<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Warta Desa</title>
	<atom:link href="https://www.wartadesa.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://www.wartadesa.net</link>
	<description>Saatnya Warga Bersuara</description>
	<lastBuildDate>Mon, 25 May 2026 12:50:19 +0000</lastBuildDate>
	<language>id</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	

<image>
	<url>https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2017/01/cropped-wartadesa-32x32.png</url>
	<title>Warta Desa</title>
	<link>https://www.wartadesa.net</link>
	<width>32</width>
	<height>32</height>
</image> 
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:image href="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2016/10/cropped-wartadesa-2.png"/><itunes:keywords>berita,pekalongan,informasi,terbaru,informasi,terkini,pekalongan</itunes:keywords><itunes:summary>Berita dan Informasi terkini, pemberdayaan masyarakat, hukum, kriminal, ekonomi, kesehatan, pendidikan, olahraga, trend dan layanan publik warga desa Pekalongan dan sekitarnya</itunes:summary><itunes:subtitle>Warta Desa</itunes:subtitle><itunes:category text="News &amp; Politics"/><item>
		<title>Laporan Khusus Menjual Sejarah, Menuai Masalah: Karut-Marut Salah Urus Eks Pendopo Bupati Pekalongan</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/laporan-khusus-menjual-sejarah-menuai-masalah-karut-marut-salah-urus-eks-pendopo-bupati-pekalongan/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=laporan-khusus-menjual-sejarah-menuai-masalah-karut-marut-salah-urus-eks-pendopo-bupati-pekalongan</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/laporan-khusus-menjual-sejarah-menuai-masalah-karut-marut-salah-urus-eks-pendopo-bupati-pekalongan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 12:50:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Hukum & Kriminal]]></category>
		<category><![CDATA[Seni Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[eks pendopo bupati pekalongan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=26574</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-7-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-7-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-7-300x300.jpg 300w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-7-1024x1024.jpg 1024w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-7-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-7-768x768.jpg 768w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-7-350x350.jpg 350w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p data-path-to-node="4"><b data-path-to-node="4" data-index-in-node="0">KOTA PEKALONGAN, Warta Desa</b> – Eks Pendopo Bupati Pekalongan yang berdiri kokoh di selatan Alun-Alun Kota Pekalongan bukan sekadar susunan bata, kayu, dan pilar kuno. Bagi masyarakat lintas generasi, kompleks cagar budaya tersebut adalah jangkar ingatan kolektif, sebuah simbol sejarah kebudayaan sekaligus saksi bisu pasang surutnya kekuasaan di ranah penopang Pantura.</p>
<p data-path-to-node="5">Namun hari ini, wajah situs bersejarah tersebut justru muram. Alih-alih dirawat dengan kesucian nilai historisnya, kompleks cagar budaya ini justru terjerat dalam lingkaran karut-marut tata kelola komersial. Jeritan para pemborong lokal yang hak pembayarannya mandek, ditambah temuan bahwa pihak pengelola baru menyetor sebagian kecil dari nilai kontrak sewa aset daerah, menjadi potret buram bahwa situs warisan rakyat ini sedang salah urus.</p>
<h2 data-path-to-node="7">Modus Komersialisasi: Prosedur Tabrak Aturan demi Lapak Komersial?</h2>
<p data-path-to-node="8">Secara regulasi, Undang-Undang Nomor 11 Tahun 2010 tentang Cagar Budaya serta Perda Cagar Budaya Kabupaten Pekalongan yang disahkan Mei 2026, memang tidak mengharamkan pemanfaatan adaptif untuk sektor ekonomi kreatif. Namun, aturan tersebut memberikan pagar pembatas yang sangat rigid: <b data-path-to-node="8" data-index-in-node="286">wajib menjunjung tinggi nilai keaslian, menjaga zonasi tata ruang historis, tidak merusak estetika jarak pandang (<i data-path-to-node="8" data-index-in-node="400">visual disruption</i>), serta wajib melalui konsultasi publik dan kajian Tim Ahli Cagar Budaya (TACB).</b></p>
<p data-path-to-node="9">Kritik tajam dari berbagai elemen budayawan dan aktivis lokal membuktikan bahwa proyek wisata kuliner di eks pendopo ini melompati tahapan etis tersebut.</p>
<p data-path-to-node="9">"Publik berhak tahu bagaimana proses penunjukan dilakukan, apakah melalui mekanisme terbuka atau hanya penunjukan langsung," ujar salah satu pemerhati kebijakan di Pekalongan.</p>
<p data-path-to-node="11">Minmnya transparansi sejak awal perencanaan hingga ketiadaan <i data-path-to-node="11" data-index-in-node="61">public hearing</i> (dengar pendapat publik) membuat proyek ini terkesan dipaksakan demi mengejar target pendapatan semata. Arah angin kekuasaan rupanya berhembus mengabaikan suara parlemen; Ketua DPRD Kabupaten Pekalongan sebelumnya dengan tegas menyatakan ketidaksetujuannya jika eks pendopo diubah menjadi area bisnis, dan mendesak tempat tersebut dijadikan <b data-path-to-node="11" data-index-in-node="417">Museum Daerah</b> sebagai ruang edukasi publik gratis.</p>
<h2 data-path-to-node="13">Terkuak Sosok Iwan Babeh: "Orang Kuat" di Balik CV Pendopo</h2>
<p data-path-to-node="14">Berdasarkan dokumen perjanjian sewa-menyewa lahan dan bangunan bekas Pendopo Nusantara yang tersebar ke publik, misteri siapa pengelola "istimewa" ini akhirnya terkuak. Kontrak tersebut ditandatangani oleh Sekda Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar, dengan pengusaha muda asal Kecamatan Kesesi: <b data-path-to-node="14" data-index-in-node="293">Iwan Setiawan</b>, atau yang lebih akrab disapa <b data-path-to-node="14" data-index-in-node="337">Iwan Babeh</b>.</p>
<p data-path-to-node="15">Aktivis Kabupaten Pekalongan, Mustofa, mengungkapkan bahwa Iwan Babeh bukanlah nama asing. Ia dikenal sebagai sosok berpengaruh di kalangan kontraktor lokal dan disebut-sebut sebagai salah satu orang kepercayaan Bupati Nonaktif Pekalongan, Fadia Arafiq.</p>
<div class="code-block ng-tns-c1526259639-17 ng-animate-disabled ng-trigger ng-trigger-codeBlockRevealAnimation" data-hveid="3">
<div class="formatted-code-block-internal-container ng-tns-c1526259639-17">
<div class="animated-opacity ng-tns-c1526259639-17">
<pre class="ng-tns-c1526259639-17"><code class="code-container formatted ng-tns-c1526259639-17 no-decoration-radius" role="text" data-test-id="code-content">Profil Pengelola Berdasarkan Dokumen Perjanjian:
• Nama Pihak Ketiga : Iwan Setiawan (Iwan Babeh) / CV. Pendopo
• Penandatangan Kontrak Pemkab : Sekda Kabupaten Pekalongan, Yulian Akbar
• Status Proyek : Pendopo Trade Center / Pusat Kuliner &amp; UMKM
</code></pre>
</div>
</div>
</div>
<p data-path-to-node="17">Sejak tahun 2021, di tengah lesunya kondisi usaha rekanan pemerintah di Pekalongan, bisnis Iwan Babeh justru meroket. Ia menjadi langganan pemenang tender pengadaan barang dan jasa serta proyek konstruksi strategis daerah. Jaringan lobinya disinyalir sangat kuat, menjangkau lingkaran birokrasi hingga jajaran Aparat Penegak Hukum (APH).</p>
<p data-path-to-node="18">Kehebatan jaringan ini kian memicu tanda tanya publik. Meskipun KPK saat ini telah menahan Bupati Nonaktif Fadia Arafiq beserta sejumlah pejabat dan pengusaha atas dugaan rasuah pengadaan barang dan jasa, nama Iwan Babeh sejauh ini tetap melenggang aman tak tersentuh hukum.</p>
<h2 data-path-to-node="20">Menimbang Dua Sisi: Antara PAD dan Realita Wanprestasi</h2>
<p data-path-to-node="21">Demi menjaga keadilan informasi, pemerintah daerah kerap beralasan bahwa perawatan gedung cagar budaya membutuhkan biaya besar. Membuka pintu bagi investasi pihak ketiga untuk mengelola kawasan kuliner dipandang sebagai jalan pintas yang rasional demi mendongkrak Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan menghidupkan kawasan agar tidak menjadi "gedung hantu". Pihak pengelola pun barangkali memiliki visi untuk menata UMKM agar lebih terpusat dan rapi di sekitar Alun-Alun.</p>
<p data-path-to-node="22">Namun, argumen peningkatan ekonomi ini seketika gugur dan kehilangan legitimasi moralnya di lapangan:</p>
<ol start="1" data-path-to-node="23">
<li>
<p data-path-to-node="23,0,0"><b data-path-to-node="23,0,0" data-index-in-node="0">Hak Buruh Terabaikan:</b> Muncul jeritan dari para pekerja dan subkontraktor/pemborong lokal yang hak-hak materil pembayarannya mandek ditunggak pengelola.</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="23,1,0"><b data-path-to-node="23,1,0" data-index-in-node="0">Setoran Macet:</b> Pihak pengelola dilaporkan baru menyetor sebagian kecil dari nilai kontrak sewa yang seharusnya masuk ke kas daerah.</p>
</li>
</ol>
<p data-path-to-node="24">Ketika modal besar diberi karpet merah namun berujung pada kemacetan finansial yang merugikan buruh lokal, maka esensi dari "pemberdayaan ekonomi" itu sendiri patut dipertanyakan.</p>
<h2 data-path-to-node="26">Jadi Temuan BPK, Pemkab Pekalongan Evaluasi Total</h2>
<p data-path-to-node="27">Merespons kegaduhan yang terus menggelinding, Plt Bupati Pekalongan, Sukirman, akhirnya angkat bicara. Pemerintah Daerah secara resmi mengakui bahwa proyek pemanfaatan Pendopo Nusantara ini kini resmi menjadi <b data-path-to-node="27" data-index-in-node="209">temuan kedeputian Badan Pemeriksa Keuangan (BPK)</b> terkait ketidakberesan administratif dan finansial dari pihak pengelola.</p>
<p data-path-to-node="28">Guna menyelamatkan aset daerah dan mencegah kerugian negara yang lebih besar, Pemkab Pekalongan saat ini menegaskan tengah melakukan evaluasi total terhadap kelayakan kontrak kerja sama dengan CV Pendopo.</p>
<h2 data-path-to-node="30">Suara Akar Rumput: Kembalikan Hak Publik!</h2>
<p data-path-to-node="31">Bagi media komunitas warga seperti <i data-path-to-node="31" data-index-in-node="35">Warta Desa</i>, polemik eks pendopo ini bukan sekadar urusan angka-angka kontrak sewa yang belum lunas, bukan pula sekadar urusan sengketa antara pengusaha dan birokrat. Ini adalah urusan hak publik atas ruang sejarah mereka yang telah dirampas secara fungsional.</p>
<p data-path-to-node="32">Warga Pekalongan tidak butuh penambahan lapak komersial berantakan yang justru menenggelamkan keagungan visual bangunan pendopo bersejarah. Warga butuh ruang publik yang bermartabat, tempat di mana identitas kolektif dirawat, dan warisan leluhur dihormati.</p>
<p data-path-to-node="33">Dengan status bupati nonaktif yang kini tengah berhadapan dengan hukum di gedung KPK, momentum ini sudah sepatutnya dijadikan titik balik bagi jajaran pemangku kebijakan yang tersisa di Pemkab Pekalongan untuk <b data-path-to-node="33" data-index-in-node="210">memutus kontrak kerja sama eks pendopo tersebut</b>.</p>
<p data-path-to-node="34">Sudah saatnya menghentikan salah urus yang memalukan ini. Kembalikan eks Pendopo Bupati Pekalongan ke marwahnya yang asli: sebagai ruang publik budaya atau museum rakyat. Karena pada akhirnya, cagar budaya adalah milik sejarah dan rakyat, bukan milik pemodal, apalagi komoditas politik yang bisa digadaikan kepentingannya. <strong>(Redaksi)</strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/laporan-khusus-menjual-sejarah-menuai-masalah-karut-marut-salah-urus-eks-pendopo-bupati-pekalongan/">Laporan Khusus Menjual Sejarah, Menuai Masalah: Karut-Marut Salah Urus Eks Pendopo Bupati Pekalongan</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/laporan-khusus-menjual-sejarah-menuai-masalah-karut-marut-salah-urus-eks-pendopo-bupati-pekalongan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Setelan Keki di Atas Traktor: Aksi Nyata Kades Wuled Turun ke Sawah Demi Ketahanan Pangan</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/setelan-keki-traktor-aksi-nyata-kades-wuled-turun-sawah-demi-ketahanan-pangan/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=setelan-keki-traktor-aksi-nyata-kades-wuled-turun-sawah-demi-ketahanan-pangan</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/setelan-keki-traktor-aksi-nyata-kades-wuled-turun-sawah-demi-ketahanan-pangan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 12:01:33 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pertanian]]></category>
		<category><![CDATA[tani]]></category>
		<category><![CDATA[traktor]]></category>
		<category><![CDATA[wuled]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=26571</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-25-at-16.06.01-105x105.jpeg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-25-at-16.06.01-105x105.jpeg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-25-at-16.06.01-150x150.jpeg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/WhatsApp-Image-2026-05-25-at-16.06.01-350x350.jpeg 350w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p data-path-to-node="3"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">Tirto, Wuled, Warta Desa. – 25 Mei 2026. - </b>Matahari baru saja melewati puncaknya ketika Wasduki melangkah keluar dari kantornya. Pakaian dinas keki yang dikenakannya masih tampak rapi dan kaku. Alih-alih pulang ke rumah untuk beristirahat setelah jam kerja yang padat, langkah kaki Kepala Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan ini justru membawanya ke arah yang tak biasa bagi seorang pejabat desa: hamparan lumpur persawahan.</p>
<p data-path-to-node="5">Siang itu, seorang warga datang menemuinya dengan raut cemas. Lahan sawahnya harus segera digarap karena musim tanam sudah mepet, namun traktor pengolah lahan belum juga beroperasi karena kendala teknis—tidak ada operator yang siap.</p>
<p data-path-to-node="6">Tanpa berpikir panjang, Wasduki langsung menuju lokasi. Tanpa sempat mengganti baju dinasnya, ia melompat ke atas traktor, menyalakan mesin, dan mulai membelah lumpur sawah.</p>
<p data-path-to-node="7">Aksi tak biasa ini seketika memicu perhatian warga sekitar. Deru mesin traktor yang dikendalikan langsung oleh sang kepala desa menjadi pemandangan yang langka, sekaligus magnet bagi mata para petani yang tengah beraktivitas.</p>
<h3 data-path-to-node="9"><b data-path-to-node="9" data-index-in-node="0">Bukan Sekadar Seremonial Belakang Meja</b></h3>
<p data-path-to-node="10">Bagi Wasduki, jabatan bukanlah sekat yang memisahkannya dari peluh dan lumpur warganya. Di tengah berbagai tantangan pelik yang dihadapi sektor pertanian saat ini, ia memilih membuktikan komitmennya lewat tindakan nyata, bukan sekadar arahan dari balik meja kerja yang nyaman.</p>
<p data-path-to-node="10">“Saya langsung ke lapangan karena ingin membantu agar petani bisa lebih optimal dalam mengelola lahannya, terlebih belum ada yang bisa mengoperasikan traktor,” ujar Wasduki dengan peluh yang mulai membasahi pakaian kekinya.</p>
<p data-path-to-node="12">Ia menegaskan bahwa sektor pertanian bukan sekadar mata pencaharian mayoritas warga Wuled, melainkan fondasi utama dalam menyukseskan program ketahanan pangan yang tengah digelorakan dari tingkat pusat hingga daerah. Di mata Wasduki, memastikan alat mesin pertanian (alsintan) bekerja cepat dan efisien adalah kunci agar produktivitas lahan warga tetap terjaga di tengah situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian.</p>
<h3 data-path-to-node="14"><b data-path-to-node="14" data-index-in-node="0">Suntikan Semangat untuk Petani Desa</b></h3>
<p data-path-to-node="15">Langkah spontan sang Kades menembus lumpur sawah ini melahirkan gelombang apresiasi dan kebanggaan dari warga Desa Wuled. Bagi mereka, kehadiran Wasduki di atas traktor memberikan suntikan moral yang luar biasa.</p>
<p data-path-to-node="16">“Jarang ada kepala desa yang mau turun langsung seperti ini. Biasanya hanya melihat atau memberi instruksi saja, tapi Pak Kades ikut bekerja bersama petani,” ungkap salah seorang warga yang berada di lokasi persawahan dengan nada kagum.</p>
<p data-path-to-node="17">Masyarakat menilai aksi ini sebagai bukti sahih bahwa pemerintah desa hadir secara utuh—bukan hanya saat rapat formal atau acara seremonial, melainkan di saat warga benar-benar membutuhkan uluran tangan di lapangan.</p>
<h3 data-path-to-node="19"><b data-path-to-node="19" data-index-in-node="0">Merajut Kedekatan Lewat Lumpur</b></h3>
<p data-path-to-node="20">Apa yang dilakukan Pemerintah Desa Wuled di bawah kepemimpinan Wasduki diharapkan mampu membawa dampak ganda. Selain mempercepat proses olah tanah demi mendongkrak produktivitas pertanian desa, aksi "turun gunung" ini terbukti ampuh mengikis jarak antara birokrasi dan rakyat.</p>
<p data-path-to-node="21">Di tengah kondisi ekonomi yang penuh tantangan, sosok pemimpin yang tidak sungkan mengotori tangannya dan berdiri sejajar di samping masyarakat adalah oase tersendiri. Dari Wuled, Wasduki mengirimkan pesan kuat: bahwa kepemimpinan sejati tidak dinilai dari rapinya pakaian keki, melainkan dari seberapa dalam ia bersedia menyelami kebutuhan warganya. <strong>(Andi Purwandi)</strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/setelan-keki-traktor-aksi-nyata-kades-wuled-turun-sawah-demi-ketahanan-pangan/">Setelan Keki di Atas Traktor: Aksi Nyata Kades Wuled Turun ke Sawah Demi Ketahanan Pangan</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/setelan-keki-traktor-aksi-nyata-kades-wuled-turun-sawah-demi-ketahanan-pangan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>​Lubang di Jalan Rakyat vs Kemewahan APBD: Ironi Anggaran Rp300 Miliar yang Katanya “Terbatas”</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/lubang-di-jalan-rakyat-vs-kemewahan-apbd-ironi-anggaran-rp300-miliar-yang-katanya-terbatas/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=lubang-di-jalan-rakyat-vs-kemewahan-apbd-ironi-anggaran-rp300-miliar-yang-katanya-terbatas</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/lubang-di-jalan-rakyat-vs-kemewahan-apbd-ironi-anggaran-rp300-miliar-yang-katanya-terbatas/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 03:29:16 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Opini]]></category>
		<category><![CDATA[APBD]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[sukirman]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=26568</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-5-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-5-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-5-300x300.jpg 300w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-5-1024x1024.jpg 1024w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-5-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-5-768x768.jpg 768w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-5-350x350.jpg 350w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-5.jpg 1080w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto"><strong>PEKALONGAN, WARTA DESA</strong> — Rakyat diminta bersabar, rakyat diminta ikut mendata, bahkan rakyat dipersilakan "memaklumi" kalau anggaran daerah sedang terbatas. Itulah benang merah yang bisa ditarik dari diskusi publik bertajuk “Lubang di Jalan, Lubang di Penghasilan: Mengurai Dampak Infrastruktur terhadap Ekonomi Rakyat” di Wonopringgo, Ahad (24/5/2026) malam.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Dalam forum tersebut, pemerintah daerah melalui M. Yulian Akbar membeberkan fakta bahwa butuh Rp300 miliar untuk menyembuhkan seluruh jalan rusak di Kabupaten Pekalongan. Namun, dengan dalih APBD Rp2,5 triliun harus dibagi-bagi, perbaikan total baru ditargetkan selesai tahun 2028. Itu pun kalau tidak molor.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Sementara pejabat meminta warga maklum, roda ekonomi wong cilik terus terseok-seok akibat kubangan jalan. Sungguh sebuah ironi yang menyakitkan: ketika urusan perut rakyat terancam karena infrastruktur hancur, pos anggaran untuk kenyamanan birokrasi dan wakil rakyat justru tetap mengalir mulus tanpa hambatan.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto"><strong>​Anggaran "Terbatas" atau Salah Prioritas?</strong></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Alasan "keterbatasan anggaran" yang selalu jadi tameng pemerintah daerah patut dipertanyakan secara kritis. Jika kita menengok data Layanan Pengadaan Secara Elektronik (LPSE) Kabupaten Pekalongan, narasi "tidak ada uang" seketika runtuh. Uang itu ada, hanya saja diletakkan di tempat yang salah.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto"><strong>​Mari kita bedah ke mana larinya triliunan rupiah APBD yang katanya harus dibagi-bagi itu:</strong></div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Kemewahan Kain Dewan: Di saat warga bertaruh nyawa menghindari lubang jalan saat pulang kerja, anggaran pengadaan baju dinas dan atribut baru untuk anggota dewan tetap lolos di LPSE dengan angka yang fantastis. Apakah kinerja dewan ditentukan oleh barunya seragam mereka, sementara jalan dapil mereka hancur lebur?</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Aroma Sedap Konsumsi Rapat: Rapat-rapat koordinasi di tingkat SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) hingga kecamatan terus disuguhi kudapan dan makan siang kelas premium. Jika diakumulasikan dari data LPSE, anggaran makan-minum (mamin) ini nilainya sangat kontras jika dibandingkan dengan tambal sulam jalan desa yang selalu ditunda.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Gunungan Kertas ATK SKPD: Pengadaan Alat Tulis Kantor (ATK) di berbagai dinas terus berulang setiap tahun anggaran dengan nilai yang tidak efisien. Di era digitalisasi, pos anggaran ATK masih gemuk dan minim efisiensi.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Logika publik tentu saja berontak. Bagaimana mungkin anggaran Rp300 miliar untuk hajat hidup seluruh warga Kabupaten Pekalongan harus dicicil sampai tahun 2028, sementara anggaran untuk baju baru, makan-minum rapat, dan kertas-kertas di meja birokrat mulus cair setiap tahun?</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto"><strong>​Suara Akar Rumput: "Masyarakat Sudah Muak!"</strong></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Kondisi ini memicu kritik tajam dari berbagai elemen masyarakat yang hadir dalam diskusi. Abdul Khafid, salah satu tokoh pemuda yang akrab disapa Cicer Klawu, dengan gamblang menyuarakan kejengkelan warga yang sudah mencapai ubun-ubun.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​“Masyarakat sudah terlalu muak dengan keadaan jalan. Warga juga butuh transparansi publik. Masyarakat sudah memenuhi kewajibannya membayar pajak, namun kebutuhan dasar seperti infrastruktur jalan masih belum terpenuhi secara maksimal,” tegas Abdul Khafid.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Senada dengan itu, Ketua GP Ansor Kabupaten Pekalongan, Achmad Fawaid, mengingatkan bahwa jalan layak bukanlah hadiah atau bansos dari pemerintah, melainkan kewajiban mutlak negara.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​“Infrastruktur sangat penting karena tidak hanya menyangkut ekonomi rakyat, tetapi juga kesehatan dan kebutuhan sosial lainnya. Masyarakat sebenarnya tidak selalu membutuhkan bantuan langsung, melainkan pemenuhan kebutuhan dasar,” ujar Fawaid.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Secara moral dan keagamaan, KH. Hasan Suaidi bahkan mengaitkan urusan jalan ini dengan prinsip Maqashid Syariah. Menurutnya, kebijakan pemerintah wajib berorientasi pada kemaslahatan umat, termasuk melindungi jiwa dan harta warga yang tiap hari terancam oleh kecelakaan akibat jalan rusak.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto"><strong>​Menunggu Nyata, Bukan Janji 2028</strong></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Pemerintah daerah memang menjanjikan alokasi Rp100 miliar di tahun 2027 melalui kebijakan Plt. Bupati. Namun bagi pedagang pasar yang sayurnya membusuk di jalan karena truknya terperosok, atau bagi buruh pabrik yang motornya rusak berulang kali karena menghantam lubang, tahun 2027 atau 2028 adalah waktu yang sangat lama.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Rakyat Pekalongan tidak butuh retorika kolaborasi investor atau permintaan untuk ikut mendata ulang—karena dinas terkait seharusnya sudah tahu di mana saja lubang-lubang tersebut berada. Yang rakyat butuhkan adalah political will dari Pemkab dan DPRD untuk memangkas anggaran-anggaran tidak efisien di LPSE.</div>
<div dir="auto"></div>
</div>
<div class="x14z9mp xat24cr x1lziwak x1vvkbs xtlvy1s x126k92a">
<div dir="auto">​Potong anggaran baju dinas, pangkas biaya konsumsi rapat, hemat pengadaan ATK. Alihkan uangnya sekarang juga untuk mengaspal jalan rakyat. Sebab, jalan yang mulus adalah urusan urat nadi ekonomi rakyat, sementara baju baru dan makan enak pejabat hanyalah soal gengsi birokrasi. <strong>(Red)</strong></div>
</div>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/lubang-di-jalan-rakyat-vs-kemewahan-apbd-ironi-anggaran-rp300-miliar-yang-katanya-terbatas/">​Lubang di Jalan Rakyat vs Kemewahan APBD: Ironi Anggaran Rp300 Miliar yang Katanya &#8220;Terbatas&#8221;</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/lubang-di-jalan-rakyat-vs-kemewahan-apbd-ironi-anggaran-rp300-miliar-yang-katanya-terbatas/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>DPRD Absen, Warga Pertanyakan Anggaran Pakaian Dinas dalam Diskusi Jalan Rusak di Wonopringgo</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/dprd-absen-warga-pertanyakan-anggaran-pakaian-dinas-diskusi-jalan-rusak-wonopringgo/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=dprd-absen-warga-pertanyakan-anggaran-pakaian-dinas-diskusi-jalan-rusak-wonopringgo</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/dprd-absen-warga-pertanyakan-anggaran-pakaian-dinas-diskusi-jalan-rusak-wonopringgo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 03:17:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Layanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[diskusi]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=26565</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-8-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-8-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-8-300x300.jpg 300w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-8-1024x1024.jpg 1024w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-8-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-8-768x768.jpg 768w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-8-350x350.jpg 350w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-8.jpg 1080w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<div class="container">
<div id="model-response-message-contentr_ff80d7b828c20389" class="markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite" aria-busy="false">
<p data-path-to-node="3"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">PEKALONGAN, WARTA DESA.</b> – Diskusi publik bertajuk <i data-path-to-node="3" data-index-in-node="37">“Lubang di Jalan, Lubang di Penghasilan”</i> yang digelar di Teman Cerita, Wonopringgo, Kabupaten Pekalongan pada Minggu malam (24/5/2026) pukul 19.00 WIB berlangsung hangat. Acara yang menyoroti dampak nyata kerusakan infrastruktur jalan terhadap kondisi ekonomi masyarakat ini sukses menyedot perhatian warga, meski menyisakan kekecewaan akibat absennya wakil rakyat.</p>
<p data-path-to-node="4">Diskusi ini menghadirkan panel narasumber dari berbagai lini, di antaranya:</p>
<ul data-path-to-node="5">
<li>
<p data-path-to-node="5,0,0"><b data-path-to-node="5,0,0" data-index-in-node="0">Sukirman</b> (Plt. Bupati Pekalongan)</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="5,1,0"><b data-path-to-node="5,1,0" data-index-in-node="0">Achmad Fawaid</b> (Ketua PC GP Ansor Kabupaten Pekalongan)</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="5,2,0"><b data-path-to-node="5,2,0" data-index-in-node="0">Hasan Suadi</b> (Tokoh Agama)</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="5,3,0"><b data-path-to-node="5,3,0" data-index-in-node="0">Mas Nuzaik</b> (Kreator Konten)</p>
</li>
</ul>
<p data-path-to-node="6">Acara yang dipandu oleh moderator Dina Balbisi ini menjadi wadah keluh kesah masyarakat mengenai buruknya akses jalan di wilayah pedesaan. Warga menilai infrastruktur yang rusak parah telah menghambat mobilitas, memperlambat distribusi barang, dan secara langsung mencekik penghasilan harian mereka.</p>
<h3 data-path-to-node="8"><b data-path-to-node="8" data-index-in-node="0">Apresiasi Pemda, Sayangkan Absennya DPRD</b></h3>
<p data-path-to-node="9">Di tengah keterbukaan Plt. Bupati Pekalongan beserta jajaran Pemerintah Daerah (Pemda) yang bersedia duduk bersama dan berdialog langsung dengan warga, ketidakhadiran perwakilan DPRD Kabupaten Pekalongan memicu sorotan tajam.</p>
<p data-path-to-node="10">Padahal, forum ini dinilai sebagai momen krusial bagi masyarakat untuk menyampaikan aspirasi sekaligus mempertanyakan kebijakan daerah yang tengah menjadi buah bibir.</p>
<p data-path-to-node="10">"Sangat disayangkan, tidak terlihat satu pun perwakilan DPRD Kabupaten Pekalongan yang hadir. Padahal acara ini adalah kesempatan emas bagi legislatif untuk mendengarkan langsung jeritan konstituennya," ujar salah satu jalannya diskusi.</p>
<h3 data-path-to-node="13"><b data-path-to-node="13" data-index-in-node="0">Sentil Anggaran Pakaian Dinas Wakil Rakyat</b></h3>
<p data-path-to-node="14">Absennya anggota dewan membuat sejumlah pertanyaan kritis warga menggantung tanpa jawaban. Salah satu audiens bahkan blak-blakan mempertanyakan relevansi <b data-path-to-node="14" data-index-in-node="154">anggaran belanja pakaian</b> di lingkungan DPRD Kabupaten Pekalongan.</p>
<p data-path-to-node="15">Warga menilai anggaran tersebut sangat tidak sensitif terhadap kondisi masyarakat saat ini. Terlebih, Pemda Pekalongan sendiri sedang gencar melakukan efisiensi dan penghematan anggaran demi mendanai program-program yang jauh lebih prioritas—seperti perbaikan jalan. Namun, karena kursi perwakilan DPRD kosong, pertanyaan menohok tersebut belum mendapatkan penjelasan resmi dari pihak legislatif.</p>
<p data-path-to-node="16">Meski format diskusi ini dinilai beberapa pihak cenderung seremonial, antusiasme yang tinggi menunjukkan bahwa masyarakat Pekalongan masih menaruh harapan besar agar suara mereka didengar dan segera ada tindakan nyata untuk membenahi "lubang-lubang" penghidupan mereka. (Andi Purwandi)</p>
</div>
</div>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/dprd-absen-warga-pertanyakan-anggaran-pakaian-dinas-diskusi-jalan-rusak-wonopringgo/">DPRD Absen, Warga Pertanyakan Anggaran Pakaian Dinas dalam Diskusi Jalan Rusak di Wonopringgo</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/dprd-absen-warga-pertanyakan-anggaran-pakaian-dinas-diskusi-jalan-rusak-wonopringgo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Lawan Abrasi dan Bangun Ekonomi, UIN Pekalongan Gelar Program “Mangrove Lifestyle” di Mulyorejo</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/lawan-abrasi-dan-bangun-ekonomi-uin-pekalongan-gelar-program-mangrove-lifestyle-mulyorejo/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=lawan-abrasi-dan-bangun-ekonomi-uin-pekalongan-gelar-program-mangrove-lifestyle-mulyorejo</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/lawan-abrasi-dan-bangun-ekonomi-uin-pekalongan-gelar-program-mangrove-lifestyle-mulyorejo/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 25 May 2026 02:30:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Lingkungan]]></category>
		<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[mangrove]]></category>
		<category><![CDATA[mulyorejo]]></category>
		<category><![CDATA[uin gusdur]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=26562</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-14-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-14-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-14-300x300.jpg 300w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-14-1024x1024.jpg 1024w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-14-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-14-768x768.jpg 768w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-14-350x350.jpg 350w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-14.jpg 1080w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p data-path-to-node="3"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">PEKALONGAN, WARTA DESA.</b> – Cahaya pagi menyinari kawasan Eduwisata Mangrove Banawa Sekar Mulyo Asri, Mulyorejo, Kabupaten Pekalongan pada Minggu (24/5/2026). Di tengah semilir angin laut dan rimbunnya tanaman mangrove, tampak perempuan-perempuan pesisir berjalan menyusuri lumpur sambil membawa bibit di tangan mereka. Aksi ini bukan sekadar penanaman pohon biasa, melainkan simbol harapan baru bagi lingkungan dan masa depan masyarakat pesisir pantai utara (Pantura) Jawa.</p>
<p data-path-to-node="4">Gerakan ini diinisiasi oleh Tim Riset The Mora Air Funds 2026 UIN K.H. Abdurrahman Wahid Pekalongan, bekerja sama dengan Kementerian Agama dan LPDP. Mereka menggelar program bertajuk <b data-path-to-node="4" data-index-in-node="183">"Mangrove Lifestyle: Inovasi dan Hilirisasi"</b>, yang merupakan bagian dari riset besar <i data-path-to-node="4" data-index-in-node="268">Dekolonialisasi Adaptasi dan Mitigasi Perubahan Iklim: Gerakan Perempuan Pesisir Menjaga Tradisi, Ekonomi dan Lingkungan yang Berkelanjutan</i>.</p>
<h3 data-path-to-node="5">Lebih dari Sekadar Pohon Pelindung</h3>
<p data-path-to-node="6">Kegiatan diawali dengan <i data-path-to-node="6" data-index-in-node="24">morning move</i> dan senam gerak harmoni mangrove. Setelah itu, peserta menyusuri kawasan hutan payau tersebut untuk mengenal lebih dekat fungsi ekologis mangrove sebagai benteng alami dalam menahan laju abrasi dan banjir rob yang kerap mengancam wilayah Pantura.</p>
<p data-path-to-node="7">Ketua Tim Riset Mora The Air Funds 2026, Prof. Dr. Maghfur Ahmad, menegaskan bahwa tanaman pesisir ini memiliki filosofi yang mendalam bagi kehidupan manusia.</p>
<p data-path-to-node="7">"Mangrove tidak semata-mata pohon. Mangrove adalah peradaban, pengetahuan, ideologi, dan sumber kehidupan," tegas Prof. Maghfur.</p>
<p data-path-to-node="9">Usai pembukaan, peserta langsung terjun ke area berlumpur untuk mengikuti proses pembibitan dan penanaman yang dipandu oleh Ketua Banawa Sekar, Mas Ridho, bersama dua fasilitator, Mas Tayo dan Mas Hendri. Suasana penuh kebersamaan begitu terasa saat peserta saling bahu-membahu melewati tanah yang licin demi menancapkan propagul mangrove ke dalam lumpur.</p>
<h3 data-path-to-node="11">Inovasi Kuliner: Dari Dodol hingga Sirup Mangrove</h3>
<p data-path-to-node="12">Tidak hanya fokus pada perbaikan ekologi, program ini juga menyajikan edukasi hilirisasi produk mangrove bernilai ekonomi tinggi. Salah satu inovasi yang paling menarik perhatian peserta adalah pembuatan <b data-path-to-node="12" data-index-in-node="204">dodol mangrove</b>.</p>
<p data-path-to-node="13">Proses pembuatannya membutuhkan ketelatenan tinggi; buah mangrove direbus, dihaluskan, lalu dimasak bersama gula, santan, dan tepung selama berjam-jam. "Kalau berhenti mengaduk, adonannya bisa gosong. Jadi harus sabar," ujar Mas Ridho sembari tersenyum membagikan tips.</p>
<p data-path-to-node="14">Selain dodol, peserta juga diajarkan cara meracik <b data-path-to-node="14" data-index-in-node="50">sirup mangrove</b>. Melalui proses pengupasan dan perebusan yang tepat untuk menghilangkan rasa getirnya, sari buah mangrove kemudian dimasak dengan gula hingga menghasilkan minuman segar berwarna merah kecokelatan yang sangat nikmat disajikan bersama es batu.</p>
<h3 data-path-to-node="15">Sentuhan Seni Ramah Lingkungan melalui Eco-print</h3>
<p data-path-to-node="16">Kreativitas warga pesisir semakin lengkap dengan adanya praktik pembuatan <b data-path-to-node="16" data-index-in-node="74">Batik Mangrove menggunakan teknik eco-print</b>. Daun-daun mangrove ditata sedemikian rupa dan ditempelkan pada kain putih hingga mentransfer pigmen warna dan motif alami yang artistik sekaligus ramah lingkungan.</p>
<p data-path-to-node="17">Mas Ridho berharap, inovasi pengolahan produk turunan ini dapat menyadarkan masyarakat bahwa pelestarian alam bisa berjalan beriringan dengan peningkatan kesejahteraan finansial.</p>
<p data-path-to-node="18">"Kalau mangrove dijaga, masyarakat juga bisa hidup," pungkasnya.</p>
<p data-path-to-node="19">Program "Mangrove Lifestyle" ini menjadi bukti nyata bahwa gerakan penyelamatan lingkungan tidak harus selalu berawal dari ruang-ruang rapat yang besar. Dari pesisir Mulyorejo, dari langkah kaki di atas lumpur, dan dari tangan dingin perempuan pesisir, sebuah kesadaran ekologis dan kemandirian ekonomi baru saja tumbuh demi masa depan yang lebih berkelanjutan.</p>
<p data-path-to-node="21"><b data-path-to-node="21" data-index-in-node="0">Kontributor:</b> Khairul Anwar</p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/lawan-abrasi-dan-bangun-ekonomi-uin-pekalongan-gelar-program-mangrove-lifestyle-mulyorejo/">Lawan Abrasi dan Bangun Ekonomi, UIN Pekalongan Gelar Program &#8220;Mangrove Lifestyle&#8221; di Mulyorejo</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/lawan-abrasi-dan-bangun-ekonomi-uin-pekalongan-gelar-program-mangrove-lifestyle-mulyorejo/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>MBS Assalam Kajen Gelar Akhirussanah, Gandeng SMK Muhamka Buka Pendaftaran Santri Tingkat SMK</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/mbs-assalam-kajen-gelar-akhirussanah-gandeng-smk-muhamka-buka-pendaftaran-santri-tingkat-smk/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=mbs-assalam-kajen-gelar-akhirussanah-gandeng-smk-muhamka-buka-pendaftaran-santri-tingkat-smk</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/mbs-assalam-kajen-gelar-akhirussanah-gandeng-smk-muhamka-buka-pendaftaran-santri-tingkat-smk/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 03:36:56 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[MBS Assalam]]></category>
		<category><![CDATA[smk muhamka]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=26559</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-7-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-7-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-7-300x300.jpg 300w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-7-1024x1024.jpg 1024w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-7-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-7-768x768.jpg 768w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-7-350x350.jpg 350w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-7.jpg 1080w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p data-path-to-node="3"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">KAJEN, WARTA DESA.</b> — Muhammadiyah Boarding School (MBS) Assalam Kajen sukses menggelar acara Akhirussanah di halaman MBS Assalam Kajen pada Sabtu (23/5/2026). Momentum perpisahan santri kelas 9 ini sekaligus menjadi ajang peresmian kerja sama strategis antara MBS Assalam Kajen dan SMK Muhammadiyah Kajen (Muhamka) dalam membuka pendaftaran santri baru untuk tingkat SMK.</p>
<p data-path-to-node="4">Acara yang berlangsung khidmat ini dihadiri oleh:</p>
<ul data-path-to-node="5">
<li>
<p data-path-to-node="5,0,0">Seluruh santri MBS Assalam Kajen</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="5,1,0">Jajaran pimpinan harian Pimpinan Cabang Muhammadiyah (PCM) Kajen</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="5,2,0">Majelis Pendidikan Dasar dan Menengah (Dikdasmen)</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="5,3,0">Para wali santri</p>
</li>
</ul>
<h3 data-path-to-node="7"><b data-path-to-node="7" data-index-in-node="0">Integrasi Pendidikan Vokasi dan Agama</b></h3>
<p data-path-to-node="8">Selain melepas para santri kelas 9 yang telah menyelesaikan masa studinya, agenda ini dimanfaatkan sebagai sarana sosialisasi program baru. Kerja sama kolaboratif ini dirancang khusus bagi siswa SMK Muhamka yang ingin memperdalam ilmu agama secara intensif.</p>
<blockquote data-path-to-node="9">
<p data-path-to-node="9,0"><b data-path-to-node="9,0" data-index-in-node="0">Mekanisme Program:</b> Nantinya, siswa SMK Muhamka dapat mengikuti kegiatan dan pelajaran pondok pesantren setelah aktivitas belajar mengajar di sekolah formal selesai.</p>
</blockquote>
<p data-path-to-node="10">Melalui program integrasi antara pendidikan vokasi di SMK Muhamka dan pendalaman agama di MBS Assalam Kajen, diharapkan lahir generasi muda yang tidak hanya kompeten dan siap kerja secara profesional, tetapi juga memiliki fondasi iman dan akhlak yang kokoh.</p>
<h3 data-path-to-node="12"><b data-path-to-node="12" data-index-in-node="0">Pentingnya Pendidikan Karakter di Era Modern</b></h3>
<p data-path-to-node="13">Pimpinan Cabang Muhammadiyah Kajen, <b data-path-to-node="13" data-index-in-node="36">Ady Widyanto</b>, dalam sambutannya menekankan pentingnya peran orang tua dalam memilih institusi pendidikan yang tepat demi masa depan anak di era modern.</p>
<p data-path-to-node="14">"Orang tua haruslah khawatir jika akan meninggalkan anak-anaknya menjadi generasi yang lemah, sebagaimana diingatkan dalam Al-Qur'an Surah An-Nisa ayat 9. Maka, kewajiban orang tua adalah menyekolahkan anak-anak di sekolah yang terbaik," ujar Ady Widyanto.</p>
<p data-path-to-node="15">Ia juga mengutip pesan sahabat Rasulullah, Ali bin Abi Thalib, mengenai pentingnya fleksibilitas dalam mendidik anak. <i data-path-to-node="15" data-index-in-node="118">"Didiklah anak-anakmu sesuai zamannya, karena mereka bukan hidup di zamanmu,"</i> tambahnya.</p>
<p data-path-to-node="16">Menutup arahannya, Ady mengingatkan pentingnya aspek pendidikan karakter dan moralitas keagamaan di atas segalanya. Hal ini sejalan dengan sebuah hadis riwayat Tirmidzi yang menyatakan bahwa tidak ada pemberian yang lebih utama dari orang tua kepada anaknya selain pendidikan yang baik.</p>
<h3 data-path-to-node="18"><b data-path-to-node="18" data-index-in-node="0">Informasi Pendaftaran</b></h3>
<p data-path-to-node="19">Bagi masyarakat yang tertarik untuk menyekolahkan anaknya dalam program kolaborasi ini, pendaftaran untuk santri tingkat SMK kini <b data-path-to-node="19" data-index-in-node="130">telah resmi dibuka bagi masyarakat umum</b>. <i data-path-to-node="19" data-index-in-node="171">(Nanang)</i></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/mbs-assalam-kajen-gelar-akhirussanah-gandeng-smk-muhamka-buka-pendaftaran-santri-tingkat-smk/">MBS Assalam Kajen Gelar Akhirussanah, Gandeng SMK Muhamka Buka Pendaftaran Santri Tingkat SMK</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/mbs-assalam-kajen-gelar-akhirussanah-gandeng-smk-muhamka-buka-pendaftaran-santri-tingkat-smk/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Hebat! Baru Debut, Marching Band TK Islam Nusantara Borong 4 Piala di Pekalongan Drumband Kids 2026</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/hebat-baru-debut-marching-band-tk-islam-nusantara-borong-4-piala-pekalongan-drumband-kids-2026/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=hebat-baru-debut-marching-band-tk-islam-nusantara-borong-4-piala-pekalongan-drumband-kids-2026</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/hebat-baru-debut-marching-band-tk-islam-nusantara-borong-4-piala-pekalongan-drumband-kids-2026/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 24 May 2026 01:59:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[drumband]]></category>
		<category><![CDATA[tk islam nusantara]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=26556</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-6-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-6-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-6-300x300.jpg 300w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-6-1024x1024.jpg 1024w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-6-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-6-768x768.jpg 768w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-6-350x350.jpg 350w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa1-6.jpg 1080w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p data-path-to-node="3"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">PEKALONGAN, WARTA DESA.</b> – Penampilan perdana yang berbuah manis. Marching band <b data-path-to-node="3" data-index-in-node="66">Lentera Nusantara</b>, grup debutan asal <b data-path-to-node="3" data-index-in-node="103">TK Islam Nusantara Kota Pekalongan</b>, sukses mengukir prestasi gemilang dalam ajang bergengsi <b data-path-to-node="3" data-index-in-node="195">Pekalongan Drumband Kids 2026</b> yang digelar di GOR Jetayu baru-baru ini.</p>
<p data-path-to-node="4">Tak tanggung-tanggung, meski statusnya sebagai pendatang baru, Lentera Nusantara langsung tampil mendominasi dan berhasil menyabet <b data-path-to-node="4" data-index-in-node="131">empat kategori juara sekaligus</b>, yaitu:</p>
<ul data-path-to-node="5">
<li>
<p data-path-to-node="5,0,0"><b data-path-to-node="5,0,0" data-index-in-node="0">Juara 1 Umum</b></p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="5,1,0"><b data-path-to-node="5,1,0" data-index-in-node="0">Juara 1 Field Commander</b></p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="5,2,0"><b data-path-to-node="5,2,0" data-index-in-node="0">Juara 1 Musik Analis</b></p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="5,3,0"><b data-path-to-node="5,3,0" data-index-in-node="0">Juara 1 Colour Guard</b></p>
</li>
</ul>
<h3 data-path-to-node="6">Buah Manis dari Proses dan Kesabaran</h3>
<p data-path-to-node="7">Keberhasilan luar biasa ini menjadi bukti nyata dari pepatah bahwa proses terbaik tidak akan pernah mengkhianati hasil. Di balik gemerlap piala yang diraih, ada perjuangan panjang selama satu tahun penuh yang dilalui oleh para siswa, pelatih, dan pihak sekolah.</p>
<p data-path-to-node="8">Selama satu tahun berproses, anak-anak didik tidak hanya diajarkan teknik bermusik, tetapi juga diasah keberaniannya, serta dipertajam rasa dan keterampilannya. Lewat ketekunan dan kesabaran ekstra dalam membimbing anak-anak usia dini, perjuangan tersebut akhirnya berbuah manis dan menggembirakan.</p>
<p data-path-to-node="8">"Hasil ini sekaligus membuktikan bahwa setiap proses terbaik akan menghasilkan sesuatu yang manis dan indah pada akhirnya. Prestasi ini kami persembahkan untuk semesta Nusantara tercinta," ungkap pihak sekolah dengan penuh rasa syukur.</p>
<p data-path-to-node="10">Kemenangan ini tidak hanya membawa kebanggaan bagi keluarga besar TK Islam Nusantara, tetapi juga menjadi inspirasi bahwa usia dini bukanlah halangan untuk mencetak prestasi yang luar biasa di tingkat kota. Selamat untuk Marching Band Lentera Nusantara! <strong>(Redaksi)</strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/hebat-baru-debut-marching-band-tk-islam-nusantara-borong-4-piala-pekalongan-drumband-kids-2026/">Hebat! Baru Debut, Marching Band TK Islam Nusantara Borong 4 Piala di Pekalongan Drumband Kids 2026</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/hebat-baru-debut-marching-band-tk-islam-nusantara-borong-4-piala-pekalongan-drumband-kids-2026/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>TAMPIL MEMUKAU, SD MUHAMMADIYAH TANGKIL TENGAH RAIH JUARA UMUM KEJUARAAN DRUMBAND KIDS SE-EKS KARSIDENAN PEKALONGAN</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/tampil-memukau-sd-muhammadiyah-tangkil-tengah-raih-juara-umum-kejuaraan-drumband-kids-se-eks-karsidenan-pekalongan/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=tampil-memukau-sd-muhammadiyah-tangkil-tengah-raih-juara-umum-kejuaraan-drumband-kids-se-eks-karsidenan-pekalongan</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/tampil-memukau-sd-muhammadiyah-tangkil-tengah-raih-juara-umum-kejuaraan-drumband-kids-se-eks-karsidenan-pekalongan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 13:33:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[drumband]]></category>
		<category><![CDATA[sdm tangkil tengah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=26553</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-13-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-13-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-13-300x300.jpg 300w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-13-1024x1024.jpg 1024w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-13-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-13-768x768.jpg 768w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-13-350x350.jpg 350w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-13.jpg 1080w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p data-path-to-node="1"><b data-path-to-node="1" data-index-in-node="0">Pekalongan, Warta Desa.</b> — Prestasi gemilang dan membanggakan kembali ditorehkan oleh dunia pendidikan Kabupaten Pekalongan. Kali ini, tim drumband SD Muhammadiyah Tangkil Tengah sukses menorehkan tinta emas dengan menyabet gelar <b data-path-to-node="1" data-index-in-node="216">Juara Umum</b> dalam ajang <i data-path-to-node="1" data-index-in-node="239">Lomba Kejuaraan Drumband Kids Se-Eks Karsidenan Pekalongan</i>. Kompetisi bergengsi tersebut berlangsung meriah di GOR Jetayu Pekalongan pada Sabtu (23/05/2026).</p>
<p data-path-to-node="2">Tampil dengan penuh percaya diri, disiplin tinggi, dan kekompakan yang solid, tim drumband SD Muhammadiyah Tangkil Tengah berhasil memukau dewan juri serta ratusan penonton yang memadati arena. Alhasil, Juara 1 berhasil diamankan sekaligus mengukuhkan posisi mereka sebagai yang terbaik di tingkat eks-Karsidenan.</p>
<h3 data-path-to-node="4"><b data-path-to-node="4" data-index-in-node="0">Banjir Penghargaan Bergengsi</b></h3>
<p data-path-to-node="5">Tidak hanya membawa pulang piala Juara Umum, SD Muhammadiyah Tangkil Tengah juga menyapu bersih berbagai penghargaan bergengsi di beberapa kategori spesifik. Berikut adalah torehan prestasi yang berhasil diraih:</p>
<ul data-path-to-node="6">
<li>
<p data-path-to-node="6,0,0"><b data-path-to-node="6,0,0" data-index-in-node="0">Juara 1 Concert</b></p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="6,1,0"><b data-path-to-node="6,1,0" data-index-in-node="0">The Best Music</b></p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="6,2,0"><b data-path-to-node="6,2,0" data-index-in-node="0">The Bestie Colour Guard</b></p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="6,3,0"><b data-path-to-node="6,3,0" data-index-in-node="0">The Bestie Field Commander</b></p>
</li>
</ul>
<p data-path-to-node="7">Keberhasilan luar biasa ini menjadi bukti nyata dari hasil kerja keras, latihan militan, serta sinergi yang kuat antara seluruh anggota tim, pelatih, dan pihak sekolah.</p>
<h3 data-path-to-node="9"><b data-path-to-node="9" data-index-in-node="0">Apresiasi dan Dukungan Multi-Pihak</b></h3>
<p data-path-to-node="10">Kepala Sekolah SD Muhammadiyah Tangkil Tengah, <b data-path-to-node="10" data-index-in-node="47">Luluk Zakiyah</b>, tidak dapat menyembunyikan rasa haru dan bangganya atas capaian luar biasa anak-didiknya. Ia mengungkapkan rasa syukur yang mendalam serta apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pihak yang telah mengawal perjuangan tim hingga naik ke podium tertinggi.</p>
<p data-path-to-node="10">"Alhamdulillah, capaian ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus berkembang dan meningkatkan prestasi di bidang seni maupun non-akademik," ujar salah satu perwakilan sekolah.</p>
<p data-path-to-node="12">Lebih lanjut, Luluk Zakiyah menyampaikan terima kasih secara khusus kepada elemen-elemen penting yang selalu setia memberikan dukungan moral maupun material.</p>
<p data-path-to-node="13">"Prestasi ini diharapkan dapat menjadi inspirasi bagi seluruh siswa untuk terus semangat berlatih dan percaya diri mengharumkan nama sekolah. Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Majelis Dikdasmen PCM Pekajangan, PRM dan PRA Tangkil Tengah, komite sekolah, serta seluruh wali murid," tutur Luluk.</p>
<p data-path-to-node="14">Ia juga menambahkan bahwa kesuksesan ini tidak lepas dari perhatian dari para wakil rakyat yang terus memberikan suntikan semangat. "Kami juga sangat berterima kasih atas kontribusi dan dukungan dari Anggota Dewan kita, <b data-path-to-node="14" data-index-in-node="220">Bapak A. Muzaki (DPRD Kabupaten Pekalongan)</b> serta <b data-path-to-node="14" data-index-in-node="270">Bapak H. Sofan Somadi (Anggota DPRD Jawa Tengah)</b> yang selalu men-<i data-path-to-node="14" data-index-in-node="335">support</i> kami," pungkasnya.</p>
<p data-path-to-node="15">Dengan kemenangan ini, SD Muhammadiyah Tangkil Tengah membuktikan diri mampu bersaing di tingkat regional dan diharapkan prestasi ini menjadi pemantik semangat untuk terus mengukir prestasi-prestasi baru di masa depan. <i data-path-to-node="15" data-index-in-node="219">(Red)</i></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/tampil-memukau-sd-muhammadiyah-tangkil-tengah-raih-juara-umum-kejuaraan-drumband-kids-se-eks-karsidenan-pekalongan/">TAMPIL MEMUKAU, SD MUHAMMADIYAH TANGKIL TENGAH RAIH JUARA UMUM KEJUARAAN DRUMBAND KIDS SE-EKS KARSIDENAN PEKALONGAN</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/tampil-memukau-sd-muhammadiyah-tangkil-tengah-raih-juara-umum-kejuaraan-drumband-kids-se-eks-karsidenan-pekalongan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>Dari ‘Gerumungan’ Jadi Aksi: Saat Warga Desa Wuled Patungan Tambal Jalan Kabupaten yang Rusak</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/gerumungan-jadi-aksi-saat-warga-desa-wuled-patungan-tambal-jalan-kabupaten-rusak/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=gerumungan-jadi-aksi-saat-warga-desa-wuled-patungan-tambal-jalan-kabupaten-rusak</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/gerumungan-jadi-aksi-saat-warga-desa-wuled-patungan-tambal-jalan-kabupaten-rusak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 06:09:18 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita Desa]]></category>
		<category><![CDATA[Layanan Publik]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial Budaya]]></category>
		<category><![CDATA[jalan rusak]]></category>
		<category><![CDATA[swadaya]]></category>
		<category><![CDATA[tambal jalan]]></category>
		<category><![CDATA[wuled]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=26550</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-4-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-4-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-4-300x300.jpg 300w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-4-1024x1024.jpg 1024w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-4-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-4-768x768.jpg 768w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-4-350x350.jpg 350w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa2-4.jpg 1080w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<p data-path-to-node="3"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">PEKALONGAN</b> – Matahari belum begitu tinggi pada Sabtu pagi (23/5/2026), namun suasana di ruas jalan kabupaten yang melintasi Desa Wuled, Kecamatan Tirto, Kabupaten Pekalongan, sudah tampak riuh. Riuh yang bukan karena kemacetan, melainkan riuh karena deru semangat gotong royong warga.</p>
<p data-path-to-node="4">Sejak pagi buta, puluhan warga sudah berbagi peran. Ada yang sibuk mengangkut material urugan batu, ada yang cekatan menyapu dan menguras sisa-sisa air yang menggenang di dalam lubang jalan sebelum disiram cor semen, hingga ibu-ibu yang tak kalah sibuk menyiapkan kopi, camilan, dan makan siang di pinggir jalan.</p>
<p data-path-to-node="5">Aksi nyata ini merupakan kolaborasi apik antara Pemerintah Desa Wuled, para pelaku usaha lokal, dan masyarakat setempat yang sudah gerah dengan kondisi jalan kabupaten di desa mereka yang lama rusak dan dikeluhkan. Alih-alih hanya melontarkan keluhan di media sosial, mereka memilih jalan ninja yang lebih konkret: patungan atau swadaya mandiri.</p>
<h3 data-path-to-node="6">Berkah dari Sebuah 'Gerumungan'</h3>
<p data-path-to-node="7">Siapa sangka, aksi besar yang melibatkan banyak orang dan material ini berawal dari obrolan warung kopi yang santai. Kepala Desa Wuled, Wasduki Jazuli, mengungkapkan bahwa inisiatif ini lahir secara organik dari diskusi warga atau yang biasa disebut <i data-path-to-node="7" data-index-in-node="250">gerumungan</i> pada dua hari sebelumnya.</p>
<p data-path-to-node="7">"Selamat siang semuanya. Hari ini, Sabtu 23 Mei 2026, kami serta masyarakat Desa Wuled melakukan kegiatan penambalan jalan ruas kabupaten. Alhamdulillah, ini murni swadaya dari masyarakat yang patungan, dan semoga manfaatnya bisa dirasakan oleh semuanya," ujar Wasduki di sela-sela memantau kerja bakti.</p>
<p data-path-to-node="9">Wasduki juga menyampaikan rasa haru dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada warganya yang memiliki kepedulian luar biasa terhadap keselamatan pengguna jalan.</p>
<p data-path-to-node="10">"Saya atas nama Pemerintah Desa Wuled mengucapkan terima kasih yang sebanyak-banyaknya kepada seluruh masyarakat yang telah berpartisipasi. Kegiatan yang sangat positif ini lahir murni dari <i data-path-to-node="10" data-index-in-node="190">gerumbungan</i> dua hari yang lalu, dan hari ini langsung dieksekusi," tambahnya.</p>
<h3 data-path-to-node="11">Gotong Royong Adalah Ibadah</h3>
<p data-path-to-node="12">Respon cepat dan kompak ini juga diamini oleh Kasbari, salah satu warga setempat. Baginya dan warga Desa Wuled, rembukan singkat yang menghasilkan aksi nyata seperti ini adalah wujud konkret dari ibadah sosial.</p>
<p data-path-to-node="13">"Kemarin kami rembukan secara singkat untuk memperbaiki jalan ini. Alhamdulillah hari ini langsung terlaksana. Yang namanya ibadah (sosial) seperti ini, rasanya luar biasa untuk kemajuan Desa Wuled," ungkap Kasbari dengan wajah sumringah di tengah kepulan debu material.</p>
<p data-path-to-node="14">Jalan yang kini mulus ditambal cor semen tersebut diharapkan tidak hanya memperlancar mobilitas warga sehari-hari, tetapi juga meminimalisir risiko kecelakaan bagi para pengendara yang melintas di wilayah Kecamatan Tirto. Aksi dari Desa Wuled ini menjadi sebuah pengingat manis: ketika birokrasi terasa lambat, kekuatan <i data-path-to-node="14" data-index-in-node="320">gerumbungan</i> dan gotong royong warga selalu bisa menjadi jawaban.<strong> <i data-path-to-node="14" data-index-in-node="385">(WD)</i></strong></p>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/gerumungan-jadi-aksi-saat-warga-desa-wuled-patungan-tambal-jalan-kabupaten-rusak/">Dari &#8216;Gerumungan&#8217; Jadi Aksi: Saat Warga Desa Wuled Patungan Tambal Jalan Kabupaten yang Rusak</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/gerumungan-jadi-aksi-saat-warga-desa-wuled-patungan-tambal-jalan-kabupaten-rusak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
		<item>
		<title>PENJAS UMPP Gelar International Seminar Bersama Universiti Malaya dan MSU-IIT Filipina</title>
		<link>https://www.wartadesa.net/penjas-umpp-gelar-international-seminar-bersama-universiti-malaya-dan-msu-iit-filipina/?utm_source=rss&amp;utm_medium=rss&amp;utm_campaign=penjas-umpp-gelar-international-seminar-bersama-universiti-malaya-dan-msu-iit-filipina</link>
					<comments>https://www.wartadesa.net/penjas-umpp-gelar-international-seminar-bersama-universiti-malaya-dan-msu-iit-filipina/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[buono]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 23 May 2026 00:27:08 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Pendidikan]]></category>
		<category><![CDATA[msu-iit filipina]]></category>
		<category><![CDATA[penjas]]></category>
		<category><![CDATA[umpp]]></category>
		<category><![CDATA[univeristi malaya]]></category>
		<guid isPermaLink="false">https://www.wartadesa.net/?p=26547</guid>

					<description><![CDATA[<p><img width="60" height="60" src="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-12-105x105.jpg" class="attachment-60x60 size-60x60 wp-post-image" alt="" decoding="async" srcset="https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-12-105x105.jpg 105w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-12-300x300.jpg 300w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-12-1024x1024.jpg 1024w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-12-150x150.jpg 150w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-12-768x768.jpg 768w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-12-350x350.jpg 350w, https://www.wartadesa.net/wp-content/uploads/2026/05/template-berita-foto-warta-desa-12.jpg 1080w" sizes="(max-width: 60px) 100vw, 60px" /></p>
<div class="container">
<div id="model-response-message-contentr_4f7c0c8d5be93d09" class="markdown markdown-main-panel stronger enable-updated-hr-color" dir="ltr" aria-live="polite" aria-busy="false">
<p data-path-to-node="3"><b data-path-to-node="3" data-index-in-node="0">PEKALONGAN, WARTA DESA.</b> — Program Studi Pendidikan Jasmani (Penjas) Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP) sukses menyelenggarakan kegiatan <i data-path-to-node="3" data-index-in-node="142">International Seminar</i> pada Jumat, 22 Mei 2026. Mengusung tema <i data-path-to-node="3" data-index-in-node="204">“SmartEduTech for Physical Education: Education, Physical Fitness, and Learning Outcomes”</i>, acara ini digelar secara hibrida, bertempat di Theater Room Lantai 7 Rektorat UMPP dan disiarkan secara daring melalui Zoom.</p>
<p data-path-to-node="4">Kegiatan berskala internasional ini merupakan wujud kolaborasi akademik strategis antara tiga perguruan tinggi lintas negara, yaitu:</p>
<ul data-path-to-node="5">
<li>
<p data-path-to-node="5,0,0"><b data-path-to-node="5,0,0" data-index-in-node="0">Universitas Muhammadiyah Pekajangan Pekalongan (UMPP)</b> – Indonesia</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="5,1,0"><b data-path-to-node="5,1,0" data-index-in-node="0">Universiti Malaya</b> – Malaysia</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="5,2,0"><b data-path-to-node="5,2,0" data-index-in-node="0">Mindanao State University - Iligan Institute of Technology (MSU-IIT)</b> – Filipina</p>
</li>
</ul>
<h2 data-path-to-node="6"><b data-path-to-node="6" data-index-in-node="0">Fokus pada Inovasi Teknologi dan Kebugaran di Era Digital</b></h2>
<p data-path-to-node="7">Seminar ini menghadirkan tiga narasumber ahli di bidangnya untuk mengupas tuntas perkembangan teknologi pendidikan dalam pembelajaran pendidikan jasmani, peningkatan kebugaran fisik, serta capaian hasil belajar di era digital. Para pembicara tersebut adalah:</p>
<ol start="1" data-path-to-node="8">
<li>
<p data-path-to-node="8,0,0"><b data-path-to-node="8,0,0" data-index-in-node="0">Dr. Manil Kara Kauki</b> (Malaysia)</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="8,1,0"><b data-path-to-node="8,1,0" data-index-in-node="0">Dr. M. Erika Rachman, M.Or.</b> (Indonesia)</p>
</li>
<li>
<p data-path-to-node="8,2,0"><b data-path-to-node="8,2,0" data-index-in-node="0">Dr. Harlyn Mae S. Ompoc</b> (Filipina)</p>
</li>
</ol>
<h3 data-path-to-node="9"><b data-path-to-node="9" data-index-in-node="0">Komitmen Internasionalisasi Kampus</b></h3>
<p data-path-to-node="10">Acara resmi dibuka oleh Wakil Rektor I UMPP, <b data-path-to-node="10" data-index-in-node="45">Dr. Mochamad Arifin</b>. Dalam sambutannya, beliau menegaskan bahwa seminar internasional ini menjadi bukti nyata komitmen UMPP dalam memperluas jejaring global.</p>
<blockquote data-path-to-node="11">
<p data-path-to-node="11,0">"Seminar internasional ini menjadi bentuk nyata komitmen UMPP dalam memperluas jejaring internasional dan meningkatkan kualitas akademik, khususnya pada bidang pendidikan jasmani dan kesehatan," ujar Dr. Mochamad Arifin.</p>
</blockquote>
<p data-path-to-node="12">Dukungan penuh terhadap implementasi teknologi dalam pembelajaran ini juga dihadiri langsung oleh Kepala LPBK UMPP serta Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan UMPP.</p>
<h2 data-path-to-node="14"><b data-path-to-node="14" data-index-in-node="0">Langkah Strategis Menuju Lulusan Berdaya Saing Global</b></h2>
<p data-path-to-node="15">Ketua Program Studi Pendidikan Jasmani UMPP, <b data-path-to-node="15" data-index-in-node="45">Dr. M. Riski Adi Wijaya, M.Pd.</b>, menyampaikan bahwa agenda ini merupakan langkah strategis untuk membuka cakrawala mahasiswa dan dosen terhadap perkembangan keilmuan penjas di level internasional.</p>
<p data-path-to-node="16">"Melalui kegiatan ini, kami berharap tercipta kolaborasi akademik berkelanjutan antar perguruan tinggi internasional, khususnya dalam pengembangan teknologi pembelajaran pendidikan jasmani, riset bersama, serta peningkatan kualitas lulusan yang berdaya saing global," ungkap Dr. M. Riski.</p>
<p data-path-to-node="17">Antusiasme peserta, baik yang hadir secara langsung (<i data-path-to-node="17" data-index-in-node="53">luring</i>) maupun melalui ruang virtual (<i data-path-to-node="17" data-index-in-node="91">daring</i>), terpantau sangat tinggi. Diskusi interaktif yang hidup antara pemateri dan peserta menunjukkan besarnya perhatian publik akademis terhadap inovasi pembelajaran pendidikan jasmani berbasis teknologi di era modern.</p>
<p data-path-to-node="18">Melalui suksesnya seminar ini, UMPP kembali memperkokoh posisinya dalam mendukung internasionalisasi pendidikan tinggi, sekaligus memperkuat peran pendidikan jasmani untuk menciptakan generasi yang sehat, cerdas, dan adaptif terhadap teknologi. <strong>(Redaksi)</strong></p>
</div>
</div>
<p>Posting <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net/penjas-umpp-gelar-international-seminar-bersama-universiti-malaya-dan-msu-iit-filipina/">PENJAS UMPP Gelar International Seminar Bersama Universiti Malaya dan MSU-IIT Filipina</a> ditampilkan lebih awal di <a rel="nofollow" href="https://www.wartadesa.net">Warta Desa</a>.</p>
]]></description>
		
					<wfw:commentRss>https://www.wartadesa.net/penjas-umpp-gelar-international-seminar-bersama-universiti-malaya-dan-msu-iit-filipina/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
			</item>
	</channel>
</rss>