<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>TAMAN BACA PAPUA</title><description>agar anak kampung tidak kampungan</description><managingEditor>noreply@blogger.com (Unknown)</managingEditor><pubDate>Sun, 1 Sep 2024 14:36:32 +0900</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>agar anak kampung tidak kampungan</itunes:subtitle><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Menanam Bibit Bukti Pembangunan Pendidikan di Kampung (Bagian Ketiga)</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/menanam-bibit-bukti-pembangunan_14.html</link><category>OPINI</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 14 Sep 2010 08:00:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-5222981277646315503</guid><description>by Yosef Rumaseb&lt;br /&gt;
Email : yosef.rumaseb@hotmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tentu saya jauh dari yang terbaik. Banyak orang&amp;nbsp; terbaik yang ada di Papua. Senang sekali saya pernah berkenalan dengan mereka. Saya menangkap beberapa kesan dari mereka. Beberapa kawan dari kampong, mengenyam pendidikan di kota dan lalu melalang buana, bercerita bahwa "rasa PD"nya menguatkan dia ke mana saja dia pergi. Rasa "PD" itu terbangun dari&amp;nbsp; pendidikan. Ciri "kampungan" dalam dirinya dilenyapkan oleh proses pendidikan. Pendidikan menjadikan dia "anak kampong tapi tidak anak kampungan".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ciri kampungan bukan soal dandanan seperti pakaian, make up, atau hal-hal fisik lain. Perubahan dandanan fisik hanya pelengkap. Ciri kampungan di sini adalah ciri kepribadian, mencakup intelektualitas dan keterampilan. Beberapa ciri misalnya minder karena kurang menguasai IPTEK. Kurang PD, suka diam, bengong, gugup, atau tidak tau kata yang tepat untuk ungkapkan ide. Kalau bisa menjauh dari kelompok, dia akan menjauh, kecuali kalau dengan menjauh dia akan mendapat hukuman. Kurang "gaul".&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Anak yang tidak kampungan beda. Dia memang tumbuh dan dibesarkan di kampong. Dia bangga karena itu. Tapi dia "gaul" dan "PD" sekalipun berada di tengah aktivitas anak kota. Dia didengarkan karena omongannya bernas dan tidak asal bunyi. Dia dipahami karena menggunakan bahasa yang dipahami, terstruktur, dan tepat. Dia mampu mengerjakan tugas yang menuntut penggunaan computer maupun internet, karena teknologi tersebut dikuasainya. Dia memimpin karena terdepan dalam inovasi, mampu berorganisasi, dan "anak gaul". Dia percaya diri untuk tampil di mana saja untuk peran apa saja yang positif dan berguna karena dia memiliki kemampuan yang diperlukan untuk melakukan hal tersebut. Dan sekalipun dia melalang-buana ke manca negara, hati kecilnya selalu memanggil dia untuk membangun kampungnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kualitas "anak kampong yang tidak kampungan" ini bisa ditumbuh-kembangkan. Masalahnya adalah di beberapa kampong kita, proses ini berjalan tidak maksimal karena kurangnya fasilitas dan realisasi program pendidikan yang berkualitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taman Baca bisa menjadi salah satu langkah intervensi untuk tujuan di atas. Taman Baca, bukan sekedar Taman Bacaan. Ada perbedaan fungsional di antara kedua konsep itu. Istilah "taman bacaan" terdiri dari komponen kata "taman" dan "bacaan". Taman Bacaan merujuk pada infrastruktur tempat dan "bacaan" (buku). Jadi, "taman bacaan" berfungsi sebagai tempat di mana buku bacaan diadakan. Pengertiannya hampir sama dengan kata "perpustakaan" (biblioteque), merujuk kepada benda, tempat buku dikumpulkan; dimana peri laku orang yang pergi ke tempat itu ditentukan sepenuhnya oleh kepentingan dia, baik dalam memilih buku maupun menggunakannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taman Baca agak berbeda. Terdiri dari kata benda "taman" dan kata kerja "baca". "Taman" memang bermakna fisik seperti pada konsep Taman Bacaan. Bedanya, kata "baca" menggambarkan aktivitas membaca atau mempelajari. Jadi, Taman Baca adalah suatu tempat atau lokasi (infrastruktur) yang dilengkapi dengan bacaan (buku) dan juga dilengkapi dengan program belajar yang direkayasa. Jadi ada aktivitas sosial yang terprogram. Taman Baca adalah baik pembangunan infra-struktur maupun pengembangan proses sosial untuk memanfaatkan infra-struktur yang ada.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Taman Baca direkayasa sebagai satu sistem yang memadukan pengadaan lokasi untuk belajar, pengadaan sumber informasi yang bervariasi yang membantu anak belajar (buku, film, alat peraga atau alat pelatihan bahasa Inggris, komputer dan internet), suatu program belajar "semi asrama" yang mendorong anak menggunakan waktu sesudah sekolah untuk belajar (membuat tulisan ilmiah, tugas-tugas sekolah, kamus biologi dalam bahasa daerah, dll), program belajar kebudayaan setempat (bahasa daerah, silsilah keluarga, kearifan lokal) dan memberikan tambahan gizi untuk anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan sebuah interaksi tua, guru dan lembaga agama di mana anak-anak kampong mendapat pendidikan keagamaan yang baik sehingga dia makin takut pada TUHAN. Takut akan TUHAN adalah permulaan pengetahuan. Takut akan TUHAN membuatnya menjauhi larangan TUHAN, takut akan TUHAN membuat dia menjauhi kelakuan yang menghabiskan dana, daya dan waktu untuk hal sia-sia. Menjauhi alcohol, menjauhi perzinahan, menjauhi pergaulan bebas. Membebaskan generasi muda dari HIV/AIDS. Takut akan TUHAN membuatnya focus pada study.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan sebuah program di mana anak-anak kita mendapatkan langsung dari orang tua pendidikan bahasa dan budaya local. Membuatnya paham adat dan budayanya. Membuatnya mengenal falsafah, mengerti hubungan kekeluargaan, mencintai budaya dan adatnya. Membentuk komitmen kuat dan idealisme untuk membangun kampong.&lt;br /&gt;
Bayangkan anak-anak yang biasanya suka menyanyi memulai pengenalan bahasa Inggrisnya dengan menyanyikan lagu-lagu reggae, country, jazz hingga lafalnya bagus dan kemudian seorang tutor tinggal menata kalimat yang sudah familiar di lidah itu dengan menjelaskan grammar and spelling yang tepat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan jika anak-anak yang mendapatkan kursus bahasa Inggris, computer dan internet bisa mempraktekkan bahasa Inggrisnya dengan anak-anak sekolah di Nederland, Australia, New Zealand atau negara lain melalui media email, messenger chatting, facebook. Kalau beum ada listrik, biasakan jari anak di mesin ketik dulu sebelum beralih ke penggunaan computer.&lt;br /&gt;
Bayangkan komunikasi antara anak kampong dengan anak-anak di negara maju kemudian berkembang menjadi program pertukaran pelajar antara anak sekolah di Negara maju dengan anak sekolah di kampong, berkembang menjadi program anak asuh atau mendapatkan beasiswa untuk study di luar negeri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan anak-anak bisa belajar matematika atau IPA dibawah bimbingan seorang tutor yang ahli, menggunakan program animasi yang memudahkan mereka memahami kaidah-kaidah sains dengan lebih enteng. Pada bidang biologi misalnya, bayangkan sebuah program di mana anak-anak menggunakan kamera mendokumentasikan berbagai jenis ikan, kepiting, kerang, atau makhluk laut lainnya berbagai tumbuhan baik dalam bahasa Indonesia, Latin dan Bahasa Daerah.Sebuah program yang menarik anak-anak untuk membaca dan belajar dengan film, animasi dan tutor serta sekaligus mengaplikasinya melalui praktek membuat karya tulis, penelitian, speaking, writing etc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bayangkan program ini mendapat perhatian dan dukungan dana yang kuat sehingga bisa bekerja sama dengan program Prof Yohanis Surya untuk mengikutkan mereka yang terbaik dalam program belajar di bawah bimbingan beliau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat visi ini menjadi nyata, kita memerlukan pembangunan satu infrastruktur di mana ada bangunan perpustakaan, di mana buku-buku pelajaran sesuai kurikulum nasional disiapkan, dimana ada tempat yang nyaman untuk membaca dan belajar kelompok dilakukan, di mana tersedia buku pelajaran agama ada, di mana ada kerja sama antara pengelola taman ini dan pihak sekolah untuk beberapa program khusus seperti memberi PR yang referensnya bisa dicari di Taman Baca, di mana ada kursus bahasa Inggris, di mana ada kursus computer, dimana ada film dan infokus serta berbagai program di mana program internet masuk kampong ditempatkan di sana, di mana melalui internet anak-anak memiliki link komunikasi dengan anak-anak sekolah di luar negeri dan di mana anak-anak mendapat pelajaran budaya dan bahasa setempat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya yakin pendekatan ini akan bisa membuat anak kampong tidak terlalu kampungan ketika suatu saat dia akan melanjutkan study ke kota. Proses ini saya yakin akan meletakkan dasar yang kuat untuk membangun rasa PD. Dan itulah yang hendak saya lakukan di kampong saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa saja yang sudah saya lakukan? Bibit bukti apa yang saya tanam? Dan apa saja yang bisa kita kerjakan bersama dalam satu solidaritas besar untuk Papua?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(bersambung)﻿</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Seperti Inikah Matematika yang Menyenangkan?</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/seperti-inikah-matematika-yang.html</link><category>Edukasi</category><category>Matematika</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Tue, 14 Sep 2010 07:23:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-6966768537055849224</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;Banyak cara membuat Matematika  menjadi pelajaran yang mudah dan menyenangkan. Dari yang tradisional  menggunakan batang lidi, sampai yang mutakhir ala Glenn Doman. Kuncinya  cuma kreativitas.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penuturan Djomon Bapila, Kepala SD 008  Kalampising, Kabupaten Nunukan, Kalimantan Timur, ini misalnya. Djomon  mengaku, dia mewajibkan para siswa kelas I untuk membawa batang-batang  lidi ke sekolah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Lalu, saya minta mereka mengikatnya dengan  jumlah untuk masing-masing ikat sebanyak 10 lidi. Itulah alat hitung  mereka," ujar Djomon, awal Oktober lalu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sederhana memang,  tetapi hanya itu yang termurah, tercepat, dan termudah untuk diserap  oleh siswa. Dengan lidi-lidi ini, mereka menjadi aktif belajar dan tak  sadar bisa menghitung dengan tangkas," tambahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lain Djomon,  lain pula Sugimun. Guru Matematika SMPN I Lumbis, Kabupaten Nunukan, ini  punya cara jitu untuk membuat siswanya tertarik dan mudah mengerti  pelajaran Matematika yang ia ajarkan. Salah satunya, Sugimun mengajak  para siswa bermain gaple atau yang lebih akrab disebut domino.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ya,  "domino Matematika". Sugimun sudah membuktikan bahwa domino tersebut  bisa memudahkan siswa mengenal pelajaran Matematika tentang bilangan  pecahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ubahnya bermain domino, setelah kartu pertama  dilempar, kartu berikutnya akan mengikuti. Namun, jika pada domino  sesungguhnya berisi kumpulan atau urutan angka-angka, maka kartu pada  "domino Matematika" berisi berbagai bilangan pecahan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Saya  berpikir, apa pun yang ada di sekitar kita, baik itu di lingkungan rumah  maupun sekolah bisa dimanfaatkan. Sederhananya, Matematika itu tidak  rumit dan mudah dimengerti siswa, asalkan gurunya bisa memudahkan siswa  menyerapnya," ujar Sugimun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Pernah, waktu pelajaran tentang  bangun bidang, seperti kubus, balok, segitiga, atau kerucut, saya minta  siswa melihat ke semua sisi bangunan (sekolah), mulai dari dinding  sampai atap, ternyata itu lebih mudah dimengerti ketimbang hanya teori  di papan tulis," ujar lulusan Universitas Mulawarman ini.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Glenn  Doman&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Khusus anak balita, mereka memerlukan sistem  pembelajaran, metode, dan sarana yang tepat supaya bisa merasa senang  dan mudah saat mempelajari Matematika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berangkat dari fungsi otak  yang memiliki kemampuan menyerap informasi yang luar biasa pada seorang  anak, Dr Glenn Doman menunjukkan betapa mudahnya mengajarkan Matematika  ke anak balita dan menjadikan proses belajar tersebut begitu  menyenangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut Irene F Mongkar, seorang praktisi metode  Glenn Doman, pada masa tiga tahun pertama, otak balita mengalami  perkembangan yang sangat pesat. Akibatnya, stimulasi yang diberikan pada  masa ini akan merangsang kecerdasannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaannya, bagaimana  metode ini mampu membuat pelajaran Matematika menjadi begitu menarik  dan menyenangkan buat anak-anak Anda?&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &lt;/strong&gt;Tahap  Pertama, Perkenalkan Jumlah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perlihatkan kepada anak, kartu-kartu  putih berukuran 28 x 28 cm dengan gambar &lt;em&gt;dot &lt;/em&gt;(lingkaran  berdiameter 2 cm) berwarna merah, mulai dari kartu berjumlah &lt;em&gt;dot &lt;/em&gt;1  sampai dengan 100.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk memperkenalkan jumlah, cukup dengan  memberikan 5 kartu, dengan sangat cepat (2 kartu untuk 1 detik) dan  diulang maksimum sebanyak 3 kali sehari.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &lt;/strong&gt;Tahap  Kedua, Perkenalkan Persamaan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kembali kita menunjukkan  kartu-kartu &lt;em&gt;dot&lt;/em&gt;, misalnya &lt;em&gt;dot &lt;/em&gt;berjumlah 7, 5, dan 12.  Tunjukkan kartu tersebut dengan mengatakan ”tujuh ditambah lima sama  dengan dua belas”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berikan tiga persamaan dalam setiap  pengajaran, dan sehari berikan 3 kali pengajaran. Harus dicatat, setiap  persamaan tidak diulang lagi.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &lt;/strong&gt;Tahap ketiga,  Pemecahan Masalah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Siapkan kartu &lt;em&gt;dot &lt;/em&gt;berjumlah 4, 7, 11,  dan 16. Lalu, tunjukkan kartu tersebut dengan mengatakan ”Empat ditambah  tujuh sama dengan 11 atau 16?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Biarkan si anak memilih, dan  berikan dia cukup waktu berpikir dan menunjukkan jawabannya. Berikan  anak balita kesempatan untuk menggunakan kemampuannya.&lt;strong&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
- &lt;/strong&gt;Tahap  keempat, Pengenalan Angka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengenalan ini prinsipnya seperti pada  tahap 1. Adapun pada tahap kelima, perkenalkan persamaan dengan angka  yang ditulis dalam karton panjang berukuran 10 x 50 cm, dengan berbagai  jenis persamaan, misalnya 7 + 1 + 11 – 5 + 2 – 4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan cara  yang sederhana, waktu yang singkat, sikap gembira dan menyenangkan, kita  dapat mengenalkan Matematika kepada anak balita. Dengan begitu, anak  balita akan mulai menyenangi Matematika.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;(Sumber : &lt;a href="http://edukasi.kompas.com/read/2009/10/21/13365694/Seperti.Inikah.Matematika.yang.Menyenangkan."&gt;Kompas&lt;/a&gt;) &lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>14 Kejadan Alam Yang Luar Biasa</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/14-kejadan-alam-yang-luar-biasa.html</link><category>Fisika</category><category>Pengetahuan Umum</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 22:35:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-244438089373256111</guid><description>&lt;span style="font-family: Comic Sans MS;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rahasia alam tidak ada habisnya untuk terus ditelusuri. Sang Pencipta menunjukkan keagunganNya dengan berbagai keindahan dan kejadian alam yang luar biasa yang hanya dapat membuat manusia berdecak kagum. Fakta Unik telah merangkum 14 Kejadian Alam yang Luar Biasa untuk Anda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;1. Moonbows / Pelangi Bulan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="226" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/6d/LunarRainbowVicFalls_small.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
Pelangi terjadi karena matahari bersinar pada tetesan-tetesan air embun, biasanya terjadi pada atmosfir setelah hujan. Moonbow lebih jarang terjadi, hanya dapat dilihat pada malam hari ketika bulan ada pada titik rendah pada saat bulan purnama sampai hampir purnama. Satu tempat popular untuk melihat Moonbow adalah di air terjun Cumberland di kentucky AS.&lt;br /&gt;
( en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Mirages / Fatamorgana&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="212" src="http://inlinethumb22.webshots.com/34645/2656832380104181437S600x600Q85.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fatamorgana muncul ketika cahaya terbias dan menghasilkan gambar dari suatu object atau langit padahal sebenarnya tidak ada. Fenomena ini biasanya terjadi di permukaan panas, seperti jalan aspal atau gurun pasir. ( en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Belt of Venus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="200" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thum/0/06/Moon_and_red_blue_haze.jpg/800px-Moon_and_red_blue_haze.jpg" width="200" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
The Venus Belt / Sabuk Venus adalah fenomena yang muncul pada saat senja yang berdebu ketika sekumpulan langit kemerahan dan kecoklatan muncul diantara langit dan cakrawala. ( en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Noctilucent Cloud / Awan Noctilucent&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="320" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d7/Noctilucent_clouds_over_saimaa.jpg/450px-Noctilucent_clouds_over_saimaa.jpg" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan Noctilucent adalah awan yang sangat tinggi secara atmosfir yang membiaskan cahaya pada senja ketika matahari telah tenggelam, mengiluminasi/menyinari langit dengan sumber cahaya yang tak tampak. ( en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Aurora Borealis&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="213" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/0/07/Aurore_australe_-_Aurora_australis.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada belahan dunia selatan juga dikenal dengan nama Aurora Australis, Aurora Borealis adalah partikel bermuatan listrik dari matahari yang telah mencapai bagian teratas atmosfir bumi dan menjadi sangat aktif. Aurora biasanya sering terlihat di daerah dekat kutub dan pada waktu dimana siang dan malam sama panjang. (en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;6. Mammatus Clouds / Awan Mammatus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="240" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/thumb/e/ed/Middleeastmamatus.JPG/800px-Middleeastmamatus.JPG" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bentuk awan yang aneh ini sering diasosiasikan dengan badai, dan tidak dapat dimengerti sepenuhnya bagaimana awan ini terbentuk. (en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Fire Whirls / Pusaran Api&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="211" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/9/9f/Fire-whirl.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fire whirls / pusaran api adalah tornado yang berputar terlalu dekat dengan kebakaran hutan atau pusaran yang terbentuk karena terdapat terlalu banyak panas di area tersebut. ( en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Pyrocumulus Clouds / Awan Pyrocumulus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="220" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a1/Wildfire_in_Yellowstone_NP_produces_Pyrocumulus_cloud.jpg/800px-Wildfire_in_Yellowstone_NP_produces_Pyrocumulus_cloud.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="212" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/4f/Pyrocumulus_Cloud_Station_Fire_082909.jpg/800px-Pyrocumulus_Cloud_Station_Fire_082909.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Awan Pyrocumulus adalah fenomena lainnya yang berhubungan dengan panas yang terbentuk karena panas yang meluas dan intens dari suatu daerah yang membentuk awan comulus. Gunung berapi, kebakaran hutan, dan ledakan nuklir (dalam bentuk mushrom clouds) adalah penyebab utama terjadinya pyrocumulus clouds. (en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9. Sun Pillars / Pilar Matahari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="320" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/8/82/FairbanksUAFLightPillars.jpg" width="203" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="320" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/a/a1/Sunset_in_Saguaro_National_Park.JPG/450px-Sunset_in_Saguaro_National_Park.JPG" width="240" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sun pillars / pilar matahari timbul ketika matahari yang tenggelam memantulkan tinggi awan es pada lapisan yang berbeda. Hal ini menghasilkan pilar cahaya yang tinggi menjulang hingga ke langit. sangat mungkin juga untuk menyaksikan moon pilar atau pilar bulan. (en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Virga&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="240" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/2/2c/Nimbostratus_virga.JPG/800px-Nimbostratus_virga.JPG" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="240" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/9d/Virga_05.jpg/800px-Virga_05.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Virga adalah fenomena yang terjadi saat kristal es di awan jatuh, namun menguap sebelum menyentuh tanah. Virga muncul seperti ekor / jejak dari awan yang menggapai permukaan tanah, kadangkala membentuk awan seperti ubur-ubur. ( en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;11.Katabatic Winds / Awan Katabatic&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="209" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b0/Vent_catabatique_-_Catabatic_Wind.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="320" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/7/71/Sea_ice_by_fruchtzwerg%27s_world.jpg/397px-Sea_ice_by_fruchtzwerg%27s_world.jpg" width="212" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah angin yang membawa udara padat dari tempat yang lebih tinggi ke tempat yang lebih rendah karena gravitasi. Katabatic winds dikenal secara lokal sebagai santa ana (california selatan), mistral (mediterania), Bora (laut adriatic) Oroshi (jepang), Pitaraq(greenland), dan wailliwaw (tierra del fuego). Williwaw dan angin yang bergerak di atas antartika biasanya berbahaya, bertiup dengan kecepatan 100 knot. ( en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;12. Fire Rainbow / Pelangi Api&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="240" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/2/22/CircumhorizonArcIdaho.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Fire rainbow adalah fenomena yang sangat jarang yang muncul hanya pada saat matahari sedang tinggi yang membuat sinarnya melewati awan cirrus yang tinggi yang berisi kristal-kristal es. ( en.wikipedia.org)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;13. Green Ray&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="213" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/4/40/GreenFlash.jpg/800px-GreenFlash.jpg" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" height="213" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d2/Big_green_flash.JPG/800px-Big_green_flash.JPG" width="320" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga dikenal dengan nama Green Flash. Fenomena ini muncul sangat singkat sebelum matahari benar-benar tenggelam dan setelah matahari terbit. Fenomena ini muncul sebagai kilatan / cahaya hijau diatas matahari yang berlangsung sangat cepat, biasanya hanya beberapa saat. Hal ini muncul karena pembiasan cahaya di atmosfir. (en.wikipedia.org )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;14. Ball Linghning / Bola Petir&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/en/c/cb/Ball_lightning_appears_cropped.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ini adalah fenomena yang sangat langka yang melibatkan petir / kilat berbentuk bola yang bergerak lebih lambat dari kilat normal. Telah dilaporkan besar dari bola petir ini sebesar 8 kaki dan dapat menyebabkan kerusakan parah. Ada laporan bahwa ball lightning menghancurkan keseluruhan bangunan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Taman Nasional Lorentz</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/taman-nasional-lorentz.html</link><category>Geografi</category><category>Papua</category><category>Papuapedia</category><category>Wisata</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 19:58:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-6042018109764491144</guid><description>&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Taman Nasional Lorentz&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://1.1.1.5/bmi/www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/image/peta_lorentz.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Taman Nasional Lorentz merupakan perwakilan dari ekosistem terlengkap untuk keanekaragaman hayati di Asia Tenggara dan Pasifik. Kawasan ini juga merupakan salah satu diantara tiga kawasan di dunia yang mempunyai gletser di daerah tropis. Membentang dari puncak gunung yang diselimuti salju (5.030 meter dpl), hingga membujur ke perairan pesisir pantai dengan hutan bakau dan batas tepi perairan Laut Arafura. Dalam bentangan ini, terdapat spektrum ekologis menakjubkan dari kawasan vegetasi alpin, sub-alpin, montana, sub-montana, dataran rendah, dan lahan basah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain memiliki keanekaragaman hayati yang sangat tinggi, terdapat pula beberapa kekhasan dan keunikan adanya gletser di Puncak Jaya dan sungai yang menghilang beberapa kilometer ke dalam tanah di Lembah Balliem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebanyak 34 tipe vegetasi diantaranya hutan rawa, hutan tepi sungai, hutan sagu, hutan gambut, pantai pasir karang, hutan hujan lahan datar/lereng, hutan hujan pada bukit, hutan kerangas, hutan pegunungan, padang rumput, dan lumut kerak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-jenis tumbuhan di taman nasional ini antara lain nipah (Nypa fruticans), bakau (Rhizophora apiculata), Pandanus julianettii, Colocasia esculenta, Avicennia marina, Podocarpus pilgeri, dan Nauclea coadunata.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-jenis satwa yang sudah diidentifikasi di Taman Nasional Lorentz sebanyak 630 jenis burung (± 70 % dari burung yang ada di Papua) dan 123 jenis mamalia. Jenis burung yang menjadi ciri khas taman nasional ini ada dua jenis kasuari, empat megapoda, 31 jenis dara/merpati, 30 jenis kakatua, 13 jenis burung udang, 29 jenis burung madu, dan 20 jenis endemik diantaranya cendrawasih ekor panjang (Paradigalla caruneulata) dan puyuh salju (Anurophasis monorthonyx).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satwa mamalia tercatat antara lain babi duri moncong panjang (Zaglossus bruijnii), babi duri moncong pendek (Tachyglossus aculeatus), 4 jenis kuskus, walabi, kucing hutan, dan kanguru pohon.&lt;br /&gt;
Taman Nasional Lorentz ditetapkan sebagai Situs Warisan Alam Dunia oleh UNESCO dan Warisan Alam ASEAN oleh negara-negara ASEAN. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://1.1.1.1/bmi/www.dephut.go.id/INFORMASI/TN%20INDO-ENGLISH/image/lorentz.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Taman nasional ini memiliki keanekaragaman hayati yang tinggi dan ditunjang keanekaragaman budaya yang mengagumkan. Diperkirakan kebudayaan tersebut berumur 30.000 tahun dan merupakan tempat kediaman suku Nduga, Dani Barat, Amungme, Sempan dan Asmat. Kemungkinan masih ada lagi masyarakat yang hidup terpencil di hutan belantara ini yang belum mengadakan hubungan dengan manusia modern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suku Asmat terkenal dengan keterampilan pahatan patungnya. Menurut kepercayaannya, suku tersebut identik dengan hutan atau pohon. Batang pohon dilambangkan sebagai tubuh manusia, dahan-dahannya sebagai lengan, dan buahnya sebagai kepala manusia. Pohon dianggap sebagai tempat hidup para arwah nenek moyang mereka. Sistem masyarakat Asmat yang menghormati pohon, ternyata berlaku juga untuk sungai, gunung dan lain-lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lorentz ditunjuk sebagai taman nasional pada tahun 1997, sehingga fasilitas/sarana untuk kemudahan pengunjung masih sangat terbatas, dan belum semua obyek dan daya tarik wisata alam di taman nasional ini telah diidentifikasi dan dikembangkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musim kunjungan terbaik: bulan Agustus s/d Desember setiap tahunnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara pencapaian lokasi:&lt;br /&gt;
Dari kota Timika ke bagian Utara kawasan menggunakan penerbangan perintis dan ke bagian Selatan menggunakan kapal laut melalui Pelabuhan Sawa Erma, dilanjutkan dengan jalan setapak ke beberapa lokasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="right"&gt;&lt;br /&gt;
Kantor : Jl. Raya Abepura Kotaraja PO Box 1217&lt;br /&gt;
Jayapura 99351, Papua Barat&lt;br /&gt;
Telp. (0967) 581596; Fax (0967) 585529&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dinyatakan ---&lt;br /&gt;
Ditunjuk Menteri Kehutanan, SK No. 154/Kpts-II/1997&lt;br /&gt;
dengan luas 2.450.000 hektar&lt;br /&gt;
Ditetapkan ---&lt;br /&gt;
Letak Kab. Paniai, Kab. Fak-fak, dan Kab.&lt;br /&gt;
Merauke, Provinsi Papua/Irian Jaya&lt;br /&gt;
Temperatur udara 29° - 32° C di dataran rendah&lt;br /&gt;
Curah hujan 3.700 – 10.000 mm/tahun&lt;br /&gt;
Ketinggian tempat 0 – 5.000 meter dpl.&lt;br /&gt;
Letak geografis 3°41’ - 5°30’ LS, 136°56’ - 139°09’ BT</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kayu Gaharu, Sang Pohon Dewa !!!</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/kayu-gaharu-sang-pohon-dewa.html</link><category>Biologi</category><category>Papua</category><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 18:53:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-4220226249844831373</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;Kayu Gaharu, Sang Pohon Dewa !!!&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://thestar.com.my/archives/2008/4/25/central/m_49wood.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Lompatan gaya hidup telah terjadi. Mereka yang semula hidup dengan pola natura kini dihadapkan pada sebuah dunia dagang yang penuh hiruk pikuk. Aneka jenis barang yang tak pernah mereka temukan sebelumnya tiba-tiba hadir di depan mata. Beras dengan cepat menggantikan sagu, senapan angin mengganti panah, dan dayung tergantikan oleh perahu bermesin. Bahkan, barang-barang elektronik begitu mudah didapat, termasuk segala jenis barang yang sebelumnya hanya dinikmati masyarakat yang mengaku modern.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaharu benar-benar menjadi magnit. Hutan-hutan yang sebelumnya tak pernah diinjak manusia tak sejengkal pun lolos dari perhatian para pendatang. Awalnya, perburuan gaharu hanya dilakukan di wilayah pesisir Laut Arafuru seperti di Agats. Namun setelah delapan tahun, nafsu untuk memburu kayu ini telah merambah jauh ke pedalaman di sepanjang dataran rendah Asmat hingga ke lereng-lereng gunung di Wamena.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaharu sebenarnya adalah sebuah virus yang menginfeksi pohon-pohon jenis aquilaria yang hidup di dataran rendah dan rawa-rawa. Infeksi virus itulah yang kemudian membuat gubal pohon ini menjadi wangi dan diburu orang karena berharga mahal. Di wilayah Asmat satu kilogram kayu gaharu kualitas super bisa dihargai hingga Rp 8 juta. Sedangkan di wilayah lain seperti di Jawa harganya bisa melonjak hingga Rp 15 juta per kilogram. Perburuan kayu gaharu di Papua sebenarnya sudah dimulai sejak dimulai 1990 seiring punahnya kayu cendana di Nusatenggara dan semakin langkanya gaharu di Kalimantan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAe9Cx-mAJRqmgl1suow4Zd9eEyMJaGqUBydHQZVqxKGlbkMVD5OU6gSV2OOKF3WR4JLL-cUB8ZxbDlb9FuNtcUPwzAo702S9gC8eDBGeGbXUt-8VUxU6rCXrN2X74n4fGbxwhcO5mVWCS/s400/pohon+gaharu+kepi+mappi.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
KISAH perburuan gaharu di Papua dimulai sejak 1990 ketika sejumlah hutan gaharu di Kalimantan, Sulawesi, dan Sumbawa (NTB) mulai punah. Pemburu dan pemodal mulai melirik Papua sebagai daerah sasaran perburuan gaharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perburuan dimulai di hutan-hutan pedalaman Jayapura, kemudian beralih ke Mimika, terus sampai pedalaman Merauke yakni wilayah suku Asmat. Walau menghadapi berbagai kesulitan geografis namun pemburu ini mencarter helikopter untuk berburu gaharu di pedalaman Papua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Mimika, tahun 2001 terjadi pembantaian tujuh pencari gaharu asal Sulawesi di Kali Kopi, Mimika oleh Organisasi Papua Merdeka (OPM). Pencarian gaharu diduga dibekingi oknum aparat keamanan, yang pada saat itu membangun pos komando khusus di Kali Kopi untuk memantau dan mengawasi keamanan para pencari gaharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Worl Wide fund for Nature (WWF) Bioregion Sahul, Papua melaporkan, pemburu gaharu saat ini menguasai sebagian Taman Nasional Laurentz. Mereka berhasil membujuk penduduk setempat kemudian masuk ke pedalaman Taman Nasional Laurentz, merusak hutan dan satwa di dalam taman itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka tidak hanya mengambil gaharu, tetapi sekali jalan mereka juga mengambil burung cenderawasih, kasuari, rusa, dan kanguru serta tumbuh-tumbuhan tertentu. Para pemburu gaharu ini mendapat dukungan kuat dari pengumpul di kota. Mereka dibekali bahan makanan dan uang selama berburu di hutan, kata Direktur WWF Bioregion Sahul, Benya Mambay.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Informasi yang diterima seorang pemburu gaharu yang tidak bersedia disebut namanya, mereka mendapat senjata (pistol) dari aparat keamanan selama berburu gaharu di hutan Kali Kopi, Mimika. Tetapi syaratnya, hasil perburuan gaharu dan hewan lain yang ditemukan di hutan dibagi dengan anggota TNI itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berburu gaharu di Papua penuh risiko dan tantangan. Kondisi geografis yang sulit ditempuh, berikut kehadiran OPM yang menguasai sebagian wilayah hutan rimba. Karena itu pemburu gaharu sering bekerja sama dengan aparat keamanan sehingga mendapat akses ke pedalaman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;MENGAPA gaharu begitu diminati&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://wb8.itrademarket.com/pdimage/96/s_1110496_430427_kayu_gaharu_tipe_a___b.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Tidak semua orang mengerti dan mengenal gaharu secara keseluruhan. Penduduk lokal pun tidak paham mengenai fungsi gaharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kayu ini menjadi berarti bagi orang Papua ketika warga pendatang mulai ramai-ramai mencari dan memburu. Perburuan gaharu dimulai pada tahun 1990, namun orang Papua mulai menyadari fungsi hutan gaharu setelah tahun 1997, saat Gubernur Papua Jacob Pattipi resmi melepas ekspor kayu gaharu pertama dari Papua sebanyak 4,5 ton melalui PT Artha Group ke Singapura dan Cina.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perusahaan itu, sejak saat itu dipercaya menjadi pengumpul gaharu. Namun, perusahaan tersebut tidak beroperasi lagi di Papua menyusul sejumlah anak buahnya disandera OPM di Kali Kopi, Mimika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gaharu adalah sejenis kayu yang menghasilkan gubal. Gubal ini jika dibakar mengeluarkan aroma wangi. Jenis pohon penghasil gubal ini, banyak ditemukan di hutan primer India, Burma, Malaysia, Indonesia, dan Filipina, 300-600 meter dari permukaan laut (dpl).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kayu gaharu mudah rusak sehingga sangat jarang dipakai sebagai bahan bangunan. Kayu ini lebih banyak dimanfaatkan untuk dupa, dan upacara adat dan agama jika telah menghasilkan gubal. Selain itu juga bisa sebagai bahan kosmetik, obat reumatik, obat gosok, tonikum, penyembuh perut kembung, dan seterusnya. Dengan proses penyulingan, kayu ini dapat menghasilkan minyak asiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://bisnisfarmasi.files.wordpress.com/2008/03/gaharu-men.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kayu gaharu termasuk suku Tymelameaceae, marga Aquilaria. Jenisnya antara lain, Aquilaria malaccaensis, Aquilaria agallocha, Aqiliaria microcarpa, Gonystylus spp, dan Aquilaria sinensis. Jenis yang paling digemari pemburu gubal gaharu karena wanginya adalah Aquilaria malaccaensis. Di Papua lebih banyak didomininasi jenis Aquilaria microcarpa kecuali wilayah selatan Papua yakni Merauke, Timika, dan Fakfak lebih banyak jenis Aquilaria malaccaensis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semestinya pemburu gaharu sudah melalang buana di seluruh hutan rimba Papua. Tetapi kondisi geografis yang begitu sulit dijangkau, ditambah keamanan tidak stabil membuat pencari gaharu berhati-hati.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di samping itu, panjangnya mata rantai dan biaya transportasi yang mahal dari perburuan hingga perdagangan antarpulau membuat tidak banyak orang terlibat dalam bisnis ini. Tetapi tidak sedikit yang berani mempertaruhkan dana puluhan bahkan ratusan juta rupiah untuk meraup untung yang bisa dipastikan tidak kecil pula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perburuan gaharu jenis Aquilaria malaccaensis dan sejenisnya begitu gencar karena memiliki nilai ekonomis tinggi. Melalui proses alamiah kayu ini dapat menghasilkan gubal yang aromanya harum. Gubal gaharu adalah kayu gaharu yang mengalami pelapukan dan mengandung damar wangi (aromatic resin) sebagai akibat serangan jamur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kandungan damar wangi ini menyebabkan gubal gaharu menjadi komoditas ekspor demi kepentingan industri dan parfum, hio, setanggi (dupa), dan obat-obatan. Nilai ekonomi yang diperjualbelikan di kalangan masyarakat pemilik hak ulayat seperti di Agats, Etji, Atsj, dan Sawaerma Rp 7,5 juta - Rp 10 juta per kg untuk jenis super.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai komoditas ekspor sumbangan gubal gaharu untuk devisa negara termasuk tinggi. Tahun 1997, devisa negara yang dihasilkan Rp 270,82 milyar hanya dengan volume 309,8 ton.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk mendapatkan gubal gaharu, pemburu mencari dan menebang pohon gaharu di hutan. Dalam proses ini sering tidak ditemukan gubal yang berharga, tetapi pohon telanjur ditebang. Akibatnya, hutan rusak dan jenis kayu langka ini pun mulai punah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penebangan pohon gaharu semakin tinggi akibat permintaan pasar akan gubal gaharu makin tinggi. Sementara produksi masih sangat tradisional, hanya mengandalkan penebangan pohon di hutan. Ini terjadi karena pengetahuan dan keterampilan pemburu atau masyarakat pemegang hak ulayat masih sangat rendah mengenai gaharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepunahan gaharu di sebagian wilayah Asia mendorong sidang Convention on International Trade in Endangered Species (CITES) IX di Florida, November 1994 memutuskan pohon gaharu dimasukkan di dalam Appendix II. Artinya, penebangan kayu gaharu dan ekspor hasil ikutannya seperti gubal gaharu harus dibatasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Papua memiliki hutan yang begitu luas (3,5 kali luas Pulau Jawa) dengan penduduk 2,2 juta jiwa (2000). Tingkat kepadatan penduduk sekitar 5.500 per km2. Dengan demikian sangat sulit masyarakat melakukan kontrol dan pengawasan terhadap perburuan gaharu liar di hutan belantara Papua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apalagi, di tengah kemiskinan, kebodohan, keterbelakangan, dan keterisolasian yang sedang menimpa masyarakat. Masyarakat mudah ditipu dan dibohongi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di Papua dalam aksinya para pemburu gaharu selalu membawa bahan kebutuhan pokok selama berkelana di hutan. Kepada masyarakat pemilik tanah adat, pencari gaharu menawari kebutuhan pokok seperti gula pasir, rokok, ikan kering, beras, dan seterusnya yang ditawari dengan kayu gaharu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://www.infopapua.com/modules.php?op=modload&amp;amp;name=News&amp;amp;file=article&amp;amp;sid=771" target="_blank"&gt;LINK&lt;/a&gt; dan &lt;a href="http://www.unisosdem.org/article_printfriendly.php?aid=852&amp;amp;coid=1&amp;amp;caid=34" target="_blank"&gt;LINK&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgAe9Cx-mAJRqmgl1suow4Zd9eEyMJaGqUBydHQZVqxKGlbkMVD5OU6gSV2OOKF3WR4JLL-cUB8ZxbDlb9FuNtcUPwzAo702S9gC8eDBGeGbXUt-8VUxU6rCXrN2X74n4fGbxwhcO5mVWCS/s72-c/pohon+gaharu+kepi+mappi.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Honai</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/honai.html</link><category>Budaya</category><category>Papua</category><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 17:49:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-8256006455282375428</guid><description>&lt;table align="center" border="0" cellpadding="6" cellspacing="0" class="tborder" id="post87871869"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr valign="top"&gt;&lt;td class="alt1" id="td_post_87871869" style="border-right: 1px solid rgb(209, 209, 225);"&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;HONAI - RUMAH TRADISIONAL PAPUA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://tomagultom.files.wordpress.com/2007/08/dani.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Honai adalah rumah khas Papua. Rumah Honai terbuat dari kayu dengan atap berbentuk kerucut yang terbuat dari jerami atau ilalang. Honai sengaja dibangun sempit atau kecil dan tidak berjendela yang bertujuan untuk menahan hawa dingin pegunungan Papua. Honai biasanya dibangun setinggi 2,5 meter dan pada bagian tengah rumah disiapkan tempat untuk membuat api unggun untuk menghangatkan diri. Rumah Honai terbagi dalam tiga tipe, yaitu untuk kaum laki-laki (disebut Honai), wanita (disebut Ebei), dan kandang babi (disebut Wamai).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah adat masyarakat wamena yaitu berbentuk lingkaran dengan penutup alang alang yang cukup tebal (&amp;gt; 10 cm). Rumah ini disebut "HONAI", Honai ini sering dijadikan simbol rumah adat khas Papua. Jika anda masuk kedalam Honai ini maka didalam cukup hangat dan gelap karena tidak terdapat jendela dan hanya ada satu pintu. Dimalam hari mereka menggunakan penerangan kayu bakar di dalam honai dengan menggali tanah didalammnya sebagai tungku, selain menerangi bara api juga bermanfaat untuk menghangatkan tubuh. Jika tidur mereka tidak mengunakan dipan atau kasur, mereka beralas rerumputan kering yang dibawa dari kebun atau ladang. Umumnya mereka mengganti jika sudah terlalu lama karena banyak terdapat kutu babi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://1.1.1.3/bmi/vibizlife.com/UserFiles/Image/travel/may%202008/wamena/wamena4.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dalam satu komplek perumahan dihuni satu keluarga dan terdapat beberapa Honai. Jumlah Honai menandakan jumlah istri yang ada, di sini banyak dijumpai laki-laki lebih dari satu istri terutama kepala suku atau Ondoafi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.alumniits.com/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=167:mengenal-wamena-di-kabupaten-jayawijaya-propinsi-papua&amp;amp;catid=66:rehat&amp;amp;Itemid=63" target="_blank"&gt;SUMBER&lt;/a&gt;                                                            &lt;/td&gt; &lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;  &lt;td class="alt2" style="border-color: -moz-use-text-color rgb(209, 209, 225) rgb(209, 209, 225); border-style: none solid solid; border-width: 0px 1px 1px;"&gt;&lt;img alt="ɐnʇɐʞɐʞ² is offline" border="0" class="inlineimg" src="http://static.kaskus.us/images/statusicon/user_offline.gif" title="ɐnʇɐʞɐʞ² is offline" /&gt;                      &amp;nbsp;  &lt;/td&gt;    &lt;td align="right" class="alt1" style="border-color: -moz-use-text-color rgb(209, 209, 225) rgb(209, 209, 225) -moz-use-text-color; border-style: none solid solid none; border-width: 0px 1px 1px 0px; font-size: 10px; font-weight: bold;"&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Budaya Epen, Generasi Epen</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/budaya-epen-generasi-epen.html</link><category>Budaya</category><category>Papua</category><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 16:21:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-2181934547028400893</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt; &lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://img19.imageshack.us/img19/459/budayaepenkahpapua.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Epen ka !!! Anda pernah mendengar kata-kata ini? Atau anda adalah orang yang juga menggunakan kata-kata ini dalam kehidupan sehari-hari?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepenggal kalimat di atas yang terdiri dari dua kata ‘epen’ dan ka bukanlah kata baru dalam bahasa pergaulan di hampir seluruh lapisan Masyarakat Papua saat ini. Kalimat yang berasal dari Bahasa Melayu Papua yaitu Bahasa Indonesia yang mengalami perubahan bunyi berdasarkan dialek Orang Papua. Kalimat yang sederhana ini digunakan bukan hanya di kalangan anak-anak dan remaja saja tetapi pemuda-pemudi hingga orang tua yang hidup di daerah perkotaan dan di beberapa daerah suburbanpun banyak yang menggunakan kata-kata ini dalam kehidupan sehari-hari mereka.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
E… Penting ka?&lt;br /&gt;
Kata-kata di atas inilah yang membuat terbentuknya frase kata baru dalam Bahasa Pergaulan Papua: ‘epen’. Kata ini diakhiri dengan tanda tanya. Kata ini bila dimaknai secara sederhana maka dapat berarti ‘pentingkah hal yang anda bicarakan ini, mungkin memang penting bagi anda tapi tidak penting untuk saya karena saya tidak peduli dengan hal yang sedang anda bicarakan.’&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata ini biasanya digunakan untuk menjawab pembicaraan atau membalas kata-kata yang diucapkan oleh seseorang. Apabila mendengar seseorang membicarakan suatu hal yang serius tetapi kemudian dibalas oleh lawan bicaranya dengan kata ‘epen’. Orang pertama pasti akan menjadi marah, tersinggung atau malah jadi malas untuk melanjutkan lagi pembicaraan yang sebenarnya serius bahkan mungkin sebenarnya penting. Lebih parah lagi bila kata ‘epen’ diucapkan pada orang yang memiliki karakter serius, kata ‘epen’ justru menjadi akar masalah baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seorang pejabat penting di Manokwari juga menggunakan kata ‘epen’ dalam pertemuan resmi dengan warga masyarakat beberapa waktu lalu dimana saat itu seorang anggota masyarakat dari salah satu distrik di Manokwari meminta pada pejabat ini agar ada pengadaan fasilitas alat penyaring air bersih di tempat kediaman mereka tetapi dibalas dengan kata ‘epen’ oleh pejabat tersebut. Hal ini membuktikan bahwa betapa populernya kata ‘epen’ hingga sampai juga ke tingkat para birokrat yang ada di Papua saat ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
‘Epen’ dapat dimaknai berbeda oleh masing-masing orang yang menggunakan maupun mendengarnya dari orang lain. Tergantung suasana hati seseorang saat mendengar kata itu. ‘Epen’ dapat menjadi mop (cerita lucu versi Orang Papua) yang membuat orang banyak tertawa terpingkal-pingkal tapi ‘epen’ juga dapat membuat orang atau lawan bicara tersinggung atau bahkan kata ‘epen’ dikeluarkan oleh seseorang karena sedang dalam keadaan marah atau bahkan sebaliknya ‘epen’ menjadi sumber masalah. ‘Epen’ kemudian menjadi kata yang sarat makna.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhir-akhir ini kata ‘epen’ banyak juga digunakan oleh anak-anak. Hal ini mengundang keprihatinan dikalangan pendidik. Anak-anak sekarang cenderung untuk menjadi anak yang bandel karena kata ‘epen’. Bila kata ‘epen’ digunakan diantara anak-anak sesama umur saja mungkin masih dapat dimaklumi tetapi ketika ‘epen’ juga dilontarkan pada orang tua, ini mempengaruhi sikap mereka yang juga tidak menghargai orang tuanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa tahun yang lalu, sangat jarang seorang anak membantah perintah orang tuanya. Kenakalan anak-anak pada satu dekade lalu sangat berbeda dengan kenakalan anak-anak saat ini. Saat ini dengan menggunakan kata ‘epen’, seorang anak dapat mengekspresikan ketidakpedulian dan rasa tidak menghargai orang tuanya. Kesalahan ini tidak sepenuhnya dapat dilimpahkan pada si anak. Bila ternyata orang tuanya sendiri menggunakan kata ‘epen’ untuk menjawab pernyataan ataupun pertanyaan anaknya tanpa memahami sebab dan akibat dari ucapan itu akan ditiru oleh si anak tersebut maka akan lahir Generasi Papua Baru yang tidak lagi peduli dengan segala macam persoalan yang terjadi di sekitarnya hanya dengan mengucapkan kata ‘epen’.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Budaya ‘epen’ yang secara alamiah kemudian menjadi budaya ‘tidak peduli’ ini akan membuat banyak persoalan-persoalan sosial yang terjadi di tengah-tengah masyarakat Dengan demikian muncul juga Generasi ‘Epen” yang mana tingkat kesadaran dan kepedulian generasi ini terhadap kondisi sosialpun akan semakin berkurang dalam diri si anak pada generasi sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lama-kelamaan, kata ‘epen’ jadi lebih cenderung bermakna negatif. Degradasi moral dapat terjadi di tengah-tengah masyarakat bila terus dibiarkan. Nilai-nilai luhur yang mengajarkan penghargaan terhadap sesama manusia terutama pada orang yang lebih tua menjadi luntur hanya karena kata ‘epen’ yang kemudian dapat melahirkan budaya baru yaitu budaya ‘epen’..&lt;br /&gt;
Generasi ‘epen’ akan menyaksikan kekayaan alam Papua dikeruk habis-habisan, semua asset diambil alih serta semua jabatan birokrasi pemerintahan di Papua di waktu-waktu yang akan datang dikuasai oleh Orang nonPapua, generasi ini hanya akan jadi penonton karena hanya ada kata ‘epen’ yang dipikirkan atau diucapkan saat melihat kondisi tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukti konkrit lain daripergeseran nilai-nilai ini juga dapat kita lihat saat orang sudah tidak ada lagi orang yang sadar dan peduli dengan Budaya ‘epen’ yang sedang berkembang saat ini. Bila Budaya ‘epen’ terus berlangsung dan mempengaruhi sikap dan pola hidup bukan hanya mempengaruhi masyarakat Papua tapi juga di kalangan birokrat maka tidak menutup kemungkinan ketidakpedulian ini terjadi saat seseorang menjadi pemimpin tapi ketika ia ditanyai soal kondisi rakyat yang mengalami kesulitan, bila jawaban yang keluar dari mulutnya adalah ‘epen ka?’. Sungguh sebuah jawaban yang memilukan hati bagi rakyat. Contoh lain, ketika seorang birokrat ditanyai tentang bagaimana dengan Otonomi Khusus di Papua? Kata ‘epen’ kembali meluncur dari mulut sang birokrat maka tidak ada lagi yang tersisa dalam tatanan hidup Rakyat Papua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terbukanya semua jalur komunikasi di Seluruh Nusantara saat ini akibat arus globalisasi mengakibatkan pasokan informasi yang diterima masyarakat juga beragam tanpa melalui proses penyaringan yang baik oleh pihak-pihak yang terkait. Sekarang televisi bukan lagi benda elektronik yang mahal seperti dulu sehingga masyarakat dapat langsung menyaksikan sinetron yang ditayangkan setiap hari. Kccenderungan sinetron yang Jakarta center dengan logat Betawi yang kental membuat bukan cuma komunikasi di tengah masyarakat Indonesia saja yang rusak tapi Bahasa Indonesia seolah-olah tidak lagi penting dan bukan lagi menjadi bahasa resmi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kata ‘epen’ sendiri cenderung memiliki makna yang hampir sama dengan istilah Emang Gue Pikirin (EGP) yang sangat khas Betawi yang populer di kalangan warga ibu kota negara itu. Kata-kata yang menunjukkan kecuekkan ini seakan menembus batas ruang dan waktu dengan kacanggihan teknologi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Generasi Indonesiapun mengalami degradasi ini. Apalagi kata-kata EGP sering diucapkan artis-artis sinetron yang setiap malam ditonton hampir oleh sebagian besar Penduduk Indonesia tentu saja akan mempengaruhi pola pikir sekaligus tingkah laku Masyarakat Indonesia yang cenderung ke arah negatif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikian juga dengan penayangan sinetron-sinetron yang tidak mendidik sesegera mungkin harus disensor bahkan bila perlu dicekal. Apalagi sinetron yang menggunakan pemeran anak-anak yang berkarakter jahat. Anak nakal memang ada tetapi anak yang jahat itu tidak ada kecuali karakter jahat pada si anak dibentuk oleh tangan-tangan jahat. Belum lagi ditambah dengan infotaiment yang menyiarkan terus kasus-kasus dalam kehidupan para artis yang banyak keluar dari nilai-nilai susila dan tidak menjadi contoh baik bagi masyarakat tapi disiarkan secara luas dan berulang-ulang. Masyarakat jadi cenderung ikut-ikutan dengan trend ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karakter sebuah bangsa dibentuk oleh tradisi dan budaya yang secara terus-menerus mengalami dialektika di dalam masyarakat seiring dengan berjalannya waktu. Kekuatan sebuah bangsa terletak pada kuatnya rasa bangga pada setiap warga negara tersebut terhadap kewarganegaraannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangsa Papua yang secara khusus telah shock culture karena lompatan besar dalam sejarah perkembangan masyarakat yang tidak sempurna mengalami guncangan luar biasa yang berdampak pada sikap dan pola hidup sehari-hari. Kaget terhadap dunia luar dan trend akibat arus modernisasi. Tidak banyak Generasi Muda Papua saat ini yang bangga terhadap budayanya. Mereka cenderung menyukai musik dari luar seperti reggae yang dipopulerkan oleh Bob Marley. Memang bagi Orang Jamaica reggae adalah musik pembebasan tetapi Generasi Muda Papua melihat itu hanya dari sisi kesamaan ras yaitu sama-sama berkulit hitam. Image Global yang dibangun di tengah masyarakat global saat ini membuat Orang Papua mengalami krisis identitas diri sekaligus krisis budaya. Dampak dari semua ini lebih banyak ke arah negatif yang mana membuat Orang Papua tidak percaya diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bangsa Indonesia dengan berbagai ragam suku bangsa dan budaya sebenarnya masih dalam proses menuju sebuah nation. Bangsa ini lahir dengan dengan berbagai karakter yang berbeda sehingga negara harus mampu menjaga nilai-nilai budaya sebagai kekayaan bangsa yang tiada taranya. Negara juga bertanggung jawab atas kelestarian berbagai budaya yang berbeda ini karena bangsa yang besar adalah bangsa yang menghargai budaya bangsanya sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mari kita coba bersama-sama untuk tidak lagi menggunakan kata ‘epen’ dalam kehidupan sehari-hari untuk dapat membantu proses mengembalikan moral Generasi Penerus Papua.. Semoga.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Ahli Kriptografi = Ahli Matematika</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/ahli-kriptografi-ahli-matematika.html</link><category>Matematika</category><category>Sains</category><category>Teknologi</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 13:09:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-9167516950140514306</guid><description>&lt;div style="margin-bottom: 0.17in;"&gt;Di Amerika, karir sebagai seorang  matematikawan sangatlah menjanjikan, tidak seperti di Indonesia… Salah  satunya adalah bekerja di NSA (National Security Agency) Amerika, atau  kalau di Indonesia bisa dipadankan dengan Lembaga Sandi Negara  (Lemsaneg)… Dan tidak tanggung-tanggung, NSA bekerja sama dengan AMS  (American Mathematical Society) untuk mencari bibit-bibit calon  cryptographer handal, sebab pada dasarnya inti dari kriptografi sendiri  adalah matematika, bukan yang lain, dan NSA sadar akan hal itu… Tapi  entahlah kalo di Indonesia… gw kagak tau! he2…&lt;/div&gt;Keahlian matematika yg dibutuhkan oleh NSA adalah: Teori Bilangan,  Teori Grup, Lapangan Hingga (Finite Field), Aljabar Linear, Teori  Probabilitas, Statistik Matematik, Kombinatorik, dan sebagainya. Bagi yg  pengen liat iklan lowongannya bisa baca di majalah bulanan AMS  “Notices” yang ada di Perpustakaan Jurusan Matematika FMIPA UGM, atau  bisa juga dengan melihat websitenya di &lt;a href="http://www.nsa.gov/careers/career_fields/mathematics.shtml" target="_blank"&gt;&lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;http://www.nsa.gov/careers/career_fi…hematics.shtml&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;
Berikut ini cuplikannya:&lt;br /&gt;
NSA Mathematicians spend their days focusing on some of today’s most  distinctive challenges and problems. They apply Number Theory, Group  Theory, Finite Field Theory, Linear Algebra, Probability Theory,  Mathematical Statistics, Combinatorics, and more. We encourage our  Mathematicians to participate in interdisciplinary assignments and train  with professionals in such fields as Computer Science and Signals  Analysis.&lt;br /&gt;
Your education is far from complete when you join NSA. Both formal  and informal seminars are routinely organized among our scholars to  study specific, timely, Mathematics-related topics, while professional  organizations sponsor regular discussions on issues of broader interest.&lt;br /&gt;
Career Paths in Mathematics&lt;br /&gt;
NSA Mathematicians apply their skills to such tasks as:&lt;br /&gt;
* Designing and analyzing complex algorithms&lt;br /&gt;
* Expressing difficult cryptographic problems in Mathematic terms&lt;br /&gt;
* Applying your work to find a solution or demonstrating that a solution  cannot be found, given certain computational limitations and reasonable  time limits</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Telaga Sarawandori</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/telaga-sarawandori.html</link><category>Papua</category><category>Papuapedia</category><category>Wisata</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 12:06:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-5331389697467532436</guid><description>&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;div align="center"&gt;Telaga  Sarawandori, bagaikan mutiara indah yang masih tersembunyi di Papua !!!&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdoriCov.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Telaga Sarawandori, bagaikan mutiara indah yang masih tersembunyi di  Papua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori1.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Pantai biru bercampur hijau&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori2.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Keasriannya masih benar-benar asli, cantik tanpa dandanan prasarana  apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori3.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Lautan nan biru disambut dengan air tawar dari telaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori4.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Telaga Sarawandori merupakan perpaduan air laut dan air tawar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori4.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Warna airnya kehijauan sangat bening&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori7.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Wow perjalanan yang sungguh cantik...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori5.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Bagaikan di telaga dongeng ........&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori10.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Rimbunnya hutan ditepi telaga ..... sejuk, jernih, asri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori12.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Anak-anak di Sarawandori ....... bersahabat walau malu-malu..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori13.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Kejernihan airnya ........ mampu mengungkap semua yang ada di dalam  telaga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori14.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Bintang lautpun dengan mudah untuk dipungut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i697.photobucket.com/albums/vv333/galih_galih/sdori15.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
Telaga Sarawandori, mutiara indah yang terletak 30 km dari kota Serui,  Kabupaten Japen Waropen, Papua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Indonesia memang luar biasa kekayaan alamnya. Anda tidak akan pernah  membayangkan keindahan seperti apa yang dapat Anda nikmati bila  menikmati telaga yang begitu bening dan mempesona seperti Telaga  Sarawandori. Telaga berwarna biru dengan panorama yang sangat indah ini  terletak di desa Sarawandori, sekitar 5 km dari kota Serui, ibukota  kabupaten Yapen, Papua. Di sini dibangun sebuah objek wisata yang ramai  dikunjungi oleh masyarakat kota Serui pada hari Minggu dan hari-hari  libur lainnya. Selain sebagai objek wisata juga tersedia rumah-rumah  untuk tempat istirahat melepas lelah sambil bermalam. Obyek wisata ini  dikelola oleh Dinas Pariwisata Kabupaten Yapen Waropen di Serui. Jauh  dari keramaian dan masih amat alami, akan membuat liburan Anda tidak  akan terlupakan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telaga Sarawandori memang menyimpan potensi wisata bahari yang menarik  wisatawan, karena telaga ini benar-benar masih "perawan" bening dan  berwarna biru. Pemerintah Kabupaten Yapen membangun pondok-pondok  istirahat dimana para pengusaha membuka rumah makan, restoran, kafetaria  hingga karaoke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Telaga yang diapit dua tanjung di bagian Barat Kota Serui itu pernah  menjadi tempat persembunyian kapal perang tentara sekutu pimpinan AS  ketika perang dunia ke-II melawan Jepang dimana pasukan sekutu dibawah  komando McArthur membumi-hanguskan Kota Hiroshima dan Nagasaki.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>MUMI KHAS PAPUA</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/mumi-khas-papua.html</link><category>Papuapedia</category><category>Sejarah</category><category>Wisata</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 11:27:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-2304740575606864121</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Kebanyakan orang di dunia mengidentikkan Mumi dengan Mesir karena sejarah Mumi para Firaun di Mesir. Namun demikian, sejarah panjang mumi ternyata ada juga dalam hidup orang Papua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam sebuah penelitian yang dilakukan pada akhir tahun 1980-an sampai awal tahun 1990-an, telah ditemukan tujuh mumi di Kabupaten Jayawijaya dan Kabupaten Yahukimo. Ketujuh Mumi tersebut berada di:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(a) Kecamatan Kurulu, utara Kota Wamena sebanyak sebanyak 3 mumi;&lt;br /&gt;
(b) Kecamatan Assologaima, barat Kota Wamena sebanyak 3 mumi,&lt;br /&gt;
(c) serta satu mumi di Kecamatan Kurima Kab. Yahokimo adalah satu-satunya mumi perempuan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari ketujuh mumi tersebut, hanya mumi Werupak Elosak di Desa Aikima dan mumi Wimontok Mabel di Desa Yiwika – Kecamatan Kurulu – Kabupaten Jayawijaya yang sudah dikenal para wisatawan baik domestik maupun mancanegara yang mengunjungi kabupaten Jayawijaya karena masyarakat pribumi membuka peluang kepada masyarakat di luar untuk menyaksikannya. Namun untuk melihat mumi-mumi tersebut, para wisatawan harus membayar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://deateytomawin.files.wordpress.com/2008/10/mummy2.jpg?w=264&amp;amp;h=390" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Mumi Werupak Elosak(nama ketika masih hidup) berumur sekitar 230 tahun. Pakaian tradisional yang dikenakan, seperti koteka, masih utuh. Ia adalah panglima perang dan meninggal akibat luka tusukan sege (tombak). Lukanya pun masih terlihat jelas hingga kini. Jasad Werupak dijadikan mumi, selain untuk menghormati jasa semasa hidupnya, juga karena Werupak sendiri yang meminta. Ia ingin supaya mayatnya diawetkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini berbeda dengan mumi Wimontok Mabel. Ia adalah seorang kepala suku. Wimontok mempunyai arti perang terus. Karena semasa hidupnya ia kepala suku perang yang ahli strategi. Wimontok meninggal akibat usia tua dan memberi wasiat kepada keluarganya agar jasadnya diawetkan. Dari segi ukuran, mumi ini lebih kecil ketimbang Weropak. Namun, kondisinya masih lebih bagus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap lima tahun sekali diadakan upacara adat untuk melingkarkan semacam kalung di leher Wimontok. Upacara tersebut disertai pemotongan babi. Lalu lemak dari babi itu dioleskan ke seluruh tubuh mumi. Dari kalung tersebutlah perkiraan umur mumi didapat, yaitu sekitar 382 tahun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://1.1.1.5/bmi/fotokita.net/fkphotos/621224044646_3106966_n.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: grey;"&gt;Salah satu Mumi berusia 365 tahun di pedalaman Wamena yang masih bisa kita lihat langsung. Cukup dengan membayar sejumlah yang diminta, Mumi akan dikeluarkan. Tapi sayangnya, tindakan itu juga yang akan mempercepat proses kerusakan si Mumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Para mumi ini dibuat dengan menggelar upacara sakral. Dilanjutkan dengan pengasapan jenazah selama tiga bulan terus-menerus. Setelah menjadi mumi, perawatan selanjutnya ditangani kaum laki-laki saja. Karena menurut adat setempat, sentuhan wanita akan membuat mumi menjadi rusak serta mendatangkan malapetaka bagi wanita tersebut dan lingkungan sekitar. Mumi-mumi ini hanya diletakkan di dalam sebuah kotak kayu dan disimpan dalam pilamo, rumah adat khusus laki-laki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak semua mayat/jasad yang diperbolehkan menjadi atau dijadikan mumi. Hanya yang mempunyai jasa besar terhadap suku seperti kepala suku atau panglima perang yang secara adat diizinkan menjadi mumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Nilai ekonomi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap wisatawan yang hendak melihat dikenai biaya 30.000 per orang dan yang hendak berfoto dengan mumi ini dikenai biaya Rp 20.000 sekali foto. Di pojok halaman, dekat dengan honai yang menjadi tempat mumi bersemayam ada kios kecil yang menjual suvenir.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://deateytomawin.wordpress.com/2008/10/24/24/" target="_blank"&gt;Source&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Puncak Jayawijaya Dulunya Dasar Laut</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/puncak-jayawijaya-dulunya-dasar-laut.html</link><category>Geografi</category><category>Papua</category><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 10:58:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-3951907406618109351</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style="font-size: x-small;"&gt;Mistery&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Puncak Jayawijaya Dulunya Dasar Laut&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://i265.photobucket.com/albums/ii236/kuahsotosegar/Puncakjaya.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi pendaki gunung, mendaki jajaran Pegunungan Jayawijaya adalah sebuah  impian. Betapa tidak, pada salah satu puncak pegunungan itu terdapat  titik tertinggi di Indonesia, yakni Carstensz Pyramide dengan ketinggian  4.884 meter di atas permukaan laut (mdpl).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jangan heran jika pendaki gunung papan atas kelas dunia selalu berlomba  untuk mendaki salah satu titik yang masuk dalam deretan tujuh puncak  benua tersebut. Apalagi dengan keberadaan salju abadi yang selalu  menyelimuti puncak itu, membuat hasrat kian menggebu untuk menggapainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tetapi, siapa yang menyangka jika puncak bersalju itu dahulunya adalah  bagian dari dasar lautan yang sangat dalam!.Pulau Papua mulai terbentuk  pada 60 juta tahun yang lalu. Saat itu, pulau ini masih berada di dasar  laut yang terbentuk oleh bebatuan sedimen. Pengendapan intensif yang  berasal dari benua Australia dalam kurun waktu yang panjang menghasilkan  daratan baru yang kini bernama Papua. Saat itu, Papua masih menyatu  dengan Australia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keberadaan Pulau Papua saat ini, tidak bisa dilepaskan dari teori  geologi yang menyebutkan bahwa dunia ini hanya memiliki sebuah benua  yang bernama Pangea pada 250 juta tahun lalu. Pada kurun waktu 240 juta  hingga 65 juta tahun yang lalu, benua Pangea pecah menjadi dua dengan  membentuk benua Laurasia dan benua Eurasia, yang menjadi cikal bakal  pembentukan benua dan pegunungan yang saat ini ada di seluruh dunia.&lt;br /&gt;
Pada kurun waktu itu juga, benua Eurasia yang berada di belahan bumi  bagian selatan pecah kembali menjadi benua Gonwana yang di kemudian hari  akan menjadi daratan Amerika Selatan, Afrika, India, dan Australia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.lestariweb.com/Images/Photos/Jayawijaya_Henk-Jan%20Falkena_300.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Saat itu, benua Australia dengan benua-benua yang lain dipisahkan oleh  lautan. Di lautan bagian utara itulah batuan Pulau Papua mengendap yang  menjadi bagian dari Australia akan muncul di kemudian hari. Pengendapan  yang sangat intensif dari benua kanguru ini, akhirnya mengangkat sedimen  batu ke atas permukaan laut. Tentu saja proses pengangkatan ini  berdasarkan skala waktu geologi dengan kecepatan 2,5 km per juta tahun.&lt;br /&gt;
Proses ini masih ditambah oleh terjadinya tumbukan lempeng antara  lempeng Indo-Pasifik dengan Indo-Australia di dasar laut. Tumbukan  lempeng ini menghasilkan busur pulau, yang juga menjadi cikal bakal dari  pulau dan pegunungan di Papua.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Akhirnya proses pengangkatan yang terus-menerus akibat sedimentasi dan  disertai kejadian tektonik bawah laut, dalam kurun waktu jutaan tahun  menghasilkan pegunungan tinggi seperti yang bisa dilihat saat ini.&lt;br /&gt;
Bukti bahwa Pulau Papua beserta pegunungan tingginya pernah menjadi  bagian dari dasar laut yang dalam dapat dilihat dari fosil yang  tertinggal di bebatuan Jayawijaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski berada di ketinggian 4.800 mdpl, fosil kerang laut, misalnya,  dapat dilihat pada batuan gamping dan klastik yang terdapat di  Pegunungan Jayawijaya. Karena itu, selain menjadi surganya para pendaki,  Pegunungan Jayawijaya juga menjadi surganya para peneliti geologi  dunia.&lt;br /&gt;
Sementara terpisahnya daratan Australia dengan Papua oleh lautan berawal  dari berakhirnya zaman es yang terjadi pada 15.000 tahun yang lalu.  Mencairnya es menjadi lautan pada akhirnya memisahkan daratan Papua  dengan benua Australia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisynjS2kPHO3KFPqZ-6QzK2PbovHe1x7OhWcqnIKLGpmL_fO4cgmQh2JU0c0RijrMYvMYUrbmaeq_vTtOJBZ1JokYZnpMu5ARKsQfKQ_nxFPWYwcFjuisClTKaHuitzrjXwgVd_52Hebk/s400/02.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Masih banyak rahasia bebatuan Jayawijaya yang belum tergali. Apalagi,  umur Pulau Papua ini masih dikategorikan muda sehingga proses  pengangkatan pulau masih terus berlangsung hingga saat ini. Ini juga  alasan dari penyebutan Papua New Guinea bagi Pulau Papua, yang artinya  adalah sebuah pulau yang masih baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara keberadaan salju yang berada di beberapa puncak Jayawijaya,  diyakininya akan berangsur hilang seperti yang dialami Gunung  Kilimanjaro di Tanzania. Hilangnya satu-satunya salju yang dimiliki oleh  pegunungan di Indonesia itu disebabkan oleh perubahan iklim secara  global yang terjadi di daerah tropis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://www.matabumi.com/berita/puncak-jayawijaya-dulunya-dasar-laut-0" target="_blank"&gt;LINK&lt;/a&gt;                                                                     &lt;br /&gt;
&lt;hr size="1" style="background-color: #d1d1e1; color: #d1d1e1;" /&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisynjS2kPHO3KFPqZ-6QzK2PbovHe1x7OhWcqnIKLGpmL_fO4cgmQh2JU0c0RijrMYvMYUrbmaeq_vTtOJBZ1JokYZnpMu5ARKsQfKQ_nxFPWYwcFjuisClTKaHuitzrjXwgVd_52Hebk/s72-c/02.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menanam Bibit Bukti Pembangunan Pendidikan di Kampung (Bagian Kedua)</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/menanam-bibit-bukti-pembangunan_13.html</link><category>Suara Pembaca</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 07:54:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-1195071531075910497</guid><description>Oleh Yosef Rumaseb &lt;br /&gt;
Email : yosef.rumaseb@hotmail.com &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dunia kerja mengharuskan penguasaan IPTEK. Persaingan kerja melibatkan  orang dari berbagai daerah dan negara.  Tantangan kita adalah   meningkatkan kualitas pendidikan anak kampung di Papua supaya tidak  kalah bersaing dan lalu menjadi pengemis di negerinya sendiri. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang, konstitusi mengharuskan pemerintah untuk menyediakan pendidikan  bagi seluruh anak bangsa. Tapi, saya asumsikan peran dan tanggung jawab  pemerintah sebagai faktor given dalam pembangunan pendidikan. Artinya  pemerintah sudah pasti akan menjalankan peran dan tanggung jawabnya.  Maka fokus saya adalah mengajak kita berefleksi untuk menyamakan  persepsi tentang peran kita dalam pembangunan pendidikan anak kampung.  ”Kita” yaitu orang tua, anak sekolah, guru, tokoh agama, mahasiswa,  pemerhati. Siapapun dia, sebanyak yang mencintai anak-anak bangsa di   kampung-kampung di Papua. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
oo0oo &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada masa kanak-kanak, (1970-an),  saya bersekolah di  kampong  terpencil, karena ayah saya bekerja sebagai mantri kesehatan di sana.  Kampung itu di pedalaman selatan di Merauke, sekarang kampung-kampung  itu sudah masuk wilayah Kabupaten Digoel. SD di Kampung Boma dan  kemudian SMP di kampung Kawagit. Kampung ini dekat dengan perbatasan RI –  Papua Nugini. Terisolir. Gaji ayah saya sebagai PNS, 6 bulan sekali  baru diterima. Benar-benar terisolasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saya ke sekolah jalan kaki, tanpa sendal, berpakaian bebas. Gedung  sekolah kami beratap daun sagu, berdinding gaba-gaba. Guru hanya 3 orang  untuk 6 kelas. Kami menggunakan batu tulis dalam proses belajar.  Gembira sekali kalau mendapatkan nilai bagus, nilai dari Bapa Guru  biasanya ditulis dengan kapur tulis di atas batu tulis. Kalau menerima  nilai bagus, sengaja nilai itu kami tempel dan membekas di pipi. Semua  orang yang melihatnya berkomentar dan memberi apresiasi. Bangga nian. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tidak banyak buku referens waktu itu kecuali beberapa peninggalan jaman  Belanda, karya I.S. Kijne. ”Ini apa, Ini api, babi lari, mana air, ini  air ... api mati”. Dan berbagai  pelajaran berhitung yang dasar-dasar  pengajarannya dilakukan dengan menggunakan potongan lidi dari kelapa  atau sagu. ”Satu lidi tambah satu lidi, sama dengan dua lidi.dst”.  Benar-benar kampung oriented. Kemudian sejumah buku bacaan baru  diintroduksi dari dari Jawa. ”Ini Ibu Budi, itu Bapa Budi”. Referens  terakhir ini kemudian menjadi lelucon, ”Ini Budi ja pu bapa, itu Budi ja  pu mama”. Hahahahaha. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pelajaran juga ditambah dengan  seni suara dan berkebun. Lagu-lagu  membuat kecintaan terhadap kampung halaman dan lingkungan hidup, selain  mengenai seni suara sendiri, meningkat. Lagu-lagu seperti “Desaku Yang  Kuncintai”, “Dengarlah Suara Satwa di Dalam Hutan”. “Kucangkul ee, tanam  ee .. kujadikan kebun kecil ku sendiri”. Indah sekali lagu-lagu itu  dinyanyikan saat berkebun Dan ketika waktu panen tiba, hasil kebun  (entah itu kacang tanah, pisang, ubi, dll) dibagi untuk Bapa/Ibu Guru,  sisanya untuk pesta sekolah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Setiap hari sabtu anak-anak sekolah cari  kayu bakar, ikan, sayur dan  bawa untuk Bapa Guru dan Mama Nyora. Hubungan guru murid, menurut saya,  indah sekali. Sekalipun kadang kami dicambuk, prinsipnya adalah ”ada  emas di ujung rotan”. Guru tetap dihormati, disegani, dan karena itu dia  dan keluarganya betah. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan agama menjadi salah satu yang utama. Dan, karena penduduk  kampung-kampung tersebut beragama Kristen, maka kerja sama dengan pihak  gereja dalam membina mental spritual anak-anak menjadi prioritas gereja.  Berbagai katekisasi, sekolah minggu, dan ibadah minggu melengkapi  pelajaran agama di sekolah. Ada kerja sama yang demikian baik. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasar-dasar di SD dan SMP di pedalaman selatan Papua itu ternyata mampu  menyiapkan saya untuk percaya diri, tampil sebagai anak kampung yang  sekolah di kota,  juara kelas mengalahkan anak-anak kota, dan bisa  melanjutkan pendidikan ke kampus di kota besar. Saya kemudian bekerja di  satu kantor yang bertaraf international, memiliki jaringan kerja di  lebih dari 100 negara di dunia. Dan beberapa kali saya mewakili misi  kantor ke berbagai negara, seperti Australia, Amerika, Inggris dan ke  Belanda selain juga di berbagai kota di Indonesia dan Papua.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pendidikan  di kampung memberi saya dasar yang kuat untuk tampil percaya  diri  sebagai anak kampung, saya tetap anak kampung sampai saat ini,  tapi yang tidak kampungan. Saya memiliki  kualitas tertentu yang  memampukan saya masuk dalam pergaulan dan persaingan global. Pendidikan  di kampung memampukan saya menempatkan diri dalam proses globalisasi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
oo0oo &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hari ini, saya merenung. Apa hikmah dari semua itu?  Hikmah pertama,   bahwa kualitas  pendidikan seorang anak tidak ditentukan oleh mewahnya  gedung sekolah dan gemerlapnya baju, sepatu dan tas sekolah yang  digunakan. Juga tidak ditentukan oleh kaya miskinnya orang tua kita.  Tidak ditentukan apakah kita tinggal di kota megah atau di kampung  terpencil. Kualitas pendidikan ditentukan mulai dari proses-proses dalam  rumah tangga kita (sekalipun keluarga kita hidup di gubuk),  lingkungan  sosial positif di mana mental spritual kita dibentuk secara baik oleh  agama dan adat, dan oleh dasar-dasar yang kuat dalam proses pendidikan  di sekolah dasar serta pengembangan yang tepat pada jenjang berikutnya.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, kurikulum  pendidikan yang mendukung. Waktu lalu, kurikulum  dititik-beratkan pada pendidikan bahasa (membaca, dikte, imalah, bahasa  asing (Belanda/Inggris/Melayu/Bahasa Daerah, dll). Bahasa adalah pintu  ilmu pengetahuan. Berikutnya adalah membentuk logika dengan pendidikan  dan pengajaran matematika menggunakan alat bantu yang ada di kampung.  Dan berikutnya adalah pendidikan budi pekerti melalui pendidikan agama  yang secara baik melibatkan sekolah, lembaga agama, orang tua, tokoh  masyarakat dan anak. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, banyak orang Papua yang pintar yang dulunya bersekolah juga di  kampung, dengan kondisi pendidikan yang sama seperti atau mirip dengan  kondisi saya alami dan yang saya cerita di atas. Beberapa orang ternama  bisa kita sebut. Dr. Benny Giay, Barnabas Suebu, SH, Dr. Agus Sumule,  Dr. Frans Wanggai, Dr. Sagisolo, beberapa jenderal asli Papua seperti  Freddy Numberi, Bram Atururi, dan masih banyak lagi sehingga akan makan  ruang besar untuk menuliskannya satu per satu.  Fakta empirik itu  memberi keyakinan bahwa  pendidikan anak-anak dari kampung-kampung  terpencil di Papua dapat menghasilkan pemimpin bangsa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keempat, kondisi di kampung-kampung kita di Papua saat ini masih  memungkinkan untuk dibenahi, jika kita mau. Hubungan guru dengan orang  tua dan anak sekolah yang saling memberi dan menerima masih bisa  dibangun. Rasa memiliki guru terhadap pembangunan masa depan anak  sekolah, masih amat sangat mungkin untuk dikembangkan. Peranan lembaga  agama dan lembaga adat untuk turut membentuk budi pekerti anak sedang  berlangsung baik dan masih mungkin untuk dikembangkan.  Kita belum  kehilangan hal-hal mendasar yang bisa kita gunakan  membangun masa depan  anak kampung.  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
oo0oo  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertanyaannya, apakah kita mau memulainya di kampung kita masing-masing?   &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
(bersambung)</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kanguru</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/kanguru.html</link><category>Biologi</category><category>Papua</category><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 06:53:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-8802133605621855795</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: olive;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;KANGGURU&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://www.deplujunior.org/assets/images/MD-aus%20kangguru.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kanguru atau kangguru adalah hewan mamalia yang memiliki kantung  (marsupialia). Hewan ini termasuk hewan khas Australia dan juga ada di  sebagian wilayah Papua. Kata kanguru diambil dari bahasa Aborigin  gangguru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada tiga spesies kanguru:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;* Kanguru Merah&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanguru Merah adalah hewan marsupial terbesar yang masih hidup. Apabila  berdiri tingginya dapat mencapai lebih dari 2 meter dan bobotnya  mencapai 90 kg. Kanguru jenis ini biasanya bergerak dalam kelompok  besar. Mereka tidur di kala siang yang hawanya paling panas. Apabila  tidak ada air, mereka akan mencari kelembaban dari tumbuhan hijau.  Mereka juga hanya akan berkembangbiak apabila ada hujan dan tumbuh  tanaman baru.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;* Kanguru Abu-abu Timur&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanguru Abu-abu Timur dapat ditemukan di daerah subur Australia bagian  timur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: darkgreen;"&gt;* Kanguru Abu-abu Barat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanguru Abu-abu Barat dapat ditemukan di Australia bagian barat,  Australia bagian selatan yang dekat dengan pantai dan basin Sungai  Darling.Kanguru Abu-abu sangat banyak jumlahnya. Mereka hidup di  hutan-hutan eukaliptus yang terbuka dan di daerah berumput. Mereka  memakan rumput. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kanguru Pohon. Kanguru jenis ini hidupnya di atas pohon. Pada siang hari  mereka tidur di dahan-dahan pohon. Pada malam hari mereka makan daun  dan buah. Kanguru Pohon bisa ditemukan di hutan hujan tropis yang padat  di Australia bagian timur laut dan Papua. Beberapa kanguru Pohon adalah  hewan yang dilindungi. Kebanyakan dari mereka hampir punah disebabkan  oleh perusakan lingkungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.vibizlife.com/UserFiles/Image/numpangsenyum-29oct07/kangguru%20mabok/kangguru-mabok1.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kanguru mempunyai dua kaki belakang yang kuat, telapak kakinya yang  besar didesain untuk meloncat. Kanguru biasa melompat dengan kecepatan  20-25 km/jam. Tapi mereka bisa melompat hingga kecepatannya menjadi 70  km/jam. Harapan hidup kanguru sekitar 9-18 tahun. Walau terkadang ada  kanguru yang bisa bertahan hidup hingga 28 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kanguru" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Noken</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/noken.html</link><category>Budaya</category><category>Papua</category><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 04:52:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-4870191065591493826</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: darkslateblue;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;NOKEN&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://www.erickdanzer.com/galleries/papua/image/Danzer_021753.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam bahasa bahasa etnis Papua sekitar 250 suku bangsa menyebut noken  menurut pemahaman dan pengertian mereka masing masing sesuai dengan alam  serta lingkungan hidup mereka. Nama kantong atau noken boleh berbeda  sesuia dengan suku masing-masing tapi pengunaannya dan manfaatnya pasti  sama yaitu untuk menampung atau menyimpan hasil bumi seperti petatas,  ubi dan keladi. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan ada beberapa suku di Papua yang menggunakan noken untuk  menggendong bayi mereka dan juga anak-anak babi. Sebut saja misalnya  masyarakat di kepulauan khusunya di Biak Numfor, noken dalam wos byak  disebut Inokson. Sedangkan masyarakat Nabire khususnya mereka yang  tinggal di Harlens mencakup Moor, Mambor, Hariti dan Ahe yang menyebut  noken dalam bahasa Moor yaitu ”Aramuto”. Bagi orang Marind di Kabupaten  mengenal noken dengan sebutan “Mahyan”. Lain halnya dengan orang Dani di  Lembah Balien yang menamainya “Su”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena sekarang ini noken sudah bukan lagi milik suku suku di Papua  tetapi milik semua orang. Hingga tak heran kalau ada merek noken dari  luar Papua dengan kualitas yang bagus dan kuat. Sehingga lama kelamaan  nama noken pun seakan akan pudar. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Noken juga memiliki konsep biologi, geografi, teknologi, etnografi  hingga filosofi yang terkait satu dengan lainnya. Biologi adalah serat  yang diambil dari pohon untuk membuat noken dan juga daun tikar;  Geografi mempunyai kekayaan Alam yang bisa dijadikan apa saja;  Etnogarafi adalah ilmu yang mengatur suku bangsa, focus pada suatu benda  atau kegiatan tentang kebudayaan; Filosifinya, ditransferkan kepada  anak-anak muda supaya mempertahakan budaya nenek moyang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://f3nn.wordpress.com/2009/03/08/noken-simbol-perempuan-papua/" target="_blank"&gt;Link&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Situs Gua Jepang Binsari di Biak</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/situs-gua-jepang-binsari-di-biak.html</link><category>Papua</category><category>Papuapedia</category><category>Wisata</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 01:49:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-2749002691968889978</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: sienna;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Situs Gua  Jepang Binsari di Biak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://vibizlife.com/UserFiles/Image/goa2.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Obyek wisata ini bernama lengkap Situs Gua Jepang Binsari,merupakan  bukti sejarah terjadinya Perang Dunia II yang terletak di desa Sumberker  Kabupaten Biak Numfor dan dapat ditempuh dengan kendaraan roda dua  maupun roda empat sekitar 3 km sebelah barat kota Biak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O,ya selain itu masyarakat sekitar Gua Jepang ini juga menyebut gua  jepang sebagai "Abiyau Binzar" yang berarti wanita tua karena menurut  legenda, Gua Jepang ini pernah ditinggali oleh seorang wanita tua  sebelum digunakan oleh tentara Jepang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbeda dengan gua-gua Jepang pada umumnya, gua jepang yang ada di Biak  ini merupakan gua alam yaitu gua yang terbentuk secara alami oleh proses  Hidrologi Karst ( pembentukan lubang oleh aliran air dalam waktu yang  sangat lama ). Gua yang memiliki panjang 3 km ini ditemukan oleh tentara  Jepang pada tahun 1943. Di mana pintu gerbangnya sebagai tempat masuk  tentara Jepang ini terletak di Pantai Parray Desa Parray berbeda dengan  pintu masuk Gua Jepang sekarang yang berada didesa Sumberker. Gua alam  ini kemudian difungsikan sebagai tempat perlindungan, pertahanan maupun  gudang penyimpanan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://deco-00.slide.com/r/1/0/dl/esdXr8SS7z9XrsmLt9ZyrTIZd9ZymJpV/zoomer" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Pada bagian atas Gua Jepang ini terdapat lubang yang cukup besar  sehingga membuat keadaan di dalam gua menjadi terang benderang oleh  sinar matahari, konon ceritanya lubang tersebut akibat serangan udara  pesawat US. Yup.... tepatnya pada tanggal 7 Juli 1944, pasukan US di  bawah pimpinan Mc Arthur menyerang gua Jepang yang menjadi tempat  persembunyian tentara Jepang. Selain menjatuhi bom, pasukan Amerika ini  juga menjatuhkan berdrum-drum bahan bakar yang kemudian ditembaki dari  udara. Hal tersebut membuat gua dipenuhi dengan api dan terjadi ledakan  dahsyat berkali - kali. Saking dahsyatnya kebakaran tersebut berlangsung  sampai berbulan-bulan. Dalam serangan tersebut 3.000 tentara Jepang  terkubur dan tewas seketika. Dan untuk mencapai pintu masuk gua, kita  harus menapaki anak tangga yang lumayan banyak banget..lumayan  berkeringat dah..^_^&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
O,ya di kawasan obyek wisata Gua Jepang ini juga terdapat Museum yang  berisi benda - benda bersejarah, peralatan dan perlengkapan perang  tentara Jepang yang konon ditemukan di dalam Gua Jepang dan sekitarnya  seperti peneng ( kalung dengan liontin yang terbuat dari logam biasanya  berfungsi sebagai tanda pengenal ), helm, granat, pistol, dan masih  banyak lagi deh. Situs Gua Jepang saat ini dikelola oleh Yayasan  Binsari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://www.wikimu.com/News/Print.aspx?id=5337" target="_blank"&gt;Wikimu&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Khasiat Buah Merah</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/khasiat-buah-merah.html</link><category>Biologi</category><category>Papua</category><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Mon, 13 Sep 2010 00:04:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-5094077835965610270</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Khasiat Buah  Merah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://lenterahati.web.id/wp-content/uploads/pohon_buah-merah-200x300.gif" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://www.freewebs.com/buahmerah/bm.jpg.jpeg%22%5Dhttp://www.freewebs.com/buahmerah/bm.jpg.jpeg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Mengapa buah merah akhir-akhir ini menjadi sangat terkenal? Tentu tidak  lain karena buah merah merah ternyata mempunyai kemampuan untuk membantu  mengobati banyak penyakit.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis-jenis penyakit yang dapat diobati buah merah antara lain:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;1. AIDS&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun para ahli telah bertahun-tahun mencoba membuat obat untuk  menyembuhkan AIDS tetap saja obatnya masih belum ditemukan. Mungkin Anda  sendiri merasa tidak percaya mengenai khasiat buah merah yang satu ini.  Namun khasiat buah merah untuk menyembuhkan AIDS sudah terbukti. Salah  satu seorang yang terbebas dari cengkeraman kematian akibat AIDS adalah  Agustina Sawery.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Agustina Sawery sempat menurun berat tubuhnya dari 50 kg menjadi 27 kg.  Ia mengalami infeksi anus, gangguan fungsi hati, mulut bercendawan dan  infeksi paru-paru. Nampaknya Agustina tinggal menunggu jam kematiannya.  Maka dia datang kepada Drs I Made Budi MS.Saat itu Made sudah dikenal  luas di Papua lantaran kerap mengobati penyakit seperti kanker dengan  ekstrak buah merah. Kemudian Agustina diberikan ekstrak buah merah yang  dikonsumsi tiga kali sehari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sejak mengkonsumsi buah merah keadaannya mulai membaik. Berat badannya  yang sempat turun sampai menjadi 27 kg mulai meningkat menjadi 46 kg.  Kulitnya yang semua busik menjadi mulus kembali. Rambutnya yang sempat  rontok mulai tumbuh lagi. Agustina menjadi jauh lebih bugar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikabarkan bahwa kemampuan buah merah menyembuhkan AIDS adalah karena  buah merah mengandung tokoferol dan betakaroten yang sangat tinggi.  Kedua kandungan ini berfungsi sebagai antioksidan dan dapat meningkatkan  sistem kekebalan tubuh. Tokoferol dan betakaroten akhirnya berkombinasi  untuk memecah asam amino yang dibutuhkan oleh virus penyebab AIDS, HIV,  sehingga virus tersebut tak dapat melangsungkan hidupnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;2. Kanker dan Tumor&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Khasiat lain buah merah adalah mengobati kanker dan tumor. Kanker dan  tumor tak diragukan lagi merupakan salah satu penyebab kematian  terbesar. Disebabkan oleh apa kanker dan tumor itu? Penyakit ini  disebabkan oleh ketidakteraturan hormon dalam tubuh yang menyebabkan  tumbuhnya daging di jaringan tubuh normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah merah dapat mengobati kanker karena kandungan tokoferolnya sangat  tinggi, yaitu mencapai 11.000 ppm dan betakarotennya mencapai 7.000 ppm.  Kedua senyawa ini berfungsi sebagai antioksidan dan meningkatkan sistem  kekebalan tubuh serta mencegah pembiakan sel-sel kanker.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;3. Stroke dan Darah Tinggi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Stroke disebabkan oleh darah yang membeku dan penyempitan pembuluh  darah. Salah satu penyebab penyakit ini adalah darah tinggi. Tekanan  darah tinggi menyebabkan penggumpalan darah sehingga pembuluh darah  menyempit, akibatnya supplai darah berkurang. Lebih dari itu, pembuluh  darah bisa pecah. Penyakit ini, bila tidak menyebabkan kematian, dapat  menyebabkan kelumpuhan anggota badan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Darah tinggi sendiri disebabkan oleh kerja jantung yang memompa darah  terlalu cepat. Hal ini salah satunya disebabkan oleh karena darah  kekurangan oksigen atau oksigen yang terlalu kental.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah merah mengandung tokoferol yang dapat mengencerkan darah dan  memperlancar sirkulasi darah sehingga kandungan oksigen dalam darah  menjadi normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://z3tank.files.wordpress.com/2007/12/buah-merah.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;4. Asam Urat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Asam urat dsebabkan karena terganggunya fungsi lever sehingga lever  memproduksi asam urat secara berlebihan. Asam urat akhirnya tertampung  di dalam ginjal menjadi batu dan dibawa ke ujung-ujung jari tangan dan  kaki serta mengumpul di sana.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tokoferol dalam buah merah mengencerkan darah dan memperbaiki sistem  kerja lever. Sistem kerja lever, setelah diperbaiki, memproduksi kadar  asam urat yang normal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;5. Diabetes Mellitus (Kencing Manis)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penyakit ini disebabkan karena kelenjar pankreas tidak mampu memproduksi  insulin dalam jumlah yang memadai. Akibatnya, kandungan gula dalam  darah meningkat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kandungan tokoferol dalam buah merah memperbaiki kerja pankreas sehingga  fungsi pankreas menjadi normal kembali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;6. Osteoporosis&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Disebabkan pengeroposan tulang, osteoporosis disebabkan oleh kekurangan  kalsium. Penyakit ini umumnya menyerang mereka yang sudah berusia senja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah merah kaya akan kalsium sehingga dapat mencegah dan mengobati  osteoporosis. Dalam 100 gram buah merah segar terkandung 54.000 miligram  kalsium.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;7. Gangguan Mata&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kandungan betakaroten yang tinggi dalam buah merah dapat mengatasi  banyak jenis penyakit mata yang disebabkan kekurangan vitamin A.  Betakaroten diserap oleh tubuh dan diolah menjadi vitamin A.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;8. Meningkatkan Kecerdasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kandungan omega 3 dan omega 6 dalam buah merah dapat merangsang daya  kerja otak dan meningkatkan kecerdasan. Oleh karena itu buah merah cocok  untuk dikonsumsi oleh anak-anak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;9. Meningkatkan Gairah dan Kesuburan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Buah merah, menurut mereka yang mengkonsumsinya, dapat membantu  meningkatkan gairah seksual kaum pria. Efek pengobatan bervariasi, ada  yang bereaksi setelah 15 menit meminumnya, ada juga yang setelah satu  atau dua jam meminumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Vitamin E dalam buah merah membantu meningkatkan produksi sperma. Selain  itu, buah merah mengandung energi tinggi, yaitu 360 kalori.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain khasiat-khasiat yang telah disebutkan di atas, buah merah  dikabarkan dapat juga mengobati penyakit lambung, wasir, gangguan pada  paru-paru dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: indigo;"&gt;Bagaimana proses kerja sari  buah merah dalam tubuh?&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://lenterahati.web.id/wp-content/uploads/buah-merah-300x293.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Proses kerja buah merah yaitu, betakaroten yang tinggi bermanfat sebagai  antioksidan yang mampu mem-blow-up perkembangan kanker atau  menonaktifkan pertumbuhan kanker melalui proses metabolisme. Berbagai  jurnal penelitian telah membuktikan bahwa betakaroten terbukti  bermanfaat sebagai obat kanker. Drs. I Made Budi Msc. sudah menguji ke  berbagai penyakit degeneratif lainnya seperti asam urat, kolesterol,  jantung, dan darah tinggi. Semua penyakit tersebut tidak sukar dibasmi  dengan sari buah merah. Dengan kata lain, betakaroten dan tokoferol  ibarat pemadam kebakaran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Betakaroten berfungsi memperlambat berlangsungnya flek pada arteri  sehingga aliran darah ke jantung dan ke otak menjadi lancar tanpa  hambatan. Interaksinya dengan protein meningkatkan produksi antibodi.  Betakaroten meningkatkan jumlah sel-sel pembunuh alami dan memperbanyak  aktifitas sel-sel T helpers dan limfosit. Bertambahnya sel-sel pembunuh  alami menekan radikal bebas, senyawa karsinogen dan kehadiran sel  kanker. Jika antioksidan tersedia setiap saat dalam darah maka sel-sel  tubuh terlindungi dari kerusakan akibat radikal bebas. Peran buah merah  sebagai antikarsinogen semakin lengkap dengan kehadiran tokoferol.  Senyawa ini berperan dalam memperbaiki sistem kekebalan tubuh dan  mengurangi mobiditas dan mortalitas sel jaringan. Kolesterol dalam darah  pun dinetralisir. Buah merah juga mengandung omega 3 dan omega 9 dalam  dosis tinggi. Sebagai asam lemak tak jenuh, omega 3 dan omega 9 gampang  dicerna dan diserap sehingga memperlancar proses metabolisme.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sari buah merah meluruhkan LDl (kolesterol yang menyebabkan penyumbatan  di pembuluh darah dan meningkatkan HDL (kolesterol yang memperlancar  peredaran darah) sehingga terjadi keseimbangan kolesterol dalam darah.  Lancarnya proses metabolisme sangat membantu proses penyembuhan  penyakit. Sebab, tubuh mendapat asupan protein yang mampu meningkatkan  daya tahan tubuh. Bahkan, dengan membaiknya proses metabolisme akan  sangat membantu hati meregenerasi sel-sel hati yang rusak akibat  hepatitis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://www.buah-merah.info/khasiat.htm" target="_blank"&gt;Link&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Mengenal Susu</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/mengenal-susu.html</link><category>Biologi</category><category>Kesehatan</category><category>Pengetahuan Umum</category><category>Sains</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 12 Sep 2010 23:26:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-2057958405360870539</guid><description>&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;a href="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/spperah.jpg"&gt;&lt;img alt="" class="alignnone size-medium wp-image-252063" height="201" src="http://stat.kompasiana.com/files/2010/09/spperah-300x201.jpg" width="300" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Secara  definisi, susu merupakan sekresi dari kelenjar susu binatang yang  menyusui anaknya dan salah satu sumber protein hewani yang memiliki daya  cerna tinggi dan kaya akan protein, laktosa, mineral dan vitamin  (Buckle dkk, 1987; Varnam and Sutherland, 1994). Secara kimia Susu  merupakan suatu emulsi lemak dalam air yang di dalamnya terkandung gula,  garam – garam mineral dan protein dalam bentuk suspensi koloidal  (Varnam and Sutherland, 1994).&lt;/div&gt;&lt;div&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Komposisi utama susu adalah protein, lemak, dan  laktosa (gula susu), yang merupakan pensuplai bahan pembangun untuk  ternak muda, dan juga sebagai sumber energi dilengkapi dengan berbagai  jenis nutrisi lain, seperti: mineral, vitamin dan bahan – bahan organik  lainnya. Namun demikian, susu mempunyai kekurangan yaitu kandungan zat  besi dan vitamin D rendah, dimana ternak muda akan sangat bergantung  pada persediaan yang ia terima dari induk sejak kelahirannya.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;Susu (dalam kondisi mentah/sebelum di olah)  terdiri dari beberapa jenis sebagai berikut : (Sudarwanto dan Lukman,  1993) &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpFirst" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Susu  kolostrum, yaitu susu yang dihasilkan langsung oleh sapi setelah  melahirkan dan memiliki lama produksi sekitar 5 – 8 hari. Susu kolostrum  ini memiliki karakteristik yaitu: kadar globulin dan mineral yang  tinggi dan kadar laktosa rendah dan memiliki rasa pahit dan asin.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Susu  kandang, yaitu susu yang berasal dari sapi – sapi produktif dari suatu  peternakan dan biasanya sudah melalui proses penyaringan (filtrasi).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Susu  Koperasi, yaitu &lt;/span&gt;susu yang berasal dari peternak anggota koperasi  dan telah melalui proses penyaringan yang lebih baik, pengukuran kadar  lemak, uji berat jenis (BJ) dan uji alkohol. Adapun tujuan dari  pemeriksaan susu pada koperasi adalah untuk menentukan kualitas susu dan  harga susu yang dibayarkan kepada peternak anggota koperasi dan  disimpan pada suhu 4 – 6&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C sebelum ditransportasi.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpMiddle" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Susu  Perusahaan, yaitu &lt;/span&gt;susu yang dihasilkan oleh suatu perusahaan  peternakan sapi perah dengan syarat – syarat tertentu. Susu perusahaan  ini dihasilkan dari suatu peternakan yang besarnya relatif sedang dan  berasal dari bangsa sapi yang sama, dengan periode laktasi yang tidak  jauh berbeda dan diberi pakan yang sama.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoListParagraphCxSpLast" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Susu  Konsumsi, yaitu &lt;/span&gt;susu mentah yang dapat langsung dikonsumsi. Susu  ini biasanya diproduksi oleh suatu perusahaan khusus dan langsung  dijual ke konsumen, namun jenis susu semacam ini tidak lazim di  Indonesia. Disebut susu konsumai jika suhu tidak melebihi 6&lt;sup&gt;0&lt;/sup&gt;C  pada saat peternak mengirimkan susu ke perusahaan; jumlah mikroba tidak  melebihi 80.000 per ml; jumlah koliform per 0,1 ml sama dengan nol;  kadar lemak susu minimal 3,5%; tidak ada bau, rasa dan konsistensi yang  menyimpang.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Pengolahan susu salah satunya dilakukan secara  fermentasi, yaitu perlakukan perubahan kimia dengan menggunakan enzim,  baik yang telah terdapat dalam susu secara alami atau yang dihasilkan  oleh mikroorganisme dengan cara menambahkannya (Buckle dkk, 1987).  Bakteri asam laktat yang digunakan dalam fermentasi memiliki fungsi  untuk proses pengasaman, pengembangan tekstur dan pemberi cita-rasa pada  susu yang diolah, sedangkan mikroorganisme lainnya seperti kapang dan  jenis lainnya memiliki fungsi untuk memodifikasi tekstur dan cita-rasa  sebagai akibat dari pertumbuhannya, melakukan aktivitas metabolisme dan  melepaskan enzim proteolitik dan lipolitik (Staff, 1998) serta khamir  memiliki fungsi menghasilkan alkohol dengan produk metabolisme utamanya  adalah etanol (Buckle dkk, 1987).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;Produk susu hasil permentasi terdiri dari beberapa  jenis sebagai berikut :&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;1.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Susu asam, yaitu susu  yang difermentasi dengan menggunakan bakteri Streptococcus lactis,  Streptococcus cremoris dan Streptococcus diacetyllactis (Sudarwanto dan  Lukman, 1993). Susu asam ini dibedakan lagi berdasarkan jenis susu yang  dipergunakan dan memiliki kandungan lemak bervariasi yaitu: &amp;gt; 3,5%,  1,5 – 2% dan &amp;lt; 0,5% (Sudarwanto dan Lukman, 1993).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;2.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Yogurt, yaitu susu  yang mempunyai flavor karakteristik disebabkan oleh pertumbuhan dua  mikroorganisme, &lt;span&gt;Streptococcus thermophilus &lt;/span&gt;dan &lt;span&gt;Lactobacillus  bulgaricus. &lt;/span&gt;&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Yoghurt adalah memili rasa asam dan  mempunyai tekstur yang lembut yang bentuknya dapat menyerupai jel yang  dihasilkan oleh junket atau berupa cairan yang kental seperti custard,  bergantung pada cara bagaimana yogurt dihasilkan. Susilorini dan Sawitri  (2006) menyatakan bahwa komposisi yogurt secara umum yaitu protein (4 –  6%), lemak (0,1 – 1%), laktosa (2 – 3%), asam laktat (0,6 – 1,3%) dan  memiliki pH 3,8 – 4,6.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;3.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kefir adalah susu  fermentasi yang terdapat dalam jumlah yang besar di Rusia dan berasal  dari susu kambing, domba atau sapi dan produk ini biasanya merupakan  campuran dari berbagai jenis flora yang di dalamnya terdapat berbagai  spesies asam laktat dan juga khamir (Staff, 1998). Kefir memiliki  karaketristik seperti memiliki rasa asam, beralkohol serta menghasilkan  sedikit gelembung gas (Haflinger et al, 1991) dan juga memiliki  permukaan yang sedikit berbuih, memiliki konsistensi yang khas dan  berwarna krem (White and White, 1995)&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;4.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Koumiss secara  tradisional dibuat dari susu domba dan memiliki karakteristik yaitu  asam, ‘yeasty’, dengan aroma yang mirip dengan yogurt.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;5.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Kishk merupakan produk  pangan kering tradisional yang berasal dari Timur Tengah. Kishk dibuat  dari kombinasi antara low-fat yogurt (atau buttermilk atau susu  fermentasi) dengan garam dan gandum yang dimasak setengah matang yang  dikenal dengan istilah burghol. Adonan kishk diremas setiap hari selama  beberapa hari sampai membentuk bola – bola kecil. Lalu dikeringkan  dengan menggunakan sinar matahari dan dicampurkan ke dalam tepung. Cara  memasak kishk yang populer adalah dengan memasaknya dengan air dan  disajikan dalam bentuk bubur.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;6.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Quarg dan  Fromage Frais merupakan produk susu fermentasi yang didapatkan dengan  cara memfermentasi susu menggunakan starter keju seperti Lactococcus  lactis ssp. lactis, Lactococcus lactis ssp. cremoris, Lactococcus lactis  ssp. lactis var diacetylactis dan Leuconostoc mesentroides ssp.  cremoris. Quarg merupakan soft cheese yang belum matang dan dibuat dari  susu skim dan oleh karena itu memiliki kadar lemak yang rendah.  Karakteristik yang dimiliki oleh Quarg adalah berwarna putih susu,  bertekstur lembut, memiliki daya spread yang baik, tidak sineresis dan  bersih tetapi memiliki sedikit rasa asam.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;7.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Cultured  cream merupakan cream yang diberi kultur/difermentasikan dengan bakteri  asam laktat dan sering dipergunakan sebagai bahan tambahan dalam  memasak. Produk ini dibuat dengan menggunakan cream dengan kandungan  lemak minimum sebesar 18% (di Inggris) sampai dengan 20%. Cultured cream  memiliki karakteristik yaitu: sedikit asam dengan sedikit citarasa  keju, memiliki struktur seragam dan agak sedikit kental.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;8.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;Dahi  (yang dalam bahasa sanksekerta berarti dadih) merupakan produk  fermentasi susu yang popular di India, karena dahi memiliki  karakteristik yang analog dengan yogurt dalam penampilan dan  konsistensinya. Dahi populer untuk dikonsumsi karena rasanya yang  berbeda dan dipercaya memiliki nutrisi yang baik dan juga memiliki efek  untuk menyembuhkan penyakit. Dahi banyak digunakan dalam berbagai  masakan India.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;&lt;span&gt;9.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Cultured  buttermilk&lt;/span&gt; adalah produk yang didapat dengan menambahkan suatu  kultur &lt;span&gt;streptococci&lt;/span&gt; penghasil asam ke dalam susu skim.&lt;span&gt;  &lt;/span&gt;Produk ini mempunyai keasaman sedang dan mempunyai flavor yang  menyerupai mentega.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Produk ini mempunyai sifat-sifat yang  sama dengan buttermilk yang terbentuk selama proses pembuatan mentega,  selama proses churning dari krim asam menjadi mentega.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;Nilai  nutrisi produk ini sama dengan skim milk yang digunakannya sebagai  bahan baku.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;span&gt;10.&lt;span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span&gt;Nata de Whey. &lt;/span&gt;Nata  adalah hasil sintesa dari gula oleh Acetobacter xylinum yang berupa  selulosa bakteri yang memiliki tekstur agak kenyal padat dan konsistensi  yang tegar dan kokoh serta berwarna putih dan transparan (Alaban,  1961). Sedangkan whey merupakan hasil sampingan dari pembuatan keju yang  masih mengandung protein, laktosa dan mineral (Scott, 1986); namun  sudah tidak mengandung lemak dan kasein (Rahman dkk, 1992). Nata de whey  adalah produk nata yang menggunakan whey sebagai bahan bakunya (Yoneda,  2003).&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal" style="text-align: justify;"&gt;(Sumber : &lt;a href="http://teknologi.kompasiana.com/group/terapan/2010/09/07/mengenal-susu/"&gt;Kompasiana&lt;/a&gt;)&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Menanam Bibit Bukti Pembangunan Pendidikan di Kampung (Bagian Pertama)</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/menanam-bibit-bukti-pembangunan.html</link><category>Suara Pembaca</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 12 Sep 2010 20:49:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-4518782563420179089</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;
By  : Yosef Rumaseb&lt;br /&gt;
Email : yosef.rumaseb@hotmail.com&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Entah di buku apa saya membaca pernyataan ini "bila bangsamu ingin   merdeka, perkokoh dulu pendidikan dalam negerimu". Hal itu, antara lain,   mendorong dan saya  untuk turut menggiatkan pembangunan pendidikan  terutama di kampung, saya ingin bangsa saya membebaskan dirinya dari  penindasan. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan pikirku sederhana hanya melaksanakan "pray for peace  ". Dan  definisi pray buatku adalah dengan mengulurkan tangan menyingsingkan  lengan bagi mereka yang adalah bagian dari kita yang tertindas. Pada  konteks ini, adalah tertindas dalam dunia pendidikan, kemiskinan, dan  moral. Jadi, membebaskan bangsaku dari penindasan pendidikan,  kemiskinan, moral.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perkuat pendidikan? Bila pendidikan kita kuat, maka bangsa kita bisa  kuat. Saya jadi ingat, banyak anak bangsa saya saat ini hidup di kampung  yang berada jauh dari ketersediaan fasilitas pendidikan berkualitas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jika kita menelusuri jejak-jejak sejarah pendidikan Papua, kita akan  menemukan maha karya dan bhakti banyak pelaku. Baik orang tua kita jaman  dulu, missionaris, lembaga agama, LSM, individu-individu, guru-guru  entah Papua asli atau pendatang dan tentu saja pemerintah. Banyak  nama-nama besar sudah memberi kontriubusi – kiranya TUHAN memberkati  mereka. Tapi tugas mereka adalah sebuah permulaan. Tantangan masih terus  ada sepanjang sejarah manusia dan bangsa mana pun ada, termasuk manusia  dan bangsa Papua. Dan sayangnya, kekuatan maha karya masa lalu itu saat  ini makin memudar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Situasi umum yang mudah kita amati di kampung-kampung terpencil adalah  demikian. Satu keluarga pada umumnya ada lebih dari 5 anak dan semua  tinggal dalam satu rumah, umumnya berukuran 6 X 7 m. Kadang kala satu  rumah dihuni oleh keluarga utama (Bapa dan Mama) dan keluarga anak (atau  anak mantu). Jarang ada tempat belajar khusus untuk anak seperti meja  belajar atau ruang belajar. Sedikit saja yang beruntung memiliki  penerangan dalam rumah. Dan di sanalah tunas muda harapan bangsa itu  tinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada pagi hari dia bangun tidur, mandi lalu sarapan dan mengenakan  seragam, memanggul tas dan berangkat ke sekolah. Tiba di sekolah,  mungkin saja ada pelajaran yang diberikan, tetapi lebih sering tidak ---  karena guru sedang berada di kota entah untuk  kepentingan dinas atau  pribadi.  Jarang dijumpai perpustakaan, ruang komputer atau laboratorium  di sekolah yang bisa menyibukkan siswa yang tidak belajar karena guru  masih di kota&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Usai jam sekolah, si siswa pulang, melepas pakaian seragam, makan siang  dan lalu bermain. Pada malam hari, sebagian besar di antara mereka pergi  melaut atau bermain, tidak belajar. Listrik pada sebagian besar kampung  belum ada. Apalagi akses untuk memperoleh informasi alternative nyaris  tidak ada. Satu-satunya media informasi adalah televisi di rumah  tetangga, yang sayangnya, masih dipenuhi acara sinetron yang kisah cinta  picisan, cengeng, tendensius, penuh akting dari bencong, horror, maupun  kekerasan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Masalah lain juga muncul dari sisi adat dan budaya. Dalam pergaulan  sehari-hari, anak-anak kampung-kampung mulai kehilangan akar budaya.  Bahasa daerah jarang digunakan, pemahaman kearifan lokal berkurang,  pengetahuan mengenai hubungan keluarga juga berkurang. Proses belajar  budaya dari orang tua ke anak tidak berjalan baik. Oleh karena itu,  kalau suatu ketika nanti orang tua yang mengerti bahasa, budaya dan adat  sudah meninggal, maka generasi baru akan menjadi generasi yang  kehilangan identitas. Generasi yang identitasnya terbentuk oleh pengaruh  televisi dan media massa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan kondisi semacam ini, sekurang-kurangnya ada tiga masalah besar  bagi anak Papua di kampung. Pertama kegiatan belajar anak baik di  sekolah maupun di rumah sangat minim. Kalah dengan aktivitas belajar  siswa di tempat lain. Akibatnya, anak kampung akan kalah bersaing.  Kedua, mental spriritual anak-anak di kampung dalam jangka panjang akan  terpengaruh dengan tontotan di televisi yang tidak seluruhnya sesuai  dengan missi pendidikan. Kalau keadaan ini tidak diatasi, maka kondisi  moral spiritual generasi muda Kristen di masa depan akan terancam. Dan  ketiga, generasi Papua yang akan datang akan menjadi generasi yang tidak  tahu bahasa, budaya dan adat masing-masing. Akan menjadi generasi tanpa  identitas budaya marga atau sukunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
***&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagaimana keluar dari keadaan ini? Seharusnya yang bisa  merubah hal ini  adalah pertama dari kita sendiri. Tuhan sudah kasih kita banyak berkat :  Dia kasih tenaga, pikiran, ada keluarga besar, ada tanah, batu, ada  hutan, ada laut, ada kekuatan yang bisa kita pakai untuk mulai bikin  perubahan. Terserah kita sekarang, mau pakai  berkat-berkat itu untuk  merubah keadaan ini kah atau mau tetap begini saja? Kedua, kita punya  sodara-sodara banyak yang sudah merantau, mahasiswa Papua di berbagai  kota study, karyawan di berbagai perusahaan kerja di luar, punya  pendidikan, dan punya kerinduan untuk bantu bangun kita punya kampong.  Kita bisa kasih suara ke mereka untuk sama-sama bangun kampong ini.  Terserah kita saja mo, kita mau terima mereka dan kerja sama dengan  mereka kah atau mau tolak dan usir mereka dari kampong ini. Dan ketiga,  baru sesudah itu, apakah kita mau bangun kerja sama dengan pemerintah  atau lembaga lain kah atau tarada. Kalau kita sadari semua ini dan pakai  dengan baik, saya percaya bahwa Tuhan akan juga berkati kita punya  pekerjaan sama seperti Dia berkati kita punya tete nene moyang di masa  lalu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tantangan kita saat ini terutama, menurut saya, adalah merubah pandangan  masyarakat kita tentang pentingnya pendidikan. Dan masalahnya, merubah  kondisi ini dengan merubah pandangan orang kampung tidak mudah.  Sikap  orang di kampung  adalah demikian, ”kurangi pidato, mulailah dari bukti  karya nyata”. Terhadap berbagai workshop dan kampanye, masyarakat di  kampung sering menyindir, ”sudah banyak bibit pidato dihambur di sini,  jarang tumbuh apalagi berbuah. Kami perlu bibit bukti sekarang”. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena itu, saya tidak ingin memulai dengan tanam bibit pidato tentang  hal-hal di luar sana; bibit pidato yang seperti itu sudah banyak orang  tanam. Yang kurang ditanam adalah bibit bukti dari dalam rumah sendiri.   Apa yang akan saya lakukan?  &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bersambung .....&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Festival Budaya Lembah Baliem</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/festival-budaya-lembah-baliem.html</link><category>Budaya</category><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 12 Sep 2010 19:40:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-4362536158056619147</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Festival Budaya  Lembah Baliem&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_TyeGmH_n_D1fTXW0KbNy6pyVrjZxKeF2KjcyafIjTg8YsCqQuaxxnSSCpWeFD1tEXhAcu78VmgONTt1la5x0_gZYvGlx2nzBkhDSVxRKEryKzjBmQ5VWK1FjhXNVcsusCd8Fr9dNyOw/s400/Foto(871).jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;
A. Selayang Pandang&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lembah Baliem, yang terletak di Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua,  merupakan salah satu kawasan yang memiliki daya tarik bagi wisatawan,  baik lokal maupun mancanegara. Satu hal yang membuat Lembah Baliem  terkenal adalah diselenggarakannya Festival Budaya Lembah Baliem, atau  yang lebih dikenal dengan nama Festival Lembah Baliem. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam catatan harian Kompas (8/8/2007), Festival Lembah Baliem pertama  kali digelar pada tahun 1989. Sebelum adanya festival ini, masyarakat di  sekitar Lembah Baliem, yang terdiri dari Suku Dani, Suku Lani, dan Suku  Yali, masih sering melakukan perang antarsuku. Bagi mereka, selain  sudah menjadi tradisi turun temurun, perang juga memiliki makna yang  dalam. Perang bukan sekadar ajang adu kekuatan antarsuku, namun juga  merupakan lambang kesuburan dan kesejahteraan. Menurut kepercayaan  mereka, jika tidak dilakukan perang, jangan harap panen dan ternak babi  akan berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menghindari jatuhnya korban dan dendam yang berlarut, sejak dua  puluh tahun silam pemerintah memberlakukan larangan atas perang  antarsuku. Untuk mewadahi tradisi suku-suku di Papua ini, dibuatlah  Festival Lembah Baliem oleh pemerintah, yang menyertakan pesta perang di  dalamnya. Festival Lembah Baliem, berlangsung sekitar tiga hari dan  diselenggarakan pada bulan Agustus. Salah satu alasan pesta ini  diselenggarakan pada bulan tersebut adalah untuk memperingati hari raya  kemerdekaan Republik Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada perkembangannya, tidak hanya ketiga suku penghuni Lembah Baliem  saja yang mengikuti Festival Lembah Baliem, namun juga suku-suku lainnya  yang tinggal di Kabupaten Jayawijaya dan sekitarnya. Kompas (8/8/2007)  menyebutkan bahwa pada tahun 2007 terdapat sekitar 40 suku yang  mengikuti festival ini. Masing-masing suku ini menggunakan pakaian  tradisional, lengkap dengan lukisan di wajah. Di samping itu, mereka  juga membawa senjata perang seperti tombak, parang, panah, dan juga  pernak pernik perang lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;B. Keistimewaan &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada Festival Lembah Baliem, atraksi perang antarsuku dimulai dengan  penentuan skenario pemicu perang. Pemicu perang ini dapat berupa  penculikan warga, pembunuhan anak warga, maupun penyerbuan ladang yang  baru dibuka. Adanya pemicu ini, menyebabkan suku lainnya harus ‘membalas  dendam‘, sehingga penyerbuan pun dilakukan. Sementara, pihak lawan akan  bertahan, sehingga pertempuran pun berlangsung dengan seru. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Uniknya, dalam &lt;a href="http://www.cybertravel.cbn.net/" target="_blank"&gt;www.cybertravel.cbn.net&lt;/a&gt;  disebutkan bahwa atraksi perang ini tidak menjadikan balas dendam atau  permusuhan sebagai tema. Tema yang diusung justru ungkapan yang bernilai  positif, yakni Yogotak Hubuluk Motog Hanorogo (harapan akan hari esok  yang harus lebih baik dari hari ini).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atraksi tari perang antarsuku ini memang menjadi atraksi utama dalam  setiap penyelenggaraan Festival Lembah Baliem. Kendati demikian, banyak  atraksi lain yang juga sangat menarik untuk ditonton para wisatawan,  seperti pertunjukan Pikon atau alat musik tradisional. Lagu-lagu yang  dimainkan dengan Pikon ini, biasanya mengisahkan tentang kehidupan  manusia. Ada pula Karapan Babi yang juga menjadi salah satu atraksi  menarik dan kerap menimbulkan keriuhan para pengunjung.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selain atraksi-atraksi di atas, wisatawan juga dapat menyaksikan  perlombaan memanah, melempar sege (melempar tongkat ke target yang telah  ditentukan), puradan (permainan menggulirkan roda dari anyaman rotan),  dan sikoko (permainan melempar pion ke sasaran yang telah ditentukan).  Perlombaan-perlombaan tersebut, selain diikuti oleh para peserta dari  berbagai suku di Kabupaten Jayawiya, juga dapat diikuti oleh para  wisatawan yang hadir saat festival.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;C. Lokasi&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Festival Lembah Baliem dielenggarakan di Lembah Baliem, Distrik Wamena,  Kabupaten Jayawijaya, Provinsi Papua, Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;D. Akses&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk dapat sampai ke Lembah Baliem, pengunjung harus melewati bandara  utama Provinsi Papua, yakni Bandara Sentani. Untuk mencapai Bandara  Sentani, pengunjung dapat mengaksesnya dengan menggunakan maspakai  penerbangan dari Jakarta, Surabaya, ataupun Manado. Setibanya di Bandara  Sentani, pengunjung dapat meneruskan perjalanan dengan pesawat jenis  Hercules ataupun Twin Otter menuju Wamena, Ibu Kota Kabupaten  Jayawijaya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;E. Harga Tiket&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menyaksikan festival ini, wisatawan tidak dipungut biaya apapun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;F. Akomodasi dan Fasilitas Lainnya&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di sekitar Distrik Wamena, terdapat beberapa penginapan, bahkan di  antaranya ada yang sudah berkelas internasional. Hal ini dikarenakan  banyaknya turis mancanegara yang sangat tertarik menyaksikan Festival  Lembah Baliem, serta menikmati keindahan alam Lembah Baliem sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a href="http://www.wisatamelayu.com/id/object.php?a=Z0ZtL3NUdS9P=&amp;amp;nav=geo" target="_blank"&gt;sumber&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_TyeGmH_n_D1fTXW0KbNy6pyVrjZxKeF2KjcyafIjTg8YsCqQuaxxnSSCpWeFD1tEXhAcu78VmgONTt1la5x0_gZYvGlx2nzBkhDSVxRKEryKzjBmQ5VWK1FjhXNVcsusCd8Fr9dNyOw/s72-c/Foto(871).jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Musamus</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/musamus.html</link><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 12 Sep 2010 18:38:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-7052405022884316397</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: green;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;MUSAMUS&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVV_EcxPdP0ZhTaekrfK5WguHDTwJ-ODw4xXtwA1JRDapJaBSH5ytm2aFAchsTZd4v-IXLbCZ6ebFOeXYsqwt9ye1QuTG5k9ZWPPvfcGemnYGNzIEqlcdX1WNqIgMqoC413iSkZJrNb-4/s400/IMG_3220.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Rumah Semut begitu orang menyebutnya, padahal Musamus begitu sebutan  penduduk lokal merupakan “istana” yang dibangun oleh koloni rayap.  Menggunakan campuran dari rumput kering sebagai bahan utama dan liur  sebagai semen untuk merekatkannya, dibutuhkan waktu yang cukup lama  untuk membangun istana rayap ini. Keistimewaan dari rumah rayap ini adah  rancangan ventilasinya yang berupa lorong-lorong yang membantu  melindungi dari air hujan, dan membantu melepas panas ke udara ketika  musim panas tiba. Karena berbagai keistimawaan yang dipunyainya, maka  tidak heran musamus dijadikan lambang daerah Kabupaten Merauke. Musamus  ini hanya dapat ditemukan di beberapa tempat di dunia, dan untuk di  Indonesia mungkin hanya ada di Merauke saja. Kita dapat menemukan  Musamus di Taman Nasional Wasur dan di beberapa wilayah di Kabupaten  Merauke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh34OAt5_MTkLy1niw8ryi4blzxbFSl570bLsn1hfBfim1J7lBs89ta_am2jf0OgUP849Bjikb7lqu4coxPauBdvNMipjcJVwSfbtYoLIkhZVvzSPEsdzTS7kl5NqFH0RUuKbA6TFxnH7ZS/s1600-r/rumah-rayap4.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVV_EcxPdP0ZhTaekrfK5WguHDTwJ-ODw4xXtwA1JRDapJaBSH5ytm2aFAchsTZd4v-IXLbCZ6ebFOeXYsqwt9ye1QuTG5k9ZWPPvfcGemnYGNzIEqlcdX1WNqIgMqoC413iSkZJrNb-4/s72-c/IMG_3220.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Tradisi Makan Pinang di Papua</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/tradisi-makan-pinang-di-papua.html</link><category>Budaya</category><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 12 Sep 2010 17:35:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-879046958871153764</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;span style="color: mediumturquoise;"&gt;Hanya ada Di Papua&lt;/span&gt;  | &lt;span style="color: darkorange;"&gt;Only in Papua&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;Tradisi Makan Pinang di Papua&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://images.laila008.multiply.com/image/1/photos/upload/300x300/SSl59QoKCGwAAF9iW6Y1/pinang-1.JPG?et=NrviW13wRt3FuyJHKs%2BoBw&amp;amp;nmid=0" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dilarang makan pinang. Stiker seperti itu sudah umum ditemukan di  Bandara Sentani Jayapura, Papua. Larangan seperti itu diperlukan karena  kegemaran saudara-saudara kita di Papua mengonsumsi pinang yang  menghasilkan air ludah berwarna merah itu bisa membuat lingkungan  Bandara Sentani menjadi sangat jorok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mereka yang makan pinang ditambah campuran lainnya, sama seperti orang  makan sirih yang menghasilkan air ludah berwarna merah. Biasanya air  ludah itu dimuntahkan begitu saja di jalan, atau di mana saja. Bisa  dibayangkan kalau air ludah itu dibuang di terminal Bandara Sentani maka  semua lantai akan berwarna merah, dinding-dinding juga berwarna merah  akibat air ludah yang berwarna merah itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jalan-jalan di sekitar terminal Bandara, atau di Kota Jayapura sendiri  sebagian memang berwarna merah karena masyarakat dengan seenaknya  membuang ludah di jalan atau tempat-tempat lainnya. Kesan jorok pasti  terasa, dan kalau tahu penyebab warna merah itu adalah air ludah, maka  kita akan hati-hati melangkah agar tidak menginjaknya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada yang mengatakan, ludah berwarna merah itu tidak hanya dibuang di  jalan, tapi kadang-kadang dengan sengaja dibuang ke bangunan yang baru  dicat, atau lantai yang baru dibangun di sebuah bangunan baru. Yang bisa  dilakukan hanyalah menempel stiker seperti larangan makan pinang itu.  Dan itu pun rasanya belum tepat karena yang dilarang seharusnya membuang  air ludah sembarangan, bukan tradisi makan pinang itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebiasaan membuang ludah hasil makan pinang itu sama seperti yang  terjadi di Myanmar. Penduduk di sana juga terbiasa makan sirih yang  dijual di pinggir jalan. Seperti merokok, setiap orang dapat membeli  sirih untuk sekali makan. Karena itu, jangan heran di Myanmar  jalan-jalan penuh dengan warna merah karena ludah berwarna merah dibuang  sembarangan di jalan-jalan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesan yang timbul mengunjungi Bandara Sentani memang sangat tidak  nyaman. Semua toilet yang ada di Bandara itu dalam keadaan rusak, walau  kata petugasnya sedang direnovasi. Toilet yang ada di terminal  kedatangan, dan kebarangkatan semuanya tergenang air. Apalagi yang  berada di luar terminal, semua toiletnya sedang ditutup karena alasan  sedang dalam perbaikan. Kita khawatir genangan air yang ada di toilet  itu selain air kencing dan air lainnya, pasti di dalamnya juga tercampur  dengan air ludah yang berwarna merah dari pemakan pinang tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan lebih tidak menarik lagi di hampir semua Bandara di Papua, banyak  anggota masyarakat yang bisa masuk sampai ke pinggir landasan tempat  pesawat parkir, seperti di Bandara Sentani. Petugas memang berusaha  untuk mencegah mereka masuk dan menghalau mereka untuk keluar dari  daerah yang sebenarnya tertutup tersebut. Tapi mereka tetap tidak mau  keluar dari lingkungan yang terbatas tersebut. Bagaimana faktor  keselamatan penerbangan dengan adanya kelonggaran seperti itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemerintah memang telah berusaha memberikan yang terbaik bagi  masyarakat, dan masyarakat juga sebenarnya harus menjaga dan memelihara  apa yang telah dibangun oleh pemerintah tersebut. Kita juga harus  menjaga kebersihan lingkungan kita, apalagi Papua merupakan salah satu  tujuan wisatawan mancanegara, sehingga harus kita jaga kebersihannya  dengan tidak membuang ludah sembarangan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://www.infopapua.com/modules.php?op=modload&amp;amp;name=News&amp;amp;file=article&amp;amp;sid=2007" target="_blank"&gt;Infopapua&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Matoa</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/matoa.html</link><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 12 Sep 2010 16:33:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-6807348042179886332</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: blue;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;BUAH MATOA &lt;img alt="" border="0" class="inlineimg" src="http://static.kaskus.us/images/smilies/sumbangan/q03.gif" title="Genit" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6O8VP68hVXJT8UcV5JS1OfV7YxeX9wDeltrbAJ83vHsd9YuQlFt1sK-Xe0K9EphrVqoglqvxqhJqEydqfnZAtKY1ohus0NIUj33oyEz2NiEISUk020EVrxv9n58R-ijgq8fO-t9ah-McQ/s400/DSCF4538.JPG" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Matoa (Pometia pinnata) adalah tanaman khas Papua, termasuk ke dalam  famili Sapindaceae. Pohon matoa dapat tumbuh tinggi dan memiliki kayu  yang cukup keras. Rasa buahnya adalah campuran antara rambutan, durian,  dan kelengkeng. Buahnya berbentuk lonjong dan seukuran buah pinang  (keluarga Palem), ketika muda berwarna hijau dan setelah matang berwarna  hijau kekuningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tumbuhan ini adalah flora identitas Provinsi Papua Barat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Perkembangbiakan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tanaman ini mudah diperbanyak/dikembangbiakkan melalui biji, dan cara  lain seperti cangkok serta okulasi. Matoa tumbuh di daerah yang sejuk  atau dengan kata lain lebih mudah tumbuh di daerah dataran tinggi,  meskipun dapat pula tumbuh di dataran rendah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://denmasrul.com/wp-content/uploads/2008/08/matoa.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Buah ini merupakan buah musiman yang berbuah pada bulan september -  oktober. Rasa buah ini manis seperti buah rambuatan atau buah  kelengkeng.&lt;br /&gt;
Pohon matoa tumbuh tinggi, dan kayu nya bisa untuk mebel atau kusen -  kusen rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau ingin merasakan buah ini bisa langsung berkunjung ke Papua pada  setiap bulan musim buah ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Matoa" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh6O8VP68hVXJT8UcV5JS1OfV7YxeX9wDeltrbAJ83vHsd9YuQlFt1sK-Xe0K9EphrVqoglqvxqhJqEydqfnZAtKY1ohus0NIUj33oyEz2NiEISUk020EVrxv9n58R-ijgq8fO-t9ah-McQ/s72-c/DSCF4538.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Kasuari</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/kasuari.html</link><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 12 Sep 2010 15:27:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-3965743189261935906</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;KASUARI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://tian17.files.wordpress.com/2008/08/250px-kasuaris.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Ada yang sedikit berbeda dari unggas yang satu ini. Walaupun termasuk  kelompok unggas, ternyata kasuari tidak bisa terbang layaknya  unggas-uanggas yang lain. Kasuari hidup dengan memakan buah-buahan yang  jatuh dari pohon dan buah yang bergelayut di dahan rendah. Selain itu,  jamur, serangga, katak, ular, dan binatang kecil lainnya juga disukai  kasuari.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Habitatnya juga unik. Dari sekian banyak daerah, Papua satu-satunya  daerah tempat tumbuh hewan yang satu ini. Tepatnya di Pulau Yapen,  Batanta dan Salawati, masih sekitar kawasan Papua. Biasanya Kasuari  hidup di dataran rendah dan rawah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://www.papuaweb.org/gb/foto/muller/ecology/06/08.jpg" /&gt;&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Telor Kasuari&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/5/5d/Double-wattled_Cassowary.jpg/225px-Double-wattled_Cassowary.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Kasuari mempunyai tinggi 1,5 sampai 1,8 meter. Beratnya 60 kilogram.  Apabila kita bandingkan, kasuari betina lebih berat dari kasuari jantan.  Warna tubuh kasuari betina juga lebih beragam dibandingkan kasuari  jantan. Lari kasuari bisa mencapai 50 km perjam dan lompatannya bisa  mencapai satu setengah meter. Selain itu kasuari juga pandai berenang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di bagian kepala kasuari terdapat tulang semacam mahkota sebagai ciri  khas. Tulang ini berfungsi sebagai senjata pemotong ranting kala kasuari  berjalan melintasi semak. Dan hanya Kasuari burung yang mempunyai  senjata. Tapi jangan salah, hewan ini juga pemalu.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Koteka</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/koteka.html</link><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 12 Sep 2010 14:25:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-1835433683399398648</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: darkgreen;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;KOTEKA&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9kD3mWSv_KkUaKOP9bvwhyphenhyphenUTA2CbfbGHK4-D9BimOnaM2bUYQ-qoY-f2u_q8YjB7L06GPBOI4Tmu9Y52gbG_E25UeUafHjHzu31MzzISKBFNwzzg0EupQsvDGIgjMMeSI0g98ZCJCm1I/s400/Hal+23.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
koteka adalah : lambang atau logo dari pada orang  papua, bahan dasarnya  dari tumbuh-tumbuhan, nama dalam bahasa daerah suku dani disebut  {horim. orang papua yang berada di pengunungan memakai koteka/horim.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Koteka, horim, atau zakar sarung secara tradisional dipakai oleh  beberapa penduduk pria yang asli papua (sebagian besar highland)  kelompok-kelompok new Guinea untuk menutupi kemaluan mereka. Mereka  biasanya dibuat dari labu kering ke luar, walaupun lain spesies, seperti  Nepenthes mirabilis, juga dipakai. Mereka dipegang di tempatnya di  samping ikalan kecil serat yang disambungkan ke pangkalan koteka dan  ditempatkan seputar kantung kemaluan. Ada putaran sekunder yang  ditempatkan seputar dada atau perut dan lekat pada kumpulan utama  koteka. Laki-laki pilih koteka mirip yang dipakai oleh laki-laki lain di  kelompok kebudayaan mereka. Misalnya, laki-laki Yali mendahulukan  panjang, tipis koteka, yang menolong mengangkat gelindingan rotan lipat  ganda yang dipakai seputar pinggang mereka. Laki-laki dari daerah  kabupaten jayawijaya distrik Tiom memakai labu ganda, yang diangkat  dengan sehelai tarik kain, dan penggunaan angkasa di antara kedua labu  karena memajukan barang kecil seperti uang dan tembakau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div align="center"&gt;&lt;img alt="" border="0" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/6/6f/Koteka.jpg/435px-Koteka.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Masyarakat papua new gunea dengan masyarakat papua barat yang berada di  daerah pengunungan pada umumnya laki-laki memakai pakaian koteka  (horim), kenapa masyarakat papua itu cenderung memakai koteka, soalnya  orang papua itu sudah menjadi budaya untuk memakai dengan koteka, tidak  pernah masyarakat papua itu merasa malu ketika memakai koteka (horim).  masyarakat merasa nyaman memakai koteka dari pada memakai pakaian.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9kD3mWSv_KkUaKOP9bvwhyphenhyphenUTA2CbfbGHK4-D9BimOnaM2bUYQ-qoY-f2u_q8YjB7L06GPBOI4Tmu9Y52gbG_E25UeUafHjHzu31MzzISKBFNwzzg0EupQsvDGIgjMMeSI0g98ZCJCm1I/s72-c/Hal+23.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><title>Cenderawasih</title><link>http://taman-baca-papua.blogspot.com/2010/09/cenderawasih.html</link><category>Papuapedia</category><author>noreply@blogger.com (Unknown)</author><pubDate>Sun, 12 Sep 2010 13:23:00 +0900</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-3476898168242587890.post-1831011765866252952</guid><description>&lt;div align="center"&gt;&lt;b&gt;&lt;span style="color: darkred;"&gt;&lt;span style="font-size: medium;"&gt;BURUNG  CENDERAWASIH&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;img alt="" border="0" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/6/64/Lesser_Bird_of_Paradise.jpg" /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Burung-burung cendrawasih merupakan anggota famili Paradisaeidae dari  ordo Passeriformes. Mereka ditemukan di Indonesia timur, pulau-pulau  selat Torres, Papua Nugini, dan Australia timur. Burung anggota keluarga  ini dikenal karena bulu burung jantan pada banyak jenisnya, terutama  bulu yang sangat memanjang dan rumit yang tumbuh dari paruh, sayap atau  kepalanya. Ukuran burung cendrawasih mulai dari Cendrawasih Raja pada 50  gram dan 15 cm hingga Cendrawasih Paruh-sabit Hitam pada 110 cm dan  Cendrawasih Manukod Jambul-bergulung pada 430 gram.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Burung cendrawasih yang paling terkenal adalah anggota genus Paradisaea,  termasuk spesies tipenya, cendrawasih kuning besar, Paradisaea apoda.  Jenis ini dideskripsikan dari spesimen yang dibawa ke Eropa dari  ekpedisi dagang. Spesimen ini disiapkan oleh pedagang pribumi dengan  membuang sayap dan kakinya agar dapat dijadikan hiasan. Hal ini tidak  diketahui oleh para penjelajah dan menimbulkan kepercayaan bahwa burung  ini tidak pernah mendarat namun tetap berada di udara karena  bulu-bulunya. Inilah asal mula nama bird of paradise ('burung surga'  oleh orang Inggris) dan nama jenis apoda - yang berarti 'tak berkaki'.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak jenis mempunyai ritual ka-win yang rumit, dengan sistem ka-win  jenis-jenis Paradisaea adalah burung-burung jantan berkumpul untuk  bersaing memperlihatkan keelokannya pada burung betina agar dapat  ka-win. Sementara jenis lain seperti jenis-jenis Cicinnurus dan Parotia  memiliki tari perka-winan yang beraturan. Burung jantan pada jenis yang  dimorfik seksual bersifat poligami. Banyak burung hibrida yang  dideskripsikan sebagai jenis baru, dan beberapa spesies diragukan  kevalidannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jumlah telurnya agak kurang pasti. Pada jenis besar, mungkin hampir  selalu satu telur. Jenis kecil dapat menghasilkan sebanyak 2-3 telur  (Mackay 1990).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : &lt;a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Burung_Cendrawasih" target="_blank"&gt;Wikipedia&lt;/a&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item></channel></rss>