<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" version="2.0">

<channel>
	<title>TelukPalu.Com</title>
	
	<link>http://telukpalu.com</link>
	<description>Info Seputar Teluk Palu dan Wisata Sulawesi Tengah</description>
	<lastBuildDate>Wed, 08 May 2013 14:39:38 +0000</lastBuildDate>
	<language>en-US</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.5.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/TelukPaluDotCom" /><feedburner:info xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" uri="telukpaludotcom" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">TelukPaluDotCom</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0">http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Senja di Tanjung Batu, Tolitoli</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/05/senja-di-tanjung-batu-tolitoli-2/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/05/senja-di-tanjung-batu-tolitoli-2/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 08 May 2013 14:39:38 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2147</guid>
		<description><![CDATA[Senja di Tanjung Batu, Tolitoli. Cuaca mendung, sehingga tidak sempat mendapatkan langit jingga&#8230;. lain hari akan datang lagi. Ayoo datang ke Tolitoli]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2148" alt="sunset_tanjungbatu1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/05/sunset_tanjungbatu1.jpg" width="599" height="397" /></p>
<p>Senja di Tanjung Batu, Tolitoli. Cuaca mendung, sehingga tidak sempat mendapatkan langit jingga&#8230;. lain hari akan datang lagi. Ayoo datang ke Tolitoli</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2149" alt="sunset_tanjungbatu2" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/05/sunset_tanjungbatu2.jpg" width="600" height="906" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/05/senja-di-tanjung-batu-tolitoli-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kemilau Sulawesi Exhibition VIII 2013 (25 Jul –  28 Jul 2013)</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/05/kemilau-sulawesi-exhibition-viii-2013-25-jul-28-jul-2013/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/05/kemilau-sulawesi-exhibition-viii-2013-25-jul-28-jul-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 May 2013 03:18:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[Bunaken]]></category>
		<category><![CDATA[Kemilau Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[Kepulauan Togean]]></category>
		<category><![CDATA[Togean]]></category>
		<category><![CDATA[Wakatobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2120</guid>
		<description><![CDATA[Keindahan Sulawesi sebagai salah satu dari lima pulau terbesar di Indonesia akan dipamerkan dalam sebuah acara yang bertajuk Kemilau Sulawesi Exhibition VIII 2013. Acara ini akan digelar pada 25 &#8211; 28 Juli 2013, di Manado, Sulawesi Utara. Di sinilah potensi dari keenam provinsi di Pulau Sulawesi akan dipamerkan, yaitu: Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2121" alt="coral-reef" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/05/coral-reef.jpg" width="600" height="400" />Keindahan Sulawesi sebagai salah satu dari lima pulau terbesar di Indonesia akan dipamerkan dalam sebuah acara yang bertajuk <strong>Kemilau Sulawesi Exhibition VIII 2013</strong>. Acara ini akan digelar pada 25 &#8211; 28 Juli 2013, di<strong> Manado</strong>, Sulawesi Utara. Di sinilah potensi dari keenam provinsi di Pulau Sulawesi akan dipamerkan, yaitu: <strong>Sulawesi Utara, Gorontalo, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Barat </strong>dan<strong> Sulawesi Selatan</strong>.</p>
<p>Event menarik ini akan menampilkan berbagai produk wisata termasuk destinasi wisata di Sulawesi, atraksi budaya, situs sejarah, kuliner, dan masih banyak lagi. Pegelaran dimeriahkan pula berbagai acara seperti kompetisi lagu-lagu tradisional, Little Miss Pageant, kompetisi memasak kuliner tradisional, dan beberapa program menarik lainnya.</p>
<p>Pulau Sulawesi yang dahulu dikenal dengan nama Celebes memiliki kekayaan flora fauna. Sulawesi menjadi rumah dari keragaman etnis serta budaya yang menakjubkan. Di sini Anda dapat menemukan budaya mistik di <strong>Tana Toraja</strong>, kehidupan pelaut<strong> Makassar</strong> di selatan, surga bawah laut <strong>Wakatobi</strong>di tenggara, sampai keindahan <strong>Taman Nasional Lore Lindu</strong> dan <strong>Pulau Togean</strong> di tengah. Ada pula pemandangan memesona di <strong>Manado, Gorontalo</strong> dan <strong>Bunaken</strong>di utara.</p>
<p>Sumber : <a href="http://www.indonesia.travel/id/event/detail/679">http://www.indonesia.travel</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/05/kemilau-sulawesi-exhibition-viii-2013-25-jul-28-jul-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pulau Poya Lisa</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/04/pulau-poya-lisa/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/04/pulau-poya-lisa/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 15:27:54 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Tojo Unauna]]></category>
		<category><![CDATA[Ampana]]></category>
		<category><![CDATA[Pulau Poya Lisa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2113</guid>
		<description><![CDATA[Siapa bilang pulau-pulau yang mungkin tidak tertera di peta tidak dapat menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi? Pulau terpencil nan eksotis dan jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota dapat saja menjadi sebuah tempat liburan dan relaksasi yang sempurna. Salah satu pulau terpencil itu bernama Pulau Poya Lisa. Pulau ini termasuk dalam kawasan Taman Nasional Kepulauan Togean [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2115" alt="poyalisa1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/poyalisa1.jpg" width="600" height="400" /></p>
<p>Siapa bilang pulau-pulau yang mungkin tidak tertera di peta tidak dapat menjadi destinasi wisata yang layak dikunjungi? Pulau terpencil nan eksotis dan jauh dari hiruk-pikuk kehidupan kota dapat saja menjadi sebuah tempat liburan dan relaksasi yang sempurna. Salah satu pulau terpencil itu bernama <strong>Pulau Poya Lisa</strong>.</p>
<p>Pulau ini termasuk dalam kawasan <strong>Taman Nasional Kepulauan Togean</strong> di <strong>Sulawesi Tengah</strong> yang  dapat ditempuh sekira 10 menit menggunakan kapal motor dari Bomba. Meski terbilang kecil dan jarang disebut-sebut di peta wisata kawasan <strong>Taman Nasional Kepulauan Togean</strong> namun Pulau Poya Lisa menyimpan pesona tersendiri yang berkesan di hati setiap orang yang pernah menyambanginya.</p>
<p>Sebagian besar wisatawan, tak terkecuali wisatawan mancanegara memuji-muji keindahan pulau ini berikut pelayanan serta keramahan pengelola <em>cottage</em> Poya Lisa. Hamparan laut luas berwarna biru <em>turquoise</em> dan sebening kristal sungguh sebuah pemandangan luar biasa cantik yang akan membuat Anda terkagum-kagum. Terumbu karang yang cantik dan alami di sekitar lepas pantai pulau ini juga pantas dijelajahi dengan snorkeling. Setibanya di pulau kecil yang luasnya hanya 5 hektar ini, hamparan pasir yang berkilau tertimpa Matahari akan menyambut Anda. Sambutan menjadi lebih lengkap dengan keramahan pihak pengelola <em>cottage</em> yang siap melayani kebutuhan tamunya, mulai dari makan, air bersih (tawar) yang diambil dari pulau terdekat, pelayanan berkeliling dengan perahu, laundry yang harganya tidak ditetapkan.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2114" alt="poyalisa2" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/poyalisa2.jpg" width="600" height="400" /></p>
<p>Pulau ini dimiliki dan dikelola Bapak Ismail, seorang mantri kesehatan di Bomba. Ya, pulau ini adalah pulau milik pribadi! Bapak Ismail mengelola pulau ini bersama-sama sanak saudaranya sejak belasan tahun lalu. Konon nama pulau ini dulunya hanyalah Pulau Poya. Poya adalah nama orang yang pertama kali menanam pohon kelapa di pulau ini dan sekaligus hal tersebut menjadikannya sebagai pemilik pulau. Pak Ismail kemudian membeli pulau ini dari keturunan Poya yang mewarisinya. Menurut Pak Ismail sendiri, nama Lisa ditambahkan dari nama seorang perempuan berkebangsaan Jerman yang pernah datang sendirian dan menghabiskan waktunya selama sebulan di pulau ini. Ia meminta Pak Ismail mengabadikan namanya di pulau ini maka jadilah surga kecil nan terpencil ini bernama panjang Poya Lisa.</p>
<p>Percayalah bahkan dari kejauhan, sebelum Anda menginjakkan kaki di pulau ini, Anda kemungkinan besar sudah jatuh cinta pada segala daya tariknya. Keramahan penduduk lokal yang mengelola 4 buah <em>cottage</em> di pulau tak berpenghuni ini akan pula menjadi kenangan yang menghangatkan hati. Makanan khas laut yang disajikan oleh pengelola cottage pun sudah menjadi buah bibir di kalangan wisatawan karena rasanya sungguh memanjakan lidah.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/767/pulau-poya-lisa">http://www.indonesia.travel</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/04/pulau-poya-lisa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Burung Maleo: Satwa Endemik Sulawesi yang Patut Dilindungi</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/04/burung-maleo-satwa-endemik-sulawesi-yang-patut-dilindungi/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/04/burung-maleo-satwa-endemik-sulawesi-yang-patut-dilindungi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 15:17:08 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sulteng]]></category>
		<category><![CDATA[Burung Maleo Endemik Sulawesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2109</guid>
		<description><![CDATA[Sekilas burung ini nampak mirip ayam dengan berjambul dengan bulu kombinasi hitam dan putih pada bagian perut sebagai ciri khasnya. Burung Maleo meski terlihat sederhana tanpa banyak warna tetapi burung ini memiliki banyak keunikan dan karakteristik tersendiri. Burung Maleo termasuk kategori burung langka sekaligus burung endemik Pulau Sulawesi atau hanya ditemukan hidup di pulau ini. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2110" alt="Burung-Maleo-Sulawesi" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/Burung-Maleo-Sulawesi.jpg" width="568" height="380" />Sekilas burung ini nampak mirip ayam dengan berjambul dengan bulu kombinasi hitam dan putih pada bagian perut sebagai ciri khasnya. Burung Maleo meski terlihat sederhana tanpa banyak warna tetapi burung ini memiliki banyak keunikan dan karakteristik tersendiri.</p>
<p>Burung Maleo termasuk kategori burung langka sekaligus burung endemik Pulau Sulawesi atau hanya ditemukan hidup di pulau ini. Populasinya kian menurun dari tahun ke tahun sebab berbagai tantangan baik dari faktor alam atau pun perburuan oleh manusia.  Berdasarkan SK. No. Kep. 188.44/1067/RO/BKLH tanggal 24 Pebruari 1990, burung maleo telah ditetapkan sebagai satwa maskot provinsi Sulawesi Tengah. Mengingat populasinya sedikit, burung penyuka biji-bijian, semut dan serangga kecil ini adalah jenis yang terancam punah dan dilindungi. Maleo bahkan sudah terdaftar dalam CITES Appendix I sebagai kategori terancam punah  dan juga di dalam IUCN Red List.</p>
<p>Meskipun dikategorikan sebagai burung, maleo  tidak terlalu suka terbang dan lebih gemar berjalan kaki seperti halnya ayam. Burung Maleo dengan nama ilmiah <em>Macrocephalon maleo</em> panjang ukuran tubuhnya sekira 55 cm. Mahkota jambul di bagian kepala dapat dikatakan sebagai ciri utama atau ciri khusus dari maleo. Diduga jambul ini memiliki fungsi sebagai  semacam alat pendeteksi panas di areal habitat dan peneluran. Maleo hidup di dekat pantai berpasir panas atau di kawasan pegununungan yang memiliki sumber mata air panas atau dengan kondisi geothermal tertentu.</p>
<p>Burung maleo tidak mengerami telurnya melainkan menguburnya di tanah. Oleh Karenanya, mereka mencari kondisi tanah yang hangat sebagai lokasi bertelur. Untuk  kebutuhan menggali tanah ini, burung maleo dianugerahi kaki dengan selaput yang berfungsi sebagai pengeruk.</p>
<p>Keunikan lain dari burung ini adalah karena mereka dikenal sebagai hewan yang paling setia dan mengadopsi prinsip monogami. Sepanjang hidupnya, ia hanya akan mempunyai satu pasangan dan hidup bersama-sama dengan pasangannya itu. Kabarnya, saat pasangannya mati, burung betina maleo kemungkinan besar tidak akan bertelur lagi.</p>
<p>Telur burung endemik Sulawesi ini relatif berukuran besar untuk ukuran tubuh mereka yang sebesar ayam. Dengan berat antara 240 hingga 270 gram dan ukuran rata-rata 11 cm, ukuran telur burung ini mencapai 5 kali lebih besar ukuran telur ayam. Bahkan, betina maleo kabarnya dapat pingsan setelah bertelur. Jantan akan menemani betina dan bersama-sama menggali tanah sedalam sekira 50 cm saat siap untuk bertelur. Suhu tanah yang cocok untuk dapat menetaskan telur-telur tersebut adalah sekira 35 derajat celcius dan membutuhkan waktu sekira 62-85 hari untuk menetas.</p>
<p>Telur-telur yang sudah dikubur ditinggalkan begitu saja; anak maleo harus berjuang sendiri keluar dari tanah saat mereka berhasil menetas. Perjuangan keluar dari lubang pengeraman ini bukanlah hal yang mudah; dibutuhkan waktu sekira 48 jam. Tak jarang anak burung maleo gagal keluar dan mati. Akan tetapi, apabila mereka berhasil mencapai permukaan tanah, anak burung maleo sudah memiliki kemampuan untuk terbang.</p>
<p>Kemampuan terbang anak maleo yang baru menetas ini dikarenakan kandungan nutrisi pada telur maleo lima kali lipat lebih banyak dari telur biasa. Anak maleo juga sudah memiliki insting untuk mencari makan dan bertahan hidup sendiri meski tanpa bantuan dan asuhan induknya. Anak maleo juga sudah harus menjaga dirinya sendiri dari hewan pemangsa, seperti ular, kadal, babi hutan, burung elang, dan lainnya.</p>
<p>Populasi burung maleo saat ini diperkirakan sekitar 4000-7000 ekor saja dan diperkirakan mengalami penurunan populasi sekira 90 persen sejak tahun 1950. Meski endemik di Pulau Sulawesi, burung maleo tidak hidup di semua tempat di pulau tersebut. Burung maleo hanya ditemukan di hutan tropis dataran rendah pulau ini, khususnya daerah <strong>Sulawesi Tengah</strong>. Kawasan yang kerap menjadi lokasi bertelur burung maleo hanya ditemukan di daerah dengan sejarah geologi yang berhubungan dengan lempeng pasifik atau Australasia.</p>
<p>Menurunnya populasi maleo ini diakibatkan oleh beberapa faktor. Habitatnya yang khusus yaitu di daerah pantai berpasir panas atau di pegunungan dengan sumber mata air panas atau kondisi geothermal tertentu menjadi salah satu pendorong punahnya unggas ini. Hanya di daerah dengan kondisi geothermal tertentu itulah maleo dapat menetaskan telurnya. Kondisi ini diperparah dengan tingkat kematian anak maleo yang tinggi. Pembuka lahan oleh manusia jelas mengancam habitatnya yang khusus tersebut. Perburuan telur maleo oleh manusia serta predator  lain, seperti  biawak (<em>Varanus sp</em>), babi hutan (<em>Sus sp</em>), elang, tikus, dan lainnya juga turut mengancam kelestarian burung ini.</p>
<p>Taman Nasional Bogani dan <strong>Taman Nasional Lore Lindu</strong> adalah dua dari sedikit tempat yang menjadi habitat burung maleo. Burung maleo juga dapat ditemukan di daerah Kabupaten Sigi (Desa Pakuli dan sekitarnya) dan Kabupaten Banggai. Di Tanjung Binerean, Sulawesi Utara, pemerintah daerah menyediakan lahan seluas 14 hektar di kawasan pantai, khusus untuk konservasi atau penyelamatan maleo.</p>
<p><strong>Penangkaran Maleo</strong></p>
<p>Di Desa Pakuli, Kecamatan Gumbasa, Kabupaten Sigi, Sulawesi Tengah, telah dikenal Bapak Alikamisi Raja Pasu atau biasa disapa Pak Ali. Beliau berjasa  melakukan konservasi burung maleo atas inisiatifnya sendiri. Tindakan mulia ini ia lakukan lebih dari sepuluh tahun yang lalu. Berawal dari kecintaannya pada burung endemik ini, pada 2001 Pak Ali memulai usaha penangkaran dengan 50 pasang burung maleo. Saat ini, lebih dari 400 maleo berhasil dikembangbiakkan dan telah dilepas di habitat liar, yaitu di kawasan hutan <strong>Taman Nasional Lore Lindu</strong>. Pertemuannya dengan sejumlah anggota Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) Yayasan Jambata pada 2001 membuat Pak Ali semakin serius melakukan usaha penangkaran dan pelestarian maleo.</p>
<p>Di tengah kesibukannya mengurus kebunnya sendiri, kakek 20 cucu ini mendedikasikan waktu, tenaga, bahkan uangnya yang terbatas untuk menangkarkan burung maleo. Beliau memindahkan telur ke lokasi pengeraman atau penangkaran dimana terdapat lubang-lubang dalam tanah berpasir bersuhu 35-40 derajat celsius. Kawasan penangkaran ini dipasangi pagar sehingga telur-telur tersebut aman dari predator atau pun dari usaha perburuan telur oleh manusia.</p>
<p>Ketika telur menetas, setiap hari Pak Ali membeli buah kemiri dengan uangnya sendiri dan dengan sabar menumbuk buah kemiri tersebut guna memberi makan anak maleo.  Setelah maleo cukup besar dan dinilai mampu bertahan hidup, burung maleo kemudian di lepas ke <strong>Taman Nasional Lore Lindu</strong>, meski dengan berat hati sebab kecintaannya pada burung-burung tersebut.</p>
<p>Karena upaya dan inisiatifnya tersebut, tahun 2008, Pak Ali diperkirakan telah melepas sebanyak 880 ekor burung maleo di kawasan <strong>Taman Nasional Lore Lindu</strong>. Oleh karena prestasinya tersebut, Pak Ali dianugerahi penghargaan dari Bupati Donggala atas upaya penyelamatan dan penangkaran burung maleo.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.indonesia.travel/id/destination/317/taman-nasional-lore-lindu/article/206/burung-maleo-satwa-endemik-sulawesi-yang-patut-dilindungi">http://www.indonesia.travel</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/04/burung-maleo-satwa-endemik-sulawesi-yang-patut-dilindungi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Danau Poso: Keindahan Istimewa di Jantung Sulawesi</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/04/danau-poso-keindahan-istimewa-di-jantung-sulawesi/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/04/danau-poso-keindahan-istimewa-di-jantung-sulawesi/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 14:59:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Poso]]></category>
		<category><![CDATA[Danau Poso: Keindahan Istimewa di Jantung Sulawesi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2103</guid>
		<description><![CDATA[Danau Poso memiliki keunikan karena memiliki pasir berwarna kuning keemasan dan gelombang airnya mirip seperti di laut. Perhatikan bagaimana air danaunya berwarna hijau di pinggir dan di tengah berwarna biru. Bagi Anda yang penat dengan rutinitas kota maka suasana tenang dengan pemandangan asri dan udara segar mungkin menjadi hal yang sangat dirindukan. Ambillah waktu libur [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2104" alt="Danau Poso" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/Danau-Poso.jpg" width="600" height="400" />Danau Poso memiliki keunikan karena memiliki pasir berwarna kuning keemasan dan gelombang airnya mirip seperti di laut. Perhatikan bagaimana air danaunya berwarna hijau di pinggir dan di tengah berwarna biru.</p>
<p>Bagi Anda yang penat dengan rutinitas kota maka suasana tenang dengan pemandangan asri dan udara segar mungkin menjadi hal yang sangat dirindukan. Ambillah waktu libur untuk mengembalikan semangat pikiran Anda dengan mengunjungi keindahan Danau Poso, di Kota Tentena, Kabupaten Poso, Sulawesi Tengah. Anda juga dapat memilih pintu masuk lainnya  seperti melalui Kota Pintolo.</p>
<p>Danau Poso adalah danau terbesar ketiga di Indonesia setelah <strong>Danau Toba</strong> di <strong>Sumatera Utara</strong> dan <strong>Danau Singkarak</strong> di <strong>Sumatera Barat</strong>. Danau Poso juga merupakan salah satu danau terdalam dan terindah di Indonesia. Danau ini berada di ketinggian 657 meter di atas permukaan laut dan membentang dari utara ke selatan seluas 32.000 Ha dengan kedalaman mencapai 510 meter.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2105" alt="Danau Poso2" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/Danau-Poso2.jpg" width="600" height="400" /></p>
<p>Danau Poso memiliki pemandangan menawan dengan perbukitan dan hutan yang memagarinya. Udara sejuk di kawasan ini pastinya akan membawa kesegaran pikiran dan perasaan. Amati bagaimana air danau ini yang sangat jernih meskipun terjadi banjir pada sungai-sungai yang bermuara ke danau ini. Bahkan ada yang menyebut airnya jernih danau ini adalah sepanjang masa meskipun saat musim hujan tidak membuat airnya menjadi keruh.</p>
<p>Selain itu, Danau Poso memiliki keunikan lain, yaitu airnya yang berada di tepi danau berwarna hijau sedangkan di tengah danau berwarna biru. Di danau ini masyarakat setempat kadang melihat cahaya seperti lampu yang berpindah-pindah. Itu diyakini sebagai mata dari seekor naga penjaga Danau Poso.</p>
<p>Jika Anda seorang pecinta alam maka pastinya kunjungan ke Danau Poso menjadi pilihan yang menarik karena kawasan ini dikelilingi perbukitan yang ditumbuhi tanaman cengkeh. Saat cengkeh berbunga di bulan Juni hingga November maka akan mengeluarkan aroma harum bunga cengkeh yang khas.</p>
<p>Selain mengundang wisatawan, danau ini juga telah menarik minat peneliti dan investor yang tertarik mengembangkan perikanan di tempat ini. Di Danau Poso hidup sejenis ikan sidat (<em>sogili</em>) yang terbesar di dunia. Di kawasan ini juga terdapat pelestarian tanaman angrek terbesar di Indonsia dimana salah satunya adalah angrek hitam.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.indonesia.travel">http://www.indonesia.travel</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/04/danau-poso-keindahan-istimewa-di-jantung-sulawesi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Festival Togean 2013 (23 Jul 2013 –  26 Jul 2013)</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/04/festival-togean-2013-23-jul-2013-26-jul-2013/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/04/festival-togean-2013-23-jul-2013-26-jul-2013/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 14:09:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[Festival Togean 2013]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2099</guid>
		<description><![CDATA[Pesona Kepulauan Togean akan kian bersinar seiring dilangsungkannya Festival Togean 2013 pada 23-26 Juli 2013. Dengan potensi wisata bahari yang memukau, festival ini akan mengekplorasi keindahan alam di darat dan di bawah laut Togean yang berpadu harmonis dengan keindahan budaya masyarakat lokal. Festival Togean pertama kali diadakan tahun 2008 dan tahun ini akan diikuti perwakilan [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2100" alt="Taman Nasional Kepulauan Togean" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/Taman-Nasional-Kepulauan-Togean.jpg" width="600" height="400" />Pesona Kepulauan Togean akan kian bersinar seiring dilangsungkannya Festival Togean 2013 pada 23-26 Juli 2013. Dengan potensi wisata bahari yang memukau, festival ini akan mengekplorasi keindahan alam di darat dan di bawah laut Togean yang berpadu harmonis dengan keindahan budaya masyarakat lokal. Festival Togean pertama kali diadakan tahun 2008 dan tahun ini akan diikuti perwakilan dari seluruh kota dan kabupaten di Provinsi Sulawesi Tengah serta dari provinsi tetangga.</p>
<p>Salah satu daya tarik khusus festival ini adalah atraksi menyelam tradisional oleh suku etnis Bajau. Suku Bajau adalah suku asli yang mendiami pulau-pulau sekitar Togean. Mereka akan unjuk kebolehan menyelam tanpa alat bantu penyelaman dan atau pernapasan mekanis. Bahkan, kabarnya mereka dapat menjelajahi dasar laut selama lebih dari satu jam tanpa alat bantu.</p>
<p>Terbentang sejauh 90 km di tengah Teluk Tomini, Kepulauan Togean yang bentangnya berkelok-kelok dan berbukit merupakan keindahan alam penuh warna. Terletak di Kabupaten Tojo Una-una, Kepulauan Togean menawarkan kemegahan wisata bahari yang damai dan memukau.</p>
<p>Kepulauan Togean dapat dicapai dari Kota Gorontalo dengan perahu yang beroperasi dua kali seminggu. Dapat pula dicapai melalui jalur darat dari Tana Toraja (Rantepao), Sulawesi Selatan melalui Mangkutana, Pendolo, Tentena dan Poso kemudian ke Ampana. Perjalanan darat memakan waktu sekira 14 jam. Untuk jalur udara, Sriwijaya Air and Lion Air melayani penerbangan reguler dari Jakarta dan Makassar ke Gorontalo. Dari Jakarta ke Palu Anda dapat menggunakan pesawat Lion Air, Sriwijaya Air, dan Garuda Indonesia, dari Bandara Sukarno Hatta Cengkareng menuju Bandara Mutiara di Palu sekitar 3 jam.</p>
<p>Setibanya di Ampana Anda dapat juga langsung datang ke Kantor Balai Taman Nasional Kepulauan Togean di Jalan Poros Uemalingku Atas, Kecamatan Ampana Kota. Di sana Anda dapat bertanya tentang informasi Taman Nasional Kepulauan Togean.</p>
<p>Informasi lebih lanjut dapat menghubungi pihak berikut.<br />
Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kabupaten Toja Una-una<br />
Jl. Yos Sudarso No. 5, Ampana<br />
Telp.: +62464 -21925</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.indonesia.travel">http://www.indonesia.travel</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/04/festival-togean-2013-23-jul-2013-26-jul-2013/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Arkam Babu Rahman</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/04/masjid-arkam-babu-rahman-2/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/04/masjid-arkam-babu-rahman-2/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 30 Apr 2013 13:01:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Apung]]></category>
		<category><![CDATA[Masjid Arkam Babu Rahman]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2092</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Arkam Babu Rahman, masjid yang dibangun dekat pantai Taman Ria, Kampung Lere, masih di kawasan Teluk Palu. Masjid ini menjadi ikon Teluk Palu, selain jembatan Teluk Palu yang membentang tak jauh dari lokasi masjid ini. Masjid ini dibangun untuk mengenang Dato Karama, salah satu penyebar agama Islam di Kota Palu pada abad ke-17.]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2093" alt="arkam_babu_rahman_1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/arkam_babu_rahman_1.jpg" width="599" height="397" /></p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2094" alt="arkam_babu_rahman_2" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/arkam_babu_rahman_2.jpg" width="600" height="312" /><br />
Masjid Arkam Babu Rahman, masjid yang dibangun dekat pantai Taman Ria, Kampung Lere, masih di kawasan Teluk Palu. Masjid ini menjadi ikon Teluk Palu, selain jembatan Teluk Palu yang membentang tak jauh dari lokasi masjid ini. Masjid ini dibangun untuk mengenang Dato Karama, salah satu penyebar agama Islam di Kota Palu pada abad ke-17.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/04/masjid-arkam-babu-rahman-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mengajak keluarga berenang di Teluk Palu</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/04/mengajak-keluarga-berenang-di-teluk-palu/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/04/mengajak-keluarga-berenang-di-teluk-palu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 29 Apr 2013 04:37:31 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Palu]]></category>
		<category><![CDATA[Bermain di Pantai Teluk Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2075</guid>
		<description><![CDATA[Suasana salah satu bibir pantai Teluk Palu yang berlokasi di Tanah Runtuh. Banyak keluarga mengajak sanak keluarga main di pantai. Teluk Palu memiliki banyak tempat untuk ber-rekreasi pantai, lokasinya yang mudah dikunjungi membentang hampir sepanjang 4 kilometer, dari kawasan tanah runtuh, kampung nelayan, penggaraman, talise, hingga pantai Taman Ria. Yuk, datang ke Palu&#8230;..]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2076" alt="telukpalu_april2013" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/telukpalu_april2013.jpg" width="599" height="397" /></p>
<p>Suasana salah satu bibir pantai Teluk Palu yang berlokasi di Tanah Runtuh. Banyak keluarga mengajak sanak keluarga main di pantai. Teluk Palu memiliki banyak tempat untuk ber-rekreasi pantai, lokasinya yang mudah dikunjungi membentang hampir sepanjang 4 kilometer, dari kawasan tanah runtuh, kampung nelayan, penggaraman, talise, hingga pantai Taman Ria. Yuk, datang ke Palu&#8230;..</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2081" alt="telukpalu_april2013_1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/telukpalu_april2013_1.jpg" width="599" height="397" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/04/mengajak-keluarga-berenang-di-teluk-palu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Balap mobil remote control</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/04/balap-mobil-remote-control/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/04/balap-mobil-remote-control/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Apr 2013 04:14:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Palu]]></category>
		<category><![CDATA[Komunitas Mobil Remote Control Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2066</guid>
		<description><![CDATA[Komunitas mobil balap RC yang ada di Palu rutin berkumpul di arena balapan yang teletak di depan restoran Kampung Nelayan. Mereka beradu balap pada hari sabtu atau minggu sore. Puluhan mobil RC beradu balap di arena ini, sementara joki yang mengendalikan mobil tersebut berada di panggung yang terletak di samping arena. Balapan mobil RC ini [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Komunitas mobil balap RC yang ada di Palu rutin berkumpul di arena balapan yang teletak di depan restoran Kampung Nelayan. Mereka beradu balap pada hari sabtu atau minggu sore. Puluhan mobil RC beradu balap di arena ini, sementara joki yang mengendalikan mobil tersebut berada di panggung yang terletak di samping arena. Balapan mobil RC ini menjadi tontonan gratis bagi pengendara yang melewati jalan di depan kampung nelayan. Bila dari dekat, balapan mobil ini tak kalah serunya dengan balapan sungguhan, bunyi raungan mesinnya sangat keras dan nyaring. Ayoo datang ke Palu&#8230;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2067" alt="mobil_remote1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/mobil_remote1.jpg" width="599" height="397" /></p>
<p><img class="size-full wp-image-2068 aligncenter" alt="mobil_remote2" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/mobil_remote2.jpg" width="599" height="397" /></p>
<p><img class="size-full wp-image-2069 aligncenter" alt="mobil_remote3" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/mobil_remote3.jpg" width="599" height="397" /></p>
<p><img class="size-full wp-image-2070 aligncenter" alt="mobil_remote4" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/mobil_remote4.jpg" width="599" height="397" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/04/balap-mobil-remote-control/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Nonton Balapan Merpati</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/04/nonton-balapan-merpati/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/04/nonton-balapan-merpati/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 04 Apr 2013 07:14:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Balapan Merpati]]></category>
		<category><![CDATA[Balapan merpati di Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2053</guid>
		<description><![CDATA[Berlokasi di ladang garam pantai Talise, selalu ada balapan merpati balap setiap sabtu dan minggu sore. Beberapa komunitas penggila merpati balap selalu melatih burungnya disini. Tak jauh dari lokasi balap merpati, juga ada kumpulan anak-anak muda yang menyalurkan hobby freestyle-nya. Ayoo datang ke Palu..]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Berlokasi di ladang garam pantai Talise, selalu ada balapan merpati balap setiap sabtu dan minggu sore. Beberapa komunitas penggila merpati balap selalu melatih burungnya disini. Tak jauh dari lokasi balap merpati, juga ada kumpulan anak-anak muda yang menyalurkan hobby freestyle-nya. Ayoo datang ke Palu..</p>
<p><img alt="merpati_balap_fany1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/merpati_balap_fany1.jpg" width="600" height="399" /></p>
<p><img alt="free_style_talise" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/free_style_talise.jpg" width="600" height="399" /></p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2056" alt="merpati_balap_fany" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/merpati_balap_fany.jpg" width="600" height="399" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/04/nonton-balapan-merpati/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bunaken: Kehidupan Bawah Laut yang Menakjubkan</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/04/bunaken-kehidupan-bawah-laut-yang-menakjubkan/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/04/bunaken-kehidupan-bawah-laut-yang-menakjubkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2013 03:59:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Manado]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Laut Bunaken]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2128</guid>
		<description><![CDATA[Pernahkah Anda  membayangkan menjadi putri duyung? Berenang bersama penghuni laut, bergerak mengikuti irama ombak? Di Taman Laut Bunaken  Anda akan menemukan “putri duyung” yang sebenarnya sekaligus melihat kekayaan laut Indonesia. Bunaken berada di Teluk Manado dengan luas 8,08 km², terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Bunaken merupakan bagian dari pemerintahan kota Manado, ibu kota Sulawesi [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2129" alt="taman_laut_bunaken" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/05/taman_laut_bunaken.jpg" width="600" height="896" />Pernahkah Anda  membayangkan menjadi putri duyung? Berenang bersama penghuni laut, bergerak mengikuti irama ombak? Di Taman Laut Bunaken  Anda akan menemukan <em>“putri duyung” </em>yang sebenarnya sekaligus melihat kekayaan laut Indonesia.</p>
<p>Bunaken berada di Teluk Manado dengan luas 8,08 km², terletak di utara pulau Sulawesi, Indonesia. Bunaken merupakan bagian dari pemerintahan kota Manado, ibu kota Sulawesi Utara. Taman laut di sekitar Bunaken adalah bagian dari Taman Nasional yang juga termasuk laut sekitar pulau Manado Tua yaitu Siladen dan Mantehage.</p>
<p>Di dalam Taman Laut Bunaken, pengunjung dapat melihat berbagai kehidupan laut yang menakjubkan penuh warna-warni. Untuk mencapai taman laut ini, Anda dapat menggunakan perahu motor. Perjalanan dari Manado memakan waktu sekitar 40 menit. Biaya masuk adalah Rp 25.000,00/orang.</p>
<p>Perairan Laut Bunaken memungkinkan orang dapat dengan jelas melihat berbagai biota laut. Ada 13 jenis terumbu karang di taman laut ini yang didominasi oleh bebatuan laut. Pemandangan yang paling menarik adalah terumbu karang terjal vertikal yang menjulang ke bawah sedalam 25-50 meter.</p>
<p>Manjakan mata Anda dengan 91 jenis ikan yang ada di Taman Laut Bunaken, diantaranya merupakan ikan kuda gusimi lokal <em>(Hippocampus)</em>, koi putih <em>(Seriola rivoliana)</em>, lolosi ekor kuning <em>(Lutjanus kasmira)</em>, goropa (<em>spilotocepsep hinephelus</em> dan h<em>ypselosoma Pseudanthias)</em>, nila gasi <em>(Scolopsis bilineatus)</em>, dan lain-lain.</p>
<p>Penyelam juga bisa menemukan moluska seperti kima raksasa <em>(Tridacna gigas)</em>, ikan kepala kambing <em>(Cassis cornuta)</em>, nautilus <em>(Nautilus pompillius),</em> dan tunikates atau askidian.</p>
<p>Bagi Anda yang menyukai <em>scuba diving</em> maka tempat ini merupakan tempat yang paling baik. Terdapat sekitar 20 titik penyelaman, dimana para penyelam akan mendapat kesempatan berenang di dasar laut dengan beragam biota laut yang menakjubkan.</p>
<p>Pastikan Anda megunjungi Bunaken selama waktu terbaiknya yaitu antara bulan Mei hingga Agustus. Di bulan inilah Anda bisa menjelajahi keseluruhan taman laut yang indah ini.</p>
<h2><strong>Kegiatan</strong></h2>
<p>Menyelam merupakan cara terbaik bila Anda ingin secara utuh dan jelas menikmati keindahan panorama bawah laut Bunaken. Tersedia 23 tempat snorkeling atau penyelaman. Tak usah repot-repot bawa alat menyelam sendiri karena di sana disewakan alat-alat dengan harga berkisar Rp 100 ribu per hari. Tidak hanya melihat barisan ikan bermacam rupa berseliweran dan padang rumput laut, Anda juga bisa melihat kurang lebih 390 spesies terumbu karang yang memancarkan pesona menakjubkan. Bentuknya berlekak-lekuk unik, celah-celah hingga gua atau terowongan mungil bawah laut yang mungkin mustahil ditemukan di tempat lain. Di bawah hamparan laut seluas 890,65 km2 di kawasan Teluk Manado, kita akan menemukan pesona keindahan ciptaan sang Maha Kuasa dengan menikmati terumbu karang berwarna warni. Ada lebih dari 200 jenis spesies ikan serta beragam biota laut lainnya. Anda akan merasakan sensasi menyelam dengan sajian pemandangan bawah laut yang mempesona pada taman yang terletak 75 mil laut dari Pantai Manado. Lokasi menyelam ini dapat dicapai dengan perjalanan 35 menit menggunakan perahu motor.</p>
<p>Lokasi penyelaman terbaik banyak berada di dekat Bunaken dan Manado Tua. Berikut ini adalah tempat-tempat yang mewakili lokasi penyelaman tersebut.<br />
<strong>Tembok Lekuan (I, II, III)</strong></p>
<p>Tembok Lekuan (I, II, III) adalah tembok panjang di Bunaken yang dibagi menjadi tiga yaitu Lekuan I, II, dan III. Ketiganya memiliki taman laut  yang terbaik dengan dinding curam dan celah yang dalam, serta kipas angin laut dan spons raksasa. Tempat yang dangkal dipenuhi dengan ikan. Dindingnya, sering dilindungi dari arus yang kuat, yang sering dikunjungi oleh rombongan ikan Kakak tua besar dan Penyu.</p>
<p><strong>Mandolin </strong></p>
<p>Mandolin adalah taman laut yang memiliki puncak karang dan dinding yang dihuni ribuan ikan seperti gerombolan ikan penembak, <em>surgeonfish</em>, <em>unicornfish</em>, dan <em>bannerfish</em>. Mereka terbiasa berenang dan mudah didekati.</p>
<p><strong>Bunaken Timor</strong></p>
<p>Memiliki arus yang kuat dengan banyak ikan. Terumbunya mungkin tidak se-spektakuler yang lainya tetapi di sinilah Anda dapat melihat penyu, hiu, pari elang, dan ikan besar berenang kian kemari. Ada juga rumput laut yang berjuntai dan gua-gua kecil yang menandai dindingnya.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2132" alt="taman_laut_bunaken2" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/04/taman_laut_bunaken2.jpg" width="600" height="896" /></p>
<p><strong>Tanjung kopi </strong></p>
<p>Tanjung kopi adalah tembok kecil yang di huni oleh segerombolan ikan bara<strong></strong>kuda dan banyak ikan <em>sweetlip</em>. Jarak pandang di air dangkal tidak terlalu baik tetapi jumlah ikan membuatnya menarik untuk Anda amati. Ikan <em>Nudi branch</em> dan Ikan api gobi akan dengan mudah terlihat di sini.</p>
<p><strong>Siladen </strong></p>
<p>Siladen memiliki dinding karang halus yang indah yang akan hidup ketika arus datang. Laut dangkalnya terlihat indah dengan ikan-ikan dan <em>schooling snappers.</em><br />
<strong>Muka Gereja</strong></p>
<p>Muka gereja adalah tempat yang indah dengan ribuan ikan di perairan dangkal dan palung yang menuju ke dinding laut.</p>
<p><strong>Puncak Barakuda </strong></p>
<p>Puncak Barakuda di barat laut adalah salah satu tempet terjauh. Segerombolan Barakuda raksasa di antara ikan jack dan tuna.</p>
<p><strong>Reruntuhan  kapal di Manado </strong><br />
Kapal panjang berukuran 60 m (200 kaki di bawah laut) ini milik pedagang Jerman yang tenggelam di dekat Pantai Molas tahun 1942. Kapal ini tenggelam tegak di kedalaman 23 m (78 kaki di bawah laut). Terbelah di bagian tengah kapal dan memperlihatkan ruang kemudi dan pegangan kargo. Penyelaman berakhir di dekat karang dangkal dengan jarak pandang 10-15 m (30-50 kaki di bawah laut).</p>
<p>Pesona Bunaken tak hanya pada taman lautnya saja, namun di permukaan pun kita bisa menikmati keindahan dan eksotisme lima pulau yang melingkupi kawasan Taman Nasional tersebut. Lima pulau itu yakni pulau Bunaken, Siladen, Manado Tua, Nain dan Mantehage. Di pulau terakhir terdapat suku Bajo dengan budayanya yang unik.</p>
<p>Selain penggemar <em>diving</em>, pencinta burung dan pengamat burung bisa mengunjungi cagar alam Tangkoko Dua Sudara Nature.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.indonesia.travel">http://www.indonesia.travel</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/04/bunaken-kehidupan-bawah-laut-yang-menakjubkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Taman Nasional Wakatobi: Surga Bawah Laut Yang Menakjubkan</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/04/taman-nasional-wakatobi-surga-bawah-laut-yang-menakjubkan/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/04/taman-nasional-wakatobi-surga-bawah-laut-yang-menakjubkan/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 01 Apr 2013 03:28:02 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Sulawesi]]></category>
		<category><![CDATA[Sulawesi Tenggara]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Laut Terbaik Dunia]]></category>
		<category><![CDATA[Taman Laut Wakatobi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2124</guid>
		<description><![CDATA[Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki salah satu surga bawah laut paling indah di dunia? Surga bawah laut tersebut dikenal dengan Taman Nasional Wakatobi yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kota Wakatobi adalah Wangi-Wangi. Kabupaten Wakatobi terdiri dari empat pulau utama, yaitu Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Jadi, Wakatobi adalah singkatan nama dari keempat pulau utama tersebut. [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2125" alt="wakatobi-diver small" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/05/wakatobi-diver-small.jpg" width="600" height="407" />Tahukah Anda bahwa Indonesia memiliki salah satu surga bawah laut paling indah di dunia? Surga bawah laut tersebut dikenal dengan <strong>Taman Nasional Wakatobi</strong> yang terletak di Kabupaten Wakatobi, Provinsi Sulawesi Tenggara, Indonesia. Ibu kota Wakatobi adalah Wangi-Wangi. Kabupaten Wakatobi terdiri dari empat pulau utama, yaitu Wangiwangi, Kalidupa, Tomia, dan Binongko. Jadi, Wakatobi adalah singkatan nama dari keempat pulau utama tersebut. Sebelum 18 Desember 2003, kepulauan ini disebut Kepulauan Tukang Besi dan masih merupakan bagian dari Kabupaten Buton. Secara astronomis, Kabupaten Wakatobi berada di selatan garis khatulistiwa dan seperti daerah lain di Indonesia, Wakatobi memiliki dua musim, yaitu musim hujan dan musim kemarau. Taman Nasional Wakatobi yang ditetapkan pada tahun 1996, dengan total area 1,39 juta hektar, menyangkut keanekaragaman hayati laut dan karang yang menempati salah satu posisi prioritas tertinggi dari konservasi laut di Indonesia.</p>
<blockquote><p><strong>“Wakatobi merupakan tempat menyelam paling indah di dunia.“ - Jacques Costeau (Seorang jurnalis selam dunia).</strong></p></blockquote>
<p>Keindahan dan kekayaan kawasan Taman Nasional Wakatobi sebenarnya sudah terkenal di mancanegara, terutama setelah Ekspedisi Wallacea dari Inggris pada tahun 1995 yang menyebutkan bahwa kawasan di Sulawesi Tenggara ini sangat kaya akan spesies koral. Di sana, terdapat 750 dari total 850 spesies koral yang ada di dunia. Konfigurasi kedalamannya bervariasi mulai dari datar sampai melandai ke laut dan di beberapa daerah perairan terdapat yang bertubir curam. Bagian terdalam perairannya mencapai 1.044 meter.</p>
<p>Pariwisata bahari adalah aktivitas wisata yang sudah lama dikenal dan merupakan pariwisata andalan di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi. Kekayaan biota laut ini tidak lain karena hamparan terumbu karang yang sangat luas di sepanjang perairan dengan topografi bawah laut yang berwarna-warni seperti bentuk <em>slop</em>, <em>flat</em>, <em>drop-off</em>, <em>atoll</em> dan <em>underwater cave</em>.</p>
<p>Lebih dari 112 jenis karang dari 13 famili diantaranya <em>Acropora formosa</em>, <em>A. Hyacinthus, Psammocora profundasafla</em>, <em>Pavona cactus</em>, <em>Leptoseris yabei</em>, <em>Fungia molucensis</em>, <em>Lobophyllia robusta</em>, <em>Merulina ampliata</em>, <em>Platygyra versifora</em>, <em>Euphyllia glabrescens</em>, <em>Tubastraea frondes</em>, <em>Stylophora pistillata</em>, <em>Sarcophyton throchelliophorum</em>, dan <em>Sinularia spp</em> yang tinggal harmonis bersama penghuni bawah laut lainnya.</p>
<p>Kekayaan jenis ikan yang dimiliki taman nasional ini sebanyak 93 jenis ikan diantaranya (<em>Cephalopholus argus</em>), takhasang (<em>Naso unicornis</em>), pogo-pogo (<em>Balistoides viridescens</em>), napoleon (<em>Cheilinus undulatus</em>), ikan merah (<em>Lutjanus biguttatus</em>), baronang (<em>Siganus guttatus</em>), <em>Amphiprion melanopus</em>, <em>Chaetodon specullum</em>, <em>Chelmon rostratus</em>, <em>Heniochus acuminatus</em>, <em>Lutjanus monostigma</em>, <em>Caesio caerularea</em>, dan lain-lain.</p>
<p>Taman Nasional Wakatobi juga menjadi tempat beberapa jenis burung laut seperti Angsa-Batu Coklat (<em>Sula leucogaster plotus</em>), Cerek Melayu (<em>Charadrius peronii</em>) dan Raja Udang Erasia (<em>Alcedo atthis</em>) bersarang. Beberapa jenis penyu juga menjadikan taman ini sebagai rumah mereka seperti penyu sisik (<em>Eretmochelys imbricata</em>), penyu tempayan (<em>Caretta caretta</em>), dan penyu lekang (<em>Lepidochelys olivacea</em>).</p>
<p>Perairan Wakatobi memiliki tamu setia yang menjadikan perairan Wakatobi sebagai taman bermainnya, tamu itu tidak lain dan tidak bukan adalah ikan paus sperma (<em>Physeter macrocephalus</em>). Biasanya, kawanan paus sperma berada di Wakatobi pada bulan November, saat belahan bumi lain membeku. Pada bulan tersebut perairan Wakatobi relatif lebih hangat dan berlimpah pakan yang bisa mengenyangkan perut kawanan paus. Tidak hanya itu Wakatobi juga menjadi tempat bermain ikan pari Manta (<em>Manta ray</em>) yang ukuran tubuhnya tergolong raksasa. Pari Manta merupakan salah satu jenis ikan yang khas dan unik, yang hanya terdapat di perairan tropis.</p>
<p>Keberadaan 25 buah gugusan terumbu karang dan kedalaman yang ideal menjadikan perairan di Taman Nasional Kepulauan Wakatobi tempat yang ideal bagi berbagai jenis biota laut untuk tinggal, menjadikan penghuni laut di sini memiliki nilai estetika dan konservasi yang tinggi.</p>
<p>Secara spesifik Taman Nasional Kepulauan Wakatobi dikeliling pantai dari pulau-pulau karang sepanjang 600 km serta obyek wisata pantai yang sangat potensial untuk dikelola, tersebar di seluruh wilayah Wakatobi. Jadi bukan tanpa alasan jika kawasan pantai di Wakatobi sangat cocok untuk wisata seperti <em>diving, snork</em><em>e</em><em>ling</em>, berenang dan memancing.</p>
<p>Sumber: <a href="http://www.indonesia.travel">http://www.indonesia.travel</a></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/04/taman-nasional-wakatobi-surga-bawah-laut-yang-menakjubkan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Bapukat</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/03/bapukat-2/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/03/bapukat-2/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 30 Mar 2013 01:22:55 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Mancing Mania]]></category>
		<category><![CDATA[Nelayan]]></category>
		<category><![CDATA[Teluk Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2042</guid>
		<description><![CDATA[Bapukat adalah menjaring ikan yang sering dilakukan oleh nelayan tradisional di Palu. Dengan menggunakan jaring yang panjang, mereka menggiring ikan dari tengah pantai menuju bibir pantai. Mula-mula satu ujung jaring ditarik dari bibir pantai, lalu diarik jauh melingkar ketengah laut, sampai akhirnya ujung yang satunya lagi di tarik melengkung ke bibir pantai. Sedikit demi sedikit [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Bapukat adalah menjaring ikan yang sering dilakukan oleh nelayan tradisional di Palu. Dengan menggunakan jaring yang panjang, mereka menggiring ikan dari tengah pantai menuju bibir pantai. Mula-mula satu ujung jaring ditarik dari bibir pantai, lalu diarik jauh melingkar ketengah laut, sampai akhirnya ujung yang satunya lagi di tarik melengkung ke bibir pantai.</p>
<p>Sedikit demi sedikit ujung jaring mereka tarik ke pantai, sampai akhirnya menuju satu titik yang sama. Sementara anggota nelayan lainnya menggiring ikan dengan menggunakan perahu katinting. Setelah ikan terperangkap, bagian yang paling ditunggu datang,&#8230; memasukkan ikan dalam keranjang!. (Kampug Lere, 30 Maret 2013)</p>
<p><img class="alignleft size-full wp-image-2043" alt="bapukat_1" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/03/bapukat_1.jpg" width="599" height="397" /></p>
<p><img class="size-full wp-image-2044 alignleft" alt="bapukat_2" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/03/bapukat_2.jpg" width="600" height="906" /></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/03/bapukat-2/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Masjid Arkam Babu Rahman</title>
		<link>http://telukpalu.com/2013/03/masjid-arkam-babu-rahman/</link>
		<comments>http://telukpalu.com/2013/03/masjid-arkam-babu-rahman/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 29 Mar 2013 12:12:30 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Thony Irawanto</dc:creator>
				<category><![CDATA[Galery Foto]]></category>
		<category><![CDATA[Kota Palu]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://telukpalu.com/?p=2030</guid>
		<description><![CDATA[Masjid Arkam Babu Rahman, masjid yang dibangun dekat pantai Taman Ria, Kampung Lere, masih di kawasan Teluk Palu. Masjid ini menjadi ikon Teluk Palu, selain jembatan Teluk Palu yang membentang tak jauh dari lokasi masjid ini. Masjid ini dibangun untuk mengenang Dato Karama, salah satu penyebar agama Islam di Kota Palu pada abad ke-17. &#160; [...]]]></description>
				<content:encoded><![CDATA[<p>Masjid Arkam Babu Rahman, masjid yang dibangun dekat pantai Taman Ria, Kampung Lere, masih di kawasan Teluk Palu. Masjid ini menjadi ikon Teluk Palu, selain jembatan Teluk Palu yang membentang tak jauh dari lokasi masjid ini. Masjid ini dibangun untuk mengenang Dato Karama, salah satu penyebar agama Islam di Kota Palu pada abad ke-17.</p>
<p><img class="size-full wp-image-2031 aligncenter" alt="masjid_apung_telukpalu" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/03/masjid_apung_telukpalu.jpg" width="600" height="411" /></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-2032" alt="masjid_apung_telukpalu2" src="http://telukpalu.com/wp-content/uploads/2013/03/masjid_apung_telukpalu2.jpg" width="600" height="411" /></p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://telukpalu.com/2013/03/masjid-arkam-babu-rahman/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>
