<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926</atom:id><lastBuildDate>Tue, 24 Sep 2024 18:30:14 +0000</lastBuildDate><category>Pengetahuan Jaringan</category><category>Laporan OJT</category><category>Perbaikan PC</category><category>Hardware</category><category>Panduan Mikrotik</category><category>Tips blog</category><category>Tutorial Server</category><category>Desain Web</category><category>Download Area</category><category>IP</category><category>Konfigurasi router</category><category>Merakit PC</category><category>Processor</category><category>Google</category><category>Laptop Review</category><category>Lifestyle</category><category>Linux</category><category>Aksesoris Blog</category><category>Asynchronous Transfer Mode</category><category>Berita</category><category>Circuit switching</category><category>DTE</category><category>Feed</category><category>Frame relay</category><category>Membuat Website</category><category>Style</category><category>Tips Internet</category><title>Computer-Style</title><description></description><link>http://computer-style.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>92</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-2154493762626617247</guid><pubDate>Mon, 25 Dec 2017 04:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2017-12-27T11:41:02.472+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IP</category><title>Struktur Pengalamatan IPv4 dan IPv6</title><description>&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 100%;&quot;&gt;Seperti kita ketahui bahwa Microsoft Windows Vista sudah mendukung kemampuan IPv6 dan terbukti dengan menggunakan protokol tersebut koneksi jaringan akan lebih baik, serta kemampuan Play and Play sudah teruji bisa mengkonfigurasi jaringan secara otomatis. Sejak TCP/IP (Transmission Control Protocol/Internet Protocol) diperkenalkan dan dijadikan suatu setandar oleh komunitas Internet diseluruh dunia termasuk di Indonesia. Protocol ini memang perkembangannya tidak secepat perkembangan software ataupun sistem operasi. &lt;/span&gt; &lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 100%;&quot;&gt;Dengan diimplementasikannya protokol ini komputer bisa saling berkomunikasi antara satu dengan komputer lainnya dalam suatu jaringan dengan mudah, cepat dan akurat. Tentu saja agar protokol ini berfungsi dan bisa digunakan oleh komputer dalam suatu jaringan harus memiliki alamat atau address yang unik bernama IP &lt;i&gt;address&lt;/i&gt;. IP &lt;i&gt;Address&lt;/i&gt; itu sendiri memiliki format xxx.xxx.xxx.xxx, umpamanya alamat yang paling udah dan umum digunakan adalah 192.168.10.1. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 100%;&quot;&gt;Pada IPv6 ini struktur pengalamatannya juga berbeda dengan versi sebelumnya, dimana pada IPv4 misalnya masih menggunakan angka-angka atau alamat yang secara umum masih bisa dibaca , misalnya 192.168.51.x. Tetapi pada IPv6 struktur pengalamatannya sudah lain, yaitu menggunakan alamat yang ada di NIC atau WLAN.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 100%;&quot;&gt;Sebenarnya IPv6 ini sudah diperkenalkan beberapa tahun lalu, namun implementasi di keluarga Windows baru penuh diterapkan pada Microsoft Windows Vista. Pada Microsoft Windows Server 2003 IPv6 sudah diimplementasikan. Selain IPv6, sistem operasi server generasi terbaru ini sudah mendukung penuh DHCPv6 (Dynamic Host Configuration Protocol veri 6).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 100%;&quot;&gt;Dukungan penuh terhadap IPv6 dan DHCPv6 menjadikan Windows Server 2008 sebagai sistem operasi tercanggih, namun demikian, walaupun sudah mendukung IPv6 dan DHCPv6, Windows tetap mengakomodasi IPv4 dan DHCP versi sebelumnya. Karena masih banyak sistem operasi baik berbasis jaringan maupun standelone masih memanfaatkan protocol generasi sebelumnya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;arial&amp;quot; , &amp;quot;helvetica&amp;quot; , sans-serif; font-size: 100%;&quot;&gt;Sumber : http://wss-id.org&lt;/span&gt;</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/12/struktur-pengalamatan-ipv4-dan-ipv6.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-2161098371337768962</guid><pubDate>Sat, 02 Jan 2010 03:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-02T10:35:49.086+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Processor</category><title>PERKEMBANGAN PROCESSOR DARI GENERASI KE GENERASI</title><description>&lt;div class=&quot;snap_preview&quot;&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot; align=&quot;center&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;PERKEMBANGAN PROCESSOR DARI GENERASI KE GENERASI&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;PC didesain berdasar generasi-generasi CPU yang berbeda. Intel bukan satu-satunya perusahaan yang membuat CPU, meskipun yang menjadi pelopor diantara yang lain. Pada tiap generasi yang mendominasi adalah chip-chip Intel, tetapi pada generasi kelima terdapat beberapa pilihan selain chip Intel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;GENERASI 1 (Processor 8088 dan 8086) &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor 8086 (1978) merupakan CPU 16 bit pertama Intel yang menggunakan bus sistem 16 bit. Tetapi perangkat keras 16 bit seperti motherboard saat itu terlalu mahal, dimana komputer mikro 8 bit merupakan standart. Pada 1979 Intel merancang ulang CPU sehingga sesuai dengan perangkat keras 8 bit yang ada. PC pertama (1981) mempunyai CPU 8088 ini. 8088 merupakan CPU 16 bit, tetapi hanya secara internal. Lebar bus data eksternal hanya 8 bit yang memberi kompatibelan dengan perangkat keras yang ada.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Sesungguhnya 8088 merupakan CPU 16/8 bit. Secara logika prosesor ini dapat diberi nama 8086SX. 8086 merupakan CPU pertama yang benar-benar 16 bit di keluarga ini. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;                                                  &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image001.jpg&quot; height=&quot;110&quot; width=&quot;170&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;GENERASI 2 Processor 80286 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;286 (1982) juga merupakan prosessor 16 bit. Prosessor ini mempunyai kemajuan yang relatif besar dibanding chip-chip generasi pertama. Frekuensi clock ditingkatkan, tetapi perbaikan yang utama ialah optimasi penanganan perintah. 286 menghasilkan kerja lebih banyak tiap tik clock daripada 8088/8086. Pada kecepatan awal (6 MHz) berunjuk kerja empat kali lebih baik dari 8086 pada 4.77 MHz. Belakangan diperkenalkan dengan kecepatan clock 8,10,dan 12 MHz yang digunakan pada IBM PC-AT (1984). Pembaharuan yang lain ialah kemampuan untuk bekerja pada protected mode/mode perlindungan – mode kerja baru dengan “24 bit virtual address mode”/mode pengalamatan virtual 24 bit, yang menegaskan arah perpindahan dari DOS ke Windows dan multitasking. Tetapi anda tidak dapat berganti dari protected kembali ke real mode / mode riil tanpa mere-boot PC, dan sistem operasi yang menggunakan hal ini hanyalah OS/2 saat itu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image003.jpg&quot; height=&quot;77&quot; width=&quot;104&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;GENERASI 3 Processor 80386 DX &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;386 diluncurkan 17 Oktober 1985. 80386 merupakan CPU 32 bit pertama. Dari titik pandang PC DOS tradisional, bukan sebuah revolusi. 286 yang bagus bekerja secepat 386SX pertama-walaupun menerapkan mode 32 bit. Prosessor ini dapat mengalamati memori hingga 4 GB dan mempunyai cara pengalamatan yang lebih baik daripada 286. 386 bekerja pada kecepatan clock 16,20, dan 33 MHz. Belakangan Cyrix dan AMD membuat clones/tiruan-tiruan yang bekerja pada 40 MHz. 386 mengenalkan mode kerja baru disamping mode real dan protected pada 286. Mode baru itu disebut virtual 8086 yang terbuka untuk multitasking karena CPU dapat membuat beberapa 8086 virtual di tiap lokasi memorinya sendiri-sendiri. 80386 merupakan CPU pertama berunjuk kerja baik dengan Windows versi- versi awal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image005.jpg&quot; height=&quot;172&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor 80386SX&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Chip ini merupakan chip yang tidak lengkap yang sangat terkenal dari 386DX. Prosessor ini hanya mempunyai bus data eksternal 16 bit berbeda dengan DX yang 32 bit. Juga, SX hanya mempunyai jalur alamat 24. Oleh karena itu, prosessor ini hanya dapat mengalamati maksimum RAM 16 MB. Prosessor ini bukan 386 yang sesungguhnya, tetapi motherboard yang lebih murah membuatnya sangat terkenal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image007.jpg&quot; height=&quot;216&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;GENERASI 4 Processor 80486 DX &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;80486 dikeluarkan 10 April 1989 dan bekerja dua kali lebih cepat dari pendahulunya. Hal ini dapat terjadi karena penanganan perintah-perintah x86 yang lebih cepat, lebih-lebih pada mode RISC. Pada saat yang sama kecepatan bus dinaikkan, tetapi 386DX dan 486DX merupakan chip 32 bit. Sesuatu yang baru dalam 486 ialah menjadikan satu math coprocessor/prosesor pembantu matematis.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Sebelumnya, math co-processor yang harus dipasang merupakan chip 387 yang terpisah, 486 juga mempunyai cache L1 8 KB.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image009.jpg&quot; height=&quot;154&quot; width=&quot;164&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor 80486 SX&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Prosessor ini merupakan chip baru yang tidak lengkap. Math co-processor dihilangkan dibandingkan 486DX.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image011.jpg&quot; height=&quot;166&quot; width=&quot;168&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor Cyrix 486SLC&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Cyrix dan Texas Instruments telah membuat serangkaian chip 486SLC. Chip-chip tersebut menggunakan kumpulan perintah yang sama seperti 486DX, dan bekerja secara internal 32 bit seperti DX. Tetapi secara eksternal bekerja hanya pada 16 bit (seperti 386SX). Oleh karena itu, chip-chip tersebut hanya menangani RAM 16 MB. Lagipula, hanya mempunyai cache internal 1 KB dan tidak ada mathematical co-processor. Sesungguhnya chip-chip tersebut hanya merupakan perbaikan 286/386SX. Chip-chip tersebut bukan merupakan chip-chip clone. Chip-chip tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar dalam arsitekturnya jika dibandingkan dengan chip Intel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image013.jpg&quot; height=&quot;68&quot; width=&quot;90&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor IBM 486SLC2 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;IBM mempunyai chip 486 buatan sendiri. Serangkaian chip tersebut diberi nama SLC2 dan SLC3. Yang terakhir dikenal sebagai Blue Lightning. Chip-chip ini dapat dibandingkan dengan 486SX Intel, karena tidak mempunyai mathematical coprocessor yang menjadi satu. Tetapi mempunyai cache internal 16 KB (bandingkan dengan Intel yang mempunyai 8 KB). Yang mengurangi unjuk kerjanya ialah antarmuka bus dari chip 386. SLC2 bekerja pada 25/50 MHz secara eksternal dan internal, sedangkan chip SLC3 bekerja pada 25/75 dan 33/100 MHz. IBM membuat chip-chip ini untuk PC mereka sendiri dengan fasilitas mereka sendiri, melesensi logiknya dari Intel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Perkembangan 486 Selanjutnya &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;DX4; Prosessor-prosessor DX4 Intel mewakili sebuah peningkatan 80486. Kecepatannya tiga kali lipat dari 25 ke 75 MHz dan dari 33 ke 100 MHz. Chip DX4 lainnya dipercepat hingga dari 25 ke 83 MHz. DX4 mempunyai cache internal 16 KB dan bekerja pada 3.3 volt. DX dan DX2 hanya mempunyai cache 8 KB dan memerlukan 5 volt dengan masalah panas bawaan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Tabel CPU dan FPU &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;CPU FPU ‘ &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;8086 8087 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;80286 80287 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;80386 80387 &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;80486DX Built in / di dalam &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;80486SX Tidak ada &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium dan sesudahnya Di dalam&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;GENERASI 5 Pentium Classic (P54C) &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Chip ini dikembangkan oleh Intel dan dikeluarkan pada 22 Maret 1993. Prosessor Pentium merupakan super scalar, yang berarti prosessor ini dapat menjalankan lebih dari satu perintah tiap tik clock. Prosessor ini menangani dua perintah tiap tik, sebanding dengan dua buah 486 dalam satu chip. Terdapat perubahan yang besar dalam bus sistem : lebarnya lipat dua menjadi 64 bit dan kecepatannya meningkat menjadi 60 atau 66 MHz. Sejak itu, Intel memproduksi dua macam Pentium yang bekerja pada sistem bus 60 MHz (P90, P120, P150, dan P180) dan sisanya, bekerja pada 66 MHz(P100, P133,P166, dan P200).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image015.gif&quot; height=&quot;141&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Cyrix 6×86 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Chip dari perusahaan Cyrix yang diperkenalkan 5 Februari 1996 ini merupakan tiruan Pentium yang murah. Chip ini kompatibel dengan Pentium, karena cocok dengan Socket 7. Cyrix memasarkan CPU-CPUnya dengan membandingkan pada frekuensi clock Intel. Cyrix 6×86 dikenal dengan unjuk kerja yang buruk pada floating pointnya. Cyrix mempunyai masalah saat menjalankan NT 4.0.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image017.jpg&quot; height=&quot;148&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;AMD (Advanced Micro Devices) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium-pentium AMD seperti chip-chip yang ditawarkan oleh Intel bersaing dengan ketat. AMD menggunakan teknologi- teknologi mereka sendiri. Oleh karena itu, prosesornya bukan merupakan clone-clone. AMD mempunyai seri sebagai berikut : – K5, dapat disamakan dengan Pentium-pentium Classic (dengan cache L1 16 KB dan tanpa MMX).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;- K6, K6-2, dan K6-3 bersaing dengan Pentium MMX dan Pentium II.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;- K7 Athlon, Agustus 1999, tidak kompatibel dengan Socket 7.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;AMD K5 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;K5 merupakan tiruan Pentium. K5 lama sebagai contoh dijual sebagai PR133 (Perform Rating). Maksudnya, bahwa chip tersebut akan berunjuk kerja seperti sebuah Pentium P133. Tetapi, hanya berjalan 100 MHz secara internal. Chip tersebut masih harus dipasang pada motherboard seperti sebuah P133. K5 AMD juga ada yang PR166. Chip ini dimaksudkan untuk bersaing dengan P166 Intel. Bekerja hanya pada 116.6 MHz (1.75 x 66 MHz) secara internal. Hal ini dikarenakan cache yang dioptimasi dan perkembangan-perkembangan baru lainnya. Hanya ada fitur yang tidak sesuai dengan P166 yaitu dalam kerja floating-point. PR133 dan PR166 berharga jauh lebih murah dari jenis Pentium yang sebanding, dan prosessor ini sangat terkenal pada mesin-mesin dengan harga yang murah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image018.jpg&quot; height=&quot;156&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium MMX (P55C) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium-pentium P55C diperkenalkan 8 Januari 1997. MMX merupakan kumpulan perintah baru ( 57 integer baru, 4 jenis data baru dan 8 register 64 bit), yang menambah kemampuan CPU tersebut. Perintah-perintah MMX dirancang untuk program-program multimedia. Pemrogram dapat menggunakan perintahperintah ini dalam program-programnya. Hal ini akan memberikan perbaikan dalam menjalankan program.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image020.jpg&quot; height=&quot;173&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;IDT Winchip &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;IDT merupakan perusahaan yang lebih kecil yang menghasilkan CPU seperti Pentium MMX dengan harga murah. WinChip C6 pertama IDT diperkenalkan pada Mei 1997.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;AMD K6 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;K6 AMD diluncurkan 2 April 1997 . Chip ini berunjuk kerja sedikit lebih baik dari Pentium MMX. Oleh karena itu termasuk dalam keluarga P6.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Dilengkapi dengan 32+32 KB cache L1 dan MMX.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Berisi 8.8 juta transistor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;K6 seperti halnya K5 kompatibel dengan Pentium. Maka, dapat diletakkan di Socket 7, pada motherboard Pentium umumnya, dan ini segera membuat K6 menjadi sangat terkenal.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image022.jpg&quot; height=&quot;192&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Cyrix 6×86MX (MII) &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Cyrix juga mempunyai chip dengan unjuk kerja tinggi, berada diantara generasi ke- 5 dan ke-6. Jenis pertama didudukkan melawan chip Pentium MMX dari Intel. Jenis berikutnya dapat dibandingkan dengan K6. Prosessor kelompok P6 yang powerful dari Cyrix diumumkan sebagai “M2”. Diperkenalkan pada 30 Mei 1997 namanya menjadi 6×86MX. Kemudian diberi nama MII. Chip 6×86MX ini kompatibel dengan Pnetium MMX dan dipasangkan pada motherboard Socket 7 biasa, 6×86MX mempunyai 64 KB cache L1 internal. Cyrix juga memanfaatkan teknologi yang tidak ditemukan di dalam Pentium MMX. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;6X86MX secara khusus dibandingkan dengan CPU generasi ke-6 lainnya (Pentium II dan Pro dan K6) karena tidak bekerja berdasar kernel RISC. 6X86MX menjalankan perintah CISC asli seperti Pentium MMX.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;6X86MX mempunyai – seperti semua prosessor dary Cyrix – masalah yang berhubungan dengan unit FPU. Tetapi, jika hanya digunakan untuk aplikasi standart, hal ini bukan masalah. Masalah akan muncul jika memainkan game 3D. 6×86MX chip yang cukup powerful. Tetapi chip-chip ini tidak punya FPU dan MMX yang berunjuk kerja baik. Chip-chip ini tidak memasukkan teknologi 3DNow!&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image024.jpg&quot; height=&quot;154&quot; width=&quot;205&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Kecepatan Internal dan Eksternal 6×86MX &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;6×8MX Kecepatan internal Kecepatan eksternal &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;PR166 150 MHz 60 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;PR200 166 MHz 66 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;PR233 188 MHz 75 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;PR266 225 MHz 75 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;PR300 233 MHz 66 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;PR333 255 MHz 83 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;PR433 285 MHz 95 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;PR466 333 MHz 95 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Dua jenis 6X86MX dan MII, pada 14 April 1998 versi Cyrix MII diluncurkan. Chip ini sebenarnya chip yang sama dengan 6×86MX hanya bekerja pada frekuensi clock yang lebih tinggi. Selanjutnya tegangannya dikurangi hingga 2.2 volt.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt; &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;AMD K6-2 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Versi “model 8” berikutnya K6 mempunyai nama sandi “Chomper”. Prosessor ini pada 28 Mei 1998 dipasarkan sebagai K6-2, dan seperti versi model 7 K6 yang asli, dibuat dengan teknologi 0.25 mikron. Chip-chip ini bekerja hanya dengan 2.2 voltage. Chip ini berhasil menjadi saingan Pentium II Intel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;K6-2 dibuat untuk bus front side (bus sistem) pada kecepatan 100 MHz dan motherboard Super 7. AMD membuat perusahaan lain seperti Via dan Alladin, membuat chip set baru untuk motherboard Socket 7 tradisional, setelah Intel tahu 1997 menghentikan platform tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;K6-2 juga diperbaiki dengan unjuk kerja MMX yang dua kali lebih baik dibandingkan dengan K6 yang awal. K6-2 mempunyai plug-in 3D baru (disebut 3DNow!) untuk unjuk kerja game yang lebih baik. Terdiri dari 21 perintah baru yang dapat digunakan oleh pengembang perangkat lunak untuk memberikan unjuk kerja 3D yang lebih baik.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Dukungan termasuk dalam DirectX 6.0 untuk Windows. DirectX merupakan multimedia API, untuk Windows. DirectX merupakan beberapa program yang dapat meningkatkan unjuk kerja multimedia di dalam semua program Windows.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Multimedia 3DNow! tidak kompatibel dengan MMX, tetapi K6-2 mempunyai MMX sebaik 3DNow!. Cyrix dan IDT juga meluncurkan CPU dengan 3DNow!.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;K6-2 memberi unjuk kerja sangat, sangat bagus. Anda dapat membandingkan prosessor ini dengan Pentium II. K6-2 350 MHz berunjuk kerja sangat mirip dengan Pentium II-350, tetapi dijual dengan lebih murah. Dan dapat menghemat lebih banyak sebab motherboard yang lebih murah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;K6-2 Dengan Bus dan Clock-nya &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;K6-2 Bus Clock &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;266 MHz 66 MHz 4.0 x 66 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;266 MHz 88 MHz 3.0 x 88 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;300 MHz 100 MHz 3.0 x 100 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;333 MHz 95 MHz 3.5 x 95 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;350 MHz 100 MHz 3.5 x 100 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;380 MHz 95 MHz 4.0 x 95 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;400 MHz 100 MHz 4.0 x 100 MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image026.jpg&quot; height=&quot;180&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;GENERASI 6 Pentium Pro &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pengembangan Pentium Pro dimulai 1991, di Oregon. Diperkenalkan pada 1 November, 1995 . Pentium Pro merupakan prosessor RISC murni, dioptimasi untuk pemrosesan 32 bit pada Windows NT atau OS/2. Fitur yang baru ialah bahwa cache L2 yang menjadi satu Chip raksasa, dengan chip empat persegi panjang dan Socket-8nya. Unit CPU dan cache L2 merupakan unit yang terpisah di dalam chip ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium II &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium Pro “Klamath” merupakan nama sandi prosessor puncak Intel. Prosessor ini mengakhiri seri Pentium Pro yang sebagian terdapat pengurangan dan sebagaian terdapat perbaikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Diperkenalkan 7 Mei 1997, Pentium II mempunyai fitur- fitur :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· CPU diletakkan bersama dengan 512 KB L2 di dalam sebuah modul SECC (Single Edge Contact Cartridge)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Terhubung dengan motherboard menggunakan penghubung/konektor slot one dan bus P6 GTL+.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Perintah-perintah MMX.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Perbaikan menjalankan program 16 bit (menyenangkan bagi pengguna Windows 3.11)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Penggandaan dan perbaikan cache L1 (16 KB + 16 KB).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Kecepatan internal meningkat dari 233 MHz ke 300 MHz (versi berikutnya lebih tinggi).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· &lt;span&gt; &lt;/span&gt;Cache L2 bekerja pada setengah kecepatan CPU.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Dengan rancangan yang baru, cache L2 mempunyai bus sendiri. Cache L2 bekerja pada setengah kecepatan CPU, seperti 133 MHz atau 150 MHz. Jelas merupakan sebuah kemunduran dari Pentium Pro, yang dapat bekerja pada 200 MHz antara CPU dan cache L2. Hal ini dijawab dengan cache L1. Dibawah ini terlihat perbandingan tersebut :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium II telah tersedia dalam 233, 266, 300, 333,350, 400, 450, dan 500 MHz (kecepatan yang lebih tinggi segera muncul). Dengan chip set 8244BX dan i810 Pentium II mempunyai unjuk kerja yang baik sekali.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium II berbentuk kotak plastik persegi empat besar, yang berisi CPU dan cache. Juga terdapat kontroler kecil (S824459AB) dan kipas pendingin dengan ukuran yang besar.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Perbedaan CPU dengan Cache &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;CPU Laju pemindahan Kecepatan Laju pemindahan &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;‘ L1 clock L2 L2 , &lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium 200 777 MB/det. 66 MHz 67 MB/det.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium 200 MMX 790 MB/det 66 MHz 74 MB/det&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium Pro 200 957 MB/det 200 MHz 316 MB/det&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium II 266 MHz 1,175 MB/det 133 MHz 221 MB/det&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium-II Celeron &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Awal 1998 Intel mempunyai masa yang sulit dengan Pentium Pro II yang agak mahal. Banyak pengguna membeli AMD K6-233M, yang menawarkan unjuk kerja sangat baik pada harga yang layak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Maka Intel membuat merek CPU baru yang disebut Celeron. Prosesor ini sama dengan Pnetium II kecuali cache L2 yang telah dilepas. Prosessor ini dapat disebut Pentium II-SX. Pada 1998 Intel mengganti Pentium MMX-nya dengan Celeron pertama. Kemudian rancangannya diperbaiki.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Cartridge Celeron sesuai dengan Slot 1 dan bekerja pda sistem bus 66 MHz. Clock internal bekerja pada 266 atau 300 MHz.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium-II Celeron A : Mendocino &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Bagian yang menarik dari cartridge baru dengan 128 KB cache L2 di dalam CPU. Hal ini memberikan unjuk kerja yang sangat baik, karena cache L2 bekerja pada kecepatan CPU penuh. Celeron 300A merupakan sebuah chip dalam kartu :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image028.jpg&quot; height=&quot;203&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium-II Celeron PPGA : Socket 370 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Socket 370 baru untuk Celeron. Prosessor 400 dan 366 MHz (1999) tersedia dalam plastic pin grid array (PPGA). Socket PGA370 terlihat seperti Socket 7 tradisional.yang mempunyai 370 pin.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image030.jpg&quot; height=&quot;227&quot; width=&quot;204&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium-II Xeon &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pada 26 Juali 1998 Intel mengenalkan cartridge Pentium II baru yang diberi nama Xeon. Ditujukan untuk server dan pemakai high-end. Xeon merupakan Pentium II degnan cartridge baru yang sesuai konektor baru yang disebut Slot two. Modul ini dua kal lebih tinggi dari Pentium II, tetapi ada perubahan dan perbaikan penting lain :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Chip RAM cache L2 jenis baru: CSRAM (Custom SRAM), yang bekerja pada kecepatan CPU penuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Ukuran cache L2 yang berbeda : 512, 1024, atau 2048 KB RAM L2.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Memori RAM hingga 8 GB dapat di-cache.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Hingga empat atau delapan Xeon dalam satu server.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Mendukung server yang dicluster.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Chip set baru 82440GX dan 82450NX.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Chip Xeon bekerja pada kecepatan clock CPU penuh. Dapat diperkirakan, bahwa akan mempunyai unjuk kerja yang sama seperti cache L1. Tetapi antarmuka dari L1 ke L2 bernilai beberapa tik clock pada awal tiap perpindahan, sehingga ada beberapa kelambatan. Tetapi jika data sudah dipindahkan, bekerja pada kecepatan clock penuh.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image032.jpg&quot; height=&quot;143&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;AMD K6-3 &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;AMD K6-3 merupakan model 9 dengan nama sandi “Sharptooth”, yang mungkin memiliki cache tiga tingkat :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Sedikit perbaikan dibandingkan unit K6-2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Cache L2 sebesar 258 KB satu chip&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Rancangan cache tiga tingkat&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Bus front side 133 MHz baru.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Kecepatan clock 400 MHz dengan 450 MHz.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Kedua cache 64 KB L1 dan 256 KB L2 disatukan dengan chipnya. Cache pada die L2 ini bekerja pada kecepatan prosesor penuh seperti yang dilakukan pada Pentium Pro, dan seperti yang dilakukan pada Celeron A dan pada prosessor Xeon dari Intel.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Hal ini secara pasti akan banyak meningkatkan kecepatan K6 ! Karena K6-3 digunakan pada motherboard Super 7 dan ruang untuk cache tingkat berikutnya cache L3. Perancangan cache tiga tingkat dibuat untuk menggunakan motherboard yang sudah ada hingga 2 MB cache yang on-board. Ini seharusnya merupakan cache L2 (pada motherboard) yang digunakan sebagai cache tingkat tiga. Hal ini terjadi secara otomatis, dan semakin besar cache namapak akan banyak meningkatkan unjuk kerjanya !&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image034.jpg&quot; height=&quot;240&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium III – Katmai &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;CPU P6 pertama dari Intel ialah Pentium Pro. Kemudian didapatkan PentiumII dalam pelbagai jenis. Dan yang terakhir adalah Pentium III. Maret 1999 Intel mengenalkan kumpulan MMX2 baru yang ditingkatkan untuk perintayh grafis (diantaranya 70 buah). Perintah ini disebut Katmai New Instructions (KNI) /Perintah Baru Katmai atau SSE. Perintah ini ditujukan untuk meningkatkan unjuk kerja game 3D – seperti teknologi 3DNow! AMD. Katmai memasukkan “double precision floating-point single instruction multiple data”/”floating point dengan ketelitian ganda satu perintah banyak data” (atau DPFS SIMD untuk singkatnya) yang bekerja dalam delapan register 128 bit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;KNI diperkenalkan pada Pentium III 500 MHz baru. Prosessor ini sangat mirip dengan Pentium II. Menggunakan Slot 1, dan hanya berbeda pada fitur baru seperti pemaikaian Katmai dan SSE.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Prosessor ini dipasangkan pada motherboard dengan chip set BX dan slot 1.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Prosesor ini mempunyai beberapa fitur :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Nomer pengenal&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Register baru dan 70 perintah baru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Akhirnya kecepatan clock dinaikkan hingga 500 MHz dengan ruang untuk peningkatan lebih lanjut. Pentium III Xeon (dengan nama sandi Tanner) diperkenalkan 17 Maret 1999. Chip Xeon diperbarui dengan semua fitur baru dari Pentium III. Untuk memanfaatkannya Intel telah mengumumkan chip set Profusion.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Nomer pengenal PSN (Processor Serial Number), unik untuk tiap CPU, telah menyebabkan banyak pembicaraan masalah keamanan. Nomer ini bernilai 96 bit yang diprogram secara elektronik ke dalam tiap chiop. Sesungguhnya ini berarti inisiatif yang sangat bijaksana, yang dapat membuat perdagangan elektronik dan penyandian dalam Internet menjadi aman dan efektif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image036.jpg&quot; height=&quot;145&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;GENERASI 7 AMD K-7 Athlon &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor AMD utama yang sangat menggemparkan Athlon (K7) diperkenalkan Agustus 1999. Tanggapan Intel (nama sandi Foster) tidak dapat diharapkan hingga akhir tahun 2000. Dalam bulan-bulan pertama, pasar menanggapi Athlon sangat positif. Nampaknya (seperti yang diharapkan) untuk mengungguli Pentium III pada frekuensi clock yang sama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Seperti modul pada Pentium II , yang rancangannya sepenuhnya milik AMD. Socket tersebut disebut Slot A.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Kecepatan clock 600 MHz merupakan versi pertama.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Cache L2 mencapai 8 MB (minimum 512 KB, tanpa tambahan TAG-RAM).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Cache L1 128 KB.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Berisi 22 juta transistor (Pentium III mempunyai 9.3 juta).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Bus jenis baru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Jenis bus sistem yang benar-benar baru, yang pada versi pertama akan bekerja pada 200 MHz. Peningkatan hingga 400 MHz diharapkan kemudian. Kecepatan RAM 200MHz merupakan dua kali lebih cepat daripada semua CPU Intel yang ada. Kecepatan yang tinggi ini akan memerlukan RAM cepat yang baru untuk memperoleh keuntungan penuh dari akibat ini.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Bus backside yang bebas, yang menghubungkan cache L2. Disini kecepatan clock dapat menjadi ¼, 1/3, 2/3 atau sama dengan frekuensi CPU internal. Hal itu merupakan sistem yang sama seperti yang digunakan pada sistem P6 dimana kecepatan L2 bisa setengah (Celeron, Pentium II dan III) atau kecepatan CPU penuh (seperti Xeon).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Pengkodean yang berat dan DPU&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Tiga pengkode perintah menerjemahkan perintah program RISCx86 ke perintah RISC yang efektif, ROP, dimana hingga 9 perintah dapat dijalankan secara sererntak. Uji coba pertama menunjukkan pengkodean 2.8 perintah CISC tiap putaran clock. Hal ini kira-kira 30% lebih baik dari Pentium II dan III.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Dapat menangani dan menyusun kembali hingga 72 perintah (diluar ROP) secara serentak (Pentium III dapat melakukan 40, K6-2 hanya 24).&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Unjuk kerja FPU yang hebat dengan tiga perintah serentak dan satu GFLOP pada 500 floating point. Dua GFLOP dengan perintah MMX dan 3DNow! Hal itu sedikitnya sama dengan unjuk kerja Pentium III dengan memanfaatkan secara penuh Katmai. Mesin 3DNow! bahkan sudah diperbaiki dibandingkan pada K6-3.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image037.jpg&quot; height=&quot;122&quot; width=&quot;117&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Unjuk kerja Athlon &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor FPU Winmark &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Intel Pentium III/500 2562&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;AMD Athlon / 500 MHz 2767&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· AMD tidak punya lisensi untuk menggunakan rancang bangun Slot 1, sehingga rangkaian logika kontroler datang dari Digital Equipment Corp. Disebut EV6 dan dirancang untuk CPU Alpha 21264. Perusahaan AMD merencanakan untuk mengembangkan chip set mereka sendiri, tetapi rancang bangunnya akan menjadi bebas royalti untuk digunakan. Hal ini menjadikan prosessor pertama AMD yang menggunakan motherboard dan chip set yang dirancang khusus oleh AMD sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Penggunaan bus EV6 memberi banyak lebar band daripada Intel GTL+. Hal ini berarti bahwa Athlon mempunyai kemampuan untuk bekerja dengan jenis RAM baru seperti RDRAM. Juga penggunaan 128 KB cache L1 yang cukup berat. Cache L1 penting jika kecepatan clock meningkat dan 128 KB dua kali dari ukuran milik Pentium II.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Athlon akan hadir dalam beberapa versi. Versi “paling lambat” mempunyai cache L2 yang bekerja sepertiga kecepatan CPU, dimana yang paling bagus akan bekerja pada kecepatan CPU penuh (seperti yang dilakukan oleh Xeon). Athlon akan memberi persainga n Intel dalam segala lapisan termasuk server, yang dapat dibandingkan dengan prosessor Xeon.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;PERKEMBANGAN PROCESSOR BERBASIS INTEL &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Ada&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; banyak macam processor yang tersedia saat ini. Beberapa didesain untuk kebutuhan pada komputer portable, yang lainnya khusus didesain untuk penggunaan multi media. Pembahasan berikut ini menerangkan secara sekilas tentang tipe prosesor berbasis Intel secara umum beserta fitur- fiturnya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;MMX Technology &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Teknologi MMX dari Intel didesain untuk meningkatkan performa multimedia dan aplikasi komunikasi. Sebelum adanya MMX, beberapa processor secara terpisah digunakan untuk mengimplementasikan komunikasi dan suara dalam system komputer. Dengan desain MMX, teknologi ini dapat ditambahkan ke dalam desain dari processor. Hal ini berarti himpunan instruksi yang dimiliki oleh processor dioptimalkan untuk menangani bidang multimedia dan program komunikasi. MMX menambahkan 57 instruksi baru dalam himpunan instruksi dasar dari processor.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Instruksi- instruksi ini dioptimalkan untuk dapat melakukan eksekusi dengan cepat. Tipe data baru dan 64 bit registers juga ditambahkan untuk mendukung teknologi MMX.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium II &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor utama ini memiliki fitur :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Kecepatan yang berkisar antara 233MHz sampai 450MHz (di tahun 1999)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Cocok untuk workstations maupun servers&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Menggunakan single edge contact cartridge, 242 pins&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Termasuk 512KB level two cache&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 9pt; text-align: justify; text-indent: -9pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· 32KB dari level one cache dibagi menjadi 16KB data dan 16KB instruksi cache&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image038.jpg&quot; height=&quot;156&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium Pro &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Rangkaian Prosessor ini sesuai untuk high-end servers yang membutuhkan sampai 4 processor. Fitur yang dimilikinya :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· sesuai untuk high end workstations dan servers&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· kecepatannya 150, 166, 180 dan 200MHz&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· dapat diskalakan sampai 4 processors dalam sistem multiprocessor&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· dioptimalkan sampai dapat menjalankan aplikasi 32 bit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· 8K/8K data terpisah dan instruksi level one cache&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image040.jpg&quot; height=&quot;228&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Cerelon Processor &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor Cerelon didesain untuk pemakaian pasar konsumen di rumahan. Processor ini memiliki fitur :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· kecepatan berkisar dari 266 sampai 500MHz (di tahun 1999)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Mirip dengan Pentium II processor&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Versi 300 dan 333MHz termasuk 128K dari level two cache&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· level one cache 32K (terdiri dari 16K instruksi dan 16K data)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· meliputi teknologi MMX&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image042.jpg&quot; height=&quot;154&quot; width=&quot;164&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Pentium III Processor &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Berdasarkan pada mikro arsitektur P6, merupakan media Intel MMX yang ditingkatkan dengan penyediaan Streaming SIMD Extensions. Diaman terdapat 70 instruksi baru yang memungkinkan penggambaran image tingkat lanjut, grafik 3D, audio dan video, dan pengenalan percakapan. Fitur barunya adalah processor serial number, yaitu suatu nomer elektronik yang ditambahkan ke setiap Processor Pentium III, yang dapat digunakan oleh departement IT untuk manajemen informasi/asset.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor ini memiliki fitur :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· kecepatan berkisar 450MHz, 500MHz, 550MHz dan 600MHz (di tahun 1999)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· 70 Instruksi baru&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Intel® Processor Serial Number&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· P6 Microarchitecture&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· 100MHz system bus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· 512K Level Two Cache&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Intel® 440BX chipset&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image044.jpg&quot; height=&quot;189&quot; width=&quot;192&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Xeon Pentium III Processor &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Merupakan processor yang dapat diskalakan (multiprocessor) sebanyak 2, 4, 8 atau lebih dan didesain secara khusus untuk mid-range dan server/workstations yang lebih tinggi tingkatannya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor ini memiliki fitur :&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Sesuai untuk high end workstations atau high end servers&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Kecepatan berkisar dari 500 sampai 550MHz (di tahun 1999)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Mendukung penskalaan multiprocessor&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· Memiliki processor serial number&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· 32KB (16KB data /16KB instruction) nonblocking, L1 cache&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;· 512Kbytes L2 cache&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image045.jpg&quot; height=&quot;99&quot; width=&quot;100&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Generasi ke 8 Intel Core 2 duo&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Processor generasi ke 8 adalah Core 2 Duo yang di luncurkan pada juli 2007. Processor ini &lt;/span&gt;memakai microprocessor dengan arsitektur x86. Arsitektur tersebut oleh Intel dinamakan dengan Intel Core Microarchitecture, di mana arsitektur tersebut menggantikan arsitektur lama dari Intel yang disebut dengan NetBurst sejak tahun 2000 yang lalu. Penggunaan Core 2 ini juga menandai era processor Intel yang baru, di mana brand Intel Pentium yang sudah digunakan sejak tahun 1993 diganti menjadi Intel Core.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada desain kali ini Core 2 sangat berbeda dengan NetBurst. Pada NetBurst yang diaplikasikan dalam Pentium 4 dan Pentium D, Intel lebih mengedepankan clock speed yang sangat tinggi. Sedangkan pada arsitektur Core 2 yang baru tersebut, Intel lebih menekankan peningkatan dari fitur-fitur dari CPU tersebut, seperti cache size dan jumlah dari core yang ada dalam processor Core 2. Pihak Intel mengklaim, konsumsi daya dari arsitektur yang baru tersebut hanya memerlukan sangat sedikit daya jika dibandingkan dengan jajaran processor Pentium sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Processor Intel Core 2 mempunyai fitur antara lain EM64T, Virtualization Technology, Execute Disable Bit, dan SSE4. Sedangkan, teknologi terbaru yang diusung adalah LaGrande Technology, Enhanced SpeedStep Technology, dan Intel Active Management Technology (iAMT2).&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Berikut adalah beberapa codenamed dari core processor yang terdapat pada produk processor Intel Core 2, tentunya codenamed tersebut mempunyai perbedaan antara satu dengan yang lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;CONROE&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;span&gt;         &lt;/span&gt;Core processor dari Intel Core 2 Duo yang pertama diberi kode nama Conroe. Processor ini dibangun dengan menggunakan teknologi 65 nm dan ditujukan untuk penggunaan desktop menggantikan jajaran Pentium 4 dan Pentium D. Bahkan pihak Intel mengklaim bahwa Conroe mempunyai performa 40% lebih baik dibandingkan dengan Pentium D yang tentunya sudah menggunakan dual core juga. Core 2 Duo hanya membutuhkan daya yang lebih kecil 40% dibandingkan dengan Pentium D untuk menghasilkan performa yang sudah disebutkan di atas.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;Processor yang sudah menggunakan core Conroe diberi label dengan “E6×00”. Beberapa jenis Conroe yang sudah beredar di pasaran adalah tipe E6300 dengan clock speed sebesar1.86 GHz, tipe E6400 dengan clock speed sebesar 2.13 GHz, tipe E6600 dengan clock speed sebesar 2.4 GHz, dan tipe E6700 dengan clock speed sebesar 2.67 GHz. Untuk processor dengan tipe E6300 dan E6400 mempunyai Shared L2 Cache sebesar 2 MB, sedangkan tipe yang lainnya mempunyai L2 cache sebesar 4 MB. Jajaran dari processor ini memiliki FSB (Front Side BUS) sebesar 1066 MT/s (Megatransfer) dan daya yang dibutuhkan hanya sebesar 65 Watt TDP (Thermal Design Power).&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 27pt;&quot;&gt;Berdasarkan pengetesan yang ada dalam beberapa situs yang kami temukan, sampai dengan tulisan ini diturunkan processor dari keluarga Core 2 tersebut mampu menandingi musuh besarnya, yaitu AMD. Dan pada saat di-overclocking sampai sebesar 4 GHz sekalipun, processor dengan tipe E6600 dan E6700 masih mampu berkerja secara stabil walaupun multipliers yang dimiliki sangat terbatas. Hasil tersebut mematahkan anggapan dari komunitas overclocker yang menganggap bahwa processor buatan Intel tidak untuk di-overclocking. Faktanya dari beberapa processor yang dites oleh beberapa situs tersebut, Intel Core 2 Duo malah mampu mengungguli AMD yang sudah sekian lama menjadi “raja” dari jajaran processor yang digunakan untuk desktop terutama fitur 3D Now!-nya.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;CONROE&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt; XE&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Core processor berikutnya adalah Conroe XE yang saat ini banyak menjadi bahan perbincangan. Conroe XE sendiri adalah core processor dari Intel Core 2 Extreme yang diluncurkan bersamaan dengan Intel Core 2 Duo pada 27 Juli 2006. Conroe XE mempunyai tenaga lebih dibandingkan dengan Conroe. Tipe pertama dan satusatunya yang dikeluarkan oleh Intel untuk jajaran processor Core 2 Extreme adalah X6800 dan sudah beredar di pasaran saat ini meskipun jumlahnya sangat terbatas.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Processor Intel Core 2 yang sudah memakai Intel Core 2 Extreme dengan core Conroe XE ini akan menggantikan posisi dari Processor Pentium 4 EE (Extreme Edition) dan Dual Core Extreme Edition. Core 2 Extreme mempunyai clock speed sebesar 2.93 GHz dan FSB sebesar 1066 MT/s. Keluarga dari Conroe XE memerlukan TDP hanya sebesar 75 sampai 80 Watt. Dalam keadaan full load temperature processor dari X6800 yang dihasilkan tidak akan melebihi 450C. Lain lagi jika fungsi SpeedStep-nya berada dalam keadaan aktif. Jika aktif, maka temperatur processor saat keadaan idle yang dihasilkan oleh X6800 hanya berkisar sekitar 250C. Cukup mengesankan, mengingat pada generasi sebelumnya processor Intel Pentium 4 Extreme Edition menghasilkan panas yang bisa dikatakan sangat tinggi.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Hampir sama seperti Core 2 Duo, Core 2 Extreme memiliki shared L2 cache sebesar 4 MB hanya saja perbedaan yang paling terlihat dari kedua Conroe tersebut adalah kecepatan dari masing-masing clock speednya saja. Sebenarnya untuk sebuah processor sekelas “Extreme Edition”, perbedaan seharusnya bisa lebih banyak lagi, bukan hanya didasarkan pada besar kecilnya clock speed-nya saja. Selain perbedaan clock speed tersebut, Core 2 Extreme mempunyai fitur untuk merubah multipliers sampai 11x (step) untuk mendapatkan hasil overclocking yang maksimal. Fitur-fitur unik lain yang disertakan juga pada Core 2 Extreme Edition kali ini adalah FSB yang lebih besar, L2 cache lebih besar, dan adanya L3 cache.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Intel Core 2 Extreme Edition dengan tipe X6800 mempunyai kinerja 36% lebih tinggi dibandingkan dengan AMD Athlon 64 FX-62. Core 2 Extreme Edition X6800 mampu dioverclock sampai 3.4 GHz hanya dengan menggunakan sebuah heatsink standar saja, kemampuan yang cukup luar biasa kami rasa karena dengan begitu Anda tidak membutuhkan dana tambahan untuk sebuah heatsink.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;ALLENDALE&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;span&gt;            &lt;/span&gt;Core processor ini dipakai oleh processor Core 2 Duo dengan core Conroe yang hanya memiliki 2 MB L2 Cache. Beberapa Core 2 Duo yang memakai Allendale sebagai core processornya adalah E6300 dengan clock speed sebesar 1.86 GHz dan E6400 dengan clock speed 2.13 GHz, keduanya memiliki FSB sebesar 1066 MT/s.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;strong&gt;MEROM&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; &lt;span&gt;             &lt;/span&gt;Merom adalah core processor Intel Core 2 versi mobile pertama yang diluncurkan secara bersamaan dengan Conroe, Conroe XE, dan Allendale. Pada dasarnya, Merom mempunyai spesifikasi dan fitur yang sama dengan Conroe namun Merom mempunyai kelebihan, yaitu ia hanya membutuhkan daya yang sedikit. Pihak Intel sendiri mengklaim bahwa Merom mampu mendongkrak kinerja dari notebook sebesar 20%, namun dengan menggunakan resource daya yang sama dengan processor core duo yang memakai core processor Yonah. Selain itu, Merom adalah processor mobile Intel pertama yang telah mengintegrasikan teknologi EM64T 64-bit di dalamnya. Merom sendiri mempunyai FSB sebesar 667 MT/s sama persis dengan jajaran processor sebelumnya yaitu Intel Core Duo.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Processor Core 2 yang menggunakan core processor Merom diberi label dengan “T5×00” dan “T7×00”. Keduanya mempunyai besar shared L2 cache yang berbeda. Pada T5×00 L2 cache yang diusung adalah sebesar 2 MB, sedangkan pada T7×00 L2 cache-nya adalah sebesar 4 MB.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Beberapa jenis dari Merom adalah T5500 dengan clock speed sebesar 1.66 GHz, T5600 dengan clock speed sebesar 1.83 GHz, T7200 dengan closk speed sebesar 2.00 GHz, T7400 dengan clock speed sebesar 2.16 GHz, dan T7600 dengan clock speed sebesar 2.33 GHz.&lt;/p&gt; &lt;p style=&quot;text-align: justify; text-indent: 36pt;&quot;&gt;Sesuai dengan jenisnya, processor ini didesain oleh intel untuk diaplikasikan ke dalam notebook, karena kelebihannya yang hanya membutuhkan sedikit resource daya dari sebuah baterai notebook untuk bisa bekerja secara maksimal. Sehingga dengan begitu, tidak saja baterai notebook Anda yang akan tahan lebih lama, namun tentu kinerja yang akan Anda dapatkan akan lebih maksimal dibandingkan dengan processor core duo dengan core processor Yonah.&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&amp;gt;   &amp;lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;http://c/DOCUME%7E1/WINDOW%7E1/LOCALS%7E1/Temp/msohtml1/01/clip_image046.jpg&quot; height=&quot;248&quot; width=&quot;277&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Perbedaan Processor antar Generasi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;ol&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Perbedaan Clock Speed.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Perbedaan Besar Canche      Size.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Banyaknya Core dalam suatu      processor.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Processor Baru ( Generasi      Ke 8 ) lebih sedikit mengkonsumsi Daya Listrik.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Georgia;&quot;&gt;Perbedaan pada banyaknya      Bus system dan Bus Address.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt; &lt;/div&gt;                    &lt;small&gt;             &lt;/small&gt;</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2010/01/perkembangan-processor-dari-generasi-ke.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>2</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-2671735768985911752</guid><pubDate>Sat, 02 Jan 2010 03:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-02T10:33:30.897+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Processor</category><title>Perkembangan Processor (lanjutan)</title><description>&lt;p&gt;sesuai dengan postingan sebelumnya tentang perkembangan processor dai waktu ke waktu yang terbengkalai sebelumnya. Kali ini akan kita lanjutkan tetapi akan penulis sadur dari berbagai sumber dan asal. mari kita lanjut kan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Processor 80386 DX&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;386 diluncurkan 17 Oktober 1985. 80386 merupakan CPU 32 bit pertama. Dari titik pandang PC DOS tradisional, bukan sebuah revolusi. 286 yang bagus bekerja secepat 386SX pertama-walaupun menerapkan mode 32 bit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prosessor ini dapat mengalamati memori hingga 4 GB dan mempunyai cara pengalamatan yang lebih baik daripada 286. 386 bekerja pada kecepatan clock 16,20, dan 33 MHz. Belakangan Cyrix dan AMD membuat clones/tiruan-tiruan yang bekerja pada 40 MHz. 386 mengenalkan mode kerja baru disamping mode real dan protected pada 286. Mode baru itu disebut virtual 8086 yang terbuka untuk multitasking karena CPU dapat membuat beberapa 8086 virtual di tiap lokasi memorinya sendiri-sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;80386 merupakan CPU pertama berunjuk kerja baik dengan Windows versi- versi awal..&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;Processor 80386SX&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Chip ini merupakan chip yang tidak lengkap yang sangat terkenal dari 386DX. Prosessor ini hanya mempunyai bus data eksternal 16 bit berbeda dengan DX yang 32 bit. Juga, SX hanya mempunyai jalur alamat 24. Oleh karena itu, prosessor ini hanya dapat&lt;span id=&quot;more-123&quot;&gt;&lt;/span&gt; mengalamati maksimum RAM 16 MB. Prosessor ini bukan 386 yang sesungguhnya, tetapi motherboard yang lebih murah membuatnya sangat terkenal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Processor 80486 DX&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;80486 dikeluarkan 10 April 1989 dan bekerja dua kali lebih cepat dari pendahulunya. Hal ini dapat terjadi karena penanganan perintah-perintah x86 yang lebih cepat, lebih-lebih pada mode RISC. Pada saat yang sama kecepatan bus dinaikkan, tetapi 386DX dan 486DX merupakan chip 32 bit. Sesuatu yang baru dalam 486 ialah menjadikan satu math coprocessor/prosesor pembantu matematis.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebelumnya, math co-processor yang harus dipasang merupakan chip 387 yang terpisah, 486 juga mempunyai cache L1 8 KB.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Processor 80486 SX&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prosessor ini merupakan chip baru yang tidak lengkap. Math co-processor dihilangkan dibandingkan 486DX.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Processor Cyrix 486SLC&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cyrix dan Texas Instruments telah membuat serngkaian chip 486SLC. Chip-chip tersebut menggunakan kumpulan perintah yang sama seperti 486DX, dan bekerja secara internal 32 bit seperti DX. Tetapi secara eksternal bekerja hanya pada 16 bit (seperti 386SX). Oleh karena itu, chip-chip tersebut hanya menangani RAM 16 MB. Lagipula, hanya mempunyai cache internal 1 KB dan tidak ada mathematical co-processor. Sesungguhnya chip-chip tersebut hanya merupakan perbaikan 286/386SX. Chip-chip tersebut bukan merupakan chip-chip clone. Chip-chip tersebut mempunyai perbedaan yang mendasar dalam arsitekturnya jika dibandingkan dengan chip Intel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Processor IBM 486SLC2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IBM mempunyai chip 486 buatan sendiri. Serangkaian chip tersebut diberi nama LC2 dan SLC3. Yang terakhir dikenal sebagai Blue Lightning. Chip-chip ini dapat dibandingkan dengan 486SX Intel, karena tidak mempunyai mathematical coprocessor yang menjadi satu. Tetapi mempunyai cache internal 16 KB (bandingkan dengan Intel yang mempunyai 8 KB). Yang mengurangi unjuk kerjanya ialah antarmuka bus dari chip 386. SLC2 bekerja pada 25/50 MHz secara eksternal dan internal, sedangkan chip SLC3 bekerja pada 25/75 dan 33/100 MHz. IBM membuat chip-chip ini untuk PC mereka sendiri dengan fasilitas mereka sendiri, melesensi logiknya dari Intel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Perkembangan 486 Selanjutnya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;DX4; Prosessor-prosessor DX4 Intel mewakili sebuah peningkatan 80486. Kecepatannya tiga kali lipat dari 25 ke 75 MHz dan dari 33 ke 100 MHz. Chip DX4 lainnya dipercepat hingga dari 25 ke 83 MHz. X4 mempunyai cache internal 16 KB dan bekerja pada 3.3 volt. DX dan DX2 hanya mempunyai cache 8 KB dan memerlukan 5 volt dengan masalah panas bawaan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;em&gt;Tabel CPU dan FPU&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;CPU FPU ‘&lt;br /&gt;8086 8087&lt;br /&gt;80286 80287&lt;br /&gt;80386 80387&lt;br /&gt;80486DX Built in / di dalam&lt;br /&gt;80486SX Tidak ada&lt;br /&gt;Pentium dan sesudahnya Di dalam&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentium Classic (P54C)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Chip ini dikembangkan oleh Intel dan dikeluarkan pada 22 Maret 1993. Prosessor&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pentium merupakan super scalar, yang berarti prosessor ini dapat menjalankan lebih dari satu perintah tiap tik clock. Prosessor ini menangani dua perintah tiap tik, sebanding dengan dua buah 486 dalam satu chip. Terdapat perubahan yang besar dalam bus sistem : lebarnya lipat dua menjadi 64 bit dan kecepatannya meningkat menjadi 60 atau 66 MHz.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sejak itu, Intel memproduksi dua macam Pentium yang bekerja pada sistem bus 60 MHz (P90, P120, P150, dan P180) dan sisanya, bekerja pada 66 MHz(P100, P133,P166, dan P200).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cyrix 6×86&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Chip dari perusahaan Cyrix yang diperkenalkan 5 Februari 1996 ini merupakan tiruan Pentium yang murah.Chip ini kompatibel dengan Pentium, karena cocok dengan Socket 7. Cyrix memasarkan CPU-CPUnya dengan membandingkan pada frekuensi clock Intel.&lt;br /&gt;Cyrix 6×86 dikenal dengan unjuk kerja yang buruk pada floating pointnya. Cyrix mempunyai masalah saat menjalankan NT 4.0.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AMD (Advanced Micro Devices)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pentium-pentium AMD seperti chip-chip yang ditawarka oleh Intel bersaing dengan ketat. AMD menggunakan teknologi- teknologi mereka sendiri. Oleh karena itu, prosesornya bukan merupakan clone-clone. AMD mempunyai seri sebagai berikut : - K5, dapat disamakan dengan Pentium-pentium Classic (dengan cache L1 16 KB dan tanpa MMX).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;- K6, K6-2, dan K6-3 bersaing dengan Pentium MMX dan Pentium II.&lt;br /&gt;- K7 Athlon, Agustus 1999, tidak kompatibel dengan Socket 7.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AMD K5&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;K5 merupakan tiruan Pentium. K5 lama sebagai contoh dijual sebagai PR133 (Perform Rating). Maksudnya, bahwa chip tersebut akan berunjuk kerja seperti sebuah Pentium P133. Tetapi, hanya berjalan 100 MHz secara internal. Chip tersebut masih harus dipasang pada motherboard seperti sebuah P133.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;K5 AMD juga ada yang PR166. Chip ini dimaksudkan untuk bersaing dengan P166 Intel. Bekerja hanya pada 116.6 MHz (1.75 x 66 MHz) secara internal. Hal ini dikarenakan cache yang dioptimasi dan perkembangan-perkembangan baru lainnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hanya ada fitur yang tidak sesuai dengan P166 yaitu dalam kerja floating-point.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;PR133 dan PR166 berharga jauh lebih murah dari jenis Pentium yang sebanding, dan prosessor ini sangat terkenal pada mesin-mesin dengan harga yang murah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentium MMX (P55C)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pentium-pentium P55C diperkenalkan 8 Januari 1997. MMX merupakan kkumpulan perintah baru ( 57 integer baru, 4 jenis data baru dan 8 register 64 bit), yang menambah kemampuan CPU tersebut. Perintah-perintah MMX dirancang untuk program-program multimedia. Pemrogram dapat menggunakan perintahperintah ini dalam program-programnya. Hal ini akan memberikan perbaikan dalam menjalankan program.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;IDT Winchip&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;IDT merupakan perusahaan yang lebih kecil yang menghasilkan CPU seperti Pentium MMX dengan harga murah. WinChip C6 pertama IDT diperkenalkan pada Mei 1997.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AMD K6&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;K6 AMD diluncurkan 2 April 1997 . Chip ini berunjuk kerja sedikit lebih baik dari pentium MMX. Oleh karena itu termasuk dalam keluarga P6.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Dilengkapi dengan 32+32 KB cache L1 dan MMX.&lt;br /&gt;· Berisi 8.8 juta transistor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;K6 seperti halnya K5 kompatibel dengan Pentium. Maka, dapat diletakkan di Socket 7, pada motherboard Pentium umumnya, dan ini segera membuat K6 menjadi sangat terkenal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cyrix 6×86MX (MII)&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Cyrix juga mempunyai chip dengan unjuk kerja tinggi, berada diantara generasi ke- 5 dan ke-6. Jenis pertama didudukkan melawan chip Pentium MMX dari Intel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jenis berikutnya dapat dibandingkan dengan K6. Prosessor kelompok P6 yang powerful dari Cyrix diumumkan sebagai “M2”. Diperkenalkan pada 30 Mei 1997 namanya menjadi 6×86MX. Kemudian diberi nama MII. Chip 6×86MX ini kompatibel dengan Pnetium MMX dan dipasangkan pada motherboard Socket 7 biasa, 6×86MX mempunyai 64 KB cache L1 internal. Cyrix juga memanfaatkan teknologi yang tidak ditemukan di dalam Pentium MMX.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6X86MX secara khusus dibandingkan dengan CPU generasi ke-6 lainnya (Pentium II dan Pro dan K6) karena tidak bekerja berdasar kernel RISC. 6X86MX menjalankan perintah CISC asli seperti Pentium MMX.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6X86MX mempunyai – seperti semua prosessor dary Cyrix – masalah yang berhubungan dengan unit FPU. Tetapi, jika hanya digunakan untuk aplikasi standart, hal ini bukan masalah. Masalah akan muncul jika memainkan game 3D. 6×86MX chip yang cukup powerful. Tetapi chip-chip ini tidak punya FPU dan MMX yang berunjuk kerja baik. Chip-chip ini tidak memasukkan teknologi 3DNow!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kecepatan Internal dan Eksternal 6×86MX&lt;/p&gt; &lt;p&gt;6×8MX Kecepatan internal Kecepatan eksternal&lt;br /&gt;PR166 150 MHz                   60 MHz&lt;br /&gt;PR200 166 MHz                  66 MHz&lt;br /&gt;PR233 188 MHz                   75 MHz&lt;br /&gt;PR266 225 MHz                   75 MHz&lt;br /&gt;PR300 233 MHz                   66 MHz&lt;br /&gt;PR333 255 MHz                   83 MHz&lt;br /&gt;PR433 285 MHz                   95 MHz&lt;br /&gt;PR466 333 MHz                   95 MHz&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dua jenis 6X86MX dan MII, pada 14 April 1998 versi Cyrix MII diluncurkan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Chip ini sebenarnya chip yang sama dengan 6×86MX hanya bekerja pada frekuensi clock yang lebih tinggi. Selanjutnya tegangannya dikurangi hingga 2.2 volt.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AMD K6-2&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Versi “model 8” berikutnya K6 mempunyai nama sandi “Chomper”. Prosessor ini&lt;/p&gt; &lt;p&gt;pada 28 Mei 1998 dipasarkan sebagai K6-2, dan seperti versi model 7 K6 yang asli, dibuat dengan teknologi 0.25 mikron. Chip-chip ini bekerja hanya dengan 2.2 voltage. Chip ini berhasil menjadi saingan Pentium II Intel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;K6-2 dibuat untuk bus front side (bus sistem) pada kecepatan 100 MHz dan motherboard Super 7. AMD membuat perusahaan lain seperti Via dan Alladin, membuat chip set baru untuk motherboard Socket 7 tradisional, setelah Intel tahu 1997 menghentikan platform tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;K6-2 juga diperbaiki dengan unjuk kerja MMX yang dua kali lebih baik dibandingkan dengan K6 yang awal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;K6-2 mempunyai plug-in 3D baru (disebut 3DNow!) untuk unjuk kerja game yang lebih baik. Terdiri dari 21 perintah baru yang dapat digunakan oleh pengembang perangkat lunak untuk memberikan unjuk kerja 3D yang lebih baik.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dukungan termasuk dalam DirectX 6.0 untuk Windows. DirectX merupakan multimedia API, untuk Windows. DirectX merupakan beberapa program yang dapat meningkatkan unjuk kerja multimedia di dalam semua program Windows.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Multimedia 3DNow! tidak kompatibel dengan MMX, tetapi K6-2 mempunyai MMX sebaik 3DNow!. Cyrix dan IDT juga meluncurkan CPU dengan 3DNow!.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;K6-2 memberi unjuk kerja sangat, sangat bagus. Anda dapat membandingkan prosessor ini dengan Pentium II. K6-2 350 MHz berunjuk kerja sangat mirip dengan Pentium II-350, tetapi dijual dengan lebih murah. Dan dapat menghemat lebih banyak sebab motherboard yang lebih murah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;K6-2 Dengan Bus dan Clock-nya&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;K6-2 Bus Clock&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;266 MHz 66 MHz 4.0 x 66 MHz&lt;br /&gt;266 MHz 88 MHz 3.0 x 88 MHz&lt;br /&gt;300 MHz 100 MHz 3.0 x 100 MHz&lt;br /&gt;333 MHz 95 MHz 3.5 x 95 MHz&lt;br /&gt;350 MHz 100 MHz 3.5 x 100 MHz&lt;br /&gt;380 MHz 95 MHz 4.0 x 95 MHz&lt;br /&gt;400 MHz 100 MHz 4.0 x 100 MHz&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentium Pro (1995)&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengembangan Pentium Pro dimulai 1991, di Oregon. Diperkenalkan pada 1 November, 1995 . Pentium Pro merupakan prosessor RISC murni, dioptimasi untuk pemrosesan 32 bit pada Windows NT atau OS/2. Fitur yang baru ialah bahwa cache L2 yang menjadi satu Chip raksasa, dengan chip empat persegi panjang dan Socket-8nya. Unit CPU dan cache L2 merupakan unit yang terpisah di dalam chip ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentium II (&lt;/strong&gt;&lt;strong&gt;1997)&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Pentium Pro “Klamath” merupakan nama sandi prosessor puncak Intel. Prosessor ini mengakhiri seri Pentium Pro yang sebagian terdapat pengurangan dan sebagaian terdapat perbaikan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Diperkenalkan 7 Mei 1997, Pentium II mempunyai fitur- fitur :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· CPU diletakkan bersama dengan 512 KB L2 di dalam sebuah modul SECC (Single&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Edge Contact Cartridge)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Terhubung dengan motherboard menggunakan penghubung/konektor slot one dan bus&lt;/p&gt; &lt;p&gt;P6 GTL+.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Perintah-perintah MMX.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Perbaikan menjalankan program 16 bit (menyenangkan bagi pengguna Windows 3.11)&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Penggandaan dan perbaikan cache L1 (16 KB + 16 KB).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Kecepatan internal meningkat dari 233 MHz ke 300 MHz (versi berikutnya lebih&lt;/p&gt; &lt;p&gt;tinggi).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Cache L2 bekerja pada setengah kecepatan CPU.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan rancangan yang baru, cache L2 mempunyai bus sendiri. Cache L2 bekerja&lt;/p&gt; &lt;p&gt;pada setengah kecepatan CPU, seperti 133 MHz atau 150 MHz. Jelas merupakan sebuah kemunduran dari Pentium Pro, yang dapat bekerja pada 200 MHz antara CPU dan cache L2. Hal ini dijawab dengan cache L1. Dibawah ini terlihat perbandingan tersebut :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pentium II telah tersedia dalam 233, 266, 300, 333,350, 400, 450, dan 500 MHz&lt;/p&gt; &lt;p&gt;(kecepatan yang lebih tinggi segera muncul). Dengan chip set 8244BX dan i810 Pentium II mempunyai unjuk kerja yang baik sekali.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pentium II berbentuk kotak plastik persegi empat besar, yang berisi CPU dan cache.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Juga terdapat kontroler kecil (S824459AB) dan kipas pendingin dengan ukuran yang besar.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Perbedaan CPU dengan Cache&lt;br /&gt;CPU Laju pemindahan Kecepatan Laju pemindahan&lt;br /&gt;‘ L1 clock L2 L2 ,&lt;br /&gt;Pentium 200 777 MB/det. 66 MHz 67 MB/det.&lt;br /&gt;Pentium 200 MMX 790 MB/det 66 MHz 74 MB/det&lt;br /&gt;Pentium Pro 200 957 MB/det 200 MHz 316 MB/det&lt;br /&gt;Pentium II 266 MHz 1,175 MB/det 133 MHz 221 MB/det&lt;br /&gt;Pentium-II Celeron&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Awal 1998 Intel mempunyai masa yang sulit dengan Pentium Pro II yang agak mahal. Banyak pengguna membeli AMD K6-233M, yang menawarkan unjuk kerja sangat baik pada harga yang layak.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Maka Intel membuat merek CPU baru yang disebut Celeron. Prosesor ini sama dengan Pnetium II kecuali cache L2 yang telah dilepas. Prosessor ini dapat disebut Pentium II-SX. Pada 1998 Intel mengganti Pentium MMX-nya dengan Celeron pertama. Kemudian rancangannya diperbaiki.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Cartridge Celeron sesuai dengan Slot 1 dan bekerja pda sistem bus 66 MHz. Clock internal bekerja pada 266 atau 300 MHz.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentium-II Celeron A : Mendocino&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Bagian yang menarik dari cartridge baru dengan 128 KB cache L2 di dalam CPU. Hal ini memberikan unjuk kerja yang sangat baik, karena cache L2 bekerja pada kecepatan CPU penuh. Celeron 300A merupakan sebuah chip dalam kartu :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentium-II Celeron PPGA : Socket 370&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Socket 370 baru untuk Celeron. Prosessor 400 dan 366 MHz (1999) tersedia dalam plastic pin grid array (PPGA). Socket PGA370 terlihat seperti Socket 7 tradisional.yang mempunyai 370 pin.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentium-II Xeon&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pada 26 Juali 1998 Intel mengenalkan cartridge Pentium II baru yang diberi nama Xeon. Ditujukan untuk server dan pemakai high-end.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Xeon merupakan Pentium II degnan cartridge baru yang sesuai konektor baru yang disebut Slot two. Modul ini dua kal lebih tinggi dari Pentium II, tetapi ada perubahan dan perbaikan penting lain :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Chip RAM cache L2 jenis baru: CSRAM (Custom SRAM), yang bekerja pada kecepatan CPU penuh.&lt;br /&gt;· Ukuran cache L2 yang berbeda : 512, 1024, atau 2048 KB RAM L2.&lt;br /&gt;· Memori RAM hingga 8 GB dapat di-cache.&lt;br /&gt;· Hingga empat atau delapan Xeon dalam satu server.&lt;br /&gt;· Mendukung server yang dicluster.&lt;br /&gt;· Chip set baru 82440GX dan 82450NX.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Chip Xeon bekerja pada kecepatan clock CPU penuh. Dapat diperkirakan, bahwa akan mempunyai unjuk kerja yang sama seperti cache L1. Tetapi antarmuka dari L1 ke L2 bernilai beberapa tik clock pada awal tiap perpindahan, sehingga ada beberapa kelambatan. Tetapi jika data sudah dipindahkan, bekerja pada kecepatan clock penuh.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AMD K6-3&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;AMD K6-3 merupakan model 9 dengan nama sandi “Sharptooth”, yang mungkin memiliki cache tiga tingkat :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Sedikit perbaikan dibandingkan unit K6-2&lt;br /&gt;· Cache L2 sebesar 258 KB satu chip&lt;br /&gt;· Rancangan cache tiga tingkat&lt;br /&gt;· Bus front side 133 MHz baru.&lt;br /&gt;· Kecepatan clock 400 MHz dengan 450 MHz.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Kedua cache 64 KB L1 dan 256 KB L2 disatukan dengan chipnya. Cache pada die L2 ini bekerja pada kecepatan prosesor penuh seperti yang dilakukan pada Pentium Pro, dan seperti yang dilakukan pada Celeron A dan pada prosessor Xeon dari Intel.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal ini secara pasti akan banyak meningkatkan kecepatan K6 !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Karena K6-3 digunakan pada motherboard Super 7 dan ruang untuk cache tingkat berikutnya cache L3. Perancangan cache tiga tingkat dibuat untuk menggunakan motherboard yang sudah ada hingga 2 MB cache yang on-board. Ini seharusnya merupakan cache L2 (pada motherboard) yang digunakan sebagai cache tingkat tiga. Hal ini terjadi secara otomatis, dan semakin besar cache namapak akan banyak meningkatkan unjuk kerjanya !&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentium III – Katmai&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;CPU P6 pertama dari Intel ialah Pentium Pro. Kemudian didapatkan PentiumII dalam pelbagai jenis. Dan yang terakhir adalah Pentium III. Maret 1999 Intel mengenalkan kumpulan MMX2 baru yang ditingkatkan untuk perintayh grafis (diantaranya 70 buah). Perintah ini disebut Katmai New Instructions (KNI) /Perintah Baru Katmai atau SSE. Perintah ini ditujukan untuk meningkatkan unjuk kerja game 3D – seperti teknologi 3DNow! AMD. Katmai memasukkan “double precision floating-point single instruction multiple data”/”floating point dengan ketelitian ganda satu perintah banyak data” (atau DPFS SIMD untuk singkatnya) yang bekerja dalam delapan register 128 bit.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;KNI diperkenalkan pada Pentium III 500 MHz baru. Prosessor ini sangat mirip dengan Pentium II. Menggunakan Slot 1, dan hanya berbeda pada fitur baru seperti pemaikaian Katmai dan SSE.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prosessor ini dipasangkan pada motherboard dengan chip set BX dan slot 1.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Prosesor ini mempunyai beberapa fitur :&lt;br /&gt;· Nomer pengenal&lt;br /&gt;· Register baru dan 70 perintah baru&lt;br /&gt;Akhirnya kecepatan clock dinaikkan hingga 500 MHz dengan ruang untuk peningkatan lebih lanjut. Pentium III Xeon (dengan nama sandi Tanner) diperkenalkan 17 Maret 1999. Chip Xeon diperbarui dengan semua fitur baru dari Pentium III. Untuk memanfaatkannya Intel telah mengumumkan chip set Profusion.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Nomer pengenal PSN (Processor Serial Number), unik untuk tiap CPU, telah menyebabkan banyak pembicaraan masalah keamanan. Nomer ini bernilai 96 bit yang diprogram secara elektronik ke dalam tiap chiop. Sesungguhnya ini berarti inisiatif yang sangat bijaksana, yang dapat membuat perdagangan elektronik dan penyandian dalam Internet menjadi aman dan efektif.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;AMD K-7 Athlan&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Processor AMD utama yang sangat menggemparkan Athlon (K7) diperkenalkan Agustus 1999. Tanggapan Intel (nama sandi Foster) tidak dapat diharapkan hingga akhir tahun 2000. Dalam bulan-bulan pertama, pasar menanggapi Athlan sangat positif. Nampaknya (seperti yang diharapkan) untuk mengungguli Pentium III pada frekuensi clock yang sama.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Seperti modul pada Pentium II , yang rancangannya sepenuhnya milik AMD. Socket tersebut disebut Slot A.&lt;br /&gt;· Kecepatan clock 600 MHz merupakan versi pertama.&lt;br /&gt;· Cache L2 mencapai 8 MB (minimum 512 KB, tanpa tambahan TAG-RAM).&lt;br /&gt;· Cache L1 128 KB.&lt;br /&gt;· Berisi 22 juta transistor (Pentium III mempunyai 9.3 juta).&lt;br /&gt;· Bus jenis baru&lt;br /&gt;. Jenis bus sistem yang benar-benar baru, yang pada versi pertama akan bekerja pada 200 MHz. Peningkatan hingga 400 MHz diharapkan kemudian. Kecepatan RAM 200&lt;/p&gt; &lt;p&gt;MHz merupakan dua kali lebih cepat daripada semua CPU Intel yang ada. Kecepatan yang tinggi ini akan memerlukan RAM cepat yang baru untuk memperoleh keuntungan penuh dari akibat ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Bus backside yang bebas, yang menghubungkan cache L2. Disini kecepatan clock dapat menjadi ¼, 1/3, 2/3 atau sama dengan frekuensi CPU internal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu merupakan sistem yang sama seperti yang digunakan pada sistem P6 dimana kecepatan L2 bisa setengah (Celeron, Pentium II dan III) atau kecepatan CPU penuh (seperti Xeon).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Pengkodean yang berat dan DPU&lt;br /&gt;· Tiga pengkode perintah menerjemahkan perintah program RISCx86 ke perintah RISC yang efektif, ROP, dimana hingga 9 perintah dapat dijalankan secara sererntak. Uji coba pertama menunjukkan pengkodean 2.8 perintah CISC tiap putaran clock. Hal ini kira-kira 30% lebih baik dari Pentium II dan III.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Dapat menangani dan menyusun kembali hingga 72 perintah (diluar ROP) secara serentak (Pentium III dapat melakukan 40, K6-2 hanya 24).&lt;br /&gt;· Unjuk kerja FPU yang hebat dengan tiga perintah serentak dan satu GFLOP pada 500 floating point. Dua GFLOP dengan perintah MMX dan 3DNow!&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Hal itu sedikitnya sama dengan unjuk kerja Pentium III dengan memanfaatkan secara penuh Katmai. Mesin 3DNow! bahkan sudah diperbaiki dibandingkan pada K6-3.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Unjuk kerja Athlon&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Processor FPU Winmark&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;Intel Pentium III/500 2562&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;/strong&gt;AMD Athlon / 500 MHz 2767&lt;br /&gt;· AMD tidak punya lisensi untuk menggunakan rancang bangun Slot 1, sehingga rangkaian logika kontroler datang dari Digital Equipment Corp.&lt;br /&gt;Disebut EV6 dan dirancang untuk CPU Alpha 21264. Perusahaan AMD merencanakan untuk mengembangkan chip set mereka sendiri, tetapi rancang bangunnya akan menjadi bebas royalti untuk digunakan. Hal ini menjadikan prosessor pertama AMD yang menggunakan motherboard dan chip set yang dirancang khusus oleh AMD sendiri.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Penggunaan bus EV6 memberi banyak lebar band daripada Intel GTL+. Hal ini berarti bahwa Athlon mempunyai kemampuan untuk bekerja dengan jenis RAM baru seperti RDRAM. Juga penggunaan 128 KB cache L1 yang cukup berat. Cache L1 penting jika kecepatan clock meningkat dan 128 KB dua kali dari ukuran milik Pentium II.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Athlon akan hadir dalam beberapa versi. Versi “paling lambat” mempunyai cache L2 yang bekerja sepertiga kecepatan CPU, dimana yang paling bagus akan bekerja pada kecepatan CPU penuh (seperti yang dilakukan oleh Xeon). Athlon akan memberi persainga n Intel dalam segala lapisan termasuk server, yang dapat dibandingkan dengan prosessor Xeon.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;PERKEMBANGAN PROCESSOR BERBASIS INTEL&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ada banyak macam processor yang tersedia saat ini. Beberapa didesain untuk kebutuhan pada komputer portable, yang lainnya khusus didesain untuk penggunaan multi media. Pembahasan berikut ini menerangkan secara sekilas tentang tipe prosesor berbasis Intel secara umum beserta fitur- fiturnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;MMX Technology&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Teknologi MMX dari Intel didesain untuk meningkatkan performa multimedia dan aplikasi komunikasi. Sebelum adanya MMX, beberapa processor secara terpisah digunakan untuk mengimplementasikan komunikasi dan suara dalam system komputer. Dengan desain MMX, teknologi ini dapat ditambahkan ke dalam desain dari processor. Hal ini berarti himpunan instruksi yang dimiliki oleh processor dioptimalkan untuk menangani bidang multimedia dan program komunikasi. MMX menambahkan 57 instruksi baru ke dalam himpunan instruksi dasar dari processor.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Instruksi- instruksi ini dioptimalkan untuk dapat melakukan eksekusi dengan cepat.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Tipe data baru dan 64 bit registers juga ditambahkan untuk mendukung teknologi MMX.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentium II&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Processor utama ini memiliki fitur :&lt;br /&gt;· Kecepatan yang berkisar antara 233MHz sampai 450MHz (di tahun 1999)&lt;br /&gt;· Cocok untuk workstations maupun servers&lt;br /&gt;· Menggunakan single edge contact cartridge, 242 pins&lt;br /&gt;· Termasuk 512KB level two cache&lt;br /&gt;· 32KB dari level one cache dibagi menjadi 16KB data dan 16KB instruksi cache&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentium Pro&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Rangkaian Prosessor ini sesuai untuk high-end servers yang membutuhkan sampai 4 processor. Fitur yang dimilikinya :&lt;br /&gt;· sesuai untuk high end workstations dan servers&lt;br /&gt;· kecepatannya 150, 166, 180 dan 200MHz&lt;br /&gt;· dapat diskalakan sampai 4 processors dalam sistem multiprocessor&lt;br /&gt;· dioptimalkan sampai dapat menjalankan aplikasi 32 bit.&lt;br /&gt;· 8K/8K data terpisah dan instruksi level one cache&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Cerelon Processor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Processor Cerelon didesain untuk pemakaian pasar konsumen di rumahan. Processor ini memiliki fitur :&lt;br /&gt;· kecepatan berkisar dari 266 sampai 500MHz (di tahun 1999)&lt;br /&gt;· Mirip dengan Pentium II processor&lt;br /&gt;· Versi 300 dan 333MHz termasuk 128K dari level two cache&lt;br /&gt;· level one cache 32K (terdiri dari 16K instruksi dan 16K data)&lt;br /&gt;· meliputi teknologi MMX&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pentium III Processor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Berdasarkan pada mikro arsitektur P6, merupakan media Intel MMX yang ditingkatkan dengan penyediaan Streaming SIMD Extensions. Diaman terdapat 70 instruksi baru yang memungkinkan penggambaran image tingkat lanjut, grafik 3D, audio dan video, dan pengenalan percakapan. Fitur barunya adalah processor serial number, yaitu suatu nomer elektronik yang ditambahkan ke setiap Processor Pentium III, yang dapat digunakan oleh departement IT untuk manajemen informasi/asset.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Processor ini memiliki fitur :&lt;br /&gt;· kecepatan berkisar 450MHz, 500MHz, 550MHz dan 600MHz (di tahun 1999)&lt;br /&gt;· 70 Instruksi baru&lt;br /&gt;· Intel® Processor Serial Number&lt;br /&gt;· P6 Microarchitecture&lt;br /&gt;· 100MHz system bus&lt;br /&gt;· 512K Level Two Cache&lt;br /&gt;· Intel® 440BX chipset&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Xeon Pentium III Processor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Merupakan processor yang dapat diskalakan (multiprocessor) sebanyak 2, 4, 8 atau lebih dan didesain secara khusus untuk mid-range dan server/workstations yang lebih tinggi tingkatannya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Processor ini memiliki fitur :&lt;/p&gt; &lt;p&gt;· Sesuai untuk high end workstations atau high end servers&lt;br /&gt;· Kecepatan berkisar dari 500 sampai 550MHz (di tahun 1999)&lt;br /&gt;· Mendukung penskalaan multiprocessor&lt;br /&gt;· Memiliki processor serial number&lt;br /&gt;· 32KB (16KB data /16KB instruction) nonblocking, L1 cache&lt;br /&gt;· 512Kbytes L2 cache&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2000: Intel® Pentium® 4 Processor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Processor Pentium IV merupakan produk Intel yang kecepatan prosesnya mampu menembus kecepatan hingga 3.06 GHz. Pertama kali keluar processor ini berkecepatan 1.5GHz dengan formafactor pin 423, setelah itu intel merubah formfactor processor Intel Pentium 4 menjadi pin 478 yang dimulai dari processor Intel Pentium 4 berkecepatan 1.3 GHz sampai yang terbaru yang saat ini mampu menembus kecepatannya hingga 3.4 GHz.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2001: Intel® Xeon® Processor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Processor Intel Pentium 4 Xeon merupakan processor Intel Pentium 4 yang ditujukan khusus untuk berperan sebagai computer server. Processor ini memiliki jumlah pin lebih banyak dari processor Intel Pentium 4 serta dengan memory L2 cache yang lebih besar pula.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2001: Intel® Itanium® Processor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itanium adalah processor pertama berbasis 64 bit yang ditujukan bagi pemakain pada server dan workstation serta pemakai tertentu. Processor ini sudah dibuat dengan struktur yang benar-benar berbeda dari sebelumnya yang didasarkan pada desain dan teknologi Intel’s Explicitly Parallel Instruction Computing ( EPIC ).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2002: Intel® Itanium® 2 Processor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Itanium 2 adalah generasi kedua dari keluarga Itanium&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2003: Intel® Pentium® M Processor&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Chipset 855, dan Intel® PRO/WIRELESS 2100 adalah komponen dari Intel® Centrino™. Intel Centrino dibuat untuk memenuhi kebutuhan pasar akan keberadaan sebuah komputer yang mudah dibawa kemana-mana.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2004: Intel Pentium M 735/745/755 processors&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dilengkapi dengan chipset 855 dengan fitur baru 2Mb L2 Cache 400MHz system bus dan kecocokan dengan soket processor dengan seri-seri Pentium M sebelumnya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2004: Intel E7520/E7320 Chipsets&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;7320/7520 dapat digunakan untuk dual processor dengan konfigurasi 800MHz FSB, DDR2 400 memory, and PCI Express peripheral interfaces.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2005: Intel Pentium 4 Extreme Edition 3.73GHz&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebuah processor yang ditujukan untuk pasar pengguna komputer yang menginginkan sesuatu yang lebih dari komputernya, processor ini menggunakan konfigurasi 3.73GHz frequency, 1.066GHz FSB, EM64T, 2MB L2 cache, dan HyperThreading.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2005: Intel Pentium D 820/830/840&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Processor berbasis 64 bit dan disebut dual core karena menggunakan 2 buah inti, dengan konfigurasi 1MB L2 cache pada tiap core, 800MHz FSB, dan bisa beroperasi pada frekuensi 2.8GHz, 3.0GHz, dan 3.2GHz. Pada processor jenis ini juga disertakan dukungan HyperThreading.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2006: Intel Core 2 Quad Q6600&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Processor untuk type desktop dan digunakan pada orang yang ingin kekuatan lebih dari komputer yang ia miliki memiliki 2 buah core dengan konfigurasi 2.4GHz dengan 8MB L2 cache (sampai dengan 4MB yang dapat diakses tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power ( TDP )&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;2006: Intel Quad-core Xeon X3210/X3220&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Processor yang digunakan untuk tipe server dan memiliki 2 buah core dengan masing-masing memiliki konfigurasi 2.13 dan 2.4GHz, berturut-turut , dengan 8MB L2 cache ( dapat mencapai 4MB yang diakses untuk tiap core ), 1.06GHz Front-side bus, dan thermal design power.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Disadur dari berbagai &lt;a href=&quot;http://tz-mrriuz.blogspot.com/2007/09/perkembangan-processor.html&quot;&gt;sumber&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://cyberkiosonline.wordpress.com/2007/06/06/sejarah-perkembangan-mikroprocessor/&quot;&gt;asal&lt;/a&gt;. &lt;strong&gt;&lt;em&gt;(fle/lit).&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2010/01/perkembangan-processor-lanjutan.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-1109708770734818579</guid><pubDate>Sat, 02 Jan 2010 03:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2010-01-02T10:30:26.112+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Processor</category><title>Sejarah processor</title><description>mikroprosesor adalah sebuah IC (Integrated Circuit) yang digunakan sebagai otak/pengolah utama dalam sebuah sistem komputer.&lt;br /&gt;Mikroprosesor merupakan hasil dari pertumbuhan semikonduktor.&lt;br /&gt;Pertama kali MIkroprosesor dikenalkan pada tahun 1971 oleh Intel Corp,&lt;br /&gt;yaitu Mikroprosesor Intel 4004 yang mempunyai arsitektur 4 bit.&lt;br /&gt;Dengan penambahan beberapa peripheral (memori, piranti I/O, dsb) Mikroprosesor 4004 di ubah menjadi komputer kecil oleh intel.&lt;br /&gt;&lt;span id=&quot;more-124&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kemudian mikroprosesor ini di kembangkan lagi menjadi 8080 (berasitektur 8bit), 8085, dan kemudian 8086 (berasitektur 16bit).&lt;br /&gt;Dilaen pihak perusahaan semikonduktor laen juga memperkenalkan dan mengembangkan mikroprosesor antara lain Motorola dengan M6800, dan Zilog dengan Z80nya.&lt;br /&gt;Mikroprosesor Intel yang berasitektur 16 bit ini kebanyakan di akhiri oleh angka 86,&lt;br /&gt;akan tetapi karena nomor tidak dapat digunakan untuk merek dagang mereka menggantinya dengan nama pentium untuk merek dagang Mikroprosesor generasi kelima mereka.&lt;br /&gt;Arsitektur ini telah dua kali diperluas untuk mengakomodasi ukuran word yang lebih besar.&lt;br /&gt;Di tahun 1985, Intel mengumumkan rancangan generasi 386 32-bit yang menggantikan rancangan generasi 286 16-bit.&lt;br /&gt;Arsitektur 32-bit ini dikenal dengan nama x86-32 atau IA-32 (singkatan dari Intel Architecture, 32-bit). Kemudian pada tahun 2003, AMD memperkenalkan Athlon 64, yang menerapkan secara lebih jauh pengembangan dari arsitektur ini menuju ke arsitektur 64-bit, dikenal dengan beberapa istilah x86-64, AMD64 (AMD), EM64T atau IA-32e (Intel), dan x64 (Microsoft).&lt;br /&gt;Untuk melihat sejarah perkembangan komponen elektronik bisa dilihat dibawah ini:&lt;br /&gt;1904: Dioda tabung pertama kali diciptakan oleh seorang ilmuwan dari Inggris yang bernama Sir John Ambrose Fleming (1849-1945)&lt;br /&gt;1906: ditemukan trioda hasil pengembangan dioda tabung oleh seorang ilmuwan Amerika yang bernama Dr. Lee De Forest. Yang kemudian terciptalah tetroda dan pentode.&lt;br /&gt;Akan tetapi penggunaan dari tabung hampa tersebut tergeser pada tahun 1960 setelah ditemukannya komponen semikonduktor.&lt;br /&gt;1947: Transistor diciptakan di labolatorium Bell.&lt;br /&gt;1965: Gordon Moore dari Fairchild semiconductor dalam sebuah artikel untuk majalan elektronik mengatakan bahwa chip semikonduktor berkembang dua kali lipat setiap dua tahun selama lebih dari tiga dekade.&lt;br /&gt;1968: Moore, Robert Noyce dan Andy Grove menemukan Intel Corp. untuk menjalankan bisnis “INTegrated ELectronics.”&lt;br /&gt;1969: Intel mengumumkan produk pertamanya, RAM statis 1101, metal oxide semiconductor (MOS) pertama di dunia. Ia memberikan sinyal pada berakhirnya era memori magnetis.&lt;br /&gt;1971: Intel meluncurkan mikroprosesor pertama di dunia, 4-bit 4004, yang didesain oleh Federico Faggin.&lt;br /&gt;1972: Intel mengumumkan prosesor 8-bit 8008. Bill Gates muda dan Paul Allen coba mengembangkan bahasa pemograman untuk chip tersebut, namun saat itu masih kurang kuat.&lt;br /&gt;1974: Intel memperkenalkan prosesor 8-bit 8080, dengan 4.500 transistor yang memiliki kinerja 10 kali pendahulunya.&lt;br /&gt;1975: Chip 8080 menemukan aplikasi PC pertamanya pada Altair 8800, sekaligus merevolusi PC.</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2010/01/sejarah-processor.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-7077319779696789545</guid><pubDate>Thu, 31 Dec 2009 04:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-31T11:34:50.820+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IP</category><title></title><description>&lt;h2 class=&quot;title&quot;&gt; &lt;a href=&quot;http://yudha23.blogspot.com/2009/12/ipv4-dan-ipv6.html&quot;&gt;IPv4 dan IPv6&lt;/a&gt; &lt;/h2&gt;     &lt;p&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;IPv4 adalah IP yang saat ini digunakan dalam jaringan dan internet. IPv4 dikembangkan pada awal 70-an untuk memfasilitasi komunikasi dan &lt;em&gt;sharing &lt;/em&gt;informasi antara peneliti pemerintah dan pihak akademik di Amerika. Pada saat itu, sistem IP hanya menggunakan jumlah perangkat yang terbatas dan para peneliti tidak membayangkan kebutuhan seperti keamanan atau QoS. Walaupun begitu IPv4 bisa bertahan sampai 30 tahun dan telah menjadi bagian yang terintegrasi dalam revolusi internet. Tapi sehebat apapun sebuah sistem dibuat pasti akan dimakan usia dan suatu saat akan tidak digunakan lagi. Hal itulah yang terjadi dengan IPv4. Kebutuhan jaringan hari ini jauh lebih besar dari sekedar halaman web dan email. Perkembangan yang sangat cepat dalam perangkat jaringan dan komunikasi bergerak, dan juga adaptasi akan teknologi jaringan yang baru, tidak dapat ditahan IPv4 dan telah memunculkan ide tentang Next Generation Internet Protokol (IPng). Protokol IPv6 dikembangkan setelah melihat keberhasilan IPv4 sebagai protokol standart dalam dunia internet, dimana di satu sisi keberhasilan tersebut telah menyebabkan meledaknya ruang alamat yang dibutuhkan yang tidak dapat ditangani oleh IPv4. Masalah ini mirip dengan masalah beberapa waktu lalu, pelan namun pasti ruang alamat IPv4 akan habis seiring dengan laju pertumbuhan kebutuhan internet yang ada sekarang, sehingga perlu diganti dengan protocol IPv6.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;    &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Arsitektur IPv6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;IPv6 memiliki beberapa fitur yang mampu mengantisipasi perkembangan aplikasi masa depan dan mengatasi kekurangan yang dimiliki pendahulunya, yaitu IPv4. IPv6 dirancang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;sebagai perbaikan dari IPv4. adapun format &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;dari IPv6 sendiri adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Gambar Format header IPv6.JPG&quot; alt=&quot;Gambar Format header IPv6.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Gambar%20Format%20header%20IPv6.JPG&quot; width=&quot;432&quot; height=&quot;253&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Field-field pada &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;IPv6 dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;1. &lt;em&gt;Version &lt;/em&gt;: field 4 bit yang menunjukkan versi Internet Protokol, yaitu 6.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;2. &lt;em&gt;Prior &lt;/em&gt;: field 4 bit yang menunjukkan nilai prioritas. Field ini memungkinkan pengirim paket mengidentifikasi prioritas yang diinginkan untuk paket yang dikirimkan, relatif terhadap paket-paket lain dari pengirim yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;3. &lt;em&gt;Flow Label &lt;/em&gt;: field 24 bit yang digunakan oleh pengirim untuk memberi label pada paket-paket yang membutuhkan penanganan khusus dari router IPv6, seperti &lt;em&gt;quality of service &lt;/em&gt;yang bukan default, misalnya service-service yang bersifat &lt;em&gt;real-time.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;4. &lt;em&gt;Payload Length &lt;/em&gt;: field berisi 16 bit yang menunjukkan panjang &lt;em&gt;payload&lt;/em&gt;, yaitu sisa paket yang mengikuti header IPng, dalam oktet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;5. &lt;em&gt;Next Header &lt;/em&gt;: field 8 bit yang berfungsi mengidentifikasi header berikut yang mengikuti header IPv6 utama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;6. &lt;em&gt;Hop Limit &lt;/em&gt;: &lt;em&gt;field &lt;/em&gt;berisi 8 bit &lt;em&gt;unsigned integer&lt;/em&gt;. Menunjukkan jumlah &lt;em&gt;link &lt;/em&gt;maksimum yang akan dilewati paket sebelum dibuang. Paket akan dibuang bila Hop Limit berharga nol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;7. &lt;em&gt;Source Address &lt;/em&gt;: field 128 bit, menunjukkan alamat pengirim paket.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;8. &lt;em&gt;Destination Address &lt;/em&gt;: field 128 bit, menunjukkan alamat penerima paket.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tipe pengalamatan pada IPv6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;IPv6 memiliki panjang alamat sebesar 128 bit. Adapun penulisannya sedikit berbeda dibanding dengan pada IPv4. Cara penulisan pada IPv6 adalah sebagai berikut:&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;a. Format penulisan biasa ditulis X:X:X:X:X:X:X:X, dimana X adalah nilai heximal yang terdiri 16 bit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;b. Tanda “::” menunjukkan urutan bit nol yang berurutan sepanjang 16 bit, biasa digunakan untuk memadatkan penulisan. Hanya boleh digunakan sekali dalam 1 penulisan alamat IPv6. Representasi tipe alamat IPv6 terbagi atas beberapa macam. Hal ini berdasarkan RFC 3513. Representasi tipe alamat IPv6 diindikasikan dengan bit-bit awal yang berada dalam alamat IPv6 (format prefix). Inisialisasi alokasi prefix adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Unspecified &lt;/em&gt;dengan notasi ::/128&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Loopback &lt;/em&gt;dengan notasi ::1/128&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Multicast &lt;/em&gt;dengan notasi FF00::/8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Link local unicast &lt;/em&gt;dengan notasi FE80::/8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Site local unicast &lt;/em&gt;dengan notasi FEC0::/8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Global unicast&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Pada prinsipnya, format &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;alamat IPv6 menyederhanakan format &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;pada alamat IPv4. Berikut adalah perbandingan antara format &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;IPv4 dan IPv6, akan tampak bahwa ada &lt;em&gt;field &lt;/em&gt;yang di tambah, dikurangi dan juga diganti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Gambar Perbandingan Format datagram IP.JPG&quot; alt=&quot;Gambar Perbandingan Format datagram IP.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Gambar%20Perbandingan%20Format%20datagram%20IP.JPG&quot; width=&quot;483&quot; height=&quot;349&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Tabel Perbandingan Header IP.JPG&quot; alt=&quot;Tabel Perbandingan Header IP.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Tabel%20Perbandingan%20Header%20IP.JPG&quot; width=&quot;572&quot; height=&quot;794&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Tabel Perbandingan Header IP 2.JPG&quot; alt=&quot;Tabel Perbandingan Header IP 2.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Tabel%20Perbandingan%20Header%20IP%202.JPG&quot; width=&quot;578&quot; height=&quot;141&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;RFC 1884 mendefinisikan 3 tipe pengalamatan IPv6:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;a. Unicast Address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Mengindentifikasikan satu &lt;em&gt;interface &lt;/em&gt;yang digunakan untuk komunikasi satu lawan satu, dengan menunjuk satu &lt;em&gt;host&lt;/em&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;- Global &lt;em&gt;Unicast Address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Dapat dianalogikan dengan IP Publik pada IPv4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Gambar Struktur alamat global unicast.JPG&quot; alt=&quot;Gambar Struktur alamat global unicast.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Gambar%20Struktur%20alamat%20global%20unicast.JPG&quot; width=&quot;551&quot; height=&quot;63&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;- &lt;em&gt;Local-use Unicast address&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Terbagi dalam dua tipe:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;i. Link-local address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Digunakan &lt;em&gt;node-node &lt;/em&gt;untuk berkomunikasi dengan &lt;em&gt;node-node &lt;/em&gt;yang bertetangga. Alamat ini dikonfigurasi otomatis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;ii. Site-local address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Digunakan pada intranet-intranet &lt;em&gt;private&lt;/em&gt;, dan hanya melingkupi satu &lt;em&gt;site &lt;/em&gt;spesifik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;- &lt;em&gt;Special address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;i. Unspecified address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;menandakan alamat IPv6 yang belum ditentukan. &lt;em&gt;Unspecified address &lt;/em&gt;dinotasikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;dengan “0: 0: 0: 0: 0: 0: 0: 0”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;ii. Loopback address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Digunakan node untuk mengirimkan paket-paket pada dirinya sendiri. Dinotasikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;dengan “0: 0: 0: 0: 0: 0: 0: 0”&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;b. &lt;em&gt;Multicast Address&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Gambar Struktur alamat multicast.JPG&quot; alt=&quot;Gambar Struktur alamat multicast.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Gambar%20Struktur%20alamat%20multicast.JPG&quot; width=&quot;491&quot; height=&quot;81&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;Multicast &lt;/em&gt;Address ini pada IPv4 didefinisikan sebagai kelas D, sedangkan pada IPv6 ruang yang 8 bit pertamanya di mulai dengan &quot;FF&quot;. Merupakan komunikasi yang digunakan untuk komunikasi 1 lawan banyak.(group)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;c. Anycast address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Address yang menunjuk &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;dari group, tetapi packet yang dikirim hanya pada satu &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;saja. Jika ada paket yang dikirim ke alamat ini, maka &lt;em&gt;router &lt;/em&gt;akan mengirim paket tersebut ke &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;terdekat yang memiliki &lt;em&gt;anycast address &lt;/em&gt;sama. Sehingga, beban terhadap server dapat terdistribusi secara merata. Bagi &lt;em&gt;anycast Address &lt;/em&gt;ini tidak disediakan ruang khusus. Jika terhadap beberapa host diberikan sebuah &lt;em&gt;address &lt;/em&gt;yang sama, maka alamat tersebut dianggap sebagai &lt;em&gt;anycast Address. &lt;/em&gt;Terdapat &lt;em&gt;address-address &lt;/em&gt;spesial dari IPv6, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;- &lt;em&gt;unspecified address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Merupakan address IPv6 yang belum ditentukan. Misalnya, node-node IPv6 yang baru bergabung dapat menggunakan unspecified address sebagai alamat sumber dalam paket paketnya, sampai mendapatkan alamat IPv6. Unspecified address dinotasikan dengan “0:0:0:0:0:0:0:0” atau “::” dan mirip dengan alamat 0.0.0.0 pada IPv4.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;- &lt;em&gt;Loopback address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Digunakan node untuk mengirim paket IPv6 pada dirinya sendiri. Dinotasikan dengan “0:0:0:0:0:0:0:1” atau “::1”. Berfungsi mirip dengan 127.0.0.1 pada IPv4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Mekanisme Transisi IPv4-IPv6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Dalam transisi IPv6 dari IPv4 terdapat beberapa mekanisme. Mekanisme transisi tersebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;antara lain : &lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;112 bit 4 bit 4 bit 8 bit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;IPv4 dan IPv6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;IPv4 adalah IP yang saat ini digunakan dalam jaringan dan internet. IPv4 dikembangkan pada awal 70-an untuk memfasilitasi komunikasi dan &lt;em&gt;sharing &lt;/em&gt;informasi antara peneliti pemerintah dan pihak akademik di Amerika. Pada saat itu, sistem IP hanya menggunakan jumlah perangkat yang terbatas dan para peneliti tidak membayangkan kebutuhan seperti keamanan atau QoS. Walaupun begitu IPv4 bisa bertahan sampai 30 tahun dan telah menjadi bagian yang terintegrasi dalam revolusi internet. Tapi sehebat apapun sebuah sistem dibuat pasti akan dimakan usia dan suatu saat akan tidak digunakan lagi. Hal itulah yang terjadi dengan IPv4. Kebutuhan jaringan hari ini jauh lebih besar dari sekedar halaman web dan email. Perkembangan yang sangat cepat dalam perangkat jaringan dan komunikasi bergerak, dan juga adaptasi akan teknologi jaringan yang baru, tidak dapat ditahan IPv4 dan telah memunculkan ide tentang Next Generation Internet Protokol (IPng). Protokol IPv6 dikembangkan setelah melihat keberhasilan IPv4 sebagai protokol standart dalam dunia internet, dimana di satu sisi keberhasilan tersebut telah menyebabkan meledaknya ruang alamat yang dibutuhkan yang tidak dapat ditangani oleh IPv4. Masalah ini mirip dengan masalah beberapa waktu lalu, pelan namun pasti ruang alamat IPv4 akan habis seiring dengan laju pertumbuhan kebutuhan internet yang ada sekarang, sehingga perlu diganti dengan protocol IPv6.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;    &lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Arsitektur IPv6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;IPv6 memiliki beberapa fitur yang mampu mengantisipasi perkembangan aplikasi masa depan dan mengatasi kekurangan yang dimiliki pendahulunya, yaitu IPv4. IPv6 dirancang&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;sebagai perbaikan dari IPv4. adapun format &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;dari IPv6 sendiri adalah sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Gambar Format header IPv6.JPG&quot; alt=&quot;Gambar Format header IPv6.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Gambar%20Format%20header%20IPv6.JPG&quot; width=&quot;432&quot; height=&quot;253&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Field-field pada &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;IPv6 dapat dijelaskan secara singkat sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;1. &lt;em&gt;Version &lt;/em&gt;: field 4 bit yang menunjukkan versi Internet Protokol, yaitu 6.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;2. &lt;em&gt;Prior &lt;/em&gt;: field 4 bit yang menunjukkan nilai prioritas. Field ini memungkinkan pengirim paket mengidentifikasi prioritas yang diinginkan untuk paket yang dikirimkan, relatif terhadap paket-paket lain dari pengirim yang sama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;3. &lt;em&gt;Flow Label &lt;/em&gt;: field 24 bit yang digunakan oleh pengirim untuk memberi label pada paket-paket yang membutuhkan penanganan khusus dari router IPv6, seperti &lt;em&gt;quality of service &lt;/em&gt;yang bukan default, misalnya service-service yang bersifat &lt;em&gt;real-time.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;4. &lt;em&gt;Payload Length &lt;/em&gt;: field berisi 16 bit yang menunjukkan panjang &lt;em&gt;payload&lt;/em&gt;, yaitu sisa paket yang mengikuti header IPng, dalam oktet.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;5. &lt;em&gt;Next Header &lt;/em&gt;: field 8 bit yang berfungsi mengidentifikasi header berikut yang mengikuti header IPv6 utama.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;6. &lt;em&gt;Hop Limit &lt;/em&gt;: &lt;em&gt;field &lt;/em&gt;berisi 8 bit &lt;em&gt;unsigned integer&lt;/em&gt;. Menunjukkan jumlah &lt;em&gt;link &lt;/em&gt;maksimum yang akan dilewati paket sebelum dibuang. Paket akan dibuang bila Hop Limit berharga nol.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;7. &lt;em&gt;Source Address &lt;/em&gt;: field 128 bit, menunjukkan alamat pengirim paket.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;8. &lt;em&gt;Destination Address &lt;/em&gt;: field 128 bit, menunjukkan alamat penerima paket.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Tipe pengalamatan pada IPv6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;IPv6 memiliki panjang alamat sebesar 128 bit. Adapun penulisannya sedikit berbeda dibanding dengan pada IPv4. Cara penulisan pada IPv6 adalah sebagai berikut:&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;a. Format penulisan biasa ditulis X:X:X:X:X:X:X:X, dimana X adalah nilai heximal yang terdiri 16 bit.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;b. Tanda “::” menunjukkan urutan bit nol yang berurutan sepanjang 16 bit, biasa digunakan untuk memadatkan penulisan. Hanya boleh digunakan sekali dalam 1 penulisan alamat IPv6. Representasi tipe alamat IPv6 terbagi atas beberapa macam. Hal ini berdasarkan RFC 3513. Representasi tipe alamat IPv6 diindikasikan dengan bit-bit awal yang berada dalam alamat IPv6 (format prefix). Inisialisasi alokasi prefix adalah sebagai berikut :&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Unspecified &lt;/em&gt;dengan notasi ::/128&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Loopback &lt;/em&gt;dengan notasi ::1/128&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Multicast &lt;/em&gt;dengan notasi FF00::/8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Link local unicast &lt;/em&gt;dengan notasi FE80::/8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Site local unicast &lt;/em&gt;dengan notasi FEC0::/8&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;• &lt;em&gt;Global unicast&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Pada prinsipnya, format &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;alamat IPv6 menyederhanakan format &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;pada alamat IPv4. Berikut adalah perbandingan antara format &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;IPv4 dan IPv6, akan tampak bahwa ada &lt;em&gt;field &lt;/em&gt;yang di tambah, dikurangi dan juga diganti.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Gambar Perbandingan Format datagram IP.JPG&quot; alt=&quot;Gambar Perbandingan Format datagram IP.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Gambar%20Perbandingan%20Format%20datagram%20IP.JPG&quot; width=&quot;483&quot; height=&quot;349&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Tabel Perbandingan Header IP.JPG&quot; alt=&quot;Tabel Perbandingan Header IP.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Tabel%20Perbandingan%20Header%20IP.JPG&quot; width=&quot;572&quot; height=&quot;794&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Tabel Perbandingan Header IP 2.JPG&quot; alt=&quot;Tabel Perbandingan Header IP 2.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Tabel%20Perbandingan%20Header%20IP%202.JPG&quot; width=&quot;578&quot; height=&quot;141&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;RFC 1884 mendefinisikan 3 tipe pengalamatan IPv6:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;a. Unicast Address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Mengindentifikasikan satu &lt;em&gt;interface &lt;/em&gt;yang digunakan untuk komunikasi satu lawan satu, dengan menunjuk satu &lt;em&gt;host&lt;/em&gt;.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;- Global &lt;em&gt;Unicast Address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Dapat dianalogikan dengan IP Publik pada IPv4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Gambar Struktur alamat global unicast.JPG&quot; alt=&quot;Gambar Struktur alamat global unicast.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Gambar%20Struktur%20alamat%20global%20unicast.JPG&quot; width=&quot;551&quot; height=&quot;63&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;- &lt;em&gt;Local-use Unicast address&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Terbagi dalam dua tipe:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;i. Link-local address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Digunakan &lt;em&gt;node-node &lt;/em&gt;untuk berkomunikasi dengan &lt;em&gt;node-node &lt;/em&gt;yang bertetangga. Alamat ini dikonfigurasi otomatis.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;ii. Site-local address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Digunakan pada intranet-intranet &lt;em&gt;private&lt;/em&gt;, dan hanya melingkupi satu &lt;em&gt;site &lt;/em&gt;spesifik.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;- &lt;em&gt;Special address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;i. Unspecified address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;menandakan alamat IPv6 yang belum ditentukan. &lt;em&gt;Unspecified address &lt;/em&gt;dinotasikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;dengan “0: 0: 0: 0: 0: 0: 0: 0”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;ii. Loopback address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Digunakan node untuk mengirimkan paket-paket pada dirinya sendiri. Dinotasikan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;dengan “0: 0: 0: 0: 0: 0: 0: 0”&lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;b. &lt;em&gt;Multicast Address&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Gambar Struktur alamat multicast.JPG&quot; alt=&quot;Gambar Struktur alamat multicast.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Gambar%20Struktur%20alamat%20multicast.JPG&quot; width=&quot;491&quot; height=&quot;81&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;Multicast &lt;/em&gt;Address ini pada IPv4 didefinisikan sebagai kelas D, sedangkan pada IPv6 ruang yang 8 bit pertamanya di mulai dengan &quot;FF&quot;. Merupakan komunikasi yang digunakan untuk komunikasi 1 lawan banyak.(group)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;em&gt;c. Anycast address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Address yang menunjuk &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;dari group, tetapi packet yang dikirim hanya pada satu &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;saja. Jika ada paket yang dikirim ke alamat ini, maka &lt;em&gt;router &lt;/em&gt;akan mengirim paket tersebut ke &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;terdekat yang memiliki &lt;em&gt;anycast address &lt;/em&gt;sama. Sehingga, beban terhadap server dapat terdistribusi secara merata. Bagi &lt;em&gt;anycast Address &lt;/em&gt;ini tidak disediakan ruang khusus. Jika terhadap beberapa host diberikan sebuah &lt;em&gt;address &lt;/em&gt;yang sama, maka alamat tersebut dianggap sebagai &lt;em&gt;anycast Address. &lt;/em&gt;Terdapat &lt;em&gt;address-address &lt;/em&gt;spesial dari IPv6, yaitu:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;- &lt;em&gt;unspecified address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Merupakan address IPv6 yang belum ditentukan. Misalnya, node-node IPv6 yang baru bergabung dapat menggunakan unspecified address sebagai alamat sumber dalam paket paketnya, sampai mendapatkan alamat IPv6. Unspecified address dinotasikan dengan “0:0:0:0:0:0:0:0” atau “::” dan mirip dengan alamat 0.0.0.0 pada IPv4.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;- &lt;em&gt;Loopback address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Digunakan node untuk mengirim paket IPv6 pada dirinya sendiri. Dinotasikan dengan “0:0:0:0:0:0:0:1” atau “::1”. Berfungsi mirip dengan 127.0.0.1 pada IPv4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Mekanisme Transisi IPv4-IPv6&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Dalam transisi IPv6 dari IPv4 terdapat beberapa mekanisme. Mekanisme transisi tersebut&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;antara lain : &lt;span style=&quot;font-size: 10pt;&quot;&gt;112 bit 4 bit 4 bit 8 bit&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Gambar Mekanisme Transisi IPv4-IPv6.JPG&quot; alt=&quot;Gambar Mekanisme Transisi IPv4-IPv6.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Gambar%20Mekanisme%20Transisi%20IPv4-IPv6.JPG&quot; width=&quot;395&quot; height=&quot;317&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: SymbolMT;&quot;&gt;• &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Dual Stack&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Dimana dalam mekanisme ini, perangkat yang ada pada jaringan mendukung kedua protokol, baik Pv4 maupun IPv6.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: SymbolMT;&quot;&gt;• &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Tunneling&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Dalam mekanisme ini, &lt;em&gt;node &lt;/em&gt;IPv6 yang akan berkomunikasi membuat suatu &lt;em&gt;tunnel &lt;/em&gt;untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;melewati jaringan IPv4 yang ada di antaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: SymbolMT;&quot;&gt;• &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Translation&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Memungkinkan &lt;em&gt;node &lt;/em&gt;IPv6 untuk berkomunikasi dengan &lt;em&gt;node &lt;/em&gt;IPv4 dengan menterjemahkan protokol pada lapis jaringan. Beberapa metode translasi adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Metode Transport Relay&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Metode ini bekerja pada lapis &lt;em&gt;transport&lt;/em&gt;. Metode ini biasanya bekerja dengan sebuah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;pseudo-interface&lt;/em&gt;. Jika &lt;em&gt;router &lt;/em&gt;mendeteksi adanya data di dalam paket IPv6 yang memiliki alamat tujuan yang memiliki prefiks translasi, maka data tersebut akan diteruskan ke &lt;em&gt;pseudo-interface&lt;/em&gt;. Dan data dari trafik IPv6 tersebut akan diteruskan ke trafik IPv4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Metode NAT-PT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Metode ini memungkinkan &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;dan aplikasi &lt;em&gt;native &lt;/em&gt;IPv6 untuk berkomunikasi dengan &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;dan aplikasi IPv4. Setiap host yang berperan sebagai &lt;em&gt;address translator &lt;/em&gt;menyimpansekumpulan alamat yang diberikan secara dinamis ke &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;IPv6 dan sebuah sesi dibentuk antara dua &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;yang mendukung protokol yang berbeda. NAT-PT mendukung translasi &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;dan alamat. Mekanisme ini tidak mendukung implementasi sekuriti &lt;em&gt;end-to-end &lt;/em&gt;dan memerlukan ruang IPv4 yang besar. Merujuk ke tabel translasi dimana alamat IP dari &lt;em&gt;node host &lt;/em&gt;IPv6 dan &lt;em&gt;pool address &lt;/em&gt;pada &lt;em&gt;translator &lt;/em&gt;bersesuaian, translasi sebuah alamat IP dan bagian &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;IP diubah untuk IPv4 dan IPv6. Untuk mempersiapkan &lt;em&gt;pool address &lt;/em&gt;untuk koneksi yang diinisiasi ke arah IPv4 dari IPv6, dimungkinkan untuk menggunakan &lt;em&gt;Network Address Port Translation &lt;/em&gt;(NAPT) yang membagi sebuah alamat ke dua atau lebih &lt;em&gt;node host &lt;/em&gt;IPv6 dengan mengganti nomor &lt;em&gt;port &lt;/em&gt;untuk setiap koneksi TCP atau UDP. Ketika sebuah &lt;em&gt;node host &lt;/em&gt;mengirimkan data bervolume besar ke &lt;em&gt;node host &lt;/em&gt;yang lain, data dikirimkan dalam bentuk paket IP. Untuk paket-paket IP ini, data seharusnya tidak difragmentasi ketika dikirimkan dari &lt;em&gt;node &lt;/em&gt;sumber ke &lt;em&gt;node &lt;/em&gt;tujuan. Walaupun perbedaan panjang &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;IP dari kedua protokol melebihi &lt;em&gt;MaximumTransmission Unit &lt;/em&gt;(MTU) dari &lt;em&gt;translator &lt;/em&gt;dikarenakan &lt;em&gt;link &lt;/em&gt;pada perbatasan IPv4 dan IPv6.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;IPv4&lt;em&gt;-Address Mapped &lt;/em&gt;IPv6&lt;em&gt;-Address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Teknik ini merujuk kepada korenspondensi satu ke satu antara alamat tujuan IPv6 dan alamat tujuan IPv4 dan sebaliknya. Ruang alamat 128-bit pada IPv6 sangat besar bila dibandingkan dengan alamat 32-bit pada IPv4. Karakteristiknya sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: SymbolMT;&quot;&gt;• &lt;/span&gt;Tidak mungkin untuk memetakan seluruh alamat IPv6 ke IPv4 dengan dasar satu ke satu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: SymbolMT;&quot;&gt;• &lt;/span&gt;Sebuah alamat IPv4 ditulis dalam 32 &lt;em&gt;low-order &lt;/em&gt;bit dan dikombinasikan dengan &lt;em&gt;prefix &lt;/em&gt;yang berasal dari 96-bit high-order untuk memberntuk 128-bit alamat IPv6. Terdapat dua metoda dalam &lt;em&gt;address mapping&lt;/em&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;a) Static Mapping&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Setiap sekumpulan alamat IPv4 dipetakan satu-ke-satu ke sebuah alamat IP dari sebuah node host IPv6, dan translator secara statis mendefinisikan relasi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;b) Dynamic Mapping&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Klien berkomunikasi dengan rekannya dengan mendapatkan alamat IP rekannya melalui &lt;em&gt;name resolution &lt;/em&gt;pada DNS dan versi dari kedua IP berbeda, sekumpulan alamat IPv4 dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;alamat IPv6 dipetakan dinamis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 5px;&quot; title=&quot;Gambar Mekanisme Transisi IPv4-IPv6.JPG&quot; alt=&quot;Gambar Mekanisme Transisi IPv4-IPv6.JPG&quot; src=&quot;http://www.ittelkom.ac.id/library/images/stories/artkel2/19/Gambar%20Mekanisme%20Transisi%20IPv4-IPv6.JPG&quot; width=&quot;395&quot; height=&quot;317&quot; /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: SymbolMT;&quot;&gt;• &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Dual Stack&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Dimana dalam mekanisme ini, perangkat yang ada pada jaringan mendukung kedua protokol, baik Pv4 maupun IPv6.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: SymbolMT;&quot;&gt;• &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Tunneling&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Dalam mekanisme ini, &lt;em&gt;node &lt;/em&gt;IPv6 yang akan berkomunikasi membuat suatu &lt;em&gt;tunnel &lt;/em&gt;untuk&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;melewati jaringan IPv4 yang ada di antaranya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: SymbolMT;&quot;&gt;• &lt;/span&gt;&lt;strong&gt;Translation&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Memungkinkan &lt;em&gt;node &lt;/em&gt;IPv6 untuk berkomunikasi dengan &lt;em&gt;node &lt;/em&gt;IPv4 dengan menterjemahkan protokol pada lapis jaringan. Beberapa metode translasi adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Metode Transport Relay&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Metode ini bekerja pada lapis &lt;em&gt;transport&lt;/em&gt;. Metode ini biasanya bekerja dengan sebuah&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;pseudo-interface&lt;/em&gt;. Jika &lt;em&gt;router &lt;/em&gt;mendeteksi adanya data di dalam paket IPv6 yang memiliki alamat tujuan yang memiliki prefiks translasi, maka data tersebut akan diteruskan ke &lt;em&gt;pseudo-interface&lt;/em&gt;. Dan data dari trafik IPv6 tersebut akan diteruskan ke trafik IPv4.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;Metode NAT-PT&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Metode ini memungkinkan &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;dan aplikasi &lt;em&gt;native &lt;/em&gt;IPv6 untuk berkomunikasi dengan &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;dan aplikasi IPv4. Setiap host yang berperan sebagai &lt;em&gt;address translator &lt;/em&gt;menyimpansekumpulan alamat yang diberikan secara dinamis ke &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;IPv6 dan sebuah sesi dibentuk antara dua &lt;em&gt;host &lt;/em&gt;yang mendukung protokol yang berbeda. NAT-PT mendukung translasi &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;dan alamat. Mekanisme ini tidak mendukung implementasi sekuriti &lt;em&gt;end-to-end &lt;/em&gt;dan memerlukan ruang IPv4 yang besar. Merujuk ke tabel translasi dimana alamat IP dari &lt;em&gt;node host &lt;/em&gt;IPv6 dan &lt;em&gt;pool address &lt;/em&gt;pada &lt;em&gt;translator &lt;/em&gt;bersesuaian, translasi sebuah alamat IP dan bagian &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;IP diubah untuk IPv4 dan IPv6. Untuk mempersiapkan &lt;em&gt;pool address &lt;/em&gt;untuk koneksi yang diinisiasi ke arah IPv4 dari IPv6, dimungkinkan untuk menggunakan &lt;em&gt;Network Address Port Translation &lt;/em&gt;(NAPT) yang membagi sebuah alamat ke dua atau lebih &lt;em&gt;node host &lt;/em&gt;IPv6 dengan mengganti nomor &lt;em&gt;port &lt;/em&gt;untuk setiap koneksi TCP atau UDP. Ketika sebuah &lt;em&gt;node host &lt;/em&gt;mengirimkan data bervolume besar ke &lt;em&gt;node host &lt;/em&gt;yang lain, data dikirimkan dalam bentuk paket IP. Untuk paket-paket IP ini, data seharusnya tidak difragmentasi ketika dikirimkan dari &lt;em&gt;node &lt;/em&gt;sumber ke &lt;em&gt;node &lt;/em&gt;tujuan. Walaupun perbedaan panjang &lt;em&gt;header &lt;/em&gt;IP dari kedua protokol melebihi &lt;em&gt;MaximumTransmission Unit &lt;/em&gt;(MTU) dari &lt;em&gt;translator &lt;/em&gt;dikarenakan &lt;em&gt;link &lt;/em&gt;pada perbatasan IPv4 dan IPv6.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;strong&gt;IPv4&lt;em&gt;-Address Mapped &lt;/em&gt;IPv6&lt;em&gt;-Address&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Teknik ini merujuk kepada korenspondensi satu ke satu antara alamat tujuan IPv6 dan alamat tujuan IPv4 dan sebaliknya. Ruang alamat 128-bit pada IPv6 sangat besar bila dibandingkan dengan alamat 32-bit pada IPv4. Karakteristiknya sebagai berikut:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: SymbolMT;&quot;&gt;• &lt;/span&gt;Tidak mungkin untuk memetakan seluruh alamat IPv6 ke IPv4 dengan dasar satu ke satu.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: SymbolMT;&quot;&gt;• &lt;/span&gt;Sebuah alamat IPv4 ditulis dalam 32 &lt;em&gt;low-order &lt;/em&gt;bit dan dikombinasikan dengan &lt;em&gt;prefix &lt;/em&gt;yang berasal dari 96-bit high-order untuk memberntuk 128-bit alamat IPv6. Terdapat dua metoda dalam &lt;em&gt;address mapping&lt;/em&gt;:&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;a) Static Mapping&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Setiap sekumpulan alamat IPv4 dipetakan satu-ke-satu ke sebuah alamat IP dari sebuah node host IPv6, dan translator secara statis mendefinisikan relasi ini.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;em&gt;b) Dynamic Mapping&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Klien berkomunikasi dengan rekannya dengan mendapatkan alamat IP rekannya melalui &lt;em&gt;name resolution &lt;/em&gt;pada DNS dan versi dari kedua IP berbeda, sekumpulan alamat IPv4 dan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt; &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;alamat IPv6 dipetakan dinamis.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 100%;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: small; font-family: times new roman,times;&quot;&gt;Sumber: http://www.ittelkom.ac.id&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/12/ipv4-dan-ipv6-ipv4-adalah-ip-yang-saat.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-844025101808893747</guid><pubDate>Thu, 31 Dec 2009 04:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-31T11:05:15.101+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">IP</category><title>Sejarah IP (dari IPv0 sampai IPv6)</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;IMP - Nenek moyang IP&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Protocol IP dikembangkan sejak tahun 1969 dengan nenek moyang &lt;a href=&quot;http://www.livinginternet.com/i/ii_imp.htm&quot;&gt;IMP (Interface Message Processor) &lt;/a&gt;yang terdokumentasi dengan nama RFC 1. IMP berkapasitas 5 bit address (artinya cuma punya 32 kemungkinan host address).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;IPv0 IPv1 IPv2 IPv3 - Experimental&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sebelum bisa digunakan secara praktis, protokol ini kemudian mengalami beberapa pengembangan, dan setiap pengembangan diberi versi yang berbeda2. IP versi 0 sampai 3 merupakan versi pengembangan antara th 1977-1979.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;IPv4 - Internet Protocol&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan IPv4 sebenarnya merupakan versi pertama yang akhirnya dipakai, dan distandarisasikan dengan RFC 791 pada th 1981.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;IPv5 - Internet Stream Protocol (ST)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Protokol ini bukanlah versi kelanjutan dari IPv4 melainkan dibuat sebagai pelengkap IP untuk membawa traffic percakapan suara dan konferensi dengan garansi delay dan bandwidth. Protokol ini didefinisikan pada dokumen IEN 119 dalam status eksperimental. Kemudian dilanjutkan menjadi ST2 dalam RFC 1819, tetapi tetap dalam status eksperimental.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;IPv6 - IPng &quot;IP Next Generation&quot;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Protocol ini merupakan generasi penerus IPv4, disebut juga sebagai IPng (= IP Next Generation), dan hasil kombinasi sana-sini dari banyak proposal penerus IPv4&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Versi IP yang lain&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Selain IPv6 ada beberapa lagi usulan pengganti IPv4 yang muncul setelah IPng, tetapi tidak ada satupun yang kemudian diterima sebagai standard.&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;IPv4 vs IPv6&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Beberapa perbedaan prinsipil dari IPv4 vs IPv6 :&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;Address Space : IPv6 memiliki kapasitas 128 bit, dibandingkan dengan IPv4 yang cuma 32 bit - membuat kapasitas IPv6 jauh lebih besar (2^96 kali lipat dibandingkan dengan IPv4). Saat ini cukup banyak juga orang2 yang mengatakan bahwa perbedaan kapasitas ini terlalu besar, dan berlebih2an. Namun dengan adanya address space yang luar biasa besar itu, maka akan terbuka banyak sekali kemungkinan di masa depan mengenai aplikasi2 yang bisa dienable (misalnya setiap penduduk dan semua miliknya bisa diberi ip address utk identifikasi dll.)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Scope : IPv6 memiliki scope (jangkauan) IP address yang terdefinisi dengan baik, spt node-local, link-local, site-local, organization-local, global-scope. Scope ini mirip dengan pemakaian private atau global ip address pada IPv4, tetapi jauh lebih fleksibel&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Multicast : Kemampuan pengontrolan multicast IPv6 jauh enak (kalau krupuk namanya crispy :) dibanding dengan IPv4 dengan adanya scope multicast (di IPv4 tidak ada kemampuan pengontrolan seperti ini)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Anycast : Ini kemampuan baru IPv6 untuk identifikasi beberapa host dengan sebuah IP address saja. Host yang paling dekat nanti yang akan respon (kalau solusi di IPv4 menggunakan IP address yang sama, routing protocol yang akan menentukan mana yang paling dekat)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penyederhanaan format header : header IPv6 lebih simple dibanding dengan IPv4, ada beberapa field yang dihapuskan, sehingga dengan kemampuan yang sangat luar biasa besar, header IPv6 hanya 2x lebih besar daripada IPv4&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Header Options yang fleksibel : field option di IPv6 fleksibel panjangnya, jadi lebih gampang untuk support aplikasi baru di masa depan (yg kita belum tahu sekarang ini)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kemampuan QoS lebih baik : IPv6 bisa memberi label pada paket2 tertentu supaya mendapat perlakukan khusus (misalnya utk real time traffic)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Otentikasi dan Privasi : IPv6 memiliki kemampuan builtin untuk otentikasi &amp;amp; privasi. Kalau di IPv4 kita musti tambahkan tunnel IPsec (atau mekanisme tambahan lain) untuk hal ini&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Fungsi lain2 yang baru di IPv6 : real-time flows, provider selection, host mobility, end-to- end security, auto-configuration, and auto-reconfiguration. Solusi2 ini kalau di IPv4 memerlukan banyak cara yang tambal sulam&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Migrasi ke IPv6&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Meskipun IPv6 ini banyak sekali keunggulannya dibandingkan dengan IPv4, namun migrasi IPv4 ke IPv6 tidak semudah membalik telapak tangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya antara lain :&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Kebanyakan aplikasi network masih menggunakan IPv4. Sangat sedikit yang perlu spesifik IPv6, dan baru aplikasi2 baru saja yang mulai support dual stack (IPv4 dan IPv6 sekaligus)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kebanyakan network engineer masih familiar dengan IPv4. IPv6 itu seperti dari dunia lain&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Internet sudah terlanjur besar dengan IPv4. Migrasi IPv4 ke IPv6 sulit sekali karena memerlukan koordinasi yang baik dari banyak pihak&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Beberapa standard IPv6 masih belum selesai. Misalnya sampai sekarang kita belum menemukan kata sepakat tentang mekanisme terbaik untuk dual homing. Dual homing menjadi masalah di IPv6 karena kapasitas address IPv6 yang sangat besar, sehingga kalau orang melakukan dual homing seperti di IPv4, maka akan terjadi masalah besar pada address summarization di routernya (akan diperlukan storage yang luaaaaaaar biasa besar untuk menyimpan ledakan IPv6 address, teknologi CPU &amp;amp; storage masa sekarang belum mampu menanganinya)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tambal sulam di IPv4 sudah sedemikian banyak dan ternyata bisa berjalan dengan rapih, sehingga nyawa IPv4 yang sudah diprediksi mati beberapa kali, ternyata terus memanjang sampai saat ini. Misalnya, NAT (Network Address Translation) membuat IPv4 yang kehabisan IP address bisa mendayagunakan ip address private, dst.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Belum ada killer application untuk IPv6 (ini jenis aplikasi yang hanya bisa jalan dg bagus di IPv6, sampai sekarang semua aplikasi bisa dijalankan di IPv4 dengan baik)&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak ada dorongan yang kuat dari pemerintah maupun dunia bisnis. Jepang termasuk sukses implementasi IPv6 karena pemerintahnya serius sekali mempromosikan IPv6 dengan dukungan biaya R&amp;amp;D dan insentif pengurangan pajak jika orang menggunakan IPv6 (kalau di Indonesia ada insentif ini saya jadi orang pertama yang pake IPv6 :D&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Potensi Killer Application IPv6&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sebetulnya dengan jumlah penduduk &gt;220 juta orang, Indonesia sangat cocok jika cepat2 mengadopsi IPv6. Lho buat apa ?&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Menyelesaikan masalah NAT pada service provider besar (seperti provider2 telpon celular/ADSL/Metro Ethernet yang punya pelanggan ribuan). Banyak aplikasi2 yang sebenarnya berjalan lebih optimum tanpa NAT (misalnya IP telephony, video surveillance, dst)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Menyelesaikan masalah komunikasi VPN Intranet dan Extranet dengan multiple operator. Saat ini sebuah perusahaan yang terhubung ke beberapa operator harus membuat beberapa site besarnya sebagai transit, supaya site2 kecil bisa saling bicara. IPv6 menyelesaikan masalah ini dengan sangat mudah&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Penduduk Indonesia banyak yang punya KTP ganda. Pemerintah Indonesia belum punya cara membereskan masalah ini. Sekalian saja nanti kalau mau diberesin tiap KTP bisa diberi IP address sbg bagian dari identifikasi penduduk (sekalian mendukung SIN - Single Identity Number). Malah sebenarnya, IPv6 juga potensial untuk Single Identity Number untuk seluruh penduduk di muka bumi ini sekalian sama binatang peliharaannya....&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Jika no 3 tercapai, sebenarnya untuk menghubungi seseorang cukup lewat IPv6 addressnya saja. Tidak perlu lagi kita mengingat2 nomor telpon (kantor/rumah/hp1/hp2/hp3/email/IM/dst..)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Khusus untuk pemerintah, kalau mau setiap KTP rakyat ditempeli RFID, sehingga posisi tiap penduduk langsung diketahui secara lebih pasti. Salah satu aplikasinya mungkin untuk &lt;a href=&quot;http://tonyseno.blogspot.com/2007/12/mengurangi-kemacetan-dengan-teknologi.html&quot;&gt;mengatur lalulintas di kota2 rawan macet&lt;/a&gt;, sehingga kemacetan jauh dikurangi. Nah, kombinasi RFID dengan IPv6 sangat pas, karena dengan kombinasi ini kita bisa membuat big screen dengan gambar2 pergerakan penduduk. Kalau ada apa2, kita bisa telnet atau ping orang itu.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sumber    :http://tonyseno.blogspot.com     &lt;span class=&quot;alignleft&quot;&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;post-backlinks post-comment-link&quot;&gt; &lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;post-icons&quot;&gt; &lt;span class=&quot;item-action&quot;&gt; &lt;a href=&quot;email-post.g?blogID=5423787786727612355&amp;amp;postID=3466887287554807635&quot; title=&quot;Posting Email&quot;&gt; &lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;email-post.g?blogID=5423787786727612355&amp;amp;postID=3466887287554807635&quot; title=&quot;Posting Email&quot;&gt;&lt;span class=&quot;email-post-icon&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/12/sejarah-ip-dari-ipv0-sampai-ipv6.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-7565653810994819483</guid><pubDate>Tue, 15 Dec 2009 05:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-15T13:16:16.448+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">DTE</category><title>Data terminal equipment (DTE)</title><description>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;&quot;&gt;Peralatan terminal data (DTE) adalah instrumen akhir yang mengubah informasi pengguna ke reconverts sinyal atau sinyal yang diterima. Ini juga dapat disebut ekor sirkuit. Sebuah perangkat DTE berkomunikasi dengan data circuit-terminating equipment (DCE). &lt;/span&gt;The DTE / DCE klasifikasi ini diperkenalkan oleh IBM. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;&quot;&gt;Dua jenis perangkat diasumsikan pada masing-masing ujung kabel yang saling berhubungan untuk kasus hanya menambahkan DTE ke topologi (misalnya ke sebuah hub, DCE), yang juga membawa kasus sepele yang kurang interkoneksi perangkat dari jenis yang sama: DTE -DTE atau DCE-DCE. Kasus-kasus seperti perlu kabel crossover, seperti untuk Ethernet atau null modem untuk RS-232. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;Sebuah DTE adalah unit fungsional stasiun data yang berfungsi sebagai sumber data atau data yang tenggelam dan menyediakan komunikasi data fungsi kontrol harus dilakukan sesuai dengan protokol link. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;Peralatan terminal data mungkin satu peralatan atau subsistem yang saling terkait dari berbagai potongan-potongan peralatan yang melakukan semua fungsi yang diperlukan yang diperlukan untuk mengizinkan pengguna untuk berkomunikasi. Seorang pengguna berinteraksi dengan DTE (misalnya melalui antarmuka mesin-manusia), atau mungkin DTE pengguna. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;Biasanya, perangkat DTE terminal (atau komputer meniru terminal), dan DCE adalah modem. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;DTE biasanya konektor laki-laki dan DCE adalah konektor perempuan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;&lt;span style=&quot;background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;&quot;&gt;Sebagai aturan umum, bahwa perangkat DCE menyediakan sinyal clock (internal clocking) dan mensinkronisasi perangkat DTE pada jam yang disediakan (clocking eksternal). D-sub konektor mengikuti peraturan lain untuk pin penugasan. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;    &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;* 25 pin DTE perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;    * 25 pin DCE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;    &lt;span style=&quot;background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;&quot;&gt;* 9 pin DTE perangkat transmisi pada pin 3 dan terima pada pin 2. &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;background: white none repeat scroll 0% 50%; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;    * 9 pin DCE perangkat transmisi pada pin 2 dan terima pada pin 3. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;longtext&quot;&gt;Istilah ini juga umumnya digunakan dalam peralatan Cisco Telco dan konteks untuk menunjukkan suatu perangkat [klarifikasi diperlukan] tidak dapat menghasilkan sinyal clock, maka PC ke PC koneksi Ethernet juga dapat disebut DTE DTE ke komunikasi. Komunikasi ini dilakukan melalui kabel &quot;crossover Ethernet sebagai lawan dari PC ke DCE (hub, switch, atau jembatan) komunikasi yang dilakukan melalui kabel Ethernet lurus.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/12/data-terminal-equipment-dte.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-1784675782475078120</guid><pubDate>Tue, 15 Dec 2009 05:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-15T12:40:16.864+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Frame relay</category><title>Frame relay</title><description>Frame Relay adalah protokol packet-switching yang menghubungkan perangkat-perangkat telekomunikasi pada satu Wide Area Network (WAN).[1] Protokol ini bekerja pada lapisan Fisik dan Data Link pada model referensi OSI.[2] Protokol Frame Relay menggunakan struktur Frame yang menyerupai LAPD, perbedaannya adalah Frame Header pada LAPD digantikan oleh field header sebesar 2 bita pada Frame Relay.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Keuntungan Frame Relay&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame Relay menawarkan alternatif bagi teknologi Sirkuit Sewa lain seperti jaringan X.25 dan sirkuit Sewa biasa. Kunci positif teknologi ini adalah:[3]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Sirkuit Virtual hanya menggunakan lebar pita saat ada data yang lewat di dalamnya, banyak sirkuit virtual dapat dibangun secara bersamaan dalam satu jaringan transmisi.&lt;br /&gt;   * Kehandalan saluran komunikasi dan peningkatan kemampuan penanganan error pada perangkat-perangkat telekomunikasi memungkinkan protokol Frame Relay untuk mengacuhkan Frame yang bermasalah (mengandung error) sehingga mengurangi data yang sebelumnya diperlukan untuk memproses penanganan error.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Standarisasi Frame Relay&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proposal awal mengenai teknologi Frame Relay sudah diajukan ke CCITT semenjak tahun 1984, namun perkembangannya saat itu tidak signifikan karena kurangnya interoperasi dan standarisasi dalam teknologi ini. Perkembangan teknologi ini dimulai di saat Cisco, Digital Equipment Corporation (DEC), Northern Telecom, dan StrataCom membentuk suatu konsorsium yang berusaha mengembangkan frame relay. Selain membahas dasar-dasar protokol Frame Relay dari CCITT, konsorsium ini juga mengembangkan kemampuan protokol ini untuk berinteroperasi pada jaringan yang lebih rumit. Kemampuan ini di kemudian hari disebut Local Management Interface (LMI).[4]&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Format Frame Relay&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Flags&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Membatasi awal dan akhir suatu frame. Nilai field ini selalu sama dan dinyatakan dengan bilangan hexadesimal 7E atau 0111 1110 dalam format biner. Untuk mematikan bilangan tersebut tidak muncul pada bagian frame lainnya, digunakan prosedur Bit-stuffing dan Bit-destuffing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-style: italic;&quot;&gt;Address&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Terdiri dari beberapa informasi:&lt;br /&gt;  1. Data Link Connection Identifier (DLCI), terdiri dari 10 bita, bagian pokok dari header Frame Relay dan merepresentasikan koneksi virtual antara DTE dan Switch Frame Relay. Tiap koneksi virtual memiliki 1 DLCI yang unik.&lt;br /&gt;  2. Extended Address (EA), menambah kemungkinan pengalamatan transmisi data dengan menambahkan 1 bit untuk pengalamatan&lt;br /&gt;  3. C/R, menentukan apakah frame ini termasuk dalam kategori Perintah (Command) atau Tanggapan (Response)&lt;br /&gt;  4. FECN (Forward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan tujuan&lt;br /&gt;  5. BECN (Backward Explicit Congestion Notification), indikasi jumlah frame yang mengarah ke switch FR tersebut tetapi dibuang karena terjadinya kongesti di jaringan asal&lt;br /&gt;  6. Discard Eligibility, menandai frame yang dapat dibuang jika terjadi kongesti di jaringan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Sirkuit Virtual&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Frame pada Frame Relay dikirimkan ke tujuannya dengan menggunakan sirkit virtual (jalur logikal dalam jaringan). Sirkit Virtual ini bisa berupa Sirkit Virtual Permanen (Permanent Virtual Circuit / PVC), atau Sirkit Virtual Switch (Switched Virtual Circuit / SVC).&lt;br /&gt;[sunting] Permanent Virtual Circuit (PVC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PVC adalah koneksi yang terbentuk untuk menghubungkan 2 peralatan secara terus menerus tanpa memperhitungkan apakah sedang ada komunikasi data yang terjadi di dalam sirkit tersebut. PVC tidak memerlukan proses pembangunan panggilan seperti pada SVC dan memiliki 2 status kerja:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Data Transfer, pengiriman data sedang terjadi dalam sirkit&lt;br /&gt;  2. Idle, koneksi antar titik masih aktif tapi tidak ada data yang dikirimkan dalam sirkit&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;[sunting] Switched Virtual Circuit (SVC)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;SVC adalah koneksi sementara yang terbentuk hanya pada kondisi dimana pengiriman data berlangsung. Status-status dalam koneksi ini adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  1. Call Setup, hubungan antar perangkat sedang dibangun&lt;br /&gt;  2. Data Transfer, data dikirimkan antar perangkat dalam sirkit virtual yang telah dibangun&lt;br /&gt;  3. Idle, ada koneksi aktif yang telah terbentuk, tetapi tidak ada data yang lewat di dalamnya&lt;br /&gt;  4. Call Termination, pemutusan hubungan antar perangkat, terjadi saat waktu idle melebihi patokan yang ditentukan</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/12/frame-relay.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-1817326750691396686</guid><pubDate>Tue, 15 Dec 2009 05:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-15T12:32:37.169+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Circuit switching</category><title>Circuit switching</title><description>Dalam dunia telekomunikasi, jaringan circuit switching adalah jaringan yang mengalokasikan sebuah sirkuit (atau kanal) yang dedicated diantara nodes dan terminal untuk digunakan pengguna untuk berkomunikasi. Sirkuit yang dedicated tidak dapat digunakan oleh penelepon lain sampai sirkuit itu dilepaskan, dan koneksi baru bisa disusun. Bahkan jika tidak ada komunikasi berlangsung pada sebuah sirkuit yang dedicated, kanal tersebut tetap tidak dapat digunakan oleh pengguna lain. Kanal yang dapat dipakai untuk hubungan telepon baru disebut sebagai kanal yang idle.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk call setup dan pengendalian (dan keperluan administratif lainnya) dapat digunakan sebuah kanal pensinyalan yang dedicated dari node terakhir ke jaringan. ISDN adalah salah satu layanan yang menggunakan sebuah kanal pensinyalan terpisah. Plain Old Telephone Service (POTS) tidak memakai pendekatan ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebuah metoda untuk membangun, memonitor perkembangan, dan menutup sebuah koneksi adalah dengan memanfaatkan sebuah kanal terpisah untuk keperluan pengontrolan, misalnya untuk links antar telephone exchanges yang menggunakan CCS7 untuk komunikasi call setup dan informasi kontrol dan menggunakan TDM untuk transportasi data di sirkuit tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem telepon zaman dahulu merupakan contoh penggunaan circuit switching. Pelanggan meminta operator untuk menghubungkan mereka dengan pelanggan lain, yang mungkin berada pada yang sama, atau melalui sebuah inter-exchange link dan operator lain. Dimanapun posisi para pelanggan ini, tetap terbentuk sebuah koneksi antar telepon kedua pelanggan selama hubungan telepon berlangsung. Kawat tembaga yang sedang digunakan untuk koneksi ini tidak dapat digunakan untuk hubungan telepon lain, walaupun para pelanggan ini tidak sedang berbicara dan jalur ini dalam kondisi tidak digunakan (silent).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini sudah dapat dilakukan multiplexing terhadap berbagai koneksi yang terdapat pada sebuah konduktor, namun demikian tetap saja setiap kanal pada link yang mengalami multiplexing selalu berada pada salah satu dari dua kondisi ini : dedicated pada sebuah koneksi telepon, atau dalam keadaan idle. Circuit switching mungkin relatif tidak efisien karena kapasitas jaringan bisa dihabiskan pada koneksi yang sudah dibuat tapi tidak terus digunakan (walaupun hanya sebentar). Disisi lain, keuntungannya adalah cepatnya membuat koneksi baru, dan koneksi ini bisa digunakan dengan leluasa selama dibutuhkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan lain adalah packet switching yang membagi data yang akan dikirimkan (misalnya, suara digital atau data komputer) menjadi kepingan-kepingan yang disebut paket, yang lalu dikirimkan melewati sebuah shared network. Jaringan packet switching tidak membutuhkan sebuah sirkuit khusus untuk melakukan koneksi. Dengan pendekatan ini banyak pasangan node dapat melakukan komunikasi yang hampir simultan pada kanal yang sama. Dengan tiadanya koneksi yang dedicated, masing-masing paket yang diberikan dilengkapi dengan alamat tujuan sehingga jaringan dapat mengirimkan paket tersebut ke tujuan yang diinginkan.</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/12/circuit-switching.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-2792624662759091316</guid><pubDate>Tue, 15 Dec 2009 05:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-12-15T12:24:48.190+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Asynchronous Transfer Mode</category><title>Asynchronous Transfer Mode</title><description>Asynchronous Transfer Mode (disingkat ATM) adalah protokol jaringan yang berbasis sel, yaitu paket-paket kecil yang berukuran tetap (48 byte data + 5 byte header). Protokol lain yang berbasis paket, seperti IP dan Ethernet, menggunakan satuan data paket yang berukuran tidak tetap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata asynchronous pada ATM berarti transfer data dilakukan secara asinkron, yaitu masing2 pengirim dan penerima tidak harus memiliki pewaktu (clock) yang tersinkronisasi. Metode lainnya adalah transfer secara sinkron, yang disebut sebagai STM (Synchronous Transfer Mode).</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/12/asynchronous-transfer-mode.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-8663552622958459208</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 01:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T08:29:46.647+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laptop Review</category><title>Dell Vostro A860 Laptop</title><description>&lt;span style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;Dell Vostro A860 Laptop&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:winopen(&#39;/content/products/superview.aspx?c=us&amp;amp;cs=04&amp;amp;l=en&amp;amp;pageoverride=gallery_view1&amp;amp;s=bsd&amp;amp;xdb=Z2xvYmFsOnByb2R1Y3RzOnZvc3Ryb25iOmZsYXNoOmxhcHRvcC12b3N0cm8tYTg2MCNyZWdpb24=&#39;,&#39;popup850x545&#39;,&#39;WIDTH=850,HEIGHT=545,RESIZABLE=YES,SCROLLBARS=NO,TOOLBAR=NO,LEFT=0,TOP=20&#39;);&quot; class=&quot;lnk&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i.dell.com/images/global/products/vostronb/laptop-vostro-a860-thumb1.jpg&quot; alt=&quot;Gallery&quot; width=&quot;124&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;70&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:winopen(&#39;/content/products/superview.aspx?c=us&amp;amp;cs=04&amp;amp;l=en&amp;amp;pageoverride=media_view1&amp;amp;s=bsd&amp;amp;xdb=Z2xvYmFsOnByb2R1Y3RzOnZvc3Ryb25iOmZsYXNoOmxhcHRvcC12b3N0cm8tYTg2MCNyZWdpb24=&#39;,&#39;popup850x545&#39;,&#39;WIDTH=850,HEIGHT=545,RESIZABLE=YES,SCROLLBARS=NO,TOOLBAR=NO,LEFT=0,TOP=20&#39;);&quot; class=&quot;lnk&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i.dell.com/images/global/products/vostronb/laptop-vostro-a860-thumb2.jpg&quot; alt=&quot;360°&quot; width=&quot;124&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;70&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:winopen(&#39;/content/products/superview.aspx?c=us&amp;amp;cs=04&amp;amp;l=en&amp;amp;pageoverride=features_view1&amp;amp;s=bsd&amp;amp;xdb=Z2xvYmFsOnByb2R1Y3RzOnZvc3Ryb25iOmZsYXNoOmxhcHRvcC12b3N0cm8tYTg2MCNyZWdpb24=&#39;,&#39;popup850x545&#39;,&#39;WIDTH=850,HEIGHT=545,RESIZABLE=YES,SCROLLBARS=NO,TOOLBAR=NO,LEFT=0,TOP=20&#39;);&quot; class=&quot;lnk&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i.dell.com/images/global/products/vostronb/laptop-vostro-a860-thumb3.jpg&quot; alt=&quot;Features&quot; width=&quot;124&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;70&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;An affordable, mobile solution that meets the needs of everyday business computing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; * Keeps you connected and on-the-go&lt;br /&gt; * A 15.6” anti-glare widescreen HD LCD display for easy viewing&lt;br /&gt; * Worry-free services and support for your business&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;At a Glance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Dell Vostro A860 has the right balance of reliable technology, features, and support to take your business mobile – without breaking your budget. It’s the perfect choice for the business professional looking to transition from a desktop to a laptop to meet the daily demands of doing business while on the go. Discover the advantages of the Vostro A860 laptop:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * A 15.6” Anti-glare Widescreen HD LCD display for easy viewing&lt;br /&gt;   * Keeps you connected and in sync for on-the-go collaboration&lt;br /&gt;   * You will be ready for business with features optimized for everyday office computing&lt;br /&gt;   * Worry-free services and support designed for growing businesses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Optimized for Everyday Productivity&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pre-configured with only the software and features you need for everyday business tasks– no unwanted trialware - the Vostro A860 is easy to deploy and manage, delivering out-of-the-box productivity.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Choose from set configurations with Intel® processors and Genuine Windows Vista® Home Basic operating system, designed to deliver the level office productivity and performance that’s right for your budget.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Get Connected – Your Way&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Stay productive and focused on your business in the office, on the road or at home. Integrated Wi-Fi®, 10/100 ethernet interface, and v.92 data/fax modem can keep you connected6 to the Internet, email, networks, and more, no matter where you choose to work. Optional Bluetooth® capability allows you to connect to personal area networks and synchronize with other Bluetooth-enabled devices.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Reliable and Worry-Free&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Designed for everyday mobile office computing, the Vostro A860 laptop is ready to help you take on the rigors of your business day and keep you looking professional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Each system is engineered with reliable, industry standard components and goes through hours of rigorous testing to ensure it’s worthy to be called a Dell laptop. An exterior coating helps protect the system from scratches during normal use and a sealed keyboard helps guard against dust and spills. And the Dell experience goes beyond the purchase of your laptop—the Vostro A860 comes with excellent services designed for your growing business, including over-the-phone technical and diagnostic support, and a standard limited hardware warranty4 covering equipment repair or replacement, plus all parts and labor for 1 year.&lt;img src=&quot;http://i.dell.com/images/global/products/vostronb/vostronb_highlights/laptop_vostro_a860_overview3.jpg&quot; /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;check it now : &lt;a href=&quot;http://www.dell.com/content/products/productdetails.aspx/laptop-vostro-a860?c=us&amp;amp;cs=04&amp;amp;l=en&amp;amp;s=bsd&quot;&gt;dell&lt;/a&gt;</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/05/dell-vostro-a860-laptop.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-732922228289857559</guid><pubDate>Fri, 01 May 2009 01:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-01T08:24:50.029+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laptop Review</category><title>Dell Vostro A90</title><description>&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:winopen(&#39;/content/products/superview.aspx?c=us&amp;amp;cs=04&amp;amp;l=en&amp;amp;pageoverride=gallery_view1&amp;amp;s=bsd&amp;amp;xdb=Z2xvYmFsOnByb2R1Y3RzOnZvc3Ryb25iOmZsYXNoOmxhcHRvcC12b3N0cm8tYTkwI3JlZ2lvbg==&#39;,&#39;popup850x545&#39;,&#39;WIDTH=850,HEIGHT=545,RESIZABLE=YES,SCROLLBARS=NO,TOOLBAR=NO,LEFT=0,TOP=20&#39;);&quot; class=&quot;lnk&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i.dell.com/images/global/products/vostronb/vostronb_highlights/laptop-vostro-a90-thumb1.jpg&quot; alt=&quot;Gallery&quot; width=&quot;124&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;70&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;javascript:winopen(&#39;/content/products/superview.aspx?c=us&amp;amp;cs=04&amp;amp;l=en&amp;amp;pageoverride=media_view1&amp;amp;s=bsd&amp;amp;xdb=Z2xvYmFsOnByb2R1Y3RzOnZvc3Ryb25iOmZsYXNoOmxhcHRvcC12b3N0cm8tYTkwI3JlZ2lvbg==&#39;,&#39;popup850x545&#39;,&#39;WIDTH=850,HEIGHT=545,RESIZABLE=YES,SCROLLBARS=NO,TOOLBAR=NO,LEFT=0,TOP=20&#39;);&quot; class=&quot;lnk&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i.dell.com/images/global/products/vostronb/vostronb_highlights/laptop-vostro-a90-thumb2.jpg&quot; alt=&quot;360°&quot; width=&quot;124&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;70&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;javascript:winopen(&#39;/content/products/superview.aspx?c=us&amp;amp;cs=04&amp;amp;l=en&amp;amp;pageoverride=features_view1&amp;amp;s=bsd&amp;amp;xdb=Z2xvYmFsOnByb2R1Y3RzOnZvc3Ryb25iOmZsYXNoOmxhcHRvcC12b3N0cm8tYTkwI3JlZ2lvbg==&#39;,&#39;popup850x545&#39;,&#39;WIDTH=850,HEIGHT=545,RESIZABLE=YES,SCROLLBARS=NO,TOOLBAR=NO,LEFT=0,TOP=20&#39;);&quot; class=&quot;lnk&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i.dell.com/images/global/products/vostronb/vostronb_highlights/laptop-vostro-a90-thumb3.jpg&quot; alt=&quot;Ports&quot; width=&quot;124&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;70&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;For the on-the-go professional or frequent business traveler, the Vostro A90 is the ideal mobile business Internet companion that will keep you moving and connected to your business. Discover the advantages yourself:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  * Lightweight (only 1.07 kg/2.36 lbs), ultra compact design will keep you highly mobile&lt;br /&gt;  * Easy to purchase, setup and maintain&lt;br /&gt;  * Backed by Dell’s worry-free services and support designed for small business&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;At a Glance&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Affordable, highly portable with a sturdy compact design, the Vostro A90 keeps you productive and connected to your business while on the go.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Easy to Use, Keeping You Productive While On the Go&lt;br /&gt;   * Keeps You Connected and In Sync for On-the-Go Collaboration&lt;br /&gt;   * Sturdy Design Built for Ultra-Mobility&lt;br /&gt;   * Worry-free service and support designed for growing businesses&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Easy to Use, Keeping You Productive While On the Go&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Pre-installed operating systems and business productivity applications enable simple and fast setup for an out-of-the-box computing experience&lt;br /&gt;   * No annoying trialware - just the solutions you need to be productive&lt;br /&gt;   * Fast and reliable data access with solid state hard drive&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keeps You Connected and In Sync for On-the-Go Collaboration&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Built-in Wi-Fi 802.11b/g keeps you connected to your business at home or on the go&lt;br /&gt;   * Bluetooth capabilities allow you to connect to personal area networks and synch with other Bluetooth enabled mobile devices&lt;br /&gt;   * Optional 0.3 mega pixel camera with microphone enables video communication with peers back in the office or with family while on business trips.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Compact Sturdy Design Keeps You Highly Mobile&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Lightweight (only 1.07 kg / 2.36 lbs) and built to last to Dell’s high standards for durability.&lt;br /&gt;   * Size-optimized, sealed keyboard guards against dust and spills&lt;br /&gt;   * 8.9&quot; WSVGA with TrueLifeTM  display delivers enhance clarity and vivid detail, presenting most web pages with no left-right scrolling.&lt;br /&gt;   * Power efficient solution based on Intel®  AtomTM  processor&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;Built-in Wi-Fi and Bluetooth&lt;br /&gt;Worry-free Warranty  &lt;br /&gt;Fast and Convenient to Purchase&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Extensive network of Dell distributors makes it easier than ever for you to walk into an authorized Dell reseller and walk out with the equipment you need&lt;br /&gt;   * Once you&#39;ve found the Vostro system to meet your needs, setup is quick and easy so you can get back to running your business&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Worry-free Service and Support&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The Dell experience goes beyond the purchase of your system —the Vostro A90 comes with excellent services designed for your growing business, including:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   * Over-the-phone technical and diagnostic support&lt;br /&gt;   * Standard limited hardware warranty2 covering equipment repair or replacement, plus all parts and labor for 1 year&lt;br /&gt;   * Service-center support&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;Gallery : &lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;para&quot;&gt;&lt;a href=&quot;javascript:winopen(&#39;/content/products/superview.aspx?c=us&amp;amp;cs=04&amp;amp;l=en&amp;amp;s=bsd&amp;amp;xdb=Z2xvYmFsOnByb2R1Y3RzOnZvc3Ryb25iOmZsYXNoOmxhcHRvcC12b3N0cm8tYTkwI3JlZ2lvbg==&#39;,&#39;popup850x545&#39;,&#39;WIDTH=850,HEIGHT=545,RESIZABLE=YES,SCROLLBARS=NO,TOOLBAR=NO,LEFT=0,TOP=20&#39;);&quot; class=&quot;lnk&quot;&gt;&lt;img src=&quot;http://i.dell.com/resize.aspx/laptop-vostro-a90-overhead-alternate-500/295&quot; alt=&quot;Vostro A90&quot; width=&quot;295&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;detail : &lt;a href=&quot;http://www.dell.com/content/products/productdetails.aspx/laptop-vostro-a90?c=us&amp;amp;cs=04&amp;amp;l=en&amp;amp;s=bsd&quot;&gt;disini&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/05/dell-vostro-a90.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-8695954722321907260</guid><pubDate>Wed, 29 Apr 2009 13:26:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-29T20:27:06.788+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konfigurasi router</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Panduan Mikrotik</category><title>Setting Mikrotik Wireless Bridge</title><description>Sering kali, kita ingin menggunakan Mikrotik Wireless untuk solusi point to point dengan mode jaringan bridge (bukan routing). Namun, Mikrotik RouterOS sendiri didesain bekerja dengan sangat baik pada mode routing. Kita perlu melakukan beberapa hal supaya link wireless kita bisa bekerja untuk mode bridge. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mode bridge memungkinkan network yang satu tergabung dengan network di sisi satunya secara transparan, tanpa perlu melalui routing, sehingga mesin yang ada di network yang satu bisa memiliki IP Address yang berada dalam 1 subnet yang sama dengan sisi lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika jaringan wireless kita sudah cukup besar, mode bridge ini akan membuat traffic wireless meningkat, mengingat akan ada banyak traffic broadcast dari network yang satu ke network lainnya. Untuk jaringan yang sudah cukup besar, saya menyarankan penggunaan mode routing.&lt;br /&gt;Berikut ini adalah diagram network yang akan kita set.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfigurasi Pada Access Point&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Buatlah sebuah interface bridge yang baru, berilah nama bridge1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masukkan ethernet ke dalam interface bridge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Masukkan IP Address pada interface bridge1&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu Wireless (1), pilihlah tab interface (2) lalu double click pada nama interface wireless yang akan digunakan (3). Pilihlah mode AP-bridge (4), tentukanlah ssid (5), band 2.4GHz-B/G (6), dan frekuensi yang akan digunakan (7). Jangan lupa mengaktifkan default authenticated (8) dan default forward (9). Lalu aktifkankanlah interface wireless (10) dan klik OK (11).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Berikutnya adalah konfigurasi WDS pada wireless interface yang digunakan. Bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah di atas, pilihlah tab WDS (1). Tentukanlah WDS Mode dynamic (2) dan pilihlah bridge interface untuk WDS ini (3). Lalu tekan tombol OK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Langkah selanjutnya adalah menambahkan virtual interface WDS. Tambahkan interface WDS baru seperti pada gambar, lalu pilihlah interface wireless yang kita gunakan untuk WDS ini. Lalu tekan OK.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Jika WDS telah ditambahkan, maka akan tampak interface WDS baru seperti pada gambar di bawah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfigurasi pada Wireless Station&lt;br /&gt;Konfigurasi pada wireless station hampir sama dengan langkah-langkah di atas, kecuali pada langkah memasukkan IP Address dan konfigurasi wirelessnya. Pada konfigurasi station, mode yang digunakan adalah station-wds, frekuensi tidak perlu ditentukan, namun harus menentukan scan-list di mana frekuensi pada access point masuk dalam scan list ini. Misalnya pada access point kita menentukan frekuensi 2412, maka tuliskanlah scan-list 2400-2500.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengecekan link&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika link wireless yang kita buat sudah bekerja dengan baik, maka pada menu wireless, akan muncul status R (lihat gambar di bawah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, mac-address dari wireless yang terkoneksi juga bisa dilihat pada jendela registration (lihat gambar di bawah).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Konfigurasi keamanan jaringan wireless&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Mikrotik, cara paling mudah untuk menjaga keamanan jaringan adalah dengan mendaftarkan mac-address wireless pasangan pada access list. Hal ini harus dilakukan pada sisi access point maupun pada sisi client. Jika penginputan access-list telah dilakukan, maka matikanlah fitur default authenticated pada wireless, maka wireless lain yang mac addressnya tidak terdaftar tidak akan bisa terkoneksi ke jaringan kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika kita menginginkan fitur keamanan yang lebih baik, kita juga bisa menggunakan enkripsi baik WEP maupun WPA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber : http://www.mikrotik.co.id/artikel_lihat.php?id=13</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/04/setting-mikrotik-wireless-bridge.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-2511641878468543182</guid><pubDate>Wed, 29 Apr 2009 13:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-29T20:25:42.671+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Konfigurasi router</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Panduan Mikrotik</category><title>Setting Wireless Mikrotik</title><description>Setting Point To Multi Point Pada AP Mikrotik&lt;br /&gt;Konfigurasi pada wireless Access Point&lt;br /&gt;1. Buatlah sebuah Interface bridge yang baru, berilah nama wds bridge atau terserah anda namanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Masukkan ethernet dan wlan ke dalam interface port bridge&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Selanjutnya adalah setting wireless interface. Kliklah pada menu wireless. (1). pilih pada tab Security Profiles (2). Cek list WPA PSK pada Authentication Types (3). cel list juga tkip, aes ccm pada Unicast Ciphers dan Group Ciphers(4) Isikan password pada WPA Pre-Shares Key (5) klik Apply OK4. Selanjutnya klik tab Connect list (1). pada interface pilihlah wlan yang akan digunakan (2). tentukan ssid (3) dan pada Securty Profile arahkan ke profile1 (4) klik Apply OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. dan selanjutnya (1) klik tab interface (2) dobel klik pada nama wireless yang akan digunakan (3). pilihlah mode ap bridge (4). tentukan ssid seperti pada security porfile tadi (5). band (6). dan frequency yang digunkan (7). pada Security Profile tujukan ke profile1 (8). dan pada Frequency Mode tujukan ke manual txpower (9). jangan lupa aktifkan Default Authentication dan Default Forward (10) lalu aktifkan interface wirelessnya (11) klik apply OK6. Berikutnya konfigurasi wds pada wireless interface yang digunakan, bukalah kembali konfigurasi wireless seperti langkah terdahulu. (1). pilihlah tab wds (2) tentukanlah WDS Mode ke dynamic (3). pilihlah wds-bridge pada WDS Default Bridge (4) klik Apply OK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;nah seting access point nya udah kelar, tinggal seting wireless stationnya tapi saya belum edit gambar untuk wireless stationnya, tapi pada dasarnya setting stationnya sama seperti access point cuma mode di tentukan ke station wds dan frequency mode ke super channel nah tinggal scan, di tabel akan terlihat ssid access point yg kita buat klik connect klik ok udah sep…..kan semoga bermanfaat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;di post pada http://dimensi-cakrawala.blogspot.com/</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/04/setting-wireless-mikrotik.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-1235012951384526711</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 02:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T10:01:52.183+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan OJT</category><title>laporan OJT : Minggu 11</title><description>senin:&lt;br /&gt;-Pengecekan perangkat di prigen sekaligus pengecekan listrik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selasa:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rabu:&lt;br /&gt;-Menginstall M. Office dan aplikasi lainnya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamis:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jum&#39;at:&lt;br /&gt;-Browsing Internet</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/04/laporan-ojt-minggu-11.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-3785599431654055096</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 02:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T09:58:34.498+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan OJT</category><title>laporan OJT : Minggu 10</title><description>senin&lt;br /&gt;- LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selasa:&lt;br /&gt;-Troubleshooting PC dan install WIndows XP &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rabu:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamis:&lt;br /&gt;-LIBUR (Hari Raya nyepi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jum&#39;at:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/04/laporan-ojt-minggu-10.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-7985451552130378671</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 02:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T09:55:04.268+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan OJT</category><title>laporan OJT : Minggu 9</title><description>senin:&lt;br /&gt;-Browsing Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selasa:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rabu:&lt;br /&gt;-Melepas antena di universitas daerah klampis surabaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamis:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jum&#39;at:&lt;br /&gt;-Install ulang pc dengan dual booting yaitu linux ubuntu 8.04 &amp; windows xp</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/04/laporan-ojt-minggu-9.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-7102607493676225796</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 02:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T09:52:35.627+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan OJT</category><title>laporan OJT : Minggu 8</title><description>Laporan PSG Minggu ke 8, jobnya udah lumayan banyak dari pada minggu sebelumnya, &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senin:&lt;br /&gt; LIBUR (Maulid Nabi)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selasa:&lt;br /&gt;-Pointing antena canopy di smk 3 buduran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rabu:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamis:&lt;br /&gt;-Mengganti router mikrotik di wisma sier &amp; Pemasangan antena grid di filtrona &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jum&#39;at:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/04/laporan-ojt-minggu-8.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-7698097156169578358</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 02:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T09:50:23.546+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan OJT</category><title>laporan OJT : Minggu 7</title><description>Minggu ke 7 PSG di Radnet, minggu2 ini jobnya semakin sedikit, mungkin memang tidak ada masalah dalam koneksi Internet jadi ya jadi pengangguran, cuma Internetan dan ngobrol sama anak SMK 7 Sby&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senin:&lt;br /&gt;-Browsing Internet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selasa:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rabu:&lt;br /&gt;-Melepas antena di universitas daerah klampis surabaya &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamis:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jum&#39;at:&lt;br /&gt;-Browsing INterner</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/04/laporan-ojt-minggu-7.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-1237929587021507784</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 02:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T09:47:30.104+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan OJT</category><title>Laporan OJT : Minggu 6</title><description>Minggu ini sama seperti minggu-minggu lainnnya tapi, saya dapat banyak ilmu dari Warnet Kampoeng Cyber di daerah Rungkut, diantaranya membuat billing n adminsitrasi warnet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;senin:&lt;br /&gt;- LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selasa:&lt;br /&gt;-Konfigurasi billing warnet linux ubuntu &amp; pemindahan kabel UTP di kampung cyber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rabu:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamis:&lt;br /&gt;-pengecekan router di PT Dok &amp; konfigurasi router Mikrotik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jum&#39;at:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/04/laporan-ojt-minggu-6.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-5725923999833889113</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 02:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T09:45:04.689+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan OJT</category><title>Laporan OJT : Minggu 5</title><description>Waah tidak terasa sudah 5 Minggu magang di Radnet, banyak pengalaman yang sudah saya dapat, tapi Minggu ini jobnya cuma sedikit jadi cuma bisa Internetan:&lt;div&gt;&lt;br /&gt;senin:&lt;br /&gt;- browsing di Rad Net&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selasa:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rabu:&lt;br /&gt;-Browsing INternet&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamis:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jum&#39;at:&lt;br /&gt;-Mencari informasi tentang LTSP&lt;/div&gt;</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/04/laporan-ojt-minggu-5.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-6988290584736295426</guid><pubDate>Sat, 11 Apr 2009 02:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T09:41:34.661+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan OJT</category><title>Laporan OJT : Minggu 4</title><description>&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: rgb(51, 51, 51); font-size: 13px; line-height: 20px; &quot;&gt;&lt;div&gt;Minggu Keempat PSG diRadnet &lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;senin:&lt;br /&gt;- LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;selasa:&lt;br /&gt;-pengecekan antena di bappeprop, mengambil mikrotik box di SMK 3 buduran,dan konfigurasi mikrotik box dan pemasangannya di kampung cyber &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;rabu:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;kamis:&lt;br /&gt;-Pemasangan radio antena grid di kampung cyber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;jum&#39;at:&lt;br /&gt;-LIBUR (giliran anak OJT dari smk lain)&lt;/span&gt;</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/04/laporan-ojt-minggu-4.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-8637632127233148026</guid><pubDate>Fri, 06 Feb 2009 12:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T09:38:32.984+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan OJT</category><title>Laporan OJT: Minggu 3</title><description>Laporan OJT selama satu minggu di Radnet :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, Tgl 2 Februari 2009 :&lt;br /&gt;Membetulkan antena di PT KALSI (Gresik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, Tgl 3 Februari 2009 :&lt;br /&gt;Libur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, Tgl 4 Februari 2009 :&lt;br /&gt;Tidak masuk karena sakit mata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, Tgl 5 Februari 2009 :&lt;br /&gt;Libur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, Tgl 6 Februari 2009 :&lt;br /&gt;-Membetulkan antena di kampoengCyber&lt;br /&gt;-Mem-pointingkan antena Canopy di SMKN 3 Buduran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian laporan saya OJT selama 1 Minggu</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/02/laporan-ojt-2-februarui-6-februari-2009.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-789503263902357015</guid><pubDate>Sat, 31 Jan 2009 02:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T09:34:54.268+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Laporan OJT</category><title>Laporan OJT: Minggu 2</title><description>Laporan OJT minggu kedua di Rednet Surabaya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Senin, Tgl 26 Januari 2009 :&lt;br /&gt;Libur Hari Raya Imlek&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selasa, Tgl 27 Januari 2009 :&lt;br /&gt;Membetulkan antena di BRI tower&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Rabu, Tgl 28 Januari 2009 :&lt;br /&gt;Memasang Antena Canopy di PT PJB (Pembangkitan Jawa Bali) dan membetulkan radio di kampoengCyber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kamis, Tgl 29 Januari 2009 :&lt;br /&gt;Instalasi jaringan menggunakan mikrotik dan Linux Mint dan membetulkan kabel di kampoengCyber&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumat, Tgl 30 Januari 2009 :&lt;br /&gt;Mengirim berkas-berkas Radnet ke gudang Radnet, dan membetulkan antena di daerah kampung ITS</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/01/laporan-ojt-26-januari-30-januari-2009.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-111886646900810926.post-8384949535143008047</guid><pubDate>Thu, 29 Jan 2009 12:57:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-29T21:01:28.777+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pengetahuan Jaringan</category><title>Apa itu Proxy</title><description>&lt;div class=&quot;snap_preview&quot;&gt;&lt;p&gt;&lt;em&gt;Anda mungkin pernah mendengar tentang proxy server, tetapi apa itu sebenarnya? Dan bagaimana cara kerjanya? Apakah ia hanya untuk mempercepat koneksi ke Internet?&lt;/em&gt;&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proxy server mula-mula dikembangkan untuk menyimpan halaman web yang sering diakses. Pada masa awal Internet, koneksi sangat lambat, Internet masih relatif kecil, dan halaman web masih statis. Keseluruhan Internet hanya terdiri dari beberapa ribu situs yang sebagian besar untuk para ilmuwan dan akademisi. Kapanpun ada berita penting pada suatu situs web, banyak ilmuwan dari organisasi yang sama akan mengunjungi halaman tersebut (berapa kali Anda memforward link di dalam perusahaan Anda?).&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Proxy dan Web Caching&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Dengan menyimpan halaman tersebut pada server lokal, proxy dapat menghilangkan akses Internet yang berlebih untuk mengambil kembali halaman yang sama berulang-ulang. Jadi, proxy mula-mula sangat efektif untuk web caching. Namun, Internet sekarang sudah cepat, halaman web bersifat dinamis dan kepentingan user di dalam satu organisasi hanya terdiri dari ratusan halaman web. Faktor-faktor ini menyebabkan caching proxy menjadi tidak efektif, kecuali pada organisasi yang sangat besar atau ISP. Meskipun semua browser standar mempunyai dukungan terhadap proxy server, sejak 1996 jarang digunakan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Proxy = HTTP?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Banyak alternatif layanan proxy, mulai dari fungsi filter pada Application layer untuk firewall seperti Checkpoint Firewall-1, sampai aplikasi umum yang murni “hanya proxy” seperti WinGate dan proxy satu layanan seperti Jigsaw untuk HTTP.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proxy server sering kali dihubungkan dengan layanan HTTP karena proxy kali pertama dikembangkan untuk layanan ini. Sejak saat itu, fungsi proxy telah diaplikasikan ke layanan Internet lain yang paling umum. Contoh pada artikel ini akan menggunakan layanan HTTP, tetapi fungsionalitas pada umumnya sama dengan layanan yang lain.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Bagaimana Cara Kerja Proxy?&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proxy bekerja dengan mendengarkan request dari client internal dan mengirim request tersebut ke jaringan eksternal seolah-olah proxy server itu sendiri yang menjadi client. Pada waktu proxy server menerima respon dan server publik, ia memberikan respon tersebut ke client yang asli seolah-olah ia public server.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Proxy dan Keamanan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Internet yang sekarang juga mempunyai cirinya sendiri, dan proxy server menunjukkan efek samping yang sungguh tak terduga: mereka dapat menyembunyikan semua user di belakang satu mesin, mereka dapat memfilter URL, dan mereka dapat membuang content yang mencurigakan atau ilegal. Jadi meskipun mula-mula dibuat sebagai cache nonsekuriti, tujuan utama proxy server sekarang menjadi firewalling.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proxy server memperbarui request layanan pada jaringan eksternal atas nama client mereka pada jaringan private. Ini secara otomatis menyembunyikan identitas dan jumlah client pada jaringan internal dari jaringan eksternal. Karena posisi mereka di antara client internal dan server publik, proxy juga dapat menyimpan content yang sering diakses dari jaringan publik untuk mengurangi akses ke jaringan publik tersebut. Kebanyakan implementasi nyata proxy sekuriti meliputi pemilteran paket dan Network Address Translation untuk membangun firewall yang utuh. Teknologi tersebut dapat digabungkan dengan proxy untuk menghilangkan serangan yang terhadapnya proxy rentan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Menyembunyikan Client&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Fitur keamanan utama proxy server adalah menyembunyikan client. Seperti Network Address Translation, proxy server dapat membuat seluruh jaringan internal muncul sebagai satu mesin dari Internet karena hanya satu mesin yang melewatkan request ke Internet.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Seperti Network Address Translatation, proxy server mencegah host eksternal untuk mengakses layanan pada mesin internal. Pada proxy server, tidak ada routing ke client karena domain alamat jaringan internal dan eksternal bisa saja tidak kompatibel dan karena transport layer routing tidak ada di antara kedua jaringan.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proxy melakukan fitur ini dengan memperbarui request, bukan mengganti dan menghitung ulang header alamat. Sebagai contoh, pada waktu client membuat request melalui proxy server, proxy server menerima request tersebut seolah-olah web server tujuan pada jaringan internal. Ia kemudian memperbarui request ke jaringan eksternal seolah web browser biasa. Pada waktu proxy menerima respon dari web server yang sebenarnya, ia memberikan respon tersebut kepada client internalnya. Hanya HTTP yang dilewatkan melalui proxy, bukan TCP atau IP. TCP/IP (dan protokol low-level lainnya) diperbarui oleh proxy; mereka tidak akan dilewatkan melalui proxy.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Aspek lain dari penyembunyian client adalah penyebaran koneksi; proxy server dapat digunakan untuk membagi satu koneksi Internet dan alamat IP ke seluruh jaringan. Oleh karena itu, proxy server seperti WinGate sangat populer di lingkungan rumahan dan kantor kecil di mana hanya ada satu koneksi dial-up atau dedicated yang tersedia.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemblokiran URL&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pemblokiran URL memungkinkan administrator untuk menolak situs tertentu berdasarkan URL mereka. Secara teori, ini akan menjauhkan pegawai Anda dari situs web yang tidak boleh mereka akses. Fungsi ini mudah diimplementasikan. Proxy mengecek setiap request dengan daftar halaman yang ditolak sebelum ia memperbarui request tersebut. Jika URL diblokir, proxy tidak akan meminta atau memberikan halaman tersebut.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Namun, pemblokiran URL mudah diatasi, karena situs web bisa ditulis dengan  menggunakan alamat IP atau bahkan keseluruhan nomor alamat. User dapat mengetik apa saja dalam web browser mereka untuk mengakses halaman yang sama, namun URL blocker Anda (mungkin) hanya akan mengecek alamat lengkap URL.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Masalah lain dengan pemblokiran URL adalah memperbarui situs yang diblokir. Situs seperti hacking, pornografi, dan situs game mempunyai masa hidup yang singkat, mereka dapat muncul dan hilang dengan cepat. Sulit rasanya untuk memblokir mereka dengan database pemblokiran URL Anda. Kebanyakan orang akan menggunakan search engine atau berita Usenet untuk mengetahui keberadaan situs.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemilteran Content&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Karena proxy memperbarui semua muatan protokol dan protokol spesifik, proxy dapat digunakan untuk mencari muatan content yang mencurigakan. Ini berarti Anda dapat mengonfigurasi layanan proxy HTTP untuk mempreteli kontrol ActiveX, applet Java,  atau bahkan gambar berukuran besar jika Anda rasa mereka bisa menyebabkan masalah keamanan. Anda juga bisa menggunakan proxy SMTP utuk mempreteli attachment berupa file executable dan file arsip zip jika Anda rasa mereka menyebabkan masalah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pemfilteran content juga dapat digunakan untuk mengecek halaman web akan adanya kata atau kalimat tertentu, seperti merk dagang kompetitor Anda atau sejumlah berita hangat. Anda harus memfilter control ActiveX, applet Java, dan file executable dalam e-mail karena mereka dapat digunakan untuk menginstalasi Trojan horse.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Jika ada user yang perlu mentransfer file executable, minta mereka untuk mentransfernya dalam file zip atau gunakan BinHex atau encoder yang lain untuk mentransfernya dalam format teks. File akan perlu di-decode, sehingga mencegah pentransferan virus atau Trojan horse.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pengecekan Konsistensi&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Pengecekan konsistensi merupakan pengecekan content protokol untuk memastikan itu dapat dimengerti oleh protokol. Pengecekan konsistensi memastikan bahwa jenis content tertentu tidak dapat digunakan untuk mengeksploitasi kelemahan sistem keamanan dalam jaringan internal Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sebagai contoh, daemon SMTP Sendmail Unix dulunya terkenal peka terhadap masalah buffer overflow. Ini terjadi pada waktu e-mail dikirim dan membutuhkan waktu lebih lama dari yang ditentukan. Sendmail akan mengalokasikan bagian memory sebesar yang diminta oleh e-mail tersebut, tetapi kemudian memeriksa e-mail sampai akhirnya tiba di bagian akhir. Jika di antara bagian yang diminta dan bagian akhir berisi kode executable, hacker bisa mendapatkan akses root ke e-mail server Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Anda tentu pernah mendengar tentang banyaknya jumlah eksploitasi buffer overflow yang dilakukan oleh hacker untuk melawan IIS. Dengan menggunakan URL yang lebih panjang dari yang bisa ditangani IIS dan eksploitasi terhadap DLL pendukung, hacker dapat membuat serangan otomatis terhadap IIS yang bekerja sebagai worm pada Internet dan menyebabkan kerusakan secara luas. Microsoft telah meluncurkan perbaikan keamanan untuk mengatasi masalah ini.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Pengecekan konsistensi dengan proxy dapat memastikan bahwa masalah semacam ini bisa dihilangkan pada proxy sehingga mereka tidak akan mempengaruhi mesin internal. Sayangnya, masalah yang harus dicek biasanya tidak diketahui sampai hacker mengeksploitasi mereka, jadi kebanyakan pengecekan konsistensi hanya dilakukan setelah ditemukan adanya eksploitasi.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Pemblokiran Routing &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Paket Transport layer perlu diarahkan karena request semuanya diperbarui. Hal ini menghilangkan eksploitasi Transport layer seperti routing, fragmentasi, dan beragam serangan denialof-service. Dengan menghilangkan routing, Anda juga dapat memastikan bahwa semua protokol yang belum Anda tentukan tidak akan dilewatkan ke jaringan publik. Pemblokiran routing mungkin merupakan keuntungan proxy server yang paling penting. Karena paket TCP/IP sebenarnya lewat antara jaringan internal dan eksternal, banyak serangan denial-of-service dan eksploitasi yang dapat dicegah.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sayangnya, pemblokiran routing tidak begitu sering digunakan karena banyaknya protokol yang ada. Sedapat mungkin jangan perbolehkan paket low-level melewati proxy server kita. Kebanyakan proxy server memperbolehkan Anda untuk membuat proxy TCP generik untuk semua port yang enggunakan proxy SOCKS generik atau utiiliti redir Unix. Proxy generik ini, meskipun mereka tidak dapat melakukan pemfilteran content, tetapi memungkinkan Anda untuk mencegah paket TCP/IP berlalu-lalang antarjaringan Anda.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Logging dan Alerting&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Manfaat keamanan terakhir dari proxy adalah fasilitas logging dan alerting yang mereka sediakan. Proxy memastikan bahwa semua content mengalir melalui satu poin, yang bisa&lt;br /&gt;menjadi tempat pemeriksaan data jaringan. Kebanyakan proxy server akan mencatat penggunaan proxy oleh user dan dapat dikonfigurasi untuk mencatat situs yang mereka kunjungi. Ini akan memungkinkan Anda untuk mengatur ulang cara browsing user jika Anda curiga akan adanya aktivitas yang ilegal atau tidak semestinya.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Fasilitas alert disediakan oleh beberapa proxy untuk memperingatkan Anda atas serangan yang terjadi, meskipun proxy umumnya bukan sasaran penyerangan. Namun, fasilitas ini bisa digunakan untuk meningkatkan kewaspadaan Anda pada interface eksternal, yang sering kali dicoba untuk dieksplotiasi oleh hacker.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Proxy dan Kinerja&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Selain aspek keamanan, proxy server juga dapat memberikan peningkatan kinerja yang penting. Pertama, proxy dapat menyimpan data yang sering direquest untuk  meningkatkan kinerja dengan menghilangkan akses berlebih ke jaringan eksternal (yang kecepatannya lebih lambat). Kedua, proxy dapat menyeimbangkan beban service ke sejumlah server internal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Caching&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Seperti yang telah disebutkan di bagian awal artikel ini, proxy mula-mula dikembangkan sebagi peningkat kinerja, bukan sebagai perangkat pengaman. Pada awal Internet, hanya ada ribuan situs web. Mereka kebanyakan bersifat ilmiah dan tidak sering berubah. Karena koneksi ke Internet lambat, proxy dapat digunakan untuk menyimpan sebagian besar Internet secara lokal, sehingga pengguna internal cukup browsing ke proxy lokal. Content tidak berubah dengan sangat cepat, jadi ini masih masuk akal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Sekarang caching hanya masuk akal jika ada user dalam jumlah besar yang mengakses halaman web yang sama berulang-ulang. Pola penggunaan seperti ini sekarang sudah jarang, jadi segi caching proxy server sudah mulai usang.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Dengan e-commerce yang semakin umum, caching akan kembali menjadi fungsi yang penting karena banyak orang akan melakukan pekerjaan mereka dengan menghadapi beberapa situs yang sering diakses. Sebagai contoh, ambil agen perjalanan yang menggunakan Expedia.com dan Travelocity.com untuk melakukan pekerjaan mereka. Banyak agen akan mengakses dua situs yang sama berulang-ulang, sehingga menyimpan elemen situs utama, gambar, dan applet adalah masuk akal.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;&lt;strong&gt;Reverse Proxy Load Balancing&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;Proxy server sekarang ini dapat digunakan untuk melakukan “reverse proxy,” atau menyediakan layanan proxy ke client eksternal untuk server internal. Fungsi ini digunakan untuk menyeimbangkan beban klien ke sejumlah web server. Banyak situs web yang fungsionalitasnya tinggi menggunakan aplikasi kompleks seperti ISAPI, Active Server Pages, Java servlet, atau CGI. Aplikasi ini dijalankan pada server, sehingga mereka sangat mengurangi banyaknya client yang mampu ditangani oleh satu server.  Sebagai contoh, Windows 2000 server yang menjalankan IIS yang bisa menangani sampai 100.000 browser untuk halaman HTML standar hanya bisa menangani 5000 browser halaman ASP.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Ini berarti bahwa kebanyakan fungsi e-commerce sebenarnya tidak bisa ditangani oleh satu server, jadi situs tersebut harus dijalankan secara paralel ke sejumlah mesin. Sebagai contoh, &lt;a href=&quot;http://www.microsoft.com/&quot;&gt;http://www.microsoft.com/&lt;/a&gt; dijalankan pada 30 server DNS yang identik. DNS menyediakan skema dasar load-sharing di mana akses ke nama DNS akan mendapatkan salah satu alamat IP, tetapi ini belum benar-benar menyeimbangkan beban.&lt;/p&gt; &lt;p&gt;Proxy server dapat digunakan untuk merespon ke satu alamat IP dan kemudian mengarahkan koneksi client ke salah satu server di belakangnya. Proxy server dapat menggunakan beberapa tolak ukur yang disediakan oleh semua web server untuk mengtahui server mana yang mempunyai sisa kapasitas paling banyak. Setiap client yang terhubung kemudian dapat diarahkan ke web server mana pun yang mempunyai kapasitas yang cukup untuk menanganinya.&lt;/p&gt;&lt;p&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;sumber : http://antzon.wordpress.com/2006/02/28/proxy-server-apa-dan-bagaimana-part-1/ &lt;/div&gt;</description><link>http://computer-style.blogspot.com/2009/01/apa-itu-proxy.html</link><author>noreply@blogger.com (Prawira Aditama)</author><thr:total>1</thr:total></item></channel></rss>