah Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Meskipun
demikian, ada dokumen yang mengutarakan secara eksplisit tentang potensi bahasa
Melayu sebagai bahasa yang akan digunakan sebagai alat komunikasi bersama di
antara suku bangsa yang ada di Indonesia. Dokumen tersebut adalah sebuah pidato
yang disampaikan dalam kongres guru-guru di Den Haag. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Dalam
Kongres Pengajaran Kolonial di Den Haag Negeri Belanda tanggal 28 Agustus 1916,
Raden Mas Soewardi Soerjaningrat (Ki Hadjar Dewantara) membentangkan prasaran
yang berjudul “Welke plaats behooren bij het onderwijs in te nemen, eensdeels
de inheemsche talen (ook het Chineesch en Arabisch) anderdeels het
Nederlandsch?”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Dalam
prasaran tersebut, Ki Hadjar Dewantara menyebutkan sebuah kalimat dalam bahasa
Belanda yang artinya sebagai berikut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;“Bahasa
Melayu, yang untuk mempelajarinya sedikit mempersyaratkan kemampuan filologis
dan yang sejak lama menjadi bahasa pengantar di antara penutur asli dan juga di
antara penutur pribumi dari pelbagai bagian &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Insulinde,
&lt;/i&gt;pada masa yang akan datang akan menjadi bahasa yang cocok untuk seluruh
Hindia.”&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Pernyataan
tersebut menunjukkan adanya kearifan Ki Hadjar Dewantara yang sebenarnya adalah
orang suku Jawa. Kearifan tersebut pun bisa dikatakan sebagai aspirasi
suku-suku bangsa lain yang terbukti dengan tidak adanya penolakan atas bahasa
Melayu yang diadopsi sebagai bahasa bahasa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Pasca-Sumpah
Pemuda, bahasa Indonesia digunakan dalam berbagai aspek kehidupan. Namun,
kemajuan bahasa Indonesia sebagai bahasa perhubungan tidak sebanding dengan
usaha mengasuh bahasa sehingga pada saat itu bahasa Indonesia dikatakan cukup
kacau. Kekacauan bahasa Indonesia itulah yang menjadi pemicu Kongres Bahasa
Indonesia 1 pada 25—28 Juni 1938 di Solo yang memiliki tujuan untuk mencari
pegangan bagi semua pemakai bahasa, mengatur bahasa, dan mengusahakan agar
bahasa Indonesia tersebar luas. Pencetus Kongres Bahasa Indonesia 1 adalah
Raden Mas Soedarjo Tjokrosisworo, wartawan harian Soeara Oemoem Surabaya yang
pada waktu itu rajin sekali menciptakan istilah-istilah baru dan yang sangat
tidak puas dengan pemakaian bahasa dalam surat-surat kabar Cina.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Kongres
Bahasa Indonesia mendapat tanggapan yang positif dari berbagai pihak karena
munculnya gagasan-gagasan yang orisinal, misalnya prasaran Takdir Alisjahbana
untuk mengatur bahasa secara lebih baik dengan menyusun tata bahasa Indonesia
yang baru. Meskipun demikian, bahasa Indonesia pasca-KBI tidak mengalami
perkembangan yang berarti, bahkan ada kesan bahwa kongres ini cepat dilupakan
orang.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Kesunyian
perkembangan bahasa Indonesia ditutup dengan datangnya penjajah baru, tentara
Jepang. Kedatangan bangsa Jepang merupakan awal periode baru dalam sejarah
bahasa Indonesia. Ini terjadi karena saat kekuasaan Jepang, bangsa Indonesia
dilarang menggunakan bahasa Belanda dan diharuskan menggunakan bahasa
Indonesia. Tulisan-tulisan yang telah menggunakan bahasa Belanda harus diganti
dengan &lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2020/01/fakta-fakta-tentang-bahasa-indonesia.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;bahasa Indonesia&lt;/a&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Bahasa
Indonesia yang pada awalnya muncul dari tekad mempersatukan seluruh bangsa yang
dijajah Belanda dan upaya membedakannya dari bahasa Melayu akhirnya benar-benar
berbeda dengan bahasa Melayu. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Bahasa
berwujud bukan hanya semata-mata karena ada sistem ujaran yang diucapkan yang membentuk
dan terbentuk dari sistem makna sendiri, melainkan lebih-lebih karena sikap,
persepsi, dan kesepakatan penuturnya. Meskipun dari struktur secara garis besar
tampak sama, bila penutur menyatakan bahwa kedua bahasa itu berlainan, jadilah
bahasa yang berlainan karena faktor struktur semata-mata tidak menentukan
eksistensi dan identitas bahasa, tetapi faktor sosial psikologislah yang lebih
kuat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;v:rect fillcolor=&quot;white [3201]&quot; id=&quot;Persegi_x0020_panjang_x0020_4&quot; o:gfxdata=&quot;UEsDBBQABgAIAAAAIQC75UiUBQEAAB4CAAATAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbKSRvU7DMBSF
dyTewfKKEqcMCKEmHfgZgaE8wMW+SSwc27JvS/v23KTJgkoXFsu+P+c7Ol5vDoMTe0zZBl/LVVlJ
gV4HY31Xy4/tS3EvRSbwBlzwWMsjZrlprq/W22PELHjb51r2RPFBqax7HCCXIaLnThvSAMTP1KkI
+gs6VLdVdad08ISeCho1ZLN+whZ2jsTzgcsnJwldluLxNDiyagkxOquB2Knae/OLUsyEkjenmdzb
mG/YhlRnCWPnb8C898bRJGtQvEOiVxjYhtLOxs8AySiT4JuDystlVV4WPeM6tK3VaILeDZxIOSsu
ti/jidNGNZ3/J08yC1dNv9v8AAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEArTA/8cEAAAAyAQAACwAAAF9y
ZWxzLy5yZWxzhI/NCsIwEITvgu8Q9m7TehCRpr2I4FX0AdZk2wbbJGTj39ubi6AgeJtl2G9m6vYx
jeJGka13CqqiBEFOe2Ndr+B03C3WIDihMzh6RwqexNA281l9oBFTfuLBBhaZ4ljBkFLYSMl6oAm5
8IFcdjofJ0z5jL0MqC/Yk1yW5UrGTwY0X0yxNwri3lQgjs+Qk/+zfddZTVuvrxO59CNCmoj3vCwj
MfaUFOjRhrPHaN4Wv0VV5OYgm1p+LW1eAAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEABVL5/LcDAABmDgAA
HwAAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9kcmF3aW5nMS54bWzsV11u2zgQfl9g70DwPbXk2HFiVClc
d1MUm6ZGnKLPE4qSuKVILUk7dk/Ts/RkHZKSorpBu9gWKAoEQWxSM/Nxfr6hR0+f7WpJttxYoVVG
0ycJJVwxnQtVZvTtzcXRKSXWgcpBasUzuueWPjv/84+nMC8NNJVgBBGUnUNGK+ea+WhkWcVrsE90
wxXKCm1qcLg15Sg3cIfItRyNk+RkVINQ9Pwe6gU4IBsj/geU1Ow9z5egtmARUrL58Enro2Q/jgxz
tX1pmnWzMt5zdrVdGSLyjGLmFNSYIjpqBa0abkcHVuU9wK4wtdfXRUF2WIF0lk5nU0r2GZ3M0vHZ
LIl4fOcI8wrT0zSd4mEMNY7Pkul42h5YvfkOBKv++jYIuhndwcXARdt4B9X265gnXcwrZBAvBWlA
/QOqJJM+Cd6oy0AHYNvk/aTYe7dh3hjrXnJdE7/IqOHMBYLB9tK66EanEqrSeeJ26xCk2z3X+d6H
e4vfWFmjEQazbRt2IRDzEqxbgUG240PsG/cGPwqp7zKq2xUllTYfHnru9ZGBKKXkDrsno/bfDRhO
iXylbEbP0skEYV3YTKazMW7MUHI7lKhNvdQSGRG8C0uv72S3LIyu32mTL/ypKALF8OyMMme6zdLh
HkXYpIwvFmHNdN2Au1TrBtslDenzObvZvQPTtIl1SMcrva6g4Q/lN+oG1ujFxulCtMmPWfUCad3a
7SUPzRJyj6QgIEu8hryDQcf74BeY/RVzZAs+3GSWJKEpsO5yoLEoXKfrbNQ97RURIcjRpiWf8coG
z5RI2IxydbR4i5n8gGVAKy/kRYH8icTBo8AJRdy+4QUwbPMbUXNLrvgdudY1KOq5ry0KkjH+nSTH
yTSZ4P8YV9gnjXCsuoBaSOzbFG9VVgH2TKhMyAGHAfgSpLg14gvQiwDmwScIiZ8HoMf44BCU2QHo
z/UYM4nZ83ly58+hAgvkNZew35C/hRIk56oERRoub6EEgfUwAqxQe/C3IVbK24csq9w31HVfCZEf
vXoRK5GmD5biN0wV76MMkUfC+/AfWX/fUr8Z6yPFH+mMJA5M/vV0Hlwdj5f4f/nZGV7inz4+UjlQ
2f8+9XPgxvJ1c41zQJweu0HR+tnFE16qa17gCwCO5uMwNYTXH76UJo4gwBhX7sTPw4gbtL1ZIaTs
DeOQdWAoXdoatbreLI4kvWGcUw4MvzyxtwinauV641ooHeesA4D8fX9y1I+jcowYg/DvA6ODN6yg
0r4R+te44f78MwAAAP//AwBQSwMEFAAGAAgAAAAhAJEtaklYBgAADxoAABoAAABjbGlwYm9hcmQv
dGhlbWUvdGhlbWUxLnhtbOxZS28bNxC+F+h/WOy9sd6KjciBrUfcxE6CSEmRI6WldhlzlwuSsqNb
kZx6KVAgLXpogN56KIoGaIAGvfTHGHDQpj+iQ+5DpETFD7hAUMQCjN3Zb4bDmdlvSO6Nm09j6h1h
LghLOn71WsX3cDJhAUnCjv9wNPjsuu8JiZIAUZbgjj/Hwr+5/eknN9DWhJJ0zBAPRhGOsQeGErGF
On4kZbq1sSEmIEbiGktxAs+mjMdIwi0PNwKOjmGAmG7UKpXWRoxI4m+DRakM9Sn8S6RQggnlQ2UG
ewmKYfR70ymZYI0NDqsKIeaiS7l3hGjHB5sBOx7hp9L3KBISHnT8iv7zN7ZvbKCtXInKNbqG3kD/
5Xq5QnBY02PycFwO2mg0G62d0r4GULmK67f7rX6rtKcBaDKBmWa+mDabu5u7vWaONUDZpcN2r92r
Vy28Yb++4vNOU/0svAZl9hsr+MGgC1G08BqU4Zsr+EajXes2LLwGZfjWCr5d2ek12hZegyJKksMV
dKXZqneL2ZaQKaN7TvhmszFo13LjCxRUQ1ldaogpS+S6WovRE8YHAFBAiiRJPDlP8RRNoCa7iJIx
J94+CSMovBQlTIC4UqsMKnX4r34NfaUjgrYwMrSVX+CJWBEpfzwx4SSVHf82WPUNyOmbNyfPXp88
+/3k+fOTZ7/mY2tTlt4eSkJT791P3/zz8kvv799+fPfi22zoZbww8W9/+ertH3++zzzMeBGK0+9e
vX396vT7r//6+YXD+g5HYxM+IjEW3l187D1gMUzQ4T8e84tpjCJETI2dJBQoQWoUh/2+jCz03Tmi
yIHbxXYcH3GgGhfw1uyJ5fAw4jNJHBbvRLEFPGCM7jLujMIdNZYR5tEsCd2D85mJe4DQkWvsLkqs
LPdnKXAscZnsRthy8z5FiUQhTrD01DN2iLFjdo8JseJ6QCacCTaV3mPi7SLiDMmIjK1qWijtkRjy
Mnc5CPm2YnPwyNtl1DXrHj6ykfBuIOpwfoSpFcZbaCZR7DI5QjE1A76PZORycjjnExPXFxIyHWLK
vH6AhXDp3OMwXyPpd4Bm3Gk/oPPYRnJJDl029xFjJrLHDrsRilMXdkiSyMR+Lg6hRJF3n0kX/IDZ
b4i6hzygZG26HxFspftsNngIDGu6tCgQ9WTGHbm8hZlVv8M5nSKsqQYagMXrMUnOJPklem/+d/QO
JHr6w0vHjK6G0t2GrXxckMx3OHG+TXtLFL4Ot0zcXcYD8uHzdg/NkvsYXpXV5vWRtj/Stv+/p+11
7/PVk/WCn4G61bI1W67rxXu8du0+JZQO5ZzifaGX7wK6UjAAodLTe1Rc7uXSCC7VmwwDWLiQI63j
cSa/IDIaRiiFNX7VV0ZCkZsOhZcyAUt/LXbaVng6iw9YkG1Zq1W1Pc3IQyC5kFeapRy2GzJDt9qL
bVhpXnsb6u1y4YDSvYgTxmC2E3WHE+1CqIKkN+cQNIcTemZX4sWmw4vrynyRqhUvwLUyK7Bs8mCx
1fGbDVABJdhVIYoDlacs1UV2dTKvMtPrgmlVAKwhigpYZHpT+bp2emp2WamdI9OWE0a52U7oyOge
JiIU4Lw6lfQ8blw015uLlFruqVDo8aC0Fm60r7/Pi8vmGvSWuYEmJlPQxDvu+K16E0pmgtKOP4Wt
P1zGKdSOUMtdREM4NJtInr3wl2GWlAvZQyLKAq5JJ2ODmEjMPUrijq+mX6aBJppDtG/VGhDCB+vc
JtDKh+YcJN1OMp5O8USaaTckKtLZLTB8xhXOp1r98mClyWaQ7mEUHHtjOuMPEJRYs11VAQyIgBOg
ahbNgMCRZklki/pbakw57ZpnirqGMjmiaYTyjmKSeQbXVF66o+/KGBh3+ZwhoEZI8kY4DlWDNYNq
ddOya2Q+rO26ZyupyBmkueiZFquorulmMWuEog0sxfJyTd7wqggxcJrZ4TPqXqbczYLrltYJZZeA
gJfxc3TdczQEw7XFYJZryuNVGlacnUvt3lFM8AzXztMkDNZvFWaX4lb2COdwILxU5we95aoF0bRY
V+pIuz5PHKDUG4fVjg+fCOBs4ilcwUcGH2Q1JaspGVzBlwNoF9lxf8fPLwoJPM8kJaZeSOoFplFI
GoWkWUiahaRVSFq+p8/F4VuMOhL3veLYG3pYfkyery3sbzjb/wIAAP//AwBQSwMEFAAGAAgAAAAh
AJxmRkG7AAAAJAEAACoAAABjbGlwYm9hcmQvZHJhd2luZ3MvX3JlbHMvZHJhd2luZzEueG1sLnJl
bHOEj80KwjAQhO+C7xD2btJ6EJEmvYjQq9QHCMk2LTY/JFHs2xvoRUHwsjCz7DezTfuyM3liTJN3
HGpaAUGnvJ6c4XDrL7sjkJSl03L2DjksmKAV201zxVnmcpTGKSRSKC5xGHMOJ8aSGtHKRH1AVzaD
j1bmIqNhQaq7NMj2VXVg8ZMB4otJOs0hdroG0i+hJP9n+2GYFJ69elh0+UcEy6UXFqCMBjMHSldn
nTUtXYGJhn39Jt4AAAD//wMAUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhALvlSJQFAQAAHgIAABMAAAAAAAAAAAAA
AAAAAAAAAFtDb250ZW50X1R5cGVzXS54bWxQSwECLQAUAAYACAAAACEArTA/8cEAAAAyAQAACwAA
AAAAAAAAAAAAAAA2AQAAX3JlbHMvLnJlbHNQSwECLQAUAAYACAAAACEABVL5/LcDAABmDgAAHwAA
AAAAAAAAAAAAAAAgAgAAY2xpcGJvYXJkL2RyYXdpbmdzL2RyYXdpbmcxLnhtbFBLAQItABQABgAI
AAAAIQCRLWpJWAYAAA8aAAAaAAAAAAAAAAAAAAAAABQGAABjbGlwYm9hcmQvdGhlbWUvdGhlbWUx
LnhtbFBLAQItABQABgAIAAAAIQCcZkZBuwAAACQBAAAqAAAAAAAAAAAAAAAAAKQMAABjbGlwYm9h
cmQvZHJhd2luZ3MvX3JlbHMvZHJhd2luZzEueG1sLnJlbHNQSwUGAAAAAAUABQBnAQAApw0AAAAA
&quot; o:spid=&quot;_x0000_s1026&quot; strokecolor=&quot;#70ad47 [3209]&quot; strokeweight=&quot;1pt&quot; style=&quot;height: 30.75pt; left: 0px; margin-left: 20.25pt; margin-top: 141.9pt; position: absolute; text-align: justify; visibility: visible; width: 124.5pt; z-index: 251663360;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/v:rect&gt;&lt;v:rect fillcolor=&quot;white [3201]&quot; id=&quot;Persegi_x0020_panjang_x0020_2&quot; o:gfxdata=&quot;UEsDBBQABgAIAAAAIQC75UiUBQEAAB4CAAATAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbKSRvU7DMBSF
dyTewfKKEqcMCKEmHfgZgaE8wMW+SSwc27JvS/v23KTJgkoXFsu+P+c7Ol5vDoMTe0zZBl/LVVlJ
gV4HY31Xy4/tS3EvRSbwBlzwWMsjZrlprq/W22PELHjb51r2RPFBqax7HCCXIaLnThvSAMTP1KkI
+gs6VLdVdad08ISeCho1ZLN+whZ2jsTzgcsnJwldluLxNDiyagkxOquB2Knae/OLUsyEkjenmdzb
mG/YhlRnCWPnb8C898bRJGtQvEOiVxjYhtLOxs8AySiT4JuDystlVV4WPeM6tK3VaILeDZxIOSsu
ti/jidNGNZ3/J08yC1dNv9v8AAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEArTA/8cEAAAAyAQAACwAAAF9y
ZWxzLy5yZWxzhI/NCsIwEITvgu8Q9m7TehCRpr2I4FX0AdZk2wbbJGTj39ubi6AgeJtl2G9m6vYx
jeJGka13CqqiBEFOe2Ndr+B03C3WIDihMzh6RwqexNA281l9oBFTfuLBBhaZ4ljBkFLYSMl6oAm5
8IFcdjofJ0z5jL0MqC/Yk1yW5UrGTwY0X0yxNwri3lQgjs+Qk/+zfddZTVuvrxO59CNCmoj3vCwj
MfaUFOjRhrPHaN4Wv0VV5OYgm1p+LW1eAAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEAvlBYwZIDAAB+CwAA
HwAAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9kcmF3aW5nMS54bWzsVtFu2zYUfR+wfyD4nlqW7bg1qhSu
sxQF0tSIU/T5hqIsrRSpkbRj92v2LfuyHVKyo3pBO2wFhgGFYZvUvTy89/DcK758tasV20rrKqMz
PnyWcCa1MHml1xn/cHd19pwz50nnpIyWGd9Lx19d/PzTS5qtLTVlJRgQtJtRxkvvm9lg4EQpa3LP
TCM1bIWxNXlM7XqQW3oAcq0GaZKcD2qqNL94hLokT2xjq38ApYz4JPMF6S05QCox6z/pYlTi3yPT
TG/f2GbVLG2IXNxsl5ZVecbBnKYaFPFBZ+jcMB2crFo/AuwKWwd/UxRsl/F0Okmn6YSzfcZHSTIZ
TyYtntx5JuAwHKWjF1M4iOgxfp4k3Ybl+29AiPKXr4MgzDYcDHohuiYEqLd/zTk95LyEguS6Yg3p
X0mvWXokISw6MHAAcB153yn3Y9g0a6zzb6SpWRhk3Erho8Boe+18G8bBJZ7KIRK/W8Uk/e61yfch
3Xv842StAQyO1jXiqgLmNTm/JAu14yHqxr/HT6HMQ8ZNN+KsNPbzU8+DPxQIK2cPqJ6Mu982ZCVn
6q12GX8xHI8B6+NkPJmmmNi+5b5v0Zt6YRQUEaOLw+Dv1WFYWFN/NDafh11hIi2wd8aFt4fJwmMO
E4pUyPk8joWpG/LXetWgXIaRvsDZ3e4j2aYj1kOON2ZVUiOf4rf1jaox8403RdWR37IaDMr5ld8r
GYslcg9RMFJrtKEQYPQJMYQB2F8Kz7YU0k2mSat5nLvqecwLf/D1rvXtigOOQIh2DDvx2eBssaeC
YDMu9dn8A5j8jGMAfDDKooB+WuFgK/KVZn7fyIIEyvyuqqVjN/KB3ZqaNA/aNw6GJMXnPBklk2SM
b4rRGNbKi/KK6kqhbofoqqIk1Ew8mciBpB74glR1b6svQK8iWAAfAxK/J6AjPDgFFa4H+n0jBpNg
L/DkL15TSY7YO6lov2GXVG7UJjQ9HEhwi2TqPNTN7ZHwKj97e9kSPhw+yfj/kBF5zDJm3uo6pP/f
irvH9Q9x/51y7Iv7j99/SBkCjoJ+fD9unFw1t+iP7Vv18AJ1oacHwSt9KwtcjMKdJnbTeC2UC2Xb
1kxCSO3Pwz0BZEfvsKyolDoubF8+JwuVH3aLOt/YXWKrPi5s+/fJwi93bJs7VsRdjfbHxXWlTfv+
OQHIPx13bv1j6F3GSCLckwYnN8/o0t2Uw/W2P7/4EwAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEAkS1qSVgG
AAAPGgAAGgAAAGNsaXBib2FyZC90aGVtZS90aGVtZTEueG1s7FlLbxs3EL4X6H9Y7L2x3oqNyIGt
R9zEToJISZEjpaV2GXOXC5Kyo1uRnHopUCAtemiA3nooigZogAa99McYcNCmP6JD7kOkRMUPuEBQ
xAKM3dlvhsOZ2W9I7o2bT2PqHWEuCEs6fvVaxfdwMmEBScKO/3A0+Oy67wmJkgBRluCOP8fCv7n9
6Sc30NaEknTMEA9GEY6xB4YSsYU6fiRlurWxISYgRuIaS3ECz6aMx0jCLQ83Ao6OYYCYbtQqldZG
jEjib4NFqQz1KfxLpFCCCeVDZQZ7CYph9HvTKZlgjQ0Oqwoh5qJLuXeEaMcHmwE7HuGn0vcoEhIe
dPyK/vM3tm9soK1cico1uobeQP/lerlCcFjTY/JwXA7aaDQbrZ3SvgZQuYrrt/utfqu0pwFoMoGZ
Zr6YNpu7m7u9Zo41QNmlw3av3atXLbxhv77i805T/Sy8BmX2Gyv4waALUbTwGpThmyv4RqNd6zYs
vAZl+NYKvl3Z6TXaFl6DIkqSwxV0pdmqd4vZlpApo3tO+GazMWjXcuMLFFRDWV1qiClL5Lpai9ET
xgcAUECKJEk8OU/xFE2gJruIkjEn3j4JIyi8FCVMgLhSqwwqdfivfg19pSOCtjAytJVf4IlYESl/
PDHhJJUd/zZY9Q3I6Zs3J89enzz7/eT585Nnv+Zja1OW3h5KQlPv3U/f/PPyS+/v33589+LbbOhl
vDDxb3/56u0ff77PPMx4EYrT7169ff3q9Puv//r5hcP6DkdjEz4iMRbeXXzsPWAxTNDhPx7zi2mM
IkRMjZ0kFChBahSH/b6MLPTdOaLIgdvFdhwfcaAaF/DW7Inl8DDiM0kcFu9EsQU8YIzuMu6Mwh01
lhHm0SwJ3YPzmYl7gNCRa+wuSqws92cpcCxxmexG2HLzPkWJRCFOsPTUM3aIsWN2jwmx4npAJpwJ
NpXeY+LtIuIMyYiMrWpaKO2RGPIydzkI+bZic/DI22XUNesePrKR8G4g6nB+hKkVxltoJlHsMjlC
MTUDvo9k5HJyOOcTE9cXEjIdYsq8foCFcOnc4zBfI+l3gGbcaT+g89hGckkOXTb3EWMmsscOuxGK
Uxd2SJLIxH4uDqFEkXefSRf8gNlviLqHPKBkbbofEWyl+2w2eAgMa7q0KBD1ZMYdubyFmVW/wzmd
IqypBhqAxesxSc4k+SV6b/539A4kevrDS8eMrobS3YatfFyQzHc4cb5Ne0sUvg63TNxdxgPy4fN2
D82S+xheldXm9ZG2P9K2/7+n7XXv89WT9YKfgbrVsjVbruvFe7x27T4llA7lnOJ9oZfvArpSMACh
0tN7VFzu5dIILtWbDANYuJAjreNxJr8gMhpGKIU1ftVXRkKRmw6FlzIBS38tdtpWeDqLD1iQbVmr
VbU9zchDILmQV5qlHLYbMkO32ottWGleexvq7XLhgNK9iBPGYLYTdYcT7UKogqQ35xA0hxN6Zlfi
xabDi+vKfJGqFS/AtTIrsGzyYLHV8ZsNUAEl2FUhigOVpyzVRXZ1Mq8y0+uCaVUArCGKClhkelP5
unZ6anZZqZ0j05YTRrnZTujI6B4mIhTgvDqV9DxuXDTXm4uUWu6pUOjxoLQWbrSvv8+Ly+Ya9Ja5
gSYmU9DEO+74rXoTSmaC0o4/ha0/XMYp1I5Qy11EQzg0m0ievfCXYZaUC9lDIsoCrkknY4OYSMw9
SuKOr6ZfpoEmmkO0b9UaEMIH69wm0MqH5hwk3U4ynk7xRJppNyQq0tktMHzGFc6nWv3yYKXJZpDu
YRQce2M64w8QlFizXVUBDIiAE6BqFs2AwJFmSWSL+ltqTDntmmeKuoYyOaJphPKOYpJ5BtdUXrqj
78oYGHf5nCGgRkjyRjgOVYM1g2p107JrZD6s7bpnK6nIGaS56JkWq6iu6WYxa4SiDSzF8nJN3vCq
CDFwmtnhM+peptzNguuW1glll4CAl/FzdN1zNATDtcVglmvK41UaVpydS+3eUUzwDNfO0yQM1m8V
ZpfiVvYI53AgvFTnB73lqgXRtFhX6ki7Pk8coNQbh9WOD58I4GziKVzBRwYfZDUlqykZXMGXA2gX
2XF/x88vCgk8zyQlpl5I6gWmUUgahaRZSJqFpFVIWr6nz8XhW4w6Eve94tgbelh+TJ6vLexvONv/
AgAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEAnGZGQbsAAAAkAQAAKgAAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9f
cmVscy9kcmF3aW5nMS54bWwucmVsc4SPzQrCMBCE74LvEPZu0noQkSa9iNCr1AcIyTYtNj8kUezb
G+hFQfCyMLPsN7NN+7IzeWJMk3ccaloBQae8npzhcOsvuyOQlKXTcvYOOSyYoBXbTXPFWeZylMYp
JFIoLnEYcw4nxpIa0cpEfUBXNoOPVuYio2FBqrs0yPZVdWDxkwHii0k6zSF2ugbSL6Ek/2f7YZgU
nr16WHT5RwTLpRcWoIwGMwdKV2edNS1dgYmGff0m3gAAAP//AwBQSwECLQAUAAYACAAAACEAu+VI
lAUBAAAeAgAAEwAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbFBLAQItABQABgAI
AAAAIQCtMD/xwQAAADIBAAALAAAAAAAAAAAAAAAAADYBAABfcmVscy8ucmVsc1BLAQItABQABgAI
AAAAIQC+UFjBkgMAAH4LAAAfAAAAAAAAAAAAAAAAACACAABjbGlwYm9hcmQvZHJhd2luZ3MvZHJh
d2luZzEueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAJEtaklYBgAADxoAABoAAAAAAAAAAAAAAAAA7wUAAGNs
aXBib2FyZC90aGVtZS90aGVtZTEueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAJxmRkG7AAAAJAEAACoAAAAA
AAAAAAAAAAAAfwwAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9fcmVscy9kcmF3aW5nMS54bWwucmVsc1BL
BQYAAAAABQAFAGcBAACCDQAAAAA=
&quot; o:spid=&quot;_x0000_s1031&quot; strokecolor=&quot;#70ad47 [3209]&quot; strokeweight=&quot;1pt&quot; style=&quot;height: 24pt; left: 0px; margin-left: 144.75pt; margin-top: 4.15pt; position: absolute; text-align: justify; visibility: visible; width: 104.25pt; z-index: 251659264;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/v:rect&gt;&lt;v:shapetype adj=&quot;16200,5400&quot; coordsize=&quot;21600,21600&quot; id=&quot;_x0000_t67&quot; o:spt=&quot;67&quot; path=&quot;m0@0l@1@0@1,0@2,0@2@0,21600@0,10800,21600xe&quot;&gt;
 &lt;v:stroke joinstyle=&quot;miter&quot;&gt;
 &lt;v:formulas&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;val #0&quot;&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;val #1&quot;&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum height 0 #1&quot;&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum 10800 0 #1&quot;&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum width 0 #0&quot;&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @4 @3 10800&quot;&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum width 0 @5&quot;&gt;
 &lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:f&gt;&lt;/v:formulas&gt;
 &lt;v:path o:connectangles=&quot;270,180,90,0&quot; o:connectlocs=&quot;10800,0;0,@0;10800,21600;21600,@0&quot; o:connecttype=&quot;custom&quot; textboxrect=&quot;@1,0,@2,@6&quot;&gt;
 &lt;v:handles&gt;
  &lt;v:h position=&quot;#1,#0&quot; xrange=&quot;0,10800&quot; yrange=&quot;0,21600&quot;&gt;
 &lt;/v:h&gt;&lt;/v:handles&gt;
&lt;/v:path&gt;&lt;/v:stroke&gt;&lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape adj=&quot;12764&quot; fillcolor=&quot;white [3201]&quot; id=&quot;Panah_x0020_Bawah_x0020_13&quot; o:gfxdata=&quot;UEsDBBQABgAIAAAAIQC75UiUBQEAAB4CAAATAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbKSRvU7DMBSF
dyTewfKKEqcMCKEmHfgZgaE8wMW+SSwc27JvS/v23KTJgkoXFsu+P+c7Ol5vDoMTe0zZBl/LVVlJ
gV4HY31Xy4/tS3EvRSbwBlzwWMsjZrlprq/W22PELHjb51r2RPFBqax7HCCXIaLnThvSAMTP1KkI
+gs6VLdVdad08ISeCho1ZLN+whZ2jsTzgcsnJwldluLxNDiyagkxOquB2Knae/OLUsyEkjenmdzb
mG/YhlRnCWPnb8C898bRJGtQvEOiVxjYhtLOxs8AySiT4JuDystlVV4WPeM6tK3VaILeDZxIOSsu
ti/jidNGNZ3/J08yC1dNv9v8AAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEArTA/8cEAAAAyAQAACwAAAF9y
ZWxzLy5yZWxzhI/NCsIwEITvgu8Q9m7TehCRpr2I4FX0AdZk2wbbJGTj39ubi6AgeJtl2G9m6vYx
jeJGka13CqqiBEFOe2Ndr+B03C3WIDihMzh6RwqexNA281l9oBFTfuLBBhaZ4ljBkFLYSMl6oAm5
8IFcdjofJ0z5jL0MqC/Yk1yW5UrGTwY0X0yxNwri3lQgjs+Qk/+zfddZTVuvrxO59CNCmoj3vCwj
MfaUFOjRhrPHaN4Wv0VV5OYgm1p+LW1eAAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEA6j5TdpICAAD9BQAA
HwAAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9kcmF3aW5nMS54bWysVE1v2zAMvQ/YfxB0bx3ncwvqFGm6
FgWKNkg69MzKcmxUljRJcZz9+lGynQRdsQLbLjYpko/kE6mLy7oUpOLGFkomND7vUcIlU2khNwn9
/nRz9oUS60CmIJTkCd1zSy9nnz9dwHRjQOcFI4gg7RQSmjunp1FkWc5LsOdKc4m2TJkSHKpmE6UG
dohciqjf642jEgpJZ0eoa3BAtqb4Cyih2CtPFyArsAgp2PT0pK1RsH9Hhqmsbo1e66XxlbOHamlI
kSYUmZNQIkU0ag2tG6rRm6jNEaDOTOn9VZaROqGD/mQ87iHWHmVUhigHPF47wtChP5rEkxElzDvE
w0F/1ObLHz9AYPm3P2JgkU0xKJwUaLUvT1a/dxwPupaXICEnV7DDL552BPiQrvsu3LbE/Z++DzXD
VBvrbrkqiRcSmqqdnBujdmHAoLq3riml8wu30lXj6nVo09VXKt37hl/wjzdrFGLhdVjNbgoEvgfr
lmBw2vEQ98Y94icTapdQ1UqU5Mr8fO/c++MEopWSHW5PQu2PLRhOibiTNqFf4+EQYV1QhqNJHxVz
ank5tchtuVAClzZUF0Tv70QnZkaVz8qkc58VTSAZ5k4oc6ZTFg51NOGSMj6fB5mpUoO7l2uN6xIH
+jxnT/UzGN2y63AcH9Q6B83f47fxDXOj5lunsqIlv2HVG4R1a7cXPMxK4J7L1DO7QtYF+OenSM/u
rv0w4S2jB36P17O1fK1XnLW43f1ZDxng5YpnuJd+Y0KF4VXiC2FIBUgaMMalG7fownv7sKwQ4hDY
9P4mULi4DWp9fRjPMizlENj7OOMhImRV8hhcFlKZ9wDS10Pmxr+Z4KZjJMcvavTm4Qsu7UPtX9dT
ffYLAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQCRLWpJWAYAAA8aAAAaAAAAY2xpcGJvYXJkL3RoZW1lL3Ro
ZW1lMS54bWzsWUtvGzcQvhfof1jsvbHeio3Iga1H3MROgkhJkSOlpXYZc5cLkrKjW5GceilQIC16
aIDeeiiKBmiABr30xxhw0KY/okPuQ6RExQ+4QFDEAozd2W+Gw5nZb0jujZtPY+odYS4ISzp+9VrF
93AyYQFJwo7/cDT47LrvCYmSAFGW4I4/x8K/uf3pJzfQ1oSSdMwQD0YRjrEHhhKxhTp+JGW6tbEh
JiBG4hpLcQLPpozHSMItDzcCjo5hgJhu1CqV1kaMSOJvg0WpDPUp/EukUIIJ5UNlBnsJimH0e9Mp
mWCNDQ6rCiHmoku5d4RoxwebATse4afS9ygSEh50/Ir+8ze2b2ygrVyJyjW6ht5A/+V6uUJwWNNj
8nBcDtpoNButndK+BlC5iuu3+61+q7SnAWgygZlmvpg2m7ubu71mjjVA2aXDdq/dq1ctvGG/vuLz
TlP9LLwGZfYbK/jBoAtRtPAalOGbK/hGo13rNiy8BmX41gq+XdnpNdoWXoMiSpLDFXSl2ap3i9mW
kCmje074ZrMxaNdy4wsUVENZXWqIKUvkulqL0RPGBwBQQIokSTw5T/EUTaAmu4iSMSfePgkjKLwU
JUyAuFKrDCp1+K9+DX2lI4K2MDK0lV/giVgRKX88MeEklR3/Nlj1Dcjpmzcnz16fPPv95Pnzk2e/
5mNrU5beHkpCU+/dT9/88/JL7+/ffnz34tts6GW8MPFvf/nq7R9/vs88zHgRitPvXr19/er0+6//
+vmFw/oOR2MTPiIxFt5dfOw9YDFM0OE/HvOLaYwiREyNnSQUKEFqFIf9vows9N05osiB28V2HB9x
oBoX8NbsieXwMOIzSRwW70SxBTxgjO4y7ozCHTWWEebRLAndg/OZiXuA0JFr7C5KrCz3ZylwLHGZ
7EbYcvM+RYlEIU6w9NQzdoixY3aPCbHiekAmnAk2ld5j4u0i4gzJiIytaloo7ZEY8jJ3OQj5tmJz
8MjbZdQ16x4+spHwbiDqcH6EqRXGW2gmUewyOUIxNQO+j2TkcnI45xMT1xcSMh1iyrx+gIVw6dzj
MF8j6XeAZtxpP6Dz2EZySQ5dNvcRYyayxw67EYpTF3ZIksjEfi4OoUSRd59JF/yA2W+Iuoc8oGRt
uh8RbKX7bDZ4CAxrurQoEPVkxh25vIWZVb/DOZ0irKkGGoDF6zFJziT5JXpv/nf0DiR6+sNLx4yu
htLdhq18XJDMdzhxvk17SxS+DrdM3F3GA/Lh83YPzZL7GF6V1eb1kbY/0rb/v6ftde/z1ZP1gp+B
utWyNVuu68V7vHbtPiWUDuWc4n2hl+8CulIwAKHS03tUXO7l0ggu1ZsMA1i4kCOt43EmvyAyGkYo
hTV+1VdGQpGbDoWXMgFLfy122lZ4OosPWJBtWatVtT3NyEMguZBXmqUcthsyQ7fai21YaV57G+rt
cuGA0r2IE8ZgthN1hxPtQqiCpDfnEDSHE3pmV+LFpsOL68p8kaoVL8C1MiuwbPJgsdXxmw1QASXY
VSGKA5WnLNVFdnUyrzLT64JpVQCsIYoKWGR6U/m6dnpqdlmpnSPTlhNGudlO6MjoHiYiFOC8OpX0
PG5cNNebi5Ra7qlQ6PGgtBZutK+/z4vL5hr0lrmBJiZT0MQ77vitehNKZoLSjj+FrT9cxinUjlDL
XURDODSbSJ698JdhlpQL2UMiygKuSSdjg5hIzD1K4o6vpl+mgSaaQ7Rv1RoQwgfr3CbQyofmHCTd
TjKeTvFEmmk3JCrS2S0wfMYVzqda/fJgpclmkO5hFBx7YzrjDxCUWLNdVQEMiIAToGoWzYDAkWZJ
ZIv6W2pMOe2aZ4q6hjI5ommE8o5iknkG11ReuqPvyhgYd/mcIaBGSPJGOA5VgzWDanXTsmtkPqzt
umcrqcgZpLnomRarqK7pZjFrhKINLMXyck3e8KoIMXCa2eEz6l6m3M2C65bWCWWXgICX8XN03XM0
BMO1xWCWa8rjVRpWnJ1L7d5RTPAM187TJAzWbxVml+JW9gjncCC8VOcHveWqBdG0WFfqSLs+Txyg
1BuH1Y4PnwjgbOIpXMFHBh9kNSWrKRlcwZcDaBfZcX/Hzy8KCTzPJCWmXkjqBaZRSBqFpFlImoWk
VUhavqfPxeFbjDoS973i2Bt6WH5Mnq8t7G842/8CAAD//wMAUEsDBBQABgAIAAAAIQCcZkZBuwAA
ACQBAAAqAAAAY2xpcGJvYXJkL2RyYXdpbmdzL19yZWxzL2RyYXdpbmcxLnhtbC5yZWxzhI/NCsIw
EITvgu8Q9m7SehCRJr2I0KvUBwjJNi02PyRR7Nsb6EVB8LIws+w3s037sjN5YkyTdxxqWgFBp7ye
nOFw6y+7I5CUpdNy9g45LJigFdtNc8VZ5nKUxikkUigucRhzDifGkhrRykR9QFc2g49W5iKjYUGq
uzTI9lV1YPGTAeKLSTrNIXa6BtIvoST/Z/thmBSevXpYdPlHBMulFxagjAYzB0pXZ501LV2BiYZ9
/SbeAAAA//8DAFBLAQItABQABgAIAAAAIQC75UiUBQEAAB4CAAATAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAABb
Q29udGVudF9UeXBlc10ueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAK0wP/HBAAAAMgEAAAsAAAAAAAAAAAAA
AAAANgEAAF9yZWxzLy5yZWxzUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAOo+U3aSAgAA/QUAAB8AAAAAAAAAAAAA
AAAAIAIAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9kcmF3aW5nMS54bWxQSwECLQAUAAYACAAAACEAkS1q
SVgGAAAPGgAAGgAAAAAAAAAAAAAAAADvBAAAY2xpcGJvYXJkL3RoZW1lL3RoZW1lMS54bWxQSwEC
LQAUAAYACAAAACEAnGZGQbsAAAAkAQAAKgAAAAAAAAAAAAAAAAB/CwAAY2xpcGJvYXJkL2RyYXdp
bmdzL19yZWxzL2RyYXdpbmcxLnhtbC5yZWxzUEsFBgAAAAAFAAUAZwEAAIIMAAAAAA==
&quot; o:spid=&quot;_x0000_s1030&quot; strokecolor=&quot;#70ad47 [3209]&quot; strokeweight=&quot;1pt&quot; style=&quot;height: 24.75pt; left: 0; margin-left: 186pt; margin-top: 30.1pt; mso-height-percent: 0; mso-height-percent: 0; mso-height-relative: margin; mso-position-horizontal-relative: text; mso-position-horizontal: absolute; mso-position-vertical-relative: text; mso-position-vertical: absolute; mso-width-percent: 0; mso-width-percent: 0; mso-width-relative: margin; mso-wrap-distance-bottom: 0; mso-wrap-distance-left: 9pt; mso-wrap-distance-right: 9pt; mso-wrap-distance-top: 0; mso-wrap-style: square; position: absolute; text-align: left; v-text-anchor: middle; visibility: visible; width: 20.25pt; z-index: 251668480;&quot; type=&quot;#_x0000_t67&quot;&gt;&lt;v:rect fillcolor=&quot;white [3201]&quot; id=&quot;Persegi_x0020_panjang_x0020_5&quot; o:gfxdata=&quot;UEsDBBQABgAIAAAAIQC75UiUBQEAAB4CAAATAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnhtbKSRvU7DMBSF
dyTewfKKEqcMCKEmHfgZgaE8wMW+SSwc27JvS/v23KTJgkoXFsu+P+c7Ol5vDoMTe0zZBl/LVVlJ
gV4HY31Xy4/tS3EvRSbwBlzwWMsjZrlprq/W22PELHjb51r2RPFBqax7HCCXIaLnThvSAMTP1KkI
+gs6VLdVdad08ISeCho1ZLN+whZ2jsTzgcsnJwldluLxNDiyagkxOquB2Knae/OLUsyEkjenmdzb
mG/YhlRnCWPnb8C898bRJGtQvEOiVxjYhtLOxs8AySiT4JuDystlVV4WPeM6tK3VaILeDZxIOSsu
ti/jidNGNZ3/J08yC1dNv9v8AAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEArTA/8cEAAAAyAQAACwAAAF9y
ZWxzLy5yZWxzhI/NCsIwEITvgu8Q9m7TehCRpr2I4FX0AdZk2wbbJGTj39ubi6AgeJtl2G9m6vYx
jeJGka13CqqiBEFOe2Ndr+B03C3WIDihMzh6RwqexNA281l9oBFTfuLBBhaZ4ljBkFLYSMl6oAm5
8IFcdjofJ0z5jL0MqC/Yk1yW5UrGTwY0X0yxNwri3lQgjs+Qk/+zfddZTVuvrxO59CNCmoj3vCwj
MfaUFOjRhrPHaN4Wv0VV5OYgm1p+LW1eAAAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEAjhzerZ4DAACVCwAA
HwAAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9kcmF3aW5nMS54bWzsVtFu2zYUfR+wfyD4nlp2HCc1qhSu
uxQBgtSIU/T5hqIsrhSpkbRj92v2LfuyHVKyo3pBO2wFhgGFYZvUvffw8tzDK756va0120jnlTU5
H77IOJNG2EKZVc4/3F+dXHDmA5mCtDUy5zvp+evLn396RdOVo6ZSggHB+CnlvAqhmQ4GXlSyJv/C
NtLAVlpXU8DUrQaFo0cg13owyrLJoCZl+OUT1FsKxNZO/QMobcUnWczJbMgDUotp/0mXoxb/Hpmm
ZvPONctm4WLm4nazcEwVOQdzhmpQxAedoXPDdHAUtXoC2Jaujv62LNk25+Ns9DI7P+Nsh/F5djoe
n7V4chuYgMNwPJlcnGExET2yLMO4XbB6/w0IUf3ydRCk2aaDQS9F38QEzeave0ae7Z4XUJBcKdaQ
+ZXMinVJg50YtGdgD+A78r7T3g9p07RxPryTtmZxkHMnRUgCo82ND20ae5dUlX0mYbtMmwzbN7bY
xe0+4B+VdRYwYNs34koB84Z8WJCD2vEQ5ya8x0+p7WPObTfirLLu83PPoz8UCCtnjzg9Ofe/rclJ
zvS18Tl/ORyPARvSZHx2PsLE9S0PfYtZ13OroYiUXRpG/6D3w9LZ+qN1xSyuChMZgbVzLoLbT+YB
c5hwSIWczdJY2LqhcGOWDY7LMNEXObvffiTXdMQGyPHWLitq5HP8tr5JNXa2DrZUHfktq9GgfViG
nZZJu4l7iIKRXqENxQSTT8whDsD+QgS2objd7Byqj5pH3XXPY1aGvW/wre/FwREIyY6YTnwuOjus
qSHYnEtzMvsAJj+jDIiKRlmW0E8rHCxFQRkWdo0sSeCY36taenYrH9mdrcnwqH3rYchG+EyyU5zM
Mb4jjMawqiCqK6qVxrkdoquKinBmUmUSB5J64HPS6sGpL0CvElgEHwMSv0egp3hwDCp8D/T7Zgwm
wV7kKVy+oYo8sWtT4CXhFbFCmhUZ1kj9QCtSqIZT5JXZUawa6hSjE8emiMfp7lAHVZxcv23rMBw+
W4j/IVHysMu081bucfv/reZ7XP/Q/N85pX3N//H7DylDwEnQT6/NtZfL5g5ts+3P+/eqj60+Cl6b
O1nivoSbzCg12XRblHPt2o5NQkgTJof2Du8YViqtD4HtO+koUIdhF9T5pu6SOvghsG3rR4Ffrtj2
/P2q1oRDcK2MbV9LRwDFp8PKrX+ipNsxFBOvT4OjC2ly6S7Q8dbbn1/+CQAA//8DAFBLAwQUAAYA
CAAAACEAkS1qSVgGAAAPGgAAGgAAAGNsaXBib2FyZC90aGVtZS90aGVtZTEueG1s7FlLbxs3EL4X
6H9Y7L2x3oqNyIGtR9zEToJISZEjpaV2GXOXC5Kyo1uRnHopUCAtemiA3nooigZogAa99McYcNCm
P6JD7kOkRMUPuEBQxAKM3dlvhsOZ2W9I7o2bT2PqHWEuCEs6fvVaxfdwMmEBScKO/3A0+Oy67wmJ
kgBRluCOP8fCv7n96Sc30NaEknTMEA9GEY6xB4YSsYU6fiRlurWxISYgRuIaS3ECz6aMx0jCLQ83
Ao6OYYCYbtQqldZGjEjib4NFqQz1KfxLpFCCCeVDZQZ7CYph9HvTKZlgjQ0Oqwoh5qJLuXeEaMcH
mwE7HuGn0vcoEhIedPyK/vM3tm9soK1cico1uobeQP/lerlCcFjTY/JwXA7aaDQbrZ3SvgZQuYrr
t/utfqu0pwFoMoGZZr6YNpu7m7u9Zo41QNmlw3av3atXLbxhv77i805T/Sy8BmX2Gyv4waALUbTw
GpThmyv4RqNd6zYsvAZl+NYKvl3Z6TXaFl6DIkqSwxV0pdmqd4vZlpApo3tO+GazMWjXcuMLFFRD
WV1qiClL5Lpai9ETxgcAUECKJEk8OU/xFE2gJruIkjEn3j4JIyi8FCVMgLhSqwwqdfivfg19pSOC
tjAytJVf4IlYESl/PDHhJJUd/zZY9Q3I6Zs3J89enzz7/eT585Nnv+Zja1OW3h5KQlPv3U/f/PPy
S+/v33589+LbbOhlvDDxb3/56u0ff77PPMx4EYrT7169ff3q9Puv//r5hcP6DkdjEz4iMRbeXXzs
PWAxTNDhPx7zi2mMIkRMjZ0kFChBahSH/b6MLPTdOaLIgdvFdhwfcaAaF/DW7Inl8DDiM0kcFu9E
sQU8YIzuMu6Mwh01lhHm0SwJ3YPzmYl7gNCRa+wuSqws92cpcCxxmexG2HLzPkWJRCFOsPTUM3aI
sWN2jwmx4npAJpwJNpXeY+LtIuIMyYiMrWpaKO2RGPIydzkI+bZic/DI22XUNesePrKR8G4g6nB+
hKkVxltoJlHsMjlCMTUDvo9k5HJyOOcTE9cXEjIdYsq8foCFcOnc4zBfI+l3gGbcaT+g89hGckkO
XTb3EWMmsscOuxGKUxd2SJLIxH4uDqFEkXefSRf8gNlviLqHPKBkbbofEWyl+2w2eAgMa7q0KBD1
ZMYdubyFmVW/wzmdIqypBhqAxesxSc4k+SV6b/539A4kevrDS8eMrobS3YatfFyQzHc4cb5Ne0sU
vg63TNxdxgPy4fN2D82S+xheldXm9ZG2P9K2/7+n7XXv89WT9YKfgbrVsjVbruvFe7x27T4llA7l
nOJ9oZfvArpSMACh0tN7VFzu5dIILtWbDANYuJAjreNxJr8gMhpGKIU1ftVXRkKRmw6FlzIBS38t
dtpWeDqLD1iQbVmrVbU9zchDILmQV5qlHLYbMkO32ottWGleexvq7XLhgNK9iBPGYLYTdYcT7UKo
gqQ35xA0hxN6ZlfixabDi+vKfJGqFS/AtTIrsGzyYLHV8ZsNUAEl2FUhigOVpyzVRXZ1Mq8y0+uC
aVUArCGKClhkelP5unZ6anZZqZ0j05YTRrnZTujI6B4mIhTgvDqV9DxuXDTXm4uUWu6pUOjxoLQW
brSvv8+Ly+Ya9Ja5gSYmU9DEO+74rXoTSmaC0o4/ha0/XMYp1I5Qy11EQzg0m0ievfCXYZaUC9lD
IsoCrkknY4OYSMw9SuKOr6ZfpoEmmkO0b9UaEMIH69wm0MqH5hwk3U4ynk7xRJppNyQq0tktMHzG
Fc6nWv3yYKXJZpDuYRQce2M64w8QlFizXVUBDIiAE6BqFs2AwJFmSWSL+ltqTDntmmeKuoYyOaJp
hPKOYpJ5BtdUXrqj78oYGHf5nCGgRkjyRjgOVYM1g2p107JrZD6s7bpnK6nIGaS56JkWq6iu6WYx
a4SiDSzF8nJN3vCqCDFwmtnhM+peptzNguuW1glll4CAl/FzdN1zNATDtcVglmvK41UaVpydS+3e
UUzwDNfO0yQM1m8VZpfiVvYI53AgvFTnB73lqgXRtFhX6ki7Pk8coNQbh9WOD58I4GziKVzBRwYf
ZDUlqykZXMGXA2gX2XF/x88vCgk8zyQlpl5I6gWmUUgahaRZSJqFpFVIWr6nz8XhW4w6Eve94tgb
elh+TJ6vLexvONv/AgAA//8DAFBLAwQUAAYACAAAACEAnGZGQbsAAAAkAQAAKgAAAGNsaXBib2Fy
ZC9kcmF3aW5ncy9fcmVscy9kcmF3aW5nMS54bWwucmVsc4SPzQrCMBCE74LvEPZu0noQkSa9iNCr
1AcIyTYtNj8kUezbG+hFQfCyMLPsN7NN+7IzeWJMk3ccaloBQae8npzhcOsvuyOQlKXTcvYOOSyY
oBXbTXPFWeZylMYpJFIoLnEYcw4nxpIa0cpEfUBXNoOPVuYio2FBqrs0yPZVdWDxkwHii0k6zSF2
ugbSL6Ek/2f7YZgUnr16WHT5RwTLpRcWoIwGMwdKV2edNS1dgYmGff0m3gAAAP//AwBQSwECLQAU
AAYACAAAACEAu+VIlAUBAAAeAgAAEwAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAW0NvbnRlbnRfVHlwZXNdLnht
bFBLAQItABQABgAIAAAAIQCtMD/xwQAAADIBAAALAAAAAAAAAAAAAAAAADYBAABfcmVscy8ucmVs
c1BLAQItABQABgAIAAAAIQCOHN6tngMAAJULAAAfAAAAAAAAAAAAAAAAACACAABjbGlwYm9hcmQv
ZHJhd2luZ3MvZHJhd2luZzEueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAJEtaklYBgAADxoAABoAAAAAAAAA
AAAAAAAA+wUAAGNsaXBib2FyZC90aGVtZS90aGVtZTEueG1sUEsBAi0AFAAGAAgAAAAhAJxmRkG7
AAAAJAEAACoAAAAAAAAAAAAAAAAAiwwAAGNsaXBib2FyZC9kcmF3aW5ncy9fcmVscy9kcmF3aW5n
MS54bWwucmVsc1BLBQYAAAAABQAFAGcBAACODQAAAAA=
&quot; o:spid=&quot;_x0000_s1027&quot; strokecolor=&quot;#70ad47 [3209]&quot; strokeweight=&quot;1pt&quot; style=&quot;height: 31.5pt; left: 0; margin-left: 245.25pt; margin-top: 141.15pt; mso-height-percent: 0; mso-height-percent: 0; mso-height-relative: margin; mso-position-horizontal-relative: text; mso-position-horizontal: absolute; mso-position-vertical-relative: text; mso-position-vertical: absolute; mso-width-percent: 0; mso-width-percent: 0; mso-width-relative: margin; mso-wrap-distance-bottom: 0; mso-wrap-distance-left: 9pt; mso-wrap-distance-right: 9pt; mso-wrap-distance-top: 0; mso-wrap-style: square; position: absolute; text-align: left; v-text-anchor: middle; visibility: visible; width: 115.5pt; z-index: 251665408;&quot;&gt;
 &lt;v:textbox&gt;
  &lt;!--[if !mso]--&gt;
  &lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; style=&quot;text-align: justify; width: 100%;&quot;&gt;
   &lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
    &lt;td&gt;&lt;!--[endif]--&gt;
    &lt;br /&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;!--[if !mso]--&gt;&lt;/td&gt;
   &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/v:textbox&gt;
&lt;/v:rect&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/v:shape&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfhROMFmG0gcFvsJsd2pIGeffFj8XV8moEPasMrlDOLRvbmFMIROyR2WQFfRV0msrnGYhs9otDNQHOP7vbuB6sGVN8d0qcQqYnBn2vVdMZkHP1nOXMz7UXK_GaIHGsy3BfGBdi3GzGFC0/s1600/xxx.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;584&quot; data-original-width=&quot;1130&quot; height=&quot;206&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfhROMFmG0gcFvsJsd2pIGeffFj8XV8moEPasMrlDOLRvbmFMIROyR2WQFfRV0msrnGYhs9otDNQHOP7vbuB6sGVN8d0qcQqYnBn2vVdMZkHP1nOXMz7UXK_GaIHGsy3BfGBdi3GzGFC0/s400/xxx.png&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;tab-stops: 405.75pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-ansi-language: EN-AU;&quot;&gt;Bahasa
Melayu di Asia Tenggara yang semula berada di bawah Kerajaan Johor-Riau
terpecah menjadi dua dengan ditandatanganinya Traktak London 1824 yang membagi
wilayah ini mejadi dua yaitu di bawah kekuasaan Inggris dan di bawah kekuasaan
Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/6389089378845814998/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2020/01/fakta-fakta-tentang-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/6389089378845814998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/6389089378845814998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2020/01/fakta-fakta-tentang-bahasa-indonesia.html' title='FAKTA-FAKTA TENTANG BAHASA INDONESIA'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhfhROMFmG0gcFvsJsd2pIGeffFj8XV8moEPasMrlDOLRvbmFMIROyR2WQFfRV0msrnGYhs9otDNQHOP7vbuB6sGVN8d0qcQqYnBn2vVdMZkHP1nOXMz7UXK_GaIHGsy3BfGBdi3GzGFC0/s72-c/xxx.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-4268346430344071499</id><published>2019-02-14T10:04:00.001+07:00</published><updated>2022-06-24T11:03:52.232+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Budaya"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Penelitian"/><title type='text'>PEMAKNAAN RUANG PADA MASJID KUBAH EMAS: KAJIAN SEMIOTIK RUANG</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection1&quot;&gt;
&lt;table border=&quot;0&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoNormalTable&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; margin-left: 51.0pt; mso-padding-alt: 0cm 0cm 0cm 0cm; mso-table-layout-alt: fixed;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 12.65pt;&quot;&gt;&lt;td style=&quot;height: 12.65pt; padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 363.0pt;&quot; valign=&quot;bottom&quot; width=&quot;484&quot;&gt;&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;height: 12.65pt; padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 40.0pt;&quot; valign=&quot;bottom&quot; width=&quot;53&quot;&gt;&lt;div align=&quot;right&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt; text-align: right;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;height: 17.0pt; mso-yfti-lastrow: yes;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;height: 17.0pt; padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 363.0pt;&quot; valign=&quot;bottom&quot; width=&quot;484&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 41.0pt; mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Paradigma
  Jurnal Kajian Budaya Vol. 7 No. 2 (2017): 171–181&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;height: 17.0pt; padding: 0cm 0cm 0cm 0cm; width: 40.0pt;&quot; valign=&quot;bottom&quot; width=&quot;53&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 14.0pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2019/02/pemaknaan-ruang-pada-masjid-kubah-emas.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;PEMAKNAAN RUANG PADA MASJID KUBAH EMAS: KAJIAN SEMIOTIK RUANG&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 13.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , sans-serif; font-size: 13.0pt;&quot;&gt;Saefu Zaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13.45pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 145%; margin-right: 1.0pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.0pt; line-height: 145%;&quot;&gt;Mahasiswa Program Magister S2 Linguistik, Fakultas Ilmu
Pengetahuan Budaya, Universitas Indonesia, saefu.zaman@gmail.com&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 16.95pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;DOI: 10.17510/paradigma.v7i2.171&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13.3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;ABSTRACT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .95pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 106%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 42.0pt; margin-right: 43.0pt; margin-top: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 106%;&quot;&gt;&lt;i&gt;Golden
Dome Mosque is located in Depok City. Gold plating on its dome is the hallmark
of this mosque. The purpose of building this mosque is as a symbol of Islamic
glory in Indonesia. The purpose of this study is to describe how these meanings
are built on the Golden Dome Mosque, both from mosque constructors and from
people around the mosque. The method the writer uses is analysis of Danesi and
Perron about cultural marks, known as three-dimensional analysis which includes
temporal, notational, and structural analysis. The result of this research
shows that the mosque creators and the people make the meaning of this mosque in
its thirdness level, which is annotative in the notational dimension,
analogical in structural dimension and dynamic in the temporal dimension. The
conclusion of this research is the meaning of a cultural sign is on its
thirdness level where it is based on individual free interpretations.&lt;/i&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;KEYWORDS&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .95pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 42.0pt; mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;Three-dimensional analysis; Golden Dome
Mosque; semiotics.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 13.85pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 13.0pt;&quot;&gt;1.
Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.45pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;1.1 Latar
Belakang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Masjid
merupakan pusat kegiatan umat Islam, yaitu untuk melakukan ibadah dan mengurusi
urusan kemasyarakatan. Sejak awal perkembangan Islam, masjid telah memiliki
kedua fungsi itu. Bahkan, Rasulullah menjadikan masjid pusat pemerintahan pada
masa awal perkembangan Islam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .15pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 125%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt; line-height: 125%;&quot;&gt;Sebagaimana
tempat ibadah semua agama, masjid termasuk ruang sakral yang mengandungi
nilai-nilai yang harus dijunjung demi menjaga kesuciannya. Ruang sakral itu
memiliki aturan khusus, baik tertulis maupun tidak tertulis, yang tingkat
ketaatannya tinggi. Namun, fenomena yang terjadi pada Masjid Dian Al Mahri atau
yang terkenal dengan sebutan Masjid Kubah Emas sedikit berbeda. Masjid itu
dibangun megah dan mewah: lapisan emas terdapat pada lima kubahnya serta
ornamen di dalamnya. Adanya unsur kemewahan itu oleh pembuatnya ditujukan agar
masjid menjadi simbol keagungan Islam di tanah air Indonesia dan juga agar
orang yang melihatnya ingat akan kebesaran Allah SWT. Adanya pemaknaan lain
tentang suatu&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;objek budaya
merupakan bentuk pemaknaan pada level kekeduaan dan keketigaan, yang sudah
lepas dari pemaknaan dasar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection3&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .1pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 126%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Untuk
mengetahui bagaimana pemaknaan tentang masjid, khususnya Masjid Kubah Emas,
penulis ini akan mendeskripskan pemaknaan yang terjadi pada pembangunan Masjid
Kubah Emas. Bagaimana makna dibentuk, dibagikan, dan diterima juga merupakan
bagian dari kajian ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 11.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;1.2
Pertanyaan Penelitian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 126%; margin-left: 46.0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: 46.0pt; text-indent: -26.5pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Bagaimana pemaknaan atas ruang dibangun dalam pembuatan Masjid
Kubah Emas dalam dimensi struktural, notasional, dan temporal Danesi dan Perron?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .05pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 46.0pt; mso-line-height-alt: 0pt; mso-list: l0 level1 lfo1; tab-stops: 46.0pt; text-indent: -26.5pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Bagaimana
pemaknaan masyarakat tentang Masjid Kubah Emas?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.2pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;1.3 Tujuan
Penelitian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 126%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Tujuan
penelitian ini adalah untuk mendeskripsikan pembangunan makna dalam merancang
dan mendirikan Masjid Dian Al Mahri atau Masjid Kubah Emas. Pemaknaan yang
dipersepsi oleh masyarakat tentang masjid itu juga akan dideskripsikan dengan
menerapkan teori semiotik ruang Danessi dan Perron.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.45pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 13.0pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2019/02/pemaknaan-ruang-pada-masjid-kubah-emas.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;2. LandasanTeori&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.45pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;2.1 Masjid
Dian Al Mahri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Masjid
merupakan tempat ibadah umat Islam. Kata masjid berasal dari bahasa Arab, yaitu
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;sajda, yasjudu&lt;/i&gt; , dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;sujudan &lt;/i&gt;yang bermakna ‘taat, patuh,
serta tunduk dengan penuh hormat dan takzim.’ Itulah mengapa kata&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt; &lt;/i&gt;masjid digunakan untuk menyebut tempat/
ruang/bangunan yang digunakan untuk menunjukkan kepatuhan, ketaatan, dan
ketundukan manusia pada Tuhan, yaitu tempat untuk menyembah Tuhan YME.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .2pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 28.0pt; mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dalam perkembangannya, masjid tidak
hanya digunakan sebagai tempat menyembah Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 2.25pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Setidaknya ada tujuh fungsi yang diemban oleh masjid.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 2.25pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 46.0pt; mso-line-height-alt: 0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: 46.0pt; text-indent: -26.5pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tempat
kaum muslim beribadah dan mendekatkan diri kepada Allah Swt.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.05pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 126%; margin-left: 46.0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: 46.0pt; text-indent: -26.5pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Tempat kaum muslimin beriktikaf, membersihkan diri,
menggembleng batin untuk membina kesadaran dan mendapatkan pengalaman
batin/keagamaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .05pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 46.0pt; mso-line-height-alt: 0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: 46.0pt; text-indent: -26.5pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tempat
bermusyawarah kaum muslimin untuk memecahkan persoalan kemasyarakatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.05pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 46.0pt; mso-line-height-alt: 0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: 46.0pt; text-indent: -26.5pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt;&quot;&gt;Tempat
kaum muslimin berkonsultasi, mengajukan kesulitan, meminta bantuan, dan
pertolongan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.6pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 46.0pt; mso-line-height-alt: 0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: 46.0pt; text-indent: -26.5pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tempat
membina keutuhan ikatan jamaah dan kegotongroyongan umat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.05pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 46.0pt; mso-line-height-alt: 0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: 46.0pt; text-indent: -26.5pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tempat
meningkatkan kecerdasan dan ilmu pengetahuan muslimin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.05pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 46.0pt; mso-line-height-alt: 0pt; mso-list: l1 level1 lfo2; tab-stops: 46.0pt; text-indent: -26.5pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tempat
mengumpulkan dana dan membagikannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.05pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Masjid
Dian Al Mahri terletak di Kelurahan Meruyung, Kecamatan Limo, Kota Depok.
Masjid itu dibangun oleh Ibu Hj. Dian Juriah Maimun Al Rasyid dan Bapak Drs. H.
Maimun Al Rasyid. Masjid itu mulai dibangun pada April 1999 dan diresmikan pada
31 Desember 2006. Masjid ini memiliki luas 8.000 m&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 6.5pt; line-height: 115%;&quot;&gt;2&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt; di atas
tanah seluas 70 hektare. Masjid itu termasuk salah satu yang terbesar dan
termegah di Asia Tenggara, yang mampu menampung 15.000 jamaah salat atau 20.000
jamaah pada majelis taklim.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .25pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 136%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 136%;&quot;&gt;Masjid
Dian Al Mahri memiliki keunikan atau lebih tepat disebut kemewahan dan
kemegahan konstruksi. Dikatakan demikian karena masjid itu dibangun dengan
lapisan emas pada bagian kubah dan&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;menggunakan
ornamen di dalamnya. Tercatat ada tiga teknik pelapisan emas pada masjid itu,
(1) serbuk emas (prada) yang terpasang di mahkota pilar atau tiang kapital; (2)
&lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot;, sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;gold plating&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; yang terdapat pada lampu
gantung, railing tangga mezanin, pagar mezanin, ornamen kaligrafi kalimat
tasbih di pucuk langit-langit kubah, dan ornamen dekoratif di atas mimbar; dan
(3) &lt;/span&gt;&lt;i style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot;, sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;gold&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt; mozaik yang terdapat di
kubah utama dan kubah menara. Dengan pelapisan emas pada bagian kubah dan
bagian lain, masyarakat lebih banyak mengenal masjid itu dengan sebutan Masjid
Kubah Emas. Penamaan itu timbul karena dari kejauhan emas yang melapisi bagian
kubah terlihat begitu mencolok sehingga orang lebih mudah menyebutnya dengan
kubah emas.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection4&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 1.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype
 id=&quot;_x0000_t75&quot; coordsize=&quot;21600,21600&quot; o:spt=&quot;75&quot; o:preferrelative=&quot;t&quot;
 path=&quot;m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe&quot; filled=&quot;f&quot; stroked=&quot;f&quot;&gt;
 &lt;v:stroke joinstyle=&quot;miter&quot;/&gt;
 &lt;v:formulas&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;if lineDrawn pixelLineWidth 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 1 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum 0 0 @1&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @2 1 2&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelWidth&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelHeight&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 0 1&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @6 1 2&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelWidth&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @8 21600 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelHeight&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @10 21600 0&quot;/&gt;
 &lt;/v:formulas&gt;
 &lt;v:path o:extrusionok=&quot;f&quot; gradientshapeok=&quot;t&quot; o:connecttype=&quot;rect&quot;/&gt;
 &lt;o:lock v:ext=&quot;edit&quot; aspectratio=&quot;t&quot;/&gt;
&lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id=&quot;_x0000_s1026&quot; type=&quot;#_x0000_t75&quot; style=&#39;position:absolute;
 margin-left:-.1pt;margin-top:7.2pt;width:467.7pt;height:159.9pt;z-index:-251658752&#39;&gt;
 &lt;v:imagedata src=&quot;file:///C:/Users/hp/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.jpg&quot;
  o:title=&quot;&quot;/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;span style=&quot;height: 213px; margin-left: 0px; margin-top: 10px; mso-ignore: vglayout; position: absolute; width: 624px; z-index: -1895825920;&quot;&gt;&lt;img height=&quot;213&quot; src=&quot;file:///C:/Users/hp/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg&quot; v:shapes=&quot;_x0000_s1026&quot; width=&quot;624&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; mso-bidi-font-family: Arial; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection5&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;height: 213px; margin-left: 64px; margin-top: 277px; mso-ignore: vglayout; position: absolute; width: 624px; z-index: -1895825408;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;height: 213px; margin-left: 64px; margin-top: 277px; mso-ignore: vglayout; position: absolute; width: 624px; z-index: -1895825408;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;height: 213px; margin-left: 64px; margin-top: 277px; mso-ignore: vglayout; position: absolute; width: 624px; z-index: -1895825408;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;height: 213px; margin-left: 64px; margin-top: 277px; mso-ignore: vglayout; position: absolute; width: 624px; z-index: -1895825408;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;height: 213px; margin-left: 64px; margin-top: 277px; mso-ignore: vglayout; position: absolute; width: 624px; z-index: -1895825408;&quot;&gt;&lt;img height=&quot;213&quot; src=&quot;file:///C:/Users/hp/AppData/Local/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image002.jpg&quot; v:shapes=&quot;_x0000_s1026&quot; width=&quot;624&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection6&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 129%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt; line-height: 129%;&quot;&gt;Pembuatan
masjid mewah tersebut dilatarbelakangi oleh keinginan mendirikan sebuah masjid
yang megah dan indah, yang mampu menjadi simbol keagungan Islam. Filosofinya
adalah bahwa kemegahan dapat mengantarkan perasaan, menggerakkan jiwa, dan
menggenapkan niat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Keindahan dapat
mengingatkan kita akan kebesaran Sang Pencipta (Al Ayubi 2008).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.75pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;2.2 Semiotik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Perspektif
semiotik merupakan pendekatan dalam penelaahan suatu fenomena dengan melihatnya
sebagai tanda. Pandangan mengenai tanda tidak lepas dari teori strukturalisme
yang dikemukakan oleh Ferdinand de Saussure (dalam Hoed 2010). Menurutnya,
tanda terdiri atas penanda (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;signifiant,
signifier&lt;/i&gt; ) dan petanda (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;signifié,
signified&lt;/i&gt;). Dalam bahasa—karena pada awalnya teori strukturalisme digunakan
dalam ranah linguistik—penanda adalah citra bunyi yang muncul dari bibir,
sedangkan petanda adalah konsep yang diacu oleh bunyi itu. Jadi, penanda dan
petanda tidak dapat dipisahkan. Penanda merupakan perwujudan dari petanda dan
petanda adalah konsepsi dari suatu penanda. Konsep Saussure itu kemudian
disebut struktur diadik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .4pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 126%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Konsep
tanda diadik Saussure tersebut kemudian dikembangkan lagi oleh Barthes. Barthes
menganggap bahwa hubungan tanda antara penanda dan petanda tidak hanya terjadi
dalam satu tahap pemaknaan (dalam Hoed 2010). Tahap awal pemaknaan tanda
disebut tahap dasar (sistem primer) yaitu tahap pemaknaan untuk pertama kali.
Di sinilah makna denotatif berada. Namun, ketika pemaknaan tanda sudah
berkembang, muncullah sistem sekunder. Sistem sekunder merupakan tahap
pengembangan tanda. Di sinilah muncul tanda, baik penanda maupun petanda yang
konotatif. Fenomena bahasa semacam majas,&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;metafora,
penyempitan dan perluasan makna merupakan contoh riil dari sistem sekunder
pemaknaan tanda. Sistem sekunder tidak pernah selesai dan akan terus berkembang
seiring dengan pengalaman hidup pengguna tanda (manusia).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection7&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .15pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Konsep
lain tanda dikemukakan oleh Charles Sanders Peirce. Jika Saussure membagi tanda
dalam dua dimensi (penanda dan petanda), Peirce mengemukakan konsep tanda dalam
tiga dimensi atau triadik. Tanda, menurut Peirce, terdiri atas representamen,
objek, dan interpretan. Menurut Cristommy (2010), representamen merupakan
sesuatu yang dapat dipersepsi (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;perceptible&lt;/i&gt;);
objek merupakan sesuatu yang mengacu ke hal lain (referensial); interpretan
merupakan sesuatu yang diinterpretasi (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;interpretable&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .25pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pandangan
lain mengenai semiotik dikemukakan oleh Danesi dan Perron (1999). Semiotik
Danesi dan Perron merupakan gabungan dari pandangan dua aliran besar, yaitu
aliran strukturalisme yang dimotori oleh Ferdinand de Saussure dan Roland
Barthes, dan aliran pragmatis dengan tokohnya, yaitu Peirce. Menurut Danesi dan
Perron, semiotik mengkaji tanda dalam dunia. Dunia adalah semua yang berada di
luar diri manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .25pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 120%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt; line-height: 120%;&quot;&gt;Menurut
Danesi dan Perron (1999, 83), tanda terdiri atas tanda &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;unwitting&lt;/i&gt; dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;witting&lt;/i&gt;. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Unwitting&lt;/i&gt; artinya tanda yang diproduksi
di luar kesadaran dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;witting&lt;/i&gt; artinya
tanda yang diproduksi secara sadar atau sengaja oleh manusia untuk memaknai
dunia. Budaya merupakan tanda yang diproduksi secara sadar atau &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;witting&lt;/i&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .15pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 126%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Analisis
semiotik berdasarkan pandangan Danesi dan Perron dapat digunakan untuk mengkaji
kebudayaan. Kebudayaan—menurut pandangan mereka—dianalisis melalui analisis
tiga dimensi, yaitu temporal, notational, dan structural.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 11.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;2.3 Pemaknaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Sebuah objek
atau entitas di alam pada dasarnya tidak memiliki makna. Dia hanyalah sesuatu
yang natural dan kosong. Makna muncul setelah manusia memaknai objek itu. Makna
itu muncul bersamaan dengan kebudayaan manusia. Sebuah batu adalah benda alam
yang tidak bermakna. Namun, ketika manusia mulai membangun kebudayaan, batu
menjadi sesuatu yang bermakna. Bahkan, makna yang muncul dari batu itu
bermacam-macam. Ada batu yang dimaknai secara spiritual, maka muncul kebudayaan
animisme. Ada batu yang dimaknai secara estetis, maka muncul batu perhiasan.
Ada juga batu yang dimaknai dengan disusun menjadi bangunan, maka muncul
pemaknaan batu sebagai bahan baku untuk membuat rumah dan sebagainya. Jadi,
makna muncul bersamaan dengan pikiran manusia untuk mengolah alam atau yang
biasa disebut kebudayaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .45pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Seperti
yang sudah dicontohkan di atas, makna sebuah objek tidak terbatas. Makna akan
selalu muncul bersamaan dengan perkembangan kebudayaan manusia sehingga makna
suatu entitas tidak pernah diketahui akhirnya atau dapat dikatakan bahwa makna
akan terus berkembang. Menurut Saussure, makna dibangun atas relasi persamaan
dan perbedaan yang disebut relasi sintagmatis dan paradigmatis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .2pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 126%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Konsep
dasar tanda adalah bahwa tanda berdiri di atas referennya. Sebuah tanda pasti
memiliki referen yang diacu olehnya. Pereferensian tanda sendiri terdiri atas
tiga variasi, yaitu secara simbolis (berdasarkan konvensi), ikonis (berdasarkan
kemiripan), dan indeksikal (berdasarkan hubungan keeratan).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 11.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;2.4 Pemaknaan
Tanda dalam Kebudayaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 134%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt; line-height: 134%;&quot;&gt;Kebudayaan,
menurut Kroeber dan Kluckholn (dalam Danesi dan Perron 1999, 22), berdasarkan
konsensus dijelaskan dalam dua gagasan: (1) &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;that
cultural is away of life based on some system of shared meaning;&lt;/i&gt; (2) &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;that it is passed on from generation to
generation throught this very system&lt;/i&gt;. Berdasarkan konsep&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;kebudayaan
itu, untuk memaknai suatu objek budaya, kita tidak mungkin hanya melihat objek
budaya itu karena konsepnya mejelaskan bahwa budaya merupakan sesuatu yang
dimaknai bersama oleh sekelompok orang dan juga diturunkan dari satu generasi
ke genarasi berikutnya sehingga pemaknaan objek budaya haruslah melibatkan
konteks kemasyarakatan dan juga konteks waktu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection8&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .2pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: .15pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Berkaitan dengan rumusan tesebut, Danesi dan Perron (1999),
mengemukakan model analisis kebudayaan dalam tiga dimensi, yaitu temporal,
notasional, dan struktural. Dengan ketiga model analisis itu, sebuah objek
budaya dapat dianalisis secara mendalam dan tepat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .15pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: .15pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Model temporal menganalisis objek budaya dalam dimensi waktu.
Model itu melihat objek budaya berdasarkan waktu yang melingkupi kebudayaan itu
sendiri. Ada tiga axis yang perlu dianalisis dalam model temporal ini, yaitu
sinkronis, diakronis, dan dinamis. Sinkronis mengacu ke hubungan sebuah objek
budaya dengan yang lain pada waktu yang sama. Sementara itu, diakronis
menganalisis objek budaya dalam kaitannya dengan waktu lampau, pada masa
kebudayaan itu hidup dan berkembang. Dinamis berarti melihat makna baru yang
mungkin dibawa atau mengikuti suatu tanda.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 126%; margin-left: .15pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Model analisis yang kedua adalah model analisis notasional.
Model itu menganalisis objek budaya sebagai entitas yang memiliki pemaknaan
yang berlapis. Tiga analisis berdasarkan model notasional ini adalah denotatif,
konotatif, dan anotatif. Danesi dan Perron (1999, 94) mendefinisikan tiga axis
ini,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 9.5pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 108%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 37.15pt; margin-right: 43.0pt; margin-top: 0cm; mso-list: l2 level1 lfo3; tab-stops: 73.65pt; text-align: justify; text-indent: 19.55pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.0pt; line-height: 108%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;(1)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.0pt; line-height: 108%;&quot;&gt;a denotative (firstness) axis that provide its intended
meaning; (2) a connotative (secondness) axis that allows for the sign’s meaning
and; (3) an annotative (thirdness) axis that entails the individual’s own
understending of the sign’s meaning&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.0pt; line-height: 108%;&quot;&gt;.&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 16.95pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: .15pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pemaknaan tiga axis yang dikemukakan oleh Danesi dan Perron
dalam kajian budaya dapat disimpulkan: (1) denotasi berupa pemaknaan suatu
objek budaya berdasarkan prinsip primer (penanda dan petanda); (2) konotasi
berupa pemaknaan suatu objek budaya setelah ada konteks budaya yang
melingkupinya; (3) anotasi berupa pemaknaan yang diberikan oleh para individu
secara manasuka atau menurut interpretasi masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .25pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: .15pt; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Model analisis yang terakhir adalah model analisis struktural.
Model itu melihat budaya sebagai struktur. Makna sebuah objek budaya
diidentifikasi secara paradigmatis, sintagmatis, dan analogis. Pandangan
strukturalisme itu diterapkan dalam pengkajian budaya. Budaya dalam pandangan
strukturalisme adalah struktur. Struktur memiliki pengertian bangun teoretis
(abstrak) yang terdiri atas unsur-unsur yang berhubungan satu sama lain dalam
relasi sintagmatis dan paradigmatis. Dengan demikian, dapat ditarik kesimpulan
bahwa kebudayaan terbentuk dari berbagi unsur yang terjalin dalam relasi
paradigmatis dan sintagmatis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 28.15pt; mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt;&quot;&gt;Kebudayaan adalah kumpulan tanda yang
saling terkait yang membentuk satu konsep. Piliang (2010,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 2.8pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 119%; margin-left: .15pt; mso-list: l3 level1 lfo4; tab-stops: 18.2pt; text-align: justify; text-indent: -.15pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 119%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;91)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 119%;&quot;&gt;menyatakan bahwa dalam pandangan strukturalisme bahasa, tanda
tidak dapat dilihat hanya secara individual, tetapi dalam relasi dan
kombinasinya dengan tanda lain di dalam sebuah sistem. Relasi dan
pengombinasian (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;rule of combination&lt;/i&gt;)
tanda itulah yang disebut sintagmatis dan paradigmatis. Hubungan paradigmatis
atau vertikal adalah relasi berbagai tanda yang memiliki kesamaan dalam
distribusi. Relasi paradigmatis didasarkan pada keberbedaan dan keseleksian (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;distinctiveness and selectability&lt;/i&gt;). Relasi
sintagmatis adalah relasi tanda-tanda yang sesuai dengan konsep yang diinginkan
oleh manusia untuk dibentuk menjadi sesuatu yang bernilai. Sintagmatis dibentuk
berdasarkan prinsip kombinasi dan organisasi (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;combination and organization&lt;/i&gt;).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection9&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 126%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Pemaknaan
analogis terjadi ketika pemaknaan makna tanda diambil dari pemaknaan tanda lain
secara analogis. Analogi terjadi karena kesamaan yang dimiliki oleh entitas
yang kemudian kemudian diterapkan pada entitas yang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 11.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;2.5 Kode
Spasial (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Spatial Codes&lt;/i&gt;)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 121%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 121%;&quot;&gt;Ruang
merupakan hasil budaya manusia dalam memaknai teritori atau wilayah. Secara
denotatif, bangunan dan tempat merupakan refleksi dari perlindungan dan
teritori. Namun, secara konotatif, ruang memiliki pemaknaan lain yang
dipengaruhi oleh konteks budaya. Setidaknya, ada tiga kode spasial yang dikenal
dalam masyarakat budaya, yaitu ruang publik ( &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;public&lt;/i&gt;), pribadi (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;private&lt;/i&gt;),
dan sakral (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;sacred&lt;/i&gt;). Danesi dan
Perron (1999, 194) menjelaskan ketiga ruang ini sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.7pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 105%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; margin-left: 37.0pt; margin-right: 42.0pt; margin-top: 0cm; text-align: justify; text-indent: 19.85pt;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.0pt; line-height: 105%;&quot;&gt;Public
spatial codes are those that relate to sites where communal or social
interactions of various kinds take place; private spatial codes are those that
relate to place that individual have appropriated or designated as their own;
and sacred spatial codes relate to those locales that are purported to have
metaphysical, mytical, or spiritual qualities&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.0pt; line-height: 105%;&quot;&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 17.85pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 119%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 119%;&quot;&gt;Ruang
tersebut di atas dalam masyarakat memiliki ciri yang berbeda sesuai dengan cara
memaknai dan memperlakukannya. Di dalam ruang publik, orang akan lebih bebas
melakukan sesuatu. Di mal yang merupakan ruang publik, orang tidak perlu
melakukan tindakan yang harus dilakukan di ruang private (rumah). Misalnya,
ketika akan memasuki mal, kita tidak perlu mengetuk pintu; tetapi, ketika
memasuki rumah orang yang merupakan ruang pribadinya, kita harus meminta izin
dan mengetuk pintu terlebih dahulu sebelum masuk. Ruang sakral pun berbeda
dengan kedua ruang terdahulu. Di dalam ruang sakral, ada perilaku dan sikap
tertentu yang harus dipatuhi oleh orang yang berada di dalamnya, misalnya tidak
boleh membuat keributan, tidak boleh bermain-main.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 11.35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 13.0pt;&quot;&gt;3. Metodologi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 119%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 119%;&quot;&gt;Penelitian
analitis ini akan menggunakan analisis tanda budaya beradasarkan metode
analisis tiga dimensi yang dikemukakan oleh Danesi dan Perron. Tiga dimensi itu
adalah dimensi temporal, notasional, dan struktural. Subjek penelitian ini
adalah Masjid Dian Al Mahri atau yang lebih dikenal dengan sebutan Masjid Kubah
Emas. Masjid merupakan hasil budaya masyarakat. Oleh karena itu, masjid dapat
juga dianggap sebagai tanda, yaitu tanda budaya. Objek penelitian ini adalah
pemaknaan yang muncul dari eksistensi Masjid Kubah Emas, baik pemaknaan dalam
pembangunannya maupun pemaknaan masyarakat tentang masjid ini sebagai suatu
bentuk ruang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 11.35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 13.0pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2019/02/pemaknaan-ruang-pada-masjid-kubah-emas.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;4. Hasil Analisis&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 14.45pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;4.1 Pemaknaan
Masjid Kubah Emas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 122%; text-align: justify; text-indent: 3.3pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 122%;&quot;&gt;Masjid
adalah sebuah tanda budaya. Pada awal pembuatannya, masjid adalah sebuah ruang
atau &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;space&lt;/i&gt; yang diberi pewatas tembok
yang dikhususkan sebagai tempat menyembah Tuhan dalam agama Islam. Selain
digunakan sebagai tempat menyembah Tuhan atau salat, masjid juga digunakan
sebagai pusat kegiatan keagamaan masyarakat dan sebagai pusat pengaturan
kegiatan kemasyarakatan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection10&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pemaknaan
masjid sebagai tempat menyembah Tuhan merupakan pemaknaan dalam dimensi poros
kepertamaan (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;firstness axis&lt;/i&gt;).
Pemaknaan itu sesuai dengan konsep dasar masjid yang berasal dari akar kata &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;sajada, yasjudu&lt;/i&gt;, dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;sajadan&lt;/i&gt;. Pada pemaknaan awal itu, tentu
saja konsep masjid hanya mengacu pada ruang (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;space&lt;/i&gt;) yang digunakan untuk beribadah atau menyembah Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .2pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Seiring
dengan perkembangan zaman dan persebaran Islam yang semakin luas ke seluruh
dunia, pemaknaan masjid tidak lagi terbatas pada tempat ibadah. Kebudayaan
masyarakat yang bervariasi membuat masjid memiliki fungsi dan bentuk yang
bervariasi juga. Masjid yang semula dibangun sederhana sekarang telah bercampur
dengan budaya setiap masyarakat pemiliknya. Kita dapat melihat bentuk bangunan
masjid yang berbeda di berbagai negara. Keadaan itu tak lepas dari sentuhan
budaya masyarakat dalam membangun masjid. Variasi bentuk masjid yang terjadi di
setiap wilayah atau negara ini merupakan bentuk pemaknaan masyarakat atas
masjid sesuai dengan kebudayaan masyarakat pembangunnya. Di sini pemaknaan
masjid telah berada pada poros kekeduaan (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;secondness&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .4pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Fenomena
yang terjadi sekarang ini adalah masjid dibangun dengan arsitektur unik, mewah,
dan dari bahan yang di luar kebiasaan. Padahal, keunikan, kemewahan, dan bahan
yang tak lazim sebenarnya tak ada kaitannya sama sekali dengan fungsi utama
masjid, yaitu tempat menyembah Tuhan. Sebagai contoh adalah pembangunan Masjid
Dian Al Mahri, Depok. Masjid itu dibangun dengan arsitektur masjid Indonesia,
tetapi dengan menggunakan bahan emas sebagai pelapisnya (pelapis bagian kubah
dan beberapa ornamen). Total ada lima kubah yang dimiliki masjid ini dan
kelimanya dilapisi dengan emas 18 karat. Lapisan emas itu membuat Masjid Dian
Al Mahri lebih dikenal dengan nama Masjid Kubah Emas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pelapisan
emas pada kubah dan beberapa bagian Masjid Dian Al Mahri tentu saja merupakan
hasil pemaknaan pembuatnya tentang masjid dan emas. Pemaknaan masjid sebagai
tempat suci yang harus dijunjung tinggi dan pemaknaan emas yang melambangkan
kemewahan dan keanggunan, digabungkan sesuai dengan pemikiran pembuatnya. Di
sini, Masjid Dian Al Mahri telah berada pada pemaknaan keketigaan (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;thirdness&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .25pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 136%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 136%;&quot;&gt;Berikut
ini penjelasan mengenai pemaknaan yang terjadi pada Masjid Dian Al Mahri
berdasarkan metode analisis tiga dimensi Danesi dan Perron, yaitu notasional,
temporal, dan struktural.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 19.8pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;4.1.1 Analisis Notasional&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.05pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Secara
notasional, pemaknaan masjid yang paling awal, yaitu sebagai tempat sujud atau
salat merupakan bentuk pemaknaan tanda yang denotatif. Makna itu sesuai dengan
akar kata atau etimologi kata masjid itu sendiri, yaitu &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;sajada, yasjudu&lt;/i&gt;, dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;sujudan&lt;/i&gt;.
Dengan pemaknaan itu, sebuah masjid seharusnya cukup dibangun secara sederhana
asalkan sudah memenuhi dimensi keruangan, yaitu digunakan sebagai tempat
ibadah. Namun, yang terjadi adalah Masjid Dian Al Mahri tidak dibangun oleh
pembuatnya secara denotatif atau pada pemaknaan kepertamaan. Masjid Kubah Emas
dibangun berdasarkan pemaknaan pada tataran keketigaan, yaitu anotatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .35pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 125%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt; line-height: 125%;&quot;&gt;Pemaknaan
keketigaan tidak dilakukan secara langsung dari pemaknaan kepertamaan, tetapi
dilakukan melalui tahap kekeduaan. Pemaknaan kekeduaan tampak pada konstruksi
Masjid Kubah Emas yang masih sama dengan konstruksi masjid pada umumnya di
Indonesia. Yang tampak menonjol adalah kubah dan menara yang secara umum
merupakan ciri budaya pembuatan masjid di Indonesia. Kubah, menara, dan ornamen
yang ada di masjid itu merupakan aplikasi budaya masyarakat yang diterapkan
pada bangunan. Ketika bangunan atau objek budaya sudah bercampur dengan konteks
budaya tempat bangunan atau objek budaya itu berada, dapat dikatakan bahwa
bangunan atau objek itu sudah memiliki makna&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;konotatif
atau pada pemaknaan kekeduaan. Dapat dikatakan seperti itu karena dalam konteks
budaya selalu ada makna lain yang disematkan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection11&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .1pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Masjid
Dian Al Mahri yang begitu indah dan megah memiliki tujuan, yaitu untuk
menyimbolkan keagungan Islam di Indonesia. Simbol keagungan itu kemudian
dimaknai oleh pembuatnya dengan menyematkan emas pada bagian tertentu masjid.
Pembangunan masjid dengan kemegahan dan keindahan merupakan hasil dari
pemaknaan keindahan dan kemegahan oleh pembuatnya. Filosofinya adalah bahwa
kemegahan dapat menghantarkan perasaan, menggerakkan jiwa, dan menggenapkan
niat untuk meningkatkan keimanan dan ketakwaan. Keindahan dapat mengingatkan
kita akan kebesaran Sang Pencipta (Al Ayubi 2008). Pemilihan emas untuk
membentuk makna keagungan merupakan hasil pemikiran pembuat atas pemaknaan
emas. Emas adalah logam mulia yang melambangkan kekayaan, kemewahan, dan
keagungan sehingga keinginan membuat simbol keagungan Islam dimanifestasikan
dengan emas yang dilapiskan pada bagian tertentu masjid, seperti serbuk emas
(prada) yang terdapat pada pilar; &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;gold
plating&lt;/i&gt; yang terdapat pada lampu gantung, kaligrafi, railing tangga,
ornamen dekoratif di atas mimbar, dan &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;gold&lt;/i&gt;
mozaik solid yang terdapat di kubah utama dan kubah menara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .6pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 121%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt; line-height: 121%;&quot;&gt;Pemaknaan
tentang keagungan dengan menyematkan emas pada bagian tertentu masjid beserta
filosofinya merupakan hasil interpretasi pembuat masjid tentang keagungan dan
emas. Walaupun sesungguhnya tidak ada kaitan antara kesucian, kesakralan, dan
ketakziman kepada Tuhan dengan emas, pemberian lapisan emas pada bagian
tertentu masjid tetap dilakukan. Di sinilah pemaknaan pada tahap ketiga muncul,
yaitu pemaknaan tentang keagungan yang dimanifestasikan dengan emas melalui
interpretasi para pembangunnya. Jadi, dapat dikatakan bahwa Masjid Dian Al
Mahri yang diberi lapisan emas dimaknai pada poros anotatif, yaitu pemaknaan
yang merupakan hasil pemikiran atau interpretasi tiap-tiap individu. Pemaknaan
pada level itu tidak akan sama antara satu inividu dan yang lain. Hal itu,
misalnya, dapat dilihat dari Masjid Agung Jawa Tengah. Pemaknaan tentang
keagungan Islam dan kebanggan masyarakat Jawa Tengah tidak diwujudkan dengan
pemberian lapisan emas, tetapi dengan membuat masjid paling besar di Asia
Tenggara. Jadi, pemaknaan anotatif memang bergantung pada persepsi dan
interpretasi individu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pemaknaan
tentang Masjid Kubah Emas juga dapat dilihat dari pemaknaan masyarakat. Dari
sisi ini, pemaknaan masjid juga terdapat pada poros anotatif. Masyarakat tidak
lagi memaknai Masjid Kubah Emas sebatas bangunan tempat beribadah atau
menyembah Tuhan YME. Pemaknaan masyarakat tentang masjid sebagai tempat
beribadah adalah pemaknaan denotatif. Sementara itu, dalam kasus Masjid Kubah
Emas, masyarakat memaknai masjid lebih dari sekadar tempat beribadah.
Masyarakat memaknai masjid, selain sebagai tempat beribadah, juga sebagai
tempat wisata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Masjid
sebagai tempat beribadah umat Islam sesungguhnya termasuk dalam kategori ruang
sakral. Sebagaimana disebutkan oleh Danesi dan Perron (1999), ruang sakral
adalah tempat manusia percaya bahwa mereka dapat terkoneksi atau mendekatkan
diri dengan Tuhan atau Dewa. Setiap agama atau penganut kepercayaan memiliki
ruang sakralnya masing-masing, seperti masjid, gereja, kuil, wihara, atau
kelenteng. Ruang sakral menuntut perlakuan yang berbeda dari anggota
masyarakatnya. Ada sikap dan perilaku khusus yang harus ditaati oleh orang
ketika berada di ruang itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 125%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt; line-height: 125%;&quot;&gt;Pemaknaan
masyarakat tentang ruang dalam kasus Masjid Kubah Emas sebenarnya mengalami
pergeseran. Masjid yang merupakan ruang sakral, yang menuntut sikap dan
perilaku tertentu ketika orang berada di dalamnya, sudah bergeser, yaitu yang
semula ruang sakral menjadi ruang publik. Mengapa ruang publik? Karena beberapa
anggota masyarakat datang ke masjid itu hanya bertujuan untuk berwisata,
berfoto-foto, atau sekadar membuktikan keindahan masjid yang cukup terkenal.
Kesakralan masjid sebagai tempat beribadah yang menuntut sikap tertentu menjadi
berkurang. Kegiatan yang tidak ada kaitannya dengan masalah keagamaan dan
bahkan sekadar berwisata banyak dilakukan oleh anggota masyarakat&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;yang
mengunjungi masjid ini. Di sinilah pemaknaan anotatif terjadi, yaitu pemaknaan
manasuka dari tiap individu tentang suatu ruang yang sebenarnya tidak sesuai
dengan hakikat atau konvensi masyarakat pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection12&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 11.85pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;4.1.2 Analisis Temporal&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 2.25pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pemaknaan
suatu objek hasil budaya masyarakat selalu berkembang seiring dengan waktu.
Dapat dikatakan bahwa tidak ada makna yang tetap dan terus melekat pada sebuah
objek. Makna akan selalu berubah seiring dengan perubahan waktu, budaya, dan
pelaku budaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .15pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pemaknaan
Masjid Kubah Emas secara temporal terjadi secara dinamis. Maksudnya adalah
pemaknaan masjid itu tidak ajek. Awalnya masjid dimaknai sebagai tempat sujud
atau tempat menyembah Tuhan sesuai dengan makna asal kata pembentuk masjid,
yaitu sajada, yasjudu, dan sujudan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .15pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 121%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 11.5pt; line-height: 121%;&quot;&gt;Seiring
dengan perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat, masjid dimaknai secara
lebih luas, yaitu sebagai pusat berbagai kegiatan masyarakat. Kasus di
Indonesia pun demikian juga. Masjid pada awalnya dibangun untuk tujuan
peribadatan, pembelajaran agama, dan penyebaran agama Islam. Namun, seiring
dengan perubahan kondisi zaman dan peran ulama dan muslim di tanah air, masjid
bertransformasi menjadi pusat kegiatan keagamaan dan juga pusat untuk
membicarakan berbagai kepentingan. Pemaknaan luas terjadi pada masa penjajahan
ketika para ulama banyak berperan dalam perjuangan melawan penjajah. Pada masa
itu, masjid dan pesantren menjadi simbol perlawanan terhadap penjajah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Setelah
masa penjajahan, peran masjid kembali berkurang, yaitu sebatas kegiatan
keagamaan. Itu terlihat dari banyaknya masjid yang hanya digunakan sebagai
tempat beribadah dan belajar ilmu agama. Kegiatan kemasyarakatan lain mulai
dipindahkan ke tempat lain. Bahkan, ada pula masjid yang hanya dibuka ketika
waktu salat dan kemudian dikunci kembali setelah waktu salat berlalu dan pada
malam hari. Pemaknaan tentang masjid kemudian berubah lagi pada masa kini
setelah banyak yang juga menyediakan berbagai fasilitas, seperti penyewaan
gedung dan juga dibangun dengan keunikan dan kemegahan tertentu. Sebagai contoh
adalah Masjid Agung Jawa Tengah yang dibangun dengan mewah dan menjadi masjid
terbesar di Asia Tenggara dan Masjid Dian Al Mahri atau Masjid Kubah Emas yang
dibangun sangat mewah dan megah dengan lapisan emas pada kubah dan ornamen di
dalamnya. Pembangunan masjid bukan lagi berada pada pemaknaan primer, tetapi
pada pemaknaan lain yang ingin dicapai.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .5pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 121%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 121%;&quot;&gt;Dalam
kaitannya dengan Masjid Kubah Emas, pemaknaan dinamis terjadi pada pandangan
masyarakat masa kini tentang masjid itu. Ada makna baru yang muncul dalam benak
masyarakat, yang dibawa oleh Masjid Kubah Emas ini, yaitu masjid dapat juga
digunakan sebagai tempat berwisata atau tempat yang tidak sekadar untuk
beribadah. Masjid memiliki makna baru sebagai sarana rekreasi atau ada yang
menyebut dengan istilah wisata rohani.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 11.95pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;4.1.3 Analisis Struktural&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.05pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Masjid
merupakan hasil budaya suatu masyarakat yang digunakan untuk sarana beribadah
atau berkomunikasi dengan Sang Pencipta. Sebagai wujud budaya, masjid merupakan
struktur. Begitu juga dalam kasus Masjid Dian Al Mahri atau yang dikenal dengan
Masjid Kubah Emas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .15pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 126%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Sesuai
dengan pandangan strukturalisme, struktur sebuah budaya dapat dilihat dalam
poros paradigmatis dan sintagmatis. Dalam hal ini, Danesi dan Perron menambah
satu poros lagi yang berada di antara paradigmatis dan sintagmatis, yaitu poros
analogis (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;axis analogical&lt;/i&gt;).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection13&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Secara
paradigmatis, Masjid Kubah Emas dapat disamakan dengan masjid lain yang sama-sama
merupakan ruang sakral umat muslim. Penyamaan itu dapat dilakukan dengan
melihat fungsi umum dan utama masjid, yaitu sebagai tempat beribadah atau
menyembah Tuhan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .15pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Secara
sintagmatis, makna budaya dilihat dari relasi objek budaya dengan lingkungan tempat
budaya itu sekarang berada. Dalam hal ini, pemaknaan Masjid Kubah Emas menjadi
lebih dari sekadar tempat ibadah. Masjid telah menjadi sebuah pusat kegiatan
karena di dalamnya terdapat berbagai fasilitas dan kemewahan. Fasilitas gedung
untuk disewakan dalam pernikahan, fasilitas kantin, dan konstruksi yang mewah
membuat masjid dimaknai secara lebih luas oleh masyarakat sekitar, yaitu tempat
ibadah, tempat berbagai kegiatan masyarakat, dan ikon daerah itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Dalam
pembangunannya, pamaknaan secara sintagmatis dilakukan dalam memilih kubah,
menara, ornamen, dekorasi, dan arsitektur yang mencerminkan budaya
keindonesiaan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .1pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Di
sisi lain, kemegahan, kemewahan, dan emas yang menjadi ciri khas masjid ini
membuat masyarakat menganggap masjid ini sebagai tempat yang dapat digunakan
sebagai tempat berwisata. Pemaknaan ini merupakan pemaknaan pada tahap
keketigaan, yaitu analogis. Pemakanaan analogis ternyata yang paling melekat
dalam benak masyarakat dalam memaknai Masjid Kubah Emas. Itu terbukti ketika
orang mendengar nama Masjid Kubah Emas atau Masjid Dian Al Mahri; yang
terbersit dalam pikiran orang adalah mewah, agung, dan menarik, bukan sekadar
tempat beribadah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 118%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 118%;&quot;&gt;Pemaknaan
analogis juga dilakukan dalam tahap pembangunan masjid tersebut. Ada proses
analogis yang dilakukan pembuatnya dalam membangun masjid itu. Seperti yang
sudah dijelaskan di atas, masjid itu dibangun dengan tujuan untuk menjadi
simbol keagungan Islam yang direpresentasikan dalam bangunan yang mewah dan
indah. Untuk mencapai makna itu, pembuat melakukan analogi dengan berbagai
objek yang dapat menunjukkan keindahan dan kemewahan yang pada akhirnya
mencapai makna agung. Pemilihan emas sebagai pelapis bagian tertentu masjid
tentu bukan tanpa alasan. Pemilihan emas dilakukan karena emas dalam masyarakat
merupakan simbol kekayaan, kemewahan, dan keindahan. Ada proses analogis yang
dilakukan para pembuat masjid ini dalam memilih materi yang perlu disematkan
pada masjid ini agar makna ’agung‘ tercapai, yaitu emas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 11.45pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 13.0pt;&quot;&gt;5. Kesimpulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Makna suatu
objek budaya tidak pernah tetap. Makna suatu objek budaya akan selalu berubah
seiring dengan perubahan waktu, budaya, dan masyarakat penginterpretasinya.
Ruang merupakan suatu bentuk objek budaya. Ruang dalam masyarakat dibedakan
kodenya, yaitu ruang publik, ruang pribadi, dan ruang sakral. Pemaknaan ruang
pun sama dengan pemakanaan objek budaya yang lain, yaitu selalu berubah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .2pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 120%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 120%;&quot;&gt;Masjid
Dian Al Mahri merupakan ruang. Seperti tempat ibadah lain, masjid itu juga
termasuk dalam ruang sakral. Namun, pemaknaan masjid yang terkenal dengan
sebutan Masjid Kubah Emas itu juga mengalami perubahan. Pemaknaan tentang
masjid itu, baik dari pembuatannya maupun dari masyarakat, berada pada
pemaknaan keketigaan, yaitu anotatif pada dimensi notasional, analogis pada
dimensi struktural, dan dinamis pada dimensi temporal. Pemaknaan tanda budaya
berada pada pemaknaan keketigaan ketika dilakukan secara bebas berdasarkan
interpretasi individu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 10.0pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 16.3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;mso-line-height-alt: 0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 13.0pt;&quot;&gt;Daftar
Referensi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 13.0pt;&quot;&gt;&lt;br clear=&quot;all&quot; style=&quot;mso-break-type: section-break; page-break-before: auto;&quot; /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;

&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;WordSection14&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 5.3pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 136%; margin-left: 20.0pt; text-indent: -19.8pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 136%;&quot;&gt;Al
Ayubi, Humaidi H. 2008. Fungsi dan Kegiatan Masjid Dian Al Mahri sebagai Objek
Wisata Rohani. Skripsi, UIN Syarif Hidayatullah.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 19.0pt; text-align: justify; text-indent: -19.8pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Benny H. Hoed. 2010. Bahasa dan Sastra dalam Tinjauan Semiotik
dan Hermeneutik. Dalam &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Semiotika&lt;/i&gt; &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Budaya, &lt;/i&gt;peny. Tommy Cristomy dan Untung
Yuwono, 51–76. Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt; &lt;/i&gt;dan Budaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .15pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 19.0pt; text-align: justify; text-indent: -19.8pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Danesi, Marcel dan Paul Perron. 1999. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Analyzing Cultures: An Introduction and Handbook&lt;/i&gt;. Indiana: Indiana
University Press.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .1pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-left: 19.0pt; text-align: justify; text-indent: -19.8pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Cristomy, Tommy. 2010. Peircean dan Kajian Budaya. Dalam &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Semiotika Budaya,&lt;/i&gt; peny. Tommy Cristomy
dan Untung Yuwono, 109–146. Depok: Pusat Penelitian Kemasyarakatan dan Budaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: .1pt; mso-line-height-rule: exactly;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 126%; margin-left: 19.0pt; text-align: justify; text-indent: -19.8pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Piliang, Yasraf Amir. 2010. Semiotika sebagai Metode dalam
penelitian Desain. Dalam &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Semiotika Budaya&lt;/i&gt;,
peny. Tommy Cristomy dan Untung Yuwono, 87–108. Depok: Pusat Penelitian
Kemasyarakatan dan Budaya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: 12.0pt; line-height: 126%;&quot;&gt;Jurnal lengkap dapat diunduh pada &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial narrow&amp;quot; , sans-serif; font-size: large; line-height: 126%;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://paradigma.ui.ac.id/index.php/paradigma/issue/view/13/showToc&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Jurnal Paradigma&lt;/a&gt;,&amp;nbsp;FIB, Universitas Indonesia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeEA6feUdbtzOAPH9vly2c9x6YjTRVwy-LfvDqO1mcd8bsGxwUmW2cIj-gBjuQ-FOVnRTyKhXQJADTldAcriU6nhyzA2P5Nuzgyx2_wLO16pLo0CFoikmNfVpr3Kmh-8YiZFLG-uBLgNI/s1600/paradigma.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;566&quot; data-original-width=&quot;400&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeEA6feUdbtzOAPH9vly2c9x6YjTRVwy-LfvDqO1mcd8bsGxwUmW2cIj-gBjuQ-FOVnRTyKhXQJADTldAcriU6nhyzA2P5Nuzgyx2_wLO16pLo0CFoikmNfVpr3Kmh-8YiZFLG-uBLgNI/s320/paradigma.jpg&quot; width=&quot;226&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/4268346430344071499/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2019/02/pemaknaan-ruang-pada-masjid-kubah-emas.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/4268346430344071499'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/4268346430344071499'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2019/02/pemaknaan-ruang-pada-masjid-kubah-emas.html' title='PEMAKNAAN RUANG PADA MASJID KUBAH EMAS: KAJIAN SEMIOTIK RUANG'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgeEA6feUdbtzOAPH9vly2c9x6YjTRVwy-LfvDqO1mcd8bsGxwUmW2cIj-gBjuQ-FOVnRTyKhXQJADTldAcriU6nhyzA2P5Nuzgyx2_wLO16pLo0CFoikmNfVpr3Kmh-8YiZFLG-uBLgNI/s72-c/paradigma.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-450195687377786820</id><published>2019-02-11T16:18:00.000+07:00</published><updated>2019-02-11T16:36:50.808+07:00</updated><title type='text'>Penjaringan Tokoh Penggagas “Bahasa Persatuan Indonesia”</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2019/02/penjaringan-tokoh-penggagas-bahasa.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Penggagas Bahasa Persatuan, Bahasa Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Bahasa
adalah penanda utama suatu kumpulan manusia&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt; dapat&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt; diidentifikasi dalam satu kelompok.
Antara orang Jawa, Sunda, Batak, Dayak, Bugis, dan Betawi tidak akan dapat
dibedakan ketika mereka tidak berbahasa. Mereka baru bisa dibedakan berdasarkan
identitas kesukuan ketika berbahasa. Perbedaan bahasa bukan semata-mata
perbedaan simbol komunikasi, melainkan juga perbedaan budaya, ideologi, dan
hubungan sosial. Perbedaan bahasa berarti perbedaan kognisi yang menjadi dasar
manusia mempersepsikan diri dan lingkungan karena pada dasarnya manusia
berpikir dengan bahasa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Bahasa
Indonesia adalah bahasa yang di-ada-kan demi kepentingan politis. Sejarah mencatat,
pertama kali dideklarasikan adanya bahasa Indonesia adalah pada Kongres Pemuda
II tanggal 27—28 Oktober 1928. Namun, istilah bahasa Indonesia sendiri muncul
saat diadakan rapat perumusan naskah Sumpah Pemuda pada tanggal 2 Mei 1926.
Awalnya, rumusan naskah Sumpah Pemuda yang disarankan oleh M. Yamin berbunyi “&lt;i&gt;Kami
putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Melayu&lt;/i&gt;”.
Namun, atas saran dari M. Tabrani bunyinya diubah menjadi “&lt;i&gt;Kami putra dan
putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, Bahasa Indonesia&lt;/i&gt;”
(Kridalaksana, 2017). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Bahasa
Indonesia adalah bahasa yang dilahirkan guna memenuhi kebutuhan akan bahasa
persatuan. Dalam &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;prosesnya&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;,
bahasa Indonesia mampu memegang peran sebagai bahasa persatuan bagi suku-suku
dan wilayah-wilayah yang ada di Indonesia yang sangat beragam. Bahasa Indonesia
pun sampai sekarang mampu bertahan sebagai alat komunikasi di dunia yang
modern. Dari fungsi tersebut, bisa dikatakan bahwa bahasa Indonesia adalah
sebuah mahakarya yang luar biasa yang memiliki dampak yang sangat besar bagi
kemaslahatan bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 1.0cm;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Kemunculan
istilah “bahasa Indonesia” memiliki dampak yang sangat besar bagi perjuangan
kemerdekaan bangsa Indonesia, yaitu penerimaan dan rasa memiliki bersama
seluruh suku bangsa yang ada di wilayah Indonesia karena nama Indonesia adalah
nama yang dimiliki bersama, bukan nama salah satu suku bangsa. Nama bahasa
Indonesia menjadikan suku-suku bangsa yang ada di Indonesia tidak harus merasa
inferior karena harus mengakui bahasa suku bangsa lain sebagai bahasa
persatuannya. Ini sangat penting karena pada masa penyatuan, permasalahan
perasaan inferior-superior bisa menjadi masalah yang besar dan menghambat persatuan
bangsa Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7p3nleTYtKODtIi58qBEvsOt6TwxWrbERldTRknLEXDB3V8gC2J_w9wJLGPbSN6smsduKuYhkh41OhNzya5PVIDdojhmZOZtrX2ngqp0eA4K8-5yo1WPth7mXtzLSIfvGFpKNZ-6Js-I/s1600/tangkapan+layar+pahlawan.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;1021&quot; data-original-width=&quot;720&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7p3nleTYtKODtIi58qBEvsOt6TwxWrbERldTRknLEXDB3V8gC2J_w9wJLGPbSN6smsduKuYhkh41OhNzya5PVIDdojhmZOZtrX2ngqp0eA4K8-5yo1WPth7mXtzLSIfvGFpKNZ-6Js-I/s320/tangkapan+layar+pahlawan.png&quot; width=&quot;225&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Bahasa
Indonesia memiliki peran yang sangat vital bagi persatuan bangsa Indonesia.
Oleh karena itu, menjaga muruah dan eksistensi bahasa Indonesia adalah wajib
bagi seluruh bangsa Indonesia. Salah satu cara untuk menjaga muruah dan
eksistensi bahasa Indonesia adalah dengan memberikan legitiminasi yang lebih
kuat terhadap bahasa Indonesia. Memang, dalam UUD 1945, bahasa Indonesia sudah
dinyatakan sebagai bahasa resmi negara Indonesia, tetapi sampai saat ini belum
ada pihak atau tokoh yang dinyatakan atau dianugerahi gelar sebagai Pahlawan
Nasional atas jasa terhadap bahasa Indonesia. Padahal, sudah umum diketahui
bahwa bahasa Indonesia adalah bahasa yang dimunculkan atau dilahirkan dalam
upaya membangun persatuan bangsa untuk meraih kemerdekaan negara Indonesia.
Ketiadaan tokoh Pahlawan Nasional atas jasa terhadap bahasa Indonesia
menjadikan sejarah bahasa Indonesia kurang dipahami masyarakat. Ketiadaan ini&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; line-height: 150%; text-indent: 36pt;&quot;&gt;menjadi sebab kurangnya apresiasi
masyarakat terhadap bahasa Indonesia karena masyarakat tidak mengetahui
bagaimana perjuangan bahasa bahasa Indonesia. Bahkan, tidak sedikit yang
menyebut bahasa Indoneisa sama dengan bahasa Melayu. Hal ini tentu saja adalah
sikap yang tidak bangga dan tidak menjaga muruah bahasa Indonesia. Oleh karena
itu, pemunculan tokoh Pahlawan Nasional adalah hal yang urgen sebagai pintu
masuk penegasan sejarah bahasa Indonesia dan penegasan eksistensi bahasa
Indonesia sebagai bahasa yang mandiri yang tidak bisa disamakan atau dibawahkan
oleh bahasa lain.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Unduh &lt;a href=&quot;https://drive.google.com/open?id=16iM1b4-g7nbguGkX0uYXyHQ_B4zTIZz_&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;lembar informasi&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;century schoolbook&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Penjaringan Tokoh Penggagas &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-AU&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;century schoolbook&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;“&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;century schoolbook&amp;quot; , serif; font-size: 12pt; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Bahasa Persatuan Indonesia&quot;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Saefu Zaman&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/450195687377786820/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2019/02/penjaringan-tokoh-penggagas-bahasa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/450195687377786820'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/450195687377786820'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2019/02/penjaringan-tokoh-penggagas-bahasa.html' title='Penjaringan Tokoh Penggagas “Bahasa Persatuan Indonesia”'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7p3nleTYtKODtIi58qBEvsOt6TwxWrbERldTRknLEXDB3V8gC2J_w9wJLGPbSN6smsduKuYhkh41OhNzya5PVIDdojhmZOZtrX2ngqp0eA4K8-5yo1WPth7mXtzLSIfvGFpKNZ-6Js-I/s72-c/tangkapan+layar+pahlawan.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-4723475173452256144</id><published>2018-08-18T07:54:00.000+07:00</published><updated>2018-08-20T13:18:29.158+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Penciptaan Bahasa Indonesia</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2018/08/sejarah-penciptaan-bahasa-indonesia.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sejarah Penciptaan Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dua data historis—tentang pilihan politis terhadap bahasa di
Indonesia—telah tercatat sebelum bahasa Indonesia diterima sebagai bahasa
negara yang dimaktubkan dalam Undang-Undang Dasar 1945. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms,italic&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pertama&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;, prasaran Ki Hajar Dewantara dalam Kongres Guru di Den Haag pada tahun 1916 yang “meramalkan” bahwa bahasa Melayu akan menjadi bahasa persatuan
di wilayah Hindia Belanda. &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms,italic&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kedua&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;, rumusan naskah persiapan Sumpah Pemuda dalam Kongres Pemuda II, yang diadakan pada tanggal 27—28 Oktober
1928, yang semula berbunyi “&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms,italic&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kami
putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi bahasa persatuan, bahasa Melayu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;” (saran M. Yamin) menjadi “&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms,italic&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kami putra dan putri Indonesia menjunjung tinggi
bahasa persatuan, Bahasa Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;”
(saran&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &#39;trebuchet ms&#39;, sans-serif; font-size: 12pt;&quot;&gt;perubahan itu berasal dari M. Tabrani).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kongres Pemuda II tersebut menghasilkan sebuah keputusan
penting yang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;disebut sebagai Sumpah Pemuda dan telah mendudukkan bahasa
Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;sebagai bahasa persatuan. Dalam keputusan itu tidak secara
eksplisit&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;ditentukan dialek bahasa Melayu mana yang dijadikan bahasa
persatuan itu,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;padahal masa itu sudah berada ialah bahasa Melayu rendah atau
bahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Melayu kasar dengan berbagai subdialeknya di pelbagai wilayah.
Dialek Melayu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;ini juga digunakan secara luas sebagai bahasa media massa dan
bahasa sastra&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;populer. Pada waktu itu, pihak Pemerintah Belanda saja yang
secara implisit&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;menetapkan dialek Melayu Riau sebagai bahasa yang digunakan
dalam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;pengajaran di sekolah dan sebagai bahasa resmi dalam semua
terbitan Balai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pustaka.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGI80kT7iZ_NHA7nQus21JlrpMra-1IY05G4WCp6f79prtjq7i9TxSN0b3DhyDcWmXnGgalesm3mnTjAx-kXSzFxBQ1WRlX0fOdMPDEEZJWLmrH0hNv-VIMt_70Q1z4GQfS50gS9IJLoo/s1600/peta+bahasa.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Sejarah Penciptaan Bahasa&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;451&quot; data-original-width=&quot;637&quot; height=&quot;141&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGI80kT7iZ_NHA7nQus21JlrpMra-1IY05G4WCp6f79prtjq7i9TxSN0b3DhyDcWmXnGgalesm3mnTjAx-kXSzFxBQ1WRlX0fOdMPDEEZJWLmrH0hNv-VIMt_70Q1z4GQfS50gS9IJLoo/s200/peta+bahasa.jpg&quot; title=&quot;Sejarah Penciptaan Bahasa&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Sejarah Penciptaan Bahasa&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Berkat pilihan politis para pemuda dalam Kongres Pemuda
Indonesia itu,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Indonesia mempunyai bahasa nasional yang mempersatukan ratusan
bahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;daerah dan dialek. Pernyataan sikap politik bangsa Indonesia &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms,italic&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;“Kami putra dan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms,italic&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;putri Indonesia menjunjung bahasa
persatuan, bahasa Indonesia” &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;telah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;menempatkan bahasa Indonesia sebagai bahasa nasional yang
menyatukan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;keanekaan dalam masyarakat Indonesia. Bahkan, penutur bahasa
Jawa dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;bahasa Sunda yang jumlahnya lebih banyak daripada penutur
bahasa Melayu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;tidak memberikan protes apapun, bahkan memberikan dukungan.
Sebagai&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;gambaran, Anton M. Moeliono (2000) menyatakan, pada tahun 1928
populasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;orang Indonesia yang menggunakan bahasa Melayu sebagai bahasa
ibu hanya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;4,9%, sedangkan bahasa Jawa 47,8% dan Sunda 14,5%.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pilihan politis terhadap bahasa di Indonesia prakemerdekaan itu
menjadi jelas&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;setelah Kongres Bahasa Indonesia (KBI) I, tanggal 25—28 Juni
1938, di Solo.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dalam kongres itu Ki Hadjar Dewantara memberikan prasaran yang
kemudian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;menjadi pegangan apa yang disebut bahasa Indonesia, “Yang
dinamakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;‘Bahasa Indonesia’ yaitu bahasa Melayu yang sungguh pun
pokoknya berasal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;dari ‘Melajoe Riaoe’ akan tetapi yang sudah ditambah, diubah
atau dikurangi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;menurut keperluan zaman dan alam baharu, hingga bahasa itu lalu
mudah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;dipakai oleh rakyat di seluruh Indonesia; pembaharuan bahasa
Melayu hingga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;menjadi bahasa Indonesia itu harus dilakukan oleh kaum ahli
yang beralam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;baharu, ialah alam kebangsaan Indonesia”.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Berdasarkan latar belakang KBI I tersebut dan prasaran-prasaran
yang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;dikemukakan di dalamnya, sejauh ini dipahami bahwa bahasa
Indonesia yang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;digunakan hingga kini itu berasal dari bahasa Melayu Riau,
bukan dari bahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Melayu Pasar (sebagaimana dikemukakan oleh beberapa sarjana
sejarah,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;seperti Kahin, dan ahli linguistik Amerika, seperti Hopper).
Hal yang penting&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;untuk dicatat ialah luasnya penggunaan bahasa Melayu Rendah,
yang juga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Melayu Pasar atau Melayu Cina, merupakan faktor yang sangat
menentukan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;mengapa bahasa Indonesia diterima di seluruh Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Terbukti dalam perkembangannya, melalui vernakularisasi,
pilihan-pilihan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;politik bahasa itu telah mengantarkan bahasa Indonesia menjadi
bahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;masyarakat baru yang bernama Indonesia. Bahasa Indonesia telah
mampu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;menyatukan berbagai lapisan masyarakat yang berbeda latar
belakang sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;budaya, bahasa, dialek, dan etnik ke dalam satu kesatuan bangsa
Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Lebih dari itu, bahasa Indonesia yang bagi sebagian besar
masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Indonesia merupakan bahasa kedua, kemudian berkembang menjadi
bahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;pertama atau bahasa ibu, bahkan tumbuh variasi-variasi takbaku
sehingga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;bahasa itu dapat digunakan untuk segala keperluan emotif dan
sosial.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2018/08/sejarah-penciptaan-bahasa-indonesia.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Bahasa Indonesia&lt;/a&gt; pun kemudian mendapat pengukuhannya ketika
perjuangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;politik bangsa Indonesia mencapai puncaknya pada tanggal 17
Agustus 1945.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Bahasa Indonesia ditetapkan sebagai bahasa negara yang merdeka
dalam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Undang-Undang Dasar 1945, Pasal 32 dan 36. Undang-Undang nomor
24 tahun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;2009 tentang Bendera, Bahasa, dan Lambang Negara, serta Lagu
Kebangsaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;dan Peraturan Pemerintah nomor 57 tahun 2014 tentang
Pengembangan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pembinaan, dan Pelindungan Bahasa dan Sastra, serta Peningkatan
Fungsi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;bahasa Indonesia. Setelah itu berkembanglah penjabarannya dalam
segala&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;sektor kehidupan nasional yang makin kompleks dalam pendidikan,
ilmu&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;pengetahuan, administrasi negara, perundang-undangan, politik,
perdagangan,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;pers, dan pergaulan antaretnik/antarsuku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dalam menghadapi tantangan itu, pelbagai pertemuan lokal dan
nasional&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;diselenggarakan untuk merancangkan penggunaan bahasa Indonesia
dalam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;segala bidang kehidupan secara lebih terperinci dan lebih
sistematis. Badan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;perancangan bahasa dibentuk, yaitu antara lain &lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms,italic&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Instituut voor Taal en Cultuur&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms,italic&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Onderzoek (ITCO) &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;(1947), Balai Bahasa (1948), Lembaga Bahasa dan Budaya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;(1952), Lembaga Bahasa dan Kesusastraan (1959), Direktorat
Bahasa dan&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kesusastraan (1966), Lembaga Bahasa Nasional (1969), Pusat
Pembinaan dan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pengembangan Bahasa (1974), Pusat Bahasa (2000), dan Badan
Pengembangan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;dan Pembinaan Bahasa (2010). Kajian tentang masa depan bahasa
di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;dilakukan dan diperdebatkan oleh para sarjana dan para peminat.
Beberapa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;kongres bahasa diselenggarakan setelah Kongres Pertama di Solo
pada tahun&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;1938 itu, yakni Kongres Kedua di Medan pada tahun 1954 sampai
Kongres&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kesepuluh di Jakarta pada tahun 2013.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Permasalahan yang menyangkut kebahasaan di Indonesia sangat
kompleks.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Permasalahan itu tidak hanya menyangkut bahasa Indonesia,
tetapi juga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;bertemali dengan permasalahan yang ditimbulkan oleh
keanekaragaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;bahasa daerah dan penggunaan bahasa-bahasa asing tertentu,
terutama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;bahasa Inggris. Seiring sejalan dengan persoalan bahasa itu,
persoalan bahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;sebagai sarana ekspresi estetis turut menambah kekompleksan
persoalan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;kebahasaan. Dalam sejarah bangsa Indonesia, ekspresi estetis
menggunakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;bahasa tulis telah berlangsung sejak abad ke 3—4 M dengan
peninggalan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;tulisan yang dapat dipelajari hingga saat ini berupa prasasti
batu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Perkembangan berikutnya, media penulisan beralih pada lontar,
kayu, kulit,&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;dan kertas. Bahasa dan aksara yang digunakan pun bervariasi
sesuai dengan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;situasi sosial, politik, dan gelombang budaya yang dihadapi
masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Penggunaan bahasa dan aksara yang pernah tercatat dalam sejarah
sastra di&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Indonesia, antara lain, bahasa Sansekerta dengan aksara
Pallawa, bahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Jawa/Sunda dengan aksara Jawa/Sunda, bahasa Melayu dan Jawa
dengan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;aksara Arab. Pada masanya ekspresi estetis yang menggunakan
sarana bahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;tulis tersebut memuat, antara lain, ungkapan sabda-sabda raja,
silsilah para&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;raja, ajaran-ajaran agama. Bahasa tulis, pada masa itu,
terbatas pada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;kalangan tertentu dan digunakan hanya pada subjek tertentu
serta ditulis&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;dengan cara tertentu pula. Dengan sifat adiluhung dan cenderung
eksklusif&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;tersebut, bahasa tulis pada masa itu disebut pula susastra,
tulisan yang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;adiluhung.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
---&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;Diambil dari Renstra Badan Pengembangan dan Pembinaan Bahasa&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;Saefu Zaman.&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;trebuchet ms&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/4723475173452256144/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2018/08/sejarah-penciptaan-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/4723475173452256144'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/4723475173452256144'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2018/08/sejarah-penciptaan-bahasa-indonesia.html' title='Sejarah Penciptaan Bahasa Indonesia'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiGI80kT7iZ_NHA7nQus21JlrpMra-1IY05G4WCp6f79prtjq7i9TxSN0b3DhyDcWmXnGgalesm3mnTjAx-kXSzFxBQ1WRlX0fOdMPDEEZJWLmrH0hNv-VIMt_70Q1z4GQfS50gS9IJLoo/s72-c/peta+bahasa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-8818518071363916267</id><published>2018-08-07T11:39:00.001+07:00</published><updated>2018-08-20T13:15:39.378+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gaya Bahasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Linguistik"/><title type='text'>Konsep Dasar Metafora dan Kaitannya dengan Budaya</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2018/08/konsep-dasar-metafora-dan-kaitannya.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Konsep Dasar Metafora dan Kaitannya dengan Budaya&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXiIRrTuLpntQxwTf6N9-vctUsUKHc1vcjZK-7CXbPi84NUCMXj1sZhncE1nsbBdhPD8ubbWfcaGxQLePW8CbMwDjMBVtbMoYCTdpv_e7DVlDNiJqVg10lGcBLaD-PgpKj7MPHYxabRjc/s1600/Slide1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Konsep Dasar Metafora&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;720&quot; data-original-width=&quot;960&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXiIRrTuLpntQxwTf6N9-vctUsUKHc1vcjZK-7CXbPi84NUCMXj1sZhncE1nsbBdhPD8ubbWfcaGxQLePW8CbMwDjMBVtbMoYCTdpv_e7DVlDNiJqVg10lGcBLaD-PgpKj7MPHYxabRjc/s200/Slide1.JPG&quot; title=&quot;Konsep Dasar Metafora&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Konsep Dasar Metafora&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Metafora sering diartikan ataupun
dimasukkan ke dalam golongan gaya bahasa atau majas. Namun, pembahasan mengenai
mengapa metafora itu terbentuk jarang disampaikan. Untuk itu, dalam tulisan
pendek ini, penulis akan menjelaskan konsep dasar terbentuknya metafora dan
bagaimana budaya memiliki pengaruh terhadap metafora yang ada di dalam tiap
bahasa. Selamat merenungkan....&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Dalam menyampaikan maksud, manusia terkadang terbatasi oleh kosakata yang
tersedia yang dirasa kurang bisa mewakili ide atau emosi yang ingin
disampaikan. Untuk mengatasi hal tersebut, manusia kemudian mengambil suatu
perbandingan lain yang dirasa memiliki kesamaan dengan ide atau emosi yang
ingin disampaikan tersebut. Di sinilah kemudian metafora muncul. Metafora
merupakan salah satu cara yang dilakukan manusia untuk mengilustrasikan sesuatu
yang abstrak agar lebih mudah dimengerti. Lakoff dan Johnson (1980) mengatakan
bahwa metafora bagi kebanyakan orang adalah seperangkat imajinasi puitis dan
perkembangan retorikal. Metafora dapat dilihat sebagai karakteristik bahasa itu
sendiri, bagaimana suatu masyarakat meresapi kehidupannya sehari-hari, tidak
hanya dalam bahasa, tetapi juga dalam pikiran dan tindakan.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Metafora mengambil dua referen yang memiliki kemiripan atau kesamaan yang
kemudian keduanya saling dihubungkan. Referen pertama disebut &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;vehicle&lt;/i&gt; (pembawa) dan yang kedua disebut
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;ground&lt;/i&gt; (makna baru). Bagian-bagian
yang diperbandingkan dalam metafora memiliki ranah masing-masing berdasarkan
medan maknanya. Para linguis dan psikolog pada 1990-an mempercayai bahwa
metafora merupakan panduan dalam pikiran abstrak manusia. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Dari kenyataan tersebut dapat disimpulkan bahwa metafora secara bentuk
adalah bahasa itu sendiri, tetapi secara makna adalah cerminan dari bagaimana
pembuat metafora itu berpikir dan bertindak. Maka dari itu, menjadi sesuatu
yang wajar apabila suatu kelompok masyarakat memiliki metafora yang berbeda
dengan kelompok masyarakat yang lain. Hal tersebut muncul karena pikiran atau
budaya yang dimiliki masyarakat dalam mempersepsi lingkungan sekitar
berbeda-beda. Jika pun ada kesamaan pengambilan suatu bentuk bahasa menjadi
metafora, belum tentu makna yang dibentuk sama. Hal itu bisa&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;dilihat dari contoh berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Kata “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;hot&lt;/i&gt;” oleh beberapa
kelompok bahasa diambil sebagai metafora. Namun, makna yang diacu oleh kelompok-kelompok
budaya tersebut berbeda, misalnya dalam bahasa Ibrani, “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;hot&lt;/i&gt;” mengacu pada kemarahan, dalam bahasa Mandarin mengacu pada
antusiasme, dalam bahasa Thailand mengacu pada gairah seksual, dan dalam bahasa
Hausa mengacu pada energi. Ranah sumber yang sama yaitu “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;hot&lt;/i&gt;” ternyata memiliki banyak makna. Makna-makna tersebut merupakan
hasil pemikiran masing-masing kelompok budaya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Metafora sebagai cerminan pikiran dan budaya masyarakat juga bisa dilihat
dari bentuk metafora itu sendiri. Ada metafora yang bertolak belakang dari dua
kebudayaan yang bisa dianggap sebagai cerminan budaya dan pikiran
masyarakatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2018/08/konsep-dasar-metafora-dan-kaitannya.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Metafora&lt;/a&gt; “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Time is money&lt;/i&gt;”&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;=&amp;gt; Inggris/ Eropa&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Metafora “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Alon-alon asal klakon&lt;/i&gt;
‘pelan-pelan asalkan terlaksana’&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;=&amp;gt;
Jawa&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 21.3pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kedua metafora
tersebut merupakan metafora tentang pemanfaatan waktu. Metafora &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Time is money&lt;/i&gt; menggambarkan bagaimana
budaya orang Eropa yang menganggap bahwa waktu adalah sesuatu yang sangat
penting yang harus dimanfaatkan secara maksimal sehingga diibaratkan sebagai
uang. Uang dalam budaya kapitalis di Eropa adalah sesuatu yang paling penting
dan berharga sehingga untuk menggambarkan betapa penting dan berharganya waktu,
digunakanlah uang sebagai &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;vehicle&lt;/i&gt;-nya.
Budaya yang kontra diperlihatkan oleh masyarakat Jawa. Metafora “&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Alon-alon asal klakon&lt;/i&gt;” menunjukkan bahwa
masyarakat Jawa tidak menuntut kecepatan dalam bekerja atau memanfaatkan waktu,
tetapi lebih pada ketercapaian suatu tujuan dengan benar dan sesuai dengan
nilai-nilai yang diyakini. Akhirnya, tidak heran jika masyarakat Eropa
berkembang secara cepat dan menghasilkan teknologi berupa mesin-mesin yang
membantu kecepatan bekerja mereka, sedangkan masyarakat Jawa berkembang secara
perlahan karena meyakini nilai-nilai yang harus ditaati dalam konsesus mereka.
Contoh nyata dari perwujudan metafora tersebut dalam kehidupan masyarakat Jawa
adalah bagaimana lamanya masyarakat Jawa dalam membuat sebuah kain batik dan
bagaimana lamanya seorang empu membuat senjata keris, yaitu memakan waktu berminggu-minggu
atau bahkan berbulan-bulan hanya untuk membuat satu benda.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Dari kenyataan-kenyataan di atas, dapat diambil kesimpulan bahwa peran
metafora dalam suatu budaya adalah memudahkan anggota masyarakat untuk
menyampaikan konsep yang abstrak secara lebih efektif dan tepat berdasarkan
hal-hal yang ada di sekitar masyarakat itu sendiri. Pengambilan entitas lain
sebagai penggambaran suatu entitas dipengaruhi oleh pemikiran dan tindakan yang
dimiliki masyarakat budaya itu. Dengan kata lain, metafora adalah budaya dan setiap orang bermetafora.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
Deskripsi lengkap mengenai metafora akan penulis ulas pada tulisan berikutnya... Salam Bahasa.................&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Saefu Zaman &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ref:&amp;nbsp;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify; text-indent: -1cm;&quot;&gt;Lakoff, George and Mark Johnson. 1980. &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify; text-indent: -1cm;&quot;&gt;Metaphors We Live By&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-align: justify; text-indent: -1cm;&quot;&gt;. Chicago: The University of Chicago Press.&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 1.0cm; text-align: justify; text-indent: -1.0cm;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/8818518071363916267/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2018/08/konsep-dasar-metafora-dan-kaitannya.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/8818518071363916267'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/8818518071363916267'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2018/08/konsep-dasar-metafora-dan-kaitannya.html' title='Konsep Dasar Metafora dan Kaitannya dengan Budaya'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXiIRrTuLpntQxwTf6N9-vctUsUKHc1vcjZK-7CXbPi84NUCMXj1sZhncE1nsbBdhPD8ubbWfcaGxQLePW8CbMwDjMBVtbMoYCTdpv_e7DVlDNiJqVg10lGcBLaD-PgpKj7MPHYxabRjc/s72-c/Slide1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-8433398327853388855</id><published>2018-08-07T10:47:00.000+07:00</published><updated>2018-08-07T10:57:23.257+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Linguistik"/><title type='text'>Perubahan Bunyi Asimilasi dan Disimilasi</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;Perubahan Bahasa&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2018/08/perubahan-bunyi-asimilasi-dan-disimilasi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 14pt; line-height: 150%;&quot;&gt;PerubahanBunyi Asimilasi dan Disimilasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 14.2pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;A.&lt;span style=&quot;font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Asimilasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Asimilasi
merupakan proses perubahan bunyi yang mengakibatkan suatu bunyi menjadi mirip
atau sama dengan bunyi lain di dekatnya. Perubahan bunyi asimilasi ini
didikotomikan menjadi tiga, yaitu &lt;i&gt;total-partial, contact-distant &lt;/i&gt;dan &lt;i&gt;regressive-progressive.
&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Perubahan asimilasi total adalah
perubahan bunyi menjadi identik atau sama dengan yang lain dengan mengambil
semua fitur fonetiknya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Perubahan parsial (sebagian) adalah
perubahan bunyi asimilasi dengan mengakuisisi beberapa ciri bunyi yang diikuti,
tetapi tidak menjadi sepenuhnya identik.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Perubahan asimilasi regresif terjadi
jika perubahan bunyi berupa bunyi yang berubah berada pada posisi lebih awal (lebih
kiri) dari bunyi yang menyebabkan terjadinya perubahan bunyi asimilasi.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jadi, bunyi (fon) yang lebih awal
menyesuaikan bunyi yang mengikutinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-feature-settings: normal; font-kerning: auto; font-language-override: normal; font-size-adjust: none; font-size: 7pt; font-stretch: normal; font-style: normal; font-variant: normal; font-weight: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Perubahan asimilasi progresif merupakan
kebalikan dari regresif, yaitu perubahan bunyi dengan bunyi yang berada di
belakang (lebih kanan) mengikuti bunyi yang berada di depannya (di kirinya)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Dikotomi
tersebut bukan merupakan proses perubahan yang berdiri sendiri-sendiri,
melainkan proses yang berkombinasi. Berikut contoh perubahan bunyi asimilasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt 18pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Total contact
regressive assimilation &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 146.3pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;195&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Kata asal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 131.55pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;175&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Setelah terjadi
  asimilasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 103.3pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;138&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Arti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 1; mso-yfti-lastrow: yes;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 146.3pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;195&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Octo (Latin)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 131.55pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;175&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Otto (Italy)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 103.3pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;138&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Delapan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;Partial contact
regressive assimilation &lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.45pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 146.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;195&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Kata asal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 132.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;177&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Setelah terjadi
  asimilasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 102.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;137&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Arti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 1;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.45pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 146.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;195&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Minbar (Arab)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 132.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;177&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Mimbar (Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 102.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;137&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Podium/ tempat
  ceramah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 2; mso-yfti-lastrow: yes;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.45pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 146.1pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;195&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Mumkin (Arab)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 132.6pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;177&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Mungkin
  (Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 102.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;137&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;-&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Dari
contoh di atas, yang membedakan antara partial dan total adalah ada tidaknya kemiripan
dari bunyi yang berubah dengan bunyi yang diikuti. Pada contoh pertama,
perubahan &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;/c/ menjadi /t/ merupakan
perubahan yang total karena keduanya tidak memiliki kemiripan atau keindentikkan.
Itu berbeda dengan perubahan partial (contoh 2), yaitu [MINBAR] menjadi
[MIMBAR], bunyi /n/ menjadi /m/ terpengaruh oleh bunyi /b/ yang berada di belakangnya
yang sama-sama merupakan bunyi bilabial (/m/ dan /b/). Antara /m/ dan /b/ masih
memiliki keindentiikan sehingga disebut perubahan bunyi asimilasi yang parsial,
bukan total.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Secara
umum, perubahan asimilasi terjadi pada bunyi yang berdekatan (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;contact&lt;/i&gt;). Contoh-contoh di atas semuanya
merupakan perubahan bunyi asimilasi yang berdekatan (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;contact&lt;/i&gt;). Sangat jarang asimilasi terjadi pada bunyi yang berjarak
(distant). Namun demikian, perubahan bunyi asimilasi &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;distant&lt;/i&gt; juga terdapat pada bahasa-bahasa tertentu, misalnya &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 149.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;199&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Kata asal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 132.05pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;176&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Setelah terjadi
  asimilasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.95pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;133&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Arti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 1; mso-yfti-lastrow: yes;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.5pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 149.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;199&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Penkwe (Proto-Indo-European)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 132.05pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;176&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;kWinkwe (Latin)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 99.95pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;133&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;To cook&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://www.situsbahasa.com/2018/08/perubahan-bunyi-asimilasi-dan-disimilasi.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;https://www.blogger.com/null&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; B. Disimilasi&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Disimilasi adalah perubahan bunyi yang
terjadi jika dua bunyi yang sama/ mirip berubah menjadi tidak sama atau
berbeda.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Contoh perubahan disimilasi.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table border=&quot;1&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;MsoTableGrid&quot; style=&quot;border-collapse: collapse; border: medium none; margin-left: 0px; margin-right: 0px; text-align: left;&quot;&gt;
 &lt;tbody&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-firstrow: yes; mso-yfti-irow: 0;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.4pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;No&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 147.65pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;197&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Kata asal&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 136.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;182&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Setelah terjadi
  disimilasi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-left: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.45pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;130&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Arti&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 1;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.4pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;1.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 147.65pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;197&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Chimney (English)&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 136.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;182&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Chim(b)ley (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;dialect&lt;/i&gt; &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;in&lt;/i&gt; English)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.45pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;130&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Cerobong asap&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 2;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.4pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;2.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 147.65pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;197&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Afshah (Arab)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 136.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;182&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Absah
  (Indonesia)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.45pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;130&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Sah &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;mso-yfti-irow: 3; mso-yfti-lastrow: yes;&quot;&gt;
  &lt;td style=&quot;border-top: none; border: solid windowtext 1.0pt; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 26.4pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;35&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;3.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 147.65pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;197&quot;&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0cm; mso-layout-grid-align: none; text-align: justify; text-autospace: none;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;color: black; font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Sajjana (Sansekerta)&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 136.15pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;182&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;Sarjana &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
  &lt;td style=&quot;border-bottom: solid windowtext 1.0pt; border-left: none; border-right: solid windowtext 1.0pt; border-top: none; mso-border-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-left-alt: solid windowtext .5pt; mso-border-top-alt: solid windowtext .5pt; padding: 0cm 5.4pt 0cm 5.4pt; width: 97.45pt;&quot; valign=&quot;top&quot; width=&quot;130&quot;&gt;&lt;div class=&quot;Default&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/td&gt;
 &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Proses disimilasi terjadi dengan jelas
pada contoh kata-kata di atas. Bunyi yang sama /j/ dan /j/ pada [SAJJANA] salah
satunya diubah menjadi bunyi yang tidak sama, yaitu /r/ sehingga menjadi
[SARJANA]. Proses yang mirip juga terjadi pada kata &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;afsah&lt;/i&gt;. Bunyi /f/ dan /s/ adalah dua bunyi yang memiliki kemiripan.
Bunyi /f/ dan /s/ sama-sama merupakan bunyi geser (bunyi yang dihasilkan oleh
udara yang melalui celah sempit). Kedua bunyi yang sama-sama berupa bunyi geser
kemudian diubah salah satunya, yaitu bunyi /f/ diubah menjadi /b/ yang
merupakan bunyi bilabial sehingga menjadi [ABSAH].&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-bottom: 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 150%;&quot;&gt;Saefu Zaman &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;georgia&amp;quot; , &amp;quot;times new roman&amp;quot; , serif;&quot;&gt;

&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;
  &lt;o:AllowPNG/&gt;
 &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:WordDocument&gt;
  &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;
  &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;
  &lt;w:TrackMoves/&gt;
  &lt;w:TrackFormatting/&gt;
  &lt;w:PunctuationKerning/&gt;
  &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;
  &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;
  &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;
  &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;
  &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;
  &lt;w:LidThemeOther&gt;IN&lt;/w:LidThemeOther&gt;
  &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;
  &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;
  &lt;w:Compatibility&gt;
   &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;
   &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;
   &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;
   &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;
   &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;
   &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;
   &lt;w:EnableOpenTypeKerning/&gt;
   &lt;w:DontFlipMirrorIndents/&gt;
   &lt;w:OverrideTableStyleHps/&gt;
  &lt;/w:Compatibility&gt;
  &lt;m:mathPr&gt;
   &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;
   &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;&amp;#45;-&quot;/&gt;
   &lt;m:smallFrac m:val=&quot;off&quot;/&gt;
   &lt;m:dispDef/&gt;
   &lt;m:lMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:rMargin m:val=&quot;0&quot;/&gt;
   &lt;m:defJc m:val=&quot;centerGroup&quot;/&gt;
   &lt;m:wrapIndent m:val=&quot;1440&quot;/&gt;
   &lt;m:intLim m:val=&quot;subSup&quot;/&gt;
   &lt;m:naryLim m:val=&quot;undOvr&quot;/&gt;
  &lt;/m:mathPr&gt;&lt;/w:WordDocument&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;
 &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;
  &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;
 &lt;/w:LatentStyles&gt;
&lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt;
&lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin-top:0cm;
 mso-para-margin-right:0cm;
 mso-para-margin-bottom:10.0pt;
 mso-para-margin-left:0cm;
 line-height:115%;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
 mso-fareast-language:EN-US;}
table.MsoTableGrid
 {mso-style-name:&quot;Table Grid&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-priority:59;
 mso-style-unhide:no;
 border:solid windowtext 1.0pt;
 mso-border-alt:solid windowtext .5pt;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-border-insideh:.5pt solid windowtext;
 mso-border-insidev:.5pt solid windowtext;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
 mso-fareast-language:EN-US;}
&lt;/style&gt;
&lt;![endif]--&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/8433398327853388855/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2018/08/perubahan-bunyi-asimilasi-dan-disimilasi.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/8433398327853388855'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/8433398327853388855'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2018/08/perubahan-bunyi-asimilasi-dan-disimilasi.html' title='Perubahan Bunyi Asimilasi dan Disimilasi'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-1368279740435034790</id><published>2018-07-23T16:08:00.000+07:00</published><updated>2018-07-23T16:08:14.103+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Materi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Psikolinguistik"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Tulisan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wacana"/><title type='text'>Analisis Wacana Kritis atau Critical Discourse Analysis (CDA)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Analisis wacana kritis atau critical discourse analysis (CDA)&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; merupakan metode analisis teks yang berusaha mengungkap isi teks tidak hanya dari aspek tekstualitasnya, tetapi juga dari hal-hal lain yang mendasari produksi teks tersebut, seperti konteks, intertektual, relasi dengan kuasa, dan aspek sosial-budaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Analisis wacana kritis mendekati wacana sebagai praktik sosial-budaya. Gejala, peristiwa, aktivitas, tindakan, bahkan aspek psikologi kognitif sosial yang hidup dan terjadi dalam realitas sosial direpresentasikan dalam wacana. Namun, tidak selamanya apa yang terjadi dalam realitas sosial terwakili secara jernih di dalam wacana. Oleh karena itu, tujuan analisis wacana kritis adalah menyingkapkan keburaman dalam wacana (Yuwono, 2016).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Analisis wacana kritis (AWK) tidak hanya mendekati dan memahami teks berdasarkan apa yang tersurat di dalam teks, tetapi juga berusaha menunjukkan apa yang tidak tertulis di dalam teks.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNpz6qF15EHz2fBxCqkbczko0hqSrcvcgkp2R6jPG5HuDowOmi_FND-LEBY8uJjQJF3nO_x3aDQSYj0DABZKIlq-gGbGl9F3jcJdg9ZapOCIL5je6cu1vtAWePOmfjGTRjln7CK9rJ5Bw/s1600/Analisis+wacana+kritis+atau+critical+discourse+analysis+%2528CDA%2529.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Analisis wacana kritis atau critical discourse analysis (CDA)&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;500&quot; data-original-width=&quot;1000&quot; height=&quot;160&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNpz6qF15EHz2fBxCqkbczko0hqSrcvcgkp2R6jPG5HuDowOmi_FND-LEBY8uJjQJF3nO_x3aDQSYj0DABZKIlq-gGbGl9F3jcJdg9ZapOCIL5je6cu1vtAWePOmfjGTRjln7CK9rJ5Bw/s320/Analisis+wacana+kritis+atau+critical+discourse+analysis+%2528CDA%2529.jpg&quot; title=&quot;Analisis wacana kritis atau critical discourse analysis (CDA)&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;CDA&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;Analisis Wacana Kritis Norman Fairclough&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak seperti beberapa linguis lain yang memandang analisis wacana sebagai analisis struktur teks semata, Fairclough (1995:8) mememandang wacana sebagai penggunaan bahasa dalam praktik sosial dan analisis wacana adalah analisis dari bagaimana teks bekerja di dalam praktik sosiokultural. Namun demikian, fairclugh juga memandang aspek tekstualitas juga diperlukan dalam analisis wacana, seperti struktur, organisasi teks, fonologis, pragmatik, gramatikal, leksikal (kosakata).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Fairclough (1995), analisis wacana memiliki tiga dimensi kerja, yaitu wacana sebagai teks, wacana sebagai praktik berwacana, dan wacana sebagai praktik sosiokultural. Analisis wacana kritis diawali dengan analisis terhadap struktur teks. Analisis yang dilakukan dalam tahap ini meliputi analisis ideasional, analisis interpersonal, dan analisis tekstual. Hal yang bisa diungkap pada tahap ini meliputi leksikalisasi, pola transitivitas, dan nominalisasi (analisis ideasional); modus dan modalitas (analisis interpersonal); penggunaan aktif-pasif, kohesi, tema, dan informasi (analisis tekstual). Jadi, analisis yang digunakan dalam tahap ini beracuan pada ilmu-ilmu linguistik seperti sintaksis, morfologis, dan semantik. Analisis selanjutnya dalam AWK adalah analisis berdasarkan praktik berwacana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fairclough berpandangan bahwa wacana bukanlah bentuk yang mandiri. Wacana sangat dipengaruhi oleh konteks, baik itu konteks kebahasaan, konteks sosial, konteks budaya, konteks masyarakat, maupun konteks pemerintahan. Oleh karena itu, analisis wacana kritis juga melihat hal-hal yang berada di luar wacana sebagai unsur yang turut membangun wacana. 
Fairclough (1995) mengatakan “Critical discourse analysis is viewed as integrating (a) analysis of text, (b) analysis of processes of text production, consumption and distribution, and (c) sociocultural analysis of the discursive.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pandangan tersebut, analisis wacana kritis terbangun atas analisis dimensi teks, dimensi praktik wacana, dan dimensi konteks sosio-kultural-historis. Dimensi analisis wacana kritis Fairclough dapat dilihat pada bagan berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
PRAKSIS

Dimensi Wacana     Dimensi analisis wacana
Sumber: Fairclough, 1995: 98)

Berdasarkan bagan tersebut, dapat disimpulkan bahwa analisis terhadap wacana meliputi analisis deskripsi teks untuk dimensi teks, interpretasi teks untuk dimensi praktik wacana, dan eksplanasi teks untuk dimensi konteks sosiokultural.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selanjutnya, Haryatmoko (2016: 24) memberikan penjelasan lebih detail mengenai analisis dimensi-dimensi tersebut: (1) analisis teks, hal yang dianalisis adalah perbendaharaan kata yang terkait makna tertentu, penggunaan istilah dan metafora, tatabahasa yang meliputi kata kerja transitif, tema (berkaitan dengan hubungan interpersonal), modalitas, dan kohesi; (2) analisis praktik diskursif/ wacana yaitu melihat kekuatan pernyataan dalam arti sejauh mana mendorong tindakan dan kekuatan afirmatifnya, koherensi teks yang sudah mulai masuk pada wilayah interpretasi; (3) analisis praksis sosiokultural melihat bagian aktivitas sosial dalam praksis.
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/1368279740435034790/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2018/07/analisis-wacana-kritis-atau-critical.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1368279740435034790'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1368279740435034790'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2018/07/analisis-wacana-kritis-atau-critical.html' title='Analisis Wacana Kritis atau Critical Discourse Analysis (CDA)'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhNpz6qF15EHz2fBxCqkbczko0hqSrcvcgkp2R6jPG5HuDowOmi_FND-LEBY8uJjQJF3nO_x3aDQSYj0DABZKIlq-gGbGl9F3jcJdg9ZapOCIL5je6cu1vtAWePOmfjGTRjln7CK9rJ5Bw/s72-c/Analisis+wacana+kritis+atau+critical+discourse+analysis+%2528CDA%2529.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-1450931103004222660</id><published>2018-07-23T03:36:00.000+07:00</published><updated>2018-07-24T14:32:42.355+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gaya Bahasa"/><title type='text'>Macam-Macam Gaya Bahasa Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.com/2011/08/macam-macam-gaya-bahasa-indonesia.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Gaya Bahasa dalam Bahasa Indonesia&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKJkQXxtceg3-ttJ72pYywj-akliNVVHrIkteJKt6hdfvmndx2op55wstCmuutEZJhN3DpIcD5_0UgG_gVC5xehuaS8BkurHkTUwW1mrEEjOYqWgwzljeHQxuRE48AA0xh6elnL5b8apGR/s1600/icon+enditiara.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;62&quot; data-original-width=&quot;62&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKJkQXxtceg3-ttJ72pYywj-akliNVVHrIkteJKt6hdfvmndx2op55wstCmuutEZJhN3DpIcD5_0UgG_gVC5xehuaS8BkurHkTUwW1mrEEjOYqWgwzljeHQxuRE48AA0xh6elnL5b8apGR/s200/icon+enditiara.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.com/2011/08/macam-macam-gaya-bahasa-indonesia.html&quot;&gt;Gaya Bahasa&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
Gaya bahasa merupakan cara atau teknik untuk menyampaikan sesuatu. &lt;b&gt;Gaya bahasa&lt;/b&gt; memiliki peranan yang sangat penting dalam misi menyampaikan maksud kepada orang lain baik dalam bentuk lisan maupun tulisan. salah satu fungsi penggunaan gaya bahasa yaitu untuk menjadikan pesan yang kita sampaikan lebih mengena kepada penerima pesan. Hal tersebut karena gaya bahasa memiliki efek tertentu pada pendengar atau pembaca.Berikut ini beberapa gaya bahasa yang digunakan dalam bahasa Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Alusio merupakan pernyataan atau maksud yang disampaikan secara berkias tetapi hanya sebagian saja, karena umum dianggap sudah mengetahui kelanjutan dan maksud yang sebenarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : Sudah selayaknya dalam setiap usaha kita harus selalu berakit-rakit ke hulu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. Antiklimaks  merupakan suatu pernyataan yang disusun secara berurutan dari yang paling tinggi, makin menurun dan makin menurun dan makin menurun sampai kepada yang makin rendah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : Jangankan seratus ribu, sepuluh ribu, seribu bahkan seratus rupiah pun aku tak sudi membeli barang haram itu.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Antithesis merupakan pernyataan yang diungkapkan dengan kata-kata yang saling bertentangan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : Tua muda, besar kecil, kaya miskin mempunyai tanggung jawab yang sama di depan Tuhan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. Antonomasia merupakan keterangan suatu hal yang kemudian dijadikan pengganti benda atau sesuatu  yang mempunyai keterangan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : Semoga Yang Maha Pengasih selalu melindungi perjuangan kita. ( Yang Maha Pengasih merupakan keterangan dari sifat Tuhan yang digunakan sebagai pengganti kata Tuhan dalam kalimat di atas.)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5. Apofasis merupakan suatu cara menegaskan sesuatu tetapi dengan cara yang seolah-olah menyangkalnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : Saya tidak akan mengatakan dalam forum ini, bahwa Saudaralah yang membocorkan rahasia itu. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
6. Asindeton merupakan suatu cara mengemukakan beberapa hal atau peristiwa secara berurutan dengan tanpa menggunakan kata sambung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : matahari, bumi, bulan, bintang yang berjuta-juta itu beredar dengan teratur menurut garisnya sendiri-sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
7. Ellipsis merupakan suatu cara mengemukakansesuatau dengan menghilangkan suatu kata atau lebih, tetapi yang dengan mudah dapat dilanjutkan sendiri oleh pendengar atau pembacanya. Contoh : dari segi fisik, saya percaya engkau kuat; badanmu sehat, tetapi psikis……. (setelah psikis kalimat tersebut tidak dilanjutkan karena memang setiap yang medengar kalimat tersebut  mesti sudah dapat memahami kelanjutan kalimat tersebut yang berupa ketidakpercayaan).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
8. Epemisme disebut pula ungkapan penghalus ialah suatu cara mengemukakan pikiran atau perasaan dengan menggunakan kata-kata dengan arti yang baik dengan maksud agar tidak menyinggung perasaan orang. Epemisme dapat pula berupa ungkapan-ungkapan penghalus untuk menggantikan  kata-kata yang dirasakan kurang sopan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : sejak ditinggal suaminya, ia agak kurang waras.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
9. Enumerasi merupakan suatu cara mengemukakan suatu peristiwa atau keadaansecara hterpisah-pisah, bagian demi bagian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : rakyat yang dicurigai mulai ditangkap , penyiksaan terjadi di mana-mana, berbagai larangan mulai dikeluarkan, termasuk larangan bergerombol lebih dari tiga orang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
10. Eponim merupakan suau cara melukiskan sesuatu dengan mengambil sifat-difat yang dimiliki oleh nama-nama yang terkenal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : lihatlah, Srikandi-Srikandi kita sedang berbaris dengan tegapnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
(gadis yang pemberani)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
11. Hiperbola merupakan suatu cara untuk menyatakan sesuatu denagn berlebih-lebihan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : keringatnya menganak sungai.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
12. Iuendo merupakan suatu cara menyindir dengan mengecilkan kenyataan yang sebenarnya, atau dengan kata lain menyindir dengan cara yang tidak langsung.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : tentu saja ia kaya, karena sedikit-sedikit mau mengomersilka jabatanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
13. Ironi merupakan suatu cara mnyindir denganmengatakan yang sebaliknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : baru jam 08.00, mengapa kau sudah bangun?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
14. Klimaks merupakan suatu cara mengemukakan sesuatu, idé atau keadaan dengan mengurutkan dari tingkat yang lebih rendah ke tingkat yang lebih tinggi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh: jangasnkan seorang, dua orang, kalau perlu seluruh kelas dapat datang ke rumahku.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
15. Koreksio merupakan suatu cara menarik perhatian pendengar atau pembaca dengan mengatakan sesuatu yang salah kemudian dibetulkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : pada waktu itu saya di Surabaya; Oh tidak, di Jakarta.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
16. Litotes merupakan cara mengemukakan sesuatu dengan maksud merendahkan diri. Karena itu sesuatu atau hal tersebut akan dinyatakan tidak sesuai keadaan sebenarnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : terimalah barang yansg tak berharga ini sebagai tanda mata.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
17. Metafora merupakan suatu cara mengatakan atau melukiskan sesuatu dengan membandingkanya dengan sesuatu yang lain. Dengan cara tersebut diharapkan pendengar atau pembaca akan lebih dapat menangkap maksud yang diharapkan penulis karena benda yang dijadikan perbandingan tersebut sudah diketahui benar baik wujud ataupun sifastnya oleh pendengar/ pembacanya. Metafora biasa juga disebut perbandingan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh :kapan saudara berjumpa dengan lintah darat itu?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
18. Metonimia merupakan suatu cara mengemukakan sesuatu maksud dengan menggantikan dengan sifat, atau nama, atau sesuatu yang merupakan cirri khas dari benda-benda tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : kami akan berangkat dengan Garuda pukul 07.30 WIB.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
19. Oksimorom merupakan suatu cara berbahasa denga menggunakan kata-kata yang berlawanan  artinaya dalam fase yang sama. Dengan cara tersebut biasanya kata yang dikandungnya menjadi lebih keras atau lebih tegas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : agar dapat merasa bahagia orang harus pernah menderita.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
20. Paradox merupakan suatu cara mengintensifkan maksud dengan mengemukan dua hal yang bertentangan .sepintas lalu pernyataan tersebut tidak masuk akan, tetapi dibalkik pertentangan itulah terletak intensitas makn a yang diharapkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : di tempat ramai begini, terasa hatiku semakin sepi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
21. Pararelisme merupakan suatu cara berbahasa denga menjajarkan beberapa kata atau frase yang mempunyai makna sama atau hmpir sama.denga  cara demikian dihaarapkan maksud yang terkandung di dalamnya menjadi semakin jelas. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : baik orang berpangkat maupun rakyatm melarat semua harus dihukum kalau memang bersalah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
22. Personifikasi biasa disebut juga pengorangan, merupakan suatu cara memperjelas maksud dengan menjadikan benda-benda yang digambarkan tersebut seperti manusia. Atau dengan kata lain suatu cara berbahasa dengan menghidupkan benda-benda mati denagn memberinya sifat-sifat seperti yang dimiliki oleh manusia.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : sebentar lagi matahari akan bangun dari ttempat peraduannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
23. Pernyataan retoris merupakan suatu cara menarik perhatian pendengan atau pembaca dengan mengajukan pertanyaan yang tidak memerlukan jawaban, karena sebenarnya jawaban atas pertanyaan tersebut sudah diketahuinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : mungkinkah Tuhan akan mengabulkan doamu jika tanpa kau sertai usaha?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
24. Polisendeton merupakan cara berbahasa dengan menggunakan beberapa kata sambung secara berurutan dalam suatu kalimat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : ia yakin bahwa kedua orang tuanya dan adik-adiknya dan kakak-kakaknya dan semua familinya akan berdoa demi kebrhasilan usahanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
25. Pleonasme merupakan suatu cara memperjelas maksud dengan cara menggunakan kata berlebih. Biasanya dengan member keterangan dibelakang kata atau bagian, kalimat yang diperjelas maksudnya tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : benar, peristiwa itu kusaksikan dengan  mata kepalaku sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
26. Pretario (tautology) merupakan suatu cara menyatakan sesuatu dengan menyembunyikan atau merahasiakan apa yang ingin dinyatakan tersebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : tidak perlu kau sebutkan namanya, aku sudah tau siapa yang kau maksudkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
27. Prolepsis disebut pula antipasti, merupakan suatu cara berbahasa dengan menggunakan kata tertentu lebih dulu, sebelum peristiwa atau gagasan yang sebenarnya terjadi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : Almarhum siang itu masih berboncengan Honda dengan anak laki-lakinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
28. Repetisi atau pengulangan merupakan suatu cara memperkuat makna atau maksud dengan mengulang kata atau bagian kalimat yang hendak diperkuat maksudnya terdsebut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : untuk mencapai cita-citamu itu, satu hal jangan kau lupakan ialah belajar, belajar dan sekali lagi belajar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
29. Sarkasme merupakan suatu ejekan atau sindiran dengan kata-kata yang kasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : tuli kamu ya, dipanggil dari tadi tidak datang-datang juga!&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
30. Sinekdose, merupakan suatu cara menyatakan sesuatu dengan menyebutkan bagian-bagianya saja, atu sebaliknya. Sinokse dibedakan menjadi dua, yaitu tutom pro parte (menyatakan sebagian untuk keseluruhan) dan pars pro toto (menyebutkan keseluruhan tapi yang dimaksudkan sebagian saja).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : Perang Dunia II berakhir pada tahun 1942 (totum pro parte)&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sudah lama saya tak melihat batang hidungnya (pars pro totot).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Demikian sedikit pembahasan dan contoh tentang &lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.com/2011/08/macam-macam-gaya-bahasa-indonesia.html&quot;&gt;Gaya Bahasa dalam Bahasa Indonesia&lt;/a&gt; , semoga bermanfaat.&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/1450931103004222660/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2011/08/macam-macam-gaya-bahasa-indonesia.html#comment-form' title='13 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1450931103004222660'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/1450931103004222660'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2011/08/macam-macam-gaya-bahasa-indonesia.html' title='Macam-Macam Gaya Bahasa Indonesia'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgKJkQXxtceg3-ttJ72pYywj-akliNVVHrIkteJKt6hdfvmndx2op55wstCmuutEZJhN3DpIcD5_0UgG_gVC5xehuaS8BkurHkTUwW1mrEEjOYqWgwzljeHQxuRE48AA0xh6elnL5b8apGR/s72-c/icon+enditiara.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>13</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-8555192798730099012</id><published>2018-07-23T00:52:00.000+07:00</published><updated>2018-07-24T14:11:36.263+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Karangan"/><title type='text'>Perbandingan Tahap Alur Cerita dengan Struktur Isi dalam Teks Naratif (Orientasi, Komplikasi, Resolusi)</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: medium;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.com/2014/08/perbandingan-tahap-alur-cerita-dengan.html&quot;&gt;Perbandingan Tahap Alur Cerita dengan Struktur Isi dalam Teks Naratif (Orientasi, Komplikasi, Resolusi)&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCt1rXqXpeSIGMlqaD7Ui9ZCYJQXchzjavxZ9pA74LQ_64u-JdZtju2IvZPvxL3Pwpz1_22N5h05qHUpGefaQ4s8LsBDiPnOP1LxLYxTZUf0lxmkc8tdTCl6_0z9zGGlwCvQn1pR2si8QO/s1600/logo+situs+bahasa.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;logo situs bahasa&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;512&quot; data-original-width=&quot;512&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCt1rXqXpeSIGMlqaD7Ui9ZCYJQXchzjavxZ9pA74LQ_64u-JdZtju2IvZPvxL3Pwpz1_22N5h05qHUpGefaQ4s8LsBDiPnOP1LxLYxTZUf0lxmkc8tdTCl6_0z9zGGlwCvQn1pR2si8QO/s200/logo+situs+bahasa.jpg&quot; title=&quot;logo situs bahasa&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;&lt;b&gt;Situsbahasa.com&lt;/b&gt;&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Struktur teks dalam teks naratif/ cerita
sesungguhnya identik dengan alur cerita dalam penelaahan unsur intrinsik karya
sastra (novel dan cerpen), hanya dalam penjabarannya disederhanakan. &amp;nbsp;Kita yang dulu sudah mengenal istilah alur cerita/
jalan cerita yang terdiri atas beberapa tahap, yaitu pengenalan, masalah,
konfliks, klimaks, antiklimaks (peleraian), dan selesaian (ending). Kini,
berdasarkan pemahaman yang saya peroleh dari membaca buku teks kurikulum 2013
di SMP/ SMA disederhanakan menjadi tahap orientasi, komplikasi, resolusi, dan
koda (manasuka).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 16px;&quot;&gt;Untuk lebih jelas mengenai unsur-unsur di atas, berikut sedikit pemahaman saya terhadap tahap-tahap tersebut.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; font-size: 16px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;1 &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;1.&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.com/2014/08/perbandingan-tahap-alur-cerita-dengan.html&quot;&gt;Alur Cerita pada Unsur Intrinsik Karya Sastra&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: 150%;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , &amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 150%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Pengertian
alur cerita, dalam unsur intrinsik cerpen dan novel (narasi), adalah cara
pengarang menjalin peristiwa-peristiwa dalam cerita menjadi satu untuk
membentuk cerita yang utuh. Tentu untuk menjalin peristiwa-peristiwa tersebut,
seoarang pengarang akan menjalinnya dengan hati-hati dengan memperhatikan
urutan peristiwa yang logis sehingga pembaca dapat memahami cerita dengan baik.
Walaupun kita mengenal alur cerita maju, mundur, dan campuran dengan cirinya
masing-masing, tetap saja inti penyampaian peristiwa secara umum sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Secara umum, alur/ jalan cerita disampaikan
dengan urutan sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Tahap pengenalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tahap ini merupakan tahap awal. Dalam tahap ini, pengarang biasanya
mengenalkan tokoh-tokoh cerita dan latar cerita (tempat dan waktu cerita
tersebut akan berlangsung).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Masalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Setelah tahap pengenalan, pengarang akan mulai memberi permasalahan pada
tokoh. Masalah merupakan sesuatu yang mengganggu yang membutuhkan solusi. Tentu
saja masalah di sini adalah masalah yang memiliki sangkut paut dengan tokoh
cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Konfliks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Seperti halnya dalam dunia nyata, setiap masalah pasti memiliki potensi
menimbulkan konfliks. Begitu juga dalam cerita. Tahap konfliks dalam cerita
merupakan tahap ketika para tokoh yang terkena &amp;nbsp;masalah saling bersinggungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Klimaks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Klimaks merupakan tahap cerita yang di situ diceritakan puncak dari
persinggungan para tokoh. Dengan kata lain, klimaks merupakan bagian cerita
yang paling menarik dan seru. Klimaks biasa juga disebut sebagai puncak cerita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Antiklimaks&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tahap antiklimaks merupakan tahap pencarian solusi terhadap masalah yang
ada. Dalam tahap ini, ketegangan cerita mulai menurun. Ada juga yang menyebut
tahap ini sebagai tahap peleraian karena memang dalam tahap ini masalah yang
menimbulkan konfliks dan klimaks mulai terleraikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;f.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Selesaian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tahap ini merupakan tahap akhir cerita. Entah masalah selesai, entah
tokoh yang bertikai dihilangkan. Entah berakhir bahagia (happy ending), entah
berakhir tragis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Tahap-tahap tersebut biasa&amp;nbsp; juga
disebut sebagai piramida alur yang jika digambarkan tahap klimaks berada di
puncak piramida.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif;&quot;&gt;2. &lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.com/2014/08/perbandingan-tahap-alur-cerita-dengan.html&quot;&gt;Struktur Isi Teks Narasi&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Setelah melihat tahap tersebut, bisa kita bandingkan dengan struktur isi
dalam teks narasi (dalam buku teks sekolah berdasarkan kurikulum 2013) sebagai
berikut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Struktur isi teks narasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Orientasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bagian orientasi dijelaskan sebagai bagian awal cerita yang berisi
pengenalan tokoh, latar tempat dan waktu, dan awalan masuk ke tahap berikutnya
(komplikasi=red).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;b.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Komplikasi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bagian ini tokoh utama berhadapan dengan masalah (problem). Bagian ini
menjadi inti teks narasi dan harus ada. Jika tidak ada masalah, masalah harus
diciptakan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Resolusi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bagian ini merupakan kelanjutan dari komplikasi, yaitu pemecahan masalah.
Masalah harus diselesaikan dengan cara yang kreatif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Koda (manasuka)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Bagian ini ditandai dengan perubahan sikap/sifat tokoh.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 72pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Jika kita bandingkan konsep ke dua hal di atas, tentu kita bisa menarik
kesimpulan bahwa kedua konsep di atas sangat mirip, hanya ada penyederhanaan
pada konsep struktur isi. Dari pemahaman di atas, kesimpulan saya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;a.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Antara alur/ tahapan cerita dan struktur isi
teks narasi (berdasarkan buku teks) adalah hampir sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; text-indent: -18pt;&quot;&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Tahap pengenalan dalam alur cerita adalah sama
dengan tahap orientasi dalam struktur isi teks narasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;c.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Tahap masalah, konfliks, dan klimaks dalam alur
cerita disederhanakan menjadi tahap komplikasi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;d.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Tahap antiklimaks dan selesaian dalam alur
cerita juga disederhanakan ke dalam satu nama, yaitu resolusi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 90pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;e.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;!--[endif]--&gt;Koda merupakan tahap cerita manasuka (tidak
semua cerita memiliki) karena tidak semua cerita berakhir pada perubahan watak/
perilaku tokoh. Tahap ini sesungguhnya sama dengan tahap selesaian.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 90pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 90pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;Uraian
di atas hanyalah analisis pribadi saya. Jadi, kalau ada kesalahan mohon maaf. Terima
kasih.&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 90pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 90pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;verdana&amp;quot; , sans-serif;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; saefuzaman&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/8555192798730099012/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2014/08/perbandingan-tahap-alur-cerita-dengan.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/8555192798730099012'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/8555192798730099012'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2014/08/perbandingan-tahap-alur-cerita-dengan.html' title='Perbandingan Tahap Alur Cerita dengan Struktur Isi dalam Teks Naratif (Orientasi, Komplikasi, Resolusi)'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCt1rXqXpeSIGMlqaD7Ui9ZCYJQXchzjavxZ9pA74LQ_64u-JdZtju2IvZPvxL3Pwpz1_22N5h05qHUpGefaQ4s8LsBDiPnOP1LxLYxTZUf0lxmkc8tdTCl6_0z9zGGlwCvQn1pR2si8QO/s72-c/logo+situs+bahasa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-4911600112407101995</id><published>2018-07-11T15:07:00.000+07:00</published><updated>2018-07-24T14:42:16.229+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kalimat"/><title type='text'>KALIMAT TUNGGAL DAN KALIMAT MAJEMUK</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kalimat Tunggal Dan Kalimat Majemuk&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYgv5s8YgcJnXrbX1OCDK5ZWbBz-M-jizgKaC0pMUIGfQ8EgNjM0Npj8dbEDHNeILWKjwJ3hyphenhyphenjdvFDW_mkQUaCLOs3ncRbVhhqICLUuJfQdI28k2xszd0HPeuUbAThfrjHvy_lRzls1_Ky/s1600/apa+itu+kalimat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kalimat&quot; border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;468&quot; data-original-width=&quot;420&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYgv5s8YgcJnXrbX1OCDK5ZWbBz-M-jizgKaC0pMUIGfQ8EgNjM0Npj8dbEDHNeILWKjwJ3hyphenhyphenjdvFDW_mkQUaCLOs3ncRbVhhqICLUuJfQdI28k2xszd0HPeuUbAThfrjHvy_lRzls1_Ky/s200/apa+itu+kalimat.jpg&quot; title=&quot;kalimat&quot; width=&quot;179&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;i&gt;Kalimat&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pembeda antara &lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.com/2011/11/kalimat-tunggal-dan-kalimat-majemuk.html&quot;&gt;kalimat tunggal dan kalimat majemuk&lt;/a&gt;  adalah jumlah klausa yang ada di dalam kalimat. Sebuah kalimat dikatakan kalimat tunggal jika dalam kalimat tersebut hanya terdapat sebuah klausa. Sedangkan yang dimaksud dengan kalimat majemuk yaitu kalimat yang terdiri atas lebih dari satu klausa.&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;br /&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh kalimat tunggal&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;• Ibu memasak nasi&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;i&gt;• Kami menonton film horor&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat mejemuk jika dilihat dari sifat hubungan antar klausa di dalam kalimat dibedakan menjadi beberapa jenis, yaitu kalimat majemuk koordinatif (kalimat majemuk setara), kalimat majemuk subordinatif (kalimat majemuk bertingkat), dan kalimat majemuk kompleks. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;A. Kalimat Majemuk Koordinatif (kalimat majemuk setara)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalimat majemuk koordinatif adalah kalimat majemuk yang klausa-klausanya memiliki status yang sama, yang setara, atau yang sederajat. Sebagai penghubung antar klausa dalam kalimat majemuk koordinatif digunakan konjungsi koordinatif, yaitu dan, atau, tetapi, dan lalu. Namun demikian tidak menutup kemungkinan konjungsi dalam kalimat jenis ini tidak digunakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : Dia datang dan duduk  di sebelah saya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya sudah makan banyak, tetapi masih saja lapar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saya duduk, ayah berdiri, dan adik berlari-lari.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dia datang, lalu menyuruh kami makan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada tiga macam hubungan semantis dalam kalimat majemuk setara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Hubungan &#39;penjumlahan&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hubungan yang menyatakan penjumlahan atau gabungan kegiatan, keadaan, peristiwa, atau proses. Hubungan penjumlahan ini ditandai dengan kata penghubung dan, serta, baik. . . maupun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ia baik hati dan suka menolong teman yang mengalami kesusahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. Hubungan &#39;perlawanan&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hubungan yang menyatakan bahwa yang dinyatakan dalam klausa pertama berlawanan dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. Klausa pertama berlawanan atau tidak sama dengan yang dinyatakan dalam klausa kedua. Hubungan perlawanan ini ditandai kata penghubung tetapi, melainkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Adikku belum bersekolah, tetapi dia sudah pandai membaca.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Hubungan &#39;pemilihan&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hubungan yang menyatakan pilihan di antara dua kemungkinan atau lebih yang dinyatakan oleh klausa-klausa yang dihubungkan. Hubungan pemilihan ini ditandai kata penghubung atau.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Aku yang datang ke rumahmu atau kamu yang datang ke rumahku?&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;B. &lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.com/2011/11/kalimat-tunggal-dan-kalimat-majemuk.html&quot;&gt;Kalimat Majemuk&lt;/a&gt; Subordinatif (kalimat majemuk bertingkat)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalimat majemuk subordinatif yaitu kalimat majemuk yang hubungan antara klausa-klausanya tidak setara atau tidak sederajat. Maksud ketidaksetaraan ini yaitu klausa-kalusa yang ada dalam kalimat ini menduduki posisi yang berbeda yaitu ada yang bertindak sebagai klausa atasan dan ada yang sebagai klausa bawahan. Penghubung atau konjungsi nyang digunakan dalam hubungan kalimat majemuk jenis ini yaitu kalau, ketika, meskipun, dan karena. Seperti dalam jenis koordinatif, dalam jenis ini pun terkadang konjungsi tidak selalu digunakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : Kalau ayah pergi, ibu juga akan pergi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Karena banyak yang tidak berangkat, kuliah diliburkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Meskipun ada larangan merokok, kakek tetap merokok.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pembentukan kalimat majemuk subordinatif memiliki dua sudut yang bertentangan. Pertama dipandang sebagai hasil proses menggabungkan dua buah klausa atau lebih,  di mana klausa yang satu dianggap sebagai klausa atasan atau klausa utama (kadang disebut induk kalimat), sedangkan yang lain disebut klausa bawahan (anak kalimat).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dari kalimat tersebut, klausa “ Nenek membaca majalah ” berstatus sebagai klausa atasan, sedangkan klausa “ Kakek pergi ke pasar “ berkedudukan sebagai klausa bawahan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pandangan kedua, konstruksi kalimat subordinatif dianggap sebagai hasil proses perluasan terhadap salah satu unsur klausanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : Nenek membaca majalah tadi siang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalimat tunggal tersebut kemudian diubah menjadi kalimat majemuk &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Dari contoh tersebut terlihat frasa tadi siang yang merupakan bagian dari klausa “Nenek membaca majalah tadi siang” diluaskan (dideskripsikan) menjadi “ ketika kakek pergi ke pasar”. Dalam pandangan yang kedua ini dinyatakan bahwa setiap unsur kalimat dapat diperluas untuk dijadikan anak kalimat. Dari pandangan ini muncullah istilah anak kalimat pengganti subjek, anak kalimat pengganti predikat, anak kalimat pengganti objek, dan anak kalimat pengganti keterangan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Penghubung &lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.com/2011/11/kalimat-tunggal-dan-kalimat-majemuk.html&quot;&gt;kalimat majemuk bertingkat&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalimat majemuk bertingkat memperlihatkan berbagai jenis hubungan semantis antara klausa yang membentuknya. Untuk memperlihatkan hubungan antar klausa yang terdapat dalam kalimat maemuk bertingkat dibutuhkan kata penghubung atau konjungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikut ini beberapa konjungsi dalam kalimat majemuk bertingkat besrta hubungan antarklausa yang diciptakan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
1. Hubungan &#39;waktu&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah sejak, semenjak, sedari, ketika, sebelum, sesudah, hingga, sementara, seraya, tatkala, selama, selagi, serta, sambil, seusai, sesudah, setelah, sehabis, sampai, hingga.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Sejak anak-anak, saya sudah terbiasa hidup sederhana.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
2. Hubungan &#39;syarat&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah seandainya, andaikata, bilamana, jika.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Jika Anda mau mendengarkannya, saya akan bercerita.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Pembangunan balai desa ini akan berjalan lancar andaikata seluruh warga mau berpartisipasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
3. Hubungan &#39;tujuan&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah agar, agar supaya, supaya, dan biar.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Saya mengerjakan tugas itu sampai malam agar besok pagi dapat mengumpulkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
4. Hubungan &#39;konsesif&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah walaupun, meskipun, kendatipun, sungguhpun.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Walaupun hatinya sedih, ibu itu tidak mau menangis di hadapan anakanaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
5. Hubungan &#39;perbandingan&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah seperti, ibarat, bagaikan, laksana, alih-alih.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Bu Tati menyayangi kemenakannya seperti beliau menyayangi anakanaknya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
6. Hubungan &#39;penyebaban&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah sebab, karena.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Rencana penyelenggaraan pentas seni di sekolah saya ditunda karena para pengisi acara belum siap.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
7. Hubungan &#39;akibat&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah sehingga, sampai, maka.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Pada saat ini harga buku memang sangat mahal sehingga kami tidak sanggup membelinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
8. Hubungan &#39;cara&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah dengan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Ia merangkai bunga-bunga itu dengan penuh konsentrasi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
9. Hubungan &#39;sangkalan&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah seolah-olah, seakan-akan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Anak itu diam saja seolah-olah dia tidak melakukannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
10. Hubungan &#39;kenyataan&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah padahal, sedangkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Dia pura-pura tidak tahu, padahal dia tahu banyak hal.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
11. Hubungan &#39;hasil&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah makanya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Wajah Tono cemberut, makanya saya takut untuk mendekatinya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
12. Hubungan &#39;penjelasan&#39;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kata penghubung yang digunakan adalah bahwa.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Ia tidak tahu bahwa ayahnya seorang karyawan teladan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;C. Kalimat Majemuk Kompleks (kalimat majemuk campuran)&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kalimat majemuk kompleks adalah kalimat majemuk yang terdiri atas tiga klausa atau lebih, di mana ada klausa yang dihubungkan secara koordinatif dan ada pula yang dihubungkan secara subordinatif. Dengan kata lain kalimat ini merupakan percampuran antara kalimat majemuk koordinatif dengan kalimat majemuk subordinatif atau biasa juga disebut dengan istilah kalimat majemuk campuran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh : &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Nenek membaca majalah ketika kakek pergi ke pasar dan tidak ada pekerjaan lain yang harus diselesaikan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
• Karena ayah sedang kesulitan, kakek mengambil uang di tabungan dan memberikannya kepada ayah.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian sedikit pembahasan dan contoh tentang &lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.com/2011/11/kalimat-tunggal-dan-kalimat-majemuk.html&quot;&gt;KALIMAT TUNGGAL DAN KALIMAT MAJEMUK&lt;/a&gt;, semoga bermanfaat.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/4911600112407101995/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2011/11/kalimat-tunggal-dan-kalimat-majemuk.html#comment-form' title='3 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/4911600112407101995'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/4911600112407101995'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2011/11/kalimat-tunggal-dan-kalimat-majemuk.html' title='KALIMAT TUNGGAL DAN KALIMAT MAJEMUK'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYgv5s8YgcJnXrbX1OCDK5ZWbBz-M-jizgKaC0pMUIGfQ8EgNjM0Npj8dbEDHNeILWKjwJ3hyphenhyphenjdvFDW_mkQUaCLOs3ncRbVhhqICLUuJfQdI28k2xszd0HPeuUbAThfrjHvy_lRzls1_Ky/s72-c/apa+itu+kalimat.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>3</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-5673344902123400699</id><published>2015-02-14T15:53:00.000+07:00</published><updated>2018-07-23T16:17:35.248+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa"/><title type='text'>KEPADUAN PADA PARAGRAF (KOHESI)</title><content type='html'>&lt;h4 style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
Kepaduan/ kohesi dalam paragraf adalah &lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;keterikatan antarunsur d&lt;/span&gt;a&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;l&lt;/span&gt;am&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt; struktur sintaksis atau struktur wacana yg ditandai antara lain &lt;/span&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Penggunaan
     &lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;konjungsi, &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Pengulangan&lt;/span&gt; kata/ repetisi&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;, &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Penggunaan
     kata ganti (pronomina)&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Penggunaan
     hiponim&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
(1)&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penyebab kebakaran hutan di Indonesia ada dua,
yaitu cuaca dan ulah manusia. (2) Penyebab yang pertama adalah cuaca panas di
Indonesia. (3) Sinar matahari yang panas di Indonesia apabila mengenai objek
yang terang, misalnya kaca, yang kemudian tembus mengenai daun-daun kering di
hutan bisa menimbulkan api dan kebakaran. (5) Penyebab pertama ini biasanya
tidak terlalu sering dan parah dampaknya. (6) Namun, penyebab yang kedua, yaitu
ulah manusia, biasanya menimbulkan dampak yang sangat parah karena
intensitasnya yang sangat sering. (7) Selain itu, pelakunya pun tidak sedikit
dari perseorangan sampai perusahaan.(8) Mereka kebanyakan ingin memperoleh
lahan untuk berkebun dengan cara mudah dan murah sehingga melakukan pembakaran
hutan secara liar.&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Contoh&lt;br /&gt;Dalam paragraf tersebut terdapat unsur-unsur kepaduan/
kohesi berupa konjungsi, repetisi, dan kata ganti.&lt;br /&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Konjungsi Antarkalimat&lt;br /&gt;Konjungsi &amp;nbsp;adalah &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;kata atau ungkapan penghubung antarkata,
antarfrasa, antarklausa, dan antarkalimat(KBBI). Konjungsi yang berkenaan
dengan kepaduan paragraf adalah konjungsi antarkalimat. Konjungsi antarkalimat
merupakan konjungsi (kata hubung) yang menghubungkan satu kalimat dengan
kalimat lain (sebelumnya).&lt;br /&gt; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Konjungsi yang termasuk dalam golongan ini adalah namun,
akan tetapi, oleh karena itu, oleh sebab itu, akibatnya, selain itu, di samping
itu, jadi, dsb. Konjungsi-konjungsi tersebut dalam penulisan selalu berada di
awal kalimat karena memang fungsinya penghubung antarkalimat.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Contoh dalam paragraf tersebut&lt;/span&gt;“(5) Penyebab pertama ini biasanya tidak terlalu sering dan
parah dampaknya. (6) &lt;i&gt;Namun,&lt;/i&gt; penyebab
yang kedua, yaitu ulah manusia, biasanya menimbulkan dampak yang sangat parah
karena intensitasnya yang sangat sering. (7) &lt;i&gt;Selain itu&lt;/i&gt;, pelakunya pun tidak sedikit dari perseorangan sampai
perusahaan.”&lt;br /&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kata Ganti/ pronomina&lt;br /&gt;Kata ganti/ pronomina adalah &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;kata yg dipakai untuk
mengganti orang atau benda. Kata ganti terbagi atas kata ganti umum, penunjuk,
dan orang.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kata
ganti umum : ini, itu&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kata
ganti penunjuk&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : sini, situ&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kata
ganti orang/ persona&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pertama &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :
aku, saya, kami, kita&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Kedua&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : kamu, kau, engkau, kalian&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Ketiga&amp;nbsp;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : dia, ia, mereka&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Contoh&lt;/span&gt;“(3) Sinar matahari yang panas di Indonesia
apabila mengenai objek yang terang, misalnya kaca, yang kemudian tembus
mengenai daun-daun kering di hutan bisa menimbulkan api dan kebakaran. (5)
Penyebab pertama &lt;b&gt;&lt;i&gt;ini &lt;/i&gt;&lt;/b&gt;biasanya tidak terlalu sering dan parah dampaknya.”&lt;br /&gt;Kata ganti “ini” di atas digunakan agar
kalimat 5 lebih terikat dengan kalimat 4. Kata “ini” berfungsi sebagai
pengganti kalimat 4.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;“ (7) Selain itu, pelakunya pun tidak
sedikit dari perseorangan sampai perusahaan.(8) Mereka kebanyakan ingin
memperoleh lahan untuk berkebun dengan cara mudah dan murah sehingga melakukan
pembakaran hutan secara liar.”&lt;br /&gt;Kata ganti “mereka” juga digunakan dengan
tujuan kepaduan. Kata ganti mereka mengacu pada pernyataan kalimat 7, yaitu “pelakunya
pun tidak sedikit dari perseorangan sampai perusahaan”.&lt;br /&gt;&lt;o:p&gt;&amp;nbsp;&lt;/o:p&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengulangan kata/ repetisi&lt;br /&gt;Pengulangan kata atau repetisi adalah cara
memeroleh kepaduan dengan cara mengulang kata tertentu (kata pokok/ penting). Sebagai
contoh, dalam paragraf di atas terdapat repetisi terhadap kata “penyebab”. Kata
penyebab diulang berkali-kali karena memang kata tersebut yang sedang dibahas
dalam paragraf tersebut (penyebab kebakaran).&lt;/h4&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 18.0pt;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l3 level1 lfo3; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/5673344902123400699/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2015/02/kepaduan-pada-paragraf-kohesi.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/5673344902123400699'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/5673344902123400699'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2015/02/kepaduan-pada-paragraf-kohesi.html' title='KEPADUAN PADA PARAGRAF (KOHESI)'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-8771409351898922890</id><published>2015-02-09T17:39:00.001+07:00</published><updated>2018-07-23T16:18:34.457+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Referensi"/><title type='text'>Cara Menulis Daftar Pustaka</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.info/2015/02/cara-menulis-daftar-pustaka.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Cara Menulis Daftar Pustaka&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Daftar pustaka adalah &lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;daftar yg mencantumkan judul
buku, nama pengarang, penerbit, dsb yg ditempatkan pd bagian akhir suatu
karangan atau buku, dan disusun menurut abjad (KBBI). &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Daftar pustaka merupakan daftar sumber (buku, majalah,
artikel, dll) yang dijadikan referensi dalam menulis. Tujuan ditulisnya daftar
pustaka adalah penghargaan terhadap buku yang dijadikan sumber/ rujukan ketika
menulis dan sebagai bukti ilmiah dari teori yang kita tuliskan dalam karya
kita.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Penulisan daftar pustaka memiliki banyak versi. Namun,
penulisan yang banyak dipakai di Indonesia adalah sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; 1.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Daftar
pustaka ditulis dengan urutan (a) nama pengarang, (b) tahun terbit buku, (c)
judul buku, (d) kota tempat terbit, (e) nama penerbit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;&amp;nbsp; 2.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal; line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Penulisan
nama pengarang dilakukan dengan cara sebagai berikut.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;a.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Jika nama pengarang lebih dari satu kata, unsur
nama terakhir ditulis terlebih dahulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh: &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Syamsul Bahri &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ditulis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Bahri, Syamsul”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Muhammad
Jaya Kusuma&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ditulis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Kusuma, Muhammad Jaya”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;b.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Gelar pengarang tidak perlu dicantumkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Prof. Dr. Agung
Mustafa, M.Si.&amp;nbsp; ditulis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Mustafa, Agung”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;c.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Jika pengarang buku dua orang ditulis semua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh:&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jamal Fakhrudin dan
Siti Zubaidah&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ditulis “Fakhrudin,
Jamal dan Siti Zubaidah” (nama pengarang ke-2 tidak perlu diubah susunan penulisannya)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo2; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;d.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pengarang buku lebih dari dua orang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 54.0pt; mso-add-space: auto;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh: Putri Khumairoh, Siti Aulia, Ade Saputra&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ditulis&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; “Khumairoh,
Putri dkk.”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Penulisan
judul buku dicetak miring dan tiap kata-nya diawali dengan huruf kapital semua,
kecuali kata depan dan kata hubung.&lt;/div&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh: &lt;i&gt;Cara
Cepat dan Praktis Memahami Forex&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Setiap
unsur dalam penulisan daftar pustaka dibatasi dengan tanda titik (.), kecuali
antara kota dan penerbit yang dibatasi dengan tanda titik dua (:)&lt;/div&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh: Bahri, Syamsul. 2010. &lt;i&gt;Antara Cinta dan Harta&lt;/i&gt;. Jakarta:
Permata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.info/2015/02/cara-menulis-daftar-pustaka.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Penyusunan daftar pustaka&lt;/a&gt; didasarkan pada sistem alfabetis.&lt;/div&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh: &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Kusuma, Muhamad Jaya. 2012&lt;i&gt;. Indahnya Berbagi&lt;/i&gt;. Bandung: Permata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Maharani, Putri dkk. 2011. &lt;i&gt;Rahasia Menambah Rezeki&lt;/i&gt;. Bandung:
Permata.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Zuhri, Zainudin dan Maulana Malik. 2013. &lt;i&gt;Rahasia dan Manfaat dalam&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Sedekah&lt;/i&gt;.
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Yogyakarta: Permata.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 49.65pt; mso-add-space: auto; text-indent: -13.65pt;&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l1 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Arial;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;font-family: &#39;Times New Roman&#39;; font-size: 7pt; font-stretch: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Jika
dalam daftar pustaka terdapat dua buku yang ditulis oleh orang yang sama,
pengurutannya didasarkan pada tahun terbit dan/atau judul buku. Nama pengarang
tidak perlu ditulis ulang.&lt;/div&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Contoh:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ma’ruf, Ilham. 2010. &lt;i&gt;Kewajiban Kepala Keluarga&lt;/i&gt;. Tangerang: Permata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
------------------ 2011. &lt;i&gt;Syarat Zakat&lt;/i&gt;. Tangerang: Permata.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot;&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Saefu Zaman&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/8771409351898922890/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2015/02/cara-menulis-daftar-pustaka.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/8771409351898922890'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/8771409351898922890'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2015/02/cara-menulis-daftar-pustaka.html' title='Cara Menulis Daftar Pustaka'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-3880395115495625556</id><published>2013-10-11T13:46:00.002+07:00</published><updated>2018-07-23T16:19:24.939+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembelajaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sekolah"/><title type='text'>PEDOMAN PENILAIAN / EVALUASI KURIKULUM 2013</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana, sans-serif; font-size: large;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.info/2013/10/pedoman-penilaian-evaluasi-kurikulum.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;PENILAIAN KURIKULUM 2013&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqzMboFV0XgwqIZBZZ5Z69lyB8u_TApqB4C15FAAdfOf9Beq1hdv0Ak1pV5kgOP9v50R0NUEq5WAStcgxJN_guzctplgPITEcnc6gq2wNjkiaTTYIEPufe-mVX5_g4mRhyphenhypheng61wSRFCchg/s1600/2013KURIKULUM.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqzMboFV0XgwqIZBZZ5Z69lyB8u_TApqB4C15FAAdfOf9Beq1hdv0Ak1pV5kgOP9v50R0NUEq5WAStcgxJN_guzctplgPITEcnc6gq2wNjkiaTTYIEPufe-mVX5_g4mRhyphenhypheng61wSRFCchg/s1600/2013KURIKULUM.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype
 id=&quot;_x0000_t75&quot; coordsize=&quot;21600,21600&quot; o:spt=&quot;75&quot; o:preferrelative=&quot;t&quot;
 path=&quot;m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe&quot; filled=&quot;f&quot; stroked=&quot;f&quot;&gt;
 &lt;v:stroke joinstyle=&quot;miter&quot;/&gt;
 &lt;v:formulas&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;if lineDrawn pixelLineWidth 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 1 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum 0 0 @1&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @2 1 2&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelWidth&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelHeight&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 0 1&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @6 1 2&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelWidth&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @8 21600 0&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelHeight&quot;/&gt;
  &lt;v:f eqn=&quot;sum @10 21600 0&quot;/&gt;
 &lt;/v:formulas&gt;
 &lt;v:path o:extrusionok=&quot;f&quot; gradientshapeok=&quot;t&quot; o:connecttype=&quot;rect&quot;/&gt;
 &lt;o:lock v:ext=&quot;edit&quot; aspectratio=&quot;t&quot;/&gt;
&lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id=&quot;Picture_x0020_2&quot; o:spid=&quot;_x0000_s1026&quot; type=&quot;#_x0000_t75&quot;
 style=&#39;position:absolute;left:0;text-align:left;margin-left:0;margin-top:.2pt;
 width:144.55pt;height:144.75pt;z-index:251658240;visibility:visible;
 mso-wrap-style:square;mso-width-percent:0;mso-height-percent:0;
 mso-wrap-distance-left:9pt;mso-wrap-distance-top:0;mso-wrap-distance-right:9pt;
 mso-wrap-distance-bottom:0;mso-position-horizontal:absolute;
 mso-position-horizontal-relative:text;mso-position-vertical:absolute;
 mso-position-vertical-relative:text;mso-width-percent:0;mso-height-percent:0;
 mso-width-relative:page;mso-height-relative:page&#39;&gt;
 &lt;v:imagedata src=&quot;file:///C:\Users\Win7\AppData\Local\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.png&quot;
  o:title=&quot;&quot;/&gt;
 &lt;w:wrap type=&quot;square&quot;/&gt;
&lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Kurkulum 2013 baru
saja digulirkan pemerintah. &lt;i&gt;Pro&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;kontra&lt;/i&gt; tentu saja masih sering kita dengar
di sekitar kita. Terlepas dari berbagai tanggapan masyarakat maupun pihak-pihak
yang terkait dengan pendidikan di Indonesia, tentu saja mau tidak mau kita
tetap harus menjalankan kurikulum ini. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sebuah kurikulum baru “pasti” ada
sisi yang menjadi kelebihan dari kurikulum sebelumnya karena tentu penyusunan
kurikulum ini tidak “asal-asalan”. Pasti penyusunan kurikulum ini telah melalui
berbagai kajian dan penelitian terhadap aplikasi kurikulum sebelumnya pada
siswa. Oleh karena itu, akan lebih bijak jika kita, entah yang bergelut dalam
dunia pendidikan entah yang tidak bergelut di dalamnya, mengetahui dan memahami
&lt;i&gt;konten&lt;/i&gt;/ isi kurikulum 2013 ini. Bukan tanpa manfaat kita mengetahui dan
memahami isi kurikulum 2013 ini karena kita semua pasti akan terlibat dalam
dunia pendidikan, entah secara aktif entah pasif.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Salah satu cara paling cepat
untuk memahami isi sebuah kurikulum yaitu dengan melihat bagaimana bentuk
penilaian yang diterapkan dalam kurikulum tersebut. Hal tersebut karena dalam
penilaian akan kita ketahui ke mana arah pendidikan itu. Apakah diarahkan pada
teori-teori saja atau siswa diperkenalkan pada praktik nyata, apakah siswa
hanya dituntut untuk mengembangkan intelegensi, karakter, sifat, sikap, dan
lainnya atau tidak, apakah siswa hanya dituntut dengan nilai baik atau
harus dilengkapi dengan proses belajar dan menemukan yang benar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk mengetahui lebih jelas,
berikut ini berkas pedoman &lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.info/2013/10/pedoman-penilaian-evaluasi-kurikulum.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;penilaian/ evaluasi&lt;/a&gt; yang diterapkan dalam kurikulum
2013.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.4shared.com/get/9KwItNT5/PENILAIAN_KURIKULUM_2013.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;PEDOMAN PENILAIAN/ EVALUASI KURIKULUM 2013&lt;/a&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Selamat menikmati dan mengkritisi
kurikulum 2013, Bapak, Ibu, Saudara.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Terima kasih.&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/3880395115495625556/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2013/10/pedoman-penilaian-evaluasi-kurikulum.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/3880395115495625556'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/3880395115495625556'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2013/10/pedoman-penilaian-evaluasi-kurikulum.html' title='PEDOMAN PENILAIAN / EVALUASI KURIKULUM 2013'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqzMboFV0XgwqIZBZZ5Z69lyB8u_TApqB4C15FAAdfOf9Beq1hdv0Ak1pV5kgOP9v50R0NUEq5WAStcgxJN_guzctplgPITEcnc6gq2wNjkiaTTYIEPufe-mVX5_g4mRhyphenhypheng61wSRFCchg/s72-c/2013KURIKULUM.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-3848202877418510145</id><published>2013-09-21T18:35:00.000+07:00</published><updated>2018-07-23T16:16:07.136+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Evaluasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Soal-Soal Bahasa Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ujian"/><title type='text'>Kumpulan Soal &quot;Apresiasi Karya Sastra dan Majas&quot; Bahasa Indonesia </title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.info/2013/09/kumpulan-soal-apresiasi-karya-sastra.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kumpulan Soal &quot;Apresiasi Karya Sastra Indonesia &amp;amp; Majas&quot;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.info/2013/09/kumpulan-soal-apresiasi-karya-sastra.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Untuk Ujian Nasional Bahasa Indonesia Kelas IX SMP&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNeEK13kNO2m87gKZQvZ4W7D_-g5JBh9JkKa7T3DsZFNCyw4z5mTW9DwXH-zvj6aHbvL3wCWj5qIYXS6ogREFcrrsgrs3yXGwYT04jtLHSwri-ZpuRygg-Bt1y4Lq238Sreizzey1-xec/s1600/Slide1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNeEK13kNO2m87gKZQvZ4W7D_-g5JBh9JkKa7T3DsZFNCyw4z5mTW9DwXH-zvj6aHbvL3wCWj5qIYXS6ogREFcrrsgrs3yXGwYT04jtLHSwri-ZpuRygg-Bt1y4Lq238Sreizzey1-xec/s200/Slide1.JPG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;1.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Gumpalan langit mahasempurna&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Bertahta
bintang-bintang angkasa&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Namun satu
bintang yang berpijar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Teruntai
turun menyapaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis citraan
yang terdapat pada larik kedua puisi tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; penglihatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; perasaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pendengaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; penciuman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;2.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;(1) Dengarkan angin mengusir batang-batang padi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
(2) Sebelum
matahari terbenam&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
(3) Dengarkan
senandung di balik jendela&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
(4) Sebelum
keadaan sepi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
(5) Rumah
kecil, bukalah pintu pagarmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan
puisi tersebut larik yang bermajas sama ditandai nomor ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1) dan (2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1) dan (3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1) dan (4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1) dan (5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;3.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Bunga di tepi jalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Menampung
debu kendaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Tumbuh di
luar karang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Mati tidak
berdekap&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Tema kutipan
puisi tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kesenangan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; keharuan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kesengsaraan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kemiskinan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;4.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Dengan hati yang remuk redam Hanafi pulang ke
kampung halamannya di Sumatera Barat. Ibunya ingin mengembalikan Hanafi kepada
Rafiah. Hanafi menolak karena tidak mungkin menjilat liur yang sudah
diludahkannya. Hanafi menyesal oleh tindakannya yang tidak mau mengindahkan
nasihat orang tuanya sehingga ia menderita dalam menjalani hidup ini. Tak lama
kemudian, Hanafi mati karena menelan empat butir sublimat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Pesan yang
tersirat dalam kutipan cerita tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jangan pulang kampung dalam keadaan
sedih!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jangan menolak keinginan orang tua!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Turutilah nasihat orang tua!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jalani hidup sesuai dengan pilihan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;5.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&amp;nbsp;(1) Pada
beberapa tempat, ilalang berbunga putih beralun-alun sama berayun dengan rumput
dihembus udara. (2) Sebuah lengkungan perbatasan bumi dengan langit. (3) Garis
yang mengantar matahari menuju peristirahatan. (4) Langit yang kuning muda,
bersisik putih di antaranya terjalin warna keemasan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Bukti bahwa
kutipan tersebut terjadi pada sore hari terdapat pada kalimat nomor ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;6.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&amp;nbsp;(1)
&quot;Astaga, Dewo!&quot; seru ibu heran Mas Dewo masih tertawa.
&quot;Apa-apaan kamu ini?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kenapa berdandan seperti ini?&quot;
Wulan pun melongo.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
(2)
&quot;Gimana? Oke kan penyamaran dan aktingku? Tadi ibumu menyuruhku
menjemputmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kamu kan sudah besar, Wul jadi aku cukup
mengawasimu. Kupikir pasti asyik kalau&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; aku menyamar, sekalian latihan
akting!&quot; Mas Dewo adalah kakak sepupu Wulan yang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kuliah di Institut Kesenian Jurusan
Teater.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
(3) &quot;Mas
Dewo Jahat! Lihat, nih!&quot; Wulan menunjuk lututnya yang luka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
(4)
&quot;Maaf, sebenarnya aku tadi mau menolongmu, tapi kamu malah lari.&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Kalimat yang
menunjukkan suasana kekesalan tokoh pada kutipan cerpen tersebut ditandai
dengan nomor ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;7.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Gulungan ombak yang datang dari tengah lautan,
setelah sampai di tepi pantai bergulung kembali ke tengah lautan. Takjubnya aku
tidak dapat dielakkan karena permainan ombak itu merupakan suatu permainan
masa. Bukankah begitu perjalanan zaman tersebut?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Amanat
kutipan novel tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gulungan ombak datang dari tengah
lautan silih berganti.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kehidupan itu akan berubah-ubah
sesuai zamannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ombak bergulung-gulung ke tengah
lautan tak terelakkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Takjubnya aku tidak dapat dielakkan
oleh gulungan ombak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;8.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Dengan hati-hati, puluhan jangkrik unggul itu
dilepas. Aku tidak mengerti. Mengapa makhluk yang diburu di seluruh pelosok
desa itu dilepas? Padahal, dia telah mengeluarkan uang, cukup banyak. Tapi
begitu melihat matanya berair, aku merasakan kesedihan yang dalam. Setelah
melihat orang itu berjalan ke arah perkebunan, entah mau ke mana, aku pulang.
Pulang dengan perasaan tidak menentu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Jenis konflik
pada kutipan novel tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; fisik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; batin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; lahir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; jasmani&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;9.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&quot;Bagaimana dengan si tukang palu itu,
Kobie?&quot; Rupanya ia masih penasaran dengan ceritaku tadi. Padahal, aku
hanya membual tentang si tukang palu itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;Ya, dia bisa saja mengancam anak-anak
di Gentreville ini!&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;Lantas apa yang akan kita
lakukan?&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;Entahlah, Gret, saya bingung.&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bu Guru Darmon menjelaskan materi
pelajaran. Kami dimintanya berkelompok kecil. Lalu disuruh mengamati beberapa
tumbuhan perdu di taman dekat Sekolah. Saya sekelompok dengan Gretchen. Sambil
mengamati tumbuhan perdu, kami melanjutkan percakapan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;Gret, kau lihat rumah di atas bukit
itu bukan?&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;Ya aku lihat!&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;Menurut ayahku, itu tempat
persembunyian Si tukang Palu.&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;Ah masa iya.&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;Ia, rumah itu telah lama ditinggalkan
penghuninya.&quot; Rupanya Gretchen percaya saja dengan omonganku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &quot;Bagaimana kalau sebentar sore kita
intai rumah itu!&quot; Gretchen memberi usulan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Simpulan
kutipan novel tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Gretchen dibuali Kobie tentang si
tukang palu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tugas dari guru untuk mengamati
beberapa tumbuhan perdu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cerita tentang si tukang palu
berasal dari ayah Gretchen.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kobie mengunjungi si tukang palu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;10.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Wawan&amp;nbsp;&amp;nbsp;
:&amp;nbsp; Dik, sudah beres masalahmu
dengan Diman?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Sidik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : &amp;nbsp;Ah, bodo amat, Wan. Dia memang harus
dihabisin.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Wawan&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;
Lho, gimana sih? Bicaralah baik-baik dengannya. Dia kan temen kita juga
kan?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Sidik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;
Maunya sih gitu. Tetapi kayaknya dia keras kepala.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Wawan&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Ah,
enggak, asal kamu memahami karakter dia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Sidik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;
Pokoknya, dia harus saya tegasi. Apa pun yang akan terjadi saya sudah
siap!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Wawan&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;
Jangan begitu, Dik. Kita harus nyaman dan damai bersama kawan. Bukankah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; kita ini tahun depan harus
ujian nasional, penentu masa depan kita?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Sidik&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;
Seet, Bu Anik datang, ayo masuk kelas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Latar
peristiwa percakapan kedua siswa pada kutipan teks tersebut adalah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; sore hari di dalam kelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; di depan kelas pada saat pulang
sekolah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; siang hari di depan kelas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; dalam kelas dan saat pelajaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;11.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Yoga&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
:&amp;nbsp; Kamu sudah dengar berita
tentang Rury?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Pohan&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;
Belum, memang ada apa dengan Rury?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Yoga&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;
Kemarin dia jatuh dari pohon mangga, kakinya patah dan sekarang dirawat
di&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; rumah sakit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Danu&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;
Ah, biarkan saja. Biar dia tahu rasa karena mengambil mangga orang, ya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Watak tokoh
Yoga pada kutipan drama tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tidak peduli&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; masa bodoh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pencuriga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; perhatian&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;12.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Munawardi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
:&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tolooong ........, ada yang
mau jahat kepada saya!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Orang-orang&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Mana-mana orangnya?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Dudi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ayo kita hajar biar kapok!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Kurdi&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;&amp;nbsp;
Jangan, jangan! Kita tak boleh main hakim sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Bukti watak
Kurdi dalam kutipan drama tersebut bijaksana, adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia mau membantu orang yang berbuat
jahat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia memberitahukan orang yang
berbuat jahat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia mengajak orang-orang untuk
menghajar perampok.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia mengingatkan orang-orang untuk
tidak main hakim sendiri.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;13.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Rembulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Rembulan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Kau berjalan
di atas bumi pertiwi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Dengan sinar
keagungan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Walau sesaat
kita bertemu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Di malam hari&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Larik
bermajas untuk melengkapi puisi tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Dia bermanfaat sekali&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rembulan menyinari bumi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Cahayanya bersinar terang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Engkau tersenyum padaku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;14.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Bacalah puisi berikut!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Kapal laut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Lihatlah
sebuah titik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Di tengah
laut dan jauh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Titik itu
terus menggelinding&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Kuat tiada
........&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Walau
diterjang ombak diterpa angin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Kata yang
tepat untuk melengkapi kutipan puisi tersebut agar berima sama dengan baris
sebelumnya adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; gentar&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; berkelit&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; menjauh&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; bergeming&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;15.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Dari Jakarta, menuju Semarang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Jangan lupa
beli pepaya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Engkau
senang, aku senang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Karena kita
memang Saudara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Balasan yang
tepat untuk pantun tersebut adalah pilihan ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
a. Buah lengkung
enak rasanya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Beli murah di Temanggung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita memang bersaudara&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Susah senang kita tanggung&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
b. Makan
gulai di atas batu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kerasnya batu tak terasakan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika boleh aku bertamu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Datang bertamu sambil berjalan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
c. Jika
kenyang karena makan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Janganlah lupa akan minumnya&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika datang dengan ancaman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Akan kuterima dengan gembira&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
d. Jika
engkau pergi ke Pati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Belikan aku sekilo duku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jika engkau berbaik hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bantulah aku bawakan buku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; a&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; b&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; c&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; d&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;16.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;1. Kalau Anda ingin cerdas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
2. Pergi ke
pasar beli talas&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
3. Sebelum
makan rebus dulu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
4. Siang
malam baca buku&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Larik-larik
kalimat acak tersebut akan menjadi pantun bila disusun dengan urutan ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1 - 4 - 3 - 2&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2 - 3 - 1 - 4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3 - 2 - 1 - 4&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4 - 2 - 1 - 3&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;17.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Monang seorang pemuda, matanya menatap
langit-langit. Tiba-tiba dikejutkan oleh langkah suara serdadu. Kemudian pintu
terbuka. Dua orang anak didorong masuk ke sel yang pengap.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Monang&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;
Hai, adik-adik ini dari mana?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Sahara&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp;
(setengah berbisik) Kami ditangkap Belanda, Bang!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Monang&amp;nbsp;&amp;nbsp; : ........&amp;nbsp;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Jisman&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Kalimat yang
tepat untuk melengkapi dialog drama tersebut adalah pilihan ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
a.
Monang&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Kalau itu ditendang namanya sudah selesai.
Bah!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jisman&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
:&amp;nbsp; Capek sekali, Bang di sel ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
b.
Monang&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Engkau harus tahu itu! Ini hampir malam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jisman&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
:&amp;nbsp; Menunggu apa, Bang?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
c.
Monang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; Tidak hanya dipukuli, saya disiksa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jisman&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
:&amp;nbsp; Bangunlah! Hari sudah siang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
d.
Monang&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; :&amp;nbsp; (Agak heran) Kalian, anak kecil begini,
ditangkap Belanda?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Jisman&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
:&amp;nbsp; Ya, Bang (jawab Jisman serentak
diikuti Sahara).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pilihan a&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pilihan b&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pilihan c&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pilihan d&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;18.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Bacalah penggalan cerita berikut dengan
seksama!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Malin Kundang
sejak kecil telah ditinggalkan ayahnya. Dengan kasih sayang ia diasuh oleh
ibunya. Setelah besar, atas izin dan doa restu ibunya ia pergi merantau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Sudut pandang
kutipan cerita itu adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang ketiga di dalam cerita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang ketiga di luar cerita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang pertama pelaku utama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang pertama pelaku sampingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;19.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Pepohonan tumbang diterpa angin kencang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Kata ulang
dalam kalimat tersebut sama jenis maknanya dengan kata ulang pada kalimat
........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Orang tuanya menjadi pedagang
sayur-mayur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Anak-anak itu sedang bermain
mobil-mobilan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tanah itu pecah-pecah akibat kemarau
panjang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Rumput-rumput itu tumbuh di halaman
rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;20.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Perhatikan kalimat-kalimat berikut!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
(1) Dengan
kasih sayang Malin Kundang diasuh oleh orang tuanya. (2) Setelah besar atas izin
dan doa orang tua satu-satunya, ia pergi merantau. (3) Di perantauan ia
berhasil menjadi pedagang yang kaya raya. (4) Selain itu, ia telah beristri
dengan seorang putri cantik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Kalimat yang
berameliorasi dalam paragraf tersebut terdapat pada kalimat nomor ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (3)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;21.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Kalimat&lt;/b&gt;
yang menggunakan kata bersinestesia adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sejak kemarin Pak Rejo bersikap
kasar kepada anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sayur asam buatan ibu sedap sekali
rasanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Saya tidak suka masakan yang manis rasanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Suaranya merdu sekali saat
menyanyikan lagu &quot;Rindu.&quot;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;22.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Bacalah paragraf berikut!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Selagi
suasana alam sedang berlangsung sepi serta muram dan hanya rintik hujan di luar
yang berdetik-detik, mendadak sayup-sayup terdengar suara kapal terbang dari
jauh. Bahan makanan sudah tidak ada lagi. Orang berjualan sudah tidak ada yang
tampak. Keadaanku ini ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Peribahasa di
bawah ini yang tepat untuk melengkapi paragraf tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Menggantungkan kain kotor di muka
pintu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seperti lampu kekurangan minyak.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mati rusa karena tanduknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kalah membeli, menang memakai&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;23.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Betapa&lt;/b&gt;
bagusnya kelakuanmu sehingga sudah dua orang temanmu menangis karena
keisenganmu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Penggunaan
majas lama dengan kalimat tersebut terdapat pada kalimat ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; SMP Sukamaju memboyong piala bola
voli.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Pemuda harus belajar supaya tidak
jadi sampah masyarakat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Apa yang Bapak harapkan dari orang
semiskin seperti saya ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tulisannya terlalu bagus
sampai-sampai tak bisa dibaca.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;24.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Bacalah puisi berikut!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Puteri Gunung
Naga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Puteri manis
di daerah asing&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Udara berbau
tembaga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
dan di awan
putih&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Berkuasa ular
naga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Bermata
bengis&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karya: Subagio Sastro
Wardoyo&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Citraan dalam
kutipan puisi tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; penglihatan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; penciuman&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pendengaran&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pencecapan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;25.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Perhatikan pantun berikut!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Aduh-aduh si
bunga ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Daunnya lebat
seperti ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Aku sering
mendengar ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Abang punya
kekasih ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Kata yang
tepat digunakan untuk melengkapi pantun tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1) melati, (2) duri, (3) cerita,
(4) hati&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1) mawar, (2) waru, (3) kabar, (4)
baru&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1) menur, (2) sapu, (3) suara, (4)
pujaan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1) anggrek, (2) hujan, (3) lagu,
(4) dayang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;26.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Bacalah kutipan novel berikut!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&quot;Jadi
pionir itu berat, karena mereka menghela sejarah ke depan.&quot; Kalimat itu
berulang- ulang terngiang di telinga Yusuf. Sebuah pendapat yang keluar dari
mulut perempuan dan perempuan Tionghoa. Yusuf amat terkagum pada Liam Mir,
berani mengajukan pendapat seperti itu, padahal Yusuf yakin bahwa kaum Tionghoa
perantauan tidak pernah setuju terjadinya asimilasi antara masyarakat minoritas
itu terhadap masyarakat Indonesia. Konflik yang terjadi pada penggalan novel
tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; fisik&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; batin&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; lahir&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; ide&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;27.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Bacalah kutipan drama berikut!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Ishak&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Aku akan tetap cinta padamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tapi aku tidak dapat berbuat
apa-apa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Satilawati :
Perkara cinta jangan disebut juga.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Engkau tahu sendiri, aku cinta
pula padamu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tapi apa maksudmu?&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Ishak&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; : Aku tidak mau mengikuti engkau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Artinya engkau jangan menunggu
aku.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kawin saja dengan orang lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Satilawati :
(berontak) Tapi itu aku tidak mau,&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; tidak bisa, engkau boleh pergi
sekarang, tapi lekas kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Aku tetap menunggu engkau.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Watak
Satilawati dalam drama tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; lembut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; keras&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; pasrah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; penurut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;28.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Bacalah kutipan novel berikut!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Aku akan
meninggalkan tempat itu dengan kedamaian hidup tanpa mengerjakan sesuatu pun.
Aku telah mengenal kemalasan yang sesungguhnya. Dan, aku akan kembali ke
rumahku yang dulu. Kebun di halaman depan tidak bisa kubayangkan lagi. Sekarang
mungkin ibuku telah merombaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Sudut pandang
yang digunakan dalam kutipan novel tersebut adalah ....&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang pertama pelaku utama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang pertama pelaku sampingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang ketiga pelaku sampingan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; orang ketiga pelaku utama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;b&gt;29.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; font-weight: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;b&gt;Bacalah puisi berikut!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Meski kini&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Mampu aku
berdiri, berjalan sendiri&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Tetapi aku
anakmu, butuh kasihmu&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Ibu ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Pernyataan
yang merupakan isi puisi tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
A.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Sesukses apapun seorang anak tetap
membutuhkan kasih sayang ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
B.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Meskipun bisa berdiri dan berjalan,
seorang anak tetap membutuhkan ibunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
C.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kasih sayang ibu mampu membuat
anaknya berdiri dan berjalan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
D.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Seorang ibu tetap membutuhkan kasih
sayang dari anaknya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 0cm; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; text-align: justify;&quot;&gt;
Kumpulan soal
bahasa Indonesia materi “&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.info/2013/09/kumpulan-soal-uan-kelas-ix-dan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Paragraf&lt;/a&gt;”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/3848202877418510145/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2013/09/kumpulan-soal-apresiasi-karya-sastra.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/3848202877418510145'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/3848202877418510145'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2013/09/kumpulan-soal-apresiasi-karya-sastra.html' title='Kumpulan Soal &quot;Apresiasi Karya Sastra dan Majas&quot; Bahasa Indonesia '/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNeEK13kNO2m87gKZQvZ4W7D_-g5JBh9JkKa7T3DsZFNCyw4z5mTW9DwXH-zvj6aHbvL3wCWj5qIYXS6ogREFcrrsgrs3yXGwYT04jtLHSwri-ZpuRygg-Bt1y4Lq238Sreizzey1-xec/s72-c/Slide1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6187299510377194739.post-4611041588003600100</id><published>2013-09-21T02:47:00.001+07:00</published><updated>2013-09-21T17:32:40.453+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bahasa Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pembelajaran"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pendidikan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sekolah"/><title type='text'>KUMPULAN SOAL UAN KELAS IX DAN PEMBAHASAN</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.info/2013/09/kumpulan-soal-uan-kelas-ix-dan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;SOAL-SOAL PARAGRAF: KUMPULAN SOAL UAN KELAS IX DAN PEMBAHASAN&lt;/a&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNeEK13kNO2m87gKZQvZ4W7D_-g5JBh9JkKa7T3DsZFNCyw4z5mTW9DwXH-zvj6aHbvL3wCWj5qIYXS6ogREFcrrsgrs3yXGwYT04jtLHSwri-ZpuRygg-Bt1y4Lq238Sreizzey1-xec/s1600/Slide1.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNeEK13kNO2m87gKZQvZ4W7D_-g5JBh9JkKa7T3DsZFNCyw4z5mTW9DwXH-zvj6aHbvL3wCWj5qIYXS6ogREFcrrsgrs3yXGwYT04jtLHSwri-ZpuRygg-Bt1y4Lq238Sreizzey1-xec/s200/Slide1.JPG&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; 1.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Monpera atau Monumen Perjuangan
Rakyat merupakan salah satu bangunan kebanggaan warga Palembang. Betapa tidak?
Monumen yang memajang patung burung garuda di dinding depannya ini dibangun
untuk mengenang perjuangan rakyat Sumatera Selatan, melawan penjajah pada masa
revolusi fisik yang dikenal dengan Pertempuran Lima Hari Lima Malam. Di sinilah
basis para pejuang menggalang kekuatan dalam pertempuran melawan penjajah
Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Gagasan
pokok paragraf tersebut adalah ........&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;pemajang
patung garuda pada Monpera&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l14 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;bangunan
kebanggaan warga Palembang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l14 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;perjuangan
rakyat Sumatera Selatan pada Monpera&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l14 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;penggalangan
rakyat Palembang dalam Monpera&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Nirmala Bonet, gadis berusia 19
tahun, seorang Tenaga Kerja Indonesia (TKI) bekerja di Malaysia. Ia bermaksud
mencari nafkah di negeri Jiran, tetapi yang didapat musibah. Musibah yang
menimpa gadis asal Kupang, Nusa Tenggara Timur itu begitu memilukan sekaligus
menyayat hati. Ia dianiaya oleh istri majikannya hingga cacat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Hanya karena beberapa persoalan sepele dan
kesalahan kecil yang dibuat, Nirmala disiksa dengan sangat biadab. Rambut
keritingnya dipotong dan terus dibakar. Mukanya dicakar dan bibirnya dipukul
sampai babak belur. Kepala, kening, dan tangan Nirmala pun dipukul dengan gelas
besi hingga berdarah. Paha, lengan, dan dadanya disiram air panas sampai
kulitnya terkelupas.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Kalimat
utama paragraf kedua bacaan tersebut terdapat pada kalimat ........&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l2 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;a. &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;pertama&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;kedua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;ketiga&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;keempat&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Pernyataan yang merupakan pendapat
terdapat pada ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level2 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;kalimat pertama paragraf pertama&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level2 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;kalimat kedua paragraf kedua&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level2 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;paragraf pertama kalimat ketiga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level2 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;paragraf kedua kalimat keempat&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;(1) Pada hari Rabu (20/12) Ronaldinho
kembali menangis saat berada di Porto Alegre, tempat kelahirannya, 21 Maret
1980. (2) &quot;Ini peristiwa paling emosional dalam hidup saya,&quot; ujarnya
saat berpidato di hadapan 400 hadirin, termasuk politik lokal dan pelatih
Brasil Dunga yang juga berasal dan wilayah Porto Alegre. (3) &quot;Saya selalu
bermimpi kejadian ini dan akhirnya menjadi kenyataan. (4) Ini merupakan &#39;gol&#39;
terbaik yang pernah saya lakukan,&quot; ujar pemain Barcelona tersebut. (5)
Pemain Barcelona itu, memang telah dua kali meraih Pemain Terbaik Dunia (tahun
2004 dan 2005).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Pernyataan
yang merupakan fakta pada teks tersebut ditandai nomor ........&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level2 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;(4) dan (1)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level2 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;(3) dan (2)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level2 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;(2) dan (4)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l9 level2 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;(1) dan (5)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Kalimat yang berisi fakta adalah
........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level2 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Ikan Belosoh adalah ikan kecil yang
terdapat hampir di seluruh perairan pantai, kecuali di kawasan kutub.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level2 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Karang jenis Ascopora yang
dibudidayakan di bak diperkirakan memiliki pasar ekspor di sejumlah negara
Eropa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level2 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Penangkapan penyu merupakan suatu
pelanggaran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l7 level2 lfo6; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Karang yang tumbuh bercabang cabang
itu boleh diperdagangkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Kritikan terhadap perilaku Ronaldinho yang
kembali menangis pada teks tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level2 lfo7; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Jangan menangis secara berlebihan!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level2 lfo7; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Menangis bukan luapan emosional
sesaat.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level2 lfo7; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Menangis dapat meringankan beban
pikiran.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l12 level2 lfo7; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Masalah tidak dapat diselesaikan
dengan menangis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Teks 1&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Wajah cantik dan tubuh aduhai. Dua kelebihan itu bisa menjadi
senjata bagi petenis Rusia, Maria Sharapova, untuk berkarir di dunia fashion.
Namun, nampaknya Sharapova belum seratus persen tertarik ke dunia fashion untuk
saat ini. Padahal, dari dunia glamor itu, dia mendapatkan pemasukan yang luar
biasa. Namun, ia tetap bersikukuh menggeluti dunia tenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Teks 2&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Selalu energik dan optimis. Itulah sekilas yang tampak dari
sosok Noviantika Nasution. Ketika dipercaya menjadi orang nomor satu di induk
perbasketan tanah air periode 2006-2010, Novi tak pesimis. Padahal, prestasi
olahraga Indonesia, termasuk basket tahun ini lagi terpuruk.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Kesamaan informasi yang dibahas dalam kedua teks tersebut
adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;dunia mode dan wanita&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;wanita dan olahraga&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;hobi dan dunia mode&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo8; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;kecantikan wanita dan hobi&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.situsbahasa.info/2013/09/kumpulan-soal-uan-kelas-ix-dan.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Upaya Menjaga Karya Cipta Bangsa&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;GLOBALISASI telah membuat pergerakan kepentingan tidak mampu
lagi dikekang batas-batas negara. Atas nama kebebasan dan demokrasi orang,
lembaga, atau bahkan negara saling klaim untuk menguasai dan meraih keuntungan
saw sama lain. Dampak globalisasi seperti ini juga melanda kekayaan intelektual
dan budaya kita. Pihak-pihak di luar negeri dapat dengan mudah mengakui hasil
kreativitas, karya cipta, bahkan budaya kita sebagai hasil ciptaan mereka dan
menarik keuntungan sebesar-besarnya dan hal itu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karena itu, kita
menghargai upaya seniman kebaya kita Adjie Notonegoro yang pekan lalu
mendeklarasikan kebaya sebagai busana nasional wanita Indonesia. Deklarasi
seperti ini tidak saja perlu, tetapi juga sangat mendesak dilakukan. Mendesak
karena kesadaran kita akan hak cipta sangatlah rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita menghargai
upaya pemerintah, bersama pemerintah di daerah yang tengah menginventarisasi
karya-karya seni tradisional, sumber daya hayati dari berbagai daerah di
Indonesia. Namun, sekali lagi setelah itu, jangan lupa mematenkan. Jika tidak,
kita hanya dikenang sebagai bangsa yang mempunyai banyak karya cipta, tetapi
tak mempunyai hak mengakui sebagai miliknya. Ibarat seorang Ibu yang
melahirkan, tetapi tak boleh mengakui sang jabang bayi sebagai anaknya. Ini
sungguh amat menyakitkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;8.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Gagasan utama tajuk tersebut adalah
........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l13 level2 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Globalisasi membuat negara-negara di
dunia saling menguasai untuk meraih keuntungan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l13 level2 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Setiap negara berhak mengklaim
kreativitas negara lain sebagai karya ciptanya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l13 level2 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Kita perlu mematenkan karya cipta
bangsa agar bangsa lain tidak mengakui sebagai kreativitasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l13 level2 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Kita patut menghargai upaya pemerintah
menginventarisasi karya cipta daerah dari berbagai daerah di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;9.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Opini yang berlawanan dengan tajuk
tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level2 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Bangsa Indonesia tidak diperbolehkan
mematenkan karya cipta bangsa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level2 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Setiap bangsa mempunyai kesempatan untuk
mematenkan karya hasil kreativitasnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level2 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Hukum positif mengakui sebagai
perlindungan bila suatu bangsa telah mematenkan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level2 lfo10; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Sebaiknya kita menghargai upaya
deklarasi kebaya sebagai busana nasional wanita Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;10.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Simpulan tajuk tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l20 level2 lfo11; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Globalisasi
berdampak baik bagi negara-negara maju.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l20 level2 lfo11; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Kesadaran
hak cipta bangsa Indonesia masih rendah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l20 level2 lfo11; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Indonesia
selalu terperangah menyaksikan kehebatan bangsa lain.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l20 level2 lfo11; text-align: justify; text-indent: -21.25pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Pemerintah
daerah sudah lama mematenkan budaya daerahnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;11.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bacalah paragraf berikut!&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Lidah buaya termasuk keluarga Lili. Tanaman ini banyak tumbuh
liar di sebagian besar wilayah Afrika. Di daerah Madagaskar juga banyak ditemui
lidah buaya dengan berbagai jenis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Lidah buaya
memiliki gel aloe vera yang berada di tengah tanaman yang berlendir. Daging
lidah buaya tipis, bening mirip jell, dapat diproses atau dikeruk. Aloe vera
dapat mengobati luka bakar tingkat satu karena mempercepat penyembuhan. Gel ini
juga memiliki reputasi sebagai kosmetika kecantikan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Rangkuman bacaan tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;span style=&quot;text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: -18pt;&quot;&gt;a.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: -18pt;&quot;&gt;Lidah buaya sangat berguna dan memiliki reputasi
sebagai kosmetika kecantikan dan tumbuh liar di pegunungan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: -18pt;&quot;&gt;b.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: -18pt;&quot;&gt;Lidah buaya berguna untuk menyembuhkan luka
bakar, getahnya diambil dan memiliki reputasi kosmetika kecantikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: -18pt;&quot;&gt;c.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: -18pt;&quot;&gt;Lidah buaya memiliki berbagai sel untuk
kosmetik, tumbuh liar di dataran tinggi dan memiliki reputasi kosmetik
kecantikan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: -18pt;&quot;&gt;d.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 7pt; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;text-indent: -18pt;&quot;&gt;Lidah buaya banyak tumbuh di wilayah Afrika dan
memiliki berbagai manfaat untuk kesehatan serta kecantikan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/ul&gt;
&lt;span style=&quot;text-indent: -18pt;&quot;&gt;
&lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;12.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bacalah paragraf berikut!&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; (1) Perpustakaan sekolah merupakan
sumber belajar. (2) Sebagai sumber belajar hendaknya tersedia buku bagi siswa
dan guru demi kelancaran kegiatan belajar dan mengajar. (3) Siswa dan guru
dapat membaca dan meminjam buku yang tersedia di perpustakaan. (4) Petugas
perpustakaan haruslah seorang ibu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Agar menjadi paragraf yang padu, perbaikan kalimat nomor (4)
yang tepat adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l11 level1 lfo13; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;a&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; a. &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Petugas
administrasi di perpustakaan ditangani oleh pegawai.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Pegawai
di perpustakaan itu haruslah yang disiplin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Profesional
sangat dituntut di perpustakaan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Perpustakaan
hendaknya ditangani oleh petugas yang profesional.&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;13.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Bacalah paragraf berikut!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Kita telah
melihat perkembangan pesat telekomunikasi selama 200 tahun terakhir. Dampak
yang ditimbulkannya terhadap kita sangat hebat. Seandainya orang yang hidup 200
tahun lampau bisa dihadirkan kembali untuk menyaksikan telepon, radio,
televisi, satelit gambar-gambar venus, optik, dan sebagainya, mereka akan
sangat terpesona dan menganggap semua itu perbuatan tukang sihir.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Pertanyaan yang jawabannya terdapat pada paragraf tersebut
adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l1 level1 lfo14; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Mengapa
pertumbuhan telekomunikasi selama 200 tahun terakhir ini sangat hebat?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Bagaimana
jika orang yang hidup pada 200 tahun yang silam melihat kehebatan hasil
telekomunikasi?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Dampak
apakah yang ditimbulkan oleh pertumbuhan telekomunikasi terhadap kehidupan
kita?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Mengapa
mereka akan sangat terpesona dan menganggap semua itu perbuatan tukang sihir?&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;14.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bacalah bacaan berikut!&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Jam meja yang biasanya berdering
pukul 05.00 untuk membangunkan saya, sekali ini membisu karena lupa diputar.
Akibatnya, saya terlambat bangun. Cepat-cepat saya pergi ke kamar mandi.
Ternyata sabun mandi pun sudah habis, lupa membelinya kemarin sore. Mau
sarapan, nasi hangus. Mau berpakaian, semua baju kotor sehingga terpaksa
memakai baju bekas kemarin. Tambah lagi, sewaktu menunggu kendaraan umum untuk
pergi ke sekolah kendaraan selalu penuh. Akhirnya dapat kendaraan yang kosong.
Malangnya mogok pula di tengah jalan. Turun dari kendaraan baru melangkah
dua-tiga langkah disambut hujan lebat bagai dicurahkan dari langit. Amboi,
tidak hanya terlambat dan badan basah kuyup tetapi di sekolah dapat teguran
dari guru. Sungguh sial nasibku hari ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Ide pokok paragraf tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l22 level1 lfo15; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;terlambat
bangun pagi&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;kesibukan
setiap hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;kebiasaan
setiap hari&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;nasib
yang sial&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;15.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bacalah paragraf berikut dengan
seksama!&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Pertolongan pertama pada kecelakaan tidak hanya menjadi
tanggung jawab petugas kesehatan. Setiap anggota Palang Merah Remaja (PMR)
harus mempunyai kemampuan untuk menolong korban kecelakaan. PMR adalah kader
PMI yang bertugas dengan sukarela. Agar mampu menolong korban kecelakaan,
anggota PMR diajari prinsip kepalang-merahan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Kalimat topik paragraf tersebut terletak pada ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;akhir paragraf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;awal paragraf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;tengah paragraf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l6 level1 lfo16; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;awal dan akhir paragraf&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;16.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bacalah
paragraf berikut dengan seksama!&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Dua peloncat indah Indonesia, Shenny Rana Amalia dan Ahmad
Sukran, gagal menembus babak utama kejuaraan Dunia Renang (FINNA World Swimming
Championship). Dengan demikian, Indonesia tidak meloloskan satu pun atletnya di
babak utama kejuaraan renang yang dimulai pada Juli lalu di Barcelona, Spanyol.
Ringkasan yang tepat sesuai dengan paragraf tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l17 level2 lfo17; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Peloncat indah Indonesia mengikuti
kejuaraan renang di Barcelona, Spanyol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l17 level2 lfo17; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Indonesia berhasil meloloskan satu
atletnya pada babak utama kejuaraan renang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l17 level2 lfo17; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Kejuaraan renang FINNA World Swimming
Championship diselenggarakan di Barcelona, Spanyol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l17 level2 lfo17; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Tidak satu pun atlet Indonesia yang
lolos ke babak utama kejuaraan renang Barcelona.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;17.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;Bacalah paragraf berikut dengan
seksama!&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Ada jutaan anak di Indonesia yang terpaksa berhenti sekolah.
Bukan kemauan mereka berhenti sekolah dan bukan pula kemauan orang tuanya
........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Kalimat yang tepat untuk melengkapi bagian akhir paragraf tersebut
adalah ...&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l19 level1 lfo18; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Ini
disebabkan mereka malas bersekolah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Hal
ini menjadi beban bagi kita semua.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Mau
tidak mau kita harus membantunya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Keadaanlah
yang menyebabkan semuanya itu.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;18.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bacalah
penggalan wacana berikut dengan seksama!&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Polusi udara memang terjadi secara alamiah. Sebab fenomena
alam seperti letusan gunung berapi, kebakaran hutan, debu, bangkai
tumbuh-tumbuhan dan hewan yang membusuk, dan garam dari laut, semua dapat
mencemari udara. Akan tetapi, semua itu masih dapat dikatakan dalam batas-batas
yang dapat ditoleransi. Artinya proses laju pembersihan polusi dari udara dan
laju pencemaran itu masih dalam keseimbangan alam.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Tema penggalan teks wacana tersebut adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l21 level1 lfo19; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Terjadinya
polusi udara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Ancaman
polusi udara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Jenis
polusi udara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -18pt;&quot;&gt;Akibat
polusi udara.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;19.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Paragraf yang bertema pertanian adalah
........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l15 level2 lfo20; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Latihan
aerobik tidak hanya berguna bagi paru-paru dan jantung. Jika itu dilakukan
lebih dari 20 menit, lemak pun akan ikut terbakar.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l15 level2 lfo20; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Di
era modern seperti Sekarang ini, berkomunikasi sudah merupakan hal yang tidak
asing lagi. Selain sebagai komponen utama dalam kehidupan, berkomunikasi juga
merupakan kebutuhan sehari-hari bagi manusia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l15 level2 lfo20; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Sawah
seluas 36.000 hektar itu semuanya sawah tadah hujan. Hal ini disebabkan belum
ada saluran irigasi mengaliri persawahan di salah satu daerah lumbung padi
Sumatera Selatan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l15 level2 lfo20; text-align: justify; text-indent: -36.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Pemerintah
Daerah Kotamadya Tegal sedang menggalakkan kebersihan lingkungan. Hal ini
dilakukan untuk mempertahankan adipura yang diraih beberapa tahun yang lalu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;20.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Bacalah
paragraf berikut dengan seksama!&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Keterampilan berpidato ini bukanlah masalah yang gampang dan
bisa tumbuh dengan sendirinya, melainkan perlu ditumbuhkan, dibina, dan dilatih
sejak dini. Berbekal keterampilan pidato ini akan dapat dilakukan berbagai
kegiatan antara lain memberi sambutan, berani mempresentasikan kertas kerja dan
sebagainya. Oleh karena itu, berpidato perlu memperhatikan strategi pidato yang
meliputi menetapkan tujuan pidato, lama pidato, materi, diksi atau pilihan
kata, dan sebagainya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Paragraf tersebut berpola ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l5 level3 lfo21; mso-text-indent-alt: -9.0pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;a. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;umum-khusus&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; b. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;khusus-umum&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; c. &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;sebab-akibat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;line-height: 115%; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; d.&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, &#39;Times New Roman&#39;, serif; line-height: 115%; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;akibat-sebab&lt;/span&gt;&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;21.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Paragraf yang menyatakan hubungan
pengandaian adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l18 level2 lfo22; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Sebagai dampak ketidakmerataan
pendapatan banyak kendala sosial yang muncul. Contohnya unjuk rasa oleh buruh
atau masyarakat yang tergusur. Timbul pula pelecehan hukum dan praktik kolusi
dan korupsi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l18 level2 lfo22; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; A&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;irbus, yang telah menjual lebih
banyak pesawat dibandingkan dengan pesaingnya, Boeing, sepanjang 2004, sedang
bersiap-siap meluncurkan pesawat baru super jumbo A380. Jika perkembangan ini
terus ditingkatkan, Airbus yang paling unggul di tahun mendatang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l18 level2 lfo22; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;c.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Keindahan pulau dan pantainya,
ditambah aneka fasilitas rekreasi dan olah raga membuat Sikuai nyaris tak ada tandingannya
di tanah air. Kalau pantai-pantai di Bali atau Lombok disandingkan dengan
Sikuai tetap memiliki keunggulan tak dapat tersaingi.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l18 level2 lfo22; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;d.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;Limbah yang masuk ke laut pada
akhirnya menimbulkan degradasi lingkungan alam. Selanjutnya, degradasi
lingkungan alam akan mengakibatkan berkurangnya keanekaragaman flora dan fauna.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraph&quot; style=&quot;margin-left: 21.3pt; mso-add-space: auto; mso-list: l8 level1 lfo1; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;22.&lt;span style=&quot;line-height: normal;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;line-height: 115%;&quot;&gt;&lt;b&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;Bacalah paragraf berikut dengan seksama!&lt;/b&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Mengapa Afi ingin masuk SMA setelah tamat SMP? Afi mempunyai
cita-cita ingin menjadi seorang dokter. Bersekolah di SMA jangkauan masa depan
lebih luas daripada bersekolah di sekolah kejuruan. Sekolah kejuruan hanya
mengarah ke jurusan itu sendiri atau yang terkait, sedangkan SMA mempunyai
jurusan lanjutan yang banyak. Utamanya dalam pencapaian cita-citanya ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif; line-height: 115%;&quot;&gt;Kalimat yang sesuai untuk melengkapi akhir paragraf tersebut
adalah ........&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l16 level3 lfo23; mso-text-indent-alt: -14.15pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;a.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Karena itulah Afi memilih ke sekolah kejuruan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;b.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Karena bingung Afi lebih baik tidak sekolah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;!--[if !supportLists]--&gt;c.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Karena itulah Afi memilih melanjutkan ke SMA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;mso-list: l0 level1 lfo1; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
d.&lt;span style=&quot;font-size: 7pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;
&lt;/span&gt;&lt;!--[endif]--&gt;Oleh sebab itu, Afi bersantai-santai dahulu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l16 level3 lfo23; mso-text-indent-alt: -14.15pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: Times, Times New Roman, serif;&quot;&gt;Selamat mengerjakan!!!!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l16 level3 lfo23; mso-text-indent-alt: -14.15pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;margin-left: 35.45pt; mso-add-space: auto; mso-list: l16 level3 lfo23; mso-text-indent-alt: -14.15pt; text-align: justify; text-indent: -35.45pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://www.situsbahasa.com/feeds/4611041588003600100/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2013/09/kumpulan-soal-uan-kelas-ix-dan.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/4611041588003600100'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6187299510377194739/posts/default/4611041588003600100'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://www.situsbahasa.com/2013/09/kumpulan-soal-uan-kelas-ix-dan.html' title='KUMPULAN SOAL UAN KELAS IX DAN PEMBAHASAN'/><author><name>situsbahasa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/11205330437631661433</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjNeEK13kNO2m87gKZQvZ4W7D_-g5JBh9JkKa7T3DsZFNCyw4z5mTW9DwXH-zvj6aHbvL3wCWj5qIYXS6ogREFcrrsgrs3yXGwYT04jtLHSwri-ZpuRygg-Bt1y4Lq238Sreizzey1-xec/s72-c/Slide1.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry></feed>