<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-14359595</atom:id><lastBuildDate>Fri, 27 Nov 2009 12:41:47 +0000</lastBuildDate><title>.</title><description /><link>http://www.temangsang.web.id/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>121</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle></itunes:subtitle><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/temangsang-web" type="application/rss+xml" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-1538884660706832696</guid><pubDate>Wed, 08 Jul 2009 08:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-08T17:17:50.871+07:00</atom:updated><title>Quick Count Pilpres 2009</title><description>Penghitungan cepat atas hasil pemilu Presiden dan Wakil Presiden RI periode 2009-2014 berlangsung sangat cepat, seakan-akan berlomba antar penyelenggara penghitungan cepat untuk menghadirkan hasil akhir perhitungan.&lt;br /&gt;Berikut adalah data quickcount terbaru penghitungan cepat yang dikumpulkan oleh LSI, LP3ES, dan Cirus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;img style="display:block; margin:0px auto 10px; text-align:center;cursor:pointer; cursor:hand;width: 400px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SlRyAaO_hHI/AAAAAAAAAHo/BxO3nYy9kk8/s320/quickcount.JPG" border="0" alt=""id="quickcount" /&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-1538884660706832696?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7_9j6SnJIKEX50b2Ujt4XBOa1Y/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7_9j6SnJIKEX50b2Ujt4XBOa1Y/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7_9j6SnJIKEX50b2Ujt4XBOa1Y/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7_9j6SnJIKEX50b2Ujt4XBOa1Y/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2009/07/quick-count-pilpres-2009.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SlRyAaO_hHI/AAAAAAAAAHo/BxO3nYy9kk8/s72-c/quickcount.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-2033469292979414571</guid><pubDate>Fri, 03 Jul 2009 02:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-03T09:52:14.686+07:00</atom:updated><title>Debat Capres: Membangun Demokrasi Lebih Konstruktif</title><description>&lt;img style="float:left; margin:0 5px 5px 0;cursor:pointer; cursor:hand;width: 320px; height: 241px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/Sk1xSdpvq-I/AAAAAAAAAHY/xr8vj3WkDfI/s320/debat+capres.jpg" border="0" alt=""id="Debat Capres" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jusuf Kalla (JK) selaku Calon Presiden 2009 dan Wapres Incumbent dalam acara debat capres terlihat secara jelas menyerang para kandidat capres lainnya. Bagi mereka yang jeli, hal demikian dapat menjadikan sebuah blunder bagi JK sendiri karena telah menyampaikan hal yang non substansial dan menyimpang dari materi debat itu sendiri.  Sementara di satu sisi, Capres incumbent SBY mampu tampil prima dengan menjawab semua pertanyaan yang disampaikan moderator secara rinci.&lt;br /&gt;Capres SBY, mampu memaparkan dengan baik dan rinci mengenai data kependudukan sampai dengan pemahaman mengenai konflik Timor Timur sampai harus berpisah dengan Republik Indonesia.  Berbeda dengan JK yang tidak mampu memahami keputusan Timor Timur untuk berpisah dengan Indonesia serta Mega yang dinilai terlalu filosofis dalam sebuah proses demokrasi tanpa menjelaskan lebih lanjut demokrasi seperti apa yang telah dia paparkan dan pahami.&lt;br /&gt;Debat Capres putaran terakhir tersebut mampu tampil lebih hidup dengan upaya moderator dalam menggiring dan mengarahkan setiap pembicaraan para peserta ke arah pedebatan yang lebih terbuka.  Acungan jempol terhadap upaya siap kalah dan siap menang banyak dilontarkan berbagai pihak pada ketiga kontestan, namun masih ada pula kekecewaan terhadap sikap Megawati yang masih juga tidak mau memberikan ucapan selamat kepada siapapun pemenang dalam Pilpres mendatang; sepertinya Mega masih enggan untuk menerima salah satu bentuk demokrasi....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-2033469292979414571?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8GO5xhjY4gdJE13sp-fmdyiY1Ng/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8GO5xhjY4gdJE13sp-fmdyiY1Ng/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8GO5xhjY4gdJE13sp-fmdyiY1Ng/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8GO5xhjY4gdJE13sp-fmdyiY1Ng/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2009/07/debat-capres-membangun-demokrasi-lebih.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/Sk1xSdpvq-I/AAAAAAAAAHY/xr8vj3WkDfI/s72-c/debat+capres.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-2980042468375258854</guid><pubDate>Wed, 24 Jun 2009 17:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-25T00:41:04.944+07:00</atom:updated><title>Tim Kampanye JK-Wiranto Wajibkan Rizal Mallarangeng Minta Maaf!</title><description>&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 193px; height: 128px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SkJkrfZVm9I/AAAAAAAAAHQ/SqqfWRAe_KM/s320/Indra+J.+Piliang.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5350950005594495954" border="0" /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class="note_header"&gt;&lt;div class="note_title_share clearfix"&gt;&lt;div class="byline"&gt;&lt;span&gt;&lt;br /&gt;Surat Terbuka Indra J. Piliang yang dibagikan pada saya hari Kamis, 25 Juni 2009 jam 0&lt;/span&gt;0:22&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Press Release: Rizal Mallarangeng Wajib Minta Maaf!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan laporan www.detik.com, tanggal 24 Juni 2009, Saudara Rizal Mallarengeng sebagai Tim Kampanye Nasional Susilo Bambang Yudhoyono (SBY)-Boediono telah melontarkan pernyataan sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Kami menuntut JK untuk menjelaskan peristiwa ini apakah sepengetahuan beliau untuk menyebarkan fitnah dan black campaign."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Jelas ada buktinya ini dengan sengaja dibagikan ke dalam ruangan yang ada wapres (JK) yang saat itu sedang berkampanye sebagai calon presiden.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Sebagai penanggung jawab tertinggi kampanye, sudah seyogyanya JK minta maaf pada Ibu Boediono."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pernyataan Rizal Mallarangeng itu muncul sehubungan dengan adanya fotokopi salah satu tabloid yang berisikan tulisan 'Habib Hussein al Habsy, apa PKS tidak tahu istri Boediono Katolik' yang beredar ketika Pak Jusuf Kalla kampanye di Medan. Fotokopi selebaran itu tertangkap dalam kamera TV One.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyampaian pernyataan itu jelas-jelas menunjukkan absennya sikap check and recheck dari Saudara Rizal Mallarangeng. Rizal telah mendahului jalur-jalur hukum formal yang layak digunakan, seperti kepolisian dan Badan Pengawas Pemilu. Untuk membuktikan sebuah tuduhan, Rizal paling tidak harus mempersilakan aparat hukum untuk melakukan penyelidikan dan penyidikan. Pengabaian prosedur formal itu menunjukkan sekali lagi betapa Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono berisikan orang-orang yang kualitasnya sekadar hanya pelontar peluru-peluru hampa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Atas dasar itu, Tim Kampanye Nasional Jusuf Kalla-Wiranto mengajukan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pertama, tidak benar Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto telah menyebarkan fotokopi berita tabloid itu dalam kampanye resmi yang dihadiri oleh Capres Jusuf Kalla. Karena Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto saja tidak mengetahui, apatah lagi Capres Jusuf Kalla yang dikenal selama ini sebagai pribadi yang lebih sering difitnah dalam berbagai tulisan para pendukung SBY-Boediono. Paling tidak, Wimar Witoelar yang merupakan adik kandung Menteri Lingkungan Hidup Rachmat Witoelar telah merilis kolom di sebuah harian nasional. Begitu juga sejumlah nama lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto tidak dalam kapasitas memeriksa Koran atau tabloid apa yang dibawa oleh peserta kampanye. Begitupula, Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto menyadari betapa pers memegang peranan penting dalam demokrasi. Karena itu, Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono selayaknya mengajukan keberatan kepada Habib Hussein al Habsy dan tabloid yang memuat pernyataannya, dalam wujud hak jawab, sebagaimana dijanjikan oleh SBY-Boediono dalam setiap kampanyenya tentang pers.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto meminta saudara Rizal Mallarangeng mencabut pernyataannya yang kurang sopan itu, baik secara lisan atau tulisan. Selain itu, saudara Rizal wajib menyatakan permohonan maaf secara lisan dan tulisan kepada Bpk Jusuf Kalla dan Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto. Pernyataan Rizal jelas out of context, out of control dan out of the rule.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, pernyataan Rizal jelas bermaksud merusak dan mengadu-domba hubungan baik yang selama ini terjalin antara Pak Jusuf Kalla dengan Pak Boediono dan istrinya. Apalagi, sebagai penganut kebebasan memeluk agama, sebagaimana tercantum dalam UUD 1945 sebagai jati diri bangsa, maka prinsip Pak Jusuf Kalla adalah “Bagimu agamamu, bagiku agamaku.” Pak Jusuf Kalla dan seluruh anggota Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto jelas tidak akan mencampuri urusan agama orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Saudara Rizal Mallarangeng tidak melakukan hal-hal sebagaimana di atas, maka Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto dengan berat hati akan menempuh jalur hukum yang tersedia untuk menyelesaikan masalah ini, baik terkait dengan sistem hukum pilpres, maupun lewat sistem pengadilan biasa. Selain itu, kami menghimbau agar Tim Kampanye Nasional SBY-Boediono, termasuk Capres SBY dan Cawapres Boediono, untuk tidak lagi “memaksa” Tim Kampanye Nasional JK-Wiranto untuk memasuki cara-cara kampanye yang kurang sopan dan kurang bermartabat. Republik Indonesia yang indah ini lebih memerlukan kampanye yang berkualitas, ketimbang hanya terjebak dengan isu-isu murahan seperti yang banyak disampaikan oleh Tim Kampanye Nasional kandidat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah keterangan pers ini kami sampaikan, agar diketahui oleh masyarakat Indonesia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk Indonesia yang Lebih Baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jakarta, 25 Juni 2009&lt;br /&gt;Hormat Kami,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Indra Jaya Piliang, SS, M.Si&lt;br /&gt;Juru Bicara dan Wakil Koordinator Pencitraan&lt;br /&gt;Tim Kampanye Nasional Calon Presiden Jusuf Kalla dan Calon Wakil Presiden Wiranto&lt;/blockquote&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-2980042468375258854?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OIK0Xp-piOYE7KLMv8rs_upGDlQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OIK0Xp-piOYE7KLMv8rs_upGDlQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OIK0Xp-piOYE7KLMv8rs_upGDlQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/OIK0Xp-piOYE7KLMv8rs_upGDlQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2009/06/tim-kampanye-jk-wiranto-wajibkan-rizal.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SkJkrfZVm9I/AAAAAAAAAHQ/SqqfWRAe_KM/s72-c/Indra+J.+Piliang.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-8370862851344772339</guid><pubDate>Thu, 09 Apr 2009 03:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-04-11T10:42:20.845+07:00</atom:updated><title>Penghitungan Cepat / Quick Count Pemilu 2009</title><description>Selama pelaksanaan pemilu, website ini akan menampilkan penghitungan cepat dari 2 lembaga survei terkemuka; serta penghitungan suara bertahap dari KPU. Perolehan suara hanya akan ditampilkan bagi 5 partai yang menduduki posisi teratas pada waktu update data dilakukan.&lt;br /&gt;Silahkan anda mengikuti penghitungan cepat / quick count perolehan suara pemilu 2009 di bagian headline pada halaman website ini. Terima kasih.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-8370862851344772339?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_IKCqFKSLeNTDZ6s-LSACrj18wo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_IKCqFKSLeNTDZ6s-LSACrj18wo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_IKCqFKSLeNTDZ6s-LSACrj18wo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/_IKCqFKSLeNTDZ6s-LSACrj18wo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2009/04/penghitungan-cepat-quick-count-pemilu.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-8077007901492970627</guid><pubDate>Fri, 27 Mar 2009 15:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-27T22:50:03.373+07:00</atom:updated><title>Koneksi oh, Koneksi....</title><description>Lagi ada di pedalaman. Pengennya cari warnet untuk sekedar cek network. Eh, ga taunya nemu warnet yang parah banget.&lt;br /&gt;Udah kompie yang ada leletnya minta ampun bak kompie jadul, dah gitu koneksinya minta ampun.  Kalah cepet ama siput yang lagi ngayuh becak.  Heran, warnet kayak gini kok ya bisa-bisanya full tadi pas aku datang.&lt;br /&gt;Pesen minum, adanya cuman kopi panas.  Begitu dicicipi, sekali lagi ampun deh; pahitnya bukan main. Sampai kepikiran, ini sebenarnya bubuk kopi atau bubuk arang yang dikasih air panas sih????&lt;br /&gt;Daripada sewot cuman karena loading website yang ga ada selesainya, mending pulang tidur aja.......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-8077007901492970627?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8PzRqssFS6qYQ7dzXClbLkdBdoM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8PzRqssFS6qYQ7dzXClbLkdBdoM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8PzRqssFS6qYQ7dzXClbLkdBdoM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8PzRqssFS6qYQ7dzXClbLkdBdoM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2009/03/koneksi-oh-koneksi.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-4782588970469781905</guid><pubDate>Sun, 15 Mar 2009 14:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-03-15T22:38:54.212+07:00</atom:updated><title>Sintong Panjaitan; Di Balik Coretan "Perjalanan Seorang Prajurit Para Komando"</title><description>&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 285px; height: 325px;" src="http://www.detiknews.com/images/content/2009/03/13/10/sintong-buku-dalam.jpg" alt="diambil dari detik.com" border="0" /&gt;Kembali suasana politik Indonesia memanas, menyusul manuver seorang purnawirawan TNI AD dalam menjejaki langkah untuk menjadi seorang pujangga.  Adalah Sintong Panjaitan; purnawirawan kelahiran Tarutung, Propinsi Sumatera Utara, 4 September 1941 yang telah melemparkan bola panas di tengah pergulatan politik para Capres dalam meraih simpati.&lt;br /&gt;Banyak pihak menduga langkah Sintong merupakan manuver awal untuk menjegal Prabowo dan Wiranto dalam meraih kursi RI 1; berbeda dengan SBY dan Gus Dur yang tetap menganggap biasa manuver Sintong tersebut.  Mantan Danjen Kopassus Tahun 1985 yang merupakan jebolan AMN Magelang (1963) ini memulai menorehkan prestasi di bidang militer selepas 2 tahun lulus dari AMN dengan pangkat Letnan Dua dan membawa pasukan RPKAD berhasil menguasai RRI Jakarta yang dikuasai kelompok G30S/PKI pada tanggal 1 Oktober 1965.&lt;br /&gt;Di kancah Internasional, nama Sintong Panjaitan juga sempat membuat mata dunia terbuka akan keberhasilannya menggagalkan upaya pembajakan pesawat DC-9 Garuda di Woyla, Thailand, Maret 1981. Kala itu, Sintong yang berpangkat letnan kolonel, membawa sepasukan Komando Pasukan Sandhi Yudha (Kopassandha) ke bandar udara Don Muang, Bangkok, dan berhasil membebaskan sandera serta melumpuhkan pembajaknya sekalian.&lt;br /&gt;Perjalanan karir purnawirawan bintang tiga ini sarat diwarnai dengan pengalaman tempur di garis depan.  Gerombolan PGRS di Kalimantan Barat, OPM di Irian Jaya, dan penyergapan Kahar Muzakkar di Sulawesi adalah contoh pertempuran yang dimenanginya.  Pertempuran yang berakhir gemilang, ternyata tak selalu membawa keberuntungan dalam karirnya.&lt;br /&gt;Sampai pada akhirnya lembaran hitam menghampiri dirinya dari karir militer terkait kasus 12 November Dilli.  Temuan tim investigasi asing dan pengumuman Pemerintah terhadap pengusutan kasus tersebut, memojokkan Sintong dalam situasi sulit yang memaksa dia harus mempertanggungjawabkan tuduhan atas pembantaian 270 orang di Dilli dalam sebuah prosesi pemakaman seorang demontsran di Dilli.&lt;br /&gt;Orde Baru identik dengan pemikiran Soeharto; demikian juga dengan langkah dan kebijakan Pemerintah.  Walaupun Sintong diputus bersalah dan harus mengakhiri karir militernya, di belakang layar terdengar suara setengah membisik yang menyuarakan bahwa keputusan tersebut merupakan suatu bagian konspirasi untuk membunuh karir militer Sintong.  Apalagi Sintong dikenal sebagai militer yang dekat dengan LB Moerdani pada tahun 80-an; di mana LB Moerdani pada akhir masa kepemimpinannya sempat berselisih pendapat dengan Soeharto.&lt;br /&gt;Kini, setelah vakum dari dunia militer dan politik pasca menjabat sebagai penasehat militer senior era kepemimpinan Presiden BJ Habibie; nama Sintong seolah tenggelam dalam kehidupan pribadinya sehari-hari di daerah Jatiasih, Pondok Gede.&lt;br /&gt;Kembali pada Coretan Sintong Panjaitan; tulisan ini seakan membuka sebuah tabir pengetahuan baru bagi mereka yang belum mengetahui sejarah militer Indonesia, namun bisa jadi merupakan suatu tamparan bagi mereka yang dulu pernah terlibat dalam sebuah konspirasi militer tingkat tinggi di Indonesia.  Apalagi nama Sintong dulu pernah masuk dalam daftar hitam perwira yang harus disingkirkan; sampai akhirnya harus berhasil dengan memuat kasus 12 November Dilli.&lt;br /&gt;Kini, benar tidaknya apa yang telah diceriatakan oleh seorang perwira jujur dalam pandangan Ginandjar Kartasasmita hanyalah sejarah yang mengetahuinya.  Terlepas dari intrik politik menjelang pemilu 2009, ataupun upaya balas dendam pribadi atas konspirasi yang pernah menjatuhkan dirinya; hanyalah Sintong yang tahu.&lt;br /&gt;Sebagaimana biasanya sebuah cerita misteri, kita hanyalah pembaca yang diajak menebak terlebih dahulu mengenai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ending&lt;/span&gt; sebuah cerita diantara gambaran yang semuanya serba abu-abu.  Namun, bukankah pengalaman sejarah yang dituliskan Sintong tersebut bukan merupakan sebuah cerita misteri; apalagi cerita fiksi???&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-4782588970469781905?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lxCflVKRF0i8ni7m9qTpE2_jq7c/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lxCflVKRF0i8ni7m9qTpE2_jq7c/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lxCflVKRF0i8ni7m9qTpE2_jq7c/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/lxCflVKRF0i8ni7m9qTpE2_jq7c/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2009/03/sintong-panjaitan-di-balik-coretan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-213240261505449580</guid><pubDate>Sat, 07 Mar 2009 02:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-25T01:14:28.171+07:00</atom:updated><title>Windows XP Service Pack 3</title><description>&lt;center&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; cursor: pointer; width: 80%" src="http://www.crystalxp.net/news/img/478.jpg" alt="" border="0"&gt;&lt;/center&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.microsoft.com/downloads/info.aspx?na=22&amp;amp;p=3&amp;amp;SrcDisplayLang=en&amp;amp;SrcCategoryId=&amp;amp;SrcFamilyId=&amp;amp;u=%2fdownloads%2fdetails.aspx%3fFamilyID%3d5b33b5a8-5e76-401f-be08-1e1555d4f3d4%26DisplayLang%3den"&gt;Windows XP Service Pack 3 Network Installation Package for IT Professionals and Developers&lt;/a&gt; (316.4 MB)&lt;br /&gt;File .exe untuk mengupdate secara offline Windows XP SP3 yang perlu didownload jika memang update melalui Windows Update di &lt;a href="http://windowsupdate.microsoft.com/"&gt;http://windowsupdate.microsoft.com&lt;/a&gt; mengalami masalah atau tidak memungkinkan.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.microsoft.com/downloads/info.aspx?na=22&amp;amp;p=5&amp;amp;SrcDisplayLang=en&amp;amp;SrcCategoryId=&amp;amp;SrcFamilyId=&amp;amp;u=%2fdownloads%2fdetails.aspx%3fFamilyID%3dd811f258-c95f-479a-bdf1-0d1154d700a5%26DisplayLang%3den"&gt;Windows XP Service Pack 3, Checked Build&lt;/a&gt; (342.9 MB)&lt;br /&gt;File .exe untuk mengupdate ke Windows XP SP3 yang ditujukan untuk IT professionals dan developer guna melakukan debug dan pengembangan software untuk Windows XP SP3.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;a href="http://www.microsoft.com/downloads/info.aspx?na=22&amp;amp;p=6&amp;amp;SrcDisplayLang=en&amp;amp;SrcCategoryId=&amp;amp;SrcFamilyId=&amp;amp;u=%2fdownloads%2fdetails.aspx%3fFamilyID%3d2fcde6ce-b5fb-4488-8c50-fe22559d164e%26DisplayLang%3den"&gt;Windows XP Service Pack 3 - ISO-9660 CD Image File&lt;/a&gt; (544.9 MB)&lt;br /&gt;Berupa file image CD .iso yang perlu diburning dahulu untuk membuat CD update secara offline Windows XP SP3.&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt; &lt;p&gt;Pengguna Microsoft Dynamics Retail Management System (RMS) disarankan untuk menginstall &lt;a href="http://go.microsoft.com/fwlink/?LinkId=117882"&gt;a hotfix for a Microsoft Dynamics RMS&lt;/a&gt; sebelum menginstall Windows XP SP3.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-213240261505449580?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k6Gzy_Io761Hpui8pejhwPSfzwg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k6Gzy_Io761Hpui8pejhwPSfzwg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k6Gzy_Io761Hpui8pejhwPSfzwg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/k6Gzy_Io761Hpui8pejhwPSfzwg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2009/03/windows-xp-service-pack-3.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-7514144118104355211</guid><pubDate>Tue, 23 Dec 2008 15:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-25T01:11:11.475+07:00</atom:updated><title>Selamat Hari Natal 2008 &amp; Tahun Baru 2009</title><description>&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana;"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 80%;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SVEFwObtkuI/AAAAAAAAAGA/rHxv695uzqk/s320/WhiteChristmas.jpg" alt="" id="Selamat Natal 2008 &amp;amp; Tahun Baru 2009" border="0" /&gt;&lt;span style="font-family: georgia; font-weight: bold;font-size:150%;" &gt;"Hiduplah dalam Perdamaian dengan Semua Orang"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: center; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Selamat Natal 2008 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&amp;amp; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Tahun Baru 2009&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-7514144118104355211?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d0islLyh07tvuS6Ue1wuhspzrJE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d0islLyh07tvuS6Ue1wuhspzrJE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d0islLyh07tvuS6Ue1wuhspzrJE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d0islLyh07tvuS6Ue1wuhspzrJE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/12/selamat-hari-natal-2008-tahun-baru-2009.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SVEFwObtkuI/AAAAAAAAAGA/rHxv695uzqk/s72-c/WhiteChristmas.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-4795757877757526480</guid><pubDate>Tue, 02 Dec 2008 11:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-22T22:23:49.219+07:00</atom:updated><title>Aku dan Anakku</title><description>&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/STUYEIJPNrI/AAAAAAAAAFk/pbg5fh4Ee1g/s1600-h/DSCN3286.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 239px; height: 320px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/STUYEIJPNrI/AAAAAAAAAFk/pbg5fh4Ee1g/s320/DSCN3286.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275148997719176882" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/STUYDz0wMNI/AAAAAAAAAFc/DCChwDVIAR8/s1600-h/DSCN3275.JPG"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 239px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/STUYDz0wMNI/AAAAAAAAAFc/DCChwDVIAR8/s320/DSCN3275.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275148992264548562" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/STUYDelv1PI/AAAAAAAAAFU/1UDM4BhsWDw/s1600-h/IMG0088A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/STUYDelv1PI/AAAAAAAAAFU/1UDM4BhsWDw/s320/IMG0088A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275148986564465906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/STUYDENqhQI/AAAAAAAAAFM/S9dfYsfuYGU/s1600-h/IMG0087A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/STUYDENqhQI/AAAAAAAAAFM/S9dfYsfuYGU/s320/IMG0087A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275148979484132610" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://3.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/STUYDIv73pI/AAAAAAAAAFE/W2oV7uUIcyI/s1600-h/IMG0085A.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 320px; height: 240px;" src="http://3.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/STUYDIv73pI/AAAAAAAAAFE/W2oV7uUIcyI/s320/IMG0085A.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5275148980701617810" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-4795757877757526480?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AW6-0Wv1h_mfYOChrAf0Co-uagE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AW6-0Wv1h_mfYOChrAf0Co-uagE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AW6-0Wv1h_mfYOChrAf0Co-uagE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/AW6-0Wv1h_mfYOChrAf0Co-uagE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/12/aku-dan-anakku.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><media:thumbnail url="http://3.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/STUYEIJPNrI/AAAAAAAAAFk/pbg5fh4Ee1g/s72-c/DSCN3286.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-2662736484500478599</guid><pubDate>Thu, 09 Oct 2008 03:07:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-14T10:11:31.487+07:00</atom:updated><title>Pilkada Jayawijaya</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://www.jawapos.co.id/imgall/12/imgori/28252large.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer; width: 400px;" src="http://www.jawapos.co.id/imgall/12/imgori/28252large.jpg" alt="" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-2662736484500478599?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/D0UqUGM71GuCjCcNN1cK3YnBF4s/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/D0UqUGM71GuCjCcNN1cK3YnBF4s/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/D0UqUGM71GuCjCcNN1cK3YnBF4s/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/D0UqUGM71GuCjCcNN1cK3YnBF4s/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/10/pilkada-jayawijaya.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-6023175254327821964</guid><pubDate>Mon, 29 Sep 2008 03:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-21T09:42:32.903+07:00</atom:updated><title>Kita Masih Butuh Mereka.....</title><description>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Menghadap ke jalan Gatot Subroto, dari lantai 4 sebuah bangunan di Jakarta, aku menerima telpon dari seorang kawan lama.  Sahabat yang dulu sering menggelar pertemuan denganku, dan berbicara tentang hal-hal ringan menyangkut masalah sosial di masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat aku ingat pertemuan terakhir sekitar 6 tahun lalu, seperti saat ini, walau kami berada di satu kota yang bernama Jakarta, kami tetap saja tidak pernah dapat meluangkan sekedar waktu untuk dapat bertemu.  Demikian juga dengan waktu itu, dalam telepon kami masih tetap menyinggung kapan ada sedikit waktu bagi kami berdua untuk bertemu, bukan hanya sekedar berkomunikasi melalui telepon.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Dalam setiap komunikasi, terlalu sering kami bicarakan keinginan untuk dapat menaklukkan waktu di Jakarta, untuk dapat bertemu di sela kesibukan, bahkan untuk tetap berkomunikasi dalam waktu luang kegiatan.  Kita tidak ingin kepadatan agenda, sebagaimana kemacetan jalan raya di jakarta, membuat kami harus menyerah untuk berdiri berhadapan dan saling memandang ada tidaknya perubahan dalam setiap lekuk wajah sebagai akibat perpisahan yang lama.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Satu keinginan terhadap sahabat lama, saya tidak menginginkan sebuah kesibukan atau aktivitas tinggi akhirnya harus menaklukkan daya ingatku terhadap keberadaan sebuah sahabat.  Karena, saya berpikir dengan keberadaan dia persahabatan ini atau mungkin persaudaraan nanti menjadi ada.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Masih dengan gaya bicaranya yang ceplas-ceplos, di telpon, sahabat lama ini kembali mengingatkan padaku tentang arti penting orang-orang yang ada di sekitar kita.  Tak pernah peduli bagaimana anggapan mereka pada kita, tak peduli bagaimana perasaan mereka pada kita, termasuk tak peduli bagaimana sikap acuh mereka pada kita; yang jelas, kita harus selalu menanamkan pemahaman dalam diri, bahwa kita masih butuh mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Saat ini, kita dengan segenap ego yang kita miliki, mungkin masih mampu bertahan untuk menutup mata dan menyumbat telinga, terhadap keberadaan mereka di sekitar kita.  Namun mampukah kita jika suatu ketika diri ini sudah tak mampu menggerakkan kelopak mata atau bahkan mengangkat tangan untuk menyumbat telinga kita akan tetap melakukan aksi buta dan tuli?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ibarat bermain bola sepak; bukan lapangan, bukan gawang, bukan pula bola yang membutuhkan kehadiran kita sebagai pemain di atasnya.  Tanpa kehadiran kita, lapangan tetaplah lapangan; gawang tetaplah gawang, dan bola tetaplah bola!  Namun, tanpa adanya mereka, akankah kita akan disebut sebagai pemain bola, jika kita berada bukan di sebuah lapangan dengan gawang dan bola di dalamnya????&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Mungkin, ego dan sikap keras kepala manusia membuat dirinya merasa lebih jago dan hebat dari segala yang ada.  Namun, tanpa mereka nyatanya manusia hanyalah seorang manusia.  Seperti perumpamaan di atas, seorang manusia hanyalah manusia saja; tanpa ada arti apa-apa.....&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-6023175254327821964?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MlVMUdv11OQ7mu5lDg0Kne6lipk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MlVMUdv11OQ7mu5lDg0Kne6lipk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MlVMUdv11OQ7mu5lDg0Kne6lipk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/MlVMUdv11OQ7mu5lDg0Kne6lipk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/09/kita-masih-butuh-mereka.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-4538568069360393346</guid><pubDate>Wed, 17 Sep 2008 13:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-22T22:24:57.640+07:00</atom:updated><title>Dosa Masa Lalu</title><description>Adalah hal yang paling membahagiakan, bangun tidur di saat fajar sudah terlewat menembus ketinggian celah tetumbuhan.....  Bangkit dari tidur dengan semangat baru, walau seringkali ketika mata terbuka kesadaran belum juga pulih sepenuhnya.  Hamparan selimut serta percikan mimpi yang tlah lewat, seakan mengantar hari baru bagi sebuah langkah maju.&lt;br /&gt;Akhir-akhir ini aku sering mencoba menghabiskan malamku sebelum tidur dengan menelungkupkan tangan dan memejamkan mata, seakan ingin meraih dan bertemu dengan sosok yang tak pernah nyata; sembari mengalunkan kata-kata dalam hati, penyerahan diri dan penyesalan atas segala kekurangan yang telah terlalui dalam satu hari.  Sampai akhirnya, tangan ku yang terkatup mulai terbuka, tetapi pejaman mata berlangsung sampai tidak ada lagi kesadaran dalam sebuah tidur malam.&lt;br /&gt;Ujung ruangan dalam kamar, seakan seperti sebuah kenangan atas kesalahan masa lalu; yang siap setiap saat menghimpit aku dalam tidurku, sebagai balasan atas kecurangan, kesalahan, kekhilafan, atau bahkan penghianatan????&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-4538568069360393346?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RMDqLRwvZcg6-baTeUg7w7c_VNg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RMDqLRwvZcg6-baTeUg7w7c_VNg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RMDqLRwvZcg6-baTeUg7w7c_VNg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RMDqLRwvZcg6-baTeUg7w7c_VNg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/09/dosa-masa-lalu.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-6699127359842369935</guid><pubDate>Sun, 14 Sep 2008 13:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-21T21:55:47.103+07:00</atom:updated><title>Kali Ini, Beli Nomer Nggak Lagi Haram!!!</title><description>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Belum juga selesai masalah calon anggota legislatif ditetapkan dalam daftar sementara, goyangan dahsyat para pencari kursi sudah mulai muncul ke permukaan.  Kali ini, prahara perebutan kursi menghampiri partai ka'bah, dengan isyu jual-beli atau &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;makelaran &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;nomor jadi sampai senilai 2 milyar rupiah.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Dua milyar jelas bukan angka yang sedikit untuk sebuah kesempatan menimbun harta selama 5 tahun jabatan.  Namun, di satu sisi 2 milyar adalah angka yang relatif kecil jika melihat untuk suatu waktu dalam pemilihan deputi senior gubernur BI, lembaran &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;traveller cheque&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; bernilai pecahan 50 juta rupiah siap mengalir ke dalam laci meja kerja mereka; belum termasuk kerja-kerja yang lain.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 175px; height: 149px;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SM5pY780GpI/AAAAAAAAAEQ/qMVjqyuBw7M/s320/pppdalam.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5246246493063748242" border="0" /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Lha wong dulu jual beli nomer togel atau SDSB, bahkan PORKAS pada jaman nenek moyang monyet, itu saja mereka berteriak haram dan menuntut untuk dilarang; kok malah kali ini mereka berjualan nomer sendiri.  Apa mungkin nomer yang diperjual belikan kali ini bernilai mahal, sehingga para tukang becak dan pedagang pinggiran nggak mampu beli lalu dapat begitu saja dibedakan dengan proses jual beli nomer semasa togel, kuda lari, singapuran, macan, SDSB, KSOB, bahkan PORKAS?&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Para calon anggota dewan yang nantinya terlibat dalam pembuatan aturan perundang-undangan, sudah mulai berlatih sejak dini untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam membuat produk hukum yang handal; namun sayangnya, latihan yang mereka lakukan kali ini adalah latihan bergaya makelar.  Makanya, jangan pernah heran jika dalam perjalanan lima tahun mendatang, akan tumbuh banyak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Al Amin Nasution&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; dkk.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Yang jelas, akankah dengan polemik awal seperti ini mampu menciptakan pion-pion dalam percaturan politik yang handal guna mengawal konstitusi bagi negeri ini?  Saya tidak dan tidak akan pernah mengajak orang lain untuk melakukan aksi &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;golput&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; pada pemilu 2009, karena takut hukuman adalah alasan saya yang utama.  Namun, calon-calon legislatif sendiri yang bertarung memiliki mental seperti yang terungkap, jangan salahkan pemilih jika mereka pada akhirnya memutuskan menjadi bagian golput dalam pesta rakyat mendatang.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Semakin anda cerdas memainkan strategi politik, semakin rakyat cerdas dalam memanfaatkan insting dan naluri dalam memilih pemimpin.  Silahkan berjualan nomer, selagi belum diharamkan!!!&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-6699127359842369935?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rl2xeAK0Ns5HHGogarQzCE9KhN4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rl2xeAK0Ns5HHGogarQzCE9KhN4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rl2xeAK0Ns5HHGogarQzCE9KhN4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rl2xeAK0Ns5HHGogarQzCE9KhN4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/09/kali-ini-beli-nomer-nggak-lagi-haram.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SM5pY780GpI/AAAAAAAAAEQ/qMVjqyuBw7M/s72-c/pppdalam.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-8667717871206664155</guid><pubDate>Sat, 13 Sep 2008 03:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-09-13T11:07:13.950+07:00</atom:updated><title>Pukulan Kok Dibilang Sapaan Kedinasan?</title><description>Saya memang asli Bojonegoro, kota kecil yang perlahan mulai terkenal dengan ladang minyaknya.  Namun, dalam setiap kali perjalanan pengembaraan saya, saya jarang menyebut asli dari Bojonegoro pada setiap orang yang baru saya temui.  Bukan malu atau berusaha menyembunyikan identitas diri, namun jawaban sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong Bojonegoro&lt;/span&gt; asli selalu diikuti pertanyaan,"Di mana to Bojonegoro itu?"&lt;br /&gt;Sehingga seringkali disalahtafsirkan antara Bojonegoro Jawa Timur dengan Bojanegara ataupun Banjarnegara yang jelas jauh beda.  Kota terakhir yang saya sebut tadi lebih terkenal dengan dawetnya, namun kota kelahiran saya jauh lebih bergengsi dengan minyaknya.  Walaupun rasa minyak tidak seenak dawet ayu Banjarnegara, setidaknya minyak mampu mendatangkan devisa negara; setelah dipotong pungli, kompensasi, ataupun dana-dana lain yang berkedok administrasi.&lt;br /&gt;Dari jauh saya masih sering mengikuti perkembangan berita mengenai kota kelahiran saya.  &lt;a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=showpage&amp;amp;rkat=7"&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Jawa Pos&lt;/span&gt;&lt;/a&gt; melalui sajian website-nya mampu menghadirkan berita perkembangan kota kelahiran saya tersebut.  Sampai akhirnya sebuah berita sempat membuat kening saya berkerut; tentang &lt;a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=26853"&gt;aksi pemukulan wabup Setyo Hartono&lt;/a&gt; pada salah seorang staf Kantor Kependudukan dan Catatan Sipil.&lt;br /&gt;Dalam perkembangannya, pada sebuah pertemuan yang akhirnya diwujudkan dalam sebuah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;press release &lt;/span&gt;ketiga aktor dadakan tersebut membuat pernyataan yang diharapkan mampu meredam konflik lebih lanjut, bahkan pandangan lain masyarakat.  Sekali lagi, itu cuman harapan, karena saya kira masyarakat sudah terlanjur memiliki persepsi dan argumen sendiri-sendiri tentang Wakil Bupati mereka yang baru tersebut.&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SMs7iQfKlVI/AAAAAAAAAEI/KMNLPS1Iimc/s1600-h/stop-no-more-abuse.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SMs7iQfKlVI/AAAAAAAAAEI/KMNLPS1Iimc/s320/stop-no-more-abuse.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5245351650730349906" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Walaupun wakil dari Suyoto yang sewaktu memenangkan pilkada Bojonegoro tersebut masih berstatus Perwira Militer Aktif sempat membuat pernyataan dan permohonan maaf, apakah masalah tersebut akan mampu berhenti begitu saja.  Sampai akhirnya &lt;a href="http://www.jawapos.co.id/radar/index.php?act=detail&amp;amp;rid=26851"&gt;Fraksi PDIP dan F Gabungan berusaha menggelar hak angket &lt;/a&gt;untuk menanyakan tentang aksi koboi dari Setyo Hartono.  Dan yang perlu dipertanyakan lebih lanjut, Yusuf sebagai korban menyatakan dia tidak pernah menjadi korban pemukulan. Walah......Yusuf.....Yusuf......., dan semua itu hanyalah sebagai bagian dari sapaan akrab dari masa lalu mereka di sekolah kedinasan.&lt;br /&gt;Seandainya, Yusuf bukan bawahan dan Hartono bukan atasan, akankah kasus itu hanya berhenti pada pernyataan maaf dan tidak adanya pemukulan?  Seandainya kejadian tersebut berlangsung terbalik, Yusuf yang melakukan pemukulan pada Setyo Hartono, akankah Yusuf hanya cukup meminta maaf tanpa berujung pada pemecatan atau mungkin mutasi?  Akankah juga Setyo Hartono sebagai Wakil Bupati akan menyatakan tidak pernah ada pemukulan dan itu semua hanyalah wujud sapaan akrab dari alumni kedinasan???&lt;br /&gt;Ingat bung!!!  Maaf tak akan pernah menghapus image masyarakat tentang pemimpin mereka.  Dan sapaan akrab dalam sebuah kerangka kedinasan, apalagi di hadapan banyak saksi, ada tempatnya sendiri.  Silahkan anda memukul bagian mana saja jika itu dapat diartikan sebagai sapaan akrab, namun tutup semua mata saksi yang ada, dan lepas semua atribut yang menempel dalam baju anda.  Kalau perlu, lepas atribut jati diri sebagai pejabat dan panutan bagi masyarakat.&lt;br /&gt;Har......militermu itu sudah menjadi bagian masa lalu.  Jangan pernah memimpin Bojonegoro dengan tradisi militer, karena rakyat Bojonegoro bukan para serdadu yang siap untuk menerima perintah atasan dan pukulan atasan sebagai teguran.  Rakyat Bojonegoro bukan kumpulan keledai bodoh yang harus siap setiap saat menerima pukulan atas kesalahan yang diperbuat.  Kalau masih mau menegur, apalagi dengan bahasa yang dapat dimengerti manusia umumnya, Rakyat Bojonegoro pasti mau mendengar dan berubah.&lt;br /&gt;Seandainya sikap tersebut dijadikan sebagai upaya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;manunggaling &lt;/span&gt;pemimpin dan bawahan, siap-siap aja untuk mengubah Bojonegoro menjadi kota koboi.  Ketemu, pukul......jadi masalah, minta maaf.  Selesai sudah........&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-8667717871206664155?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oMseHWJR5nniGZjPT3OuA-_r5xk/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oMseHWJR5nniGZjPT3OuA-_r5xk/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oMseHWJR5nniGZjPT3OuA-_r5xk/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oMseHWJR5nniGZjPT3OuA-_r5xk/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/09/pukulan-kedinasan-atau-pukulan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SMs7iQfKlVI/AAAAAAAAAEI/KMNLPS1Iimc/s72-c/stop-no-more-abuse.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-7578436151088697994</guid><pubDate>Mon, 01 Sep 2008 16:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-21T21:46:51.029+07:00</atom:updated><title>Mundurlah Selagi Masih Berstatus Caleg......</title><description>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Masa pencalegan telah terlewati setahap, dengan penyerahan daftar nama dari parpol kepada KPU.  Walaupun pada tahapan ini ada keleluasaan bagi empat parpol untuk menyerahkan berkasnya di kemudian hari setelah mereka baru saja memenangkan putusan MA untuk mengikuti Pemilu 2009.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Tahapan awal pencalegan dan kekecewaan agaknya harus dimulai.  Penyusunan daftar nomor urut caleg masih banyak menuai kekecewaan dari orang-orang yang tercantum di dalamnya; apalagi mereka yang namanya tak tercantum, tak perlu ditanyakan lagi tentang kekecewaannya.  Jaman di mana nomor bukan lagi persoalan, seperti ketika booming nomer cantik seluler ataupun mistik nomor butut, sepertinya hal tersebut tidak berlaku bagi urutan nomor calon anggota legislatif.  Seperti daftar antrian untuk masuk surga, perebutan nomer kecil sepertinya mulai ramai; mengalahkan perebutan nomer kecil dalam daftar tunggu jama'ah haji.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Pada penyerahan daftar caleg, banyak didapati kader-kader yang harus rela bersanding dengan nomer besar di depan nama mereka, walaupun &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;track record&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt; mereka dapat dikatakan sangatlah bagus.  Integritas, dedikasi, dan loyalitas selama puluhan tahun dalam sebuah kerangka pengabdian harus mengalah pada sebuah kultur nepotisme dalam partai.  Sumbangan dan bantuan jutaan, milyaran (atau bahkan trilyunan rupiah?) tak mampu menggantikan saham yang telah terinvestasi atas sebuah nama keluarga dalam kepengurusan partai.  Bahkan pengorbanan terhadap kesewenang-wenangan masa lalu harus dilupakan di dalam kesewenang-wenangan masa kini.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Alasan normatif haruslah menjadi pemenang atas segala debat dan kekecewaan.  Mekanisme hanyalah sebuah aturan untuk menunjukkan betapa demokrasi telah ditanamkan sejak awal.  Bahkan undang-undang rasanya hanya sebagai sebuah produk atas sebuah proses pekerjaan, walau akhirnya tidak pernah diindahkan.  Praktik nepotisme tak boleh dilakukan oleh penguasa, namun perkecualian bagi keluarga mereka.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Partai yang bung besarkan, telah benar-benar besar.  Besar dengan nama satu atau dua orang tokoh di belakangnya.  Besar dengan badan-badan tambun yang menjadi ikon-nya.  Besar dengan kesewenang-wenangan yang telah menjadi pengalaman masa lalunya.  Paling tidak, seandainya bung tidak berkenan dengan partai yang telah menjadi tempat naungan selama ini, di luar sana masih tersisa banyak partai yang pasti akan dengan senang hati menampung bung di dalamnya; tidak seperti masa lalu yang hanya tersisa 2 partai jika kita tidak cocok dengan partai yang kita miliki.  Setidaknya, jika kita tidak cocok dengan kesemuanya, golput-pun kita tidak akan ada yang tahu; bukankah pemilu ini, kemarin, dan nantinya bersifat rahasia.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Seorang penyanyi saja mampu mengukir bait nada dalam lagunya, yang mengutarakan tentang betapa kejamnya politik.  Kalau tidak siap berpolitik, siapkan aja modal dari sekarang untuk usaha lain.  Bukankah dana bantuan dari BI yang pernah diberikan untuk bung sudah cukup jika hanya untuk merintis sebuah usaha.  Atau mungkin 500 juta dari hasil pemilihan deputi senior BI seperti yang pernah digosipkan mampu menambah sedikit modal.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Jangan pernah bung ungkapkan pada rakyat mengenai kekecewaan bung pada parpol, karena rakyat sudah lebih berpengalaman dalam merasakan kekecewaan terhadap parpol dengan janji manis secara berkala 5 tahunan.  Karenanya, mundurlah selagi Bung masih berstatus sebagai Caleg; karena dalam sejarah bangsa ini, tidak pernah dituliskan setelah anda benar-benar menjadi anggota legislatif anda akan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;legawa&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt; mengajukan pengunduran diri anda.  Kecuali anda dipaksa mundur hanya karena selembar &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic; font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;traveller cheque&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt; yang bung akui demi menyelamatkan fraksi ataupun sekelompok teman bung yang &lt;span&gt;लें&lt;/span&gt;.  Sekali lagi, mundurlah sekarang juga jika bung kecewa, sebelum bung dipaksa mundur karena bung ketahuan telah mengecewakan sekretaris bung di gedung dewan yang terhormat.......&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-size:100%;" &gt;Suka atau tidak, itulah keputusan kompromistis jajaran elite partai. Tinggal pertanyaan selanjutnya apakah partai&lt;span style=""&gt;  &lt;/span&gt;politik &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;mau dibangun atas dasar kompromistis atau mentaati mekanisme aturan main dengan mengesampingkan kepentingan individu dan kelompok. &lt;span style=""&gt; &lt;/span&gt;Yang pasti solusinya adalah partai bisa terbangun ketika kolektivitas pimpinan di kedepankan dan dijalankan dengan demokratis dan transparan.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-7578436151088697994?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VinuvCi9ULKB8V2DWm-A0dYoRJM/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VinuvCi9ULKB8V2DWm-A0dYoRJM/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VinuvCi9ULKB8V2DWm-A0dYoRJM/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VinuvCi9ULKB8V2DWm-A0dYoRJM/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/09/mundurlah-selagi-masih-berstatus-caleg.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-5520873958902051262</guid><pubDate>Sat, 30 Aug 2008 14:49:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-22T22:26:05.267+07:00</atom:updated><title /><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebelum mengikuti ratas (rapat terbatas) di kantor Kepresidenan di Jakarta pada hari Kamis 7 Agustus 2008, Mensesneg Hatta Radjasa melontarkan rencana memperpanjang masa dinas Kapolri Sutanto.  Adanya masukan dari berbagai pihak pada RI-1 untuk mempertahankan Sutanto setelah memasuki usia ke-60 pada bulan September mendatang, disebutkan Hatta banyak datang dari pakar hukum, pejabat Polri, bahkan anggota DPR.&lt;br /&gt;Namun wacana memperpanjang masa jabatan Sutanto sepertinya mendapat ganjalan dari IPW (Indonesian Police Watch) yang justru menginginkan SBY segera mengumumkan nama calon pengganti Sutanto sebelum 30 September 2008 ini.  Neta S. Pane selaku Ketua Presidium Indonesia Police Watch,  mengemukakan alasan proses kaderisasi sebagai alasan utama penggantian Sutanto, meskipun disadari olehnya bahwa hal tersebut sepenuhnya merupakan hak prerogatif Presiden.  Tentu saja desakan tersebut tanpa bermaksud meninggalkan sepenuhnya kenangan atas prestasi Sutanto yang sedikit demi sedikit telah berhasil melakukan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;make-up&lt;/span&gt; atas wajah kepolisian selama ini.&lt;br /&gt;Sepertinya sampai sejauh ini kendali masih ada di tangan SBY.  Toh sejarah selalu menunjukkan hal demikian.  Tidak pernah tercatat bahwasanya upaya mempertahankan posisi Kapolri akhirnya harus berujung pada lepasnya posisi RI-1.  Bisa dikata, walau di lapangan, personel antar TNI dan Polri sering terlibat perselisihan; namun sepertinya SBY dengan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;background &lt;/span&gt;TNI-nya masih ingin bermesraan dengan Sutanto yang kental dengan atribut Polri-nya.&lt;br /&gt;Alumni terbaik Akpol 1973 tersebut dulu dilantik menggantikan Jend. Pol. Da'i Bachtiar setelah melalui hasil aklamasi pemilihan oleh DPR setelah proses fit and proper test.  Sepertinya, tradisi dalam kemiliteran untuk merangkul teman-teman satu angkatan sulit dihilangkan.  Hal ini terbuktikan dengan dua nama lain yaitu Laksamana Slamet Soebijanto dan    Marsekal Djoko Suyanto yang turut berkibar di bawah kepemimpinan SBY; sebagai tim puncak angkatan 73 dari masing-masing kesatuan.&lt;br /&gt;Awalnya, Sutanto sulit diprediksi akan menjadi Kapolri.  Apalagi setelah mutasi jabatan dari Kapolda Jatim menjadi Kepala Lembaga Pendidikan dan Pelatihan Polri pada tahun 2002 pasca gebrakan Sutanto dalam menangkap Sundono alias Jhonson Limuel Lim, Presiden dari negeri &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Illegal Logging&lt;/span&gt; di Jatim.  Namun sejarah mencatat berbeda, begitu SBY memegang pucuk pimpinan, Sutanto kembali dimutasi pada tahun 2005 menjadi Kepala Pelaksana Harian Badan Narkotika Nasional, dan akhirnya menjadi Kapolri.&lt;br /&gt;Kembali pada masalah perpanjangan masa jabatan Sutanto, sepertinya memang kita sudah digiring pada situasi pemilu 2009.  Walaupun saat ini sudah memasuki masa kampanye, pendaftaran caleg, dll; namun dengan perpanjangan masa jabatan Sutanto, seakan-akan kita dihadapkan dengan kenyataan bahwa netralitas dan profesionalisme dalam Polri kancah pemilu adalah gambaran Sutanto itu sendiri.&lt;br /&gt;Seakan-akan SBY takut terhadap pengganti Sutanto apabila tidak mampu melaksanakan program, target dan jangkauan sebagus Sutanto, atau bahkan memenuhi penjara dan lapas dengan para pecandu, koruptor, dan maling kelas teri sebagaimana hasil tangkapan barisan Sutanto selama ini.  Bukankah Pemilu 2009 mendatang juga merupakan pertaruhan SBY pula?  Bahkan dalam masa-masa akhir ini, adalah masa kritis.  Di mana peran terbaik yang pernah diraih akan dilupakan seketika apabila sebuah kegagalan kecil menyeruak ke publik, catatan-catatan merah akan menonjol seakan berkeingin membutakan mata dan menutup pada lembaran putih yang pernah dibangun.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-5520873958902051262?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/08wo7pk9YzAnsb9qbSlDASUhiFw/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/08wo7pk9YzAnsb9qbSlDASUhiFw/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/08wo7pk9YzAnsb9qbSlDASUhiFw/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/08wo7pk9YzAnsb9qbSlDASUhiFw/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/08/sebelum-mengikuti-ratas-rapat-terbatas.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-7511508313155817763</guid><pubDate>Mon, 18 Aug 2008 06:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-21T21:41:56.716+07:00</atom:updated><title>Manusia Setengah Dewa</title><description>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;&lt;blockquote&gt;Masalah moral masalah akhlak&lt;br /&gt;Biar kami cari sendiri&lt;br /&gt;Urus saja moralmu urus saja akhlakmu&lt;br /&gt;Peraturan yang sehat yang kami mau&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tegakkan hukum setegak-tegaknya&lt;br /&gt;Adil dan tegas tak pandang bulu&lt;br /&gt;Pasti kuangkat engkau&lt;br /&gt;Menjadi manusia setengah dewa&lt;br /&gt;&lt;/blockquote&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Sementara lagu Manusia Setengah Dewa-nya Iwan Fals mengalun, sambil duduk di depan monitor dan keyboard yang siap menerima belaian ujung jemari, masih bingung dengan pertentangan batin yang ada di benakku.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Besok adalah hari terakhir pendaftaran Calon Legislator ke KPU.  Sampai hari ini saya masih menyimpan berkas-berkas pengajuan caleg.  Dalam hati masih ada pertentangan batin, akankah saya maju dalam perebutan suara manusia-manusia tak berdosa yang secara rutin dalam jangka waktu 5 tahunan dijejali dan ditipu dengan program-program yang lebih banyak merupakan bualan.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Saya masih ingat pembicaraan saya beberapa waktu lalu di Jakarta dengan salah seorang pimpinan partai tingkat propinsi, yang mana sempat menanyakan pada saya apakah saya masih berminat untuk menjadi caleg bagi partainya.  Kali ini, pertanyaan itu terulang lagi.  Siang minggu kemarin melalui percakapan telepon, saya diminta untuk melengkapi berkas-berkas pencalegan.  Bahkan, "beliau" mengatakan pada saya akan memasang nama saya pada urutan nomer 2 bagi daftar caleg tingkat Propinsi dari daerah pemilihan asal saya dilahirkan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;a style="font-family: verdana;" onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SLT3orGHGLI/AAAAAAAAADk/vqjtn2hPOYc/s1600-h/ketuk_palu.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SLT3orGHGLI/AAAAAAAAADk/vqjtn2hPOYc/s320/ketuk_palu.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5239084544673913010" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Kembali menyeruak dalam hati kecil saya pertentangan batin; antara nafsu duniawi untuk memilih jalan pintas memperoleh rejeki, dan sebuah harga diri akan masa depan seiringan dengan tanggung jawab yang bakalan diemban.  Apalagi melihat nomer 2 yang dijanjikan, seakan-akan menggoda batin untuk segera mengisi berkas, yang saat blog ini ditulis masih tersusun rapi di samping kiri keyboard.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Periode kemarin, dengan hanya bermodal nekat, saya memang sempat maju mengikuti kegiatan rutin penipuan suara rakyat lima tahunan dengan mengobral janji dan omong kosong yang sulit dibuktikan.  Kenyataan akan kegagalan di masa lalu, memang memaksa saya untuk berpikir lebih jauh apabila saya ingin mengulang langkah yang sama kali ini.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:78%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:1008;"  &gt;Beberapa waktu lampau saat dalam obrolan singkat di sebuah hotel di bilangan Jakarta Pusat, saya pernah mengutarakan niatan saya untuk belajar terjun ke politik; tapi bukan untuk saat ini.  Bukan untuk periode ini, dimana ilmu saya masih &lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;, pemahaman saya akan aspirasi konstituen masih sempit, kekayaan saya untuk menyejahterakan masyarakat hanya cukup untuk makan saya beserta satu istri dan anak.&lt;/span&gt;&lt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Saya memang senang dengan liku-liku politis, ibarat kesenangan saya seiring dengan kesengsaraan rakyat akan kelakuan para politisi yang lebih bersifat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;egosentris&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;.  Namun untuk saat ini saya masih merasa belum mampu untuk benar-benar menjadi seorang wakil rakyat; belum mampu secara moral, ekonomi, bahkan etika.&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Bagaimana tidak, secara moral. saya merasa lebih bejat daripada mereka yang biasa tidur dengan mengenakan dasi di sebuah ruangan sidang.  Secara ekonomi, saya merasa tidak memiliki apa-apa untuk dikorupsi guna memperkaya diri; apalagi memperkaya orang lain dan konstituen saya.  Secara etika, saya merasa belum siap jika suatu ketika dalam membantu memecahkan permasalahan suatu daerah apabila ada sekretaris daerah atau kepala daerah yang datang pada saya dengan menyodorkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-style: italic;font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;traveller cheque&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt; atau wanita untuk memuluskan urusan.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:100%;"  &gt;Semoga saya, dalam perenungan malam ini, apapun keputusan saya untuk mengisi dan mengembalikan blanko berkas-berkas ini, ataupun justru membuang tumpukan berkas ini ke dalam tempat sampah; suatu ketika nanti tidak akan menjadi sebuah penyesalan dalam diri saya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-7511508313155817763?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rTpA3c1nwsmd5AAjzlJcKd7JI4E/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rTpA3c1nwsmd5AAjzlJcKd7JI4E/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rTpA3c1nwsmd5AAjzlJcKd7JI4E/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/rTpA3c1nwsmd5AAjzlJcKd7JI4E/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/08/manusia-setengah-dewa.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SLT3orGHGLI/AAAAAAAAADk/vqjtn2hPOYc/s72-c/ketuk_palu.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-5219486381673765786</guid><pubDate>Wed, 23 Jul 2008 15:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-23T23:06:21.562+07:00</atom:updated><title>Pilgub Jatim: Akhirnya PDI P Jatim Harus Sadar Diri.....</title><description>Pemilihan Gubernur secara langsung Propinsi Jawa Timur telah digelar hari Rabu, 23 Juli 2008 ini. Seakan seperti bukan sebuah kejutan lagi, akan munculnya calon yang dikuya-kuya oleh berbagai parpol, termasuk parpol kondang, untuk memenangi pilgub ini.  Hasil &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Quick Count&lt;/span&gt; tiga lembaga survei terkemuka di Indonesia yang telah seringkali teruji, memenangkan pasangan KarSa (Soekarwo-Syaifullah Yusuf) sebagai pemenang; meski tak mencapai angka 30% yang berarti harus menjalani putaran kedua.&lt;br /&gt;Beberapa hal menarik menyimak perjalanan pemilihan gubernur secara langsung untuk yang pertama kali di Jawa Timur ini.  Partai politik raksasa yang merajai perolehan suara pemilu 2004 di Jawa Timur, yaitu PDI Perjuangan dan Partai Kebangkitan Bangsa, terlihat semakin malu-malu dalam menambah pundi-pundi perolehan suaranya.  PKB sebagai pemenang pertama di Jatim dalam dua kali pemilu pasca reformasi bersama &lt;span style="font-style: italic;"&gt;runner-up&lt;/span&gt; nya PDI P harus menelan pil pahit saat perolehan suara Cak Karwo dan Gus Ipul disusul oleh pasangan Khofifah dan Mudjiono.&lt;br /&gt;PKB yang menjagokan Achmady yang notabene merupakan bupati aktif Mojokerto (sampai akhirnya mengundurkan diri setelah resmi mendaftar sebagai Cagub), mungkin harus menyadari diri bahwa dukungan penuh Gus Dur yang pernah dia peroleh ternyata tak mampu mendongkrak suaranya; bahkan membayar tebusan atas pengunduran dirinya sebagai bupati Mojokerto.  Bukankah di Jatim Gus Dur sudah cukup berkharisma, jikalau hanya untuk menunjukkan Achmady sebagai calonnya?&lt;br /&gt;Demikian pula dengan PDI P.  Dengan modal 4,5 juta suara yang pernah diperoleh pada pemilu 2004, berbagai sinyalemen para politikus (terutama eks politikus PDI P) yang pernah saya temui dan ngobrol bersama tentang kemungkinan yang terjadi pada Pilgub Jatim kali ini, telah terbukti untuk kesekian kalinya jika massa PDI P tidak menghendaki SOetjipto sebagai pemimpinnya.  Soetjipto tak mampu mengukir kemenangan seperti halnya pada Pilgub Jateng, Bali dan tempat lain.  Beruntung, Megawati tidak pernah menaruh taruhannya untuk maju pada Pilpres 2009 berdasar hasil Pilgub Jatim, walau Mega sendiri juga turut naik-turun panggung untuk ikut aktif mengkampanyekan Soetjipto.&lt;br /&gt;Berbagai forum dan respon massa yang tersurat dalam berbagai media online yang saya baca, seakan bergembira dengan kekalahan Soetjipto ini.  Sekali lagi, tidak sedikit pula yang memberikan keharusan pada PDI P, Soetjipto khususnya, untuk segera sadar diri.  Kesadaran diri bukan terkait dengan hasil yang diperoleh, tapi bagi saya, lebih merupakan kesadaran diri akan gembar-gembor PDI P selama ini yang mengklain diri sebagai &lt;span style="font-style: italic;"&gt;partai ne wong cilik&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Bagaimana mungkin PDI P yang mengklaim diri seperti itu ternyata harus meninggalkan suara wong cilik?  Betapa tidak, jika kita menoleh ke belakang beberapa saat silam, saat penjaringan Balon Cagub dari PDI P; yang mana banyak suara dan dukungan diberikan pada Cak Karwo yang notabene saat itu adalah Sekda Propinsi Jatim.  Namun suara &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong cilik&lt;/span&gt; bukanlah keputusan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;wong gedhe&lt;/span&gt;.  Usulan rekomendasi dari DPD PDI P Jatim kepada DPP PDI P khususnya Megawati, mengajukan dua nama Soetjipto dan Soekarwo untuk mendapatkan rekomendasi.&lt;br /&gt;Dari usulan itulah dapat diduga, tanpa harus memiliki &lt;span style="font-style: italic;"&gt;ilmu linuwih&lt;/span&gt; tentang &lt;span style="font-style: italic;"&gt;weruh sakdurunge winarah&lt;/span&gt;, massa yang paling bodoh dan buta tentang politik sudah dapat menduga jika unggulan Cagub pasti akan diberikan pada Soetjipto.  Mega seakan telah menutup mata terhadap hasil rakercabsus yang banyak mendukung Cak Karwo.  Kedekatan Megawati dan Soetjipto seakan telah menutup aspirasi massa pendukung.  Barangkali bebek goreng-bebek goreng asli Surabaya yang selama ini selalu dibawa Soetjipto ke Jakarta sebagai oleh-oleh untuk Megawati, telah membuat Mega lupa pada arti penting dukungan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;grass root&lt;/span&gt;.  Mega telah melupakan bagaimana sosok yang pernah menjadi Sekjend-nya itu tidak pernah menorehkan prestasi yang membanggakan bagi dirinya dan partainya.  Mega telah lupa ingatan, kala pemilu 1999 saat Soetjipto menjadi ketua DPD PDI P Jatim, PDI P yang panen suara di berbagai menelan kekalah an di Jawa Timur.   Mega juga seakan tak mau tahu, tentang prestasi terburuk PDI P yang adalah ketika Sekjend nya dijabat oleh Soetjipto.&lt;br /&gt;Sosok Soekarwo kini telah menjadi Megawati.  Pernah disia-siakan oleh partai yang bernama PDI P, namun akhirnya justru mendapat kemenangan telak melebihi jago dari PDI P.  Sekali lagi, untung Megawati tidak pernah menaruh taruhan maju tidaknya dia dalam Pilpres 2009 pada hasil Pilgub Jatim seperti yang pernah dilakukannya terhadap Pilgub Jateng.  Rupanya Mega sendiri masih berhati-hati, walaupun PDI P telah ceroboh dan terperosok.&lt;br /&gt;Mega tahu, dalam perhitungannya, PDI P tidak akan pernah memenangi Pilgub Jatim ini.  Karenanya, dipilihlah sosok Soetjipto untuk mendapat rekomendasinya maju dalam pertarungan.  Mega berpikir, dia akan mencari sosok yang walau kalah dalam pemilihan namun masih mau turut mengurusi PDI P.  Bolehlah kita acungi jempol untuk prediksi kekalahan oleh Mega kali ini.  Namun, sembari demikian, kita juga menunggu; akankah Soetjipto yang dipikir oleh Mega walau kalah masih tetap mau mengurusi PDI P adalah sosok yang benar-benar tepat sebagai orang yang mengabdikan dirinya untuk PDI P???  Banyak yang bilang, "Tjip kok ngurusi partai........"&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-5219486381673765786?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X_VxfcbMWG-xgMXwICPqg65-jWo/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X_VxfcbMWG-xgMXwICPqg65-jWo/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X_VxfcbMWG-xgMXwICPqg65-jWo/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/X_VxfcbMWG-xgMXwICPqg65-jWo/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/07/pilgub-jatim-akhirnya-pdi-p-jatim-harus.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-214582427065437398</guid><pubDate>Wed, 23 Jul 2008 13:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-23T23:43:58.318+07:00</atom:updated><title>Andhap Asor pada Pilkada Jatim</title><description>Ada beberapa hikmah yang dapat kita petik dari pelaksanaan Pilkada Jatim 2008 ini.  Bukan sekedar ilmu matematika yang menghasilkan angka pasti untuk menghitung prosentase perolehan suara calon berdasar dukungan parpol pada pemilu 2004.  Bukan sekedar ilmu sosial, yang melambangkan betapa para calon gubernur telah berlomba-lomba menjual janji manisnya di hadapan para pendukungnya, walau akhirnya &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nanti&lt;/span&gt; adalah urusan &lt;span style="font-style: italic;"&gt;nanti.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Sosiologi sebagai pengetahuan atau ilmu tentang sifat masyarakat perilaku masyarakat, dan perkembangan masyarakat; tidak mampu menembus perkiraan hasil pilkada tentang sifat, perilaku, dan perkembangan masyarakat yang bagaimana yang akan memilih calon yang mana.   Akuntansi yang banyak berperan dalam mengukur, berkomunikasi dan menginterpretasikan aktivitas keuangan dalam sebuah aktivitas politik para calon gubernur, tidak mampu memprediksikan calon mana yang akan memenangi pertarungan dengan dukungan finansial yang mereka miliki.&lt;br /&gt;Filsafat dalam bahasa Indonesia yang merupakan bahasa serapan dari bahasa Arab  &lt;big&gt;&lt;big&gt;&lt;big&gt;فلسفة&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;&lt;/big&gt;, &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;&lt;/span&gt;atau bahasa Yunani Φιλοσοφία &lt;i&gt;philosophia&lt;/i&gt; ;dengan arti &lt;i&gt;philia&lt;/i&gt; sebagai persahabatan atau cinta serta kata &lt;i&gt;sophia&lt;/i&gt; yang berarti  kebijaksanaan; tidak mampu meramalkan bagaimana kecintaan pendukung calon gubernur mampu menjatuhkan pilihan atas kebijaksanaan sang calon di mata pendukungnya.&lt;br /&gt;Sementara ini, dalam hakekat Jawa, kita banyak mengenal istilah &lt;span style="font-style: italic;"&gt;andhap asor.  &lt;/span&gt;Demikian pula kiranya sikap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;andhap asor&lt;/span&gt; yang ditunjukkan Pakde Karwo dalam ajang Pilkada Jatim 2008 telah memberikan hasil.  Bukan sekedar &lt;span style="font-style: italic;"&gt;andhap asor&lt;/span&gt; yang biasa, namun bentuk sikap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;andhap asor&lt;/span&gt; yang luar biasa bagi seorang Soekarwo dengan jabatan Sekda Propinsi.&lt;br /&gt;Meski telah mengantongi banyak dukungan dalam rakercabsus PDIP di Jawa Timur, Soekarwo harus menunjukkan sikap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;andhap asor&lt;/span&gt; nya yang pertama kali, begitu namanya harus dicoret dalam rekomendasi DPP, dan ditendang keluar pentas perpolitikan oleh PDI P; hanya demi nama Soetjipto, nama besar yang tak pernah menggores prestasi besar bagi partainya.  &lt;span style="font-style: italic;"&gt;Andhap asor&lt;/span&gt; Soekarwo terbukti memberikan hasil, manakala pilkada Jatim meroketkan duetnya dengan Syaifullah Yusuf dalam puncak perolehan suara; walau besar kemungkinan menghadapi putara kedua, mengingat batas 30% suara tidak tercapai.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Andhap asor&lt;/span&gt; lain ditunjukkan oleh Syaifullah Yusuf.  Mantan Menteri Percepatan Pembangunan Daerah Tertinggal ini rela menduduki kursi calon wakil gubernur.  Bayangkan, di jaman orang serba mengejar posisi, Syaifullah Yusud justru dengan sikap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;andhap asor&lt;/span&gt;nya menerima amanat yang diberikan padanya.  Saat mantan menteri lain yang telah berulang kali menjabat menjadi menteri sibuk mencari posisi dengan menjadi cagub, mantan menteri ini ikhlas jika posisinya sejajar dengan artis yang kemudian menjadi wakil gubernur.&lt;br /&gt;Semoga, sikap &lt;span style="font-style: italic;"&gt;andhap asor&lt;/span&gt; pasangan KarSa dalam menyikapi kemenangan sementara Pilkada Jatim, mampu terus berlanjut ketika nantinya kemenangan itu benar-benar milik mereka.......&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:Verdana, Arial, Helvetica, sans-serif;font-size:85%;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-214582427065437398?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KzroQ-8bKO1PB3NyyzVY_MS3040/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KzroQ-8bKO1PB3NyyzVY_MS3040/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KzroQ-8bKO1PB3NyyzVY_MS3040/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/KzroQ-8bKO1PB3NyyzVY_MS3040/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/07/andhap-asor-pada-pilkada-jatim.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-9163263302223143378</guid><pubDate>Wed, 23 Jul 2008 11:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-23T23:09:07.414+07:00</atom:updated><title>Quick Count Pilgub Jatim</title><description>&lt;strong&gt;Versi Puskaptis :&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono        = 26,16 %&lt;br /&gt;2. Sutjipto-Ridwan Hisjam                              = 17,95 %&lt;br /&gt;3. Soenarjo-Ali Maschan Moesa                     = 17,80 %&lt;br /&gt;4. Achmady-Suhartono                                   = 6,75 %&lt;br /&gt;5. &lt;strong&gt;Soekarwo-Saifullah Yusuf                  = 31,34 %&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Versi LSN: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono        = 25,65 %&lt;br /&gt;2. Sutjipto-Ridwan Hisjam                              = 20,32 %&lt;br /&gt;3. Soenarjo-Ali Maschan Moesa                     = 18,17 %&lt;br /&gt;4. Achmady-Suhartono                                   = 6,20 %&lt;br /&gt;5. &lt;strong&gt;Soekarwo-Saifullah Yusuf                  = 29,76 %&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;strong&gt;Versi LSI: &lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;1. Khofifah Indar Parawansa-Mudjiono        = 25,38%&lt;br /&gt;2. Sutjipto-Ridwan Hisjam                              = 20,90%&lt;br /&gt;3. Soenarjo-Ali Maschan Moesa                     = 18,89 %&lt;br /&gt;4. Achmady-Suhartono                                   = 7,89%&lt;br /&gt;5. &lt;strong&gt;Soekarwo-Saifullah Yusuf                  = 26,95%&lt;/strong&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-9163263302223143378?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d30PI06994FMs4KfkfHEM2bAAy8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d30PI06994FMs4KfkfHEM2bAAy8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d30PI06994FMs4KfkfHEM2bAAy8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/d30PI06994FMs4KfkfHEM2bAAy8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/07/quick-count-pilgub-jatim.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-3375969409167081058</guid><pubDate>Mon, 21 Jul 2008 17:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-22T00:27:05.063+07:00</atom:updated><title>Pemilu.....Pemilu....dan Pemilu....!!!</title><description>Mendekati akhir tahun 2008, bukan gelegar semangat tahun baru di penghujung dasawarsa abad ke 21 yang ramai; bukan pula goresan kisah napak tilas 100 tahun semangat sumpah pemuda.  Namun warna akhir tahun 2008 ini terasa lebih berwarna-warni di setiap pelosok negeri.&lt;br /&gt;Warna-warni yang menghiasi sudut-sudut negeri bukan karena keberhasilan negeri ini untuk bangkit dari lubang krisis keuangan, bukan pula warna-warni kemerdekaan anak bangsa yang merayakan kebahagiaannya dari lepasnya bencana yang selalu menghantam negeri ini; bukan juga luapan gembira kaum papa yang mendapat tambahan teman dalam kemiskinan sebagai akibat masyarakat yang selama ini menyingkirkannya.&lt;br /&gt;Corak warna-warni yang menghiasi negeri ini, dalam agenda rutin 5 tahunan untuk menguras dan kesempatan mengeluarkan anggaran negara, dikemas dalam bentuk Pemilu.  Pemerintah boleh bilang pemilu adalah pemilihan umum; karena itu hak pemerintah yang membuat akronim, sebagaimana mereka yang merasa memiliki negeri ini.  Namun, akankah pemilu kedua dalam proses pemilihan presiden secara langsung, dan pemilu ketiga pada masa reformasi ini akan berjalan mulus; sebagaimana mulusnya paha para wanita tuna susila yang menanti datangnya pria langganannya?&lt;br /&gt;Jujur, saya pernah peduli dengan pemilu.  Saya pernah peduli dengan urutan calon legislatif yang terpampang bak absen orang-orang yang menanti giliran untuk mendapatkan kekayaan.   Saya pernah peduli terhadap pemilu dengan terlibat aktif sebagai pengurus parpol sekaligus tercantum dalam absen calon orang yang bakal kaya mendadak dalam jangka waktu 5 tahun.  Saya pernah skeptis dengan pemilu karena dalam lima tahun hanya menghasilkan prestasi itu-itu saja dengan slogan yang itu-itu pula.  Saya juga pernah tidak peduli sama sekali dengan pemilu, seperti saat ini, di kala saya merasa tidak punya uang lagi untuk membiayai sebuah parpol; apalagi membiayai pengerahan massa untuk berkumpul dalam suatu lapangan terbuka guna mendengarkan orasi, bak menggiring kawanan ternak dalam lapangan rumput untuk mendengarkan desau angin.&lt;br /&gt;Pemilu sudah seringkali dilaksanakan.  Presiden sudah seringkali berganti.  Parpol sudah seringkali kampanye.  Caleg sudah seringkali berjanji.  Tim sukses-pun sudah seringkali pula kesana kemari dengan amplop yang mereka katakan sebagai ungkapan terima kasih atas sebuah dukungan.&lt;br /&gt;Namun kapankah euforia lima tahunan bangsa ini mampu membawa kita pada sebuah tatanan kehidupan yang benar-benar mapan?  Bukan hanya sekedar janji muluk-muluk dan slogan omong kosong.  Bukan hanya sekedar tawaran manis para caleg yang begitu mudah dilupakan sementara kaos yang pernah dibagikan belum sempat memudar?&lt;br /&gt;Perubahan daftar parpol mulai marak pasca era reformasi.  Perubahan komposisi caleg sudah terjadi seringkali, walau hanya perpindahan nomor urut, sementara wajah-wajah yang mempunyai nama yang terpampang masihlah tetap.  Pergantian presiden juga sudah kita alami.  Namun, ternyata ada yang belum berubah selama pelaksanaan pemilu dari masa ke masa.&lt;br /&gt;Pertama, adalah perubahan kepentingan.  Sampai kapankah pergesekan kepentingan antar parpol dan bahkan antar pengurus parpol akan berakhir?  Di mana mereka mampu berubah total dengan meniadakan perebutan kepentingan, dengan duduk bersama-sama guna memikirkan kepentingan rakyat.  Sepertinya memang sebuah pergesekan kepentingan telah menjadi faktor hakiki dalam lingkungan duniawi.&lt;br /&gt;Kedua, adalah perubahan hasil.  Sampai kapankah rakyat harus menunggu sebuah proses demokrasi yang benar-benar memberikan hasil dengan perubahan tatanan masyarakat, khususnya perubahan positif ke arah kesejahteraan rakyat?  Rakyat tidak akan pernah peduli dengan komentar-komentar yang mengatakan pemilu kali ini paling demokratis; rakyat tidak pernah peduli dengan analisa-analisa yang mengatakan pemilu telah menghasilkan pemerintahan yang bersih.&lt;br /&gt;Hanya satu kiranya yang diinginkan rakyat dalam sebuah pemilu.  Dana besar bagi hajatan parpol akan mampu mengubah dan memberikan dampak positif bagi kemajemukan rakyat.  Dan kiranya, hal demikian akan menjadi isapan jempol, selama asas kepentingan masih di atas segalanya.  Jangankan praktisi hukum yang berbicara, jangankan politikus ulung yang usul, jangankan presiden yang memiliki agenda; apalagi jangankan saya yang belum pernah memberikan kontribusi yang berarti bagi bangsa dengan menulis dalam blog ini.............&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-3375969409167081058?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NSoahH-5ODf9ew0yqvFN2QQtqUs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NSoahH-5ODf9ew0yqvFN2QQtqUs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NSoahH-5ODf9ew0yqvFN2QQtqUs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NSoahH-5ODf9ew0yqvFN2QQtqUs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/07/pemilupemiludan-pemilu.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-6753978076449790710</guid><pubDate>Sun, 29 Jun 2008 08:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-17T12:28:07.337+07:00</atom:updated><title>Misteri gaby akhirnya diklarifikasi agnes davonar pada tayangan silet hari ini</title><description>Akhirnya setelah lama memilih untuk diam. Agnes davonar memutuskan untuk memberikan kralifikasi dengan Silet. Tim Silet dipilih karena selama ini lebih berimbang dalam menuturkan sebuah fakta sesuai logonya Setajam SILET. Tim Silet meminta waktu untuk melakukan wawancara yang dilakukang di sebuah cafe.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fenomena yang kini sedang terjadi di masyarakat secara luas telah membuat cemas sang penulis akibat tulisan yang ia buat. Untuk meredahkan dan mengikis paranoid mistik , Agnes davonar pun menceritakan kenyataan sesungguhnya tentang misteri Gaby.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sesuai yang pernah diutarakan lewat pernyataannya, Agnes davonar tidak pernah mengira tulisan yang ia buat karena terinpirasi oleh lagu Jauh, begitu membius para pembacanya yang diikuti oleh alunan mistik bahwa kisah itu nyata apa adanya. Penulis telah beberapa kali mengatakan jika cerita itu hanyalah sebuah fiksi alias tidak nyata. Namun kenyataan sesungguhnya malah sebaliknya. Hal ini mengundang kecemasan yang berlebihan di masyarakat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes davonar dalam wawancara dengan Tim Silet mengatakan awal mula lagu itu ia dapatkan ketika berada di Bali dalam sebuah acara tenis internasional. Lagu itu diberikan oleh seorang teman yang sering memperdengarkan kepadanya. akhirnya ia membawa lagu itu ke Jakarta. Karena keaktifannya dalam menulis cerita , ia pun menalarkan lagu itu melalui cerita yang ia buat. Pembaca Agnes davonar memang tidak perlu diragukan lagi. Karya yang ia beri judul " Kisah lirik terakhir" merupakan karya ke 37 nya saat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes juga menyarankan pembacanya untuk mendengarkan lagu jauh yang dapat didownload di blognya. Namun inilah awal permasalahan terjadi, kisah ceritanya dibajak dan disebarkan melalui blog ke blog lainnya kemudian di publish di beberapa situs internet. Akibatnya, berkembanglah isu kalau cerita itu adalah nyata. kisah itu adalah kisah seorang gadis yang bunuh diri karena ditinggal kekasihnya. Memang benar dalam kisah itu dikisahkan sang gadis memutuskan untuk bunuh diri.Namun kisah itu 100% hanya fiksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tanggapan terhadap Kisah lirik terakhir berkembang pesat 3 bulan kemudian di dunia maya. Agnes davonar pun diminta untuk membuat kisah itu menjadi novel agar lebih mendetil. karena ingin memanjakan pembacanya ia pun membuat kisah itu dalam bentuk novel online bersambung hingga episode ke enam. Namun kisah mistik itu semakin merebak dan membuat semakin banyak orang yang berburu tentang kisahnya di internet. Akhirnya berkembanglah berbagai versi yang mengatakan kisah kematian Gaby dengan berbagai versi yang menakutkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agnes davonar merasa sangat bersalah karena kisahnya membuat perkembangan rumit. Ia pun memutuskan untuk mencari tau siapa pemilik lagu tersebut, tampaknya jalan itu mulus ketika ia berkenalan dengan band Caramel asal surabaya namun kenyataannya tidak seperti diharapkan. Ia pun akhirnya memutuskan untuk membiarkan polemik ini berkembang hingga akhirnya kisahnya melebar dari dunia maya ke dunia kenyataan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sejarah daripada awal mula kisah gaby. Agnes davonar bukan orang yang sulit dicari di internet. Sebelumnya pun karya karyanya terkenal di kalangan komunitas maya. Bahkan salah satu novel yang diangkat dari kisah nyata seorang gadis kecil yang terjankit kanker hingga meninggal menjadi fenomenal , karena membuat banyak orang bertanya tanya kenyataan gadis tersebut.&lt;br /&gt;&lt;a href="http://lieagneshendra.blogs.friendster.com/my_blog/2007/03/surat_kecil_unt.html" target="_blank"&gt;http://lieagneshendra.blogs.friendster.com/my_blog/2007/03/surat_kecil_unt.html&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena mempunyai bukti jika kisah surat kecil yang ditulis oleh seorang gadis kecil yang meninggal tersebut, akhirnya fenomenal itu hanya berputar di dunia maya saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun lain lagi dengan Gaby, kisah ini pada kenyataan di dunia maya memang sudah diketahui asal usulnya. namun perkembangan di masyarakat yang tidak&lt;br /&gt;memiliki jaringan akses internet berkembang ganas. Untuk itulah ia memberikan klarifikasi awal mula kisah ini berkembang. Agnes davonar juga tidak akan memberikan penyataan tentang siapa yang berhak atas kepemilikan lagu yang sedang di perebutkan oleh 5 band yang sedang mengklaim lagu itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia hanya berkata&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Kami tidak punya kapasitas untuk menyatakan siapa pemilik lagu itu, karena kami hanya seniman yang mencintai karya itu, untuk menentukan siapa pemilik lagu sah itu biarkan lah pengadilan yang memutuskan"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun memang ibarat sebuah pesawat terbang, tanpa kisah itu lagu ini terasa hambar. tudingan berbagai pihak yang mengatakan ada udang dibalik batu dipungkasnya dengan mengatakan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Bahkan saya mengenal mereka karena media , tanpa anda saya pun tidak akan kenal siapa pemilik lagu tersebut, darimana bisa saya dianggap mencari keuntungan dari mereka!"&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ditanya tentang buku yang ia keluarkan sebagai ajimumpung Agnes davonar juga membantah hal tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;" Buku ini hanya sebagai bentuk pelurusan terhadap permasalahan yang terjadi, kami hanya ingin memberitahukan bahwa kisah ini fiksi sehingga tidak lagi menimbulkan polemik yang meresahkan dimasyarakat. Karena kalau kami mencari keuntungan semata, kami tidak mungkin mau begitu saja memberikan cerita yang kami tulis sejak dua tahun lalu secara gratis. Tapi memang kami hanya ingin menyalurkan ide kami saja, tanpa dibayar dan tanpa pernah berharap buku ini dikeluarkan. Toh, Kami masih aktif menulis di internet."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ya itulah ungkapan dari misteri yang berkembang saat ini, permasalahan akan polemik ini semoga saja menjadi akhir daripada ketakutan masyarakat yang konon bisa kesurupan karena lagu ini menjadi lebih tenang. Yang patut dipertanyakan saat ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siapa yang berhak atas kepemilikan lagu ini, hanya waktu yang akan menjawab?&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-6753978076449790710?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vl_fS-Rv_GR32yvWHVdqMA8VDn4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vl_fS-Rv_GR32yvWHVdqMA8VDn4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vl_fS-Rv_GR32yvWHVdqMA8VDn4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Vl_fS-Rv_GR32yvWHVdqMA8VDn4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/06/misteri-gaby-akhirnya-diklarifikasi.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-7792960262575433756</guid><pubDate>Wed, 25 Jun 2008 14:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-26T21:13:43.150+07:00</atom:updated><title>Tawa Pertama di Kecil</title><description>&lt;img style="float:left; margin:0 10px 10px 0;cursor:pointer; cursor:hand;" src="http://2.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SGOitZHPscI/AAAAAAAAACg/tlRa8dL1JhY/s200/Foto058.jpg" border="0" alt=""id="BLOGGER_PHOTO_ID_5216191694144254402" /&gt;&lt;br /&gt;Aku biasanya hanya bercerita sendiri tanpa peduli nyawa yang ada dalam pelukan aku mendengar atau bahkan memahami cerita aku.  Sering aku bernyanyi sendiri lagu anak-anak tanpa pernah mengerti apakah bayi mungil dalam gendonganku mampu memahami.&lt;br /&gt;Radit, demikian kami memanggil buah hati kami, biasanya hanya tersenyum saat aku mengajaknya bercanda.  Senyuman kecil berulang-ulang seringkali membuat aku sudah merasa puas; seakan-akan mendapat applaus dari ratusan hadirin yang menghadiri presentasi aku.  Radit terlalu sering memberikan senyuman dalam gendongan ataupun pelukan aku.&lt;br /&gt;Tapi malam ini mungkin terasa beda....  Saat aku sendiri sudah merasa lelah karena aktivitas tanpa henti seharian ini.  Ketika Radit kecil dalam pelukan ibunya menjelang tidur malamnya, tiba-tiba saat aku sedang berbicara dengan istriku, membicarakan kelucuan Radit tentunya; Radit tertawa dengan keras.  Tertawa dengan suara, bukan hanya sebuah senyuman seperti biasanya.  Aku langsung melompat dari pembaringan aku, dan melihat raut mukanya, seakan-akan mengerti jika kami barusan telah membicarakannya.&lt;br /&gt;Senang banget rasanya, ini kali pertama kami mendengar tawa buah hati kami.  Tawa dengan suara, bukan hanya senyuman yang selama ini sudah memberikan kami kepuasan....&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-7792960262575433756?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ucXukTBhtRhULCo5gUmcT2IlIXI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ucXukTBhtRhULCo5gUmcT2IlIXI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ucXukTBhtRhULCo5gUmcT2IlIXI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/ucXukTBhtRhULCo5gUmcT2IlIXI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/06/tawa-pertama-di-kecil.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_UmdCHYpSzDo/SGOitZHPscI/AAAAAAAAACg/tlRa8dL1JhY/s72-c/Foto058.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-5174234071618459866</guid><pubDate>Sat, 14 Jun 2008 09:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-20T20:13:42.264+07:00</atom:updated><title>Pandanglah Lurus ke Depan..........</title><description>Tengah malam saat susah untuk tidur, biasanya ada dua hal yang aku lakukan.  Pertama menonton televisi dan kedua memainkan komputer.  Menonton film di televisi seringkali membuatku secara tak sengaja tertidur sehingga akhirnya berganti televisi yang menonton aku.  Sedangkan memainkan komputer, lebih sering membuat aku cepat mengantuk (walau tidak membuatku langsung tertidur di depan komputer) karena aku lebih sering bingung mau melakukan apa di depan komputer.&lt;br /&gt;Seperti biasa, saat browsing aku selalu menyalakan messenger yang ada di laptop aku.  Eh, ga aku nyalakan dhing, tapi emang auto start up ketika OS-nya sudah selesai booting dengan sempurna. Seperti biasa chatting di messenger dengan teman aku, ngobrolin dari hal-hal ringan, sampai bercanda ala pornografi, sampai ngobrolin masalah bisnis.&lt;br /&gt;Saat ditanya tentang ketatnya persaingan dan bagaimana perkembangan saingan usaha; aku cuman ringan aja jawabnya:" Marilah sejenak kita memandang lurus ke depan, menatap arah yang akan kita tapaki.  Jikalau terlalu lama melihat atau melirik ke samping atau bahkan melihat ke belakang, bagaimana mungkin itu akan menjamin jalan di depan kita akan lebih mudah"&lt;br /&gt;Mungkin bagi orang lain hal demikian tidaklah begitu berarti, namun demikian sangatlah penting dalam prinsip aku.  Selama usaha kita berjalan, banyak orang yang terlalu disibukkan dalam melihat ke samping memantau perkembangan dan perjalanan usaha saingannya yang ada.  Jika kita disibukkan dengan hal-hal demikian, lalu kapan bagi kita untuk konsentrasi 100 % mengurusi usaha kita sendiri???  Biarlah yang lain melakukan permainan dengan gayanya sendiri, yang terpenting bagi kita; kita tunjukkan pada mereka bahwa inilah gaya kita.   Kita tidak perlu menoleh dan melihat sampai di mana mereka; namun berbanggalah jika justru anda mampu membuat mereka menoleh untuk sekedar mencari tahu sampai di mana kita.&lt;br /&gt;Memang kecenderungan bagi orang-orang kita, adalah sibuk dengan pesaing yang ada, sampai seringkali lupa jika memiliki kewajiban terhadap konstituen yang ada.  Jika kita mengikuti gaya permainan seperti mereka kebanyakan orang, kapan kita akan konsentrasi secara penuh dengan diri kita sendiri?  Kita hanya akan sibuk menjadi plagiat, hanya akan sibuk sebagai pesaing, hanya akan sibuk sebagai pencemburu yang kesal dengan keberhasilan pesaing kita.&lt;br /&gt;Namun coba bayangkan, jika kita konsisten untuk memandang lurus ke depan, kita justru akan menjadi lebih kreatif dengan memberi ide yang murni bukan plagiat.  Kita akan menjadi pemimpin tanpa harus menyingkirkan lawan.  Kita tidak akan menjadi pencemburu, karena kita berada pada tingkat kesuksesan yang lebih tinggi.  Apapun usaha anda, yakinlah, pandangan ke depan dalam memelihara jenis usaha anda; akan membuat anda jauh lebih baik dan bangga dengan hasil yang dicapai......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-5174234071618459866?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0A0FkzHW-Ie2SocDB7PHvPx23Q4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0A0FkzHW-Ie2SocDB7PHvPx23Q4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0A0FkzHW-Ie2SocDB7PHvPx23Q4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/0A0FkzHW-Ie2SocDB7PHvPx23Q4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/06/pandanglah-lurus-ke-depan.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-14359595.post-7175247213559239916</guid><pubDate>Sun, 08 Jun 2008 12:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-20T19:55:04.942+07:00</atom:updated><title>Idealisme vs Materialisme</title><description>Sekilas teringat akan ucapan Mao Zedong (Hanzi: 毛澤東) (Shaoshan, Hunan, 26 Desember 1893 – Beijing, 9 September 1976), seorang pendiri negara Republik Rakyat Tiongkok sekaligus Presiden pertama Republik Rakyat China (27 September 1954 – 27 April 1959); tentang arti sebuah konflik.&lt;br /&gt;Di mana menurut Zedong &lt;span style="font-style:italic;"&gt;konflik bersifat semesta dan absolut, hal ini ada dalam proses perkembangan semua barang dan merasuki semua proses dari mula sampai akhir&lt;/span&gt;.  Lebih lanjut Zedong menjelaskan kekekalan atau keabadian konflik dalam pemikirannya sebelum mencapai tingkat keharmonisan.  Menurutnya konflik merupakan dasar daripada sesuatu bentuk disiplin ilmu pengetahuan, dengan beberapa contoh: bilangan negatif dan positif dalam matematika, aksi dan reaksi dalam ilmu mekanika, aliran listrik positif dan negatif dalam ilmu fisika, daya tarik dan daya tolak dalam ilmu kimia, konflik kelas dalam ilmu sosial, penyerangan dan pertahanan dalam ilmu perang, idealisme dan materialisme serta perspektif metafisika dan dialektik dalam ilmu filsafat dan seterusnya.&lt;br /&gt;Manajemen konflik sebagai penjembatan dalam upaya pencapaian harmonisasi penyelesaian konflik tidak dapat menjamin seberapa lama waktu yang dibutuhkan untuk menjinakkan atau bahkan meredam sebuah konflik dan merangkainya dalam sebuah harmonisasi.  Mediasi sebagai sarana penengah konflik juga belum tentu mampu memberikan estimasi bagaimana sebuah penyelesaian konflik dapat diakhiri sebagaimana sebuah film India yang selalu berakhir dengan &lt;span style="font-style:italic;"&gt;Happy End&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;Dalam kehidupan kita sehari-hari, konflik juga sering turut mewarnai perjalanan kita.  Terasa atau tidaknya sebuah gejolak konflik bagiku, dapat diukur melalui sejauh mana cara aku melakukan manajemen konflik terhadap kepentingan yang muncul.  Mampu tidaknya kita mengatasi konflik atas nama berbagai hal tersebut, dapat pula dirasakan melalui mediasi; walau akhirnya diperlukan sebuah konfrontasi.&lt;br /&gt;Sebenernya aku lama ga ada nulis di blog ini, kangen juga pengen nulis atau sekedar membuat coretan sekedar pengingat akan sebuah pengalaman, perjalanan, kenyataan, atau bahkan pemikiran dalam hidup ini.  Namun kenyataan tentang aktivitas dan kesibukan keseharianku, seakan membuat satu konflik ringan antara keinginan menulis blog dan kesempatan yang tak kunjung datang.&lt;br /&gt;Kembali pada pemikiran Mao Zedong tersebut di atas, ada satu hal menarik yang tiba-tiba membuat aku mencoba menggali lebih jauh melalui dunia maya.  Tentang pertentangan konflik antara kepentingan idealisme dan materialisme. Ibarat air dan minyak barangkali memang hal itu tidak bisa disatukan.  &lt;br /&gt;Namun bagaimana jika pengambilan posisi dalam pertentangan kutub itu telah ditentukan? Misal seseorang telah terlanjur men-cap kita sebagai seorang yang terlalu idealis, sehingga susah untuk dibelokkan keinginan hati dan selalu keukeuh dengan pendirian; akankah dalam posisi demikian kita akan melihat orang lain sebagai seorang yang semata-mata mengejar keinginan materialis?&lt;br /&gt;Uniknya hal demikian pernah juga aku alami tanpa sengaja.  Bagaimana ketika seseorang dalam keluargaku secara tegas di belakangku dan secara lantang sembunyi dari hadapanku berteriak jika aku terlalu idealis untuk sedikit mengalah demi kepentingan orang lain. Memang aku akui, seringkala (bolehkah jika mengungkap demikian sebagai konflik atas kata "kadangkala"?) aku enggan untuk mengalah, baik itu sekedar permasalahan ide, gagasan, pemikiran, ataupun perbuatan.  Bagiku, kalau memang salah, biarkan kesalahan itu sendiri yang menampar aku dan menarik rambutku untuk menghadapkan mukaku melihat kesalahan itu.&lt;br /&gt;Terhadap peran konflik tentang materialis sebagai pertentangan terhadap idealisme tersebut, setidaknya aku masih bisa bersyukur.  Dengan idealisme yang sedikit masih tersisa untuk bukti eksistensi diri tersebut, setidaknya dunia tidak bermurah hati mengubah jiwaku menjadi sebuah jiwa materialis dengan melihat berbagai kenikmatan yang mungkin melenakanku.  Setidaknya idealisme yang aku miliki masih menyisakan rasa malu dalam diri untuk sekedar mengejar materi yang jika kita sadari di dunia ini lebih banyak dimiliki orang lain daripada diri kita sendiri.  Setidaknya idealisme yang aku miliki masih menyisakan kewarasan dalam diriku untuk mengakui bahwasanya materialis yang dimiliki oleh saudara-saudaraku itu diriku termasuk memilikinya.&lt;br /&gt;Setidaknya.....idealisme yang aku miliki memberi semangat bagi diriku untuk menjadi diriku seperti yang aku mau, daripada sekedar membanggakan orang lain karena tidak ada yang patut dibanggakan dari diriku sendiri; dan berharap dari kebanggaan akan prestasi orang lain tersebut ada orang yang turut berbangga melihatku......&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;Temangsang ning server.....&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/14359595-7175247213559239916?l=www.temangsang.web.id' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8ZoKsigki1-et635JRaxeqfb_iA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8ZoKsigki1-et635JRaxeqfb_iA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8ZoKsigki1-et635JRaxeqfb_iA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/8ZoKsigki1-et635JRaxeqfb_iA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;</description><link>http://www.temangsang.web.id/2008/06/idealisme-vs-materialisme.html</link><author>noreply@blogger.com (Sang Fajar)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total></item><language>en-us</language><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>
