<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2enclosuresfull.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0"><channel><title>umar blog</title><link>http://umarstain.blogspot.com/</link><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/umarstain" /><description>Education, Learning Media, Educational Technology, Computer Science</description><language>en</language><managingEditor>noreply@blogger.com (Aa Umar)</managingEditor><lastBuildDate>Tue, 17 Jan 2012 00:15:41 PST</lastBuildDate><generator>Blogger http://www.blogger.com</generator><openSearch:totalResults xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">63</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearch/1.1/">25</openSearch:itemsPerPage><feedburner:info uri="umarstain" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><itunes:owner><itunes:email>noreply@blogger.com</itunes:email></itunes:owner><itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Education, Learning Media, Educational Technology, Computer Science</itunes:subtitle><item><title>Pengembangan Media Audio Visual (A)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/iH3DDvTroaY/pengembangan-media-audio-visual.html</link><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 08 Jun 2011 21:23:42 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-1347611570313128412</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok IX (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Meli Fitriana, Rian Bagus Satrio, Slamet Wahyudi &lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan memegang peranan yang amat penting untuk menjamin kelangsungan hidup suatu masyarakat atau bangsa. Hal ini disebabkan pendidikan merupakan wahana untuk meningkatkan dan mengembangkan kualitas sumber daya manusia. Di era globalisasi saat ini pendidikan sangat berkaitan erat dengan teknologi. Karena teknologi dapat membantu pendidikan lebih efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam pengajaran atau proses belajar mengajar guru memegang peran sebagai sutradara ataupun aktor. Guru sebagai tenaga profesional harus memiliki sejumlah kemampuan mengaplikasikan berbagai teori belajar dalam bidang pengajaran misalnya kemampuan membuat suasana belajar yang menunjang tercapainya tujuan pendidikan. Dalam penerapan pembelajaran di sekolah, guru dapat menciptakan suasana belajar yang menarik perhatian dengan memanfaatkan media pembelajaran yang kreatif, inovatif dan variatif, sehingga pembelajaran dapat berlangsung dengan mengoptimalkan proses dan berorientasi pada prestasi belajar.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Makalah yang berjudul “Pengembangan Media Audio Visual Aid (AVA)” ini membahas suatu pengembangan dari salah satu media pembelajaran yaitu media yang membantu dalam proses pengajaran yang dapat didengar dan dapat dilihat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Semoga makalah ini dapat menambah pengetahuan bagi kita dan tentunya makalah ini jauh dari kesempurnaan, dengan demikian kami mengharapkan kritik dan saran dari para pembaca sekalian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Pengembangan Media Audio Visual Aid&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti “tengah”, perantara atau pengantar. Berlach dan Ely (1971) mengatakan bahwa media apabila dipahami secara garis besar adalah manusia, materi atau kejadian yang membangun kondisi yang membuat siswa mampu memperoleh pengetahuan, keterampilan atau sikap. Media pembelajaran yaitu sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan (bahan pembelajaran), sehingga dapat merangsang perhatian, minat, pikiran, dan perasaan siswa dalam kegiatan belajar untuk mencapai tujuan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Audio berarti radio (suara) dan visual berarti grafik, gambar, dapat dilihat, serta aid yaitu pertolongan. Jadi audio visual berarti kombinasi antara gambar dan suara. Sehingga dapat kami simpulkan bahwa media audio visual yaitu benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca, atau dibicarakan beserta instrumen yang dipergunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektifitas, program instruksional. Atau AVA yaitu alat bantu yang mengkombinasikan antara gambar dan suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan pengertian dari pengembangan media pembelajaran adalah suatu usaha penyusunan program media pembelajaran yang lebih tertuju pada perencanaan media. Pada waktu Perang Dunia II alat-alat audio visual sanggup meningkatkan efisiensi pengajaran antara 25%-50% karena 75% dari pengetahuan manusia sampai ke otaknya melalui mata dan yang selebihnya melalui pendengaran dan indera-andera yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Ciri-ciri AVA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Rudi Bretz (1977), ciri-ciri AVA yaitu:&lt;br /&gt;a. Suara&lt;br /&gt;b. Visual&lt;br /&gt;c. Gerak : gambar visual, garis, simbol&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat-alat audio-visual baru ada faedahnya kalau yang menggunakannya telah mempunyai keterampilan yang lebih dari memadai dalam penggunaannya. Hal itu menimbulkan kepercayaan pada diri yang menyampaikan. Keempat pokok penting dalam cara menggunakan alat-alat audio visual sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Persiapan&lt;br /&gt;a. Pelajari tujuan&lt;br /&gt;b. Persiapkan pelajaran&lt;br /&gt;c. Pilih dan usahakan alat yang cocok&lt;br /&gt;d. Berlatih menggunakan alat&lt;br /&gt;e. Periksa tempat&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Penyajian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Menyusun kata pendahuluan&lt;br /&gt;b. Menarik perhatian&lt;br /&gt;c. Menyatakan tujuan&lt;br /&gt;d. Menggunakan alat&lt;br /&gt;e. Mengusahakan penampilan yang bermutu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Penerapan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Praktek&lt;br /&gt;b. Pertanyaan-pertanyaan&lt;br /&gt;c. Ujian&lt;br /&gt;d. Diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Kelanjutan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kelanjutan yang dimaksud adalah pengulangan. Pendekatan secara menyeluruh dan berulang-ulang besar sekali pengaruhnya. Oleh karena itu, dimana ada kesempatan, pelajaran atau pesan yang telah diberikan harus diulang-ulang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Pembagian media audio visual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media audio visual dapat dibedakan kedalam beberapa bagian:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();}  catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-zf5ikVSJAI8/TfBKJL8FmNI/AAAAAAAAAdI/lN26gFrCQT8/s1600/tabel%2B1.JPG"&gt;&lt;img style="display: block; margin: 0px auto 10px; text-align: center; cursor: pointer; width: 454px; height: 426px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-zf5ikVSJAI8/TfBKJL8FmNI/AAAAAAAAAdI/lN26gFrCQT8/s320/tabel%2B1.JPG" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5616070257015101650" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;D. Pengembangan Media Audio Visual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pembahasan di atas telah disinggung mengenai apa itu media audio visual, ciri-ciri, pembagian media tersebut dan manfaatnya. Seiring dengan teknologi yang semakin berkembang, untuk menyampaikan suatu bahan pembelajaran sudah jarang sekali menggunakan media-media seperti yang telah disebutkan di atas. Saat ini para penyampai pembelajaran tidak hanya menggunakan media yang bersifat formal tetapi terkadang menggunakan suatu contoh nyata yang dikemas dalam sebuah rekaman film. Seorang guru atau penyampai pendidikan harus mampu menampilkan sesuatu yang menarik agar apa yang akan disampaikan dapat difahami oleh audience. Dan hal itu membutuhkan suatu keahlian.&lt;br /&gt;Film merupakan hasil karya seni yang berasal dari perpaduan banyak unsur, seperti suara, gambar, dan gerak, dll. Kamera merupakan salah satu aspek penting dalam suatu pembuatan film, fungsi kamera yaitu mengambil/merekam adegan-adegan yang diarahkan oleh sang sutradara kemudian divisualisasikan oleh pemain-pemain yang melakukan adegan-adegan. Supaya dapat mengambil gambar yang menarik dan dapat dipahami, kita harus mengetahui jenis-jenis kamera, mengenal cara-cara atau teknik memegang kamera, teknik pengambilan gambar, unsur-unsur dalam pengambilan gambar, dll.&lt;br /&gt;Terdapat beberapa jenis kamera seperti kamera foto, kamera film dan kamera video. Untuk membuat bahan pembelajaran biasanya menggunakan kamera video. Kamera video memiliki persamaan dengan kamera film karena menghasilkan gambar bergerak (still motion), namun yang membedakan yaitu bahan bakunya yang berupa kaset video yang setelah pengambilan gambar hasilnya dapat langsung dilihat karena terjadinya gambar secara optis dan elektronis. Contoh : kamera Betacam, MiniDV, HDCam.&lt;br /&gt;Teknik-teknik yang terdapat pada pengambilan gambar sangat bervariasi, sehingga saat kita menonton suatu film tampak macam-macam sudut pandang pengambilan gambar yang merupakan hal penting dalam film. Penonton akan merasa jenuh apabila gambar yang disajikan terlihat monoton. Adapun teknik-teknik yang ada dalam pengambilan gambar yaitu :&lt;br /&gt;1. Sudut pengambilan gambar (Camera Angle)&lt;br /&gt;2. Ukuran gambar (frame size)&lt;br /&gt;3. Gerakan kamera (moving camera)&lt;br /&gt;4. Gerakan objek (moving object)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah mengetahui teknik-teknik dalam pengambilan gambar, ada beberapa elemen penting yang harus ada di dalam gambar. Adapun elemen-elemen tersebut yaitu :&lt;br /&gt;a. Motivasi&lt;br /&gt;b. Informasi&lt;br /&gt;c. Komposisi&lt;br /&gt;d. Suara&lt;br /&gt;e. Sudut Kamera&lt;br /&gt;f. Kontinuitas&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain teknik-teknik maupun tata cara pengambilan gambar yang harus dimiliki oleh seorang kameramen yaitu sense of art atau rasa seni, karena gambar yang diambil oleh kameramen merupakan karya seni. Setiap orang memungkinkan untuk menguasai teknik-teknik pengambilan gambar namun apabila tidak memiliki rasa seni atau keindahan maka hasil yang didapatpun kurang maksimal.&lt;br /&gt;Selain memanfaatkan film sebagai media belajar, pendidik juga dapat memanfaatkan internet untuk mengakses beberapa informasi yang tidak ditemukan pada buku pelajaran yang dijadikan referensi. Dengan internet kita bisa mengetahui keadaan dunia luar yang tidak terjangkau oleh kaki kita. Akses informasi bisa memicu peningkatan kualitas hidup masyarakat, khususnya mereka yang bermukim di pelosok-pelosok daerah.&lt;br /&gt;Teknologi informasi diakses dan dijamah hingga di sudut-sudut yang sulit diterka keberadaannya. Internet merambah ke ruang privat, tanpa membutuhkan izin dan sensor sang pemilik. Bahasa-bahasa cyber yang mencirikan sebuah hubungan pertemanan dan komunitas tertentu dilakoni dengan baik oleh anak-anak yang bahkan tak pernah mengenal komunitas tersebut.&lt;br /&gt;Maksimalisasi peran teknologi dan informasi dengan menempatkannya sebagai sarana peningkatan kualitas hidup masyarakat adalah salah satu solusi dalam menjaga keutuhan dan kedaulatan bangsa.&lt;br /&gt;Masyarakat dunia, termasuk Indonesia menyadari pentingnya pertumbuhan bangsa yang sadar dan cepat menangkap informasi sehingga akan berdampak pada pertumbuhan pengetahuan-pengetahuan yang menjadi dasar bagi terbentuknya masyarakat berpengetahuan. Pada akhirnya tidak ada lagi negara berkembang dan negara terbelakang dari segi pengetahuan dan kemandirian.&lt;br /&gt;Masyarakat informasi dan berpengetahuan telah menjadi tujuan bersama yang telah ditetapkan di dalam KTT tersebut. Pengetahuan menjadi modal bagi pembangunan ekonomi, menggantikan sumber daya alam yang dapat terdepresiasi dan mengakibatkan kerusakan lingkungan yang berujung pada kerugian umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Kegunaan media audio visual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) Memberikan dasar-dasar konkrit untuk berfikir. Alat-alat tersebut mempermudah orang menyampaikan  pengertian atau informasi dengan cara yang lebih konkrit atau lebih nyata daripada yang disampaikan oleh kata-kata yang diucapkan, dicetak atau ditulis.&lt;br /&gt;2) Media audio visual memberi dorongan dan motivasi serta membangkitkan keinginan untuk mengetahui dan menyelidiki, yang akhirnya menjurus kepada pengertian yang lebih baik.&lt;br /&gt;3) Membuat pelajaran lebih menarik.&lt;br /&gt;4) Memungkinkan hasil belajar lebih tahan lama tinggal dalam ingatan.&lt;br /&gt;5) Memberikan pengalaman-pengalaman yang nyata&lt;br /&gt;6) Mengembangkan keteraturan dan kontinuitas berfikir&lt;br /&gt;7) Dapat memberikan pengalaman-pengalaman yang tidak diperoleh lewat cara lain dan membuat kegiatan belajar lebih mendalam efisien dan beraneka ragam.&lt;br /&gt;8) Media audio visual dapat mengatasai batasan ruang&lt;br /&gt;9) Media audio visual dapat mengatasi batasan waktu&lt;br /&gt;10) Media audio visual dapat menyederhanakan obejek yang terlalu komplek&lt;br /&gt;11) Media audio visual dapat memperbesar dan memperkecil ukuran objek&lt;br /&gt;12) Media audio visual dapat dilakukan berulang kali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan di atas dapat kami simpulkan bahwa media audio visual aid adalah suatu media yang membantu pembelajaran yang mengkombinasikan gambar dan suara.&lt;br /&gt;Pengembangan media audio visual aid yaitu suatu usaha penyusunan program media pembelajaran yang lebih tertuju pada perencanaan media berupa media audio visual (dengar-pandang).&lt;br /&gt;Alat-alat audio-visual baru ada faedahnya kalau yang menggunakannya telah mempunyai keterampilan yang lebih dari memadai dalam penggunaannya. Hal itu menimbulkan kepercayaan pada diri yang menyampaikan.&lt;br /&gt;Dalam menyampaikan pelajaran tidak hanya dengan buku tetapi dengan media yang mendukung agar pesan-pesan pelajaran yang dissampaikan dapat dipahami secara benar, misalnya dengan film dan internet. Film merupakan hasil karya seni yang berasal dari perpaduan banyak unsur, seperti suara, gambar, dan gerak, dll.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hamalik, Oemar, Media Pendidikan, PT Citra Aditya Bakti, Bandung, 1994&lt;br /&gt;Hamid, Abdul-Mustofa, Bisri, Pembelajaran Bahasa Arab (Pendekatan, Metode, Strategi, Materi, dan Media), UIN-Malang Press, Malang, 2008&lt;br /&gt;Hamzah Sulaiman, Amir, Media Audio-Visual, PT Gramedia, Jakarta, 1988&lt;br /&gt;http://www.smkn2pandeglang.net/index.php?option=com_content&amp;amp;view=article&amp;amp;id=66:ranah-pengembangan-teknologi-pembelajaran makalah&amp;amp;catid=34:pendidikan&amp;amp;Itemid=59&lt;br /&gt;http://etno-video-maker.blogspot.com/2009/10/videografiteknik-kamera-video-dan.html&lt;br /&gt;http://zulkarnainidham.blogdetik.com/2009/03/01/makalah-perpustakaan/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-1347611570313128412?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/iH3DDvTroaY" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-08T21:23:42.213-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-zf5ikVSJAI8/TfBKJL8FmNI/AAAAAAAAAdI/lN26gFrCQT8/s72-c/tabel%2B1.JPG" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">26</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/06/pengembangan-media-audio-visual.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pengembangan Media Audio Visual (B)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/05hsQ_gAoKM/pengembangan-media-audio-visual-b.html</link><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 08 Jun 2011 20:44:39 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-21957213694889644</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PENGEMBANGAN MEDIA AUDIO VISUAL&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok IX (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Doni Anton Firdaus, Khoirul Anwar, Astuti Alawiyah, Latifah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Puji Syukur telah selesainya makalah ini dengan sedemikian rupa yang dapat menambah pengetahuan tentang pengembangan media audio visual dalam hal pendidikan karena merupakan sebuah penunjang dalam hal kegiatan belajar dan mengajar itu sendiri, dan dengan adanya media audio visual di harapakan seorang pendidik menjadi mudah dalam menyampaikan materinya karena sudah di bantu dengan alat- alat audio visual yang sehingganya menjadikan peserta didik menjadi mudah untuk materi yang tadinya di anggap sulit. Dan dengan media audio visual ini setiap materi yang di sampaikan oleh seorang pendidik menjadi sangat menarik dengan adanya gambar dan suara.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Untuk mengetahui perkembangan media audio visual ini maka kami susun pembahasan-pembahasan singkat dan cukup menarik untuk dibaca dan dipahami pada makalah ini. Semoga makalah ini dapat bermanfaat bagi kita semua.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. PENGERTIAN MEDIA AUDIO VISUAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Kata MEDIA di ambil dari bahasa latin yaitu Medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Association for educational  communication and technology (AECT) suatu organisasi yang bergerak dalam bidang komunikasi pembelajaran mendefinisikan bahwa media adalah segala bentuk yang di gunaka untuk menyalurkan informasi. Pengertia media yang di berikan AECT ini menunjukan bahwa istilah “media” memiliki makna yang sangat umum . ini di sebabakan kata “segala bentuk “ yang terdapat dalam pengertian tersebut memberikan makna bahwa yang di sebut media tidak terbatas pada jenis media tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tahun 1970 ditemukan teknologi CCD (Charged Caupled Device) menggantikan tabung citra vidicon. Tidak ada yang meramalkan bahwa di kemudian hari temuan Boyle dan Smith tersebut akan menjadi tonggak yang mempercepat perkembangan teknologi penangkap gambar diam maupun gambar gerak. Kamera foto dan kamera video berkembang sangat pesat berkat penemuan tersebut. Akhirnya hanya tinggal teknik lensa saja yang hampir tidak berubah. Media penyimpan mengalami perkembangan dan melahirkan banyak varian, di antaranya dalam bentuk pita (cassete), cakram (disk), dan memori chip. Dengan demikian sinematografi tidak lagi identik dengan media penyimpan fim/selluloid. Masyarakat mulai risih menyebut gambar hasil tangkapan dengan teknik sinematografi sebagai film karena media penyimpannya memang bukan lagi film. Lalu, apa nama pengganti yang sesuai? Muncullah istilah media audio-visual. CCD yang jauh lebih murah dibanding tabung citra vidicon juga menyebabkan harga kamera menjadi murah, dengan demikian penyebarannya menjadi lebih pesat. Memasyarakatnya kamera video menyebabkan semakin banyaknya objek yang bias dikemas menjadi tayangan video. Dulu hanya film dalam arti film cerita saja yang merupakan karya sinematografi, sekarang berbagai dokumentasi dapat dikemas menjadi tayangan video, dan semua itu memerlukan teknik sinematografi. Fenomena ini mengokohkan penggunaan istilah media audio-visual untuk karya-karyasinematografi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian Media audio visual ,Media berarti wadah atau sarana. Dalam bidang komunikasi, istilah media yang sering kita sebut sebenarnya adalah penyebutan singkat dari media komunikasi. Penyebutan audio-visual sebenarnya mengacu pada indra yang menjadi sasaran dari media tersebut. Media audio-visual mengandalkan pendengaran dan penglihatan dari khalayak sasaran (penonton). Produk audio-visual dapat menjadi media dokumentasi dan dapat juga menjadi media komunikasi. Sebagai media dokumentasi tujuan yang lebih utama adalah mendapatkan fakta dari suatu peristiwa. Sedangkan sebagai media komunikasi, sebuah produk audio-visual melibatkan lebih banyak elemen media dan lebih membutuhkan perencanaan agar dapat mengkomunikasikan sesuatu. Film cerita, iklan, media pembelajaran adalah contoh media audio-visual yang lebih menonjolkan fungsi komunikasi. Media dokumentasi sering menjadi salah satu elemen dari media komunikasi. Karena melibatkan banyak elemen media, maka produk audio-visual yang diperuntukkan sebagai media komunikasi kini sering disebut sebagai multimedia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada masyarakat yang masih terbelakang (belum berbudaya baca-tulis) elemen elemen multimedia tidak seluruhnya secara optimal menunjang komunikasi. Masyarakat terbelakang hanya mengenal gambar dan suara. Pada masyarakat modern seluruh elemen multimedia menjadi sangat vital dalam membangun kesatuan dan memperkaya informasi. Suara, teks, gambar statis, animasi dan video harus diperhitungkan sedemikian rupa penampilannya, sehingga dapat menyajikan informasi yang sesuai dengan ciri khas masyarakat modern yakni efektif dan efisien. Untuk kepentingan efektifitas dan efisiensi inilah kemudian muncul istilah multimedia yang bersifat infotainment (informatif sekaligus menghibur) dan multilayer (beberapa lapis tampil pada saat yang sama). Saat menyaksikan tayangan TV masyarakat telah terbiasa melihat sinetron sambil mencermati tambahan berita dalam bentuk teks yang bergerak di bagian bawah layar TV, dan sesekali melirik logo perusahaan TV di pojok atas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. MACAM MACAM AUDIO VISUAL&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.       MUSIK&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat ini, industri musik sudah berkembang sangat pesat. Dahulu,  terdapat alat musik tradisional yang penggunaannya juga tradisional. Sekarang, untuk menciptakan sebuah musik yang harmonis, cukup dibutuhkan sebuah komputer saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1877, Thomas Alfa Edison menciptakan phonograph. Alat ini digunakan untuk merekam music. Suara yang direkam kemudian dikeluarkan menggunakan alat yang disebut dengan victorila’s trumpted-shaped horn. Pada tahun 1882, alat ini digantikan oleh gramophone yang lebih datar yang diciptakan oleh Emile Berliner. Untuk merekam data, diciptakan mikrofon elektrik yang menggunakan lapisan tipis yang dapat mendeteksi gelombang suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1948, format perekaman telah diperkenalkan, yaitu 33 ½ rpm long playing yang mencapai 23 menit di setiap sisinya dan 45 rpm yang dapat merekam suara dengan kapasitas yang lebih besar dan kualitas yang baik. Format ini berkembang dari format awal yang memiliki kapasitas 78 rpm. Selain perekam elektrik ini, berkembang pula magnetic tape yang bekerja dengan prinsip gelombang magnet yang dihasilkan oleh listrik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain alat perekam tersebut, CD juga mengalami perkembangan, mulai dari piringan hitam, kemudian CD yang dapat mengubah gelombang suara 1 dan 0 dari data komputer, hingga muncul bentuk DVD dengan kapasitas yang lebih banyak dan lebih baik.     &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;           Digitalisasi tidak terjadi hanya pada musiknya tetapi juga pada alat pemutarnya. Yang sangat berhasil di pasaran adalah iPod dari Apple. Format yang paling banyak digunakan adalah MP3 atau MPEG-1 Audio Layer 3 karena ukurannya yang kecil membuat pemutar musik dapat menyimpan lebih banyak lagu walaupun kualitasnya standar bahkan dibawah kualitas CD. Kini format mp3 sudah berkembang menjadi MP4 atau MPEG-4, kelebihan dari format ini adalah dapat memutar gambar dan audio sekaligus. Pembajakan online dalam industri rekaman terjadi karena transfer musik dapat dilakukan melalui internet.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.       RADIO&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Radio menyampaikan informasi dengan gelombang yang menggunakan energi elektromagnetik. Gelombang ini dapat dideteksi oleh antena penerima sinyal, konduksi elektronik, dan pantulan gelombang. Gelombang radio dibagi menjadi 2 yaitu, AM (Amplitude Modulation) dan FM (Frequency Modulation). AM memiliki jangkauan 100 mil sedangkan FM hanya sekitar 30 mil. Tetapi FM memiliki saluran yang lebih lebar dan jangkauan frekuensi yang lebih luas sehingga suara yang dihasilkan lebih baik. Saat ini, dikenal teknologi Digital Audio Broadcasting (DAB) dimana radio analog berubah menjadi radio digital. DAB ini mengubah suara audio menjadi data yang dapat dibaca komputer. Suara yang dihasilkan juga lebih jernih daripada radio analog, bahkan menyerupai CD. Selain itu, radio dengan teknologi digital ini memiliki banyak kelebihan lain seperti efisiensi daya pancar, serta efisiensi infrastruktur sehingga dapat meminimalisir biaya produksi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.       FILM&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Film pertama kali muncul dalam bentuk gambar bergerak (motion picture) yang ditemukan oleh Eadweard Muybridge’s. Lalu berkembang dengan ditemukannya kinetograph yang merekam tiap frame dalam film dengan silinder berputar yang sangat sensitif terhadap cahaya lalu diputar ke dalam proyektor. Namun film pada masa itu tidak diiringi dengan audio, sehingga disediakan tulisan (text) yang merupakan isi percakapan aktor dan aktris dalam film agar lebih mudah dipahami oleh penonton. Yang berkembang pesat adalah tekonologi surround sound system yang mengacu pada konsep home theatre.        &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;            Pada awalnya sebuah film hanya mampu menampilkan 18 hingga 22 frame gambar per-detik dan kemudian sekarang berkembang menjadi 24 frame per-detik. Ukuran film juga sudah lebih lebar dari yang awalnya 16mm berkembang ke 35mm hingga kini 70mm. Dahulu, film masih berwarna hitam dan putih. Film berwarna belum tersedia secara luas hingga munculnya proses CinemaScope tahun 1939, dan akhirnya semua film sudah tampil berwarna pada tahun 1960.&lt;br /&gt;            Sejalan dengan perkembangannya, perfilman dunia memasukkan unsur atau efek spesial dalam frame tertentu dengan menggunakan teknologi digital. Teknologi digital yang terdapat dalam film tidak hanya dalam pemasukan efek spesial di adegan tetapi juga pada perangkat pemutar filmnya seperti Digital Light Projector (DLP). Pemutar film dengan teknologi digital lebih mudah untuk dioperasikan tetapi sangat mudah untuk dibajak dan harganya mahal. Inilah yang menyebabkan berbagai bioskop masih menggunakan alat pemutar dengan teknologi analog yang mengemas film dalam bentuk seluloid dengan diameter tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.       TELEVISI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang ini, televisi hampir menjadi kebutuhan primer bagi sebagian orang. Padahal dulu televisi merupakan barang mewah. Namun kebutuhan akan informasi dan hiburan yang terdapat dalam diri manusia membuat manusia membutuhkan televisi yang dapat menyediakan kebutuhan manusia tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Televisi terdiri dari titik-titik yang menghasilkan warna. Titik ini berasal dari benturan partikel yang menabrak layar sehingga menghasilkan gambar yang bergerak. Setiap televisi memiliki standar yang ditetapkan oleh National Television Systems Committee (NTSC) untuk menghasilkan sebuah gambar yang sempurna dari setiap sisinya. Standar yang ditetapkan ini adalah bahwa setiap detik televisi mampu menghasilkan 30 frame dengan dua kali tahap scanning di setiap frame gambar dan 262,5 garis scan. Warna yang dihasilkan oleh televisi terdiri dari tiga warna dasar yaitu merah, biru dan kuning.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Televisi memiliki dua buah frekuensi yaitu Very High Frequency (VHF) dan Ultra High Frequency (UHF). Kedua frekuensi ini telah sama-sama menggunakan satelit dan fiber optic sejak tahun 1970 untuk proses pengiriman informasi baik itu untuk siaran berita ataupun acara lainnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;          Saat ini terdapat televisi layar lebar atau dikenal dengan High Definiton Television (HDTV). Selain itu berkembang pula penyiaran berita secara langsung dengan Electonic News Gathering (ENG) yang merupakan perlengkapan jurnalis melaporkan berita dari lapangan untuk diteruskan ke studio dengan mengirimkan sinyal menggunakan antena yang ada pada mini bus (van) khusus. Televisi digital menggunakan teknologi DBS yaitu sistem yang memberi kode pada transmisi video secara digital lalu diubah kembali pada bentuk analog supaya bisa ditampilkan dalam televisi dengan standar NTSC.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. FUNGSI DAN KEGUNAAN MEDIA DALAM PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam dunia pendidikan bagi seorang guru apa yang disebut media pembelajaran /alat untuk membantu dalam proses pembelajaran adalah hal biasa, media bagi seorang guru sama fungsinya cangkul  bagi  seorang  petani.  Guru  yang  professional  dalam  setiap  mengajar  tidak  cukup  hanya dengan pandai atau cakap dalam menjelaskan suatu materi kepada anak didiknya namun juga harus diikuti  dengan  suatu  keahlian  bagaimana  cara  menggunakan  media  atau  alat  bantu  untuk  lebih efektifnya proses pembelajaran dengan  arti apa yang disampaikan guru lebih mudah dicerna dan dipahami  oleh  anak  didik  sesuai  dengan  definisi  pembelajaran  yaitu  upaya  menciptakan  kondisi dengan  sengaja  agar  tujuan  pembelajaran  dapat  dipermudah  (facilitated)  pencapaiannya  (Dewi Salma P. Evelina S. 1997). Dalam pembelajaran selain dengan adanya alat bantu juga perlu dipilih strategi yang tepat agar agar tujuan pembelajaran dapat dicapai.yang tentunya pada setiap kegiatan pembelajaran  terlebih  dahulu  harus   dirumuskan  tujuan  pembelajarannya.  Tujuan   pembelajaran harus bersifat “behavioral” atau berbentuk tingkah laku yang dapat diamati, dan “measurable” atau diukur  artinya  dapat  dengan  tepat  dinilai  apakah  tujuan  pembelajaran  yang  telah  ditetapkan  pada awal  kegiatan  pembelajaran  itu  dapat  dicapai  atau  belum.  Disinilah  letak  pentingnya  strategi pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Strategi pembelajaran adalah suatu kondisi yang diciptakan oleh instruktur dengan sengaja seperti metode, sarana prasarana, materi, media dan sebagainya (Dewi Salma P. Evelina S. 1997) dengan  menggunakan  strategi  yang  dilengkapi  dengan  media  maka  anak  didik  jadi  diberikan kemudahan (difasilitasi) dalam mencapai tujuan pembelajaran yang ditetapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mengapa  media  pembelajaran  dapat  dipandang  sebagai  pilihan  (bahkan  sebagai  suatu keharusan) dalam strategi pembelajaran ?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam  perkembangannya  mula-mula  dikenal  suatu  gerakan  dalam  dunia  pendidikan  yang dinamakan “visual educational “ pada tahun1920-an. Gerakan ini sebenarnya diilhami oleh aliran realism  dalam  pendidikan  pada  abad  17  yang  di  pelopori  oleh  Johan  Amos  Comenius  yang mengarang buku teks pendidikan pertama yang berjudul ORBIS PICTUS (Dunia dalam gambar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Comenius melihat betapa sulitnya anak-anak dieropa yang tidak berbahasa latin (misalnya Jerman,  prancis,  rusia  dsb.)  untuk  belajar  bahasa  latin.  Bagi  mereka  bahasa  latin  sangat  abstrak karena itu  Comenius menulis buku Orbis Pictus .dalam buku tersebut, tiap kata latin yang harus dipelajari diberikan gambar bendanya disamping kata berikut. Dengan demikian bahasa latin yang dipelajari  oleh  anak-anak  menjadilebih  nyata/kongkrit  dan  mudahdiingat.  Aliran   ealism  inilah yang  mendorong  timbulnya  aliran  /  gerakan  “visual  education”  dimana  guru  harus  menggunakan gambar-gambar untuk memperjelas apayang diajarkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan ditemukannya radio pada tahun 1930-an muncul gerakan “audiovisual education”yang  menekankan  pentingnya  penggunaan  audiovisual  dalam  pembelajaran.  Disinilah mulai dikenal AVA (Audio Visual Aids) yaitu alat peraga yang menyajikan bahan-bahan visual dan audio untuk memperjelas apa yang disampaikan guru kepada murid. Jadi peranan AVA disini adalah untuk membantu guru dalam menyampaikan pelajaran kepada murid agar pelajaran menjadi lebih jelas   dan   konkrit.   Karena  itu   juga   disebut  “  Teaching  Aids”  (Alat  untuk   membantu   guru dalammengajar).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan berikutnya terjadipada tahun 1950-an dimana pendidikan dipandang sebagai suatu   proses   komunikasi.   Tomas   dan   Weaver   pada   tahun   1944   menciptakan   suatu   model komunikasi untuk kegiatan elektronika dan dalam kawasan matematika sehingga munculah istilah “ Audiovisual   Communication”.   Selanjutnyamunculistilah   “   Educational   Communication”   dan kemudian  “Educational  Media”  semuanya  menampilkan  fungsi  baru  yaitu  komunikasi  dalampenggunaan media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam sejarah singkat diatas menyebutkan bahwa terdapat dua fungsi media pembelajaran,&lt;br /&gt;yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Fungsi AVA (Audio  Visual Aids)  berfungsi  untuk  memberikan  pengalaman  yang  konkrit kepada siswa dengan menggunakan media suara dan gambar sehingga siswa akan lebih mudah memahami atau mengerti apa yang disampaikan oleh guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Fungsi Komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media  (Flural)  berasal  darikata  medium(Singular)  yang  artinya  inbetween”  (diantara).  Jadi media  berada  ditengah  (diantara)  dua  hal  yaitu  yang  menulis  /  membuat  media  (dalam komunikasi  disebut  komunikator  /  sumber  /source)  dan  orang  yang  menerima  (membaca, melihat dan mendengar ) media (dalam komunikasi disebut receiver, penerima, audiensi atau komunikan)  media  yang  dibuat  (ditulis  dalam  bentuk  modul  dll.,  dibuat  dalam  bentuk  film slide,  OHP  dsb.)  memuat  pesan  (message)  yang  akan  disampaikan(ditransmisikan)  kepada penerima. Dalam komunikasi tatapmuka (face to face communication) pembicara&lt;br /&gt;(kommunikator)   langsung   berhadapan   dalam   menyampaikan   pesannya   kepada   penerima&lt;br /&gt;(audience).  Dengan  meletakan  pesan  yang  hendak  disampaikan  kedalam  suatu  format  media tertentu (buku, film, slide, dsb). Yang dinamakan kegiatan encoding.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kegunaan   media   komunikasi   dalam   pembelajaran   selain   untuk   menyajikan   pesan, sebenarnya  ada  beberapa  fungsi  lain  yang  dapat  dilakukan  oleh  media.  Namun  jarang  sekali ditemukan   seluruh   fungsi   tersebut   dipenuhi   oleh   media   komunikasi   dalam   suatu   system pembelajaran. Fungsi-fungsi tersebut antara lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memberikan pengetahuan tentang tujuan belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memotipadi siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Menyajikan informasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Merangsang diskusi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Mengarahkan kegiatan siswa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Melaksanakan latihan dan ulangan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Menguatkan belajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Memberikan pengalaman simulasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertia media yang di berikan AECT ini menunjukan bahwa istilah “media” memiliki makna yang sangat umum . ini di sebabakan kata “segala bentuk “ yang terdapat dalam pengertian tersebut memberikan makna bahwa yang di sebut media tidak terbatas pada jenis media tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Macam macam audio visual adalah :&lt;br /&gt;1. Musik&lt;br /&gt;2. Radio&lt;br /&gt;3. Film&lt;br /&gt;4. Televisi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Fungsi audio visual adalah untuk membantu seorang pendidik untuk lebih membantu dalam menyampaikan materi yang akan di ajarkan, sehingga murid dapat dengan mudah untuk menyerap apa yang di sampaikan seorang pendidik.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-21957213694889644?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/05hsQ_gAoKM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-06-08T20:44:39.839-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">11</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/06/pengembangan-media-audio-visual-b.html</feedburner:origLink></item><item><title>Produksi Media Pendidikan Bersifat Elektronik (A)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/zBaCtYJEYpk/produksi-media-pendidikan-bersifat_8197.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Sun, 29 May 2011 18:15:58 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-3144293943806408875</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRODUKSI MEDIA PENDIDIKAN YANG BERSIFAT ELEKTRONIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok VIII (Kelas A)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhammad Septian Pradana, Dian Hasna, Syarofah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan sebuah langkah awal dalam memajukan dan mensejahterakan sebuah negara. Jepang adalah negara yang memprioritaskan pendidikan pada nomor satu dibandingkan hal yang lain. sehingga negara sakura ini menjadi lebih maju dan modern. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, negara ini memfasilitasi para guru dengan berbagai media pelajaran mulai dari alam hingga barang elektronik.&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Di atas merupakan salah satu contoh dari sebuah negara yang maju, disebabkan karena pemerintahnya sangat memperhatikan dunia pendidikan. Media merupakan salah satu bentuk sumber belajar/komponen sistem instruksional yaitu berupa “bahan (materi pembelajaran). Sedangkan kegiatan produksi media, merupakan fungsi pengembangan. Hal ini seperti tercantum dalam kawasan Teknologi Pendidikan/Instruksional (AECT, 1997). Pada paradigma tahun 1994, produksi media termasuk pengembangan “Audio Technologies”. Secara garis besar, media dapat diklasifikasikan menjadi media Audio, Visual dan Audio Visual.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.Pengertian&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.  Media sangatlah penting digunakan dalam belajar mengajar, karena dengan menggunakan media, diharapkan bisa membantu para tenaga pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran. Guru harus bisa lebih bijak dan tepat dalam memilih media yang digunakan. Salah satu media yang sangat efektif digunakan adalah media elektronik, seperti: Komputer, radio, OHP, dan lain-lain. Media ini juga bisa digunakan pada tempat tertentu saja, seperti di daerah yang sudah ada aliran listrik. Akan tetapi, kalau didaerah pedesaan yang belum ada aliran listriknya, solusinya bisa digunakan media manual dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.Media Pendidikan yang Bersifat Elektronik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sekarang kita telah mengetahui bahwa komputer memegang peranan penting dalam kehidupan manusia, terutama di negara yang sudah maju. Lalu timbullah suatu pertanyaan “komputer itu apa?”. Komputer yang menurut ejaan aslinya “computer” berasal dari kata “to compute” yang artinya menghitung. Jadi komputer bila diartikan secara harfiah adalah “alat hitung”. Lalu timbul sebuah pertanyaan lagi “apakah komputer sama dengan calculator?”. Untuk menjawab marilah kita melihat beberapa definisi mengenai komputer sebagai berikut:&lt;br /&gt;• John C. Keegel dalam bukunya yang berjudul “The language of computer programming” mengatakan: an electronic machine or device for processing data, it can solve problems by accepting data, performing certain operation on data, and giving the result of these operation.&lt;br /&gt;• Edward Humby dalam bukunya “Computers” mengatakan bahwa yang dimaksud dengan komputer itu adalah “an electronic machine that processes data under the control of a stored program”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari keterangan-keterangan di atas, maka kita dapat menarik kesimpulan bahwa komputer itu adalah alat elektronik yang dapat mengolah data dengan perantaraan program dan memberikan hasil pengolahan. Sekarang bagaimana komputer bila digunakan dalam dunia pendidikan. Ternyata dari dulu hingga sekarang komputer masih sangat dibutuhkan dalam membantu meringankan beban aktivitas manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer adalah hasil teknologi modern yang membuka kemungkinan-kemungkinan yang besar alat pendidikan. “Computer-Assisted Instruction-pengajaran dengan bantuan komputer” (CAI) telah dikembangkan akhir-akhir ini dan telah membuktikan manfaatnya untuk membantu guru dalam mengajar dan membantu murid dalam belajar. Komputer dapat sekaligus membantu puluhan murid dan dimasa mendatang diharapkan ribuan pelajar sekaligus. Komputer sebagai alat pembantu pendidikan masih sangat mahal, yaitu jutaan dollar, namun bila digunakan oleh ribuan siswa biaya untuk tiap murid per jam akan lebih murah daripada gaji guru.  Dilihat dari situasi belajar di mana komputer digunakan untuk menyajikan isi pelajaran, CAI bisa berbentuk:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.      Tutorial&lt;br /&gt;Program pengajaran tutorial dengan bantuan komputer meniru sistem tutor yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi atau pesan berupa suatu konsep disajikan dilayar komputer dengan teks, gambar, atau grafik. Pada saat yang tepat, siswa diperkirakan telah membaca, menginterpretasi, dan menyerap konsep itu, suatu pertanyaan atau soal diajukan. Jika jawaban siswa benar, komputer akan melanjutkan penyajian informasi atau konsep berikutnya, jika jawaban salah, komputer dapat kembali ke informasi konsep sebelumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b.     Drills and Practice (Latihan)&lt;br /&gt;Latihan untuk mempermahirkan keterampilan atau memperkuat penguasaan konsep dapat dilakukan dengan modus ini. Komputer menyiapkan serangkaian soal atau pertanyaan yang serupa dengan yang biasa ditemukan dalam buku/lembaran kerja workbook.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;c.      Simulasi&lt;br /&gt;Program simulasi dengan bantuan komputer mencoba untuk menya-mai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, misalnya siswa meng-gunakan komputer untuk mensimulasi menerbangkan pesawat terbang, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;d.      Permainan Instruksional&lt;br /&gt;Program permainan yang dirancang dengan baik dapat memotivasi siswa dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Permainan instruksional yang berhasil menggabungkan aksi-aksi permainan video dan keterampilan penggunaan papan ketik pada komputer. Siswa dapat menjadi terampil mengetik karena dalam permainan siswa dituntut untuk menginput data dengan mengetik jawaban atau perintah dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer sebagai alat pelajaran (CAI) mempunyai sejumlah keuntungan:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.  Ia dapat membantu murid dan guru dalam pelajaran. Karena komputer itu sabar, cermat, mempunyai ingatan yang sempurna. Ia sesuai sekali untuk latihan dan remedial teaching.&lt;br /&gt;b. CIA memiliki banyak kemampuan yang dapat dimanfaatkan segera seperti membuat hitungan atau mereproduksi grafik, gambaran dan memberikan bermacam-macam informasi yang tak mungkin dikuasai oleh manusia manapun.&lt;br /&gt;c. CAI sangat fleksibel dalam mengajar dan dapat diatur menurut keinginan penulis pelajaran atau penyusunan kurikulum.&lt;br /&gt;d. CAI dan mengajar oleh guru dapat saling melengkapi. Bila komputer tidak dapat menjawab pertanyaan murid dengan sendirinya guru akan menjawabnya.&lt;br /&gt;e. Selain itu, komputer juga dapat pula menilai hasil setiap pelajar dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Overhead Projector (OHP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sistem overhead projector menunjukkan kemajuan yang pesat sekali dalam masa ini, sehingga perangkat audiovisual ini banyak dipakai dimana-mana. Proyektor overhead merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan materi pengajaran.&lt;br /&gt;Salah satu faktor yang perlu diperhatikan dalam memilih media pengajaran yang tepat adalah dengan mengkaji kelebihan dan keterbatasan suatu media. Karekteristik media perlu diketahui oleh seorang guru, dalam upaya menyesuaikannya dengan sifat atau karakter bahan pelajaran yang akan disajikan, sehingga proses belajar-mengajar menjadi efektif dan efisien.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa keterbatasan media OHP antara lain sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Media ini memerlukan perangkat keras yang khusus untuk memproyeksikan pesan yang ada pada transparan. Alat itu adalah OHP.&lt;br /&gt;b. Memerlukan persiapan yang matang dan terencana, terutama bila dipergunakan teknik-teknik penyajian yang kompleks.&lt;br /&gt;c. Dalam penggunaannya diperlukan keterampilan khusus.&lt;br /&gt;d. Menuntut penataan ruang yang baik.&lt;br /&gt;e.  Menuntut perhatian untuk menghilangkan distorsi (pemutar balikkan fakta) proyeksi.&lt;br /&gt;f. Menuntut cara kerja yang sistematis dan terarah.&lt;br /&gt;g.  Membutuhkan keterampilan menuliskan pesan yang baik pada transparan sehingga mudah dicerna oleh siswa (penerima pesan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun ada keterbatasan, media ini juga mempunyai kelebihan yang mungkin tidak dimiliki oleh jenis media lain, yakni:&lt;br /&gt;1. Praktis, karena dapat dipergunakan untuk semua ukuran kelas atau ruang.&lt;br /&gt;2. Memberi kemungkinan tatap muka dan mengamati respons dari penerima pesan       (siswa).&lt;br /&gt;3. Memberi kemungkinan pada penerima pesan (siswa) untuk mencatat.&lt;br /&gt;4. Mempunyai variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan.&lt;br /&gt;5. Memungkinkan penyajian dengan berbagai alternatif kombinasi warna.&lt;br /&gt;6. Dapat dipergunakan kembali secara berulang-ulang.&lt;br /&gt;7. Dapat disusun kembali berdasarkan urutan-urutan atau sekuens belajar.&lt;br /&gt;8. Dapat dihentikan pada setiap sekuens belajar yang dikehendaki karena pacing control sepenuhnya di tangan komunikasi (dosen, guru, penyaji bahan, dan lain-lain).&lt;br /&gt;9. Tidak diperlukan operator pembantu khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suatu media radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan media yang lain, yaitu :&lt;br /&gt;1.  Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak daripada TV.&lt;br /&gt;2.  Sifatnya mudah dipindahkan (mobile). Radio dapat dipindah-pindahkan dari satu ruang ke ruang lain dengan mudah.&lt;br /&gt;3. Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi problem jadwal.&lt;br /&gt;4.  Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak.&lt;br /&gt;5. Dapat merangsang partisipasi aktif daripada pendengar. Sambil mendengarkan, siswa boleh menggambar, menulis, melihat peta, menyanyi ataupun menari.&lt;br /&gt;6. Radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi, dan artinya. (terutama ini amat berguna bagi program sastra/puisi).&lt;br /&gt;7. Siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok untuk mengajarkan musik, dan bahasa.&lt;br /&gt;8. Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan dengan jika dikerjakan oleh guru, antara lain:&lt;br /&gt;9. Radio dapat menampilkan ke dalam kelas guru-guru yang ahli dalam bidang studi tertentu, sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan guru yang layak untuk mengajar.&lt;br /&gt;10. Pelajaran lewat radio bisa lebih bermutu baik dari segi ilmiah maupun metodis. Ini mengingat guru-guru kita jarang yang mempunyai waktu dan sumber-sumber untuk mengadakan penelitian dan menambah ilmu, sehingga bisa dibayangkan bagaimana mutu pelajarannya.&lt;br /&gt;11. Radio dapat menyajikan laporan-laporan seketika.&lt;br /&gt;12. Siaran-siaran yang aktual dapat memberikan suasana kesegaran pada sebagian besar topik.&lt;br /&gt;13. Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu yang tak dapat dikerjakan oleh guru. Dia dapat menyajikan pengalaman-pengalaman dunia luar ke kelas.&lt;br /&gt;14. Radio dapat mengatasi batasan ruang dan waktu; jangkauannya luas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kelebihan-kelebihan tersebut, sebagai media pendidikan radio mempunyai kelemahan-kelemahan pula, antara lain:&lt;br /&gt;1. Sifat komunikasinya hanya satu arah.&lt;br /&gt;2. Biasanya siarannya disentralisasikan sehingga guru tak dapat mengontrolnya.&lt;br /&gt;3. Penjadwalan pelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah. Integrasi siaran radio ke dalam kegiatan belajar mengajar di kelas seringkali menyulitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Closed Circuit Television (CCTV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Jepang, dan lain-lain CCTV telah merupakan alat pendidikan yang banyak digunakan disekolah maupun di perguruan tinggi. CCTV harus ditangani sendiri oleh staf lembaga pendidikan yang bersangkutan, walaupun mereka bukan ahli dalam bidang siaran, staf pengajar akan turut dilibatkan dalam perencanaan keseluruhan program dalam persiapannya maupun penyiarannya. CCTV mempunyai potensi yang sama seperti film dan TV. Akan tetapi, dapat menyesuaikan program dengan kebutuhan sekolah. Tentu saja mutu program baik isi maupun penyelenggaraannya, tidak dapat menyamai siaran TV nasional maupun TV komersial yang sanggup memperkejakan ahli-ahli dalam bidang materi pendidikan maupun metode penyiaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Klasifikasi program media TV/Video terbagi menjadi 3 bagian, yaitu:&lt;br /&gt;1. Pembelajaran. Program ini dibuat untuk mencapai tujuan pembelajaran/pengajaran, dengan harapan terjadinya perubahan tingkah laku pada diri sasaran. Ciri dari program TV Pembelajaran adalah: 1) Merupakan bagian integral dari sistem pembelajaran sebagai bahan pembelajaran, sehingga isi program bersumber dari kurikulum. Program tersebut biasanya dilengkapi dengan bahan penyerta sebagai petunjuk pemanfaatan. 2) Adanya evaluasi hasil belajar untuk memberi penilaian setelah sasaran menyaksikan program.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Pendidikan. Program lebih mengarah pada informasi, apresiasi, sosial budaya dan ilmu pengetahuan. Evaluasi tidak dilakukan untuk menilai sasaran/penonton, tetapi untuk mengevaluasi program yang dilakukan dalam jangka waktu tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Hiburan. Program bersifat rekreatif, sentuhan artistik dan konstruk gramatikal lebih diutamakan. Beberapa program hiburan kadang-kadang memasukkan unsur pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Langkah-langkah produksi media TV/Video, yaitu:&lt;br /&gt;1. Pra produksi&lt;br /&gt;2. Produksi&lt;br /&gt;3. Pasca produksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sedangkan kegiatan pokok dalam produksi tersebut, meliputi:&lt;br /&gt;1. Penulisan naskah&lt;br /&gt;2. Pengambilan gambar/suara (shooting)&lt;br /&gt;3. Editing&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kesimpulan&lt;br /&gt;Untuk memudahkan para audiens dalam memahami esensial makalah kami, berikut kami akan merangkumnya, sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Media elektronik adalah sebuah media aliran listrik yang digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran.&lt;br /&gt;2. Media elektronik merupakan tutorial yang kedua selain dari guru.&lt;br /&gt;3. Media elektronik yang digunakan salah satunya, seperti: Komputer, OHP, radio, dan lain-lain.&lt;br /&gt;4. Media elektronik bisa digunakan pada daerah yang sudah ada listrik.&lt;br /&gt;5. Media elektronik tidak tepat digunakan guru pada daerah yang tidak mempunyai aliran listrik.&lt;br /&gt;6. Media elektronik digunakan hanya untuk membatu para guru dalam menyampaikan pelajaran dengan harapan kegiatan belajar mengajar bisa lebih efektif dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Arsyad,Azhar, 2003,Media Pembelajaran, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,), cet. IV.&lt;br /&gt;Nasution, 1999, Teknologi Pendidikan, (Jakarta: Bumi Aksara,), cet. II.&lt;br /&gt;Sudirman, Arief S, dkk, 2002, Media Pendidikan, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada,), cet. V.&lt;br /&gt;Sudjana, Nana &amp;amp; Rivai, Ahmad, 1997,Media Pengajaran, (Bandung: Sinar Baru,), cet, III.&lt;br /&gt;Suryatmo ,F.  &amp;amp; Rusmadi, Dedy, 2000, Pengetahuan Dasar Komputer, (Jakarta: PT. Rineka Cipta,), cet. III.&lt;br /&gt;Syah, Darwyn, 2007,Perencanaan Sistem Pengajaran Pendidikan Agama Islam, (Jakarta: Gaung Persada Press), cet. II.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-3144293943806408875?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/zBaCtYJEYpk" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-29T18:15:58.995-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">30</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/05/produksi-media-pendidikan-bersifat_8197.html</feedburner:origLink></item><item><title>Produksi Media Pendidikan Bersifat Elektronik (B)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/9vzjHQ8PFZk/produksi-media-pendidikan-bersifat.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Sun, 22 May 2011 21:57:05 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-3498962044225680520</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRODUKSI MEDIA PENDIDIKAN YANG BERSIFAT ELEKTRONIK&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok VIII (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Irkham Tsani Al-Ghozali, Basyaruddin, SlametUtomo&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan merupakan sebuah langkah awal dalam memajukan dan mensejahterakan sebuah negara. Jepang adalah negara yang memprioritaskan pendidikan pada nomor satu dibandingkan hal yang lain. sehingga negara sakura ini menjadi lebih maju dan modern. Dalam melaksanakan kegiatan belajar mengajar, negara ini memfasilitasi para guru dengan berbagai media pelajaran mulai dari alam hingga barang elektronik. Ini merupakan salah satu contoh dari sebuah negara yang maju, disebabkan karena pemerintahnya sangat memperhatikan dunia pendidikan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.  Media sangatlah penting digunakan dalam belajar mengajar, karena dengan menggunakan media, diharapkan bisa membantu para tenaga pendidik dalam menyampaikan materi pelajaran. Guru harus bisa lebih bijak dan tepat dalam memilih media yang digunakan. Salah satu media yang sangat efektif digunakan adalah media elektronik, seperti: Komputer, radio, OHP, dan lain-lain. Media ini juga bisa digunakan pada tempat tertentu saja, seperti di daerah yang sudah ada aliran listrik. Akan tetapi, kalau didaerah pedesaan yang belum ada aliran listriknya, solusinya bisa digunakan media manual dan sederhana.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media pendidikan yang bersifat elektronik antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer yang menurut ejaan aslinya “computer” berasal dari kata “to compute” yang artinya menghitung. Jadi komputer bila diartikan secara harfiah adalah “alat hitung”. Sedangkan pengertian komputer yaitu alat elektronik yang dapat mengolah data dengan perantaraan program dan memberikan hasil pengolahan.&lt;br /&gt;Sekarang bagaimana komputer bila digunakan dalam dunia pendidikan. Ternyata dari dulu hingga sekarang komputer masih sangat dibutuhkan dalam membantu meringankan beban aktivitas manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Komputer adalah hasil teknologi modern yang membuka kemungkinan-kemungkinan yang besar sebagai alat pendidikan. “Computer-Assisted Instruction-pengajaran dengan bantuan komputer” (CAI) telah dikembangkan akhir-akhir ini dan telah membuktikan manfaatnya untuk membantu guru dalam mengajar dan membantu murid dalam belajar. Sehingga dengan adanya komputer diharapkan siswa dapat lebih maksimal dalam proses pembelajarannya, sehingga mendapatkan hasil belajar yang memuaskan.&lt;br /&gt;Kelebihan-kelebihan menggunakan komputer sebagai media pendidikan antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Tutorial. Program pengajaran tutorial dengan bantuan komputer meniru sistem tutor yang dilakukan oleh guru atau instruktur. Informasi atau pesan berupa suatu konsep disajikan dilayar komputer dengan teks, gambar, atau grafik. Pada saat yang tepat, siswa diperkirakan telah membaca, menginterpretasi, dan menyerap konsep itu, suatu pertanyaan atau soal diajukan. Jika jawaban siswa benar, komputer akan melanjutkan penyajian informasi atau konsep berikutnya, jika jawaban salah, komputer dapat kembali ke informasi konsep sebelumnya.&lt;br /&gt;2. Drills and Practice (Latihan). Latihan untuk mempermahirkan keterampilan atau memperkuat penguasaan konsep dapat dilakukan dengan modus ini. Komputer menyiapkan serangkaian soal atau pertanyaan yang serupa dengan yang biasa ditemukan dalam buku/lembaran kerja workbook.&lt;br /&gt;3. Simulasi. Program simulasi dengan bantuan komputer mencoba untuk menyamai proses dinamis yang terjadi di dunia nyata, misalnya siswa menggunakan komputer untuk mensimulasi menerbangkan pesawat terbang, dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;4. Permainan instruksional. Program permainan yang dirancang dengan baik dapat memotivasi siswa dan meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya. Permainan instruksional yang berhasil menggabungkan aksi-aksi permainan video dan keterampilan penggunaan papan ketik pada komputer. Siswa dapat menjadi terampil mengetik karena dalam permainan siswa dituntut untuk menginput data dengan mengetik jawaban atau perintah dengan benar.&lt;br /&gt;5. dapat membantu murid dan guru dalam pelajaran. Karena komputer itu sabar, cermat, mempunyai ingatan yang sempurna. Ia sesuai sekali untuk latihan dan remedial teaching.&lt;br /&gt;6. Dapat membuat hitungan atau mereproduksi grafik, gambaran dan memberikan bermacam-macam informasi yang tak mungkin dikuasai oleh manusia manapun.&lt;br /&gt;7. sangat fleksibel dalam mengajar dan dapat diatur menurut keinginan penulis pelajaran atau penyusunan kurikulum.&lt;br /&gt;8. dapat menilai hasil setiap pelajar dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Overhead Projector (OHP)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proyektor overhead merupakan jenis perangkat keras yang sangat sederhana, terdiri atas sebuah kotak dengan bagian atasnya sebagai landasan yang luas untuk meletakkan materi pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;OHP merupakan salah satu teknologi yang digunakan di kelas. Pendidik dapat mempresentasikan pelajaran menggunakan transparansi berwarna dan bermakna yang bisa menarik perhatian Peserta didik dengan segara. Menggunakan proyektor dan komputer sangat bermanfaat. Pendidik bisa menunjukkan kepada Peserta didik beberapa dokumentasi, film dan presentasi powerpoint.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kelebihan OHP dalam pembelajaran antara lain :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Praktis, karena dapat dipergunakan untuk semua ukuran kelas atau ruang.&lt;br /&gt;2. Memberi kemungkinan tatap muka dan mengamati respons dari penerima pesan (siswa).&lt;br /&gt;3. Memberi kemungkinan pada penerima pesan (siswa) untuk mencatat.&lt;br /&gt;4. Mempunyai variasi teknik penyajian yang menarik dan tidak membosankan.&lt;br /&gt;5. Memungkinkan penyajian dengan berbagai alternatif kombinasi warna.&lt;br /&gt;6. Dapat dipergunakan kembali secara berulang-ulang.&lt;br /&gt;7. Dapat disusun kembali berdasarkan urutan-urutan atau sekuens belajar.&lt;br /&gt;8. Dapat dihentikan pada setiap sekuens belajar yang dikehendaki karena pacing control sepenuhnya di tangan komunikasi (dosen, guru, penyaji bahan, dan lain-lain).&lt;br /&gt;Selain kelebihan yang dimiliki oleh OHP dalam pembelajaran terdapat pula beberapa kekurangannya, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Memerlukan persiapan yang matang dan terencana, terutama bila dipergunakan teknik-teknik penyajian yang kompleks.&lt;br /&gt;2. Dalam penggunaannya diperlukan keterampilan khusus.&lt;br /&gt;3. Menuntut penataan ruang yang baik.&lt;br /&gt;4. Menuntut perhatian untuk menghilangkan distorsi (pemutar balikkan fakta) proyeksi.&lt;br /&gt;5. Menuntut cara kerja yang sistematis dan terarah.&lt;br /&gt;6. Membutuhkan keterampilan menuliskan pesan yang baik pada transparan sehingga mudah dicerna oleh siswa (penerima pesan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Radio&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai suatu media radio mempunyai beberapa kelebihan jika dibandingkan dengan media yang lain, yaitu:&lt;br /&gt;a. Harganya relatif murah dan variasi programnya lebih banyak daripada TV.&lt;br /&gt;b. Sifatnya mudah dipindahkan (mobile). Radio dapat dipindah-pindahkan dari satu ruang ke ruang lain dengan mudah.&lt;br /&gt;c. Jika digunakan bersama-sama dengan alat perekam radio bisa mengatasi problem jadwal.&lt;br /&gt;d. Radio dapat mengembangkan daya imajinasi anak.&lt;br /&gt;e. Dapat merangsang partisipasi aktif daripada pendengar. Sambil mendengarkan, siswa boleh menggambar, menulis, melihat peta, menyanyi ataupun menari.&lt;br /&gt;f. Radio dapat memusatkan perhatian siswa pada kata-kata yang digunakan, pada bunyi, dan artinya. (terutama ini amat berguna bagi program sastra/puisi).&lt;br /&gt;g. Siaran lewat suara terbukti amat tepat/cocok untuk mengajarkan musik, dan bahasa.&lt;br /&gt;h. Radio dapat mengerjakan hal-hal tertentu secara lebih baik bila dibandingkan dengan jika dikerjakan oleh guru, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Radio dapat menampilkan ke dalam kelas guru-guru yang ahli dalam bidang studi tertentu, sehingga dapat mengatasi masalah kekurangan guru yang layak untuk mengajar.&lt;br /&gt;2. Pelajaran lewat radio bisa lebih bermutu baik dari segi ilmiah maupun metodis. Ini mengingat guru-guru kita jarang yang mempunyai waktu dan sumber-sumber untuk mengadakan penelitian dan menambah ilmu, sehingga bisa dibayangkan bagaimana mutu pelajarannya.&lt;br /&gt;3. Radio dapat menyajikan laporan-laporan seketika.&lt;br /&gt;4. Siaran-siaran yang aktual dapat memberikan suasana kesegaran pada sebagian besar topik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain kelebihan-kelebihan di atas, media pendidikan dengan menggunakan radio memiliki beberapa kelemahan pula, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Sifat komunikasinya hanya satu arah.&lt;br /&gt;b. Biasanya siarannya disentralisasikan sehingga guru tak dapat mengontrolnya.&lt;br /&gt;c. Penjadwalan pelajaran dan siaran sering menimbulkan masalah. Integrasi siaran radio ke dalam kegiatan belajar mengajar di kelas seringkali menyulitkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Closed Circuit Television (CCTV)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di negara-negara maju seperti Amerika, Inggris, Jepang, dan lain-lain CCTV telah merupakan alat pendidikan yang banyak digunakan disekolah maupun di perguruan tinggi. CCTV harus ditangani sendiri oleh staf lembaga pendidikan yang bersangkutan, walaupun mereka bukan ahli dalam bidang siaran, staf pengajar akan turut dilibatkan dalam perencanaan keseluruhan program dalam persiapannya maupun penyiarannya. CCTV mempunyai potensi yang sama seperti film dan TV. Akan tetapi, dapat menyesuaikan program dengan kebutuhan sekolah. Tentu saja mutu program baik isi maupun penyelenggaraannya, tidak dapat menyamai siaran TV nasional maupun TV komersial yang sanggup memperkejakan ahli-ahli dalam bidang materi pendidikan maupun metode penyiaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Sound Amplifier&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sound ampliifier sangat berguna bila dipakai dalam kelas besar. Beberapa Peserta didik tidak bisa menangkap apa yang disampaikan oleh Pendidik karena mereka tidak bisa mendengar suara Pendidik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suara yang jelas dan kuat, mampu menarik perhatian Peserta didik sehingga hasil pembelajaran menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah beberapa media pendidikan yang bersifat elektronik. Yang diharapkan dengan penggunaannya dengan baik dan benar akan menjadikan siswa menjadi lebih aktif dan lebih bisa mengembangkan bakat yang dimilikinya. Sehingga pendidikan di Indonesia bisa menghasilkan anak didik yang berkualitas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan di atas, dapat disimpulkan beberapa hal:&lt;br /&gt;1. Media elektronik adalah sebuah media aliran listrik yang digunakan dalam menyampaikan materi pelajaran.&lt;br /&gt;2. Media elektronik merupakan tutorial yang kedua selain dari guru.&lt;br /&gt;3. Media elektronik yang digunakan salah satunya, seperti: Komputer, OHP, radio, dan lain-lain.&lt;br /&gt;4. Media elektronik bisa digunakan pada daerah yang sudah ada listrik.&lt;br /&gt;5. Media elektronik tidak tepat digunakan guru pada daerah yang tidak mempunyai aliran listrik.&lt;br /&gt;6. Media elektronik digunakan hanya untuk membatu para guru dalam menyampaikan pelajaran dengan harapan kegiatan belajar mengajar bisa lebih efektif dan menyenangkan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-3498962044225680520?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/9vzjHQ8PFZk" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-22T21:57:05.427-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">18</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/05/produksi-media-pendidikan-bersifat.html</feedburner:origLink></item><item><title>Produksi Media Pendidikan Berupa Gambar (A)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/EqP7WUpw9DM/produksi-media-pendidikan-berupa-gambar_11.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 11 May 2011 00:35:40 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-2524401213883164919</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRODUKSI MEDIA PENDIDIKAN BERUPA GAMBAR (NON ELEKTRONIK)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok VII (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas A&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Nairul Susiam, Sri Agus Suryani, Uun Triwahyudi, Zeny Purwati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi telah membawa perubahan yang sangat signifikan terhadap berbagai dimensi kehidupan manusia, baik dalam ekonomi, social, budaya maupun pendidikan. Oleh karena itu, agar pendidikan tidak tertinggal dari perkembangan iptek tersebut perlu adannya penyesuaian-penyesuaian, terutama sekali yang berkaitan dengan faktor-faktor pengajaran disekolah. Salah satu faktor teresebut adalah media pembelajaran.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Media Pembelajaran merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat menyalurkan pikiran, perasaan,kepada audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi media merupakan segala upaya yang dilakukan untuk menciptakan dan mengolah (produksi) media (benda visual maupun non visual) dengan cara mempergunakan segala sumber daya (tenaga, pikiran, dan dana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makalah ini, Kami akan membahas salah satu dari materi Media Pembelajaran yakni produksi media berupa gambar (media non elektronik) yang perlu dipelajari dan dikuasai oleh guru ataupun calon guru, sehingga mereka dapat menyampaikan materi pelajaran kepada para siswa secara baik berdaya guna dan dapat dengan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;PRODUKSI MEDIA  PENDIDIKAN BERUPA GAMBAR (NON ELEKTRONIK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Media dan Produksi Media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Media merupakan sesuatu yang bersifat menyalurkan pesan dan dapat menyalurkan pikiran, perasaan, kepada audien (siswa) sehingga dapat mendorong terjadinya proses belajar pada dirinya.  Jadi, pada intinya media berfungsi sebagai alat bantu dalam kegiatan belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Produksi media merupakan segala upaya yang dilakukan untuk menciptakan dan mengolah (produksi) media (benda visual maupun non visual) dengan cara mempergunakan segala sumber daya (tenaga, pikiran, dan dana).  Produksi media pendidikan berupa gambar yakni upaya yang dilakukan untuk membuat media (alat bantu) berupa gambar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media gambar termasuk media visual yang berfungsi untuk menyalurkan pesan dari sumber ke penerima pesan, dimana pesan dituangkan melalui lambang atau simbol komunikasi visual. Menurut Arief S. Sadiman(1986) simbol-simbol tersebut harus difahami benar, artinya agar proses penyampaian pesan dapat berhasil dan efisien. Selain fungsi umum tersebut, secara khusus gambar berfungsi pula untuk menarik perhatian, memperjelas sajian ide, mengilustrasikan atau menghiasi fakta yang mungkin akan cepat dilupakan atau diabaikan bila tidak digambarkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media gambar mempunyai jenis yang bermacam-macam, beberapa diantaranya adalah: Media Bagan, Grafik, Diagram, Poster, Karikatur dan Kartun, Media Gambar atau Foto, Media Gambar Sederhana dengan Garis Lingkaran, dan Media Komik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Media Pembelajaran berupa Gambar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Media Bagan (Chart)&lt;br /&gt;Media bagan (chart) adalah suatu media pengajaran yang penyajiannya secara diagramatik dengan menggunakan lambang-lambang visual untuk mendapatkan sejuimlah informasi yang menunjukkan perkembanagan ide, objek, lembaga, orang, keluarga ditinjau dari sudut waktu dan ruang.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Grafik (Graph)&lt;br /&gt;Grafik (Graph) merupakan gambar sederhana yang disusun menurut prinsip matematika dengan menggunakan data berupa angka-angka. Grafik juga mengandung ide, objek, dan hal-hal yang dinyatakan dengan simbol dan disertai dengan keterangan-keterangan secara singkat. Fungsinya adalah untuk menggambarkan data kuantitatif secara teliti menerangkan perkembangan atau perbandingan suatu objek  atau peristiwa yang saling berhubungan secara singkat dan jelas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Media Diagram&lt;br /&gt;Media diagram merupakan susunan garis-garis dan menyerupai peta daripada gambar. Diagram sering juga digunakan untuk meningkatkan letak bagian-bagian sebuah alat atau mesin serta hubungan satu bagian dengan bagian yang lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Poster&lt;br /&gt;Poster merupakan gabungan antara gambar dan tulisan dalam suatu bidang yang memberikan informasi tentang satu ide  atau dua ide pokok, poster hendaknya dibuat dengan gambar dekoratif dan huruf yang jelas. Ciri-ciri poster yang baik yakni : sederhana, menyajikan satu ide, dengan slogan yang ringkas, gambar dan tulisan yang jelas, serta mempunyai komposisi dan variasi yang bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Kariaktur dan Kartun&lt;br /&gt;Karikatur dan kartun merupakan garis yang dicoret dengan spontan yang menekankan kepada hal-hal yang dianggap penting, beda antara poster dan karikatur terletak pada : Karikatur kadang-kadang lebih menggigit dan kritis. Coretan-coretan pada karikatur, misalnya coretan pada wajah manusia yang mirip dengan yang dikarikaturkan memberikan pesan politis. Sedangkan kartun ide utamanya adalah menggugah rasa lucu dan kesan utamanya adalah senyum dan ketawa. Kesan kritis dan humor yang diberikan karikatur dan kartun menyebabakan informasi yang disampaiakan tahan lama dalam ingatan anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Media Gambar/Foto&lt;br /&gt;Foto merupakan media reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi. Foto ini merupakan alat visual yang efektif karena dapat divisualisasikan sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan realistis. Informasi yang disampaikan dapat dimengerti dengan mudah karena hasil yang diragakan lebih mendekati kenyataan melalui foto yang diperlihatkan kepada anak-anak, dan hasil yang diterima oleh anak-anak akan sama.  Foto ini dapat mengatasi ruang dan waktu dimana sesuatu yang terjadi di tempat lain dapat dilihat oleh orang yang berada jauh dari tempat kejadian dalam bentuk setelah kejadian itu berlalu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Beberapa Kelebihan Media Gambar/foto&lt;br /&gt;Media foto/gambar mempunyai beberapa kelebihan antaralain:&lt;br /&gt;1. Lebih konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalah, jika disbanding dengan bahasa verbal.&lt;br /&gt;2. Dapat mengatasi ruang dan waktu.&lt;br /&gt;3. Dapat mengatasi keterbatasan mata.&lt;br /&gt;4. Memperjelas masalah dalam bidang apa saja, dan dapat digunakan untuk semua orang tanpa memandang umur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Kelemahan-kelemahan Media Gambar/Foto, antara lain:&lt;br /&gt;1. Penghayatan tentang materi kurang sempurna, karena media gambar hanya menampilkan persepsi indera mata yang tidak cukup kuat untuk menggerakkan seluruh kepribadian manusia, sehingga materi yang akan dibahas kurang sempurna.&lt;br /&gt;2. Tidak meratannya penggunaan Foto tersebut bagi anak-anak dan kurang efektif dalam penglihatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Jenis-jenis Media Gambar/Foto:&lt;br /&gt; Foto dokumentasi, yaitu gambar yang mempunyai nilai sejarah bagi individu maupun masyarakat.&lt;br /&gt; Foto actual, yaitu gambar yang menjelaskan sesuatu kejadian yang meliputi berbagai aspek kehidupan, misalnya: gempa, topan, dan sebagainya.&lt;br /&gt; Foto pemandangan, yaitu gambar yang melukiskan pemandangan sesuatu daerah/lokasi.&lt;br /&gt; Foto iklan/reklame, yaitu gambar yang digunakan untuk mempengaruhi orang atau masyarakat konsumen.&lt;br /&gt;  Foto simbolis, yaitu gambar yang menggunakan bentuk symbol atau tanda yang mengungkapkan pesan tertentu dan dapat mengungkapkan kehidupan manusia yang mendalam serta gagasan- gagasan atau ide-ide anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7.. Media Gambar Sederhana dengan Garis Lingkaran&lt;br /&gt;Bagi guru yang kurang pandai dapat mempergunakan gambar sederhana dalam menerangkan materi pelajaran hanya dengan membuat garis dan lingkaran (stick figure). Gambar semacam ini digunakan hampir untuk semua tingkat pelajaran atau kecerdasan. Penggunanya tidak saja menarik perhatian dan memperjelas ide atau informasi yang dikemukakan. Gambar yang terdiri dari garis dan lingkaran ini merupakan alat yang ampuh untuk menyingkirkan hambatan buta huruf dan kesukaran bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam membuat gambar dengan garis lingkaran, sebagaimana yang dikemukakan oleh Amir Hamzah Sulaiman (1995:112) sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Gunakan warna gelap untuk garis dan lingkaran supaya kontras dengan kertas sebagai latar belakangnya.&lt;br /&gt;2. Jangan ragu-ragu untuk memulai gambar objek yang dimaksud dan pelajari sambil melakukannya.&lt;br /&gt;3. Gambar-gambar harus besar dan garis-garis harus tebal agak jelas.&lt;br /&gt;4. Tentukan terlebih dahulu bidang gambar, pilihlah di antara dua bidang, bidang yang tegak  dan bidang yang datar.&lt;br /&gt;5. Gunakan satu bidang saja untuk satu objek.&lt;br /&gt;6. Gunakan seluruh bidang dan jangan biarkan sebagian besar bidang ada yang kosong.&lt;br /&gt;7. Ada baiknya membuat sketsa lebih dahulu dengan pensil supaya dapat dihapus jika keliru, kemudian dapat digunakan spidol atau tinta.&lt;br /&gt;Contoh gambar sederhana dengan garis dan lingkar:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;8. Media Komik&lt;br /&gt;Media komik merupakan media yang mempunyai sifat sederhana, jelas, mudah difahami. Oleh sebab itu media komik dapat berfungsi sebagai media yang informatif dan edukatif. Walaupun demikian penggunakan komik sebagai media pengajaran, guru harus hati-hati sebab sering kali lebih bersifat komersil tanpa mempertimbangkan akibat yang ditimbulkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;9. Transparansi&lt;br /&gt;Transparansi merupakan gambar / film besar yang diproyeksikan oleh penyaji (guru) untuk menvisualisasikan konsep, proses, fakta, statistik, kerangka outline, atau ringkasan di depan kelompok kecil atau kelompok besar.&lt;br /&gt;• Teknik pembuatan transparansi dapat digolongkan kedalam:&lt;br /&gt;1.  Teknik pembuatan transparansi langsung secara manual merupakan  cara paling murah dan sederhana, yaitu dengan langsung menggambar (membuat visual dalam format yang diinginkan) diatas lembaran trasparansi dengan spidol khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Teknik tidak langsung adalah memindahkan gambar atau bentuk visual yang sudah ada. Bebrapa cara pembuatan transparansi tidak langsung, yaitu transfer tempel, tranfer Copy, dan transfer Kimiawi..&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keberhasikan penggunaan media berbasis visual ditentukan oleh kualitas dan efektifitas bahan-bahan gambar tersebut. Hal ini hanya dapat dicapai dengan mengatur dan mengorganisasikan gagasan yang timbul, merencanakannya dengan seksama, dan menggunakan teknik-teknik dasar visualisasi objek, konsep, informasi, atau situasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam proses penataan gambar harus memperhatikan prinsip-prinsip desain tertentu yakni: Prinsip kesederhanaan, keterpaduan, penekanan, dan keseimbanagna. serta unsur-unsur visual yang perlu dipertimbangkan ialah bentuk, garis, ruang,tekstur, dan warna.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN, IMPLIKASI DAN SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi media merupakan segala upaya yang dilakukan untuk menciptakan dan mengolah (produksi) media (benda visual maupun non visual) dengan cara mempergunakan segala sumber daya (tenaga, pikiran, dan dana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media gambar mempunyai jenis yang bermacam-macam, beberapa diantaranya adalah: Media Bagan, Grafik, Diagram, Poster, Karikatur dan Kartun, Media Gambar atau Foto, Media Gambar Sederhana dengan Garis Lingkaran, dan Media Komik. Berbagai media tersebut perlu dipelajari dan dikuasai oleh guru ataupun calon guru, sehingga mereka dapat menyampaikan materi pelajaran kepada para siswa secara baik berdaya guna dan dapat dengan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. IMPLIKASI&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan mempelajari ilmu tentang produksi media gambar (non elektronik)  banyak sekali pengetahuan yang dapat kita peroleh. Dari situlah kita dapat lebih mengetahui tentang apasaja media gambar, bagaimana teknik pembuatannya, serta pemanfaatannya di dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai guru ataupun calon guru, hendaknya kita harus menguasai dan dapat mengoptimalisasikan secara maksimal media pembelajaran sehingga kita dapat menyampaikan materi pelajaran kepada para siswa secara baik berdaya guna dan dapat dengan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsyad Azhar. 1997. Media Pengajaran. PT Grafindo Persada. Jakarta&lt;br /&gt;Sadiman. S Arif dkk.2009.Media Pendidikan.Rajawali Pres.Jakarta&lt;br /&gt;Usman,M.Basyiruddin,Asnawir.2002.Media Pembelajaran.Ciputat Pers.Jakarta&lt;br /&gt;http://ismetimoet.blogspot.com/2009/09/produksi-media-media-pembelajaran.html&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-2524401213883164919?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/EqP7WUpw9DM" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-11T00:35:40.816-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">42</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/05/produksi-media-pendidikan-berupa-gambar_11.html</feedburner:origLink></item><item><title>Produksi Media Pendidikan Berupa Gambar (B)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/mKggBc_1wX0/produksi-media-pendidikan-berupa-gambar.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 11 May 2011 00:28:04 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-250382920173839605</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PRODUKSI MEDIA PENDIDIKAN BERUPA GAMBAR (NON ELEKTRONIK)&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok VII (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Aryn Roveana Rohmah, Dewi indriyani, Muhammad Imron, Husnul Khotimah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Produksi media merupakan cara untuk membuat dan menghasilkan media terutama yang ditekankan disini adalah pembuatan media pendidikan. Dapat digaris bawahi cara disini untuk menciptakan media terutama media elektronik bukan membuat alatnya tetapi membuat apa yang akan ditampilkan di dalam alat tersebut. Media dapat dibagi menjadi beberapa jenis seperti media visual, audio visual, media cetak, elektronik, media 2 dimensi dan media 4 dimensi. Tidak semua media dapat ditampilkan di dalam makalah ini tetapi  hanya ”Produksi Media Pendidikan Berupa  Gambar” yang akan dibahas dalam makalah ini.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Media dapat dibagi menjadi beberapa jenis, seperti: media visual (yang dapat di lihat), audio visual (yang dapat di nikmati melalui pendengaran dan penglihatan), media cetak (koran, majalah dan sebagainya), elektronik (HP, kamera, dan sebagainya), media 2 dimensi dan media 4 dimensi. (seperti gambar-gambar, patung dan sebagainya) Pembahasan lebih lanjut akan di jelaskan pada pembahasan II tentang Produksi Media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;PRODUKSI MEDIA PENDIDIKAN BERUPA GAMBAR (NON ELEKTRONIK)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Pengertian produksi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi media merupakan segala upaya yang dilakukan untuk menciptakan dan mengolah (produksi) media (benda visual maupun non visual) dengan cara mempergunakan segala sumber daya (tenaga, pikiran, dan dana). Berikut ini adalah upaya-upaya yang dilakukan untuk memproduksi media terutama media yang berkaitan dengan dunia pendidikan. Dalam makalah ini akan membahas produksi media pendidikan yaitu media yang berupa gambar atau  non elektronik.  Gambar-gambar dapat dikumpulkan dari berbagai sumber seperti kalender, majalah, surat kabar, pamplet dari biro perjalanan dan sebagainya. Gambar-gambar harus dikumpulkan dalam map menurut kategori tertentu agar mudah dicari kembali bila diprlukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Produksi Media pendidikan berupa Gambar (Non Elektronik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Media gambar cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memproduksi media gambar ada beberapa cara dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling modern. Untuk memproduksi media gambar yang paling sederhana misalnya kita ingin membuat gambar tentang rambu-rambu lalulintas, membuatnya cukup dengan karton pinsil dan gunting caranya dengan membentuk gambar rambu-rambu lalulintas lalu digunting. Untuk cara yang semi modern kita dapat mensablon gambar tentu saja kita harus datang ke tempat penyablonan karena butuh alat khusus dan keahlian untuk menyablon. Untuk cara yang paling modern kita dapat mempergunakan kamera digital yang memiliki relsolusi Pixel yang tinggi untuk memotret gambar-gambar yang ingin dijadikan media, kita transfer data ke komputer lalu kita edit sesuai dengan keinginan kita selanjutnya dicetak, atau dengan men scaner yaitu dengan memasukan gambar yang ingin dijadikan media ke alat scan lalu kita transfer ke komputer yang selanjutnya di edit dan di cetak. Atau cara yang paling efektif yaitu mengumpulkan gambar-gambar yang dapat dijadikan media pengajaran dari berbagai majalah, koran dan lain-lain lalu dibuat kliping. Sebenarnya untuk media gambar di zaman sekarang ini tidak susah untuk diperoleh sekarang banyak dijual gambar-gambar yang dapat digunakan sebagai media pendidikan kalau tidak ada yang menjual kita juga dapat mencari ke internet. Cara yang dikemukakan diatas bisa juga untuk memproduksi media seperti gambar grafik, diagram, bagan dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Media gambar/foto&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto merupakan media reproduksi bentuk asli dalam dua dimensi foto ini merupakan alat visual Yang efektif karena dapat divisualisasikan sesuatu yang akan dijelaskan dengan lebih konkrit dan realistis. Informasi yang disampaikan dapat dimengerti dengan mudah karena hasil yang diragakan lebih mendekati kenyataan melalui foto yang diperlihatkan kepada anak-anak,  dan hasil yang diterima anak-anak akan sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Foto ini dapat mengatasi ruang dan waktu. Sesuatu yang terjadi di tempat yang lain dapat dilihat dari orang yang berda jauh dari tempat kejadian dalam bentuk setelah kejadian itu berlalu.&lt;br /&gt;Beberapa alasan penggunaan foto sebagai media pengajaran  sebagi berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Bersifat konkrit, para siswa akan dapat melihat dengan jelas sesuatu yang  sedang     dibicarakan atau didiskusikan.&lt;br /&gt;2. Dapat mengatasi batas waktu dan ruang, melalui gambar dapat diperlihatkan kepada siswa foto-foto benda yang jauh atau yang terjadi beberapa waktu yang lalu.&lt;br /&gt;3. Dapat mengatasi kekurangan daya mampu panca indra manusia. Misalnya benda-benda kecil yang tak dapat dilihat dengan mata dan diperbesar hingga dapat dilihat dengan jelas.&lt;br /&gt;4. Dapat digunakan duntuk menjelaskan suatu masalah.&lt;br /&gt;5. Mudah didapat dan murah biayanya, karana dia mengadung nilai ekonomis dan meringankan beban sekolah yang butgetnya terbatas.&lt;br /&gt;6. Mudah digunakkan baik untui perorangan mauppun perkelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam memilih gambar yang baik perlu diperhatikan hal-hal sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Keaslian gambar, sumeber yang digunakan hendaklah  menunjukkan keaslian atas situasi yang sederhana. Hendaklah dihindarkan menggunakan gambar ynag palsu.&lt;br /&gt;2. Kesedarhanaan, terutama dalam menentukan warna akan menimbulkan kesan tertentu, mempunyai nilai estetis secara murni dna mengandung nilai praktis.&lt;br /&gt;3. Bentuk item, diusahakan agar anak memperoleh tanggapan yang tepat tentang objek-objek  dalam gambar, misalnya gambar dalam majalah, surat kabar dan sebagainya.&lt;br /&gt;4. Gambar yang digunakan hendaklah menunjukkan hal yang sedang dibicarakan  atau yang sedang dilakukukan.&lt;br /&gt;5. Harus diperhatikan nilai fitografinya.&lt;br /&gt;6. Segi artistik diperhatikan penggunaannya harus disesuaikan dengan tujuan yang ingin dicapai sumber yang bagus belum tentu efektif  mungkin anak_anak lebih tertarik pada gambar-gambar yang kelihatannya tidak bagus misalnya lapangan yang luas, batu-batu karang dan sebagainya.&lt;br /&gt;7. Gambar harus cukup populer, dimana gambar tersebut telah cukup dikenal oleh anak-anak  secara sebagian atau keseluruhannya.&lt;br /&gt;8. Gambar harus dinamis yaitu menunjukkan aktivitas tertentu. Misalnya pelari membawa obor atau orang yang sedang bekerja keras.&lt;br /&gt;9. Gambar harus membawa pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa kelebihan media gambar/foto&lt;br /&gt;1. Lebih konkrit dan lebih realistis dalam memunculkan pokok masalahjika dibandingkan dengan bahsa verbal.&lt;br /&gt;2. Dapat mengatasi ruang dan waktu.&lt;br /&gt;3. Dapat mengatsi keterbatasan mata.&lt;br /&gt;4. Memperjelas masalah dalam bidnag apa saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa Kelemahan Media Gambar/Foto.&lt;br /&gt;1. Kelebihan dan penjelasan guru dapat menyebabkan timbulnya penafsiran yang berbeda sesuai dengan pengetahuan masing-masing anak terhadap hal yang dijelaskan.&lt;br /&gt;2. Penghayatan tetang materi kurang sempurna karena media gambar hanya menampilkan persepsi indra mata yang tidak cukup kuat untuk menggerakan seluruh kepribadian manusia sehingga materi yang dibahas kurang sempurna.&lt;br /&gt;3. Tidak meratanya penggunaan foto tersebut bagi anak-anak dan kurang efektif dalam pengliahtan karena anak yang didepan lebih sempuarna mengamati foto tersebut dibanding yang belakang semakin kabur.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jenis-Jenis Media Gambar/Foto&lt;br /&gt;1. Foto Dokumentasi, yaitu gambar yang mempunyai nilai sejarah bagi individu maupun masyarakat.&lt;br /&gt;2. Foto Aktual, yaitu gambar yang menjelaskan suatu kejadian yang meliputi berbagai aspek kehidupan misalnya gempa, topan dan sebagainya.&lt;br /&gt;3. Foto pemandanga, yaitu gambar yang melukiskan pemandangan suatu daerah atau lokasi.&lt;br /&gt;4. Foto Iklan/Reklama, yaitu gambar yang digunakan untuk mempengaruhi orang atau masyarakat konsumen.&lt;br /&gt;5. Foto Simbolis, yaitu gambar yang menggunakan bentuk simbol atau tanda yang mengungkapkan pesan tetentu yang dapat mengungkapkan  kehidupan manusia yang mendalam serta gagasan-gagasan atau ide-ide anak didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Media Gambar Sederhana Dengan Garis Lingkaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bagi guru yang kurang pandai menggambar dapat mempergunakan gambar sederhana dalam menerangkan materi pelajaran hanya dengan membuat garis dan lingkaran (stick figure). Ganbar semacam ini digunakan hampir untuk semua tingkat pelajaran atau kecerdasan. Penggunaannya tidak saja menarik tetapi juga dapat mengikat perhatian dan memperjelas ide atau informasi yang dikemukakan. Gambar yang terdiri dari garis dan lingkaran ini merupakan alat yang ampuh untuk menyingkirkan hambatan  buta huruf dan kesukaran bahasa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa hal yang harus diperhatiksan dalam membuat gambar dengan garis lingkaran, sebagaimana yang dikemukakan oleh amir hamzah sulaiman (1995:112) sebagai berikut:&lt;br /&gt;a. Gunakan warna yang gelap untuk garis dan lingkaran upaya kontras dengan kertas sebagai latar belakangnya.&lt;br /&gt;b. Jangan ragu-ragu untuk memulai gambar objek yang dimaksud dan pelajari sambil melakukannya.&lt;br /&gt;c. Gambar-gambar harus besar dan gari-garis harus tebal agar jelas.&lt;br /&gt;d. Tentukan terlebih dahulu bidang gambar, pilihlah diantara dua bidang, bidan yang tegak dan bidang yang datar.&lt;br /&gt;e. Gunakna satu bidang  saja untuk satu objek.&lt;br /&gt;f. Gunakka seluruh bidang dan jangan biarkan sebagiann besar bidang ada ayang kosong.&lt;br /&gt;g. Ada baiknya membuat sketsa  lebih dahulu dengan pensil supaya dapat dihapus jika keliru kemudian dapat digunakan spidol atau tinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Grafik Peta Dan Globe&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Geografi dalam pelajaran sejarah aka pincang tanpa peta. Macam-macam peta harus disediakan tentang tiap bagian dunia juga peta ekonomi, penduduk dan sebagainya. Grafik peta disebut juga kartogram, yang melukiskan keadaan hubungan dengan tempat kejadiannya. Namun secara khusus peta dan globe tersebut memberikan informasi tentang:&lt;br /&gt;• Keadaan permukaan bumi, dataran rendah, sungai-sungai, gunung-gunung, dan serta perairan lainnya.&lt;br /&gt;• Tempat-tempat serta arah dan jarak dengan tempat lain, data budaya dan kemasyarakatan misalnya populasi atau pola bahasa atau adat istiadat.&lt;br /&gt;• Data ekonomi, seperti hasil pertanian, industri atau perdagangan inter nasional.&lt;br /&gt;Manfaat dan kelebihan grafik peta dan globe ini adalah:&lt;br /&gt;1. Memungkinkan siswa mengerti posisi dan kesatuan politik, perbedaan ras, budaya antar bangsa, benua, pulau dan lain-lain.&lt;br /&gt;2. merangsang minat siswa untuk mengetahui tentang penduduk dan pengaruh-pengaruh geografis, dan alin sebaginya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;5. Poster&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poster merupakan gabungan antara gambar dan tulisan dalam satu bidang yang memberikan informasi tentang satu atau dua ide pokok, poster hendaknya dibuat dengan gambar dekoratif dan huruf yang jelas.&lt;br /&gt;Ciri-ciri poster yang baik adalah:&lt;br /&gt;1. Sederhana;&lt;br /&gt;2. Menyajikan satu ide;&lt;br /&gt;3. Denga selogan yang ringkas;&lt;br /&gt;4. Gambar dan tulisan yang jelas, dan&lt;br /&gt;5. Mempunyai komposisi dan variasi yang  bagus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Poster yang baik dapat merangsang orang untuk membeli suatu barang, merangsang untuk menggunakan jasa angkutan tertentu, seperti yang dilakukan oleh bebrp perusahaan penerbangan dan perusahaan-perusahaan lainnya. Dapat pula Poster itu mendorong oramg untuk mengunjungi suatu tempat seperti yang dilakukan oleh biro jasa pariwisata. Tidak kalah pentingnya poster itu digunakan untuk penerangan dan penyuluhan serta untuk menyebarluaskan program pemerintah. Poster dapat pula sebagai alat yang efektif bagi para kontestan pemilu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;6. Papan Tulis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alat pengajaran  sangat  populer  digunakan oleh sekolah yang tradisional maupun modern dan dapat dikombinasikan dengan alat pengajaran lainnya seperti radio, TV. Alat ibi dimanfaatkan dalam tiap metode pengajaran. Papan tulis dapat dipakai untuk tulisan, membuat gambar, grafik, diagram, peta, dan sebaginya dengan kapur yang putih maupun yang berwarna.&lt;br /&gt;Setiap guru harus pandai menulis dan menggambar di papan tulis. Papan tulis harus dibersihkan sebelum digunakan, seperti membersihkan piring dari sisa-sisa makanan sebelum digunakan untuk hidangan baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;7. Media Bagan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media bagan adalah suatu media pelajaran yang penyajiannya secar diagramatik dengan menggunakan lamabang visual, untuk mendapatkan sejumlah informasi yang menunjukkan perkembangan ide, objek, lembaga, orang, keluarga ditinjau dari sudut waktu dan ruang.&lt;br /&gt;Ada beberapa jenis bagan diantaranya bagan organisasi. Bagan organisasi ini adalah suatu bagan yang menggambarkan susunan suatu organisasi. Bagan semacam ini dihubungkan oleh garis-garis, dan masing-masing garis mempunyai arti tertentu. Seperti contoh bagan pada gambar  berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Produksi media merupakan cara untuk membuat dan menghasilkan media terutama media pendidikan. Produksi media adalah segala upaya yang dilakukan untuk menciptakan dan menghasilkan (memproduksi) media (benda visual maupun non visual) dengan cara mempergunakan segala sumber daya (tenaga, pikiran, dan dana).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Untuk memproduksi media gambar ada beberapa cara dari yang paling sederhana sampai dengan yang paling modern. adapun media-media  berupa gambar yang dapat digunakan untuk pembelajaran, adalah media gambar/foto, media gambar sederhana dengan garis lingkaran, Media gambar sederhana dengan garis lingkaran, Grafik Peta Dan Globe, Poster, Papan Tulis, dan Media Bagan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://ismetimoet.blogspot.com/2009/09/produksi-media-media-pembelajaran.html&lt;br /&gt;Nasution, M.A, teknologi pendidikan,Bumi Aksara, Jakarta, 1994&lt;br /&gt;Asnawir, Usman Basyiruddin, Media Pembelajaran, Ciputat Pers, Jakarta Selatan, 2002&lt;br /&gt;Sadiman  Arif, M.Sc.2, Media Pendidikan, PT Rajagrafindo persad, Jakarta, 1986&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-250382920173839605?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/mKggBc_1wX0" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-11T00:28:04.743-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">28</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/05/produksi-media-pendidikan-berupa-gambar.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pembagian dan Macam-macam Media... (A)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/krC8hlQ7a5k/pembagian-dan-macam-macam-media.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 04 May 2011 18:52:42 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-1670504849023464042</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBAGIAN DAN MACAM-MACAM MEDIA PENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok VI (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas A&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ahmad Saifudin, Eva Yulianti, Lia Puspita Sari, Siti Zulfatu Fitria&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Belajar adalah suatu proses yang kompleks yang terjadi pada diri setiap orang sepanjang hidupnya. Proses belajar itu terjadi karena adanya interaksi antar seseorang dengan lingkungannya. Oleh karena itu, belajar dapat terjadi kapan saja. Salah satu pertanda bahwa seseorang itu telah belajar adalah adanya perubahan tingkah laku pada diri orang itu yang mungkin disebabkan oleh terjadinya perubahan pada tingkat pengetahuan, keterampilan atau sikapnya.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; Pembelajaran merupakan komponen intruksional yang meliputi pesan, orang, dan peralatan. Dalam perkembangannyamedia pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Teknologi yang paling tua yang di manfaatkan dalam proses belajar adalah percetakan yang bekerja atas dasar prinsip mekanis. Kemudian lahir teknologi audio-visual yang menggabungkanpenemuan mekanis dan elektronis untuk tujuan pembelajaran. Berdasarkan perkaembangan teknologi tersebut, media pembelajaran dapat dikelompokkan kedalam empat kelompok, yaitu media hasil teknologi cetak, media hasil teknologi audio- visual, media hasil teknologi yang berdasarkan komputer, dan media hasil gabungan teknologi cetak dan komputer.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;PEMBAGIAN DAN MACAM-MACAM MEDIA PENDIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pengertian media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata media berasal dari bahasa latin medius yang secara harfiah berarti ‘tengah’, ‘perantara’ atau ‘pengantar’. Dalam bahasa arab, media adalah perantara (wasaail) atau pengantar pesan dari pengirim kepada penerima pesan. Menurut gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan sisiwa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu bringgs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang siswa untuk belajar. Seperti, buku, film, kaset.&lt;br /&gt;Dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Pembagian media pendidikan&lt;br /&gt;• Dilihat dari jenisnya, media terbagi menjadi:&lt;br /&gt;• Media auditif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media yang hanya mengandalkan suara saja seperti radio, dan kaset rekoorder. Media ini tidak cocokuntuk orang tuli atau mempunyai kelainan pendengaran.&lt;br /&gt;• Media visual&lt;br /&gt;Media yang hanya mengandalkanindera penglihatan. Media ini ada yang menampilkan gambar diam seperti film strip, slides, foto,gambar atau likisan, dan cetakan. Ada pula yang menampilkan gambar atau simbol yang bergerak seperti film bisu, dan film kartun.&lt;br /&gt;• Media audio visual&lt;br /&gt;Media yang mempunyai unsur suara dan unsur gambar.jenis media ini mempunyai kemampuan yang lebih baik karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua.&lt;br /&gt;Media ini dibagi dalam:&lt;br /&gt;• Audio visual murni yaitu baik unsur suara maupun unsur gambar berasal dari satu sumber seperti video kaset.&lt;br /&gt;• Audio visual tidak murni yaitu unsur suara dan unsur gambarnyaberasal dari sumber yang berbeda. Misalnya film bingkai suara yang unsur gambarnya berasal dari slides proyektor dan unsur suaranya berasal dari tape recorder.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dilihat dari daya liputnya, media terbagi menjadi:&lt;br /&gt;• Media dengan daya liput luas dan serentak&lt;br /&gt;Penggunaan media ini tidk terbatas oleh tempatdan ruang serta dapat menjangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama. Seperti radio dan televisi serta internet.&lt;br /&gt;• Media dengan daya liput terbatas oleh ruang dan tempat.&lt;br /&gt;Media ini dalam penggunaannya membutuhkan ruang dan tempat yang khusus seperti ruang sound slides film rangkai, yang harus menggunakan tempat tertutup dan gelap.&lt;br /&gt;• Media untuk pembelajaran individual.&lt;br /&gt;Media ini penggunaannya hanya untuk seorang diri. Termasuk media ini adalah modul berprogram dan pengajaran melalui komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Dilihat dari bahan-bahannya, media terbagi menjadi:&lt;br /&gt;• Media sederhana&lt;br /&gt;Media ini bahan dasarnya mudah diperoleh dan harganya murah, cara pembuatannya mudah, dan penggunaannya tidak sulit.&lt;br /&gt;• Media kompleks&lt;br /&gt;Media ini adalah media yang bahan dasarnya kompleks sulit di dapat serta mhal harganya, sulit membuatnya, dan penggunaannya memerlukan keterampilan yang memadai.&lt;br /&gt;• Macam-macam media pendidikan.&lt;br /&gt; Berdasarkan perkembangan teknologi, media pendidikan dapat dikelompokkan kedalam empat kelompok:&lt;br /&gt;• Teknologi cetak&lt;br /&gt;Adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi, seperti buku dan materi visual statis terutama melalui proses pencetakan mekanis atau fotografis. Kelompok media hasil teknologi cetak meliputi teks, grafik, foto atau representasi fotografik dan reproduksi. Materi cetak dan visual merupakan dasar pengembangan dan penggunaan kebanyakan materi pembelajaran lainnya. Teknologi ini menghasilkan materidalam bentuk salinan tercetak. Dua komponen pokok teknologi ini adalah materi teks verbal dan materi visual yang dikembangkan berdasarkan teori yang berkaitan dengan[ersepsi visual, membaca, memproses informasi, dan teori belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Teknologi audio-visual&lt;br /&gt;Adalah cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan mesin-mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Pengajaran melalui audio-visual jelas bercirikan pemakaian perangkat keras  selama proses belajar, seperti mesin proyektor film, tape recorder, dan proyektor visual yang lebar. jadi, pengajaran melalui audi-visual adalah produksi dan penggunaan materi yang penyerapannya melalui pandangan dan pendengaran serta tidakseluruhnya tergantung kepada pemahaman kata atau simbol-simbol yang serupa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Teknologi berbasis komputer&lt;br /&gt;Merupakan cara menghasilkan atau menyampaikan materi dengan mengguanakan sumber-sumber yang berbasis mikro-prosesor. Perbedaan antara media yang dihasilkan oleh teknologi berbasis komputer dengan yang dihasilkan dari dua teknologi lainnya adalah karena informasi/ materi disimpan dalam bentuk digital, bukan dalam bentuk cetakan atau visual. Pada dasarnya teknologi berbasis komputer menggunakan layar kaca untuk menyajikan informasi kepada sisiwa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Teknologi gabungan&lt;br /&gt;Adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungkan pemakaian beberapa bentuk media yang dikendalikan oleh komputer.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dari pembahasan di atas dapat diketahui bahwa macam-macam media pembelajaran jumlahnya sangat banyak. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pembelajaran dikelompokkan ke dalam empat kelompok, yaitu:&lt;br /&gt;• Media hasil teknologi cetak&lt;br /&gt;• Media hasil teknologi audio-visual&lt;br /&gt;• Media hasil teknologi yang berdasarkan komputer&lt;br /&gt;• Media hasil gabungan teknologi cetak dan teknologi komputer.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari jenisnya, media terbagi menjadi:&lt;br /&gt;• Media auditif&lt;br /&gt;• Media visual&lt;br /&gt;• Media audio visual&lt;br /&gt;• Audio visual murni&lt;br /&gt;• Audio visual tidak murni&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Dilihat dari daya liputnya, media terbagi menjadi:&lt;br /&gt;• Media dengan daya liput luas dan serantak&lt;br /&gt;• Media dengan daya liput terbats oleh ruang dan tempat&lt;br /&gt;• Media untuk pembelajaran individual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dilihat dari bahan-bahannya, media terbagi menjadi:&lt;br /&gt;• Media sederhana&lt;br /&gt;• Media kompleks&lt;br /&gt; &lt;br /&gt; Media sebenarnya akan sangat membantu dalam mewujudkan tujuan pendidikan meskipun banyak kekurangan yang ada didalamnya. Maka diharapkan kekreatifitasan guru dalam memilih media mana yang lebih cocok untuk diterapkan dalam kelas. Dalam hal ini yang harus diperhatikan adalah materi yang akan disampaikan, situasi kelas sarana dan prasarana.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;• Arsyad, Azhar. Prof. Dr. M.A. 2010. Media Pembelajaran. Rajawali Pers: Bandung.&lt;br /&gt;• Sadiman, Arief S.dkk. 2009. Media Pendidikan. Rajawali Pers: Jakarta.&lt;br /&gt;• http://rumahmakalah.Wordprees.Com/2008/11/07/macam-macam-media-pembelajaranz-karakteristikz-serta-kelebihan dan kekurangan/&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-1670504849023464042?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/krC8hlQ7a5k" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-04T18:52:42.698-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">31</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/05/pembagian-dan-macam-macam-media.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pembagian dan Macam-macam Media... (B)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/-NIoy2Sze7w/pembagian-dan-macam-macam-media-b.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 04 May 2011 18:46:17 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-2439421033276745723</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PEMBAGIAN DAN MACAM-MACAM MEDIA PENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok VI (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Umdatu Almaziyah, Ali Mustofa, Mirna Yunita, Evi Yulia&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt; Belajar Mengajar adalah suatu yang bernilai Edukatif. Nilai Idukatif, mewarnai  interaksi yang terjadi antara guru dengan peserta didik. Interaksi yang bernilai idukatif di karnakan kegiatan belajar mengajar di Arahkan untuk mencapai tujuan tertentu yang telah di lluruskan sebelum Peajaran di lakukan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Harapan yang tidak pernah sirna adalah, bagaimamna bahan materi yang di sampaikan guru dapat di kuasai secara tuntas  oleh anak didik. Untuk menunjang dan mempermudah sisten pembelajaran maka, ilmu pengetahuan dan teknologi berperan cukup penting dalam pembelajaran karena  dengan adanya teknologi dan macam media pembelajar akn mempemuda peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Maka dalam kesempatan kali ini makala kami membahas Pembagian Media dan Macam-macam Media apa saja yang dapat di gunakan dalam proses pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. PEMBAGIAN MEDIA PEMBELAJARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media pembelajaran merupakan komponen instruksional yang meliputi pesan, orang,dan peralatan.Menurut Saiful bahri jamarah dan aswan jai, media merupakan wahana penyalur informasi belajar atau informasi pesan.  Dalam perkermbanganya media pembelajaran mengikuti perkembangan teknologi. Berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, mrdia pembelajaran di kelompokan ke dalam empat bagian, yaitu:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Media hasil teknologi cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi cetak adalah cara untuk menghasilkan atau menyampaikan materi seperti buku dan materi visual statis terutama melaloto, atau  proses percetakan mekanisme atau potogrefis kelompok media hasil teknologi cetak antara laen teks, grafik, refresentasi  fotografik. Karateristik media hasil cetak:&lt;br /&gt;A. Teks di baca secara linier&lt;br /&gt;B. Menampilkan komonikasi secara satu arah dan reseptif&lt;br /&gt;C. Di tampilkan secarastatis atau diam&lt;br /&gt;D. Pengembanganya sangat tergantung kepada prinsi- prinsip pembahasan&lt;br /&gt;E. Beorentasi atu berpusat pada peserta didik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Media hasil teknologi audio-visual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi audio visual cara menyampaik materi ini dengan menggunakan mesi- mesin mekanis dan elektronik untuk menyajikan pesan-pesan Audio-visual . penyajian pengajaran secara audio-visual jelas bercirikan dengan perangkat perangkat  keras selamam proses pembelajaran seperti mesin proyektor film,tip-recorder,Proyektor vIsual yang lebar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Media hasil teknologi yang berdasarkan computer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi berbasis computer merupakan cara yang mrnghasilkan atau menyampaikan materi dengan menggunakan dengan sumber-sumber yang berbasis micro-prosesor bebagai aplikasi teknologi bebasisi computer dalam permbelajaran umumnya di kenal dengan computer assisted instruction. Aplikasi tersebut apabila di lihat dari cara penyajian dan tujuan yang ingin di capai meliputi tutorial, penyajian materi secara bertahap, drill and practice  latihan untuk membantu peserta didik menguasai materi yang telah di pelajari sebelumnya, permainan dan simulasi(pelatihan untuk mengaplikasiakn pengatahuan dan ketrampilan yang baru di pelajari dan sumber yang dapat membantu siswa  menambah informasi dan ilmu pengetahuan sesuai dengan keinginan masing-masing.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karateristik media hasil teknologi yang berdasarkan computer:&lt;br /&gt;A. Dapat di gunakan secara  acak, non-sekuensial atau secara liniear&lt;br /&gt;B. Dapat di gunakan  sesuai keinginan siswa atau perancang&lt;br /&gt;C. Gagasn di sajikan dalam gaya sbstrak dengan symbol dan grafik&lt;br /&gt;D. Prinsip-prinsip ilmu kognitif untuk mengembangkan media ini&lt;br /&gt;E. Berorentasi pad siswa dan melibatkan ineraktivitas siswa yang tinggi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Media hasil gabungan teknologi cetak dan teknologi computer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi gabungan adalah cara untuk menghasilkan dan menyampaikan materi yang menggabungakan pemakaiyan bberapa bentuk media  yang di kendalikan computer. Computer yang memiliki kemampuan yang hebat seperti jumlah random akses memory yang  besar , hardisk yang besar, dan monitor yang beresolusi tinggi di tambah dengan parallel(alat-alat tambahan) seperti video diksplayer, persngkst keras untuk bergabung dalam suatu jaringan dan system audio .&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karakteristik teknologi gabungan :&lt;br /&gt;A. Dapat di gunakan secara acak,skuensial, dan linear&lt;br /&gt;B. Dapat di gunakan sesuai keinginan sisiwa, bukan saja dengan di rencanakan dan di inginkan oleh peramncangnya&lt;br /&gt;C. Gagasan di sajikan secara realistic sesui dengan pengalaman siswa, menurut apa yang relevan dengan siswa dan di bawah pengendalian siswa&lt;br /&gt;D. Prinsi ilmu kognitif dan konstntruktifisme di tetapkan dalam pengembangan dan penggunan pembelajaran.&lt;br /&gt;E. Pembelajaran di tata dan terpusat pad lingkup kognitif sehingga ilmu pengetahuan di kuasai jika pengetahuan itu di gunakan.&lt;br /&gt;F. Bahan- bahan pelajaran melibtkan interaktif siswa&lt;br /&gt;G. Bahan –bahan pelajaran  memadukan kata dan visual dari berbagai sumber  selain pembagian itu, ada lagi pembagian media pembelajaran menueut jenis, daya liput,dan bahanya,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;II.    MACAM-MACAM MEDIA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media  yang telah  di kenal dewasa ini tidak hanya terdiri dari dua jenis, tetapi sudah lebih dari itu.Klasifikasinya bisa di lihat dari jeninya, Daya liputnya, dan dari bahan serta cara pembuatanya. Semua ini akan di jelaskan pada pembahasna berikut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Di lihat dari jenisnya Media di bagi dalam&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Media Auditif&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Auditif adalah Media yang hanya mengandalkan kemampuan suara saja seperti radio, cassette recorder, piringan hitam.media ini  tidak cocok untuk orang tuli atau mempunyai kelainan dalm pendengaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Media Visual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Visual adalah Media yang hanya mengandalkan indra penglihatan. Media Visual ini anda yang menampilkan yang menampilkan gambar diam seperti strip(film rangkai), slides (flm bingkai)Foto, gambar atau lukisan dan cetakan. Ada pula Media Visual yangmenampilkan Gambar tau Simbol yang bergerak seperti film bisu dan film kartun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Media Audiovisual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media Audiovisual adalah Media yang mempunyai unsure suara dan unsure gambar. Jenis media ini mempunyai kemampuan  yang lebih baik, karena meliputi kedua jenis media yang pertama dan kedua. Media ini di bagi lagi ke dalam:&lt;br /&gt;1. Audiovisual diam, yaitu yang Media yang menampilkan suara dan gmabar diam     seperti bingkai suara (Saund slides),flm rangkai suara, dan cetak suara.&lt;br /&gt;2. Audiovisual Gerak yaitu,Media yang dapat menampilkan unsure suara dan gambar  yang bergerak seperti flm suara dan video cassette.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pembagian lain dari media ini adalah&lt;br /&gt;a.  Adiovisual murni,yaitu  baek unsure suara maupun unsure gambar berasal dari satu sumber seperti flm, video –cassstte&lt;br /&gt;b.  Audiovisual tidak murni adalah  yang unsur suara dan  unsure gambarnya, berasal dari sumber yang berbeda, misalnya film bingkai suara yang unsure gambar bersumber dari  tape recorder. Contoh lainya adalah film strip suara dan cetak suara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Di Lihat Dari Daya Liputannya, Media Dalam :&lt;br /&gt;a.   Media  dengan daya liput  luas  dan serentak&lt;br /&gt;Penggunaan  tidak terbatas oleh tempat serta dapat mejangkau jumlah anak didik yang banyak dalam waktu yang sama, contoh: radio televise.&lt;br /&gt;b.   Media dalam daya liput yang terbatas oleh luang dan tempat&lt;br /&gt;Media ini, yang penggunanya,, yang membutuhkan luang dan tempat yang kusus seperti film, soundslide, film rangkai, yang harus menggunakan tempat yang tertutup dan gelap.&lt;br /&gt;c.   Media untuk  pembelajaran individual&lt;br /&gt;Media ini penggunanya  hanya untuk seorang diri. Media ini adalah modul berprogram melalui computer,&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Di Lihat Dari Bahan Pembuatanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media  di bagi menjadi:&lt;br /&gt;a. Media sederhana Media ini bahan dasarnya mudah di peroleh dan hargany murah, cara pembuatanya mudah, dan penggunanya tidak sulit.&lt;br /&gt;b. Media kompleks media ini adalah  media dan alat pembuatanya sulit di peroleh mahal harganya, sulit membuatnya dan penggunya mememrlukan ketrampilan, yang  Media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di lihat dari jenis-jenis Karakteristik media  sebagai mana di sebutkan  di atas,kiranya patut menjadi perhatian dan pertimbangan,,  bagi guru ketika akan memilih dan mempergunakan media dalam penggajaran. Karakteristik media yang mana yang di anggap tepat untuk menunjang pencapaian tujuan pengngajaran, itulah media yang seharusnya di capai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan di atas dapat di ketahui bahwa macam-macan media pembelajaran jumlahnya sangat banyak, berdasarkan perkembangan teknologi tersebut, media pembelajaran di kelompokan dakllam 4 kelompok yaitu :&lt;br /&gt;A. Media hasil teknologi cetak&lt;br /&gt;B. Media hasil teknologi  audio visual&lt;br /&gt;C.  Media hasil teknologi yang berdasarkan computer&lt;br /&gt;D. Media hasil gabunggan teknolgi cetak dan teknologi computer&lt;br /&gt;Di lihat dari jenisnya Media terbagi menjadi&lt;br /&gt;A. Media auditif&lt;br /&gt;B. Media visual&lt;br /&gt;C. Media audiovisual:&lt;br /&gt; (1)Audio visual murni&lt;br /&gt; (2) Audiovisual tidak murni&lt;br /&gt;DI lihat dari daya lilputnya,media terbagi menjadi&lt;br /&gt;A. Media dengan dya liput luas dan serentak&lt;br /&gt;B. Media dengan day liput terbatasa oleh ruang dn tempat&lt;br /&gt;C. Media untuk pembelajaran individual&lt;br /&gt;Di lihat dri bahan-bahanya media terbagi menjadi&lt;br /&gt;A. Media sederhana&lt;br /&gt;B. Media kompleks&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media sebenanya akan sangat membantu dalam mewujudkan tujuan pendidikan meskkipun bnyak kekurangan   yang ada di dalamnya. Maka di harapakan kekreatifitasan guru dalam memiih media mana yang lebih cocok untk di terapakan dalam kelas. Dalam hal ini yang harus di perhatiakan dallah materi yang akan di sampaikan, situasi kelas dan srana prasarana.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-2439421033276745723?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/-NIoy2Sze7w" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-04T18:46:17.589-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">23</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/05/pembagian-dan-macam-macam-media-b.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kriteria Penggunaan Media Pendidikan (A)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/nSWCJEGVb-c/kriteria-penggunaan-media-pendidikan.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 04 May 2011 18:10:38 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-5719745329420615697</guid><description>Kriteria Penggunaan Media Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok V (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas A&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Vina Ismayani, Dwi Puji Astuti, Leni Sulistianingsih, Afif Kharisma Kadafi&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Media pembelajaran bahasa arab telah mendapat perhatian dari para pakar untuk mengetahui kesuksesan media pembelajaran sebagai proses belajar.media menurut batasannya adalah perangkat lunak yang berisikan peran (informasi) pendidikan yang lazimnya disajikan dengan menggunakan peralatan. media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat,ada beberapa kriteria untuk memulai keefektifan sebuah media yaitu biaya,ketersedian fasilitas pendukung,kemudahan nafigasi,kandungan kognisi,pengetahuan dan presentasi informasi. Sedangkan tujuan utama penggunaan media pembelajaran untuk menambah kejelasan pengertian,memperlancar proses pembelajaran,dan mempermudah tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Media Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara harfiah kata media memiliki arti “perantara” atau “pengantar”. Associationfor Education and Communication Technology (AECT) mendefinisikan media yaitu segala bentuk yang dipergunakan untuk suatu proses penyaluran informasi. Sedangkan Education Association (NEA) mendefinisikan sebagai benda yang dapat dimanipulasikan, dilihat, didengar, dibaca atau dibicarakan beserta instrumen yang digunakan dengan baik dalam kegiatan belajar mengajar, dapat mempengaruhi efektivitas media instruktional (Asnawir, 2002).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kaitannya dengan pembelajaran media sangat diperlukan oleh pendidik. Karena dengan media Pendidik akan mudah untuk menyampaikan materi dan juga siswa akan lebih mudah untuk menerima materi yang disampaikan. Oleh karena itu tanpa adanya media dalam proses belajar mengajar siswa akan kesulitan dalam menerima materi.&lt;br /&gt;Merujuk pernyataan di atas bahwa media mempunyai kegunaan-kegunaan yaitu sebagai berikut.&lt;br /&gt;1. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka).&lt;br /&gt;2. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu, dan daya indera.&lt;br /&gt;3. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat diatasi sikap pasif anak didik.&lt;br /&gt;4. Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi dengan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, maka guru akan banyak mengalami kesulitan bilamana kesulitan itu harus diatasi sendiri (Arif S Sadiman, 2003: 16).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;b. Kriteria Pemilihan Media dan Penggunaanya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Kriteria pemilihan media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media pembelajaran yang baik harus memenuhi beberapa syarat. Media pembelajaran harus meningkatkan motivasi pembelajaran. Penggunaan media mempunyai tujuan memberikan motivasi kepada pembelajar. Selain itu media juga harus merangsang pembelajar mengingat apa yang sudah di pelajari selain memberikan rangsangan belajar baru. Media yang baik juga akan mengaktifkan pembelajar dalam memberikan tanggapan, umpan balik dan juga mendorong mahasiswa untuk melakukan praktik – praktik dengan benar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media. Hubbard mengusulkan Sembilan kriteria untuk menilainya (Hubband, 1983 ) yaitu biaya, Biaya memang harus dinilai dengan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan media itu. Ketersediaan fasilitas pendukung seperti listrik, kecocokan dengan ukuran kelas, keringkasan, kemampuan untuk diubah, waktu dan tenaga penyiapan, pengaruh yang ditimbulkan, kerumitan dan yang terahir adalah kegunaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media diartikan sebagai perantara yakni segala sesuatu yang menjadi perantara tersampainya pesan. Media atau alat dalam pembelajaran bahasa adalah segala alat yang dapat digunakan oleh guru dan siswa untuk mencapai tujuan – tujuan yang sudah di tentukan. Pemilihan media ini sangat terkait dengan materi dan metode yang di gunakan oleh guru. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih dan menggunakan media untuk pembelajaran di antaranya :&lt;br /&gt;a. manfaat dan kegunaan media tersebut&lt;br /&gt;b. topik – topik dan tujuan instruksionalnya&lt;br /&gt;c. alokasi waktu yang tersedia&lt;br /&gt;d. situasi dan lingkungan peserta&lt;br /&gt;e. prinsip – prinsip intregatid, corelated, scope, sequence&lt;br /&gt;f. kemampuan menggunakan media tersebut&lt;br /&gt;g. prinsip – prinsip penggunaan media tersebut&lt;br /&gt;h. metode apa yang akan digunakan dalam topic tersebut&lt;br /&gt;i. evaluasi yang akan dilakukan untuk topic tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selain itu beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan media yakni sebagai berikut  :&lt;br /&gt;a. Dasar teknologis, yakni penggunaan alat peraga didasarkan pada kemajuan dunia teknologi dewasa ini. Jepang robot, amerika notebook, dll.&lt;br /&gt;b. Dasar psikologis, bahwa manusia mempunyai tiga kemampuan yakni :&lt;br /&gt;1)  kognitif ( pengetahuan intelektual ) / kwoledge&lt;br /&gt;2)  Afektif ( nilai, sikap, perasaan )&lt;br /&gt;3)  Psikomotorik ( ketrampilan kerja dengan koordinasi )&lt;br /&gt;c. Dasar didaktis, penggunaan media hendaknya selaras dengan azas-azas didaktis, yakni 1) peragaan, 2) minat, 3) motivasi, 4) kerja sendiri, 5) kerja kelompok, 6) linkungan, 7) individual, 8) apersepsi, 9) korelasi, 10) ulangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tujuan utama penggunaan media pembelajaran untuk menambah kejelasan pengertian, memperlancar proses pencapaian tujuan pembelajaran. Sedangkan tujuan sampingnya yaitu memotivasi dan membangkitkan minat, memusatkan perhatian, dan memungkinkan siswa untuk belajar secara individual ataupun kelompok.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Prinsip-Prinsip Pemanfaatan Media&lt;br /&gt;Didalam memilih media harus ada : (1) kesesuaian dengan tujuan pengajaran (2) tingkat kemampuan siswa, (3) ketersediaan media, (4) biaya dan (5) mutu tekniknya.&lt;br /&gt;Menurut Al fauzan dkk.(2003) ada beberapa prinsip dasar yang harus diperhatikan oleh seorang guru bahasa dalam menggunakan media pembelajaran dalam proses belajar mengajar, diantaranya adalah :&lt;br /&gt;1)Menentukan tujuan pembelajaran yang ingin dicapai dengan menggunakan media dengan tepat dan teliti.&lt;br /&gt;2)Mengenal dengan baik kelompok obyek meda.&lt;br /&gt;3)Mengetahui kurikulum sekolah atau bidang studi dan seberapa jauh kaitanya dengan media.&lt;br /&gt;4)Melakukan percobaan sebelum menggunakan media.&lt;br /&gt;5)Menyiapkan psikologi peserta didik untuk menerima materi.&lt;br /&gt;6)Menyiapkan suasana yang kondusif untuk penggunaan media.&lt;br /&gt;7)Mengevaluasi media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Tahap pemanfaatan media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Al fauzan dkk. (2003), langkah-langkah yang direkomendasikan dalam memilih media diklasifikasikan menjadi tiga, yaitu :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1) langkah-langkah sebelum menggunakan media yang meliputi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. menentukan media yang tepat&lt;br /&gt;b. memastikan ketersediaan media&lt;br /&gt;c. mungkin diperoleh / didapatkan&lt;br /&gt;d. menyiapkan kebutuhan pendukung media&lt;br /&gt;e. menyiapkan tampat untuk menampilkan media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2) Langkah-langkah pada saat menggunakan media, yang meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.) Adanya pengantar dalam menggunakan media.&lt;br /&gt;b.) menggunakan media pada saat yang tepat.&lt;br /&gt;c.) menampilkan media pada tempat yang tepat.&lt;br /&gt;d.) menampilkan media dengan cara yang menarik.&lt;br /&gt;e.) memastikan semua peserta didik dapat melihat media.&lt;br /&gt;f.) memastikan semua peserta didik antusias terhadap penggunaan media.&lt;br /&gt;g.) memberi kesempatan kepada perwakilan peserta didik untuk mencoba menggunakan media.&lt;br /&gt;h.) tidak terlalu lama menampilkan media untuk menghindari kejenuhan.&lt;br /&gt;i.) tidak terlalu singkat dalam menggunakan media.&lt;br /&gt;j.) tidak terlalu banyak media yang digunakan dalam satu pelajaran&lt;br /&gt;k.) tidak boleh meninggalkan media setelah dipakai di depan kelas, agar perhatian peserta didik tidak terpecah dan hanya konsen pada guru pengajar.&lt;br /&gt;l.) guru mampu menjawab semua pertanyaan yag dating dari peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;    3) Langkah-langkah setelah menggunakan media yang meliputi :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  a.) Mengevaluasi media&lt;br /&gt;  b.) Memperbaiki media&lt;br /&gt;  c.) Menjaga media&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari materi di atas dapat di simpulkan bahwa media pendidikan merupakan segala sesuatu yang menjadi perantara tersampainya pesan dalam proses pendidikan. langkah langkah penggunaan media meliputi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a.) Adanya pengantar dalam menggunakan media.&lt;br /&gt;b.) menggunakan media pada saat yang tepat.&lt;br /&gt;c.) menampilkan media pada tempat yang tepat.dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. HamidAbdul, Pembelajaran Bahasa Arab, UIN-Malang Press,  M.A.2008, Yogyakarta&lt;br /&gt;2. Sadiman s arif Dr.m.sc, Media Pendidikan,CV Rajawali, 1990, Jakarta.&lt;br /&gt;3. Sadiman Arief, Raharja R. Dkk, Media Pendidikan Pengertian, Pengembangan dan Pemanfaatan, PT. Raja Grapindo Persada, 2003, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-5719745329420615697?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/nSWCJEGVb-c" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-04T18:10:38.034-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">23</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/05/kriteria-penggunaan-media-pendidikan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kriteria Penggunaan Media Pendidikan (B)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/j9zHH3_qyCo/kriteria-penggunaan-media-pendidikan-b.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 04 May 2011 17:55:02 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-585544870784822874</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kriteria Penggunaan Media Pendidikan&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok V (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Yulia effendi, Alawiyah Taj’ul Alam, Khuzaimatul Amanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, khususnya teknologi informasi dan komputer (ICT) telah berkembang dengan pesat dalam semua aspek kehidupan kita.  Dalam implementasinya, inovasi ini memang diterima dengan serta-merta sebagai keniscayaan perubahan. Namun demikian, tidak semua guru dapat mengadopsi inovasi ini. Masih banyak di antara guru, khususnya guru senior kurang akrab dengan komputer. Para guru tersebut tetap menggunakan pendekatan konvensional atau telah menggunakan pendekatan pembelajaran yang baru tanpa menggunakan media presentasi pembelajaran berbasis ICT. Sementara itu beberapa guru yunior memang mau menerima inovasi tersebut dan menerapkannya dalam pembelajaran, meskipun media presentasi pembelajarannya bukan hasil karya sendiri melainkan membeli paket-paket yang sudah terjual bebas.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Demikian pula dengan pembelajaran bahasa Arab. Agar pembelajaran menjadi lebih menarik dan berhasil, beberapa guru menggunakan media presentasi pembelajaran dengan cara membeli dan menggunakannya secara langsung. Misalnya media pembelajaran percakapan atau film.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada beberapa kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media.&lt;br /&gt;Kreteria paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yanf ingin di capai, contoh bila tujuan atau kompetensi peserta didik bersifat menghafal kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan, tetapi jika tujuan atau kompetensi yang dicapai bersifat memahami isi bacaan maka media cetak yang kebih dapat digunakan. Jika tujuan pembelajaran bersifat motorik atau gerak dan aktifitas, maka media film dan audio bisa digunakan. Disamping terdapat kreteria lain yang bersifat melengkapi atau komplementer, seperti biaya, kegunaan, keadaan peserta didik, ketersediaan dan mutu teknis.&lt;br /&gt;Hubbard mengusulkan sembilan kriteria untuk menilai keefektifan sebuah media (Hubbard, 1983).&lt;br /&gt;1. Biaya&lt;br /&gt;Biaya memang harus dinilai dengan hasil yang akan dicapai dengan penggunaan media itu.&lt;br /&gt;2. Ketersedian fasilitas pendukung seperti listrik&lt;br /&gt;3. Kecocokan dengan ukuran kelas,&lt;br /&gt;4. Keringkasan&lt;br /&gt;5. Kemampuan untuk dirubah&lt;br /&gt;6. Waktu dan tenaga penyiapan&lt;br /&gt;7. Pengaruh yang ditimbulkan,&lt;br /&gt;8. Kerumitan&lt;br /&gt;9. Kegunaan.&lt;br /&gt;Semakin banyak tujuan pembelajaran yang bisa dibantu dengan sebuah media semakin baiklah media itu.Kriteria di atas lebih diperuntukkan bagi media konvensional.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Thorn mengajukan enam kriteria untuk menilai multimedia interaktif (Thorn, 1995).&lt;br /&gt;1. Kemudahan navigasi.&lt;br /&gt;Sebuah program harus dirancang sesederhana mungkin sehingga pembelajar bahasa tidak perlu belajar komputer lebih dahulu.&lt;br /&gt;2. Kandungan Kognisi&lt;br /&gt;3. Pengetahuan dan&lt;br /&gt;4. Presentasi informasi.&lt;br /&gt;Kedua kriteria diatas ( 3 dan 4 ) adalah untuk menilai isi dari program itu sendiri, apakah program telah memenuhi kebutuhan pembelajaran si pembelajar atau belum.&lt;br /&gt;5. Integrasi media&lt;br /&gt;Media harus mengintegrasikan aspek dan ketrampilan bahasa yang harus dipelajari. Untuk menarik minat pembelajar program harus mempunyai tampilan yang artistik maka estetika juga merupakan sebuah kriteria.&lt;br /&gt;6. Fungsi secara keseluruhan.&lt;br /&gt;Program yang dikembangkan harus memberikan pembelajaran yang diinginkan oleh pembelajar. Sehingga pada waktu seorang selesai menjalankan sebuah program dia akan&lt;br /&gt;merasa telah belajar sesuatu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asumsi dari Definisi Teknologi Pembelajaran         &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Definisi AECT  1994&lt;br /&gt;“ Teknologi Pembelajaran adalah teori dan praktek dalam desain, pengembangan, pemanfaatan, pengelolaan, serta evaluasi  tentang proses dan sumber untuk belajar.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meski dirumuskan dalam kalimat yang lebih sederhana, definisi ini sesungguhnya mengandung makna yang dalam. Definisi ini berupaya semakin memperkokoh teknologi pembelajaran sebagai suatu bidang dan profesi,  yang tentunya perlu didukung oleh landasan teori dan praktek yang kokoh.  Definisi ini juga  berusaha menyempurnakan wilayah atau kawasan bidang kegiatan dari teknologi pembelajaran. Di samping itu, definisi ini berusaha menekankan pentingnya proses dan produk.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.  Kawasan Pengembangan&lt;br /&gt;Pengembangan adalah proses penterjemahan spesifikasi desain ke dalam bentuk fisik, di dalamnya meliputi :&lt;br /&gt;(1) teknologi cetak&lt;br /&gt;(2) teknologi audio-visual&lt;br /&gt;(3) teknologi berbasis komputer&lt;br /&gt;(4) teknologi terpadu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kawasan pengembangan berakar pada produksi media. Melalui proses yang bertahun-tahun perubahan dalam kemampuan media ini berakibat pada perubahan kawasan. Walaupun perkembangan buku teks dan alat bantu pembelajaran yang lain (teknologi cetak) mendahului film, namun pemunculan film merupakan tonggak sejarah dari gerakan audio-visual ke era Teknologi Pembelajaran sekarang ini. Pada 1930-an film mulai digunakan untuk kegiatan pembelajaran (teknologi audio-visual). Selama Perang  Dunia II, banyak jenis bahan yang diproduksi  terutama film untuk pelatihan militer. Setelah perang, televisi sebagai media baru digunakan untuk kepentingan pendidikan (teknologi audio-visual). Selama akhir tahun 1950- an dan awal tahun 1960-an bahan pembelajaran berprogram  mulai digunakan untuk pembelajaran.  Sekitar tahun 1970-an komputer mulai digunakan untuk pembelajaran, dan permainan simulasi menjadi mode di sekolah. Selama tahun 1098-an teori dan praktek di bidang pembelajaran yang berlandaskan komputer berkembang seperti jamur dan sekitar tahun 1990-an multimedia terpadu yang berlandaskan komputer merupakan dari kawasan ini. Di dalam kawasan pengembangan terdapat keterkaitan yang kompleks antara teknologi dan teori yang mendorong terhadap desain pesan maupun strategi pembelajarannya .       &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1.Teknologi Cetak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi cetak adalah cara untuk memproduksi atau menyampaikan bahan, seperti : buku-buku, bahan-bahan visual yang statis, terutama melalui pencetakan mekanis atau photografis. Teknologi ini menjadi dasar untuk pengembangan dan pemanfaatan dari kebanyakan bahan pembelajaran lain. Hasil teknologi ini berupa cetakan. Teks dalam penampilan komputer  adalah suatu contoh  penggunaan teknologi komputer untuk produksi. Apabila teks tersebut dicetak dalam bentuk “cetakan” guna keperluan pembelajaran merupakan contoh penyampaian dalam bentuk teknologi cetak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.Teknologi Audio-Visual&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi audio-visual, merupakan cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan peralatan dan elektronis untuk menyajikan pesan-pesan audio dan visual. Pembelajaran audio-visual dapat dikenal dengan mudah karena menggunakan perangkat keras di dalam proses pengajaran. Peralatan audio-visual memungkinkan pemroyeksian gambar hidup, pemutaran kembali suara, dan penayangan visual yang beukuran besar. Pembelajaran audio-visual didefinisikan sebagai produksi dan pemanfaatan bahan yang berkaitan dengan pembelajaran melalui penglihatan dan pendengaran yang secara eksklusif tidak selalu harus bergantung kepada pemahaman kata-kata dan simbol-simbol sejenis Secara khusus.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3.Teknologi Berbasis Komputer&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi berbasis computer, merupakan cara-cara memproduksi dan menyampaikan bahan dengan menggunakan  perangkat yang bersumber pada mikroprosesor. Pada dasarnya, teknologi berbasis komputer menampilkan informasi kepada pembelajar melalui tayangan di layar monitor. Berbagai aplikasi komputer biasanya disebut “computer-based intruction (CBI)”, “computer assisted instruction (CAI”), atau “computer-managed instruction (CMI)”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4.Teknologi Terpadu&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi terpadu merupakan cara untuk memproduksi dan menyampaikan bahan dengan memadukan  beberapa jenis media yang dikendalikan komputer. Keistimewaan yang ditampilkan oleh teknologi ini,-- khususnya dengan menggunakan komputer dengan spesifikasi tinggi, yakni adanya interaktivitas pembelajar yang tinggi dengan berbagai macam&lt;br /&gt;sumber belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kriteria pembelajaran paling utama dalam pemilihan media bahwa media harus disesuaikan dengan tujuan pembelajaran atau kompetensi yang ingin dicapai, contoh bila tujuan atau kompetensi  peaerta didik bersifat menghapal kata-kata tentunya media audio yang tepat untuk digunakan, jika tujuan atau kompetensi yang ingin dicapai bersifat memahami isi bacaan, maka media cetak yang lebih tepat digunakan, jika tujuan pembelajaran bersifat motorik atau gerak dan aktifitas, maka media film dan video bisa digunakan. Disamping terdapat kreteria lain yang bersifat melengkapi atau komplementer, seperti biaya, ketepat gunaan, keadaan peserta didik, ketersediaan dan mutu tekhnis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Drs. Sadiman Arif, M.sc. “Media Pendidikan” Jakarta. PT Raja Grafindo Persada, 1997.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Drs. Bambang warsita, ”Tekhnologi Pembelajaran Landasan dan Aplikasinya” Jakarta. PT. Renika Cipta, 2008.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. www.mediapendidikan.com&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-585544870784822874?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/j9zHH3_qyCo" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-05-04T17:55:02.229-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">13</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/05/kriteria-penggunaan-media-pendidikan-b.html</feedburner:origLink></item><item><title>Media Pendidikan dalam Proses Pendidikan (A)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/Hn9_CDZmX18/media-pendidikan-dalam-proses_20.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 20 Apr 2011 02:54:37 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-4797150773962912361</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;MEDIA PENDIDIKAN DALAM PROSES PENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok IV (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas A&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Desti Rahma Rani, Muh. Abduh, M. Muklisun, Siti Luqmanati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Media pendidikan adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyampakan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta.Perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.Didalam proses pendidikan atau proses belajar mengajar media pendidikan sangatlah diperlukan.Ketiadaan media pendidikan di dalam proses pendidikan atau proses belajar mengajar akan menghambat terjadinya proses pendidikan teresebut seperti kurangnya gairah belajar peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Didalam makalah ini, kami mencoba menjelaskan tentang media pendidikan dalam proses pendidikan, Semoga makalah ini bisa bermanfaat khususnya bagi mahasiswa semester IV Prodi PBA.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Media pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media pendidikan merupakan seperangkat alat Bantu atau pelengkap yang di gunakan oleh guru atau pendidik dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik. Kata Media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan. Banyak batasan yang di berikan orang tentang media. Asosiasi technologi dan komunikasi pendidiksn ( Association of education and Communicaton Technologi / AECT ) di Amerika, membatasi media sebagai segala bentuk dan saluran yang di gunakan orang untuk menyalurkan pesan / informasi. Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan siswa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sementara itu Briggs (1970) bependapat bahwa media kaset, adalah contoh-contohnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Assosiasi pendidikan nasional (National Education Assosiaton/ NEA) memliki pengertian  yang berbeda. Media adalah bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya, media hendaknya dapat di lihat dan di baca. Apapun batasannya yang di berikan, ada persamaan di antara batasan tersebut yaitu bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan menyalurkan pesan dari pengirim kepenerima,sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian dan minat serta perhatian siswa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Perkembangan Media Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada mulamya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, misalnya gambar, model, objek dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman konkret, motifasi untuk belajar serta dapat mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. Namun karena terlalu memusatkan perhatian pada alat visual yang dipakainya orang kurang memperhatikan aspek desain, pengembangan pembelajaran (instruction) produk dan evaluasinya. Dengan masuknya pengaruh teknologi audio pada sekitar abad ke-20, alat visual untuk mengkonkretkan ajaran ini dilengkapi dengan alat audio sehingga kita kenal adanya alat audio visual atau audio visual aids (AVA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada akhir tahun 1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat  bantu audio visual, sehingga selain sebagain alat bantu media juga berfungsi sebagai penyalur pesan atau informasi belajar. Sejak saat itu, audio visual bukan hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja, tetapi juga sebagai alat penyalur pesan atau media. Dalam kegunaan media teori ini sebenarnya sangat penting, tetapi karena siswa yang menjadi komponen utama dalam proses belajar belum mendapat perhatian maka sampai saat itu masih terbatas pada pemilihan media saja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun 1960-1965 orang mulai memperhatikan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Pada saat itulah teori tingkah laku  (behaviorism theory) ajaran B.F. Skinner mulai mempengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran yang dapat mendorong orang untuk lebih memperhatikan siswa dalam proses belajar mengajar. Dan arti mendidik dalam teori ini adalah mengubah tingkah laku siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendekatan system (system approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan pendidikan pada tahun 1965-1970. Pendekatan sistem ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran. Dimana setiap program pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena cara belajar siswa berbeda-beda yaitu sebagian siswa lebih cepat belajar melalui media visual, sebagian melalui media audio, sebagian melalui media cetak atau juga melalui audio visual dan sebagainya maka dari sinilah lahir konsep penggunaan multi media dalam kegiatan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan demikian sudah jelas kalau selayaknya media tidak lagi hanya kita pandang sebagai alat bantu belaka bagi guru untuk mengajar, tetapi lebih sebagai alat penyalur pesan dari pemberi pesan (guru, penulis buku, produser dan sebagainya) ke penerima pesan (siswa/pelajar). Sebagai pembawa pesan, media tidak hanya digunakan oleh guru tetapi yang lebih penting lagi dapat pula di gunakan oleh siswa. Oleh karena itu, sebagai penyaji dan penyalur pesan dalam hal-hal tertentu media pula dapat mewakili guru menyampaikan informasi secara lebih teliti, jelas dan menarik. Tetapi peranan media yang semakin meningkat ini sering kali menimbulkan kekhawatiran di pihak guru. Karena guru takut apabila kedua fungsinya akan digeser oleh media pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kekhawatiran-kekhawatiran tersebut sebenarnya tidak perlu ada kalau kita sudah paham betul tugas dan peranan guru yang sebenarnya. Yaitu dengan memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa-siswanya yang selama ini belum sepenuhnya dilksanakan oleh sebagian guru. Karena itu sebaiknya guru dan media pendidikan hendaknya bahu membahu dalam memberi kemudahan belajar bagi siswa. Dengan demikian perhatian dan bimbingan secara individual dapat dilaksanakan oleh guru dengan baik sementara informasi dapat pula disajikan secara jelas, menarik dan teliti oleh media pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Proses Belajar Mengajar sebagai proses komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu proses penyampaian pesan dari sumber pesan melalui saluran/media tertentu ke penerima pesan. Pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang dikomunikasikan adalah isi ajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. Sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lain ataupun penulis buku dan produser media. Salurannya adalah media pendidikan dan penerima pesannya adalah siswa atau juga guru, Ada beberapa faktor yang menjadi penghambat atau penghalang proses komunikasi yang biasa dikenal dengan istilah barriers, atau noises , kita kenal adanya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Hambatan psikologis seperti minat, sikap, pendapat, kepercayaan, inteligensi, pengetahuan&lt;br /&gt;  Hambatan fisik seperti kelelahan, sakit, keterbatasan daya indera dan cacat tubuh.&lt;br /&gt;  Hambatan kultural seperti adat-istiadat, norma-norma sosial, kepercayaan.&lt;br /&gt; Hambatan lingkungan yaitu hambatan yang ditimbulkan situasi dan kondisi keadaan sekitar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan media pendidikan adalah salah-satu yang menyalurkan pesan sehingga dapat membantu mengatasi hal tersebut dengan pemanfaatan media pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Kegunaan Media pendidikan dalam Proses belajar Mengajar&lt;br /&gt;Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut.&lt;br /&gt; Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)&lt;br /&gt; Mengatasi keterbatsan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:&lt;br /&gt;a. Objek yang terlalu besar-bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film atau model.&lt;br /&gt;b. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro.&lt;br /&gt;c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high speed photography&lt;br /&gt;d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu bias ditampilkan lagilewat rekaman film, video, film bingkai, foto maupun secara verbal.&lt;br /&gt;e.  Objek yang kompleks (misalnya mesin-mesin). Dapat disajikan dengan model,                  &lt;br /&gt;f. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, Dll). Dapat divisualkan dalam bentuk film, film binglkai, gambar, Dll&lt;br /&gt;                             &lt;br /&gt; Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sifat psif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk :&lt;br /&gt;a. Menimbulkan kegairahan belajar&lt;br /&gt;b. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan linkungan dan kenyataan&lt;br /&gt;c. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi degan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, Maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, Yaitu dengan kemampuannya dalam :&lt;br /&gt;a. Memberikan perangsang yang sama.&lt;br /&gt;b. Mempersamakan pengalaman.&lt;br /&gt;c. Menimbulkan persepsi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E. Tujuan Media Pendidikan Dalam Proses Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Membantu kelancaran didalam proses belajar mengajar&lt;br /&gt;b. Meningkatkan mutu hasil belajar peserta didk&lt;br /&gt;c. Menimbukan kegairahanbelajar pesert didik&lt;br /&gt;d. Mengatasi sikap pasif peserta didik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari pembahasan diatas dapat kita ambil kesimpulan, bahwasannya dalam proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi,yaitu proses penyampaiannya pesan dar sumber pesan melalui saluran atau media tertentu ke penerima pesan. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran atau didikan yang ada dalam kurikulum. Sumber pesannya bisa guru, siswa, orang lan atau penulis buku dan produser media.&lt;br /&gt;Media pendidikan sebagai salah satu sumber belajar yang dapat menyalurkan pesan sehingga membantu mengatasi perbedaan gaya belajar, minat intelegensi, keterbatasan gaya indera, cacat tubuh atau hambatan jarak geografis, jarak waktu dan lain-lain dapat dibantu diatasi dengan pemanfaatan media pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danim, Sudarwan. 1995. Media Komunikasi Pendidikan. Jakarata: Bumi Aksara.&lt;br /&gt;Sadiman, Arief. Dkk. 2009. Media Pendidikan. Jakarta: PT Raja Grafindo Persada.&lt;br /&gt;Http, // Akhmad Sudrajad. Word press. Com / 2008 / 12 / konsep-media-pembelajaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-4797150773962912361?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/Hn9_CDZmX18" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-20T02:54:37.752-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">52</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/04/media-pendidikan-dalam-proses_20.html</feedburner:origLink></item><item><title>Media Pendidikan dalam Proses Pendidikan (B)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/xix6DcVJcX8/media-pendidikan-dalam-proses.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 20 Apr 2011 02:36:11 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-2667121985721758320</guid><description>MEDIA PENDIDIKAN DALAM PROSES PENDIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok IV (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Fadani Siddiq, Aria Adi Saputra, Hami Laini Fauziah, Siti Khuzaimatul Musyarofah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pada mulamya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids. Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, mislnya gambar, model, objek dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman kongret, motifasi belajar serta mempertinggi daya serap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tetapi pada tahun 1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat  bantu audio visual, sehingga selain sebagain alat bantu media juga berfungsi sebagai penyalur pesan atau informasi belajar. Sejak  saat itu, audio visual bukan hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja, melainkan juga sebagai alat penyalur pesan atau media.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Media pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata media berasal dari bahasa latin dan merupakan bentuk jamak dari kata medium yang secara harfiah berarti perantara atau pengantar. Medoe adalah perantara atau pengantar pesan dari pengirim ke penerima pesan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gagne (1970) menyatakan bahwa media adalah berbagai jenis komponen dalam lingkungan sisiwa yang dapat merangsangnya untuk belajar. Sedangkan Briggs (1970) berpendapat bahwa media adalah segala alat fisik yang dapat menyajikan pesan serta merangsang sisiwa untuk belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asosiasi  pendidikan nasional memiliki pengerian yang berbeda. Media adalah bentuk-bentuk komunikasi baik tercetak maupun audiovisual serta peralatannya. Dapat disimpulkan bahwa media adalah segala sesuatu yang dapat digunakan untuk menyalurkan pesan dari pengirim ke penerima sehingga dapat merangsang pikiran, perasaan, perhatian, dan minat serta perhatian sisiwa sedemikian rupa sehingga proses belajar terjadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media pendidikan berarti seperangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidik  dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Perkembangan Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;   Pada mulamya media hanya dianggap sebagai alat bantu mengajar guru (teaching aids). Alat bantu yang dipakai adalah alat bantu visual, misalnya gambar, model, objek dan alat-alat lain yang dapat memberikan pengalaman kongret, motifasi belajar serta mempertinggi daya serap dan retensi belajar siswa. Namun karena terlalu memusatkan perhatian pada alat visual yang dipakainya orang kurang memperhatikan aspek desain, pengembangan pembelajaran (instruction) produk dan evaluasinya. Dengan masuknya pengaruh teknologi audio pada sekitar abad ke-20, alat visual untuk mengkonkretkan ajaran ini dilengkapi dengan alat audio sehingga kita kenal adanya alat audio visual atau audio visual aids (AVA).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada tahun 1950 teori komunikasi mulai mempengaruhi penggunaan alat  bantu audio visual, sehingga selain sebagain alat bantu media juga berfungsi sebagai penyalur pesan atau informasi belajar. Sejak saat itu, audio visual bukan hanya dipandang sebagai alat bantu guru saja, melainkan juga sebagai alat penyalur pesan atau media.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Baru pada tahun 1960-1965 orang mulai memperhatikan siswa sebagai komponen yang penting dalam proses belajar mengajar. Pada saat itu teori tingkah laku  (behaviorism theory) ajaran B.F. Skinner mulai mempengaruhi penggunaan media dalam kegiatan pembelajaran. Teori ini mendorong orang untuk lebih memperhatikan siswa dalam proses belajar mengajar. Menurut teori ini, mendidik adalah mengubah tingkah laku siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;  Pada tahun 1965-1970 pendekatan system (system approach) mulai menampakkan pengaruhnya dalam kegiatan pembelajaran dan kegiatan pendidikan. Pendekatan sistem ini mendorong digunakannya media sebagai bagian integral dalam program pembelajaran. Setiap program pembelajaran harus direncanakan secara sistematis dengan memusatkan perhatian pada siswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Untuk mencapai tujuan pembelajaran tersebut, mulai di pakai berbagai format media. Dari pengalama mereka, guru mulai belajar bahwa cara belajar siswa itu berbeda-beda, sebagian lebih cepat belajar melalui visual, sebagian melalui media audio, sebagian lebih senang melalui media cetak , sebagian melalui audio visual dan sebagainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita dapat melihat dari uraiaan dimuka bahwa sudah selayaknya kalau media tidak lagi hanya kita pandang sebagai alat bantu belaka bagi guru untuk mengajar, tetapi lebih sebagai alat penyalur pesan dari pemberi pesan (guru, penulis buku, produser dan sebagainya) ke penerima pesan (siswa/pelajar). Sebagai pembawa pesan, media tidak hanya digunakan oleh guru tetapi yang lebih penting lagi dapat pula di gunakan oleh siswa. Oleh karena itu, sebagai penyaji dan penyalur pesan pesan dalam hal-hal tertentu media pula dapat mewakili guru menyampaikan informasi secara leih teliti, jelas dan menarik. Peranan media yang semakin meningkat ini sering kali menimbulkan kekhawatiran di pihak guru. Guru takut apabila kedua fungsinya akan digeser oleh media pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebenarnya kekhawatiran tersebuttidak perlu ada kalau kita ingat betultugas dan peranan guru yang sebenarnya. Memberikan perhatian dan bimbingan secara individual kepada siswa-siswanya adalah tugas penting yang selama ini belum dilksanakan oleh guru sepenuhnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Guru dan media pendidikan hendaknya bahu membahu dalam memberi kemudahan belajar bagi siswa. Perhatian dan bimbingan secara individual dapat dilaksanakan oleh guru dengan baik sementara informasi dapat pula disajikan secara jelas, menarik dan teliti oleh media pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Kegunaan Media Pendidikan dalam Proses Belajar Mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Secara umum media pendidikan mempunyai kegunaan-kegunaan sebagai berikut:&lt;br /&gt;(1) Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat verbalistis (dalam bentuk kata-kata tertulis atau lisan belaka)&lt;br /&gt;(2) Mengatasi keterbatsan ruang, waktu dan daya indera, seperti misalnya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Objek yang terlalu besar-bisa digantikan dengan realita, gambar, film bingkai, film atau model.&lt;br /&gt;b. Objek yang kecil dibantu dengan proyektor mikro.&lt;br /&gt;c. Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat, dapat dibantu dengan timelapse atau high speed photography.&lt;br /&gt;d. Kejadian atau peristiwa yang terjadi dimasa lalu bias ditampilkan lagilewat rekaman film,         video, film bingkai, foto maupun secara verbal.&lt;br /&gt;e.  Objek yang kompleks (misalnya mesin-mesin). Dapat disajikan dengan model, diagram,&lt;br /&gt;f. Konsep yang terlalu luas (gunung berapi, gempa bumi, iklim, Dll). Dapat divisualkan dalam bentuk film, film binglkai, gambar, Dll&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(3) Penggunaan media pendidikan secara tepat dan bervariasi dapat mengatasi sifat psif anak didik. Dalam hal ini media pendidikan berguna untuk :&lt;br /&gt;a. Menimbulkan kegairahan belajar&lt;br /&gt;b. Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan linkungan dan kenyataan&lt;br /&gt;c. Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri menurut kemampuan dan minatnya&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;(4) Dengan sifat yang unik pada tiap siswa ditambah lagi degan lingkungan dan pengalaman yang berbeda, sedangkan kurikulum dan materi pendidikan ditentukan sama untuk setiap siswa, Maka guru banyak mengalami kesulitan bilamana semuanya itu harus diatasi sendiri. Hal ini akan lebih sulit bila latar belakang lingkungan guru dengan siswa juga berbeda. Masalah ini dapat diatasi dengan media pendidikan, Yaitu dengan kemampuannya dalam :&lt;br /&gt;a. Memberikan perangsang yang sama.&lt;br /&gt;b. Mempersamakan pengalaman.&lt;br /&gt;c. Menimbulkan persepsi yang sama.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu fungsi utama media pendidikan adalah sebagai alat bantu mengajar yang turut   mempengaruhi iklim, kondisi, dan lingkungan belajar yang ditata dan diciptakan oleh guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D.  Pengajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran  hanyalah salah satu usaha yang dapat dilakukan oleh pendidikan dalam mendidik anak didiknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disekolah-sekolah sekarang, tak pelak lagi, usaha pengajaran inilah yang semakin menonjol dan ditonjolkan, disertai semakin sedikitnya usaha-usaha lain. Bila usaha-saha selain pengajaran amat kurang dilakukan di sekolah, kiranya dapat diduga hasil pendidikan tidak akan sempurna, yang mana artinya pendidikan tidak akan berhasil dalam mengembangkan anak didik secara utuh dan maksimal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengajaran : Yakni merupakan suatu benda, alat. Metoda untuk membantu meningkatkan efektifitas seorang guru dengan siswa dalam suatu proses belajar mengajar&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;E  Tujuan Media Pengajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Pada jalan pengajaran murid-murid akan aktif belajar dan guru bertindak sebagai pembimbing belajar langkah demi langkah, yaitu dari frame satu ke frame selanjutnya, sampai terbentuk pola tingkah laku sebagaimana dikehendaki Tujuan Pengajaran (TIK), dari konsep inilah dikembangkan metode pengajaran berprogram apabila ditinjau lebih dalam lagi tujuan dari penggunaan media itu adalah untuk mempermudah dan lebih menarik perhatian siswa sehingga dapat mendorong suatu motivasi belajar dan juga akan lebih bervariasi / tidak monoton sehingga akan lebih jelas maknanya dan mudah untuk dipahami oleh para siswa didik&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media pendidikan merupakan alat bantu yang dipakai untuk menyalurkan pesan atau informasi serta  jenis komponen dalam lingkungan siswsa yang dapat merangsangnya untuk belajar maupun bentuk komunikasi baik tercetak maupun audio visual serta peralatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Daftar Pustaka&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Dr. Arief s. sadiman, M.sc. dkk Media Pendidikan, Jakarta. PT Raja Grafindo, 1986&lt;br /&gt; http.// achmad sudrajat.wordprass.com/2008/01/12/konsep-media-pembelajaran.&lt;br /&gt; Prof. dr. arsyad  azhar, MA. Media pembelajaran , Jakarta. Pt rajagrafindo, 1997&lt;br /&gt; Sudarwan Danim. Media komunikasi pendidikan, Jakarta:bumi aksara,1995,&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-2667121985721758320?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/xix6DcVJcX8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-20T02:36:11.855-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">41</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/04/media-pendidikan-dalam-proses.html</feedburner:origLink></item><item><title>Diskusi: Teknologi Komunikasi dalam Pendidikan (A)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/26m6zRX60EQ/teknologi-komunikasi-dalam-pendidikan.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Sun, 17 Apr 2011 17:58:17 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-1876213773202552610</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok III (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas A&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Amir Ma’ruf, Arif Gunawan, Asih Mustika Ningrum, Eka Nurjanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses belajar-mengajar tidak terlepas dari  media dan teknologi, karena dengan itu sebuah pesan yang ingin di sampaikan oleh seorang guru akan sangatlah mudah diterima oleh anak didik, dibandingkan dengan cara tradisional saja. Karena pada hakikatnya suatu proses belajar-mengajar merupakan proses komunikasi (penyampaian pesan).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam makalah ini kami akan membahas tentang teknologi komunikasi dalam pendidikan, karena kami merasa sebuah teknologi komunikasi akan selalu berkembang sesuai perkembangan zaman, dan dengan teknologi tersebut kita akan lebih mudah dalm mengajar.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Teknologi Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi komunikasi pendidikan adalah suatu sepesifikasi dalam bidang teknologi pendidikan, yaitu yang lebih banyak merupakan prinsip dan konsep ilmu komunikasi, serta lebih memperhatikan penggunaan sumber belajar berupa media komunikasi massa dan elektronis. Istilah teknologi pendidikan (educational technology) atau teknologi pengajaran (instructional tevhnology) secara umumm dapat diartikan sebagai penerapan teknologi, khususnya teknologi komunikasi, untuk  kegiatan pendidikan dan pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Proses belajar mengajar pada hakikatnya adalah proses komunikasi, yaitu penyampaian pesan kepada sumber pesan melalui saluran/media tertentu kepenerima pesan-pesan, sumber pesan, saluran/media dan penerima pesan adalah komponen-komponen proses komunikasi. Pesan yang akan dikomunikasikan adalah isi ajaran ataupun didikan yang ada dalam kurikulum, sumber pesannya bias guru, sisiwa, orang lain ataupun penulis buku dan produser media; saluraanya media pendidikan dan penerima pesannya adalah siswa atau juga guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi komunikasi pendidikan adalah bagian dari teknologi komunikasi pendidikan. Karena teknologi pendidikan dapat dipandang sebagai manfaat media teknologi untuk tujuan pandidikan, secara khusus menciptakan teknologi pendidikan dan dapat pula berupa pendekatan-pendekatan, kritis dan ilmiah tentang pendidikan dari teknologi pendidikan; teknologi komunikasi pandidikan pendidikan mempunyai implikasi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain bahwa teknologi komunikasi pendidikan adalah teknologi untuk komunikasi dalam pendidikan, teknologi dalam pendidikan adalah suatu penerapan dari ilmu pengetahuan tentang tingkah laku (behavioral science), ilmu komunikasi dan ilmu menejemen. Hal itu dapat kita perhatikan pada proses pendiddikan itu sendiri, karena sebuah sisitem dan proses ini akan mengalami perubahan sebagai akibat dari adannya suatu dimensi baru yang berupa media sebagai salah satu produk dari suatu teknologi karena terus berkembangnya teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Manfaat teknologi pendidikan dan implikasi dalam pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui teknologi pendidikan dapat membuat pengajaran lebih ‘powerfuul’. Kontak komunikasi antar individu yang di tunjang oleh teknologi dapat member nilai tambah (added value) dan komunikasi tertentu. Media teknologi dapat menimbulkan suatu objek tak berwujud kedalam realita, memberi kemantapan dan percepatan pemahaman siswa, menata waktu secara efektif dan efisien, menyederhanakan suatu peristiwa tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Sudarman Danim (1995 : 1) hasil penelitian secara nyata membuktikan bahwa menggunakan alat bantu sangat membantu aktivitas proses belajar mengajar dikelas, terutama peningkatan prestasi belajar siswa/mahasiswa.  Terkadang seorang dosen/guru ingin meminimalisir beben dalam melaksanakan tugas mengajar, itu terbukti dari beberapa guru yang menggunakan metode ceremah saja. Salah satu penyebabnya karena keterbatasan media, kurangnya guru tersebut menghadirkan suatu teknologi dan kurangnya keahlian guru dalam mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dapat kita lihat bahwasaanya teknologi komunikasi pendidikan adalah bagian dari teknologi pendidikan, karena teknologi pendidikan dapat dilihat sebagai pemanfaatan  media teknologi untuk tujuan pendidikan, karena dengan adannya atau menghadirkan teknologi pendidikan dapat memudahkan dalam menyampaikan pesan kepada siswa/mahasiswa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Donald P. Ely (1979) mengemukakan beberapa manfaat media pendidikan, yaitu : meningkatkan produktifitas pendidikan, memberikan kemungkinan kegiatan pengajaran bersifat individual, member dasar yang lebih dinamis terhadap pendidikan, pengajaran yang lebih mantap, memungkinkan belajar secara seketika dan penyajian pendiddikan lebih luas. Adapun manfaat media teknologi pendidikan lebih rinci menurut Ely (1979) adalah sebagai barikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Meningkatkan mutu pendidikan dengan jalan mempercepat rate of learning’, membantu guru untuk menggunakan waktu belajar secara lebih baik, mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, aktivitas guru lebih banyak diarahkan untuk meningkatkan kegairahan anak.&lt;br /&gt;2. Memberi kemungkinan pendidik yang sifatnya lebih individual dengan jalan memperkecil atau mengurangi control guru yang tradisional dan kaku, memberi kesempatan luas kepada anak untuk berkembang menurut kemampuannya, memungkinkan mereka belajar  menurut cara yang dikehendaki.&lt;br /&gt;3. Memberi dasar pengajaran yang lebih ilmiah dengan jalan menyajikan merencanaakan program pengajaran secara logis dan sistematik mengembangkan kegiatan pengajaran melalui penelitian baik sebagai pelengkap maupun sebagai terapan.&lt;br /&gt;4. Pengajaran dapat dilakukan secara mantap dikarenakan meningkatkan kemampuan manusia sejalan dengan pemanfaatan media komunikasi, informasi dan data dapat disajikan lebih konkret, dan rasional.&lt;br /&gt;5. Meningkatkan perwujutan ‘immediacy of learning’ karena media teknologi dapat menghilangkan atau mengurangi jurang pemisah antara kenyataan yang ada didalam kelas, memberikan pengetahuan langsung.&lt;br /&gt;6. Memberikan penyajian pendidikan lebih luas, terutama melalui media massa, dengan jalan memanfaatkan secara bersama dan lebih luas peristiwa-peristiwa langka, menyajikan informasi yang tidak terlalu menekankan batas ruang dan waktu.&lt;br /&gt;Uraian diatas memberi gambaran kepada kita bahwa teknologi komunikasi dalam pendidikan atau pemanfaatan teknologi untuk tujuan pendidikan mempunyai manfaat luas, dan memberikan manfaat yang sangat bagi dunia pendidikan, serta memberi basumsi positif terhadap penggunaan teknologi komunikasi dalam pendidikan.&lt;br /&gt;Yufhadi miarso (1980) mengemukakan bahwa secara oprasional, aplikasi pendidikan akan menunjukan karakteristik tertentu., adapun implikasi menurut Miarso (1980)  adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. System pendidikan atau instruksional yang media dan fasilitasnya merupakan bagian yang integral.&lt;br /&gt;2. Media dan fasilitas itu mempunyai fungsi penyajian informasi, ide dan konsepsi.&lt;br /&gt;3. Ada serangkaian yang menghendaki antara lain :&lt;br /&gt;a. Perubahan fisik, tempat dan ruang belajar.&lt;br /&gt;b. Hubungan antara guru dan murid yang tidak langsung.&lt;br /&gt;c. Aktifitas anak didik yang relative bebas dari control guru.&lt;br /&gt;d. Perlunya tenaga pembantu guru (kelompok professional).&lt;br /&gt;e. Perubahan peranan dan kecakapan guru yang diperlukan.&lt;br /&gt;f. Adanya tenaga spesialis yang bekerjasama dengan guru.&lt;br /&gt;g. Jumlah dan macam biaya yang berbeda, baik untuk infestasi maupun maupun operasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi Komunikasi untuk tujuan pendidikan hendaknya tidak dipandang sebagai gejala negative. Di kalangan masyarakat sering timbul adanya kecurigaan, bahkan ada yang berpendapat bahwa teknologi komunikasi merupakan penyebab merosotnya kebudayaan dan kepribadian bangsa. Seharusnya kita menunjukan sikap positif dan menjauhkan sikap negative. Hal ini menuntut kajian tertentu, sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan anak didik. Materi yang disajikan, media yang digunakan, prosedur dan organisasi harus merupakan bagian bagian integral dibawah control khusus guru-guru dan para penyelenggara pendidikan. Teknologi komunikasi perlu alat-alat keras (hardwere) dan perangkat lunak (software). Perangkat keras antara lain kapur, papan tulis, gunting dan lem, satelit komunikasi dan computer serta seluruh metode untuk mengatur dan menggunakan segala benda tersebut sebagai komponen dari system belajar mengajar dan teknik untuk menciptakan software atau bahan-bahan belajar yang mengisi hardware (coombs dan ahmed) dalam buku media komunikasi pendidikan karya sudarwan denim.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Jenis-jenis dan Perkembangan jaringan komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Telah kita ketahui bahwasannya, proses pendidikan seringnya terjadi dalam sebuah lembaga,  dan lembaga pendidikan telah mengalami perkembangan, dan bentuknya yang paling sederhana, asasi, primitif yakni keluaraga dan masyarakat sampai yang modern, yakni sekolah dan didalamnya telah menyediakan berbagai macam sarana pendidikan selain ilmu pengetahuan, sekolah juga menyediakan sarana seperti halnya media pembelajaran seperti teknologi komunikasi yang canggih yang sesuai dengan perkembangan zaman. Secara lebih rinci pilihan teknologi untuk pendidikan, mulai dari yang sederhana sampai yang paling canggih dan mutakhir telah dikelompokkan oleh chute sebagai berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Teknologi audio: yaitu teknologi yang memfokuskan pada indera pendengaran, dan bentuknya yang sederhana adalah telephone. Sebagai media komunikasi, telepon dapat dimanfaatkan untuk tujuan pendidikan dan belajar.&lt;br /&gt; Teknologi audio dan data: salah satu kelemahan teknologi audio adalah tidak adanya visual dalam proses pembelajaran tersebut. Perpaduan kemampuan audio dari telephon dan kemampuan data computer telah melahirkan aplikasi belajar jarak jauh yang disebut audiografis&lt;br /&gt; Teknologi video: teknologi ini meliputi kaset video, siaran video satu arah, siaran radio dua arah, video on demand, serta video dan CBT. Program video ini dapat juga disiarkan secara satu arah untuk mengkomunikasikan kebijakan pengelola lembaga pendidikan maupun untuk menunjang proses pembelajaran.&lt;br /&gt; Computer based training: pendidikan dan pelatihan berbasis komputer ini merupakan bentuk lain dari aplikasi teknologi untuk pendidikan yang menggunakan komputer sebagai alat untuk menyampaikan pelajaran (compute assisted intruction) atau mengelola pengalaman belajar mahasiswa (computer managed intruction).&lt;br /&gt; Komputer konferensi: teknologi ini merupakan pemayung berbagai kegiatan penerapan teknologi komputer untuk menunjang komunikasi antar manusia. Misalnya surat elektronik (e-mail), konferensi kelompok dan sistem penyampaian pesan interaktif.&lt;br /&gt; Pendidikan dan pelatihan di internet: internet merupakan teknologi yang memberikan landasan yang kuat bagi penciptaan lingkungan belajar yang kaya dan luwes, serta mampu memenuhi kebutuhan pendidikan dan latihan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi berbasis komputer yang canggih bisa dijadikan sarana yang penting dalam pendidikan karena komputer secara umum dilengkapi dengan dua perangkat pokok, yakni perangkat keras (hardware) dan perangkat lunak (software).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disebut juga dengan komunikasi pendidikan sebab terjadinya komunikasi memang didunia pendidikan. Pengertian lengkapnya memang tidak bisa dijelaskan hanya menggunakan batasan-batasan ringkasan saja, karena seperti pengertian komunikasi umumnya, tidak mungkin dibuatkan definisinya secara ringkas, tunggal dan tegas. Komunikasi pendidikanpun demikian, meskipun dalam hal ini sudah disentuhkan kedalam bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan proses yang panjang dan melibatkan banyak manusia seperti pendidik, administrator pendidikan, proses, komunikasi, peserta didik, pesan-pesan, atau informasi pendidikan, dan disertai adanya tujuan-tujuan yang ingin dicapai dari proses pendidikan yang dimaksud. Itu untuk pendidikan formal. Lantas kalau pendidikan dalam keluarga, masyarakat, pesantren, dan lembaga-lembaga pendidikan luar sekolah lainnya, tentunya tidak seperti itu unsur-unsurnya. Oleh karna itu, pengertiannya pun menjadi berbeda.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada pelaksanaan pendidikan formal atau pendidikan melalui lembaga-lembaga pendidikan sekolah tampak jelas bahwa proses komunikasi sangat dominan kedudukannya. Hal ini setidaknya tampak dalam proses instruksional, yang dalam dunia pendidikan sampai saat ini masih menduduki posisi dominan. pada sektor administrasi atau manajemen pendidikan dan juga sektor bimbingan dan penyuluhan, proses komunikasi tetap menjadi faktor yang tidak kalah pentingnya. Sebab tidak akan terjadi proses manajarial, bimbingan, ataupun penyuluhan tanpa keterlibatan peran-peran komunikasi secar langsung. Gambar pada halaman berikutnya menunjukan proses pendidikan. Disitu tampak bahwa pendidikan bukan sekedar mengajari anak-anak supaya menjadi lebih baik, menjadi pintar, atau sekedar berkomunikasi dengan mereka yang isinya memberi nasehat supaya mereka berperilaku baik. namun, sudah semakin kompleks karena melibatkan banyak unsur didalamnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan tidak perlu disebut seberapa penting kedudukan komunikasi dalam pendidikan, yang jelas proses pendidikan memang sebagian besar hanya bisa dilakukan melalui  adanya proses komunikasi dan serapan informasi secara instruksional, manajarial, dan proporsional. Artinya, hampir tidak ada proses pendidikan tanpa melalui komunikasi dan informasi. Orang yang menyampaikan pesan, mengajar, memberikan data dan fakta untuk kepentingan pendidikan, merumuskan kalimat yang baik dan benar, semuanya hanya bisa dilakukan dengan penggunaan informasi yang komunikatif. Masalahnya adalah pada jenis komunikasi yang bagaimana dan jenis informasi yang seperti apa yang biasa dan sering digunakan untuk mencapai tujuan dan menggarap bidang pendidikan. Dengan kata lain,  komunikasi yang digunakan dalam lingkungan pendidikan atau komunikasi pendidikan yang lebih langsung mempunyai makna menyatu dalam pendidikan. Pengertian umumnya adalah proses komunikasi yang dirancang atau yang dipersiapkan secara khusus untuk tujuan-tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kemajuan yang dicapai oleh manusia dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi membuat ilmu pengetahuan dan teknologi itu  sendiri berkembang semakin pesat. Pola hidup manusia dengan ilmu dan teknologi mempunyai hubungan erat, pendidikan mungkin wadah paling menonjol dalam rangka kemajuan itu. Dalam rangka kegiatan, ada beberapa media yang dapat digunakan, mulai dari yang paling sederhana sampai papada yang canggih. Beberapa teknologi pendidikan dimaksud antara lain seperti bdibawah ini :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Papan tulis&lt;br /&gt;2. Bulletin board dan display&lt;br /&gt;3. Gambar dan ilustrasi fotografi&lt;br /&gt;4. Slide dan filmstrip&lt;br /&gt;5. Film&lt;br /&gt;6. Rekaman pendidikan&lt;br /&gt;7. Radio pendidikan&lt;br /&gt;8. Pelevisi pendidikan&lt;br /&gt;9. Peta dan globe&lt;br /&gt;10. Buku pelajaran&lt;br /&gt;11. Overhead projector&lt;br /&gt;12. Tape recorder&lt;br /&gt;13. Alat teknologi lain-lainnya seperti labolatorium, museum, computer dan lain-lain&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Teknologi komunikasi pendidikan adalah suatu sepesifikasi dalam bidang teknologi pendidikan, yaitu yang lebih banyak merupakan prinsip dan konsep ilmu komunikasi, serta lebih memperhatikan penggunaan sumber belajar berupa media komunikasi massa dan elektronis&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Teknologi komunikasi pendidikan adalah bagian dari teknologi komunikasi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;3. Manfaat teknologi pendidikan dan implikasi dalam pendidikan : Menurut Sudarman Danim (1995 : 1) hasil penelitian secara nyata membuktikan bahwa menggunakan alat bantu sangat membantu aktivitas proses belajar mengajar dikelas, terutama peningkatan prestasi belajar siswa/mahasiswa/&lt;br /&gt;Donald P. Ely (1979) mengemukakan beberapa manfaat media pendidikan, yaitu : meningkatkan produktifitas pendidikan, memberikan kemungkinan kegiatan pengajaran bersifat individual, member dasar yang lebih dinamis terhadap pendidikan, pengajaran yang lebih mantap.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;4. Jenis-jenis dan Perkembangan jaringan komunikasi.&lt;br /&gt; Teknologi audio: (indera pendengaran)&lt;br /&gt; Teknologi audio dan data: (pendengaran dan data)&lt;br /&gt; Teknologi video: (film)&lt;br /&gt; Computer based training: (pelatihan)&lt;br /&gt; Komputer konferensi: (surat elektronik)&lt;br /&gt; Pendidikan dan pelatihan di internet: (pelatihan dunia maya).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudarwan danim, media komunikasi pendidikan. Bumi aksara, jakrta, 1995.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Anung haryono dkk. C.V Media pendidikan,raja wali, jakarta, 1986&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Abdul Latif, pendidikan berbasis nilai kemasyarakatan, PT refika aditama, bandung, 2007.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pawit M. Yusup, ilmu informasi, komunikasi, dan kepustakaan, PT bumi aksara, jakarta, 2009&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-1876213773202552610?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/26m6zRX60EQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-17T17:58:17.396-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">46</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/04/teknologi-komunikasi-dalam-pendidikan.html</feedburner:origLink></item><item><title>Diskusi: Teknologi Komunikasi dalam Pendidikan (B)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/bK1-T8ApoaQ/diskusi-teknologi-komunikasi-dalam.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Sun, 17 Apr 2011 17:58:42 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-4183267628081845619</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok III (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ahmad Muhsoni, Nikmah Faizatul Muna, Rima Yuni Irawati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Teknologi pembelajaran telah berkembang, sebagai teori dan praktik dimana proses, sumber, dan sistem belajar pada manusia baik perseorangan maupun dalam suatu ikatan organisasi dapat dirancang, dikembangkan, dimanfaatkan, dikelola, dan dievaluasi. Dan melalui penerapan teknologi pembelajaran dengan mendayagunakan sumber-sumber belajar untuk tujuan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu bentuk sumber belajar yang potensial adalah yang dikembangkan berdasarkan teori komunikasidan memanfaatkan atau mendayagunakan berbagai bentuk dan jenis teknologi komunikasi. Artinya, media komunikasi massa mempunyai potensi besar untuk digunakan dan dimanfaatkan sebagai sumber belajar dan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada hakikatnya teknologi pembelajaran adalah suatu disiplin yang berkepentingan dengan pemecahan masalah belajar dengan berlandaskan pada serangkaian prinsip dan menggunakan berbagai macam pendekatan atau teori komunikasi dan teknologi komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap teknologi dibangun atas dasar suatu teori tertentu. Demikian pula pada teknologi pembelajaran, dibangun atas dasar prinsip-prinsip yang ditarik dari teori komunikasi terutama hasil-hasil penelitian dalam pemanfaatan media, khususnya media komunikasi. Dan dalam makalah kami akan membahas tentang Teknologi Komunikasi dalam Pendidikan.&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;TEKNOLOGI KOMUNIKASI DALAM PENDIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Teknologi dan Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata “teknologi” berasal dari kata latin “tekno” yang bahasa inggrisnya “art” dan dari kata “logos” atau “ilmu”. Menurut Webster, “art” adalah keterampilan yang diperoleh lewat pengalaman, studi, dan observasi (1983:105). Dengan demikian, teknologi tidak lebih dari suatu ilmu yang membahas tentang keterampilan yang diperoleh lewat pengalaman, studi dan observasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata komunikasi berasal dari bahasa latin communicare yang berarti sama. Maksudnya sama dalam hal pengertian dan pendapat antara komunikator dan komunikan. Secara etimologis, komunikasi berasal dari kata to communicate. Yang berati komunikasi merupakan proses menyampaikan pesan dari seseorang kepada orang lain sehingga diperoleh pengertian yang sama. Kehidupan manusia akan tampak “hampa” apabila tidak ada komunikasi. Karena tanpa komunikasi tidak akan mungkin terjadi iteraksi sosial ataupun interaksi antar manusia, baik secara individu ataupun kelompok. Tindakan komunikasi dapat dilakukan secara verbal yaitu dengan menggunakan kata-kata baik lisan atau tulisan. Secara nonverbal dalam bentuk isyarat (gesture), sikap tingkah laku, gambar-gambar dan lain sebagainya. Dengan berkomunikasi orang dapat mengubah dan mempengaruhi sikap orang lain, komunikasi memungkinkan pemindahan dan penyebaran ide kepada orang lain, tau penemuan ide baru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Teknologi Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kata teknologi berasal dari istilah teckne yang berarti sebagai seni (art) atau keterampilan (skill). Pada hakikatnya teknologi merupakan penerapan ilmu atau pengetahuan lain yang terorganisir ke dalam tugas-tugas praktis (Galbraith dalam AECT 1977). Pengertian teknologi sebagai kumpulan pengetahuan, melengkapi pengertian teknologi sebagai barang buatan yang ditujukan untuk mendukung kegiatan manusia agar lebih efisien dan bertujuan. Artinya, teknologi dapat dipahami sebagai upaya untuk meningkatkan efektivitas dan efisiensi. Selain itu, teknologi tidak bisa dipisahkan dari masalah, karena pada hakikatnya  teknologi lahir dan dikembangkan untuk memecahkan masalah yang dihadapi oleh umat manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi diterapkan di semua bidang kehidupan, di antaranya bidang pendidikan. Teknologi, modern dalam bidang komunikasi dengan produk yang berupa peralatan elektronik dan bahan (software) yang disajikan telah mempengaruhi seluruh sektor kehidupan termasuk pendidikan. Misalnya teknologi komunikasi pendidikan, maksudnya teknologi komunikasi yang diterapkan atau dipakai dalam dunia pendidikan. Sering disebut pula dengan teknologi pendidikan yang yang memanfaatkan media komunikasi. Teknologi komunikasi yang dimaksudkan secara khusus ditujukan untuk teknologi-teknologi broadcasting. Dengan demikian, teknologi komunikasi adalah sarana dan prasarana struktur kelembagaan dan nilai-nilai sosial yang dikumpulkan, disimpan, diolah dan dipertukarkan informasi sehingga memungkinkan untuk terjadinya persamaan persepsi atau tindakan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian teknologi komunikasi sebagai suatu proses meliputi hal-hal sebagai    berikut:&lt;br /&gt;1. Proses itu harus rasional dan efesien.&lt;br /&gt;2. Harus mensistem, karena segala sesuatu akan mempunyai dampak dan dipengaruhi oleh hal lain dalam lingkungannya.&lt;br /&gt;3. Harus bersistem, yaitu mempertimbankan segala variabel yang mungkin berpengaruh dalam menentukan prosedur tindakan agar proses itu efektif, efesien, dan serasi.&lt;br /&gt;4. Melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan.&lt;br /&gt;5. Mengarah pada pemecahan bersama.&lt;br /&gt;6. Memadukan berbagai prinsip, konsep, dan gagasan.&lt;br /&gt;7. Mempertimbangkan kondisi lingkungan untuk mencapai tujuan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi komunikasi telah mengalami 4 revolusi dalam bidang komunikasi, yaitu:&lt;br /&gt;a. Dalam hal berbicara, kemampuan manusia berbicara dalam berkomunikasi antara seseorang dengan yang lain merupakan komponen yang harus ada dalam kelengkapan atribut-atribut yang memungkinkan kelompok-kelompok manusia bisa bekerja sama dan survive, serta berkembang.&lt;br /&gt;b. Ditemukannya tulisan, tulisan tidak hanya berfungsi sebagai suatu pembantu ingatan, titapi juga meningkatkan kemungkinan dalam berbagai hal.&lt;br /&gt;c. Penemuan percetakan, percetakan berfungsi sebagai basis bagi menyebarnya kemampuan melek huruf dan merupakan fondasi untuk terselenggaranya aktivitas pendidikan secara menyeluruh.&lt;br /&gt;d. Dalam hal hubungan jarak jauh atau telekomunikasi, dengan ditemukannya berbagai sarana yang memungkinkan manusia berhubungan satu sama lain tanpa harus terhalang oleh faktor jarak, kecepatan, dan waktu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dalam kaitan pemanfaatan teknologi komunikasi untuk pendidikan, Ashaby (1979) menyatakan bahwa dunia pendidikan telah memasuki revolusinya yang kelima. Yaitu dengan dimanfaatkannya teknologi informasi dan komunikasi mutakhir, khususnya komputer dan internet untuk pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai jenis dan bentuk teknologi komunikasi yang dapat digunakan atau dimanfaatkan dalam pendidikan, antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Siaran Radio Pendidikan&lt;br /&gt;Radio merupakan media elektronik tertua dan sangat luwes. Radio telah beradaptasi dengan perubahan dunia, melalui hubungan saling menguntungkan dan melengkapi dengan media lainnya. Secara umum radio dapat dipandang sebagai media komunikasi massa yang penyerapannya melalui indra pendengaran (audiktif). Dan siaran radio pendidikan adalah salah satu bentuk pemanfaatan teknologi komunikasi. Pemilihan media radio didasarkan pada kemampuan media ini dapat menjangkau populasi pendengar yang banyak dan biaya lebih murah (cost effective).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun contoh pemanfaatan siaran radio pendidikan yaitu program pendidikan dan pelatihan guru SD melalui siaran radio pendidikan (Diklat SRP) adalah sebuah diklat jarak jauh bagi guru SD dengan memanfaatkan siaran radio. Tujuannya adalah untuk menigkatkan mutu pendidikan khususnya tingkat Sekolah Dasar melalui peningkatan kualitas dan profesionalisme guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Siaran Televisi Pendidikan&lt;br /&gt;Siaran televisi (TV) merupakan media yang sangat ampuh (a powerful medium) dalam menyebarkan informasi kepada masyarakat secara serempak. Siaran TV mempunyai daya jangkau yang luas dan mampu meniadakan batas wilayah geografis, sistem sosial, politik dan budaya masyarakat pemirsa. Selain itu mempunyai potensi untuk penetrasi dalam mempengaruhi sikap, kreativitas, motivasi, pandangan, gaya hidup, dan orientasi masyarakat. Dan siaran televisi juga memiliki potensi untuk menyampaikan pesan-pesan pendidikan/pembelajaran. Jadi, TV bisa juga diartikan sebagai salah satu bentuk sumber belajar dan pembelajaran yang dapat dimanfaatkan untuk meningkatkan mutu pendidikan. Dengan demikian, media televisi adalah salah satu bentuk pendayagunaan teknologi komunikasi.&lt;br /&gt;Kesimpulan dari penelitin ini adalah program radio dan televisi pendidikan merupakan bagian integral dari pengembangan materi dan kurikulum pendidikan. Pusat Teknologi dan Komunikasi Pendidikan (Pustekkom), Depdiknas sesuai dengan tugas dan fungsinya merintis berdirinya stasiun telivisi pendidikan. Pada tanggal 12 Oktober 2004 Mentri Pendidikan Nasional meluncurkan pengembangan dan penyelenggaraan siaran Televisi edukesi (TVE). TVE merupakan televisi yang mengkhususkan diri dalam penyiaran program-program pendidikan dan pembelajaran untuk semua jenis, jenjang, dan jaluran pendidikan. Artinya materi yang disiarkan TVE boleh dikatakan 100% bermuatan pendidikan dan pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Dampak Teknologi Komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap teknologi, tentu mempunyai dampak. Dampak teknologi komunikasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu: dampak positif dan negatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Dampak positif teknologi komunikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;a. Bidang ekonomi, memberi kemudahan dan kenyamanan bagi kelangsungan transaksi bisnis sehigga mempunyai fungsi vital dalam gerak perekonomian dari hari ke hari.&lt;br /&gt;b. Bidang pendidikan, memungkinkan seseorang dalam belajar tanpa terikat oleh jarak dan waktu.&lt;br /&gt;c. Bidang politik, memelihara dan mempertahankan integritas serta aktivitas pertahanan dan keamanan suatu bangsa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Dampak negatif teknologi komunikasi&lt;br /&gt;a. Terjadinya monopoli dan pengelolaan, penyediaan, dan pemanfaatan informasi.&lt;br /&gt;b. Tidak meratanya distribusi informasi.&lt;br /&gt;c. Kurangnya isi pesan yang edukatif.&lt;br /&gt;d. Terjadinya polusi informasi.&lt;br /&gt;e. Terjadinya invasi terhadap privasi.&lt;br /&gt;f. Timbulnya permasalahn dalam hak cipta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi komunikasi adalah sarana dan prasarana struktur kelembagaan dan nilai-nilai sosial yang dikumpulkan, disimpan, diolah dan dipertukarkan informasi sehingga memungkinkan untuk terjadinya persamaan persepsi atau tindakan. Pengertian teknologi komunikasi sebagai suatu proses meliputi hal-hal sebagai    berikut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Proses itu harus rasional dan efesien.&lt;br /&gt;2. Harus mensistem .&lt;br /&gt;3. Harus bersistem.&lt;br /&gt;4. Melibatkan berbagai pihak yang berkepentingan.&lt;br /&gt;5. Mengarah pada pemecahan bersama.&lt;br /&gt;6. Memadukan berbagai prinsip, konsep, dan gagasan.&lt;br /&gt;7. Mempertimbangkan kondisi lingkungan untuk mencapai tujuan (Miarso, 2005: 303, 491).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Perkembangan teknologi komunikasi telah mengalami 4 revolusi dalam bidang komunikasi, yaitu:&lt;br /&gt;a. Dalam hal berbicara.&lt;br /&gt;b. Ditemukannya tulisan.&lt;br /&gt;c. Penemuan percetakan.&lt;br /&gt;d. Dalam hal hubungan jarak jauh atau telekomunikasi (Bell, 1979).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada berbagai jenis dan bentuk teknologi komunikasi yang dapat digunakan atau dimanfaatkandalam pendidikan, antara lain:&lt;br /&gt;1. Siaran Radio Pendidikan.&lt;br /&gt;2. Siaran Televisi Pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dampak teknologi komunikasi dapat dibedakan menjadi 2, yaitu:&lt;br /&gt;1. Dampak positif teknologi komunikasi.&lt;br /&gt;2. Dampak negatif teknologi komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Drs. Bambang Warsita, Teknologi Pembelajaran Landasan dan Aplikasinya. PT Rineka Cipta, Jakarta, 2008.&lt;br /&gt;H. M. Abdul Hamid, M.A, H. Uril Baharuddin, M.A, Bisri Mustofa, M.A, Pembelajaran Bahasa arab, Pendekatan, Metode, Strategi, Materi, dan Media. UIN-Malang Press, Malang, 2008.&lt;br /&gt;Prof. Dr. Azhar Arsyad, M.A, Bahasa Arab dan Metode Pengajarannya. Pustaka Pelajar, Yogyakarta, 2010.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-4183267628081845619?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/bK1-T8ApoaQ" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-17T17:58:42.568-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">38</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/04/diskusi-teknologi-komunikasi-dalam.html</feedburner:origLink></item><item><title>Diskusi: Teknologi sebagai Sebuah Pendekatan (A)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/4yy58OQ8l2o/diskusi-teknologi-sebagai-sebuah_07.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Thu, 07 Apr 2011 18:56:15 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-5668205834915301196</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEKNOLOGI SEBAGAI SEBUAH PENDEKATAN DALAM PROBLEM BELAJAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok II (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas A&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Ardi Wardiyanto, Doni Astiawan, Ria Susanti, Yermiati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi modern dalam bidang komunikasi dengan produk yang berupa peralatan elektronik dan bahan (software) yang disajikan, dan yang telah mampu mempengaruhi seluruh sektor kehidupan termasuk pendidikan. Bahkan Eric Ashby (1972, halaman 9) berpendapat bahwa produk elektronik itu telah menimbulkan revolusi yang keempat dalam bidang pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi pertama terjadi pada waktu masyarakat memberikan wewenang pendidikan kepada orang tertentu hingga timbul “profesi guru”. Revolusi ini mengakibatkan pergeseran dari pendidikan di “rumah” oleh orang tua sendiri, ke arah pendidikan secara formal di sekolah. Revolusi yang kedua terjadi dengan dipakainya bahasa tulisan disamping bahasa lisan dalam menyajikan pelajaran di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Revolusi ketiga terjadi dengan ditemukanya mesin cetak yang pada gilirannya menyebabkan banyaknya buku yang tersedia dan dipakai di sekolah Revolusi yang keempat boleh dikatakan mulai berlangsung sejak empat puluh tahun yang lalu.&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Teknologi Sebagai Sebuah Pendekatan dalam Problem Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi dikatakan sebagai sebuah pendekatan dalam problem pendidikan, karena kata Teknologi dapat diambil pengertian dari istilah teknologi pendidikan yang dalam bahasa inggris nya adalah in structional technology atau educational technology.  Salah satu pendapat bahwa instructional technology means the media born of the communications revoluton which can be used for instructional purpose alongside the teacher, the book, and blackboard (Commission on instructional Technology dalam Norman Beswick, Resource learning, 1977 hal. 39).  Jadi yang sangat digunakan dalam sebuah pendekatan dalam pendidikan salah satu nya ialah komunikasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui media komunikasi, yang dimana sudah berkembang begitu cepat atau pesat dalam dunia pendidikan, guna untuk pengembangan, penerapan dan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki serta meningkatkan proses belajar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi komunikasi pendidikan (TKP) dapat dijelaskan melalui dua pendekatan. Yang pertama adalah dari sudut komunikasi sehingga bearti teknologi komunikasi yang dipakai dalam bidang pendidikan. Pendekatan yang kedua dari sudut pendidikan yaitu yang mengartikannya sebagai teknologi pendidikan yang memanfaatkan media komunikasi, kedua pendekatan ini sebenarnya berbeda tetapi dalam pengaplikasiannya yang digunakan secara bergantian. Alat-alat teknologi yang digunakan sebagai sebuah pendekatan,  ini sangat lazim disebut “hardware” diantaranya TV, radio, vidio tape, computer, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Adapun langkah-langkah yang diikuti dalam metode teknologi pendidikan adalah :&lt;br /&gt;1. Merumuskan tujuan yang jelas yang harus dicapai, yang dapat dipandang sebagai masalah.&lt;br /&gt;2. Menyajikan pelajaran menurut cara yang dianggap serasi yang kita pandang sebagai “hipotesis” yang perlu dites.&lt;br /&gt;3. Menilai hasil pelajaran untuk memuji hipotesis itu.&lt;br /&gt;4. Mencari perbaikan andaikan hasilnya belum memenuhi syarat atau standar yang ditentukan dan mel;angsungkan percobaan dengan cara lain sampai tercapai apa yang  diharapkan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Aplikasi Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian secara nyata membuktikan bahwa penggunaan alat bantu sangat membantu aktivitas proses belajar mengajar di kelas, terutama dalam peningkatan prestasi belajar siswa/ mahasiswa. Kadang-kadang dosen/guru ingin memilih beban semenimal mungkin dalam pelaksanan tugas mengajar; hal ini terbukti, penggunaan metode ceramah (lecture method) menonton paling populer dikalangan dosen/guru.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keterbatasan media teknologi pendidikan di satu pihak dan lemahnya kemampuan dosen/ guru menciptakan media tersebut di sisi lain membuat penerapan metode ceramah makin menjamur. Kondisi ini jauh dari menguntungkan. Terbatasnya alat-alat teknologi pendidikan yang dipakai dikelas diduga merupakan salah satu sebab lemahnya mutu studi mahasiswa atau pelajar atau masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi kpmunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat dan untuk selanjutnya berpengaruh terhadap pola komunikasi di masyarakat, karena dibuatnya instrumen teknologi komunikasi seperti satelit, tv, radio, vidio-tape dan komputer memberi arti tersendiri bagi proses komunikasi antar-manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Perbedaan Teknologi Pendidikan Sebagai Sebuah Konsep dan Aplikasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada umumnya teknologi tidak mengenal batas-batas wilayah, idiologi, agama, dan suku bangsa; teknologi telah mengurangi secara drastis jarak waktu dan ruang. Aplikasi teknologi pendidikan sangat relevan bagi pengelolaan pendidikan pada umumnya dan kegiatan belajar mengajar pada khususnya, aplikasi yang dimsud adalah :&lt;br /&gt;Pertama, teknologi pendidikan memungkinkan adanya perubahan kurikulum, baik strategi, pengembangan maupun aplikasinya. Teknologi pendidikan mempunyai fungsi luas, tidak hanya terbatas pada kebutuhan kegiatan belajar mengajar di kelas, melainkan dapat berfungsi sebagai masukan bagi pembinaan dan pengembangan kurikulum yang dikaji secara ilmiah, logis, sistematis dan rasional sesuai dengan tuntutan ilmu pengetahuan dan teknologi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kedua, teknologi pendidikan menghilangkan, kalaupun tidak secara keseluruhan, pola pengajaran tradisional. Ia berperan penuh dalam pelaksanaan proses belajar mengajar, meskipun sebenarnya mempunyai kemampuan (capability) yang terbatas dan dengan teknologi pendidikan pulalah keterbatasan itu tertolong.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketiga, teknologi pendidikan membuat pengertian kegiatan belajar menjadi lebih luas, lebih dari hanya sekedar interaksi guru-murid di dalam ruang dan waktu yang sangat terbatas. Teknologi pendidikan dapat dianggap sebagai sumber belajar, dan biasanya memberikan rangsangan positif dalam proses pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keempat, aplikasi teknologi pendidikan dapat membuat peran guru berkurang, meskipun teknologi pendidikan tidak mampu menggantikan guru secara penuh. Teknologi pendidikan adalah teknologi pendidikan, guru adalah guru. Meskipun demikian bagi guru dam murud, teknologi pendidikan memberikan sumbangan yang sangat positif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN DAN SARAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Kesimpulan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan uraian diatas, bahwasanya teknologi sebagai sebuah pendekatan dalam problem pendidikan, merupakan suatu pendekatan yang sangat relevan dalam kehidupan masyarakat, bangsa dan tanah air.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena sesuai dengan peningkatan manusia dan kemajuan teknologi seiring dengan perkembangan zaman, serta pergeseran waktu dan masa, maka pendidikan merupakan suatu hal yang sangat penting dan berpengaruh demi terwujudnya manusia yang berahklak mulia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Melalui media komunikasi, yang dimana sudah berkembang begitu cepat atau pesat dalam dunia pendidikan, guna untuk pengembangan, penerapan dan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki serta meningkatkan proses belajar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Saran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun saran yang dapat penulis berikan antara lain :&lt;br /&gt;Bagi umat manusia khususnya para remaja dan pemuda, pergunakanlah masa remajamu atau mudamu dengan sebaik-baiknya, karena sesungguhnya waktu mudamu tidak akan datang kedua kalinya, maka jangan sampai engkau gunakan untuk berbuat hal-hal yang kurang bermanfaat apalagi dapat merugikan dirimu, keluargamu, masyarakat, bangsa dan agama.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-5668205834915301196?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/4yy58OQ8l2o" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-07T18:56:15.828-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">62</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/04/diskusi-teknologi-sebagai-sebuah_07.html</feedburner:origLink></item><item><title>Diskusi: Teknologi sebagai Sebuah Pendekatan (B)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/JS6FIh6BDbA/diskusi-teknologi-sebagai-sebuah.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Mon, 04 Apr 2011 18:24:12 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-2396146950256616238</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;TEKNOLOGI SEBAGAI SEBUAH PENDEKATAN DALAM &lt;/span&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;PROBLEM BELAJAR&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok II (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas B&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Muhtar Abdullah, Nailul Muyasaroh, Siti Anjarwati&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan investasi yang paling utama bagi setiap bangsa, apalagi bagi bangsa yang sedang berkembang, yang giat membangun negaranya. Pembangunan hanya dapat dilakukan oleh manusia yang dipersiapkan untuk itu melalui pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pendidikan merupakan hal yang sangat dibutuhkan oleh setiap manusia. Pendidikan juga merupakan hak bagi setiap warga Indonesia. Dengan pendidikan, manusia dapat mencapai tujuan, cita-cita, dan hal-hal yang diinginkan.Dengan pendidikan, setiap anak atau generasi muda dibina demi kelangsungan hidup masyarakat, bangsa, dan negara.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap anak didik dituntut untuk dapat memaksimalkan kemampuan dan kecerdasan yang dimiliki dan juga dapat menguasai setiap materi yang disampaikan oleh pendidik. Salah satunya dengan pembelajaran yang tepat baik di sekolah maupun di luar sekolah. Hal ini juga harus diimbangi dengan penunjang dalam berlangsungnya pembelajaran tersebut.&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Pembelajaran/pengajaran merupakan istilah kunci yang hampir tidak pernah luput dari pembahasan mengenai pendidikan karena hubungan yang erat antara keduanya. Metodologi pembelajaran/pengajaran harus dimiliki oleh pendidik, karena keberhasilan proses belajar mengajar (PBM) bergantung pada cara mengajar pendidik. Jika menurut peserta didik, cara mengajar pendidik menarik, peserta didik akan tekun, rajin, dan antusias menerima pelajaran yang diberikan, sehingga diharapkan akan terjadi perubahan pada peserta didik baik tutur kata, tingkah laku, motorik, dan gaya hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Salah satu problem dalam pembelajaran saat ini adalah kurangnya sarana teknologi yang dibutuhkan oleh Peserta didik atau anak didik. Teknologi merupakan salah satu hal yang dapat digunakan dalam mengatasi problem-problem dalam pembelajaran. Dengan semakin berkembangnya teknologi yang ada saat ini, diharapkan akan dapat membantu dalam pembelajaran Peserta didik dan dapat memudahkan pendidik dan anak didik dalam proses belajar mengajar.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.1. Problem-Problem Dalam Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kita tentu akan merasa bahagia, apabila dalam melaksanakan pembelajaran di kelas dalam keadaan yang sesuai dengan keinginannya. Peserta didik duduk dengan rapi, baik seragam, tempat duduk, lantai yang bersih, dan tentunya kebahagian kita akan bertambah apabila diakhir pembelajaran, pembelajaran yang telah dilaksanakan berhasil. Keberhasilan pengajaran yang telah dilaksanakan tentunya tergambar dari prestasi belajar Peserta didik itu sendiri. Selain kita, Peserta didik pun akan merasa senang, apabila mereka mendapat nilai yang tinggi, mereka akan bersorak, bahkan mungkin meloncat-loncat dan berjingkrak-jingkrak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Peserta didik tentu akan merasa senang dan bahagia apabila mereka mendapatkan nilai yang tinggi. Jika seorang Peserta didik mendapat nilai lebih dari 8,0 Peserta didik tersebut dikategorikan seorang yang cerdas dan dikatakan prestasi belajarnya tinggi. Jika Peserta didik mendapat nilai antara 6,0 – 7,0 Peserta didik tersebut dikategorikan cukup atau prestasi belajarnya cukup. Tetapi sebaliknya jika Peserta didik mendapat nilai kurang dari 6,0 Peserta didik tersebut dikategorikan kurang cerdas atau prestasi belajarnya rendah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Prestasi belajar Peserta didik yang rendah bisa diakibatkan oleh beberapa faktor, diantaranya:&lt;br /&gt;1. Proses belajar yang kurang menarik sehingga Peserta didik menjadi kurang bersemangat.&lt;br /&gt;2. Sarana belajar yang kurang.&lt;br /&gt;3. Penggunaan metode belajar yang kurang efektif dan variatif.&lt;br /&gt;4. Peserta didik cenderung menjadi pasif dan Pendidik aktif, sehingga Peserta didik kurang berkembang secara maksimal.&lt;br /&gt;5. Jarak dan waktu yang memisahkan antara Pendidik dan Peserta didik.&lt;br /&gt;Itulah beberapa masalah yang dihadapi Pendidik maupun Peserta didik dalam proses pembelajaran. Beberapa masalah yang tersebut di atas harus dapat ditanggulangi agar Peserta didik dapat memaksimalkan potensi yang dimiliki dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.2. Manfaat Teknologi Dalam Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah teknologi berasal dari bahasa Yunani technologia yang menurut Webster Dictionary berarti systematic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis, sedangkan techne sebagai dasar kata teknologi berarti art, skill, science atau keahlian, keterampilan, ilmu.&lt;br /&gt;Teknologi dalam pembelajaran diharapkan mampu memberikan pengembangan, penerapan, dan penilaian sistem-sistem, teknik dan alat bantu untuk memperbaiki dan meningkatkan proses belajar manusia. Disini di utamakan proses belajar itu sendiri di samping alat-alat yang dapat membantu proses belajar itu. Jadi teknologi dalam pembelajaran itu mengenai software maupun hardware. software antara lain menganalisis dan mendesain urutan atau langkah-langkah belajar berdasarkan tujuan yang ingin dicapai dengan metode penyajian yang serasi serta penilaian keberhasilannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya perkembangan teknologi saat ini, diharapkan agar proses belajar mengajar antara Pendidik dan Peserta didik dapat lebih maksimal dan menarik. Sehingga Peserta didik mampu berkembang lebih baik dan mendapatkan ilmu yang lebih banyak.&lt;br /&gt;Beberapa manfaat yang dapat dicapai dengan menggunakan teknologi dalam pembelajaran antara lain:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Proses belajar mengajar lebih efisien dan efektif serta menarik, sehingga Peserta didik tidak akan merasa jenuh ataupun malas dam proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;2. Memanfaatkan aneka sumber belajar sehingga dapat memudahkan/memfasilitasi Peserta didik untuk belajar.&lt;br /&gt;3. Dengan penggunaan atau pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, Peserta didik akan menjadi lebih aktif sehingga tidak hanya mendapatkan ilmu dari Pendidik saat di sekolah, tetapi juga bisa mencari pengetahuan yang lebih luas di luar sekolah. Hal ini memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.&lt;br /&gt;4. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.&lt;br /&gt;5. Meningkatkan produktivitas pembelajaran.&lt;br /&gt;6. Memungkinkan pendidikan individual.&lt;br /&gt;7. Memungkinkan belajar seketika.&lt;br /&gt;8. Memungkinkan pendidikan lebih luas dan merata.&lt;br /&gt;9. Untuk mewakili gagasan pelajar pemahaman dan kepercayaan.&lt;br /&gt;10. Untuk organisir produksi, multimedia sebagai dasar pengetahuan pelajar.&lt;br /&gt;11. Untuk mengakses informasi yang diperlukan.&lt;br /&gt;12. Untuk perbandingan perspektif, kepercayaan dan pandangan dunia.&lt;br /&gt;13. Teknologi sebagai media sosial untuk mendukung pelajaran dengan berbicara.&lt;br /&gt;14. Untuk mendiskusikan, berpendapat dan membangun konsensus antara anggota sosial.&lt;br /&gt;15. Teknologi sebagai mitra intelektual untuk mendukung pelajar&lt;br /&gt;16. Untuk membantu pelajar mengartikulasikan dan memprentasikan apa yang mereka ketahui.&lt;br /&gt;17. Teknologi dapat meningkatkan mutu pendidikan/sekolah.&lt;br /&gt;18. Tekonologi dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;19. Teknologi dapat mempermudah mencapai tujuan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.3. Macam-Macam Alat Teknologi Dalam Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berikut adalah beberapa alat-alat teknologi yang dapat digunakan dalam pembelajaran&lt;br /&gt;- White board. Ini adalah salah satu teknologi dasar yang ada di sekolah yang membuat proses pembelajaran menjadi menarik. Sangat mudah menggunakan alat ini, apalagi dikombinasikan dengan komputer dan proyektor. Papan tulis ini bisa dengan cepat berubah menjadi layar yang bisa dilihat oleh Peserta didik di kelas. Suara, objek dan gambar yang bergerak akan membuat pelajaran menjadi menarik dan mudah dipahami Peserta didik.&lt;br /&gt;- Proyektor. Merupakan salah satu teknologi yang digunakan di kelas. Pendidik dapat mempresentasikan pelajaran menggunakan transparansi berwarna dan bermakna yang bisa menarik perhatian Peserta didik dengan segara. Menggunakan proyektor dan komputer sangat bermanfaat. Pendidik bisa menunjukkan kepada Peserta didik beberapa dokumentasi, film dan presentasi powerpoint.&lt;br /&gt;- Sound Amplifier. Sound ampliifier sangat berguna bila dipakai dalam kelas besar. Beberapa Peserta didik tidak bisa menangkap apa yang disampaikan oleh Pendidik karena mereka tidak bisa mendengar suara Pendidik. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa suara yang jelas dan kuat, mampu menarik perhatian Peserta didik sehingga hasil pembelajaran menjadi lebih baik.&lt;br /&gt;- Software dan komputer. Bayangkan jika suatu saat Peserta didik ke sekolah tidak perlu membawa buku, hanya berpakaian seragam dan sekotak makanan, tapi mereka siap untuk belajar. Hal itu sangat memungkinkan karena saat ini laptop maupun netbook sudah merupakan barang yang terjangkau. Peserta didik bisa mengakses buku, kamus, ensiklopedia di laptop mereka dengan bantuan teknologi internet dan software edukasi khusus yang menjadikan proses pembelajaran menjadi lebih baik. Beberapa software edukasi cukup menyenangkan untuk digunakan karena mampu mengajarkan kepada Peserta didik dengan games, gambar, grafik, dan sebagainya. Hal ini akan mampu membuat Peserta didik berkonsentrasi dalam waktu lama dan tidak membuat mereka bosan.&lt;br /&gt;- Filmstrip dan Slide. Filmstrip dan Slide diperlihatkan kepada Peserta didik-Peserta didik dengan menggunakan proyektor. Yang dilihat adalah gambar “mati” jadi bukan gambar yang hidup seperti film. Gambar itu dapat merupakan foto, tabel, diagram karton, reproduksi lukisan, dan sebagainya. Kecepatan memperlihatkan filmstrip atau slide dapat diatur oleh Pendidik dan bergantung kepada banyaknya komentar yang diberikannya tentang tiang gambar.&lt;br /&gt;- Teknologi Informasi dan Komunikasi. Kecenderungan yang telah dikembangkan dalam pemanfaatan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dalam pembelajaran adalah program e-learning. Beragam istilah dan batasan telah dikemukakan oleh para ahli teknologi informasi dan pakar pendidikan. Secara sederhana e-learning dapat difahami sebagai suatu proses pembelajaran yang memanfaatkan teknologi informasi berupa komputer yang dilengkapi dengan sarana telekomunikasi (internet, intranet, ekstranet) dan multimedia (grafis, audio, video) sebagai media utama dalam penyampaian materi dan interaksi antara pengajar (Pendidik/dosen) dan pembelajar (Peserta didik/mahaPeserta didik). Permasalahan yang dihadapi sekolah saat ini adalah pada tingkat kesiapan peserta belajar, Pendidik, infrastruktur sekolah, pembiayaan, efektifitas pembelajaran, sistem penyelenggaraan dan daya dukung sekolah dalam menyelenggarakan pembelajaran berbasis TIK. Lalu, apakah mungkin program e-learning dapat dilaksanakan di sekolah? Ini yang menjadi esensi dari kebermaknaan e-learning di sekolah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Itulah sebagian kecil teknologi yang digunakan dalam membantu proses pembelajaran, sehingga pembelajaran akan dirasakan lebih menyenangkan dan interaktifsehingga materi pelajaran lebih mudah dipahami oleh Peserta didik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2.4. Kelebihan dan Kelemahan Teknologi Dalam Pembelajaran&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Meskipun dalam penggunaannya jenis-jenis teknologi dan media sangat dibutuhkan Pendidik dan Peserta didik dalam membantu kegiatan pembelajaran, namun secara umum terdapat beberapa kelebihan dan kelemahan dalam penggunaannya. Diantara kelebihan atau kegunaan media pembelajaran yaitu:&lt;br /&gt;a. Memperjelas penyajian pesan agar tidak terlalu bersifat veralistis (dalam bentuk kata-kata, tertulis atau lisan belaka)&lt;br /&gt;b. Mengatasi perbatasan ruang, waktu dan daya indera, seperti:&lt;br /&gt;- Objek yang terlalu besar digantikan dengan realitas, gambar, filmbingkai, film atau model.&lt;br /&gt;- Obyek yang kecil dibantu dengan proyektor micro, film bingkai, film atau gambar.&lt;br /&gt;- Gerak yang terlalu lambat atau terlalu cepat dapat dibantu dengan tame lapse atau high speed photografi.&lt;br /&gt;- Kejadian atau peristiwa yang terjadi masa lalu bisa ditampilkan lagi lewat rekaman film,video, film bingkai, foto maupun secara verbal.&lt;br /&gt;c. Dengan menggunakan media pendidikan secara tepat dan bervariasi sifat pasif anak didik dapat diatasi. Dalam hal ini media pembelajaran berguna untuk:&lt;br /&gt;- Menimbulkan kegairahan belajar.&lt;br /&gt;- Memungkinkan interaksi yang lebih langsung antara anak didik dengan lingkungan dan kenyataan.&lt;br /&gt;- Memungkinkan anak didik belajar sendiri-sendiri sesuai kemampuan dan minat masing-masing.&lt;br /&gt;Adapun beberapa kelemahan dalam penggunaan teknologi dalam pembelajaran antara lain:&lt;br /&gt;1. Pihak Pendidik yang tidak bisa mengoperasikan/menguasai elektronika akan tertinggalkan oleh Peserta didik.&lt;br /&gt;2. Teknologi  pendidikan  memerlukan  SDM  yang  berkualitas  untuk  bisamempercepat inovasi sekolah, sedangkan realita masih kurang.&lt;br /&gt;3. Membutuhkan biaya yang mahal.&lt;br /&gt;4. Memerlukan kontrol yang tinggi dari Pendidik atau orang tua, terutama internet dan software.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikian beberapa kelebihan dan kekurangan pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran. Kelebihan dan kekurangan yang disebutkan oleh pemakalah hanyalah sebagian, masih banyak kelebihan dan manfaat yang dihasilkan dengan menggunakan teknologi dalam pembelajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kehadiran teknologi, bukan lagi menjadi barang mewah, karena harganya bisa dijangkau oleh segenap lapisan masyarakat untuk memiliki dan menikmatinya. Artinya, sekolah sebagai lembaga pendidikan harus mampu untuk memiliki teknologi tersebut sehingga bisa menjadikannya sebagai media pembelajaran yang menarik, interaktif, dan mampu mengembangkan kecakapan personal secara optimal, baik kecakapan, kognitif, afektif, psikomotrik, emosional dan spiritualnya. Hal ini amat memungkinkan, ketika ruang belajar di luar gedung sekolah, telah menghasilkan berbagai produk audiovisual yang bernilai- edukatif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan menggunakan teknologi dalam pendekatan belajar, maka diharapkan Peserta didik mampu lebih mengoptimalkan dan memaksimalkan kemampuan yang dimiliki. Penggunaan teknologi dalam pembelajaran memiliki kelebihan dan kekurangan, diantaranya:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Proses belajar mengajar lebih efisien dan efektif serta menarik, sehingga Peserta didik tidak akan merasa jenuh ataupun malas dam proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;2. memudahkan/memfasilitasi Peserta didik untuk belajar.&lt;br /&gt;3. Mengatasi keterbatasan ruang, waktu dan daya indera.&lt;br /&gt;4. Untuk mengakses informasi yang diperlukan.&lt;br /&gt;5. Untuk mendiskusikan, berpendapat dan membangun konsensus antar anggota sosial.&lt;br /&gt;6. Teknologi sebagai mitra intelektual untuk mendukung pelajar.&lt;br /&gt;7. Untuk membantu pelajar mengartikulasikan dan memprentasikan apa yang mereka ketahui.&lt;br /&gt;8. Teknologi dapat meningkatkan mutu pendidikan/sekolah.&lt;br /&gt;9. Tekonologi dapat meningkatkan efektifitas dan efisiensi proses belajar mengajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun beberapa kelemahan yaitu:&lt;br /&gt;1. Pihak Pendidik yang tidak bisa mengoperasikan/menguasai elektronika akan tertinggalkan oleh Peserta didik.&lt;br /&gt;2. Teknologi  pendidikan  memerlukan  SDM  yang  berkualitas  untuk  bisamempercepat inovasi sekolah, sedangkan realita masih kurang.&lt;br /&gt;3. Membutuhkan biaya yang mahal.&lt;br /&gt;4. Memerlukan kontrol yang tinggi dari Pendidik atau orang tua, terutama internet dan software.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arif, Sadiman dkk. 1986. Media Pendidikani. Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;S. Nasution. 1994. Teknologi Pendidikan. Bumi Aksara: Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Warsita, Bambang. 2008. Teknologi Pembelajaran, Landasan dan Aplikasinya. Rineka Cipta: Jakarta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sudarwan, Danim. 1995. Media Komunikasi Pendidikan. Bumi Aksara: Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://www.scribd.com/doc/30274791/TEKNOLOGI-PENDIDIKAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;http://edyprawoto.com/macam-macam-teknologi-yang-digunakan-di-kelas.html&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-2396146950256616238?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/JS6FIh6BDbA" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-04-04T18:24:12.007-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">42</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/04/diskusi-teknologi-sebagai-sebuah.html</feedburner:origLink></item><item><title>Diskusi: Konsep Dasar Teknologi Pendidikan (A)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/bZ9p69wXofw/diskusi-konsep-dasar-teknologi.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Tue, 29 Mar 2011 19:34:25 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-3560966656908143425</guid><description>&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KONSEP DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Oleh: Kelompok I (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kelas A&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Harina Atika. H, Meirani  Damayanti, Rohma Wati, Uswatun Khasanah&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Pendidikan merupakan investasi yang paling utama bagi setiap bangsa, apalagi bagi bangsa yang sedang berkembang, yang giat membangun negaranya. Pembangunan hanya dapat dilakukan oleh manusia yang dipersiapkan untuk itu melalui pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dalam zaman kemajuan ilmu pengetahuan ini para ahli berusaha untuk meningkatkan mengajar itu menjadi suatu ilmu atau science. Dengan metode mengajar yang ilmiah diharapkan, proses belajar mengajar itu lebih terjamin keberhasilannya. Inilah yang sedang diusahakan oleh teknologi pendidikan.&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Teknologi pendidikan memberi pendekatan yang sistematis dan kritis tentang proses belajar mengajar. Teknologi pendidikan memandangnya sebagai suatu masalah yang harus dihadapi secara rasional dengan menerapkan metode pemecahan masalah.&lt;br /&gt;Penerapan Teknologi di lembaga pendidikan merupakan jawaban persoalan yang sekarang ini dialami oleh dunia pendidikan kita. Sebagai salah satu bagian dari sistem yang ada, teknologi pendidikan sebenarnya adalah suatu cara atau teknis bagaimana agar anak didik secara maksimal mampu menyerap ilmu pengetahuan yang disampaikan oleh guru-gurunya atau anak dengan cara belajar dari proses alam sekitarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A. Pengertian Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah teknologi berasal dari bahasa yunani technologia yang menurut Webster Dictionary berarti systematic treatment atau penanganan sesuatu secara sistematis, sedangkan techne sebagai dasar kata teknologi berarti “art” adalah keterampilan (skill), science atau keahlian, keterampilan, ilmu.  Dengan demikian, teknologi tidak lebih dari suatu ilmu yang membahas tentang keterampilan yang diperoleh lewat pengalaman, studi,  dan observasi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi bukanlah sekedar mesin dan orang. Teknologi pendidikan adalah proses yang kompleks dan terpadu yang mencakup orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi, untuk menganalisis masalah, mencari cara pemecahan, mengimplementasikan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang berkenaan dengan semua aspek belajar manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi pendidikan dapat ditafsirkan sebagai media yang lahir dari perkembangan alat komunikasi yang digunakan untuk tujuan pendidikan. Teknologi pendidikan mempunyai karakteristik tertentu yang sangat relevan bagi kepentingan pendidikan. Teknologi pendidikan memungkinkan adanya:&lt;br /&gt;1) Penyebaran informasi secara luas, merata, cepat, seragam, dan terintegrasi, sehingga dengan demikian pesan dapat disampaikan sesuai dengan isi yang dimaksud.&lt;br /&gt;2) Teknologi pendidikan dapat menyajikan materi secara logis, ilmiah dan sistematis serta mampu melengkapi, menunjang, memperjelas konsep-konsep, prinsip-prinsip atau proposisi materi pelajaran.&lt;br /&gt;3) Teknologi pendidikan menjadi partner guru dalam rangka mewujudkan proses  belajar mengajar yang efektif, efisien dan produktif sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan anak didik.&lt;br /&gt;4) Teknologi pendidikan dapat dimanfaatkan sebagai sumber belajar, dapat menyajikan materi secara lebih menarik, lebih-lebih jika disertai dengan kemampuan memanfaatkannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian lain dari teknologi pendidikan  adalah proses yang kompleks dan terpadu pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia. Dalam teknologi pendidikan, pemecahan masalah itu terjelma dalam bentuk semua sumber belajar yang didisain dan dipilih atau digunakan untuk keperluan belajar, sumber-sumber belajar ini diidentifikasi sebagai pesan,orang, bahan, peralatan, teknik, dan latar lingkungan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sumber belajar untuk teknologi pendidikan yaitu semua sumber yang meliputi data, orang dan barang yang mungkin digunakan oleh si (orang) yang belajar, baik secara sendiri-sendiri maupun dalam bentuk kelompok, biasanya dalam situasi informal untuk memberikan kemudahan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada dua jenis sumber belajar;&lt;br /&gt;1. Sumber yang didesain yaitu sumber-sumber yang secara khusus dikembangkan sebagai komponen sistem intruksional yang diharapkan dapat membantu kemudahan kegiatan belajar yang bersifat formal dan mempunyai tujuan tertentu.&lt;br /&gt;2. Sumber yang dimanfaatkan yaitu sumber-sumber yang tidak secara khusus didesain untuk keperluan pembelajaran, namun dapat ditemukan, diperoleh dan digunakan untuk keperluan belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian secara nyata membuktikan bahwa penggunaan alat bantu sangat membantu aktivitas proses belajar mengajar dikelas, terutama peningkatan prestasi belajar siswa/mahasiswa. Kadang-kadang guru/dosen ingin memilih beban seminimal mungkin dalam pelaksanaan tugas mengajar, ini terbukti, penggunaan metode ceramah (lecture method) monoton paling popular dikalangan dosen/guru. Keterbatasan media teknologi pendidikan disatu pihak dan lemahnya kemampuan dosen/guru menciptakan media tersebut disisi lain membuat penerapan metode ceramah semakin menjamur. Kondisi ini jauh dari menguntungkan. Terbatasnya alat-alat teknologi pendidikan yang dipakai dikelas diduga merupakan salah satu sebab lemahnya mutu studi mahasiswa atau pelajar atau masyarakat pada umumnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tuntutan masyarakat yang makin besar terhadap pendidikan serta kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan melalui pola tradisional, disamping cara ini tidak sesuai lagi dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, perubahan masyarakat, pemahaman cara belajar anak, kemajuan media komunikasi dan kemajuan lain sebagainya memberi arti tersendiri bagi kegiatan pendidikan dan tuntutan ini pulalah yang membuat kebijaksanaan untuk memanfaatkan media teknologi dan pendekatan teknologis dalam pengelolaan pendidikan. Pendidikan sebagai bagian dari kebudayaan merupakan sarana penerus nilai-nilai, gagasan-gagasan, sehingga setiap orang mampu berperan serta dalam transformasi nilai demi kemajuan bangsa dan negara. Ini berarti bahwa pendidikan adalah wadah untuk mentransformasikan ilmu pengetahuan dan teknologi demi kepentingan hidup manusia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B. Landasan dan Pendekatan Belajar dalam Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Menurut Yusufhadi, Objek formal teknologi pendidikan adalah “belajar” pada manusia, baik sebagai pribadi maupun yang tergabung dalam organisasi. Belajar itu tidak hanya berlangsung dalam lingkup persekolahan ataupun pelatihan. Belajar itu ada di mana saja dan oleh siapa saja, dengan cara dan sumber apa saja yang sesuai dengan kondisi dan keperluan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selanjutnya, menurutnya, “ada gejala yang perlu mendapat perhatian atau yang merupakan landasan ontology dari objek tersebut adalah:&lt;br /&gt;1) Adanya sejumlah besar orang yang belum terpenuhi kesempatan belajarnya, baik yang diperoleh melalui suatu lembaga khusus maupun yang dapat diperoleh secara mandiri.&lt;br /&gt;2) Adanya berbagai sumber, baik yang telah tersedia maupun yang dapat direkayasa, tetapi belum dapat dimanfaatkan untuk keperluan belajar.&lt;br /&gt;3) Perlu adanya suatu proses atau usaha khusus yang terarah dan terencana untuk menggarap sumber-sumber tersebut agar dapat terpenuhi hasrat belajar setiap orang dan organisasi.&lt;br /&gt;4) Perlu adanya keahlian dan pengelolan atas kegiatan khusus dalam mengembangkan dan memanfaatkan sumber untuk belajar tersebut secara efektif, efisien dan selaras.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Usaha khusus yang terarah dan terencana bukan sekedar menambah apa yang kurang, menambal apa yang berlubang, dan menjahit apa yang sobek. Menurut Banathy, bukan hanya “doing more of the same”, ataupun “doing it better of the same”, melainkan “doing it differently” untuk menjamin hasil yang diharapkan (Banathy 1991). Pendekatan yang berbeda itu adalah pendekatan yang memenuhi empat persyaratan, yaitu:&lt;br /&gt;1) Pendekatan isomeristik, yaitu yang meggabungkan hal-hal yang sesuai dari berbagai kajian/bidang keilmuan (psikologi, komunikasi, ekonomi, manajemen, rekayasa teknik dsb), ke dalam suatu kebulatan tersendiri.&lt;br /&gt;2) Pendekatan sistematik, yaitu dengan cara yang berurutan dan terarah dalam usaha memecahkan persoalan.&lt;br /&gt;3) Pendekatan sinergistik, yaitu yang menjamin adanya nilai tambah dari keseluruhan kegiatan dibandingkan dengan bila kegiatan itu dijalankan sendiri-sendiri.&lt;br /&gt;4) Pendekatan sistemik, yaitu pengkajian secara menyeluruh (komprehenshif).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C. Teknologi Pendidikan Sebuah Konsep&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Beberapa konsep teknologi pendidikan, dari beberapa pendapat, sebagaimana dikutip Yusufhadi, diantaranya:&lt;br /&gt;1. Konsepsi teknologi pendidikan dapat kita pahami melalui pendekatan teknologi atau pendidikan. Melalui pendekatan teknologi diartikan sebagai teknologi yang diterapkan dalam bidang pendidikan.&lt;br /&gt;2. Definisi yang dibuat Galbraith (1967) tentang teknologi masih sangat populer hingga kini, yaitu aplikasi sistematik sains atau pengetahuan lain dalam tugas praktikal. Bila difinisi ini diterapkan dalam dunia pendidikan, maka teknologi pendidikan merupakan aplikasi sistematik sains dan pengetahuan lain dalam tugas kependidikan.&lt;br /&gt;Definisi ini terlalu luas, karena dengan demikian semua tugas kependidikan dapat dianggap sebgai bidang teknologi pendidikan.&lt;br /&gt;3. Association for Educational Communication and Technology/AECT, 1986), Tekonologi pendidikan merupakan proses kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, gagasan, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia.&lt;br /&gt;Konsep pendidikan sendiri mempuyai arti yang luas, ia merupakan keseluruhan proses seseorang mengembangkan kemampuan, sikap dan berbagai bentuk prilaku lain yang mempunyai nilai positif terhadap lingkungan tempat hidupnya. Apabila proses itu sengaja dikelola agar dapat terbentuk prilaku tertentu dalam kondisi tertentu, maka proses itu disebut pembelajaran/instruksional.&lt;br /&gt;5. Commission on Instructional Technology, 1970. Teknologi Instruksional (sebagai bagian dari teknologi pendidikan), merupakan cara yang sistematis dalam merancang, melaksanakan dan mengevaluasi keseluruhan proses belajar mengajar untuk mencapai tujuan khusus yng didasarkan pada penelitian terhadap belajar dan berkomunikasi pada manusia, serta dengan menggunakan kombinasi sumber belajar insani dan non-insani agar menghasilkan pembelajaran yang efektif.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dari berbagai pendapat tentang pengertian teknologi pendidikan dan teknologi instruksional, maka Yusufhadi Miarso (2004; 78), memberikan suatu rumusan dalam aplikasi teknologi pendidikan dan implikasinya. Konsep atau pengertian teknologi pendidikan tersebut, jika kita analisis akan memperoleh pedoman umum aplikasi sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Memadukan berbagai macam pendekatan dari bidang psikologi, komunikasi, manajemen, rekayasa dan lain-lain secara bersistem.&lt;br /&gt;2. Memecahkan masalah belajar pada manusia secara menyeluruh dan serempak dengan memperhatikan dan mengkaji semua kondisi dan saling kaitan di antaranya.&lt;br /&gt;3. Digunakan teknologi sebagai proses dan produk untuk membantu memecahkan masalah belajar.&lt;br /&gt;4. Timbulnya daya lipat atau efek sinergi, di mana penggabungan pendekatan dan atau unsur-unsur mempunyai nilai lebih dari sekadar penjumlahan. Demikian pula pemecahan secara menyeluruh dan serempak akan mempunyai nilai lebih daripada memecahkan masalah secara terpisah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan perkembangan paradigma (kerangka berpikir) para ahli dapat dirumuskan gagasan dasar atau falsafah teknologi pendidikan yaitu agar setiap pribadi dapat berkembang secara maksimal dengan jalan memanfaatkan segala macam sumber belajar yang ada maupun yang perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga tercapai efisiensi serta keselarasan dengan perkembangan masyarakat dan lingkungannnya.&lt;br /&gt;Dari beberapa pandangan teantang konsep teknologi penddidikan dengan komponen-komponen yang menyertainya, maka dapat dirangkum dalam konsep teknologi pendidikan secara umum, bahwa:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi pendidikan adalah proses yang kompleks dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan pemecahan, melaksanakan, mengevaluasi dan mengelola pemecahan masalah yang menyangkut semua aspek belajar manusia. Pemecahan masalah terjelma dalam bentuk sumber belajar yang dirancang, dipilih dan atau digunakan untuk keperluan belajar dan yang terdiri dari pesan, orang, bahan, peralatan, teknik dan lingkungan. Proses analisis masalah merupakan fungsi pengembangan pendidikan dalam bentuk riset atau teori, desain, produksi, evaluasi, seleksi, logistik, pemanfaatan dan peenyebarluasan. Proses pengarahan dan koordinasi nerupakan fungsi pengelolaan pendidikan yang meliputi pengelolaan organisasi dan personal.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;D. Pemahaman Konsep Teknologi Pendidikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemahaman konsep teknologi pendidikan dapat dirumuskan sebagai berikut:&lt;br /&gt;1. Teknologi pendidikan merupakan ilmu cara yang terbentuk dalam proses panjang untuk membangun sistem pendidikan, agar mampu mewujudkan terbentuknya manusia yang berkualitas.&lt;br /&gt;2. Teknologi pendidikan dalam sistem aplikasinya dilakukan secara terpadu, dan melibatkan banyak komponen di antaranya adalah unsur manusianya, prosedur, ide atau gagasan, bahan dan peralatan serta organisasi pengelolaannya.&lt;br /&gt;3. Teknologi pendidikan merupakan sebuah produk pemikiran untuk mencari jalan pengembangan, pendayagunaan semua sumber daya yang ada, dalam rangka untuk memecahkan problem pendidikan, baik problem yang menyangkut kuantitas dan kualitas pendidikan yang muncul.&lt;br /&gt;4. Teknologi pendidikan memakai pendekatan sistematis dalam rangka, menganalisa dan memecahkan masalah proses belajar.&lt;br /&gt;5. Teknologi pendidikan merupakan suatu bidang yang berkepentingan dengan pengembangan secara sistematis berbagai macam sumber belajar, termasuk di dalamnya pengelolaan dan penggunaan sumber belajar.&lt;br /&gt;6. Tekonologi pendidikan merupakan suatu bidang profesi yang terbentuk dengan adanya usaha terorganisasikan dalam mengembangkan teori, melaksanakan penelitian dan aplikasi praktis perluasan serta peningkatan sumber belajar.&lt;br /&gt;7. Teknologi pendidikan beroperasi dalam seluruh bidang secara integratif yaitu secaraa rasional berkembang dan berintegrasi dengan berbagai bidang pendidikan.&lt;br /&gt;Ely (1979) dalam Yusufhadi, (2004:6), pada umumnya teknologi pendidikan dianggap mempunyai potensi untuk:&lt;br /&gt;1. Meningkatkan produktifitas pendidikan dengan jalan:&lt;br /&gt;a. Mempercepat tahap belajar (rate of leaning)&lt;br /&gt;b. Membantu guru untuk menggunakan waktunya secara lebih baik.&lt;br /&gt;c. Mengurangi beban guru dalam menyajikan informasi, sehingga guru dapat lebih banyak membina dan mengembangkan belajar anak&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;2. Memberikan kemungkinan pendidikan yang lebih individual, dengan jalan:&lt;br /&gt;a. Mengurangi control guru yang kaku dan tradisional.&lt;br /&gt;b. Memberikan kesempatan anak berkembag sesuai dengan kemampuan.&lt;br /&gt;3. Memberikan dasar yang lebih ilmiah terhadap pengajaran, dengan jalan;&lt;br /&gt;a. Perencanaan program pengajaran yang lebih sistematis.&lt;br /&gt;b. Pengembangan bahan pengajaran yang dilandasi penelitian tentang perilaku.&lt;br /&gt;4. Lebih memantapkan pengajaran, dengan jalan;&lt;br /&gt;a. Meningkatkan kapabilitas manusia dengan berbagai media komunikasi&lt;br /&gt;b. Penyajian informasi dan data secara lebih kongkrit.&lt;br /&gt;5. Menungkinkan belajar secara seketika (immediacy of learning) karena dapat;&lt;br /&gt;a. Mengurangi jurang pemisah antara pelajaran di dalam dan di luar sekolah.&lt;br /&gt;b. Memberikan pengetahuan langsung.&lt;br /&gt;6. Memungkinkan penyajian pendidikan lebih luas, terutama adanya media masa, dengan jalan:&lt;br /&gt;a. Pemanfaatan bersama (secara lebih luas) tenaga atau kejadian yang langka.&lt;br /&gt;b. Penyajian informasi menembus batas geografis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi pendidikan  adalah proses yang kompleks dan terpadu pemecahan masalah yang menyangkut semau aspek belajar manusia. Dalam teknologi pendidikan, pemecahan masalah itu terjelma dalam bentuk semua sumber belajar yang didisain dan dipilih atau digunakan untuk keperluan belajar, sumber-sumber belajar ini diidentifikasi sebagai pesan,orang, bahan, peralatan, teknik, dan latar lingkungan.&lt;br /&gt;Gagasan dasar atau falsafah teknologi pendidikan yaitu agar setiap pribadi dapat berkembang secara maksimal dengan jalan memanfaatkan segala macam sumber belajar yang ada maupun yang perlu dikembangkan sedemikian rupa sehingga tercapai efisiensi serta keselarasan dengan perkembangan masyarakat dan lingkungannnya.&lt;br /&gt;Asosiasi menyadari bahwa dewasa ini ada beberapa kerangka konseptual yang dikemukakan oleh orang yang dalam banyak hal juga bergerak dibidang teknologi pendidikan. Konsep-konsep ini antara lain meliputi pengajaran audio visual, media pendidikan, sumber belajar, dan komunikasi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Arsyad, Azhar, 2010, Media Pembelajaran, Rajawali, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Danim, Sudarwan, 1994, Media Komunikasi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Miarso, Yusufhadi, dkk, 1986, Definisi Teknologi Pendidikan, Rajawali, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nasution, 1994, Teknologi Pendidikan, Bumi Aksara, Jakarta&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-3560966656908143425?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/bZ9p69wXofw" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-29T19:34:25.520-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">57</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/03/diskusi-konsep-dasar-teknologi.html</feedburner:origLink></item><item><title>Diskusi: Konsep Dasar Teknologi Pendidikan (B)</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/_EMkJLbvdgg/diskusi-media-pengajaran-kelompok-i.html</link><category>media pembelajaran</category><category>tugas mahasiswa</category><category>diskusi</category><category>media pengajaran</category><category>Materi Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Tue, 29 Mar 2011 19:35:40 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-9008559646162689666</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;KONSEP DASAR TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;oleh: Kelompok I (&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;kelas B&lt;/span&gt;)&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Sri Aniska, Candra Widiyanto, Eko Susanto&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB I&lt;br /&gt;PENDAHULUAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hasil penelitian secara nyata membuktikan bahwa penggunaan alat bantu sangat membantu aktifitas proses belajar mengajar dikelas, terutama peningkatan prestasi belajar siswa atau mahasiswa. Kadang-kadang dosen/guru ingin memilih beban seminimal mungkin dalam pelaksanaan tugass mengajar; ini terbukti penggunaan metode ceramah (lecture method) menonton paling populer dikalangan dosen/guru. Keterbatasan media teknologi pendidikan disatu pihak dan lemahnya kemampuan dosen/guru menciptakan media tersebut di sisi lain membuat penerapan metode caramah makin menjamur. Kondisi ini jauh menguntungkan. Terbatasnya alat-alat teknologi pendidikan yang dipakai dikelas diduga merupakan salah satu sebab lemahnya mutu studi mahasiswa atau pelajar atau masyarakat pada umumnya.&lt;div style="text-align: justify;" class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, teknologi komunikasi mengalami kemajuan yang sangat pesat dan untuk selanjutnya berpengaruh terhadap pola komunikasi di masyarakat. Dibuat instrumen teknologi komunikasi seperti satelit, tv, radio, vido-type dan komputer memberi arti tersendiri bagi proses komunikasi antar manusia.&lt;br /&gt;Tuntutan masyarakat yang semakin besar terhadap pendidikan dan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi, membuat pendidikan tidak mungkin lagi dikelola hanya dengan melalui pola tradisional, disamping cara ini tidak lagi sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakat. Revolusi ilmu pengetahuan dan teknologi, pemahaman belajar anak, kemajuan media komunikasi dan lain sebagainya memberi arti tersendiri bagi kegiatan pendidikan dan tujuan ini pulalah yang membuat kebijaksanaan untuk memanfaatkan media teknologi dan pendekatan teknologis dalam pengelolaan pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan teknologi komunikasi untuk kegiatan pendidikan, teknologi pendidikan serta media pendidikan perlu dalam rangka kegiatan belajar mengajar. Karena dengan pendekatan ilmiah, sistematis dan rasional, sebagaimana dituntut oleh teknologi pendidikan ini pulalah, tujuan pendidikan yang efektif  dan efisien akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB II&lt;br /&gt;PEMBAHASAN&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A.         PENGERTIAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN DAN ESENSINYA&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pengertian teknologi pendidikan sering mengandung konotasi penggunaan peralatan atau mesin yang rumit sebagai ciri utamnya. Konotasi atau pengaitan itu tidak selamanya benar, karena teknologi pendidikan dapat berarti suatu pendekatan yang kritis, logis, sistematis dan ilmiah terhadap pendidikan. Dalam teknologi pendidikan bukanlah semata mementingkan alat teknologi khususnya komunikasi, akan tetapi yang labih diutamakn adalah proses yang logis, sistematis dan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Istilah teknologi pendidikan (educational technology) atau teknologi pengajaran (instructional tecchnology) secara umum dapat diartikan sebagai penerapan teknologi, khususnya teknologi komunikasi, untuk kegiatan pendidikan atau pengajaran. Yang paling penting di sini adalah proses integrasi antara manusia, ide, organisasi dan peralatan. Berdasarkan asumsi terakhir ini, teknologi pendidikan dapat pula diartikan sebagai pendekatan yang logis, sitematis dan ilmiah dalam kegiatan pendidikan dan pengajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sebagai sebuah proses teknologi pendidikan bersifat abstrak. Dalam hal ini teknologi pendidikan bisa dipahami sebagai sesuatu proses yang kompleks, dan terpadu yang melibatkan orang, prosedur, ide, peralatan, dan organisasi untuk menganalisis masalah, mencari jalan untuk mengatasi permasalahan,melaksanakan, menilai, dan mengelola pemecahan masalah tersebut yang mencakup semua aspek belajar manusia. (AECT, 1977). Sejalan dengan hal tersebut, maka lahirnya teknologi pendidikan lahir dari adanya permasalahan dalam pendidikan. Permasalahan pendidikan yang mencuat saat ini, meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu  kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi adalah masalah kualitas, tentu saja ini dapat di pecahkan melalui pendekatan teknologi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;B.          MEDIA PENDIDIKAN&lt;br /&gt;Media pendidikan merupakan seoerangkat alat bantu atau pelengkap yang digunakan oleh guru atau pendidikan dalam rangka berkomunikasi dengan siswa atau peserta didik. Alat bantu itu disebut media pendidikan, sedangkan komunikasi adalah system penyampaiannya. Dengan demikian ada perbedaan antara teknologi pendidikan dengan media pendidikan. Media pendidikan itu, banyak dan bervariasi, sedangkan teknologi pendidikan itu menekankan pada pendekatan teknologis dalam pengelolaan pendidikan. Teknologi pendidikan mengingtegrasikan aspek manusia, proses prosedur dan peralatan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi pendidiakn yang banyak memanfaatkan jasa media teknologi teknologi pada umumnya. Teknologi komunikasi yang dimanfaatkan untuk tujuan-tujuan pendidikan atau yang sengaja diranang itu disebut teknologi komunikasi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan kata lain, teknologi komunikasi pendidikan adalah teknologi komunikasi untuk pendidikan. Teknologi komunikasi untuk pendidikan adalah penerapan praktis dari ilmu pengetahuan tentang tingkah laku (behavioral science), ilmu komunikasi dan iidikan lmu manajemen.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi komunikasi pendidikan adalah bagian dari teknologi pendidikan, Karena teknologi pendidikan dapat dipandang sebagai pemanfaatan media teknologi untuk tujuan pendidikan, secara khusus menciptakan teknologi pendidikan dan dapat pula berupa pendekatan sistematis, kritis dan ilmiah tentang pendidikan dari teknologi pendidikan; teknologi komunikasi pendidikan mempuyai implkasi tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Adapun implikasi tersebut menurut Yusufhadi Miarso (1980) adalah seperti di bawah ini :&lt;br /&gt;1. Sistem pendidikan atau instruksional yang media dan fasilitasnya merupakan bagian yang integral.&lt;br /&gt;2. Media dan fasilitas itu mempunyai fungsi penyajian informasi, ide dan konsepsi.&lt;br /&gt;3. Adanya serangkaian pilihan yang menghendaki antara lain:&lt;br /&gt;a) Perubahan fisik, tempat dan ruang belajar;&lt;br /&gt;b) Hubungan antara guru dan murid yang tidak langsung;&lt;br /&gt;c) Aktivitas anak didik yang relatif bebas (ndependent) dari kontrol guru;&lt;br /&gt;d) Perlunya tenaga pembantu guru (kelompok profesional);&lt;br /&gt;e) Perubahan peranan dan kecakapan guru yan diperlukan;&lt;br /&gt;f) Adanya tenaga spesialis yang bekerjasama dengan guru;&lt;br /&gt;g) Jumlah dan macam biaya yagn berbeda, baik untuk investasi maupun operasi; dan&lt;br /&gt;h) Keluwesan dalam waktu dan jadwal belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Media teknologi pendidikakn mendorong dan diharapkan memberi arah kepada guru untuk melihat perbuatan mengajar sebagai upaya memecahkan masalah secara ilmiah. Materi pelajaran disajikan dalam bentuk pemecahan masalah (problem solving), melalui langkah-langkah ilmiah, logis dan sistematis. Sementara ada dua pandangan. Pertama, guru dipandang sebagai subjek sentral dan karenanya guru dianggap mengungguli segalanya. Sikap atau pendirian semacam ini membawa konsekuensi bahwa perlu adanya persiapan pendidikan yang matang bagi guru-guru yang akan terjun di lembaga pendidikan. Kedua, media teknologi pendidikan dianggap dapat memberi arti yang lebih besar dalam pencapaian tujuan pendidikan, yaitu dengan jalan pengadaan media teknologi yang memadai, pencapaian tujuan pendidikan yang efektif dan efisien akan diwujudkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;C.          DASAR PIKIRAN TEKNOLOGI PENDIDIKAN&lt;br /&gt;Tujuan pendidikan adalah mengubah anak didik, yaitu caranya berpikir, merasa, berbuat, dan mengubah kelakuan. Kurikulum disusun untuk mendorong anak berkembang ke arah tujuan itu. Sudah selayaknya pendidik maupun anak didik harus tahu apa yang harus dicapai. Atau tegasnya harus diketahui dengan jelas apa yang dapat dilakukan oleh murid sebagai hasil pelajaran yang tidak dapat dilakukannya sebelum ia mempelajarinya. Adanya tujuan yang jelas sekaligus memberikan ukuran tentang keberhasilan pelajaran. Bila tujuan itu tidak dapat tercapai maka ada kekurangan dalam proses mengajar-belajar itu. Secara empiris dapat dicari melalui percobaan, cara manakh yang paling serasi untuk mencapai hasil yang ditentukan. Dengan pendekatan teknologi pendidikan kita dapat menggunakan metode ilmiah untuk menguji-cobakan hipotesis-hipotesis tentang cara yang paling efektif guna mencapai suatu tujuan yang telah ditentukan. Usaha ini pada hakikatnya tidak berbeda dengan metode pemecahan masalah (method of problem silving) yang dilakukan dalam bidang ilmu lainnya.&lt;br /&gt;Terdapat tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai acuan dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu : pendekatan sistem, berorientasi pada mahasiswa, dan pemanfaatan sumber belajar (Sadiman, 1984).Prinsip pendekatan sistem berarti bahwa penyelenggaraan pendidikan dan pembelajaran perlu perancangan dengan menggunakan pendekatan sistem. Dalam merancang pembelajaran diperlukan langkah-langkah prosedural meliputi : identifikasi masalah, analisis keadaan, identifikasi tujuan, pengelolaan pembelajaran, penetapan metode, penetapan media evaluasi pembelajaran (IDI model, 1989) . Prinsip berorientasi pada mahasiswa beratri bahwa dalam pembelajaran hendaknya memusatkan perhatiannya pada peserta didik dengan memperhatikan karakteristik,minat, potensi dari mahasiswa. Prinsip pemanfaatan sumber belajar berarti dalam pembelajaran mahasiswa hendaknya dapat memanfaatkan sumber belajar untuk mengakses pengetahuan dan keterampilan yang dibutuhkannya.Satu hal  lagi bahwa teknologi pendidikan adalah satu bidang yang menekankan pada aspek belajar mahasiswa. Keberhasilan pembelajaran yang dilakukan dalam satu kegiatan pendidiakan adalah bagaimana mahasiswa dapat belajar, dengan cara mengidentifikasi, mengembangkan, mengorganisasi, serta menggunakan segala macam sumber belajar. Dengan demikian upaya pemecahan masalah dalam pendekatan teknologi pendidikan adalah dengan mendayagunakan sumber belajar. Hal ini sesuai dengan ditandai dengan pengubahan istilah dari teknologi pendidikan menjadi teknologi pembelajaran. Dalam definisi teknologi pembelajaran dinyatakan bahwa ” Teknologi pendidikan adalah teori dan praktek dalam hal desain, pengembangan, pemanfaatan, mengelolaan, dan evaluasi terhadap sumber dan proses untuk belajar” (Barbara, 1994).&lt;br /&gt;Dalalm garis besarnya, langkah-langkah yang diikuti dalam metode teknologi pendidikan adalah :&lt;br /&gt;1. Merumuskan tujuan yang jelas yang harus dicapai yang dapat dipandang sebagai masalah.&lt;br /&gt;2. Menyajikan pelajaran menurut cara yang dianggap serasi yang kita pandang sebagai “hipotesis” yang perlu dites.&lt;br /&gt;3. Menilai hasil pelajaran untuk memuji hipotesis itu.&lt;br /&gt;4. Mencarikan perbaikan andaikan hasilnya belum memenuhi syarat atau standar yang ditentukan dan melangsungkan peercobaan dengan cara lain sampai tercapai apa yang diharapkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Teknologi pendidikan mengharuskan guru merumuskan tujuan yang jelas memikirkan metode yang dianggapnya paling efektif untuk mencapai tujuan itu. Tujuan yang jelas merupakan pegangan untuk memilih metode yang tepat. Banyak guru yang masuk kelas tanpa mengetahui dengan jelas apa yang ingin dicapainya dalam jam pelajaran itu. Tanpa tujuan yang jelas kita tak akan tahu kemana kita pergi dan apakah kita sampai ketempat yang kita harapkan.&lt;br /&gt;Selanjutnya teknologi pendidikan menuntut agar diadakan penilaian yang segera tentang apa yang telah dipelajari. Banyak guru yang melakukan penilaian hanya beberapa kali dalam satu semester dalam bentuk ulangan. Penilaian yang segera setelah pelajaran, memberikan keterangan tentang prestasi anak dan sekaligus tentang kemampuan metode penyajian guru.&lt;br /&gt;Penilaian itu berfungsi sebagai :&lt;br /&gt;1) Alat mengukur hasil belajar murid&lt;br /&gt;2) Alat bagi guru untuk menilai efetivitanya mengajar&lt;br /&gt;3) Titik tolak untuk memperbaiki prestasi anak dengan menganalisa kesalahan-kesalahan yang mereka perbuat serta memperbaiki metodenya mengajar.&lt;br /&gt;Bila guru menerapkan prinsip-prinsip teknologi pendidikan secara konsekuen, maka terbuka baginya jalan untuk memperbaiki mutunya sebagai guru, ia akan memandang proses mengajar belajar sebagai problema yang tak berkesudahan yang dihadapinya secara obyektif dan ilmiah. Dengan sikap serta usaha demikian mengajar akan dapat dikembangkan dan ditingkatkan menjadi profesi dalam arti yang sebenarnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;BAB III&lt;br /&gt;KESIMPULAN DAN PENUTUP&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Berdasarkan pembahasan diatas dapat diambil kesimpulan bahwa teknologi pendidikan dapat berarti suatu pendekatan yang kritis, logis, sistematis dan ilmiah terhadap pendidikan. Dalam teknologi pendidikan bukanlah semata mementingkan alat teknologi khususnya komunikasi, akan tetapi yang lebih diutamakn adalah proses yang logis, sistematis dan ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pemanfaatan teknologi komunikasi untuk kegiatan pendidikan, teknologi pendidikan serta media pendidikan perlu dalam rangka kegiatan belajar mengajar. Karena dengan pendekatan ilmiah, sistematis dan rasional, sebagaimana dituntut oleh teknologi pendidikan ini pulalah, tujuan pendidikan yang efektif  dan efisien akan tercapai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Permasalahan pendidikan yang mencuat saat ini, meliputi pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan, peningkatan mutu  kualitas, relevansi, dan efisiensi pendidikan. Permasalahan serius yang masih dirasakan oleh pendidikan mulai dari pendidikan dasar hingga pendidikan tinggi adalah masalah kualitas, tentu saja ini dapat di pecahkan melalui pendekatan teknologi pendidikan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terdapat tiga prinsip dasar dalam teknologi pendidikan sebagai acuan dalam pengembangan dan pemanfaatannya, yaitu : pendekatan sistem, berorientasi pada mahasiswa, dan pemanfaatan sumber belajar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Demikianlah kesimpulan yang dapat kami ambil. Dan Alhamdulillah makalah ini telah selesai kami susun dengan banyak kekurangan. Semoga bisa bermanfaat bagi kami dan anda seklian yang telah membaca makalah ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;DAFTAR PUSTAKA&lt;br /&gt;Denim, Sudarwan, media komunikasi pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara.1995&lt;br /&gt;Nasution, teknologi pendidikan, Jakarta: Bumi Aksara.1999&lt;br /&gt;(http://cepiriyana.blogspot.com/2006/06/konsep-teknologi-pendidikan.html)&lt;br /&gt;(http://bocaherror.wordpress.com/2009/05/24/konsep-dasar-teknologi-pendidikan/)&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-9008559646162689666?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/_EMkJLbvdgg" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-03-29T19:35:40.225-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">30</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/03/diskusi-media-pengajaran-kelompok-i.html</feedburner:origLink></item><item><title>Periwayatan dan Pemeliharaan Hadits</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/IWL1lPxYa-k/periwayatan-dan-pemeliharaan-hadits.html</link><category>Studi Hadits</category><category>Ulumul Hadits</category><category>Artikel</category><category>Tugas Kuliah</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 16 Feb 2011 17:47:47 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-433797932175029590</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://4.bp.blogspot.com/-228RRGR7KiQ/TVx6jTe4ShI/AAAAAAAAAc8/a_J14CWoGGs/s1600/GambarKitabHadits.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 178px; height: 167px;" src="http://4.bp.blogspot.com/-228RRGR7KiQ/TVx6jTe4ShI/AAAAAAAAAc8/a_J14CWoGGs/s320/GambarKitabHadits.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5574465185721633298" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Sahabat dianggap sebagai mata rantai pertama dan paling kritis dalam sistem periwayatan hadits, mata rantai yang menghubungkan hadits dengan Nabi SAW. Masalah yang penting dari keandalan sahabat adalah cara literatur hadits dan disampaikan sesudah mereka. Isu utamanya sederhana, yaitu apakah proses penyampaian hadits cukup dapat dipercaya, paling tidak untuk menjamin tidak adanya penyimpangan dalam inti hadits asli tentang Nabi SAW?&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;br /&gt;Pertanyaan tersebut membawa pada banyak subtopik atau pertanyaan-pertanyaan selanjutnya. Apakah proses transmisi hadits sepenuhnya secara lisan atau tertulis? Apakah penyampaian secara lisan, terutama penyampaian makna (bil ma’na) dan bukan penyampaian kata demi kata (bil lafzh), dapat dianggap andal untuk melestarikan sunnah? Bagaimana pula kronologis usaha pemeliharaan hadits sehingga tetap terjaga keotentikannya dari masa Nabi sampai saat ini?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;Silahkan &lt;a style="font-weight: bold;" href="http://www.ziddu.com/download/13837384/PERIWAYATANDANPEMELIHARAANHADITSUmar.doc.html" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt; Selengkapnya, semoga bermanfaat.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-433797932175029590?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/IWL1lPxYa-k" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-16T17:47:47.386-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://4.bp.blogspot.com/-228RRGR7KiQ/TVx6jTe4ShI/AAAAAAAAAc8/a_J14CWoGGs/s72-c/GambarKitabHadits.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/02/periwayatan-dan-pemeliharaan-hadits.html</feedburner:origLink></item><item><title>Pengumuman Nilai Akhir</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/iClkur9_F_w/pengumuman-nilai-akhir.html</link><category>daftar nilai</category><category>Materi Kuliah</category><category>Mid Semseter</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Tue, 08 Feb 2011 18:41:06 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-1206677646865815033</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://2.bp.blogspot.com/_cn-VJU6JIH8/TUyOQVSSnsI/AAAAAAAAAc0/PaAwMXqLCCE/s1600/gambar%2Bnilai.jpg"&gt;&lt;img style="float: left; margin: 0pt 10px 10px 0pt; cursor: pointer; width: 209px; height: 179px;" src="http://2.bp.blogspot.com/_cn-VJU6JIH8/TUyOQVSSnsI/AAAAAAAAAc0/PaAwMXqLCCE/s320/gambar%2Bnilai.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5569983250393374402" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;Bagi Mahasiswa Program Studi PAI dan PBA semester I (satu), berikut ini diumumkan nilai akhir semester ganjil Tahun Akademik 2010/2011 untuk mata kuliah QIRA'ATUL QUR'AN dan ULUMUL QUR'AN. Juga Nilai Praktikum Komputer untuk Mahasiswa Program Studi PAI dan PBA bimbingan ust. Umar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nilai-nilai tersebut belum dimasukkan ke KHS, jadi bila ada mahasiswa yang merasa mendapatkan nilai tidak sesuai, silahkan  langsung menghadap pada ust.  Umar di Sub Bagian Akademik dan Kemahasiswaan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Apabila sampai tanggal 10 Februari 2011, mahasiswa tidak ada yang mempermasalahkannya, maka dianggap telah menerima nilai tersebut. Dan Nilai akan langsung dimasukkan ke KHS masing-masing. Komplen setelah nilai masuk KHS tidak akan dilayani lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Daftar Nilai, Silahkan Download:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;1. Qira'atul Qur'an,  &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13679128/NilaiQiraatulQuranPAI-Gazal-2010.pdf.html" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;2. Ulumul Qur'an, &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13691356/NilaiUlumullQuranPBA-2010.pdf.html" target="_blank"&gt;Download&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;3. Praktikum Komputer: &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13730167/NilaiKomputerPBA-A.pdf.html" target="_blank"&gt;Prodi PBA-A&lt;/a&gt;   &lt;a href="http://www.ziddu.com/download/13730168/NilaiKomputerPAI-D.pdf.html" target="_blank"&gt;Prodi PAI-D&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-1206677646865815033?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/iClkur9_F_w" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-02-08T18:41:06.445-08:00</app:edited><media:thumbnail url="http://2.bp.blogspot.com/_cn-VJU6JIH8/TUyOQVSSnsI/AAAAAAAAAc0/PaAwMXqLCCE/s72-c/gambar%2Bnilai.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">1</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/02/pengumuman-nilai-akhir.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tugas Akhir Praktikum Komputer</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/iulhCAvsTYs/tugas-akhir-praktikum-komputer.html</link><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Wed, 05 Jan 2011 21:07:27 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-1961125258344839927</guid><description>Tugas Praktikum Komputer sebagai berikut:&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Buat Artikel menggunakan Microsoft Word, maksimal 10 halaman diketik 1,5 spasi, yang di dalamnya memuat: Tabel, Struktur, Numbering dan Footnote.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buat Daftar Nilai Siswa mengguankan Microsfoft Excel dengan rumus yang telah dipelajari.&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Buat Slide Presentation menggunakan Microsoft PowerPoint maksimal 5 halaman dengan menggunakan link sesuai dengan yang telah dipelajari.&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Tiga file tersebut dimasukkan dalam folder, dengan nama folder nama dan prodi masing-masing. contoh "Udin PAI". kemudian folder tersebut di-ZIP dan kirim ke &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(0, 0, 153);"&gt;umar.tugasmahasiswa@gmail.com&lt;/span&gt; paling lambat tanggal &lt;span style="font-weight: bold; color: rgb(255, 0, 0);"&gt;27 Januari 2011&lt;/span&gt;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada Kolom Subjek tulis  :  nama dan prodi masing-masing contoh: Udin PAI&lt;br /&gt;Teks Pengantar :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Nama :&lt;/li&gt;&lt;li&gt;NPM  :&lt;br /&gt;&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Prodi :&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alamat e-mail :&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Alamat Blog  :&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;contoh :&lt;br /&gt;Nama                         :  Udin&lt;br /&gt;NPM                          :  09888991&lt;br /&gt;Prodi                          :  PAI&lt;br /&gt;Alamat e-mail          :  udin@yahoo.com&lt;br /&gt;Alamat Blog              :  udin.blogspot.com&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-1961125258344839927?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/iulhCAvsTYs" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2011-01-05T21:07:27.093-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">7</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2011/01/tugas-akhir-praktikum-komputer.html</feedburner:origLink></item><item><title>Kedudukan Penelitian Agama di antara Penelitian Lain</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/IdNtvESQB0M/kedudukan-penelitian-agama-di-antara.html</link><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Mon, 04 Oct 2010 16:43:34 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-1404925971526345753</guid><description>&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Berdasarkan adanya kesamaan dalam pendekatan dan metode antara penelitian agama dan penelitian lainnya (non-agama), bahwa dalam agama terdapat aspek sosiologis (melibatkan kesadaran berkelompok), antropologi (kesadaran pencarain asal-usul agama), psikologis (pemenuhan kebutuhan untuk membentuk kepribadian yang kuat dan ketenangan jiwa) dan ekonomi (bahwa ajaran agama dapat diteliti sejauh mana keterkaitan ajaran etikanya dengan corak pandangan hidup yang memberi dorongan yang kuat untuk memperoleh derajat kesejahteraan hidup yang optimal). Yang semua aspek tersebut dapat diteliti seluas-luasnya oleh setiap peneliti.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Sebagai contoh model penelitian agama, seperti penelitian sejarah Islam, antropologi dan sosiologi agama, pemikiran modern dalam Islam, politik Islam dan lain-lain. Sedangkan penelitian non-agama, seperti penelitian lingkungan masyarakat, ilmu pengetahuan (sains) kesehatan dan lain-lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Dengan demikian kedudukan penelitian agama adalah sejajar dengan penelitian-penelitian lainnya (non-agama).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;a href="http://www.ziddu.com/download/11948189/KedudukanPenelitianAgama.rar.html"&gt;Download Selengkapnya...&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-1404925971526345753?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/IdNtvESQB0M" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-10-04T16:43:34.426-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2010/10/kedudukan-penelitian-agama-di-antara.html</feedburner:origLink></item><item><title>Tugas Mata Kuliah Komputer</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/a9YPz8ogThE/tugas-mata-kuliah-komputer.html</link><category>Materi Kuliah</category><category>Info</category><category>Komputer</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Mon, 14 Jun 2010 01:30:56 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-1045756651853701522</guid><description>Informasi... untuk seluruh mahasiswa praktikum komputer bimbingan Mr. Umar, bahwa untuk nilai Tugas Mandiri diambil dari Blog masing-masing. Untuk itu jika masih ada mahasiswa yang belum menyelesaikan blog-nya harap segera menyelesaikannya dan kirimkan alamatnya ke &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;umarstain@gmail.com&lt;/span&gt;. Alamat blog diterima paling lambat &lt;span style="color: rgb(255, 0, 0);"&gt;tanggal 28 Juni 2010&lt;/span&gt; atau hari pertama pelaksanaan Semester Genap TA. 2009/2010.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;Bagi mahasiswa yang mengirimkan alamat blog-nya setelah tanggal tersebut tidak diberikan nilai tugas mandiri. Demikian informasi ini untuk diketahui dan bagi yang berkepentingan untuk dikerjakan.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-1045756651853701522?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/a9YPz8ogThE" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2010-06-14T01:30:56.244-07:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2010/06/tugas-mata-kuliah-komputer.html</feedburner:origLink></item><item><title>Info untuk Mahasiswa</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/GEXUV2jrOk8/info-untuk-mahasiswa.html</link><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Sun, 15 Nov 2009 23:28:54 PST</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-1163860669601104359</guid><description>Di-Informasi-kan kepada seluruh mahasiswa yang memprogram mata kuliah Perencanaan Sistem Pengajaran Bahasa Arab dan Ulumul Qur'an yang diampu Mr. Umar, bahwa ujian Mid Semester dilakukan secara Online di umar e-learning system.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Aturan mengerjakannya seperti tugas-tugas terdahulu. Yang harus dipahami terlebih dahulu aturan dan keinginan soalnya.&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-1163860669601104359?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/GEXUV2jrOk8" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-11-15T23:28:54.634-08:00</app:edited><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">0</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2009/11/info-untuk-mahasiswa.html</feedburner:origLink></item><item><title>Bukti Ayat -ayat Allah SWT dalam Gempa di SUM-BAR</title><link>http://feedproxy.google.com/~r/umarstain/~3/8TfgDIBfeKs/bukti-dari-ayat-ayat-allah-swt-dalam.html</link><category>Artikel</category><category>Renungan</category><author>noreply@blogger.com (Aa Umar)</author><pubDate>Fri, 09 Oct 2009 11:06:15 PDT</pubDate><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-9098277684110891405.post-6323414924108540733</guid><description>&lt;a onblur="try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}" href="http://1.bp.blogspot.com/_cn-VJU6JIH8/Ss95M7AIvGI/AAAAAAAAAbk/dESNXJc1jfs/s1600-h/gempa-sumbar.jpg"&gt;&lt;img style="margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer; width: 200px; height: 186px;" src="http://1.bp.blogspot.com/_cn-VJU6JIH8/Ss95M7AIvGI/AAAAAAAAAbk/dESNXJc1jfs/s200/gempa-sumbar.jpg" alt="" id="BLOGGER_PHOTO_ID_5390660541889428578" border="0" /&gt;&lt;/a&gt;&lt;div style="text-align: justify;"&gt;Gempa besar berkekuatan 7,6 Skala Richter melantakkan kota Padang dan sekitarnya pukul 17.16 pada tanggal 30 September lalu. Gempa susulan terjadi pada pukul 17.58. Keesokan harinya, 1 Oktober kemarin, gempa berkekuatan 7 Skala Richter kembali menggoyang Jambi dan sekitarnya tepat pukul 08.52. Adalah ketetapan Allah Swt jika bencana ini bertepatan dengan beberapa momentum besar bangsa Indonesia, dulu dan sekarang:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Pertama&lt;/span&gt;, tanggal 1 Oktober merupakan hari pelantikan anggota DPR dan DPD periode 2009-2014 yang menuai kontroversi. Acara seremonial yang sebenarnya bisa dilaksanakan dengan amat sederhana itu ternyata memboroskan uang rakyat lebih dari 70 miliar rupiah. Hal ini dilakukan di tengah berbagai musibah yang mengguncang bangsa ini. Dan kenyataan ini membuktikan jika para pejabat itu tidak memiliki empati sama sekali terhadap nasib rakyat yang kian hari kian susah.&lt;br /&gt;&lt;div class="fullpost"&gt;&lt;br /&gt;Bukan mustahil, banyak kaum mustadh’afin yang berdoa kepada Allah Swt agar menunjukkan kebesaran-Nya kepada para pejabat negara ini agar mau bersikap amanah dan tidak bertindak bagaikan segerombolan perampok terhadap uang umat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Satu lagi, siapa pun yang berkunjung ke Gedung DPR di saat hari pelantikan tersebut akan mencium aroma kematian di mana-mana. Entah mengapa, pihak panitia begitu royal menyebar rangkaian bunga Melati di setiap sudut gedung tersebut. Bunga Melati memang bunga yang biasanya mengiringi acara-acara sakral di negeri ini, seperti pesta perkawinan dan sebagainya. Namun agaknya mereka lupa jika bunga Melati juga biasa dipakai dalam acara-acara berkabung atau kematian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Kedua&lt;/span&gt;, 44 tahun lalu, tanggal 30 September dan 1 Oktober 1965 merupakan tonggak bersejarah bagi perjalanan bangsa dan negara ini. Pada tanggal itulah awal dari kejatuhan Soekarno dan berkuasanya Jenderal Suharto. Pergantian kekuasaan yang di Barat dikenal dengan sebutan Coup de’ Etat Jenderal Suharto ini, telah membunuh Indonesia yang mandiri dan revolusioner di zaman Soekarno, anti kepada neo kolonialisme dan neo imperialisme (Nekolim), menjadi Indonesia yang terjajah kembali. Suharto telah membawa kembali bangsa ini ke mulut para pelayan Dajjal, agen-agen Yahudi Internasional, yang berkumpul di Washington.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-weight: bold;"&gt;Gempa dan Ayat-Ayat Allah Swt&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Segala sesuatu kejadian di muka bumi merupakan ketetapan Allah Swt. Demikian pula dengan musibah bernama gempa bumi. Hanya berseling sehari setelah kejadian, beredar kabar—di antaranya lewat pesan singkat—yang mengkaitkan waktu terjadinya musibah tiba gempa itu dengan surat dan ayat yang ada di dalam kitab suci Al-Qur’an.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Gempa di Padang jam 17.16, gempa susulan 17.58, esoknya gempa di Jambi jam 8.52. Coba lihat Al-Qur’an!” demikian bunyi pesan singkat yang beredar. Siapa pun yang membuka Al-Qur’an dengan tuntunan pesan singkat tersebut akan merasa kecil di hadapan Allah Swt. Demikian ayatayat Allah Swt tersebut:&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian di pkl.17:16 seperti dalam (QS. Al Israa’ ayat 16) :&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Dan jika Kami hendak membinasakan suatu negeri, maka Kami perintahkan kepada orang-orang yang hidup mewah di negeri itu (supaya mentaati Allah) tetapi mereka melakukan kedurhakaan dalam negeri itu, maka sudah sepantasnya berlaku terhadapnya perkataan (ketentuan Kami), kemudian Kami hancurkan negeri itu sehancur-hancurnya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian di pkl.17.58 (QS. Al Israa’ ayat 58):&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;“Tak ada suatu negeri pun (yang durhaka penduduknya), melainkan Kami membinasakannya sebelum hari kiamat atau Kami azab (penduduknya) dengan azab yang sangat keras. Yang demikian itu telah tertulis di dalam kitab (Lauh Mahfuz).”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kejadian di pkl.8.52 (QS. Al Anfaal: 52):&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;"(Keadaan mereka) serupa dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya serta orang-orang sebelumnya. Mereka mengingkari ayat-ayat Allah, maka Allah menyiksa mereka disebabkan dosa-dosanya. Sesungguhnya Allah Maha Kuat lagi Amat Keras siksaan-Nya.”&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tiga ayat Allah Swt di atas, yang ditunjukkan tepat dalam waktu kejadian tiga gempa kemarin di Sumatera, berbicara mengenai azab Allah berupa kehancuran dan kematian, dan kaitannya dengan hidup bermewah-mewah dan kedurhakaan, dan juga dengan keadaan Fir’aun dan pengikut-pengikutnya. Ini tentu sangat menarik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Gaya hidup bermewah-mewah seolah disimbolisasikan dengan acara pelantikan anggota DPR yang memang WAH. Kedurhakaan bisa jadi disimbolkan oleh tidak ditunaikannya amanah umat selama ini oleh para penguasa, namun juga tidak tertutup kemungkinan kedurhakaan kita sendiri yang masih banyak yang lalai dengan ayat-ayat Allah atau malah menjadikan agama Allah sekadar sebagai komoditas untuk meraih kehidupan duniawi dengan segala kelezatannya (yang sebenarnya menipu).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan yang terakhir, terkait dengan “Fir’aun dan para pengikutnya”, percaya atau tidak, para pemimpin dunia sekarang ini yang tergabung dalam kelompok Globalis (mencita-citakan The New World Order) seperti Dinasti Bush, Dinasti Rotschild, Dinasti Rockefeller, Dinasti Windsor, dan para tokoh Luciferian lainnya yang tergabung dalam Bilderberg Group, Bohemian Groove, Freemasonry, Trilateral Commission (ada lima tokoh Indonesia sebagai anggotanya), sesungguhnya masih memiliki ikatan darah dengan Firaun Mesir (!).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;David Icke yang dengan tekun selama bertahun-tahun menelisik garis darah Firaun ke masa sekarang, dalam bukunya “The Biggest Secret”, menemukan bukti jika darah Firaun memang menaliri tokoh-tokoh Luciferian sekarang ini seperti yang telah disebutkan di atas. Bagi yang ingin menelusuri gais darah Fir’aun tersebut hingga ke Dinasti Bush, silakan cari di www.davidicke.com (Piso-Bush Genealogy), dan ada pula di New England Historical Genealogy Society.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Nah, bukan rahasia lagi jika sekarang Indonesia berada di bawah cengkeraman kaum NeoLib. Kelompok ini satu kubu dengan IMF, World Bank, Trilateral Commission, Round Table, dan kelompok-kelompok elit dunia lainnya yang bekerja menciptakan The New World Order. Padahal jelas-jelas, kubu The New World Order memiliki garis darah dengan Firaun. Kelompok Globalis-Luciferian inilah yang mungkin dimaksudkan Allah Swt dalam QS. Al Anfaal ayat 52 di atas. Dan bagi pendukung pasangan ini, mungkin bisa disebut sebagai “…pengikut-pengikutnya.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan adanya berbagai “kebetulan” yang Allah Swt sampaikan dalam musibah gempa kemarin ini, Allah Swt jelas hendak mengingatkan kita semua. Apakah semua “kebetulan” itu sekadar sebuah “kebetulan” semata tanpa pesan yang berarti? Apakah pesan Allah Swt itu akan mengubah kita semua agar lebih taat pada perintah-Nya dan menjauhi larangan-Nya? Atau malah kita semua sama sekali tidak perduli, bahkan menertawakan semua pesan ini sebagaimana dahulu kaum kafir Quraiys menertawakan dakwah Rasulullah Saw? Semua berpulang kepada diri kita masing-masing. Wallahu’alam bishawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;span style="font-style: italic;"&gt;Sumber:&lt;/span&gt;  &lt;a href="http://adarossyat.blogspot.com/2009/10/bukti-dari-ayat-ayat-allah-swt-dalam.html" target="blank"&gt;http://adarossyat.blogspot.com&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class="blogger-post-footer"&gt;&lt;img width='1' height='1' src='https://blogger.googleusercontent.com/tracker/9098277684110891405-6323414924108540733?l=umarstain.blogspot.com' alt='' /&gt;&lt;/div&gt;&lt;img src="http://feeds.feedburner.com/~r/umarstain/~4/8TfgDIBfeKs" height="1" width="1"/&gt;</description><app:edited xmlns:app="http://www.w3.org/2007/app">2009-10-09T11:06:15.979-07:00</app:edited><media:thumbnail url="http://1.bp.blogspot.com/_cn-VJU6JIH8/Ss95M7AIvGI/AAAAAAAAAbk/dESNXJc1jfs/s72-c/gempa-sumbar.jpg" height="72" width="72" /><thr:total xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0">6</thr:total><feedburner:origLink>http://umarstain.blogspot.com/2009/10/bukti-dari-ayat-ayat-allah-swt-dalam.html</feedburner:origLink></item><media:rating>nonadult</media:rating></channel></rss>

