<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>SUKARTO.COM</title>
	
	<link>http://sukarto.com</link>
	<description>Make Positive Difference in Many People's Life</description>
	<lastBuildDate>Sat, 11 Apr 2009 07:35:42 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/sukarto" /><feedburner:info uri="sukarto" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>sukarto</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Launching Sukarto.com dengan The Morning After WordPress Theme</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sukarto/~3/x-e_hQ83t2s/</link>
		<comments>http://sukarto.com/2008/launching-sukartocom-dengan-the-morning-after-wordpress-theme/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 01:08:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[sukarto.com]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukarto.com/?p=15</guid>
		<description><![CDATA[Saya sudah meregistrasi domain Sukarto.com sejak tahun 2004 dan selama ini tidak pernah saya sempatkan untuk dibuat. Tetapi akhirnya saatnya tiba juga bagi saya untuk meluncurkan personal site dan go public ;)  Alasannya tidak [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/sukartocom-screenshot.jpg'><img src="http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/sukartocom-screenshot.jpg" alt="Screenshot Sukarto.com" title="Screenshot Sukarto.com saat launching 2 Juni 2008" width="250" height="234" class="alignleft size-full wp-image-17" /></a>Saya sudah meregistrasi domain <a href="http://sukarto.com">Sukarto.com</a> sejak tahun 2004 dan selama ini tidak pernah saya sempatkan untuk dibuat. Tetapi akhirnya saatnya tiba juga bagi saya untuk meluncurkan personal site dan go public ;)  Alasannya tidak saja untuk dokumentasi perjalanan hidup saya sehingga dapat dibaca oleh anak-anak saya nantinya tetapi juga saat ini sudah menjadi hukum wajib bagi pebisnis online untuk memiliki website pribadi yang bisa menjadi media untuk personal voicenya. Punya blog atau website pribadi sudah seperti era dot com tahun 1997 &#8211; 2000 dimana punya email adalah hukum wajib dari setiap orang. </p>
<p>Awalnya saya mau mengisi blog ini dengan bahasa inggris dan saya sudah tulis 2 post sebenarnya dalam bahasa Inggris hari Jumat lalu. Tetapi kemarin saya pikir-pikir, dari mana visitor terbanyak yang akan mengunjungi website ini ? Saya rasa tetap dari Indonesia. Dan akhirnya saya memutuskan mengganti post saya adengan bahasa indonesia agar lebih mudah dibaca dan diakses oleh orang Indonesia. Toh untuk website bahasa Inggris saya sudah punya website sendiri di bidang Internet Marketing dan Self Improvement. Untuk hal-hal pribadi dan tentang keluarga, biar orang Indonesia saja yang tahu deh ;)</p>
<p>Saya mulai membuat website Sukarto.com 3 hari lalu dengan menggunakan wordpress yang merupakan CMS paling top saat ini. Hal yang paling lama adalah memutuskan theme yang ingin saya gunakan. Saya tidak ingin menggunakan theme yang biasa saya gunakan. Setelah setengah hari melihat sana sini, akhirnya pilihan jatuh pada <a href="http://themasterplan.in/themes/the-morning-after/">The Morning After</a> theme. Theme ini sebenarnya adalah magazine type theme dimana tampilannya dibuat tidak seperti blog pada umumnya tetapi lebih seperti majalah online. Ini adalah magazine theme pertama yang saya gunakan. Tetapi setelah saya coba 1-2 hari sepertinya agak terlalu ribet bagi saya untuk menggunakan fasilitas canggih dari theme ini seperti Featured dan Asides post. Akhirnya saya rubah theme ini sehingga tidak seperti aslinya dan lebih simple yang tampilannya ya seperti sekarang ini.</p>
<p>Saya belum selesai mengutak-atik theme ini. Saya masih ingin menambahkan beberapa komponen seperti picture gallery saya di Flickr, Subscribe Email Alert untuk Post baru, advertising dan hal lainnya.  Berkat wordpress, total waktu untuk buat website ini plus nulis beberapa post (ini yang makan waktu paling lama) cuma memakan waktu 3-4 hari saja. Gak terbayang buat website seperti ini jaman tahun 2000an akan butuh berapa lama. Saya ingat pada jaman itu, saya dan tim pernah membuat sebuah portal wedding yang memakan waktu 2 bulan lebih pembuatannya dengan 2 orang programmer. Padahal saat ini portal wedding tersebut bisa saja dibuat menggunakan wordpress dalam waktu 1-2 minggu dan cukup 1 orang saja. It&#8217;s amazing how technology is changing rapidly!</p>
<p>Silakan beri komentar dan masukan terhadap website saya ini agar dapat semakin berkembang. Terimakasih!!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukarto.com/2008/launching-sukartocom-dengan-the-morning-after-wordpress-theme/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>40</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sukarto.com/2008/launching-sukartocom-dengan-the-morning-after-wordpress-theme/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Indonesia Bootcamp 2008 di Jogjakarta</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sukarto/~3/uwfiMyxYTTU/</link>
		<comments>http://sukarto.com/2008/indonesia-bootcamp-2008-di-jogjakarta/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 21 Apr 2008 09:18:36 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Business & Marketing]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia bootcamp]]></category>
		<category><![CDATA[internet marketing]]></category>
		<category><![CDATA[workshop]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukarto.com/?p=14</guid>
		<description><![CDATA[Saya baru kembali dari Indonesia Bootcamp di Jogjakarta tanggal 18-20 April 2008 kemarin. Saya diberitahu dan diajak hadir di workshop ini oleh Hianoto, top blogger Semarang  yang merupakan teman baik yang &#8216;mirip&#8217; dengan saya, [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href='http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/ibc2008jogja.jpg'><img src="http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/ibc2008jogja.jpg" alt="Indonesia Bootcamp 2008 di Jogjakarta" title="Indonesia Bootcamp 2008 di Jogjakarta" width="180" height="134" class="alignleft size-full wp-image-16" /></a>Saya baru kembali dari <a href="http://www.indonesiabootcamp.com">Indonesia Bootcamp</a> di Jogjakarta tanggal 18-20 April 2008 kemarin. Saya diberitahu dan diajak hadir di workshop ini oleh <a href="http://hianoto.net">Hianoto</a>, top blogger Semarang  yang merupakan teman baik yang &#8216;mirip&#8217; dengan saya, tapi kita bukan saudara lho ;) </p>
<p>Ini adalah event internet marketing saya yang pertama. Saya tidak berharap banyak dapat informasi baru dari segi materi karena yang diajarkan pasti banyak hal dasar tetapi tujuan utama saya adalah untuk berkenalan dan networking dengan Internet Marketer lain di Indonesia. Saya belum banyak mengenal mereka sebelumnya dan saya beruntung bisa bertemu dan mengenal lebih jauh beberapa pembicara di event tersebut seperti :</p>
<ul>
<li>
<p><a href="http://sudarsana.net">Kadek Sudarsana</a> : pemilik dari sebuah perusahaan jasa persewaan villa di Bali. Beliau adalah leader di bidang tersebut sehingga sangat disegani di bidang bisnis persewaan villa di Bali. Pak Kadek menceritakan bagaimana dia bisa mendapatkan banyak sekali customer dari seluruh dunia dengan menggunakan search engine marketing, baik itu melalui SEO (Search Engine Optimization) ataupun melalui PPC (Pay Per Click). Pak Kadek sangat enak diajak ngobrol dan seorang yang kocak / lucu ;) Cerita hidupnya sangat menarik, dari nol tidak punya apa-apa hingga mencapai sukses yang sekarang. </p>
</li>
<li>
<p><a href="http://seokita.com">Riyeke Ustadiyanto</a> : Komandan / penyelenggara dari Indonesia Bootcamp yang juga merupakan pendiri dan pemilik dari perusahaan SEO firm <a href="http://marketbiz.net">Marketbiz.net</a>. Keahliannya adalah di bidang SEO (Search Engine Optimization) dan telah membantu banyak perusahaan besar maupun UKM mendapatkan traffic / customers dengan membuat website perusahaan muncul di top 10 ranking di search engine.</p>
</li>
<li>
<p>Nukman Luthfie :  CEO dari <a href="http://virtual.co.id">Virtual Consulting</a> yang merupakan salah satu konsultan internet paling top di Indonesia. Mayoritas kliennya adalah perusahaan besar di Indonesia seperti Astra, BCA dan lain-lain. Dia dulunya turut membangun Detik.com hingga bisa menjadi portal berita terbesar di Indonesia saat ini.  Presentasinya menarik dan kocak, yang menunjukkan jam terbang presentasi beliau yang sudah tinggi.</p>
</li>
<li>
<p><a href="http://pogung177.com">Wawan</a> (nickname : pogung) : affiliate marketer yang tinggal di Jogjakarta sudah sangat berhasil. Punya background teknis dan programming dan sudah melakukan affiliate marketing sejak tahun 2000 dan Wawan juga sering menjuari SEO Contest di luar negeri. Dari presentasinya saya mendapatkan banyak tips dan informasi yang berguna untuk membangun bisnis affiliate marketing saya.</p>
</li>
</ul>
<p>Selain pembicara tersebut, saya juga mengenal internet marketer dari Jogjakarta, Bali, Semarang dan kota-kota lainnya. Ini adalah sesuatu yang menyenangkan karena umumnya internet marketer itu sangat lonely karena seharian menghadapi komputer dan berkomunikasi hanya dengan chatting. Jadi ketemu internet marketer lain secara real life adalah sesuatu yang menarik  :) </p>
<p>Saya percaya di setiap bisnis, kita perlu bertemu dan membangun hubungan yang baik dengan pelaku bisnis lainnya. Banyak orang berpikir, seorang internet marketer tidak membutuhkan orang lain. Itu pandangan yang sangat salah. Internet marketer tetap membutuhkan orang lain untuk berkembang. Semua top internet marketer di dunia yang saya tahu, semuanya kenal, akrab dan bertemu secara rutin dengan internet marketer lainnya. Ini tidak saja akan membantu bisnis kita tetapi juga membuat bisnis ini menjadi sesuatu yang lebih menarik dan menyenangkan. </p>
<p>Jadi sampai jumpa di Indonesia Bootcamp berikutnya yang sementara ini dijadwalkan pada bulan Agustus di Bandung. Kota kembang, here we come!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukarto.com/2008/indonesia-bootcamp-2008-di-jogjakarta/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sukarto.com/2008/indonesia-bootcamp-2008-di-jogjakarta/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Akhirnya go mobile pakai 3.5G Indosat M2</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sukarto/~3/czPTaFlWVHM/</link>
		<comments>http://sukarto.com/2008/akhirnya-go-mobile-pakai-35g-indosat-m2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 08 Apr 2008 09:00:59 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Technology & Internet]]></category>
		<category><![CDATA[indosatm2]]></category>
		<category><![CDATA[who moved my cheese]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukarto.com/?p=22</guid>
		<description><![CDATA[Setelah sekian lama melihat-lihat solusi untuk akses internet mobile yang ada, akhirnya dengan aktifitas online business saya yang semakin banyak, saya pikir sudah waktunya untuk mempunyai solusi akses mobile yang bagus. Dan akhirnya pilihan saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setelah sekian lama melihat-lihat solusi untuk akses internet mobile yang ada, akhirnya dengan aktifitas online business saya yang semakin banyak, saya pikir sudah waktunya untuk mempunyai solusi akses mobile yang bagus. Dan akhirnya pilihan saya jatuh ke Indosat M2 yang sekarang ini lagi gencar promosi internet mobile dengan kecepatan 3.5G atau 3.6Mbps. Tercapai juga salah satu goal saya dari dulu untuk bisa akses mobile internet yang cepat, nyaman dan dari mana saja. Soalnya dari dulu sudah bayangkan bisa lihat saldo / uang masuk ke rekening saat lagi tiduran di pantai di hotel bintang 5 di Bali he..he.. </p>
<p>Sebagai orang IT yang umumnya gila testing, saya juga mencoba test kecepatan Indosat M2 yang baru saya gunakan ini melalui website <a href="http://speedtest.net">speedtest.net</a> dan ini hasilnya :</p>
<p><a href='http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/indosatm2.jpg'><img src="http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/indosatm2.jpg" alt="Speedtest IndosatM2" title="indosatm2" width="318" height="173" class="aligncenter size-full wp-image-23" /></a></p>
<p>Wih memang cepat kan? Saya mencoba download, saat sinyal lagi bagus dan bukan jam sibuk, rata-rata saya bisa download dengan kecepatan hingga 170 KB/s atau hampir 4x lipat kecepatan download speedy. Ya rata-rata saya bisa download 400 MB per jam nya. Sangat lumayan, saya puas! Semoga IndosatM2 bisa terus menjaga performancenya ya.. kalau gak, saya akan berhenti berlangganan he..he..</p>
<p>Sebagai orang lama dalam menggunakan internet yaitu sejak tahun 1995, saya melihat dan mengalami sendiri perkembangan teknologi internet dari awal hingga sekarang yang luar biasa. Saya sendiri sudah lupa berapa perusahaan ISP (Internet Service Provider) yang pernah saya gunakan. Dari yang pertama pakai Indosatnet (sebelum jadi Indosat M2), lalu IndoNet, Dnet, Telkomnet, StarOne, CBN, Fren Mobile 8, Telkom Speedy dan terakhir Indosat M2 untuk 3.5G nya.</p>
<p>Modem pertama saya adalah modem Dial Up 14.4 kbps yang saat itu sudah luar biasa karena modem yang umumnya dipakai orang masih 9600 bps. Itu sudah jadi barang antik sekarang ini, sayang gak saya simpan, bisa ditaruh di museum teknologi sebenarnya :) Anda yang biasa pakai akses internet cepat seperti Speedy atau DSL, mungkin gak pernah bisa bayangkan rasanya akses internet dengan modem 14.4 kbps. Ini coba saya bantu agar bisa bayangkan. Sebentar saya hitung. Speedy dengan download bandwidth up to 384 kbps dibagi 14.4 kbps = 26.7 Jadi kira-kira kecepatan speedy adalah 26.7 x dari modem pertama saya itu! Kalau Anda sekarang browsing dengan speedy dan ngomel karena buka sebuah website butuh 10 detik, coba deh dikali 26.7 = 267 detik atau 4.5 menit! Nah lo. Bisa ditinggal pipis ke toilet, balik, baru selesai loading website itu!</p>
<p>Saat saya mulai belajar develop / buat website sekitar tahun 1998, modem yang saya gunakan modem dial up 33.6 kbps serasa udah terasa di langit. Saat itu mimpi, kapan bisa punya akses internet seperti di luar negeri. Jaman itu, buat website musti hitung berapa besar file HTML yang dibuat, berapa besar file image yang dibuat. Pokoknya file dicompress semua agar total 1 page diusahakan tidak melebihi 40 KB. Karena asumsinya page dengan 40 KB akan butuh kurang lebih 10 detik dengan modem dial up 33.6 kbps yang lagi populer saat itu. Pokoknya jelimet deh buat website saat itu! </p>
<p>Orang sekarang yang buat website, saya lihat sudah gak mikir berapa besar 1 page. Lihat saja MySpace, Friendster dan Web 2.0 lainnya, satu page memang dibuat ada puluhan gambar, ada video, ada background warna warni, pokoknya rame deh. Ya jaman berubah. Kalau dulu page seberat gitu, gak akan ada yang buka deh, bisa ditinggal kerja part time, balik baru selesai page di loading.</p>
<p>Perkembangan berikutnya adalah modem dial up 56 kbps yang bertahan cukup lama dan tampaknya teknologinya mentok di kecepatan itu. Selama masa itu, cara perhitungan biaya koneksi internet selalu time-based atau berbasis waktu. Tidak seperti sekarang yang ada volume based dan time based. Jadi dulu kita browsing internet seperti dikejar setoran. Lihat ada website yang bagus tapi butuh banyak yang dibaca, langsung kita save untuk dibaca kemudian. Setelah selesai buka-buka website yang mau dibaca, kita disconnect dulu modemnya, wuih sudah gak jalan tagihannya, nah baru setelah itu pelan-pelan baca website yang tadi sudah di save. Waktu itu hanya bisa mimpi, alangkah enaknya kalau browsing internet bisa pelan-pelan baca, bisa chat tanpa mikir ada tagihan yang terus berjalan he..he..</p>
<p>Lalu muncul wireless modem yang pasang parabola kecil di atap, bisa sampai 64 kbps, lalu muncul model DSL, lalu modem ADSL seperti yang digunakan Speedy saat ini. Teknologi mobile internet juga berkembang dari asalnya GPRS ke CDMA yang dipelopori oleh Fren Mobile 8, lalu akhirnya provider handphone jadi berubah dan berlomba menawarkan akses internet yang murah seperti Telkomsel Flash.</p>
<p>Saat ini saya cukup puas menggunakan Telkom Speedy di rumah dan untuk mobile saya pakai Indosat M2 dan kadang-kadang Telkomsel Flash (tips: download paling murah pakai time-based Telkomsel Flash). Saya memasang Wifi Access Point di rumah sehingga saya bisa browsing internet dengan wifi darimana saja di rumah saya, termasuk di toilet :)) Anda jangan berharap bisa parkir di depan rumah saya dan mendapat bocoran akses wifi internet saya, sudah saya password mas :))</p>
<p>Dengan kemudahan dan kecepatan akses internet yang sudah bagus dan cukup murah, cara berbisnis, aktifitas dan model bisnis melalui internet menjadi berkembang pesat. Sesuatu yang sudah saya duga saat masih pakai modem 56 kbps. Forex / Online Trading marak. Internet Marketing mulai berkembang pesat. Orang-orang meeting di cafe yang menyediakan wifi hot spot. Perusahaan mulai implementasi sistem program backoffice / administrasi nya secara online sehingga mudah diakses oleh seluruh cabangnya dan dapat diakses laporannya secara real time oleh manajemen kapan saja dan dimana saja. Keputusan bisa lebih cepat diambil sehingga lebih unggul dibanding kompetitor.</p>
<p>Jaman sudah berubah, cara berbisnis sudah sewajarnya berubah. Apakah Anda sudah bersiap diri menghadapi perubahan ini? Jika paradigma / cara pandang dan cara berpikir tidak mengikuti perkembangan jaman, siap-siap saja menjadi tikus yang kehilangan keju di buku Who Moved My Cheese? Stress, frustasi dan putus asa. Jangan sampai hal itu terjadi pada diri Anda. I already warned you!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukarto.com/2008/akhirnya-go-mobile-pakai-35g-indosat-m2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>34</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sukarto.com/2008/akhirnya-go-mobile-pakai-35g-indosat-m2/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pelajaran dari Film Facing The Giants</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sukarto/~3/x1g4ZHfk0FE/</link>
		<comments>http://sukarto.com/2008/pelajaran-dari-film-facing-the-giants/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 Jan 2008 02:15:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Story & Movie]]></category>
		<category><![CDATA[cerita inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[facing the giant]]></category>
		<category><![CDATA[film favorit]]></category>
		<category><![CDATA[sikap positif]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukarto.com/?p=9</guid>
		<description><![CDATA[Setelah direkomendasikan oleh beberapa teman, akhirnya saya mempunyai waktu dan kesempatan untuk menonton film DVD Facing the Giants. Dan saya bisa katakan film ini istimewa dan luar biasa. Sebuah film inspirasi yang patut ditonton sekeluarga. [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sukarto.com/go/facingthegiants-on-amazon/" target="_blank"><img src="http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/05/facing-the-giants.jpg" alt="DVD Facing the Giants" title="DVD Facing the Giants" width="240" height="240" class="alignleft size-full wp-image-10" /></a>Setelah direkomendasikan oleh beberapa teman, akhirnya saya mempunyai waktu dan kesempatan untuk menonton film <a href="http://sukarto.com/go/facingthegiants-on-amazon/" target="_blank">DVD Facing the Giants</a>. Dan saya bisa katakan film ini istimewa dan luar biasa. Sebuah film inspirasi yang patut ditonton sekeluarga. Kadang-kadang dalam hidup, kita menemui banyak kesulitan yang membuat kita frustasi, patah semangat dan ingin menyerah saja terhadap impian dan goal kita. Film ini bisa memberikan sebuah harapan dalam menghadapi tantangan yang terjadi dalam kehidupan kita. Saya sangat merekomendasikan film ini. Saya yakin film ini akan bermanfaat bagi Anda dan juga dapat mengajarkan nilai-nilai positif pada anak kita tentang motivasi, semangat, pantang menyerah, teamwork, segala sesuatu itu mungkin dicapai dan kepasrahan. Anda dapat membeli DVD ini melalui <a href="http://sukarto.com/go/facingthegiants-on-amazon/" target="_blank">Amazon.com</a> atau bila Anda ingin menyewa film ini bisa melalui <a href="http://sukarto.com/go/blockbusterus/">Blockbuster.com</a> (bagi yang tinggal di US) atau <a href="http://sukarto.com/go/blockbusteruk/">Blockbuster.co.uk</a> (bagi yang tinggal di UK).</p>
<p><strong>Sekilas Mengenai Cerita Film</strong></p>
<p>Selama 6 tahun karir sebagai pelatih tim football, Grant Taylor tidak pernah memenangkan sebuah musim kompetisi. Kepercayaan diri pelatih ini tergerogoti. Apalagi setelah pemain terbaik di timnya pindah ke sekolah lain agar dapat bergabung ke tim football yang lebih bagus. Setelah kalah di tiga pertandingan pertama di musim kompetisi, pelatih Taylor mengetahui bahwa sekelompok orangtua murid sedang mendiskusikan agar pelatih ini dipecat. Ditambah lagi tekanan dari kondisi keuangan pribadi yang parah, Pelatih Taylor benar-benar kehilangan harapan dalam mengatasi perasaan takut dan kegagalan yang dialaminya. Tidakkah Anda pernah mengalami masa-masa seperti itu juga dalam hidup Anda ?</p>
<p>Sebuah mimpi dan kejadian aneh yang terjadi dalam hidup Pelatih Taylor tiba-tiba membantu dia untuk menemukan tujuan / purpose yang lebih besar daripada sekedar menang dalam pertandingan. Perjalanan spiritual yang terjadi dalam dirinya dan keberanian untuk percaya dengan Tuhan membuatnya mampu membuat semangat baru di tim nya. Yang pada akhirnya membuahkan keberhasilan di dalam dan di luar lapangan football.</p>
<p><strong>Bagian Terbaik dari Film</strong></p>
<p>Ada satu bagian dari film ini yang saya pikir adalah bagian terbaik dari film ini. Pada saat latihan, kapten tim meragukan kemampuan timnya untuk menang dalam pertandingan berikutnya menghadapi tim yang jauh lebih hebat. Untuk mengajarkan nilai pantang menyerah dan memberikan kemampuan terbaik dari diri kita, Pelatih Taylor meminta kapten tim melakukan latihan mengangkat tubuh temannya menyeberangi lapangan. Pelatih Taylor memintanya untuk melakukan yang terbaik, setelah itu mata kapten tim di tutup agar tidak tahu sudah menyeberang seberapa jauh. Pelatih Taylor terus memberikan semangat dan memintanya melakukan yang terbaik walaupun kapten tim sudah kecapaian dan ingin menyerah. Dan hasilnya ternyata luar biasa. Anda bisa melihat snapshot dari bagian ini di bawah ini :</p>
<div class="captionfull">
<object width="425" height="355"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/lSM1mvMypWU&#038;hl=en"></param><param name="wmode" value="transparent"></param><embed src="http://www.youtube.com/v/lSM1mvMypWU&#038;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="355"></embed></object>
</div>
<blockquote><p>Don&#8217;t Quit&#8230;<br />
Keep Going&#8230; Keep Going&#8230;<br />
Don&#8217;t Quit&#8230; Do Your Best&#8230;<br />
Give Everything You Got&#8230; </p></blockquote>
<p>Saya mengetahui cuplikan film ini dari <a href="http://bummarketing.com" target="_blank">Travis Sago</a> yang merupakan salah satu Top Internet Marketer yang sangat dihormati. &#8220;<em>Pantang Menyerah&#8230; Terus Berjuang&#8230; Lakukan yang Terbaik&#8230;</em>&#8221; adalah pesan yang perlu sering kita dengar dalam proses mencapai impian dan goal kita. </p>
<p><em>&#8220;Ketika sesuatu menjadi berat, Anda hanya perlu terus melanjutkan perjalanan!&#8221; </em></p>
<p>Dalam setiap bisnis atau karir yang Anda lakukan, Anda pasti akan pernah menemui kesulitan dan tantangan. Jangan pernah menyerah. Kadang-kadang juara atau impian Anda sudah di ujung belokan, jika Anda stop dan menyerah, Anda tidak akan pernah mencapai impian Anda. So just keep going my friend!</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukarto.com/2008/pelajaran-dari-film-facing-the-giants/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>30</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sukarto.com/2008/pelajaran-dari-film-facing-the-giants/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Inspiring Movie “The Pursuit of Happyness”</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/sukarto/~3/wPgDb10mm7I/</link>
		<comments>http://sukarto.com/2007/inspiring-movie-the-pursuit-of-happyness/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 06 Dec 2007 01:08:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>sukarto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Inspiring Story & Movie]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://sukarto.com/?p=18</guid>
		<description><![CDATA[    Saat bertemu dengan Pak Paulus Winarto (pakar tentang kepemimpinan, penulis buku laris) di Bandung, beliau merekomendasikan sebuah film yang luar biasa yaitu   The Pursuit of Happyness  . Saya [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://sukarto.com/go/pursuitofhappyness-on-amazon" target="_blank">  <img src="http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/pursuitofhappyness.jpg" alt="The Pursuit of Happyness" title="pursuitofhappyness" width="164" height="236" class="alignleft size-full wp-image-19" /> </a> Saat bertemu dengan Pak Paulus Winarto (pakar tentang kepemimpinan, penulis buku laris) di Bandung, beliau merekomendasikan sebuah film yang luar biasa yaitu <a href="http://sukarto.com/go/pursuitofhappyness-on-amazon" target="_blank">  The Pursuit of Happyness </a> . Saya ingat pernah lihat buku itu di toko buku, tetapi saya tidak tahu bahwa buku itu ternyata ada filmnya dan merupakan biografi / true story dari Chris Gardner yang diperankan oleh Will Smith. Saya berjanji akan meminjam dan menonton film itu. Dalam 2 hari, saya menyempatkan untuk meminjam film tersebut dan menontonnya. Saya hanya bisa bilang film ini LUAR BIASA! Saya jarang melihat sebuah film yang bisa membuat saya tersentuh dan menangis. Istri saya juga menangis saat nonton bersama film ini. Kisahnya, pemerannya dan settingnya semua pas, makanya tidak heran film ini mendapat pujian dan penghargaan dari banyak orang. Segera nonton deh film ini, dijamin pasti Anda juga terharu dan terinspirasi dengan kisah nyata ini. </p>
<p> <strong>  Cerita Singkat dari Film </strong> <br /> Ini bukan film drama yang penuh cerita menyedihan melainkan sebuah film perjuangan seorang ayah yang mencintai dan harus membesarkan anaknya yang masih kecil dalam kondisi tidak punya uang, tidak punya rumah dan tidak punya pekerjaan. Chris Gardner adalah seorang ayah yang rajin, pintar, semangat kerja tinggi dan punya impian yang besar untuk keluarga, seperti kebanyakan dari Anda. Dengan latar belakang seorang sales dan penjual, dia memberanikan diri untuk mengambil sebuah tawaran untuk menjadi distributor sebuah alat kedokteran yang baru dan canggih. Seperti kebanyakan orang yang mempunyai impian yang besar, Chris berani mengambil resiko dan menggunakan hampir seluruh tabungannya untuk membeli stok persediaan alat kedokteran tersebut dan memiliki wilayah eksklusif pemasaran di kotanya. </p>
<p> Setelah dicoba dipasarkan, dia baru sadar bahwa alat kedokteran itu bagi kebanyakan dokter adalah alat yang cukup mahal dan kurang dibutuhkan. Presentasi demi presentasi ke setiap dokter yang ada di wilayahnya dilakukan. Kehadiran seorang anak dan biaya hidup yang terus berjalan membuat si Chris mulai kesulitan dalam keuangan. Istrinya harus bekerja 14 jam sehari di tempat laundry demi membantu membiayai biaya hidup keluarga. Anaknya dititipkan di sebuah tempat penitipan anak yang murah dari pagi dan sorenya dijemput oleh Chris saat selesai dengan kunjungan ke dokter. Biaya sewa rumah yang tidak terbayar dan beban hidup yang dirasa semakin berat membuat istri Chris tidak tahan dengan kondisi tersebut dan memutuskan untuk pindah ke saudaranya di New York. Tetapi rasa cinta Chris dan keinginan agar anaknya mengenal ayahnya, membuat dia memutuskan dia yang akan membesarkan anaknya. </p>
<p> <a href="http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/pursuitpic1.jpg">  <img src="http://sukarto.com/wp-content/uploads/2008/06/pursuitpic1.jpg" alt="Chris Gardner and son homeless" title="pursuitpic1" width="150" height="213" class="alignleft size-full wp-image-21" /> </a> Kondisi keuangan Chris menjadi semakin parah dan pada akhirnya diusir dari pemilik rumah kontrakan karena sudah tidak membayar biaya sewa berbulan-bulan. Dia dan anaknya akhirnya sampai harus tinggal di toilet / kamar mandi di stasiun Kereta Api dan mengunci pintunya agar bisa tidur di dalamnya. Berhari-hari seperti itu, akhirnya Chris bisa menemukan tempat penampungan tuna wisma yang memberikan kamar gratis. Tetapi mereka setiap pagi harus membawa serta barangnya dan setiap sore harus mengantri dengan ratusan tuna wisma lain dan bila beruntung baru bisa mendapat kamar. </p>
<p> Sambil terus menjual sisa alat kedokteran yang dimilikinya, Chris bertemu dengan seseorang yang memarkirkan Ferrari merahnya dan tampak sangat sukses. Keinginannya untuk sukses membuat dia memberanikan diri untuk bertanya &#8220;Apa pekerjaan Anda sehingga bisa memiliki mobil Ferrari yang cantik ini ?&#8221; Orang tersebut menjawab &#8220;Saya seorang Pialang Saham&#8221;. Dari sana timbul impiannya lagi dan dia mencoba melamar di sebuah perusahaan sekuritas untuk menjadi seorang pialang saham. Perusahaan tersebut menawarkan pendidikan selama 6 bulan untuk bisa menjadi calon Pialang Saham. Setelah 6 bulan pendidikan hanya memilih 1 dari 30 orang peserta untuk diterima menjadi pialang saham. Dan selama 6 bulan pendidikan, tidak memberikan gaji apapun. </p>
<p> Demi impian barunya tersebut, Chris rela melewati proses pendidikan dan seleksi yang berat tersebut. Dan dia harus bisa mengatur dan menghadapi banyak kesulitan antara belajar menjadi pialang saham, mengantar dan menjemput anaknya di tempat penitipan anak, antri di sore hari di tempat penampungan tuna wisma, sering tidak makan agar menghemat uang yang tinggal sedikit dan masih harus mencari calon pelanggan untuk perusahaan pialang saham. Saya akan heran kalau Anda tidak merasa tersentuh dan terharu melihat semua upaya yang dilakukan Chris untuk mengatasi semua kesulitan tersebut. Saat saya menonton film ini, saya memiliki kesulitan dan tantangan dalam hidup saya, tetapi setelah melihat apa yang dihadapi Chris sehari-harinya, saya merasa kesulitan saya tidak ada apa-apanya. Saya yakin Anda juga akan merasa seperti itu. </p>
<p> Setelah melalui 6 bulan perjuangan dan semua kesulitan yang harus dihadapi, Chris akhir terpilih untuk menjadi pialang saham dan memulai karirnya di industri itu. Chris Gardner akhirnya menjadi seorang pialang saham yang sukses, yang kemudian mendirikan perusahaan pialang sendiri dan menjadi Multi Milyarder yang dermawan dalam membantu menyediakan tempat penampungan bagi para tuna wisma, mengingat dia pernah mengalami hal tersebut. </p>
<p> <strong>  Trailer dari Film </strong> </p>
<div class="captionfull">  <object width="425" height="344"><param name="movie" value="http://www.youtube.com/v/_xcZTtlGweQ&amp;hl=en"></param><param name="wmode" value="transparent"></param>   <embed src="http://www.youtube.com/v/_xcZTtlGweQ&amp;hl=en" type="application/x-shockwave-flash" wmode="transparent" width="425" height="344"></embed></object>  <br />  <a align="center" href="http://sukarto.com/go/pursuitofhappyness-on-amazon" target="_blank">   See Pursuit of Happyness DVD and Books on Amazon  </a>   </div>
<p> <strong>  Pelajaran dari Film Ini </strong> <br /> Saya dapat memetik beberapa pelajaran penting dari film ini yang merupakan kisah nyata dari seseorang yang berjuang dari nol hingga mencapai impiannya. <br /> 
<ul> 
<li>   Anything is Possible,  Segala sesuatu itu mungkin. Kalau kita ditanya berapa besar peluang seseorang yang tidak punya rumah, tinggal di jalanan dan punya seorang anak yang harus dijaga dapat menjadi seorang pialang saham yang sukses dan kemudian memiliki perusahaan pialang saham yang sukses? Kita akan secara jujur akan bilang peluangnya nol / tidak ada. Tetapi kisah Chris Gardner membuktikan jika impian dan goal yang ingin dicapai begitu jelas dan kita benar-benar menginginkannya, kesulitan dan tantangan apapun bisa diatasi.  </li>
<li>  </li>
<li>   Untuk mencapai sukses, jangan buat alasan atas kegagalan kita dan menyalahkan situasi atau orang lain, tetapi ambil tanggung jawab pribadi untuk mengatasi kesulitan yang ada. Chris punya segudang alasan dan alibi untuk kegagalannya. Dia bisa saja menyalahkan istrinya yang tidak mendukung dan meninggalkannya. Dia bisa saja menyalahkan orang yang menawarkan peluang alat kedokteran yang membuat dirinya bangkrut. Dia bisa saja menyalahkan Tuhan atas nasib jeleknya. Dia bisa saja menyalahkan pemerintah yang tidak membantunya. Tetapi Chris tidak membuat semua alasan tersebut. Dia mengambil tanggung jawab dan mengambil tindakan untuk merubah nasibnya. Banyak orang hanya berkeluh kesah dengan situasi yang ada, tetapi seorang pemenang akan ambil tindakan untuk merubah situasi yang ada.  </li>
<p> 
<li>   Dalam hidup, kita harus mengambil banyak keputusan dan kadang kala keputusan yang kita ambil adalah keputusan yang salah. Itu wajar, sadarilah hal itu! Hanya ada satu orang yang tidak pernah membuat keputusan yang salah dalam hidupnya, siapakah orang itu? Orang yang tidak pernah mengambil keputusan! Untuk sukses, kita perlu berani mengambil keputusan. Jika salah, so what? Kita belajar dari kesalahan itu dan lalu ambil keputusan lain yang lebih baik. Itulah cara kerja kehidupan.  </li>
<p> 
<li>   Lakukanlah pekerjaan / karir yang Anda senangi dan cintai. Saat Anda melakukan pekerjaan yang Anda senangi, Anda menjadi magnet dan membuat alam semesta mendukung Anda untuk berkembang dengan pesat. Dari buku dan interview yang dilakukan ke Chris Gardner yang asli, dia mengungkapkan betapa dia sejak awal sangat menyenangi segala sesuatu tentang pasar modal. Suasana, kecepatan, kompetisi dan kesenangan  yang didapat dari klien  yang puas membuat dirinya tertarik untuk terjun total di pasar modal. Jadi temukanlah karir / bisnis yang Anda cintai, alam semesta akan mendukung Anda!  </li>
<p> </ul>
<p> <strong>  Website tentang Film </strong> <br /> Saya sangat terinspirasi dengan kisah Chris Gardner, setelah melihat film ini saya langsung membeli buku <a href="http://sukarto.com/go/pursuitofhappyness-on-amazon" target="_blank">  The Pursuit of Happyness </a> . Setelah selesai membaca buku itu, saya kemudian juga mencari dan membaca beberapa website yang membahas film ini dan juga yang membahas biografi dari tokoh asli Chris Gardner, diantaranya : <br /> 
<ul> 
<li>   Biografi dari Christoper Gardner di   <a href="http://www.chrisgardnermedia.com/main/biography.htm">    Chris Gardner Official Website   </a>  </li>
<p> 
<li>   Film Pursuit of Happyness di   <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/The_Pursuit_of_Happyness">    Wikipedia   </a>  </li>
<p> 
<li>   Will Smith dan Real Chris Gardner di   <a href="http://www2.oprah.com/tows/pastshows/200611/tows_past_20061122.jhtml">    interview di Oprah   </a>  </li>
<p> 
<li>   Official Movie Site di   <a href="http://www.sonypictures.com/homevideo/thepursuitofhappyness/">    Sony Pictures   </a>  </li>
<p> </ul>
<p> Semoga Anda dapat memetik manfaat dari tulisan saya mengenai film ini. Sukses buat Anda! </p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://sukarto.com/2007/inspiring-movie-the-pursuit-of-happyness/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://sukarto.com/2007/inspiring-movie-the-pursuit-of-happyness/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

