<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063</atom:id><lastBuildDate>Thu, 14 Jan 2010 04:15:53 +0000</lastBuildDate><title>truth for all</title><description>only one who want the truth</description><link>http://who-want-the-truth.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (abang_cool)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>107</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/truth4all" /><feedburner:info uri="truth4all" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com" /><media:copyright>only one who want the truth</media:copyright><media:keywords>allah,muhammad,alquran,jesus,bible,islam,kristen,moslem,christian,salib</media:keywords><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Business/Investing</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Business/Business News</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Business/Shopping</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Business/Management &amp; Marketing</media:category><media:category scheme="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd">Business/Careers</media:category><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email><itunes:name>abang_cool</itunes:name></itunes:owner><itunes:author>abang_cool</itunes:author><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:keywords>allah,muhammad,alquran,jesus,bible,islam,kristen,moslem,christian,salib</itunes:keywords><itunes:subtitle>truth4all</itunes:subtitle><itunes:summary>every one who wants the truth for the best future</itunes:summary><itunes:category text="Business"><itunes:category text="Investing" /></itunes:category><itunes:category text="Business"><itunes:category text="Business News" /></itunes:category><itunes:category text="Business"><itunes:category text="Shopping" /></itunes:category><itunes:category text="Business"><itunes:category text="Management &amp; Marketing" /></itunes:category><itunes:category text="Business"><itunes:category text="Careers" /></itunes:category><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-7362672822481844775</guid><pubDate>Sat, 21 Nov 2009 10:30:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-21T17:30:00.627+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Negeri Para Pendusta</category><title>Negeri Para Pendusta</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Sebuah sinetron baru telah membetot perhatian publik. Aktornya: Presiden, Pimpinan Polri, KPK, Kejagung, Tim 8 dan Anggodo. Lakonnya: Membantah setiap pernyataan yang dilontarkan lawan mainnya. Judulnya: Negeri Para Pendusta—terinspirasi judul puisi Adhie Massardi: Negeri Para Bedebah. Akting mereka sungguh memikat: ada yang menangis di hadapan Komisi III DPR sambil mengucap “Demi Allah”; ada yang bersumpah di bawah Al Qur’an; ada pula yang tetap tenang, menjaga wibawa atas nama “tidak ingin mengintervensi hukum”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kian hari, sinetron ini semakin memprihatinkan. Sepertinya tak cukup jika hanya diberi peringatan tayangan ini perlu “Bimbingan Orangtua”. Lebih dari itu, harus dihentikan karena membuat masyarakat bingung. Memang tak ada adegan pornoaksi dan pornografi; tapi ada lakon yang sama berbahayanya: mengajarkan dusta. Jika ada dua atau tiga orang yang sama-sama mengklaim dirinya benar dan bersumpah atas nama Allah, bukankah diantara mereka pasti berdusta? Dan, bagi mereka yang memiliki nurani, secara kasat mata bisa menyimpulkan siapa sesungguhnya pendusta itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Simak pernyataan-pernyataan berikut ini:&lt;br /&gt;“Saya tak paham apa itu kriminalisasi KPK,” kata Presiden SBY menanggapi opini yang berkembang bahwa telah terjadi upaya kriminalisasi KPK. Seorang presiden bergelar S3 dan jenderal bintang empat sama sekali tak paham istilah kriminalisasi. Anda percaya atau tidak?&lt;br /&gt;“Saya menemui Anggoro di Singapura difasilitasi KBRI,” ujar mantan Kabareskrim Susno Duadji. Belakangan, pihak KBRI membantahnya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Saya diperas oleh pimpinan KPK,” ucap Anggodo. Padahal, dalam rekaman yang diputar di Mahkamah Konstitusi jelas terdengar jika Anggodo mengambil inisiatif menyuap KPK.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Semakin hari, bantah-membantah itu tak terkendali. Kebohongan atau dusta bak cendawan di musim hujan. Dusta ditutupi dengan dusta, terus begitu tak berkesudahan. Dan mereka tak malu mempertontonkan itu kepada khalayak, bahkan di panggung terhormat seperti di DPR.&lt;br /&gt;Saya jadi teringat dengan seorang psikolog asal University of Massachusetts, Robert Feldman, PhD. Secara khusus ia melakukan penelitian untukmembuktikan seberapa sering manusia berdusta dan untuk apa mereka berdusta. Tak tanggung-tanggung, penelitian itu dilakukan selama 25 tahun! Salah satu hasilnya sangat mengejutkan. Menurutnya, orang-orang sukses dan memiliki jabatan tinggi sebetulnya adalah pembohong ulung.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Feldman kemudian memaparkan hasil penelitiannnya itu dalam bukunya The Liar in Your Life: The Way to Truthful Relationships. Ia mengatakan, rata-rata orang mengatakan 3 kebohongan setiap 10 menitnya. Diketahui pula bahwa tingkat kebohongan para responden sangat tinggi, berbohong bagi mereka sudah menjadi sangat umum dan hal biasa sampai-sampai seseorang tidak menyadari bahwa ia melakukannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Menurut Feldman, berbohong sudah dilakukan sedari kecil, sekitar umur 2 atau 3 tahun. Semakin besar seseorang, keahlian berbohongnya pun semakin mantap. Sampai-sampai jika dilakukan tes dengan alat pendeteksi kebohongan mungkin bisa tidak terdeteksi.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mengapa mereka berdusta? Pertama , mereka berbohong untuk bertahan hidup. Kedua, seseorang berbohong untuk mendapatkan apa yang ia mau. Contohnya, memuji seseorang untuk mendapat pujian balik atau keuntungan tertentu, meyakinkan orang lain untuk meyakini apa yang kita mau dan sebagainya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Teknik berbohong sebenarnya tidak dilakukan oleh manusia saja, hampir seluruh makhluk hidup melakukannya, dan satu alasan yang sama untuk berbohong adalah untuk mempertahankan hidup.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika diperhatikan, hewan melakukan teknik kamuflase yang merupakan teknik berbohong sederhana. Kebanyakan hewan melakukan kamuflase untuk menarik lawan jenisnya atau mencari mangsa yang ujung-ujungnya bertujuan untuk mempertahankan hidup.&lt;br /&gt;Lalu, bagaimana dengan manusia? Perlukah seseorang berbohong untuk mempertahankan hidupnya?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam Islam, hanya ada tiga dusta yang diperbolehkan. Pertama, orang yang berbicara dengan maksud hendak mendamaikan. Kedua, orang yang berbicara bohong dalam peperangan. Ketiga, suami yang berbicara dengan istrinya serta istri yang berbicara dengan suaminya (mengharapkan kebaikan dan keselamatan atau keharmonisan rumah tangga)”. (HR. Muslim)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dusta yang dilakukan oleh para pemimpin kita tak satu pun masuk dari tiga kategori di atas. Dusta mereka, justru membuat kita “Malu (Aku) jadi Orang Indonesia”, seperti judul puisi yang ditulis Taufiq Ismail.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;...Di negeriku, selingkuh birokrasi peringkatnya di dunia nomor satu, Di negeriku, sekongkol bisnis dan birokrasi berterang-terang curang susah dicari tandingan,&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Di negeriku keputusan pengadilan secara agak rahasia dan tidak rahasia dapat ditawar dalam bentuk jual-beli, kabarnya dengan sepotong SK&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Di negeriku budi pekerti mulia di dalam kitab masih ada, tapi dalam kehidupan sehari-hari bagai jarum hilang menyelam di tumpukan jerami selepas menuai padi.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;Langit akhlak rubuh, di atas negeriku berserak-serak Hukum tak tegak, doyong berderak-derak Berjalan aku di Roxas Boulevard, Geylang Road, Lebuh Tun Razak, Berjalan aku di Sixth Avenue, Maydan Tahrir dan Ginza Berjalan aku di Dam, Champs Élysées dan Mesopotamia Di sela khalayak aku berlindung di belakang hitam kacamata Dan kubenamkan topi baret di kepala Malu aku jadi orang Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#006600;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;oleh: Erwyn KurniawanS.IP, Editor Maghfiroh Pustaka&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-7362672822481844775?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/prMWrOOrMozmsk9X9i_-pL0ny38/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/prMWrOOrMozmsk9X9i_-pL0ny38/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/prMWrOOrMozmsk9X9i_-pL0ny38/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/prMWrOOrMozmsk9X9i_-pL0ny38/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Ur828PgP5Oo:017LhPgp0P4:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/Ur828PgP5Oo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/Ur828PgP5Oo/negeri-para-pendusta.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/11/negeri-para-pendusta.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-229192310809136401</guid><pubDate>Tue, 17 Nov 2009 10:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-11-17T17:30:51.329+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tidak Fatimah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Selagi Ada Muslim Miskin</category><title>Tidak Fatimah, Selagi Ada Muslim Miskin</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Manusia terbagi dalam tiga golongan. Masing-masing golongan mempunyai karakter, dan orientasi sendiri-sendiri. Menurut Syaikhul Islam, Ibn Taimiyah, pertama, golongan yang hanya menuruti hawa nafsunya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Mereka tidak rela melainkan terhadap apa yang diberikan orang lain kepada mereka. Mereka tidak marah melainkan jika orang lain menghalanginya dari sesuatu yang diingininya. Jika seorang dari mereka diberikan apa saja yang disenanginya, baik yang halal maupun yang haram, maka kemarahannya akan segera hilang dan merasa puas. Mereka berbalik memberikan kesetiaannya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, perkara yang pendapatnya semula mungkar – di mana ia melarang dari hal mungkar tersebut, memberikan sanksi, celaan dan murkaan pada pelakunya akan berbalik menjadi suatu yang disenanginya. Ia menjadi sekutunya dan membantunya, serta menentang siapa saja yang melarang dan mengingkarinya. Mengapa demikian?&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penyebabnya tak lain karena manusia itu zalim dan bodoh. Ia tidak suka berbuat adil. Ketika ia melihat suatu kaum mengingkari kezaliman pemimpin terhadap rakyatnya, dan sikap melampui batasnya terhadap mereka. Tapi, kemudian pemimpin itu membuat senang mereka yang mengingkarinya dengan suatu hal, lalu mereka berubah menjadi pendukungnya. Inilah sikap yang menonjol dalam kehidupan orang-orang yang sudah dikendalkan nafsu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Golongan kedua, kaum yang berbuat menurut agama yang benar. Mereka ikhlas, karena Allah dalam melaukan semua itu, melakukan perbaikan dalam segala yang hal, dan beristiqamah,s ehingga mampu bersabar menghadapi cobaan yang menimpa mereka. Mereka adalah orang-orang yang tidak mengikuti hawa nafsunya, dan tergolong orang-orang yang shalih.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan golongan ketiga, kaum yang dalam diri mereka berhimpun segala hal. Umumnya, mereka adalah kaum muslimin, yang dalam diri mereka berhimpun agama dan syahwat, yang ingin melakukan ketaatan dan berbareng dengan keinginan melakukan kemaksiatan. Adakalanya mereka menang, tapi ada kalanya mereka kalah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sehingga, manusia menjadi tiga golongan ini, yang disebut dengan tiga macam nafsu, “Ammarah, Muthma’innah, dan Lawwamah”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kemudian, dalam shiroh terdapat kisah yang disampaikan oleh Shahabat Ali bin Abi Thalib yang  telah melaksanakan kebaikan-kebaikan yang pernah dijalankan oleh Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Sallam, dan membawa misi yan amat berat. Tokoh yang kelak diambil menantu Nabi Shallahu Alaihi Wa Sallam, dan menikahi Fatimah itu, memang selalu ditakdirkan menghadapi kehidupan yang sulit. Adapun, kenikmatan, kemewahan, bahkan semata-mata istirahat pun, hal-hal yang tak layak bagi Ali.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ali melihat keadaan keadaan Rasulullah , di saat bahaya yang beliau hadapi bersama pamannya Abu Thalib, dan bahaya itu telah mencapai puncak yang sangat mengkawatirkan, maka tampillah keutamaannya dalam kebesaran yang agung, hingga mampu mengatasi marabaya, terungkap dari kalimat beliau, ketika menghadapi keinginan kaum kafir Qurays, yang dipimpin Abu Sofyan, dan ungkapan itu , “Demi Allah meskipun mereka meletakkan matahari di tangan kananku dan rembulan di tangan kiriku, aku tetap tiak akan meninggalkan urusan ini sampai akhirnya Allah menjadikannya berhasil, atau aku binasa karenanya”.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pada peristiwa lainnya, Ali melihat pula sikap seperti itu, di saat pembebasan Makkah (Yaumul Fath). Nasib kaum Qurays saat itu benar-benar tergantung kepada keputusan yangakan keluar dari Rasulullah. Kiranya jiwa pemaafnya tampil ke depan dengan segala keramah tamahannya yang luas dan kasih sayangnya yang menyejukkan. Perbuatan mereka yang selama ini, membunuh sanak keluarga dan para shahabatnya, mengunyah-ngunyah hati pamannya dan mencincang jasadnya, semua dilupakannya. Ali menyaksikan semuanya itu.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tidak mungkin sifat-sifat seperti itu akan dimiliki oleh jenis manusia yang selalu dipenuh dengan hawa nafsunya.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Shahabat Ali tahu dan belajar dari Rasulullah, ketika beliau membatasi dirinya untuk tidak meminum susu, ia memberikannya kepada seorang muslim yang miskin.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dan, suatu ketika Ali menyuruh isterinya Fatimah, puteri Rasulullah Shllahu Alaihi Wa Sallam, meminta agar diberi bagian , walau sedikit, sebagaimana biasa yang diperolehya dengan mudah oleh kaum muslimin lainnya. Namun, Rasulullah dengan air mata berlinang, sebagai bukti kasih sayang seoran ayah kepada anaknya, menjawab,&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Tidak, Fatimah ..Bapak tidak akan memberikannya kepadamu, sementara kaum muslimin yang miskin tidak mendapatkannya”, ucap Rasulullah Shallahu Alaihi Wa Salam kepada puterinya Fatimah.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sedih memang. Tapi, itulah hakekat manusia yang tidak lagi dibelenggu oleh hawa nafsunya. Walllahu ‘alam. mashadi@eramuslim.com&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-229192310809136401?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1qKVTrd77okp2VVGQIUm6rqdMK8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1qKVTrd77okp2VVGQIUm6rqdMK8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1qKVTrd77okp2VVGQIUm6rqdMK8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/1qKVTrd77okp2VVGQIUm6rqdMK8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=ldstTvN7jPw:TtXw7j3yg5I:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/ldstTvN7jPw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/ldstTvN7jPw/tidak-fatimah-selagi-ada-muslim-miskin.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/11/tidak-fatimah-selagi-ada-muslim-miskin.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-1512463972254287486</guid><pubDate>Mon, 05 Oct 2009 13:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-07T18:13:52.745+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Pidato Presiden Ahmadinejad pada Sidang Majlis Umum PBB ke-64</category><title>Pidato Presiden Ahmadinejad pada Sidang Majlis Umum PBB ke-64</title><description>&lt;div align="justify"&gt;BismillahirrahmanirrahimAlhamdulillah rabbil ‘alamin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wasshalatu wassalamu ‘ala sayyidina wanabiyyina ýMuhammad wa alihi al-thahirin wa shahbihi al-muntajabin.Allahumman ‘ajjil liwaliyyikal faraja wal ‘afiata wan nashr. Waj'alna min khairi ansharihi ýwa a'wanih walmustasyhadina baina yadaih. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bapak ketua, rekan-rekan yang terhormat; bapak dan ibu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saya mengucapkan syukur kepada Allah yang Maha Besar atas kesempatan hadir kembali di forum penting dunia ini. Selama empat tahun lalu saya telah berbicara kepada kalian mengenai problem utama dunia, sebab dan faktor-faktor asli munculnya problem ini, ketangguhannya dan pentingnya meninjau kembali pemikiran dan perbuatan para pemilik kekuataan sekaligus solusinya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ada dua aliran pemikiran yang saling bertentangan. Pertama, berdasarkan prinsip mendahulukan kepentingan materinya atas orang lain. Demi menguasai dunia dan memaksakan kehendaknya terhadap bangsa-bangsa lain mereka memperluas ketidakadilan dan kezaliman, kemiskinan dan penderitaan, agresi dan penipuan. Hasil dari cara pandang ini menggambarkan keputusasaan dan masa depan yang kelam kepada manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kedua, berdasarkan prinsip keimanan kepada Allah yang Maha Esa dan mengikuti ajaran-ajaran para nabi ilahi. Aliran pemikiran ini menginginkan terciptanya dunia yang penuh dengan rasa aman, bebas, sejahtera, perdamaian yang berkelanjutan berdasarkan keadilan dan spiritual bagi seluruh umat manusia dengan tetap menghormati kemuliaan manusia dan cinta kepada sesama. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebuah aksi, yang menghormati setiap manusia, bangsa, budaya tradisional yang tak ternilai, kebangsaan dan kemanusiaan, yang menuntut dihapuskannya diskriminasi dari dunia dan kesetaraan semua di hadapan hukum yang berdasarkan keadilan dalam memanfaatkan segala fasilitas, kesempatan belajar, kesempurnaan manusia dan kemajuan. Cara pandang ini berusaha mewujudkan masa depan penuh harapan.Saya berbicara tentang mendesaknya perubahan mendasar dalam cara pandang terhadap dunia, manusia dan pentingnya menciptakan sistem yang adil dan insan yang baru demi terciptanya esok yang cemerlang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudara-saudara dan rekan-rekan sejawat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hari ini, sebagai kelanjutan dari pembicaraan saya yang dahulu, saya ingin menjelaskan beberapa poin tentang pelbagi dimensi perubahan yang harus diwujudkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Situasi yang menguasai dunia saat ini jelas tidak mungkin dapat dilanjutkan. Kondisi sepihak dan tidak diidamkan saat ini bertentangan dengan fitrah manusia dan bahkan bertentangan dengan tujuan penciptaan dunia dan manusia. Kini tidak mungkin lagi menciptakan kekayaan semu uang kertas dan menyuntik kekayaan tidak riil bernilai puluhan trilyun dolar kepada ekonomi dunia. Setelah menciptakan defisit anggaran luar biasa, inflasi, problem ekonomi dan sosial, apa yang dihadapi ini hendak dialihkan kepada negara-negara lain, bahkan berusaha memindahkan kekayaan negara-negara lain kepada ekonomi negara-negara tertentu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mesin ekonomi kapitalis, kendali yang tercerai-berai, dengan sistem tidak adil telah berada di ujung jalan, tidak dapat dipakai lagi dan tidak mampu mempertahankan keseimbangannya yang hanya memiliki satu sisi. Periode pemaksaan ide kapitalisme yang tak berperasaan, pemaksaan selera dan animo satu kelompok khusus kepada masyarakat internasional, ekspansi hegemoni terhadap dunia dengan nama globalisasi dan era kekaisaran, telah berakhir. Masa penghinaan terhadap bangsa-bangsa dan pemaksaan politik standar ganda sudah tamat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila dikatakan keberhasilan sebagian negara merealisasikan keinginannya sebagai satu-satunya tolok ukur ada atau tidak adanya kebebasan dan demokrasi; berada di bawah bendera kebebasan dengan melakukan segala penipuan dan ancaman terburuk dicitrakan sebagai demokrasi dan diktator dianggap demokrat; semua ini jelas buruk dan tidak memiliki legitimasi. Sudah bukan zamannya lagi sebagian menjadikan dirinya sebagai devinisi demokrasi dan kebebasan, menganggap dirinya sebagai tolok ukurnya dan saat melanggar, mereka meletakkan dirinya sebagai hakim dan eksekutornya. Sementara pada saat yang sama mereka juga memerangi negara-negara yang berdasarkan demokrasi hakiki.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun penyebaran kebebasan global dan kesadaran bangsa-bangsa di dunia tidak akan membiarkan terus watak tidak benar ini. Dengan alasan inilah mayoritas bangsa-bangsa, termasuk rakyat Amerika menanti perubahan luas, dalam dan riil. Itulah mengapa mereka menyambut baik slogan perubahan dan akan terus menyambutnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapa yang dapat menggambarkan kemungkinan berlanjutnya pemaksaan politik tidak manusiawi di Palestina? Bertentangan dengan segala tolok ukur kemanusiaan, mereka mengusir satu bangsa dari rumah-rumah mereka secara paksa di bawah todongan senjata dan propaganda bohong selama 60 tahun. Mereka menyerang rakyat Palestina dengan segala cara tidak manusiawi dan peluru kendali, bahkan senjata terlarang. Sebaliknya, mereka bahkan merampas hak rakyat Palestina untuk membela diri. Lebih aneh lagi, di hadapan ketercengangan masyarakat internasional, mereka malah menyebut agresor dan penjajah sebagai pihak yang "cintai damai" dan "benar", sementara rakyat yang terzalimi disebut "teroris".&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana mungkin kejahatan para penjajah terhadap anak-anak dan wanita, perusakan tempat-tempat tinggal, tanah pertanian, sekolah-sekolah dan rumah-rumah sakit mendapat perlindungan mutlak sebagian negara, sementara para pria dan wanita tertindas yang dianggap bersalah hanya dikarenakan membela rumah dan tanah airnya berada di bawah blokade bahan pangan, air, obat-obatan dan pembersihan etnis. Bahkan diupayakan untuk mencegah rekonstruksi bangunan-bangunan mereka yang rusak akibat agresi brutal 22 hari rezim Zionis Israel, padahal musim dingin akan tiba. Para agresor dan pendukungnya meneriakkan slogan membela hak asasi manusia, sementara pada saat yang sama memanfaatkan slogan ini guna menekan pihak lain. Kini tidak dapat lagi diterima kelompok minoritas dengan jaringan rumit disertai desain yang tidak manusiawi menguasai ekonomi, politik dan budaya dunia. Mereka menerapkan perbudakan modern dan menjadikan martabat seluruh bangsa dunia, bahkan Eropa dan Amerika sebagai korban ketamakan rasialisme.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak dapat diterima bila sebagian yang berasal dari ribuan kilometer jauhnya dari kawasan Timur Tengah, melakukan intervensi militer yang mengakibatkan terjadinya pembunuhan, perang, teror, ancaman dan agresi. Namun sensitifitas bangsa-bangsa di kawasan akan nasib, keamanan nasionalnya, teriakan protes terhadap ketidakadilan, agresi dan dukungan mereka kepada masyarakat sebangsa dan seagama yang tertindas disebut sebagai aksi perlawanan terhadap perdamaian dan campur tangan urusan dalam negeri negara lain. Perhatikan dengan baik kondisi yang terjadi di Irak dan Afganistan!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kini, tidak bisa lagi melakukan pendudukan militer terhadap satu negara dengan slogan melawan terorisme dan narkotika, sementara produksi narkotika menjadi berkali lipat, wilayah terorisme menjadi lebih luas, ribuan orang tak berdosa tewas, cidera dan mengungsi, infrastruktur hancur dan keamanan regional terancam. Lucunya, para pelaku utama tragedi kemanusiaan ini malah terus menuduh pihak lain sebagai pihak yang harus bertanggung jawab.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kini, tidak bisa lagi meneriakkan slogan persahabatan dan solidaritas kepada bangsa-bangsa dan bersamaan dengan itu mereka memperluas pangkalan-pangkalan militer di dunia, termasuk Amerika Latin. Kondisi yang ada tidak dapat dilanjutkan. Kini tidak mungkin logika militerisme mampu memajukan politik ekspasi dan anti kemanusiaan. Logika kekuatan dan ancaman akan memunculkan dampak yang lebih buruk dan menambah masalah yang telah ada.Tidak dapat diterima bila anggaran belanja militer sebagian negara mencapai beberapa kali lipat dari bujet militer seluruh negara di dunia; ekspor senjata yang pertahunnya mencapai ratusan miliar dolar; penyimpanan senjata kimia, biologi dan nuklir; pembukaan pangkalan militer dan pengerahan pasukan di pelbagai penjuru dunia; namun di saat yang sama mereka masih menuduh pihak lain melakukan politik militerisme. Mereka berusaha menghalangi kemajuan pengetahuan seluruh bangsa di dunia dengan menyalahgunakan fasilitas dunia dan dengan mengangkat slogan-slogan bohong diantaranya slogan melawan perlombaan senjata.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak dapat diterima bila Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB) dan Dewan Keamanan PBB yang semestinya berperan mewakili seluruh bangsa dan negara dan pengambilan keputusannya berdasarkan sistem paling demokrasi ternyata justeru berada di bawah kendali dan pengaruh segelintir negara dan hanya melayani kepentingan mereka. Pada prinsipnya, di dunia yang pemikiran, budaya dan opini publik menjadi faktor penentu, kondisi seperti ini tak bisa dipertahankan. Harus ada tindakan nyata untuk melakukan perubahan yang mendasar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Poin Kedua&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Perubahan harus dilakukan di dua ranah; ranah teori dan ranah praktis dalam struktur dan metode secara mendasar.Tidak mungkin mengubah kondisi yang ada dan menciptakan dunia yang ideal dengan prinsip pemikiran dan metode yang menjadi penyebab utama semua problem masyarakat manusia. Pemikiran Liberalisme dan Kapitalisme yang menghegemoni dunia, yang telah memisahkan manusia dari akhlak dan "langit", bukan hanya tidak membawa kebahagiaan kepada umat manusia, tapi malah menjadi faktor kesengsaraan termasuk perang, kemiskinan dan penderitaan. Semua menyaksikan bagaimana struktur ekonomi timpang yang berada di bawah pengawasan kebijakan politik menggerus kepentingan bangsa-bangsa demi keuntungan sejumlah pemodal tak bermoral. Struktur politik dan ekonomi pasca Perang Dunia II yang dibangun dengan niat hegemoni dunia tidak mampu menjamin keadilan dan keamanan yang berkelanjutan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Para penguasa yang hatinya tidak pernah bergetar dengan cinta kepada manusia, bakal mengorbankan ide keadilan dalam dirinya. Mereka tidak pernah memberikan hadiah perdamaian dan persahabatan kepada umat manusia.Sebagaimana Marxisme telah tumbang dan hanya dapat ditemukan dalam sejarah, dengan pertolongan Allah, Kapitalisme juga akan bernasib sama. Karena berdasarkan sunnah ilahi, yang disebut Al-Quran sebagai prinsip, kebatilan bak melukis di atas air, bakal lenyap dan hanya yang memberikan manfaat kepada manusia akan tetap dan langgeng. Semua harus waspada betapa tujuan imperialisme, diskriminasi dan aksi tak manusiawi semata-mata tidak dapat ditemukan hanya dengan mengubah slogan dan dengan paket usulan baru.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dunia membutuhkan perubahan mendasar dan semua harus saling bekerjasama agar perubahaan terjadi di jalur yang benar. Di bawah perubahaan mendasar ini tidak boleh ada pengecualian baik pribadi maupun negara dan tidak ada yang lebih dibandingkan yang lain. Tidak boleh terjadi ada pemaksaan keinginan hanya dengan mengklaim dirinya sebagai pemimpin dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Poin Ketiga&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penyebab utama segala problema masyarakat internasional adalah menjauhnya sebagian penguasa dari moral, nilai-nilai kemanusiaan dan ajaran para nabi ilahi. Patut disayangkan dalam mayoritas hubungan utama dunia, cinta, pengorbanan demi keselamatan dan kebahagiaan orang lain, penekanan terhadap keadilan dan kehormatan manusia telah diambil alih oleh egoisme, kerakusan yang tidak pernah puas dan kenikmatan individu yang tak terbatas. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penyembahan kepada Allah yang Esa telah diserahkan kepada penyembahan diri, bahkan sebagian malah meletakkan dirinya pada posisi Tuhan. Tanpa memiliki kelayakan manusiawi mereka bersikeras memaksakan apa yang dipahami dan diinginkannya kepada dunia. Kebohongan telah mengambil tempat kebenaran, kemunafikan di tempat kejujuran dan egoisme menggantikan pengorbanan.Tipu muslihat dalam berinteraksi disebut kecakapan dan diplomasi. Penjarahan kekayaan negara lain disebut pembangunan dan pengembangan, penjajahan tanah air bangsa lain diistilahkan pemberian hadiah kebebasan dan demokrasi, dan penindasan bangsa lemah dianggap membela hak asasi manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saudara-saudara dan rekan-rekan yang terhormat!&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menyelesaikan masalah dunia dan menciptakan keadilan dan perdamaian hanya akan terwujud dengan tekad dan solidaritas seluruh bangsa dan negara di dunia. Periode dua kutub yang berasal dari sistem hegemoni dan kekuasaan beberapa negara atas dunia telah berakhir. Hari ini kita harus bangkit dengan komitmen bersama menghadapi kondisi yang ada, menindaklanjuti perubahan secara serius dan berusaha dalam partisipasi dan perjuangan bersama agar kita semua dapat kembali pada nilai-nilai akhlak, manusiawi dan fitrah. Para nabi ilahi dan orang-orang saleh diutus ke dunia untuk mengenalkan hakikat manusia dan tanggung jawab individu dan sosial manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kesucian, iman kepada Allah yang Esa, Hari Perhitungan, penerapan keadilan di dunia dan akhirat, pencarian kebahagiaan hakiki dalam kebahagiaan orang lain menggantikan kedengkian dan egoisme, dan melayani orang lain mengambil tempat penguasaan atas orang lain berada dalam puncak ajaran para nabi ilahi dari Nabi Adam, Nuh hingga Ibrahim, Musa, Isa dan Rasulullah Muhammad Saw, penutup silsilah para nabi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka semua diutus untuk mencegah terjadinya perang, melenyapkan diskriminasi dan kemiskinan, memberantas kebodohan dan menciptakan kemakmuran bagi seluruh umat manusia. Bila pemikiran "penantian" pemerintahan segala kebaikan dan pemerintahan saleh menjadi pemikiran global dan kita semua berusaha demi kebahagiaan seluruh dunia, saat itu harapan akan perubahan menjadi lebih realistis dan lebih berkembang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Poin Keempat&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut saya ada beberapa agenda penting di hadapan kita. Sekjen PBB dan Ketua Majelis Umum PBB dapat menyusun program berdasarkan agenda tersebut dan menjadi pelopor dalam mengambil langkah-langkah penting di jalan ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Perubahan struktur Perserikatan Bangsa Bangsa dan mengubahnya menjadi satu lembaga kekinian, memasyarakat, netral, adil, berpengaruh dalam hubungan internasional, perubahan struktur Dewan Keamanan, penghapusan keistimewaan diskriminasi hak veto, pemberian segera dan secara penuh hak-hak rakyat Palestina dengan menyelenggarakan referendum bebas dan menjadi sarana bagi kehidupan harmonis antara umat Islam, Kristen dan Yahudi di Palestina dan menghentikan intervensi di Irak, Afganistan, Timur Tengah, Afrika, Amerika Latin, Asia dan Eropa. Pemerintah kafir dapat diterima tapi tidak untuk pemerintah zalim. Ini adalah ucapan Nabi Muhammad Saw. Kezaliman dan pelanggaran HAM di Palestina seperti berlanjutnya pengusiran warga Palestina pemilik asli tanah air Palestina yang tinggal di Baitul Maqdis, perusakan rumah-rumah oleh penjajah Al-Quds, sementara di Afganistan dan Pakistan yang serupa dilakukan lewat pengeboman udara dan di penjara Guantanamo yang patut disesalkan ternyata hingga kini belum ditutup. Belum lagi penjara-penjara rahasia di Eropa. Berlanjutnya kondisi saat ini mengakibatkan semakin bertambahnya kedengkian dan kekerasan. Kezaliman dan agresi harus dicegah. Patut disesalkan, bagaimana laporan-laporan resmi terkait aksi-aksi brutal rezim Zionis Israel di Jalur Gaza tidak dipublikasikan secara lengkap. Sekjen PBB yang terhormat punya kewajiban berat yang harus dilakukan. Masyarakat internasional sudah tidak sabar menanti para agresor Gaza dan pembantai rakyat lemah diadili dan dijatuhi hukuman.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Perubahan struktur ekonomi berdasarkan hubungan ekonomi yang etis dan manusiawi di dunia demi melayani kesempurnaan manusia berlandaskan keadilan yang kongkret. Hubungan ekonomi yang mampu mengaktualkan potensi dan kemampuan bangsa-bangsa, memberi hadiah kesejahteraan kepada seluruh umat manusia dan menjamin kehidupan generasi mendatang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Perubahan hubungan politik internasional, membangun hubungan berdasarkan perdamian dan persahabatan yang berkelanjutan, mencerabut sampai ke akar-akarnya perlombaan senjata, mengakhiri politik destruktif, melucuti senjata nuklir, kimia, dan biologi, dan mempersiapkan sarana bagi pemanfaatan teknologi modern dan damai demi kemajuan umat manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Perubahan struktur budaya, penghormatan kepada adat-istiadat dan tradisi bangsa-bangsa, menyebarkan akhlak, spiritual dan memperkuat sendi-sendi keluarga yang hangat, langgeng dan bahagia sebagai tiang penyangga masyarakat yang bahagia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Perhatian global terhadap upaya perlindungan lingkungan hidup manusia dan menjaga undang-undang dan hukum internasional guna mencegah kerusakan kekayaan alam yang tak dapat diperbaharui.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Poin Kelima&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bangsa Iran pasca pemilu presiden yang meriah dan benar-benar bebas telah menandai babak baru kemajuan nasional dan interaksi luas dengan dunia, dan dengan suara mayoritas menyerahkan tanggung jawab berat di pundak saya. Di sini saya mengumumkan kesiapan bangsa Iran yang besar, pencipta peradaban dan negara Republik Islam Iran sebagai satu dari pemerintah maju dunia yang paling demokratis untuk ikut secara aktif dalam sebuah program yang adil dan berdasarkan prinsip saling menghormati demi menghilangkan kekhawatiran dan problema umat manusia dengan memanfaatkan segala kapasitas budaya, politik dan ekonominya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bangsa Iran, pencipta budaya termasuk korban terbesar terorisme. Di dekade pertama revolusinya yang sudah berumur tiga puluh tahun, Iran mampu menghalau invasi luas militer. Bangsa kami selalu menjadi sasaran kebencian pihak-pihak yang suatu hari mendukung agresi Saddam ke Iran dan saat memanfaatkan senjata kimia, sementara di hari lainnya mereka mengerahkan pasukan ke Irak dengan alasan ingin melenyapkan kejahatannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bangsa Iran menginginkan dibangunnya dunia yang penuh dengan keindahan dan kasih sayang bagi setiap bangsa dan seluruh umat manusia. Bangsa ini mengumumkan siap melestarikan perdamaian dan keamanan bagi seluruh bangsa berdasarkan keadilan, spiritualitas dan kehormatan manusia di samping upaya pembelaan dengan segenap kekuatan atas hak-hak legalnya.Demi terealisasinya semua tujuan ini, bangsa kami siap menyambut hangat tangan yang diulurkan dengan jujur. Tidak ada bangsa yang merasa tidak membutuhkan perubahan dalam melalui jalan kesempurnaan ini. Kami menyambut baik perubahan riil dan manusiawi, dan siap berperan serta dalam perubahan dunia yang mendasar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Berdasarkan hal ini saya menekankan; Satu-satunya jalan keselamatan adalah kembali pada tauhid dan keadilan. Ini harapan dan kesempatan terbesar di setiap masa dan generasi. Tanpa iman kepada Allah, komitmen kepada pelaksanaan keadilan dan melawan ketidakadilan dan diskriminasi, sistem dunia tidak akan terbentuk. Manusia adalah inti sistem keberadaan. Ciri khas manusia ada pada sisi kemanusiaannya. Hakikat inilah yang menuntut keadilan, kesucian, cinta, ilmu, makrifat dan seluruh kesempurnaan lainnya. Harus ada dukungan dan kesempatan bagi setiap manusia untuk meraih nilai-nilai kemanusiaan ini. Menghapus satu dari dimensi hakikat ini sama artinya dengan mennghapus kemanusiaan. Ini adalah unsur kolektif yang mengikat seluruh umat manusia dan membentuk pondasi perdamaian, keamanan dan persahabatan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Agama-agama ilahi memperhatikan seluruh dimensi kehidupan manusia termasuk penghambaan kepada Allah, akhlak, keadilan, melawan kezaliman dan berusaha menciptakan pemerintahan yang adil dan saleh. Nabi Ibrahim as adalah penyeru tauhid di hadapan Namrud, Nabi Musa as di hadapan Firaun dan Nabi Isa serta Nabi Muhammad saw berdiri kokoh menghadapi orang-orang zalim di masanya. Sikap tegar mereka sampai pada tahapan diancam mati dan diusir dari negerinya. Tanpa keteguhan dan protes, ketidakadilan tidak akan tercerabut dari dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Poin Terakhir&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rekan-rekan dan saudara-saudara yang tercinta.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dunia saat ini tengah mengalami perubahan. Sesuai janji Allah kepada manusia, nasibnya dibangun berdasarkan kehidupan tayyibah dan manusiawi. Akan tiba suatu masa di mana keadilan menyeluruh dan global dan setiap manusia akan dihormati dan dimuliakan. Pada saat itu jalan kesempurnaan spiritual manusia akan terbuka dan perjalanannya menuju Allah dan manifestasi asma' Allah bakal terwujud. Manusia harus sampai pada satu titik di mana simbol ilmu dan hikmat, rahmat dan belas kasih, keadilan, kekuasaan dan kreativitas, kedermawanan dan kemurahan semuanya adalah Allah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semua ini bakal terwujud di bawah pemerintahan manusia sempurna, insan ilahi yang dipersiapkan untuk akhir zaman, keturunan Rasulullah saw; yakni Imam Mahdi (af). Beliau akan datang untuk merealisasikan tugas besar dunia dengan diiringi Nabi Isa bin Maryam as dan manusia-manusia suci lainnya. Inilah pemikiran "penantian". Penantian kepemimpinan segala kebaikan dan pemerintahan saleh. Sebuah pemikiran global, fitrah dan sumber harapan bangsa-bangsa akan perubahan dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan bantuan manusia-manusia mukmin dan saleh mereka akan mewujudkan segala umat manusia sepanjang sejarah terkait kebebasan, kesempurnaan, kemajuan, keamanan, ketenangan, perdamaian dan keindahan. Mereka akan datang untuk memberangus perang dan agresi dan menghadiahkan segala ilmu, spiritualitas dan persahabatan kepada dunia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Benar, benar. Masa depan manusia yang cemerlang akan tiba.Saudara-saudara, mari kita nantikan periode indah itu dan dalam komitmen bersama kita turut memberikan sumbangsih yang selayaknya guna mempersiapkan sarana demi terciptanya masa depan ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hidup cinta dan spiritual...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hidup perdamaian dan keamanan...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hidup keadilan dan kebebasan...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Terima kasih kepada seluruh hadirin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wassalamualaikumwarahmatullahi wabarakatuh.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-1512463972254287486?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BN7LOfjVlJupr_SvtcFFv6nE9fs/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BN7LOfjVlJupr_SvtcFFv6nE9fs/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BN7LOfjVlJupr_SvtcFFv6nE9fs/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BN7LOfjVlJupr_SvtcFFv6nE9fs/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=RrNa3ofu3Po:hfGzpN1YRZ8:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/RrNa3ofu3Po" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/RrNa3ofu3Po/pidato-presiden-ahmadinejad-pada-sidang.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/10/pidato-presiden-ahmadinejad-pada-sidang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-5669189870371099404</guid><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 09:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-02T14:02:24.197+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">AL-QUR'AN YANG MENAKJUBKAN 2</category><title>AL-QUR'AN YANG MENAKJUBKAN 2</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Keharaman makanan tertentu seperti babi, ancaman terhadap yang enggan menyebarluaskan pengetahuan, anjuran bersedekah, kewajiban menegakkan hukum, wasiat sebelum mati, kewajiban puasa, hubungan suami-istri, dikemukakan Al-Quran secara berurut dalam belasan ayat surat Al-Baqarah. Mengapa demikian? Mengapa terkesan acak? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jawabannya antara lain adalah, "Al-Quran menghendaki agar umatnya melaksanakan ajarannya secara terpadu." Tidakkah babi lebih dianjurkan untuk dihindari daripada keengganan menyebarluaskan ilmu. Bersedekah tidak pula lebih penting daripada menegakkan hukum dan keadilan. Wasiat sebelum mati dan menunaikannya tidak kalah dari berpuasa di bulan Ramadhan. Puasa dan ibadah lainnya tidak boleh menjadikan seseorang lupa pada kebutuhan jasmaniahnya, walaupun itu adalah hubungan seks antara suami-istri. Demikian terlihat keterpaduan ajaran-ajarannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al-Quran menempuh berbagai cara guna mengantar manusia kepada kesempurnaan kemanusiaannya antara lain dengan mengemukakan kisah faktual atau simbolik. Kitab Suci Al-Quran tidak segan mengisahkan "kelemahan manusiawi," namun itu digambarkannya dengan kalimat indah lagi sopan tanpa mengundang tepuk tangan, atau membangkitkan potensi negatif, tetapi untuk menggarisbawahi akibat buruk kelemahan itu, atau menggambarkan saat kesadaran manusia menghadapi godaan nafsu dan setan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika Qarun yang kaya raya memamerkan kekayaannya dan merasa bahwa kekayaannya itu adalah hasil pengetahuan dan jerih payahnya, dan setelah enggan berkali-kali mendengar nasihat, terjadilah bencana longsor sehingga seperti bunyi firman Allah:&lt;br /&gt;"Maka Kami benamkan dia dan hartanya ke dalam bumi" (QS Al-Qashash [28]: 81). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan berkatalah orang-orang yang kemarin mendambakan kedudukan Qarun, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Aduhai, benarlah Allah melapangkan rezeki bagi siapa yang Dia kehendaki dari hamba- hamba-Nya dan mempersempitkannya. Kalau Allah tidak melimpahkan karuniaNya atas kita, niscaya kita pun dibenamkannya. Aduhai benarlah tidak beruntung orang- orang yang kikir (QS Al-Qashash [28]: 82). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam konteks menggambarkan kelemahan manusia, Al-Quran, bahkan mengemukakan situasi, langkah konkret dan kalimat-kalimat rayuan seorang wanita bersuami yang dimabuk cinta oleh kegagahan seorang pemuda yang tinggal di rumahnya, Maksudnya, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"(Setelah berulang-ulang kali merayu dengan berbagai cara terselubung). Ditutupnya semua pintu dengan amat rapat, seraya berkata (sambil menyerahkan dirinya kepada kekasihnya-setelah berdandan), "Ayolah kemari lakukan itu!" (QS Yusuf [12]: 23). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian, tetapi itu sama sekali berbeda dengan ulah sementara seniman, yang memancing nafsu dan merangsang berahi. Al-Quran menggambarkannya sebagai satu kenyataan dalam diri manusia yang tidak harus ditutup-tutupi tetapi tidak juga dibuka lebar, selebar apa yang sering dipertontonkan, di layar lebar atau kaca. Al-Quran kemudian menguraikan sikap dan jawaban Nabi Yusuf, anak muda yang dirayu wanita itu, juga dengan tiga alasan penolakan, seimbang dengan tiga cara rayuannya, Yang pertama dan kedua adalah, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Aku berlindung kepada Allah, sesungguhnya suamimu adalah tuanku, yang memperlakukan aku dengan baik" (QS Yusuf [12]: 23). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yang ketiga, khawatir kedua alasan itu belum cukup. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Dan sesungguhnya tidak pernah dapat berbahagia orang yang berlaku aniaya" (QS Yusuf [12]: 23).&lt;br /&gt;Dalam bidang pendidikan, Al-Quran menuntut bersatunya kata dengan sikap. Karena itu, keteladanan para pendidik dan tokoh masyarakat merupakan salah satu andalannya. Pada saat Al-Quran mewajibkan anak menghormati orangtuanya, pada saat itu pula ia mewajibkan orang-tua mendidik anak-anaknya. Pada saat masyarakat diwajibkan menaati Rasul dan para pemimpin, pada saat yang sama Rasul dan para pemimpin diperintahkan menunaikan amanah, menyayangi yang dipimpin sambil bermusyawarah dengan mereka. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian Al-Quran menuntut keterpaduan orang-tua, masyarakat, dan pemerintah. Tidak mungkin keberhasilan dapat tercapai tanpa keterpaduan itu. Tidak mungkin kita berhasil kalau beban pendidikan hanya dipikul oleh satu pihak, atau hanya ditangani oleh guru dan dosen tertentu, tanpa melibatkan seluruh unsur kependidikan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dua puluh dua tahun dua bulan dan dua puluh dua hari lamanya, ayat-ayat Al-Quran silih berganti turun, dan selama itu pula Nabi Muhammad Saw. dan para sahabatnya tekun mengajarkan Al-Quran, dan membimbing umatnya. Sehingga, pada akhirnya, mereka berhasil membangun masyarakat yang di dalamnya terpadu ilmu dan iman, nur dan hidayah, keadilan dan kemakmuran di bawah lindungan ridha dan ampunan Ilahi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita dapat bertanya mengapa 20 tahun lebih, baru selesai dan berhasil? Boleh jadi jawabannya dapat kita simak dari hasil penelitian seorang guru besar Harvard University, yang dilakukannya pada 40 negara, untuk mengetahui faktor kemajuan atau kemunduran negara-negara itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satu faktor utamanya -menurut sang Guru Besar- adalah materi bacaan dan sajian yang disuguhkan khususnya kepada generasi muda. Ditemukannya bahwa dua puluh tahun menjelang kemajuan atau kemunduran negara-negara yang ditelitinya itu, para generasi muda dibekali dengan sajian dan bacaan tertentu. Setelah dua puluh tahun generasi muda itu berperan&lt;br /&gt;dalam berbagai aktivitas, peranan yang pada hakikatnya diarahkan oleh kandungan bacaan dan sajian yang disuguhkan itu. Demikian dampak bacaan, terlihat setelah berlalu dua puluh tahun, sama dengan lama turunnya Al-Quran.&lt;br /&gt;Kalau demikian, jangan menunggu dampak bacaan terhadap anak-anak kita kecuali 20 tahun kemudian. Siapa pun boleh optimis atau pesimis, tergantung dari penilaian tentang bacaan dan sajian itu. Namun kalau melihat kegairahan anak-anak dan remaja membaca Al-Quran, serta kegairahan umat mempelajari kandungannya, maka kita wajar optimis, karena kita sepenuhnya yakin bahwa keberhasilan Rasul dan generasi terdahulu dalam membangun peradaban Islam yang jaya selama sekitar delapan ratus tahun, adalah karena Al-Quran yang mereka baca dan hayati mendorong pengembangan ilmu dan teknologi, serta kecerahan pikiran dan kesucian hati.&lt;br /&gt;Kita wajar optimis, melihat kesungguhan pemerintah menangani pendidikan, serta tekadnya mencanangkan wajib belajar. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ayat "wa tawashauw bil haq" dalam QS Al-'Ashr [103]: 3 bukan saja mencanangkan "wajib belajar" tetapi juga "wajib mengajar." Bukankah tawashauw berarti saling berpesan, saling mengajar, sedang al-haq atau kebenaran adalah hasil pencarian ilmu? Mencari kebaikan menghasilkan akhlak, mencari keindahan menghasilkan seni, dan mencari kebenaran menghasilkan ilmu. Ketiga unsur itulah yang menghasilkan sekaligus mewarnai suatu peradaban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Al-Quran yang sering kita peringati nuzulnya ini bertujuan antara lain: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Untuk membersihkan akal dan menyucikan jiwa dari segala bentuk syirik serta memantapkan keyakinan tentang keesaan yang sempurna bagi Tuhan seru sekalian alam, keyakinan yang tidak semata-mata sebagai suatu konsep teologis, tetapi falsafah hidup dan kehidupan umat manusia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Untuk mengajarkan kemanusiaan yang adil dan beradab, yakni bahwa umat manusia merupakan suatu umat yang seharusnya dapat bekerja sama dalam pengabdian kepada Allah dan pelaksanaan tugas kekhalifahan.&lt;br /&gt;3. Untuk menciptakan persatuan dan kesatuan, bukan saja antar suku atau bangsa, tetapi kesatuan alam semesta, kesatuan kehidupan dunia dan akhirat, natural dan supranatural, kesatuan ilmu, iman, dan rasio, kesatuan kebenaran, kesatuan kepribadian manusia, kesatuan kemerdekaan dan determinisme, kesatuan sosial, politik dan ekonomi, dan kesemuanya berada di bawah satu keesaan, yaitu Keesaan Allah Swt.&lt;br /&gt;4. Untuk mengajak manusia berpikir dan bekerja sama dalam bidang kehidupan bermasyarakat dan bernegara melalui musyawarah dan mufakat yang dipimpin oleh hikmah kebijaksanaan.&lt;br /&gt;5. Untuk membasmi kemiskinan material dan spiritual, kebodohan, penyakit, dan penderitaan hidup, serta pemerasan manusia atas manusia, dalam bidang sosial, ekonomi, politik, dan juga agama.&lt;br /&gt;6. Untuk memadukan kebenaran dan keadilan dengan rahmat dan kasih sayang, dengan menjadikan keadilan sosial sebagai landasan pokok kehidupan masyarakat manusia &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;7. Untuk memberi jalan tengah antara falsafah monopoli kapitalisme dengan falsafah kolektif komunisme, menciptakan ummatan wasathan yang menyeru kepada kebaikan dan mencegah kemunkaran.&lt;br /&gt;8. Untuk menekankan peranan ilmu dan teknologi, guna menciptakan satu peradaban yang sejalan dengan jati diri manusia, dengan panduan dan paduan Nur Ilahi.&lt;br /&gt;Demikian sebagian tujuan kehadiran Al-Quran, tujuan yang tepadu dan menyeluruh, bukan sekadar mewajibkan pendekatan religius yang bersifat ritual atau mistik, yang dapat menimbulkan formalitas dan kegersangan.&lt;br /&gt;Al-Quran adalah petunjuk-Nya yang bila dipelajari akan membantu kita menemukan nilai-nilai yang dapat dijadikan pedoman bagi penyelesaian berbagai problem hidup. Apabila dihayati dan diamalkan akan menjadikan pikiran, rasa, dan karsa kita mengarah kepada realitas keimanan yang dibutuhkan bagi stabilitas dan ketenteraman hidup pribadi dan masyarakat Itulah Al-Quran dengan gaya bahasanya yang merangsang akal dan menyentuh rasa, dapat menggugah kita menerima dan memberi kasih dan keharuan cinta, sehingga dapat mengarahkan kita untuk memberi sebagian dari apa yang kita miliki untuk kepentingan dan kemaslahatan umat manusia. Itulah Al-Quran yang ajarannya telah merupakan kekayaan spiritual bangsa kita, dan yang telah tumbuh subur dalam negara kita. []&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-5669189870371099404?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yreTP_FWqdhxY5oEOJnASooyv9o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yreTP_FWqdhxY5oEOJnASooyv9o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yreTP_FWqdhxY5oEOJnASooyv9o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/yreTP_FWqdhxY5oEOJnASooyv9o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=f1FUHZPl7fM:dT0s3ief2d4:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/f1FUHZPl7fM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/f1FUHZPl7fM/al-quran-yang-menakjubkan-2.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/10/al-quran-yang-menakjubkan-2.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-5852822501655178463</guid><pubDate>Thu, 01 Oct 2009 09:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-10-01T16:47:33.605+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">AL-QUR'AN  yang menakjubkan</category><title>AL-QUR'AN  YANG MENAKJUBKAN 1</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Al-Quran yang secara harfiah berarti "bacaan sempurna"merupakan suatu nama pilihan Allah yang sungguh tepat,karena tiada satu bacaan pun sejak manusia mengenal tulis baca lima ribu tahun yang lalu yang dapat menandingi Al-Quran Al-Karim, bacaan sempurna lagi mulia itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiada bacaan semacam Al-Quran yang dibaca oleh ratusan jutaorang yang tidak mengerti artinya dan atau tidak dapatmenulis dengan aksaranya. Bahkan dihafal huruf demi hurufoleh orang dewasa, remaja, dan anak-anak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiada bacaan melebihi Al-Quran dalam perhatian yang diperolehnya, bukan saja sejarahnya secara umum, tetapi ayat demi ayat, baik dari segi masa, musim, dan saat turunnya,sampai kepada sebab-sebab serta waktu-waktu turunnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiada bacaan seperti Al-Quran yang dipelajari bukan hanya susunan redaksi dan pemilihan kosa katanya, tetapi juga kandungannya yang tersurat, tersirat bahkan sampai kepada kesan yang ditimbulkannya. Semua dituangkan dalam jutaan jilid buku, generasi demi generasi. Kemudian apa yangdituangkan dari sumber yang tak pernah kering itu, berbeda-beda sesuai dengan perbedaan kemampuan dankecenderungan mereka, namun semua mengandung kebenaran.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al-Quran layaknya sebuah permata yang memancarkan cahaya yang berbeda-beda sesuai dengan sudut pandang masing-masing. Tiada bacaan seperti Al-Quran yang diatur tatacara membacanya, mana yang dipendekkan, dipanjangkan, dipertebal atau diperhalus ucapannya, di mana tempat yang terlarang, atau boleh, atau harus memulai dan berhenti, bahkan diatur lagu dan iramanya, sampai kepada etika membacanya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tiada bacaan sebanyak kosa kata Al-Quran yang berjumlah 77.439 (tujuh puluh tujuh ribu empat ratus tiga puluh sembilan) kata, dengan jumlah huruf 323.015 (tiga ratus duapuluh tiga ribu lima belas) huruf yang seimbang jumlah kata-katanya, baik antara kata dengan padanannya, maupunkata dengan lawan kata dan dampaknya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai contoh -sekali lagi sebagai contoh- kata hayat terulang sebanyak antonimnya maut, masing-masing 145 kali; akhirat terulang 115 kali sebanyak kata dunia; malaikat terulang 88 kali sebanyak kata setan; thuma'ninah (ketenangan) terulang 13 kali sebanyak kata dhijg (kecemasan); panas terulang 4 kali sebanyak kata dingin. Kata infaq terulang sebanyak kata yang menunjuk dampaknya yaitu ridha (kepuasan) masing-masing 73 kali; kikir sama dengan akibatnya yaitu penyesalan masing-masing 12 kali; zakat sama dengan berkat yakni kebajikan melimpah, masing-masing 32 kali. Masih amat banyak keseimbangan lainnya, seperti kata yaum (hari) terulang sebanyak 365, sejumlah hari-hari dalam setahun, kata syahr (bulan) terulang 12 kali juga sejumlah bulan-bulan dalam setahun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian "Allah menurunkan kitab Al-Quran dengan penuh kebenaran dan keseimbangan (QS Al-Syura [42]: 17)." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adakah suatu bacaan ciptaan makhluk seperti itu? Al-Quranmenantang: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Katakanlah, Seandainya manusia dan jin berkumpul untuk menyusun semacam Al-Quran ini, mereka tidak akan berhasil menyusun semacamnya walaupun mereka bekerja sama" (QS Al-Isra,[17]: 88). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orientalis H.A.R. Gibb pernah menulis bahwa: "Tidak adaseorang pun dalam seribu lima ratus tahun ini telah memainkan 'alat' bernada nyaring yang demikian mampu dan berani, dan demikian luas getaran jiwa yang diakibatkannya, seperti yang dibaca Muhammad (Al-Quran)." Demikian terpadu dalam Al-Quran keindahan bahasa, ketelitian, dan keseimbangannya, dengan kedalaman makna, kekayaan dan kebenarannya, serta kemudahan pemahaman dan kehebatan kesan yang ditimbulkannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Bacalah dengan (menyebut) nama Tuhanmu yang menciptakan, Dia telah menciptakan manusia dari 'alaq. Bacalah, dan Tuhanmulah yang paling Pemurah, Yang mengajar manusia dengan pena. Dia mengajarkan kepada manusia apa yang belum diketahuinya" (QS Al-'Alaq [96]: 1-5). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengapa iqra, merupakan perintah pertama yang ditujukankepada Nabi, padahal beliau seorang ummi (yang tidak pandai membaca dan menulis)? Mengapa demikian? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iqra' terambil dari akar kata yang berarti "menghimpun,"sehingga tidak selalu harus diartikan "membaca teks tertulis dengan aksara tertentu." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dari "menghimpun" lahir aneka ragam makna, seperti menyampaikan, menelaah, mendalami, meneliti mengetahui ciri sesuatu dan membaca, baik teks tertulis maupun tidak. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iqra' (Bacalah)! Tetapi apa yang harus dibaca? "Ma aqra'?"tanya Nabi -dalam suatu riwayat- setelah beliau kepayahan dirangkul dan diperintah membaca oleh malaikat Jibril a.s. Pertanyaan itu tidak dijawab, karena Allah menghendaki agarbeliau dan umatnya membaca apa saja, selama bacaan tersebutBismi Rabbik; dalam arti bermanfaat untuk kemanusiaan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iqra' berarti bacalah, telitilah, dalamilah, ketahuilahciri-ciri sesuatu, bacalah alam, bacalah tanda-tanda zaman,sejarah, diri sendiri, yang tertulis dan tidak tertulis. Alhasil objek perintah iqra' mencakup segala sesuatu yangdapat dijangkaunya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikian terpadu dalam perintah ini segala macam cara yang dapat ditempuh manusia untuk meningkatkan kemampuannya. Pengulangan perintah membaca dalam wahyu pertama ini, bukan sekadar menunjukkan bahwa kecakapan membaca tidak diperoleh kecuali mengulang-ulangi bacaan, atau membaca hendaknya dilakukan sampai mencapai batas maksimal kemampuan, tetapi juga untuk mengisyaratkan bahwa mengulang-ulangi bacaan Bismi Rabbika (demi karena Allah) akan menghasilkan pengetahuan dan wawasan baru walaupun yang dibaca itu-itu juga. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengulang-ulang membaca ayat Al-Quran menimbulkan penafsiran baru, pengembangan gagasan, dan menambah kesucian jiwa serta kesejahteraan batin. Berulang-ulang "membaca" alam raya, membuka tabir rahasianya dan memperluas wawasan serta menambah kesejahteraan lahir. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ayat Al-Quran yang kita baca dewasa ini tak sedikit pun berbeda dengan ayat Al-Quran yang dibaca Rasul dan generasi terdahulu. Alam raya pun demikian, namun pemahaman, penemuan rahasianya, serta limpahan kesejahteraan-Nya terus berkembang, dan itulah pesan yang dikandung dalam Iqra' wa Rabbukal akram (Bacalah danTuhanmulah yang paling Pemurah).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Atas kemurahan-Nyalah kesejahteraan demi kesejahteraan tercapai. Sungguh, perintah membaca merupakan sesuatu yang paling berharga yang pernah dan dapat diberikan kepada umat manusia. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Membaca" dalam aneka maknanya adalah syarat pertama dan utama pengembangan ilmu dan teknologi, serta syarat utama membangun peradaban. Semua peradaban yang berhasil bertahan lama, justru dimulai dari satu kitab(bacaan). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Peradaban Yunani di mulai dengan Iliad karya Homerpada abad ke-9 sebelum Masehi. Ia berakhir dengan hadirnyaKitab Perjanjian Baru. Peradaban Eropa dimulai dengan karya Newton (1641-1727) dan berakhir dengan filsafat Hegel(1770-1831). Peradaban Islam lahir dengan kehadiran Al-Quran. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Astaghfirullah menunjuk masa akhirnya, karena kita yakin bahwa ia tidak akan lekang oleh panas dan tidak lapuk oleh hujan, selama umatnya ikut bersama Allah memeliharanya &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Sesungguhnya Kami (Allah bersama Jibril yang diperintahNya) menurunkan Al-Quran, dan Kami (yakni Allah dengan keterlibatan manusia) yang memeliharanya" (QS Al-Hijr [15]: 9).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pengetahuan dan peradaban yang dirancang oleh Al-Quran adalah pengetahuan terpadu yang melibatkan akal dan kalbu dalam perolehannya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahyu pertama Al-Quran menjelaskan dua cara perolehan dan pengembangan ilmu. Berikut keterangannya. Setiap pengetahuan memiliki subjek dan objek. Secara umum subjek dituntut berperan guna memahami objek. Namunpengalaman ilmiah menunjukkan bahwa objek terkadang memperkenalkan dirinya kepada subjek tanpa usaha sang subjek. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Komet Halley, memasuki cakrawala, hanya sejenak setiap 76 tahun. Dalam kasus ini, walaupun para astronom menyiapkan diri dan alat-alatnya untuk mengamati dan mengenalnya, tetapi sesungguhnya yang lebih berperan adalah kehadiran komet itu sendiri untuk memperkenalkan diri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wahyu, ilham, intuisi, atau firasat yang diperoleh manusia yang siap dan suci jiwanya atau apa yang diduga sebagai "kebetulan" yang dialami oleh ilmuwan yang tekun, kesemuanya tidak lain kecuali bentuk-bentuk pengajaran Allah yang dapat dianalogikan dengan kasus komet di atas. Itulah pengajaran tanpa qalam yang ditegaskan wahyu pertama ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Allah mengajar dengan pena (apa yang telah diketahui manusia sebelumnya), dan mengajar manusia (tanpa pena) apa yang belum ia ketahui" (QS Al-'Alaq [96]: 4-5) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekali lagi terlihat betapa Al-Quran sejak dini memadukanusaha dan pertolongan Allah, akal dan kalbu, pikir dan zikir, iman dan ilmu. Akal tanpa kalbu menjadikan manusi aseperti robot, pikir tanpa zikir menjadikan manusia seperti setan. Iman tanpa ilmu sama dengan pelita di tangan bayi, sedangkan ilmu tanpa iman bagaikan pelita di tangan pencuri. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al-Quran sebagai kitab terpadu, menghadapi, dan memperlakukan peserta didiknya dengan memperhatikan keseluruhan unsur manusiawi, jiwa, akal, dan jasmaninya. Ketika Musa a.s. menerima wahyu Ilahi, yang menjadikan beliau tenggelam dalam situasi spiritual, Allah menyentaknya dengan pertanyaan yang berkaitan dengan kondisi material:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Apakah itu yang di tangan kananmu, hai Musa?" (QS Thaha [20]: 17). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Musa sadar sambil menjawab, "Ini adalah tongkatku, aku bertelekan padanya dan memukul (daun) dengannya untuk kambingku, disamping keperluan-keperluan lain" (QS Thaha [20]: 18). Di sisi lain, agar peserta didiknya tidak larut dalam alam material, Al-Quran menggunakan benda-benda alam, sebagai tali penghubung untuk mengingatkan manusia akan kehadiran Allah Swt. dan bahwa segala sesuatu yang teriadi -sekecilapa pun- adalah di bawah kekuasaan, pengetahuan, dan pengaturan Tuhan Yang Mahakuasa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Tidak sehelai daun pun yang gugur kecuali Dia mengetahuinya, dan tidak jatuh sebutir biji pun dalam kegelapan bumi, tidak juga sesuatu yang basah atau kering kecuali tertulis dalam Kitab yang nyata (dalam jangkauan pengetahuannya)" (QS Al-An'am [6]: 59). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Bukan kamu yang melempar ketika kau melempar, tetapi Allah-lah (yang menganugerahkan kemampuan sehingga) kamu mampu melempar" (QS Al-Anfal [8]: 17). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sungguh, ayat-ayat Al-Quran merupakan serat yang membentuk tenunan kehidupan Muslim, serta benang yang menjadi rajutan jiwanya. Karena itu seringkali pada saat Al-Quran berbicara tentang satu persoalan menyangkut satu dimensi atau aspek tertentu, tiba-tiba ayat lain muncul berbicara tentang aspek atau dimensi lain yang secara sepintas terkesan tidak saling berkaitan. Tetapi bagi orang yang tekun mempelajarinya akan menemukan keserasian hubungan yang amat mengagumkan, sama dengan keserasian hubungan yang memadukan gejolak dan bisikan-bisikan hati manusia, sehingga pada akhirnya dimensi atau aspek yang tadinya terkesan kacau, menjadi terangkai dan terpadu indah, bagai kalung mutiara yang tidak diketahuidi mana ujung pangkalnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Salah satu tujuan Al-Quran memilih sistematika demikian,adalah untuk mengingatkan manusia -khususnya kaum Muslimin-bahwa ajaran-ajaran Al-Quran adalah satu kesatuan terpadu yang tidak dapat dipisah-pisahkan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;WAWASAN AL-QURANTafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan UmatDr. M. Quraish Shihab, M.A.Penerbit MizanJln. Yodkali No.16, Bandung 40124Telp. (022) 700931 Fax. (022) 707038mailto:mizan@ibm.net&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-5852822501655178463?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RaX2-jx-jzsb767F87f--ZjzFAA/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RaX2-jx-jzsb767F87f--ZjzFAA/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RaX2-jx-jzsb767F87f--ZjzFAA/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/RaX2-jx-jzsb767F87f--ZjzFAA/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=CCiEGW9WhGM:dcv8Za07fUQ:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/CCiEGW9WhGM" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/CCiEGW9WhGM/al-quran-yang-menakjubkan-1.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/10/al-quran-yang-menakjubkan-1.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-8868461769069713387</guid><pubDate>Tue, 15 Sep 2009 09:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-15T16:42:22.552+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Shalat Tahajud Setelah Witir Tarawih</category><title>Shalat Tahajud Setelah Witir Tarawih</title><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tahajjud juga disebut dengan qiyamullail, sebagaimana firman Allah swt :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;وَمِنَ اللَّيْلِ فَتَهَجَّدْ بِهِ نَافِلَةً لَّكَ عَسَى أَن يَبْعَثَكَ رَبُّكَ مَقَامًا مَّحْمُودًا&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Artinya : ”Dan pada sebahagian malam hari bersembahyang tahajudlah kamu sebagai suatu ibadah tambahan bagimu; Mudah-mudahan Tuhan-mu mengangkat kamu ke tempat yang Terpuji.” (QS. Al Israa ” 79)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Juga firman Allah swt :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;يَا أَيُّهَا الْمُزَّمِّلُ ﴿١﴾&lt;br /&gt;قُمِ اللَّيْلَ إِلَّا قَلِيلًا ﴿٢﴾&lt;br /&gt;نِصْفَهُ أَوِ انقُصْ مِنْهُ قَلِيلًا ﴿٣﴾ &lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;  &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Artinya : ”Hai orang yang berselimut (Muhammad). Bangunlah (untuk sembahyang) di malam hari, kecuali sedikit (daripadanya) (yaitu) seperduanya atau kurangilah dari seperdua itu sedikit.” (QS Al Muzammil : 1 -3)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Namun demikian ada juga yang mengatakan bahwa tahajjud dikerjakan pada pertengahan atau akhir malam dan dilakukan setelah orang itu bangun dari tidur. Sedangkan qiyamullail bisa dilakukan di awal, pertengahan atau akhir malam dan tidak mesti setelah bangun dari tidur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun shalat tarawih maka para ulama juga menyebutnya dengan qiyamullail di bulan ramadhan yang dilakukan setelah menunaikan shalat isya dengan memanjangkan berdirinya. Ia bisa juga disebut dengan tahajjud. Dinamakan tarawih dikarenakan terdapat istirahat setelah dua kali salam. Shalat tarawih ini merupakan sunnah muakkadah berdasarkan hadits yang diriwayatkan oleh Bukhori dan Muslim dari Abu Hurairoh bahwa Rasulullah saw bersabda,”Barangsiapa yang melakukan qiyamullail (tarawih) dengan penuh keimanan dan keikhlasan maka dihapuskan dosa-dosanya yang lalu.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Tentang witir sendiri hukumnya adalah sama baik pada bulan ramadhan maupun diluar bulan ramadhan, yaitu tidak ada dua witir dalam satu malam sebagaimana hadits yang diriwayatkan Imam yang lima kecuali Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Tidak ada dua witir dalam satu malam.” juga hadits yang diriwayatkan oleh jama’ah kecuali Ibnu Majah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Maka bagi siapa yang telah melakukan shalat tarawih dan witir bersama imam lalu dirinya ingin melakukan kembali shalat malamnya maka hendaklah dia melakukan shalat qiyamullailnya saja (genap) tanpa melakukan witir lagi berdasarkan hadits-hadits diatas, demikian menurut para ulama Hanafi, Maliki, Hambali dan pendapat yang masyhur dari para ulama Syafi’i. Dalil lainnya yang dipakai mereka adalah apa yang diriwayatkan oleh Tirmidzi dari Ummu Salamah bahwa Nabi saw melakukan shalat dua rakaat setelah witir.” Imam Tirmidzi mengatakan bahwa hadits ini juga diriwayatkan dari Abu Umamah, Aisyah dan sahabat lainnya dari Rasulullah saw.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(0, 153, 0);"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify; font-style: italic; color: rgb(0, 153, 0);"&gt;Ada juga cara kedua yang merupakan pendapat para ulama Syafi’i—kitab ”al Mausu’ah al Fiqhiyah (2/9827)”—yaitu hendaklah orang itu mengawalinya dengan melakukan shalat sunnahnya satu rakaat untuk menggenapkan witir yang telah dilakukan sebelumnya kemudian melakukan shalatnya yang genap sekehendaknya kamudian ditutup dengan witir. Hal ini diriwayatkan dari Utsman, Ali, Usamah, Sa’ad, Ibnu Umar, Ibnu Mas’ud dan Ibnu Abbas sebagaimana ditegaskan oleh Imam Nawawi dan Ibnu Qudamah. Dan dalil yang bisa jadi digunakan mereka adalah hadits,”Jadikanlah akhir shalat kalian pada malam hari adalah witir.”&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-8868461769069713387?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5E5ja-JNSNyYgIxukd9P93NhbmE/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5E5ja-JNSNyYgIxukd9P93NhbmE/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5E5ja-JNSNyYgIxukd9P93NhbmE/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5E5ja-JNSNyYgIxukd9P93NhbmE/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=gEtNZRObuDE:ih1yEb-hCHQ:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/gEtNZRObuDE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/gEtNZRObuDE/shalat-tahajud-setelah-witir-tarawih.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/09/shalat-tahajud-setelah-witir-tarawih.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-922777605177984650</guid><pubDate>Fri, 11 Sep 2009 08:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-11T15:46:32.367+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mukjizat Ilmiah dalam Puasa (1)</category><title>Mukjizat Ilmiah dalam Puasa (1)</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Mukjiat Pertama: Keharusan Puasa bagi Setiap Orang&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para ilmuwan hari ini menganggap puasa sebagai fenomena yang vital dan fitri, dimana kehidupan yang sempurna dan kesehatan yang baik tidak bisa diperoleh tanpanya. Apabial seseorang atau bahkan seekor binatang tidak berpuasa, maka ia akan terjangkit berbagai macam penyakit. McFadon, seorang ahli kesehatan Amerika, mengatakan, ‘Setiap orang perlu puasa, karena kalau tidak maka ia akan sakit. Karena racun makanan berkumpul dalam tubuh dan membuatnya seperti orang sakit, memberatkan tubuhnya, dan mengurangi vitalitasnya. Apabila ia berpuasa, maka berat badannya menurun, dan racun-racun ini terurai daritubuhnya dan keluar, sehingga tubuhnya menjadi bersih secara sempurna, lalu bobot tubuhnya akan kembali naik, dan sel-selnya kembali baru dalam waktu tidak lebih dari 20 hari setelah berhenti puasa. Pada saat itu ia merasakan vitalitas dan kekuatan yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.’ &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Di antara manfaat kesehatan dari puasa adalah:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Merilekskan tubuh dan memperbaiki syarafnya.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menyerap zat-zat yang mengendap di usus. Pengendapan dalam jangka waktu yang lama mengakibatkan perubahan endapan itu menjadi kotoran yang beracun. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memperbaiki fungsi pencernaan dan penyerapan. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengembalikan vitalitas organ pembuangan, dan memperbaiki fungsinya untuk membersihkan tubuh, yang mengakibatkan terkontrolnya stabilitas dalam darah dan berbagai cairan dalam tubuh. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengurai zat-zat yang berlebihan dan endapan-endapan di dalam jaringan yang sakit. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengembalikan keremajaan dan vitalitas sel-sel dan berbagai jaringan dalam tubuh. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menguatkan indera dan meningkatkan IQ. 8. Memperbagus dan membersihkan Kulit. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;Alexis Carrel, pemenang hadiah Nobel di bidang kedokteran, dalam bukunya Man the Unknown mengatakan, ‘Banyaknya porsi makanan dapat melemahkan fungsi organ, dan itu merupakan faktor yang besar bagi berdiamnya jenis-jenis kuman dalam tubuh. Fungsi tersebut adalah fungsi adaptasi terhadap porsi makanan yang sedikit…Gula pada jantung bergerak, dan bergerak pula lemak yang tersimpan dalam kulit. Semua organ tubuh mengeluarkan zat khususnya untuk mempertahankan keseimbangan internal dan kesehatan jantung. Puasa benar-benar membersingkan dan pengganti jaringan tubuh kita.’ &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Mukjizat Kedua: Minimal Puasa Satu Bulan dalam Setahun&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Allah berfirman, ‘Karena itu, barangsiapa di antara kamu hadir (di negeri tempat inggalnya) di bulan itu, maka hendaklah ia berpuasa pada bulan itu.’ (al-Baqarah: 185) Prof. Nicko Lev dalam bukunya Hungry for Healthy mengatakan, ‘Setiap orang harus berpuasa dengan berpantang makan selama empat minggu setiap tahun, agar ia memperoleh kesehatan yang sempurna sepanjang hidupnya.’ &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Mukjizat Ketiga: Mengenai Penetapan Waktu Puasa dari Matahari Terbit hingga Matahari Terbenam &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;Waktu puasa syar‘i adalah dari terbitnya matahari hingga terbenamnya matahari, dengan tidak berlebihan saat berbuka puasa. Penelitian ilmiah membuktikan bahwa jarak waktu yang tepat untuk puasa adalah antara 12 hingga 18 jam. Sesudah itu, simpanan gula dalam tubuh mulai terurai. Dreanik dkk. pada tahun 1964 mencatat sejumlah penyakit komplikasi kritis akibat berpuasa lebih dari 31 hari (wishal). Di sini tampak jelas mukjizat Nabawi dalam larangan puasa wishal atau bersambung. Dari Abu Hurairah bahwa Nabi saw bersabda, ‘Janganlah kalian puasa wishal.’ Para sahabat bertanya, ‘Tetapi engkau berpuasa wishal, ya Rasulullah?’ Beliau menjawab, ‘Kalian tidak sepertiku. Sesungguhnya Tuhanku memberiku makan dan minum saat aku tidur malam.’ &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Mukjizat Keempat:&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Penelitian ilmiah membuktikan urgensi makan sahur dan berbuka untuk mensuplai tubuh dengan asam lemak dan amino. Tanpa kedua zat ini, lemak dalam tubuh akan terurai dalam jumlah besar, sehingga mengakibatkan sirosis pada hati, dan menimbulkan berbagai bahaya besar bagi tubuh. Nabi saw bersabda, ‘Umatku akan tetap dalam keadaan baik selama mereka menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur.’ &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-922777605177984650?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BSmttGO1_hNhxSkhUjTod7JV8i4/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BSmttGO1_hNhxSkhUjTod7JV8i4/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BSmttGO1_hNhxSkhUjTod7JV8i4/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/BSmttGO1_hNhxSkhUjTod7JV8i4/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Bb6D8-_8aHE:JXYPIsIvtSw:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/Bb6D8-_8aHE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/Bb6D8-_8aHE/mukjizat-ilmiah-dalam-puasa-1.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/09/mukjizat-ilmiah-dalam-puasa-1.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-4202793038246003539</guid><pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-08T15:54:09.424+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perselisihan ulama tentang pengertian itikaf menurut syariah</category><title>perselisihan ulama tentang pengertian itikaf menurut syariah</title><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Para ulama Hanafi mengatakan bahwa itikaf adalah menetap di masjid yang didalamnya dilakukan shalat berjamaah dalam keadaan berpuasa serta niat untuk beritikaf sedangkan menetap adalah rukunnya. Adapun masjid jamaah yang dimaksud adalah masjid yang memiliki imam dan muadzin baik didalamnya dilakukan shalat lima waktu atau tidak.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Para ulama Maliki mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri (menetap) yang dilakukan seorang muslim yang mumayyiz di sebuah masjid dalam keadaan berpuasa serta menahan diri dari jima’ dan pendahuluannya selama sehari semalam atau lebih untuk beribadah dengan menyertakan niat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Para ulama Syafi’i mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri di masjid yang dilakukan seorang tertentu dengan menyertakan niat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Para ulama Hambali mengatakan bahwa itikaf adalah berdiam diri di masjid untuk taat kepada Allah dengan keadaan tertentu dari seorang muslim, berakal dan tamyiz dalam keadaan suci dari hal-hal yang mewajibkannya mandi. Waktu minimalnya adalah sesaat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dalil-dalil disyariatkannya itikaf adalah terdapat didalam Al Qur’an, sunnah maupun ijma’ para ulama :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Firman Allah swt :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;" class="ArabCenter"&gt;وَلاَ تُبَاشِرُوهُنَّ وَأَنتُمْ عَاكِفُونَ فِي الْمَسَاجِدِ&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Artinya : ”Janganlah kamu campuri mereka itu, sedang kamu beri'tikaf dalam mesjid.” (QS. Al Baqoroh : 187)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Sedangkan sunnah adalah apa yang diriwayatkan dari Ibnu Umar, Anas dan Aisyah bahwa Nabi saw beritikaf di sepuluh malam terakhir dari Ramadhan sejak beliau saw datang ke Madinah hingga Allah swt mewafatkannya saw.” (Muttafaq Alaihi). Imam Zuhri mengatakan,”Manusia memang aneh, mengapa mereka meninggalkan itikaf padahal Rasulullah saw melakukannya dan tidak pernah meninggalkannya. Beliau saw tidak pernah meninggalkanya hingga dirinya meninggal dunia.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Adapun waktu yang disukai untuk itikaf ini adalah pada bulan Ramadhan atau bulan lainnya, sedangkan tentang waktu minimalnya maka terjadi perselisihan :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Para ulama Hanafi mengatakan bahwa itikaf minimal dilakukan sejenak tanpa ada batasan waktu. Berpuasa bukanlah persayaratan dalam itikaf sunnah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Para ulama Maliki mengatakan bahwa waktunya adalah sehari semalam, sedangkan yang paling baik adalah sepuluh hari. Tidak sah itikaf bagi orang yang tidak berpuasa walaupun dirinya memiliki uzur. Barangsiapa yang tidak mampu berpuasa maka tidak sah itikafnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Pendapat yang paling benar dari para ulama Syafi’i adalah itikaf disayaratkan menetap sesuai kadar berdiam diri itu sendiri. Waktunya adalah lebih sedikit dari waktu lamanya thuma’ninah saat ruku’ atau sejenisnya.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Sedangkan para ulama Hambali mengatakan bahwa paling sedikit seorang mu’takif adalah sejenak walaupun sekelabatan saja.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Sedangkan persyratan dari itikaf ini adalah :&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;1. Islam ; tidaklah sah itikaf yang dilakukan oleh orang kafir karena hal itu merupakan bagian dari keimanan.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;2. Berakal atau tamyiz ; tidaklah sah itikaf seorang yang gila atau sejenisnya, tidak juga seorang anak yang belum tamyiz karena mereka tidak termasuk ahli ibadah.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;3. Dilakukan di masjid; tidaklah sah itikaf yang dilakukan di rumah-rumah kecuali para ulama Hanafi yang membolehkan seorang wanita beritikaf di masjid didalam rumahnya, ia adalah tempat yang dikhususkan untuk shalat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;4. Niat; tidaklah sah itikaf kecuali dengan niat, sebagaimana hadits Nabi saw,”Sesungguhnya amal perbuatan itu tergantung dari niatnya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;5. Puasa; ini merupakan syarat mutlak menurut Maliki dan persyaratan menurut Hanafi didalam itikaf nazar saja bukan yang sunnah. Puasa ini juga bukan persayaratan menurut Syafi’i dan Hambali sehingga itikaf sah walau tanpa berpuasa kecuali jika orang itu bernazar puasa bersama itikaf..&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;6. Bersih dari junub, haidh dan nifas menjadi pesyaratan menurut jumhur. Para ulama Maliki berpendapat bahwa bersih dari junub merupakan syarat diperbolehkannya orang itu menetap di masjid bukan menjadi syarat sahnya itikaf. Apabila seorang yang beritikaf bermimpi maka diwajibkan baginya untuk mandi baik di masjid jika terdapat air atau keluar dari masjid.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;7. Izin dari suami bagi seorang istri merupakan syarat menurut Hanafi, Syafi’i dan Hambali. Tidaklah sah itikaf seorang wanita tanpa izin dari suaminya walaupun itikafnya itu adalah itikaf nazar. Sedangkan Maliki berpendapat bahwa itikaf seorang wanita yang tanpa izin suaminya tetap sah namun berdosa. (al Fiqhul Islami wa Adillatuhu)&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;from: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/waktu-iktikaf.htm"&gt;eramuslim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-4202793038246003539?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nY_Rp-VtSE9hi8T7IGUtntCMfC8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nY_Rp-VtSE9hi8T7IGUtntCMfC8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nY_Rp-VtSE9hi8T7IGUtntCMfC8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/nY_Rp-VtSE9hi8T7IGUtntCMfC8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=vuQYPHhugFo:Ks857ai9Zck:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/vuQYPHhugFo" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/vuQYPHhugFo/perselisihan-ulama-tentang-pengertian.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/09/perselisihan-ulama-tentang-pengertian.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-2681793549026747578</guid><pubDate>Tue, 08 Sep 2009 08:48:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-08T15:49:39.560+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Imsak dan Sahur Rasulullah saw.</category><title>Imsak dan Sahur Rasulullah saw.</title><description>&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Rasulullah saw menamakan sahur dengan istilah ’makan pagi yang diberkahi’ sebagaimana diriwayatkan oleh Abu Daud, Nasai dan Ahmad dari la ’Irbadh bin Sariyah berkata,”Rasulullah saw mengajakku untuk bersahur didalam bulan Ramadhan dengan bersabda,”Mari kita makan pagi yang diberkahi.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Didalam riwayat Ahmad dari Abu Said bahwa Rasulullah saw bersabda,”sahur seluruhnya adalah keberkahan maka janganlah anda meninggalkannya walaupun seseorang dari kalian hanya meminum seteguk air. Sesungguhnya Allah swt dan para malaikatnya memberi salam kepada orang-orang yang bersahur.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Didalam riwayat Muslim disebutkan bahwa Aisyah pernah ditanya tentang dua orang yang salah satunya menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur sedangkan yang lainnya mengakhirkan berbuka dan menyegerakan sahur maka dia menjawab, ”Siapa dari keduanya yang menyegerakan berbuka dan mengakhirkan sahur?’ orang itu menjawab,”Dia adalah Abdullah bin Mas’ud.” Aisyah menjawab, ”Demikianlah Rasulullah saw melakukannya.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Diriwayatkan oleh Ahmad dari Bilal berkata, ”Aku mendatangi Rasulullah saw dan mengadzankan shalat. Beliau saw ingin berpuasa maka dia pun meminum kemudian beliau saw memberikannya kepadaku dan keluar untuk shalat, ini adalah sebelum masuknya fajar.” Riwayat dari Anas didalam ash Shahihain disebutkan,”Sesungguhnya Bilal telah mengumandangkan adzan pada waktu malam (sebelum fajar) maka makan dan minumlah sehingga Ibnu Ummi Maktum mengumandangkan adzannya.” Sesungguhnya Ibnu Ummi Maktum adalah seorang buta yang tidak mengumandangkan adzan kecuali jika dikatakan kepadanya, ”Telah shubuh, telah shubuh.”&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Terdapat riwayat yang membatasi waktu antara sahur dengan shalat didalam hadits Zaid bin Tsabit yang berkata, ”Kami (menyelesaikan) sahur bersama Rasulullah saw kemudian kami mengerjakan shalat.” Anas berkata, ”Berapa lama antara keduanya?” Zaid menjawab, ”Sekitar lima puluh ayat” (Muttafaq Alaihi)&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Dari hadits Bilal diatas dapat difahami bahwa adzan pertama yang dikumandangkannya adalah untuk membangunkan seorang yang hendak berpuasa keesokan harinya agar bersahur. Sedangkan adzan kedua yang dikumandangkan Ibnu Ummi Maktum adalah datangnya waktu shubuh yang menandakan berhentinya waktu sahur.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Waktu imsak yang ditentukan sepuluh menit sebelum shubuh itu adalah perkiraan para ulama yang setara dengan seorang yang membaca sebanyak 50 ayat Al Qur’an, yaitu batas waktu antara selesainya sahur dengan adzan waktu shubuh. Dan 50 ayat ini adalah waktu yang cukup atau tengah-tengah, ia tidak terlalu cepat dan tidak terlalu lambat.&lt;/p&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; &lt;/div&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;Pada dasarnya waktu akhir dari sahur seseorang adalah sedikit menjelang masuknya waktu fajar akan tetapi diharamkan baginya jika telah masuk waktu fajar. Namun demikian dianjurkan agar seorang yang bersahur menghentikan sahurnya pada sepuluh menit sebelum masuknya shubuh agar dirinya memiliki kesiapan penuh untuk berpuasa esok harinya dan agar dirinya juga bersiap-siap untuk melaksanakan shalat shubuhnya.&lt;/p&gt;&lt;p style="text-align: justify;"&gt;from: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/bagaimanakah-sahurnya-rasulullah-saw.htm"&gt;eramuslim&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-2681793549026747578?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oC87OHNU1gC9i1YEfljcGkZQRQ8/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oC87OHNU1gC9i1YEfljcGkZQRQ8/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oC87OHNU1gC9i1YEfljcGkZQRQ8/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/oC87OHNU1gC9i1YEfljcGkZQRQ8/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=g9YXP6ttYeE:PvThSW6uZas:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/g9YXP6ttYeE" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/g9YXP6ttYeE/imsak-dan-sahur-rasulullah-saw.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/09/imsak-dan-sahur-rasulullah-saw.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-217914274965842049</guid><pubDate>Sat, 05 Sep 2009 08:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-05T15:51:30.540+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Shalat Tarawih Rasulullah</category><title>Shalat Tarawih Rasulullah</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Tentang shalat tarawih yang dilakukan Rasulullah saw telah diriwayatkan oleh Imam Bukhori dari Abu Salamah bin Abdurrahman bahwa dirinya pernah bertanya kepada Aisyah tentang bagaimana shalat Rasulullah saw di bulan Ramadhan? Lalu Aisyah menjawab,”Bahwa beliau tidaklah menambah didalam bulan ramadhan juga tidak di bulan selainnya dari sebelas raka’at. Beliau saw shalat empat rakaat dan janganlah anda bertanya tentang bagus dan panjangnya rakaat itu. Kemudian beliau saw shalat empat rakaat dan janganlah anda bertanya tentang bagus dan panjangnya rakaat itu. Kemudian beliau saw shalat tiga rakaat.” Lalu aku berkata,”Wahai Rasulullah, apakah engkau tidur sebelum melakukan shalat witir?” Beliau saw menjawab,”Wahai Aisyah, sesungguhnya kedua mataku tidur namun hatiku tidaklah tidur.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Perkataannya ”beliau saw shalat empat rakaat” tidaklah meniadakan bahwa beliau saw mengucapkan salam setelah dua rakaat, sebagaiamana sabda Rasulullah saw,”Shalat malam dua rakaat dua rakaat” dan perkataannya,”Beliau shalat tiga rakaat” maknanya adalah beliau saw melakukan shalat dua rakaat dan satu rakaat witir, sebagaimana diriwayatkan oleh Muslim dari Urwah dari Aisyah berkata,”Rasulullah saw melakukan shalat malam sebelas rakaat dengan witir satu rakaat.” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hadits Aisyah diatas menunjukkan bahwa shalat tarawih yang dilakukan oleh Rasulullah saw begitu panjang dan bagus dalam pengerjaannya sebagaimana shalat-shalat malamnya pada umumnya di luar bulan ramadhan. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun demikian bukan berarti orang yang tidak melaksanakan shalat tarawih sebelas rakaat kemudian dipersalahkan karena tidak mengikuti contoh yang dilakukan oleh Rasulullah saw.&lt;br /&gt;Sudah menjadi ijma’ para sahabat pada masa Umar bin Khottob bahwa manusia melakukan shalat tarawih sebanyak dua puluh rakaat. Meskipun hal ini tidak pernah terjadi pada masa Rasulullah saw bukan berarti bahwa hal ini tidak dianggap sunnah karena beliau saw telah memerintahkan kita untuk mengikuti apa-apa yang dilakukan oleh para Khulafaur Rasyidin, termasuk Umar bin Khottob, sebagaimana diriwayatkan oleh Tirmidzi dari al ’Irabdh bin Sariyah bahwa Rasulullah saw bersabda,”Hendaklah kalian berpegang dengan sunnahku dan sunnah para Khulafaur Rasydin al Mahdiyyin setelahku, gigitlah dengan gigi graham.” &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Didalam al Mausu’ah al Fiqhiyah juz II hal 9635 – 9636 disebutkan bahwa jumhur fuqaha dari kalangan madzhab Hanafi, Syafi’i, Hambali dan sebagian Maliki berpendapat bahwa shalat tarawih dilakukan dengan dua puluh rakaat, sebagaimana diriwayatkan oleh Malik dari Yazid bin Ruman dan Baihaqi dari as Saib bin Yazid tentang shalat manusia pada masa Umar adalah dua puluh rakaat. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Al Kasani mengatakan bahwa Umar pernah mengumpulkan para sahabat Rasul saw pada bulan ramadhan dengan diimami oleh Ubay bin Ka’ab untuk melakukan shalat sebanyak dua puluh rakaat dan tak seorang pun mengingkarinya sehingga hal itu menjadi ijma dari mereka dalam hal itu.Ad Dasuqi dan yang lainnya mengatakan bahwa hal itu merupakan perbuatan para sahabat dan tabi’in. Sedangkan Ibnu Abidin mengatakan bahwa hal itu adalah perbuatan manusia di bagian barat maupun timur. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Diriwayatkan oleh Malik dari as Saib bin Yazid berkata,”Umar bin Khottob pernah memerintahkan Ubay bin Ka’ab dan Tamim ad Dariy untuk mengimami manusia dengan sebelas rakaat.” dia mengatakan bahwa imam membacanya dengann dua ratus ayat sehingga kami bersandar dengan tongkat karena lamanya berdiri dan kami tidaklah pulang kecuali mendekati fajar.” diriwayatkan oleh Malik dari Yazid bin Ruman bahwa dia mengatakan,”Manusia melakukan shalat pada masa Umar bin Khottob pada bulan ramadhan sebanyak dua puluh tiga rakaat.” diperkuat lagi oleh Baihaqi dan al Bajiy serta lainnya dari as Saib bin Yazid mengatakan bahwa mereka melakukan shalat dimasa Umar bin Khottob pada bulan ramadhan sebanyak dua puluh rakaat.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al Bajiy mengatakan bahwa kemungkinan Umar memerintahkan shalat sebelas rakaat serta memerintahkannya untuk memanjangkan bacaannya, dengan membaca dua ratus ayat setiap rakaatnya karena memanjangkan bacaan menjadi hal yang diutamakan. Dan ketika manusia saat itu mengalami kelemahan untuk itu maka Umar pun memerintakan agar shalat dikerjakan dengan dua puluh rakaat untuk meringankan mereka dari panjangnya berdiri saat shalat dan untuk mendapatkan beberapa keutamanaan dengan penambahan rakaat. Al Adawiy mengatakan bahwa sebelas rakaat adalah perintah awalnya lalu berubah menjadi dua puluh rakaat.”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;sumber: &lt;a href="http://www.eramuslim.com/ustadz-menjawab/sholat-tarwih-rosulullah.htm"&gt;Eramuslim&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-217914274965842049?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J3ZZ9qlq0bbq-_mDGFeU_NR31ds/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J3ZZ9qlq0bbq-_mDGFeU_NR31ds/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J3ZZ9qlq0bbq-_mDGFeU_NR31ds/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/J3ZZ9qlq0bbq-_mDGFeU_NR31ds/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=3Jr3_GYJbHw:qHA20BbvEuM:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/3Jr3_GYJbHw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/3Jr3_GYJbHw/shalat-tarawih-rasulullah.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/09/shalat-tarawih-rasulullah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-8362791127335205325</guid><pubDate>Tue, 01 Sep 2009 09:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-09-01T18:50:13.611+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">14 ALASAN MERINDUKAN RAMADHAN</category><title>14 ALASAN MERINDUKAN RAMADHAN</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Seperti seorang kekasih, selalu diharap-harap kedatangannya. Rasanya tak ingin berpisah sekalipun cuma sedetik. Begitulah Ramadhan seperti digambarkan sebuah hadits yang diriwayatkan Ibnu Khuzaimah, "Andaikan tiap hamba mengetahui apa yang ada dalam Ramadhan, maka ia bakal berharap satu tahun itu puasa terus." Sesungguhnya, ada apanya di dalam Ramadhan itu, ikutilah berikut ini:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;1. Gelar taqwa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Taqwa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; adalah gelar tertinggi yang dapat diraih manusia sebagai hamba Allah. Tidak ada gelar yang lebih mulia dan tinggi daripada itu. Maka setiap hamba yang telah mampu meraih gelar taqwa, ia dijamin hidupnya di surga dan diberi kemudahan-kemudahan di dunia. Dan puasa adalah sarana untuk mendapatkan gelar taqwa itu. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Hai orang-orang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertaqwa." (QS al-Baqarah: 183) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudahan-kemudahan yang diberikan Allah kepada hambanya yang taqwa, antara lain:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;a. Jalan keluar dari semua masalah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemampuan manusia amat terbatas, sementara persoalan yang dihadapi begitu banyak. Mulai dari masalah dirinya, anak, istri, saudara, orang tua, kantor dan sebagainya. Tapi bila orang itu taqwa, Allah akan menunjukkan jalan berbagai persoalan itu. Bagi Allah tidak ada yang sulit, karena Dialah pemilik kehidupan ini.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"...Barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar." (QS. Ath Thalaaq: 2) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"..Dan barang siapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Allah menjadikan baginya kemudahan dalam urusannya." (QS. Ath Thalaaq: 4)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;b. Dicukupi kebutuhannya &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Dan memberinya rezeki dari arah yang tak disangka-sangkanya. Dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, niscaya Allah akan mencukupkan (keperluan)nya. ..."(QS. Ath Thalaaq: 3)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;c. Ketenangan jiwa, tidak khawatir dan sedih hati&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bagaimana bisa bersedih hati, bila di dalam dadanya tersimpan Allah. Ia telah menggantungkan segala hidupnya kepada Pemilik kehidupan itu sendiri. Maka orang yang selalu mengingat-ingat Allah, ia bakal memperoleh ketenangan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Hai anak-anak Adam, jika datang kepadamu rasul-rasul daripada kamu yang menceritakan kepadamu ayat-ayat-KU, maka barangsiapa bertaqwa dan mengadakan perbaikan, tidaklah ada kekhawatiran terhadap mereka dan tidak (pula) mereka bersedih hati." (QS. al-A'raaf: 35)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;2. Bulan pengampunan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak ada manusia tanpa dosa, sebaik apapun dia. Sebaik-baik manusia bukanlah yang tanpa dosa, sebab itu tidak mungkin. Manusia yang baik adalah yang paling sedikit dosanya, lalu bertobat dan bernjanji tidak mengulangi perbuatan dosa itu lagi. Karena dosa manusia itu setumpuk, maka Allah telah menyediakan alat penghapus yang canggih. Itulah puasa pada bulan Ramadhan. Beberapa hadis menyatakan demikian, salah satunya diriwayatkan Bukhari Muslim dan Abu Dawud, "Barangsiapa berpuasa pada bulan Ramadhan karena keimanannya dan karena mengharap ridha Allah, maka dosa-dosa sebelumnya diampuni."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;3. Pahalanya dilipatgandakan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak hanya pengampunan dosa, Allah juga telah menyediakan bonus pahala berlipat-lipat kepada siapapun yang berbuat baik pada bulan mulia ini. Rasulullah bersabda, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Setiap amal anak keturunan Adam dilipatgandakan. Tiap satu kebaikan sepuluh lipad gandanya hingga tujuh ratus lipat gandanya." (HR. Bukhari Muslim). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahkan amalan-amalan sunnah yang dikerjakan pada Ramadhan, pahalanya dianggap sama dengan mengerjakana amalan wajib (HR. Bahaiqi dan Ibnu Khuzaimah). Maka perbanyaklah amal dan ibadah, mumpung Allah menggelar obral pahala.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;4. Pintu surga dibuka dan neraka ditutup&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Kalau datang bulan Ramadhan terbuka pintu surga, tertutup pintu neraka, dan setan-setan terbelenggu."(HR Muslim) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kenapa pintu surga terbuka? Karena sedikit saja amal perbuatan yang dilakuka n, bisa mengantar seseorang ke surga. Boleh diibaratkan, bulan puasa itu bulan obral. Orang yang tidak membeli akan merugi. Amal sedikit saja dilipatgandakan ganjarannya sedemikian banyak. Obral ganjaran itu untuk mendorong orang melakukan amal-amal kebaikan di bulan Ramadhan. Dengan demikian otomatis pintu neraka tertutup dan tidak ada lagi kesempatan buat setan menggoda manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;5. Ibadah istimewa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Keistimewaan puasa ini dikatakan Allah lewat hadis qudsinya, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Setiap amalan anak Adam itu untuk dirinya, kecuali puasa. Itu milik-Ku dan Aku yang membalasnya karena ia (orang yang berpuasa) meninggalkan syahwat dan makanannya karena Aku." (HR Bukhari Muslim) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut Quraish Shihab, ahli tafsir kondang dari IAIN Syarif Hidayatullah Jakarta, puasa dikatakan untuk Allah dalam arti untuk meneladani sifat-sifat Allah. Itulah subtansi puasa. Misalnya, dalam bidang jasmani, kita tahu Tuhan tidak beristri. Jadi ketika berpuasa dia tidak boleh melakukan hubungan seks. Allah tidak makan, tapi memberi makan. Itu diteladani, maka ketika berpuasa kita tidak makan, tapi kita memberi makan. Kita dianjurkan untuk mengajak orang berbuka puasa. Ini tahap dasar meneladani Allah.Masih ada tahap lain yang lebih tinggi dari sekedar itu. Maha Pemurah adalah salah satu sifat Tuhan yang seharusnya juga kita teladani. Maka dalam berpuasa, kita dianjurkan banyak bersedekah dan berbuat kebaikan. Tuhan Maha Mengetahui. Maka dalam berpuasa, kita harus banyak belajar. Belajar bisa lewat membaca al-Qur'an, membaca kitab-kitab yang bermanfaat, meningkatkan pengetahuan ilmiah.Allah swt setiap saat sibuk mengurus makhluk-Nya. Dia bukan hanya mengurus manusia. Dia juga mengurus binatang. Dia mengurus semut. Dia mengurus rumput-rumput yang bergoyang. Manusia yang berpuasa meneladani Tuhan dalam sifat-sifat ini, sehingga dia harus selalu dalam kesibukan.Perlu ditekankan meneladani Tuhan itu sesuai dengan kemampuan kita sebagai manusia. Kita tidak mampu untuk tidak tidur sepanjang malam, tidurlah secukupnya. Kita tidak mampu untuk terus-menerus tidak makan dan tidak minum. Kalau begitu, tidak makan dan tidak minum cukup sejak terbitnya fajar sampai tenggelamnya matahari saja.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;6. Dicintai Allah&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah, sesesorang yang meneladani Allah sehingga dia dekat kepada-Nya. Bila sudah dekat, minta apa saja akan mudah dikabulkan. Bila Allah telah mencintai hambanya, dilukiskan dalam satu hadis Qudsi, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Kalau Aku telah mencintai seseorang, Aku menjadi pendengaran untuk telinganya, menjadi penglihatan untuk matanya, menjadi pegangan untuk tangannya, menjadi langkah untuk kakinya." (HR Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;7. Doa dikabulkan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Dan apabila hamba-hamba- Ku bertanya kepadamu tentang Aku, katakanlah bahwa Aku dekat. Aku mengabulkan permohonan orang berdoa apabila dia berdoa, maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku." (QS. al-Baqarah: 186)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memperhatikan redaksi kalimat ayat di atas, berarti ada orang berdoa tapi sebenarnya tidak berdoa. Yaitu doanya orang-orang yang tidak memenuhi syarat. Apa syaratnya? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"maka hendaklah mereka itu memenuhi (segala perintah)Ku."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Benar, berdoa pada Ramadhan punya tempat khusus, seperti dikatakan Nabi saw, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Tiga doa yang tidak ditolak; orang berpuasa hingga berbuka puasa, pemimpin yang adil dan doanya orang teraniaya. Allah mengangkat doanya ke awan dan membukakan pintu-pintu langit. 'Demi kebesaranKu, engkau pasti Aku tolong meski tidak sekarang." (HR Ahmad dan Tirmidzi)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun harus diingat bahwa segala makanan yang kita makan, kesucian pakaian, kesucian tempat, itu punya hubungan yang erat dengan pengabulan doa. Nabi pernah bersabda, ada seorang yang sudah kumuh pakaiannya, kusut rambutnya berdoa kepada Tuhan. Sebenarnya keadaannya yang kumuh itu bisa mengantarkan doanya dia diterima. Tapi kalau makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya yang dipakainya terambil dari barang yang haram, bagaimana bisa dikabulkan doa'nya? Jadi doa itu berkaitan erat dengan kesucian jiwa, pakaian dan makanan. Di bulan Ramadhan jiwa kita diasah hingga bersih. Semakin bersih jiwa kita, semakin tulus kita, semakin bersih tempat, pakaian dan makanan, semakin besar kemungkinan untuk dikabulkan doa.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;8. Turunnya Lailatul Qodar&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada bulan Ramadhan Allah menurunkan satu malam yang sangat mulia. Saking mulianya Allah menggambarkan malam itu nilainya lebih dari seribu bulan (QS. al-Qadr). Dikatakan mulia, pertama lantaran malam itulah awal al-Qur'an diturunkan. Kedua, begitu banyak anugerah Allah dijatuhkan pada malam itu. Beberapa hadits shahih meriwayatkan malam lailatul qodar itu jatuh pada sepuluh hari terakhir bulan Ramadhan. Seperti dirawikan Imam Ahmad, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Lailatul qadar adalah di akhir bulan Ramadhan tepatnya di sepuluh terakhir, malam kedua puluh satu atau duapuluh tiga atau duapuluh lima atau duapuluh tujuh atau duapuluh sembilan atau akhir malam Ramadhan. Barangsiapa mengerjakan qiyamullail (shalat malam) pada malam tersebut karena mengharap ridha-Ku, maka diampuni dosanya yang lampau atau yang akan datang."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengapa ditaruh di akhir Ramadhan, bukan pada awal Ramadhan? Rupanya karena dua puluh malam sebelumnya kita mengasah dan mengasuh jiwa kita. Itu adalah suatu persiapan untuk menyambut lailatul qodar.Ada dua tanda lailatul qadar. Al Qur'an menyatakan, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Pada malam itu turun malaikat-malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhan mereka untuk mengatur segala urusan. Malam itu (penuh) kesejahteraan/ kedamaian sampai terbit fajar. (QS al-Qadr: 4-5)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Malaikat bersifat gaib, kecuali bila berubah bentuk menjadi manusia. Tapi kehadiran malaikat dapat dirasakan. Syekh Muhammad Abduh menggambarkan, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Kalau Anda menemukan sesuatu yang sangat berharga, di dalam hati Anda akan tercetus suatu bisikan, 'Ambil barang itu!' Ada bisikan lain berkata, 'Jangan ambil, itu bukan milikmu!' Bisikan pertama adalah bisikan setan. Bisikan kedua adalah bisikan malaikat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;" Dengan demikian, bisikan malaikat selalu mendorong seseorang untuk melakukan hal-hal positif. Jadi kalau ada seseorang yang dari hari demi hari sisi kebajikan dan positifnya terus bertambah, maka yakinlah bahwa ia telah bertemu dengan lailatul qodar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;9. Meningkatkan kesehatan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sudah banyak terbukti bahwa puasa dapat meningkatkan kesehatan. Misalnya, dengan puasa maka organ-organ pencernaan dapat istirahat. Pada hari biasa alat-alat pencernaan di dalam tubuh bekerja keras. Setiap makanan yang masuk ke dalam tubuh memerlukan proses pencernaan kurang lebih delapan jam. Empat jam diproses di dalam lambung dan empat jam di usus kecil (ileum). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika malam sahur dilakukan pada pukul 04.00 pagi, berarti pukul 12 siang alat pencernaan selesai bekerja. Dari pukul 12 siang sampai waktu berbuka, kurang lebih selama enam jam, alat pencernaan mengalami istirahat total. Meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Berdasarkan penelitian yang dilakukan para ahli kesehatan, ternyata dengan berpuasa sel darah putih meningkat dengan pesat sekali. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Penambahan jumlah sel darah putih secara otomatis akan meningkatkan sistem kekebalan tubuh. Menghambat perkembangan atau pertumbuhan bakteri, virus dan sel kanker. Dalam tubuh manusia terdapat parasit-parasit yang menumpang makan dan minum. Dengan menghentikan pemasukan makanan, maka kuman-kuman penyakit seperti bakteri-bakteri dan sel-sel kanker tidak akan bisa bertahan hidup. Mereka akan keluar melalui cairan tubuh bersama sel-sel yang telah mati dan toksin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Manfaat puasa yang lain adalah membersihkan tubuh dari racun kotoran dan ampas, mempercepat regenerasi kulit, menciptakan keseimbangan elektrolit di dalam lambung, memperbaiki fungsi hormon, meningkatkan fungsi organ reproduksi, meremajakan atau mempercepat regenerasi sel-sel tubuh, meningkatkan fungsi fisiologis organ tubuh, dan meningkatkan fungsi susunan syaraf.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;10. Penuh harapan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Saat berpuasa, ada sesuatu yang diharap-harap. Harapan itu kian besar menjelang sore. Sehari penuh menahan lapar dan minum, lalu datang waktu buka, wah... rasanya lega sekali. Alhamdulillah. Itulah harapan yang terkabul. Apalagi harapan bertemu Tuhan, masya' Allah, menjadikan hidup lebih bermakna. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;" Setiap orang berpuasa selalu mendapat dua kegembiraan, yaitu tatkala berbuka puasa dan saat bertemu dengan Tuhannya." (HR. Bukhari).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;11. Masuk surga melalui pintu khusus, Rayyaan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Sesungguhnya di surga itu ada sebuah pintu yang disebut rayyan yang akan dilewati oleh orang-orang yang berpuasa pada hari kiamat nanti, tidak diperbolehkan seseorang melewatinya selain mereka. Ketika mereka dipanggil, mereka akan segera bangkit dan masuk semuanya kemudian ditutup." (HR. Bukhari) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Minum air telaganya Rasulullah saw:&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Barangsiapa pada bulan Ramadhan memberi makan kepada orang yang berbuka puasa, maka itu menjadi ampunan bagi dosa-dosanya, dan mendapat pahala yang sama tanpa sedikit pun mengurangi pahala orang lain. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka (para sahabat) berkata, 'Wahai Rasulullah, tidak setiap kami mempunyai makanan untuk diberikan kepada orang yang berbuka puasa.' &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Beliau berkata, 'Allah memberikan pahala kepada orang yang memberi buka puasa meski dengan sebutir kurma, seteguk air, atau sesisip susu... Barangsiapa memberi minum orang yang berpuasa maka Allah akan memberinya minum seteguk dari telagak dimana ia tidak akan haus hingga masuk surga." (HR. Ibnu Khuzaimah dan Baihaqi)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;12. Berkumpul dengan sanak keluarga&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada tanggal 1 Syawal ummat Islam merayakan Hari Raya Idhul Fitri. Inilah hari kemenangan setelah berperang melawan hawa nafsu dan syetan selama bulan Ramadhan. Di Indonesia punya tradisi khusus untuk merayakan hari bahagia itu yang disebut Lebaran. Saat itu orang ramai melakukan silahtuhrahim dan saling memaafkan satu dengan yang lain. Termasuk kerabat-kerabat jauh datang berkumpul. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Orang-orang yang bekerja di kota-kota pulang untuk merayakan lebaran di kampung bersama kedua orang tuanya. Maka setiap hari Raya selalu terjadi pemandangan khas, yaitu orang berduyun-duyun dan berjubel-jubel naik kendaraan mudik ke kampung halaman. Silaturahmi dan saling memaafkan itu menurut ajaran Islam bisa berlangsung kapan saja. Tidak mesti pada Hari Raya. Tetapi itu juga tidak dilarang. Justru itu momentum bagus. Mungkin, pada hari biasa kita sibuk dengan urusan masing-masing, sehingga tidak sempat lagi menjalin hubungan dengan tetangga dan saudara yang lain. Padahal silahturahim itu dianjurkan Islam, sebagaimana dinyatakan hadis, &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Siapa yang ingin rezekinya dibanyakkan dan umurnya dipanjangkan, hendaklah ia menghubungkan tali silaturahmi!" (HR. Bukhari)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;13. Qaulan Tsaqiilaa&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;”Pada malam Ramadhan ditekankan (disunnahkan) untuk melakukan shalat malam dan tadarus al-Qur'an. Waktu paling baik menunaikan shalat malam sesungguhnya seperdua atau sepertiga malam terakhir ” (QS Al Muzzammil: 3). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi demi kesemarakan syiar Islam pada Ramadhan ulama membolehkan melakukan terawih pada awal malam setelah shalat isya' dengan berjamaah di masjid. Shalat ini populer disebut shalat tarawih. Shalat malam itu merupakan peneguhan jiwa, setelah siangnya sang jiwa dibersihkan dari nafsu-nafsu kotor lainnya. Ditekankan pula usai shalat malam untuk membaca Kitab Suci al-Qur'an secara tartil (memahami maknanya). &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan membaca Kitab Suci itu seseorang bakal mendapat wawasan-wawasan yang luas dan mendalam, karena al-Qur'an memang sumber pengetahuan dan ilham.Dengan keteguhan jiwa dan wawasan yang luas itulah Allah kemudian mengaruniai qaulan tsaqiilaa (perkataan yang berat). Perkataan-perkataan yang berbobot dan berwibawa. Ucapan-ucapannya selalu berisi kebenaran. Maka orang-orang yang suka melakukan shalat malam wajahnya bakal memancarkan kewibawaan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;14. Hartanya tersucikan&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Setiap Muslim yang mampu pada setiap Ramadhan diwajibkan mengeluarkan zakat. Ada dua zakat, yaitu fitrah dan maal. Zakat fitrah besarnya 2,5 kilogram per orang berupa bahan-bahan makanan pokok. Sedangkan zakat maal besarnya 2,5 persen dari seluruh kekayaannya bila sudah mencapai batas nisab dan waktunya. Zakat disamping dimaksudkan untuk menolong fakir miskin, juga guna mensucikan hartanya. Harta yang telah disucikan bakal mendatangkan barakah dan menghindarkan pemiliknya dari siksa api neraka. Harta yang barakah akan mendatangkan ketenangan, kedamaian dan kesejahteraan. Sebaliknya, harta yang tidak barakah akan mengundang kekhawatiran dan ketidaksejahteraan.&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-8362791127335205325?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5sFJ3XEeSZGTciP_HC4R0445DXc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5sFJ3XEeSZGTciP_HC4R0445DXc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5sFJ3XEeSZGTciP_HC4R0445DXc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/5sFJ3XEeSZGTciP_HC4R0445DXc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=MEIkvTyWFXg:Qd2GBAE7sSI:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/MEIkvTyWFXg" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/MEIkvTyWFXg/14-alasan-merindukan-ramadhan.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/09/14-alasan-merindukan-ramadhan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-431464344388059953</guid><pubDate>Mon, 31 Aug 2009 09:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-31T16:17:57.212+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">HUKUM MENINGGALKAN PUASA BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI</category><title>HUKUM MENINGGALKAN PUASA BAGI IBU HAMIL DAN MENYUSUI</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Dijelaskan bahwa:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;menurut Madzhab Imam Syafii dan Imam Hanbali bahwa diwajibkan bagi yg menyusui atau hamil untuk meng Qadha puasanya lalu dibarengi dengan memberi makan orang miskin (fidyah)&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut Madzhab Imam Hanafi hanya meng Qadha saja tanpa fidyah&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut madzhab Maliki bagi yg hamil meng Qadha saja tanpa fidyah dan bagi yg menyusui Qadha dan fidyah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;semoga bermanfaat&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-431464344388059953?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YDHlvGWvb9erJKfuU5xErVTiwqg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YDHlvGWvb9erJKfuU5xErVTiwqg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YDHlvGWvb9erJKfuU5xErVTiwqg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/YDHlvGWvb9erJKfuU5xErVTiwqg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=PqdZrp91Pzs:PQaaASk14VM:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/PqdZrp91Pzs" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/PqdZrp91Pzs/hukum-meninggalkan-puasa-bagi-ibu-hamil.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/08/hukum-meninggalkan-puasa-bagi-ibu-hamil.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-1786646837905661385</guid><pubDate>Fri, 21 Aug 2009 07:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-21T15:06:24.831+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TINGKATAN ORANG BERPUASA</category><title>TINGKATAN ORANG BERPUASA</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Berhubung besok kita akan melaksanakan puasa tahun 1430 H, maka ada baiknya kita mengetahui tingkatan orang berpuasa agar kita bisa mengkur diri kita termasuk tingkat yang mana.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;p align="justify"&gt;Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya' Ulumuddin membagi puasa dalam tiga tingkatan :&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;1. Puasanya orang Awam&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;2. Puasanya orang Khusus&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;3. Puasanya orang Super Khusus.&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PUASANYA ORANG AWAM&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Puasanya orang awam adalah puasa yang hanya menahan perut (dari makan dan minum) dan kemaluan dari memperturutkan syahwat. &lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Rasulullah SAW bersabda&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;,"Berapa banyak orang yang berpuasa, namun tidak didapatkan dari puasanya itu kecuali haus dan lapar." (Hadits Riwayat Turmudzi)&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Imam Al-Ghazali berkata :&lt;em&gt;&lt;span style="color:#999900;"&gt; "Berapa banyak orang yang berpuasa, namun ia tidak mendapatkan dari puasanya itu selain lapar dan haus. Sebab, hakikat puasa itu adalah menahan hawanafsu, bukanlah sekedar menahan lapar dan haus. Boleh jadi orang tersebut memandang yang haram, menggunjing dan berdusta. Maka yang demikian itu membatalkan hakikat puasa."&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Para Ulama berkata: &lt;span style="color:#666600;"&gt;&lt;em&gt;"Betapa banyak orang yang berpuasa padahal ia berbuka (tidak berpuasa) dan betapa banyak orang yang berbuka padahal ia berpuasa." Yang dimaksud dengan orang yang berbuka tetapi berpuasa ialah menjaga anggota tubuhnya dari perbuatan dosa sementara ia tetap makan dan minum. Sedangkan yang dimaksud denganberpuasa tapi berbuka&lt;/em&gt; &lt;em&gt;ialah yang melaparkan perutnya sementara ia melepaskan kendali bagi anggota tubuh yang lain."&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PUASANYA ORANG KHUSUS&lt;/strong&gt;&lt;/p&gt;&lt;p align="justify"&gt;Yaitu puasanya orang-orang sholeh, yang selain menahan perut dan kemaluan juga menahan semua anggota badan dari berbagai dosa, kesempurnaannya ada 7 perkara.&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menundukkan pandangan dan menahannya dari memandang hal yang dicela dan dibenci, kesetiap hal yang dapat menyibukkan diri dari mengingat AllahSWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menjaga lisan dari membual, dusta, ghibah, perkataan kasar, pertengkaran, perdebatan dan mengendalikannya dengan diam, menyibukkan dengan dzikrullah dan membaca Al-qur'an.&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menahan pendengaran dari mendengarkan setiap hal yang dibenci (makruh) karena setiap hal yang diharamkan perkataannya diharamkan pula mendengarnya.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menahan berbagai anggota badan lainnya dari berbagai dosa seperti tangan, kaki dari hal-hal yang dibenci, menahan perut dari memakan makanan yang subhat (meragukan) pada saat tidak puasa (berbuka).&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tidak memperbanyak makanan yang halal pada saat berbuka sampai penuh perutnya, karena tidak ada wadah yang dibenci oleh Allah kecuali perut yang penuh dengan makanan halal. Bagaimana puasanya bisa bermanfaat untuk menundukkan musuhnya (setan) dan mengalahkan syahwatnya jikaorang yang berpuasa pada saat berbuka melahap berbagai makanan sebagai pengganti makanan yang tidak dibolehkan memakannya pada siang hari?. Bahkan menjadi tradisi menyimpan dan mengumpulkan makanan sebagai persiapan pada saat berbuka padahal makanan yang tersimpan itu melebihi kapasitas perut kita bahkan mungkin bisa untuk makanan satu minggu, astaghfirullah. &lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;br /&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengurangi Tidur. Banyak orang yang termakan oleh hadits dhaif (lemah) "bahwa tidurnya orang berpuasa adalah ibadah", padahal telah menjadi kebiasaan Rasulullah SAW, "apabila bulan Ramadhan tiba, beliau melipat alas tidurnya (mengurangi tidur), mengetatkan sarungnya (yakni bersungguh-sungguh dalam ibadah), serta mengajak keluarganya berbuat seperti itu pula"(HR.Bukhari-Muslim)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;div align="justify"&gt;Cemas dan harap. Hendaklah hatinya dalam keadaan "tergantung" dan "terguncang" antara cemas dan harap karena tidak tahu apakah puasanya diterima dan termasuk golongan yang Muqorrobin atau ditolak sehingga termasuk orang yang dimurkai oleh Allah SWT. Hendaklah hatinya selalu dalam keadaan demikian setiap selesai melakukan kebaikan. Hadits-hadits Rasulullah SAW "Puasa adalah perisai (tabir penghalang dari perbuatan dosa). Maka apabila seseorang dari kamu sedang berpuasa, janganlah ia mengucapkan sesuatu yang keji dan janganlah ia berbuat jahil." (Hadits Riwayat Bukhari - Muslim)&lt;/div&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Lima hal yang dapat membatalkan puasa: berkata dusta, ghibah (menggunjing orang), memfitnah, sumpah dusta dan memandang dengan syahwat." (Hadits Riwayat Al-Azdiy)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Barangsiapa yang tidak dapat meninggalkan perkataan kotor dan dusta selama berpuasa, maka Allah SWT tidak berhajat kepada puasanya." (HaditsRiwayat Bukhari)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Orang yang menggunjing dan mendengarkan gunjingan, keduanya bersekutudalam perbuatan dosa." (Hadits Riwayat Ath-Thabrani)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;PUASANYA ORANG KHUSUS LEBIH DARI KHUSUS&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Yaitu puasa hati dari berbagai keinginan yang rendah danp ikiran-pikiran yang tidak berharga, juga menjaga hati dari selain Allah secara total. Puasa ini akan menjadi "batal" karena pikiran selain Allah (pikiran tentang dunia). Iniadalah puasanya para Nabi dan Rasul Allah SWT.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Nah bagaimana dengan kualitas puasa kita nanti??????&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-1786646837905661385?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/39L70Q62xxz4c65OvYiwstXE83s/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/39L70Q62xxz4c65OvYiwstXE83s/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/39L70Q62xxz4c65OvYiwstXE83s/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/39L70Q62xxz4c65OvYiwstXE83s/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=HsUhKq6SLJQ:Sbqj47x60XA:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/HsUhKq6SLJQ" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/HsUhKq6SLJQ/tingkatan-orang-berpuasa.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/08/tingkatan-orang-berpuasa.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-382167992885593614</guid><pubDate>Tue, 18 Aug 2009 10:20:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-18T17:23:35.224+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Penyakit suka bicara</category><title>Penyakit suka bicara</title><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt;Ada baiknya kita renungkan bersama  cerita di bawah ini dimana pada saat ini sudah terlalu banyak orang yang katanya berilmu tapi sangat suka bicara.&lt;br /&gt;Berkata sebagian salaf, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; "Jika Allah Subhanahu wa Ta'ala menginginkan kebaikan bagi seseorang, maka dibukakan baginya amalan dan ditutup baginya pintu perdebatan. Dan jika Allah Subhanahu wa Ta'ala menginginkan keburukan bagi seseorang, maka ditutup baginya amalan dan dibukakan baginya pintu perdebatan." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Sering pula Imam Malik ra mencela seseorang yang memperbanyak omongan dan mudah berfatwa. Beliau ra pernah berkata, "Seseorang diantara mereka berbicara bagaikan unta. Ia gampang menyatakan, 'hal ini begini dan hal itu begitu.'" &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Beliau ra juga berkata, "Berbantah-bantahan dalam masalah ilmu dapat mengeraskan hati dan membuahkan kebencian." Bila ditanyakan kepada beliau tentang suatu masalah, beliau sering menjawab, "Aku tidak tahu." Demikian juga Imam Ahmad ra, beliau melakukan seperti apa yang dilakukan oleh Imam Malik ra. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Dan telah diriwayatkan adanya larangan memperbanyak pertanyaan dan mereka-reka persoalan serta menanyakan sesuatu yang belum terjadi, yang bila hal tersebut ditelusuri, maka akan jadi berkepanjangan. Seiring dengan apa yang telah disebutkan diatas, sesungguhnya pada perkataan salaf dan para imam seperti Imam Malik, Imam Syafi'i, Imam Ahmad, Imam Ishaq dan lain-lain, terdapat penegasan terhadap sumber hukum dan dasar-dasar hukum dalam perkataan yang ringkas dan dapat dipahami maksudnya tanpa harus dijelaskan panjang lebar. Dan bahkan perkataan yang panjang lebar dari orang-orang yang mudah bicara dengan akalnya itu, tidak mengandung kebenaran seperti yang terdapat pada perkataan para salaf dan para imam, meskipun perkataan para salaf dan para imam itu ringkas. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; Orang-orang salaf yang lebih suka berdiam diri dan tidak mengubris perselisihan dan perdebatan, bukan berarti mereka bodoh dan tidak mampu dalam hal itu, tetapi mereka sengaja berdiam diri karena kapasitas ilmu yang mereka miliki, serta rasa takut mereka kepada Allah Subhanahu wa Ta'ala. Dan orang-orang yang datang sesudahnya, mereka lebih suka mencari-cari persoalan, bukan karena mereka memiliki kelebihan ilmu dibandingkan orang lain, akan tetapi mereka melakukan hal itu karena rasa senang mereka terhadap bicara dan kurangnya rasa wara'. Seperti yang telah dikatakan oleh Al-Hasan ketika beliau mendengar orang-orang yang suka berselisih, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; "Mereka adalah kaum yang sudah bosan beribadah dan menganggap remeh suatu perkataan, serta telah berkurangnya rasa wara' mereka sehingga mereka tidak segan-segan untuk berbicara." &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:Arial;font-size:100%;"  &gt; &lt;span style="color: rgb(153, 102, 0);"&gt;[Disarikan dari Fadhl Al-Ilm As-Salaf 'ala Al-Khalaf, Al-Hafidz Ibn Rajab Al-Hanbaly]&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-382167992885593614?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VYv42gplOOtFu2JAOufOdaVWeDI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VYv42gplOOtFu2JAOufOdaVWeDI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VYv42gplOOtFu2JAOufOdaVWeDI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/VYv42gplOOtFu2JAOufOdaVWeDI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=1O4xUIcgy1c:3TMEp6cqSI8:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/1O4xUIcgy1c" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/1O4xUIcgy1c/penyakit-suka-bicara.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/08/penyakit-suka-bicara.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-1677590526943045526</guid><pubDate>Thu, 13 Aug 2009 07:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-08-13T14:14:38.660+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">RENUNGAN INDAH oleh W.S. Rendra</category><title>RENUNGAN INDAH oleh W.S. Rendra</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Seringkali aku berkata,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika semua orang memuji milikku&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahwa sesungguhnya ini hanyalah titipan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahwa mobilku hanyalah titipan-Nya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahwa rumahku hanyalah titipan-Nya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahwa hartaku hanyalah titipan-Nya&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahwa putraku hanyalah titipan-Nya &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tetapi, mengapa aku tak pernah bertanya : &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengapa Dia menitipkan padaku ???&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Untuk apa Dia menitipkan ini padaku ???&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan kalau bukan milikku, apa yang harus kulakukan untuk milik-Nya itu??? &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adakah aku memiliki hak atas sesuatu yang bukan milikku ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mengapa hatiku justru terasa berat, ketika titipan itu diminta kembali oleh-Nya ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika diminta kembali, kusebut itu sebagai musibah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kusebut itu sebagai ujian, kusebut itu sebagai petaka&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kusebut itu sebagai panggilan apa saja untuk melukiskan kalau itu adalah derita &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika aku berdoa, kuminta titipan yang cocok dengan hawa nafsuku &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Aku ingin lebih banyak harta, ingin lebih banyak mobil, lebih banyak popularitas, dan kutolak sakit, kutolak kemiskinan, seolah semua "derita" adalah hukum bagiku &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Seolah keadilan dan kasih-Nya harus berjalan seperti matematika :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;aku rajin beribadah, maka selayaknyalah derita menjauh dariku, dan nikmat dunia kerap menghampiriku. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kuperlakukan Dia seolah mitra dagang, dan bukan kekasih&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kuminta Dia membalas "perlakuan baikku", dan menolak keputusan-Nya yangtak sesuai keinginanku&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Gusti, padahal tiap hari kuucapkan, hidup dan matiku hanya untukberibadah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Ketika langit dan bumi bersatu, bencana dan keberuntungan sama saja".....&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-1677590526943045526?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jNdczweryfggF0YqwaD3QaTYmLQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jNdczweryfggF0YqwaD3QaTYmLQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jNdczweryfggF0YqwaD3QaTYmLQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/jNdczweryfggF0YqwaD3QaTYmLQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=66mkW1Np3ps:1Um6G8QfiRU:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/66mkW1Np3ps" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/66mkW1Np3ps/renungan-indah-oleh-ws-rendra.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/08/renungan-indah-oleh-ws-rendra.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-6967151408353875256</guid><pubDate>Wed, 22 Jul 2009 12:56:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-25T11:45:47.087+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">11 Jenis Manusia Didoa Malaikat</category><title>11 Jenis Manusia Didoa Malaikat</title><description>&lt;div align="justify"&gt;PERCAYA kepada malaikat adalah antara rukun iman. Ada malaikat yang ditugaskan berdoa kepada makhluk manusia dan sudah tentu seseorang yang didoakan malaikat mendapat keistimewaan. Dalam hidup, kita sangat memerlukan bantuan rohani dalam menghadapi ujian yang kian beraneka macam. Bantuan dan sokongan malaikat sangat diperlukan. Ketika kita menghadapi masalah, kerumitan, keperluan dan bimbingan, bukan saja kita perlukan kekuatan doa dari lidah, tetapi juga sokongan malaikat. Antara orang yang mendapat doa malaikat dan mudah-mudahan kita termasuk di dalam salah satunya, ialah: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;1. Orang yang tidur dalam keadaan bersuci.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesiapa yang tidur dalam keadaan suci, malaikat akan bersamanya di dalam pakaiannya. Dia tidak akan bangun hingga malaikat berdoa: "Ya Allah, ampunilah hamba-Mu si fulan kerana tidur dalam keadaan suci."&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;2. Orang yang sedang duduk menunggu waktu solat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidaklah salah seorang antara kalian yang duduk menunggu solat, selama ia berada dalam keadaan suci, kecuali kalangan malaikat akan mendoakannya: 'Ya Allah, ampunilah ia. Ya Allah sayangilah ia.'" &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;3. Orang yang berada di saf depan solat berjemaah. &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat ke atas (orang) yang berada pada saf depan."&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;4. Orang yang menyambung saf pada solat berjemaah:&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat selalu berselawat kepada orang yang menyambung saf."&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;5. Kalangan malaikat mengucapkan 'amin' ketika seorang imam selesai membaca Al-Fatihah.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Jika seorang imam membaca...(ayat terakhir al-Fatihah sehingga selesai), ucapkanlah oleh kamu 'aamiin' kerana sesiapa yang ucapannya itu bertepatan dengan ucapan malaikat, dia akan diampuni dosanya yang lalu."&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;6. Orang yang duduk di tempat solatnya selepas melakukan solat.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kalangan malaikat akan selalu berselawat kepada satu antara kalian selama ia ada di dalam tempat solat, di mana ia melakukan solat."&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;7. Orang yang melakukan solat Subuh dan Asar secara berjemaah.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Kalangan malaikat berkumpul pada saat solat Subuh lalu malaikat (yang menyertai hamba) pada malam hari (yang sudah bertugas malam hari hingga Subuh) naik (ke langit) dan malaikat pada siang hari tetap tinggal. "&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kemudian mereka berkumpul lagi pada waktu solat Asar dan malaikat yang ditugaskan pada siang hari (hingga solat Asar) naik (ke langit) sedangkan malaikat yang bertugas pada malam hari tetap tinggal lalu Allah bertanya kepada mereka: &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;em&gt;"Bagaimana kalian meninggalkan hamba-Ku?" &lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Mereka menjawab: &lt;em&gt;"Kami datang sedangkan mereka sedang melakukan solat dan kami tinggalkan mereka sedangkan mereka sedang melakukan solat, ampunilah mereka pada hari kiamat."&lt;/em&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;8. Orang yang mendoakan saudaranya tanpa pengetahuan orang yang didoakan.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Doa seorang Muslim untuk saudaranya yang dilakukan tanpa pengetahuan orang yang didoakannya adalah doa yang akan dikabulkan. Pada kepalanya ada seorang malaikat yang menjadi wakil baginya, setiap kali dia berdoa untuk saudaranya dengan sebuah kebaikan, malaikat itu berkata 'aamiin dan engkau pun mendapatkan apa yang ia dapatkan.'"&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;9. Orang yang membelanjakan harta (infak).&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidak satu hari pun di mana pagi harinya seorang hamba ada padanya kecuali dua malaikat turun kepadanya, satu antara kedua-duanya berkata: 'Ya Allah, berikanlah ganti bagi orang yang berinfak...'"&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;10. Orang yang sedang makan sahur.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Sesungguhnya Allah dan kalangan malaikat-Nya berselawat kepada orang yang sedang makan sahur."&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;11. Orang yang sedang melawat orang sakit.&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;Rasulullah s.a.w bersabda, maksudnya:&lt;br /&gt;&lt;em&gt;"Tidaklah seorang mukmin menjenguk saudaranya kecuali Allah akan mengutus 70,000 malaikat untuknya yang akan berselawat kepadanya di waktu siang hingga petang dan di waktu malam hingga Subuh."&lt;/em&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-6967151408353875256?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mps4HfHGuLmp-pIUinNBBs6ExkI/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mps4HfHGuLmp-pIUinNBBs6ExkI/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mps4HfHGuLmp-pIUinNBBs6ExkI/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/Mps4HfHGuLmp-pIUinNBBs6ExkI/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=Zrya7U2MBjw:cuHztJwONcE:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/Zrya7U2MBjw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/Zrya7U2MBjw/11-jenis-manusia-didoa-malaikat.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/07/11-jenis-manusia-didoa-malaikat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-2819727825179801068</guid><pubDate>Sat, 18 Jul 2009 11:34:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-07-18T18:36:37.119+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Lima Wasiat Abu Bakar</category><title>Lima Wasiat Abu Bakar</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Sahabat Rasul SAW, Abu Bakar Ash-Shiddiq, berkata, ”Kegelapan itu ada lima dan pelitanya pun ada lima. Jika tidak waspada, lima kegelapan itu akan menyesatkan dan memerosokkan kita ke dalam panasnya api neraka. Tetapi, barangsiapa teguh memegang lima pelita itu maka ia akan selamat di dunia dan akhirat.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kegelapan pertama adalah cinta dunia (hubb al-dunya). Rasulullah bersabda, ”Cinta dunia adalah biang segala kesalahan.” (HR Baihaqi). Manusia yang berorientasi duniawi, ia akan melegalkan segala cara untuk meraih keinginannya. Untuk memeranginya, Abu Bakar memberikan pelita berupa taqwa. Dengan taqwa, manusia lebih terarah secara positif menuju jalan Allah, yakni jalan kebenaran. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Kedua, berbuat dosa. Kegelapan ini akan tercerahkan oleh taubat nashuha (tobat yang sungguh-sungguh) . Rasulullah bersabda, ”Sesungguhnya bila seorang hamba melakukan dosa satu kali, di dalam hatinya timbul satu titik noda. Apabila ia berhenti dari berbuat dosa dan memohon ampun serta bertobat, maka bersihlah hatinya. Jika ia kembali berbuat dosa, bertambah hitamlah titik nodanya itu sampai memenuhi hatinya.” (HR Ahmad). Inilah al-roon (penutup hati) sebagaimana disebutkan dalam QS Al-Muthaffifin (83) ayat 14. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, kegelapan kubur akan benderang dengan adanya siraj (lampu penerang) berupa bacaan laa ilaaha illallah, Muhammad Rasulullah. Sabda Nabi SAW, ”Barangsiapa membaca dengan ikhlas kalimat laa ilaaha illallah, ia akan masuk surga.” Para sahabat bertanya, ”Wahai Rasulallah, apa wujud keikhlasannya?” Beliau menjawab, ”Kalimat tersebut dapat mencegah dari segala sesuatu yang diharamkan Allah kepada kalian.” &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Keempat, alam akhirat sangatlah gelap. Untuk meneranginya, manusia harus memperbanyak amal shaleh. QS Al-Bayyinah (98) ayat 7-8 menyebutkan, orang yang beramal shaleh adalah sebaik-baik makhluk, dan balasan bagi mereka adalah surga ‘Adn. Mereka kekal di dalamnya.&lt;br /&gt;Kegelapan kelima adalah shirath (jembatan penyeberangan di atas neraka) dan yaqin adalah penerangnya. Yaitu, meyakini dan membenarkan dengan sepenuh hati segala hal yang gaib, termasuk kehidupan setelah mati. Dengan keyakinan itu, kita akan lebih aktif mempersiapkan bekal sebanyak mungkin menuju alam abadi (akhirat). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Demikian lima wasiat Abu Bakar. Semoga kita termasuk pemegang kuat lima pelita itu, sehingga dapat menyibak kegelapan dan mengantarkan kita ke kebahagiaan abadi di surga. Amin. &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-2819727825179801068?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tF1cfoL8oc5R8Fh07bYPa7X6HNQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tF1cfoL8oc5R8Fh07bYPa7X6HNQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tF1cfoL8oc5R8Fh07bYPa7X6HNQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/tF1cfoL8oc5R8Fh07bYPa7X6HNQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=aXt7xdCx9Iw:q7OsQsZgcZM:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/aXt7xdCx9Iw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/aXt7xdCx9Iw/lima-wasiat-abu-bakar.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/07/lima-wasiat-abu-bakar.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-5192262883412024434</guid><pubDate>Fri, 19 Jun 2009 08:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-19T16:07:48.288+07:00</atom:updated><title>SIFAT ALLAH TA'ALA YG WAJIB DIKETAHUI</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Allah itu mempunyai sifat wajib,mustahil ( muhal ) dan sifat jaiz ( wenang )&lt;br /&gt;Sifat wajib Allah ada 20 dibagi jadi 4 bagian&lt;br /&gt;1. Sifat Nafsiyah&lt;br /&gt;2. Sifat Salbiyah&lt;br /&gt;3. Sifat Ma’ani&lt;br /&gt;4. Sifat Ma’nawiyah&lt;br /&gt;Sifat Nafsiyah : Sifat yang dinisbahkan kepada Allah yang maksudnya ada, yaitu sifat wujud&lt;br /&gt;Sifat mustahil /lawannya ( muhal ) = adam, artinya tidak ada&lt;br /&gt;Dalil : Allahulladzii khalaqas samaawati wal ardla wamaa baynahuma&lt;br /&gt;( Yaitu Allah, Dzat yang menciptakan tujuh lapisan langi dan bumi dan segala sesuatu yang ada diantaranya )&lt;br /&gt;Sifat Salbiyah :Sifat yang digunakan untuk menolak sesuatu yang tidak patut untuk dinisbahkan kepada Allah. Ada 5 sifat yaitu : Qidam,Baqo,Mukhalaf atu lil hawaditsi, Qiyamuhu binafsihi, Wahdaniyah&lt;br /&gt;Qidam = sudah sedia ada ( adanya tidak didahului oleh tidak adanya)&lt;br /&gt;Jawa: gusti Allah iku mesti disek disek i ora ono sing disek I, kari ora ono kang ngareni.&lt;br /&gt;Dalil : huwal awwalu wal akhiiru&lt;br /&gt;Huwa yaitu Allah, al awwalu, Dzat yang awal, wal akhiiru dan Dzat yang akhir&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan ( muhal ) qidam = huduts ( baru )&lt;br /&gt;Baqo = kekal / tetap, tetap dan kekalnya tidak dari diam tidak dari gerak, sebab diam dan gerak itu pekerjaan makhluq&lt;br /&gt;( jawa : tetep , tetepe ora songko obah ora songko meneng, sebab obah lan meneng iku penggawene makhluq )&lt;br /&gt;Dalil : Wayabqaa wajhu rabbika dzul jalaali wal ikraam (Ar Rohman27)&lt;br /&gt;Wayabqaa, dan tetaplah kekal, wajhu rabbika ,dzat Tuhanmu Muhammad, dzul jalaali yang mempunyai sifat keagungan, wal ikraam dan sifat kemulyaan.&lt;br /&gt;Sifat mustahil/Lawan ( muhal ) baqo = fana ( rusak / binasa )&lt;br /&gt;Mukhalafatu lil hawaditsi = berbeda dengan segala sesuatu yang baru ( makhluq ). Jawa: nulayani marang sekabehe barang kang anyar.&lt;br /&gt;Perbedaannya yaitu tidak berbentuk ( ora jerem ), tidak berbadan ( ora jisim ), tidak seperti intan permata ( ora jauhar ), tidak ada rupa ( ora ‘arod ) tidak betingkat – tingkat ( ora juz ), tidak terbagi ( ora kul ), tidak ada dalam fikiran kita.&lt;br /&gt;Dalil : laisa kamitslihi syaiun ( Asyuro 11 )&lt;br /&gt;Laisa, tidak ada, yaitu kamitslihi seperti persamaanNYa Allah, Syaiun dari segala sesuatu&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan ( muhal ) = mumtsalatu lil hawaditsi ( sama dengan yang baru )&lt;br /&gt;Qiyamuhu binafsihi = Berdiri diatas Dzatnya sendiri&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan ( muhal ) = Ihtiyaju lighairihi, artinya mustahil jika Allah butuh tempat kepada sesuatu selainNya&lt;br /&gt;Dalil : Innallaha La ghaniyyun ‘anil ‘alamin ( al ankabut : 6 )&lt;br /&gt;Innallaha, sesungguhnya Allah, la ghaniyyun, nyata dzat yang maha kaya/tidak butuh apapun, ‘anil ‘alamiin, kepada semua alam ( tidak butuh tempat, tidak butuh waktu, tidak butuh apapun )&lt;br /&gt;Wahdaniyah = Allah itu Dzat Esa / satu yang hakiki ( jawa : Gusti Allah iku mesti siji kang hakiki )&lt;br /&gt;Esa Dzat, tidak kamuttasil, tidak kammunfasil&lt;br /&gt;Esa sifat, tidak kamuttasil, tidak kammunfasil&lt;br /&gt;Esa perbuatan, kamuttasil wajib, tidak kammunfasil&lt;br /&gt;( jawa : siji Dzate, kamuttasil ora, kammunfasil ora&lt;br /&gt;siji sifate, Kamuttasil ora, kammunfasil ora&lt;br /&gt;siji panggawene, kamuttasil wajib, kammunfasil ora )&lt;br /&gt;Esa Dzat, tidak kamuttasil artinya Dzat Allah itu tidak seperti bilangan yang dapat disebut seperti bulu, kulit otot, daging, tulang, sum sum, bukan itu.&lt;br /&gt;Tidak Kammunfasil artinya : Dzat Allah itu tidak memakai bilangan yang pisah – pisah seperti jari tangan, jari kaki, bukan itu.&lt;br /&gt;Esa sifat, tidak kamuttasil artinya sifat Allah itu tidak seperti warna yang dapat disebut merah, hijau, kuning, putih, hitam, biru dan seterusnya, bukan itu&lt;br /&gt;Esa sifat, tidak kammunfasil artinya sifat Allah itu tidak seperti bilangan yang dapat dipisah pisah seperti tangan, kaki bukan itu.&lt;br /&gt;Esa perbuatan ( jawa: siji panggawene ) kamuttasil wajib artinya perbuatan Allah itu pasti dapat ditemukan pada ciptaanNya&lt;br /&gt;( jawa : Panngawene Gusti Allah iku mesti tetemu marang gawenane )&lt;br /&gt;Esa perbuatan, tidak kammunfasil artinya Mustahil jika Allah itu sampai terpisah dengan perbuatan atau ciptaanNya&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan dari sifat Wahdaniyah = Muhal Ta’addud artinya mustahil jika Allah itu sampai memakai bilangan, seperti satu dalam artian bilangan&lt;br /&gt;Dalil : Qul Huwallahu ahad&lt;br /&gt;Qul; katakanlah Muhammad, Allahu yaitu Allah, itu Ahadun satu yang hakiki ( jawa: siji ngijeni kang hakiki )&lt;br /&gt;Sifat Ma’ani : Artinya Allah sebelum menjadikan langit bumi seisinya ini, maka Allah sudah memiliki sifa Ma’ani yaitu Allah sudah kuasa, sudah berkehendak, sifat ma’ani ada 7 yaitu : Qudrat, Iradah, ‘Ilmu, Hayat, Sama’ , Bashar, Kalam&lt;br /&gt;Qudrat = Kuasa&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan ( muhal ) = ‘Ajzun artinya Lemah ( jawa: apes )&lt;br /&gt;Dalil : Innallaha ‘ala kulli syain qadiir ( Qs Albaqarah 20 )&lt;br /&gt;Innallaha, sesungguhnya Allah, ‘ala kulli Syain diatas segala sesuatu, Qadiruun, Kuasa&lt;br /&gt;Iradat = Allah itu mempunyai kehendak / Berkehendak&lt;br /&gt;Sifat Mustahil/lawan (muhal) = Karohah artinya Mustahil kalau sampai Allah itu terpaksa menuruti kehendak Makhluq ( jawa: kasereng )&lt;br /&gt;Dalil : Fa’aalul lima yuriidu ( Qs Al buruj 16 )&lt;br /&gt;( Dzat yang banyak mencipta segala sesuatu menurut kehendakNya )&lt;br /&gt;‘Ilmu = Allah Maha mengetahui ( Jawa : Ngudaneni )&lt;br /&gt;Sifat Mustahil / lawan ( muhal ) = Jahlun artinya, mustahil jika Allah itu bodoh&lt;br /&gt;Dalil : Innallaha ‘alimun bidzaatish shuduuri ( Qs Al Imron 119 )&lt;br /&gt;Innallaha, sesungguhnya Allah, ‘aliimun, Dzat yang maha mengetahui, bidzaatish shuduuri, diatas orang – orang yang memiliki beberapa macam keadaan hati&lt;br /&gt;( jawa: Setuhune Gusti Allah iku ngudaneni kelawan wong kang anduweni piro – piro ati )&lt;br /&gt;Hayat = Allah itu maha hidup, hidupNya tidak pakai nyawa, tidak pakai sukma&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan ( muhal ) = Mautun artinya mustahil jika Allah sampai mati.&lt;br /&gt;Dalil : Watawakkal ‘alal hayyilladzii laa yamuutu ( Qs Al Furqan 58 )&lt;br /&gt;Watawakkal, dan bertawakal/pasrah lah engkau Muhammad, kepada Hayyilladzii, Dzat yang maha hidup, laa yamuutu, yang tidak akan mati.&lt;br /&gt;Sama’ = Allah Maha mendengar, mendengarNya tidak pakai telinga ( Jawa : ngerungu, ngerungune ora nganggo kuping )&lt;br /&gt;Sifat mustahil/lawan ( muhal ) = Shomamun, artinya mustahil jika Allah itu tuli&lt;br /&gt;Dalil : Innallaha Samii’un ‘aliim ( Qs Al Imron 34 )&lt;br /&gt;Innallah, sesungguhnya Allah, itu Samii’un, Dzat yang maha mendengar, ‘aliimun dan Dzat maha mengetahui.&lt;br /&gt;Bashar = Allah Maha melihat, melihatNya tidak pakai mata ( Jawa: Gusti Allah iku mesti ningali, ningalane ora nganggo meripat )&lt;br /&gt;Sifat mustahil/lawan ( muhal ) = ‘Umyun artinya mustahil jika Allah buta&lt;br /&gt;Dalil : Wallahu bashiirun bimaa ta’maluna ( Qs Al Hujurat 18 )&lt;br /&gt;( Dan Allah itu Dzat yang maha melihat atas segala sesuatu perbuatan yang kamu lakukan )&lt;br /&gt;Kalam = Allah itu maha berfirman ( berkata – kata ) berkata –katanya Allah tidak pakai suara dan aksara (jawa: Gusti Allah mesti dawuh, dawuhe ora nganggo suoro, ora nganggo aksoro )&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan ( muhal ) = bukmun artinya mustahil jika Allah itu dzat yang bisu&lt;br /&gt;Dalil : Wakalamallahu Muusa takliiman&lt;br /&gt;Wakalamallahu, dan telah berfirman / berbicara Allah, Muusa kepada nabi Musa, takliiman dengan sebenar – benar berbicara / berfirman.&lt;br /&gt;Sifat Ma’nawiyah : Setelah menjadikan langit bumi sesisinya, Allah mempunyai sifat ma’nawiyah artinya Allah itu Yang Kuasa, Yang berkendak dan seterusnya, sifat ma’nawiyah ada 7 yaitu : Qadiran, Muridan, Aliiman, Hayyan, Samii’an, Bashiiran, Mutakalliman.&lt;br /&gt;Kaunuhu Qadiran = adanya Allah itu Dzat yang Kuasa&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan = ‘Ajizan artinya mustahil Allah dzat yang lemah&lt;br /&gt;Dalil = sifat qudrat&lt;br /&gt;Kaunuhu Muriidan = adanya Allah itu dzat yang berkehendak&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan = Karihan artinya mustahil Allah dzat yang tidak berkehendak ( menuruti kehendak makhluq )&lt;br /&gt;Dalil = dalil sifat iradat&lt;br /&gt;Kaunuhu Aliiman = Adanya Allah itu Dzat yang maha mengetahui&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan = Jahilan artinya mustahil Allah dzat yang bodoh&lt;br /&gt;Dalil = dalil sifat ‘ilmu.&lt;br /&gt;Kaunuhu Hayyan = adanya Allah itu dzat yang maha hidup&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan = mayyitan artinya mustahil Allah dzat yang mati&lt;br /&gt;Dalil = dalil sifat hayat.&lt;br /&gt;Kaunuhu samii’an = adanya Allah itu dzat yang maha mendengar&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan = Ashomma artinya mustahil Allah dzat yang tuli&lt;br /&gt;Dalil = dalil sifat sama’&lt;br /&gt;Kaunuhu Bashiiran = adanya Allah itu dzat yang maha melihat&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan = a’ma artinya mustahil Allah dzat yang buta&lt;br /&gt;Dalil = dalil sifat bashar.&lt;br /&gt;Kaunuhu Mutakalliman = adanya Allah itu dzat yang maha berbicara&lt;br /&gt;Sifat mustahil / lawan = Abkama artinya mustahil Allah dzat yang bisu&lt;br /&gt;Dalil = dalil sifat kalam.&lt;br /&gt;Sifat Jaiz ( kewenangan ) Allah ada satu dijabarkan jadi 5, ditambah sifat mustahilnya 5 jadi 10&lt;br /&gt;1.Allah menjadikan langit bumi seisinya kewenangan Allah, mustahil jika Allah menjadikan langit bumi seisinya wajib&lt;br /&gt;2.Allah menjadikan langit bumi seisinya tidak berharap manfaat, mustahil jika berharap manfaat&lt;br /&gt;3.Allah menjadikan langit bumi seisinya, langit bumi seisinya ini tidak punya daya kekuatan, mustahil jika punya daya kekuatan&lt;br /&gt;4.Allah menjadikan langit bumi seisinya, langit bumi sesisinya tidak punya daya watak / sifat&lt;br /&gt;5Allah menjadikan langit bumi seisinya ini baru, mustahil jika qidam&lt;br /&gt;Aqaidul iman 50 dibagi jadi 2 yaitu :&lt;br /&gt;1. Istighna’&lt;br /&gt;2. Iftiqar&lt;br /&gt;Istighna’ angkullima siwaahu artinya Allah itu maha kaya, tidak butuh sesuatu selainNya, sifatnya ada 28 ( termasuk sifat wajib, mustahil dan jaiz ) yaitu : wujud, qidam,baqa, mukhalafatu lil hawaditsi, qiyamuhu binafsihi, sama’, bashar, kalam, samii’an, bashiiran, mutakalliman ( 11 ) , sifat mustahilnya 11, jadi 22,&lt;br /&gt;sifat jaiz 3 ( yaitu no 1- 3 diatas ) ditambah mustahil jaiznya 3, jadi 6&lt;br /&gt;22 ditambah 6 = 28&lt;br /&gt;Istighna’ sendiri dibagi menjadi 5&lt;br /&gt;1. Istighna’ fa’il : Allah maha kaya, tidak butuh pada perbuatan ( jawa: ora butuh&lt;br /&gt;marang gawe ) sifatnya yaitu : wujud, qidam, baqa, mukhalafatu lil hawaditsi&lt;br /&gt;2. Istighna’ mahal : Allah maha kaya, tidak butuh pada tempat, sifatnya yaitu qiyamuhu binafsihi&lt;br /&gt;3. Istighna’ mukammil : Allah maha kaya, tidak butuh pada sesuatu yang menyebabkan sempurna, sifatnya yaitu sama’ bashar, kalam, samii’an, bashiiran, mutakalliman&lt;br /&gt;4. Istighna’ maf’ul : Allah maha kaya, tidak butuh pada ciptaanNya, sifatnya sifat jaiz no 1 dan 2, ditambah sifat mustahil dari sifat jaiz tersebut.&lt;br /&gt;5. Istighna’ washitoh : Allah maha kaya, tidak butuh pada lantaran, sifatnya sifat jaiz no 4 ditambah sifat mustahil dari sifat jaiz tersebut.&lt;br /&gt;Iftiqar kullima ‘adaahu ilahi : setiap sesuatu selain Allah pasti butuh pada Allah&lt;br /&gt;terdiri dari 22 sifat ( wajib, mustahil, jaiz ) Yaitu : qudrat, iradat, ilmu, hayat, qadiran, muriidan, ‘aliiman, hayyan, samii’an, wahdaniyah ( 9 sifat ) mustahilnya 9 sifat, ditambah sifat jaiz no 4 dan 5, serta sifat mustahil bagi sifat jaiznya 2, jadi jumlahnya 22 sifat.&lt;br /&gt;Istighna’ 28 sifat , dibagi jadi 2&lt;br /&gt;1.Sifat kamal artinya sempurna, terdiri dari 12 sifat ( wajib, mustahil, jaiz )&lt;br /&gt;2.Sifat Jamal artinya indah, terdiri dari 16 sifat ( wajib, mustahil, jaiz )&lt;br /&gt;Iftiqar 22 sifat dibagi jadi 2&lt;br /&gt;1.Sifat Jalal, artinya Agung, terdiri dari 10 sifat ( wajib, mustahil, jaiz )&lt;br /&gt;2.Sifat Qohar, artinya Perkasa, terdiri dari 12 sifat ( wajib, mustahil, jaiz )&lt;br /&gt;Istghna’ 28 sifat ditambah iftiqar 22 sifat disebut aqaidul iman 50&lt;br /&gt;Semua sifat diatas terangkum dalam kalimah tauhid :&lt;br /&gt;Laa ilha illa Allah&lt;br /&gt;Laa, mengandung sifat kamal 12&lt;br /&gt;Ilaha, mengandung sifat jamal 16&lt;br /&gt;Illa, mengandung sifat jalal 10&lt;br /&gt;Allahu, mengandung sifat qohar 12&lt;br /&gt;Jumlah 50 sifat.&lt;br /&gt;Huruf kalimah tauhid laa ilaha illa Allah, 12 huruf&lt;br /&gt;Lam, lafad Laa, artinya tidak ada yang lainnya&lt;br /&gt;Alif, lafad laa, mustahil jika Allah ada yang lainnya lagi.&lt;br /&gt;Alif, lafad ilaha, itsbat iradat artinya tetap pada kehendak Allah&lt;br /&gt;Lam, lafad ilaha, Nafi mujtahid nakiroh, artinya hati – hati jangan berharap pada Tuhan yang lain, kecuali Allah.&lt;br /&gt;Ha, lafad ilaha, itsbat ahadiyah, tetap satu/esa dzat Allah&lt;br /&gt;Alif, lafad illa, itsbat hidayah, tetap petunjuk dari Allah&lt;br /&gt;Lam, lafad illa, lam nafi ‘ubudiyah, artinya tidak ada sesembahan selain Allah&lt;br /&gt;Alif, lafad illa, artinya mustahil jika ada sesembahan selain Allah.&lt;br /&gt;Alif, lafad Allahu, itsbat wahdiyah, tetap satu hakiki sifat Allah&lt;br /&gt;Lam awwal, lafad Allah, itsbat ta’dim artinya tetap keagungan milik Allah&lt;br /&gt;Lam tsani, lafad Allah, mustahil jika Allah itu tidak bersifat agung.&lt;br /&gt;Ha, lafad Allah itsbat Hawiyah, artinya tetap keluasan milik Allah&lt;br /&gt;Huruf Lafad Allah itu ada 4, menunjukkan kalau ilmu ada 4 yaitu :&lt;br /&gt;1. Ilmu Syari’at&lt;br /&gt;2. Ilmu Thoriqoh&lt;br /&gt;3. Ilmu haqiqah&lt;br /&gt;4. Ilmu Ma’rifah&lt;br /&gt;Ilmu syari’at&lt;br /&gt;artinya aturan tempatnya di lisan, orangnya harus mempunyai niat, ibadah wudlunya dengan air, sholatnya berdiri, ruku’, sujud, duduk, yang mengerjakan 7 anggota badan&lt;br /&gt;Ilmu Thoriqah&lt;br /&gt;Artinya jalan atau perjalanan, tempatnya di hati, orangnya harus berbuat atau beramal, ibadah wudlunya meninggalkan sifat dengki atau hasud, sholatnya menampakkan sifat belas kasih sesama makhluq, yang mengerjakan hati&lt;br /&gt;Ilmu Haqiqah&lt;br /&gt;Artinya Nyata, tempatnya di ruh atau nyawa, orangnya harus meninggalkan perasaan bisa ( jawa : tinggal rumongso ) ibadah wudlunya harus tinggal takabbur, ujub dan sombong, sholatnya menampakkan sifat sabar yang mengerjalan ruh.&lt;br /&gt;Ilmu ma’rifah&lt;br /&gt;Artinya mengerti / mengetahui, tempatnya ada di rasa ( jawa: pangeroso ) orangnya harus ngerti, ibadah wudlunya tenang ( jawa : anteng ) sholatnya harus sungguh – sungguh ( khusyuk dan mudawamah / terus menerus tanpa mengenal waktu ) yang mengerjakan rasa (jawa: pangeroso )&lt;br /&gt;Macam Syahadat :&lt;br /&gt;1.Syahadat Mutaawwilah artinya syahadat yang pertama, Syahadatnya Allah&lt;br /&gt;sendiri&lt;br /&gt;Bunyinya : Innanii anallahu laa ilaha illa ana ( Qs Thoha 14 )&lt;br /&gt;( Sesungguhnya Aku ini Allah, tidak ada tuhan selain Aku )&lt;br /&gt;2.Syahadat Mutawashitoh artinya Syahadat yang tengah – tengah, seperti&lt;br /&gt;syahadatnya malaikat, para nabi dan rasul dan para orang mukmin semua&lt;br /&gt;yaitu : Asyahadu anlaa ilaha illallah&lt;br /&gt;dasar dalil : Syahidallahu annahu laa ilha illa huwa wal malaikatu wa ulul ‘ilmi&lt;br /&gt;( QS Al Imron 18 )&lt;br /&gt;3.Syahadat Muta akhirah artinya syahadat yang terakhir yaitu syahadat umum&lt;br /&gt;orang islam semua&lt;br /&gt;Syarat orang membaca syahadat harus memenuhi 3 perkara&lt;br /&gt;1.Nur Hidayah, barang siapa yang mendapat nur hidayah akan dijaga dari sifat&lt;br /&gt;musyrik dan perilaku syirik&lt;br /&gt;2.Nur Inayah, barang siapa yang mendapat nur inayah maka akan dijaga dari&lt;br /&gt;dosa besar&lt;br /&gt;3.Nur kifayah, barang siapa mendapat nur kifayah maka akan dijaga dari&lt;br /&gt;bersitan hati yang kotor dan jelek.&lt;br /&gt;Sempurnanya iman harus meninggalkan 4 perkara yaitu :&lt;br /&gt;1.harus meniadakan pertanyaan kaifa ? ( Bagaimana Allah )&lt;br /&gt;2.harus meniadakan pertanyaan, kam ? ( berapa Allah )&lt;br /&gt;3.harus meniadakan pertanyaan ma ta ? ( kapan Allah itu ada )&lt;br /&gt;4.harus meniadakan pertanyaan ayna ? ( dimana allah )&lt;br /&gt;artinya selama kita masih mempunyai keraguan atas pertanyaan diatas, dan belum mendapat jawaban, maka itu tanda iman kita belum sempurna.&lt;br /&gt;Tanda islam itu ada 4 yaitu :&lt;br /&gt;1. Mengaku lemah dan fakir dihadapan Allah&lt;br /&gt;2. Suci lisan dari bohong&lt;br /&gt;3. Suci badan dari najis&lt;br /&gt;4. Suci perut dari barang haram&lt;br /&gt;Rusaknya Islam itu ada 4 perkara&lt;br /&gt;1. Melakukan amal perbuatan tanpa ilmu, tidak tahu wajib, sunnah atau&lt;br /&gt;wenang&lt;br /&gt;2. Mengerti ilmu tapi tidak mau beramal&lt;br /&gt;3. Tidak mengerti atau tidak tahu, tapi tidak mau bertanya&lt;br /&gt;4. Menghalang – halangi dan menjelekkan orang yang mencari kebaikan karena Allah&lt;br /&gt;Wallahu ‘alam bishawab.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hanya untuk referensi :&lt;br /&gt;1.Untuk aplikasi / penerapan tauhid dalam kehidupan sehari – hari,&lt;br /&gt;kitab rujukan al hikam, Syeikh Ibnu Athaillah al iskandari&lt;br /&gt;2.Untuk pendalaman tauhid, kitab rujukan, Al insan al kamil, syeikh Abdul karim ibnu ibrahim al jilli, kasyful mahjub ( syeikh Al hujwiri ), Jami’ al ushul fi al auliya,&lt;br /&gt;3.kitab pendukung tassawuf, Risalah al qusyairiyah ( syeikh abul qasim al Qusyairy), Al fath al rabbani, Sirrul al Asraar ( syeikh Abdul Qadir al Jailani ), Minhaj Al ‘Abidin ( Syeikh Imam Al Ghazali ), Minahus Saniyah ( syeikh Abdul wahab asy sya’rani )&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-5192262883412024434?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v6fpJ_KBoL4jFsUjpkER4hbNkVc/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v6fpJ_KBoL4jFsUjpkER4hbNkVc/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v6fpJ_KBoL4jFsUjpkER4hbNkVc/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v6fpJ_KBoL4jFsUjpkER4hbNkVc/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=XGDCXnSfxj8:NcErVlWWMWk:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/XGDCXnSfxj8" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/XGDCXnSfxj8/sifat-allah-taala-yg-wajib-diketahui.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/06/sifat-allah-taala-yg-wajib-diketahui.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-4354584237968256777</guid><pubDate>Mon, 15 Jun 2009 07:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-11T14:43:02.931+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">MAKNA HAID DAN HIKMAHNYA</category><title>MAKNA HAID DAN HIKMAHNYA</title><description>&lt;div align="justify"&gt;1. Makna Haid &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut bahasa, haid berarti sesuatu yang mengalir. Dan menurut istilah syara' ialah darah yang terjadi pada wanita secara alami, bukan karena suatu sebab, dan pada waktu tertentu. Jadi haid adalah darah normal, bukan disebabkan oleh suatu penyakit, luka, keguguran atau kelahiran. Oleh karena ia darah normal, maka darah tersebut berbeda sesuai kondisi, lingkungan dan iklimnya, sehingga terjadi perbedaan yang nyata pada setiap wanita. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Hikmah Haid &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun hikmahnya, bahwa karena janin yang ada di dalam kandungan ibu tidak dapat memakan sebagaimana yang dimakan oleh anak yang berada di luar kandungan, dan tidak mungkin bagi si ibu untuk menyampaikan sesuatu makanan untuknya, maka Allah Ta'ala telah menjadikan pada diri kaum wanita proses pengeluaran darah yang berguna sebagai zat makanan bagi janin dalam kandungan ibu tanpa perlu dimakan dan dicerna, yang sampai kepada tubuh janin melalui tali pusar, dimana darah tersebut merasuk melalui urat dan menjadi zat makanannya. Maha Mulia Allah, Dialah sebaik-baik Pencipta. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inilah hikmah haid. Karena itu, apabila seorang wanita sedang dalam keadaan hamil tidak mendapatkan haid lagi, kecuali jarang sekali. Demikian pula wanita yang menyusui sedikit yang haid, terutama pada awal masa penyusuan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;USIA DAN MASA HAID&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Usia Haid &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Usia haid biasanya antara 12 sampai dengan 50 tahun. Dan kemungkinan seorang wanita sudah mendapatkan haid sebelum usia 12 tahun, atau masih mendapatkan haid sesudah usia 50 tahun. Itu semua tergantung pada kondisi, lingkungan dan iklim yang mempengaruhinya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para ulama, rahimahullah, berbeda pendapat tentang apakah ada batasan tertentu bagi usia haid, dimana seorang wanita tidak mendapatkan haid sebelum atau sesudah usia tersebut ?&lt;br /&gt;Ad-Darimi, setelah menyebutkan perbedaan pendapat dalam masalah ini, mengatakan : "Hal ini semua, menurut saya, keliru. Sebab, yang menjadi acuan adalah keberadaan darah. Seberapa pun adanya, dalam kondisi bagaimana pun, dan pada usia berapa pun, darah tersebut wajib dihukumi sebagai darah haid. Dan hanya Allah Yang Maha Tahu". (Al-Majmu 'Syarhul Muhadzdazb, Juz I, hal. 386) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Pendapat Ad-Darimi inilah yang benar dan menjadi pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Jadi, kapan pun seorang wanita mendapatkan darah haid berarti ia haid, meskipun usianya belum mencapai 9 tahun atau di atas 50 tahun. Sebab, Allah dan Rasul-Nya mengaitkan hukum-hukum haid pada keberadaan darah tersebut, serta tidak memberikan batasan usia tertentu. Maka, dalam masalah ini, wajib mengacu kepada keberadaan darah yang telah dijadikan sandaran hukum. Adapun pembatasan padahal tidak ada satupun dalil yang menunjukkan hal tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;2. Masa Haid &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Para ulama berbeda pendapat dalam menentukan masa atau lamanya haid. Ada sekitar enam atau tujuh pendapat dalam hal ini. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Ibnu Al-Mundzir mengatakan : "Ada kelompok yang berpendapat bahwa masa haid tidak mempunyai batasan berapa hari minimal atau maksimalnya".&lt;br /&gt;Pendapat ini seperti pendapat Ad-Darimi di atas, dan menjadi pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Dan itulah yang benar berdasarkan Al-Qur'an, Sunnah dan logika. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalil pertama &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Firman Allah Ta'ala. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Artinya : Mereka bertanya kepadamu tentang haid. Katakanlah : "Haid itu adalah suatu kotoran". Oleh sebab itu, hendaklah kamu menjauhkan diri dari wanita di waktu haid, dan janganlah kamu mendekatkan mereka, sebelum mereka suci ...". (Al-Baqarah : 222) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalam ayat ini, yang dijadikan Allah sebagai batas akhir larangan adalah kesucian, bukan berlalunya sehari semalam, ataupun tiga hari, ataupun lima belas hari. Hal ini menunjukkan bahwa illat (alasan) hukumnya adalah haid, yakni ada tidaknya. Jadi, jika ada haid berlakulah hukum itu dan jika telah suci (tidak haid) tidak berlaku lagi hukum-hukum haid tersebut. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalil kedua &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Diriwayatkan dalam Shahih Muslim Juz 4, hal.30 bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Aisyah yang mendapatkan haid ketika dalam keadaan ihram untuk umrah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Artinya : Lakukanlah apa yang dilakukan jemaah haji, hanya saja jangan melakukan tawaf di Ka'bah sebelum kamu suci". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata Aisyah : "Setelah masuk hari raya kurban, barulah aku suci". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam Shahih Al-Bukhari, diriwayatkan bahwa Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda kepada Aisyah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Artinya : Tunggulah. Jika kamu suci, maka keluarlah ke Tan'im".&lt;br /&gt;Dalam hadits ini, yang dijadikan Nabi sebagai batas akhir larangan adalah kesucian, bukan suatu masa tertentu. Ini menunjukkan bahwa hukum tersebut berkaitan dengan haid, yakni ada dan tidaknya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalil ketiga &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bahwa pembatasan dan rincian yang disebutkan para fuqaha dalam masalah ini tidak terdapat dalam Al-Qur'an maupun Sunnah Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam, padahal ini perlu, bahkan amat mendesak untuk dijelaskan. Seandainya batasan dan rincian tersebut termasuk yang wajib dipahami oleh manusia dan diamalkan dalam beribadah kepada Allah, niscaya telah dijelaskan secara gamblang oleh Allah dan Rasul-Nya kepada setiap orang, mengingat pentingnya hukum-hukum yang diakibatkannya yang berkenaan dengan shalat, puasa, nikah, talak, warisan dan hukum lainnya. Sebagaimana Allah dan Rasul-Nya telah menjelaskan tentang shalat: jumlah bilangan dan rakaatnya, waktu-waktunya, ruku' dan sujudnya; tentang zakat: jenis hartanya, nisabnya, presentasenya dan siapa yang berhak menerimanya; tentang puasa: waktu dan masanya; tentang haji dan masalah-masalah lainnya, bahkan tentang etiket makan, minum, tidur, jima' (hubungan suami istri), duduk, masuk dan keluar rumah, buang hajat, sampai jumlah bilangan batu untuk bersuci dari buang hajat, dan perkara-perkara lainnya baik yang kecil maupun yang besar, yang merupakan kelengkapan agama dan kesempurnaan nikmat yang dikaruniakan Allah kepada kaum Mu'minin. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Firman Allah Ta'ala. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Artinya : ..... Dan kami turunkan kepadamu Kitab (Al-Qur'an) untuk menjelaskan segala sesuatu ....". (An-Nahl : 89) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Artinya : ..... Al-Qur'an itu bukanlah cerita yang dibuat-buat, akan tetapi mebenarkan (kitab-kitab) yang sebelumnya dan menjelaskan segala sesuatu ....". (Yusuf : 111) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh karena pembatasan dan rincian tersebut tidak terdapat dalam Kitab Allah dan Sunnah Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam maka nyatalah bahwa hal itu tidak dapat dijadikan patokan. Namun, yang sebenarnya dijadikan patokan adalah keberadaan haid, yang telah dikaitkan dengan hukum-hukum syara' menurut ada atau tidaknya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalil ini -yakni suatu hukum tidak dapat diterima jika tidak terdapat dalam Kitab dan Sunnah- berguna bagi Anda dalam masalah ini dan masalah-masalah ilmu agama lainnya, karena hukum-hukum syar'i tidak dapat ditetapkan kecuali berdasarkan dalil syar'i dari Kitab Allah, atau Sunnah Rasul-Nya Shallallahu 'alaihi wa sallam atau ijma' yang diketahui, atau qiyas yang shahih. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah dalam salah satu kaidah yang dibahasnya, mengatakan : "Di antara sebutan yang dikaitkan oleh Allah dengan berbagai hukum dalam Kitab dan Sunnah, yaitu sebuah haid. Allah tidak menentukan batas minimal dan maksimalnya, ataupun masa suci diantara dua haid. Padahal umat membutuhkannya dan banyak cobaan yang menimpa mereka karenanya. Bahasa pun tidak membedakan antara satu batasan dengan batasan lainnya. Maka barangsiapa menentukan suatu batasan dalam masalah ini, berarti ia telah menyalahi Kitab dan Sunnah". (Risalah fil asmaa' allati 'allaqa asy-Syaari' al-ahkaama bihaa. hal. 35) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalil keempat &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Logika atau qiyas yang benar dan umum sifatnya. Yakni, bahwa Allah menerangkan 'illat (alasan) haid sebagai kotoran. Maka manakala haid itu ada, berarti kotoran pun ada. Tidak ada perbedaan antara hari kedua dengan hari pertama, antara hari keempat dengan hari ketiga. Juga tidak ada perbedaan antara hari keenam belas dengan hari kelima belas, atau antara hari kedelapan belas dengan hari ketujuh belas. Haid adalah haid dan kotoran adalah kotoran. Dalam kedua hari tersebut terdapat 'illat yang sama. Jika demikian, bagaimana mungkin dibedakan dalam hukum diantara kedua hari itu, padahal keduanya sama dalam 'illat ? Bukankah hal ini bertentangan dengan qiyas yang benar ? Bukankah menurut qiyas yang benar bahwa kedua hari tersebut sama dalam hukum karena kesamaan keduanya dalam 'illat ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dalil kelima &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adanya perbedaan dan silang pendapat di kalangan ulama yang memberikan batasan, menunjukkan bahwa dalam masalah ini tidak ada dalil yang harus dijadikan patokan. Namun, semua itu merupakan hukum-hukum ijtihad yang bisa salah dan bisa juga benar, tidak ada satu pendapat yang lebih patut diikuti daripada lainnya. Dan yang menjadi acuan bila terjadi perselisihan pendapat adalah Al-Qur'an dan Sunnah. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jika ternyata pendapat yang menyatakan tidak ada batas minimal atau maksimal haid adalah pendapat yang kuat dan yang rajih, maka perlu diketahui bahwa setiap kali wanita melihat darah alami, bukan disebabkan luka atau lainnya, berarti darah itu darah haid, tanpa mempertimbangkan masa atau usia. Kecuali apabila keluarnya darah itu terus menerus tanpa henti atau berhenti sebentar saja seperti sehari atau dua hari dalam sebulan, maka darah tersebut adalah darah istihadhah. Dan akan dijelaskan, Inysa Allah, tentang istihadhah dan hukum-hukumnya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan : "Pada prinsipnya, setiap darah yang keluar dari rahim adalah haid. Kecuali jika ada bukti yang menunjukkan bahwa darah itu istihadhah". (Risalah fil asmaa' allati 'allaqa asy-Syaari' al-ahkaama bihaa. hal. 36) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kata beliau pula : "Maka darah yang keluar adalah haid, bila tidak diketahui sebagai darah penyakit atau karena luka". (Risalah fil asmaa' allati 'allaqa asy-Syaari' al-ahkaama bihaa. hal. 38) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pendapat ini sebagaimana merupakan pendapat yang kuat berdasarkan dalil, juga merupakan pendapat yang paling dapat dipahami dan dimengerti serta lebih mudah diamalkan dan diterapkan daripada pendapat mereka yang memberikan batasan. Dengan demikian, pendapat inilah yang lebih patut diterima karena sesuai dengan semangat dan kaidah agama Islam, yaitu : mudah dan gampang. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Firman Allah Ta'ala. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Artinya : Dan Dia (Allah) sekali-kali tidak menjadikan untuk kamu dalam agama suatu kesempitan". (Al-Hajj : 78) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sabda Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam.&lt;br /&gt;"Artinya : Sungguh agama (Islam) itu mudah. Dan tidak seorangpun mempersulit (berlebih-lebihan) dalam agamanya kecuali akan terkalahkan. Maka berlakulah lurus, sederhana (tidak melampui batas) dan sebarkan kabar gembira". (Hadits Riwayat Al-Bukhari) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan diantara ahlak Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam, bahwa jika beliau diminta memilih antara dua perkara, maka dipilihnya yang termudah selama tidak merupakan perbuatan dosa. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Haid Wanita Hamil &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada umumnya, seorang wanita jika dalam keadaan hamil akan berhenti haid (menstruasi). Kata Imam Ahmad, rahimahullah, "Kaum wanita dapat mengetahui adanya kehamilan dengan berhentinya haid". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila wanita hamil mengeluarkan darah sesaat sebelum kelahiran (dua atau tiga hari) dengan disertai rasa sakit, maka darah tersebut adalah darah nifas. Tetapi jika terjadi jauh hari sebelum kelahiran atau mendekati kelahiran tanpa disertai rasa sakit, maka darah itu bukan barah nifas. Jika bukan, apakah itu termasuk darah haid yang berlaku pula baginya hukum-hukum haid atau disebut darah kotor yang hukumnya tidak seperti hukum-hukum haid ? Ada perbedaan pendapat di antara para ulama dalam masalah ini. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan pendapat yang benar, bahwa darah tadi adalah darah haid apabila terjadi pada wanita menurut kebiasaan waktu haidnya. Sebab, pada prinsipnya, darah yang terjadi pada wanita adalah darah haid selama tidak ada sebab yang menolaknya sebagai darah haid. Dan tidak ada keterangan dalam Al-Qur'an maupun Sunnah yang menolak kemungkinan terjadinya haid pada wanita hamil. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Inilah madzhab Imam Malik dan Asy-Syafi'i, juga menjadi pilihan Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah. Disebutkan dalam kitab Al-Ikhtiyarat (hal.30) : "Dan dinyatakan oleh Al-Baihaqi menurut salah satu riwayat sebagai pendapat dari Imam Ahmad, bahkan dinyatakan bahwa Imam Ahmad telah kembali kepada pendapat ini". &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan demikian, berlakulah pada haid wanita hamil apa yang juga berlaku pada haid wanita tidak hamil, kecuali dalam dua masalah : &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;1. Talak. Diharamkan mentalak wanita tidak hamil dalam keadaan haid, tetapi tidak diharamkan terhadap wanita hamil. Sebab, talak dalam keadaan haid terhadap wanita tidak hamil menyalahi firman Allah Ta'ala. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Artinya : ....Apabila kamu menceraikan isteri-isterimu maka hendaklah kamu ceraikan mereka pada waktu mereka dapat (menghadapi) iddahnya (yang wajar) ....". (Ath-Thalaaq : 1) &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adapun mentalak wanita hamil dalam keadaan haid tidak menyalahi firman Allah. Sebab, siapa yang mentalak wanita hamil berarti ia mentalaknya pada saat dapat menghadapi masa iddahnya, baik dalam keadaan haid ataupun suci, karena masa iddahnya dengan masa kehamilan. Untuk itu, tidak diharamkan mentalak wanita hamil sekalipun setelah melakukan jima' (senggama), dan berbeda hukumnya dengan wanita tidak hamil. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Iddah. Bagi wanita hamil iddahnya berakhir dengan melahirkan, meski pernah haid ketika hamil ataupun tidak. Berdasarkan firman Allah Ta'ala. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Artinya : Dan perempuan-perempuan yang hamil, waktu iddah mereka itu ialah sampai mereka melahirkan kandungannya". (Ath-Thalaaq : &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;4) Disalin dari buku Risalah Fid Dimaa' Ath-Thabii'iyah Lin Nisaa'. Penulis Syaikh Muhammad bin Shaleh Al-'Utsaimin, edisi Indonesia Darah Kebiasaan Wanita hal. 9-20. Penerjemah. Muhammad Yusuf Harun, MA, Terbitan. Darul Haq Jakarta &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-4354584237968256777?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NjG4DSprpNLmJVPXyiSE0Cwnkac/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NjG4DSprpNLmJVPXyiSE0Cwnkac/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NjG4DSprpNLmJVPXyiSE0Cwnkac/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/NjG4DSprpNLmJVPXyiSE0Cwnkac/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=-sM3l1UzWr4:AJPrVyMTZo0:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/-sM3l1UzWr4" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/-sM3l1UzWr4/makna-haid-dan-hikmahnya.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/06/makna-haid-dan-hikmahnya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-4672450893436452441</guid><pubDate>Thu, 11 Jun 2009 07:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-06-11T14:30:01.470+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Sifat Mandi Junub Dan Perbedaannya Dengan Mandi Haidh</category><title>Sifat Mandi Junub Dan Perbedaannya Dengan Mandi Haidh</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Apakah ada perbedaan antara mandi junub seorang pria dengan mandi junub seorang wanita ? Dan apakah seorang wanita harus melepas ikatan rambutnya atau cukup baginya menuangkan air di atas kepalanya tiga kali tuang berdasarkan suatu hadits ? Apa bedanya antara mandi junub dengan mandi haid ? &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jawaban:Tidak ada perbedaan bagi pria dan wanita dalam hal sifat mandi junub, dan masing-masing tidak perlu melepaskan ikatan rambutnya akan tetapi cukup baginya untuk menuangkan air di atas kepalanya sebanyak tiga tuang kemudian setelah itu menyiramkan air ke seluruh tubuhnya berdasarkan hadits Ummu Salamah Radhiyallahu 'anha, bahwa ia berkata kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya saya seorang wanita yang mengikat gulungan rambut kepala saya, apakah saya harus melepaskan ikatan rambut itu untuk mandi junub ?". Rasulullah menjawab :&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak, akan tetapi cukup bagimu untuk menuangkan air sebanyak tiga kali di atas kepalamu, kemudian kamu sirami seluruh tubuhmu dengan air, maka (dengan demikian) kamu telah bersuci". [Hadits Riwayat Muslim] &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika di atas kepala seorang lelaki maupun wanita terdapat ikatan atau pewarna rambut atau sesuatu lainnya yang dapat menghalangi mengalirnya air ke kulit kepala, maka wajib dihilangkan, akan tetapi jika itu ringan dan tidak menghalangi mengalirnya air ke kulit kepala maka tidak wajib dihilangkan. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Adapun mandinya wanita setelah haidh, para ulama berbeda pendapat tentang wajib atau tidaknya melepaskan ikatan rambutnya untuk mandinya. Yang benar, bahwa ia tidak harus melepaskan ikatan rambutnya untuk mandi tersebut, hal ini berdasarkan beberapa riwayat hadits Ummu Salamah yang diriwayatkan Muslim bahwa ia (Ummu Salamah) berkata kepada Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;"Sesungguhnya saya seorang wanita yang mengikat gulungan rambut kepalaku, apakah saya harus melepaskan ikatan rambut itu untuk mandi junub ?" Rasulullah menjawab:&lt;br /&gt;"Artinya : Tidak, akan tetapi cukup bagimu untuk menuangkan air sebanyak tiga kali di atas kepalamu, kemudian kamu sirami seluruh tubuhmu dengan air, (dengan demikian) maka kamu telah bersuci". Riwayat hadits Nabi ini adalah merupakan dalil yang menunjukkan tidak adanya kewajiban untuk melepaskan ikatan rambut untuk mandi junub atau untuk mandi haidh, akan tetapi sebaiknya ikatan rambut itu dilepas saat mandi haidh sebagai sikap waspada dan untuk keluar dari perselisihan pendapat serta memadukan dalil-dalil dalam hal ini.&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;[Fatawa Al-Lajnah Ad-Da'imah Lil Ifta', 5/320]&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-4672450893436452441?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v2n78uHyuRZD6K886v4Bk3_gp_Q/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v2n78uHyuRZD6K886v4Bk3_gp_Q/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v2n78uHyuRZD6K886v4Bk3_gp_Q/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v2n78uHyuRZD6K886v4Bk3_gp_Q/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=NZWFJmj3GTU:77PGMMwhXM0:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/NZWFJmj3GTU" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/NZWFJmj3GTU/sifat-mandi-junub-dan-perbedaannya.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/06/sifat-mandi-junub-dan-perbedaannya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-7601882600829820721</guid><pubDate>Wed, 20 May 2009 09:32:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-20T16:32:00.949+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">islami</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tips</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">nama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">memberi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi</category><title>Tips memberi nama bayi islami</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Seorang datang kepada Nabi Saw dan bertanya, ” Ya Rasulullah, apa hak anakku ini?” Nabi Saw menjawab, “Memberinya nama yang baik, mendidik adab yang baik, dan memberinya kedudukan yang baik (dalam hatirnu).” (HR. Aththusi). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nabi pernah merubah nama yang artinya buruk, Barrah, menjadi Zainab:&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra., ia berkata:&lt;br /&gt;Semula nama Zainab adalah Barrah. Orang mengatakan, ia membersihkan dirinya. Lalu Rasulullah saw. memberinya nama Zainab. (Shahih Muslim No.3990) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Hendaknya memberi nama (tasmiyah) dilakukan pada saat aqiqah, yaitu menyembelih 2 ekor kambing untuk anak lelaki dan seekor kambing untuk anak perempuan: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak tergadai dengan (tebusan) akikahnya (seekor atau dua ekor kambing) yang disembelih pada umur tujuh hari dan dicukur rambut kepalanya (sebagian atau seluruhnya) dan diberi nama. (HR. An-Nasaa’i) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Nabi melarang ummatnya untuk memberi nama dengan gelarnya: Abu Qosim:&lt;br /&gt;Dari Anas bin Malik ra., ia berkata: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seseorang menyapa temannya di Baqi: Hai Abul Qasim! Rasulullah saw. berpaling kepada si penyapa. Orang itu segera berkata: Ya Rasulullah saw, aku tidak bermaksud memanggilmu. Yang kupanggil adalah si Fulan. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh memberi nama dengan namaku, tapi jangan memberikan julukan dengan julukanku. (Shahih Muslim No.3974) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya, Nabi menganjurkan agar kita memberi nama anak kita dengan nama Nabi, yaitu: Muhammad:&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra., ia berkata: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Abul Qasim, Rasulullah saw. bersabda: Berikanlah nama dengan namaku, tetapi jangan memberikan julukan dengan julukanku. (Shahih Muslim No.3981)&lt;br /&gt;Dari Jabir bin Abdullah ra., ia berkata: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Seseorang di antara kami mempunyai anak. Ia menamainya dengan nama Muhammad. Orang-orang berkata kepadanya: Kami tidak akan membiarkanmu memberi nama Rasulullah saw. Orang itu berangkat membawa anaknya yang ia gendong di atas punggungnya untuk menemui Rasulullah saw. Setelah sampai di hadapan Rasulullah saw. ia berkata: Ya Rasulullah! Anakku ini lahir lalu aku memberinya nama Muhammad. Tetapi, orang-orang berkata kepadaku: Kami tidak akan membiarkanmu memberi nama dengan nama Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: Kalian boleh memberikan nama dengan namaku, tetapi jangan memberi julukan dengan julukanku. Karena, akulah Qasim, aku membagi di antara kalian. (Shahih Muslim No.3976) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Haram menamakan anak dengan nama Allah seperti Malikul Amlak dan Malikul Mulk (Raja Segala Raja) karena itu adalah nama Allah. Jangan memberi nama anak dengan nama-nama Allah: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Ibnu Umar ra, Nabi bersabda: Nama yang paling disukai Allah adalah Abdullah (Hamba Allah) dan Abdurrahman (Hamba Yang Maha Pengasih) [HR Muslim]&lt;br /&gt;Dari Abu Hurairah ra.: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Nabi saw., beliau bersabda: Nama yang paling jelek di sisi Allah adalah seorang yang bernama Malikul Muluk. Ibnu Abu Syaibah menambahkan dalam riwayatnya: Tidak ada malik (raja) kecuali Allah Taala.. (Shahih Muslim No.3993) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Hanya milik Allah asmaa-ul husna, maka bermohonlah kepada-Nya dengan menyebut asmaa-ul husna” [Al A’raaf:180] &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dialah Allah, tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. Dia mempunyai al asmaaul husna (nama-nama yang baik)” [Thaahaa:8] &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Sebaliknya Nabi memberi nama-nama Nabi seperti Ibrahim kepada seorang anak. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Abu Musa ra., ia berkata: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Anakku lahir, lalu aku membawanya kepada Nabi saw., beliau memberinya nama Ibrahim dan mentahniknya (mengolesi mulutnya) dengan kurma. (Shahih Muslim No.3997)&lt;br /&gt;Sebaiknya nama adalah Abdul (Hamba) dengan Asma’ul Husna (99 Nama Allah yang baik) seperti Abdullah (Hamba Allah), Abdurrahman (Hamba Maha Pengasih), Abdul Hakim, Abdul Hadi, dan sebagainya: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Aisyah ra., ia berkata: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Asma binti Abu Bakar ra. keluar pada waktu hijrah saat ia sedang mengandung Abdullah bin Zubair. Ketika sampai di Quba’, ia melahirkan Abdullah di Quba’. Setelah melahirkan, ia keluar menemui Rasulullah saw. agar beliau mentahnik si bayi. Rasulullah saw. mengambil si bayi darinya dan beliau meletakkannya di pangkuan beliau. Kemudian beliau meminta kurma. Aisyah ra. berkata: Kami harus mencari sebentar sebelum mendapatkannya. Beliau mengunyah kurma itu lalu memberikannya ke mulut bayi sehingga yang pertama-tama masuk ke perutnya adalah kunyahan Rasulullah saw. Selanjutnya Asma berkata: Kemudian Rasulullah saw. mengusap bayi, mendoakan dan memberinya nama Abdullah. Tatkala anak itu berumur tujuh atau delapan tahun, ia datang untuk berbaiat kepada Rasulullah saw. Ayahnya, Zubair yang memerintahkan demikian. Rasulullah saw. tersenyum saat melihat anak itu menghadap beliau. Kemudian ia membaiat beliau. (Shahih Muslim No.3998) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Jika memakai nama seperti itu, hendaknya jika kita menyingkat nama anak, panggilah dengan Abdul (Hamba). Bukan memanggilnya dengan nama Allah seperti Hadi, ‘Alim, dan sebagainya. Jika tidak, panggil namanya dengan lengkap seperti Abdul Hadi. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Dari Sahal bin Saad ra., ia berkata: &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Al-Mundzir bin Abu Usaid, ketika baru dilahirkan, dibawa menghadap Rasulullah saw. Beliau meletakkan di pangkuannya sedangkan Abu Usaid duduk. Lalu perhatian Nabi saw. tercurah pada sesuatu di depan beliau. Maka Abu Usaid menyuruh seseorang mengangkat anaknya dari atas paha Rasulullah saw. dan memindahkannya. Ketika Rasulullah saw. tersadar, beliau bertanya: Mana anak itu? Abu Usaid menjawab: Kami memindahkannya, ya Rasulullah saw. Rasulullah saw. bertanya: Siapa namanya? Abu Usaid menjawab: Fulan, ya Rasulullah saw. Rasulullah saw. bersabda: Tidak, tetapi namanya adalah Mundzir. Jadi, pada hari itu, Rasulullah saw. memberinya nama Mundzir. (Shahih Muslim No.4002) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Meski ada yang berkata bahwa memberi nama bisa dalam bahasa apa saja bukan hanya Arab, namun saya pribadi beranggapan dalam bahasa Arab lebih baik karena bahasa Arab merupakan bahasa umum/persatuan yang dipakai ummat Islam. Artinya bisa dipahami secara sama/standar oleh siapa saja. Misalnya kalau Muhammad kita tahu artinya terpuji, atau Abdullah adalah Hamba Allah. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tapi kalau bahasa lain, meski dalam bahasa itu artinya bagus, tapi menurut bahasa lainnya bisa saja buruk. Sebagai contoh kata “Tai” dari Cina artinya besar. Dalam bahasa Indonesia “Tai” artinya kotoran dan bisa ditertawakan orang.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Memang memberikan nama untuk anak itu susah-susah gampang. Salah-salah nama bisa jadi beban buat si Anak. Maka hati-hatilah dalam memberikan nama untuk anak tersayang. Karena nama akan disandang seumur hidupnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;from:&lt;a href="http://media-islam.or.id/2008/02/01/memberi-nama-bayi-anak-secara-islami/"&gt;media islam&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt; Dalam memberi nama anak sebaiknya mengikuti tips sebagai berikut:&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;1. Nama itu mengandung do'a. Nama anak itu cermin harapan orang tua. Nama itu mengandung Do'a. Tetapi do'anya yang singkat saja. Kalau terlalu panjang nanti dikira Tahlil atau Wirid. Kalau dipanggil bukannya nengok, malah bilang "Amiinn.."&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;2. Nama jangan nyusahin orang Kelurahan. Nama anak mudah dibaca dan mudah ditulis. Meskipun tampaknya bagus, jangan pakai huruf mati yang digandeng-gandeng atau didobel-dobel (mis.Lloyd,Nikky, Thasya dll). Biasanya sama petugas Kelurahan akan terjadi salah tulis dalam pembuatan Akta Kelahiran, Kartu Keluarga, KTP, dll. Nah... nggak enaknya lagi kalo kita minta revisi biasanya kena biaya lagi... dan prosesnya lama lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;3. Nama jangan cuma satu kata. Minimal ada First Name, Nick Name dan Family name gitu loh.... Ini penting terutama kalo pas lagi ngurus Paspor atau Visa. Nggak jadi berangkat ke Amrik hanya gara-gara namanya cuma Prakoso atau Pamuji atau Paryono khan kesiaan...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;4. Nama jangan terlalu panjang. Nama yang panjang bererot bisa bikin susah si pemilik nama. Disamping susah ngingetnya, juga ngerepotin waktu ngisi formulir pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Negeri (dulu UMPTN). Itu lho..yang ngitemin buletan-buletan pakai pensil 2B. Capeek khaan... Nama panjang seperti Siti Hartati Riwayati Mulianingsih Adiningrum Mekar Berseri Sepanjang Hari.... adalah sangat-sangat not-recommended.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;5. Nama anak bersifat internasional. Anak kita hidup dimasa depan, di era globalisasi dimana hubungan dengan dunia internasional amat sangat intens. Jadi jangan mempersulit anak dengan nama-nama yang sulit di-eja. Nama Saklitinov misalnya orang Jepang nyebutnya Sakuritino, orang Sunda bilang aktinop orang Amrik bilang Sechlaytinove... Syusah khaaannn Padahal maksudnya Sabtu Kliwon Tiga November...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;6. Ketahuilah arti nama anak. Ketahuilah arti nama anak. Jangan memberikan nama hanya karena enak diucapkan atau bagus ditulisnya. Nama Jalmowono memang sepintas enak diucapkan dan bagus kalo ditulis tetapi ketahuilah bahwa Jalmowono itu artinya Orang Utan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;7.Jangan pakai nama artis. Nama artis memang bagus-bagus, cuma masalahnya kalau artis itu kelakuannya baik... lha kalau jadi bahan gosip melulu khan jadi beban juga buat si anak. Lagian pakai nama artis itu tandanya anda gak kreatif dalam bikin nama.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;8. Abjad huruf pertama nama anak. Huruf pertama "A" pada nama anak ada enak gak enaknya. Gak enaknya kalau pas ada ujian/test/wawancara sering dipanggil duluan. Gak sempet nanya-nanya ama temannya. Tapi kadang-kadang juga pas giliran dapat pembagian apa gitu, dapetnya juga sering duluan. Sebaiknya ambil huruf pertama itu antara D sampai K. Cukupan lah... Huruf depan Z... wah.. biasanya adanya dibawah...&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;9. Jangan sok Kebarat-baratan. Jangan memberi nama anak dengan bergaya kebarat-baratan, biar dibilang keren. Kudu diinget, anda lahir dibumi Indonesia, orang Indonesia, kultur ya tetap orang Indonesia. Kalau nama keindo-indoan, tapi mukanya ya melayu-melayu juga, malu sendiri kan, anaknya ya ortunya.. Lagian kalo kejepit toh bilangnya "adawww...." bukan "Oh my God.. ..... from:&lt;a href="http://nama-bayiku.blogspot.com/2008/02/tessssssssss.html"&gt;nama-bayiku&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;download nama bayi islami, sanskerta, dll: klik &lt;a href="http://smuhut.blogspot.com/2009/05/download-tuntunan-aqiqah-dan-nama-nama.html"&gt;sini&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-7601882600829820721?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/t-0Y8DFY_L0VZuoGZurCP1xgkcU/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/t-0Y8DFY_L0VZuoGZurCP1xgkcU/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/t-0Y8DFY_L0VZuoGZurCP1xgkcU/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/t-0Y8DFY_L0VZuoGZurCP1xgkcU/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=IQ1pLTF25Lw:weXBGgnyR1Q:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/IQ1pLTF25Lw" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/IQ1pLTF25Lw/tips-memberi-nama-bayi-islami.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/05/tips-memberi-nama-bayi-islami.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-4507166531784093796</guid><pubDate>Mon, 18 May 2009 09:25:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-18T16:32:04.526+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Algahzali</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Imam</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Kisah</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">muridnya</category><title>Kisah Imam Algahzali dan muridnya</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Suatu hari Imam Al-Ghazali berkumpul dengan murid-muridnya dan kemudian beliau memberikan pertanyaan teka-teki… &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali : “Apakah yang paling dekat dengan diri kita di dunia ini?”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 1 : Orang tua&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 2 : Guru&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 3 : Teman&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling dekat dengan kita ialah MATI. Sebab itu adalah janji Allah SWT bahwa setiap yang berjiwa pasti akan merasakan mati (Surah Ali-Imran : 185). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali : “Apa yang paling jauh dari kita di dunia ini?”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 1 : Negeri Cina&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 2 : Bulan&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 3 : Matahari&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Iman Ghazali : Semua jawaban itu benar. Tetapi yang paling benar adalah MASA LALU. Bagaimanapun kita, apapun kendaraan kita, tetap kita tidak akan dapat kembali ke masa yang lalu. Oleh sebab itu kita harus menjaga hari ini, hari esok dan hari-hari yang akan datang dengan perbuatan yang sesuai dengan ajaran Agama. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali : “Apa yang paling besar di dunia ini?”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 1 : Gunung&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 2 : Matahari&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 3 : Bumi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali : Semua jawaban itu benar, tapi yang besar sekali adalah HAWA NAFSU (Surah Al A’raf : 179). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Dan sesungguhnya Kami jadikan untuk (isi neraka Jahanam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah SWT) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah SWT), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah SWT). Mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. Mereka itulah orang-orang yang lalai”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali : “Apa yang paling berat di dunia?”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 1 : Baja&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 2 : Besi&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 3 : Gajah&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali : Semua itu benar, tapi yang paling berat adalah MEMEGANG AMANAH (Surah Al-Azab : 72). &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;“Sesungguhnya Kami telah mengemukakan amanat[*] kepada langit, bumi dan gunung-gunung, maka semuanya enggan untuk memikul amanat itu dan mereka khawatir akan mengkhianatinya, dan dipikullah amanat itu oleh manusia. Sesungguhnya manusia itu amat zalim dan amat bodoh”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali : “Apa yang paling ringan di dunia ini?”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 1 : Kapas&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 2 : Angin&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid 3 : Debu&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali : Semua jawaban kamu itu benar, tapi yang paling ringan sekali di dunia ini adalah MENINGGALKAN SHOLAT. Gara-gara pekerjaan kita atau urusan dunia, kita tinggalkan sholat. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Imam Ghazali : “Apa yang paling tajam sekali di dunia ini?”&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Murid-murid dengan serentak menjawab : Pedang&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Imam Ghazali : Itu benar, tapi yang paling tajam sekali didunia ini adalah LIDAH MANUSIA. Karena melalui lidah, manusia dengan mudahnya menyakiti hati dan melukai perasaan saudaranya sendiri&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-4507166531784093796?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DWKfhwq4t4V3pWayv25393imjyQ/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DWKfhwq4t4V3pWayv25393imjyQ/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DWKfhwq4t4V3pWayv25393imjyQ/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/DWKfhwq4t4V3pWayv25393imjyQ/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=TwPxmvIjj20:iQh7_CX5kmY:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/TwPxmvIjj20" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/TwPxmvIjj20/kisah-imam-algahzali-dan-muridnya.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/05/kisah-imam-algahzali-dan-muridnya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-7442466872555887945</guid><pubDate>Thu, 14 May 2009 09:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-14T16:41:30.600+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">TAHNIK</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Mulut</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Membersihkan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Bayi</category><title>TAHNIK = Membersihkan Mulut Bayi</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Mulut bagian atas dari dalam disebut al-Hanak. Dan membersihkan mulut bayi disebut tahnik, artinya membersihkan mulut bagian atas bayi dari dalam dengan kurma yang telah dimamah sampai lumat benar. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bila tidak ada kurma maka dapat diganti dengan buah-buahan manis lainnya, hal ini mengikuti sunah nabi Mungkin tujuan dari membersihkan mulut itu adalah untuk mempersiapkan mulut sang bayi untuk dapat menyusui air susu ibunya. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demi untuk memperoleh keberkahan yang maksimal maka sebaiknya seseorang yang dipilih untuk melakukan tahnik itu adalah seseorang yang bertaqwa kepada Allah swt. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam sebuah hadits dikatakan bahwa Nabi Saw pernah melakukan tahnik terhadap beberapa anak sahabat Anshar.Abu Musa Ra berkata : “Aku dikaruniai seorang putera kemudian aku membawanya kepada Nabi Saw. Beliau menamakannya Ibrahim, membersihkan mulutnya dengan kurma dan didoakan agar mendapat keberkahan. Setelah itu baru diserahkan kepadaku”. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dikisahkan oleh Asma Ra bahwa dia tengah mengandung Abdullah bin Zubair di Mekah. Kemudian dia hijrah ke Madinah dan sesampainya di Quba beliau melahirkan Abdullah di sana. Ia pergi membawa anaknya itu ke hadapan Rasulullah Saw. Beliau letakkan bayi itu di haribaannya, meminta sebuah kurma dan dikunyahnya hingga halus benar kemudian beliau masukkan ke dalam mulut sang bayi. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Demikianlah, air liur Rasul adalah sesuatu yang masuk pertama kali ke dalam perut anak tersebut. Beliau membersihkan mulut anak tersebut dengan kurma itu kemudian didoakan agar Allah Swt berkenan memberkatinya. Ia adalah anak muslim pertama dari kaum Muhajirin yang dilahirkan di bumi Madinah. Selanjutnya ucap sayidatina Asma Ra : “Kaum muslimin bersuka ria dengan kelahirannya itu karena sudah didesas-desuskan sebelumnya kepada kaum muslimin bahwa mereka tidak akan memperoleh keturunan karena orang-orang Yahudi telah menyihir mereka”. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Arti Tahnik yaitu : Mengunyah kurma dan sejenisnya, lalu digosok-gosokkan ke dalam langit- langit mulut bayi, yakni dengan cara meletakkan kurma yang sudah dikunyah di ujung jari, lalu memasukkan jari itu kedalam mulut si bayi lalu sibayi pun belajar makan dan akhirnya mampu melakukannya. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahnik atau suapan pertama itu sebaiknya dengan buah kurma kering kalau tidak ada, bisa dengan kurma basah, kalau tidak ada juga, bisa juga dengan makanan manis madu lebah. Hal itu lebih utama dari makanan lain. Demikian dijelaskan oleh Ibnu Hajar Al Asqolani. &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;br /&gt;Tahnik ini bertujuan agar otot-otot rongga mulut bayi menjadi kuat sehingga daya hisapnya terhadap ASI lebih kuat. Dengan demikian anak InsyaAllah menjadi lebih sehat, kuat dan cerdas karena asupan ASI yang berkualitas dan dengan Kuantitas yang memadai. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi bagi Ibu-ibu yang akan melahirkan bayi jangan lupa mentahnik bayinya ya agar anak ibu menjadi sehat dan kuat…&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-7442466872555887945?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v5Ad5eSNLF7VW_87yp-Z6L5gsPg/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v5Ad5eSNLF7VW_87yp-Z6L5gsPg/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v5Ad5eSNLF7VW_87yp-Z6L5gsPg/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/v5Ad5eSNLF7VW_87yp-Z6L5gsPg/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=2Udvohr__Co:Prm0WPbVRl8:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/2Udvohr__Co" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/2Udvohr__Co/tahnik-membersihkan-mulut-bayi.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/05/tahnik-membersihkan-mulut-bayi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-3553790101436752432</guid><pubDate>Tue, 12 May 2009 07:09:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-12T14:21:28.535+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Tuntunan</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aqiqah</category><title>Tuntunan Aqiqah</title><description>&lt;div align="justify"&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;&lt;em&gt;Hukum Melaksanakan Aqiqah
&lt;br /&gt;&lt;/em&gt;&lt;/span&gt;Aqiqah dalam istilah agama adalah sembelihan untuk anak yang baru lahir sebagai bentuk rasa syukur kepada Allah SWT dengan niat dan syarat-syarat tertentu. Oleh sebagian ulama ia disebut dengan nasikah atau dzabihah (sembelihan). Hukum aqiqah itu sendiri menurut kalangan Syafii dan Hambali adalah sunnah muakkadah. Dasar yang dipakai oleh kalangan Syafii dan Hambali dengan mengatakannya sebagai sesuatu yang sunnah muakkadah adalah hadist Nabi SAW. Yang berbunyi, "Anak tergadai dengan aqiqahnya. Disembelihkan untuknya pada hari ketujuh (dari kelahirannya)". (HR al-Tirmidzi, Hasan Shahih) &lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta2"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Makna Aqiqah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Kata Aqiqah berasal dari kata Al-Aqqu yang berarti memotong (Al-Qoth'u). Al-Ashmu'i berpendapat: Aqiqah asalnya adalah rambut di kepala anak yang baru lahir. Kambing yang dipotong disebut aqiqah karena rambut anak tersebut dipotong ketika kambing itu disembelih. Dalam pelaksanaan aqiqah disunahkan untuk memotong dua ekor kambing yang seimbang untuk anak laki-laki dan satu ekor untuk anak perempuan. Dari Ummi Kurz Al-Kabiyyah Ra, ia berkata: Aku mendengar Rasulullah SAW bersabda: "Bagi anak laki-laki dua ekor kambing yang sama, sedangkan bagi anak perempuan satu ekor kambing". (HR. Tirmidzy dan Ahmad) &lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta3"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aqiqah Yang Sesuai Dengan Sunnah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Pelaksanaan aqiqah menurut kesepakatan para ulama adalah hari ketujuh dari kelahiran. Hal ini berdasarkan hadits Samirah di mana Nabi SAW bersabda, "Seorang anak terikat dengan aqiqahnya. Ia disembelihkan aqiqah pada hari ketujuh dan diberi nama". (HR. al-Tirmidzi). Namun demikian, apabila terlewat dan tidak bisa dilaksanakan pada hari ketujuh, ia bisa dilaksanakan pada hari ke-14. Dan jika tidak juga, maka pada hari ke-21 atau kapan saja ia mampu. Imam Malik berkata : Pada dzohirnya bahwa keterikatannya pada hari ke 7 (tujuh) atas dasar anjuran, maka sekiranya menyembelih pada hari ke 4 (empat) ke 8 (delapan), ke 10 (sepuluh) atau setelahnya Aqiqah itu telah cukup. Karena prinsip ajaran Islam adalah memudahkan bukan menyulitkan sebagaimana firman Allah SWT : "Allah menghendaki kemudahan bagimu dan tidak menghendaki kesukaran bagimu". (QS.Al Baqarah:185)
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta4"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Daging Aqiqah Lebih Baik Mentah Atau Dimasak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Dianjurkan agar dagingnya diberikan dalam kondisi sudah dimasak. Hadits Aisyah ra., "Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh". (HR al-Bayhaqi) Daging aqiqah diberikan kepada tetangga dan fakir miskin juga bisa diberikan kepada orang non-muslim. Apalagi jika hal itu dimaksudkan untuk menarik simpatinya dan dalam rangka dakwah. Dalilnya adalah firman Allah, "Mereka memberi makan orang miskin, anak yatim, dan tawanan, dengan perasaan senang". (QS. Al-Insan : 8). Menurut Ibn Qudâmah, tawanan pada saat itu adalah orang-orang kafir. Namun demikian, keluarga juga boleh memakan sebagiannya.
&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta5"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Siapakah yang layak menerima daging sembelihan aqiqah ?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Mereka yang paling layak menerima sedekah adalah orang fakir dan miskin dari kalangan umat Islam, begitu juga dengan aqiqah, mereka yang paling layak menerima adalah orang miskin dikalangan umat Islam. Walaubagaimanapun berdasarkan beberapa buah hadis dan amalan Rasulullah dan sahabat kita disunatkan juga memakan sebahagian daripada daging tersebut, bersedekah sebahagian dan menghadiahkan sebahagian lagi. Apa yang membezakan aqiqah dan korban ialah kita disunatkan memberikan sebahagian kaki kambing aqiqah tersebut kepada bidan yang menyambut kelahiran tersebut. Wallahu'alam
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta6"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Jumlah Hewan Aqiqah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Bayi laki-laki disunnahkan untuk disembelihkan dua ekor kambing dan bayi wanita cukup satu ekor kambing saja. Dari Ammi Karz Al-Ka'biyah berkata bahwa saya mendengar Rasulullah SAW bersabda, "Untuk bayi laki-laki disembelihkan dua ekor kambing yang setara dan buat bayi wanita satu ekor kambing". Namun bila tidak memungkinkan, maka boleh saja satu ekor untuk bayi laki-laki, karena Rasulullah SAW pun hanya menyembelih satu ekor untuk cucunya Hasan dan Husein. "Adalah Rasulullah SAW menyembelih hewan aqiqah untuk Hasan dan Husein masing-masing satu ekor kambing ?". (HR Ashabus Sunan)
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta7"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Aqiqah haruskah hewan jantan?&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Baik dalam aqiqah maupun udhiyah (kurban) tidak ada persyaratan bahwa hewannya harus jantan atau betina. Keduanya bisa dijadikan sebagai hewan aqiqah atau kurban. Akan tetapi yang lebih diutamakan adalah hewan jantan agar kelangsungan reproduksi hewan tersebut tetap terjaga.
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta8"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hukum Aqiqah Dilaksanakan Dilain Negara/Kota&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Tidak ada batasan yang mengharuskan agar pelaksanaan aqiqah dilakukan di negeri/kota/kampung tempat kelahiran anak. Karena itu, Anda bisa melakukan di mana saja sesuai dengan kemaslahatan yang ada.
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta9"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hukum memakan daging aqiqah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Daging selain disedekahkan juga bisa dimakan oleh keluarga yang melakukan aqiqah. Hal ini berdasarkan hadits Aisyah ra., "Sunnahnya dua ekor kambing untuk anak laki-laki dan satu ekor kambing untuk anak perempuan. Ia dimasak tanpa mematahkan tulangnya. Lalu dimakan (oleh keluarganya), dan disedekahkan pada hari ketujuh". (HR al-Bayhaqi). Wallahu a'lam bish-shawab. &lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta10"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hukum Aqiqah Setelah Dewasa/Berkeluarga&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Pada dasarnya aqiqah disyariatkan untuk dilaksanakan pada hari ketujuh dari kelahiran. Jika tidak bisa, maka pada hari keempat belas. Dan jika tidak bisa pula, maka pada hari kedua puluh satu. Selain itu, pelaksanaan aqiqah menjadi beban ayah. Namun demikian, jika ternyata ketika kecil ia belum diaqiqahi, ia bisa melakukan aqiqah sendiri di saat dewasa. Satu ketika al-Maimuni bertanya kepada Imam Ahmad, "ada orang yang belum diaqiqahi apakah ketika besar ia boleh mengaqiqahi dirinya sendiri?" Imam Ahmad menjawab, "Menurutku, jika ia belum diaqiqahi ketika kecil, maka lebih baik melakukannya sendiri saat dewasa. Aku tidak menganggapnya makruh". Para pengikut Imam Syafi'i juga berpendapat demikian. Menurut mereka, anak-anak yang sudah dewasa yang belum diaqiqahi oleh orang tuanya, dianjurkan baginya untuk melakukan aqiqah sendiri. &lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta11"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Hewan Untuk Aqiqah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Masalah kambing yang layak untuk dijadian sembelihan aqiqah adalah kambing yang sehat, baik, tidak ada cacatnya. Semakin besar dan gemuk tentu semakin baik. Sedangkan masalah harus menyentuhkan anak kepada kambing yang akan disembelih untuk aqiqahnya, jelas tidak ada dasarnya. Barangkali hanya sebuah kebiasaan saja. &lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta12"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Pemberian Nama Anak&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi bahwa ada kaitan antara arti sebuah nama dengan yang diberi nama. Hal tersebut ditunjukan dengan adanya sejumlah nash syari yang menyatakan hal tersebut. Dari Abu Hurairoh Ra, Nabi SAW bersabda: "Kemudian Aslam semoga Allah menyelamatkannya dan Ghifar semoga Allah mengampuninya". (HR. Bukhori 3323, 3324 dan Muslim 617) Ibnu Al-Qoyyim berkata: "Barangsiapa yang memperhatikan sunah, ia akan mendapatkan bahwa makna-makna yang terkandung dalam nama berkaitan dengannya sehingga seolah-olah makna-makna tersebut diambil darinya dan seolah-olah nama-nama tersebut diambil dari makna-maknanya". Dan jika anda ingin mengetahui pengaruh nama-nama terhadap yang diberi nama (Al-musamma) maka perhatikanlah hadits di bawah ini: Dari Said bin Musayyib dari bapaknya dari kakeknya Ra, ia berkata: Aku datang kepada Nabi SAW, beliau pun bertanya: "Siapa namamu?" Aku jawab: "Hazin" Nabi berkata: "Namamu Sahl" Hazn berkata: "Aku tidak akan merobah nama pemberian bapakku" Ibnu Al-Musayyib berkata: "Orang tersebut senantiasa bersikap keras terhadap kami setelahnya". (HR. Bukhori) (At-Thiflu Wa Ahkamuhu/Ahmad Al-'Isawiy hal 65) Oleh karena itu, pemberian nama yang baik untuk anak-anak menjadi salah satu kewajiban orang tua. Di antara nama-nama yang baik yang layak diberikan adalah nama nabi penghulu jaman yaitu Muhammad. Sebagaimana sabda beliau : Dari Jabir Ra dari Nabi SAW beliau bersabda: "Namailah dengan namaku dan janganlah engkau menggunakan kunyahku". (HR. Bukhori 2014 dan Muslim 2133) &lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta13"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Mencukur Rambut&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Mencukur rambut adalah anjuran Nabi yang sangat baik untuk dilaksanakan ketika anak yang baru lahir pada hari ketujuh. Dalam hadits Samirah disebutkan bahwa Rasulullah saw. Bersabda, "Setiap anak terikat dengan aqiqahnya. Pada hari ketujuh disembelihkan hewan untuknya, diberi nama, dan dicukur". (HR. at-Tirmidzi). Dalam kitab al-Muwaththâ` Imam Malik meriwayatkan bahwa Fatimah menimbang berat rambut Hasan dan Husein lalu beliau menyedekahkan perak seberat rambut tersebut. Tidak ada ketentuan apakah harus digundul atau tidak. Tetapi yang jelas pencukuran tersebut harus dilakukan dengan rata; tidak boleh hanya mencukur sebagian kepala dan sebagian yang lain dibiarkan. Tentu saja semakin banyak rambut yang dicukur dan ditimbang semakin -insya Allah- semakin besar pula sedekahnya. &lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta14"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Doa Menyembelih Hewan Aqiqah&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Bismillah, Allahumma taqobbal min muhammadin, wa aali muhammadin, wa min ummati muhammadin. Artinya : Dengan nama Allah, ya Allah terimalah (kurban) dari Muhammad dan keluarga Muhammad serta dari ummat Muhammad.” (HR Ahmad, Muslim, Abu Dawud)
&lt;br /&gt;&lt;a name="ta15"&gt;
&lt;br /&gt;&lt;em&gt;&lt;span style="color:#009900;"&gt;Doa bayi baru dilahirkan&lt;/span&gt;&lt;/em&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;Innii u'iidzuka bikalimaatillaahit taammati min kulli syaythaanin wa haammatin wamin kulli 'aynin laammatin Artinya : Aku berlindung untuk anak ini dengan kalimat Allah Yang Sempurna dari segala gangguan syaitan dan gangguan binatang serta gangguan sorotan mata yang dapat membawa akibat buruk bagi apa yang dilihatnya. (HR. Bukhari) &lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align="justify"&gt;from: &lt;a href="http://www.rumahaqiqah.org/"&gt;Rumah Aqiqah&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-3553790101436752432?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hWn23zcWjTL5nJ7HzvVpJaUdJag/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hWn23zcWjTL5nJ7HzvVpJaUdJag/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hWn23zcWjTL5nJ7HzvVpJaUdJag/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/hWn23zcWjTL5nJ7HzvVpJaUdJag/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=dd4SBA92868:Gjwu1e-atoA:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/dd4SBA92868" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/dd4SBA92868/tuntunan-aqiqah.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/05/tuntunan-aqiqah.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6677911772564050063.post-2609874953154941741</guid><pubDate>Fri, 08 May 2009 07:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-05-08T14:04:00.719+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Trinitas</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Doktrin</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Analisa</category><title>Analisa Doktrin Trinitas</title><description>&lt;div align="justify"&gt;Telah umum dalam pemahaman orang-orang Kristen bahwa Tuhan dikonsepkan menjadi 3 oknum, yaitu : Tuhan Bapa (God the Father), Tuhan anak (Jesus the Christ) dan Tuhan Roh Kudus (The Holy Spirit); Dan ketiga-tiga oknum ini didalam keyakinan mereka merupakan sehakikat dan satu dalam kesatuannya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Adanya kehadiran Jesus yang disebut sebagai Tuhan anak (The Son of God) didalam salah satu unsur ke-Tuhanan Kristen, tidak hanya dipandang sebagai kiasan (metafora), namun lebih cenderung dalam arti yang sebenarnya. Oleh karena perkataan Tuhan anak disini digunakan dalam arti yang sebenarnya, maka perkataan “Tuhan Bapa” disini seharusnya juga digunakan pula dalam arti "Bapa" yang sesungguhnya, sebab dengan demikian pemahaman ini menjadi benar.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Namun hal ini akan menjadikan suatu hal yang mustahil untuk dapat diterima oleh akal sehat !&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena diri "anak" yang sebenarnya dari sesuatu, adalah mustahil akan memiliki suatu zat dengan diri sang "Bapa" yang sesungguhnya dari sesuatu itu juga. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebab pada ketika "zat" yang satu itu disebut anak, tidak dapat ketika itu juga "zat" yang satu ini disebut sebagai Bapa. Begitupula sebaliknya, yaitu pada ketika zat yang satu itu disebut sebagai Bapa, tidak dapat ketika itu kita sebut zat yang sama ini sebagai anak dari Bapa itu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ketika zat yang satu ini kita sebut sebagai Bapa, maka dimanakah zat anak ?Tentunya kita semua sepakat bahwa kata apapun yang kita pakai dalam membicarakan Tuhan itu semata sebagai pengganti kata DIA (yaitu kata ganti yang tentu saja memang ada kata yang digantikannya, dan kata ZAT dalam konteks pembicaraan kita disini bukanlah kata zat yang dapat dibagi menjadi zat zair, padat dan gas.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh karena dunia Kristen memiliki konsep pluralitas Tuhan dalam satu zat, maka disini telah terjadi suatu dilema yang sukar dan untuk menjawab hal ini, mereka selalu melarikan diri pada jawaban : "Misteri Tuhan yang sulit diungkapkan." &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Suatu pernyataan yang mencoba menutupi ketidak berdayaan penganut Kristen didalam memberikan pemahaman mengenai doktrin keTuhanan mereka yang bertentangan dengan akal sehat.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Disatu sisi mereka memberikan kesaksian akan ke-Esaan dari Allah, namun pada sisi lain mereka juga dipaksa untuk menerima kehadiran unsur lain sebagai Tuhan selain Allah yang satu itu, logikanya adalah, jika disebut zat Tuhan Bapa lain dari zat Tuhan anak, maka akan nyata pula bahwa Tuhan itu tidak Esa lagi tetapi sudah menjadi dua (dualisme keTuhanan dan bukan Monotheisme).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Begitu pula dengan masuknya unsur ketuhanan yang ketiga, yaitu Roh Kudus, sehingga semakin menambah oknum ketuhanan yang satu menjadi tiga oknum yang berbeda satu dengan yang lainnya sehingga mau tidak mau pengakuan tentang ke-Esaan Tuhan (prinsip Monotheisme) akan menjadi sirna.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Khusus mengenai diri Tuhan Roh Kudus sendiri, didalam kitab Bible (di-Indonesia sering disebut al-kitab) kadangkala digambarkan sebagai api, sebagai burung dan lain sebagainya. Dan Tuhan Roh Kudus ini menurut kitab Perjanjian Lama (bagian awal dari al-Kitab) sudah seringkali hadir ditengah-tengah manusia, baik sebelum kelahiran Jesus, masa keberadaan Jesus ditengah para murid-muridnya hingga masa-masa setelah ketiadaan Jesus pasca penyaliban.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan menghadapi hal ini, kembali kita sebutkan bahwa unsur Tuhan sudah terpecah kedalam tiga zat yang berbeda. Sebab jika tetap dikatakan masih dalam satu zat (satu kesatuan), maka ketika itu juga terjadilah zat Tuhan Bapa adalah zat Tuhan anak kemudian zat Tuhan anak dan zat Tuhan Bapa itu adalah juga zat dari Tuhan Roh Kudus.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertanyaannya sekarang, sewaktu zat yang satu disebut Bapa, dimanakah anak ? Dan sewaktu zat yang yang satu disebut sebagai Tuhan anak, maka dimanakah Tuhan Bapa serta Tuhan Roh Kudus ? Oleh sebab itu haruslah disana terdapat tiga wujud Tuhan dalam tiga zat yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebab yang memperbedakan oknum yang pertama dengan oknum yang kedua adalah ‘keanakan’ dan ‘keBapaan’. Sedang anak bukan Bapa dan Bapa bukan anak !&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi nyata kembali bahwa Tuhan sudah tidak Esa lagi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh karena itulah setiap orang yang mau mempergunakan akal pikirannya dengan baik dan benar akan menganggap bahwa ajaran Trinitas, bukanlah bersifat Monotheisme atau meng-Esakan Tuhan melainkan lebih condong kepada paham Polytheisme (sistem kepercayaan banyak Tuhan).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan begitu, maka nyata sudah bahwa ajaran itu bertentangan dengan ajaran semua Nabi-nabi yang terdahulu yang mengajarkan bahwa Tuhan itu adalah Esa dalam arti yang sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kita dapati dari kitab Perjanjian Lama, Perjanjian Baru (khususnya 4 Injil) sampai kepada kitab suci umat Islam yaitu al-Qur'an, tidak didapati konsep pluralitas ketuhanan sebagaimana yang ada pada dunia Kristen itu sendiri.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada masanya, Adam tidak pernah menyebut bahwa Tuhan itu ada tiga, demikian pula dengan Abraham, Daud, Musa, dan nabi-nabi sebelum mereka sampai pada Jesus sendiri juga tidak pernah mengajarkan asas ke-Tritunggalan Tuhan, apalagi dengan apa yang diajarkan oleh Nabi Muhammad Saw.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Lebih jauh lagi bila kita analisa konsep Trinitas ini menyebutkan bahwa oknum Tuhan yang pertama terbeda dengan Ke-Bapaan, karena itu ia disebut sebagai Tuhan Bapa (Dia dianggap sebagai Tuhan yang lebih tua), sementara oknum Tuhan kedua terbeda dengan Keanakan yang lahir menjadi manusia bernama Jesus dalam pengertian singkatnya bahwa Tuhan anak baru ada setelah adanya Tuhan Bapa, karena itu ia disebut sebagai sang anak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal yang paling menarik lagi adalah tentang oknum Tuhan ketiga yaitu Roh Kudus yang justru terbeda sifatnya dengan keluarnya bagian dirinya dari Tuhan Bapa dan Tuhan anak, sehingga Bapa bukan anak dan anak bukan pula Bapak atau Roh Kudus&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila sesuatu menjadi titik perbedaan sekaligus titik keistimewaan pada satu oknum, maka perbedaan dan keistimewaan itu harus juga ada pada zat oknum tersebut. Misalnya, satu oknum memiliki perbedaan dan keistimewaan menjadi anak, maka zatnya harus turut menjadi anak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Artinya zat itu adalah zat anak, sebab oknum tersebut tidak dapat terpisah daripada zatnya sendiri. Apabila perbedaan dan keistimewaan itu ada pada zatnya, maka ia harus adapula pada zat Tuhan, karena zat keduanya hanya satu.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Oleh karena sesuatu tadi menjadi perbedaan dan keistimewaan pada satu oknum maka ia tidak mungkin ada pada oknum yang lain. &lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Menurut misal tadi, keistimewaan menjadi anak tidak mungkin ada pada oknum Bapa.Apabila ia tidak ada pada oknum Bapa, maka ia tidak ada pada zatnya.Apabila ia tidak ada pada zatnya, maka ia tidak ada pada zat Allah.Karena zat Bapa dengan zat Tuhan adalah satu (unity).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan demikian terjadilah pada saat yang satu, ada sifat keistimewaan tersebut pada zat Tuhan dan tidak ada sifat keistimewaan itu pada zat Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Misalnya, Tuhan anak lahir menjadi manusia.Apabila Tuhan anak menjadi manusia, maka zat Tuhan Bapa harus menjadi manusia karena zat mereka satu (sesuai dengan prinsip Monotheisme). Namun kenyataannya menurut dunia kekristenan bahwa Tuhan Bapa tidak menjadi manusia. Dengan demikian berarti zat Tuhan Allah tidak menjadi manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Maka pada saat zat Tuhan Allah akan disebut menjadi manusia dan zat Tuhan Allah tidak menjadi manusia, maka ini menjadi dua yang bertentangan dan suatu konsep yang mustahil.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ajaran Trinitas yang mengakui adanya Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus hanya dapat dipelajari dan dapat diterima secara baik hanya jika dunia Kristen mendefenisikannya sebagai 3 sosok Tuhan yang berbeda dan terlepas satu sama lainnya, dalam pengertian diakui bahwa Tuhan bukan Esa, melainkan tiga (Trialisme).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Siapapun tidak akan menolak bahwa Tuhan bersifat abadi, Alpha dan Omega, tidak berawal dan tidak berakhir, namun keberadaan Tuhan yang menjadi anak dan lahir dalam wujud manusia telah memupus keabadian sifat Tuhan didalam dunia Kristen, karena nyata ada Bapa dan ada anak alias telah ada Tuhan pertama yang lebih dulu ada yang disebut sebagai Tuhan tertinggi dan ada pula Tuhan yang baru ada setelah Tuhan yang pertama tadi ada.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akal manusia dapat membenarkan, jika Bapa dalam pengertian yang sebenarnya harus lebih dahulu ada daripada anaknya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Akal manusia akan membantah bahwa anak lebih dahulu daripada Bapa atau sang anak bersama-sama ada dengan Bapa, sebab bila demikian adanya tentu tidak akan muncul istilah Bapa maupun anak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila Tuhan Bapa telah terpisah dengan Tuhan anak dari keabadiannya, maka Tuhan anak itu tidak dapat disebut ‘diperanakkan’ oleh Tuhan Bapa. sebab Tuhan Bapa dan Tuhan anak ketika itu sama-sama abadi, Alpha dan Omega, sama-sama tidak berpermulaan dan tidak ada yang lebih dahulu dan yang lebih kemudian hadirnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila ia disebut diperanakkan, maka yang demikian menunjukkan bahwa ia adanya terkemudian daripada Bapa. Karena sekali lagi, anak yang sebenarnya harus ada terkemudian daripada Bapa yang sebenarnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Apabila antara Tuhan Bapa serta Tuhan anak telah terbeda dari kekekalan, maka Tuhan Roh Kudus pun telah terbeda pula dari kekekalannya masing-masing, mereka bukan satu kesatuan tetapi 3 unsur yang berbeda.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Kenyataan ini justru didukung penuh oleh kitab Perjanjian Baru sendiri, bukti pertama bisa kita baca dalam Injil karangan Matius pasal 3 ayat 16 sampai 17 :&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Sesudah dibaptis, Jesus segera keluar dari air dan pada waktu itu juga langit terbuka dan ia (Jesus) melihat Roh Allah seperti burung merpati hinggap ke atasnya, lalu terdengarlah suara dari sorga (apakah sorga = langit? :-red) yang mengatakan: "Inilah Anak-Ku yang Kukasihi, kepada-Nyalah Aku berkenan." (Matius 3:16-17)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada ayat diatas secara langsung kita melihat keberadaan 3 oknum dari zat Tuhan yang berbeda secara bersamaan, yaitu satu dalam wujud manusia bernama Jesus dengan status Tuhan anak, satu berwujud seperti burung merpati (yaitu Tuhan Roh Kudus) dan satunya lagi Tuhan Bapa sendiri yang berseru dari sorga dilangit yang sangat tinggi.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dengan berdasar bukti dari pemaparan Matius diatas, bagaimana bisa sampai dunia Kristen mempertahankan argumentasi paham Monotheisme didalam sistem ketuhanan mereka ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukti lainnya yang menunjukkan perbedaan antara masing-masing zat Tuhan didalam dunia Kristen yang semakin membuktikan keterpisahan antara Tuhan yang satu dengan Tuhan yang lainnya dalam kemanunggalan mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;"Maka kata Jesus sekali lagi: Damai sejahtera bagi kamu! Sama seperti Bapa mengutus aku, demikian juga sekarang aku mengutus kamu !; dan sesudah berkata demikian, ia (Jesus) menghembusi mereka dan berkata: "Terimalah Roh Kudus" !." (Johanes 20:21-22)&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Ayat Johanes diatas sebagaimana juga Matius pasal 3 ayat 16 dan 17, memaparkan mengenai keterbedaan zat Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus sehingga semakin jelas bahwa antara Tuhan Bapa, Tuhan anak dan Tuhan Roh Kudus tidak ada ikatan persatuan dan tidak dapat disebut Tuhan yang Esa, masing-masing Tuhan memiliki pribadinya sendiri, inilah sistem kepercayaan banyak Tuhan (Pluralisme ketuhanan) sebagaimana juga yang diyakini oleh orang-orang Yunani maupun Romawi tentang keragaman dewa-dewa mereka.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Konsep ini sama dengan konsep 3 makhluk bernama manusia, ada si Amir sebagai Bapa, ada si Jhoni sebagai anak dan adapula si Robin, ketiganya berbeda pribadi namun tetap memiliki kesatuan, yaitu satu dalam wujud, sama-sama manusia, tetapi apakah ketiganya sama ? Tentu saja tidak, mereka tetaplah 3 orang manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Tuhan Bapa, Tuhan anak maupun Tuhan Roh Kudus adalah sama-sama Tuhan namun mereka tetap 3 sosok Tuhan yang berbeda, inilah sebenarnya konsep yang terkandung dalam paham Trinitas atau Tritunggal pada dunia Kristen.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sebagai akhir dari Bab ini, maka kita kemukakan dua hal penting lain sebagai pengantar pemikiran kritis bagi orang-orang yang meyakini ide Trinitas dan mempercayai akan kemanunggalan Jesus dengan Allah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pertama, dunia Kristen Trinitas meyakini bahwa Jesus merupakan anak Tuhan sekaligus Tuhan itu sendiri yang lahir menjadi manusia untuk menerima penderitaan diatas kayu salib demi menebus kesalahan Adam yang telah membuat jarak yang jauh antara Tuhan dengan manusia.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Sekarang, bila memang demikian adanya, bisakah anda menyatakan bahwa pada waktu penyaliban terjadi atas diri Jesus maka pada saat yang sama Tuhan Bapa (Allah) telah ikut tersalibkan ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Hal ini perlu diangkat sebagai acuan pemikiran yang benar, bahwa ketika Tuhan telah memutuskan diri-Nya untuk terlahir dalam bentuk manusia oleh perawan Mariah maka secara otomatis antara Jesus dengan Tuhan Bapa tidak berbeda, yang disebut Jesus hanyalah phisik manusiawinya saja tetapi isi dari ruhnya adalah Tuhan sehingga hal ini menjadikan diri Jesus disebut Tuhan anak.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam keadaan apapun selama tubuh jasmani Jesus masih hidup dan melakukan aktivitas layaknya manusia biasa, pada waktu itu Ruh Tuhan pun tetap ada dalam badan jasmani tersebut dan tidak bisa dipisahkan, sebab jika Ruh Tuhan telah keluar dari badan kasarnya maka saat itu juga Jesus mengalami kematian, karena tubuh jasmani telah ditinggalkan oleh ruhnya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Jadi logikanya, sewaktu tubuh jasmaniah Jesus disalibkan, maka zat Tuhan juga telah ikut tersalib, artinya secara lebih gamblang, Tuhan Bapa telah ikut disalib pada waktu bersamaan (sebab mereka satu kesatuan).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Pada waktu tubuh jasmani Jesus bercakap-cakap dengan para murid serta para sahabat lainnya maka pada waktu yang bersamaan sebenarnya Tuhan-lah yang melakukannya dibalik wadag tersebut.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan sekarang bila Jesus mengalami kejadian-kejadian tertentu seperti mengutuki pohon Ara karena rasa laparnya namun ia tidak menjumpai apa-apa disana selain daun (Matius 21:18-19) maka hal ini menyatakan ketidak tahuan dari diri Jesus mengenai segala sesuatu dan implikasinya bahwa Tuhan yang mengisi jiwa dari wadag manusia Jesus pun bukanlah Tuhan yang sebenarnya, sebab ia tidak bersifat maha mengetahui sedangkan pencipta alam semesta ini haruslah Tuhan yang mengenal ciptaan-Nya sekalipun itu dalam wujud makhluk paling kecil dan hitam yang tidak tampak secara kasat mata berjalan pada malam yang paling kelam sekalipun.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan pada waktu Jesus merasa sangat ketakutan sampai peluhnya membasahi sekujur tubuhnya bagaikan titik-titik darah yang berjatuhan ketanah (Lukas 22:44) maka pada saat yang sama kita menyaksikan Tuhan yang penuh kecacatan, betapa tidak, Tuhan justru frustasi dan kecewa sampai Dia mau mati (Matius 26:38) akibat ketakutan-Nya kepada serangan para makhluk ciptaan-Nya sendiri yang seharusnya justru menjadi lemah dan bukan ancaman menakutkan dimata Tuhan.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dan didetik-detik tersebut kita dapati pada Matius pasal 26 ayat 36 sampai 39 Jesus telah memanjatkan doa yang ditujukan kepada Tuhan. Sungguh suatu kejanggalan yang sangat nyata sekali, betapa Tuhan telah menjadi makhluk dalam bentuk manusia dan Tuhan itu masih memerlukan bantuan dari pihak lain (dalam hal ini Tuhan itu butuh bantuan Tuhan juga), disinilah sebenarnya kita melihat kenyataan bahwa Jesus itu sendiri bukan Tuhan, dia hanyalah makhluk dan sebagai makhluk maka seluruh dirinya terlepas dari unsur-unsur ketuhanan, baik jasmani maupun rohaninya.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Karena itu dia pasti membutuhkan bantuan Tuhan yang sebenarnya, Tuhan yang Maha Tahu, Tuhan yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu dari ciptaan-Nya serta Tuhan yang Maha Gagah.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Silahkan anda sebagai penganut paham Trinitas memikirkan hal-hal ini secara lebih kritis lagi. Adapun sekarang hal kedua yang ingin saya kemukakan sebagai penutup Bab pertama ini adalah sehubungan kembali dengan dakwaan Trinitas akan kemanunggalan Jesus dengan Tuhan dan mereka itu dianggap sebagai satu kesatuan, sehingga Jesus disebut sebagai Tuhan itu sendiri (makanya dikenal sebagai Tuhan Jesus).&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Dalam banyak kitab dan pasal pada Perjanjian Baru, kita sebut saja misalnya Matius 26:64, Kisah Para Rasul 7:55-56, Roma 8:34 dan sebagainya telah disebut bahwa Jesus sebagai Tuhan anak telah duduk disebelah kanan Tuhan Bapa, artinya mereka berdua (antara Tuhan Bapa dengan Tuhan anak) merupakan dua Tuhan yang berbeda, tidakkah ini menyalahi sendiri konsep kemanunggalan Jesus pada Tuhan Bapa yang diklaim oleh pihak Trinitas sendiri ?&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Bukankah semakin jelas kita melihat ada dua Tuhan dan bukan satu Tuhan, dan jika paham satu Tuhan disebut sebagai Tauhid atau Monotheisme maka sistem banyak Tuhan (lebih dari satu Tuhan) disebut sebagai Pluralisme Tuhan atau Polytheisme.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Semoga hal ini bisa membawa anda kepada pemikiran yang benar, logis serta penuh kedamaian kembali kepada ajaran yang bisa anda terima secara lurus... ISLAM.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Wassalam,&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div align="justify"&gt;Armansyah&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;a href="http://secure.bidvertiser.com/performance/bdv_rss_rd.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;click=1&amp;rsrc=3" target="_blank"&gt;&lt;img src="http://bdv.bidvertiser.com/BidVertiser.dbm?pid=116345&amp;bid=542294&amp;PHS=116345542294&amp;rssimage=1&amp;rsrc=3" border="0"/&gt;&lt;/a&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6677911772564050063-2609874953154941741?l=who-want-the-truth.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;p&gt;&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7zxOOgnTmSOGkdDSNP2WG9I17o/0/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7zxOOgnTmSOGkdDSNP2WG9I17o/0/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;br/&gt;
&lt;a href="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7zxOOgnTmSOGkdDSNP2WG9I17o/1/da"&gt;&lt;img src="http://feedads.g.doubleclick.net/~a/G7zxOOgnTmSOGkdDSNP2WG9I17o/1/di" border="0" ismap="true"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="feedflare"&gt;
&lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:yIl2AUoC8zA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=yIl2AUoC8zA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:63t7Ie-LG7Y"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=63t7Ie-LG7Y" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:dnMXMwOfBR0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=dnMXMwOfBR0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:F7zBnMyn0Lo"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:F7zBnMyn0Lo" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:7Q72WNTAKBA"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=7Q72WNTAKBA" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:V_sGLiPBpWU"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:V_sGLiPBpWU" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:qj6IDK7rITs"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=qj6IDK7rITs" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:KwTdNBX3Jqk"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:KwTdNBX3Jqk" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:l6gmwiTKsz0"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=l6gmwiTKsz0" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:gIN9vFwOqvQ"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?i=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:gIN9vFwOqvQ" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt; &lt;a href="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?a=arVpjQoY0I0:GQUcBRl32rM:TzevzKxY174"&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~ff/truth4all?d=TzevzKxY174" border="0"&gt;&lt;/img&gt;&lt;/a&gt;
&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/truth4all/~4/arVpjQoY0I0" height="1" width="1"/&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/truth4all/~3/arVpjQoY0I0/analisa-doktrin-trinitas.html</link><author>noreply@blogger.com (abang_cool)</author><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://who-want-the-truth.blogspot.com/2009/05/analisa-doktrin-trinitas.html</feedburner:origLink></item><language>en-us</language><copyright>only one who want the truth</copyright><media:credit role="author">abang_cool</media:credit><media:rating>nonadult</media:rating><media:description type="plain">truth4all</media:description></channel></rss>
