<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>Suaka Elang</title>
	
	<link>http://suakaelang.org</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Thu, 02 Feb 2012 08:41:31 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/SuakaElang" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="suakaelang" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">SuakaElang</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Annual Report 2011</title>
		<link>http://suakaelang.org/annual-report-2011/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/annual-report-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 15:52:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[
Tak terasa waktu telah berjalan, di awal tahun 2012 yang lalu suaka elang mengadakan Annual report 2011 bersama para mitra dan lembaga pendiri.
Laporan lengkap dapat di unduh di sini:
Annual Report Perkumpulan Suaka Selang 2011
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/untitled1.bmp"><img class="aligncenter size-full wp-image-574" title="untitled" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/untitled1.bmp" alt="Annual Report Suaka Elang 2011" /></a><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/ANNUAL-REPORT-2011.htm"></a></p>
<p>Tak terasa waktu telah berjalan, di awal tahun 2012 yang lalu suaka elang mengadakan Annual report 2011 bersama para mitra dan lembaga pendiri.</p>
<p>Laporan lengkap dapat di unduh di sini:</p>
<p><a href="https://dl-web.dropbox.com/get/ANNUAL%20REPORT%202011.pdf?w=9de1eda6" target="_blank">Annual Report Perkumpulan Suaka Selang 2011</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/annual-report-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Jejak Sang Garuda</title>
		<link>http://suakaelang.org/mencari-jejak-sang-garuda/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/mencari-jejak-sang-garuda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 06:49:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[antam]]></category>
		<category><![CDATA[javan hawk eagle]]></category>
		<category><![CDATA[monitoring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[By: UCil
Teriknya matahari menemani perjalanan tim kali ini, Memulai aksi petualangan konservasi dengan perbekalan yang lengkap, mulai dari logistik pribadi dan peralatan pengamatan tim.
Setahun yang lalu si joni, seekor Elang Jawa dewasa (Spizaetus bartelsi) di kembalikan kehabitatnya di lokasi penambangan emas milik ANTAM di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Bukan hal yang mudah untuk mengenali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By: UCil</p>
<div id="attachment_561" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_44561.jpg"><img class="size-medium wp-image-561 " title="IMG_4456" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_44561-300x211.jpg" alt="menyusuri jalan setapak" width="240" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">menyusuri jalan setapak </p></div>
<p style="text-align: justify;">Teriknya matahari menemani perjalanan tim kali ini, Memulai aksi petualangan konservasi dengan perbekalan yang lengkap, mulai dari logistik pribadi dan peralatan pengamatan tim.</p>
<p style="text-align: justify;">Setahun yang lalu si joni, seekor Elang Jawa dewasa <em>(Spizaetus bartelsi)</em> di kembalikan kehabitatnya di lokasi penambangan emas milik ANTAM di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Bukan hal yang mudah untuk mengenali kembali Si Joni setelah 1 tahun. Perbedaan Joni dengan Elang Jawa lainnya hanya bias tim kenali dari sejenis kain khusus (<em>marker</em>) yang terpasang di sayap kanan joni sebelum ia di lepasliarkan. Tantangan bagi tim untuk memburu kembali jejak Joni Sang Garuda.<span id="more-558"></span></p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_560" class="wp-caption alignright" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/Untitled-1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-560 " title="Untitled-1" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/Untitled-1-150x150.jpg" alt="Tim monitoring peralatannya" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tim monitoring peralatannya</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Bermarkas di Camp Geomin, sebuah camp milik PT. Aneka Tambang. Tim mulai menyiapkan segala macan peralatan tempur para pengamat burung seperti Monocular, Binocular, Camera DSLR dan  logistic lainnya untuk keperluan esok hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Langit yang cerah, yah!!! itulah modal dasar yang tim butuhkan untuk menemukan jejak Joni. Sama halnya dengan burung Pemangsa di urnal lainnya, joni juga menggunakan panas bumi (<em>thermal) </em>untuk dapat membantunya terbang melayang-layang tinggi. Aktivitas yang hanya bisa dilakukan pada hari yang cerah saja, dan jika cuacanya mendung kebanyakan para burung pemangsa hanya bertengger pada dahan pohon yang rimbun dan tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_562" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4685.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-562" title="IMG_4685" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4685-150x150.jpg" alt="Tim yang sedang melakukan pemantauan" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tim yang sedang melakukan pemantauan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Mengandalkan keberuntungan dan bermodalkan keyakinan, tim pun mulai bergegas menuju lokasi yang sudah dipetakan sebelumnya, yakni di tikungan jalan cermin ke 2 setelah camp Geomin. Tidak lama waktu berselang, tim sudah disambut dengan pekikan khas burung-burung pemangsa raja langit semesta ini. Elang Ular Bido (<em>Spilornis cheela</em>), Elang Hitam (<em>Ictinaectus malayensis</em>), dan Elang Jawa (<em>Nisaetus bartelsi</em>) menampakkan gaya terbang masing-masing dengan luwesnya mengudara di langit biru. Tapi itu semua bukan Joni yang kami cari. Sore mulai menyapa, joni tak kunjung nampak hingga tim memutuskan untuk mengakhiri perburuan di hari pertama.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari kedua tim berangkat lebih pagi dari hari sebelumnya untuk mengantisipasi jam terbang Joni yang keluar lebih awal. Menurut informasi masyarakat sekitar lokasi pelepasan Joni, pernah terlihat Elang Jawa yang memangsa anak ayam milik masyarakat sekitar 2 minggu lalu. Di dorong Rasa penasaran menelusuri kebenaran informasi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar saja, baru beberapa meter meninggalkan camp, nampak dari jauh terbang 2 ekor burung pemangsa terbang melesat dari arah kejauhan. Peralatan yang terkalung di leher mempermudah gerak dan antisipasi. Ya, itu Joni, saya masih mengenalii <em>Wing tag</em> putih di sayapnya, ujar salah seorang anggota tim. Namun sayang, karena objek yang jauh dan meluncur cepat sehingga terhalang bentang alam perbukitan, tim yang ternganga melihat joni yang terbang melesat tidak sempat mengabadikannya. Rasa haru karena telah menemukan joni bercampur penyesalan karena tidak dapat mengabadikan joni bergejolak berkumpul menjadi satu sampai akhir monitoring.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_564" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_5626.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-564" title="IMG_5626" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_5626-150x150.jpg" alt="Breafing tim" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Breafing tim</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Rasa penat, gelisah, penasaran dan kekecewaan jelas sekali membayangi hari-hari tim yang beranggotakan 4 orang ini. Jelas saja, tidak habis pikir Joni Si Elang Jawa yang kami lepaskan setahun lalu selama 4 hari penantian tidak lagi menampakkan dirinya. Banyak faktor yang mempengaruhi tim tidak dapat menemukan keberadaan Joni, antara lain areal kawasan perbukitan yang sangat luas dan sifat alami Elang Jawa yang sensitif terhadap keberadaan manusia. Namun kami tetap optimis bahwa Joni masih dapat bertahan hidup dan menjalankan fungsinya di alam Sebagai <em>Top Of Predator</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">photo: ucil, udin, mono, duduy</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">laporan versi penuh dapat di unduh di sini</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://dl-web.dropbox.com/get/Laporan%20Pelepasliaran%20Elang%20Jawa%20Pongkor.pdf?w=b4751627">https://dl-web.dropbox.com/get/Laporan%20Pelepasliaran%20Elang%20Jawa%20Pongkor.pdf?w=b4751627</a></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/mencari-jejak-sang-garuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Pelajar Balanda</title>
		<link>http://suakaelang.org/kunjungan-pelajar-balanda/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/kunjungan-pelajar-balanda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 05:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi elang]]></category>
		<category><![CDATA[pusat pendidikan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[suaka elang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[By: Hendry_mono
Ternyata, pelajar belanda juga tertarik dengan elang, alam dan lingkungan. Sabtu lalu, tepatnya pada tangga 17 Septembber 2011 yang lalu, Detara Foundation bekerjasama dengan Jaringan Pendidikan Lingkungan mengajak mereka ke Pusat Pendidikan Lingkungan Berbasis Burung Pemangsa. Pelajar tersebut merupakan gabungan antara pelajar Belanda dan pelajar Indonesia. Kunjungan tersebut sengaja mereka lakukan semata-mata untuk belajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">By: Hendry_mono</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 269px"><img class=" " title="Kunjungan Pelajar dan para guru di Suaka Elang" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/306748_242143575831988_127889723924041_680590_2136373585_n.jpg" alt="Kunjungan Pelajar dan para guru di Suaka Elang" width="259" height="172" /><p class="wp-caption-text">Kunjungan Pelajar dan para guru di Suaka Elang</p></div>
<p style="text-align: justify;">Ternyata, pelajar belanda juga tertarik dengan elang, alam dan lingkungan. Sabtu lalu, tepatnya pada tangga 17 Septembber 2011 yang lalu, Detara Foundation bekerjasama dengan Jaringan Pendidikan Lingkungan mengajak mereka ke Pusat Pendidikan Lingkungan Berbasis Burung Pemangsa. Pelajar tersebut merupakan gabungan antara pelajar Belanda dan pelajar Indonesia. Kunjungan tersebut sengaja mereka lakukan semata-mata untuk belajar tentang kehidupan elang di Raptor Sanctuary.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-516"></span>Walaupun dalam waktu yang cukup singkat, namun memberikan arti penting dalam penyebarluasan nilai-nilai konservasi burung pemangsa di indonesia. peserta yang berjumlah kurang lebih 50 orang tersebut di ajak berkeliling kawasan pusat Pendidikan Lingkungan Berbasis Burung Pemangsa dan mempelajari tentang morfologi beberapa jenis elang Indonesia di kandang display.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignright" style="width: 218px"><img class="   " title="Presentas Suaka Elang" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/311818_242141132498899_127889723924041_680561_1486480516_n.jpg" alt="Presentasi Suaka Elang" width="208" height="138" /><p class="wp-caption-text">Presentasi Suaka Elang</p></div>
<p style="text-align: justify;">pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari para pelajar yang tertarik dengan elang dan kehidupannya, di tambah dengan aksen Belanda yang kental. pertanyaan banyak terlontar pada sesosok elang jawa muda yang sedang di siapkan untuk pproses rehabilitasi, staff pun mulai menjelaskan dengan perlahan satu per satu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Setelah selesai dengan belajar elang, peserta pun melakukan aksi penanaman pohon sebagai wujud kepedulian mereka terhadap alam. pohon yang di tanam merupakan asli yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, yakni Puspa dan Rasama.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img title="Steve, Siswa Belanda yng sedang menggali lubang tanam" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/299420_242143222498690_127889723924041_680585_731865987_n.jpg" alt="Steve, Siswa Belanda yng sedang menggali lubang tanam" width="432" height="287" /><p class="wp-caption-text">Steve, Siswa Belanda yng sedang menggali lubang tanam</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pada kesempatan ini, sebuah stasiun televisi swasta (Berita Satu TV) berminat untuk melakukan peliputan dengan harapan masyarakat secara luas akan lebih terinspirasi untuk konservasi Elang di indonesia, tentunya dengan cara-cara yang benar dan tidak melanggar undang-undang.</p>
<p style="text-align: justify;">Antusiasme pelajar terhadap Suaka Elang sangat luar biasa. &#8220;Jika ada Kesempatan, kami akan kembali mengunjungi tempat ini&#8221; kata salah seorang guru belanda yang juga turut mendampingi pelajarnya. bahkan jika berkenan meraka ingin menjadi volunnter di Raptor Sanctuary and Education Center ini. Sunguh niatan yang sangat mulia, semoga menjadi inpirasi bagi anak bangsa ini&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ini di akhiri dengan  penyerahan hadiah oleh masih-masing peserta, suasana yang cukup mengaharukan karena walaupun tidak terlalu lama namun mereka sudah terlihat akrab.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 442px"><img title="suasana haru menyelimuti peserta" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/314792_242145642498448_127889723924041_680611_1274908405_n.jpg" alt="" width="432" height="287" /><p class="wp-caption-text">suasana haru menyelimuti peserta</p></div>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/kunjungan-pelajar-balanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersimpati kepada Elang di Suaka Elang</title>
		<link>http://suakaelang.org/bersimpati-kepada-elang-di-suaka-elang/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/bersimpati-kepada-elang-di-suaka-elang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 05:31:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[elang]]></category>
		<category><![CDATA[raptor sanctuary]]></category>
		<category><![CDATA[suaka elang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[

author : Agus Surono
Monday, 08 August 2011 &#8211; 12:00 pm




yds
Salah satu elang yang sedang menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan.


Suaka Elang merupakan sebuah lembaga yang berbentuk jaringan, terdiri atas berbagai lembaga institusi pemerintah seperti Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS), Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BTNGGP), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jabar, Puslitbanghut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="read-atas">
<div id="title">
<h3><span style="font-weight: normal;">author : Agus Surono</span></h3>
<p>Monday, 08 August 2011 &#8211; 12:00 pm</p>
</div>
</div>
<div id="read-main">
<div id="read-pic"><img style="border-image: initial; border: 0px initial initial;" title="Salah satu elang yang sedang menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan" src="http://intisari-online.com//media/images/1059_bersimpati_kepada_elang_di_suaka_elang.jpg" border="0" alt="Salah satu elang yang sedang menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan" width="216" height="162" /></p>
<div>yds</div>
<p>Salah satu elang yang sedang menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan.</p>
</div>
<div id="read-isi">
<p style="text-align: justify;">Suaka Elang merupakan sebuah lembaga yang berbentuk jaringan, terdiri atas berbagai lembaga institusi pemerintah seperti Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS), Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BTNGGP), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jabar, Puslitbanghut, dan LIPI. Selain itu, Suaka Elang juga bersinergi dengan LSM Raptor Indonesia (RAIN), PILI-NGO Movement, Yayasan Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC), International Animal Rescue- Indonesia Program, Raptor Conservation Society (RCS), dan MataElang. Bergabung juga beberapa perusahaan besar seperti Chevron Geothermal Salak. Lembaga ini bergerak di bidang konservasi raptor dan habitatnya melalui rehabilitasi, suaka, dan pendidikan lingkungan berbasis raptor.</p>
<div style="text-align: justify;"><span id="more-536"></span>Lokasinya berada di kaki Gunung Salak sisi timur. Terletak di ketinggian sekitar 800 m di atas permukaan laut. Pohon pinus melingkupi kawasan ini. Selain kawasan suaka dan kandang rehabilitasi, tempat ini dilengkapi pula dengan tempat berkemah. Tak jauh dari sini juga ada Curug Cibadak. Nah, bagi keluarga bisa berkemah di sini dan menikmati curug atau elang yang terbang di ketinggian pada pagi dan sore hari.</div>
<div style="text-align: justify;">Saat berkunjung ke sini sambil menggowes, ada enam elang yang sedang direhabilitasi. Elang-elang ini merupakan sitaan dari perorangan atau dari pasar burung. Lama rehabilitasi amat tergantung kondisi awal. Menurut petugas yang berjaga di situ, ada parameter-parameter yang digunakan untuk menentukan apakah seekor elang sudah siap dilepasliarkan atau tidak.</div>
<div>
<p style="text-align: justify;">Di dalam kandang seukuran 3 x 6 x 3 m dengan kontur tanah miring itu setiap hari elang dievaluasi. Mulai dari kemampuan terbang sampai berburu mangsa. Soal berburu mangsa ini, setiap hari dilepaskan marmut atau tikus sebagai makanan elang. Dari evaluasi yang mengacu ke standar internasional itulah elang dinilai layak atau tidak untuk dilepas ke alam liar.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menuju ke Suaka Elang, jika dari Bogor ambil jalan alternatif Bogor &#8211; Sukabumi. Selepas pertigaan yang kalau ke kiri ke arah Cianjur, kita mesti waspada. Sekitar 2 km ke depan ada papan petunjuk di sisi kanan: Suaka Elang 2,5 km. Ikuti jalur ini yang mulai menanjak dan sempit sampai akhirnya bertemu perempatan dengan di salah satu sudutnya berdiri bangunan SD. Lurus terus sampai akhirnya bertemu gerbang dengan dua belati saling terkait di atasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang membawa kendaraan roda empat cari tempat parkir yang aman di sini. Bagi yang membawa kendaraan roda dua masih bisa melanjutkan melalui jalur tanah setapak sejauh sekitar 500 m. Jalan setapak ini akhirnya berujung di sebuah bangunan penjaga. Cukup membayar uang masuk Rp 2.500,- kita bisa melihat kandang rehabilitasi. Untuk menuju kandang kita harus melewati jembatan gantung yang hanya mampu dilewati 5 orang sekali jalan. Nah, di seberang jembatan gantung ini hutan pohon pinus yang masuk wilayah Taman Nasional Gunung Halimun menyapa Anda.</p>
<p><a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;msa=0&amp;msid=109274804140216064159.0004831c9688f367ed60e&amp;ll=-6.661198,106.796722&amp;spn=0.217561,0.494385&amp;z=14&amp;source=embed" target="_blank">Suaka Elang Bogor</a></p>
<div id="_mcePaste">Resort Salak I Taman Nasional Gunung Halimun-Salak</div>
<div id="_mcePaste">Kampung Loji Rt 02/09</div>
<div id="_mcePaste">Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong</div>
<div id="_mcePaste">Bogor, Jawa Barat, Indonesia<br />
Koordinat: S6<sup>o</sup>43.117&#8242; E106<sup>o</sup>46.177&#8242;</div>
</div>
</div>
</div>
<p>Resort Salak I Taman Nasional Gunung Halimun-SalakKampung Loji Rt 02/09Desa Pasir Jaya, Kecamatan CigombongBogor, Jawa Barat, Indonesia<br />
Koordinat: S6<sup>o</sup>43.117&#8242; E106<sup>o</sup>46.177&#8242;</p>
<p>Sumber:</p>
<p><a href="http://intisari-online.com/read/bersimpati-kepada-elang-di-suaka-elang">http://intisari-online.com/read/bersimpati-kepada-elang-di-suaka-elang</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/bersimpati-kepada-elang-di-suaka-elang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Supossed to be Free</title>
		<link>http://suakaelang.org/525/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/525/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 09:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[PLH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/525/</guid>
		<description />
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_524" class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/10/cover-cd-film-001.jpg"><img class="size-medium wp-image-524 " title="Supossed To Be Free" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/10/cover-cd-film-001-300x205.jpg" alt="sebuah Film Pendidikan Lingkungan Berisikan Kegaitan dan aksi nyata Konservasi Burung Pemangsa " width="240" height="164" /></a><p class="wp-caption-text">Film Suak Elang &quot;Supossed To be Free&quot;</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/525/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Close Illegal Falconry!</title>
		<link>http://suakaelang.org/close-illegal-falconry/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/close-illegal-falconry/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Oct 2011 10:17:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=518</guid>
		<description><![CDATA[



crested serpent eagle from falconry



Falconry issue is became the hottest issue in few months ago. WCU identified at least 3 falconry groups declared their group and activity in Jakarta, Bandung, and Yogyakarta. Instead, BKSDA DIY already issued MoU for a falconry group in Yogyakarta. The group claimed that raptor release program, rehabilitation center, and increasing [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 214px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class=" " title="crested serpent eagle from falconry" src="http://www.wildlifecrimesunit.com/wp-content/uploads/2011/10/elang-ular-bido-3-243x300.jpg" alt="" width="204" height="252" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">crested serpent eagle from falconry</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Falconry issue is became the hottest issue in few months ago. WCU identified at least 3 falconry groups declared their group and activity in Jakarta, Bandung, and Yogyakarta. Instead, BKSDA DIY already issued MoU for a falconry group in Yogyakarta. The group claimed that raptor release program, rehabilitation center, and increasing population are their contribution to reduce raptor threat. But, Suaka Elang and RAIN described that the release program of falconry group is not following the protocol and procedure. <span id="more-518"></span>In Jakarta, a falconry group displayed their Javan Eagle, White-bellied Sea Eagle, and Crested Serpent Eagle in commercial TV program. This is black campaign for raptor conservation because the falconry group in Jakarta have</p>
<p style="text-align: justify;">The polemic is emerged when raptor expert from Raptor Indonesia (RAIN), Suaka Elang, and WCU found misappropriation between their mission to conserve raptor and the real activity. We found that at least 40 raptors were keep in a group in Yogyakarta, and there are no evidence that they got the raptor from legal procedure. Right now, there are no legal raptor captive breeding issued by MoF in Indonesia. Based on internal discussion between member of the group, they got the raptor from the market. They bought the raptor just for pity, then trained  the raptor for their hobby. It is mean that the group got the raptor by illegal activity.</p>
<p style="text-align: justify;">Based on Indonesian Act No. 5 Year 1999, everybody is prohibited to keep, sell, or buy protected wildlife, both live or parts. Raptor, group of Accipitridae and Falconidae are protected based on Government Regulation No. 7 Year 1999. Selling the protected raptor is illegal, buying raptor from the bird market also illegal, and keeping the raptor by personal or inside a group (what ever the reason) is absolutely illegal. In certain day (Saturday or Sunday), the group (8-10 members) showed the raptor in public space. This is very dangerous for public awareness since the group have not enough space to explain people about why they display the protected bird in public space. The problem became complicated when the head of BKSDA DIY in non formal discussion said that he was disagree with raptor breeding issue or display the raptor in public space. However, to terminate the MoU between BKSDA DIY and falconry group in Yogyakarta is the important step for now.</p>
<p style="text-align: justify;">Wildlife Crime Unit in October 2011 carried out 15 days bird market monitoring in a famous bird market at Jakarta. The surveyor investigated raptor trade per 2 days during a month. The aim of the activity is to know how big illegal wildlife trade in targeted market. In 3 weeks monitoring, WCU recorded 17 falcons, hawks, and eagles sold out. Total 79 accipitridae and falconidae were displayed in the market. If we compare between captive breeding initiative by illegal falconry to support re-stocking in the wild and threat of raptor trade in the market, it clearly show that it does not make sense. The number of raptor were traded in the market are impossible to be replaced by raptor from captive breeding. Captive breeding also face a problem of behavior change and survival skill of raptor from captive breeding. Another issue, captive breeding is and expensive cost. The cost to breed the raptor in captivity is extremely higher than the price of wild raptor in the bird market. No body will involve to playing role in raptor captivity as long as law enforcement has no place in raptor trade issue. However, WCU assumed that both legal or illegal falconry have no clear vision about what will they do for raptor conservation. The fact, what are they doing now is just a camouflage to cover their illegal activity to buy, keep, and show the raptor just for hobby and business. (dna).</p>
<p style="text-align: justify;">sumber:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.wildlifecrimesunit.com/close-illegal-falconry/">http://www.wildlifecrimesunit.com/close-illegal-falconry/</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/close-illegal-falconry/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>kesempatan Ke-2 bagi Chella</title>
		<link>http://suakaelang.org/kesempatan-ke-2-bagi-chella/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/kesempatan-ke-2-bagi-chella/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 28 Jul 2011 06:24:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[Elang Ular Bido]]></category>
		<category><![CDATA[Pesangan tanda]]></category>
		<category><![CDATA[suaka elang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=492</guid>
		<description><![CDATA[Chella berontak, berteriak-teriak tanpa henti ketika tim melakukan pemasangan tanda di sayap dan  ring di kaki kanannya. “Dia memang sudah selayaknya dilepasliarkan kembali, mengingat prilakuknya yang sudah sangat liar’. Kata ibu Dewi, seorang peneliti elang dari LIPI yang sudah sangat mumpuni di dunianya.
Chella merupakan salah satu elang yang direkomendasikan untuk proses pelepasliaran. Elang ini sekitar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_494" class="wp-caption alignleft" style="width: 120px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0010.jpg"><img class="size-medium wp-image-494 " title="DSC_0010" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/07/DSC_0010-184x300.jpg" alt="" width="110" height="180" /></a><p class="wp-caption-text">Chella, si ELang ular bido</p></div>
<p style="text-align: justify;">Chella berontak, berteriak-teriak tanpa henti ketika tim melakukan pemasangan tanda di sayap dan  ring di kaki kanannya. “Dia memang sudah selayaknya dilepasliarkan kembali, mengingat prilakuknya yang sudah sangat liar’. Kata ibu Dewi, seorang peneliti elang dari LIPI yang sudah sangat mumpuni di dunianya.<span id="more-492"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Chella merupakan salah satu elang yang direkomendasikan untuk proses pelepasliaran. Elang ini sekitar 6 bulan di Suaka Elang. Karena sebelumnya berada di Animal Sanctuary Trust Indonesia (ASTI) sekitar 1 tahun dan dilakukan treatment untuk pelepasliaran, maka tidak terlalu sulit bagi suaka elang untuk melakukan treatment lanjutan.</p>
<div id="attachment_496" class="wp-caption alignright" style="width: 190px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/07/100_9470.jpg"><img class="size-medium wp-image-496 " title="100_9470" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/07/100_9470-300x225.jpg" alt="proses pemasangan tanda" width="180" height="135" /></a><p class="wp-caption-text">Pemasangan tanda oleh tim </p></div>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya elang ini sudah sangat layak untuk dilepasliarkan, karena dokumen pengesaha dari pihak berwenang sudah dia miliki seperti kelayakan kesehatan, kelayakan prilaku bahkan Surat Angkut Satwa Dalam Negeri pun sudah ia kantongi (SAT-DN). Karena informasi dan data tentang habitat pelepasliaran yang sangat terbatas, maka chella belum dapat menikmati udara sedar di alam bebas. Cukup riskan  jika chella di lepas tanpa study habitat mendalam.</p>
<div id="attachment_495" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/07/100_9469.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-495 " title="100_9469" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/07/100_9469-150x150.jpg" alt="Tim kerja dari Suaka Elang, LIPI, dan RAIN sedang" width="150" height="150" /></a><p class="wp-caption-text">Tim yang terdiri dari LIPI, Suaka ELang dan RAIN</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pada Bulan lalu, tepatnya pada tanggal 22 juni 2011 yang lalu, Chella di pasang tanda di sayap dan kakinya berupa wing tag/wing marker dan ring. Hal ini dimaksudkan untuk mempermudah monitoring bagi Chella nantinya. Pembagian tugas pun di mulai. Pengukuran dilakukan oleh oleh Ibu Dewi Prawiradilaga dengan dibantu Pak Parno yang juga Staff dari Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia. Pemasangan tanda di sayap dilakukan oleh Asman Adi Purwanto dari Raptor Indonesia, pemasangan cincin dilakukan oleh Mono. Sedangkan untuk Handling atau penangkapan dilakukan oleh Duduy <em>(Animal keeper)</em> yang dibantu oleh abah, Staff dari Taman Nasional yang juga bagian dari Suaka Elang. Benar-benar merupakan kerja tim dan berbagi peran sangat terlihat disini.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada kesempatan ini juga, 1 ekor elang jawa dan 1 ekor Elang Brontok<em>(Nisaetus cirrhatus)</em> di pasang tanda sama seperti Chella. Walaupun pemasangan tanda terdengan cukup ekstrim di telinga karena harus menempelkan benda asing di bagian tubuh mereka, namun untuk saat ini hanya alat itulah yang bisa diharapkan membatu identifikasi mereka di alam liar nantinya. Mereka diperlakukan dengan sangat halus dan lembut oleh para tim, cukup mengaharukan melihat Chella dan teman-temannya diperlakukan dengan baik</p>
<div id="attachment_498" class="wp-caption aligncenter" style="width: 310px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/07/100_9494.jpg"><img class="size-medium wp-image-498" title="100_9494" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/07/100_9494-300x219.jpg" alt="" width="300" height="219" /></a><p class="wp-caption-text">Tanda Pada Chella</p></div>
<p style="text-align: justify;">Rencananya Chella akan di lepasliarkan di gunung pongkor pada tanggal 15 Agustus 2011 mendatang. Semoga rencana pelepasliaran dapat berjalan dengan baik. Mohon doa restu dari kawan-kawan semua, agar Chella dapat kembali ke alam bebas</p>
<p>NB:</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi teman-teman yang tertarik untuk berpartisipasi menjadi volunteer dalam kegiatan ini, silahkan hubungi email info@suakaelang.org</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/kesempatan-ke-2-bagi-chella/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pendidikan di Indonesia Miskin Proses</title>
		<link>http://suakaelang.org/pendidikan-di-indonesia-miskin-proses/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/pendidikan-di-indonesia-miskin-proses/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 13 May 2011 02:29:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[edukasi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/pendidikan-di-indonesia-miskin-proses/</guid>
		<description><![CDATA[TEMPO Interaktif, Jakarta &#8211; Pengamat pendidikan dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Prof. Arief Rachman, menilai pendidikan di Indonesia masih miskin proses. Kalangan pendidik dan pengajar selama ini hanya memusatkan perhatian pada orientasi hasil, bukan proses pembelajaran. &#8220;Ini kritik besar terhadap dunia pendidikan kita. Harus ada rekonstruksi terhadap proses pembelajaran,&#8221; kata Arief Rachman,
Kamis, 12 Mei [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">TEMPO Interaktif, Jakarta &#8211; Pengamat pendidikan dan Guru Besar Universitas Negeri Jakarta, Prof. Arief Rachman, menilai pendidikan di Indonesia masih miskin proses. Kalangan pendidik dan pengajar selama ini hanya memusatkan perhatian pada orientasi hasil, bukan proses pembelajaran. &#8220;Ini kritik besar terhadap dunia pendidikan kita. Harus ada rekonstruksi terhadap proses pembelajaran,&#8221; kata Arief Rachman,</p>
<p style="text-align: justify;">Kamis, 12 Mei 2011.Arief menilai, sikap guru kurang mendukung pembentukan sikap pada siswa, sehingga yang terjadi hanya transfer ilmu dan pengetahuan, bukan transformasi sikap kepada pelajar. Untuk pelajaran Pancasila, misalnya, siswa hanya mengetahui isi pelajaran Pancasila tanpa mengetahui cara bersikap dari nilai-nilai Pancasila. &#8220;Orang tahu dan mengerti bukan berarti dia bisa bersikap,&#8221; kata Arief.<span id="more-488"></span></p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl class="wp-caption alignleft" style="width: 229px;">
<dt class="wp-caption-dt"><img class=" " title="Arif Rahman Hakim. Dok.TEMPO/Dimas Aryo" src="http://image.tempointeraktif.com/?id=71499&amp;width=274" alt="" width="219" height="125" /></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Arif Rahman Hakim. Dok.TEMPO/Dimas Aryo</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Orang tua juga tak luput dari tanggung jawab karena harus menanamkan sikap kepada putra-putri mereka. Misalnya, bagaimana bersikap sesuai dengan agama Islam, bahwa di dalam Islam tidak disebutkan bagaimana membentuk negara Islam, tapi bagaimana memperkokoh kehidupan masyarakat Islam.</p>
<p style="text-align: justify;">Arief menilai selama ini fenomena yang muncul dalam dunia pendidikan nasional adalah perhatian pada kekuatan kognitif siswa semata, bukan penekanan pada sisi afektif mereka. Ibaratnya, pengetahuan sudah dikemas dengan baik, sedangkan sikap sebagai akibat dari pengetahuan justru tidak dikuasai siswa.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Selama ini hanya fokus pada hal-hal yang dapat diukur dan diamati, misalnya nilai,&#8221; kata Arief. &#8220;Padahal, hal-hal yang tidak terukur dan teramati justru lebih penting.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Arief juga mengamati munculnya gaya hidup yang berbahaya dalam kehidupan berbangsa, yakni segala aktivitas masyarakat hanya terpaku pada hasil, bukan proses. Apalagi ditambah dengan budaya hidup serba instan. &#8220;Orang yang materialistis cenderung tidak sabar karena spiritualitasnya lemah,&#8221; kata Arief.</p>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya proses pembelajaran untuk pembentukan sikap, Arief juga menilai kekeliruan pendidikan nasional terletak pada sistem evaluasi. Selama ini yang dievaluasi hanya nilai, sedangkan sikap pelajar sering diabaikan guru. &#8220;Yang penting bukan mata pelajarannya, tapi proses dan evaluasinya.&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">MAHARDIKA SATRIA HADI<br />
sumber :<br />
<a href="http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/12/brk,20110512-334071,id.html">http://www.tempointeraktif.com/hg/pendidikan/2011/05/12/brk,20110512-334071,id.html</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/pendidikan-di-indonesia-miskin-proses/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Yuk Bermain Sambil Belajar</title>
		<link>http://suakaelang.org/bermain-dan-belajar/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/bermain-dan-belajar/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Apr 2011 18:30:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=475</guid>
		<description><![CDATA[http://umum.kompasiana.com/2009/10/27/bermain-sambil-belajar-atau-belajar-sambil-bermain/]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_476" class="wp-caption alignleft" style="width: 145px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/04/SD-Cipanas-4.jpg"><br />
<img class="size-thumbnail wp-image-476  " title="bermain sambil belajar" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/04/SD-Cipanas-4-150x150.jpg" alt="" width="135" height="135" /></a><p class="wp-caption-text">bermain sambil belajar</p></div>
<p style="text-align: justify;">Bermain dikalangan anak-anak merupakan aktivitas yang sangat menyenangkan. bermain merupakan metode yang cukup efektif untuk proses pembelajaran. mengapa demikian?</p>
<p style="text-align: justify;">Masa kanak-kanak adalah masa dimana sebuah kecerian hadir. Ingatkah kita waktu masih berada di bangku sekolah dasar. Sorak serentak hadir ketika bel istirahat berbunyi, kegembiraan menyertai saat keluar dari ruang kelas untuk melakukan aktivitas out-door. kita bermain, bercanda dan bercengkrama dengan sesama. walaupun hanya 15 menit namun memberikan makna yang cukup  berarti.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-475"></span>Namun berbeda ketika bell tanda istirahat pun usai. kita masuk dan mulai belajar dengan serius. menggauli buku dan alat tulis dalam sekejap keceriaan pun berubah menjadi sebuah ketegangan. aktivitas yang harus dilalui setiap harinya.</p>
<p style="text-align: justify;">Itulah sedikit potret dari dunia pendidikan di sekeliling kita, serius, terkesan satu arah dan punisman. sehingga mematikan kreativitas anak-anak. padahal ilmu akan dicerna dengan baik jika kita merasa relax dan santai.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan pola belajar dan bermain seperti memberikan quis dan games, anak-anak lebih mudah menangkap ilmu dan merangsang kreativitasnya. Apalagi jika aktivitas lebih banyak dilakukan di luar ruangan, Kata Pak Ajad sudaryat selaku penilik Unit Pengelola Tehnis Kecamatan Cigombong-Bogor.</p>
<p style="text-align: justify;">Suaka Elang yang memiliki komitmen di dunia pendidikan lingkungan menerapkan pola bermain dan belajar guna menyebarluaskan informasi mengenai konservasi burung pemangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">Apa bedanya dengan bermain sambil belajar? Tak jauh beda. Namun bermain sambil belajar lebih bebas dan tak berlaku aturan. Yang perlu diperhatikan adalah merancang alat bermain yang memiliki nilai edukasi. alat-alat bermain banyak membantu dalam penguatan motorik halus, motorik kasar dan kognitif anak. (<a href="http://umum.kompasiana.com/2009/10/27/bermain-sambil-belajar-atau-belajar-sambil-bermain/">http://umum.kompasiana.com/2009/10/27/bermain-sambil-belajar-atau-belajar-sambil-bermain/</a>).</p>
<p style="text-align: justify;">bermain dan belajar seharusnya mejadi sebuah pola pembelajaran yang baku karena mengandung nilai positif bagi anak. Namun, tanggung jawab tidak hanya bertumpu pada guru, tetapi peran serta orangtua juga sangat di butuhkan. Kita harus bisa mencermati hal ini, bahwasanya nasib bangsa ini ada di tangan kita semua. Berikanlah yang terbaik bagi anak-anak sebagai generasi bangsa.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/bermain-dan-belajar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>PELATIHAN IDENTIFIKASI DAN MONITORING RAPTOR SUMATERA &amp; RAPTOR WATCH DAY 2011, MALAYSIA</title>
		<link>http://suakaelang.org/pelatihan-identifikasi-dan-monitoring-raptor-sumatera-raptor-watch-day-2011-malaysia/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/pelatihan-identifikasi-dan-monitoring-raptor-sumatera-raptor-watch-day-2011-malaysia/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 18 Mar 2011 10:15:22 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan]]></category>
		<category><![CDATA[suaka elang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/pelatihan-identifikasi-dan-monitoring-raptor-sumatera-raptor-watch-day-2011-malaysia/</guid>
		<description><![CDATA[Raptor adalah terminologi lain untuk sebuah komunitas burung pemangsa, bahasa Indonesia lebih menyebutnya dengan elang. Keberadaannya selalu menarik untuk diperhatikan baik mengenai kehidupannya maupun hubungannya dengan kehidupan masyarakat.
Namun, ketertarikan tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh seluruh kalangan di daerah secara luas. Oleh karena itu, Raptor Indonesia (RAIN) bekerjasama dengan Suaka Elang yang didukung oleh Chevron, pada [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">Raptor adalah terminologi lain untuk sebuah komunitas burung pemangsa, bahasa Indonesia lebih menyebutnya dengan elang. Keberadaannya selalu menarik untuk diperhatikan baik mengenai kehidupannya maupun hubungannya dengan kehidupan masyarakat.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, ketertarikan tersebut belum sepenuhnya dinikmati oleh seluruh kalangan di daerah secara luas. Oleh karena itu, Raptor Indonesia (RAIN) bekerjasama dengan Suaka Elang yang didukung oleh Chevron, pada tanggal 8-9 Maret 2011 mengadakanPelatihan Identifikasi dan Monitoring Raptor di Aula Gedung Balai Latihan Kehutanan Pekanbaru (Riau) dan Tahura Sultan Syarif Hasyim (Riau) dengan tema &#8220;<strong>Membangun Kemitraan dalam upaya penelitian dan Konservasi raptor di Sumatera</strong>”</p>
<p style="text-align: justify;">Berkenaan dengan Raptor Watch Day di Malaysia, pemateri dan beberapa peserta turut serta mengunjungan kegiatan festival yang diselengggarakan di Negri Jiran Malaysia.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p>info lebih lanjut dapat di lihat di;</p>
<address><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/03/Laporan-Kegiatan-raptor-sumatera1.pdf">Laporan Kegiatan raptor sumatera1</a></address>
<p>berita terkait kegiatan dapat di lihat di:</p>
<address>http://riaupos.co.id/news/2011/03/riau-menjadi-lintasan-penting-elang-migran/</address>
<address>http://epaper.riaupos.co.id/?aksi=lihat&amp;id=71</address>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/pelatihan-identifikasi-dan-monitoring-raptor-sumatera-raptor-watch-day-2011-malaysia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

