<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-1930869046301755193</id><updated>2014-10-05T09:00:00.342+07:00</updated><category term="agenda wisata sumatera barat"/><category term="budaya daerah"/><category term="objek wisata di jakarta"/><category term="tempat wisata di indonesia"/><category term="tempat wisata di jakarta"/><category term="tradisional"/><category term="wisata sumatera barat"/><title type='text'>Pariwisata dan Kebudayaan</title><subtitle type='html'>Blog seputar pariwisata dan budaya</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://sumbarnanelok.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1930869046301755193/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnanelok.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Yasmen Chaniago</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-us9C1HLNC9o/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAbw/9gM5ZBnhQD8/s512-c/photo.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>2</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1930869046301755193.post-9047757676779236229</id><published>2014-09-03T22:03:00.002+07:00</published><updated>2014-09-03T22:05:29.630+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="agenda wisata sumatera barat"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="budaya daerah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tradisional"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="wisata sumatera barat"/><title type='text'>Pacu Jawi </title><content type='html'>Balapan motor sudah biasa. Jikalau yang diperlombakan adalah hewan, yang terpikir pertama kali pastilah kuda. Beberapa kali saya menyaksikan pacu kuda yang sering diadakan di Sawahlunto. Kuda yang dilombakan adalah kuda-kuda mahal yang didatangkan dari berbagai daerah, bahkan dari pulau Jawa. Entah berapa biaya yang harus dikeluarkan oleh pemiliknya. Jikapun kuda dari luar daerah tersebut menang, hadiahnya mungkin hanya impas untuk transportasi dan kebutuhan selama acara juga membayar joki, jika tidak dikendarai sendiri oleh si empunya. Selain harganya yang mahal, biaya perawatan kuda2 pacu tersebut tentunya juga lumayan. Kesimpulan saya balap kuda adalah hoby orang kaya. Bagaimana dengan hoby lomba sapi? Lomba balap sapi yang cukup populer&amp;nbsp;adalah karapan sapinya Madura. Masyarakat umum mungkin belum begitu familiar jika Sumatera Barat, tepatnya di Kabupaten Batusangkar mempunyai &lt;b&gt;pacu jawi&amp;nbsp;&lt;/b&gt; (jawi = sapi) yang mirip dengan karapan sapi. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-WFWmwV_H8sE/VAaRS4sF9yI/AAAAAAAAAvs/ykjRJ5v9Zr8/s1600/100_2175.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;pacu jawi, batusangkar&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-WFWmwV_H8sE/VAaRS4sF9yI/AAAAAAAAAvs/ykjRJ5v9Zr8/s1600/100_2175.JPG&quot; height=&quot;213&quot; title=&quot;pacu jawi, batusangkar&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Ketika saya datang, puluhan sapi-sapi sudah dikumpulkan di bekas areal persawahan yang telah selesai dipanen. Sekitar pukul 10.00 wib (16/8/2014)... saya mendekat dan bergabung di antara penonton di pematang sawah. Terlihat beberapa warga negara asing dan beberapa fotografer profesional dengan menyandang kamera telah &lt;i&gt;stand by&lt;/i&gt; di tempat yang mempunyai angle tepat untuk membidik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-PqzdkssDL8s/VAcd4zI0qjI/AAAAAAAAAv8/gtqz4Um5P_U/s1600/100_2176.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Persiapan pacu jawi&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-PqzdkssDL8s/VAcd4zI0qjI/AAAAAAAAAv8/gtqz4Um5P_U/s1600/100_2176.JPG&quot; height=&quot;265&quot; title=&quot;Persiapan pacu jawi&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Persiapan pacu jawi&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;Sepasang demi sepasang sapi digiring menuju arena, diiringi musik tradisional. Di sini, tak sedikit sapi-sapi yang mendapat giliran melakukan perlawanan saat hendak dibawa masuk ke sawah berlumpur yang digenangi air setinggi paha orang dewasa.  Kadang-kadang joki nampak kewalahan jika sapi memberontak saat mendapat giliran berjalan masuk ke arena. Kenapa satu2? Lomba ini bukan adu cepat seperti lomba pacu pada umumnya. Sepasang sapi dikendarai oleh joki dengan diapit alat pembajak sawah. Penilaiannya adalah dari lurus atau tidak lurusnya sepasang sapi berlari disamping waktu tempuh lintasan. Saat atraksi berlangsung, banyak sapi yang berlari hanya setengah lintasan; ada pula yang hingga terjun ke sawah sebelah yang lebih rendah sehingga mengundang tawa penonton. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pacu jawi adalah permainan tradisional yang sudah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Setiap tahun lomba ini diadakan&amp;nbsp; 4 kali berturut-turut (setiap hari Sabtu/Minggu) di 4 kecamatan secara bergilir, yaitu Kecamatan Pariangan, Kecamatan Rambatan, Kecamatan Lima Kaum dan Kecamatan Sungai Tarab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-X5Ec-wRw6o0/VAcr0bghheI/AAAAAAAAAwI/V7nv3jyEsEw/s1600/100_2209.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Saat berlaga di arena&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://1.bp.blogspot.com/-X5Ec-wRw6o0/VAcr0bghheI/AAAAAAAAAwI/V7nv3jyEsEw/s1600/100_2209.JPG&quot; height=&quot;240&quot; title=&quot;Saat berlaga di arena&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Uniknya, lomba pacu jawi ini tidak ada hadiahnya. Pun bagi pemenang nomer 1 sekalipun. &quot;Sekedar hoby&quot; kata salah seorang panitia yang kebetulan saya tanya. Yups, meskipun pemilik/joki sapi sampai terjatuh berguling-guling saat berlaga...semua itu dilakukan sekedar kesenangan dan hiburan semata. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1930869046301755193/posts/default/9047757676779236229'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1930869046301755193/posts/default/9047757676779236229'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnanelok.blogspot.com/2014/09/pacu-jawi.html' title='Pacu Jawi '/><author><name>Yasmen Chaniago</name><uri>https://plus.google.com/105629736423714999664</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-us9C1HLNC9o/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAbw/9gM5ZBnhQD8/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://2.bp.blogspot.com/-WFWmwV_H8sE/VAaRS4sF9yI/AAAAAAAAAvs/ykjRJ5v9Zr8/s72-c/100_2175.JPG" height="72" width="72"/><georss:featurename>Batusangkar, Lima Kaum, Lima Kaum, Tanah Datar 27213, Indonesia</georss:featurename><georss:point>-0.45964 100.590599</georss:point><georss:box>-25.9816745 59.282005 25.0623945 141.899193</georss:box></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-1930869046301755193.post-7728174315819123712</id><published>2014-09-02T21:36:00.000+07:00</published><updated>2014-09-03T08:29:46.701+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="objek wisata di jakarta"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tempat wisata di indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="tempat wisata di jakarta"/><title type='text'>Kebun Binatang Ragunan, Tempat Wisata di Jakarta yang Seru dan Murah</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: right; margin-left: 1em; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-0daRPop-NEk/VAZp9tubCWI/AAAAAAAAAvE/AMLzpI-sxAQ/s1600/kebun-binatang-ragunan.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;kebun raya ragunan&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://3.bp.blogspot.com/-0daRPop-NEk/VAZp9tubCWI/AAAAAAAAAvE/AMLzpI-sxAQ/s1600/kebun-binatang-ragunan.JPG&quot; title=&quot;kebun raya ragunan&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kebun Raya Ragunan&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Nama Kebun Binatang Ragunan sudah tidak asing lagi bagi kebanyakan orang. Berada di daerah Kelurahan Ragunan, Jakarta Selatan kebun binatang ini merupakan terbesar di ibukota negara. Meskipun tidak seindah TMII atau Taman Impian Jaya Ancol, namun bisa menjadi tujuan rekreasi yang menyenangkan karena puluhan ribu pohon menyejukkan areal seluas kurang lebih 14&amp;nbsp; hektar tsb. berlokasi dengan penduduk padat, Kebun Binatang ini selalu kebanjiran pengunjung terlebih saat musim liburan tiba. Harga tiket masuknya juga cukup murah, dewasa Rp 4.500 dan Rp 3.500 untuk anak-anak berumur lebih dari 2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-sjp50C5qoZw/VAZp72iKSGI/AAAAAAAAAu8/eR2A96TrCys/s1600/Ragunan2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Bangunan Pusat Primata Schmutzer&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;http://2.bp.blogspot.com/-sjp50C5qoZw/VAZp72iKSGI/AAAAAAAAAu8/eR2A96TrCys/s1600/Bangunan-Pusat-Primata.jpg&quot; title=&quot;Bangunan Pusat Primata Schmutzer&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Pusat Primata Schmutzer&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Bonbin ini juga memiliki Pusat Konservasi Primata Primata yang cukup besar, yaitu Pusat &lt;i&gt;Primata Schmutzer&lt;/i&gt;. Nama Schmutzer diambil dari nama mendiang Ibu Pauiline Antoinette Schmutzer. Seorang pelukis dan pecinta binatang berdarah Belanda, kelahiran Wonorejo, Jawa Tengah (1924-1998). Beliau telah berkenan menyumbangkan seluruh harta warisannya untuk mendirikan Pusat Primata tersebut. Selain itu, ada banyak kegiatan yang bisa dilakukan di Kebun binatang yang juga disebut Taman Mini Ragunan, disingkat TMR.&amp;nbsp; Ingin olahraga, kegiatan outbound seperti bersepeda atau bermain rakit bisa dicoba. Sementara jika ingin sekedar bersantai sambil makan bekal dari rumah, bisa mengbentangkan tikar dibawah pohon rindang; tikar bisa didapat dari penjual ataupun penyewa yang ada di sana. di Anak-anak pasti senang menyaksikan &lt;i&gt;snake feeding show&lt;/i&gt;, atau kudanil dan buaya, yang tengah diberi makan meskipun 2 yang terakhir tidak bisa setiap saat dapat dijumpai karena hewan-hewan ini sudah diatur jadwal makannya. Yang tak kalah seru adalah mencoba menaiki hewan tunggangan koleksi kebun binatang ini seperti kuda, unta dan paling menantang adalah menunggangi gajah yang tinggi besar. Mau coba? Saya sih akan bilang No, meskipun gratis. Saya yang phobia ketinggian, akan menolak alias kapok jika ditawari menunggang gajah untuk kedua kalinya. Ih...ogah...&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;sumber: http://suryawisatapkl.blogspot.com/2010/10/kebun-binatang-ragunan-jakarta.html&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1930869046301755193/posts/default/7728174315819123712'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/1930869046301755193/posts/default/7728174315819123712'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://sumbarnanelok.blogspot.com/2014/09/kebon-binatang-ragunan.html' title='Kebun Binatang Ragunan, Tempat Wisata di Jakarta yang Seru dan Murah'/><author><name>Yasmen Chaniago</name><uri>https://plus.google.com/105629736423714999664</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//lh6.googleusercontent.com/-us9C1HLNC9o/AAAAAAAAAAI/AAAAAAAAAbw/9gM5ZBnhQD8/s512-c/photo.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://3.bp.blogspot.com/-0daRPop-NEk/VAZp9tubCWI/AAAAAAAAAvE/AMLzpI-sxAQ/s72-c/kebun-binatang-ragunan.JPG" height="72" width="72"/></entry></feed>