<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:openSearch="http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/" xmlns:blogger="http://schemas.google.com/blogger/2008" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr="http://purl.org/syndication/thread/1.0" version="2.0"><channel><atom:id>tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211</atom:id><lastBuildDate>Mon, 07 Oct 2024 04:27:30 +0000</lastBuildDate><category>alam bebas tips</category><category>info wisata</category><category>funny</category><category>alam bebas</category><category>earth and environment</category><category>Aneh dan Unik</category><category>otomotif tips</category><title>para pencari lelah</title><description>“Kita tidak akan pernah bisa menaklukan suatu puncak gunung, karena angin akan menghapus jejak kita begitu kita meninggalkannya dan kita tidak akan pernah bisa menjadi sahabat sejati kalau kita tidak pernah belajar dari perjalanan serta alam sekitarnya”.</description><link>http://weryoe.blogspot.com/</link><managingEditor>noreply@blogger.com (weryoe)</managingEditor><generator>Blogger</generator><openSearch:totalResults>31</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-8193934009897517215</guid><pubDate>Sat, 17 Sep 2011 05:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-17T12:06:57.706+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aneh dan Unik</category><title>Ubur-ubur Dari Karibia, Satu-satunya Makhluk Hidup Yang Abadi</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLeDQOxeiOEJp3o1CQFTZJuVHJPIVFp9fyRB85nI092U6opqoAkUNkgx6SoIwOxAgriIwDDatkVGt9NHDUbpoIzSMZxPVzgmg824WTASqukmBVuUg4kcsYgDWTRiRZi0dmD1F0t12nVVrS/s1600/jellyfish.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;256&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLeDQOxeiOEJp3o1CQFTZJuVHJPIVFp9fyRB85nI092U6opqoAkUNkgx6SoIwOxAgriIwDDatkVGt9NHDUbpoIzSMZxPVzgmg824WTASqukmBVuUg4kcsYgDWTRiRZi0dmD1F0t12nVVrS/s320/jellyfish.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span id=&quot;goog_264226239&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_264226240&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1965360382&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1965360383&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ubur-ubur jenis ini bisa merubah selnya menjadi ke bentuk baru yang lebih muda, cara kerjanya mirip seperti salamander (sejenis kadal) yang bisa numbuhin kaki baru jika semisal putus, Karena ubur-ubur jenis ini tidak mati mati, sekarang penyebarannya sudah tidak di karibia aja, sekarang dah sampe spanyol, jepang, italy&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beberapa ilmuwan baru-baru ini telah menemukan semacam mikro-organisme laut yang disebut “Turritopsis nutricula”, mungkin adalah satu-satunya makhluk yang hidup abadi di dunia, Para ilmuwan mengatakan diameter “Turritopsis nutricula” hanya 4-5 mm, organisme yang sangat kecil ini, malah mempunyai kemampuan “kembali awet muda”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut ilmuwan yang telah lama terlibat dalam penyelidikan sekitar 4.000 “Turritopsis nutricula”, hasilnya menunjukkan bahwa ubur-ubur semacam ini dapat menjadi “kembali muda” lagi, tidak ada satupun yang pernah mati karena unsur mereka sendiri. Ilmuwan menegaskan bahwa: “Turritopsis nutricula” adalah satu-satunya biologi yang ditemukan yang dapat kembali dari tahap sexual dewasa ke tahap larva.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dalam keadaan normal, ubur-ubur setelah selesai bereproduksi akan mati, namun “Turritopsis nutricula” setelah mencapai kedewasaan sexual akan kembali ke tahap muda dan kembali memulai suatu proses kehidupan yang lain, dari teori ini dapat dikatakan siklus ini akan berulang terus.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Turritopsis nutricula” termasuk Hydrozoa adalah semacam organisme pemangsa dengan mikro-organisme sebagai makanan utama, menggunaan metode perambatan vegetatif, dan banyak hidup di perairan tropis, juga dapat melekat pada kapal yang berlayar ke seluruh dunia, karena volumenya yang sangat kecil, sehingga tidak bisa dilihat apakah berdampak pada ekosistem.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Adapun bagaimana proses ajaib “Turritopsis nutricula” menyelesaikan “kembali ke muda”, misteri di dalamnya masih harus menunggu para ahli biologi laut dan genetika untuk menjawabnya.</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/09/ubur-ubur-dari-karibia-satu-satunya.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLeDQOxeiOEJp3o1CQFTZJuVHJPIVFp9fyRB85nI092U6opqoAkUNkgx6SoIwOxAgriIwDDatkVGt9NHDUbpoIzSMZxPVzgmg824WTASqukmBVuUg4kcsYgDWTRiRZi0dmD1F0t12nVVrS/s72-c/jellyfish.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>4</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-4184774749425180379</guid><pubDate>Fri, 16 Sep 2011 03:16:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-09-16T10:16:19.931+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">alam bebas tips</category><title>Makanan pengganti obat tidur</title><description>&amp;nbsp;Tidur nyenyak buat beberapa orang merupakan kemewahan. Faktanya, tidur merupakan waktu untuk sel dari tubuh termasuk sel otak untuk bisa pulih.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kekurangan tidur dapat membuat badan anda lemas, pusing, dan tidak fokus di pagi harinya, sebagaimana dikutip dari Healthmeup.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membuat anda dapat tidur lebih nyenyak, tanpa meminum obat tidur, lebih baik anda memakan makanan berikut ini sebelum beranjak tidur sebagai penggantinya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Kacang Almond&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Kacang segar, terutama almond, dianggap sebagai &quot;makanan berkhasiat&quot; untuk&amp;nbsp; membantu anda tidur lebih nyenyak. Kandungan magnesium dalam kacang mencegah anda memiliki masalah tidur dan memicu relaksasi otot.&lt;br /&gt;
Kandungan protein didalamnya juga membantu menstabilkan tingkat gula darah selama tidur. Disarankan untuk memakan almond setidaknya 2 - 3 jam sebelum tidur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Sereal&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Penelitian baru-baru ini menunjukan bahwa sereal rendah gula dapat juga membantu anda tidur lebih nyenyak.Salah satunya sereal dengan topping yoghurt.&lt;br /&gt;
Kombinasi keduanya dapat membantu mengaktifkan serotonin di otak yang bertanggungjawab untuk menstabilkan mood dan menciptakan kualitas tidur yang lebih baik. Ketika tingkat dari serotonin di tubuh sangat tinggi, maka anda akan merasa ngantuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Telur Rebus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Jika anda bangun dan merasa lapar, anda mungkin memakan makanan tertentu. Pilihan terbaiknya adalah telur rebus.&lt;br /&gt;
Tingginya kandungan protein dalam telur membantu memperbaiki kualitas tidur dan menjaga kesehatan tubuh, sehingga hal itu memberikan anda perlindungan yang lengkap. Meski begitu, jika anda memiliki masalah kolesterol tinggi, disarankan untuk mengkonsumsi putih telurnya saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Madu.&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Tambahkan madu ke dalam teh sembari menikmati roti kesukaan anda. Madu dapat memperbaiki kualitas tidur. Kealamian untuk menstimulasi tidur dalam madu bisa menjadi solusi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Popcorn tanpa gula dan mentega&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Popcorn mengandung cukup karbohidrat untuk membantu memastikan asupan yang memadai dari trytophan (asam amino) untuk otak.&lt;br /&gt;
Asam amino ini digunakan untuk menghasilkan serotonin, yang menstimulasi anda untuk tidur. Sehingga, tak ada masalah bila memakan popcorn sebelum tidur, selama tak ada tambahan mentega atau gula.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
ANTARA News</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/09/makanan-pengganti-obat-tidur.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-7829716177139507017</guid><pubDate>Tue, 23 Aug 2011 12:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-23T19:59:18.704+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">funny</category><title>Berapa engineer yang diperlukan untuk mengganti bola lampu ???????</title><description>Pertanyaan : Berapa engineer yang diperlukan untuk&lt;br /&gt;
mengganti bola lampu?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Engineer sipil: Satu tim lengkap. Dan beri saya satu&lt;br /&gt;
minggu untuk merancang project management ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spesialis windows-2000: Satu orang. Tapi harus&lt;br /&gt;
dilakukan reinstalasi rumah secara keseluruhan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spesialis linux: Satu orang. Dan tidak perlu lampu&lt;br /&gt;
baru. Cukup dilakukan rekompilasi pada source code&lt;br /&gt;
lampu itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Engineer telekomunikasi: Satu orang, untuk&lt;br /&gt;
mengoperasikan perangkat remote maintenance dengan&lt;br /&gt;
inframerah terhadap lampu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Engineer pengairan: Lima orang. Satu untuk melepas&lt;br /&gt;
lampu dan menggantinya. Empat untuk membereskan perahu&lt;br /&gt;
apung dan mengeringkan ruangan dari air kolam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Engineer arsitektur: Ruangan itu dirancang untuk&lt;br /&gt;
menerima cahaya alami. Lampu itu tidak rusak. Dari&lt;br /&gt;
awal memang dipasang hanya sebagai asesori, dan memang&lt;br /&gt;
tidak bisa menyala.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Spesialis C++: Tergantung, apakah lampu yang rusak itu&lt;br /&gt;
bertipe lampu real, ataukah hanya instansiasi dari&lt;br /&gt;
kelas lampu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Teoretisi chaos: Tidak perlu orang. Biarkan saja&lt;br /&gt;
kupu-kupu itu mengepakkan sayapnya sekali lagi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mekanikawan kuantum: Karena posisi dan momentum lampu&lt;br /&gt;
tak dapat ditetapkan bersamaan, kita perlu satu&lt;br /&gt;
ruangan penuh engineer yang ditutup matanya. Saat&lt;br /&gt;
menerima sinyal, mereka semua harus melepaskan tutup&lt;br /&gt;
mata, dan mengamati kawasan di mana lampu rusak&lt;br /&gt;
mungkin berada. Yang terdekat dengan lampu itu harus&lt;br /&gt;
mengganti lampu secepat-cepatnya, sebelum fungsi&lt;br /&gt;
gelombang bergeser.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahasiswa teknik semester 1: Tidak tahu. Kami belum&lt;br /&gt;
belajar soal itu.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahasiswa teknik semester 2: Tidak tahu. Itu materi&lt;br /&gt;
semester 3.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahasiswa teknik semester 3: Sudah lupa. Itu ternyata&lt;br /&gt;
materi semester 2.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mahasiswa teknik tingkat akhir: Ini bocoran soal ujian&lt;br /&gt;
skripsi ya?&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alumni baru fakultas teknik: Itu tergantung beberapa&lt;br /&gt;
hal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dosen fakultas teknik: Saya berkeberatan menjawab&lt;br /&gt;
pertanyaan kalau itu dimaksudkan untuk menjatuhkan&lt;br /&gt;
saya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pakar engineering terapan: Anda sebenarnya cuma&lt;br /&gt;
bertanya, atau sedang meminta bantuan saya untuk&lt;br /&gt;
mengganti lampu?&lt;br /&gt;
</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/08/berapa-engineer-yang-diperlukan-untuk.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-2740577709650490880</guid><pubDate>Wed, 17 Aug 2011 05:40:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-19T02:04:44.319+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">funny</category><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">info wisata</category><title>Nelayan Gajah Mungkur Upacara Diatas Perahu</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA87TrY2AWfbjsoBPflfRVu10J98Y8vQYHT-vr7rGUgU1k7cAE9cdJIZr9NvifsCORAJU7z1NQtU11jUwoXEZdm6D-7rxZPpnA-6Cy26IElxeThht1zgjYcI6BOmjdwKWME9ql0Jg2igJj/s1600/17nelayan-360x270.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA87TrY2AWfbjsoBPflfRVu10J98Y8vQYHT-vr7rGUgU1k7cAE9cdJIZr9NvifsCORAJU7z1NQtU11jUwoXEZdm6D-7rxZPpnA-6Cy26IElxeThht1zgjYcI6BOmjdwKWME9ql0Jg2igJj/s400/17nelayan-360x270.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVMSBSMMtkOEfelgoBAx5OOfxXMLoPBMFj4yQPDosvU15EAASqSkiO0qfWyq7xqH0GZr3wVG78yA-gyf4D2AC8KqYj9Lghtr6821ULojTUGpOZNsK6bBrM9EFV2zAOQ_f6eK9_5WRQkiD2/s1600/93fa186cc5704cb5d2100bd367f54ed7.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjVMSBSMMtkOEfelgoBAx5OOfxXMLoPBMFj4yQPDosvU15EAASqSkiO0qfWyq7xqH0GZr3wVG78yA-gyf4D2AC8KqYj9Lghtr6821ULojTUGpOZNsK6bBrM9EFV2zAOQ_f6eK9_5WRQkiD2/s400/93fa186cc5704cb5d2100bd367f54ed7.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;goog_859306087&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_859306088&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
Ada acara unik dan menarik yang dilakukan para nelayan Waduk Gajah Mungkur yang tergabung dalam komunitas Masyarakat Gajah Mungkur (MGM) Wonogiri dalam memperingati Hari Kemerdekaan RI, Rabu (17/8). Mereka merayakan HUT Ke 66 Kemerdekaan RI dengan menggelar upacara bendera (tujuh belasan-red) di atas perairan Waduk Gajah Mungkur.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ratusan tamu undangan dari unsur pemerintah, BUMD serta warga masyarakat Desa Sendang Wonogiri tumpah ruah menghadiri acara tujuh belasan versi nelayan ini. Sedikitnya ada 150 perahu nelayan ikut ambil bagian dalam upacara bendera di atas air yang baru pertama kali digelar para nelayan di daerah Wonogiri tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bertugas sebagai komandan upacara adalah Budi Hartono yang juga Ketua MGM Wonogiri. Sedangkan, bertindak selaku Irup Kepala Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disbudparpora) Pemkab setempat Pranoto. Sedangkan, petugas pengibar sang saka Merah Putih seluruhnya ada 5 orang nelayan karena yang dua diantaranya bertugas sebagai &quot;nahkoda&quot; perahu yang mengangkut Sukimin, Sugiyanto dan Darmin selaku pengibar bendera yang kemudian berkibar di angkasa tepatnya di atas air waduk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekretaris MGM Wonogiri, Bondan Sejiwan Boma Aji, yang juga ketua panitia pelaksana upacara bendera Agustusan di atas air versi nelayan Gajah Mungkur ini menyebutkan, acara ini selain sebagai bentuk kesyukuran para nelayan menyusul Kemerdekaan RI juga bertujuan ingin lebih mengangkat waduk Gajah Mungkur sebagai obyek wisata andalan daerahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Kami para nelayan yang identik sebagai ‘orang pinggiran’ ini ingin mengangkat Waduk Gajah Mungkur dengan kearifan lokal. Kebetulan saja ini momentumnya pengibaran bendera 17-san,” kata Bondan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diakui, untuk mempersiapkan acara yang cukup unik dan spektakuler ini anggota MGM bersama Kelompok Tani Nelayan ‘Manunggal’ Desa Sedang Wonogiri sudah mempersiapkan dengan latihan-latihan intensif sejak 1,5 bulan lalu.&lt;br /&gt;
“Yang paling berat dalam latihan ini bagaimana mempersiakan podium Irup dan tiang bendera di atas air yang selalu bergerak karena ombaknya lumayan besar,” ujar dia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Acara semakin meriah dan mampu menyedot penonton yang lebih banyak lagi kerena setelah melaksanakan upacara bendera 17-san di atas air Waduk Gajah Mungkur komunitas MGM Wonogiri kemarin dilanjutkan dengan menggelar Lomba Dayung Perahu Tradisional 2011 yang menyediakan iming-iming hadiah cukup menarik dari sponsor dan sejumlah uang pembinaan bagi para nelayan yang menang.</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/08/nelayan-gajah-mungkur-upacara-diatas.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiA87TrY2AWfbjsoBPflfRVu10J98Y8vQYHT-vr7rGUgU1k7cAE9cdJIZr9NvifsCORAJU7z1NQtU11jUwoXEZdm6D-7rxZPpnA-6Cy26IElxeThht1zgjYcI6BOmjdwKWME9ql0Jg2igJj/s72-c/17nelayan-360x270.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-1370616097845047877</guid><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 15:01:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-16T22:04:47.664+07:00</atom:updated><title>Selamat Dirgahayu Republik Indonesia Ke 66 Tahun 2011</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6tWL0h1UQ4mj_BxS4R75g_bLZal64_pQTDABut7n6vcM-Lhr4s1ySpWeIg9YLRYbx66op1wihXUYKZB07LTSpsBaj6Lixy5794LYliYL0LwMAaeRUqGauv4a_RMYg2mWS4HzmxVPO8Mlv/s1600/logo-hut-ri-ke-66-a.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;396&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6tWL0h1UQ4mj_BxS4R75g_bLZal64_pQTDABut7n6vcM-Lhr4s1ySpWeIg9YLRYbx66op1wihXUYKZB07LTSpsBaj6Lixy5794LYliYL0LwMAaeRUqGauv4a_RMYg2mWS4HzmxVPO8Mlv/s400/logo-hut-ri-ke-66-a.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiiLkisR5TW3tqVM87UlFGcaifpXS-nNqmRhCpwOhIfVcwriL1eHa4ESb11ArAKCmGiCHVEqhCqli8Wfb0q02P3sJ2QLJdQBZCGmwfo9oPO-Gm4V8URPGT-D6fS0m0_RNJ_HwbJ1IPdRv9W/s1600/logo-hut-ri-ke-66-png.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/08/selamat-dirgahayu-republik-indonesia-ke.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj6tWL0h1UQ4mj_BxS4R75g_bLZal64_pQTDABut7n6vcM-Lhr4s1ySpWeIg9YLRYbx66op1wihXUYKZB07LTSpsBaj6Lixy5794LYliYL0LwMAaeRUqGauv4a_RMYg2mWS4HzmxVPO8Mlv/s72-c/logo-hut-ri-ke-66-a.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-3602320700787018714</guid><pubDate>Tue, 16 Aug 2011 13:45:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-16T20:49:10.961+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">alam bebas</category><title>Fenomena Upacara 17 Agustus di Puncak Gunung</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw88mxb4LxSaFVkUjg9lPz67huqCjmHJPCLyGXSbaaKJs0qbNLDcLN4rpaak9zfkjlJEniwM4CovILoItebhJHUfqa8ljCk7YTCtDTIlT5XIBY5kaFkLQ1qUumDnpDJUZYXZSyTVPwt2fn/s1600/upacara+17-8-2004.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw88mxb4LxSaFVkUjg9lPz67huqCjmHJPCLyGXSbaaKJs0qbNLDcLN4rpaak9zfkjlJEniwM4CovILoItebhJHUfqa8ljCk7YTCtDTIlT5XIBY5kaFkLQ1qUumDnpDJUZYXZSyTVPwt2fn/s320/upacara+17-8-2004.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Mengikuti jejak atau napak tilas perjuangan dan semangat yang dikobarkan para pendahulu kita sungguh sebuah perbuatan yang sangat terpuji, dimana kita bisa mengambil pelajaran yang begitu berharga akan artinya sebuah kecintaan terhadap tanah air, serta mencoba menghayati nilai-nilai luhur yang dikandungnya. Setiap tahunnya banyak dilakukan pesta rakyat yang sudah menjadi sebuah adat disetiap negara, hal yang wajar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tak ketinggalan pula kaum pendaki atau mereka yang menamakan Pecinta Alam pun tak mau kalah untuk ikut merayakannya. Berbagai ragam bentuk kegiatan yang dilakukan mereka dengan satu tujuan memperingati Hari Kemerdekaan Ibu Pertiwi tercinta. Upacara 17 Agustus di &#39;Puncak Gunung&#39; salah satu fenomena yang paling banyak dilakukan oleh para pendaki (pecinta alam) saat ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Beratus-ratus pendaki, bahkan beribu-ribu orang mencoba untuk mengikuti upacara tersebut. Tak ayal lagi gunung yang menjadi tempat kesunyian bernaung, tempat para penghuninya bebas menikmati hidup…menjadi hiruk-pikuk layaknya mall-mall metropolis yang penuh dengan gemerlapnya dunia. Begitu senangnya hati kita disaat seperti itu, semua kegembiraan terluapkan tanpa batas. Seolah-olah seisi rimba raya ikut menikmati apa yang kita rasakan saat itu.&lt;br /&gt;
Tapi, benarkah seperti itu ?!?!?!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pernah kah kita merenung dan memikirkan hal itu, yang dulu kita anggap hal sepele bahkan mungkin tak terbersit dihati kita (karena ke-egoisan ?!?!?!). Dalam sebuah pendakian normal saja, alam cukup repot untuk mengembalikan habitatnya yang kita rusak. Bayangkan bila ratusan bahkan ribuan pendaki dengan berbagai macam sifat dan karakteristik yang berbeda, bahkan terselip sifat merusak (vandalisme). Berpuluh-puluh ton kita cemari alam ini dengan sampah, beribu-ribu liter zat kimia kita tabur disana, berapa banyak racun yang telah kita semai di dalamnya?. Bisakah alam ini menjaga amanat yang dipikulnya? Amanat untuk melayani kehidupan manusia.. Mampu kah mereka melakukannya?!?!?!. Salahkah bila alam menjadi murka, menjerit akibat ulah manusia yang ingin memuaskan nafsu tak terbatasnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Oh, betapa malangnya nasib-mu, Ibu Pertiwi&lt;br /&gt;
Kau berikan...Keindahan.............&lt;br /&gt;
Kau berikan...Kedamaian ............&lt;br /&gt;
Namun semua kebaikan-mu terbalas sudah dengan menguras air mata-mu&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kawan…&lt;br /&gt;
Apa yang telah kita perbuat selama ini belumlah terlambat. Tak ada istilah terlambat kecuali kita membiarkan hal ini terus berlanjut. Tidak ada larangan untuk mendaki gunung, tidak ada anjuran untuk berhenti berpetualang, namun tak ada salahnya bila kita mulai memperbaiki perilaku kita terhadap alam ini mencoba untuk lebih perhatian dan lebih mencintainya seperti kita mencintai diri sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
= hijjau, sepenggal perjalanan =</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/08/fenomena-upacara-17-agustus-di-puncak.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiw88mxb4LxSaFVkUjg9lPz67huqCjmHJPCLyGXSbaaKJs0qbNLDcLN4rpaak9zfkjlJEniwM4CovILoItebhJHUfqa8ljCk7YTCtDTIlT5XIBY5kaFkLQ1qUumDnpDJUZYXZSyTVPwt2fn/s72-c/upacara+17-8-2004.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-4669807784675848932</guid><pubDate>Sat, 06 Aug 2011 16:29:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-06T23:31:42.719+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">info wisata</category><title>Goa Jatijajar</title><description>Gua Jatijajar adalah sebuah tempat wisata berupa gua alam yang terletak di desa Jatijajar, Kecamatan Ayah, Kabupaten Kebumen. Gua ini terbentuk dari batu kapur. Gua Jatijajar mempunyai panjang dari pintu masuk ke pintu keluar sepanjang 250 meter. Lebar rata-rata 15 meter dan tinggi rata-rata 12 meter sedangkan ketebalan langit-langit rata-rata 10 meter, dan ketingian dari permukaan laut 50 meter.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXT1sIu6-_8WPyn7WxhAnuEnW3c__Z8mRErZCKnCwQKbtyVLdMtsdyEKXmmBgcmL4gQ-cgLr8X58D0Rqhk_rUIJjFnhcABkPCjoJLzM5p-uuyngNSBcMw6J51rV48IFRWEW1Ytl7SPfDWL/s1600/DSC04719_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXT1sIu6-_8WPyn7WxhAnuEnW3c__Z8mRErZCKnCwQKbtyVLdMtsdyEKXmmBgcmL4gQ-cgLr8X58D0Rqhk_rUIJjFnhcABkPCjoJLzM5p-uuyngNSBcMw6J51rV48IFRWEW1Ytl7SPfDWL/s400/DSC04719_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjot36oJlYYCvfwVGPT1TBZQnyETYJ76e1aUi5N7nHGl2vOYuAUTrkNVx9_X3KBRfaC79bEekGV6aRBwSSRC14q4K6IUxbXbX2PCVenZeYkzwpK6WRntA5EZMm-IHKvlKyGoQKii8MPTra_/s1600/DSC04718_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjot36oJlYYCvfwVGPT1TBZQnyETYJ76e1aUi5N7nHGl2vOYuAUTrkNVx9_X3KBRfaC79bEekGV6aRBwSSRC14q4K6IUxbXbX2PCVenZeYkzwpK6WRntA5EZMm-IHKvlKyGoQKii8MPTra_/s400/DSC04718_resize.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gua ini ditemukan oleh seorang petani yang memiliki tanah di atas Gua tersebut yang Bernama &quot;Jayamenawi&quot;. Pada suatu ketika Jayamenawi sedang mengambil rumput, kemudian jatuh kesebuah lobang, ternyata lobang itu adalah sebuah lobang ventilasi yang ada di langit-langit Gua tersebut. Lobang ini mempunyai garis tengah 4 meter dan tinggi dari tanah yang berada dibawahnya 24 meter.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdpv33o2vr9zzmbeb7RKaQuOjYts4IxM-TJWPkAol9GZ3hjavru0z61O5YQlrRmdg5ayv0nC7KFKWtdXNcdr9R6LnbPofnWR0lOa4cW4BUKqErhde3w-2tkoWUPEKJmjSJcj8bgvWWahc9/s1600/DSC04720_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdpv33o2vr9zzmbeb7RKaQuOjYts4IxM-TJWPkAol9GZ3hjavru0z61O5YQlrRmdg5ayv0nC7KFKWtdXNcdr9R6LnbPofnWR0lOa4cW4BUKqErhde3w-2tkoWUPEKJmjSJcj8bgvWWahc9/s400/DSC04720_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhparSrpOtTw5ZxPmRyAXPf9xFCL7ooPDTqN8RJBDz0QjqIw_ORfgesc4t0ulBgW92yD5f3K_ZhIy9SGbMhz2mZMg-ll0ITmfpMzw-mIsJPfx4Pa-tNB3xfV_6Vm2VupFNI2rp5TvCcJIZy/s1600/DSC04722_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhparSrpOtTw5ZxPmRyAXPf9xFCL7ooPDTqN8RJBDz0QjqIw_ORfgesc4t0ulBgW92yD5f3K_ZhIy9SGbMhz2mZMg-ll0ITmfpMzw-mIsJPfx4Pa-tNB3xfV_6Vm2VupFNI2rp5TvCcJIZy/s400/DSC04722_resize.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzbnRw6fFOVPhhGWHHn2QxnmYLwnDPG_v4YJDwCLFL3t-z123yqg4M2No-PXKEanCfaLDtO6R7K8R7aWDRQibR0KlAN-B9w6g6RDOz5Yfw-1OJqR8bpBUCuNVsMrY5O3VLZb2-bIDwg7us/s1600/DSC04725_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhzbnRw6fFOVPhhGWHHn2QxnmYLwnDPG_v4YJDwCLFL3t-z123yqg4M2No-PXKEanCfaLDtO6R7K8R7aWDRQibR0KlAN-B9w6g6RDOz5Yfw-1OJqR8bpBUCuNVsMrY5O3VLZb2-bIDwg7us/s400/DSC04725_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada mulanya pintu-pintu Gua masih tertutup oleh tanah. Maka setelah tanah yang menutupi dibongkar dan dibuang, ketemulah pintu Gua yang sekarang untuk masuk. Karena di muka pintu Gua ada 2 pohon jati yang besar tumbuh sejajar, maka gua tersebut diberi nama Gua Jatijajar&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzUo151a6_WbWRzxdfuzU8U-AQ0IWZGHGMZhJyZe4LhuLTZWf6R51yTaxm8J4K1IGZeirlAwGkwLlLu5w4xdUnYXzSslDv_bMhuu7SWzX9LYKlV12bmtR_6YacNfgx-3zYy6Twy11vAqZX/s1600/DSC04726_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzUo151a6_WbWRzxdfuzU8U-AQ0IWZGHGMZhJyZe4LhuLTZWf6R51yTaxm8J4K1IGZeirlAwGkwLlLu5w4xdUnYXzSslDv_bMhuu7SWzX9LYKlV12bmtR_6YacNfgx-3zYy6Twy11vAqZX/s400/DSC04726_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAQ9VKr0ecqn7E9mBoyoEjTURLmMzV4hiIcJ5wJPzgS_U-gCTCul-rzaTJ8XNEHf279y-mwO88RUt1laRrZkO9Fwpf0cKQwnHuVjCKhXXV2cheX8fi4koNGNWBmObsYmalAzOPRp_2j4ij/s1600/DSC04727_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAQ9VKr0ecqn7E9mBoyoEjTURLmMzV4hiIcJ5wJPzgS_U-gCTCul-rzaTJ8XNEHf279y-mwO88RUt1laRrZkO9Fwpf0cKQwnHuVjCKhXXV2cheX8fi4koNGNWBmObsYmalAzOPRp_2j4ij/s400/DSC04727_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHpD7dHdjVT3nTMAwl7mRtpcD3ERJ1nPTHmc_19P7TMvIFbF3ahlgGyC6GsZ8LNIHYSDk7j5BGr1vuCIc5OWKFO2djXCbvDFcqAjazQHthS7bQyu0kd2Y5ChH7opHVL9X1BDo5teZ23JmN/s1600/DSC04728_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjHpD7dHdjVT3nTMAwl7mRtpcD3ERJ1nPTHmc_19P7TMvIFbF3ahlgGyC6GsZ8LNIHYSDk7j5BGr1vuCIc5OWKFO2djXCbvDFcqAjazQHthS7bQyu0kd2Y5ChH7opHVL9X1BDo5teZ23JmN/s400/DSC04728_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di dalam Gua Jatijajar terdapat 7 (tujuh) sungai atau sendang, tetapi yang data dicapai dengan mudah hanya 4 (empat) sungai yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 1. Sungai Puser Bumi&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 2. Sungai Jombor&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 3. Sungai Mawar&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp; 4. Sungai Kantil&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk sungai Puser Bumi dan Jombor konon airnya mempunyai khasiat dapat digunakan untuk segala macam tujuan menurut kepercayaan masing-masing. Sedangkan Sungai Mawar konon airnya jika untuk mandi atau mencuci muka, mempunyai khasiat bisa awet muda. Adapun Sendang kantil jika airnya untuk cuci muka atau mandi, maka niat/cita-citanya akan mudah tercapai.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP6TvN71kFaZt_VWXCufUiJbw_cX2xbwjrJRFfwNhYJCOpkz0HPSU0LUZM33F3T7l8zQMW1Ja9JOnvG8Ly9RKD8Rqhl4YWP_Cn0wNDoB6NhHc7fYJBTPcLTayvG6XkD25rOO1O_H-IlNdV/s1600/DSC04732_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhP6TvN71kFaZt_VWXCufUiJbw_cX2xbwjrJRFfwNhYJCOpkz0HPSU0LUZM33F3T7l8zQMW1Ja9JOnvG8Ly9RKD8Rqhl4YWP_Cn0wNDoB6NhHc7fYJBTPcLTayvG6XkD25rOO1O_H-IlNdV/s400/DSC04732_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada saat ini yang telah dibangun baru Sendang Mawar dan Sendang Kantil, Sedangkan Sendang Jombor dan Sendang Puser Bumi masih alami dan masih belum ada penerangan serta licin.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggdhuv-294JQZM6kNwddHPaP3ouVYp_ZsERY99bv-yIDggXoadisBetuBofUEzk6Jf0SugO4Ys8M5FXWyXKaQK8RJh-rT0wcnjCBrJLzXRwHlWzKe12SFoGHIAJuAMPA7ZDh8PPA3V150m/s1600/DSC04735_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEggdhuv-294JQZM6kNwddHPaP3ouVYp_ZsERY99bv-yIDggXoadisBetuBofUEzk6Jf0SugO4Ys8M5FXWyXKaQK8RJh-rT0wcnjCBrJLzXRwHlWzKe12SFoGHIAJuAMPA7ZDh8PPA3V150m/s400/DSC04735_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiex13BvFnzafZySh_3NkkXRjj4RjCvaLiIAqYENrALIzjjUvriTlwsxdZPTQye3F7Wro734h8lILu3Cg7PL4RvwooDDSQw4rfpRsCjAGvgFwDC6Kbs-JM56mUaN57fLiyvkSc2cM9FIaBg/s1600/DSC04736_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiex13BvFnzafZySh_3NkkXRjj4RjCvaLiIAqYENrALIzjjUvriTlwsxdZPTQye3F7Wro734h8lILu3Cg7PL4RvwooDDSQw4rfpRsCjAGvgFwDC6Kbs-JM56mUaN57fLiyvkSc2cM9FIaBg/s400/DSC04736_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Di dalam Gua Jatijajar banyak terdapat Stalagmit dan juga Pilar atau Tiang Kapur, yaitu pertemuan antara Stalagtit dengan Stalagmit. Kesemuanya ini terbentuk dari endapan tetesan air hujan yang sudah bereaksi dengan batu-batu kapur yang ditembusnya. Menurut penelitian para ahli, untuk pembentukan Stalagtit itu membutuhkan waktu yang sangat lama. Dalam satu tahun terbentuknya Stalagtit paling tebal hanya setebal 1 (satu) cm saja. Oleh sebab itu Gua Jatijajar merupakan gua Kapur yang sudah tua sekali.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Batu-batuan yang ada di Gua Jatijajar merupakan batuan yang sudah tua sekali. Karena umur yang sudah tua sekali itu, maka di muka Gua Jatijajar dibangun sebuah patung Binatang Purba Dino Saurus sebagai simbol dari Objek Wisata Gua Jatijajar, dari mulut patung itu keluar air dari Sendang Kantil dan sendang Mawar, yang sepanjang tahun belum pernah kering. Sedangkan air yang keluar dari patung Dino Saurus tersebut dimanfaatkan oleh penduduk sekitar sebagai pengairan sawah desa Jatijajar dan sekitarnya.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXbDrXnOVVYyikJIHG9VedIN6LdVcq3K4sezV91D-xfxMz-XNOepvQkWbJCMo84LzxJVTXHnxJzs8N562gdhLJqXLtxxjxyobpRsiTzpl3sRZhlvTMOCB0LVXLleIkrclcAOJyTWX3xfhp/s1600/DSC04729_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXbDrXnOVVYyikJIHG9VedIN6LdVcq3K4sezV91D-xfxMz-XNOepvQkWbJCMo84LzxJVTXHnxJzs8N562gdhLJqXLtxxjxyobpRsiTzpl3sRZhlvTMOCB0LVXLleIkrclcAOJyTWX3xfhp/s400/DSC04729_resize.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Diorama yang di pasang dan dalam Gua Jatijajar ada 8 (delapan) deorama, yang patung-patungnya ada 32 buah. Keseluruhannya mengisahkan cerita Legenda dari &quot;Raden Kamandaka - Lutung Kasarung&quot;. Adapun kaitannya dengan Gua Jatijajar ialah, dahulu kala Gua Jatijajar pernah digunakan untuk bertapa oleh Raden Kamandaka Putera Mahkota dari Kerajaan Pajajaran, yang bernama aslinya Banyak Cokro atau Banyak Cakra.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLcw1eUutxcU5U9Xp3vRx7MpoOHxL_Ggbuk_BZU6qWFTdoBGLY96R3HI349zXDEJ8vFgXmaJP8bGIKEh1r5LU-7YISqsVY6Utlj7yBsvpZPOhdcR6RhDYaU4CRC6NeaVw87X0UZb2_QBGz/s1600/DSC04721_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhLcw1eUutxcU5U9Xp3vRx7MpoOHxL_Ggbuk_BZU6qWFTdoBGLY96R3HI349zXDEJ8vFgXmaJP8bGIKEh1r5LU-7YISqsVY6Utlj7yBsvpZPOhdcR6RhDYaU4CRC6NeaVw87X0UZb2_QBGz/s400/DSC04721_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvsRzQ4cnPmTUCu4rHprFdhKxYHwAAWqCk_c_Bw_tdx86HGW6S5IEdxDjEhMchutNkjpJf3VJCY2dFRbt-H_j2HTyKwRBhzpkwOayfOYrAwzipX8iDb29cq1HYXJu9JaBA_NFXolPv_XAd/s1600/DSC04723_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgvsRzQ4cnPmTUCu4rHprFdhKxYHwAAWqCk_c_Bw_tdx86HGW6S5IEdxDjEhMchutNkjpJf3VJCY2dFRbt-H_j2HTyKwRBhzpkwOayfOYrAwzipX8iDb29cq1HYXJu9JaBA_NFXolPv_XAd/s400/DSC04723_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNku_z7YcG8z8-CQmrLspyFbAuFKefOGc54qzqKetPq-z0j0h-qQj3sqw18_f0eHXW6xRqnM4JHQGuj_GPs9iop_nhiexA661DfApl3eusimIIFmj42jYZyb_SNC7ThbFdUWdXXiDf8Bce/s1600/DSC04724_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNku_z7YcG8z8-CQmrLspyFbAuFKefOGc54qzqKetPq-z0j0h-qQj3sqw18_f0eHXW6xRqnM4JHQGuj_GPs9iop_nhiexA661DfApl3eusimIIFmj42jYZyb_SNC7ThbFdUWdXXiDf8Bce/s400/DSC04724_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiANQBh7oIGCDfcEQ2UN4eteK-3GrrhG0t8oLWTdUjmVEZ80kxiJwK86vI9eSZxbbxt8TQRy6bhhTl9pNivt6hjqdfuypfLO6-UUjTK6LPNUeXq2ep1wUpPYgV1cyfpiWNTd_4ro217s6wB/s1600/DSC04733_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiANQBh7oIGCDfcEQ2UN4eteK-3GrrhG0t8oLWTdUjmVEZ80kxiJwK86vI9eSZxbbxt8TQRy6bhhTl9pNivt6hjqdfuypfLO6-UUjTK6LPNUeXq2ep1wUpPYgV1cyfpiWNTd_4ro217s6wB/s400/DSC04733_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Perlu diketahui bahwa zaman dahulu sebagian dari wilayah Kabupaten Kebumen, adalah termasuk wilayah kekuasaan Pajajaran, yang pusat pemerintahannya di Bogor (Batutulis) Jawa Barat.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixt8Aq_iMoqSRf1lFQR3l2q3x9EXCkou9z24pvQpnmw1Npf5OWHf0y_ug7GrS1uErHOCeszuYoM4eRUXXpsvU367dWG5ssSA1JDXqXGgEMbCL7_EjYWkHZcCH00M6xb-UdZSXSA253xzao/s1600/DSC04740_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixt8Aq_iMoqSRf1lFQR3l2q3x9EXCkou9z24pvQpnmw1Npf5OWHf0y_ug7GrS1uErHOCeszuYoM4eRUXXpsvU367dWG5ssSA1JDXqXGgEMbCL7_EjYWkHZcCH00M6xb-UdZSXSA253xzao/s400/DSC04740_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Adapun batasnya yaitu Kali Lukulo dari Kabupaten Kebumen sebelah Timur Kali Lukulo masuk ke wilayah Kerajaan Mojopahit, sedangkan sebelah barat Kali Lukulo masuk wilayah Kerajaan Pajajaran. Sedangkan cerita itu terjadinya di kabupaten Pasir Luhur, yaitu daerah Baturaden atau Purwokerto pada abad ke-14. Namun keseluruhan dioramanya dipasang di dalam Gua Jatijajar.</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/08/goa-jatijajar.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgXT1sIu6-_8WPyn7WxhAnuEnW3c__Z8mRErZCKnCwQKbtyVLdMtsdyEKXmmBgcmL4gQ-cgLr8X58D0Rqhk_rUIJjFnhcABkPCjoJLzM5p-uuyngNSBcMw6J51rV48IFRWEW1Ytl7SPfDWL/s72-c/DSC04719_resize.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-6442762996922930743</guid><pubDate>Sat, 06 Aug 2011 13:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-09T20:11:16.673+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">info wisata</category><title>Benteng Van der Wijk</title><description>Jika anda berkunjung ke Kebumen, tidak ada salahnya anda singgah sejenak ke objek wisata sejarah yakni benteng Van der Wijck. Lokasinya yang cukup dekat dari jalan utama/raya Kebumen -Yogya, yakni sekitar 300 meter, amatlah sayang jika dilewatkan begitu saja. Benteng kuno dengan dominasi warna merah ini cukup menyolok diantara bangunan lain, namun tersamar dari jalan utama mengingat gerbang masuk lokasi wisata ini cukup jauh dari pintu gerbang benteng.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEharH3Z1kJCAWXd3yZiJsoL0MZ46bn9726QxMlj5C498JlRZscgbABiFi81EMnguZSn36lHNwjH6KQQ_vPNryL4iwYE2fyWgnz0N0VmSFIOnOTOu_qQ2XibkC564n3sgosVTkc-HUOTzQDk/s1600/DSC04696_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEharH3Z1kJCAWXd3yZiJsoL0MZ46bn9726QxMlj5C498JlRZscgbABiFi81EMnguZSn36lHNwjH6KQQ_vPNryL4iwYE2fyWgnz0N0VmSFIOnOTOu_qQ2XibkC564n3sgosVTkc-HUOTzQDk/s400/DSC04696_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Anda tidak usah kuatir bahwa berada dilokasi objek wisata sejarah ini, nantinya hanya akan disuguhi bangunan kuno yang cenderung membosankan dan kurang diminati anak-anak. Beberapa sarana permainan anak-anak telah dibangun disekitar benteng seperti perahu angsa, kincir putar dan berbagai macam permainan anak lainnya. Tak ketinggalan juga sebuah patung dinosaurus raksasa ikut dibangun untuk meramaikan suasana dan lebih mengakrabkan dengan dunia anak-anak. Bahkan sebuah stasiun kereta api mini dibangun dibagian atas benteng tepat diatas gerbang utama,  memungkinkan pengunjung untuk mengitari sisi atas benteng dengan menggunakan kereta mini&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9uLxZg3tL2X6SRN0EixjCGZyT7N7lHWhYMraHpcE2ZxEtK0jEWsVLSStLQXIVhfLV4PV6OYb-Elt_H6UwHTu0zkI7PGIMl_nbZd4bLpuP_Pydq6iW0UjN5X6vquNtn8xYobJH3DBqQDkP/s1600/DSC04697_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9uLxZg3tL2X6SRN0EixjCGZyT7N7lHWhYMraHpcE2ZxEtK0jEWsVLSStLQXIVhfLV4PV6OYb-Elt_H6UwHTu0zkI7PGIMl_nbZd4bLpuP_Pydq6iW0UjN5X6vquNtn8xYobJH3DBqQDkP/s400/DSC04697_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Benteng Van der Wijck sebenarnya dibangun pada awal abad 19 atau sekitar tahun 1820-an, bersamaan meluasnya pemberontakan Diponegoro. Pemberontakan ini ternyata sangat merepotkan pemerintah kolonial Belanda karena Diponegoro didukung beberapa tokoh elit di Jawa bagian Selatan. Maka dari itu Belanda lalu menerapkan taktik benteng stelsel yaitu daerah yang dikuasai segera dibangun benteng. Tokoh yang memprakarsai pendirian benteng ini adalah gubernur jenderal Van den Bosch. Tujuannya jelas sebagai tempat pertahanan (sekaligus penyerangan) di daerah karesidenan Kedu Selatan. Pada masa itu, banyak benteng yang dibangun dengan sistem kerja rodi (kerja paksa) karena ada aturan bahwa penduduk harus membayar pajak dalam bentuk tenaga kerja.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZY_igsDk5DJYq93o9NhGC9Eyrf7KD8Dg7p8WJvBzLIgMsqsZwVsPAS0jFEtsoW-12cq3ZKS9wdVVZxMAaUq61NuNpZ-cc4cjvXbf04wKV5jHGl7hmK-PB5b6R-NldEiw_j6yB_fO2D8V/s1600/DSC04698_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEixZY_igsDk5DJYq93o9NhGC9Eyrf7KD8Dg7p8WJvBzLIgMsqsZwVsPAS0jFEtsoW-12cq3ZKS9wdVVZxMAaUq61NuNpZ-cc4cjvXbf04wKV5jHGl7hmK-PB5b6R-NldEiw_j6yB_fO2D8V/s400/DSC04698_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivoR6GDZjGGn744ZjfPp99YVnFfc3QdRKXi5w6G9l8bQtpmCPYQ6nxH4r9GD26s7x4Sw2ufm2Ta0O-slLvuPzVV1Hyw135hSukP8p16j1Qr6GfkLsOxhBIhHoJNaNdUCEXIGFXPmguM3mw/s1600/DSC04705_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivoR6GDZjGGn744ZjfPp99YVnFfc3QdRKXi5w6G9l8bQtpmCPYQ6nxH4r9GD26s7x4Sw2ufm2Ta0O-slLvuPzVV1Hyw135hSukP8p16j1Qr6GfkLsOxhBIhHoJNaNdUCEXIGFXPmguM3mw/s400/DSC04705_resize.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv98tpbK4peVTFVOhLu9NBmruaAyaVZ-AOp0m49k4w8f2WSiABcnr6_YRZinj6WJjssdriU0yiJCP96rKDOEPCxw8t9TpYqhSnreXUvVZuJiLtuZSDOVkaM8IWpqLfe1raFzZtt0f0zjwe/s1600/DSC04708_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;400&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiv98tpbK4peVTFVOhLu9NBmruaAyaVZ-AOp0m49k4w8f2WSiABcnr6_YRZinj6WJjssdriU0yiJCP96rKDOEPCxw8t9TpYqhSnreXUvVZuJiLtuZSDOVkaM8IWpqLfe1raFzZtt0f0zjwe/s400/DSC04708_resize.jpg&quot; width=&quot;300&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjk7hheWUKbm3ABwYrKEcZ3fZu1HE5qUTwFt6lWDOPmdJ4079NMZWG3-ZpgquPJ71oYJL3yPtQ9iGQb5vCp31Nf3qRUazrVNwAZJ6E4yUYMO3gxx-yo8EkBw1wE_gc3JH7IIGBrPam0PgLZ/s1600/DSC04710_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjk7hheWUKbm3ABwYrKEcZ3fZu1HE5qUTwFt6lWDOPmdJ4079NMZWG3-ZpgquPJ71oYJL3yPtQ9iGQb5vCp31Nf3qRUazrVNwAZJ6E4yUYMO3gxx-yo8EkBw1wE_gc3JH7IIGBrPam0PgLZ/s400/DSC04710_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0ZTazUoRb860OpYXMHYRoBeTsqqd4hQxb3abZ5hcSAC2CAqTtJ8jcaWyIC1-pT-3J9cld7TUOlEGj5_RAgx6oNxpLDgFJbrm4p95L_m2hcWjp9Nx2PXnfEV5_Uw307uBglgJUbtTFKFo-/s1600/DSC04711_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj0ZTazUoRb860OpYXMHYRoBeTsqqd4hQxb3abZ5hcSAC2CAqTtJ8jcaWyIC1-pT-3J9cld7TUOlEGj5_RAgx6oNxpLDgFJbrm4p95L_m2hcWjp9Nx2PXnfEV5_Uw307uBglgJUbtTFKFo-/s400/DSC04711_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Data teknis benteng&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Luas Benteng atas 3606,625m2&lt;br /&gt;
Benteng bawah 3606,625 m2&lt;br /&gt;
Tinggi Benteng 9,67 m, ditambang cerobong 3,33 m.&lt;br /&gt;
Terdapat 16 barak dengan ukuran masing-masing 7,5 x 11,32 m.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd2G5NnPlYHVTD8d5qp9sNHzqrU2cbw_ADfd809JkFIr9JlPxf0q7-docG7p8kdgkd4ZT_WYRcksJeH7iLpL3AzWsG9NrskR3dnMLzQNIwotNrKkabgslykCBniOYF6F7VIrpdDbGBDDWO/s1600/DSC04712_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd2G5NnPlYHVTD8d5qp9sNHzqrU2cbw_ADfd809JkFIr9JlPxf0q7-docG7p8kdgkd4ZT_WYRcksJeH7iLpL3AzWsG9NrskR3dnMLzQNIwotNrKkabgslykCBniOYF6F7VIrpdDbGBDDWO/s400/DSC04712_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dilihat dari bentuk bangunan, pembangunannya sezaman dengan benteng Willem (Ambarawa) dan Prins Oranje (Semarang kini sudah hancur). Pada awal didirikan, benteng dengan tinggi tembok 10 m ini diberi nama Fort Cochius (Benteng Cochius). Namanya diambil dari salah seorang perwira militer Belanda (Frans David Cochius) yang pernah ditugaskan di daerah Bagelen (salah wilayah karesidenan Kedu). Nama Van der Wijck, yang tercantum pada bagian depan pintu masuk, merupakan salah seorang perwira militer Belanda yang pernah menjadi komandan di Benteng tersebut. Reputasi van der Wijck ini cukup cemerlang karena salah satu jasanya adalah membungkam para pejuang Aceh, tentunya dengan cara yang kejam.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwa5W0cjbQJ30RBRJuzbMCUHQRYKi1KZ_ImbBsAyyQATly0iWkqFdZ5eiH8UyuM7y8XvZOaLEMlkKUimhXoMVDGHOgoZYh9u-G-wcMdllrDjqEKdYSx1bYBjf2QTE_24ZKKC83GRmqmkEn/s1600/DSC04713_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhwa5W0cjbQJ30RBRJuzbMCUHQRYKi1KZ_ImbBsAyyQATly0iWkqFdZ5eiH8UyuM7y8XvZOaLEMlkKUimhXoMVDGHOgoZYh9u-G-wcMdllrDjqEKdYSx1bYBjf2QTE_24ZKKC83GRmqmkEn/s400/DSC04713_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dilihat dari fisiknya, bangunan yang luasnya 3.606,62 m2 ini sudah mengalami renovasi yang cukup bagus. Sayangnya renovasi ini kurang memperhatikan kaidah konservasi bangunan bersejarah mengingat bangunan ini potensial sebagai salah satu warisan budaya (cultural heritage)&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWHwjP1Aim4UNgRZjM_SoErqRlAg5Ukm1XFINcxyhXFvNeygFn8wlwx-cRQu5q9cr5OjMCiMOEn-Qk6L2KMhtmfmLSmHEmv1GCoE7qGeBVUMbXsTUvMxvym2m11cBlcyXyqESyh7xtGsNR/s1600/DSC04714_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgWHwjP1Aim4UNgRZjM_SoErqRlAg5Ukm1XFINcxyhXFvNeygFn8wlwx-cRQu5q9cr5OjMCiMOEn-Qk6L2KMhtmfmLSmHEmv1GCoE7qGeBVUMbXsTUvMxvym2m11cBlcyXyqESyh7xtGsNR/s400/DSC04714_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Benteng yang didominasi warna merah ini berjarak 140 km atau 3 jam dari Kota Yogyakarta. Tidaklah sulit untuk mencapai benteng ini dikarenakan letaknya yang hanya satu kilometer dari jalan utama dan terdapat papan petunjuk arah sehingga kesempatan untuk kesasar sangatlah sedikit. Cukup dengan membayar tiket sebesar Rp, 7500,- para wisatawan dapat menikmati salah satu benteng peninggalan jaman kolonial Belanda.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPn-Nbnr76Kpg-rjDq7AU6zWdHSHls5AAKSr78CvOf0Cz7d4oXWWcO5YceWEcnGqI8ZO30FDHZPCAuBdwnCjfsIxEPwy6WH2Np8IwNi6EnYVlhgnKHO2mmMSwBH2VACG6ZU1c4OMwGYWpj/s1600/DSC04715_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiPn-Nbnr76Kpg-rjDq7AU6zWdHSHls5AAKSr78CvOf0Cz7d4oXWWcO5YceWEcnGqI8ZO30FDHZPCAuBdwnCjfsIxEPwy6WH2Np8IwNi6EnYVlhgnKHO2mmMSwBH2VACG6ZU1c4OMwGYWpj/s400/DSC04715_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dikelilingi oleh banyak pepohonan membuat benteng ini terlihat asri dan sejuk, ditambah lagi terdapat banyak wahana permainan anak yang tarifnya berkisar antara Rp. 3000,- sampai Rp. 8000,- yang sangat cocok untuk berwisata bersama keluarga. Jadi selain membawa anak-anak bersenang-senang di wahana permainan para orang tua juga dapat mengenalkan sejarah yang ada di Benteng  Van Der Wijck. Yang menjadi nilai tambah benteng ini adalah kawasannya yang sangat terawat dan lengkap, fasilitas umum seperti toilet dan kantin pun sangat bersih sehingga menambah kenyamanan saat berkunjung ke benteng ini, bahkan terdapat penginapan dan ruang pertemuan didalamnya. Sebelum pulang tidak ada salahnya para wisatawan untuk mampir sejenak di kios-kios untuk membeli oleh-oleh khas Kebumen.</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/08/benteng-van-der-wijk.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEharH3Z1kJCAWXd3yZiJsoL0MZ46bn9726QxMlj5C498JlRZscgbABiFi81EMnguZSn36lHNwjH6KQQ_vPNryL4iwYE2fyWgnz0N0VmSFIOnOTOu_qQ2XibkC564n3sgosVTkc-HUOTzQDk/s72-c/DSC04696_resize.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-1315269819360504692</guid><pubDate>Sun, 31 Jul 2011 17:39:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-06T00:50:21.337+07:00</atom:updated><title>SELAMAT MENUNAIKAN IBADAH PUASA</title><description>&lt;div style=&quot;font-family: Georgia,&amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,serif; text-align: center;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: large;&quot;&gt;SEIRING TERBENAM MENTARI DI AKHIR SYA’BAN,&lt;br /&gt;
TIBALAH KINI BULAN RAMADHAN,&lt;br /&gt;
PESAN INI SEBAGAI GANTI JABAT TANGAN UNTUK&lt;br /&gt;
MOHONKAN MAAF DAN KEKHILAFAN.&lt;br /&gt;
MARHABAN YA RAMADHAN.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/08/selamat-menunaikan-ibadah-puasa.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-6695191233352529870</guid><pubDate>Sat, 30 Jul 2011 18:23:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-08-06T01:35:19.305+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">info wisata</category><title>Pantai Siung, 30-31 July 2011</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEQ6SctyvPNyz8sXVWeYL2sWFOTOYLOC_BzNZXcDPLGiA2U6rjL5stFhTCn-pb4iKiBp0svf3mMQyJ3ZC6q7QdymtAYNkNMKFjgfv6jD3Mm5VaoaLxrXfSqjuakL7jNoz7I9Lb9XxnhEXt/s1600/DSC04861_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEQ6SctyvPNyz8sXVWeYL2sWFOTOYLOC_BzNZXcDPLGiA2U6rjL5stFhTCn-pb4iKiBp0svf3mMQyJ3ZC6q7QdymtAYNkNMKFjgfv6jD3Mm5VaoaLxrXfSqjuakL7jNoz7I9Lb9XxnhEXt/s400/DSC04861_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAh7P3wrVRZrEb3yOcJlN1nTgG9ua6vZvLHpb-jVPdMNRMGdRsOutiqCl0VetF9Gc6TaJX8Okww4u3izuRTVU0SjCPSrW24lUYlqiPKBhoUQOrtxqRUeiPPuVwqlSrYgs-59KX1b63uyjQ/s1600/DSC04870_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhAh7P3wrVRZrEb3yOcJlN1nTgG9ua6vZvLHpb-jVPdMNRMGdRsOutiqCl0VetF9Gc6TaJX8Okww4u3izuRTVU0SjCPSrW24lUYlqiPKBhoUQOrtxqRUeiPPuVwqlSrYgs-59KX1b63uyjQ/s400/DSC04870_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJRbRogIlFA8nFg3vKylxQvje60svIAGR1bVlfLKyuNNp39dxkDSNSBpfQzGhuoDMknxbcahD8HtcvtDebC-PbtxaPdz6tD3AYst7UuOsun6Ge12rqRcxfAsSBul-qpy8ofFOzeVCoDujA/s1600/DSC04956_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgJRbRogIlFA8nFg3vKylxQvje60svIAGR1bVlfLKyuNNp39dxkDSNSBpfQzGhuoDMknxbcahD8HtcvtDebC-PbtxaPdz6tD3AYst7UuOsun6Ge12rqRcxfAsSBul-qpy8ofFOzeVCoDujA/s400/DSC04956_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNRKS3C6LcJPSsvvhYy5zfvT5grvsaLzLIeanrX1VJ1myouyXn6SXIwZWfdpTobAUAvmXQw18jW4YzcpXcJHVGc2CW_KCzECDoxcVJQAO-aRTiHCck6mTfNGQWj0CfbXnDYgPVndcCo45y/s1600/DSC04989_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgNRKS3C6LcJPSsvvhYy5zfvT5grvsaLzLIeanrX1VJ1myouyXn6SXIwZWfdpTobAUAvmXQw18jW4YzcpXcJHVGc2CW_KCzECDoxcVJQAO-aRTiHCck6mTfNGQWj0CfbXnDYgPVndcCo45y/s400/DSC04989_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQs3eAWb1-sZXE5VPP1XgCKs_SyqysFSx0Zrzb-sX0pVoMxSmtueZHB2CHeFF6TnMcKpe8w_yN4t19P5AHxQ924TQ0v17q-QE2mczyKPs9SKSQPTjXfCSSJBX_yJ76cyGwN6JmHGLnbgbW/s1600/DSC05012_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjQs3eAWb1-sZXE5VPP1XgCKs_SyqysFSx0Zrzb-sX0pVoMxSmtueZHB2CHeFF6TnMcKpe8w_yN4t19P5AHxQ924TQ0v17q-QE2mczyKPs9SKSQPTjXfCSSJBX_yJ76cyGwN6JmHGLnbgbW/s400/DSC05012_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-07c7O-4x9qRKLuEhExjsT3cmf0T-D9YbV1TiezWHIEO60DTeISrkB8mRdVW4-ChEoKkGQXS_9xnhr88iPwYzNZJ1RoRS-iDtWX5-MBfCWEmI9j-xmbEc_RChGRil-17ZG_zXdXlqiHWv/s1600/DSC05013_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-07c7O-4x9qRKLuEhExjsT3cmf0T-D9YbV1TiezWHIEO60DTeISrkB8mRdVW4-ChEoKkGQXS_9xnhr88iPwYzNZJ1RoRS-iDtWX5-MBfCWEmI9j-xmbEc_RChGRil-17ZG_zXdXlqiHWv/s400/DSC05013_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzPR4NFstmKf9nLcEONOVznZoodqppcbZ89t2_KifuOHGVLo1tMRb8rBizhQxl-ywRvXs-SSCiH0Y9PKXHReZnBcagpKJa3VQ-SQf6OdNTLLqNpjehlhv8CtmtJsN674tpWetaGEOPdU9m/s1600/DSC05018_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzPR4NFstmKf9nLcEONOVznZoodqppcbZ89t2_KifuOHGVLo1tMRb8rBizhQxl-ywRvXs-SSCiH0Y9PKXHReZnBcagpKJa3VQ-SQf6OdNTLLqNpjehlhv8CtmtJsN674tpWetaGEOPdU9m/s400/DSC05018_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBZv29SpMH1kA7mqMGV4U0oiJ8whFZf2o5wLvswv7vOnbqBl2UslsM-mmmmtBc_kVqxtbjV3XOAggjM9DJVvm3o23p001_-fQ4gTrv6Ih4yTVU8sZbg9hMefwTJrvNRgOoTkwwoltyTBab/s1600/DSC05027_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjBZv29SpMH1kA7mqMGV4U0oiJ8whFZf2o5wLvswv7vOnbqBl2UslsM-mmmmtBc_kVqxtbjV3XOAggjM9DJVvm3o23p001_-fQ4gTrv6Ih4yTVU8sZbg9hMefwTJrvNRgOoTkwwoltyTBab/s400/DSC05027_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjM5SOfbjMg59h3KTrAXS61V6rOTKpOpcWOQq2WiRM0sE_aM4TsYXtaEykZ3pfzWZ11vT9c17JVMjLjAGIeeX4dmFb50Ud9qufWNHfT0D4o-7qoxUCzz8ZJqUq5wzdVv8WABF-L2C-NrDGY/s1600/DSC05051_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjM5SOfbjMg59h3KTrAXS61V6rOTKpOpcWOQq2WiRM0sE_aM4TsYXtaEykZ3pfzWZ11vT9c17JVMjLjAGIeeX4dmFb50Ud9qufWNHfT0D4o-7qoxUCzz8ZJqUq5wzdVv8WABF-L2C-NrDGY/s400/DSC05051_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlFfqs1XiePdh1BuoolH2Vw8ZjOZ5e0-GwJY8YthCQEkN5LRM580Y7jAd3r5YQCqvFsf9jKdnD4q-sMllE7RLiriXvpSfJ77eJlduSUnMKoQ67ibON7vy4EAIr4FmNFtRDMRbZNPcWSbzl/s1600/DSC05056_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjlFfqs1XiePdh1BuoolH2Vw8ZjOZ5e0-GwJY8YthCQEkN5LRM580Y7jAd3r5YQCqvFsf9jKdnD4q-sMllE7RLiriXvpSfJ77eJlduSUnMKoQ67ibON7vy4EAIr4FmNFtRDMRbZNPcWSbzl/s400/DSC05056_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnWLpWxmc6YawaslCInfBy2J9xIISU-63gYYg8hvpakXzN5ujsFprH03gNhV5qf1uNM7eVboXSheJhYQsATfOxezo02_cUiG6lx5u0V8glF8cvhFkCuvqvJSJSKIjhSdq_sRDpoK5wWNYF/s1600/DSC05068_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnWLpWxmc6YawaslCInfBy2J9xIISU-63gYYg8hvpakXzN5ujsFprH03gNhV5qf1uNM7eVboXSheJhYQsATfOxezo02_cUiG6lx5u0V8glF8cvhFkCuvqvJSJSKIjhSdq_sRDpoK5wWNYF/s400/DSC05068_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMblhJS2mS2Xli7HvCHQRYNXZob4G8I5cBBznzBA0oQ8eAmc5QV6L8eJXJhv6jxnWtR9JTCy-77b2Q8bv7lNA8ZvdK-ZUWXUdR_44EdCrpjzKtGAGrQSpG_7Namlu87eYd1rjIEPEqB5Hl/s1600/DSC05096_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMblhJS2mS2Xli7HvCHQRYNXZob4G8I5cBBznzBA0oQ8eAmc5QV6L8eJXJhv6jxnWtR9JTCy-77b2Q8bv7lNA8ZvdK-ZUWXUdR_44EdCrpjzKtGAGrQSpG_7Namlu87eYd1rjIEPEqB5Hl/s400/DSC05096_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoacyES5_i5TSKKzodlDax-bJLj9bHV5MwTExno9BUHRceXIriK2uYBojOg0GcX2B4AFIU8tJ0OkU_wLflUrYNMmDX2BJKp6kzBQ3WgNrlWOMCkogOr4HeWAx-HYZUtByKW1V3fxWHw49_/s1600/DSC05098_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoacyES5_i5TSKKzodlDax-bJLj9bHV5MwTExno9BUHRceXIriK2uYBojOg0GcX2B4AFIU8tJ0OkU_wLflUrYNMmDX2BJKp6kzBQ3WgNrlWOMCkogOr4HeWAx-HYZUtByKW1V3fxWHw49_/s400/DSC05098_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMb46X_ThqjTg50q-LaIw-63hdYrkfFzeuH1XPPTR26og5iyJRaVkWEbBOf-GbowoPDzz-b-bXKOXey-nOEwJrwwVTP_POI4PbQl9SyS7LsvAtQRoYr0B_4UY8-BZ9tzYIWASek7VdU3JG/s1600/DSC05129_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgMb46X_ThqjTg50q-LaIw-63hdYrkfFzeuH1XPPTR26og5iyJRaVkWEbBOf-GbowoPDzz-b-bXKOXey-nOEwJrwwVTP_POI4PbQl9SyS7LsvAtQRoYr0B_4UY8-BZ9tzYIWASek7VdU3JG/s400/DSC05129_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7J1inxlvt2TwwDIbtC2Wochyphenhyphenlp8tmzImj8a1-jxL6ukERgIxACYnjxl_PGV7ClF1sm-1iyVmdC9BDwE9VRisSOCG0UEl_iVYpn7zMufK8P5pD-woCfm08E72aTcGC6YykS-CbyyU2MNfh/s1600/DSC05131_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7J1inxlvt2TwwDIbtC2Wochyphenhyphenlp8tmzImj8a1-jxL6ukERgIxACYnjxl_PGV7ClF1sm-1iyVmdC9BDwE9VRisSOCG0UEl_iVYpn7zMufK8P5pD-woCfm08E72aTcGC6YykS-CbyyU2MNfh/s400/DSC05131_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr2juKd8ya6bEBGzhLMYDnSmvv4DwU7JQWfbdaLKjsYbkeRnSu7wDam81r0C_dhuiWwRYneHsBqo8MEDXLborwimmxuZ5WwYjBOEjZdk5r0HTBOjslq_1vO26Yz1roLyh26n7ootPMglY9/s1600/DSC05164_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgr2juKd8ya6bEBGzhLMYDnSmvv4DwU7JQWfbdaLKjsYbkeRnSu7wDam81r0C_dhuiWwRYneHsBqo8MEDXLborwimmxuZ5WwYjBOEjZdk5r0HTBOjslq_1vO26Yz1roLyh26n7ootPMglY9/s400/DSC05164_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9_D9I9ksU7Bd_v1cxtVVdfat7WsNlK1wH8Zee3iXz4mFaRXEjlyqKBEDpqxNUo4LkLjq2mmnvb3rbSFETV1SX5v_1tFXZ8h9N7RsUhlw6juVytpGWajXVBRxcCDckQXmELo45QPWFWCCD/s1600/DSC05236_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9_D9I9ksU7Bd_v1cxtVVdfat7WsNlK1wH8Zee3iXz4mFaRXEjlyqKBEDpqxNUo4LkLjq2mmnvb3rbSFETV1SX5v_1tFXZ8h9N7RsUhlw6juVytpGWajXVBRxcCDckQXmELo45QPWFWCCD/s400/DSC05236_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi12xjWPY2I1aIem487yODjo2wzof6jRAmDCuy3pEs4RsfL6dbncjnCjq7khoQG222I5un8bjp32BpdLmUb7n0GMq15jU6bZHC6SqFzUbZqcmYPOmLTLA3pWcj6Xf0osw01VgNhMDn1Zrb2/s1600/DSC05237_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi12xjWPY2I1aIem487yODjo2wzof6jRAmDCuy3pEs4RsfL6dbncjnCjq7khoQG222I5un8bjp32BpdLmUb7n0GMq15jU6bZHC6SqFzUbZqcmYPOmLTLA3pWcj6Xf0osw01VgNhMDn1Zrb2/s400/DSC05237_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiMw6XO3f7JQ0i0qXw1do_-z5g2LPFbgLYTbpdGaM8jZCeSytLfOpuODw8T1DoTGnTy5uGybb8PXABkq269wkqE5SVgWjKQ4TCkr_2FEybDrqd0zwWX8zYSqB7oZ6BxLAxmPbfGd8FSvkg/s1600/DSC05250_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgiMw6XO3f7JQ0i0qXw1do_-z5g2LPFbgLYTbpdGaM8jZCeSytLfOpuODw8T1DoTGnTy5uGybb8PXABkq269wkqE5SVgWjKQ4TCkr_2FEybDrqd0zwWX8zYSqB7oZ6BxLAxmPbfGd8FSvkg/s400/DSC05250_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI3kRyrh6ZR4AOMxPAXmpKT4pHx6FJecXoPRdfr3P9zE1y2_Z6tcOkb-0v7CGEXwobC41at2s6KKRNcpVATW3wZ_r8QLuafPDz7YW2Tf7epxnfwHbwtznwnbwS3HuzcmMdC8ozEzRZH91w/s1600/DSC05253_resize.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhI3kRyrh6ZR4AOMxPAXmpKT4pHx6FJecXoPRdfr3P9zE1y2_Z6tcOkb-0v7CGEXwobC41at2s6KKRNcpVATW3wZ_r8QLuafPDz7YW2Tf7epxnfwHbwtznwnbwS3HuzcmMdC8ozEzRZH91w/s400/DSC05253_resize.JPG&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/07/pantai-siung-30-31-july-2011.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiEQ6SctyvPNyz8sXVWeYL2sWFOTOYLOC_BzNZXcDPLGiA2U6rjL5stFhTCn-pb4iKiBp0svf3mMQyJ3ZC6q7QdymtAYNkNMKFjgfv6jD3Mm5VaoaLxrXfSqjuakL7jNoz7I9Lb9XxnhEXt/s72-c/DSC04861_resize.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-5877407783552731881</guid><pubDate>Fri, 15 Jul 2011 07:19:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-15T14:55:02.574+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">funny</category><title>10 Pasukan Khusus Dari Indonesia</title><description>&lt;b&gt;1. Korps Brimob:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4BhzeteYQ9GzQlBS4cAxT5gAuM4EXU55rJZ0aJeSJpYYPcOyOb4ZB9Qunrbh2QQqMmV4V-tt3KAW_eqocrcOXt7-wX_MFRWHVpx_XSirc2VPo06U7oox1YvssrdrfZ3bA4JupliPGUnQM/s1600/1enbyyrc_002.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;293&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4BhzeteYQ9GzQlBS4cAxT5gAuM4EXU55rJZ0aJeSJpYYPcOyOb4ZB9Qunrbh2QQqMmV4V-tt3KAW_eqocrcOXt7-wX_MFRWHVpx_XSirc2VPo06U7oox1YvssrdrfZ3bA4JupliPGUnQM/s400/1enbyyrc_002.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Brimob termasuk satuan elit dalam jajaran kesatuan Polri, Brimob juga tergolong ke dalam sebuah unit paramiliter ditinjau dari tanggung jawab dan lingkup tugas kepolisian.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;2. Densus 88 antiteror:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivyCy6AjR3aGHEm9t6sgO0QZvY_S51dTev-94Hb26n7SmDj_nkY_XQedeFqXfgEtKJa72ZbvgVLTaG64JgAzpi10o6cdA1bVB1YvBbUyfXVKG1eAuOgnOztehiZamXc4X5_UjnId1UBapd/s1600/1enbyyrc_003.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;287&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivyCy6AjR3aGHEm9t6sgO0QZvY_S51dTev-94Hb26n7SmDj_nkY_XQedeFqXfgEtKJa72ZbvgVLTaG64JgAzpi10o6cdA1bVB1YvBbUyfXVKG1eAuOgnOztehiZamXc4X5_UjnId1UBapd/s400/1enbyyrc_003.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Detasemen Khusus 88 atau Densus 88 adalah satuan khusus Kepolisian Negara Republik Indonesia untuk penanggulangan teroris di Indonesia. Detasemen 88 dirancang sebagai unit antiteroris yang memiliki kemampuan mengatasi gangguan teroris mulai dari ancaman bom hingga penyanderaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;3. Batalyon raider:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span id=&quot;goog_1826899495&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;span id=&quot;goog_1826899496&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiInlk6NnUVL9v-svjQOryAx7ODzGRAEhP1hWDTHA3En61qYodaOXiPcUo7qX7p-IVdffGznisciJbaNcHk6dgYqPaS0pPpqQ1FuyvMAPA3BF34mPM_RFc8mGvDH5zdTOHim3OBpmFhMbJZ/s1600/d8fvblsk_003.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;248&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiInlk6NnUVL9v-svjQOryAx7ODzGRAEhP1hWDTHA3En61qYodaOXiPcUo7qX7p-IVdffGznisciJbaNcHk6dgYqPaS0pPpqQ1FuyvMAPA3BF34mPM_RFc8mGvDH5zdTOHim3OBpmFhMbJZ/s400/d8fvblsk_003.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Batalyon Raider adalah satu batalyon pasukan elit infanteri Tentara Nasional Indonesia (TNI). Raider adalah kualifikasi prajurit Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang dilatih untuk menguasai 3 kemampuan. Kemampuan tersebut adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1. Kemampuan sebagai pasukan anti-teroris untuk pertempuran jarak dekat.&lt;br /&gt;
2. Kemampuan sebagai pasukan lawan gerilya dengan mobilitas tinggi.&lt;br /&gt;
3. Kemampuan untuk melakukan pertempuran-pertempuran berlanjut (panjang).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;4. Kostrad Tontaipur:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm1Hw4dz7hbWTefwZFbXemJKa12PhE62UIsF25htgoWLAKXYODV5cT_en4GRF6bW13y3xflJCKoQLt17arfDSAE-N_ahN6bCexbtH4U3O_0lbqQpnYv8Jg5aopAoKV_2yeeYgeacnkaIQw/s1600/d8fvblsk.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhm1Hw4dz7hbWTefwZFbXemJKa12PhE62UIsF25htgoWLAKXYODV5cT_en4GRF6bW13y3xflJCKoQLt17arfDSAE-N_ahN6bCexbtH4U3O_0lbqQpnYv8Jg5aopAoKV_2yeeYgeacnkaIQw/s400/d8fvblsk.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnMOFOD9LXgi5pzjnnCfx-6o5-oX9k5Rsl8PmLM5jcRMENm2TtCthHhWGjDVlXjUrNZFvFHZINxMMKGvW1TyHcUyglNseJNF3LFy3LVZa0misd3Nd5bEufcMc_IQmaWueQCoDoMMuDdW9w/s1600/1enbyyrc.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;271&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgnMOFOD9LXgi5pzjnnCfx-6o5-oX9k5Rsl8PmLM5jcRMENm2TtCthHhWGjDVlXjUrNZFvFHZINxMMKGvW1TyHcUyglNseJNF3LFy3LVZa0misd3Nd5bEufcMc_IQmaWueQCoDoMMuDdW9w/s400/1enbyyrc.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;Peleton Intai Tempur (Tontaipur) merupakan satuan elite Kostrad terbaru, diresmikan pada tanggal 4 Agustus 2001. Setelah latihan secara intensif selama lima bulan, 97 pasukan yang diseleksi dari Brigade Infantri 9 dan Brigade Infantri 13 Kostrad menjadi prajurit-prajurit pertama satuan elite ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sesuai kualifikasinya, Tontaipur akan diterjunkan untuk misi pengintaian jarak jauh ke wilayah musuh dan melakukan penghancuran terhadap sasaran-sasaran penting. Diantara perlengkapan yang dibawa, mereka akan dibekali senapan serbu khusus berikut teropong bidik malam (NVG, night vision goggle). Tiap personel Tontaipur ini memiliki kemampuan operasi sekaligus di tiga matra, yakni di darat, laut, dan udara. Uji coba pertama bagi Tontaipur adalah operasi penumpasan Gerakan Aceh Merdeka (GAM).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;5. Phaskhas TNI-AU:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFrJRFli4-KyjLARqwmsX7OjayO1joYveXUlzyPk9PHnsydl4Pvoa-8TY0lFzTf-dwvihsTq0kgSseey9PQEDsrqt_GXz_BB5BeeOiO3akfaksI5o-Qja8suSqYzN1BL08W5VfBKuZuhAa/s1600/1enbyyrc_004.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;288&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFrJRFli4-KyjLARqwmsX7OjayO1joYveXUlzyPk9PHnsydl4Pvoa-8TY0lFzTf-dwvihsTq0kgSseey9PQEDsrqt_GXz_BB5BeeOiO3akfaksI5o-Qja8suSqYzN1BL08W5VfBKuZuhAa/s400/1enbyyrc_004.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB5agiHYCUA2V37uXkAHw1y6ObQy3XWEbaIq03NOL_yZpThEohzx0i4I2FsgZnqbFPvhS9OyIbunsgDA9pxKJpgnOqabKHq5rFHAlIsVprNkI3pwkqSPxyFUbF7yIdkx804yOtmKDyXWBM/s1600/d8fvblsk_002.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;263&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjB5agiHYCUA2V37uXkAHw1y6ObQy3XWEbaIq03NOL_yZpThEohzx0i4I2FsgZnqbFPvhS9OyIbunsgDA9pxKJpgnOqabKHq5rFHAlIsVprNkI3pwkqSPxyFUbF7yIdkx804yOtmKDyXWBM/s400/d8fvblsk_002.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Korps Pasukan Khas TNI Angkatan Udara (disingkat Korpaskhasau, Paskhas atau sebutan lainnya Baret Jingga), merupakan pasukan (khusus) yang dimiliki TNI-AU. Paskhas merupakan satuan tempur darat berkemampuan tiga matra: laut, darat, udara. Dalam operasinya, tugas dan tanggungjawab Paskhas lebih ditujukan untuk merebut dan mempertahankan pangkalan udara dari serangan musuh, untuk selanjutnya menyiapkan bagi pendaratan pesawat kawan. Kemampuan ini disebut dengan Operasi Pembentukan dan Pengoperasian Pangkalan Udara Depan (OP3UD).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
6. Kopaska TNI-AL:&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwxGQIiJcKqz_MmJUzpI0JoxyZ3on2bHpVVAD4sMaD5aouHBvbRpdRFXFthENK6iQiGTSHoNm4OANiZ9DbbEQrrh_B-la9_2aNexJ2ZfphOMWYdPEHHcbCjVlExqKjAQ60QHyHvPYQUCH-/s1600/3v5zhf7s.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;266&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiwxGQIiJcKqz_MmJUzpI0JoxyZ3on2bHpVVAD4sMaD5aouHBvbRpdRFXFthENK6iQiGTSHoNm4OANiZ9DbbEQrrh_B-la9_2aNexJ2ZfphOMWYdPEHHcbCjVlExqKjAQ60QHyHvPYQUCH-/s400/3v5zhf7s.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Komando Pasukan Katak atau lebih dikenal dengan sebutan Kopaska didirikan 31 Maret 1962 oleh Presiden Sukarno untuk mendukung kampanye militer di Irian Jaya. Satu grup di Armada Barat di Jakarta, dan satu grup di Armada Timur di Surabaya. Tugas utama mereka adalah menyerbu kapal dan pangkalan musuh, menghancurkan instalasi bawah air, penyiapan perebutan pantai dan operasi pendaratan kekuatan amfibi.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpCBJekfsA2RmwKdeM4RXFQZ6xq3kFu6H9O9_amYOL02meRc7Dne8Uueq8k3Qwwcz43J4dCxCEOEIcygLk2unZQMwJGqk0qLmYsvs8capNricFgzG-IxAW-UcmVyA9fliM31eGchqrzW-A/s1600/hqcib7c0.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;280&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpCBJekfsA2RmwKdeM4RXFQZ6xq3kFu6H9O9_amYOL02meRc7Dne8Uueq8k3Qwwcz43J4dCxCEOEIcygLk2unZQMwJGqk0qLmYsvs8capNricFgzG-IxAW-UcmVyA9fliM31eGchqrzW-A/s400/hqcib7c0.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Detasemen Jala Mangkara (disingkat Denjaka) adalah sebuah detasemen pasukan khusus TNI Angkatan Laut. Denjaka adalah satuan gabungan antara personel Kopaska dan Taifib Korps Marinir TNI-AL.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;7. Kopassus TNI-AD:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip2Wf7VH3fJZAe9FPOIMHJw1CEWFzBhx_APRkoehlcJ_Cq9QCyiqDzQaTM75vFnEI4L0-wR74MwrfUYx12pFHyt6-D89ItKCQstoE24OWtA8i-T7ahKNPX9HZRPoN9jAutqrIYK2MDt7-5/s1600/Kopassus.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;265&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEip2Wf7VH3fJZAe9FPOIMHJw1CEWFzBhx_APRkoehlcJ_Cq9QCyiqDzQaTM75vFnEI4L0-wR74MwrfUYx12pFHyt6-D89ItKCQstoE24OWtA8i-T7ahKNPX9HZRPoN9jAutqrIYK2MDt7-5/s400/Kopassus.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Komando Pasukan Khusus yang disingkat menjadi Kopassus adalah bagian dari Bala Pertahanan Pusat yang dimiliki oleh TNI Angkatan Darat yang memiliki kemampuan khusus seperti bergerak cepat di setiap medan, menembak dengan tepat, pengintaian, dan anti teror. Prajurit Kopassus dapat mudah dikenali dengan baret merah yang disandangnya, sehingga pasukan ini sering disebut sebagai pasukan baret merah. Kopassus memiliki moto Berani, Benar, Berhasil.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;8. Sat Gultor 81 Kopassus&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHCr1zDXEHKvy9K6TnbRWyLCRsgu_o2QH0muffhpd6YXkAXiIfZs29UwgauDRD2TrnjThXHCWtuSqQrpDQwBr9haDmQMWKD8gffgUfGirSetQwky2E9ihLjqrkZkYWUJMHx4tmxPfAc7At/s1600/45ugvuko.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;330&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgHCr1zDXEHKvy9K6TnbRWyLCRsgu_o2QH0muffhpd6YXkAXiIfZs29UwgauDRD2TrnjThXHCWtuSqQrpDQwBr9haDmQMWKD8gffgUfGirSetQwky2E9ihLjqrkZkYWUJMHx4tmxPfAc7At/s400/45ugvuko.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Satuan 81/Penanggulangan Teror atau disingkat Sat-81/Gultor adalah satuan di Kopassus yang setingkat dengan Grup, bermarkas di Cijantung, Jakarta Timur. Kekuatan dari satuan ini tidak dipublikasikan secara umum mengenai jumlah personil maupun jenis persenjataannya yang dimilikinya, semua itu dirahasiakan.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmdTvOCux_NEA7YU84u1RmCdalq5ptaxrIP5U3KldKFCXfeTw8Qq-15K5Tn5GWCxmMBXLVo1-Q_t0Ry72DqkYsO-jBrkOViINrwSz_VeBtVwut0vLWPpHQkqYTBuHTxXvDE9ScHAq8xUFO/s1600/ytmgyizj.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgmdTvOCux_NEA7YU84u1RmCdalq5ptaxrIP5U3KldKFCXfeTw8Qq-15K5Tn5GWCxmMBXLVo1-Q_t0Ry72DqkYsO-jBrkOViINrwSz_VeBtVwut0vLWPpHQkqYTBuHTxXvDE9ScHAq8xUFO/s1600/ytmgyizj.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Selalu hadir di setiap bencana alam&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;9.Indonesian Customs:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdShaNduwsFGgeHPPE4KvBbaU_eMCHzNzwVJLJEP45WrD2pcWUYO5O1n0qAKHq-BCZr3EPbkNmdilA8tZ-6cmMbz6ZJiDw8wPSxgQn9Z5zx0o3LvJszPRyRHz63n7dMkO9jyMATEv1fP62/s1600/ebamrszw.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;316&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjdShaNduwsFGgeHPPE4KvBbaU_eMCHzNzwVJLJEP45WrD2pcWUYO5O1n0qAKHq-BCZr3EPbkNmdilA8tZ-6cmMbz6ZJiDw8wPSxgQn9Z5zx0o3LvJszPRyRHz63n7dMkO9jyMATEv1fP62/s400/ebamrszw.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Direktorat Jenderal Bea dan Cukai disingkat DJBC atau bea cukai adalah nama dari sebuah instansi pemerintah yang melayani masyarakat di bidang kepabeanan dan cukai. Seiring dengan globalisasi bea dan cukai mengenakan istilah CUSTOMS, dipersenjatai untuk menangkal masuk nya barang-barang larangan ke Indonesia!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;10. Pasukan khusus yang sering nongol di tipi !!&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDmIvHjIjEX2H2tvlCN8R_cNojYXZ1fblp9NPfOAH1-0qv5A5D-B6vdP9M5wn3pqyHz-vqRjai7TNYTQHU7kn1n6I4aDkxVOeXR8iHjw77U-z5ZrfzU3f_GuKnPqauEX63StxdSO1sSPzI/s1600/3twdodlh.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;278&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDmIvHjIjEX2H2tvlCN8R_cNojYXZ1fblp9NPfOAH1-0qv5A5D-B6vdP9M5wn3pqyHz-vqRjai7TNYTQHU7kn1n6I4aDkxVOeXR8iHjw77U-z5ZrfzU3f_GuKnPqauEX63StxdSO1sSPzI/s400/3twdodlh.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMKvKXeexvCfgaOaWm4dc4ygthgVLrTHyKVVweivvEMxkLbQeC87eoEuF-DJLV-5CBwRiJlFSxFgV2FHDPgkI0oBkoIsPRLL6Y1bsnDpFaUCvDRXBnMzUQ0vBEUKlpmJhdki1zeQwNMGbT/s1600/satpol_pp_new.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiMKvKXeexvCfgaOaWm4dc4ygthgVLrTHyKVVweivvEMxkLbQeC87eoEuF-DJLV-5CBwRiJlFSxFgV2FHDPgkI0oBkoIsPRLL6Y1bsnDpFaUCvDRXBnMzUQ0vBEUKlpmJhdki1zeQwNMGbT/s400/satpol_pp_new.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pasukan Khusus …… Bongkar – Bongkar&lt;br /&gt;
Gaya nya melebihi pasukan elit di atas!&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnUR6gUA-fLval2E-wFYsiglJ4GkI8lu4Fp4jvef07JxAbYvs2vu1bLCobGs-uPsJ0tbqYBtiYI4e4czrdx4EELtfuuEaEi7T9K_SkissiO60E211coLZpw1qM6iYJuIxk6_Jkvlvh_1in/s1600/cejsgoih.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnUR6gUA-fLval2E-wFYsiglJ4GkI8lu4Fp4jvef07JxAbYvs2vu1bLCobGs-uPsJ0tbqYBtiYI4e4czrdx4EELtfuuEaEi7T9K_SkissiO60E211coLZpw1qM6iYJuIxk6_Jkvlvh_1in/s400/cejsgoih.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRtN-39nSZCmffRfixDT08rsT6AVWikorySb-cXWxmpCrnIYenwcs5_Zafu2WMO2_m0JwOHy3m2fSqRdPGufAZDYx3ys1X2LKhUrJTip-uKlqe8Mq1X0HcoHXB-bbT1l2Ck0DwNPIZN-Bd/s1600/satpol+pp.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;383&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRtN-39nSZCmffRfixDT08rsT6AVWikorySb-cXWxmpCrnIYenwcs5_Zafu2WMO2_m0JwOHy3m2fSqRdPGufAZDYx3ys1X2LKhUrJTip-uKlqe8Mq1X0HcoHXB-bbT1l2Ck0DwNPIZN-Bd/s400/satpol+pp.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiptDuTuoFWYLztzLQ3dCuIQUB6GomJQkOqTW2MF9LKT0m_jloi4YP_cnaQHc5DPiIbZ-GEXSWsxOA4euJJ9G5dc5Y-sOBlBLaVWJR8WhyXSmDoqladTQHCMXMopNlDMf7fN_hGZvbpLStu/s1600/nyhutasoit-diseret-paksa.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;300&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiptDuTuoFWYLztzLQ3dCuIQUB6GomJQkOqTW2MF9LKT0m_jloi4YP_cnaQHc5DPiIbZ-GEXSWsxOA4euJJ9G5dc5Y-sOBlBLaVWJR8WhyXSmDoqladTQHCMXMopNlDMf7fN_hGZvbpLStu/s400/nyhutasoit-diseret-paksa.jpg&quot; width=&quot;400&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Lagi beraksi nih.....!!&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: right;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-size: 85%;&quot;&gt;Sumber: &lt;b&gt;Kaskus&lt;/b&gt;&lt;/span&gt; &lt;/div&gt;</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/07/10-pasukan-khusus-dari-indonesia.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg4BhzeteYQ9GzQlBS4cAxT5gAuM4EXU55rJZ0aJeSJpYYPcOyOb4ZB9Qunrbh2QQqMmV4V-tt3KAW_eqocrcOXt7-wX_MFRWHVpx_XSirc2VPo06U7oox1YvssrdrfZ3bA4JupliPGUnQM/s72-c/1enbyyrc_002.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-7494378464646118127</guid><pubDate>Fri, 15 Jul 2011 03:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-15T11:25:52.046+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">alam bebas</category><title>Gunung Lokon - Sulawesi Utara</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaqguBZRe6bATOxgyIu3r9BIVTKHp-fLeQQJw2kEK_gUeAUucvtjpe2tsP6CcO1phbHfSVsk-0hS09sFWoXQXioLLMb_ZjMsF_Iq5siMDHhVJxppqkjJI4iSHrhg7qMXFugdyqnBoQH3m1/s1600/Gunung_Lokon00.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;480&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaqguBZRe6bATOxgyIu3r9BIVTKHp-fLeQQJw2kEK_gUeAUucvtjpe2tsP6CcO1phbHfSVsk-0hS09sFWoXQXioLLMb_ZjMsF_Iq5siMDHhVJxppqkjJI4iSHrhg7qMXFugdyqnBoQH3m1/s640/Gunung_Lokon00.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Gunung Lokon Terletak di sebelah barat Kota Tomohon,Gunung Yang bersebelahan dengan gunung mahawu ,Gunung Lokon mempunyai ketinggian 1.580 meter. Gunung berapi aktif yang luar biasa. Menyajikan panorama pegunungan dengan kawah yang begitu indah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Waktu yang tepat untuk memulai perjalanan dari Kakaskasen, Tomohon adalah sekitar jam 7 pagi, dan dapat tiba di kawah pada saat udara pagi masih sejuk.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ikuti aliran lava dingin yang memanjang berkelok ke danau kawah yang berada 600 meter di bawah puncak, dengan kedalaman danau 60 meter. Kadang-kadang gunung ini menyemburkan debu kawah yang sampai ke pemukiman sekitar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Menurut sejarahnya, Gunung Lokon pernah meletus dahsyat pada tahun 1991. Pada saat itu, seorang pendaki gunung asal Swiss menjadi korban keganasan Lokon. Ia tewas dan jasadnya tak ditemukan, karena tertimbun debu.Tak hanya itu, ribuan warga harus merelakan rumahnya terlahap lahar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Aktivitas gunung yang pernah meletus dahsyat pada tahun 1991 ini pun tidak berhenti sampai di situ, Saat ini sedang terjadi letusan sejak tanggal 14 Juli 2011 malam hari jam 22:45 WITA yang disusul letusan berikutnya pada dini hari. Ribuan pengungsi menghindari dampak letusan gunung Lokon ini, gunung Lokon meletus dengan lontaran material pijar, pasir, dan hujan abu setinggi sekitar 1.500 meter. Selanjutnya, letusan kembali terjadi pada Jumat dini hari sekitar pukul 01.30 Wita dengan lontaran material vulkanik setinggi 600 meter, letusan gunung membuat hutan di sekitar puncak terbakar. Langit pun memerah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0PETfjPeUq6bpqS45T4IkzFz6ARgJ7Af41sVVP8h5kj4BxsZpFHhNRoiDFFmxOg0M2OZynxkutPi08wQpCWuV-tosaM16cIA1oBBPtVw263Tn0vkCJ01Sm1G7_xqOFrOhL26ulfmyZgE4/s1600/_MG_7032.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;395&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg0PETfjPeUq6bpqS45T4IkzFz6ARgJ7Af41sVVP8h5kj4BxsZpFHhNRoiDFFmxOg0M2OZynxkutPi08wQpCWuV-tosaM16cIA1oBBPtVw263Tn0vkCJ01Sm1G7_xqOFrOhL26ulfmyZgE4/s640/_MG_7032.jpg&quot; width=&quot;640&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;ERUPSI LOKON - Letusan Gunung Lokon di Tomohon pada Kamis (14/7/2011) malam sekitar pukul 22.30 WITA. Letusan hebat terlihat dari dekat, menghasilkan citra kemerahan di langit Tomohon.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Sejak Minggu, 10 Juli 2011 status gunung ini telah ditingkatkan dari Siaga menjadi Awas oleh Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/07/gunung-lokon-sulawesi-utara.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgaqguBZRe6bATOxgyIu3r9BIVTKHp-fLeQQJw2kEK_gUeAUucvtjpe2tsP6CcO1phbHfSVsk-0hS09sFWoXQXioLLMb_ZjMsF_Iq5siMDHhVJxppqkjJI4iSHrhg7qMXFugdyqnBoQH3m1/s72-c/Gunung_Lokon00.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-3745568279239622054</guid><pubDate>Fri, 08 Jul 2011 20:06:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-11T14:27:38.476+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">Aneh dan Unik</category><title>5 Jalan Yang Paling Berbahaya Di Dunia</title><description>&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jalan-jalan   dibawah ini adalah jalan yang sangat super sungguh berbahaya di dunia.   Banyak sekali kecelakaan yang terjadi di jalan-jalan tersebut. Jalan   tol-merak yang terkenal berbahaya tidak ada apa-apanya dibanding dengan   jalan-jalan ini. Beberapa diantaranya merupakan jalan yang harus  dilalui  (tidak ada pilihan lain) karena merupakan jalan satu-satunya ke  daerah  tersebut. Tidak habis pikiran bagaimana nasib para pemilik  rumah &lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;disana ya? Mari lihat jalan-jalan berbahaya tersebut&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;1. Bolivia’s “Road of Death”&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt; Nama  jalan yang berada di Bolivia adalah North Yungas Road, jalan  ini adalah  jalan yang paling mengerikan di dunia. Kira-kira setiap dua  minggu  sekali akan terjadi satu kecelakaan fatal di jalan tersebut dan  setiap  tahun sekitar 200-300 orang meninggal di jalan yang panjang nya  sekitar  80 km tersebut. Di tahun 1995,&amp;nbsp;Inter-American Development  Bank menamakan  rute ini sebagai jalan yang paling berbahaya di dunia.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpHZOtU1qMjRSfCnykwRsgXnPqVGd84jvvS7wlgMSeuOxwcQzJgMHActsSlvPU9HE4hXmLXOvAqoEOMAU4q4F8cIU5aD92WmhaBK2SRqw0s-5C57WFPdU2WIkJgSjIe3Ov9_gdzz3w8jhC/s1600/r1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;187&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpHZOtU1qMjRSfCnykwRsgXnPqVGd84jvvS7wlgMSeuOxwcQzJgMHActsSlvPU9HE4hXmLXOvAqoEOMAU4q4F8cIU5aD92WmhaBK2SRqw0s-5C57WFPdU2WIkJgSjIe3Ov9_gdzz3w8jhC/s320/r1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjI8ulaEtw_epeWcb5GUHIQGmvu13THWtehnAS26dN2kG05Bl9bFa-t7RVLh0Iq-QoJ_onH624vj78yt9QMgGFVi1mxlRplwz2xfeu7FqRE21Rr2SjA2LV35ApVI4eDrYaUOZQaJPAGxSD9/s1600/r2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjI8ulaEtw_epeWcb5GUHIQGmvu13THWtehnAS26dN2kG05Bl9bFa-t7RVLh0Iq-QoJ_onH624vj78yt9QMgGFVi1mxlRplwz2xfeu7FqRE21Rr2SjA2LV35ApVI4eDrYaUOZQaJPAGxSD9/s320/r2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoeu7DYenE2dGHBCzhWbL8_5sRXrDmrLQGsZoxpJUk9aKF57_IGNOp_M6Socp5RpyEJw9PU22UZN2NMiDb8AGkC7Uc98Ht3uggu1FH-u9WkQAkvzOM0t4zdZpTi5EegSXG6jAwiAoeL9EX/s1600/r3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;225&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhoeu7DYenE2dGHBCzhWbL8_5sRXrDmrLQGsZoxpJUk9aKF57_IGNOp_M6Socp5RpyEJw9PU22UZN2NMiDb8AGkC7Uc98Ht3uggu1FH-u9WkQAkvzOM0t4zdZpTi5EegSXG6jAwiAoeL9EX/s320/r3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXZWhuGP7AIAovWd2mACAI9Xfbamd9QFTt7MYLkWSib3kMKUtSVFlMRsl97iS_EJfBbw1y8KMHfXUgezJfFxvslrTPvaSqhVzZAj3bMd9ycElzQYF7I1WwMGrNWN3rL5hbr6Coxs22q0uI/s1600/r4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;220&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhXZWhuGP7AIAovWd2mACAI9Xfbamd9QFTt7MYLkWSib3kMKUtSVFlMRsl97iS_EJfBbw1y8KMHfXUgezJfFxvslrTPvaSqhVzZAj3bMd9ycElzQYF7I1WwMGrNWN3rL5hbr6Coxs22q0uI/s320/r4.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZljznlPzNj8BCHtHeq2v9zN-bNBOkgKpN_wPnN4imxnZxKTYW-3i-LlVpDcTv5o1CiTZ_MlksJVZ0RLaH_sus7MFP20H9zydfE2Oa1N-MflKEp336gu1SCv0CC3vgw95C6EL6eM1uJArv/s1600/r5.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjZljznlPzNj8BCHtHeq2v9zN-bNBOkgKpN_wPnN4imxnZxKTYW-3i-LlVpDcTv5o1CiTZ_MlksJVZ0RLaH_sus7MFP20H9zydfE2Oa1N-MflKEp336gu1SCv0CC3vgw95C6EL6eM1uJArv/s320/r5.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Jalan  ini merupakan jalan  satu-satu nya menuju sebuah kota yang terletak di  atas jalan tersebut  Selain jalan nya yang dipinggir jurang dan tanpa  pembatas, jalan yang  licin, kabut yang menutupi jalan juga membuat  banyaknya mobil-mobil  yang jatuh kedalam jurang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0SIXqI3Uy-s1F-l1w_IRctb2b8u5Q-KCrvIhGGpYPf2RB6plrnivSU0XcFLS213Y6H8_yrURDkYBLAVegmmGjVelJIrxuhHejXzxNt3A3SKlwrWGHCVxxM3mjwjLIWDIpythyG6kFVkNr/s1600/r6.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;151&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi0SIXqI3Uy-s1F-l1w_IRctb2b8u5Q-KCrvIhGGpYPf2RB6plrnivSU0XcFLS213Y6H8_yrURDkYBLAVegmmGjVelJIrxuhHejXzxNt3A3SKlwrWGHCVxxM3mjwjLIWDIpythyG6kFVkNr/s320/r6.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheUiyNEm-vJTsmyuOKu1z0si1b0bQ4EllxexTX8VUa84XBtsGkuDNbXLc1tJxdkWcKxpxL5XIcgUdduSCzWzn5yS28PKmu-lzgKXV30rNjOM7BLdWcv_ygyRgqfd4EAmr1S4Jr23v9T0H8/s1600/r7.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEheUiyNEm-vJTsmyuOKu1z0si1b0bQ4EllxexTX8VUa84XBtsGkuDNbXLc1tJxdkWcKxpxL5XIcgUdduSCzWzn5yS28PKmu-lzgKXV30rNjOM7BLdWcv_ygyRgqfd4EAmr1S4Jr23v9T0H8/s320/r7.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6gt3aIj1d6QvGhfMlojbQ4IyLmESNgjHSNrkhbwr_D9AgrpqRsmT1TsQyoCoSTQPIO1ajIeBtoN7_ywKzkvcNxSFK1dMErUTgfM82KGlOVEJF5HLvnPlicRFfG9DLd58cXc-ScXsKY_up/s1600/r8.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi6gt3aIj1d6QvGhfMlojbQ4IyLmESNgjHSNrkhbwr_D9AgrpqRsmT1TsQyoCoSTQPIO1ajIeBtoN7_ywKzkvcNxSFK1dMErUTgfM82KGlOVEJF5HLvnPlicRFfG9DLd58cXc-ScXsKY_up/s320/r8.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhL8nReJatNjDr1_mjUUupi5nswbIj4aQbVZEydbzI9oS6bC_hJoQkTWSe0jhNGYhxvFurAG6HnQ1BHAX3C2Tlve7AzkbS7mejSiLRjqanTPn0dqQRk0OUmVFZy-wnA5izecr2NyJikcKGK/s1600/r9.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhL8nReJatNjDr1_mjUUupi5nswbIj4aQbVZEydbzI9oS6bC_hJoQkTWSe0jhNGYhxvFurAG6HnQ1BHAX3C2Tlve7AzkbS7mejSiLRjqanTPn0dqQRk0OUmVFZy-wnA5izecr2NyJikcKGK/s320/r9.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Akan  tetapi ada sebuah perusahaan yang &amp;nbsp;mencoba mencari uang di  jalan super  berbahaya ini dengan menawarkan bersepeda di alam terbuka.  Kalau sampai  anda tertarik dengan tawaran mereka, berpikir lah dua  kali karena anda  hanya akan membahayakan jiwa orang lain karena jalanan  yang sudah sempit  dan mobil-mobil tersebut bisa saja bahkan mengalami  kecelakaan hanya  untuk menghindar dari anda.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpgprqyjtJbpVR-qVWPxJ84CK-swzpPrKRuqHXHs8rXqGhjFONv1hMPSn7gQ2XbEKTszSByMRQ77xXpXviFKDgNqb09V5ZDCyCRYGYCI3S-VYTWgg_965aLukD6ENfwArz3uFmsTgxQsXF/s1600/r11.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpgprqyjtJbpVR-qVWPxJ84CK-swzpPrKRuqHXHs8rXqGhjFONv1hMPSn7gQ2XbEKTszSByMRQ77xXpXviFKDgNqb09V5ZDCyCRYGYCI3S-VYTWgg_965aLukD6ENfwArz3uFmsTgxQsXF/s320/r11.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOTfRlN23aITT_GfXgE9__fGoso554xXSySAczHUmMSSJI049BNrbuWgjOGirHFgs3YG6YprpShZWpTmWdmoUtHyU1u-jcXnWdDWGBzs-Qhb7yGOi9h_aTnTX7PoVvklfP4vHmdU3dsuXp/s1600/r12.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOTfRlN23aITT_GfXgE9__fGoso554xXSySAczHUmMSSJI049BNrbuWgjOGirHFgs3YG6YprpShZWpTmWdmoUtHyU1u-jcXnWdDWGBzs-Qhb7yGOi9h_aTnTX7PoVvklfP4vHmdU3dsuXp/s320/r12.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTdfJjiLgeuoBuAZZvpBHwLMahbyG5YprXKhn9FFCp5iZXhmJR2k78JU3mDyOWi0JNicJ0l8S1Qbl0vUNs0kXU1QNQO7sTxsMe5EZxkcni8fYA04om9jQvjnXfKl_We0l3wM_JdTOd9v9C/s1600/r13.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;157&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjTdfJjiLgeuoBuAZZvpBHwLMahbyG5YprXKhn9FFCp5iZXhmJR2k78JU3mDyOWi0JNicJ0l8S1Qbl0vUNs0kXU1QNQO7sTxsMe5EZxkcni8fYA04om9jQvjnXfKl_We0l3wM_JdTOd9v9C/s320/r13.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnfGNC54bnW36du3Ag7pk5O_9jtzwfo0B72BXrSbWbi2LRvoA_8rslUBBRiWZ0YU6hgpJedXnePlnw7l3FiZJ-y4voNM0fs8oowiF81042zZ40tKrmxsfIaP2iqLENHYbTAfYB8pGJMGcZ/s1600/r14.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhnfGNC54bnW36du3Ag7pk5O_9jtzwfo0B72BXrSbWbi2LRvoA_8rslUBBRiWZ0YU6hgpJedXnePlnw7l3FiZJ-y4voNM0fs8oowiF81042zZ40tKrmxsfIaP2iqLENHYbTAfYB8pGJMGcZ/s320/r14.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpbu3P1K6-Yfyy_Mbsufd3WstOIhTtafaZkaOBtAljJvVlYFqkXNtHmU-0ELvYAA_4in6W6vdflYrFssEANhL0BJ-4CkzwG3ZiJB2qoURLQ840HGWp9HyZhu3f863f-uecF5hbDxPRTSmH/s1600/r15.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;179&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhpbu3P1K6-Yfyy_Mbsufd3WstOIhTtafaZkaOBtAljJvVlYFqkXNtHmU-0ELvYAA_4in6W6vdflYrFssEANhL0BJ-4CkzwG3ZiJB2qoURLQ840HGWp9HyZhu3f863f-uecF5hbDxPRTSmH/s320/r15.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9GkZxGibFmi4IHVpeVYToNVl17eBlGkhDfajbE7WJ4JJd0-hm9801gbb0VtWuzZV-XGY85RNuriZwL5Shb4dfT87T8-YLKk2fyNF9Ub9LWczJcRkpFwfK2-0dAH3HaQiV8tFGh-qoIr_o/s1600/r16.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj9GkZxGibFmi4IHVpeVYToNVl17eBlGkhDfajbE7WJ4JJd0-hm9801gbb0VtWuzZV-XGY85RNuriZwL5Shb4dfT87T8-YLKk2fyNF9Ub9LWczJcRkpFwfK2-0dAH3HaQiV8tFGh-qoIr_o/s320/r16.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFV4Q1sJtyy0jpcsrF7fsYv7I0rkwJlF6r630inO6_RBMyYPRBsTU2nmTUWQA6Cnp1cwreWaV9HBI0UXLTnHFoB2zDrExhcWoIWfYCbofGRRU42QwFlg0PErE22em_UvFYq-lAIPC11xfj/s1600/r17.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;213&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFV4Q1sJtyy0jpcsrF7fsYv7I0rkwJlF6r630inO6_RBMyYPRBsTU2nmTUWQA6Cnp1cwreWaV9HBI0UXLTnHFoB2zDrExhcWoIWfYCbofGRRU42QwFlg0PErE22em_UvFYq-lAIPC11xfj/s320/r17.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;2. Russian Siberian Road to Yakutsk&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt; Jalan  ini adalah jalan resmi dari pemerintah dan merupakan jalan  satu-satunya  ke Yakutsk, Rusia. &amp;nbsp;Karena merupakan jalan jalan  satu-satunya, jalan  ini bisa macet sampati 100 km dimana mobil-mobil  ngantri semuanya.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX2e7QhFSEg5Gee69pxJd10cXLReQdZ6wdF0z4hSwVGSVhzItHTSeq3vCtD6uSJit3LTxUDutkVg1PNR3EbCusohoJWFyx81LLZ93lbynF3Pvd_pTvqmVsHUselrv5KO3rzXlpQior23tr/s1600/r19.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjX2e7QhFSEg5Gee69pxJd10cXLReQdZ6wdF0z4hSwVGSVhzItHTSeq3vCtD6uSJit3LTxUDutkVg1PNR3EbCusohoJWFyx81LLZ93lbynF3Pvd_pTvqmVsHUselrv5KO3rzXlpQior23tr/s320/r19.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-WA7A8pqk3gwFXNS2eOEkdPflQd_682tXdCgLaxypw_3sucm1Fh11KFJ-Z-PctmyOCEyhVPCdb5iJKMHkN3BjfA6jLjv1_fmSpqBel-pgCNZfIKxNM6PX0WNE392dDqa13PsDNW5qA4FZ/s1600/r20.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;127&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg-WA7A8pqk3gwFXNS2eOEkdPflQd_682tXdCgLaxypw_3sucm1Fh11KFJ-Z-PctmyOCEyhVPCdb5iJKMHkN3BjfA6jLjv1_fmSpqBel-pgCNZfIKxNM6PX0WNE392dDqa13PsDNW5qA4FZ/s320/r20.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSkhpjMOfKpuOke8hNegON2_Apq7B6_Ry6f_RDt4cIxmYYBglmGk89pgRcuIBjL8FQlkM7K8IM5NxRTVlGRqjD_P-39gd5e68hV-_OFSWIorOeNA5-xHG5Kg7WwcivMG3QeK74WP0bOGhV/s1600/r21.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;127&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhSkhpjMOfKpuOke8hNegON2_Apq7B6_Ry6f_RDt4cIxmYYBglmGk89pgRcuIBjL8FQlkM7K8IM5NxRTVlGRqjD_P-39gd5e68hV-_OFSWIorOeNA5-xHG5Kg7WwcivMG3QeK74WP0bOGhV/s320/r21.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_FfKTmsQX43umGjWDSNZvNeql7Dxdk09kMnCnF1bZ2CmlxwbfPM4Slb4wH1ubB6ZXH8b88nUb4H0feYsL38I4XyKorLCsv0kqJImS3OYGENuYZMMAIzIm5ubqkQZhNF2eUAzrw73ya7z3/s1600/r22.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;218&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi_FfKTmsQX43umGjWDSNZvNeql7Dxdk09kMnCnF1bZ2CmlxwbfPM4Slb4wH1ubB6ZXH8b88nUb4H0feYsL38I4XyKorLCsv0kqJImS3OYGENuYZMMAIzIm5ubqkQZhNF2eUAzrw73ya7z3/s320/r22.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ_MLvYouGBElsJzHkOXgYaVDeTXUkGJ6586LEP7u_HwCAKqGS8ageZ2lHXuVSzDYbjnthvSmG9_NT8Yk4ShNRnxadj4ecMDkh3Fo2OaBc3nyKTAPQT88yJRI5BkldHWj6iFW-0IHWx3Pj/s1600/r23.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiZ_MLvYouGBElsJzHkOXgYaVDeTXUkGJ6586LEP7u_HwCAKqGS8ageZ2lHXuVSzDYbjnthvSmG9_NT8Yk4ShNRnxadj4ecMDkh3Fo2OaBc3nyKTAPQT88yJRI5BkldHWj6iFW-0IHWx3Pj/s320/r23.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&amp;nbsp;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Yang  berbahaya dari jalan ini  adalah ketika musim hujan, dimana jalan ini  berubah menjadi kubangan  lumpur dan menyedot mobil-mobil yang  melewatinya.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt; &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDC5mQMWz54pfdJf5un3Xpn91G_HWKLtzeUENCWlsIYfCiAUfb6wfxE1wIQvd_1U_tymyVc_tqRGQ3AysxfcnexCKqXab_o83CVQ1rJWsOhkp-rkW8yDnEBduhGNlZqyyAickI3R5JboEm/s1600/r24.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDC5mQMWz54pfdJf5un3Xpn91G_HWKLtzeUENCWlsIYfCiAUfb6wfxE1wIQvd_1U_tymyVc_tqRGQ3AysxfcnexCKqXab_o83CVQ1rJWsOhkp-rkW8yDnEBduhGNlZqyyAickI3R5JboEm/s320/r24.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinXDtSBpiKAPeUkKB_quTo2UjcvMm34rmMCCp4n1Ib2Iow_eVRQUr42FA5ANrAdkG9yTPF4_PXJAYYekmWVlZSUSdUvDn7l5drGmkR7cjGMG2_fO6H6j94InAZvHQPzTqugcmTvC7UP-h6/s1600/r25.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;206&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEinXDtSBpiKAPeUkKB_quTo2UjcvMm34rmMCCp4n1Ib2Iow_eVRQUr42FA5ANrAdkG9yTPF4_PXJAYYekmWVlZSUSdUvDn7l5drGmkR7cjGMG2_fO6H6j94InAZvHQPzTqugcmTvC7UP-h6/s320/r25.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJK__swPFDQWZatGO-renfTwAU2zbFrDcTGJUKY0RPlC1i-1yJRLAH3dNKgizYxSLsA4mUSatyg_CPdFy5RUpy10pW6n6LTONv4pAXK3C9DO9lOu0Cqer967pHWmuUupYkTSfwv20TdUA4/s1600/r26.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;217&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjJK__swPFDQWZatGO-renfTwAU2zbFrDcTGJUKY0RPlC1i-1yJRLAH3dNKgizYxSLsA4mUSatyg_CPdFy5RUpy10pW6n6LTONv4pAXK3C9DO9lOu0Cqer967pHWmuUupYkTSfwv20TdUA4/s320/r26.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Pada musim dingin, jalan ini tidak kalah berbahayanya karena berselimut es semuanya sehingga sanat licin.&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOmVjme3RmOgumKi07jQtvoBv6pJmH2IIry6-IIzoMakts3yw7tTpJIlRhLtwno-_5zMaxjdtinSuCuIog7DTGERmOS2NnTBihINXK92waRFrMYx7SlF5vdmqTwqdCJTVunaMqCbe3fAq_/s1600/r27.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjOmVjme3RmOgumKi07jQtvoBv6pJmH2IIry6-IIzoMakts3yw7tTpJIlRhLtwno-_5zMaxjdtinSuCuIog7DTGERmOS2NnTBihINXK92waRFrMYx7SlF5vdmqTwqdCJTVunaMqCbe3fAq_/s320/r27.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;The “Haunted Road” in Russia&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt; Jalan  ini juga terkenal sebagai jalan yang ada penunggunya karena  secara  statistik banyak sekali terjadi kecelakaan yang terjadi tanpa  sebab yang  jelas. Penduduk setempat menebak bahwa ada gas didasar jalan  yang  membuat para pengendara jatuh tertidur karena banyak pengendara  dari  mobil kecelakaan tersebut mengaku mereka tidak ingat apa-apa  sebelum  kecelakaan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;3. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;Pasubio (Vicenza), Northern Italy&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
Ini adalah jalan jaman dulu dan sangat berbahaya. Para pendaki gunung menyukai pemandangan nya&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3T5As7vKD-gKZqES2KmJjz4GSX0U2gYzlIuGi5Tk1jjnxi4fNTnCBQeAOdsnxPlbaMrkybTcRiv3n7F5_xsLQtcC-I-xg9h4wYyG2OziIKsJaZQUgUnY3TrjmL7b5nXEH43mqppHRH3IW/s1600/r63.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;192&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh3T5As7vKD-gKZqES2KmJjz4GSX0U2gYzlIuGi5Tk1jjnxi4fNTnCBQeAOdsnxPlbaMrkybTcRiv3n7F5_xsLQtcC-I-xg9h4wYyG2OziIKsJaZQUgUnY3TrjmL7b5nXEH43mqppHRH3IW/s320/r63.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNqKrdCvSdh9VyLjxmjgSAkxiKbrKAFMLKiBaJ0pSnkUuoXN9VzPRYtwEJQ4Hcua1IxyscU0ewdTivRShnOueZL7XD0GvieFBYmIkqmSP5uQitWfQ2YG5eRM1xYdm3k93MmTUoidlH0Foh/s1600/r62.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;192&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiNqKrdCvSdh9VyLjxmjgSAkxiKbrKAFMLKiBaJ0pSnkUuoXN9VzPRYtwEJQ4Hcua1IxyscU0ewdTivRShnOueZL7XD0GvieFBYmIkqmSP5uQitWfQ2YG5eRM1xYdm3k93MmTUoidlH0Foh/s320/r62.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYDqE8zgvbQS7OHygaQuVnbNs61VAMdhUZGA3d3bO9cdEAnluD8Z1HxY5qquL8QeiKsUUBsj_DHePgkCEy7f0JfYIRn47rOwJr8Jy1Llu0RzC2scRdGTWhe7oLxy6cZleXseN7bprzKOfX/s1600/r64.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;150&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiYDqE8zgvbQS7OHygaQuVnbNs61VAMdhUZGA3d3bO9cdEAnluD8Z1HxY5qquL8QeiKsUUBsj_DHePgkCEy7f0JfYIRn47rOwJr8Jy1Llu0RzC2scRdGTWhe7oLxy6cZleXseN7bprzKOfX/s320/r64.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhahl_MeyoYqZiPX_lVLvQnPwAlaV27tv2j-CwFKlpiy8yIZlTRqqmOXx82emvkAibN3_9fhb0aEslNk9SZ8tQ6M3Mg0QiOmFGH_nWaXrr2Z2uqcP3jFMfgykUsZE4sNbNeX33iG3ZOqQL1/s1600/r65.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;192&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhahl_MeyoYqZiPX_lVLvQnPwAlaV27tv2j-CwFKlpiy8yIZlTRqqmOXx82emvkAibN3_9fhb0aEslNk9SZ8tQ6M3Mg0QiOmFGH_nWaXrr2Z2uqcP3jFMfgykUsZE4sNbNeX33iG3ZOqQL1/s320/r65.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI5X60rAwrMRULTQU6SfN-pp6R49e8bUTSZuMuhl_iOIg6lFdHjWcEAPDcoQxn5DJXGtrRZC2h1TlvbIDDxjxcIhtuzCjstu0cQLlGoPOohh5VkaGas6Q47YHTAUmw_BGlD7TwxaC5M6FI/s1600/r66.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;147&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiI5X60rAwrMRULTQU6SfN-pp6R49e8bUTSZuMuhl_iOIg6lFdHjWcEAPDcoQxn5DJXGtrRZC2h1TlvbIDDxjxcIhtuzCjstu0cQLlGoPOohh5VkaGas6Q47YHTAUmw_BGlD7TwxaC5M6FI/s320/r66.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1-Qok8P4EUR5IgpaUqxqfwVw0vW1SkwCs05omImGowjwiJ9T4NwJzQSQz2cZXXTdeWvCrHJf8ru4RvvlvcVfkaOaL0S3iJSZtXpOlNUKWRytfoZRacZ7qGPTue3MsxnZ0uOKL5sGboeMK/s1600/r67.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;192&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1-Qok8P4EUR5IgpaUqxqfwVw0vW1SkwCs05omImGowjwiJ9T4NwJzQSQz2cZXXTdeWvCrHJf8ru4RvvlvcVfkaOaL0S3iJSZtXpOlNUKWRytfoZRacZ7qGPTue3MsxnZ0uOKL5sGboeMK/s320/r67.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzIYgvbHYT8mgCk8IZnlfxSxm9H9eDgXs1YUprlJmJ-73QLcDnGXBnk_1BUTm4zvkRrYCvRiuGTy18JiISG9gHRomI0MoNwsuOJB4az6yx2gN9EvS4aUfa0Av8i4G9PyG0VfDvDHnTnWv4/s1600/r68.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;192&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgzIYgvbHYT8mgCk8IZnlfxSxm9H9eDgXs1YUprlJmJ-73QLcDnGXBnk_1BUTm4zvkRrYCvRiuGTy18JiISG9gHRomI0MoNwsuOJB4az6yx2gN9EvS4aUfa0Av8i4G9PyG0VfDvDHnTnWv4/s320/r68.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;4. Nepal, Tibet &amp;amp; Bangladesh Roads&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt; Jalan  di Nepal, India ini sangat sempit dan licin di musim dingin,  sehingga  banyak sekali terjadi kecelakaan, &lt;span class=&quot;&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;id&quot;&gt;&lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;Ada&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;beberapa rambu&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;penerangan&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt; jalan&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;hampir tidak&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;dipelihara&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;di daerah tersebut&lt;/span&gt;,&lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;bus dan&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;pengemudi truk&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;harus&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;bernegosiasi untuk dapat&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;ke desa-desa&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;kecil.&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;Jalan&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;di Nepal&lt;/span&gt;&lt;span title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;,&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;Kathmandu&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;terkemuka dari&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;Dari&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;ke&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;Everest Base Camp&lt;/span&gt;&lt;span class=&quot;&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW58q7oGH_zLD0IkuxvFzKe8vnqWDiUK3q2bo9i2Z4567DdpgB0_CtHBx2H2wBnLmquzKTkzu3CaLqRimFnxtbcyGy1k-reJUqNw5mNpfgmAi-P5JOqkVqxBOcck3hlTQPlmfhxlYV3Av9/s1600/r32.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW58q7oGH_zLD0IkuxvFzKe8vnqWDiUK3q2bo9i2Z4567DdpgB0_CtHBx2H2wBnLmquzKTkzu3CaLqRimFnxtbcyGy1k-reJUqNw5mNpfgmAi-P5JOqkVqxBOcck3hlTQPlmfhxlYV3Av9/s320/r32.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;span class=&quot;short_text&quot; id=&quot;result_box&quot; lang=&quot;id&quot;&gt;&lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;Sebuah&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;Jalan&lt;/span&gt; &lt;span class=&quot;hps&quot; title=&quot;Click for alternate translations&quot;&gt;India-Nepal:&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnfidani-0f5U2RUbFAUv4Echo7r7-_4Yo110jN1MJzOof5srKioHFMhZNN5sMv8vWcuEweIWUXAIK_1k7ge9KNqh-JSgr39aNQLuIeSMAzYWd0KE19Ad246vFVPL60aA1oeJzvPc_Ugr1/s1600/r33.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;185&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnfidani-0f5U2RUbFAUv4Echo7r7-_4Yo110jN1MJzOof5srKioHFMhZNN5sMv8vWcuEweIWUXAIK_1k7ge9KNqh-JSgr39aNQLuIeSMAzYWd0KE19Ad246vFVPL60aA1oeJzvPc_Ugr1/s320/r33.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;i&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;5. &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“The Halsema Highway” di Filipina&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;span style=&quot;font-family: verdana;&quot;&gt;“The  Halsema Highway, dikenal juga sebagai Baguio-Bontoc Road adalah  jalan  sepanjang 150 miles dan memakan waktu sekitar 10 jam perjalanan  dari  kota Bauio ke Sagada. Jalan ini 1000 kaki diatas jurang dan  jalanan nya  TANPA pembatas. Di saat terjadi nya hujan, jalan ini  menjadi berbahaya  luar biasa.&lt;/span&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDUxRTD_BOWUCgHTrP2uncP_IOCv18txtwLPV3kgrkk1_c9yUd8SqRxkRN8Ld8DW9XjQpMcv0MWMrIwGdv1TXT8qwjjs8qRS-qM_gcmq7JteOpCf1gVFl2FKwrw7PjsXdIAAZBCgHpalGH/s1600/r84.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;203&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiDUxRTD_BOWUCgHTrP2uncP_IOCv18txtwLPV3kgrkk1_c9yUd8SqRxkRN8Ld8DW9XjQpMcv0MWMrIwGdv1TXT8qwjjs8qRS-qM_gcmq7JteOpCf1gVFl2FKwrw7PjsXdIAAZBCgHpalGH/s320/r84.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBdwo_xaBpt7dcnhJS58POrkzhztwvN0YMmjUFzmggs3Xjsy4_BxrosyFeo8FLd3rAHgbZ78O6M_8uVo-9LLE782VSyjryKHv2ptY2neg0eqbgkq_AHcLyl4SyBDGn2-rUT8Xzrf6O2p9A/s1600/r83.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;221&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhBdwo_xaBpt7dcnhJS58POrkzhztwvN0YMmjUFzmggs3Xjsy4_BxrosyFeo8FLd3rAHgbZ78O6M_8uVo-9LLE782VSyjryKHv2ptY2neg0eqbgkq_AHcLyl4SyBDGn2-rUT8Xzrf6O2p9A/s320/r83.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4IfqvRNFUO8d3djTzbBBlyKLtKqMzb7ZFU9jQvVdLHOBVl7QL41i6VaJ24_R1tnfqdyjEiyjgG8-Xwtim_Ascefidl7H18r9QlV-BjFSZVkPVrrijptgllagUM9nFvLfMBQhwIPWf1cxm/s1600/r82.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi4IfqvRNFUO8d3djTzbBBlyKLtKqMzb7ZFU9jQvVdLHOBVl7QL41i6VaJ24_R1tnfqdyjEiyjgG8-Xwtim_Ascefidl7H18r9QlV-BjFSZVkPVrrijptgllagUM9nFvLfMBQhwIPWf1cxm/s320/r82.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuMIsO3x-jmEehyYiyJ-sIkvaG1w8CuTsMcNPo44BT7Tf51pCIS4HgejJaghQHXmWsnFYOA81mqKnMJ9CdhzwE_PTwImUVKMvRCZZvQC8dclQbrU9rKPep9ak2aXTvXgDlsIMkhN6vQb-a/s1600/r81.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;220&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjuMIsO3x-jmEehyYiyJ-sIkvaG1w8CuTsMcNPo44BT7Tf51pCIS4HgejJaghQHXmWsnFYOA81mqKnMJ9CdhzwE_PTwImUVKMvRCZZvQC8dclQbrU9rKPep9ak2aXTvXgDlsIMkhN6vQb-a/s320/r81.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvkc7evO7LhfyAHIxaZM4Uq1ujMHBRzcsAOo53be7uk-wMr-TsRASUEOW5c879tCk5wMw73AtUnJQwiTg7aeykSyjpKNzvwcUdDlzf-zjDsE5EnGMyQTInDklfSmoyAbkRKd1voJhElByb/s1600/r80.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;219&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjvkc7evO7LhfyAHIxaZM4Uq1ujMHBRzcsAOo53be7uk-wMr-TsRASUEOW5c879tCk5wMw73AtUnJQwiTg7aeykSyjpKNzvwcUdDlzf-zjDsE5EnGMyQTInDklfSmoyAbkRKd1voJhElByb/s320/r80.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9X1AV4V8gphoTv3OBMxG9dJFzmnE_MsQbaLzMAY29UWGmNF8tsr4E7M0J5na_dZ7ic6Qyp7k97CItVGCvJo_vssNN31Jz9wdWg5kh4Z9F01XIizFFQp_t-5ADetxgC6OyX0DHepAsr1-x/s1600/r79.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;206&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEh9X1AV4V8gphoTv3OBMxG9dJFzmnE_MsQbaLzMAY29UWGmNF8tsr4E7M0J5na_dZ7ic6Qyp7k97CItVGCvJo_vssNN31Jz9wdWg5kh4Z9F01XIizFFQp_t-5ADetxgC6OyX0DHepAsr1-x/s320/r79.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYo-CFy4_XXNsfHYDpoZFmXaZWq8pTshz-5RU4mEO7wCEmDb0gS7jiw-iSCIPpWnslpO61ZTTKCf0rDPrmuDYYDSm53nwA9zCkIYRmEOEljpzOuddhSw6vInGjVrW7I8Npg9oGpBEhyphenhyphenfel/s1600/r78.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;224&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhYo-CFy4_XXNsfHYDpoZFmXaZWq8pTshz-5RU4mEO7wCEmDb0gS7jiw-iSCIPpWnslpO61ZTTKCf0rDPrmuDYYDSm53nwA9zCkIYRmEOEljpzOuddhSw6vInGjVrW7I8Npg9oGpBEhyphenhyphenfel/s320/r78.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCTJQwMmtjQyfqObmYHO2rn69q-p_qkr-by8u5kx5vpjF8UBgBnkYa98sNoVJnpuUdV36Tvnp9vlxAr77kqu-l3LuUbDIDmEizy8YbWi-SwJFiRlcFpAiUcMPP1eFTyhL0CvP2GfoKC9gM/s1600/r77.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;168&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgCTJQwMmtjQyfqObmYHO2rn69q-p_qkr-by8u5kx5vpjF8UBgBnkYa98sNoVJnpuUdV36Tvnp9vlxAr77kqu-l3LuUbDIDmEizy8YbWi-SwJFiRlcFpAiUcMPP1eFTyhL0CvP2GfoKC9gM/s320/r77.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/07/5-jalan-yang-paling-berbahaya-di-dunia.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjpHZOtU1qMjRSfCnykwRsgXnPqVGd84jvvS7wlgMSeuOxwcQzJgMHActsSlvPU9HE4hXmLXOvAqoEOMAU4q4F8cIU5aD92WmhaBK2SRqw0s-5C57WFPdU2WIkJgSjIe3Ov9_gdzz3w8jhC/s72-c/r1.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-7018391121168621430</guid><pubDate>Thu, 07 Jul 2011 04:54:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-14T21:28:51.110+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">alam bebas</category><title>Mount Everest bukan hanya puncak tertinggi di dunia, tapi kuburan tertinggi di dunia</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivxLU5j8Y0XZQPYU0gfVozcVTMAJKW3v8VWk1150A7vaR-sGUO_CKuQb1XU34jgWTGJt28p4q02MuaVPpF7wYjRwjsti_2ztd7uIp8af-dejgm0wRhRU5d7fYoGvkS9lFDpOA3H10pJHsD/s1600/everest-9.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;218&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivxLU5j8Y0XZQPYU0gfVozcVTMAJKW3v8VWk1150A7vaR-sGUO_CKuQb1XU34jgWTGJt28p4q02MuaVPpF7wYjRwjsti_2ztd7uIp8af-dejgm0wRhRU5d7fYoGvkS9lFDpOA3H10pJHsD/s320/everest-9.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Mount Everest adalah titik tertinggi di planet bumi. Karena kondisi yang  unik ini banyak orang yang mencoba untuk mendakinya semenjak Sir Edmund  Hillary berhasil mendakinya pada tahun 1953.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Puncak Mount  Everest terletak di negara Nepal dengan tinggi 29,035 feet (8,850 meter)  dari permukaan laut. Gunung itu sendiri menjadi pembatas antara Nepal  dan Tibet.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Suhu rata-rata tertinggi terjadi pada bulan mei 2008  yaitu minus 17 derajat Fahrenheit (minus 27 derajat Celsius) and  kecepatan angin 51 mil (81 km) per jam.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Diwaktu lain sepanjang  tahun, angin dapat berhembus dalam kecepatan badai 118 mil dan  temperatur dapat jatuh sampai minus 100 derajat fahrenheit( minus 73  derajat celcius). Fakta tambahan yang lain adalah kurang dari sepertiga  oksigen yang ada di udara dibanding dengan udara yang berada di  permukaan laut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Everest news memperkirakan, pada tahun 2004  lebih dari 2000 orang berhasil mencapai puncak, dan 189 orang mati  ketika mencobanya. Jika anda adalah salah satu dari kurang lebih 150  orang yang akan mencoba untuk mendaki Mount Everest pada tahun ini, ada  sesuatu yang pasti akan anda lihat sepanjang perjalanan - &lt;b&gt;MAYAT&lt;/b&gt;.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV_1-JVHzj8NDHoPWNHThGDJpHvTPjoJW3IiWIz7R3ROztca8V84KISLfexPrrjXay0iIb6V5Xbi0NDR24NY4VsTl17Ej-uK1Y3VNWfWMB8jnNHeYA3SdPGnHion8I9VP-SCmOC0o3Wx3s/s1600/1279795.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;238&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiV_1-JVHzj8NDHoPWNHThGDJpHvTPjoJW3IiWIz7R3ROztca8V84KISLfexPrrjXay0iIb6V5Xbi0NDR24NY4VsTl17Ej-uK1Y3VNWfWMB8jnNHeYA3SdPGnHion8I9VP-SCmOC0o3Wx3s/s320/1279795.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUvsRrHokrRJ-E73W3_YwTyBuNgE-GSC-oCbKCOSz3vwX0W3JeBrX73VsNTRc8YS4qW1g9VwkZ48v7KhagDSk_78zos-GGmEIb01t62-GtDa7e6MnW49bvWNXtOuKx9QlowSF2XS3PF3Tm/s1600/dead-everest-2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiUvsRrHokrRJ-E73W3_YwTyBuNgE-GSC-oCbKCOSz3vwX0W3JeBrX73VsNTRc8YS4qW1g9VwkZ48v7KhagDSk_78zos-GGmEIb01t62-GtDa7e6MnW49bvWNXtOuKx9QlowSF2XS3PF3Tm/s320/dead-everest-2.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir_GUvBsrlTCLwARnzmlj2zqsKfw8V2R2lyYgYBkTXVXkpPfIa8z3JiNYoMyoo719AAuF96rNSZKHNXT53oyfgZCxaufr7qBZJOkhIm9KilJoxbBUGIn2g9_83n7JFisvrF5JvDrZjAUsy/s1600/skull.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;315&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEir_GUvBsrlTCLwARnzmlj2zqsKfw8V2R2lyYgYBkTXVXkpPfIa8z3JiNYoMyoo719AAuF96rNSZKHNXT53oyfgZCxaufr7qBZJOkhIm9KilJoxbBUGIn2g9_83n7JFisvrF5JvDrZjAUsy/s320/skull.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Dari  189 orang yang mati dalam pendakian mereka, diperkirakan 120 orang  dibiarkan tinggal di sana. Ini merupakan peringatan yang mengerikan bagi  para pendaki. Alasan sederhana mengapa mayat-mayat pendaki dibiarkan  berserakan di sana adalah terlalu sulit dan berbahaya untuk mencoba  memindahkan mereka. Mencoba membawa tubuh orang mati atau pendaki yang  terdampar akan memakan waktu yang terlalu lama dan membuat tim pendaki  terhambat. Ini membuat usaha penyelamatan sama dengan bunuh diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebanyakan mayat terletak di &quot;Zona kematian&quot;, area ini terletak di atas  base camp terakhir di ketinggian 26,000 feet (8,000 meter). Banyak  mayat yang membeku dengan tali masih melingkar di pinggang mereka. Mayat  yang lain dalam keadaan membusuk, karena itu beberapa pendaki yang  telah berpengalaman telah membuat suatu usaha untuk menguburkan  mayat-mayat yang mudah dijangkau.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada tahun 2007 Ian Woodall,  pendaki Inggris, kembali ke Everest untuk mengubur 3 mayat pendaki yang  dia lewati dalam perjalannya menuju puncak. Salah seorang pendaki,  seorang wanita bernama Francys Arsentiev, masih hidup ketika woodall  menemukannya. Kata pertamanya adalah &quot;jangan tinggalkan saya.&quot; Kenyataan  yang menyeramkan, tapi, Woodall tidak dapat berbuat apapun untuk  menolongnya tanpa membahayakan hidupnya sendiri atau hidup timnya. Dia  terpaksa meninggalkan wanita itu untuk mati sendiri.</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/07/mount-everest-bukan-hanya-puncak.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEivxLU5j8Y0XZQPYU0gfVozcVTMAJKW3v8VWk1150A7vaR-sGUO_CKuQb1XU34jgWTGJt28p4q02MuaVPpF7wYjRwjsti_2ztd7uIp8af-dejgm0wRhRU5d7fYoGvkS9lFDpOA3H10pJHsD/s72-c/everest-9.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-4282951650857589881</guid><pubDate>Mon, 27 Jun 2011 14:50:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-14T21:51:36.363+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">earth and environment</category><title>Mengelola Sampah, Mengelola Gaya Hidup</title><description>Pengelolaan Persampahan: Menuju Indonesia Bebas Sampah (Zero Waste )&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampah merupakan konsekuensi dari adanya aktifitas manusia. Setiap aktifitas manusia pasti menghasilkan buangan atau sampah. Jumlah atau volume sampah sebanding dengan tingkat konsumsi kita terhadap barang/material yang kita gunakan sehari-hari. Demikian juga dengan jenis sampah, sangat tergantung dari jenis material yang kita konsumsi. Oleh karena itu pegelolaan sampah tidak bisa lepas juga dari ‘pengelolaan’ gaya hidup masyrakat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Peningkatan jumlah penduduk dan gaya hidup sangat berpengaruh pada volume sampah. Misalnya saja, kota Jakarta pada tahun 1985 menghasilkan sampah sejumlah 18.500 m3 per hari dan pada tahun 2000 meningkat menjadi 25.700 m3 per hari. Jika dihitung dalam setahun, maka volume sampah tahun 2000 mencapai 170 kali besar Candi Borobudur (volume Candi Borobudur = 55.000 m3). [Bapedalda, 2000]. Selain Jakarta, jumlah sampah yang cukup besar terjadi di Medan dan Bandung. Kota metropolitan lebih banyak menghasilkan sampah dibandingkan dengan kota sedang atau kecil&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jenis Sampah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum, jenis sampah dapat dibagi 2 yaitu sampah organik (biasa disebut sebagai sampah basah) dan sampah anorganik (sampah kering). Sapah basah adalah sampah yang berasal dari makhluk hidup, seperti daun-daunan, sampah dapur, dll. Sampah jenis ini dapat terdegradasi (membusuk/hancur) secara alami. Sebaliknya dengan sampah kering, seperti kertas, plastik, kaleng, dll. Sampah jenis ini tidak dapat terdegradasi secara alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada umumnya, sebagian besar sampah yang dihasilkan di Indonesia merupakan sampah basah, yaitu mencakup 60-70% dari total volume sampah. Oleh karena itu pengelolaan sampah yang terdesentralisisasi sangat membantu dalam meminimasi sampah yang harus dibuang ke tempat pembuangan akhir. Pada prinsipnya pengelolaan sampah haruslah dilakukan sedekat mungkin dengan sumbernya. Selama ini pengleolaan persampahan, terutama di perkotaan, tidak berjalan dengan efisien dan efektif karena pengelolaan sapah bersifat terpusat. Misanya saja, seluruh sampah dari kota Jakarta harus dibuag di Tempat Pembuangan Akhir di daerah Bantar Gebang Bekasi. Dapat dibayangkan berapa ongkos yang harus dikeluarkan untuk ini. Belum lagi, sampah yang dibuang masih tercampur antara sampah basah dan sampah kering. Padahal, dengan mengelola sampah besar di tingkat lingkungan terkecil, seperti RT atau RW, dengan membuatnya menjadi kompos maka paling tidak volume sampah dapat diturunkan/dikurangi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Alternatif Pengelolaan Sampah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk menangani permasalahan sampah secara menyeluruh perlu dilakukan alternatif-alternatif pengelolaan. Landfill bukan merupakan alternatif yang sesuai, karena landfill tidak berkelanjutan dan menimbulkan masalah lingkungan. Malahan alternatif-alternatif tersebut harus bisa menangani semua permasalahan pembuangan sampah dengan cara mendaur-ulang semua limbah yang dibuang kembali ke ekonomi masyarakat atau ke alam, sehingga dapat mengurangi tekanan terhadap sumberdaya alam. Untuk mencapai hal tersebut, ada tiga asumsi dalam pengelolaan sampah yang harus diganti dengan tiga prinsip–prinsip baru. Daripada mengasumsikan bahwa masyarakat akan menghasilkan jumlah sampah yang terus meningkat, minimisasi sampah harus dijadikan prioritas utama.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampah yang dibuang harus dipilah, sehingga tiap bagian dapat dikomposkan atau didaur-ulang secara optimal, daripada dibuang ke sistem pembuangan limbah yang tercampur seperti yang ada saat ini. Dan industri-industri harus mendesain ulang produk-produk mereka untuk memudahkan proses daur-ulang produk tersebut. Prinsip ini berlaku untuk semua jenis dan alur sampah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pembuangan sampah yang tercampur merusak dan mengurangi nilai dari material yang mungkin masih bisa dimanfaatkan lagi. Bahan-bahan organik dapat mengkontaminasi/ mencemari bahan-bahan yang mungkin masih bisa di daur-ulang dan racun dapat menghancurkan kegunaan dari keduanya. Sebagai tambahan, suatu porsi peningkatan alur limbah yang berasal dari produk-produk sintetis dan produk-produk yang tidak dirancang untuk mudah didaur-ulang; perlu dirancang ulang agar sesuai dengan sistem daur-ulang atau tahapan penghapusan penggunaan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Program-program sampah kota harus disesuaikan dengan kondisi setempat agar berhasil, dan tidak mungkin dibuat sama dengan kota lainnya. Terutama program-program di negara-negara berkembang seharusnya tidak begitu saja mengikuti pola program yang telah berhasil dilakukan di negara-negara maju, mengingat perbedaan kondisi-kondisi fisik, ekonomi, hukum dan budaya. Khususnya sektor informal (tukang sampah atau pemulung) merupakan suatu komponen penting dalam sistem penanganan sampah yang ada saat ini, dan peningkatan kinerja mereka harus menjadi komponen utama dalam sistem penanganan sampah di negara berkembang. Salah satu contoh sukses adalah zabbaleen di Kairo, yang telah berhasil membuat suatu sistem pengumpulan dan daur-ulang sampah yang mampu mengubah/memanfaatkan 85 persen sampah yang terkumpul dan mempekerjakan 40,000 orang.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum, di negara Utara atau di negara Selatan, sistem untuk penanganan sampah organik merupakan komponen-komponen terpenting dari suatu sistem penanganan sampah kota. Sampah-sampah organik seharusnya dijadikan kompos, vermi-kompos (pengomposan dengan cacing) atau dijadikan makanan ternak untuk mengembalikan nutirisi-nutrisi yang ada ke tanah. Hal ini menjamin bahwa bahan-bahan yang masih bisa didaur-ulang tidak terkontaminasi, yang juga merupakan kunci ekonomis dari suatu alternatif pemanfaatan sampah. Daur-ulang sampah menciptakan lebih banyak pekerjaan per ton sampah dibandingkan dengan kegiatan lain, dan menghasilkan suatu aliran material yang dapat mensuplai industri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tangguang Jawab Produsen dalam Pengelolaan Sampah&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hambatan terbesar daur-ulang, bagaimanapun, adalah kebanyakan produk tidak dirancang untuk dapat didaur-ulang jika sudah tidak terpakai lagi. Hal ini karena selama ini para pengusaha hanya tidak mendapat insentif ekonomi yang menarik untuk melakukannya. Perluasan Tanggungjawab Produsen (Extended Producer Responsibility - EPR) adalah suatu pendekatan kebijakan yang meminta produsen menggunakan kembali produk-produk dan kemasannya. Kebijakan ini memberikan insentif kepada mereka untuk mendisain ulang produk mereka agar memungkinkan untuk didaur-ulang, tanpa material-material yang berbahaya dan beracun. Namun demikian EPR tidak selalu dapat dilaksanakan atau dipraktekkan, mungkin baru sesuai untuk kasus pelarangan terhadap material-material yang berbahaya dan beracun dan material serta produk yang bermasalah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di satu sisi, penerapan larangan penggunaan produk dan EPR untuk memaksa industri merancang ulang ulang, dan pemilahan di sumber, komposting, dan daur-ulang di sisi lain, merupakan sistem-sistem alternatif yang mampu menggantikan fungsi-fungsi landfill atau insinerator. Banyak komunitas yang telah mampu mengurangi 50% penggunaan landfill atau insinerator dan bahkan lebih, dan malah beberapa sudah mulai mengubah pandangan mereka untuk menerapkan “Zero Waste” atau “Bebas Sampah”.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampah Bahan Berbahaya Beracun (B3)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampah atau limbah dari alat-alat pemeliharaan kesehatan merupakan suatu faktor penting dari sejumlah sampah yang dihasilkan, beberapa diantaranya mahal biaya penanganannya. Namun demikian tidak semua sampah medis berpotensi menular dan berbahaya. Sejumlah sampah yang dihasilkan oleh fasilitas-fasilitas medis hampir serupa dengan sampah domestik atau sampah kota pada umumnya. Pemilahan sampah di sumber merupakan hal yang paling tepat dilakukan agar potensi penularan penyakit dan berbahaya dari sampah yang umum.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampah yang secara potensial menularkan penyakit memerlukan penanganan dan pembuangan, dan beberapa teknologi non-insinerator mampu mendisinfeksi sampah medis ini. Teknologi-teknologi ini biasanya lebih murah, secara teknis tidak rumit dan rendah pencemarannya bila dibandingkan dengan insinerator.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Banyak jenis sampah yang secara kimia berbahaya, termasuk obat-obatan, yang dihasilkan oleh fasilitas-fasilitas kesehatan. Sampah-sampah tersebut tidak sesuai diinsinerasi. Beberapa, seperti merkuri, harus dihilangkan dengan cara merubah pembelian bahan-bahan; bahan lainnya dapat didaur-ulang; selebihnya harus dikumpulkan dengan hati-hati dan dikembalikan ke pabriknya. Studi kasus menunjukkan bagaimana prinsip-prinsip ini dapat diterapkan secara luas di berbagai tempat, seperti di sebuah klinik bersalin kecil di India dan rumah sakit umum besar di Amerika.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sampah hasil proses industri biasanya tidak terlalu banyak variasinya seperti sampah domestik atau medis, tetapi kebanyakan merupakan sampah yang berbahaya secara kimia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produksi Bersih dan Prinsip 4R&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Produksi Bersih (Clean Production) merupakan salah satu pendekatan untuk merancang ulang industri yang bertujuan untuk mencari cara-cara pengurangan produk-produk samping yang berbahaya, mengurangi polusi secara keseluruhan, dan menciptakan produk-produk dan limbah-limbahnya yang aman dalam kerangka siklus ekologis. Prinsip-prinsip Produksi Bersih adalah:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Prinsip-prinsip yang juga bisa diterapkan dalam keseharian misalnya dengan menerapkan Prinsip 4R yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
* Reduce (Mengurangi); sebisa mungkin lakukan minimalisasi barang atau material yang kita pergunakan. Semakin banyak kita menggunakan material, semakin banyak sampah yang dihasilkan.&lt;br /&gt;
* Reuse (Memakai kembali); sebisa mungkin pilihlah barang-barang yang bisa dipakai kembali. Hindari pemakaian barang-barang yang disposable (sekali pakai, buang). Hal ini dapat memperpanjang waktu pemakaian barang sebelum ia menjadi sampah.&lt;br /&gt;
* Recycle (Mendaur ulang); sebisa mungkin, barang-barang yg sudah tidak berguna lagi, bisa didaur ulang. Tidak semua barang bisa didaur ulang, namun saat ini sudah banyak industri non-formal dan industri rumah tangga yang memanfaatkan sampah menjadi barang lain.&lt;br /&gt;
* Replace ( Mengganti); teliti barang yang kita pakai sehari-hari. Gantilah barang barang yang hanya bisa dipakai sekalai dengan barang yang lebih tahan lama. Juga telitilah agar kita hanya memakai barang-barang yang lebih ramah lingkungan, Misalnya, ganti kantong keresek kita dnegan keranjang bila berbelanja, dan jangan pergunakan styrofoam karena kedua bahan ini tidka bisa didegradasi secara alami.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
sumber : walhi</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/06/mengelola-sampah-mengelola-gaya-hidup.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-6423012982821426696</guid><pubDate>Thu, 16 Jun 2011 14:47:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-14T21:49:11.362+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">earth and environment</category><title>Pemanasan Global, Pro dan Kontra</title><description>Meskipun (menurut perasaan) temperatur di sekitar kita terlihat berfluktuasi secara tetap, namun pada kenyataannya (berdasarkan data yang ada) ternyata selama 50 tahun terakhir ini temperatur rata-rata di Bumi telah naik secara cepat. Penyebab utama naiknya temperatur Bumi adalah akibat efek rumah kaca yang menurut sebagian ahli disebabkan oleh meningkatnya kandungan gas Karbon Dioksida (CO2) dan partikel polutan lainnya di atmosfer Bumi. Diibaratkan selimut, gas-gas tersebut akan menghalangi energi panas yang dipantulkan kembali oleh Bumi ke ruang angkasa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Untuk membayangkan efek rumah kaca ini sangat mudah. Mungkin ada di antara anda yang sudah pernah merasakan bagaimana ketika pertama kali memasuki sebuah mobil yang diparkir di tempat yang panas. Temperatur di dalam mobil akan terasa lebih panas daripada temperatur di luar, karena energi panas yang masuk ke dalam mobil terperangkap di dalamnya dan tidak bisa keluar.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pada kondisi yang normal, efek rumah kaca adalah “baik” karena dengan demikian Bumi akan menjadi hangat dan dapat menjadi tempat hidup manusia dan makhluk hidup lainnya. Tanpa efek rumah kaca, bagian Bumi yang tidak terkena sinar matahari akan menjadi sangat dingin seperti di dalam freezer lemari es anda (-18C). Sejarah terbentuknya Bumi hingga bisa ditempati oleh manusia seperti saat ini sebenarnya tak lepas dari ‘jasa’ efek rumah kaca. Jadi sebenarnya yang namanya efek rumah kaca itu sudah ada sejak jaman dahulu kala seiring dengan proses terbentuknya Bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kondisi akan menjadi tidak baik jika kandungan gas-gas rumah kaca di atmosfer Bumi semakin hari semakin meningkat. Kenapa demikian? karena dengan semakin meningkatnya gas-gas rumah kaca, semakin memanas pula Bumi, akibatnya akan terjadi pencairan es di daerah kutub yang dapat menenggelamkan sebagian daratan tempat manusia dan makhluk-makhluk hidup darat lainnya tinggal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Gas rumah kaca yang saat ini banyak disalahkan oleh sebagian ahli pengusung isu pemanasan global adalah gas CO2 di atmosfer. Sementara sebagian ahli lain berpendapat bahwa sebenarnya jumlah CO2 di atmosfer tidak cukup signifikan untuk dijadikan “kambing hitam” pemanasan global karena jumlahnya yang hanya 0.04%. Selain itu, para ahli ini juga menyatakan bahwa seluruh gas yang ada di atmosfer adalah gas rumah kaca, tanpa terkecuali dimana komposisi terbesar adalah nitrogen (78%), oksigen (21%) dan uap air (hingga 3%). Nah lo, pusing kan jadinya? Santai, tidak perlu pusing…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lalu, apakah yang menyebabkan meningkatnya kandungan karbon dioksida dan partikel polutan di atmosfer? Ternyata kontribusi terbesar adalah akibat pemakaian bahan bakar fosil seperti batubara, gas dan minyak Bumi. Ketiga jenis bahan bakar tersebut adalah yang paling murah saat ini jika dibandingkan dengan sumber energi lainnya. Pemakaiannya pun dari tahun ke tahun terus mengalami peningkatan yang sangat berarti setelah tercetusnya revolusi industri. Apalagi kalau sekarang kita sering merasakan kemacetan di mana-mana akibat jumlah kendaraan bermotor dan “bermobil” yang meningkat. Pabrik/industri yang tumbuh di mana-mana untuk memenuhi pola konsumsi masyarakat modern yang semakin hari semakin meningkat. Namun hal ini juga disangkal oleh sebagian ahli. Menurut mereka, kontribusi dari penggunaan bahan bakar fosil di seluruh dunia dalam menambah jumlah CO2 hanyalah 0,013% (sedikit sekali bukan?). Wah jadi makin seru deh sampai di sini…&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pro dan kontra terus terjadi, namun demikian seiring dengan adanya Protokol Kyoto (1997), Beberapa negara maju sepakat untuk mengurangi jumlah emisi gas CO2 dengan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil sebanyak 30% dalam 10 tahun ke depan. Untuk itu saat ini beberapa negara maju/industri telah mencoba mengembangkan metode dan teknologi dalam rangka memanfaatkan sumber-sumber energi alternatif yang (lebih) ramah lingkungan, terutama sumber energi yang terbarukan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa itu energi terbarukan? Energi terbarukan adalah lawan kata dari energi tak terbarukan (anak kecil juga tahu kalau gitu sih). Jadi begini, energi terbarukan adalah energi yang dapat dipakai secara terus- menerus tanpa perlu kuatir sumber dari energi tersebut akan habis. Lawan katanya adalah energi tak terbarukan yaitu energi yang jika dipakai secara terus-menerus akan habis pada suatu waktu tertentu. Jadi jelas kan sekarang? Apa saja contoh dari energi terbarukan? banyak sekali, seperti energi angin, matahari, panas bumi, air, dan biomassa (berasal dari tanaman perkebunan, pertanian, hutan, sampah, dan peternakan).&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sebenarnya, secara alamiah di alam, akibat adanya interaksi antara laut dan udara (seperti TNI aja ya?), jumlah energi panas yang ada di atmosfer dan di permukaan laut akan dapat dikontrol oleh mekanisme global conveyor belt. Apa itu global conveyor belt? Global conveyor belt adalah sirkulasi global yang berperan dalam mentransfer (memindahkan) energi panas dari suatu tempat ke tempat lainnya melalui aliran udara dan air laut. Pola iklim di bumi diatur oleh mekanisme ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Satu hal yang perlu diingat adalah bahwa ‘ketakutan’ dan analisis sebagian ahli akan pemanasan global selama ini masih baru didasarkan melulu pada hasil model numerik yang belum secara ’sungguh-sungguh’ dibandingkan dengan data pengamatan. Selain itu, kebanyakan model yang digunakan saat ini masih jauh dari sempurna dalam merumuskan mekanisme rumit sesungguhnya yang terjadi di Bumi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang pemanasan global sedang dan terus akan terjadi, demikian juga dengan efek rumah kaca. Mencairnya es yang terbentuk sejak jaman es pun terus berlangsung karena memang temperatur bumi mengalami perubahan dari semenjak es itu dahulu terbentuk, permukaan laut pun terus mengalami kenaikan (yang dikenal dengan istilah sea level rise). Siklus seperti itu terus terjadi dan takkan terhindarkan. Sebagian pakar menyatakan bahwa fenomena itu masih merupakan suatu kewajaran yang memang harus terjadi dan tak perlu ditakutkan, sementara itu pakar yang lain -seperti yang telah saya tuliskan di atas- menyatakan bahwa dalam kurun waktu 50 tahun terakhir ini “kecepatan” dari fenomena ini meningkat dan berada pada level yang “sangat mengkhawatirkan”, artinya jika “masa mengkhawatirkan” ini tidak segera diredam, maka ke depannya peradaban manusia akan mengalami masalah yang serius.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Jadi memang tak ada salahnya untuk membuat suatu aksi yang positif. Setidaknya, dengan mengurangi emisi CO2 dan mengurangi pemakaian bahan bakar fosil serta mencoba alternatif energi ramah lingkungan dan terbarukan, akan menjadikan Bumi sedikit bersih dari polutan yang telah membuat manusia sesak nafas dan teracuni paru-parunya. Apalagi untuk Indonesia yang saat ini berada pada tingkat polusi yang katanya sudah agak membahayakan bagi kesehatan penduduknya.</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/06/pemanasan-global-pro-dan-kontra.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-8935578156853062365</guid><pubDate>Wed, 08 Jun 2011 14:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-14T21:45:55.870+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">alam bebas tips</category><title>Survival Dan Pengendalian Diri</title><description>Survival adalah keadaan dimana diperlukan perjuangan untuk bertahan hidup. survival merupakan kehidupan dengan waktu mendesak untuk melakukan improvisasi yang memungkinkan. kuncinya adalah menggunakan otak untuk improvisasi.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Statistik membuktikan hampir semua situasi survival mempunyai batasan waktu yang singkat hanya 3 hari atau 72 jam bagi orang hilang, dan yang mampu bertahan cukup lama tercatat sangat sedikit sekitar 5 persen itupun karena pengetahuan dan pengalamannya.&lt;br /&gt;
Dalam situasi survival janganlah tergesa-gesa menentukan prioritas survival karena dapat berakibat salah, gagasan kaku yang tidak boleh ditawar-tawar juga akan berakibat fatal.&lt;br /&gt;
Ketepatan memutuskan dengan didukung pengalaman dan hasil diskusi dapat menguntungkan. karena situasi darurat perlu pertimbangan dan sikap tegas dalam mencapai tujuan akhir. Dalam keadaan survival diperlukan pengetahuan terhadap kondisi dan kebutuhan tubuh, bukan mutlak mengerti secara fisik tetapi memahami reaksi atau dampak akibat pengaruh lingkungan. menggunakan pengetahuan dalam usaha mengatur diri saat keadaan darurat adalah kunci dari survival. pengaturan disini adalah memelihara ketrampilan dan kemampuan untuk mengontrol sumber daya didalam diri dan kemampuan memecahkan persoalan, bila pengaturan keliru, tidak hanya badan terganggu akan tetapi dapat langsung berdampak terhadap kemampuan untuk tetap hidup. Memahami jenis kebutuhan hidup yang menjadi prioritas sangat menguntungkan didalam situasi survival.&lt;br /&gt;
Dalam kondisi survival tantangan yang sangat dominan adalah sikap mental atau psikologis untuk mencari kebutuhan tubuh dan untuk memperolehnya dibutuhkan gagasan-gagasan dengan dasar pertimbangan dari pengalaman atau pendidikan yang pernah diikutinya, pengalaman hidup dengan resiko tinggi dan aktivitas menantang terbukti dapat membuat orang belajar untuk berbuat yang lebih baik dan melakukan adaptasi efektif.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kebutuhan dasar hidup manusia sebenarnya sangat sederhana, bagaimana ribuan tahun yang lalu manusia tidak mempunyai pakaian, rumah, mobil, makan tiga kali sehari setiap hari. tetapi mereka dapat tetap bertahan hidup. daftar barang-barang yang dibutuhkan untuk hidup dan berapa lama orang itu bisa hidup tanpa perlengkapan itu sangatlah bervariasi dengan berbagai pertimbangan.&lt;br /&gt;
berikut adalah contoh susunan prioritas dalam keadaan survival :&lt;br /&gt;
1. Tentunya yang paling utama adalah udara. bernafas dilakukan setiap detik untuk bertahan hidup oleh karena itu udara mendapat prioritas utama untuk bertahan hidup. survival tanpa udara umumnya hanya bertahan selama 3 sampai 5 menit.&lt;br /&gt;
2. Selanjutnya dibutuhkan perlindungan, dari cuaca buruk dan keganasan alam. sejak keberadaannya manusia dibatasi lingkungannya sendiri mulai dari temperatur yang sangat berpengaruh pada tubuh. untuk itu diperlukan sesuatu yang dapat melindunginya contohnya api yang dapat menghangatkan dan menjaga temperatur tubuh, jika tidak ada rumah, tenda atau gua. api dapat dimasukkan kedalam prioritas kedua&lt;br /&gt;
3. Istirahat, sepele namun dibutuhkan, dengan istirahat jaringan tubuh akan terbebas dari CO2, asam dan pemborosan lain. istirahat yang dimaksud adalah istirahat fisik dan juga mental. sebab stress dapat mengurangi kemampuan untuk bertahan. dengan demikian istirahat dapat dimasukkan kedalam prioritas ketiga.&lt;br /&gt;
4. Air. kehilangan cairan dan kondisi air yang tidak dapat diminum adalah persoalan didalam survival. tubuh manusia kira-kira terdiri dari 2/3 jaringan yang mengandung air. dan merupakan bagian sistem sirkulasi di dalam organ tubuh. air dapat menjaga suhu tubuh, memperlancar buang air dan mencerna makanan. kondisi lingkungan yang exstrem tanpa air dapat mengurangi kemampuan bertahan hidup hingga tiga hari. sehingga air dapat dimasukkan kedalam prioritas keempat. sangatlah bijaksana apabila pemakaian air dapat dihemat.&lt;br /&gt;
5. Tubuh manusia membutuhkan makanan tiga kali sehari. tetapi sementara banyak manusia di benua lain hanya dapat makan sekali sehari atau bahkan tidak makan berhari-hari. catatan menunjukkan bahwa tanpa makanan survivor dapat bertahan selama 40 sampai 70 hari. keharusan untuk mendapatkan makanan adalah prioritas terakhir dalam survival. penghematan energi adalah salah satu cara untuk mengimbangi kekurangan makanan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sikap dalam Survival&lt;br /&gt;
Sikap cepat tanggap dalam keadaan darurat sangat diperlukan. Setiap orang harus dapat berbuat yang terbaik dalam memprioritaskan pandangan terhadap lingkungan darurat. hal ini tidak mudah karena sikap ini perlu latar belakang pengetahuan dan keterampilan. bila semua prioritas telah diperoleh, tetapi masih kehilangan kemauan untuk hidup atau kemampuan untuk menguasai mental yang disebabkan kondisi fisik, maka akhirnya akan hilang sama sekali. kondisi yang demikian sangat membahayakan dan bahkan sesuatu yang menguntungkan pun akan dibuangnya. juga yang perlu diingat janganlah meremehkan sesuatu yang anda lihat. sikap mental positif sangat diperlukan untuk menganalisa semua yang bertentangan dengan tubuh.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Apa saja yang berguna dalam menghadapi situasi survival dapat dilihat dalam dua persoalan :&lt;br /&gt;
1. Kesiapan mendiskusikan dengan jelas apakah anda ingin hidup ?, ungkapan yang sederhana. Secara naluriah manusia mempunyai insting untuk menjaga diri. Banyak kegiatan survival yang menunjukkan adanya jalan keluar dari periode fisik ekstrem dan mental stress ke posisi tenang. sadar atau tidak orang mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kematian. oleh karena itu setiap orang juga mempunyai kekuatan untuk dirinya sendiri terhadap kehidupan.&lt;br /&gt;
2. Kemampuan untuk memecahkan persoalan, hal ini didapat jika kita mampu mempertahankan kondisi tubuh. sebagai contoh : tubuh manusia bekerja optimum dengan temperatur 37 derajat C. mengabaikan temperatur lingkungan akan menyebabkan penyempitan susunan fungsi inti didalam tubuh yang efektivitasnya tinggi. yang pada akhirnya akan mengganggu peredaran darah, menurunkan aktivitas sel, dan akhirnya otak cepat kehilangan hubungan dengan realitas, akhirnya bertindak irrasional berbarengan dengan turunnya koordinasi yang akhirnya berakibat fatal. pengetahuan dan pengalaman tidak ada artinya kalau tubuh hanya bekerja dengan separuh kemampuannya. penghematan sumberdaya seperti energi, panas dan air adalah penting.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sumber : RESCUE (Buletin SAR) &amp;amp; Trinawa Bhuwana</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/06/survival-dan-pengendalian-diri.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-1207413884238878571</guid><pubDate>Mon, 30 May 2011 12:36:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-14T21:15:59.560+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">earth and environment</category><title>Dapatkah Pemanasan Global Mencairkan Seluruh Es di Bumi ?????</title><description>Jika suatu ketika lapisan es di bumi mencair maka ketinggian permukaan air laut dapat dipastikan naik hingga 64 meter. Nikolai Osokin, pakar glaciologi pada Institut Geografi, Akademi Ilmu Pengetahuan Rusia, memperkirakan, kota-kota ditepi pantai kemudian tenggelam di bawah permukaan air, termasuk Belanda, yang sebagian besar wilayahnya notabene berada di bawah permukaan air laut. Bagaimanapun juga, baik Belanda maupun seisi planet bumi yakin bahwa kehancuran yang luar biasa dapat terjadi setiap saat dalam beberapa ribu tahun mendatang, &quot;Institut kami telah mempersiapkan atlas yang menggambarkan tempat-tempat dengan sumber es dan salju di seluruh dunia, bahkan kami juga telah menyiapkan model peta dunia dengan tanpa lapisan es,&quot; katanya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Hal ini, bagaimanapun juga, hanyalah sebuah model, bukan ramalan. Akan tetapi, peringatan dari sebuah ramalan tetap saja ada jika pemanasan global yang telah terlihat pada akhir abad ke-20 ini berlanjut untuk beberapa dekade kedepan -- banyak es di samudra Artik akan mencair.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Ada sebuah prasyarat yang penting: Sekalipun es Artik harus mencair, ketinggian permukaan laut tidak akan berubah karena volume air yang dihasilkan oleh es yang mencair sama dengan volume air yang digantikan ketika es tersebut mengambang. Tingkat bahayanya berbeda: pemanasan dapat memicu pencairan pulau sebesar satu benua es. Saat ini, lapisan es terbesar menutupi Antartika, dimana 90 persen es dunia berada di sana dan Greenland. Cairnya lapisan es ini dipastikan dapat membawa kehancuran.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Lantas, adakah alasan untuk panik? Tingkat suhu yang naik antara 3-6 derajat celcius dalam beberapa abad ke depan diyakini tidak mempunyai pengaruh yang signifikan bagi Antartika, dimana suhu rata-rata di sana kurang dari 40 derajat di bawah nol. Proses yang terjadi pada lapisan permafrost bahkan lebih rumit lagi bila dibandingkan dengan proses yang terjadi pada es itu sendiri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Musim dingin pada beberapa dekade terakhir sedikit tidak normal. Karena itu, lapisan permafrost yang tertutup es di wilayah Artik mulai berkurang dan mencair. Masa pemanasan sebenarnya dapat terlihat, bahkan semakin dekat. Proses paling alami di bumi adalah sebuah siklus, dengan ritme yang pendek atau panjang. Tetapi, apapun yang terlihat, kenaikan suhu tidak dapat dihindari akan diikuti oleh penurunan, dan sebaliknya. Penelitian tentang inti es yang dilakukan oleh stasiun Antartik Vostok milik Rusia menunjukkan bahwa ini adalah apa yang telah terjadi di bumi untuk paling sedikit 400.000 tahun, Saat ini, para ilmuwan mengatakan bahwa mencairnya lapisan es mulai berhenti, yang telah dibuktikan dari data yang didapatkan oleh stasiun meteorologi di sepanjang pantai Artik Rusia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&quot;Kami saat ini sedang mempelajari pengaruh dari atmosfer dan lapisan salju yang menutupi lapisan permafrost,&quot; kata oksin, Di wilayah yang tertutupi lapisan permafrost, sebuah lapisan mencair pada musim panas, ketika suhu naik di atas nol. Namun demikian, pada musim dingin lapisan ini kembali membeku. Ini adalah proses yang normal: mencair, membeku. Akan tetapi, jika musim dingin secara tidak normal menjadi hangat, lapisan yang mencair tidak membeku kembali. Kemudian, lapisan yang disebut talik, dengan suhu sekitar nol, terbentuk. Ini adalah suatu hal yang cukup mengganggu bagi bangunan-bangunan dan pipa-pipa.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Terlihat jelas bahwa lapisan es seharusnya mencair jika suhu meningkat. Akan tetapi, banyak tempat yang menyaksikan hal berbeda. Suhu rata-rata tahunan bertambah tinggi, tetapi lapisan es tidak mencair, bahkan bertambah luas, Kenapa? Karena faktor yang paling penting adalah adanya lapisan salju. Pemanasan global mengurangi lapisan ini, yang pada akhirnya membentuk semacam penyumbat panas bagi lapisan es yang lebih tipis. Sehingga es yang paling lunak sekalipun dapat membekukan tanah di bawahnya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Di banyak tempat, tanah yang membeku dalamnya sekitar 500-800 meter. Bahkan jika perkiraan pemanasan tertinggi menjadi kenyataan dan suhu naik dengan 3-6 derajat, tidak lebih dari 20 meter tanah yang beku akan mencair. Beberapa orang takut bahwa lapisan es yang mencair akan mencemari udara dengan metana yang menguap. Akan tetapi, air yang membeku hanya membutuhkan 15 persen dari lapisan berkedalaman 20 meter, dan jumlah gas yang menguap tidak signifikan. Jadi, manusia hanya akan menerima dampak yang kurang menyenangkan ini dalam beberapa ratus tahun mendatang. Saat ini, para ilmuwan tidak begitu mengkhawatirkan pemanasan global sebagai suatu perubahan dalam sirkulasi atmosfer. Dalam beberapa tahun belakangan ini, apa yang disebut dengan pergeseran barat telah mendominasi, yang berarti bahwa udara bergerak dari wilayah barat menuju timur. Sedikit sekali yang membicarakan mengenai pergeseran meridian, bergerak dari selatan ke utara dan sebaliknya. Sekarang, pergeseran meridian menjadi sering, Jika angin bergerak menuju selatan, maka akan timbul udara dingin; jika bergerak ke utara, angin membawa udara hangat dan hujan pada musim dingin, Hal ini mengakibatkan meleleh dan bergeraknya salju es baik pada situasi biasa maupun dalam hujan salju yang lebat, mengakibatkan longsor dan Lumpur di pegunungan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Proses meridian telah menjadi suatu rutinitas akhir-akhir ini, yang menjanjikan sebuah perhitungan anomali udara yang berbeda; suhu yang tinggi dan rendah, hujan deras dan hujan salju serta banjir dalam waktu yang lama, yang pastinya akan membawa kepada kehancuran :(&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
disadur dengan perubahan dari&lt;br /&gt;
Moskow (ANTARA News/Ria Novosti)</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/05/dapatkah-pemanasan-global-mencairkan.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-5513250269864162526</guid><pubDate>Mon, 23 May 2011 08:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-13T16:28:16.271+07:00</atom:updated><title>Kenali Tanda Segitiga Pada Kemasan Plastik</title><description>Akhir-akhir ini sering diulas di televisi tentang kemasan plastik yang berbahaya. Coba kita perhatikan di sekitar kita, sudah dipenuhi dengan sampah plastik yang tentunya sangat sulit untuk didaur ulang. Kita juga sering menjumpai berbagai macam plastik mulai dari tas kresek dengan berbagai macam warna ( merah, putih, hitam dll), toples tempat makanan, botol air minum, botol susu, gantungan baju, compact disk (CD), pipa paralon dll yang semuanya itu mengandung plastik juga kan ???, Tentunya kita sebagai manusia awam tidak tahu mana plastik yang aman dan yang tidak aman. Tetapi ternyata sudah diatur dan ditetapkan secara internasional sehingga di negara manapun di dunia ini &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
menggunakan kode dan simbol yang sama. Namun sayang masih banyak yang belum mengetahui seperti apa kode dan simbol tersebut. Bagi manusia awam kode dan simbol tersebut sangat penting untuk diketahui karena berkaitan dengan jenis bahan serta cara dampak pemakaiannya. Kode ini dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry pada tahun 1998 di Amerika Serikat dan diadopsi oleh lembaga-lembaga pengembangan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara umum tanda pengenal plastik tersebut: &lt;br /&gt;
1. Berada atau terletak di bagian bawah &lt;br /&gt;
2. Berbentuk segitiga &lt;br /&gt;
3. Di dalam segitiga tersebut terdapat angka &lt;br /&gt;
4. Serta nama jenis plastik di bawah segitiga &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
Tanda pengenal plastik itu dibagi menjadi 7 buah kelompok. Serta 3 tambahan sehingga totalnya ada 10 buah. Tanda-tanda plastik tersebut adalah: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;JENIS KE 1: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW3j2zGl3zOlGOgCTQUJGJHGiaL2OPfawAXc8JpNKbxNYqUE7wFaz-V7PVndt9_MIhcg373patQY5nNtTa7hyuv5EULF2rsouUOM8Qp-5jOLcPiSbzWZDxNgb9OKNcAkIv7C6OLFNHhaM1/s1600/1_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW3j2zGl3zOlGOgCTQUJGJHGiaL2OPfawAXc8JpNKbxNYqUE7wFaz-V7PVndt9_MIhcg373patQY5nNtTa7hyuv5EULF2rsouUOM8Qp-5jOLcPiSbzWZDxNgb9OKNcAkIv7C6OLFNHhaM1/s320/1_resize.jpg&quot; width=&quot;277&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Tanda ini biasanya tertera logo daur ulang dengan angka 1 di tengahnya serta tulisan PETE atau PET (polyethylene terephthalate) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol plastik, berwarna jernih/transparan/tembus pandang seperti botol air mineral, botol jus, dan hampir semua botol minuman lainnya. BOTOL JENIS PET/PETE ini direkomendasikan HANYA SEKALI PAKAI. Bila terlalu sering dipakai, apalagi digunakan untuk menyimpan air hangat apalagi panas, akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol tersebut akan meleleh dan mengeluarkan zat karsinogenik (dapat menyebabkan kanker) dalam jangka panjang. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;JENIS KE 2: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc4PFbAeX2OUN_aEOxmNRPYTnEy4WfpGlSu9YjtbhE9AOGdo37KO8K6hrIeDQ3niKVsKXpVr1Bo4ukd0AcqYTFh_DJbPWoOxrxKNPz-r1XU8QtMgNO0227IhR6aD2TfXNqpPAYJHC7N676/s1600/2_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgc4PFbAeX2OUN_aEOxmNRPYTnEy4WfpGlSu9YjtbhE9AOGdo37KO8K6hrIeDQ3niKVsKXpVr1Bo4ukd0AcqYTFh_DJbPWoOxrxKNPz-r1XU8QtMgNO0227IhR6aD2TfXNqpPAYJHC7N676/s320/2_resize.jpg&quot; width=&quot;269&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Umumnya, pada bagian bawah kemasan botol plastik, tertera logo daur ulang dengan angka 2 di tengahnya, serta tulisan HDPE (high density polyethylene) di bawah segitiga. Biasa dipakai untuk botol susu yang berwarna putih susu, tupperware, galon air minum, kursi lipat, dan lain-lain. HDPE memiliki sifat bahan yang lebih kuat, keras, buram dan lebih tahan terhadap suhu tinggi. HDPE merupakan salah satu bahan plastik yang aman untuk digunakan karena kemampuan untuk mencegah reaksi kimia antara kemasan plastik berbahan HDPE dengan makanan/minuman yang dikemasnya. Sama seperti PET, HDPE juga direkomendasikan hanya untuk sekali pemakaian karena pelepasan senyawa antimoni trioksida terus meningkat seiring waktu. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JENIS KE 3: &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnImmmmGgy9PDvLhWxnIjSUZ4ZxulYPIx6URiWlmGcHfx6dXBuAMd66LKgvO1EX2FT5lLTWJCScZwTB_odYL6BCmRKenDrsfLLj-WUaMmuFtQoLAvtvzdLhK46QsDvvfYB1cfZeYv4OA1I/s1600/3_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnImmmmGgy9PDvLhWxnIjSUZ4ZxulYPIx6URiWlmGcHfx6dXBuAMd66LKgvO1EX2FT5lLTWJCScZwTB_odYL6BCmRKenDrsfLLj-WUaMmuFtQoLAvtvzdLhK46QsDvvfYB1cfZeYv4OA1I/s320/3_resize.jpg&quot; width=&quot;242&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertera logo daur ulang (terkadang berwarna merah) dengan angka 3 di tengahnya, serta tulisan V. V itu berarti PVC (polyvinyl chloride), yaitu jenis plastik yang paling sulit didaur ulang. Plastik ini bisa ditemukan pada plastik pembungkus (cling wrap), dan botol-botol. Reaksi yang terjadi antara PVC dengan makanan yang dikemas dengan plastik ini berpotensi berbahaya untuk ginjal, hati dan berat badan. Sebaiknya kita mencari alternatif pembungkus makanan lain (bukan bertanda 3 dan V) seperti plastik yang terbuat dari polietilena atau bahan alami (daun pisang misalnya). &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
JENIS KE 4: &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFyc-wXfl1P6tbirR0nyRcRV-HLGOZ2X9o8dy6mNMsINxfdU-GdQax2XhO0vi31GiEVishvLtYXw9J21VWvqTN5SKMnw5k-0rqWNx17xS8grXfokJnp8WDRSOXktrHhk6ObcFwiNM9GINK/s1600/4_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFyc-wXfl1P6tbirR0nyRcRV-HLGOZ2X9o8dy6mNMsINxfdU-GdQax2XhO0vi31GiEVishvLtYXw9J21VWvqTN5SKMnw5k-0rqWNx17xS8grXfokJnp8WDRSOXktrHhk6ObcFwiNM9GINK/s320/4_resize.jpg&quot; width=&quot;242&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertera logo daur ulang dengan angka 4 di tengahnya, serta tulisan LDPE. LDPE (low density polyethylene) yaitu plastik tipe cokelat (thermoplastic/dibuat dari minyak bumi), biasa dipakai untuk tempat makanan, plastik kemasan, dan botol-botol yang lembek. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sifat mekanis jenis plastik LDPE adalah &lt;br /&gt;
1. Kuat, &lt;br /&gt;
2. Agak tembus cahaya, &lt;br /&gt;
3. Fleksibel dan permukaan agak berlemak. &lt;br /&gt;
4. Pada suhu di bawah 60oC sangat resisten terhadap senyawa kimia, &lt;br /&gt;
5. Daya proteksi terhadap uap air tergolong baik, &lt;br /&gt;
6. Kurang baik bagi gas-gas yang lain seperti oksigen. &lt;br /&gt;
7. Plastik ini dapat didaur ulang, baik untuk barangbarang yang memerlukan fleksibilitas tetapi kuat, dan memiliki resistensi yang baik terhadap reaksi kimia. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Barang berbahan LDPE ini sulit dihancurkan, tetapi tetap baik untuk tempat makanan karena sulit bereaksi secara kimiawi dengan makanan yang dikemas dengan bahan ini. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;JENIS KE 5: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgonANKJwLXNzeJPIbDgA4aQ7k8ywcDCGBG1IC5iGDHqf1Ht5KIAPqoVbTyKYgTBlI7QDXgLnLoaZesJSjMWf4qetlntbG-oIAE0KzxQ5wTYQhV0C_-e0_GmFsOEyMBKsSMCIB7cUvLbrWI/s1600/5_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgonANKJwLXNzeJPIbDgA4aQ7k8ywcDCGBG1IC5iGDHqf1Ht5KIAPqoVbTyKYgTBlI7QDXgLnLoaZesJSjMWf4qetlntbG-oIAE0KzxQ5wTYQhV0C_-e0_GmFsOEyMBKsSMCIB7cUvLbrWI/s320/5_resize.jpg&quot; width=&quot;241&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertera logo daur ulang dengan angka 5 di tengahnya, serta tulisan PP. Karakteristik adalah biasa botol transparan yang tidak jernih atau berawan. Polipropilen lebih kuat dan ringan dengan daya tembus uap yang rendah, ketahanan yang baik terhadap lemak, stabil terhadap suhu tinggi dan cukup mengkilap. Jenis PP (polypropylene) ini adalah pilihan bahan plastik terbaik, terutama untuk tempat makanan dan minuman seperti tempat menyimpan makanan, botol minum dan terpenting botol minum untuk bayi. Carilah dengan kode angka 5 bila membeli barang berbahan plastik untuk menyimpan kemasan berbagai makanan dan minuman. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;JENIS KE 6: &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd_fnfvj6LE6QJQkuPX1lKrogWPd-tCS3GcrLmyNWY5laTK5sYJccyRnVFf3hcCFURirbnVwR_gbd7ej0s9ocCYLq6aXC3OXCpbUZ02B2eU1zyt29wVBOfrhtJOm4h-2RUCVDLycjV1mJV/s1600/6_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhd_fnfvj6LE6QJQkuPX1lKrogWPd-tCS3GcrLmyNWY5laTK5sYJccyRnVFf3hcCFURirbnVwR_gbd7ej0s9ocCYLq6aXC3OXCpbUZ02B2eU1zyt29wVBOfrhtJOm4h-2RUCVDLycjV1mJV/s320/6_resize.jpg&quot; width=&quot;244&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertera logo daur ulang dengan angka 6 di tengahnya, serta tulisan PS. PS (polystyrene) ditemukan tahun 1839, oleh Eduard Simon, seorang apoteker dari Jerman, secara tidak sengaja. PS biasa dipakai sebagai bahan tempat makan styrofoam, tempat minum sekali pakai, dan lain-lain. Polystyrene merupakan polimer aromatik yang dapat mengeluarkan bahan styrene ke dalam makanan ketika makanan tersebut bersentuhan. Selain tempat makanan, styrene juga bisa didapatkan dari asap rokok, asap kendaraan dan bahan konstruksi gedung. Bahan ini harus dihindari, karena selain berbahaya untuk kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yang berakibat pada masalah reproduksi, dan pertumbuhan dan sistem syaraf, juga karena bahan ini sulit didaur ulang. Pun bila didaur ulang, bahan ini memerlukan proses yang sangat panjang dan lama. Bahan ini dapat dikenali dengan kode angka 6, namun bila tidak tertera kode angka tersebut pada kemasan plastik, bahan ini dapat dikenali dengan cara dibakar (cara terakhir dan sebaiknya dihindari). Ketika dibakar, bahan ini akan mengeluarkan api berwarna kuningjingga, dan meninggalkan jelaga. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;JENIS KE 7:&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAHp-r1LJ4lJYqhG8KFQFsbrmVBbtuMDmKHBtMd8-EO35WtijoqSOUEqE_qmdgCG8Iyo0CuAeyJqxjUyK_rn68QYpRFKCIDGIUzeFoTfiuvspNJa1ZcFuPnh2eZiiAEo9A3lHD63zoe7N3/s1600/7_resize.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiAHp-r1LJ4lJYqhG8KFQFsbrmVBbtuMDmKHBtMd8-EO35WtijoqSOUEqE_qmdgCG8Iyo0CuAeyJqxjUyK_rn68QYpRFKCIDGIUzeFoTfiuvspNJa1ZcFuPnh2eZiiAEo9A3lHD63zoe7N3/s320/7_resize.jpg&quot; width=&quot;266&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tertera logo daur ulang dengan angka 7 di tengahnya, serta tulisan OTHER. Untuk jenis plastik 7 Other ini ada 4 jenis, yaitu : &lt;br /&gt;
1. SAN – styrene acrylonitrile, &lt;br /&gt;
2. ABS - acrylonitrile butadiene styrene, &lt;br /&gt;
3. PC - polycarbonate, &lt;br /&gt;
4. Nylon &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapat ditemukan pada tempat makanan dan minuman seperti botol minum olahraga, suku cadang mobil, alat-alat rumah tangga, komputer, alat-alat elektronik, dan plastik kemasan. SAN dan ABS memiliki resistensi yang tinggi terhadap reaksi kimia dan suhu, kekuatan, kekakuan, dan tingkat kekerasan yang telah ditingkatkan. Biasanya terdapat pada mangkuk mixer, pembungkus termos, piring, alat makan, penyaring kopi, dan sikat gigi, sedangkan ABS biasanya digunakan sebagai bahan mainan lego dan pipa. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Plastik dengan jenis 7 yaitu SAN dan ABS merupakan salah satu bahan plastik yang sangat baik untuk digunakan dalam kemasan makanan ataupun minuman. Bagaimana jenis plastik dengan kode 7 serta tulisan PC? PC – atau nama Polycarbonate dapat ditemukan pada botol susu bayi, gelas anak batita (sippy cup), botol minum polikarbonat, dan kaleng kemasan makanan dan minuman, termasuk kaleng susu formula. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dapat mengeluarkan bahan utamanya yaitu Bisphenol-A ke dalam makanan dan minuman yang berpotensi merusak sistem hormon, kromosom pada ovarium, penurunan produksi sperma, dan mengubah fungsi imunitas. Dianjurkan tidak digunakan untuk tempat makanan ataupun minuman. Ironisnya botol susu sangat mungkin mengalami proses pemanasan, entah itu untuk tujuan sterilisasi dengan cara merebus, dipanaskan dengan microwave, atau dituangi air mendidih atau air panas. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Apakah yang Dapat Kita Peroleh dari Informasi SIMBOL PLASTIK Tersebut? &lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.  Harus bijak dalam menggunakan plastik, khususnya kode 1, 3, 6, dan 7 (PC),     seluruhnya memiliki bahaya secara kimiawi. Gunakan hanya sekali pakai! &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
2.  Akan aman bila menggunakan plastik dengan kode 2, 4, 5, dan 7 (SAN atau ABS) Satu lagi yang perlu diwaspadai dari penggunaan plastik dalam industri makanan adalah kontaminasi zat warna plastik dalam makanan contohnya kita sering membeli gorengan di pinggir jalan, suka minta sama penjualnya yang panas lalu setelah digoreng dimasukkan ke kantong kresek hitam. Ternyata zat pewarna hitam ini kalau terkena panas, bisa terurai, terdegradasi menjadi bentuk zat radikal beracun yang berbahaya bagi kesehatan terutama dapat menyebabkan sel tubuh berkembang tidak terkontrol seperti pada penyakit kanker. Makanya mulai sekarang sebisa mungkin hindari membungkus makanan dengan tas kresek ya! Terutama makanan yang masih panas. Demi panjang umur.... hehehe.... dan tips buat kita semua bagi para orang tua yang masih memerlukan botol susu untuk putra-putrinya: &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
1.   Pilih dan gunakan botol susu bayi berbahan kaca, atau plastik jenis 4 atau 5. &lt;br /&gt;
2.   Gunakanlah cangkir bayi berbahan stainless steel, atau plastik jenis 4 atau 5. &lt;br /&gt;
3.   Untuk dot, gunakanlah yang berbahan silikon, karena tidak akan mengeluarkan zat karsinogenik sebagaimana pada dot berbahan latex. &lt;br /&gt;
4.   Cegah penggunaan botol susu bayi dan cangkir bayi (dengan lubang penghisapnya) berbahan jenis 7 PC (polycarbonate), &lt;br /&gt;
5. Jika penggunaan plastik berbahan polycarbonate tidak dapat dicegah, janganlah menyimpan air minum ataupun makanan dalam keadaan panas. Hindari penggunaan botol plastik untuk menyimpan air minum (biasa digunakan untuk tempat air putih didalam kulkas). Jika penggunaan botol plastik berbahan PET (kode 1) dan HDPE (kode 2), tidak dapat dicegah, gunakanlah hanya sekali pakai dan segera dihabiskan. Gantilah dengan botol stainless steel atau gelas/kaca. Cegahlah memanaskan makanan yang dikemas dalam plastik, khususnya pada microwave oven, bungkuslah terlebih dahulu makanan dengan daun pisang atau kertas sebelum dibungkus dengan plastik pembungkus ketika akan dipanaskan di mocrowave oven. Cegah menggunakan kemasan plastik untuk mengemas makanan berminyak atau berlemak. Cobalah untuk mulai menggunakan kemasan berbahan kain untuk membawa sayuran, makanan, ataupun belanjaan. Cegah penggunaan piring dan alat makan plastik untuk masakan. Gunakanlah alat makan berbahan stainless steel, kaca, keramik, dan kayu.</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/05/kenali-tanda-segitiga-pada-kemasan.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjW3j2zGl3zOlGOgCTQUJGJHGiaL2OPfawAXc8JpNKbxNYqUE7wFaz-V7PVndt9_MIhcg373patQY5nNtTa7hyuv5EULF2rsouUOM8Qp-5jOLcPiSbzWZDxNgb9OKNcAkIv7C6OLFNHhaM1/s72-c/1_resize.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-4947640663609548224</guid><pubDate>Sat, 14 May 2011 11:41:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-14T18:51:00.635+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">alam bebas tips</category><title>Narkoba dan Pendaki Gunung</title><description>Sebuah opini dan kenyataan yang penulis lihat disaat melakukan pendakian adalah faktor negatif dari beberapa kelakuan pendaki yang tetap mempertahankan predikatnya sebagai pendaki dan pencandu. Sebagai catatan saja ini hanya sebagian kecil dari sahabat kita yang mungkin belum menyadari pentingnya menjaga diri.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari segi manapun tidak ada yang menghalalkan perbuatan ini, baik pemerintah hingga agama pun melarang menggunakan benda atau zat yang sama sekali tidak ada manfaatnya, sudah bagus punya kegiatan yang positif namun kenapa harus ternoda dengan satu perbuatan yang tidak bermanfaat.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Syukurnya tidak semua pendaki melakukan hal ini, bila dipersentasikan pun sebenarnya tidak terlalu banyak, namun penyakit inipun bisa menular ke pendaki lain yang kebetulan lemah mental, hanya karena tidak ingin dibilang penakut lalu dengan latah ikut tradisi yang salah.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Walaupun zat yang dibawa lebih banyak ganja atau cimeng atau bakdul atau kata-kata rahasia lainnya yang dipergunakan sebagai kode untuk berbagi untuk share ini, tetap saja membawa pengaruh yang tidak terpuji. Kenapa? Karena katanya ingin menikmati alam. Apa yang bisa kita nikmati bila aliran darah inipun harus kotor dan tidak murni lagi, lalu kebanggaan apasih yang didapet. Bukan sok memberikan nasehat, namun lebih pada prihatin kepada sesama pendaki saja.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Memang sulit bagi yang sudah candu ganja dkk seolah menjadi sahabat, ada perasaan yang kurang bila sahabatnya ini tidak ikut bergabung disaat-saat spesial katanya. Namun bila kita sadar betul manfaat yang didapat tentunya kita akan mengatakan “Tidak Untuk Norkoba”. Walupun ganja yang dibawa apakah tidak mungkin suatu saat nanti naik ke jenjang yang lebih heboh, karena dengan sifat manusia yang suka coba – coba hal ini bisa saja mungkin.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bagi yang belum pernah mencoba sebaiknya mulai saat ini untuk tidak melakukan terlebih digunung, karena kapan kita bisa buktikan kalau kita ini anak gunung, bukan anak candu, atau anak gunung yang canduan, beda kalau kita candu naik gunung tentunya kita semua angkat jempol kalau bisa sampe jempok kaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Secara formalnya benda-benda seperti ini layaknya tetap pada posisinya masing –masing tidak perlulah dibawa untuk menambah kenikmatan disaat mendaki, biarkan saja pendakian kita nikmati dengan apa adanya, yang mungkin lebih asik dan tak akan pernah kita lupakan. Lagi pula tidak inginkan temen-temen seperjalanan repot karena pengaruh ganja merasuki perjalanan kalian karena lupa diri harus celaka semoga tidak! Penulis berharap tidak demikian. Namun bahaya pemakai ganja sewaktu mendaki juga akan membahanyakan dirinya dan juga orang lain.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sepertinya dunia akan terus berputar, dan harapan penulis masih ada kesadaran kita dibawah sadar sana, untuk meninggalkan segala jenis narkoba, percayalah dengan wajar-wajar saja dan apa adanya pasti perjalanan ini akan lebih nikmat, tentunya kita bisa katakan “No Narkoba”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Selamat mendaki&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tulisan ini diadaptasi dari forum diskusi gappala.or.id</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/05/narkoba-dan-pendaki-gunung.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-2086820512499421879</guid><pubDate>Sun, 17 Apr 2011 12:10:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-11T19:19:40.727+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">alam bebas tips</category><title>Manajement Perjalanan</title><description>&lt;b&gt;Persiapan&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Untuk merencanakan suatu Perjalanan ke alam bebas Harus ada persiapan dan penyusunan secara matang. ada rumusan yang umum digunakan yaitu 4W &amp;amp; 1 H, yang kepanjangannya adalah Where, Who, Why, When dan How.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Berikut ini aplikasi dari rumusan tersebut:&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
A. Where (Dimana), untuk melakukan suatu Kegiatan alam kita harus mengetahui dimana yang akan kita digunakan, Contoh: Tlogo Dlingo-Tawangmangu.&lt;br /&gt;
B. Who (Siapa), apakah anda akan melakukan Kegiatan alam tersebut sendiri atau dengan berkelompok.&lt;br /&gt;
Contoh: Satu Kelompok ( 25 Personil) Terdiri dari 20 Orang anggota Penuh (panitia) dan 5 Orang anggota muda (peserta).&lt;br /&gt;
C. Why (Mengapa), ini adalah pertanyaan yang cukup panjang jawabannya dan bisa bermacam-macam&lt;br /&gt;
Contoh : Untuk melakukan DIKLATSAR KE IX dan pelantikan Anggota penuh DINAMIK&lt;br /&gt;
D. When (Kapan) waktu pelaksanaan Kegiatan tersebut, berapa lama?.&lt;br /&gt;
Contoh: 23 Februari 2001 sampai dengan 25 Februari 2001&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari pertanyaan-pertanyaan 4 W, maka didapat suatu gambaran sebagai berikut: pada tanggal 23-25 Februari 2001 akan diadakan DIKLATSAR IX ,yang akan dilaksanakan oleh 20 panitia dan diikuti 5 orang peserta yang inggin dilantik menjadi anggota penuh DINAMIK.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Tempat yang digunakan untuk DIKLATSAR tersebut, yaitu Tlogo Dlingo-Tawangmangu. Untuk How/Bagaimana merupakan suatu pembahasan yang lebih komprehensif dari jawaban pertanyaan diatas ulasannya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
•Bagaimana kondisi Tempat&lt;br /&gt;
•Bagaimana cuaca disana&lt;br /&gt;
•Bagaimana perizinannya&lt;br /&gt;
•Bagaimana mendapatkan air&lt;br /&gt;
•Bagaimana pengaturan tugas panitia&lt;br /&gt;
•Bagaimana Acara DIKLATSAR berlangsung&lt;br /&gt;
•Bagaimana materi yang disampaikan&lt;br /&gt;
•dan masih banyak Bagaimana ? (silahkan anda dapat mengembangkannya lagi)&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dari Jawaban dari pertanyaan-pertanyaan yang timbul itulah kita dapat menyusun Rencana Kegiatan yang didalamnya mencakup rincian :&lt;br /&gt;
1.Pemilihan medan, dengan memperhitungkan lokasi basecamp panitia, pembagian waktu dan sebagainya.&lt;br /&gt;
2.Pengurusan perizinan&lt;br /&gt;
3.Pembagian tugas panitia&lt;br /&gt;
4.Persiapan kebutuhan acara&lt;br /&gt;
5.kebutuhan peralatan dan perlengkapan&lt;br /&gt;
6.dan lain sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Dan yang tidak kalah pentingnya adalah anda akan mendapatkan point-point bagi kalkulasi biaya yang dibutuhkan untuk melakukan kegiatan tersebut.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Packing&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Sebelum melakukan pendakian kita biasanya menentukan dahulu peralatan dan perlengkapan yang akan dibawa, jika telah siap semua inilah saatnya mempacking barang-barang tersebut ke dalam Carier atau backpack. Packing yang baik menjadikan perjalanan anda nyaman karena ringkas dan tidak menyulitkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Prinsip dasar yang mutlak dalam mempacking adalah :&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
A. Pada saat backpack dipakai beban terberat harus jatuh ke pundak, Mengapa beban harus jatuh kepundak, ini disebabkan dalam melakukan pendakian kedua kaki kita harus dalam keadaan bebas bergerak, bayangkan jika salah mempacking barang dan beban terberat jatuh kepinggul akibatnya adalah kaki tidak dapat bebas bergerak, dan anda menjadi cepat lelah karena beban backpack anda menekan pinggul belakang.&lt;br /&gt;
Ingat : Letakkan barang yang berat pada bagian teratas dan terdekat dengan punggung.&lt;br /&gt;
B. Membagi berat beban secara seimbang antara bagian kanan dan kiri pundak Tujuannya adalah agar tidak menyiksa salah satu bagian pundak dan memudahkan anda menjaga keseimbangan dalam menghadapi jalur berbahaya yang membutuhkan keseimbangan seperti : meniti jembatan dari sebatang pohon, berjalan dibibir jurang, dan keadaan lainnya.&lt;br /&gt;
Pertimbangan lainnya adalah sebagai berikut :&lt;br /&gt;
C. Kelompokkan barang sesuai kegunaannya lalu tempatkan dalam satu kantung untuk mempermudah pengorganisasiannya. Misal : alat mandi ditaruh dalam satu kantung plastik.&lt;br /&gt;
D. Maksimalkan tempat yang ada, misalkan Nesting (Panci Serbaguna) jangan dibiarkan kosong bagian dalamnya saat dimasukkan ke dalam ransel, isikan bahan makanan kedalamnya, misal : beras dan telur.&lt;br /&gt;
E. Tempatkan barang yang sering digunakan pada tempat yang mudah dicapai pada saat diperlukan, misalnya: rain coat / jas hujan pada kantong samping Keril/Ransel.&lt;br /&gt;
F. Hindarkan menggantungkan barang-barang diluar ransel, karena menggantungkan barang diluar ransel akan mengganggu perjalanan anda karena tersangkut-sangkut dan berkesan berantakan, usahakan semuanya dapat dipacking ke dalam ransel.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Mengenai berat maksimal yang dapat diangkat oleh anda, sebenarnya adalah suatu angka yang relatif, patokan umum idealnya adalah 1/3 dari berat badan anda , tetapi ini kembali lagi ke kemampuan fisik setiap individu, yang terbaik adalah dengan tidak memaksakan diri, lagi pula anda dapat menyiasati pemilihan barang yang akan dibawa dengan selalu memilih barang/alat yang berfungsi ganda dengan bobot yang ringan dan hanya membawa barang yang benar-benar perlu.</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/04/management-perjalanan.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-3846783392534281639</guid><pubDate>Fri, 08 Apr 2011 06:31:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-15T10:46:23.492+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">alam bebas tips</category><title>Pengetahuan dasar Navigasi Darat</title><description>&lt;m:smallfrac m:val=&quot;off&quot;&gt;    &lt;m:dispdef&gt;    &lt;m:lmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:rmargin m:val=&quot;0&quot;&gt;    &lt;m:defjc m:val=&quot;centerGroup&quot;&gt;    &lt;m:wrapindent m:val=&quot;1440&quot;&gt;    &lt;m:intlim m:val=&quot;subSup&quot;&gt;    &lt;m:narylim m:val=&quot;undOvr&quot;&gt;   &lt;/m:narylim&gt;&lt;/m:intlim&gt; &lt;/m:wrapindent&gt;  &lt;/m:defjc&gt;&lt;/m:rmargin&gt;&lt;/m:lmargin&gt;&lt;/m:dispdef&gt;&lt;/m:smallfrac&gt;&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Navigasi darat adalah ilmu praktis. Kemampuan bernavigasi dapat terasah jika sering berlatih. Pemahaman teori dan konsep hanyalah faktor yang membantu, dan tidak menjamin jika mengetahui teorinya secara lengkap, maka kemampuan navigasinya menjadi tinggi. Bahkan seorang jago navigasi yang tidak pernah berlatih dalam jangka waktu lama, dapat mengurangi kepekaannya dalam menerjemahkan tanda-tanda di peta ke medan sebenarnya, atau menerjemahkan tanda-tanda medan ke dalam peta. Untuk itu, latihan sesering mungkin akan membantu kita untuk dapat mengasah kepekaan, dan pada akhirnya navigasi darat yang telah kita pelajari menjadi bermanfaat untuk kita.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;I.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Peta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDhzxXLyxkt5lKFMOITG8CPGnc3J-lgmwTn61VKZCwyxMHrR9cLmWpkNOg_Ou4NtI_agJD8oTsfQFBK28sKbaVCBqJZd9tUVg8-Ol2nzD_Ee59W46MsRBnIciLUA3SnVrUUjSjyRelpvZ-/s1600/gambar_peta-indonesia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;215&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDhzxXLyxkt5lKFMOITG8CPGnc3J-lgmwTn61VKZCwyxMHrR9cLmWpkNOg_Ou4NtI_agJD8oTsfQFBK28sKbaVCBqJZd9tUVg8-Ol2nzD_Ee59W46MsRBnIciLUA3SnVrUUjSjyRelpvZ-/s320/gambar_peta-indonesia.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Peta adalah penggambaran dua dimensi (pada bidang datar) dari sebagian atau keseluruhan permukaan bumi yang dilihat dari atas, kemudian diperbesar atau diperkecil dengan perbandingan tertentu. Dalam navigasi darat digunakan peta topografi. Peta ini memetakan tempat-tempat dipermukaan bumi yang berketinggian sama dari permukaan laut menjadi bentuk garis kontur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Beberapa unsur yang bisa dilihat dalam peta :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Judul      peta; biasanya terdapat di atas, menunjukkan letak peta&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Nomor      peta; selain sebagai nomor registrasi dari badan pembuat, kita bisa      menggunakannya sebagai petunjuk jika kelak kita akan mencari sebuah peta&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Koordinat      peta; penjelasannya dapat dilihat dalam sub berikutnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Kontur;      adalah merupakan garis khayal yang menghubungkan titik titik yang      berketinggian sama diatas permukaan laut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Skala      peta; adalah perbandingan antara jarak peta dan jarak horizontal      dilapangan. Ada dua macam skala yakni skala angka (ditunjukkan dalam      angka, misalkan 1:25.000, satu senti dipeta sama dengan 25.000 cm atau 250      meter di keadaan yang sebenarnya), dan skala garis (biasanya di peta skala      garis berada dibawah skala angka).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Legenda peta, adalah simbol-simbol      yang dipakai dalam peta tersebut, dibuat untuk memudahkan pembaca      menganalisa peta.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Di Indonesia, peta yang lazim digunakan adalah peta keluaran Direktorat Geologi Bandung, lalu peta dari Jawatan Topologi, yang sering disebut sebagai peta AMS (American Map Service) dibuat oleh Amerika dan rata-rata dikeluarkan pada tahun 1960. Peta AMS biasanya berskala 1:50.000 dengan interval kontur (jarak antar kontur) 25 m. Selain itu ada peta keluaran Bakosurtanal (Badan Koordinasi Survey dan Pemetaan Nasional) yang lebih baru, dengan skala 1:50.000 atau 1:25.000 (dengan interval kontur 12,5m). Peta keluaran Bakosurtanal biasanya berwarna.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;II.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Koordinat&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Peta Topografi selalu dibagi dalam kotak-kotak untuk membantu menentukan posisi dipeta dalam hitungan koordinat. Koordinat adalah kedudukan suatu titik pada peta. Secara teori, koordinat merupakan titik pertemuan antara absis dan ordinat. Koordinat ditentukan dengan menggunakan sistem sumbu, yakni perpotongan antara garis-garis yang tegak lurus satu sama lain. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Sistem koordinat yang resmi dipakai ada dua macam yaitu :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Koordinat Geografis (Geographical Coordinate)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Sumbu yang digunakan adalah garis bujur (bujur barat dan bujur timur) yang tegak lurus dengan garis khatulistiwa, dan garis lintang (lintang utara dan lintang selatan) yang sejajar dengan garis khatulistiwa. Koordinat geografis dinyatakan dalam satuan derajat, menit dan detik. Pada peta Bakosurtanal, biasanya menggunakan koordinat geografis sebagai koordinat utama. Pada peta ini, satu kotak (atau sering disebut satu karvak) lebarnya adalah 3.7 cm. Pada skala 1:25.000, satu karvak sama dengan 30 detik (30), dan pada peta skala 1:50.000, satu karvak sama dengan 1 menit (60).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 54pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Koordinat Grid (Grid Coordinate atau UTM)&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Dalam koordinat grid, kedudukan suatu titik dinyatakan dalam ukuran jarak setiap titik acuan. Untuk wilayah Indonesia, titik acuan berada disebelah barat Jakarta (60 LU, 980 BT). Garis vertikal diberi nomor urut dari selatan ke utara, sedangkan horizontal dari barat ke timur. Sistem koordinat mengenal penomoran 4 angka, 6 angka dan 8 angka. Pada peta AMS, biasanya menggunakan koordinat grid. Satu karvak sebanding dengan 2 cm. Karena itu untuk penentuan koordinat koordinat grid 4 angka, dapat langsung ditentukan. Penentuan koordinat grid 6 angka, satu karvak dibagi terlebih dahulu menjadi 10 bagian (per 2 mm). Sedangkan penentuan koordinat grid 8 angka dibagi menjadi sepuluh bagian (per 1mm).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;III.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Analisa Peta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Salah satu faktor yang sangat penting dalam navigasi darat adalah analisa peta. Dengan satu peta, kita diharapkan dapat memperoleh informasi sebanyak-banyaknya tentang keadaan medan sebenarnya, meskipun kita belum pernah mendatangi daerah di peta tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Unsur dasar peta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Untuk dapat menggali informasi sebanyak-banyaknya, pertama kali kita harus cek informasi dasar di peta tersebut, seperti judul peta, tahun peta itu dibuat, legenda peta dan sebagainya. Disamping itu juga bisa dianalisa ketinggian suatu titik (berdasarkan pemahaman tentang kontur), sehingga bisa diperkirakan cuaca, dan vegetasinya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Mengenal tanda medan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Disamping tanda pengenal yang terdapat dalam legenda peta, kita dapat menganalisa peta topografi berdasarkan bentuk kontur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Beberapa ciri kontur yang perlu dipahami sebelum menganalisa tanda medan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Antara      garis kontur satu dengan yang lainnya tidak pernah saling berpotongan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Garis      yang berketinggian lebih rendah selalu mengelilingi garis yang      berketinggian lebih tinggi, kecuali diberi keterangan secara khusus,      misalnya kawah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Beda      ketinggian antar kontur adalah tetap meskipun kerapatan berubah-ubah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;4&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Daerah      datar mempunyai kontur jarang-jarang sedangkan daerah terjal mempunyai      kontur rapat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Beberapa tanda medan yang dapat dikenal dalam peta topografi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Puncak      bukit atau gunung biasanya berbentuk lingkaran kecil, tertelak      ditengah-tengah lingkaran kontur lainnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Punggungan      terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk U yang ujungnya melengkung      menjauhi puncak&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Lembahan      terlihat sebagai rangkaian kontur berbentuk V yang ujungnya tajam menjorok      kepuncak. Kontur lembahan biasanya rapat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Saddle,      daerah rendah dan sempit diantara dua ketinggian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Pass,      merupakan celah memanjang yang membelah suatu ketinggian&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Sungai,      terlihat dipeta sebagai garis yang memotong rangkaian kontur, biasanya ada      di lembahan, dan namanya tertera mengikuti alur sungai. Dalam membaca alur      sungai ini harap diperhatikan lembahan curam, kelokan-kelokan dan arah      aliran.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Bila      peta daerah pantai, muara sungai merupakan tanda medan yang sangat jelas,      begitu pula pulau-pulau kecil, tanjung dan teluk&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Pengertian akan tanda medan ini mutlak diperlukan, sebagai asumsi awal dalam menyusun perencanaan perjalanan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;IV.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Kompas&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_O_W82AAVWPyQeFLmtoae4ccnTwKtfOSDDDR7Rn1434Ah41b9plML0-bWXOkld5SvkArkYpi2iggNTIshmnIWECyUm1G0fw75z4Qui_w_ty3mWVxu6lBFwu8JcjuGmHY8Ofu2WBWfYVhz/s1600/Brunton_Marine_8_49c0b05b1e43e.gif&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj_O_W82AAVWPyQeFLmtoae4ccnTwKtfOSDDDR7Rn1434Ah41b9plML0-bWXOkld5SvkArkYpi2iggNTIshmnIWECyUm1G0fw75z4Qui_w_ty3mWVxu6lBFwu8JcjuGmHY8Ofu2WBWfYVhz/s1600/Brunton_Marine_8_49c0b05b1e43e.gif&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Kompas adalah alat penunjuk arah, dan karena sifat magnetnya, jarumnya akan selalu menunjuk arah utara selatan (meskipun utara yang dimaksud disini bukan utara yang sebenarnya, tapi utara magnetis). Secara fisik, kompas terdiri dari :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Badan, tempat komponen lainnya berada&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jarum, selalu menunjuk arah utara selatan, dengan catatan tidak dekat dengan megnet lain/tidak dipengaruhi medan magnet, dan pergerakan jarum tidak terganggu/peta dalam posisi horizontal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Skala penunjuk, merupakan pembagian derajat sistem mata angin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jenis kompas yang biasa digunakan dalam navigasi darat ada dua macam yakni kompas bidik (misal kompas prisma) dan kompas orienteering (misal kompas silva, suunto dll). Untuk membidik suatu titik, kompas bidik jika digunakan secara benar lebih akurat dari kompas silva. Namun untuk pergerakan dan kemudahan ploting peta, kompas orienteering lebih handal dan efisien.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Dalam memilih kompas, harus berdasarkan penggunaannya. Namun secara umum, kompas yang baik adalah kompas yang jarumnya dapat menunjukkan arah utara secara konsisten dan tidak bergoyang-goyang dalam waktu lama. Bahan dari badan kompas pun perlu diperhatikan harus dari bahan yang kuat/tahan banting mengingat kompas merupakan salah satu unsur vital dalam navigasi darat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;V.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Orientasi Peta&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Orientasi peta adalah menyamakan kedudukan peta dengan medan sebenarnya ( atau dengan kata lain menyamakan utara peta dengan utara sebenarnya). Sebelum anda mulai orientasi peta, usahakan untuk mengenal dulu tanda-tanda medan sekitar yang menyolok dan posisinya di peta. Hal ini dapat dilakukan dengan pencocokan nama puncakan, nama sungai, desa dll. Jadi minimal anda tahu secara kasar posisi anda dimana. Orientasi peta ini hanya berfungsi untuk meyakinkan anda bahwa perkiraan posisi anda dipeta adalah benar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Langkah-langkah orientasi peta:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Usahakan untuk mencari tempat yang      berpemandangan terbuka agar dapat melihat tanda-tanda medan yang menyolok.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Siapkan kompas dan peta anda,      letakkan pada bidang datar&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Utarakan peta, dengan berpatokan pada      kompas, sehingga arah peta sesuai dengan arah medan sebenarnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Cari tanda-tanda medan yang paling      menonjol disekitar anda, dan temukan tanda-tanda medan tersebut di peta.      Lakukan hal ini untuk beberapa tanda medan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Ingat tanda-tanda itu, bentuknya dan      tempatnya di medan yang sebenarnya. Ingat hal-hal khas dari tanda medan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jika anda sudah lakukan itu semua, maka anda sudah mempunyai perkiraan secara kasar, dimana posisi anda di peta. Untuk memastikan posisi anda secara akurat, dipakailah metode resection.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;VI.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Resection&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Prinsip resection adalah menentukan posisi kita dipeta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali. Teknik ini paling tidak membutuhkan dua tanda medan yang terlihat jelas dan dapat dibidik (untuk latihan resection biasanya dilakukan dimedan terbuka seperti kebon teh misalnya, agar tanda medan yang ekstrim terlihat dengan jelas). Tidak setiap tanda medan harus dibidik, minimal dua, tapi posisinya sudah pasti.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Langkah-langkah melakukan resection:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Lakukan orientasi peta&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Cari tanda medan yang mudah dikenali      di lapangan dan di peta, minimal 2 buah&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Dengan busur dan penggaris, buat      salib sumbu pada tanda-tanda medan ersebut (untuk alat tulis paling ideal      menggunakan pensil mekanik).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Bidik tanda-tanda medan tersebut dari      posisi kita dengan menggunakan kompas bidik. Kompas orienteering dapat      digunakan, namun kurang akurat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Pindahkan sudut bidikan yang didapat      ke peta dan hitung sudut pelurusnya. Lakukan ini pada setiap tanda medan      yang dijadikan sebagai titik acuan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Perpotongan garis yang ditarik dari      sudut-sudut pelurus tersebut adalah posisi kita dipeta.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;VII.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Intersection&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Prinsip intersection adalah menentukan posisi suatu titik (benda) di peta dengan menggunakan dua atau lebih tanda medan yang dikenali di lapangan. Intersection digunakan untuk mengetahui atau memastikan posisi suatu benda yang terlihat dilapangan tetapi sukar untuk dicapai. Sebelum intersection kita sudah harus yakin terlebih dahulu posisi kita dipeta. Biasanya sebelum intersection, kita sudah melakukan resection terlebih dahulu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Langkah-langkah melakukan intersection adalah:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Lakukan orientasi peta&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Lakukan resection untuk memastikan      posisi kita di peta.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Bidik obyek yang kita amati&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Pindahkan sudut yang didapat ke dalam      peta&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Bergerak ke posisi lain dan pastikan      posisi tersebut di peta. Lakukan langkah 1-3&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Perpotongan garis perpanjangan dari      dua sudut yang didapat adalah posisi obyek yang dimaksud.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;VIII.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Azimuth - Back Azimuth&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Azimuth adalah sudut antara satu titik dengan arah utara dari seorang pengamat. Azimuth disebut juga sudut kompas. Jika anda membidik sebuah tanda medan, dan memperolah sudutnya, maka sudut itu juga bisa dinamakan sebagai azimuth. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Kebalikannya adalah back azimuth.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;EN-US&quot;&gt;Dalam resection back azimuth diperoleh dengan cara:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;A.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jika azimuth yang kita peroleh lebih dari 180º maka back azimuth sama dengan azimuth dikurangi 180º. Misal anda membidik tanda medan, diperoleh azimuth 200º. Back azimuthnya adalah 200º- 180º = 20º&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -18pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;B.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Jika azimuth yang kita peroleh kurang dari 180º, maka back azimuthnya dama dengan 180º ditambah azimuth. Misalkan, dari bidikan terhadap sebuah puncak, seiperoleh azimuth 160º, maka back azimuthnya adalah 180º+160º = 340º&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 18pt; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Dengan mengetahui azimuth dan back azimuth ini, memudahkan kita untuk dapat melakukan ploting peta (penarikan garis lurus di peta berdasarkan sudut bidikan). Selain itu sudut kompas dan back azimuth ini dipakai dalam metode pergerakan sudut kompas (lurus/ man to man). Prinsipnya membuat lintasan berada pada satu garis lurus dengan cara membidikaan kompas ke depan dan ke belakang pada jarak tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Titik awal dan titik akhir perjalanan      di plot di peta, tarik garis lurus dan hitung sudut yang menjadi arah      perjalanan (sudut kompas). Hitung pula sudut dari titik akhir ke titik      awal. Sudut ini dinamakan back azimuth.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Perhatikan tanda medan yang menyolok      pada titik awal perjalanan. Perhatikan tanda medan lain pada lintasan yang      dilalui.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Bidikkan kompas seusai dengan arah      perjalanan kita, dan tentukan tanda medan lain di ujung lintasan/titik      bidik. Sudut bidikan ini dinamakan azimuth.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Pergi ke tanda medan di ujung      lintasan, dan bidik kembali ke titik pertama tadi, untuk mengecek apakah      arah perjalanan sudah sesuai dengan sudut kompas (back azimuth).&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Sering terjadi tidak ada benda/tanda      medan tertentu yang dapat dijadikan sebagai sasaran. Untuk itu dapat      dibantu oleh seorang rekan sebagai tanda. Sistem pergerakan semacam ini      sering disebut sebagai sistem man to man.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;IX.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Merencanakan Jalur Lintasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Dalam navigasi darat tingkat lanjut, kita diharapkan dapat menyusun perencanaan jalur lintasan dalam sebuah medan perjalanan. Sebagai contoh anda misalnya ingin pergi ke gunung Semeru, tapi dengan menggunakan jalur sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Penyusunan jalur ini dibutuhkan kepekaan yang tinggi, dalam menafsirkan sebuah peta topografi, mengumpulkan data dan informasi dan mengolahnya sehingga anda dapat menyusun sebuah perencanaan perjalanan yang matang. Dalam proses perjalanan secara keseluruhan, mulai dari transportasi sampai pembiayaan, disini kita akan membahas khusus tentang perencanaan pembuatan medan lintasan. Ada beberapa hal yang dapat dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memplot jalur lintasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Pertama, anda harus membekali dulu kemampuan untuk membaca peta, kemampuan untuk menafsirkan tanda-tanda medan yang tertera di peta, dan kemampuan dasar navigasi darat lain seperti resection, intersection, azimuth back azimuth, pengetahuan tentang peta kompas, dan sebagainya, minimal sebagaimana yang tercantum dalam bagian sebelum ini.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Kedua, selain informasi yang tertera dipeta, akan lebih membantu dalam perencanaan jika anda punya informasi tambahan lain tentang medan lintasan yang akan anda plot. Misalnya keterangan rekan yang pernah melewati medan tersebut, kondisi medan, vegetasi dan airnya. Semakin banyak informasi awal yang anda dapat, semakin matang rencana anda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Tentang jalurnya sendiri, ada beberapa macam jalur lintasan yang akan kita buat. Pertama adalah tipe garis lurus, yakni jalur lintasan berupa garis yang ditarik lurus antara titik awal dan titik akhir. Kedua, tipe garis lurus dengan titik belok, yakni jalur lintasan masih berupa garis lurus, tapi lebih fleksibel karena pada titik-titik tertentu kita berbelok dengan menyesuaian kondisi medan. Yang ketiga dengan guide/patokan tanda medan tertentu, misalnya guide punggungan/guide lembahan/guide sungai. Jalur ini lebih fleksibel karena tidak lurus benar, tapi menyesuaikan kondisi medan, dengan tetap berpatokan tanda medan tertentu sebagai petokan pergerakannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Untuk membuat jalur lintasan, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Usahakan titik awal dan titik akhir      adalah tanda medan yang ekstrim, dan memungkinkan untuk resection dari      titik-titik tersebut.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Titik awal harus mudah      dicapai/gampang aksesnya&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Disepanjang jalur lintasan harus ada      tanda medan yang memadai untuk dijadikan sebagai patokan, sehingga dalam      perjalanan nanti anda dapat menentukan posisi anda di peta sesering      mungkin.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Dalam menentukan jalur lintasan,      perhatikan kebutuhan air, kecepatan pergerakan vegetasi yang berada      dijalur lintasan, serta kondisi medan lintasan. Anda harus bisa      memperkirakan hari ke berapa akan menemukan air, hari ke berapa medannya      berupa tanjakan terjal dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Mengingat banyaknya faktor yang perlu      diperhatikan, usahakan untuk selalu berdiskusi dengan regu atau dengan      orang yang sudah pernah melewati jalur tersebut sehingga resiko bisa      diminimalkan.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; margin-left: 36pt; text-align: justify; text-indent: -36pt;&quot;&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;X.&lt;span style=&quot;font: 7pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Penampang Lintasan&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Penampang lintasan adalah penggambaran secara proporsional bentuk jalur lintasan jika dilihat dari samping, dengan menggunakan garis kontur sebagai acuan.. Sebagaimana kita ketahui bahwa peta topografi yang dua dimensi, dan sudut pendangnya dari atas, agak sulit bagi kita untuk membayangkan bagaimana bentuk medan lintasan yang sebenarnya, terutama menyangkut ketinggian. Dalam kontur yang kerapatannya sedemikian rupa, bagaimana kira-kira bentuk di medan sebenarnya. Untuk memudahkan kita menggambarkan bentuk medan dari peta topografi yang ada, maka dibuatlah penampang lintasan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Beberapa manfaat penampang lintasan :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;1&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Sebagai bahan pertimbangan dalam      menyusun perencanaan perjalanan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Memudahkan kita untuk menggambarkan      kondisi keterjalan dan kecuraman medan&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Dapat mengetahui titik-titik      ketinggian dan jarak dari tanda medan tertentu&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify; text-indent: 54pt;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Untuk menyusun penampang lintasan biasanya menggunakan kertas milimeter block, guna menambah akurasi penerjemahan dari peta topografi ke penampang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;
&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Langkah-langkah membuat penampang lintasan:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0cm;&quot; type=&quot;A&quot;&gt;&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Siapkan peta yang sudah diplot,      kertas milimeter blok, pensil mekanik/pensil biasa yang runcing, penggaris      dan penghapus&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Buatlah sumbu x, dan y. sumbu x      mewakili jarak, dengan satuan rata-rata jarak dari lintasan yang anda      buat. Misal meter atau kilometer. Sumbu y mewakili ketinggian, dengan satuan      mdpl (meter diatas permukaan laut). Angkanya bisa dimulai dari titik      terendah atau dibawahnya dan diakhiri titik tertinggi atau diatasnya.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Tempatkan titik awal di sumbu x=0 dan      sumbu y sesuai dengan ketinggian titik tersebut. Lalu peda perubahan kontur      berikutnya, buatlah satu titik lagi, dengan jarak dan ketinggian sesuai      dengan perubahan kontur pada jalur yang sudah anda buat. Demikian      seterusnya hingga titik akhir.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Perubahan satu kontur diwakili oleh      satu titik. Titik-titik tersebut dihubungkan sat sama lainnya hingga      membentuk penampang berupa garis menanjak, turun dan mendatar.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 150%; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;SV&quot;&gt;Tembahkan keterangan pada tanda-tanda      medan tertentu, misalkan nama-nama sungai, puncakan dan titik-titik      aktivitas anda (biasanya berupa titik bivak dan titik istirahat), ataupun      tanda medan lainnya. Tambahan informasi tentang vegetasi pada setiap      lintasan, dan skala penampang akan lebih membantu pembaca dalam      menggunakan penampang yang telah dibuat.&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/07/pengetahuan-dasar-navigasi-darat.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDhzxXLyxkt5lKFMOITG8CPGnc3J-lgmwTn61VKZCwyxMHrR9cLmWpkNOg_Ou4NtI_agJD8oTsfQFBK28sKbaVCBqJZd9tUVg8-Ol2nzD_Ee59W46MsRBnIciLUA3SnVrUUjSjyRelpvZ-/s72-c/gambar_peta-indonesia.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-3679527108838573973</guid><pubDate>Mon, 04 Apr 2011 07:59:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-15T15:07:19.153+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">otomotif tips</category><title>Bore x Stroke</title><description>Mencermati varian motor Yamaha dari YZF-125, R15.  Saya tertarik untuk mencermati spesifikasi bore x stroke. Apakah Bore  dan Stroke itu? bore itu diameter silinder sedangkan stroke itu jarak  piston bergerak maju-mundur. &lt;br /&gt;
YZF-125 = 52.0 x 58.6 mm&lt;br /&gt;
MX-135 = 54.0 x 58.7 mm&lt;br /&gt;
Vixion/R15 = 57.0 mm x 58.7 mm&lt;br /&gt;
hmm apakah MX-135 merupakan bore up dari YZF-125? Sekilas strokenya  hampir sama, beda 0.1 mm saja. Bore-nya beda 2 mm. Kemudian Vixion bore  up dari MX-135. Bore beda 3 mm hasilnya beda 15 cc.&lt;br /&gt;
RXZ 135 (RX King)  = 56.0 mm x 54.0 mm (58.0 mm x 50.0 mm ?? )&lt;br /&gt;
Fizr   = 52.0 mm x 52.0 mm&lt;br /&gt;
Fizr maksimum Over Size (OS) 200, Bore = 54mm, Stroke = 52mm –&amp;gt;  Volume cylinder = 119 cc. Jika CRANK dari &lt;del datetime=&quot;2010-08-06T19:08:06+00:00&quot;&gt;King&lt;/del&gt; RXZ 135 bisa dipasang  maka stroke menjadi 54 mm dan volume-nya adalah :&lt;br /&gt;
V = 3,14 x 54 x 54 x 54 : 4 = 123,6 cc yah cuman dikit bro !  hahahahahaha.&lt;br /&gt;
VEGA R = 51.0 x 54.0 mm&lt;br /&gt;
VEGA ZR = 50 x 57.9 mm&lt;br /&gt;
Wah mantap nih VEGA ZR, stroke-nya panjang bo, kalau dibore up mantap  tuh. Misalkan bisa dipakai piston V-Ixion maka :&lt;br /&gt;
V = 3,14 x 57 x 57 x 57.9 : 4 = 147,6 cc booo mantap deh.&lt;br /&gt;
Wah ternyata VEGA ZR diam-diam menyimpan potensi yang hebat !&lt;br /&gt;
Apalagi kalau pakai piston Scorpio :&lt;br /&gt;
Yamaha Scorpio Z = 70 mm x 58 mm&lt;br /&gt;
V = 3,14 x 70 x 70 x 57.9 : 4 =  222,7 cc ! Wah cukup ngga tuh blok  Vega di bore up jadi 70 mm dari 50 mm, alias ngurangi tebal blok  sebanyak 1 cm ! . Terlalu ekstrim kali yah.&lt;br /&gt;
Kalau VEGA R lama ? Mungkin pakai piston &lt;del datetime=&quot;2010-08-06T19:08:06+00:00&quot;&gt;RX King&lt;/del&gt; RXZ 135 yah, jadinya &lt;br /&gt;
V = 3,14 x 56 x 56 x 54 : 4 = 147,6 cc = 132,9 ~ 133 cc lumayan juga.&lt;br /&gt;
Tapi piston 2 tak ngga bisa dipakai di mesin 4 tak, kurang ring  sehernya.&lt;br /&gt;
Yamaha mio ?&lt;br /&gt;
Yamaha Mio = 50 x 57.9 mm &lt;br /&gt;
Mio sama dengan Vega ZR. Dan Mio sudah banyak yang bore up hingga  180-200 cc ! Apakah karena keberhasilan bore-up Mio, maka bore x stroke  Vega ZR jadi sama dengan mio ? hmmm menarik.&lt;br /&gt;
Mio yang menggunakan piston Tiger akan mempunyai cc :&lt;br /&gt;
V = 3,14 x 63,5 x 63,5 x 57.9 : 4 = 183,3 cc .&lt;br /&gt;
Bagaimana dengan Blade ?&lt;br /&gt;
Honda Blade 110 cc =  50 mm x 55.6 mm&lt;br /&gt;
Honda Revo 100 cc = 50 x 49,5 mm&lt;br /&gt;
Supra X 125 = 52,4 x 57,9 mm&lt;br /&gt;
Honda Mega Pro      =  63.5   mm   x 49.5  mm&lt;br /&gt;
Honda CS1 = 58 x 47,2 mm&lt;br /&gt;
Honda CBR150R = 63.5 mm x 47.2 mm&lt;br /&gt;
Honda Tiger = 63,5  mm x 62,2 mm &lt;br /&gt;
Wah susah yah cari piston buat blade atau supra buat bore-up. Bisa  aja sih piston bore-up nya dipangkas belakangnya. CS1 kayaknya bisa  dibore-up pake piston  CBR150. Revo 100 cc di bore-up pake MegaPro ??&lt;br /&gt;
Kawasaki Kaze ZX130 = 53.0 mm x 59.1 mm&lt;br /&gt;
Kawasaki Athlete 125 = 56.0 mm x 50.6mm&lt;br /&gt;
Kawasaki KLX250 =  72.0 mm x 61.2 mm&lt;br /&gt;
Huwaaa  Kaze ZX130 sangat menjanjikan, stroke-nya panjang dan  dengar-dengar dagingnya tebal! Cuman susah cari piston gede yang  stroke-nya 59.1 mm. Biasanya  sih pake piston Joy.&lt;br /&gt;
Suzuki Shogun 125 = 53.5 mm x 55.2 mm&lt;br /&gt;
Suzuki Thunder 125 = 52.4 x 57.8 mm&lt;br /&gt;
Suzuki Thunder 250 = 72.0 mm. x 61.2 mm.&lt;br /&gt;
Suzuki Titan = 51.0 X 55.2 mm&lt;br /&gt;
Suzuki Titan sama stroke-nya dengan shogun 125!. Kalau pin setang  sehernya sama juga… wah tinggal di bore up tuh Titan trus pake seher  shogun 125, mak nyus deh.&lt;br /&gt;
Thunder 125 sama dengan Supra X 125 ! Stroke thunder dan supra juga  mirip sama dengan Mio dan Vega ZR, balik maning ming mio.&lt;br /&gt;
V  mio boreup dgn thunder = 3,14 x 52.4 x 52.4 x 57.9 : 4 = 124,7 cc .  Kalau gitu apakah supra bisa dibore-up gila-gilaan pakai piston tiger?  Thunder juga punya potensi nih, tinggal dicari tahu apakah pin seher  thunder compatible dengan piston-piston lainnya. Sebab thunder 125  harganya jauh lebih murah dari V-Ixion dan sudah 5 speed.&lt;br /&gt;
Dan yang menarik adalah Thunder 125, Supra X 125 dan Mio merupakan  jawara di kelasnya. Akankah Vega ZR juga akan menjadi jawara di  kelasnya?&lt;br /&gt;
Wah Jupiter Z jawara Indoprix tahun lalu malah lupa nih.&lt;br /&gt;
Jupiter = 51 mm x 54 mm.&lt;br /&gt;
Sama yah dengan Vega R.&lt;br /&gt;
Bore-up pada 4 tak paling gampang paling cuman ganti liner, dan ganti  setang seher kalau pin piston-nya beda. Kalau stroke-up bisa sih  misalnya menggeser letak pin setang seher yang ada di Crank atau memakai  pin variasi. Jadi kalau stroke-up hasilnya kurang relialible karena  pake belah mesin dan ubah crank atau pin crank.&lt;br /&gt;
Perbandingan antara Bore dan stroke ternyata juga mempengaruhi  performa. Ada tiga type bore x stroke yaitu :&lt;br /&gt;
- Over Bore&lt;br /&gt;
- Over Stroke&lt;br /&gt;
- Square Engine&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Over Bore&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ukuran Bore lebih besar dari ukuran stroke. Power maksimum pada putaran  menengah dan tinggi. Cocok untuk motor sport. Contohnya :&lt;br /&gt;
Yamaha RXZ 135 (RX King)  = 56.0 mm x 54.0 mm&lt;br /&gt;
Yamaha Scorpio Z = 70 mm x 58 mm&lt;br /&gt;
Honda Mega Pro      =  63.5   mm   x 49.5  mm&lt;br /&gt;
Honda CBR150R = 63.5 mm x 47.2 mm&lt;br /&gt;
Honda Tiger = 63,5  mm x 62,2 mm&lt;br /&gt;
Kawasaki Athlete 125 = 56.0 mm x 50.6mm&lt;br /&gt;
Kawasaki KLX250 =  72.0 mm x 61.2 mm&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Over Stroke&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ukuran Stroke lebih besar dari ukuran Bore. Torsi dan power tinggi pada  putaran rendah dan menengah. Cocok untuk santai-santai dan perkotaan  yang macet. Pada RPM tinggi, tenaganya mengecil dan mesin bergetar  sehingga berisik. Contohnya :&lt;br /&gt;
YZF-125 = 52.0 x 58.6 mm&lt;br /&gt;
MX-135 = 54.0 x 58.7 mm&lt;br /&gt;
Vixion/R15 = 57.0 mm x 58.7 mm&lt;br /&gt;
VEGA R = 51.0 x 54.0 mm&lt;br /&gt;
VEGA ZR = 50 x 57.9 mm&lt;br /&gt;
Yamaha Mio = 50 x 57.9 mm&lt;br /&gt;
Honda Blade 110 cc =  50 mm x 55.6 mm&lt;br /&gt;
Supra X 125 = 52,4 x 57,9 mm&lt;br /&gt;
Kawasaki Kaze ZX130 = 53.0 mm x 59.1 mm&lt;br /&gt;
Suzuki Thunder 125 = 52.4 x 57.8 mm&lt;br /&gt;
Suzuki Titan = 51.0 X 55.2 mm&lt;br /&gt;
&lt;b&gt;Square Engine&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Ukuran Bore sama dengan ukuran stroke. Torsi dan power merata di semua  putaran. Contohnya Yamaha F1ZR :&lt;br /&gt;
Fizr   = 52.0 mm x 52.0 mm&lt;br /&gt;
Beberapa spek motor lengkap ada di:&lt;br /&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.indogamers.com/f388/request_and_share_spesifikasi_motor-89700/&quot;&gt;http://www.indogamers.com/f388/request_and_share_spesifikasi_motor-89700/&lt;/a&gt;&lt;br /&gt;
Disana terima request spek yang ngga ada tuh.</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/07/bore-x-stroke.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><thr:total>1</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-6197451133633143951</guid><pubDate>Wed, 16 Mar 2011 07:27:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-15T14:32:07.479+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">otomotif tips</category><title>Hitung Bore Up dan Diameter Klep</title><description>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRpVomrhu0BHJmJy03uprAHgnSwDeJtyWOW3q6bAMSDgTwcn9JdBdNutuK_rrTFAUnvP3tDDL062i3l6odiy_93QsTyMi2J3tdVnuBhGLBR-OwrqZr3r3q5tySn4t_YWLxRmRzUKYhOGCh/s1600/hal70sc_BljrRumus1_Aant.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRpVomrhu0BHJmJy03uprAHgnSwDeJtyWOW3q6bAMSDgTwcn9JdBdNutuK_rrTFAUnvP3tDDL062i3l6odiy_93QsTyMi2J3tdVnuBhGLBR-OwrqZr3r3q5tySn4t_YWLxRmRzUKYhOGCh/s320/hal70sc_BljrRumus1_Aant.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;&lt;/b&gt;Mungkin masih banyak&amp;nbsp; yang belum tau  soal rumus-rumus dalam meng-up grade performa mesin skutik yang  rata-rata jenis 4-Tak. Misal rumus menghitung volume silinder ketika  melakukan bore-up dan sebagainya.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Padahal dari penggantian diameter piston tersebut, ada lagi rumus buat  ngoprek komponen mesin lainnya bila ingin performanya lebih oke.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi72wUI5j5otPW6dNq3TQWuDom78O1WjaJMWIqEvejsSy_wPinyguceTlZ3dWnveZ0yRAAtV6OmF0HVZ6QLgQS1RuDeZU8lfu-xM7nZqRU-z_npdcnraaa8aRhh-C2HpzYgnGYYQOB2e03B/s1600/Rumus1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;187&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi72wUI5j5otPW6dNq3TQWuDom78O1WjaJMWIqEvejsSy_wPinyguceTlZ3dWnveZ0yRAAtV6OmF0HVZ6QLgQS1RuDeZU8lfu-xM7nZqRU-z_npdcnraaa8aRhh-C2HpzYgnGYYQOB2e03B/s320/Rumus1.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&amp;nbsp;Oke,  kita mulai cara menghitung volume silinder. Masih ingat gak pelajaran  matematikan di sekolah mengenai cara menghitung volume sebuah tabung  silindris? Nah, sama deh dengan rumus menghitung kapasitas mesin 4-Tak.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Yakni V (dalam cm³ atau cc) = (1/4 x ? x D² x T) : 1.000. Di mana V  adalah volume silinder, ? : bilangan konstanta yang nilainya 3,14, D :  diameter piston dan T : langkah piston (stroke). Nah, dengan rumus ini,  sobat sekalian bisa menentukan pembesaran kapasitas yang dikehendaki.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6eN2LWK_KmqHG0glQwoUqmaSmDxbPORF_zps0CGtTLmJMAB6jz61H9Afqq64EzyvkrEBTYF-QUnJ01zxtxMCFDp0j_2HXdXjzPY1Q9faAcDC0tXzoJjnp2b_9h4-yX5ghKG0eFSHjlNSm/s1600/Rumus2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg6eN2LWK_KmqHG0glQwoUqmaSmDxbPORF_zps0CGtTLmJMAB6jz61H9Afqq64EzyvkrEBTYF-QUnJ01zxtxMCFDp0j_2HXdXjzPY1Q9faAcDC0tXzoJjnp2b_9h4-yX5ghKG0eFSHjlNSm/s1600/Rumus2.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Misal  di Yamaha Mio. Skutik ini mengusung diameter piston standar 50,0 mm.  Sementara stroke-nya 57,9 mm. Berarti bila dimasukkan dalam rumus tadi, D  = 50 mm dan T = 57,9 mm. V = 1/4 x 3,14 x (0,5)² x 0,579, hasilnya V =  113,6 cc. Itu kapasitas murninya, dibulatkan jadi 115 cc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Trus, misal kita ingin dongkrak kapasitas silindernya jadi 150 cc atau  yang mendekati, mesti pakai piston diameter berapa? Yuk, kita kalkulasi  lagi. Tinggal mainkan saja angka untuk D.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Coba deh kalo kita pakai piston berdiamter 57 mm. Jika dimasukkan dalam  rumus menghitung volume silinder mesin 4-Tak tadi, maka hasilnya akan  didapat V = 147,67 cc. Mendekati 150 cc kan? Sementara kalau pakai  piston 58 mm, hasilnya V = 152,9 cc.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFK39LS1VuSAqG5wD6qygPndKUBHgMltGlCgCd-k3D2Nwg_VWSlu7WR6A-UNz7TamDgJjTI9Mh2H3O1orTy9g0x8ka4VMk574jqup6TZNZPcC85f9TjGYg9u3DF4A8uqagxusg-CUG1fOn/s1600/Rumus3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFK39LS1VuSAqG5wD6qygPndKUBHgMltGlCgCd-k3D2Nwg_VWSlu7WR6A-UNz7TamDgJjTI9Mh2H3O1orTy9g0x8ka4VMk574jqup6TZNZPcC85f9TjGYg9u3DF4A8uqagxusg-CUG1fOn/s1600/Rumus3.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Nah,  menurut Andhika Bintang Budaya atau yang di kancah balap motor nasional  sering dipanggil Om Gandoz, diamater piston bisa lo dipakai untuk  menentukan diameter klep yang ideal. Misal setelah mesin di-bore up,  klepnya mau ikut digedein biar dapat efisiensi volumetrik yang optimal.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Banyak yang suka salah kaprah dalam mengaplikasi klep gede. Sebab  kalau diameter klep yang digunakan terlalu lebar, akan mengakibatkan  velocity-nya (kecepatan aliran campuran bahan bakar) jadi terlalu  rendah. Efeknya asupan gas jadi kurang maksimal,” terang salah satu  tunner road race papan atas ini.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnW3wxmJkvLlfjbr6QLLhEbgGtSsBqgWQEjlEeWQjZSDey7tOE8zxNpqGVssTSLqD6dCumOhxHm8FciQPMpbxTR8EvGW3CDuPtk8Nuw-znh23ks997BTnCA6j8fNEZzlP8J6g8KkQEDOWd/s1600/Rumus4.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; float: right; margin-bottom: 1em; margin-left: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjnW3wxmJkvLlfjbr6QLLhEbgGtSsBqgWQEjlEeWQjZSDey7tOE8zxNpqGVssTSLqD6dCumOhxHm8FciQPMpbxTR8EvGW3CDuPtk8Nuw-znh23ks997BTnCA6j8fNEZzlP8J6g8KkQEDOWd/s1600/Rumus4.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Lantas  bagaimana rumus menentukan diameter klep yang ideal? Kata Om Gandoz,  untuk diameter klep in adalah maksimal 50% dari diameter piston yang  digunakan. Misal kalau pakai piston 58 mm, 58 x 50/100 = 29. Artinya  maksimal pakai klep berdiameter 29 mm. “Itu batas maksimalnya,  boleh-boleh saja pakai di bawah itu. Misal 28 mm,”&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sementara untuk klep out, patokan maksimumnya sekitar 85% dari diameter  klep in. Ambil contoh kalau diameter klep in-nya pakai 28 mm, maka klep  out-nya = 28 mm x 85 / 100 = 23,8 mm. Tapi karena untuk mendapatkan  klep ukuran 23,8 mm itu susah, pilih saja mendekati,  misal pakai 23 mm.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
“Jangan ambil yang lebih gede trus dibubut. Karena kalau klep sudah  dibubut, kekuatannya akan berkurang lantaran lapisan hardener-nya  terkikis. Efeknya, klep bakal mudah bengkok atau cepat menghantarkan  panas ke seating klep yang menyebakan pemuaian tinggi,”</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/07/hitung-bore-up-dan-diameter-klep.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgRpVomrhu0BHJmJy03uprAHgnSwDeJtyWOW3q6bAMSDgTwcn9JdBdNutuK_rrTFAUnvP3tDDL062i3l6odiy_93QsTyMi2J3tdVnuBhGLBR-OwrqZr3r3q5tySn4t_YWLxRmRzUKYhOGCh/s72-c/hal70sc_BljrRumus1_Aant.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></item><item><guid isPermaLink="false">tag:blogger.com,1999:blog-4710739477632312211.post-9157800558989655858</guid><pubDate>Tue, 08 Mar 2011 11:44:00 +0000</pubDate><atom:updated>2011-07-10T20:50:02.304+07:00</atom:updated><category domain="http://www.blogger.com/atom/ns#">info wisata</category><title>7 Terowongan kereta api terpanjang di Indonesia</title><description>&lt;b&gt;1. Terowongan Wilhelmina/Terowongan Sumber (1208 m)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terowongan Wilhelmina yang di bangun pada zaman penjajahan Belanda dan diresmikan pada tanggal 1 Juni 1921. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 1208 m. terowongan kereta api yang dulu menghubungkan Banjar-Cijulang, kini keberadaanya sungguh memprihatinkan, dengan rel yang hilang dan muka terowongan yang tak terurus, di rambati akar-akar tanaman semak belukar, semakin menghilangkan pamor dari sejarah maupun aset wisata dari terowongan terpanjang di Indonesia ini.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRM_8Ww1LFMQEKdwyLe8L2AJDr3wVKwO2f-mPjxdhyphenhyphenADVJPe9Rlc6GOJ4iZnSUnK53VCO0VghDVObWjQ9vRJ0XVXf-GVvdJFhdBxDk1PLE6tshM4ztQumrmdExqaeHmYp-VmUPqcm5pWR7/s1600/wilhelmina.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRM_8Ww1LFMQEKdwyLe8L2AJDr3wVKwO2f-mPjxdhyphenhyphenADVJPe9Rlc6GOJ4iZnSUnK53VCO0VghDVObWjQ9vRJ0XVXf-GVvdJFhdBxDk1PLE6tshM4ztQumrmdExqaeHmYp-VmUPqcm5pWR7/s320/wilhelmina.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipftp0TJaF_M2x-v7lr5_Z153Lqlja8jSj2qCIP28bU9JNspVMGaZ8VnulRv-qFK27wlpC-5JJPMufAgdMHxP4fg4QRcVOq-TGe1k5JRBoGQ8npMLmBuO8Oci9ICB1DP0VpUuH2zoGLURH/s1600/wilhelmina3.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipftp0TJaF_M2x-v7lr5_Z153Lqlja8jSj2qCIP28bU9JNspVMGaZ8VnulRv-qFK27wlpC-5JJPMufAgdMHxP4fg4QRcVOq-TGe1k5JRBoGQ8npMLmBuO8Oci9ICB1DP0VpUuH2zoGLURH/s320/wilhelmina3.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;2. Terowongan Sasaksaat (949 m)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terowongan Sasaksaat merupakan terowongan jalur kereta api yang dibangun oleh SS (Staatsspoorwagen) antara tahun 1902-1903. Bangunan Hikmat 503 ini berada di jalur antara Purwakarta dan Padalarang di Km 143 + 144 antara Stasiun Sasaksaat dan Stasiun Maswati, membelah perbukita Cidepong di Kampung Sasaksaat Desa Sumurbandung, Kecamatan Cipatat, Kabupaten Bandung Barat. Didalam terowongan sepanjang 949 m ini terdapat 35 sleko terdiri dari 17 kiri dan 18 kanan dari arah Stasiun Sasaksaat. Terowongan yang terletak di Daerah Operasi II Bandung merupakan terowongan kereta api yang padat lalu lintas, setiap harinya ada 44 Kereta api yang melintas secara reguler. Jalur yang lengkung ketika akan memasuki terowongan baik dari arah Stasiun Sasaksaat dan stasiun Maswati maka jalan relnya diberi rel paksa (gongsol). Banyaknya kereta api yang melintas memerlukan penjagaan khusus di terowongan sehingga di kedua ujung terowongan terdapat gardu jaga untuk JPTw (Juru Periksa Terowongan).&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXnZPg-crXmsj0wntOPqb3MWoi0o1AcARQEwadLDkoj1yrr0O_rWFk-UjLIF8uaM6wipUbD2Eig6tty05Kuh0c1JcuiDmz8nSiheZzWM3Mbt6XD7ZPcETL2m6bQIT8PnHwmZcMVxe0Zpi1/s1600/sasaksaat.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiXnZPg-crXmsj0wntOPqb3MWoi0o1AcARQEwadLDkoj1yrr0O_rWFk-UjLIF8uaM6wipUbD2Eig6tty05Kuh0c1JcuiDmz8nSiheZzWM3Mbt6XD7ZPcETL2m6bQIT8PnHwmZcMVxe0Zpi1/s320/sasaksaat.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;3. Terowongan Sawahlunto (835 m)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terowongan Sawahlunto terletak di antara stasiun Muara Kalaban dan Sawahlunto, Sumatera Barat. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 827 m dikenal juga dengan sebutan Lubang Kalam.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCYLj8WBL-W15PXEEDe6BpfDX4RyNt25EBPMGn2G5jykhrzBi13qSnGHCpxALEhmFteRvJj9o3WovlqF7vY1wCbxgGO9ugK7p_HJuXpq2hNPZJyjwQd8cDeS0fDY9toVCN6vO203yL6z02/s1600/sawahlunto.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiCYLj8WBL-W15PXEEDe6BpfDX4RyNt25EBPMGn2G5jykhrzBi13qSnGHCpxALEhmFteRvJj9o3WovlqF7vY1wCbxgGO9ugK7p_HJuXpq2hNPZJyjwQd8cDeS0fDY9toVCN6vO203yL6z02/s320/sawahlunto.jpg&quot; width=&quot;240&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;4. Terowongan Eka Bakti Karya (760 m)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terowongan ini terletak di Sumberpucung, malang. Lima kilometer setelah stasiun Sumberpucung. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 760 m dan juga terdapat terowongan Dwi Bhakti Karya dengan panjang 400 m. Disebelah terowongan ini terdapat Bendungan Ir. Sutami.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLbO9-iAY99PIvv2tWxEID3eHz9JAKPhO7m0HVNr7XRq4FZ_gFlueyXbUx_ewTYU0_g3lWkWSB2CQh3uLCyG_pIWFclMDKD7Lo6kAlr3cjPo3MA2cTHnJE5qW0N2MhgRBZQGI8CjU4HDTp/s1600/ekabaktikarya.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgLbO9-iAY99PIvv2tWxEID3eHz9JAKPhO7m0HVNr7XRq4FZ_gFlueyXbUx_ewTYU0_g3lWkWSB2CQh3uLCyG_pIWFclMDKD7Lo6kAlr3cjPo3MA2cTHnJE5qW0N2MhgRBZQGI8CjU4HDTp/s320/ekabaktikarya.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt;5. Terowongan Mrawan (690 m)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terletak disebelah Barat Stasiun Mrawan, Kalibaru, Banyuwangi. Terowongan ini memiliki panjang sekitar 690 m dan dibangun pada tahun 1901.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMElS_LLM16EkYYT5MQviZxS-KwCyMMn-64wX6Z3_CJRxlgzZUR9ouYWBBoYD6kiZ0rHflSiEx1_TIVDsuq4MOZyNyEv15cHbDa33XGtmIEQGq4E18W2KOnY_voA7me-4FLdavHDor50p8/s1600/mrawan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhMElS_LLM16EkYYT5MQviZxS-KwCyMMn-64wX6Z3_CJRxlgzZUR9ouYWBBoYD6kiZ0rHflSiEx1_TIVDsuq4MOZyNyEv15cHbDa33XGtmIEQGq4E18W2KOnY_voA7me-4FLdavHDor50p8/s320/mrawan.jpg&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;&lt;b&gt; 6. Terowongan Lampegan (687 m)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Terowongan ini terletak di Kec. Cibeber, perbatasan Kab. Cianjur dan  Kab. Sukabumi. Pada tanggal 8 Februari 2001, terowongan ini runtuh,  namun saat ini terowongan yang memiliki panjang sekitar 687 m ini telah  direnovasi.&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxFzrJ4wil9s7MsoY2cm0sjO5Idsg8p7oyQS-B_ghWE1XuWJEzhW8S8EH5iNzlSdiiy9zz6vWEwyRR8L7WRkqITLTsDiuXxJU8O76XdgR9gxgXQ8V4vzbylZLFR1iyGovcSSRkjls1L9OI/s1600/lampegan.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgxFzrJ4wil9s7MsoY2cm0sjO5Idsg8p7oyQS-B_ghWE1XuWJEzhW8S8EH5iNzlSdiiy9zz6vWEwyRR8L7WRkqITLTsDiuXxJU8O76XdgR9gxgXQ8V4vzbylZLFR1iyGovcSSRkjls1L9OI/s320/lampegan.jpg&quot; width=&quot;256&quot; /&gt;&lt;/a&gt; &lt;/div&gt;&lt;b&gt;7. Terowongan Kupitan (600 m)&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
Berada di wilayah DAOP II Sumbar antara Muarakalaban dan Padang Sibusuak, Terowongan ini memiliki panjang kurang lebih 600 m.</description><link>http://weryoe.blogspot.com/2011/03/7-terowongan-kereta-api-terpanjang-di.html</link><author>noreply@blogger.com (weryoe)</author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhRM_8Ww1LFMQEKdwyLe8L2AJDr3wVKwO2f-mPjxdhyphenhyphenADVJPe9Rlc6GOJ4iZnSUnK53VCO0VghDVObWjQ9vRJ0XVXf-GVvdJFhdBxDk1PLE6tshM4ztQumrmdExqaeHmYp-VmUPqcm5pWR7/s72-c/wilhelmina.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></item></channel></rss>