<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>Susris</title>
	<atom:link href="https://www.susris.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://www.susris.com</link>
	<description></description>
	<lastBuildDate>Tue, 03 Oct 2023 04:06:49 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>https://wordpress.org/?v=5.9.13</generator>

<image>
	<url>https://www.susris.com/wp-content/uploads/2020/12/cropped-susris-fav-32x32.png</url>
	<title>Susris</title>
	<link>https://www.susris.com</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<item>
		<title>Keseruan Slot Online dengan Potensi Hadiah Melimpah</title>
		<link>https://www.susris.com/keseruan-slot-online-dengan-potensi-hadiah-melimpah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[susriswpc]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 03 Oct 2023 04:06:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>
		<category><![CDATA[slot online]]></category>
		<category><![CDATA[online gacor]]></category>
		<category><![CDATA[situs slot]]></category>
		<category><![CDATA[slot terpercaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susris.com/?p=175</guid>

					<description><![CDATA[<p>Keseruan Slot Online dengan Potensi Hadiah Melimpah &#8211; Dalam lanskap perjudian digital saat ini, slot online tampil sebagai salah satu bintang yang paling bersinar. Mengapa demikian? Alasannya sederhana: permainan ini menawarkan kombinasi unik antara kesenangan bermain dan potensi keuntungan yang luar biasa. Dibandingkan dengan jenis judi lainnya, slot memiliki daya tarik khusus yang sulit untuk ditolak....</p>
The post <a href="https://www.susris.com/keseruan-slot-online-dengan-potensi-hadiah-melimpah/">Keseruan Slot Online dengan Potensi Hadiah Melimpah</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #ff0000;"><a style="color: #ff0000;" href="https://www.susris.com/keseruan-slot-online-dengan-potensi-hadiah-melimpah"><strong>Keseruan Slot Online dengan Potensi Hadiah Melimpah</strong></a></span> &#8211; Dalam lanskap perjudian digital saat ini, slot online tampil sebagai salah satu bintang yang paling bersinar. Mengapa demikian? Alasannya sederhana: permainan ini menawarkan kombinasi unik antara kesenangan bermain dan potensi keuntungan yang luar biasa. Dibandingkan dengan jenis judi lainnya, slot memiliki daya tarik khusus yang sulit untuk ditolak.</p>
<p>Pertama, ada sensasi bermain yang terus-menerus berubah. Setiap putaran, dengan grafis berwarna-warni dan efek suara mendebarkan, memberikan pengalaman baru. Kedua, variasi game yang ditawarkan oleh slot online memastikan bahwa pemain selalu memiliki sesuatu yang baru untuk dicoba. Dari tema klasik hingga petualangan modern, ada sesuatu untuk setiap selera.</p>
<p>Namun, yang paling penting adalah potensi hadiah. Di slot online, pemain memiliki peluang untuk memenangkan hadiah besar dengan taruhan minimum. Bayangkan, dengan hanya satu putaran, seseorang bisa mendapatkan hadiah yang bisa mengubah hidupnya. Ini semakin diperkuat dengan fitur-fitur khusus dalam game, seperti putaran gratis, simbol wild dan bonus khusus lainnya yang dapat meningkatkan peluang kemenangan.</p>
<p>Selain itu, dengan adanya teknologi RNG (Random Number Generator), setiap putaran dijamin adil dan tidak dapat dimanipulasi, sehingga pemain dapat bermain dengan tenang tanpa khawatir akan kecurangan. Slot gacor, sebutan untuk slot yang sering memberikan kemenangan, telah menjadi incaran banyak pemain karena potensi pengembaliannya yang tinggi.</p>
<p>Dalam konteks ini, slot online bukan hanya sekedar permainan, tetapi juga peluang investasi. Bagi mereka yang berani mengambil risiko, kesempatan untuk mendapatkan imbalan yang menggiurkan selalu terbuka lebar. Dengan kombinasi antara keseruan bermain dan peluang hadiah yang besar, tidak heran jika slot online terus menarik hati para penggemar judi di seluruh dunia.&#8221;</p>
<p><img loading="lazy" class="alignnone wp-image-177 " src="http://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/10/1301061532968288263.png" alt="keseruan-slot-online-dengan-potensi-hadiah-melimpah" width="821" height="462" srcset="https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/10/1301061532968288263.png 1584w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/10/1301061532968288263-300x169.png 300w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/10/1301061532968288263-1024x576.png 1024w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/10/1301061532968288263-768x432.png 768w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/10/1301061532968288263-1536x864.png 1536w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/10/1301061532968288263-850x478.png 850w" sizes="(max-width: 821px) 100vw, 821px" /></p>
<p><strong>Menggali Keseruan dan Keunikan dalam Dunia Slot Online</strong></p>
<p>Mengapa slot online begitu disukai? Jawabannya terletak pada petualangan unik yang ditawarkan oleh setiap putaran mesin slot. Dalam setiap kali putaran, pemain diberikan harapan dan ekspektasi. Dengan menggunakan uang sungguhan sebagai modal, setiap kali Anda memutar mesin, Anda sebenarnya sedang berinvestasi dalam kesempatan untuk memperoleh keuntungan berlipat ganda. Hasil dari setiap putaran, yang ditentukan oleh kombinasi simbol, bisa membawa keberuntungan atau sebaliknya, namun itulah yang membuatnya menarik.</p>
<p>Potensi kemenangan dalam slot online sangatlah besar. Dengan taruhan yang relatif kecil, Anda memiliki peluang untuk memenangkan hadiah besar, tergantung pada kombinasi simbol yang Anda dapatkan. Dalam beberapa kasus, kemenangan bisa mencapai puluhan hingga ratusan kali lipat dari taruhan awal. Ini memberikan kesempatan bagi pemain untuk merasakan sensasi kemenangan besar dari investasi kecil.</p>
<p>Namun, bukan hanya potensi kemenangan yang membuat slot online begitu menarik. Setiap mesin slot memiliki tema, animasi, dan efek suara yang berbeda, menambahkan unsur hiburan dalam permainan. Selain itu, variasi dalam permainan, seperti jumlah reel dan baris, menambahkan dimensi strategis dalam cara Anda bermain. Semakin banyak reel dan baris, semakin besar peluang kombinasi yang mungkin muncul.</p>
<p>Salah satu aspek paling menarik dari slot online adalah variasinya. Di dalam satu platform judi online, Anda bisa menemukan berbagai pilihan game slot dengan karakteristik unik masing-masing. Ini memberikan pemain kebebasan untuk memilih dan mencoba berbagai jenis permainan, menambahkan kedalaman dan variasi dalam pengalaman bermain mereka. Jika Anda merasa kurang beruntung dalam satu game, Anda selalu bisa beralih ke yang lain dengan mudah.</p>
<p>Keunggulan lain dari slot online adalah fitur bonus yang ditawarkan. Hampir setiap game slot menawarkan berbagai fitur bonus, seperti putaran gratis, jackpot progresif dan berbagai mekanisme lain yang dirancang untuk meningkatkan kesempatan Anda memenangkan lebih banyak. Fitur-fitur ini menambahkan lapisan ekstra keseruan dan strategi dalam permainan, memastikan bahwa pemain selalu memiliki sesuatu yang baru dan menarik untuk ditunggu.</p>
<p>Dengan demikian, slot online bukan hanya tentang memutar mesin dan menunggu keberuntungan, tetapi juga tentang strategi, variasi, dan kesenangan yang tak ada habisnya. Setiap putaran menawarkan kesempatan baru, setiap game menawarkan petualangan baru dan setiap sesi memberikan kesempatan untuk menang besar.</p>
<p><strong>Kemudahan Akses Bermain dalam Dunia Slot Online Gacor</strong></p>
<p>Salah satu daya tarik utama dari slot online gacor adalah kenyamanan dan kemudahan aksesnya. Dengan kemajuan teknologi, bermain slot tidak perlu lagi memerlukan kunjungan ke kasino fisik atau tempat perjudian. Slot gacor memungkinkan Anda untuk menikmati sensasi permainan dari kenyamanan rumah Anda, hanya dengan beberapa klik. Meskipun prosesnya sederhana, tantangan untuk memenangkan permainan tetap ada, menjaga adrenalin dan kegembiraan tetap hidup.</p>
<p>Meski proses bermainnya mudah, memenangkan slot tentu membutuhkan kombinasi strategi, keterampilan, dan tentu saja, sedikit keberuntungan. Slot gacor tidak menjanjikan kemenangan setiap saat, tetapi inilah yang membuatnya menarik &#8211; ketidakpastian dan harapan yang muncul setiap kali Anda memutar mesin. Jika semua pemain selalu menang, maka kasino atau platform judi online pasti akan mengalami kerugian besar dan tentu saja, dinamika permainan akan hilang.</p>
<p>Salah satu keunggulan bermain slot gacor online adalah fleksibilitas. Anda tidak perlu mengunduh aplikasi khusus atau perangkat tambahan. Cukup dengan koneksi internet yang stabil dan perangkat seperti komputer, laptop atau bahkan smartphone, Anda sudah dapat memulai petualangan Anda di dunia <span style="color: #ff0000;"><strong><a style="color: #ff0000;" href="https://shelleylubben.com/">Tiptop108</a> </strong></span>slot online. Selain itu, dengan platform berbasis web, Anda dapat dengan mudah beralih antar game tanpa harus mengunduh atau menginstal ulang.</p>
<p>Dengan demikian, slot gacor menawarkan kesempatan bagi pemain untuk merasakan sensasi berjudi tanpa harus meninggalkan kenyamanan rumah mereka. Dengan berbagai pilihan game dan fitur menarik yang ditawarkan, pemain dapat menikmati berjam-jam keseruan dan hiburan. Selain itu, kemudahan akses dan fleksibilitas yang ditawarkan oleh platform online memastikan bahwa pengalaman bermain Anda selalu lancar dan menyenangkan.</p>The post <a href="https://www.susris.com/keseruan-slot-online-dengan-potensi-hadiah-melimpah/">Keseruan Slot Online dengan Potensi Hadiah Melimpah</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Pernyataan Bersama Dialog Strategis AS-Arab Saudi</title>
		<link>https://www.susris.com/pernyataan-bersama-dialog-strategis-as-arab-saudi/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[susriswpc]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 14 Apr 2023 03:30:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cooperation]]></category>
		<category><![CDATA[AS-Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Sama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susris.com/?p=170</guid>

					<description><![CDATA[<p>Pernyataan Bersama Dialog Strategis AS-Arab Saudi &#8211; Pemerintah Amerika Serikat dan Kerajaan Arab Saudi mengadakan pertemuan Dialog Strategis AS-Saudi pada 14 Oktober 2020, di Washington, DC Menteri Luar Negeri Michael R. Pompeo dan Yang Mulia, Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud ikut memimpin Dialog. Pernyataan Bersama Dialog Strategis AS-Arab Saudi susris &#8211;...</p>
The post <a href="https://www.susris.com/pernyataan-bersama-dialog-strategis-as-arab-saudi/">Pernyataan Bersama Dialog Strategis AS-Arab Saudi</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/pernyataan-bersama-dialog-strategis-as-arab-saudi/"><strong>Pernyataan Bersama Dialog Strategis AS-Arab Saudi</strong></a> &#8211; Pemerintah Amerika Serikat dan Kerajaan Arab Saudi mengadakan pertemuan Dialog Strategis AS-Saudi pada 14 Oktober 2020, di Washington, DC Menteri Luar Negeri Michael R. Pompeo dan Yang Mulia, Menteri Luar Negeri Pangeran Faisal bin Farhan Al Saud ikut memimpin Dialog.</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Pernyataan Bersama Dialog Strategis AS-Arab Saudi</strong></h2>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-171 size-full" src="http://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/04/Pernyataan-Bersama-Dialog-Strategis-AS-Arab-Saudi.jpg" alt="" width="500" height="280" srcset="https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/04/Pernyataan-Bersama-Dialog-Strategis-AS-Arab-Saudi.jpg 500w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/04/Pernyataan-Bersama-Dialog-Strategis-AS-Arab-Saudi-300x168.jpg 300w" sizes="(max-width: 500px) 100vw, 500px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/"><strong>susris</strong> </a>&#8211; Membangun kemitraan yang erat selama beberapa dekade serta diskusi dan kerja sama strategis sebelumnya, kedua negara menyoroti pentingnya Dialog Strategis ini, yang diadakan 75 tahun setelah pertemuan bersejarah pada tahun 1945 antara Presiden Franklin Delano Roosevelt dan Raja Abdul Aziz Al Saud di atas kapal USS Quincy, sebuah pertemuan yang meletakkan dasar bagi kemitraan strategis abadi antara Amerika Serikat dan Arab Saudi.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href="http://www.susris.com/taiwan-dan-as-berbagi-kepentingan-utama-di-pasifik-utara/">Taiwan dan AS Berbagi Kepentingan Utama di Pasifik Utara</a></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Selama Dialog, Amerika Serikat dan Arab Saudi meninjau hubungan keamanan, ekonomi, budaya, dan orang-ke-orang yang luas yang mendukung hubungan bilateral mereka. Kedua belah pihak menegaskan kembali dedikasi mereka untuk melawan dan menghalangi ancaman yang ditimbulkan oleh aktivitas jahat Iran terhadap keamanan dan kemakmuran kawasan.</p>
<p style="text-align: justify;">Amerika Serikat mengakui kepemimpinan Kerajaan dalam Koalisi yang dipimpin Saudi dan komitmennya untuk mengakhiri konflik Yaman melalui negosiasi politik. Amerika Serikat dan Arab Saudi menekankan pentingnya kemitraan erat mereka dalam melawan terorisme dan peran kunci Kerajaan dalam menjaga keamanan regional dan internasional, dan kedua negara meninjau upaya bersama untuk memperkuat keamanan di Irak.</p>
<p style="text-align: justify;">Amerika Serikat mengakui langkah signifikan yang telah dibuat Arab Saudi untuk menerapkan Visi 2030 dan mengantarkan reformasi ekonomi dan sosial utama, dan kepemimpinannya di G20 selama tahun kepresidenannya untuk mendukung respons kesehatan dan keuangan global terhadap pandemi COVID.</p>
<p style="text-align: justify;">Amerika Serikat menyambut <strong><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Konferensi_Tingkat_Tinggi_Perbara">KTT</a> </strong>Pemimpin G20 pada bulan November. Kedua belah pihak mengakui kemajuan tetap penting pada isu-isu inti kepentingan nasional dan berusaha untuk terus bekerja sama menuju akhir ini melalui Dialog Strategis dengan pandangan ke masa depan hubungan strategis.</p>
<p style="text-align: justify;">Amerika Serikat dan Arab Saudi menggarisbawahi dedikasi mereka terhadap keamanan dan kemitraan ekonomi. Kedua belah pihak membahas berbagai aspek yang merupakan landasan kemitraan strategis kita yang langgeng dan berniat untuk melanjutkan pekerjaan untuk lebih memperkuat dan memperdalam kemitraan demi kepentingan kedua negara, dan kawasan. Diskusi tersebut meliputi:</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Kerja sama pertahanan untuk menangkal dan bertahan dari ancaman bersama di kawasan.</li>
<li style="text-align: justify;">Kerja sama keamanan dan intelijen antara kedua negara, yang telah berperan penting dalam menyelamatkan nyawa Amerika dan Saudi yang tak terhitung jumlahnya, dan banyak lainnya, dalam perjuangan berkelanjutan kami melawan teroris dan kelompok ekstremis kekerasan, termasuk Al Qaeda, ISIS, dan Korps Pengawal</li>
<li style="text-align: justify;">Revolusi Islam – Qods Force, serta proxy dan mitranya.<br />
Melanjutkan kerja sama di bidang perlindungan infrastruktur kritis dan keamanan publik, termasuk di bawah</li>
<li style="text-align: justify;">Perjanjian Kerja Sama Teknis bilateral.</li>
<li style="text-align: justify;">Meningkatkan kerja sama untuk mempromosikan pasar energi yang tangguh, terutama mengingat dampak ekonomi dari pandemi COVID-19.</li>
<li style="text-align: justify;">Meningkatkan hubungan ekonomi dengan memperluas peluang komersial, berinvestasi dalam infrastruktur, dan memulihkan perjalanan dan transportasi internasional sebagai bagian dari pemulihan ekonomi.</li>
<li style="text-align: justify;">Pentingnya menggunakan hanya vendor tepercaya dalam infrastruktur teknologi informasi dan komunikasi yang kritis.</li>
<li style="text-align: justify;">Menjajaki bidang kerja sama baru di bidang keamanan siber dan bidang terkait lainnya, serta memperkuat kerja sama di bidang seperti perlindungan infrastruktur kritis.</li>
<li style="text-align: justify;">Meningkatkan kerja sama diplomatik, budaya, dan konsuler, termasuk proyek konstruksi besar untuk memperluas Kedutaan Besar dan Konsulat AS di Kerajaan, yang akan berfungsi untuk memperluas platform</li>
<li style="text-align: justify;">AS untuk keterlibatan diplomatik dengan Arab Saudi dan menandakan komitmen abadi kami untuk mencapai keamanan dan ekonomi bersama tujuan.</li>
</ul>
<p style="text-align: justify;">Amerika Serikat dan Arab Saudi mengumumkan bahwa mereka bermaksud melanjutkan kerja Dialog melalui pembentukan kelompok kerja bilateral untuk memperkuat kerja sama. Ini termasuk:</p>
<ul>
<li style="text-align: justify;">Kelompok Kerja Kemitraan Keamanan dan Intelijen,</li>
<li style="text-align: justify;">Kelompok Kerja Rencana Kerjasama Pertahanan,</li>
<li style="text-align: justify;">Kelompok Kerja Kepentingan Ekonomi dan Energi Bersama,</li>
<li style="text-align: justify;">Kelompok Kerja Kerjasama Pendidikan dan Kebudayaan Bilateral, dan,</li>
<li style="text-align: justify;">Kelompok Kerja Kerjasama Cybersecurity.</li>
</ul>The post <a href="https://www.susris.com/pernyataan-bersama-dialog-strategis-as-arab-saudi/">Pernyataan Bersama Dialog Strategis AS-Arab Saudi</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Taiwan dan AS Berbagi Kepentingan Utama di Pasifik Utara</title>
		<link>https://www.susris.com/taiwan-dan-as-berbagi-kepentingan-utama-di-pasifik-utara/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[susriswpc]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Mar 2023 06:46:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cooperation]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[Taiwan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susris.com/?p=166</guid>

					<description><![CDATA[<p>Taiwan dan AS Berbagi Kepentingan Utama di Pasifik Utara &#8211; Pada bulan September 2022, USIP menerbitkan sebuah laporan tentang “ Pengaruh Tiongkok terhadap Negara-Negara Asosiasi Bebas di Pasifik Utara ”, yang terdiri dari Negara Federasi Mikronesia, Republik Kepulauan Marshall, dan Republik Palau. Taiwan dan AS Berbagi Kepentingan Utama di Pasifik Utara susris &#8211; “Keterlibatan China...</p>
The post <a href="https://www.susris.com/taiwan-dan-as-berbagi-kepentingan-utama-di-pasifik-utara/">Taiwan dan AS Berbagi Kepentingan Utama di Pasifik Utara</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/taiwan-dan-as-berbagi-kepentingan-utama-di-pasifik-utara/"><strong>Taiwan dan AS Berbagi Kepentingan Utama di Pasifik Utara</strong></a> &#8211; Pada bulan September 2022, USIP menerbitkan sebuah laporan tentang “ Pengaruh Tiongkok terhadap Negara-Negara Asosiasi Bebas di Pasifik Utara ”, yang terdiri dari Negara Federasi Mikronesia, Republik Kepulauan Marshall, dan Republik Palau.</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Taiwan dan AS Berbagi Kepentingan Utama di Pasifik Utara</strong></h2>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-167 " src="http://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Taiwan-dan-AS-Berbagi-Kepentingan-Utama-di-Pasifik-Utara-1024x768.jpg" alt="" width="575" height="431" srcset="https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Taiwan-dan-AS-Berbagi-Kepentingan-Utama-di-Pasifik-Utara-1024x768.jpg 1024w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Taiwan-dan-AS-Berbagi-Kepentingan-Utama-di-Pasifik-Utara-300x225.jpg 300w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Taiwan-dan-AS-Berbagi-Kepentingan-Utama-di-Pasifik-Utara-768x576.jpg 768w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Taiwan-dan-AS-Berbagi-Kepentingan-Utama-di-Pasifik-Utara-850x637.jpg 850w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Taiwan-dan-AS-Berbagi-Kepentingan-Utama-di-Pasifik-Utara.jpg 1067w" sizes="(max-width: 575px) 100vw, 575px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/"><strong>susris</strong> </a>&#8211; “Keterlibatan China di negara-negara ini mengancam kepentingan [AS] baik secara lokal maupun di wilayah Pasifik yang lebih luas,” kata kata pengantar laporan tersebut, yang menegaskan bahwa memperkuat hubungan AS dengan Negara-Negara Asosiasi Bebas (FAS) sangat penting untuk mengamankan kepentingan AS dan mencegah China meningkatkan pengaruhnya di wilayah tersebut. Laporan Kelompok Studi Senior ini sebagian besar berfokus pada kepentingan Amerika Serikat, China, dan FAS, tetapi juga memiliki implikasi yang signifikan bagi Taiwan.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href="http://www.susris.com/arab-saudi-menginginkan-aliansi-formal-dengan-imbalan-normalisasi-hubungan/">Arab Saudi Menginginkan Aliansi Formal Dengan Imbalan Normalisasi Hubungan</a></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Negara Federasi Mikronesia, Kepulauan Marshall, dan Palau terletak di utara khatulistiwa dan membentang di petak samudra kira-kira selebar benua Amerika Serikat, yang merupakan mitra terdekat mereka. Amerika Serikat mengelola pulau-pulau itu sebagai wilayah perwalian sejak akhir Perang Dunia II hingga kemerdekaannya Negara Federasi Mikronesia dan Kepulauan Marshall pada tahun 1986, dan Palau pada tahun 1994 yang mengarah ke ikatan unik yang mereka miliki saat ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga negara menandatangani <strong><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Compact_of_Free_Association">Compacts of Free Association</a></strong> dengan Washington setelah kemerdekaan, yang memungkinkan mereka menerima bantuan hibah dan jaminan keamanan dari pemerintah AS. Warga negara-negara ini juga menerima keuntungan lain, termasuk hak untuk tinggal dan bekerja di Amerika Serikat tanpa visa, akses ke program dan layanan AS seperti Layanan Pos AS, dan kemampuan untuk mendaftar di militer AS.</p>
<p style="text-align: justify;">Sebagai gantinya, Amerika Serikat memiliki hak untuk membangun fasilitas militer di Freely Associated States dan hak untuk melarang pihak ketiga menggunakan wilayah udara, teritori, dan perairan teritorial kepulauan tersebut untuk tujuan militer. Sementara Amerika Serikat dan FAS sedang dalam proses menegosiasikan kembali porsi bantuan hibah dari kesepakatan, ketentuan keamanan akan berlaku selamanya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Meningkatnya Kepentingan China di Kepulauan Pasifik</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Laporan Kelompok Studi Senior menemukan bahwa “Beijing melihat negara-negara Kepulauan Pasifik sebagai peluang dengan investasi rendah dan imbalan tinggi bagi China untuk mencetak kemenangan simbolis dan taktis dalam agenda globalnya.” Laporan tersebut menyatakan bahwa kepentingan China di wilayah tersebut meliputi:</p>
<p style="text-align: justify;">“Meningkatkan proyeksi kekuatan di Indo-Pasifik melalui akses strategis ke pelabuhan dan Zona Ekonomi Eksklusif; menumbuhkan pendukung dengan hak suara di lembaga internasional dan meningkatkan jumlah suara yang bersimpati pada posisinya dalam sengketa internasional; membatasi ruang internasional Taiwan dan mengurangi jumlah Mitra diplomatik formal Taipei membangun soft power dan mempromosikan model pembangunan politik dan ekonomi Tiongkok meningkatkan akses ke pasar ekspor dan mendiversifikasi rantai pasokan komoditas utama, memajukan Inisiatif Sabuk dan Jalan serta melindungi pekerja dan aset Tiongkok di kawasan; memperdalam perdagangan hubungan, upaya frustasi oleh Amerika Serikat dan sekutunya untuk memproyeksikan kekuatan militer di Pasifik Barat;dan meningkatkan kemampuan pengumpulan dan pengawasan intelijennya di rentang geografis yang lebih luas, dengan perhatian khusus pada militer [AS].&#8221;</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan ini memiliki implikasi yang jelas untuk FAS dan Taiwan. Beijing telah membuat kemajuan dalam beberapa tahun terakhir dalam perebutan pengaruhnya melawan Taipei. Pada 2019, Kepulauan Solomon dan Kiribati mengalihkan pengakuan dari Taipei ke Beijing. (Kepulauan Solomon kemudian menandatangani perjanjian keamanan kontroversial dengan China pada April 2022.) Di antara sekutu diplomatik Taiwan di Pasifik pada saat itu, Kepulauan Solomon dan Kiribati adalah dua negara terbesar menurut populasi, dan pengakuan mereka atas Beijing secara dramatis mengurangi jumlah wilayah Pasifik Taipei. mitra diplomatik dari enam menjadi empat.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, mitra Taiwan di wilayah tersebut termasuk Kepulauan Marshall, Nauru, Palau, dan Tuvalu. Kepulauan Marshall dan Palau sekarang menjadi dua mitra Pasifik terbesar Taiwan, dan keduanya adalah Negara Asosiasi Bebas. Laporan Senior Study Group menemukan bahwa “Saat Beijing berupaya memperluas pengaruhnya di antara negara-negara Pasifik, memperkuat hubungan [AS]-FAS akan sangat penting untuk mengamankan kepentingan [AS] di kawasan tersebut.” Laporan tersebut juga menetapkan bahwa kekuatan hubungan [AS]-FAS adalah “barometer penting dari ketahanan aliansi dan kemitraan [AS] dan norma-norma demokrasi regional,” karena komitmen AS terhadap FAS akan dilihat di kawasan sebagai sebuah indikator komitmen AS untuk kemitraannya secara lebih luas.</p>
<p style="text-align: justify;">Laporan tersebut mencatat bahwa hubungan antara Amerika Serikat dan FAS kuat, “tetapi kegagalan untuk mencapai resolusi yang memuaskan kedua belah pihak untuk negosiasi Compact akan menjadi kemunduran besar bagi kepentingan [AS] dan keamanan regional.” Selain itu, Kelompok Studi Senior menegaskan bahwa “Tiongkok tidak berfokus pada FAS dalam upaya membangun pengaruhnya di Pasifik sejauh ia berfokus pada negara-negara Pasifik Selatan, tetapi tetap memposisikan dirinya untuk mengambil keuntungan dari setiap kemunduran di AS. -Hubungan FAS.”</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hubungan FAS dengan AS dan Taiwan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Sejak penerbitan laporan Senior Study Group, perkembangan paling signifikan di bidang ini adalah penandatanganan nota kesepahaman (MOU) antara Amerika Serikat dan Freely Associated States. Pada Januari 2023, Palau dan Kepulauan Marshall menandatangani kesepakatan dengan Amerika Serikat sebagai kerangka kerja negosiasi yang sedang berlangsung, dan menegaskan kembali keinginan bersama mereka untuk memperkuat kemitraan bilateral mereka. Pada bulan Februari, Amerika Serikat menandatangani MOU dengan Negara Federasi Mikronesia untuk efek yang sama.</p>
<p style="text-align: justify;">Hubungan Taiwan dengan Palau dan Kepulauan Marshall juga tetap kuat. Pada Oktober 2022, Presiden Palau Surangel Whipps Jr. mengunjungi Presiden Taiwan Tsai Ing-wen di Taipei dan menegaskan kembali komitmennya untuk mendukung Taiwan terlepas dari &#8220;agresi yang meningkat&#8221; China di wilayah tersebut. Bulan berikutnya, Wakil Presiden Taiwan Lai Ching-te mengunjungi Palau , mencatat bidang-bidang kolaborasi dalam perubahan iklim, akuakultur, dan perawatan medis. Pada bulan Desember, Whipps menekankan kembali dukungannya untuk Taiwan dan menganjurkan agar Taiwan dimasukkan ke dalam Organisasi Kesehatan Dunia.</p>
<p style="text-align: justify;">Presiden Kepulauan Marshall David Kabua juga menegaskan kembali komitmen negaranya ke Taiwan selama kunjungan ke Taipei pada Maret 2022. Di Majelis Umum PBB pada bulan September, dia menyuarakan dukungan untuk penyertaan Taiwan di PBB , dan mengutuk latihan militer skala besar China di sekitar Taiwan. pulau menyusul kunjungan Ketua DPR AS Nancy Pelosi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada bulan Maret 2023, Presiden Federasi Mikronesia David Panuelo mengungkapkan dalam sebuah surat kepada para pemimpin nasional bahwa dia telah berdiskusi dengan Taiwan kemungkinan untuk mengalihkan pengakuan dari Beijing ke Taipei, dan dia menyarankan agar Taiwan dapat mengambil proyek apa pun yang sedang dilakukan China. . Namun, masih harus dilihat bagaimana penerus Panuelo yang belum terpilih akan menangani masalah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Operasi Pengaruh Cina</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam surat yang sama di bulan Maret, Panuelo mengecam China karena melakukan “ perang politik ” di Negara Federasi Mikronesia, termasuk operasi intelijen rahasia, campur tangan dalam urusan pemerintah dan penyuapan pejabat pemerintah untuk memajukan kepentingan Beijing. Panuelo menggambarkan bagaimana pejabat Tiongkok sering memberikan hadiah dan amplop uang tunai kepada anggota pemerintah, bagaimana China telah mendukung gerakan separatis di negara itu, bagaimana kapal penelitian China melakukan spionase, dan bagaimana pada Juli 2022, selama Forum Kepulauan Pasifik, Panuelo sendiri diikuti oleh orang-orang yang bekerja untuk Kedutaan Besar China, salah satunya adalah seorang perwira intelijen. Panuelo berargumen dalam surat tersebut bahwa kegiatan pengaruh ini telah sangat merusak kedaulatan dan keamanan nasional negaranya.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga kegiatan yang meresahkan di Palau dan Kepulauan Marshall yang berpotensi terkait dengan pemerintah China. Pada bulan Desember 2022, sebuah laporan oleh Proyek Pelaporan Kejahatan Terorganisir dan Korupsi mengungkapkan bahwa seorang pemimpin triad Tiongkok yang memiliki hubungan dengan Partai Komunitas Tiongkok telah membina hubungan dengan elit Palauan, dan ratusan warga Tiongkok telah bekerja dalam operasi perjudian ilegal di negara tersebut. Dengan tidak adanya hubungan diplomatik antara Palau dan China, laporan itu mencatat, “proksi tidak resmi tetap menjadi alat yang ampuh untuk mencoba mempengaruhi.”</p>
<p style="text-align: justify;">China mungkin memiliki proxy di Kepulauan Marshall juga. Mulai sekitar tahun 2018, pasangan Tionghoa-Marshallese berusaha menyuap politisi Marshall untuk memungkinkan pembentukan &#8220;wilayah administrasi khusus&#8221; di Atol Rongelap yang akan merusak kedaulatan Marshall dan membuka atol untuk pencucian uang dan aktivitas kriminal lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 2018, dukungan untuk skema tersebut hampir menggulingkan mantan Presiden Kepulauan Marshall Hilda Heine dalam mosi tidak percaya, yang dia curigai sebagai upaya pemerintah China untuk menggulingkannya. Kenneth Kedi, ketua Parlemen Nasional dan senator Rongelap, mendukung mosi tidak percaya pada saat itu tetapi sejak itu menyatakan bahwa menurutnya skema itu terkait dengan pemerintah China.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Signifikansi Militer FAS</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang dicatat oleh laporan Kelompok Studi Senior, China memiliki kepentingan dalam “meningkatkan kemampuan pengumpulan intelijen dan pengawasannya di rentang geografis yang lebih luas, dengan perhatian khusus pada militer [AS].” Ini pasti termasuk FAS.</p>
<p style="text-align: justify;">Kedekatan Rongelap dengan Situs Uji Pertahanan Rudal Balistik Ronald Reagan di Atol Kwajalein menimbulkan kekhawatiran lebih lanjut tentang proposal Rongelap. Bahkan jika pemerintah China tidak terlibat dalam kesepakatan sejak awal, pembentukan wilayah otonom di Rongelap berpotensi memungkinkan pemerintah China melakukan aktivitas terlarang di sana dengan sedikit atau tanpa pengawasan dari pemerintah Marshall atau AS. Kwajalein “penting untuk kemampuan ruang dan pertahanan rudal [AS],” menurut laporan Kelompok Studi Senior, dan itu juga bisa “memainkan peran penting dalam mendukung peluncuran rudal, pengintaian ruang angkasa, dan operasi pengawasan selama pertahanan Taiwan, ” menurut pakar senior di Forum Pasifik .</p>
<p style="text-align: justify;">Palau juga menjadi semakin penting bagi militer AS. Itu adalah lokasi pelatihan untuk latihan militer yang dipimpin AS pada Februari 2023 , dan juga menjadi tuan rumah salah satu Latihan Pelatihan Lapangan gabungan terbesar militer AS di Pasifik pada Juni 2022 . Latihan tersebut bertujuan untuk meningkatkan integrasi pasukan tempur AS dan sekutu dan untuk mengeksplorasi bagaimana berbagai lokasi dapat digunakan dalam potensi konflik di masa depan. Selain itu, pada tahun 2026 Amerika Serikat berencana untuk memasang Radar Taktis Mobile Over-the-Horizon (OTH) di Palau untuk meningkatkan kesadaran domain maritim dan udara serta memantau aktivitas Tiongkok dan Korea Utara.</p>
<p style="text-align: justify;">Jelas bahwa Palau dan Kepulauan Marshall serta Negara Federasi Mikronesia dapat memainkan peran penting dalam potensi pertahanan AS terhadap Taiwan. Laporan Senior Study Group menemukan bahwa “FAS memainkan peran penting dalam perencanaan pertahanan, postur kekuatan, operasi maritim, dan proyeksi kekuatan [AS] di kawasan Indo-Pasifik dan sekitarnya.”</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ketegangan dengan China meningkat, Freely Associated States menjadi semakin berharga bagi keamanan Amerika Serikat dan Taiwan. Pemerintah AS telah memprioritaskan untuk lebih memperkuat hubungan dekatnya dengan FAS, dan Taiwan harus melakukan hal yang sama dengan Palau dan Kepulauan Marshall serta berpotensi dengan Negara Federasi Mikronesia. Hubungan timbal balik Amerika Serikat dan Taiwan dengan FAS harus menjadi agenda utama untuk koordinasi kebijakan antara Washington dan Taiwan, dan konsultasi bersama tidak boleh diabaikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Poin utama: Sementara Washington dan Taipei mempertahankan hubungan yang kuat dengan Negara-Negara Asosiasi Bebas, China semakin mengerahkan pengaruhnya di negara-negara ini dalam upaya untuk merusak kepentingan AS dan Taiwan. Oleh karena itu, Washington dan Taipei harus memprioritaskan penguatan hubungan mereka dengan mitra penting ini.</p>The post <a href="https://www.susris.com/taiwan-dan-as-berbagi-kepentingan-utama-di-pasifik-utara/">Taiwan dan AS Berbagi Kepentingan Utama di Pasifik Utara</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arab Saudi Menginginkan Aliansi Formal Dengan Imbalan Normalisasi Hubungan</title>
		<link>https://www.susris.com/arab-saudi-menginginkan-aliansi-formal-dengan-imbalan-normalisasi-hubungan/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[susriswpc]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 25 Mar 2023 01:37:53 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cooperation]]></category>
		<category><![CDATA[News]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi Menginginkan Aliansi Formal]]></category>
		<category><![CDATA[Imbalan Normalisasi Hubungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susris.com/?p=163</guid>

					<description><![CDATA[<p>Arab Saudi Menginginkan Aliansi Formal Dengan Imbalan Normalisasi Hubungan &#8211; Sekarang Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah mengklarifikasi apa yang dia harapkan dari Washington sebagai imbalan untuk normalisasi hubungan dengan Israel terutama jaminan keamanan AS pertanyaannya adalah: Haruskah pembuat keputusan AS menerima harganya? Arab Saudi Menginginkan Aliansi Formal Dengan Imbalan Normalisasi Hubungan susris &#8211;...</p>
The post <a href="https://www.susris.com/arab-saudi-menginginkan-aliansi-formal-dengan-imbalan-normalisasi-hubungan/">Arab Saudi Menginginkan Aliansi Formal Dengan Imbalan Normalisasi Hubungan</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/arab-saudi-menginginkan-aliansi-formal-dengan-imbalan-normalisasi-hubungan/"><strong>Arab Saudi Menginginkan Aliansi Formal Dengan Imbalan Normalisasi Hubungan</strong></a> &#8211; Sekarang Putra Mahkota Saudi Mohammed bin Salman telah mengklarifikasi apa yang dia harapkan dari Washington sebagai imbalan untuk normalisasi hubungan dengan Israel terutama jaminan keamanan AS pertanyaannya adalah: Haruskah pembuat keputusan AS menerima harganya?</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Arab Saudi Menginginkan Aliansi Formal Dengan Imbalan Normalisasi Hubungan</strong></h2>
<p><img loading="lazy" class="size-medium wp-image-164 aligncenter" src="http://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Arab-Saudi-Menginginkan-Aliansi-Formal-Dengan-Imbalan-Normalisasi-Hubungan-300x169.jpg" alt="" width="300" height="169" srcset="https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Arab-Saudi-Menginginkan-Aliansi-Formal-Dengan-Imbalan-Normalisasi-Hubungan-300x169.jpg 300w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Arab-Saudi-Menginginkan-Aliansi-Formal-Dengan-Imbalan-Normalisasi-Hubungan-768x432.jpg 768w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Arab-Saudi-Menginginkan-Aliansi-Formal-Dengan-Imbalan-Normalisasi-Hubungan.jpg 800w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/"><strong>susris</strong></a> &#8211; Tapi pertama-tama, pertimbangkan keanehan dari quid pro quo yang diusulkan. Arab Saudi meminta pemerintah AS untuk secara resmi berkomitmen pada keamanan Saudi sesuatu yang hanya dilakukan Amerika Serikat dengan sekutu perjanjian, termasuk anggota <a href="https://www.google.com/url?sa=t&amp;rct=j&amp;q=&amp;esrc=s&amp;source=web&amp;cd=&amp;cad=rja&amp;uact=8&amp;ved=2ahUKEwj-xemz-PX9AhWdcGwGHX3QDQgQFnoECBkQAQ&amp;url=https%3A%2F%2Fen.wikipedia.org%2Fwiki%2FNATO&amp;usg=AOvVaw1G-0jmMxOYiZLjHuJ79EBA"><em><strong>NATO</strong> </em></a>sebagai kompensasi karena merangkul Israel. Sekali lagi, kerajaan menginginkan perlindungan dengan imbalan sesuatu yang tidak akan dilakukannya untuk Washington, tetapi untuk mitra AS.</p>
<p style="text-align: justify;">Para pejabat di Riyadh mengakui seberapa dalam ikatan Amerika Serikat dengan Israel, dan mereka tanpa malu-malu mencoba memanfaatkannya. Saudi telah belajar dari negara-negara Arab yang bersahabat dengan Amerika Serikat bahwa jika mereka memperlakukan negara Yahudi dengan benar, mereka dapat memperoleh kompensasi yang besar dari Washington. Arab Saudi tidak mencari bantuan keuangan dari Amerika Serikat. Sebaliknya, ia menginginkan perlindungan dari ancaman Iran.</p>
<p style="text-align: justify;">Kebijakan Saudi-first putra mahkota, yang saya pelajari dalam perjalanan baru-baru ini ke kerajaan ketika saya bertemu dengan pejabat senior Saudi, memiliki strategi keamanan dua arah. Alih-alih memilih antara Beijing dan Washington untuk mengembangkan pertahanan yang lebih kuat melawan Iran, dia mengandalkan keduanya, tetapi dalam kapasitas yang berbeda.</p>
<p style="text-align: justify;">Penantian raja akan menguji apakah China, yang menjadi perantara pemulihan hubungan Saudi-Iran minggu lalu, dapat mengendalikan agresi Iran. Ini adalah langkah berisiko rendah dan cerdas. Beijing memiliki pengaruh atas Teheran, mengingat ketergantungan yang terakhir pada investasi ekonomi dan pembelian minyak Iran.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href="http://www.susris.com/dampak-dan-implikasi-meningkatnya-pengaruh-china-di-timur-tengah/">Dampak dan Implikasi Meningkatnya Pengaruh China di Timur Tengah</a></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Tapi Mohammed bin Salman tahu bahwa diplomasi tanpa gigi (Cina atau lainnya) ada batasnya. Lagi pula, Beijing tidak memiliki kemampuan, atau keinginan, untuk menghalangi atau menghukum Iran jika Iran mengingkari janjinya dan melanjutkan kekerasannya terhadap Arab Saudi, baik secara langsung atau melalui sekutu sub-negaranya di Yaman dan Irak. Oleh karena itu, langkah kedua dari strategi Saudi diperlukan pakta pertahanan dengan Washington.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi sebesar apa pun kepedulian Amerika Serikat terhadap Israel—walaupun tidak begitu hari ini mengingat kemunduran Israel saat ini dari demokrasi berkat kebijakan otokratis Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, yang dapat meningkatkan persentase yang sudah lebih tinggi dari Demokrat AS yang menunjukkan kedekatan dengan Palestina. menurut jajak pendapat Gallup terbaru proposal Saudi harus menjadi non-starter untuk Washington. Pembicaraan harus didasarkan, pertama dan terutama, pada kepentingan nasional Amerika Serikat, bukan kepentingan Israel.</p>
<p style="text-align: justify;">Arab Saudi adalah kekuatan besar dan berkembang pesat yang akan memainkan peran yang semakin penting tidak hanya di Timur Tengah tetapi juga di pasar energi global dan geopolitik. Washington mendapat manfaat dari memiliki kekuatan dengan pengaruh sebanyak ini dan sumber daya sebanyak ini dengan kuat di sudutnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Arab Saudi meminta Amerika Serikat untuk memberikan keamanan karena tanpanya putra mahkota tidak dapat secara efektif mengejar rencana besarnya untuk transformasi sosial ekonomi—prioritas utamanya. Memang, tidak ada negara yang berhasil mengejar reformasi holistik dan menarik investasi asing jika dihantam dengan rudal dan drone, seperti yang sering terjadi di Arab Saudi.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun terlepas dari signifikansi strategis hubungan Saudi, Amerika Serikat tidak dapat meningkatkan hubungan keamanan menjadi aliansi penuh. Itu juga tidak seharusnya. Itu tidak bisa karena tidak ada konsensus politik di Washington tentang hubungan bilateral, yang tetap menjadi masalah beracun secara politik di Amerika Serikat. Aliansi perjanjian dengan negara asing mana pun membutuhkan ratifikasi dan &#8220;saran dan persetujuan&#8221; dari Senat AS, yang kemungkinan besar tidak akan terjadi.</p>
<p style="text-align: justify;">Selain politik dalam negeri AS yang memecah belah, kasus strategis untuk pakta pertahanan resmi dengan Arab Saudi sangat tipis. Amerika Serikat tidak mampu untuk membangun aliansi dengan Arab Saudi atau negara lain di Timur Tengah (selain Turki, yang sudah menjadi anggota NATO) dan memberikan lebih banyak sumber daya militer secara signifikan ke wilayah tersebut pada saat laser-fokus. untuk menghentikan Cina dari menjadi hegemon di Asia. Itu secara strategis tidak bijaksana dan tidak konsisten dengan prioritas kebijakan luar negeri baru Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi ini bukanlah dilema yang tak terpecahkan atau proposisi semua atau tidak sama sekali. Riyadh seharusnya tidak mengeluarkan permintaan yang tidak layak secara politik dan menantang secara strategis ke Washington. Jika tujuannya adalah untuk meningkatkan pertahanan negara terhadap Iran, maka ada cara lain untuk mencapai tujuan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Riyadh tidak membutuhkan pakta pertahanan dengan Washington. Apa yang benar-benar dibutuhkannya adalah pendekatan keamanan yang lebih efektif dan terkoordinasi, yang dapat dibangun dengan bekerja sama dengan Washington pada unsur-unsur proyek restrukturisasi pertahanan kerajaan, melakukan perencanaan kontinjensi bersama AS-Saudi, dan berinvestasi dalam semua persyaratan kelembagaan pertahanan yang kompeten. peralatan yang melampaui peralatan militer.</p>
<p style="text-align: justify;">Pertimbangkan Israel, misalnya. Berlawanan dengan kesalahpahaman populer, Amerika Serikat tidak berbagi aliansi dengan Israel, namun kemitraan keamanan AS-Israel adalah salah satu yang paling efektif di dunia. Itu harus menjadi modelnya. (Namun, menciptakan infrastruktur keamanan kolektif di Arab Saudi adalah tugas yang sangat berat karena militer AS tidak pernah melakukan ini dengan Saudi atau mitra Arab lainnya.)</p>
<p style="text-align: justify;">Yang penting, keamanan bersama AS-Saudi juga mengharuskan Riyadh berkomitmen untuk tidak memperluas kerja sama ekonomi dan diplomatiknya dengan Beijing yang tidak dapat dan tidak boleh dihentikan oleh Washington ke ranah keamanan militer. Ini berarti tidak ada investasi Saudi dalam sistem senjata utama China, termasuk rudal balistik (baru dan yang ditingkatkan), pertahanan rudal, dan pesawat tempur; dan tidak ada persetujuan Saudi untuk segala jenis kehadiran militer atau keamanan China di kerajaan.</p>
<p style="text-align: justify;">Sudah waktunya bagi Washington untuk beralih dari sistem perwalian AS di Riyadh (dan kawasan) menjadi sistem kemitraan nyata. Itulah mandat dan penekanan Komando Pusat AS saat ini. Lewatlah sudah hari-hari Operasi Badai Gurun, ketika Amerika Serikat melakukan semua perencanaan operasional dan sebagian besar pertempuran untuk membebaskan Kuwait dan mempertahankan Arab Saudi dari tentara Saddam Hussein. Saat ini, Washington membutuhkan mitra regionalnya untuk lebih berperan dalam permainan.</p>
<p style="text-align: justify;">Arab Saudi memiliki peluang signifikan untuk meningkatkan hubungan keamanannya dengan Amerika Serikat. Ia bahkan memiliki pengaruh untuk mendorong Washington ke arah itu. Tapi Riyadh tidak boleh mendasarkan tawarannya ke Washington pada kepentingan Israel. Itu tidak akan cukup untuk mempengaruhi opini dan kebijakan publik AS di Washington.</p>The post <a href="https://www.susris.com/arab-saudi-menginginkan-aliansi-formal-dengan-imbalan-normalisasi-hubungan/">Arab Saudi Menginginkan Aliansi Formal Dengan Imbalan Normalisasi Hubungan</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dampak dan Implikasi Meningkatnya Pengaruh China di Timur Tengah</title>
		<link>https://www.susris.com/dampak-dan-implikasi-meningkatnya-pengaruh-china-di-timur-tengah/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[susriswpc]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 16 Mar 2023 07:08:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cooperation]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Timur Tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susris.com/?p=159</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dampak dan Implikasi Meningkatnya Pengaruh China di Timur Tengah &#8211; Di tengah berkembangnya ketegangan geopolitik regional dan perubahan dinamika keamanan di Timur Tengah, Beijing menekankan upayanya untuk memperluas hubungan ekonomi dengan kekuatan regional dan menjalin kemitraan strategis yang komprehensif dengan dunia Arab. Sampai saat ini, China telah dengan hati-hati berjalan di atas tali di kawasan...</p>
The post <a href="https://www.susris.com/dampak-dan-implikasi-meningkatnya-pengaruh-china-di-timur-tengah/">Dampak dan Implikasi Meningkatnya Pengaruh China di Timur Tengah</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><strong><a href="http://www.susris.com/dampak-dan-implikasi-meningkatnya-pengaruh-china-di-timur-tengah/">Dampak dan Implikasi Meningkatnya Pengaruh China di Timur Tengah</a></strong> &#8211; Di tengah berkembangnya ketegangan geopolitik regional dan perubahan dinamika keamanan di Timur Tengah, Beijing menekankan upayanya untuk memperluas hubungan ekonomi dengan kekuatan regional dan menjalin kemitraan strategis yang komprehensif dengan dunia Arab. Sampai saat ini, China telah dengan hati-hati berjalan di atas tali di kawasan untuk menyeimbangkan antara rival regional.</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Dampak dan Implikasi Meningkatnya Pengaruh China di Timur Tengah</strong></h2>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-160 " src="http://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Dampak-dan-Implikasi-Meningkatnya-Pengaruh-China-di-Timur-Tengah-1024x576.jpg" alt="" width="517" height="291" srcset="https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Dampak-dan-Implikasi-Meningkatnya-Pengaruh-China-di-Timur-Tengah-1024x576.jpg 1024w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Dampak-dan-Implikasi-Meningkatnya-Pengaruh-China-di-Timur-Tengah-300x169.jpg 300w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Dampak-dan-Implikasi-Meningkatnya-Pengaruh-China-di-Timur-Tengah-768x432.jpg 768w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Dampak-dan-Implikasi-Meningkatnya-Pengaruh-China-di-Timur-Tengah-850x478.jpg 850w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Dampak-dan-Implikasi-Meningkatnya-Pengaruh-China-di-Timur-Tengah.jpg 1200w" sizes="(max-width: 517px) 100vw, 517px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/"><strong>susris</strong> </a>&#8211; Namun, kehadirannya yang tumbuh di kawasan itu kemungkinan akan menarik Beijing ke dalam keterlibatan yang lebih luas pada akhirnya, terutama karena pengaturan keamanan regional yang muncul membuka jalan bagi tantangan baru yang akan meningkatkan peran kekuatan regional di tengah penarikan AS. Kebijakan luar negeri Beijing untuk menyeimbangkan antara saingan dan meningkatkan multilateralisme telah memungkinkan China untuk memperdalam hubungannya dengan Timur Tengah.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href="http://www.susris.com/lintas-wilayah-pendekatan-jaringan-uea-untuk-kerja-sama/">Lintas Wilayah: Pendekatan Jaringan UEA Untuk Kerja Sama</a> </strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Saat terlibat dengan kawasan ini, China berfokus pada kepentingan bersama, yang sebagian besar bersifat ekonomi, dan menekankan kerja sama Selatan-Selatan. Beijing telah mempertahankan posisi jauh dari kerentanan langsung dari konflik yang berkepanjangan, tetapi sekarang tantangan baru diharapkan karena pengaturan keamanan dan keseimbangan kekuatan di kawasan kemungkinan akan berubah tergantung pada beberapa faktor, terutama masa depan pembicaraan nuklir dengan Iran.</p>
<p style="text-align: justify;">China dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan kerjasamanya dengan Iran dan telah mendiversifikasi hubungan bilateral melalui perjanjian kerjasama 25 tahun . Karena pembicaraan nuklir tetap menemui jalan buntu, agenda kebijakan luar negeri Iran sebagian besar telah difokuskan pada penguatan &#8220;poros perlawanan,&#8221; yang dukungan China sangat penting. Dengan pilihan terbatas untuk memasuki pasar energi internasional di tengah meningkatnya sanksi AS, sebagian besar minyak Iran diekspor ke China.</p>
<p style="text-align: justify;">China telah menawarkan dukungan diplomatik kritis dalam pembicaraan nuklir Iran dan telah mendukung keanggotaan Iran dalam organisasi regional seperti Organisasi Kerjasama Shanghai (SCO). Dalam beberapa tahun terakhir, China juga berpartisipasi dalam latihan angkatan laut bersamadengan Iran dan Rusia di Teluk Oman sebagai unjuk kekuatan melawan Barat di tengah meningkatnya ketegangan regional.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara China telah menonjolkan hubungannya dengan Iran, China juga meningkatkan kerja sama ekonomi dengan saingan Iran di Timur Tengah, sejalan dengan strategi <strong><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Beijing">Beijing</a> </strong>untuk menyeimbangkan dengan hati-hati. China telah memperdalam hubungan ekonominya dengan negara-negara lain di Teluk seperti Bahrain, Arab Saudi , UEA , Kuwait , Qatar , dan Oman , terutama dalam pembangunan infrastruktur, telekomunikasi, teknologi, dan energi, semua domain penting untuk Belt and Road Initiative China yang ambisius (BRI).</p>
<p style="text-align: justify;">Arab Saudi dan China memasuki kemitraan strategis komprehensif pada tahun 2016, yang dari waktu ke waktu telah ditinjau dan ditingkatkan. China dalam beberapa tahun terakhir telah memperdalam kerjasamanyadalam pembangunan infrastruktur dengan Arab Saudi dan sekarang terlibat dalam proyek renovasi Masjidil Haram di kerajaan tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Beijing juga sangat terlibat dalam proyek-proyek penting di Mesir, terutama dalam pembangunan ibu kota administratif baru Mesir, di mana badan usaha milik negara China sedang membangun Distrik Pusat Bisnis. China telah melakukan reorientasi dan meningkatkan hubungan ekonominya dengan Mesir dalam dua dekade terakhir, dan perusahaan China memiliki kepentingan khusus di Mesir mengingat lokasinya yang strategis dan potensinya sebagai pusat manufaktur dan transit regional yang penting.</p>
<p style="text-align: justify;">China mampu menembus pasar Mesir secara luas setelah zona ekonomi Terusan Suez dibuka. China tetap menjadi investor terbesar dalam Proyek Pengembangan Kawasan Terusan Suez, yang merupakan jalur pelayaran terpenting Beijing ke Eropa.</p>
<p style="text-align: justify;">China juga banyak berinvestasi di negara-negara seperti Irak dan Suriah , terutama untuk proyek pembangunan kembali. Cadangan energi dan lokasi strategis Irak telah menjadi kritis bagi China, sementara sanksi AS terhadap Suriah telah mendorong Damaskus untuk memperluas kerjasamanya dengan Beijing yang menentang Undang-Undang Caesar AS .</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam konteks yang lebih besar, proyek BRI China telah menampilkan kepentingan yang menyatu dengan kawasan dan secara bertahap memperkuat sinerginya dengan inisiatif penting lainnya yang memenuhi reformasi ekonomi dan sosial di kawasan seperti Visi Arab Saudi 2030, Visi Oman 2040, Visi Qatar 2030, Visi Kuwait. Visi 2035, dan Visi Mesir 2030.</p>
<p style="text-align: justify;">Rencana untuk mengembangkan dan memperluas Jalur Sutera Maritim – yang pada dasarnya akan menghubungkan Tiongkok ke Mediterania melalui Laut Tiongkok Selatan, Samudera Hindia, dan Terusan Suez – merupakan pilar penting BRI Tiongkok. Titik kemacetan maritim yang strategis di sepanjang rute pelayaran ini memberikan dorongan lebih lanjut bagi Beijing untuk memompa lebih banyak uang dalam bentuk investasi dan proyek pembangunan infrastruktur di Timur Tengah.</p>
<p style="text-align: justify;">Beijing memiliki kepentingan besar di kawasan ini terutama karena penyedia minyak mentah utama China termasuk Arab Saudi, Oman, Kuwait, Irak, dan UEA. China dalam beberapa tahun terakhir telah meningkatkan impor minyaknya dari Iran dengan harga yang lebih murah juga. Untuk melindungi kepentingan strategisnya, China kemungkinan akan meningkatkan hubungan militernya lebih jauh karena ketegangan regional meningkat dan kekuatan ekstraregional sekarang berfokus untuk beradaptasi dengan cepat terhadap perubahan geopolitik regional.</p>
<p style="text-align: justify;">Sementara Beijing telah mengeksploitasi keputusasaan negara-negara di bawah sanksi AS di Timur Tengah seperti Iran dan Suriah, Washington berusaha meminimalkan kerja sama China dengan Iran dengan memperkenalkan sanksi baru . Dalam konteks ini, ekspor pertahanan China akan tampil sebagai aspek penting bagi kekuatan regional di Timur Tengah. Hubungan militer China yang berkembang dengan Arab Saudi, Mesir, Iran, dan UEA menjadi penting dalam memahami dinamika geopolitik regional yang muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena Amerika Serikat sekarang berfokus pada mekanisme, aliansi, dan pengaturan keamanan untuk menampung aspirasi China di kawasan itu, sekutu Washington di Timur Tengah mungkin membatasi kerja sama militer dengan China pada tingkat tertentu. Sementara China akan terus lebih terlibat dalam latihan maritim bersama dan memperkuat kerja sama dalam operasi keamanan nontradisional dengan mitra regional.</p>
<p style="text-align: justify;">Para diplomat dan pakar strategis di China telah memberikan beberapa wawasan tentang apa yang akan menjadi dasar peran China yang proaktif di wilayah tersebut. Beijing percaya pada gagasan perdamaian melalui pembangunan dengan meningkatkan &#8220;persepsi keamanan bersama,&#8221; yang berbeda dari &#8220;persepsi keamanan tradisional&#8221; yang dipimpin Barat yang berfokus pada mengejar keamanan dengan mengalahkan musuh dan mempertahankan aliansi militer eksklusif.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, proposisi China untuk mempromosikan dialog politik antara negara-negara saingan dan membentuk pengaturan multilateral untuk meminimalkan ketidakpercayaan dan memperluas kepentingan bersama (yang juga merupakan bagian dari Makalah Kebijakan Arab China) masih kurang kejelasan tentang mekanisme aktual untuk mencapai tujuan ini, terutama di tengah konflik berkepanjangan.</p>
<p style="text-align: justify;">Duta besar China telah berhati-hati dalam merekatanggapan terhadap perubahan politik regional, sebagian besar menekankan kepentingan bersama dan menghindari mengomentari pergolakan politik yang sensitif, dan sering berargumen untuk alternatif multipolar untuk inisiatif keamanan yang dipimpin AS di wilayah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena situasi keamanan regional menjadi rentan terhadap lebih banyak konflik dan serangan, China menghadapi tantangan nyata dalam melindungi kepentingan maritimnya dan menjaga keamanan dan stabilitas di sepanjang titik kemacetan dan persimpangan jalan yang strategis.</p>
<p style="text-align: justify;">Peran China dalam pengaturan keamanan yang muncul masih harus dilihat; namun, China enggan menggantikan Amerika Serikat sebagai penyedia keamanan. Beijing telah menunjukkan sedikit minat untuk mengambil tanggung jawab itu sejauh ini. Dalam konteks ini, kekuatan regional bisa lebih tegas dalam meningkatkan pengaruhnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di tengah kebuntuan politik dan tantangan keamanan di negara-negara seperti Irak, Suriah, dan Yaman, kekuatan regional kemungkinan akan mengambil peran baru untuk mengamankan kepentingan mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, pasukan Iran kini mengisi kekosongan di Suriah; pola serupa dapat diamati dengan milisi dan kelompok proksi lainnya yang berniat untuk memperluas pengaruh mereka di latar belakang penarikan AS. Tanggapan China terhadap perubahan regional semacam itu akan menentukan sampai batas tertentu dinamika keamanan regional yang muncul.</p>
<p style="text-align: justify;">Ekonomi, perdagangan, dan investasi adalah tumpuan tindakan penyeimbangan Beijing; namun, untuk melanjutkan momentum ini, sangat penting untuk menjaga keamanan dan stabilitas kawasan. Itu menjadi sulit tanpa adanya pengaturan keamanan kolektif dan inklusif yang kuat.</p>
<p style="text-align: justify;">China bisa lebih asertif dan menggunakan alat ekonomi dan politiknya secara langsung dan tidak langsung dengan mempengaruhi elit yang kuat dan berkuasa di kawasan itu untuk melindungi kepentingan strategisnya setelah mencapai posisi yang sulit dalam tindakan penyeimbangan yang rumit. Meskipun China sejauh ini menahan diri untuk tidak menjadi bagian dari konflik regional apa pun, strategi lindung nilai dan batasan non-interferensi Beijing pada akhirnya akan diuji.</p>The post <a href="https://www.susris.com/dampak-dan-implikasi-meningkatnya-pengaruh-china-di-timur-tengah/">Dampak dan Implikasi Meningkatnya Pengaruh China di Timur Tengah</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lintas Wilayah: Pendekatan Jaringan UEA Untuk Kerja Sama</title>
		<link>https://www.susris.com/lintas-wilayah-pendekatan-jaringan-uea-untuk-kerja-sama/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[susriswpc]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 09 Mar 2023 02:42:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cooperation]]></category>
		<category><![CDATA[Jaringan]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Sama]]></category>
		<category><![CDATA[UEA]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susris.com/?p=155</guid>

					<description><![CDATA[<p>Lintas Wilayah: Pendekatan Jaringan UEA Untuk Kerja Sama &#8211; Pada Februari 2023, Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi memulai prakarsa trilateral dengan India dan Prancis untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi, perubahan iklim, teknologi, dan pertahanan. Lintas Wilayah: Pendekatan Jaringan UEA Untuk Kerja Sama susris &#8211; Ini terjadi selama kepresidenan Emirat COP28, dan kepresidenan...</p>
The post <a href="https://www.susris.com/lintas-wilayah-pendekatan-jaringan-uea-untuk-kerja-sama/">Lintas Wilayah: Pendekatan Jaringan UEA Untuk Kerja Sama</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/lintas-wilayah-pendekatan-jaringan-uea-untuk-kerja-sama/"><strong>Lintas Wilayah: Pendekatan Jaringan UEA Untuk Kerja Sama</strong></a> &#8211; Pada Februari 2023, Uni Emirat Arab (UEA) secara resmi memulai prakarsa trilateral dengan India dan Prancis untuk meningkatkan kerja sama di bidang energi, perubahan iklim, teknologi, dan pertahanan.</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Lintas Wilayah: Pendekatan Jaringan UEA Untuk Kerja Sama</strong></h2>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-156 " src="http://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Lintas-Wilayah-Pendekatan-Jaringan-UEA-Untuk-Kerja-Sama.jpg" alt="" width="496" height="345" srcset="https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Lintas-Wilayah-Pendekatan-Jaringan-UEA-Untuk-Kerja-Sama.jpg 800w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Lintas-Wilayah-Pendekatan-Jaringan-UEA-Untuk-Kerja-Sama-300x209.jpg 300w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Lintas-Wilayah-Pendekatan-Jaringan-UEA-Untuk-Kerja-Sama-768x535.jpg 768w" sizes="(max-width: 496px) 100vw, 496px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/"><strong>susris</strong> </a>&#8211; Ini terjadi selama kepresidenan Emirat COP28, dan kepresidenan India di G20. Abu Dhabi juga memiliki hubungan diplomasi budaya yang kuat dengan New Delhi dan Paris . Pada pertengahan 2022, UEA telah bergabung dengan West Asia Quad (I2U2) dengan India, Israel, dan Amerika Serikat, sebuah forum segiempat yang berpusat pada energi, perdagangan dan infrastruktur, ketahanan pangan dan air, kesehatan, dan kerja sama luar angkasa.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href="http://www.susris.com/dalam-perang-teknologi-dengan-china-as-menemukan-teman/">Dalam Perang Teknologi dengan China, AS Menemukan Teman</a></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Kedua inisiatif politik tersebut masih dalam tahap awal. Namun, keterlibatan Emirat dalam kerangka kerja mini-lateral mengungkapkan bahwa UEA tidak hanya ingin menjadi pusat regional untuk perdagangan dan infrastruktur. Tujuan Emirati adalah menjadi simpul yang dapat menghubungkan rantai nilai lintas wilayah , sehingga memaksimalkan peran globalnya: proyek yang sangat ambisius di mana India adalah mitra terdekatnya.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Inisiatif “Mini-lateral” Sesuai dengan Visi Dunia Jaringan Emirat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi UEA, tren “ mini-lateralisme ” dalam politik internasional cocok dengan kebijakan luar negeri yang berorientasi ekonomi saat ini. Keutamaan ekonomi dalam strategi nasional memang digarisbawahi oleh dokumen “The Principles of the 50” , yang dirilis pada tahun 2021: bekerja di antara beberapa mitra terpilih dapat mempercepat pencapaian bersama. Karena ekonomi Emirat dibangun di atas ekspor dan perdagangan, UEA saat ini menganggap tatanan dunia sebagai jaringan manusia dan sumber daya .</p>
<p style="text-align: justify;">Ini menjelaskan mengapa Abu Dhabi menolak memihak rival global meskipun polarisasi internasional semakin meningkat, sambil sangat menekankan agenda konektivitas.: ini berarti investasi besar-besaran dalam perdagangan, logistik, dan infrastruktur.</p>
<p style="text-align: justify;">Dimensi maritim, yang ditekankan secara implisit dalam kedua inisiatif yang diikuti oleh UEA, dapat menghasilkan kerja sama dengan kerangka kerja yang lebih luas. Misalnya, UEA, India, dan Prancis akan menjajaki proyek dengan Asosiasi Pesisir Samudera Hindia (<a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Indian_Ocean_Rim_Association"><strong>IORA</strong></a>) antar-pemerintah tentang energi bersih, lingkungan, dan keanekaragaman hayati.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Node dari Node? UEA sebagai Hub Lintas Benua</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Bagi UEA, inisiatif trilateral dan segiempat merupakan kesempatan untuk meningkatkan sinergi dengan dan antar negara yang telah menjalin kerja sama erat dengan federasi Emirat. Setelah Abraham Accords 2020 , UEA dan Israel menandatangani Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif (CEPA) pada tahun 2022 untuk menghapus atau mengurangi tarif atas 96% barang yang diperdagangkan . Pada tahun 2022, UEA juga menandatangani perjanjian CEPA dengan India untuk menghapus tarif atas 90% barang yang diperdagangkan .</p>
<p style="text-align: justify;">Kerangka kerja trilateral dan segiempat adalah pengganda kekuatan untuk perjanjian perdagangan bebas, memungkinkan UEA memperoleh peran &#8216;simpul dari simpul&#8217;. Faktanya, tujuan strategis Emirat adalah mengukir peran super-hub untuk dirinya sendiri melalui koneksi hub (&#8216;simpul&#8217;) dan rantai lintas sub-wilayah dan bahkan benua (Asia, Afrika, Eropa).</p>
<p style="text-align: justify;">Bagi Emirat, strategi ini meningkatkan diversifikasi pasca-hidrokarbon sekaligus berjalan lebih cepat daripada pesaing regional , termasuk Arab Saudi. Misalnya, Koridor Makanan India-Timur Tengah yang terbentuk di sepanjang rute India-UEA-Israel bertujuan untuk menghubungkan petani dan perusahaan India ke pasar Timur Tengah berkat sistem logistik, transportasi dan penyimpanan Emirat, dan inovasi &#8216;agritech&#8217; Israel .</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Sisi Keamanan-Pertahanan “Mini-lateralisme” Emirat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Inisiatif kerja sama ini juga menghadirkan dimensi pertahanan. Terlepas dari kurangnya persepsi ancaman bersama, semua anggota mulai dari UEA memiliki minat yang kuat terhadap stabilitas jalur perdagangan. UEA, India, dan Prancis menyatakan dalam pernyataan bersama bahwa “upaya akan dilakukan untuk lebih mempromosikan kompatibilitas, dan pengembangan bersama dan produksi bersama, sambil mencari jalan untuk kolaborasi dan pelatihan lebih lanjut antara pasukan pertahanan ketiga negara .”</p>
<p style="text-align: justify;">Misalnya, UEA dan India sama-sama mengakuisisi pesawat tempur Rafale dari Prancis: hal ini dapat mendorong berbagi pengetahuan dan interoperabilitas. UEA, yang juga menandatangani perjanjian pertahanan dengan Prancis, menjadi tuan rumah pangkalan militer permanen Prancis di Abu Dhabi, dibuka pada 2009. Setelah Houthi Yaman menyerang UEA dua kali pada Januari 2022, UEA dan Prancis mengaktifkan perjanjian pertahanan untuk “menghadapi teroris yang gagal” . upaya ” terhadap tanah Emirat. Prancis memberikan dukungan militer kepada federasi, membantu UEA melindungi wilayah udaranya .</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kemitraan Emirat-India Mendorong Inisiatif Lintas Wilayah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Baik dalam Prakarsa Kerjasama Trilateral maupun dalam I2U2, UEA duduk berdampingan dengan India. Ikatan sejarah dan kemanusiaan yang mendalam (sekitar 3,5 juta orang India saat ini tinggal di UEA) telah diterjemahkan ke dalam kemitraan strategis: ini sekarang menjadi inti dari kerangka kerja sama lintas wilayah. Prioritas ekonomi dan keamanan serupa, dari koridor perdagangan bebas hingga perlindungan keamanan maritim.</p>
<p style="text-align: justify;">Abu Dhabi dan New Delhi memiliki hubungan pertahanan yang erat (mis. pelatihan bersama, latihan, dan industri pertahanan); pelabuhan India di Mumbai, yang terbesar di negara itu dalam hal ukuran, dioperasikan oleh perusahaan DP World yang berbasis di Dubai, yang pada tahun 2022 menandatangani perjanjian dengan dana kekayaan kedaulatan India untuk memperkuat kehadirannya di infrastruktur India.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang Emirat dan India juga meluncurkan proyek bersama di negara ketiga, terutama di Afrika (mis. sektor kesehatan di Tanzania dan Kenya). Mereka saling mendukung di lembaga internasional: UEA mendukung upaya India untuk menjadi anggota tetap di Dewan Keamanan PBB sebagai bagian dari usulan reformasi, sementara India mengundang UEA sebagai negara tamu pada pertemuan G20 di New Delhi.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Variabel UEA dan Italia di Wilayah India-Timur Tengah</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Dalam konteks seperti itu, kunjungan perdana menteri Italia Giorgia Meloni ke UEA (3-4 Maret 2023), baru saja kembali dari India, seolah menelusuri kembali jalan kerja sama yang menghubungkan Abu Dhabi dengan New Delhi. Dan juga ke Tel Aviv, karena perdana menteri Israel berada di Roma pada hari Rabu.</p>
<p style="text-align: justify;">Energi, hijau, dan pertahanan menjadi inti dari pertemuan bilateral UEA-Italia: topik yang sama yang dibahas oleh inisiatif trilateral dan I2U2. Setelah musim politik yang dingin, Emirat dibuka untuk meluncurkan kembali dan mungkin untuk memperluas kerja sama dengan Italia, berkat upaya diplomatik halus yang dilakukan terutama di tingkat budaya, orang-ke-orang.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, tiga faktor mengurangi peluang Italia dalam jangka pendek hingga menengah untuk (kembali) memasuki jaringan mini-lateral yang dikembangkan dari UEA. Pertama, Roma tidak memiliki kebijakan luar negeri yang konsisten di kawasan Teluk, terlepas dari persaingan utama energi utama (ENI) dan pertahanan (Leonardo, Fincantieri), dan perlu membangun kembali kepercayaan di tingkat politik.. Kedua, UEA memiliki hubungan yang kuat dan saling melengkapi dengan India meskipun sikap mereka berlawanan dengan China.</p>
<p style="text-align: justify;">Tapi ini adalah pengecualian daripada norma: sebelum bercita-cita untuk dimasukkan dalam kelompok mini-lateral, pemerintah Italia harus mengklarifikasi sikap seperti apa yang ingin dikejar vis-à-vis Beijing, terutama setelah hubungan diplomatik Italia dengan India ditingkatkan. ke kemitraan strategis.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketiga, apa pun &#8216;serangan geostrategis&#8217; Italia di kawasan itu tidak masuk akal tanpa kerangka kerja Eropa, mengingat juga hubungan penting yang dapat dibangun Jerman dan sebagian besar Prancis di lingkungan UEA dan Teluk, di sektor politik, ekonomi, dan pertahanan.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam perspektif geopolitik, kedua kerangka kerja sama yang digabungkan oleh UEA merancang jaringan hubungan, pertukaran, dan rute yang disukai oleh Amerika Serikat, dengan tujuan membatasi pengaruh Tiongkok . Dalam konteks ini, UEA ingin berperan besar dalam mengejar tujuan super-hub, sambil terus memajukan kebijakan luar negeri multikutubnya.</p>The post <a href="https://www.susris.com/lintas-wilayah-pendekatan-jaringan-uea-untuk-kerja-sama/">Lintas Wilayah: Pendekatan Jaringan UEA Untuk Kerja Sama</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dalam Perang Teknologi dengan China, AS Menemukan Teman</title>
		<link>https://www.susris.com/dalam-perang-teknologi-dengan-china-as-menemukan-teman/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[susriswpc]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 01 Mar 2023 03:11:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cooperation]]></category>
		<category><![CDATA[Amerika]]></category>
		<category><![CDATA[China]]></category>
		<category><![CDATA[Teknologi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susris.com/?p=150</guid>

					<description><![CDATA[<p>Dalam Perang Teknologi dengan China, AS Menemukan Teman &#8211; Apakah topik hari ini adalah balon mata-mata China atau terobosan AI Amerika, Washington dan Beijing semakin melihat peristiwa dunia melalui lensa &#8220;perang teknologi&#8221;. Persaingan yang semakin intensif ini biasanya dibingkai sebagai “ Amerika vs. China ”, tetapi itu melewatkan satu poin kunci: Amerika tidak sendirian. Dalam...</p>
The post <a href="https://www.susris.com/dalam-perang-teknologi-dengan-china-as-menemukan-teman/">Dalam Perang Teknologi dengan China, AS Menemukan Teman</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/dalam-perang-teknologi-dengan-china-as-menemukan-teman/"><strong>Dalam Perang Teknologi dengan China, AS Menemukan Teman</strong></a> &#8211; Apakah topik hari ini adalah balon mata-mata China atau terobosan AI Amerika, Washington dan Beijing semakin melihat peristiwa dunia melalui lensa &#8220;perang teknologi&#8221;. Persaingan yang semakin intensif ini biasanya dibingkai sebagai “ Amerika vs. China ”, tetapi itu melewatkan satu poin kunci: Amerika tidak sendirian.</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Dalam Perang Teknologi dengan China, AS Menemukan Teman</strong></h2>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-152 " src="http://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Dalam-Perang-Teknologi-dengan-China-AS-Menemukan-Teman.jpeg" alt="" width="529" height="298" srcset="https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Dalam-Perang-Teknologi-dengan-China-AS-Menemukan-Teman.jpeg 650w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/03/Dalam-Perang-Teknologi-dengan-China-AS-Menemukan-Teman-300x169.jpeg 300w" sizes="(max-width: 529px) 100vw, 529px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/"><strong>susris</strong> </a>&#8211; Keunggulan kompetitif terbesar Amerika atas China bukanlah kekayaan atau senjata, tetapi fakta bahwa Amerika memiliki banyak teman dekat, dan China tidak memilikinya. Faktanya, satu-satunya negara yang telah menandatangani perjanjian untuk mendukung China jika terjadi perang adalah Korea Utara, negara paria miskin yang dengan sengaja menjadwalkan uji coba nuklir dan peluncuran rudal untuk mempermalukan China selama pertemuan puncak diplomatik tingkat tinggi. Perjanjian atau tidak, hanya sedikit yang menggambarkan China dan Korea Utara sebagai teman.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href="http://www.susris.com/arab-saudi-dan-israel-diam-diam-siapkan-kesepakatan-abad-ini/" rel="bookmark">Arab Saudi dan Israel Diam-Diam Siapkan Kesepakatan Abad Ini</a></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Senang rasanya memiliki teman, terutama karena banyak orang Amerika adalah pemimpin dunia dalam teknologi yang sangat penting secara strategis dan geopolitik, termasuk semikonduktor. Kebanyakan orang Amerika setidaknya samar-samar menyadari bahwa Arab Saudi adalah pemain kunci dalam ekonomi global karena menghasilkan lebih dari 10% minyak dunia, tetapi jauh lebih sedikit yang tahu bahwa Taiwan memproduksi lebih dari 90% chip komputer semikonduktor tercanggih di dunia atau bahwa satu perusahaan berbasis di Belanda, <strong><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/ASML_Holding">ASML</a></strong>, memproduksi 100% mesin litografi tercanggih yang merupakan peralatan tak tergantikan untuk pabrik chip komputer.</p>
<p style="text-align: justify;">Saat ini, chip komputer merupakan masukan penting tidak hanya untuk pusat data dan telepon pintar, tetapi juga untuk mobil, infrastruktur penting, dan bahkan peralatan rumah tangga seperti mesin cuci. Karena ekonomi global menjadi semakin digital, ia juga semakin bergantung pada chip. Untuk alasan yang baik, pakar keamanan nasional secara rutin menyatakan semikonduktor sebagai &#8220;minyak baru&#8221; dalam hal geopolitik dan keamanan internasional.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang membawa kita ke rangkaian pencapaian diplomasi teknologi yang luar biasa dari Administrasi Biden selama beberapa bulan terakhir. Pada 7 Oktober 2022, Administrasi Biden secara sepihak memberlakukan serangkaian kontrol ekspor yang membatasi penjualan chip komputer canggih ke China yang dirancang untuk menjalankan aplikasi Kecerdasan Buatan dan superkomputer militer serta peralatan manufaktur untuk membuat chip tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena perusahaan AS merancang lebih dari 95% chip AI yang digunakan di China, dan juga memproduksi peralatan manufaktur yang digunakan di setiap pabrik chip China, kontrol ekspor ini menimbulkan hambatan luar biasa bagi ambisi China.untuk memimpin dunia dalam teknologi AI dan mencapai swasembada dalam semikonduktor.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, kontrol ekspor juga merupakan pertaruhan diplomatik besar. Jika AS memaksa industri AS untuk berhenti menjual chip canggih dan peralatan pembuat chip ke China, hanya agar negara lain masuk dan menggantikan Amerika Serikat, kebijakan tersebut akan memberikan pukulan besar bagi industri AS.</p>
<p style="text-align: justify;">AS akan menderita kehilangan pangsa pasar dan pendapatan yang sangat besar di China dan sebagai imbalannya hanya mendapatkan keuntungan keamanan nasional yang cepat berlalu, mungkin membuat China mundur hanya dalam hitungan bulan. Kesuksesan kebijakan bergantung sepenuhnya pada meyakinkan sekutu AS khususnya Taiwan, Belanda, dan Jepang untuk mengikuti jejak AS dan mengadopsi peraturan kontrol ekspor serupa.</p>
<p style="text-align: justify;">Taiwan adalah yang pertama memberi isyarat bahwa mereka setuju dengan pembatasan baru, mengumumkan pada 8 Oktober bahwa mereka tidak akan lagi mengizinkan perusahaan perancang chip China untuk membuat kontrak dengan pabrik chip Taiwan untuk memproduksi chip yang dapat menggantikan yang tidak lagi diizinkan oleh Amerika. dijual ke Cina. China memiliki desainer chip kelas dunia, tetapi pabrik chipnya jauh di belakang teknologi canggih di Taiwan.</p>
<p style="text-align: justify;">Taiwan memiliki banyak alasan untuk mendukung Washington, baik karena Joe Biden lebih terbuka daripada presiden Amerika mana pun dalam beberapa dekade tentang membela Taiwan dari kemungkinan invasi China dan juga karena industri semikonduktor Taiwan juga telah menjadi korban serius dari spionase industri yang didukung pemerintah China dankampanye perburuan bakat ilegal .</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah Taiwan tahu bahwa tujuan China adalah untuk mengakhiri ketergantungan semikonduktor strategisnya pada Taiwan yang disebut Taiwan sebagai “perisai silikon ” secepat mungkin. Secara alami, Taiwan mendukung kebijakan AS yang bertujuan untuk mencegah hal itu, meskipun mereka umumnya lebih suka diam tentang hal itu untuk meminimalkan pukulan balik dari China.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti Taiwan, Jepang dan Belanda juga merupakan raksasa global dalam industri semikonduktor. Mereka, bersama dengan Amerika Serikat, mendominasi pasar untuk peralatan yang sangat rumit yang merupakan komponen penting dari setiap pabrik chip di Bumi.</p>
<p style="text-align: justify;">Meskipun ada perusahaan China yang memproduksi peralatan manufaktur semikonduktor, mereka hanya memproduksi sebagian kecil dari berbagai jenis peralatan yang diperlukan untuk memproduksi chip, dan peralatan yang diproduksi oleh perusahaan China jauh di belakang teknologi canggih di AS , Belanda, dan Jepang. Mesin litografi Belanda yang paling canggih, misalnya, berisi lebih dari 100.000 bagian, masing-masing berharga lebih dari $340 juta , dan menyaingiteleskop James Webb Space atau Large Hadron Collider dalam hal kompleksitas teknologi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kontrol ekspor tanggal 7 Oktober, AS menghentikan China dari peralatan manufaktur semikonduktor AS yang paling canggih, tetapi ini akan menjadi kemenangan yang singkat dan hampa jika Jepang dan Belanda tidak segera mengikutinya. Ada beberapa jenis peralatan yang saat ini hanya dapat dibuat oleh perusahaan AS, tetapi perusahaan Belanda dan Jepang memproduksi mesin yang sama canggihnya dalam disiplin teknis yang sangat terkait.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan kata lain, mereka dapat mengembangkan produk baru untuk menggantikan teknologi AS dengan relatif cepat setidaknya satu dekade lebih cepat daripada China sendiri jika imbalannya dijamin akses monopoli ke basis pelanggan China yang besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Sayangnya untuk Cina, Jepang, dan Belanda tidak akan melakukan itu. Pada akhir Januari, Pemerintahan Biden mendapatkan kemenangan diplomatik yang luar biasa: kesepakatan dengan Belanda dan Jepang untuk membangun kontrol ekspor teknologi semikonduktor multilateral di China. Meskipun perincian spesifik dari kesepakatan itu akan memakan waktu berbulan-bulan untuk menyelesaikan negosiasi lanjutan dan kemungkinan tidak akan diketahui sampai Belanda dan Jepang menerbitkan peraturan kontrol ekspor terbaru mereka, dua perincian penting sekarang diketahui.</p>
<p style="text-align: justify;">Jepang dan Belanda tidak akan mengizinkan perusahaan peralatan mereka untuk menggantikan industri AS untuk penjualan ke China, dan negara-negara tersebut akan memperluas rangkaian peralatan yang dibatasi kontrol ekspor untuk memasukkan barang-barang yang tidak dibuat oleh industri AS, termasuk peralatan litografi canggih. Jikaditegakkan secara memadai , kesepakatan itu kemungkinan akan menambah satu atau dua dekade ke garis waktu untuk rencana China untuk swasembada semikonduktor dan China sekarang mungkin tidak akan pernah mencapainya sama sekali.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti Taiwan, perusahaan Jepang dan Belanda telah menjadi korban spionase industri yang didukung pemerintah China untuk teknologi semikonduktor. Dan sementara mereka secara historis takut akan pembalasan China atas tindakan apa pun yang diambil untuk menghentikan provokasi semacam itu, mereka juga harus menilai kembali posisi kebijakan luar negeri mereka sebelumnya setelah invasi Rusia ke Ukraina. Dukungan China kepada pemerintah Rusia telah menimbulkan konsekuensi bencana bagi citra global China.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun, sama pentingnya, Taiwan, Jepang, dan Belanda berbagi nilai-nilai dan kepentingan demokrasi Amerika dalam tatanan internasional yang damai dan berdasarkan aturan. Sebagian besar, AS tidak mencapai kesepakatan kontrol ekspor ini melalui wortel dan tongkat diplomatik, tetapi melalui persuasi yang tulus tentang manfaat kebijakan tersebut serta kesediaan yang tulus untuk dibujuk ketika sekutu membuat poin yang bagus. Selama berbulan-bulan sebelum dan setelah 7 Oktober, para diplomat AS telah terlibat dengan rekan-rekan asing mereka, mendengarkan dengan seksama kekhawatiran, dan bekerja dengan rajin dan kolaboratif untuk mengatasi masalah tersebut.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini adalah ciri khas dari pendekatan Administrasi Biden untuk bernegosiasi tidak hanya dalam kebijakan luar negeri, tetapi juga di dalam negeri. Setelah pengesahan RUU infrastruktur bipartisan tahun 2021 di Kongres, Senator Mitt Romney memuji pendekatan kolaboratif yang sungguh-sungguh dari Pemerintahan Biden: &#8220;Anda dapat mengetahui perbedaan antara negosiasi permusuhan dan negosiasi kolaboratif,&#8221; katanya . “Dalam hal ini, ketika satu pihak memiliki masalah, pihak lain mencoba menyelesaikan masalah, daripada menjauh dari meja.”</p>
<p style="text-align: justify;">Jelas, itu bukan gaya negosiasi yang tepat untuk setiap situasi. Tapi tidak ada yang berhasil lebih baik bila tujuannya membutuhkan layak dan menjaga kepercayaan teman, dan itu baik untuk memiliki teman.</p>The post <a href="https://www.susris.com/dalam-perang-teknologi-dengan-china-as-menemukan-teman/">Dalam Perang Teknologi dengan China, AS Menemukan Teman</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Arab Saudi dan Israel Diam-Diam Siapkan Kesepakatan Abad Ini</title>
		<link>https://www.susris.com/arab-saudi-dan-israel-diam-diam-siapkan-kesepakatan-abad-ini/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[susriswpc]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 14 Feb 2023 02:47:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cooperation]]></category>
		<category><![CDATA[Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[Israel]]></category>
		<category><![CDATA[Kerja Sama]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susris.com/?p=146</guid>

					<description><![CDATA[<p>Arab Saudi dan Israel Diam-Diam Siapkan Kesepakatan Abad Ini &#8211; Global Insight menyelidiki aliansi baru yang besar namun rahasia antara Arab Saudi dan Israel yang dimaksudkan untuk membawa perdamaian ke wilayah yang penuh gejolak dan menjadikan Arab Saudi sebagai pemimpin Timur Tengah yang tidak terbantahkan. Arab Saudi dan Israel Diam-Diam Siapkan Kesepakatan Abad Ini susris...</p>
The post <a href="https://www.susris.com/arab-saudi-dan-israel-diam-diam-siapkan-kesepakatan-abad-ini/">Arab Saudi dan Israel Diam-Diam Siapkan Kesepakatan Abad Ini</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/arab-saudi-dan-israel-diam-diam-siapkan-kesepakatan-abad-ini/"><strong>Arab Saudi dan Israel Diam-Diam Siapkan Kesepakatan Abad Ini</strong> </a>&#8211; Global Insight menyelidiki aliansi baru yang besar namun rahasia antara Arab Saudi dan Israel yang dimaksudkan untuk membawa perdamaian ke wilayah yang penuh gejolak dan menjadikan Arab Saudi sebagai pemimpin Timur Tengah yang tidak terbantahkan.</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Arab Saudi dan Israel Diam-Diam Siapkan Kesepakatan Abad Ini</strong></h2>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-147 " src="http://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/02/Arab-Saudi-dan-Israel-Diam-Diam-Siapkan-Kesepakatan-Abad-Ini.jpg" alt="" width="558" height="372" srcset="https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/02/Arab-Saudi-dan-Israel-Diam-Diam-Siapkan-Kesepakatan-Abad-Ini.jpg 830w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/02/Arab-Saudi-dan-Israel-Diam-Diam-Siapkan-Kesepakatan-Abad-Ini-300x200.jpg 300w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/02/Arab-Saudi-dan-Israel-Diam-Diam-Siapkan-Kesepakatan-Abad-Ini-768x512.jpg 768w" sizes="(max-width: 558px) 100vw, 558px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/"><strong>susris</strong> </a>&#8211; Ketika negara-negara di Timur Tengah bergerak untuk memposisikan diri mereka sendiri untuk menghadapi ancaman baru yang dirasakan, aliansi baru yang besar, dan yang sebelumnya dianggap tidak masuk akal, tampaknya muncul. Kerajaan konservatif Arab Saudi memberi isyarat bahwa mereka dapat mencapai kesepakatan damai yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan Israel, sebuah negara yang masih dikenal di beberapa buku Saudi sebagai &#8216;Musuh Zionis&#8217;.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href="http://www.susris.com/meneliti-kepentingan-as-dan-kerjasama-regional-di-mediterania-timur/">Meneliti Kepentingan AS dan Kerjasama Regional di Mediterania Timur</a> </strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Wilayah ini dipenuhi dengan slogan-slogan untuk kesepakatan baru tetapi tidak ada yang menangkap apa yang terjadi serta &#8216;kesepakatan abad ini&#8217;, sebuah frasa yang diciptakan oleh Jenderal Mesir yang menjadi Presiden Abdel Fatah al-Sisi dan diadopsi secara luas oleh media Arab. Idenya adalah bahwa semua negara Arab akhirnya akan menjadi sekutu Israel, membawa perdamaian ke wilayah yang sebelumnya bergolak.</p>
<p style="text-align: justify;">Inti dari kesepakatan baru adalah Arab Saudi, yang sekarang telah melampaui Mesir sebagai pemimpin negara-negara Arab yang tidak terbantahkan, didukung dengan kekuatan lunak dan pundi-pundi minyak yang besar.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Membatasi ancaman</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Baru-baru ini, Arab Saudi telah membuat perubahan untuk membatasi ancaman yang dihadapinya tidak lebih dari dua musuh: Iran dan oposisi politik Islam Sunni. Ini kebetulan dilihat sebagai dua ancaman yang dihadapi Israel juga. Ini telah membawa kedua negara ke aliansi yang tidak terduga. Dalam kata-kata seorang anggota keluarga penguasa Al Saud yang berpengaruh, Pangeran Alwaleed bin Talal, &#8216;Untuk pertama kalinya, kepentingan Arab Saudi dan Israel hampir sejajar&#8230; Sungguh luar biasa.&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Iran dan Arab Saudi sudah terlibat dalam perang dingin di Timur Tengah. Israel bingung dengan prospek nuklir Iran. Arab Saudi melihat memerangi oposisi Islam terorganisir sebagai prioritas, terutama setelah keberhasilan Musim Semi Arab mereka. Israel berbagi keprihatinan yang sama karena negara itu khawatir terulangnya Musim Semi Arab dapat menyebabkan pemerintah Islamis mengambil alih rezim yang tidak populer saat ini dan kemudian mendapatkan kendali atas sumber daya militer yang besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Ini juga tepat waktu untuk Washington. Presiden Trump mengatakan dia, lebih dari pendahulunya, dapat mendekatkan kedua negara. Trump menunjuk orang kepercayaan, menantu, dan penasihat utamanya, <strong><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/Jared_Kushner">Jared Kushner</a></strong>, untuk berperan sebagai perantara perdamaian Timur Tengah. Kushner mengembangkan hubungan yang solid dengan orang kuat Arab Saudi, Putra Mahkota Mohammed bin Salman, tetapi tidak dengan Palestina. Tampaknya dia akan berhasil membawa Israel lebih dekat ke Saudi, bukan ke Palestina.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada bulan Juni, Gedung Putih secara terbuka merayakan fakta bahwa Air Force One terbang langsung dari Riyadh ke Israel ketika Trump melakukan kunjungan luar negeri pertamanya sejak dia menjabat pada bulan Januari.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Hubungan yang hangat</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Menghangatkan hubungan dengan Israel juga telah menjadi pendekatan yang diakui rezim Arab setiap kali mereka menghadapi tantangan internal, dengan tujuan untuk menggalang dukungan Amerika dan Barat melawan oposisi lokal dengan tampil &#8216;moderat&#8217;, &#8216;terbuka&#8217; dan &#8216;toleran&#8217; tiga kata sekarang sangat tinggi dihargai oleh rezim Arab menghadapi masalah kelangsungan hidup.</p>
<p style="text-align: justify;">Qatar membuka sebagian kontak dengan Israel pada tahun 1996 setelah mantan Emir Hamad bin Khalifa Al Thani menggulingkan ayahnya dengan menunjukkan keterbukaan lebih jauh ke Barat. Emir juga mengizinkan pejabat Israel di Al Jazeera, yang pertama untuk outlet media Arab mana pun.</p>
<p style="text-align: justify;">Baru-baru ini, Presiden Abdel Fatah al-Sisi dari Mesir, bekerja keras untuk mengkonsolidasikan pemerintahannya setelah menjabat dalam kudeta berdarah pada tahun 2013, mendesak negara-negara Arab lainnya untuk membuat kesepakatan damai pan-Arab dengan Israel. Dia memberi tahu orang Israel bahwa dia bisa mewujudkan &#8216;kesepakatan abad ini&#8217;. Israel telah menjadi pendukung utama pemerintahan Sisi.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk membuat pengaturan kontak Saudi-Israel lebih tepat waktu, sekutu terdekat Riyadh di negara-negara Teluk, Uni Emirat Arab, menerima misi diplomatik Israel pertama yang &#8216;tidak konvensional&#8217;. Dipercaya secara luas bahwa misi, yang bekerja pada energi terbarukan internasional, lama dengan kedutaan UEA di Washington, digunakan sebagai saluran untuk kontak Saudi-Israel.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada juga beberapa pertemuan antara Israel dan Saudi. Saudi umumnya berusaha untuk &#8216;menguji air&#8217; dan mengukur reaksi publik Saudi terhadap gerakan tersebut. Berita pertemuan itu bocor ke media. Pada tahun 2015, kedua negara mengakui bahwa mereka telah mengadakan pertemuan rahasia untuk membahas ambisi Iran di wilayah tersebut, meskipun mereka mengakui masih ada perbedaan atas perlakuan Israel terhadap Palestina.</p>
<p style="text-align: justify;">Ada pertemuan publik juga. Pada tahun 2016, mantan Kepala Intelijen Saudi Pangeran Turki al-Faisal bertemu dan berjabat tangan di depan umum dengan Jenderal Yaakov Amidror, mantan penasihat senior Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Washington Institute, sebuah think tank pro-Israel di Washington.</p>
<p style="text-align: justify;">Kemudian pada tahun 2016, mantan Jenderal Saudi, Anwar Eshki, memimpin tim pengusaha dan akademisi, mengadakan pembicaraan yang belum pernah terjadi sebelumnya dengan anggota Knesset Israel. Eshki sejak itu muncul di televisi berbicara mendukung kesepakatan dengan Israel.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Pengubah permainan utama</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengubah permainan terbesar mungkin adalah kenaikan yang hampir pasti dari Putra Mahkota Mohammed bin Salman yang berusia 31 tahun ke tahta Saudi. MbS, begitu dia sering disapa sekarang, dekat dengan Jared Kushner. Dia juga ingin membuat kebijakan luar negeri untuk menghilangkan keraguan lokal dan internasional tentang masa mudanya, kemampuan mengatur dan kenegarawanannya, terutama mengingat perannya dalam perkembangan bencana di Yaman, yang menarik kritik internasional yang meluas.</p>
<p style="text-align: justify;">Mohammed bin Salman dikelilingi oleh para penasihat yang dikenal bersimpati terhadap Israel dan memusuhi kelompok-kelompok Islam seperti Hamas. Salah satunya adalah Abdul Rahman al-Rashed, seorang jurnalis berpengaruh yang berubah menjadi penasihat politik, yang retorika anti-Hamasnya telah menormalkan kritik terhadap kelompok Palestina di media Saudi. Al-Rashed telah melobi untuk menyebut Hamas sebagai organisasi teroris, sebuah posisi yang diadopsi oleh Israel selama bertahun-tahun.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlepas dari kenyamanan yang jelas, Saudi masih mengatakan bahwa Israel harus menawarkan kesepakatan kepada Palestina, atau variasi dari itu; sesuatu yang dapat dibangun oleh orang Saudi. Posisi awal seharusnya adalah penerimaan Israel atas Inisiatif Perdamaian Arab, yang dipromosikan oleh mendiang Raja Abdullah dari Arab Saudi pada tahun 2002. Rencana tersebut menyerukan pembentukan negara Palestina di perbatasan tahun 1967.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Antipati bersama Arab Saudi dan Israel terhadap Iran adalah faktor utama yang menyatukan mereka. Namun, untuk masa mendatang, hubungan ini akan tetap dalam bayang-bayang, baik karena sifat kerjasama dan karena pengakuan diplomatik resmi Saudi atas Israel bergantung pada perjanjian perdamaian Israel-Palestina, yang tampaknya tidak akan datang,&#8217; kata Perry Cammack , seorang peneliti di Carnegie Endowment for International Peace.</p>
<p style="text-align: justify;">Untuk memperlancar roda kesepakatan, Saudi menggembar-gemborkan peluang ekonomi dengan negara-negara Teluk yang kaya minyak. Perks akan mencakup telekomunikasi langsung, penerbangan Israel yang terbang di atas wilayah udara Negara Teluk dan tidak ada pembatasan perdagangan dengan perusahaan Israel. Pejabat Israel sendiri memperkirakan manfaat langsung hingga $45 miliar. Kabarnya, kedua negara telah menegosiasikan kesepakatan perdagangan yang dirahasiakan.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8216;Saya melihat ini sebagai manipulasi timbal balik untuk tujuan yang berbeda dengan pandangan yang sama tentang Iran. Israel dapat membual tentang aksesnya ke para pemimpin Arab, termasuk UEA, dan kunjungan Israel ke konferensi Teluk, dan Saudi membangun reputasi mereka dengan Kongres sebagai bersahabat dengan Israel,&#8217; kata Charles Smith, Profesor Emeritus Sejarah Timur Tengah di University of Arizona. &#8216;Tapi, masalah Palestina tidak bisa diabaikan seperti yang diharapkan Bibi [Netanyahu].&#8217;</p>
<p style="text-align: justify;">Memang, Riyadh sejauh ini menjauh dari posisi publik yang jelas. Tidak demokratis dan dicengkeram oleh gagasan yang mempromosikan diri sendiri bahwa publik Arab mereka sendiri tidak cukup terinformasi atau terdidik untuk membuat keputusan tentang hubungan dengan Israel, Arab Saudi seperti banyak rezim Arab lainnya lebih memilih kontak dengan Israel, yang secara teknis masih menduduki tanah Arab, jauh dari pandangan publik. Kontak langsung Saudi-Israel hampir semuanya &#8216;rahasia&#8217; atau &#8216;tidak resmi&#8217;, dengan beberapa kebocoran.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada 6 September, Simon Aran, Koresponden Diplomatik Israel untuk Otoritas Penyiaran Israel (KNN) tweeted bahwa &#8216;seorang pejabat tinggi dari Teluk&#8217; diam-diam mengunjungi Israel dan bahwa kantor Netanyahu dan Kementerian Luar Negeri Israel menolak untuk mengomentari berita tersebut. Namun, merasakan peluang dan waktunya, beberapa pejabat Israel telah mendesak Saudi untuk terus maju dengan kesepakatan &#8216;publik&#8217; dan kontak yang terlepas dari masalah Palestina.</p>
<p style="text-align: justify;">Segera setelah Trump terbang langsung dari Riyadh ke Tel Aviv, Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu menulis di Twitter: &#8216;Saya berharap suatu hari perdana menteri Israel akan dapat terbang dari Tel Aviv ke Riyadh.&#8217; Menteri Pertahanan Israel Avigdor Lieberman menyerukan &#8216;hubungan diplomatik dan ekonomi penuh&#8217;. Setelah menggambarkan minat yang sama dalam melawan saingannya Iran dan Islamis politik, Menteri Intelijen dan Transportasi Israel Yisrael Katz mengatakan dia menginginkan perlakuan serupa terhadap Israel seperti yang diberikan kepada Presiden Trump.</p>
<p style="text-align: justify;">&#8220;Saya meminta Salman, Raja Arab Saudi, untuk mengundang perdana menteri Israel, Netanyahu, untuk mengunjungi Arab Saudi,&#8221; kata Katz pada bulan Juni di Konferensi Herzliya tahunan, tempat inisiatif strategi nasional Israel yang baru. &#8216;Kami melihat Anda bisa menjadi tuan rumah yang luar biasa ketika Presiden Trump ada di sana. Anda juga dapat mengirimkan ahli waris Anda, yang baru, Pangeran Mohammed bin Salman. Dia orang yang dinamis. Dia adalah seorang inisiator. Dan dia ingin menerobos.&#8217;</p>The post <a href="https://www.susris.com/arab-saudi-dan-israel-diam-diam-siapkan-kesepakatan-abad-ini/">Arab Saudi dan Israel Diam-Diam Siapkan Kesepakatan Abad Ini</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Meneliti Kepentingan AS dan Kerjasama Regional di Mediterania Timur</title>
		<link>https://www.susris.com/meneliti-kepentingan-as-dan-kerjasama-regional-di-mediterania-timur/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[susriswpc]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 31 Jan 2023 02:39:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cooperation]]></category>
		<category><![CDATA[Kerjasama Regional]]></category>
		<category><![CDATA[Mediterania Timur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susris.com/?p=142</guid>

					<description><![CDATA[<p>Meneliti Kepentingan AS dan Kerjasama Regional di Mediterania Timur &#8211; Ketua Deutch dan Ketua Keating, Anggota Pangkat Wilson dan Fitzpatrick serta anggota Komite yang terhormat, terima kasih telah mengundang saya untuk bersaksi hari ini tentang diplomasi energi di Mediterania timur, pada saat perang Rusia di Ukraina memperbaharui minat pada potensi wilayah ini untuk bekerja sama...</p>
The post <a href="https://www.susris.com/meneliti-kepentingan-as-dan-kerjasama-regional-di-mediterania-timur/">Meneliti Kepentingan AS dan Kerjasama Regional di Mediterania Timur</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/meneliti-kepentingan-as-dan-kerjasama-regional-di-mediterania-timur/"><strong>Meneliti Kepentingan AS dan Kerjasama Regional di Mediterania Timur</strong></a> &#8211; Ketua Deutch dan Ketua Keating, Anggota Pangkat Wilson dan Fitzpatrick serta anggota Komite yang terhormat, terima kasih telah mengundang saya untuk bersaksi hari ini tentang diplomasi energi di Mediterania timur, pada saat perang Rusia di Ukraina memperbaharui minat pada potensi wilayah ini untuk bekerja sama lebih baik dan menyediakan pasokan gas alternatif ke Eropa.</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Meneliti Kepentingan AS dan Kerjasama Regional di Mediterania Timur</strong></h2>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-143 " src="http://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/01/Meneliti-Kepentingan-AS-dan-Kerjasama-Regional-di-Mediterania-Timur.jpg" alt="" width="526" height="295" srcset="https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/01/Meneliti-Kepentingan-AS-dan-Kerjasama-Regional-di-Mediterania-Timur.jpg 770w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/01/Meneliti-Kepentingan-AS-dan-Kerjasama-Regional-di-Mediterania-Timur-300x168.jpg 300w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/01/Meneliti-Kepentingan-AS-dan-Kerjasama-Regional-di-Mediterania-Timur-768x431.jpg 768w" sizes="(max-width: 526px) 100vw, 526px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/"><strong>susris</strong> </a>&#8211; Saya adalah wakil kepala program Eropa &amp; Asia Tengah untuk International Crisis Group, sebuah organisasi non-pemerintah yang didedikasikan untuk pencegahan dan mitigasi konflik. Kami mencakup lebih dari 50 situasi konflik di seluruh dunia. Perspektif kami tentang dinamika kompleks di Mediterania timur dibentuk oleh penelitian lapangan dan advokasi tingkat tinggi dari tim analis yang meliput ketegangan di seluruh kawasan, dari Libya hingga Levant, yang melibatkan berbagai kekuatan Eropa dan Timur Tengah.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href="http://www.susris.com/kerjasama-komisi-gabungan-as-arab-saudi-untuk-kerjasama-ekonomi-jecor/">Kerjasama Komisi Gabungan AS-Arab Saudi Untuk Kerjasama Ekonomi (JECOR)</a></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Satu dekade lalu, beberapa diplomat AS dan Eropa berharap penemuan gas akan mengubah hubungan antar negara di cekungan Mediterania timur, membawa stabilitas yang lebih besar dan pasokan energi baru ke Eropa. Sejauh ini, mereka telah gagal. Geografi dan persaingan regional telah membuatnya terlalu mahal untuk mengeksploitasi potensi cekungan yang dibanggakan sebagai alternatif gas Rusia untuk Eropa dalam menghadapi langkah benua untuk menghilangkan karbon. Tapi hari ini, kalkulus mungkin bergeser, karena perang Rusia di Ukraina menambah urgensi dorongan Eropa untuk mengurangi ketergantungannya pada Rusia.</p>
<p style="text-align: justify;">Washington dan <strong><a href="https://id.wikipedia.org/wiki/Brussel">Brussel</a></strong>, dalam keterlibatan baru mereka dengan negara-negara di cekungan Mediterania timur, harus melihat pelajaran dari diplomasi energi dekade terakhir di wilayah tersebut. Perdagangan gas antara dua negara penghasil di kawasan itu Israel dan Mesir telah menjadi anugerah bagi ekonomi masing-masing dan membawa kerja sama yang lebih besar antara mereka dan negara-negara lain di kawasan tersebut, termasuk Siprus dan Yunani.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi potensi kekayaan dasar laut telah memperparah persaingan antara yang lain sebuah dimensi yang menjadi fokus utama ketika Turki dan Yunani nyaris melakukan konfrontasi militer pada pertengahan tahun 2020 atas penelitian seismik di zona maritim yang disengketakan di antara mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Perdagangan Gas Med Timur</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Cadangan hidrokarbon Mediterania Timur sangat penting untuk keamanan energi dan pertumbuhan ekonomi negara-negara di kawasan ini. Penyadapan ladang gas Tamar oleh Israel pada tahun 2009, ladang gas 10 triliun kaki kubik (tcf), dan setahun kemudian, Leviathan, 17,6tcf, mengubahnya dari pengimpor energi bersih menjadi pengekspor ke Mesir dan Yordania.</p>
<p style="text-align: justify;">Penemuan tahun 2011 di lepas pantai Siprus of Aphrodite, sebuah ladang berukuran sedang yang diperkirakan pada awalnya memiliki cadangan 3,6 6tcf, berjanji untuk membalikkan ekonomi pulau itu dan mengakhiri ketergantungan energinya yang mahal.</p>
<p style="text-align: justify;">Namun yang paling penting, penemuan Zohr di Mesir pada tahun 2015, sebuah ladang gas “super” yang diperkirakan memiliki sekitar 30tcf, menjadikannya cadangan cekungan terbesar, telah menjadikan negara itu sebagai kunci pas gas di kawasan itu. Ambisi Mesir sekarang mengerdilkan aktor lain. Ini memiliki infrastruktur ekspor yang paling berkembang di kawasan ini dalam bentuk terminal gas alam cair (LNG) Damietta dan Idku di pantai Mediterania. Ini juga memiliki pasar domestik yang besar yang dapat menyerap impor dari Israel dan tempat lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Bonanza gas saat ini dan yang diantisipasi telah menarik jaringan pelaku dari perusahaan energi internasional utama hingga negara-negara pesisir dengan klaim yang disengketakan atau cadangan yang belum dimanfaatkan dan negara-negara yang lebih jauh dengan kepentingan strategis. Di antara aktor-aktor tersebut, ada pemenang, pecundang, dan spoiler. Lebanon yang miskin uang dan Palestina terhalang oleh harapan mereka sendiri untuk mengebor gas akibat ketegangan dengan Israel.</p>
<p style="text-align: justify;">Yunani mengklaim kekayaan dasar lautnya sendiri dan berperan dalam koridor transit gas. Turki telah mempraktikkan brinkmanship, mengirim kapal penelitian dan kapal angkatan laut ke perairan yang disengketakan, untuk mempertahankan apa yang dilihatnya sebagai haknya sendiri dan hak otoritas Siprus Turki de facto, yang mengklaim kepemilikan bersama dengan Republik Siprus atas ladang-ladang yang terletak di lepas pantai. Pulau terbagi. Ankara juga berusaha memposisikan dirinya sebagai pintu gerbang pasokan ke Eropa.</p>
<p style="text-align: justify;">Libya terjerat melalui kesepakatan yang ditekan Turki untuk menandatangani upaya mempertaruhkan klaim maritim yang lebih besar. Dan Uni Emirat Arab, yang didorong oleh persaingannya dengan Turki, telah bergabung, menjalin hubungan yang lebih dalam dengan Mesir, Siprus, Yunani, dan lainnya. Di antara perusahaan-perusahaan Barat yang terlibat, Eni Italia memiliki saham terbesar, dengan kepemilikan besar-besaran di Mesir dan blok eksplorasi di Republik Siprus dan Lebanon.</p>
<p style="text-align: justify;">Chevron utama AS sedang mengembangkan ladang Israel bersama perusahaan Israel. Sejumlah jurusan internasional mempertaruhkan Siprus. Perusahaan Rusia juga memiliki kepemilikan di wilayah tersebut dan perlu dicatat bahwa Rusia tetap menjadi pemasok gas yang dominan bagi Turki. menjalin hubungan yang lebih dalam dengan Mesir, Siprus, Yunani, dan lainnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Karena setiap negara di cekungan Mediterania timur melihat penemuan gas sebagai jalur kehidupan, jaminan swasembada energi, pertumbuhan ekonomi, dan pengaruh regional, kebijakan AS dan Eropa terhadap kawasan tersebut harus mengambil pandangan luas dari ambisi yang tumpang tindih ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlalu sering, kebijakan silo Washington dan Brussel, tertarik untuk melindungi hubungan perdagangan dan keamanan bilateral dengan satu aktor regional atau lainnya. Pendekatan yang tertutup semacam itu berisiko membesar-besarkan keberhasilan diplomasi energi di kawasan dan mengabaikan bagaimana pengucilan beberapa pihak dapat memperburuk ketegangan.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Keterbatasan Diplomasi Gas</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Pengembangan hidrokarbon di wilayah tersebut telah mendorong kerja sama regional yang lebih besar, yang diharapkan para diplomat AS dan Eropa pada gilirannya akan menghasilkan stabilitas yang lebih besar. Pemerintahan Obama memajukan &#8220;diplomasi gas&#8221; semacam itu, mendukung kesepakatan antara Israel dan Yordania dan antara Israel dan Mesir.</p>
<p style="text-align: justify;">Sejak 2019, Washington telah berpartisipasi dalam apa yang disebut pertemuan tripartit 3+1 Israel, Siprus, dan Yunani, yang membuka jalan bagi proyek untuk menghubungkan jaringan listrik ketiga negara ini melalui interkonektor bawah laut yang memenangkan €657 juta dalam pendanaan Uni Eropa tahun ini.</p>
<p style="text-align: justify;">Asumsi bahwa energi dapat menjadi jembatan untuk hubungan yang lebih dekat mendukung upaya saluran belakang AS untuk mendukung pembentukan, pada Januari 2020, Forum Gas Mediterania Timur, yang berstatus pengamat. Didirikan bersama oleh Mesir dan Israel, Forum tersebut juga mempertemukan Republik Siprus, Yordania, Otoritas Palestina (PA), Yunani dan Italia. Aktor di luar wilayah terdekat seperti Prancis, yang bergabung pada Maret 2021, dan UEA, juga telah mengetuk pintu.</p>
<p style="text-align: justify;">Dalam banyak hal Forum tampaknya menjadi studi kasus dalam diplomasi energi yang sukses, membawa kerja sama di antara para aktor yang paling menikmati “perdamaian dingin” meskipun telah menandatangani perjanjian damai. Tapi itu telah mengirimkan pesan pengucilan kepada orang-orang seperti Turki (konsekuensinya akan saya bahas nanti.) membawa kerja sama di antara para aktor yang paling menikmati “perdamaian dingin” meskipun telah menandatangani perjanjian damai.</p>
<p style="text-align: justify;">Berdasarkan perkembangan ini, Amerika Serikat saat ini terlibat dalam dua prakarsa diplomatik lain yang bertujuan untuk mengentaskan kemiskinan energi Lebanon yang parah. Satu proposal, yang sebagian ditanggung oleh Bank Dunia, bertujuan untuk mengirim gas dari Mesir melalui Jalur Pipa Gas Arab yang sudah dibangun melalui Yordania dan Suriah ke Lebanon.</p>
<p style="text-align: justify;">Yang lainnya adalah upaya untuk menengahi penyelesaian sengketa perbatasan maritim antara Israel dan Lebanon, yang telah berada dalam status perang secara hukum sejak pendirian Israel pada tahun 1948. Para pejabat Lebanon berharap hal itu akan membuka kemampuan mereka untuk mencari sumber daya hidrokarbon di luar negeri. pesisir negara. Namun masih belum jelas apakah, dan bagaimana, Lebanon dapat memperoleh keuntungan ekonomi dari sumber daya tersebut, atau jika penemuan minyak atau gas dapat mencegah keruntuhan ekonominya.</p>
<p style="text-align: justify;">Di bagian lain kawasan, prospek kekayaan hidrokarbon gagal meredam ketegangan. Ikatan energi telah berkembang sebagian besar di antara negara-negara yang siap, setelah menyelesaikan perselisihan politik yang akan menghambat perdagangan semacam itu, dan bersedia, didorong oleh tujuan kebijakan luar negeri regional setidaknya sebanyak keharusan ekonomi.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang terjadi di Israel, Yordania, dan Mesir ketika mereka menyetujui kesepakatan perdagangan gas. Di antara pelaku lainnya, penemuan gas memperburuk ketegangan yang ada. Ankara, terutama, menjadi semakin tegas dalam mempertahankan apa yang dipandangnya sebagai pengucilan Turki dan Siprus Turki.</p>
<p style="text-align: justify;">Ia telah mengirim kapal penelitian dan pengeboran seringkali dengan pengawalan angkatan laut ke perairan yang diperebutkan baik di timur laut maupun barat Siprus. Rencana Turki untuk mencari gas di perairan yang disengketakan di selatan pulau Kastellorizo ​​Yunani, pada musim panas 2020, mendorong Yunani untuk menyiagakan pasukan angkatan lautnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Selama minggu-minggu yang menegangkan, kekuatan penuh armada Yunani dan Turki berhadapan di Laut Aegea dan Mediterania timur. Krisis tersebut merupakan yang terlama dalam siklus eskalasi berkala sejak tahun 1970-an atas persaingan klaim kedaulatan Yunani dan Turki di Mediterania timur.</p>
<p style="text-align: justify;">Persaingan sektor gas bahkan dapat bertindak sebagai proksi untuk pertempuran lainnya. Hubungan Turki-Libya di sekitar perbatasan maritim mempertajam konfrontasi antara Turki, di satu sisi, dan Mesir, Republik Siprus, dan Yunani, di sisi lain. Anggota Forum Gas Med Timur bersatu dalam oposisi mereka terhadap Turki, atas berbagai perselisihan bilateral, yang telah menyebabkan pengucilan tajam dari Ankara.</p>
<p style="text-align: justify;">Seperti yang telah dibahas, Ankara telah menanggapi dengan diplomasi kapal perang, tetapi baru-baru ini juga terlibat dalam upaya diplomatik untuk memecahkan keterasingannya dan meningkatkan hubungannya dengan Israel, Mesir, dan UEA. Prospek suram untuk perdamaian Israel-Palestina telah memperburuk hubungan yang sudah membeku antara Israel dan Yordania, memperumit kesepakatan gas mereka.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Med Timur sebagai Alternatif untuk Gas Rusia?</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Tapi kenyataan komersial lebih dari ketegangan politik yang sejauh ini menahan gas Mediterania timur disalurkan ke Eropa. Ladang Aphrodite di lepas pantai Siprus belum menghasilkan gas, terutama karena tidak adanya pasar domestik yang dapat menjamin pembelian. Produksi dari Leviathan, mengingat ukurannya, menghadapi tantangan serupa.</p>
<p style="text-align: justify;">Di luar Mesir dan Yordania, Israel terutama mengincar pembeli di Eropa melalui rencana untuk meletakkan Pipa Gas Med Timur. Tetapi penarikan dukungan administrasi Biden untuk pipa pada bulan Januari adalah pengakuan atas skeptisisme yang meluas atas kelayakan skema € 6 miliar untuk membangun salah satu pipa bawah laut terdalam dan terpanjang di dunia pada tahun 2025 pada saat benua berkomitmen untuk melakukan transisi. untuk membersihkan bahan bakar. Pertanyaannya sekarang adalah seberapa besar perang Rusia di Ukraina akan mengubah AS</p>
<p style="text-align: justify;">Jika, di masa lalu, Eropa peduli dengan diversifikasi sumber energinya, saat ini tujuannya adalah untuk segera menghentikan impor minyak, gas, dan batu bara dari Rusia sebuah tugas yang sangat besar. Sudah, itu telah membuat keputusan radikal. Hanya dua bulan lalu, Jerman masih berniat untuk membeli lebih banyak gas Rusia melalui pipa Nord Stream 2 yang baru selesai dibangun.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu telah dihentikan dan Jerman sedang merencanakan terminal impor LNG pertamanya. Tetapi pilihan Eropa untuk segera mengakhiri ketergantungan pada Rusia hanya sedikit. Rusia menyumbang sekitar 40 persen dari kebutuhan gas kolektif negara-negara Eropa, 27 persen impor minyak, dan 46 persen impor batu bara.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintahan Biden bekerja sama dengan para pemimpin UE untuk melunakkan pukulan. Bahkan sebelum perang di Ukraina, Eropa bergolak akibat krisis energi: harga minyak dan gas melambung karena pasokan yang terbatas karena permintaan bangkit kembali dari pandemi lebih cepat daripada yang diantisipasi oleh perusahaan energi besar.</p>
<p style="text-align: justify;">Harga sangat tinggi sehingga beberapa kapal yang membawa LNG AS ke Asia mengubah tujuan pertengahan tahun ini dan Eropa telah menjadi tujuan utama ekspor LNG AS. Biden telah mengumumkan kesepakatan untuk mengirim tambahan 15 miliar meter kubik LNG ke Eropa tahun ini, dan sebanyak 50 miliar meter kubik pada tahun 2030.</p>
<p style="text-align: justify;">Itu masih sebagian kecil dari apa yang saat ini diimpor Eropa dari Rusia melalui pipa, yang lebih murah. sumber pasokan daripada LNG. Dekade AS diplomasi gas untuk melemahkan cengkeraman monopoli Rusia atas pasar Eropa tenggara dengan membangun infrastruktur untuk memberi negara-negara ini akses ke alternatif juga sekarang membuahkan hasil.</p>
<p style="text-align: justify;">Upaya itu termasuk dukungan untuk Jalur Pipa Trans Adriatik, bagian dari jaringan yang membawa gas dari Azerbaijan ke Eropa; fasilitas LNG terapung di lepas kota Alexandroúpolis; dan pipa gas Interkonektor Yunani-Bulgaria.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika datang ke baru, investasi jangka panjang untuk membuka sumber gas tambahan dari Med Timur, bagaimanapun, urgensi mengamankan sumber alternatif akan bergesekan dengan tujuan iklim jangka panjang. Cara tercepat untuk meningkatkan pasokan ke Eropa adalah dengan mengirimkannya melalui terminal LNG yang ada di Mesir, jika Mesir dan Israel memperluas produksi.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan asumsi bahwa Eropa tetap sebagaimana mestinya berkomitmen untuk mempercepat transisinya ke energi terbarukan, rencana yang lebih besar seperti pipa gas East Med atau proposal yang lebih baru dari Turki untuk meletakkan pipa melintasi Mediterania dari Israel tetap diragukan. Proyek semacam itu, dan memang produksi dari lahan hijau baru, hanya akan berjalan selama beberapa tahun dan mungkin berjuang untuk mendapatkan pembiayaan publik.</p>
<p style="text-align: justify;"><strong>Kesimpulan</strong></p>
<p style="text-align: justify;">Cadangan East Med telah lama digembar-gemborkan sebagai penemuan yang dapat membentuk kembali geopolitik kawasan itu, menciptakan stabilitas di tempat yang penuh dengan konflik dan meningkatkan perdagangan dengan Eropa. Mereka hanya memenuhi sebagian dari harapan itu.</p>
<p style="text-align: justify;">Apakah perang di Eropa yang telah menjungkirbalikkan kebijakan energi UE akan membawa terobosan politik yang begitu besar masih harus dilihat. Tetapi dalam mengalihkan pandangan mereka kembali ke wilayah tersebut, para diplomat AS dan Eropa harus berhati-hati terhadap risiko bahwa berebut kekayaan gas dapat memperburuk perselisihan kronis. Mereka juga harus berhati-hati dalam menyelaraskan dukungan untuk proyek energi baru dengan sasaran iklim.</p>
<p style="text-align: justify;">Partisipasi AS dalam forum energi regional, termasuk Forum Gas Med Timur dan pertemuan 3+1, memberi mereka legitimasi. Itu harus menggunakan suaranya di sana untuk memperkuat hanya proyek-proyek dengan landasan komersial yang kuat dan dukungan politik yang luas. Itu juga harus berusaha untuk membuat mereka seinklusif mungkin, mendorong negara-negara dengan kepentingan yang tidak dapat disangkal dalam peningkatan energi kawasan, seperti Turki, untuk didiskusikan.</p>
<p style="text-align: justify;">Di atas segalanya, Washington harus menyelaraskan kebijakannya di kawasan dengan sekutu Eropa dan memastikan keterlibatannya tidak membahayakan statusnya sebagai aktor yang dapat memegang kendali jika ketegangan kembali berkobar di antara para pihak.</p>The post <a href="https://www.susris.com/meneliti-kepentingan-as-dan-kerjasama-regional-di-mediterania-timur/">Meneliti Kepentingan AS dan Kerjasama Regional di Mediterania Timur</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kerjasama Komisi Gabungan AS-Arab Saudi Untuk Kerjasama Ekonomi (JECOR)</title>
		<link>https://www.susris.com/kerjasama-komisi-gabungan-as-arab-saudi-untuk-kerjasama-ekonomi-jecor/</link>
		
		<dc:creator><![CDATA[susriswpc]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Jan 2023 08:09:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Cooperation]]></category>
		<category><![CDATA[AS-Arab Saudi]]></category>
		<category><![CDATA[JECOR]]></category>
		<category><![CDATA[Kerjasama]]></category>
		<category><![CDATA[Kerjasama Ekonomi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://www.susris.com/?p=139</guid>

					<description><![CDATA[<p>Kerjasama Komisi Gabungan AS-Arab Saudi Untuk Kerjasama Ekonomi (JECOR) -Ekonom dan analis politik yang menulis tentang Arab Saudi sering mengatakan bahwa bagian tersulit dari penelitian mereka adalah menemukan statistik yang akurat tentang Kerajaan tersebut. Kerjasama Komisi Gabungan AS-Arab Saudi Untuk Kerjasama Ekonomi (JECOR) susris &#8211; Populasi, produksi makanan, sumber daya air, cadangan minyak dan gas,...</p>
The post <a href="https://www.susris.com/kerjasama-komisi-gabungan-as-arab-saudi-untuk-kerjasama-ekonomi-jecor/">Kerjasama Komisi Gabungan AS-Arab Saudi Untuk Kerjasama Ekonomi (JECOR)</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/kerjasama-komisi-gabungan-as-arab-saudi-untuk-kerjasama-ekonomi-jecor/"><strong>Kerjasama Komisi Gabungan AS-Arab Saudi Untuk Kerjasama Ekonomi (JECOR)</strong></a> -Ekonom dan analis politik yang menulis tentang Arab Saudi sering mengatakan bahwa bagian tersulit dari penelitian mereka adalah menemukan statistik yang akurat tentang Kerajaan tersebut.</p>
<h2 style="text-align: center;"><strong>Kerjasama Komisi Gabungan AS-Arab Saudi Untuk Kerjasama Ekonomi (JECOR)</strong></h2>
<p><img loading="lazy" class="aligncenter wp-image-140 " src="http://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/01/Kerjasama-Komisi-Gabungan-AS-Arab-Saudi-Untuk-Kerjasama-Ekonomi-JECOR.jpg" alt="" width="487" height="274" srcset="https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/01/Kerjasama-Komisi-Gabungan-AS-Arab-Saudi-Untuk-Kerjasama-Ekonomi-JECOR.jpg 604w, https://www.susris.com/wp-content/uploads/2023/01/Kerjasama-Komisi-Gabungan-AS-Arab-Saudi-Untuk-Kerjasama-Ekonomi-JECOR-300x169.jpg 300w" sizes="(max-width: 487px) 100vw, 487px" /></p>
<p style="text-align: justify;"><a href="http://www.susris.com/"><strong>susris</strong> </a>&#8211; Populasi, produksi makanan, sumber daya air, cadangan minyak dan gas, hasil industri banyak jenis data yang penting untuk perencanaan yang baik dan evaluasi yang akurat tidak dapat diambil begitu saja, terutama jika dihasilkan oleh lembaga pemerintah Saudi.</p>
<blockquote><p><strong>Baca Juga : <a href="http://www.susris.com/pejabat-as-memiliki-kesepakatan-minyak-rahasia-dengan-saudi/">Pejabat AS Memiliki Kesepakatan Minyak Rahasia Dengan Saudi</a></strong></p></blockquote>
<p style="text-align: justify;">Alasan ketidaktepatan statistik bervariasi dari departemen ke departemen. Dalam lingkungan di mana pemerintah adalah anak perusahaan yang dimiliki sepenuhnya oleh keluarga penguasa dan tidak ada pertanggungjawaban kepada publik atau badan terpilih, statistik dapat dimanipulasi untuk alasan politik.</p>
<p style="text-align: justify;">Beberapa anomali data muncul dari kurangnya koordinasi antara berbagai departemen pemerintah. Angka yang paling penting dari semuanya, produksi minyak dan cadangan minyak mentah, mungkin akurat, tetapi seluruhnya berada di bawah kendali Saudi Aramco, perusahaan minyak negara, dan Kementerian Perminyakan sehingga tidak mungkin untuk diverifikasi secara independen.</p>
<p style="text-align: justify;">Ketika saya meliput dari Arab Saudi pada akhir 1970-an sebagai koresponden regional untuk <strong><a href="https://en.wikipedia.org/wiki/The_Washington_Post">The Washington Post</a></strong>, keadaan ini diterima begitu saja. Tenggelam dalam uang tunai minyak Niagara, Arab Saudi tumbuh pada tingkat yang jauh melampaui kemampuan administratifnya.</p>
<p style="text-align: justify;">Bahwa itu masih benar sampai batas tertentu saat ini mewakili, dengan cara yang aneh, kegagalan sebuah novel dan sedikit diketahui inisiatif pemerintah AS. Pada akhir 1970-an, pegawai sipil Amerika (karyawan pemerintah federal AS) ditempatkan di beberapa departemen pemerintah Saudi untuk menginstruksikan rekan mereka tentang cara menjalankan bisnis publik di negara modern.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1979, sebuah tim beranggotakan 28 orang dari Biro Sensus AS mengajarkan metode kompilasi statistik kepada Saudi, di bawah kontrak sepuluh tahun senilai $36,5 juta. Orang Amerika lainnya memberikan instruksi dalam pengumpulan data keuangan, penelitian pertanian dan air, standar akuntansi, metode perbankan, dan &#8220;kemampuan penelitian terapan&#8221;.</p>
<p style="text-align: justify;">Ahli statistik yang dilatih di University of Maryland sedang mengajar orang Saudi bagaimana menyusun indeks harga konsumen dan melakukan sensus yang akurat. Di seluruh pemerintahan Saudi, orang Amerika seperti penginjil, memberitakan pentingnya data yang akurat.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang Amerika memahami bahwa statistik yang akurat sangat penting untuk negara modern. Alokasi sumber daya untuk perumahan dan pendidikan, perencanaan pembangunan, perencanaan pertanian dan air serta analisis ekonomi bergantung pada mereka. Tetapi bagi orang Saudi pada tahun 1970-an, fungsi-fungsi ini hanya dipahami secara samar-samar.</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang Saudi sekarang mengingat tahun 1979 sebagai tahun yang sulit karena peristiwa politik yang menyusahkan di dalam dan luar negeri: Revolusi Iran, pengambilalihan Masjid Agung di Mekah oleh ekstremis, kerusuhan Syiah di Provinsi Timur, dan invasi Soviet ke Afghanistan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tetapi pada saat yang sama, Arab Saudi pada tahun 1979 menjadi sangat kaya. Negara itu benar-benar memiliki lebih banyak uang daripada yang bisa dibelanjakan karena lonjakan harga minyak yang besar yang dimulai dengan embargo Arab tahun 1973-1974, yang membuat pendapatan Kerajaan meroket.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada awal dekade, tahun 1970, minyak mentah Saudi dijual seharga $1,39 per barel. Pada Januari 1974, harganya menjadi $8,32. Harga terus naik sepanjang dekade, akhirnya mencapai $32, dan pendapatan negara naik karena konsumen tetap membeli.</p>
<p style="text-align: justify;">Pendapatan minyak tahunan pemerintah Saudi, kurang dari $4 miliar setahun di awal dekade ini, akan mencapai puncaknya hampir $102 miliar pada tahun 1981. Pemerintah melakukan proyek infrastruktur raksasa di seluruh negeri, tetapi uang tunai tetap mengalir lebih cepat daripada yang dapat dibelanjakan. .</p>
<p style="text-align: justify;">Orang-orang Amerika yang diperbantukan ke dalam pemerintah Saudi berada di sana sebagai bagian dari rancangan besar yang direkayasa oleh William E. Simon, Menteri Keuangan terakhir Presiden Richard Nixon, untuk menyalurkan sebanyak mungkin uang itu kembali ke Amerika Serikat.</p>
<p style="text-align: justify;">Simon adalah Wakil Sekretaris sampai dia dipromosikan menjadi jabatan puncak pada 8 Mei 1974 hanya tiga bulan sebelum pengunduran diri Nixon dalam skandal Watergate. Dia tetap sebagai Sekretaris di bawah penerus Nixon, Gerald R. Ford.</p>
<p style="text-align: justify;">Terlepas dari gangguan Watergate, musim semi tahun 1974 merupakan periode penting dalam hubungan AS-Arab. Perjanjian yang dinegosiasikan oleh Menteri Luar Negeri Henry Kissinger dalam &#8220;diplomasi ulang-alik&#8221; yang terkenal telah mengakhiri permusuhan perang 1973 dan menstabilkan medan perang Mesir, Suriah, dan Israel. Amerika Serikat memulihkan hubungan diplomatik dengan Mesir.</p>
<p style="text-align: justify;">Dengan berakhirnya permusuhan, produsen minyak Arab, yang dipimpin oleh Arab Saudi, mengakhiri embargo ekspor masa perang mereka ke Amerika Serikat. Dalam suasana baru yang menguntungkan itu, Nixon memulai perjalanan terakhir ke wilayah tersebut. Selama di Arab Saudi, dia menyetujui pembentukan Komisi Ekonomi Bersama AS-Arab Saudi, yang dikenal sebagai JECOR. Ini adalah gagasan Simon.</p>
<p style="text-align: justify;">Misi JECOR ada dua: pertama, untuk mengajari orang Saudi yang tidak memiliki tradisi mengorganisir lembaga publik cara menjalankan birokrasi dasar negara modern; dan kedua, untuk memastikan bahwa semua kontrak yang diberikan untuk mengejar misi itu jatuh ke tangan perusahaan-perusahaan Amerika.</p>
<p style="text-align: justify;">JECOR akan beroperasi selama 25 tahun, menyalurkan miliaran dolar minyak Saudi kembali ke Amerika Serikat, tetapi hampir tidak menarik perhatian di negara ini karena Kongres mengabaikannya. Saudi membayarnya, jadi tidak perlu alokasi AS atau pengawasan kongres.</p>
<p style="text-align: justify;">Tujuan Komisi tercantum dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh pejabat Amerika dan Saudi yang menciptakannya: “Tujuannya adalah untuk mempromosikan program industrialisasi, perdagangan, pelatihan tenaga kerja, pertanian, serta ilmu pengetahuan dan teknologi.”</p>
<p style="text-align: justify;">Badan-badan pemerintah Saudi yang berpartisipasi adalah Kementerian Luar Negeri, Keuangan dan Ekonomi Nasional, Perdagangan, dan Industri, dan Organisasi Perencanaan Pusat, segera menjadi Kementerian Perencanaan. Di pihak AS, badan pengelolanya adalah Departemen Keuangan Simon, bukan Badan Pembangunan Internasional, karena itu bukan program bantuan luar negeri tradisional melainkan program pengelolaan uang.</p>
<p style="text-align: justify;">Mengingat kebaruan pengaturan dan kerumitan program yang akan dilakukan, butuh beberapa waktu bagi JECOR untuk beroperasi penuh. Pada tahun 1979, dengan Jimmy Carter di Gedung Putih, Komisi berada di posisi puncak.</p>
<p style="text-align: justify;">Setiap hari sekitar 250 pegawai negeri Amerika GS-9 dan 11 yang diperbantukan oleh departemen mereka di rumah akan bekerja di agen rekanan mereka di Arab Saudi, duduk bersama rekan-rekan Saudi, menawarkan tutorial, saran, dan pengetahuan dari pengalaman mereka.</p>
<p style="text-align: justify;">Mereka bekerja, dalam bahasa Inggris, dari jam 7:30 pagi sampai 2:30 siang, hari kerja pemerintah Saudi, lalu kembali ke kantor JECOR untuk menulis laporan dan mengawasi penerjemahan dokumen. Kantor itu bukan bagian dari Kedutaan Besar AS karena merupakan tangan dari Departemen Keuangan, dan tim JECOR sering membuat kedutaan tidak mendapat informasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Pada tahun 1979, JECOR tidak hanya memberikan instruksi tetapi mengambil manajemen proyek tertentu, seperti pembentukan jaringan sekolah pelatihan kejuruan nasional dan bahkan pengembangan taman nasional pertama di negara itu, di wilayah Asir di pegunungan barat daya. Itu adalah misi yang dipahami dan dihargai oleh orang Saudi; kompilasi dan distribusi statistik adalah masalah lain.</p>
<p style="text-align: justify;">Pemerintah keberatan, misalnya, ketika rencana yang dirancang Amerika untuk membuat indeks harga konsumen memasukkan harga emas sebagai salah satu komoditas yang akan diukur. Orang-orang Saudi berpikir secara politis tidak disarankan untuk memamerkan kekayaan mereka dengan memasukkan emas, meskipun itu adalah kekayaan pokok keluarga. Orang-orang Saudi yang dilatih teknik sensus oleh Amerika memiliki masalah yang berbeda: tidak ada metode yang kredibel atau dapat diterima secara sosial untuk mentabulasikan warga negara perempuan.</p>
<p style="text-align: justify;">Tiga dekade kemudian, Arab Saudi dengan semua pengukuran teknologi adalah negara yang sepenuhnya modern, dan orang Saudi tidak lagi membutuhkan jenis input instruksional yang mereka dapatkan pada tahun 1979. JECOR gulung tikar, tanpa pengumuman resmi oleh kedua negara, pada akhirnya. dari kepresidenan Bill Clinton.</p>
<p style="text-align: justify;">Tim JECOR mencapai banyak hal dalam membawa instrumen pemerintahan di Arab Saudi ke dunia modern negara-bangsa; tetapi statistik yang andal terkadang masih sulit dipahami, yang seharusnya tidak mengherankan mengingat jumlahnya dikendalikan oleh pejabat yang berkepentingan dengan apa yang mereka tunjukkan.</p>
<p style="text-align: justify;">Awal tahun ini, misalnya, Patrice Flynn, seorang ekonom tenaga kerja yang bekerja di Universitas Effat di Jeddah, menulis esai singkat tentang pasar tenaga kerja untuk Dewan Bisnis AS-Arab Saudi, sebuah kelompok swasta.</p>
<p style="text-align: justify;">Berapa banyak orang Saudi yang bekerja? Berapa banyak yang menganggur? Berapa angka untuk wanita? Berapa banyak pekerja asing yang ada? Dia menarik dua kesimpulan: “Tergantung pada tahun” di mana statistik disusun, dan “Tergantung pada sumber data” karena angka yang dikeluarkan oleh departemen yang berbeda seringkali tidak dapat direkonsiliasi.</p>
<p style="text-align: justify;">Saudi telah memulai persiapan untuk sensus nasional baru pada tahun 2010. Hasil yang diumumkan dari semua sensus sebelumnya telah disambut dengan skeptis oleh para ahli demografi dan ekonom di luar Kerajaan. Jika yang baru lebih baik, pelajaran JECOR akhirnya akan terserap.</p>The post <a href="https://www.susris.com/kerjasama-komisi-gabungan-as-arab-saudi-untuk-kerjasama-ekonomi-jecor/">Kerjasama Komisi Gabungan AS-Arab Saudi Untuk Kerjasama Ekonomi (JECOR)</a> first appeared on <a href="https://www.susris.com">Susris</a>.]]></content:encoded>
					
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>
