<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053</atom:id><lastBuildDate>Thu, 16 Feb 2012 16:44:53 +0000</lastBuildDate><category>obat alternatif</category><category>keracunan</category><category>dewasa</category><category>perilaku</category><category>kesehatan</category><category>bahasa</category><category>asi</category><category>parenting</category><category>kemampuan</category><category>tali pusat</category><category>safety</category><category>kegemukan</category><category>nutrisi</category><category>bicara</category><category>jenis penyakit</category><category>balita</category><category>Gizi untuk Balita</category><category>emosi anak</category><category>mama</category><category>penglihatan</category><category>perkembangan optimal</category><category>imunitas</category><category>batita</category><category>prebiotik</category><category>makanan</category><category>9 penolakan batita</category><title>Tumbuh Kembang JAGOAN-JAGOANKU</title><description /><link>http://u-baby.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (elka anastasia)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>71</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/u-baby" /><feedburner:info uri="u-baby" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-8996246047871960458</guid><pubDate>Thu, 22 Jan 2009 19:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2009-01-22T11:51:33.185-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">perkembangan optimal</category><title>Merangsang Si Kecil Berkembang Optimal</title><description>Siapa pun yang sudah berstatus sebagai orang tua pasti ingin buah hatinya dapat berkembang dengan optimal dan menjadi cerdas serta terasah kreatifitasnya. Bicara tentang kecerdasan anak, memang tidak bisa lepas dari kaitan kecerdasan multiple. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan multiple adalah berbagai jenis kecerdasan yang dapat dikembangkan pada anak. Bentuknya pun beragam, mulai dari kemampuan menguraikan pikiran dalam rangkaian kalimat, presentasi, pidato, diskusi, lalu kemampuan menggunakan logika matematik dalam memecahkan berbagai masalah. Kemampuan berpikir tiga dimensi, kemampuan memahami dan mengendalikan diri sendiri. Ketrampilan gerak , menari , dan olah raga. Kepekaan dan kemampuan berekspresi dengan bunyi , nada, melodi, dan irama. Kemampuan memahami dan memanfaatkan lingkungan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan otak akan berkembang pesat jika dicukupi kebutuhannya sejak di dalam kandungan sampai usia sekolah dan remaja. Selain memenuhi kebutuhan fisik-biologis terutama gizi yang baik sejak dalam kandungan sampai remaja, pencegahan dan pengobatan penyakit yang dapat mempengaruhi perkembangan kecerdasan dan ketrampilan fisik untuk melakukan aktivitas sehari-hari, kebutuhan akan kasih sayang yang memberikan rasa aman, terlindungi, dihargai, dan diperhatikan juga penting. Selain itu, kebutuhan akan stimulasi, sedini mungkin sejak dalam kandungan secara terus menerus dengan berbagai cara untuk merangsang semua sistem sensorik dan motorik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Merangsang bayi baru lahir, sejak janin usia 6 bulan dalam kandungan dapat dilakukan setiap hari .Stimulasi dini memang dapat merangsang kecerdasan multiple karena sel otak janin mulai dibentuk saat usia 3-4 bulan dalam kandungan. Setelah lahir, sampai usia 3 – 4 tahun jumlahnya bertambah cepat mencapai milyaran sel, tetapi belum ada hubungan antar sel.mulai kehamilan 6 bualn , terbentuk hubungan antar sel, sehingga terbentuk rangkaian fungsi – fungsi. Kualitas dan kompleksitas rangkaian hubungan antar sel otak ditentukan oleh stimulasi yang diberikan pada anak. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dapat dilakukan sebagai bentuk dari stimulasi dini dan perangsangan kecerdasan antara lain adalah : &lt;br /&gt;- 0-3 bulan &lt;br /&gt;Bunyikan berbagai suara atau musik bergantian , membuat benda berbunyi, serta menggantung dan menggerakkan benda berwarna mencolok &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 3 – 6 bulan &lt;br /&gt;Ajak bermain cilukba &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 6 – 9 bulan &lt;br /&gt;Panggil namanya, ajak bersalaman, bermain tepuk tangan, membacakan dongeng, melatih duduk, serta berdiri berpegangan &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 9 – 12 bulan &lt;br /&gt;Coba rangsang dengan mengulang nama anggota keluarga, memasukkan mainan ke dalam wadah, minum dari gelas, mengelindingkan bola, dilatih berdiri dan berjalan dengan berpegangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- 12 – 18 bulan &lt;br /&gt;Menggambar, mencoret–coret, menyusun kubus, bermain puzzle sederhana, bermain boneka, berjalan tanpa berpegangan, naik turun tangga, melepas celana, mengerti dan melakukan perintah sederhana, menyebut dan menunjuk benda–benda &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;z 18 – 24 bulan &lt;br /&gt;Menyebut dan menunjuk bagian tubuh, nama binatang dan benda, bicara (mencoba cerita) tentang kegiatan sehari – hari seperti makan , minum , mandi , main , serta bermain bola, melompat, memakai celana baju, dan mencuci tangan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;z 2 – 3 tahun &lt;br /&gt;Menyebutkan nama teman dan warna, berhitung, menyikat gigi, bermain boneka, masak-masakan, menggambar, berdiri satu kaki. Selain itu juga perangsangan untuk berbicara dan bercerita, menyanyikan lagu anak–anak, bermain puzzle, angka, halma, congklak, kartu, monopoli, computer baik dilakukan&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-8996246047871960458?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/u6xCuUSb6VI/merangsang-si-kecil-berkembang-optimal.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>1</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2009/01/merangsang-si-kecil-berkembang-optimal.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-1360089525325027653</guid><pubDate>Mon, 01 Dec 2008 22:46:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-12-06T17:12:25.132-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">batita</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kemampuan</category><title>Gemar MEMBUNGKUS Inilah bekal untuk kemampuan menulis.</title><description>&lt;span style="font-family: verdana;font-size:85%;" &gt; Kebanyakan anak batita memiliki "hobi" ini, yaitu bungkus-membungkus. Apa saja dibungkusnya, dari mainan miliknya sampai lipstik sang bunda. Kebiasaan ini lebih banyak disebabkan peniruan.&lt;br /&gt;"Anak batita adalah peniru ulung," kata Tri Novida, Psi. Di rumah tanpa sadar misalnya, kita secara tak langsung mengajarkan hal itu saat membungkus kado untuk hadiah ulang tahun atau bingkisan lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Peniruan muncul karena anak pun sedang mengembangkan kemampuan motorik halusnya. Ia senang dan bangga mempraktikkan kemampuan baru apa pun termasuk membungkus. Bagaimana sebuah benda yang tadinya ada kini tidak tampak di balik pembungkusnya. Anak jelas senang melihat akibat dari pekerjaannya. Belum lagi respons dari lingkungan yang cenderung mendukung. Anak pun jadi ingin mengulang-ulang kebiasaan itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;CARA MENGARAHKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Intinya, kegemaran membungkusi barang adalah hal positif. Karenanya, tak perlu dilarang. "Justru harus diarahkan!" tambah psikolog dari Aditya Medical Centre ini mengingat manfaatnya. Yang pertama, kemampuan motorik halus anak lebih terasah. Anak terbiasa mengoordinasikan jari agar benda itu terbungkus seluruhnya. Kemampuan ini sangat penting saat anak mendapat pelajaran menulis nanti. Bahkan, kemampuan ini harus dipupuk agar terus berkembang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat anak menginjak taman kanak-kanak, dia bisa meningkatkan kemampuan motorik halusnya. Yang asalnya cuma mengremesi benda kecil, kemudian jadi membungkus kado dengan rapi. Di beberapa sekolah, anak diajarkan bagaimana cara membungkus kado, menggunting pita, dan lain-lain. Keterampilan itu sangat digemari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Manfaat kedua, kreativitas anak lebih berkembang. Ia bisa mengetahui, ternyata mainannya bisa diubah bentuknya lewat kertas koran. Kreativitas ini sangat diperlukan saat anak beranjak besar nanti. Anak tidak kaku dalam memandang sesuatu. Ia juga pandai mencari celah sehingga bisa mengubah benda biasa menjadi berguna, dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Memang, perilaku ini bisa membuat ruangan kotor. Tempat bermain anak dipenuhi serakan tisu dan robekan koran. Meski begitu, jangan sekali-kali melarang atau memaksa anak untuk membersihkannya. Alih-alih menurut, paling-paling ia menolak. Makin dipaksa, makin memberontak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Yang dapat dilakukan orangtua adalah meminimalkan kekacauan yang terjadi di rumah. Cobalah untuk memfasilitasi dan mengarahkannya, misal, dengan menyediakan koran bekas untuk kegiatan bungkus-membungkus. Juga, sediakan benda-benda apa saja yang boleh dibungkus. Namun, beberapa pernak-pernik milik orangtua, harus disimpan rapi dan diletakkan di tempat yang tak terjangkau anak. Batasi juga mainan yang hendak dibungkus dengan memberikan beberapa mainan saja kepada anak. Dengan begitu, orangtua membatasi tanpa perlu mengekang kreativitas anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Lebih baik lagi jika kebiasaan itu dibuat lebih kreatif agar kecerdasan imajinasi anak makin berkembang. Umpama, anak membayangkan sebagai penjual mainan sementara pengasuh atau orangtua sebagai pembelinya. Lakukan transaksi layaknya jual beli di pasar, "Ibu beli satu ya, Bang." Berikan beberapa lembar uang (dari koran) kepada anak, dibarengi penyerahan bungkusan mainan. Dengan begitu, acara bungkus-membungkus jadi lebih bermanfaat. Anak bisa berimajinasi sebagai penjual, disamping dia juga mengetahui adanya uang sebagai alat pembayaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kemampuan berbicara anak juga lebih terasah. Mungkin saja anak tidak melakukan dialog, tapi setidaknya anak bisa menangkap dan memahami perkataan orangtuanya.  Agar kemampuan sosialisasi anak ikut bertambah, cobalah ajak beberapa temannya untuk melakukan kegiatan bungkus-membungkus. Biasanya anak lebih senang dan menikmati kegiatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usai main bungkus-membungkus, minta anak membuka bungkusan itu. Dengan membungkus dan membuka, niscaya kemampuan motorik halus anak makin terasah. Tak kalah penting, ajar anak untuk membereskan mainannya kembali. Tentu bukan dengan sekonyong-konyong menyuruh anak membereskan mainan, melainkan melalui ajakan, "Yuk, kita bereskan mainan itu bersama, Ibu masukkan ini ke wadah, Adek masukkan mainan yang itu ya." Dengan begitu, anak tak merasa dipaksa dan mau menuruti apa yang Anda minta.   &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-1360089525325027653?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/fLwRqU7xgow/gemar-membungkus-inilah-bekal-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/12/gemar-membungkus-inilah-bekal-untuk.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-4190460849342269717</guid><pubDate>Fri, 21 Nov 2008 23:42:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-21T15:46:08.635-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">nutrisi</category><title>Makanan Yang Sebaiknya Dihindari Si Kecil</title><description>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Setiap orang tua pasti selalu ingin memberikan yang terbaik untuk sang buah hati, termasuk dalam hal pemberian makanan. Bahkan seringkali Bunda disibukkan dengan kegiatan memilih menu bergizi untuk si kecil. Tapi tahukah Bunda...? Ternyata... ada beberapa makanan dan minuman yang belum boleh dikonsumsi oleh si kecil pada usia tertentu.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Ternyata... ada beberapa makanan dan minuman yang belum boleh dikonsumsi oleh si kecil pada usia tertentu.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Berikut ini kami berikan beberapa contoh makanan yang sebaiknya tidak diberikan pada si kecil (dilihat berdasarkan usianya) :&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Usia 0-6 bulan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Pada usia ini sebaiknya hindari memberikan makanan lain pada si kecil karena berdasarkan anjuran kesehatan, umumnya saat usia 0-6 bulan si kecil hanya diberi ASI atau susu formula saja.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Usia 6-12 bulan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Jus buah yang rasanya asam, seperti jeruk lemon dan jeruk nipis.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Telur&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Bumbu masak atau penambah cita rasa, seperti garam, gula, kecap, madu dan bahan pemanis lainnya&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kacang dan biji-bijian, termasuk selai kacang&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Gandum, barley, havermout dan produk olahannya (roti dan sereal) yang mengandung gluten&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Kerang-kerangan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;sapi segar&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Usia 12-36 bulan&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; diet atau makanan yang rendah lemak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; dan gula digunakan seminimal mungkin&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; makanan penyebab alergi&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;*&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt; yang bisa membuat si kecil tersedak&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:verdana;font-size:85%;"&gt;Seperti biasa... untuk lebih jelasnya, sebaiknya Bunda berkonsultasi dengan dokter terkait. Jadi... bisa disesuaikan dengan keadaan kesehatan dan kebutuhan perkembangan si kecil.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-4190460849342269717?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/KIi9CMcWO34/makanan-yang-sebaiknya-dihindari-si.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/11/makanan-yang-sebaiknya-dihindari-si.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-5636486418944400183</guid><pubDate>Sun, 16 Nov 2008 22:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-16T14:49:25.446-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">parenting</category><title>Nonton Filmnya KOK YANG ITU-ITU LAGI..?</title><description>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;"Barney lagi Barney lagi.... Kok enggak bosan nonton film yang itu-itu saja?"&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Mungkin Anda pun mengalaminya, si batita bukan hanya minta diputarkan film yang itu-itu lagi, tapi juga minta didongengkan cerita yang sama setiap malam atau diputarkan kaset lagu favoritnya berulang-ulang. Bosan? Ya, bagi kita memang membosankan bila harus mengulang-ulang cerita yang sama, tapi tak demikian halnya dengan si batita. Justru hal itu adalah momen paling menyenangkan. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Ketahuilah, kemampuan memahami dan menangkap bahasa pada batita masih terbatas. Saat cerita dibacakan, dia membutuhkan konsentrasi penuh untuk memahami setiap kata yang diucapkan. Apalagi untuk memahami jalan cerita, karakter cerita yang ada, dan lain-lain. Saat dibacakan, ada seekor gajah, dia mungkin akan menerka-nerka, seperti apakah rupa gajah itu, seberapa besar, dan lain-lain. Karena itu, pengulangan diperlukan untuk lebih memahami cerita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semakin sering cerita dibaca, semakin mengertilah dia. Saat orangtua jenuh, anak justru bangga karena sudah bisa menghafal jalan cerita. Bila diibaratkan, adakah orang yang langsung memahami rumus matematika? Tentu tidak! Seseorang kadang harus mendapat pengulangan berkali-kali lewat teori dan latihan untuk memahaminya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Apalagi, memori anak belum berkembang dengan baik. Orangtua mungkin saja mengatakan, film ini sudah ditonton berkali-kali, tapi anak tidak demikian. Kemampuan memori jangka pendek dan panjang anak belum optimal. Tak heran, anak kadang lupa yang telah dikerjakannya kemarin. Sehingga, hal yang diulang-ulang seperti hal yang baru lagi baginya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Selain itu, batita juga umumnya menolak perubahan. Segala hal yang baru kadang membuatnya rewel. Dia lebih menikmati sesuatu yang sudah diketahuinya. Sebab lain, penguasaan batita terhadap jalan cerita atau film, membuatnya bisa lebih aktif dan responsif. Anak bisa menebak apa yang akan terjadi, atau lebih merespons setiap kejadian.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;LEBIH BERPARTISIPASI&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Jadi, pengulangan adalah proses belajar anak. Orangtua harus bisa menikmati pengulangan itu demi anak. Agar tak membosankan, sebaiknya orangtua lebih aktif. Misal, saat membacakan cerita, cobalah gaya yang baru. Dengan demikian, anak belajar hal baru dari cerita yang sama. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Selain itu, minta anak untuk lebih berpartisipasi dalam segala aktivitas. Saat menonton film yang sama, cobalah tanyakan kejadian yang sedang atau akan terjadi. Misal, ke mana kancil berlari? Atau, ajak menirukan bagaimana tokoh dalam film itu marah, sedih, dan lain-lain. Atau, tunjukkan hal-hal lain yang belum dilihat atau didengar anak, seperti ada seekor burung di atas kepala si tokoh, menirukan suara gajah, dan sebagainya. Semua itu akan membuatnya senang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi kalau dia bisa menjawab atau mengikuti arahan orangtua. Kebanggaan tersendiri jika ia mampu menunjukkan kemampuannya. Itu juga akan membuat kecerdasan lainnya berkembang, seperti kecerdasan gerak, imajinasi, dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Kelak, perilaku anak yang gemar mengulang-ulang sesuatu itu, lambat-laun akan menghilang. Kapan tepatnya? Anak sendirilah yang tahu, kapan cerita yang diulang-ulang itu mesti dihentikan. Bukan tak mungkin anak akan beralih ke lagu, dongeng, atau film lain yang berbeda. Bahkan, dia akan menolak mentah-mentah jika lagu yang sama diputar kembali, cerita yang sama dibacakan lagi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KENALKAN BERTAHAP&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Kendati demikian, orangtua tetap perlu mengenalkan hal baru kepada anak. Baik mainan, musik, dongeng, film, atau apa pun yang disukai anak. Saat anak menggandrungi sebuah cerita, misal, orangtua bisa memperkenalkan cerita baru yang tak kalah menarik.&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Lakukan secara perlahan dan hindari pemaksaan. Agar anak lebih bisa menerima, pilihlah dongeng dengan tokoh cerita yang sama tapi jalan ceritanya berbeda. Umpama, tokoh utamanya tetap kancil tapi kali ini ceritanya bukan mencari mentimun, melainkan menolong anak gajah yang tersesat. Perubahan yang tidak terlalu drastis membuat anak lebih mudah beradaptasi. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Demikian juga bila anak sudah gandrung dengan lagu tertentu, orangtua jangan menyerah atau justru senang karena tak perlu membelikan kaset baru. Cobalah beli CD atau kaset baru dengan lirik dan melodi menarik. Usahakan juga dalam kaset itu masih ada lagu-lagu favorit yang disukainya. Tak perlu berharap anak langsung menyukai CD baru itu. Saat anak meminta diputarkan lagu favoritnya, turuti saja. Seiring dengan waktu, ia akan mengenal dan menyukai lagu barunya. Dendangkan bersama-sama lagu yang berkumandang agar anak lebih mudah mengenal liriknya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Ajak anak ke lingkungan yang terdapat musik, film, atau dongeng baru, seperti toko kaset, toko buku, atau perpustakaan. Di tempat itu, minta anak untuk memilih kaset/film/lagu baru. Demikian juga saat orangtua hendak memberikan hadiah buat anak, bisa berupa buku cerita atau film baru. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Ketahuilah, di usia ini otak anak berkembang dengan pesat. Masa ini adalah masa tepat memperkenalkan hal-hal baru kepada anak. Itu bisa dilakukan lewat film, musik, dongeng, mainan, dan sebagainya. Jadi, banyak-banyaklah memperkenalkan si kecil kepada hal-hal baru secara bertahap tanpa memaksanya meninggalkan kebiasaan mengulang-ulang sesuatu. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Narasumber: &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;Yunita P. Sakul, Psi.,&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;dari Essa Consulting Group&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-5636486418944400183?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/yZcETYiw9d8/nonton-filmnya-kok-yang-itu-itu-lagi.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/11/nonton-filmnya-kok-yang-itu-itu-lagi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-3546925929691270783</guid><pubDate>Wed, 05 Nov 2008 21:28:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-11-05T13:41:00.564-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">9 penolakan batita</category><title>9 KEREWELAN DAN CARA MENGATASINYA</title><description>&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Masih susah bicara bikin si batita gampang frustrasi. Sedikit-sedikit menangis, menjerit, kadang disertai amukan. Perilaku ini sering tak kenal waktu dan tempat. Penyebabnya kadang juga membingungkan. Apa saja sih? Nah, coba deh kenali 9 sumber kerewelan anak batita dan cara jitu mengatasinya!&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: left;"&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;1. REWEL KALA SAKIT &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Wajar jika anak rewel kala sakit. Diberi ini salah, diberi itu salah. Kondisi tak nyaman membuat anak uring-uringan. Tak heran, semua itu bisa mengubah perilaku anak. Si kecil yang tadinya aktif dan ceria, mendadak murung dan cengeng. Anak pun jadi lebih manja. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;Cara Mengatasi: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bersabarlah menghadapinya. Anak sakit lebih membutuhkan banyak perhatian ketimbang anak sehat. Jadi, dampingi selalu si kecil. Jalinlah komunikasi yang hangat dan menghibur. Tanyakan, apa yang dia rasakan. Sedapat mungkin berikan beberapa pertolongan kecil, seperti mengusap-usap perut atau mengipasi. Jika perlu, dekaplah dia dengan penuh kasih. Ciptakan suasana aman, hingga anak merasa nyaman dan tidak bosan. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sikap sabar juga perlu dikedepankan saat memberi makan dan obat. Jika anak menolak makan, tak perlu dipaksa, melainkan disuapi sedikit demi sedikit. Buatlah menu makanan yang lembut dan mudah dikunyah. Hal yang sama berlaku buat obat. Katakan, obat harus diminum agar anak bisa sehat dan bisa bermain kembali. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Buat juga suasana menyenangkan. Hindari menunjukkan kesedihan di depan anak. Lakukan kegiatan bermain yang disukainya. Membacakan dongeng favorit bisa menjadi pilihan. Sediakan juga mainan yang bisa dilakukan di tempat tidur seperti boneka tangan, mewarnai, melipat kertas, nonton teve atau film kesayangan, dan sebagainya. Namun, waktu bermain tetap harus dibatasi, karena anak membutuhkan istirahat agar cepat sembuh. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;2. REWEL DI TEMPAT BARU/ASING &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Meskipun dinilai wajar, perilaku ini sering membuat kesal orangtua. Anak rewel karena merasa tak nyaman dengan kondisi baru. Tak jarang, kondisi itu dirasakan anak sebagai sesuatu yang mengancam. Terlebih jika anak belum mengenal kondisi tempat baru itu sebelumnya, juga fasilitas yang ada. Saat anak diajak ke tempat praktik dokter, misal, dia tentu bingung dengan ruangan serba putih, dan terdapat berbagai peralatan "aneh" macam jarum suntik, stetoskop, mesin USG, dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Mengatasi: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebelum mengajak si kecil pergi, orangtua perlu membekali anak mengenai tempat apa yang akan dituju, kondisi apa sajakah yang akan ditemui anak, apa pula benda-benda yang terdapat di sana. Sering-seringlah bepergian ke tempat baru bersama si batita. Semakin banyak tempat yang dikunjungi, semakin kaya dan luas pengalaman anak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;3. REWEL KALA BERTAMU &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sering kan menghadapi batita yang merengek-rengek minta pulang kala diajak bertamu, "Pulang... Ma... pulang...." Kerewelan ini disebabkan si batita menganggap, rumahku adalah surgaku. Tiada tempat yang paling indah dan nyaman selain rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi jika lingkungan rumah benar-benar menyenangkan; luas, sejuk, dan banyak mainan. Selain itu, banyaknya sosok asing di rumah orang lain membuat anak enggan berlama-lama. Belum lagi rumah itu kurang menyenangkan seperti sempit, gerah, dan sumpek. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Mengatasi: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Buatlah anak merasa nyaman. Sebelum pergi, bekali si kecil dengan banyak mainan. Jika di rumah yang dikunjungi ada anak kecil, ajak bermain bersama si kecil. Perhatikan juga kondisi tubuh anak. Jika terlihat lelah, biarkan dia beristirahat sejenak. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Setelah cukup, orangtua bisa mengeksplorasi lingkungan rumah yang dikunjungi. Siapa tahu banyak hal menarik yang bisa ditemukan seperti ada kolam ikan, taman, dan sebagainya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ajari anak bersosialisasi dengan mengunjungi rumah tetangga, saudara, atau teman, sehingga dia terbiasa mengunjungi rumah orang lain. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;4. REWEL SAAT ADA IBU &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kerewelan justru terjadi saat ibu ada di rumah. Biasanya disebabkan anak meminta perhatian lebih. Maklum, ibu yang bekerja umumnya banyak menghabiskan waktu di luar rumah. Keberadaan ibu membuat si batita menuntut macam-macam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, ibu bekerja biasanya menerapkan aturan lebih longgar dan minim memberikan punishment, juga selalu memanjakan anak. Nah, bagi anak, ini merupakan aji mumpung untuk melanggar aturan atau memaksakan kehendak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Mengatasi: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bersikap tegas dan konsisten dalam menerapkan aturan adalah solusinya. Jika ibu menerapkan aturan tidak boleh menonton teve hingga larut malam, maka semua yang ada di rumah harus menerapkan aturan itu. Ini untuk mengajari si batita, mana yang benar dan mana pula yang salah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sikap tega dan tegas harus dikedepankan. Jika ibu dan pengasuh atau anggota keluarga lain di rumah berbeda pola asuh, anak cenderung memilih aturan yang dirasa paling enak. Namun jika ibu dan semua anggota keluarga konsisten, maka si batita tidak akan berulah di setiap akhir pekan, atau kala ibu ada di rumah. Disiplin dan rutinitas batita akan terbentuk dengan baik. Berikan sanksi mendidik jika perlu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu, jangan sungkan memberikan penghargaan jika anak bisa melakukan rutinitas dengan baik. Penghargaan tidak melulu berbentuk hadiah, tapi juga berbagai bentuk lainnya seperti pelukan, ciuman, atau pujian. Dengan demikian, batita akan selalu mengulangi perilaku positif, sekaligus menjauhi sikap negatifnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;5. REWEL SAAT ARISAN &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam kondisi tertentu, orangtua kadang terpaksa mengajak batitanya ikut serta arisan. Namun si batita tak bisa duduk manis selama acara berlangsung. Bahkan, tak sedikit anak berbicara sambil berteriak-teriak atau berlarian ke sana kemari. Banyak orangtua yang kesal dan langsung memarahi si batita.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Padahal, tindakan memarahi malah dapat memberikan dampak yang tak baik bagi si batita. Selain membuatnya jadi rewel, bukan tak mungkin anak menganggap acara arisan tidaklah menyenangkan. Ia pun kapok jika suatu saat orangtua mengajaknya serta. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Mengatasi: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sebetulnya, wajar saja bila si batita tak dapat duduk manis berlama-lama. Anak usia ini sedang mengembangkan kemampuan motoriknya. Makanya, dia tak bisa diam. Lagian, anak juga bukan orang dewasa mini yang bisa duduk lama dengan tenang. Acara arisan juga tidak menarik di mata anak. Yang dapat dilakukan adalah menyalurkan energi anak di luar ruangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajak anak bermain di luar ditemani pengasuhnya. Lakukan beberapa permainan yang menyenangkan. Jika kebetulan orangtua lain membawa serta anak, biarkan si kecil berbaur bersama mereka dengan didampingi pengasuhnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;6. REWEL KALA DITINGGAL ORANGTUA &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sulit kan jika anak tidak mau ditinggal pergi? Walhasil, banyak aktivitas orangtua yang batal gara-gara anak. Di usia ini, anak sedang mengembangkan sikap kelekatan. Jika anak menganggap orangtua adalah sosok paling dekat, maka sulit baginya untuk berpisah, maunya menempel melulu. Anak merasa tidak aman jika diasuh oleh sosok lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Mengatasi: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Berikan penjelasan. Jika ibu harus meninggalkan anak pergi berbelanja, katakan, "Mama mau pergi ke pasar. Tidak lama, kok, nanti Mama pulang dan bisa main lagi sama Adek." Cara itu akan membuat anak mengerti, orangtua pergi hanya untuk sementara waktu. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Hindarkan pergi secara sembunyi-sembunyi, bahkan berbohong. Itu bisa membuat anak semakin rewel, bahkan muncul ketidakpercayaan dalam dirinya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Agar anak tak terlalu merasa kehilangan, biarkan dia terlibat dalam sebuah kegiatan yang mengasyikkan seperti corat-coret. Biasanya, anak akan larut dalam aktivitasnya dan tidak terlalu memedulikan kepergian orangtua. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;&lt;br /&gt;7. REWEL SETIAP KALI DIAJAK PERGI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Banyak orangtua yang pusing sekaligus kesal saat mengajak anaknya pergi. Itu semua terjadi karena si batita masih sulit mengendalikan emosinya. Selain orangtua juga mesti mengetahui penyebab kerewelan anak, semisal mood-nya sedang buruk. Atau, siapa tahu orangtua terlalu heboh saat mengajak anak bepergian, umpama, memburu-burunya mandi dan berpakaian. Ketergesaan itu menyebabkan anak tidak nyaman, lalu mengekspresikannya dengan sikap rewel. Sebab lain, mencari perhatian orangtua. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Mengatasi: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Atasi berdasarkan penyebabnya. Bila dikarenakan suasana hatinya kurang baik, bangkitkanlah mood-nya. Jelaskan, perjalanan dan tempat tujuan sangat menyenangkan. Beritahukan hal-hal menarik apa saja yang bisa ditemui anak di tempat tujuan, seperti melihat sawah milik kakek, kerbau, dan sebagainya. Demikian juga kala di perjalanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jelaskan beberapa hal menarik yang bisa ditemui, misal, dengan menggunakan mobil sendiri, anak bisa melihat pemandangan. Jangan lupa, bawa serta mainan untuk di perjalanan. Atau, selama perjalanan orangtua bisa membuat aneka permainan menarik. Kalau memungkinkan, hindari mempersiapkan kepergian dengan terburu-buru, agar anak menganggap bepergian adalah hal yang menyenangkan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;8. REWEL SETIAP PAGI &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ada beberapa batita yang bersemangat setiap bangun pagi, di sisi lain banyak juga batita yang justru rewel. Menangis dengan berteriak, bahkan beberapa bersikap manja. Ini bisa disebabkan bermacam-macam hal. Boleh jadi sehari sebelumnya si batita mendapat pengalaman yang tidak menyenangkan, hingga pengalaman itu masih membekas saat terbangun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jangan-jangan anak juga mendapat mimpi buruk. Atau, si kecil terlalu lelah atau sedang sakit, hingga dia mengekspresikan perasaan tidak nyamannya dengan sikap rewel. Rewel adalah tanda anak lelah, mengantuk, sakit, kecewa, sedih, dan lain-lain. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;&lt;br /&gt;Cara Mengatasi: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bangkitkan semangat anak di pagi hari. Peluklah erat-erat, lakukan dialog singkat dan hangat di pagi hari. Ajak juga anak untuk main sebentar di pagi hari. Memutar musik kesukaan atau film favorit bisa dipilih. Jadi, saat bangun jangan langsung disuruh mandi dan berganti pakaian. Dengan begitu, anak bisa melupakan ketidaknyamanan yang dirasakannya. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Orangtua jangan menyikapi kerewelan anak dengan sikap marah karena tak akan mampu meredam kerewelan, malah kerewelannya semakin menjadi. Bersikaplah tenang dan santai. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bila ibu sudah tak kuat menghadapi kerewelan anak, minta ayah atau orang lain menangani si kecil. Menangani sikap anak dengan emosi justru membuat anak semakin tertekan. Bukan tak mungkin jika sikap rewel akhirnya menjadi rutinitasnya setiap pagi.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Ciptakan suasana menyenangkan di waktu malam menjelang tidur. Entah dengan mandi air hangat lebih dulu, lalu membacakan cerita, menyetel musik lembut, dan lain-lain. Dengan aneka ritual sebelum tidur, membuat suasana hati anak menjadi baik. Suasana hati yang baik itu pulalah yang akan dibawanya saat terbangun dari tidur. &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;9. REWEL SAAT NAIK KENDARAAN UMUM &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Naik bis, angkutan kota, atau kereta api? Pasti banyak orangtua yang memiliki pengalaman tak menyenangkan dengan ulah si batita. Sepertinya angkutan umum bak "neraka" buat anak. Dia ingin cepat-cepat keluar dari dalamnya. Apalagi jika perjalanan harus memakan waktu berjam-jam, kerewelan anak pun semakin bertambah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semua itu terjadi karena anak merasa bosan berlama-lama di angkutan umum. Ketiadaan aktivitas sangatlah menjenuhkan bagi anak usia ini. Ia pun lalu mengungkapkannya dengan kerewelan. Apalagi jika angkutan umum itu tidak berpendingin udara, sempit, dan sesak. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Anak juga rewel karena merasa tidak nyaman bertemu dengan banyak orang yang tak dikenalnya. Selain itu, anak usia ini bukan tipe "pertapa" yang bisa duduk berlama-lama. Anak sedang dalam masa eksplorasi. Keinginannya adalah bergerak dan terus bergerak. Ini tidak hanya berlaku untuk anak laki-laki, tapi juga perempuan. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Cara Mengatasi: &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kerewelan anak bisa terjadi hanya saat pertama kali, tapi juga bisa setiap kali naik angkutan umum. Rewel saat pertama kali naik angkutan umum adalah wajar. Yang dapat dilakukan orangtua adalah membuat anak nyaman di angkutan umum. Dengan demikian, anak pun tidak rewel lagi. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Orangtua bisa mengajak anak mengobrol agar tak bosan. Jika mungkin, bisa juga diperdengarkan musik kesukaannya. Tentu dengan tak mengganggu penumpang lain. Ceritakan semua pemandangan yang ditemuinya saat di jalan. Ladeni semua pertanyaan anak dan puaskan rasa ingin tahunya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;br /&gt;Hal penting lainnya, bawa bekal makanan dan minuman yang cukup, di samping membawa beberapa mainan favorit anak. Pilih mainan yang sekiranya bisa dimainkan di angkutan umum.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Konsultan Ahli:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dian Kun Prasasti, Psi.,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dari Klinik Aditya Medical Centre, Jakarta&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-3546925929691270783?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/oNhLqHMxLC0/9-kerewelan-dan-cara-mengatasinya.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/11/9-kerewelan-dan-cara-mengatasinya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-7743610245154290576</guid><pubDate>Sat, 18 Oct 2008 23:24:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-18T16:27:29.589-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">9 penolakan batita</category><title>MENOLAK KERETA DORONG</title><description>Dalam kondisi tertentu, kita terpaksa mengajak batita berbelanja ke mal. Agar tak merepotkan, kereta dorong pun jadi pilihan buat anak. Sayangnya, si kecil menolak ide itu mentah-mentah. Repot bukan?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Penyebab: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Bagi batita awal, sangat mungkin dia sedang menikmati keterampilan barunya, yaitu bisa berjalan. Dia merasakan sensasi bagaimana kedua telapak kakinya menyentuh tanah, melangkahkan kaki setapak demi setapak. Sebab lain, sangat mungkin si batita sedang menikmati proses eksplorasi. Dia memiliki tujuan sendiri dan tak mau didikte dengan kereta dorong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Tip Mengatasi: &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;* Berikan penjelasan baik-baik. Saat anak mulai berontak dan berteriak, coba katakan, "Ibu tahu berjalan kaki sangat menyenangkan, tapi Ibu tak punya waktu kali ini. Seusai belanja menuju tempat parkir, Adek boleh berjalan sepuasnya."&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hindari sikap ngotot. Semakin kuat orangtua memaksa semakin keras juga anak melawan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Hiasi kereta dengan mainan seperti mainan gantung/bunyi. Anak bisa bermain-main selagi orangtua menyisir lorong-lorong toko.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;* Jalin interaksi di toko. Kenalkan barang-barang menarik yang ditemui di toko.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-7743610245154290576?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/zpZJ8uiZg7s/menolak-kereta-dorong.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/10/menolak-kereta-dorong.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-854323513255551096</guid><pubDate>Sun, 12 Oct 2008 22:55:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-12T16:06:19.719-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">kesehatan</category><title>Tanda-Tanda Tubuh Tak Sehat</title><description>&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bayi dan balita yang belum bisa berbicara tak akan bisa mengatakan kalau mereka sakit atau merasa kekebalan tubuhnya menurun. Untunglah, hal ini bisa terlihat dari beberapa tanda yang ditunjukkan oleh tubuh mereka.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-style: italic;"&gt;Tanda-tanda itu adalah:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Demam.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bayi demam belum tentu memiliki infeksi bakteri yang serius. Demam adalah tanda bahwa anak Anda sedang berjuang melawan penyakit dan tidak mencerminkan kegawatan atau penyebab penyakit tersebut. Menurut&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dr. William Sears, beberapa virus yang tak berbahaya dan tak perlu diobati dapat menyebabkan demam sampai 40,6 derajat Celcius, sementara beberapa infeksi bakteri yang harus diobati mungkin menyebabkan demam setinggi 38 derajat Celcius. Demam sendiri didefinisikan sebagai temperatur di atas 38 derajat Celcius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kelesuan.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kebanyakan bayi tak banyak bergerak ketika mereka sakit dan tampak lesu. Mereka lebih senang digendong atau berbaring tenang. Perilaku lesu ini adalah khas dari banyak penyakit yang tidak serius.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kekurangan tenaga.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;Berbeda halnya dengan kelesuan, maka kekurangan tenaga adalah tanda bahwa ada penyakit serius yang terjadi pada anak. Seorang anak yang kekurangan tenaga tidak membuat kontak mata, tidak benar-benar mengakui bahwa ada orangtua di sana, mungkin membuka matanya secara singkat, dan tidak akan bergerak dengan lincah serta merespons rangsangan verbal atau fisik. Ia tampak tidak acuh dengan sekitar. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Perubahan perilaku.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bayi umumnya lesu atau rewel selama menderita penyakit, terutama bila mengalami demam. Jika anak bergerak lincah dan tampak merasa lebih baik ketika demam turun, tampaknya dia tidak menderita penyakit serius. Namun, bila anak tidak dapat dihibur dan terus rewel, ini harus segera dilaporkan ke dokter.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Selera makan yang berkurang.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Kondisi ini wajar ketika seseorang menderita penyakit. Jangan risau bila bayi Anda tidak makan dengan baik selama beberapa hari. Bayi biasanya menerima cukup cairan untuk mendukung dirinya sendiri. Seorang bayi dapat bertahan selama beberapa hari tanpa makan sama sekali selama sakit, sepanjang mendapat asupan cairan yang cukup.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Dehidrasi (kekurangan cairan di dalam tubuh).&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Bayi mungkin mengalami kekeringan ringan selama penyakitnya datang, namun asupan cairan yang berkurang selama beberapa hari saat menderita batuk, flu, dan demam tidak terlalu penting untuk dicemaskan. Dehidrasi yang sesungguhnya terjadi ketika seorang bayi muntah-muntah dan berlangsung terus-menerus atau diare yang gawat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ruam.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ruam sangat umum selama menderita berbagai penyakit. Ruam pada umumnya menunjukkan bahwa penyakit itu adalah infeksi virus. Ruam jarang menjadi alasan untuk panik dan menghubungi dokter di ruang gawat darurat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Detak jantung yang lebih cepat.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Ketika bayi sakit, terutama kala demam, ia akan bernapas lebih cepat. Ini menandakan sumber alami bayi untuk penyembuhan dan pelepasan napas yang berlebih. Percepatan detak jantung akan menjadi lambat ketika demam turun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: verdana; font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Muntah-muntah dan diare.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;Muntah-muntah sering terjadi pada infeksi tenggorokan, dada, ginjal, dan telinga. Diare menyertai banyak virus. Anak-anak mungkin menunjukkan keduanya. Dua-duanya masih wajar bila hanya terjadi sesekali. Bila keduanya atau salah satu terjadi secara terus-menerus, laporkan segera ke dokter. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: verdana;"&gt;(hannie)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-854323513255551096?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/aI3vZfwme0o/tanda-tanda-tubuh-tak-sehat.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/10/tanda-tanda-tubuh-tak-sehat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-6484625354285832105</guid><pubDate>Sun, 05 Oct 2008 09:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-11T17:50:42.988-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">parenting</category><title>Tertawa Juga Meningkatkan Kekebalan Tubuh</title><description>&lt;span style=";font-family:verdana;font-size:85%;"  &gt;&lt;br /&gt;Semua orang ingin memiliki tubuh yang sehat, punya sistem imun yang baik, dan berdaya tahan tubuh tinggi. Apalagi para bunda yang tak hanya disibukkan oleh kegiatan bekerja, karena harus juga mengurus anak-anak dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka itu, konon ada yang berpendapat, para bunda yang aktif juga penuh masalah. Soalnya, ada saja persoalan yang muncul, seperti pekerjaan rumah yang menggunung, hingga tumpukan berkas pekerjaan di kantor. Kalau cuma kecil saja, masalah bisa berperan sebagai ‘bumbu penyedap’ dalam kehidupan sehari-hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, jika terus-menerus didera persoalan, tak mustahil stres dan depresi akan menyerang. Gawatnya, jika tidak lekas diatasi, stres yang berlarut-larut dapat menurunkan tingkat kekebalan tubuh serta ‘mengundang’ berbagai jenis penyakit seperti serangan jantung dan hipertensi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untungnya, keadaan ini dapat diatasi dengan tertawa. &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tertawa?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Betul. Saat tertawa, ada tiga zat kimia ‘baik’, yaitu serotonin, melatonin, dan endorfin yang akan diproduksi, sehingga jumlahnya dalam tubuh meningkat. Bersamaan dengan itu, tiga zat kimia ‘jahat’ dalam tubuh, yaitu adrenalin, kortisol, dan radikal bebas, akan ditekan jumlahnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kombinasi kerja serotonin, melatonin, dan endorfin berguna mendatangkan perasaan nyaman dan senang, serta meningkatkan kekebalan tubuh terhadap penyakit. Sebaliknya, kandungan adrenalin yang tinggi menyebabkan tekanan darah dan detak jantung meningkat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan jumlah kortisol yang tinggi akan menimbulkan perasaan cemas, gelisah, dan mudah marah. Sementara kandungan radikal bebas yang tinggi dapat memakan T-sel (zat yang berfungsi menghancurkan sel-sel kanker), sehingga akan merusak sistem kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain mengusir berbagai penyakit, tertawa juga akan membantu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Tidur lebih nyenyak&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tertawa membuat otot-otot tubuh menjadi rileks. Dengan otot yang rileks, Anda bisa lebih mudah mendapatkan tidur yang nyenyak. Ketika tidur nyenyak ini, kolesterol ‘jahat’ (HDL) dibawa ke lever untuk dihancurkan. Sedangkan kolesterol ‘baik‘ (LDL) dibawa ke tempat-tempat yang membutuhkan. Pada saat tidur juga terjadi proses perbaikan sel-sel tubuh yang rusak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Melenyapkan rasa sakit&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika tertawa, jaringan saraf di otak akan memberi rangsangan listrik. Rangsangan ini memicu terjadinya reaksi-reaksi kimia dalam otak dan bagian-bagian tubuh lainnya, antara lain adalah memicu produksi hormon endokrin yang akan memerintahkan otak untuk mengeluarkan zat pembunuh rasa sakit secara alamiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Meningkatkan daya ingat&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dalam kondisi stres berat, fungsi otak kanan dan otak kiri terputus dalam jangka waktu tertentu. Akibatnya, Anda jadi lamban berpikir, mengingat sesuatu termasuk sulit untuk berpikir jernih. Tertawa dapat mengaktifkan kerja saraf yang menjembatani fungsi otak kanan dengan otak kiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Membantu bekerja lebih baik&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Tertawa membuat orang bergairah dan berada dalam kondisi mood yang baik, berpikir lebih jernih. Bila Anda banyak tertawa, Anda akan dapat mengorganisir pekerjaan dengan lebih baik, lebih kreatif dalam bekerja, penuh ide, lebih mudah meningkatkan kemampuan dalam bernegosiasi dan mengambil keputusan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 102, 0);"&gt;Membuat awet muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Ketika tertawa, otot-otot wajah Anda pun akan menjadi relaks. Keadaan ini membantu menghilangkan kerut-kerut di wajah, sehingga Anda tampak awet muda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jadi, para bunda, biarpun banyak masalah dalam kehidupan sehari-hari, jangan lupa untuk terus tertawa! Ha ha ha …&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-6484625354285832105?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/IzwteONT8OQ/tertawa-juga-meningkatkan-kekebalan.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/10/tertawa-juga-meningkatkan-kekebalan.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-2609324470704412667</guid><pubDate>Wed, 03 Sep 2008 23:14:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-10-11T17:52:23.806-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">nutrisi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">makanan</category><title>Lemak Untuk Pertumbuhan Otak Bayi</title><description>&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 5pt 0in;font-family:georgia;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;/p&gt;  &lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Banyak orang salah menilai akan lemak, karena dalam berbagai publikasi sering disebutkan sebagai zat gizi yang tidak baik. Sedemikian ‘berbahaya’nya, sampai-sampai orang sering mengonsumsi makanan yang di labelnya tertulis tanpa lemak atau rendah lemak. Misalnya ketika membeli susu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sah-sah saja mengurangi lemak dalam asupan nutrisi orang dewasa. Namun, menurut Dr. William Sears, seorang dokter yang banyak menangani tumbuh kembang balita, keranjingan akan makanan yang serba rendah lemak dan rendah kolesterol ini sebaiknya tidak terbawa-bawa ketika bunda menyiapkan makanan untuk bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bayi memerlukan lemak, bahkan dalam jumlah yang banyak. Kalori dalam ASI, 40-50 persennya merupakan lemak dan juga kaya kolesterol. Makanan seimbang bagi bayi harus mengandung kalori yag 40 persennya berbentuk lemak, dan 30-40 persen bagi anak usia 1-2 tahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mengapa? &lt;/span&gt;Di bawah ini beberapa alasannya:&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;ol&gt;&lt;li  style="font-family:arial;"&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;Lemak diperlukan sebagai penyimpanan terbesar sumber energi tubuh. Ada 6 kalori dalam 1 gram lemak, dua kali lebih banyak dari yang ada dalam karbohidrat dan protein.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Otak yang sedang tumbuh juga memerlukan lemak yang tepat dan benar.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Otak tumbuh lebih cepat selama tahun pertama kehidupan dibanding periode lainnya. Otak menggunakan 60 persen dari total energi yang dikonsumsi bayi, dan 60 persen dari otak adalah lemak. Lemak pun menyediakan komponen-komponen utama bagi membran sel dalam otak dan sarung atau kantung myelin, yang menyekat saraf-saraf dalam otak dan ruas tulang belakang sehingga rangsangan saraf berjalan lebih efisien ke seluruh tubuh bayi yang tengah tumbuh&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lemak adalah komponen dasar dalam hormon-hormon yang penting dan bagian yang berharga dalam membran sel, terutama sel-sel darah merah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lemak bersifat seperti kapal feri dalam menyerap dan mengantarkan atau mengalirkan vitamin A, D, E, dan K.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lemak membuat makanan menjadi terasa enak. Bayi menyukai lemak dalam makanan yang terasa di mulut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li style="font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;Lemak adalah makanan kaya gizi, terkemas dalam hampir semua kalori dalam jumlah paling kecil. Gizi ini begitu penting bagi bayi usia 1-2 tahun karena mereka biasanya merupakan pemilih makanan dan mengonsumsi sedikit makanan pada setiap waktu makan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-family:arial;font-size:85%;"&gt;Karena ASI mengandung banyak lemak, dan bisa dibilang merupakan lemak terbaik yang diperoleh bayi. (untuk melihat secara detail manfaat ASI, klik rubrik Tentang ASI).&lt;/span&gt;&lt;span style="font-size:85%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;span style=";font-family:arial;font-size:85%;"  &gt;&lt;span style=""&gt;&lt;br /&gt;Selain ASI sebagai sumber lemak terbaik, ikan laut dan sayuran juga merupakan sumber lemak yang baik. Bila diurutkan berdasarkan kandungan gizinya, lemak-lemak itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- makanan laut (khususnya ikan salmon)&lt;br /&gt;- minyak rami&lt;br /&gt;- avokad&lt;br /&gt;- minyak sayur&lt;br /&gt;- mentega kacang (mentega ini hanya diberikan setelah bayi berusia 2 tahun)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga sumber lemak teratas (ASI, makanan laut, dan minyak rami) adalah sumber-sumber yang kaya akan asam lemak omega-3, yang sangat penting bagi pertumbuhan otak yang optimal.&lt;br /&gt;&lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-2609324470704412667?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/fdrnwxtjO5I/lemak-untuk-pertumbuhan-otak-bayi.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/09/lemak-untuk-pertumbuhan-otak-bayi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-5997954756333444974</guid><pubDate>Tue, 15 Jul 2008 22:58:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-07-15T16:01:41.140-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">imunitas</category><title>Jadwal imunisasi</title><description>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;b&gt;Agar buah hati Anda memiliki pertahanan tubuh yang kuat dan mampu melawan infeksi, pastikan ia mendapat imunisasi secara lengkap.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tujuan imunisasi adalah mempertinggi daya tahan tubuh agar anak Anda tidak terkena penyakit infeksi. Meskipun penyakitnya sudah tidak ada, imunisasi tetap diperlukan untuk berjaga-jaga kalau penyakit tersebut muncul kembali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagian besar imunisasi diberikan ketika anak berumur 4 bulan. Anda akan mendapat kartu yang berisi jadwal imunisasi dan kapan seharusnya imunisasi diberikan. Jangan lupa mencatat tanggal dan jenis vaksinasi yang telah diberikan untuk membantu dokter menentukan apakah anak Anda perlu mendapat vaksinasi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya dokter juga akan menanyakan riwayat kesehatan keluarga untuk menentukan apakah anak Anda perlu mendapatkan vaksinasi jenis tertentu. Misalnya, bila di keluarga Anda ada yang menderita TBC, anak Anda harus mendapat suntikan BCG pada sekitar usia 1 tahun.&lt;/span&gt;  &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tabel berikut adalah jenis imunisasi yang dianjurkan pada masa kanak-kanak serta tabel penyakit infeksi yang paling sering terjadi pada anak-anak.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 3.75pt; border-collapse: collapse; font-family: verdana;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; background: maroon none repeat scroll 0% 50%; width: 111pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Penyakit&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; background: maroon none repeat scroll 0% 50%; width: 111pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Waktu&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; background: maroon none repeat scroll 0% 50%; width: 111pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Reaksi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; background: maroon none repeat scroll 0% 50%; width: 111pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Perlindungan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Imunisasi DPT, difteri, batuk rejan (partusis), tetanus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suntikan pada umur 2, 4, 6, 18 bulan. Dan diulang pada   4-5 tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Anak bisa demam, tempat suntikan terasa sakit.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tetanus harus diulang setiap 5 tahun supaya terhindar   dari tetanus&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Polio&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Vaksin diminum pada usia 0, 2, 3, 4, 6, 18 bulan dan   ulangi pada umur 5 tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak ada&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Harus diulang agar selalu terlindung&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Campak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suntikan pada usia 9 bulan dan diulang pada usia 6 tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Demam dan timbul bercak-bercak&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak diketahui berapa lama sejak vaksinasi terakhir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tuberkolosa (BCG)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suntikan pada usia 0-3 bulan dan diulang pada usia 10-13   tahun, kalau dianggap perlu.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Sakit dan kaku di tempat suntikan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Seumur hidup&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Rubella&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Suntikan untuk anak perempuan usia 10-14 tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Mungkin nyeri sendi&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 111pt;" valign="top" width="148"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tidak diketahui berapa lama sejak vaksinasi terakhir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center; font-family: verdana;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center; font-family: verdana;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keterangan jadwal imunisasi berdasarkan usia pemberian, sesuai IDAI, periode 2004.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center; font-family: verdana;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="margin-left: 3.75pt; border-collapse: collapse; font-family: verdana;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; background: olive none repeat scroll 0% 50%; width: 77.25pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Umur&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; background: olive none repeat scroll 0% 50%; width: 117pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Vaksin&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; background: olive none repeat scroll 0% 50%; width: 248.25pt; -moz-background-clip: -moz-initial; -moz-background-origin: -moz-initial; -moz-background-inline-policy: -moz-initial;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Keterangan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Saaat lahir&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hepatitis B-1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;HB-1 harus diberikan dalam waktu 12 jam setelah lahir,   dilanjutkan pada umur 1 dan 6 bulan &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Polio-0&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Polio-0 diberikan saat kunjungan pertama. Untuk bayi   yang lahir di RB/RS, polio diberikan saat bayi dipulangkan (untuk menghindari   transmisi virus vaksin terhadap bayi lain)&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1 bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hepatitis B-2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hb-2 diberikan pada umur 1 bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;0-2 bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BCG&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;BCG dapat diberikan sejak lahir. Apabila BCG akan   diberikan pada &gt;3 bulan sebaiknya dilakukan uji tuberkulin terlebih dahulu   dan BCG diberikan apabila hasilnya negatif.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2 bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;DTP-1&lt;br /&gt;  Hib-1&lt;br /&gt;  Polio-1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diberikan pada umur lebih dari 6 minggu&lt;br /&gt;  Diberikan mulai umur 2 bulan&lt;br /&gt;  Dapat diberikan bersama DTP-1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4 bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;DTP-2&lt;br /&gt;  Hib-2&lt;br /&gt;  Polio-2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diberikan secara terpisah&lt;br /&gt;  Hib-2 dapat dikombinasikan dengan Hib-2&lt;br /&gt;  Diberikan bersama dengan DPT-2&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6 bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;DTP 3&lt;br /&gt;  Hib-3&lt;br /&gt;  Polio 3&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Dapat dikombinasikan dengan Hib-3&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diberikan bersama DTP-3&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;9 bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Campak-1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Campak 1 diberikan pada umur 9 bulan, apabila telah   mendapat MMR pada usia 15 bulan, Campak 2 tidak perlu diberikan.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;15 -18 bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;MMR&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hib-4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Apabila sampai usia 12 bulan belum mendapat imunisasi   cacar&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;18 bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;DTP-4&lt;br /&gt;  Polio-4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diberikan satu tahun setelah DTP-3&lt;br /&gt;  Diberikan bersamaan dengan DTP-4&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2 tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Hepatitis A&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Direkomendasikan pada umur &gt;2 tahun, diberikan 2 kali   dengan interval 6-12 bulan&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2-3 tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tifoid&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Vaksin tifoid polisakarida injeksi direkomendasikan   untuk umur &gt;2 tahun, perlu diulang setiap 3 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5 tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;DTP-5&lt;br /&gt;  Polio-5&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diberikan pada umur 5 tahun&lt;br /&gt;  Diberikan bersama DTP-5&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;6 tahun &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;MMR&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diberikan untuk catch up immunization pada anak yang   belum mendapat MMR-1&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 77.25pt;" valign="top" width="103"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;10 tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 117pt;" valign="top" width="156"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;dT/TT&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Varisela&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="padding: 0in 3.75pt; width: 248.25pt;" valign="top" width="331"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Menjelang pubertas vaksin tetanus ke-5 diberikan untuk   imunitas selama 25 tahun.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Diberikan pada umur 10 tahun&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: verdana;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-5997954756333444974?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/PN52hbzLZ_A/jadwal-imunisasi.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/07/jadwal-imunisasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-5551863252617904612</guid><pubDate>Sun, 08 Jun 2008 15:08:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-06-08T08:14:34.963-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">tali pusat</category><title>Merawat Tali Pusat</title><description>Jangan takut, Bu. Si kecil tidak merasakan apa-apa saat Anda menyentuh tali pusatnya. Jadi, rawatlah tali pusat si kecil hingga lepas dengan sendirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi Ibu baru, merawat tali pusat merupakan tantangan tersendiri. Biasanya para ibu merasa khawatir karena tekstur tali pusat yang lembek dan terlihat mudah putus. Alhasil, pekerjaan merawat tali pusat ini malah diserahkan kepada orang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tali pusat atau umbilical cord adalah saluran kehidupan bagi janin selama dalam kandungan. Tapi begitu bayi lahir saluran ini tidak diperlukan sehingga harus dipotong dan dijepit atau diikat. Sisa tali pusat yang menempel di perut bayi itu disebut umbilical stump. Bagian inilah yang nanti akan mengering dan akan terlepas dengan sendirinya dalam waktu seminggu. Namun ada juga yang baru terlepas setelah empat minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat akan membersihkan tali pusat, pastikan dulu tangan Anda dalam keadaan bersih. Anda juga tidak perlu ragu-ragu atau merasa takut memegang tali pusat tersebut, karena bayi Anda tidak merasa sakit atau terganggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kini, tali pusat tidak lagi harus ditutup dengan kain kasa steril karena ada risiko bisa terjadi infeksi. Selain itu, menurut rekomendasi WHO, membersihkan tali pusat cukup dengan air dan sabun. &lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Jadi penggunaan alkohol tidak lagi dianjurkan&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;p&gt;Menurut penelitian, tali pusat yang dibersihkan dengan air dan sabun cenderung lebih cepat puput (lepas) dibandingkan tali pusat yang dibersihkan dengan alkohol. Namun memang, jika tidak dibersihkan dengan alkohol, ada kemungkinan tali pusat itu akan mengeluarkan bau tak sedap. Oleh sebab itu, sebaiknya Anda diskusikan dulu hal ini dengan dokter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkahnya :&lt;/p&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Mandikan bayi seperti biasa.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Gosok tali pusat dengan sabun secara perlahan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angkat dan letakkan bayi Anda di meja ganti (baby tafel)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Keringkan tubuh bayi dengan handuk&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Angkat (bukan menarik) sedikit tali pusat, kemudian bersihkan sisa air pada pangkal tali pusat dengan kasa steril atau kapas.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Bersihkan dengan alkohol menggunakan kapas (optional). Kemudian kipas-kipas dengan tangan atau tiup supaya cepat kering.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Tidak perlu menempelkan uang logam di atas pusar bayi, jika pusarnya terlihat menonjol (bodong) setelah lepas. Nanti tonjolan itu lama-lama akan hilang sendiri.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Setelah lepas, jangan buang tali pusat. Simpanlah di tempat yang aman. Selain sebagai kenang-kenangan, juga untuk jaga-jaga karena darah di tali pusat dipercaya dapat menyembuhkan penyakit yang diderita si kecil.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;p&gt;&lt;strong&gt;&lt;span style="color:#ff0000;"&gt;Top Tip&lt;/span&gt;&lt;/strong&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selalu cuci tangan Anda sebelum menyentuh tali pusat si kecil dan bersihkan tali pusat minimal dua kali sehari.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-5551863252617904612?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/aKNWzZ2FT5c/merawat-tali-pusat.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/06/merawat-tali-pusat.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-8460259661829468479</guid><pubDate>Wed, 30 Apr 2008 00:38:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-04-29T17:41:23.393-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bahasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">bicara</category><title>Ingin bayi Anda cepat berbicara?</title><description>Bayi Anda belum bisa bicara? Ya, jangan jadikan itu alasan untuk tidak mengajaknya berbicara. Mengajak bayi bicara, menurut Erik Thiessen PhD, peneliti dari Carniege mellon University bisa mengasah kemampuan berbicara anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mendengar bayi yang menggumam kadang membuat hati senang, kadang pula kesal. Tetapi, gumaman bayi itu ternyata adalah ekspresinya saat ia mendengatr suara dan artikulasi bahasa. mengajak bayi berbicara, menurut Thiessen membantu si bayi untuk mempelajari bunyi, suara dan ritme kalimat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika 40 bayi berusia antara 6,5 - 7,5 bulan dites, peneliti dari Carnegie itu menemukan bahwa bayi-bayi lebih mendengar suara saat orang tua atau orang disekitarnya berbicara apa saja dengan nada tinggi. Perhatian penuh itu tidak terjadi saat orang di sekitar si bayi berbicara dengan nada monoton.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;"Ada perbedaan kecil yang ditemukan saat bayi mempelajari bahasa itu. Tetapi yang pasti, semakin dini bayi diajak berbicara, semakin cepat ia bisa berbicara. jadi, perbedaan kecil itu akan berakibat besar di masa depan si anak," jelas Thiessen, seperti dikutip www.msn.com. "Kami menemukan bahwa bayi usia satu tahun yang sejak lahir diajak ngobrol oleh orang-orang disekitarny memiliki kemampuan berbicara yang jauh lebih baik dibanding bayi yang tidak diajak berbicara saat kecilnya," lanjut Thiessen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berbicara, apa saja, sangat penting untuk perkembangan anak. Ann Michael PhD, Direktur Klini audiologi dan Bicara di University of Tennessee memberikan beberapa tip untuk orangtua agar bayinya cepat berbicara:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Melakukan kontak mata saat berbicara. Kontak mata dilakukan setiap saat. Misalnya, saat Anda mengajaknya berbicara ketika ia digendong, angkat si bayi hingga matanya sejajar dengan mata Anda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Lakukan percakapan timbal balik. ketika bayi Anda berhenti bergumam dan Anda memberi jawaban, ia akan belajar bagaimana caranya melakukan percakapan yang baik. Ia akan mengerti bagaimana "peraturan" ngobrol yang baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Membaca buku yang banyak rima dan pengulangannya membantu bayi belajar bicara lebih banyak. Suatu kali, Anda akan terkejut bila si bayi bisa menjawab rima yang Anda bacakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Menanggapi bahasa tubuh bayi. Saat bayi Anda menunjuk sesuatu, jawablah dengan kata-kata. Misalnya, ketika ia menunjuk bola, katakan, "Oh, sayang, kau mau bola ini." Percakapan ini akan melatihnya menguasai lingkungan. (sra)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dikutip dari Wartakota, Minggu 13 Januari 2008.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-8460259661829468479?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/BEJpa0jl0v8/ingin-bayi-anda-cepat-berbicara.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/04/ingin-bayi-anda-cepat-berbicara.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-4684307807479619424</guid><pubDate>Sat, 22 Mar 2008 13:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-22T06:06:28.460-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jenis penyakit</category><title>BRONCHITIS (INF SAL NAPAS) - BATUK KRONIS</title><description>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Penyebab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;banyak tetapi yang tersering adalah alergi (Allergic rhinitis, asthma, environmental exposures), bisa juga karena sinusitis, reflux, reaksi obat, kelainan bawaan saluran napas, tersedak "benda asing", pneumonia (virus, jamur).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mohon diingat - pneumonia belum tentu karena infeksi bakteria. Jadi  - belum tentu perlu antibiotik.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Tatalaksana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;  &lt;br /&gt;    -       Mencari penyebab. Bila disebabkan karena alergi - cobalah untuk memodifikasi lingkungan sekitar kita agar eksposure pada anak sdkt berkurang&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    -       Humidifikasi&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;    -       Ekstra cairan, dll&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Dengan demikian, kalau anak kita dinyatakan menderita bronkitis, kita harus segera berpikir bahwa itis di sini artinya radang - inflamasi. Penyebabnya belum tentu infeksi bakteri - mayoritas bronkitis pada anak tidak perlu antibiotik.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-4684307807479619424?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/D3vFpCG9DMA/bronchitis-inf-sal-napas-batuk-kronis.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/03/bronchitis-inf-sal-napas-batuk-kronis.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-8619208566928243320</guid><pubDate>Sat, 22 Mar 2008 13:03:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-22T06:05:13.177-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jenis penyakit</category><title>COUGHS</title><description>Batuk membantu kita mengeluarkan segala sesuatu yg mengganggu saluran napas kita, misalnya, lendir/slym, benda asing yang tersedak (susu, kacang, air dll).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Batuk akibat meningkatnya produksi dahak kebanyakan disebabkan infeksi virus atau alergi. Batuk akibat infeksi virus flu misalnya bisa berlangsung sd 2 minggu bahkan lebih lama lagi bila anak kita sensitif atau alergi, atau bila di rumah ada anak lain yang lebih besar atau yang juga sedang sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Tatalaksana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kalau batuk disebabkan karena produksi dahak yang berlebihan, maka kita upayakan untuk mengurangi produksi lendir:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   .        Minum banyak yang hangat misalnya lemon&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   .        Bantal agak tinggi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   .        Jangan ada asap rokok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   .        Ruangan jangan kering (Moist air - kamar mandi - buka keran air panas biarkan beberapa lama sehingga ruangan, atau taruh satu ember air panas mendidih, atau pasang humidifier)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   .        NO - ANTIBIOTICS&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   .        NO cough suppressant.  Jangan mengkonsumsi obat penekan refleks batuk misalnya DMP. Anehnya, dalam puyer untuk anak batuk, sering ditaruh codein padahal itu merupakan kelompok narkotik yg jelas dipertanyakan manfaatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;INGAT Pada dasarnya, tidak ada yang namanya obat batuk itu. Juga tidak ada obat pencair dahak. Dilain pihak, untuk anak &lt;&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-8619208566928243320?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/GQS35PviZms/coughs.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/03/coughs.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-1240854136009137072</guid><pubDate>Sat, 22 Mar 2008 13:02:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-22T06:03:40.675-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jenis penyakit</category><title>SORE THROAT/PHARYNGITIS (Radang tenggorokan dan infeksi amandel)</title><description>&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Penyebab&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umumnya disebabkan oleh virus. ARTINYA: akan sembuh sendiri - self limiting; dan samasekali tidak memerlukan antibiotik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hanya sekitar 15% saja yg infeksinya disebabkan oleh kuman Streptococcus dan umumnya menyerang anak usia  4 - 7 tahun. Dengan catatan, diagnosisnya harus berdasarkan biakan usap tenggorok&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(51, 102, 255);"&gt;Tatalaksana&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Berikan banyak cairan/minum; minuman yg hangat akan memberikan rasa nyaman di tenggorokan. Kalau anak sudah besar, bisa diajarkan untuk kumur2 atau mengisap lozenges. Kalau panas atau kesakitan, berikan paracetamol (Tempra atau panadol)&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Kalau hidung tersumbat, dapat diberikan tetes hidung NaCl dan menghirup uap panas. Kalau anak sangat terganggu dapat diberikan Nasal decongestant (eg Iliadin atau Otrivin)&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-1240854136009137072?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/pjHsgnneBek/sore-throatpharyngitis-radang.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/03/sore-throatpharyngitis-radang.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-4129254247298930186</guid><pubDate>Sat, 22 Mar 2008 12:52:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-03-22T06:01:57.122-07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">jenis penyakit</category><title>COLDS AND FLU</title><description>Penyebabnya infeksi virus. Lamanya 3 hari s/d 2 minggu, tergantung daya tahan tubuh dan tergantung ada tidaknya orang lain yg juga sakit flu di rumah atau di sekolah si anak. Tidak ada cara atau obat untuk meningkatkan Resitensi atau daya tahan thd flu - Daya tahan tubuh anak terhadap infeksi virus flu akan meningkat sejalan dg waktu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Tatalaksana:&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Yang paling dibutuhkan saat anak sakit flu adalah &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;cairan&lt;/span&gt;. Termasuk air buah. Upayakan agar anak sering minum meski sedikit2. Selain itu, supaya "ingus" tidak kental dan menyumbat jalan nafas, berikan air garam steril sebagai tetes hidung. Air garam steril ini adalah air garam yg ada&lt;br /&gt;dalam tubuh kita sehingga tidak akan menimbulkan efek samping. Hal lain yg juga banyak membantu adalah memberikan uap air panas untuk dihirup oleh anak/bayi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Apabila malam hari tidak bisa tidur karena hidung tersumbat, beri tetes hidung untuk menghilangkan pembengkakan di dalam hidung (Iliadin, Otrivin).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Humid environment&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Paracetamol - bila bayi/anak uncomfortable atau high fever (&gt;38.5)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- Di lain pihak, kita sering mengacaukan alergi dengan flu. Pada alergi yg mengenai hidung, anak juga akan "meler" dan itu tidak berarti anak menderita infeksi virus flu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Pencegahan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Cuci tangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Avoid close contact&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kebersihan eg di kamar mandi, di dapur&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Kapan menghubungi dokter&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  .   Persistent cough, fever&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  .   Difficulty breathing;  Blue lips, nails&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  .   Irritable, very sleepy&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Ingat: Tidak ada obat pilek yang efektif untuk bayi dan anak.&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-4129254247298930186?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/Tkmrr4Vj2eU/colds-and-flu.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/03/colds-and-flu.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-3104759634238099975</guid><pubDate>Sun, 24 Feb 2008 12:05:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-24T04:21:36.120-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">emosi anak</category><title>Emosi Anak Meniru Orangtuanya</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_c7SKSR0DtrE/R8FhJMkFMuI/AAAAAAAAAE4/5llL7fib0LM/s1600-h/dear%2Bgod.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;" src="http://1.bp.blogspot.com/_c7SKSR0DtrE/R8FhJMkFMuI/AAAAAAAAAE4/5llL7fib0LM/s320/dear%2Bgod.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5170520657817318114" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Anda boleh bicara dengan nada tinggi, Anda pun juga boleh membelalakkan mata  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;jika sedang marah pada seseorang. Tapi lakukan kedua hal tersebut di luar  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Lebih bagus lagi jika Anda mengupayakan agar si kecil Anda yang masih &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;batita tidak mengetahui ekpresi negatif Anda. Mengapa? &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Menurut Dr. Betty Repacholi dari Universitas Washington, Seattle, AS. Sejak &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;lahir, bayi ternyata bisa mengenali berbagai tanda emosi negatif dan positif &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;serta berbagai intonasi suara yang dikeluarkan oleh orangtuanya. "Selama ini &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;orangtua seringkali terkecoh dan mengira bahwa bayinya hanya bisa menangis, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;makan dan tidur. Padahal, bayinya ternyata lebih hebat," ujarnya. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jika hal ini dianggap sepele dan dibiarkan berlarut-larut maka kelak orangtua &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;akan menerima akibatnya. "Jika si kecil terbiasa dengan energi negatif yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dikeluarkan orangtuanya, maka kelak ia akan tumbuh menjadi pribadi yang tidak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;menyenangkan. Seperti; pemarah, pendendam serta memiliki emosi yang tidak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;stabil. Namun sebaliknya, jika si kecil tumbuh dengan energi positif yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dikeluarkan oleh orangtuanya, maka kelak ia kan menjadi pribadi yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;menyenangkan, riang dan selalu positive thingking," ujar Dr. Betty kepada &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;reuters.com. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Dari penelitian yang dilakukan oleh Dr. Betty terungkap bahwa bayi berusia 0-3 &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;bulan bisa merespon energi negatif yang dikeluarkan oleh orangtuanya ketika &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;panik, marah dan sedih. "Jadi jangan heran jika bayi Anda menangis terus &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;menerus tatkala Anda sedang dalam kondisi emosi yang tidak stabil," uja Dr. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;Betty. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Pada usia 3-9 bulan, bayi sanggup menirukan berbagai macam ekspresi yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;diperlihatkan oleh orangtuanya, seperti senang, marah atau sedih. "Pada usai &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;ini, usahakan agar orangtua jangan menunjukkan ekspresi negatif di hadapan si &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;kecil. Berusahalah untuk selalu menunjukkan ekspresi wajah yang menyenangkan, &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;" ujar Dr. Betty. &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;Dr. Betty menganjurkan jika si kecil Anda melakukan hal yang membahayakan maka &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;orangtua tidak perlu berteriak apalagi marah. "Cukup katakan jangan dan &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;perlihatkan ekspresi wajah kuatir. Kemudian bimbing dia menjauh dari hal yang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;membayakan tersebut. Cara ini cukup efektif dan mudah diingat oleh anak &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;dibandingkan Anda harus marah-marah atau membentak," ujar Dr. Betty.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;&lt;br /&gt;source: kariramanah@yahoogroups.com&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family:arial;"&gt;yahoogroups. com &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-3104759634238099975?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/D-AlvOkGlaQ/emosi-anak-meniru-orangtuanya.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://1.bp.blogspot.com/_c7SKSR0DtrE/R8FhJMkFMuI/AAAAAAAAAE4/5llL7fib0LM/s72-c/dear%2Bgod.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/02/emosi-anak-meniru-orangtuanya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-4750174223325514073</guid><pubDate>Sun, 17 Feb 2008 05:18:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-02-16T21:28:12.287-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">asi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">mama</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">makanan</category><title>Makanan Penganggu Dalam Asi</title><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/_c7SKSR0DtrE/R7fFpckFMsI/AAAAAAAAAEo/Xz4Dexh1n6o/s1600-h/breastfeeding_logo_i3ax.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;" src="http://4.bp.blogspot.com/_c7SKSR0DtrE/R7fFpckFMsI/AAAAAAAAAEo/Xz4Dexh1n6o/s320/breastfeeding_logo_i3ax.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5167816413263770306" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika menyusui, pengaturan menu makan seorang ibu sangat penting, sama pentingnya dengan perawatan bayi. Selain gizi seimbang plus air putih, menu makan ibu menyusui sebaiknya juga memerhatikan beberapa zat makanan yang disinyalir dapat mengganggu produksi maupun kualitas ASI. Makanan-makanan pengganggu ini dapat masuk ke ASI dan mengganggu bayi, dua jam setelah Anda mengonsumsinya. Demikian yang ditegaskan Dr. William Sears dalam The Baby Book.  &lt;/span&gt;&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanda-tanda bahwa makanan tersebut adalah pengganggu ASI dapat dilihat pada bayi. Misalnya, bayi menjadi rewel, sakit perut, tingkah laku gelisah, atau apa yang disebut sebagai kolik 24 jam – yaitu rasa sakit yang terjadi, maksimum 24 jam, setelah ibu mengonsumsi makanan yang dicurigai, tapi hal itu tidak terjadi lagi sampai ibu megonsumsi lagi makanan yang sama. Beberapa makanan yang dicurigai dapat mengganggu ASI adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;1. Produk olahan-berbahan-susu. Kandungan protein alergenik pada produk-produk olahan-berbahan-susu dapat masuk ke ASI dan menghasilkan gejala-gejala sakit perut pada bayi. Makanan itu antara lain adalah susu, yoghurt, dan keju.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;2. Makanan yang mengandung kafein. Minuman ringan, cokelat, kopi, teh, dan minuman pengurang rasa dingin, semuanya mengandung kafein. Meskipun sebagian bayi lebih peka terhadap kafein dibanding bayi lainnya, biasanya ibu harus mengonsumsi produk ini dalam jumlah besar terlebih dulu untuk dapat memberi efek mengganggu pada bayinya.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;3. Biji-bijian dan kacang-kacangan. Yang paling alergenik dari jenis ini adalah gandum, jagung, dan kacang tanah.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;4. Makanan pedas. Air susu ibu akan terasa berbeda setelah Anda mengonsumsi makanan pedas dan mengandung bawang putih. Salad, pizza, dan minuman keras juga dapat menimbulkan protes dari lambung bayi, sehingga ia menolak minum ASI atau menjadi sakit perut.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;5. Makanan yang mengandung gas. Brokoli, bawang putih, tauge, cabai hijau, kembang kol, kubis, dapat mengganggu bayi, tetapi tidak terlalu mengganggu bila sudah dimasak. Memang cukup sulit untuk menjelaskan secara ilmiah bagaimana makanan tersebut dapat mengganggu bayi, namun pengalaman para ibu menyusui menyebutkan bahwa makanan yang banyak mengandung gas membuat bayi banyak mengeluarkan gas pula. &lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain jenis makanan yang mengganggu ASI, ibu menyusui sebaiknya juga memerhatikan aturan lain dalam menyantap makanan. Aturan itu adalah jangan berlebihan dalam mengonsumsi suatu makanan. Ada bayi yang bisa terganggu setelah ibunya makan makanan tersebut dalam jumlah yang banyak, misalnya bila ibu terlalu banyak makan makanan olahan dari gandum dan makanan-makanan masam. Namun, dalam jumlah kecil makanan ini masih bisa ditoleransi pencernaan bayi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-4750174223325514073?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/Vy5Lnzd5aiY/makanan-penganggu-dalam-asi.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="http://4.bp.blogspot.com/_c7SKSR0DtrE/R7fFpckFMsI/AAAAAAAAAEo/Xz4Dexh1n6o/s72-c/breastfeeding_logo_i3ax.jpg" height="72" width="72" /><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/02/makanan-penganggu-dalam-asi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-7565809438644485421</guid><pubDate>Sun, 27 Jan 2008 15:00:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-27T07:02:58.547-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">obat alternatif</category><title>ANEKA OBAT TRADISIONAL UNTUK ANAK</title><description>Berikut sejumlah obat dan bumbu dapur yang biasa digunakan sekaligus kegunaannya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Bawang Merah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menurunkan demam, parut bawang merah secukupnya, balurkan di tubuh bayi/anak.&lt;br /&gt;Untuk borok, 3 siung bawang merah dan 2 jari rimpang kunyit dicuci, diparut, lalu dicampur dengan 2 sendok minyak kelapa baru. Hangatkan diatas api kecil sambil diaduk. Setelah dingin, oleskan pada bagian tubuh yang sakit sebanyak 2 kali sehari.&lt;br /&gt;Untuk masuk angin, 8 siung bawang merah, dicuci, tumbuk halus, campur dengan air kapur sirih secukupnya. Balurkan di punggung, leher, perut dan kaki.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Jahe&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menghilangkan masuk angin, perut kembung dan kolik pada anak. Caranya, 1/4 sendok teh bubuk jahe kering dilarutkan dalam 1/2 cangkir air panas. Berikan 1-2 kali per hari sesuai umurnya.&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt; &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kunyit (kunir)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk diare, 1/2 jari kunyit dan 3 lembar daun jambu biji muda segar dihaluskan, campur dengan 1/2 cangkir air, lalu diperas. Setelah disaring, diminumkan pada anak sekehendaknya.&lt;br /&gt;Untuk kulit berjamur atau becak putih jamur/ruam popok karena pemakaian diapers, parut kunyit lalu oleskan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Daun jambu Biji (jambu klutuk, jambu batu)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk diare, 3 lembar daun jambu biji muda dan segar dicuci bersih, tumbuk halus, beri 1/2 cangkir air matang hangat, diperas dan diambil airnya. Beri garam secukupnya sebelum diminumkan pada anak. Air perasan diberikan pada anak sekehendaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Belimbing wuluh (belimbing asam, belimbing buluk)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Biasanya digunakan untuk obat batuk anak. Caranya, kukus (dalam panci kecil tertutup selama beberapa jam) satu genggam (sekitar 11-12 gram) bunga belimbing wuluh segar, 5 butiradas, 1 sendok makan gula batu dan 1/2 gelas air. Saring dan minumkan 2-3 kali per hari dengan dosis sesuai usia anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Mengkudu (pace)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk meringankan perut kembung pada bayi. Caranya, panaskan daun mengkudu diatas api beberapa saat, lalu olesi minyak kelapa segar / yang baru. Tempelkan pada perut anak sewaktu hangat. Bisa diulang beberapa kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kemiri&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berkhasiat menyuburkan rambut bayi. Caranya, minyak kemiri dioleskan pada kepala bayi/anak sambil dipijat perlahan setiap malam. Pagi hari rambut disampo dan dibilas dengan air hangat hingga bersih. Minyak kemiri ini lebih baik yang sudah jadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Air Kelapa Muda&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Dapat digunakan untuk obat muntaber karena air kelapa muda banyak mengandung mineral kalium, yang banyak keluar ketika anak muntaber. Dosisnya tak ada takarannya, sekendak anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Brotowali (Putrawali, andawali)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk pemakaian luar bermanfaat menyembuhkan luka-luka dan gatal-gatal akibat kudis (scabies). Caranya, 2-3 jari batang brotowali dipotong kecil-kecil, rebus dengan 6 gelas air. Setelah mendidih, biarkan selama 1/2 jam. Saring air dan gunakan untuk mengobati luka serta gatal-gatal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Jeruk Nipis&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mencairkan dahak dan obat batuk anak. Caranya, campur 1 sdm air perasan jeruk nipis, 3 sdm madu murni, 5 sdm air matang, lalu ditim selama 30 menit. Takaran minum bayi antara usia 6-1 tahun : 2 kali 1/2 sdt ; anak 1-3 tahun : 2 kali 1 sdt; anak 4-5 tahun : 2 kali 1 1/2 sdt.&lt;br /&gt;Cara lain, potong 1 buah jeruk nipis, peras airnya, taruh dalam gelas / cangkir. Tambahkan kecap manis, aduk. Takaran minum untuk anak, 3 kali 1 sdt per hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kentang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk obat bisul. Caranya, parut kentang dan peras. Oleskan sari air dan parutan kendtang segar dioleskan pada bisul 3-4 kali per hari Bisa pula untuk ruam kulit yang disebabkan biang keringat atau keringat buntet (miliaria), karena sifat kentang yang mendinginkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Banglai (bangle, panglai, manglai, pandhiyang)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menenangkan bayi dan anak yang sering rewel pada malam hari, balurkan parutan banglai segal di kening dan badan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Minyak zaitun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengobati kerak kepala atau ketombe pada bayi (craddle crap), sebanyak 1-2 kali per hari dioleskan pada kulit kepala.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Lidah buaya&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengobati luka bakar pada bayi dan anak. Caranya dengan mengoleskan daging daun lidah buaya pada seluruh permukaan kulit yang menderita luka bakar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Daun pepaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berkhasiat meningkatkan nafsu makan, menyembuhkan penyakit malaria, panas, beri-beri dan kejang perut. Caranya, daun pepaya muda ditumbuk, diperas, saring, lalu minum airnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Temulawak (koneng gede)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk menambah nafsu makan. Caranya, 150 gram temulawan 50 gram kunyit segar dikupas, iris tipis, rendam dalam 500 cc madu kapuk dalam toples tertutup selama 2 minggu. Setelah 2 minggu ramuan siap untuk digunakan.&lt;br /&gt;Aturan minum : 1 sendok makan madu temulawak dilarutkan dalam 1/2 cangkir air hangat, diminum pagi dan sore.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Kencur&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Untuk meringankan batuk pada anak. Caranya, 5 gram kencur segar dicuci bersih, parut, lalu tambahkan 2 sdm air putih matang dan diaduk. Setelah disaring, tambahkan 1 sdm madu murni. Berikan 2-3 kali sehari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Adas (fennel)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Teh adas dapat dipakai untuk meringankan bayi yang menderita kolik atau yang kesakitan akibat erupsi (keluarnya) gigi. Untuk obat masuk angin dan kolik, caranya 1sdt teh adas dilarutkan dengan 1 cangkir air mendidih, aduk hingga larut. Setelah agak dingin, larutan dapat diminumkan pada bayi/anak dengan takaran sesuai umurnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-7565809438644485421?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/vqv1tRtKyz8/aneka-obat-tradisional-untuk-anak.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/01/aneka-obat-tradisional-untuk-anak.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-3266823821888820141</guid><pubDate>Sat, 12 Jan 2008 08:37:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-12T00:39:55.793-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">prebiotik</category><title>Prebiotik Atau Probiotik?</title><description>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;Saat ini banyak sekali ”istilah baru” yang bisa kita temui pada susu anak. Salah satu yang sedang populer saat ini adalah ”prebiotik” dan ”probiotik”. Mungkin sebagian dari Anda belum tahu apa bedanya kedua istilah tersebut.&lt;br /&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt;&lt;br /&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;Dr. Jacques G. Bindels, selaku R&amp;amp;D Director Infant Nutrition, dari Asia Pacific Royal Numico, Amsterdam, Belanda yang sempat diwawancarai oleh Infobunda mengungkapkan bahwa prebiotik maupun probiotik muncul karena adanya usaha dari dunia ilmu pengetahuan untuk membuat formulasi susu anak yang memiliki fungsi mendekati fungsi ASI sehingga mampu meningkatkan daya tahan tubuh alami anak dan mengurangi terjadinya infeksi serta alergi. &lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;Menurut Dr. Bindels, mengutip penelitian Fuller dan Gibson (1997), “probiotik&lt;b&gt;”&lt;/b&gt; adalah bakteri hidup yang ditambahkan pada makanan yang mempunyai efek menguntungkan dengan meningkatkan kesehatan flora usus. Faktanya adalah: &lt;b&gt;ASI TIDAK MENGANDUNG PROBIOTIK&lt;/b&gt;. Sedangkan “prebiotik” adalah bahan makanan bersifat &lt;i&gt;non-digestible&lt;/i&gt; (tidak dapat dicerna) yang memiliki efek menguntungkan dengan menstimulasi pertumbuhan bakteri yang sehat yang secara alami hidup di &lt;i&gt;usu&lt;/i&gt;s. Menurut Bindels, hasil studi-studi dan observasi ilmiah menemukan fakta bahwa: &lt;b&gt;ASI MENGANDUNG OLIGOSAKARIDA YANG MEMPUNYAI EFEK PREBIOTIK.&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;Dr. Bindels melanjutkan bahwa dari studi-studi tersebut, dapat disimpulkan perbedaan mendasar antara prebiotik dan probiotik, seperti tercantum di tabel berikut:&lt;/p&gt;  &lt;div style="font-family: arial;" align="center"&gt;  &lt;table class="MsoNormalTable" style="border-collapse: collapse;" border="0" cellpadding="0" cellspacing="0"&gt;  &lt;tbody&gt;&lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border: 1pt solid gray; padding: 0in 3.75pt; width: 221.25pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Prebiotik&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: solid solid solid none; border-color: gray gray gray -moz-use-text-color; border-width: 1pt 1pt 1pt medium; padding: 0in 3.75pt; width: 221.25pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; text-align: center;" align="center"&gt;&lt;b&gt;Probiotik&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color gray gray; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 3.75pt; width: 221.25pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;Adalah sumber energi alami untuk bakteri sehat yang ada   di usus&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color gray gray -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 3.75pt; width: 221.25pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;Adalah strain tertentu dari bakteri sehat yang hidup   atau dorman&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color gray gray; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 3.75pt; width: 221.25pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;Secara alami terdapat di ASI&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color gray gray -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 3.75pt; width: 221.25pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;Secara alami tidak terdapat pada ASI&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color gray gray; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 3.75pt; width: 221.25pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;Setelah dikonsumsi, flora usus mengandung lebih banyak   bakteri sehat dibandingkan pemberian probiotik&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color gray gray -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 3.75pt; width: 221.25pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;Setelah dikonsumsi, flora usus mengandung lebih sedikit   bakteri sehat dibandingkan pemberian prebiotik&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt;  &lt;tr style=""&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid; border-color: -moz-use-text-color gray gray; border-width: medium 1pt 1pt; padding: 0in 3.75pt; width: 221.25pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;Berpengaruh positif pada keseluruhan flora usus&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;   &lt;td style="border-style: none solid solid none; border-color: -moz-use-text-color gray gray -moz-use-text-color; border-width: medium 1pt 1pt medium; padding: 0in 3.75pt; width: 221.25pt;" valign="top" width="295"&gt;   &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in;"&gt;Tidak berpengaruh pada keseluruhan flora usus&lt;/p&gt;   &lt;/td&gt;  &lt;/tr&gt; &lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;  &lt;/div&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;b&gt;Konsep Alami Prebiotik&lt;/b&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;Dengan perbedaan di atas, maka pendekatan yang paling alami dalam meningkatkan daya tahan tubuh adalah dengan meniru fungsi prebiotik di dalam ASI. Oligosakarida di dalam ASI adalah faktor penting yang bertangung jawab untuk meperkuat sistem daya tahan tubuh bayi. Oligosakarida mampu memberi pengaruh antiinfeksi, karena di dalam saluran cerna berkompetisi dengann patogen (bakteri yang menyebabkan penyakit). Oligosakarida berfungsi sebagai prebiotik yang di dalam usus mendukung pertumbuhan bakteri baik terutama Lactobacilli dan Bifidobacteria.&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-3266823821888820141?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/ChUO0f9ieE4/prebiotik-atau-probiotik.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/01/prebiotik-atau-probiotik.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-3450213097728378999</guid><pubDate>Sat, 05 Jan 2008 18:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-05T10:08:07.495-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">dewasa</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">imunitas</category><title>Orang Dewasa Juga Perlu Imunisasi</title><description>&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt;Kata imunisasi umumnya membuat orang langsung teringat pada bayi dan balita. Tidak salah memang, karena sebagai orang tua dari bayi dan balita, tentu saja kita sering membawa anak-anak kita diimunisasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Namun, imunisasi tak hanya diperlukan oleh anak-anak saja. Orang dewasa pun perlu juga. Mengapa? Sebab, kekebalan tubuh atau immunity diperlukan oleh setiap orang. Kekebalan tubuh adalah kemampuan tubuh untuk menangkal berbagai macam penyebab penyakit yang disebabkan oleh infeksi virus atau kuman, dan perannya ditentukan oleh antibodi dan sel-sel darah putih jenis limfosit. Sementara, imunisasi adalah suatu upaya yang dilakukan untuk meningkatkan kekebalan tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita mengenal ada dua macam imunisasi, yaitu aktif dan pasif. Imunisasi aktif adalah imunisasi yang dilakukan dengan merangsang tubuh membentuk zat antibodi sendiri setelah dalam tubuh dimasukkan virus atau kuman yang sudah dimatikan atau dilemahkan. Sedangkan pada imunisasi pasif, zat yang dimasukkan dalam tubuh sudah dalam bentuk antibodi, jadi tubuh tidak membuat antibodi sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika bayi atau kanak-kanak, kita sudah menerima beberapa jenis imunisasi. Imunisasi yang umum diterima oleh anak-anak di Indonesia adalah BCG (untuk TBC), DPT (Diphtery Pertussis Tetanus), campak, dan polio. Namun, ternyata ada beberapa jenis imunisasi yang harus diulang atau dilanjutkan ketika orang sudah beranjak dewasa, demikian menurut para ahli medis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain orang dewasa, imunisasi pada orang lanjut usia imunisasi juga sangat penting, karena saat berusia lanjut, daya tahan tubuh manusia kembali melemah seperti ketika bayi dan anak-anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sayangnya, untuk orang dewasa ini, pemerintah belum menetapkan pedoman imunisasi. Padahal, di negara semaju Amerika Serikat, yang setiap tahunnya ditemukan 50.000-70.000 orang meninggal dunia akibat Pneumokok (infeksi paru-paru), influenza dan hepatitis B, program imunisasi pada orang dewasa sudah merupakan kewajiban.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imunisasi atau pemberian vaksin pada orang dewasa itu meliputi tetanus, meningitis meningokokus (Meningokok), tifoid, campak, parotitis (dikenal juga dengan istilah gondongan), rubella atau campak jerman, yellow fever, hepatitis B, Japanese B encephalitis, rabies, dan influenza. Untuk manfaat-manfaat imunisasi itu, silakan mengklik artikel selanjutnya. &lt;/span&gt;&lt;span style="font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;"&gt; &lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-3450213097728378999?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/BSOS8hQnxZY/orang-dewasa-juga-perlu-imunisasi.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/01/orang-dewasa-juga-perlu-imunisasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-3169599472450815411</guid><pubDate>Tue, 01 Jan 2008 13:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-01T05:50:02.383-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">asi</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">imunitas</category><title>Makanan Pengganggu Dalam Asi</title><description>&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 5pt 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Ketika menyusui, pengaturan menu makan seorang ibu sangat penting, sama pentingnya dengan perawatan bayi. Selain gizi seimbang plus air putih, menu makan ibu menyusui sebaiknya juga memerhatikan beberapa zat makanan yang disinyalir dapat mengganggu produksi maupun kualitas ASI. Makanan-makanan pengganggu ini dapat masuk ke ASI dan mengganggu bayi, dua jam setelah Anda mengonsumsinya. Demikian yang ditegaskan Dr. William Sears dalam The Baby Book.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt; &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 5pt 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Tanda-tanda bahwa makanan tersebut adalah pengganggu ASI dapat dilihat pada bayi. Misalnya, bayi menjadi rewel, sakit perut, tingkah laku gelisah, atau apa yang disebut sebagai kolik 24 jam – yaitu rasa sakit yang terjadi, maksimum 24 jam, setelah ibu mengonsumsi makanan yang dicurigai, tapi hal itu tidak terjadi lagi sampai ibu mengkonsumsi lagi makanan yang sama.&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 5pt 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 5pt 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Beberapa makanan yang dicurigai dapat mengganggu ASI adalah:&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;ol&gt;&lt;li  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Produk olahan-berbahan-susu. Kandungan protein alergenik pada produk-produk olahan-berbahan-susu dapat masuk ke ASI dan menghasilkan gejala-gejala sakit perut pada bayi. Makanan itu antara lain adalah susu, yoghurt, dan keju.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Makanan yang mengandung kafein. Minuman ringan, cokelat, kopi, teh, dan minuman pengurang rasa dingin, semuanya mengandung kafein. Meskipun sebagian bayi lebih peka terhadap kafein dibanding bayi lainnya, biasanya ibu harus mengonsumsi produk ini dalam jumlah besar terlebih dulu untuk dapat memberi efek mengganggu pada bayinya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Biji-bijian dan kacang-kacangan. Yang paling alergenik dari jenis ini adalah gandum, jagung, dan kacang tanah.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li  style="font-family:courier new;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Makanan pedas. Air susu ibu akan terasa berbeda setelah Anda mengonsumsi makanan pedas dan mengandung bawang putih. Salad, pizza, dan minuman keras juga dapat menimbulkan protes dari lambung bayi, sehingga ia menolak minum ASI atau menjadi sakit perut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family:courier new;"&gt;Makanan yang mengandung gas. Brokoli, bawang putih, tauge, cabai hijau, kembang kol, kubis, dapat mengganggu bayi, tetapi tidak terlalu mengganggu bila sudah dimasak. Memang cukup sulit untuk menjelaskan secara ilmiah bagaimana makanan tersebut dapat mengganggu bayi, namun pengalaman para ibu menyusui menyebutkan bahwa makanan yang banyak mengandung gas membuat bayi banyak mengeluarkan gas pula.&lt;/span&gt; &lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;          &lt;p class="MsoNormal"  style="margin: 5pt 0in;font-family:arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Selain jenis makanan yang mengganggu ASI, ibu menyusui sebaiknya juga memerhatikan aturan lain dalam menyantap makanan. Aturan itu adalah jangan berlebihan dalam mengonsumsi suatu makanan. Ada bayi yang bisa terganggu setelah ibunya makan makanan tersebut dalam jumlah yang banyak, misalnya bila ibu terlalu banyak makan makanan olahan dari gandum dan makanan-makanan masam. Namun, dalam jumlah kecil makanan ini masih bisa ditoleransi pencernaan bayi.&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-3169599472450815411?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/0akFpzTlMzw/makanan-penganggu-dalam-asi.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/01/makanan-penganggu-dalam-asi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-5711438431802243178</guid><pubDate>Tue, 01 Jan 2008 13:35:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-01T05:44:38.672-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">imunitas</category><title>Imunisasi IPD, Apa Manfaatnya?</title><description>&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Imunisasi IPD, Apa Manfaatnya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Written by IKA ASRIYANI &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Thursday, 05 July 2007&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;IPD (Invasive Pneumoccocal Disease), merupakan sekelompok penyakit ganas yang disebabkan kuman Streptococcus pneumoniae (pneumokokus). “Dari 90 &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;tipe kuman pneumokokus, ada 10 tipe yang ganas dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;menyerang anak-anak,” kata Dr. Alan Roland&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tumbelaka, Kepala Divisi Infeksi dan Penyakit &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Tropis, Departemen Ilmu Kesehatan Anak FKUI-RSCM&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;dalam acara media edukasi bertema Cegah Penyakit &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pneumokokus, Pembunuh Utama Bayi dan Balita yang&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;diadakan bulan Februari 2007 lalu.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Penyakit apa saja yang disebabkannya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;ul&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kuman pneumokokus menyerang organ-organ vital di&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;dalam tubuh, seperti:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Dalam otak, sehingga menyebabkan radang selaput &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;otak (meningitis).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Paru-paru, sehingga menyebabkan radang paru &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(pneumonia).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Aliran darah, sehingga menyebabkan infeksi darah &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(sepsis) dan kegagalan seluruh organ tubuh.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Telinga bagian tengah sehingga menyebabkan radang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;telinga bagian tengah (otitis media akut).&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;&lt;/ul&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;Apa Bedanya Dengan HiB?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Mengingat HiB juga menyebabkan meningitis dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;pneumonia, lalu apa beda IPD dan HiB? “Yang beda &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;adalah kumannya,” kata Dr. Alan. “Hib disebabkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;oleh kuman Haemophilus Influensa B - yang mana &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;tidak ada hubungannya sama sekali dengan flu -&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;sementara IPD disebabkan oleh kuman pneumokokus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jadi meski si kecil Anda sudah mendapatkan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;imunisasi Hib, risiko terkena meningitis dan radang &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;paru masih bisa terjadi bila ia belum mendapatkan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;vaksin IPD. Meningitis yang disebabkan pneumokokus, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;lebih ‘jahat’ daripada yang disebabkan oleh Hib.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;Apa Gejalanya?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Meningitis pada bayi, gejalanya: Demam,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;rewel/gelisah, susah makan, terus-menerus menangis,&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;lemah, intensitas interaksi berkurang. Pada balita,  &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;gejalanya: Demam, kejang tengkuk, sakit kepala, &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;mual, bingung/disorientasi.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pneumonia, tidak terlihat tandanya pada bayi. Pada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;balita, mungkin tidak tampak gejala gangguan pada &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;pernapasan. Dalam banyak kasus, hanya muncul dalam&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;bentuk demam atau napas yang cepat. Gejala dapat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;termasuk batuk, lelah/tidak enak badan, demam,&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;sakit di dada, menggigil, sesak napas, sakit di &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;perut dengan atau tanpa muntah.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Sepsis, bisa diketahui jika kulit anak Anda terasa&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;dingin, lembap, nadi berdetak lemah, kecepatan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;denyut jantung tidak normal, pernapasan sangat&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;cepat, hipotensi, oliguria, perubahan status&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;mental.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Bacteremia, gejalanya sangat bervariasi, termasuk:&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Menggigil, panas, rewel, kemerahan pada kulit dan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;bintik merah, kulit terasa panas atau seperti&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;terbakar.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;Bagaimana cara kuman ini menyebar?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Kuman ini dapat berpindah secara mudah melalui&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;udara dan percikan ludah, terutama di kondisi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;keramaian seperti hunian yang padat dan tempat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;penitipan anak (TPA) atau playgroup. Saat &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;pergantian cuaca dan musim hujan kuman ini juga &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;menyebar dengan cepat. Kuman yang sudah masuk ke &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dalam darah akan membuat kondisi semakin berbahaya.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;Apakah imunisasi IPD aman bagi bayi dan anak-anak?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Vaksin anti kuman Streptococcus pneumoniae disebut&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pneumococcal 7 valent conjugated vaccine (PCV7), &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;yang memberikan solusi dalam pencegahan penyakit&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;akibat kuman pneumokokus. Vaksin ini merangsang &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;sistem kekebalan tubuh untuk membentuk zat anti&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;(antibodi) yang berfungsi mengenali dan sekaligus &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;membunuh kuman pneumokokus.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Pada studi klinis, reaksi umum dari imunisasi IPD&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;yang paling banyak dilaporkan adalah demam ringan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;(&gt;38 derajat Celcius), rewel, mengantuk&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;(drowsiness), tidak bisa tidur, berkurangnya nafsu&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;makan, muntah, diare dan kemerahan (rash) pada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;kulit. Reaksi ini umum ditimbulkan oleh semua jenis &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;vaksin. Dokter sangat menganjurkan agar setelah&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;melakukan imunisasi (apapun), Anda tidak langsung &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;pulang dan menunggu 15 menit untuk mengetahui&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;apakah ada reaksi vaksin.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial; font-weight: bold;"&gt;Berapa kali imunisasi dIberikan?&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;Jadwal pemberian vaksin IPD dilakukan 4 kali: Pada&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;usia 2, 4, 6 bulan dan antara usia 12-15 bulan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;dengan kondisi yang telah dikonsultasikan dengan&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;dokter anak. Jika Anda terlambat melakukan &lt;/span&gt;&lt;span style="font-family: arial;"&gt;imunisasi, Anda tak perlu mengulangnya dari awal&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;dan bisa langsung melanjutkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti kata&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;pepatah, lebih baik terlambat daripada tidak sama&lt;/span&gt; &lt;span style="font-family: arial;"&gt;sekali.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-5711438431802243178?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/gACt0x8NZSo/imunisasi-ipd-apa-manfaatnya.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/01/imunisasi-ipd-apa-manfaatnya.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-1020932038406591346</guid><pubDate>Tue, 01 Jan 2008 13:33:00 +0000</pubDate><atom:updated>2008-01-01T05:35:01.800-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">imunitas</category><title>Perlukah Balita Diberi Imunisasi Varisela?</title><description>&lt;p class="MsoNormal" style="margin: 5pt 0in; font-family: arial;"&gt;&lt;span style="font-size:100%;"&gt;Berbagai jenis imunisasi telah dikenal dan diwajibkan di Indonesia. Namun, ada juga jenis-jenis imunisasi yang diwajibkan di suatu negara, namun hanya dianjurkan di negara lainnya. Salah satu jenis imunisasi yang termasuk kategori ini adalah imunisasi varisela.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Imunisasi varisela adalah imunisasi yang bertujuan untuk mencegah terjadinya penyakit cacar air yang disebabkan oleh virus varisela. Cacar air (chicken pox), diwajibkan oleh America Academy of Pediatric untuk diberikan kepada balita yang berusia di atas 1 tahun. Sementara itu, Ikatan Dokter Anak Indonesia hanya menganjurkan pemberian vaksin tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun jarang, vaksin ini dapat berakibat komplikasi berat seperti radang otak atau infeksi kulit yang menyeluruh dan bersifat berat. Menurut Dr. William Sears, setelah imunisasi, anak juga mungkin mengalami gejala seperti flu selama beberapa hari. Kondisi ini dapat terjadi dengan segera atau mungkin memerlukan waktu selama beberapa minggu untuk muncul.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Penyakit cacar air sendiri berbeda dengan cacar yang menyebabkan parut yang berbekas seumur hidup. Maka itu, kita beruntung karena program vaksinasi cacar telah berhasil membasmi virus itu dari muka bumi, sehingga sejak tahun 1974 tidak diperlukan lagi vaksinasi cacar. Penyakit cacar air biasanya bersifat ringan dan sembuh dengan sendirinya dalam jangka waktu 1-2 minggu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kendati tidak diwajibkan, bagi Anda yang ingin memberikan vaksinasi varisela ini kepada anak Anda, lakukanlah setelah bayi berusia di atas 1 tahun. Sebab bagaimana pun, pencegahan tetap lebih baik daripada pengobatan. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;     &lt;!--[if !supportLineBreakNewLine]--&gt; &lt;!--[endif]--&gt;&lt;/p&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-1020932038406591346?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/bbXDzCGJNVU/perlukah-balita-diberi-imunisasi.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2008/01/perlukah-balita-diberi-imunisasi.html</feedburner:origLink></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-6328834403428521053.post-3060216598673084729</guid><pubDate>Fri, 28 Dec 2007 14:04:00 +0000</pubDate><atom:updated>2007-12-28T06:09:45.627-08:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Gizi untuk Balita</category><title>Zat Gizi Untuk Kecerdasan Balita</title><description>&lt;span style="font-family: arial;font-size:100%;" &gt;Memiliki anak cerdas sudah tentu merupakan tambahan kebahagiaan tersendiri bagi setiap orang tua. Karena itulah, setiap orang tua, terutama bunda, menyiapkan berbagai zat gizi yang diperlukan untuk anaknya, jauh sebelum kelahiran si bayi. Memang, sudah umum diketahui bahwa perkembangan kecerdasan telah dimulai sejak janin masih dikandung ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecerdasan, keterampilan, dan perkembangan mental balita tidak lepas dari pertumbuhan dan perkembangan sel-sel otak. Agar otak anak berkembang optimal, tentu saja bunda harus memenuhi aneka zat gizi yang diperlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apalagi, ilmu pengetahuan mengajarkan bahwa otak terus tumbuh hingga anak berusia dua tahun. Artinya, pada masa emas itulah, balita selayaknya mengonsumsi makanan bergizi lengkap dan seimbang, terutama untuk perkembangan otaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dunia banyak sekali aneka zat gizi yang berperan penting bagi perkembangan otak, namun ada beberapa yang paling penting. Di antaranya adalah kelompok asam lemak tak jenuh, kalori dan protein, zat besi, kelompok vitamin B, dan seng (Zn).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;Asam lemak tak jenuh &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asam lemak tak jenuh sangat dominan dalam susunan sel-sel saraf di otak anak. Bahkan diketahui bahwa 60% otak manusia terdiri dari aneka jenis lemak itu. Yang termasuk asam lemak tak jenuh itu adalah:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;DHA (asam dokosaheksaenoat) &lt;/span&gt;atau yang kita kenal sebagai omega-3&lt;br /&gt;Asam lemak omega-3 berperan besar dalam perkembangan sel saraf, otak, dan penglihatan. Kekurangan omega-3 bisa mengganggu perkembangan sistem saraf. Akibatnya, mungkin saja terjadi gangguan pada sistem daya tahan tubuh, daya ingat, mental, dan penglihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;- &lt;span style="font-weight: bold;"&gt;AA (asam arakidonat) &lt;/span&gt;atau omega-6&lt;br /&gt;Asam lemak ini berfungsi membantu pembentukan senyawa yang bersifat seperti hormon, yaitu bertugas sebagai pengantar perintah dari satu sel saraf ke sel saraf lainnya dalam tubuh, termasuk ke otak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua asam lemak ini terdapat dalam ASI. Setelah mendapat asupan makanan, asam lemak ini bisa diperoleh dari ikan tenggiri atau tuna, bayam, minyak kedelai, dan minyak bunga matahari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kalori dan protein&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Kekurangan kalori dan protein dapat menyebabkan otak anak tidak tumbuh optimal dan akan mengakibatkan gangguan motorik dan kecerdasan. Kalori dibutuhkan dalam proses metabolisme otak, sementara protein berperan dalam pembentukan sel-sel saraf baru, termasuk otak. Sumber-sumber kedua zat gizi ini adalah daging sapi, ayam, ikan, telur, serta susu dan produk olahannya. Juga minyak ikan, tempe, tahu, dan kedelai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Zat besi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Zat besi berperan besar dalam pembentukan sel-sel baru, termasuk otak, di mana ia mengangkut dan membagikan oksigen dari paru-paru ke seluruh tubuh. Ia juga berperan dalam pembentukan sel darah merah di dalam sumsum tulang belakang. Sistem imun yang berfungsi dengan baik adalah tanda cukupnya zat besi dalam tubuh.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber-sumbernya adalah hati, daging merah, ikan, telur, serealia, dan sayuran berwarna hijau tua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelompok vitamin B&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Berbagai jenis vitamin B sangat besar peranannya dalam perkembangan otak anak, yaitu B1, B3, B6, dan B12. Vitamin B1 melindungi sel-sel saraf dalam jaringan sel pusat, B3 menjaga keseimbangan kerja sel-sel saraf, B6 berperan dalam proses pembentukan sel darah merah, serta membantu tubuh dalam proses penyerapan karbohidrat, protein, dan lemak; B12 berperan dalam membentuk senyawa kimia yang mendukung pertumbuhan dan fungsi sel saraf dan pertumbuhan tulang belakang, serta mencegah kerusakan saraf dan meningkatkan daya ingat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bersama zat besi, vitamin B12 juga membantu pembentukan sel darah merah. Sumber vitamin B adalah serealia, kacang-kacangan, biji-bijian, ikan, ayam, daging tanpa lemak, produk olahan susu, dan sayuran berwarna hijau.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Seng (Zn)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Seng berfungsi membantu otak dalam mengantar informasi genetik dalam sel. Selain itu, seng juga bertugas membantu proses pembentukan sel-sel tubuh, termasuk otak. Kekurangan seng dapat berpengaruh terhadap perkembangan kecedasan anak dan gangguan fungsi otak. Seng banyak terdapat dalam daging, hati, ayam, seafood, susu, biji-bijian, dan kacang-kacangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/6328834403428521053-3060216598673084729?l=u-baby.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://feedproxy.google.com/~r/u-baby/~3/0s5KcFyxMyo/zat-gizi-untuk-kecerdasan-balita.html</link><author>noreply@blogger.com (elka anastasia)</author><thr:total>0</thr:total><feedburner:origLink>http://u-baby.blogspot.com/2007/12/zat-gizi-untuk-kecerdasan-balita.html</feedburner:origLink></item></channel></rss>

