<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069</id><updated>2019-08-02T03:23:18.995-07:00</updated><title type='text'>TwinkleBlog</title><subtitle type='html'></subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>15</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-1623191238365429793</id><published>2019-08-02T03:23:00.000-07:00</published><updated>2019-08-02T03:23:18.936-07:00</updated><title type='text'>Ruh Layang-Layang</title><content type='html'>Jalanan malam ini cukup ramai. Lamat mata ini menyusuri tiap sisi kota. Di trotoar banyak orang berbincang, menyediakan buku bacaan, berjualan, dan duduk bersama pasangan. Supermarket dan toko-toko ramai dikunjungi. Tiba-tiba saja dari arah berlawanan, sebuah mobil truk menghantamku. Aku jauh terpental dan berhenti ketika punggungku menghantam pinggiran trotoar. Helm terlepas, darah mengucur lewat kening yang bergesekan dengan aspal. Sempat aku lihat orang-orang berlarian, mencoba menolongku yang terkapar. Kemudian dunia berputar-putar, sangat cepat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Entah bagaimana caranya aku ada di sebuah lapangan rumput dengan terik matahari menombak punggungku.&lt;br /&gt;Di sisi lain lapangan, Dyah, kekasihku, menatapku sambil terus berlari mengitari lapangan seperti tak punya lelah. Sedangkan aku duduk di di pinggir lapangan menatapnya penuh kasih. Rambutnya yang diurai angin, rona senyumnya, tawanya yang unik dan matanya mengerling menatapku. Semua hal tentangnya datang menggelepar di halaman hati. Aku dapat merasakannya, begitu hangat di dada. Ia berhenti berlari, menghampiriku dan memelukku erat-erat.&lt;br /&gt;“aku mencintaimu, sungguh!” katanya, mengerlingkan mata lagi sambil mengusap-usap pipiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Belum sempat aku mengatakan bahwa aku juga mencintainya, tiba-tiba saja ia telah jauh berlari ke ujung lapangan dan hilang setelah melewati pembatas lapangan. Hujan turun tapi bukan air, ini Kata-kata yang turun dari langit, begitu banyak. Entah, mungkin ada berjuta kata. Di sudut lapangan kudapati genangan kata. Kuambil satu kata ‘sukma’ yang seperti rantai terkait dengan tiap kata setelahnya, menjadi satu kalimat “sukma seperti layang-layang bisa putus dari tubuhmu kapan saja”.&amp;nbsp; Entah, aku tak mengerti darimana jatuhnya semua kata itu dan apa makanya satu kalimat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“pulang kamu!” suara ibu menjerit dari sebrang lapangan, “ini sudah maghrib, masih saja main layangan!” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berlari menghampiri ibu, mengulurkan tangan untuk digandengnya dan tertunduk. Tetapi, kudapati kaki, badan, dan tanganku yang terulur menjadi kecil. Ini adalah tubuhku sepuluh tahun lalu. Aku masih bingung dan bertanya-tanya ada apa?. Dan ibu beranjak menggandeng diriku yang lain di jembatan sebrang lapangan. Sedangkan aku masih ada di sisi lapangan terheran-heran dengan yang terjadi saat ini. Kemudian aku berlari mengejar mereka, dibwah gerimis tubuh mereka lebur dan beterbangan. Aku berteriak, namun guntur bersuara lebih keras. Aku telah kehilangan mereka.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari telah malam dan aku masih berlari menuju rumah, tak kunjung sampai. Padahal, hanya berjarak tujuh rumah dari lapangan. Aku tak mampu menafsir apa yang terjadi, semua abstrak dan tak masuk akal. Sejenak aku berhenti, di bawah hujan yang tak kunjung usai. Aku menepi ke rumah Pak RT, berjarak lima rumah. Dengan keadaan kuyup, aku mengetuk rumah Pak RT yang gelap gulita, sawang dimana-mana, tikus berkeliaran dan kelelawar bergantungan di atap teras. Aku ketakutan dan sangat lelah. Tak ada satupun orang yang berkesempatan berada dihadpanku dengan waktu yang cukup lama. Aku mau bertanya, sebenarnya ada apa dengan dunia ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kantuk mulai menguasai, aku berusaha terjaga agar tidak tidur. Mata ini sudah berkedip-kedip, berkali-kali juga aku hampir jatuh karena sudah tak kuat menahan kantuk. Aku hampir terpejam. Dari luar pagar rumah Pak RT teman-temanku memanggil, teman masa kecil. Entah, hari menjadi begitu cerah. Awan-awan bermekaran, burung-burung berkicau dan banyak orang lalu-lalang. Aku menghampiri mereka, dan mereka menarikku kembali ke lapangan sambil bersorak sepanjang perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Fahri, ayo main di lapangan. bermain bola, layangan, petak umpet dan kejar-kejaran” pinta mereka kepadaku yang masih mengucek-ngucek mata.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka tertawa bersamaan, sedangkan aku masih terheran-heran. Mengapa mereka begitu persis semuanya setelah sepuluh tahun berlalu. Dan dunia ini makin aneh, langit mengganti warna, orange, hitam, ungu, biru, dan kembali ke orange lagi secara berurutan terus-menerus dengan cepat. Teman-teman hilang begitu saja, ketika khusyuk aku menatap langit. Aku memutar tubuh mencari mereka, dan kudapati Roy, teman sebangku selama SMA.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roy menasehatiku, yang tiba-tiba saja kami duduk di kafe semalam aku menunggu Dyah. &quot;Cepat atau lambat, kau akan putus dari tubuhmu. Seperti layangan, putus. hahaha,” lanjutnya, “Kembalilah, kau masih peduli pada orang-orang terdekatmu, kan?”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“benar apa kata, Roy. Kembali!” sahut Dyah, yang entah darimana, begitu saja duduk disampingku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“aku mau kembali, bagaimana caranya?!” tanyaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua jadi gelap dalam sekejap. Aku sudah lelah dengan ini semua. Tuhan, kepadamu aku berserah. Letakkan aku dimanapun, asal aku tenang. Di atas kepalaku layang-layang putus. Layang-layang itu terombang-ambing ke arah setitik cahaya di depan. Aku mengejarnya. Berlari dengan cepat, sebab cahaya itu mulai meredup. Aku berhasil menangkap layang-layang itu dan tersungkur. Aku kembali berlari ke arah cahaya, tetapi tersandung helm yang kupakai tadi malam. Kepalaku terbentur, tapi aku masih sadar dan berkedip-kedip sebentar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dok, dok, dok!,” Suara Dyah melengking.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku membuka mata, perlahan. Kurasakan tubuh ini sakit, sakit sekali hingga tidak bisa bergerak. Aku menatap langit-langit ruangan yang tak asing dengan bunyi mesin pemantau detak jantung, bau obat-obatan khas rumah sakit. Aku terbaring, tak bisa apa-apa. Tangan di infus, kepala diperban dan aku memakai selang oksigen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“tolong, Dok, tadi tangannya bergerak.” suara Dyah dari kejauhan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“sebentar, jangan bergerak dulu. Anda belum sepenuhnya membaik,” kata doktor sambil menekan nadiku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Ri, jangan gerak dulu,” kata Dyah memegang tanganku. “aku telfon Ibumu dulu,” lanjutnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku masih berusaha tenang, dengan segala hal abstrak yang baru aku alami. Setiap kali aku mengingat yang telah terjadi, kepalaku terasa sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;***&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aku berangsur pulih. Dan aku baru tau kalau Dyah dan Ibuku bergantian menjagaku hampir selama dua minggu aku kritis. Barulah aku mengerti. Dalam keadaan kritis kemarin, aku telah berkelana pada tahapan-tahapan usia, sedari kecil hingga dewasa saat ini. Semua tak hayal bercerita tentang aku yang terombang ambing diantara dua alam. Sukamku seperti layang-layang dan tubuhku adalah benang. Berkali-kali dihempas angin kencang, sangat kencang, untuk tau seberapa kuat benang yang kupunya. Sebab setelah kecelakaan kemarin, dokter bilang hanya doa yang bisa menyelamatkanku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dhimas Alghifari, 2 Agustus 2019&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/1623191238365429793/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2019/08/ruh-layang-layang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/1623191238365429793'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/1623191238365429793'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2019/08/ruh-layang-layang.html' title='Ruh Layang-Layang'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-5255547247723673687</id><published>2019-07-30T05:43:00.000-07:00</published><updated>2019-07-30T14:27:50.209-07:00</updated><title type='text'>Lelaki Yang Hilang</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;Bagi lelaki tua itu kebahagiaan adalah benih yang secara tiba-tiba saja tertanam dalam diri, kita mesti menyiramnya dan rajin membersihkan kotoran yang menyumpal corong gembor; segala sesuatu yang bersifat sementara, duniawi. Itu sebabnya ia berkata bahwa; mencari kebahagiaan adalah sia-sia. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Roni, seorang lelaki bertubuh jangkung dengan kulit sawo matang. Telah lama menjadi kurir pengiriman uang dari Putra dan Puput, anak dari seorang lelaki tua yang tinggal bersama sepi. ia telah melakoni hidup sebagai kurir itu kurang lebih lima tahun lamanya. Semenjak Putra dan Puput memilih tinggal bersama pasangan hidupnya di kota. Bagi Roni, laki-laki tua itu, Pak Heru, telah dianggapnya sebagai orang tua, guru, mentor, dan motivatornya. Sering kali ketika Roni datang, lelaki tua itu malah memintanya untuk memberikan uang kiriman anaknya kepada yang lebih membutuhkan. Karena baginya, bukan uanglah yang membuat bahagia tetapi kumpulnya lagi keluarga seperti dulu. Meski hal itu tak mungkin terjadi. Istrinya telah meninggal empat tahun yang lalu. Sedangkan anak-anaknya sibuk mengurusi keluarga masing-masing.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Pak Heru tinggal di gubuk reot, jauh dari pemukiman. Biasanya duduk di teras rumah usai subuh, untuk menikmati sejuknya alam ketika pagi. Pak Heru sering berbicara kepadanya tentang cara menanam sayur atau buah di ladang, tetapi Roni menganggapnya sebagai pengalihan agar tak terlihat kesepian. Perihal yang terlewati oleh Pak Heru, ia tak mengerti. Katanya, kenangan hanyalah serangkaian peristiwa yang tak bisa penuh terungkap lewat kata-kata. Itulah sebabnya setiap kali Roni meminta Pak Heru bercerita tentang masa lalunya, ia hanya tertawa. Orang-orang akan mengimajinasikan kalimat yang terlontar dari pendongeng secara individu, merasakan fantasi jiwa sendiri dan pada akhirnya akan berbeda ketika kembali bercerita kepada orang lain, kata Pak Heru. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“lah, hal yang percuma to, kalaupun aku cerita panjang lebar. Untuk apa? Gamungkin juga kamu mau ceritain ini ke pacarmu atau ke orang lain, kan gak penting” kata Pak Heru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“tapi, siapa tau aku bisa ambil pesan atau motivasi dari cerita Bapak,” jawab Roni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“cerita masing-masing manusia kan berbeda, motivasinya juga berbeda. Tergantung apa yang kita alami dan diri kamu, kok” tegas Pak Heru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“tapi kan, Pak. Ada Faktor internal…”&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“wes, gak ngerti bahasa begituan, mending kamu belajar nanem sayur di belakang ” katanya memotong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Seperti itulah kiranya, Pak Heru selalu menghindari topik tentang masa lalunya. Sehingga Roni tak henti-hentinya bertanya dalam diri. Ia berpikir, Putra dan Puput telah sukses, tetapi apa yang sudah Pak Heru berikan kepada anaknya, sedangkan ia hanya menanam sayuran dan buah untuk hidupnya sehari-hari.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Seminggu telah berlalu. Awal bulan, pagi datang dengan merdu kicau burung sebagai backsoundnya, embun-embun mulai menguap, sementara matahari menilik Roni yang menenteng sekantung kudapan. Seperti biasa, roni telah paham bila amplop yang ia bawa tak akan diterima. Maka dari itu sebagian uangnya ia belikan makanan. Ia mengetuk pintu rumah lelaki tua itu. tetapi, tak kunjung di buka. Sempat Roni dengar bahwa, para penduduk tak pernah melihat lelaki tua itu duduk di teras seperti biasanya. beberapa hari belakangan pintu rumahnya juga selalu tertutup. Mengingat hal itu, Roni bergegas mencari cara agar bisa masuk ke dalam rumah. Dengan sebilah kayu, ia membuka jendela yang hanya di tutup dengan mengaitkan kawat ke tembok rumah. Jendela terbuka, Roni melompat. Mencari keberadaan lelaki tua itu di dalam rumah. Ruang tamu, kamar, toilet dan dapur, tak satupun ruangan ia dapati lelaki tua itu. hanya ada gelas dengan sisa ampas kopi dan piring-piring kotor yang telah menjamur. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Roni beranjak dari rumah menuju halaman belakang, hanya ada sayur dan buah tumbuh subur. Tak juga dilihatnya lelaki tua itu. ia bingung, lantas menghubungi Putra dan Puput. Ia takut terjadi apa-apa. Perlu waktu dua hari untuk anak-anaknya sampai ke desa. Roni memang tau kebiasaan Pak Heru, tetapi tak pernah tau apa yang dilakukannya bila hilang seminggu begini. Putra bilang, dulu Ayahnya sempat menghilang selama dua hari entah kemana. Tetapi kali ini seminggu sudah berlalu dan Pak Heru belum kembali.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Putra dan Puput sampai, setelah turun dari becak mereka langsung bergegas menaruh tas dan barang-barang dan menghampiri Roni yang sudah menunggu di bangku teras.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“Ayah sudah pulang?” tanya Puput&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“Belum, aku gatau Pak Heru kemana, Mbak” jawab Roni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“Ya Tuhan, Ayah!” Putra Berteriak &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Seisi rumah gaduh, hingga sampai ke rumah tetangga yang letaknya cukup jauh. Puput pingsan, sedangkan Putra menangis tak terkira. Tetangga berdatangan, hanya ingin tau apa yang sebenarnya terjadi. Setelah semuanya jelas, sebagian pulang dan sebagiannya lagi ikut mencari. Putra dan beberapa warga bergegas mencari ke ladang, hutan dan sungai. Roni dan warga lainnya mencari ke desa sebelah. Sedangkan warga perempuan menjaga Puput yang sedang pingsan. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Berhari-hari sudah waktu berjalan, Puput masih menangis tersedu-sedu sebab ayahnya tak kunjung pulang. Putra terbaring lemas, belum makan sama sekali semenjak datang kemarin. Sementara Roni masih sibuk mencari kesana-kemari dengan beberapa warga. Di perbatasan, di bawah daun-daun waru yang berguguran Pak Heru muncul. Katanya, seperti jin tau-tau muncul. Ada juga yang mengira Pak Heru datang dari langit dan masih banyak prasangka lain yang aneh tentunya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“loh, bapak darimana?” tanya Roni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“nyepi, nyari Tuhan, tapi kagak ketemu” jawabnya.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“Putra dan Putri ada di rumah, nungguin bapak yang ngilang hampir sepuluh hari” jelas Roni, sambil masih bertanya-tanya dari mana munculnya Pak Heru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“walah, tumben. Yasudah aku pulang dulu” &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;dengan santainya, Pak Heru jalan pelan-pelan. Melewati kerumunan warga yang masih bingung seperti Roni. Diikuti warga lain, Pak Heru menuju rumah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Sesampainya di rumah, suasana haru menyambut kepulangan Pak Heru. Putra dan Puput berlari memeluk Ayahnya. Kami pikir bapak dimakan binatang buas atau tersesat di hutan, kata Putra dan Pput. Tetapi Pak Heru malah terheran-heran, ia merasa baru sebentar saja pergi ke hutan perbatasan untuk menenangkan jiwanya, yang entah karena apa tiba-tiba merasa gelisah.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“ini ada apa to, dirumah kok rame” tanya Pak Heru.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“kami semua ini mencari bapak yang sudah hilang selama sepuluh hari.” Jelas Roni.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“lah, aku ini cuma pergi dua jam aja ke hutan perbatasan. Ini loh, ngilangin kerikil (gelisah) di jalan menuju kebahagiaan,” katanya. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;“kebahagiaan kok bikin orang sedih” Kata Putra.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tuh, tandanya masih ada yang nyumpel di corong gembormu.” Pak Heru, melanjutkan “ada sebab mengapa kita bersedih, gelisah, kesepian, ya karena masih ada duniawi dalam diri. Itu maklum, memang fase kalian ini, nak, dulu juga Ayah seperti itu. Tapi, kebahagiaan tetaplah kebabahagiaan. Kebahagiaan itu sebenarnya murni ada dalam diri dan abadi, tinggal kita siram saja dengan melepas segala sesuatu yg sifatnya sementara, duniawi. Toh, Ayah sekarang hidup sendiri, semua harta benda hampir terjual semua untul biaya kuliah kalian. Semakin mencari kebahagian, semakin jauh kebahagiaan itu”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Roni, akhirnya mengerti kenapa Pak Heru tak pernah sedikitpun bercerita tentang masa lalunya, agar tak terlihat pamrih. Ada banyak kesulitan yang tak bisa diceritakan dengan kata-kata. Sebab memang kata-kata hanya dapat mewakili sebagian makna, itulah mengapa Tuhan ciptakan perasaan.&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div align=&quot;center&quot; class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;margin-left: 252.0pt; text-align: center; text-indent: 36.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;Dhimas Alghifari, 30 Juli 2019&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;mso-ansi-language: EN-US;&quot;&gt;&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/5255547247723673687/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2019/07/lelaki-yang-hilang.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/5255547247723673687'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/5255547247723673687'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2019/07/lelaki-yang-hilang.html' title='Lelaki Yang Hilang'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-3423976320563868568</id><published>2019-06-03T07:12:00.002-07:00</published><updated>2019-06-04T02:59:56.239-07:00</updated><title type='text'>Tentang Wanita</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;u&gt;Di&lt;/u&gt; kafe&lt;br /&gt;Kita tertawa setelah satu dari kita menyebut nama wanita masa lalunya&lt;br /&gt;Membiarkan sebatang rokok habis sia-sia&lt;br /&gt;Dan tak menghiraukan waktu yang berhenti tepat tengah malam&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Kemudian riwayat masing-masing diungkap&lt;br /&gt;Nampak jenaka,&lt;br /&gt;&quot;Anying sia&quot;&lt;br /&gt;Lelaki berkacamata di meja paling ujung&lt;br /&gt;Merekam semua dialog dengan ponselnya&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sementara aku mengetuk buku dengan telunjuk&lt;br /&gt;Dan sesekali menyesap kopi yang terlanjur dingin&lt;br /&gt;Tanpa ragu-ragu kukatakan&lt;br /&gt;&quot;Aku tak peduli siapa wanita yang kalian tertawakan, sebab satu wanita sedari dulu tak pernah membuka hatinya untukku&quot;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Kita kembali tertawa,&lt;br /&gt;sebelum akhirnya pulang satu-satu&lt;br /&gt;Mereka tidur nyenyak&lt;br /&gt;Sedangkan aku terus memikirkanmu&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Folkcofee, 3 Juni 2019&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/3423976320563868568/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2019/06/tentang-wanita.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/3423976320563868568'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/3423976320563868568'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2019/06/tentang-wanita.html' title='Tentang Wanita'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-330096555649490494</id><published>2019-05-17T16:09:00.001-07:00</published><updated>2019-05-17T16:09:58.144-07:00</updated><title type='text'>Dialog Petang; K.H.A. Dahlan dan K.H.A. Dolan</title><content type='html'>&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;background-color: white; color: #6b6864; font-family: Lato, sans-serif; font-size: 15px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-bbHUyGD7OJQ/XN8-8hDRK-I/AAAAAAAAGk4/dLFuEi4VKhc6jovRKqd0Bl2JwzI1KzZRwCLcBGAs/s1600/IMG_20190518_060605.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; data-original-height=&quot;480&quot; data-original-width=&quot;768&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://1.bp.blogspot.com/-bbHUyGD7OJQ/XN8-8hDRK-I/AAAAAAAAGk4/dLFuEi4VKhc6jovRKqd0Bl2JwzI1KzZRwCLcBGAs/s320/IMG_20190518_060605.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;background-color: white; color: #6b6864; font-family: Lato, sans-serif; font-size: 15px;&quot;&gt;&lt;br /&gt;Semua bermula pada suatu petang usai aksi harian Dolan, Jalan-jalan ngukur jalan dengan Style modern. Dolan menuju kafe, tempat biasa ia menyendiri. Memang hari yang beruntung, dibawah kerlip lampu hias, di ujung ruang kafe. Seorang tokoh pahlawan nasional duduk. K.H. Ahmad Dahlan. Kemudian Dolan menghampirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Loh, Pak Haji Dahlan? Boleh berbincang sebentar?” sapa Dolan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Boleh, Mas. Seperti yang dikenal banyak orang. Saya, Kyai Haji Ahmad Dahlan atau Muhammad Darwisy adalah salah satu tokoh pahlawan nasional. Saya merupakan salah seorang penggagas persyarikatan Muhammadiyah pada 8 Dzulhijjah 1330 Hijriyah. Kalau sampean, Mas?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Nah, kalau saya biasa dipamggil K.H.A. Dolan (Ketua Hedonis Agan Dolan), Sebut saja Dolan. Saya pemimpin yang kebanyakan mereka menyebut saya DoLan, Hedon Lanang (hedon laki-laki). Kata “Dolan” berasal dari bahasa jawa yang berarti “main”. Saya mengemban tugas sebagai Ketua Persatuan Mahasiswa (KPM) Fakultas Ilmu Pendidikan se-Kota Metro. Ndak usah di puji, Pak. Udah biasa di puji, hehe.”&lt;br /&gt;“Hehe, iya, Mas. Saya lahir tahun 1868 di Yogyakarta.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, kalau saya 18.30, Pak. Habis maghrib di dukun beranak, hehe.” Canda Dolan coba mengundang tawa sembari melirik kentang goreng, “apa ini, Pak? Nyicip ya....&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa saja Mas Dolan. Silahkan. mungkin bisa diceritakan awal muasal panggilan Dolan?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bisa, pak. Satu bulan lalu setelah saya dilantik menjadi KPM, sebutan Hedon kerap saya terima. Karena suatu alasan, di mata orang lain badan gagah ini dipandang sebelah mata, mereka bilang saya sering melalaikan tugas dan kewajiban sebagai ketua. Saya lebih peduli isi perut, shoping, klubing, dan kesenangan diri lainnya ketimbang anggota yang saya pimpin....&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Lalu?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hedonisme menurut salah satu filsuf Yunani Epikuros, merupakan tindakan manusia dalam mencari&amp;nbsp; kesenangan, tidak hanya badani tetapi juga rohani yang mencakup kebebasan jiwa dari keresahan.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Iya, saya sudah baca di WikiMedia.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kadang, kalau curcol gini, saya suka berpuisi. Boleh, Pak?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, keren. Boleh, Mas.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Kita perlu menyendiri di suatu tempat&lt;br /&gt;Gunung, Tepian pantai, utamakanlah cafe (favorit saya)&lt;br /&gt;Kita perlu menenangkan diri dari para anarkis, para fasis&lt;br /&gt;yang ber-angan lengsernya seseorang dari kursi jabatan tertinggi&lt;br /&gt;Sampai suatu waktu,&lt;br /&gt;Ketika ketakutan akan jatuh semakin padang&lt;br /&gt;Rembulan bulat sempurna dan gemintang,&lt;br /&gt;menghiasi kelam malam selepas hujan.&lt;br /&gt;Angin bertiup, menghantarkan sebutan-sebutan orang, paling kejam&lt;br /&gt;Menjelma kenangan, tepat mendarat&lt;br /&gt;Pada piring diatas meja tempatku mengambil kentang&lt;br /&gt;Atau mendarat di pipi&lt;br /&gt;Sebagai tamparan kepadaku yang lupa visi dan misi”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Wah, prok,prok,prok”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Dan saya temukan sebuah kutipan dari Jean Paul Sartre dalam bukunya Filsafat Eksistensialisme ‘L’autre, orang lain adalah dia yang mengurangi ruang kebebasan manusia untuk menentukan dirinya sendiri&#39;.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Sudah malam, Mas. Saya mau pulang.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Owalah, yasudah, Pak. Sampai ketemu di lain waktu” kata Pak Dolan.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot; style=&quot;background-color: white; color: #6b6864; font-family: Lato, sans-serif; font-size: 15px;&quot;&gt;K.H. Ahmad Dahlan dan Dolan berpisah. Cukup Dolan menunggu waktu sampai datang hari keberuntungannya lagi untuk bertemu dengan keturunan ke-12 dari Maulana Malik Ibrahim yaitu Muhammad Darwisy atau akrab dipanggil K.H Ahmad Dahlan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menyambung percakapan yang belum usai,&lt;br /&gt;Kutipan dari Jean Paul Sartre tentang tatapan orang lain, Dolan jadikan tameng sekaligus senjata pamungkas untuk bertahan dari tatapan orang lain. Menurut Dolan, kacamata orang lain adalah awal mula kejatuhan eksistensinya sebagai sel paling kuat sebelum manusia terbentuk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan Dolan telah memilih menjadi tuli agar tak mendengar ucapan orang lain, menjadi buta agar tak melihat tatapan orang lain. Tapi tidak untuk bisu, ia masih butuh mulutnya untuk be-Retorika seperti kemarin setelah dipilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Bahwa, pemimpin adalah mereka yang rela mengorbankan waktu, tenaga, menguras air mata demi anggotanya. Semangat!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah yang diungkap Dolan dalam pidatonya pada acara pelantikan pengurus Persatuan Mahasiswa satu bulan lalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apakah sebuah kesalahan jika dalam diri seseorang tertanam secuil hedonis? Tidak! Itu hak masing-masing. Yang kurang tepat (mungkin) adalah sikap acuhnya sebagai jajaran tertinggi dari persatuan mahasiswa. Sikap yang bertolak dengan janji sebelum jadi, terobsesi untuk duduk sampai lupa ambisi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mungkin sedang lelah. Siapa tau esok, Ketua Hedon Agan Dolan beralih jadi Ketua Hebat Agan Dolan? Entah. Semoga mau membuka mata dan telinga, melihat makin retak, makin sedikitnya anggota dan mendengar jerit resah kehilangan saudara.&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/330096555649490494/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2019/05/dialog-petang-kha-dahlan-dan-kha-dolan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/330096555649490494'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/330096555649490494'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2019/05/dialog-petang-kha-dahlan-dan-kha-dolan.html' title='Dialog Petang; K.H.A. Dahlan dan K.H.A. Dolan'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://1.bp.blogspot.com/-bbHUyGD7OJQ/XN8-8hDRK-I/AAAAAAAAGk4/dLFuEi4VKhc6jovRKqd0Bl2JwzI1KzZRwCLcBGAs/s72-c/IMG_20190518_060605.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-8813028967003906710</id><published>2018-11-27T10:11:00.001-08:00</published><updated>2018-11-27T10:15:11.685-08:00</updated><title type='text'>Diary untuk Bela</title><content type='html'>&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;b&gt;Diary untuk Bela&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Untuk Bela istriku,&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&amp;nbsp; Hari ini, mungkin terasa berat untuk kita. Setelah apa yang kita lalui malam ini. Lampu jalan, saung dan pohon palem adalah saksi bisu obrolan kita. Aku tak mengerti apa yang aku rasa, ini terlalu berat untukku. Bukan lagi ranah yang harus aku jalani. Apakah para ulama berbohong padaku? Ataukah malah Tuhan yang berbohong padaku?. Bahwa, tiada masalah ataupun cobaan yang tidak bisa dilewati umatnya. Apakah --benar? Jika kita bisa melewatinya. Mengapa kita harus terpisah? Apakah keputusanku adalah gagalnya aku dalam cobaan. Apakah keputusanku adalah berhasilnya aku melawan masalah? Entahlah ini semua semu. Yang pasti aku tak ingin kamu bersedih malam ini. Apalagi mendengar cerita orang. bahwa, kamu bersedih malam ini. Aku laki laki memang menggunakan logika. Bukan berarti aku tak pernah menggunakan hati untuk ambil keputusan ini. &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Bela...&lt;br /&gt;Malam ini kuharap kau tenang. Setelah semua yang kurasa tersampaikan. Kuharap kau bisa bertahan diposisimu dan menjadi lebih baik lagi. &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Bela...&lt;br /&gt;Kuharap kau mengerti, aku memikul beban berat. Yang tak sanggup lagi aku menahan. Maaf, aku harus melepasmu. Aku tidak mau ada satu orangpun terkena imbas masalahku. Apalagi dirimu. Orang yang aku sayangi.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Mungkin hari ini hari terburuk untukku. Melepas orang yang aku sayang, demi pekerjaan yang harus terselesaikan. &quot;Aku paham jika kau harus fokus pada pekerjaanmu. Tapi, jangan perlakukan aku seperti ini&quot; ujarmu. Hanya kalimat terakhir itu yang masih aku ingat. Sisanya aku lupa. Pada intinya tiada perempuan yang mengerti aku. Hanya kamu yang sanggup memadamkan api dari nyalanya. Terimakasih selama 3 tahun ini telah menemaniku. Aku menyayangimu. Dan maaf telah mencekik lehermu.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Catatan: Ditulis oleh Danilo, suamimu. di halaman belakang rumah, diatas karung goni berisi jasad Bela.&lt;br /&gt;23 Oktober 2012&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;*Cerita ini hanya fiktif, tidak diambil dari kisah nyata. Maaf jika ada kesamaan nama dan peristiwa. Terimakasih&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/8813028967003906710/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/11/diary-untuk-bela.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/8813028967003906710'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/8813028967003906710'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/11/diary-untuk-bela.html' title='Diary untuk Bela'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-1922399285900165893</id><published>2018-11-19T17:46:00.001-08:00</published><updated>2018-11-20T03:49:00.602-08:00</updated><title type='text'>Aku Adalah Aku</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Aku adalah aku&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Perbincangan hangatmu&lt;br /&gt;Dalih menguak rahasia &lt;br /&gt;Dibalik senyum palsuku&lt;br /&gt;Juga, dengan mutlak berkecek&lt;br /&gt;Tali mahadewa menggerakkanku&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Lalu sanjungmu&lt;br /&gt;Yang Mengelus kepala &lt;br /&gt;Berusaha menemukan sesuatu,&lt;br /&gt;Pada otakku&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Cobalah cari&lt;br /&gt;Hingga, kau salahkan prasangkamu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dhimas Alghifari&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Gubuk nyaman, 20 November 2018&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/1922399285900165893/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/11/aku-adalah-aku.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/1922399285900165893'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/1922399285900165893'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/11/aku-adalah-aku.html' title='Aku Adalah Aku'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-6256846150814175113</id><published>2018-11-13T05:58:00.002-08:00</published><updated>2018-11-13T06:47:18.341-08:00</updated><title type='text'>Kepergianmu Abadi</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Kepergianmu Abadi&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&quot;Setelah kelulusan ini, aku akan pergi. Merantau, berjuang untukmu, untuk kita. Aku berjanji&quot;&amp;nbsp; &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Tiga tahun yang lalu, dengan bodoh aku meyakini ucapanmu. Sekarang? Entahlah pergi kemana. Mengapa kau harus berjanji, kenapa kau hadir ketika dulu aku dilanda sendu?.&lt;br /&gt;Mengapa aku bertemu denganmu, jika harus kau pergi tanpa pernah kita bertemu lagi? Mungkin ini mudah bagimu, tetapi untukku? Pergimu merenggut semua bahagiaku. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lima hari setelah kelulusan sekolah, kau pergi. Ingatlah, bahwa aku yang melepas tangis pertama kali atas kepergianmu.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&quot;Ari, jangan lupakan janjimu, aku disini. Didepan teras rumahku. akan menunggu kedatanganmu&quot;&lt;br /&gt;&quot;Aku akan terus ada untukmu. Doakan aku agar cepat pulang&quot; &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Sekarang, aku duduk di bangku teras rumah,&amp;nbsp; dengan keluh kesahku. Aku masih menunggu, bersanding dengan pilu, janji manismu dan lembaran puisi darimu.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Masih adakah aku direlung hatimu? Seperti aku yang tak pernah membiarkanmu pergi dari kalbu. Sanggupkah aku berjalan tanpamu, seperti dirimu yang berjalan tanpa aku. &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&quot;Nak, masuklah. Hari sudah mulai petang&quot; &lt;br /&gt;&quot;Iya bu&quot;&lt;br /&gt;Ibuku, ia satu satu nya orang yang peduli padaku setelah ayah meninggal dan setelah pergimu. Ibu adalah alasan aku tetap menjalani hidup ini, ia belahan jiwaku. Aku tau, seorang ibu tidak mungkin sanggup melihat putrinya bersedih.&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&quot;Nak, sampai kapan kamu akan bersedih seperti ini?&quot; &lt;br /&gt;&quot;Entahlah bu&quot; jawabku.&lt;br /&gt;&quot;Ibu juga pernah merasakan apa yang kamu rasakan. Percayalah, Tuhan telah merencanakan yang terbaik untukmu, jangan bersedih lagi&quot;&lt;br /&gt;&quot;Kenapa Tuhan harus merencanakan sebuah kepedihan? Ini tidak adil&quot;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Ibu hanya diam, ia tak mau memperkeruh susana hatiku. Aku paham bu, ibu tidak ingin aku terus larut dalam kesedihan. Tapi aku yakin, ibu juga paham rasanya menjadi aku. &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&quot;Nak, apa kau tau rasanya menjadi ibu? Mengandungmu, membesarkanmu, sendirian. Karena, ayahmu telah tiada ketika usiamu baru 6 bulan?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Malam ini, usai senja tenggelam. Aku tak lagi mampu menahan tangis. Setelah ibu mengatakan apa yg selama ini tertahan dihatinya. Mengurai tangis karena putrinya. &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&quot;Ibu, aku tak tau rasanya menjadi ib..&quot; ibu memtong pembicaraanku. kesal karena aku tak kunjung mengerti, semua yang ada di dunia adalah fana. Semua hanya titipan.&lt;br /&gt;&quot;Sudahlah, nak. ibu bahagia bersamamu sekarang, meskipun ayahmu telah tiada, seharusnya kau juga bisa bahagia setelah Ari tiada. Ia sudah meninggal nak&quot; &lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Enam hari setelah kelulusan sekolah, tepatnya sehari setelah Ari berpamitan denganku. Pesawat yang ditumpanginya mengalami kecelakaan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Dhimas Alghifari&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Warung hijau, 13 November 2018&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/6256846150814175113/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/11/kepergianmu-abadi.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/6256846150814175113'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/6256846150814175113'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/11/kepergianmu-abadi.html' title='Kepergianmu Abadi'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-4554877452657251510</id><published>2018-11-12T06:54:00.004-08:00</published><updated>2018-11-12T06:54:34.766-08:00</updated><title type='text'>Senyum di Pelupuk Mata</title><content type='html'>&lt;br /&gt;&lt;div align=&quot;center&quot;&gt;&lt;h4&gt;&lt;b&gt;Senyum di Pelupuk Mata&lt;/b&gt;&lt;/h4&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Kau duduk, diluar&lt;br /&gt;Dibalik pintu kaca&lt;br /&gt;Kudengar samar melodi tawamu&lt;br /&gt;Meluruhkan gundah&lt;br /&gt;Juga, merenggut fokusku&lt;br /&gt;Dari lembaran kertas kerja&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;Tak apa&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;Yang kutahu, melihat derai senyummu&lt;br /&gt;Tenangkanku&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div dir=&quot;ltr&quot;&gt;Oleh: Dhimas Alghifari&lt;br /&gt;Pringsewu Bersahaja, 10/11/2018&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/4554877452657251510/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/11/senyum-di-pelupuk-mata.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/4554877452657251510'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/4554877452657251510'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/11/senyum-di-pelupuk-mata.html' title='Senyum di Pelupuk Mata'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-4341514504249161065</id><published>2018-11-07T08:49:00.001-08:00</published><updated>2018-11-07T08:49:35.163-08:00</updated><title type='text'>Nasib Penggembala Kambing</title><content type='html'>&amp;nbsp; Siang itu, Ia terpegun, laki laki itu menatap langit dengan lesu, keriput di dahinya dan pucat bibirnya. Laki laki bertubuh cungkring dengan rambut ikal sepanjang bahu. Kira kira 13 tahun lebih tua dariku.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Di desa, ujung jalan dekat ladang. Tepat dibawah gubuk. Ia bersila, duduk diatas resban. Menikmati angin dengan sendu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Ia sudah disana. ketika aku berangkat&amp;nbsp; menggembala kambing pertama kali, saat matahari diatas kepala. Ayahku baru saja membeli kambing baru.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Langit mulai murung, kali ini hujan akan turun. aku menepi, mencari tempat agar tidak kuyup oleh hujan. Aku berdiri disebelahnya, ia merubah posisi duduknya sedikit menjauh dari tempatku berdiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Boleh aku duduk?&quot; Ujarku.&lt;br /&gt;Ia mengangguk, isyarat mengiyakan&lt;br /&gt;&quot;Sedang apa disini?&quot; Tanyaku.&lt;br /&gt;Ia hanya diam, sesekali melihat daun waru yang gugur diterpa angin.&lt;br /&gt;&quot;kau hanya duduk disini, dan tidak melakukan apa-apa sepanjang hari, apakah ada masalah?&quot; Aku bertanya, karena bingung dengan sikapnya.&lt;br /&gt;&quot;Jika aku memberitahumu, apa yang bisa dilakukan oleh penggembala kecil sepertimu?&quot; Jawabnya&lt;br /&gt;&quot;Mungkin, aku bisa membantu&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tersenyum kemudian menoleh kearahku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Bisakah kau membantuku, Gilang?&quot; Ia meminta bantuan kepadaku.&lt;br /&gt;&quot;Dari mana kau tau namaku?&quot; Jawabku penuh tanya.&lt;br /&gt;&quot;Orang disana, dari tadi memanggilmu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Gilang, pulang nak!&quot;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Dari kejauhan, ayah memanggilku. Aku tidak terlalu mendengar suara ayahku, karena terlalu memperhatikan sikapnya yang sedikit aneh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Aku akan membantumu, setelah aku menemui ayahku, tunggulah disini sebentar!&quot; Perintahku.&lt;br /&gt;&quot;Pulanglah dulu, ini sudah mulai gerimis, lalu kembali lagi besok.&quot; Balasnya.&lt;br /&gt;&quot;Baiklah, siapa namamu?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Reza&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Aku berjalan menghampiri ayahku dan menggiring kambingku untuk pulang, kemudian aku berteriak kepada Reza.&lt;br /&gt;&quot;Besok, aku akan menemuimu di gubuk itu!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Nak, Gilang, ini payung untukmu. Mari pulang ayah tidak ingin kamu kenapa-kenapa.&quot;&amp;nbsp; Ayah memberiku payung, dan merangkul bahuku.&lt;br /&gt;&quot;Baju ayah bau amis&quot; ungkapku.&lt;br /&gt;Ayahku hanya diam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Aku dan ayahku berjalan menuju rumah. belum sampai aku dirumah, juga belum puas merasakan kasih sayang ayahku yang mengelus kepalaku, dibawah payung yang ditimpa rintik hujan. Tepat di ladang, bersebelahan dengan rumah pamanku. Aku lihat pamanku, dan warga lainnya berkerumun di dekat sumur tua ditengah ladang itu. Hari itu telah ditemukan mayat, seorang penggembala kambing dari kampung seberang. Kemarin Ia tewas terbunuh setelah kambing nya dibawa kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ayah, mereka sedang apa?&quot; Tanyaku kepada ayah&lt;br /&gt;&quot;Ada pembunuhan, nak. Korbannya Reza, kambing yang kau bawa itu milik dia, milik Reza&quot;&lt;br /&gt;&quot;Jadi ayah membunuhnya?&quot;&lt;br /&gt;&quot;Diamlah nak. Atau nasib penggembala kecil selanjutnya sama seperti dia&quot; Ayahku menjawab sambil tersenyum dan terus mengelus kepalaku.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Metro, 7 November 2018&lt;br /&gt;Oleh: Dhimas Alghifari&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/4341514504249161065/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/11/nasib-penggembala-kambing.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/4341514504249161065'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/4341514504249161065'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/11/nasib-penggembala-kambing.html' title='Nasib Penggembala Kambing'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-3821583737416580105</id><published>2018-07-24T08:28:00.000-07:00</published><updated>2018-07-24T08:28:30.117-07:00</updated><title type='text'>Indonesia Sekarang!</title><content type='html'>Keberagaman adalah Indonesia&lt;br /&gt;Indonesia ada karena keberagaman&lt;br /&gt;Jangan berpikir kamu paling baik dari yang lain&lt;br /&gt;Saling bertukar pikiran adalah kunci&lt;br /&gt;Saling menguatkan adalah kunci untuk hidup bersama&lt;br /&gt;Berbeda bukan alasan untuk menjatuhkan&lt;br /&gt;Karena dengan berbeda kita bisa saling mengisi&lt;br /&gt;Indonesia sekarang kelam&lt;br /&gt;Saling menjatuhkan menjadi kunci&lt;br /&gt;Memegang kekuasaan adalah bukti “aku lebih baik”&lt;br /&gt;Berbeda pendapat dibuang&lt;br /&gt;Tunjukkan kehebatan baru dipuji&lt;br /&gt;Indonesia mati karena pembedaan&lt;br /&gt;Kapitalis ambil alih dan semakin merajai&lt;br /&gt;Hidup tanpa uang? Lebih baik mati&lt;br /&gt;Hidup mewah karena merampas&lt;br /&gt;Hidup melarat karena dirampas&lt;br /&gt;Mereka bilang kamu melarat karena salahmu&lt;br /&gt;Di Indonesia kamu berada di atas dipuji&lt;br /&gt;Kamu di bawah? Di injak dan diludahi&lt;br /&gt;Muak dengan semua ini? Lawan!&lt;br /&gt;Muak dengan semua ini? Bicara!&lt;br /&gt;Muak dengan semua ini? Hantam!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/3821583737416580105/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/07/indonesia-sekarang.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/3821583737416580105'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/3821583737416580105'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/07/indonesia-sekarang.html' title='Indonesia Sekarang!'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-8498445423015286102</id><published>2018-07-10T05:09:00.004-07:00</published><updated>2018-07-10T05:23:59.372-07:00</updated><title type='text'>SIAPA YANG PALING BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN  PESERTA DIDIK?</title><content type='html'>Perkembangan peserta didik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Kali ini saya akan membahas tentang perkembangan peserta didik, bahasan ini telah saya diskusikan bersama teman kuliah. Sebelumnya terima kasih untuk Allah SWT atas kesempatan yang diberikan kepada saya untuk menulis. Dan kebetulan juga diberikan waktu untuk mendiskusikan “lingkungan sekolah sangat berpengaruh pada perkembangan peserta didik”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Saya akan menjelaskan apa itu pendidik?, Apa itu peserta didik?&amp;nbsp; Apa yang paling berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Pendidik&lt;br /&gt;Pendidik adalah seseorang yang memberikan pelajaran atau ilmu kepada peserta didik, apakah pendidik ini berpengaruh terhadap perkembangan peserta didik? Tentunya berpengaruh, mengapa? Karena merekalah yang memberikan pelajaran, positif ataupun negatif tetaplah&amp;nbsp; pembelajaran bukan? Pendidik sangat bertanggung jawab atas terlaksananya pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Peserta didik&lt;br /&gt;Peserta didik adalah seseorang yang menerima pelajaran atau ilmu yang diberikan oleh pendidik. Siapa pun dia selagi menerima pelajaran dari seseorang maka dia adalah peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Telah saya jelaskan menurut saya sendiri, apa itu pendidik dan peserta didik. Selanjutnya tentang hal apa saja yang mempengaruhi perkembangan peserta didik. Ada 2 faktor yang mempengaruhi perkembangan peserta didik yaitu:&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Faktor Internal&lt;br /&gt;•&lt;span style=&quot;white-space: pre;&quot;&gt; &lt;/span&gt;Faktor eksternal&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Faktor internalnya itu apa saja? Tingkat kecerdasan dan karakter dari peserta didik.&amp;nbsp; Faktor eksternalnya? Pendidik dan lingkungan sebagai faktor pendukung.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Lalu antara faktor -faktor tersebut mana yang paling berpengaruh terhadap peserta didik? Menurut saya adalah pendidik dan peserta didik itu sendiri, mengapa demikian? Pendidik sudah jelas sebagai pemberi pelajaran dan ilmu, entah itu berbentuk positif atau pun negatif. Kemudian peran peserta didik? Jika peserta didik ingin berkembang, maka peserta didik tentunya akan menangkap pelajaran dari pendidik, begitu pun sebaliknya. Peserta didik dibawah umur 10 tahun cenderung masih&amp;nbsp; prilaku, bahasa&amp;nbsp; dari orang terdekatnya. Dan disinilah peran dari pendidik, pendidik harus bisa mengarahkan peserta didik kearah yang benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian jika ada salah atau kurangnya saya mohon maaf, komentar dan saran sangat saya harapkan, agar kedepannya saya dapat belajar lagi. Atas partisipasi dan kemauannya untuk belajar saya ucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/8498445423015286102/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/07/siapa-yang-paling-berpengaruh-terhadap.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/8498445423015286102'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/8498445423015286102'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/07/siapa-yang-paling-berpengaruh-terhadap.html' title='SIAPA YANG PALING BERPENGARUH TERHADAP PERKEMBANGAN  PESERTA DIDIK?'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-4466785801286767919</id><published>2018-06-22T17:41:00.003-07:00</published><updated>2018-06-22T17:41:47.096-07:00</updated><title type='text'>Kuliah sembari bekerja? Kenapa tidak. </title><content type='html'>&amp;nbsp; Kuliah sembari bekerja? Bisakah? Mampukah? Apa untungnya? Kenapa harus memilih keduanya?.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Keputusan untuk mengambil keduanya tentu mempunyai resiko yang berbeda tergantung pada pekerjaan apa yang diambil dan individu masing masing. Tidak sedikit mahasiswa yang melakukan hal ini. Pasti mereka melakukan hal ini karena alasan tertentu. Saya telah melakukan wawancara kebeberapa teman saya,&amp;nbsp; kebetulan mereka melakukan hal ini. Yang saya tau ketika kita memilih sesuatu selalu ada dampak positif dan negatifnya. Tetapi dalam masalah ini, saya bisa menyimpulkan lebih banyak dampak positif ketimbang dampak negatifnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp;Dari pembukaan diatas telah saya kemukakan beberapa pertanyaan yang saya berikan kepada teman saya. bisakah? Mampukah? Apa untungnya? Kenapa harus memilih keduanya (kuliah sembari bekerja) ?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Bisakah? Jika ditanya bisakah? Menurut mereka tergantung pada pekerjaan yang diambil dan juga tergantung pada individu masing masing. Jika pekerjaan yang dijalani itu ringan seperti pekerjaan yang jam kerjanya bergantian/shif ada kemungkinan mereka bisa membagi waktu untuk kerja dan kuliah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Mampukah? Kenapa tidak mampu? Selagi ada kemauan pasti ada kemampuan. Jika kamu merasa Tidak mampu untuk kuliah sambil bekerja, saya bisa memastikan kamu hanya akan memilih salah satunya entah itu kuliah ataupun bekerja. Tetapi jika kalian sudah memilih keduanya, percayalah kamu mampu menjalaninya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Apa untungnya? Sudah jelas bukan? Dengan bekerja kau mampu membiayai kuliahmu sendiri setidaknya bisa meringankan beban orang tuamu. Minimal kamu bisa jajan memakai uangmu sendiri. jangan pernah bilang bahwa bekerja itu tidak ada untungnya. Jika bekerja tidak ada untungnya untuk apa orang orang berlomba mencari pekerjaan? Pendaftaran PNS misalnya,&amp;nbsp; berapa ribu orang yg mendaftar? Berapa orang yang menginginkan pekerjaan? Bekerja adalah hal yang menguntungkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Kenapa harus memilih keduanya? Menurut beberapa teman saya yang telah saya tanyakan tentang hal ini,&amp;nbsp; mereka bilang &quot;bagi saya kuliah sambil bekerja dapat menunjang karier&quot;. Kenapa seperti itu? Jadi begini contoh golongan seorang guru, semakin lama dia mengajar semakin tinggi golongannya bukan? Jadi, jika kita dari pertama kuliah sudah bekerja sebagai guru,&amp;nbsp; dan wisuda setelah 4 tahun kuliah sudah berapa golongan kita naik setelah wisuda?. Ada hal lain yang bisa kita dapat juga dari bekerja, yaitu kita dapat mengimplementasikan teori teori yang kita dapat dibangku kuliah. Tentunya orang yang kuliah sambil bekerja mempunyai nilai praktek yang lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Jangan pernah takut untuk mengambil langkah bekerja sembari kuliah karena menurut saya,&amp;nbsp; banyak hal positif ketimbang hal negatifnya. Apa saja sih hal positif dan negatif dari kuliah sembari bekerja?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keterbatasan waktu.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Sudah tentu kita tau,&amp;nbsp; masalah yang satu ini adalah masalah yang sering kita temui bukan? Bahkan untuk orang yang hanya kuliah saja pun menemui masalah ini. Kita harus membagi waktu untuk bekerja,&amp;nbsp; kuliah, istirahat dan kegiatan lainnya. Jadi pintarlah dalam membagi waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Energi/Tenaga.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Kita semua mempunyai waktu yang sama yaitu 24 jam selama satu hari. Tetapi apa kita mempunyai energi/ tenaga yang sama? Semakin banyak aktifitas kita semakin banyak tenaga yang terkuras.&amp;nbsp; Maka dari itu banyaklah kerja cerdas bukan kerja keras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Mendapat uang.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Sudah pasti setiap pekerjaan itu mendapat uang bukan? Kita sendiri bisa mendapat uang untuk jajan, dan sudah saya jelaskan diatas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Membantu perekonomian keluarga.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Dengan kita bekerja kita bisa membantu ekonomi keluarga,&amp;nbsp; kita bisa mebayar kuliah sendiri ataupun membantu kekurangan keluarga, seperti membeli bahan makanan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Cenel/link&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Yang kita dapat dari bekerja bukan hanya uang, tentu kita dapat mengenal banyak orang. Kemudian dari teman teman kita inilah kita bisa mendapat pengetahuan tentang peluang peluang pekerjaan yang pastinya akan menunjang karier kita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Sebagai tempat praktek.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Ada keuntungan dari kita bekerja,&amp;nbsp; apalagi jika kita bekerja sesuai dengan jurusan kuliah yang kita ambil. Dari materi yang didapat ketika kuliah bisa kita praktekkan Di lingkungan kerja.&lt;br /&gt;&amp;nbsp;&lt;br /&gt;5. Mendapat lebih banyak wawasan&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Di nomor 3 sudah saya jelaskan. Ketika kita bekerja tentu kita mengenal lebih banyak orang, dengan orang orang yang berbeda tentu beda pula pengalaman dan pengetahuannya, disitulah kita bisa mendapat wawasan tentang pekerjaan ataupun tentang perkuliahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Dapat saya simpulkan bahwa dengan kuliah sambil bekerja banyak hal positif yang kita dapat ketimbang hal negatifnya. Masalah keterbatasan waktu dan energi/tenaga cepat atau lambat kita pasti beradaptasi. Kemudian kita pun terbiasa untuk melakukan hal tersebut sehingga kita merasa cukup dengan keterbatasan waktu dan energi/tenaga.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;&amp;nbsp; Jadi,&amp;nbsp; jangan ragu ketika kita percaya bahwa kita mampu untuk kuliah sambil bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Jika bermanfaat mohon untuk komentar, jika ada salah mohon berikan saya saran. Atas partisipasinya saya ucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/4466785801286767919/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/06/kuliah-sembari-bekerja-kenapa-tidak.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/4466785801286767919'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/4466785801286767919'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/06/kuliah-sembari-bekerja-kenapa-tidak.html' title='Kuliah sembari bekerja? Kenapa tidak. '/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-2417861912686855209</id><published>2018-06-19T17:55:00.000-07:00</published><updated>2018-06-19T17:55:12.786-07:00</updated><title type='text'>Perbedaan dan Pembedaan</title><content type='html'>&amp;nbsp;Menurut kalian apakah perbedaan dan pembedaan adalah hal yang sama?&amp;nbsp;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Menurut kalian perbedaan itu apa? Menurut kalian pembedaan itu apa?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Saya akan membahas tentang perbedaan dan pembedaan, berasal dari kata &quot;beda&quot; tetapi mempunyai arti yang tidak sama/ berbeda. Mengapa ada perbedaan dan pembedaan? Dimana letak ketidak samaan antara perbedaan dan pembedaan?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; Apa itu beda? Sesuatu hal yang tidak sama satu dengan yang lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; Perbedaan adalah hal tidak sama yang masih bisa beriringan satu dengan yang lain, sedangkan pembedaan adalah kebalikannya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; Analoginya perbedaan dan pembedaa.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Perbedaan: Di kelas IPA siswa pintar dan kurang pintar dijadikan satu kelompok untuk memecahkan suatu masalah. Sehingga mereka bekerja sama untuk memecahkan masalah yang terjadi dalam kelompoknya seperti kesulitan dalam mengerjakan soal matematika.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Pembedaan: Di kelas IPA siswa yang pintar dibagi menjadi 2 kelompok, sedangkan yang kurang pintar dibagi menjadi 2 kelompok, kemudian mereka sama sama memecahkan suatu permasalahan seperti kesulitan mengerjakan soal matematika.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Dimana letak ketidak samaannya? Sedangkan mereka sama sama dibagi menjadi kelompok untuk memecahkan suatu masalah? Letak ketidak samaannya adalah ketika adanya suatu perbedaan dalam satu kelompok antara si pintar dan si kurang pintar, setidaknya si pintar bisa membantu si kurang pintar untuk belajar matematika, tetapi ketika adanya pembedaan, si pintar menjadi 1 kelompok kemudian si kurang pintar menjadi 1 kelompok, apakah si kurang pintar bisa mengerjakan soal matematika layaknya si pintar?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Contoh perbedaan dan pembedaan yang saya amati dari banyaknya kelompok(geng) ketika saya bersekolah di Sekolah menengah atas dulu adalah didalam kelompok pasti ada perbedaan suku yang bisa bersatu menjadi kelompok tersebut. Pertanyaannya, jika memang dalam satu kelompok ada perbedaan suku, mengapa kelompok satu dengan yang lain tidak bisa bersatu layaknya perbedaan suku anggota kelompok? Pembedaannya berada di kelompok satu dan yang lain, mereka tidak bisa berjalan beriringan, tetapi dalam satu kelompok ada bermacam macam suku yang bisa berjalan beriringan.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Menurut saya perbedaan memang ada tapi bukan untuk dibedakan, ingat &quot;bersatu kita teguh bercerai kita runtuh&quot;. dimana sesuatu yang berbeda bisa saling mengisi kekurangan dengan kelebihan masing masing, tetapi sesuatu yang dibedakan tidak akan bisa mengisi kekurangan satu dengan yang lain. Kita memang punya pendapat dan paradigma masing masing, bukan berarti paradigma yang lain tidak penting. Jika kita egois dengan pendapat masing masing bagaimana kita bisa bersatu?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Menurut saya, perpecahan yang sering kali terjadi bukan karena perbedaan tetapi karena adanya pembedaan.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;Hanya itu saja yang bisa saya sampaikan dari pemikiran saya, karena sekian lama saya amati adanya perbedaan dan pembedaan, perbedaan berperan sebagai hal yang positif, sedangkan pembedaan sebaliknya. Maaf bila dalam penyampaian saya ada kurang dan salah kata.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp; Jika ingin memberi saran atau kritik silahkan komen, semoga bermanfaat dan Terimakasih telah menbaca&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;*contoh yang saya berikan hanya untuk memperjelas pengertian dari perbedaan dan pembedaan&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/2417861912686855209/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/06/perbedaan-dan-pembedaan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/2417861912686855209'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/2417861912686855209'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/06/perbedaan-dan-pembedaan.html' title='Perbedaan dan Pembedaan'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-4483228416826464751</id><published>2018-06-16T03:21:00.000-07:00</published><updated>2018-06-16T03:22:49.310-07:00</updated><title type='text'>Perbedaan Percaya dan Yakin</title><content type='html'>&amp;nbsp; Percaya dan yakin, apakah hal yang berbeda? Sekilas terlihat sama, tetapi bila kita cari lagi definisi dari percaya dan yakin maka kita akan menemukan perbedaannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Definisi Percaya, menurut saya definisi percaya adalah suatu hal yang kita anggap benar walaupun kita belum pernah mengalaminya dan merasakannya dan tau ilmunya.Sedangkan, yakin adalah suatu hal yang kita anggap benar dengan alasan karena kita pernah mengalaminya, merasakannya dan tau ilmunya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Contoh:&lt;br /&gt;PERCAYA: Saya percaya bahwa bumi ini bulat, walaupun saya belum pernah keluar angkasa untuk melihat dan membuktikan bahwa bumi ini benar benar bulat. Letak percaya ada di lisan dan logika. Seseorang menjelaskan kepadamu tentang bumi yang berbentuk bulat, dan kamu percaya karena memang alasan darinya adalah tidak ada ujung dari bumi ini,&amp;nbsp; kamu percaya oleh kalimatnya yang memang rasional. Contoh lain, apalah kalian pernah melihat miniatur bumi? Apa bentuknya? Bulat bukan? Kamu percaya hanya karena melihat miniaturnya saja.&lt;br /&gt;YAKIN: Saya yakin bahwa api itu panas, ketika secara tidak sengaja saya menyentuh kompor yang sedang menyala apinya. Letak yakin berada di lisan, logika, dan hati. Seseorang memberitahumu bahwa api itu panas, nyatanya ketika kamu menyentuh api secara tidak sengaja memang terasa panas, disitulah letak keyakinanmu, karena kamu pernah menyentuh api secara tidak sengaja.&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Seperti definisi yang telah saya jelaskan dan contoh yang telah saya berikan, secara lisan dan logika kalian percaya bahwa bumi itu bulat, dan api itu panas. Tapi bagaimana kau bisa yakin bahwa bumi itu bulat sedangkan kamu belum pernah pergi ke angkasa untuk melihat bumi itu sendiri?&amp;nbsp; Sedangkan kamu yakin bahwa api itu panas karena kamu pernah mengalami sebuah kejadian yang tidak disengaja ataupun tidak sengaja pernah menyentuh api dan merasakan bahwa api itu panas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp;Jadi menurut saya, ketika kau yakin pada sesuatu pasti kau mempercayainya, tetapi ketika kau percaya sesuatu belum tentu kau yakin.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Hanya sebuah gagasan sedrhana tentang perbedaan yakin dan percaya. Mohon maaf bila ada kurangnya dan terimakasih atas partisipasinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Jika ada pendapat lain tentang yakin dan percaya monggo untuk di diskusikan.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/4483228416826464751/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/06/perbedaan-percaya-dan-yakin.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/4483228416826464751'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/4483228416826464751'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/06/perbedaan-percaya-dan-yakin.html' title='Perbedaan Percaya dan Yakin'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-9095230963108166069.post-5204499299956773186</id><published>2018-06-14T05:53:00.000-07:00</published><updated>2018-06-21T10:40:10.749-07:00</updated><title type='text'>Apa Itu Gagasan</title><content type='html'>&amp;nbsp; Sebelum saya melanjutkan untuk menyampaikan gagasan gagasan atau pemikiran saya, mungkin beberapa pembaca belum tau apa itu gagasan. Maka daei itu saya akan membahas apa itu gagasan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Apa itu gagasan? Menurut saya, gagasan adalah pemikiran yang mempunyai nilai logis yang biasanya terjadi setelah adanya peristiwa atau kejadian tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&amp;nbsp; Apa saja yang perlu di perhatikan tentang gagasan yang ingin kita sampaikan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Nilai Logis, Logis berarti masuk akal, bagaimana kita bisa menyampaikan pemikiran kita kepada orang lain, sedangkan saat kita menyampaikan gagasan kita tidak bisa sampai diakal mereka, tidak bisa dicerna oleh mereka karena ketidak logisan dari sebuah gagasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Apa yang akan kita sampaikan, saat kita menyampaikan gagasan kita, usahan untuk tidak keluar dari bahasan tentang gagasan tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Kepada siapa kita akan menyampaikan, jika gagasan yang ingin disampaikan adalah tentang masalah yang terjadi di perkuliahan misalnya, hendaknya kita sampaikan kepada orang yang memang sudah memahami tentang perkuliahan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Tidak memaksakan gagasan kita, menyampaikan gagasan haruslah dengan pemikiran yang terbuka, agar kita bisa menerima ilmu atau pengetahuan baru tentang gagasan kita, jika kita merasa gagasan kita adalah yang paling benar maka tertutuplah pemikiran kita untuk menerima pendapat orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Cara menyampainkan, bagaimana dengan cara menyampaikan gagasan yang baik dan benar? Tentu saja dengan bahasa yang baik dan benar. Bahasa yang baik dan benar adalah bahasa yang mudah dipahami. Jika kalian sudah menyampaikan dengan bahasa yang baik dan benar, tetapi tidak menutup kemungkinan masih ada yang belum memahami gagasan kita, maka gunakanlah contoh contoh, perumpamaan dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saya memohon maaf bila ada salah kata, atas partisipasinya sya ucapkan terimakasih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bila bermanfaat tinggalkan komentar (saran ataupun kritik)&lt;br /&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/feeds/5204499299956773186/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/06/apa-itu-gagasan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/5204499299956773186'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='https://www.blogger.com/feeds/9095230963108166069/posts/default/5204499299956773186'/><link rel='alternate' type='text/html' href='https://twinklengeblog.blogspot.com/2018/06/apa-itu-gagasan.html' title='Apa Itu Gagasan'/><author><name>Twinklengeblog</name><uri>http://www.blogger.com/profile/15525464924547126646</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='32' height='32' src='//3.bp.blogspot.com/-yi90yWGRkwE/XTnI-xas9aI/AAAAAAAAIow/SkZJ0VxboZE1zNB4QyFgRxThovFTKVerACK4BGAYYCw/s113/LRM_EXPORT_20190420_130642.jpg'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>