<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>Suaka Elang</title>
	
	<link>http://suakaelang.org</link>
	<description />
	<lastBuildDate>Sun, 06 May 2012 14:06:03 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.9.1</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/SuakaElang" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="suakaelang" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">SuakaElang</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Pelatihan Dasar Fasilitator</title>
		<link>http://suakaelang.org/pelatihan-dasar-fasilitator/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/pelatihan-dasar-fasilitator/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 30 Apr 2012 07:26:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[jaringan pendidikan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan fasilitator]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=681</guid>
		<description><![CDATA[Pekan lalu, Suaka Elang Raptor Sanctuary and Education Center bekerjasama dengan Jaringan Pendidikan Lingkung mengadakan kegiatan Pelatihan Dasar Fasilitator Pendidikan Lingkungan di Lingkungan Suaka Elang-Taman Nasional Gunung Halimun Salak.

Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari diikuti oleh 10 orang calon fasilitator dengan pengenalan materi  fasilitator dan informasi tentang elang pada umumnya yang disampaikan oleh Koen Setiawan [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_682" class="wp-caption alignleft" style="width: 220px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0183.jpg"><br />
<img class="size-medium wp-image-682 " title="Peserta Pelatihan dasar fasilitator" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0183-300x180.jpg" alt="" width="210" height="126" /></a><p class="wp-caption-text">Peserta Pelatihan dasar fasilitator</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pekan lalu, Suaka Elang Raptor Sanctuary and Education Center bekerjasama dengan Jaringan Pendidikan Lingkung mengadakan kegiatan Pelatihan Dasar Fasilitator Pendidikan Lingkungan di Lingkungan Suaka Elang-Taman Nasional Gunung Halimun Salak.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-681"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan tersebut dilaksanakan selama 2 hari diikuti oleh 10 orang calon fasilitator dengan pengenalan materi  fasilitator dan informasi tentang elang pada umumnya yang disampaikan oleh Koen Setiawan dari Jaringan Pendidikan lingkungan. diharapkan kegiatan tersebut dapat memberikan bekal bagi calon fasilitator yang akan berperan menyebarkan luaskan informasi kepada masyarakat luas.</p>

<a href='http://suakaelang.org/pelatihan-dasar-fasilitator/dsc_0183-2/' title='DSC_0183'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_01831-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0183" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/pelatihan-dasar-fasilitator/dsc_0386/' title='DSC_0386'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0386-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0386" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/pelatihan-dasar-fasilitator/dsc_0386-2/' title='DSC_0386'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_03861-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0386" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/pelatihan-dasar-fasilitator/dsc_0513/' title='DSC_0513'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0513-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0513" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/pelatihan-dasar-fasilitator/dsc_0593/' title='DSC_0593'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0593-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0593" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/pelatihan-dasar-fasilitator/dsc_0613/' title='DSC_0613'><img width="150" height="99" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0613.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0613" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/pelatihan-dasar-fasilitator/dsc_0183/' title='Peserta Pelatihan dasar fasilitator'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0183-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Peserta Pelatihan dasar fasilitator" title="Peserta Pelatihan dasar fasilitator" /></a>

]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/pelatihan-dasar-fasilitator/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Aksi Simpatik Kampanye Anti Perdagangan Satwa Dilindungi</title>
		<link>http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 23 Apr 2012 02:33:49 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kampanye]]></category>
		<category><![CDATA[perdagangan satwa liar]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=641</guid>
		<description><![CDATA[







Krisis Kesadaran masyarakat akan pentingnya satwa liar dalam sebuah siklus ekologi manjadi pertanyaan besar kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan, terlihat dari menjamurnya pasar-pasar burung di banyak kota di Indonesia, bahkan tidak sedikit yang menjual satwa-satwa yang dilindungi.
Dalam menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat serta peran serta generasi muda dalam pelestarian satwa maka LAPS ( LIGA ANTI [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="text_article">
<p style="text-align: center;">
<div id="attachment_642" class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0067.jpg"><img class="size-medium wp-image-642 " title="DSC_0067" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0067-300x117.jpg" alt="Stop Perdagangan Satwa Liar" width="240" height="94" /></a><p class="wp-caption-text">Stop Perdagangan Satwa Liar</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Krisis Kesadaran masyarakat akan pentingnya satwa liar dalam sebuah siklus ekologi manjadi pertanyaan besar kepada pemerintah sebagai pemangku kebijakan, terlihat dari menjamurnya pasar-pasar burung di banyak kota di Indonesia, bahkan tidak sedikit yang menjual satwa-satwa yang dilindungi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam menumbuhkan kesadaran dan pengetahuan masyarakat serta peran serta generasi muda dalam pelestarian satwa maka LAPS ( LIGA ANTI PERDAGANGAN SATWA)  yang didukung oleh berbagai NGO yang fokus kepada perlindungan satwa yaitu WCS-IP (Wildlife Conservation Society-Indonesia Program, Yayasan IAR Indonesia (International Animal Rescue), Forum Harimau Kita , JAAN (Jakarta Animal Aid Network), COP (Centre For Orangutan Protection), Suaka Elang, RAIN (Raptor Indonesia), ProFauna Indonesia, LASA (Lembaga Advokasi Satwa Liar) di Jakarta akan melakukan kegiatan Aksi simpatik di Monas dan Bundaran HI untuk mengkampanyekan perdagangan satwa dilindungi dengan tema “Pasar Burung di Indonesia Bebas Dari Perdagangan Satwa Dilindungi&#8217;.<br />
<span id="more-641"></span></p>
<p style="text-align: justify;">“Aksi ini  didukung oleh berbagai komunitas antara lain Komunitas Sepeda, Komunitas Slanker, Komunitas Dongeng, AFJ (Animal Friend Yogya), Komuntas Mahasiswa Lintas Alam Garuda (UIN), IMAKAHI (Ikatan Mahasiswa Kedokteran Hewan Indonesia), Komunitas Pecinta Alam dan Mahasiswa, KSP Tarsius Universitas Islam Negeri, KSP Macaca Universitas Negeri Jakarta, Himabio Rafflesia Universitas Islam As-Syafii’ah, Saka Dirgantara “ kata Agus Hadi yang mengkoordinir para komunitas dalam siaran persnya, Minggu(22/4/2012) malam.</p>
<p>Sementara itu, menurut Iben, Juru Kampanye aksi dari JAAN dan Daniek dari COP, LAPS pertama akan dilaunching pada saat memperingati hari Bumi tanggal 22 April 2012 di sekitar Monas dan dilanjutkan dengan long march menuju Bunderan HI.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Dengan harapan agar masyarakat luas peduli dan dapat melakukan suatu pesan terhadap Pemerintah Indonesia untuk lebih konsentrasi dan serius dalam menangani perdagangan satwa liar khususnya yang dilindungi yang semakin menjamur di Pasar – pasar burung dan di berbagai lokasi di Indonesia,” tegasnya.</p>
<p>Juru bicara Kampanye LAPS, Irma Hermawati kegiatan ini bertujuan untuk memberikan informasi tentang kondisi pasar burung saat ini sehingga diharapkan masyarakat mempunyai pengetahuan dan kepedulian untuk tidak membeli atau memelihara satwa liar dilindungi dari pasar burung. Pesan ini perlu disampaikan karena dapat menciptakan kesan personal terhadap alam sejak dini yang akan mempengaruhi sikap mereka untuk waktu yang akan dating terhadap alam itu sendiri serta menumbuhkan sensivitas masyarakat terhadap perubahan lingkungan yang terjadi di sekitar mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">”Kami berharap kegiatan ini bisa direspon oleh masyarakat secara positif karena bisa memberikan pengetahuan dan pengalaman baru serta kepedulian terhadap pelestarian satwa yang terancam punah khususnya serta alam dan lingkungan Indonesia,” tambahnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pelaksanaan kegiatan Aksi Simpatik Anti Perdagangan Satwa Liar, akan menjadi sarana perluasan informasi tentang konservasi. Sebagai salah satu media kampanye dan informasi, LAPS merupakan wadah untuk mensosialisasikan kegiatan penyelamatan Satwa Liar sebagai upaya kelestarian satwa tersebut yang telah dilakukan oleh anggota dari LAPS.</p>
<p style="text-align: justify;">Di kesempatan yang sama, Winardari IAR juga menegaskan, kampanye pelestarian spesies satwa langka yang dilaksanakan di kota besar mungkin merupakan pengalaman baru bagi masyarakat khususnya masyarakat dan siswa sekolah sehingga diperlukan upaya yang sifatnya mendidik dan menghibur mereka tentang pengetahuan baru tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;LIGA ANTI PERDAGANGAN SATWA (LAPS) akan melakukan program kampanye selama satu tahun dengan berbagai kegiatan-kegiatan yang melibatkan masyarakat, mahasiswa dan pelajar, komunitas-komunitas yang di dalamnya bersifat informatif, inovatif dan kreatif.” tutupnya.</p>
</div>

<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0005-2/' title='DSC_0005'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0005-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0005" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0017/' title='DSC_0017'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0017-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0017" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0034/' title='DSC_0034'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0034-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0034" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0039/' title='DSC_0039'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0039-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0039" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0045/' title='DSC_0045'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0045-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0045" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0057/' title='DSC_0057'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0057-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0057" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0067-3/' title='DSC_0067'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0067-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="Stop Perdagangan Satwa Liar" title="DSC_0067" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0067-4/' title='DSC_0067'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_00671-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0067" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0094/' title='DSC_0094'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0094-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0094" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0098/' title='DSC_0098'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0098-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0098" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0107/' title='DSC_0107'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0107-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0107" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0110/' title='DSC_0110'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0110-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0110" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0116/' title='DSC_0116'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0116-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0116" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0120/' title='DSC_0120'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0120-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0120" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0127/' title='DSC_0127'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0127-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0127" /></a>
<a href='http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/dsc_0165/' title='DSC_0165'><img width="150" height="150" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/04/DSC_0165-150x150.jpg" class="attachment-thumbnail" alt="" title="DSC_0165" /></a>

<p>Sumber:</p>
<p><a href="http://www.tribunnews.com/2012/04/23/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi">http://www.tribunnews.com/2012/04/23/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi</a></p>
<div style="text-align: justify;">Penulis: Srihandriatmo Malau  |  Editor: Willy Widianto</div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/aksi-simpatik-kampanye-anti-perdagangan-satwa-dilindungi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Elang ular bido dan para sahabatnya di banyumas</title>
		<link>http://suakaelang.org/elang-ular-bido-dan-biodiversity-society-di-banyumas/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/elang-ular-bido-dan-biodiversity-society-di-banyumas/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 24 Mar 2012 18:37:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[banyumas]]></category>
		<category><![CDATA[Biodiversity society]]></category>
		<category><![CDATA[desa melung]]></category>
		<category><![CDATA[plta]]></category>
		<category><![CDATA[purwokerto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/elang-ular-bido-dan-biodiversitas-society-di-banyumas/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu tempat favorit dengan udara segar dan pemandangan indah yang mudah dijangkau untuk dapat mengamati Elang ular-bido (Spilornis chella) di Banyumas adalah di sekitar bukit gn bunder, lereng selatan gunung Slamet yang masuk dalam area desa Melung kecamatan Kedung Banteng. Tempat ini bisa di tempuh  melalui dusun kalipagu desa Ketenger terus ke atas [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div class="wp-caption alignleft" style="width: 243px"><img class="   " title="kegiatan pengamatn oleh biodiversity society" src="http://a4.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc6/229232_1722649945645_1220239682_2596899_572032_n.jpg" alt="kegiatan pengamatn oleh biodiversity society" width="233" height="175" /><p class="wp-caption-text">kegiatan pengamatn oleh Biodiversity Society</p></div>
<p style="text-align: justify;">Salah satu tempat favorit dengan udara segar dan pemandangan indah yang mudah dijangkau untuk dapat mengamati Elang ular-bido <em>(Spilornis chella) </em>di Banyumas adalah di sekitar bukit gn bunder, lereng selatan gunung Slamet yang masuk dalam area desa Melung kecamatan Kedung Banteng. Tempat ini bisa di tempuh  melalui dusun kalipagu desa Ketenger terus ke atas sampai di pipa air PLTA di sebelah bukit gn bunder. Atau bisa juga kita masuk melalui desa Melung terus ke atas sampai di pipa air PLTA lalu mengikuti pipa ke utara sampai di sebelah bukit gn Bunder.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-629"></span> Tempat yang indah nan damai, jauh dari hiruk pikuk perkotaan. mampu melelehkan  kepenatan saat stress tiba. ditemani gemericik air irigasi, sawah yang terbentang dan ramah senyum warga desa.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebenarnya saat si Elang ular-bido soaring (melayang berputar di udara), kita dapat juga mengamatinya dengan cukup mudah dari depan balai desa Melung.  Dengan begitu kita dapat menambah satu kegiatan lain lagi di desa tersebut, yaitu berbelanja sayuran  organik yang ditanam di lahan pertanian organik disana. Belanja sayuran organik bonus pengamatan Elang ular-bido? Ah, di super market mana kita bisa mendapatkan penawaran menarik tersebut?  Apalagi jika beruntung kita dapat juga bertemu rekan si elang ular bido, yaitu elang jawa <em>(Nisaetus bartelsi)</em> si burung garuda.</p>
<p style="text-align: justify;">Kehadiran mereka menunjukkan tersedianya keragaman dan kelimpahan spesies pakannya, yang juga berarti menunjukkan keragaman jenis tanaman, ketersediaan air, dan kondisi suatu habitat yang dapat menopang hidup beragam spesies pakan tersebut di dalam sebuah kawasan.  Jadi, kehadiran spesies seperti Elang ular-bido bisa dijadikan penanda masih baiknya kondisi keragaman hayati di suatu kawasan.  Di Banyumas, Elang ular-bido masih terdapat di seluruh sisi dari lereng gunung Slamet dan juga tercatat di sekitar kawasan hutan perbukitan di daerah Bendung Gerak Serayu. Lokasi ini juga menjadi tempat favorit bagi para pengamat burung yang tegabung dalam biodeversity society di banyumas. Mereka bisa, kita pun bisa menciptakan suasana harmonis antara masyarakat dan alam sekitar</p>
<p style="text-align: justify;">sumber:</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://biodiversitysociety.org/?p=210">http://biodiversitysociety.org/?p=210</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/elang-ular-bido-dan-biodiversity-society-di-banyumas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Garuda, The Mighty of The Land of Java</title>
		<link>http://suakaelang.org/garuda-the-mighty-of-the-land-of-java/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/garuda-the-mighty-of-the-land-of-java/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 08 Mar 2012 09:28:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[All about garuda]]></category>
		<category><![CDATA[elang jawa]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=605</guid>
		<description><![CDATA[By : Cintin Sakina for The Indonesian Nature Conservation newsLetter

&#8220;I am Garuda, Vishnu&#8217;s bird, spreading my wings high above your islands&#8221;, is a verse works of Radenmas Noto liederen Soeroto in Puppet-read by the President when asked to give names to Indonesian airlines. Garuda Indonesia has an important meaning and value, Garuda became a symbol [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h4 style="text-align: justify;"><span style="font-weight: normal;">By : Cintin Sakina for The Indonesian Nature Conservation newsLetter</span></h4>
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 210px"><img src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/65/Coat_of_Arms_of_Indonesia_Garuda_Pancasila.svg/200px-Coat_of_Arms_of_Indonesia_Garuda_Pancasila.svg.png" alt="" width="200" height="215" /><p class="wp-caption-text">Simbol of State of Indonesia</p></div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">&#8220;I am Garuda, Vishnu&#8217;s bird, spreading my wings high above your islands&#8221;, is a verse works of Radenmas Noto liederen Soeroto in Puppet-read by the President when asked to give names to Indonesian airlines. Garuda Indonesia has an important meaning and value, Garuda became a symbol that is so revered by the nation of Indonesia, known as the official symbol of the State of Indonesia. In fact, the presidential decree No. 4 of 1993, Javan Hawk-Eagle established as a national symbol because of its resemblance to animals Garuda, a symbol of the State of Indonesia.</p>
<p><span id="more-605"></span></p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;"> </span></p>
<div id="attachment_615" class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/03/422523_336727216373623_127889723924041_941626_917231894_n.jpg"><img class="size-medium wp-image-615 " title="422523_336727216373623_127889723924041_941626_917231894_n" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/03/422523_336727216373623_127889723924041_941626_917231894_n-300x185.jpg" alt="" width="240" height="148" /></a><p class="wp-caption-text">Lounchong &quot;all About Garuda&quot;</p></div>
<p>Zaini Rakhman, trying to give an idea and inspiration about the existence of these birds of prey in a book &#8220;All About Garuda&#8221;. He wants knowledge of the Eagles not only owned by animal lovers or research only. In the book &#8220;All About Garuda&#8221; is also telling about Javan Hawk-Eagle&#8217;s threat from the determination of their status, how the Javan Hawk-Eagle get an immediate threat to poaching for illegal trade by the reduction in habitat area on the island of Java.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">E</span>ven though the Javan Hawk-Eagles have the status as the National Bird, but the reality this bird had the dilemma, how the forest on the island of Java as the main habitat area decreases, whereas the endemic birds are heavily reliant existence of a natural forest. Habitat destruction, including deforestation, forest degradation and fragmentation becomes a major problem where Javan Hawk-Eagle. And also, the more desirable Javan Hawk-Eagle in the chain of illegal wildlife trade both at their home land and abroad. This trade not only in the bird markets but also sold on a certain internet sites. It is not comparable to the rate of proliferation of Javan Hawk-Eagle, where he only spawn an egg within a year even two years. This 101 page book also discusses the Javan Hawk-Eagle rescue effort, such as the release back into their natural habitat and the story of efforts to stop the transfer function of the area in Subang, West Java.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #ff0000;">Z</span>aini Rakhman trying to recall all of us that Garuda is used as the symbol of the State not only existed in myth and imagination, but the fact that Garuda was real as real birds in Indonesia. So it becomes important to preserve the value keberadannya in Java, Java Hawk-Eagle should land on which to live and multiply.</p>
<p style="text-align: justify;"><span style="color: #cc0000;">M</span>ore information  &#8220;All About Garuda&#8221;, please contact :</p>
<p style="text-align: justify;">Zaini Rakhman in <a href="mailto:zaini@raptorindonesia.org" target="_blank">zaini@raptorindonesia.org</a></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/garuda-the-mighty-of-the-land-of-java/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Harapan Untuk Kamojang</title>
		<link>http://suakaelang.org/harapan-untuk-kamojang/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/harapan-untuk-kamojang/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Feb 2012 19:19:09 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[kamojang]]></category>
		<category><![CDATA[suaka elang]]></category>
		<category><![CDATA[survey elang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=586</guid>
		<description><![CDATA[by: izzudin



Tim Survey Kamojang


Seperti yin-yang, dimana keterpaduan itu lahir dari unsur yang saling berhubungan dan berlawanan namun saling melengkapi, seperti kawasan Taman Wisata Alam Kamojang yang sungguh menawarkan sebuah keseimbangan alam yang harmonis. Dinginnya udara pegunungan berpadu dengan uap panas perut bumi menyajikan sebentuk kehangatan saat berada disana. Pemanfaatan kawasan kamojang sebagai taman wisata alam [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">by: izzudin</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_591" class="wp-caption alignleft" style="width: 235px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/DSC_0832.jpg"><img class="size-medium wp-image-591    " title="DSC_0832" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/DSC_0832-300x199.jpg" alt="Tim Survey Kamojang" width="225" height="149" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tim Survey Kamojang</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Seperti yin-yang, dimana keterpaduan itu lahir dari unsur yang saling berhubungan dan berlawanan namun saling melengkapi, seperti kawasan Taman Wisata Alam Kamojang yang sungguh menawarkan sebuah keseimbangan alam yang harmonis. Dinginnya udara pegunungan berpadu dengan uap panas perut bumi menyajikan sebentuk kehangatan saat berada disana. Pemanfaatan kawasan kamojang sebagai taman wisata alam (TWA) dengan kawah sebagai objek wisata sangat membantu keberlangsungan ekologis kawasan.<span id="more-586"></span></p>
<p style="text-align: justify;">Keberadaan satwaliar cenderung lebih banyak terdapat di kawasan wisata, informasi ini kami kumpulkan melalui survey biodiversitas yang dilakukan dibeberapa titik kawasan kamojang. Sekelompok surili mudah dijumpai di kawasan TWA, surili tidak segan-segan turun dari pepohonan untuk mencari makanan diatas tanah, Ujar salah seorang Petugas BKSDA resort Kamojang.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_590" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/DSC_0818.jpg"><img class="size-full wp-image-590  " title="DSC_0818" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/DSC_0818.jpg" alt="Cagar Alam Kamojang" width="448" height="298" /></a><p class="wp-caption-text">Cagar Alam Kamojang</p></div>
<p style="text-align: justify;">Tak hanya hewan primata cantik itu, jelarang, dan berbagai satwa amphibi serta sekelompok burung hutan menari dan bernyanyi secara bersautan diantara ranting-ranting pohon di sepanjang jalan setapak menyusuri kawasan TWA menyambut para pengunjung yang datang.</p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_592" class="wp-caption alignleft" style="width: 310px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/DSC_0866.jpg"><img class="size-medium wp-image-592 " title="DSC_0866" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/DSC_0866-300x199.jpg" alt="Tim Survey " width="300" height="199" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tim Survey </dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Terkait dengan keberadaan burung pemangsa (Raptor), kawasan kamojang memiliki potensi yang cukup tinggi. Terbukti dari pengamatan raptor yang dilakukan selama 3 hari, Saat cuaca cerah, di waktu menjelang siang tak jarang terlihat burung elang terbang berputar menikmati panas matahari. Hasil dari pengamatan menunjukkan bahwa dijumpai beberapa burung elang, iantaranya Elang Hitam <em>(Ictinaetus malayensis)</em>, Elang Brontok <em>(Spizaetus cirrhatus)</em>, Elang Ular Bido <em>(Spilornis cheela)</em>, dan alap-alap. Hanya saja, uap dari kawah ditambah dengan pemanfaatan panas bumi untuk Produksi listrik yang terdapat disana juga menghasilkan keluaran uap yang tidak jarang akan menutupi sinar matahari. sehingga perubahan cuaca dapat terjadi dengan cepat dan burung pemangsa menjadi sulit dijumpai dalam kondisi cuaca yang mendung.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun sayang, tutupan vegetasi di banyak perbukitan di kawasan kamojang kini hanya menyisakan semak belukar dengan beberapa tegakan pohon saja yang masih berdiri kokoh. Hal tersebut menjadi penanda bahwa laju deforestasi telah terjadi di kawasan ini. Jika tidak ada penanganan secara cepat dan serius untuk menghutankan kembali kawasan ini, maka akan membawa membawa dampak negatif terhadap keberadaan satwaliar disana.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div id="attachment_594" class="wp-caption aligncenter" style="width: 458px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/DSC_1028.jpg"><img class="size-full wp-image-594  " title="DSC_1028" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/DSC_1028.jpg" alt="Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) soaring di udara" width="448" height="290" /></a><p class="wp-caption-text">Elang Hitam (Ictinaetus malayensis) soaring di udara</p></div>
<p style="text-align: justify;">Seperti halnya cerita Pak Sudana, salah seorang tetua yang tinggal disana, “dahulu sekitar tahun 60-an masih sering dijumpai macan loreng (harimau jawa) <em>Panthera tigris sondaicus</em>, macan tutul (macan tutul jawa) <em>Panthera pardus melas</em>, dan macan hitam (macan kumbang).” Kata beliau menjelaskan dengan serius, akankah kita akan menunggu hilangnya satwa-satwa yang lain di kawasan ini&#8230;.???</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/harapan-untuk-kamojang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Annual Report 2011</title>
		<link>http://suakaelang.org/annual-report-2011/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/annual-report-2011/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 15:52:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=572</guid>
		<description><![CDATA[
Tak terasa waktu telah berjalan, di awal tahun 2012 yang lalu suaka elang mengadakan Annual report 2011 bersama para mitra dan lembaga pendiri.
Laporan lengkap dapat di unduh di sini:
Annual Report Perkumpulan Suaka Selang 2011
]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/untitled1.bmp"><img class="aligncenter size-full wp-image-574" title="untitled" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/untitled1.bmp" alt="Annual Report Suaka Elang 2011" /></a><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/02/ANNUAL-REPORT-2011.htm"></a></p>
<p>Tak terasa waktu telah berjalan, di awal tahun 2012 yang lalu suaka elang mengadakan Annual report 2011 bersama para mitra dan lembaga pendiri.</p>
<p>Laporan lengkap dapat di unduh di sini:</p>
<p><a href="https://dl-web.dropbox.com/get/ANNUAL%20REPORT%202011.pdf?w=9de1eda6" target="_blank">Annual Report Perkumpulan Suaka Selang 2011</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/annual-report-2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mencari Jejak Sang Garuda</title>
		<link>http://suakaelang.org/mencari-jejak-sang-garuda/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/mencari-jejak-sang-garuda/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 28 Jan 2012 06:49:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[antam]]></category>
		<category><![CDATA[javan hawk eagle]]></category>
		<category><![CDATA[monitoring]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=558</guid>
		<description><![CDATA[By: UCil
Teriknya matahari menemani perjalanan tim kali ini, Memulai aksi petualangan konservasi dengan perbekalan yang lengkap, mulai dari logistik pribadi dan peralatan pengamatan tim.
Setahun yang lalu si joni, seekor Elang Jawa dewasa (Spizaetus bartelsi) di kembalikan kehabitatnya di lokasi penambangan emas milik ANTAM di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Bukan hal yang mudah untuk mengenali [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>By: UCil</p>
<div id="attachment_561" class="wp-caption alignleft" style="width: 250px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_44561.jpg"><img class="size-medium wp-image-561 " title="IMG_4456" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_44561-300x211.jpg" alt="menyusuri jalan setapak" width="240" height="169" /></a><p class="wp-caption-text">menyusuri jalan setapak </p></div>
<p style="text-align: justify;">Teriknya matahari menemani perjalanan tim kali ini, Memulai aksi petualangan konservasi dengan perbekalan yang lengkap, mulai dari logistik pribadi dan peralatan pengamatan tim.</p>
<p style="text-align: justify;">Setahun yang lalu si joni, seekor Elang Jawa dewasa <em>(Spizaetus bartelsi)</em> di kembalikan kehabitatnya di lokasi penambangan emas milik ANTAM di kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak. Bukan hal yang mudah untuk mengenali kembali Si Joni setelah 1 tahun. Perbedaan Joni dengan Elang Jawa lainnya hanya bias tim kenali dari sejenis kain khusus (<em>marker</em>) yang terpasang di sayap kanan joni sebelum ia di lepasliarkan. Tantangan bagi tim untuk memburu kembali jejak Joni Sang Garuda.<span id="more-558"></span></p>
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_560" class="wp-caption alignright" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/Untitled-1.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-560 " title="Untitled-1" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/Untitled-1-150x150.jpg" alt="Tim monitoring peralatannya" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tim monitoring peralatannya</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Bermarkas di Camp Geomin, sebuah camp milik PT. Aneka Tambang. Tim mulai menyiapkan segala macan peralatan tempur para pengamat burung seperti Monocular, Binocular, Camera DSLR dan  logistic lainnya untuk keperluan esok hari.</p>
<p style="text-align: justify;">Langit yang cerah, yah!!! itulah modal dasar yang tim butuhkan untuk menemukan jejak Joni. Sama halnya dengan burung Pemangsa di urnal lainnya, joni juga menggunakan panas bumi (<em>thermal) </em>untuk dapat membantunya terbang melayang-layang tinggi. Aktivitas yang hanya bisa dilakukan pada hari yang cerah saja, dan jika cuacanya mendung kebanyakan para burung pemangsa hanya bertengger pada dahan pohon yang rimbun dan tinggi.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="mceTemp" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_562" class="wp-caption alignleft" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4685.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-562" title="IMG_4685" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_4685-150x150.jpg" alt="Tim yang sedang melakukan pemantauan" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Tim yang sedang melakukan pemantauan</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Mengandalkan keberuntungan dan bermodalkan keyakinan, tim pun mulai bergegas menuju lokasi yang sudah dipetakan sebelumnya, yakni di tikungan jalan cermin ke 2 setelah camp Geomin. Tidak lama waktu berselang, tim sudah disambut dengan pekikan khas burung-burung pemangsa raja langit semesta ini. Elang Ular Bido (<em>Spilornis cheela</em>), Elang Hitam (<em>Ictinaectus malayensis</em>), dan Elang Jawa (<em>Nisaetus bartelsi</em>) menampakkan gaya terbang masing-masing dengan luwesnya mengudara di langit biru. Tapi itu semua bukan Joni yang kami cari. Sore mulai menyapa, joni tak kunjung nampak hingga tim memutuskan untuk mengakhiri perburuan di hari pertama.</p>
<p style="text-align: justify;">Hari kedua tim berangkat lebih pagi dari hari sebelumnya untuk mengantisipasi jam terbang Joni yang keluar lebih awal. Menurut informasi masyarakat sekitar lokasi pelepasan Joni, pernah terlihat Elang Jawa yang memangsa anak ayam milik masyarakat sekitar 2 minggu lalu. Di dorong Rasa penasaran menelusuri kebenaran informasi tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Benar saja, baru beberapa meter meninggalkan camp, nampak dari jauh terbang 2 ekor burung pemangsa terbang melesat dari arah kejauhan. Peralatan yang terkalung di leher mempermudah gerak dan antisipasi. Ya, itu Joni, saya masih mengenalii <em>Wing tag</em> putih di sayapnya, ujar salah seorang anggota tim. Namun sayang, karena objek yang jauh dan meluncur cepat sehingga terhalang bentang alam perbukitan, tim yang ternganga melihat joni yang terbang melesat tidak sempat mengabadikannya. Rasa haru karena telah menemukan joni bercampur penyesalan karena tidak dapat mengabadikan joni bergejolak berkumpul menjadi satu sampai akhir monitoring.</p>
<div class="mceTemp mceIEcenter" style="text-align: justify;">
<dl id="attachment_564" class="wp-caption aligncenter" style="width: 160px;">
<dt class="wp-caption-dt"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_5626.jpg"><img class="size-thumbnail wp-image-564" title="IMG_5626" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2012/01/IMG_5626-150x150.jpg" alt="Breafing tim" width="150" height="150" /></a></dt>
<dd class="wp-caption-dd">Breafing tim</dd>
</dl>
</div>
<p style="text-align: justify;">Rasa penat, gelisah, penasaran dan kekecewaan jelas sekali membayangi hari-hari tim yang beranggotakan 4 orang ini. Jelas saja, tidak habis pikir Joni Si Elang Jawa yang kami lepaskan setahun lalu selama 4 hari penantian tidak lagi menampakkan dirinya. Banyak faktor yang mempengaruhi tim tidak dapat menemukan keberadaan Joni, antara lain areal kawasan perbukitan yang sangat luas dan sifat alami Elang Jawa yang sensitif terhadap keberadaan manusia. Namun kami tetap optimis bahwa Joni masih dapat bertahan hidup dan menjalankan fungsinya di alam Sebagai <em>Top Of Predator</em>.</p>
<p style="text-align: justify;">photo: ucil, udin, mono, duduy</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">laporan versi penuh dapat di unduh di sini</p>
<p style="text-align: justify;"><a href="https://dl-web.dropbox.com/get/Laporan%20Pelepasliaran%20Elang%20Jawa%20Pongkor.pdf?w=b4751627">https://dl-web.dropbox.com/get/Laporan%20Pelepasliaran%20Elang%20Jawa%20Pongkor.pdf?w=b4751627</a></p>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/mencari-jejak-sang-garuda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kunjungan Pelajar Balanda</title>
		<link>http://suakaelang.org/kunjungan-pelajar-balanda/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/kunjungan-pelajar-balanda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 21 Dec 2011 05:05:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[konservasi elang]]></category>
		<category><![CDATA[pusat pendidikan lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[suaka elang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=516</guid>
		<description><![CDATA[By: Hendry_mono
Ternyata, pelajar belanda juga tertarik dengan elang, alam dan lingkungan. Sabtu lalu, tepatnya pada tangga 17 Septembber 2011 yang lalu, Detara Foundation bekerjasama dengan Jaringan Pendidikan Lingkungan mengajak mereka ke Pusat Pendidikan Lingkungan Berbasis Burung Pemangsa. Pelajar tersebut merupakan gabungan antara pelajar Belanda dan pelajar Indonesia. Kunjungan tersebut sengaja mereka lakukan semata-mata untuk belajar [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;">By: Hendry_mono</p>
<div class="wp-caption alignleft" style="width: 269px"><img class=" " title="Kunjungan Pelajar dan para guru di Suaka Elang" src="http://a1.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/306748_242143575831988_127889723924041_680590_2136373585_n.jpg" alt="Kunjungan Pelajar dan para guru di Suaka Elang" width="259" height="172" /><p class="wp-caption-text">Kunjungan Pelajar dan para guru di Suaka Elang</p></div>
<p style="text-align: justify;">Ternyata, pelajar belanda juga tertarik dengan elang, alam dan lingkungan. Sabtu lalu, tepatnya pada tangga 17 Septembber 2011 yang lalu, Detara Foundation bekerjasama dengan Jaringan Pendidikan Lingkungan mengajak mereka ke Pusat Pendidikan Lingkungan Berbasis Burung Pemangsa. Pelajar tersebut merupakan gabungan antara pelajar Belanda dan pelajar Indonesia. Kunjungan tersebut sengaja mereka lakukan semata-mata untuk belajar tentang kehidupan elang di Raptor Sanctuary.</p>
<p style="text-align: justify;"><span id="more-516"></span>Walaupun dalam waktu yang cukup singkat, namun memberikan arti penting dalam penyebarluasan nilai-nilai konservasi burung pemangsa di indonesia. peserta yang berjumlah kurang lebih 50 orang tersebut di ajak berkeliling kawasan pusat Pendidikan Lingkungan Berbasis Burung Pemangsa dan mempelajari tentang morfologi beberapa jenis elang Indonesia di kandang display.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption alignright" style="width: 218px"><img class="   " title="Presentas Suaka Elang" src="http://a2.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-snc7/311818_242141132498899_127889723924041_680561_1486480516_n.jpg" alt="Presentasi Suaka Elang" width="208" height="138" /><p class="wp-caption-text">Presentasi Suaka Elang</p></div>
<p style="text-align: justify;">pertanyaan demi pertanyaan terlontar dari para pelajar yang tertarik dengan elang dan kehidupannya, di tambah dengan aksen Belanda yang kental. pertanyaan banyak terlontar pada sesosok elang jawa muda yang sedang di siapkan untuk pproses rehabilitasi, staff pun mulai menjelaskan dengan perlahan satu per satu.</p>
<p style="text-align: justify;">
<p style="text-align: justify;">Setelah selesai dengan belajar elang, peserta pun melakukan aksi penanaman pohon sebagai wujud kepedulian mereka terhadap alam. pohon yang di tanam merupakan asli yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Gunung Halimun Salak, yakni Puspa dan Rasama.</p>
<p style="text-align: justify;">
<div class="wp-caption aligncenter" style="width: 442px"><img title="Steve, Siswa Belanda yng sedang menggali lubang tanam" src="http://a7.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/299420_242143222498690_127889723924041_680585_731865987_n.jpg" alt="Steve, Siswa Belanda yng sedang menggali lubang tanam" width="432" height="287" /><p class="wp-caption-text">Steve, Siswa Belanda yng sedang menggali lubang tanam</p></div>
<p style="text-align: justify;">Pada kesempatan ini, sebuah stasiun televisi swasta (Berita Satu TV) berminat untuk melakukan peliputan dengan harapan masyarakat secara luas akan lebih terinspirasi untuk konservasi Elang di indonesia, tentunya dengan cara-cara yang benar dan tidak melanggar undang-undang.</p>
<p style="text-align: justify;">Antusiasme pelajar terhadap Suaka Elang sangat luar biasa. &#8220;Jika ada Kesempatan, kami akan kembali mengunjungi tempat ini&#8221; kata salah seorang guru belanda yang juga turut mendampingi pelajarnya. bahkan jika berkenan meraka ingin menjadi volunnter di Raptor Sanctuary and Education Center ini. Sunguh niatan yang sangat mulia, semoga menjadi inpirasi bagi anak bangsa ini&#8230;</p>
<p style="text-align: justify;">Kegiatan ini di akhiri dengan  penyerahan hadiah oleh masih-masing peserta, suasana yang cukup mengaharukan karena walaupun tidak terlalu lama namun mereka sudah terlihat akrab.</p>
<div class="wp-caption alignnone" style="width: 442px"><img title="suasana haru menyelimuti peserta" src="http://a8.sphotos.ak.fbcdn.net/hphotos-ak-ash4/314792_242145642498448_127889723924041_680611_1274908405_n.jpg" alt="" width="432" height="287" /><p class="wp-caption-text">suasana haru menyelimuti peserta</p></div>
<p style="text-align: justify;">
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/kunjungan-pelajar-balanda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bersimpati kepada Elang di Suaka Elang</title>
		<link>http://suakaelang.org/bersimpati-kepada-elang-di-suaka-elang/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/bersimpati-kepada-elang-di-suaka-elang/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 18 Dec 2011 05:31:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[elang]]></category>
		<category><![CDATA[raptor sanctuary]]></category>
		<category><![CDATA[suaka elang]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/?p=536</guid>
		<description><![CDATA[

author : Agus Surono
Monday, 08 August 2011 &#8211; 12:00 pm




yds
Salah satu elang yang sedang menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan.


Suaka Elang merupakan sebuah lembaga yang berbentuk jaringan, terdiri atas berbagai lembaga institusi pemerintah seperti Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS), Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BTNGGP), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jabar, Puslitbanghut, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="read-atas">
<div id="title">
<h3><span style="font-weight: normal;">author : Agus Surono</span></h3>
<p>Monday, 08 August 2011 &#8211; 12:00 pm</p>
</div>
</div>
<div id="read-main">
<div id="read-pic"><img style="border-image: initial; border: 0px initial initial;" title="Salah satu elang yang sedang menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan" src="http://intisari-online.com//media/images/1059_bersimpati_kepada_elang_di_suaka_elang.jpg" border="0" alt="Salah satu elang yang sedang menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan" width="216" height="162" /></p>
<div>yds</div>
<p>Salah satu elang yang sedang menjalani rehabilitasi sebelum dilepasliarkan.</p>
</div>
<div id="read-isi">
<p style="text-align: justify;">Suaka Elang merupakan sebuah lembaga yang berbentuk jaringan, terdiri atas berbagai lembaga institusi pemerintah seperti Balai Taman Nasional Gunung Halimun Salak (BTNGHS), Balai Besar Taman Nasional Gunung Gede Pangrango (BTNGGP), Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam Jabar, Puslitbanghut, dan LIPI. Selain itu, Suaka Elang juga bersinergi dengan LSM Raptor Indonesia (RAIN), PILI-NGO Movement, Yayasan Pusat Penyelamatan Satwa Cikananga (PPSC), International Animal Rescue- Indonesia Program, Raptor Conservation Society (RCS), dan MataElang. Bergabung juga beberapa perusahaan besar seperti Chevron Geothermal Salak. Lembaga ini bergerak di bidang konservasi raptor dan habitatnya melalui rehabilitasi, suaka, dan pendidikan lingkungan berbasis raptor.</p>
<div style="text-align: justify;"><span id="more-536"></span>Lokasinya berada di kaki Gunung Salak sisi timur. Terletak di ketinggian sekitar 800 m di atas permukaan laut. Pohon pinus melingkupi kawasan ini. Selain kawasan suaka dan kandang rehabilitasi, tempat ini dilengkapi pula dengan tempat berkemah. Tak jauh dari sini juga ada Curug Cibadak. Nah, bagi keluarga bisa berkemah di sini dan menikmati curug atau elang yang terbang di ketinggian pada pagi dan sore hari.</div>
<div style="text-align: justify;">Saat berkunjung ke sini sambil menggowes, ada enam elang yang sedang direhabilitasi. Elang-elang ini merupakan sitaan dari perorangan atau dari pasar burung. Lama rehabilitasi amat tergantung kondisi awal. Menurut petugas yang berjaga di situ, ada parameter-parameter yang digunakan untuk menentukan apakah seekor elang sudah siap dilepasliarkan atau tidak.</div>
<div>
<p style="text-align: justify;">Di dalam kandang seukuran 3 x 6 x 3 m dengan kontur tanah miring itu setiap hari elang dievaluasi. Mulai dari kemampuan terbang sampai berburu mangsa. Soal berburu mangsa ini, setiap hari dilepaskan marmut atau tikus sebagai makanan elang. Dari evaluasi yang mengacu ke standar internasional itulah elang dinilai layak atau tidak untuk dilepas ke alam liar.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk menuju ke Suaka Elang, jika dari Bogor ambil jalan alternatif Bogor &#8211; Sukabumi. Selepas pertigaan yang kalau ke kiri ke arah Cianjur, kita mesti waspada. Sekitar 2 km ke depan ada papan petunjuk di sisi kanan: Suaka Elang 2,5 km. Ikuti jalur ini yang mulai menanjak dan sempit sampai akhirnya bertemu perempatan dengan di salah satu sudutnya berdiri bangunan SD. Lurus terus sampai akhirnya bertemu gerbang dengan dua belati saling terkait di atasnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang membawa kendaraan roda empat cari tempat parkir yang aman di sini. Bagi yang membawa kendaraan roda dua masih bisa melanjutkan melalui jalur tanah setapak sejauh sekitar 500 m. Jalan setapak ini akhirnya berujung di sebuah bangunan penjaga. Cukup membayar uang masuk Rp 2.500,- kita bisa melihat kandang rehabilitasi. Untuk menuju kandang kita harus melewati jembatan gantung yang hanya mampu dilewati 5 orang sekali jalan. Nah, di seberang jembatan gantung ini hutan pohon pinus yang masuk wilayah Taman Nasional Gunung Halimun menyapa Anda.</p>
<p><a href="http://maps.google.com/maps/ms?ie=UTF8&amp;hl=en&amp;msa=0&amp;msid=109274804140216064159.0004831c9688f367ed60e&amp;ll=-6.661198,106.796722&amp;spn=0.217561,0.494385&amp;z=14&amp;source=embed" target="_blank">Suaka Elang Bogor</a></p>
<div id="_mcePaste">Resort Salak I Taman Nasional Gunung Halimun-Salak</div>
<div id="_mcePaste">Kampung Loji Rt 02/09</div>
<div id="_mcePaste">Desa Pasir Jaya, Kecamatan Cigombong</div>
<div id="_mcePaste">Bogor, Jawa Barat, Indonesia<br />
Koordinat: S6<sup>o</sup>43.117&#8242; E106<sup>o</sup>46.177&#8242;</div>
</div>
</div>
</div>
<p>Resort Salak I Taman Nasional Gunung Halimun-SalakKampung Loji Rt 02/09Desa Pasir Jaya, Kecamatan CigombongBogor, Jawa Barat, Indonesia<br />
Koordinat: S6<sup>o</sup>43.117&#8242; E106<sup>o</sup>46.177&#8242;</p>
<p>Sumber:</p>
<p><a href="http://intisari-online.com/read/bersimpati-kepada-elang-di-suaka-elang">http://intisari-online.com/read/bersimpati-kepada-elang-di-suaka-elang</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/bersimpati-kepada-elang-di-suaka-elang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Supossed to be Free</title>
		<link>http://suakaelang.org/525/</link>
		<comments>http://suakaelang.org/525/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 31 Oct 2011 09:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Monowae</dc:creator>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<category><![CDATA[film]]></category>
		<category><![CDATA[PLH]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://suakaelang.org/525/</guid>
		<description />
			<content:encoded><![CDATA[<div id="attachment_524" class="wp-caption aligncenter" style="width: 250px"><a href="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/10/cover-cd-film-001.jpg"><img class="size-medium wp-image-524 " title="Supossed To Be Free" src="http://suakaelang.org/wp-content/uploads/2011/10/cover-cd-film-001-300x205.jpg" alt="sebuah Film Pendidikan Lingkungan Berisikan Kegaitan dan aksi nyata Konservasi Burung Pemangsa " width="240" height="164" /></a><p class="wp-caption-text">Film Suak Elang &quot;Supossed To be Free&quot;</p></div>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://suakaelang.org/525/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

