<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" version="2.0" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"><channel><title><![CDATA[Sukarto.com]]></title><description><![CDATA[Mindset, Lessons and Tools for Success and Happiness in the Digital Era]]></description><link>https://sukarto.com/</link><image><url>https://sukarto.com/favicon.png</url><title>Sukarto.com</title><link>https://sukarto.com/</link></image><generator>Ghost 6.39</generator><lastBuildDate>Wed, 20 May 2026 13:06:40 GMT</lastBuildDate><atom:link href="https://sukarto.com/rss/" rel="self" type="application/rss+xml"/><ttl>60</ttl><item><title><![CDATA[Cara Sehat dengan 10000 Langkah Tiap Hari]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Di artikel tentang <a href="https://sukarto.com/lebih-jauh-tentang-lcd-low-carb-diet-dan-tips-sukses-part-3/" target="_blank">Low Carb Diet (LCD) seri ke 3</a> &#xA0;saya ada menceritakan tentang perubahan gaya hidup yang saya lakukan selain merubah pola makan yaitu <strong>bergerak lebih banyak dengan jalan kaki</strong>.</p>
<p>Sebagai seseorang yang bisnisnya banyak dilakukan secara online, saya banyak bekerja di depan komputer dan biasanya duduk, karena</p>]]></description><link>https://sukarto.com/cara-sehat-10000-langkah/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976ec</guid><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Wed, 13 Mar 2024 14:37:03 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[
<!--kg-card-begin: html-->
<p>Di artikel tentang <a href="https://sukarto.com/lebih-jauh-tentang-lcd-low-carb-diet-dan-tips-sukses-part-3/" target="_blank">Low Carb Diet (LCD) seri ke 3</a> &#xA0;saya ada menceritakan tentang perubahan gaya hidup yang saya lakukan selain merubah pola makan yaitu <strong>bergerak lebih banyak dengan jalan kaki</strong>.</p>
<p>Sebagai seseorang yang bisnisnya banyak dilakukan secara online, saya banyak bekerja di depan komputer dan biasanya duduk, karena kalau sambil berdiri gak enak &#x1F642;</p>
<p>Jadi saya bisa kerja darimanapun, komunikasi dengan tim di kantor juga secara online. Enak kan ya, untuk kerja cukup buka komputer/laptop, tidak usah harus bermacet-macet dulu di jalan untuk ke kantor.</p>
<p>Walaupun enak, ada aspek negatif yang saya dapatkan. Saya jadi kurang banyak bergerak. Suka makan, kurang bergerak, kombinasi yang pas untuk membuat berat badan bertambah &#x1F642;</p>
<p>Tentu saja kurang bergerak juga memberi dampak buruk bagi kesehatan karena manusia dari sono nya sudah dirancang untuk banyak bergerak. Entah jalan, lari, berenang, mengangkat berat dan sebagainya.</p>
<p>Lihat manusia jaman purba dulu, untuk makan, mereka harus berburu, harus jalan jauh, harus berlari-lari dan sebagainya. Memang tidak efisien waktu ya, jika Anda dan saya untuk tiap kali makan harus berburu dulu &#x1F642; Tetapi mereka jadi jauh lebih sehat.</p>
<p>Sedangkan kita sebagai manusia modern, sudah kurang jalan, kemana-mana naik kendaraan. Parkir di mal pun cari yang paling dekat dengan pintu masuk, seperti merasa kalau melangkah&#xA0;lebih banyak itu merugikan, betul tidak?</p>
<p>Saat saya memutuskan untuk menjadi lebih sehat dengan konsep <a href="https://sukarto.com/lebih-jauh-tentang-lcd-low-carb-diet-dan-tips-sukses-part-3/" target="_blank">Low Carbohydrate Diet (LCD)</a> seperti yang saya ceritakan di artikel &#x201C;<a href="https://sukarto.com/bagaimana-saya-menurunkan-berat-badan-18-kg-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-1/" target="_blank">Bagaimana Saya Menurunkan Berat Badan 18 kg Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak?</a>&#x201C;, salah satu buku referensi yang saya ikuti <a href="http://www.amazon.com/gp/product/0982207786/ref=as_li_tl?ie=UTF8&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=0982207786&amp;linkCode=as2&amp;tag=sukarto-20&amp;linkId=6U4HWHWOCTYK4465&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">The Primal Blueprint</a>&#xA0;menyebutkan bahwa <strong>untuk menunjang LCD, gak cukup hanya dengan mengganti pola makan, tetapi harus dengan olahraga juga</strong>.</p>
<p>Ya&#x2026;ya&#x2026; saya tahu. Saya sudah mendengar nasehat ini berpuluh-kali. Kalau mau turun berat badan, harus olahraga. Tapi <em>olahraga di otak saya = sengsara</em> karena sejak dulu konotasi saya olahraga adalah sesuatu yang berat, bikin napas mengos-mengos, mau pingsan dll, ya memori masa lalu saat masih kecil &#x1F642;</p>
<p>Tetapi buku Primal Blueprint menjelaskannya dengan cara berbeda. Dia tidak menyebutnya olahraga, tetapi bergerak lebih banyak he..he.. sebetulnya sama saja ya, tapi kedengarannya lebih enak bagi saya. Bergerak lebih banyak? Mengapa tidak?</p>
<p>Memang ada 3 jenis aktifitas yang disarankan&#xA0;sesuai <a href="http://www.amazon.com/gp/product/0982207786/ref=as_li_tl?ie=UTF8&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=0982207786&amp;linkCode=as2&amp;tag=sukarto-20&amp;linkId=6U4HWHWOCTYK4465&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">buku Primal Blueprint</a> yaitu :</p>
<ol>
<li>Bergerak Lebih Banyak (jalan kaki, naik sepeda, berenang, naik tanjakan)</li>
<li>Mengangkat berat</li>
<li>Sprint atau lari cepat</li>
</ol>
<p>Agar lebih jelas, ini saya sertakan gambar yang saya ambil dari buku Primal Blueprint tentang 3 jenis olahraga yang perlu dilakukan.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-415" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/primal-blueprint-activity-chart.jpg" alt="primal-blueprint-activity-chart" width="1023" height="896" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/primal-blueprint-activity-chart.jpg 1023w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/primal-blueprint-activity-chart-300x263.jpg 300w" sizes="(max-width: 1023px) 100vw, 1023px"></p>
<p>Saya akan bahas di artikel ini &#xA0;yang bagian pondasi saja yaitu &#x201C;<em>Move Frequently at a Slow Pace</em>&#x201D; atau Bergerak Lebih Banyak dengan Santai, walaupun sebenarnya 3 hal itu perlu dilakukan semua.</p>
<p>Saran dari penulis buku Primal Blueprint tersebut, Mark Sissor (mantan atlit dan juara decatlon atau semacam itu) adalah <strong>hindari&#xA0;olahraga kardio berat seperti lari jarak jauh atau marathon&#xA0;</strong>karena olahraga berat seperti itu akan membutuhkan sumber tenaga yang instan seperti glukosa hasil dari karbohidrat.</p>
<p>Sarannya Mark adalah&#xA0;<strong>olahraga ringan 30 menit jalan kaki, naik sepeda atau berenang</strong>. Lakukan selama 2-5 jam per minggu maka tubuh Anda&#xA0;akan mulai melakukan pembakaran lemak (dengan asumsi Anda menjalankan LCD atau minim karbohidrat). Penjelasan lebih detil antara lari vs jalan atau olahraga kardio ringan, silakan baca bukunya saja ya&#x2026;</p>
<p>Saya akhirnya memilih yang jalan kaki karena lebih mudah dilakukan. Lingkungan rumah saya kebetulan sangat cocok untuk jalan kaki karena sepi, rindang dan enak banget lah untuk jalan kaki. Selain itu saat jalan kaki, saya bisa <a href="https://sukarto.com/memanfaatkan-waktu-tidak-produktif-anda-macet-menunggu-dll/" target="_blank">mendengarkan audio book, podcast dan lain-lain</a> yang bersifat pembelajaran.</p>
<p>Tubuh sehat, pikiran juga dapat makanan yang baik. Sekali lempar, kena 2 sasaran. Dapat banyak ide-ide baru lho saat jalan pagi sambil mendengarkan audio pembelajaran seperti ini. Jadi tambah semangat untuk jalan pagi seperti itu &#x1F642;</p>
<p>Nah awalnya memang saya cuma jalan 30 menit per hari, hampir setiap hari, karena saya pikir 30 menit x 7 hari = 210 menit atau ya 3 jam lebih lah. Sudah masuk range waktu yang disarankan.</p>
<p>Tetapi saat membaca sebuah artikel di majalah, saya diingatkan lagi tentang konsep 10.000 langkah setiap hari sebagai cara untuk tubuh yang sehat. Kalau tidak salah, artikel dari Dr. Oz yang sering muncul di Oprah Winfrey Show.</p>
<p>Saya berpikir hmm&#x2026;hmm&#x2026; boleh juga nih dijadikan goal&#x2026;</p>
<p>Saya cari di internet 10.000 langkah itu seberapa jauh, ternyata 8 km, wah jauh juga ya tiap hari jalan segitu. Tapi gimana bisa tahu kita sudah berapa langkah hari itu? Masak harus hitungi langkah setiap saat he..he..</p>
<p>Search lagi di internet, ternyata sudah ada alat yang namanya <strong>pedometer</strong>, sebuah gadget/alat elektronik yang bisa kita pakai, yang memang dirancang untuk mengetahui jumlah langkah. Dasar orang desa, baru tahu &#x1F642;</p>
<p>Wah menarik! Saya memang yakin dengan konsep bahwa kalau sesuatu itu diukur atau di monitor terus, kita cenderung akan berusaha lebih keras untuk mencapainya.</p>
<p>Hasil riset menunjukkan ternyata Pedometer ada banyak macam dan jenis. Ada yang dipakai seperti gelang, ada yang dipasang di pinggang dan macam-macam vendornya.</p>
<p>Bagi saya yang penting adalah akurasi dan bentuknya harus sesuatu yang bisa saya pakai tanpa kelupaan, ya berarti dipakai sebagai gelang/jam tangan gitu. Karena kalau dikantungi atau dipasang di pinggang, sepertinya bakal sering kelupaan dan hilang &#x1F642;</p>
<blockquote><p>Saat saya mulai rutinitas jalan 10.000 langkah ini beberapa tahun yang lalu, gadget seperti smartwatch belum ada. Sekarang ini sudah banyak smartwatch yang salah satu fiturnya biasanya adalah menghitung langkah.</p></blockquote>
<p>Saya sempat riset dan menemukan video orang yang membandingkan akurasi dari berbagai pedometer, Anda bisa lihat di video ini, freak juga orang ini, semua jenis pedometer dipakai he..he..</p>
<p>&#xA0;</p>
<p>&#xA0;</p>
<p>Akhirnya setelah melihat video itu, baca review sana sini, pilihan saya jatuh pada FitBit karena akurasi cukup bagus, bisa sync wireless dengan smartphone (Apple IOS dan Android) dan modelnya untuk dipakai sebagai gelang masih ok lah. Saya beli di Amazon karena saat itu susah dapatnya di Indonesia (walaupun ternyata ada juga yang jual FitBit secara online di Indonesia, tapi saya tahunya belakangan).</p>
<p>Pendek cerita, saya terima barangnya dan saya buka, keren juga packaging nya &#x1F642;</p>
<p>&#xA0;</p>
<p>Instalasinya gampang saja. Perlu di sync dulu dengan komputer/smartphone untuk memilih time-zone tempat kita tinggal, lalu saya set&#xA0;goal harian 10.500 langkah per hari (sengaja saya lebihkan karena kadang gerakan tangan seperti lambaian dihitung sebagai langkah). Setelah itu sudah Ready to Go.</p>
<p>Hal pertama yang saya lakukan di hari berikutnya adalah mengetahui sebenarnya saya itu melangkah berapa banyak untuk hari normal saya tanpa khusus olahraga jalan.</p>
<p>Hasilnya ternyata&#x2026;..</p>
<p>Saya cuma rata-rata berjalan 2500 langkah saat menjalani kehidupan sehari-hari, wuih jauh banget dari yang seharusnya. Jadi deh saya langsung semangat bahwa tiap hari komitmen harus mencapai goal harian 10.000 langkah.</p>
<p>Jalan pagi 30 menit ternyata tidak cukup, jadi saya tingkatkan jadi 45 menit. Itupun kadang tidak cukup, jadi sore atau malam, kalau masih kurang langkah, saya jalan mutari lingkungan rumah saya tinggal.</p>
<p>Jika dulu ke mal saya cuma duduk-duduk saja saat istri belanja, sekarang saya jadi aktif berjalan he..he.. Kalau ke supermarket, saya mutarin terus rak demi rak seperti orang yang cari barang, tapi gak pernah ambil untuk beli he..he..</p>
<p>Kalau ke sebuah gedung dan perlu naik lift ke lt 2 atau lt 3, saya naik pakai tangga. Pernah gedung 7 lantai, sayapun naik pakai tangga. Kalau dulu parkir mal dekat-dekat dengan pintu, sekarang parkir jauh-jauh dari pintu, supaya nambah langkah he..he.. Hal-hal kecil kalau diakumulasi juga jadi banyak.</p>
<p>Lebih banyak bergerak ini tentu saja jadi membuat metabolisme tubuh jadi lebih bagus, seperti penjelasan di buku Primal Blueprint, tubuh jadi terus membakar lemak dan otomatis saya mengalami penurunan berat badan yang lumayan, yaitu hampir 12 kg dalam kurang lebih 6 bulan.</p>
<p>Tapi efek positif yang saya rasakan adalah energi tubuh saya lebih bagus, saya lebih energik, lebih bertenaga, lebih bisa bekerja dan konsentrasi lebih lama dan tidak mudah capek seperti dulu. Tentu saja ini juga meningkatkan produktifitas saya juga.</p>
<p>Dari penjelasan diatas, Anda mau turun berat badan ataupun cuma sekedar mau lebih sehat dan lebih energik, saya sangat merekomendasi Anda untuk mencoba olahraga murah dan sehat seperti <strong>Jalan 10000 Langkah</strong>&#xA0;setiap hari ini. Siapa yang mau bergabung? &#x1F642;</p>
<p>&#xA0;</p>

<!--kg-card-end: html-->
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Cerita Pengalaman dan Manfaat Ikuti Kursus Meditasi Vipassana]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Beberapa hari lalu, saya baru saja menyelesaikan mengikuti Retreat atau <strong>Kursus Meditasi Vipassana</strong> selama 10 hari. Sebuah pengalaman yang mencerahkan dan berkesan &#x1F642;</p>
<p>Walaupun mengikuti meditasi 10 hari seperti ini sudah pernah saya lakukan sebelumnya, tapi saya mendapat lebih banyak insight dan manfaat kali ini (saya ceritakan sebabnya di bawah</p>]]></description><link>https://sukarto.com/kursus-meditasi-vipassana/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976ed</guid><category><![CDATA[meditasi]]></category><category><![CDATA[meditation]]></category><category><![CDATA[vipassana]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Sun, 06 Jan 2019 20:24:23 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/vipassana-meditation.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[
<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/vipassana-meditation.jpg" alt="Cerita Pengalaman dan Manfaat Ikuti Kursus Meditasi Vipassana"><p>Beberapa hari lalu, saya baru saja menyelesaikan mengikuti Retreat atau <strong>Kursus Meditasi Vipassana</strong> selama 10 hari. Sebuah pengalaman yang mencerahkan dan berkesan &#x1F642;</p>
<p>Walaupun mengikuti meditasi 10 hari seperti ini sudah pernah saya lakukan sebelumnya, tapi saya mendapat lebih banyak insight dan manfaat kali ini (saya ceritakan sebabnya di bawah ya..)</p>
<p>Kalau dianggap liburan akhir tahun, maka bisa dianggap ini adalah salah satu liburan terbaik yang saya jalani karena mendapat banyak insight, pikiran jadi fresh dan clear serta muncul banyak semangat baru &#x1F642;</p>
<p>Beberapa teman yang tahu saya mengikuti meditasi selama liburan akhir tahun kemarin, sempat menanyakan bagaimana hasil dan pengalamannya. Bingung juga mau jelaskan mulai dari mana karena banyak sekali yang bisa diceritakan.</p>
<p>Kalau dijelaskan satu aspek saja, nanti malah punya persepsi sepotong yang kurang menggambarkan keseluruhannya. Oleh sebab itu, saya putuskan untuk menceritakan cukup panjang di tulisan ini.</p>
<p>Memang betul, masih banyak orang yang awam atau kurang mengerti tentang meditasi. Dianggap meditasi seperti sesuatu yang mistis atau ritual agama tertentu.</p>
<p>Padahal meditasi itu sebetulnya sebuah latihan atau praktek universal seperti Yoga saja. Cuma yoga kan latihan praktek fisik yang akan bermanfaat buat fisik dari orang yang melakukannya. Kalau meditasi lebih bersifat latihan atau praktek pikiran yang tujuan atau manfaatnya lebih ke aspek mental dan pikiran.</p>
<p>Saat ini praktek meditasi sudah tersebar di seluruh dunia. Dunia modern semakin banyak yang mengakui manfaat latihan meditasi untuk kehidupan sehari-hari. Makin banyak juga ilmuwan yang meneliti latihan ini secara ilmiah karena ingin tahu mengapa bisa membawa manfaat bagi praktisinya.</p>
<p>Jadi buat yang ingin tahu, silahkan baca dengan open mind. Semoga menginspirasi, bermanfaat dan siapa tahu berjodoh untuk mengikutinya&#x2026;</p>
<h2>Apa, Dimana dan Siapa yang Mengikuti Kursus Meditasi ini?</h2>
<p>Jadi ada banyak jenis latihan dan teknik meditasi. Sama seperti yoga kan juga banyak jenisnya. Nah yang saya ikuti adalah retreat atau kursus <strong>Meditasi Vipassana</strong> sebagaimana yang diajarkan oleh S.N. Goenka (Alm). Sebetulnya ada banyak guru meditasi vipassana lainnya, tetapi cara beliau menjalankan kursus meditasi ini cukup unik sehingga bisa berkembang besar.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-large wp-image-481" src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/goenka-bw-1024x895.jpg" alt="Cerita Pengalaman dan Manfaat Ikuti Kursus Meditasi Vipassana" width="1024" height="895" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/goenka-bw-1024x895.jpg 1024w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/goenka-bw-300x262.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/goenka-bw-768x671.jpg 768w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/goenka-bw.jpg 1717w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px"></p>
<p>Sedikit tentang asal usul dan sejarahnya&#x2026;</p>
<p>Beliau adalah keturunan India yang lahir di Burma (sekarang Myanmar). Beliau bukan pemuka agama tertentu, tetapi seorang perumah-tangga (maksudnya berkeluarga). S.N. Goenka adalah seorang pebisnis yang sukses di usia muda, tetapi lalu mengalami sakit migrain di kepala yang tidak tersembuhkan, walaupun sudah berkeliling ke banyak dokter di manca negara.</p>
<p>Salah satu teman yang merasa sakit kepalanya itu adalah psikosomatis (sakit karena faktor psikologis) menyarankan beliau untuk mengikuti meditasi vipassana. Itulah awal mulanya beliau berkenalan dengan latihan ini dan belajar dengan guru beliau selama 14 tahun.</p>
<p>Pada tahun 1969 beliau pindah ke India (tanah kelahiran meditasi vipassana sebenarnya, tetapi sudah hilang saat itu) untuk mulai mengajarkan teknik meditasi ini disana. Awalnya ke ibu kandung Goenka sendiri yang saat itu mengalami gangguan kesehatan dan beberapa teman.</p>
<p>Tetapi karena yang ikuti merasa mendapatkan manfaat, maka mereka meminta Goenka mengadakan kursus ke dua agar saudara, orangtua dan teman mereka bisa mengikutinya. Kursus kedua diadakan, ketiga, keempat dan terus berlanjut hanya dari rekomendasi mulut ke mulut saja.</p>
<p>Saat ini sudah ada lebih dari 300 pusat/tempat meditasi vipassana ini di lebih dari 90 negara dengan ribuan jadwal kursus dalam setahun. Sudah jutaan orang mengikuti kursus ini di seluruh dunia, jadi sungguh telah diterima luas sebagai sebuah latihan yang bermanfaat.</p>
<p>Menurut saya salah satu sebab mengapa kursus meditasi vipassana yang dimulai oleh S.N. Goenka ini bisa berkembang luas ke seluruh dunia adalah karena dirancang dengan sistem dan manajemen yang baik.</p>
<p>Instruksi meditasi telah diterjemahkan ke puluhan bahasa dan disampaikan ke peserta dalam bentuk rekaman sehingga tidak bergantung pada guru/teacher yang hadir.</p>
<p>Pelatihan meditasi ini juga dirancang agar bisa diikuti oleh siapa pun, dibuat universal, tidak peduli apapun latar belakang agama dan kepercayaan.</p>
<p>Ini adalah latihan dengan obyek yang netral (seperti pernapasan, yang dimiliki oleh setiap orang), bukan simbol-simbol agama tertentu.</p>
<p>Saya mengikuti kursus ini pertama kali di Klaten (sekitar tahun 2001), tapi yang baru saja saya ikuti ini adalah yang di center utama di Indonesia yaitu di <a href="http://www.java.dhamma.org/?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener">Pusat Meditasi Vipassana &#x201C;Dhamma Java&#x201D;</a> di dekat Bogor.</p>
<p>Lokasinya di daerah pegunungan, jadi sejuk, dikelilingi hutan yang hijau dan pemandangan yang menentramkan hati. Jadi tempatnya sendiri sangat kondusif untuk melakukan meditasi, sesuatu yang kadang gak mudah dilakukan di lingkungan rumah kita yang mungkin ramai.</p>
<p>Di kelas kemarin yang saya ikuti (ada sekitar 80 orang), setelah selesai kita kan ngobrol, peserta datang dari berbagai profesi. Ada karyawan, pebisnis, penyiar acara di Metro TV, pegawai negeri, kerja di industri perfilman, kerja di Komnas HAM dan masih banyak lagi. Mereka juga datang dari berbagai agama dan kepercayaan yang berbeda-beda.</p>
<p>Sebab mengapa mereka mengikuti kursus meditasi ini juga beraneka ragam. Ada yang agar bisa lebih konsentrasi dan fokus di pekerjaan, ada yang ingin tahu setelah mendengar rekomendasi dari teman tentang kursus ini, ada yang agar lebih bisa mengontrol emosi, pikiran bisa lebih tenang, ingin bisa lebih happy dan lain-lain.</p>
<p>Saya bersyukur bisa berkenalan dan bermeditasi bersama mereka semua&#x2026; Semua penuh cinta kasih dan keceriaan setelah selesai mengikuti kursus 10 hari kemarin. It&#x2019;s beautiful! &#x1F642;</p>
<h2>Pengalaman Menjalani Kursus Meditasi Vipassana 10 Hari</h2>
<h4>Jadi apa itu Meditasi Vipassana?</h4>
<p>Dari websitenya, ada tercantum penjelasan berikut:</p>
<blockquote><p>Vipassana adalaha latihan meditasi yang sederhana dan praktis yang memungkinkan seseorang mampu menghadapi ketegangan dan masalah-masalah dalam kehidupan sehari-hari dengan tenang dan seimbang.</p>
<p>Ini adalah cara yang sistematis untuk mengembangkan kebijaksanaan, penguasaan diri dan kedamaian pikiran yang sejati.</p></blockquote>
<p>Dibutuhkan minimal 10 hari untuk mempelajari dan praktek latihan meditasi vipassana ini. Di tempat lain pun, saya melihat untuk kursus meditasi Vipassana memang minimal 10 hari. Dari beberapa sumber, saya pernah membaca bahwa praktek latihan meditasi vipassana memang membutuhkan waktu latihan yang intensif tanpa jeda selama itu.</p>
<h4>Peraturan dan Tata Tertib</h4>
<p>Nah, ada beberapa peraturan yang sebaiknya Anda ketahui SEBELUM mengikuti kursus ini (Anda wajib menyatakan persetujuan dan tanda-tangan saat registrasi ulang di lokasi), diantaranya:</p>
<ul>
<li>Anda BERSEDIA mengikuti kursus ini hingga selesai (sampai 10 hari). Karena memang proses yang Anda jalani itu akan komplit dan manfaat besar akan Anda rasakan saat Anda sudah menjalani secara lengkap 10 hari ini</li>
<li>Anda TIDAK DIPERBOLEHKAN berkomunikasi dengan peralatan gadget apapun. Jadi handphone dititipkan ke panitia saat registrasi ulang di lokasi. Diambil kembali saat sudah selesai kursus 10 hari.</li>
<li>Anda TIDAK DIPERBOLEHKAN berkomunikasi dengan peserta lain, baik secara verbal ataupun isyarat. Jadi gak boleh ngomong ataupun bertatap-mata sekalipun dengan peserta lain. Anda cuma boleh ngomong ke panitia atau teacher saat mau bertanya tentang instruksi meditasi (itupun kesempatannya tidak setiap saat).</li>
<li>Anda TIDAK DIPERBOLEHKAN membaca, menulis ataupun main musik. Jadi gak ada buku, alat tulis, kertas atau alat musik.</li>
<li>Tidak ada makan malam sama sekali untuk Siswa Lama, tapi untuk Siswa Baru masih ada dikasi buah. Saya sendiri termasuk Siswa Lama, jadilah lumayan sekalian diet makan malam &#x1F642;</li>
</ul>
<p>Semua peraturan diatas menurut saya memang SANGAT PENTING agar Anda mendapat manfaat maksimal. Kualitas latihan meditasi yang Anda lakukan memang memerlukan seminimal mungkin komunikasi. Anda sedang bekerja serius ke dalam diri Anda.</p>
<blockquote><p>Oh ya&#x2026; Kursus Meditasi ini GRATIS alias tidak dipungut biaya apapun. Setelah kursus selesai, jika Anda merasa bermanfaat, Anda bisa melakukan donasi atau sumbangan yang jumlahnya terserah Anda. Hal ini untuk menjaga kemurnian kursus ini karena memang ini adalah organisasi non profit.</p>
<p>Jadi peserta kursus sepenuhnya dibiayai oleh siswa lama yang merasa mendapatkan manfaat dan ingin orang lain bisa mengikuti kursus ini juga.</p></blockquote>
<h4>Proses Registrasi</h4>
<p>Untuk mengikuti kursus ini, Anda tidak bisa tiba-tiba datang pada hari H. Semua peserta WAJIB registrasi ke kelas yang tersedia (jadwal lengkap kelas di Indonesia bisa <a href="https://www.dhamma.org/id/schedules/schjava?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener">dilihat disini</a>). Kalau sebuah jadwal penuh, Anda akan masuk Waiting List dan ada pemberitahuan jika diterima atau tidak.</p>
<p>Satu bulan sebelum tanggal mulai kelas, biasanya Anda akan dikirimkan pengingat via email dan Anda perlu klik link konfirmasi jadi ikut atau tidaknya agar jika tidak jadi, maka bisa diberikan ke daftar waiting list.</p>
<p>Untuk mengikuti kelas akhir Desember kemarin (kelas liburan akhir desember dan liburan lebaran biasanya dikhususkan untuk orang lokal) saya sudah mendaftar 2 bulan sebelumnya. Istri saya juga sudah daftar, tapi masuk waiting list. Tapi beberapa minggu kemudian dikabari bahwa dia diterima juga.</p>
<p>Ini adalah momen pertama kali sejak kami menikah bisa mengikuti retreat meditasi 10 hari bersama. Ya selama ini anak masih kecil, agak susah kalau kita pergi berdua. Kali ini, kami harus titip anak kami (umur 13 tahun) ke rumah saudara di Cirebon.</p>
<p>Bisa mengikuti kelas meditasi ini bersama istri adalah sesuatu hal yang tidak mudah terjadi dan tentu saja akan lebih bermanfaat buat kehidupan keluarga kami.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-478 size-large" src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/with-wife-1024x1024.jpg" alt="Cerita Pengalaman dan Manfaat Ikuti Kursus Meditasi Vipassana" width="1024" height="1024" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/with-wife-1024x1024.jpg 1024w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/with-wife-150x150.jpg 150w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/with-wife-300x300.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/with-wife-768x768.jpg 768w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/with-wife-65x65.jpg 65w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/with-wife-220x220.jpg 220w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/with-wife.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px"></p>
<h4>Kegiatan Selama 10 Hari</h4>
<p>Anda pasti ingin tahu apa yang dilakukan sehari-hari selama 10 hari itu, betul gak? &#x1F642;</p>
<p>Jadwal lengkap biasanya diberikan kepada peserta yang mendaftar, saya ceritakan sekilas aja ya disini, agar Anda dapat gambaran sebelum mengikutinya.</p>
<p>Jadi saat hari H, kita diharap tiba sebelum pukul 4 sore untuk registrasi ulang, interview dan menyerahkan HP, barang-barang berharga dan lain-lain. Setiap peserta lalu diberi info dapat kamar mana, dikasi seprei dan kain bantal. Lalu kita bisa bawa barang kita ke kamar dan memasang sprei ranjang dan kain sarung bantal kita sendiri.</p>
<p>Jam 5 sore, acara dimulai dengan dinner bersama dan penjelasan singkat dari ketua panitia (biasa disebut Dhamma Worker. Mereka adalah para siswa lama yang menjadi sukarelawan untuk membantu berjalannya kursus). Dijelaskan kembali peraturan dan tata-tertib, apa yang boleh dan yang tidak boleh.</p>
<p>Malam itu sekitar pukul 7 malam, ada formalitas untuk memulai kursus di Main Hall. Kursus resmi dimulai malam itu dan dimulailah berdiam diri (Noble Silence) atau tidak berkomunikasi dengan peserta lain.</p>
<p>Selama 10 hari ke depan, hari Anda dimulai pukul 4 pagi (ya Anda dibangunkan pake sirene) dan berakhir sekitar pukul 9 malam. Rata-rata kita menjalani latihan meditasi selama 10 jam per hari (tentu ada break 5-10 menit diantara jam-jam tersebut untuk stretching dan meluruskan kaki). Ada satu jam untuk Discourse atau Ceramah pada malam hari (mendengarkan rekaman ceramah).</p>
<p>Jadi masih ada sisa waktu untuk makan pagi dan siang, mandi, istirahat tidur siang, cuci baju dan rileks.&#xA0;Tidak banyak yang bisa dilakukan diluar jam meditasi karena tidak ada buku yang bisa dibaca, tidak ada HP, tidak bisa ngobrol dan lain sebagainya.</p>
<p>Jadi saya mengisinya dengan kegiatan seperti:</p>
<ul>
<li>Jalan santai mengitari taman untuk olahraga sekaligus melengkapi target langkah di jam tangan sport saya &#x1F642;</li>
</ul>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-large wp-image-477" src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/walking-area-1024x768.jpg" alt="Cerita Pengalaman dan Manfaat Ikuti Kursus Meditasi Vipassana" width="1024" height="768" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/walking-area-1024x768.jpg 1024w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/walking-area-300x225.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/walking-area-768x576.jpg 768w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/walking-area.jpg 1280w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px"></p>
<ul>
<li>Duduk dan menikmati pemandangan indah di lingkungan pusat meditasi yang memang asri dan indah. Ini juga salah satu kegiatan favorit peserta lainnya, sehingga kita duduk di berbagai titik, berjauhan dan hanya menikmati (tanpa ngomong), sungguh indah dan menenangkan &#x1F642;</li>
<li>Cuci baju agar gak kehabisan. Ada 3x saya lakukan selama 10 hari itu. Saat hari mencuci seperti itu, saat break, salah satu kegiatan utama saya adalah ngecek apakah jemuran sudah kering atau belum he..he.. &#x1F642; Apakah sudah saatnya memindah jemuran agar gak kena hujan? Ya keputusan-keputusan besar seperti ini yang saya perlu diambil selama 10 hari itu (tidak perlu mikir berapa cost per lead di Facebook Ads). Hidup terasa jadi lebih sederhana &#x1F642;</li>
</ul>
<h4>Berat atau Mudah dalam Mengikuti Kursus 10 Hari ini?</h4>
<p>Sebetulnya tergantung masing-masing orang ya&#x2026;</p>
<p>Tetapi pada umumnya, melakukan praktek latihan meditasi yang panjang selama 10 hari seperti ini, bukanlah perkara mudah bagi banyak orang, sekalipun bagi yang sudah biasa meditasi.</p>
<p>Sakit dan pegal di kaki, punggung atau bagian tubuh lainnya adalah hal yang normal &#x1F642; Anehnya semua sakit dan pegal itu dirasakan intensitasnya saat duduk meditasi. Begitu selesai duduk, eh sepertinya semua sakit dan pegalnya hilang sementara he..he..</p>
<p>Tetapi yang lebih berat menurut saya adalah aspek mental. Kita sehari-hari sudah terbiasa punya &#x2018;pelarian&#x2019; saat kita bosan, entah lihat HP, main game, nonton YouTube, nonton film, utak atik gadget, browsing, pergi makan, ngobrol, baca buku dan masih banyak lagi distraction yang biasa kita ciptakan dan lakukan.</p>
<p>Kita selalu mencari solusi atau pelarian di luar diri kita. Begitu semua itu diambil, kita jadi bengong, gak tahu harus ngapain. Saya sendiri dan saya yakin semua peserta kursus yang lain, selama 10 hari itu, pasti mengalami masa-masa bosan, bingung mau ngapain, pikiran ke sana ke mari. Tetapi karena gak ada distraction atau pelarian yang bisa kita lakukan, mau gak mau kita harus berjuang mengatasi dan berdamai dengan pikiran kita sendiri, tanpa faktor eksternal.</p>
<p>Memang situasi seperti inilah yang dibutuhkan agar kita bisa belajar mengendalikan pikiran kita yang begitu liar, begitu penuh nafsu keinginan dan emosi tidak terkendali.</p>
<p>Jadi mengikuti meditasi 10 hari seperti ini adalah pekerjaan mental yang serius, tidak cocok untuk orang yang lemah, tidak ingin serius menyelesaikan permasalahan dalam diri ataupun yang tidak mau bekerja atau berjuang untuk mencapai hasil yang diinginkan.</p>
<p>Tetapi di akhir kursus, saat Anda merasakan ketenangan pikiran, kebahagiaan dan sukacita lainnya, mengikuti kursus 10 hari ini jadi sungguh berharga! Jadi very worth it!</p>
<p>Untuk penjelasan lebih lengkap mengenai Meditasi Vipassana nya sendiri, silahkan baca di website resminya (versi bahasa indonesia) berikut ini:</p>
<ul>
<li><a href="https://www.dhamma.org/id/about/vipassana?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener">Apakah itu Meditasi Vipassana?</a></li>
<li><a href="https://www.dhamma.org/id/about/qanda?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener">Tanya Jawab mengenai Teknik Meditasi Vipassana</a></li>
</ul>
<h2>5 Manfaat yang Saya Dapatkan dari Kursus Meditasi 10 Hari ini</h2>
<p>Nah bagi saya pribadi, ini adalah retreat 10 hari ketiga. Tetapi karena yang sebelumnya sudah lama sekali (akhir 2003, sebelum menikah), banyak yang sudah saya lupakan, jadi saya mengikuti kelas kali ini seperti seorang siswa baru saja.</p>
<p>Dan bisa saya katakan, setelah menjalani perjalanan dan pengalaman hidup naik turun selama 15 tahun terakhir, saya mendapatkan persepsi dan insight yang berbeda dari kelas kali ini. Saya merasa bersyukur bisa mengikuti kembali kursus meditasi ini karena sungguh memberikan pencerahan.</p>
<p>Ada minimal 5 manfaat yang saya rasakan setelah mengikuti Kursus Meditasi Vipassana kali ini.</p>
<h4>1) Meningkatkan Fokus dan Konsentrasi</h4>
<p>Sebagai seseorang yang bekerja di industri kreatif seperti Digital dan Online Marketing, saya membutuhkan fokus dan konsentrasi di hampir semua pekerjaan yang saya lakukan. Maklum ini kerja otak, bukan kerja fisik.</p>
<p>Dengan banyaknya perubahan yang terjadi di bidang pekerjaan saya ini, ada banyak hal baru dan informasi yang perlu dipelajari, ada banyak konten yang perlu dibuat, kerjaan menjadi semakin kompleks sehingga fokus dan konsentrasi sangatlah dibutuhkan. Saya akui hal ini makin hari menjadi tantangan yang tidak mudah.</p>
<p>Saya bisa merasakan dengan mengikuti kursus 10 hari dan saat terus dipraktekin dalam rutinitas harian, maka fokus dan konsentrasi lebih meningkat. Saya jadi lebih bisa fokus pada goal atau tujuan yang bermakna, bisa melihat mana yang prioritas, mana yang tidak.</p>
<p>Menyelesaikan pekerjaan akan bisa lebih cepat karena lebih fokus dan konsentrasi, tidak tergoda dengan banyak distraction atau &#x2018;pelarian&#x2019; yang kadang bisa sangat addicted (browsing, social media, chatting, movie streaming dll).</p>
<h4>2) Menurunkan Ego</h4>
<p>Kehidupan di dunia modern semakin hari semakin mendorong orang untuk memperbesar atau meningkatkan Ego atau ke-Aku-an. Orang semakin mementingkan diri sendiri, menuntut orang lain tahu betapa pentingnya diri kita daripada orang lain dan &#x2018;kecanduan&#x2019; dengan segala sesuatu yang bisa menyenangkan &#x2018;Aku&#x2019;.</p>
<p>Sebagai contoh, makin sukses dan kaya, kadang kalau terjebak dengan ego yang makin besar, maka secara tidak sadar, kita merasa lebih hebat, lebih pintar dan seringkali menuntut orang lain lebih menghormati dan memperlakukan kita dengan lebih spesial. Kita marah saat tidak dianggap spesial. Kita ingin lebih dipuji, suka kumpul dengan yang suka memberikan pujian, bukan yang memberikan masukan / kritikan.</p>
<p>Di social media saat ini, kita juga bisa melihat Pameran Ego disana. Setiap orang sibuk memamerkan foto terbaik mereka. Bahkan walaupun aslinya tidak sebagus itu, digunakanlah aplikasi khusus agar fotonya jadi lebih cantik, lebih langsing dan lebih lebih lainnya &#x1F642;</p>
<p>Saya terus terang kasihan melihat mereka yang sampai kayak gitu. Begitu besar keinginan mendapatkan pengakuan dari orang lain (yang sebetulnya tidak dikenal), sampai khawatir menunjukkan diri apa adanya.</p>
<p>Saya sendiri sempat ikut terjebak dengan permainan ego di social media, oleh sebab itu saya putuskan untuk OFF cukup lama, sampai saya bisa mengendalikan ego saya sebelum menjadi tidak terkendali.</p>
<p>Tetapi saat mengikuti kursus meditasi vipassana 10 hari ini, saya bisa merasakan bahwa mau gak mau kita harus menurunkan ego kita.</p>
<p>Sejak awal, kita TIDAK BISA BAYAR untuk ikut kursus ini. Semua fasilitas yang kita nikmati, tempat tinggal, makan dan lain-lain adalah berkat dana atau donasi siswa lama. Otomatis karena tidak bayar, kita tidak bisa menuntut fasilitas yang nyaman, menu makanan sesuai selera dan lain-lain.</p>
<p>Dari sejak datang, kita perlu menyiapkan ranjang kita sendiri (pasang seprei dan sarung bantal). Ranjang yang saya dapatkan, entah karena bobot saya atau kualitas ranjang, kayu penahan tripleks sering jatuh sehingga tubuh saya bisa terpelosok sewaktu-waktu he..he..</p>
<p>Jadi saya harus meminimalkan bergerak saat berbaring, tidak boleh terlalu ganti posisi, nanti bisa jatuh lagi kayu penahannya.</p>
<p>Menu makanan yang vegetarian (tanpa daging) harus kita terima dan nikmati. Kalau gak selera, ya silahkan aja kelaparan (apalagi tidak ada makan malam). Jadi Anda akan bersyukur dengan apa saja yang disajikan. Tapi terus terang, menu yang disajikan di kelas kemarin sungguh nikmat dan tentu lebih sehat &#x1F642;</p>
<p>Selesai makan, silahkan cuci sendiri semua peralatan makan. Mandi harus siap dengan air dingin pegunungan (air panas sering kehabisan karena digunakan banyak peserta). Kehabisan baju, silahkan cuci baju sendiri (tidak ada mesin cuci) &#x1F642;</p>
<p>Memang dari ceramah Goenka, memang dijelaskan sebab kursus ini tidak boleh bayar di awal adalah salah satunya untuk latihan menurunkan ego. Kita hidup dari dana atau sumbangan orang lain. Tidak peduli kita orang kaya atau orang biasa-biasa, setiap orang statusnya sama.</p>
<p>Praktek menurunkan ego yang lebih luar biasa lagi terjadi kepada para Dhamma Worker yang melayani semua peserta kursus. Mereka adalah siswa lama yang jadi suka-relawan untuk melayani kita semua. Dari menyiapkan makanan, bersih-bersih, mengatur logistik dan masih banyak lagi.</p>
<p>Mereka di dunia normal adalah manajer, pebisnis dan orang-orang yang sebenarnya memiliki posisi yang lumayan, tapi mereka menurunkan ego demi melayani kita semua.</p>
<p>Sungguh mencerahkan melihat para Dhamma Worker bekerja dan melayani sepenuhnya, tanpa ego, hanya fokus ke kepentingan peserta.</p>
<h4>3) Menyadari Hukum Alam Perubahan atau Ketidak-kekalan</h4>
<p>Salah satu fokus utama dari meditasi Vipassana adalah memberikan kesadaran tentang <strong>hukum perubahan</strong>, bahwa <strong>segala sesuatu di dunia ini tidak ada yang kekal, segala sesuatu itu berubah</strong>. Timbul dan lenyap atau sering disebut <em>Annica</em>.</p>
<p>Situasi menggembirakan muncul dan akan berlalu. Situasi menyedihkan muncul dan juga akan berlalu. Barang yang kita miliki akan ada dan akan rusak. Manusia lahir dan meninggal. Segala sesuatu itu timbul dan lenyap.</p>
<p>Jadi saat sesuatu yang menyenangkan terjadi, jangan terlalu bergembira berlebihan karena itu akan berlalu. Saat sesuatu yang tidak menyenangkan terjadi, jangan terlalu bersedih, karena ini pun juga akan berlalu.</p>
<p>Memiliki kesadaran akan Hukum Perubahan ini akan membuat Anda lebih siap menghadapi apapun kenyataan dalam hidup, lebih realistis dan tidak melekat ke salah satu kondisi. Karena kalau Anda melekat dan tidak mau menerima kenyataan ini, maka penderitaan lah yang akan terjadi.</p>
<p>Sebagai contoh, berkumpul bersama anak Anda adalah salah satu kegembiraan atau kebahagiaan bagi banyak orangtua. Tetapi saat anak jadi dewasa dan meninggalkan orangtua untuk memulai kehidupannya sendiri, bisa jadi karena melekat dengan kegembiraan berkumpul bersama ini, jadi tidak rela dan sedih.</p>
<p>Demikian juga dengan karir, pekerjaan atau bisnis. Tidak menyadari Hukum Perubahan atau Anicca ini bisa jadi membuat stress saat perubahan membuat usaha kita drop atau turun drastis.</p>
<p>Memang banyak orang sudah menyadari tentang adanya perubahan atau ketidak-kekalan ini. Tetapi seringkali kesadaran ini hanya dimengerti di level pikiran sadar atau di level intelektual saja. Jadi tetap saja emosinya jadi terbawa saat perubahan terjadi.</p>
<p>Praktek meditasi vipassana mengajarkan kita untuk menyadari hukum perubahan atau ketidak-kekalan di level pengalaman (lewat pengamatan perasaan di tubuh kita) sehingga kesadaran tentang ketidak-kekalan ini bisa masuk hingga pikiran bawah sadar kita.</p>
<h4>4) Pikiran Lebih Tenang dan Seimbang</h4>
<p>Kita sebagai manusia seringkali hidup dalam kekhawatiran, kekecewaan, kemarahan, kebencian, keserakahan, nafsu keinginan, kecanduan hal menyenangkan (rokok, obat-obatan, nonton film, game, entertainment dll) dan masih banyak lagi. Ujung dari semua hal tersebut, saat menjadi semakin tidak terkendali adalah penderitaan.</p>
<p>Lewat praktek meditasi vipassana ini, kita disadarkan dengan realita tersebut melalui pengalaman nyata saat meditasi (mengamati perasaan di tubuh), bukan sekedar teori. Lalu diperkenalkan solusinya adalah melatih <strong>Pikiran yang Tenang dan Seimbang</strong> atau <strong>Balanced Mind</strong>.</p>
<p>Ini adalah salah satu pencerahan yang saya dapatkan sehingga terus saya ulang-ulangi maknanya (akan Anda dapatkan saat ikut kursus ini).</p>
<p><strong>Bagaimana cara untuk memiliki Pikiran yang Tenang dan Seimbang?</strong></p>
<p>Itulah yang akan Anda pelajari selama kursus 10 hari. Melewati proses hari demi hari untuk mencapai kesadaran tentang hal ini. Dan ini juga sesuatu yang perlu terus dilatih selesai kursus.</p>
<p>Sungguh indah dan mencerahkan saat kita menyadari bahwa solusi dan obat kehidupan yang praktis ada dalam genggaman kita sendiri, tinggal tergantung apakah kita rajin untuk melatihnya atau tidak.</p>
<p>Sama seperti memiliki tubuh yang sehat. Semua orang juga sudah tahu bahwa olahraga adalah salah satu kuncinya. Tetapi berapa banyak yang olahraga? Gak banyak. Jadi solusinya sebetulnya sudah ada di genggaman masing-masing orang, tinggal apakah kita mau berlatih melakukannya atau tidak.</p>
<h4>5) Memiliki Tujuan Hidup yang Lebih Berharga dan Bermakna</h4>
<p>Banyak orang memiliki goal, impian ataupun tujuan untuk menjadi orang sukses, kaya secara materi. Seumur hidup bekerja keras untuk mengumpulkan harta kekayaan. Seakan-akan itulah tujuan hidupnya.</p>
<p>Tanpa disadari bahwa saat itu tercapai, tidak ada kebahagiaan disana. Ada rasa ketidak-puasan. Masih ada perasaan iri saat melihat orang lain lebih kaya. Masih ada ambisi-ambisi lain yang bermunculan terus menerus.</p>
<p>Tidaklah salah memiliki keinginan untuk menjadi makmur, sukses secara materi. Karena memang menghidupi dan memenuhi kebutuhan keluarga adalah kewajiban kita sebagai orang yang berumah-tangga.</p>
<p>Tetapi penting sekali juga untuk memiliki tujuan hidup yang lebih dari sekedar mengumpulkan kekayaan dan kesenangan untuk diri kita sendiri.</p>
<p>Semua pengalaman 10 hari ini membuat saya diingatkan dan menjadi semakin yakin bahwa memang <strong>The Secret of Living is Giving</strong>.</p>
<p>Kebahagiaan seorang manusia memang tidak didapat dari hanya terus mengumpulkan sesuatu untuk dirinya sendiri (dengan keserahan dan nafsu keinginan). Tetapi justru didapat saat lebih banyak fokus dalam memberi (apapun itu).</p>
<p>Saya melihat contoh-contoh yang bagus sekali pada orang-orang kaya yang sangat dermawan seperti Bill Gates, Dato Sri Tahir dan masih banyak lagi.</p>
<p>Saya jadi semakin mantap untuk bekerja dan menjalani tujuan hidup yang saya tulis di blog Sukarto.com yaitu <strong>Menginspirasi dan Membimbing Orang untuk Memiliki Kehidupan yang Sukses dan Bahagia</strong>.</p>
<hr>
<p>Demikianlah sedikit cerita pengalaman dan manfaat yang saya dapatkan dari mengikuti <strong>Kursus Meditasi Vipassana 10 Hari</strong>.</p>
<p>Berikut beberapa link yang bisa Anda pelajari buat yang ingin tahu lebih banyak:</p>
<ul>
<li><a href="https://www.dhamma.org/id/index?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener">Website Meditasi Vipassana Goenka</a> (versi Bahasa Indonesia)</li>
<li><a href="https://www.dhamma.org/id/about/vipassana?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener">Apakah itu Meditasi Vipassana?</a></li>
<li><a href="https://www.dhamma.org/id/about/qanda?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener">Tanya Jawab mengenai Teknik Meditasi Vipassana</a></li>
<li><a href="http://www.java.dhamma.org/?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener">Lokasi Pusat Meditasi Dhamma Java di Indonesia</a> (ada link ke center di seluruh dunia)</li>
<li><a href="https://www.dhamma.org/id/schedules/schjava?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener">Jadwal Kursus Meditasi Vipassana di Indonesia</a></li>
</ul>
<p>Semoga sharing diatas ini bermanfaat&#x2026;</p>
<p>Dan apabila ada pertanyaan, silahkan tanya di bagian komentar di bawah ini. Saya tidak online setiap saat, jadi saat saya berkesempatan menjawabnya, akan saya jawab.</p>
[sc:cta-akhir-artikel]

<!--kg-card-end: html-->
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>Siapa sih yang tidak mau lebih langsing dan lebih sehat?&#xA0;Nah artikel ini adalah bagian ke 3 dari cerita pengalaman saya <strong>menurunkan berat badan hingga&#xA0;18 kg tanpa obat, tanpa sengsara dan tetap makan enak</strong> &#x1F642;</p>
<p>Jika Anda belum membaca artikel sebelumnya, silakan baca dulu&#xA0;artikel&#xA0;</p>]]></description><link>https://sukarto.com/lebih-jauh-tentang-lcd-low-carb-diet-dan-tips-sukses-part-3/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976eb</guid><category><![CDATA[diet rendah karbohidrat]]></category><category><![CDATA[low carb diet]]></category><category><![CDATA[low carbohydate diet]]></category><category><![CDATA[primal blueprint]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Tue, 23 Feb 2016 11:00:07 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Lebih-Jauh-LCD.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[
<!--kg-card-begin: html-->
<img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Lebih-Jauh-LCD.jpg" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)"><p>Siapa sih yang tidak mau lebih langsing dan lebih sehat?&#xA0;Nah artikel ini adalah bagian ke 3 dari cerita pengalaman saya <strong>menurunkan berat badan hingga&#xA0;18 kg tanpa obat, tanpa sengsara dan tetap makan enak</strong> &#x1F642;</p>
<p>Jika Anda belum membaca artikel sebelumnya, silakan baca dulu&#xA0;artikel&#xA0;<a href="https://sukarto.com/bagaimana-saya-menurunkan-berat-badan-18-kg-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-1/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bagian ke 1</a> dan <a href="https://sukarto.com/turun-12-kg-dalam-192-hari-dengan-lcd-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-2/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Bagian ke 2</a>&#xA0;baru ntar lanjut ke artikel ke 3 ini.&#xA0;Biar nyambung ceritanya, karena saling berkaitan ceritanya.</p>
<p>Di part 3 ini (artikel paling panjang yang pernah saya tulis he..he..) saya akan menjelaskan tentang:</p>
<ul>
<li>Lebih jauh tentang program Low Carbohydrate Diet (LCD).</li>
<li>Bagaimana memulai program LCD ini? Apa perubahan gaya hidup yang perlu dilakukan?</li>
<li>Bahan makanan yang sesuai dengan LCD dan mana yang tidak sesuai.</li>
<li>Contoh menu-menu makanan di Indonesia yang sesuai dengan program LCD ini.</li>
<li>Olahraga ringan seperti apa yang sesuai dengan metode LCD yang perlu Anda lakukan untuk mempercepat proses penurunan berat badan.</li>
<li>Website, buku-buku dan sumber referensi yang saya pelajari dimana penting Anda pelajari agar Anda semakin tahu detilnya.</li>
</ul>
<h2>Lebih Jauh Tentang Low Carb&#xA0;Diet (LCD)</h2>
<p>Cara diet rendah karbohidrat atau LCD ini sebenarnya sudah lama ada (sejak tahun 80-an) dan ada banyak nama dan pendekatan yang dipopulerkan oleh berbagai expert, masing-masing dengan sedikit pendekatan yang berbeda.</p>
<p>Yang paling populer adalah tiga nama ini :&#xA0;<a href="http://www.atkins.com/?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Atkins Diet</a>,&#xA0;<a href="http://thepaleodiet.com/?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Paleo Diet</a> dan&#xA0;<a href="https://www.primalblueprint.com/what-is-the-primal-blueprint/?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Primal Blueprint</a>.&#xA0;Semua itu intinya hampir sama yaitu Low Carbohydrate Diet atau sering disingkat <strong>Low Carb Diet</strong>. Cuma memang ada perbedaan di beberapa implementasinya.</p>
<p>Saya sendiri akhirnya paling cocok dan mengikuti yang <strong><a href="https://www.primalblueprint.com/what-is-the-primal-blueprint/?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Primal Blueprint</a></strong>&#xA0;(<a href="http://www.amazon.com/gp/product/0982207786/ref=as_li_tl?ie=UTF8&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=0982207786&amp;linkCode=as2&amp;tag=sukarto-20&amp;linkId=6U4HWHWOCTYK4465&amp;ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">link buku di Amazon</a>).<b>&#xA0;</b>Walaupun yang paling populer adalah <strong>Atkins Diet</strong> yang memang merupakan pioneer dari konsep LCD ini. Saya ada nge-link ke masing-masing website utama dari masing-masing program tersebut. Ada banyak informasi yang bisa Anda pelajari dari ketiga website tersebut.</p>
<p>Saya tahu awalnya tentang konsep LCD ini dari Tim Ferriss di bukunya <strong><a href="http://www.amazon.com/gp/product/030746363X/ref=as_li_tl?ie=UTF8&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=030746363X&amp;linkCode=as2&amp;tag=sukarto-20&amp;linkId=C6IPYH3ERLX4FFHH&amp;ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">The 4 Hour Body</a></strong>. Awalnya setengah gak percaya dengan konsep LCD, tapi kok begitu banyak testimoni dari orang-orang yang berhasil menurunkan berat badan dengan begitu nyaman sehingga saya putuskan untuk riset lebih lanjut.</p>
<p><a href="http://www.amazon.com/gp/product/0982207786/ref=as_li_tl?ie=UTF8&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=0982207786&amp;linkCode=as2&amp;tag=sukarto-20&amp;linkId=TZDMFWDVIRGAVQDG&amp;ref=sukarto.com" target="_blank" rel="nofollow noopener noreferrer"><img loading="lazy" class="alignright" src="http://ws-na.amazon-adsystem.com/widgets/q?_encoding=UTF8&amp;ASIN=0982207786&amp;Format=_SL160_&amp;ID=AsinImage&amp;MarketPlace=US&amp;ServiceVersion=20070822&amp;WS=1&amp;tag=sukarto-20" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)" width="106" height="160" border="0"></a>Saya lalu menemukan bukunya <a href="http://www.amazon.com/gp/product/0982207786/ref=as_li_tl?ie=UTF8&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=0982207786&amp;linkCode=as2&amp;tag=sukarto-20&amp;linkId=6U4HWHWOCTYK4465&amp;ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">The Primal Blueprint</a> yang membahas lebih detil, lebih ilmiah dan ada panduan praktisnya, termasuk cara olahraga dan menu-menu makanannya.&#xA0;Saya rekomen banget buku ini (tapi sayang belum ada versi bahasa indonesia).</p>
<p>Anda bisa beli buku ini lewat <a href="http://www.amazon.com/gp/product/0982207786/ref=as_li_tl?ie=UTF8&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=0982207786&amp;linkCode=as2&amp;tag=sukarto-20&amp;linkId=6U4HWHWOCTYK4465&amp;ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Amazon.com</a>. Saya beli versi kindle (elektronik) sehingga bisa instan masuk ke <strong>Kindle Paperwhite</strong> dan bisa dibaca di iPad/iPhone atau device apapun.</p>
<p>Komentar dari pembaca buku Primal Blueprint ini benar-benar dahsyat! Saya baca <a href="http://www.amazon.com/gp/product/0982207786/ref=as_li_tl?ie=UTF8&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=0982207786&amp;linkCode=as2&amp;tag=sukarto-20&amp;linkId=6U4HWHWOCTYK4465&amp;ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">customer review bukunya di Amazon</a>, sampai terpikir it&#x2019;s good to be true!</p>
<p>Kalau soal berat badan turun, sudah gak usah diomong, banyak banget kisah suksesnya tetapi yang berkesan dan hebat banget adalah sharing dari banyak orang yang memiliki masalah sakit persendian, bahkan ada yang sudah gak bisa jalan, dokter sudah menyerah, tetapi ternyata hanya dengan menerapkan LCD eh sakit-sakit nya berkurang hilangnya dan akhirnya bisa jalan normal lagi. Dokternya sampai bingung dan tanya&#xA0;buku apa yang dibaca si pasien ini he..he..</p>
<p><img loading="lazy" class="alignright size-full wp-image-429" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Mark-Sisson.jpg" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)" width="274" height="290">Penulis buku Primal Blueprint ini adalah <a href="http://www.marksdailyapple.com/?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Mark Sisson</a> dulunya adalah seorang atlit elit yang sering juara olahraga ketahanan seperti maraton, decathlon dan sejenisnya.</p>
<p>Sepanjang hidupnya dia sangat fit/sehat, tetapi setelah pensiun sebagai atlit, dia mengalami banyak nyeri, sakit di persendian dan sebagainya. Ternyata banyak teman dan sesama rekan atlit juga mengalami hal yang sama.</p>
<p>Setelah dari banyak riset, dia mencoba melakukan LCD, eh semua masalah kesehatannya hilang dan dia jadi kembali fit dan sekarang di umurnya yang 65-an, Anda nanti bisa lihat videonya,&#xA0;betapa fit dan sehatnya dia di umur segitu, orang muda saja kalah menurut saya.</p>
<p>Di websitenya ada banyak penjelasan&#xA0;yang menginspirasi saya untuk mencoba LCD yaitu di:</p>
<ul>
<li><a href="https://www.primalblueprint.com/what-is-the-primal-blueprint/?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">What is Primal Blueprint?</a></li>
<li><a href="http://www.marksdailyapple.com/?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Marks Daily Apple</a>&#xA0;(Blog dari Mark Sisson)</li>
</ul>
<p>Di bukunya dia ada jelaskan sebenarnya program LCD telah dilakukan oleh manusia purba jaman dulu yang makanannya berasal dari daging hasil berburu, sayur, kacang-kacangan dan buah-buahan. Dari hasil risetnya, diketahui bahwa hidup mereka sangat sehat, asal tidak terkena bakteri atau virus yang mematikan.</p>
<p>Nah penyakit-penyakit seperti kolestrol, diabetes, tekanan darah tinggi dan sejenisnya tidak ditemukan di manusia purba. Jadi asumsi banyak makan daging = sakit kolestrol benar-benar harus dipertanyakan.</p>
<p>Nah banyak penyakit darah (diabetes, tekanan darah tinggi, jantung dll) justru muncul setelah pertanian berkembang dimana orang mengganti sumber makanannya dari high protein &amp; lemak ke high karbohidrat yaitu dengan mengkonsumsi nasi, roti, kentang dll hasil pertanian dan perkebunan. Anda bisa baca lebih detil penjelasan yang intensif tentang hal ini di bukunya.</p>
<h2>Bagaimana Memulai Program LCD</h2>
<p>Nah sekarang saya ingin menceritakan bagaimana memulai&#xA0;program LCD, tips dan saran dari saya agar Anda berhasil menjalan program ini.</p>
<p>Seperti yang saya ceritakan di bagian ke 2, saya termasuk orang yang tidak mudah percaya tentang klaim-klaim sesuatu. Jadi yang saya lakukan adalah saya banyak membaca buku, artikel-artikel di internet dan lain-lain.</p>
<p>Setelah membaca dan riset lebih jauh tentang LCD, saya merasa ini masuk akal dan rasanya cocok bagi saya. Saya putuskan untuk mencobanya selama 1 bulan dan lihat hasilnya bagaimana.</p>
<p>Dari berbagai sumber tentang LCD, saya akhirnya putuskan untuk mengikuti guideline dari buku <a href="http://www.amazon.com/gp/product/0982207786/ref=as_li_tl?ie=UTF8&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=0982207786&amp;linkCode=as2&amp;tag=sukarto-20&amp;linkId=6U4HWHWOCTYK4465&amp;ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Primal Blueprint dari Mark Sisson</a> agar lebih fokus dan lebih terarah. Kalau mengikuti beberapa&#xA0;expert dalam satu saat, seringkali jadi bingung.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-430" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/primal-blueprint-logo.jpg" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)" width="525" height="320" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/primal-blueprint-logo.jpg 525w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/primal-blueprint-logo-300x183.jpg 300w" sizes="(max-width: 525px) 100vw, 525px"></p>
<p>Ada <strong>dua aspek penting</strong> yang harus dilakukan menurut konsep&#xA0;Primal Blueprint ini yaitu :</p>
<ol>
<li>Mengatur makanan yang dimakan.</li>
<li>Olahraga ringan dan latihan otot.</li>
</ol>
<p>Mari saya jelaskan masing-masing dari itu secara ringkas saja (kalau detilnya ya baca sendiri di bukunya he..he..)</p>
<h3>1) Mengatur Makanan yang Dimakan</h3>
<p>Salah satu informasi dan prinsip penting yang saya dapatkan dari berbagai buku (bukan cuma satu sumber) adalah :</p>
<blockquote><p><strong>80% Faktor Keberhasilan dalam Program Menurunkan Berat Badan dan Kesehatan Tubuh&#xA0;Anda adalah Bergantung pada Makanan yang Anda Makan.</strong></p></blockquote>
<p>Wah awalnya saya kaget juga membaca informasi ini, saya pikir olahragalah yang menentukan&#xA0;kesehatan kita dan yang akan membuat kita bisa langsing, ternyata <strong>80% adalah faktor makanan</strong>.</p>
<p>Saya jadi ingat oh itulah sebabnya saya pernah dengar beberapa cerita tentang beberapa orang yang olahraganya rajin banget tetapi kena stroke atau penyakit jantung. Rupanya faktor makanan yang mereka makan yang tidak sehat.</p>
<p>Jadi untuk sukses menjalankan Program LCD (Low Carb Diet) ini, mau tidak mau, yang harus Anda kontrol dan fokuskan &#xA0;adalah faktor makanan.</p>
<p>Menurut Mark Sisson (penulis buku Primal Blueprint), Anda&#xA0;harus menjaga agar konsumsi karbohidrat yang dikonsumsi setiap hari cukup rendah, tepatnya <strong>di bawah 100 gram/hari.</strong></p>
<p>Saat Anda mengkonsumsi maksimal 100 gram/hari maka tubuh akan mulai melakukan &#x2018;switch&#x2019; atau penyesuaian sehingga sumber energi akan berubah dari glukosa/karbohidrat ke simpanan lemak di tubuh sehingga <strong>weight loss atau penurunan berat badan terjadi secara otomatis</strong>.</p>
<p>Lihat chart di bawah ini, yang bersumber dari buku Primal Blueprint tentang hasil dari perbedaan tingkat konsumsi karbohidrat dalam hubungannya dengan berat badan.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-412" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Carb_Curve_color.jpg" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)" width="750" height="750" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Carb_Curve_color.jpg 750w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Carb_Curve_color-150x150.jpg 150w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Carb_Curve_color-300x300.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Carb_Curve_color-65x65.jpg 65w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Carb_Curve_color-220x220.jpg 220w" sizes="(max-width: 750px) 100vw, 750px"></p>
<blockquote><p>Jadi <strong>kalau mau menurunkan berat badan, maka Anda harus menjaga konsumsi karbohidrat&#xA0;kurang dari 100 gram per hari.</strong><div class="bdv" style="height:1em">&#xA0;</div><strong>Jika Anda hanya mau menjaga kestabilan berat badan, Anda perlu menjaga konsumsi karbohidrat di bawah 150 gram per hari</strong>.</p></blockquote>
<div class="clear"></div><div class="thrivecb blue"><div class="shn cbt"><h4>TIPS untuk Anda yang Berat Badan Susah Turun</h4></div><div class="shn">
<p>Setiap orang memiliki kondisi tubuh yang berbeda, kadang di beberapa orang tertentu, terutama yang mengalami stuck atau berat badan tidak bisa turun lagi, Anda bisa mencoba <strong>untuk sementara waktu</strong> (tidak terus-terusan) untuk membatasi konsumsi karbohidrat <strong>maksimal 50 gram per hari</strong>.</p>
</div></div>
<p>Sebagai info,&#xA0;1 mangkuk nasi putih tanpa ada lauk apapun, itu bisa hampir&#xA0;60&#xA0;gram karbohidrat sendiri &#x1F642; Baca <a href="http://www.worldgranary.com/en/rice_culture_4.html?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">kandungan nutrisi dalam 1 mangkuk nasi</a>.</p>
<p>Padahal hampir semua makanan yang kita makan seringkali mengandung karbohidrat juga. Sedikit sana sini, ditotal ya banyak juga.</p>
<p>Oleh sebab itu, artinya&#xA0;<strong>semua sumber karbohidrat tinggi harus dihilangkan</strong>&#xA0;yaitu: nasi, kentang, mie, pasta, jagung, gandum, roti, singkong, keripik dan sejenisnya.&#xA0;Hanya dengan begitulah, baru konsumsi karbohidrat kurang dari 100 gram per hari bisa tercapai.</p>
<h4>Makanan yang Direkomendasikan</h4>
<p>Dari Primal Blueprint, saya mendapatkan piramida&#xA0;makanan yang dianjurkan seperti yang tampak di bawah ini.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-421" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Primal-Blueprint-What-to-Eat.gif" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)" width="967" height="637"></p>
<p>Jadi yang perlu banyak dimakan adalah yang paling bawah, semakin ke atas, dikonsumsi semakin sedikit. Kalau tidak ada di piramida&#xA0;makanan diatas, seperti karbohidrat, artinya DIHINDARI.</p>
<p>Saya akan menjelaskan poin-poin penting dari yang paling bawah:</p>
<ul>
<li><strong>Daging, ikan, ayam dan telur</strong> yang merupakan sumber lemak jenuh (untuk energi, fungsi sel dan hormon) dan sumber protein (membangun seluruh sell tubuh dan masa otot).<div class="bdv" style="height:1em">&#xA0;</div>Sebaiknya konsumsi yang dikembang-biakkan dengan lebih alami. Jadi lebih baik ayam kampung daripada&#xA0;ayam horen. Ikan laut daripada ikan ternak seperti lele, gurami. Telur ayam kampung daripada telur ayam horen dan seterusnya.</li>
<li><strong>Sayur-sayuran</strong> (sebaiknya yang ditanam secara organik) sebagai sumber nutrisi, serat dan anti-oksidan.</li>
<li><strong>Lemak Sehat / Healthy Fat </strong>dari&#xA0;&#xA0;lemak hewan, mentega, minyak kelapa (untuk menggoreng), apukat, produk-produk dari kelapa, olive oil, kacang macadamia (untuk snack).</li>
<li><strong>Buah-buahan&#xA0;</strong>yang relatif tidak manis. Hindari seperti semangka, melon karena bisa meningkatkan kadar glukosa dalam darah dengan cepat. Makan buah seperti apel, strawberry, kiwi dan buah-buah rendah karbohidrat lainnya. <div class="bdv" style="height:1em">&#xA0;</div>INGAT: Seperti yang terlihat di gambar piramida diatas, <strong>buah perlu dikonsumsi dalam batasan yang moderate/wajar, tidak boleh berlebihan</strong> karena memang kandungan karbohidrat di buah-buah tertentu cukup tinggi.</li>
<li><strong>Suplemen seperti Multi Vitamin, Omega 3, Pro-Biotic dan Protein Powder</strong> juga akan membantu melengkapi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.<div class="bdv" style="height:1em">&#xA0;</div> Kalau konsumsi suplemen, memang saya sudah rutin konsumsi lebih dari 18 tahun dan memang cukup saya yakini membantu saya sehingga sangat jarang sakit seperti flu, pilek dan sejenisnya. &#xA0;Penting untuk membantu meningkatkan daya tahan tubuh Anda.</li>
</ul>
<h4>Beberapa Contoh Menu Makanan yang Sesuai LCD</h4>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-433" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/low-carb-diet-sample-meal-plan.jpg" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)" width="705" height="432" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/low-carb-diet-sample-meal-plan.jpg 705w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/low-carb-diet-sample-meal-plan-300x184.jpg 300w" sizes="(max-width: 705px) 100vw, 705px">Seperti kebanyakan orang, pada awalnya, saya juga bingung menu dan makanan seperti apa yang memenuhi hal ini karena seperti kebanyakan kita-kita yang di Indonesia, setiap hari selama berpuluh tahun makan biasanya pakai nasi.</p>
<p>Tetapi kembali karena ada komitmen dan contoh-contoh yang cukup jelas di buku Primal Blueprint maupun website-website yang membahas LCD, jadi akhirnya lumayan mengerti soal bahan-bahan makanan.</p>
<p>Setelah ngerti&#xA0;ya kreatif-kreatif kita saja.&#xA0;Untungnya istri saya juga ingin melakukan LCD untuk program menurunkan berat badan juga, jadi ya lumayan dia jadi bisa masak sesuai dengan rekomendasi LCD. Memang kalau masak sendiri, lebih banyak pilihan menu yang bisa dilakukan.</p>
<p>Terus terang kadang saya dan istri ketawa-ketawa sendiri karena menu &#xA0;makan kita seperti lagi pesta atau makan besar, piringnya banyak, sama sekali gak kayak orang diet. Yang penting tidak ada karbohidrat he..he..</p>
<p>Jadi beberapa contoh menu makanannya seperti:</p>
<ul>
<li>Telur ayam kampung 2-3 bj (mau direbus, di dadar, omelet, terserah saja) dengan ayam 2 potong, boleh digoreng, rebus, tumis dengan sayur, terserah saja. Ditambah sayur-sayuran (bisa brokoli, salad, buncis dan sejenisnya).</li>
<li>Gado-gado tanpa lontong dan kentang, tapi diperbanyak sayurnya, lalu tambah tempe tahu dan telur.</li>
<li>Ikan bakar (sebaiknya ikan laut yang banyak mengandung lemak baik, tapi ikan sungai juga gak apa sih) dimakan bersama banyak lalapan (tomat, timun dan sayur-sayur lainnya) lalu ditambah tempe goreng dan sambal, wah enak tenan &#x1F642;</li>
<li>Daging sapi di barbeque lalu dimakan dengan selada besar, ala orang Korea &#x1F642; Enak banget nih.</li>
<li>Ikan Makarel atau Sardine dimakan dengan cah sayur brokoli atau buncis.</li>
<li>Dan masih banyak kombinasi lainnya.</li>
</ul>
<p>Makanlah dengan porsi yang&#xA0;cukup, jangan terlalu sedikit. Saya yakin kalau Anda makan dalam porsi yang cukup banyak, pasti kenyang dan bertahan lama.</p>
<h4>Bagaimana Kalau Makan di Luar?</h4>
<p>Saya dan istri termasuk sering makan luar, ya jadi kita harus sesuaikan untuk makan di tempat yang kira-kira tanpa nasi masih cocok.</p>
<p>Memang ini sebuah tantangan juga, apalagi kita harus menyesuaikan dengan anak kita juga, yang masih terlalu kecil untuk mengerti dan menjalankan konsep LCD, jadi ya kita cari jalan tengah biasanya, tempat yang ada menu untuk anak dan menu untuk kita.</p>
<p>Beberapa&#xA0;contohnya:</p>
<ul>
<li>Western Food: Makan steak biasa dikasi french fries, kita minta&#xA0;ganti french fries dengan banyak sayur saja.</li>
<li>Indonesian Food: Makan nasi pecel + ayam goreng, suruh gak pakai nasi diganti jadi&#xA0;tambahan sayur (kalau boleh ayam gorengnya ditambah juga he..he..) plus telor, tempe dan tahu. ATAU ya ikan bakar/goreng ditambah banyak lalapan.</li>
<li>Indonesian Food: sop buntut, ya pesannya sop buntut nya saja tanpa nasi, terus pesan&#xA0;tempe, sayur-sayuran.</li>
<li>Chinese Food: Aduh ini mah gampang banget, pesan lauk lebih banyak, gak pakai nasi &#x1F642; Usahakan jangan pesan makanan yang banyak mengandung tepung.</li>
</ul>
<h4><strong>Tips untuk Makanan yang</strong> Dimakan:<strong>&#xA0;</strong></h4>
<ul>
<li>Hindari atau paling tidak kurangi makan daging olahan seperti sosis, bakso dan sejenisnya karena memang biasanya saat pembuatan sering ditambah banyak tepung yang merupakan sumber karbohidrat cukup tinggi. Memang sekali-kali boleh, tapi disadari dan dimengerti bahwa ini adalah daging olahan, berbeda dengan daging asli atau raw meat.</li>
<li>Lebih disarankan untuk pengolahan dengan dibakar atau panggang daripada digoreng, walaupun bukan berarti sama sekali tidak boleh makan makanan digoreng (terus terang saya suka makan makanan yang digoreng, tapi ya dibatasi lah)</li>
<li>Minyak goreng yang terbaik untuk&#xA0;digunakan adalah yang bersumber dari minyak kelapa (seperti merk ikan dorang, memang lebih mahal). Cirinya minyak kelapa adalah kalau minyaknya dingin jadi putih keruh. Ini adalah minyak yang kami gunakan sejak 2 tahun terakhir.&#xA0;Minyak goreng dari bahan kelapa sawit masih ok lah, tapi kalau digunakan bolak-balik jadi bahaya juga.</li>
<li>Yang pasti HINDARI minyak goreng dari tumbuhan seperti minyak jagung, minyak kedelai dan beberapa minyak dari yang tumbuhan. Di tubuh, minyak dari sumber tumbuhan seperti ini jadi racun karena jadi lemak yang tidak bisa terurai oleh tubuh dan menurut dari yang saya baca, bisa memicu terbentuknya sel kanker.</li>
<li>Tambahkan sayur-sayur yang Anda makan (setelah jadi) dengan olive oil yang memang merupakan kolestrol yang baik untuk tubuh. Saya biasa makan lalapan tomat/timun atau selada dengan diberi olive oil.</li>
<li>HINDARI&#xA0;semua minuman manis dan soda-soda. Minuman seperti itu ibarat memberikan racun pada tubuh karena akan sangat meningkatkan kadar gula dalam darah, belum lagi efek zat-zat aditif yang diberikan. Saya sudah sangat lama sekali tidak minum soda, biasa kalau keluar makan ya minum air putih, teh tawar atau chinese tea dan sebangsanya. Kadang ya minum Milk Tea yang sekarang banyak ada di mal-mal tapi selalu minta sugar 25%.</li>
</ul>
<p>Untuk variasi menu yang lebih menarik (ada ratusan resep dan menu, tapi cocok bagi yang bisa masak) bisa Anda lihat di:</p>
<ul>
<li><a href="http://www.marksdailyapple.com/primal-paleo-recipes/?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Arsip Resep di Primal Blueprint</a></li>
<li><a href="http://allrecipes.com/recipes/742/healthy-recipes/low-carb/?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Low Carb Recipes di AllRecipes.com</a></li>
<li><a href="https://www.atkins.com/recipes?ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Low Carb Recipes di Atkins</a></li>
<li><a href="http://101 Healthy Low-Carb Recipes That Taste Incredible" target="_blank" rel="noopener noreferrer">101 Healthy Low-Carb Recipes That Taste Incredible</a></li>
</ul>
<h3>2) Olahraga Ringan dan Latihan Otot</h3>
<p>Aspek kedua setelah mengatur makanan yang Anda&#xA0;makan adalah <strong>melakukan olahraga ringan dan latihan otot</strong>.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-435" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/low-carb-keto-exercise.jpg" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)" width="800" height="533" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/low-carb-keto-exercise.jpg 800w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/low-carb-keto-exercise-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px"></p>
<p>Saya sejak kecil bukan orang yang suka olahraga. Pokoknya sejak SD dulu, kalau jam olahraga, itu seringkali merupakan jam-jam yang serem dan ingin saya hindari. Kenapa?</p>
<p>Kondisi sebagai anak yang gemuk sudah pasti membuat saya kalau lari jadi berat banget, mengos-mengos dan seperti mau pingsan. Kalau olahraga permainan, dulu saat SD seringnya adalah main kasti. Saya pasti jadi target utama bahkan rebutan untuk &#x2018;ditembak&#x2019;. Jadi saya tumbuh besar dengan tidak terlalu suka olahraga.</p>
<p>Saat berusaha menurunkan berat badan, saya mencoba untuk ikut gym, tapi bingung apa yang harus dilakukan, 1 bulan akhirnya cuma datang 2-3 x, padahal bayar mahal, akhirnya berhenti.</p>
<p>Saya coba olahraga lari karena katanya membakar kalori lebih cepat. Tapi gak tahu ya, saya sepertinya gak terlalu suka dengan lari karena napasnya jadi susah &#x1F642;</p>
<h4>Olahraga Ringan 30 Menit</h4>
<p>Nah di buku Primal Blueprint dari Mark Sisson ternyata dijelaskan bahwa untuk menurunkan berat badan dan menjaga kondisi tubuh untuk jangka panjang, justru kita hanya perlu olahraga ringan seperti jalan kaki, naik sepeda atau berenang dan tidak perlu lama-lama.</p>
<blockquote><p><strong>Olahraga ringan selama 30 menit rutin tiap hari akan membuat tubuh kita secara otomatis melakukan pembakaran yang santai dan stabil sehingga yang dibakar adalah lemak</strong>.</p></blockquote>
<p>Kalau olahraga berat seperti lari, karena membutuhkan energi yang jauh lebih besar, tubuh kita akan berupaya mencari dan menggunakan glukosa sebagai sumber energi, bukan dari lemak yang lebih lama prosesnya untuk bisa diubah&#xA0;jadi energi.</p>
<p>Jika glukosa kita rendah, olahraga seperti lari malah akan membuat glukosa kita turun terus sehingga bisa lemas dan kepala pening.&#xA0;Saya langsung ingat beberapa kejadian saat dulu masih SMA dimana saya biasa tidak makan pagi, lalu jam olahraga disuruh lari, wah saya selesai itu seperti orang mau pingsan, pandangan gelap dan lemas.</p>
<p>Mengetahui hal ini tentu saja pilihan saya untuk<strong>&#xA0;</strong>olahraga ringan adalah jalan kaki (tempo agak cepat), kadang pagi atau sore, minimal 30 menit (awalnya).</p>
<p>Tapi setelah&#xA0;saya membaca rekomendasi asosiasi kesehatan dan dokter bahwa <strong>manusia sebenarnya butuh bergerak 10.000 langkah tiap harinya (kurang lebih 8 km)&#xA0;</strong>saya memutuskan akan berjuang untuk bergerak 10.000 langkah setiap harinya.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-436" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/walking.jpg" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)" width="604" height="313" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/walking.jpg 604w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/walking-300x155.jpg 300w" sizes="(max-width: 604px) 100vw, 604px"></p>
<p>Masak harus hitung langkah sih? Apa gak kurang kerjaan? he..he..</p>
<p>Nah untunglah sudah ada alat khusus untuk menghitung langkah ini, namanya <strong>pedometer</strong>. Kalau Anda baru sekali ini mendengar alat pedometer, saya juga baru tahu kok &#x1F642;</p>
<p>Pedometer untuk menghitung langkah ini ada yang dikantungi, ada yang digunakan seperti jam tangan (wristband).&#xA0;Saya akhirnya membeli <a href="http://www.amazon.com/gp/search/ref=as_li_ss_tl?ie=UTF8&amp;camp=1789&amp;creative=390957&amp;field-keywords=fitbit&amp;linkCode=ur2&amp;node=3419981&amp;qid=1456046816&amp;sr=8-2-acs&amp;srs=3028450011&amp;tag=sukarto-20&amp;linkId=L5HJ5E7IO66VFSWP&amp;ref=sukarto.com" target="_blank" rel="noopener noreferrer">pedometer merk FitBit</a> yang dipakai seperti jam tangan.&#xA0;Jadi dipakai terus sehingga bisa menghitung langkah Anda seharian.</p>
<p>Pedometer yang generasi sekarang bisa sinkron dengan aplikasi Apple IOS dan Android, jadi Anda bisa lihat di smartphone berapa langkah yang Anda lakukan hari ini.</p>
<p>Dan hasil awal dari penggunaan pedometer, saya bisa melihat bahwa saya memang kurang bergerak, hanya 2500 langkah tiap hari pada normalnya, karena saya banyak bekerja di depan komputer.</p>
<p>Jadi setelah saya pakai pedometer, saya hampir tiap pagi dan sore melakukan olahraga jalan. Kalau cuma jalan pagi 30 menit, masih sulit bisa mencapai 10.000 steps per hari.</p>
<p>Jadi untuk menambah step, kalau ada&#xA0;building yang ada lift, saya naik pakai tangga, kadang gedung 7 lantai, sayapun naik pakai tangga &#x1F642; Kalau dulu parkir dekat-dekat dengan pintu, sekarang parkir jauh-jauh dari pintu, supaya nambah langkah he..he..</p>
<p>Kadang malam pulang rumah, melihat pedometer eh masih kurang 1500 langkah lagi, ya sudah jalan di sekitar rumah bersama istri, sambil ngobrol (spending quality time). Jadi satu kegiatan kena 2 sasaran &#x1F642;</p>
<p>Hal yang sama juga saya lakukan kalau jalan pagi atau sore sendirian. Saya juga mendengarkan audio book, podcast atau seminar lainnya untuk memanfaatkan waktu lebih efektif sehingga sambil jalan menambah langkah, saya juga belajar dan menambah pengetahuan. Jadi melakukan 2 hal yang bermanfaat sekaligus.</p>
<blockquote><p>Baca artikel saya:&#xA0;<span style="text-decoration: underline;"><strong><a href="https://sukarto.com/memanfaatkan-waktu-tidak-produktif-anda-macet-menunggu-dll/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif Anda (Macet, Menunggu dll)</a></strong></span></p></blockquote>
<p>Jadi yang terjadi sebenarnya saya bukan cuma sedang menurunkan berat badan tetapi juga mengubah&#xA0;gaya hidup. Perubahan ini membuat berat badan saya mulai menurun, saya merasa lebih sehat dan lebih energik dan tidak mudah capek.</p>
<h4>Latihan Otot atau Mengangkat Benda Berat</h4>
<p>Selain olahraga ringan, Mark Sissor juga menyarankan pentingnya kita latihan otot dan melakukan sprint seperti yang terlihat di bagan yang dia berikan di bukunya.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-415" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/primal-blueprint-activity-chart.jpg" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)" width="1023" height="896" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/primal-blueprint-activity-chart.jpg 1023w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/primal-blueprint-activity-chart-300x263.jpg 300w" sizes="(max-width: 1023px) 100vw, 1023px"></p>
<p>Jadi olahraga ringan (bergerak) adalah dasarnya, setelah itu mengangkat beban&#xA0;berat (latihan otot) dan sekali-kali sprint.</p>
<p>Latihan ototnya dengan cara yang murah (tanpa alat, tidak perlu ke gym) seperti yang bisa Anda lihat di <a href="https://www.primalblueprint.com/what-is-the-primal-blueprint/?ref=sukarto.com#essential_movements" target="_blank" rel="noopener noreferrer">video latihan otot ala Primal Blueprint</a> (ada 4 latihan otot yang bisa Anda lakukan).</p>
<h3>Tantangan dalam&#xA0;Memulai&#xA0;Program LCD</h3>
<p>Memulai sebuah&#xA0;kebiasaan baru tidak pernah mudah. <strong>Yang paling sulit selalu di awal, tepatnya di 2-3 minggu pertama</strong>.</p>
<p>Mudah saja untuk tidak mengkonsumsi karbohidrat 1-2 hari, tapi melakukannya untuk 3 minggu atau lebih, butuh komitmen dan disiplin. Jalan pagi untuk beberapa hari mudah saja dilakukan, tetapi untuk konsisten selama berbulan-bulan, perlu komitmen dan disiplin juga.</p>
<p>Nah dari pengalaman saya selama ini, komitmen dan disiplin mudah terjadi karena 2 hal yaitu :</p>
<ol>
<li><strong><img loading="lazy" class="alignright wp-image-437 size-full" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/why-you-do-it-e1456063201850.jpg" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)" width="356" height="300" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/why-you-do-it-e1456063201850.jpg 356w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/why-you-do-it-e1456063201850-300x253.jpg 300w" sizes="(max-width: 356px) 100vw, 356px">Saya tahu WHY I&#x2019;m Doing It.</strong> Saya ingin kondisi yang lebih sehat dan lebih energik saat menginjak umur 40 tahun (waktu itu umur 39 tahun). Saya sudah dalam kondisi over weight selama bertahun-tahun. Beberapa teman ada yang sudah pernah kena serangan jantung, bahkan ada yang meninggal karena sakit. <div class="bdv" style="height:1em">&#xA0;</div>Saya ingin bisa travelling dan melakukan perjalanan ke banyak tempat di dunia ini, sehingga tentu perlu tubuh yang sehat. Saya ingin bisa melihat anaknya tumbuh dewasa, menikah dan merasakan punya cucu &#x1F642; <div class="bdv" style="height:1em">&#xA0;</div>Jadi menjadi sehat bagi saya pada pertengahan 2013 (saat umur hampir 40 tahun) adalah sebuah hal yang HARUS bukan hanya sekedar ingin.</li>
<li><strong>Saya tahu WHAT nya.</strong> Melakukan sesuatu tanpa punya keyakinan dengan apa yang akan dilakukan adalah sesuatu yang&#xA0;cukup&#xA0;sulit dilakukan oleh saya yang termasuk orang yang banyak pakai logika. Saya perlu diberikan informasi lengkap, step by step dan bukti-bukti baru bisa percaya dan melakukannya. <div class="bdv" style="height:1em">&#xA0;</div>Dalam hal ini, saya sudah membaca beberapa buku tentang LCD, baca banyak artikel di internet tentang hal ini, baru saya merasa ini pantas untuk dicoba.<div class="bdv" style="height:1em">&#xA0;</div> Sehingga saya jadi tahu apa yang harus dimakan, apa yang harus dihindari, apa aktifitas harian yang perlu dilakukan, seberapa banyak dan lain-lain.</li>
</ol>
<p>Saat Anda tahu WHY dan WHAT nya, segala sesuatu jadi jelas.&#xA0;Tidak ada keraguan untuk memulai perjalanan (istilah saya adalah pikiran Anda sudah Tunnel Vision, sudah jelas banget kemana Anda akan menuju).</p>
<p><strong>Segeralah TAKE ACTION dan buatlah komitmen untuk melakukannya paling tidak selama 2-4 minggu</strong>. Saran saya adalah 1 bulan, seperti yang saya lakukan. Saya cek lab, timbang berat badan dan body fat atau lemak dalam tubuh dan ukur lingkar perut.</p>
<p>Lalu JUST DO IT!</p>
<p>Tiap hari saya timbang berat badan dan body fat dengan timbangan yang bisa mengukur hal tersebut. Lalu saya catat di iPhone Apps yang saya gunakan (Anda bisa catat di notes juga gak apa), yang penting <strong>harus dicatat tiap hari sehingga Anda bisa merasakan progressnya&#xA0;</strong>(ini tips penting).</p>
<p>Setelah 1 bulan, saya evaluasi untuk menentukan, apakah ini layak diteruskan atau tidak. Saya cek lab lagi dan hasilnya lebih baik. Berat badan lumayan turun cukup banyak (4 kg). Lingkar perut sudah berkurang sedikit.</p>
<p>Saya juga merasakan tubuh saya lebih sehat, lebih energik dan sambil jalan pagi, saya belajar banyak dari audio book dan podcast yang saya dengarkan.</p>
<p>Jadi setelah 1 bulan&#xA0;dan&#xA0;ada progress yang baik terjadi, saya jadi yakin ini cukup mudah dan bermanfaat bagi saya!</p>
<p>Saat pikiran sadar dan bawah sadar setuju bahwa kebiasaan baru yang dilakukan ini bermanfaat, ya pasti mereka setuju dan minta dilanjutkan!! Jadi lebih mudah untuk meneruskan perubahan atau kebiasaan baru ini.</p>
<h3>Break Day atau Hari Cuti LCD</h3>
<p>Kalau Anda ingat di <a href="https://sukarto.com/bagaimana-saya-menurunkan-berat-badan-18-kg-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-1/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">bagian pertama</a> artikel series ini, Anda tentu tahu saya senang makan nasi goreng sejak kecil. Nah, bagaimana dengan semua makanan kesukaan yang mengandung karbohidrat? Apakah saya bisa melupakannya begitu saja? &#x1F642;</p>
<p>Dari sebuah buku saya ada baca konsep&#xA0;membuat Break Day atau Hari Cuti dimana Anda boleh untuk melanggar &#xA0;aturan makanan LCD, terutama di awal-awal perubahan.</p>
<p>Jadi saya merancang boleh &#xA0;makan karbohidrat kesukaan saya saat&#xA0;Break Day atau Hari Cuti LCD &#xA0;yang saya tentukan 1 hari dalam seminggu (biasa hari Minggu).</p>
<p>Lho kok ada libur ya? Ya ada dong, orang kerja saja ada liburnya kok he..he..</p>
<p>Hal ini bertujuan agar kita tidak sampai merasakan kepingin makan sesuatu yang tidak tersalurkan sehingga malah bisa sering membuat kita melanggar program LCD kita. Jadi melanggarnya lebih baik dirancang sejak awal daripada dilakukan secara sembarangan.</p>
<p>Jadi pada Hari Cuti LCD, saya makan makanan kesukaan yang mengandung karbohidrat seperti nasi goreng, nasi kuning, soto banjar dll &#x1F642;</p>
<p>Makanya kalau Anda lihat bagan progress berat badan saya (seperti terlihat di chart berikut ini), kadang-kadang ada terjadi loncatan naik. Itu biasanya terjadi setelah Hari Cuti LCD he..he.. So Anda tahu kan orang diet itu gak harus sengsara tetapi tetap bisa makan enak.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-384" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Screenshot-Weight-Loss-Sukarto1.png" alt="Lebih Jauh tentang LCD (Low Carb Diet) dan Tips Sukses (Part 3)" width="960" height="640" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Screenshot-Weight-Loss-Sukarto1.png 960w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Screenshot-Weight-Loss-Sukarto1-300x200.png 300w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px"></p>
<p>Tapi anehnya, setelah melihat progress yang bagus (berat badan turun), lalu keinginan&#xA0;makan makanan favorit &#xA0;sudah dipuaskan dengan Hari Cuti LCD, lama kelamaan makan karbohidrat jadi tidak menyenangkan lagi.</p>
<p>Perut terasa kenyang yang tidak enak dan jadi sering mengeluarkan udara dari tenggorokan (gelegek&#x2019;an kata orang jawa), otomatis kita sendiri juga makin malas makan karbohidrat, bahkan pada saat Hari Cuti LCD &#x1F642;</p>
<p>Ya itulah kebiasaan, begitu dirubah jadi kebiasaan baru, kebiasaan lama jadi sesuatu yang aneh rasanya.</p>
<h3>Ringkasan&#xA0;dan Saran dalam Memulai LCD</h3>
<p>Apa yang saya sharingkan di rangkaian artikel tentang LCD barulah secuil dibanding hal-hal yang dibahas di buku dan website-website khusus LCD. Sharing saya ini lebih bersifat untuk memberikan inspirasi bahwa ada cara yang berbeda untuk lebih langsing dan lebih sehat, yang tidak perlu sengsara.</p>
<p>Low Carbohydrate Diet (LCD) cocok dan berjalan buat saya, tetapi belum tentu&#xA0;untuk Anda, saya tidak naif untuk bilang ini cocok untuk semua orang. Di kasus saya, cara LCD ini menyenangkan karena berat badan saya bisa turun secara perlahan, tidak drastis, tanpa sengsara menahan rasa lapar dan tetap bisa makan enak.</p>
<p><strong>Pastikan Anda melakukan olahraga ringan yang dianjurkan</strong>. Menurut saya, keberhasilan saya menurunkan berat badan adalah karena saya imbangi dengan perubahan gaya hidup dengan &#xA0;lebih banyak bergerak.</p>
<p>Saat Anda ingin melakukan cara LCD ini, berikut adalah beberapa saran saya untuk meningkatkan tingkat keberhasilan Anda.</p>
<ul>
<li><strong>Temukan WHY atau Alasan</strong> mengapa Anda mau menurunkan berat badan Anda.</li>
<li><strong>Yakinkan diri Anda</strong> dan bekali dengan lebih banyak informasi tentang metode LCD dengan membaca beberapa buku, artikel di internet dan kisah sukses orang yang menerapkan LCD ini. Hal ini akan menambah keyakinan Anda untuk menjalani prosesnya.</li>
<li><strong>Tentukan target awal berat badan</strong> yang ingin dicapai. Konservatif saja, jangan terlalu agresif sehingga kesannya maksa banget. <strong>Target awal yang bagus adalah menurunkan 10% berat badan Anda dalam waktu 4 &#x2013; 6 bulan</strong>.</li>
<li><strong>Beli timbangan dan lakukan pengukuran awal</strong> (cek lab) agar Anda tahu mulai dari posisi mana.</li>
<li><strong>Temukan sparring partner atau teman seperjuangan</strong> yang juga melakukan LCD ini sehingga bisa saling diskusi, &#xA0;saling memberikan semangat atau bahkan berkompetisi positif untuk mencapai goal masing-masing. Saya ada membuat sebuah Facebook Group LCD, silakan gabung <a href="https://www.facebook.com/groups/dietlcd/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">DISINI</a>.</li>
<li><strong>Lakukan pola makan ala LCD dan olahraga seperti yang disarankan</strong> (jika ingin rutin 10.000 langkah tiap hari, sebaiknya beli pedometer).</li>
<li><strong>Lakukan pencatatan berat badan setiap hari</strong> agar Anda bisa melihat progres setiap hari (<strong>ini penting!</strong>) dan tahu akibat dari makan sesuatu. Lebih baik Anda tahu kenyataan yang ada, daripada pura-pura tidak tahu.</li>
<li><strong>Saat Hari Cuti LCD (hanya 1 hari dalam&#xA0;1&#xA0;minggu)</strong>, Anda boleh (tidak harus) makanlah makanan favorit atau makanan mengandung karbohidrat yang Anda inginkan.</li>
<li><strong>Setelah 1 bulan, evaluasi progres Anda</strong>. Jika Anda merasa ada hasil dan manfaat, teruskan hingga tercapai goal Anda.</li>
</ul>
<h3>Ending and What&#x2019;s Next</h3>
<p>Nah selesailah sudah 3&#xA0;seri&#xA0;artikel cerita pengalaman saya tentang &#x201C;<a href="https://sukarto.com/bagaimana-saya-menurunkan-berat-badan-18-kg-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-1/">Bagaimana Saya Menurunkan Berat Badan 18 kg Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak?</a>&#x201C;.</p>
<p>Saya menghabiskan banyak sekali waktu untuk menuliskan pengalaman saya ini, tetapi saya lakukan dengan senang hati karena ingin&#xA0;bisa memberikan inspirasi dan harapan pada Anda.</p>
<p>Saya sungguh berharap sharing pengetahuan dan pengalaman menjalankan LCD (Low Carb Diet) ini bisa membantu Anda untuk mencapai goal Anda untuk menurunkan berat badan, memiliki tubuh yang lebih langsing, lebih sehat dan lebih energik.</p>
<p>Saya tahu betapa beratnya perjuangan untuk menurunkan berat badan, betapa sering timbul perasaan ingin menyerah. Terutama kalau Anda berjuang sendirian.</p>
<blockquote><p>Oleh sebab itu, saya ada membuat&#xA0;<span style="text-decoration: underline;"><strong><a href="https://www.facebook.com/groups/dietlcd/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">Facebook Group Komunitas&#xA0;LCD</a></strong></span>&#xA0;dimana&#xA0;Anda bisa bertemu dengan sesama praktisi LCD, memiliki teman seperjuangan atau sparring partner untuk saling diskusi, saling mendukung dan sharing keberhasilan.</p>
<p>Dari pengalaman saya, bergabung dan memiliki komunitas pendukung seperti ini SANGAT POWERFUL dan akan membantu Anda meraih goal Anda. Saya tunggu ya di dalam <span style="text-decoration: underline;"><strong><a href="https://www.facebook.com/groups/dietlcd/" target="_blank" rel="noopener noreferrer">FB Group Komunitas LCD</a></strong></span> tersebut.</p></blockquote>
<p>Saya menunggu komentar, pertanyaan, sharing kesuksesan dalam menerapkan Program LCD ini.</p>
[sc:cta-akhir-artikel]

<!--kg-card-end: html-->
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Turun 12 kg dalam 192 Hari dengan LCD - Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak (Part 2)]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><p>Wah ternyata artikel pertama saya tentang cerita pengalaman pribadi &#x201C;<a href="https://sukarto.com/bagaimana-saya-menurunkan-berat-badan-18-kg-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-1/" target="_blank">Bagaimana Saya Menurunkan Berat Badan 18 kg Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak (Part 1)</a>&#x201D; mendapat respon luar biasa yang terus terang tidak saya sangka &#x1F642;</p>
<p>Di Facebook, bahkan teman-teman lama &#xA0;yang sudah lama tidak ada</p>]]></description><link>https://sukarto.com/turun-12-kg-dalam-192-hari-dengan-lcd-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-2/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976ea</guid><category><![CDATA[berat badan]]></category><category><![CDATA[diet rendah karbohidrat]]></category><category><![CDATA[low carbohydate diet]]></category><category><![CDATA[weight loss]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Wed, 17 Feb 2016 05:36:16 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Screenshot-Weight-Loss-Sukarto1.png" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Screenshot-Weight-Loss-Sukarto1.png" alt="Turun 12 kg dalam 192 Hari dengan LCD - Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak (Part 2)"><p>Wah ternyata artikel pertama saya tentang cerita pengalaman pribadi &#x201C;<a href="https://sukarto.com/bagaimana-saya-menurunkan-berat-badan-18-kg-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-1/" target="_blank">Bagaimana Saya Menurunkan Berat Badan 18 kg Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak (Part 1)</a>&#x201D; mendapat respon luar biasa yang terus terang tidak saya sangka &#x1F642;</p>
<p>Di Facebook, bahkan teman-teman lama &#xA0;yang sudah lama tidak ada komunikasi, jadi message saya juga tertarik dan menunggu artikel lanjutannya he..he.. &#xA0;Thank you ya&#x2026;</p>
<p>Hal ini membuat saya jadi semangat untuk segera menuliskan lanjutan artikel yaitu part 2&#xA0;ini. Kalau belum baca <a href="https://sukarto.com/bagaimana-saya-menurunkan-berat-badan-18-kg-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-1/" target="_blank">artikel part 1</a>, silakan baca dulu ya&#x2026; biar nyambung ceritanya.</p>
<h3>Progress Turun Berat Badan</h3>
<p>Jadi di <a href="https://sukarto.com/bagaimana-saya-menurunkan-berat-badan-18-kg-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-1/" target="_blank">artikel part 1</a> saya sudah menceritakan bagaimana saya berjuang untuk bisa menurunkan berat badan tetapi banyak gagalnya maka di artikel part&#xA0;ke 2 ini saya akan menceritakan bagaimana saya akhirnya menemukan cara menurunkan berat badan yang sehat, tanpa obat pelangsing, tanpa sengsara menahan rasa lapar dan tetap bisa makan enak. Apa gak asyik tuh? he&#x2026;he&#x2026;</p>
<p>Ya setelah bertahun-tahun mencoba untuk menurunkan berat badan tapi gak berhasil, eh kok ya gak disangka-sangka saya menemukan pendekatan yang cocok dengan saya dan <strong>berhasil menurunkan berat badan 11.8 kg dalam waktu kurang lebih 6 bulan, tepatnya 192 hari</strong>.</p>
<p>Setelah itu masih turun secara perlahan hingga akhirnya stabil di berat yang sekarang hampir 1,5 tahun. Jadi&#xA0;<strong>berat badan saya turun kurang lebih 18 kg dari titik berat badan tertinggi&#xA0;saya (95 kg)</strong>.</p>
<p>Sangatlah penting berat badan Anda turunnya pelan-pelan, tidak drastis seperti yang biasa terjadi di program diet keras atau konsumsi obat-obat diet yang memang terlalu extreme (misal: turun 10 kg dalam 2 minggu).</p>
<p>Biasanya cara-cara seperti itu hanya sementara, tidak akan bertahan sehingga&#xA0;begitu Anda berhenti program dietnya, langsung balik lagi, kadang malah lebih berat (rebound kayak bola basket he..he..) &#x1F642;</p>
<p>Turunnya pelan-pelan karena yang Anda lakukan&#xA0;adalah perubahan gaya hidup dan pola makan, bukan ikut program diet. Dan yang penting karena prosesnya alami dan sehat&#xA0;sehingga Anda bisa&#xA0;menikmati prosesnya (bisa tetap makan enak soalnya he..he..).</p>
<p>Jangan remehkan penurunan perlahan seperti 0.5 kg dalam 1 minggu, karena dalam 6 bulan berarti Anda turun 12 kg dan dalam 1 tahun, Anda akan turun 24 kg. Dan terus stabil di situ. Luar biasa kan?</p>
<blockquote><p><strong>PENTING:</strong> Lakukan pencatatan berat badan Anda untuk mengetahui progress yang terjadi. Hampir setiap hari (di kondisi dan jam yang kurang lebih sama, yaitu saat bangun tidur) saya melakukan penimbangan berat badan.</p>
<p>Saya lalu mencatatnya&#xA0;di aplikasi&#xA0;iPhone yang saya gunakan <strong>Tactio Health</strong>. Ada banyak aplikasi untuk mencatat berat badan lainnya, baik di IOS maupun di Android.</p></blockquote>
<p>Saat saya mulai mencatat di iPhone Apps (saya baru terpikir melakukan pencatatan ini setelah berjalan&#xA0;beberapa waktu), berat badan saya adalah 91.6 Kg di pertengahan Juli 2013 dengan&#xA0;target awal saya adalah berat badan 80 kg saat akhir Des 2013. Tapi saya meleset karena baru berhasil mencapai goal itu pada tanggal 24 Januari 2014 dengan berat badan 79.7 Kg.</p>
<p>Berikut&#xA0;screenshot&#xA0;dari progress yang terjadi tersebut.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-384" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Screenshot-Weight-Loss-Sukarto1.png" alt="Turun 12 kg dalam 192 Hari dengan LCD - Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak (Part 2)" width="960" height="640" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Screenshot-Weight-Loss-Sukarto1.png 960w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Screenshot-Weight-Loss-Sukarto1-300x200.png 300w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px"></p>
<p>&#xA0;</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-385" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Screenshot-Weight-Loss-Sukarto2.png" alt="Turun 12 kg dalam 192 Hari dengan LCD - Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak (Part 2)" width="960" height="640" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Screenshot-Weight-Loss-Sukarto2.png 960w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Screenshot-Weight-Loss-Sukarto2-300x200.png 300w" sizes="(max-width: 960px) 100vw, 960px"></p>
<p>Kalau Anda lihat memang grafiknya tidak seperti garis lurus, lebih mirip grafik pasar saham he..he.. ada spike atau loncatan lalu turun lagi, nanti akan saya jelaskan kenapa hal itu terjadi.</p>
<p><strong>Lingkar perut saya juga hilang 7-8 cm</strong> sehingga semua celana jadi kedodoran dan perlu ganti ukuran celana menjadi lebih kecil. YES!!</p>
<p>Ini kejadian pertama kali, beli celana ukuran lebih kecil, selama ini saya harus beli celana baru karena sudah tidak muata lagi he..he..&#xA0;Sampai sekarang, ukuran celana saya sudah dua kali turun, jadi harus buang celana lama, beli celana ukuran lebih kecil. Anda mau punya masalah itu?? &#x1F642;</p>
<p>So jadi apa sih program menurunkan berat badan yang saya lakukan? Bukan OCD dari Master Deddy yang populer itu ya tapi adalah&#x2026;. dibuka layarnya&#x2026;. &#x1F642;</p>
<h2>Program&#xA0;Low Carbohydrate Diet (LCD)</h2>
<p>Nama dari program &#xA0;yang saya lakukan ini ada banyak nama di luar negeri, tetapi intinya kurang lebih sama yaitu&#xA0;<strong>Low Carbohydrate Diet (LCD)</strong> atau <strong>Diet Rendah Karbohidrat</strong>. Untuk seterusnya saya singkat jadi LCD saja ya&#x2026; biar gampang ingat karena sama dengan&#xA0;jenis TV &#x1F642;</p>
<h3>Apa itu Karbohidrat?</h3>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-402 size-full" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/karbohidrat.jpg" alt="Turun 12 kg dalam 192 Hari dengan LCD - Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak (Part 2)" width="886" height="560" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/karbohidrat.jpg 886w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/karbohidrat-300x190.jpg 300w" sizes="(max-width: 886px) 100vw, 886px"></p>
<p>Nasi, kentang, mie, pasta, jagung, gandum, roti, singkong, keripik, tepung dan sejenisnya. Semua itu adalah karbohidrat. Jadi LCD menghindari semua makanan yang mengandung karbohidrat tinggi tersebut. Bukan cuma mengurangi ya, tapi dihindari, dihilangkan.</p>
<p>Jadi BUKAN&#xA0;misalkan Anda biasa makan nasi 1,5 piring, trus sekarang makan 0,5 piring nasi saja. Bukan begitu, benar-benar tidak makan nasi!&#xA0;Terutama kalau Anda ingin mendapat hasil yang lebih maksimal dan lebih cepat.</p>
<p>Saya yakin pikiran Anda mulai muncul pertanyaan dan keraguan seperti:</p>
<p><em>Masak bisa tanpa nasi? Nanti lemas dong?</em></p>
<p><em>Masak bisa kenyang kalau gak makan nasi / mie / roti?</em></p>
<p>Ini adalah pertanyaan dan keraguan yang sering saya dapatkan dari lawan bicara saat saya bercerita tentang LCD. Tetapi saya bisa maklum dengan keraguan tersebut karena saya dulu juga termasuk orang yang percaya tentang hal ini, bahwa kalau belum makan nasi, gak kenyang, bisa lemas.</p>
<p>Jadi kekhawatiran saya juga sama dengan Anda dulunya.&#xA0;Apalagi sebagai orang yang terbiasa makan nasi banyak, saya sudah takut duluan dengan program yang menghilangkan nasi dari makanan.</p>
<p>Tetapi karena saya cukup terbuka dengan konsep baru, saya tidak mau ambil kesimpulan dulu, saya riset dan membaca lebih jauh dari berbagai sumber untuk mengetahui konsep LCD ini.&#xA0;Ternyata setelah dipraktekkan, hal-hal itu tidak terjadi pada diri saya.</p>
<blockquote><p>Kadang memang kekhawatiran kita seringkali berlebihan dibanding kenyataan &#x1F642;</p></blockquote>
<p>Jadi saran saya pada Anda juga, tahan dulu kesimpulan Anda, baca saja hingga selesai ya artikel seri ini, baru nanti putuskan apakah masuk akal dan apakah Anda mau mencobanya atau tidak.</p>
<p>Dan jangan juga khawatir dengan mitos &#x201C;<em>tubuh manusia butuh karbohidrat, bahaya kalau gak ada karbohidrat sama sekali</em>&#x201D;</p>
<p>Karena sebenarnya tanpa makan nasi atau sumber karbohidrat tinggi (nasi, mie, roti dll) seperti yang saya sebut diatas, Anda juga&#xA0; pasti ada konsumsi karbohidrat dalam bahan-bahan makanan lain yang Anda makan (tepung, bumbu salad bahkan buah juga ada karbohidratnya), tapi tentu &#xA0;jauh lebih rendah jumlahnya&#xA0;dibanding kalau Anda makan nasi, mie, roti dll.</p>
<h3>Kenapa Menghindari Karbohidrat?</h3>
<p>Nah ini yang perlu Anda pelajari dan mengerti dasar ilmiahnya, baru Anda percaya dan mau mencobanya. Terus terang saya termasuk orang yang tidak mudah percaya dengan sesuatu klaim tertentu, jadi saya benar-benar me-riset dan membaca banyak sumber, baru sampai satu titik dimana saya merasa masuk akal, baru saya&#xA0;mau coba&#xA0;dan&#xA0;melakukannya.</p>
<p>Seperti yang Anda ketahui, <strong>karbohidrat di tubuh kita diubah menjadi glukosa atau sering disebut&#xA0;zat gula, merupakan sumber energi utama dari tubuh kita selama ini </strong>karena paling cepat bisa diubah menjadi energi.</p>
<p>Sedangkan kalau dibanding lemak, tubuh kita membutuhkan waktu lebih lama untuk mengubahnya jadi sumber energi.</p>
<p>Nah <strong>saat&#xA0;Anda mengkonsumsi karbohidrat atau makanan manis-manis, tingkat glukosa dalam darah Anda pasti&#xA0;akan meningkat</strong>. Tingkat glukosa dalam darah ini<strong>&#xA0;</strong>sering disebut dengan<strong> &#x201C;Kadar Gula Dalam Darah&#x201D;</strong>. Sesuatu yang biasa di cek di laboratorium saat Anda cek darah Anda.</p>
<p>Tingkat glukosa atau kadar gula dalam darah ini akan turun/drop dalam 3-4 jam, sebagian kecil karena dipakai oleh tubuh sebagai sumber energi (kalau Anda berolahraga) tetapi kebanyakan tidak&#xA0;digunakan, terutama kalau setelah makan tidak banyak bergerak, seperti cuma duduk-duduk saja, apalagi kalau tidur, wah parah deh &#x1F642;</p>
<p>Tetapi sebab kenapa&#xA0;kadar gula dalam tubuh bisa turun atau jadi normal lagi adalah karena&#xA0;<strong>ada mekanisme tubuh yang otomatis terjadi saat kadar gula tinggi yaitu pankreas akan mengeluarkan hormon&#xA0;insulin.&#xA0;</strong></p>
<blockquote><p><strong>Hormon insulin ini akan mengubah kelebihan&#xA0;glukosa dalam darah menjadi sel-sel lemak untuk disimpan di dalam hati dan di otot sebagai persediaan energi.&#xA0;</strong></p></blockquote>
<p>Tubuh mempunyai mekanisme menjaga kadar gula dalam darah tidak boleh tinggi karena memang banyak organ tubuh dan permasalahan kesehatan (baca: penyakit) yang terjadi saat seseorang memiliki &#xA0;kadar gula yang tinggi dalam darah.</p>
<div class="clear"></div><div class="thrivecb light"><div class="shnd">Baca artikel berikut tentang&#xA0;problem kesehatan yang sering terjadi akibat konsumsi karbohidrat berlebihan&#xA0;di:<p></p>
<ul>
<li><a href="http://halosehat.com/gizi-nutrisi/panduan-gizi/akibat-kelebihan-karbohidrat?ref=sukarto.com" target="_blank">11 Problem Kesehatan&#xA0;Akibat Kelebihan Karbohidrat Dalam Tubuh</a></li>
<li><a href="https://www.deherba.com/asupan-karbohidrat-berlebih-dapat-meningkatkan-risiko-penyakit-jantung.html?ref=sukarto.com" target="_blank">Asupan Karbohidrat Berlebih Dapat Meningkatkan Resiko Penyakit Jantung</a></li></ul></div></div>

<h4>Penyebab Rasa Lapar</h4>
<p>Saat tingkat glukosa dalam darah mulai menurun (karena digunakan atau diubah jadi sel lemak) maka saat itu juga otomatis tubuh kita memberi sinyal rasa lapar dan akhirnya kita ingin makan apapun yang ada (dan biasanya karbohidrat lagi).</p>
<p>Sehabis makan, tingkat glukosa naik lagi, insulin dikeluarkan tubuh lagi, kadar gula turun lagi, lapar lagi, makan lagi dan terus berulang seperti itu.</p>
<p>Siklus naik turun tingkat glukosa dalam darah yang terus menerus, apalagi jika drastis (karena banyak makan karbohidrat &#xA0;atau konsumsi makanan, minuman atau dessert&#xA0;yang manis-manis) akibatnya sangat buruk untuk tubuh Anda dalam jangka panjang.</p>
<p>Beberapa orang akhirnya kena penyakit diabetes atau kencing manis&#xA0;yang disebabkan&#xA0;mekanisme tubuh untuk mengeluarkan insulin untuk mengontrol kadar gula dalam darah mengalami gangguan karena bekerja keras tanpa istirahat (akibat makan karbohidrat 3x sehari atau makan yang manis-manis).</p>
<p>Anggap saja pankreas seperti sebuah mesin filter air yang dipaksa kerja keras terus, tanpa ada istirahat ya&#xA0;akhirnya rusak.&#xA0;Akhirnya penderitas diabetes harus kadang suntik insulin dari luar untuk menggantikan mekanisme normal tubuh manusia.</p>
<p>Nah kalau Anda baca diatas, hormon insulin memang membantu menetralkan kadar gula dalam darah, tetapi caranya dengan mengubah glukosa yang tidak terpakai menjadi sel-sel lemak.</p>
<blockquote><p><strong>Semakin sering tingkat glukosa atau kadar gula Anda tinggi, maka semakin banyak&#xA0;yang akan diubah jadi sel-sel lemak untuk disimpan di hati dan di otot. </strong></p></blockquote>
<p>Dan karena Anda terus konsumsi karbohidrat, tubuh tidak akan pernah sempat menggunakan simpanan sel-sel lemak yang tersimpan di hati dan di otot.</p>
<p>Jadilah secara perlahan tapi pasti, berat badan Anda akan naik dan tiba-tiba Anda baru sadar, lho kok jadi gemuk atau over-weight sekarang &#x1F642;</p>
<blockquote><p><strong>Disclaimer:</strong> Saya bukan ahli biologi atau ahli kimia. Penjelasan diatas sudah disederhanakan agar mudah dimengerti orang awam.</p>
<p>Detil prosesnya secara kimiawi sebenarnya jauh lebih kompleks. Anda bisa membaca sendiri beberapa referensi buku yang nanti saya berikan, dimana penjelasan detil diberikan oleh orang-orang yang jauh lebih kredibel.</p></blockquote>
<h4>Tubuh Gemetar Akibat Telat Makan</h4>
<p>Di kondisi saya dulu malah lebih ekstrim akibatnya. Dulu saat saya terbiasa makan nasi dalam porsi lumayan banyak atau kadang makan makanan yang manis atau <em>high glycemic food&#xA0;</em>sehingga&#xA0;kalau telat makan 1-2 jam saja, saya bisa merasakan rasa lapar yang sangat tinggi, sampai tubuh bisa gemetar.</p>
<p>Saya dulu sempat berpikir apa saya kena penyakit diabetes, tapi cek di lab gak apa-apa. Saya terus terang bingung, apa penyebabnya. Setelah mengerti semua ini, saya baru sadar, saya mengalami gemetar itu karena efek <em>sugar crush&#xA0;</em>dimana tingkat gula darah saya turun drastis, akibat sebelumnya naik tinggi.</p>
<p>Saat saya mulai mengubah pola makan menjadi Low Carbohydrate Diet atau LCD, saya telat makan bahkan puasa pun, tidak ada masalah. Sudah tidak ada lagi yang namanya rasa lapar yang berlebihan sampai&#xA0;badan lemas atau gemetar.</p>
<p>Jadi mitos banget kalau bilang, gak makan nasi bisa lemas, di kasus saya dan banyak orang yang saya tahu, justru banyak makan nasi yang bikin lemas, ngantuk dan bisa gemetar kalau telat makan.</p>
<h3>Jadi Apa yang Dimakan?</h3>
<p>Bagi orang di Indonesia dan Asia secara umum, biasanya bingung, kalau gak makan karbohidrat, terus makan apa?&#xA0;Ya makannya adalah dari sumber yang lain yaitu:</p>
<ul>
<li>Protein (hewani &amp; nabati)</li>
<li>Lemak (daging ayam, telur, ikan, sapi dan semua daging lainnya)</li>
<li>Sayur-sayuran dan buah-buah tertentu (buah yang tidak manis).</li>
</ul>
<p>Anda makan dalam porsi normal, sampai kenyang, jadi bukan porsi kecil yang &#xA0;dibatasi. Tidak perlu susah-susah hitung kalori, patokannya adalah sampai Anda merasa cukup kenyang.</p>
<h4>Merasa Kenyang Lebih Lama</h4>
<p>Satu hal yang perlu Anda ketahui adalah makan banyak protein, lemak (ikan, ayam, sapi dll) dan banyak sayur/lalapan/salad seperti itu ternyata <strong>membuat Anda merasa kenyang untuk jangka waktu yang lebih lama</strong> sehingga tidak ada keinginan&#xA0;ambil snack (yang biasanya adalah karbohidrat tinggi biasanya).</p>
<p>Sangat beda dengan jika Anda mengkonsumsi banyak karbohidrat, rasa kenyang hanya terjadi sebentar saja. Pertanyaannya adalah kenapa?</p>
<p>Seperti penjelasan diatas, <strong>rasa lapar timbul terutama karena tingkat glukosa dalam darah turun dari level tinggi&#xA0;drop ke level rendah</strong>.</p>
<p>Nah kalau Anda tidak konsumsi karbohidrat, tapi cuma protein, lemak dan sayur-sayuran, maka tingkat glukosa akan terjaga atau stabil di level rendah.&#xA0;Otomatis perasaan merasa lapar tidak akan cepat terjadi.</p>
<p>Kalau Anda makan protein dan lemak tetapi merasa lapar, itu karena porsinya kurang banyak &#x1F642; Makanlah lebih banyak, enak kan nasehatnya he..he.. &#x1F642;</p>
<p>Jadi makanlah lebih banyak daging, ikan, telur dan sayur-sayuran. Saya jamin Anda akan kenyang dan itu akan bertahan lama. Memang sulit untuk percaya ini sekarang, tapi silakan dicoba aja.</p>
<h4>Lemak Sebagai Sumber Energi</h4>
<p>Dalam 1-2 minggu jika Anda konsisten konsumsi&#xA0;makanan rendah karbohidrat, tubuh Anda otomatis akan menyesuaikan dan mulai menggunakan simpanan lemak dalam tubuh (yang ada di hati, otot, perut dll) sebagai sumber energi utama (karena tidak banyak glukosa dalam darah).</p>
<p>Sehingga saat&#xA0;lemak Anda mulai dibakar sebagai sumber energi,&#xA0; lemak di tubuh mulai berkurang&#xA0;dan weight loss (penurunan berat badan) terjadi secara jadi otomatis, alias jadi langsing &#x1F642;</p>
<p>Hal ini tidak akan pernah&#xA0;dilakukan oleh tubuh kalau Anda makan banyak karbohidrat (ingat karena yang paling mudah diproses oleh tubuh untuk menghasilkan&#xA0;energi adalah&#xA0;glukosa dari karbohidrat, bukan simpanan lemak).</p>
<blockquote><p><strong>Sehingga walaupun Anda olahraga keras, tapi kalau banyak konsumsi karbohidrat,&#xA0;tumpukan lemak dalam tubuh Anda akan tetap saja tidak terpakai bahkan makin hari makin menumpuk.</strong></p></blockquote>
<h4><strong>Apa Tidak Susah Membuat atau Mencari Menu Makanan Tanpa Nasi?</strong></h4>
<p>Harus saya akui hal ini benar, apalagi di Indonesia he..he..&#xA0;Memang ini sebuah tantangan di awal saat&#xA0;menerapkan program LCD ini karena menu di Indonesia relatif hampir selalu ada karbohidratnya.</p>
<p>Tetapi dengan sedikit tekad dan kreatif, ada banyak variasi menu sebenarnya untuk LCD ini. <strong>Jauh lebih banyak pilihannya dibanding Anda melakukan diet lain yang lebih banyak tidak bolehnya daripada bolehnya.</strong></p>
<p>Saya akan menjelaskan contoh-contoh menu yang saya dan istri makan di dalam rumah ataupun saat pergi makan luar di <a href="https://sukarto.com/lebih-jauh-tentang-lcd-low-carb-diet-dan-tips-sukses-part-3/" target="_blank">artikel part 3</a> ya.</p>
<h4>Sudah Kolestrol Tinggi, Makan Banyak Daging?? Yang Bener Aja</h4>
<p>Nah pertanyaan bagus ini &#x1F642;</p>
<p>Ini sebenarnya sudah seperti kepercayaan umum bahwa makan daging/lemak menyebabkan kolestrol tinggi yang akan buat penyakit jantung. Sehingga nasehat yang selalu kita dengar adalah untuk mengurangi konsumsi daging, telur dan sumber lemak lainnya. Padahal saya suka makan telur dan makan daging &#x1F641;</p>
<p>Saat sendiri sempat khawatir tentang hal ini, bagaimana kalau setelah menjalankan LCD, kolestrol saya tambah tinggi? Jadi malah beresiko penyakit jantung dong.</p>
<p>Ternyata dari hasil riset saya dengan membaca banyak buku dan artikel di internet ternyata &#x201C;<em>banyak makan daging/lemak akan membuat kolestrol tinggi yang mengakibatkan penyakit jantung</em>&#x201D;&#xA0;adalah sebuah mitos.</p>
<p>Makin banyak ahli gizi dan dokter yang akhirnya memang mengakui bahwa ternyata kesimpulan&#xA0;itu tidak tepat. Salah satunya yang bisa Anda baca adalah <strong><a href="http://www.amazon.com/gp/product/1592335217/ref=as_li_tl?ie=UTF8&amp;camp=1789&amp;creative=9325&amp;creativeASIN=1592335217&amp;linkCode=as2&amp;tag=sukarto-20&amp;linkId=5VRFVTFIJ3JSFAIZ&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">The Great Cholestrol Myth</a></strong> yang ditulis oleh dokter dan pakar&#xA0;gizi yang membahas secara detil apa betul keyakinan&#xA0;banyak orang itu.</p>
<p>Ternyata setelah membaca buku tersebut, saya jadi tahu bahwa kolestrol itu tidak selamanya jahat. Ada kolestrol yang baik (HDL) malah justru harus banyak di tubuh kita. Yang perlu dihindari adalah&#xA0;kolestrol yang&#xA0;jahat seperti&#xA0;LDL dan Trigliserida.</p>
<p>Dan apakah Anda tahu bahwa <strong>sebab utama trigliserida tinggi adalah karena kelebihan konsumsi karbohidrat&#xA0;</strong>?</p>
<p>Saya jadi yakin bahwa kolestrol tinggi bukanlah penyebab penyakit jantung, justru kalau dibaca dari berbagai sumber, konsumsi berlebihan karbohidrat yang menyebabkan tingkat gula darah yang tinggi, malah seringkali menyebabkan penyakit jantung.</p>
<p>Tetapi untuk amannya, akhirnya saya putuskan untuk cek lab dulu sebelum&#xA0;memulai LCD. Saya ingin tahu apakah ada perubahan positif setelah menjalankan LCD nanti. Seperti yang saya duga, cek darah di lab menunjukkan hasil yang jelek&#xA0;seperti yang bisa Anda lihat di bawah ini.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-390 size-full" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Hasil-Cek-Lab-di-Awal-LCD1-e1455660804251.png" alt="Turun 12 kg dalam 192 Hari dengan LCD - Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak (Part 2)" width="913" height="941" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Hasil-Cek-Lab-di-Awal-LCD1-e1455660804251.png 913w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Hasil-Cek-Lab-di-Awal-LCD1-e1455660804251-291x300.png 291w" sizes="(max-width: 913px) 100vw, 913px"></p>
<p>Jelek banget ya hasilnya&#x2026; Kalau ini rapot di sekolah, merah semua he..he..</p>
<p>Tapi memang sebab utama saya memulai Program LCD ini adalah untuk menjadi lebih sehat dan lebih berenergi karena&#xA0;memang saat itu saya mudah lelah, punggung/bahu sering sakit, bisa gemetar kalau telat makan dan hasil lab juga jelek.</p>
<h4>Hasil Lab Setelah 1 Bulan Menjalankan LCD</h4>
<p>Setelah 1 bulan menjalankan LCD, setelah makan banyak daging (semua daging yang dipercaya mengandung kolestrol tinggi, tapi memang lebih banyak konsumsi daging ikan), makan telur sehari bisa 3-4 telur (gak terbayang sebelumnya) dan makan makanan enak lainnya, saya lalu cek lab lagi. Hasilnya?</p>
<p>Hasil cek lab saya malah lebih baik (cuma 1 bulan lho jeda antar cek lab).</p>
<ul>
<li>SGOT dan SGPT (kadar lemak dalam hati) semua turun beberapa point.</li>
<li>Kolestrol Total stabil saja, tapi tidak masalah karena kan ini total kolestrol jahat dan kolestrol baik.</li>
<li>Trigliserida (kolestrol jahat) dari 121 turun jadi 103.</li>
<li>HDL (kolestrol baik) naik dari 30 jadi 38 (semakin tinggi semakin baik).</li>
<li>LDL (kolestrol jahat) turun dari 202 jadi 177 (semakin rendah semakin baik).</li>
<li>Ratio LDL / HDL turun dari 6.7 (beresiko tinggi) jadi 4.7 (moderat).</li>
<li>Asam Urat turun dari 9.1 jadi 8.1.</li>
</ul>
<p>Wah saya senang sekali artinya program LCD ini berdampak positif. Kekhawatiran saya bahwa dengan banyak konsumsi daging malah bahaya untuk tubuh saya, ternyata tidak terbukti, malah jadi lebih baik.</p>
<p>Dan hampir dua tahun setelah saya mulai LCD (sekitar pertengahan 2015), hasil lab saya jauh lebih baik lagi, yaitu:</p>
<ul>
<li>SGOT jadi 18 (dari awalnya 40).&#xA0;SGPT jadi 23 (dari awalnya 107). Menunjukkan kandungan lemak dalam hati saya menurun drastis.</li>
<li>Cholestrol jadi 227, tetap diatas batas normal tapi dari membaca buku The Great Cholestrol Myth, saya tahu indikasi ini tidak terlalu penting untuk diperhatikan.</li>
<li>Trigliserida jadi 92 (dari awalnya 121).</li>
<li>HDL jadi 46 (dari awalnya 30). LDL jadi 148 (dari awalnya 202).</li>
<li>Ratio LDL / HDL turun jadi 3.2 (dari 6.7).</li>
<li>Asam Urat turun jadi 7.9.</li>
</ul>
<p>Sehingga berarti saya mencapai goal saya untuk menjadi lebih sehat dan menurunkan berat badan tanpa obat, tanpa sengsara dan tetap makan enak &#x1F642;</p>
<h4>Diet Karbohidrat itu Mahal? Bikin Budget Belanja Dapur Naik</h4>
<p>Hal lain &#xA0;yang sering dilontarkan oleh lawan bicara kalau saya cerita tentang LCD adalah soal budget yang dikeluarkan untuk makanan jadi lebih besar.</p>
<p>Tidak bisa dipungkiri hal itu memang betul, walaupun sebenarnya dengan kreatifitas, lebih banyak mengerti soal bahan makanan dan mau repot (masak sendiri) maka kenaikan budget ini hanya minimal.</p>
<p>Tapi jawaban yang paling sering saya berikan adalah:</p>
<p><em>Daripada uangnya disetorkan ke dokter dan pabrik farmasi nantinya, lebih baik saya nikmati sendiri.</em></p>
<p>Dalam hidup, segala sesuatu ada konsekuensi dan pasti Anda harus membayar harga dari segala sesuatu. Bedanya, apa yang ingin Anda bayar? Kepada siapa Anda ingin membayar harganya?</p>
<p>Saya memilih membayar harga untuk kesehatan saya daripada bayar dokter di kemudian hari seperti yang sudah saya lihat sendiri di banyak orang yang tidak peduli dengan kesehatannya.</p>
<h3>Bukan Program Diet TAPI Mengubah&#xA0;Gaya Hidup</h3>
<p><img loading="lazy" class="alignright wp-image-403 size-medium" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Your-Healthy-Life-Sign-300x300.jpg" alt="Turun 12 kg dalam 192 Hari dengan LCD - Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak (Part 2)" width="300" height="300" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Your-Healthy-Life-Sign-300x300.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Your-Healthy-Life-Sign-150x150.jpg 150w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Your-Healthy-Life-Sign-65x65.jpg 65w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Your-Healthy-Life-Sign-220x220.jpg 220w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Your-Healthy-Life-Sign.jpg 720w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px">Salah satu yang akhirnya saya sadari setelah menjalakan Program LCD ini adalah <strong>saya sebenarnya&#xA0;tidak sedang berdiet tetapi sedang mengubah&#xA0;gaya hidup yang dulu TIDAK SEHAT&#xA0;menjadi LEBIH SEHAT</strong>.</p>
<p>Jadi ini adalah&#xA0;<strong>sesuatu yang akan saya lakukan seterusnya, selamanya.</strong>&#xA0;BUKAN seperti sebuah program diet yang hanya dilakukan&#xA0;sesaat atau sampai saya mencapai target berat badan saja.</p>
<p><strong>Kenapa banyak orang yang berhasil menurunkan berat badan setelah melakukan program diet tertentu, terus akhirnya berat badannya balik lagi?</strong></p>
<p>Anda tentu banyak mendengar kasus seperti ini kan? Anda mungkin pernah mengalaminya. Saya juga mengalaminya, turun 4 kg, eh setelah itu naik 6 kg he..he.. capek deh &#x1F641;</p>
<p>Hal ini terutama terjadi karena saat mengikuti sebuah program diet (yang sengsara atau minum obat diet), Anda&#xA0;berpikir bahwa ini hanya sementara saja, hanya sampai target turun berat badan tercapai saja.</p>
<p>Siapa sih yang mau&#xA0;diet ketat terus menerus, setiap hari makan nasi beras merah dengan daging ayam direbus, dengan sayur-sayur tanpa rasa???&#xA0;Pasti gak ada yang mau kan?</p>
<p>Sehingga begitu target berat badan ini tercapai, Anda merasa sudah sampai garis finish, merdeka he..he.. sudah tercapai targetnya, selesailah program diet sengsara yang Anda lakukan dan Anda kembali ke kebiasaan lama Anda.</p>
<p>Tentu saja setelah itu Anda tahu kejadian berikutnya&#x2026; berat badan naik kembali &#x1F642;</p>
<p>Jadi akhirnya setelah mempelajari program LCD ini akhirnya saya sadar bahwa saya sedang mengubah gaya hidup agar lebih sehat dan fit untuk jangka waktu yang panjang.&#xA0;Sehingga saya yakin penurunan berat badan hingga mencapai tingkat ideal yang sedang saya jalani ini akan dilakukan untuk selamanya.</p>
<p>Hal ini akan mudah Anda lakukan setelah Anda mengerti betul tentang apa itu LCD, tahu kenapa hal ini baik untuk tubuh Anda, mengapa makanan yang dihindari di LCD tidak baik untuk tubuh Anda untuk jangka panjang.</p>
<p>Sehingga akhirnya <strong>saat Anda sudah tahu yang baik, kenapa harus balik ke cara yang tidak baik?</strong></p>
<h3>Bonus Manfaat yang Didapat Selain Turun Berat Badan</h3>
<p>Selain berat badan turun, saya mendapat manfaat lain. Sebelumnya badan saya terasa berat, sering capek dan ingin sering tidur.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignright size-medium wp-image-404" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/wall-climbing-di-class5-225x300.jpg" alt="Turun 12 kg dalam 192 Hari dengan LCD - Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak (Part 2)" width="225" height="300" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/wall-climbing-di-class5-225x300.jpg 225w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/wall-climbing-di-class5.jpg 600w" sizes="(max-width: 225px) 100vw, 225px">Setelah saya menerapkan LCD dan merubah gaya hidup saya, terasa banget energi tubuh saya terasa lebih tinggi. Saya bisa bekerja lebih lama, lebih konsentrasi saat bekerja dan tidak mudah capek.</p>
<p>Saya bisa melakukan banyak aktifitas yang membutuhkan tubuh yang fit seperti wall climbing, renang, hash (jalan lintas alam) di pegunungan dan lain-lain. Sekarang hal-hal seperti ini malahan menjadi quality family time yang lebih positif, daripada sekedar kuliner bersama (walaupun masih sering dilakukan he..he..)</p>
<p>Jadi memang benar kata banyak orang bahwa tubuh kita itu bergantung dari apa yang masuk lewat mulut kita &#x1F642;</p>
<p>Nah di <a href="https://sukarto.com/lebih-jauh-tentang-lcd-low-carb-diet-dan-tips-sukses-part-3/" target="_blank">artikel ke 3</a>, lanjutan dari artikel ini saya akan membahas beberapa point penting yaitu:</p>
<ul>
<li>Bagaimana saya awalnya memulai LCD ini? Apa kesulitannya dan apa perubahan gaya hidup yang saya lakukan?</li>
<li>Contoh menu-menu makanan di Indonesia yang sesuai dengan program LCD ini.</li>
<li>Olahraga ringan seperti apa yang sesuai dengan metode LCD yang perlu Anda lakukan untuk mempercepat proses penurunan berat badan.</li>
<li>Website, buku-buku dan sumber referensi yang saya pelajari dimana penting Anda baca dan pelajari agar Anda semakin tahu detilnya.</li>
</ul>
<blockquote><p>Berjuang sendiri selalu lebih berat dibanding berjuang bersama-sama. Oleh sebab itu, saya ada membuat&#xA0;<span style="text-decoration: underline;"><strong><a href="https://www.facebook.com/groups/dietlcd/" target="_blank">Facebook Group Komunitas&#xA0;LCD</a></strong></span>&#xA0;dimana Anda bisa bergabung sehingga Anda bisa bertemu dengan sesama praktisi LCD, memiliki teman seperjuangan atau sparring partner untuk saling diskusi, saling mendukung dan sharing keberhasilan.</p>
<p>Dari pengalaman saya, bergabung dan memiliki komunitas pendukung seperti ini SANGAT POWERFUL dan akan membantu Anda meraih goal Anda. Saya tunggu di dalam&#xA0;<span style="text-decoration: underline;"><strong><a href="https://www.facebook.com/groups/dietlcd/" target="_blank">FB Group Komunitas LCD</a></strong></span>&#xA0;tersebut.</p></blockquote>
<div class="clear"></div><div class="thrivecb light"><div class="shnd"><strong>DISCLAIMER:</strong> Saya bukan dokter atau ahli gizi sehingga jika Anda memiliki permasalahan kesehatan tertentu, sebelum Anda melakukan program LCD ini, ada baiknya Anda konsultasi dengan dokter Anda.<p></p>
<p>Saya tidak bertanggung-jawab atau problem kesehatan yang Anda alami dari mempraktekkan apa yang saya jelaskan di artikel ini.</p></div></div>
<p>Semoga sharing pengalaman dan informasi diatas bermanfaat. Jika Anda ada pertanyaan, silakan tanyakan di bawah ini. Sampai ketemu di <a href="https://sukarto.com/lebih-jauh-tentang-lcd-low-carb-diet-dan-tips-sukses-part-3/">artikel ke 3 (final article)</a> &#x1F642;</p>
[sc:cta-akhir-artikel]
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Bagaimana Saya Menurunkan Berat Badan 18 kg Tanpa Obat, Tanpa Sengsara dan Tetap Makan Enak? (Part 1)]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html-->
<p>&#xA0;</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-377" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/sukarto-before-after-wide.jpg" alt="sukarto-before-after-wide" width="1024" height="576" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/sukarto-before-after-wide.jpg 1024w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/sukarto-before-after-wide-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px"></p>
<p>Sejak berat badan saya turun lumayan banyak dan berhasil mempertahankannya terus, banyak teman, peserta training dan keluarga yang bertanya, bagaimana caranya, ikut program diet apa?</p>
<p>Nah karena bolak balik ditanya hal yang sama dan tidak ada jawaban singkat yang bisa diberikan, saya putuskan untuk menulis pengalaman saya tentang:&#xA0;</p>]]></description><link>https://sukarto.com/bagaimana-saya-menurunkan-berat-badan-18-kg-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-1/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976e9</guid><category><![CDATA[berat badan]]></category><category><![CDATA[weight loss]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Sat, 13 Feb 2016 12:19:17 GMT</pubDate><content:encoded><![CDATA[
<!--kg-card-begin: html-->
<p>&#xA0;</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-377" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/sukarto-before-after-wide.jpg" alt="sukarto-before-after-wide" width="1024" height="576" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/sukarto-before-after-wide.jpg 1024w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/sukarto-before-after-wide-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px"></p>
<p>Sejak berat badan saya turun lumayan banyak dan berhasil mempertahankannya terus, banyak teman, peserta training dan keluarga yang bertanya, bagaimana caranya, ikut program diet apa?</p>
<p>Nah karena bolak balik ditanya hal yang sama dan tidak ada jawaban singkat yang bisa diberikan, saya putuskan untuk menulis pengalaman saya tentang:&#xA0;<strong>bagaimana saya bisa menurunkan berat badan hingga&#xA0;18 kg dari awal mulai, tanpa sengsara, tanpa obat dan tetap makan enak serta&#xA0;bertahan hingga sekarang.&#xA0;</strong></p>
<p>Anda mau cara diet seperti itu? &#x1F642; Mau lah ya&#x2026;</p>
<p>Saya berharap pengalaman pribadi saya ini bisa menginspirasi dan membantu Anda yang over weight untuk bisa menurunkan berat badan dengan cara yang lebih masuk akal dan menyenangkan. Lebih langsing, lebih sehat tapi tetap bisa enjoy food &#x1F642; Siapa yang gak mau he..he..</p>
<p>Saya menuliskan pengalaman saya ini dalam 3 seri artikel karena memang cukup panjang cerita pengalamannya. Tetapi sebelum mulai, tolong baca apa yang tertulis di box berwarna berikut ini.</p>
<div class="clear"></div><div class="thrivecb light"><div class="shnd cbt"><h4><strong>DISCLAIMER</strong></h4></div><div class="shnd">
<p>Saya bukan dokter gizi atau ahli kesehatan. Saya mempelajari metode menurunkan berat badan yang saya lakukan dari beberapa sumber buku yang ditulis oleh orang-orang yang sangat kredibel (nanti saya berikan beberapa sumber referensinya).</p>
<p>Saya praktekkan dan memberikan hasil buat saya. Jadi silakan pelajari dan bila cocok dan masuk akal bagi Anda, silakan dipraktekkan. <strong>Anda sepenuhnya bertanggung-jawab atas diri Anda sendiri.</strong></p>
<p>Saya tidak bertanggung-jawab atas gangguan atau permasalahan kesehatan yang Anda alami saat melakukan apa yang saya jelaskan di artikel-artikel ini.</p>
</div></div>
<h3>Asal Mula Kelebihan Berat Badan</h3>
<p>Sejak kecil (SD) hingga berkeluarga dan punya anak, kelebihan berat badan adalah salah satu problem klasik yang saya miliki. Sampai-sampai saya percaya bahwa saya ini memang&#xA0;bawaan gemuk, jadi percuma untuk berupaya jadi lebih kurus/langsing.</p>
<p>Banyak problem kesehatan, perasaan minder, malu, tidak percaya diri dan masih banyak lagi yang disebabkan oleh problem over-weight yang saya alami ini, terutama saat masa kecil hingga remaja.</p>
<p>Sejak kecil saya sering di-bully teman-teman (bahkan oleh guru olahraga saya) karena gendut dan tidak bisa lari.Saya sering jadi target yang dikejar saat olahraga pasti, karena pasti kena, lah badannya lebar he..he..</p>
<p>Saya&#xA0;sering diejek, dijadikan bahan tertawaan, sampai ada nyanyian ejekan khusus untuk saya dan perlakuan negatif lain sebagainya.</p>
<p>Sebab utama saya over weight atau kelebihan berat badan adalah karena saya suka makan enak. Makan adalah sesuatu yang menyenangkan buat saya, seperti semacam hobi atau hiburan he..he..</p>
<p>Kayaknya gak ada orang gemuk yang tidak suka makan enak &#x1F642;</p>
<p>Saya ada beberapa teman dan rekan kerja yang gak suka makan atau tidak menikmati makan dan bahkan merasa makan itu terpaksa dilakukan. Terus terang saya gak bisa mengerti alasan kenapa &#xA0;merasa makan itu sesuatu yang &#x2018;terpaksa&#x2019; dilakukan. Susah bagi saya untuk membayangkannya &#x1F642;</p>
<p>Hobi makan ini sudah terjadi sejak saya masih&#xA0;SD, makan bisa 4x sehari. Makanan favorit saat itu adalah makan nasi goreng (sebetulnya tetap makanan favorit hingga sekarang). Kalau bisa tiap hari, ya makan itu tiap hari &#x1F642; Nyam..Nyam..</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-372 size-full" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/nasi-goreng.jpg" alt="nasi goreng" width="640" height="427" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/nasi-goreng.jpg 640w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/nasi-goreng-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 640px) 100vw, 640px"></p>
<p>Orangtua saya susah mencegah hal ini karena rengekan saya sehingga akhirnya sampai dibuat perjanjian bahwa hanya tiap Rabu dan Sabtu malam saja boleh beli dan makan nasi goreng he..he..</p>
<p>Kebiasaan makan dalam porsi yang cukup banyak ini berlangsung hingga dewasa. Saya sering kuliner bersama teman atau keluarga dan kalau makan jadi sering berlebihan.</p>
<p>Ya kebiasaan seperti ini tentu saja memberikan konsekuensi. Makanya sejak kecil hingga dewasa bahkan berkeluarga, saya selalu over-weight. Cuma ada 2 masa dimana saya pernah &#x2018;agak langsing&#x2019; tapi&#xA0;tetap &#xA0;over weight ya &#x1F642;</p>
<p>Yang pertama adalah saat baru pindah ke Surabaya untuk sekolah SMA. Kalau tidak salah dalam 1 tahun pertama, saya turun 10 kg, waktu itu saya gak sadar apa penyebabnya karena memang gak ada niat sebenarnya untuk turun berat badan. Keluarga waktu itu sampai bingung, apakah saya kena penyakit tertentu atau tidak, sampai suruh cek ke dokter.</p>
<p>Ternyata penyebabnya sederhana saja. Saat masuk SMA itu saya tinggal di rumah paman saya yang berada di dalam sebuah perumahan yang tidak ada penjual makanan keliling.</p>
<p>Sebagai orang yang baru di Surabaya, sehingga tidak tahu jalan dan waktu itu juga sepeda motor sharing antara saya dan kakak perempuan saya. Otomatis akses saya untuk beli makanan jadi terbatas sehingga tanpa disadari porsi makan saya jadi drastis menurun, ya berat badan jadi turun he..he.. sering kelaparan soalnya.</p>
<p>Tapi hal ini tidak berlangsung lama, setelah saya mengenal cukup baik Surabaya dan punya sepeda motor sendiri sehingga bisa berburu makanan kembali, ya kembali deh naik berat badannya he..he..</p>
<p>Nah masa kedua yang saya ingat berat badan saya &#x2018;agak&#x2019; normal adalah saat masa-masa akan menikah. Ya mungkin penyebabnya karena mungkin ingin foto nikahnya tampak bagus, tidak jadi seperti angka 10 (bentuk istri saya 1 dan saya 0) ha..ha..</p>
<p>Ya tapi tentu saja hal ini tidak bertahan lama karena motivasinya sudah tercapai, sehingga setelah menikah, dengan kondisi istri pintar masak dan juga suka makan enak, wah langsung deh grafik berat badan langsung naik tajam seperti bursa saham yang lagi bullish/naik.</p>
<p>Apalagi setelah punya anak, wah sampai gak berani nimbang berat badan, takut menghadapi kenyataan he..he..</p>
<p>Seingat saya dan istri saya juga bilang seperti itu, saat menikah, berat badan saya sekitar 72-73 kg (tinggi saya 178 cm) ya jadi lumayan ok.</p>
<p><strong>Titik tertinggi berat badan saya yang saya ketahui setelah beberapa tahun menikah dan punya anak adalah 95 kg, jadi naiknya sekitar 23 kg!!</strong> Edan!! Oh My God (OMG)&#x2026;.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-373" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/omg-body-weight.jpg" alt="omg-body-weight" width="575" height="380" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/omg-body-weight.jpg 575w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/omg-body-weight-300x198.jpg 300w" sizes="(max-width: 575px) 100vw, 575px"></p>
<p>Celana banyak gak muat, baju juga kesempitan, dulu bisa pakai dasi dengan enak, sekarang gak bisa karena tercekik. Kadang beli baju/celana yang tampak bagus, eh size terbesarnya gak muat. Capek deh&#x2026;. &#x1F641;</p>
<p>Semua teman, keluarga, siapapun yang pernah saya kenal kalau ketemu selalu bilang &#x201C;<em>Wah tambah gemuk ya Sukarto!</em>&#x201D;</p>
<p>Orang gendut mana yang tidak sebel dibilangin begitu??? Pikir saya, kalau sudah jelas terlihat ya ngapain diingatin lagi&#x2026;. huh &#x1F641;</p>
<p>Apakah semua hal ini tidak membuat saya jadi termotivasi untuk menurunkan berat badan?</p>
<p>Tentu saja saya punya semangat tinggi untuk menurunkan berat badan saya. Dalam hati saya bilang &#x201C;<em>Akan saya tunjukkan!!</em>&#x201D;</p>
<h3>Perjuangan Menurunkan Berat Badan Dimulai</h3>
<p>Setiap orang sepertinya punya opini&#xA0;tentang bagaimana cara menurunkan berat badan. Saking banyaknya opini, jadi malah &#xA0;bingung. Saya mulai mencoba melakukan yang paling sering saya dengar (kecuali minum obat pelangsing, saya anti banget dengan pendekatan itu) yaitu:</p>
<ul>
<li>Mengurangi porsi nasi (sengsara juga awalnya karena saya biasa makan nasi banyak, karena kalau gak gitu, merasa gak kenyang).</li>
<li>Coba gak makan malam, tapi karena merasa kelaparan dan sengsara, gak bertahan.</li>
<li>Membatasi makan daging (kolestrol tinggi), jadi lebih sering nasi, sayur dan lauk-pauk bukan daging. Padahal saya sebenarnya suka makan daging. Hampir setiap hari jadinya makan nasi pecel, tempe, gado-gado, nasi sop dan sejenisnya.</li>
<li>Olahraga lari, tapi karena gak biasa olahraga sejak kecil, kaki sakit dan napas sesak, ya akhirnya hanya dilakukan beberapa kali&#xA0;saja.</li>
<li>Minum juice atau makan buah saja di pagi hari. Wah tapi jam 10 sudah kelaparan hebat sampai gemetar, jadinya gak tahan juga.</li>
<li>Membatasi kalori yang dikonsumsi, jadi menghitung jumlah kalori yang saya makan, tapi karena cukup sulit menghitung kalori ini akhirnya juga malas saya lakukan setelah beberapa saat.</li>
<li>Dan masih banyak upaya lainnya.</li>
</ul>
<p>Setelah melakukan semua itu, paling hebat saya turun sekitar 3 kg, tetapi sebentar saja, malah habis gitu naik lagi, lebih tinggi lagi, benar-benar bikin frustasi!</p>
<p>Pada intinya, saya sangat ingin menurunkan berat badan, saya tahu saya harus menurunkan berat badan, ini penting bagi kesehatan (hasil check-up saya jelek) dan saya sudah berupaya, tapi kok susah banget ya&#x2026;.</p>
<p>Saya juga sempat membaca buku-buku tentang diet tapi setelah membaca beberapa cara diet, kok saya merasa ruwet sekali ya dan terutama jadi sengsara banget, makan serba dibatasi.</p>
<p>Dan terus terang <strong>saya gak suka cara diet yang sengsara</strong>. Sayangnya sepertinya banyak program menurunkan berat badan yang caranya memang sengsara, harus menahan rasa lapar, olahraga keras dan lain sebagainya.</p>
<p>Kalau mau langsing, sepertinya boro-boro makan enak, makan yang kita sukai saja sudah tidak boleh. Pokoknya kita harus&#xA0;lupakan semua makanan kalau dah mau diet.</p>
<p><img loading="lazy" class="alignright wp-image-374 size-medium" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/menu-diet-beras-merah-300x230.jpg" alt="menu-diet-beras-merah" width="300" height="230" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/menu-diet-beras-merah-300x230.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/menu-diet-beras-merah.jpg 500w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px">Saya tahu banyak orang berhasil berdiet dengan hanya makan nasi coklat eh beras merah maksudnya, dikasi potongan ayam rebus putih dan sayur-sayur yang juga direbus tanpa rasa.</p>
<p>Aduh sengsara banget rasanya&#x2026;. Saya gak bisa membayangkan makan makanan seperti itu &#x1F641;</p>
<p>Trus abis gitu malam juga gak makan? Wah gimana gak kelaparan tuh&#x2026;</p>
<p>Ya pokoknya saya sudah hampir menyerah soal keinginan menurunkan berat badan. Saya pikir whatever lah&#x2026;</p>
<p>Kalau ada cara menurunkan berat badan dengan tetap makan enak, tanpa sengsara menahan rasa lapar dan olahraga santai, saya mau itu he..he..</p>
<p>Siapa yang gak mau ya kalau begitu? Tapi masak ada?? Pertanyaannya kan begitu.</p>
<h3>Secercah Harapan Muncul</h3>
<p>Eh ternyata gak disangka-sangka, tidak sengaja, di salah satu buku yang saya baca, saya membaca sesuatu yang tidak saya ketahui sebelumnya. Sebuah cara yang memberikan harapan untuk bisa menurunkan berat badan dengan tetap makan enak dan tanpa sengsara (ini bukan OCD ya&#x2026;).</p>
<p>Sepertinya gak masuk akal banget. Tapi semakin dibaca, semakin masuk akal. Lalu saya membaca lagi sumber buku lain yang disebutkan, saya baca juga dan setelah beberapa buku saya baca, saya jadi yakin dengan metode ini.</p>
<p>Saya jadi ingin mencoba dan membuktikannya dan ternyata memang akhirnya saya berhasil membuktikannya, memang ada cara untuk menurunkan berat badan yang sehat, tanpa sengsara, tanpa obat dan tetap makan enak.</p>
<p><strong>Dalam 192 hari (sekitar 6,5 bulan) pertama saya memulai metode ini, saya berhasil turun 11.8 Kg.</strong> Jadi gradual atau perlahan jadi lebih stabil.</p>
<blockquote><p>Titik terendah <strong>saya berhasil menurunkan hingga 19 kg dari titik paling tinggi berat badan saya (95 kg). </strong>Tapi sekarang stabil (bertahan lebih dari 1,5 tahun hingga sekarang) di 77 kg &#x2013; 78 kg<strong>&#xA0;</strong>atau <strong>turun 17-18 kg</strong> dari titik paling tinggi berat badan saya. YES!!</p></blockquote>
<p>Tidak spektakuler tentu saja jumlah penurunan berat badan yang saya capai, dibanding orang lain yang bisa 25-30 kg bahkan lebih. Tapi bagi saya sudah senang banget karena saya berhasil &#xA0;dengan cara&#xA0;yang saya mau yaitu <strong>tetap makan enak, tanpa obat, tanpa sengsara menahan rasa lapar dan olahraga santai</strong> he..he. &#xA0;&#x1F642;</p>
<p>Ini pencapaian LUAR BIASA bagi saya yang sudah bertahun-tahun mencoba turun berat badan tapi gak pernah berhasil.</p>
<p>Bagaimana caranya? Itulah yang saya share di seri ke 2 dari artikel ini yaitu &#x201C;<a href="https://sukarto.com/turun-12-kg-dalam-192-hari-dengan-lcd-tanpa-obat-tanpa-sengsara-dan-tetap-makan-enak-part-2/">Turun 12 kg dalam 192 Hari dengan LCD</a>&#x201C;.</p>
<p>Oh ya,&#xA0;boleh dong ceritakan di komentar di bawah ini, apakah Anda juga pernah mencoba&#xA0;menurunkan berat badan? Apa saja yang pernah Anda lakukan selama ini? Berhasil atau tidak? Thanks sebelumnya &#x1F642;</p>
[sc:cta-akhir-artikel]

<!--kg-card-end: html-->
]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Cara Baca Artikel dari Banyak Blog dengan Cepat dan Efisien (RSS Reader)]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><p>Pada jaman informasi seperti sekarang ini, seorang pebisnis ataupun professional di bidangnya dituntut untuk terus meng-update pengetahuan dan memperluas wawasannya. Jika tidak, sangatlah mudah untuk ketinggalan ilmu atau informasi.</p>
<p>Apalagi jika Anda berkecimpung di bisnis atau industri yang berhubungan dengan teknologi, seperti saya, &#xA0;perubahan yang terjadi malah lebih cepat.</p>]]></description><link>https://sukarto.com/cara-baca-artikel-dari-banyak-blog-dengan-cepat-dan-efisien-rss-reader/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976e8</guid><category><![CDATA[feedly]]></category><category><![CDATA[learning]]></category><category><![CDATA[rss]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Fri, 05 Feb 2016 09:00:54 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Cara-Baca-Artikel-dari-Banyak-Blog-dengan-Cepat-dan-Efisien.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Cara-Baca-Artikel-dari-Banyak-Blog-dengan-Cepat-dan-Efisien.jpg" alt="Cara Baca Artikel dari Banyak Blog dengan Cepat dan Efisien (RSS Reader)"><p>Pada jaman informasi seperti sekarang ini, seorang pebisnis ataupun professional di bidangnya dituntut untuk terus meng-update pengetahuan dan memperluas wawasannya. Jika tidak, sangatlah mudah untuk ketinggalan ilmu atau informasi.</p>
<p>Apalagi jika Anda berkecimpung di bisnis atau industri yang berhubungan dengan teknologi, seperti saya, &#xA0;perubahan yang terjadi malah lebih cepat. Strategi dan ide-ide baru terus bermunculan dengan cepat sehingga kita dituntut untuk lebih meng-update dan mengetahui perkembangan terbaru.</p>
<blockquote><p>Intinya sikap senang belajar, ingin tahu atau mempelajari hal baru (dengan membaca, mendengar audio, melihat video dll) adalah sesuatu yang WAJIB di jaman sekarang.</p></blockquote>
<p>Saya percaya sekali bahwa orang yang jarang atau tidak mau belajar&#xA0;hal baru akan ketinggalan di jaman sekarang ini.</p>
<p>Oleh sebab itu, jika Anda adalah orangtua, sangatlah penting untuk mengajari anak-anak Anda&#xA0;untuk memiliki sikap ini. Mereka akan lebih unggul dibanding anak-anak yang tidak terbiasa untuk belajar hal baru melalui membaca, mendengar atau melihat.</p>
<p>Nah kalau di salah satu artikel yang saya tulis sebelumnya, saya ada menjelaskan <a href="https://sukarto.com/memanfaatkan-waktu-tidak-produktif-anda-macet-menunggu-dll/" target="_blank">bagaimana memanfaatkan waktu yang tidak produktif seperti macet, menunggu dll&#xA0;dengan belajar melalui audio</a>, maka kali ini saya akan menjelaskan cara pembelajaran dengan membaca.</p>
<p>Memang&#xA0;salah satu sumber informasi dan pengetahuan yang menarik buat saya selain mendengarkan audio&#xA0;adalah dengan membaca blog di topik-topik yang menarik buat saya.</p>
<p>Jika Anda baru pertama kali ini mendengar istilah blog, jangan bingung, blog sebenarnya juga adalah sebuah website. Cuma biasanya kalau namanya blog, biasanya website tersebut rutin diisi &#xA0;konten oleh si pemilik blog. Tapi kalau website biasa, misal, website sebuah company, biasanya&#xA0;isinya tetap sama, jarang diupdate.</p>
<p>Saya biasa tertarik untuk membaca blog di topik-topik seperti:</p>
<ul>
<li>Internet marketing dan bisnis online.</li>
<li>Technology di internet, gadget terbaru&#xA0;dan sejenisnya.</li>
<li>Personal development terutama yang berhubungan dengan productivity, mindset dan sejenisnya.</li>
<li>Topik lain-lain seperti travelling, entrepreneurship dan lain-lain.</li>
</ul>
<p><img loading="lazy" class="alignright size-full wp-image-347" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/blog.jpg" alt="Cara Baca Artikel dari Banyak Blog dengan Cepat dan Efisien (RSS Reader)" width="500" height="443" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/blog.jpg 500w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/blog-300x266.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px">Artikel yang ditulis di blog seringkali berisi informasi, sharing pengetahuan dan pengalaman pemilik blog di bidangnya masing-masing.</p>
<p>Jadi misal blog tentang produktifitas, ya seringkali pemilik blog menulis bagaimana pengalamannya untuk menjadi lebih produktif, lebih bisa mengatur waktu dll.</p>
<p>Blog tentang online marketing, dari sana saya jadi tahu apa strategi yang berjalan sekarang, apa yang tidak berjalan.</p>
<p>Blog tentang travelling, dari sini saya jadi dapat inspirasi untuk melakukan perjalanan keliling dunia selama 1 tahun bersama keluarga he..he.. &#x1F642;</p>
<p>Jadi dari membaca banyak blog di topik-topik yang saya sebutkan diatas, saya jadi belajar banyak. &#xA0;Tidak mungkin kita mau mempelajari semuanya sendiri&#xA0;(habis waktu untuk trial and error) sehingga mengetahui sharing pengalaman orang lain seringkali adalah sebuah shortcut.</p>
<p>Artikel-artikel di blog biasanya tidak terlalu panjang (600 s/d 1500 kata) dan to the point sehingga jelas, mudah dan cukup cepat untuk diselesaikan&#xA0;dibanding sebuah buku tebal. Hal ini jadi menarik terutama bagi yang kurang suka membaca &#x1F642;</p>
<p>Memang tentu saja, saya pilih-pilih blog yang ingin saya baca secara rutin. Ada banyak sekali blog di internet, jutaan bahkan puluhan juta.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-348" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/too-many-blog.jpg" alt="Cara Baca Artikel dari Banyak Blog dengan Cepat dan Efisien (RSS Reader)" width="1024" height="675" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/too-many-blog.jpg 1024w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/too-many-blog-300x198.jpg 300w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px"></p>
<p>Tentu saja ada blog yang bagus, dan tentu saja lebih banyak lagi blog yang tidak bagus he..he.. karena asal njiplak konten orang lain, ada yang cuma sekedar diisi dengan banyak artikel agar blog nya bisa dipasang iklan dll.&#xA0;Bukan blog seperti ini yang saya mau ikuti.</p>
<p>Saya mengikuti blog yang benar-benar berisi konten yang berkualitas dan pemilik blog memang punya passion untuk berbagi dan artikel ditulis dengan bagus sehingga enak dibaca seperti <a href="https://sukarto.com/">Sukarto.com</a> ini ha..ha&#x2026; tolong jangan muntah-muntah &#x1F642;</p>
<p>Tetapi sudah dipilih-pilih pun, kadang masih ada 20-30 blog yang saya ingin tahu update atau baca artikel-artikel terbarunya.&#xA0;Bagaimana caranya ya untuk tahu blog mana yang ada publish artikel/update terbaru?</p>
<p>Apakah saya harus membuka masing-masing dari 20-30 blog tersebut setiap hari, untuk melihat apakah ada artikel baru atau tidak?</p>
<p>Wah ini problem besar nih&#x2026;. &#x1F641;</p>
<p>Kalau caranya seperti itu, jelas sangat tidak efisien, menghabiskan waktu dan ruwet ya. Walaupun Anda bookmark setiap website tersebut, malas juga ya, tiap hari harus buka masing-masing hanya untuk tahu apakah ada artikel/update baru atau tidak.</p>
<p>Nah untunglah ada sebuah mekanisme yang sudah diciptakan sejak 1999 (jaman awal-awal internet berkembang) yang merupakan solusi yang sangat bagus agar bisa membaca banyak artikel di banyak blog dengan cepat dan efisien. Itulah yang ingin saya sharingkan di artikel ini.</p>
<p>Apa namanya? Namanya adalah <strong>RSS</strong>.</p>
<h2>Apa itu RSS?</h2>
<p><img loading="lazy" class="alignright wp-image-342" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/bigrss.gif" alt="Cara Baca Artikel dari Banyak Blog dengan Cepat dan Efisien (RSS Reader)" width="100" height="100" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/bigrss.gif 150w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/bigrss-65x65.gif 65w" sizes="(max-width: 100px) 100vw, 100px">RSS itu singkatannya&#xA0;adalah&#xA0;<strong>Really Simple Syndication</strong>. Biasanya logo RSS adalah seperti di samping ini. Mungkin Anda pernah lihat logo seperti itu di sebuah website/blog. Selama ini mungkin Anda tidak tahu itu sebenarnya apa sih.</p>
<p>Ada sebuah video animasi yang cukup bagus untuk menjelaskan apa itu RSS. Anda bisa melihatnya di video berikut ini :</p>
<div class="rve noc"><iframe id="player315" src="//www.youtube.com/embed/0klgLsSxGsU?not_used=1&amp;rel=0&amp;modestbranding=1&amp;controls=0" height="400" width="100%" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></div>
<div class="bdv" style="height:3em">&#xA0;</div>Jadi secara sederhana, <strong>RSS bisa dijelaskan sebagai sebuah cara untuk membaca artikel dari sebuah blog, tanpa mengunjungi blog itu sendiri. </strong><p></p>
<p>Lho kok bisa?</p>
<p>Iya memang bisa karena dirancang seperti itu sehingga daripada Anda mengunjungi 20 blog satu per satu, yang mana menghabiskan waktu dan koneksi internet Anda, itupun Anda bisa jadi kecewa karena ternyata belum tentu ada artikel baru di blog tersebut.</p>
<p>Dengan menggunakan RSS ini, Anda jadi bisa lihat dan membaca di satu tempat semua&#xA0;artikel terbaru (ataupun yang lama) dari semua blog yang ingin Anda ikuti (istilahnya blog yang Anda subscribe/langganan).</p>
<p>Menarik kan? &#x1F642;</p>
<p>Itulah yang saya gunakan sejak beberapa tahun lalu untuk bisa membaca konten/artikel dari blog-blog yang ingin saya ikuti.</p>
<h3>Bagaimana Cara Menggunakan RSS Ini?</h3>
<p>Jadi yang Anda perlu lakukan cuma melakukan dua hal jika mau menggunakan RSS ini yaitu:</p>
<h4>STEP 1: Menentukan RSS Reader yang mau Anda gunakan.</h4>
<p>Jadi inilah tempat Anda bisa mengakses dan membaca semua blog yang ingin Anda ikuti. RSS Reader ada banyak sekali.</p>
<p>Ada yang web based (jadi aksesnya via&#xA0;browser saja), ada yang berupa software yang perlu diinstall di PC/Mac atau di&#xA0;smartphone/tablet. Ada yang gratis, ada yang berbayar.</p>
<p>Dulu yang terkenal adalah Google Reader yang sempat saya pakai beberapa tahun, tapi sayangnya Google memutuskan untuk tidak melanjutkan service ini per Juli 2013.</p>
<p>Jadi akhirnya saya mencari-cari apa alternatifnya dan pilihan terbaik dan akhirnya pilihan jatuh pada <strong><a href="http://feedly.com/?ref=sukarto.com" target="_blank">Feedly</a></strong>.&#xA0;Feedly tersedia dalam versi web based dan juga ada aplikasi untuk&#xA0;di iPhone/iPad/Android (ada opsi untuk berbayarnya juga).&#xA0;Ini screenshot Feedly yang web based milik saya.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-343" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/feedly1.png" alt="Cara Baca Artikel dari Banyak Blog dengan Cepat dan Efisien (RSS Reader)" width="1164" height="803" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/feedly1.png 1164w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/feedly1-300x207.png 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/feedly1-1024x706.png 1024w" sizes="(max-width: 1164px) 100vw, 1164px"></p>
<p>Jadi saya&#xA0;membaca semua blog yang ingin saya ikuti (sekitar&#xA0; 30-an) melalui Feedly, kebanyakan memang melalui aplikasi Feedly di iPad saat saya lagi senggang.</p>
<p>Sekali lagi, ada banyak pilihan RSS Reader, baik di smartphone ataupun komputer. Anda tidak harus pakai yang saya rekomendasikan.</p>
<h4>STEP 2: Subscribe atau Langganan ke Blog yang Ingin Anda Ikuti</h4>
<p>Setelah Anda memiliki RSS Reader, yang perlu Anda lakukan berikutnya adalah memberitahu RSS Reader yang Anda gunakan tentang blog-blog yang Anda mau ikuti. Istilahnya blog yang mau Anda subscribe/langganan.</p>
<p>Kalau di Feedly, Anda tinggal klik Add Content dan isikan alamat blog yang ingin Anda subscribe (misal: <strong>sukarto.com</strong> he..he..) seperti yang tampak di screenshot Feedly Web di bawah ini.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-344" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/feedly2.png" alt="Cara Baca Artikel dari Banyak Blog dengan Cepat dan Efisien (RSS Reader)" width="744" height="582" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/feedly2.png 744w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/feedly2-300x235.png 300w" sizes="(max-width: 744px) 100vw, 744px"></p>
<p>&#xA0;</p>
<p>Setelah Anda memasukkan semua blog/website yang ingin Anda ikuti, Feedly akan dengan cerdas mengambil 10 artikel terakhir dari masing-masing blog tersebut.</p>
<p>Anda bisa langsung membacanya, lalu jika dirasa penting bisa diarsip ke Evernote/Pocket. Anda juga bisa&#xA0;men-share ke Facebook/Twitter dan lain-lain melalui Feedly.</p>
<p>Feedly termasuk RSS Reader yang cerdas sehingga tahu artikel mana yang sudah Anda baca, mana yang belum. Jadi yang ditampilkan biasanya yang belum dibaca saja.</p>
<p>Jadi misal ada 20 artikel, Anda baru baca 10 artikel di Feedly Web, saat Anda masuk ke Feedly di smartphone/tablet Anda, otomatis dia tahu Anda sudah baca 10 artikel yang mana dan cuma menampilkan 10 artikel yang belum dibaca. Keren kan?? &#x1F642;</p>
<p>Jadi inilah cara yang saya gunakan sehingga saya bisa mengikuti hampir 30-an blog yang penting dan menarik buat saya dengan cara yang cepat.</p>
<p>Tentu tidak semua artikel saya baca, saya kadang cuma melihat headline dan deskripsi pendek yang tampak, kalau tidak menarik, saya tandai sudah dibaca.</p>
<p>Kadang saya menemukan artikel yang panjang dan menarik nih, tapi belum sempat saya baca langsung, maka saya <strong>Saved for Later</strong> yang merupakan fasilitas di Feedly sehingga nanti saya bisa baca saat sudah ada waktu.</p>
<p>Artikel-artikel yang bagus yang bisa menjadi sumber referensi di kemudian hari, saya simpan di <strong>Evernote</strong> yang merupakan Digital Brain saya. Saya ceritakan di artikel lain saja soal apa itu Evernote dan cara pakainya &#x1F642;</p>
<h3>Kesimpulan</h3>
<p>Salah satu cara yang cepat untuk meng-update pengetahuan dan wawasan Anda tentang suatu topik adalah membaca blog-blog yang berkualitas di industri/topik tersebut.</p>
<p>Terus terang, saya jadi belajar dan tahu BANYAK SEKALI dari artikel-artikel di blog yang saya ikuti. Saya jadi tahu perkembangan, trend, strategi dan masih banyak lagi yang sedang terjadi di industri atau topik yang saya minati. Kadang saya jadi tahu cara travelling yang menarik dari sebuah blog travelling yang saya ikuti.</p>
<p>Memang kebanyakan blog yang aktif dan berkualitas yang saya ikuti adalah blog bahasa inggris, karena memang agak sulit menemukan yang benar-benar bagus untuk audiens Indonesia. Saya memutuskan untuk membuat Sukarto.com ini menjadi salah satunya &#x1F642; Mohon dukungannya ya&#x2026;</p>
<p>Nah solusi atau cara yang paling efektif dan menghemat waktu untuk membaca/mengikuti banyak blog adalah menggunakan RSS. Yang perlu Anda lakukan adalah :</p>
<p><strong>1) Menentukan RSS Reader yang ingin Anda gunakan.</strong> Saya menggunakan <a href="http://feedly.com/?ref=sukarto.com" target="_blank">Feedly</a> yang ada versi web dan Apps di Apple IOS dan Android.</p>
<p><strong>2) Memasukkan blog-blog yang ingin Anda ikuti (istilahnya subscribe/langganan) ke RSS Reader yang Anda gunakan.</strong></p>
<p>Itu saja!</p>
<p>Sekarang tinggal, saat Anda punya waktu untuk membaca, Anda tinggal akses ke RSS Reader Anda (Feedly kalau dalam kasus saya) maka Anda akan bisa melihat semua artikel dari blog-blog yang Anda subscribe/langganan, dan akan tampak mana yang sudah Anda baca, mana yang belum dibaca.&#xA0;Cepat dan efisien!</p>
<p>Semoga sharing ini bermanfaat bagi Anda!</p>
<p>Jika Anda ingin saya menulis lebih banyak artikel-artikel tentang cara menggunakan teknologi untuk membuat hidup Anda lebih efektif dan efisien, tolong beritahu saya via komentar ya&#x2026;</p>
[sc:cta-akhir-artikel]
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Apa itu Podcast? Penjelasan, Manfaat dan Cara Menggunakan]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><p>Di artikel sebelumnya, saya ada&#xA0;membahas tentang <a href="https://sukarto.com/memanfaatkan-waktu-tidak-produktif-anda-macet-menunggu-dll/" target="_blank">Bagaimana Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif (Saat Macet, Menunggu dll)</a> untuk Perkembangan Karir dan Bisnis Anda.</p>
<p>Nah melanjutkan penjelasan di artikel tersebut, kali ini saya ingin lebih menjelaskan lebih dalam&#xA0;salah satu sumber audio pembelajaran yang dibahas yaitu <strong>Podcast</strong> yang menurut saya</p>]]></description><link>https://sukarto.com/apa-itu-podcast-penjelasan-manfaat-dan-cara-menggunakan/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976e7</guid><category><![CDATA[audio]]></category><category><![CDATA[learning]]></category><category><![CDATA[podcast]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Fri, 29 Jan 2016 09:39:20 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Apa-itu-Podcast.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Apa-itu-Podcast.jpg" alt="Apa itu Podcast? Penjelasan, Manfaat dan Cara Menggunakan"><p>Di artikel sebelumnya, saya ada&#xA0;membahas tentang <a href="https://sukarto.com/memanfaatkan-waktu-tidak-produktif-anda-macet-menunggu-dll/" target="_blank">Bagaimana Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif (Saat Macet, Menunggu dll)</a> untuk Perkembangan Karir dan Bisnis Anda.</p>
<p>Nah melanjutkan penjelasan di artikel tersebut, kali ini saya ingin lebih menjelaskan lebih dalam&#xA0;salah satu sumber audio pembelajaran yang dibahas yaitu <strong>Podcast</strong> yang menurut saya merupakan sumber pembelajaran yang bagus dan&#xA0;murah (baca &#x201C;GRATIS&#x201D;).</p>
<p>Ini merupakan&#xA0;sumber pembelajaran favorit saya untuk mendengar ilmu, sharing dan wisdom dari para pakar di berbagai bidang.</p>
<p>Ada beberapa&#xA0;teman dan rekan pembelajaran yang sempat saya jelaskan jauh hari tentang Podcast seperti <a href="http://joehartanto.com/?ref=sukarto.com" target="_blank">Joe Hartanto &amp; Wei-wei</a> dan <a href="http://david-pranata.com/?ref=sukarto.com" target="_blank">David Pranata</a>&#xA0;jadi&#xA0;juga ikut suka&#xA0;dengar podcast juga&#xA0;sejak itu.</p>
<p>Di luar negeri seperti Amerika, UK, Australia dll kata podcast sudah cukup umum karena yang dengarkan podcast disana sudah banyak sekali.</p>
<p>Sedangkan di Indonesia, memang belum banyak orang di Indonesia yang tahu apa itu podcast, apalagi tahu bagaimana cara menggunakan dan memanfaatkannya. Mungkin karena orang di Indonesia biasa selalu terlambat he..he..</p>
<p>Nah supaya lebih banyak yang tahu dan merasakan manfaatnya, kali ini saya akan menjelaskannya secara tuntas di artikel kali ini tentang podcast.</p>
<h3>Apa itu Podcast?</h3>
<p>Saat Anda mendengar sebuah podcast pertama kali, mungkin muncul di pikiran Anda adalah lho ini mirip radio! Memang betul mirip, tapi beda he..he.. &#x1F642;</p>
<p>Podcast itu memang&#xA0;mungkin mirip dengan radio, tapi sebenarnya beda banget. Kesamaannya ya podcast umumnya berupa audio (walaupun sekarang juga ada podcast video) yang didengarkan seperti Anda mendengar radio.</p>
<p>Kesamaan lain adalah seperti radio dimana Anda harus memilih mau mendengarkan&#xA0;stasiun&#xA0;radio A atau stasiun radio B dan seterusnya.Di Podcast juga sama, Anda juga perlu memilih mau mendengarkan podcastnya siapa di topik apa.</p>
<p>Ada ribuan kategori topik yang bisa Anda dengarkan.&#xA0;Berikut kategori besar dari podcast yang tersedia yang saya ambil screenshotnya di iTunes Store :</p>
<p><img loading="lazy" class="alignleft wp-image-322 size-full" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Kategori-Podcast.png" alt="Apa itu Podcast? Penjelasan, Manfaat dan Cara Menggunakan" width="216" height="352" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Kategori-Podcast.png 216w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Kategori-Podcast-184x300.png 184w" sizes="(max-width: 216px) 100vw, 216px"></p>
<p>Anda mau dengar apa saja juga ada. Saat ini ada&#xA0;lebih dari 200.000 podcast saya rasa di &#xA0;semua kategori tersebut dan terus bertambah. Tentu Anda tidak perlu mendengarkan semuanya he..he.. &#x1F642; Cukup yang menarik minat Anda saja.</p>
<p>Saya memang lebih banyak mendengar podcast di kategori Business dan Personal Development. Tapi saya tahu ada banyak orang di Amerika yang dengar podcast tentang TV Series yang populer seperti Lost, Walking Dead dll atau dengar podcast tentang games seperto Clash of Clan, Minecraft dan game populer lainnya.</p>
<p>Terus terang sulit bagi saya membayangkan mendengarkan podcast tentang games he..he.. &#x1F642;</p>
<p>Saat ini membuat podcast jauh lebih mudah dan&#xA0;tidak butuh investasi besar seperti buat stasiun radio sehingga akhirnya industri podcast berkembang pesat.</p>
<p>Industri radio sendiri&#xA0;di Amerika mengalami penurunan karena semakin banyak orang memilih untuk mendengar podcast daripada radio.</p>
<p>Memang kebanyakan podcast yang ada memang masih dalam Bahasa Inggris. Hampir tidak ada yang Bahasa Indonesia, paling dari Radio BBC Indonesia. Mungkin itu sebabnya mengapa di Indonesia, podcast masih jarang diketahui oleh banyak orang.</p>
<p>Jadi melalui artikel ini, saya ingin memperkenalkan Podcast agar semakin banyak dikenal dan banyak yang mendengarkan sehingga&#xA0;akhirnya banyak yang memproduksinya.</p>
<p>Saya yakin podcast akan berkembang di Indonesia karena di kota-kota besar, kita terbiasa menghabiskan banyak waktu di perjalanan karena jalanan macet sehingga bisa mendengarkan podcast di banyak topik adalah sesuatu yang menarik untuk dilakukan.</p>
<p>Bedanya podcast dengan radio adalah <strong>podcast merupakan rekaman. </strong>Biasanya tidak ada atau jarang ada iklan, tidak ada selingan lagu yang berkepanjangan dan kita bisa pilih mau dengar topik apa, gak usah ngikuti jadwal atau maunya radio &#x1F642;</p>
<p>Biasanya podcast terbagi atas episode-episode dimana tiap episode biasanya ada judul tertentu, jadi biasanya tahu bahas apa. Panjang tiap episode biasanya antara 10 menit s/d 90 menit lebih (tergantung maunya si pembuat podcast).</p>
<h3>Kelebihan Utama Podcast</h3>
<p>Jadi apa sebenarnya kelebihan podcast dibanding radio atau dengarin rekaman audio MP3? Kelebihan utama podcast menurut saya adalah:</p>
<ul>
<li><strong>Ada&#xA0;banyak pilihan podcast yang bisa Anda dengar</strong>. Ada ratusan kategori dan puluhan atau bahkan ratusan ribu podcast yang bisa Anda pilih sesuai dengan minat dan hobi Anda. Bandingkan dengan radio, ada berapa banyak stasiun radio di kota Anda? Ada radio untuk orang bisnis, radio untuk wanita dan sebagainya, tapi ada berapa banyak? Paling juga 15-an.</li>
<li><strong>Tidak ada iklan berlebihan seperti radio</strong>, yang rasanya tiap 10 menit ada iklan atau selingan lagu.</li>
<li><strong>Anda bisa mendengarkan podcast sesuai dengan waktu yang Anda miliki</strong>. Jadi misal Anda jogging jam 5 pagi, Anda bisa mendengarkan podcast yang bermanfaat atau yang Anda sukai. Kalau radio jam 5 pagi ya cuma lagi instrumen doang he..he.. karena penyiar radio masih tidur &#x1F642;</li>
<li><strong>Anda otomatis menerima episode baru di smartphone</strong> (sudah di download dan siap didengarkan) dari podcast yang Anda langganan. Jadi tidak perlu repot-repot lagi harus download di komputer, lalu pindahkan filenya ke smartphone (itu juga kalau Anda ngerti caranya he..he..).</li>
<li><strong>Podcast yang sudah didengar, bisa otomatis dihapus</strong> sehingga tidak menghabiskan space memori di smartphone Anda.</li>
</ul>
<p>Itu kelebihan utama dari podcast yang saya sukai. Jadi itu sebabnya saya juga tidak pernah dengar radio. Buat apa? Kita dipaksa mendengarkan sesuatu yang kadang tidak kita sukai. Setelah itu dicekokin iklan lagi he..he.. Goodbye Radio &#x1F642;</p>
<h3>Sejarah Podcast</h3>
<p>Podcast sebenarnya sudah ada sejak tahun 2005, tetapi memang baru sejak tahun 2007 mulai banyak digunakan dan momentumnya berkembang cepat sejak 2011 hingga sekarang.</p>
<p>Saya sendiri sudah mendengarkan podcast sejak 2012 tetapi jadi intensif dan menjadi kebiasaan sehari-hari sejak saya rutin olahraga jalan pagi.</p>
<p>Podcast itu sebenarnya berasal dari kata iPod + Broadcasting. Oooh, begitu mendengar kata iPod, Anda pasti langsung ingat Apple &#x1F642;</p>
<p>Ya memang betul, walaupun rekaman audio sebenarnya merupakan hal yang dari jaman dulu juga sudah ada, tetapi cara untuk mendapatkan audio podcast, cara berlangganan, cara mendownload dan mendengarkannya adalah sesuatu konsep yang diciptakan oleh Apple (saat mulai launch iPod lalu iPhone dll) sehingga jauh lebih mudah dan menyenangkan prosesnya bagi konsumen.</p>
<p>Ya Apple memang jago dalam urusan merubah sesuatu yang sudah ada menjadi sesuatu yang lebih sederhana sehingga lebih mudah digunakan.&#xA0;Saya akan ceritakan di bawah soal mekanismenya dan cara menggunakannya.</p>
<p>Tetapi jangan khawatir, Podcast sekarang bisa diakses dan digunakan dengan smartphone apapun, tidak harus iPhone atau iPod dari Apple.</p>
<p>Anda juga bisa pakai&#xA0;Android, Blackberry (walaupun tidak disarankan, sorry) atau Windows Phone tidak&#xA0;ada masalah karena memang di semua OS tersebut sudah ada aplikasi untuk mendengarkan podcast.</p>
<p>Ok saya rasa Anda sudah cukup jelas dengan gambaran apa itu podcast, yang penting langsung coba. Jangan salahkan saya kalau Anda terus jadi kecantol &#x1F642;</p>
<p>Ok sekarang kita lanjutkan ke pertanyaan &#xA0;berikutnya.</p>
<h3>Bagaimana Cara Akses&#xA0;dan Mendengarkan Podcast?</h3>
<p>Ada 3 tahapan&#xA0;sederhana untuk mulai mengakses, mendengarkan dan memanfaatkan podcast ini yaitu:</p>
<p><strong>1) Punya&#xA0;Smartphone atau Tablet (Apple IOS / Android / Windows Phone / Blackberry)</strong></p>
<p>Kalau belum punya smartphone, BELI! &#x1F642;</p>
<p>Smartphone sekarang sudah murah, terutama yang Android.&#xA0;Ada banyak manfaat yang bisa Anda dapatkan dari sebuah smartphone yang bagus, jangan cuma dipakai untuk main game atau facebook-an &#x1F642;</p>
<p>Umumnya Anda akan&#xA0;lebih sering mendengarkan podcast melalui smartphone karena memang gadget&#xA0;ini yang biasanya selalu Anda bawa kemanapun.</p>
<p>Apapun smartphone yang Anda pakai bisa digunakan untuk mendengarkan podcast, asal bukan handphone jadul Nokia ya he..he&#x2026;</p>
<p>Anda bisa pakai iPhone, iPod Touch, Android Phone, Windows Phone dan Blackberry bahkan Tablet (iPad/Galaxy Tab dll) untuk mendengarkan podcast.</p>
<p><strong>2) Pilih dan Download Aplikasi untuk Dengarkan Podcast</strong></p>
<p>Anda memerlukan aplikasi/app di smartphone Anda untuk berlangganan, mendownload dan mendengarkan podcast. Ada banyaaaaaakkk sekali aplikasi untuk mendengarkan podcast terutama di Apple IOS dan Android. Ada yang gratis, ada yang berbayar.</p>
<p>Saya bahas yang gratis juga karena biasanya orang Indonesia suka yang gratisan he..he.. &#x1F642; Kalau prinsip saya, kalau yang gratis bagus, saya akan pakai. Tapi kalau gak bagus, saya lebih baik beli dan pakai yang berbayar, ini bukan nyombong ya &#x1F642;</p>
<p>Aplikasi berbayar biasanya memiliki kelebihan fitur-fitur penting yang kadang tidak ada di aplikasi gratis. Selain itu karena developernya dapat income, pengembangan aplikasinya biasanya selalu ada, kalau ada bug juga cepat diperbaiki.</p>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Apple IOS iPhone/iPad</span></strong></p>
<p><img loading="lazy" class="alignright size-full wp-image-323" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/podcast1.jpg" alt="Apa itu Podcast? Penjelasan, Manfaat dan Cara Menggunakan" width="150" height="132"></p>
<p>Untuk aplikasi GRATIS ada dua yang bisa direkomen yaitu:</p>
<ul>
<li>Anda bisa coba pakai aplikasi bawaan dari Apple yaitu <strong>Podcast</strong> (ya betul namanya sama he..he..). Lumayan aplikasi standard dari Apple ini.&#xA0;Icon app nya seperti di samping ini. Kalau di iPad Anda tidak ada aplikasi ini, silakan download di App Store (seharusnya juga gratis).</li>
<li>Selain itu <a href="https://itunes.apple.com/us/app/overcast-podcast-player/id888422857?mt=8&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">Overcast</a>&#xA0;termasuk aplikasi podcast gratis yang paling populer di iTunes App Store. Saya belum pernah pakai tapi ada banyak orang yang pakai ini. Memang ada pilihan untuk berbayarnya juga untuk men-support developernya.</li>
</ul>
<p>Sedangkan untuk aplikasi berbayar, sebenarnya ada banyak tapi dua ini yang paling populer:</p>
<ul>
<li><a href="https://itunes.apple.com/us/app/downcast/id393858566?mt=8&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">Downcast</a> ($3, app yang saya pakai sekarang).</li>
<li><a href="https://itunes.apple.com/en/app/pocket-casts/id414834813?mt=8&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">Pocket Casts</a>&#xA0;($4)</li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Android OS</strong></span></p>
<p>Nah jika Anda menggunakan Android device (smartphone/tablet), untuk aplikasi Gratis, Anda bisa gunakan</p>
<ul>
<li><a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.itunestoppodcastplayer.app&amp;hl=en&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">Podcast Republic</a> (bayar untuk menghilangkan iklan di app).</li>
<li><a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=com.bambuna.podcastaddict&amp;hl=en&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">Podcast &amp; Radio Addict</a> (bayar untuk menghilangkan iklan di app).</li>
</ul>
<p>atau jika Anda mau yang berbayar, yang populer dan fitur lengkap adalah :</p>
<ul>
<li><a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=mobi.beyondpod&amp;hl=en&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">BeyondPod</a>&#xA0;(7 hari gratis, setelah itu bayar).</li>
<li><a href="https://play.google.com/store/apps/details?id=au.com.shiftyjelly.pocketcasts&amp;hl=en&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">Pocket Casts</a></li>
</ul>
<p><span style="text-decoration: underline;"><strong>Windows Phone OS</strong></span></p>
<p>Saya masukkan saja sekalian, walaupun setahu saya jarang banget ketemu orang yang pakai Windows Phone OS seperti Nokia Luma</p>
<p>Aplikasi podcast yang bisa saya temukan yang reviewnya cukup bagus adalah:</p>
<ul>
<li><a href="https://www.microsoft.com/en-us/store/apps/i-podcast/9wzdncrfhvrc?ref=sukarto.com" target="_blank">i Podcast</a> (gratis)</li>
<li><a href="https://www.microsoft.com/en-us/store/apps/bringcast/9nblggh093x1?ref=sukarto.com" target="_blank">Bringcast</a>&#xA0;(berbayar)</li>
<li><a href="https://www.microsoft.com/en-us/store/apps/podcast-lounge/9wzdncrdm06c?ref=sukarto.com" target="_blank">Podcast Lounge</a>&#xA0;(berbayar)</li>
</ul>
<p><strong><span style="text-decoration: underline;">Blackberry OS</span></strong></p>
<p>Terus terang saya kesulitan. Saya sadar pengguna Blackberry besar di Indonesia, tetapi memang mendengarkan podcast di blackberry sangat jarang dilakukan di luar negeri (sudah minim yang pakai Blackberry) sehingga aplikasi di Blackberry untuk podcast juga kurang berkembang.</p>
<p>Setelah search ke sana ke mari, yang free dan masih bisa direkomendasikan di Blackberry adalah <a href="https://appworld.blackberry.com/webstore/content/21796131/?countrycode=US&amp;countrycode=ID&amp;lang=en&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">AntennaPod</a>.</p>
<div class="divi cdivi"></div>
<p>Seperti yang saya katakan diatas, saya tidak pakai semua aplikasi itu jadi gak bisa jelaskan fitur masing-masing aplikasi diatas, silakan baca sendiri. Saya sendiri pakai <a href="https://itunes.apple.com/us/app/downcast/id393858566?mt=8&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">Downcast di iPhone</a> yang memang lebih banyak fitur dan kemudahan dibanding aplikasi bawaan Apple sendiri.</p>
<p>Saya baca-baca review saja di internet, lalu memutuskan untuk mencobanya dan ternyata fitur lebih lengkap dan lebih enak pakainya.&#xA0;Tapi ini bukan sesuatu yang wajib kok ya, kalau baru coba-coba dengarin podcast, coba yang gratis dulu saja. Yang penting kan awalnya Anda bisa mendengar konten audio podcastnya dulu.</p>
<h3>3) Cari Podcast yang ingin Anda dengarkan</h3>
<p>Setelah menginstall aplikasi yang ingin Anda gunakan, Anda bisa cari podcast yang ingin Anda dengarkan melalui 2 cara :</p>
<ol>
<li><strong>Search nama podcast yang Anda ingin cari</strong>. Jadi misal search&#xA0;<strong>TedTalk</strong> atau bisa juga search kategori (misal: social media).</li>
<li>Cara lainnya adalah dengan <strong>Browse Directory Podcast</strong> yang biasanya tersedia di aplikasi.</li>
</ol>
<p>Jadi ibarat radio, Anda cari dulu stasiun radio yang ingin Anda dengarkan. Setelah ketemu, Anda bisa baca-baca penjelasan tentang podcast tersebut, jika tertarik, silakan <strong>Subscribe/Berlangganan</strong> atau <strong>Download Episode</strong> tertentu saja.</p>
<h4>Apa Bedanya Subscribe dengan Download Episode tertentu?</h4>
<p><strong>Jadi jika Subscribe atau Berlangganan</strong>, maka mulai saat itu, jika pembuat podcast tersebut mem-publish&#xA0;episode atau rekaman audio baru, maka Anda akan langsung dikirimin, tanpa harus request lagi.</p>
<p>Sama seperti jika Anda langganan majalah, maka tiap kali ada edisi baru dari majalah tersebut, maka Anda langsung dikirimin tanpa harus Anda yang minta-minta dikirimin lagi.</p>
<p>Jadi saat Anda langganan sebuah podcast tertentu, maka begitu publisher dari podcast tersebut mem-publish&#xA0;episode baru, maka aplikasi podcast yang Anda gunakan langsung tahu dan mulai mendownload episode baru tersebut sehingga siap didengarkan (biasa di aplikasi podcast, bisa di set bahwa Anda cuma mau download saat berada di koneksi Wifi saja) . Keren kan? &#x1F642;</p>
<p><strong>Nah kalau Download Episode tertentu</strong>, itu artinya Anda melihat episode-episode lama yang ada, lalu Anda bisa download episode yang Anda inginkan saja. Jadi ibarat Anda melihat daftar edisi majalah-majalah lama, terus Anda putuskan mana yang mau Anda baca.</p>
<p>Untuk lebih jelas, saya akan tunjukkan dengan screenshot. Jadi saya bisa search podcast <a href="https://itunes.apple.com/us/podcast/tedtalks-business/id470622782?mt=2&amp;ref=sukarto.com" target="_blank"><strong>TEDTalk Business</strong> di iTunes Store</a>. TedTalk adalah conference terkenal yang rutin diadakan dengan mengundang banyak Top Expert dan Top CEO di banyak bidang lalu mereka bicara cukup singkat (&lt; 15 menit) tentang suatu topik tertentu.</p>
<p>Nah rekaman beberapa pembicara ada di share lewat podcast ini, tapi kebetulan yang ini bukan audio tapi video, jadi Video Podcast. Kalau <a href="https://itunes.apple.com/us/podcast/tedtalks-audio/id160904630?mt=2&amp;ref=sukarto.com" target="_blank">TEDTalk yang Audio</a> juga ada.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-324" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/TED-Talk.png" alt="Apa itu Podcast? Penjelasan, Manfaat dan Cara Menggunakan" width="999" height="595" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/TED-Talk.png 999w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/TED-Talk-300x179.png 300w" sizes="(max-width: 999px) 100vw, 999px"></p>
<p>Jadi seperti yang Anda lihat di screenshot diatas, jika Anda cuma mau download episode tertentu, tinggal lihat-lihat &#xA0;lalu klik di sebelah kanan episode yang bersangkutan untuk didownload.</p>
<p>Ini biasanya saya lakukan jika saya menemukan sebuah podcast baru dan ingin &#x2018;cicip-cicip&#x2019; dulu, bagus gak podcast ini, jadi download episode yang membahas sesuatu yang menarik.</p>
<p>Setelah tahu bagus, saya baru Subscribe/Berlangganan sehingga setelah itu tiap kali podcast itu ada episode baru maka aplikasi podcast yang saya gunakan langsung akan mendownloadnya. Jadi saat mau dengar, sudah ready &#x1F642;</p>
<p>Inilah hebatnya podcast seperti yang saya jelaskan diatas, dibanding mendengarkan rekaman audio. Anda harus download file audio dari internet dulu, lalu&#xA0;harus repot lagi memasukkan ke smartphone Anda.</p>
<p>Ada banyak sekali podcast yang bisa Anda dengarkan. Saya biasa mendengarkan yang kategori Business (1 dari 30 kategori yang ada), Anda bisa lihat Top Podcast Business saat artikel ini dibuat seperti di bawah ini.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-325" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Top-Podcast.png" alt="Apa itu Podcast? Penjelasan, Manfaat dan Cara Menggunakan" width="985" height="854" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Top-Podcast.png 985w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Top-Podcast-300x260.png 300w" sizes="(max-width: 985px) 100vw, 985px"></p>
<p>Di kategori Business saja, Anda bisa belajar banyak topik, dari mengelola keuangan, entrepreneurship, internet business, investasi saham, social media, Wall Street Journal, Produktifitas dan lain-lain. Saya ada subscribe beberapa diantara Top Business Podcast tersebut.</p>
<p>Jadi sebenarnya seperti yang saya jelaskan di artikel <a href="https://sukarto.com/memanfaatkan-waktu-tidak-produktif-anda-macet-menunggu-dll/" target="_blank">Bagaimana Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif (Saat Macet, Menunggu dll) untuk Perkembangan Karir dan Bisnis Anda</a>, bahwa saat Anda memanfaatkan waktu-waktu tidak produktif dengan&#xA0;mendengarkan audio pembelajaran seperti podcasat ini, Anda bisa belajar dan mengerti jauh lebih banyak dari 98% populasi.</p>
<p>Memang kebanyakan podcast saat ini masih dalam bahasa inggris, tetapi saya yakin lama kelamaan juga akan banyak podcast dalam bahasa indonesia. Saya sendiri berencana&#xA0;membuat podcast di beberapa topik menarik dalam bahasa indonesia, silakan masukkan email Anda di form di bawah ini jika Anda mau diberitahu saat saya melaunching podcast saya.</p>
[thrive_leads id=&#x2019;174&#x2032;]
<p>Semoga artikel ini bisa bermanfaat bagi Anda untuk mengenal dunia podcast dan silakan sharing atau beritahu saya di komentar di bawah ini, podcast/show di topik apa yang ingin Anda dengarkan.</p>
[sc:cta-akhir-artikel]
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Quote - Realita Kehidupan Hanyalah CERMINAN]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><blockquote class="pulQ"><span class="quo left"></span><div class="left"><p>Realita Kehidupan Hanyalah CERMINAN dari Apa yang Dominan di Pikiran Anda</p><p><i>Sukarto Sudjono</i></p></div><div class="clear"></div></blockquote>
<p>Artinya, saat pikiran Anda penuh dengan hal-hal negatif seperti kecurigaan, kekhawatiran, iri dengki dan lain-lain, biasanya realita atau kehidupan yang dimiliki&#xA0;juga banyak terjadi hal-hal negatif seperti kejadian-kejadian yang merugikan Anda, bisnis tidak berjalan sebagai-mana yang</p>]]></description><link>https://sukarto.com/quote-realita-kehidupan-hanyalah-cerminan/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976e6</guid><category><![CDATA[mindset]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Fri, 25 Dec 2015 18:11:59 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Quote-Realita-Cerminan-Pikiran.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><blockquote class="pulQ"><span class="quo left"></span><div class="left"><img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Quote-Realita-Cerminan-Pikiran.jpg" alt="Quote - Realita Kehidupan Hanyalah CERMINAN"><p>Realita Kehidupan Hanyalah CERMINAN dari Apa yang Dominan di Pikiran Anda</p><p><i>Sukarto Sudjono</i></p></div><div class="clear"></div></blockquote>
<p>Artinya, saat pikiran Anda penuh dengan hal-hal negatif seperti kecurigaan, kekhawatiran, iri dengki dan lain-lain, biasanya realita atau kehidupan yang dimiliki&#xA0;juga banyak terjadi hal-hal negatif seperti kejadian-kejadian yang merugikan Anda, bisnis tidak berjalan sebagai-mana yang diharapkan dan sejenisnya.</p>
<p>Sebaliknya, saat pikiran Anda penuh dengan hal-hal positif maka biasanya realita atau kehidupan yang Anda jalani juga banyak kebetulan-kebetulan yang menyenangkan, menarik orang-orang yang tepat dalam kehidupan Anda, segala sesuatu lebih lancar dan hal-hal positif lainnya.</p>
<p>Sebagai contoh, orang yang berkeluh-kesah bahwa cari uang itu sulit, ya kemungkinan besar realita yang akan terjadi memang seperti itu, selalu kesulitan dalam menemukan pekerjaan dan bisnis yang menghasilkan uang.</p>
<p>Jadi Fokus dan Disiplinkan Pikiran Anda agar dominan dengan pikiran-pikiran yang positif yang mendukung perkembangan diri Anda dan membuang pikiran-pikiran negatif yang &#xA0;tidak mendukung diri Anda.</p>
<p>Salam Sukses dan Bahagia,</p>
<p>Sukarto Sudjono</p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif Anda (Macet, Menunggu dll)]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><p>Survei dan penilitian menunjukkan rata-rata orang menghabiskan waktu 45 menit untuk berangkat dan pulang kerja. Saya rasa hasil survei ini KELIRU!</p>
<p>Saya yakin banyak orang di Jakarta untuk berangkat dan pulang kerja saja bisa butuh waktu minimal 1 jam, pulangnya butuh 1 jam lagi, jadi 2 jam pulang pergi, betul</p>]]></description><link>https://sukarto.com/memanfaatkan-waktu-tidak-produktif-anda-macet-menunggu-dll/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976e5</guid><category><![CDATA[audible]]></category><category><![CDATA[audio]]></category><category><![CDATA[learning]]></category><category><![CDATA[podcast]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Fri, 18 Dec 2015 05:45:17 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Waktu-Anda-Berharga.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Waktu-Anda-Berharga.jpg" alt="Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif Anda (Macet, Menunggu dll)"><p>Survei dan penilitian menunjukkan rata-rata orang menghabiskan waktu 45 menit untuk berangkat dan pulang kerja. Saya rasa hasil survei ini KELIRU!</p>
<p>Saya yakin banyak orang di Jakarta untuk berangkat dan pulang kerja saja bisa butuh waktu minimal 1 jam, pulangnya butuh 1 jam lagi, jadi 2 jam pulang pergi, betul tidak?</p>
<p>Tapi itu&#xA0;belum seberapa, ada cukup banyak&#xA0;orang&#xA0;yang tinggal di Jakarta yang saya sempat ngobrol dengan mereka memberitahu saya&#xA0;bahwa mereka butuh 2 jam perjalanan berangkat dan 2 jam perjalanan pulang dari tempat kerja (total 4 jam). Wow&#x2026;..</p>
<p>Itupun dalam kondisi macet!!&#xA0;Jadi sudah habis waktu, juga menghabiskan banyak energi karena saat macet biasanya jadi sering ngomel karena banyak kendaraan yang saling potong.. bener ya? &#x1F642;</p>
<p>Wah setiap hari menjalani seperti itu, parah banget&#xA0;menurut saya&#x2026;</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-283" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/lagi-macet.jpg" alt="Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif Anda (Macet, Menunggu dll)" width="808" height="455" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/lagi-macet.jpg 808w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/lagi-macet-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 808px) 100vw, 808px"></p>
<p>Untunglah saya tidak tinggal &#xA0;di Jakarta, tapi di Surabaya yang macetnya masih tingkat sedang.</p>
<p>Tetapi itupun tidak sudi saya jalani sehingga saya membuat kantor dekat rumah (dalam 1 kompleks perumahan) sehingga perjalanan dari rumah ke kantor hanya butuh 7 menit&#x2026;.&#xA0;Saya sangat mensyukuri tentang hal ini &#x1F642;</p>
<p>Ok, kembali ke rata-rata orang. Anggap saja kita&#xA0;buat asumsi yang sangat rendah yaitu rata-rata habis 1 jam untuk berangkat dan pulang kerja (30 menit one way).</p>
<blockquote><p>Itu artinya dalam 1 bulan Anda menghabiskan waktu 1 jam x 22 hari kerja = 22 jam. <strong>Dalam 1 tahun berarti Anda menghabiskan wakktu 22 jam x 12 bulan = 264 jam atau sama dengan 11 hari, hanya untuk perjalanan pulang pergi ke tempat kerja!</strong></p></blockquote>
<p>Anda cuti setahun saja hanya 12 hari he..he..</p>
<p>Sangat sia-sia bukan waktu terbuang seperti itu? Hidup kita yang waktunya terbatas, terbuang dengan sia-sia.</p>
<p>Nah kali ini saya akan share sebuah solusi agar waktu-waktu seperti ini jadi efektif, menarik dan jadi bermanfaat bagi perkembangan diri, karir dan bisnis Anda.</p>
<p>Jadi apa solusi yang saya sarankan?</p>
<blockquote><p>Saran saya adalah <strong>gunakan waktu-waktu tidak produktif Anda untuk belajar melalui audio</strong>.</p></blockquote>
<h4>Mengapa dan Kapan Bisa Belajar Melalui Audio?</h4>
<ul>
<li><strong>Sebab PERTAMA&#xA0;adalah karena membaca sesuatu agak sulit dilakukan saat lagi nyetir &#x1F642;</strong>&#xA0;Anda bisa tabrakan dalam waktu singkat he..he.. &#x1F642;&#xA0;Tetapi kalau mendengar&#xA0;audio, itu bisa dilakukan saat lagi nyetir, saat di public transport, lagi menunggu di dokter, lagi olahraga jalan atau lari dan masih banyak lagi.</li>
<li><strong>Sebab KEDUA&#xA0;adalah belajar melalui audio lebih kaya emosi</strong> karena Anda bisa mendapatkan&#xA0;emosi, antusiasme, keyakinan dari yang bicara dan masih banyak lagi.. Hal-hal yang sulit&#xA0;Anda dapatkan saat membaca buku.</li>
</ul>
<p><strong>Apakah Aman Belajar Lewat&#xA0;Audio Sambil Nyetir?</strong></p>
<p>Menurut saya aman kok, ini seperti Anda nyetir sambil dengar radio. Saya yakin Anda pasti tetap bisa nyetir, sambil mendengar radio&#xA0;dengan baik, bukan?</p>
<p>Tapi tentu asal nyetirnya ke tempat yang rutin Anda pergi seperti ke kantor atau rumah, jadi gak perlu terlalu mikir. Kalau ke tempat dan mencari tujuan baru yang Anda belum pernah, biasanya kalau sambil &#xA0;dengarin audio, kemungkinannya ada dua:</p>
<ol>
<li>Anda jadi tidak terlalu mengerti&#xA0;yang Anda dengar, ATAU</li>
<li>Anda akan kesasar atau tersesat &#x1F642;</li>
</ol>
<p>Ha ini terjadi karena memang otak manusia tidak bisa multi-tasking. Saat Anda nyetir ke tempat baru yang Anda tidak terlalu hapal tempatnya, otak Anda fokus ke situ sehingga indera pendengaran Anda tidak terlalu dapat perhatian, jadi miss.</p>
<p>Sedangkan kalau dah nyetir ke tempat yang rutin Anda pergi, otak Anda sudah tidak terlalu mikir sehingga bisa memberikan perhatian pada indera pendengaran.</p>
<p>Jadi belajar melalui audio itu aman, jauh lebih berbahaya jika Anda nyetir sambil telpon atau chat via handphone Anda. Itu sudah pasti tidak bisa dilakukan bersamaan&#xA0;&#x1F642;</p>
<h4>Pengalaman Pribadi&#xA0;Belajar&#xA0;Melalui Audio</h4>
<p>Kebiasaan mendengarkan audio pembelajaran ini tidak sengaja terbentuk saat saya membangun bisnis MLM di umur 20-an,&#xA0;dimana saya seringkali harus ke menyetir ke banyak tempat untuk presentasi bisnis, bahkan hingga luar kota, 3-4 jam bahkan ada yang 10 jam one way &#x1F642;</p>
<p>Saya menghabiskan banyak waktu di perjalanan sehingga akan sia-sia jika tidak dipakai dengan baik. Karena saat itu di organisasi MLM ini ada banyak kaset (jaman itu CD belum populer, apalagi MP3 he..he..).</p>
<p><img loading="lazy" class="alignright wp-image-284" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/car-tape.jpg" alt="Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif Anda (Macet, Menunggu dll)" width="300" height="225" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/car-tape.jpg 468w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/car-tape-300x225.jpg 300w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px">Kaset-kaset yang dianjurkan banyak tentang pengembangan diri dan untuk pengembangan bisnis, maka saya merasa itu waktu yang tepat untuk mendengarkan kaset-kaset itu sebagai cara untuk mengisi waktu.</p>
<p>Dan ternyata itu merupakan keputusan yang tepat&#xA0;dan&#xA0;sangat efektif banget karena waktu perjalanan panjang jadi tidak terasa dan saya jadi belajar banyak selama di mobil.</p>
<p>Waktu perjalanan 3 jam, saya menghabiskan 3 kaset. Waktu perjalanan 10 jam, saya mendengar 10 kaset. Kemana-mana dengar kaset pembelajaran.</p>
<blockquote><p>Saya jadi belajar tentang <strong>sales, leadership, mindset, communication skill, positive attitude, team building, story telling</strong> dan masih banyak lagi.</p>
<p><strong>Waktu nyetir di mobil jadi seperti Universitas Berjalan</strong> bagi saya &#x1F642;</p></blockquote>
<p>Saat itu saya belum menyadari, tetapi ternyata pembelajaran selama di mobil yang saya lakukan selama bertahun-tahun itu telah membantu membentuk pondasi mental, sikap dan skill penting dalam kehidupan&#xA0;saya.</p>
<p>Oleh sebab itu sampai sekarang akhirnya saya suka mendengar audio pembelajaran (sekarang sudah bukan kaset lagi, tapi file digital yang diputar melalui smartphone he..he..) untuk mengisi waktu-waktu idle/kosong tidak produktif seperti saat perjalanan di mobil, saat di pesawat, saat menunggu dll.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-285" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Man-running-while-listening.jpg" alt="Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif Anda (Macet, Menunggu dll)" width="620" height="372" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Man-running-while-listening.jpg 620w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Man-running-while-listening-300x180.jpg 300w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px"></p>
<p>Selain itu, waktu favorit saya untuk&#xA0;mendengarkan audio pembelajaran adalah saat olahraga pagi jalan kaki yang hampir setiap hari saya lakukan.</p>
<p>Jalan kaki 30 menit terasa lama jika pikiran loncat ke sana kemari, tapi setelah dilakukan sambil&#xA0; mendengar audio pembelajaran, 45 menit bahkan 1 jam tidak terasa &#x1F642;</p>
<h4>264 Jam Waktu Tidak Produktif &#xA0;= Kursus Tiap&#xA0;Hari Selama 26 Minggu!</h4>
<p>Nah bayangkan jika 264 jam waktu perjalanan berangkat dan pulang kerja dalam 1 tahun (permisalan di awal) dipakai untuk mendengar audio pembelajaran, maka jika diilustrasikan dengan waktu mengambil kursus 2 jam per hari, itu setara dengan Anda mengambil kursus 132 hari atau 26 minggu!!</p>
<blockquote><p><strong>Anda bisa belajar apa pun yang Anda inginkan jika Anda mempelajarinya&#xA0;selama&#xA0;2 jam per hari selama 132 hari atau 26 minggu!!</strong></p></blockquote>
<p>Mau belajar bahasa baru, mau belajar programming, mau belajar cara berkomunikasi dengan lebih baik, mau belajar investasi di saham/properti, cara berbisnis di internet, atau apapun skill dan pengetahuan yang ingin Anda pelajari.</p>
<p>Semua itu bisa Anda kuasai jika Anda mengalokasikan untuk mempelajarinya 2 jam per hari selama 26 minggu, betul tidak?</p>
<blockquote><p><strong>Jadi jangan bilang Anda terlalu sibuk untuk mempelajari sesuatu yang baru. Menurut saya itu lebih merupakan alasan bukan kenyataan!</strong></p></blockquote>
<p>Jadi Anda sekarang sudah mengerti, &#xA0;<strong>betapa pentingnya memanfaatkan waktu-waktu non produktif untuk belajar melalui audio untuk meningkatkan pengetahuan, skill dan wawasan Anda untuk perkembangan diri, karir dan bisnis Anda</strong>.</p>
<div class="divi cdivi"></div>
<h4>Pertanyaan Sering Ditanyakan tentang Belajar&#xA0;Lewat&#xA0;Audio</h4>
<p><strong>Q: Kok gak dengar radio saja?</strong><br>
A: Menurut saya radio memiliki banyak keterbatasan yaitu:</p>
<ul>
<li>Jarang ada materi pembelajaran yang bagus di radio.</li>
<li>Anda tidak bisa mengontrol apa yang ingin Anda dengar, kadang hal negatif juga sering dibicarakan.</li>
<li>Banyak iklan. Untuk apa habiskan waktu untuk dengar iklan? &#x1F642;</li>
</ul>
<p><strong>Q: Saya sukanya dengar musik di perjalanan, bagaimana?</strong></p>
<p>A: Tidak masalah jika Anda mau selingin dengan mendengar musik. Tetapi menurut saya&#xA0;kurang bermanfaat jika seluruh waktu tersebut tidak Anda pakai dengan baik. Saya hanya memberikan ide menggunakan waktu idle &#xA0;yang tidak&#xA0;produktif untuk perkembangan diri, karir atau bisnis Anda.</p>
<p><strong>Q: Tapi perjalanan saya ke kantor cuma 10 menit? Bagaimana?</strong></p>
<p>A: Nah kalau Anda bernasib baik seperti saya sehingga ke kantor cuma butuh waktu sangat singkat, Anda berarti harus mencari waktu kosong lain yang rutin Anda lakukan. Kalau saya, saat ini yang saya gunakan adalah waktu olahraga jalan pagi, untuk mendengarkan audio pembelajaran.</p>
<p>Karena memang dari dulu saya tahu bahwa audio pembelajaran tidak mungkin akan saya&#xA0;dengarkan di rumah sambil duduk diam. Itu susah banget karena terlalu banyak godaan untuk melakukan hal lain.</p>
<p>Jadi memang yang paling efektif adalah mencari dan menggunakan waktu-waktu idle dimana Anda melakukan suatu aktifitas&#xA0;yang tidak perlu konsentrasi. Gunakan dan manfaatkan waktu-waktu itu untuk&#xA0;perkembangan diri Anda.</p>
<div class="divi cdivi"></div>
<p>Ok jadi jelas ya manfaatnya. Daripada Anda sia-siakan saat perjalanan berangkat/pulang kerja atau saat menunggu atau saat jalan kaki atau jogging, lebih baik manfaatkan untuk mendengar pembelajaran melalui audio.</p>
<h4>Tiga Kategori Audio Pembelajaran yang Bisa Anda Dengarkan</h4>
<p>Sekarang pertanyaan utama adalah Audio Pembelajaran itu seperti apa? Apa topiknya? Dengarkannya lewat apa? Dapat darimana dan seterusnya.</p>
<p>Belajar melalui audio mungkin lebih tidak umum dibanding baca buku, baca artikel atau lihat video di internet. Tetapi hal ini sangat umum dilakukan oleh masyarakat di budaya modern dimana mereka sering olahraga dan perjalanan ke kantor biasanya menggunakan public transport.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-291" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/listening-with-smartphone.jpg" alt="Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif Anda (Macet, Menunggu dll)" width="620" height="375" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/listening-with-smartphone.jpg 620w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/listening-with-smartphone-300x181.jpg 300w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px"></p>
<p>Cara paling mudah untuk mendengarkan audio pembelajaran adalah melalui smartphone Anda (Apple IOS / Android / Blackberry) karena biasanya ini barang yang Anda bawa terus kemana-mana.</p>
<p>Jaman sekarang handphone sudah tidak berfungsi sebagai alat komunikasi tapi juga media hiburan dan pembelajaran. Ringkas, praktis dan memori smartphone saat ini lebih dari cukup untuk bisa membawa banyak sekali audio pembelajaran.</p>
<p>Jadi ada tiga kategori audio pembelajaran yang sebenarnya bisa Anda dengarkan yaitu:</p>
<p><strong>1) Yang PERTAMA</strong>&#xA0;adalah <strong>Audio Book</strong> yang merupakan versi audio dari sebuah buku yang diterbitkan penerbit. Ini mungkin yang paling umum diketahui orang, walaupun di Indonesia sendiri masih jarang penerbit menjual versi audio dari sebuah buku.</p>
<p>Kalau di luar negeri, industri ini sudah sangat besar. Saya sering beli audio book bahasa inggris dari <a href="https://sukarto.com/audible" target="_blank">Audible.com</a>&#xA0;(perusahaan milik&#xA0;Amazon.com yang merupakan perusahaan penerbit audio book terbesar di dunia).</p>
<p>Anda bisa mendengarkan audio book Anda melalui aplikasi&#xA0;yang disediakan, ada semua kok dari Apple IOS, Android, Windows Phone, Blackberry dll.</p>
<p>Perusahaan ini punya koleksi ratusan ribu audio book dari buku-buku populer, di topik bisnis, marketing dll bahkan hingga novel-novel populer, tapi saya tidak sarankan untuk dengarin novel &#x1F642;</p>
<p>Sistemnya canggih banget, jadi kalau Anda punya buku versi Kindle nya (buku elektronik milik Amazon) dan versi audio book nya (beli lewat <a href="https://sukarto.com/audible" target="_blank">Audible.com</a> ini) maka otomatis bisa sinkron.</p>
<p>Maksudnya, Anda baca buku nya sampai halaman&#xA0;25 misalkan, lalu Anda harus berangkat kerja, saat Anda dengarkan audio booknya, langsung audionya mulai halaman 25 tadi, bukan dari awal. Keren kan &#x1F642;</p>
<blockquote><p>Untuk merasakan pengalaman mendengarkan audio book, Anda bisa <strong>Sign Up ke Free Trial Audible.com </strong>untuk mendapatkan <strong>2 (dua) Free Audio Book</strong> dengan <a href="https://sukarto.com/audible" target="_blank">SIGN UP via Link Ini</a>.</p></blockquote>
<p><a href="https://sukarto.com/audible" target="_blank"><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-287" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/audible-2-free-audiobooks.jpg" alt="Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif Anda (Macet, Menunggu dll)" width="978" height="382" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/audible-2-free-audiobooks.jpg 978w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/audible-2-free-audiobooks-300x117.jpg 300w" sizes="(max-width: 978px) 100vw, 978px"></a></p>
<blockquote><p><strong>TIPS: Free Trial ini&#xA0;Gratis untuk 30 hari pertama (Dapat 2 Free Audiobook).</strong>&#xA0;Lalu kalau mau lanjut ke bulan ke 2, baru bayar<b>.</b></p>
<p><strong>Jadi kalau gak mau bayar/lanjut, silakan di Cancel&#xA0;sebelum bulan pertama berakhir.&#xA0;</strong>Anda bisa tetap menyimpan&#xA0;dua audio book pertama, Gratis &#x1F642;</p></blockquote>
<div class="divi cdivi"></div>
<p><strong>2) Yang KEDUA&#xA0;</strong>adalah<strong> Audio Pembelajaran berupa File MP3</strong> yang Anda dapatkan dari download dari internet atau dari CD atau materi pembelajaran yang Anda beli.&#xA0;Anda tinggal play file audio itu melalui aplikasi audio player bawaan yang ada di smartphone Anda ataupun download app lain (ada yang&#xA0;free ataupun berbayar).</p>
<p>Sekarang sudah cukup banyak orang menjual produk digital berupa audio. Saya yakin semakin hari akan semakin banyak materi pembelajaran di berbagai topik yang tersedia dalam bentuk file audio.</p>
<p>Sebagai contoh, misal Anda mau belajar tentang public speaking atau presentation skill?</p>
<p>Anda bisa dengarkan <a href="https://sukarto.com/pe-audiotips" target="_blank">produk audio tips presentasi dari David Pranata</a>. Tinggal download, masukkan audio file MP3 ke smartphone Anda, maka sudah siap untuk Anda pelajari saat perjalanan ke kantor berikutnya.</p>
<p>Mungkin Anda punya banyak CD Audio pembelajaran yang dulu Anda beli?</p>
<p>Saya sempat beli cukup banyak CD pembelajaran seperti ini. Nah karena sekarang sudah bukan jamannya dengarin CD maka sebaiknya Anda&#xA0;convert CD Audio Anda ke file MP3 (istilahnya proses <em>ripping</em>)&#xA0;lalu masukkan file-file audio MP3 ini ke smartphone agar bisa Anda dengarkan dengan mudah.</p>
<p>Ada banyak software yang tersedia untuk proses&#xA0;<em>ripping</em> atau membuat CD Audio ke file MP3. Yang berbayar banyak, yang Gratis juga banyak seperti open source software&#xA0;<a href="https://www.freac.org/index.php/en/downloads-mainmenu-33?ref=sukarto.com" target="_blank">Fre:Ac</a> (ada versi windows, mac dll).</p>
<div class="divi cdivi"></div>
<p><strong>3) Yang KETIGA&#xA0;</strong>adalah<strong> Podcast</strong>. Nah ini adalah cara belajar melalui audio yang lagi saya gemari belakangan ini. Apa itu Podcast?</p>
<p>Sebenarnya intinya tetap sama yaitu file audio berupa file MP3 tetapi cara kita mengakses dan mendapatkannya cukup unik yaitu bisa dengan sistem berlangganan. Jadi tiap kali ada episode baru maka otomatis di download ke smartphone Anda.</p>
<p><strong><img loading="lazy" class="alignright size-full wp-image-294" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/podcast.jpg" alt="Memanfaatkan Waktu Tidak Produktif Anda (Macet, Menunggu dll)" width="300" height="300" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/podcast.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/podcast-150x150.jpg 150w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/podcast-65x65.jpg 65w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/podcast-220x220.jpg 220w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px">Kenapa disebut Podcast?</strong></p>
<p>Karena awal mulanya konsep ini diperkenalkan Apple saat meluncurkan iPod (gadget Apple untuk Mp3/Audio Player) bertahun-tahun yang lalu, makanya disebut PodCast singkatakan dari iPod dan Broadcast.</p>
<p>Tetapi sekarang podcast sudah bisa dikonsumsi baik di Android, Blackberry, Windows Phone dll, tidak cuma di Apple iPhone.</p>
<p>Podcast ini dibuat oleh para individual dan perusahaan yang membicarakan topik tertentu dan <strong>Podcast biasanya GRATIS</strong> (nah ini yang menjadi daya tarik he..he..)</p>
<p>Ada puluhan ribu podcast di ratusan topik. Anda bisa belajar apapun dari para pakar di banyak bidang seperti:</p>
<ul>
<li>Belajar bahasa asing.</li>
<li>Belajar bahasa pemrograman.</li>
<li>Bisnis online dan internet marketing.</li>
<li>Belajar tentang investasi dan trading salam.</li>
<li>Belajar tentang investasi properti.</li>
<li>Belajar sales &amp; marketing.</li>
<li>Belajar public speaking.</li>
<li>Tentang travelling ada, film atau hobi berkebun juga ada.</li>
<li>Tentang cara pakai iPhone / iPad.</li>
<li>Apapun juga ada &#x1F642;</li>
</ul>
<p>Memang kebanyakan podcast saat ini masih dalam bahasa inggris, tetapi saya yakin lama kelamaan juga akan banyak podcast dalam bahasa indonesia.</p>
<p>Saya sendiri mau buat podcast di beberapa topik &#xA0;dalam bahasa indonesia, silakan GABUNG&#xA0;ke FREE&#xA0;Newsletter Sukarto.com dengan masukkan nama dan email Anda di form di bawah ini jika Anda mau diberitahu saat saya melaunching podcast saya ya.</p>
[thrive_leads id=&#x2019;174&#x2032;]
<p>Saya ada&#xA0;membahas tentang podcast secara khusus di artikel berjudul <a href="https://sukarto.com/apa-itu-podcast-penjelasan-manfaat-dan-cara-menggunakan/">Apa itu Podcast</a> untuk menjelaskan cara kerja Podcast, cara menggunakan, pakai aplikasi apa dan&#xA0;lain-lain.</p>
<div class="divi cdivi"></div>
<p>Ok jadi itulah tiga cara untuk memanfaatkan waktu tidak produktif yang Anda miliki untuk belajar apapun yang ingin Anda pelajari, baik untuk pengembangan diri, karir ataupun bisnis.</p>
<p>Saat Anda menggunakan waktu tidak produktif untuk&#xA0;belajar melalui audio, Anda akan takjub dalam 6-12 bulan, Anda akan belajar dan mengerti banyak sekali hal baru yang tidak mungkin Anda ketahui jika tidak memanfaatkan waktu tidak produktif ini.</p>
<p>Semoga sharing ini bermanfaat&#x2026;</p>
<p>Oh ya, boleh kasi feedback, <strong>Apakah Anda tertarik untuk belajar melalui audio seperti penjelasan diatas?</strong></p>
<p>Jika banyak yang tertarik, saya semakin semangat untuk mulai membuat konten-konten berupa audio. Silakan beritahu saya di bagian komentar di bawah ini. Terimakasih sebelumnya &#x1F642;</p>
[sc:cta-akhir-artikel]
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Bermurah Hatilah (Lanjutan dari Cara Memiliki Mindset Abundance)]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><p>Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel yang berjudul &#x201C;<a href="https://sukarto.com/pola-pikir-seperti-ini-yang-buat-anda-jadi-kaya-tetap-kaya-dan-lebih-bahagia/" target="_blank">Pola Pikir Seperti Inilah yang Membuat Anda Jadi Kaya, Tetap Kaya dan Lebih Bahagia</a>&#x201D; yang membahas tentang Mindset Abundance atau Pola Pikir Berkelimpahan.</p>
<p>Artikel ini akan membahas cara kedua yang bisa Anda lakukan agar bisa memiliki pola pikir berkelimpahan atau</p>]]></description><link>https://sukarto.com/bermurah-hatilah-lanjutan-dari-cara-memiliki-mindset-abundance/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976e4</guid><category><![CDATA[abundance]]></category><category><![CDATA[berkelimpahan]]></category><category><![CDATA[bermurah hati]]></category><category><![CDATA[bersyukur]]></category><category><![CDATA[genereous]]></category><category><![CDATA[sukses]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Fri, 11 Dec 2015 10:37:32 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/be-genereous.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/be-genereous.jpg" alt="Bermurah Hatilah (Lanjutan dari Cara Memiliki Mindset Abundance)"><p>Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel yang berjudul &#x201C;<a href="https://sukarto.com/pola-pikir-seperti-ini-yang-buat-anda-jadi-kaya-tetap-kaya-dan-lebih-bahagia/" target="_blank">Pola Pikir Seperti Inilah yang Membuat Anda Jadi Kaya, Tetap Kaya dan Lebih Bahagia</a>&#x201D; yang membahas tentang Mindset Abundance atau Pola Pikir Berkelimpahan.</p>
<p>Artikel ini akan membahas cara kedua yang bisa Anda lakukan agar bisa memiliki pola pikir berkelimpahan atau Abundance Mindset. Cara pertama sudah dibahas di artikel <a href="https://sukarto.com/bersyukurlah-lanjutan-dari-cara-memiliki-mindset-abundance/" target="_blank">Bersyukurlah dengan Apa yang Anda Miliki</a>.</p>
<p>Sering bersyukur adalah suatu langkah awal yang sangat baik untuk memiliki pola pikir berkelimpahan atau Abundance Mindset, tetapi akan lebih lengkap lagi dan lebih bagus lagi saat Anda mulai mempraktekkan cara kedua ini yaitu <strong>Bermurah Hati dengan banyak memberi dan membantu orang lain</strong>.</p>
<p>Saya yakin semua agama akan mendorong Anda untuk membantu orang lain. Tetapi saya akan membahasnya dari sisi mengapa bermurah hati bisa membuat Anda jadi memiliki mindset abundance.</p>
<p>Saat Anda sering bermurah hati dengan banyak memberi bantuan kepada orang lain (misalkan materi), apa yang ada di pikiran Anda? Apakah Anda merasa berkecukupan atau merasa sedang kekurangan?</p>
<p>Tentu saja Anda pasti merasa berkecukupan atau punya lebih, baru bisa memberi, bukan?</p>
<p>Tentu saja saat memberi, perasaannya yang ikhlas, bukan memberi karena ditodong jadi terpaksa, ini gak masuk hitungan he..he.. &#x1F642;</p>
<p>Saat Anda memberi bantuan pada orang lain dengan ikhlas, pasti di bawah sadar Anda ada perasaan bahwa Anda memiliki lebih dari cukup (tidak bakal akan membuat anak dan keluarga jadi kelaparan misalkan) saat Anda menolong orang lain.</p>
<blockquote><p><strong>Sehingga&#xA0;makin sering Anda memberi, maka akan membuat perasaan berkecukupan atau berkelimpahan menjadi dominan di pikiran Anda</strong>.</p>
<p>Sehingga seperti yang saya singgung di artikel sebelumnya bahwa &#x201C;<strong>Orang akan memiliki realita sesuai dengan apa yang dominan di dalam pikirannya</strong>&#x201D; maka cepat atau lambat orang Anda akan benar-benar jadi berkecukupan.</p></blockquote>
<p>Masuk akal? Sangat masuk akal! &#x1F642;</p>
<blockquote><p>PENTING: Pastikan memberi atau membantu orang/pihak lain &#xA0;yang layak dibantu. Di luar sana, selain ada banyak orang atau pihak lain &#xA0;yang layak dibantu, juga ada banyak orang atau pihak lain yang tidak layak/pantas dibantu.</p></blockquote>
<p>Anda mungkin bisa berargumentasi &#x201C;<em>Lho pak, orang kaya atau banyak uang, ya gampang saja untuk memberi, lah gimana kalau memang saya ini untuk hidup saja susah, bagaimana dengan kita-kita yang memang miskin?</em>&#x201D;</p>
<p>Pertanyaan yang masuk akal dan sering ditanyakan &#x1F642; Ada 2 jawaban yang bisa saya berikan tentang hal ini.</p>
<h4><strong>1)&#xA0;Bermurah Hati Tidak Ada Hubungannya Dengan Nominal</strong></h4>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-262" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/generous.jpg" alt="Bermurah Hatilah (Lanjutan dari Cara Memiliki Mindset Abundance)" width="610" height="310" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/generous.jpg 610w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/generous-300x152.jpg 300w" sizes="(max-width: 610px) 100vw, 610px"></p>
<p>Saya tidak pernah bilang yang harus Anda sumbangkan atau berikan itu berapa nominalnya, karena murah hati bukan masalah nominal. Orang kaya menyumbang 1 juta dengan orang gak punya&#xA0;menyumbang 1 juta tentu saja sangat berbeda yang terjadi dalam perasaan dan pikirannya.</p>
<p>Menurut saya pribadi, justru saat Anda masih belum punya, Anda justru harus memaksakan diri untuk bermurah hati dan sering-sering memberi dan membantu orang lain. Kalau tidak, bagaimana Anda bisa mengubah nasib Anda?</p>
<p>Nominal terserah Anda, yang penting jangan sampai mengorbankan keluarga atau membuat Anda menderita. <strong>Bermurah hati tidak ada urusannya dengan jumlah nominal.</strong></p>
<p>Saya ada ingat beberapa kejadian saat uang saya masih terbatas. Waktu itu saya baru lulus kuliah dan mulai kerja, gaji saya sebagai karyawan adalah Rp 600.000,- sebulan. Pada jaman itu pun sebenarnya juga tidak besar gaji segitu. Gaji manager di perusahaan, saya ingat sekitar Rp 2 juta.</p>
<p>Pada saat itu, saya mengetahui&#xA0;bahwa tempat ibadah dimana saya rutin beribadah akan membangun gedung baru karena yang sekarang digunakan berupa rumah, sudah habis masa kontraknya. Saya tergerak untuk memberikan bantuan, saya tahu saya harus membantu, tetapi gaji saya juga gak seberapa.</p>
<p>Untunglah saya waktu itu juga masih single/bujang, biaya hidup saya tidak besar sehingga akhirnya saya putuskan untuk memberikan bantuan sebesar Rp 250.000 atau hampir separo bulan gaji.</p>
<p>Bagi saya, nominal itu cukup besar saat itu. Saya tahu saya pasti harus berkorban untuk makan lebih sederhana pada bulan itu, mengurangi keluar-keluar/pergi ke mal dengan teman-teman, tetapi saya rela dan berniat untuk berdana sebesar itu.</p>
<p>Saya ingat betul setelah saya berdana/menyumbang tersebut, <strong>perasaan dan pikiran saya merasa bahagia, saya merasa telah berkontribusi melakukan sesuatu yang penting dan bermakna</strong> dan dalam pikiran&#xA0;saya <strong>merasa lebih kaya atau lebih mampu</strong>.</p>
<p>Padahal tentu saja saya jauh dari kaya saat itu, namanya juga baru lulus kuliah dan mulai kerja.&#xA0;Saya belum mengerti saat itu tentang mindset abundance atau pola pikir berkelimpahan, tetapi saya ingat betul kejadian itu karena saat itulah saya merasa sudah jadi orang kaya karena bisa melakukan sumbangan yang bermanfaat yang menurut ukuran saya adalah besar.</p>
<p>Ada beberapa pengusaha sukses yang saat itu juga membantu, jumlahnya saya perkirakan puluhan juta. Jadi tentu uang Rp 250.000,- yang saya sumbangkan termasuk kecil, tapi seberapa kecil pun tentu membantu juga, bukan?</p>
<p>Saya menceritakan ini bukan untuk memamerkan tentang &#x2018;kebaikan&#x2019; saya, sama sekali bukan maksud itu, tetapi untuk menjelaskan bahwa <strong>nominal jumlah uang bukan hal yang penting disini, tetapi melatih diri untuk terus bermurah hati</strong>&#xA0;agar Anda merasa berkecukupan dan berlimpah adalah sesuatu yang penting dan bermanfaat bagi Anda sendiri juga.</p>
<h4>2)&#xA0;Ada Banyak Cara untuk Memberi dan Menolong Orang Lain</h4>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-268" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/people-helping-people.jpg" alt="Bermurah Hatilah (Lanjutan dari Cara Memiliki Mindset Abundance)" width="1024" height="559" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/people-helping-people.jpg 1024w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/people-helping-people-300x164.jpg 300w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px"></p>
<blockquote><p><strong>Bermurah hati, memberi dan menolong orang lain tidak harus selalu dengan memberi materi. Ada banyak cara yang bisa Anda lakukan.</strong></p></blockquote>
<p>Anda bisa bermurah hati, memberi dan menolong orang lain dengan cara-cara seperti :</p>
<ul>
<li>Anda bisa bermurah hati dengan <strong>memberikan waktu Anda untuk menolong orang lain yang lagi membutuhkan keahlian atau ketrampilan Anda</strong>.</li>
<li>Anda bisa bermurah hati dengan <strong>mengajarkan ilmu atau pengalaman yang Anda miliki</strong> sehingga orang lain jadi lebih baik, lebih pintar, lebih sukses, lebih bahagia dan lain-lain.</li>
<li>Anda bisa bermurah hati dengan <strong>membantu organisasi sosial yang sedang membantu korban musibah alam</strong>, misalkan.</li>
<li>Dan masih banyak lagi.</li>
</ul>
<p>Saat Anda bermurah hati dengan melakukan hal-hal seperti diatas, Anda akan merasa lebih baik, merasa lebih punya kemampuan, merasa lebih bermakna dan tentu saja akan lebih bahagia.</p>
<p>Ada ungkapan yang saya baca dari sebuah buku hampir 20 tahun yang lalu yaitu : &#x201C;<strong>The Secret of Life is Giving</strong>&#x201D; yang artinya <strong>rahasia kehidupan adalah memberi.</strong></p>
<p>Buku itu pada intinya menjelaskan bahwa:</p>
<blockquote><p>R<strong>ahasia dari hidup bahagia dan bermakna adalah dengan banyak memberi, bukan meminta-minta</strong>.</p>
<p>Anda tidak akan lebih bahagia saat Anda terus fokus memikirkan apa yang bisa Anda dapatkan dari kehidupan ini.</p></blockquote>
<p>Jadi&#xA0;<strong>begitu Anda sering fokus memikirkan apa yang bisa Anda berikan ke kehidupan ini, hidup akan lebih bermakna dan bahagia. </strong></p>
<p><strong>Anda juga akan merasa semakin kaya, semakin merasa berkecukupan dan berkelimpahan</strong> sehingga Anda secara perlahan jadi memiliki pola pikir berkelimpahan atau Mindset Abundance.</p>
<p>Selain membantu secara materi kepada pihak yang membutuhkan bantuan materi, salah satu cara favorit saya dalam mempraktekkan memberi dan&#xA0;membantu orang lain&#xA0;adalah dengan <strong>mengajar/teaching, yang memang merupakan passion saya</strong>.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-269" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/teaching.jpg" alt="Bermurah Hatilah (Lanjutan dari Cara Memiliki Mindset Abundance)" width="1024" height="512" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/teaching.jpg 1024w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/teaching-300x150.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/teaching-1020x510.jpg 1020w" sizes="(max-width: 1024px) 100vw, 1024px"></p>
<p>Saya senang mengajarkan sesuatu yang bisa membantu&#xA0;orang lain jadi lebih sukses, lebih &#xA0;bahagia dan lebih baik di segala aspek kehidupan.</p>
<p>Dalam berbagi, saya&#xA0;tidak pelit untuk berbagi ilmu, wisdom dan pengalaman yang saya miliki. Teman dan para alumni saya pasti akan setuju tentang hal ini (yang tidak setuju jangan ngomong ya&#x2026; he..he.. just kidding &#x1F642; )</p>
<p>Menulis di blog ini juga cara saya untuk membantu orang lain dengan cara mengajar/teaching. Harapannya tentu tulisan ini bisa bermanfaat bagi banyak orang.</p>
<p>Menurut saya <strong>orang yang pelit ilmu, tidak mau berbagi karena punya mindset scarcity atau kekurangan</strong>. Kenapa?</p>
<p>Biasanya takut ilmunya habis &#x1F642; Tapi kalau dipikir, saat&#xA0;Anda ngajarin orang lain, masak ilmu Anda akan berkurang? Tentu tidak bukan. Anda justru biasanya jadi tambah pintar karena memang mengajar membuat Anda semakin ngerti dengan apa yang Anda bicarakan.</p>
<p>Tentu tidak semua ilmu harus Anda bagikan. Kadang rahasia dagang atau resep rahasia tentu Anda simpan. Bijaksanalah untuk tahu apa yang bisa dibagikan, apa yang tidak.</p>
<p>Jadi dua jawaban diatas saya harapkan bisa menjawab pertanyaan awal tentang bagaimana Anda bisa tetap bermurah hati dan banyak memberi walaupun saat ini tidak punya banyak uang.</p>
<blockquote><p><strong>Anda bisa mulai&#xA0;dengan apa yang Anda miliki. Jangan sibuk mikirin&#xA0;apa yang tidak Anda punya, tapi bermurah hatilah dengan apa yang Anda punya dulu sekarang.</strong></p></blockquote>
<p>Saat saya jatuh terpuruk akibat kegagalan di bisnis properti seperti yang saya pernah ceritakan di <a href="https://sukarto.com/bersyukurlah-lanjutan-dari-cara-memiliki-mindset-abundance/" target="_blank">bagian pertama</a> dari artikel series ini, tabungan saya habis, mobil harus dijual demi agar keluarga tetap bisa makan, rumah digadaikan di bank dan hutang di bank masih ratusan juta.</p>
<p>Sangatlah sulit bagi saya untuk merasa berkecukupan atau berkelimpahan. Saya merasa gagal, miskin, berkekurangan, frustasi dan lain-lain.</p>
<p>Tetapi semangat dan tekad saya untuk merubah kondisi kehidupan saya dan keluarga berkobar-kobar. Jadi selain bersyukur, saya memaksakan diri untuk bermurah hati.</p>
<p>Di satu sisi ada suara-suara &#x201C;<em>Kamu itu sudah tinggal sedikit uangnya, ngapain kasi-kasi orang lain lagi</em>&#x201C;. Di sisi yang lain juga muncul suara &#x201C;<em>Bagaimana kamu bisa merubah kehidupanmu jika tidak mau bermurah hati?</em>&#x201D;</p>
<p>Untunglah pertempuran suara ini dimenangkan oleh suara yang mendukung agar saya bermurah hati. Saya akhirnya berdana atau menyumbang materi kepada orang yang lebih susah (masih banyak kok, orang yang lebih susah), jumlahnya gak seberapa karena sesuai dengan kemampuan saya saat itu.</p>
<p>Satu perbuatan memberi, memancing keinginan untuk melakukannya lagi dan akhirnya terus menerus dilakukan.</p>
<p>Saat anak saya masih kecil berulang tahun, daripada harus membuat pesta ultah di kelasnya yang memakan banyak biaya dan kurang ada artinya, saya dan istri memutuskan untuk melakukannya di panti asuhan dan berbagi bingkisan dan makanan kepada anak-anak panti asuhan.</p>
<p>Selain tidak makan biaya banyak, yang penting lebih bermakna serta mengajarkan anak saya tentang konsep bermurah hati dan membantu orang lain yang membutuhkan.</p>
<p>Melihat anak-anak di panti asuhan yang begitu senang makan camilan yang jarang sekali mereka bisa makan, memberikan kebahagiaan.</p>
<p><strong>Setiap kali saya bisa berdana atau membantu orang lain, saya bersyukur dan berterima-kasih dalam hati bahwa saya masih berkecukupan sehingga masih bisa memberi dan membantu orang lain. </strong></p>
<p>Perasaan berkecukupan ini semakin hari semakin kuat sehingga kondisi jatuh bangkrut yang saya alami, semakin hari semakin tidak terlalu dipikirkan.</p>
<p>Dan seperti hukum alam saja, semakin hari kehidupan saya juga jadi semakin baik dan saya semakin banyak bisa membantu dan berbagi hingga saat ini.</p>
<p>Jadi dua cara inilah yaitu &#x201C;<a href="https://sukarto.com/bersyukurlah-lanjutan-dari-cara-memiliki-mindset-abundance/" target="_blank">Bersyukur</a>&#x201D; dan &#x201C;<a href="https://sukarto.com/bermurah-hatilah-lanjutan-dari-cara-memiliki-mindset-abundance/">Bermurah Hati</a>&#x201D; yang dapat Anda&#xA0;lakukan agar bisa memiliki <a href="https://sukarto.com/pola-pikir-seperti-ini-yang-buat-anda-jadi-kaya-tetap-kaya-dan-lebih-bahagia/" target="_blank">Pola Pikir Berkelimpahan atau Mindset Abundance</a>.&#xA0;Hal ini telah membantu saya dari kondisi bangkrut, patah semangat dan frustasi, hingga bisa meraih satu per satu impian saya dan keluarga, sekaligus bisa menginspirasi dan bermanfaat kepada banyak orang.</p>
<p>Semoga rangkaian 3 artikel yang saya tuliskan tentang <a href="https://sukarto.com/pola-pikir-seperti-ini-yang-buat-anda-jadi-kaya-tetap-kaya-dan-lebih-bahagia/">Cara Memiliki Pola Pikir Berkelimpahan atau Mindset Abundance</a> ini bisa bermanfaat besar bagi Anda.</p>
<p>Anda boleh memberikan komentar atau sharing cerita/kisah dalam hidup Anda berkaitan dengan apa yang saya tuliskan di bagian komentar di bawah ini.</p>
<p>Semoga yang TERBAIK&#xA0;terjadi dalam kehidupan Anda dan keluarga.</p>
[sc:cta-akhir-artikel]
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Bersyukurlah (Lanjutan dari Cara Memiliki Mindset Abundance)]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><p>Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel yang berjudul &#x201C;<a href="https://sukarto.com/pola-pikir-seperti-ini-yang-buat-anda-jadi-kaya-tetap-kaya-dan-lebih-bahagia/" target="_blank">Pola Pikir Seperti Ini yang Membuat Anda Jadi Kaya, Tetap Kaya dan Lebih Bahagia</a>&#x201D; yang membahas tentang <strong>Mindset Abundance</strong> atau <strong>Pola Pikir Berkelimpahan</strong>.</p>
<p>Artikel ini akan membahas cara pertama yang bisa Anda lakukan agar bisa memiliki pola pikir berkelimpahan atau</p>]]></description><link>https://sukarto.com/bersyukurlah-lanjutan-dari-cara-memiliki-mindset-abundance/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976e3</guid><category><![CDATA[abundance]]></category><category><![CDATA[berkelimpahan]]></category><category><![CDATA[bersyukur]]></category><category><![CDATA[grateful]]></category><category><![CDATA[sukses]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Fri, 04 Dec 2015 10:05:56 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Bersyukurlah.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Bersyukurlah.jpg" alt="Bersyukurlah (Lanjutan dari Cara Memiliki Mindset Abundance)"><p>Artikel ini adalah kelanjutan dari artikel yang berjudul &#x201C;<a href="https://sukarto.com/pola-pikir-seperti-ini-yang-buat-anda-jadi-kaya-tetap-kaya-dan-lebih-bahagia/" target="_blank">Pola Pikir Seperti Ini yang Membuat Anda Jadi Kaya, Tetap Kaya dan Lebih Bahagia</a>&#x201D; yang membahas tentang <strong>Mindset Abundance</strong> atau <strong>Pola Pikir Berkelimpahan</strong>.</p>
<p>Artikel ini akan membahas cara pertama yang bisa Anda lakukan agar bisa memiliki pola pikir berkelimpahan atau Abundance Mindset yaitu <strong>Bersyukurlah dengan Apa yang Anda Miliki</strong>.</p>
<p>Bersyukur? Saya yakin ini bukan pertama kali Anda mendengar nasehat ini. Apalagi&#xA0;baru-baru ini saya juga menuliskan tentang &#x201C;<a href="https://sukarto.com/7-hal-yang-saya-syukuri-saat-ultah-ke-42/" target="_blank">7 Hal yang Saya Syukuri Saat Ultah 42</a>&#x201C;.</p>
<p>Walaupun ada beberapa hal yang tampak seperti perulangan di artikel ini, tetapi menurut saya, manusia itu mudah lupa sehingga hal yang penting memang perlu sering diulangi agar kita terus diingatkan.</p>
<p>Oke, pertanyaannya adalah:</p>
<h4><strong>Mengapa bersyukur bisa membantu Anda mengembangkan pola pikir berkelimpahan?</strong></h4>
<p>Tentu Anda bertanya-tanya, kok bisa bersyukur membuat kita merasa berkelimpahan? Itulah yang ingin saya bahas di artikel ini sehingga Anda yakin lalu mempraktekkannya.</p>
<p>Satu hal yang perlu Anda mengerti terlebih dahulu adalah:</p>
<blockquote><p><strong>Pikiran manusia&#xA0;hanya bisa fokus ke satu hal dalam satu saat sehingga saat Anda bersyukur, sebenarnya Anda sedang berfokus pada hal yang Anda miliki, bukan hal yang tidak Anda miliki.</strong></p></blockquote>
<p>Saat bersyukur, Anda akan merasa bahwa ternyata ada&#xA0;banyak yang Anda miliki, yang mungkin tidak Anda sadari sebelumnya. Anda lalu akan merasa berkecukupan. &#xA0;Perasaan ini akan&#xA0;membuat Anda merasa tenang, damai dan bahagia.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-247" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/man_relaxing_field_sun_calm_peaceful.jpg" alt="Bersyukurlah (Lanjutan dari Cara Memiliki Mindset Abundance)" width="650" height="340" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/man_relaxing_field_sun_calm_peaceful.jpg 650w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/man_relaxing_field_sun_calm_peaceful-300x157.jpg 300w" sizes="(max-width: 650px) 100vw, 650px"></p>
<p>Seperti yang banyak buku dan orang bijaksana katakan bahwa:</p>
<blockquote><p>Orang akan memiliki realita sesuai dengan apa yang dominan di dalam pikirannya.</p></blockquote>
<p>Jadi maksudnya pikiran akan menarik kejadian atau hal-hal yang dominan atau sering Anda&#xA0;pikirkan.</p>
<blockquote><p><strong>Sehingga saat Anda sering berpikir dan merasa bahwa Anda itu&#xA0;berkelimpahan, berkecukupan (memiliki lebih dari cukup) dan merasa ada banyak hal yang baik dalam kehidupan Anda maka&#xA0;secara bawah sadar, Anda justru bakal&#xA0;menarik semakin banyak hal yang baik ke diri Anda.</strong></p></blockquote>
<p>Oleh sebab itulah, menurut pengalaman pribadi saya, <strong>sering-sering bersyukur akan membuat pikiran Anda dominan dengan perasaan berkelimpahan, berkecukupan dan otomatis Anda jadi lebih bahagia.</strong></p>
<p>Tetapi bersyukur seperti yang saya jelaskan ini, bukan hal yang mudah untuk dilakukan, betul tidak?</p>
<p>Kebanyakan orang lebih mudah untuk mengeluh, komplain, iri dan sejenisnya serta memikirkan hal-hal yang TIDAK dia miliki. Selalu merasa kurang, betul tidak? &#x1F642;</p>
<p><em>&#x201C;Kenapa ya aku kok gak bisa punya mobil seperti si A?&#x201D;</em></p>
<p><em>&#x201C;Si A itu kok beruntung banget sih, bisa dapat warisan besar dari orangtuanya.&#x201D;</em></p>
<p><em>&#x201C;Si A itu beruntung, anaknya pintar, anak saya ini bodoh banget sih, nilai-nilainya jelek semua&#x201D;.</em></p>
<p><em>&#x201C;Aduh istrinya si A cantik banget, gak seperti istri saya yang gemuk dan jelek&#x201D; ha..ha..</em></p>
<p><em>&#x201C;Enak banget ya si A punya uang banyak dan rumah bagus, coba dia mau bantu saya, pasti saya juga bisa kaya&#x201D;</em></p>
<p>dan seterusnya.</p>
<p>Jadi Anda bisa lihat, bahwa yang dirasa kekurangan bukan cuma soal uang/materi, sudah menyangkut segala sesuatu dalam aspek kehidupan.</p>
<blockquote><p>Sadarkah Anda bahwa&#xA0;<strong>saat&#xA0;Anda mengeluh, komplain, iri dan sibuk memikirkan apa yang tidak Anda miliki, sebenarnya Anda sedang merasa kekurangan atau &#xA0;memiliki pola pikir kekurangan</strong> atau <strong>Mindset Scarcity</strong>.</p></blockquote>
<p>Percaya atau gak percaya, pikiran&#xA0;seperti&#xA0;ini justru bukan malah membantu Anda meraih apa yang Anda inginkan, tetapi justru malah menjauhkan karena Anda akan menarik lebih banyak lagi hal-hal yang berhubungan dengan kekurangan.</p>
<blockquote><p><strong>INGAT: Orang akan memiliki realita sesuai dengan apa yang dominan di dalam pikirannya.</strong></p></blockquote>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-249" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/man-concentrating-720x480.jpg" alt="Bersyukurlah (Lanjutan dari Cara Memiliki Mindset Abundance)" width="720" height="480" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/man-concentrating-720x480.jpg 720w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/man-concentrating-720x480-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 720px) 100vw, 720px"></p>
<p>Sehingga saat seseorang terus berpikir saya kurang ini, saya kurang itu, kenapa si dia bisa punya X tapi saya tidak punya dan seterusnya, berarti yang dominan di pikirannya adalah perasaan kekurangan atau scarcity.</p>
<p>Sedangkan saat bersyukur, berterima-kasih dan fokus dengan apa yang dimiliki, Anda sedang berpikir dan merasa berkelimpahan atau merasa lebih dari cukup, Anda justru akan menarik hal-hal yang membuat Anda semakin berkelimpahan. Dan hal ini bisa tampak dari seberapa sering Anda bersyukur dengan apa yang telah Anda miliki.</p>
<p>Anda mungkin akan berargumentasi dengan saya: &#x201C;<strong>Pak, orang kaya jelas mudah bersyukur, lah dia punya banyak, sedangkan saya gak punya apa-apa, apa yang harus disyukuri?</strong>&#x201D;</p>
<p>Ya memang itulah bagian yang tersulit! &#x1F642;</p>
<blockquote><p><strong>Bersyukur saat Anda kesulitan dan tidak memiliki apa-apa, membutuhkan tekad dan niat untuk melatih diri&#xA0;agar Anda mau&#xA0;merefleksi dan mencari-cari apa&#xA0;sebenarnya yang telah Anda miliki dan bisa disyukuri.</strong></p></blockquote>
<p>Hal inilah yang terjadi pada diri saya saat saya bangkrut karena kegagalan di bisnis properti yang saya jalankan. Uang saya habis, hutang bank menumpuk dan rumah digadaikan ke bank, saya tidak punya pendapatan lain saat itu sehingga saya harus menjual mobil hanya agar keluarga saya bisa tetap makan!</p>
<p>Apakah mudah bersyukur pada saat mengalami kondisi terpuruk seperti itu?</p>
<p>Seperti yang saya ceritakan di artikel&#xA0;&#x201C;<a href="https://sukarto.com/7-hal-yang-saya-syukuri-saat-ultah-ke-42/" target="_blank">7 Hal yang Saya Syukuri Saat Ultah 42</a>&#x201D; pada saat terpuruk seperti itu, sangatlah susah bagi saya untuk bisa bersyukur. Sangat Sulit!</p>
<p>Pikiran saya saat itu lebih dominan dengan perasaan marah dan menyesal mengapa saya bisa sampai membawa keluarga saya jadi menderita. Saya juga penuh kemarahan&#xA0;kepada partner bisnis yang menyalah-gunakan kepercayaan yang diberikan.</p>
<p>Pikiran penuh dengan kebingungan tentang bagaimana melunasi hutang bank dan menebus sertifikat rumah yang dijaminkan ke bank dan masih banyak rasa frustasi lainnya.&#xA0;Saya juga kehilangan kepercayaan diri dan malu bertemu dengan orang lain.</p>
<p>Singkatnya, saya merasa serba kekurangan dalam semua aspek kehidupan saya.&#xA0;Tetapi setelah berlangsung cukup lama, saya merasa HARUS bisa keluar dari situasi ini. Tetapi bagaimana caranya?</p>
<p>Dan seperti yang pernah saya ceritakan sebelumnya, salah satu hal yang saya mulai coba praktekkan adalah &#xA0;dengan mulai&#xA0;bersyukur untuk melatih diri agar memiliki pola pikir berkelimpahan atau berkecukupan.</p>
<p>Tetapi apa yang saya syukuri ya? Segala sesuatu yang&#xA0;terjadi dalam kehidupan saya saat itu adalah cuma masalah.</p>
<p>Saya berusaha untuk rileks dengan bermeditasi (tidak mudah melakukan hal ini saat pikiran Anda kacau) agar pikiran saya bisa lebih jernih memikirkan apa yang saya bisa syukuri dan berterima-kasih dalam hidup saya.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-251" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Meditation.jpg" alt="Bersyukurlah (Lanjutan dari Cara Memiliki Mindset Abundance)" width="1212" height="808" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Meditation.jpg 1212w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Meditation-300x200.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Meditation-1024x683.jpg 1024w" sizes="(max-width: 1212px) 100vw, 1212px"></p>
<p>Saat saya mulai rileks, saya mulai bertanya berulang kali kepada diri saya &#x201C;<em><strong>Apa yang masih saya miliki yang bisa saya syukuri dan berterima-kasih?</strong></em>&#x201D;</p>
<p>Ternyata tidak lama kemudian, jawaban dari pertanyaan ini satu per satu bermunculan, seperti:</p>
<ul>
<li>Saya masih sehat dan anggota tubuh saya masih lengkap.</li>
<li>Saya masih memiliki istri yang setia pada saya dan walaupun dia sama stressnya dengan saya, dia percaya bahwa saya bisa bangkit lagi.</li>
<li>Saya memiliki anak laki yang begitu lucu dan menyenangkan sehingga memberikan kegembiraan.</li>
<li>Saya masih memiliki rumah tempat tinggal (walaupun sertifikatnya di bank), paling tidak saya tidak harus tinggal di jalan &#x1F642;</li>
<li>Saya masih punya keahlian dan kecerdasan untuk memulai sesuatu yang baru.</li>
<li>Saya masih punya keluarga (mama dan saudara) yang mendukung dan percaya dengan saya.</li>
<li>Saya masih punya laptop dan peralatan untuk bisa bekerja.</li>
<li>Saya masih bisa jalan-jalan di taman yang gratis untuk hiburan dan refreshing dengan keluarga.</li>
<li>Saya masih punya 1 mobil sederhana untuk transportasi, setelah satunya dijual.</li>
<li>Saya masih punya teman-teman sejati yang bisa saya andalkan jika saya minta tolong.</li>
<li>Dan seterusnya.</li>
</ul>
<p>Amazing! Ternyata saya masih punya banyak hal lho! &#x1F642;</p>
<p>Saat pikiran Anda diminta untuk memikirkan apa yang masih Anda miliki, jawabannya ternyata bisa bermunculan.&#xA0;Saya lalu bersyukur dengan semua jawaban itu dan berterima-kasih dengan sepenuh hati.</p>
<p>Perasaan bahagia bisa saya rasakan saat itu. Saya bisa tersenyum kembali karena saya sadar bahwa masih memiliki banyak hal. Padahal sebelumnya saya terus berpikir dengan semua uang &amp; harta&#xA0;yang hilang, hal-hal yang&#xA0;tidak saya miliki dan inilah yang membuat stress, betul tidak?</p>
<p>Sejak itu, saya sering melatih diri untuk sering-sering bersyukur dan berterima-kasih terhadap segala sesuatu yang terjadi dalam kehidupan saya.</p>
<p>Bisa tertawa bersama keluarga, saya syukuri.</p>
<p>Dapat sejumlah uang dari kerjaan/bisnis, tidak masalah besar atau kecil, saya syukuri.</p>
<p>Bisa mendengar kicauan burung dan hamparan taman yang indah, saya syukuri.</p>
<p>Bisa jalan-jalan ke luar kota (cuma 1 jam perjalanan), saya syukuri.</p>
<p>Bisa travelling ke luar negeri saya syukuri (ya jelas lah he..he..). Anda nangkap ya maksud saya &#x1F642;</p>
<p>Saat itu saya bukannya tidak sadar bahwa saya masih belum memiliki banyak hal yang saya inginkan atau impikan, tetapi <strong>saya memilih untuk lebih sering fokus dan bersyukur dengan apa yang saya miliki</strong>.</p>
<p>Dan dengan waktu ternyata kehidupan saya mulai berangsur-angsur membaik seiring dengan saya sering bersyukur dan berterima-kasih terhadap apapun yang terjadi.</p>
<p>Tentu tidak instan ya, jangan berpikir bahwa dengan bersyukur hari ini, besok dah mau sukses he..he..</p>
<p>Jadi itulah cara pertama untuk melatih diri Anda untuk memiliki <a href="https://sukarto.com/pola-pikir-seperti-ini-yang-buat-anda-jadi-kaya-tetap-kaya-dan-lebih-bahagia/">Pola Pikir Berkelimpahan atau Mindset Abundance</a> yaitu <strong>Bersyukur dengan Apa yang Anda Miliki.</strong></p>
<p>Saya membahas <a href="https://sukarto.com/bermurah-hatilah-lanjutan-dari-cara-memiliki-mindset-abundance/">cara kedua</a> untuk mengembangkan Pola Pikir Berkelimpahan atau Mindset Abundance di lanjutan artikel ini yang&#xA0;berjudul &#x201C;<a href="https://sukarto.com/bermurah-hatilah-lanjutan-dari-cara-memiliki-mindset-abundance/">Bermurah Hatilah</a>&#x201C;.</p>
<p>Semoga bermanfaat &#x1F642;</p>
[sc:cta-akhir-artikel]
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Pola Pikir Seperti Ini yang Buat Anda Jadi Kaya, Tetap Kaya dan Lebih Bahagia]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><p><strong>Mau Jadi Kaya dan Tetap Kaya?</strong></p>
<p>Anda tanya pertanyaan ini kepada 100 orang, yang jawab &#x201C;YA TENTU MAU!&#x201D; ada 120 orang.</p>
<p>Lho kok bisa tambah banyak? Ya karena teman dari 100 orang yang sempat dengar pertanyaan tadi juga ikut jawab he..he.. &#x1F642;</p>
<p>Saya yakin tidak ada orang</p>]]></description><link>https://sukarto.com/pola-pikir-seperti-ini-yang-buat-anda-jadi-kaya-tetap-kaya-dan-lebih-bahagia/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976e2</guid><category><![CDATA[abundance]]></category><category><![CDATA[berkelimpahan]]></category><category><![CDATA[sukses]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Sat, 28 Nov 2015 10:34:39 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Abundance.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Abundance.jpg" alt="Pola Pikir Seperti Ini yang Buat Anda Jadi Kaya, Tetap Kaya dan Lebih Bahagia"><p><strong>Mau Jadi Kaya dan Tetap Kaya?</strong></p>
<p>Anda tanya pertanyaan ini kepada 100 orang, yang jawab &#x201C;YA TENTU MAU!&#x201D; ada 120 orang.</p>
<p>Lho kok bisa tambah banyak? Ya karena teman dari 100 orang yang sempat dengar pertanyaan tadi juga ikut jawab he..he.. &#x1F642;</p>
<p>Saya yakin tidak ada orang yang ingin jadi miskin atau melarat. Anda dan saya pasti ingin jadi kaya agar taraf hidup jadi lebih baik, bisa memberikan yang terbaik buat keluarga, hidup jadi lebih mudah, tidak pusing melulu mikiran tagihan-tagihan yang belum terbayar dan lebih bisa bantu/kontribusi ke keluarga atau orang lain yang membutuhkan.</p>
<p>Jika ada teman atau relasi Anda atau siapapun yang mengatakan &#x201C;Jadi kaya, bakal punya banyak masalah&#x201D; atau omongan sejenis itu, Anda cepat-cepat menjauh saja agar tidak ketularan virus cara berpikir yang mematikan tersebut &#x1F642;</p>
<p>Seseorang yang pernah kaya dan pernah miskin/melarat akan setuju bahwa lebih baik menjalani kehidupan dan menghadapi tantangan kehidupan dengan kondisi punya uang banyak daripada tidak punya uang.</p>
<p>Saya tidak bilang bahwa jadi orang kaya itu tidak punya problem/masalah, tetapi Anda akan setuju&#xA0; bahwa kesulitan, masalah dan tantangan akan lebih mudah dihadapi saat Anda punya banyak uang.</p>
<p>Nah kali ini saya akan membahas sesuatu pola pikir atau mindset yang saya pelajari dari banyak orang sukses, lalu saya praktekkan dan hasilnya saya jadi lebih makmur dan yang lebih penting lagi saya jadi lebih bahagia.</p>
<h4>Mindset atau Pola Pikir Apa yang Dimiliki oleh Orang Sukses?</h4>
<p>Yaitu <em><strong>Pola Pikir Berkelimpahan</strong></em> atau dalam bahasa inggris sering disebut <em><strong>Abundance Mindset</strong></em>.</p>
<p>Saya akan menjelaskan dulu apa itu <em>Abundance Mindset</em> atau <em>Pola Pikir Berkelimpahan</em>, setelah itu baru saya jelaskan bagaimana cara mempraktekkannya.</p>
<p>Sebelum saya menjelaskan lebih jauh tentang <em>Pola Pikir Berkelimpahan</em>, ketahui dulu lawan katanya yaitu <strong><em>Pola Pikir Berkekurangan</em></strong> atau <strong><em>Scarcity Mindset</em></strong>.</p>
<p>Seseorang yang memiliki <em>Pola Pikir Berkelimpahan</em> atau <em>Abundance Mindset</em> adalah orang-orang (sebut saja kelompok pertama) yang percaya bahwa <strong>ada lebih dari cukup segala sesuatu di dunia ini bagi semua orang</strong>.</p>
<p>Mereka percaya bahwa setiap orang bisa dapat bagian dari segala sesuatu yang baik di dunia ini. Entah itu kekayaan, kesuksesan, energi positif, teman, kebahagiaan dan lain-lain.</p>
<p>Sebaliknya, orang yang memiliki <em>Pola Pikir Kekurangan</em> atau <em>Scarcity Mindset</em> percaya bahwa <strong>segala sesuatu di dunia ini terbatas, hal yang baik tidak cukup jika dibagi ke semua orang</strong>.</p>
<p>Jadi jika dunia diibaratkan sebagai sebuah kue, kalau dibagi, ada yang dapat bagian, ada yang tidak dapat bagian alias apes &#x1F642;</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-233" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Scarcity-Creates-Demand.jpg" alt="Pola Pikir Seperti Ini yang Buat Anda Jadi Kaya, Tetap Kaya dan Lebih Bahagia" width="800" height="460" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Scarcity-Creates-Demand.jpg 800w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Scarcity-Creates-Demand-300x173.jpg 300w" sizes="(max-width: 800px) 100vw, 800px"></p>
<p>Tidak perlu berdebat siapa yang benar, siapa yang salah, tidak ada gunanya. Ini adalah pola pikir, setiap orang berhak merasa dirinya benar.</p>
<p>Yang bisa saya jelaskan dan perlu Anda mengerti adalah berdasarkan pembelajaran, pengalaman dan melihat kehidupan banyak orang, masing-masing pola pikir punya ciri-ciri dan konsekuensi.</p>
<h4>Ciri-ciri Pola Pikir Berkelimpahan vs Pola Pikir Kekurangan</h4>
<p>Orang dengan pola pikir berkelimpahan biasanya dermawan, suka berbagi dan membantu orang lain, baik berupa materi maupun non materi. Saat ada saudara atau organisasi sosial yang membutuhkan, mereka akan membantu sesuai kemampuan.</p>
<p>Mereka percaya bahwa mereka berkelimpahan, punya lebih dari cukup untuk hidup, jadi tidaklah masalah untuk membantu orang lain yang membutuhkan. Mereka tidak merasa kekurangan jika memberi sebagian hartanya untuk orang lain.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-218" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/GRATITUDE.jpg" alt="Pola Pikir Seperti Ini yang Buat Anda Jadi Kaya, Tetap Kaya dan Lebih Bahagia" width="1280" height="640" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/GRATITUDE.jpg 1280w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/GRATITUDE-300x150.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/GRATITUDE-1024x512.jpg 1024w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/GRATITUDE-1020x510.jpg 1020w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px"></p>
<p>Sebaliknya orang dengan pola pikir kekurangan, biasanya pelit untuk berbagi atau menyisihkan sebagian hartanya untuk membantu orang lain.</p>
<p>Mereka merasa harta yang dimiliki terbatas sehingga harus dijaga ketat agar tidak boleh ada yang keluar. Masuk boleh, keluar tidak boleh, seperti jalan satu arah:) Mereka merasa kalau memberi orang lain, mereka akan kekurangan.</p>
<p><strong>Orang dengan pola pikir berkelimpahan biasanya senang melihat kesuksesan orang lain</strong>, bukan malah iri atau dengki seperti yang biasanya terjadi pada banyak orang. Kenapa?</p>
<p>Karena orang dengan pola pikir berkelimpahan percaya bahwa hal yang baik terjadi pada orang lain, juga bisa terjadi pada dirinya karena dunia ini berkelimpahan sehingga lebih dari cukup bagian untuk semua orang.</p>
<p>Orang dengan pola pikir berkelimpahan percaya kue (atau apapun hal yang baik) begitu BESAAARR atau berlimpah sehingga lebih dari cukup bagi semua orang untuk mendapatkan jatahnya.</p>
<p>Nah, saat Anda tahu Anda juga bisa dapat bagian dari sebuah kue yang sangat besar, apakah Anda akan berebut atau menginjak orang lain untuk mendapatkan jatah Anda?</p>
<p>Tentu tidak karena Anda tahu Anda tinggal belajar untuk mengetahui bagaimana cara mendapatkannya dan mulai menjalani prosesnya, sama seperti yang dilakukan oleh orang yang sukses atau memiliki hal yang Anda inginkan.</p>
<p>Sebaliknya <strong>orang dengan pola pikir kekurangan, biasanya iri, dengki atau tidak senang saat melihat kesuksesan orang lain</strong>.</p>
<p>Mereka biasa punya teori kenapa seseorang bisa sukses seperti:</p>
<p>&#x201C;<em>Dia itu hanya beruntung!</em>&#x201D;</p>
<p>&#x201C;<em>Dia lahir dari keluarga kaya, ya jelas gampang lah</em>&#x201D;</p>
<p>&#x201C;<em>Dia banyak relasi orang kaya, ya pasti banyak dibantu</em>&#x201D;</p>
<p>dan lain-lain.</p>
<h4>Apa Penyebab Orang Iri Saat Melihat Kesuksesan Orang Lain?</h4>
<p>Tidak lain, tidak bukan karena mereka merasa tidak bisa atau tidak mampu mendapatkan kesuksesan atau hal baik yang terjadi pada orang lain.</p>
<p>Mereka merasa tidak percaya diri dan juga&#xA0;memiliki pola pikir kekurangan sehingga merasa jika orang lain dapat sesuatu yang baik, mereka merasa jatah hal baik yang bisa didapat jadi&#xA0;berkurang dan habis.</p>
<p>Saat seseorang&#xA0;memiliki perasaan kekurangan seperti ini&#xA0;dan juga negatif terhadap orang yang sukses atau pada orang yang memiliki sesuatu yang tidak dia miliki, artinya dia memberikan energi negatif pada orang sukses&#xA0;tersebut.</p>
<p>Sehingga bagaimana mungkin dia bisa&#xA0;menarik hal yang dia inginkan (kesuksesan) kalau dia memberikan energi negatif pada orang yang memiliki hal yang dia inginkan?</p>
<p>Itu sebabnya hati-hati bergaul dengan orang-orang yang &#x2018;benci&#x2019; atau memiliki pandangan negatif dengan orang kaya atau orang sukses. Jangan sampai Anda jadi ketularan penyakit ini.</p>
<p>Kita justru seharusnya turut senang saat seseorang meraih kesuksesan sehingga&#xA0;kita memberikan energi positif agar&#xA0;kita juga bisa menarik hal yang sama&#xA0;terjadi pada diri kita.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-240" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/WEALTH_PROSPERITY.jpg" alt="Pola Pikir Seperti Ini yang Buat Anda Jadi Kaya, Tetap Kaya dan Lebih Bahagia" width="639" height="362" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/WEALTH_PROSPERITY.jpg 639w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/WEALTH_PROSPERITY-300x170.jpg 300w" sizes="(max-width: 639px) 100vw, 639px"></p>
<h4></h4>
<h4>Jadi Kaya Dulu atau Punya Pola Pikir Berkelimpahan Dulu?</h4>
<p>Yang ada ayam dulu atau telur dulu? &#x1F642;</p>
<p>Jangan dipikir bahwa orang dengan pola pikir berkelimpahan selalu orang kaya sedangkan orang dengan pola pikir kekurangan pasti orang miskin. Sama sekali tidak!</p>
<p>Saya sudah bertemu dengan banyak orang dari berbagai kalangan. Dari level atas, level bawah dan diantaranya. Saya bisa menyimpulkan jumlah kekayaan tidak bisa menunjukkan pola pikir yang dimiliki seseorang.</p>
<p>Pola pikir tidak sama dengan jumlah kekayaan yang dimiliki. Orang bisa saja kaya, tapi memiliki&#xA0;pola pikir kekurangan. Sebaliknya, orang bisa saja masih punya harta terbatas, tetapi bisa jadi punya pola pikir berkelimpahan.</p>
<blockquote><p>Tetapi biasanya yang akan terjadi adalah <strong>orang yang punya pola pikir berkelimpahan, biasanya cepat atau lambat juga akan jadi orang kaya</strong>.</p>
<p>Sebaliknya <strong>orang dengan pola pikir kekurangan, hidupnya begitu-begitu saja dan bahkan pelan-pelan bisa jadi malah menurun hidupnya</strong>.</p></blockquote>
<p>Kenapa hal itu bisa terjadi?</p>
<p>Saya tidak tahu pasti, saya hanya banyak mempelajari dan mengamati kehidupan dan karakter banyak orang saja. Mungkin Tuhan atau Alam Semesta senang pada orang yang memiliki pola pikir berkelimpahan karena orang seperti ini akan bermanfaat bagi banyak orang he..he.. may be &#x1F642;</p>
<p>Kemungkinan lain yang bisa saya pikirkan adalah karena merasa dunia ini berkelimpahan, maka orang dengan&#xA0;<em>pola pikir berkelimpahan</em> lebih optimis, lebih positif dan lebih percaya dengan orang lain.</p>
<p>Sedangkan orang dengan&#xA0;<em>pola pikir kekurangan</em> lebih pesimis, lebih negatif dan lebih tidak percaya dengan orang lain.</p>
<p>Perbedaan cara pikir ini saja sudah jelas bisa membuat hasil yang berbeda dalam hidup seseorang seperti yang saya jelaskan di artikel &#x201C;<a href="https://sukarto.com/mindset-yang-perlu-anda-miliki-untuk-sukses-di-apapun/" target="_blank">Mindset yang Perlu Anda Miliki untuk Sukses di Apapun</a>&#x201D;</p>
<blockquote><p>Yang perlu Anda ingat adalah <strong>pola pikir adalah sesuatu yang bisa dipelajari dan bisa dibentuk karena pola pikir adalah&#xA0;sebuah kebiasaan</strong>.</p></blockquote>
<p>Awalnya mungkin cukup sulit untuk membentuk kebiasaan baru, tetapi lama kelamaan saat Anda mengulangi dan melakukan secara terus menerus, kebiasaan atau pola pikir baru bisa terbentuk dengan kuat.</p>
<h4><strong>Bagaimana Membentuk Pola Pikir Berkelimpahan?</strong></h4>
<p>Dari belajar, mengamati dan bergaul dengan orang-orang yang kaya dan memiliki mindset berkelimpahan, saya menemukan dua pola atau kebiasaan yang mereka miliki.</p>
<p>Dua hal ini lalu saya tiru, saya praktekkan dan hasilnya pelan-pelan saya bisa bangkit dari kondisi terpuruk&#xA0;dan bisa&#xA0;meraih kesuksesan yang dulunya hanya impian saja. Tetapi yang lebih penting adalah &#xA0;saya jadi&#xA0;lebih bahagia dari mempraktekkan dua hal ini.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-232 size-full" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/Abundance_Quote.jpg" alt="Pola Pikir Seperti Ini yang Buat Anda Jadi Kaya, Tetap Kaya dan Lebih Bahagia" width="662" height="441" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Abundance_Quote.jpg 662w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/Abundance_Quote-300x200.jpg 300w" sizes="(max-width: 662px) 100vw, 662px"></p>
<p><strong>Apa dua cara untuk mengembangkan Mindset Berkelimpahan yang saya maksud?</strong></p>
<p>Karena artikel ini saja sudah cukup panjang, saya akan bahas di&#xA0;artikel lanjutan saja yaitu cara pertama bisa Anda baca di <a href="https://sukarto.com/bersyukurlah-lanjutan-dari-cara-memiliki-mindset-abundance/">Cara Pertama untuk Memiliki Mindset Berkelimpahan</a>.</p>
<p>Saat&#xA0;Anda punya pertanyaan atau ingin memberikan komentar tentang isi artikel ini, silakan tuliskan di bagian komentar di bawah ini. Saya membaca dan membalas setiap komentar yang masuk. Thanks.</p>
[sc:cta-akhir-artikel]
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[7 Hal yang Saya Syukuri Saat Ultah ke 42]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><p>Hari ini saya ulang tahun ke 42 (yepppiie &#x1F642; ) Masih masuk kategori umur pemuda menurut kategori umur WHO yang terbaru &#x1F642;</p>
<p>Terlepas saya&#xA0;masuk kategori umur yang mana, saya sendiri merasa masih muda dan tampak masih muda &#x1F642; Ini menurut teman-teman dan banyak alumni BBI he..he..</p>
<p>Saya setuju</p>]]></description><link>https://sukarto.com/7-hal-yang-saya-syukuri-saat-ultah-ke-42/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976e1</guid><category><![CDATA[bersyukur]]></category><category><![CDATA[grateful]]></category><category><![CDATA[ulang tahun]]></category><category><![CDATA[warren buffet]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Thu, 05 Nov 2015 10:28:19 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Birthday-Cake-Candles.jpeg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Birthday-Cake-Candles.jpeg" alt="7 Hal yang Saya Syukuri Saat Ultah ke 42"><p>Hari ini saya ulang tahun ke 42 (yepppiie &#x1F642; ) Masih masuk kategori umur pemuda menurut kategori umur WHO yang terbaru &#x1F642;</p>
<p>Terlepas saya&#xA0;masuk kategori umur yang mana, saya sendiri merasa masih muda dan tampak masih muda &#x1F642; Ini menurut teman-teman dan banyak alumni BBI he..he..</p>
<p>Saya setuju dengan pendapat seseorang bahwa umur itu sesuatu yang relatif, yang penting bagaimana spirit dan energi Anda. Orang bisa saja umur 25 tahun tapi kalau pikirannya ruwet, stress dan energinya rendah, bisa jadi seperti orang sudah 50an, setuju gak? &#x1F642;</p>
<p>Nah salah satu yang saya biasa lakukan saat berulang-tahun adalah <strong>merefleksi diri dan menuliskan&#xA0;hal-hal yang saya syukuri dalam kehidupan ini</strong>. Biasanya saya cuma menuliskannya dalam jurnal pribadi saya, tetapi karena di ulang-tahun kali ini saya juga <strong><a href="https://sukarto.com/">Grand Launching SUKARTO.COM</a> </strong>maka hari ini saya menuliskan hal-hal yang saya syukuri di blog pribadi Sukarto.com ini.</p>
<p>Siapa tahu hal ini bisa menginspirasi dan memberikan manfaat bagi banyak orang. Bukankah itu hadiah terbaik yang bisa saya berikan pada dunia? &#x1F642;</p>
<h3>Kenapa Perlu Bersyukur?</h3>
<p><img loading="lazy" class="alignleft wp-image-217" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/I-am-grateful-for.jpg" alt="7 Hal yang Saya Syukuri Saat Ultah ke 42" width="350" height="298" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/I-am-grateful-for.jpg 500w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/I-am-grateful-for-300x256.jpg 300w" sizes="(max-width: 350px) 100vw, 350px">Bagi sebagian besar orang, bersyukur (atau <em>grateful</em> dalam Bahasa Inggris) bukanlah sesuatu yang sering dilakukan secara rutin.</p>
<p>Malah ini sebuah kata yang cukup asing bagi banyak orang. Saya sendiri terus terang sampai umur 30-an, &#xA0;juga tidak terlalu tahu tentang makna bersyukur dan saya tidak pernah melakukannya.</p>
<p>Saya tentu pernah membacanya di buku, tetapi saya tidak menangkap esensi-nya sehingga tidak pernah tertarik untuk melakukannya.</p>
<p>Saya sibuk memikirkan apa yang ingin saya raih (goal) dan impian-impian yang belum tercapai. Saya sibuk dengan kesuksesan yang telah diraih oleh banyak orang lain, tetapi belum saya raih (perasaan saya saat itu).</p>
<p>Jadi bersyukur bukanlah sesuatu yang saya terpikir untuk lakukan. Saya merasa kalau orang sudah meraih kesuksesan dan impian-impiannya, barulah bisa&#xA0;bersyukur. Betapa dangkalnya pemikiran saya saat itu he..he.. &#x1F642;</p>
<p>Sampai akhirnya kehidupan memberikan sebuah &#x2018;pelajaran keras&#x2019; bagi saya dalam bentuk kegagalan bisnis dan kebangkrutan total sehingga saya stress berat, hopeless / tanpa harapan dan kehilangan kepercayaan diri.</p>
<p>Saat di kondisi seperti itulah, saat mencari banyak inspirasi untuk bangkit kembali, saya menemukan makna dan manfaat sesungguhnya dari bersyukur.</p>
<p>Saya sudah lupa dari mana asalnya pemikiran berikut ini, apa dari buku, video atau artikel yang saya baca, tetapi akhirnya&#xA0;saya jadi memiliki pengertian&#xA0;ini. Kata-kata persis sudah lupa, tetapi saya ingat intinya yaitu:</p>
<blockquote><p>Untuk Sukses, Anda perlu fokus dan&#xA0;semangat untuk&#xA0;meraih&#xA0;hal-hal yang belum Anda miliki.</p>
<p>Untuk Bahagia, Anda cuma perlu&#xA0;mensyukuri hal-hal yang telah Anda miliki.</p>
<p>Pilihlah Bahagia terlebih dahulu maka Kesuksesan juga akan Anda raih.</p></blockquote>
<p>Semua orang mau bahagia dan sampai titik itu, saya selalu berpikir bahwa bahagia hanya bisa dicapai saat Anda sudah meraih apapun yang Anda inginkan (dasar anak muda yang naif he..he..)</p>
<p>Saat itu saya jelas tidak bahagia. Saya cukup kaget diingatkan bahwa untuk bahagia sebetulnya resepnya cukup sesederhana itu yaitu&#xA0;<strong>mensyukuri hal-hal yang telah Anda&#xA0;miliki</strong>. Dan kata-kata berikutnya &#x201C;<strong>Pilihlah bahagia terlebih dahulu, maka kesuksesan juga akan Anda raih</strong>&#x201D;</p>
<p>Kok bisa ya??? Saya bingung dengan kalimat itu&#x2026;</p>
<p>Tetapi&#xA0;karena saat itu saya memang dalam proses untuk bangkit, saya terbuka dengan segala hal yang bisa membantu saya untuk bangkit. Saya menelusuri lebih jauh tentang konsep ini dan saya menemukan insight-insight yang menarik yang ingin saya sharingkan disini.</p>
<p>Setiap pikiran ternyata&#xA0;memiliki energi, bahkan memancarkan energi. Anda sedang marah, sedih, bahagia, senang dll, itu semua ada energinya.</p>
<p>Itu sebabnya Anda kadang bisa merasakan perasaan tidak enak saat masuk ke ruangan yang penuh dengan orang yang marah atau&#xA0;sedih, padahal Anda tidak mendengar perbincangan sebelumnya. Dan kadang Anda jadi ikut larut dalam suasana penuh kemarahan dan kesedihan.</p>
<p>Sebaliknya saat Anda berkumpul dengan orang yang happy, senang dan antusias, Anda jadi merasa ikut happy, senang dan antusias. Itu sebabnya biasanya kita senang kumpul dengan orang yang seperti ini, karena kita jadi ketularan &#x1F642; Oleh sebab itu saya pribadi biasanya agak menjaga jarak dengan orang yang saya tahu penuh dengan pikiran negatif, karena ibarat virus, saya tidak mau kena virus negatif.</p>
<p>Nah saya menemukan dari pembelajaran saya bahwa ternyata:</p>
<blockquote><p>&#xA0;<strong>Perasaan bahagia dan bersyukur memiliki gelombang energi yang paling tinggi dari semua emosi positif lainnya.&#xA0;</strong></p></blockquote>
<p>Saya jadi mulai mengerti hubungan antara orang yang bahagia, akan lebih mudah meraih kesuksesan. Orang yang penuh rasa syukur juga akan lebih maju dalam kehidupannya.</p>
<blockquote><p>Saat Anda&#xA0;memancarkan energi yang bagus seperti happy, penuh rasa syukur dan penuh kasih, ibarat Anda&#xA0;itu jadi magnet bagi hal-hal yang bagus.</p>
<p>Sebaliknya saat Anda&#xA0;memancarkan energi negatif seperti kemarahan, kesedihan, iri hati, penyesalan dll maka Anda malah jadi magnet bagi hal-hal yang jelek.</p></blockquote>
<p>Begitu saya menyadari hal tersebut, saya langsung Sold Out dengan ide bahwa saya perlu lebih banyak bersyukur dengan&#xA0;hal-hal yang telah saya miliki di kehidupan ini.</p>
<h3>Tapi, Apa yang Bisa Saya Syukuri?</h3>
<p>Nah tapi saat itu, saya juga bingung apa yang bisa saya syukuri?</p>
<p>Saya kehilangan semua modal yang saya miliki, bahkan minus karena masih ada hutang banyak di bank. Saya tidak punya bisnis atau pekerjaan yang menghasilkan. Mobil sudah dijual untuk menghidupi keluarga. Anak masih kecil dan saya bingung, apa yang harus saya kerjakan. Terus terang cukup sulit untuk bersyukur saat kondisi seperti itu.</p>
<p>Tetapi berkat petunjuk dari salah satu buku, saya mulai memikirkan apa yang masih saya miliki, dari hal-hal kecil. Saya lalu menulis:</p>
<ul>
<li>Saya masih punya&#xA0;orangtua (mama) dan saudara-saudara kandung yang mendukung dan percaya dengan saya, bahkan membantu saya jika diperlukan.</li>
<li>Saya masih memiliki istri dan anak yang mencintai saya.</li>
<li>Saya dan keluarga masih tinggal di sebuah rumah, terlindung dari panas dan hujan, walaupun sertifikatnya jadi jaminan di bank &#x1F642;</li>
<li>Saya masih punya satu mobil lama sebagai alat transportasi.</li>
<li>Saya masih punya teman-teman yang baik dan mendukung saya bahkan mungkin akan membantu jika saya minta tolong.</li>
<li>Saya &#xA0;masih punya sedikit cash yang bisa saya gunakan untuk merintis usaha yang tidak membutuhkan modal besar.</li>
<li>Saya masih punya keahlian, pengalaman dan pengetahuan tentang bisnis, teknologi, web development dan lainnya.</li>
<li>Saya masih punya banyak buku yang bisa saya pelajari untuk meningkatkan diri saya.</li>
</ul>
<p>Semakin saya menulis hal-hal yang saya bisa syukuri, semakin banyak hal-hal yang bisa saya tulis seperti:</p>
<ul>
<li>Saya bersyukur dalam kondisi sehat dan punya anggota badan yang lengkap sehingga bisa bekerja apapun yang saya inginkan.</li>
<li>Saya bersyukur masih bisa makan dan memberi kehidupan dan perlindungan pada istri dan anak saya.</li>
<li>Saya bersyukur memiliki istri dan anak yang sehat dan lucu sehingga memberikan suasana ceria saat bermain dengan anak saya.</li>
<li>Dan masih banyak lagi.</li>
</ul>
<p>Akhirnya saya bisa menuliskan banyak sekali dan setelah selesai menuliskannya, saya jauh lebih merasa bahagia daripada sebelum menuliskannya. Amazing ya &#x1F642;</p>
<p>Saya jadi lebih rileks, lebih tenang dan lebih tidak stress dalam menghadapi situasi sulit yang sedang saya hadapi saat itu. Dan itu semua mendukung dalam membuat perubahan sedikit demi sedikit terhadap kehidupan saya dan keluarga hingga saat ini semakin banyak yang bisa saya syukuri dalam kehidupan ini.</p>
<p>Amazing, kalau dipikir-pikir semua itu dimulai dari mulai <strong>bisa bersyukur dan merasa bahagia dengan kondisi apapun yang Anda hadapi&#xA0;saat ini</strong>.</p>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-218" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/GRATITUDE.jpg" alt="7 Hal yang Saya Syukuri Saat Ultah ke 42" width="1280" height="640" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/GRATITUDE.jpg 1280w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/GRATITUDE-300x150.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/GRATITUDE-1024x512.jpg 1024w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/GRATITUDE-1020x510.jpg 1020w" sizes="(max-width: 1280px) 100vw, 1280px"></p>
<h3>Apa yang Saya Syukuri Saat Ini?</h3>
<p>Seiring dengan waktu, semakin banyak hal-hal yang saya syukuri dalam kehidupan saya.&#xA0;Untuk ulang tahun di tahun 2015 ini saya akan menuliskannya 7 yang paling penting&#xA0;berikut ini.</p>
<h4>1. Memiliki Mama yang Sehat, Mendukung dan Sayang dengan Saya</h4>
<p>Memiliki orangtua yang baik , sayang dan mendukung kita adalah sebuah berkat yang tiada-taranya. &#xA0;Saya telah melihat begitu banyak anak yang tumbuh kacau karena faktor orangtua. Tetapi walaupun memiliki orangtua yang kurang baik, jasa mereka terlalu besar bagi kita &#xA0;sebagai anak sehingga membalas jasa pada orangtua adalah sebuah kewajiban penting.</p>
<p>Saya bersyukur bisa dengan mudah untuk bercakap-cakap dan ngobrol tentang berbagai hal dengan mama saya melalui telpon. Tidak semua orangtua dan anak memiliki hubungan seperti ini.</p>
<p>Saya bersyukur mama saya masih sehat sampai saat ini sehingga masih bisa saya ajak jalan-jalan, baik ke luar negeri maupun ke dalam negeri seperti beberapa bulan lalu, Trans Jawa &#x1F642;</p>
<h4>2. Memiliki Istri dan Anak yang Saya Cintai dan Mencintai Saya</h4>
<p>Saat Anda sudah berkeluarga, Anda akan mengerti bahwa memiliki keluarga yang bisa Anda cintai tanpa syarat dan mencintai Anda pula adalah sebuah kebahagiaan besar.</p>
<p>Saya bersyukur istri saya tetap percaya dan mendukung saya saat kondisi keuangan keluarga terpuruk. Hal ini memberi saya motivasi untuk bangkit secepatnya.</p>
<p>Saya bersyukur memiliki anak yang begitu menyenangkan untuk diajak ngobrol, bermain dan makan bareng. Pelajaran terbesar dalam kehidupan saya dapatkan saat saya belajar jadi orangtua.&#xA0;Terimakasih buat anak saya karena telah memberikan kesempatan berharga ini.</p>
<h4>3. Memiliki Saudara yang Baik, Percaya dan Mendukung Saya</h4>
<p>Saya memiliki 3 saudara kandung dan dari sisi istri ada 2 saudara kandung. Mereka semua adalah saudara-saudara paling baik yang bisa Anda miliki. Saya bersyukur bisa memiliki hubungan saudara dengan mereka semua.</p>
<h4>4. Memiliki Tubuh yang Sehat dan Penuh Energi</h4>
<p>Beberapa tahun yang lalu, saya dalam kondisi dimana tubuh saya penuh masalah. Saya overweight 20 kg lebih dari seharusnya. Cepat capek. Telat makan bisa gemetar. Hasil cek lab sungguh membuat shock.</p>
<p>Dari situ, saya mengambil keputusan untuk hidup lebih sehat dengan menurunkan berat badan, makan lebih sehat, olahraga teratur dan lain-lain.</p>
<p>Sejak tahun lalu berat badan saya sudah mendekati yang seharusnya dan tahun ini semakin hari semakin langsing (kata teman-teman dan peserta training he..he..).</p>
<p>Kondisi tubuh sudah jauh lebih sehat, energi tubuh saya jauh lebih baik daripada dulu dan olahraga menjadi sahabat dan rutinitas yang menyenangkan. Setiap minggu bisa 4-5 hari olahraga.</p>
<p>Dulu saya renang paling cuma bisa 25 meter, sekarang 200 meter tanpa berhenti tidak ada masalah. Dulu gak mungkin berani &#xA0;tanding renang dengan istri, sekarang kalau tanding renang malah bisa menang he..he.. (apa dia ngalah kali ya).&#xA0;Kami sekeluarga juga rutin hash atau on-on atau hiking ke daerah perbukitan untuk jalan sehat.</p>
<p>Saya bersyukur mengambil&#xA0;keputusan untuk menjadi lebih sehat dua tahun lalu dan sangat bersyukur dengan kondisi tubuh yang saya miliki saat ini.</p>
<h4>5. Memiliki dan Menjalani Karir dan Bisnis yang Saya Cintai</h4>
<p>Seperti kata-kata dari&#xA0;Warren Buffet bahwa sungguh beruntung orang yang bisa setiap hari menjalani karir atau bisnis yang dia sukai dan menghasilkan income besar dari situ.</p>
<p>Saya ada menjelaskan hal ini cukup panjang lebar di artikel &#x201C;<a href="https://sukarto.com/5-sebab-mengapa-anda-perlu-menyenangi-pekerjaan-anda-rahasia-warren-buffet-dan-steve-jobs/" target="_blank">5 Sebab Mengapa Anda Perlu Menyenangi Pekerjaan Anda (Rahasia Warren Buffet dan Steve Jobs)</a>&#x201D;</p>
<p>Ya, saya merasa sungguh beruntung dan bersyukur &#xA0;akhirnya bisa membangun dan menjalani karir dan bisnis yang menggabungkan&#xA0;dua hal yang sangat saya cintai&#xA0;yaitu : <strong>Mengajar</strong> dan <strong>Teknologi</strong>.</p>
<p>Memang butuh lebih dari 10 tahun bagi&#xA0;saya untuk menemukan posisi saya di dunia ini.&#xA0;Saya jadi memiliki kesempatan untuk mengajar sesuatu yang saya senangi yaitu tentang internet, bisnis, marketing dan psikologis. Saya juga sangat happy <strong>jadi bisa berkontribusi untuk mengubah kehidupan banyak orang menjadi lebih baik</strong>. Sesuatu yang sangat penting bagi diri saya.</p>
<p>Setiap hari saya bersyukur karena menjalani dan melakukan hal-hal yang orang lain mungkin melihatnya sebagai pekerjaan, tetapi saya melihatnya sebagai sesuatu yang mengasyikkan (It&#x2019;s not Work, Man!! he..he.. )</p>
<h4>6.&#xA0;Memiliki Teman-Teman dan Lingkungan yang Positif, Antusias dan Mau Maju</h4>
<p>Karena sering mengadakan training-training melalui&#xA0;<a href="http://belajarbisnisinternet.com/?ref=sukarto.com" target="_blank">BelajarBisnisInternet.com</a>, saya jadi ketemu banyak teman-teman baru, anak muda yang hebat-hebat. Saya&#xA0;sungguh bersyukur jadi memiliki lingkungan yang positif, antusias dan punya semangat maju yang besar.</p>
<p>Orang-orang muda yang hebat-hebat seperti David Pranata, Ronny Setiawan, Hans Richardo, Rudy Hermawan, Steven Chang, Iphin Cow, Riki Yohanes, Johan Edison, Veli Sungono, Benny Ho dan masih banyak lagi yang tidak bisa disebut satu per satu. Saya jadi tambah muda karena gaulnya dengan banyak orang muda sih &#x1F642;</p>
<p>Saya juga bersyukur masih tetap bisa terus berkomunikasi dengan&#xA0;teman lama berupa&#xA0;diskusi dan bertukar pikiran seperti &#xA0;<a href="http://joehartanto.com/?ref=sukarto.com" target="_blank">Joe Hartanto</a> &amp; Wei-wei (penulis banyak buku laris di bidang property investment dan financial freedom), Ariesandi dan lain-lain.</p>
<p>Saya bersyukur dengan semua teman-teman dan lingkungan positif ini. Memiliki teman-teman seperti ini adalah&#xA0;sesuatu yang sangat saya&#xA0;syukuri. Saya merasa kaya dan makmur hanya dari memiliki banyak teman-teman seperti mereka.</p>
<h4>7. Memiliki dan&#xA0;Menikmati&#xA0;Kebebasan</h4>
<p>Saya pernah kerja full-time di perusahaan selama 4 tahun lebih, lalu membangun bisnis sendiri bertahun-tahun dimana saya terikat untuk hadir jam 8 pagi dan pulang sore bahkan malam. Saya tidak menikmati masa-masa itu.</p>
<p>Tetapi semenjak saya membangun bisnis online dan internet beberapa tahun ini, saya bersyukur bisa memiliki dan menikmati kebebasan yang tidak banyak bisa menikmatinya.</p>
<p>Saya tidak perlu ke kantor jam 8 pagi dan pulang sore jam 5 sehingga saya bisa antar anak saya ke sekolah, bisa baca buku saat saya ingin baca buku, bisa kerja jam berapapun saya mau, bisa makan siang dengan istri bahkan kadang nonton bioskop di siang hari, saat banyak orang sedang bekerja &#x1F642;&#xA0;Sore masih bisa jemput anak dari sekolah, antar anak ke les lalu bersama keluarga bisa olahraga bareng di Sport Center.</p>
<p>Memang saya belum mencapai kebebasan keuangan dan waktu sepenuhnya&#xA0;seperti yang saya impikan tetapi merasakan kebebasan seperti ini sudah seperti impian saya sejak lama. Bahkan bisa travelling sambil monitor bisnis kami seperti yang saya tuliskan&#xA0;di artikel &#x201C;<a href="http://belajarbisnisinternet.com/nikmatnya-bisnis-yang-memberikan-kebebasan/?ref=sukarto.com" target="_blank">Nikmatnya Bisnis yang Memberikan Kebebasan</a>&#x201C;.</p>
<p>Saya sangat bersyukur atas hal ini dan berharap semakin banyak orang bisa menjalaninya karena sungguh asyik dan keren he..he.. &#x1F642;</p>
<div class="divi cdivi"></div>
<p>Ya itulah 7 hal utama yang saya syukuri saat ini. Sekarang, kalau berkenan, giliran Anda untuk menuliskan hal-hal yang Anda syukuri di bagian komentar di bawah artikel ini.</p>
<p>Semoga&#xA0;sharing pengalaman dan pembelajaran ini bisa menjadi&#xA0;sebuah hadiah yang berguna untuk&#xA0;Anda saat saya berulang-tahun ke 42 hari ini. Terimakasih juga atas semua ucapan ulang-tahunnya. I really appreciate it &#x1F642;</p>
<p>Praktekkan untuk Sering Bersyukur karena saya yakin akan bermanfaat bagi kehidupan Anda. Anda bisa&#xA0;jadi menjadi lebih bahagia, lebih menghargai apa yang telah Anda miliki dan tentu akan bisa mendukung Anda untuk meraih kesuksesan yang lebih besar.</p>
[sc:cta-akhir-artikel ]
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[5 Sebab Mengapa Anda Perlu Menyenangi Pekerjaan Anda (Rahasia Warren Buffet dan Steve Jobs)]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><p>Apa kesamaan dari dua orang yang sangat sukses dan sangat kaya ini ?</p>
<p>Yang pertama, <strong>Warren Buffet</strong>, adalah salah satu investor saham paling kaya dan paling terkenal (sempat bertahun-tahun jadi orang terkaya di dunia) dimana filosofi dan cara dia berinvestasi dipelajari oleh hampir semua orang yang terjun ke pasar saham.</p>
<p>Yang</p>]]></description><link>https://sukarto.com/5-sebab-mengapa-anda-perlu-menyenangi-pekerjaan-anda-rahasia-warren-buffet-dan-steve-jobs/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976e0</guid><category><![CDATA[karir bermakna]]></category><category><![CDATA[sukses]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Mon, 05 Oct 2015 07:15:23 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Nasehat-Sukses-dari-Warren-Buffet-dan-Steve-Jobs.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/Nasehat-Sukses-dari-Warren-Buffet-dan-Steve-Jobs.jpg" alt="5 Sebab Mengapa Anda Perlu Menyenangi Pekerjaan Anda (Rahasia Warren Buffet dan Steve Jobs)"><p>Apa kesamaan dari dua orang yang sangat sukses dan sangat kaya ini ?</p>
<p>Yang pertama, <strong>Warren Buffet</strong>, adalah salah satu investor saham paling kaya dan paling terkenal (sempat bertahun-tahun jadi orang terkaya di dunia) dimana filosofi dan cara dia berinvestasi dipelajari oleh hampir semua orang yang terjun ke pasar saham.</p>
<p>Yang kedua, <strong>Steve Jobs (Alm)</strong>, seperti yang Anda ketahui adalah pendiri Apple Company yang telah membuat Apple menjadi salah satu perusahaan paling berharga di dunia karena deretan produk mega best sellernya seperti iPhone, iPad, Macbook dan lain-lain.</p>
<p>Mereka mungkin berasal dari dua industri yang sangat berbeda, tetapi ada 1 kesamaan yang menurut saya merupakan &#x2018;rahasia sukses&#x2019; mereka. Kita bisa tahu dan mempelajari &#x2018;rahasia&#x2019; mereka ini karena mereka berdua sering menjelaskannya ke publik.</p>
<p>Apa rahasia dan kesamaan dari dua orang hebat ini?</p>
<p>Tidak lain tidak bukan adalah <strong><i>Mereka Berdua Sangat Mencintai Pekerjaan Mereka</i></strong> seperti yang tampak dari quotes atau kutipan dari dua orang hebat ini :</p>
<h3>Quotes dari Warren Buffet :</h3>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter size-full wp-image-190" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/warren-buffet-quotes.png" alt="5 Sebab Mengapa Anda Perlu Menyenangi Pekerjaan Anda (Rahasia Warren Buffet dan Steve Jobs)" width="697" height="160" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/warren-buffet-quotes.png 697w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/warren-buffet-quotes-300x69.png 300w" sizes="(max-width: 697px) 100vw, 697px"><br>
<strong><i>Bisa melakukan hal yang Anda cintai setiap hari adalah sebuah kemewahan tertinggi. Khususnya ketika Anda bisa melakukannya dengan orang-orang yang hebat di sekitar Anda.</i></strong></p>
<div class="divi cdivi"></div>
<blockquote><p>I am really no different than you. I may have more money than you do, but money doesn&#x2019;t make the difference&#x2026;</p>
<p><strong>If there is any difference between you and me, it may simply be that I get up every day and have a chance to do what I love to do, every day.</strong></p>
<p>If you want to learn anything from me, this is the best advice I can give you.&#x201D;</p></blockquote>
<p>Terjemahannya kurang lebih sebagai berikut:</p>
<p>&#x201C;<i>Saya tidak banyak berbeda dengan Anda. Saya mungkin punya lebih banyak uang daripada Anda, tetapi uang tidak membuat perbedaan..</i><br>
<i>&#xA0;</i><br>
<strong><i>Jika ada yang berbeda antara Anda dan saya, itu adalah saya bangun setiap hari dan mempunyai kesempatan untuk melakukan pekerjaan yang saya cintai, setiap hari.</i></strong><br>
<i>&#xA0;</i><br>
<i>Jika Anda ingin belajar dari saya, <strong>inilah nasehat terbaik yang bisa saya berikan pada Anda</strong></i>&#x201D;</p>
<div class="divi ddivi"></div>
<h3>Quotes dari Steve Jobs</h3>
<p>Berikut adalah kata-kata sambutan Steve Jobs pada lulusan Stanford University :</p>
<blockquote><p><i>Sometimes life will hit you in the head with a brick. Don&#x2019;t lose faith. I&#x2019;m convinced that <strong>the only thing that kept me going was that I loved what I did. You&#x2019;ve got to find what you love</strong>. This is true for work, as it is for your lovers.&#xA0;</i><br>
<i>&#xA0;</i><br>
<i>Your work is going to fill a large part of your life, and <b>the only way to be truly satisfied is to do what you believe is great work; and the only way to do great work is to love what you do</b>.</i></p></blockquote>
<p>Terjemahannya kurang lebih sebagai berikut:</p>
<p><i>Kadang-kadang hidup akan memukul kepala Anda dengan batu, tapi jangan hilang kepercayaan. Saya yakin bahwa <strong>satu-satunya yang membuat saya terus bangkit adalah karena saya mencintai apa yang saya lakukan.</strong> Anda benar-benar harus menemukan apa yang Anda cintai, baik itu di pekerjaan ataupun di kehidupan cinta Anda.</i><br>
<i>&#xA0;</i><br>
<i>Pekerjaan Anda akan mengambil porsi besar dari kehidupan Anda dan <b>satu-satunya cara untuk bisa meraih kepuasaan adalah dengan melakukan pekerjaan Anda dengan Hebat, dan itu hanya bisa dicapai jika Anda mencintai apa yang Anda lakukan.</b></i></p>
<div class="divi cdivi"></div>
<p>Wow! Saat saya membaca untuk pertama kalinya dua quotes dari dua orang hebat (yang juga idola saya) yang juga merupakan orang-orang terkaya di dunia, saya sampai merinding.</p>
<p><strong>Mereka berdua tidak menasehati orang untuk terjun di bidang atau pekerjaan atau bisnis yang menghasilkan paling banyak uang, tetapi keduanya sama-sama menyarankan kita bekerja di pekerjaan, karir atau bisnis yang kita cintai.</strong></p>
<p>Mungkin Anda bertanya-tanya, WHY? Kenapa bekerja di bidang yang Anda cintai adalah hal penting?</p>
<p>Dari pengalaman saya pribadi, riset dan banyak membaca, saya menemukan ada 5 sebab utama mengapa penting untuk menemukan pekerjaan, karir atau bidang yang Anda cintai.</p>
<p>Paling tidak ada <strong>5 sebab dan manfaat yang bisa Anda dapatkan saat Anda melakukan pekerjaan, karir atau bisnis yang Anda senangi/cintai.</strong></p>
<h4>1. Anda akan lebih bahagia dan lebih menikmati hari-hari Anda</h4>
<p>Bagi sebagian besar orang, waktu bekerja akan memakan waktu rata-rata 8 jam sehari atau separo dari waktu Anda bangun. Jadi jika Anda mengerjakan pekerjaan/karir/bisnis yang Anda benci, tentu sengsara ya, menjalani 8 jam tiap hari dengan perasaan tidak menyenangkan.</p>
<p>Sebaliknya saat Anda menjalani pekerjaan/karir/bisnis yang Anda senangi, 8 jam sehari tidak terasa seperti kerja tetapi Anda merasa sedang mengerjakan sesuatu yang mengasyikkan. Anda tidak sabar berangkat kerja, setiap hari adalah hari-hari yang menyenangkan.</p>
<p>Pilih mana? &#x1F642;</p>
<h4>2. Anda akan punya semangat dan energi lebih untuk berupaya menjadi lebih baik atau lebih hebat di pekerjaan Anda.</h4>
<p>Di jaman sekarang yang penuh perubahan, tidak ada pekerjaan/karir atau bisnis yang statis atau tidak berubah. Apapun bidangnya, Anda dituntut untuk terus meningkatkan keahlian, ketrampilan ataupun pengetahuan dengan misalkan ikut pelatihan tertentu, membaca buku/artikel, ikut seminar/conference dan lain-lain.</p>
<p>Hal ini tentu sangatlah enggan Anda lakukan jika Anda sedang menjalankan pekerjaan/karir/bisnis yang Anda tidak sukai. Bagi Anda kerja 8 jam sehari sudah siksaan, bagaimana mungkin Anda mau menginvestasikan waktu bahkan uang untuk belajar meningkatkan diri di luar jam kerja Anda?</p>
<p>Berbeda sekali saat Anda sedang menjalankan pekerjaan/karir/bisnis yang Anda senangi. Anda akan punya semangat dan energi lebih untuk semakin baik dan semakin menjadi expert/jago di bidang Anda. Mengikuti pelatihan, sertifikasi, conference, baca buku dll akan Anda lakukan dengan senang hati.</p>
<h4>3. Anda akan lebih mudah membuat&#xA0;Karya Hebat atau Kesuksesan Besar.</h4>
<p>Seperti yang disebutkan oleh Alm. Steve Jobs, satu-satunya cara untuk menghasilkan Karya Hebat atau Kesuksesan Besar adalah Anda perlu mencintai pekerjaan atau bidang yang Anda kerjakan. Karena hanya dengan begitulah, Anda akan rela untuk berlembur-lembur dan menghabiskan banyak waktu untuk menghasilkan karya hebat Anda.</p>
<h4>4. Anda akan lebih mudah untuk memiliki tekad dan kemampuan dalam mengatasi kesulitan atan tantangan yang ada.</h4>
<p>Tidak bisa dipungkiri bahwa di setiap pekerjaan/karir/bisnis yang Anda jalani, pasti suatu ketika Anda akan mengalami tantangan atau kesulitan. Saat bidang yang Anda jalani adalah sesuatu yang Anda senangi, biasanya Anda akan lebih punya tekad, kreatifitas dan kemampuan untuk mengatasi berbagai kesulitan atau tantangan yang ada.</p>
<p>Sebaliknya orang yang membenci pekerjaan/karir/bisnis yang dia jalani, saat menghadapi tantangan atau kesulitan, seringkali lebih mudah menyerah atau seringkali jadinya menyalahkan orang/pihak lain sebagai penyebab kesulitan yang dialami.</p>
<h4>5. Anda akan lebih merasa hidup Anda berarti atau bermakna.</h4>
<p>Saat Anda menjalani pekerjaan/karir/bidang bisnis yang Anda senangi, akan lebih mudah merasakan hidup Anda berarti atau bermakna. Anda merasa sedang menjalani kehidupan yang memang menjadi takdir Anda. Anda menjalani hidup Anda dengan suka cita.</p>
<div class="divi cdivi"></div>
<p>Itulah 5 alasan dan manfaat yang Anda dapatkan saat Anda menjalani pekerjaan/karir/bisnis yang Anda senangi/cintai.&#xA0;Seperti apakah orang yang sedang menjalani pekerjaan atau karir yang dia cintai? Anda ingin tahu?</p>
<p>Saya akan menunjukkannya dalam bentuk video.&#xA0;Saat pertama kali saya melihatnya, saya bisa merasakan bahwa mereka ini sedang menjalani karir yang sangat mereka cintai. &#xA0;Lihatlah bagaimana mereka begitu fun dan enjoy di video ini.&#xA0;Anda bisa melihat 5 point yang saya jelaskan diatas di video ini.&#xA0;Tidaklah heran kalau mereka jadi begitu sukses (tiket konsernya selalu sold out).</p>
<div class="rve"><iframe id="player325" src="//www.youtube.com/embed/jzF_y039slk?not_used=1&amp;rel=0&amp;modestbranding=1" height="400" width="100%" frameborder="0" allowfullscreen></iframe></div>
<div class="bdv" style="height:3em">&#xA0;</div> Bagaimana? Keren ya? &#x1F642;<p></p>
<p>Lihatlah video-video lain dari <a href="https://www.youtube.com/user/ThePianoGuys?ref=sukarto.com" target="_blank">The Piano Guys</a> ini. Semua video dan musik mereka sangat indah. Energi, antusias dan semangat mereka tampak sekali dalam &#xA0;karya-karya mereka.</p>
<p>Tetapi sebelum Anda terlalu excited atau bersemangat dengan apa yang saya jelaskan di artikel ini, saya harus jujur dan berterus-terang bahwa tidaklah mudah untuk menemukan pekerjaan, karir atau bisnis yang Anda senangi/cintai sekaligus bisa memberikan kompensasi/reward sehingga Anda bisa hidup dari pekerjaan/karir tersebut.</p>
<p>Perjalanan hidup saya sendiri menunjukkan bahwa saya butuh lebih dari 14 tahun sejak lulus kuliah, dari bekerja sebagai karyawan, mencoba beberapa usaha dan karir, sebelum akhirnya menemukan bisnis dan karir yang saya cintai dan menghasilkan income besar dari situ.</p>
<p>Sehingga saya sering bilang pada orang-orang yang pada usia muda sudah berhasil menemukan bisnis, karir atau pekerjaan yang dia cintai dan menghasilkan uang yang besar dari situ sebagai orang yang sangat beruntung.</p>
<p>Saya tidak seberuntung itu, tetapi <strong>bukankah lebih baik terlambat daripada seumur hidup melakukan pekerjaan/karir/bisnis yang Anda benci dan menghasilkan income yang kecil</strong>, betul tidak? &#x1F642;</p>
<blockquote><p>Untuk bisa menemukan pekerjaan/karir/bisnis yang Anda senangi dan menghasilkan income besar dari situ memang memerlukan introspeksi diri dan mau mencoba banyak hal baru.</p>
<p>Saat Anda banyak mencoba berbagai macam pekerjaan/karir/bisnis, Anda akan bisa merasakan mana yang suka dan mana yang tidak Anda suka. Lihat apa benang merahnya dan tarik kesimpulan Anda sendiri.</p></blockquote>
<p>Tapi batasi juga berapa lama waktu yang Anda berikan untuk mencoba sebuah pekerjaan/karir/bisnis baru. Jangan sampai Anda menjalankan dan struggle di sebuah pekerjaan/karir/bisnis selama 10 tahun! Anda akan kehabisan waktu!</p>
<p>Biasanya (tentu tidak ada ukuran pasti tentang hal ini) setelah 1 tahun, Anda sudah tahu kok, apakah Anda menyenangi bidang tersebut, apakah Anda mau melanjutkannya atau tidak dan apakah Anda memang bisa menghasilkan uang dari situ untuk penghidupan Anda.</p>
<p>Ok, sekarang giliran Anda, <strong>apa pekerjaan/karir/bidang bisnis yang Anda cintai dan sukai</strong>, tolong share di bawah ini ya, sehingga &#xA0;bisa menginspirasi dan memberikan ide-ide buat teman-teman&#xA0;pembaca lainnya.</p>
<p>Terimakasih.<br>
[sc:cta-akhir-artikel ]
<!--kg-card-end: html--></p>]]></content:encoded></item><item><title><![CDATA[Tips Produktifitas No 1 untuk Menyelesaikan Pekerjaan Lebih Cepat]]></title><description><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><p>Apakah Anda pernah mengeluh tentang kekurangan waktu? Anda merasa ada begitu banyak hal yang harus diselesaikan tetapi tidak&#xA0;ada waktu. Anda merasa waktu 24 jam itu kurang. Anda merasa agak stress dan tertekan kalau memikirkan daftar task atau kerjaan yang harus dilakukan.</p>
<p>Jika pernah, Selamat!! Berarti Anda NORMAL!! he.</p>]]></description><link>https://sukarto.com/tips-produktifitas-no-1-untuk-menyelesaikan-pekerjaan-lebih-cepat/</link><guid isPermaLink="false">65fc30b19f89ee00018976df</guid><category><![CDATA[time boxing]]></category><dc:creator><![CDATA[Sukarto Sudjono]]></dc:creator><pubDate>Wed, 05 Aug 2015 16:31:45 GMT</pubDate><media:content url="https://sukarto.com/content/images/wordpress/busy-person.jpg" medium="image"/><content:encoded><![CDATA[<!--kg-card-begin: html--><img src="https://sukarto.com/content/images/wordpress/busy-person.jpg" alt="Tips Produktifitas No 1 untuk Menyelesaikan Pekerjaan Lebih Cepat"><p>Apakah Anda pernah mengeluh tentang kekurangan waktu? Anda merasa ada begitu banyak hal yang harus diselesaikan tetapi tidak&#xA0;ada waktu. Anda merasa waktu 24 jam itu kurang. Anda merasa agak stress dan tertekan kalau memikirkan daftar task atau kerjaan yang harus dilakukan.</p>
<p>Jika pernah, Selamat!! Berarti Anda NORMAL!! he..he.. &#x1F642;</p>
<p>Apalagi kalau Anda baru memulai bisnis online. Daftar hal yang harus Anda kerjakan ada banyak (seperti tidak ada habisnya). Dari riset keyword, buat website, mengisi konten, melakukan SEO (On Page &amp; Off Page), Social Media, Promosi, Jawab Email dan masih banyak lagi.</p>
<p>Saya dulu pikir cuma saya yang sering merasa begitu. Coba saja 1 hari itu 36 jam, pasti semua pekerjaan bisa saya selesaikan (gimana caranya he..he.. asal mikir saja). Ternyata setelah banyak ngobrol dan diskusi dengan teman, klien dan alumni dari training/workshop, ternyata banyak sekali yang merasakan hal yang sama.</p>
<p>Ada banyak pekerjaan, waktunya yang kurang. Kira-kira begitu inti dari keluhan saya dan banyak orang yang saya ajak diskusi.</p>
<p>Tetapi kalau kita melihat kenyataan, orang yang sukses di karir atau bisnis atau dibidang apapun, punya waktu yang sama dengan kita yaitu 24 jam sehari. Tuhan tidak memberikan waktu extra 28 jam untuk orang-orang special yang meraih prestasi tinggi ini. Setiap manusia yang hidup di bumi, punya waktu yang sama yaitu 24 jam.</p>
<p>Kenyataan ini membuat saya lalu berpikir :</p>
<p><em><strong>Apa hal berbeda yang dilakukan oleh orang yang sukses sehingga mereka bisa produktif dan menyelesaikan banyak hal?</strong></em></p>
<p>Pertanyaan yang muncul di pikiran saya tersebut membuat saya sejak beberapa tahun yang lalu, tergila-gila dan sangat tertarik dengan topik yang sering disebut sebagai Productivity atau Produktifitas dalam bahasa Indonesia. Seseorang biasa disebut produktif saat dia bisa menghasilkan banyak output atau menyelesaikan banyak hal.</p>
<p>Saya mempelajari baanyaaak sekali buku, artikel, course, tools, seminar dll tentang topik bagaimana menjadi lebih produktif. Ternyata ilmu produktifitas sangatlah luas. Saya pelajari satu per satu dan mulai mempraktekkannya.</p>
<p><strong>Ajaib! </strong></p>
<p>Saat saya mulai mempraktekkannya, saya merasakan manfaat dan kemajuan yang luar biasa. Saya berhasil menyelesaikan lebih banyak pekerjaan. Saya merasa lebih efisien, lebih produktif dan lebih stress-free.</p>
<p>Apapun karir Anda, karyawan, pebisnis, pemimpin organisasi sosial, ibu rumah tangga, siapapun, ilmu produktifitas pasti juga akan berguna bagi kehidupan Anda.</p>
<p>Nah oleh sebab itu, kali ini saya ingin membagikan satu tips terpenting (dari ratusan tips) produktifitas yang saya berani jamin akan membantu Anda menyelesaikan pekerjaan Anda dengan lebih cepat.</p>
<p>Apa satu tips produktifitas no 1&#xA0;ini?&#xA0;Namanya:&#xA0;<strong>Time Boxing</strong></p>
<h2>Apa itu Time Boxing?</h2>
<p><img loading="lazy" class="alignright wp-image-144" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/timebox2.jpg" alt="Tips Produktifitas No 1 untuk Menyelesaikan Pekerjaan Lebih Cepat" width="350" height="183" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/timebox2.jpg 460w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/timebox2-300x157.jpg 300w" sizes="(max-width: 350px) 100vw, 350px">Terus terang, saya tidak tahu dalam bahasa indonesia enaknya disebut apa.</p>
<p>Masak &#x201C;<em>Tinju Waktu?</em>&#x201D; Aneh kan?</p>
<p><em>&#x201C;Waktu Bertinju?&#x201D;&#xA0;</em>&#xA0;Tambah ngawur he..he.. &#x1F642;</p>
<p>Ya jadi biarin lah kita tetap sebut Time Boxing.</p>
<p>Tips ini mengajarkan bahwa <strong>untuk bisa menyelesaikan suatu pekerjaan dengan cepat, Anda harus MEMBLOK&#xA0;satu waktu dan Anda FOKUS mengerjakan hanya SATU HAL yang ingin Anda selesaikan.</strong></p>
<blockquote><p>Kuncinya disini ada dua hal yaitu:</p>
<ol>
<li>Blok Satu Waktu.</li>
<li>Fokus Satu Hal.</li>
</ol>
</blockquote>
<p>Jadi misalkan Anda mau menulis sebuah artikel untuk website Anda tentang topik x maka yang harus Anda lakukan adalah :</p>
<ol>
<li><strong>Blok Satu Waktu</strong>. Tentukan kapan Anda mau menulisnya, jam berapa dan berapa lama.</li>
<li><strong>Fokus Satu Hal</strong>. Anda hanya FOKUS untuk menulis artikel tersebut. Tidak ada hal lain yang Anda pikirkan dan lakukan. Tidak ada cek email atau facebook. Tidak ada terima telpon atau baca message yang masuk. Tidak ada itu semua. Anda hanya FOKUS ke satu hal yaitu menulis artikel.</li>
</ol>
<p>Saat Anda melakukan dengan cara seperti itu, saya berani jamin Anda akan menyelesaikan pekerjaan Anda dengan jauh lebih cepat.</p>
<p>Mengapa?</p>
<p><img loading="lazy" class="alignright wp-image-145" src="https://sukarto.com/wp-content/uploads/multitasking.jpg" alt="Tips Produktifitas No 1 untuk Menyelesaikan Pekerjaan Lebih Cepat" width="349" height="247" srcset="https://sukarto.com/content/images/wordpress/multitasking.jpg 1079w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/multitasking-300x212.jpg 300w, https://sukarto.com/content/images/wordpress/multitasking-1024x724.jpg 1024w" sizes="(max-width: 349px) 100vw, 349px">Banyak riset telah menunjukkan bahwa otak manusia sebenarnya tidak bisa melakukan <em><strong>Multi-Tasking</strong></em> (mengerjakan banyak hal dalam satu saat) kecuali hal yang sudah di bawah sadar seperti bernapas, jalan kaki dan sejenisnya.</p>
<p>Yang sebenarnya sering kita lakukan hanyalah <em><strong>Task-Switching</strong></em> (bergantian mengerjakan sesuatu).</p>
<p>Para ilmuwan yang melakukan riset ini mendapatkan bukti bahwa saat Anda berpindah fokus mengerjakan hal lain (misal Task B) saat sedang mengerjakan sesuatu (misal Task A) maka saat Anda selesai mengerjakan Task B dan balik mengerjakan Task A kembali, Anda perlu waktu sekitar 10-15 menit untuk penyesuaian dan membuat pikiran Anda bisa fokus secara mendalam kembali ke Task A.</p>
<p>Jadi tiap kali Anda melakukan <em>Task Switching</em>, sebenarnya Anda membuang waktu 10-15 hanya agar bisa fokus kembali. Jadi akhirnya Anda akan membutuhkan waktu yang lebih lama untuk menyelesaikan sesuatu hal.</p>
<p>Oleh sebab itu, Time Boxing ini sangatlah efektif. Karena dalam satu waktu, Anda hanya fokus mengerjakan satu hal sampai selesai.</p>
<h2>Tips Melakukan Time Boxing</h2>
<p>Nah dari melakukan strategi Time Boxing selama bertahun-tahun, saya ada beberapa tips agar Anda bisa menerapkan Time Boxing dengan lebih efektif, yaitu:</p>
<h3><strong>1. Pilihlah waktu dimana Anda minim mendapat gangguan.</strong></h3>
<p>Untuk memudahkan untuk fokus, carilah waktu yang Anda rasa akan minim gangguan seperti di pagi hari saat anggota keluarga lain belum bangun atau di malam hari saat semua orang di rumah sudah tidur.</p>
<p>Jangan pilih waktu saat anak-anak lagi bersiap ke sekolah atau baru pulang sekolah misalkan, wah waktu-waktu begitu biasanya rame dan hiruk pikuk &#x1F642;</p>
<p>Atau kalau di jam kantor, Anda bisa memilih waktu saat makan siang, dimana rekan-rekan Anda mungkin pergi makan siang selama 1 jam, Anda cukup katering dan makan siang selama 15 menit, sisa waktu 45 menit bisa digunakan bekerja dengan fokus.</p>
<p>Sebagai Online Entrepreneur yang banyak bekerja dari rumah (walaupun saya punya kantor tempat staf saya bekerja), saya mendapatkan waktu terbaik saya untuk fokus adalah saat dini hari sebelum istri dan anak saya bangun.</p>
<p>Saya lalu break saat anak bangun, membantunya untuk siap-siap dan mengantar ke sekolah. Setelah itu barulah saya bisa bekerja lagi dengan tenang.</p>
<p>Saat siang hari, setelah jam 12 siang, saya sudah sulit fokus untuk kerja karena saya biasa menerima telpon, bertemu klien, meeting dengan team dan jemput anak saya dari sekolah.</p>
<p>Jadi pelajari aktivitas harian Anda dan perhatikan waktu mana yang terbaik bagi diri Anda untuk bisa lebih fokus.</p>
<h3>2. Pilih tempat dimana Anda bisa sendirian atau tidak diajak bicara&#xA0; oleh orang lain.</h3>
<p>Saya mempunyai ruang kerja pribadi dan saya membuat perjanjian dengan anggota keluarga (istri dan anak saya) bahwa kalau pintu tertutup, berarti saya tidak ingin diganggu, kecuali emergency, ada kebakaran misalnya ha..ha..</p>
<p>Atau jika Anda tidak punya ruang kerja pribadi atau tempat dimana Anda bisa sendirian maka Anda bisa memilih tempat umum seperti perpustakaan, coffee shop &#xA0;atau tempat nongkrong dimana Anda bisa duduk dengan tenang dan fokus bekerja.</p>
<p>Saya cukup sering melakukan hal ini. Saat saya ingin suasana baru agar kreatifitas kembali muncul, saya pergi ke Starbuck, Kopitiam atau tempat nongkrong sejenisnya. Kalau pagi hari biasa masih sepi dan kemungkinan sangat kecil Anda bertemu dengan teman atau orang yang Anda kenal.</p>
<h3>3. Matikan atau buatlah Silent semua gadget Anda.</h3>
<p>Jaman sekarang, hidup manusia sudah tidak sama dengan seperti dulu. Kita secara konstan dibombardir hal-hal yang meminta perhatian kita.</p>
<p>Smartphone kita&#xA0;secara konstan berbunyi saat ada SMS, BBM, pesan dari aplikasi Instant Messaging atau email baru masuk. kita&#xA0;jadi tergoda untuk melihatnya.</p>
<p>Dan saat melihat pesan tersebut, tiba-tiba muncul notifikasi dari aplikasi Facebook atau Twitter di smartphone kita. Jadi tergoda lagi untuk masuk ke sana dan membacanya, ada link di klik lalu baca-baca dan akhirnya tiba-tiba kita&#xA0;baru sadar, sudah 1 jam, kita&#xA0;belum ngerjain apa pun.</p>
<p>Sering punya pengalaman seperti itu? he..he..</p>
<p>Itulah sebabnya Anda perlu menghilangkan distraction atau gangguan atau interupsi yang mungkin terjadi dari gadget Anda.</p>
<p>Anda sudah memblok waktu untuk FOKUS mengerjakan SATU HAL maka Anda perlu konsentrasi untuk mengerjakan SATU HAL tersebut. Hal lain minggir dulu, nanti kalau dah selesai SATU HAL nya, baru Anda boleh&#xA0;beri&#xA0;perhatian ke gadget Anda.</p>
<p>Jadi matikan atau buat silent semua gadget Anda (HP, Smartphone, atau Tablet atau bahkan Handy Talkie atau Pager, jika mungkin Anda masih membawanya ha..ha..).</p>
<h3>4. Bagilah waktu Anda menjadi beberapa blok waktu</h3>
<p>Pecahlah waktu yang Anda alokasikan di Time Boxing &#xA0;menjadi beberapa periode 25 menit kerja dan 5 menit break.</p>
<p>Jadi semisal Anda mengalokasikan waktu 2&#xA0;jam untuk menulis artikel atau mendisain sesuatu, Anda jangan bekerja terus menerus selama 2 jam&#xA0;tersebut. Mengapa?</p>
<p>Riset menunjukkan fokus atau konsentrasi manusia itu cara kerjanya seperti otot/muscle. Cobalah Anda mengangkat barang berat cukup lama, tanpa break/berhenti, pasti Anda cuma bisa mengangkatnya dalam jangka waktu sebentar saja. Tapi kalau Anda kasi break sebentar, lalu baru angkat lagi, total waktunya pasti lebih lama.</p>
<p>Sama dengan fokus atau konsentrasi. Sulit sekali untuk fokus dan berkonsentrasi selama 2&#xA0;jam penuh. Jadi yang perlu dilakukan adalah dipecah menjadi beberapa bagian. Riset menunjukkan bahwa <strong>manusia bisa fokus atau berkonsentrasi penuh hanya sekitar 25-40 menit, setelah itu perlu break 5 s/d 15 menit</strong>.</p>
<p>Teknik ini dikenal luas dengan nama <em><strong>Teknik Pomodoro</strong></em>, Anda bisa baca lengkapnya di website <a href="http://pomodorotechnique.com/?ref=sukarto.com" target="_blank">Pomodoro Technique</a>. Di website tersebut, Anda disarankan untuk fokus bekerja selama 25 menit setelah itu break 5 menit. Setelah 4x sesi 25 menit seperti itu, break lebih panjang 15-30 menit.</p>
<p>Anda bisa menggunakan timer di smartphone Anda. Bisa pakai aplikasi khusus pomodoro yang banyak dibuat orang. Saya sendiri pakai aplikasi <a href="http://focustimeapp.com/?ref=sukarto.com" target="_blank">Focus Time di IOS</a> yang memang bisa diatur berapa menit waktu fokus dan waktu break.</p>
<p>Kalau tidak&#xA0;mau pakai aplikasi atau smartphone, Anda juga bisa kok pakai timer berupa telor yang biasa digunakan ibu-ibu untuk masak (untuk reminder agar masakannya gak gosong he..he..) Apapun alatnya tidak jadi masalah, yang penting tujuannya tercapai.</p>
<p>Anda bisa bereksperimen berapa menit kerja fokus yang cocok buat Anda. Silakan Anda testing dan uji coba diri Anda sendiri.</p>
<p>Saya pernah coba beberapa periode waktu seperti 25 menit, 30 menit, 40 menit bahkan hingga 45 menit. Wah berat banget fokus selama 45 menit. Setelah itu rasanya jadi pingin break lama.</p>
<p>Saya akhirnya cenderung memilih 30 menit dan break 5 menit agar memudahkan saya menghitung dalam sehari sebenarnya saya bekerja secara fokus berapa banyak. Jadi di aplikasi yang saya gunakan (Focus Time di IOS) tiap sesi disimbulkan dengan 1 dot/titik.</p>
<p>Jadi sehari kalau ada 8 titik/dots, saya tahu saya sudah kerja fokus selama 4 jam (sudah bagus banget tuh kerja fokus 4 jam he..he..).</p>
<p>Jadi itulah Time Boxing yang menurut saya merupakan tips produktifitas yang telah sangat membantu saya bisa menyelesaikan banyak pekerjaan dengan lebih cepat. Saya jamin saat Anda melakukannya, Anda juga akan merasakan perbedaannya.</p>
<p>Ini&#xA0;baru satu tips, saya ada banyak sekali tips di bidang produktifitas yang saya pelajari selama bertahun-tahun. Saya akan sharing&#xA0;tips lainnya di artikel lain.</p>
[sc:cta-optin]
[sc:cta-akhir-artikel]
<p>&#xA0;</p>
<!--kg-card-end: html-->]]></content:encoded></item></channel></rss>