<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>cacatan kecil</title>
	
	<link>http://ha.hn.web.id</link>
	<description>Hanya Ada Dua Jenis Bloger, Bloger yang Suka Update Tulisan dan yang Tidak</description>
	<lastBuildDate>Mon, 20 Feb 2012 11:42:33 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.3.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/web/hahn" /><feedburner:info uri="web/hahn" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>web/hahn</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Entah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/hahn/~3/hHA30gGPcvs/</link>
		<comments>http://ha.hn.web.id/2012/02/20/entah/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 20 Feb 2012 11:42:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[ngabulatuk]]></category>
		<category><![CDATA[sma]]></category>
		<category><![CDATA[teater]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ha.hn.web.id/?p=1265</guid>
		<description><![CDATA[&#8220;Harapan adalah fatamorgana Inilah kehidupan negeri kita Hilang akal sehat Keserakahan ciptakan kemiskinan Apakah semuanya kehilangan nurani?&#8221; Lalu terdengar suara didgeridoo&#8230; Itu adalah sepenggal dialog dalam teater berjudul &#8220;Entah&#8221; yang dimainkan anak-anak Teater Kumis di Gedung Sunan Ambu STSI Bandung, &#8230; <a href="http://ha.hn.web.id/2012/02/20/entah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><span style="color: #808080;"><em>&#8220;Harapan adalah fatamorgana<br />
Inilah kehidupan negeri kita<br />
Hilang akal sehat<br />
Keserakahan ciptakan kemiskinan<br />
Apakah semuanya kehilangan nurani?&#8221;</em></span></p>
<p>Lalu terdengar suara didgeridoo&#8230;<br />
<span id="more-1265"></span><br />
Itu adalah sepenggal dialog dalam teater berjudul &#8220;Entah&#8221; yang dimainkan anak-anak Teater Kumis di Gedung Sunan Ambu STSI Bandung, Sabtu (18/2). Kumis itu artinya Kulawarga Mitra Seni <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Terus bagaimana kelanjutannya? Ya begitu seperti umumnya teater, banyak dialog simbolik <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> , walaupun kata saya terlalu simbolik sehingga saya sebagai penonton ga begitu paham apa yang disampaikan -__-.</p>
<p>Melihat pementasan para pemain, jadi teringat waktu SMA, waktu masih lucu-lucunya dan dengan bangga menyebut diri seperti seniman (tanpa karya seni <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Sepuluh tahun lalu, saya dan teman-teman aktif di organisasi ini. Hampir setiap minggu kumpul, entah itu latihan vokal atau sekadar nongkrong di sekolah. Kadang juga menginap di sekolah. Tidur di pinggir lapang, dengan api unggun sebuah kursi yang diambil dari kelas <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Meski masuk kelompok ekskul teater, saya sebenarnya jarang ikut main. Lah, orang pemalu seperti saya main teater, apa kata dunia? Saya biasanya memilih di belakang panggung saja, bantu-bantu seting panggung, atau pegang alat musik (yang biasanya berupa kompan, galon, piring seng, dll).</p>
<p>Meski selalu sukses menghindar ketika pemilihan pemain, akhirnya saya harus ikut main juga. Saya lupa judul naskahnya, yang pasti saya hanya tampil di awal dan akhir saja. Dialognya simpel, cuma teriak panggil-panggil emak <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Tapi suer, saya rasa itu sangat susah. Nggak kebayang kalau saya harus memerankan jadi si kakek, atau si Asih.</p>
<p>Setelah latihan beberapa bulan, akhirnya kami tampil juga. Kalau tidak salah kita main di festival teater yang diadakan Institut Teknologi Adityawarman. Sekarang namanya berubah menjadi Universitas Kebangsaan.</p>
<p>Sayangnya kami kalah. Tapi saya senang, karena bisa membuktikan saya bisa main teater, walau tampilnya hanya sebentar saja <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> .</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/hahn/~4/hHA30gGPcvs" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ha.hn.web.id/2012/02/20/entah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ha.hn.web.id/2012/02/20/entah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Jadi begini</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/hahn/~3/badBM6xRjT8/</link>
		<comments>http://ha.hn.web.id/2012/02/17/jadi-begini/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 17 Feb 2012 13:58:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngabulatuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ha.hn.web.id/?p=1259</guid>
		<description><![CDATA[Jadi sebenarnya banyak ide yang akan ditulis. Tapi seperti biasa, tidak ada waktu, atau tidak ada mood ketika mau menuliskannya. Ya saya tahu itu hanya alasan saja. Toh selalu ada waktu untuk main game need for speed. Masih ada waktu &#8230; <a href="http://ha.hn.web.id/2012/02/17/jadi-begini/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jadi sebenarnya banyak ide yang akan ditulis. Tapi seperti biasa, tidak ada waktu, atau tidak ada mood ketika mau menuliskannya. Ya saya tahu itu hanya alasan saja. Toh selalu ada waktu untuk main game need for speed. Masih ada waktu menonton The Big Bang Theory. Masih ada waktu main dan nongkrong seperti orang gahool di kafe. Seperti masih ada waktu, padahal deadline siset terus menunggu.</p>
<p>Ah memang manusia punya banyak alasan untuk menghindar. </p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/hahn/~4/badBM6xRjT8" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ha.hn.web.id/2012/02/17/jadi-begini/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ha.hn.web.id/2012/02/17/jadi-begini/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Susahnya menjadi warga negara yang baik</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/hahn/~3/cfhvz-z6KpM/</link>
		<comments>http://ha.hn.web.id/2012/02/01/susahnya-menjadi-warga-negara-yang-baik/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Feb 2012 07:36:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[samsat]]></category>
		<category><![CDATA[stnk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ha.hn.web.id/?p=1255</guid>
		<description><![CDATA[MEMBAYAR pajak merupakan salah satu kewajiban warga negara. Salah satunya pajak kendaraan. Sayangnya saya bukan termasuk warga negara yang baik, karena pajak motor yang tahun lalu saja belum dibayar. Padahal bulan ini saya harus bayar lagi pajak untuk tahun ini. &#8230; <a href="http://ha.hn.web.id/2012/02/01/susahnya-menjadi-warga-negara-yang-baik/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>MEMBAYAR pajak merupakan salah satu kewajiban warga negara. Salah satunya pajak kendaraan. Sayangnya saya bukan termasuk warga negara yang baik, karena pajak motor yang tahun lalu saja belum dibayar. Padahal bulan ini saya harus bayar lagi pajak untuk tahun ini. Artinya, hampir dua tahun saya tidak bayar pajak.<br />
<span id="more-1255"></span><br />
Karena sadar bahwa untuk menjadi warga teladan itu harus mematuhi peraturan yang berlaku -salah satunya bayar pajak- maka dengan kesadaran penuh saya akhirnya punya niat untuk bayar juga. </p>
<p>Dari hasil googling dan tanya-tanya ke pak polisi waktu ada pameran di Tegallega, untuk bayar pajak (walaupun telat) bisa dilakukan di mana saja, artinya nggak harus ke Samsat bersangkutan. Dalam hal ini Rancaekek, negeri nun jauh di sana.</p>
<p>Maka tanggal 31 Januari saya pun bergegas ke Samsat di Jalan Pajajaran dekat IP. Ternyata loket Samsat sedang tutup karena sedang tutup buku. &#8220;Baru besok bukanya, mulai jam 08.00,&#8221; kata seorang petugas. Yo wis, artinya hari itu saya belum berhasil menjadi warga negara yang baik yang selalu membayar pajak.</p>
<p>Lalu pagi tadi saya kembali ke Samsat yang di Jalan Pajajaran. Pas sampai ke sana, ternyata sudah ramai. Puluhan -mungkin ratusan- orang sudah berjejal di kantor yang sempit itu. Saya pun lalu ikut ambil nomor antrian, kebagian nomor 227, padahal yang dipanggil baru nomor 100 sekian. Artinya ada seratus orang yang harus saya tunggu. Baru saja mau duduk, saya sudah dipanggil.</p>
<p>&#8220;Pak, bayarnya nggak bisa di sini. Harus ke Rancaekek, karena ada tunggakan. Kalau nggak ada tunggakan, baru bia bayar online di sini,&#8221; ujar salah seorang petugas. </p>
<p>Saya bingung, karena sebelumnya ibu polwan pernah mengatakan kalau saya bisa bayar pajak di mana pun, meski ada denda keterlambatan. Lalu saya pun menyampaikan argumen itu. Tapi bapak petugas keukeuh, katanya kalau hanya terlambat 1-2 bulan masih bisa, tapi karena ini sudah 2012, maka harus di Samsat bersangkutan. Artinya Rancaekek. Saya mengalah, toh berdebat pun saya tetap kalah. </p>
<p>Karena penasaran, saya coba ke Samsat Jabar di Jalan Soekarno Hatta Kiaracondong, mungkin saja di sini bisa. Tapi waktu nanya ke petugas informasi jawabannya sama. Saya harus ke Samsat asal STNK itu dicetak. Oke saya mengalah, artinya saya harus menempuh jalur Soekarno Hatta yang panas dan macet. Juga jauh. </p>
<p>Sekitar pukul 11.50 akhirnya saya sampai juga di Rancaekek. Dulu waktu pertama kali buat STNK dan bayar pajak tahun pertama, saya lakukan di Samsat Rancaekek. Setelah fotokopi KTP dan STNK dan dimasukkan ke dalam map, saya serahkan berkas itu ke petugas yang ada di pojok kiri. Lalu saya duduk, istirahat sejenak. Ruangan Samsat sebenarnya cukup besar dan nyaman, karena ada AC nya. Apalagi saat itu hanya sedikit orang yang ada di ruangan. Tapi sayang masih banyak yang merokok di dalam ruangan, padahal di depan ada tanda larangan merokok yang ukurannya sangat besar. Indonesian..</p>
<p>Baru duduk sebentar, saya sudah dipanggil lagi. Asyik cepat, pikir saya. Lalu saya berdiri dan menghadap bapak petugas berkumis itu. </p>
<p>&#8220;Pak sekarang bayarnya tidak bisa di sini. Bapak harus ke Soreang,&#8221; ujar seorang petugas, dingin.</p>
<p>Saya kaget. Di dua Samsat sebelumnya, saya diarahkan dan disarankan untuk ke Rancaekek, yang jaraknya itu JAUH, hampir 25 kilometer. </p>
<p>&#8220;Tapi pak, petugas di sana menyuruh saya ke sini. Dua Samsat loh pak,&#8221; kata saya. Geram. Juga kesal.</p>
<p>&#8220;Kalau dulu memang iya bisa, tapi sekarang sudah ada pemekaran, jadi bapak harus bayar pajak ke Soreang, bukan ke sini. Kalau pun dipaksakan tetap saja nggak bisa pak,&#8221; ujar si bapak. Lalu saya pun kembali ke kota dengan pajak yang belum dibayar.</p>
<p>Argh.. Kalau tahu nggak perlu ke Rancaekek dan bisa di Soreang, dari dulu saya sudah bayar pajak. </p>
<p>Maka gagallah saya menjadi warga negara yang baik.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/hahn/~4/cfhvz-z6KpM" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ha.hn.web.id/2012/02/01/susahnya-menjadi-warga-negara-yang-baik/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ha.hn.web.id/2012/02/01/susahnya-menjadi-warga-negara-yang-baik/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengenal Steve Jobs</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/hahn/~3/YlMhvufHE6g/</link>
		<comments>http://ha.hn.web.id/2012/01/22/mengenal-steve-jobs/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 22 Jan 2012 12:58:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[buku]]></category>
		<category><![CDATA[apple]]></category>
		<category><![CDATA[resensi]]></category>
		<category><![CDATA[steve jobs]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ha.hn.web.id/?p=1246</guid>
		<description><![CDATA[KHIRNYA saya kembali membaca buku, buku cetak maksudnya. Dan sampai tamat. Maklum, sudah lama saya nggak baca buku cetak, apalagi sampai tamat. Boro-boro beli buku. Kebanyakan buku yang dibaca (kalau sepat itu juga) hanya selewat. Seperlunya. Padahal itu untuk keperluan &#8230; <a href="http://ha.hn.web.id/2012/01/22/mengenal-steve-jobs/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="http://ufukpress.com/modules/Katalog/images/cover/Steve_Jobs_02.gif" alt="steve" width="189" height="290" /> <span class="dropcap">A</span>KHIRNYA saya kembali membaca buku, buku cetak maksudnya. Dan sampai tamat. Maklum, sudah lama saya nggak baca buku cetak, apalagi sampai tamat. Boro-boro beli buku. Kebanyakan buku yang dibaca (kalau sepat itu juga) hanya selewat. Seperlunya. Padahal itu untuk keperluan resensi.</p>
<p>Lalu seorang teman menawarkan salah satu bukunya untuk saya resensi. Buku tentang kisah salah satu pendiri Apple, Steve Jobs. Tentu saja bagi saya-yang-sangat-ingin-punya-produk-Apple-tapi-belum-kesampaian- tawaran itu saya sambut dengan antusias. Siapa tahu dengan baca buku itu ujug-ujug ada pegawai Apple yang menghibahkan Macbook Pro nya buat saya <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .<br />
<span id="more-1246"></span><br />
Judul bukunya: Steve Jobs: Stay Hungry, Stay Foolish yang ditulis oleh Jay Elliot dan William L Simon. Pak elliot merupakan mantan Senior Vice Precident Apple Computer, yang juga mantan petinggi IBM dan Intel. Sementara Pak Simon saya nggak tahu <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Tentu saja buku yang saya baca itu bukan buku yang berbahasa Inggris, tapi edisi terjemahannya, yang diterjemahkan oleh Ahmad Syukron dan diterbitkan Ufuk Press. Setelah cari-cari di Google, ternyata judul aslinya itu <a href="http://books.google.co.id/books/about/The_Steve_Jobs_Way.html?id=GPL0ptAZaccC&amp;redir_esc=y" target="_blank">The Steve Jobs Way: ILeadership for a New Generation</a>.</p>
<p>Jadi, buku ini menuliskan tentang kisah Steve saat memimpin Apple dari sudut pandang pak Elliot. Mulai dari bagaimana seluk beluk proses kelahiran Macintosh hingga iPad. Juga tentang bagaimana Steve yang notabene salah satu pendiri Apple harus angkat kaki karena dinilai produk yang sangat diunggulkannya, Mac, terjerembap di pasar.</p>
<p>Dalam buku ini, saya sebagai pembaca dapat merasakan bagaimana Steve bisa memotivasi para pegawainya sehingga mampu bekerja hampir di luar batas kemampuannya. Bagaimana sosok yang punya ciri khas memakai kaus dan sepatu kets ini mampu melakukan lobi dengan berbagai petinggi perusahaan lain. Canon adalah salah satu perusahaan yang mau memasok komponen printer untuk Apple, tanpa logo mereka terpampang dalam produknya!</p>
<p>Singkatnya, buku ini sangat cocok bagi para manajer atau pemimpin perusahaan yang mau mempelajari gaya kepemimpinan Steve itu. Meski hanya sekilas, namun gaya kepemimpinannya dapat terlihat dalam buku setebal 395 halaman itu.</p>
<p>Bagi yang penasaran seperti apa gaya iLeadership ala Steve, silakan baca sendiri ya bukunya.</p>
<p><img class="alignleft" src="http://images.contentreserve.com/ImageType-100/2100-1/%7BD53FF138-C9EC-4C3C-BA99-0814C6D02427%7DImg100.jpg" alt="steve jobs" width="286" height="381" /></p>
<p>Kalau melihat dari segi isi, sebenarnya buku ini sangat bagus. Sayangnya buku terjemahan ini banyak errornya. Sayang sekali. Saya rasa hampir di semua bab minimal ada kesalahan penulisan. Seperti tidak konsistennya penerjemah memilih kata &#8220;Merk&#8221; dan &#8220;Merek&#8221; padahal dalam satu judul yang sama. Atau kesalahan penulisan lain (iTune, iTunes, atau iTun?).</p>
<p>Pokoknya, bagi saya kesalahan penulisan kecil seperti itu rasanya sangat mengganggu. Apalagi gaya penerjemahannya yang saya rasa masih harus diperbaiki. Saya memang nggak begitu paham bagaimaa seharusnya menerjemahkan sebuah tulisan, apakah harus letterlek, semua kata per kata diterjemahkan, atau bisa dengan tulis ulang, selama esensinya sampai.</p>
<p>Yang pasti, ketika saya coba lihat versi aslinya (yang ada di Google books), perasaan penerjemahannya memang letterlek, dan terlalu kaku. Entah kalau kata yang lain.</p>
<p>Hmm apa lagi ya? Sepertinya itu saja deh. Oh iya, ternyata saya masih bisa baca buku tebal dalam waktu kurang dari seminggu. yeaaaah prestasi yang cukup membanggakan bagi saya yang sudah jarang ada waktu untuk baca buku tebal -_-.</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/hahn/~4/YlMhvufHE6g" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ha.hn.web.id/2012/01/22/mengenal-steve-jobs/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ha.hn.web.id/2012/01/22/mengenal-steve-jobs/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Farewell Party</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/hahn/~3/MRrLTsyjMPU/</link>
		<comments>http://ha.hn.web.id/2012/01/21/farewell-party/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 21 Jan 2012 12:30:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[kuliah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ha.hn.web.id/?p=1239</guid>
		<description><![CDATA[TAK terasa, ternyata saya (dan teman-teman) sudah setahun menjadi penghuni tetap lab LSKK. Lab yang berisi sekumpulan komputer (cukup) canggih untuk memainkan berbagai game kelas berat (tapi sayang jarang dipakai karena kebanyakan penghuninya lebih memilih menggunakan laptopnya masing-masing). Seperti angkatan &#8230; <a href="http://ha.hn.web.id/2012/01/21/farewell-party/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>TAK terasa, ternyata saya (dan teman-teman) sudah setahun menjadi penghuni tetap lab LSKK. Lab yang berisi sekumpulan komputer (cukup) canggih untuk memainkan berbagai game kelas berat (tapi sayang jarang dipakai karena kebanyakan penghuninya lebih memilih menggunakan laptopnya masing-masing).<br />
<span id="more-1239"></span><br />
Seperti angkatan yang sudah-sudah, setelah semua kuliah habis itu artinya kami harus meninggalkan lab tercinta itu. Apalagi minggu depan sudah ada lagi penghuni yang baru, yang jumlahnya katanya mencapai 75 orang. Saya nggak kebayang lab yang hanya cukup untuk +-35 orang itu diisi sampai lebih dari 50 orang -_-.</p>
<p>Nah, Jumat (20/1/2012) kemarin merupakan hari terakhir bagi kami untuk mencicipi kemewahan lab itu. Lalu salah seorang teman tiba-tiba mengusulkan untuk menggelar pesta di sana. Tentu pesta ala kami, mahasisa, yakni pesta rujak <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><img src="http://farm8.staticflickr.com/7032/6735187415_70153a2f69_z.jpg" width="640" height="360" alt="serbu"/></p>
<p>Pemeran utama dalam pesta ini adalah ibu-ibu, yang dengan baik hati membuat bumbu rujak (yang dua macem) dan buah-buahan segar. Juga pak Hadi yang bawa kerupuk, dan Mr Vatha yang membawa rambutan sebagai pereda pedas. Jangan lupa, mr <a href="http://biotachyonics.livejournal.com/" target="_blank">Sin</a> yang sudah bawa kue sebagai pengganjal perut selama menunggu kedatangan rujak. Sementara saya: bawa perut kosong yang sudah lapar karena cuma sarapan seadanya di rumah <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><img src="http://farm8.staticflickr.com/7170/6735187371_d2fe836cac_z.jpg" width="640" height="360" alt="piring mana piring"/></p>
<p>Ternyata rujak yang dibikin <a href="http://betapasayangnyaengkaupadaku.blogspot.com/" target="_blank">mira</a>, mbak <a href="http://satuharisatu.wordpress.com/" target="_blank">sri</a> dan <a href="http://pelangitakpernahmendung.blogspot.com/" target="_blank">tiwi</a> banyak juga. Satu wadah besar hampir penuh sama potongan buah. Padahal yang datang tidak banyak karena sebagian teman-teman masih mudik, dan yang lainnya sibuk dengan kesibukannya masing-masing. </p>
<p>Rujak yang dibikin sama ibu-ibu itu secara default ternyata tidak pedas. Alasannya sederhana, karena yang bikinnya nggak terlalu suka yang pedas. halaah masa ibu-ibu kalah sama bapak-bapak? hehe..Untung saja ada opsi menambah tingkat kepedasan, karena para ibu itu sudah menyiapkan cengek tumbuk yang lumayan pedas. Lalu pak <a href="http://www.hadibanoe.com/" target="_blank">hadi</a> mulai meracik rujak pedasnya, dan hasilnya lumayan bikin perut panas (karena saya lalu nambah lagi cengeknya, hampir setengah sendok <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ). Cuma saya dan pak hadi yang berani menyantap bumbu super pedas ini, sementara ibu-ibu dan bapak-bapak yang lain, seperti pak <a href="http://copaz11.wordpress.com/" target="_blank">acep</a> dan pak beni sang fotografder tidak.</p>
<p>Panasnya ternyata tahan lama. Sampai saya sampai di kantor saya masih merasakan panas di perut, untungnya nggak sampai sakit perut karena perut saya sudah cukup kebal dengan pedas <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p><img src="http://farm8.staticflickr.com/7012/6735187447_ea7805f46d_z.jpg" width="640" height="362" alt="perpisahan"/></p>
<p>Jam 4 sore pun tiba. Pak Usep (?) yang biasa membereskan lab pun datang ke lab, itu artinya kami harus meninggalkan lab tercinta. kami pun langsung beberes, membersihkan lab dari sisa-sisa sampah rujak party. Sayonara lab tercintaah <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/hahn/~4/MRrLTsyjMPU" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ha.hn.web.id/2012/01/21/farewell-party/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ha.hn.web.id/2012/01/21/farewell-party/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ngedrop</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/hahn/~3/2U92gqS0lXA/</link>
		<comments>http://ha.hn.web.id/2012/01/16/ngedrop/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 16 Jan 2012 04:46:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[kompie]]></category>
		<category><![CDATA[gadget]]></category>
		<category><![CDATA[nokia]]></category>
		<category><![CDATA[ponsel]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ha.hn.web.id/?p=1234</guid>
		<description><![CDATA[Bukan, ini bukan ngedrop gara-gara nilai Perpasive saya B. Bukan juga karena presentasi saya yang gagal. Apalagi gara-gara siset yang belum mulai-mulai dikerjakan. Saya tegaskan, bukan saya yang ngedrop walaupun memang kecewa sama hasil kuliah semester ini. Ini tentang HP &#8230; <a href="http://ha.hn.web.id/2012/01/16/ngedrop/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Bukan, ini bukan ngedrop gara-gara nilai Perpasive saya B. Bukan juga karena presentasi saya yang gagal. Apalagi gara-gara siset yang belum mulai-mulai dikerjakan. Saya tegaskan, bukan saya yang ngedrop walaupun memang kecewa sama hasil kuliah semester ini.<br />
<span id="more-1234"></span><br />
Ini tentang HP saya. Tepatnya handphone Nokia E-63 saya yang baterenya mulai hidup segan mati jangan dulu. Tentang ponsel pintar pertama yang saya beli dari uang keringat sendiri. Memang kenapa?</p>
<p>Ceritanya, ponsel ini sangat membantu pekerjaan saya selama ini sebagai tukang gosip selama sekitar 6 bulan ke belakang. Tiada hari bekerja tanpa gadget -yang kata saya- cukup canggih ini. </p>
<p>Ya, sebagai tukang gosip yang berburu narsum, hanphone yang punya kibor qwerty memang sangat membantu. Saya nggak perlu lagi nulis dalam bloknote. Saya nggak perlu lagi galau kalau nggak bawa pulpen. Sedikitnya saya menyelamatkan dunia karena mengurangi penggunaan kertas <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Sejak dibeli (bekas) pada sekitar akhir 2009 lalu, Nokia ini jarang bermasalah. Ya dibandingkan BB yang katanya sering ngehang sehingga harus direstart, saya rasa Nokia lebih baik.</p>
<p>Tapi barang apapun ketika dipakai berlebihan tentu saja bakal cepat rusak. Setidaknya produktivitasnya baka terus menurun. Begitu juga dengan EGE saya, terutama baterenya.</p>
<p>Beberapa bulan ke belakang, kinerja batere sudah mulai agak berkurang. Setiap hari saya minimal harus ngecas HP dua kali. Pertama biasanya dicas pas malam ketika pulang, lalu ketika kerja. Biasanya siang atau sore. Ya sekadar agar bisa ngetik di HP.</p>
<p>Tapi belakangan, kinerja batere menurun tajam. Masa hidup batere semakin singkat. Kalau biasanya bisa tahan hingga 8-10 jam, sekarang paling haya 6-7 jam. Akibatnya hp jadi sering dicas -_-. Seperti sekarang, padahal tadi sore sebelum berangkat kerja, HP sudah dicas hampir seharian. Eh pas malamnya sudah habis lagi.</p>
<p>Memang sih kinerja HP cukup berat. Dua aplikasi hampir pasti selalu jalan, yakni whatsApp dan Emoze buat kirim-terima email. Selain itu browser Opera Mini pun cukup sering digunakan. Apalagi ketika kemarin-kemarin ketika sering di lapangan. Maka nggak heran baterenya cepat habis.</p>
<p>Sepertinya saya harus ganti baterenya. Tapi saya nggak tahu harganya berapa. Katanya sih masih di bawah Rp50 ribu. Saya nggak tahu apa seharga itu sudah dapat batere asli atau made in china.</p>
<p>Atau ini tandanya saya harus ganti ke Android? <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/hahn/~4/2U92gqS0lXA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ha.hn.web.id/2012/01/16/ngedrop/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ha.hn.web.id/2012/01/16/ngedrop/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kwetiau</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/hahn/~3/9zMw71jFJEc/</link>
		<comments>http://ha.hn.web.id/2012/01/16/kwetiau/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 15 Jan 2012 19:43:46 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngabulatuk]]></category>
		<category><![CDATA[kuliner]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ha.hn.web.id/?p=1231</guid>
		<description><![CDATA[Ini tulisan sudah sejam ditulis, tapi cuma judulnya doang. duh.. Padahal tadi pas lagi di motor lancar bener. Pas mau ditulis malah buntu, jadi lupa mau tulis apa tentang judul ini, si kwetiau yang memesona ini. Sebagai kalong yang suka &#8230; <a href="http://ha.hn.web.id/2012/01/16/kwetiau/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ini tulisan sudah sejam ditulis, tapi cuma judulnya doang. duh.. Padahal tadi pas lagi di motor lancar bener. Pas mau ditulis malah buntu, jadi lupa mau tulis apa tentang judul ini, si kwetiau yang memesona ini.<br />
<span id="more-1231"></span><br />
Sebagai kalong yang suka pulang malam, tidak banyak pilihan makanan ketika lapar. Kalau nggak nasi goreng, mi goreng atau kwetiau. Jarang ada tempat makan yang buka sampai larut malam, terutama di dekat rumah. Paling sial bikin mi rebus di rumah. Atau makan nasi dengan lauk yang sudah dingin. Nasib.</p>
<p>Nah biasanya (kalau lapar) saya suka beli nasi goreng. Murah, cuma Rp7 ribu, atau Rp8 ribu kalau beli nasi goreng yang suka mampir di depan kantor. Enak atau nggak ya sesuai lah dengan harganya. Seporsi bisa kenyang sampai siang biasanya, cocok bagi saya yang suka bangun kesiangan dan nggak sempat sarapan kalau harus ke kampus <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  .</p>
<p>Tapi tiap hari makan nasi goreng enek juga, bosen. Apalagi tiap sarapan makannya nasi goreng juga. Nggak ada variasi huehue. Makanya beberapa hari ini kalau lapar dan beli makanan, akhirnya pesan kwetiau. Harganya beda seribu, tapi porsinya jauh lebih banyak. Kenyang. Selain porsinya yang lebih jumbo, ternyata menu ini banyak sayurannya. Lumayan lah nambah-nambah serat <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .<br />
<img class="aligncenter" src="http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/thumb/d/d8/Kwetiau_Kuah_Ayam_-_rice_noodles_and_chicken.jpg/250px-Kwetiau_Kuah_Ayam_-_rice_noodles_and_chicken.jpg" alt="Kwetiau ala wikipedia" /></p>
<p>Waktu pertama beli, saya pernah salah nyebut kwetiau. karena nggak tahu namanya, saya malah bilang pyonghai, dan terang aja si penjual di pinggir jalan itu langsung cemberut dengan sukses <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Untungnya si bapak ngerti bahwa yang saya pesan itu kwetiau, bukan pyunghai <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Btw, apakah kwetiau yang dijual di pinggir jalan itu saa dengan kewtiau asli ya? Yang sesuai definisi di Wikipedia, sejenis mie Tionghoa berwarna putih yang terbuat dari beras. Dapat digoreng ataupun dimasak berkuah. Entahlah, karena saya belum pernah makan di restoran cina yang menyediakan menu kwetiau. Eh makan di restoran cina aja belum pernah. Hmm.. sepertinya cocok nh buat tema kuliner minggu depan <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Sudah ah, tulisannya ga jelas gini. Gara-gara galau siset -_-</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/hahn/~4/9zMw71jFJEc" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ha.hn.web.id/2012/01/16/kwetiau/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ha.hn.web.id/2012/01/16/kwetiau/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>2011</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/hahn/~3/AstNpXbTmqA/</link>
		<comments>http://ha.hn.web.id/2012/01/09/2011/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 03:36:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[menulis]]></category>
		<category><![CDATA[2011]]></category>
		<category><![CDATA[resolusi]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ha.hn.web.id/?p=1221</guid>
		<description><![CDATA[Sudah lewat dari 2011, dan sudah nggak zaman untuk nulis resolusi sepertinya. Tapi tak apa, toh masih di awal bulan, jadi masih ada waktu sisa 11 bulan ke depan yang harus diisi dengan rencana-rencana dan agenda supaya tahun ini bisa &#8230; <a href="http://ha.hn.web.id/2012/01/09/2011/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sudah lewat dari 2011, dan sudah nggak zaman untuk nulis resolusi sepertinya. Tapi tak apa, toh masih di awal bulan, jadi masih ada waktu sisa 11 bulan ke depan yang harus diisi dengan rencana-rencana dan agenda supaya tahun ini bisa lebih baik dari sebelumnya.</p>
<p>Inginnya menulis tentang resolusi, tapi kata <a href="http://pengelmu.blogspot.com/2012/01/resolusi.html" target="_blank">teman saya</a>, buat apa buat resolusi, ketika ujung-ujungnya nggak dikerjakan. Atau dikerjakan karena itu sudah jadi kewajiban. Jadi apa pentingnya? <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Sebelum menulis resolusi (kalau memang ada), lebih baik menulis cerita di 2011. karena di tahun ini saya banyak mengalami hal menakjubkan, yang baru, dan tidak pernah terpikirkan sebelumnya. Ya, makanya saya tulis judulnya 2011, bukan resolusi. Toh tiap hari selalu baru, jadi kenapa harus menunggu tahun baru kalau mau bikin resolusi?</p>
<p><span id="more-1221"></span>Baiklah, tidak usah terlalu panjang prolognya. Kita mulai cerita saja dari awal 2011. Sebenarnya ceritanya dimulai sejak akhir November 2010. Waktu itu, ketika sedang makan-makan bersama <a href="http://dieka2501.web.id" target="_blank">dia</a>, <a href="http://desitahana.wordpress.com" target="_blank">dia</a>, dan temannya, tiba-tiba ada SMS yang mengubah jalan hidup saya setahun ke depannya. Kaget dan tentu saja bahagia (sekaligus siap pusing) dengan kabar itu.</p>
<p>Maka awal Januari mulai lah saya kembali menjadi seorang pelajar yang harus duduk di kelas mendengarkan petuah dosen. Tapi ada masalah: SAYA BUTUH LEPTOP. Yup, dengan jurusan yang setiap saat membutuhkan komputer, laptop mau tak mau menjadi kebutuhan utama. Apalagi tidak ada lagi buku berbentuk kertas, semuanya pdf. Selama matrikulasi, saya suka bengong sendiri karena tak bisa ikutan praktek.</p>
<p>Untung saja ada sedikit keajaiban. Alhamdulillah, ternyata saya bisa kredit leptop ke kakak saya. Walaupun dengan harga yang JAUUUUH lebih mahal, namun nggak ada pilihan lain. Setidaknya saat itu. Akhirnya dengan semangat nekad saya menjadi kreditur.</p>
<p>OK masalah sedikit teratasi. Singkat cerita dengan leptop merah marun yang ternyata barang ilegal alias BM itu saya mengerjakan sebagian besar tugas. Meski memorinya terbatas, namun masih dapat diandalkan. setidaknya jika melihat nilai akhir semester awal, alhamdulillah..</p>
<p>Lalu masuk bulan Mei, bulan yang seharusnya libur, namun dimanfaatkan untuk semester pendek. Artinya tidak ada libur. Setelah beres UAS langsung masuk lagi. Capek memang, dan bukan ini yang jadi masalah. Masalah datang ketika dari kantor saya diharuskan pindah ke luar kota. Membantu dua teman saya yang sedang banting tulang mengembangkan media baru di sana.</p>
<p>Sebenarnya kalau saya sedang tidak sekolah, dengan senang hati saya pindah ke sana. Cari suasana baru, dan mungkin cari jodoh <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Tapi masalahnya saya SEDANG SEKOLAH!</p>
<p>Setelah diskusi dengan orangtua, akhirnya saya putuskan untuk minta ke bos besar agar mengurungkan niatnya memindahkan saya. Tapi ternyata sudah terlambat, saya dminta untuk dicoba ke sana dulu. Saya bingung. Saya tak mau sekolah saya gagal hanya karena harus pindah kota. Apalagi niat awal waktu pindah kerja dari guru menjadi buruh tinta, salah satunya supaya bisa kumpulkan bekal buat sekolah lagi.</p>
<p>Maka keputusan itu datang: Saya putuskan mengundurkan diri. Berat memang, karena saya sudah hampir 2 tahun kerja di sana. Tapi hidup adalah pilihan. Untungnya saya ditawari kerjaan oleh salah seorang senior jurnalis yang sekarang jadi bos saya. Di tempat kerja yang sekarang. Meski harus kembali ke lapangan (dan konsekuensinya jarang banget masuk <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' />  ) saya masih bisa mendapat penghasilan.</p>
<p>Sekarang sudah 2012. Apalagi kejutan di tahun ini? Yang pasti, tahun ini saya sudah harus angkat kaki dari kampus. Bukannya tidak betah, tapi kalau sampai molor, saya harus nombok, dan itu berat <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_sad.gif' alt=':(' class='wp-smiley' /> . Jadi doakan saja supaya saya bisa segera lulus <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> . Amiin.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/hahn/~4/AstNpXbTmqA" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ha.hn.web.id/2012/01/09/2011/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ha.hn.web.id/2012/01/09/2011/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Semua Belum Terlambat</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/hahn/~3/6dXC-54WVYo/</link>
		<comments>http://ha.hn.web.id/2012/01/09/semua-belum-terlambat/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 09 Jan 2012 01:00:28 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[ngabulatuk]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ha.hn.web.id/?p=1223</guid>
		<description><![CDATA[Ketika nasi sudah menjadi bubur maka siapkan kecap dan kerupuk juga ayam dan telur dan ati ampela karena bubur pun dapat jadi menu utama]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Ketika nasi sudah menjadi bubur<br />
maka siapkan kecap dan kerupuk<br />
juga ayam dan telur dan ati ampela<br />
karena bubur pun dapat jadi menu utama</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/hahn/~4/6dXC-54WVYo" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ha.hn.web.id/2012/01/09/semua-belum-terlambat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ha.hn.web.id/2012/01/09/semua-belum-terlambat/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>wget keren</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/web/hahn/~3/DYJVqL0qP7o/</link>
		<comments>http://ha.hn.web.id/2012/01/03/wget-keren/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 02 Jan 2012 18:08:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>hahn</dc:creator>
				<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[Linux]]></category>
		<category><![CDATA[konsol]]></category>
		<category><![CDATA[wget]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://ha.hn.web.id/?p=1212</guid>
		<description><![CDATA[EGINILAH nasib tinggal di sisi kota yang katanya sudah metropolitan, Bandung. Karena berada di Bandung coret, sinyal pun seperti hidup enggan mati tak mau. halah. Intinya sinyal modem lep lepan. Meski katanya bisa download UP TO 156 kbps (atau sekitar &#8230; <a href="http://ha.hn.web.id/2012/01/03/wget-keren/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong><a href="http://ha.hn.web.id/wp-content/uploads/2012/01/wget1.png"><img class="alignnone size-full wp-image-1216" title="wget" src="http://ha.hn.web.id/wp-content/uploads/2012/01/wget1.png" alt="" width="833" height="189" /></a><span class="dropcap">B</span></strong>EGINILAH nasib tinggal di sisi kota yang katanya sudah metropolitan, Bandung. Karena berada di Bandung coret, sinyal pun seperti hidup enggan mati tak mau. halah. Intinya sinyal modem lep lepan. Meski katanya bisa download UP TO 156 kbps (atau sekitar itu, ga tau:D ), tapi kenyataannya JAUH di bawah itu.</p>
<p><span id="more-1212"></span></p>
<p>Makanya tak jarang ketika sedang mengunduh, sering putus sendiri. HIkshiks. Sedih banget ketika file yang diunduh cukup besar (69 MB), dan ternyata tidak beres. Seperti sekarang, sedang asyik-asyiknya nunggu file (bajakan, ups) lagu Koil pakai chrome, eh tau-taunya terhenti karena koneksi yang sekarat.</p>
<p>File yang diunduh baru sekitar 20 MB saat berhenti, dan meski sudah ada 3 lagu, tetep saja ga bisa diambil lagunya. Sedih sekali. Nah di sinilah kesaktian wget. Meski awalnya bukan diunduh pake wget, ternyata file unduhan itu masih bisa dilanjutkan sama wget.</p>
<p>Wget memang punya pilihan agar kita dapat meneruskan pross unduhan ketika distop. Cukup tambah parameter -c.</p>
<p>Mungkin memang nggak seperti IDM yang sudah terkenal kerennya dalam hal unduh mengunduh, tapi di linux, wget tetap pemenangnya. Setidaknya bagi saya <img src='http://ha.hn.web.id/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> .</p>
<p>Oiya, ternyata ini postingan pertama di tahun 2012. Keren. halah.</p>
<p>Sekian saja dulu, mari kembali meneruskan membikin (terjemahan dan rangkuman) makalah tentang transmisi digital. Cao. HAPPY NEW FEAR YEAH!</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/web/hahn/~4/DYJVqL0qP7o" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://ha.hn.web.id/2012/01/03/wget-keren/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://ha.hn.web.id/2012/01/03/wget-keren/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

