<?xml version="1.0" encoding="ISO-8859-1"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><!-- generator="FeedCreator 1.7.2" --><rss xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">
	<channel>
		<title>JATAM RSS</title>
		<description>RSS (Really Simple Syndication) adalah istilah dalam teknologi Internet yang merujuk pada cara men-sindikasi-kan konten sebuah situs web (web syndication). Layanan ini memudahkan pengguna Internet agar selalu dapat mengetahui ringkasan konten terbaru dari situs tertentu tanpa harus terlebih dahulu mengunjungi situs tersebut. Selain itu, RSS yang disediakan sebuah situs dapat digunakan untuk melengkapi konten situs lain.</description>
		<link>http://www.jatam.org</link>
		<lastBuildDate>Mon, 06 Jul 2009 07:32:29 +0100</lastBuildDate>
		<generator>FeedCreator 1.7.2</generator>
		<image>
			<url>http://www.jatam.org/images/M_images/pin_ban_mining.jpg</url>
			<title>www.rastafaraus.net</title>
			<link>http://www.jatam.org</link>
			<description>RSS (Really Simple Syndication) adalah istilah dalam teknologi Internet yang merujuk pada cara men-sindikasi-kan konten sebuah situs web (web syndication). Layanan ini memudahkan pengguna Internet agar selalu dapat mengetahui ringkasan konten terbaru dari situs tertentu tanpa harus terlebih dahulu mengunjungi situs tersebut. Selain itu, RSS yang disediakan sebuah situs dapat digunakan untuk melengkapi konten situs lain.</description>
		</image>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/terkini" type="application/rss+xml" /><feedburner:browserFriendly></feedburner:browserFriendly><item>
			<title>Menambang Dengan Akal Sehat</title>
			<link>http://www.jatam.org/content/view/845/21/</link>
			<description>Oleh Siti Maemunah. Dimuat di Koran Kompas, 6 Juli 2009

Sepanjang 2009, sedikitnya 18 kecelakaan tambang terjadi, ratusan orang korbannya. Mulai tambang emas di Sekotong, Lombok Barat, hingga tumpahan minyak di Majene, Sulawesi Barat. Bahkan, pada masa pemilu, ledakan tambang batu bara Sawahlunto, Padang, menewaskan puluhan orang. Ini bukti pemburukan krisis di kawasan sekitar pertambangan.

Sejak lama, sektor pertambangan berkontribusi melahirkan krisis bagi lingkungan dan penduduk sekitar. Tahun lalu, tercatat perusakan hutan lindung di Pulau Waigeo, Papua, dan Pulau Kabaena terjadi karena tambang nikel. Hingga tewasnya warga ditembak personel Polres Kota Bangun, Kutai Kertanegara, karena sengketa lahan tambang batu bara. 
</description>
			<category>publikasi - Artikel</category>
			<pubDate>Mon, 06 Jul 2009 03:51:47 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Exxon – Pertamina: Nobody Gets Hurt?</title>
			<link>http://www.jatam.org/content/view/844/21/</link>
			<description> 
Oleh Inaluy , Bojonegoro
Nobody Gets Hurt atau Tak ada yang akan disakiti. Kalimat tersebut tertulis jelas di selembar spanduk berwarna putih berlogo Exxon Mobil dan Pertamina. Dua perusahaan besar migas yang beroperasi di Bojonegoro. Exxon Mobil dari Amerika Serikat, Pertamina dari Indonesia. Mereka membuat kantor bersama di Jalan Teuku Umar Bojonegoro. Di sanalah spanduk itu terpasang. Di sekitar kantor tersebut mungkin tidak ada orang disakiti. Tapi bagaimana dengan warga yang tinggal di sekitar sumur pengeboran migas Pertamina, di Sukowati? </description>
			<category>publikasi - Artikel</category>
			<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 03:26:15 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Gas Tangguh dan Debat Capres</title>
			<link>http://www.jatam.org/content/view/842/21/</link>
			<description>Oleh : Kurtubi. Dimuat di Kompas, 3 Juli 2009


Dalam putaran kedua debat calon presiden bertema  Mengentaskan Kemiskinan dan Pengangguran , muncul pernyataan dan dialog menarik. Salah satu isu yang mengemuka adalah soal gas Tangguh yang dijual amat murah. Rendahnya harga jual gas Tangguh, berpangkal dari formula harga jual yang membatasi harga minyak mentah yang menjadi acuan, tidak boleh lebih tinggi dari 38 dollar AS/BBLS. Ini menghasilkan harga jual gas Tangguh flat, maksimal 3,35 dollar AS/MMBTU untuk kontrak penjualan jangka panjang. Padahal, bukti empiris dan teori menunjukkan harga gas selalu bergerak seirama harga minyak mentah yang amat dinamis. </description>
			<category>publikasi - Artikel</category>
			<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 12:31:51 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Siaran Pers Bersama Menyikapi Situasi Keamanan Menjelang Pilpres Di Papua</title>
			<link>http://www.jatam.org/content/view/841/35/</link>
			<description>Penyisiran dan penangkapan mahasiswa pegunungan di Papua juga berpengaruh pada keamanan diri mahasiswa Papua yang ada di Jakarta. Beberapa orang mahasiswa Papua di Jakarta merasakan intimidasi, setiap ada insiden di Papua, asrama mahasiswa selalu didatangi oleh intel dan menanyakan aktifitas mereka.  
</description>
			<category>kampanye - Siaran Pers</category>
			<pubDate>Fri, 03 Jul 2009 12:17:30 +0100</pubDate>
		</item>
		<item>
			<title>Update Info Lomba Investigasi Korupsi : Korupsi di Sektor Pertambangan </title>
			<link>http://www.jatam.org/content/view/840/</link>
			<description>Hampir sepertiga daratan negeri kita dikapling-kapling untuk ijin pertambangan. Bahkan, di tahun 2006 saja sudah ada 2.559 ijin pertambangan yang dikeluarkan oleh pemerintah, Itu belum termasuk ijin-ijin yang dikeluarkan oleh pemerintah daerah setelah otonomi daerah diberlakukan. Juga ijin-ijiin tambang galian C.

Mirisnya, pendapatan negara dari sektor tambang per September 2006 hanya Rp. 4,22 triliun (Tribun, 30/9/06), yang berasal dari royalti dan bagi hasil penjualan sejumlah perusahaan tambang.

Kemana larinya uang hasil penambangan tersebut?  
</description>
			<category>event - Event JATAM</category>
			<pubDate>Thu, 02 Jul 2009 11:31:58 +0100</pubDate>
		</item>
	</channel>
</rss>
