<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784</id><updated>2026-06-02T00:10:52.062-07:00</updated><title type='text'>tunaskelapa</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>13</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-2699549679253767528</id><published>2012-04-18T17:39:00.002-07:00</published><updated>2012-04-18T17:39:15.709-07:00</updated><title type='text'>untuk sahabat</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;post-title entry-title&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;

Ketika dunia terang, alangkah semakin indah jikalau ada sahabat 
disisi. Kala langit mendung, begitu tenangnya jika ada sahabat menemani.
 Saat semua terasa sepi, begitu senangnya jika ada sahabat disampingku. 
Sahabat. Sahabat. Dan sahabat.   Ya, itulah kira-kira sedikit tentang 
diriku yang begitu merindukan kehadiran seorang sahabat. Aku memang 
seorang yang sangat fanatik pada persahabatan. Namun, sekian lama 
pengembaraanku mencari sahabat, tak jua ia kutemukan. Sampai sekarang, 
saat ku telah hampir lulus dari sekolahku. Sekolah berasrama, kupikir 
itu akan memudahkanku mencari sahabat. Tapi kenyataan dengan harapanku 
tak sejalan. Beragam orang disini belum juga bisa kujadikan sahabat. 
Tiga tahun berlalu, yang kudapat hanya kekecewaan dalam menjalin sebuah 
persahabatan. Memang tak ada yang abadi di dunia ini. Tapi paling tidak,
 kuharap dalam tiga tahun yang kuhabiskan di sekolahku ini, aku 
mendapatkan sahabat. Nyatanya, orang yang kuanggap sahabat, justru 
meninggalkanku kala ku membutuhkannya.   “May, nelpon yuk. Wartel buka 
tuh,” ujar seorang teman yang hampir kuanggap sahabat, Riea pada 
‘sahabat’ku yang lain saat kami di perpustakaan.   “Yuk, yuk, yuk!” 
balas Maya, ‘sahabatku’. Tanpa mengajakku   Kugaris bawahi, dia tak 
mengajakku. Langsung pergi dengan tanpa ada basa-basi sedikitpun. 
Padahal hari-hari kami di asrama sering dihabiskan bersama. Huh, apalagi
 yang bisa kulakukan. Aku melangkah keluar dari perpustakaan dengan 
menahan tangis begitu dasyat. Aku begitu lelah menghadapi kesendirianku 
yang tak kunjung membaik. Aku selalu merasa tak punya teman.   “Vy, gue 
numpang ya, ke  kasur lo,” ujarku pada seorang yang lagi-lagi kuanggap 
sahabat.   Silvy membiarkanku berbaring di kasurnya. Aku menutup wajahku
 dengan bantal. Tangis yang selama ini kutahan akhirnya pecah juga. Tak 
lagi terbendung. Sesak di dadaku tak lagi tertahan. Mengapa mereka tak 
juga sadar aku butuh teman. Aku takut merasa sendiri. Sendiri dalam sepi
 begitu mengerikan. Apa kurangku sehingga orang yang kuanggap sahabat 
selalu pergi meninggalkanku. Aku tak bisa mengerti semua ini. Begitu 
banyak pengorbanan yang kulakukan untuk sahabat-sahabatku, tapi  
lagi-lagi mereka ‘menjauhiku’.    “Faiy, lo kenapa sih ? kok nangis 
tiba-tiba,” tanya Silvy padaku begitu aku menyelesaikan tangisku.   
“Ngga papa, Vy,” aku mencoba tersenyum. Senyuman yang sungguh lirih jika
 kumaknai.   “Faiy, tau nggak ? tadi gue ketemu loh sama dia,” ujar 
Silvy malu-malu. Dia pasti ingin bercerita tentang lelaki yang dia 
sukai.    Aku tak begitu berharap banyak padanya untuk menjadi 
sahabatku. Kurasa semua sama. Tak ada yang setia. Kadang aku merasa 
hanya dimanfaatkan oleh ‘sahabat-sahabatku’ itu. Kala dibutuhkan, aku 
didekati. Begitu masalah mereka selesai, aku dicampakkan kembali.    
“Faiy, kenapa ya, Lara malah jadi jauh sama gue. Padahal gue deket 
banget sama dia. Dia yamg dulu paling ngerti gue. Sahabat gue,” Silvy 
curhat padaku tentang Lara yang begitu dekat dengannya, dulu.   Sekarang
 ia lebih sering cerita padaku. Entah mengapa mereka jadi menjauh 
begitu.    “Yah, Vy. Jangan merasa sendirian gitu dong,” balasku 
tersenyum. Aku menerawang,” Kalau lo sadar, Vy, Allah kan selalu bersama
 kita. Kita ngga pernah sendirian. Dia selalu menemani kita. Kalau kita 
masih merasa sendiri juga, berarti jelas kita ngga ingat Dia,” kata-kata
 itu begitu saja mengalir dari bibirku.   Sesaat aku tersadar. Kata-kata
 itu juga tepat untukku. Oh, Allah, maafkanku selama ini melupakanmu. 
Padahal Dia selalu bersamaku. Tetapi aku masih sering merasa sendiri. 
Sedangkan Allah setia bersama kita sepanjang waktu. Bodohnya aku. Aku 
ngga pernah hidup sendiri. Ada Allah yang selalu menemaniku. Dan 
seharusnya aku sadar, dua malaikat bahkan selalu di sisiku. Tak pernah 
absen menjagaku. Kenapa selama ini aku tak menyadarinya? Dia akan selalu
 mendengarkan ‘curhatanku’. Dijamin aman. Malah mendapat solusi.   Silvy
 tiba-tiba memelukku.   “Sorry banget, Faiy. Seharusnya gue sadar. 
Selama ini tuh lo yang selalu nemenin gue, dengerin curhatan gue, ngga 
pernah bete sama gue. Dan lo bisa ngingetin gue ke Dia. Lo shabat gue. 
Kenapa gue baru sadar sekarang, saat kita sebentar lagi berpisah…” Silvy
 tak kuasa menahan tangisnya.   Aku merasakan kehampaan sejenak. Air 
mataku juga ikut meledak. Akhirnya, setelah aku sadar bahwa aku ngga 
pernah sendiri dan ingat lagi padaNya, tak perlu aku yang mengatakan 
‘ingin menjadi sahabat’ pada seseorang. Bahkan malah orang lain yang 
membutuhkan kita sebagai sahabatnya.   Aku melepaskan pelukan kami.   “ 
Makasih ya, Vy. Ngga papa koki kita pisah. Emang kalau pisah, 
persahabatan bakal putus. Kalau putus, itu bukan persahabatan,” kataku 
tersenyum. Menyeka sisa-sisa air mataku.   Kami tersenyum bersama. 
Persahabatan yang indah, semoga persahabatan kami diridoi Allah.   
Sahabat itu, terkadang tak perlu kita cari. Dia yang akan menghampiri 
kita dengan sendirinya. Kita hanya perlu berbuat baik pada siapapun. Dan
 yang terpenting, jangan sampai kita melupakan Allah. Jangan merasa 
sepi. La takhof, wala tahzan, innallaha ma’ana..Dia tak pernah 
meninggalkan kita. Maka jangan pula tinggalkannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;post-title entry-title&quot;&gt;
sumber : cerpen.net &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/2699549679253767528/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2012/04/untuk-sahabat.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/2699549679253767528'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/2699549679253767528'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2012/04/untuk-sahabat.html' title='untuk sahabat'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-246974809205969197</id><published>2012-04-18T17:29:00.005-07:00</published><updated>2012-04-18T17:29:53.304-07:00</updated><title type='text'>The Origin of Bondowoso</title><content type='html'>&lt;h2 style=&quot;color: black;&quot;&gt;
&lt;u&gt;R. Bagus Assrah founder Bondowoso&lt;/u&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot; title=&quot;Kemudian Kiai Ronggo Suroadikusumo terlebih dahulu menikahkan Mas Astotruno dengan Roro Sadiyah yaitu putri Bupati Probolinggo Joyolelono.&quot;&gt;During
 his administration at Regent Ronggo Kiai Suroadikusumo Besuki progress 
with the functioning of the Port Besuki capable of attracting outside 
merchants. With the growing density of population necessary to the development of the region by opening the forest to the southeast. Patih
 Kiai proposed that Mas Astrotruno Alus, the adoptive son of the Regent 
Ronggo Suroadikusumo, a person who receives the task to open forest. proposal was received by Kiai Ronggo-Besuki, and Mas Astrotruno also can carry this task. Kiai then Ronggo Suroadikusumo Mas Astotruno first marriage with the princess Roro Sadiyah Joyolelono Probolinggo Regent. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Mertua Mas Astrotruno menghadiahkan kerbau putih “Melati” yang dongkol (tanduknya melengkung ke bawah) untuk dijadikan teman perjalanan dan penuntun mencari daerah-daerah yang subur.&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;Mas-law
 presented Astrotruno white buffalo &quot;Jasmine&quot; is cranky (downward 
curving horns) to be used as a traveling companion and guide to search 
for fertile areas.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span title=&quot;Pengembangan wilayah ini dimulai pada 1789, selain untuk tujuan politis juga sebagai upaya menyebarkan agama Islam mengingat di sekitas wilayah yang dituju penduduknya masih menyembah berhala.&quot;&gt;Development
 of this area began in 1789, other than for political purposes as well 
as efforts to spread Islam in sekitas given target area residents still 
worship idols. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Mas Astrotruno dibantu oleh Puspo Driyo, Jatirto, Wirotruno, dan Jati Truno berangkat melaksanakan tugasnya menuju arah selatan, menerobos wilayah pegunungan sekitar Arak-arak “Jalan Nyi Melas”.&quot;&gt;Mas
 Astrotruno assisted by Puspo Driyo, Jatirto, Wirotruno, and Teak Truno 
leave his duties towards the south, through the mountainous region 
around the Arak-arak &quot;Road Nyi Melas&quot;. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Rombongan menerobos ke timur sampai ke Dusun Wringin melewati gerbang yang disebut “Lawang Sekateng”.&quot;&gt;Entourage break into the east to the hamlet Wringin through the gate called &quot;Lawang Sekateng&quot;. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Nama-nama desa yang dilalui rombongan Mas Astrotruno, yaiitu Wringin, Kupang, Poler dan Madiro, lalu menuju selatan yaitu desa Kademangan dengan membangun pondol peristirahatan di sebelah barat daya Kademangan (diperkirakan di Desa Nangkaan sekarang).&quot;&gt;The
 names of the villages through which Astrotruno Mas group, yaiitu 
Wringin, Kupang, Poler and Madiro, then head south of the village by 
building pondol Kademangan resort in southwest Kademangan (estimated at 
Village Nangkaan now).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span title=&quot;Desa-desa yang lainnya adalah disebelah utara adalah Glingseran, tamben dan Ledok Bidara.&quot;&gt;Other villages are adjacent to the north is Glingseran, tamben and Ledok lote. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;disebelah Barat terdapat Selokambang, Selolembu.&quot;&gt;adjacent to the West there is Selokambang, Selolembu. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;sebelah timur adalah Tenggarang, Pekalangan, Wonosari, Jurangjero, Tapen, Praje,kan dan Wonoboyo.&quot;&gt;east is Tenggarang, Pekalangan, Wonosari, Jurangjero, Tapen, Praje, right and Wonoboyo. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Sebelah selatan terdapat Sentong, Bunder, Biting, Patrang, Baratan, Jember, Rambi, Puger, Sabrang, Menampu, Kencong, Keting.&quot;&gt;South there Sentong, Bunder, Biting, Patrang, westerlies, Jember, foyer, Puger, Sabrang, Menampu, Kencong, Achilles. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Jumlah Penduduk pada waktu itu adalah lima ratus orang, sedangkan setiap desa dihuni, dua, tiga, empat orang.&quot;&gt;Total Population at the time was five hundred people, while each village inhabited, two, three, four. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;kemudian dibangunlah kediaman penguasa di sebelah selatan sungai Blindungan, di sebelah barat Sungai Kijing dan disebelah utara Sungai Growongan (Nangkaan) yang dikenal sebagai “Kabupaten Lama” Blindungan, terletak ±400 meter disebelah utara alun-alun.&quot;&gt;then
 built the residence south of the river ruling Blindungan, west of the 
River to the north and the River gravestone Growongan (Nangkaan) known 
as &quot;Old District&quot; Blindungan, situated ± 400 meters to the north of the 
square.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span title=&quot;Pekerjaan membuka jalan berlangsung dari tahun 1789-1794.&quot;&gt;The work opens the path runs from the year 1789-1794. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Untuk memantapkan wilayah kekuasaan, Mas Astrotruno pada tahun 1808 diangkat menjadi demang denga gelar Abhiseka Mas Ngabehi Astrotruno, dan sebutannya adalah “Demang Blindungan”.&quot;&gt;To
 establish jurisdiction, Mas Astrotruno in 1808 was appointed to his 
premises demang Abhiseka Ngabehi Astrotruno Mas, and the title is &quot;Demat
 Blindungan&quot;. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Pembangunan kotapun dirancang, rumah kediaman penguasa menghadap selatan di utara alun-alun.&quot;&gt;Kotapun development is designed, the residence of the ruler facing south in the north of the square. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Dimana alun-alun tersebut semula adalah lapangan untuk memelihara kerbau putih kesayangan Mas Astrotruno, karena disitu tumbuh rerumputan makanan ternak.&quot;&gt;Where the original square is the field to maintain white buffalo Mas Astrotruno favorite, because there grow fodder grass. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;lama kelamaan lapangan itu mendapatkan fungsi baru sebagai alun-alun kota.&quot;&gt;over time the field is getting a new function as a town square. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Sedangkan di sebelah barat dibangun masjid yang menghadap ke timur.&quot;&gt;While to the west of the mosque was built facing east. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Mas Astrotruno mengadakan berbagai tontonan, antara lain aduan burung puyuh (gemak), Sabung ayam, kerapan sapi, dan aduan sapi guna menghibur para pkerja.&quot;&gt;Mas
 Astrotruno held a variety show, among other complaints quail (gemak), 
cock fights, kerapan cows, and cows in order to entertain the complaint 
pkerja. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;tontonan aduan sapi diselenggarakan secara berkala dan mejdi tontonan di Jawa Timur sampai 1998.&quot;&gt;complaint cow spectacle held periodically and mejdi spectacle in East Java until 1998. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Tas jasa-jasanya kemudian Astrotruno diangkat sebagai Nayaka merangkap Jaksa Negeri.&quot;&gt;Bag of his services and then Astrotruno Nayaka concurrently appointed as the State Attorney.&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Dari ikatan Keluarga Besar “Ki Ronggo Bondowoso” didapat keterangan bahwa pada tahun 1809 Raden bagus Asrrah atau mas Ngbehi Astrotruno dianggkat sebagi patih beriri sendiri (zelfstanding) dengan nama Abhiseka Mas Ngabehi kertonegoro.&quot;&gt;Family
 ties of &quot;Ki Ronggo Bondowoso&quot; obtained information that in 1809 Prince 
Asrrah good or mas Ngbehi Astrotruno dianggkat beriri himself as a 
governor (zelfstanding) with the name of Mas Ngabehi Abhiseka 
kertonegoro. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Beliau dipandang sebagai penemu (founder) sekaligus penguasa pemerintahan pertama (first ruler) di Bondowoso.&quot;&gt;He is regarded as the inventor (founder) as well as government authorities first (first ruler) in Bondowoso. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Adapau tempat kediaman Ki Kertonegoro yang semula bernama Blindungan, dengan adanya pembangunan kota diubah namanya menjadi Bondowoso, sebagi ubahan perkataan wana wasa.&quot;&gt;Ki
 Kertonegoro Adapau residence which was originally named Blindungan, 
with the development of the city changed its name to Bondowoso, as a 
grown wana change the words. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Maknanya kemudiandikaitkan dengan perkataan bondo, yang berarti modal, bekal, dan woso yang berarti kekuasaan.&quot;&gt;Kemudiandikaitkan meaning to the words of bondo, which means the capital, stock, and woso which means power. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;makna seluruhnya demikian: terjadinya negeri (kota) adalah semata-mata karena modal kemauan kleras mengemban tugas (penguasa) yang diberikan kepada Astrotruno untuk membabat hutan dan membangun kota.&quot;&gt;the
 meaning of all this: the country (city) is solely due to the 
willingness of capital kleras task (ruler) given to Astrotruno to clear 
forests and build cities.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span title=&quot;Meskipun Belanda telah becokol di Puger dan secara administrtatif yuridis formal memasukan Bondowoso kedalam wilayah kerkuasaannya, namun dalam kenyataannya pengangkatan personil praja masih wewenang Ronggo Besuki, maka tidak seorang pun yang berhak mengkliam lahirnya kota baru Bondowoso selain Mas Ngabehi Kertonegoro.&quot;&gt;Although
 the Netherlands has becokol in Puger and Bondowoso administrtatif enter
 into a formal juridical kerkuasaannya region, but in fact the 
appointment of diocesan personnel are authorized Ronggo Besuki, then no 
one has the right mengkliam Bondowoso birth of a new city in addition to
 Mas Ngabehi Kertonegoro. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Hal ini dikuatkan dengan pemberian izin kepada Beliau untuk terus bekerja membabat hutan sampai akhir hayat Sri Bupati di Besuki.&quot;&gt;This is confirmed by granting permission to Him to continue to work clearing the forest to the end of Sri Regents in Besuki.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span title=&quot;Pada tahun 1819 Bupati Adipati Besuki Raden Ario Prawiroadiningrat meningkatkan statusnya dari Kademangan menjadi wilayah lepas dari Besuki dengan status Keranggan Bondowoso dan mengangkat Mas Ngabehi Astrotruno menjadi penguasa wilayah dengan gelar Mas Ngabehi Kertonegoro, serta dengan perdikat Ronngo I.&quot;&gt;In
 1819, the Regent Duke of Besuki Prince Ario Kademangan 
Prawiroadiningrat improve the status of a region separated from the 
status Keranggan Besuki Bondowoso and raised Mas Ngabehi Astrotruno 
become ruler of the degree Mas Ngabehi Kertonegoro, as well as with 
perdikat Ronngo I. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Hal ini berlangsung pada hari Selasa Kliwon, 25 Syawal 1234 H atau 17 agustus 1819.&quot;&gt;This went on Tuesday Kliwon, 25 Shawwal 1234 H or 17 August 1819. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Peristiwa itu kemudian dijadikan eksistensi formal Bondowoso sebgai wilayah kekuasaan mandiri di bawah otoritas kekuasaan Kiai Ronggo Bondowoso.&quot;&gt;The
 incident was later made formal existence Bondowoso sebgai independent 
territory under the authority of the power of Kiai Ronggo Bondowoso. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Kekuasaan Kiai Ronggo Bondowoso meliputi wilayah Bondowoso dan Jember, dan berlangsung antara 1829-1830.&quot;&gt;Kiai power Ronggo Bondowoso covers an area of ​​Bondowoso and Jember, and lasted between 1829-1830.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span title=&quot;Pada 1830 Kiai Ronggo I mengundurkan diri dan kekausaannya diserahkan kepada putra keduanya yang bernama Djoko Sridin yang pada waktu itu menjabat Patih di Probolinggo.&quot;&gt;In
 1830, Kiai Ronggo kekausaannya I resigned and handed over to his second
 son named Djoko Sridin which at that time served in Probolinggo Patih. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Jabatan baru itu dipangku antar 1830-1858 dengan gelar M Ng Kertokusumo dengan predikat Ronggo II, berkedudukan di Blindungan sekarang atau jalan S Yododiharjo (jalan Ki Ronggo) yang dikenal masyarakat sebagi “Kabupaten lama”.Setelah mengundurkan diri, Ronggo I menekuni bidang dakwah agama&quot;&gt;The
 new position lap between 1830-1858 with a degree with honors M Ng 
Kertokusumo Ronggo II, based on current or street Blindungan S 
Yododiharjo (Ki road Ronggo) community known as &quot;old district&quot;. After 
resigning, Ronggo I going out for religious proselytizing &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Islam dengan bermukim di Kebundalem Tanggulkuripan (Tanggul, Jember), Ronggo I wafat pada 19 Rabi&#39;ulawal 1271 H atai 11 Desember 1854 dalam usia 110 tahun.&quot;&gt;Islam
 and settled in Kebundalem Tanggulkuripan (Dike, Jember), Ronggo I died 
on 19 Rabi&#39;ulawal H atai 1271 December 11, 1854 at the age of 110 years.
 &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;jenazahnya dikebumikan disebuah bukit (Asta Tinggi) di Desa Sekarputih.&quot;&gt;his body was interred disebuah hill (Asta Tinggi) in the Village Sekarputih. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Masyarakat Bondowoso menyebutnya sebagai “Makam Ki Ronggo”.&quot;&gt;Bondowoso community refer to it as &quot;the Tomb of Ki Ronggo&quot;.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span title=&quot;Kekuasaan Kiai Ronggo Bondowoso meliputi wilayah Bondowoso dan Jember, dan berlangsung antara 1829-1830.&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span title=&quot;makna seluruhnya demikian: terjadinya negeri (kota) adalah semata-mata karena modal kemauan kleras mengemban tugas (penguasa) yang diberikan kepada Astrotruno untuk membabat hutan dan membangun kota.&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span title=&quot;kemudian dibangunlah kediaman penguasa di sebelah selatan sungai Blindungan, di sebelah barat Sungai Kijing dan disebelah utara Sungai Growongan (Nangkaan) yang dikenal sebagai “Kabupaten Lama” Blindungan, terletak ±400 meter disebelah utara alun-alun.&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span title=&quot;Nama-nama desa yang dilalui rombongan Mas Astrotruno, yaiitu Wringin, Kupang, Poler dan Madiro, lalu menuju selatan yaitu desa Kademangan dengan membangun pondol peristirahatan di sebelah barat daya Kademangan (diperkirakan di Desa Nangkaan sekarang).&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/246974809205969197/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2012/04/origin-of-bondowoso.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/246974809205969197'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/246974809205969197'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2012/04/origin-of-bondowoso.html' title='The Origin of Bondowoso'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-3779514199786820924</id><published>2011-12-19T00:13:00.000-08:00</published><updated>2011-12-19T00:43:29.705-08:00</updated><title type='text'>SEJARAH PRAMUKA DUNIA</title><content type='html'>&lt;table class=&quot;wikitable&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;th rowspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;&lt;th rowspan=&quot;2&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;&lt;th colspan=&quot;2&quot; style=&quot;font-weight: normal; text-align: left;&quot;&gt;&lt;h2&gt;

&lt;a href=&quot;http://pramukasmansaka.wordpress.com/2009/07/13/baden-powell-bapak-pandu-dunia/&quot; rel=&quot;bookmark&quot; title=&quot;Baden Powell, Bapak Pandu Dunia&quot;&gt;Baden Powell, 
Bapak Pandu&amp;nbsp;Dunia&lt;/a&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div class=&quot;postinfo&quot;&gt;
&lt;br /&gt;    &lt;/div&gt;
&lt;img alt=&quot;Baden Powell&quot; class=&quot;size-full wp-image-59 alignright&quot; src=&quot;http://pramukasmansaka.files.wordpress.com/2009/07/b-p.gif?w=468&quot; title=&quot;Baden 
Powell&quot; /&gt; Baden Powell lahir di &lt;b&gt;London , Inggris pada 
tanggal 22 Februari 1857&lt;/b&gt; dengan nama &lt;b&gt;Robert Stephenson 
Smyth &lt;/b&gt;. Nama Baden Powell diambil dari nama ayahnya
 Domine HG Baden Powell, seorang Profesor geometri di Universitas 
Oxford. Ayahnya meninggal paad saat Stephenson masih berusia 3 tahun. 
Ibunya adalah putri seorang Admiral Kerajaan Inggris bernama W.R. Smyth. 
Jadi Boden Powell merupakan keturunan seorang ilmuwan dan keturunan 
petualang di pihak lain.&lt;br /&gt;
Tahun 1870, Baden Powell memasuki Charterhouse School di London 
dengan beasiswa. Ia bukan seorang siswa yang luar biasa , tetapi ia 
adalah seorang yang giat. Ketangkasannya dalam bidang olahraga terutama 
sebagai penjaga gawang kesebelasan sekolah dan bakatnya dalam bidang 
seni seperti drama dan musik menjadikannya pusat perhatian. Baden Powell
 jugai pandai menggambar, bakat ini kemudian memudahkannya menghiasi 
karangan-karangannya sendiri.&lt;span id=&quot;more-58&quot;&gt;&lt;/span&gt;
&lt;br /&gt;
Baden Powell menamatkan pendidikan di Charterhouse School pada usia
 sembilan belas tahun. Beberapa waktu setelah sekolahnya selesai, Baden 
Powell berangkat ke India sebagai pembantu Letnan dalam resimennya yang 
terkenal pada perang Krim – Charge of the Light Brigade. Selain 
prestasinya dalam ketentaraan – menjadi kapten pada usia 26 tahun – ia 
dikenal sebagai pemburu babi hutan di India dan memeperoleh piala 
“pigstiking” . Olahraga ini sangat dihargai di India karena babi hutan 
dianggap satu-satunya binatang yang berani minum bersama harimau.

&lt;br /&gt;
Pada tahun 1887, Baden Powell berangkat ke Afrika , untuk ikut 
serta berperang melawan suku Zulu , kemudian Suku Anshati dan Suku 
Matabele. Karena keberanian dan kepandaiannya penduduk Afrika 
menjulukinya dengan “impeesa” – srigala yang tidak pernah tidur. Karena 
kecakapannya itu, tahun 1899 pangkatnya telah dinaikkan menjadi kolonel.

&lt;br /&gt;
Pada waktu itu hubungan Inggris dengan Transval (Afrika Selatan) 
telah memuncak pada titik perpecahan. Baden Powell membentuk dua 
bataliyon pemburu berkuda dan berangkat ke Mafeking. Siapa yang 
menduduki Mafeking, berkuasa di Afrika Selatan”. Demikian dikatakan 
penduduk asli Afrika . Perang pecah pada tanggal 13 Oktober 1899. Selama
 217 hari Baden Powell berhasil menguasai dan mempertahankan Mafeking 
dari kepungan Bangsa Boer yanng jumlahnya jauh lebih besar. Baden Powell
 dapat mem[ertahankan kota tersebut sampai akhirnya datang bantuan pada 
tanggal 18 Mei 1900. Boden Powell kemudian berpangkat Mayor Jenderal dan
 menjadi pahlawan bangsanya.
&lt;br /&gt;
Tahun 1901 Baden Powell kembali ke Inggris . Ia kemudian menulis 
buku yang diperuntukan bagi prajurit muda “Aids to Scouting”. Buku 
tersebut sangat terkenal dan digemari bukan saja oleh para prajurit 
melainkan juga oleh masyarakat Inggris khususnya para remaja. Dalam satu
 bulan saja terjual 60.000 buku , karena masyarakat muda dan tua 
menggemari buku ini . Surat-suratpun berdatangan terutama dair anak-anak
 yang menginginkan sesuatu yang lebih kongkrit dari cerita dalam buku. 
Baden Powell menyadari suatu panggilan untuk membantu anak-anak 
negaranya.
&lt;br /&gt;
Atas desakan tersebut berkumpulah 21 orang pemuda dari berbagai 
lapisan masyarakat yang bergabung dalam Boys Brigade di bawah pimpinan 
Wiliam Smyth mengikuti perkemahan pada tanggal 25 Juli 1907 di Brownsea 
Island selama delapan hari. Dalam perkemahan itu dipraktekan cara-cara 
memasak , berenang , menyelidik, merintis, permainan, mengembara serta 
api unggun dan lain-lain. Perkemahan tesebut terselenggara dengan baik 
dan kemudian dijadikan sebagai perkemahan Pramuka pertama.
&lt;br /&gt;
Sesudah perkemahan tersebut , dua minggu sekali diterbitkan buletin
 “A Handbook for instruction in Good Citinzenship Trough Woodcraft”. Isi
 buletin ini diambil dari buku Aids to Scouting dan pengalaman saat 
berkemah di Brownsea Island. Setelah enam kali terbit buletin ini 
kemudian dibukukan menjadi buku “Scouting for Boys”. Beberapa saat 
setelah buku ini diterbitkan dan dijual di toko-toko buku maupun tempat 
penjualan surat kabar , maka terbentuklah regu-regu dan pasukan dari 
berbagai lapisan masyarakat. Dengan terbitnya buku ini kemudian menyebar
 ke seluruh Inggris, Eropa kemudian benua-benua yang lain.
&lt;br /&gt;
Setahun kemudian Baden Powell menyelenggarakan perkemahan 
kepramukaan yang kedua di tempat yang sama dengan jumlah Pramuka 
sebanyak 1.500 anak. Dua tahun kemudian menjadi 109.000 anak dan diikuti
 oleh negara-negara Eropa yang akhirnya menyebar ke seluruh dunia. 
Akhirnya Baden Powell memutuskan untuk mengundurkan diri dari 
ketentaraan pada tahun 1910 dengan pangkat Letnan Jendral dan 
mengabdikan dirinya untuk menumbuhkembangkan kepramukaan .
&lt;br /&gt;
Pada tahun 1912 , Baden Powell mengadakan perjalanan keliling dunia
 untuk meninjau perkembangan kepramukaan di berbagai negara. Pada tahun 
inilah permulaan kepramukaan dinyatakan sebagai persaudaraan sedunia . 
Tahun1920 di London berkumpul Pramuka dari seluruh dunia untuk 
mengadakan Jambore pertama di dunia . pada malam terakhir yaitu pada 
tanggal 6 Agustus 1920 , Baden Powell diangkat sebagai Chief Scout of 
the world .Bapak Pramuka sedunia. Pada tahun 1929, Baden Powell 
dianugerahi Raja George V dengan julukan bangsawan &lt;i&gt;Lord &lt;/i&gt;&lt;i&gt;Baden&lt;/i&gt;&lt;i&gt;
 Powell of Gilwell.&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/i&gt;
&lt;br /&gt;
Di usianya ke delapanpuluh tahun ia kembali ke Afrika yang 
dicintainya. Walaupun Baden Powell tidak menyetujui penjajahan yang 
dilakukan oleh negaranya , ia telah menunjukan kesetiaan terhadap negara
 dan rajanya . Baden Powell meninggal di Kenya di suatu tempat yang 
tertera pada tanggal 8 Januari 1941 , sebulan sebelum ulang tahunnya 
yang keelapan puluh empat.&amp;nbsp;&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table class=&quot;wikitable&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr align=&quot;center&quot;&gt;&lt;th colspan=&quot;2&quot; style=&quot;font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Pesan Terakhir &lt;/b&gt;&lt;b&gt;Baden&lt;/b&gt;&lt;b&gt;
 Powell&lt;/b&gt;
&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;i&gt;Pramuka-pramuka yang kucinta :&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
Jika kamu pernah melihat sandiwara Peter Pan, maka kamu akan 
melihat mengapa pemimpin bajak laut selalu membuat pesan-pesannya 
sebelum meninggal, karena ia takut, kalau-kalau tidak akan sempat lagi 
mengeluarkan isi hatinya, jika saat ia menutup matanya telah tiba.
&lt;br /&gt;
Demikian halnya dengan diriku. Meskipun waktu ini aku belum 
meninggal, namun saat itu akan tiba juga bagiku. Oleh karena itu aku 
ingin menyampaikan kepadamu sekedar kata perpisahan untuk minta 
diri……………
Ingatlah, ini adalah pesanku yang terakhir bagimu. Oleh karena itu, 
renungkanlah !&lt;br /&gt;
Hidupku adalah sangat bahagia dan harapanku mudah-mudahan kamu 
sekalian masing-masing juga mengenyam kebahagiaan dalam hidupmu sepeti 
aku. Saya yakin bahwa Tuhan menciptakan kita dalam dunia yang bahagia 
ini untuk hidup berbahagia dan bergembira. Kebahagiaan tidak timbul dari
 kekayaan, juga tidak dari jabatan yang menguntungkan, ataupun 
kesenangan bagi diri sendiri. Jalan menuju kebahagiaan adalah membuat 
dirimu lahir dan batin sehat dan kuat pada waktu kamu masih anak-anak, 
sehingga kamu dapat berguna bagi sesamamu dan dapat menikmati hidup, 
jika kamu kelak telah dewasa. Usaha menyelidiki alam akan menimbulkan 
kesadaran dalam hatimu, betapa banyaknya keindahan dan keajaiban yang 
diciptakan Tuhan di dunia ini supaya kamu dapat menikmatinya.
Lebih baik melihat kebagusan-kebagusan suatu hal daripada mencari 
kejelekan-kejelekan. Jalan nyata yang menuju kebahagiaan ialah 
membahagiakan orang lain. Berusahalah agar kamu dapat meninggalkan dunia
 ini dalam keadaan yang lebih baik daripada tatkala kamu tiba 
didalamnya. Dan bila giliranmu tiba untuk meninggal, maka kamu akan 
meninggal dengan puas, karena kamu tidak menyia-nyiakan waktumu, akan 
tetapi kamu telah mempergunakannya sebaik-baiknya. Sedialah untuk hidup 
dan meninggal dengan bahagia. Masukkanlah paham itu senantiasa dalam 
Janji Pramukamu, meskipun kamu sudah bukan kanak-kanak lagi dan Tuhan 
akan berkenan memberikan karunia pertolongan padamu dalam usahamu.&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;th&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;&lt;th&gt;&lt;br /&gt;&lt;/th&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;right&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;&lt;td align=&quot;center&quot;&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/3779514199786820924/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/12/sejarah-pramuka-dunia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/3779514199786820924'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/3779514199786820924'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/12/sejarah-pramuka-dunia.html' title='SEJARAH PRAMUKA DUNIA'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-690629204334668074</id><published>2011-12-02T22:21:00.001-08:00</published><updated>2011-12-03T20:34:42.486-08:00</updated><title type='text'>Proklamasi Kemerdekaan Indonesia</title><content type='html'>&lt;h1 class=&quot;firstHeading&quot; id=&quot;firstHeading&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

Proklamasi Kemerdekaan 
Indonesia&lt;/h1&gt;
&lt;div class=&quot;thumb 
tright&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;thumbinner&quot; style=&quot;width: 252px;&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;image&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Indonesia_declaration_of_independence_17_August_1945.jpg&amp;amp;filetimestamp=20090622105116&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;thumbimage&quot; height=&quot;158&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/f/f1/Indonesia_declaration_of_independence_17_August_1945.jpg/250px-Indonesia_declaration_of_independence_17_August_1945.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;thumbcaption&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;magnify&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;internal&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Indonesia_declaration_of_independence_17_August_1945.jpg&amp;amp;filetimestamp=20090622105116&quot; title=&quot;Perbesar&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Proklamasi Kemerdekaan Indonesia&lt;/b&gt; Jumat, 17 Agustus 1945 Tahun 
Masehi, atau 17 Agustus 2605 menurut &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tahun_Jepang&quot; title=&quot;Tahun Jepang&quot;&gt;tahun
 Jepang&lt;/a&gt; dibacakan oleh Ir. &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarno&quot; title=&quot;Soekarno&quot;&gt;Soekarno&lt;/a&gt;
 yang didampingi oleh Drs. &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Mohammad_Hatta&quot; title=&quot;Mohammad 
Hatta&quot;&gt;Mohammad Hatta&lt;/a&gt; di Jalan Pegangsaan Timur 56, Jakarta Pusat.&lt;/div&gt;
&lt;table class=&quot;toc&quot; id=&quot;toc&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;
&lt;td&gt;&lt;br /&gt;&lt;/td&gt;
&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;h2 style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

&lt;span class=&quot;editsection&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Latar_belakang&quot;&gt;Latar belakang&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Pada tanggal &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/6_Agustus&quot; title=&quot;6 Agustus&quot;&gt;6 Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/1945&quot; title=&quot;1945&quot;&gt;1945&lt;/a&gt; sebuah &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bom_atom&quot; title=&quot;Bom atom&quot;&gt;bom atom&lt;/a&gt; dijatuhkan di atas kota &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Hiroshima,_Hiroshima&quot; title=&quot;Hiroshima, Hiroshima&quot;&gt;Hiroshima&lt;/a&gt; Jepang oleh &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Amerika_Serikat&quot; title=&quot;Amerika 
Serikat&quot;&gt;Amerika Serikat&lt;/a&gt; yang mulai menurunkan moral semangat 
tentara Jepang di seluruh dunia. Sehari kemudian Badan Penyelidik Usaha 
Persiapan Kemerdekaan Indonesia &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/BPUPKI&quot; title=&quot;BPUPKI&quot;&gt;BPUPKI&lt;/a&gt;, atau &quot;Dokuritsu Junbi Cosakai&quot;, berganti
 nama menjadi PPKI (&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Panitia_Persiapan_Kemerdekaan_Indonesia&quot; title=&quot;Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia&quot;&gt;Panitia Persiapan 
Kemerdekaan Indonesia&lt;/a&gt;) atau disebut juga &lt;i&gt;Dokuritsu Junbi Inkai&lt;/i&gt;
 dalam bahasa Jepang, untuk lebih menegaskan keinginan dan tujuan 
mencapai kemerdekaan Indonesia. Pada tanggal &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/9_Agustus&quot; title=&quot;9 Agustus&quot;&gt;9 
Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/1945&quot; title=&quot;1945&quot;&gt;1945&lt;/a&gt;,
 bom atom kedua dijatuhkan di atas &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Nagasaki&quot; title=&quot;Nagasaki&quot;&gt;Nagasaki&lt;/a&gt;
 sehingga menyebabkan Jepang menyerah kepada Amerika Serikat dan 
sekutunya. Momen ini pun dimanfaatkan oleh Indonesia untuk 
memproklamasikan kemerdekaannya.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;thumb tright&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;thumbinner&quot; style=&quot;width: 252px;&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;image&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Indonesian_flag_raised_17_August_1945.jpg&amp;amp;filetimestamp=20090622105756&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Indonesian flag raised 17 August 1945.jpg&quot; class=&quot;thumbimage&quot; height=&quot;164&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/9/90/Indonesian_flag_raised_17_August_1945.jpg/250px-Indonesian_flag_raised_17_August_1945.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;thumbcaption&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;magnify&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;internal&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Indonesian_flag_raised_17_August_1945.jpg&amp;amp;filetimestamp=20090622105756&quot; title=&quot;Perbesar&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; height=&quot;11&quot; src=&quot;http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png&quot; width=&quot;15&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Soekarno, Hatta selaku pimpinan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/PPKI&quot; title=&quot;PPKI&quot;&gt;PPKI&lt;/a&gt; dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Radjiman_Wedyodiningrat&quot; title=&quot;Radjiman Wedyodiningrat&quot;&gt;Radjiman Wedyodiningrat&lt;/a&gt; sebagai 
mantan ketua &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/BPUPKI&quot; title=&quot;BPUPKI&quot;&gt;BPUPKI&lt;/a&gt; diterbangkan ke &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Dalat&quot; title=&quot;Dalat&quot;&gt;Dalat&lt;/a&gt;, 250 
km di sebelah timur laut &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Saigon&quot; title=&quot;Saigon&quot;&gt;Saigon&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Vietnam&quot; title=&quot;Vietnam&quot;&gt;Vietnam&lt;/a&gt; 
untuk bertemu &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Marsekal_Terauchi&quot; title=&quot;Marsekal Terauchi&quot;&gt;Marsekal Terauchi&lt;/a&gt;. 
Mereka dikabarkan bahwa pasukan Jepang sedang di ambang kekalahan dan 
akan memberikan kemerdekaan kepada Indonesia. Sementara itu di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia&quot; title=&quot;Indonesia&quot;&gt;Indonesia&lt;/a&gt;,
 pada tanggal &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/10_Agustus&quot; title=&quot;10 Agustus&quot;&gt;10 Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/1945&quot; title=&quot;1945&quot;&gt;1945&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sutan_Syahrir&quot; title=&quot;Sutan Syahrir&quot;&gt;Sutan
 Syahrir&lt;/a&gt; telah mendengar berita lewat radio bahwa Jepang telah 
menyerah kepada Sekutu. Para pejuang bawah tanah bersiap-siap 
memproklamasikan kemerdekaan RI, dan menolak bentuk kemerdekaan yang 
diberikan sebagai hadiah Jepang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Pada tanggal &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/12_Agustus&quot; title=&quot;12 Agustus&quot;&gt;12 Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/1945&quot; title=&quot;1945&quot;&gt;1945&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Jepang&quot; title=&quot;Jepang&quot;&gt;Jepang&lt;/a&gt; 
melalui &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Marsekal_Terauchi&quot; title=&quot;Marsekal Terauchi&quot;&gt;Marsekal Terauchi&lt;/a&gt; di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Dalat&quot; title=&quot;Dalat&quot;&gt;Dalat&lt;/a&gt;, 
Vietnam, mengatakan kepada Soekarno, Hatta dan Radjiman bahwa pemerintah
 Jepang akan segera memberikan kemerdekaan kepada Indonesia dan 
proklamasi kemerdekaan dapat dilaksanakan dalam beberapa hari, 
tergantung cara kerja PPKI.&lt;sup class=&quot;reference&quot; id=&quot;cite_ref-0&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia#cite_note-0&quot;&gt;[1]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;
 Meskipun demikian Jepang menginginkan kemerdekaan Indonesia pada 
tanggal 24 Agustus.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Dua hari kemudian, saat Soekarno, Hatta dan Radjiman kembali ke tanah
 air dari Dalat, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sutan_Syahrir&quot; title=&quot;Sutan Syahrir&quot;&gt;Sutan Syahrir&lt;/a&gt; mendesak agar Soekarno segera 
memproklamasikan kemerdekaan karena menganggap hasil pertemuan di Dalat 
sebagai tipu muslihat Jepang, karena Jepang setiap saat sudah harus 
menyerah kepada Sekutu dan demi menghindari perpecahan dalam kubu 
nasionalis, antara yang anti dan pro Jepang. Hatta menceritakan kepada 
Syahrir tentang hasil pertemuan di Dalat. Soekarno belum yakin bahwa 
Jepang memang telah menyerah, dan proklamasi kemerdekaan RI saat itu 
dapat menimbulkan pertumpahan darah yang besar, dan dapat berakibat 
sangat fatal jika para pejuang Indonesia belum siap. Soekarno 
mengingatkan Hatta bahwa Syahrir tidak berhak memproklamasikan 
kemerdekaan karena itu adalah hak &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Panitia_Persiapan_Kemerdekaan_Indonesia&quot; title=&quot;Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia&quot;&gt;Panitia Persiapan 
Kemerdekaan Indonesia&lt;/a&gt; (PPKI). Sementara itu Syahrir menganggap PPKI 
adalah badan buatan Jepang dan proklamasi kemerdekaan oleh PPKI hanya 
merupakan &#39;hadiah&#39; dari Jepang (sic).&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;thumb tright&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;thumbinner&quot; style=&quot;width: 252px;&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;image&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Indonesia_flag_raising_witnesses_17_August_1945.jpg&amp;amp;filetimestamp=20090622111156&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Indonesia flag raising witnesses 17 August 
1945.jpg&quot; class=&quot;thumbimage&quot; height=&quot;175&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/b/b7/Indonesia_flag_raising_witnesses_17_August_1945.jpg/250px-Indonesia_flag_raising_witnesses_17_August_1945.jpg&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;thumbcaption&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;magnify&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;internal&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Indonesia_flag_raising_witnesses_17_August_1945.jpg&amp;amp;filetimestamp=20090622111156&quot; title=&quot;Perbesar&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; height=&quot;11&quot; src=&quot;http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png&quot; width=&quot;15&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Pada tanggal &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/14_Agustus&quot; title=&quot;14 Agustus&quot;&gt;14 Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/1945&quot; title=&quot;1945&quot;&gt;1945&lt;/a&gt; Jepang 
menyerah kepada &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sekutu&quot; title=&quot;Sekutu&quot;&gt;Sekutu&lt;/a&gt;. Tentara dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Angkatan_Laut_Jepang&quot; title=&quot;Angkatan
 Laut Jepang&quot;&gt;Angkatan Laut Jepang&lt;/a&gt; masih berkuasa di Indonesia 
karena Jepang telah berjanji akan mengembalikan kekuasaan di Indonesia 
ke tangan Sekutu. Sutan Sjahrir, Wikana, Darwis, dan Chaerul Saleh 
mendengar kabar ini melalui radio &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/BBC&quot; title=&quot;BBC&quot;&gt;BBC&lt;/a&gt;. Setelah 
mendengar desas-desus Jepang bakal bertekuk lutut, golongan muda 
mendesak golongan tua untuk segera memproklamasikan kemerdekaan 
Indonesia. Namun golongan tua tidak ingin terburu-buru. Mereka tidak 
menginginkan terjadinya pertumpahan darah pada saat proklamasi. 
Konsultasi pun dilakukan dalam bentuk rapat PPKI. Golongan muda tidak 
menyetujui rapat itu, mengingat PPKI adalah sebuah badan yang dibentuk 
oleh Jepang. Mereka menginginkan kemerdekaan atas usaha bangsa kita 
sendiri, bukan pemberian Jepang.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Soekarno dan Hatta mendatangi penguasa militer Jepang (&lt;i&gt;Gunsei&lt;/i&gt;)
 untuk memperoleh konfirmasi di kantornya di &lt;i&gt;Koningsplein&lt;/i&gt; (Medan 
Merdeka). Tapi kantor tersebut kosong.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Soekarno dan Hatta bersama Soebardjo kemudian ke kantor &lt;i&gt;Bukanfu&lt;/i&gt;,
 &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Maeda_Tadashi&quot; title=&quot;Maeda 
Tadashi&quot;&gt;Laksamana Muda Maeda&lt;/a&gt;, di Jalan Medan Merdeka Utara (Rumah 
Maeda di Jl Imam Bonjol 1). Maeda menyambut kedatangan mereka dengan 
ucapan selamat atas keberhasilan mereka di Dalat. Sambil menjawab ia 
belum menerima konfirmasi serta masih menunggu instruksi dari Tokyo. 
Sepulang dari Maeda, Soekarno dan Hatta segera mempersiapkan pertemuan 
Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia (PPKI) pada pukul 10 pagi 16 
Agustus keesokan harinya di kantor Jalan Pejambon No 2 guna membicarakan
 segala sesuatu yang berhubungan dengan persiapan Proklamasi 
Kemerdekaan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Sehari kemudian, gejolak tekanan yang menghendaki pengambilalihan 
kekuasaan oleh Indonesia makin memuncak dilancarkan para pemuda dari 
beberapa golongan. Rapat PPKI pada 16 Agustus pukul 10 pagi tidak 
dilaksanakan karena Soekarno dan Hatta tidak muncul. Peserta rapat tidak
 tahu telah terjadi &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Rengasdengklok&quot; title=&quot;Peristiwa Rengasdengklok&quot;&gt;peristiwa Rengasdengklok&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Peristiwa_Rengasdengklok&quot;&gt;Peristiwa 
Rengasdengklok&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div class=&quot;dablink noprint&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;img alt=&quot;!&quot; height=&quot;20&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/e/ec/Crystal_Clear_app_xmag.svg/20px-Crystal_Clear_app_xmag.svg.png&quot; width=&quot;20&quot; /&gt;Artikel utama untuk bagian ini adalah: &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Rengasdengklok&quot; title=&quot;Peristiwa Rengasdengklok&quot;&gt;peristiwa Rengasdengklok&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Para pemuda pejuang, termasuk &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Chaerul_Saleh&quot; title=&quot;Chaerul Saleh&quot;&gt;Chaerul
 Saleh&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sukarni&quot; title=&quot;Sukarni&quot;&gt;Sukarni&lt;/a&gt;, dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Wikana&quot; title=&quot;Wikana&quot;&gt;Wikana&lt;/a&gt; 
--yang konon kabarnya terbakar gelora heroismenya setelah berdiskusi 
dengan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tan_Malaka&quot; title=&quot;Tan 
Malaka&quot;&gt;Ibrahim gelar Datuk Tan Malaka&lt;/a&gt; --yang tergabung dalam 
gerakan bawah tanah kehilangan kesabaran, dan pada dini hari tanggal &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/16_Agustus&quot; title=&quot;16 Agustus&quot;&gt;16 
Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/1945&quot; title=&quot;1945&quot;&gt;1945&lt;/a&gt;.
 Bersama Shodanco Singgih, salah seorang anggota PETA, dan pemuda lain, 
mereka membawa Soekarno (bersama &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Fatmawati&quot; title=&quot;Fatmawati&quot;&gt;Fatmawati&lt;/a&gt;
 dan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Guntur&quot; title=&quot;Guntur&quot;&gt;Guntur&lt;/a&gt; yang baru berusia 9 bulan) dan Hatta, ke 
Rengasdengklok, yang kemudian terkenal sebagai &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Peristiwa_Rengasdengklok&quot; title=&quot;Peristiwa Rengasdengklok&quot;&gt;peristiwa Rengasdengklok&lt;/a&gt;. Tujuannya
 adalah agar Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta tidak terpengaruh oleh 
Jepang. Di sini, mereka kembali meyakinkan Soekarno bahwa Jepang telah 
menyerah dan para pejuang telah siap untuk melawan Jepang, apa pun 
risikonya. Di Jakarta, golongan muda, Wikana, dan golongan tua, yaitu &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmad_Subardjo&quot; title=&quot;Ahmad 
Subardjo&quot;&gt;Mr. Ahmad Soebardjo&lt;/a&gt; melakukan 
perundingan. Mr. Ahmad Soebardjo menyetujui untuk memproklamasikan 
kemerdekaan Indonesia di Jakarta. maka diutuslah Yusuf Kunto untuk 
mengantar Ahmad Soebardjo ke &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Rengasdengklok&quot; title=&quot;Rengasdengklok&quot;&gt;Rengasdengklok&lt;/a&gt;. Mereka 
menjemput Ir. Soekarno dan Drs. Moh. Hatta kembali ke Jakarta. Mr. Ahmad
 Soebardjo berhasil meyakinkan para pemuda untuk tidak terburu - buru 
memproklamasikan kemerdekaan. Setelah tiba di Jakarta, mereka pulang 
kerumah masing-masing. Mengingat bahwa hotel Des Indes (sekarang 
kompleks pertokoan di Harmoni) tidak dapat digunakan untuk pertemuan 
setelah pukul 10 malam, maka tawaran Laksamana Muda Maeda untuk 
menggunakan rumahnya (sekarang gedung museum perumusan teks proklamasi) 
sebagai tempat rapat PPKI diterima oleh para tokoh Indonesia.&lt;/div&gt;
&lt;h4 style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

&lt;span class=&quot;editsection&quot;&gt;[&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia&amp;amp;action=edit&amp;amp;section=3&quot; title=&quot;Sunting bagian: Pertemuan Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor 
Nishimura dan Laksamana Muda Maeda&quot;&gt;sunting&lt;/a&gt;]&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Pertemuan_Soekarno.2FHatta_dengan_Jenderal_Mayor_Nishimura_dan_Laksamana_Muda_Maeda&quot;&gt;Pertemuan
 Soekarno/Hatta dengan Jenderal Mayor Nishimura dan Laksamana Muda Maeda&lt;/span&gt;&lt;/h4&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Malam harinya, Soekarno dan Hatta kembali ke Jakarta. Mayor Jenderal &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Moichiro_Yamamoto&quot; title=&quot;Moichiro 
Yamamoto&quot;&gt;Moichiro Yamamoto&lt;/a&gt;, Kepala Staf Tentara ke XVI (Angkatan 
Darat) yang menjadi Kepala pemerintahan militer Jepang (&lt;i&gt;Gunseikan&lt;/i&gt;)
 di &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Hindia_Belanda&quot; title=&quot;Hindia 
Belanda&quot;&gt;Hindia Belanda&lt;/a&gt; tidak mau menerima 
Sukarno-Hatta yang diantar oleh &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Tadashi_Maeda&quot; title=&quot;Tadashi Maeda&quot;&gt;Tadashi Maeda&lt;/a&gt; dan memerintahkan agar Mayor 
Jenderal &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Otoshi_Nishimura&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; title=&quot;Otoshi Nishimura (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Otoshi 
Nishimura&lt;/a&gt;, Kepala Departemen Urusan Umum pemerintahan militer 
Jepang, untuk menerima kedatangan rombongan tersebut. Nishimura 
mengemukakan bahwa sejak siang hari tanggal &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/16_Agustus&quot; title=&quot;16 Agustus&quot;&gt;16 
Agustus&lt;/a&gt; &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/1945&quot; title=&quot;1945&quot;&gt;1945&lt;/a&gt;
 telah diterima perintah dari Tokio bahwa Jepang harus menjaga &lt;i&gt;status
 quo&lt;/i&gt;, tidak dapat memberi izin untuk mempersiapkan proklamasi 
Kemerdekaan Indonesia sebagaimana telah dijanjikan oleh Marsekal 
Terauchi di Dalat, Vietnam. Soekarno dan Hatta menyesali keputusan itu 
dan menyindir Nishimura apakah itu sikap seorang perwira yang 
bersemangat Bushido, ingkar janji agar dikasihani oleh Sekutu. Akhirnya 
Sukarno-Hatta meminta agar Nishimura jangan menghalangi kerja PPKI, 
mungkin dengan cara pura-pura tidak tau. Melihat perdebatan yang panas 
itu Maeda dengan diam-diam meninggalkan ruangan karena diperingatkan 
oleh Nishimura agar Maeda mematuhi perintah Tokio dan dia mengetahui 
sebagai perwira penghubung Angkatan Laut (Kaigun) di daerah Angkatan 
Darat (Rikugun) dia tidak punya wewenang memutuskan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Setelah dari rumah Nishimura, Sukarno-Hatta menuju rumah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Maeda_Tadashi&quot; title=&quot;Maeda Tadashi&quot;&gt;Laksamana
 Maeda&lt;/a&gt; (kini Jalan Imam Bonjol No.1) diiringi oleh Myoshi guna 
melakukan rapat untuk menyiapkan teks &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi&quot; title=&quot;Proklamasi&quot;&gt;Proklamasi&lt;/a&gt;. Setelah menyapa Sukarno-Hatta yang 
ditinggalkan berdebat dengan Nishimura, Maeda mengundurkan diri menuju 
kamar tidurnya. Penyusunan teks Proklamasi dilakukan oleh Soekarno, M. 
Hatta, Achmad Soebardjo dan disaksikan oleh &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Soekarni&quot; title=&quot;Soekarni&quot;&gt;Soekarni&lt;/a&gt;, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/B.M._Diah&quot; title=&quot;B.M. Diah&quot;&gt;B.M. Diah&lt;/a&gt;, Sudiro (Mbah) dan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sayuti_Melik&quot; title=&quot;Sayuti Melik&quot;&gt;Sayuti
 Melik&lt;/a&gt;. Myoshi yang setengah mabuk duduk di kursi belakang 
mendengarkan penyusunan teks tersebut tetapi kemudian ada kalimat dari 
Shigetada Nishijima seolah-olah dia ikut mencampuri penyusunan teks 
proklamasi dan menyarankan agar pemindahan kekuasaan itu hanya berarti 
kekuasaan administratif. Tentang hal ini Bung Karno menegaskan bahwa 
pemindahan kekuasaan itu berarti &quot;transfer of power&quot;. Bung Hatta, 
Subardjo, B.M Diah, Sukarni, Sudiro dan Sajuti Malik tidak ada yang 
membenarkan klaim Nishijima tetapi di beberapa kalangan klaim Nishijima 
masih didengungkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Setelah konsep selesai disepakati, Sajuti menyalin dan mengetik 
naskah tersebut menggunakan mesin ketik yang diambil dari kantor 
perwakilan AL Jerman, milik Mayor (Laut) Dr. Hermann Kandeler.&lt;sup class=&quot;reference&quot; id=&quot;cite_ref-1&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia#cite_note-1&quot;&gt;[2]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;
 Pada awalnya pembacaan proklamasi akan dilakukan di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Lapangan_Ikada&quot; title=&quot;Lapangan 
Ikada&quot;&gt;Lapangan Ikada&lt;/a&gt;, namun berhubung alasan keamanan dipindahkan 
ke kediaman Soekarno, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Pegangsaan_Timur_56&quot; title=&quot;Jalan Pegangsaan Timur 56&quot;&gt;Jalan Pegangsaan 
Timur 56&lt;/a&gt;&lt;sup class=&quot;reference&quot; id=&quot;cite_ref-2&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia#cite_note-2&quot;&gt;[3]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;
 (sekarang Jl. Proklamasi no. 1).&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

&lt;span class=&quot;editsection&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Detik-detik_Pembacaan_Naskah_Proklamasi&quot;&gt;Detik-detik
 Pembacaan Naskah Proklamasi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div class=&quot;thumb tright&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;thumbinner&quot; style=&quot;width: 352px;&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;image&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Proklamasi.png&amp;amp;filetimestamp=20100914053139&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; class=&quot;thumbimage&quot; height=&quot;235&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/0/07/Proklamasi.png/350px-Proklamasi.png&quot; width=&quot;350&quot; /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;thumbcaption&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;magnify&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;internal&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Berkas:Proklamasi.png&amp;amp;filetimestamp=20100914053139&quot; title=&quot;Perbesar&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;&quot; height=&quot;11&quot; src=&quot;http://bits.wikimedia.org/skins-1.18/common/images/magnify-clip.png&quot; width=&quot;15&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
Naskah asli proklamasi yang ditempatkan di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Monumen_Nasional&quot; title=&quot;Monumen 
Nasional&quot;&gt;Monumen Nasional&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Perundingan antara golongan muda dan golongan tua dalam penyusunan 
teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia berlangsung pukul 02.00 - 04.00 
dini hari. Teks proklamasi ditulis di ruang makan di laksamana Tadashi 
Maeda Jln Imam Bonjol No 1. Para penyusun teks proklamasi itu adalah Ir.
 Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Mr. Ahmad Soebarjo. Konsep teks 
proklamasi ditulis oleh Ir. Soekarno sendiri. Di ruang depan, hadir B.M 
Diah Sayuti Melik, Sukarni dan Soediro. Sukarni mengusulkan agar yang 
menandatangani teks proklamasi itu adalah Ir. Soekarno dan Drs. Moh. 
Hatta atas nama bangsa Indonesia. Teks Proklamasi Indonesia itu diketik 
oleh Sayuti Melik. Pagi harinya, 17 Agustus 1945, di kediaman Soekarno, &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Jalan_Pegangsaan_Timur_56&quot; title=&quot;Jalan Pegangsaan Timur 56&quot;&gt;Jalan Pegangsaan 
Timur 56&lt;/a&gt; telah hadir antara lain &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Soewirjo&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; title=&quot;Soewirjo (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Soewirjo&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Wilopo&quot; title=&quot;Wilopo&quot;&gt;Wilopo&lt;/a&gt;, &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Gafar_Pringgodigdo&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; title=&quot;Gafar Pringgodigdo (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Gafar 
Pringgodigdo&lt;/a&gt;, &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Tabrani&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; title=&quot;Tabrani (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Tabrani&lt;/a&gt; dan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/SK_Trimurti&quot; title=&quot;SK Trimurti&quot;&gt;Trimurti&lt;/a&gt;. Acara dimulai pada pukul 10:00 dengan 
pembacaan proklamasi oleh Soekarno dan disambung pidato singkat tanpa 
teks. Kemudian bendera Merah Putih, yang telah dijahit oleh Ibu 
Fatmawati, dikibarkan, disusul dengan sambutan oleh &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Soewirjo&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; title=&quot;Soewirjo (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Soewirjo&lt;/a&gt;, 
wakil walikota Jakarta saat itu dan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Dr._Moewardi&quot; title=&quot;Dr. Moewardi&quot;&gt;Moewardi&lt;/a&gt;, pimpinan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Barisan_Pelopor&quot; title=&quot;Barisan 
Pelopor&quot;&gt;Barisan Pelopor&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Pada awalnya &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/SK_Trimurti&quot; title=&quot;SK Trimurti&quot;&gt;Trimurti&lt;/a&gt; diminta untuk 
menaikkan bendera namun ia menolak dengan alasan pengerekan bendera 
sebaiknya dilakukan oleh seorang prajurit. Oleh sebab itu ditunjuklah &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Latief_Hendraningrat&quot; title=&quot;Latief 
Hendraningrat&quot;&gt;Latief Hendraningrat&lt;/a&gt;, seorang prajurit &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/PETA&quot; title=&quot;PETA&quot;&gt;PETA&lt;/a&gt;, dibantu oleh &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Soehoed&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; title=&quot;Soehoed (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Soehoed&lt;/a&gt; untuk 
tugas tersebut. Seorang pemudi muncul dari belakang membawa nampan 
berisi bendera Merah Putih (&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sang_Saka_Merah_Putih&quot; title=&quot;Sang 
Saka Merah Putih&quot;&gt;Sang Saka Merah Putih&lt;/a&gt;), yang dijahit oleh &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Fatmawati&quot; title=&quot;Fatmawati&quot;&gt;Fatmawati&lt;/a&gt;
 beberapa hari sebelumnya. Setelah bendera berkibar, hadirin menyanyikan
 lagu &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Indonesia_Raya&quot; title=&quot;Indonesia Raya&quot;&gt;Indonesia Raya&lt;/a&gt;.&lt;sup class=&quot;reference&quot; id=&quot;cite_ref-3&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia#cite_note-3&quot;&gt;[4]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;.
 Sampai saat ini, bendera pusaka tersebut masih disimpan di Museum Tugu 
Monumen Nasional.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Setelah upacara selesai berlangsung, kurang lebih 100 orang anggota &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Barisan_Pelopor&quot; title=&quot;Barisan 
Pelopor&quot;&gt;Barisan Pelopor&lt;/a&gt; yang dipimpin S.Brata datang terburu-buru 
karena mereka tidak mengetahui perubahan tempat mendadak dari Ikada ke 
Pegangsaan. Mereka menuntut Soekarno mengulang pembacaan Proklamasi, 
namun ditolak. Akhirnya Hatta memberikan amanat singkat kepada mereka.&lt;sup class=&quot;reference&quot; id=&quot;cite_ref-4&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia#cite_note-4&quot;&gt;[5]&lt;/a&gt;&lt;/sup&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tanggal 18 Agustus 1945, Panitia Persiapan Kemerdekaan Indonesia 
(PPKI) mengambil keputusan, mengesahkan dan menetapkan Undang-Undang 
Dasar (UUD) sebagai dasar negara Republik Indonesia, yang selanjutnya 
dikenal sebagai &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/UUD_45&quot; title=&quot;UUD
 45&quot;&gt;UUD 45&lt;/a&gt;. Dengan demikian terbentuklah 
Pemerintahan Negara Kesatuan Indonesia yang berbentuk Republik (NKRI) 
dengan kedaulatan di tangan rakyat yang dilakukan sepenuhnya oleh 
Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) yang akan dibentuk kemudian.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Setelah itu Soekarno dan M.Hatta terpilih atas usul dari Oto 
Iskandardinata dan persetujuan dari PPKI sebagai presiden dan wakil 
presiden Republik Indonesia yang pertama. Presiden dan wakil presiden 
akan dibantu oleh sebuah Komite Nasional.&lt;/div&gt;
&lt;h2 style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

&lt;span class=&quot;editsection&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Isi_Teks_Proklamasi&quot;&gt;Isi Teks Proklamasi&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;h3 style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

&lt;span class=&quot;editsection&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Naskah_Klad&quot;&gt;Naskah Klad&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;dl style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan 
Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;dl style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Hal2 jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;dengan tjara seksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;dl style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Djakarta, 17-8-05&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Wakil-wakil bangsa Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Soekarno/Hatta&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;h3 style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

&lt;span class=&quot;editsection&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Naskah_baru_setelah_mengalami_perubahan&quot;&gt;Naskah
 baru setelah mengalami perubahan&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Di dalam teks proklamasi terdapat beberapa perubahan yaitu terdapat 
pada:&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Kata &lt;i&gt;tempoh&lt;/i&gt; diubah menjadi &lt;i&gt;tempo&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kata &lt;i&gt;Wakil-wakil bangsa Indonesia&lt;/i&gt; diubah menjadi &lt;i&gt;Atas nama
 bangsa Indonesia&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kata &lt;i&gt;Djakarta, 17-8-05&lt;/i&gt; diubah menjadi &lt;i&gt;Djakarta, hari 17 
boelan 08 tahun &#39;05&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Naskah proklamasi klad yang tidak ditandatangani kemudian menjadi 
otentik dan ditandatangani oleh Ir. Soekarno dan Drs. Moh.Hatta&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;Kata &lt;i&gt;Hal2&lt;/i&gt; diubah menjadi &lt;i&gt;Hal-hal&lt;/i&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Isi teks &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi&quot; title=&quot;Proklamasi&quot;&gt;proklamasi&lt;/a&gt; kemerdekaan yang 
singkat ini adalah:&lt;/div&gt;
&lt;dl style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan 
Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;dl style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Hal-hal jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., 
diselenggarakan&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;dengan tjara seksama dan dalam tempo jang sesingkat-singkatnja.&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;dl style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Djakarta, hari 17 boelan 8 tahoen 05&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Atas nama bangsa Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Soekarno/Hatta&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
Di sini ditulis tahun 05 karena ini sesuai dengan &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kalender_Jepang&quot; title=&quot;Kalender 
Jepang&quot;&gt;tahun Jepang&lt;/a&gt; yang kala itu adalah tahun 2605.&lt;/div&gt;
&lt;h3 style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

&lt;span class=&quot;editsection&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Naskah_Otentik&quot;&gt;Naskah Otentik&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;background-color: white; border: 1px solid rgb(204, 204, 204); clear: right; color: black; float: right; font-family: Verdana,sans-serif; font-size: 85%; margin: 3px 3px 3px 0.5cm; padding: 3px; position: relative; width: 300px;&quot;&gt;
&lt;span class=&quot;unicode&quot; style=&quot;white-space: nowrap;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Indonesia_declaration_of_independence_1945.ogg&quot; title=&quot;Tentang suara ini&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Tentang suara ini&quot; height=&quot;11&quot; src=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/8/8a/Loudspeaker.svg/11px-Loudspeaker.svg.png&quot; width=&quot;11&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;a class=&quot;internal&quot; href=&quot;http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/12/Indonesia_declaration_of_independence_1945.ogg&quot; title=&quot;Indonesia declaration of independence 1945.ogg&quot;&gt;Soekarno
 membacakan naskah proklamasi&lt;br /&gt;
di studio RRI pada tahun 1951&lt;/a&gt; &lt;small class=&quot;metadata audiolinkinfo&quot; style=&quot;cursor: help;&quot;&gt;(&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Memainkan_berkas_media&quot; title=&quot;Wikipedia:Memainkan berkas media&quot;&gt;&lt;span style=&quot;cursor: help;&quot;&gt;bantuan&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;·&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Berkas:Indonesia_declaration_of_independence_1945.ogg&quot; title=&quot;Berkas:Indonesia declaration of independence 1945.ogg&quot;&gt;&lt;span style=&quot;cursor: help;&quot;&gt;info&lt;/span&gt;&lt;/a&gt;)&lt;/small&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;ogg_player_1&quot;&gt;
&lt;div&gt;
&lt;button onclick=&quot;if (typeof(wgOggPlayer) != &#39;undefined&#39;) 
wgOggPlayer.init(false, {&amp;quot;id&amp;quot;: &amp;quot;ogg_player_1&amp;quot;, 
&amp;quot;videoUrl&amp;quot;: 
&amp;quot;//upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/1/12/Indonesia_declaration_of_independence_1945.ogg&amp;quot;,
 &amp;quot;width&amp;quot;: 220, &amp;quot;height&amp;quot;: 35, &amp;quot;length&amp;quot;: 49,
 &amp;quot;linkUrl&amp;quot;: 
&amp;quot;/wiki/Berkas:Indonesia_declaration_of_independence_1945.ogg&amp;quot;,
 &amp;quot;isVideo&amp;quot;: false});&quot; style=&quot;text-align: center; width: 220px;&quot; title=&quot;Putar suara&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Putar suara&quot; height=&quot;22&quot; src=&quot;http://bits.wikimedia.org/w/extensions-1.18/OggHandler/play.png&quot; width=&quot;22&quot; /&gt;&lt;/button&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;small&gt;&lt;i&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Wikipedia:Memainkan_berkas_media&quot; title=&quot;Wikipedia:Memainkan berkas media&quot;&gt;Kesulitan memainkan berkas 
media?&lt;/a&gt;&lt;/i&gt;&lt;/small&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Teks diatas merupakan hasil ketikan dari &lt;b&gt;Sayuti Melik&lt;/b&gt; (atau &lt;i&gt;Sajoeti
 Melik&lt;/i&gt;), salah seorang tokoh pemuda yang ikut andil dalam persiapan &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Proklamasi&quot; title=&quot;Proklamasi&quot;&gt;proklamasi&lt;/a&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;dl style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;&lt;u&gt;Proklamasi&lt;/u&gt;&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;dl style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Kami bangsa Indonesia dengan ini menjatakan kemerdekaan 
Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;dl style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Hal² jang mengenai pemindahan kekoeasaan d.l.l., diselenggarakan&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;dengan tjara saksama dan dalam tempoh jang sesingkat-singkatnja.&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;dl style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;
&lt;dl&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Djakarta, 17-8-&#39;05&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;dd&gt;&lt;i&gt;Wakil2 bangsa Indonesia.&lt;/i&gt;&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;/dd&gt;&lt;/dl&gt;
&lt;h2 style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

&lt;span class=&quot;editsection&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Cara_Penyebaran_Teks_Proklamasi_Kemerdekaan_Indonesia&quot;&gt;Cara 
Penyebaran Teks Proklamasi Kemerdekaan Indonesia&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div class=&quot;thumb tright&quot; style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;div class=&quot;thumbinner&quot; style=&quot;width: 182px;&quot;&gt;
&lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Istimewa:Pengunggahan&amp;amp;wpDestFile=Peristiwa_Proklamasi_dan_Pemb_NKRI_10.jpg&quot; title=&quot;Berkas:Peristiwa Proklamasi dan Pemb NKRI 10.jpg&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/a&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;thumbcaption&quot;&gt;
Gedung Menteng 31 yang digunakan sebagai 
tempat pemancar radio yang baru&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Wilayah Indonesia sangatlah luas. Komunikasi dan transportasi sekitar
 tahun &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/1945&quot; title=&quot;1945&quot;&gt;1945&lt;/a&gt;
 masih sangat terbatas. Di samping itu, hambatan dan larangan untuk 
menyebarkan berita proklamasi oleh pasukan Jepang di Indonesia, 
merupakan sejumlah faktor yang menyebabkan berita proklamasi mengalami 
keterlambatan di sejumlah daerah, terutama di luar &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Jawa&quot; title=&quot;Jawa&quot;&gt;Jawa&lt;/a&gt;. Namun 
dengan penuh tekad dan semangat berjuang, pada akhirnya peristiwa 
proklamasi diketahui oleh segenap rakyat Indonesia. Lebih jelasnya ikuti
 pembahasan di bawah ini. Penyebaran proklamasi kemerdekaan 17 Agustus 
1945 di daerah &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Jakarta&quot; title=&quot;Jakarta&quot;&gt;Jakarta&lt;/a&gt; dapat dilakukan secara 
cepat dan segera menyebar secara luas. Pada hari itu juga, teks 
proklamasi telah sampai di tangan Kepala Bagian Radio dari Kantor Domei 
(sekarang Kantor Berita &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/ANTARA&quot; title=&quot;ANTARA&quot;&gt;ANTARA&lt;/a&gt;), Waidan B. Palenewen. Ia 
menerima teks proklamasi dari seorang wartawan Domei yang bernama 
Syahruddin. Kemudian ia memerintahkan F. Wuz (seorang markonis), supaya 
berita proklamasi disiarkan tiga kali berturut-turut. Baru dua kali F. 
Wuz melaksanakan tugasnya, masuklah orang Jepang ke ruangan radio sambil
 marah-marah, sebab mengetahui berita proklamasi telah tersiar ke luar 
melalui udara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Meskipun orang Jepang tersebut memerintahkan penghentian siaran 
berita proklamasi, tetapi Waidan Palenewen tetap meminta F. Wuz untuk 
terus menyiarkan. Berita proklamasi kemerdekaan diulangi setiap setengah
 jam sampai pukul 16.00 saat siaran berhenti. Akibat dari penyiaran 
tersebut, pimpinan tentara Jepang di Jawa memerintahkan untuk meralat 
berita dan menyatakan sebagai kekeliruan. Pada tanggal 20 Agustus 1945 
pemancar tersebut disegel oleh Jepang dan para pegawainya dilarang 
masuk. Sekalipun pemancar pada kantor Domei disegel, para pemuda bersama
 Jusuf Ronodipuro (seorang pembaca berita di Radio Domei) ternyata 
membuat pemancar baru dengan bantuan teknisi radio, di antaranya 
Sukarman, Sutamto, Susilahardja, dan Suhandar. Mereka mendirikan 
pemancar baru di Menteng 31, dengan kode panggilan DJK 1. Dari sinilah 
selanjutnya berita proklamasi kemerdekaan disiarkan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Usaha dan perjuangan para pemuda dalam penyebarluasan berita 
proklamasi juga dilakukan melalui media pers dan surat selebaran. Hampir
 seluruh harian di Jawa dalam penerbitannya tanggal 20 Agustus 1945 
memuat berita proklamasi kemerdekaan dan Undang-Undang Dasar Negara 
Republik Indonesia. Harian Suara Asia di Surabaya merupakan koran 
pertama yang memuat berita proklamasi. Beberapa tokoh pemuda yang 
berjuang melalui media pers antara lain B.M. Diah, Sayuti Melik, dan 
Sumanang. Proklamasi kemerdekaan juga disebarluaskan kepada rakyat 
Indonesia melalui pemasangan plakat, poster, maupun coretan pada dinding
 tembok dan gerbong kereta api, misalnya dengan slogan &lt;i&gt;Respect our 
Constitution, August 17!&lt;/i&gt;(Hormatilah Konstitusi kami tanggal 17 
Agustus!) Melalui berbagai cara dan media tersebut, akhirnya berita 
Proklamasi Kemerdekaan Indonesia dapat tersebar luas di wilayah 
Indonesia dan di luar negeri. Di samping melalui media massa, berita 
proklamasi juga disebarkan secara langsung oleh para utusan daerah yang 
menghadiri sidang PPKI. Berikut ini para utusan PPKI yang ikut 
menyebarkan berita proklamasi.&lt;/div&gt;
&lt;ul style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;li&gt;Teuku Mohammad Hassan dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Aceh&quot; style=&quot;color: black;&quot; title=&quot;Aceh&quot;&gt;Aceh&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;color: black;&quot;&gt;Sam Ratulangi dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sulawesi&quot; title=&quot;Sulawesi&quot;&gt;Sulawesi&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;color: black;&quot;&gt;Ktut Pudja dari &lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sunda_Kecil&quot; title=&quot;Sunda Kecil&quot;&gt;Sunda Kecil&lt;/a&gt; (&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Bali&quot; title=&quot;Bali&quot;&gt;Bali&lt;/a&gt;).&lt;/li&gt;
&lt;li style=&quot;color: black;&quot;&gt;A. A. Hamidan dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Kalimantan&quot; title=&quot;Kalimantan&quot;&gt;Kalimantan&lt;/a&gt;.&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;h2 style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

&lt;span class=&quot;editsection&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Peringatan_17_Agustus_1945&quot;&gt;Peringatan 17 
Agustus 1945&lt;/span&gt;&lt;/h2&gt;
&lt;div style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
Setiap tahun pada tanggal 17 Agustus, rakyat Indonesia merayakan Hari
 Proklamasi Kemerdekaan ini dengan meriah. Mulai dari &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Panjat_pinang&quot; title=&quot;Panjat pinang&quot;&gt;lomba
 panjat pinang&lt;/a&gt;, &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Makan_kerupuk&quot; title=&quot;Makan kerupuk&quot;&gt;lomba makan kerupuk&lt;/a&gt;, sampai upacara militer 
di &lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Istana_Merdeka&quot; title=&quot;Istana 
Merdeka&quot;&gt;Istana Merdeka&lt;/a&gt;, seluruh bagian dari masyarakat ikut 
berpartisipasi dengan cara masing-masing.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;h3 style=&quot;color: black; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;

&lt;span class=&quot;editsection&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;mw-headline&quot; id=&quot;Peringatan_Detik-detik_Proklamasi&quot;&gt;Peringatan
 Detik-detik Proklamasi&lt;/span&gt;&lt;/h3&gt;
&lt;div style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;Peringatan detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka dipimpin oleh &lt;/span&gt;&lt;a class=&quot;mw-redirect&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Presiden_RI&quot; style=&quot;color: black;&quot; title=&quot;Presiden RI&quot;&gt;Presiden RI&lt;/a&gt; selaku &lt;a class=&quot;new&quot; href=&quot;http://id.wikipedia.org/w/index.php?title=Inspektur_Upacara&amp;amp;action=edit&amp;amp;redlink=1&quot; style=&quot;color: black;&quot; title=&quot;Inspektur Upacara (halaman belum tersedia)&quot;&gt;Inspektur
 Upacara&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;color: black;&quot;&gt;. Peringatan ini biasanya disiarkan secara langsung oleh 
seluruh stasiun televisi. Acara-acara pada pagi hari termasuk: 
penembakan meriam dan sirene, pengibaran bendera &lt;/span&gt;&lt;a href=&quot;http://id.wikipedia.org/wiki/Sang_Saka_Merah_Putih&quot; style=&quot;color: black;&quot; title=&quot;Sang 
Saka Merah Putih&quot;&gt;Sang Saka Merah Putih&lt;/a&gt; (Bendera Pusaka), pembacaan 
naskah Proklamasi, dll. Pada sore hari terdapat acara penurunan bendera 
Sang Saka Merah Putih.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/690629204334668074/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/12/proklamasi-kemerdekaan-indonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/690629204334668074'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/690629204334668074'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/12/proklamasi-kemerdekaan-indonesia.html' title='Proklamasi Kemerdekaan Indonesia'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-3114073444037637564</id><published>2011-12-02T22:15:00.001-08:00</published><updated>2011-12-02T22:16:50.334-08:00</updated><title type='text'>Pengarang Cerita</title><content type='html'>&lt;h1 class=&quot;pageHeader&quot; style=&quot;color: lime; font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.ceritakecil.com/penulis-dan-pengarang-cerita/&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;span style=&quot;color: #b96d00;&quot;&gt;P&lt;/span&gt;engarang Cerita&lt;/a&gt;&lt;/h1&gt;
&lt;br /&gt;
                                   
                                  &lt;div class=&quot;peopleName&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.ceritakecil.com/images/writer/0/thumb/3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;http://www.ceritakecil.com/images/writer/0/thumb/3.jpg&quot; style=&quot;padding-bottom: 14px; padding-right: 14px;&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;Aesop &lt;/span&gt;&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;&lt;span class=&quot;peopleDate&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;620 - 560 sebelum masehi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot; /&gt;
                &lt;div id=&quot;cerpenContent&quot; style=&quot;font-family: Verdana,sans-serif;&quot;&gt;
 Aesop (diucapkan Æsop, dari 
bahasa Yunani &lt;span class=&quot;Unicode&quot;&gt;Αá¼´σωπος&lt;/span&gt;—AisÅpos) dikenal 
karena cerita-cerita fabel yang dianggap berasal dari dia. Berbagai 
macam kumpulan fabel dari Aesop masih diajarkan sebagai pendidikan moral
 dan digunakan sebagai subyek dari berbagai macam hiburan, khususnya 
dalam drama anak-anak dan kartun.&lt;br /&gt;

Umumnya yang kita kenal sebagai Aesop fabel adalah kumpulan cerita 
dari berbagai macam sumber yang berasal dari pengarang yang hidup 
sebelum Aesop ada.&lt;br /&gt;

Aesop sendiri dikatakan mengarang banyak cerita fabel yang kemudian 
diceritakan turun-temurun dari mulut ke mulut. Socrates (salah satu 
pemikir di jaman kuno) diperkirakan menghabiskan waktunya saat di 
penjara dengan mengubah Aesop fabel ke dalam bentuk sajak. Banyak filsuf
 dan pemikir-pemikir di jaman setelah Aesop menyatukan kembali kumpulan 
cerita tersebut di tahun 300 sebelum masehi, yang kemudian di 
terjemahkan ulang ke bahasa latin sekitar tahun 25 sebelum masehi oleh 
filsuf lain. Cerita fabel dari kedua koleksi kemudian disatukan adn 
diterjemahkan ulang ke bahasa Yunani kembali sekitar tahun 230 setelah 
masehi, dengan beberapa tambahan cerita fabel yang dimasukkan dan 
kemudian di terjemahkan lagi ke bahasa Arab dan bahasa lain. Kumpulan 
cerita tersebut selanjutnya diperkaya dengan cerita-cerita tambahan dari
 kebudayaaan Arab dan lainnya.&lt;br /&gt;

Kehidupan Aesop sendiri kurang jelas. Dia diperkirakan hidup sebagai 
budak (pelayan) di Samos sekitar tahun 550 SM, dan asal tempat 
kelahirannya pun tidak jelas, walaupun banyak negara sekarang yang 
mengaku bahwa Aesop lahir di negara tersebut.&lt;br /&gt;
 &lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/3114073444037637564/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/12/pengarang-cerita.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/3114073444037637564'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/3114073444037637564'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/12/pengarang-cerita.html' title='Pengarang Cerita'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-8716988842974151829</id><published>2011-12-02T22:03:00.001-08:00</published><updated>2011-12-02T22:03:57.805-08:00</updated><title type='text'>Isaac Newton</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
                           &lt;img src=&quot;http://www.ceritakecil.com/images/people/0/thumb/5.jpg&quot; style=&quot;float: left; padding-bottom: 14px; padding-right: 14px;&quot; /&gt;
                          &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;peopleName&quot;&gt;
Isaac Newton &lt;span class=&quot;peopleDate&quot;&gt;4 January 1643 - 31 Maret 1727&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Gravitasi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
            &lt;div style=&quot;font-size: 96%; line-height: 16px;&quot;&gt;
&lt;strong&gt;Sir
 Isaac Newton&lt;/strong&gt; adalah ahli fisika, matematika, astronomi, kimia 
dan ahli filsafat yang lahir di Inggris. Buku yang ditulis dan 
dipublikasikan pada tahun 1687, Philosophiæ Naturalis Principia 
Mathematica, dikatakan sebagai buku yang paling berpengaruh dalam 
sejarah perkembangan ilmu pengetahuan. Karyanya ini menjelaskan tentang 
hukum gravitasi dan tiga asas (hukum) pergerakan, yang mengubah 
pandangan orang terhadap hukum fisika alam selama tiga abad kedepan dan 
menjadi dasar dari ilmu pengetahuan modern.&lt;br /&gt;

&lt;img alt=&quot;Pensil pada semangkuk air&quot; height=&quot;121&quot; src=&quot;http://www.ceritakecil.com/images/illustration/people_misc/Pensil-pada-semangkuk-air.png&quot; style=&quot;float: right;&quot; title=&quot;Pensil terlihat membengkok saat 
dimasukkan ke dalam air, inilah yang disebut dengan refraksi&quot; width=&quot;180&quot; /&gt;Pada tahun 
1670 sampai 1672, Newton memberikan pelajaran tentang optik. Dan selama 
masa ini, dia sendiri menyelidiki &lt;strong&gt;refraksi&lt;/strong&gt; cahaya 
(refraksi: perubahan arah dari suatu gelombang akibat perubahan 
kecepatan) dan memberikan demostrasi bahwa sebuah prisma dapat memecah 
cahaya putih menjadi berbagai macam spektrum warna dan sebuah lensa pada
 prisma yang kedua, dapat membentuk spektrum warna tersebut menjadi satu
 cahaya putih kembali&lt;br /&gt;

Isaac Newton menyadari bahwa matematika adalah cara untuk menjelaskan
 hukum-hukum alam seperti gravitasi, dan membuat beberapa rumus untuk 
menghitung &#39;pergerakan benda&#39; dan &#39;gravitasi bumi&#39;. &lt;strong&gt;Gravitasi &lt;/strong&gt;adalah
 kekuatan yang membuat suatu benda selalu bergerak jatuh ke bawah. 
Dengan tiga prinsip dasar dari hukum pergerakan, Newton dapat 
menjelaskan dan membuktikan bahwa planet beredar mengelilingi matahari 
dalam orbit yang berbentuk oval dan tidak bulat penuh. Kemudian Newton 
menggunakan tiga prinsip dasar pergerakan yang sekarang di kenal sebagai
 &lt;strong&gt;Hukum Newton &lt;/strong&gt;untuk menjelaskan bagaimana benda 
bergerak.&lt;br /&gt;

Ayah Isaac Newton meninggal tiga bulan setelah Newton lahir, dan 
dimasa kecilnya, Newton tinggal bersama neneknya. Newton kemudian 
bersekolah di sekolah desa dan kemudian pindah ke sekoah yang lebih baik
 di Grantham, dimana disana dia menjadi murid dengan peringkat atas.&lt;br /&gt;

Saat ini banyak kisah yang menceritakan bahwa Newton mendapatkan 
rumus tentang teori gravitasi dan sebuah apel yang jatuh dari pohon. Di 
kisahkan bahwa suatu hari Newton duduk dan belajar di bawah pohon apel 
dan saat itu sebuah apel jatuh dari pohon tersebut. Dengan mengamati 
apel yang jatuh, Newton mengambil kesimpulan bahwa ada sesuatu kekuatan 
yang menarik apel tersebut jatuh kebawah, dan kekuatan itu yang kita 
kenal sekarang dengan nama gravitasi.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/8716988842974151829/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/12/isaac-newton.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/8716988842974151829'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/8716988842974151829'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/12/isaac-newton.html' title='Isaac Newton'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-7323776479382844960</id><published>2011-12-02T22:00:00.001-08:00</published><updated>2011-12-02T22:00:53.284-08:00</updated><title type='text'>WRIGHT BERSAUDARA</title><content type='html'>&lt;br /&gt;
                           &lt;img src=&quot;http://www.ceritakecil.com/images/people/0/thumb/1.jpg&quot; style=&quot;float: left; padding-bottom: 14px; padding-right: 14px;&quot; /&gt;
                          &lt;div class=&quot;peopleName&quot;&gt;
Wright Bersaudara &lt;span class=&quot;peopleDate&quot;&gt;1871 - 1912&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Pesawat Terbang&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
            Wright 
bersaudara (Wright brothers), &lt;strong&gt;Orville&lt;/strong&gt; (19 Agustus 1871 -
 30 January 1948) dan &lt;strong&gt;Wilbur&lt;/strong&gt; (16 April 1867 - 30 May 
1912) adalah dua orang Amerika yang dicatat sebagai penemu pesawat 
terbang karena mereka berhasil membangun pesawat terbang yang pertama 
kali berhasil diterbangkan dan dikendalikan oleh manusia pada tanggal 17
 Desember 1903. Dua tahun setelah penemuan mereka, kedua bersaudara 
tersebut mengembangkan &#39;mesin terbang&#39; mereka ke bentuk pesawat terbang 
yang memakai sayap yang seperti sekarang kita kenal. Walaupun mereka 
bukan orang yang pertama membuat pesawat percobaan atau experiment, 
Wright bersaudara adalah orang yang pertama menemukan kendali pesawat 
sehingga pesawat terbang dengan sayap yang terpasang kaku bisa 
dikendalikan.&lt;br /&gt;

Terobosan yang paling besar adalah penemuan &#39;kontrol tiga sumbu&#39; yang
 digunakan oleh semua pesawat terbang yang sekarang.&lt;br /&gt;

Mereka memperoleh keahlian mekanik tersebut dari bekerja di toko 
mereka yang penuh dengan mesin cetak, sepeda, motor dan mesin lainnya. 
Dari sepeda mereka mendapat gagasan bahwa pesawat terbang yang tidak 
stabil dapat dikendalikan dengan latihan.&lt;br /&gt;

Wright bersaudara adalah dua dari tujuh orang bersaudara. Di sekolah 
dasar, Orville pernah dikeluarkan dari sekolah. Tahun 1878, ayah mereka 
membelikan &#39;helikopter&#39; mainan untuk dua anak mereka yang termuda 
tersebut. Mainan itu dibuat dari bambu dan karet untuk memutar 
baling-baling nya. Wilbur dan Orville memainkannya hingga rusak, 
kemudian membuat mainan tersebut sendiri, mereka mengaku bahwa 
pengalaman brmain dengan helikopter bambu menjadi sumber bagi 
ketertarikan mereka terhadap mesin yang bisa terba</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/7323776479382844960/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/12/wright-bersaudara.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/7323776479382844960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/7323776479382844960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/12/wright-bersaudara.html' title='WRIGHT BERSAUDARA'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-9175143432587487405</id><published>2011-11-25T22:37:00.001-08:00</published><updated>2012-04-18T17:17:56.350-07:00</updated><title type='text'>Benjamin Franklin</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;en&quot;&gt;&lt;span title=&quot;Benjamin Franklin&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;benjamin Franklin 17 Januari 1706 - 17 April 1790&quot;&gt;Benjamin 
Franklin January 17, 1706 - 17 April 1790&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Penangkal Petir&quot;&gt;The antidote Lightning&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Benjamin Franklin adalah pengarang, politikus, ilmuwan, 
diplomat dan penemu yang penemuannya membuka pengertian yang lebih dalam
 pada bidang kelistrikan.&quot;&gt;Benjamin Franklin was the author, politician,
 scientist, diplomat and inventor of the discovery opens a deeper 
understanding in the field of electricity. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Dia menemukan penangkal petir, kacamata, odometer (pengukur jarak
 tempuh pada kendaraan) dan peralatan musik.&quot;&gt;He found a lightning rod, 
glasses, odometer (mileage meter on the vehicle) and music equipment. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Franklin juga dikenal sebagai salah seorang Bapak 
Pendiri (Founding Father) dari negara Amerika Serikat.&quot;&gt;Franklin is also
 known as one of the Founding Fathers (Founding Father) of the United 
States. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Benjamin Franklin dianggap sebagai 
orang yang berperanan penting dalam berdirinya negara Amerika Serikat, 
karena Benjamin adalah salah satu perancang dari deklarasi kemerdekaan 
Amerika dan ikut menandatangani deklarasi tersebut.&quot;&gt;Benjamin Franklin 
is considered as being an important role in the founding of the United 
States, because Benjamin is one of the designers of the declaration of 
American independence and signed the declaration.&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Benjamin Franklin lahir di Boston, Massachusetts, anak 
ke 15 dari 17 orang bersaudara.&quot;&gt;Benjamin Franklin was born in Boston, 
Massachusetts, the 15th child of 17 brothers. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Ayahnya bekerja sebagai pembuat sabun dan lilin.&quot;&gt;His father 
worked as a maker of soap and candles. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Dia 
belajar membaca dalam usia yang sangat muda dan bersekolah di sekolah 
biasa selama satu tahun dan belajar di bawah bimbingan guru pribadi 
selama satu tahun.&quot;&gt;He learned to read in a very young age and attended 
regular school for a year and studied under a private teacher for a 
year. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Franklin hanya bersekolah selama dua 
tahun itu.&quot;&gt;Franklin only attended for two years. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Pada umur 12 tahun, Franklin bekerja di percetakan kakaknya.&quot;&gt;At 
the age of 12 years, Franklin worked in printing his brother. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Ketika Ben (nama panggilan Benjamin) berumur 15 tahun, 
Ben mencetak koran &amp;quot;New England Courant&amp;quot;, koran pertama yang 
yang independen dari kolonisasi Inggris.&quot;&gt;When Ben (Benjamin&#39;s nickname)
 was 15 years old, Ben scored the paper &quot;New England Courant&quot;, the first
 newspaper that is independent of British colonization.&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Pada usia 17 tahun, Franklin pergi ke Philadelphia, 
Pennsylvania untuk mencari pengalaman baru di kota baru.&quot;&gt;At the age of 
17, Franklin went to Philadelphia, Pennsylvania to seek new experiences 
in a new city. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Saat itu dia bekerja di 
sebuah toko yang menjual mesin cetak.&quot;&gt;At that time he worked in a shop 
that sells printing machines. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Setelah 
beberapa bulan, gubernur Pennsylvania menganjurkan Benjamin agar membuka
 usaha percetakan surat kabar di Pennsylvania dan berjanji akan membantu
 usaha percetakan Benjamin.&quot;&gt;After several months, the governor of 
Pennsylvania recommends Benjamin to open a newspaper printing business 
in Pennsylvania and promised to help Benjamin&#39;s printing business. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Gubernur menyarankan Benjamin untuk menuju ke London 
dan membeli perlengkapan mesin cetak yang dibutuhkan.&quot;&gt;Governor 
recommends Benjamin to go to London and bought the necessary equipment 
printing machine. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Tetapi setelah Benjamin tiba di 
London, Benjamin sadar bahwa janji gubernur untuk membantunya hanya 
kosong belaka, surat pengantar dari gubernur tidak pernah dikirim ke 
London.&quot;&gt;But after Benjamin arrived in London, Benjamin realized that 
the promise of the governor to help him just nonsense, a letter of 
introduction from the governor was never sent to London. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Di London, Franklin dengan cepat bisa menemukan pekerjaan.&quot;&gt;In 
London, Franklin was quickly able to find a job. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Tahun 1726 Franklin merasa bosan tinggal di London, dan kebetulan
 saat itu seorang pedagang gandum menawarkan dia pekerjaan di 
Philadelphia dengan komisi yang besar.&quot;&gt;In 1726 Franklin was bored 
living in London, and the coincidence was a grain merchant offered him a
 job in Philadelphia with a large commission. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Untuk 
itu Ben memutuskan untuk pulang ke benua Amerika.&quot;&gt;For that Ben decided 
to return to the American continent.&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Benjamin 
Franklin dan layang-layangPada tahun 1740, listrik adalah hal yang 
baru.&quot;&gt;Benjamin Franklin and the kite-layangPada in 1740, electricity 
was a novelty. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Benjamin Franklin dan teman-temannya 
mulai menyelidiki fenomena listrik itu.&quot;&gt;Benjamin Franklin and his 
friends began to investigate the phenomenon of electricity. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Tahun 1750, Benjamin pertama kali yang menemukan prinsip dari 
aliran listrik dan juga memberi tanda positif dan negatif untuk 
listrik.&quot;&gt;In 1750, Benjamin was first to discover the principles of 
electricity and also give a positive and negative electricity. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Dia kemudian mempublikasikan percobaannya yang membuktikan bahwa
 petir sebenarnya juga adalah listrik, dengan menerbangkan sebuah 
layang-layang pada saat badai.&quot;&gt;He then published his experiments which 
proved that lightning is actually electricity by flying a kite in a 
storm. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Dalam tulisannya, Benjamin Franklin menulis 
bahwa dia menyadari bahaya yang bisa ditimbulkan dari percobaannya dan 
menawarkan alternatif lain yang membuktikan bahwa petir adalah listrik, 
yang kemudian di tunjukkan dengan menggunakan konsep listrik ground.&quot;&gt;In
 his writings, Benjamin Franklin wrote that he was aware of the dangers 
that can be generated from the experiments and offer an alternative that
 proves that lightning is electricity, which then show by using the 
concept of electrical ground. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Tidak seperti
 yang digambarkan orang bahwa percobaan Benjamin dilakukan dengan cara 
menerbangkan layang-layang dan menunggu hingga layang-layang tersebut 
disambar petir.&quot;&gt;Not as pictured people that Benjamin experiments done 
by flying a kite and wait until the kite is struck by lightning. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Benjamin menggunakan layang-layangnya hanya untuk 
mengumpulkan listrik dari awan badai.&quot;&gt;Benjamin uses his kite just to 
collect electricity from storm clouds.&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Percobaan terhadap listrik yang dilakukan oleh Benjamin, 
mengarahkan dia ke penemuannya, yaitu penangkal petir.&quot;&gt;Experiments on 
electricity conducted by Benjamin, directing him to the invention, 
namely a lightning rod. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Dia menulis bahwa konduktor 
(penghantar listrik) dengan ujung yang tajam memiliki kemampuan untuk 
menarik muatan listrik dan memiliki jangkauan penarikan yang lebih jauh 
dibandingkan dengan konduktor dengan ujung yang tumpul.&quot;&gt;He writes that 
the conductor (electrical conductor) with sharp edges have the ability 
to attract an electrical charge and has a range of further withdrawals 
compared with the conductor with a blunt tip. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Dia 
menyimpulkan bahwa pengetahuan akan hal ini ini bisa digunakan untuk 
melindungi rumah dari bahaya tersambar petir, dengan memasang sebatang 
besi runcing seruncing jarum dan diberi lapisan anti karat, yang 
diarahkan ke langit, dan pada kaki besi, diikatkan dengan kabel yang 
menuju ke tanah.&quot;&gt;He concluded that knowledge of it can be used to 
protect homes from the dangers of lightning, by putting an iron bar 
seruncing tapered needle and given anti-rust coating, which is directed 
into the sky, and the legs of iron, fastened with wires leading to the 
ground. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Penangkal petir ini akan menarik muatan 
listrik yang ada pada awan menuju ke tanah sehingga muatan yang ada pada
 awan tidak cukup untuk menimbulkan petir dan kilat.&quot;&gt;This will attract 
lightning electrical charge on the cloud toward the ground so that the 
charge on the cloud is not enough to cause thunder and lightning.&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Penemuan Benjamin seperti penangkal petir, kacamata, dan lainnya
 tidak pernah dipatenkan olehnya.&quot;&gt;The discovery of Benjamin as a 
lightning rod, glasses, and the other had not been patented by him. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Dalam biografinya, Benjamin menulis: &amp;quot; ..sama seperti saat 
kita menikmati keuntungan dari penemuan orang lain, kita seharusnya 
gembira karena mendapatkan kesempatan untuk memberikan pelayanan kepada 
orang lain dengan penemuan-penemuan kita; untuk ini, kita harus 
memberikannya dengan bebas dan sepenuh hati.&quot;&gt;In his biography, Benjamin
 writes: &quot;.. the same as when we enjoy the advantages of the invention 
to others, we should be happy to get the opportunity to provide service 
to others with our inventions; for this, we must give it freely and 
wholeheartedly. &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;&amp;quot;&quot;&gt;&quot;&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Untuk menghormati jasa Benjamin Franklin di bidang kelistrikan, 
namanya diabadikan sebagai satuan fisika franklin (Fr) atau statcoulomb 
(statC) atau electrostatic unit of charge (esu) .&quot;&gt;In honor of Benjamin 
Franklin&#39;s services in the field of electricity, his name is enshrined 
as a basic physics franklin (Fr) or statcoulomb (statC) or electrostatic
 unit of charge (esu). &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Fr adalah satuan 
muatan listrik dalam centimeter-gram-detik (cgs).&quot;&gt;Fr is a unit of 
electrical charge in the centimeter-gram-second (cgs). &lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Sistem SI seperti yang kita gunakan, memakai satuan Coulomb.&quot;&gt;SI 
system as we use, using the Coulomb force.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/9175143432587487405/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/benjamin-franklinwith-english.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/9175143432587487405'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/9175143432587487405'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/benjamin-franklinwith-english.html' title='Benjamin Franklin'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-1339958859698536915</id><published>2011-11-25T22:31:00.000-08:00</published><updated>2011-12-02T22:08:55.245-08:00</updated><title type='text'>=&gt; Mengapa Langit Berwarna Biru? &lt;=</title><content type='html'>&lt;span class=&quot;doyouknowListTitle&quot;&gt;Mengapa langit berwarna biru?          
    &amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
              &lt;span&gt;
              Atmosfir bumi mengandung molekul gas kecil dan partikel
 (butiran) debu. Sinar matahari yang memasuki atmosfir tersebut bertemu 
dengan molekul gas dan partikel debu tadi. Warna sinar yang memiliki 
gelombang sinar lebih panjang seperti merah dan kuning, dapat melewati 
dan menembus molekul gas dan debu tadi. Tetapi warna biru yang memiliki 
gelombang sinar lebih pendek dipantulkan kembali ke atas atmosfir. 
Itulah mengapa langit terlihat berwarna biru. Prinsip yang sama berlaku 
juga dengan air di laut atau danau yang terlihat berwarna biru.&lt;br /&gt;
     
         &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/1339958859698536915/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/mengapa-langit-berwarna-biru.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/1339958859698536915'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/1339958859698536915'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/mengapa-langit-berwarna-biru.html' title='=&gt; Mengapa Langit Berwarna Biru? &lt;='/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-724603711638507623</id><published>2011-11-23T06:31:00.000-08:00</published><updated>2011-11-25T22:35:25.856-08:00</updated><title type='text'>Benjamin Franklin</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;peopleName&quot;&gt;
benjamin Franklin &lt;span class=&quot;peopleDate&quot;&gt;17  Januari 1706 - 17 April 1790&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;Penangkal Petir &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-size: 96%; line-height: 16px;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Benjamin  Franklin &lt;/b&gt;adalah pengarang, politikus, ilmuwan, diplomat dan  penemu yang&amp;nbsp;penemuannya membuka pengertian yang lebih dalam pada bidang  kelistrikan.&amp;nbsp;Dia menemukan &lt;b&gt;penangkal petir&lt;/b&gt;, &lt;b&gt;kacamata&lt;/b&gt;,  &lt;b&gt;odometer&lt;/b&gt; (pengukur jarak tempuh pada kendaraan) dan  peralatan musik.&amp;nbsp;Franklin juga dikenal sebagai salah seorang &lt;b&gt;Bapak  Pendiri&lt;/b&gt; (&lt;i&gt;Founding Father&lt;/i&gt;) dari negara Amerika  Serikat. Benjamin Franklin dianggap sebagai orang yang berperanan  penting dalam berdirinya negara Amerika Serikat, karena Benjamin adalah  salah satu perancang dari deklarasi kemerdekaan Amerika dan ikut  menandatangani deklarasi tersebut.&lt;br /&gt;
Benjamin Franklin lahir di Boston, Massachusetts,&amp;nbsp;anak ke 15 dari 17  orang bersaudara. Ayahnya bekerja sebagai pembuat sabun dan lilin. Dia  belajar membaca dalam usia yang sangat muda dan bersekolah di sekolah  biasa selama satu tahun dan belajar di bawah bimbingan guru pribadi  selama satu tahun.&amp;nbsp;Franklin hanya bersekolah selama dua tahun itu. Pada  umur 12 tahun, Franklin&amp;nbsp;bekerja di percetakan kakaknya.&amp;nbsp;Ketika Ben (nama  panggilan Benjamin) berumur 15 tahun, Ben mencetak koran &quot;New England  Courant&quot;, koran pertama yang yang independen dari kolonisasi Inggris.&lt;br /&gt;
Pada usia 17 tahun, Franklin pergi ke Philadelphia, Pennsylvania  untuk mencari pengalaman baru di kota baru. Saat itu dia bekerja di  sebuah toko yang menjual mesin cetak. Setelah beberapa bulan, gubernur  Pennsylvania&amp;nbsp;menganjurkan Benjamin agar membuka usaha percetakan surat  kabar di Pennsylvania dan&amp;nbsp;berjanji akan membantu usaha percetakan  Benjamin. Gubernur&amp;nbsp;menyarankan Benjamin untuk menuju ke London&amp;nbsp;dan  membeli perlengkapan mesin cetak yang dibutuhkan. Tetapi setelah  Benjamin tiba di London, Benjamin sadar bahwa janji gubernur untuk  membantunya hanya kosong belaka, surat pengantar dari gubernur tidak  pernah dikirim ke London. Di London, Franklin dengan cepat bisa  menemukan pekerjaan. Tahun 1726 Franklin merasa bosan tinggal di London,  dan kebetulan saat itu seorang pedagang gandum menawarkan dia pekerjaan  di Philadelphia dengan komisi yang besar. Untuk itu Ben memutuskan  untuk pulang ke benua Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;img alt=&quot;Benjamin Franklin dan layang-layang&quot; class=&quot;imageRight&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;http://www.ceritakecil.com/images/illustration/people_misc/benjamin-franklin-dan-layang-layang.jpg&quot; title=&quot;Benjamin Franklin mengadakan percobaan
 yang membuktikan bahwa petir adalah arus listrik, dengan 
layang-layangnya&quot; width=&quot;442&quot; /&gt;Pada  tahun 1740, listrik adalah&amp;nbsp;hal yang baru. Benjamin Franklin dan  teman-temannya mulai menyelidiki fenomena listrik itu. Tahun 1750,  Benjamin pertama kali yang menemukan prinsip dari aliran listrik dan  juga memberi tanda positif dan negatif untuk listrik. Dia kemudian  mempublikasikan percobaannya yang membuktikan bahwa&amp;nbsp;&lt;b&gt;petir&lt;/b&gt;  sebenarnya juga adalah listrik, dengan menerbangkan sebuah  layang-layang pada saat badai. Dalam tulisannya, Benjamin Franklin  menulis bahwa dia menyadari bahaya yang bisa ditimbulkan dari  percobaannya dan menawarkan alternatif lain yang membuktikan bahwa petir  adalah listrik, yang kemudian di tunjukkan dengan menggunakan konsep  listrik ground. Tidak seperti yang digambarkan orang bahwa percobaan  Benjamin dilakukan dengan cara menerbangkan layang-layang dan menunggu  hingga layang-layang tersebut disambar petir. Benjamin menggunakan  layang-layangnya hanya untuk mengumpulkan listrik dari awan badai.&lt;br /&gt;
Percobaan terhadap listrik yang dilakukan oleh Benjamin, mengarahkan  dia ke penemuannya, yaitu penangkal petir. Dia menulis bahwa konduktor  (penghantar listrik) dengan ujung yang tajam memiliki kemampuan  untuk&amp;nbsp;menarik muatan listrik dan memiliki&amp;nbsp;jangkauan penarikan&amp;nbsp;yang lebih  jauh dibandingkan dengan konduktor dengan ujung yang tumpul. Dia  menyimpulkan bahwa pengetahuan akan hal ini ini bisa digunakan untuk  melindungi rumah dari bahaya tersambar petir, dengan memasang sebatang  besi runcing seruncing jarum dan diberi lapisan anti karat,  yang&amp;nbsp;diarahkan ke langit, dan pada kaki besi, diikatkan dengan kabel  yang menuju ke tanah. Penangkal petir ini akan menarik muatan listrik  yang ada pada awan menuju ke tanah sehingga muatan yang ada pada awan  tidak cukup untuk menimbulkan petir dan kilat.&lt;br /&gt;
Penemuan Benjamin seperti penangkal petir, kacamata, dan lainnya  tidak pernah dipatenkan olehnya. Dalam biografinya, Benjamin menulis: &quot; &lt;i&gt;..sama  seperti saat kita menikmati keuntungan dari penemuan orang lain, kita  seharusnya gembira karena mendapatkan kesempatan untuk memberikan  pelayanan kepada orang lain dengan penemuan-penemuan kita; untuk  ini,&amp;nbsp;kita harus memberikannya&amp;nbsp;dengan bebas dan sepenuh hati&lt;/i&gt;.&quot;&lt;br /&gt;
Untuk menghormati jasa Benjamin Franklin di bidang kelistrikan,  namanya diabadikan sebagai&amp;nbsp;satuan fisika &lt;b&gt;franklin&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;Fr&lt;/b&gt;)&amp;nbsp;atau  &lt;b&gt;statcoulomb&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;statC&lt;/b&gt;) atau &lt;b&gt;electrostatic  unit of charge&lt;/b&gt; (&lt;b&gt;esu&lt;/b&gt;) . Fr adalah satuan  muatan listrik dalam centimeter-gram-detik (cgs). Sistem SI seperti yang  kita gunakan, memakai satuan Coulomb.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/724603711638507623/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/benjamin-franklin-17-januari-1706-17.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/724603711638507623'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/724603711638507623'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/benjamin-franklin-17-januari-1706-17.html' title='Benjamin Franklin'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-5913466731121299863</id><published>2011-11-22T04:33:00.000-08:00</published><updated>2011-11-22T04:33:20.333-08:00</updated><title type='text'>SEJARAH BERDIRINYA KOTA BONDOWOSO</title><content type='html'>&lt;link href=&quot;file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_filelist.xml&quot; rel=&quot;File-List&quot;&gt;&lt;/link&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;o:OfficeDocumentSettings&gt;   &lt;o:RelyOnVML/&gt;   &lt;o:AllowPNG/&gt;  &lt;/o:OfficeDocumentSettings&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;link href=&quot;file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_themedata.thmx&quot; rel=&quot;themeData&quot;&gt;&lt;/link&gt;&lt;link href=&quot;file:///C:%5CDOCUME%7E1%5CADMINI%7E1%5CLOCALS%7E1%5CTemp%5Cmsohtmlclip1%5C01%5Cclip_colorschememapping.xml&quot; rel=&quot;colorSchemeMapping&quot;&gt;&lt;/link&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:WordDocument&gt;   &lt;w:View&gt;Normal&lt;/w:View&gt;   &lt;w:Zoom&gt;0&lt;/w:Zoom&gt;   &lt;w:TrackMoves/&gt;   &lt;w:TrackFormatting/&gt;   &lt;w:PunctuationKerning/&gt;   &lt;w:ValidateAgainstSchemas/&gt;   &lt;w:SaveIfXMLInvalid&gt;false&lt;/w:SaveIfXMLInvalid&gt;   &lt;w:IgnoreMixedContent&gt;false&lt;/w:IgnoreMixedContent&gt;   &lt;w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;false&lt;/w:AlwaysShowPlaceholderText&gt;   &lt;w:DoNotPromoteQF/&gt;   &lt;w:LidThemeOther&gt;EN-US&lt;/w:LidThemeOther&gt;   &lt;w:LidThemeAsian&gt;X-NONE&lt;/w:LidThemeAsian&gt;   &lt;w:LidThemeComplexScript&gt;TH&lt;/w:LidThemeComplexScript&gt;   &lt;w:Compatibility&gt;    &lt;w:BreakWrappedTables/&gt;    &lt;w:SnapToGridInCell/&gt;    &lt;w:ApplyBreakingRules/&gt;    &lt;w:WrapTextWithPunct/&gt;    &lt;w:UseAsianBreakRules/&gt;    &lt;w:DontGrowAutofit/&gt;    &lt;w:SplitPgBreakAndParaMark/&gt;    &lt;w:DontVertAlignCellWithSp/&gt;    &lt;w:DontBreakConstrainedForcedTables/&gt;    &lt;w:DontVertAlignInTxbx/&gt;    &lt;w:Word11KerningPairs/&gt;    &lt;w:CachedColBalance/&gt;   &lt;/w:Compatibility&gt;   &lt;m:mathPr&gt;    &lt;m:mathFont m:val=&quot;Cambria Math&quot;/&gt;    &lt;m:brkBin m:val=&quot;before&quot;/&gt;    &lt;m:brkBinSub m:val=&quot;--&gt;    &lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;!--[if gte mso 9]&gt;&lt;xml&gt;  &lt;w:LatentStyles DefLockedState=&quot;false&quot; DefUnhideWhenUsed=&quot;true&quot;
  DefSemiHidden=&quot;true&quot; DefQFormat=&quot;false&quot; DefPriority=&quot;99&quot;
  LatentStyleCount=&quot;267&quot;&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;0&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Normal&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;9&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;heading 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 7&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 8&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; Name=&quot;toc 9&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;35&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;caption&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;10&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; Name=&quot;Default Paragraph Font&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;11&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtitle&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;22&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Strong&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;20&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;59&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Table Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Placeholder Text&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;1&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;No Spacing&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Revision&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;34&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;List Paragraph&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;29&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;30&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Quote&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 1&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 2&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 3&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 4&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 5&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;60&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;61&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;62&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Light Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;63&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;64&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Shading 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;65&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;66&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium List 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;67&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 1 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;68&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 2 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;69&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Medium Grid 3 Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;70&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Dark List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;71&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Shading Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;72&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful List Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;73&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; Name=&quot;Colorful Grid Accent 6&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;19&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;21&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Emphasis&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;31&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Subtle Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;32&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Intense Reference&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;33&quot; SemiHidden=&quot;false&quot;
   UnhideWhenUsed=&quot;false&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;Book Title&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;37&quot; Name=&quot;Bibliography&quot;/&gt;   &lt;w:LsdException Locked=&quot;false&quot; Priority=&quot;39&quot; QFormat=&quot;true&quot; Name=&quot;TOC Heading&quot;/&gt;  &lt;/w:LatentStyles&gt; &lt;/xml&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;style&gt;
&lt;!--
 /* Font Definitions */
 @font-face
 {font-family:&quot;Cordia New&quot;;
 panose-1:2 11 3 4 2 2 2 2 2 4;
 mso-font-charset:0;
 mso-generic-font-family:swiss;
 mso-font-pitch:variable;
 mso-font-signature:16777219 0 0 0 65537 0;}
@font-face
 {font-family:&quot;Cambria Math&quot;;
 panose-1:2 4 5 3 5 4 6 3 2 4;
 mso-font-charset:0;
 mso-generic-font-family:roman;
 mso-font-pitch:variable;
 mso-font-signature:-1610611985 1107304683 0 0 159 0;}
@font-face
 {font-family:Calibri;
 panose-1:2 15 5 2 2 2 4 3 2 4;
 mso-font-charset:0;
 mso-generic-font-family:swiss;
 mso-font-pitch:variable;
 mso-font-signature:-1610611985 1073750139 0 0 159 0;}
@font-face
 {font-family:&quot;Trebuchet MS&quot;;
 panose-1:2 11 6 3 2 2 2 2 2 4;
 mso-font-charset:0;
 mso-generic-font-family:swiss;
 mso-font-pitch:variable;
 mso-font-signature:647 0 0 0 159 0;}
 /* Style Definitions */
 p.MsoNormal, li.MsoNormal, div.MsoNormal
 {mso-style-unhide:no;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 margin:0cm;
 margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:Calibri;
 mso-fareast-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Cordia New&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
 mso-bidi-language:AR-SA;}
p
 {mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-margin-top-alt:auto;
 margin-right:0cm;
 mso-margin-bottom-alt:auto;
 margin-left:0cm;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:12.0pt;
 font-family:&quot;Times New Roman&quot;,&quot;serif&quot;;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-bidi-language:AR-SA;}
.MsoChpDefault
 {mso-style-type:export-only;
 mso-default-props:yes;
 mso-bidi-font-size:11.0pt;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:Calibri;
 mso-fareast-theme-font:minor-latin;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;
 mso-bidi-font-family:&quot;Cordia New&quot;;
 mso-bidi-theme-font:minor-bidi;
 mso-bidi-language:AR-SA;}
@page Section1
 {size:612.0pt 792.0pt;
 margin:72.0pt 72.0pt 72.0pt 72.0pt;
 mso-header-margin:36.0pt;
 mso-footer-margin:36.0pt;
 mso-paper-source:0;}
div.Section1
 {page:Section1;}
--&gt;
&lt;/style&gt;&lt;!--[if gte mso 10]&gt; &lt;style&gt;
 /* Style Definitions */
 table.MsoNormalTable
 {mso-style-name:&quot;Table Normal&quot;;
 mso-tstyle-rowband-size:0;
 mso-tstyle-colband-size:0;
 mso-style-noshow:yes;
 mso-style-priority:99;
 mso-style-qformat:yes;
 mso-style-parent:&quot;&quot;;
 mso-padding-alt:0cm 5.4pt 0cm 5.4pt;
 mso-para-margin:0cm;
 mso-para-margin-bottom:.0001pt;
 mso-pagination:widow-orphan;
 font-size:11.0pt;
 mso-bidi-font-size:14.0pt;
 font-family:&quot;Calibri&quot;,&quot;sans-serif&quot;;
 mso-ascii-font-family:Calibri;
 mso-ascii-theme-font:minor-latin;
 mso-fareast-font-family:&quot;Times New Roman&quot;;
 mso-fareast-theme-font:minor-fareast;
 mso-hansi-font-family:Calibri;
 mso-hansi-theme-font:minor-latin;}
&lt;/style&gt; &lt;![endif]--&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;R. BAGUS ASSRAH PENDIRI BONDOWOSO&lt;br /&gt;
Semasa Pemerintahan Bupati Ronggo Kiai Suroadikusumo di Besuki mengalami kemajuan dengan berfungsinya Pelabuhan Besuki yang mampu menarik minat kaum pedagang luar. Dengan semakin padatnya penduduk perlu dilakukan pengembangan wilayah dengan membuka hutan yaitu ke arah tenggara. Kiai Patih Alus mengusulkan agar Mas Astrotruno, putra angkat Bupati Ronggo Suroadikusumo, menjadi orang yang menerima tugas untuk membuka hutan tersebut. usul itu diterima oleh Kiai Ronggo-Besuki, dan Mas Astrotruno juga sanggup memikul tugas tersebut. Kemudian Kiai Ronggo Suroadikusumo terlebih dahulu menikahkan Mas Astotruno dengan Roro Sadiyah yaitu putri Bupati Probolinggo Joyolelono. Mertua Mas Astrotruno menghadiahkan kerbau putih “Melati” yang dongkol (tanduknya melengkung ke bawah) untuk dijadikan teman perjalanan dan penuntun mencari daerah-daerah yang subur.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pengembangan wilayah ini dimulai pada 1789, selain untuk tujuan politis juga sebagai upaya menyebarkan agama Islam mengingat di sekitas wilayah yang dituju penduduknya masih menyembah berhala. Mas Astrotruno dibantu oleh Puspo Driyo, Jatirto, Wirotruno, dan Jati Truno berangkat melaksanakan tugasnya menuju arah selatan, menerobos wilayah pegunungan sekitar Arak-arak “Jalan Nyi Melas”. Rombongan menerobos ke timur sampai ke Dusun Wringin melewati gerbang yang disebut “Lawang Sekateng”. Nama-nama desa yang dilalui rombongan Mas Astrotruno, yaiitu Wringin, Kupang, Poler dan Madiro, lalu menuju selatan yaitu desa Kademangan dengan membangun pondol peristirahatan di sebelah barat daya Kademangan (diperkirakan di Desa Nangkaan sekarang).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Desa-desa yang lainnya adalah disebelah utara adalah Glingseran, tamben dan Ledok Bidara. disebelah Barat terdapat Selokambang, Selolembu. sebelah timur adalah Tenggarang, Pekalangan, Wonosari, Jurangjero, Tapen, Praje,kan dan Wonoboyo. Sebelah selatan terdapat Sentong, Bunder, Biting, Patrang, Baratan, Jember, Rambi, Puger, Sabrang, Menampu, Kencong, Keting. Jumlah Penduduk pada waktu itu adalah lima ratus orang, sedangkan setiap desa dihuni, dua, tiga, empat orang. kemudian dibangunlah kediaman penguasa di sebelah selatan sungai Blindungan, di sebelah barat Sungai Kijing dan disebelah utara Sungai Growongan (Nangkaan) yang dikenal sebagai “Kabupaten Lama” Blindungan, terletak ±400 meter disebelah utara alun-alun.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pekerjaan membuka jalan berlangsung dari tahun 1789-1794. Untuk memantapkan wilayah kekuasaan, Mas Astrotruno pada tahun 1808 diangkat menjadi demang denga gelar Abhiseka Mas Ngabehi Astrotruno, dan sebutannya adalah “Demang Blindungan”. Pembangunan kotapun dirancang, rumah kediaman penguasa menghadap selatan di utara alun-alun. Dimana alun-alun tersebut semula adalah lapangan untuk memelihara kerbau putih kesayangan Mas Astrotruno, karena disitu tumbuh rerumputan makanan ternak. lama kelamaan lapangan itu mendapatkan fungsi baru sebagai alun-alun kota. Sedangkan di sebelah barat dibangun masjid yang menghadap ke timur. Mas Astrotruno mengadakan berbagai tontonan, antara lain aduan burung puyuh (gemak), Sabung ayam, kerapan sapi, dan aduan sapi guna menghibur para pkerja. tontonan aduan sapi diselenggarakan secara berkala dan mejdi tontonan di Jawa Timur sampai 1998. Tas jasa-jasanya kemudian Astrotruno diangkat sebagai Nayaka merangkap Jaksa Negeri.&lt;br /&gt;
Dari ikatan Keluarga Besar “Ki Ronggo Bondowoso” didapat keterangan bahwa pada tahun 1809 Raden bagus Asrrah atau mas Ngbehi Astrotruno dianggkat sebagi patih beriri sendiri (zelfstanding) dengan nama Abhiseka Mas Ngabehi kertonegoro. Beliau dipandang sebagai penemu (founder) sekaligus penguasa pemerintahan pertama (first ruler) di Bondowoso. Adapau tempat kediaman Ki Kertonegoro yang semula bernama Blindungan, dengan adanya pembangunan kota diubah namanya menjadi Bondowoso, sebagi ubahan perkataan wana wasa. Maknanya kemudiandikaitkan dengan perkataan bondo, yang berarti modal, bekal, dan woso yang berarti kekuasaan. makna seluruhnya demikian: terjadinya negeri (kota) adalah semata-mata karena modal kemauan kleras mengemban tugas (penguasa) yang diberikan kepada Astrotruno untuk membabat hutan dan membangun kota.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Meskipun Belanda telah becokol di Puger dan secara administrtatif yuridis formal memasukan Bondowoso kedalam wilayah kerkuasaannya, namun dalam kenyataannya pengangkatan personil praja masih wewenang Ronggo Besuki, maka tidak seorang pun yang berhak mengkliam lahirnya kota baru Bondowoso selain Mas Ngabehi Kertonegoro. Hal ini dikuatkan dengan pemberian izin kepada Beliau untuk terus bekerja membabat hutan sampai akhir hayat Sri Bupati di Besuki.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pada tahun 1819 Bupati Adipati Besuki Raden Ario Prawiroadiningrat meningkatkan statusnya dari Kademangan menjadi wilayah lepas dari Besuki dengan status Keranggan Bondowoso dan mengangkat Mas Ngabehi Astrotruno menjadi penguasa wilayah dengan gelar Mas Ngabehi Kertonegoro, serta dengan perdikat Ronngo I. Hal ini berlangsung pada hari Selasa Kliwon, 25 Syawal 1234 H atau 17 agustus 1819. Peristiwa itu kemudian dijadikan eksistensi formal Bondowoso sebgai wilayah kekuasaan mandiri di bawah otoritas kekuasaan Kiai Ronggo Bondowoso. Kekuasaan Kiai Ronggo Bondowoso meliputi wilayah Bondowoso dan Jember, dan berlangsung antara 1829-1830.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12pt;&quot;&gt;Pada 1830 Kiai Ronggo I mengundurkan diri dan kekausaannya diserahkan kepada putra keduanya yang bernama Djoko Sridin yang pada waktu itu menjabat Patih di Probolinggo. Jabatan baru itu dipangku antar 1830-1858 dengan gelar M Ng Kertokusumo dengan predikat Ronggo II, berkedudukan di Blindungan sekarang atau jalan S Yododiharjo (jalan Ki Ronggo) yang dikenal masyarakat sebagi “Kabupaten lama”.Setelah mengundurkan diri, Ronggo I menekuni bidang dakwah agama Islam dengan bermukim di Kebundalem Tanggulkuripan (Tanggul, Jember), Ronggo I wafat pada 19 Rabi’ulawal 1271 H atai 11 Desember 1854 dalam usia 110 tahun. jenazahnya dikebumikan disebuah bukit (Asta Tinggi) di Desa Sekarputih. Masyarakat Bondowoso menyebutnya sebagai “Makam Ki Ronggo”.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;Berawal dari seorang anak yang bernama Raden Bagus Assra, ia adalah anak Demang Walikromo pada masa pemerintahan Panembahan di bawah Adikoro IV, menantu Tjakraningkat Bangkalan, sedangkan Demang Walikoromo tak lain adalah putra Adikoro IV.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Tahun 1743 terjadilah pemberontakan Ke Lesap terhadap Pangeran Tjakraningrat karena dia diakui sebagai anak selir. pertempuran yang terjadi di desa Bulangan itu menewaskan Adikoro IV, Tahun 1750 pemberontakan dapat dipadamkan dengan tewasnya Ke Lesap. Terjadi pemulihan kekuasaan dengan diangkatnya anak Adikoro IV, yaitu RTA Tjokroningrat. Tak berapa lama terjadi perebutan kekuasaan dan pemerintahan dialihkan pada Tjokroningrat I anak Adikoro III yang bergelar Tumenggung Sepuh dengan R. Bilat sebagi patihnya. Khawatir dengan keselamatan Raden Bagus Assra, Nyi Sedabulangan membawa lari cucunya mengikuti eksodus besar-besaran eks pengikut Adikoro IV ke &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Besuki&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;Assra kecil ditemukan oleh Ki Patih Alus, Patih Wiropuro untuk kemudian di tampung serta dididik ilmu bela diri dan ilmu agama.&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt; Usia 17 tahun beliau diangkat sebagai Mentri Anom dengan nama Abhiseka Mas Astruno dan tahun 1789 ditugaskan memperluas wilayah kekuasaan Besuki ke arah selatan, sebelumnya beliau telah menikah dengan putri Bupati Probolinggo. Tahun 1794 dalam usaha memperluas wilayah beliau menemukan suatu wilayah yang sangat strategis untuk kemudian disebut &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Bondowoso &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;dengan diangkatnya beliau sebagi Demang di daerah yang baru dengan nama Abhiseka Mas Ngabehi Astrotruno. Demikianlah dari hari ke hari Raden Bagus Assra berhasil mengembangkan Wilayah Kota &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Bondowoso&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dan tepat pada tanggal 17 Agustus 1819 atau hari selasa kliwon, 25 Syawal 1234 H. Adipati Besuki R. Aryo Prawirodiningrat sebagai orang kuat yang memperoleh kepercayaan Gubernur Hindia Belanda, dalam rangka memantapkan strategi politiknya menjadikan wilayah &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Bondowoso&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; lepas dari Besuki, dengan status Keranggan &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Bondowoso&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dan mengangkat R. Bagus Assra atau Mas Ngabehi Astrotruno menjadi penguasa wilayah dan pimpinan agama, dengan gelar M. NG. Kertonegoro dan berpredikat&lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt; Ronggo I, &lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;ditandai penyerahan &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Tombak Tunggul Wulung&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;margin: 0cm 0cm 0.0001pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 10pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Masa Beliau memerintah adalah&amp;nbsp; tahun 1819 – 1830 yang meliputi wilayah &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Bondowoso&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dan Jember. Pada tahun 1854, tepatnya tanggal 11 Desember 1854 Kironggo wafat di &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Bondowoso&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt; dan dikebumikan di atas bukit kecil di Kelurahan Sekarputih Kecamatan Tegalampel, yang kemudian menjadi Pemakaman keluarga Ki Ronggo &lt;strong&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Trebuchet MS&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;;&quot;&gt;Bondowoso&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/5913466731121299863/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/sejarah-berdirinya-kota-bondowoso.html#comment-form' title='1 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/5913466731121299863'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/5913466731121299863'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/sejarah-berdirinya-kota-bondowoso.html' title='SEJARAH BERDIRINYA KOTA BONDOWOSO'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-3627630988618527770</id><published>2011-11-12T16:37:00.000-08:00</published><updated>2011-11-12T16:37:46.329-08:00</updated><title type='text'>James Watt</title><content type='html'>&lt;div id=&quot;container&quot;&gt;   &lt;div class=&quot;header&quot;&gt;    &lt;table align=&quot;right&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;        &lt;td&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;
&lt;tr style=&quot;vertical-align: top;&quot;&gt;        &lt;td height=&quot;100px&quot;&gt;         &lt;/td&gt;       &lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;main&quot; id=&quot;two-columns&quot;&gt;      &lt;div class=&quot;righty&quot;&gt;       &lt;div id=&quot;divAjaxInfo&quot;&gt;                                                         &lt;div class=&quot;contentContainter&quot;&gt;            &lt;div style=&quot;padding: 20px 20px 0 20px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;img src=&quot;http://www.ceritakecil.com/images/people/0/thumb/2.jpg&quot; style=&quot;float: left; padding-bottom: 14px; padding-right: 14px;&quot; /&gt;                           &lt;div class=&quot;peopleName&quot;&gt;James Watt &lt;span class=&quot;peopleDate&quot;&gt;19 January 1736 - 25 Agustus 1819&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Mesin Uap&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;font-size: 96%; line-height: 16px;&quot;&gt;James Watt (19 January 1736 - 25 Agustus 1819) adalah penemu yang mengembangkan mesin uap yang menjadi dasar dari &lt;strong&gt;Revolusi Industri&lt;/strong&gt;.&lt;br /&gt;
James Watt lahir pada tanggal 19 Januari, 1736 di Greenock, satu kota  pelabuhan laut di Firth Clyde, Skotlandia.&amp;nbsp;Ayahnya adalah&amp;nbsp;pemilik  kapal&amp;nbsp;dan kontraktor, sedangkan ibunya, Agnes Muirhead, datang dari  keluarga terhormat dan berpendidikan.&lt;br /&gt;
Watt bersekolah secara tak teratur tetapi dan lebih banyak mendapat  pendidikan di rumah oleh ibunya. Dia menunjukkan ketangkasan yang luar  biasa dan bakat untuk ilmu pasti seperti matematika, walaupun bahasa  Latin dan Yunani tidak menggerakkan hatinya, dia menyukai legenda dan  cerita rakyat Skotlandia.&lt;br /&gt;
Ketika dia berumur 18 tahun, ibunya meninggal dan kesehatan ayahnya  perlahan-lahan mulai merosot, Watt melakukan perjalanan ke London untuk  melanjutkan study tentang pembuatan instrument dan peralatan selama satu  tahun, kemudian kembali ke Skotlandia dengan tujuan membuat sendiri  bisnis pembuatan instrumennya. Tetapi karena dia tidak menyelesaikan  tujuh tahun study nya sebagai apprentice (murid yang bekerja sambil  belajar), permohonan untuk membuka bisnis tersebut terhambat, walaupun  pada saat itu belum ada pembuat instrumen dan peralatan matematika di  Skotlandia.&lt;br /&gt;
Dengan dibantu oleh tiga orang professor yang ada di Universitas  Glasgow, James Watt akhirnya diberi kesempatan untuk membuka workshop  (bengkel) kecil di universitas.&lt;br /&gt;
Empat tahun setelah membuka tokonya, James Watt mulai melakukan  percobaan dengan uap setelah temannya, Professor John Robison, membuat  dia tertarik pada mesin tersebut. Pada saat itu, Watt sama sekali tidak  pernah mengoperasikan mesin uap, tetapi dia tetap berusaha untuk membuat  satu model mesin. Walaupun gagal, dia tetap melanjutkan percobaannya  dan mulai membaca apa saja yang bisa dibacanya. Dia kemudian secara  terpisah menemukan pentingnya energi panas yang ditimbulkan dan diserap  oleh tiap-tiap obyek untuk mengerti lebih jauh tentang mesin. pada tahun  1765 dia berhasil membuat sebuah model mesin yang dapat bekerja dengan  baik.&lt;br /&gt;
Sebagai penghargaan atas jasa-jasanya atas pengembangan mesin uap yang memicu &lt;strong&gt;revolusi industri&lt;/strong&gt;, nama &lt;strong&gt;Watt&lt;/strong&gt; diabadikan dan dijadikan sebagai satuan energi dengan symbol &lt;strong&gt;W&lt;/strong&gt; oleh International System of Units (atau &#39;SI&#39;) seperti yang kita kenal sekarang.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;lefty&quot;&gt;    &lt;div class=&quot;leftMenuTop&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;leftMenuBody&quot;&gt;   &lt;br /&gt;
&lt;div id=&quot;userStatus&quot;&gt;      &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;leftMenuBottom&quot;&gt; &lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/3627630988618527770/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/james-watt.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/3627630988618527770'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/3627630988618527770'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/james-watt.html' title='James Watt'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-6033521485209028784.post-5362413533861801248</id><published>2011-11-12T16:23:00.000-08:00</published><updated>2012-05-06T20:49:28.031-07:00</updated><title type='text'>Sejarah singkat Gerakan Pramuka Indonesia</title><content type='html'>&lt;h2&gt;
&lt;div style=&quot;background: #F5F4F4; margin-bottom: 12.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; mso-line-height-alt: 12.9pt; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 20.0pt;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 16.0pt;&quot;&gt;Sejarah Singkat Gerakan Pramuka Indonesia&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background: #F5F4F4; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12.0pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;A. Pendahuluan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Pendidikan Kepramukaan di
Indonesia merupakan salah satu segi pendidikan nasional yang penting, yang
merupakan bagian dari sejarah perjuangan bangsa Indonesia. Untuk itu perlu
diketahui sejarah perkembangan Kepramukaan di Indonesia.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;B.
Sejarah Singkat Gerakan Pramuka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Gagasan Boden Powell yang
cemerlang dan menarik itu akhirnya menyebar ke berbagai negara termasuk
Netherland atau Belanda dengan nama Padvinder. Oleh orang Belanda gagasan itu
dibawa ke Indonesia dan didirikan organisasi oleh orang Belanda di Indonesia
dengan nama NIPV (Nederland Indische Padvinders Vereeniging = Persatuan
Pandu-Pandu Hindia Belanda).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Oleh pemimpin-pemimpin gerakan
nasional dibentuk organisasi kepanduan yang bertujuan membentuk manusia
Indonesia yang baik dan menjadi kader pergerakan nasional. Sehingga muncul
bermacam-macam organisasi kepanduan antara lain JPO (Javaanse Padvinders
Organizatie) JJP (Jong Java Padvindery), NATIPIJ (Nationale Islamitsche
Padvindery), SIAP (Sarekat Islam Afdeling Padvindery), HW (Hisbul Wathon).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Dengan adanya larangan
pemerintah Hindia Belanda menggunakan istilah Padvindery maka K.H. Agus Salim
menggunakan nama Pandu atau Kepanduan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Dengan meningkatnya kesadaran
nasional setelah Sumpah Pemuda, maka pada tahun 1930 organisasi kepanduan
seperti IPO, PK (Pandu Kesultanan), PPS (Pandu Pemuda Sumatra) bergabung
menjadi KBI (Kepanduan Bangsa Indonesia). Kemudian tahun 1931 terbentuklah PAPI
(Persatuan Antar Pandu Indonesia) yang berubah menjadi BPPKI (Badan Pusat
Persaudaraan Kepanduan Indonesia) pada tahun 1938.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Pada waktu pendudukan Jepang
Kepanduan di Indonesia dilarang sehingga tokoh Pandu banyak yang masuk
Keibondan, Seinendan dan PETA.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Setelah tokoh proklamasi
kemerdekaan dibentuklah Pandu Rakyat Indonesia pada tanggal 28 Desember 1945 di
Sala sebagai satu-satunya organisasi kepanduan.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Sekitar tahun 1961 kepanduan
Indonesia terpecah menjadi 100 organisasi kepanduan yang terhimpun dalam 3
federasi organisasi yaitu IPINDO (Ikatan Pandu Indonesia) berdiri 13 September
1951, POPPINDO (Persatuan Pandu Puteri Indonesia) tahun 1954 dan PKPI
(Persatuan Kepanduan Puteri Indonesia)&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Menyadari kelemahan yang ada
maka ketiga federasi melebur menjadi satu dengan nama PERKINDO (Persatuan
Kepanduan Indonesia).&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Karena masih adanya rasa
golongan yang tinggi membuat Perkindo masih lemah. Kelemahan gerakan kepanduan
Indonesia akan dipergunakan oleh pihak komunis agar menjadi gerakan Pioner Muda
seperti yang terdapat di negara komunis. Akan tetapi kekuatan Pancasila dalam
Perkindo menentangnya dan dengan bantuan perdana Menteri Ir. Juanda maka
perjuangan menghasilkan Keppres No. 238 tahun 1961 tentang Gerakan Pramuka yang
pada tanggal 20 Mei 1961 ditandatangani oleh Pjs Presiden RI Ir Juanda karena
Presiden Soekarno sedang berkunjung ke Jepang.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Di dalam Keppres ini gerakan
pramuka oleh pemerintah ditetapkan sebagai satu-satunya badan di wilayah
Indonesia yang diperkenankan menyelenggarakan pendidikan kepramukaan, sehingga
organisasi lain yang menyerupai dan sama sifatnya dengan gerakan pramuka
dilarang keberadaannya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;C.
Perkembangan Gerakan Pramuka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Ketentuan dalam Anggaran Dasar
gerakan pramuka tentang prinsip-prinsip dasar metodik pendidikan kepramukaan
yang pelaksanaannya seperti tersebut di atas ternyata banyak membawa perubahan
sehingga pramuka mampu mengembangkan kegiatannya. Gerakan pramuka ternyata
lebih kuat organisasinya dan cepat berkembang dari kota ke desa.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Kemajuan Gerakan Pramuka akibat
dari sistem Majelis Pembimbing yang dijalankan di tiap tingkat, dari tingkat
Nasional sampai tingkat Gugus Depan. Mengingat kira-kira 80 % penduduk
Indonesia tinggal di pedesaan dan 75 % adalah petani maka tahun 1961 Kwarnas
Gerakan Pramuka menganjurkan supaya para pramuka mengadakan kegiatan di bidang
pembangunan desa. Pelaksanaan anjuran ini terutama di Jawa Tengah, Yogyakarta,
Jawa Timur dan Jawa Barat menarik perhatian Pimpinan Masyarakat. Maka tahun
1966 Menteri Pertanian dan Ketua Kwartir Nasional mengeluarkan instruksi
bersama pembentukan Satuan Karya Taruna Bumi. Kemudian diikuti munculnya saka
Bhayangkara, Dirgantara dan Bahari. Untuk menghadapi problema sosial yang
muncul maka pada tahun 1970 menteri Transmigrasi dan Koperasi bersama dengan Ka
Kwarnas mengeluarkan instruksi bersama tentang partisipasi gerakan pramuka di
dalam penyelenggaraan transmigrasi dan koperasi. Kemudian perkembangan gerakan
pramuka dilanjutkan dengan berbagai kerjasama untuk peningkatan kegiatan dan
pembangunan bangsa dengan berbagai instansi terkait.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Latar Belakang Lahirnya Gerakan Pramuka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Gerakan Pramuka lahir pada tahun 1961, jadi kalau akan menyimak
latar belakang lahirnya Gerakan Pramuka, orang perlu mengkaji keadaan, kejadian
dan peristiwa pada sekitar tahun 1960.Dari ungkapan yang telah dipaparkan di
depan kita lihat bahwa jumlah perkumpulan kepramukaan di Indonesia waktu itu
sangat banyak. Jumlah itu tidak sepandan dengan jumlah seluruh anggota
perkumpulan itu.&lt;br /&gt;
Peraturan yang timbul pada masa perintisan ini adalah Ketetapan MPRS Nomor
II/MPRS/1960, tanggal 3 Desember 1960 tentang rencana pembangunan Nasional
Semesta Berencana. Dalam ketetapan ini dapat ditemukan Pasal 330. C. yang
menyatakan bahwa dasar pendidikan di bidang kepanduan adalah Pancasila.
Seterusnya penertiban tentang kepanduan (Pasal 741) dan pendidikan kepanduan
supaya diintensifkan dan menyetujui rencana Pemerintah untuk mendirikan Pramuka
(Pasal 349 Ayat 30). Kemudian kepanduan supaya dibebaskan dari sisa-sisa Lord
Baden Powellisme (Lampiran C Ayat 8).&lt;br /&gt;
Ketetapan itu memberi kewajiban agar Pemerintah melaksanakannya. Karena itulah
Pesiden/Mandataris MPRS pada 9 Maret 1961 mengumpulkan tokoh-tokoh dan pemimpin
gerakan kepramukaan Indonesia, bertempat di Istana Negara. Hari Kamis malam
itulah Presiden mengungkapkan bahwa kepanduan yang ada harus diperbaharui,
metode dan aktivitas pendidikan harus diganti, seluruh organisasi kepanduan
yang ada dilebur menjadi satu yang disebut Pramuka. Presiden juga menunjuk
panitia yang terdiri atas Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Menteri P dan K Prof.
Prijono, Menteri Pertanian Dr.A. Azis Saleh dan Menteri Transmigrasi, Koperasi
dan Pembangunan Masyarakat Desa, Achmadi. Panitia ini tentulah perlu sesuatu
pengesahan. Dan kemudian terbitlah Keputusan Presiden RI No.112 Tahun 1961
tanggal 5 April 1961, tentang Panitia Pembantu Pelaksana Pembentukan Gerakan
Pramuka dengan susunan keanggotaan seperti yang disebut oleh Presiden pada
tanggal 9 Maret 1961. Ada perbedaan sebutan atau tugas panitia antara pidato
Presiden dengan Keputusan Presiden itu. Masih dalam bulan April itu juga,
keluarlah Keputusan Presiden RI Nomor 121 Tahun 1961 tanggal 11 April 1961
tentang Panitia Pembentukan Gerakan Pramuka. Anggota Panitia ini terdiri atas
Sri Sultan Hamengku Buwono IX, Prof. Prijono, Dr. A. Azis Saleh, Achmadi dan
Muljadi Djojo Martono (Menteri Sosial). Panitia inilah yang kemudian mengolah
Anggaran Dasar Gerakan Pramuka, sebagai Lampiran Keputusan Presiden R.I Nomor
238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961 tentang Gerakan Pramuka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 12pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Kelahiran
Gerakan Pramuka&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Gerakan Pramuka ditandai dengan serangkaian peristiwa yang
saling berkaitan yaitu 1. Pidato Presiden/Mandataris MPRS dihadapan para tokoh
dan pimpinan yang mewakili organisasi kepanduan yang terdapat di Indonesia pada
tanggal 9 Maret 1961 di Istana Negara. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai
HARI TUNAS GERAKAN PRAMUKA&lt;br /&gt;
Diterbitkannya Keputusan Presiden Nomor 238 Tahun 1961, tanggal 20 Mei 1961,
tentang Gerakan Pramuka yang menetapkan Gerakan Pramuka sebagai satu-satunya
organisasi kepanduan yang ditugaskan menyelenggarakan pendidikan kepanduan bagi
anak-anak dan pemuda Indonesia, serta mengesahkan Anggaran Dasar Gerakan
Pramuka yang dijadikan pedoman, petunjuk dan pegangan bagi para pengelola
Gerakan Pramuka dalam menjalankan tugasnya. Tanggal 20 Mei adalah; Hari
Kebangkitan Nasional, namun bagi Gerakan Pramuka memiliki arti khusus dan
merupakan tonggak sejarah untuk pendidikan di lingkungan ke tiga. Peristiwa ini
kemudian disebut sebagai HARI PERMULAAN TAHUN KERJA.&lt;br /&gt;
Pernyataan para wakil organisasi kepanduan di Indonesia yang dengan ikhlas
meleburkan diri ke dalam organisasi Gerakan Pramuka, dilakukan di Istana
Olahraga Senayan pada tanggal 30 Juli 1961. Peristiwa ini kemudian disebut
sebagai HARI IKRAR GERAKAN PRAMUKA.&lt;br /&gt;
Pelantikan Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari di Istana Negara, diikuti defile
Pramuka untuk diperkenalkan kepada masyarakat yang didahului dengan
penganugerahan Panji-Panji Gerakan Pramuka, dan kesemuanya ini terjadi pada
tanggal pada tanggal 14 Agustus 1961. Peristiwa ini kemudian disebut sebagai
HARI PRAMUKA.&lt;br /&gt;
Gerakan Pramuka Diperkenalkan&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;background-attachment: initial; background-clip: initial; background-color: #f5f4f4; background-image: initial; background-origin: initial; background-position: initial initial; background-repeat: initial initial; line-height: 12.9pt; margin-bottom: 0.0001pt; margin-left: 0cm; margin-right: 0cm; margin-top: 0cm; text-indent: 36pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #6f5e4e; font-family: &amp;quot;Arial&amp;quot;,&amp;quot;sans-serif&amp;quot;; font-size: 9.0pt;&quot;&gt;Pidato Presiden pada tanggal 9 Maret 1961 juga menggariskan agar
pada peringatan\ Proklamasi Kemerdekaan RI Gerakan Pramuka telah ada dan
dikenal oleh masyarakat. Oleh karena itu Keppres RI No.238 Tahun 1961 perlu ada
pendukungnya yaitu pengurus dan anggotanya. Menurut Anggaran Dasar Gerakan
Pramuka, pimpinan perkumpulan ini dipegang oleh Majelis Pimpinan Nasional
(MAPINAS) yang di dalamnya terdapat Kwartir Nasional Gerakan Pramuka dan
Kwartir Nasional Harian. Badan Pimpinan Pusat ini secara simbolis disusun
dengan mengambil angka keramat 17-8-’45, yaitu terdiri atas Mapinas
beranggotakan 45 orang di antaranya duduk dalam Kwarnas 17 orang dan dalam
Kwarnasri 8 orang. Namun demikian dalam realisasinya seperti tersebut dalam
Keppres RI No.447 Tahun 1961, tanggal 14 Agustus 1961 jumlah anggota Mapinas
menjadi 70 orang dengan rincian dari 70 anggota itu 17 orang di antaranya
sebagai anggota Kwarnas dan 8 orang di antara anggota Kwarnas ini menjadi
anggota Kwarnari.Mapinas diketuai oleh Dr. Ir. Soekarno, Presiden RI dengan Wakil
Ketua I, Sri Sultan Hamengku Buwono IX dan Wakil Ketua II Brigjen TNI Dr.A.
Aziz Saleh.Sementara itu dalam Kwarnas, Sri Sultan Hamengku Buwono IX menjabat
Ketua dan Brigjen TNI Dr.A. Aziz Saleh sebagai Wakil Ketua merangkap Ketua
Kwarnari.&lt;br /&gt;
Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan kepada seluruh rakyat Indonesia pada
tanggal 14 Agustus 1961 bukan saja di Ibukota Jakarta, tapi juga di tempat yang
penting di Indonesia. Di Jakarta sekitar 10.000 anggota Gerakan Pramuka
mengadakan Apel Besar yang diikuti dengan pawai pembangunan dan defile di depan
Presiden dan berkeliling Jakarta. Sebelum kegiatan pawai/defile, Presiden
melantik anggota Mapinas, Kwarnas dan Kwarnari, di Istana negara, dan
menyampaikan anugerah tanda penghargaan dan kehormatan berupa Panji Gerakan
Kepanduan Nasional Indonesia (Keppres No.448 Tahun 1961) yang diterimakan
kepada Ketua Kwartir Nasional, Sri Sultan Hamengku Buwono IX sesaat sebelum
pawai/defile dimulai. Peristiwa perkenalan tanggal 14 Agustus 1961 ini kemudian
dilakukan sebagai HARI PRAMUKA yang setiap tahun diperingati oleh seluruh
jajaran dan anggota Gerakan Pramuka.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/h2&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/feeds/5362413533861801248/comments/default' title='Posting Komentar'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/sejarah-pramuka-idonesia.html#comment-form' title='0 Komentar'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/5362413533861801248'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/6033521485209028784/posts/default/5362413533861801248'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://tunaskelapa-tunaskelapa.blogspot.com/2011/11/sejarah-pramuka-idonesia.html' title='Sejarah singkat Gerakan Pramuka Indonesia'/><author><name>Tunas Kelapa</name><uri>http://www.blogger.com/profile/07425556070712980203</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='25' height='32' src='//blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjrX33gKSHXABhYEpgkwgHY-mmvstxakF7AnzCWNvZITUbHwFBwk5zMaSR9H5KnaH-LjeXqe72i2yLDZXQ63o5faLnHlYRMOqkVBi08RdIigNwOK3Dg13qCOn_fqdJIPw/s220/images_084.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>