<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-187387705583630874</id><updated>2024-11-08T07:11:39.286-08:00</updated><title type='text'>Tionghoa Culture</title><subtitle type='html'>We are</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tionghoalover.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>8</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187387705583630874.post-1711032320350505457</id><published>2011-11-16T00:01:00.000-08:00</published><updated>2012-01-11T01:00:48.974-08:00</updated><title type='text'>Tahun Baru Imlek</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1xMXOgrPb1beXNwLJj3Zc_zse2svpIFu77RJyfMGhMXybg6qmAOHjEiln86JoKSZuUCr7QJUQOfSxrVSkG-22imVVibs4o9uItkFiW-sSAKb4hdQkbHUBrJSSRppTxJRfxNAtOvcF4H4/s1600/greeting-card-imlek.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;193&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1xMXOgrPb1beXNwLJj3Zc_zse2svpIFu77RJyfMGhMXybg6qmAOHjEiln86JoKSZuUCr7QJUQOfSxrVSkG-22imVVibs4o9uItkFiW-sSAKb4hdQkbHUBrJSSRppTxJRfxNAtOvcF4H4/s1600/greeting-card-imlek.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Tahun Baru Cina - sering disebut Cina Tahun Baru Imlek meskipun sebenarnya lunisolar - adalah yang paling penting dari liburan tradisional Cina. Ini adalah perayaan semua Timur dan Selatan-Asia Timur. Di Cina ini dikenal sebagai &quot;Festival Musim Semi,&quot; terjemahan harfiah dari nama Cina 春节 (pinyin: Chun Jie), karena perbedaan antara Barat dan metode tradisional Cina untuk menghitung musim. Ini menandai akhir dari musim dingin, analog dengan karnaval Barat. Festival ini dimulai pada hari pertama bulan pertama (Chinese: 正月; Pinyin: Zheng Yue) dalam kalender tradisional Cina dan diakhiri dengan Festival Lentera yang pada hari ke-15. Malam Tahun Baru China, hari di mana keluarga Cina berkumpul untuk makan malam reuni tahunan mereka, dikenal sebagai Chu XI (除夕) atau &quot;Malam Tahun Melewati.&lt;br /&gt;
Tahun Baru Cina adalah pesta terpanjang dan paling penting dalam kalender lunisolar Tionghoa. Asal Tahun Baru Cina itu sendiri abad signifikansi tua dan keuntungan karena beberapa mitos dan tradisi. Tahun Baru Cina kuno adalah refleksi tentang bagaimana orang berperilaku dan apa yang mereka percaya paling.&lt;br /&gt;
Tahun Baru Cina dirayakan di negara-negara dan wilayah dengan populasi Cina yang signifikan, seperti Cina Daratan, Hong Kong, Indonesia, Tibet, Makau, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan juga di Pecinan di tempat lain. Tahun Baru Cina dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru dari tetangga geografis, serta budaya dengan siapa Cina memiliki interaksi yang luas. Ini termasuk Korea (Seollal), dan Bhutan (Losar), Mongolia (Tsagaan Sar), Vietnam (Tet), dan Jepang sebelum 1873 (Oshogatsu).&lt;br /&gt;
Di negara-negara seperti Australia, Kanada dan Amerika Serikat, meskipun Tahun Baru Cina bukan merupakan hari libur resmi, banyak etnis Tionghoa terus perayaan besar dan Australia Post, Kanada Post, dan US Postal prangko bertema isu Layanan Tahun Baru.&lt;br /&gt;
Di Cina, adat regional dan tradisi-tradisi mengenai perayaan tahun baru Cina sangat bervariasi. Orang akan mencurahkan uang mereka untuk membeli hadiah, dekorasi, materi, makanan, dan pakaian. Itu juga merupakan tradisi yang setiap keluarga secara menyeluruh membersihkan rumah untuk menyapu bersih setiap nasib buruk-dengan harapan untuk membuat jalan masuk yang baik untuk keberuntungan. Jendela dan pintu akan dihiasi dengan warna merah kertas-luka dan kuplet dengan tema populer dari &quot;kebahagiaan&quot;, &quot;kekayaan&quot;, dan &quot;panjang umur&quot;. Pada malam Tahun Baru Cina, makan malam adalah pesta dengan keluarga. Makanan akan mencakup item seperti babi, bebek, ayam dan hidangan manis. Keluarga akan mengakhiri malam dengan petasan. Keesokan paginya, anak-anak akan menyapa orang tua mereka dengan harapan mereka tahun baru yang sehat dan bahagia, dan menerima uang dalam amplop kertas merah. Tradisi Tahun Baru Cina adalah untuk mendamaikan, melupakan semua dendam dan tulus mengharapkan perdamaian dan kebahagiaan bagi semua orang.&lt;br /&gt;
Meskipun penanggalan Cina secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun terus-menerus, di luar Cina tahun yang sering nomor dari pemerintahan Kaisar Kuning. Tapi setidaknya tiga tahun yang berbeda nomor 1 sekarang digunakan oleh berbagai akademisi, membuat tahun 2011 &quot;Tahun Cina&quot; 4709, 4708, atau 4648.&lt;br /&gt;
Sumber : Tahun Baru Cina - sering disebut Cina Tahun Baru Imlek meskipun sebenarnya lunisolar - adalah yang paling penting dari liburan tradisional Cina. Ini adalah perayaan semua Timur dan Selatan-Asia Timur. Di Cina ini dikenal sebagai &quot;Festival Musim Semi,&quot; terjemahan harfiah dari nama Cina 春节 (pinyin: Chun Jie), karena perbedaan antara Barat dan metode tradisional Cina untuk menghitung musim. Ini menandai akhir dari musim dingin, analog dengan karnaval Barat. Festival ini dimulai pada hari pertama bulan pertama (Chinese: 正月; Pinyin: Zheng Yue) dalam kalender tradisional Cina dan diakhiri dengan Festival Lentera yang pada hari ke-15. Malam Tahun Baru China, hari di mana keluarga Cina berkumpul untuk makan malam reuni tahunan mereka, dikenal sebagai Chu XI (除夕) atau &quot;Malam Tahun Melewati.&quot;&lt;br /&gt;
Tahun Baru Cina adalah pesta terpanjang dan paling penting dalam kalender lunisolar Tionghoa. Asal Tahun Baru Cina itu sendiri abad signifikansi tua dan keuntungan karena beberapa mitos dan tradisi. Tahun Baru Cina kuno adalah refleksi tentang bagaimana orang berperilaku dan apa yang mereka percaya paling.&lt;br /&gt;
Tahun Baru Cina dirayakan di negara-negara dan wilayah dengan populasi Cina yang signifikan, seperti Cina Daratan, Hong Kong, Indonesia, Tibet, Makau, Malaysia, Filipina, Singapura, Taiwan, Thailand, dan juga di Pecinan di tempat lain. Tahun Baru Cina dianggap sebagai hari libur besar untuk orang Tionghoa dan memiliki pengaruh pada perayaan tahun baru dari tetangga geografis, serta budaya dengan siapa Cina memiliki interaksi yang luas. Ini termasuk Korea (Seollal), dan Bhutan (Losar), Mongolia (Tsagaan Sar), Vietnam (Tet), dan Jepang sebelum 1873 (Oshogatsu).&lt;br /&gt;
Di negara-negara seperti Australia, Kanada dan Amerika Serikat, meskipun Tahun Baru Cina bukan merupakan hari libur resmi, banyak etnis Tionghoa terus perayaan besar dan Australia Post, Kanada Post, dan US Postal prangko bertema isu Layanan Tahun Baru.&lt;br /&gt;
Di Cina, adat regional dan tradisi-tradisi mengenai perayaan tahun baru Cina sangat bervariasi. Orang akan mencurahkan uang mereka untuk membeli hadiah, dekorasi, materi, makanan, dan pakaian. Itu juga merupakan tradisi yang setiap keluarga secara menyeluruh membersihkan rumah untuk menyapu bersih setiap nasib buruk-dengan harapan untuk membuat jalan masuk yang baik untuk keberuntungan. Jendela dan pintu akan dihiasi dengan warna merah kertas-luka dan kuplet dengan tema populer dari &quot;kebahagiaan&quot;, &quot;kekayaan&quot;, dan &quot;panjang umur&quot;. Pada malam Tahun Baru Cina, makan malam adalah pesta dengan keluarga. Makanan akan mencakup item seperti babi, bebek, ayam dan hidangan manis. Keluarga akan mengakhiri malam dengan petasan. Keesokan paginya, anak-anak akan menyapa orang tua mereka dengan harapan mereka tahun baru yang sehat dan bahagia, dan menerima uang dalam amplop kertas merah. Tradisi Tahun Baru Cina adalah untuk mendamaikan, melupakan semua dendam dan tulus mengharapkan perdamaian dan kebahagiaan bagi semua orang.&lt;br /&gt;
Meskipun penanggalan Cina secara tradisional tidak menggunakan nomor tahun terus-menerus, di luar Cina tahun yang sering nomor dari pemerintahan Kaisar Kuning. Tapi setidaknya tiga tahun yang berbeda nomor 1 sekarang digunakan oleh berbagai akademisi, membuat tahun 2011 &quot;Tahun Cina&quot; 4709, 4708, atau 4648.&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber : www.wikipedia.org&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tionghoalover.blogspot.com/feeds/1711032320350505457/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/11/tahun-baru-imlek.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/1711032320350505457'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/1711032320350505457'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/11/tahun-baru-imlek.html' title='Tahun Baru Imlek'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj1xMXOgrPb1beXNwLJj3Zc_zse2svpIFu77RJyfMGhMXybg6qmAOHjEiln86JoKSZuUCr7QJUQOfSxrVSkG-22imVVibs4o9uItkFiW-sSAKb4hdQkbHUBrJSSRppTxJRfxNAtOvcF4H4/s72-c/greeting-card-imlek.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187387705583630874.post-2715170904032662587</id><published>2011-11-15T23:51:00.000-08:00</published><updated>2011-11-15T23:54:45.247-08:00</updated><title type='text'>Asal mula Kue Keranjang</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1DEitCm5lRBIPkLoy2MkuXzKa-9QtL6PPXniQYoeSqJFio9_DBj4X1FcyrIkBfr0EIJY864wEttClPj-Px75MC9R0XZPiiM00_VWH21qz44QpBgYeDfzk2yRbrJq7LRhfUS1qPxXlCps/s1600/kue-keranjang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;264&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1DEitCm5lRBIPkLoy2MkuXzKa-9QtL6PPXniQYoeSqJFio9_DBj4X1FcyrIkBfr0EIJY864wEttClPj-Px75MC9R0XZPiiM00_VWH21qz44QpBgYeDfzk2yRbrJq7LRhfUS1qPxXlCps/s320/kue-keranjang.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kue Keranjang&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Kue keranjang yang disebut juga sebagai Nian Gao (年糕) atau dalam dialek Hokkian Tii Kwee (甜棵) , yang mendapat nama dari wadah cetaknya yang berbentuk keranjang , adalah kue yang terbuat dari tepung ketan dan gula , serta mempunyai tekstur yang kenyal dan lengket . Kue ini merupakan salah satu kue khas Tiong Hoa atau wajib perayaan tahun baru Imlek , walaupun tidak ada di Beijing . Kue keranjang ini mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, enam hari menjelang tahun baru Imlek (Jie Sie Siang Ang), dan puncaknya pada malam menjelang tahun baru Imlek. Sebagai sesaji, kue ini biasanya tidak dimakan sampai Cap Go Meh (malam ke-15 setelah Imlek) .&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dipercaya pada awalnya kue, ini dihidangkan sebagai hidangan untuk menyenangkan dewa Tungku agar membawa berita yang menyenangkan kepada raja Surga (玉皇大帝，Yu Huang Da Di). Selain itu, bentuknya yang bulat bermakna agar keluarga yang merayakan Imlek tersebut dapat terus bersatu, rukun dan bulat tekad dalam menghadapi tahun yang akan datang.&lt;br /&gt;
Di Pontianak masyarakat Tiong Hoa pada saat tahun baru Imlek untuk terlebih dahulu menyantap kue keranjang sebelum menyantap nasi sebagai suatu pengharapan agar dapat selalu beruntung dalam pekerjaannya sepanjang tahun.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Nien Kao atau Nian Gao, kata Nian sendiri berarti tahun dan Gao berarti kue dan juga terdengar seperti kata tinggi, oleh sebab itu kue keranjang sering disusun tinggi atau bertingkat. Makin ke atas makin mengecil kue yang disusun itu, yang memberikan makna peningkatan dalam hal rezeki atau kemakmuran. Pada zaman dahulu banyaknya atau tingginya kue keranjang menandakan kemakmuran keluarga pemilik rumah. Biasanya kue keranjang disusun ke atas dengan kue mangkok berwarna merah di bagian atasnya yang tertulis tulisan Gao (糕). Ini adalah sebagai simbol kehidupan manis yang kian menanjak dan mekar seperti kue mangkok.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;Sumber : http://id.wikipedia.org/wiki/Kue_keranjang&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tionghoalover.blogspot.com/feeds/2715170904032662587/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/11/asal-mula-kue-keranjang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/2715170904032662587'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/2715170904032662587'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/11/asal-mula-kue-keranjang.html' title='Asal mula Kue Keranjang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg1DEitCm5lRBIPkLoy2MkuXzKa-9QtL6PPXniQYoeSqJFio9_DBj4X1FcyrIkBfr0EIJY864wEttClPj-Px75MC9R0XZPiiM00_VWH21qz44QpBgYeDfzk2yRbrJq7LRhfUS1qPxXlCps/s72-c/kue-keranjang.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187387705583630874.post-2448928548151486398</id><published>2011-11-15T05:06:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T23:45:46.169-08:00</updated><title type='text'>Layang-layang</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.travelchinaguide.com/images/photogallery/volunteer/chinese%20kite%201v000009tm.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.travelchinaguide.com/images/photogallery/volunteer/chinese%20kite%201v000009tm.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;Pada tahun 770-446 sebelum masehi, Layang-layang adalah sebuah alat komunikasi yang amat penting bagi setiap penduduk yang ada di daratan China. Layang-layang juga pernah menghentikan perang antara Chu-Han. Pada waktu itu perang meletus di wilayah Han pada tahun 203-202 sebelum masehi. Hal ini menyebabkan banyak anak yang menjadi yatim piatu, serta banyak tentara yang kehilangan sanak keluarganya. Mengetahui hal ini, seluruh rakyat mendesak pemerintahan Kaisar Han untuk segera menghentikan pemberontakan Chu. Panglima Zhang Liang adalah yang bertanggung jawab terhadap nasib seluruh prajurit dan rakyat. Karena terus didesak oleh kaisar, Zhang Liang merasa tidak tenang. Ketika tidur, ia mengingat akan ajaran ayahnya yang mengajarinya cara membuat layang-layang. Ayah Zhang Liang pernah berkata layang-layang adalah lambang leluhur. Karena dengan menerbangkan layang-layang, maka kita berarti menghormati leluhur dan bermaksud mengantar arwah leluhur ke khayangan (konteks ini berarti mengingat akan kampung halaman). Awalnya Zhang Liang tidak percaya akan mimpinya itu, sehingga keesokkan harinya ia harus kembali berperang melawan pemberontak Chu yang dipimpin oleh Xiang Yu. Tetapi, ditengah medan perang, sebuah layang-layang terbang melintas terbawa angin. Semua prajurit Chu yang siap berperang langsung menjatuhkan senjatanya. Karena mereka mengingat kampung halamannya. Dahulu bila prajurit mengingat kampung halamannya disaat hampir berperang, maka itu artinya prajurit itu tidak boleh berperang. Kalaupun berperang maka pasti akan kalah walaupun musuh hanya ada 1. Semua prajurit pemberontak mundur. Hal ini membuat Xiang Yu sangat marah. Saking marahnya dia sampai mengoyak lehernya sendiri.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tionghoalover.blogspot.com/feeds/2448928548151486398/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/11/layang-layang.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/2448928548151486398'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/2448928548151486398'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/11/layang-layang.html' title='Layang-layang'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187387705583630874.post-5453816765283202168</id><published>2011-11-11T22:43:00.001-08:00</published><updated>2011-11-15T05:12:08.414-08:00</updated><title type='text'>Alat Musik Gesek (Bowed Strings)</title><content type='html'>&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;1. Erhu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://images2.just-landed.com/classifieds/China_Shandong_Qingdao/Classes_Music-Theatre-Dance/Chinese-Traditional-Instrumental-Music-Erhu-Learning-Class-298252-299688so.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://images2.just-landed.com/classifieds/China_Shandong_Qingdao/Classes_Music-Theatre-Dance/Chinese-Traditional-Instrumental-Music-Erhu-Learning-Class-298252-299688so.jpg&quot; width=&quot;286&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;ErHu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;iframe allowfullscreen=&#39;allowfullscreen&#39; webkitallowfullscreen=&#39;webkitallowfullscreen&#39; mozallowfullscreen=&#39;mozallowfullscreen&#39; width=&#39;320&#39; height=&#39;266&#39; src=&#39;https://www.youtube.com/embed/lcFfqmGVoLU?feature=player_embedded&#39; frameborder=&#39;0&#39;&gt;&lt;/iframe&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Erhu&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; (Hanzi: 二胡 er4 hu2) merupakan alat musik tradisional Tiongkok yang paling populer disamping Guzheng dan Dizi. Secara umum, keluarga alat musik gesek ini dikenal juga dengan istilah huqin yang berarti &quot;alat musik orang barbar&quot;, dinamakan demikian karena diperkenalkan oleh orang barbar yang berasal dari Asia Tengah.Huqin telah berumur sekitar 500 tahun. Mulai populer pada zaman dinasti Sung (960-1279 AD), yang kemudian berlanjut ke zaman dinasti Ming (1368-1644) dan dinasti Qing (1644-1911) dimana dalam kurun waktu tersebut huqin telah berkembang menjadi bermacam-macam jenis, termasuk yang kita kenal sekarang sebagai erhu. Pada mulanya, erhu menggunakan dua senar yang terbuat dari sutra, tetapi sekarang erhu menggunakan senar dari logam. Erhu biasanya menggunakan membran dari kulit ular piton, tetapi ada juga yang menggunakan bahan lain. Kotak suara dapat berbentuk segi enam, segi delapan, atau bulat. Kotak suara ini juga bervariasi ukurannya, semakin besar ukuran kotak suaranya maka bunyi bass yang dihasilkan semakin besar dan begitu pula sebaliknya.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; Erhu digesek dengan busur yang terbuat dari bambu dan rambut ekor kuda, ekor kuda itu ditempatkkan di antara kedua senar sehingga memudahkan perpindahan menggesek antara kedua senar. Rambut ekor kuda tersebut digosok dengan damar (gondorukem) sehingga terasa kesat waktu digesek.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;2. JingHu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.ec-lapierre-evry.ac-versailles.fr/IMG/jpg/jinghu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;http://www.ec-lapierre-evry.ac-versailles.fr/IMG/jpg/jinghu.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;JingHu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;b&gt;&lt;u&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Jing Hu&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;(京胡; pinyin: jīnghú) adalah alat musik tradisional Tionghoa yang berasal dari keluarga alat musik gesek (HuQin). Alat musik ini memiliki nada yang tertinggi dan terendah dalam keluarga alat musik gesek. Seperti alat musik gesek lainnya, JingHu memiliki busur yang terbuat pula dari bambu ekor kuda dan menyebabkan JingHu sering disalah artikan dengan ErHu apabila dilihat oleh mata seorang pemula. Selain itu, kedua senarnya terbuat dari sutra. Tetapi, karena dianggap cepat putus dan sangat repot untuk diganti, maka kedua senar itu bukan lagi terbuat dari benang sutra melainkan terbuat dari benang baja atau besi. JingHu digunakan untuk meningkatkan suara penyanyi pada setiap orkestra di Beijing. JingHu lebih sering dipakai untuk permainan oktaf daripada permainan melodi. JingHu pernah digunakan oleh band asal Jepang &quot;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Do As Infinity&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&quot; dalam lagu lagu single mereka,&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Shinjitsu no Uta&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;3. Banhu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.summerthundermusic.com/index_files/SE_data/BanHu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;http://www.summerthundermusic.com/index_files/SE_data/BanHu.jpg&quot; width=&quot;288&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Banhu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Banhu (板胡, pinyin: bǎnhú) adalah instrumen tradisional Tiongkok yang membungkuk dalam keluarga alat musik gesek Tionghoa. Alat ini digunakan lebih sering digunakan di daratan China Utara. Ban berarti sepotong kayu dan hu adalah singkatan huqin. Seperti Erhu, Banhu memiliki 2 senar yang dibentuk secara vertikal dengan busur yang berada diantara kedua senar tersebut. Banhu dalam segi bentuk dan penerapan bentuk nada sangat berbeda dari Erhu. Perbedaan itu ada pada soundbox, umumnya Banhu terbuat dari tempurung kelapa bukan kayu, dan bukan kulit ular yang menutupi bagian depan kotak soundbox melainkan banhu menggunakan papan kayu tipis. Banhu terkadang-kadang juga disebut &quot;banghu,&quot; karena sering digunakan dalam bangzi opera China utara. Seperti Qinqiang dari provinsi Shaanxi. Banhu berbeda dengan yehu yang merupakan jenis lain dari biola China dengan tubuh dan wajah kayu kelapa yang lebih sering digunakan di daratan China Selatan.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;4. Gehu&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.lcsd.gov.hk/CE/CulturalService/MusicOffice/intro_music/chinese/gehu/gehu.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;372&quot; src=&quot;http://www.lcsd.gov.hk/CE/CulturalService/MusicOffice/intro_music/chinese/gehu/gehu.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Gehu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Gehu (革 胡; pinyin: Gehu) merupakan instrumen China yang berkembang pada abad ke-20 oleh musisi China Yang Yusen (杨雨森, 1926-1980). Ini merupakan perpaduan dari keluarga alat musik alat musik gesek China dan cello. Keempat senarnya disetel dengan nada dasar (dari rendah ke tinggi) CGDA, persis seperti cello. Tidak seperti kebanyakan alat musik lainnya dalam keluarga huqin, soundbox untuk Gehu berada disamping bukan di belakang maupun di depan. Ada juga Gehu kontrabas yang berfungsi sebagai double bass, yang dikenal sebagai diyingehu, digehu, atau beigehu (倍 革 胡). Pada akhir abad ke-20, Gehu telah menjadi sebuah instrumen yang sangat langka, bahkan di daratan China sendiri, sebab kulit ular banyak ditemui telah kehilangan keketatan yang menyebabkan suara yang dihasilkan sumbang disertai dengan meningkatnya tingkat kelembaban kulit ular. Saat ini, Gehu banyak digunakan sebagian besar di Hong Kong dan Taiwan, meskipun sudah ada cello yang menjadi pengganti Gehu. Selain itu, ada juga instrumen China lainnya yang mampu mengambil peran dalam mengisi suara bass, contohnya adalah Pipa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tionghoalover.blogspot.com/feeds/5453816765283202168/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/11/alat-musik-gesek-bowed-strings.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/5453816765283202168'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/5453816765283202168'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/11/alat-musik-gesek-bowed-strings.html' title='Alat Musik Gesek (Bowed Strings)'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187387705583630874.post-2076237335453812177</id><published>2011-11-04T23:57:00.000-07:00</published><updated>2011-11-11T23:18:15.994-08:00</updated><title type='text'>Dragon Dance</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.asianwalkway.com/wp-content/uploads/2011/01/san-fran-chinese-new-year-parade-500x272.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;http://www.asianwalkway.com/wp-content/uploads/2011/01/san-fran-chinese-new-year-parade-500x272.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Tarian Naga di China&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Tarian naga (Tulisan Hanzi: 舞龙; Hanzi Thailand: 舞龙; Pinyin: wǔ panjang) adalah bentuk dari tarian tradisional yang ada dalam budaya Tionghoa. Seperti tarian singa yang paling sering terlihat pada perayaan-perayaan seperti Imlek dan ulang tahun atau Kong Hu Cu. Banyak orang Tionghoa sering menggunakan &quot;Keturunan Naga&quot; (龙的传人 atau 龙的传人, panjang de chuan ren) sebagai tanda identitas etnis, sebagai bagian dari tren yang dimulai pada 1970-an. Ada istilah yang tidak lain adalah (农 的 传人) keturunan Shennong, raja pertama di daratan China yang legendaris. Dialah orang China yang mengajarkan pertanian, hukum dan kedokteran, pada zaman dinasty. Dalam tarian naga, sebuah tim membawa naga yang merupakan lambang naga China, yaitu pada tiang. Seekor naga dapat terdiri dari hingga 50 orang. Tim tarian ini meniru gerakan naga yang dengan semangatnya mengombang-ambingkan lautan dengan cara berliku-liku atau bergelombang. Gerakan ini adalah sebuah simbol bahwa seekor naga menunjukkan kekuatan dan kehormatannya sebagai penguasa lautan. Tarian naga adalah sorot dari perayaan Imlek yang diselenggarakan di seluruh dunia terutama pada tanggal 13 penanggalan Imlek/China. Naga dipercaya bisa membawa keberuntungan kepada orang-orang, berkah kepada segala yang berkekurangan, martabat kepada kaum yang tertindas, kelancaran pada setiap usaha yang dijalankan, kebijaksanaan terhadap para petinggi-petinggi negara dan kekuatan kepada yang lemah. Naga juga melambangkan sebuah kebesaran pada otoritas kekaisaran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;justify&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.china-cart.com/bookpic/20081/200811561253.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;277&quot; src=&quot;http://www.china-cart.com/bookpic/20081/200811561253.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Tarian Naga yang dipertandingkan di China&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;http://www.china-cart.com/bookpic/20081/200811561253.jpg&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Sejarah Tarian Naga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Tari Naga itu sendiri berasal dari zaman Dinasti Han dan dimulai di China yang telah menunjukkan kepercayaan besar dan penghormatan terhadap naga. Hal ini diyakini dalam budaya pertanian dan panen, juga dengan asal-usul sebagai bentuk metode penyembuhan dan mencegah penyakit yang sangat sulit disembuhkan. Ini sudah menjadi acara populer pada Dinasti Song di mana telah menjadi aktivitas rakyat dan seperti tarian singa, yang paling sering terlihat dalam perayaan meriah apapun. Orang-orang China menghormati seekor Naga seperti menghormati Dewa Langit dan Dewa Laut. Kaisar-kaisar China kuno menganggap diri mereka sebagai naga. Naga juga merupakan lambang dari Otoritas kekaisaran. Ini melambangkan kekuatan supranatural, kebaikan, kesuburan, kewaspadaan dan martabat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Pada masa kekaisaran dinasty Qing, sebuah tim tarian naga yang berasal dari provinsi Foochow telah diundang untuk menunjukkan kemampuan mereka langsung pada di Peeking. Kaisar dinasty Qing terkagum-kagum dan memuji kemampuan mereka, dan hal itu membuat mereka terkenal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://i174.photobucket.com/albums/w99/muri_album/gitarterbanyakliongterpanjang003.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://i174.photobucket.com/albums/w99/muri_album/gitarterbanyakliongterpanjang003.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Naga terpanjang di Indonesia yang berada di Pontianak&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Penampilan tarian Naga&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Tarian naga dilakukan oleh tim ahli yang bertugas untuk membawa tubuh dan bola api bergerak seperti hidup. Naga itu sendiri seperti tubuh ular yang panjang dan di tubuhnya ditancapkan tiang-tiang, dibentuk sedemikian rupa dan pada kedua ujungnya di lengkapi dengan kepala dan ekor. Secara tradisional, naga dibuat dari kayu, dengan menggunakan tongkat bambu yang pada ujung atasnya berbentuk bulat, namun dalam zaman modern sekarang, bahan yang digunakan lebih ringan, bahan tersebut salah satunya adalah dengan mengganti bambu dengan aluminium dan kain plastik. Bahan ini menggantikan kayu dan bahan-bahan berat lainnya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Umumnya panjang Naga berkisar antara 25 sampai 35 meter, untuk model yang akrobatik, dan yang berkisar 50 sampai 70 meter untuk parade, semakin besar dan panjang ukuran naga tersebut, maka semakin besar juga keberuntungan dan berkah yang diberikan oleh naga tersebut. Ukuran dan panjang naga sangat bergantung pada kemampuan perekonomian, jumlah tenaga kerja, bahan-bahan, kemampuan pembuatan dan luas lapangan. Panjangnya dibagi dalam bentuk panjang 9 bagian sampai 15 bagian, terkadang ada juga naga yang dibuat sampai 46 bagian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tionghoalover.blogspot.com/feeds/2076237335453812177/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/11/dragon-dance.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/2076237335453812177'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/2076237335453812177'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/11/dragon-dance.html' title='Dragon Dance'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187387705583630874.post-4237467701408923135</id><published>2011-10-29T00:08:00.001-07:00</published><updated>2011-11-11T23:28:00.226-08:00</updated><title type='text'>Barongsai</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Barongsai adalah tarian tradisional Cina dengan menggunakan sarung yang menyerupai singa. Barongsai memiliki sejarah ribuan tahun. Catatan pertama tentang tarian ini bisa ditelusuri pada masa Dinasti Chin sekitar abad ke tiga sebelum masehi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;justify&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIrl-sac-hFbw9nJYdsxUEOqV1Hhsmp_nfppu1b5q8t5TkJhCA4Yh9-2z-lPp4puYPcM6r2aIXlD-edBDllj4lS3nis9G9OD55U-2PCK6TKla4syiKhV4NtaAHzmOhKwMFojgdGVnrvgA/s748/barongsai.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;261&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIrl-sac-hFbw9nJYdsxUEOqV1Hhsmp_nfppu1b5q8t5TkJhCA4Yh9-2z-lPp4puYPcM6r2aIXlD-edBDllj4lS3nis9G9OD55U-2PCK6TKla4syiKhV4NtaAHzmOhKwMFojgdGVnrvgA/s748/barongsai.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Barongsai&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;a name=&#39;more&#39;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Sejarah&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kesenian Barongsai mulai populer di zaman dinasti Selatan-Utara (Nan Bei) tahun 420-589 Masehi. Kala itu pasukan dari raja Song Wen Di kewalahan menghadapi serangan pasukan gajah raja Fan Yang dari negeri Lin Yi. Seorang panglima perang bernama Zhong Que membuat tiruan boneka singa untuk mengusir pasukan raja Fan itu. Ternyata upaya itu sukses hingga akhirnya tarian barongsai melegenda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Tarian dan gerakan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Tarian Singa terdiri dari dua jenis utama yakni Singa Utara yang memiliki surai ikal dan berkaki empat. Penampilan Singa Utara kelihatan lebih natural dan mirip singa ketimbang Singa Selatan yang memiliki sisik serta jumlah kaki yang bervariasi antara dua atau empat. Kepala Singa Selatan dilengkapi dengan tanduk sehingga kadangkala mirip dengan binatang ‘Kilin’.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Gerakan antara Singa Utara dan Singa Selatan juga berbeda. Bila Singa Selatan terkenal dengan gerakan kepalanya yang keras dan melonjak-lonjak seiring dengan tabuhan gong dan tambur, gerakan Singa Utara cenderung lebih lincah dan penuh dinamika karena memiliki empat kaki.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Satu gerakan utama dari tarian Barongsai adalah gerakan singa memakan amplop berisi uang yang disebut dengan istilah ‘Lay See’. Di atas amplop tersebut biasanya ditempeli dengan sayuran selada air yang melambangkan hadiah bagi sang Singa. Proses memakan ‘Lay See’ ini berlangsung sekitar separuh bagian dari seluruh tarian Singa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Barongsai di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;table align=&quot;justify&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGR1yz2SnFMAlPcCQO77vhG75NX_iffrYw5YvQ1JfMX8NHNr0czcfgr_PeJwB16UeC51kqkZv74MU9527ZVwhXwDFA9ZyanMSNMtjvRRcgPcXTysXOPTTZFAGLq9uEXGtGQt61H1SfTJ8/s400/2005_CNY_Parade_008.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;265&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhGR1yz2SnFMAlPcCQO77vhG75NX_iffrYw5YvQ1JfMX8NHNr0czcfgr_PeJwB16UeC51kqkZv74MU9527ZVwhXwDFA9ZyanMSNMtjvRRcgPcXTysXOPTTZFAGLq9uEXGtGQt61H1SfTJ8/s400/2005_CNY_Parade_008.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Barongsai di Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Kesenian barongsai diperkirakan masuk di Indonesia pada abad-17, ketika terjadi migrasi besar dari Cina Selatan. Barongsai di Indonesia mengalami masa maraknya ketika zaman masih adanya perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan. Setiap perkumpulan Tiong Hoa Hwe Koan di berbagai daerah di Indonesia hampir dipastikan memiliki sebuah perkumpulan barongsai. Perkembangan barongsai kemudian berhenti pada tahun 1965 setelah meletusnya Gerakan 30 S/PKI. Karena situasi politik pada waktu itu, segala macam bentuk kebudayaan Tionghoa di Indonesia dibungkam. Barongsai dimusnahkan dan tidak boleh dimainkan lagi. Perubahan situasi politik yang terjadi di Indonesia setelah tahun 1998 membangkitkan kembali kesenian barongsai dan kebudayaan Tionghoa lainnya. Banyak perkumpulan barongsai kembali bermunculan. Berbeda dengan zaman dahulu, sekarang tak hanya kaum muda Tionghoa yang memainkan barongsai, tetapi banyak pula kaum muda pribumi Indonesia yang ikut serta.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Pada zaman pemerintahan Soeharto, barongsai sempat tidak diijinkan untuk dimainkan. Satu-satunya tempat di Indonesia yang bisa menampilkan barongsai secara besar-besaran adalah di kota Semarang, tepatnya di panggung besar kelenteng Sam Poo Kong atau dikenal juga dengan Kelenteng Gedong Batu. Setiap tahun, pada tanggal 29-30 bulan enam menurut penanggalan Tiong Hoa (Imlek), barongsai dari keenam perguruan di Semarang, dipentaskan. Keenam perguruan tersebut adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;1. Sam Poo Tong, dengan seragam putih-jingga-hitam (kaos-sabuk-celana), sebagai tuan rumah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;2. Hoo Hap Hwee dengan seragam putih-hitam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;3. Djien Gie Tong (Budi Luhur) dengan seragam kuning-merah-hitam&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;4. Djien Ho Tong (Dharma Hangga Taruna) dengan seragam putih-hijau&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;5. Hauw Gie Hwee dengan seragam hijau-kuning-hijau kemudian digantikan Dharma Asih dengan seragam merah-kuning=merah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;6. Porsigab (Persatuan Olah Raga Silat Gabungan) dengan seragam biru-kuning-biru&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Walaupun yang bermain barongsai atas nama ke-enam kelompok tersebut, tetapi bukan berarti hanya oleh orang-orang Semarang. Karena ke-enam perguruan tersebut mempunyai anak-anak cabang yang tersebar di Pulau Jawa bahkan sampai ke Lampung. Di kelenteng Gedong Batu, biasanya barongsai (atau di Semarang disebut juga dengan istilah Sam Sie) dimainkan bersama dengan Liong (naga) dan Say (kepalanya terbentuk dari perisai bulat, dan dihias menyerupai barongsai berikut ekornya).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Saat ini barongsai di Indonesia sudah dapat dimainkan secara luas, bahkan telah meraih juara pada kejuaraan di dunia. Dimulai dengan Barongsai Himpunan Bersatu Teguh (HBT) dari Padang yang meraih juara 5 pada kejuaraan dunia di genting - malaysia pada tahun 2000. Hingga kini barongsai Indonesia sudah banyak mengikuti berbagai kejuaraan-kejuaraan dunia dan meraih banyak prestasi. Sebut saja beberapa nama seperti Kong Ha Hong (KHH) - Jakarta, Dragon Phoenix (DP) - Jakarta, Satya Dharma - Kudus, dan Paguyuban Sosial Marga Tionghoa Indonesia (PSMTI) - Tarakan. Bahkan nama terakhir, yaitu PSMTI telah meraih juara 1 pada suatu pertandingan dunia yang diadakan di Surabaya pada tahun 2006.Perguruan barongsai lainnya adalah Tri Pusaka Solo yang pada pertengahan Agustus 2007 lalu memperoleh Juara 1 President Cup.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Selain itu, kesenian barongsai juga pernah bermunculan di beberapa kota seperti Purwokerto, Magelang, Cilacap dan beberapa kota yang lain. Untuk daerah Magelang, kesenian barongsai ini muncul pertama kali dengan nama Ciu Lung Wei - Magelang, TITD - Magelang, Pai Se Wei - Magelang dan masih banyak perkumpulan lainnya. Untuk Purwokerto ada beberapa perkumpulan kesenian barongsai yang telah terbentuk dan berjalan seperti Chin Lung Dhuan - Purwokerto, Lung Se Tuan - Purwokerto, Bao Hu Thuan - Purwokerto&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Seperti yang kita ketahui bersama bahwa kesenian atau seni ketrampilan dalam permainan Barongsai membutuhkan keahlian khusus dan tentunya dengan latihan yang rutin dapatg menjadikan para pemain yang terlibat didalamnya menjadi mahir dan terampil. Namun disini terkadang banyak orang yang masih berpendapat bahwa bermain Barongsai bisa menjadikan sang pemain atau para pemain menjadikan kesurupan seperti halnya dalam permainan Kuda Lumping.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Dalam melakukan permainan Barongsai, dibutuhkan kejelian dan ketangkasan yang tentunya di dapat dari hasil latihan yang rutin serta tanggap dalam mengenal medan atau arena tempat bermain, dikarenakan permainan Barongsai harus dapat dilakukan di segala medan, ataupun arena, atau bahkan dilapangan dan juga di tempat yang luasnya amat minimalis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Dalam perkembangan sekarang ini Barongsai sudah banyak jenis permainnya yang dipadukan dengan kesenian atau beladiri Wushu, dan menjadikan gerakan-gerakan yang dilakukan menjadi indah dan serasi dengan musik terdengar dari alat musik Barongsai. Itupun sebenarnya keserasian permainan juga didapat dari hasil latihan yang serius dan disiplin yang tinggi serta penngenalan tentang budaya Tionghoa pada umumnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;http: wikipedia.org&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tionghoalover.blogspot.com/feeds/4237467701408923135/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/10/barongsai.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/4237467701408923135'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/4237467701408923135'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/10/barongsai.html' title='Barongsai'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIrl-sac-hFbw9nJYdsxUEOqV1Hhsmp_nfppu1b5q8t5TkJhCA4Yh9-2z-lPp4puYPcM6r2aIXlD-edBDllj4lS3nis9G9OD55U-2PCK6TKla4syiKhV4NtaAHzmOhKwMFojgdGVnrvgA/s72-c/barongsai.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187387705583630874.post-2193621236294305417</id><published>2011-10-19T00:59:00.000-07:00</published><updated>2011-11-11T23:19:47.991-08:00</updated><title type='text'>Sejarah Wushu</title><content type='html'>&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.wushukicks.com/chinese-martial-arts/wp-content/uploads/2008/10/alfred-kung-fu-magazine.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;263&quot; src=&quot;http://www.wushukicks.com/chinese-martial-arts/wp-content/uploads/2008/10/alfred-kung-fu-magazine.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Taolu&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Salah satu kebudayaan Tiongkok yang terkenal adalah seni Ilmu bela dirinya. Seni Ilmu bela diri Tiongkok (disebut juga Wushu) berakar pada kebudayaan Tradisional Tiongkok kuno dan mempunyai kandungan nilai yang mendalam. Ia mulanya berasal dari aliran Tao dan ada kaitannya dengan kultivasi(peningkatan bathin). Selain meningkatkan moralitas dan keterampilan artistik, juga menyehatkan tubuh, melindungi diri dan mencegah kekerasan, oleh karenanya huruf Tionghoa “WU” yang berarti “bela diri” terdiri dari dua karakter: “stop” dan “tombak”.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; Dalam sejarah Tiongkok kuno, Wushu mulai ada sejak 4000 tahun yang lalu dalam bentuk mirip gulat, contohnya pada legenda kuno “Kaisar Kuning Melawan Chi You”. Semasa Periode Warring (475 – 221 SM), keahlian pedang berkembang. Pada masa Dinasti Han dan Dinasti Tang, nilai yang lebih artistik diperkenalkan dalam ilmu pedang. Contohnya, “Tiga Keajaiban Kaisar Dinasti Tang Besar” yang diungkapkan dalam sajak pujangga terkenal Li Bai, ilmu pedang Pie Min, dan kaligrafi Zhang Xu. Ini menunjukkan bahwa pada masa itu, ilmu pedang mencapai masa keemasannya dalam sejarah Tiongkok kuno bersamaaan populernya bentuk sajak tersebut.&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; Setelah era dinasti Song dan Yuan, master Taoisme bernama Zhang Sanfeng memperkenalkan Tai Chi. Selanjutnya semasa dinasti Ming dan Qing, telapak Bagua (8 trigram) dan Tinju Xingyi(gaya bebas) tersebar dalam komunitas kultivasi, sedangkan di kalangan rakyat juga muncul dan berkembang tinju Waijia(faksi eksternal) yang gerakannya indah, lentur dan lincah , seperti gaya bunga, gaya tinju panjang, gaya tangan kosong, gaya jungkir balik, gaya cangcorang dan lain-lain, semua berupa teknik Wushu yang berbeda corak. Ilmu bela diri Shaolin yang tersohor dibagi menjadi dua aliran: Aliran Utara dan Aliran Selatan, yang membentuk karakteristik tinju selatan dan tungkai utara. Selama proses muncul dan perkembangannya, Wushu terbagi menjadi 2 kategori:  Tinju Neijia (Faksi internal) yang menekankan pada kultivasi pribadi. Bentuknya adalah : Tai Chi, Ba Gua, Xing Yi, dll. Tinju Waijia (Faksi eksternal) yang menekankan pada pelatihan eksternal. Mensyaratkan transformasi bertahap dari pelatihan luar dan kultivasi pribadi untuk mencapai penyatuan jiwa raga. Bentuknya berupa: Hua (gaya bunga), Pao (bedil), Hong (besar), Tinju aliran Selatan, Shaolin, Tong Bi (tangan kosong), Tanglang (cangcorang), Fanzi (jungkir balik) dan Baji (8 jurus), dll. Tak peduli baik itu Neijia ataupun Waijia, Wushu Tiongkok kuno terdapat berbagai senjata yang dipergunakan, misalnya pisau, tombak, pedang, kapak, pengait dan garpu tusuk, yang semuanya disebut “alat-alat Wushu”. Berbicara tentang tradisi Wushu Tiongkok, ia meliputi kultivasi karakter moral, apresiasi seni, kesehatan fisik dan ketahanan tubuh. Ia mempunyai arti mendalam pada segi teknik gerakan dan keterampilan seni. Oleh karenanya, Wushu adalah salah satu bagian penting yang diwariskan Dewa kepada manusia dalam kebudayaan luhur Tiongkok.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Sumber :&amp;nbsp; http://erabaru.net/china-news-a-culture/42-budaya-tionghoa/2703-perkenalan-pada-ilmu-bela-diri-wushu-tiongkok&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tionghoalover.blogspot.com/feeds/2193621236294305417/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/10/wushu.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/2193621236294305417'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/2193621236294305417'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/10/wushu.html' title='Sejarah Wushu'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-187387705583630874.post-9174584365706350814</id><published>2011-10-19T00:31:00.000-07:00</published><updated>2011-11-11T23:32:28.394-08:00</updated><title type='text'>Sejarah TiongHoa</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;justify&quot;&gt;&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://www.jzacharypike.com/home/images/sketches/yinyang.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;298&quot; src=&quot;http://www.jzacharypike.com/home/images/sketches/yinyang.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Yin Yang&lt;/span&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Tionghoa (dialek Hokkien dari kata 中华 [中華], yang berarti Bangsa Tengah; dalam Bahasa Mandarin ejaan Pinyin, kata ini dibaca &quot;zhonghua&quot;) merupakan sebutan lain untuk orang-orang dari suku atau ras Tiongkok di Indonesia. Kata ini dalam bahasa Indonesia sering dipakai untuk menggantikan kata &quot;Cina&quot; yang kini memiliki konotasi negatif karena sering digunakan dalam nada merendahkan. Kata ini juga dapat merujuk kepada orang-orang keturunan Cina yang tinggal di luar Republik Rakyat Cina, Indonesia, Malaysia, Singapura, Hong Kong, dan Taiwan. Wacana Tionghoa (zhonghua atau cung hwa) setidaknya sudah dimulai sejak tahun 1880, yaitu adanya keinginan dari orang-orang di Tiongkok untuk terbebas dari kekuasaan dinasti dan membentuk suatu negara yang lebih demokratis dan kuat. Kata ini pertama kali diperkenalkan secara luas oleh Dr. Sun Yat-sen, yang merupakan Bapak Revolusi Cina dengan mendirikan Republik Cina (中華民國, Zhonghua Minguo) pada tahun 1911, setelah menggulingkan Dinasti Qing. Kemenangan Revolusi Cina ini memberi inspirasi terhadap perjuangan dan kebangkitan nasional di Indonesia. Mao Zedong juga meneruskan penggunaan kata Zhonghua untuk negara Republik Rakyat Cina (中華人民共和國, Zhonghua Renmin Gongheguo) yang diproklamasikan pada tahun 1949. Pembicaraan mengenai Tionghoa di Indonesia biasanya meliputi percaturan orang-orang Tionghoa dalam politik, sosial dan budaya di Indonesia. Kebudayaan Tionghoa merupakan salah satu pembentuk dan bagian integral yang tak terpisahkan dari kebudayaan nasional Indonesia sekarang ini. Kebudayaan Tionghoa di Indonesia walau berakar dari budaya leluhur, namun telah sangat bersifat lokal dan mengalami proses asimilasi dengan kebudayaan lokal lainnya. Akibat tekanan rezim Orde Baru, banyak dari antara orang Tionghoa telah menanggalkan nama aslinya dan menggunakan nama-nama lokal, meskipun secara diam-diam masih memakainya untuk kegiatan di kalangan mereka. Namun seiring dengan terjadinya Reformasi, tanpa rasa takut mereka kembali menggunakan nama Tionghoa mereka, meskipun masih banyak yang enggan memakainya kembali. Berikut adalah beberapa budaya Tionghoa yang sangat terkenal didalam maupun diluar Indonesia:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #cfe2f3;&quot;&gt;1. &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://tionghoalover.blogspot.com/2011/10/alat-musik-tradisional-erhu.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #cfe2f3;&quot;&gt;Alat Musik Tradisional Tionghoa&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: #cfe2f3;&quot;&gt;2. &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://tionghoalover.blogspot.com/2011/10/wushu.html&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #cfe2f3;&quot;&gt;Wushu (Kungfu)&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;3. Makanan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;4. Tarian&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;5. dll&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-size: xx-small;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: white;&quot;&gt;Sumber      :http://id.wikipedia.org/wiki/Tionghoa&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tionghoalover.blogspot.com/feeds/9174584365706350814/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/10/sejarah-tionghoa.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/9174584365706350814'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/187387705583630874/posts/default/9174584365706350814'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tionghoalover.blogspot.com/2011/10/sejarah-tionghoa.html' title='Sejarah TiongHoa'/><author><name>Unknown</name><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>