<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>save lake toba community</title>
	
	<link>http://www.savelaketoba.org</link>
	<description>clean up the LAKE, green up the LAND!</description>
	<pubDate>Thu, 18 Feb 2010 15:30:19 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.7.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/sltc" /><feedburner:info uri="sltc" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>sltc</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><feedburner:feedFlare href="http://add.my.yahoo.com/rss?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://us.i1.yimg.com/us.yimg.com/i/us/my/addtomyyahoo4.gif">Subscribe with My Yahoo!</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.newsgator.com/ngs/subscriber/subext.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://www.newsgator.com/images/ngsub1.gif">Subscribe with NewsGator</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.bloglines.com/sub/http://feeds.feedburner.com/sltc" src="http://www.bloglines.com/images/sub_modern11.gif">Subscribe with Bloglines</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.netvibes.com/subscribe.php?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://www.netvibes.com/img/add2netvibes.gif">Subscribe with Netvibes</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://fusion.google.com/add?feedurl=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://buttons.googlesyndication.com/fusion/add.gif">Subscribe with Google</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.pageflakes.com/subscribe.aspx?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://www.pageflakes.com/ImageFile.ashx?instanceId=Static_4&amp;fileName=ATP_blu_91x17.gif">Subscribe with Pageflakes</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.plusmo.com/add?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://plusmo.com/res/graphics/fbplusmo.gif">Subscribe with Plusmo</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.thefreedictionary.com/_/hp/AddRSS.aspx?http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://img.tfd.com/hp/addToTheFreeDictionary.gif">Subscribe with The Free Dictionary</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.bitty.com/manual/?contenttype=rssfeed&amp;contentvalue=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://www.bitty.com/img/bittychicklet_91x17.gif">Subscribe with Bitty Browser</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.newsalloy.com/?rss=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://www.newsalloy.com/subrss3.gif">Subscribe with NewsAlloy</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.live.com/?add=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://tkfiles.storage.msn.com/x1piYkpqHC_35nIp1gLE68-wvzLZO8iXl_JMledmJQXP-XTBOLfmQv4zhj4MhcWEJh_GtoBIiAl1Mjh-ndp9k47If7hTaFno0mxW9_i3p_5qQw">Subscribe with Live.com</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://mix.excite.eu/add?feedurl=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://image.excite.co.uk/mix/addtomix.gif">Subscribe with Excite MIX</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://download.attensa.com/app/get_attensa.html?feedurl=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://www.attensa.com/blogs/attensa/WindowsLiveWriter/BadgeredintoBadges_10C02/attensa_feed_button5.gif">Subscribe with Attensa for Outlook</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.webwag.com/wwgthis.php?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://www.webwag.com/images/wwgthis.gif">Subscribe with Webwag</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.podcastready.com/oneclick_bookmark.php?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://www.podcastready.com/images/podcastready_button.gif">Subscribe with Podcast Ready</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.flurry.com/pushRssFeed.do?r=fb&amp;url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://www.flurry.com/images/flurry_rss_logo2.gif">Subscribe with Flurry</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.wikio.com/subscribe?url=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://www.wikio.com/shared/img/add2wikio.gif">Subscribe with Wikio</feedburner:feedFlare><feedburner:feedFlare href="http://www.dailyrotation.com/index.php?feed=http%3A%2F%2Ffeeds.feedburner.com%2Fsltc" src="http://www.dailyrotation.com/rss-dr2.gif">Subscribe with Daily Rotation</feedburner:feedFlare><item>
		<title>Turis Asing Kembali ke Danau Toba</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sltc/~3/rUwxDPX5tl0/</link>
		<comments>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/turis-asing-kembali-ke-danau-toba/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 13 Feb 2010 14:09:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charly Silaban</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lake Toba Today]]></category>

		<category><![CDATA[Lake Toba Tourism]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.savelaketoba.org/?p=398</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : Kompas.Com
Turis asing makin banyak yang kembali menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata utama ketika berkunjung ke Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan makin tingginya tingkat hunian hotel di Desa Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Tuktuk merupakan salah satu desa wisata yang memiliki hampir 30 penginapan berbagai jenis.
Sekarang kami sedang mencoba merevitalisasi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fmedia-clipping%2Flake-toba-today%2Fturis-asing-kembali-ke-danau-toba%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fmedia-clipping%2Flake-toba-today%2Fturis-asing-kembali-ke-danau-toba%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Sumber : <a href="http://travel.kompas.com/read/2010/02/13/08563431/Turis.Asing.Kembali.ke.Danau.Toba" target="_blank">Kompas.Com</a></p>
<p>Turis asing makin banyak yang kembali menjadikan Danau Toba sebagai salah satu tujuan wisata utama ketika berkunjung ke Indonesia. Kondisi ini ditandai dengan makin tingginya tingkat hunian hotel di Desa Tuktuk Siadong, Kecamatan Simanindo, Kabupaten Samosir. Tuktuk merupakan salah satu desa wisata yang memiliki hampir 30 penginapan berbagai jenis.<br />
Sekarang kami sedang mencoba merevitalisasi seni budaya Batak agar bisa jadi salah satu atraksi yang menarik.<span id="more-398"></span></p>
<p>Menurut salah seorang pengelola penginapan di Tuktuk, Bulan Sitepu, makin banyaknya turis asing yang datang ke Danau Toba ditandai dengan semakin terkenalnya Tuktuk di kalangan wisatawan yang khas dengan ransel di punggung sambil berjalan kaki atau backpacker luar negeri.</p>
<p>”Edisi Lonely Planet (buku panduan bagi backpacker internasional) yang terbaru malah dengan detail menyebutkan informasi soal Tuktuk. Hampir sepanjang tahun penginapan di Tuktuk didatangi turis asing,” kata Bulan saat ditemui di Tuktuk, Kamis (11/2).</p>
<p>Hal senada juga diungkapkan pemilik salah satu rumah makan di Tuktuk, Leo Sidabutar. Dia membenarkan bahwa turis asing mulai kembali datang ke Danau Toba ditandai dengan banyaknya turis jenis backpacker ke Tuktuk. ”Sekarang, mulai banyak lagi turis asing yang datang meski tidak seramai sebelum tahun 1997,” katanya.</p>
<p>Menurut Leo, sejak krisis ekonomi tahun 1997 sebenarnya kondisi Tuktuk sudah bisa dikatakan desa wisata yang telah ”mati”. ”Hampir tak ada lagi turis asing yang mau datang ke Tuktuk. Turis asing yang berkunjung hanya sebatas turis asing tradisional asal Belanda, yang selalu datang sepanjang tahun. Mereka memang tiap tahun datang, tetapi jumlahnya tak banyak,” katanya.</p>
<p>Leo mengatakan, salah satu yang sekarang digagas, karena turis asing juga tak hanya menikmati keindahan Danau Toba saja, adalah menampilkan seni budaya Batak, seperti tari dan teater.</p>
<p>”Sekarang kami sedang mencoba merevitalisasi seni budaya Batak agar bisa jadi salah satu atraksi yang menarik bagi turis asing,” katanya.</p>
<p>Strategi</p>
<p>Pengelola penginapan, selain menjalin kerja sama dengan agen perjalanan wisata, juga punya strategi lain agar turis asing merasa betah tinggal cukup lama di Tuktuk.</p>
<p>Bulan mengungkapkan, semua pengelola penginapan di Tuktuk memang punya siasat sendiri agar tempatnya didatangi turis asing.</p>
<p>Menurut dia, salah satu yang strategi yang dipakai adalah memanjakan backpacker.</p>
<p>”Karena dari mulut merekalah penginapan kami ini akhirnya bisa tersebar. Kami malah tak keberatan menolong backpacker yang kesulitan uang untuk membayar penginapan. Karena terbukti, keramahtamahan dan kebaikan kami justru berkenan di banyak backpacker yang berkunjung ke Tuktuk,” katanya. (BIL-KOMPAS/ANDY RIZA HIDAYAT)</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=rUwxDPX5tl0:n_l_ViQKenQ:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=rUwxDPX5tl0:n_l_ViQKenQ:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=rUwxDPX5tl0:n_l_ViQKenQ:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=rUwxDPX5tl0:n_l_ViQKenQ:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?i=rUwxDPX5tl0:n_l_ViQKenQ:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/sltc/~4/rUwxDPX5tl0" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/turis-asing-kembali-ke-danau-toba/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/turis-asing-kembali-ke-danau-toba/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Konser Semalam di Danau Toba Segera Digelar</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sltc/~3/N8qdlnUjxSc/</link>
		<comments>http://www.savelaketoba.org/event-kegiatan/konser-semalam-di-danau-toba-segera-digelar/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 08 Feb 2010 06:48:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brandy Pakpahan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Event & Kegiatan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.savelaketoba.org/?p=388</guid>
		<description><![CDATA[Konser musik Batak neo tradisional yang dikemas dalam konsep &#8220;Semalam di Danau Toba &#8221; segera digelar di Tanjungpinang 5 Mei mendatang.
Konser ini nantinya bakal menarik karena menggabungkan musik Batak tradisional dan modern. Juga ada tari dan puisi.“ Rencananya konser akan dilaksanakan di GOR Kacapuri 5 Mei mendatang,” ujar Managing Direktor Anugerah Tour and Travel selaku [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fevent-kegiatan%2Fkonser-semalam-di-danau-toba-segera-digelar%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fevent-kegiatan%2Fkonser-semalam-di-danau-toba-segera-digelar%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Konser musik Batak neo tradisional yang dikemas dalam konsep &#8220;Semalam di Danau Toba &#8221; segera digelar di Tanjungpinang 5 Mei mendatang.<br />
Konser ini nantinya bakal menarik karena menggabungkan musik Batak tradisional dan modern. Juga ada tari dan puisi.“ Rencananya konser akan dilaksanakan di GOR Kacapuri 5 Mei mendatang,” ujar Managing Direktor Anugerah Tour and Travel selaku Even Organizer (EO) acara, Lenni Br Purba kepada sejumlah wartawan di Hotel Comfort,Sabtu (6/2) malam.<span id="more-388"></span></p>
<p>Alasan dipilihnya tema Danau Toba dalam konser tersebut, kata Lenni, karena daerah tersebut memiliki panorama yang indah dan kaya akan budaya.</p>
<p>“Even ini kami gelar tidak lain dan bukan adalah untuk menggalakkan pariwisata di seluruh Indonesia dan juga sebagai penambah budaya di Provinsi Kepri. Kami berharap dengan konser ini masyarakat Kepri bisa berkunjung ke Danau Toba yang sudah diakui oleh dunia Internasional sebagai tempat wisata terkenal,” kata Lenni.</p>
<p>Setelah konser di GOR Kacapuri selesai, konser musik Batak neo tradisional dilanjutkan di indoor soprt hall Tumenggung Abdul Jamal, Kota Batam 8 Mei mendatang.</p>
<p>Dalam kesempatan itu, salah seorang personel konser Batak neo tradisional Hardoni Sitohang menjelaskan, musik yang akan dibawakan dalam konser tersebut akan mengiringi lagu-lagu batak yang sudah lama tenggelam. Salah satu contoh berjudul “Si Unte Manis”.</p>
<p>“ Selain itu, kita juga akan membawakan beberapa puisi dan tarian Batak seperti Cawan  yang merupakan tarian khas dari dari Danau Toba yang menjadi simbol dari Batak Toba,” kata Hardoni.</p>
<p>Hardoni menyebutkan alat musik lain yang digunakan antara lain gondang bolon, gondang hasopi, musik tunggal diantaranya sordam, talatoit, saga-saga yang merupakan bukan alat tiup dan alat pukul, namun permaianan resonansi mulut yang mempunyai getaran dan mengeluarkan bunyi.</p>
<p>“ Konser musik batak neo tradisional ini akan kami kemas dalam bentuk even semalam di Danau Toba, artinya dekorasi tempat akan ditata bernuansakan suasana seperti di Danau Toba. Kita berharap konser musik ini nantinya dapat membagun citra bangsa dengan menghargai budaya-budaya yang ada,” ungkap Hardoni.</p>
<p>Panitia acara Petrus M Sitohang menambahkan, konser musik batak neo tradisional ini bukan saja diperuntukkan bagi orang batak, namun semua masyarakat dengan beraneka budaya dan suku juga bisa menyaksikannya. (sm/rz)</p>
<p>Sumber :</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=N8qdlnUjxSc:LPsir3xkIfo:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=N8qdlnUjxSc:LPsir3xkIfo:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=N8qdlnUjxSc:LPsir3xkIfo:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=N8qdlnUjxSc:LPsir3xkIfo:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?i=N8qdlnUjxSc:LPsir3xkIfo:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/sltc/~4/N8qdlnUjxSc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.savelaketoba.org/event-kegiatan/konser-semalam-di-danau-toba-segera-digelar/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.savelaketoba.org/event-kegiatan/konser-semalam-di-danau-toba-segera-digelar/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Toba from the Top</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sltc/~3/_OdM4jRZONQ/</link>
		<comments>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/toba-from-the-top/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Feb 2010 20:40:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charly Silaban</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lake Toba Today]]></category>

		<category><![CDATA[eco-friendly resort]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.savelaketoba.org/?p=382</guid>
		<description><![CDATA[Source : The Jakarta Post
There are grand plans afoot to showcase the natural attractions of Lake Toba and its gorgeous surroundings. Chriswan Sungkono visits a new resort that promises eco-friendly practices in offering an awe-inspiring view. Te’re out of breath and almost running out of hope. The sun is high in the sky, the fiery [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fmedia-clipping%2Flake-toba-today%2Ftoba-from-the-top%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fmedia-clipping%2Flake-toba-today%2Ftoba-from-the-top%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Source : <a href="http://www.thejakartapost.com/news/2010/02/07/toba-top.html" target="_blank">The Jakarta Post</a></p>
<p>There are grand plans afoot to showcase the natural attractions of Lake Toba and its gorgeous surroundings. Chriswan Sungkono visits a <strong>new resort that promises eco-friendly practices in offering an awe-inspiring view</strong>. Te’re out of breath and almost running out of hope. The sun is high in the sky, the fiery arrows of its rays piercing our pores. Our profuse sweating is perhaps the only consolation for our scorched skin.</p>
<p>We are, you see, just walking in a park, not wandering lost in a desert. But after an hour’s meandering over asphalt roads and flower-studded pathways under this merciless sun, we can only agree that this is more like a deadly kind of a walk in the park.<span id="more-382"></span></p>
<p>My friend and I are somewhere in the 200-hectare Taman Simalem Resort park, more than 1,2000 meters above sea level in the Batak highlands of North Sumatra. Given our current circumstance, the name Simalem – which in the Batak Karo dialect means “cool and pleasing” – seems a cruel misnomer for the park (or at least the small portion of it that we’ve seen so far).</p>
<p>Were it not for the vista of Lake Toba from up high – a sight so tantalizing everyone we met on our journey told us to see it for ourselves – we wouldn’t even have thought of coming here. But all praise aside, one thing is true about Simalem: the view of the lake from here is too precious to be seen from photographs alone.</p>
<p>The grandiosely named “Pearl of the Lake Toba” is the open-air plaza that affords this spectacular view. It also boasts a miniature of the lake and its island, Samosir, and is adorned with patches of blooming flowers. The plaza, the resort’s central point, is neatly designed, but what really catches the eye is the view of the lake itself.</p>
<p>We trek up an incline from a fountain toward the Kodon-kodon Café (named after a nearby village, as with most of the sites in the resort), about 3 kilometers from the main entrance. By now, this midday hike has become almost the opposite of fun. So the instant we come across a car, we flag it down.</p>
<p>The car happens to be the park’s own, used to transport workers to and fro within the complex. There’s more good fortune along with our ride: the driver, Karo native Haryadi Ginting, is accompanied by Anwar Rizza, a West Javanese like myself, who’s in charge of managing the entire estate.</p>
<p>“It can be demanding if you try exploring Simalem on foot,” Anwar says of our crazy undertaking. With more than 6 kilometers of road, it’s futile for pedestrians to visit all the sites.</p>
<p>“Most people come by bus, car or at least motorbike,” he explains.</p>
<p>The entrance fees vary for each type of vehicle, and on weekends are 50 percent higher.</p>
<p>Taman Simalem Resort is an ambitious work in progress, and its full form will combine, among other attractions, agribusiness and research centers, organic large-scale farms, a zoo, a nine-hole high-handicap golf course, a camping ground deep in the jungle, an amphitheater with Lake Toba as the stupendous background, and a plush eco-holiday resort, all in one enormous location.</p>
<p>“Our main idea was initially agro-tourism, which is why in this first stage of construction the buildings we’re finishing are made for that purpose,” Anwar says.</p>
<p>“We own more than 40 hectares of farmland where our farmers grow organic fruit such as avocado, passion fruit, orange, even tea and coffee.</p>
<p>“The convention center, resort hotel, everything else came later in the blueprint. They’ll be built in stages two and three.”</p>
<p>Its strategic location, straddling the three North Sumatran regencies of Karo, Simalungun and Dairi, makes the Taman Simalem Resort a crucial player in the tourism industry due to its massive potential for taxable income once it’s fully open to the public. Little wonder, then, that the three regional administrations keep arguing whose jurisdiction the resort falls into.</p>
<p>“Much of our land, including the entrance gate, is in Karo territory,” Anwar says.</p>
<p>“The property sits on the seven hills of Merek, a subdistrict of Karo. And I’m going to take you to the highest. You can’t beat the view from there,” he brags.</p>
<p>Minutes later, we alight from the car on rather flat terrain to see proof of Anwar’s statement. Here we are, on one of the seven hills, and from this height Lake Toba looks electrifying in its own exotic shades of blue, from vivid to almost translucent; its surface so peaceful and so vast, a glossy sheet of the purest sky.</p>
<p>“It’s magnetic,” Anwar says, finally breaking the silence that the contemplation of Toba’s never-ending allure has brought on. He doesn’t seem to believe his eyes, though I’m sure he must have seen this sight many times, indeed on a daily basis.</p>
<p>“This is what keeps people coming through the years. The beauty is overwhelming.”</p>
<p>On a perfectly clear day like this, you can see as far as Parapat on Toba’s far eastern shore, a distance of about 50 kilometers as the crow flies. Parapat, the most popular spot for Toba-bound tourists, takes shape as an assemblage of pale white dots against the bluish topography of land and lake. From our perch, 1,600 meters above sea level, the pretty fishing villages of Tongging and Silalahi on the lakeshore look like miniatures.</p>
<p>On a knoll near our parked car stands a solitary pine tree. It’s fully grown, yet the rest of the earth is barren, with the occasional patch of grass.</p>
<p>“It’s been like this since we bought the land,” Anwar explains. “Nothing here save that tree. And we won’t take it down. Instead, we’ll build a resort around it, and then name it One Tree Hill Villa.”</p>
<p>The lonely tree is testament to the eco-friendly practices of the Taman Simalem Resort management. The investors, a consortium of Indonesian-owned enterprises and a Singaporean investment company, are serious about conserving the area’s ecosystem. One way they show their concern is by not felling trees needlessly: buildings and roads here are built in a meticulous fashion to minimize the cutting down of trees.</p>
<p>“In fact, we’ve more than made up for the number of trees we’ve felled by planting more than 20,000 new ones around the resort so far,” Anwar claims.</p>
<p>“The boss wants all of us to respect the environment with almost fanatical zeal. We’ve even bought and maintain 135 hectares of virgin forest buffering the adjacent government-designated ‘national reserve’,” he adds, pointing to the riot of green from the rainforests blanketing the hills. “It’s all ours.”</p>
<p>Moving on, we stop by the Tian Zhu Chan Si temple complex atop another hill. The staccato of drilling and hammering punctures the air as workers busily carve fanciful dragons and phoenixes on marble slabs. The buildings, a take on medieval Chinese structures, are a model of ancient artisanship, with the lake as the backdrop.</p>
<p>At last we arrive at the Tongging Café, beside the hill where the temples stand. Anwar invites us to redeem our tickets for a free canapé. While we wait, we stroll over to the nearby open-air auditorium. Youngsters take turns posing on the stage and the seats, while their friends endlessly take pictures with their camera phones.</p>
<p>When we return to the café veranda, two cups of tea and two plates of banana fritters, smothered in shaved chocolate and cheese, are set out on the table. Anwar, meanwhile, is talking to someone at the next table, whom he later introduces as his colleague, Desman Kaban, one of the park rangers at the resort.</p>
<p>Kaban, born and raised in Karo, is loquacious when it comes to narrating his personal life. With a degree in English literature, he feels the wilderness is his second true love, right behind his wife. So after a stint as an English teacher, he decided to return to the wild when the opportunity came along.</p>
<p>“It’s like what I used to do when I was younger: guide foreign tourists into the jungle, climb mountains, camp – adventure, basically,” he says.</p>
<p>Kaban also preaches his love of nature to the young kids who come to Simalem on field trips.</p>
<p>“I teach them to be loving and kind to nature, to all beings, and most importantly to other human beings,” he says.</p>
<p>“People increasingly seem to lack that love nowadays.”</p>
<p>As we tuck into the snacks, other guests at adjacent tables – two high-ranking officers from the Indonesian armed forces and their wives – join in the conversation. Clearly stunned by how the resort draws on Toba’s unassailable beauty, one of them asks with unbridled excitement, “Who’s behind all this?”</p>
<p>“There’s a lot of speculation that the funding for Simalem’s development comes from Thailand, Singapore or even South Korea,” Anwar says. “That’s not true.”</p>
<p>It must be noted that the main investor is, in fact, Indonesian. Anwar’s boss, the seemingly elusive investor, is none other than Tamin Sukardi, a leading figure in the tourism industry, who lists the first four-star resort hotel in Berastagi, North Sumatra, in his family’s business portfolio.</p>
<p>When Anwar reveals plans for a cable-car facility, one of the men goes all out: “Ah! Now I know why some of my friends who’ve been here say Simalem will be the Genting Highlands of Indonesia!” Still in the same breath, he rambles along, “But I think that’s definitely an understatement. The landscape is much, much more dramatic here. It’s beyond beautiful.”</p>
<p>“Well, you can’t beat Toba,” Anwar concludes. It begins raining, then, and we beat a hasty retreat to the car.</p>
<p>The thunder rumbles overhead. With the previously clear sky now overcast, the cerulean lake turns silvery white, a field of glass transmuting into liquid metal all at once.</p>
<p>That’s how breathtaking Toba can be.</p>
<p><strong>Getting there</strong></p>
<p>From Medan, hire a car (better bring a driver) or take a public bus (whose drivers often perform death-defying acts on the road – a must-do for adrenaline junkies) to Berastagi (90 minutes). From there, take another bus to Merek Terminal, then hire a motorized rickshaw (becak motor) to take you to Simalem. The whole trip takes less than three hours, weather permitting (the potholed road can be risky when it rains).</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=_OdM4jRZONQ:LUwv9H7f-YA:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=_OdM4jRZONQ:LUwv9H7f-YA:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=_OdM4jRZONQ:LUwv9H7f-YA:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=_OdM4jRZONQ:LUwv9H7f-YA:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?i=_OdM4jRZONQ:LUwv9H7f-YA:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/sltc/~4/_OdM4jRZONQ" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/toba-from-the-top/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/toba-from-the-top/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ahli lingkungan khawatirkan Danau Toba akan punah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sltc/~3/1pjB6W00mew/</link>
		<comments>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/ahli-lingkungan-khawatirkan-danau-toba-akan-punah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Feb 2010 05:24:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Brandy Pakpahan</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lake Toba Today]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.savelaketoba.org/?p=363</guid>
		<description><![CDATA[


Warta  -    Warta Fokus  


WASPADA ONLINE
(Wordpress.com)
MEDAN - Sumber-sumber pencemaran di kawasan Danau Toba seperti pencemaran limbah, kotor/banyak sampah, pendangkalan akibat sedimentasi dan erosi, banyaknya eceng gondok, kadar asam tinggi, hutan gundul, tata ruang tidak sesuai peruntukan, lahan kritis semakin luas, stabilitas permukaan air fluktuatif dan populasi ikan berkurang sudah mencapai [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fmedia-clipping%2Flake-toba-today%2Fahli-lingkungan-khawatirkan-danau-toba-akan-punah%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fmedia-clipping%2Flake-toba-today%2Fahli-lingkungan-khawatirkan-danau-toba-akan-punah%2F" height="61" width="51" /></a></div><table class="contentpaneopen" border="0">
<tbody>
<tr>
<td><span><a href="http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=section&amp;id=4&amp;Itemid=94">Warta </a> - </span> <span> <a href="http://www.waspada.co.id/index.php?option=com_content&amp;view=category&amp;id=77:fokusutama&amp;layout=blog&amp;Itemid=131"> Warta Fokus </a> </span></td>
</tr>
<tr>
<td valign="top"><span style="font-size: 10px; font-style: normal; color: #000080;">WASPADA ONLINE</span></p>
<div class="img_caption right" style="float: right; width: 400px;"><img class="caption" src="http://www.waspada.co.id/images/Februari2010/danautoba.jpg" border="0" alt="" width="400" height="266" align="right" />(Wordpress.com)</div>
<p>MEDAN - Sumber-sumber pencemaran di kawasan Danau Toba seperti pencemaran limbah, kotor/banyak sampah, pendangkalan akibat sedimentasi dan erosi, banyaknya eceng gondok, kadar asam tinggi, hutan gundul, tata ruang tidak sesuai peruntukan, lahan kritis semakin luas, stabilitas permukaan air fluktuatif dan populasi ikan berkurang sudah mencapai titik kritis.</p>
<p>Bila penyelematan kawasan Danau Toba diabaikan akan berdampak pada “matinya” Danau Toba berarti melenyapkam entitas suku Batak yang lahir dan berawal di Sianjur Mula-Mula, sebuah lokasi di Samosir sebagai asal usul tanah leluhur.</p>
<p>Pimpinan proyek International Tropical Timber Organization, Subarudi, mengatakan untuk menanggulangi tingkat kerusakan alam dan pencemaran lingkungan di sekitar wilayah Danau Toba diperlukan komitmen kuat dari tujuh pemerintah kabupaten/kota Dinas Kehutanan yang berada di  kawasan Danau Toba untuk menunjukkan keseriusannya mengubah paradigma pengelolaan sistem keproyekan rehabilitasi hutan dan lahan dengan lebih berorientasi kepada pemberdayaan masyarakat dan pemanfaatan kebun bibit desa yang sudah terbangun agar kesinambungan rehabilitasi dapat terwujud.</p>
<p>Ahli lingkungan, A Ngaloken Ginting, mengatakan perlunya prioritas utama rehabilitasi pada areal yang berpotensi tinggi erosi seluas 16.226 hektar dan areal yang rawan longsor seluas 12.681 hektar. Areal tersebut diasumsi berada di dalam areal lahan kritis yang berada di Daerah Tangkapan Air Danau Toba.<br />
<span style="font-size: 10px; font-style: normal; color: #000080;"><br />
</span></p>
<address><span style="font-size: 10px; font-style: normal; color: #000080;">Editor: AMIR SYARIF SIREGAR</span></address>
<p><span style="font-size: 10px; font-style: normal; color: #c0c0c0;">(dat04/wsp)</span></td>
</tr>
</tbody>
</table>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=1pjB6W00mew:UhMwHZNtN-M:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=1pjB6W00mew:UhMwHZNtN-M:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=1pjB6W00mew:UhMwHZNtN-M:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=1pjB6W00mew:UhMwHZNtN-M:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?i=1pjB6W00mew:UhMwHZNtN-M:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/sltc/~4/1pjB6W00mew" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/ahli-lingkungan-khawatirkan-danau-toba-akan-punah/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/ahli-lingkungan-khawatirkan-danau-toba-akan-punah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Tapature Ma Hutanta - Liputan Penghijauan SLTC, GOW &amp; Pemkab Simalungun di Tigaras</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sltc/~3/6iAwfspKYyE/</link>
		<comments>http://www.savelaketoba.org/highlights/tapature-ma-hutanta-liputan-penghijauan-sltc-gow-pemkab-simalungun-di-tigaras/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 31 Jan 2010 18:33:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charly Silaban</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Highlights]]></category>

		<category><![CDATA[Media Clipping]]></category>

		<category><![CDATA[Gabungan Organisasi Wanita]]></category>

		<category><![CDATA[Pembkab Simalungun]]></category>

		<category><![CDATA[Penanaman Pohon]]></category>

		<category><![CDATA[Penanaman Pohon SLTC]]></category>

		<category><![CDATA[SLTC]]></category>

		<category><![CDATA[Tongam Sirait]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.savelaketoba.org/?p=346</guid>
		<description><![CDATA[
Lagu karya Tongam Sirait ini menggugah untuk bersama-sama melakukan kepedulian ke kampung halaman. Dinyanyikan mengiringi kegiatan penghijauan di Tigaras Kabupaten Simalungun, kerjasama SLTC dengan Pemkab Simalungun 1 Desember 2009.
Cameramen &#38; Editor : Monang Naipospos 
Note : Jika video tidak tampil klik disini atau download disini.
Alternatif lain (server lokal - videoku.tv) :

]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fhighlights%2Ftapature-ma-hutanta-liputan-penghijauan-sltc-gow-pemkab-simalungun-di-tigaras%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fhighlights%2Ftapature-ma-hutanta-liputan-penghijauan-sltc-gow-pemkab-simalungun-di-tigaras%2F" height="61" width="51" /></a></div><div><object width="425" height="344" data="http://www.youtube.com/v/omOMw76936c&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0" type="application/x-shockwave-flash"><param name="allowFullScreen" value="true" /><param name="allowscriptaccess" value="always" /><param name="src" value="http://www.youtube.com/v/omOMw76936c&amp;hl=en_US&amp;fs=1&amp;rel=0" /><param name="allowfullscreen" value="true" /></object></div>
<p>Lagu karya Tongam Sirait ini menggugah untuk bersama-sama melakukan kepedulian ke kampung halaman. Dinyanyikan mengiringi kegiatan penghijauan di Tigaras Kabupaten Simalungun, kerjasama SLTC dengan Pemkab Simalungun 1 Desember 2009.</p>
<p>Cameramen &amp; Editor : <a href="http://tanobatak.wordpress.com/" target="_blank">Monang Naipospos <span id="more-346"></span></a></p>
<p>Note : Jika video tidak tampil <a href="http://www.youtube.com/watch?v=omOMw76936c" target="_blank">klik disini</a> atau <a href="http://savelaketoba.org/wp-content/uploads/vid/091201SLTC_Tapature_Ma_Hutanta.flv" target="_blank">download disini</a>.</p>
<p>Alternatif lain (server lokal - videoku.tv) :</p>
<div><object width="450" height="370" data="http://www.videoku.tv/flvplayer_elite.swf" type="application/x-shockwave-flash"><param name="name" value="flvplayer" /><param name="bgcolor" value="#000000" /><param name="align" value="middle" /><param name="flashvars" value="config=http://www.videoku.tv/videoConfigXmlCode.php?pg=video_7901_no_0_extsite" /><param name="src" value="http://www.videoku.tv/flvplayer_elite.swf" /><param name="allowfullscreen" value="true" /><param name="quality" value="high" /></object></div>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=6iAwfspKYyE:2qEiTuNMA9I:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=6iAwfspKYyE:2qEiTuNMA9I:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=6iAwfspKYyE:2qEiTuNMA9I:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=6iAwfspKYyE:2qEiTuNMA9I:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?i=6iAwfspKYyE:2qEiTuNMA9I:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/sltc/~4/6iAwfspKYyE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.savelaketoba.org/highlights/tapature-ma-hutanta-liputan-penghijauan-sltc-gow-pemkab-simalungun-di-tigaras/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.savelaketoba.org/highlights/tapature-ma-hutanta-liputan-penghijauan-sltc-gow-pemkab-simalungun-di-tigaras/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pemberdayaan Sektor Pariwisata Dalam Meningkatkan Devisa, Bagaimana Dengan Danau Toba?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sltc/~3/_jeUknbb4vs/</link>
		<comments>http://www.savelaketoba.org/wacana-opini/pemberdayaan-sektor-pariwisata-dalam-meningkatkan-devisa-bagaimana-dengan-danau-toba/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 12:57:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charly Silaban</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Wacana & Opini]]></category>

		<category><![CDATA[Lake Toba Tourism]]></category>

		<category><![CDATA[Pariwisata Danau Toba]]></category>

		<category><![CDATA[Pemberdayaan Danau Toba]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.savelaketoba.org/?p=335</guid>
		<description><![CDATA[Penulis : H.D. Melva Sitanggang &#38; Togu Harlen Lumban Raja
PENDAHULUAN
Keindahan alam merupakan suatu karunia Tuhan yang sangat berharga dalam kehidupan manusia karena jika dimanfaatkan dengan baik akan dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat menuju sejahtera, namun jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan mengakibatkan kesengsaraan bagi kehidupan masyarakat. Tidak semua negara atau daerah memiliki keindahan alam sehingga bagi [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fwacana-opini%2Fpemberdayaan-sektor-pariwisata-dalam-meningkatkan-devisa-bagaimana-dengan-danau-toba%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fwacana-opini%2Fpemberdayaan-sektor-pariwisata-dalam-meningkatkan-devisa-bagaimana-dengan-danau-toba%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Penulis : <strong>H.D. Melva Sitanggang </strong>&amp;<strong> Togu Harlen Lumban Raja</strong></p>
<p><strong>PENDAHULUAN</strong><br />
Keindahan alam merupakan suatu karunia Tuhan yang sangat berharga dalam kehidupan manusia karena jika dimanfaatkan dengan baik akan dapat mempengaruhi kehidupan masyarakat menuju sejahtera, namun jika tidak dimanfaatkan dengan baik akan mengakibatkan kesengsaraan bagi kehidupan masyarakat. Tidak semua negara atau daerah memiliki keindahan alam sehingga bagi negara atau daerah yang memiliki keindahan alam seharusnya dapat memberdayakan keindahan alam tersebut dan dimanfaatkan dalam rangka kehidupan manusia yang sejahtera.<span id="more-335"></span></p>
<p>Pemerintah juga menyadari hal itu sehingga pemerintah berkewajiban menjaga kelestarian alam yang dikaruniakan oleh Tuhan sehingga harapan keberlanjutan pemanfaatannya dapat secara terus menerus dirasakan oleh masyarakat. Melalui Undang-undang atau Peraturan Pemerintah maupun Peraturan Daerah pemerintah mengatur bagaimana pemanfaatan sumber daya alam tersebut agar dapat dikelola dengan baik oleh Negara dan masyarakat.</p>
<p>Pemerintah berperan aktif dalam pemberdayaan kekayaan alam hal ini disebabkan bahwa kekayaan alam atau keindahan alam pariwisata adalah kekayaan alam yang tidak dapat diperbarui (Danau Toba) sehingga pemerintah perlu bertanggungjawab terhadap penyelamatan kekayaan alam tersebut.<br />
Danau Toba merupakan kekayaan alam yang sangat luar biasa dan termasuk dalam daftar keajaiban dunia sehingga keindahan Danau Toba perlu dipelihara keindahan alamnya sehingga tidak mengakibatkan kerugian kepada lingkungan dan masyarakat.</p>
<p>Kita juga sangat prihatin dengan keberadaan Danau Toba yang kurang begitu dimanfaatkan oleh pemerintah dan masyarakat dalam rangka peningkatan kehidupan masyarakat yang mana saat ini Danau Toba tidak lagi menjadi tujuan wisata di hati masyarakat Sumatera Khususnya.</p>
<p><strong>Pertanyaannya adalah dimana salahnya dan apa solusinya?</strong><br />
<strong>DAMPAK PEMBERDAYAAN PARIWISATA</strong><br />
Pemberdayaan pariwisata terkadang tidaklah menimbulkan dampak positif saja namun dapat juga membawa dampak negatif baik bagi kehidupan masyarakat dan terhadap kekayaan alam tersebut.</p>
<p><strong>A. Dampak POSITIF Dari Pemberdayaan Pariwisata</strong><br />
Dalam Undang-undang No 9 Tahun 1990 dijelaskan tentang tujuan pengembangan pariwisata adalah sbb:</p>
<ol>
<li>Memperkenalkan, mendayagunakan, melestarikan dan meningkatkan mutu dan daya tarik wisata</li>
<li>Memupuk rasa cinta tanah air dan meningkatkan persahabatan antar bangsa.</li>
<li>Memperluas dan meratakan kesempatan berusaha dan lapangan pekerjaan.</li>
<li>Meningkatkan pendapatan nasional dalam rangka meningkatkan kesejahteraan dan kemakmuran rakyat.</li>
<li>Mendorong pendayagunaan produk nasional dan daerah.</li>
</ol>
<p>Inpres No 9 Tahun 1969 tentang <strong>tujuan pengembangan pariwisata </strong>dijelaskan bahwa:</p>
<ol>
<li>Meningkatkan pendapatan devisa pada khususnya dan pendapatan Negara dan masyarakat pada umumnya, perluasan kesempatan kerja dan mendorong kegiatan-kegiatan industri penunjang dan industri sampingan lainnya.</li>
<li>Memperkenalkan dan mendayagunakan keindahan alam dan kebudayaan Indonesia.</li>
<li>Meningkatkan persaudaraan ataupun persahabatan Internasional.</li>
</ol>
<p>Selanjutnya dalam Propenas 2004-2009 dikatakan bahwa pembangunan pariwisata diarahkan pada peningkatan pariwisata menjadi sektor andalan yang mampu menggalakkan kegiatan ekonomi.</p>
<p>Dilihat dari sudut ekonomi, ada <strong>8 keuntungan pengembangan pariwisata di Indonesia </strong>yaitu:</p>
<ol>
<li>Peningkatan kesempatan berusaha</li>
<li>Peningkatan kesempatan kerja</li>
<li>Peningkatan penerimaan pajak</li>
<li>Peningkatan pendapatan nasional</li>
<li>Percepatan proses pemerataan pendapatan</li>
<li>Meningkatkan nilai tambah produk hasil kebudayaan</li>
<li>Memperluas pasar produk dalam negeri</li>
<li>Memberikan dampak Multiplier effect dalam perekonomian sebagai akibat pengeluaran wisatawan, investor maupun perdagangan luar negeri.</li>
</ol>
<p><strong>B. Dampak NEGATIF Dari Pemberdayaan Pariwisata</strong><br />
Dalam pemberdayaan pariwisata disamping dampak positif yang dapat dirasakan, ada juga dampak negative yang dapat ditimbulkan yang mengakibatkan kerugian bagi masyarakat setempat (lingkungan sosial budaya) serta lingkungan alam/fisik (ekologi).</p>
<p>Menurut Mcintosh &amp; Goeldner mengemukakan ada <strong>9 dampak negatif dari pemberdayaan pariwisata</strong> yaitu:</p>
<ol>
<li>Timbulnya aktivitas perjudian, pelacuran dan minuman keras</li>
<li>Efek demonstrasi yakni keinginan penduduk setempat untuk memakai barang-barang mewah dan impor seperti yang dimiliki oleh para wisatawan</li>
<li>Ketegangan rasial</li>
<li>Tumbuhnya sikap merendahkan diri pada sebagian pekerja bisnis pariwisata</li>
<li>Peminiaturan kerajinan dan kesenian guna bias menghasilkan jumlah yang banyak bagi wisatawan</li>
<li>Standardisasi peran-peran pekerja</li>
<li>Hilangnya kebanggaan kebudayaan</li>
<li>Perubahan cara hidup yang terlalu cepat</li>
<li>Tidak seimbangnya jumlah tenaga kerja yang bergaji rendah yakni pekerja kasar di beberapa hotel dan restoran.</li>
</ol>
<p>Salah satu kunci sukses dalam membangun kepariwisataan di Indonesia adalah dengan adanya sinergi dari berbagai pihak yang terkait secara profesional yang melibatkan Negara, organisasi sosial, organisasi pariwisata dan masyarakat individu secara langsung maupun tidak langsung.</p>
<p><strong>FAKTOR-FAKTOR YANG MEMPENGARUHI PEMBERDAYAAN PARIWISATA</strong><br />
Dalam pemberdayaan sektor pariwisata memang banyak faktor yang berpengaruh, namun disini dapat dijelaskan sebagian dari banyak faktor yaitu:</p>
<ol>
<li>Faktor Budaya</li>
<li>Faktor Komunikasi</li>
<li>Faktor Pengetahuan</li>
<li>Faktor Motivasi</li>
<li>Faktor Penunjang</li>
</ol>
<ol>
<li>Ad.1.<strong> Faktor Budaya</strong><br />
Menurut Prof Soedjito S, SH,MA (1987) dijelaskan bahwa Kebudayaan (culture) adalah pola-pola tingkah laku dan hasil tingkah laku manusia yang menjadi milik dari suatu masyarakat karena adanya suatu social heritage. Pulau Bali menjadi tujuan wisata mancanegara bukan hanya disebabkan oleh keindahan pantai Bali, namun juga disebabkan oleh budaya Bali. Keramahtamahan dan pola-pola prilaku orang Bali yang menjadi kesan bagi wisatawan untuk datang kembali ke Bali karena mereka merasa dihargai dan dilayani dengan baik.</li>
<li>Ad.2. <strong>Faktor Komunikasi</strong><br />
Menurut Larry (2003) menjelaskan bahwa kata komunikasi adalah adanya proses pembicaraan dua orang atau lebih yang saling mengerti. Selanjutnya Joseph A Devito (2001:14) mengatakan bahwa komunikasi adalah proses pengiriman dan penerimaan pesan-pesan antara dua orang atau diantara sekelompok kecil orang-orang dengan beberapa efek dan beberapa umpan balik seketika. Dari pengertian ini dapat dijelaskan bahwa komunikasi memberikan arti dalam pesan yang diterima oleh orang lain sehingga dia dapat memahami pesan dan terkesan dengan hal itu.</li>
<li>Ad.3<strong> Faktor Pengetahuan</strong><br />
Menurut Notoatmodjo mengatakan bahwa pengetahuan adalah hasil tahu setelah melakukan penginderaan terhadap suatu objek tertentu. Pengetahuan tentang objek pariwisata merupakan sebuah kelemahan yang paling utama dimana masih rendahnya pengetahuan orang tentang adanya objek pariwisata.</li>
<li>Ad.4 <strong>Faktor Motivasi</strong><br />
Dessler (1994) menjelaskan bahwa motivasi adalah sebuah kondisi yang berpengaruh membangkitkan, mengarahkan dan memelihara prilaku yang berhubungan dengan lingkungan dimana dia tinggal. Motivasi individu sangat diharapkan untuk dapat membangkitkan dirinya dan mengarahkan serta memelihara prilaku sehingga orang yang berada pada lingkungannya dapat terpengaruh dan merasa senang untuk tinggal dilingkungannya.</li>
<li>Ad.5 <strong>Faktor Penunjang</strong><br />
Faktor penunjang yaitu sarana dan prasarana sangat penting bagi sebuah daerah wisata karena akan mempermudah para wisatawan untuk berkunjung dan berwisata pada sebuah objek pariwisata.</li>
</ol>
<p>Disamping faktor yang kelima ini masih banyak lagi faktor-faktor lain yang berpengaruh terhadap pemberdayaan pariwisata namun penulis hanya memberikan 5 faktor dari sekian banyak faktor lain.</p>
<p><strong><br />
BAGAIMANA DENGAN DANAU TOBA?</strong><br />
Danau Toba adalah reservoir air tawar terbesar di Asia Tenggara dan sebagai pegunungan tropis di dunia dengan luas permukaan mencapai 1.100 km dengan kedalaman maksimum sekitar 450 meter, terletak di puncak vulkanik tua pada ketinggian 905 meter di atas permukaan air laut (Sinamo, 1999, dan Whitten, dkk, 2001).</p>
<p>Posisi geografis Danau Toba yang unik ini menyimpan berbagai potensi ekonomis yang menjadi sumber kehidupan masyarakat luas, terutama sumber air tawar yang melimpah dan hutan tropis yang lebat.<br />
Berdasarkan Kacamata estetika bahwa daya tarik Danau Toba yang paling terkenal adalah keindahan alamnya yang telah diakui dunia dimana hampir semua penjuru pemandangan Danau Toba memiliki daya pukau yang membuat orang seperti tersihir dengan kekaguman menikmati ciptaan Tuhan Yang Agung tersebut (Bappedaldau-ITB, 2001).</p>
<p>Seharusnya dengan kekayaan alam Danau Toba jika dimanfaatkan dengan baik akan mengakibatkan kehidupan yang sejahtera bagi masyarakat yang berada di sekitarnya, namun sudah ratusan tahun keberadaan Danau Toba kehidupan masyarakat yang berada di sekitarnya masih berada pada masyarakat miskin. Kita khawatir pada satu ketika Tuhan Sang Pencipta akan marah kepada kita bahwa kita tidak dapat memberdayakan ciptaanNya itu dan kita malah merusak keindahan alam Danau Toba.<br />
<strong>SOLUSI YANG DAPAT DITAWARKAN</strong><br />
Sangat disayangkan bahwa suatu ketika Danau Toba akan mengalami degradasi lingkungan yang akan merugikan masyarakat kita dan Republik Indonesia dimana dunia akan mengecam Republik Indonesia karena tidak pandai mensyukuri anugrah Tuhan dan memelihara ciptaan Tuhan.<br />
Tidak ada kata terlambat, maka hendaknya pemerintah dapat mengambil kebijakan bagaimana caranya memelihara, memberdayakan potensi Danau Toba yang berakibat terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia.</p>
<p>Danau Toba merupakan sumber daya alam yang tidak dapat diperbaharui sehingga pemerintah harus konsisten menjaga kelestariannya karena akan merugikan diri sendiri.<br />
Pada periode 1996-2002 ternyata sektor pariwisata telah menduduki peringkat kedua dalam peningkatan devisa Negara setelah devisa minyak bumi dan gas.</p>
<p><strong>Melalui tulisan ini ada beberapa solusi yang dapat ditawarkan kepada pemerintah yaitu :</strong></p>
<ol>
<li>Koordinasi antara pemerintah pusat, Pempropsu dan pemerintah kabupaten yang berada di sekitar Danau Toba agar bekerja sama dalam pemberdayaan kawasan Danau Toba.</li>
<li>Kesadaran masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba agar bersama-sama menjaga kelestarian Danau Toba</li>
<li>Kesadaran masyarakat di sekitar kawasan Danau Toba agar menghormati dan melayani tamu yang datang dan jangan mengambil kesempatan sesaat.</li>
<li>Membentuk sebuah Badan Otorisasi dalam pengelolaan dan pemberdayaan Danau Toba seperti: Otorita Asahan dan Otorita Batam</li>
<li>Konsistensi terhadap faktor-faktor yang dapat mempengaruhi pemberdayaan sektor pariwisata agar dilaksanakan dengan baik.</li>
</ol>
<p>Masih banyak lagi solusi yang dapat ditawarkan dalam rangka pemberdayaan Danau Toba dan kita harapkan pemerintah secepatnya mengambil kebijakan dalam memelihara dan memberdayakan Danau Toba.<br />
Mari kita lestarikan kawasan Danau Toba agar menjadi daerah tujuan wisata dunia.</p>
<p>Penulis I adalah Doktor Lingkungan Universitas Negeri Jakarta<br />
Penulis II adalah Doktor Manajemen Universitas Padjadjaran Bandung</p>
<p>Sumber : Harian SIB <a href="http://hariansib.com/?p=107433" target="_blank">1</a> &amp; <a href="http://hariansib.com/?p=107112" target="_blank">2</a></p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=_jeUknbb4vs:DBBDK1Xur38:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=_jeUknbb4vs:DBBDK1Xur38:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=_jeUknbb4vs:DBBDK1Xur38:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=_jeUknbb4vs:DBBDK1Xur38:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?i=_jeUknbb4vs:DBBDK1Xur38:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/sltc/~4/_jeUknbb4vs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.savelaketoba.org/wacana-opini/pemberdayaan-sektor-pariwisata-dalam-meningkatkan-devisa-bagaimana-dengan-danau-toba/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.savelaketoba.org/wacana-opini/pemberdayaan-sektor-pariwisata-dalam-meningkatkan-devisa-bagaimana-dengan-danau-toba/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>UHN Gelar Workshop - Pemulihan Ekosistem Danau Toba</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sltc/~3/dPN7h75zpWo/</link>
		<comments>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/uhn-gelar-workshop-pemulihan-ekosistem-danau-toba/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Jan 2010 04:49:34 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Charly Silaban</dc:creator>
		
		<category><![CDATA[Lake Toba Today]]></category>

		<category><![CDATA[International Tropikal Timber Orgnization (ITTO)]]></category>

		<category><![CDATA[Universitas HKBP Nommensen]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.savelaketoba.org/?p=385</guid>
		<description><![CDATA[Sumber : Harian Global
Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan menggelar workshop hasil studi International Tropikal Timber Orgnization (ITTO) dalam pemulihan ekosistem Danau Toba, di kampus Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Kamis (28/1). Workshop yang digelar Pusat Penelitian Lingkungan Hidup UHN bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam (P3HKA) Bogor dan ITTO ini diikuti sekitar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="tweetmeme_button" style="float: right; margin-left: 10px;"><a href="http://api.tweetmeme.com/share?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fmedia-clipping%2Flake-toba-today%2Fuhn-gelar-workshop-pemulihan-ekosistem-danau-toba%2F"><img src="http://api.tweetmeme.com/imagebutton.gif?url=http%3A%2F%2Fwww.savelaketoba.org%2Fmedia-clipping%2Flake-toba-today%2Fuhn-gelar-workshop-pemulihan-ekosistem-danau-toba%2F" height="61" width="51" /></a></div><p>Sumber : <a href="http://www.harian-global.com/index.php?option=com_content&amp;view=article&amp;id=30168:uhn-gelar-workshop-pemulihan-ekosistem-danau-toba&amp;catid=56:edukasi&amp;Itemid=63" target="_blank">Harian Global</a></p>
<p>Universitas HKBP Nommensen (UHN) Medan menggelar workshop <strong>hasil studi International Tropikal Timber Orgnization (ITTO) dalam pemulihan ekosistem Danau Toba</strong>, di kampus Jalan Perintis Kemerdekaan Medan, Kamis (28/1). Workshop yang digelar<strong> Pusat Penelitian Lingkungan Hidup UHN</strong> bekerjasama dengan Pusat Penelitian dan Pengembangan Hutan dan Konservasi Alam (P3HKA) Bogor dan ITTO ini diikuti sekitar 65 peserta dari berbagai instansi/lembaga serta utusan kelompok tani.<span id="more-385"></span></p>
<p>Rektor UHN Dr Ir Jongkers Tampubolon MSc mengatakan, saat ini lingkungan Kawasan Ekosistim Dana Toba (KEDT) dalam situasi kritis. Hampir semua komponen-komponen ekosistim di kawasan ini mulai dari lahan, air, hutan bahkan sosial budaya masyarakat mengalami degradasi.</p>
<p>Salah satu komponen ekosistem di KEDT yang kondisinya memprihatinkan itu adalah kawasan hutan. Menurut rector, intensifnya penebasan hutan yang diikuti seringnya terjadi kebakaran hutan menyisakan lahan-lahan terbuka yang rawan erosi atau rentan longsor. Sementara upaya-upaya reboisasi dan re-forest berjalan lambat.</p>
<p>Program ini juga dinilai rektor sering terganggu oleh praktik penggembalaan ternak secara tak terkendali. Bahkan tidak jarang pemilik ternak membakar semak belukar sebagai jalan pintas guna menyediakan  vegetasi  muda bagi ternaknya.</p>
<p>&#8220;Untuk itu kita berterimakasih dan memberi apresiasi kepada ITTO yang konsen dalam mengimplementasikan program-programnya, yaitu berbasis masyarakat,&#8221; kata rektor.</p>
<p>Menurut rektor, harus diakui dari semua stakeholders, penduduk setempatlah yang paling berkepentingan dengan dampak negatif dari degradasi lingkungan di KEDT.</p>
<p>Workshop yang dibuka Gubernur Sumatera Utara H Syamsul Arifin SE diwakili Ir Emansyah Ginting dari Balai Lingkungan Hidup Sumut mengatakan, kuantitas dan kualitas kawasan danau toba mengalami degradasi. Malah di beberapa tempat khususnya di perairan pantai wilayah perkotaan telah tercemar, dan pantai berubah fungsi menjadi bangunan, ruangan rekreasi semakin sempit, air limbah masuk ke danau dan berbagai permasalahan lainnya.</p>
<p>Dampak terjadinya perubahan nilai estetika dan keindahan danau toba itu mengakibatkan terjadinya penurunan arus wisatawan,  perhotelan banyak yang tutup. Begitu pula usaha jasa angkutan darat maupun air tidak berkembang, sehingga menyebabkan hilangnya kesempatan kerja dan penurunan tingkat pendapatan masyarakat lokal.</p>
<p>&#8220;Permasalahan gangguan tatanan ekosistem kawasan Danau Toba merupakan masalah bersama. Karena itu diharapkan kita semua berperan aktif dalam pemulihannya serta aktif melakukan penelitian di kawasan tersebut dengan memanfaatkan resarch center yang akan dibangun tahun 2010 ini,&#8221; ajak Gubsu.</p>
<p>Sementara itu Team Leader Program ITTO Ir Sibarudi M Wood Sc didampingi Ketua panitia Dr Ir Juli Ritha Tarigan MSc menyebutkan, salah satu hasil studi ITTO menunjukkan bahwa nilai jasa lingkungan di kawasan DTA Danau Toba cukup tinggi sekitar Rp 1,39 triliun per tahun.</p>
<p>&#8220;Persoalan yang perlu kita tindak lanjuti antara lain bagaimana nilai jasa lingkungan tersebut dapat direalisasikan secara nyata dan hasil pengumpulan dananya dapat dimanfaatkan kembali untuk perbaikan lingkungan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat,&#8221; ucap Sibarudi. ( SWISMA|GLOBAL|MEDAN )</p>
<div class="feedflare">
<a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=dPN7h75zpWo:PZas4FS4asw:yIl2AUoC8zA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=yIl2AUoC8zA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=dPN7h75zpWo:PZas4FS4asw:qj6IDK7rITs"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=qj6IDK7rITs" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=dPN7h75zpWo:PZas4FS4asw:7Q72WNTAKBA"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?d=7Q72WNTAKBA" border="0"></img></a> <a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?a=dPN7h75zpWo:PZas4FS4asw:V_sGLiPBpWU"><img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/sltc?i=dPN7h75zpWo:PZas4FS4asw:V_sGLiPBpWU" border="0"></img></a>
</div><img src="http://feeds.feedburner.com/~r/sltc/~4/dPN7h75zpWo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/uhn-gelar-workshop-pemulihan-ekosistem-danau-toba/feed/</wfw:commentRss>
		<feedburner:origLink>http://www.savelaketoba.org/media-clipping/lake-toba-today/uhn-gelar-workshop-pemulihan-ekosistem-danau-toba/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
