<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953</atom:id><lastBuildDate>Sun, 01 Sep 2024 17:44:37 +0000</lastBuildDate><category>Notes</category><category>Brand</category><category>Show Case</category><category>Business</category><category>Tutorial</category><category>Computer Graphics</category><category>Tech</category><category>Tips</category><category>Cool Website</category><title>studio hours</title><description></description><link>https://studiohours.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Studiohours)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>43</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle/><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-9120525743030182623</guid><pubDate>Thu, 27 Jan 2022 22:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2022-01-27T15:26:00.325-08:00</atom:updated><title>Cara belajar saya hari ini (Ngeblog lagi!)</title><description>&lt;p&gt;&amp;nbsp;"Orang mengorganisasikan otak mereka dengan percakapan. Jika mereka tidak punya orang lain untuk menceritakan cerita mereka, mereka kehilangan pikirannya. Seperti penimbun (hoaders) yang tidak bisa merapikan dirinya." Jordan B. Peterson.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Wow, tulisan terakhir di blog ini tertanggal 21 Januari 2012! Sudah sepuluh tahun yang lalu dan studiohours.blogspot.com sudah publish sejak 2007, 16 tahun yang lalu! Blog ini bahkan sempat hilang dari peredaran, kalau search di google ga muncul, lho, saking ga pernah diupdate.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Seperti teman lama yang lama tak ketemu, tentunya pertanyaan yang akan muncul adalah, woy kemana aja lu? Apa kabarnya? Ngapain aja selama ini? &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Vakum sejak 10 tahun ternyata bikin saya jadi bisa ngaca dan akhirnya ketawa-ketawa sendiri baca tulisan-tulisan lama saya yang masih umur 27 sampai 30an. Tentu isi otaknya berbeda dengan saya yang sekarang di usia 40an. Banyak sekali cerita-cerita seru tentunya dan tulisan-tulisan yang akan dibuat selanjutnya pastinya akan beda banget.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Trus kenapa memutuskan ngeblog lagi? Ya itu tadi ternyata banyak cerita-cerita seru yang terjadi, kegelisahan-kegelisahan, yang akhirnya memunculkan pandangan-pandangan baru tentang banyak hal. Semuanya selama ini hanya muter-muter di otak dikeluarkan hanya saat ngobrol sama istri. Saat awal memutuskan membuat blog ini tujuan saya adalah untuk belajar tentang desain grafis awalnya lalu berkembang ke arah yang lain, itu kenapa saya milih nama studio, studio bagi saya maknanya adalah tempat belajar. Studiohours jadinya jam-jam saya lagi belajar, hehe maksa..!&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Selain itu saya mulai menyadari bahwa dalam sebuah percakapan saya butuh konteks juga. Misalnya jika saat saya ngobrol santai dengan kolega di waktu istirahat jam kerja di mana kolega saya itu saya tahu tidak minat terhadap filsafat, mengutip nama dan kata-kata Socrates akan sangat mengganggu, apaan sih? Sok intelek lu? &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Trus tujuannya apa, dong, kalau bukan biar keliatan intelek? Mungkin kata sederhananya adalah saya ingin mengeluarkan unek-unek, saya pikir bahwa dalam hidup ini kita berurusan dengan banyak masalah, dan menurut saya baiknya kita sebisa mungkin&amp;nbsp; mencari bagaimana menyikapi berbagai masalah tersebut. Itu mungkin yang menuntun saya pada akhirnya secuil demi secuil belajar filsafat misalnya. Hanya di zaman ini kita bisa belajar banyak hal dengan sumber yang bisa didapat dengan mudah.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Saya bukan tipe orang yang bisa baca buku tebel-tebel dihabiskan dalam waktu 3 hari sampai seminggu misalnya, berhubung aktivitas kerja yang padat. Tapi ada cara bagaimana kita bisa tetap belajar dalam aktivitas yang sibuk. Zaman sebelum internet kalau kita ingin mempelajari sesuatu hal yang terpikir adalah buku. Kalau sekarang yang biasa saya lakukan adalah merangkum dan menghubungkan sumber-sumber informasi, hanya mempelajari gagasan-gagasan utamanya saja, jika belum cukup baru beli bukunya. Atau bisa juga kebalikannya beli bukunya dulu dan kemudian memperkaya melalui sumber infomasi yang lain.&amp;nbsp; Namun yang perlu diperhatikan, gimana cara nyari informasinya? Gunakanlah kata kunci (keyword) yang tepat. Misalnya&amp;nbsp; ketika ingin mempelajari gagasan atau pemikiran seseorang carilah nama orang atau pemikirnya tambahkan kata kunci &lt;i&gt;quotes&lt;/i&gt;, atau Goodreads, Googling-lah. Kalau beruntung kita akan terdampar di situs Goodreads.com yang biasa saya kunjungi jika ingin tahu intisari sebuah buku. Intisari berupa potongan-potongan berupa &lt;i&gt;quotes &lt;/i&gt;akan muncul, disitulah kita bisa belajar.&amp;nbsp; Yup, sesederhana itu.&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Jujur beberapa pelajaran-pelajaran, gagasan-gagasan dari orang-orang yang lebih tahu, filsuflah, tokohlah, penulislah, banyak yang saya keep untuk bantu menyikapi berbagai hal.&amp;nbsp;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;Dan di studiohours.blogspot.com ini saya pikir ini tempat yang tepat untuk saya membagi apa yang saya dapat dari proses belajar itu. &lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2022/01/ngeblog-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-991217713853341969</guid><pubDate>Sat, 21 Jan 2012 23:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2016-07-02T03:47:09.662-07:00</atom:updated><title>Negative Space VS Positive Space</title><description>"Ini kosong?" itu adalah salah satu komentar atau pandangan umum yang sering terdengar ketika orang mencoba menilai suatu desain pada sebuah layout. Komentar tersebut biasanya untuk menunjukkan bahwa ruang-ruang kosong yang ada dalam sebuah layout harus terisi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu saya teringat dulu ketika menjadi murid baru dalam suatu kelas desain, ketika mengerjakan tugas untuk pertama kalinya, maka kebanyakan desain yang ditampilkan adalah desain yang rame, ruang kosong terisi penuh alias heboh. Tapi, yang terpilih oleh dosen adalah desain yang simpel alias "terdapat ruang kosong." Jadi, manakah yang benar?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam desain grafis, ada sebuah prinsip yang dinamakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;positive &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;negative space&lt;/span&gt;. Coba perhatikan gambar di bawah ini:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8dm3MOR1CBmsSXKuVHJNdPDuFutuuSAnD33Gc13nTjVPksm4uj70pil_yQhhziMuI_HUPlpBaE8EmSOFYg-iDrS-koKoQcRHD592EIxXFJT4fTxo5PaND0dopHWdzQC-7trRX4QV6OVc/s1600/dreamlandapparel.jpg.com"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5700262587677689778" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8dm3MOR1CBmsSXKuVHJNdPDuFutuuSAnD33Gc13nTjVPksm4uj70pil_yQhhziMuI_HUPlpBaE8EmSOFYg-iDrS-koKoQcRHD592EIxXFJT4fTxo5PaND0dopHWdzQC-7trRX4QV6OVc/s320/dreamlandapparel.jpg.com" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 244px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Positive Space&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Yang dimaksud dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;positive space&lt;/span&gt; adalah tempat dimana objek berada, jika kita perhatikan di gambar hitam putih yang disebelah kanan, maka area putihlah yang disebut dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;positive space&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Negative Space&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dan area hitam pada gambar disebut dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;negative space&lt;/span&gt;, yang perlu diperhatikan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;adalah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;bahwa&lt;span style="font-style: italic;"&gt; negative space&lt;/span&gt; tidak harus selalu berwarna putih. Joshua Jhonson dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;sixrevision.com&lt;/span&gt; memberikan penjelasan yang mudah dimengerti &lt;span style="font-style: italic;"&gt;yaitu "&lt;/span&gt;area yang tidak ditempati oleh objek . atau lebih tepatnya adalah ruang di antara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;item &lt;/span&gt;yang spesifik" &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Negative space&lt;/span&gt; sebenarnya memiliki beberapa fungsi yaitu, membantu objek agar terlihat fokus, sebagai jeda atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;spacing&lt;/span&gt; dan memiliki fungsi kreatif juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kita lihat gambar berikut:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8B22fAQb3_lMQqrUcP7FubtNFJOX_Gvh8mazZnFUuWRxuDRqcRnFJE-nlv9-44li695uKeCP2U06YuHHJgrPuqSP1aFYYh6dTcHIwxZyJyrFtYjq3XgLIgmNV695JjYXS5ysSRUfC3uQ/s1600/18-05_negative_space_spartan-sixrevision.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5703565406962923410" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8B22fAQb3_lMQqrUcP7FubtNFJOX_Gvh8mazZnFUuWRxuDRqcRnFJE-nlv9-44li695uKeCP2U06YuHHJgrPuqSP1aFYYh6dTcHIwxZyJyrFtYjq3XgLIgmNV695JjYXS5ysSRUfC3uQ/s320/18-05_negative_space_spartan-sixrevision.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 144px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg8B22fAQb3_lMQqrUcP7FubtNFJOX_Gvh8mazZnFUuWRxuDRqcRnFJE-nlv9-44li695uKeCP2U06YuHHJgrPuqSP1aFYYh6dTcHIwxZyJyrFtYjq3XgLIgmNV695JjYXS5ysSRUfC3uQ/s1600/18-05_negative_space_spartan-sixrevision.jpg"&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Apa yang Anda lihat pada gambar ini? Jika mengatakan bahwa ini adalah bayangan siluet orang yang sedang memukul bola golf Anda benar, tapi jika saya katakan bahwa ini adalah gambar siluet kepala prajurit romawi juga benar! Nah, itulah salah satu contoh bagaimana memanfaatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;negative space&lt;/span&gt; secara kreatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain menggunakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;negative space&lt;/span&gt; secara kreatif, kita juga bisa memanfaatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;negative space&lt;/span&gt; untuk mengatur &lt;span style="font-style: italic;"&gt;spacing&lt;/span&gt;. Yang menarik dari tulisan Joshua Jhonson adalah bahwa &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Good layouts are &lt;/span&gt;&lt;strong style="font-style: italic; font-weight: normal;"&gt;not defined by the amount of negative space&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;, but by the &lt;/span&gt;&lt;strong style="font-style: italic; font-weight: normal;"&gt;distribution&lt;/strong&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt; of it." &lt;/span&gt;Layout yang bagus tidak ditentukan oleh jumlah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;negative space&lt;/span&gt;, tapi oleh distribusi dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;negative space. &lt;/span&gt;Contoh paling sederhana yaitu kasus pada sebuah layout web, dimana ruang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;negative space&lt;/span&gt;-nya tidak merata, tidak seimbang, dan tidak terkoneksi atau tidak terhubung satu sama lain kita bisa ubah jadi sebaliknya. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Layout di bawah ini menggambarkan distribusi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;negative space&lt;/span&gt; yang tidak merata, perhatikan jarak atau &lt;span style="font-style: italic;"&gt;spacing&lt;/span&gt;-nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1SOa-ljKdUDNXbvcqpkyp4Lhvcaps9gz5HTORTuwcYc8m1FA38KVfYHGb2Ck9HJowXX8YL3VSPEYtdVsVjIxDheYRrTZ9DLQgHhSXjKPGMjN0mVr4UrcAOfxaF0fEtkk700B4sLKUgpE/s1600/negative2.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705082095627525042" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh1SOa-ljKdUDNXbvcqpkyp4Lhvcaps9gz5HTORTuwcYc8m1FA38KVfYHGb2Ck9HJowXX8YL3VSPEYtdVsVjIxDheYRrTZ9DLQgHhSXjKPGMjN0mVr4UrcAOfxaF0fEtkk700B4sLKUgpE/s320/negative2.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 220px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan kita bisa merubahnya menjadi seperti ini:&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3zVsqoJhlMIk7I1aDH5WQM4iQ6x8a0WF_4H6tJDN6c8Zs0Y1H_H87iVL7PjQZ_c4MKHfWFnwNYK0E1vJ4Nfo8DAGwojo8fPzvIeiovXORXAvwtyihNNzYFjB1CQioyS3IExMEYbtEKvQ/s1600/negative1.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5705082608745953042" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi3zVsqoJhlMIk7I1aDH5WQM4iQ6x8a0WF_4H6tJDN6c8Zs0Y1H_H87iVL7PjQZ_c4MKHfWFnwNYK0E1vJ4Nfo8DAGwojo8fPzvIeiovXORXAvwtyihNNzYFjB1CQioyS3IExMEYbtEKvQ/s320/negative1.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; float: left; height: 220px; margin: 0 10px 10px 0; width: 320px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya itu hanya gambaran sederhana saja,pada aplikasinya tentu saja bisa lebih kompleks&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2012/01/ini-kosong-itu-adalah-salah-satu.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi8dm3MOR1CBmsSXKuVHJNdPDuFutuuSAnD33Gc13nTjVPksm4uj70pil_yQhhziMuI_HUPlpBaE8EmSOFYg-iDrS-koKoQcRHD592EIxXFJT4fTxo5PaND0dopHWdzQC-7trRX4QV6OVc/s72-c/dreamlandapparel.jpg.com" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-7935156366308249748</guid><pubDate>Sun, 23 Oct 2011 01:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-05-16T17:46:36.542-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Brand</category><title>Membaca Lagi Logo Apple dengan Rob Janoff</title><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbqtJXjz6AwMK5jWhcMcaPnyTFl2YGy3cFVOV1aIMClTRM-R1RcYGRuAg2aZhLqhrYhf6isGbp880qQRoIFhyphenhyphen4AKLgmx7a5I7Y1vAo_snWFSIIgH0dY2Fl8BIC9oU32-mJOmWjwM28X-8/s1600/free-hdwallpapers.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbqtJXjz6AwMK5jWhcMcaPnyTFl2YGy3cFVOV1aIMClTRM-R1RcYGRuAg2aZhLqhrYhf6isGbp880qQRoIFhyphenhyphen4AKLgmx7a5I7Y1vAo_snWFSIIgH0dY2Fl8BIC9oU32-mJOmWjwM28X-8/s400/free-hdwallpapers.jpg" width="400" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-style: italic;"&gt;You dont know what you got till its gone&lt;/span&gt;. Mungkin itu  kata-kata yang tepat menggambarkan perasaan ketika berita meninggalnya  Steve Jobs, founder dan CEO Apple menyebar. Bahkan saya tidak menyangka  ibu saya yang  kesulitan mengetik sms pun alias tidak melek teknologi,  sampai bertanya-tanya, "emang siapa sih Steve Jobs itu?" Ini karena berita-berita di TV sedemikian besar memberi perhatian,  termasuk stasiun TV di Indonesia padahal produk Apple masih menjadi  barang mewah dan &lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;sepertinya cuma sedikit saja penggunanya di Indonesia. Sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt; tweet&lt;/span&gt; dari seseorang di Indonesia menggambarkan hal ini &lt;span style="font-style: italic;"&gt;" dan sampai  Steve Jobs meninggal pun saya tidak pernah punya produk Apple." &lt;/span&gt;Sungguh kasian sekali.&lt;br /&gt;
Pada  hari setelah kematian Steve Jobs tiba-tiba segala hal tentang Apple dan  Steve Jobs dibahas, dari mulai asal usul Steve Jobs, sejarah Apple,  pemikiran-pemikiran Steve Jobs,  masa depan Apple sepeninggal Steve Jobs  dan sebagainya. Nah, kali ini kita akan coba bahas mengenai evolusi logonya. Evolusi logo biasanya menandai evolusi sejarah perjalanan sebuah perusahaan. Coba kita lihat :&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1976-1976 - Newton Crest&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHOfy7UDNCAjxcc_csBhDFTHWEZsm24saatLR95EEYo205uK3quU64Rcoox_E3Y-ny2MWs8WJ8kFVfk1vPOINBvp5DW6GShdV1gBOCPb-YSuTXrXg3cMn4I-IhnSKcfvYq0aub3xTKFKE/s1600/original_apple_logo.gif"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666721940838954370" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHOfy7UDNCAjxcc_csBhDFTHWEZsm24saatLR95EEYo205uK3quU64Rcoox_E3Y-ny2MWs8WJ8kFVfk1vPOINBvp5DW6GShdV1gBOCPb-YSuTXrXg3cMn4I-IhnSKcfvYq0aub3xTKFKE/s320/original_apple_logo.gif" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 222px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Logo ini dibuat oleh Ronald Wayne yang disebut- sebut sebagai pendiri  Apple yang ketiga selain Steve Jobs dan Wozniak. Logo ini menggambarkan  Issac Newton sedang duduk di bawah pohon di &lt;span style="font-style: italic;"&gt;frame&lt;/span&gt;-nya tertulis &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Newton... A Mind Forever Voyaging Through Strange Seas of Thought... Alone&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1976-1998 - Rainbow&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3oyYCFd-oQgqzPKY89GI0GLWyBKvjUxhwLbjNLpUXu3NTBMsi5tKj5y33aU7JWSUV_R7AzUIdYNGV8M_1BJFMrNZyDyAb_6ffwhEcIjAK1qn8kG0ZoVG-c-zpmL3ZkMiy-pGVjkv3zIo/s1600/apple_rainbow_logo.jpeg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666722339579110210" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg3oyYCFd-oQgqzPKY89GI0GLWyBKvjUxhwLbjNLpUXu3NTBMsi5tKj5y33aU7JWSUV_R7AzUIdYNGV8M_1BJFMrNZyDyAb_6ffwhEcIjAK1qn8kG0ZoVG-c-zpmL3ZkMiy-pGVjkv3zIo/s320/apple_rainbow_logo.jpeg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 320px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 288px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tahun 1977 dengan alasan bahwa logo buatan Wayne akan sulit untuk diaplikasikan pada produk-produknya, mungkin karena terlalu kompleks, dan Jobs merasa bahwa logo tersebut akan kurang sesuai dengan produk Apple II yang akan ia luncurkan, maka Jobs menyerahkan desain logo pada sebuah biro advertising Regis and Mckenna, dan desainer yang bertanggung jawab pada saat itu adalah Rob Janoff.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam wawancaranya dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;creative bits&lt;/span&gt;, Janoff mengungkapkan bahwa saat itu tidak ada brief yang panjang, yang ada hanya perkataan Steve Jobs "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;dont make it cute&lt;/span&gt;". Janoff hanya mengacu pada desain logo sebelumnya yang dibuat oleh Ron Wayne, setelah itu keluarlah ide logo apel yang digigit dengan warna pelangi. Menurut Janoff, gigitan itu sengaja ia tambahkan untuk mengidentifikasikan bahwa gambar tersebut merupakan apel bukan tomat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya dia mempresentasikan dua versi logo yaitu versi yang dengan gigitan dan tanpa gigitan, jaga-jaga kalau Steve jobs merasa versi dengan gigitan terlalu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;cute. &lt;/span&gt;Dalam interviewnya Janoff berkata&lt;span style="font-style: italic;"&gt; "Fortunately he went with the one that gave it the most personality with  the bite. Frankly it was a no brainer and you would miss the mark if you  don't show some kind of an apple". &lt;/span&gt;Beruntungya Jobs memilih logo yang mempunyai personality, karena jika memilih yang tanpa gigitan akan terkesan tanpa didasari pemikiran mendalam (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;no brainer&lt;/span&gt;) dan akan kehilangan tanda bahwa itu adalah apel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Janoff menambahkan bahwa budaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;hippy &lt;/span&gt;turut mempengauhi elemen-elemen garis pelangi pada logo, namun yang paling kuat yang mendasari hal tersebut sebenarnya adalah pertimbangan bahwa Apple II yang akan diluncurkan merupakan komputer rumah atau komputer personal pertama yang bisa menghasilkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;image &lt;/span&gt;berwarna pada komputer. Jadi garis pelangi pada logo Apple yang kedua ini mengambarkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;color bars&lt;/span&gt;  pada layar komputer. Garis-garis berwarna ini juga merupakan usaha agar logo ini bisa diterima semua kalangan terutama untuk anak muda.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Janoff sebenarnya mendapat kritikan dari atasannya yang berkomentar tentang logo yang dibuatnya "jika ini adalah perusahaan baru yang memproduksi stationeri dengan semua warna ini mereka akan bangkrut sebelum mereka memulai bisnis." Namun ternyata Steve Jobs menyukai ide logo apel pelangi ini, menurut Janoff ini karena Jobs merupakan orang yang menyukai pemikiran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;out of the box&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurutnya pada masa itu penampilan logo tersebut cukup berbeda dibanding yang lain. Pada masa itu merek-merek komputer mempunyai nama-nama yang bernuansa teknikal, misalnya TRS-80. Itu kenapa nama Apple menjadi berharga karena berbeda dari yang lain, nama tersebut sangat &lt;span style="font-style: italic;"&gt;basic&lt;/span&gt; dan memutuskan untuk menggunakan warna semacam itu merupakan hal yang sangat penting, kata Janoff.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak versi tentang konsep atau cerita logo ini dari mulai dilatar belakangi oleh kisah Adam dan Hawa, sejarah hidup Alan Turing (bapak ilmu komputer)&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;konotasi istilah&lt;span style="font-style: italic;"&gt; byte  &lt;/span&gt;dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bite&lt;/span&gt;. Kecuali latar belakang istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bite&lt;/span&gt; dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; byte, &lt;/span&gt;Janoff&lt;span style="font-style: italic;"&gt;  &lt;/span&gt;menolak latar belakang konsep Adam dan Hawa serta sejarah hidup Alan Turing. Dengan jujur Janoff mengakui, bahwa alasan kenapa dia menambahkan elemen gigitan pada logo apelnya adalah hanya ingin menunjukkan bahwa itu adalah apel bukan buah chery. "&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Anyway, when I explain the real reason why I did the bite it's kind of a  let down. But I'll tell you. I designed it with a bite for scale, so  people get that it was an apple not a cherry." &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tapi tidak sesederhana itu juga, Janoff tetap mempertimbangkan bagaimana secara visual orang-orang mengetahui bahwa itu apel? dengan cerdas Janoff mempertimbangkan secara lintas budaya bahwa jika orang melihat apel dan menggigitnya seperti itulah tampilan  gigitan apel atau begitulah kebanyakan dalam berbagai budaya cara orang menggigit apel&lt;span style="font-style: italic;"&gt;. &lt;/span&gt;Ciri khas&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;itulah yang akan membedakan antara apel dan buah chery atau tomat.&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Lucunya, mengenai istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bite&lt;/span&gt; atau gigit yang disamakan dengan istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;byte &lt;/span&gt;ternyata bukan berasal darinya tapi dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;creative director&lt;/span&gt;-nya. Katanya setelah selesai mendesain logo Apple sang Creative Director memberitahu bahwa dalam komputer ada istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;byte&lt;/span&gt; . &lt;span style="font-style: italic;"&gt;"Well you know, there is a computer term called byte". And I was like:  "You're kidding!" So, it was like perfect, but it was coincidental that  it was also a computer term. At the time I had to be told everything  about basic computer terms. &lt;/span&gt;Jadi konsep &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bite&lt;/span&gt; = &lt;span style="font-style: italic;"&gt;byte&lt;/span&gt; ternyata tanpa sengaja dan kepikiran setelah logo itu dibuat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1998 - sekarang Monokrom&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsp1E4ev8AgZjnFL48TubIcfJo4ZlfD125_i81C6Iy7eRLfUJHk3ZkQRoRRBCuqrcWH_U6o2E_1Wje3px6WeRXxRrbd8HXm7TVegEA7V7FgtvWSS0LnU6W_f7cbWgCGkgLgUBaImdaY70/s1600/silver-apple-logo.png"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5666722595734704930" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjsp1E4ev8AgZjnFL48TubIcfJo4ZlfD125_i81C6Iy7eRLfUJHk3ZkQRoRRBCuqrcWH_U6o2E_1Wje3px6WeRXxRrbd8HXm7TVegEA7V7FgtvWSS0LnU6W_f7cbWgCGkgLgUBaImdaY70/s320/silver-apple-logo.png" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 217px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 174px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1997 Steve Jobs kembali ke Apple setelah sebelumnya didepak. Jobs kembali memikirkan asetnya yaitu logo Apple yang sudah dikenal di dunia dan dia ingin lebih menonjolkan lagi logo Apple pada setiap produknya. Tapi untuk saat sekarang, menempatkan logo Apple berwarna pelangi pada produk-produk Apple akan keliatan kurang pas dan tidak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;up to date &lt;/span&gt;malah mungkin bisa dimaknai kekanak-kanakan. Misi Jobs kembali ke Apple salah satunya adalah merubah image Apple dari perusahaan bangkrut ke perusahaan yang memproduksi produk-produk terkini dan ia membutuhkan logo baru yang sesuai. Sehingga munculah logo Apple dengan warna monokrom dengan nuansa lebih futuristik. Rob Janoff mengatakan bahwa walaupun sekilas kelihatan sama tapi bentuk logo sudah mengalami perubahan dan konsultan identity Landor and Associates yang banyak berperan dalam hal tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu yang saya pelajari dari membaca lagi evolusi logo Apple ini adalah bagaimana Apple dan Steve Jobs tetap konsisten dengan visinya yang ingin selalu menjadi perusahaan yang inovatif dan selalu tampil beda dan hal ini telah dicanangkan dari awal. Jika kita ingat lagi logo Apple yang dibuat Ronald Wayne dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;tagline&lt;/span&gt;-nya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;: Newton... A Mind Forever Voyaging Through Strange Seas of Thought... Alone&lt;/span&gt;. Newton adalah representasi makna inovasi, yaitu seorang yang terus berpikir dalam lautan misteri pengetahuan dan kata &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Alone&lt;/span&gt; melambangkan berani berjuang sendiri mengikuti kata hati dalam proses inovasi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika membaca ulasan-ulasan di media massa tentang Steve Jobs, dan membaca kembali evolusi logo Apple ternyata karakter inovasi dan pembeda memang melekat dalam diri Steve Jobs dan Apple, dan itu dia pertahankan sejak awal dia mendirikan Apple sampai sekarang dan mungkin oleh penerusnya di masa datang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Visi inilah yang mungkin menjadi salah satu faktor kesuksesan Apple.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2011/10/membaca-lagi-visi-logo-apple.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjbqtJXjz6AwMK5jWhcMcaPnyTFl2YGy3cFVOV1aIMClTRM-R1RcYGRuAg2aZhLqhrYhf6isGbp880qQRoIFhyphenhyphen4AKLgmx7a5I7Y1vAo_snWFSIIgH0dY2Fl8BIC9oU32-mJOmWjwM28X-8/s72-c/free-hdwallpapers.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-117759576551987523</guid><pubDate>Wed, 19 Oct 2011 18:13:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-13T14:02:18.050-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>Pelajaran Tentang Percaya Diri</title><description>Alkisah ada sepasang suami istri yang sedang melakukan perjalanan jauh dengan membawa seekor keledai.  Si istri dengan santainya berjalan menuntun keledai yang sedang ditunggangi suaminya. Ketika melewati salah satu kota, orang-orang sekitar yang melihat kondisi tersebut mencemooh si suami, karena menurut mereka harusnya istrinyalah yang lebih pantas menunggangi keledai daripada suaminya. Mendengar perkataan-perkataan tersebut suami istri tersebut kemudian berubah pikiran, sehingga kemudian mereka bertukar tempat, suaminya yang menuntun keledai sedang istrinya yang menunggang keledai.&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampailah mereka di kota berikutnya. Tiba-tiba datang beberapa orang warga kota menghampiri mereka dan kemudian berkata "bukankah lebih pantas jika si suami yang naik keledai?" Mendengar hal tersebut mereka menjadi bingung. Setelah berunding, mereka pun mengambil sebuah keputusan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika mereka melewati kota berikutnya, beberapa warga kota melihat sepasang suami istri menuntun keledai tanpa ditunggangi! Mereka pun berkata "kenapa salah satu dari kalian tidak menunggangi keledai yang kalian bawa, bukankah keledai itu kendaraan dalam perjalanan  kalian?"&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka berunding lagi, dan seterusnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cerita ini saya dapatkan dari seorang teman ketika kami sedang mendiskusikan desain format sebuah buku, teman saya yang satu merasa bimbang mengenai bagus enggaknya desain yang sedang dibuat, teman saya yang satu lagi berusaha menasehati agar dia percaya diri. Salah satunya dengan menceritakan kisah ini. Setidaknya cerita ini memberikan pelajaran tentang pentingya mempunyai sikap dan percaya diri dengan apa yang sudah kita anggap benar. Terutama dalam bidang seni dan desain di mana berlaku 1+1 bisa jadi jawabannya 3!</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2011/10/kisah-sepasang-suami-istri-dan-keledai.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-8273292829695196467</guid><pubDate>Sun, 02 Oct 2011 03:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-18T02:26:36.257-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Show Case</category><title>Tipografi Sepeda Klasik</title><description>Yang menarik dari karya Juri Zaech's ini adalah karakter &lt;span style="font-style: italic;"&gt;typeface&lt;/span&gt; yang digunakan tetap selaras dengan karakter si sepedanya. &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Typeface &lt;/span&gt;terkesan klasik sesuai dengan karakter sepeda yang juga klasik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.behance.net/gallery/Write-a-Bike/716663"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 333px; height: 224px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvXR0uByauSj5QTGulpH-wtw4tedJPsKxWTnUxGZ9ARCaeTkuGmVO8bsLnoEKIQX5qY41flrPZ0c4fVct0b0aWVKdOuc-DyJ-vWdqrsXfkcNMfjF56kv2UbZygCZXUYEQoTXeeI_UJcL0/s320/1d4640dfc82d2b820337cebf54d045ed.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658736098151144098" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAX6fSTBeVyyMuANUbU84gJ5jA7ciPvBHMI2vuud4sgp5OIB-tfblc4N5nya891OsdXqEYTg1pYHag0n0nJZM5LoRAzhwWWVLFfVJ6RXkgtKB7H76fA6i9xFuxU3LI_dV6c5Q04LSWsPg/s1600/188a151e8dedeafc5e15c26da0e37f3e.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 345px; height: 231px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAX6fSTBeVyyMuANUbU84gJ5jA7ciPvBHMI2vuud4sgp5OIB-tfblc4N5nya891OsdXqEYTg1pYHag0n0nJZM5LoRAzhwWWVLFfVJ6RXkgtKB7H76fA6i9xFuxU3LI_dV6c5Q04LSWsPg/s320/188a151e8dedeafc5e15c26da0e37f3e.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658736396143819074" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjx6CfU55v9wEcTw8FZ0r9BenHrVpsxdoUn8UcpsYlaAobKvWBdnuyrpSMwtkRauUX4JTxLz-IgXxHD6EFDImKO_LmM_WWMJbmz76gcaAK5GLwgUdw1sqoEu4TXJ8Kn9LBamGok1suaE9U/s1600/197db3923b9dd470902a1220afa3cd73.jpg"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 342px; height: 230px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjx6CfU55v9wEcTw8FZ0r9BenHrVpsxdoUn8UcpsYlaAobKvWBdnuyrpSMwtkRauUX4JTxLz-IgXxHD6EFDImKO_LmM_WWMJbmz76gcaAK5GLwgUdw1sqoEu4TXJ8Kn9LBamGok1suaE9U/s320/197db3923b9dd470902a1220afa3cd73.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658737731656392642" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2011/10/tipografi-dan-sepeda.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvXR0uByauSj5QTGulpH-wtw4tedJPsKxWTnUxGZ9ARCaeTkuGmVO8bsLnoEKIQX5qY41flrPZ0c4fVct0b0aWVKdOuc-DyJ-vWdqrsXfkcNMfjF56kv2UbZygCZXUYEQoTXeeI_UJcL0/s72-c/1d4640dfc82d2b820337cebf54d045ed.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-1719832325643006216</guid><pubDate>Sat, 01 Oct 2011 23:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-13T16:01:14.601-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Business</category><title>3 Cara Memanfaatkan Fungsi Desain Grafis</title><description>Setidaknya ada tiga cara bagaimana sebuah perusahaan mengaplikasikan pekerjaan desain grafis. Yaitu secara informatif, artistik &amp;amp; informatif dan strategis. Ketiga hal ini bisa dijalankan satu per satu misalnya informatif saja, artistik saja atau bisa djalankan secara simultan ketiganya sekaligus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Informatif&lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini perusahaan lebih mementingkan fungsi informasi saja, yang penting informasi yang ingin disampaikan bisa dibaca oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;audience. &lt;/span&gt;Sedikit sekali memberikan porsi pada segi artistik apalagi strategi. Tapi hal ini bukan berarti bahwa perusahaan tersebut kurang memperhatikan segi artistik dan strategi. Biasanya ada dua alasan, yang pertama karena bisa saja memang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;output &lt;/span&gt;desainnya bersifat reguler dan tidak menuntut lebih banyak, misalnya pembuatan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;flyer&lt;/span&gt; reguler. Yang kedua, skala besar kecil perusahaan atau kemampuan budget yang dimilki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;2.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Artistik Informatif&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalo yang ini, selain memikirkan bagaimana informasi yang ingin disampaikan bisa dibaca oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;audience&lt;/span&gt;, desain juga harus tampil menarik  dan artistik. Walalupun dengan catatan, segi artistik jangan sampai menganggu informasi yang ingin disampaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;3.  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Strategis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biasanya perusahaan dengan jenis ini akan menjalankan ketiga fungsi secara simultan sekaligus. Selain informasi harus bisa dibaca oleh&lt;span style="font-style: italic;"&gt; audience&lt;/span&gt;, dikemas dalam tampilan artistik, desain juga harus berfungsi strategis dan persuasif. Proses desain pun akan menghadapi tantangan yang lebih dikarenakan tambahan proses riset untuk lebih mengenal &lt;span style="font-style: italic;"&gt;audience &lt;/span&gt;dan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;mengeksplorasi konsep dibalik tampilan visual. Contoh mengenai hal ini adalah pembuatan identitas perusahaan atau  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Corporate Identity&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekali lagi tentunya ketiga hal tersebut akan dijalankan sesuai dengan skala budget perusahaan, jenis kebutuhan dan urgensinya. Perusahaan kecil mungkin hanya memikirkan fungsi informatif dan artistik saja tapi beda lagi jika sebuah perusahaan multinasional ingin melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;redesign corporate&lt;/span&gt; &lt;span style="font-style: italic;"&gt;identity &lt;/span&gt;misalnya.&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Desain grafis memang  sudah melekat dalam keseharian kita, di mana-mana kita berinteraksi dengan gambar, dari sejak zaman gua batu sampai era digital sekarang ini, dari desain warung pecel lele sampai desain logo budget milyaran semuanya adalah desain grafis, namun dengan level yang berbeda-beda.</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2011/10/3-cara-memanfaatkan-fungsi-desain.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-3707241320015375577</guid><pubDate>Sat, 01 Oct 2011 14:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-13T16:02:16.947-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Computer Graphics</category><title>Kategori Software Desain Grafis</title><description>Salah satu kesalahpahaman yang sering saya dengar pada saat berbicara tentang software grafis adalah pertanyaan seperti "bagusan mana antara Photoshop dan InDesign?" atau "InDesign sama kok kaya Photoshop." Ini membuat saya bingung, itu karena yang saya tau, kedudukan Photoshop dan InDesign berbeda dan posisinya sebenarnya saling melengkapi bukan saling bersaing.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
Kebingungan terjadi karena biasanya kita tidak memahami pemahaman prinsip dasar gambar komputer grafis, coba lihat postingan sebelumnya tentang gambar &lt;a href="http://studiohours.blogspot.com/2011/09/banyak-kesalahpahaman-yang-terjadi.html"&gt;bitmap vs vektor&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan perbedaan bitmap vs vektor, maka secara umum software desain grafis khususnya dalam bidang  cetak (&lt;span style="font-style: italic;"&gt;printing&lt;/span&gt;)  pun terbagi dua yaitu &lt;span style="font-style: italic;"&gt;bitmap editing&lt;/span&gt; dan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;vector editing. Y&lt;/span&gt;ang termasuk software pengolah gambar bitmap yaitu misalnya Photoshop, Corel Photo Paint, GIMP, aplikasinya akan lebih cocok jika digunakan pada bidang Digital Photo Imaging, sedangkan yang termasuk software pengolah gambar vektor misalnya Corel, Illustrator, Freehand dan program-program ini bagus digunakan untuk pembuatan logo contohnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain kedua jenis software tersebut, ada lagi software yang digolongkan berdasarkan spesifikasi khusus pada pekerjaan desain grafis, misalnya software InDesign yang khusus digunakan pada dunia publishing buku, koran, majalah, etc dan masuk dalam kategori software layout. Selain InDesign, yang termasuk ke dalam software layout adalah Quark Express dan Adobe Pagemaker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Zaman sekarang perkembangan software grafis berkembang dengan cepat sehingga masing-masing software telah menambahkan fungsi-fungsi tambahan dari kategori lainnya sehingga makin membingungkan, misalnya software Adobe Illustrator yang menambahkan menu Effect untuk gambar bitmap. Tapi tetap saja jika kita ingin memaksimalkan mengedit foto, Photoshop jagonya. Jika ingin melayout buku maka kita mengandalkan InDesign, karena Photoshop tidak punya fitur-fitur seperti InDesign yang mumpuni dalam mengelola beratus-ratus halaman buku.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tugas kitalah yang mensinergikan ketiga aliran &lt;span style="font-style: italic;"&gt;software &lt;/span&gt;tersebut dengan masing-masing kelebihannya untuk memaksimalkan pekerjaan kita. Misalnya pada saat membuat buku, tidak cuma InDesign saja yang digunakan tapi kita membutuhkan Photoshop untuk mengolah foto dan Illustrator untuk membuat Illustrasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bagi saya tentu saja Photoshop bukanlah InDesign, alias tidak sama dan dengan  menanyakan "bagusan mana antara Photoshop dan InDesign?" hal itu seperti menanyakan bagusan mana sendok sama garpu? sama-sama buat makan tapi beda fungsi.</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2011/10/photoshop-dan-indesign-jelas-beda.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-1437892176116989740</guid><pubDate>Fri, 30 Sep 2011 22:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-13T16:02:35.516-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Computer Graphics</category><title>Memahami Bitmap VS Vektor</title><description>Hal yang perlu dipahami dan bisa dibilang prinsip dasar dari pemahaman tentang komputer grafis adalah pemahaman tentang gambar bitmap vs vektor.&lt;br /&gt;
Coba sekarang kita lihat sekali lagi teorinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9gtrmhhisMT4h_Ehg0U_jhXhWjT1VWSsHgXZv3OjFC-4UKHp5_he4njnUuVhT7YQEfpkCCz9V4aBLK8jyzqfPvq74so5Gk1fSWpDLWyeNN5Jt9BESPNuSPaR5Gf56YO8j3-Ap-eVmQU8/s1600/img73.imageshack.us.png"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658530844734367362" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9gtrmhhisMT4h_Ehg0U_jhXhWjT1VWSsHgXZv3OjFC-4UKHp5_he4njnUuVhT7YQEfpkCCz9V4aBLK8jyzqfPvq74so5Gk1fSWpDLWyeNN5Jt9BESPNuSPaR5Gf56YO8j3-Ap-eVmQU8/s320/img73.imageshack.us.png" style="cursor: pointer; display: block; height: 267px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 207px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pixel&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Pixel &lt;/span&gt;adalah unit terkecil pada sebuah gambar yang disusun sedemikian rupa sehingga membentuk sebuah gambar utuh. Bisa diumpamakan seperti&lt;span style="font-style: italic;"&gt; puzzle, pixel &lt;/span&gt;adalah potongan-potongan&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;puzzle &lt;/span&gt;tersebut. Jika kita lihat lebih dekat atau melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;zoom&lt;/span&gt; monitor komputer, kita bisa melihat bahwa gambar yang sedang tampil di monitor berbentuk kotak-kotak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kelebihan:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gambar bitmap bisa tampil menyerupai aslinya atau fotografis. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4j3IMQwtwos2ZjGKUjVjJjc0J2Xx8hzDrxiE-jSLy5fGatAoVaqAo054lhVy7_PTkSiGW9-14AttdH5vBNEuze_imtpAeKFLjDQNtC-rnVNxOM_czSqJCAUflvz9pZHUv4UYi1ueUTdY/s1600/blue-bird-1600-x-1200-animal-wallpaper-desktop-300x225.jpg"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658530209777636706" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4j3IMQwtwos2ZjGKUjVjJjc0J2Xx8hzDrxiE-jSLy5fGatAoVaqAo054lhVy7_PTkSiGW9-14AttdH5vBNEuze_imtpAeKFLjDQNtC-rnVNxOM_czSqJCAUflvz9pZHUv4UYi1ueUTdY/s320/blue-bird-1600-x-1200-animal-wallpaper-desktop-300x225.jpg" style="cursor: hand; cursor: pointer; display: block; height: 225px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 300px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Kelemahan:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Gambar bitmap adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resolution dependent&lt;/span&gt;, artinya kita tidak begitu leluasa jika ingin melakukan perubahan ukuran.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Ukuran file cenderung lebih besar&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
Aplikasi&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Powerfull &lt;/span&gt;digunakan di dunia fotografi digital dan digital imaging&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Vektor&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Pada saat komputer men-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;generate &lt;/span&gt;gambar vektor, komputer melakukan kalkulasi matematis berdasarkan posisi, warna dan ukuran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelebihan:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt; Gambar vektor adalah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;resolution independent, &lt;/span&gt;misalmya jika gambar dibesarkan, kualitas gambar tetap bisa terjaga.&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Ukuran file cenderung lebih kecil&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Kelemahan:&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt; Gambar vektor tampil kurang bisa menyerupai aslinya atau tidak fotografis&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Aplikasi&lt;br /&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;Cocok digunakan untuk pembuatan logo dan Ilustrasi&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXVl4bc5uGvXPbhz6ab3nxd4_cR1PzbH4HZnjfbx2SqW5SWj0p8ip0cWBH3UIdEos6aTt2r6jOY-s8CC9Sfw-CQqJ8oco4h2yyINBj5-2s0Kf8PMfw62aCfrDu0IkwSN8u5xK2km5uKkU/s1600/Logo-Garuda-Food+kumpulanlogo.blogspot.JPG"&gt;&lt;img alt="" border="0" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5658532519369885986" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjXVl4bc5uGvXPbhz6ab3nxd4_cR1PzbH4HZnjfbx2SqW5SWj0p8ip0cWBH3UIdEos6aTt2r6jOY-s8CC9Sfw-CQqJ8oco4h2yyINBj5-2s0Kf8PMfw62aCfrDu0IkwSN8u5xK2km5uKkU/s320/Logo-Garuda-Food+kumpulanlogo.blogspot.JPG" style="cursor: pointer; display: block; height: 234px; margin: 0px auto 10px; text-align: center; width: 261px;" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2011/09/banyak-kesalahpahaman-yang-terjadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9gtrmhhisMT4h_Ehg0U_jhXhWjT1VWSsHgXZv3OjFC-4UKHp5_he4njnUuVhT7YQEfpkCCz9V4aBLK8jyzqfPvq74so5Gk1fSWpDLWyeNN5Jt9BESPNuSPaR5Gf56YO8j3-Ap-eVmQU8/s72-c/img73.imageshack.us.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-6411200796592817112</guid><pubDate>Sat, 24 Sep 2011 23:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2012-04-13T16:02:53.939-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>Antara Door Prize dan Wejangan Sang Founding Father (notes)</title><description>Kemarin kantor ceritanya berulang tahun, atau istilah kerennya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;annual party,&lt;/span&gt; yang ke-36 tahun. Hari itu saya memang agak bersemangat berangkat pagi-pagi, karena selain memegang nomor &lt;span style="font-style: italic;"&gt;door prize&lt;/span&gt; untuk diundi dengan hadiah-hadiah yang lumayan, saya juga ingin tahu bagaimana acaranya, karena belum pernah ikutan, maklum &lt;span style="font-style: italic;"&gt;new comer.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a name='more'&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Prosesi acaranya lumayan terencana, acara bisa dikelola dengan baik oleh &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Event Organizer&lt;/span&gt; yang ditunjuk perusahaan, diawali dengan pemukulan tambur oleh Bapak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Founding Father&lt;/span&gt; atau presiden komisaris kemudian kami memasuki gedung. Acara terkesan megah dan mewah, karena mungkin tempat berlangsungnya acara dilaksanakan di teater dengan bangku-bangku yang berjejer menurun dari atas ke bawah, panggungya dilengkapi gorden raksasa warna emas, di sisi kiri dan kanannya ada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;big screen&lt;/span&gt; yang memutar logo-logo perusahaan. Dengan suasana temaram dihiasi permainan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;lighting &lt;/span&gt;kami disambut oleh tari-tarian dari beberapa daerah, diikuti band dengan aliran kotemporer yang memadukan antara alat musik tradisional dan modern, riuh tepuk tangan menggema mengagumi apa yang ditampilkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembawa acara pun kemudian menyapa, dan memandu yel-yel perusahaan, Teriakan Jaya! Jaya! menggema dalam gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suasana kemudian hening, Ibu President Director naik ke atas panggung memberikan sambutan, wejangan, ucapan terima kasih, visi dan misi,&lt;span style="font-style: italic;"&gt; business horizon&lt;/span&gt; dsb diakhiri dengan mengutip ucapan CEO terkenal Jack Welch "perusahaan yang mempunyai kemampuan belajar dan mampu menerapkannya dengan cepat,maka perusahaan tersebut akan memperoleh kemajuan." Begitulah kira-kira terjemahan bebasnya, tepuk tangan pun menggema.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikutnya, bapak &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Founding Father &lt;/span&gt; kami yang naik ke atas panggung, yang menarik adalah bukannya pidato tentang pembicaraan bisnis dengan istilah-istilah yang njelimet yang disampaikan,tapi dari keseluruhan pidatonya beliau hanya (tidak berarti cuma) menekankan: "Jangan lupa sholat, karena kesuksesan yang kita raih semata-mata  merupakan kasih sayang Allah."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Salut sekaligus terharu, setelah  banyak yang beliau raih hingga saat ini, beliau dengan rendah hati tetap bersyukur. Bukan tidak mungkin bahwa prinsip beliau tesebut jugalah yang selama ini jadi faktor dan mendasari setiap kesuksesannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di tengah acara yang sedang berlangsung, pembawa acara mengumumkan bahwa Bapak tidak bisa melanjutkan mengikuti acara hingga selesai dikarenakan ada acara di tempat lain yang juga penting. Namun, pembawa acara mendapat amanat dari Bapak agar kami semua "jangan lupa sholat." Serius loh, beliau bilang "Jangan lupa sholat." Saat itu beberapa saat lagi masuk waktu dzuhur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa waktu kemudian, saya dan teman-teman kebingungan dan bertanya tanya, masjid di mana? Beberapa teman kemudian meninggalkan acara dan ke sana kemari mencari mushola atau masjid. Setelah bingung nyari teryata mushola tepat persis di belakang gedung dan kami bisa melihatnya. seorang kemudian berkata"kagok biar lebih gede rejekinya" dan kami pun mengikuti kata-kata tersebut menuju masjid yang lebih jauh dari gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setelah sholat, kami pun buru-buru balik lagi dan setelah makan siang kami pun masuk ke dalam gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sambil berdebar-debar, nomor-nomor &lt;span style="font-style: italic;"&gt;doorprize &lt;/span&gt;pun dibacakan, apalagi ketika sebuah laptop  diundi, hati semakin berdebar mengingat saya sangat menginginkan laptop  dan.... rupanya bukan rejeki saya. Tapi seorang teman yang duduk di depan mengacungkan tangan, tanda bahwa dialah pemenangnya. Wow! Lumayan, beruntunglah dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rupanya belum rejekinya, setelah itu kami pun beranjak dari tempat duduk untuk pulang. Ada yang lesu, kegirangan ataupun tanpa ekpresi cuek-cuek aja. Saya pun menghampiri teman yang mendapatkan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grand prize&lt;/span&gt; tersebut dan kemudian menyalaminya. Dia adalah teman yang ikut mencari masjid dan menuruti perkataan "kagok biar lebih gede rejekinya!" pada saat mengetahui bahwa mushola ternyata ada tepat persis dibelakang gedung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekarang, kalau dia ingat-ingat perkataan Bapak : "Jangan lupa sholat, kesuksesan semata-mata karunia Allah" mungkin teman saya itu sekarang akan berkata "Bener juga si Bapak!"</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2011/09/kemarin-kantor-ceritanya-berulang-tahun.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-7055247524433064856</guid><pubDate>Thu, 15 Sep 2011 23:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-10-10T15:32:45.688-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Brand</category><title>Parodi Logo</title><description>Nyasar di salah satu website, nemuin posting yang isinya memparodikan logo-logo terkenal. Jika Brand adalah" apa yang orang pikirkan tentang sebuah produk atau jasa" maka setidaknya kita bisa melihat sisi lain dari &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brand&lt;/span&gt; sebuah produk dan jasa. Contohnya pada logo MAC dengan tagline &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Appearance Cost&lt;/span&gt;, yang artinya harga dari sebuah tampilan, menyindir MAC yang mahal karena menaruh perhatian besar tampilan sehingga konsumen harus membayar lebih mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfEMY5up1T8bMf25nDu8a9O0_Rlh3tUZhtSnWBMKjjxR-ZG3Esv9ThEv1qeGBpjmoLMB2oveYIq8J-sXwQRSqfsFSRG5wABY5fsFSFsLT1GSt1ZS6HC46zUahczkuKb5mEtxLD4a34a4A/s1600/1304078159_4415_bigdetail.jpg"&gt;&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 240px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfEMY5up1T8bMf25nDu8a9O0_Rlh3tUZhtSnWBMKjjxR-ZG3Esv9ThEv1qeGBpjmoLMB2oveYIq8J-sXwQRSqfsFSRG5wABY5fsFSFsLT1GSt1ZS6HC46zUahczkuKb5mEtxLD4a34a4A/s320/1304078159_4415_bigdetail.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5652728481947368930" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://designerscouch.org/view-design/Honest-logos-23220"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://designerscouch.org/view-design/Honest-logos-23220"&gt;Klik di sini&lt;/a&gt;, untuk cek logo lainnya.</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2011/09/parodi-logo.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjfEMY5up1T8bMf25nDu8a9O0_Rlh3tUZhtSnWBMKjjxR-ZG3Esv9ThEv1qeGBpjmoLMB2oveYIq8J-sXwQRSqfsFSRG5wABY5fsFSFsLT1GSt1ZS6HC46zUahczkuKb5mEtxLD4a34a4A/s72-c/1304078159_4415_bigdetail.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-5730602196802138527</guid><pubDate>Sat, 10 Sep 2011 14:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-26T16:02:14.474-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>Jauh jadi dekat, dekat jadi jauh!</title><description>Sebuah percakapan menarik terjadi di waktu jam istirahat kerja di suatu siang, sambil ngaso saya bilang ke temen "jadi ngebayangin jaman dulu, kalo lagi istirahat gini orang cuma bengong." diskusi santai berlanjut dari pertanyaan itu membicarakan gimana perilaku orang berubah gara-gara kecanggihan teknologi telpon selular yang bahkan saat ini berkolaborasi dengan kecanggihan teknologi &lt;span style="font-style: italic;"&gt;social media&lt;/span&gt;. Jadilah di mana-mana kita jarang melihat orang bengong, karena di manapun kapanpun orang ga lepas dari  HP.&lt;br /&gt;Kasarnya dan memang ini fakta karena saya melihat sendiri, jaman sekarang tuh orang nyebrang di jalan pun sambil smsan! Edun!&lt;br /&gt;Sayapun menambahkan contoh perubahan lainnya yaitu "yang jauh jadi dekat, yang dekat jadi jauh!"&lt;br /&gt;"pernah ngerasain ga di sebuah restoran, sambil nunggu pesanan makanan datang, dalam keadaan hening, kita sama istri misalnya sama-sama sibuk asik sendiri dengan facebook sambil senyum-senyum sendiri melototin HP masing-masing?"&lt;br /&gt;"Yang jauh memang jadi dekat, karena walaupun terpisah jarak tetap bisa ngobrol dengan temen-teman di facebook yang ga tau lokasinya ada dimana. Tapi ironisnya, yang dekat jadi jauh karena orang yang ada di depan kita seolah kita lupakan tanpa ada obrolan sepatah katapun, atau kasarnya dicuekin!"</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2011/09/yang-jauh-jadi-dekat-yang-dekat-jadi.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-1380868613737293883</guid><pubDate>Thu, 08 Sep 2011 15:17:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-18T02:33:11.454-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>Karir bukan pekerjaan</title><description>Sebenernya udah agak lama saya mengetahui bahwa antara "Pekerjaan" dan "Karir" itu berbeda. Seseorang mencoba menjelaskan perbedaannya sehingga saya lebih memahaminya.&lt;br /&gt;"kalau niat kamu bekerja mencari duit saja, maka bisa jadi kamu gak akan berkembang, tapi kalau bekerja dengan niat membangun karir maka uang akan mengikuti"&lt;br /&gt;Kenapa bisa begitu?   itu karena ketika tujuan kita membangun karir maka kita mengembangkan kemampuan dan kualitas diri dan ketika kualitas diri meningkat maka kita mendapat penghargaan yang lebih.</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2011/09/pekerjaan-vs-karir.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-2838765237220080158</guid><pubDate>Sun, 09 Jan 2011 16:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-11T09:08:26.053-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Brand</category><title>Cara Menghormati Sejarah ala Starbucks</title><description>Maret 2010 lalu, dalam rangka ulang tahun ke 40, Starbucks memperkenalkan hasil dari redesign logo mereka. Jika kita berpikir Starbucks akan membuat logo yang sama sekali baru, dugaan kita salah. Starbucks ternyata hanya mempertegas atau menguatkan simbol yang sudah ada selama ini. Satu langkah dramatis diambil oleh Starbucks, yaitu mereka dengan percaya diri menghilangkan tulisan "STARBUCKS" hal yang akan dilakukan jika simbol logo  sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;brand &lt;/span&gt;sudah sedemikian kuatnya sehingga tanpa memerlukan tulisan nama pun, audiens sudah sangat mengenalnya. Seperti yang dilakukan oleh Nike.&lt;br /&gt;Howard Schultz, sang CEO  menjabarkan konsep dibalik perubahan logonya sebagai cara untuk "embraces and respect our heritage." Check video Mr. Schultz di bawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;object id="flashObj" classid="clsid:D27CDB6E-AE6D-11cf-96B8-444553540000" codebase="http://download.macromedia.com/pub/shockwave/cabs/flash/swflash.cab#version=9,0,47,0" height="295" width="480"&gt;&lt;param name="movie" value="http://c.brightcove.com/services/viewer/federated_f9?isVid=1"&gt;&lt;param name="bgcolor" value="#FFFFFF"&gt;&lt;param name="flashVars" value="videoId=737153501001&amp;amp;playerID=88719743001&amp;amp;playerKey=AQ~~,AAAAAGAdjh4~,FRd2Oughfq-VNNcHts-WSJ6a8MgLnJW1&amp;amp;domain=embed&amp;amp;dynamicStreaming=true"&gt;&lt;param name="base" value="http://admin.brightcove.com"&gt;&lt;param name="seamlesstabbing" value="false"&gt;&lt;param name="allowFullScreen" value="true"&gt;&lt;param name="swLiveConnect" value="true"&gt;&lt;param name="allowScriptAccess" value="always"&gt;&lt;embed src="http://c.brightcove.com/services/viewer/federated_f9?isVid=1" bgcolor="#FFFFFF" flashvars="videoId=737153501001&amp;amp;playerID=88719743001&amp;amp;playerKey=AQ~~,AAAAAGAdjh4~,FRd2Oughfq-VNNcHts-WSJ6a8MgLnJW1&amp;amp;domain=embed&amp;amp;dynamicStreaming=true" base="http://admin.brightcove.com" name="flashObj" seamlesstabbing="false" type="application/x-shockwave-flash" allowfullscreen="true" swliveconnect="true" allowscriptaccess="always" pluginspage="http://www.macromedia.com/shockwave/download/index.cgi?P1_Prod_Version=ShockwaveFlash" height="295" width="480"&gt;&lt;/embed&gt;&lt;/object&gt;</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2011/01/cara-menghormati-sejarah-ala-starbuck.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-5326427001613059825</guid><pubDate>Wed, 10 Feb 2010 00:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-09T16:38:49.865-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>Mood-nya Desainer Grafis</title><description>Sekitar 2 tahun lalu saya sempat berkenalan dengan seseorang mahasiswa lulusan Desain Komunikasi Visual, kebetulan dia saat itu baru saja berhasil memenangkan salah satu lomba advertising. Di sela-sela obrolan saya ingat dia bilang " anak desain itu bukan anak teknik, pekerjaannya mau ga mau dibayangi oleh mood."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika dihubungkan dengan karya seni, ya hasilnya memang turun naik. Seorang seniman atau desainer kadang menghasilkan karya yang bagus kadang engga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti lagu yang dibuat oeh seorang musisi, jarang kita mendengar dalam satu album misalnya lagunya enak semua.</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/02/mood-nya-desainer-grafis.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-1981843338027766228</guid><pubDate>Mon, 08 Feb 2010 01:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-18T02:30:55.227-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Brand</category><title>Apakah Logo Itu Penting?</title><description>Perdebatan mengenai kontroversi redesign logo, misalnya redesign logo Pertamina atau Telkom dengan budget mahal, biasanya menimbulkan pertanyaan kritis yang menyeruak: Apakah logo itu penting?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oke kalau begitu, bayangkan di dunia bisnis tidak ada satu pun perusahaan yang pake logo. Asli semuanya hitam putih!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah logo itu penting?</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/02/apakah-logo-itu-penting.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-7895025875815944513</guid><pubDate>Tue, 02 Feb 2010 00:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-09T16:17:07.511-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>Desain dan Memasak</title><description>Saya bertemu dengan teman lama, dan kami pun ngobrol menceritakan pekerjaan masing-masing. Rupanya sekarang dia bekerja sebagai koki. Secara kebetulan saya kemudian teringat akan sesuatu yang selama ini saya pikirkan mengenai pekerjaan desainer grafis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Desain itu kok kaya memasak ya, semua orang sepertinya bisa memasak  seperti juga sepertinya semua orang bisa mendesain. Ada masakan yang enak dan ada yang ga enak, seperti juga ada desain yang bagus dan yang jelek. Keduanya sama-sama susah dinilai, ada yang suka dengan satu rasa tertentu dan ada juga sebaliknya, seperti juga ada yang lebih suka warna merah daripada warna kuning atau ada yang suka serif dan tidak suka sans serif atau kecenderungan komposisi tertentu dibanding yang lain. Bedanya memasak dinilai menggunakan lidah, desain dengan mata.</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/02/desain-dan-memasak.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-1600332450475119893</guid><pubDate>Sat, 30 Jan 2010 23:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-01-13T09:22:13.016-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Show Case</category><title>Poster The Coke Side of Life</title><description>Poster-poster Coca Cola ini sering saya lihat dalam beberapa kesempatan, baru tau kalo ternyata poster tersebut merupakan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;campaign &lt;/span&gt;dari Coca Cola The Coke Side of Life.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHT7QgJURMzAyO7rJK8caCqWjlN7TNzSPUdFnZOKE0h_to3pLQTH4xOWij2sGWEa1UnvxXPzOZ3S3mSq371HQv8m2qHSU5X09PqWdwu7pGhbFwa-wz9UuQcilARqLd6fkPnhhFnM1ALb4/s1600-h/coke4.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 282px; height: 400px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHT7QgJURMzAyO7rJK8caCqWjlN7TNzSPUdFnZOKE0h_to3pLQTH4xOWij2sGWEa1UnvxXPzOZ3S3mSq371HQv8m2qHSU5X09PqWdwu7pGhbFwa-wz9UuQcilARqLd6fkPnhhFnM1ALb4/s400/coke4.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432688946181487122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQuZDb-VnnMyMS4ETyq6mOgZZkUANYB3pYQ3-DW-NevfGKoebHliNHgW0PXZL3KCMHytFMNa-d-0u7OQuB7CE7wM-AYKVAOtNwlETtu2ZX6mElcjk7co-73CamE4OgCQZU3T37W9KH7r8/s1600-h/coke5.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 282px; height: 400px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQuZDb-VnnMyMS4ETyq6mOgZZkUANYB3pYQ3-DW-NevfGKoebHliNHgW0PXZL3KCMHytFMNa-d-0u7OQuB7CE7wM-AYKVAOtNwlETtu2ZX6mElcjk7co-73CamE4OgCQZU3T37W9KH7r8/s400/coke5.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432688739516446418" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglLon4Bdn7-lCw8WmLtd8jKghCW1TX9Pq2uB-Cc4qsFpVkH4MgmzB-bwLpAwh47P0tj03BU_JiA-k5IJSbQ4HiSi47i99BxRzOUZZ_PyZcfZriC8IiA_o6gt9IdkD3xkQltVZ50FT1V6E/s1600-h/coke6.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 282px; height: 400px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglLon4Bdn7-lCw8WmLtd8jKghCW1TX9Pq2uB-Cc4qsFpVkH4MgmzB-bwLpAwh47P0tj03BU_JiA-k5IJSbQ4HiSi47i99BxRzOUZZ_PyZcfZriC8IiA_o6gt9IdkD3xkQltVZ50FT1V6E/s400/coke6.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432688601006044210" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYp41zLqYbCTg_HuzZFugRT7zMJGpWH8yRRFPLevMKQJ6w0ckK9OJVsH02FQkeqwscRg-GlEqIJQ9fJvJA7ozLyRXoKrqSaXOsxrFqFpjofq4dCqOvcpfMMPtDW4MRkDrnv2XTbLvjowQ/s1600-h/coke12.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 282px; height: 400px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYp41zLqYbCTg_HuzZFugRT7zMJGpWH8yRRFPLevMKQJ6w0ckK9OJVsH02FQkeqwscRg-GlEqIJQ9fJvJA7ozLyRXoKrqSaXOsxrFqFpjofq4dCqOvcpfMMPtDW4MRkDrnv2XTbLvjowQ/s400/coke12.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432695502989100194" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pesan dibalik kampanye ini adalah seperti yang dikatakan oleh Marc  Mathieu, senior vice president untuk carbonated soft drink  core  brands, Marketing, Strategy and Innovation, perusahaan Coca Cola, "Kita hidup di dunia di mana kita membuat pilihan-pilihan setiap hari dan The Coke Side of Life mendorong orang untuk membuat pilihan-pilihan tersebut secara positif. Ini adalah kampanye yang mengundang orang untuk membuat realitas pilihan mereka sendiri, untuk menjadi spontan, mendengarkan hati mereka dan hidup penuh warna."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasilnya mengagumkan, dan hal yang menariknya adalah poster ini dibuat oleh orang-orang dari berbagai negara, termasuk indonesia yang diwakili oleh Gigih Budi Abadi, founder dari &lt;a href="http://www.pixecute.net/"&gt;Pixecute&lt;/a&gt;, sebuah studio yang mengerjakan berbagai macam project dari mulai brosur, visual identities sampai dengan interactive design. Di bawah ini adalah poster yang dibuat oleh Budi:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifhM-BTJSiCSEc5cQKi0TogCKxcqwpc2aDsSA13apwzcPK2TwM2ahPrIGRodBVMdXhumv9xSK8v4cAJ0ZI4gJDJiJnfLsiH9uA7DYqK1yVoNwauvzoJ9GU2J9NEiXiS1nc2bnf7csH3W8/s1600-h/Pixecute_1a.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 283px; height: 400px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEifhM-BTJSiCSEc5cQKi0TogCKxcqwpc2aDsSA13apwzcPK2TwM2ahPrIGRodBVMdXhumv9xSK8v4cAJ0ZI4gJDJiJnfLsiH9uA7DYqK1yVoNwauvzoJ9GU2J9NEiXiS1nc2bnf7csH3W8/s400/Pixecute_1a.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432699510809158370" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;a href="http://coke-art.blogspot.com/"&gt;Dan klik di sini&lt;/a&gt; &lt;/span&gt;untuk melihat koleksi dari negara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;table border="0" cellpadding="3" cellspacing="1" width="100%"&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class="copy" valign="top"&gt;&lt;nobr&gt;&lt;/nobr&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/01/poster-coke-side-of-life.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHT7QgJURMzAyO7rJK8caCqWjlN7TNzSPUdFnZOKE0h_to3pLQTH4xOWij2sGWEa1UnvxXPzOZ3S3mSq371HQv8m2qHSU5X09PqWdwu7pGhbFwa-wz9UuQcilARqLd6fkPnhhFnM1ALb4/s72-c/coke4.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-2819920799111443899</guid><pubDate>Sat, 30 Jan 2010 16:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-05T23:14:28.413-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Show Case</category><title>Branding Kreatif McDonald di Halte Bis</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghTEwNPymQ8fXV2B732j_6mGvfCXwoh25CyKkX1oISCPV217_kuzJflmT9BcKdwEIbw5q3WpPDucEpLeawP71HBYMqsSY5uldylpgsL2Tay60UuSTWCtuT9a-No5Ns1074WGsW5jmdaNc/s1600-h/busstopmcdonaldsnight1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 318px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghTEwNPymQ8fXV2B732j_6mGvfCXwoh25CyKkX1oISCPV217_kuzJflmT9BcKdwEIbw5q3WpPDucEpLeawP71HBYMqsSY5uldylpgsL2Tay60UuSTWCtuT9a-No5Ns1074WGsW5jmdaNc/s400/busstopmcdonaldsnight1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432566105399485842" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqrqoFa4Hq4rFvwqHJCQtLllQeZXAaWrYm-pVY2Z9eJdqpNEsnaJSdkusYze8X3m9Ah8Vm_Qn8_omnf6CbBZxi56A-t47LX2iRca3tmu_68KV-f2rYYpuMearrdh-GKB4t5C-haimKcVI/s1600-h/busstopmacdonaldscoffee2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 254px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhqrqoFa4Hq4rFvwqHJCQtLllQeZXAaWrYm-pVY2Z9eJdqpNEsnaJSdkusYze8X3m9Ah8Vm_Qn8_omnf6CbBZxi56A-t47LX2iRca3tmu_68KV-f2rYYpuMearrdh-GKB4t5C-haimKcVI/s400/busstopmacdonaldscoffee2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432565384706108514" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJi4w3XMeEj9NUI87crA8FHowSL_DP0xw8hbF-ZeEMMKrutl3-MtoOv-l3sCZO_WZ8_UeKVw68HXsv2zuDf9aFO-GdR95efw-V5i8L-SmkJQyMeFagDeJIcBGpUeZAh97JHUVfPqpf-8E/s1600-h/busstopmacdonalds1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 309px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiJi4w3XMeEj9NUI87crA8FHowSL_DP0xw8hbF-ZeEMMKrutl3-MtoOv-l3sCZO_WZ8_UeKVw68HXsv2zuDf9aFO-GdR95efw-V5i8L-SmkJQyMeFagDeJIcBGpUeZAh97JHUVfPqpf-8E/s400/busstopmacdonalds1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432564802272822002" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/01/branding-kreatif-mcdonald-di-halte-bis.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEghTEwNPymQ8fXV2B732j_6mGvfCXwoh25CyKkX1oISCPV217_kuzJflmT9BcKdwEIbw5q3WpPDucEpLeawP71HBYMqsSY5uldylpgsL2Tay60UuSTWCtuT9a-No5Ns1074WGsW5jmdaNc/s72-c/busstopmcdonaldsnight1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-7763476413412771829</guid><pubDate>Sat, 30 Jan 2010 08:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-30T17:32:26.328-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Brand</category><title>Microsoft Office 2010 : Energy, Impact and Connection</title><description>Dalam rilis yang ditulis &lt;a href="http://blogs.technet.com/office2010/archive/2009/12/11/office-2010-visuals-and-branding.aspx"&gt;di blog&lt;/a&gt;-nya, Microsoft Office menyebutkan bahwa logo mereka telah berubah dari logo berbentuk puzzle 4 warna yang melambangkan 4 aplikasi andalan mereka yaitu Word, Excel, Power Point dan Outlook menjadi logo baru yang salah satu elemennya diwakili warna orange.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglVIHQnZrYEVUAg9OOd378LLZG6yl6xcYBTq007eto38TCd1UkxhccN5qfbMFKogbAJfNteswEchYn9X2nZMrYiZTdRIPoiQk7V86jkdG9HeEMheGciFfCThSrhoiwJXfa-hoipcW5mxY/s1600-h/microsoft_office_logo+old+copy.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 80px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglVIHQnZrYEVUAg9OOd378LLZG6yl6xcYBTq007eto38TCd1UkxhccN5qfbMFKogbAJfNteswEchYn9X2nZMrYiZTdRIPoiQk7V86jkdG9HeEMheGciFfCThSrhoiwJXfa-hoipcW5mxY/s400/microsoft_office_logo+old+copy.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432452408777191538" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tentu saja, Microsoft Office merubah tampilan user interface mereka, misalnya salah satunya dengan menciptakan ikon-ikon huruf alphabet. Menurut mereka, riset menunjukan bahwa dalam proses asosiasi, user lebih mudah memahami ikon berbentuk alphabet dan warna daripada desain yang sifatnya abstrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVl_ERefd9QxF9fmTTD7rS2Q8ug8t7ZRHkwOcbrc_2r1yZnWXBWYFwRKlRU0ymYuKqmNFidoJE-X3bde75V0JG9lPtobxuM83Y7yo8Dnj3QoRnY-ssNZzzm169bpJ5Kcd6Oq1VZa0jLIU/s1600-h/ProductIcons_2.png"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 400px; height: 127px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVl_ERefd9QxF9fmTTD7rS2Q8ug8t7ZRHkwOcbrc_2r1yZnWXBWYFwRKlRU0ymYuKqmNFidoJE-X3bde75V0JG9lPtobxuM83Y7yo8Dnj3QoRnY-ssNZzzm169bpJ5Kcd6Oq1VZa0jLIU/s400/ProductIcons_2.png" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432448506644978498" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hadirnya Open Office sebagai produk open source saingan Ms Office, tampaknya membuat Ms Office benar-benar harus menaruh perhatian besar pada &lt;span style="font-style: italic;"&gt;user experience&lt;/span&gt; dan di-&lt;span style="font-style: italic;"&gt;support &lt;/span&gt;oleh upaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;branding &lt;/span&gt;yang strategis, salah satunya dengan melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;redesign &lt;/span&gt;logo mereka, yang menurut mereka melambangkan "Energy, Impact and Connection."</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/01/microsoft-office-2010-energy-impact-and.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEglVIHQnZrYEVUAg9OOd378LLZG6yl6xcYBTq007eto38TCd1UkxhccN5qfbMFKogbAJfNteswEchYn9X2nZMrYiZTdRIPoiQk7V86jkdG9HeEMheGciFfCThSrhoiwJXfa-hoipcW5mxY/s72-c/microsoft_office_logo+old+copy.png" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-288578704429054620</guid><pubDate>Sat, 30 Jan 2010 05:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-12-18T02:36:50.808-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Notes</category><title>Andai Logo A | X Itu Tidak di Sana</title><description>Kasus "kaos garuda"  Armani bikin heboh. Kontroversi terjadi antara pihak yang mengabaikan bahkan mendukung desain tersebut dengan pihak yang merasa Armani telah menjiplak, melecehkan dsb. Komentar-komentar ini bisa kita baca di &lt;a href="http://nasional.kompas.com/read/2010/01/26/10035087/Armani..quot.Sah.sah.Saja.quot..Pakai.Lambang.Garuda"&gt;kompas&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk lebih memperjelas masalahnya coba kita liat lagi desain di kaos Armani tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAtIT8Y3_ifTGfF9FUQPAiVdNCmBr9L9Bz1z3heB7zJPsOaiIkOjs1jsj-fEW4tYsy3q19K9LQRZ5rtvTMj7uWa_BhwdaTMO7k_RIEbUt8KULCKxkgTQgdntbXtOZywlZ3hacTM_0c8PA/s1600-h/59941821.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 318px; height: 320px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAtIT8Y3_ifTGfF9FUQPAiVdNCmBr9L9Bz1z3heB7zJPsOaiIkOjs1jsj-fEW4tYsy3q19K9LQRZ5rtvTMj7uWa_BhwdaTMO7k_RIEbUt8KULCKxkgTQgdntbXtOZywlZ3hacTM_0c8PA/s320/59941821.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432683305514673778" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bisa dibilang sekilas ini 80 % mendekati lambang Garuda Pancasila, yang paling jelas kita bisa melihat dari pose burung garudanya sama persis sedang berdiri dengan kepala menghadap ke kanan, kemudian elemen-elemen yang ditambahkan pada gambar garuda ini juga sama, yaitu perisai, tanda bintang di tengah perisai dan penyangga yang biasanya menjadi tempat tulisan Bhineka Tunggal Ika.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah melihat bahwa ini sangat mirip sekali, pertanyaan selanjutnya adalah apakah Armani sengaja melakukan ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ini kalau seandainya mereka sengaja, saya pikir desainer sekelas Armani tidak akan melakukannya secara sembunyi-sembunyi, tapi pasti akan melakukan proses legal hak cipta, lisensi dsb. Karena desain ini akan dijual di pasar terbuka pasti akan ada orang yang tahu bahwa ini adalah lambang negara Indonesia. Tapi buktinya pemerintah kita terkaget-kaget dengan kasus ini, ini menandakan tidak ada pemberitahuan sebelumnya kepada pemerintah Indonesia mengenai desain garuda tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau saya harus bertanya kepada pihak Armani, saya pikir itu bisa dilakukan oleh departemen luar negeri. Jadi percaya atau tidak, saya mencoba berandai-andai bahwa sepertinya Armani memang terinspirasi oleh lambang negara kita, cuma sayang sekali inspirasi itu tidak dibarengi dengan kalo boleh dibilang, wawasan internasional dan diikuti dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;crafting &lt;/span&gt;(ngulik)&lt;span style="font-style: italic;"&gt; &lt;/span&gt;yang memadai. Setelah terinspirasi, Armani sepertinya kurang optimal/ngulik lagi untuk menghasilkan desain yang sama sekali baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau jawaban dari Armani adalah tidak sengaja, dalam pengertian yaitu dari mulai ide sampai eksekusi dari nol, saya pikir kita bisa maklum dan ini menjadi satu  peristiwa kebetulan yang sangat kebetulan sekali!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terlepas apakah ada peraturan dan Undang-undang-nya tentang tata cara  penggambaran garuda. Kalau dibilang keren,  ini lumayan keren, feeling yang saya dapat dari desain kaos Armani ini adalah patriotis, apalagi jika logo A|X-nya tidak diletakan di atas perisai, dan lambang  beringin dan banteng tetep di sana. Logo Armani-nya kecil aja di bawah gambar garuda. Desainnya tetep seperti itu grunge dengan warna seperti itu juga, saya pikir akan menjadi tidak masalah, jadi lebih keren dan tidak mengundang kontroversi.</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/01/andai-logo-x-itu-tidak-di-sana.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAtIT8Y3_ifTGfF9FUQPAiVdNCmBr9L9Bz1z3heB7zJPsOaiIkOjs1jsj-fEW4tYsy3q19K9LQRZ5rtvTMj7uWa_BhwdaTMO7k_RIEbUt8KULCKxkgTQgdntbXtOZywlZ3hacTM_0c8PA/s72-c/59941821.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-2112743909342463756</guid><pubDate>Sat, 30 Jan 2010 00:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-05T15:53:37.435-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><title>Membuat Effect Halftone Untuk Elemen Desain</title><description>Selepas menyelesaikan salah satu edisi desain newsletter, maka tak beberapa lama saya pun harus memikirkan ide untuk desain layout berikutnya, setelah break sejenak, melihat beberapa inspirasi dan cari referensi, saya kepikiran untuk ngasih elemen desain berupa efek halftone pada desain news letter saya edisi berikutnya. Jadi sekalian saja saya bagiin di sini caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buat Dokumen baru dengan ukuran 600 X 200 Pixel&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Buat sebuah text misalnya seperti ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYz-2ngdqWNAsWYRn2WdN3uJ0_5p96yQlPENi8ZYF-zFzGNrEAVmLI7K5Gf29fUGbjQ8jv3ZVJXIqRBPRR2t2hRDkXi6yCfSTux9GG7P8q0r6K1499fer4-xjxI0kjt4FsB93Z-htcn84/s1600-h/1.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 256px; height: 81px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYz-2ngdqWNAsWYRn2WdN3uJ0_5p96yQlPENi8ZYF-zFzGNrEAVmLI7K5Gf29fUGbjQ8jv3ZVJXIqRBPRR2t2hRDkXi6yCfSTux9GG7P8q0r6K1499fer4-xjxI0kjt4FsB93Z-htcn84/s200/1.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432370777219267410" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Text tersebut buatlah jadi blur menggunakan Filter&gt;Blur&gt;Gaussian Blur masukan radius 10 pixel. Klik OK, jika muncul pertanyaan apakah akan dirasterize atau tidak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSpo2JUKHGMPNB_4jH5azptHlAn-IPFPG12ca0Cg5kfnN0pBeLl05INwAK6DYMrj2N4GYPyhWPbUfRx5o5AqeNhQBmdre2GG-7aScMwaXUbPFDbB8e5kttGGZlVmbMR2Q7XvsVbd3gc10/s1600-h/3.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 267px; height: 85px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjSpo2JUKHGMPNB_4jH5azptHlAn-IPFPG12ca0Cg5kfnN0pBeLl05INwAK6DYMrj2N4GYPyhWPbUfRx5o5AqeNhQBmdre2GG-7aScMwaXUbPFDbB8e5kttGGZlVmbMR2Q7XvsVbd3gc10/s200/3.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432384290816487250" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Duplikat 1 kali layer text, dengan cara klik kanan di layer Text dan kemudian pilih Duplicate Layer di pop up yang muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRMeeKeHAD7aTycUCDdj0fsBXwSshR5G4PXfdbAIBr_C66femKpRXIU0ENpobSWdWFUsmiv3ZMAdinvLZuh4OV2HDDcZe2ZY6blfSZWv0OmgtgKoZphCP80MIaKd-V2uSf3F_SOVHf5wg/s1600-h/5+2.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 265px; height: 84px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRMeeKeHAD7aTycUCDdj0fsBXwSshR5G4PXfdbAIBr_C66femKpRXIU0ENpobSWdWFUsmiv3ZMAdinvLZuh4OV2HDDcZe2ZY6blfSZWv0OmgtgKoZphCP80MIaKd-V2uSf3F_SOVHf5wg/s200/5+2.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432384468423986162" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Rubah mode gambar melalui Image&gt;Mode&gt;Grayscale, pilih Flatten jika muncul pertanyaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Sekarang langkah final untuk menjadikan efek halftone, klik Image&gt;Mode&gt;Bitmap.&lt;br /&gt;Masukkan angka 150 di Resolusi Output, dan pilih Halftone di bagian Method.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Masukkan angka 9 di Frequency dan pilih Round untuk Shape&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXRb9MydXr0UaKg1I_hdwCAxvliBAKowvtcYsFh6H4cdwf8HUx_ZTbA4HBR7hFubl0bX_WXsShfhVOfGMJy2POLQ8VIgTn-GGOhad_tVifNJLGotuewcpFK0dOSqfmh_x41YS0irjX10s/s1600-h/9.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 94px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXRb9MydXr0UaKg1I_hdwCAxvliBAKowvtcYsFh6H4cdwf8HUx_ZTbA4HBR7hFubl0bX_WXsShfhVOfGMJy2POLQ8VIgTn-GGOhad_tVifNJLGotuewcpFK0dOSqfmh_x41YS0irjX10s/s200/9.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432379710072434146" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Effect halftone siap digunakan sebagai elemen desain, silahkan berkreasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhBRLyQG5FzrJV7DcxUSH8WS4BBu6IKKx7f4LafpmWTugmzI6AsjG-KVj87SBOYqHzsIbTK7IV6l8F0pGBESQN0CxJAZ1hedsuusmRqpfgjwKcqfmnr52vBuzk8Yby0eI9vtKwPzuudFU/s1600-h/10.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 341px; height: 113px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhBRLyQG5FzrJV7DcxUSH8WS4BBu6IKKx7f4LafpmWTugmzI6AsjG-KVj87SBOYqHzsIbTK7IV6l8F0pGBESQN0CxJAZ1hedsuusmRqpfgjwKcqfmnr52vBuzk8Yby0eI9vtKwPzuudFU/s200/10.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5432378517419807890" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jika desain yang diinginkan berbentuk vector, maka gunakan Corel Trace untuk merubah file yang sudah dibuat dari Bitmap ke Vector</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/01/membuat-effect-halftone-dengan.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjYz-2ngdqWNAsWYRn2WdN3uJ0_5p96yQlPENi8ZYF-zFzGNrEAVmLI7K5Gf29fUGbjQ8jv3ZVJXIqRBPRR2t2hRDkXi6yCfSTux9GG7P8q0r6K1499fer4-xjxI0kjt4FsB93Z-htcn84/s72-c/1.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-2402397463368147592</guid><pubDate>Sun, 24 Jan 2010 23:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-31T07:41:36.655-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tech</category><title>FireFox 3.6 Personas, Buat Yang Suka Browser Dengan Sentuhan Grafis</title><description>Tangal 21 Januari 2010, Mozilla mengeluarkan rilis terbaru dari browser Firefox versi 3.6. Di situsnya Mozilla menulis "Meet the world’s best browser, made just the way you like it". Saya setuju dengan klaim Mozilla tersebut, apalagi setelah liat salah satu fitur yang namanya "Personas" di Firefox 3.6 ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Personas adalah salah satu fitur yang fungsinya mirip skin-nya Winamp, pakenya pun cukup simpel.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Download dulu Firefox 3.6 &lt;a href="http://www.mozilla.com/"&gt;di sini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Setelah Firefox 3.6 diinstal, masuklah ke website &lt;a href="http://www.getpersonas.com/"&gt;http://www.getpersonas.com&lt;/a&gt;, tapi pas pertama saya coba, Firefox ternyata mengarahkan ke website di atas.&lt;br /&gt;3. Arahkan mouse ke sampel-sampel Gallery, secara real time skin Firefox akan mengganti skin kita.&lt;br /&gt;4. Klik tulisan Wear It, tunggu sebentar sekitar 60 detik, maka skin akan berubah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita juga bisa menginstall Add-on Personas 1.5.1 melalui web getpersonas.com dan yang lebih menarik adalah kita bisa membuat Personas sendiri! Wow, saya membayangkan ini akan menjadi pengalaman baru dalam hal aktivitas berinternet.</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/01/firefox-36-personas-bikin-browsing.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-8588667405433284259</guid><pubDate>Sat, 23 Jan 2010 06:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-05T15:54:06.877-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tutorial</category><title>Membuat Logo Mitsubhisi Dalam 7 Langkah Cepat</title><description>Ngomongin tentang brand ga melulu tentang konsep doang, coba kita tengok hal-hal teknisnya, seperti bagaimana cara membuat logo Mitsubhisi? tapi dengan cara cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Begini nih caranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di Corel buatlah segitiga terlebih dahulu,  bisa menggunakan Polygon yang dikurangi jumlah sudutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Warnai segitiga dengan warna merah&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Duplikat segitiga sebanyak 3 kali&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Posisikan seperti dibawah ini:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzsWCSxGrkiHwHbtrDHAzPPegZYK90zmbPjAOmHcllN0bt39NVd6v6ZJLBUBJQoA1qYGmZ9V1buAWxaA0CPIQiobs-5V4AWcmMYfpbNHTD7qNq1TKzdIKgU6LoWLC6MxoYaFsViUUjzRg/s1600-h/mitsubhisi.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 170px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzsWCSxGrkiHwHbtrDHAzPPegZYK90zmbPjAOmHcllN0bt39NVd6v6ZJLBUBJQoA1qYGmZ9V1buAWxaA0CPIQiobs-5V4AWcmMYfpbNHTD7qNq1TKzdIKgU6LoWLC6MxoYaFsViUUjzRg/s200/mitsubhisi.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429825806110211458" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Pilih semua segitiga dengan CTRL + A&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6.Dalam keadaan semua segitiga aktif , klik simbol Trim&lt;br /&gt;di Property Bar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Hapus segitiga-segitiga yag terletak di atas, dan tara...!&lt;br /&gt;jadilah logo Mitsubhisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQh03vTblDpzRVnKrGXTw1qL7ZWryw5ygFX2evIdRc-4OsSIORGu1srFTNdfv8Sv6uOsSz52JfJYmKy7Hi6wvklSlB8JmkAZ2pS9CwEVqgd5fYmiuD7JC2QoosgZfOEZsy7ow00li8hYk/s1600-h/mitsu.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 200px; height: 188px;" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgQh03vTblDpzRVnKrGXTw1qL7ZWryw5ygFX2evIdRc-4OsSIORGu1srFTNdfv8Sv6uOsSz52JfJYmKy7Hi6wvklSlB8JmkAZ2pS9CwEVqgd5fYmiuD7JC2QoosgZfOEZsy7ow00li8hYk/s200/mitsu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5429826376239725122" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/01/tutorial-4-langkah-membuat-logo.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzsWCSxGrkiHwHbtrDHAzPPegZYK90zmbPjAOmHcllN0bt39NVd6v6ZJLBUBJQoA1qYGmZ9V1buAWxaA0CPIQiobs-5V4AWcmMYfpbNHTD7qNq1TKzdIKgU6LoWLC6MxoYaFsViUUjzRg/s72-c/mitsubhisi.jpg" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-5767390873118339213</guid><pubDate>Sat, 23 Jan 2010 02:11:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-05T15:54:29.583-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><title>Tips Bikin "The Best Movie Poster" Ala Yahoo!</title><description>Suatu sore saya ngobrol santai dengan teman sekantor membicarakan suatu topik Yahoo! List mengenai poster film terbaik,terburuk di tahun 2009; "desain itu susah ya, apa yang kita angggap bagus belum tentu kata orang" temen saya nimpalin " ya, apa yang orang awam anggap bagus belum tentu kata orang desain bagus" begitu juga sebaliknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya ga tau orang Yahoo! yang bikin list ini desainer atau kritikus film, tapi kalo melihat komentar-komentarnya dia mensyaratkan kriteria tertentu agar poster film itu disebut OK:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Poster film harus menggugah, membangkitkan (evokes) rasa ingin tahu audience untuk nonton filmnya.Poster Film WHERE THE WILD THINGS ARE, masuk kategori The Best karena alasan ini, walaupun saya agak kurang setuju sih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Poster film yang baik nampilin semacam clue mengenai cerita. Bukan sekedar clue atau petunjuk biasa tapi promissing clue, yaitu petunjuk yang menjanjikan sesuatu. ini kenapa poster AVATAR menurut mereka masuk The Worst, karena film ini menjanjikan banyak hal tapi kurang tergambar di poster-nya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Poster film harus punya ciri khas atau beda sama yang lain, ini kenapa poster STARTREK masuk the worst karena mirip sama poster Iron Man.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Poster film harus menunjukan karakter filmnya, itu kenapa poster film HOW TO BE masuk the worst karena posternya lebih mirip poster film thriler daripada drama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Poster film horor jangan terlalu menjijikan, PANDORUM dan THE HAUNTING IN CONNECTICUT masuk The Worst karena terlalu menjijikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Desain Poster harus didesain secara kreatif dan crafted (ngulik) jangan seperti poster film FIRED UP, MY ONE AND ONLY yang lazy, kata mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tapi balik lagi ke obrolan saya dan teman sekantor, intinya desain bukan ilmu pasti. Saya pun tentu banyak beda pendapat sama list Yahoo! ini, tapi kalo di dunia desain ini adalah hal yang wajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mau lihat gimana aja posternya, cek aja &lt;a href="http://movies.yahoo.com/photos/collections/gallery/2286/best-and-worst-movie-posters-of-2009"&gt;di sini&lt;/a&gt;.</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/01/tips-bikin-best-movie-poster-ala-yahoo_22.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4860043185173246953.post-4362958386110122271</guid><pubDate>Tue, 19 Jan 2010 01:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-02-05T16:01:29.341-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Brand</category><title>"Saya butuh Logo &amp; Branding" (EVENT)</title><description>Identitas menjadi penting ketika kita berkomunikasi. Dengan tujuan mengenalkan diri, jika sebuah institusi atau perusahaan bertemu kompetisi dan kompetitor, identitas dan brand menjadi sebuah faktor penentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logo adalah visual entry point dari sebuah brand. Gerbang pertama target sasaran secara visual. Brand internasional seperti Starbucks, memiliki logo lingkaran berwarna hijau yang di dalamnya terdapat seorang Putri Duyung diapit dua bintang. Sebagai sebuah filosofi kuat, logo tersebut mencerminkan karakteristik lokal penduduk Pacific Northwest yang merupakan tempat asal Howard Schultz di Seattle, Amerika Serikat. Dengan konsistensi branding yang kuat, Starbucks pada akhir Maret 2008 memiliki 16.226 kedai di seluruh dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logo sederhana namun kuat tertanam lainnya adalah huruf M kuning dan tanda centang putih yang sangat dinamis. McDonald’s dan Nike merupakan perusahaan yang cukup konsisten dalam menerapkan logo perusahaan dengan sedikit sekali perubahan. Hal ini menjadi penting, karena visualisasi identitas merupakan sarana membangun awareness target sasaran. Informasi yang bertubi-tubi menghantam kepala target sasaran (konsumen, pengguna jasa, ataupun stakeholder) akan semakin mempertajam kompetisi. Selain menjadi semakin pintar, loyalitas akan menjadi sangat berkurang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Logo membangun kekuatan daya saing, sekaligus menanamkan citra dan persepsi positif target sasaran di masa depan. Jawaban yang lebih sederhana adalah, kemampuan tercepat manusia dalam memahami sesuatu adalah melalui komunikasi visual.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hal inilah yang belum disadari oleh para pelaku usaha, jasa, maupun institusi di Kota Semarang. Kota berlabel kota industri yang berpenduduk sebesar 1,5 juta jiwa dengan sebagian besar penduduknya berdagang, belum mampu menerjemahkan dan menerapkan pentingnya komunikasi visual melalui logo dan branding. Peran brand (retail, UKM, pemerintah, pendidikan, pariwisata maupun jasa) lokal Semarang hanya bisa menjadi jago kandang. Padahal secara perputaran uang, Semarang memberikan pendapatan 15% lebih bagi perekonomian Jawa Tengah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Industri pengolahan nasional maupun internasional cukup kuat mengakar di kota yang mendapat julukan Venice Van Java ini. Beberapa industri jamu seperti Sidomuncul, Jamu Jago, Nyonya Meneer, dan industri minuman seperti Marimas, Sosro, hingga industri tekstil dan apparel seperti Golden Flower Group. Sebagai catatan, Golden Flower merupakan pemasok produk tekstil bagi Berca, pemegang lisensi Nike Indonesia. Sayangnya, Golden Flower belum berani menelurkan satu brand khas lokal, dan hanya bergantung pada pelabelan “swoosh”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kota Lumpia yang juga terkenal dengan kekayaan kulinernya ini, belum memiliki satu brand ikonik yang bersuara secara nasional apalagi internasional. Brand jasa kuliner nasional dan internasional, mulai melebarkan sayapnya ke Semarang dan lebih cepat mendapat tempat. Sebutlah martabak manis yang lebih terkenal dengan Kue Bandung. Mie Ayam yang mungkin secara isi, bumbu, dan rasa sama tapi lebih membawa kota Jakarta. Siomay Bandung lebih merajalela dan sudah dipastikan enak. Persepsi inferior terhadap kelokalan, dan superioritas “yang berasal tidak dari kota sendiri” seakan menjadi penyakit kronis. Logo dan Brand masih dianggap sebagai kebutuhan tersier yang tidak terlalu dibutuhkan dan mahal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 2010, Indonesia akan mulai menjalankan kebijakan perdagangan bebas terutama dengan negara ASEAN dan RRC. Dengan konsekuensi nyata, produk asing akan membanjiri Indonesia dan Semarang dengan bebas dan mengancam keberadaan produk / brand lokal. Karena belum ada pondasi yang kuat ditambah pemahaman yang kurang akan pentingnya logo dan branding bagi penguatan brand lokal, bukan tidak mungkin masyarakat kita (Semarang khususnya) hanya akan semakin menjadi pengikut tren dan konsumen budaya serta produk luar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menghadapi tantangan tersebut, Program Studi Desain Komunikasi Visual UNIKA Soegijapranata Semarang dengan Forum Desain Grafis Indonesia (FDGI), menyelenggarakan Seminar dan Lokakarya (Semiloka) “Logo dan Branding”. Acara bertempat di Semarang, direncanakan berlangsung pada hari Rabu, 20 Januari 2010 pukul 09.00-16.00 WIB.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;info &amp;amp; oendaftaran: Rio +6287834117929&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.facebook.com/event.php?eid=288362321857</description><link>https://studiohours.blogspot.com/2010/01/saya-butuh-logo-branding-event.html</link><author>noreply@blogger.com (Studiohours)</author><thr:total>0</thr:total></item></channel></rss>