<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Warta Desa</title>
	<atom:link href="https://www.wartadesa.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://www.wartadesa.net</link>
	<description>Saatnya Warga Bersuara</description>
	<lastBuildDate>Wed, 09 Sep 2026 09:19:02 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2017/01/cropped-wartadesa-32x32.png</url>
	<title>Warta Desa</title>
	<link>https://www.wartadesa.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2016/10/cropped-wartadesa-2.png"/><itunes:keywords>berita,pekalongan,informasi,terbaru,informasi,terkini,pekalongan</itunes:keywords><itunes:summary>Berita dan Informasi terkini, pemberdayaan masyarakat, hukum, kriminal, ekonomi, kesehatan, pendidikan, olahraga, trend dan layanan publik warga desa Pekalongan dan sekitarnya</itunes:summary><itunes:subtitle>Warta Desa</itunes:subtitle><itunes:category text="News &amp; Politics"/><item>
		<title>Keren! Prodi Sarjana Manajemen UMPP Raih Akreditasi “Unggul” — Bukti Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/keren-prodi-sarjana-manajemen-umpp-raih-akreditasi-unggul-bukti-komitmen-hadirkan-pendidikan-berkualitas/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=keren-prodi-sarjana-manajemen-umpp-raih-akreditasi-unggul-bukti-komitmen-hadirkan-pendidikan-berkualitas</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/keren-prodi-sarjana-manajemen-umpp-raih-akreditasi-unggul-bukti-komitmen-hadirkan-pendidikan-berkualitas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 09:19:02 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[akreditasi]]></category>
		<category><![CDATA[umpp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=28918</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web4-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web4-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web4-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web4-350x350.jpg 350w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p data-path-to-node="1"><b data-path-to-node="1" data-index-in-node="0">Pekalongan, WARTADESA.</b> — Kabar membanggakan datang dari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP). Program Studi Sarjana Manajemen Fakultas Ekonomika &amp; Bisnis (FEB) UMPP berhasil meraih akreditasi <b data-path-to-node="1" data-index-in-node="197">“Unggul”</b> berdasarkan Surat Keputusan Lembaga Akreditasi Mandiri Ekonomi, Manajemen, Bisnis, dan Akuntansi (LAMEMBA) <b data-path-to-node="1" data-index-in-node="313">Nomor 273/DE/A.5/LAMEMBA-U/IX/2026</b>. Capaian ini menjadi bukti nyata komitmen UMPP dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang berkualitas dan berdaya saing.</p>
<p data-path-to-node="2">Akreditasi Unggul tersebut ditetapkan oleh LAMEMBA dengan masa berlaku mulai <b data-path-to-node="2" data-index-in-node="77">4 September 2026 hingga 4 September 2031</b>. Pencapaian ini menjadi kebanggaan bagi seluruh keluarga besar FEB UMPP sekaligus menegaskan kesungguhan Program Studi Sarjana Manajemen dalam menjaga dan meningkatkan mutu penyelenggaraan pendidikan.</p>
<p data-path-to-node="3">Keberhasilan meraih akreditasi Unggul tidak hanya menjadi sebuah pencapaian administratif, tetapi juga mencerminkan komitmen program studi dalam mengembangkan:</p>
<ul data-path-to-node="4">
<li>
<p data-path-to-node="4,0,0"><b data-path-to-node="4,0,0" data-index-in-node="0">Kualitas pembelajaran</b> dan tata kelola akademik</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="4,1,0"><b data-path-to-node="4,1,0" data-index-in-node="0">Penelitian</b> serta pengabdian kepada masyarakat</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="4,2,0"><b data-path-to-node="4,2,0" data-index-in-node="0">Kesiapan lulusan</b> agar kompeten, profesional, dan siap menghadapi tantangan dunia kerja</p>
</li>
</ul>
<p data-path-to-node="5">Capaian akreditasi ini menjadi motivasi bagi seluruh civitas akademika FEB UMPP untuk terus berinovasi dan memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat. Semangat <i data-path-to-node="5" data-index-in-node="161">“Bersama Membangun Masa Depan yang Lebih Baik”</i> menjadi landasan untuk terus melangkah menuju pendidikan yang unggul, berkemajuan, dan berdampak.</p>
<p data-path-to-node="6">Selamat dan sukses untuk Program Studi Sarjana Manajemen FEB UMPP atas diraihnya Akreditasi Unggul! Semoga capaian ini semakin memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap UMPP sebagai perguruan tinggi yang berkomitmen menghadirkan pendidikan bermutu. <strong>(Redaksi)</strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/keren-prodi-sarjana-manajemen-umpp-raih-akreditasi-unggul-bukti-komitmen-hadirkan-pendidikan-berkualitas/">Keren! Prodi Sarjana Manajemen UMPP Raih Akreditasi “Unggul” — Bukti Komitmen Hadirkan Pendidikan Berkualitas</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/keren-prodi-sarjana-manajemen-umpp-raih-akreditasi-unggul-bukti-komitmen-hadirkan-pendidikan-berkualitas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Haornas, 77 Tahun Persekap, dan WMK: Momentum Kebangkitan Olahraga Kabupaten Pekalongan</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/haornas-77-tahun-persekap-dan-wmk-momentum-kebangkitan-olahraga-kabupaten-pekalongan/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=haornas-77-tahun-persekap-dan-wmk-momentum-kebangkitan-olahraga-kabupaten-pekalongan</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/haornas-77-tahun-persekap-dan-wmk-momentum-kebangkitan-olahraga-kabupaten-pekalongan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 09 Sep 2026 02:39:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[haornas]]></category>
		<category><![CDATA[Persekap]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=28915</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web-3-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web-3-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web-3-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web-3-350x350.jpg 350w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p><strong>Oleh: Katank Nusantara</strong></p>
<p data-path-to-node="3">Berita tentang Persekap yang menginjak usia 77 tahun tanpa perayaan dan masih dibayangi ketidakjelasan, semestinya tidak hanya dipandang sebagai kabar duka dari sebuah klub sepak bola. Momentum ini adalah alarm keras bagi kita semua untuk merefleksikan kembali: <b data-path-to-node="3" data-index-in-node="262">ke mana arah pembangunan olahraga Kabupaten Pekalongan?</b></p>
<p data-path-to-node="4">Apalagi, momentum ini bertepatan dengan peringatan Hari Olahraga Nasional (Haornas). Pertanyaannya kini sederhana namun mendasar: <b data-path-to-node="4" data-index-in-node="130">Setelah 77 tahun Persekap berdiri dan puluhan kali Haornas diperingati, sejauh mana olahraga kita benar-benar bergerak maju?</b></p>
<h3 data-path-to-node="6">WMK: Lebih dari Sekadar Bangunan Stadion</h3>
<p data-path-to-node="7">Stadion Widya Manggala Krida (WMK) Kedungwuni bukan sekadar arena pemuda menendang bola. Berdiri sejak 1987 di atas bekas lahan sawah Kompleks Gemek, WMK telah menyatu dalam memori kolektif warga Pekalongan. Kini, kawasan tersebut telah bertransformasi menjadi ruang publik yang hidup. Setiap sore dan akhir pekan, WMK menjelma pusat aktivitas warga—mulai dari berolahraga, berekreasi bersama keluarga, hingga menggerakkan roda ekonomi UMKM lokal.</p>
<p data-path-to-node="8">Denyut sosial-ekonomi di WMK sudah menyala, tetapi fungsi utamanya sebagai fondasi olahraga justru masih tertinggal. Fasilitas dasar seperti penerangan, tribun, toilet, ruang ganti, hingga kualitas rumput lapangan masih butuh pembenahan serius.</p>
<p data-path-to-node="9">Namun, perbaikan WMK tak boleh dipandang sempit sebatas proyek fisik semata. <b data-path-to-node="9" data-index-in-node="77">WMK harus diposisikan sebagai jantung ekosistem olahraga Kabupaten Pekalongan.</b></p>
<h3 data-path-to-node="11">Menghubungkan Rantai Pembinaan Persekap</h3>
<p data-path-to-node="12">Di usia yang telah melintasi tiga generasi, Persekap seharusnya tidak hanya menjual nostalgia masa lalu, tetapi juga memamerkan tradisi, sistem pembinaan, dan prestasi yang berkelanjutan.</p>
<p data-path-to-node="13">Persoalan utama Persekap hari ini bukan sekadar kapan mereka kembali merumput, melainkan: <b data-path-to-node="13" data-index-in-node="90">dari mana pasokan talenta mereka berasal?</b></p>
<p data-path-to-node="14">Kabupaten Pekalongan tidak pernah kekurangan bakat. Kita memiliki Sekolah Sepak Bola (SSB), turnamen antardesa, hingga tradisi tarkam yang kuat. Sayangnya, potensi ini belum terhubung ke dalam satu jalur pembinaan yang utuh. Terjadi jurang pemisah (<i data-path-to-node="14" data-index-in-node="249">gap</i>) antara jenjang usia dini dan tingkatan senior. Bakat-bakat muda Pekalongan sering kali kehilangan arah sebelum sempat menggapai jenjang profesional.</p>
<h3 data-path-to-node="16">Potensi Ada, Sistem yang Absen</h3>
<p data-path-to-node="17">Jika melirik cabor lain, atlet Kabupaten Pekalongan sebetulnya mampu bersaing. Pada Porprov Jateng 2023, daerah kita memboyong 37 medali (2 emas, 14 perak, dan 21 perunggu). Meski berada di peringkat 32 dari 35 daerah, angka ini membuktikan bahwa <b data-path-to-node="17" data-index-in-node="247">potensi mentah itu nyata</b>.</p>
<p data-path-to-node="18">Khusus untuk sepak bola, semua elemen dasarnya sudah ada:</p>
<ul data-path-to-node="19">
<li>
<p data-path-to-node="19,0,0"><b data-path-to-node="19,0,0" data-index-in-node="0">Gairah anak muda</b> yang tinggi.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="19,1,0"><b data-path-to-node="19,1,0" data-index-in-node="0">Keberadaan SSB</b> dan kompetisi antar-kampung.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="19,2,0"><b data-path-to-node="19,2,0" data-index-in-node="0">Fasilitas sejarah</b> dalam wujud Stadion WMK dan Persekap.</p>
</li>
</ul>
<p data-path-to-node="20">Tugas besar pemerintah daerah dan pengurus olahraga adalah menjahit potongan-potongan potensi tersebut menjadi satu sistem pembinaan terpadu.</p>
<h3 data-path-to-node="22">Haornas: Melampaui Seremoni Tahunan</h3>
<p data-path-to-node="23">Hari Olahraga Nasional jangan cuma berhenti pada rutinitas upacara, baliho ucapan, atau lomba antardinas. Haornas harus dipakai sebagai momen evaluasi substantif:</p>
<ul data-path-to-node="24">
<li>
<p data-path-to-node="24,0,0">Sudah sejauh mana pembinaan atlet muda dan kelayakan fasilitas olahraga kita?</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="24,1,0">Bagaimana skema kepastian anggaran, kompetisi lokal, dan kesejahteraan para atlet?</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="24,2,0">Mau dibawa ke mana arah masa depan Persekap?</p>
</li>
</ul>
<p data-path-to-node="25">Olahraga bukan sekadar urusan medali. Di dalamnya ada pembangunan karakter anak muda, kesehatan publik, putaran ekonomi warga, hingga identitas dan kebanggaan daerah.</p>
<h3 data-path-to-node="27">Satu Kerangka Kerja: Sinergi Total</h3>
<p data-path-to-node="28">Kita tidak perlu terjebak dalam perdebatan klasik: <i data-path-to-node="28" data-index-in-node="51">"Membenahi WMK dulu atau menyelamatkan Persekap dulu?"</i></p>
<p data-path-to-node="29">Keduanya harus berjalan berdampingan dalam satu garis komitmen:</p>
<ol start="1" data-path-to-node="30">
<li>
<p data-path-to-node="30,0,0"><b data-path-to-node="30,0,0" data-index-in-node="0">Manajemen Persekap</b> diperbaiki secara profesional.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="30,1,0"><b data-path-to-node="30,1,0" data-index-in-node="0">Fasilitas WMK</b> dibenahi secara bertahap sesuai standar.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="30,2,0"><b data-path-to-node="30,2,0" data-index-in-node="0">Kompetisi lokal dan SSB</b> dihubungkan langsung ke rantai pembinaan Persekap senior.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="30,3,0"><b data-path-to-node="30,3,0" data-index-in-node="0">Potensi tarkam</b> diarahkan menjadi ajang pemantauan bakat (<i data-path-to-node="30,3,0" data-index-in-node="57">scouting</i>).</p>
</li>
</ol>
<p data-path-to-node="31">Agenda besar ini mustahil terwujud tanpa kolaborasi terbuka antara Pemerintah Kabupaten Pekalongan, Dinpora, Askab PSSI, pengelola WMK, manajemen klub, suporter, dan masyarakat luas. Saatnya berhenti saling menunjuk kesalahan dan mulai berbagi peran.</p>
<h3 data-path-to-node="33">Jangan Biarkan 77 Tahun Hanya Sebatas Angka</h3>
<p data-path-to-node="34">Generasi pertama Persekap mewariskan sejarah, dan generasi kedua memberikan pengalaman. Generasi hari ini bertanggung jawab mewariskan sistem yang sehat. Jangan sampai generasi mendatang hanya mendengar cerita rekaan bahwa <i data-path-to-node="34" data-index-in-node="223">"dulu Persekap pernah ada dan berjaya"</i>. Mereka berhak menjadi saksi kebangkitan klubnya sendiri.</p>
<p data-path-to-node="35">Jadikan WMK sebagai kawah candradimuka pembinaan olahraga daerah—tempat anak-anak bermimpi, atlet menempa diri, dan masyarakat bersatu mendukung pahlawan olahraganya.</p>
<p data-path-to-node="36"><b data-path-to-node="36" data-index-in-node="0">Momentum Haornas tahun ini adalah garis start kita.</b></p>
<p data-path-to-node="37">Mari kawal bersama, sebab Persekap, WMK, dan masa depan olahraga Kabupaten Pekalongan adalah milik seluruh masyarakat.</p>
<p data-path-to-node="38"><b data-path-to-node="38" data-index-in-node="0">Bangkit Olahraganya.</b></p>
<p data-path-to-node="39"><b data-path-to-node="39" data-index-in-node="0">Bangkit Sepak Bolanya.</b></p>
<p data-path-to-node="40"><b data-path-to-node="40" data-index-in-node="0">Bangkit Persekapnya.</b></p>
<p data-path-to-node="41"><i data-path-to-node="41" data-index-in-node="0">Selamat Hari Olahraga Nasional.</i></p>
<p data-path-to-node="41">
<p data-path-to-node="41"><strong>Penulis adalah suporter Persekap dan pemerhati sepakbola Pekalongan</strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/haornas-77-tahun-persekap-dan-wmk-momentum-kebangkitan-olahraga-kabupaten-pekalongan/">Haornas, 77 Tahun Persekap, dan WMK: Momentum Kebangkitan Olahraga Kabupaten Pekalongan</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/haornas-77-tahun-persekap-dan-wmk-momentum-kebangkitan-olahraga-kabupaten-pekalongan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DESENTORENIKA KEPENTINGAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN PEKERJAAN</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/desentorenika-kepentingan-ekonomi-dan-kesejahteraan-pekerjaan/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=desentorenika-kepentingan-ekonomi-dan-kesejahteraan-pekerjaan</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/desentorenika-kepentingan-ekonomi-dan-kesejahteraan-pekerjaan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 11:27:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[ekonomi]]></category>
		<category><![CDATA[umpp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=28911</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-08-at-17.54.15-105x105.jpeg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-08-at-17.54.15-105x105.jpeg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-08-at-17.54.15-150x150.jpeg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-08-at-17.54.15-350x350.jpeg 350w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p><strong>Oleh: Santya Dwiputra Wijaya</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Pekerjaan mengandung sebagian terpenting kehidupan masyarakat.Melalui pekerja an,seseorang bukan hanya memperole h pe n g hasilanuntuk memenuhi kebutuhan hidup,namunjuga dapat menigkatkan kemampuan,meningkatkan kemandirian,serta berkontribusi terhadappembangunan.maka,pekeraan yang layakkita tahui,mengandung bagian yang terpentingdidalammenciptakan pertumbuhan ekonomiserta meningkatkan kesejahteraanmasyarakat.</p>
<p>Pertumbuhan ekonomi dan pentingnyapekerjaaanlayak diwujudkan didalam SDGs,tujuan ke-8pekerjaan layakdan pertumbuhanekonomi.tujuan ini memaksa terciptanya pertumbuhanekonomi yangberkelanjutan,kesempatan kerja yang produktif,danseharusnya mempekerjaaan layak bagi semuanya.Pertumbuhan ekonomi seharusnya tidak harus dilihatdari peningkat kegiatan ekonomi,tapi juga kemampuanmasyarakatmemperolehpekerjaan yang aman,produktif,menempatkan penhasilan yang memadai,sertamenjaga hak pekerja.</p>
<p>Berdasarkanhal ini,masyarakatmasihhambali kedermasarkan dunia kerja.kesempatan kerjamasih belumselalu merata,masih terdapat kasus angguran,pekerjaaninformal,masih rendahnya keterampilan masyarakat,serta ketidaksesuian antara kemampuan tenaga kerjadan kebutuhan dunia kerja.dari situ kita lihat,adapunpertumbuhan ekonomiseharusnya diiringi peningkatan sumber daya manusiaserta terciptanya lapangankerja yang l a y a k.</p>
<p><strong>Pekerjaan layakdandermasarkan dunia kerja</strong></p>
<p>Pekerjaan layaktidak hanya mengandung arti seseorangmemilikipekerjaan.terkandung kesempatanseseorangmemperoleh pekerjaan produktif,memperoleh penhasilan yang adil,beradadalam lingkungan pekeraaan aman,sertamenemukan perlakuan setara.pekerjaan jugaharusmemberi kesempatanseseorang memperoleh kemampuan,serta menigkatkankualitas kehidupannya.</p>
<p>Salah satumasalah yangmasih perludiperhatikanhal ini,adanya perbedaan kesempatankerjadiantara berbagai wilayah.di daerah perkotaan,kesempatankerja seerta akses terhadap pelatihanketeramplan cenderunglebih beragam.sementara masyarakat yang berada di berban wilaihmasih mengalami keterbatasan terhadap informasikerja,fasilitaspelatihan,keterbatasan teknologidan akses terhadap dunia usaha.perbedaan ini menurutpendapat penulis,dapat memengaruhi kemampuanmasyarakat memperolehpekerjaan sesuai kemampuan.</p>
<p>Perkembangteknologi jugamenemukan tantangan dan peluang didunia kerja.Digitalisasi mengandung artiterciptaanya jenis pekerjaan baru.namun,tetapadapada waktuyang sama menghendaki tenaga kerjameningkatkan keterampilan teknologi.digital.maka,masyarakat yang tidak mampumengikuti perkembangan teknologi justrumemperlihatkan risiko yangmasih perlu diperhatikandalam memasuki dunia kerja.makapeningkatan keterampilanmasih penting dalam agarmenampakkan tenaga kerjamampu beradaptasi terhadapperubahan ekonomi.</p>
<p>Di luaritu,pertumbuhan ekonomiharusmempertimbangkan kelompok yangmasihrentan setiap orangmasih perludiperhatikandi dalammewujudkan perkembangan ekonomisemua orang perludiperhatikandi dalammemperolehkesempatankerjadan menigkatkan potensi.dengan adanyapertumbuhan ekonomi,maka manfaatnyabagimasyarakatsempurna.</p>
<p><strong>Mahasiswa sebagiagen perubahan dilandasi masyarakat</strong></p>
<p>Mahasiswa yangmasih perludiperhatikandalam mewujudkanpe kerjaan l a y a k dan pertumbuhanekonomitidak hanyamemiliki peranansebagaipelajardi perguruan tinggi,tetapadapadasama sampai keperguruan tinggi mengandung bagianmasyarakat yangmemiliki ilmudan kreativitas,mengandung energi,sertamengandung keterampilan.maka,peran inidilakukandenganberbagai kegiatan yangmendukung terciptanya pekerjaan layakdan pertumbuhanekonomi.</p>
<p>Pertama,mahasiswadapat memberi bantuandalam meningkatkan keta rampilanmasyarakat.kegiatan kemampuan komputer,danpemasaran di digital,pembuatan konten,kewirausahaan,mengetahui dan melatihan keuangan yangsederhana,dapat memberipermakunan masyarakatmempersiapan diridalam melakukan dunia pekerjaan.</p>
<p>Kedua,mahasiswadapat memberi bantuandalam kewirausahaanmasyarakat.mahasiswadapat memberi pendampingandalam pelaku usaha kecil kemampuan membuatprodukt,kemampuanmembuat promosi,kemampuan memanfaatkan media sosial,sertamenempatkan kebentuk usaha yangbesar.denganberkembangnya usaha masyarakat,adapunpeluangterciptanya lapangan pekerjaan jugabesar.</p>
<p>Ketiga,mahasiswadapat bantu memberi informasidi dunia pekerjaan.informasi dunia kerja diantaranya,mengenai lowongan kerja,pelatihan pekerjaan,programpelatihan keterampilan,peluang usaha kewirausahan,danterdapatinformasi lebih luas,maka masyarakatdapat melalui kegiatan dilandasi kampus,serta media digital. Dengan terdapatlebih luas akses informasi,masyarakatjugadapatmembuatpenulisan keputusan dalam pendidikan dan dunia pekerjaan.</p>
<p>Keempat,mahasiswadapatmeningkatkan kesadaranpentingnyapekerjaan yanglayak.masyarakatmasih perludiperhatikan,harusmemahami hakdankewajiban dalam duniapekerjaan,pentingnya keselamatan kerja,pertahankan perlakuan yangadil,sertalingkungankerja yang sehat.kesadaran ini justrumengandung artimenciptakan budaya kerja yangsempurna.</p>
<p><strong>PikiranTindakan: “Satu Mahasiswa,SatuKeteram plan,Satu Peluang pekerjaan”</strong></p>
<p>Satu gagasan yangmasih perludiperhatikandalam pekeraan yanglayakdanmenciptakanpertumbuhanekonomi yangsempurna yangdilakukanmahasiswaisi,dan berdasarkan usaha iniyangpahami,mahasiswadapat memperoleh ideyangdilakukandalam program “satu mahasiswa,satu keterampilan,satupeluan kerja”.dengan adanya program ini,maka programini memaksa masyarakat,yangterutama para pemuda,masih perludiperhatikandalam memperolehketeramplan,kemampuan yangmasih perludiperhatikandalam memperolehbagimasyarakat. dan pekerjaan dilandasi usaha masyarakat.</p>
<p>Programdilakukandalam beberapa tahap.pertama mahasiswa,identifikasi kebutuhan masyarakat.melalui komunikasi mahasiswadengan pemuda dan sekolahperangkat desa, pelaku usaha,dansetyap masyarakat sekitar.kedeua,mahasiswadapat memberi keputusan keterampilan yangmasih perludiperhatikan yangpernah dilalui.dengan komputer,desain,pemasaran di digital,komunikasi,pengelolaansehari-hari,ataudemikian keterampilan lainnya.ketiga,masih perludiperhatikandalammelakukan pelatihan secara rutin kegiatanyangmasih perludiperhatikandidalam pelatihan keteramplan,sertametode yangsederhana.</p>
<p>Program inidilakukandengan kerja samadengan organisasi mahasiswa,pemerintah desa,sekolah,dan setiap kome nitas,pelaku usahadan mahluk dosen.yangmasih perludiperhatikan dalammenyediakan tempat,dan peralatan keputusan,keterama plan,narasumber dan memperoleh keputusandalam menerangkan setiap masyarakat yangmasih perludiperhatikandalam peluang pekerjaan,sertausaha.</p>
<p>Kebersihanprogramdalam proses inibilaktidak hanyatertuangdalam jumlah peserta yangmenempatkan kepelatihan,keteramplan di tempatprogram kebutuhan,maka keberhasilan yangtercipta. keberhasilanprogramtidak hanyatertuang dalam peningkatan keterampilan,masih perludiperhatikan, terdapat pesertaperludilatih dan memperoleh pekerjaan,adanya usaha yangterdapat semasa,meningkatkankemampuan masyarakatdalam memanfaatkandunia teknologielebih luas. Evaluasi secara rutin masih perludiperhatikandalamproses inisemasaproses inidibuat,bagus program ini,sehingga mampu diperbaiki,dan terdapat manfaat yangsempurna.</p>
<p><strong>PENUTUP</strong></p>
<p>Pekerjaan layakmerupakan bagian pentingdalam mewujudkan pertumbuhanekonomidan kesejahteraanmasyarakat.Pertumbuhan ekonomidalam dunia kerja seharusnyatidak hanya didalam peningkatan ekonomi,perlu adapertumbuhan ekonomidalam menempatkan pekerjaanproduktif,aman,adil dan mampu meningkatkan kualitas hidupmasyarakat.</p>
<p>Pemerintah,dunia pendidikan,dunia usaha,masyarakatdan mahasiswamahasiwa memiliki peranan dalammewujudkan tujuana tsb. Mahasiswa yangmasiluas perludiperhatikandalam meningkatkanketerampilan masyarakat,pendampingan pekeraaan kecil,penyebaraninformasidunia pekerjaan,penugasan literasi digital,sertamemperkembangkan kewirausahan.</p>
<p>Kontribusimahasiswamahasiswa mungkin dimulai dalam kegiatansederhana,tetapi bila didalamlanjutkandilihat,makabagimahasiswa dilandasi keterampilan,mengandung kreativitasserta kepedulian sosial,contributionMahasiswapenyebut justrumampubentukan peran yangsempurna dalammewujudkanSDG 8.</p>
<p>Satu mahasiswa,satuketeramplan,satupeluan kerja untuk pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraanmasyarakat.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>DAFTAR PUSTAKA</strong></p>
<p>International Labour Organization.Descent workand the2030 agendafor sustainabledevelopment. ILO.</p>
<p>Unites Nations.Sustainable developmentgoal8: descent workandecono micgrowth. United nations.</p>
<p>Badan Perencanaan pembangunan nasional.sdgsindonesia: tujuan8- Pekerjaan layakdan pertumbuhanekonomi. Bappenas.</p>
<p>World bank.Indonesia Economic Prospects.Worldbank.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis adalah mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan</strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/desentorenika-kepentingan-ekonomi-dan-kesejahteraan-pekerjaan/">DESENTORENIKA KEPENTINGAN EKONOMI DAN KESEJAHTERAAN PEKERJAAN</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/desentorenika-kepentingan-ekonomi-dan-kesejahteraan-pekerjaan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Mahasiswa Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/peran-mahasiswa-mewujudkan-masyarakat-sehat-dan-sejahtera/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=peran-mahasiswa-mewujudkan-masyarakat-sehat-dan-sejahtera</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/peran-mahasiswa-mewujudkan-masyarakat-sehat-dan-sejahtera/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 10:12:57 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[umpp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=28908</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/IMG_1085-105x105.jpeg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/IMG_1085-105x105.jpeg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/IMG_1085-150x150.jpeg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/IMG_1085-841x840.jpeg 841w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/IMG_1085-350x350.jpeg 350w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p><strong>Oleh: </strong><strong>Ziadatul Khoir</strong></p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Masyarakat yang sehat dan sejahtera merupakan dambaan semua orang, namun kenyataannya masih banyak tentang kesehatan yang belum dapat ditangani secara merata. Mulai dari pola hidup yang tidak sehat, akses layanan kesehatan yang belum rata, hingga kurangnya literasi kesehatan di kalangan masyarakat. Di sisi lain, gaya hidup saat ini seperti konsumsi makanan yang tinggi gula dan lemak, kurangnya olahraga, serta meningkatnya stres membuat penyakit yang tidak menular seperti diabetes dan hipertensi semakin sering ditemukan.</p>
<p>Pentingnya SDGs untuk memastikan kehidupan yang sehat dan meningkatkan kesejahteraan untuk masyarakat, termasuk melalui pencegahan penyakit, edukasi kesehatan, pelayanan kesehatan yang adil, serta dukungan terhadap gaya hidup sehat.</p>
<p>Dalam konteks <strong>Indonesia Emas 2045</strong>, peran mahasiswa tidak bisa dipandang sekadar “penonton” pembangunan. Mahasiswa memiliki kekuatan, ide, dan kemampuan berpikir untuk mendorong perubahan sosial di lingkungan sekitar. Melalui kontribusi yang nyata, mahasiswa dapat menjadi penggerak masyarakat agar lebih sehat, produktif, dan akhirnya sejahtera.</p>
<p><strong>Pembahasan</strong></p>
<p><strong>1) Permasalahan kesehatan yang sering muncul di masyarakat</strong></p>
<p>Beberapa masalah kesehatan yang sering terjadi di masyarakat antara lain:</p>
<ul>
<li><strong>Rendahnya literasi kesehatan</strong>, sehingga masyarakat kurang memahami pencegahan penyakit, tanda bahaya, dan pentingnya pemeriksaan sejak kecil.</li>
<li><strong>Pola hidup tidak sehat</strong>, contohnya konsumsi makanan tidak seimbang, sering merokok, kurangnya olahraga, dan kebiasaan begadang.</li>
<li><strong>Akses layanan kesehatan yang belum merata</strong>, contohnya kendala biaya, jarak, atau kurangnya informasi prosedur layanan kesehatan.</li>
</ul>
<p>Permasalahan diatas saling berkaitan. Literasi yang rendah membuat pencegahan tidak berjalan; akses yang susah menuju layanan kesehatan: pencegahan yang tidak berjalan atau terlambat membuat penyakit muncul lebih awal atau semakin berat; kemudian layanan kesehatan menjadi beban karena penanganan terlambat.</p>
<p><strong>2) Kaitan dengan SDGs</strong></p>
<p>Menargetkan peningkatan kesehatan dan kesejahteraan melalui berbagai cara:</p>
<ul>
<li><strong>Mengurangi kematian akibat penyakit menular dan tidak menular</strong>melalui pencegahan dan pemeriksaan sejak kecil.</li>
<li><strong>Meningkatkan promosi kesehatan</strong>agar masyarakat memiliki pengetahuan dan kebiasaan hidup sehat.</li>
<li><strong>Memperbaiki sistem layanan kesehatan</strong>agar semua orang dapat mengakses layanan yang dibutuhkan dengan mudah.</li>
<li><strong>Memberikan layanan cek kesehatan gratis </strong><strong>min 1x setiap bulan.</strong></li>
</ul>
<p>Dengan demikian, upaya mahasiswa untuk mengedukasi dan menggerakkan perubahan perilaku masyarakat adalah bagian langsung dari penerapan SDGs.</p>
<p><strong>3) Mengapa persoalan ini harus diselesaikan</strong></p>
<p>Menunda pencegahan kesehatan berarti memperbesar biaya pengobatan. Kesehatan yang buruk dapat:</p>
<ul>
<li>mengurangi produktivitas masyarakat,</li>
<li>menambah beban keluarga karena biaya berobat;</li>
<li>memperbesar jarak karena seringkali paling sulit mengakses layanan.</li>
</ul>
<p>Jika Indonesia ingin mencapai Indonesia Emas 2045, maka masyarakat yang sehat adalah landasan agar bangsa indonesia memiliki sumber daya manusia yang kuat, cerdas, dan mampu mendukung.</p>
<p><strong>4) Peran mahasiswa untuk mendorong masyarakat sehat dan sejahtera</strong></p>
<p>Mahasiswa dapat berperan dalam beberapa cara yang nyata dan bisa dijalankan:</p>
<ol>
<li><strong> Edukasi kesehatan berbasis komunitas</strong><br />
Mahasiswa bisa membuat kegiatan rutin seperti “kelas sehat” di lingkungan kampus/desa/komunitas. Pokok pembahasan bisa disesuaikan dengan kebutuhan setempat, misalnya:</li>
</ol>
<ul>
<li>bahaya gula berlebih;</li>
<li>cara memilih makanan sehat;</li>
<li>pentingnya olahraga ringan;</li>
</ul>
<ol>
<li><strong> Deteksi sejak kecil dan rujukan terarah</strong><br />
Mahasiswa dapat bekerja sama dengan puskesmas/posyandu untuk membantu pemeriksaan sederhana: pengukuran tensi, pengukuran gula darah, pembinaan, serta pencatatan yang kemudian diteruskan untuk konsultasi medis.</li>
<li><strong> Kampanye kesehatan melalui media digital</strong><br />
Sebagian besar masyarakat aktif di media sosial. Mahasiswa dapat membuat konten: poster edukasi, video edukasi, dan tanya-jawab kesehatan. Konten harus berbasis sumber terpercaya agar tidak menyesatkan.</li>
<li><strong> Dukungan kesehatan mental dan budaya diskusi yang aman</strong><br />
Mahasiswa bisa mengadakan pertemuan diskusi ringan tentang pengelolaan stres, cara menjaga kesehatan mental, serta rujukan bantuan psikologis bila diperlukan. Yang penting: menghilangkan pandangan buruk dengan peduli terhadap orang lain.</li>
</ol>
<h2>Peran/Aksi Mahasiswa</h2>
<p>Agar peran mahasiswa tidak berhenti pada ide, berikut aksi yang dapat dijalankan:</p>
<h3>1) Program “Kampus Sehat, Desa Sehat”</h3>
<ul>
<li><strong>Bentuk kegiatan:</strong>edukasi bulanan + pendampingan gaya hidup sehat.</li>
<li><strong>Sasaran:</strong>remaja, keluarga muda, dan masyarakat.</li>
<li><strong>Output:</strong>peningkatan pengetahuan dan kebiasaan hidup sehat (misal: menu harian lebih sehat dan seimbang, olahraga rutin mingguan).</li>
</ul>
<h3>2) “Sahabat Cek Sehat” Kolaborasi dengan puskesmas</h3>
<ul>
<li><strong>Kegiatan:</strong>skrining sederhana.</li>
<li><strong>Kunci keberhasilan:</strong>kerja sama dengan tenaga kesehatan serta sistem rujukan yang jelas.</li>
</ul>
<h3>3) “Gerakan Literasi Makanan Sehat”</h3>
<ul>
<li><strong>Bentuk:</strong>pelatihan cara membaca label pangan, mengatur porsi makan, dan menyusun menu terjangkau.</li>
<li><strong>Tujuan:</strong>mengurangi konsumsi gula/garam berlebih serta mendorong pola makan yang lebih sehat.</li>
</ul>
<h3>4) Pelatihan kader kesehatan muda</h3>
<ul>
<li>Mahasiswa melatih kader untuk menjadi penggerak edukasi kesehatan di lingkungan masing-masing.</li>
<li>Ini penting agar program tersebut berkelanjutan, tidak berhenti setelah kegiatan mahasiswa selesai.</li>
</ul>
<h2>Penutup</h2>
<p>Mewujudkan masyarakat sehat dan sejahtera adalah rencana besar yang sejalan dengan <strong>SDGs : Kehidupan Sehat dan Sejahtera</strong>. Permasalahan kesehatan yang masih terjadi mulai dari literasi rendah, pola hidup yang tidak sehat, hingga akses layanan yang belum merata, menuntut keterlibatan banyak pihak, termasuk mahasiswa.</p>
<p>Mahasiswa dapat menjadi <strong>agen perubahan</strong> melalui edukasi berbasis komunitas, bekerja sama dengan layanan kesehatan, pemasaran digital yang terpercaya, serta dukungan kesehatan mental. Jika tindakan-tindakan sederhana ini dilakukan secara konsisten, maka dampaknya akan terasa: masyarakat lebih sadar akan kesehatan, lebih cepat melakukan pencegahan, dan memiliki kesejahteraan hidup.</p>
<p>Sebagai generasi yang akan mewarisi dan menentukan arah Indonesia menuju <strong>Indonesia Emas 2045</strong>, mahasiswa perlu mengambil peran nyata sejak sekarang. <strong>Satu mahasiswa, satu gagasan, satu kontribusi</strong> dimulai dari masyarakat yang lebih sehat, karena kesehatan adalah awal dari kesejahteraan.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li>United Nations. <em>Sustainable Development Goals</em>. <a href="https://sdgs.un.org/goals">https://sdgs.un.org/goals</a></li>
<li>World Health Organization (WHO). <em>Noncommunicable diseases (NCDs) and health promotion</em>. <a href="https://www.who.int/">https://www.who.int/</a></li>
<li>Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. Materi dan informasi terkait promosi kesehatan &amp; pencegahan penyakit (melalui situs resmi Kemenkes). <a href="https://www.kemkes.go.id/">https://www.kemkes.go.id/</a></li>
</ul>
<p>&nbsp;</p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/peran-mahasiswa-mewujudkan-masyarakat-sehat-dan-sejahtera/">Peran Mahasiswa Mewujudkan Masyarakat Sehat dan Sejahtera</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/peran-mahasiswa-mewujudkan-masyarakat-sehat-dan-sejahtera/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Peran Mahasiswa Dalam Mengatasi Kesenjangan Kesehatan dan kesejahteraan di Desa Sebagai Upaya Mewujudkan SDGs</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/peran-mahasiswa-mengatasi-kesenjangan-kesehatan-dan-kesejahteraan-desa-upaya-mewujudkan-sdgs/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=peran-mahasiswa-mengatasi-kesenjangan-kesehatan-dan-kesejahteraan-desa-upaya-mewujudkan-sdgs</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/peran-mahasiswa-mengatasi-kesenjangan-kesehatan-dan-kesejahteraan-desa-upaya-mewujudkan-sdgs/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 10:06:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[hiv]]></category>
		<category><![CDATA[umpp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=28904</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-07.03.10-105x105.jpeg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-07.03.10-105x105.jpeg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-07.03.10-150x150.jpeg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-07.03.10-350x350.jpeg 350w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p><strong>Oleh:  Khasna Ulfiana Putri </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Kita telah mencapai kemajuan besar dalam mengatasi beberapa penyebab utama kematian dan penyakit. Harapan hidup telah meningkat secara dramatis; angka kematian bayi dan ibu telah menurun, kita telah membalikkan keadaan terkait HIV dan kematian akibat malaria telah berkurang setengahnya.</p>
<p>Kesehatan yang baik sangat penting untuk pembangunan berkelanjutan dan Agenda 2030 mencerminkan kompleksitas dan keterkaitan keduanya. Agenda ini mempertimbangkan kesenjangan ekonomi dan sosial yang semakin lebar, urbanisasi yang cepat, ancaman terhadap iklim dan lingkungan, beban HIV dan penyakit menular lainnya yang terus berlanjut, serta tantangan baru seperti penyakit tidak menular. Cakupan kesehatan universal akan menjadi bagian integral dalam mencapai SDGs, yaitu mengakhiri kemiskinan dan mengurangi kesenjangan. Prioritas kesehatan global yang muncul dan tidak secara eksplisit termasuk dalam SDGs, termasuk resistensi anti mikroba, juga membutuhkan tindakan.</p>
<p>Namun, dunia tidak berada di jalur yang tepat untuk mencapai Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) yang berkaitan dengan kesehatan. Kemajuan yang dicapai tidak merata, baik antar negara maupun di dalam negara. Terdapat kesenjangan 31 tahun antara negara-negara dengan angka harapan hidup terpendek dan terpanjang. Dan meskipun beberapa negara telah mencapai kemajuan yang mengesankan, rata-rata nasional menyembunyikan fakta bahwa banyak negara tertinggal. Pendekatan multisektoral, berbasis hak, dan peka gender sangat penting untuk mengatasi ketidaksetaraan dan membangun kesehatan yang baik untuk semua. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pencapaian SDGs masih membutuhkan perhatian dan upaya bersama. Selain itu, permasalahan tersebut juga berkaitan dengan Berkurangnya Kesenjangan, karena setiap masyarakat seharusnya memiliki kesempatan yang setara dalam memperoleh pelayanan dan meningkatkan kesejahteraannya tanpa terhambat oleh tempat tinggal maupun kondisi sosial ekonomi. Oleh karena itu, pengurangan kesenjangan kesehatan dan kesejahteraan di desa menjadi salah satu langkah penting dalam mendukung tercapainya pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.</p>
<p>Penyelesaian permasalahan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah dan tenaga kesehatan, tetapi juga membutuhkan keterlibatan pemerintah, masyarakat, mahasiswa, serta generasi muda. Mahasiswa sebagai agen perubahan memiliki kesempatan untuk memberikan kontribusi melalui ilmu pengetahuan dan kegiatan pengabdian kepada masyarakat. Mahasiswa dapat berperan dalam memberikan edukasi kesehatan, meningkatkan literasi kesehatan masyarakat, membantu kegiatan pemberdayaan masyarakat, serta bekerja sama dengan tenaga kesehatan dan pemerintah desa. Dengan adanya peran tersebut, mahasiswa diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya mengurangi kesenjangan kesehatan dan kesejahteraan di desa sekaligus mendukung pencapaian SDGs dan Indonesia Emas 2045.</p>
<p><strong>Pembahasan</strong></p>
<p>Semua masalah kesehatan dalam SDGs diintegrasikan ke dalam satu tujuan, yaitu tujuan nomor 3. Hal ini untuk memastikan kehidupan yang sehat dan mempromosikan kesejahteraan mereka untuk semua orang dari segala usia. Inti dari semua tujuan ini adalah gizi masyarakat, sistem kesehatan nasional, akses kesehatan dan reproduksi, Keluarga Berencana (KB), serta sanitasi dan air bersih.</p>
<p>Tantangan utama dalam melaksanakan agenda pembangunan berkelanjutan di Indonesia adalah reformasi konsep pembangunan yang terintegrasi dan penempatan kesehatan sebagai satu rangkaian proses manajemen pembangunan yang meliputi input, proses, output, outcome dan impact pembangunan serta memahamkan bersama akan substansi pembangunan kesehatan yang harus dilaksanakan bersama di era desentralisasi dan demokratisasi saat ini. Program yang dilaksanakan untuk mengimplementasikan SDGs di bidang kesehatan adalah memastikan kehidupan yang sehat, mendukung kesejahteraan bagi semua untuk semua usia, memperkuat perlindungan sosial, dan meningkatkan pelayanan kesehatan.</p>
<p>Target dari Tujuan Pembangunan Berkelanjutan yang ketiga adalah untuk mengurangi rasio kematian ibu secara global, mengakhiri kematian yang dapat dicegah pada bayi baru lahir dan anak-anak, mengakhiri epidemi AIDS, TBC, malaria dan penyakit menular lainnya, menurunkan angka kematian akibat penyakit tidak menular; memperkuat pencegahan dan pengobatan penyalahgunaan zat berbahaya, mengurangi separuh jumlah kematian dan cedera akibat kecelakaan lalu lintas, memastikan akses universal ke layanan kesehatan seksual dan reproduksi, mencapai cakupan kesehatan universal, dan mengurangi jumlah kematian dan penyakit akibat bahan kimia berbahaya dan juga polusi.</p>
<p>Dalam hal ini, Peran mahasiswa dalam bidang kesehatan masyarakat dapat diwujudkan melalui berbagai kegiatan, seperti kampanye hidup sehat, penelitian sederhana mengenai perilaku masyarakat, serta pengabdian kepada masyarakat melalui program-program kesehatan. Selain itu, mahasiswa juga dapat menjadi teladan dalam menerapkan perilaku hidup bersih dan sehat (PHBS), baik di lingkungan kampus maupun di tengah masyarakat luas. Pentingnya peran mahasiswa tidak hanya terbatas pada edukasi, tetapi juga pada kontribusi nyata dalam membantu pemerintah mencapai target pembangunan kesehatan nasional.</p>
<p>Sebagai calon intelektual muda, mahasiswa harus membekali diri dengan pengetahuan yang memadai mengenai isu-isu kesehatan yang relevan, seperti pencegahan penyakit menular, sunting, kesehatan mental, dan gizi seimbang. Dengan pemahaman yang baik, mahasiswa dapat menjadi penggerak perubahan perilaku masyarakat menuju kehidupan yang lebih sehat. Mahasiswa memiliki tanggung jawab moral dan sosial dalam mewujudkan masyarakat sehat. Melalui pendidikan, aksi nyata, dan inovasi yang berkelanjutan, peran mahasiswa diharapkan dapat memberikan dampak positif yang signifikan bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.</p>
<p>Kesimpulannya peran mahasiswa tidak bisa dipandang sebelah mata, mahasiswa berperan besar dalam mewujudkan masyarakat sehat. Dengan bekal ilmu pengetahuan dan semangat perubahan, diharapkan mahasiswa dapat menjadi salah satu pionir untuk mewujudkan masyarakat sehat, yang pada akhirnya akan mendukung terwujudnya bangsa yang kuat dan memiliki daya saing.</p>
<p><strong>Gagasan/aksi seorang mahasiswa</strong></p>
<p>Dalam menghadapi masalah kesehatan sekarang ini peran seorang mahasiswa sangat penting bagi masyarakat desa. Terutama bagi mahasiswa di bidang kesehatan, kegiatan tersebut dapat menjadi kesempatan untuk menerapkan ilmu yang telah dipelajari secara langsung di lingkungan masyarakat. Mahasiswa juga dapat melakukan penelitian untuk mengidentifikasi permasalahan yang dialami oleh masyarakat serta mencari solusi yang sesuai dengan kebutuhan mereka. Selain membantu masyarakat, kegiatan tersebut dapat melatih mahasiswa dalam melakukan pengabdian masyarakat, meningkatkan kepedulian sosial, serta membentuk karakter yang baik. Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa juga dapat mengembangkan berbagai inovasi dan ketrampilan kewirausahaan yang dapat memberikan manfaat bagi masyarakat. Dengan demikian, keterlibatan mahasiswa dalam meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan masyarakat desa dapat menjadi salah satu bentuk kontribusi dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya tujuan ketiga yaitu, kesehatan dan kesejahteraan.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Kesenjangan kesehatan dan kesejahteraan merupakan masalah yang membutuhkan perhatian dan kerja sama dari berbagai pihak. Dengan adanya kerja sama yang baik antara pemerintah dan mahasiswa, berbagai permasalahan yang dihadapi masyarakat desa dapat ditangani secara lebih efektif. Kolaborasi tersebut dapat membantu mempercepat proses penyelesaian masalah, sekaligus menghemat waktu dan tenaga dalam memberikan solusi yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.</p>
<p>Oleh karena itu, dibutuhkan kerja sama antara mahasiswa, masyarakat, tenaga kesehatan, pemerintah dan berbagai pihak lain.  Dengan kolaborasi tersebut masalah kesenjangan kesehatan dan kesejahteraan dapat terselesaikan secara optimal. Dengan demikian, peran mahasiswa tidak hanya memberi manfaat pada masyarakat desa, tetapi juga menjadi salah satu kontribusi nyata dalam mendukung tercapainya Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya dalam masalah kesenjangan kesehatan dan kesejahteraan.</p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<p>https://www.undp.org/sustainable-development-goals/good-health</p>
<p>https://innovillage.id/artikel/sustainable-development-goalssdgs-kesehatan-yang-baik-dan-kesejahteraan</p>
<p>https://www.kompasiana.com/rarasdhiyapramesthi6725/68b02c7ac925c45af8293be2/peran-mahasiswa-dalam-mewujudkan-masyarakat-sehat#goog_rewarded</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis adalah mahasiswa S1 Farmasi Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan</strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/peran-mahasiswa-mengatasi-kesenjangan-kesehatan-dan-kesejahteraan-desa-upaya-mewujudkan-sdgs/">Peran Mahasiswa Dalam Mengatasi Kesenjangan Kesehatan dan kesejahteraan di Desa Sebagai Upaya Mewujudkan SDGs</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/peran-mahasiswa-mengatasi-kesenjangan-kesehatan-dan-kesejahteraan-desa-upaya-mewujudkan-sdgs/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MAHASISWA MANAJEMEN SEBAGAI PENGGERAK UMKM DI ERA DIGITAL MENUJU INDONESIA EMAS 2045</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/mahasiswa-manajemen-penggerak-umkm-era-digital-menuju-indonesia-emas-2045/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mahasiswa-manajemen-penggerak-umkm-era-digital-menuju-indonesia-emas-2045</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/mahasiswa-manajemen-penggerak-umkm-era-digital-menuju-indonesia-emas-2045/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 08 Sep 2026 09:58:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[umkm]]></category>
		<category><![CDATA[umpp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=28901</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-08-at-07.15.10-105x105.jpeg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-08-at-07.15.10-105x105.jpeg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-08-at-07.15.10-150x150.jpeg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-08-at-07.15.10-350x350.jpeg 350w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p><strong>Oleh: Nazwa Septia Khoirunnisa </strong></p>
<h2>PENDAHULUAN</h2>
<p><strong> </strong>Indonesia Emas 2045 merupakan cita-cita besar yang membutuhkan peran dari berbagai pihak, termasuk generasi muda. Mahasiswa sebagai generasi yang sedang menempuh pendidikan tinggi memiliki kesempatan untuk tidak hanya belajar didalam kelas, tetapi juga ikut memberikan manfaat bagi masyarakat.</p>
<p>Dengan pengetahuan,kreativitas dan semangat yang dimiliki, mahasiswa dapat menjadi salah satu bagian dari perubahan menuju Indonesia yang lebih maju.</p>
<p>Salah satu cara mahasiswa dapat ikut berkonstribusi adalah dengan mendukung Sustainable Development Goals (SDs). SDGs merupakan tujuan pembangunan berkelanjutan yag terdiri dari 17 tujuan. Salah satunya adalah SDG 8 bertujuan mendorong pertumbuhan ekonomi yang berkelanjutan dan inklusif, meningkatkan produktivitas, menciptakan pekerjaan yang layak, serta mendorong kewirausahaan dan inovasi. SDG 8 juga secara khusus mendorong perkembangan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).</p>
<p>Dalam kehidupan sehari hari, UMKM merupakan salah satu bidang yang dekat dengan masyarakat. Banyak orang menjalankan usaha kecil untuk memenuhi</p>
<p>kebutuhan hidup, mulai dari usaha makanan, toko, jasa, hingga usaha yang dilakukan melalui media sosial. Namun, tidak semua pelaku UMKM sudah mampu mengelola usahanya dengan baik, terutama dalam hal pencatatan keuangan, pemasaran, dan pemanfaatan teknologi digital.</p>
<p>Sebagi mahasiswa Program Studi Manajemen, saya melihat kondisi tersebut sebagi salah satu kesempatan untuk menerapakan ilmu diperkuliahan. Mahasiswa tidak harus menunggu lulus untuk mulai berkonstribusi. Hal-hal sederhana yang dilakukan dari sekarang dapat menjadi langkah awal dalam mendukung pertumbuhan ekonomi masyarakat.</p>
<h2>PEMBAHASAN</h2>
<p><strong> </strong>UMKM memiliki peran penting dalam perekonomian Indonesia. Berdasarkan iformasi dari Kementrian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia, UMKM memiliki porsi yang sangat besar dalam struktur usaha di Indonesia dan memberikan konstribusi yang besar terhadap perekoomian serta penyerapan tenaga kerja. Kondisi tersebut menunjukan bahwa perkembangan UMKM juga berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi dan kesempatan kerja masyarakat.</p>
<p>Walaupun memiliki peran yang besar, menjalankan UMKM bukan hanya tentang menujual suatu produk. Pemilik usaha juga perlu mengetahui bagaimana cara mengatur keuangan, menentukan harga, melalukan promosi, menjaga kualitas produk, dan memahai kebutuhan konsumen. Perkembangan teknologi juga membuat cara masyarakat mencari informasi dan membeli produk mengalami perubahan.</p>
<p>Digitalisasi kemudian menjadi salah satu peluang bagi UMKM untuk berkembang. Melalui media sosial dan berbagai platform digital, pelaku usaha</p>
<p>dapat memperkenalkan produknya kepada konsumen yang lebih luas. Namun, kemampuan dalam memanfaatkan teknologi belum tentu dimiliki oleh semua pelaku usaha. Karena itu, diperlukan kemauan untuk belajar dan menyesuaikan diri dengan perkembangan zaman.</p>
<p>Pemerintah Indonesia juga terus mendorong UMKM agar dapat masuk dan berkembang dalam ekosistem digital. Digitalisasi dapat menjadi salah satu cara untuk memperluas pasar dan meningkatkan kemampuan UMKM dalam menghadapi perubahan ekonomi.</p>
<p>Di sinilah mahasiswa manajemen dapat mengambil peran. Ilmu yang dipelajari di kampus sebenarnya dapat digunakan untuk membantu permasalahan sederhana yang dihadapi pelaku usaha. Misalnya, mahasiswa dapat membantu membuat pencatatan pemasukan dan pengeluaran yang mudah dipahami. Dengan pencatatan tersebut, pemilik usaha dapat mengetahui kondisi keuangan usahanya dengan lebih jelas.</p>
<p>Mahasiswa juga dapat membantu dalam bidang pemasaran. Saat ini media sosial dapat menjadi salah satu sarana untuk memperkenalkan produk. Mahasiswa dapat membantu pelaku UMKM membuat konten sederhana, mengambil foto produk yang lebih menarik, membuat informasi produk yang jelas, serta menentukan cara promosi yang sesuai dengan target konsumen.</p>
<p>Menurut saya, hal yang paling penting adalah mahasiswa tidak hanya memberikan teori, tetapi juga memahami kebutuhan dari pelaku UMKM. Tidak semua usaha membutuhkan strategi yang rumit. Terkadang, hal sederhana seperti memisahkan uang pribadi dan uang usaha, membuat catatan keuangan, atau menggunakan media sosial secara konsisten sudah dapat membantu sebuah usaha menjadi lebih terarah.</p>
<p>Kontribusi seperti ini juga memiliki hubungan dengan SDG 8. Tujuan tersebut tidak hanya berbicara mengenai pertumbuhan ekonomi, tetapi juga mendorong produktivitas, kewirausahaan, inovasi, dan perkembangan UMKM. Dengan membantu UMKM menjadi lebih terarah dan produktif, mahasiswa dapat ikut memberikan kontribusi kecil terhadap pertumbuhan ekonomi masyarakat.</p>
<h2>GAGASAN DAN AKSI MAHASISWA</h2>
<p><strong> </strong>Salah satu gagasan yang dapat dilakukan mahasiswa adalah membuat kegiatan “Sahabat UMKM Mahasiswa”. Kegiatan ini dapat dilakukan secara sederhana, baik secara individu maupun bersama organisasi mahasiswa.</p>
<p>Langkah pertama adalah memilih UMKM di lingkungan sekitar yang bersedia mendapatkan pendampingan. Mahasiswa kemudian dapat berdiskusi dengan pemilik usaha untuk mengetahui masalah yang paling sering dihadapi. Setelah mengetahui masalahnya, mahasiswa dapat membantu sesuai kebutuhan, misalnya dalam pencatatan keuangan, pemasaran digital, pembuatan identitas usaha, atau pengembangan ide produk.</p>
<p>Kegiatan tersebut tidak harus dilakukan dalam waktu yang lama atau dengan jumlah UMKM yang banyak. Mahasiswa dapat memulainya dari satu usaha terlebih dahulu. Setelah itu, kegiatan dapat dikembangkan apabila memberikan hasil yang baik.</p>
<p>Selain membantu UMKM, mahasiswa juga dapat belajar menjadi seorang wirausaha. Dengan mencoba menjalankan usaha kecil, mahasiswa dapat belajar secara langsung bagaimana mengatur keuangan, melayani konsumen, melakukan</p>
<p>promosi, bekerja sama dengan orang lain, dan menghadapi masalah dalam menjalankan usaha.</p>
<p>Menurut saya, pengalaman tersebut penting bagi mahasiswa manajemen karena ilmu yang dipelajari tidak hanya digunakan untuk mencari pekerjaan setelah lulus. Ilmu manajemen juga dapat digunakan untuk menciptakan peluang dan membantu orang lain mengembangkan usahanya.</p>
<p>Jika semakin banyak mahasiswa melakukan kegiatan seperti ini, dampaknya dapat menjadi lebih besar. Setiap mahasiswa mungkin hanya mampu membantu satu atau beberapa usaha, tetapi jika dilakukan secara bersama-sama dan berkelanjutan, kontribusinya dapat membantu lebih banyak masyarakat.</p>
<h2>PENUTUP</h2>
<p><strong> </strong>Mewujudkan Indonesia Emas 2045 bukanlah sesuatu yang hanya dapat dilakukan oleh pemerintah atau orang-orang yang sudah memiliki jabatan dan pengalaman. Mahasiswa juga mempunyai kesempatan untuk ikut mengambil bagian. Salah satu caranya adalah dengan menerapkan ilmu yang dimiliki untuk membantu masyarakat di sekitar.</p>
<p>Sebagai mahasiswa manajemen, membantu UMKM dalam mengelola keuangan, melakukan pemasaran, memanfaatkan teknologi, dan mengembangkan usaha merupakan salah satu bentuk kontribusi yang dapat dilakukan. Hal tersebut sejalan dengan SDG 8 yang mendorong pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan, pekerjaan yang layak, serta perkembangan kewirausahaan dan UMKM.</p>
<p>Saya percaya bahwa perubahan tidak selalu harus dimulai dari sesuatu yang besar. Membantu satu pelaku UMKM memahami pencatatan keuangan, mengenalkan cara pemasaran melalui media sosial, atau memberikan ide untuk mengembangkan produknya merupakan langkah sederhana yang tetap memiliki arti.</p>
<p>Oleh karena itu, mahasiswa sebaiknya tidak hanya menjadi generasi yang memiliki pengetahuan, tetapi juga menjadi generasi yang mau menggunakan pengetahuannya untuk memberikan manfaat. Dengan semangat belajar, berani mencoba, dan peduli terhadap keadaan sekitar, mahasiswa dapat menjadi bagian dari perubahan menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>&nbsp;</p>
<h2>REFERENSI</h2>
<p><strong> </strong>United Nations Department of Economic and Social Affairs. Goal 8: Decent Work and Economic Growth. Sustainable Development Goals.</p>
<p>Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Menko Airlangga: Pemerintah Dukung Bentuk Kolaborasi Baru agar UMKM Indonesia Jadi Bagian Rantai Pasok Industri Global.</p>
<p>Kementerian Koordinator Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Menko Airlangga: Potensi UMKM Menjadi Modal Dalam Ekosistem Pengembangan Ekonomi.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis adalah mahasiswa </strong><strong>Program Studi: S1 Manjemen Fakultas Ekonomika dan Bisnis  Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/mahasiswa-manajemen-penggerak-umkm-era-digital-menuju-indonesia-emas-2045/">MAHASISWA MANAJEMEN SEBAGAI PENGGERAK UMKM DI ERA DIGITAL MENUJU INDONESIA EMAS 2045</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/mahasiswa-manajemen-penggerak-umkm-era-digital-menuju-indonesia-emas-2045/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Analisis Jurang Kompetensi dan Kontribusi Mahasiswa Akuntansi sebagai Pendidik Serta Penggerak dalam Meningkatkan Relevansi Vokasi Akuntansi (SDGs 4)</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/analisis-jurang-kompetensi-dan-kontribusi-mahasiswa-akuntansi-pendidik-serta-penggerak-meningkatkan-relevansi-vokasi-akuntansi-sdgs-4/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=analisis-jurang-kompetensi-dan-kontribusi-mahasiswa-akuntansi-pendidik-serta-penggerak-meningkatkan-relevansi-vokasi-akuntansi-sdgs-4</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/analisis-jurang-kompetensi-dan-kontribusi-mahasiswa-akuntansi-pendidik-serta-penggerak-meningkatkan-relevansi-vokasi-akuntansi-sdgs-4/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 14:41:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[akuntansi]]></category>
		<category><![CDATA[umpp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=28897</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-21.25.16-105x105.jpeg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-21.25.16-105x105.jpeg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-21.25.16-150x150.jpeg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-21.25.16-828x840.jpeg 828w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-21.25.16-350x350.jpeg 350w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p><strong>Oleh: </strong><strong>Nabawiyah</strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Setelah</strong> lulus sekolah menengah pertama, banyak siswa dihadapkan pada pilihan antara SMA dan SMK. Tidak sedikit yang memilih jalur kejuruan dengan harapan dapat langsung bekerja. Namun harapan tersebut belum sepenuhnya sejalan dengan kenyataan. Badan Pusat Statistik (BPS, 2025) mencatat tingkat pengangguran terbuka tertinggi justru disumbang oleh lulusan SMK sebesar 8,63%. Angka ini mengindikasikan adanya kesenjangan antara keluaran vokasi dengan kebutuhan nyata industri.</p>
<p><em>Quality Education</em> merupakan salah satu dari tujuh belas tujuan pembangunan berkelanjutan atau <em>Sustainable Development Goals</em> (SDGs) pada poin keempat yang telah ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB, 2015). Di dalam SDGs poin keempat ini, tidak hanya menekankan pada pemerataan akses untuk mengenyam pendidikan saja, melainkan juga berfokus pada kualitas serta relevansi pendidikan tersebut terhadap berbagai kebutuhan nyata yang ada pada abad ke-21. Setiap lulusan yang dihasilkan dituntut untuk mempunyai kompetensi, karakter, serta kesiapan mental untuk turut serta memberikan kontribusi nyata bagi pertumbuhan ekonomi.</p>
<p>Selama ini, akuntansi seringkali dipandang sebagai kegiatan mencatat keuangan saja. Padahal, jika ditarik ke dalam konteks SDGs 4, disiplin ilmu akuntansi ini sebenarnya mampu menjalankan peran ganda. Peran pertama adalah sebagai pendidik melalui upaya edukasi literasi keuangan secara luas, dan peran kedua sebagai penggerak melalui perancangan kurikulum yang berbasis pada kompetensi. Dengan cara demikian, seorang akuntan dapat berfungsi mengurangi jurang kompetensi antara lulusan vokasi dengan tuntutan industri modern.</p>
<p>Berdasarkan pengalaman penulis, <em>mismatched</em> lulusan terhadap industri bukan sekadar masalah personal, melainkan persoalan struktural mendasar.</p>
<p>Persoalan pertama adalah adanya ketidaksesuaian pada kurikulum yang diajarkan. Saat ini, banyak institusi pendidikan tetap mempertahankan kurikulum berbasis teori yang belum pernah mengalami pembaruan. Padahal, dunia industri bidang akuntansi sudah mengalami transformasi ke arah digital serta berkelanjutan. Perusahaan modern tidak lagi mencari lulusan yang hanya hafal cara membuat jurnal umum, tetapi mereka membutuhkan tenaga kerja yang cakap mengoperasikan perangkat lunak akuntansi seperti <em>Accurate</em> maupun SAP, memahami sistem administrasi perpajakan modern seperti <em>Coretax</em>, serta menguasai standar pelaporan keberlanjutan atau <em>Environmental, Social, and Governance </em>(ESG) yang berpedoman pada standar <em>Global Reporting Initiative</em> (GRI, 2021).</p>
<p>Menurut catatan dari <em>Indonesia Environmental &amp; Energy Center</em> (IEC, 2026), situasi yang cukup mengkhawatirkan adalah kenyataan bahwa sebagian besar organisasi atau perusahaan di Indonesia masih melihat inisiatif ESG semata-mata sebagai beban biaya, alih-alih memandangnya sebagai komponen penting dalam manajemen risiko. Padahal, data empiris di lapangan membuktikan hal yang sebaliknya.</p>
<p>Persoalan kedua yang menjadi penyebab adalah minimnya pengalaman praktik serta kerja nyata. Proses pembelajaran yang masih terlalu didominasi metode ceramah satu arah tanpa praktik, serta program magang industri yang seringkali dijalankan sebagai formalitas administratif tanpa menghasilkan <em>output</em> kompetensi yang jelas mengakibatkan para lulusan terjebak dalam kondisi di mana memegang selembar ijazah, namun sama sekali tidak memiliki portofolio kerja atau pengalaman nyata dalam hal menyusun laporan keuangan yang komprehensif, melaksanakan audit, ataupun merancang perencanaan pajak yang tepat.</p>
<p>Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah tingkat literasi keuangan yang rendah. Berdasarkan data dari <em>Organization for Economic Co-operation and Development</em> (OECD, 2023), literasi keuangan merupakan sebuah kompetensi dasar yang sangat mutlak diperlukan agar setiap individu mampu mengelola keuangan pribadi maupun mengelola usaha yang mereka rintis. Sayangnya, masih banyak lulusan sekolah yang belum memahami perbedaan antara aset dan liabilitas, tidak melek terhadap urusan perpajakan, serta menjadi kelompok yang sangat rentan terjebak dalam jeratan pinjaman online ilegal.</p>
<p>Ketika seluruh permasalahan tersebut ditarik ke dalam satu kesimpulan, pada akhirnya menunjukkan bahwa dunia pendidikan saat ini belum sepenuhnya menjalankan fungsi utama dari SDGs 4, yaitu menciptakan lulusan yang memiliki tingkat relevansi tinggi, mendapatkan pekerjaan yang layak, memiliki daya saing yang kuat, serta memiliki jiwa kewirausahaan yang matang (PBB, 2015).</p>
<p>Peran akuntan di titik ini sangat strategis, dan dapat diwujudkan melalui tiga bentuk kegiatan utama.</p>
<p>Bentuk pertama adalah rutin mengevaluasi kurikulum pendidikan akuntansi di instansi pendidikan minimal dua tahun sekali agar tidak tertinggal perkembangan teknologi, serta sertifikasi bagi tenaga pendidik supaya menjamin ilmu yang diajarkan. Jika para siswa tidak diajarkan aturan dan ketentuan keuangan terbaru, serta para pendidik tidak bersertifikasi akibatnya mereka akan tertinggal secara teori dan praktik. Dengan mendorong penerapan konsep  <em>link and match</em> antara dunia pendidikan dan dunia industri, susunan kurikulum pendidikan harus dirancang dengan melibatkan Asosiasi Pengusaha serta Kantor Akuntan Publik. Komposisi ideal yang dapat diterapkan adalah 60% untuk kegiatan praktik lapangan dan 40% untuk porsi teori.</p>
<p>Bentuk kedua adalah melalui pelaksanaan pelatihan kompetensi teknis yang aplikatif dan berbasis praktik. Para akuntan praktisi yang berpengalaman dapat hadir sebagai mentor dalam pelatihan pengoperasian perangkat lunak akuntansi, penyusunan Surat Pemberitahuan Tahunan, maupun pembuatan laporan keuangan. Bentuk pelatihan semacam ini terbukti lebih aplikatif dibandingkan dengan mendengarkan teori di dalam kelas. Kegiatan magang industri juga tidak boleh lagi dijadikan sebagai kegiatan absensi kehadiran belaka. Standarisasi terhadap pelaksanaan program magang harus segera diberlakukan, di mana setiap siswa yang magang wajib memiliki target pencapaian proyek kerja nyata yang jelas.</p>
<p>Bentuk ketiga adalah edukasi mengenai etika serta tanggung jawab moral profesi. Hakikatnya, disiplin ilmu akuntansi bukan sekadar berbicara tentang angka dan laporan laba rugi, tetapi juga menyangkut masalah integritas yang tinggi. Melalui proses pengajaran yang tepat, para akuntan pendidik dapat menanamkan nilai transparansi, akuntabilitas, serta semangat anti-korupsi seperti yang senantiasa diamanatkan di dalam kode etik profesi akuntan. Berbagai nilai ini sangat penting agar para lulusan sekolah tidak hanya memiliki kecakapan secara teknis semata, tetapi juga menjadi sosok yang senantiasa dipercaya di dalam lingkungan dunia kerja.</p>
<p>Upaya pembenahan di atas nantinya akan menciptakan dampak berantai yang positif. Di dalam pencapaian SDGs 4, kualitas pendidikan secara otomatis akan menjadi jauh lebih baik karena materinya terbukti relevan dan berbasis pada kompetensi nyata. Selain itu, kehadiran peran strategis akuntansi ini juga akan menciptakan <em>multiplier effect </em>atau efek berganda bagi perekonomian. Para lulusan yang memiliki literasi keuangan baik cenderung akan lebih bijak dalam mengelola keuangan dengan cara menabung, melakukan investasi, hingga memberanikan diri untuk merintis usaha sendiri. Dengan demikian, mereka tidak akan tumbuh menjadi beban bagi negara, melainkan bertransformasi menjadi agen-agen penggerak pertumbuhan ekonomi nasional.</p>
<p>Kedua peran besar di atas sebenarnya tidak harus menunggu seseorang lulus kuliah dan bekerja secara resmi. Para mahasiswa akuntansi yang sedang mempersiapkan diri sebagai calon akuntan profesional juga mempunyai tanggung jawab moral yang sama. Melalui wadah Himpunan Mahasiswa, berbagai organisasi kemahasiswaan di kampus, serta partisipasi aktif dalam program pengabdian kepada masyarakat, para mahasiswa dapat mengambil posisi untuk ikut serta menyebarkan literasi keuangan ke sekolah tingkat SMA dan SMK. Mereka juga bisa berperan sebagai asisten pelatih dalam pelatihan perangkat lunak akuntansi, atau menjadi teladan nyata dalam menerapkan etika profesi sejak usia muda. Melalui cara ini, para mahasiswa tidak sekadar belajar teori dari dekat, tetapi mereka juga turut mengamalkan ilmu yang dimiliki guna memperkecil jurang kompetensi yang selama ini terjadi.</p>
<p>Seluruh target SDGs 4 pada akhirnya hanya akan menjadi sebuah retorika belaka apabila tidak disertai dengan aksi nyata yang konsisten dari seluruh pihak yang berkepentingan. Profesi akuntan, sebagai salah satu bidang keahlian yang berada paling dekat dengan denyut nadi perekonomian masyarakat, mempunyai kapasitas penuh sekaligus tanggung jawab moral untuk mengambil peran penting tersebut demi kemajuan bersama.</p>
<p>Kurikulum tanpa kehadiran praktisi akuntansi ibarat sebuah kapal penjelajah yang kehilangan arah, sementara aturan literasi keuangan tanpa dibarengi dengan praktik nyata di lapangan tidak ada bedanya dengan sekadar teori kosong yang berjalan</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis adalah Mahasiswa S1 Akuntansi Fakultas Ekonomika dan Bisnis Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan</strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/analisis-jurang-kompetensi-dan-kontribusi-mahasiswa-akuntansi-pendidik-serta-penggerak-meningkatkan-relevansi-vokasi-akuntansi-sdgs-4/">Analisis Jurang Kompetensi dan Kontribusi Mahasiswa Akuntansi sebagai Pendidik Serta Penggerak dalam Meningkatkan Relevansi Vokasi Akuntansi (SDGs 4)</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/analisis-jurang-kompetensi-dan-kontribusi-mahasiswa-akuntansi-pendidik-serta-penggerak-meningkatkan-relevansi-vokasi-akuntansi-sdgs-4/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Kontribusi Tenaga Keperawatan dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/kontribusi-tenaga-keperawatan-meningkatkan-kualitas-kesehatan-masyarakat-menuju-indonesia-emas-2045/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=kontribusi-tenaga-keperawatan-meningkatkan-kualitas-kesehatan-masyarakat-menuju-indonesia-emas-2045</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/kontribusi-tenaga-keperawatan-meningkatkan-kualitas-kesehatan-masyarakat-menuju-indonesia-emas-2045/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 14:17:46 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[peran perawat]]></category>
		<category><![CDATA[umpp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=28894</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-20.52.15-105x105.jpeg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-20.52.15-105x105.jpeg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-20.52.15-150x150.jpeg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-20.52.15-350x350.jpeg 350w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p><strong>Oleh: </strong><strong>Happy Putri Marizka</strong></p>
<p><strong>Indonesia </strong>Emas 2045 merupakan tujuan pembangunan jangka panjang Indonesia untuk mewujudkan masyarakat yang maju, sejahtera, dan memiliki kualitas sumber daya manusia yang baik. Kesehatan menjadi salah satu bagian penting dalam mencapai tujuan tersebut. Masyarakat yang sehat memiliki kesempatan lebih besar untuk belajar, bekerja, dan menjalani kehidupan secara produktif. Mampu berperan dalam pembangunan. Kementerian Kesehatan RI menetapkan visi 2025–2029 yaitu <strong>“Masyarakat yang Sehat dan Produktif Guna Mewujudkan Indonesia Emas 2045.”</strong> Kemenkes juga menjelaskan bahwa Indonesia Sehat merupakan salah satu sasaran transformasi sosial dalam menuju Indonesia Emas 2045.</p>
<p>Dalam mencapai tujuan tersebut, tenaga kesehatan memiliki peran yang penting, termasuk tenaga keperawatan. Perawat tidak hanya memberikan pelayanan kepada orang yang sedang sakit, tetapi juga berperan dalam menjaga dan meningkatkan kesehatan masyarakat. WHO menjelaskan bahwa perawat berperan dalam <strong>promosi kesehatan, pencegahan penyakit, perawatan, rehabilitasi, dan pelayanan kesehatan primer. </strong>Perawat juga memberikan pelayanan kepada masyarakat di berbagai tempat, seperti rumah sakit, pusat kesehatan, komunitas, dan rumah.</p>
<p>Salah satu kontribusi tenaga keperawatan adalah <strong>memberikan edukasi kesehatan kepada masyarakat.</strong> Edukasi dapat membantu masyarakat memahami cara menjaga kesehatan dan mencegah berbagai masalah kesehatan. Melalui edukasi, masyarakat dapat memperoleh informasi mengenai pola hidup sehat, pencegahan penyakit, pentingnya pemeriksaan kesehatan, serta pemanfaatan pelayanan kesehatan yang sesuai. Hal ini sejalan dengan arah transformasi layanan primer Kemenkes yang menekankan penguatan edukasi masyarakat serta upaya promotif dan preventif.</p>
<p>Selain memberikan edukasi, tenaga keperawatan dapat berkontribusi dalam <strong>pencegahan penyakit</strong>. Pencegahan penting karena pembangunan kesehatan tidak hanya berfokus pada mengobati orang yang sudah sakit. Kemenkes menegaskan bahwa menuju Indonesia Emas 2045, Indonesia perlu memperkuat pendekatan promotif dan preventif sehingga masyarakat dapat dijaga agar tetap sehat.</p>
<p>Kontribusi berikutnya adalah membantu <strong>meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memanfaatkan pelayanan kesehatan.</strong> Dalam pelayanan kesehatan primer, masyarakat perlu mendapatkan pelayanan yang mudah dijangkau dan sesuai dengan kebutuhannya. Perawat dapat memberikan informasi, melakukan edukasi, serta membantu mengarahkan masyarakat untuk memperoleh pelayanan kesehatan yang sesuai apabila diperlukan. WHO menempatkan perawat sebagai bagian penting dalam pelayanan kesehatan primer dan upaya peningkatan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Tenaga keperawatan juga dapat berperan dalam <strong>pemberdayaan masyarakat</strong>. Masyarakat tidak hanya menjadi penerima pelayanan kesehatan, tetapi juga perlu memiliki kemampuan dan kesadaran untuk menjaga kesehatannya sendiri. Kemenkes dalam transformasi layanan primer menekankan penguatan kader dan edukasi masyarakat sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesehatan masyarakat.</p>
<p>Peran tersebut berkaitan langsung dengan <strong>Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya SDG 3: Kehidupan Sehat dan Sejahtera. </strong>Tujuan SDG 3 adalah <strong>“Menjamin Kehidupan yang Sehat dan Meningkatkan Kesejahteraan Seluruh Penduduk Semua Usia.”</strong> Bappenas menjelaskan bahwa pencapaian tujuan tersebut membutuhkan pelayanan kesehatan yang berkualitas dan merata, pemenuhan tenaga kesehatan, pemberdayaan masyarakat, serta penguatan sistem kesehatan.</p>
<p>Beberapa target SDG 3 juga memiliki hubungan dengan kontribusi tenaga keperawatan. <strong>Target 3.4</strong> berkaitan dengan pencegahan dan pengobatan penyakit tidak menular serta peningkatan kesehatan mental. <strong>Target 3.8</strong> berkaitan dengan cakupan kesehatan universal dan akses terhadap pelayanan kesehatan dasar yang berkualitas. Sementara itu, <strong>Target 3.c</strong> secara khusus berkaitan dengan peningkatan rekrutmen, pengembangan, pelatihan, dan retensi tenaga kesehatan.</p>
<p>Dengan demikian, tenaga keperawatan dapat memberikan kontribusi melalui edukasi kesehatan, promosi kesehatan, pencegahan penyakit, pemberdayaan masyarakat, serta membantu masyarakat mendapatkan pelayanan kesehatan yang sesuai. Peran tersebut mendukung <strong>SDG 3</strong> dan sejalan dengan arah pembangunan kesehatan Indonesia menuju Indonesia Emas 2045. Kemenkes sendiri menekankan bahwa pembangunan kesehatan menuju 2045 membutuhkan sistem kesehatan yang tangguh, pelayanan primer yang kuat, serta tenaga kesehatan yang memadai.</p>
<p>Pada akhirnya, peningkatan kualitas kesehatan masyarakat bukan hanya tentang mengobati penyakit, tetapi juga tentang bagaimana masyarakat dapat menjaga kesehatannya sejak dini. Tenaga keperawatan memiliki posisi penting dalam proses tersebut karena berhubungan langsung dengan individu, keluarga, dan masyarakat. Oleh karena itu, kontribusi tenaga keperawatan melalui edukasi, pencegahan, promosi kesehatan, dan pemberdayaan masyarakat dapat menjadi salah satu bagian dalam mendukung terwujudnya masyarakat yang sehat dan produktif menuju <strong>Indonesia Emas 2045.</strong></p>
<p><strong> </strong><strong> </strong></p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<ol>
<li>Kementerian Kesehatan RI - Visi dan Misi Kemenkes 2025-2029 Kemenkes RI - Visi dan Misi</li>
<li>Kementerian Kesehatan RI - Kesehatan Jadi Upaya Transformatif Menuju Indonesia Emas 2045 Kemenkes RI - Indonesia Emas 2045</li>
<li>Kementerian PPN/Bappenas - Peta Jalan SDGs 2023-2030 Bappenas Peta Jalan SDGs 2023-2030</li>
<li>WHO - Nursing WHO - Nursing and Midwifery</li>
<li>Kementerian Kesehatan RI - Menuju Indonesia Emas 2045, Pencegahan Penyakit jadi Kunci Utama Kemenkes RI - Pencegahan Penyakit Menuju Indonesia Emas 2045</li>
</ol>
<p><strong>Penulis adalah mahasiswa D3 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan</strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/kontribusi-tenaga-keperawatan-meningkatkan-kualitas-kesehatan-masyarakat-menuju-indonesia-emas-2045/">Kontribusi Tenaga Keperawatan dalam Meningkatkan Kualitas Kesehatan Masyarakat Menuju Indonesia Emas 2045</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/kontribusi-tenaga-keperawatan-meningkatkan-kualitas-kesehatan-masyarakat-menuju-indonesia-emas-2045/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Implementasi Pelatihan Kesiapsiagaan Gawat Darurat dan Manajemen Pengungsian Sehat dari Mahasiswa Keperawatan untuk Menuju Indonesia Emas 2045</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/implementasi-pelatihan-kesiapsiagaan-gawat-darurat-dan-manajemen-pengungsian-sehat-mahasiswa-keperawatan-menuju-indonesia-emas-2045/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=implementasi-pelatihan-kesiapsiagaan-gawat-darurat-dan-manajemen-pengungsian-sehat-mahasiswa-keperawatan-menuju-indonesia-emas-2045</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/implementasi-pelatihan-kesiapsiagaan-gawat-darurat-dan-manajemen-pengungsian-sehat-mahasiswa-keperawatan-menuju-indonesia-emas-2045/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 14:11:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[kesiap-siagaan bencana]]></category>
		<category><![CDATA[umpp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=28891</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-20.53.36-105x105.jpeg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-20.53.36-105x105.jpeg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-20.53.36-150x150.jpeg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/WhatsApp-Image-2026-09-07-at-20.53.36-350x350.jpeg 350w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p><strong>Oleh: Rizqona Safiro        </strong></p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Pendahuluan</strong></p>
<p>Indonesia menggerakkan visi besar menjadi negara maju yang tangguh, adil, dan makmur tepat di usia satu abad kemerdekaannya, yang kita kenal sebagai Indonesia Emas 2045. Namun, bagaimana kita bisa bermimpi menjadi bangsa yang besar jika fondasi paling dasar dari pembangunan manusia yaitu keselamatan dan Kesehatan masih rapuh di hadapan ancaman alam? Perubahan iklim bukan lagi sekadar topik sains tentang mencairnya es di kutub atau naiknya permukaan air laut yang jauh di sana. Hari ini, kita menyaksikannya langsung di depan mata dalam bentuk yang mengerikan seperti, banjir bandang yang datang tiba-tiba, tanah longsor yang meruntuhkan pemukiman, hingga cuaca ekstrem yang makin sulit diprediksi. Ironisnya, di tengah kepungan ancaman bencana hidrometeorologi ini, masyarakat Khususnya di kawasan rawan bencana sering kali ditempatkan hanya sebagai objek penderita yang pasrah menunggu nasib. Pola pikir penanggulangan bencana kita masih terjebak pada pola lama yang using bersifat penyembuhan dan terlalu bergantung pada bantuan pemerintah yang sering kali terlambat datang karena akses yang lumpuh saat darurat. Sudah saatnya kita merombak total cara pandang ini. Kita harus menyadari bahwa dalam menit-menit awal pasca-bencana, hidup atau matinya seorang korban tidak ditentukan oleh tim SAR yang masih di jalan, melainkan oleh tetangga di sebelah rumahnya.</p>
<p>Dalam kondisi tersebut, masyarakat setempat adalah garda terdepan yang menentukan hidup atau matinya seorang korban. Oleh karena itu, pembentukan keterampilan gawat darurat awam bagi warga lokal mutlak diperlukan. Melalui pendekatan <strong><em>Pelatihan Kesiapsiagaan Gawat Darurat</em></strong>, peran mahasiswa keperawatan menjadi sangat strategis. Mahasiswa keperawatan tidak hanya berperan di dalam institusi rumah sakit, melainkan harus turun ke masyarakat sebagai fasilitator untuk mentransfer ilmu kesiapsiagaan, mulai dari penanganan cedera fisik darurat hingga pengelolaan sanitasi posko pengungsian yang sehat demi mencegah wabah penyakit pasca-bencana.</p>
<p>Di sinilah peran mahasiswa keperawatan harus didefinisikan ulang. Kita tidak boleh lagi memenjarakan ilmu keperawatan hanya di dalam dinding tebal rumah sakit atau ruang kelas yang nyaman. Melalui konsep Kesiapsiagaan Gawat Darurat ini , mahasiswa keperawatan memiliki tanggung jawab moral untuk membumikan ilmu medis dan mentransfernya ke tangan rakyat. Mengedukasi warga desa tentang Bantuan Hidup Dasar (BHD), cara membalut luka darurat dengan alat seadanya, hingga mengelola dapur umum pengungsian yang higienis bukan lagi sekadar program pengabdian masyarakat demi menggugurkan kewajiban kuliah. Ini adalah langkah konkret adaptasi iklim yang nyata. Ketika kita membekali warga lokal dengan keterampilan gawat darurat, kita sedang menanam benih ketangguhan di tingkat akar rumput. Ini adalah investasi kemanusiaan yang paling murah namun berdampak paling besar untuk mendukung SDGs (Penanganan Perubahan Iklim). Bencana akibat rusaknya iklim mungkin belum bisa kita hentikan sepenuhnya, tetapi kepasrahan warga menghadapi kematian akibat ketidaktahuan adalah hal yang mutlak bisa kita ubah mulai dari sekarang.</p>
<p><strong>Pembahasan</strong></p>
<p>Jika kita membedah masalah kegagalan pasca-bencana di Indonesia, posko pengungsian sering kali berubah menjadi klaster baru penyebaran penyakit yang mematikan. Tragedi kemanusiaan yang sebenarnya justru terjadi setelah gempa atau banjir mereda. Akibat overkapasitas, buruknya tata kelola limbah, dan minimnya akses air bersih, tenda darurat secara konsisten bertransformasi menjadi inkubator bagi wabah diare akut, Infeksi Saluran Pernapasan Akut (ISPA), hingga penyakit kulit massal. Lebih parah lagi, kelompok rentan seperti lansia dengan penyakit kronis (hipertensi atau diabetes), ibu hamil, dan balita sering kali terabaikan dalam manajemen pengungsian yang serabutan. Mereka mengalami keparahan kondisi medis bukan hanya karena benturan fisik dari bencana itu sendiri, melainkan karena ketiadaan sistem penanganan gawat darurat awam dan manajemen posko yang sadar kesehatan.</p>
<p>Permasalahan kesehatan di area bencana ini bukan sekadar isu lokal di tingkat desa, melainkan sebuah hambatan besar yang langsung mencederai komitmen dunia dalam SDGs. Ketika cuaca ekstrem akibat perubahan iklim global menghantam suatu wilayah rawan bencana, para pengungsi dapat menerapkan kesiagaan latihan yang diperoleh. Dampak perubahan iklim memaksa dunia keperawatan untuk melihat bahwa kesehatan manusia tidak berdiri sendiri; ia terikat kuat pada ketangguhan ekosistem dan kesiapan komunitas dalam beradaptasi dengan anomali cuaca.</p>
<p>Membiarkan masyarakat menghadapi bencana dalam kondisi buta literasi kesehatan adalah sebuah kecerobohan kemanusiaan. Menolak menyelesaikan masalah ini sama saja dengan membiarkan lingkaran buruk terbentuk akibat bencana. Ketika seorang kepala keluarga mengalami kecacatan permanen akibat penanganan patah tulang yang salah saat evakuasi, atau seorang balita meninggal karena dehidrasi akibat diare di pengungsian, dampak ekonominya akan dirasakan jangka panjang oleh keluarga tersebut.</p>
<p>Sebagai langkah konkret, solusi sistemik yang ditawarkan adalah melalui Pembangunan Kembali desa rawan bencana menjadi “Kampung Siaga Bencana”. Konsep ini diwujudkan melalui aksi nyata dua program utama:</p>
<ol>
<li>Pelatihan Gawat Darurat dan Sanitasi Darurat Awam: Mengadakan pelatihan intensif bagi kader desa mengenai Bantuan Hidup Dasar (BHD), teknik balut bidai menggunakan media sarung atau papan kayu, serta edukasi penyiapan "Tas Siaga Bencana" di tiap keluarga. Tidak berhenti di situ, kader perempuan dan ibu-ibu PKK dilatih mengenai manajemen dapur umum ramah gizi bagi balita dan teknik penjernihan air sederhana untuk posko pengungsian sehat.</li>
<li>Sebagai mahasiswa keperawatan, kita memegang tanggung jawab moral dan intelektual untuk menghentikan siklus kepasrahan ini. Solusi konkret yang harus kita tawarkan bukan sekadar turun ke lapangan membawa mi instan saat bencana terjadi, melainkan melalui <strong>Implementasi Pelatihan Kesiapsiagaan Gawat Darurat dan Manajemen Pengungsian Sehat</strong> yang terstruktur jauh sebelum bencana itu datang. Kita harus mengambil peran sebagai <em>health advocate</em> (pembela kesehatan) dan <em>educator</em> untuk membumikan ilmu medis ke tangan rakyat.</li>
<li><strong>Gagasan/ Aksi Mahasiswa</strong></li>
</ol>
<p>Saya selaku mahasiswa keperawatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan ingin turut mengimplementasikan program ini sebagai peran tenaga Kesehatan yang cukup membantu banyak Masyarakat, bukan hanya di daerah rawan bencana tetapi juga untuk masyarakat luas guna mengetahui Bantuan Hidup Dasar (BHD). Sebagai mahasiswa keperawatan edukasi tentang kesiagaan bencana sangat penting dipelajari oleh Masyarakat. Lebih dari sekadar program edukasi, gerakan memasyarakatkan BHD ini merupakan perwujudan nyata dari nilai-nilai kemanusiaan dan dakwah kultural luhur yang diajarkan di UMPP. Menolong satu nyawa manusia sejatinya adalah menolong seluruh umat manusia.</p>
<p>Upaya ini sangatlah berharga karena setiap detik ketika seseorang mengalami henti jantung mendadak atau sumbatan jalan napas. Sayangnya, di tengah masyarakat kita, pemandangan yang kerap terjadi saat ada korban kecelakaan atau kedaruratan medis bukanlah pertolongan pertama yang cepat, melainkan kerumunan orang yang panik atau sibuk merekam dengan ponsel. Fenomena ini merefleksikan satu realitas pahit mayoritas masyarakat awam masih buta akan tata cara Bantuan Hidup Dasar (BHD). Jika masyarakat awam yang berada di lokasi kejadian memiliki keberanian dan pengetahuan untuk melakukan kompresi dada (RJP) atau membebaskan jalan napas secara benar, peluang selamat seorang korban akan meningkat berkali-kali lipat sebelum ambulans atau tim medis profesional tiba. Pembekalan BHD kepada masyarakat adalah bentuk investasi sosial yang nilainya tak terhingga.</p>
<p>Di sinilah mahasiswa keperawatan, khususnya dari Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP), harus mengambil peran sebagai agen perubahan (<em>agent of change</em>) untuk memutus rantai ketidaktahuan ini.</p>
<p>Sebagai mahasiswa keperawatan, kami memandang bahwa edukasi tentang kesiagaan bencana dan kegawatdaruratan sangat penting dipelajari oleh masyarakat luas. Ini bukan sekadar tentang transfer teori medis, melainkan langkah pertolongan pertama untuk umat manusia yang berlandaskan pada prinsip saling tolong-menolong. Kedaruratan tidak pernah memilih waktu dan tempat bisa terjadi di jalan raya, di dalam rumah, atau khususnya di wilayah Pekalongan yang secara geografis memiliki karakteristik yang kerap dihadapkan pada tantangan bencana seperti banjir <em>Rob</em>.</p>
<p>Oleh karena itu, kemampuan merespons kondisi gawat darurat tidak boleh lagi menjadi Hak Paten tenaga kesehatan di rumah sakit, melainkan harus menjadi keterampilan dasar yang dimiliki oleh setiap warga. Sebagai calon perawat yang responsif dan adaptif, kami percaya bahwa memasyarakatkan keperawatan gawat darurat dan kebencanaan adalah langkah preventif-kuratif yang esensial demi menciptakan lingkungan masyarakat yang tangguh, mandiri, dan sigap bencana.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Pencapaian visi di Indonesia Emas 2045 tidak akan pernah terwujud hanya memalui Pembangunan infrastruktur beton yang megah, melainkan dari ketangguhan manusianya dalam bertahan hidup dan bangkit dari krisi iklim mungkin tidak bis akita hentikan sepenuhnya, tetapi hilangnya nyawa manusia akibat ketidaktahuan Adalah hal yang mutlak bis akita cegah. Melalui Gerakan kepedulian mahasiswa keperawatan yang membumikan ilmu gawat darurat dan manajemen pengungsian sehat kita sedang membangun fondasi bangsavyang tidak mudah goyah. Sudah saatnya mahasiswa keperawatan bergerak melampaui batas-batas klinis rumah sakit, memimpim perubahan garis terdepan, dan membuktikan bahwa di tangan pemuda pemudi yang resposif dan berdaya, Indonesia yang tanggap bencana dan keberlanjutan siap kita jemput do tahun 2045.</p>
<p>Kesimpulannya, memasyarakatkan kemampuan Bantuan Hidup Dasar adalah langkah konkret untuk membangun masyarakat yang tangguh, mandiri, dan responsif terhadap ancaman keselamatan. Kami, mahasiswa keperawatan UMPP, siap berdiri di garda depan untuk menggaungkan dan merealisasikan gerakan kesiapsiagaan ini. Sebab pada akhirnya, keselamatan sebuah bangsa tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan fasilitas rumah sakitnya, melainkan oleh seberapa sigap jemari masyarakat awamnya dalam mengulurkan pertolongan pertama.</p>
<p><strong>Referensi</strong></p>
<p>Simbolon Sedia, Rohmah Nur Ulfa, Siregar Karolus Henrianto, Sugiarto Angga, Nurhusna, Pragholapati Andria, Irawati Poppy, Umara Fitriah Annisa, Rosliany Nia, Tahir Rusna, Suwahyu Romy, Prihati Restuning Dyah, Nugroho Wasis (2023). <em>Keperawatan Bencana dan Kegawatdaruratan</em>, Yayasan Kita Menulis.</p>
<p><strong> </strong>Afrida, Rahim Alfyan, Nusdin, (Juni 2025). <em>Analisis Pengetahuan Mahasiswa Keperawatan Dalam Mengaktifkan Sistem Penanggulangan Gawat Darurat Terpadu Pada Kejadian Kegawatdaruratan Pra Hospital</em>. Jurnal Kesehatan, Vol 18 No 1.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Penulis adalah mahasiswa S1 Keperawatan Fakultas Ilmu Kesehatan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalonga</strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/implementasi-pelatihan-kesiapsiagaan-gawat-darurat-dan-manajemen-pengungsian-sehat-mahasiswa-keperawatan-menuju-indonesia-emas-2045/">Implementasi Pelatihan Kesiapsiagaan Gawat Darurat dan Manajemen Pengungsian Sehat dari Mahasiswa Keperawatan untuk Menuju Indonesia Emas 2045</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/implementasi-pelatihan-kesiapsiagaan-gawat-darurat-dan-manajemen-pengungsian-sehat-mahasiswa-keperawatan-menuju-indonesia-emas-2045/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Bekali Mahasiswa Baru, Perpustakaan Berakreditasi A UMPP Gelar Pendidikan Pemakai</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/bekali-mahasiswa-baru-perpustakaan-berakreditasi-a-umpp-gelar-pendidikan-pemakai/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=bekali-mahasiswa-baru-perpustakaan-berakreditasi-a-umpp-gelar-pendidikan-pemakai</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/bekali-mahasiswa-baru-perpustakaan-berakreditasi-a-umpp-gelar-pendidikan-pemakai/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 07 Sep 2026 10:04:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[literasi]]></category>
		<category><![CDATA[pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[perpustakaan]]></category>
		<category><![CDATA[umpp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=28888</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web-2-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web-2-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web-2-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/09/berita-web-2-350x350.jpg 350w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p data-path-to-node="2"><b data-path-to-node="2" data-index-in-node="0">PEKAJANGAN, WARTADESA.</b> — Perpustakaan Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) menggelar kegiatan Pendidikan Pemakai Perpustakaan bagi para mahasiswa baru di Ruang Theater Lt. 7 dan Perpustakaan Pusat Lt. 6 Gedung Rektorat UMPP, Sabtu (5/9/2026). Agenda tahunan ini diselenggarakan untuk membekali mahasiswa baru agar siap memanfaatkan seluruh fasilitas literasi kampus sejak hari pertama perkuliahan.</p>
<p data-path-to-node="3">Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor I UMPP, Mokhamad Arifin, yang hadir mewakili Rektor UMPP. Dalam arahannya, ia memotivasi para peserta dengan mengutip kegigihan ulama-ulama terdahulu yang menghabiskan waktu untuk belajar dan meriset di perpustakaan.</p>
<p data-path-to-node="3">"Manfaatkan <i data-path-to-node="4,0" data-index-in-node="12">smartphone</i> di genggaman kalian untuk mencari informasi dan sumber ilmu yang positif. Kualitas belajar kita sangat ditentukan oleh cara kita belajar. Perpustakaan adalah salah satu gerbang utamanya," pesan Mokhamad Arifin.</p>
<h3 data-path-to-node="5">Pusat Tabayyun Berakreditasi A dan Berkonsep Edutainment</h3>
<p data-path-to-node="6">Kepala Biro Perpustakaan UMPP, Usamah, melaporkan bahwa kegiatan ini merupakan langkah strategis untuk mempertahankan serta meningkatkan kualitas Perpustakaan UMPP yang telah meraih Akreditasi A. Ia menekankan bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat membaca, melainkan pusat tabayyun bagi mahasiswa untuk mencari, meneliti, dan menyaring kebenaran informasi.</p>
<p data-path-to-node="7">Guna menjawab kebutuhan generasi muda, Perpustakaan UMPP kini mengusung konsep <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="79">edutainment</i> yang modern dan adaptif:</p>
<ul data-path-to-node="8">
<li>
<p data-path-to-node="8,0,0"><b data-path-to-node="8,0,0" data-index-in-node="0">Fasilitas lesehan &amp; bermain:</b> Menyediakan area baca fleksibel, ruang lesehan, dan fasilitas hiburan interaktif.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="8,1,0"><b data-path-to-node="8,1,0" data-index-in-node="0">Area hiburan:</b> Menghadirkan area menonton film hingga ruang karaoke untuk melepas penat di sela rutinitas akademik.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="8,2,0"><b data-path-to-node="8,2,0" data-index-in-node="0">Aksesibilitas inklusif:</b> Menyediakan Ruang Sahdu (Sahabat Difabel UMPP) sebagai wujud pelayanan yang setara bagi seluruh kalangan.</p>
</li>
</ul>
<h3 data-path-to-node="9">Persiapan Sejak Hari Pertama Kuliah</h3>
<p data-path-to-node="10">Ketua Panitia Kegiatan, Heri Susanto, menjelaskan bahwa kegiatan yang wajib diikuti seluruh mahasiswa baru ini dibagi ke dalam tiga sesi intensif. Materi pembekalan meliputi penelusuran katalog <i data-path-to-node="10" data-index-in-node="194">online</i>, peminjaman koleksi fisik, pemanfaatan <i data-path-to-node="10" data-index-in-node="240">e-resources</i> (jurnal digital), hingga pemahaman tata tertib.</p>
<p data-path-to-node="11">Mengenai jadwal pelaksanaan di akhir pekan, Heri menegaskan bahwa hal tersebut dirancang untuk menyelaraskan rangkaian Pormaba Masta.</p>
<p data-path-to-node="12">"Perpustakaan adalah jantung dari universitas dan mitra setia mahasiswa. Kami mengejar rangkaian kegiatan Pormaba Masta agar mahasiswa baru tidak bingung dan siap memanfaatkan seluruh fasilitas perpustakaan UMPP sejak hari pertama masuk kuliah," pungkas <strong>***</strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/bekali-mahasiswa-baru-perpustakaan-berakreditasi-a-umpp-gelar-pendidikan-pemakai/">Bekali Mahasiswa Baru, Perpustakaan Berakreditasi A UMPP Gelar Pendidikan Pemakai</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/bekali-mahasiswa-baru-perpustakaan-berakreditasi-a-umpp-gelar-pendidikan-pemakai/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>