<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055</id><updated>2024-09-09T02:28:02.136+08:00</updated><category term="Motivation"/><category term="Artikel"/><category term="Story"/><title type='text'>Vihara Girinaga &amp; Buddhajayanti&amp;#153</title><subtitle type='html'>Spread Dhamma All Over the World</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default?redirect=false'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>20</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-3263716704672186063</id><published>2008-04-01T22:08:00.000+08:00</published><updated>2008-04-01T22:11:29.092+08:00</updated><title type='text'>Delapan Kebohongan Ibu</title><content type='html'>Dalam kehidupan kita sehari-hari, kita percaya bahwa kebohongan akan membuat manusia terpuruk dalam penderitaan yang mendalam, tetapi kisah ini justru sebaliknya. Dengan adanya kebohongan ini, makna sesungguhnya dari kebohongan ini justru dapat membuka mata kita, ibarat sebuah energi yang mampu mendorong mekarnya sekuntum bunga yang paling indah di dunia. Cerita bermula ketika aku masih kecil, aku terlahir sebagai seorang anak laki-laki di sebuah keluarga yang miskin. Bahkan untuk makan saja, seringkali kekurangan. Ketika makan, ibu sering memberikan porsi nasinya untukku. Sambil memindahkan nasi ke mangkukku, ibu berkata : “Makanlah nak, aku tidak lapar” ———- KEBOHONGAN IBU YANG PERTAMA&lt;br /&gt;Ketika saya mulai tumbuh dewasa, ibu yang gigih sering meluangkan waktu senggangnya untuk pergi memancing di kolam dekat rumah, ibu berharap dari ikan hasil pancingan, ia bisa memberikan sedikit makanan bergizi untuk petumbuhan. Sepulang memancing, ibu memasak sup ikan yang segar dan mengundang selera. Sewaktu aku memakan sup ikan itu, ibu duduk disampingku dan memakan sisa daging ikan yang masih menempel di tulang yang merupakan bekas sisa tulang ikan yang aku makan. Aku melihat ibu seperti itu, hati juga tersentuh, lalu menggunakan sumpitku dan memberikannya kepada ibuku. Tetapi ibu dengan cepat menolaknya, ia berkata : “Makanlah nak, aku tidak suka makan ikan” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEDUA&lt;br /&gt;Sekarang aku sudah masuk SMP, demi membiayai sekolah abangku, ibu pergi ke koperasi untuk membawa sejumlah kotak korek api untuk ditempel, dan hasil tempelannya itu membuahkan sedikit uang untuk menutupi kebutuhan hidup. Di kala musim dingin tiba, aku bangun dari tempat tidurku, melihat ibu masih bertumpu pada lilin kecil dan dengan gigihnya melanjutkan pekerjaanny menempel kotak korek api. Aku berkata :”Ibu, tidurlah, udah malam, besok pagi ibu masih harus kerja.” Ibu tersenyum dan berkata :”Cepatlah tidur nak, aku tidak capek” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KETIGA&lt;br /&gt;Ketika ujian tiba, ibu meminta cuti kerja supaya dapat menemaniku pergi ujian. Ketika hari sudah siang, terik matahari mulai menyinari, ibu yang tegar dan gigih menunggu aku di bawah terik matahari selama beberapa jam. Ketika bunyi lonceng berbunyi, menandakan ujian sudah selesai. Ibu dengan segera menyambutku dan menuangkan teh yang sudah disiapkan dalam botol yang dingin untukku. Teh yang begitu kental tidak dapat dibandingkan dengan kasih sayang yang jauh lebih kental. Melihat ibu yang dibanjiri peluh, aku segera memberikan gelasku untuk ibu sambil menyuruhnya minum. Ibu berkata :”Minumlah nak, aku tidak haus!” ———- KEBOHONGAN IBU YANG KEEMPAT&lt;br /&gt;Setelah kepergian ayah karena sakit, ibu yang malang harus merangkap sebagai ayah dan ibu. Dengan berpegang pada pekerjaan dia yang dulu, dia harus membiayai kebutuhan hidup sendiri. Kehidupan keluarga kita pun semakin susah dan susah. Tiada hari tanpa penderitaan. Melihat kondisi keluarga yang semakin parah, ada seorang paman yang baik hati yang tinggal di dekat rumahku pun membantu ibuku baik masalah besar maupun masalah kecil. Tetangga yang ada di sebelah rumah melihat kehidupan kita yang begitu sengsara, seringkali menasehati ibuku untuk menikah lagi. Tetapi ibu yang memang keras kepala tidak mengindahkan nasehat mereka, ibu berkata : “Saya tidak butuh cinta” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KELIMA&lt;br /&gt;Setelah aku, abangku semuanya sudah tamat dari sekolah dan bekerja, ibu yang sudah tua sudah waktunya pensiun. Tetapi ibu tidak mau, ia rela untuk pergi ke pasar setiap pagi untuk jualan sedikit sayur untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Kakakku yang bekerja di luar kota sering mengirimkan sedikit uang untuk membantu memenuhi kebutuhan ibu, tetapi ibu bersikukuh tidak mau menerima uang tersebut. Malahan mengirim balik uang tersebut. Ibu berkata : “Saya punya duit” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEENAM&lt;br /&gt;Setelah lulus dari S1, aku pun melanjutkan studi ke S2 dan kemudian memperoleh gelar master di sebuah universitas ternama di Amerika berkat sebuah beasiswa di sebuah perusahaan. Akhirnya aku pun bekerja di perusahaan itu. Dengan gaji yang lumayan tinggi, aku bermaksud membawa ibuku untuk menikmati hidup di Amerika. Tetapi ibu yang baik hati, bermaksud tidak mau merepotkan anaknya, ia berkata kepadaku “Aku tidak terbiasa”———-KEBOHONGAN IBU YANG KETUJUH&lt;br /&gt;Setelah memasuki usianya yang tua, ibu terkena penyakit kanker lambung, harus dirawat di rumah sakit, aku yang berada jauh di seberang samudra atlantik langsung segera pulang untuk menjenguk ibunda tercinta. Aku melihat ibu yang terbaring lemah di ranjangnya setelah menjalani operasi. Ibu yang keliatan sangat tua, menatap aku dengan penuh kerinduan. Walaupun senyum yang tersebar di wajahnya terkesan agak kaku karena sakit yang ditahannya. Terlihat dengan jelas betapa penyakit itu menjamahi tubuh ibuku sehingga ibuku terlihat lemah dan kurus kering. Aku sambil menatap ibuku sambil berlinang air mata. Hatiku perih, sakit sekali melihat ibuku dalam kondisi seperti ini. Tetapi ibu dengan tegarnya berkata : “Jangan menangis anakku,Aku tidak kesakitan” ———-KEBOHONGAN IBU YANG KEDELAPAN&lt;br /&gt;Setelah mengucapkan kebohongannya yang kedelapan, ibuku tercinta menutup matanya untuk yang terakhir kalinya. Dari cerita di atas, saya percaya teman-teman sekalian pasti merasa tersentuh dan ingin sekali mengucapkan : ” Terima kasih ibu ! ” Coba dipikir-pikir teman, sudah berapa lamakah kita tidak menelepon ayah ibu kita? Sudah berapa lamakah kita tidak menghabiskan waktu kita untuk berbincang dengan ayah ibu kita? Di tengah-tengah aktivitas kita yang padat ini, kita selalu mempunyai beribu-ribu alasan untuk meninggalkan ayah ibu kita yang kesepian. Kita selalu lupa akan ayah dan ibu yang ada di rumah. Jika dibandingkan dengan pacar kita, kita pasti lebih peduli dengan pacar kita. Buktinya, kita selalu cemas akan kabar pacar kita, cemas apakah dia sudah makan atau belum, cemas apakah dia bahagia bila di samping kita. Namun, apakah kita semua pernah mencemaskan kabar dari ortu kita? Cemas apakah ortu kita sudah makan atau belum? Cemas apakah ortu kita sudah bahagia atau belum? Apakah ini benar? Kalau ya, coba kita renungkan kembali lagi.. Di waktu kita masih mempunyai kesempatan untuk membalas budi ortu kita, lakukanlah yang terbaik. Jangan sampai ada kata “MENYESAL” di kemudian hari</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/3263716704672186063/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/3263716704672186063' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/3263716704672186063'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/3263716704672186063'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/04/delapan-kebohongan-ibu.html' title='Delapan Kebohongan Ibu'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-4989525800036103646</id><published>2008-04-01T22:01:00.004+08:00</published><updated>2008-04-01T22:05:53.413+08:00</updated><title type='text'>Daya Tarik Buddhisme</title><content type='html'>Daya tarik Ajaran Buddha berkembang dengan mantap di seluruh dunia, khususnya bagi mereka yang mencari jawaban di arus globalisasi yang deras ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengikut Ajaran Buddha berkembang dengan pesat di banyak bagian dunia, teristimewa di Australia, Amerika Serikat dan banyak negara di Eropa.&lt;br /&gt;Sebagian negara di Asia di mana Ajaran Buddha pernah secara paksa digantikan oleh ajaran komunisme, sekarang muncul kembali dengan gilang gemilang.&lt;br /&gt;Mengapa ketertarikan terhadap Ajaran Buddha ini bertambah besar dan begitu cepat perkembangannya?&lt;br /&gt;Barangkali karena semakin banyak orang yang mengakui fakta-fakta di sekitar Buddhisme. Yaitu:&lt;br /&gt;Agama Buddha mengedepankan PERDAMAIAN yang sebenarnya dan tidak pernah menganjurkan Kekerasan Apapun di atas namanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ajaran Buddha adalah salah satu Agama Dunia yang paling tua, yang hingga kini, mempunyai reputasi terhormat sebagai satu-satunya agama yang belum pernah mempunyai Perang Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada satu  tokoh Buddhis yang pernah maju ke medan perang untuk menaklukkan kafir atau untuk mengubah orang lain menjadi Penganut Ajaran Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun yang pernah dihadapkan kepada pedang, atau dihukum gantung atau dengan kata lain dihukum karena tidak percaya pada Ajaran Buddha.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Agama yang menekankan Belas Kasih, Penerimaan dan Kebaikan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Umat Budha dikenal akan keteladanan, kebajikan hati dan keramahan mereka, bersifat menerima dan tidak mengedepankan cara-cara penghakiman.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Hingga saat ini, Buddhisme menyebar ke wilayah yang baru, tidak disebabkan oleh pengaruh Para Misionaris dengan tujuan agresif guna mengubah keyakinan orang lain, tetapi biasanya oleh inisiatif orang lokal yang mempersilahkan atau mengundang para guru agar dapat  berbagi ajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang menyediakan Jalan Terang untuk perkembangan Rohani dan Pribadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ajaran Buddha bukanlah sebuah koleksi Mitos dan Cerita untuk menguji penalaran kita. Juga tidak hadir sebagai misteri yang hanya bisa dimengerti oleh para Biksu, Pandita atau sekelompok orang tertentu yang lebih disukai atau orang–orang Yang Terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Buddha hadir sebagai Jalan Terang yang dapat di percaya dan bisa dilakukan siapa saja menurut pengertian, pemahaman dan kemampuannya sendiri, yang merupakan suatu metode yang dapat diterapkan, dan memberikan hasil yang bisa dialami dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang mengajarkan untuk mengambil Tanggung Jawab Penuh atas Tindakan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddhisme tidak mencoba menerangkan masalah di dunia sebagai bagian dari rencana misterius Dewata. Tidak menyalahkan sesuatu pada nasib atau wangsit yang manapun terhadap apa saja yang terjadi, baik atau buruk atas pengalaman hidup yang dialami. Malahan, Buddhisme mengajarkan bahwa kita harus bertanggung-jawab untuk hasil tindakan yang telah dilakukan dan sebagai penentu takdir kita sendiri. Alih–alih menghindar atau lari dari persoalan hidup, kita di anjurkan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada tanpa masalah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang tidak mempunyai tempat untuk Kepercayaan Buta atau Pemujaan yang Tidak melalui Penalaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak agama yang menekankan pada dogma dan menuntut pengikutnya untuk percaya secara membabi buta, hal ini menjadi aneh atau tanpa dasar dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Buddhisme tidak mempunyai doktrin seperti itu.&lt;br /&gt;   &lt;br /&gt;Buddha tidak menginginkan umatnya untuk percaya kepadanya secara membuta, melainkan mengajarkan  pengikutnya untuk berpikir, untuk mempertanyakan dan untuk memahami ajarannya berdasarkan pengertian.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ajaran tentang keterbukaan pikiran dan hati yang simpatik, yang menerangi dan menghangatkan alam semesta dengan sinar Kebijaksanaan dan Belas Kasih. Oleh karena itu Ajaran Buddha disebut Agama yang berdasarkan Analisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EHIPASSIKO Datang dan Lihatlah Sendiri, Agama yang menyambut baik Pertanyaan dan Pemeriksaan ke dalam Ajarannya sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebebasan berpikir sungguh penting. Ajaran Buddha dijalankan secara Ehipassiko, yang artinya mengundang untuk Datang dan Bukti kan, bukan Datang dan Percaya begitu saja. Ajaran yang membuka diri untuk ditelaah, diamati dan diselidiki. Tidak ada kewajiban atau paksaan apapun agar percaya atau menerima Ajaran Buddha.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buddha menunjukkan Jalan Keselamatan, selanjutnya terserah setiap insan untuk memutuskan mau mengikutinya atau tidak. Buddha mengibaratkan Ajarannya sebagai RAKIT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang menekankan nilai–nilai Universal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran yang menitik beratkan pada Kebahagiaan Sejati Bagi Semua Mahluk. Ajaran yang dapat dipraktekkan dalam masyarakat atau dalam pertapaan, oleh semua ras dan sistem kepercayaan.  Ajaran yang sama sekali tidak memihak, sehingga tidak ada ‘TEROR’ di dalam Agama Buddha. Ajaran yang membebaskan umatnya dari cengkraman para Imam dan juga merupakan Jalan agar Bebas dari Kemunafikan dan Penindasan Keagamaan.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buddhisme mengajarkan bahwa &quot;Sesuai dengan benih yang telah ditabur, begitulah buah yang akan dituai. la yang berbuat baik akan menerima kebaikan, ia yang berbuat jahat akan menerima kejahatan&quot;.  Hukum yang berlaku secara universal tanpa  memerlukan Label Keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang selaras dengan ilmu Pengetahuan Modern dan merupakan Agama Masa Depan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ajaran Buddha tidak pernah merasa perlu untuk memberikan tafsiran baru terhadap ajarannya (kitab sucinya) atas Penemuan Ilmiah yang ada belakangan ini.  Ilmu Pengetahuan tidak pernah bertentangan dengan Buddhisme, karena Ajarannya yang bersifat Ilmiah.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Asas-asas Buddhisme dapat dipertahankan dalam keadaan apapun tanpa mengubah gagasan dasar. Ajaran Buddha dihargai sepanjang masa, oleh para cendikiawan, ilmuwan, ahli filsafat, kaum rasionalis, bahkan para pemikir bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa fakta yang telah menjadi daya tarik Buddhisme, sejak zaman dahulu, zaman kini hingga di waktu yang akan datang.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/4989525800036103646/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/4989525800036103646' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/4989525800036103646'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/4989525800036103646'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/04/daya-tarik-buddhisme.html' title='Daya Tarik Buddhisme'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-8525292114144993003</id><published>2008-04-01T21:52:00.002+08:00</published><updated>2008-04-01T22:07:57.655+08:00</updated><title type='text'>Daya Tarik Ajaran BUDDHISME</title><content type='html'>Daya tarik Ajaran Buddha berkembang dengan mantap di seluruh dunia, khususnya bagi mereka yang mencari jawaban di arus globalisasi yang deras ini. Jumlah pengikut Ajaran Buddha berkembang dengan pesat di banyak bagian dunia, teristimewa di Australia, Amerika Serikat dan banyak negara di Eropa.Sebagian negara di Asia di mana Ajaran Buddha pernah secara paksa digantikan oleh ajaran komunisme, sekarang muncul kembali dengan gilang gemilang.&lt;br /&gt;Mengapa ketertarikan terhadap Ajaran Buddha ini bertambah besar dan begitu cepat perkembangannya?&lt;br /&gt;Barangkali karena semakin banyak orang yang mengakui fakta-fakta di sekitar Buddhisme. Yaitu:&lt;br /&gt;Agama Buddha mengedepankan PERDAMAIAN yang sebenarnya dan tidak pernah menganjurkan kekerasan apapun di atas namanya.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ajaran Buddha adalah salah satu Agama Dunia yang paling tua, yang hingga kini, mempunyai reputasi terhormat sebagai satu-satunya agama yang belum pernah mempunyai Perang Suci. Tak ada satu  tokoh Buddhis yang pernah maju ke medan perang untuk menaklukkan kafir atau untuk mengubah orang lain menjadi Penganut Ajaran Buddha.&lt;br /&gt;Tak seorangpun yang pernah dihadapkan kepada pedang, atau dihukum gantung atau dengan kata lain dihukum karena tidak percaya pada Ajaran Buddha.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Agama yang menekankan Belas Kasih, Penerimaan dan Kebaikan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Umat Budha dikenal akan keteladanan, kebajikan hati dan keramahan mereka, bersifat menerima dan tidak mengedepankan cara-cara penghakiman. Hingga saat ini, Buddhisme menyebar ke wilayah yang baru, tidak disebabkan oleh pengaruh Para Misionaris dengan tujuan agresif guna mengubah keyakinan orang lain, tetapi biasanya oleh inisiatif orang lokal yang mempersilahkan atau mengundang para guru agar dapat  berbagi ajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang menyediakan Jalan Terang untuk perkembangan Rohani dan Pribadi.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ajaran Buddha bukanlah sebuah koleksi Mitos dan Cerita untuk menguji penalaran kita. Juga tidak hadir sebagai misteri yang hanya bisa dimengerti oleh para Biksu, Pandita atau sekelompok orang tertentu yang lebih disukai atau orang–orang Yang Terpilih. Ajaran Buddha hadir sebagai Jalan Terang yang dapat di percaya dan bisa dilakukan siapa saja menurut pengertian, pemahaman dan kemampuannya sendiri, yang merupakan suatu metode yang dapat diterapkan, dan memberikan hasil yang bisa dialami dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt; Agama yang mengajarkan untuk mengambil Tanggung Jawab Penuh atas Tindakan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddhisme tidak mencoba menerangkan masalah di dunia sebagai bagian dari rencana misterius Dewata. Tidak menyalahkan sesuatu pada nasib atau wangsit yang manapun terhadap apa saja yang terjadi, baik atau buruk atas pengalaman hidup yang dialami. Malahan, Buddhisme mengajarkan bahwa kita harus bertanggung-jawab untuk hasil tindakan yang telah dilakukan dan sebagai penentu takdir kita sendiri. Kita dianjurkan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada tanpa masalah.  &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang tidak mempunyai tempat untuk Kepercayaan Buta atau Pemujaan yang Tidak melalui Penalaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak agama yang menekankan pada dogma dan menuntut pengikutnya untuk percaya secara membabi buta, hal ini menjadi aneh atau tanpa dasar dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Buddhisme tidak mempunyai doktrin seperti itu.  Buddha tidak menginginkan umatnya untuk percaya kepadanya secara membuta, melainkan mengajarkan  pengikutnya untuk berpikir, untuk mempertanyakan dan untuk memahami ajarannya berdasarkan pengertian. Ajaran tentang keterbukaan pikiran dan hati yang simpatik, yang menerangi dan menghangatkan alam semesta dengan sinar Kebijaksanaan dan Belas Kasih. Oleh karena itu Ajaran Buddha disebut Agama yang berdasarkan Analisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EHIPASSIKO Datang dan Lihatlah Sendiri, Agama yang menyambut baik Pertanyaan dan Pemeriksaan ke dalam Ajarannya sendiri.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Kebebasan berpikir sungguh penting. Ajaran Buddha dijalankan secara Ehipassiko, yang artinya mengundang untuk Datang dan Bukti kan, bukan Datang dan Percaya begitu saja. Ajaran yang membuka diri untuk ditelaah, diamati dan diselidiki. Tidak ada kewajiban atau paksaan apapun agar percaya atau menerima Ajaran Buddha.  Buddha menunjukkan Jalan Keselamatan, selanjutnya terserah setiap insan untuk memutuskan mau mengikutinya atau tidak. Buddha mengibaratkan Ajarannya sebagai RAKIT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang menekankan nilai–nilai Universal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran yang menitik beratkan pada Kebahagiaan Sejati Bagi Semua Mahluk. Ajaran yang dapat dipraktekkan dalam masyarakat atau dalam pertapaan, oleh semua ras dan sistem kepercayaan.  Ajaran yang sama sekali tidak memihak, sehingga tidak ada ‘TEROR’ di dalam Agama Buddha. Ajaran yang membebaskan umatnya dari cengkraman para Imam dan juga merupakan Jalan agar Bebas dari Kemunafikan dan Penindasan Keagamaan. Buddhisme mengajarkan bahwa &quot;Sesuai dengan benih yang telah ditabur, begitulah buah yang akan dituai. la yang berbuat baik akan menerima kebaikan, ia yang berbuat jahat akan menerima kejahatan&quot;.  Hukum yang berlaku secara universal tanpa  memerlukan Label Keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang selaras dengan ilmu Pengetahuan Modern dan merupakan Agama Masa Depan&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Ajaran Buddha tidak pernah merasa perlu untuk memberikan tafsiran baru terhadap ajarannya (kitab sucinya) atas Penemuan Ilmiah yang ada belakangan ini.  Ilmu Pengetahuan tidak pernah bertentangan dengan Buddhisme, karena Ajarannya yang bersifat Ilmiah. Asas-asas Buddhisme dapat dipertahankan dalam keadaan apapun tanpa mengubah gagasan dasar. Ajaran Buddha dihargai sepanjang masa, oleh para cendikiawan, ilmuwan, ahli filsafat, kaum rasionalis, bahkan para pemikir bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa fakta yang telah menjadi daya tarik Buddhisme, sejak zaman dahulu, zaman kini hingga di waktu yang akan datang.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/8525292114144993003/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/8525292114144993003' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/8525292114144993003'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/8525292114144993003'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/04/daya-tarik-ajaran-buddhisme_01.html' title='Daya Tarik Ajaran BUDDHISME'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-5256973952643181849</id><published>2008-04-01T21:51:00.000+08:00</published><updated>2008-04-01T21:52:02.864+08:00</updated><title type='text'>Datang Karena Kagum</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kegiatan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt; puja bhakti adalah kegiatan yang sangat baik. Selain bisa menambah kamma baik, juga dapat meningkatkan pengetahuan dan pengertian tentang Dhamma. Hanya saja kegiatan ini sering disalahartikan. Dengan jadwal yang hanya seminggu sekali, ada saja yang merasa keberatan. Kalau ditanya, alasannya: sibuk. Alasan yang klise.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Biasanya kalau orang menjawab begitu, saya akan mengatakan dia &quot;sungguh luar biasa&quot;. Lihat saja sebagian besar pejabat negara kita. Dalam sehari mereka bisa melaksanakan sholat lima kali. Padahal sibuknya luar biasa. Bapak Presiden kita juga demikian. Tetap menjalankan ibadah yang sama walaupun acaranya sangat padat. Kalau kita, umat Buddha, berpuja bhakti seminggu sekali saja sudah merasa sibuk, berarti jadwal kita lebih padat dari seorang presiden!&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Ada yang lebih parah. &quot;Ke vihãra atau tidak, sama saja. Di vihãra kita &lt;i&gt;toh&lt;/i&gt; baca paritta, di rumah juga kan bisa,&quot; begitu kilah mereka. Mereka ini adalah orang yang tidak mengerti manfaat dan fungsi datang ke vihãra. &lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Sebetulnya kita datang ke vihãra harus didasari oleh rasa kagum. Ya, rasa kagum kepada Sang Buddha. Kita (seharusnya) datang karena mencari Sang Buddha. Ada yang tidak datang lagi ke vihãra dengan alasan pemuda vihãra &lt;i&gt;cuek&lt;/i&gt;. Sebagai umat baru, dia merasa tidak diperhatikan. Ada juga yang tidak mau datang karena (katanya) Bhikkhunya sombong.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify; line-height: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 12pt; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kita ke vihãra &lt;i&gt;&#39;kan&lt;/i&gt; untuk mencari Sang Buddha. Bukan cari pemuda vihãra atau cari Bhikkhu. Kalau orang sudah memahami hal ini, berarti ia telah merasakan manfaat ikut Agama Buddha.&lt;o:p&gt;&lt;/o:p&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;span style=&quot;font-size: 12pt; line-height: 115%; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;;&quot;&gt;Kita harus kagum karena kita sudah mengerti ajaran-Nya, walaupun mungkin masih sedikit. Bagaimana bisa lebih mengerti kalau tidak mau ke vihãra? Membaca paritta di rumah memang menambah kamma baik, tapi tidak menambah pengertian kita. Untuk itulah perlu ke vihãra. Di vihãra kita juga bisa bertemu dengan teman-teman dan berbagi pengalaman, baik pengalaman biasa ataupun yang berkaitannya dengan Dhamma. Misalnya, ada yang bercerita bahwa sebelum kenal Agama Buddha dia suka marah-marah. Tapi sekarang bisa jadi tenang. Ada juga yang bercerita kalau dulu di sekolah dia bodoh sekali. Ujian tidak pernah lulus. Sekarang cerdas, ujian bisa lulus terus. Soalnya sudah mengenal ajaran Sang Buddha. Berbagi pengalaman dan kesaksian seperti ini sangatlah perlu. &lt;/span&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/5256973952643181849/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/5256973952643181849' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/5256973952643181849'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/5256973952643181849'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/04/datang-karena-kagum.html' title='Datang Karena Kagum'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-2972321594476374424</id><published>2008-04-01T21:48:00.000+08:00</published><updated>2008-04-01T21:51:04.175+08:00</updated><title type='text'>Colombus dan Telur</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Ini sebuah cerita kecil di balik kesuksesan Colombus yang menemukan benua Amerika. Setelah penemuan yang fenomenal itu, Colombus menjadi sangat terkenal dan diagung-agungkan oleh Raja dan seluruh rakyat. Colombus pun diangkat menjadi bangsawan kehormatan kerajaan.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Kepopuleran Colombus itu membuat beberapa orang menjadi iri kepadanya. Suatu hari, Colombus mengadakan perjamuan makan. Dalam perjamuan makan itu dia menceritakan semua kisah yang dihadapi dalam pencarian benua baru tersebut. Semua tamu undangan terpukau dan mengakui kehebatan sang Penemu Benua Baru tersebut. Namun beberapa orang yang iri dengan sinis berkata, “Apa hebatnya dia ? Dia Cuma berlayar dan kebetulan saja menemukan benua baru. Siapa saja bias melakukan itu.”&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Mendengar hal tersebut, Colombus kemudian menantang para orang yang iri tersebut. “Marilah kita bertanding untuk membuktikan siapakah yang lebih baik. Barangsiapa yang berhasil membuat telur-telur rebus ini berdiri di atas meja makan, maka ialah orang yang terbaik dan semua gelar-kekayaanku akan kuserahkan padanya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Orang-orang yang iri tersebut menerima tantangan Colombus. Kemudian mereka mulai berusaha untuk membuat telur-telur rebus itu berdiri di atas meja makan. Namun, karena telur itu benda yang elips, maka cukup mustahil untuk bisa berdiri di atas meja. Tiap kali dicoba untuk diberdirikan, telur-telur itu langsung saja menggelinding jatuh. Akhirnya, mereka pun menyerah.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Kini, tiba giliran Colombus. Ia memegang telur rebus itu di atas meja dengan posisi berdiri sambil dipegangi, kemudian dengan tangan yang satunya Colombus menekan ujung atas telur rebus itu ke meja sehingga ujung bawah telur menjadi remuk dan memipih. Karena tidak lonjong lagi, telur tersebut bisa berdiri tegak di atas meja. Melihat hal tersebut, orang-orang yang iri kepadanya dengan sini berkata, ”Ah…kalau caranya seperti itu, kami juga bisa membuat telur rebus itu berdiri.”&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Dengan bijak dan sambil tersenyum, Colombus berkata, “Kalau begitu, mengapa kamu tidak melakukannya sejak tadi ?”&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Cerita di atas hendak memberitahukan kita bahwa kesuksesan dan keberhasilan berasal dari suatu tindakan nyata atas gagasan kita. Colombus dari beberapa orang pada masa itu mempunyai gagasan tentang bumi yang bulat. Teori tersebut jelas-jelas bertentangan dengan kepercayaan pada waktu itu bahwa bumi itu datar seperti piring. Ketika Colombus mengutarakan niatnya untuk melakukan ekspedisi laut, banyak orang termasuk keluarganya menganggap dirinya gila. Namun, Colombus tetap teguh pada pendiriannya. Ancaman hukuman mati atas pengingkaran hokum Tuhan, ia hadapi dengan tegar sehingga pada akhirnya, sejarah mencatatnya sebagai penemu benua dan pelaut handal.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Seringkali, ketakutan atas kegagalan, penilaian miring orang lain, penderitaan dan sebagainya, membuat kita terhalang untuk menemukan kesuksesan. Kadang kita juga merasa iri atas keberhasilan orang lain. Kita sering berkata, ”Ah, dia sih cuma beruntung saja. Aku pun bisa melakukannya.”&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-indent: 0.5in;&quot;&gt;Jadi, apa yang Anda pilih ? Gagal karena terlalu takut untuk gagal atau berhasil karena tidak takut gagal ? Hanya Anda yang bisa memilih. &lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/2972321594476374424/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/2972321594476374424' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/2972321594476374424'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/2972321594476374424'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/04/colombus-dan-telur.html' title='Colombus dan Telur'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-8026179669174218525</id><published>2008-04-01T21:45:00.000+08:00</published><updated>2008-04-01T21:47:50.692+08:00</updated><title type='text'>Asal Usul Imlek II</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Festival musim semi atau tahun baru penanggalan Imlek adalah hari raya akhir tahun dalam penanggalan Tionghoa, umumnya disebut &quot;tahun baru&quot;. Merupakan perayaan hari raya tradisional yang paling meriah dan khidmat di kalangan rakyat Tionghoa. Sebelum tanggal 1 Januari (penanggalan Tionghoa) ada upacara sembahyang, upacara peringatan untuk orang yang telah wafat dan upacara lainnya; di hari raya itu ada pemberian angpao kepada anak-anak, silaturahmi antarfamili serta sahabat dan perayaan lainnya, pertengahan bulan setelah hari raya tersebut adalah pesta lampion pada malam Capgomeh, dan setelah pesta lampion berlalu pada malam Capgomeh yang dipenuhi dengan lentera hias seluruh kota, hari raya festival musim semi baru benar-benar dianggap berakhir. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Sejarah festival musim semi sudah sangat lama, asal mulanya berasal dari kegiatan upacara sembahyang memperingati peringatan leluhur dan menyembahyangi dewa ketika pergantian tahun baru pada masa Dinasti Yin dan Shang. Dan mengenai berbagai macam mitologinya juga banyak sekali. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;head3&quot;&gt;Mitos tentang &quot;Tahun&quot; Binatang&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Ada sebuah legenda kuno yang mengisahkan asal usul tradisi perayaan Imlek di Tiongkok, begini ceritanya :&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Dahulu kala ada seekor monster jahat yang memiliki kepala panjang dan tanduk yang tajam. Monster yang bernama &lt;em&gt;nian&lt;/em&gt; ini sangat ganas, dia berdiam didasar lautan, namun setiap tahun baru dia muncul kedarat untuk menyerang penduduk desa dan menelan hewan ternak. Oleh karena itu setiap menjelang tahun baru, seluruh penduduk desa selalu bersembunyi dibalik pegunungan untuk menghindari serangan monster &lt;em&gt;nian&lt;/em&gt; ini.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Pada malam tahun baru di suatu tahun, orang-orang di sebuah pedesaan sedang memapah orang tua dan menuntun anak-anak kecil pergi ke gunung untuk menghindari petaka, dan dari luar pedesaan datang seorang kakek pengemis, tangannya memegang sebuah tongkat, tampak tua namun sehat, penuh vitalitas dan semangatnya luar biasa. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Orang-orang sekampung ada yang sibuk berkemas-kemas, ada yang sibuk menuntun sapi menggiring domba, tampak sebuah suasana yang tergesa-gesa dan menakutkan. Dan di saat demikian, tidak ada lagi orang yang berkonsentrasi memperhatikan sang kakek pengemis itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Hanya seorang nenek yang baik hati di ujung timur desa yang memberikan sejumlah makanan kepada kakek pengemis itu, sekaligus menganjurkan kepadanya agar segera pergi ke gunung untuk menghindarkan diri. Kakek itu berkata: &quot;Nek, jika mengizinkan saya tinggal semalam di rumah Anda, saya pasti akan mengusir monster itu.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Si nenek mengira bahwa sang kakek sedang bercanda, maka terus membujuk sang kakek agar segera pergi ke gunung, namun kakek pengemis menggelengkan kepalanya tidak mau pergi. Si nenek tidak berdaya, mau tidak mau meninggalkan rumahnya dan diri sendiri pergi ke gunung untuk menghindari musibah. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Waktu tengah malam, monster &quot;nian&quot; menerobos masuk ke desa. Ia mendapati di ujung timur rumah si nenek, pintu rumahnya ditempeli kertas merah besar, dan di dalam rumah diterangi dengan lampu lilin yang sangat terang. Monster memandang sekilas dengan marah rumah si nenek, dan segera menerjang ke rumah si nenek sambil berteriak marah. Ketika hampir mendekati pintu masuk, tiba-tiba terdengar suara ledakan petasan di ruang dalam, dan sekujur badannya menggigil gemetar, dan tidak berani mendekat lagi. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Ternyata, monster ini takut dengan warna merah, cahaya api dan suara ledakan. Dan di saat itu, pintu rumah itu terbuka lebar, di dalam rumah tampak seorang kakek yang tubuhnya dibaluti dengan jubah merah. Saking terkejutnya monster &quot;nian&quot; berbalik dan lari terbirit-birit.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Pada hari kedua adalah tanggal 1 Januari, orang-orang yang kembali dari pengungsian merasa sangat heran melihat desa dalam keadaan aman dan selamat. Saat itu nenek baru sadar dengan apa yang telah terjadi, dan menceritakan tentang janji sang kakek pengemis kepada orang-orang sekampung. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Orang-orang sekampung berbondong-bondong ke rumah nenek, dan yang terlihat hanya tempelan kertas merah di pintu rumah nenek, di halaman dalam terdapat setumpuk petasan yang belum habis terbakar masih meledak-ledak, dan beberapa lilin merah di dalam rumah masih menyala dengan sisa cahayanya.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Kakek tua itu sebenarnya adalah Dewata yang datang untuk menolong penduduk desa mengusir monster nian ini. Mereka juga menemukan 3 peralatan yang digunakan lelaki tua itu untuk mengusir &lt;em&gt;nian&lt;/em&gt;. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Orang-orang sekampung yang bergembira ria beramai-ramai mengenakan pakaian dan topi baru, berkunjung ke rumah famili dan sahabat mengucapkan selamat menyampaikan salam, dan merayakan dengan damai serta selamat telah melewati hari itu. Dengan demikian, semua orang telah mengetahui cara yang aman mengusir binatang yang bernama &quot;Tahun&quot; pada tahun baru itu. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;&lt;span style=&quot;&quot;&gt;&lt;!--[if gte vml 1]&gt;&lt;v:shapetype id=&quot;_x0000_t75&quot; coordsize=&quot;21600,21600&quot; spt=&quot;75&quot; preferrelative=&quot;t&quot; path=&quot;m@4@5l@4@11@9@11@9@5xe&quot; filled=&quot;f&quot; stroked=&quot;f&quot;&gt;  &lt;v:stroke joinstyle=&quot;miter&quot;&gt;  &lt;v:formulas&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;if lineDrawn pixelLineWidth 0&quot;&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 1 0&quot;&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;sum 0 0 @1&quot;&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;prod @2 1 2&quot;&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelWidth&quot;&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;prod @3 21600 pixelHeight&quot;&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;sum @0 0 1&quot;&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;prod @6 1 2&quot;&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelWidth&quot;&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;sum @8 21600 0&quot;&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;prod @7 21600 pixelHeight&quot;&gt;   &lt;v:f eqn=&quot;sum @10 21600 0&quot;&gt;  &lt;/v:formulas&gt;  &lt;v:path extrusionok=&quot;f&quot; gradientshapeok=&quot;t&quot; connecttype=&quot;rect&quot;&gt;  &lt;o:lock ext=&quot;edit&quot; aspectratio=&quot;t&quot;&gt; &lt;/v:shapetype&gt;&lt;v:shape id=&quot;Picture_x0020_1&quot; spid=&quot;_x0000_i1025&quot; type=&quot;#_x0000_t75&quot; alt=&quot;http://www.erabaru.or.id/images/chinese_lantern.jpg&quot; style=&quot;&#39;width:187.5pt;&quot;&gt;  &lt;v:imagedata src=&quot;file:///C:\DOCUME~1\User\LOCALS~1\Temp\msohtmlclip1\01\clip_image001.jpg&quot; title=&quot;chinese_lantern&quot;&gt; &lt;/v:shape&gt;&lt;![endif]--&gt;&lt;!--[if !vml]--&gt;&lt;img src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/msohtmlclip1/01/clip_image001.jpg&quot; alt=&quot;http://www.erabaru.or.id/images/chinese_lantern.jpg&quot; shapes=&quot;Picture_x0020_1&quot; height=&quot;297&quot; width=&quot;250&quot; /&gt;&lt;!--[endif]--&gt;&lt;/span&gt;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Sejak itu, setiap perayaan Tahun Baru Imlek mereka memasang kain merah, menyalakan petasan dan menyalakan lentera sepanjang malam, menunggu datangnya Tahun Baru, menjaga hingga larut malam dan menanti pergantian tahun. Tanggal 1 Januari pagi hari, masih harus berkunjung ke rumah famili maupun sahabat untuk mengucapkan selamat bertahun baru. Tradisi ini semakin lama semakin luas penyebarannya, dan menjadi hari raya tradisional yang paling khidmat di kalangan rakyat Tionghoa.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Mulai dari itu, Adat istiadat ini akhirnya menyebar luar dan menjadi sebuah perayaan tradisional orang Tionghoa yang megah dalam menyambut “berlalunya nian” (dalam bahasa Tionghoa, nian berarti tahun)   &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Orang Tionghoa selalu mengkaitkan periode waktu dari hari ke 23 hingga ke 30 dalam 12 belas bulan tahun lunar tepat sebelum Hari Raya Imlek sebagai “nian kecil”. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Setiap keluarga Tionghoa diharuskan membersihkan lingkungan tempat tinggal mereka untuk menyambut datangnya tahun baru. Disamping membersihkan lingkungan sekitar, setiap keluarga Tionghoa membuat berbagai hidangan menyambut Imlek yang terbuat dari daging ayam, bebek, ikan dan sapi / babi, serta manisan dan buah-buahan. Tak ketinggalan pula para orang tua membelikan baju baru untuk anak-anaknya dan mempersiapkan bingkisan angpao saat mengunjungi kerabat dan keluarga. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Ketika malam Tahun Baru tiba, seluruh keluarga berkumpul bersama. Di wilayah utara Tiongkok, setiap keluarga memiliki tradisi makan kue bola apel, yang dalam bahasa Tionghoa-nya disebut &lt;em&gt;Jiao&lt;/em&gt;, pelafalannya sama dengan kata &lt;em&gt;bersama&lt;/em&gt; dalam bahasa Tionghoa, sehingga kue bola apel sebagai symbol kebersamaan dan kebahagiaan keluarga. Selain itu &lt;em&gt;jiao&lt;/em&gt; juga bermakna datangnya tahun baru. Diwilayah selatan Tiongkok, masyarakatnya suka sekali memakan kue manisan Tahun Baru (yang terbuat dari tepung beras lengket), yang melambangkan manisnya kehidupan dan membuat kemajuan dalam Tahun Baru ini (dalam bahasa Tionghoa kata “kue” dan “membuat kemajuan” memiliki pelafalan yang sama dengan kata &lt;em&gt;gao&lt;/em&gt;)  Menjelang jam 12 malam, setiap keluarga akan menyalakan petasan.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Hari pertama Tahun Baru Imlek, orang Tionghoa menggunakan baju baru dan mengucapkan selamat kepada orang yang lebih tua. Anak-anak yang mengucapkan tahun baru kepada yang lebih tua, akan mendapatkan &lt;em&gt;angpao&lt;/em&gt; uang. Sedangkan pada hari kedua dan ketiga, mereka saling mengunjungi teman dan kerabat dekatnya. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Selama masa perayaan Tahun Baru Imlek, pada umumnya jalan-jalan diarea perdagangan penuh sesak dengan keluarga Tionghoa yang berbelanja untuk keperluan Imlek. Dibeberapa tempat diluar negeri biasanya diadakan berbagai acara hiburan menyambut Imlek seperti pertunjukkan Barongsai dan Naga, pasar bunga dan pameran klenteng.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Setelah hari ke 15 bulan pertama dalam kalender Lunar, adalah waktu diadakannya Festival Lentera, yang menandakan berakhirnya perayaan Tahun Baru Imlek. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;&lt;span class=&quot;head31&quot;&gt;Pembuatan Kalender Selaksa Tahun&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;Menurut dongeng, pada zaman dahulu kala, ada seorang pemuda yang bernama Wan Nian (Selaksa Tahun), melihat catatan waktu tentang perubahan iklim alam sangat kacau, lantas mempertimbangkan bagaimana caranya menentukan secara tepat perubahan iklim tersebut. Pada suatu hari, ia pergi ke gunung mencari kayu bakar, ketika sedang istirahat duduk di bawah naungan pohon, melihat gerakan bayangan pohon, merasa mendapat inspirasi, lalu merancang sebuah instrumen waktu untuk mencatat perubahan iklim dengan berdasarkan pengukuran bayangan matahari. Namun, instrumen waktu ini, di mana saat cuaca mendung dan hujan, menjadi tidak bermanfaat. Belakangan, ia mendapatkan ilham lagi dari tetesan mata air di lereng gunung, lalu membuat lagi sebuah jam air 5 tingkat. Dan belakangan ia mendapati, bahwa setiap lebih dari 360 hari, panjang pendeknya iklim akan mengulang sekali lagi. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Raja waktu itu namanya Zhu Yi, tidak terdeteksinya iklim dan angin membuatnya risau. Dan setelah Wan Nian mengetahuinya, lalu membawa jam matahari dan jam air menemui raja, menjelaskan prinsip peredaran bulan dan matahari. Raja Zhu Yi sangat gembira setelah mendengarnya, lalu menyuruh Wan Nian tinggal, membuat paviliun bulan dan matahari di depan kuil langit, membuat menara jam matahari dan pos jam air. &quot;Mudah-mudahan kamu bisa mengukir secara tepat hukum peredaran bulan dan matahari, memperhitungkan secara tepat waktu fajar, dan membuat penanggalan, untuk kesejahteraan seluruh rakyat di dunia.&quot;&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Wan Nian mengukir penanggalannya di atas tebing samping kuil langit: &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Terbit dan tenggelamnya matahari 360,&lt;br /&gt;Berputar ulang dimulai dari awal.&lt;br /&gt;Layu dan seminya tumbuh-tumbuhan dibagi empat musim,&lt;br /&gt;Satu tahun terdapat 12 bulan.&lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Suatu hari Raja Zhu Yi naik ke atas paviliun bulan dan matahari menengok Wan Nian. Wan Nian menunjuk gejala langit, berkata kepada Raja Zhu Yi: &quot;Sekarang tepat genap 12 bulan, tahun lama sudah berakhir, musim semi mulai lagi, mohon raja menetapkan suatu hari raya.&quot; Raja Zhu Yi berkata: &quot;Musim semi adalah awal tahun, jadi disebut saja hari raya musim semi.&quot; Kemudian, melalui pengamatan yang panjang dan perhitungan yang cermat, Wan Nian menetapkan penanggalan yang tepat. Ketika dia mempersembahkan penanggalan kepada raja berikutnya, ia sudah berambut putih kemilau. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;content&quot;&gt;Demi untuk memperingati jasa Wan Nian, maka raja memberi nama penanggalan tersebut sebagai &quot;Penanggalan Wan Nian&quot;, dan menganugerahkan Wan Nian sebagai dewa panjang umur bulan dan matahari. Belakangan, saat tahun baru orang-orang menggantung gambar dewa panjang umur, dan konon katanya adalah untuk memperingati Wan Nian, maka hari raya tersebut lantas dinamakan festival musim semi. &lt;/p&gt;  &lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;&lt;o:p&gt; &lt;/o:p&gt;&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/8026179669174218525/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/8026179669174218525' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/8026179669174218525'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/8026179669174218525'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/04/asal-usul-imlek-ii.html' title='Asal Usul Imlek II'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-3303785526180149988</id><published>2008-04-01T21:42:00.000+08:00</published><updated>2008-04-01T21:45:12.970+08:00</updated><title type='text'>Asal Usul Imlek I</title><content type='html'>&lt;p class=&quot;MsoNormal&quot;&gt;Ada sebuah legenda kuno yang mengisahkan asal usul tradisi perayaan&lt;br /&gt;Imlek di Tiongkok, begini ceritanya :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dahulu kala ada seekor monster jahat yang memiliki kepala panjang dan&lt;br /&gt;tanduk yang tajam. Monster yang bernama /nian/ ini sangat ganas, dia&lt;br /&gt;berdiam didasar lautan, namun setiap tahun baru dia muncul kedarat untuk&lt;br /&gt;menyerang penduduk desa dan menelan hewan ternak. Oleh karena itu setiap&lt;br /&gt;menjelang tahun baru, seluruh penduduk desa selalu bersembunyi dibalik&lt;br /&gt;pegunungan untuk menghindari serangan monster /nian/ ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu hari saat menjelang pergantian tahun, semua penduduk desa&lt;br /&gt;sedang sibuk mengemasi barang-barang mereka untuk mengungsi ke&lt;br /&gt;pegunungan, datanglah seorang lelaki tua berambut abu-abu ke desa itu.&lt;br /&gt;Dia memohon ijin menginap semalam pada seorang wanita tua dan&lt;br /&gt;meyakinkannya bahwa dia dapat mengusir pergi monster /nian/ ini. Tak ada&lt;br /&gt;satupun yang mempercayainya. Wanita tua ini memperingatkan dia untuk&lt;br /&gt;ikut bersembunyi bersama penduduk desa lainnya, tetapi lelaki tua ini&lt;br /&gt;bersikukuh menolaknya. Akhirnya penduduk desa meninggalkan dia sendirian&lt;br /&gt;di desa itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika monster nian mendatangi desa ini untuk membuat kekacauan,&lt;br /&gt;tiba-tiba dia dikejutkan suara ledakan petasan. Nian menjadi sangat&lt;br /&gt;ketakutan melihat warna merah, kobaran api dan mendengar suara petasan&lt;br /&gt;itu. Pada saat bersamaan pintu rumah terbuka lebar lalu muncullah lelaki&lt;br /&gt;tua itu dengan mengenakan baju berwarna merah sambil tertawa keras. Nian&lt;br /&gt;terkejut dan menjadi pucat pasi, dan segera angkat kaki dari tempat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari berikutnya, penduduk desa pulang dari tempat persembunyiannya,&lt;br /&gt;mereka terkejut melihat seluruh desa utuh dan aman. Sesaat mereka baru&lt;br /&gt;menyadari atas peristiwa yang terjadi. Lelaki tua itu sebenarnya adalah&lt;br /&gt;Dewata yang datang untuk menolong penduduk desa mengusir monster nian&lt;br /&gt;ini. Mereka juga menemukan 3 peralatan yang digunakan lelaki tua itu&lt;br /&gt;untuk mengusir /nian/. Mulai dari itu, setiap perayaan Tahun Baru Imlek&lt;br /&gt;mereka memasang kain merah, menyalakan petasan dan menyalakan lentera&lt;br /&gt;sepanjang malam, menunggu datangnya Tahun Baru. Adat istiadat ini&lt;br /&gt;akhirnya menyebar luar dan menjadi sebuah perayaan tradisional orang&lt;br /&gt;Tionghoa yang megah dalam menyambut “berlalunya nian” (dalam bahasa&lt;br /&gt;Tionghoa, nian berarti tahun).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Orang Tionghoa selalu mengkaitkan periode waktu dari hari ke 23 hingga&lt;br /&gt;ke 30 dalam 12 belas bulan tahun lunar tepat sebelum Hari Raya Imlek&lt;br /&gt;sebagai “nian kecil”.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiap keluarga Tionghoa diharuskan membersihkan lingkungan tempat&lt;br /&gt;tinggal mereka untuk menyambut datangnya tahun baru. Disamping&lt;br /&gt;membersihkan lingkungan sekitar, setiap keluarga Tionghoa membuat&lt;br /&gt;berbagai hidangan menyambut Imlek yang terbuat dari daging ayam, bebek,&lt;br /&gt;ikan dan sapi / babi, serta manisan dan buah-buahan. Tak ketinggalan&lt;br /&gt;pula para orang tua membelikan baju baru untuk anak-anaknya dan&lt;br /&gt;mempersiapkan bingkisan angpao saat mengunjungi kerabat dan keluarga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika malam Tahun Baru tiba, seluruh keluarga berkumpul bersama. Di&lt;br /&gt;wilayah utara Tiongkok, setiap keluarga memiliki tradisi makan kue bola&lt;br /&gt;apel, yang dalam bahasa Tionghoa-nya disebut /Jiao/, pelafalannya sama&lt;br /&gt;dengan kata /bersama/ dalam bahasa Tionghoa, sehingga kue bola apel&lt;br /&gt;sebagai symbol kebersamaan dan kebahagiaan keluarga. Selain itu /jiao/&lt;br /&gt;juga bermakna datangnya tahun baru. Diwilayah selatan Tiongkok,&lt;br /&gt;masyarakatnya suka sekali memakan kue manisan Tahun Baru (yang terbuat&lt;br /&gt;dari tepung beras lengket), yang melambangkan manisnya kehidupan dan&lt;br /&gt;membuat kemajuan dalam Tahun Baru ini (dalam bahasa Tionghoa kata “kue”&lt;br /&gt;dan “membuat kemajuan” memiliki pelafalan yang sama dengan kata /gao/)&lt;br /&gt;Menjelang jam 12 malam, setiap keluarga akan menyalakan petasan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari pertama Tahun Baru Imlek, orang Tionghoa menggunakan baju baru dan&lt;br /&gt;mengucapkan selamat kepada orang yang lebih tua. Anak-anak yang&lt;br /&gt;mengucapkan tahun baru kepada yang lebih tua, akan mendapatkan /angpao/&lt;br /&gt;uang. Sedangkan pada hari kedua dan ketiga, mereka saling mengunjungi&lt;br /&gt;teman dan kerabat dekatnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Selama masa perayaan Tahun Baru Imlek, pada umumnya jalan-jalan diarea&lt;br /&gt;perdagangan penuh sesak dengan keluarga Tionghoa yang berbelanja untuk&lt;br /&gt;keperluan Imlek. Dibeberapa tempat diluar negeri biasanya diadakan&lt;br /&gt;berbagai acara hiburan menyambut Imlek seperti pertunjukkan Barongsai&lt;br /&gt;dan Naga, pasar bunga dan pameran klenteng.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah hari ke 15 bulan pertama dalam kalender Lunar, adalah waktu&lt;br /&gt;diadakannya Festival Lentera, yang menandakan berakhirnya perayaan Tahun&lt;br /&gt;Baru Imlek.&lt;/p&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/3303785526180149988/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/3303785526180149988' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/3303785526180149988'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/3303785526180149988'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/04/asal-usul-imlek-i.html' title='Asal Usul Imlek I'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-8028860417404270111</id><published>2008-01-08T22:24:00.000+08:00</published><updated>2008-01-08T22:32:41.813+08:00</updated><title type='text'>The Four Face Brahma Sahampati (Phra Phrom)</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieagZRXvH65y_PIQom59pQKcf3naLuouVWVRPDiTP8kOhEB9_jvaytT16YjrYGvB5Fsb5ZwYIQU9Y5d1812DG8MH-lk7a2UDx2rQbANNOqPjeHhFzYCcQTYrvXCUc4jU0h9Ii3o7Rc-dw/s1600-h/Brahma+Sahampati.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieagZRXvH65y_PIQom59pQKcf3naLuouVWVRPDiTP8kOhEB9_jvaytT16YjrYGvB5Fsb5ZwYIQU9Y5d1812DG8MH-lk7a2UDx2rQbANNOqPjeHhFzYCcQTYrvXCUc4jU0h9Ii3o7Rc-dw/s400/Brahma+Sahampati.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5153113232370011362&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt; Brahma Sahampati, yang digambarkan memiliki empat wajah, sangat puja di kalangan umat Buddha Thai sebagai makhluk suci yang membawa kesejahteraan bagi umat manusia.&lt;br /&gt;Brahma Sahampati juga dikenal dalam komunitas Buddhis Cina, yang sering disebut sebagai Buddha-Empat Wajah / Four Face Buddha (四面佛).&lt;br /&gt;Brahma Sahampati, dianggap sebagai Mahabrahma yang paling senior, yang merupakan makhluk suci tak terlihat, yang mengunjungi Sang Buddha ketika mencapai Penerangan Sempurna, kemudian ketika Sang Bhagava sedang bermeditasi di Uruvela, Brahma Sahampati mendorong Beliau untuk membabarkan Dhamma demi umat manusia&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjREcVr8eRoK6WPBQfawq1z1sM3eSGDZSSSVBw6hAIzypBT0ziXyafD2_fkd9WHWP-MRP2W8_0nMZZTztrqpgfNUp4ScIKcsv6tO9JZqQPdMfMds_Zgadqv2HEcB6DZLDlL0-tP34xC47M/s1600-h/Brahma+Sahampati+2.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjREcVr8eRoK6WPBQfawq1z1sM3eSGDZSSSVBw6hAIzypBT0ziXyafD2_fkd9WHWP-MRP2W8_0nMZZTztrqpgfNUp4ScIKcsv6tO9JZqQPdMfMds_Zgadqv2HEcB6DZLDlL0-tP34xC47M/s400/Brahma+Sahampati+2.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5153113477183147250&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;.&lt;br /&gt;Brahma Sahampati juga mendampingi Sang Buddha saat wafat, dan memberikan penghormatan sedalam-dalamnya, sebagaimana dituliskan dalam Maha-Parinibbana Sutta. Dari seluruh makhluk alam Brahma, Beliau-lah yang paling dekat dengan Sang Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/8028860417404270111/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/8028860417404270111' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/8028860417404270111'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/8028860417404270111'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/01/four-face-brahma-sahampati-phra-phrom.html' title='The Four Face Brahma Sahampati (Phra Phrom)'/><author><name>Joqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01589415999625746700</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEieagZRXvH65y_PIQom59pQKcf3naLuouVWVRPDiTP8kOhEB9_jvaytT16YjrYGvB5Fsb5ZwYIQU9Y5d1812DG8MH-lk7a2UDx2rQbANNOqPjeHhFzYCcQTYrvXCUc4jU0h9Ii3o7Rc-dw/s72-c/Brahma+Sahampati.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-2772588191477912244</id><published>2008-01-08T22:08:00.000+08:00</published><updated>2008-01-08T22:13:49.691+08:00</updated><title type='text'>Belajar dari Kisah Tukang Jam</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX42uLBZHFQxhed35CVcj6Ab2EFwI_O8k_67rU3xHBQCawNvztd3eDaIDq3VbF4D9K-8Fkf7yTyr-fpaRsP4mAmEjNqMkjNMXm7dGCe5xAGOg7O2Sc1DEVYT8IPY3Cr7kR5AEpLXOZlk8/s1600-h/Clock-in-blue.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX42uLBZHFQxhed35CVcj6Ab2EFwI_O8k_67rU3xHBQCawNvztd3eDaIDq3VbF4D9K-8Fkf7yTyr-fpaRsP4mAmEjNqMkjNMXm7dGCe5xAGOg7O2Sc1DEVYT8IPY3Cr7kR5AEpLXOZlk8/s400/Clock-in-blue.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5153108082704223394&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  Alkisah, seorang pembuat jam tangan berkata kepada jam yang sedang dibuatnya, “Hai jam, apakah kamu sanggup untuk berdetak paling tidak 31.536.000 kali selama setahun?”&lt;br /&gt;  “Ha…?” kata jam terperanjat. “Mana sanggup saya.”&lt;br /&gt;  “Bagaimana kalau 86.400 kali dalam sehari ?”&lt;br /&gt;  “Sebanyak itu ? Dengan jarum yang ramping-ramping seperti ini ?”jawab jam penuh keraguan.&lt;br /&gt;  “Bagaimana kalau 3.600 kali dalam satu jam ?”&lt;br /&gt;  “Dalam satu jam ? Banyak sekali itu ?” tetap saja jam membalas dengan ragu-ragu atas kemampuan dirinya.&lt;br /&gt;  Tukang jam itu dengan penuh kesabaran kemudian berbicara kepada si jam, “Kalau begitu, sanggupkah kamu berdetak satu kali setiap detik ?”&lt;br /&gt;  “Nah, kalau itu aku pasti sanggup.” kata jam dengan penuh antusias.&lt;br /&gt;  Maka, setelah selesai dibuat, jam itu berdetak satu kali tiap detik. Tanpa terasa, detik demi detik terus berlalu dan jam itu sungguh luar biasa. Karena, ternyata selama satu tahun penuh ia telah berdetak tanpa henti. Itu berarti ia telah berdetak sebanyak 31.536.000 kali (coba saja Anda hitung sendiri !).&lt;br /&gt;  Ada kalanya, kita ragu-ragu dengan segala tugas pekerjaan yang begitu terasa berat. Namun sebenarnya, kalau kita sudah menjalankannya, kita ternyata mampu. Bahkan yang semula kita anggap impossible untuk dilakukan sekalipun. Jangan berkata “tidak” sebelum anda pernah mencobanya.&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBMcUsWYjILsAxuR_PeWsmOGtCDb53snCS6ctgyqe79xJdl5XGva_T0C6KAy6EzH_GHRkqnxsLByQJ-FkscWdTMOIcrYVjjuuz17W3Mg4kyqz2mEy_84RE5Appvb32hsOHJm4sm3Vj350/s1600-h/clock.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgBMcUsWYjILsAxuR_PeWsmOGtCDb53snCS6ctgyqe79xJdl5XGva_T0C6KAy6EzH_GHRkqnxsLByQJ-FkscWdTMOIcrYVjjuuz17W3Mg4kyqz2mEy_84RE5Appvb32hsOHJm4sm3Vj350/s320/clock.gif&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5153108460661345458&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;  Ada yang mengukur hidup mereka dari hari dan tahun. Ada pula dengan denyut jaunting, gairah dan air mata. Tetapi, ukuran sejati di bawah mentari adalah, apa yang telah Anda lakukan dalam hidup ini untuk orang lain.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/2772588191477912244/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/2772588191477912244' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/2772588191477912244'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/2772588191477912244'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/01/belajar-dari-kisah-tukang-jam.html' title='Belajar dari Kisah Tukang Jam'/><author><name>Joqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01589415999625746700</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgX42uLBZHFQxhed35CVcj6Ab2EFwI_O8k_67rU3xHBQCawNvztd3eDaIDq3VbF4D9K-8Fkf7yTyr-fpaRsP4mAmEjNqMkjNMXm7dGCe5xAGOg7O2Sc1DEVYT8IPY3Cr7kR5AEpLXOZlk8/s72-c/Clock-in-blue.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-5777084089135700966</id><published>2008-01-08T21:48:00.000+08:00</published><updated>2008-01-08T22:02:56.437+08:00</updated><title type='text'>Buddhisme di Zaman Ilmiah</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZM5Ooc5FrbVyN-M4kT0yG7UKL0GsZoS3XrbNWnDvuuY-Dv7hTf8NDqu5JpIFDEGJxK6hvaktKxmhbxaIlrI4uWjq96aRy39adL5JbIRL2DityJkWafjeyNNJTu-xlbsatQIOoVUFRKP0/s1600-h/copernicus_main.gif&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZM5Ooc5FrbVyN-M4kT0yG7UKL0GsZoS3XrbNWnDvuuY-Dv7hTf8NDqu5JpIFDEGJxK6hvaktKxmhbxaIlrI4uWjq96aRy39adL5JbIRL2DityJkWafjeyNNJTu-xlbsatQIOoVUFRKP0/s200/copernicus_main.gif&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5153104921608293490&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Buddha adalah sebuah agama besar yang menerangi umat manusia lebih dari dua puluh lima abad yang lalu dan membebaskan manusia dari segala perbudakan dan praktik takhayul. Ajaran Buddha adalah agama yang ilmiah. Buddha Gotama dewasa ini dihormati oleh setiap orang yang berbudaya dan cendekia, tidak pandang agama apa pun yang mereka anut, sementara pendiri sebagian besar agama lainnya hanya dihormati oleh para pengikutnya saja. Bukan hanya kaum agamawan saja, tetapi para pemikir bebas pun menghormati Yang Tercerahkan Sempurna ini.&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Dari sudut pandang sejarah, tiada Guru lain yang pernah hidup di dunia ini yang telah memberikan kebebasan beragama yang begitu besar serta hak menentukan keyakinan bagi umat manusia. Sebelum munculnya Sang Buddha, agama hanya dimiliki dan dimonopoli oleh suatu kelompok tertentu dari masyarakat. Sang Buddha adalah Guru dalam sejarah yang tanpa diskriminasi membuka gerbang agama bagi setiap orang di masyarakat. Sang Buddha telah menasihati para pengikut-Nya untuk melatih dan mengembangkan kekuatan laten manusia serta menunjukkan cara terbaik untuk memanfaatkan kekuatan pikiran dan akal budinya tanpa menjadi budak dari suatu makhluk yang tak dikenal, untuk menemukan kebahagiaan abadi yang Beliau umumkan kepada dunia melalui pengalaman-Nya sendiri dan bukan melalui teori-teori, kepercayaan belaka, maupun praktik-praktik tradisional. Ajaran-Nya adalah sedemikian rupa sehingga siapa saja dapat menjalankannya tanpa menyandang merek agama tertentu.&lt;br /&gt;Agama Buddha dan Ilmu Pengetahuan&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhSiveDxSI9fhnekaQKXH2sq5WEibmW72HyTRF7rPdWSx41-jaRR4M4q-yLPiot_fzjSE9GSwB-P2DSFeNCOGWErut35n_juAOaHAAFoBN3ri7ZtRCaRqdPurlJUyyOfQM8vWfSqTpnqQ/s1600-h/Darwin.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjhSiveDxSI9fhnekaQKXH2sq5WEibmW72HyTRF7rPdWSx41-jaRR4M4q-yLPiot_fzjSE9GSwB-P2DSFeNCOGWErut35n_juAOaHAAFoBN3ri7ZtRCaRqdPurlJUyyOfQM8vWfSqTpnqQ/s200/Darwin.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5153105325335219330&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Tiada konflik antara ajaran Buddha dan ilmu pengetahuan. Keduanya memiliki tujuan senada, yaitu untuk menyingkapkan ‘kebenaran’ dan ‘fakta’. Banyak aspek dalam ajaran Buddha yang sebenarnya selaras dengan penemuan ilmiah modern. Beberapa di antaranya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;a.    Sang Buddha pernah berkata bahwa alam semesta ini tidak terbatas dan jumlah dunia ini tidak terhingga. Hanya setelah Galileo Galilei mulai mengamati planet dan bintang dengan teleskop, manusia memiliki pengetahuan yang lebih maju tentang astronomi. Manusia mulai memahami dan menerima bahwa bumi ini bukanlah pusat alam semesta. Bumi hanyalah sebuah planet kecil dalam tata surya dan jumlah tata surya di alam semesta tidaklah terhingga. Lebih dari 2.500 tahun yang lalu, tanpa teleskop, Sang Buddha telah berkata demikian; hanya seorang yang ‘luar biasa’ lah yang mampu mengungkapkan kebenaran yang selama ini menjadi misteri besar alam semesta.&lt;br /&gt;b.    Sang Buddha juga mengatakan bahwa jumlah kehidupan dalam dunia ini dan dunia lainnya adalah tidak terbatas. Beliau menunjuk sebuah cawan berisi air dan mengatakan bahwa ada kehidupan di dalam cawan tersebut yang tak terbatas jumlahnya. Dewasa ini, para ilmuwan tidak bisa menyangkal kemungkinan adanya kehidupan di planet lain. Di bawah mikroskop, secawan air terbukti mengandung jutaan jasad renik. Lebih dari 2.500 tahun yang lalu, tanpa mikroskop, Sang Buddha telah mampu mengungkapkan kebenaran semacam itu. Sungguh mengagumkan.&lt;br /&gt;c.    Salah satu prinsip ajaran Buddha menyatakan bahwa tiada sesuatu pun yang tidak berubah, segala sesuatu terus muncul dan lenyap. Hal ini sangat sesuai dengan teori atom Einstein E = mc2, membuktikan bahwa materi bisa diubah menjadi energi (lenyapnya zat) dan materi juga bisa terbentuk dari energi (munculnya zat).&lt;br /&gt;d.    Sang Buddha pernah berkata bahwa selama waktu Beliau menyelesaikan ceramah di bumi, ribuan tahun telah berlalu di dunia-dunia lainnya. Hal yang dianggap bagaikan dongeng ini tampaknya menjadi tidak asing lagi setelah Einstein mengemukakan Teori Relativitas.&lt;br /&gt;Dalam sejarah peradaban, ilmu pengetahuan telah sering dianggap sebagai ancaman terhadap konsep keagamaan, sejak era Galileo, Bruno, Copernicus, dan Darwin. Akan tetapi, prinsip-prinsip dasar ajaran Buddha tidak bertentangan dengan penemuan ilmu pengetahuan. &lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-cYBc_I1riM0f1nRlPXjV287Ju-0eHjkjR80QQJEwszmBOru_rkh948q5XE5MGvxh4wNIJuFpYnVRNoEwPBWH5oapf52jJKn00LXUj7jazbcJHVTrxFVVBZKFQFnYtxh0myOmXowR91w/s1600-h/galileo.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh-cYBc_I1riM0f1nRlPXjV287Ju-0eHjkjR80QQJEwszmBOru_rkh948q5XE5MGvxh4wNIJuFpYnVRNoEwPBWH5oapf52jJKn00LXUj7jazbcJHVTrxFVVBZKFQFnYtxh0myOmXowR91w/s200/galileo.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5153105711882275986&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;Sang Buddha telah mengutarakan hal yang senada dengan bahasa dan istilah yang berbeda.&lt;br /&gt;Ungkapan penghargaan terhadap Sang Buddha dan ajaran-Nya juga telah diberikan oleh para filsuf, psikolog, dan pemikir di zaman modern ini, seperti Albert Einstein, H.G.Wells, Bertrand Russel, Aldous Huxley, C.G.Jung, Erich Fromm, dan lain-lain.&lt;br /&gt;Dari sudut pandang ajaran Buddha, Kebenaran tidak memiliki batas-batas  negara, bangsa, umat dan bahkan tidak memerlukan “merek” agama tertentu. Kebenaran bukanlah milik agama apa pun atau siapa pun. Ajaran Kebenaran yang dibabarkan oleh Sang Buddha bukanlah milik ekslusif diri-Nya atau umat-Nya. Sang Buddha semata-mata hanya telah menemukan dan melihat dengan jelas kebenaran tersebut. Seperti halnya Isaac Newton menemukan hukum gravitasi, dia bukanlah pemilik hukum tersebut.&lt;br /&gt;Mengenai pentingnya keselarasan dan perpaduan antara agama dan ilmu pengetahuan, Albert Einstein mengatakan,” Agama tanpa ilmu pengetahuan adalah pincang. Ilmu pengetahuan tanpa agama adalah buta.” Ilmu pengetahuan bersama agama seperti Buddhisme bisa membuat dunia ini menjadi tempat yang lebih tenteram dan membahagiakan untuk ditinggali. Penting untuk dicatat, bahwa kalau kita pelajari lebih lanjut, tampak bahwa ajaran Buddha sebenarnya telah melampaui keterbatasan ilmu pengetahuan.&lt;br /&gt;&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQvDSjBRigCkL7gFNaEeIo3QOaf5N1NZRQl8pHc1cA06lXog9ucSQ6EudUaqkTiHvf-jKhBalk1lgbomrCd3AVlZ6s_4LxZS1rCeP0r2d6Qf0ROIW28a14fxC7GBaywOIv39ZfwAvEGQc/s1600-h/AlbertEinstein.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0px auto 10px; display: block; text-align: center; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiQvDSjBRigCkL7gFNaEeIo3QOaf5N1NZRQl8pHc1cA06lXog9ucSQ6EudUaqkTiHvf-jKhBalk1lgbomrCd3AVlZ6s_4LxZS1rCeP0r2d6Qf0ROIW28a14fxC7GBaywOIv39ZfwAvEGQc/s200/AlbertEinstein.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5153104075499736162&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/5777084089135700966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/5777084089135700966' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/5777084089135700966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/5777084089135700966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/01/buddhisme-di-zaman-ilmiah.html' title='Buddhisme di Zaman Ilmiah'/><author><name>Joqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01589415999625746700</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZM5Ooc5FrbVyN-M4kT0yG7UKL0GsZoS3XrbNWnDvuuY-Dv7hTf8NDqu5JpIFDEGJxK6hvaktKxmhbxaIlrI4uWjq96aRy39adL5JbIRL2DityJkWafjeyNNJTu-xlbsatQIOoVUFRKP0/s72-c/copernicus_main.gif" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-7196078032572707072</id><published>2008-01-08T21:30:00.001+08:00</published><updated>2008-01-08T21:42:06.043+08:00</updated><title type='text'>Cinta adalah Pengertian</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwCcX-96cfufA9jXTcWTCLsN0yi_8gMK6471Jdsi7ReNfKQO0tGd8q5ipiGN4aU_OPAEjCSbJGchMIUCbeiXaAmLR76riTcUOC2-zCH3nM2Pa0TOPgqzAv8SDJddiSZmw1DTFTa1pxB9I/s1600-h/scorpion.bmp&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 10px 10px 0pt; float: left; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwCcX-96cfufA9jXTcWTCLsN0yi_8gMK6471Jdsi7ReNfKQO0tGd8q5ipiGN4aU_OPAEjCSbJGchMIUCbeiXaAmLR76riTcUOC2-zCH3nM2Pa0TOPgqzAv8SDJddiSZmw1DTFTa1pxB9I/s200/scorpion.bmp&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5153100179964398674&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify; color: rgb(51, 51, 51);&quot;&gt;Ada seorang pemuda, namanya Budi, yang melihat seekor kalajengking akan tenggelam dalam suatu pusaran air. Muncul keinginan spontan untuk menyelamatkan si kalajengking ini. Sehingga, tanpa ragu-ragu Budi mengulurkan tangannya dan mengangkat kalajengking itu dari air dan hendak meletakkannya di tanah yang kering.&lt;br /&gt;Namun, si kalajengking malah menyengatnya. Sesudah itu, kalajengking itu melanjutkan perjalanannya untuk menyeberang jalan dengan cara berjalan langsung menuju pusaran air itu lagi ! Melihat kalajengking itu gelagapan karena akan tenggelam lagi, Budi pun mengangkatnya untuk kedua kalinya. Sekali lagi, kalajengking itu menyengatnya !&lt;br /&gt;Orang lain yang melihat peristiwa itu berkata pada Budi, “Mengapa kau bodoh sekali ? Kau lihat, bukan cuma sekali kau disengat. Dua kali ! Tolol sekali kau mau mencoba menyelamatkan kalajengking itu.”&lt;img src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-2.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;img src=&quot;file:///C:/DOCUME%7E1/User/LOCALS%7E1/Temp/moz-screenshot-1.jpg&quot; alt=&quot;&quot; /&gt;&lt;br /&gt;Budi pun menjawab, “Pak, tidak bisa saya tidak melakukannya. Sudah menjadi sifat alami kalajengking itu untuk menyengat. Tetapi, juga sudah merupakan sifat alami saya untuk menyelamatkan. Maka yang harus saya lakukan adalah mencoba menyelamatkan kalajengking itu.”&lt;br /&gt;Memang, sebenarnya Budi bisa mengembangkan kebijaksanaan. Dia bisa menggunakan tongkat atau kayu untuk mengangkat kalajengking itu. Tetapi, mungkin juga Budi berpikir bahwa dia bisa mengangkat kalajengking itu sedemikian rupa sehingga tidak akan disengat. Atau mungkin, dia berpikir bahwa kalajengking itu dalam keadaan sekarat sehingga tidak akan menyengat.&lt;br /&gt;Apa pun kemungkinannya, inti cerita di atas itu adalah respon spontan dari seorang manusia yang ingin menyelamatkan makhluk hidup lainnya, sekali pun mungkin hanya seekor serangga. Itu juga menunjukkan bahwa orang yang penuh kasih sayang memang demikian, sehingga sekali pun dia mungkin tidak menerima ucapan terima kasih dari makhluk yang ditolongnya, tidak menjadi masalah. Menolong itu sudah menjadi sifat alaminya, dan jika dia bisa menolong lagi, dia tetap akan melakukannya. Dia tidak tahu bagaimana caranya menyimpan kepahitan atau dendam.&lt;br /&gt;Memang, kasih sayang adalah bahasa hati. Pada saat kita didorong oleh cinta kasih dan kasih sayang, kita mengulurkan tangan untuk menolong tanpa membeda-bedakan suku bangsa, kepercayaan atau ras orang lain. Dengan sinar kasih sayang, identifikasi yang menyangkut suku, kepercayaan, dll. menjadi sekunder, semua itu tidak lagi bermakna. Lebih jauh lagi, kasih sayang tidak hanya terkungkung bagi manusia, karena kasih sayang juga berlaku bagi binatang, serangga dan semua makhluk hidup. Itulah makna cinta kasih dan kasih sayang.&lt;br /&gt;Akhir kata, Sabbe Satta Bhavantu Sukhitatta. Semoga semua makhluk hidup berbahagia.&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/7196078032572707072/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/7196078032572707072' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/7196078032572707072'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/7196078032572707072'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/01/cinta-adalah-pengertian.html' title='Cinta adalah Pengertian'/><author><name>Joqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01589415999625746700</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwCcX-96cfufA9jXTcWTCLsN0yi_8gMK6471Jdsi7ReNfKQO0tGd8q5ipiGN4aU_OPAEjCSbJGchMIUCbeiXaAmLR76riTcUOC2-zCH3nM2Pa0TOPgqzAv8SDJddiSZmw1DTFTa1pxB9I/s72-c/scorpion.bmp" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-2172990899156753679</id><published>2008-01-08T20:54:00.001+08:00</published><updated>2008-01-08T20:55:52.660+08:00</updated><title type='text'>Daya Tarik Buddhisme</title><content type='html'>&lt;a onblur=&quot;try {parent.deselectBloggerImageGracefully();} catch(e) {}&quot; href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkNv6P2jGuVNH04o2hSKK3mTamUG3cGddyov7pjK7Xe4gW2kUziCYjz_38Cy-YC6DSiM-x2ow1vh0PSkadWwzQggYms2ETXvhjlTyMNSoUozy-qDpbiuliOZnZTu7fEE6UfNVcdqcnOvc/s1600-h/BuddhistMonk.jpg&quot;&gt;&lt;img style=&quot;margin: 0pt 0pt 10px 10px; float: right; cursor: pointer;&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkNv6P2jGuVNH04o2hSKK3mTamUG3cGddyov7pjK7Xe4gW2kUziCYjz_38Cy-YC6DSiM-x2ow1vh0PSkadWwzQggYms2ETXvhjlTyMNSoUozy-qDpbiuliOZnZTu7fEE6UfNVcdqcnOvc/s400/BuddhistMonk.jpg&quot; alt=&quot;&quot; id=&quot;BLOGGER_PHOTO_ID_5153088467588582402&quot; border=&quot;0&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Daya tarik Ajaran Buddha berkembang dengan mantap di seluruh dunia, khususnya bagi mereka yang mencari jawaban di arus globalisasi yang deras ini.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Jumlah pengikut Ajaran Buddha berkembang dengan pesat di banyak bagian dunia, teristimewa di Australia, Amerika Serikat dan banyak negara di Eropa.&lt;br /&gt;Sebagian negara di Asia di mana Ajaran Buddha pernah secara paksa digantikan oleh ajaran komunisme, sekarang muncul kembali dengan gilang gemilang.&lt;br /&gt;Mengapa ketertarikan terhadap Ajaran Buddha ini bertambah besar dan begitu cepat perkembangannya?&lt;br /&gt;Barangkali karena semakin banyak orang yang mengakui fakta-fakta di sekitar Buddhisme. Yaitu:&lt;br /&gt;Agama Buddha mengedepankan PERDAMAIAN yang sebenarnya dan tidak pernah menganjurkan Kekerasan Apapun di atas namanya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Buddha adalah salah satu Agama Dunia yang paling tua, yang hingga kini, mempunyai reputasi terhormat sebagai satu-satunya agama yang belum pernah mempunyai Perang Suci.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak ada satu  tokoh Buddhis yang pernah maju ke medan perang untuk menaklukkan kafir atau untuk mengubah orang lain menjadi Penganut Ajaran Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Tak seorangpun yang pernah dihadapkan kepada pedang, atau dihukum gantung atau dengan kata lain dihukum karena tidak percaya pada Ajaran Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang menekankan Belas Kasih, Penerimaan dan Kebaikan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Umat Budha dikenal akan keteladanan, kebajikan hati dan keramahan mereka, bersifat menerima dan tidak mengedepankan cara-cara penghakiman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hingga saat ini, Buddhisme menyebar ke wilayah yang baru, tidak disebabkan oleh pengaruh Para Misionaris dengan tujuan agresif guna mengubah keyakinan orang lain, tetapi biasanya oleh inisiatif orang lokal yang mempersilahkan atau mengundang para guru agar dapat  berbagi ajaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang menyediakan Jalan Terang untuk perkembangan Rohani dan Pribadi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Buddha bukanlah sebuah koleksi Mitos dan Cerita untuk menguji penalaran kita. Juga tidak hadir sebagai misteri yang hanya bisa dimengerti oleh para Biksu, Pandita atau sekelompok orang tertentu yang lebih disukai atau orang–orang Yang Terpilih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Buddha hadir sebagai Jalan Terang yang dapat di percaya dan bisa dilakukan siapa saja menurut pengertian, pemahaman dan kemampuannya sendiri, yang merupakan suatu metode yang dapat diterapkan, dan memberikan hasil yang bisa dialami dengan segera.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang mengajarkan untuk mengambil Tanggung Jawab Penuh atas Tindakan yang dilakukan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddhisme tidak mencoba menerangkan masalah di dunia sebagai bagian dari rencana misterius Dewata. Tidak menyalahkan sesuatu pada nasib atau wangsit yang manapun terhadap apa saja yang terjadi, baik atau buruk atas pengalaman hidup yang dialami.&lt;br /&gt;Malahan, Buddhisme mengajarkan bahwa kita harus bertanggung-jawab untuk hasil tindakan yang telah dilakukan dan sebagai penentu takdir kita sendiri. Alih–alih menghindar atau lari dari persoalan hidup, kita di anjurkan untuk menghadapi dan menyelesaikan masalah yang ada tanpa masalah. &lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang tidak mempunyai tempat untuk Kepercayaan Buta atau Pemujaan yang Tidak melalui Penalaran.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Banyak agama yang menekankan pada dogma dan menuntut pengikutnya untuk percaya secara membabi buta, hal ini menjadi aneh atau tanpa dasar dari sudut pandang ilmu pengetahuan. Buddhisme tidak mempunyai doktrin seperti itu.&lt;br /&gt; &lt;br /&gt;Buddha tidak menginginkan umatnya untuk percaya kepadanya secara membuta, melainkan mengajarkan  pengikutnya untuk berpikir, untuk mempertanyakan dan untuk memahami ajarannya berdasarkan pengertian.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran tentang keterbukaan pikiran dan hati yang simpatik, yang menerangi dan menghangatkan alam semesta dengan sinar Kebijaksanaan dan Belas Kasih. Oleh karena itu Ajaran Buddha disebut Agama yang berdasarkan Analisis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;EHIPASSIKO Datang dan Lihatlah Sendiri, Agama yang menyambut baik Pertanyaan dan Pemeriksaan ke dalam Ajarannya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebebasan berpikir sungguh penting. Ajaran Buddha dijalankan secara Ehipassiko, yang artinya mengundang untuk Datang dan Bukti kan, bukan Datang dan Percaya begitu saja. Ajaran yang membuka diri untuk ditelaah, diamati dan diselidiki. Tidak ada kewajiban atau paksaan apapun agar percaya atau menerima Ajaran Buddha.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddha menunjukkan Jalan Keselamatan, selanjutnya terserah setiap insan untuk memutuskan mau mengikutinya atau tidak. Buddha mengibaratkan Ajarannya sebagai RAKIT.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang menekankan nilai–nilai Universal&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran yang menitik beratkan pada Kebahagiaan Sejati Bagi Semua Mahluk. Ajaran yang dapat dipraktekkan dalam masyarakat atau dalam pertapaan, oleh semua ras dan sistem kepercayaan.  Ajaran yang sama sekali tidak memihak, sehingga tidak ada ‘TEROR’ di dalam Agama Buddha. Ajaran yang membebaskan umatnya dari cengkraman para Imam dan juga merupakan Jalan agar Bebas dari Kemunafikan dan Penindasan Keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Buddhisme mengajarkan bahwa &quot;Sesuai dengan benih yang telah ditabur, begitulah buah yang akan dituai. la yang berbuat baik akan menerima kebaikan, ia yang berbuat jahat akan menerima kejahatan&quot;.  Hukum yang berlaku secara universal tanpa  memerlukan Label Keagamaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Agama yang selaras dengan ilmu Pengetahuan Modern dan merupakan Agama Masa Depan&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ajaran Buddha tidak pernah merasa perlu untuk memberikan tafsiran baru terhadap ajarannya (kitab sucinya) atas Penemuan Ilmiah yang ada belakangan ini.  Ilmu Pengetahuan tidak pernah bertentangan dengan Buddhisme, karena Ajarannya yang bersifat Ilmiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Asas-asas Buddhisme dapat dipertahankan dalam keadaan apapun tanpa mengubah gagasan dasar. Ajaran Buddha dihargai sepanjang masa, oleh para cendikiawan, ilmuwan, ahli filsafat, kaum rasionalis, bahkan para pemikir bebas.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Inilah beberapa fakta yang telah menjadi daya tarik Buddhisme, sejak zaman dahulu, zaman kini hingga di waktu yang akan datang.&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/2172990899156753679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/2172990899156753679' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/2172990899156753679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/2172990899156753679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2008/01/daya-tarik-buddhisme.html' title='Daya Tarik Buddhisme'/><author><name>Joqy</name><uri>http://www.blogger.com/profile/01589415999625746700</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjkNv6P2jGuVNH04o2hSKK3mTamUG3cGddyov7pjK7Xe4gW2kUziCYjz_38Cy-YC6DSiM-x2ow1vh0PSkadWwzQggYms2ETXvhjlTyMNSoUozy-qDpbiuliOZnZTu7fEE6UfNVcdqcnOvc/s72-c/BuddhistMonk.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-3592555939800401073</id><published>2007-12-22T15:09:00.000+08:00</published><updated>2007-12-29T17:35:30.444+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Story"/><title type='text'>Kisah Seorang Ibu</title><content type='html'>Tayangan ulang untuk hari Ibu - hasil karya mang Ucup tulen! Apakah Anda&lt;br /&gt;mengasihi Ibu Anda? Apakah Anda masih ingat betapa besar kasih sayangnya Ibu&lt;br /&gt;Anda? Bacalah artikel ini!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kasih seorang Ibu. Jalannya sudah tertatih-tatih, karena usianya sudah lebih&lt;br /&gt;dari 70 th, sehingga kalau tidak perlu sekali, jarang ia bisa dan mau keluar&lt;br /&gt;rumah. Walaupun ia mempunyai seorang anak perempuan, ia harus tinggal&lt;br /&gt;dirumah jompo, karena kehadirannya tidak di-inginkan. Masih teringat&lt;br /&gt;olehnya, betapa berat penderitaannya ketika akan melahirkan putrinya tsb.&lt;br /&gt;Ayah dari anak tsb minggat setelah menghamilinya tanpa mau bertanggung jawab&lt;br /&gt;atas perbuatannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disamping itu keluarganya menuntut agar ia menggugurkan bayi yg belum&lt;br /&gt;dilahirkan, karena keluarganya merasa malu mempunyai seorang putri yg hamil&lt;br /&gt;sebelum nikah, tetapi ia tetap mempertahakannya, oleh sebab itu ia diusir&lt;br /&gt;dari rumah orang tuanya. Selain aib yg harus di tanggung, ia pun harus&lt;br /&gt;bekerja berat di pabrik untuk membiayai hidupnya. Ketika ia melahirkan&lt;br /&gt;putrinya, tidak ada seorang pun yg mendampinginya. Ia tidak mendapatkan&lt;br /&gt;kecupan manis maupun ucapan selamat dari siapapun juga, yg ia dapatkan hanya&lt;br /&gt;cemohan, karena telah melahirkan seorang bayi haram tanpa bapa.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Walaupun demikian ia merasa bahagia sekali atas berkat yg didapatkannya dari&lt;br /&gt;Tuhan dimana ia telah dikaruniakan seorang putri. Ia berjanji akan&lt;br /&gt;memberikan seluruh kasih sayang yg ia miliki hanya untuk putrinya seorang,&lt;br /&gt;oleh sebab itulah putrinya diberi nama Love - Kasih. Siang ia harus bekerja&lt;br /&gt;berat di pabrik dan diwaktu malam hari ia harus menjahit sampai jauh malam,&lt;br /&gt;karena itu merupakan penghasilan tambahan yg ia bisa dapatkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Terkadang ia harus menjahit s/d jam 2 pagi, tidur lebih dari 4 jam sehari&lt;br /&gt;itu adalah sesuatu kemewahan yg tidak pernah ia dapatkan. Bahkan Sabtu&lt;br /&gt;Minggu pun ia masih bekerja menjadi pelayan restaurant. Ini ia lakukan semua&lt;br /&gt;agar ia bisa membiayai kehidupan maupun biaya sekolah putrinya yg tercinta.&lt;br /&gt;Ia tidak mau menikah lagi, karena ia masih tetap mengharapkan, bahwa pada&lt;br /&gt;suatu saat ayah dari putrinya akan datang balik kembali kepadanya, disamping&lt;br /&gt;itu ia tidak mau memberikan ayah tiri kepada putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak ia melahirkan putrinya ia menjadi seorang vegetarian, karena ia tidak&lt;br /&gt;mau membeli daging, itu terlalu mahal baginya, uang untuk daging yg&lt;br /&gt;seyogianya ia bisa beli, ia sisihkan untuk putrinya. Untuk dirinya sendiri&lt;br /&gt;ia tidak pernah mau membeli pakaian baru, ia selalu menerima dan memakai&lt;br /&gt;pakaian bekas pemberian orang, tetapi untuk putrinya yg tercinta, hanya yg&lt;br /&gt;terbaik dan terbagus ia berikan, mulai dari pakaian s/d makanan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada suatu saat ia jatuh sakit, demam panas. Cuaca diluaran sangat dingin&lt;br /&gt;sekali, karena pada saat itu lagi musim dingin menjelang hari Natal. Ia&lt;br /&gt;telah menjanjikan untuk memberikan sepeda sebagai hadiah Natal untuk&lt;br /&gt;putrinya, tetapi ternyata uang yg telah dikumpulkannya belum mencukupinya.&lt;br /&gt;Ia tidak ingin mengecewakan putrinya, maka dari itu walaupun cuaca diluaran&lt;br /&gt;dingin sekali, bahkan dlm keadaan sakit dan lemah, ia tetap memaksakan diri&lt;br /&gt;untuk keluar rumah dan bekerja.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sejak saat tsb ia kena penyakit rheumatik, sehingga sering sekali badannya&lt;br /&gt;terasa sangat nyeri sekali. Ia ingin memanjakan putrinya dan memberikan&lt;br /&gt;hanya yg terbaik bagi putrinya walaupun untuk ini ia harus bekorban, jadi&lt;br /&gt;dlm keadaan sakit ataupun tidak sakit ia tetap bekerja, selama hidupnya ia&lt;br /&gt;tidak pernah absen bekerja demi putrinya yg tercinta.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Karena perjuangan dan pengorbanannya akhirnya putrinya bisa melanjutkan&lt;br /&gt;studinya diluar kota. Disana putrinya jatuh cinta kepada seorang pemuda anak&lt;br /&gt;dari seorang konglomerat beken. Putrinya tidak pernah mau mengakui bahwa ia&lt;br /&gt;masih mempunyai orang tua. Ia merasa malu bahwa ia ditinggal minggat oleh&lt;br /&gt;ayah kandungnya dan ia merasa malu mempunyai seorang ibu yg bekerja hanya&lt;br /&gt;sebagai babu pencuci piring di restaurant. Oleh sebab itulah ia mengaku&lt;br /&gt;kepada calon suaminya bahwa kedua orang tuanya sudah meninggal dunia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada saat putrinya menikah, ibunya hanya bisa melihat dari jauh dan itupun&lt;br /&gt;hanya pada saat upacara pernikahan di gereja saja. Ia tidak di undang,&lt;br /&gt;bahkan kehadirannya tidaklah di inginkan. Ia duduk di sudut kursi paling&lt;br /&gt;belakang di gereja, sambil mendoakan agar Tuhan selalu melindungi dan&lt;br /&gt;memberkati putrinya yg tercinta. Sejak saat itu bertahun-tahun ia tidak mendengar&lt;br /&gt;kabar dari putrinya, karena ia dilarang dan tidak boleh menghubungi&lt;br /&gt;putrinya. Pada suatu hari ia membaca di koran bahwa putrinya telah&lt;br /&gt;melahirkan seorang putera, ia merasa bahagia sekali mendengar berita bahwa&lt;br /&gt;ia sekarang telah mempunyai seorang cucu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia sangat mendambakan sekali untuk bisa memeluk dan menggendong cucunya,&lt;br /&gt;tetapi ini tidak mungkin, sebab ia tidak boleh menginjak rumah putrinya.&lt;br /&gt;Untuk ini ia berdoa tiap hari kepada Tuhan, agar ia bisa mendapatkan&lt;br /&gt;kesempatan untuk melihat dan bertemu dgn anak dan cucunya, karena&lt;br /&gt;keinginannya sedemikian besarnya untuk bisa melihat putri dan cucunya, ia&lt;br /&gt;melamar dgn menggunakan nama palsu untuk menjadi babu di rumah keluarga&lt;br /&gt;putrinya. Ia merasa bahagia sekali, karena lamarannya diterima dan&lt;br /&gt;diperbolehkan bekerja disana. Dirumah putrinya ia bisa dan boleh menggendong&lt;br /&gt;cucunya, tetapi bukan sebagai Oma dari cucunya melainkan hanya sebagai bibi&lt;br /&gt;pembantu dari keluarga tsb. Ia merasa berterima kasih sekali kepada Tuhan,&lt;br /&gt;bahwa ia permohonannya telah dikabulkan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dirumah putrinya, ia tidak pernah mendapatkan perlakuan khusus, bahkan&lt;br /&gt;binatang peliharaan mereka jauh lebih dikasihi oleh putrinyada daripada&lt;br /&gt;dirinya sendiri. Disamping itu sering sekali di bentak dan dimaki oleh putri&lt;br /&gt;dan anak darah dagingnya sendiri, kalau hal ini terjadi ia hanya bisa berdoa&lt;br /&gt;sambil menangis di dlm kamarnya yg kecil dibelakang dapur. Ia berdoa agar&lt;br /&gt;Tuhan mau mengampuni kesalahan putrinya, ia berdoa agar hukuman tidak&lt;br /&gt;dilimpahkan kepada putrinya, ia berdoa agar hukuman itu dilimpahkan saja&lt;br /&gt;kepadanya, karena ia sangat menyayangi putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah bekerja bertahun-tahun sebagai babu tanpa ada orang yg mengetahui siapa&lt;br /&gt;dirinya dirumah tsb, akhirnya ia menderita sakit dan tidak bisa bekerja&lt;br /&gt;lagi. Mantunya merasa berhutang budi kepada pelayan tuanya yg setia ini&lt;br /&gt;sehingga ia memberikan kesempatan untuk menjalankan sisa hidupnya di rumah&lt;br /&gt;jompo. Puluhan tahun ia tidak bisa dan tidak boleh bertemu lagi dgn putri&lt;br /&gt;kesayangannya. Uang pension yg ia dapatkan selalu ia sisihkan dan tabung&lt;br /&gt;untuk putrinya, dgn pemikiran siapa tahu pada suatu saat ia membutuhkan&lt;br /&gt;bantuannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Pada tahun lampau beberapa hari sebelum hari Natal, ia jatuh sakit lagi,&lt;br /&gt;tetapi ini kali ia merasakan bahwa saatnya sudah tidak lama lagi. Ia&lt;br /&gt;merasakan bahwa ajalnya sudah mendekat. Hanya satu keinginan yg ia dambakan&lt;br /&gt;sebelum ia meninggal dunia, ialah untuk bisa bertemu dan boleh melihat&lt;br /&gt;putrinya sekali lagi. Disamping itu ia ingin memberikan seluruh uang&lt;br /&gt;simpanan yg ia telah kumpulkan selama hidupnya, sebagai hadiah terakhir&lt;br /&gt;untuk putrinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suhu diluar telah mencapai 17 derajat dibawah nol dan salujupun turun dgn&lt;br /&gt;lebatnya, jangankan manusia anjingpun pada saat ini tidak mau keluar rumah&lt;br /&gt;lagi, karena diluar sangat dingin, tetapi Nene tua ini tetap memaksakan&lt;br /&gt;diri untuk pergi kerumah putrinya. Ia ingin betemu dgn putrinya sekali lagi&lt;br /&gt;yg terakhir kali. Dgn tubuh menggigil karena kedinginan, ia menunggu&lt;br /&gt;datangnya bus berjam-jam diluar. Ia harus dua kali ganti bus, karena jarak&lt;br /&gt;rumah jompo tempat dimana ia tinggal letaknya jauh dari rumah putrinya. Satu&lt;br /&gt;perjalanan yg jauh dan tidak mudah bagi seorang nenek tua yg berada dlm&lt;br /&gt;keadaan sakit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setiba dirumah putrinya dlm keadaan lelah dan kedinginan ia mengetuk rumah&lt;br /&gt;putrinya dan ternyata purtinya sendiri yg membukakan pintu rumah gedong&lt;br /&gt;dimana putrinya tinggal. Apakah ucapan selamat datang yg diucapkan putrinya?&lt;br /&gt;Apakah rasa bahagia bertemu kembali dgn ibunya? Tidak! Bahkan ia di tegor:&lt;br /&gt;&quot;Kamu sudah bekerja dirumah kami puluhan th sebagai pembantu, apakah kamu&lt;br /&gt;tidak tahu bahwa untuk pembantu ada pintu khusus, ialah pintu dibelakang&lt;br /&gt;rumah!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Nak, Ibu datang bukannya untuk bertamu melainkan hanya ingin memberikan&lt;br /&gt;hadiah Natal untukmu. Ibu ingin melihat kamu sekali lagi, mungkin yg&lt;br /&gt;terakhir kalinya, bolehkah saya masuk sebentar saja, karena diluaran dingin&lt;br /&gt;sekali dan sedang turun salju. Ibu sudah tidak kuat lagi nak!&quot; kata wanita&lt;br /&gt;tua itu. &quot;Maaf saya tidak ada waktu, disamping itu sebentar lagi kami akan&lt;br /&gt;menerima tamu seorang pejabat tinggi, lain kali saja. Dan kalau lain kali&lt;br /&gt;mau datang telepon dahulu, jangan sembarangan datang begitu saja!&quot; ucapan&lt;br /&gt;putrinya dgn nada kesal. Setelah itu pintu di tutup dgn keras. Ia mengusir&lt;br /&gt;ibu kandungnya sendiri, seperti juga mengusir seorang pengemis. Tidak ada&lt;br /&gt;rasa kasih, jangankan kasih belas kesianpun tidak ada.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Setelah beberapa saat kemudian bel rumah bunyi lagi, ternyata ada orang mau&lt;br /&gt;pinjam telepon dirumah putrinya &quot;Maaf Bu, mengganggu, bolehkah kami pinjam&lt;br /&gt;teleponnya sebentar untuk menelpon kekantor polisi, sebab dihalte bus di&lt;br /&gt;depan ada seorang nenek meninggal dunia, rupanya ia mati kedinginan!&quot; Wanita&lt;br /&gt;tua ini mati bukan hanya kedinginan jasmaniahnya saja, tetapi juga&lt;br /&gt;perasaannya. Ia sangat mendambakan sekali kehangatan dari kasih sayang&lt;br /&gt;putrinya yg tercinta yg tidak pernah ia dapatkan selama hidupnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ibu bisa dan mampu memberikan waktunya 24 jam sehari bagi anak2nya,&lt;br /&gt;tidak ada perkataan siang maupun malam, tidak ada perkataan lelah ataupun&lt;br /&gt;tidak mungkin dan ini 366 hari dlm setahun.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seorang Ibu mendoakan dan mengingat anaknya tiap hari bahkan tiap menit dan&lt;br /&gt;ini sepanjang masa. Bukan hanya setahun sekali saja pada hari2 tertentu.&lt;br /&gt;Kenapa kita baru bisa dan mau memberikan bunga maupun hadiah kepada Ibu kita&lt;br /&gt;hanya pada waktu hari Ibu saja &quot; sedangkan di hari2 lainnya tidak pernah&lt;br /&gt;mengingatnya, boro2 memberikan hadiah, untuk menelpon saja kita tidak punya&lt;br /&gt;waktu. Kita akan bisa lebih membahagiakan Ibu kita apabila kita mau&lt;br /&gt;memberikan sedikit waktu kita untuknya, waktu nilainya ada jauh lebih besar&lt;br /&gt;daripada bunga maupun hadiah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Renungkanlah:&lt;br /&gt;Kapan kita terakhir kali menelpon Ibu?&lt;br /&gt;Kapan kita terakhir mengundang Ibu?&lt;br /&gt;Kapan terakhir kali kita mengajak Ibu jalan2?&lt;br /&gt;Dan kapan terakhir kali kita memberikan kecupan manis&lt;br /&gt;dgn ucapan terima kasih kepada Ibu kita?&lt;br /&gt;Dan kapankah kita terakhir kali berdoa untuk Ibu kita?&lt;br /&gt;Berikanlah kasih sayang selama Ibu kita masih hidup,&lt;br /&gt;percuma kita memberikan bunga maupun tangisan&lt;br /&gt;apabila Ibu telah berangkat,&lt;br /&gt;karena Ibu tidak akan bisa melihatnya lagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When Mother prayed, she found sweet rest,&lt;br /&gt;When Mother prayed, her soul was blest;&lt;br /&gt;Her heart and mind on Christ were stayed,&lt;br /&gt;And God was there when Mother prayed!&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Our thanks, O God, for mothers&lt;br /&gt;Who show, by word and deed,&lt;br /&gt;Commitment to Thy will and plan&lt;br /&gt;And Thy commandments heed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;A thousand men may build a city,&lt;br /&gt;but it takes a mother to make a home.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Apabila Anda mengasihi Ibunda Anda sebarkanlah tulisan ini kepada rekan2&lt;br /&gt;lainnya, agar mereka juga sadar selama Ibunda mereka masih hidup berikanlah&lt;br /&gt;bakti kasih Anda kepada Ibunda terkasih sebelumnya terlambat.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/3592555939800401073/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/3592555939800401073' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/3592555939800401073'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/3592555939800401073'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2007/12/kisah-seorang-ibu.html' title='Kisah Seorang Ibu'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-5371393539564784998</id><published>2007-12-22T00:36:00.000+08:00</published><updated>2007-12-22T00:46:45.796+08:00</updated><title type='text'>Mother&#39;s Day</title><content type='html'>Happy Mother&#39;s Day</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/5371393539564784998/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/5371393539564784998' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/5371393539564784998'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/5371393539564784998'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2007/12/mothers-day.html' title='Mother&#39;s Day'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-8257281782480343635</id><published>2007-12-21T21:30:00.000+08:00</published><updated>2007-12-21T21:48:23.633+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Story"/><title type='text'>Kasih Sayang Seorang Ibu</title><content type='html'>Saat kau berumur 1 tahun, dia menyuapi dan memandikanmu.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau menangis sepanjang malam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 2 tahun, dia mengajarimu bagaimana cara berjalan.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau kabur saat dia memanggilmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 3 tahun, dia memasakkan semua makananmu dengan kasih sayang.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau buang piring berisi makanan ke lantai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 4 tahun, dia memberimu pensil berwarna.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau coret-coret dinding rumah dan meja makan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 5 tahun, dia membelikanmu pakaian-pakaian yang mahal dan indah.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau memakainya untuk bermain di kubangan lumpur dekat rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 6 tahun, dia mengantarmu pergi ke sekolah.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau berteriak.&quot;NGGAK MAU!!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 7 tahun, dia membelikanmu bola.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau lemparkan bola ke jendela tetangga.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 8 tahun, dia memberimu es krim.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau tumpahkan hingga mengotori seluruh bajumu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 9 tahun, dia membayar mahal untuk kursus bahasamu.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau sering bolos dan sama sekali tidak pernah berlatih.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 10 tahun, dia mengantarmu ke mana saja, dari kolam renang hingga pesta ulang tahun.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau melompat keluar mobil tanpa memberi salam.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 11 tahun, dia mengantar kau dan teman-temanmu ke bioskop.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau minta dia duduk di baris lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 12 tahun, dia melarangmu untuk melihat acara TV khusus orang dewasa.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau tunggu sampai dia di keluar rumah.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 13 tahun, dia menyarankanmu untuk memotong rambut, karena sudah waktunya.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau katakan dia tidak tahu mode.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 14 tahun, dia membayar biaya untuk kempingmu selama sebulan liburan.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau tak pernah meneleponnya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 15 tahun, dia pulang kerja ingin memelukmu.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau kunci pintu kamarmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 16 tahun, dia ajari kau mengemudi mobilnya.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau pakai mobilnya setiap ada kesempatan tanpa peduli kepentingannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 17 tahun, dia sedang menunggu telepon yang penting.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau pakai telepon nonstop semalaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 18 tahun, dia menangis terharu ketika kau lulus SMA.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau berpesta dengan temanmu hingga pagi.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 19 tahun, dia membayar biaya kuliahmu dan mengantarmu ke kampus pada hari pertama.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau minta diturunkan jauh dari pintu gerbang agar kau tidak malu di depan teman-temanmu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 20 tahun, dia bertanya, &quot;Dari mana saja seharian ini?&quot;&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau jawab,&quot;Ah Ibu cerewet amat sih, ingin tahu urusan orang!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 21 tahun, dia menyarankan satu pekerjaan yang bagus untuk karirmu di masa depan.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau katakan,&quot;Aku tidak ingin seperti Ibu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 22 tahun, dia memelukmu dengan haru saat kau lulus perguruan tinggi.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau tanya dia kapan kau bisa ke Bali.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 23 tahun, dia membelikanmu 1 set furniture untuk rumah barumu.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau ceritakan pada temanmu betapa jeleknya furniture itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 24 tahun, dia bertemu dengan tunanganmu dan bertanya tentang rencananya di masa depan.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau mengeluh,&quot;Aduuh, bagaimana Ibu ini, kok bertanya seperti itu?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 25 tahun, dia mambantumu membiayai penikahanmu.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau pindah ke kota lain yang jaraknya lebih dari 500 km.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 30 tahun, dia memberikan beberapa nasehat bagaimana merawat bayimu. Sebagai balasannya, kau katakan padanya,&quot;Bu, sekarang jamannya sudah berbeda!&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 40 tahun, dia menelepon untuk memberitahukan pesta ulang tahun salah seorang kerabat.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau jawab,&quot;Bu, saya sibuk sekali, nggak ada waktu.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat kau berumur 50 tahun, dia sakit-sakitan sehingga memerlukan perawatanmu.&lt;br /&gt;Sebagai balasannya, kau baca tentang pengaruh negatif orang tua yang menumpang tinggal di rumah anak-anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dan hingga suatu hari, dia meninggal dengan tenang. Dan tiba-tiba kau teringat semua yang belum pernah kau lakukan, karena mereka datang menghantam HATI mu bagaikan palu godam.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/8257281782480343635/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/8257281782480343635' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/8257281782480343635'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/8257281782480343635'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2007/12/kasih-sayang-seorang-ibu.html' title='Kasih Sayang Seorang Ibu'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-3751207242225901674</id><published>2007-12-21T18:15:00.001+08:00</published><updated>2007-12-21T21:03:55.300+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Artikel"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Story"/><title type='text'>Di Dunia Ini, Hanya IBU Orang Yang Paling Baik</title><content type='html'>&quot;Shi Sang Chi You Mama Hau&quot;&lt;br /&gt;(Di dunia ini, hanya Ibu orang yang paling baik)&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kisah ini diterjemahkan dari buku cerita Tiongkok yang masih terus&lt;br /&gt;diterbitkan hingga beberapa generasi&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alkisah, ada sepasang kekasih yang saling mencintai. Sang pria&lt;br /&gt;berasal dari keluarga kaya, dan merupakan orang yang terpandang di&lt;br /&gt;kota tersebut. Sedangkan sang wanita adalah seorang yatim piatu, hidup&lt;br /&gt;serba kekurangan, tetapi cantik, lemah lembut, dan baik hati.&lt;br /&gt;Kelebihan inilah yang membuat sang pria jatuh hati.&lt;br /&gt;Sang wanita hamil di luar nikah. Sang pria lalu mengajaknya menikah,&lt;br /&gt;dengan membawa sang wanita ke rumahnya. Seperti yang sudah mereka&lt;br /&gt;duga, orang tua sang pria tidak menyukai wanita tsb. Sebagai orang&lt;br /&gt;yang terpandang di kota tsb, latar belakang wanita tsb akan merusak&lt;br /&gt;reputasi keluarga. Sebaliknya, mereka bahkan telah mencarikan jodoh&lt;br /&gt;yang sepadan untuk anaknya. Sang pria berusaha menyakinkan orang&lt;br /&gt;tuanya, bahwa ia sudah menetapkan keputusannya, apapun resikonya&lt;br /&gt;bagi dia.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita merasa tak berdaya, tetapi sang pria menyakinkan wanita&lt;br /&gt;tsb bahwa tidak ada yang bisa memisahkan mereka. Sang pria terus&lt;br /&gt;berargumen dengan orang tuanya, bahkan membantah perkataan&lt;br /&gt;orangtuanya, sesuatu yang belum pernah dilakukannya selama hidupnya&lt;br /&gt;(di zaman dulu, umumnya seorang anak sangat tunduk pada orang tuanya).&lt;br /&gt;Sebulan telah berlalu, sang pria gagal untuk membujuk orang tuanya&lt;br /&gt;agar menerima calon istrinya. Sang orang tua juga stress karena gagal&lt;br /&gt;membujuk anak satu-satunya, agar berpisah dengan wanita tsb, yang&lt;br /&gt;menurut mereka akan sangat merugikan masa depannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang pria akhirnya menetapkan pilihan untuk kawin lari. Ia memutuskan&lt;br /&gt;untuk meninggalkan semuanya demi sang kekasih. Waktu keberangkatan pun&lt;br /&gt;ditetapkan, tetapi rupanya rencana ini diketahui oleh orang tua sang&lt;br /&gt;pria. Maka ketika saatnya tiba, sang ortu mengunci anaknya di dalam&lt;br /&gt;kamar dan dijaga ketat oleh para bawahan di rumahnya yang besar.&lt;br /&gt;Sebagai gantinya, kedua orang tua datang ke tempat yang telah&lt;br /&gt;ditentukan sepasang kekasih tsb untuk melarikan diri. Sang wanita&lt;br /&gt;sangat terkejut dengan kedatangan ayah dan ibu sang pria. Mereka&lt;br /&gt;kemudian memohon pengertian dari sang wanita, agar meninggalkan anak&lt;br /&gt;mereka satu-satunya. Menurut mereka, dengan perbedaan status sosial&lt;br /&gt;yang sangat besar, perkawinan mereka hanya akan menjadi gunjingan&lt;br /&gt;seluruh penduduk kota, reputasi anaknya akan tercemar, orang2 tidak&lt;br /&gt;akan menghormatinya lagi. Akibatnya, bisnis yang akan diwariskan&lt;br /&gt;kepada anak mereka akan bangkrut secara perlahan2.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka bahkan memberikan uang dalam jumlah banyak, dengan permohonan&lt;br /&gt;agar wanita tsb meninggalkan kota ini, tidak bertemu dengan anaknya&lt;br /&gt;lagi, dan menggugurkan kandungannya. Uang tsb dapat digunakan untuk&lt;br /&gt;membiayai hidupnya di tempat lain.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita menangis tersedu-sedu. Dalam hati kecilnya, ia sadar&lt;br /&gt;bahwa perbedaan status sosial yang sangat jauh, akan menimbulkan&lt;br /&gt;banyak kesulitan bagi kekasihnya. Akhirnya, ia setuju untuk&lt;br /&gt;meninggalkan kota ini, tetapi menolak untuk menerima uang tsb. Ia&lt;br /&gt;mencintai sang pria, bukan uangnya. Walaupun ia sepenuhnya sadar,&lt;br /&gt;jalan hidupnya ke depan akan sangat sulit?.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ibu sang pria kembali memohon kepada wanita tsb untuk meninggalkan&lt;br /&gt;sepucuk surat kepada mereka, yang menyatakan bahwa ia memilih&lt;br /&gt;berpisah dengan sang pria. Ibu sang pria kuatir anaknya akan terus&lt;br /&gt;mencari kekasihnya, dan tidak mau meneruskan usaha orang tuanya.&lt;br /&gt;&quot;Walaupun ia kelak bukan suamimu, bukankah Anda ingin melihatnya&lt;br /&gt;sebagai seseorang yang berhasil? Ini adalah untuk kebaikan kalian&lt;br /&gt;berdua&quot;, kata sang ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Dengan berat hati, sang wanita menulis surat. Ia menjelaskan bahwa ia&lt;br /&gt;sudah memutuskan untuk pergi meninggalkan sang pria. Ia sadar bahwa&lt;br /&gt;keberadaannya hanya akan merugikan sang pria. Ia minta maaf karena&lt;br /&gt;telah melanggar janji setia mereka berdua, bahwa mereka akan selalu&lt;br /&gt;bersama dalam menghadapi penolakan2 akibat perbedaan status sosial&lt;br /&gt;mereka. Ia tidak kuat lagi menahan penderitaan ini, dan memutuskan&lt;br /&gt;untuk berpisah. Tetesan air mata sang wanita tampak membasahi surat&lt;br /&gt;tersebut.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang wanita yang malang tsb tampak tidak punya pilihan lain. Ia&lt;br /&gt;terjebak antara moral dan cintanya. Sang wanita segera meninggalkan&lt;br /&gt;kota itu, sendirian. Ia menuju sebuah desa yang lebih terpencil.&lt;br /&gt;Disana, ia bertekad untuk melahirkan dan membesarkan anaknya.&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;Tiga tahun telah berlalu. Ternyata wanita tersebut telah menjadi&lt;br /&gt;seorang ibu. Anaknya seorang laki2. Sang ibu bekerja keras siang dan&lt;br /&gt;malam, untuk membiayai kehidupan mereka. Di pagi dan siang hari, ia&lt;br /&gt;bekerja di sebuah industri rumah tangga, malamnya, ia menyuci pakaian2&lt;br /&gt;tetangga dan menyulam sesuai dengan pesanan pelanggan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kebanyakan ia melakukan semua pekerjaan ini sambil menggendong anak&lt;br /&gt;di punggungnya. Walaupun ia cukup berpendidikan, ia menyadari bahwa&lt;br /&gt;pekerjaan lain tidak memungkinkan, karena ia harus berada di sisi&lt;br /&gt;anaknya setiap saat. Tetapi sang ibu tidak pernah mengeluh dengan&lt;br /&gt;pekerjaannya?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di usia tiga tahun, suatu saat, sang anak tiba2 sakit keras. Demamnya&lt;br /&gt;sangat tinggi. Ia segera dibawa ke rumah sakit setempat. Anak tsb&lt;br /&gt;harus menginap di rumah sakit selama beberapa hari. Biaya pengobatan&lt;br /&gt;telah menguras habis seluruh tabungan dari hasil kerja kerasnya selama&lt;br /&gt;ini, dan itupun belum cukup. Ibu tsb akhirnya juga meminjam ke&lt;br /&gt;sana-sini, kepada siapapun yang bermurah hati untuk memberikan&lt;br /&gt;pinjaman.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Saat diperbolehkan pulang, sang dokter menyarankan untuk membuat sup&lt;br /&gt;ramuan, untuk mempercepat kesembuhan putranya. Ramuan tsb terdiri dari&lt;br /&gt;obat2 herbal dan daging sapi untuk dikukus bersama. Tetapi sang ibu&lt;br /&gt;hanya mampu membeli obat2 herbal tsb, ia tidak punya uang sepeserpun&lt;br /&gt;lagi untuk membeli daging. Untuk meminjam lagi, rasanya tak mungkin,&lt;br /&gt;karena ia telah berutang kepada semua orang yang ia kenal, dan belum&lt;br /&gt;terbayar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika di rumah, sang ibu menangis. Ia tidak tahu harus berbuat apa,&lt;br /&gt;untuk mendapatkan daging. Toko daging di desa tsb telah menolak&lt;br /&gt;permintaannya, untuk bayar di akhir bulan saat gajian.&lt;br /&gt;Diantara tangisannya, ia tiba2 mendapatkan ide. Ia mencari alkohol&lt;br /&gt;yang ada di rumahnya, sebilah pisau dapur, dan sepotong kain.&lt;br /&gt;Setelah pisau dapur dibersihkan dengan alkohol, sang ibu nekad&lt;br /&gt;mengambil sekerat daging dari pahanya. Agar tidak membangunkan&lt;br /&gt;anaknya yang sedang tidur, ia mengikat mulutnya dengan sepotong kain.&lt;br /&gt;Darah berhamburan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu tengah berjuang mengambil dagingnya sendiri, sambil berusaha&lt;br /&gt;tidak mengeluarkan suara kesakitan yang teramat sangat?..&lt;br /&gt;Hujan lebatpun turun. Lebatnya hujan menyebabkan rintihan kesakitan&lt;br /&gt;sang ibu tidak terdengar oleh para tetangga, terutama oleh anaknya&lt;br /&gt;sendiri. Tampaknya langit juga tersentuh dengan pengorbanan yang&lt;br /&gt;sedang dilakukan oleh sang ibu&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;Enam tahun telah berlalu, anaknya tumbuh menjadi seorang anak yang&lt;br /&gt;tampan, cerdas, dan berbudi pekerti. Ia juga sangat sayang ibunya.&lt;br /&gt;Di hari minggu, mereka sering pergi ke taman di desa tersebut,&lt;br /&gt;bermain bersama, dan bersama2 menyanyikan lagu &quot;Shi Sang Chi You Mama&lt;br /&gt;Hau&quot; (terjemahannya : &quot;Di Dunia ini, hanya ibu seorang yang baik&quot;).&lt;br /&gt;Sang anak juga sudah sekolah. Sang ibu sekarang bekerja sebagai&lt;br /&gt;penjaga toko, karena ia sudah bisa meninggalkan anaknya di siang&lt;br /&gt;hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari2 mereka lewatkan dengan kebersamaan, penuh kebahagiaan. Sang&lt;br /&gt;anak terkadang memaksa ibunya, agar ia bisa membantu ibunya menyuci di&lt;br /&gt;malam hari.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia tahu ibunya masih menyuci di malam hari, karena perlu tambahan&lt;br /&gt;biaya untuk sekolahnya. Ia memang seorang anak yang cerdas.&lt;br /&gt;Ia juga tahu, bulan depan adalah hari ulang tahun ibunya. Ia berniat&lt;br /&gt;membelikan sebuah jam tangan, yang sangat didambakan ibunya selama&lt;br /&gt;ini. Ibunya pernah mencobanya di sebuah toko, tetapi segera menolak&lt;br /&gt;setelah pemilik toko menyebutkan harganya. Jam tangan itu sederhana,&lt;br /&gt;tidak terlalu mewah, tetapi bagi mereka, itu terlalu mahal. Masih&lt;br /&gt;banyak keperluan lain yang perlu dibiayai.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak segera pergi ke toko tsb, yang tidak jauh dari rumahnya. Ia&lt;br /&gt;meminta kepada kakek pemilik toko agar menyimpan jam tangan tsb,&lt;br /&gt;karena ia akan membelinya bulan depan. &quot;Apakah kamu punya uang?&quot; tanya&lt;br /&gt;sang pemilik toko. &quot;Tidak sekarang, nanti saya akan punya&quot;, kata sang&lt;br /&gt;anak dengan serius.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ternyata, bulan depan sang anak benar2 muncul untuk membeli jam&lt;br /&gt;tangan tsb. Sang kakek juga terkejut, kiranya sang anak hanya main2.&lt;br /&gt;Ketika menyerahkan uangnya, sang kakek bertanya &quot;Dari mana kamu&lt;br /&gt;mendapatkan uang itu? Bukan mencuri kan?&quot;. &quot;Saya tidak mencuri, kakek.&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari ulang tahun ibuku. Saya biasanya naik becak&lt;br /&gt;pulang pergi ke sekolah. Selama sebulan ini, saya berjalan kaki saat&lt;br /&gt;pulang dari sekolah ke rumah, uang jajan dan uang becaknya saya simpan&lt;br /&gt;untuk beli jam ini. Kakiku sakit, tapi ini semua untuk ibuku. O ya,&lt;br /&gt;jangan beritahu ibuku tentang hal ini. Ia akan marah&quot; kata sang anak.&lt;br /&gt;Sang pemilik toko tampak kagum pada anak tsb.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti biasanya, sang ibu pulang dari kerja di sore hari. Sang anak&lt;br /&gt;segera memberikan ucapan selamat pada ibu, dan menyerahkan jam tangan&lt;br /&gt;tsb. Sang ibu terkejut bercampur haru, ia bangga dengan anaknya. Jam&lt;br /&gt;tangan ini memang adalah impiannya. Tetapi sang ibu tiba2 tersadar,&lt;br /&gt;dari mana uang untuk membeli jam tsb. Sang anak tutup mulut, tidak mau&lt;br /&gt;menjawab.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Apakah kamu mencuri, Nak?&quot; Sang anak diam seribu bahasa, ia tidak&lt;br /&gt;ingin ibu mengetahui bagaimana ia mengumpulkan uang tersebut. Setelah&lt;br /&gt;ditanya berkali2 tanpa jawaban, sang ibu menyimpulkan bahwa anaknya&lt;br /&gt;telah mencuri. &quot;Walaupun kita miskin, kita tidak boleh mencuri.&lt;br /&gt;Bukankah ibu sudah mengajari kamu tentang hal ini?&quot; kata sang ibu.&lt;br /&gt;Lalu ibu mengambil rotan dan mulai memukul anaknya. Biarpun ibu&lt;br /&gt;sayang pada anaknya, ia harus mendidik anaknya sejak kecil. Sang anak&lt;br /&gt;menangis, sedangkan air mata sang ibu mengalir keluar. Hatinya begitu&lt;br /&gt;perih, karena ia sedang memukul belahan hatinya. Tetapi ia harus&lt;br /&gt;melakukannya, demi kebaikan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Suara tangisan sang anak terdengar keluar. Para tetangga menuju ke&lt;br /&gt;rumah tsb heran, dan kemudian prihatin setelah mengetahui&lt;br /&gt;kejadiannya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Ia sebenarnya anak yang baik&quot;, kata salah satu tetangganya.&lt;br /&gt;Kebetulan sekali, sang pemilik toko sedang berkunjung ke rumah salah&lt;br /&gt;satu tetangganya yang merupakan familinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ketika ia keluar melihat ke rumah itu, ia segera mengenal anak itu.&lt;br /&gt;Ketika mengetahui persoalannya, ia segera menghampiri ibu itu untuk&lt;br /&gt;menjelaskan. Tetapi tiba2 sang anak berlari ke arah pemilik toko,&lt;br /&gt;memohon agar jangan menceritakan yang sebenarnya pada ibunya.&lt;br /&gt;&quot;Nak, ketahuilah, anak yang baik tidak boleh berbohong, dan tidak&lt;br /&gt;boleh menyembunyikan sesuatu dari ibunya&quot;. Sang anak mengikuti nasehat&lt;br /&gt;kakek itu. Maka kakek itu mulai menceritakan bagaimana sang anak tiba2&lt;br /&gt;muncul di tokonya sebulan yang lalu, memintanya untuk menyimpan jam&lt;br /&gt;tangan tsb, dan sebulan kemudian akan membelinya. Anak itu muncul&lt;br /&gt;siang tadi di tokonya, katanya hari ini adalah hari ulang tahun&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;ibunya. Ia juga menceritakan bagaimana sang anak berjalan kaki dari&lt;br /&gt;sekolahnya pulang ke rumah dan tidak jajan di sekolah selama sebulan&lt;br /&gt;ini, untuk mengumpulkan uang membeli jam tangan kesukaan ibunya.&lt;br /&gt;Tampak sang kakek meneteskan air mata saat selesai menjelaskan hal&lt;br /&gt;tsb, begitu pula dengan tetangganya. Sang ibu segera memeluk anak&lt;br /&gt;kesayangannya, keduanya menangis dengan tersedu-sedu?.&quot;Maafkan saya,&lt;br /&gt;Nak.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Tidak Bu, saya yang bersalah&quot;???..&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;Sementara itu, ternyata ayah dari sang anak sudah menikah, tetapi&lt;br /&gt;istrinya mandul. Mereka tidak punya anak. Sang ortu sangat sedih akan&lt;br /&gt;hal ini, karena tidak akan ada yang mewarisi usaha mereka kelak.&lt;br /&gt;Ketika sang ibu dan anaknya berjalan2 ke kota, dalam sebuah&lt;br /&gt;kesempatan, mereka bertemu dengan sang ayah dan istrinya. Sang ayah&lt;br /&gt;baru menyadari bahwa sebenarnya ia sudah punya anak dari darah&lt;br /&gt;dagingnya sendiri.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ia mengajak mereka berkunjung ke rumahnya, bersedia menanggung semua&lt;br /&gt;biaya hidup mereka, tetapi sang ibu menolak. Kami bisa hidup dengan&lt;br /&gt;baik tanpa bantuanmu.&lt;br /&gt;Berita ini segera diketahui oleh orang tua sang pria. Mereka begitu&lt;br /&gt;ingin melihat cucunya, tetapi sang ibu tidak mau mengizinkan.&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;Di pertengahan tahun, penyakit sang anak kembali kambuh. Dokter&lt;br /&gt;mengatakan bahwa penyakit sang anak butuh operasi dan perawatan yang&lt;br /&gt;konsisten. Kalau kambuh lagi, akan membahayakan jiwanya.&lt;br /&gt;Keuangan sang ibu sudah agak membaik, dibandingkan sebelumnya. Tetapi&lt;br /&gt;biaya medis tidaklah murah, ia tidak sanggup membiayainya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang ibu kembali berpikir keras. Tetapi ia tidak menemukan solusi&lt;br /&gt;yang tepat. Satu2nya jalan keluar adalah menyerahkan anaknya kepada&lt;br /&gt;sang ayah, karena sang ayahlah yang mampu membiayai perawatannya.&lt;br /&gt;Maka di hari Minggu ini, sang ibu kembali mengajak anaknya&lt;br /&gt;berkeliling kota, bermain2 di taman kesukaan mereka. Mereka gembira&lt;br /&gt;sekali, menyanyikan lagu &quot;Shi Sang Chi You Mama Hau&quot;, lagu kesayangan&lt;br /&gt;mereka. Untuk sejenak, sang ibu melupakan semua penderitaannya, ia&lt;br /&gt;hanyut dalam kegembiraan bersama sang anak.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sepulang ke rumah, ibu menjelaskan keadaannya pada sang anak. Sang&lt;br /&gt;anak menolak untuk tinggal bersama ayahnya, karena ia hanya ingin&lt;br /&gt;dengan ibu. &quot;Tetapi ibu tidak mampu membiayai perawatan kamu, Nak&quot;&lt;br /&gt;kata ibu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;Tidak apa2 Bu, saya tidak perlu dirawat. Saya sudah sehat, bila bisa&lt;br /&gt;bersama2 dengan ibu. Bila sudah besar nanti, saya akan cari banyak&lt;br /&gt;uang untuk biaya perawatan saya dan untuk ibu. Nanti, ibu tidak perlu&lt;br /&gt;bekerja lagi, Bu&quot;, kata sang anak. Tetapi ibu memaksa akan berkunjung&lt;br /&gt;ke rumah sang ayah keesokan harinya. Penyakitnya memang bisa kambuh&lt;br /&gt;setiap saat.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Disana ia diperkenalkan dengan kakek dan neneknya. Keduanya sangat&lt;br /&gt;senang melihat anak imut tersebut. Ketika ibunya hendak pulang, sang&lt;br /&gt;anak meronta2 ingin ikut pulang dengan ibunya. Walaupun diberikan&lt;br /&gt;mainan kesukaan sang anak, yang tidak pernah ia peroleh saat bersama&lt;br /&gt;ibunya, sang anak menolak. &quot;Saya ingin Ibu, saya tidak mau mainan&lt;br /&gt;itu&quot;, teriak sang anak dengan nada yang polos. Dengan hati sedih dan&lt;br /&gt;menangis, sang ibu berkata &quot;Nak, kamu harus dengar nasehat ibu.&lt;br /&gt;Tinggallah di sini. Ayah, kakek dan nenek akan bermain bersamamu.&quot;&lt;br /&gt;&quot;Tidak, aku tidak mau mereka. Saya hanya mau ibu, saya sayang ibu,&lt;br /&gt;bukankah ibu juga sayang saya? Ibu sekarang tidak mau saya lagi&quot;, sang&lt;br /&gt;anak mulai menangis.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Bujukan demi bujukan ibunya untuk tinggal di rumah besar tsb tidak&lt;br /&gt;didengarkan anak kecil tsb. Sang anak menangis tersedu2 &quot;Kalau ibu&lt;br /&gt;sayang padaku, bawalah saya pergi, Bu&quot;. Sampai pada akhirnya, ibunya&lt;br /&gt;memaksa dengan mengatakan &quot;Benar, ibu tidak sayang kamu lagi.&lt;br /&gt;Tinggallah disini&quot;, ibunya segera lari keluar meninggalkan rumah tsb.&lt;br /&gt;Tampak anaknya meronta2 dengan ledakan tangis yang memilukan.&lt;br /&gt;Di rumah, sang ibu kembali meratapi nasibnya. Tangisannya begitu&lt;br /&gt;menyayat hati, ia telah berpisah dengan anaknya. Ia tidak&lt;br /&gt;diperbolehkan menjenguk anaknya, tetapi mereka berjanji akan merawat&lt;br /&gt;anaknya dengan baik.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Diantara isak tangisnya, ia tidak menemukan arti hidup ini lagi. Ia&lt;br /&gt;telah kehilangan satu2nya alasan untuk hidup, anaknya tercinta.&lt;br /&gt;Kemudian ibu yang malang itu mengambil pisau dapur untuk memotong&lt;br /&gt;urat nadinya. Tetapi saat akan dilakukan, ia sadar bahwa anaknya&lt;br /&gt;mungkin tidak akan diperlakukan dengan baik. Tidak, ia harus hidup&lt;br /&gt;untuk mengetahui bahwa anaknya diperlakukan dengan baik. Segera, niat&lt;br /&gt;bunuh diri itu dibatalkan, demi anaknya juga.....&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;Setahun berlalu. Sang ibu telah pindah ke tempat lain, mendapatkan&lt;br /&gt;kerja yang lebih baik lagi. Sang anak telah sehat, walaupun tetap&lt;br /&gt;menjalani perawatan medis secara rutin setiap bulan.&lt;br /&gt;Seperti biasa, sang anak ingat akan hari ulang tahun ibunya. Uang pun&lt;br /&gt;dapat ia peroleh dengan mudah, tanpa perlu bersusah payah&lt;br /&gt;mengumpulkannya. Maka, pada hari tsb, sepulang dari sekolah, ia tidak&lt;br /&gt;pulang ke rumah, ia segera naik bus menuju ke desa tempat tinggal&lt;br /&gt;ibunya, yang memakan waktu beberapa jam. Sang anak telah mempersiapkan&lt;br /&gt;setangkai bunga, sepucuk surat yang menyatakan ia setiap hari&lt;br /&gt;merindukan ibu, sebuah kartu ucapan selamat ulang tahun, dan nilai&lt;br /&gt;ujian yang sangat bagus. Ia akan memberikan semuanya untuk ibu.&lt;br /&gt;Sang anak berlari riang gembira melewati gang-gang kecil menuju&lt;br /&gt;rumahnya. Tetapi ketika sampai di rumah, ia mendapati rumah ini telah&lt;br /&gt;kosong. Tetangga mengatakan ibunya telah pindah, dan tidak ada yang&lt;br /&gt;tahu kemana ibunya pergi. Sang anak tidak tahu harus berbuat apa, ia&lt;br /&gt;duduk di depan rumah tsb, menangis &quot;Ibu benar2 tidak menginginkan saya&lt;br /&gt;lagi.&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sementara itu, keluarga sang ayah begitu cemas, ketika sang anak&lt;br /&gt;sudah terlambat pulang ke rumah selama lebih dari 3 jam. Guru sekolah&lt;br /&gt;mengatakan semuanya sudah pulang. Semua tempat sudah dicari, tetapi&lt;br /&gt;tidak ada kabar.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Mereka panik. Sang ayah menelpon ibunya, yang juga sangat terkejut.&lt;br /&gt;Polisi pun dihubungi untuk melaporkan anak hilang.&lt;br /&gt;Ketika sang ibu sedang berpikir keras, tiba2 ia teringat sesuatu.&lt;br /&gt;Hari ini adalah hari ulang tahunnya. Ia terlalu sibuk sampai&lt;br /&gt;melupakannya. Anaknya mungkin pulang ke rumah. Maka sang ayah dan sang&lt;br /&gt;ibu segera naik mobil menuju rumah tsb. Sayangnya, mereka hanya&lt;br /&gt;menemukan kartu ulang tahun, setangkai bunga, nilai ujian yang bagus,&lt;br /&gt;dan sepucuk surat anaknya. Sang ibu tidak mampu menahan tangisannya,&lt;br /&gt;saat membaca tulisan2 imut anaknya dalam surat itu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Hari mulai gelap. Mereka sibuk mencari di sekitar desa tsb, tanpa&lt;br /&gt;mendapatkan petunjuk apapun. Sang ibu semakin resah. Kemudian sang ibu&lt;br /&gt;membakar dupa, berlutut di hadapan altar Dewi Kuan Im, sambil menangis&lt;br /&gt;ia memohon agar bisa menemukan anaknya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Seperti mendapat petunjuk, sang ibu tiba2 ingat bahwa ia dan anaknya&lt;br /&gt;pernah pergi ke sebuah kuil Kuan Im di desa tsb. Ibunya pernah&lt;br /&gt;berkata, bahwa bila kamu memerlukan pertolongan, mohonlah kepada Dewi&lt;br /&gt;Kuan Im yang welas asih. Dewi Kuan Im pasti akan menolongmu, jika niat&lt;br /&gt;kamu baik. Ibunya memprediksikan bahwa anaknya mungkin pergi ke kuil&lt;br /&gt;tsb untuk memohon agar bisa bertemu dengan dirinya.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Benar saja, ternyata sang anak berada di sana. Tetapi ia pingsan,&lt;br /&gt;demamnya tinggi sekali. Sang ayah segera menggendong anaknya untuk&lt;br /&gt;dilarikan ke rumah sakit. Saat menuruni tangga kuil, sang ibu terjatuh&lt;br /&gt;dari tangga, dan berguling2 jatuh ke bawah........&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;Sepuluh tahun sudah berlalu. Kini sang anak sudah memasuki bangku&lt;br /&gt;kuliah. Ia sering beradu mulut dengan ayah, mengenai persoalan ibunya.&lt;br /&gt;Sejak jatuh dari tangga, ibunya tidak pernah ditemukan. Sang anak&lt;br /&gt;telah banyak menghabiskan uang untuk mencari ibunya kemana2, tetapi&lt;br /&gt;hasilnya nihil.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Siang itu, seperti biasa sehabis kuliah, sang anak berjalan bersama&lt;br /&gt;dengan teman wanitanya. Mereka tampak serasi. Saat melaju dengan&lt;br /&gt;mobil, di persimpangan sebuah jalan, ia melihat seorang wanita tua&lt;br /&gt;yang sedang mengemis. Ibu tsb terlihat kumuh, dan tampak memakai&lt;br /&gt;tongkat. Ia tidak pernah melihat wanita itu sebelumnya. Wajahnya&lt;br /&gt;kumal, dan ia tampak berkomat-kamit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Di dorong rasa ingin tahu, ia menghentikan mobilnya, dan turun&lt;br /&gt;bersama pacar untuk menghampiri pengemis tua itu. Ternyata sang&lt;br /&gt;pengemis tua sambil mengacungkan kaleng kosong untuk minta sedekah,&lt;br /&gt;ia berucap dengan lemah &quot;Dimanakah anakku? Apakah kalian melihat&lt;br /&gt;anakku?&quot;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Sang anak merasa mengenal wanita tua itu. Tanpa disadari, ia segera&lt;br /&gt;menyanyikan lagu &quot;Shi Sang Ci You Mama Hau&quot; dengan suara perlahan, tak&lt;br /&gt;disangka sang pengemis tua ikut menyanyikannya dengan suara lemah.&lt;br /&gt;Mereka berdua menyanyi bersama. Ia segera mengenal suara ibunya yang&lt;br /&gt;selalu menyanyikan lagu tsb saat ia kecil, sang anak segera memeluk&lt;br /&gt;pengemis tua itu dan berteriak dengan haru &quot;Ibu? Ini saya ibu&quot;.&lt;br /&gt;Sang pengemis tua itu terkejut, ia meraba2 muka sang anak, lalu&lt;br /&gt;bertanya, &quot;Apakah kamu ??..(nama anak itu)?&quot; &quot;Benar bu, saya adalah&lt;br /&gt;anak ibu?&quot;.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Keduanya pun berpelukan dengan erat, air mata keduanya berbaur membasahi bumi.&lt;br /&gt;Karena jatuh dari tangga, sang ibu yang terbentur kepalanya menjadi&lt;br /&gt;hilang ingatan, tetapi ia setiap hari selama sepuluh tahun terus&lt;br /&gt;mencari anaknya, tanpa peduli dengan keadaaan dirinya. Sebagian orang&lt;br /&gt;menganggapnya sebagai orang gila?.&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;Dalam kondisi kritis, Ibu kita akan melakukan apa saja demi kita. Ibu&lt;br /&gt;bahkan rela mengorbankan nyawanya?..&lt;br /&gt;Simaklah penggalan doa keputusasaan berikut ini, di saat Ibu masih&lt;br /&gt;muda, ataupun disaat Ibu sudah tua :&lt;br /&gt;1. Anakku masih kecil, masa depannya masih panjang. Oh Tuhan,&lt;br /&gt;ambillah aku sebagai gantinya.&lt;br /&gt;2. Aku sudah tua, Oh Tuhan, ambillah aku sebagai gantinya.&lt;br /&gt;Diantara orang2 disekeliling Anda, yang Anda kenal, Saudara/I kandung&lt;br /&gt;Anda, diantara lebih dari 6 Milyar manusia, siapakah yang rela&lt;br /&gt;mengorbankan nyawanya untuk Anda, kapan pun, dimana pun, dengan cara&lt;br /&gt;apapun ?&lt;br /&gt;Tidak diragukan lagi &quot;Ibu kita adalah Orang Yang Paling Baik di dunia ini&quot;&lt;br /&gt;-----------&lt;br /&gt;Bila Anda beruntung (Ibu Anda masih ada di dunia ini), ajaklah ia&lt;br /&gt;untuk keluar makan atau jalan2 MALAM INI JUGA. Jangan ditunda2.&lt;br /&gt;Bila Ibu Anda tinggal di tempat yang terpisah jauh dengan Anda,&lt;br /&gt;telponlah dia malam ini juga, just to say &quot;hello&quot;. Catatlah hari ulang&lt;br /&gt;tahunnya, rayakan, dan bahagiakanlah dia semampu Anda. Hidangkan&lt;br /&gt;makanan favoritnya, dst.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/3751207242225901674/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/3751207242225901674' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/3751207242225901674'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/3751207242225901674'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2007/12/di-dunia-ini-hanya-ibu-orang-yang.html' title='Di Dunia Ini, Hanya IBU Orang Yang Paling Baik'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-1594789156400627183</id><published>2007-11-04T03:02:00.000+08:00</published><updated>2007-11-04T23:33:00.878+08:00</updated><title type='text'>Seminar Parenting Life, Mengajarkan Orang Tua Cara Mendidik Anak</title><content type='html'>&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;Seminar Parenting Life&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;font-size:13;&quot;&gt;Mengajarkan Orang Tua Cara Mendidik Anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;font-size:6;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;font-size:24;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot; style=&quot;color: rgb(0, 4, 255);&quot;&gt;Mengenali Potensi dan Bakat Anak&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Panitia Bersama Magabudhi, Wandani dan Patria Kabupaten Tangerang mengundang Bapak &amp;amp; Ibu untuk mengikuti Seminar Parenting Life&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Sebagai orangtua, seringkah kita membandingkan anak kita dengan anak orang lain?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagaimana menidentifikasi kecerdasan unik yang paling menonjol pada anak kita?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Bagaimana mengembangkan potensi anak semaksimal mungkin?&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Seminar ini bersama dengan pakar yang berkompeten di bidang pendidikan, pelatihan dan psikologi anak akan membantu Anda menemukan jawabannya&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Pembicara:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Cornelis Wowor, MA&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yuriani, M.Pd&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Dian Kun Prasasi, Psi.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Pdt. Drs. Handaka Vijjananda, Apt.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Moderator:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Toni Yoyo, STP., MM., MT.&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Minggu, 18 November 2007&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;font-size:100%;&quot;&gt;&lt;span class=&quot;Apple-style-span&quot;  style=&quot;font-size:13;&quot;&gt;&lt;b&gt;Balai Serpong&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Mal WTC Matahari Lt. 3, Serpong&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Jam 13.30 - 16.30 WIB&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Harga Tiket:&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;VIP: Rp. 60.000,-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Biasa: Rp. 40.000,-&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;b&gt;Untuk pendaftaran dan informasi lebih lanjut dapat menghubungi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Lina (0816 169 3539)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Yani (936 144 09)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Titi (0812 9400 799)&lt;/div&gt;&lt;div&gt;Nita (7010 4345)&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/1594789156400627183/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/1594789156400627183' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/1594789156400627183'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/1594789156400627183'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2007/11/semintar-parenting-life-mengajarkan.html' title='Seminar Parenting Life, Mengajarkan Orang Tua Cara Mendidik Anak'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-6664368284273963962</id><published>2007-11-04T02:27:00.000+08:00</published><updated>2007-11-23T03:46:34.480+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><title type='text'>The Spinning Time</title><content type='html'>Once upon a time, in a small village lived a student who had a dream to be a civil servant. To make his dream come true, he left for the capital city to take a state exam. Somewhere along the tiring journey, he stopped for a while to have a rest. While repelling his fatigue, he daydreamed.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;He had some worries concerning his own ability, mixed with the wonderful hope of being accepted as a civil servant. In the middle of his beautiful daydream, an old man approached him and said, “Young man, it seems that you are not from this region. Where are you going?”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&quot;I’m on my way to the capital city to take the state exam, sir.&quot;&lt;br /&gt;“I was watching you daydreaming. What was it about?”&lt;br /&gt;“Oh, nothing serious, sir. I just want to work as a civil servant. But I am afraid of not being accepted.”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Their conversation grew more and more interesting. After a discussion, suddenly the old man took something out of his own pocket. Then he gave it to the student, saying, “Maybe this is just the thing you need, son!”&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;“Hah! A top? How can a top make my dream come true, sir?” asked the student curiously. The old man replied, “Young man, this is a time top. If you spin the top to the right you will come to the future, to the time and condition you want to be in, and vice versa. “Soon after the student received the top , the old man went away.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The student immediately tested the truth of the old man’s words. Keeping the idea of being successful in the state exam, he spun the top to the right. Suddenly, he found himself in front of the state exam notice board. He found his name on it. The student was elated. But this feeling did not last long. He wanted to start working in the government as soon as possible. Feeling impatient, he spun the top to the right one more time. Right away, the student found himself working in the government office.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Alas! The pleasure as a civil servant also did not last for a long time. Now he wished to be an executive. So, he spun his top again. At a blink of time, he was in that position he wanted. Now he became addicted. He kept spinning and spinning the top to make the time pass as he wished. Avoiding problems that hindered his life became his habit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The top spun and spun. The time flew and flew. In no time the student grew old, facing death. Regret filled his heart. “How short and meaningless my life has been. Oh, I wish this spinning top would bring me back to my past.” In his desperation, the student spun the top to the left. Suddenly he was awake from his sleep. All those events were merely a dream.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The student was happy and grateful that it was just a dream. Then he made a vow to himself to keep struggling and keep enjoying the process to get what he wanted in life.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/6664368284273963962/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/6664368284273963962' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/6664368284273963962'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/6664368284273963962'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2007/11/spinning-time.html' title='The Spinning Time'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-5872174676413424960</id><published>2007-11-04T01:55:00.000+08:00</published><updated>2007-11-23T03:38:09.844+08:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Motivation"/><title type='text'>Fail and Fight Again</title><content type='html'>One fine afternoon, there was a young man in a park. We could clearly see sadness, disappointment, and frustration on his face. He walked slowly with his head down. Occasionally, he would sit down and sigh many times, as if he did not know what to do.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;When his mind was somewhere in the clouds, suddenly his eyes caught a movement in the branches nearby. A spider was making its web there. Being very upset, this idle man took a twig. He destroyed the spider web without mercy to let out his frustrated feelings.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Afterwards, he focused his attention to see what the spider would do. Deep in his heart, he wanted to know the spider would do. Would the spider run hurriedly away or would it make a new web somewhere else? His curiosity soon got the answer. Soon the spider returned to its previous place, starting to repeat the same activities: crawling, spinning, and jumping. It spun every single thread from the very beginning. Each time, the web got wider and wider. The spider worked tirelessly until a new web came into being.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The young man watched the spider working vigorously repairing and making its new tab. Then again, he destroyed this second web. Feeling satisfied but full of curiosity, he sat and watched the spider’s reaction. What would it do after its web was destroyed for the second time?&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;For the third time, the spider repeated its activities from the very beginning – vigorously it crawled, spun, and jumpe. With every single thread produced from its body, the spider spun a new web bit by bit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;The young man watched and observed the spider building its third web. But suddenly a thought struck him! No matter how many times he had destroyed and ruined the web, the spider would build it again. The spirit of this very small creature working tirelessly opened his mind.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;It brought a felling of embarrassment to his heart. There he was in park – feeling depressed and restless after just one failure. So, having seen what the spider did, he promised himself, “it is not proper for me to complain and feel desperate just because I have failed this time. I must stand up again. I must strive and be ready to overcome any failure I face, like this tiny spirited spider which build up its new web every time the web was destroyed.” The young man immediately stood up, and made a resolution to work harder. If necessary, he would start again from the very beginning. Never give up!</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/5872174676413424960/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/5872174676413424960' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/5872174676413424960'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/5872174676413424960'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2007/11/fail-and-fight-again.html' title='Fail and Fight Again'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-977981456163837055.post-8505252940402158667</id><published>2007-10-07T17:19:00.000+08:00</published><updated>2007-10-22T21:05:04.847+08:00</updated><title type='text'>Launching Girinaga&#39;s Blog</title><content type='html'>Namo Buddhaya&lt;br /&gt;Selamat datang pada blog kami, Vihara Girinaga Publisher, yang saat ini sementara dikelola oleh Divisi Bulletin Intern Mingguan &#39;Buddhajayanti&#39;.&lt;br /&gt;Merupakan satu kebahagiaan buat kita semua untuk dapat menjadi seorang Buddhism.&lt;br /&gt;Dan juga merupakan satu berkah terbesar buat kita, jika tenaga, pikiran, ide dan kreativitas kita dapat dituangkan dalam bentuk karya-karya apa saja yang dapat mendukung perkembangan dan pembabaran Dhamma, setidak-tidaknya dimulai dari kawula Buddhis vihara kita sendiri.&lt;br /&gt;So, what&#39;re you waiting for ?&lt;br /&gt;Let&#39;s join with us.&lt;br /&gt;Bersama-sama kita dengan penuh kegembiraan dan suka cita mewartakan indahnya Dhamma dari Sang Bhagava.</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/feeds/8505252940402158667/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://www.blogger.com/comment/fullpage/post/977981456163837055/8505252940402158667' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/8505252940402158667'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/977981456163837055/posts/default/8505252940402158667'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://viharagirinaga.blogspot.com/2007/10/launching-girinagas-blog.html' title='Launching Girinaga&#39;s Blog'/><author><name>Vihara Girinaga</name><uri>http://www.blogger.com/profile/03064791105127494110</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>