<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><rss xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" version="2.0"><channel><title>Menata Hati Diatas Sunnah</title><description></description><managingEditor>noreply@blogger.com (Anonymous)</managingEditor><pubDate>Fri, 8 Nov 2024 22:40:21 +0700</pubDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">498</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/">25</openSearch:itemsPerPage><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/</link><language>en-us</language><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="http://i1188.photobucket.com/albums/z416/pendakimimpi/14BN12A1.gif"/><itunes:keywords>Landasan,Agama,Renungan,Hati,Obat,Hati,Cerita,Kehidupan</itunes:keywords><itunes:subtitle>menata hati diatas sunnah</itunes:subtitle><itunes:category text="News &amp; Politics"/><itunes:owner><itunes:email>asy_arzo3ls@yahoo.com</itunes:email></itunes:owner><item><title>Keutamaan Bahasa Arab</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2011/01/keutamaan-bahasa-arab.html</link><category>Bahasa Arab</category><category>Belajar</category><category>Ilmu</category><pubDate>Mon, 17 Jan 2011 20:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-4717215389012667673</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhavQgBIXDZoL0A-9SpX-tW_3XxU3KkVV4O0fSr0r3M-aRVqxpILmzhIgN1uqOznKr1ZYQdKBJr_vUAvtofGvV9q5jjoZ36O4RpvJWCYPpQU8KZqUF1BLgiUMlLS8PnxSz_-sStMDOKaeU/s1600/ISLAMIC+%2822%29.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhavQgBIXDZoL0A-9SpX-tW_3XxU3KkVV4O0fSr0r3M-aRVqxpILmzhIgN1uqOznKr1ZYQdKBJr_vUAvtofGvV9q5jjoZ36O4RpvJWCYPpQU8KZqUF1BLgiUMlLS8PnxSz_-sStMDOKaeU/s200/ISLAMIC+%2822%29.JPG" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Tidak perlu diragukan lagi, memang sepantasnya seorang muslim  mencintai  bahasa Arab dan berusaha menguasainya. Allah telah menjadikan  bahasa Arab  sebagai bahasa Al-Qur’an karena bahasa Arab adalah bahasa  yang terbaik yang  pernah ada sebagaimana firman Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;:&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ قُرْآنًا عَرَبِيًّا  لَعَلَّكُمْ  تَعْقِلُونَ&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Sesungguhnya Kami menurunkannya berupa Al Quran dengan berbahasa  Arab,  agar kamu memahaminya.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
Ibnu katsir berkata ketika menafsirkan surat Yusuf ayat 2 di atas: &lt;em&gt;“Yang   demikian itu (bahwa Al -Qur’an diturunkan dalam bahasa Arab) karena  bahasa Arab  adalah bahasa yang paling fasih, jelas, luas, dan maknanya  lebih mengena lagi  cocok untuk jiwa manusia. Oleh karena itu kitab yang  paling mulia (yaitu  Al-Qur’an) diturunkan kepada rosul yang paling  mulia (yaitu: Rosulullah), dengan  bahasa yang termulia (yaitu Bahasa  Arab), melalui perantara malaikat yang paling  mulia (yaitu malaikat  Jibril), ditambah kitab inipun diturunkan pada dataran  yang paling  mulia diatas muka bumi (yaitu tanah Arab), serta awal turunnya pun  pada  bulan yang paling mulia (yaitu Romadhan), sehingga Al-Qur an menjadi   sempurna dari segala sisi.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Tafsir Ibnu Katsir&lt;/em&gt;, Tafsir  surat  Yusuf).&lt;br /&gt;
&lt;span id="more-7"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: &lt;em&gt;“Sesungguhnya ketika Allah   menurunkan kitab-Nya dan menjadikan Rasul-Nya sebagai penyampai risalah   (Al-Kitab) dan Al-Hikmah (As-sunnah), serta menjadikan generasi awal  agama ini  berkomunikasi dengan bahasa Arab, maka tidak ada jalan lain  dalam memahami dan  mengetahui ajaran Islam kecuali dengan bahasa Arab.  Oleh karena itu memahami  bahasa Arab merupakan bagian dari agama.  Keterbiasaan berkomunikasi dengan  bahasa Arab mempermudah kaum muslimin  memahami agama Allah dan menegakkan  syi’ar-syi’ar agama ini, serta  memudahkan dalam mencontoh generasi awal dari  kaum Muhajirin dan Anshar  dalam keseluruhan perkara mereka.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho  Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;
Sungguh sangat menyedihkan sekali, apa yang telah menimpa kaum  muslimin saat  ini, hanya segelintir dari mereka yang mau mempelajari  bahasa Arab dengan  serius. Hal ini memang sangat wajar karena di zaman  modern ini banyak sekali  kaum muslimin tenggelam dalam tujuan dunia  yang fana, Sehingga mereka enggan dan  malas mempelajari bahasa Arab.  Karena mereka tahu tidak ada hasil duniawi yang  bisa diharapkan jika  pandai berbahasa Arab. Berbeda dengan mempelajari bahasa  Inggris, kaum  muslimin di saat ini begitu semangat sekali belajar bahasa  Inggris,  karena mereka tahu banyak tujuan dunia yang bisa diperoleh jika pandai   bahasa Inggris, sehingga kita dapati mereka rela untuk meluangkan waktu  yang  lama dan biaya yang banyak untuk bisa menguasai bahasa ini.  Sehingga  kursus-kursus bahasa Inggris sangat laris dan menjamur  dimana-mana walaupun  dengan biaya yang tak terkira. Namun bagaimana  dengan kursus bahasa Arab…???  seandainya mereka benar-benar yakin  terhadap janji Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; untuk  orang yang menyibukkan diri  untuk mencari keridhoanNya, serta yakin akan  kenikmatan surga dengan  kekekalannya, niscaya mereka akan berusaha keras untuk  mempelajari  bahasa arab. Karena ia adalah sarana yang efektif untuk memahami   agama-Nya.&lt;br /&gt;
Kenyataan ini tidak menunjukkan larangan mempelajari bahasa Inggris  ataupun  lainnya. Tapi yang tercela adalah orang yang tidak memberikan  porsi yang adil  terhadap bahasa arab. Seyogyanya mereka juga  bersemangat dan bersungguh-sungguh  dalam mempelajari bahasa Arab.&lt;br /&gt;
Syaikh Utsaimin pernah ditanya: &lt;em&gt;“Bolehkah seorang penuntut ilmu   mempelajari bahasa Inggris untuk membantu dakwah ?”&lt;/em&gt; Beliau  menjawab:  &lt;em&gt;“Aku berpendapat, mempelajari bahasa Inggris tidak  diragukan lagi merupakan  sebuah sarana. Bahasa Inggris menjadi sarana  yang baik jika digunakan untuk  tujuan yang baik, dan akan menjadi jelek  jika digunakan untuk tujuan yang jelek.  Namun yang harus dihindari  adalah menjadikan bahasa Inggris sebagai pengganti  bahasa Arab karena  hal itu tidak boleh. Aku mendengar sebagian orang bodoh  berbicara  dengan bahasa Inggris sebagai pengganti bahasa Arab, bahkan sebagian   mereka yang tertipu lagi mengekor (meniru-niru), mengajarkan anak-anak  mereka  ucapan “selamat berpisah” bukan dengan bahasa kaum muslimin.  Mereka mengajarkan  anak-anak mereka berkata “bye-bye” ketika akan  berpisah dan yang semisalnya.  Mengganti bahasa Arab, bahasa Al-Qur’an  dan bahasa yang paling mulia, dengan  bahasa Inggris adalah haram.  Adapun menggunakan bahasa Inggris sebagai sarana  untuk berdakwah maka  tidak diragukan lagi kebolehannya bahwa kadang-kadang hal  itu bisa  menjadi wajib. Walaupun aku tidak mempelajari bahasa Inggris namun aku   berangan-angan mempelajarinya. terkadang aku merasa sangat perlu bahasa  Inggris  karena penterjemah tidak mungkin bisa mengungkapkan apa yang  ada di hatiku  secara sempurna.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Kitabul ‘Ilmi&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;
Dan termasuk hal yang sangat menyedihkan, didapati seorang muslim  begitu  bangga jika bisa berbahasa Inggris dengan fasih namun mengenai  bahasa Arab dia  tidak tahu?? Kalau keadaannya sudah seperti ini  bagaimana bisa diharapkan Islam  maju dan jaya seperti dahulu. Bagaimana  mungkin mereka bisa memahami syari’at  dengan benar kalau mereka sama  sekali tidak mengerti bahasa Arab…???&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Hukum Orang Yang Mampu Berbahasa Arab Namun Berbicara  Menggunakan  Bahasa Selain Bahasa Arab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah Berkata: &lt;em&gt;“Dibenci seseorang  berbicara dengan  bahasa selain bahasa Arab karena bahasa Arab merupakan  syiar Islam dan kaum  muslimin. Bahasa merupakan syiar terbesar  umat-umat, karena dengan bahasa dapat  diketahui ciri khas masing-masing  umat.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho Shirotil  Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;
Asy-Syafi’iy berkata sebagaimana diriwayatkan As-Silafi dengan  sanadnya  sampai kepada Muhammad bin Abdullah bin Al Hakam, beliau  berkata: &lt;em&gt;“Saya  mendengar Muhammad bin Idris Asy-syafi’iy berkata:  “Allah menamakan orang-orang  yang mencari karunia Allah melalui jual  beli (berdagang) dengan nama tu’jar  (tujjar dalam bahasa Arab artinya  para pedagang-pent), kemudian Rosululloh juga  menamakan mereka dengan  penamaan yang Allah telah berikan, yaitu (tujjar) dengan  bahasa arab.  Sedangkan “samasiroh” adalah penamaan dengan bahasa `ajam (selain   arab). Maka kami tidak menyukai seseorang yang mengerti bahasa arab  menamai para  pedagang kecuali dengan nama tujjar dan janganlah orang  tersebut berbahasa Arab  lalu dia menamakan sesuatu (apapun juga-pent)  dengan bahasa `ajam. Hal ini  karena bahasa Arab adalah bahasa yang  telah dipilih oleh Allah, sehingga Allah  menurunkan kitab-Nya yang  dengan bahasa Arab dan menjadikan bahasa Arab  merupakan bahasa penutup  para Nabi, yaitu Muhammad shallallahu ‘alaihi wa  sallam. Oleh karena  itu, kami katakan seyogyanya setiap orang yang mampu belajar  bahasa  Arab mempelajarinya, karena bahasa Arab adalah bahasa yang paling pantas   dicintai tanpa harus melarang seseorang berbicara dengan bahasa yang  lain. Imam  Syafi’iy membenci orang yang mampu berbahasa Arab namun dia  tidak berbahasa Arab  atau dia berbahasa Arab namun mencampurinya dengan  bahasa `ajam.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;
Abu Bakar bin ‘Ali Syaibah meriwayatkan dalam &lt;em&gt;Al Mushanaf&lt;/em&gt;: &lt;em&gt;“Dari   Umar bin Khattab, beliau berkata: Tidaklah seorang belajar bahasa  Persia kecuali  menipu, tidaklah seseorang menipu kecuali berkurang  kehormatannya. Dan Atho’  (seorang tabi’in) berkata: Janganlah kamu  belajar bahasa-bahasa ajam dan  janganlah karnu masuk gereja – gereja  mereka karena sesungguhnya Allah  menimpakan kemurkaan-Nya kepada  mereka, (Iqtidho Shirotil Mustaqim).  Diriwayatkan bahwa Imam Ahmad  berkata: “Tanda keimanan pada orang ‘ajam (non  arab) adalah cintanya  terhadap bahasa arab.” Dan adapun membiasakan  berkomunikasi dengan  bahasa selain Arab, yang mana bahasa Arab merupakan syi’ar  Islam dan  bahasa Al-Qur’an, sehingga bahasa selain arab menjadi kebiasaan bagi   penduduk suatu daerah, keluarga, seseorang dengan sahabatnya, para  pedagang atau  para pejabat atau bagi para karyawan atau para ahli  fikih, maka tidak  disangsikan lagi hal ini dibenci. Karena sesungguhnya  hal itu termasuk tasyabuh  (menyerupai) dengan orang `ajam dan itu  hukumnya makruh.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho  Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;
Khurasan, yang penduduk kedua kota tersebut berbahasa Persia serta  menduduki  Maghrib, yang penduduknya berbahasa Barbar, maka kaum  muslimin membiasakan  penduduk kota tersebut untuk berbahasa Arab,  hingga seluruh penduduk kota  tersebut berbahasa Arab, baik muslimnya  maupun kafirnya. Demikianlah Khurasan  dahulu kala. Namun kemudian  mereka menyepelekan bahasa Arab, dan mereka kembali  membiasakan bahasa  Persia sehingga akhirnya menjadi bahasa mereka. Dan mayoritas  mereka  pun menjauhi bahasa Arab. Tidak disangsikan lagi bahwa hal ini adalah   makruh. (&lt;em&gt;Iqtidho Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Pengaruh Bahasa Arab Dalam Kehidupan&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata: &lt;em&gt;“Merupakan metode yang baik  adalah  membiasakan berkomunikasi dengan bahasa Arab hingga anak kecil  sekalipun dilatih  berbahasa Arab di rumah dan di kantor, hingga  nampaklah syi’ar Islam dan kaum  muslimin. Hal ini mempermudah kaum  muslimin urituk memahami makna Al-Kitab dan  As-Sunnah serta perkataan  para salafush shalih. Lain halnya dengan orang yang  terbiasa berbicara  dengan satu bahasa lalu ingin pindah ke bahasa lain maka hal  itu sangat  sulit baginya. Dan ketahuilah…!!! membiasakan berbahasa Arab sangat   berpengaruh terhadap akal, akhlak dan agama. Juga sangat berpengaruh  dalam usaha  mencontoh mereka dan memberi dampak positif terhadap akal,  agama dan tingkah  laku.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;
Sungguh benar apa yang dikatakan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah,  bahasa  Arab memiliki pengaruh yang sangat besar dalam kehidupan,  akhlak, agama. Orang  yang pandai bahasa Arab cenderung senang membaca  kitab-kitab para ulama yang  berbahasa Arab dan tentu senang juga  membaca dan menghafal Al-Qur’an serta  hadits-hadits Rasulullah.  Sehingga hal ini bisa memperbagus akhlak dan agamanya.  Berbeda dengan  orang yang pandai berbahasa Inggris (namun tanpa dibekali dengan  ilmu  agama yang baik), dia cenderung senang membaca buku berbahasa Inggris  yang  jelas kebanyakannya merupakan karya orang kafir. Sehingga mulailah  ia  mempelajari kehidupan orang kafir sedikit demi sedikit. Mau tidak  mau iapun  harus mempelajari cara pengucapan dan percakapan yang benar  melalui mereka, agar  dia bisa memperbagus bahasa Inggrisnya. Bisa jadi  akhirnya ia pun senang  mempelajari dan menghafal lagu-lagu berbahasa  Inggris (yang kebanyakan isinya  berisi maksiat) dan tanpa sadar diapun  mengidolakan artis atau tokoh barat serta  senang mengikuti gaya-gaya  mereka. Akhlaknya pun mulai meniru akhlak orang barat  (orang kafir),  dan mengagungkan orang kafir serta takjub pada kehebatan mereka.   Akhirnya, diapun terjatuh dalam tasyabbuh (meniru-niru) terhadap orang  kafir,  menganggap kaum muslimin terbelakang dan ujung-ujungnya dia  lalai dari  mempelajari Al-Qur’an dan hadits-hadits Rasulullah &lt;em&gt;shallallahu  ‘alaihi wa  sallam&lt;/em&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Hukum Mempelajari Bahasa Arab&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Syaikhul Islam Berkata: &lt;em&gt;“Dan sesungguhnya bahasa Arab itu sendiri  bagian  dari agama dan hukum mempelajarinya adalah wajib, karena  memahami Al-Kitab dan  As-Sunnah itu wajib dan keduanya tidaklah bisa  difahami kecuali dengan memahami  bahasa Arab. Hal ini sesuai dengan  kaidah:&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align="right" class="arab"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَا لاَ يَتِمٌّ الْوَاجِبُ إِلاَّ بِهِ  فَهُوَ  وَاجِبٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;em&gt;“Apa yang tidak sempurna suatu kewajiban kecuali dengannya maka  ia juga  hukumnya wajib.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Namun disana ada bagian dari bahasa Arab yang wajib ‘ain dan ada  yang  wajib kifayah. Dan hal ini sesuai dengan apa yang diriwayatkan  oleh Abu Bakar  bin Abi Syaibah, dari Umar bin Yazid, beliau berkata:  Umar bin Khattab menulis  kepada Abu Musa Al-Asy’ari (yang isinya)  “…Pelajarilah As-Sunnah, pelajarilah  bahasa Arab dan I’roblah Al-Qur’an  karena Al-Qur’an itu berbahasa  Arab.”&lt;/em&gt;&lt;br /&gt;
&lt;em&gt;Dan pada riwayat lain, Beliau (Umar bin Khattab) berkata:  “Pelajarilah  bahasa Arab sesungguhnya ia termasuk bagian dari agama  kalian, dan belajarlah  faroidh (ilmu waris) karena sesungguhnya ia  termasuk bagian dari agama  kalian.”&lt;/em&gt; (&lt;em&gt;Iqtidho Shirotil Mustaqim&lt;/em&gt;).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;strong&gt;Penutup&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;
Bahasa Arab adalah bahasa Agama Islam dan bahasa Al-Qur’an, seseorang  tidak  akan dapat memahami kitab dan sunnah dengan pemahaman yang benar  dan selamat  (dari penyelewengan) kecuali dengan bahasa Arab.  Menyepelekan dan menggampangkan  Bahasa Arab akan mengakibatkan lemah  dalam memahami agama serta jahil (bodoh)  terhadap permasalahan agama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sungguh sangat ironis dan menyedihkan, sekolah-sekolah dinegeri kita,  bahasa  Arab tersisihkan oleh bahasa-bahasa lain, padahal mayoritas  penduduk negeri kita  adalah beragama Islam, sehingga keadaan kaum  muslimin dinegeri ini jauh dari  tuntunan Allah &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt; dan  Rasul-Nya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka seyogyanya anda sekalian wahai penebar kebaikan… mempunyai andil  dan  peran dalam memasyarakatkan serta menyadarkan segenap lapisan  masyarakat akan  pentingya bahasa Al Qur’an ini, dengan segala kemampuan  yang dimiliki, semoga  Allah menolong kaum muslimin dan mengembalikan  mereka kepada ajaran Rasul-Nya  yang shohih. Tiada daya dan kekuatan  melainkan dengan pertolongan Allah  &lt;em&gt;ta’ala&lt;/em&gt;. Segala puji  hanyalah bagi Allah Tuhan semesta alam.</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhavQgBIXDZoL0A-9SpX-tW_3XxU3KkVV4O0fSr0r3M-aRVqxpILmzhIgN1uqOznKr1ZYQdKBJr_vUAvtofGvV9q5jjoZ36O4RpvJWCYPpQU8KZqUF1BLgiUMlLS8PnxSz_-sStMDOKaeU/s72-c/ISLAMIC+%2822%29.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Bahasa Arab Untuk Anak-Anak</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2011/01/bahasa-arab-untuk-anak-anak.html</link><category>Bahasa Arab</category><category>Belajar</category><category>Ilmu</category><pubDate>Mon, 17 Jan 2011 20:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-2220020320742714447</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://rahadian05.files.wordpress.com/2010/03/qori3.jpg?w=296&amp;amp;h=235" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="158" src="http://rahadian05.files.wordpress.com/2010/03/qori3.jpg?w=296&amp;amp;h=235" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Segala Puji bagi Allah ta’ala yang telah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa arab. Al-Qur’an adalah kitab suci umat Islam. Al-Qur’an adalah mukjizat paling agung yang menunjukkan akan benarnya risalah yang dibawa Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahkan kalangan jin pun sampai kagum dengan keindahan bahasa Al-Qur’an. Allah ta’ala berfirman dalam surat al-Jinn,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قُلْ أُوحِيَ إِلَيَّ أَنَّهُ اسْتَمَعَ نَفَرٌ مِنَ الْجِنِّ فَقَالُوا إِنَّا سَمِعْنَا قُرْآنًا عَجَبًا . يَهْدِي إِلَى الرُّشْدِ فَآمَنَّا بِهِ وَلَنْ نُشْرِكَ بِرَبِّنَا أَحَدًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya Kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan, (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu Kami beriman kepadanya. dan Kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan Kami.”. (Al-Jin [72]: 1-2)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak seorang pun yang mampu mendatangkan satu ayat pun yang semisal Al-Qur’an, Allah ta’ala berfirman,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;قُلْ لَئِنِ اجْتَمَعَتِ الإنْسُ وَالْجِنُّ عَلَى أَنْ يَأْتُوا بِمِثْلِ هَذَا الْقُرْآنِ لا يَأْتُونَ بِمِثْلِهِ وَلَوْ كَانَ بَعْضُهُمْ لِبَعْضٍ ظَهِيرًا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Katakanlah: “Sesungguhnya jika manusia dan jin berkumpul untuk membuat yang serupa Al Quran ini, niscaya mereka tidak akan dapat membuat yang serupa dengannya, Sekalipun sebagian mereka menjadi pembantu bagi sebagian yang lain”.” (QS. Al-Israa [17]: 88)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Allah ta’ala telah menurunkan Al-Qur’an dalam bahasa arab, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam menyampaikan wahyu, membimbing para sahabat ridhwanullahi ‘alaihim ajma’in dengan bahasa arab, begitupula generasi terbaik umat ini, mereka juga saling berkomunikasi dengan bahasa arab. Maka tidak mungkin bagi kita untuk bisa memahami dengan baik dua wahyu Allah (Al Qur’an dan As Sunnah), sesuai dengan pemahaman yang benar dari para sahabat dan ulama-ulama yang berpegang teguh dengan tuntunan mereka kecuali dengan mempelajari bahasa arab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mempelajari bahasa arab adalah perkara yang amat penting. Sungguh sangat menyedihkan bahwa kebanyakan kaum muslimin berpaling dari mempelajari bahasa arab. Kebanyakan kaum muslimin sekarang lebih berbangga apabila bisa berbicara dengan bahasa asing, dengan bahasa inggris, jerman dan seterusnya, bahkan putra-putri mereka pun dididik dengan bahasa asing supaya tidak ketinggalan zaman, dan yang paling menyedihkannya adalah mereka sama sekali tidak berupaya agar putra-putri mereka mempelajari bahasa arab. Laa haula walaa quwwata illa billah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau keadaan kaum muslimin seperti ini, bagaimana akan tercetak generasi Islam yang cinta Allah dan Rasul-Nya? Bisa dibayangkan bila ini berlangsung terus akan menyebabkan mereka terombang ambing dalam gelombang syubhat dan syahwat. Bagaimana mungkin mereka akan mampu membela Islam dengan benar kalau aqidahnya rapuh, kalau mereka sendiri tidak di didik diatas tuntunan islam, di atas tuntunan Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk para orang tua:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Perhatikanlah pendidikan anak-anakmu. Janganlah kau terlantarkan pendidikan mereka, pendidikan yang paling penting bagi mereka adalah pengajaran aqidah yang benar, tanamkan aqidah tersebut pada benak mereka.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Ajarkan mereka Al-Qur’an sejak dini. Bangkitkan kecintaan mereka terhadap Al-Qur’an.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Ajarkanlah mereka hadits-hadits dari Rasulullah, biasakan mereka untuk mendengar hadits-hadits tersebut.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Perkenalkan putra-putri anda bahasa arab. Karena itu merupakan bahasa Al-Qur’an. Ajarkan sejak dini, sejak anak bisa berbicara maka latihlah dia untuk belajar bahasa arab.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Karena mengajar anak di waktu kecil bagaikan mengukir diatas batu. Sedikit demi sedikit. Ketika anak sudah paham nama-nama benda, ajarkan bahasa arabnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya ketika anak melihat ke langit maka kita ajarkan bahwa langit bahasa arabnya adalah “samaa’un”, kalau anak melihat buku maka kita ajarkan bahwa bahasa arabnya buku adalah “kitaabun”, kalau anak sedang memperhatikan tangannya, kita ajarkan bahwa bahasa arab tangan adalah “yadun” dan seterusnya. Dengan diperkenalkan dan melihat langsung wujud aslinya akan sangat membantu anak cepat hafal yang diajarkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Maka, marilah kita perkenalkan bahasa Arab sejak dini kepada anak-anak kita. Semoga kelak mereka menjadi anak yang bertakwa, cinta Al-Quran, cinta al-Hadits, menjadi salah satu penegak panji islam dan menjadi penduduk surga-Nya Allah ta’ala kelak, aamiin.&lt;/blockquote&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Pentingnya Bahasa Arab</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2011/01/pentingnya-bahasa-arab.html</link><category>Bahasa Arab</category><category>Belajar</category><category>Ilmu</category><category>Nahwu dan Sharaf</category><pubDate>Sat, 15 Jan 2011 07:22:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-1621672558098873112</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.m5zn.com/uploads/2010/12/5/photo/120510101247d23wripq.jpg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="320" src="http://www.m5zn.com/uploads/2010/12/5/photo/120510101247d23wripq.jpg" width="229" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Imam Asy-Syafi’i mengatakan, Manusia menjadi buta agama, bodoh dan selalu berselisih paham lantaran mereka meninggalkan bahasa Arab, dan lebih mengutamakan konsep Aristoteles. (Siyaru A’lamin Nubala, 10/74.)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Itulah ungkapan Imam Syafi’i buat umat, agar kita jangan memarginalkan bahasa kebanggaan umat Islam. Seandainya sang imam menyaksikan sikap umat sekarang ini terhadap bahasa Arab, tentulah keprihatinan beliau akan semakin memuncak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasa Arab berbeda dengan bahasa-bahasa lain yang menjadi alat komunikasi di kalangan umat manusia. Ragam keunggulan bahasa Arab begitu banyak. Idealnya, umat Islam mencurahkan perhatiannya terhadap bahasa ini. Baik dengan mempelajarinya untuk diri mereka sendiri ataupun memfasilitasi dan mengarahkan anak-anak untuk tujuan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di masa lampau, bahasa Arab sangat mendapatkan tempat di hati kaum muslimin. Ulama dan bahkan para khalifah tidak melihatnya dengan sebelah mata. Fashahah (kebenaran dalam berbahasa) dan ketajaman lidah dalam berbahasa menjadi salah satu indikasi keberhasilan orang tua dalam mendidik anaknya saat masa kecil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Redupnya perhatian terhadap bahasa Arab nampak ketika penyebaran Islam sudah memasuki negara-negara ‘ajam (non Arab). Antar ras saling berinteraksi dan bersatu di bawah payung Islam. Kesalahan ejaan semakin dominan dalam perbincangan. Apalagi bila dicermati realita umat Islam sekarang pada umumnya, banyak yang menganaktirikan bahasa Arab. Yang cukup memprihatinkan, para orang tua kurang mendorong anak-anaknya agar dapat menekuni bahasa Arab ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Keistimewaan Bahasa Arab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Bahasa Arab adalah bahasa Al Quran. Allah ta’ala berfirman: “Sesungguhnya Kami telah menjadikan Al-Quran dalam bahasa Arab, supaya kalian memahaminya.” (QS. Az Zukhruf: 3)&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Bahasa Arab adalah bahasa Nabi Muhammad dan bahasa verbal para sahabat. Hadits-hadits Nabi yang sampai kepada kita dengan berbahasa Arab. Demikian juga kitab-kitab fikih, tertulis dengan bahasa ini. Oleh karena itu, penguasaan bahasa Arab menjadi pintu gerbang dalam memahaminya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Susunan kata bahasa Arab tidak banyak. Kebanyakan terdiri atas susunan tiga huruf saja. Ini akan mempermudah pemahaman dan pengucapannya.&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Indahnya kosakata Arab. Orang yang mencermati ungkapan dan kalimat dalam bahasa Arab, ia akan merasakan sebuah ungkapan yang indah dan gamblang, tersusun dengan kata-kata yang ringkas dan padat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Petunjuk Urgensi Belajar Bahasa Arab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Teguran Keras Terhadap Kekeliruan Dalam Berbahasa&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berbahasa yang baik dan benar sudah menjadi tradisi generasi Salaf. Oleh karena itu, kekeliruan dalam pengucapan ataupun ungkapan yang tidak seirama dengan kaidah bakunya dianggap sebagai cacat, yang mengurangi martabat di mata orang banyak. Apalagi bila hal itu terjadi pada orang yang terpandang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnul Anbari menyatakan: “Bagaimana mungkin perkataan yang keliru dianggap baik…? Bangsa Arab sangat menyukai orang yang berbahasa baik dan benar, mereka memandang orang-orang yang keliru dengan sebelah mata dan menyingkirkan mereka”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umar bin Khaththab pernah mengomentari cara memanah beberapa orang dengan berucap: “Alangkah buruk bidikan panah kalian”. Mereka menjawab, “Nahnu qawmun muta’alimiina (kami adalah para pemula)”, (Seharusnya: Nahnu Qawmun Muta’alimuuna – mereka salah dalam bahasa -ed) maka Umar berkata, “Kesalahan berbahasa kalian lebih fatal menurutku daripada buruknya bidikan kalian…” (Al Malahin, karya Ibnu Duraid Al Azdi, hlm. 72)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Perhatian Salaf Terhadap Bahasa Arab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umar bin Khaththab pernah menulis surat kepada Abu Musa yang berisi pesan: “Amma ba’du, pahamilah sunnah dan pelajarilah bahasa Arab”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kesempatan lain, beliau mengatakan: “Semoga Allah merahmati orang yang meluruskan lisannya (dengan belajar bahasa Arab)”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kesempatan lain lagi, beliau menyatakan: “Pelajarilah agama, dan ibadah yang baik, serta dalamilah bahasa Arab”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beliau juga mengatakan: “Pelajarilah bahasa Arab, sebab ia mampu menguatkan akal dan menambah kehormatan”. (Tarikh Umar bin Khathab, karya Ibnul Jauzi, 225)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para ulama tidak mengecilkan arti bahasa Arab. Mereka tetap memberikan perhatian yang besar dalam menekuninya, layaknya ilmu syar’i lainnya. Sebab bahasa Arab adalah perangkat dan sarana untuk memahami ilmu syariat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Syafi’i pernah berkata: “Aku tinggal di pedesaan selama dua puluh tahun. Aku pelajari syair-syair dan bahasa mereka. Aku menghafal Al Qur’an. Tidak pernah ada satu kata yang lewat olehku, kecuali aku memahami maknanya”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Imam Syafi’i telah mencapai puncak dalam penguasaan bahasa Arab, sehingga dijuluki sebagai orang Quraisy yang paling fasih pada masanya. Dia termasuk yang menjadi rujukan bahasa Arab.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ibnul Qayyim juga dikenal memiliki perhatian yang kuat terhadap bahasa Arab. Beliau mempelajari dari kitab Al Mulakhkhash karya Abul Baqa’, Al Jurjaniyah, Alfiyah Ibni Malik, Al Kafiyah Asy Syafiah dan At Tashil, Ibnul Fathi Al Ba’li. Beliau juga belajar dari Ali bin Majd At Tusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ulama lain yang terkenal memiliki perhatian yang besar terhadap bahasa Arab adalah Imam Syaukani. Ulama ini menimba ilmu nahwu dan sharaf dari tiga ulama sekaligus, yaitu: Sayyid Isma’il bin Al Hasan, ‘Allamah Abdullah bin Ismail An Nahmi, dan ‘Allamah Qasim bin Muhammad Al Khaulani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Anak-Anak Khalifah Juga Belajar Bahasa Arab&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Para khalifah, dahulu juga memberikan perhatian besar terhadap bahasa Arab. Selain mengajarkan pada anak-anak dengan ilmu-ilmu agama, mereka juga memberikan jadwal khusus untuk memperdalam bahasa Arab dan sastranya. Motivasi mereka, lantaran mengetahui nilai positif bahasa Arab terhadap gaya ucapan mereka, penanaman budi pekerti, perbaikan ungkapan dalam berbicara, modal dasar mempelajari Islam dari referensinya. Oleh karena itu, ulama bahasa Arab juga memiliki kedudukan dalam pemerintahan dan dekat dengan para khalifah. Para pakar bahasa menjadi guru untuk anak-anak khalifah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Al Ahmar An Nahwi berkata, “Aku diperintahkan Ar Rasyid untuk mengajarkan sastra Arab kepada anaknya, Muhammad Al Amin. Al Makmun dan Al Amin juga pernah dididik pakar bahasa yang bernama Abul Hasan ‘Ali bin Hamzah Al Kisai yang menjadi orang dekat Khalifah. Demikian juga pakar bahasa lain yang dikenal dengan Abu Ishaq Ibrahim bin Muhammad bin As Sari mengajari anak-anak Khalifah AlMu’tadhid pelajaran bahasa Arab. Juga Abu Qadim Abu Ja’far Muhammad bin Qadim mengajari Al Mu’taz sebelum memegang tampuk pemerintahan”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahasa Arab adalah bahasa yang terbaik di dunia, karena Allah memilihnya menjadi bahasa yang digunakan di dalam kitab-Nya yang mulia. Selain itu, bahasa Arab memang memiliki pengaruh yang cukup besar terhadap pendidikan. Terutama dalam memahami Islam dengan baik dan benar. Hendaknya kaum muslimin bersemangat dalam mempelajarinya. Semoga saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengaruh Bahasa Arab Untuk Pendidikan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Mempermudah Penguasaan Terhadap Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Islam sangat menekankan pentingnya aspek pengetahuan melalui membaca. Allah ta’ala berfirman, “Bacalah dengan nama Rabb-mu yang menciptakan.” (QS. Al ‘Alaq: l)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Melalui bahasa Arab, orang dapat meraih ilmu pengetahuan. Sebab bahasa Arab telah menjadi sarana mentransfer pengetahuan. Bukti konkretnya, banyak ulama yang mengabadikan berbagai disiplin ilmu dalam bait-bait syair yang lebih dikenal dengan nazham (manzhumah atau nazhaman). Dengan ini, seseorang akan relatif lebih mudah mempelajarinya, lantaran tertarik pada keindahan susunannya, dan menjadi keharusan untuk menghafalnya bagi orang yang ingin benar-benar menguasainya dengan baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebagai contoh, kitab Asy Syathibiyah Fi Al Qiraati As Sab’i Al Mutawatirati ‘Anil Aimmati Al Qurrai As Sab’ah, adalah matan syair yang berisi pelajaran qiraah sab’ah, karangan Imam Al Qasim bin Firah Asy Syathibi. Buku lain yang berbentuk untaian bait syair, Al Jazariyah, yaitu buku tentang tajwid karya Imam Muhammad bin Muhammad Al Jazari. Dalam bidang ilmu musthalah hadits, ada kitab Manzhumah Al Baiquniyah, karya Syaikh Thaha bin Muhammad Al Baiquni. Dan masih banyak contoh lainnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2. Meningkatkan Ketajaman Daya Pikir&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam hal ini, Umar bin Khaththab berkata, “Pelajarilah bahasa Arab. Sesungguhnya ia dapat menguatkan akal dan menambah kehormatan.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengkajian bahasa Arab akan meningkatkan daya pikir seseorang, lantaran di dalam bahasa Arab terdapat susunan bahasa indah dan perpaduan yang serasi antar kalimat. Hal itu akan mengundang seseorang untuk mengoptimalkan daya imajinasinya. Dan ini salah satu faktor yang secara perlahan akan menajamkan kekuatan intelektual seseorang. Pasalnya, seseorang diajak untuk merenungi dan memikirkannya. Renungkanlah firman Allah ta’ala, “Barangsiapa yang menyekutukan sesuatu dengan Allah, maka ia seolah-olah jatuh dari langit lalu disambar oleh burung atau diterbangkan angin ke tempat yang jauh.” (QS Al Hajj: 31)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantaran dahsyatnya bahaya syirik kepada Allah, maka permisalan orang yang melakukannya bagaikan sesuatu yang jatuh dari langit yang langsung disambar burung sehingga terpotong-potong tubuhnya. Demikian perihal orang musyrik, ketika ia meninggalkan keimanan, maka syetan-syetan ramai-ramai menyambarnya sehingga terkoyak dari segala sisi, agama dan dunianya, mereka hancurkan. (Tafsir As Sa’di)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
3. Mempengaruhi Pembinaan Akhlak&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang menyelami bahasa Arab, akan membuktikan bahwa bahasa ini merupakan sarana untuk membentuk moral luhur dan memangkas perangai kotor.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berkaitan dengan itu, Ibnu Taimiyah berkata: “Ketahuilah, perhatian terhadap bahasa Arab akan berpengaruh sekali terhadap daya intelektualitas, moral, agama (seseorang) dengan pengaruh yang sangat kuat lagi nyata. Demikian juga akan mempunyai efek positif untuk berusaha meneladani generasi awal umat ini dari kalangan sahabat, tabi’in dan meniru mereka, akan meningkatkan daya kecerdasan, agama dan etika”. (Iqtidha Shiratil Mustaqim, hlm. 204)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Misalnya, penggalan syair yang dilantunkan Habib bin Aus yang menganjurkan berperangai dengan akhlak yang baik:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Manusia senantiasa dalam kebaikan,&lt;br /&gt;
selama ia mempunyai rasa malu&lt;br /&gt;
Batang pohon senantiasa abadi,&lt;br /&gt;
selama kulitnya belum terkelupas&lt;br /&gt;
Demi AIlah, tidak ada sedikit pun kebaikan dalam kehidupan,&lt;br /&gt;
Demikian juga di dunia, bila rasa malu telah hilang sirna&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Juga ada untaian syair yang melecut orang agar menjauhi tabiat buruk.&lt;br /&gt;
Imam Syafi’i mengatakan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bila dirimu ingin hidup&lt;br /&gt;
dengan bebas dari kebinasaan,&lt;br /&gt;
(juga) agamamu utuh dan kehormatanmu terpelihara,&lt;br /&gt;
Janganlah lidahmu&lt;br /&gt;
mengungkit cacat orang,&lt;br /&gt;
Tubuhmu sarat dengan aib, dan orang (juga)&lt;br /&gt;
memiliki lidah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, bahasa Arab tetap penting, Bahkan menjadi ciri khas kaum muslimin. Seyogyanya menjadi perhatian kaum muslimin. Dengan memahami bahasa Arab, penguasaan terhadap Al Qur’an dan As Sunnah menjadi lebih mudah. Pada gilirannya, akan mengantarkan orang untuk dapat menghayati nilai-nilainya dan mengamalkannya dalam kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Diangkat dari Al Atsaru At Tarbawiyah Li Dirasati Al Lughah Al ‘Arabiyyah, karya Dr. Khalid bin Hamid Al Hazimi, dosen Fakultas Dakwah dan Ushuluddin Universitas Islam Madinah. Majalah jami’ah Islamiyyah, edisi 125 Th. 1424 H. Disalin dari Majalah As-Sunnah edisi 02/IX/1426H, Rubrik Baituna, hal. 05 – 08.&lt;/blockquote&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">3</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Sejarah Asal Mula Ilmu Nahwu</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2011/01/sejarah-asal-mula-ilmu-nahwu.html</link><category>Bahasa Arab</category><category>Belajar</category><category>Ilmu</category><category>Nahwu dan Sharaf</category><pubDate>Sat, 15 Jan 2011 07:15:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-702140249606115779</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFYUrCToxvV1wEZHu4i2bTICDGzCYnUFVWIAktcKKSx3CxAIp7jhvKI8E01upLut_wUwySo1B7tsqfSaganQ_bqg73auzxrRZC5ohEakiK4IQzP1nopcIs_yyucJ321sKpeAYRFXczak4/s320/nahwu.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="207" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFYUrCToxvV1wEZHu4i2bTICDGzCYnUFVWIAktcKKSx3CxAIp7jhvKI8E01upLut_wUwySo1B7tsqfSaganQ_bqg73auzxrRZC5ohEakiK4IQzP1nopcIs_yyucJ321sKpeAYRFXczak4/s400/nahwu.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id="goog_499993249"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id="goog_499993250"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seperti halnya bahasa-bahasa yang lain, Bahasa Arab mempunyai kaidah-kaidah tersendiri di dalam mengungkapkan atau menuliskan sesuatu hal, baik berupa komunikasi atau informasi. Lalu, bagaimana sebenarnya awal mula terbentuknya kaidah-kaidah ini, dan kenapa dikatakan dengan istilah nahwu? simak artikel berikut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada jaman Jahiliyyah, kebiasaan orang-orang Arab ketika mereka berucap atau berkomunikasi dengan orang lain, mereka melakukannya dengan tabiat masing-masing, dan lafazh-lafazh yang muncul, terbentuk dengan peraturan yang telah ditetapkan mereka, di mana para junior belajar kepada senior, para anak belajar bahasa dari orang tuanya dan seterusnya. Namun ketika islam datang dan menyebar ke negeri Persia dan Romawi, terjadinya pernikahan orang Arab dengan orang non Arab, serta terjadi perdagangan dan pendidikan, menjadikan Bahasa Arab bercampur baur dengan bahasa non Arab. Orang yang fasih bahasanya menjadi jelek dan banyak terjadi salah ucap, sehingga keindahan Bahasa Arab menjadi hilang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kondisi inilah mendorong adanya pembuatan kaidah-kaidah yang disimpulkan dari ucapan orang Arab yang fasih yang bisa dijadikan rujukan dalam mengharakati bahasa Arab, sehingga muncullah ilmu pertama yang dibuat untuk menyelamatkan Bahasa Arab dari kerusakan, yang disebut dengan ilmu Nahwu. Adapun orang yang pertama kali menyusun kaidah Bahasa Arab adalah Abul Aswad Ad-Duali dari Bani Kinaanah atas dasar perintah Khalifah Ali Bin Abi Thalib.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terdapat suatu kisah yang dinukil dari Abul Aswad Ad-Duali, bahwasanya ketika ia sedang berjalan-jalan dengan anak perempuannya pada malam hari, sang anak mendongakkan wajahnya ke langit dan memikirkan tentang indahnya serta bagusnya bintang-bintang. Kemudian ia berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَا أَحْسَنُ السَّمَاءِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Apakah yang paling indah di langit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan mengkasrah hamzah, yang menunjukkan kalimat tanya. Kemudian sang ayah mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;نُجُوْمُهَا يَا بُنَيَّةُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Wahai anakku, Bintang-bintangnya”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sang anak menyanggah dengan mengatakan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اِنَّمَا اَرَدْتُ التَّعَجُّبَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya aku ingin mengungkapkan kekaguman”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka sang ayah mengatakan, kalau begitu ucapkanlah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَا اَحْسَنَ السَّمَاءَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Betapa indahnya langit.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bukan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;مَا اَحْسَنُ السَّمَاءِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Apakah yang paling indah di langit?”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan memfathahkan hamzah…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
****&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dikisahkan pula dari Abul Aswad Ad-Duali, ketika ia melewati seseorang yang sedang membaca al-Qur’an, ia mendengar sang qari membaca surat At-Taubah ayat 3 dengan ucapan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَنَّ اللهَ بَرِىءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُولِهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dengan mengkasrahkan huruf lam pada kata rasuulihi yang seharusnya di dhommah. Menjadikan artinya “…Sesungguhnya Allah berlepas diri dari orang-orang musyrik dan rasulnya..” hal ini menyebabkan arti dari kalimat tersebut menjadi rusak dan menyesatkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seharusnya kalimat tersebut adalah,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;أَنَّ اللهَ بَرِىءٌ مِّنَ الْمُشْرِكِينَ وَرَسُوْلُهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya Allah dan Rasul-Nya berlepas diri dari orang-orang musyrikin.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Karena mendengar perkataan ini, Abul Aswad Ad-Duali menjadi ketakutan, ia takut keindahan Bahasa Arab menjadi rusak dan gagahnya Bahasa Arab ini menjadi hilang, padahal hal tersebut terjadi di awal mula daulah islam. Kemudian hal ini disadari oleh khalifah Ali Bin Abi Thalib, sehingga ia memperbaiki keadaan ini dengan membuat pembagian kata, bab inna dan saudaranya, bentuk idhofah (penyandaran), kalimat ta’ajjub (kekaguman), kata tanya dan selainnya, kemudian Ali Bin Abi Thalib berkata kepada Abul Aswad Adduali,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اُنْحُ هَذَا النَّحْوَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Ikutilah jalan ini”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari kalimat inilah, ilmu kaidah Bahasa Arab disebut dengan ilmu nahwu. (Arti nahwu secara bahasa adalah arah )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian Abul Aswad Ad-Duali melaksanakan tugasnya dan menambahi kaidah tersebut dengan bab-bab lainnya sampai terkumpul bab-bab yang mencukupi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kemudian, dari Abul Aswad Ad-Duali inilah muncul ulama-ulama Bahasa Arab lainnya, seperti Abu Amru bin ‘alaai, kemudian al Kholil al Farahidi al Bashri ( peletak ilmu arudh dan penulis mu’jam pertama) , sampai ke Sibawai dan Kisai (pakar ilmu nahwu, dan menjadi rujukan dalam kaidah Bahasa Arab).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Seiring dengan berjalannya waktu, kaidah Bahasa Arab berpecah belah menjadi dua mazhab, yakni mazhab Basrah dan Kuufi (padahal kedua-duanya bukan termasuk daerah Jazirah Arab). Kedua mazhab ini tidak henti-hentinya tersebar sampai akhirnya mereka membaguskan pembukuan ilmu nahwu sampai kepada kita sekarang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah sejarah awal terbentuknya ilmu nahwu, di mana kata nahwu ternyata berasal dari ucapan Khalifah Ali bin Abi Thalib, sepupu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
Al-Qowaaidul Asaasiyyah Lil Lughotil Arobiyyah</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgFYUrCToxvV1wEZHu4i2bTICDGzCYnUFVWIAktcKKSx3CxAIp7jhvKI8E01upLut_wUwySo1B7tsqfSaganQ_bqg73auzxrRZC5ohEakiK4IQzP1nopcIs_yyucJ321sKpeAYRFXczak4/s72-c/nahwu.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Penulisan Lafazh Salam Dan Kekeliruannya</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2011/01/penulisan-lafazh-salam-dan.html</link><category>Amal</category><category>Bahasa Arab</category><category>Belajar</category><category>Ilmu</category><pubDate>Sat, 15 Jan 2011 07:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-7925059979633345494</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://remajabisadakwah.files.wordpress.com/2010/05/assalamualaikum1.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="146" src="http://remajabisadakwah.files.wordpress.com/2010/05/assalamualaikum1.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pembaca kaum muslimin yang dimuliakan oleh Allah ta’ala, ucapan salam adalah sunah yang diajarkan oleh Nabi kita shallallahu ‘alaihi wa sallam, akan tetapi sebagian kaum muslimin salah dalam mengucapkannya, sebagian salah dalam menuliskan atau melafazhkan, sebagiannya lagi salah dalam mengucapkan salam dengan meringkasnya menjadi kata yang tidak lagi menjadi salam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam bahasa arab, tulisan salam secara lengkap adalah seperti ini,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Pembacaannya adalah “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wa barakatuh”, kalau mau terperinci panjang pendeknya di tulis “Assalaamu ‘alaikum warahmatullaahi wabarakaatuh”, perhatikan panjang dan pendeknya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Makna kalimat salam tersebut di antaranya adalah, “Semoga keselamatan, rahmat Allah dan berkah-Nya tercurah kepadamu.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan salam di atas adalah bentuk salam yang paling sempurna, adapun bentuk pengucapan lain bisa dengan mengucapkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللهِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Assalamu ‘alaikum warahmatullah”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Assalamu ‘alaikum”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dasarnya adalah hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;عَنْ عِمْرَانَ بْنِ حُصَيْنٍ قَالَ جَاءَ رَجُلٌ إِلَى النَّبِىِّ -صلى الله عليه وسلم- فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ. فَرَدَّ عَلَيْهِ السَّلاَمَ ثُمَّ جَلَسَ فَقَالَ النَّبِىُّ -صلى الله عليه وسلم- : عَشْرٌ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : عِشْرُونَ . ثُمَّ جَاءَ آخَرُ فَقَالَ السَّلاَمُ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَةُ اللَّهِ وَبَرَكَاتُهُ. فَرَدَّ عَلَيْهِ فَجَلَسَ فَقَالَ : ثَلاَثُونَ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Dari Imran Ibn Hushain radhiyallahu ‘anhu berkata, “Seorang laki-laki datang kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu mengucapkan “Assalamu ‘alaikum”. Nabi menjawab salam itu, lalu orang itu duduk. Nabi berkata, “sepuluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain dan mengucapkan, “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullah”. Nabi menjawabnya, lalu orang itu duduk dan Nabi berkata, “Dua puluh (kebaikan)”. Kemudian datang orang lain lagi dan mengucapkan “Assalamu ‘alaikum wa rahmatullahi wabarakatuh”. Nabi membalas salamnya lalu dia duduk dan Nabi berkata, “Tiga puluh (kebaikan).” (HR. Abu Daud)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Membalas Salam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun bentuk membalas salam adalah berdasarkan firman Allah ta’ala dalam surat an-Nisa,&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَإِذَا حُيِّيتُمْ بِتَحِيَّةٍ فَحَيُّوا بِأَحْسَنَ مِنْهَا أَوْ رُدُّوهَا&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Apabila kamu diberi penghormatan dengan sesuatu penghormatan, maka balaslah penghormatan itu dengan yang lebih baik dari padanya, atau balaslah penghormatan itu (dengan yang serupa).” (QS. An Nisa’: 86)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam ayat ini Allah ta’ala memerintahkan kita untuk membalas salam dengan yang lebih baik, sehingga kalau yang memberi salam mengucapkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلسَّلاَمُ عَلَيْكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Assalamu ‘alaikum”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka minimal kita jawab dengan mengucapkan,&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Wa ‘alaikumus salam”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalau kita ingin membalas dengan yang lebih lengkap dengan mengucapkan,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullah”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Atau,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَعَلَيْكُمُ السَّلاَمُ وَرَحْمَةُ اللهِ وَبَرَكَاتُهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
“Wa ‘alaikumus salam wa rahmatullahi wabarakatuh”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka ini lebih baik.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi apabila yang memberi salam mengucapkan lafazh yang lengkap, maka sepantasnya kita untuk membalas dengan ucapan salam yang lengkap juga.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Perhatian!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesalahan yang sering ditemui dalam pengucapan salam adalah penyingkatan salam dengan tulisan “ass”, “ass.wr.wb”, “asw” atau yang lainnya, maka ucapan seperti ini bukanlah salam, hendaknya ketika menulis komentar, sms atau media lainnya kita tidak menuliskan seperti itu. Tulislah dengan lafazh yang benar seperti “assalamu ‘alaikum”, atau kalau memang tergesa-gesa tidak di tulis juga tidak apa-apa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat…</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Ilmu Dulu, Baru Amal</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2011/01/ilmu-dulu-baru-amal.html</link><category>Amal</category><category>Belajar</category><category>Ilmu</category><pubDate>Thu, 13 Jan 2011 23:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-8340563077985707579</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDejjkUd4ZZif75yqwt_NVdXHeG_h11qoHW1jioCRaXXpVoQVAPR54sNWeRNvTDEadFRoqCYaRrRccjWj0HORTUpdn2eS6EcgGEhWGlqK6ZQM-erX18yASq5SjVAoN8U-9KQg5qyc_nzU/s1600/ilmu2.jpeg" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="149" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDejjkUd4ZZif75yqwt_NVdXHeG_h11qoHW1jioCRaXXpVoQVAPR54sNWeRNvTDEadFRoqCYaRrRccjWj0HORTUpdn2eS6EcgGEhWGlqK6ZQM-erX18yASq5SjVAoN8U-9KQg5qyc_nzU/s200/ilmu2.jpeg" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Ada seseorang yang bercerita, dalam sebuah perjalanan manasik haji, para jamaah haji secara bertubi-tubi mengajukan banyak pertanyaan kepada pembimbing haji. Hampir semua permasalahan yang mereka jumpai dalam pelaksanaan ibadah haji, selalu dikonsultasikan kepada pembimbing. Kita yakin, suasana semacam ini hampir dialami oleh semua jamaah haji. Mengapa bisa terjadi demikian? Jawabannya hanya ada dua kemungkinan; pertama, mereka khawatir jangan-jangan ibadah haji yang mereka lakukan batal dan tidak diterima oleh Allah. Atau kedua, mereka takut dan khawatir jangan sampai melakukan tindakan pelanggaran yang menyebabkan mereka harus membayar denda.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Demikianlah gambaran semangat orang terhadap ilmu ketika melaksanakan ibadah haji. Suasana itu terbentuk disebabkan kekhawatiran mereka agar hajinya tidak batal. Mereka sadar, ibadah ini telah memakan banyak biaya dan tenaga, sehingga sangat disayangkan ketika ibadah yang sangat mahal nilainya ini, tidak menghasilkan sesuatu apapun bagi dirinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernahkah sikap dan perasaan semacam ini hadir dalam diri kita dalam setiap melaksanakan ibadah, atau bahkan dalam setiap amal perbuatan kita? Ataukah sebaliknya, justru kita begitu menganggap enteng setiap amal, sehingga tidak mempedulikan pondasi ilmunya. Inilah yang penting untuk kita renungkan. Semangat untuk mendasari setiap amal dengan ilmu merupakan cerminan perhatian seseorang terhadap kesempurnaan beramal. Untuk menunjukkan sikap ini, seorang ulama, yang bernama Sufyan at-Tsauri mengatakan, “Jika kamu mampu tidak akan menggaruk kepala kecuali jika ada dalilnya maka lakukanlah.” (Al Jami’ li Akhlaq ar Rawi wa Adab as-Sami’, Khatib al-Baghdadi, Mauqi Jami’ al-Hadis: 1/197)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ulama ini menasehatkan agar setiap amal yang kita lakukan sebisa mungkin didasari dengan dalil. Sampai-pun dalam masalah kebiasaan kita, atau bahkan sampai dalam masalah yang mungkin dianggap sepele. Apalagi dalam masalah ibadah. Karena inilah syarat mutlak seseorang dikatakan mengamalkan dalil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Namun sayangnya, masih banyak di antara kaum muslimin yang kurang mempedulikan landasan ilmu ketika beramal yang sifatnya rutinitas. Jarang kita temukan orang yang melaksanakan ibadah rutin, semacam shalat misalnya, kemudian dia berusaha mencari tahu, apa landasan setiap gerakan dan bacaan shalat yang dia kerjakan. Bisa jadi ini didasari anggapan, amal rutinitas&amp;nbsp; ini terlalu ringan dan mudah untuk dilakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilmu Syarat Sah Amal&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengapa harus berilmu sebelum beramal? Pada bagian inilah yang akan melengkapi keterangan di atas, yang mengajak untuk senantiasa mendasari amal dengan ilmu. Inti dari penjelasan ini adalah kesimpulan bahwa ilmu adalah syarat sah amal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam kitab shahihnya, Imam Bukhari mengatakan, “Bab: Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan” (Shahih al-Bukhari, kitab: al-Ilmu, bab al ilmu qabla al-qoul wa al amal)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ucapan Imam Bukhari ini telah mendapatkan perhatian khusus dari para ulama. Karena itu, perkataan beliau ini banyak dikutip oleh para ulama setelahnya dalam buku-buku&amp;nbsp; mereka. Imam Bukhari berdalil dengan firman Allah (yang artinya), “Ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah dan mintalah ampunan untuk dosamu” (QS. Muhammad: 19)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di ayat ini, Allah memulai perintahnya dengan: “ketahuilah bahwa tidak ada sesembahan yang berhak disembah selain Allah”, yang ini merupakan perintah untuk mencari ilmu. Kemudian Allah sebutkan amal yang sangat penting yaitu istighfar, sebagaimana Allah sebutkan di lanjutan ayat, yang artinya: “….mintalah ampunan untuk dosamu.”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika menjelaskan hadis ini, al-Hafidz al-Aini dalam kitab syarh shahih Bukhari mengutip perkataan Ibnul Munayir berikut, “Yang beliau maksudkan bahwasanya ilmu adalah syarat sah ucapan dan perbuatan. Ucapan dan perbuatan tidak akan dinilai kecuali dengan ilmu. Oleh sebab itu, ilmu&amp;nbsp; didahulukan sebelum ucapan dan perbuatan. Karena ilmu yang akan men-sahkan niat, dan&amp;nbsp; niat adalah yang men-sahkan amal.” (Umdatu al-Qori, Syarh Shahih Bukhari, al-Hafidz al-Aini, jilid 2, hal. 476).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari keterangan Ibnul Munayir dapat disimpulkan, posisi ilmu dalam amal adalah sebagai pengendali niat. Karena seseorang baru bisa berniat untuk beramal dengan niat yang benar, jika dia memahami (baca: mengilmui) tujuan dia beramal. Hal ini sebagaimana penjelasan yang disampaikan oleh Ibnu Batthal, dengan mengutip keterangan al-Muhallab, yang mengatakan, “Amal itu tidak mungkin diterima kecuali yang didahului dengan tujuan untuk Allah. Inti dari tujuan ini adalah memahami (mengilmui) tentang pahala yang Allah janjikan, serta&amp;nbsp; memahami tata cara ikhlas kepada Allah dalam beramal. Dalam keadaan semacam ini, bolehlah amal tersebut diharapkan bisa memberikan manfaat, karena telah didahului dengan ilmu. Sebaliknya, ketika amal itu tidak diiringi dengan niat, tidak mengharapkan pahala, dan kosong dari ikhlas karena Allah maka hakekatnya bukanlah amal, namun ini seperti perbuatan orang gila, yang tidak dicatat amalnya.” (Syarh Shahih Bukhari karya Ibnu Batthal, Syamilah, 1/145)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lebih dari itu, setiap orang yang hendak beramal, dia dituntut untuk memahami amal yang akan dia kerjakan. Agar tidak terjerumus dalam kesalahan dan menyebabkan amalnya tidak diterima. Mungkin dari tulisan Imam Bukhari di atas, ada sebagian orang yang bertanya: Untuk apa kita harus belajar, padahal belum waktunya untuk diamalkan?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesungguhnya setiap orang dituntut untuk senantiasa belajar, meskipun ilmu yang dia pelajari belum waktunya untuk diamalkan. Seperti ilmu tentang haji, padahal dia belum memiliki kemampuan untuk berangkat haji. Karena ilmu itu akan senantiasa memberikan manfaat bagi dirinya atau orang lain. Al-Hafidz al-Aini ketika menjelaskan perkataan Imam Bukhari di atas, beliau menyatakan, “Imam Bukhari mengingatkan hal ini – Ilmu sebelum ucapan dan perbuatan –, agar tidak didahului oleh pemahaman bahwa ilmu itu tidak manfaat kecuali jika disertai dengan amal. Pemahaman ini dilatar-belakangi sikap meremehkan ilmu dan menganggap mudah dalam mencari ilmu.” (Umadatul Qori Syarh Shahih Bukhari, al-Hafidz al-Aini, as-Syamilah, 2/476)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa itu Ilmu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yang kami maksud dengan ilmu adalah dalil, baik dari al Qur’an maupun hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Syaikhul Islam, Ahmad bin Abdul Halim al-Harrani mengatakan, “Ilmu adalah kesimpulan yang ada dalilnya, sedangkan ilmu yang bermanfaat adalah ilmu yang dibawa oleh Rasul shallallahu ‘alaihi wa sallam” (Majmu’ Fatawa, Syamilah, jilid 6, hal. 388)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagian ini perlu ditegaskan agar tidak terjadi kesalahpahaman. Intinya ingin menjelaskan, setiap orang yang beramal dan dia tahu dalilnya maka boleh dikatakan, orang ini telah beramal atas dasar ilmu. Sebaliknya, beramal namun tidak ada landasan dalil belum dikatakan beramal atas dasar ilmu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas bagaimana dengan orang awam yang tidak faham dalil? Apakah dia diwajibkan mencari dalil? Jawabannya, untuk orang awam, dalil bagi mereka adalah keterangan dan fatwa ulama yang mendasari nasehatnya dengan dalil. Bukan keterangan ulama yang pemikirannya bertolak belakang dengan al-Qur’an dan sunnah. Dalilnya adalah firman Allah, “Bertanyalah kepada ahli ilmu, jika kalian tidak mengetahuinya” (QS. Al-Anbiya: 7)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Muslim Vs Nasrani Vs Yahudi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tekait masalah ini, ada tiga kelompok manusia yang sangat esktrim perbedaannya. Ketiga jenis manusia ini Allah sebutkan dalam al-Qur’an, di surat al-Fatihah. Allah berfirman, “Berilah kami petunjuk ke jalan yang lurus, yaitu jalan orang-orang yang Engkau beri nikmat. Bukan jalan orang-orang yang dimurkai dan bukan jalan orang-orang yang sesat.” (QS. Al-Fatihah: 5 – 7)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada ayat di atas, Allah membagi manusia terkait dengan hidayah ilmu menjadi tiga golongan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pertama, golongan orang yang mendapat nikmat. Merekalah golongan yang mengikuti petunjuk Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabat dalam beragama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kedua, golongan orang-orang yang dimurkai. Merekalah orang-orang yahudi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketiga, golongan orang-orang yang sesat, yaitu orang-orang nasrani.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syaikhul Islam menjelaskan sebab kedua umat yahudi dan nasrani dikafirkan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kesimpulannya, bahwa kekafiran orang yahudi pada asalnya disebabkan mereka tidak&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; mengamalkan ilmu mereka. Mereka memahami kebenaran, namun mereka tidak mengikuti&amp;nbsp;&amp;nbsp; kebenaran tersebut dengan amal atau ucapan. Sedangkan kekafiran nasrani disebabkan amal perbuatan mereka yang tidak didasari ilmu. Mereka rajin dalam melaksanakan berbagai macam ibadah, tanpa adanya syariat dari Allah… karena itu, sebagian ulama, seperti Sufyan bin Uyainah dan yang lainnya mengatakan: “Jika ada golongan ulama yang sesat, itu karena dalam dirinya ada kemiripan dengan orang yahudi. Sedangkan golongan ahli ibadah yang rusak karena dalam dirinya ada kemiripan dengan orang nasrani” (Iqtidha’ Shirathal Mustaqim, Ahmad bin Abdul Halim al-Harrani, dengan Tahqiq Dr. Nashir al-`Aql, Kementrian&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Wakaf dan Urusan Islam KSA, 1419 H, jilid 1, hal. 79 )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Penjelasan yang bagus di atas memberikan kesimpulan, titik perbedaan antara umat islam dengan kaum yahudi dan nasrani adalah terkait masalah ilmu dan amal. Umat islam menduduki posisi pertengahan, dengan menggabungkan antara ilmu dan amal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tingkatan Ilmu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk melengkapi pembahasan, berikutnya kita kupas tentang tingkatan ilmu berdasarkan hukumnya. Sesungguhnya hukum belajar ilmu syar`i itu ada dua tingkatan:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1) fardhu`ain (menjadi kewajiban setiap orang)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ilmu syar`i yang wajib diketahui dan dipelajari semua orang adalah ilmu syar`i yang menjadi syarat seseorang untuk bisa memahami aqidah pokok dengan benar dan tata cara ibadah yang hendak dikerjakan. Termasuk juga ilmu tentang praktek mu`amalah yang hendak dia lakukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2) fardhu kifayah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tingkatan yang kedua adalah ilmu syar`i yang harus dipelajari oleh sebagian kaum muslimin dengan jumlah tertentu, sehingga memenuhi kebutuhan untuk disebarkan kepada umat. Dalam kondisi ini, jika sudah ada sebagian kaum muslimin dengan jumlah yang dianggap cukup, yang melaksanakannya maka kaum muslimin yang lain tidak diwajibkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Catatan: Bagi mereka yang ingin mengkhususkan diri mempelajari ilmu syar`i lebih mendalam, hendaknya dia meniatkan diri untuk melaksanakan tugas fardhu kifayah dalam bentuk mencari ilmu. Agar dia mendapatkan tambahan pahala mengamalkan amalan fardhu kifayah, disamping dia juga mendapatkan ilmu. Allahu a’lam. (lih. Kitab al-Ilmu, Muhammad bin Shaleh al-Utsaimin, Mauqi` al-Islam, hal. 14) [Ammi Nur Baits]</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDejjkUd4ZZif75yqwt_NVdXHeG_h11qoHW1jioCRaXXpVoQVAPR54sNWeRNvTDEadFRoqCYaRrRccjWj0HORTUpdn2eS6EcgGEhWGlqK6ZQM-erX18yASq5SjVAoN8U-9KQg5qyc_nzU/s72-c/ilmu2.jpeg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Penulisan Lafazh "JazaakAllaah Khairan"</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2011/01/penulisan-lafazh-jazaakallaah-khairan.html</link><category>Amal</category><category>Bahasa Arab</category><category>Belajar</category><category>Ilmu</category><pubDate>Thu, 13 Jan 2011 23:11:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-3486244176193060949</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://img91.imageshack.us/img91/2628/jazaakallah.gif" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="148" src="http://img91.imageshack.us/img91/2628/jazaakallah.gif" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perbuatan baik yang dilakukan oleh orang lain kepada kita sudah sepantasnya kita balas dengan yang sebanding, kalau kita tidak bisa membalas dengan pemberian maka minimal kita mengucapkan ucapan yang diajarkan oleh Nabi kita Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam&amp;nbsp; yaitu,&lt;span style="font-size: large;"&gt;&lt;br /&gt;
جَزَاكَ اللهُ خَيْرًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dibaca “jazakallahu khairan” atau bila di perinci panjang pendeknya ditulis, “JazaakAllaahu Khairan”, yang maknanya adalah “Semoga Allah membalas dengan kebaikan yang setimpal.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kalimat di atas di baca ketika dhomirnya adalah kata ganti ke-2 seorang lelaki tunggal, adapun kalau dhomirnya adalah kata ganti ke-2 perempuan tunggal maka kalimatnya di rubah menjadi,&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;جَزَاكِ اللهُ خَيْرًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Artinya sama, hanya kalimat ini ditujukan untuk perempuan tunggal.&lt;br /&gt;
Kalau kata gantinya adalah jamak, maka dirubah menjadi,&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-size: large;"&gt;جَزَاكُمُ اللهُ خَيْرًا&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Dan seterusnya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi, penulisan sebagian ikhwah yang menuliskannya dengan tulisan “jazakallah” saja, adalah kurang tepat, maksud dari jazakallah di atas adalah apa? Semoga Allah membalas dengan kebaikan atau dengan keburukan?, maka menyebutkan kalimat yang Rasulullah ajarkan adalah lebih baik, “jazakallahu khairan, jazahullahu khairan, jazakumullahu khairan dst…. sesuai konteksnya.”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Semoga bermanfaat…</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Rahasia dibalik Al-Hayaa</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2011/01/rahasia-dibalik-al-hayaa.html</link><category>Bahasa Arab</category><pubDate>Thu, 13 Jan 2011 22:48:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-4083487449348202691</guid><description>&lt;h2 id="post-936" style="text-align: center;"&gt;&lt;span style="font-size: small;"&gt;Rahasia dibalik Kata Al-Hayaa’ (Malu) Dalam Bahasa  Arab&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://www.nooor.com/thumbs/f7714059a45c.png" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="150" src="http://www.nooor.com/thumbs/f7714059a45c.png" width="200" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pembaca mulia, kata “malu” dalam bahasa Arab adalah &lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلْحَيَاءُ /al-hayaa’/.&lt;/span&gt; Kata ini, merupakan derivat dari kata&lt;span style="font-size: large;"&gt; اَلْحَيَاةُ /al-hayaah/&lt;/span&gt;, yang artinya adalah “kehidupan”. Selain ا&lt;span style="font-size: large;"&gt;َلْحَيَاءُ&lt;/span&gt;, contoh derivat lain kata &lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلْحَيَاةُ&amp;nbsp; &lt;/span&gt;adalah &lt;span style="font-size: large;"&gt;حَيَا&lt;/span&gt; &lt;span style="font-size: large;"&gt;/hayaa/&lt;/span&gt;, yang artinya “hujan”. Apa kaitan antara hujan dan kehidupan? Kaitannya adalah bahwa hujan merupakan sumber kehidupan bagi bumi, tanaman, dan hewan ternak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam bahasa Arab, al-hayaah “kehidupan” mencakup kehidupan dunia dan akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, kembali ke pokok bahasan utama, apa kaitan al-hayaa’ “malu” dengan al-hayaah “kehidupan”?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jawabannya adalah karena orang yang tidak memiliki rasa malu, ia seperti mayat di dunia ini, dan ia benar-benar akan celaka di akhirat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Orang yang tidak memiliki rasa malu, tidak merasa risih ketika bermaksiat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia mempertontonkan lekuk-lekuk tubuhnya dan memamerkan auratnya, ia tidak merasa bahwa itu adalah perbuatan yang menjijikkan….&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia berdua-duaan dengan lawan jenis yang bukan mahramnya di tengah keramaian, ia tidak peduli dengan tatapan heran manusia…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ketika ia melanggar setiap larangan Allah, ia anggap sebagai rutinitas, seolah-olah dia tidak merasa bahwa dirinya hina…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Benar, ia seperti mayat. Ya! apapun yang terjadi di sekitar mayat, tiada kan dapat mendatangkan manfaat baginya…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Maka, benarlah perkataan Ibnul Qayyim&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمِنْ عُقُوْبَاتِهَا ذِهَابُ الْحَيَاءِ الَّذِي هُوَ مَادَةُ الْحَياَة ِللْقَلْبِ وَهُوَ أَصْلُ كُلِّ خَيْرٍ وَذِهَابُ كُلِّ خَيْرٍ بِأَجْمَعِهِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Di antara dampak maksiat adalah menghilangkan MALU yang merupakan SUMBER KEHIDUPAN hati dan inti dari segala kebaikan. Hilangnya rasa malu, berarti hilangnya seluruh kebaikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;(اَلْجَوَابُ الْكَافِي لِمَنْ سَأَلَ عَنِ الدَّوَاءِ الشَّافِي, hal. 45)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Ini sebagaimana sabda Nabi&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلْحَيَاءُ خَيْرٌ كُلُّهُ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
/Al-hayaa’ khairun kulluhu/&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Rasa malu seluruhnya adalah kebaikan” (Shahih Muslim: 87)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oleh karena itu, seseorang yang bermaksiat dan terus menerus melakukannya, dikatakan sebagai orang yang tidak tahu malu. Nabi bersabda&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Sesungguhnya termasuk yang pertama diketahui manusia dari ucapan kenabian adalah jika kamu tidak malu, berbuatlah sesukamu!”&lt;br /&gt;
(Shahih Bukhari: 5769)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam menjelaskan maksud hadits di atas, Ibnul Qayyim berkata,&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَاْلَمَقْصُوْدُ أَنَّ الذُّنُوْبَ تُضْعِفُ الْحَيَاءَ مِنَ الْعَبْدِ حَتَّى رُبَّمَا اِنْسَلَخَ مِنْهُ بِالْكَلِّيَّةِ حَتَّى رُبَّمَا إِنَّهُ لاَ يَتَأَثَّرُ بِعِلْمِ النَّاسِ بِسُوْءِ حَالِهِ وَلاَ بِاطِّلاَعِهِمْ عَلَيْهِ بَلْ كَثِيْرٌ مِنْهُمْ يُخْبِرُ عَنْ حَالِهِ وَقَبْحِ مَا يَفْعَلُهُ وَالْحَامِلُ عَلَى ذَلِكَ اِنْسِلاَخُهُ مِنَ الْحَيَاءِ وَإِذَا وَصَلَ الْعَبْدُ إِلَى هَذِهِ الحَالَةِ لَمْ يَبْقَ فِي صَلاَحِهِ مَطْمَعٌ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Maksudnya, dosa-dosa akan melemahkan rasa malu seorang hamba, bahkan bisa menghilangkannya secara keseluruhan. Akibatnya, pelakunya tidak lagi terpengaruh atau merasa risih saat banyak orang mengetahui kondisi dan perilakunya yang buruk. Lebih parah lagi, banyak di antara mereka yang menceritakan keburukannya. Semua ini disebabkan hilangnya rasa malu. Jika seseorang sudah sampai pada kondisi tersebut, tidak dapat diharapkan lagi kebaikannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;(اَلْجَوَابُ الْكَافِي لِمَنْ سَأَلَ عَنِ الدَّوَاءِ الشَّافِي, hal. 45)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Akhirnya, saya akhiri risalah ini dengan mengutip lagi perkataan Ibnul Qayyim&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style="text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَمَنِ اسْتَحْيَ مِنَ اللهِ عِنْدَ مَعْصِيَّتِهِ اِسْتَحَى اللهُ مِنْ عُقُوْبَتِهِ يَوْمَ يَلْقَاهُ وَمَنْ لَمْ يَسْتَحِ مِنَ اللهِ تَعَالَى مِنْ مَعْصِيَّتِهِ لَمْ يَسْتَحِ اللهُ مِنْ عُقُوْبَتِهِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Barangsiapa malu terhadap Allah saat mendurhakaiNya, niscaya Allah akan malu menghukumnya pada hari pertemuan dengan-Nya. Demikian pula, barangsiapa tidak malu mendurhakaiNya, niscaya Dia tidak malu untuk menghukumnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Referensi:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; * Kitab &lt;span style="font-size: large;"&gt;اَلْجَوَابُ الْكَافِي لِمَنْ سَأَلَ عَنِ الدَّوَاءِ الشَّافِي&lt;/span&gt; yang juga dikenal dengan nama&lt;span style="font-size: large;"&gt; اَلدَّاءُ وَالدَّوَاءُ&lt;/span&gt;, karya &lt;span style="font-size: large;"&gt;مُحَمَّدُ بْنُ أَبِي بَكْرٍ أَيُّوْبُ اَلزُّرْعِي أَبُوْ عَبْدِ اللهِ&lt;/span&gt; (yang dikenal dengan nama Ibnu Qayyim Al-Jauziyyah). Penerbit:&lt;span style="font-size: large;"&gt; دَارُ الْكُتُبِ الْعِلْمِيَّةِ – بِيْرُوْتُ&lt;/span&gt; (via software اَلْمَكْتَبَةُ الشَّامِلَةُ).</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Ribuan Rumah Masih Terendam</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2011/01/ribuan-rumah-masih-terendam.html</link><category>Banjir kota MEDAN</category><pubDate>Thu, 6 Jan 2011 18:57:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-2053656934191302986</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://media.tvone.co.id/uploads/image/26022010_banjir.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://media.tvone.co.id/uploads/image/26022010_banjir.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Penduduk kota medan &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;[MEDAN] Ribuan rumah penduduk di Medan dan Deli Serdang, Sumatera Utara  hingga sore ini masih terendam banjir menyusul banjir hebat yang melanda  kawasan itu setelah diguyur hujan sejak Rabu (5/1) malam hingga Kamis  (6/1) pagi dan menimbulkan air sungai meluap. Meski demikian banjir di  sebagai kawasan seperti terlihat di Kelurahan Aur, Kecamatan Medan  Maimoon sudah mulai surut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Berdasarkan pantauan SP, pemukiman  masyarakat yang masih terendam air sampai ketinggian setengah meter  terdapat di seputaran Tanjung Anom dan Tanjung Selamat, Kabupaten Deli  Serdang. Sebelumnya, ketinggian air di dua kawasan itu mencapai 3,5  meter.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sekalipun air sudah mulai surut namun kami belum berani  untuk pulang ke rumah masing - masing. Sebab, tidak tertutup kemungkinan  sungai meluap lagi," ujar seorang warga Tanjung Anom, Bambang Hermanto  (34) kepada SP di lokasi banjir, Kamis (6/1) sore.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dia  mengatakan, banjir yang melanda daerah tersebut sudah seringkali  terjadi. Namun, banjir yang paling besar adalah dini hari tadi.  Masyarakat di sana mulai mengungsi sekitar pukul 03.00 WIB. Sebagian ada  yang memilih tinggal di rumah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Untungnya, petugas dari Brimob  cepat turun ke lokasi ini untuk melakukan evakuasi. Jika mereka tidak  datang maka kemungkinan ada jatuh korban jiwa. Tidak sedikit warga yang  terjebak banjir di dalam rumahnya. Mereka dievakuasi dari atap rumah,"  katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Saat ini, sambungnya, masyarakjat di sana lebih memilih  tinggal sementara di posko pengungsian yang tidak jauh dari tempat  tinggalnya. Lokasi pengungsian yang dipilih masyarakat itu aman dari  banjir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Agar tidak ada orang yang melakukan penjarahan maka  sebagian dari warga secara bergantian melakukan penjagaan di posko  keamanan. Sebagian juga memantau setiap luapan air sungai," kata teman  Bambang, Didik Waluyo (40)."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Tidak hanya di Tanjung Anom dan  Tanjung Selamat, air masih merendam ratusan rumah penduduk di kawasan  Sunggal, Kampung Lalang dan Belawan. Hanya saja, sebagian dari warga di  sana sudah mulai pulang ke rumah masing - masing. [155]&amp;nbsp; &lt;/blockquote&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">2</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Banjir Melanda Kota Medan</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2011/01/banjir-melanda-kota-medan.html</link><category>Banjir kota MEDAN</category><pubDate>Thu, 6 Jan 2011 08:44:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-7244684096949967230</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5pg-9HwENy2UmtZSHT1dN5RJVOQQSNyopEBJ_Qv-ZrPuOrdJzzZRA09Eju0sxL2Yb7g40e4C8JWMz3MQp7bGU7Wdu3uPjD6DiYWKv1RMIIMC4R7w28rtfL-VbEPXBwVQ_Kx0zBkZZliI/s1600/20110106084654146.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5pg-9HwENy2UmtZSHT1dN5RJVOQQSNyopEBJ_Qv-ZrPuOrdJzzZRA09Eju0sxL2Yb7g40e4C8JWMz3MQp7bGU7Wdu3uPjD6DiYWKv1RMIIMC4R7w28rtfL-VbEPXBwVQ_Kx0zBkZZliI/s320/20110106084654146.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;span class="caption"&gt;Ratusan rumah terendam banjir di Medan, Sumatera  Utara&lt;/span&gt;          &lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;[MEDAN] Hujan yang mengguyur pada Rabu (5/1) malam hingga Kamis (6/1)  pagi membuat kota Medan, Sumatera Utara (Sumut), kebanjiran. Ratusan  rumah yang berada di daerah pinggiran aliran sungai (DAS) terhanyut.  Sampai saat ini, belum ada laporan korban jiwa namun kerugian akibat  banjir tersebut diperkirakan mencapai miliaran rupiah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pantauan  SP, Kamis (6/1) pagi, ratusan rumah yang sudah ditutupi oleh air  terdapat di kawasan Kampung Aur kawasan Maimoon, Gang Pasir kawasan Jl S  Parman, Jl TB Simatupang kawasan Sunggal dan Belawan. Banjir ini  terjadi akibat sungai tidak mampu menampung air hujan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di antara  sungai yang meluap akibat hujan itu antara lain Sungai Belawan,  Sunggal, Sungai Deli, Sungai Babura, Sungai Denai maupun lainnya.  Meluapnya sungai-sungai itu membuat ribuan masyarakat terpaksa mengungsi  ke dataran lebih tinggi. Sampai menjelang siang, belum ada warga yang  balik ke rumahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kami terpaksa memberlakukan pos ronda untuk  memonitor setiap luapan air sungai. Ini terpaksa kami lakukan untuk  mengantisipasi adanya korban jiwa jika kejadian yang tidak diinginkan  tersebut terjadi," ujar seorang warga di Medan maimoon, Ridwan Sanusi  (35) kepada SP di lokasi kejadian banjir."&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ridwan mengatakan,  daerah pemukiman tempat tinggal mereka memang selalu menjadi langganan  banjir. Banjir yang melanda tadi malam sampai pagi ini termasuk bagian  dari banjir besar melanda daerah itu. Untungnya, seluruh warga di sana  tidak ada yang menjadi korban. Masyarakat sudah terlebih dahulu  mengungsi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hujan juga merendam ratusan rumah di kawasan  Sukaramai Jl Medan Denai, ribuan rumah di Sunggal dan Belawan. Selain  itu, ratusan rumah juga terendam banjir yang melanda Perumnas Mandala  Medan. Banjir itu juga menyebabkan pegawai negeri sipil (PNS) maupun  swasta tidak bisa berangkat bekerja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banjir tersebut juga  merendam sebagian kawasan Jl Sisingamangaraja Medan, Jl Letda Sujono, Jl  TB Simatupang, Belawan, AR Hakim, Pangkalan Mansyur, Jl Medan -  Tembung, dan Jl Pancing. Ribuan kendaraan juga mogok karena memaksa  melintasi daerah banjir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Inilah sumber dari kemacetan.  Kendaraan roda dua maupun empat ada yang mati mesin secara tiba-tiba  saat melintasi daerah banjir. Alhasil, kendaraan lain pun tidak bisa  melintas. kemacetan terjadi di mana - mana," kata seorang pengendara  mobil Kijang di lokasi kemacetan kawasan Sukaramai, Hermanto (40). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kepala  Seksi Data dan Informasi Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika  (BMKG) Wilayah I Stasiun Polonia Medan, Firman mengingatkan, hujan deras  bisa terjadi lagi di beberapa daerah kabupaten maupun kota, yang tidak  tertutup kemungkinan mengakibatkan banjir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;"Bagi masyarakat yang  tinggal di daerah pinggiran aliran air sungai harus lebih ekstra  hati-hati. Lebih baik menghindari kejadian yang tidak diinginkan dari  pada menunggu banjir datang. Kondiusi cuaca memang lagi tidak stabil,"  sebutnya. [155]&lt;/blockquote&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi5pg-9HwENy2UmtZSHT1dN5RJVOQQSNyopEBJ_Qv-ZrPuOrdJzzZRA09Eju0sxL2Yb7g40e4C8JWMz3MQp7bGU7Wdu3uPjD6DiYWKv1RMIIMC4R7w28rtfL-VbEPXBwVQ_Kx0zBkZZliI/s72-c/20110106084654146.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>NIKAH BEDA AGAMA</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2011/01/nikah-beda-agama.html</link><category>aqidah</category><pubDate>Wed, 5 Jan 2011 00:33:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-979267892769526012</guid><description>&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwpqDMgcWoHNmpGhBDFdMGvXBFY1OWYMZRi5nq8p6DmYsoH1ve9jvAsqpi_eH4R13BYVE-uDke89XJjkh5NvSSng5d-uBLO8dS85S_UqoGTWtzyck7G3XhQf4Ls0z8-kKMmQwruJqK4J8/s1600/Nikah+Beda+Agama.JPG" imageanchor="1" style="clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="241" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwpqDMgcWoHNmpGhBDFdMGvXBFY1OWYMZRi5nq8p6DmYsoH1ve9jvAsqpi_eH4R13BYVE-uDke89XJjkh5NvSSng5d-uBLO8dS85S_UqoGTWtzyck7G3XhQf4Ls0z8-kKMmQwruJqK4J8/s320/Nikah+Beda+Agama.JPG" width="320" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;A&lt;/span&gt;&lt;i style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;lhamdulillah, wa shalaatu wa salaamu ‘ala Rosulillah wa ‘ala  aalihi wa shohbihi ajma’in. &lt;/i&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Seringkali kita lihat di tengah masyarakat apalagi di kalangan orang  berkecukupan dan kalangan selebriti terjadi pernikahan beda agama, entah  si pria yang muslim menikah dengan wanita non muslim (nashrani, yahudi,  atau agama lainnya) atau barangkali si wanita yang muslim menikah  dengan pria non muslim. Namun kadang kita hanya mengikuti pemahaman  sebagian orang yang sangat mengagungkan perbedaan agama (pemahaman  liberal). Tak sedikit yang terpengaruh dengan pemahaman liberal semacam  itu, yang mengagungkan kebebasan, yang pemahamannya benar-benar jauh  dari Islam. Paham liberal menganut keyakinan perbedaan agama dalam  pernikahan tidaklah jadi masalah.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Namun bagaimana sebenarnya menurut pandangan Islam yang benar  mengenai status pernikahan beda agama? Terutama yang nanti akan kami  tinjau adalah pernikahan antara wanita muslimah dengan pria non muslim.  Karena ini sebenarnya yang jadi masalah besar. Semoga bahasan singkat  ini bermanfaat.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Pernikahan Wanita  Muslimah dan Pria Non Muslim&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Tentang status pernikahan wanita muslimah dan pria non muslim  disebutkan dalam firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا إِذَا  جَاءَكُمُ الْمُؤْمِنَاتُ مُهَاجِرَاتٍ فَامْتَحِنُوهُنَّ اللَّهُ أَعْلَمُ  بِإِيمَانِهِنَّ فَإِنْ عَلِمْتُمُوهُنَّ مُؤْمِنَاتٍ فَلَا  تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ وَلَا هُمْ  يَحِلُّونَ لَهُنَّ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;“&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, apabila datang berhijrah kepadamu  perempuan-perempuan yang beriman, Maka hendaklah kamu uji (keimanan)  mereka. Allah lebih mengetahui tentang keimanan mereka&lt;/i&gt;&lt;i&gt;. Jika  kamu telah mengetahui bahwa mereka (benar-benar) beriman, maka janganlah  kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada (suami-suami mereka)  orang-orang kafir. Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang  kafir itu dan orang-orang kafir itu tiada halal pula bagi mereka&lt;/i&gt;.&lt;i&gt;”&lt;/i&gt;  (QS. Al Mumtahanah: 10)&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Pendalilan dari ayat ini dapat kita lihat pada dua bagian. Bagian  pertama pada ayat,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;فَلَا تَرْجِعُوهُنَّ إِلَى الْكُفَّارِ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;“&lt;i&gt;Janganlah kamu kembalikan mereka (wanita mukmin) kepada suami  mereka yang kafir&lt;/i&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Bagian kedua pada ayat,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;لَا هُنَّ حِلٌّ لَهُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;“&lt;i&gt;Mereka (wanita mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu&lt;/i&gt;”&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Dari dua sisi ini, sangat jelas bahwa tidak boleh wanita muslim  menikah dengan pria non muslim (agama apa pun itu).[1]&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Ayat ini sungguh meruntuhkan argumen orang-orang liberal yang  menghalalkan pernikahan semacam itu. Firman Allah tentu saja kita mesti  junjung tinggi daripada mengikuti pemahaman mereka (kaum liberal) yang  dangkal dan jauh dari pemahaman Islam yang benar.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Penjelasan Ulama Islam  Tentang Pernikahan Wanita Muslimah dengan Pria Non Muslim&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Para ulama telah menjelaskan tidak bolehnya wanita muslimah menikah  dengan pria non muslim berdasarkan pemahaman ayat di atas (surat Al  Mumtahanah ayat 10), bahkan hal ini telah menjadi ijma’ (kesepakatan)  para ulama.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Al Qurthubi &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;mengatakan,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وأجمعت الامة على أن المشرك لا يطأ المؤمنة  بوجه، لما في ذلك من الغضاضة على الاسلام.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;“Para ulama kaum muslimin telah sepakat tidak bolehnya pria musyrik  (non muslim) menikahi (menyetubuhi) wanita muslimah apa pun alasannya.  Karena hal ini sama saja merendahkan martabat Islam.”[2]&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Ibnu Katsir &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;mengatakan,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;هذه الآية هي التي حَرّمَت المسلمات على  المشركين&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;“Ayat ini (surat Al Mumtahanah ayat 10) menunjukkan haramnya wanita  muslimah menikah dengan laki-laki musyrik (non muslim)”.[3]&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Asy Syaukani &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;dalam kitab tafsirnya mengatakan,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وفيه دليل على أن المؤمنة لا تحلّ لكافر ،  وأن إسلام المرأة يوجب فرقتها من زوجها لا مجرّد هجرتها&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;“Ayat ini (surat Al Mumtahanah ayat 10) merupakan dalil bahwa wanita  muslimah tidaklah halal bagi orang kafir (non muslim). Keislaman wanita  tersebut mengharuskan ia untuk berpisah dari suaminya dan tidak hanya  berpindah tempat (hijrah)”.[4]&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;mengatkan,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وكما أن المسلمة لا تحل للكافر، فكذلك  الكافرة لا تحل للمسلم أن يمسكها ما دامت على كفرها، غير أهل الكتاب،&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;“Sebagaimana wanita muslimah tidak halal bagi laki-laki kafir, begitu  pula wanita kafir tidak halal bagi laki-laki muslim untuk menahannya  dalam kekafirannya, kecuali diizinkan wanita ahli kitab (dinikahkan  dengan pria muslim).”[5]&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;berkata,  “Orang kafir (non muslim) tidaklah halal menikahi wanita muslimah. Hal  ini berdasarkan nash (dalil tegas) dan ijma’ (kesepakatan ulama). Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;  berfirman (yang artinya), “&lt;i&gt;Hai orang-orang yang beriman, apabila  datang berhijrah kepadamu perempuan-perempuan yang beriman, Maka  hendaklah kamu uji (keimanan) mereka. Allah lebih mengetahui tentang  keimanan mereka&lt;/i&gt;&lt;i&gt;. Jika kamu telah mengetahui bahwa mereka  (benar-benar) beriman, maka janganlah kamu kembalikan mereka (wanita  mukmin) kepada (suami-suami mereka) orang-orang kafir. Mereka (wanita  mukmin) tiada halal bagi orang-orang kafir itu dan orang-orang kafir itu  tiada halal pula bagi mereka&lt;/i&gt;.” Wanita muslimah sama sekali tidak  halal bagi orang kafir (non muslim) sebagaimana disebutkan sebelumnya,  meskipun kafirnya adalah kafir tulen (bukan orang yang murtad dari  Islam). Oleh karena itu, jika ada wanita muslimah menikah dengan pria  non muslim, maka &lt;b&gt;nikahnya batil (tidak sah)&lt;/b&gt;.[6]&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Syaikh ‘Athiyah Muhammad Salim &lt;i&gt;hafizhohullah&lt;/i&gt; dalam Kitab &lt;i&gt;Adhwaul  Bayan&lt;/i&gt; (yang di mana beliau menyempurnakan tulisan gurunya , Syaikh  Asy Syinqithi), memberi alasan kenapa wanita muslimah tidak dibolehkan  menikahi pria non muslim, namun dibolehkan jika pria muslim menikahi  wanita ahli kitab. Di antara alasan yang beliau kemukakan: Islam itu  tinggi dan tidak mungkin ditundukkan agama yang lain. Sedangkan keluarga  tentu saja dipimpin oleh laki-laki. Sehingga suami pun bisa memberi  pengaruh agama kepada si istri. Begitu pula anak-anak kelak harus  mengikuti ayahnya dalam hal agama.[7]  Dengan alasan inilah wanita muslimah tidak boleh menikah dengan pria non  muslim.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;span style="color: red;"&gt;&lt;b&gt;Pernikahan Pria Muslim  dengan Wanita Ahli Kitab&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Diperbolehkan pria muslim menikahi wanita ahli kitab (Yahudi dan  Nashrani) selama wanita tersebut adalah wanita yang selalu menjaga  kehormatannya serta tidak merusak agama si suami dan anak-anaknya.  Dalilnya adalah firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;الْيَوْمَ أُحِلَّ لَكُمُ الطَّيِّبَاتُ  وَطَعَامُ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ حِلٌّ لَكُمْ وَطَعَامُكُمْ حِلٌّ  لَهُمْ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ الْمُؤْمِنَاتِ وَالْمُحْصَنَاتُ مِنَ  الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ مِنْ قَبْلِكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;“&lt;i&gt;Pada hari ini dihalalkan bagimu yang baik-baik. Makanan  (sembelihan) orang-orang yang diberi Al Kitab itu halal bagimu, dan  makanan kamu halal pula bagi mereka. &lt;span style="text-decoration: underline;"&gt;(Dan dihalalkan mengawini) wanita-wanita yang menjaga  kehormatan di antara wanita-wanita yang beriman dan wanita-wanita yang  menjaga kehormatan di antara orang-orang yang diberi Al Kitab sebelum  kamu&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;.” (QS. Al Maidah: 5). Ibnu Taimiyah &lt;i&gt;rahimahullah &lt;/i&gt;mengatakan,  “Wanita ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) boleh dinikahi oleh laki-laki  muslim berdasarkan ayat ini.”[8]&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Yang dimaksud di sini, seorang pria muslim dibolehkan menikahi wanita  ahli kitab, namun bukan wajib dan bukan sunnah, cuma dibolehkan saja.  Dan sebaik-baik wanita yang dinikahi oleh pria muslim tetaplah seorang  wanita muslimah. Wanita ahli kitab di sini yang dimaksud adalah wanita  Yahudi dan Nashrani. Agama Yahudi dan Nashrani dari dahulu dan sekarang  dimaksudkan untuk golongan yang sama dan sama sejak dahulu (di masa Nabi  &lt;i&gt;shallallahu ‘alaihi wa sallam&lt;/i&gt;), yaitu wahyu mereka telah  menyimpang.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Catatan penting di sini, jika memang laki-laki muslim boleh menikah  dengan wanita ahli kitab, maka pernikahan tentu saja bukan di gereja.  Dan juga ketika memiliki anak, anak bukanlah diberi kebebasan memilih  agama. Anak harus mengikuti agama ayahnya yaitu Islam. Lihat keterangan  dari Syaikh ‘Athiyah Muhammad Salim di atas.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Sedangkan selain ahli kitab (seperti Hindu, Budha, Konghucu) yang  disebut wanita musyrik haram untuk dinikahi. Hal ini berdasarkan  kesepakatan para fuqoha. Dasarnya adalah firman Allah &lt;i&gt;Ta’ala&lt;/i&gt;,&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace; text-align: right;"&gt;&lt;span style="font-size: large;"&gt;وَلاَ تَنكِحُواْ الْمُشْرِكَاتِ حَتَّى  يُؤْمِنَّ وَلأَمَةٌ مُّؤْمِنَةٌ خَيْرٌ مِّن مُّشْرِكَةٍ وَلَوْ  أَعْجَبَتْكُمْ&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;“&lt;i&gt;Dan janganlah kamu menikahi wanita-wanita musyrik, sebelum  mereka beriman. Sesungguhnya wanita budak yang mukmin lebih baik dari  wanita musyrik, walaupun dia menarik hatimu.&lt;/i&gt;” (QS. Al Baqarah: 221)[9]&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Menurut para ulama, laki-laki muslim sama sekali tidak boleh menikahi  wanita yang murtad meskipun ia masuk agama Nashrani atau Yahudi kecuali  jika wanita tersebut mau masuk kembali pada Islam.[10]&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Demikian sajian singkat dari kami. Semoga semakin memberikan  pencerahan kepada kekeliruan pemahaman yang selama ini terjadi di  kalangan awam dan kaum muslimin secara umum.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Hanya Allah yang beri taufik.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;Penulis: Muhammad Abduh Tuasikal&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;hr size="1" style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;" /&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;[1]  Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/2521, index “Ahlu Kitab”, point 15. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;[2]  Tafsir Al Qurthubi, Muhammad bin Ahmad Al Anshori Al Qurthubi, Mawqi’  Ya’sub, 3/72.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;[3]  Tafsir Al Qur’an Al ‘Azhim, Ibnu Katsir, Muassasah Qurthubah, 13/521.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;[4]  Fathul Qodir, Muhammad bin ‘Ali Asy Syaukani, Mawqi’ At Tafasir, 7/207.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;[5]  Taisir Al Karimir Rahman, ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, Muassasah  Ar Risalah, 1423 H, hal. 857.&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;[6]  Majmu’ Fatawa Syaikh Ibni ‘Utsaimin, 12/138-140, dinukil dari Fatwa Al  Islam Sual wa Jawab no. 69752, &lt;a href="http://islamqa.com/ar/ref/69752"&gt;http://islamqa.com/ar/ref/69752&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;[7]  Adwaul Bayan 8/164-165, dinukil dari Fatwa Al Islam Sual wa Jawab no.  6402, &lt;a href="http://islamqa.com/ar/ref/6402"&gt;http://islamqa.com/ar/ref/6402&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;[8]&amp;nbsp; Majmu’ Al Fatawa, Ibnu Taimiyah, Darul Wafa’, cetakan ketiga, 1426 H, 14/91.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;[9] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/13333, index “Muharromatun Nikah”, point 21&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style="font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;,Courier,monospace;"&gt;[10] Lihat Al Mawsu’ah Al Fiqhiyah, 2/13334, index “Muharromatun Nikah”, point 22&lt;/span&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgwpqDMgcWoHNmpGhBDFdMGvXBFY1OWYMZRi5nq8p6DmYsoH1ve9jvAsqpi_eH4R13BYVE-uDke89XJjkh5NvSSng5d-uBLO8dS85S_UqoGTWtzyck7G3XhQf4Ls0z8-kKMmQwruJqK4J8/s72-c/Nikah+Beda+Agama.JPG" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Syair Perjalanan TIMNAS kita di Piala AFF 2010</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/syair-perjalanan-timnas-kita-di-piala.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Fri, 31 Dec 2010 22:13:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-3594601612345872273</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2fO0DjpaQgsHND2SxSxRsZdWLIKNMZpIvCW1LB3B0JpiY8mDzeYqjy0d9fy4MA6AcLG5-GDh0KQXJ75v9jPQX1D14IlY9cMV82p21y_msT1plt6oPQeXVeLz3xC_FoRm7qp2Eh0gQfCY/s1600/timnas-indonesia-logo-piala-aff-2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2fO0DjpaQgsHND2SxSxRsZdWLIKNMZpIvCW1LB3B0JpiY8mDzeYqjy0d9fy4MA6AcLG5-GDh0KQXJ75v9jPQX1D14IlY9cMV82p21y_msT1plt6oPQeXVeLz3xC_FoRm7qp2Eh0gQfCY/s320/timnas-indonesia-logo-piala-aff-2010.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Piala AFF 2010&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuVRynSNIcZyuvXy9A-afaOn9DyDH4klWfDJHVNgxMVvTvDbxoZ1hvpqkS_H5o8c6XbZ2_iPuJVHzm4ZShk34w9KNR3jW397GXIG4LrpYjO1Yblmm9iNQHp0Ai0JHxNFCJz68GdPjR7fo/s1600/Indonesia+vs+Malaysia.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuVRynSNIcZyuvXy9A-afaOn9DyDH4klWfDJHVNgxMVvTvDbxoZ1hvpqkS_H5o8c6XbZ2_iPuJVHzm4ZShk34w9KNR3jW397GXIG4LrpYjO1Yblmm9iNQHp0Ai0JHxNFCJz68GdPjR7fo/s320/Indonesia+vs+Malaysia.JPG" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;INDONESIA VS MALAYSIA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Dimulai 1 desember&lt;br /&gt;
Awal&amp;nbsp;  cerita,&lt;br /&gt;
Indonesia bertemu dengan  Malaysia ..&lt;br /&gt;
Bobol lebih dahulu gawang  kita,&lt;br /&gt;
namun akhirnya kita berjaya...&lt;br /&gt;
Tak tanggung-tanggung hasil  skornya,&lt;br /&gt;
Malaysia ditundukkan dengan&amp;nbsp;  perkasa&lt;br /&gt;
Lima satu jelas  angkanya...&lt;br /&gt;
Membuat Malaysia dendam angkara...&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0mbsfWkfHNSmby82JiW1QPlrsKMeO6MqhUlbLA-SMAwj8QPQeQva06GGTufXYP3uh_bZtWQApb9YXPcVRLy0Ov5dvlBnL4eWTce6RsHJf-HNVvemC26AHt9cqpZrenHrYuirCuCkuUBs/s1600/indonesia+vs+laos.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0mbsfWkfHNSmby82JiW1QPlrsKMeO6MqhUlbLA-SMAwj8QPQeQva06GGTufXYP3uh_bZtWQApb9YXPcVRLy0Ov5dvlBnL4eWTce6RsHJf-HNVvemC26AHt9cqpZrenHrYuirCuCkuUBs/s320/indonesia+vs+laos.JPG" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;INDONESIA VS LAOS&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Adalah Laos lawan  selanjutnya,&lt;br /&gt;
Indonesia tak ragu-ragu mengalahkan&amp;nbsp; mereka.&lt;br /&gt;
Enam kosong hasil skornya,&lt;br /&gt;
Indonesia aman ke babak berikutnya ....&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXqe_8ajT1yZGUGEMbMEF0rs7cbDSiaZ3cEqLv-bOsTpJIh9xntc7NNnHBBULzphI2CoUlsaYRODDqvqHM2wsFGhmuM_2kK7kxdClMJTty4FyY9GLHk9vvUgL03h4RypeQbavx_Szo3iQ/s1600/indinesia+vs+thailand.JPG" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXqe_8ajT1yZGUGEMbMEF0rs7cbDSiaZ3cEqLv-bOsTpJIh9xntc7NNnHBBULzphI2CoUlsaYRODDqvqHM2wsFGhmuM_2kK7kxdClMJTty4FyY9GLHk9vvUgL03h4RypeQbavx_Szo3iQ/s320/indinesia+vs+thailand.JPG" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;INDONESIA VS THAILAND&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Lawan terakhir di babak&amp;nbsp;penyisihan,&lt;br /&gt;
adalah Thailand jadi tandingan&lt;br /&gt;
Selama bertahun sulit dikalahkan,&lt;br /&gt;
namun kali ini bisa ditundukkan ..&lt;br /&gt;
Dengan angka dua berbalas satu,&lt;br /&gt;
Thailand dipaksa keluar kompetisi yang seru ..&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia1aEQI6gTo2dokcza3GWsYeUiJgYhDnXb6mTkRO50mE33Oad7C5hfdzEwYQOeauy1iDmQQ1-K-fI60Ij0PdbBsQr7vPwDNwInFNRfIvGlxbrZw4nhxrcEJrkraT02qeCZwtfydtLkoJc/s1600/indonesia_vs_filipina.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEia1aEQI6gTo2dokcza3GWsYeUiJgYhDnXb6mTkRO50mE33Oad7C5hfdzEwYQOeauy1iDmQQ1-K-fI60Ij0PdbBsQr7vPwDNwInFNRfIvGlxbrZw4nhxrcEJrkraT02qeCZwtfydtLkoJc/s200/indonesia_vs_filipina.png" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;PHILIPPINES VS INDONESIA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Bersama Malaysia kita  melaju,&lt;br /&gt;
babak semi final tempat  seteru.&lt;br /&gt;
Dibabak semifinal bertambah riuh&lt;br /&gt;
ketemu Filipina lawan yang  tangguh&lt;br /&gt;
Dileg pertama  unggul satu kosong tuh,&lt;br /&gt;
di leg kedua hasilnya tetap dan teguh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHcrQNliG_BsI_g5An5v7nAmBeCAgKYLpjz53EYaFFS-tuH6qXFMqvpqRwWJBjhYKOHK6-wwpWu4KvVXPe4h8iUrW9bIVCOYMjyWG3_CwVdY6_sDVTy7eq8aVrkBXUDE053E6QknEwDh8/s1600/ina-vs-mal.png" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhHcrQNliG_BsI_g5An5v7nAmBeCAgKYLpjz53EYaFFS-tuH6qXFMqvpqRwWJBjhYKOHK6-wwpWu4KvVXPe4h8iUrW9bIVCOYMjyWG3_CwVdY6_sDVTy7eq8aVrkBXUDE053E6QknEwDh8/s320/ina-vs-mal.png" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;INDONESIA VS MALAYSIA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Berhasil masuk final kita bertandang, &lt;br /&gt;
ke negeri jiran Malaysia kita pun datang&lt;br /&gt;
Dengan tujuan memperoleh  menang&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUqLlPTZjruonh4SGPT79DTx_8Pt1luDSVv2vDNHRHbYlVCillTtnaX7o8T_3Z6qMHSxoypv41HlZ-ph43v84WE7mP929dn-xCra0tUPdxcUD8Vz_1EirRENJMdFEOGckEQNamNwuwjn8/s1600/102309_232249_Markus_Bobol.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhUqLlPTZjruonh4SGPT79DTx_8Pt1luDSVv2vDNHRHbYlVCillTtnaX7o8T_3Z6qMHSxoypv41HlZ-ph43v84WE7mP929dn-xCra0tUPdxcUD8Vz_1EirRENJMdFEOGckEQNamNwuwjn8/s320/102309_232249_Markus_Bobol.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;MARKUS KEBOBOLAN&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;/div&gt;namun hasilnya sangat menentang.&lt;br /&gt;
Kita dikalahkan kosong melawan tiga,&lt;br /&gt;
memang hasil yang tidak pernah  disangka&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj393N6KwLD7WhtHUc4z7e29he_YuckyMHOI9rup6G0K0Z_OE3LLiuPlZ5DNnDzf4Wd6B48B7HgYb8NLaPIGPlkRlnKecykt_nVCyBM896EOxsY5oulMxy9oBl7QhlDI8_OFpJETkXKRI4/s1600/Timnas-Indonesia-AFF-2010.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj393N6KwLD7WhtHUc4z7e29he_YuckyMHOI9rup6G0K0Z_OE3LLiuPlZ5DNnDzf4Wd6B48B7HgYb8NLaPIGPlkRlnKecykt_nVCyBM896EOxsY5oulMxy9oBl7QhlDI8_OFpJETkXKRI4/s320/Timnas-Indonesia-AFF-2010.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;TIMNAS INDONESIA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
tidak  berputus  asa,&lt;br /&gt;
berharap di Jakarta  bisa&amp;nbsp; berjaya.&lt;br /&gt;
Dua sembilan tanggal terjadinya,&lt;br /&gt;
di akhir tahun desember bulannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgncXgFDwHfCZNEW4r9i_qGyGhLb578Ppmh2-zVk5hgtzryPfpoPvtTkk4c0g489k9nhygCCq77CrRu3GcrVFgRchb8GEHEc0hmlcGjZRdeQ5zVJkoGzvBv6hKP2gu786b-MlYXsuPxOIk/s1600/aksi_suporter_indonesia_menyemangati_timnas_101219234457.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgncXgFDwHfCZNEW4r9i_qGyGhLb578Ppmh2-zVk5hgtzryPfpoPvtTkk4c0g489k9nhygCCq77CrRu3GcrVFgRchb8GEHEc0hmlcGjZRdeQ5zVJkoGzvBv6hKP2gu786b-MlYXsuPxOIk/s320/aksi_suporter_indonesia_menyemangati_timnas_101219234457.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;SUPPORTER INDONESIA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;Berduyun duyun supporter menontonnya,&lt;br /&gt;
di stadion utama , Ge Be Ka namanya.&lt;br /&gt;
Semua penonton dari penjuru Nusantara  ,&lt;br /&gt;
sama berharap dan  memanjatkan doa.&lt;br /&gt;
Agar Timnas berjaya memenangkan pertandingannya,&lt;br /&gt;
serta berhasil memboyong piala atau tropinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtU5Q2GyKRJGiMEMvAeXE6DZZqTIUwoZbkK9UEGbqwbgFaLfJtCzI9S_mNz0oOYBbbVcBq2do63JUAYdxQU9_-KyJwmT_7pZUUyegmjkA5F3BMvTQFYtJgrvLGA_GbbP_Asf2C9Lomz80/s1600/suporter_malaysia_ketahuan_menyorotkan_laser_ke_pemain_indonesia_dalam_101226210650.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhtU5Q2GyKRJGiMEMvAeXE6DZZqTIUwoZbkK9UEGbqwbgFaLfJtCzI9S_mNz0oOYBbbVcBq2do63JUAYdxQU9_-KyJwmT_7pZUUyegmjkA5F3BMvTQFYtJgrvLGA_GbbP_Asf2C9Lomz80/s320/suporter_malaysia_ketahuan_menyorotkan_laser_ke_pemain_indonesia_dalam_101226210650.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;LASER TEROR INDONESIA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Memang benar kata orang tua-tua,&lt;br /&gt;
kita hanya bisa berencana dan berharap sahaja.&lt;br /&gt;
Paling kita  hanya bisa berusaha segenap tenaga,&lt;br /&gt;
karena kehendak Yang Kuasa-lah jadi penentunya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBpSlmYhXlxiRMvgDTOioV6gcboOmel7_6_MUIqS3aOvAaI5rQ1e7zMfDfamhyphenhyphenjw1tKwRBcgmaUsZCAO_2-tvtpEr0kCuJf1-duULLJk0tbAWynOGEJDPGRJFGXEO7zLuHdkPEq7AACzc/s1600/5303123029_17f9b97ef3_z.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiBpSlmYhXlxiRMvgDTOioV6gcboOmel7_6_MUIqS3aOvAaI5rQ1e7zMfDfamhyphenhyphenjw1tKwRBcgmaUsZCAO_2-tvtpEr0kCuJf1-duULLJk0tbAWynOGEJDPGRJFGXEO7zLuHdkPEq7AACzc/s320/5303123029_17f9b97ef3_z.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;SUPPORTER INDONESIA&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;br /&gt;
Akhir cerita pun terjadi di Gelora Bung Karno,&lt;br /&gt;
Timnas kita menang dua satu skornya.&lt;br /&gt;
Sudah dapat diterka bagaimana akhir  jadinya,&lt;br /&gt;
kita pun menang tapi tak dapat pialanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class="separator" style="clear: both; text-align: center;"&gt;&lt;a href="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRXJVmk7y4W-_YY24_OlySB2C2E4-5_9r9pgEaf1IIKep-WrhHG2eTJ8ZPH2jYuVRvkxqeRd1TBmfhxHqcZuXWWCo-eY276UiRcS-O_9rvZeS95c9O9wJVHsaO6luZLsAXMEvwSh2S7Yo/s1600/41603_127155073985047_4598839_n.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: 1em; margin-right: 1em;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjRXJVmk7y4W-_YY24_OlySB2C2E4-5_9r9pgEaf1IIKep-WrhHG2eTJ8ZPH2jYuVRvkxqeRd1TBmfhxHqcZuXWWCo-eY276UiRcS-O_9rvZeS95c9O9wJVHsaO6luZLsAXMEvwSh2S7Yo/s320/41603_127155073985047_4598839_n.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" height="72" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi2fO0DjpaQgsHND2SxSxRsZdWLIKNMZpIvCW1LB3B0JpiY8mDzeYqjy0d9fy4MA6AcLG5-GDh0KQXJ75v9jPQX1D14IlY9cMV82p21y_msT1plt6oPQeXVeLz3xC_FoRm7qp2Eh0gQfCY/s72-c/timnas-indonesia-logo-piala-aff-2010.jpg" width="72"/><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Permohonan Maaf Firman Utina Kepada Fans</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/permohonan-maaf-firman-utina-kepada.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Thu, 30 Dec 2010 22:10:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-2977759116747315796</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/firman_utina_101230183705.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/firman_utina_101230183705.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Firman Utina&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kapten timnas Indonesia, Firman Utina, mengaku kecewa dan sedih atas kegagalan timnas Merah Putih menjuarai Piala AFF 2010. Kepada seluruh suporter, Firman memohon maaf karena gagal mempersembahkan juara Piala AFF yang dinantikannya selama 14 tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
''Saya mohon maaf kepadan fans terutama sekali karena kami semula tampil cemerlang di babak kualifikasi dan juga semifinal. Kami sangat kecewa seperti seluruh rakyat di Indonesia,'' kata Firman.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Skuat Merah Putih berhasil memenangkan laga kedua final Piala AFF 2010 dengan menekuk Malaysia 2-1. Tapi, skor tersebut belum cukup untuk menghantarkan trofi juara kepada Indonesia. Karena, Firman Utina dan kawan-kawan sebelumnya kalah 0-3 di laga pertama sehingga kalah agregat 2-4.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Firman menyadari bahwa kalah menang adalah hal biasa dalam pertandingan sepakbola. ''Ini adalah sepakbola di mana kami kadang menang kadang kalah. Tapi, yang penting adalah fans memahami hal tersebut,'' katanya. ''Tidak ada yang saling menyalahkan.''</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Astaga... Irfan Bachdim Terancam Dicoret dari Timnas</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/astaga-irfan-bachdim-terancam-dicoret.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Thu, 30 Dec 2010 21:14:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-1591120215767109019</guid><description>&lt;div id="newstext"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/irfan_bachdim_berebut_bola_dengan_pemain_malaysia_mohamad_asraruddin_101229225839.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/irfan_bachdim_berebut_bola_dengan_pemain_malaysia_mohamad_asraruddin_101229225839.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="img-title"&gt;Irfan Bachdim berebut bola dengan pemain  Malaysia, Mohamad Asraruddin, di laga final leg kedua&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTAN -- Irfan Bachdim, striker  Persema Malang, bisa terancam dicoret dari timnas Indonesia menyusul  keputusan Persema Malang keluar dari kompetisi PSSI 'Liga Super  Indonesia' 2010 untuk gabung dengan kompetisi tandingan Liga Primer  Indonesia (LPI). Karena, PSSI tidak mengakui pemain yang tampil di LPI  karena kompetisi tersebut dinilai ilegal.&lt;br /&gt;
''Apabila kesebelasan tersebut bergabung dengan kompetisi ilegal atau  di luar PSSI, maka akan mendapatkan sanksi organisasi dari federasi  sepak bola Indonesia,'' kata CEO PT Liga Indonesia, Joko Driyono, di  Jakarta, Kamis (30/12). ''Sanksi juga akan diberikan kepada semua yang  terlibat mulai dari tim manajemen, jajaran pelatih, maupun pemain yang  saat ini memperkuat klub tersebut.''&lt;br /&gt;
Irfan bersama pemain naturalisasi lainnya, gelandang Kim Jeffrey  Kurniawan, saat ini memperkuat Persema Malang. Laskar Ken Arok, julukan  Persema Malang, bersama PSM Makassar dan Persibo Bojonegoro secara resmi  sudah menyatakan mundur dari LSI 2010/2011.&lt;br /&gt;
PSSI sebelumnya mengancam pemain yang ikut kompetisi LPI. PSSI tidak  mengakui pemain tersebut meski mereka berstatuskan pemain timnas. Untuk  pemain asing yang tampil di LPI, PSSI mengancam akan langsung  mendeportasinya.&lt;br /&gt;
Terkait ancaman Irfan yang tidak bisa memperkuat timnas jika berlaga  di LPI, Persema tidak terlalu khawatir. Manajer Persema, Asmuri,  beralasan bahwa Bachdim dan Kim sudah terikat kontrak dengan Persema.  Sehingga apabila keduanya membatalkan karena ancaman itu, maka kedua  pemain itu terkena pelanggaran administrasi dan wajib mengembalikan  nilai kontraknya dua kali lipat.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Merasa Dianaktirikan, Fans Malaysia Hanya Bisa Gertak</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/merasa-dianaktirikan-fans-malaysia.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Thu, 30 Dec 2010 19:42:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-7619163247551223219</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/pendukung_timnas_malaysia_101226182051.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/pendukung_timnas_malaysia_101226182051.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="img-title"&gt;Pendukung Timnas Malaysia&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Sebanyak 300 suporter Malaysia sebelumnya  menyatakan tidak takut untuk datang langsung ke Stadion Utama Gelora  Bung Karno untuk menyaksikan laga final Piala AFF 2010. Tapi, mereka  nyatanya tidak datang dan justru mengeluh telah dianaktirikan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Kami amat kesal sekali. Kami berasa kami telah dianaktirikan. Kami  disisihkan dan tidak diberikan keadilan sewajarnya,'' keluh presiden  kelompok suporter Selangor FC, Mohd Nasir Yunus.&lt;br /&gt;
Nasir sebelumnya mengatakan bahwa ratusan fans Malaysia dari  Selangor, Johor dan Kelantan akan datang langsung ke Senayan. Mereka  bergerak dengan diorganisir kelompok suporter Selangor (SSFC). Mereka  bertolak ke Jakarta dan bergabung dengan sejumlah fans dari Gerbang  Tempur Suporter Malaysia (Ultras Malaya).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nasir saat itu menyebutkan suporter Malaysia tidak perlu takut karena  kericuhan hanya akan terjadi di dalam stadion saja, dan tidak sampai  keluar. Pernyataan Nasir ini berkaitan dengan pemberitaan media  Indonesia yang menyebutkan fans Malaysia tidak berani datang ke Jakarta.  Tapi, mereka faktanya memang tidak (berani) hadir di Stadion Utama  Gelora Bung Karno.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ratusan fans Malaysia akhirnya nonton bareng di Kedubes Malaysia di  Jakarta sebagai bentuk aksi protes.&lt;br /&gt;
''Kami kecewa dengan lokasi tempat duduk dalam stadion serta faktor  risiko keselamatan,'' kata Nasir. ''Suporter Malaysia yang tidak banyak  jumlahnya itu meminta tempat duduk VIP, tetapi mereka diletakkan di  tengah-tengah para pendukung Indonesia dan merasa tidak selamat untuk  berada dalam stadion guna mendukung timnas Malaysia.''</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Malaysia pun Menghina Alfred Riedl</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/malaysia-pun-menghina-alfred-riedl.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Thu, 30 Dec 2010 14:20:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-1351800042856740309</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/alfred_riedl_101227073223.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/alfred_riedl_101227073223.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="img-title"&gt;Alfred Riedl&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- &lt;i&gt;''Nada Riedl masih sombong walau  Garuda tumbang''&lt;/i&gt;. Demikian judul tulisan media Malaysia 'Utusan  Online' tentang Alfred Riedl, pelatih timnas Indonesia, seusai skuatnya  gagal menjuarai Piala AFF 2010 pada Rabu (29/12) malam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Utusan Online menyebut Riedl sebagai sosok pelatih yang sombong.  Riedl, yang dicintai oleh seluruh suporter Indonesia, dinilai tidak  bersikap kesatria karena tidak bisa menerima kegagalan skuatnya. &lt;i&gt;''Walaupun  sudah terlepas gelaran juara Piala Suzuki AFF, nada jurulatih  Indonesia, Alfred Riedl, seolah-olah enggan menerima kekalahan dengan  menganggap skuad yang lebih baik sebenarnya tewas di perlawanan akhir,''  &lt;/i&gt;tulis Utusan Online pada paragrap pertama tulisannya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Media Malaysia itu mengutip pernyataan Riedl yang dinilainya bernada  sombong. &lt;i&gt;''Kita bermain begitu luar biasa pada malam ini biarpun  menyedari ketinggalan tiga gol. Namun pada separuh masa pertama, banyak  peluang keemasan kita terlepas walaupun menguasai permainan terutamanya  pada 15 minit perlawanan,''&lt;/i&gt; tulisnya. &lt;i&gt;''Malah selepas Malaysia  mendahului gol pertama, semangat pemain saya tidak luntur dan cuba  bangkit. Saya harus ucapkan tahniah (selamat) kepada mereka."&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Komentar Riedl itu sesungguhnya ucapan terima kasih dan salut pada  skuat Merah Putih-nya yang telah berjuang mati-matian. Jika tidak  sportif dan tidak bisa menerima kekalahan timnya, saat menggelar jumpa  pers semalam, Riedl tentunya tidak akan mengatakan ini untuk kesuksesan  Malaysia. ''Selamat untuk Malaysia karena juara baru kini telah  muncul,'' ujar Riedl.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Duhh.. Fans Indonesia Sportif, tapi Malaysia tetap Saja Mencela</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/duhh-fans-indonesia-sportif-tapi.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Thu, 30 Dec 2010 13:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-2076552317818571753</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/suporter_indonesia_tetap_ceria_usai_final_leg_kedua_rabu_101230115556.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/suporter_indonesia_tetap_ceria_usai_final_leg_kedua_rabu_101230115556.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="img-title"&gt;Suporter Indonesia tetap ceria usai final leg  kedua Rabu malam. Mereka berfoto bersama replika Piala AFF.&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kerusuhan suporter, yang semula  diprediksikan akan pecah, &lt;i&gt;alhamdulillah&lt;/i&gt; akhirnya tidak terjadi  seusai laga kedua final Piala AFF 2010 tadi malam. Tapi, Malaysia tetap  saja mencela suporter Indonesia yang semalam mampu membuktikan bahwa  mereka mampu tampil sportif.&lt;br /&gt;
New Straits Times menuliskan dengan judul 'Fans Indonesia Lampiaskan  Kemarahannya' (&lt;i&gt;Indonesia fans show their anger&lt;/i&gt;). Suporter  Indonesia, tulis New Straits Times, masih tidak menerima kekalahan laga  final pertama di Stadion Bukit Jalil, Kuala Lumpur, yang dinilai curang.  Mereka membentangkan spanduk &lt;i&gt;"Ganyang Malaysia"&lt;/i&gt; dan &lt;i&gt;"Bantai  Malaysia 5-1" &lt;/i&gt;sebelum petugas menurunkannya karena khawatir memicu  kerusuhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dengan judul tulisan &lt;i&gt;'Peminat Indonesia tak hormat Negaraku'&lt;/i&gt;,  Harian Metro juga menulis soal aksi suporter Indonesia yang dinilai  tidak sportif. Penyokong (fans) Indonesia, tulis Harian Metro,  melemparkan botol minuman air mineral berkali-kali di luar Stadium Utama  Gelora Bung Karno ketika pertandingan final kedua Piala AFF pada malam  tadi. Botol minuman itu dilemparkan penyokong tuan rumah ketika menonton  perlawanan menentang Malaysia di layar besar yang disediakan untuk 100  ribu penonton yang gagal mendapatkan tiket.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Malaysia sepertinya melupakan tindakan sportif pendukung Indonesia  yang tidak rusuh ketika skuat kesayangan mereka gagal menjuarai Piala  AFF 2010. Mereka juga sepertinya lupa tindakan anarkis fans Malaysia  yang menginjak syal suporter Indonesia saat laga final pertama di Kuala  Lumpur.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Malaysia Raih Double Treble Asia Tenggara</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/malaysia-raih-double-treble-asia.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Thu, 30 Dec 2010 03:55:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-9001304291924674432</guid><description>&lt;div id="newstext"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/timnas_malaysia_101221223656.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/timnas_malaysia_101221223656.jpg" width="500" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Timnas Malaysia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Malaysia ibarat  menggondol double treble atau juara ganda di Asia Tenggara. Pasalnya,  sebelum merengkuh Piala AFF 2010, skuat berjuluk Harimau Malaya itu  meraih medali emas SEA Games 2009.&lt;br /&gt;
Tonggak kebangkitan sepakbola Malaysia dimulai ketika Krishnasamy  Rajagobal mengambil alih posisi pelatih timnas Malaysia pada&amp;nbsp; Juli 2009.  Tapi, pelatih yang dijuliki 'King Rajagobal' bukan baru satu dua tahun  memoles skuat Harimau Malaya. Dia mulai membangun skuat Malaysia dengan  menjadi pelatih Tim U20 pada 2004-2006.&lt;br /&gt;
Karier Rajagobal berlanjut dengan mengarsiteki Harimau Muda, julukan  Tim U19 Malaysia, pada 2007 hingga 2009. Dia sukses membawa Harimau Muda  menjadi juara Liga Primer Malaysia 2009.&lt;br /&gt;
Usaha lima tahun Rajagobal berbuah manis ketika dia sukses membawa  Tim U23 Malaysia meraih medali emas SEA Games 2009 Laos. Menekuk Vietnam  1-0 di final pada 17 Desember 2009, tim sepakbola Malaysia meraih  medali emas pertamanya setelah menantikannya selama 20 tahun.&lt;br /&gt;
Grafik penampilan skuat Rajagobal terus menanjak. Di Asian Games 2010  Guangzhou, Malaysia berhasil melaju ke putaran kedua. Itu merupakan  penampilan terbaik Malaysia di Asia Games dalam 32 tahun terakhir.&lt;br /&gt;
Keberhasilan Malaysia menjuarai Piala AFF 2010 merupakan hasil kerja  yang sudah mulai dirintis sejak 2004. Jadi, mereka pantas menjadi juara  baru Piala AFF sekaligus menobatkan diri sebagai raksasa baru di  percaturan sepakbola Asia Tenggara.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Soal Tiket, KPK Bisa Minta Keterangan Pengurus PSSI</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/soal-tiket-kpk-bisa-minta-keterangan.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Thu, 30 Dec 2010 03:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-5521130292214563079</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/tiket_piala_aff_2010_101229211531.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/tiket_piala_aff_2010_101229211531.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Tiket Piala AFF 2010&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA--Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) sedang  mengkaji dugaan korupsi tiket yang dilakukan pengurus PSSI. Namun,  komisi antikorupsi tetap meminta masyarakat melapor agar tim segera  menelusuri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wakil Ketua KPK, M Jasin, mengatakan KPK akan  mengkaji lebih jauh pada pengadaan tiket serta sumber dananya.&amp;nbsp;  Pasalnya, PSSI bukan institusi negara serta didanai dari berbagai  sumber. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Sehingga PSSI tak diaudit Badan Pemeriksa Keuangan,"  kata Jasin. Namun, masih ada celah, yaitu bila pengurus PSSI merupakan  salah satu pejabat negara. "(Kalau pengurusnya pejabat negara) bisa  dimintai keterangan," kata Jasin, Rabu (29/12).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selama  pertandingan Piala AFF 2010, pejabat negara selalu hadir. Hingga kini,  belum diketahui apakah mereka membeli tiket sendiri atau difasilitasi  panitia PSSI. Sementara itu,ribuan calon penonton kecewa karena meski  telah membayar voucher tiket,panitia tak bisa memberikannya.  Alasannya,tiket ludes.</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Pemerintah Malaysia Umumkan Hari Jumat sebagai Hari Libur Nasional</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/pemerintah-malaysia-umumkan-hari-jumat.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Thu, 30 Dec 2010 00:05:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-9040907446625510340</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/datuk_seri_najib_tun_razak_101229235838.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/datuk_seri_najib_tun_razak_101229235838.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="img-title"&gt;Datuk Seri Najib Tun Razak&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,KUALA LUMPUR – Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri  Najib Tun Razak, mengumumkan hari Jumat (31/12) sebagai hari libur  nasional untuk merayakan keberhasilan Malaysia menjuarai Piala AFF 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pengumuman ini disampaikan beberapa jam usai partai final leg kedua  di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Rabu (29/12) malam, yang  dimenangkan Indonesia 2-1. Malaysia juara dengan agregat 4-2.&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;Najib menggambarkan keberhasilan skuat Malaysia  sebagai malam terbesar dalam persepakbolaan negerinya. ‘’Kita harus  memanfaatkan ini untuk membawa sepak bola Malaysia menuju kesuksesan  yang lebih tinggi,’’ ungkapnya dalam pernyataan seperti dikutip Bernama.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;blockquote&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;‘’Keberhasilan ini adalah awal dari titik balik  sejarah persepakbolaan,’’ kata sang Perdana Menteri. Ia berharap  kesuksesan ini akan menginspirasikan generasi muda Malaysia.&lt;/div&gt;&lt;/blockquote&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Usai Pertandingan, Ratusan Penonton 'Tamasya' di Lapangan GBK</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/usai-pertandingan-ratusan-penonton.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Wed, 29 Dec 2010 23:50:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-9038303170965873226</guid><description>&lt;div id="newstext"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/aksi_suporter_indonesia_menyemangati_timnas_101219234457.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/aksi_suporter_indonesia_menyemangati_timnas_101219234457.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="img-title"&gt;Aksi suporter Indonesia menyemangati timnas&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA --  Ratusan penonton pertandingan kedua final Piala AFF 2010 tidak langsung  meninggalkan Stadion Utama Gelora Bung Karno, meskipun rangkaian upacara  penghormatan pemenang telah berakhir. Dengan kostum warna merah,  ratusan penonton menyempatkan diri turun ke lapangan GBK untuk  'bertamasya' sejenak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada yang berfoto-foto. Ada pula yang hanya melihat-lihat sudut-sudut  lapangan sebagai bukti kecintaan mereka kepada Timnas Indonesia yang  baru saja gagal merebut gelar juara.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
"Indonesia menang, tapi yang juara Malaysia. Biarkan saja, masih  banyak waktu untuk bisa melakukan pembalasan," ujar Sudarno dari Ciputat  yang mengaku baru kali ini bisa menginjak rumput lapangan SUGBK.&lt;br /&gt;
Sudarno mengaku cukup puas dengan penampilan Cristian Gonzales dan  kawan-kawan setelah mampu memenangkan pertandingan dengan skor 2-1.  Menurutnya, timnas sudah berjuang sampai akhir. "Kita lihat mereka sudah  berjuang habis-habisan. Mereka sudah maksimal. Lain kali, harus  Indonesia yang jadi juara," lanjutnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;blockquote&gt;Tamasya di lapangan GBK akhirnya berakhir. Kerumunan mulai surut  meninggalkan tempat setelah lampu stadion satu-persatu dimatikan  petugas.&lt;/blockquote&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class="abu-tebal"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class="abu-tipis"&gt;&lt;/span&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>‘Timnas tak Enjoy di Leg Kedua’</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/timnas-tak-enjoy-di-leg-kedua.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Wed, 29 Dec 2010 23:40:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-4909133812483988807</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/christian_gonzales_diapit_kiper_dan_pemain_malaysia_di_laga_101229233249.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/christian_gonzales_diapit_kiper_dan_pemain_malaysia_di_laga_101229233249.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="img-title"&gt;Christian Gonzales diapit kiper dan pemain  Malaysia di laga final leg kedua, Rabu (29/12).&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Meski secara umum penampilan timnas  Indonesia di final leg kedua Piala AFF 2010 menjanjikan, masih ada  beberapa kekurangan pada skuad asuhan Alfred Riedl itu.&lt;br /&gt;
&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pengamat sepakbola, Weshley Hutagalung, menilai  timnas sudah tidak bisa lagi enjoy bermain seperti saat partai-partai  penyisihan. Ini disebabkan karena timnas terlalu banyak diganggu oleh  hal-hal non teknis jelang partai final.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;"Di awal turnamen timnas sudah bermain bagus.  Sayang, mereka gagal karena terlalu banyak diganggu hal-hal non teknis  yang diagendakan pengurus PSSI. Akibatnya, tercermin pada partai final  ini," ujar Weshley kepada Republika.&lt;/div&gt;&lt;div class="MsoNormal"&gt;Pengamat sepakbola yang juga pakar komunikasi  politik, Effendy Ghazali, mengatakan hal serupa. Ia mengatakan Indonesia  tidak bermain seperti biasa. “Mereka terlalu banyak melakukan  umpan-umpan panjang. Hal tersebut sangat berbeda dibandingkan saat  mereka bisa mengalahkan Malaysia 5-1 pada penyisihan grup, dimana mereka  bisa bermain dengan umpan dari kaki ke kaki," ujar Effendy.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Timnas Menang, Jayapura Pesta Kembang Api Sejam Penuh</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/timnas-menang-jayapura-pesta-kembang.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Wed, 29 Dec 2010 23:35:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-2943354003371994185</guid><description>&lt;div id="newstext"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/aksi_suporter_indonesia_menyemangati_timnas_101219234457.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/aksi_suporter_indonesia_menyemangati_timnas_101219234457.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;&lt;div class="img-title"&gt;Aksi suporter Indonesia menyemangati timnas&lt;/div&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAYAPURA - Sejumlah warga Kota  Jayapura menyambut kemenangan Tim Nasional Indonesia 2-1 atas Malaysia  dengan pesta kembang api dan mercon pada Rabu (29/12) malam.&lt;br /&gt;
Setelah wasit meniup peluit panjang tanda berakhirnya pertandingan  leg kedua antara kedua negara tetangga tersebut, berbagai macam kembang  api dan mercon mulai dinyalakan oleh sejumlah warga Abepura.&lt;br /&gt;
''Kami bangga Indonesia menang atas Malaysia, walau tidak menjuarai  Piala AFF. Artinya, kita bisa membalas kekalahan yang terjadi di kandang  mereka beberapa hari lalu," kata Mecky Runtuboy, warga BTN Kampkey,  distrik Abepura, yang ikut menyalakan mercon bersama rekan-rekannya.&lt;br /&gt;
Menurutnya, apa yang dilakukan oleh Bambang Pamungkas dkk selama 90  menit di stadion utama Gelora Bung Karno itu patut diberikan apresiasi  yang baik. Karena, mereka bisa memenangi pertandingan di hadapan  presiden SBY dan Ibu Ani Yudhono, dan sejumlah pejabat negara serta  ribuan suporter tim Merah Putih.&amp;nbsp;"Ini merupakan semangat juang Merah  Putih yang ditunjukan oleh pahlawan olahraga," katanya.&lt;br /&gt;
Jhon Adi, warga Perumnas I distrik Heram, mengatakan kemenangan  Timnas Indonesia patut dirayakan. "Saya dan teman-teman gembira melihat  kemenangan Timnas Indonesia atas Malaysia. Jadi, kami rayakan dengan  pesta kembang api," katanya. "Apa yang dipertontonkan oleh pasukan  Garuda merupakan semangat juang yang patut ditiru oleh duta-duta  olahraga lainnya."&lt;br /&gt;
Bunyi mercon dan kembang api hampir dilakukan selama sejam penuh di  tiap sudut Kota Jayapura.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Internet tak Segera Difungsikan, Wartawan Langsung Protes</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/internet-tak-segera-difungsikan.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Wed, 29 Dec 2010 23:30:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-5770684469012564669</guid><description>&lt;div id="newstext"&gt;&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/meski_kecewa_usai_laga_final_leg_kedua_fans_merah_101229225216.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/meski_kecewa_usai_laga_final_leg_kedua_fans_merah_101229225216.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;Meski kecewa usai laga final leg kedua, fans Merah Putih tetap sportif&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA - Sejumlah wartawan  melakukan protes ketika jaringan internet yang dimatikan saat  pertandingan final Piala AFF 2010 berlangsung, tidak segera difungsikan  kembali ketika pertandingan telah berakhir.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puluhan wartawan cetak maupun foto yang bergegas hendak mengirimkan  reportasenya, dibuat kesal oleh ulah panitia yang tak segera  memfungsikan kembali jaringan di seputar VIP Barat. Situasi ini membuat  suasana gaduh di ruang wartawan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Wartawan, yang habis kesabarannya, dengan keras memprotes ofisial  AFF, Jeysingh Muthia, yang sejak seluruh rangkaian acara selesai hanya  berdiam diri dan menghilang tanpa berupaya melakukan perbaikan.  Sementara, beberapa wartawan lain bahkan sempat membanting kursi dan  memukul meja di tengah hiruk pikuk teriakan-teriakan wartawan yang  seluruhnya belum dapat mengirimkan reportasenya hingga pukul 22:15 WIB.&lt;/div&gt;</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item><item><title>Soal Kegagalan Penaltinya, Firman Utina Bilang...</title><link>http://thuluzzaman.blogspot.com/2010/12/soal-kegagalan-penaltinya-firman-utina.html</link><category>Piala AFF 2010</category><pubDate>Wed, 29 Dec 2010 23:25:00 +0700</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4582299846629513134.post-7977382904697812147</guid><description>&lt;table align="center" cellpadding="0" cellspacing="0" class="tr-caption-container" style="margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;"&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style="text-align: center;"&gt;&lt;a href="http://static.republika.co.id/images/m_nasuha_merayakan_gol_pertama_indonesia_ke_gawang_malaysia_101229232141.jpg" imageanchor="1" style="margin-left: auto; margin-right: auto;"&gt;&lt;img border="0" height="300" src="http://static.republika.co.id/images/m_nasuha_merayakan_gol_pertama_indonesia_ke_gawang_malaysia_101229232141.jpg" width="550" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class="tr-caption" style="text-align: center;"&gt;M Nasuha merayakan gol pertama Indonesia ke gawang Malaysia pada final  leg kedua, Rabu (29/12)&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;REPUBLIKA.CO.ID,JAKARTA -- Kapten Firman Utina gagal mengeksekusi  penalti untuk membawa Indonesia memimpin ketika pertandingan memasuki  menit 18. Firman pun digantikan Eka Ramdani setelah Indonesia tertinggal  0-1 lewat gol Mohd Safee Sali pada menit 53.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Meski sedih karena gagal membawa Indonesia juara Piala AFF 2010,  Firman dapat sedikit tersenyum karena berhasil menyabet penghargaan  sebagai pemain terbaik. Dia mengaku terkejut mendapat penghargaan &lt;i&gt;Most  Valuable Player &lt;/i&gt;AFF 2010.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, ditanya soal hasil tendangan penaltinya, Firman tidak  berkomentar banyak. Dia mengaku hal tersebut adalah sebuah kegagalan  karena tidak mampu melaksanakan tugas dengan baik.&lt;br /&gt;
Tendangan penalti Firman mampu ditangkap oleh penjaga gawang  Malaysia, Khairul Fahmi Bin Che Mat, yang tampil gemilang melakukan aksi  penyelamatan. Tembakan penalti Firman menyisir lemah di kiri bawah  gawang</description><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><author>asy_arzo3ls@yahoo.com (Anonymous)</author></item></channel></rss>