<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Wisata Hati</title>
	<atom:link href="https://rudhidayat.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://rudhidayat.wordpress.com</link>
	<description>Jelajahi lubuk hati yang terdalam dan temukan arti dari sebuah kehidupan, warnai jiwa dengan kerohanian dan temukan kaidahnya yang terkandung didalamnya. </description>
	<lastBuildDate>Tue, 22 Mar 2016 12:57:39 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">24169931</site><cloud domain="rudhidayat.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/37d514dede7026e77e76d175e87c18fb321fb333903ae2f114eb48415e7159a8?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fwebclip.png</url>
		<title>Wisata Hati</title>
		<link>https://rudhidayat.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://rudhidayat.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="Wisata Hati" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://rudhidayat.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>yes</itunes:explicit><copyright>Wisata Hati</copyright><itunes:keywords>Religious</itunes:keywords><itunes:summary>Meaning of a life in order to live.</itunes:summary><itunes:subtitle>The Value of Life</itunes:subtitle><itunes:category text="Religion &amp; Spirituality"><itunes:category text="Islam"/></itunes:category><itunes:author>Jakarunggara</itunes:author><itunes:owner><itunes:email>rudhidayat@gmail.com</itunes:email><itunes:name>Jakarunggara</itunes:name></itunes:owner><item>
		<title>“Dalam Islam kita senantiasa untik berfikir”</title>
		<link>https://rudhidayat.wordpress.com/2016/03/22/dalam-islam-kita-senantiasa-untik-berfikir/</link>
					<comments>https://rudhidayat.wordpress.com/2016/03/22/dalam-islam-kita-senantiasa-untik-berfikir/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Tue, 22 Mar 2016 12:44:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Alqur-an]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rudhidayat.wordpress.com/?p=589</guid>

					<description><![CDATA[Kita harus bersyukur karena telah dipilih oleh Allah SWT sebagai orang muslim, sebab agama Islam adalah agama yang paling istimewa dibanding dengan agama lainnya. Sebab tidak ada satu agamapun yang memerintahkan penganutnya untuk berfikir selain dari Islam. Maka ketika lihat di dalam Al Qur&#8217;an perintah untuk berfikir terdapat berulang-ulang dimana memerintahkan kepada kita untuk berfikir [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://i0.wp.com/rudhidayat.files.wordpress.com/2016/03/tawadhu.jpg?w=528"><img class="  alignleft" title="tawadhu.jpg" src="https://i0.wp.com/rudhidayat.files.wordpress.com/2016/03/tawadhu.jpg?w=528?w=419" alt="image" width="274" height="207" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Kita harus bersyukur karena telah dipilih oleh Allah SWT sebagai orang muslim, sebab agama Islam adalah agama yang paling istimewa dibanding dengan agama lainnya. Sebab tidak ada satu agamapun yang memerintahkan penganutnya untuk berfikir selain dari Islam. Maka ketika lihat di dalam Al Qur&#8217;an perintah untuk berfikir terdapat berulang-ulang dimana memerintahkan kepada kita untuk berfikir siapa diri kita sesungguhnya dan juga berfikir siapa pencipta kita. Tatkala kita menyadari siapa diri kita dan siapa pencipta kita maka akan muncul keselarasan antara hati, pikiran dan ucapan untuk mengucap dua kalimat syahadat. Kita ini adalah umat yang terakhir dan umat yang berbeda dengan umat-umat yang lainnya. Dimana letak perbedaannya yakni Al Qur&#8217;an sebagai petunjuk kehidupan umat Islam. Allah SWT juga memberikan mukjizat, begitu juga dengan umat Islam. Allah SWT juga memberikan mukjizat kepada kita semua hanya saja bedanya mukjizat kita dengan umat lainnya dimana banyak sekali mukjizat yang Allah SWT berikan kepada umat Islam melalui nabi-nabi terdahulu seperti, kemampuan Nabi Musa membelah lautan dengan tongkatnya, kemudian Nabi Ibrahim yang tidak mampu dibakar oleh api dan juga Nabi Isa yang mampu menghidupkan kembali orang yang telah mati, dan mengatakan siapa yang telah membunuhnya&#8230;..(bersambung)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rudhidayat.wordpress.com/2016/03/22/dalam-islam-kita-senantiasa-untik-berfikir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">589</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e7142f4984739689002fa3e7e870cc64d7b794e29d3dd7d90564194c2194b666?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">rudhidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="http://i0.wp.com/rudhidayat.files.wordpress.com/2016/03/tawadhu.jpg?w=528?w=419">
			<media:title type="html">tawadhu.jpg</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>rudhidayat@gmail.com (Jakarunggara)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>” TOLAK LGBT “</title>
		<link>https://rudhidayat.wordpress.com/2016/03/17/556/</link>
					<comments>https://rudhidayat.wordpress.com/2016/03/17/556/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 17 Mar 2016 13:58:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Alqur-an]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Humanity]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rudhidayat.wordpress.com/?p=556</guid>

					<description><![CDATA[MENOLAK GERAKAN LGBT. Allah SWT berfirman &#8221; Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing didalam kemabukan (kesesatan). &#8220;Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik kebawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras. ( Al-Hijir: 72-74). Saat ini masyarakat ramai membicarakan tentang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><img data-attachment-id="555" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/lgbt/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.jpg" data-orig-size="768,542" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="LGBT" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.jpg?w=604" class="  wp-image-555 alignleft" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.jpg?w=214&#038;h=151" alt="LGBT" width="214" height="151" srcset="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.jpg?w=214&amp;h=151 214w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.jpg?w=428&amp;h=302 428w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.jpg?w=150&amp;h=106 150w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.jpg?w=300&amp;h=212 300w" sizes="(max-width: 214px) 100vw, 214px" /><strong><span style="color:#ff0000;">MENOLAK GERAKAN LGBT</span></strong>.<em> Allah SWT berfirman &#8221; Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing didalam kemabukan (kesesatan). &#8220;Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik kebawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.</em> ( Al-Hijir: 72-74).</p>
<p style="text-align:justify;">Saat ini masyarakat ramai membicarakan tentang bahaya gerakan LGBT <em>( Lesbian, Gay, Biseksual dan Trans-Gender )</em>. Sebenarnya pembicaraan ini sudah sejk dari dahulu ada dalam ajaran agama sehingga ketika orang bertanya pandangan Islam tentang masalah ini jawabannya adalah sangat jelas dan tegas, tanpa keraguan &#8220;LGBT adalah perbuatan haram yang harus ditolak, sedangkan gerakan legalisasi LGBT wajib ditentang atau diberantas hingga ke akar-akarnya&#8221;. Jika kaum muslimin tidak mengikuti bimbingan  Islam maka dikhawatirkan yang akan terjadi adalah Adzab, kemurkaan Allah SWT sebagaimana pernah terjadi pada ummat terdahulu (Jaman Nabi Luth AS)<br />
<span id="more-556"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Al Qur-an telah memperingatkan <em>&#8221; Dan peliharalah dirimu daripada siksaan yang tidak khusus menimpa orang-orang yang zalim saja di antara kamu. Dan ketahuilah bahwa Allah amat keras siksaan-Nya. (Al Anfaal ; 25)</em></p>
<p style="text-align:justify;"><img data-attachment-id="581" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2016/03/17/556/lgbt-2/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.png" data-orig-size="290,174" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="LGBT" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.png?w=290" class="  wp-image-581 alignleft" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.png?w=160&#038;h=96" alt="LGBT" width="160" height="96" srcset="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.png?w=160&amp;h=96 160w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.png?w=150&amp;h=90 150w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.png 290w" sizes="(max-width: 160px) 100vw, 160px" /><strong>BISA SEMBUH DAN ANCAMAN KERAS</strong>. Para ahli kejiwaan umumnya menyatakan bahwa para pengidap LGBT ini adalah orang yang sakit jiwa, diantaranya menurut Dr.dr. Taufiq Pasiak, M.Kes, N.Pd.I. LGBT adalah disorientasi seksual yang disebabkan oleh pola asuh, pergaulan, pendidikan dan aspek-aspek lingkungan yang berhasil mengubah struktur otak. Bukan oleh faktor genetika (keturunan, atau bawaan lahir). orang-orang ini menderita problem kejiwaan dalam hal orientasi seksual. Itu sebabnya mereka harus diterapi dan dibantu untuk sembuh. Dalam pandangan agama , kaum LGBT iini sesungguhnya orang-orang yang kosong dari keimanan takdir Allah&#8230;.Mereka menolak realita lahir sebagai laki-laki atau sebagai perempuan dan menginginkan diri tampil sebagai yang sebaliknya. ini sama halnya dengan orang yang menolak terlahir dari ibunya dan ingin lahir dari ibu orang lain. Lingkungan mereka memberi ruang mereka tumbuh dalam penolakan terhadap takdir. Mereka menolak karunia hidup yang berdasarkan fitrahnya, lama kelamaan menjadi penyakit hati dalam bentuk <em>su-udzon billah (berburuk sangka terhadap Allah) </em>yang sulit diobati. Al Qur-an menjelaskan dalam beberapa ayat kisah tentang Nabi Luth Alaihis Salaam dan berupa memperbaiki masyarakat yang terkena penyakit mental ini. Beliau bekerja keras mendakwahi mereka secara sungguh-sungguh. Sampai-sampai Beliau menawarkan anak-anak Beliau yang perempuan untuk dinikahi oleh laki-laki homo itu. namun mereka menolak tawaran Nabi Luth dan memaksa Nabi Luth menyarahkan tamu-tamunya yang laki-laki. Pada saat itulah datang azab Allah kepada paa pendosa itu. Mereka berkata: <em>&#8221; Dan bukankah kami telah melarangmu dari (melindungi) manusia ? Luth berkata: &#8221; Inilah puteri-puteriku (kawinlah dengan mereka). Jika kamu hendak berbuat (secara yang halal).</em> &#8221; Allah berfirman:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Demi umurmu (Muhammad), sesungguhnya mereka terombang-ambing didalam kemabukan (kesesatan). &#8220;Maka mereka dibinasakan oleh suara keras yang mengguntur, ketika matahari akan terbit. Maka Kami jadikan bagian atas kota itu terbalik kebawah dan Kami hujani mereka dengan batu dari tanah yang keras.</em> ( Al-Hijir: 72-74).</p>
<p style="text-align:justify;">Karena penyakit LGBT ini merupakan problem kejiwaan, maka obat yang paling manjur bagi pelaku LGBT adalah Iman kepada Allah, bertaubat kembali ke jalan fitrah yang lurus dengan menjalani syariat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam&#8230;. Maka solusi Islam terhadap persoalan LGBT adalah mendakwahi mereka dengan sungguh-sungguh agar kembali beriman pada takdir Allah&#8230;. Dakwah ini harus bersifat massif. Pemerntah seharusnya membuat regulasi yang melarang kehidupan LGBT dan melarang komunitas-komunitas gerakan mereka. Sementara itu orang tua dan keluarga yang bersangkutan jangan memberi peluang tumbuhnya kebiasaan buruk ini dengan menanamkan nilai-nilai ajaran agama kepada mereka. Firman Allah:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Dan (Kami juga telah mengutus) Luth(kepada kaumnya). (Ingatlah) tatkala dia berkata kepada mereka: &#8220;Mengapa kamu mengerjakan perbuatan faahisyah itu, yang belum pernah dikerjakan oleh seorangoun (di dunia ini) sebelummu? &#8221; Sesungguhnya kamu mendatangi lelaki untuk melepaskan nafsumu (kepada mereka), bukan kepada wanita, malah kamu ini adalah kaum yang melampaui batas. (Al aa&#8217;raaf: 80-82).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>BAHAYA MISI GERAKAN LGBT</strong>. Perbuatan kaum lesbian, homo, biseksual dan semacamnya sangat jauh dari fitrah kemanusiaan karena binatang yang tak berakal sekali pun ternyata tidak melakukan hal itu. Manusia yang memilih perilaku menyimpang tidak lagi pantas mengaku sebagai manusia. Karena itu LGBT merupakan penyakit masyarakat yang sangat parah, pelaku-pelakunya lebih buruk dari pelaku perbuatan maksiat lainnya. Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wa Sallam, telah menjelaskan:</p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sahabat Ibnu Abbas Rodhiyallahu Anhu berkata, bahwa Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam telah bersabda &#8221; Allah tidal akan melihat (meridhoi)orang yang bersetubuh dengan sesama jenis(homoseks atau lesbian), atau mengumpuli istrinya dari liang dubur&#8221; (HR Timidzi Nasai, Ibnu Hibban dalam kitab Shahihnya).</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Sahabat Ibnu Abbas Rodhiyallahu Anhu berkata, bahwa Rasulullah Shollallahu Alaihi Wa Sallam telah bersabda &#8221; Allah melaknati orang yang menyembelih binatang dengan menyebut nama selain nama Allah, melaknati orang yang menguasai sesuatu yang bukan dalam kekuasaannya, dan melaknati orang yang berbuat seperti kaum luth (homoseks)&#8221; (HR Ibni Hibban dalam kitab Shahih nya, dan Baihaqi).</em></p>
<p style="text-align:justify;">Al Qur-an menjelaskan pula bahwa kaum LGBT ini ketika cemburu atau marah tingkat agresifitas sangat tinggi. Hal ini digambarkan dalam kisah Nabi Luth.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dan tatkala datang utusan-utusan Kami (para malaikat) itu kepada luth, dia merasa susah dan merasa sempit dadanya karena kedatangan mereka  dan dia berkata &#8221; Ini adalah hari yang amat sulit. Dan datanglah kepada kaumnya dengan bergegas-gegas. Dan sejak dahulu mereka selalu melakukan perbuatan-perbuatan yang keji. Luth berkata &#8221; Hai kaumku, inilah putri-putriku, mereka lebih suci bagimu, maka bertakwalah kepada Allah dan janganlah kamu mencemarkan (nama)ku terhadap tamuku ini. Tidak adakah diantaramu seorang yang berakal.&#8221; Meraka menjawab : &#8221; Sesungguhnya kamu telah tahu bahwa kami tidak mempunyai keinginan terhadap putri-putrimu, dan sesungguhnya kamu tentu mengetahui apa yang sebenarnya kami kehendaki.&#8221; (Hud: 78-79).</em></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rudhidayat.wordpress.com/2016/03/17/556/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">556</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e7142f4984739689002fa3e7e870cc64d7b794e29d3dd7d90564194c2194b666?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">rudhidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.jpg">
			<media:title type="html">LGBT</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2016/03/lgbt.png">
			<media:title type="html">LGBT</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>rudhidayat@gmail.com (Jakarunggara)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>” Bersikap Tegar dan Teguh “</title>
		<link>https://rudhidayat.wordpress.com/2016/03/16/bersikap-tegar-dan-teguh/</link>
					<comments>https://rudhidayat.wordpress.com/2016/03/16/bersikap-tegar-dan-teguh/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Wed, 16 Mar 2016 17:40:41 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humanity]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rudhidayat.wordpress.com/?p=470</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Allah meneguhkan iman orang-orang mu&#8217;min dengan ucapan yang teguh (kalimat tauhid) dalam kehidupan dunia dan akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim . Dan Allah memperbuat apa saja yang dikehendaki-Nya &#8220;( Ibrahim :27)]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">&#8220;Allah meneguhkan iman orang-orang mu&#8217;min dengan ucapan yang teguh (kalimat tauhid) dalam kehidupan dunia dan akhirat, dan Allah menyesatkan orang-orang yang zhalim . Dan Allah memperbuat apa saja yang dikehendaki-Nya &#8220;( Ibrahim :27)</p>
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rudhidayat.wordpress.com/2016/03/16/bersikap-tegar-dan-teguh/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">470</post-id>	<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e7142f4984739689002fa3e7e870cc64d7b794e29d3dd7d90564194c2194b666?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">rudhidayat</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>rudhidayat@gmail.com (Jakarunggara)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>“Nabi Mengajarkan Bekerja”</title>
		<link>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/06/22/nabi-mengajarkan-bekerja/</link>
					<comments>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/06/22/nabi-mengajarkan-bekerja/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 23 Jun 2012 03:30:01 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Suri Tauladan]]></category>
		<category><![CDATA[Uswatun Hasanah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rudhidayat.wordpress.com/?p=531</guid>

					<description><![CDATA[Dalam berdakwah, Rasulullah SAW tidak sekedar berwacana, tetapi juga mempraktekan atau mengamalkannya. Karena itulah, beliau adalah uswatun hasanah, teladan yang terbaik. Islam adalah aqidah, syari’ah dan amaliah. Dan amal meliputi ibadah, ketaatan serta kegiatan dalam usaha mencari rizqi, mengembangkan produktivitas demi mencapai kemakmuran. Agama Islam tidak menghendaki pemeluknya menjadi orang yang malas dan memandang bahwa [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/06/22/nabi-mengajarkan-bekerja/kerja/" rel="attachment wp-att-534"><img loading="lazy" data-attachment-id="534" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/06/22/nabi-mengajarkan-bekerja/kerja/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/kerja.jpg" data-orig-size="225,225" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="kerja" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/kerja.jpg?w=225" class="alignleft  wp-image-534" title="kerja" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/kerja.jpg?w=166&#038;h=148" alt="" width="166" height="148" /></a>Dalam berdakwah, Rasulullah SAW tidak sekedar berwacana, tetapi juga mempraktekan atau mengamalkannya. Karena itulah, beliau adalah <em>uswatun hasanah, </em>teladan yang terbaik. Islam adalah aqidah, syari’ah dan amaliah. Dan amal meliputi ibadah, ketaatan serta kegiatan dalam usaha mencari rizqi, mengembangkan produktivitas demi mencapai kemakmuran. Agama Islam tidak menghendaki pemeluknya menjadi orang yang malas dan memandang bahwa bekerja adalah perbuatan yang jelek dan hanya mendatangkan kesusahan belaka. Bahagia dan nikmat Allah juga ada dalam bekerja. Rasulullah SAW telah meneladankan hidup dengan bekerja secara tekun. Tidak saja setelah beliau diangkat menjadi Nabi, tetapi jauh sebelumnya beliau telah memberikan contoh kepada sekelilingnya bahwa, meski hidup miskin dan yatim piatu, seseorang harus menghargai dirinya sendiri dengan cara bekerja, sehingga tidak menjadi tanggungan orang lain. Pada masa kecil dan masa mudanya, Rasulullah SAW bekerja mengembalakan kambing milik Bani Sa’id bersama saudara sepersusuannya. Kemudian menembalakan kambing milik penduduk Mekkah dengan upah tertentu, dan juga mengembalakan kambing diluar Mekkah.<span id="more-531"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Rasulullah SAW bersabda :” tidak ada seorang nabi yang tidak mengembalakan kambing.” Karena penasaran, ada seorang sahabat yang bertanya.”Engkau juga , Wahai Rasulullah ?” Beliau menjawab .”Ya, aku juga.” Ketika menjelang aqil baligh, Rasulullah diajak pamannya, Abu Thalib berdagang ke negeri Syam. Ketika telah menjadi pemuda yang kuat, beliau kembali berdagang. Kali itu beliau bekerja kepada Sayyidah Khadijah RA, seorang wanita mulia sekaligus pedagang yang suka memberikan kesempatan kepada orang-orang untuk menjualkan dagangannya dengan memberikan bagian keuntungan yang menarik kepada mereka. Ketika Khadijah mendengar kejujuran pemuda Muhammad serta sifat yang sangat amanah dan mulia budi pekertinya, ia menawarkan dagangannya kepada beliau untuk pergi ke Syam dengan memberikan bagian keuntungan yang lebih besar daripada yang lainnya. kepada baliau juga diberikan fasilitas, dibantu seorang budak perempuan, Maysarah. Kesuksesan berdagang ke Syam tidak saja membawa keberuntungan materiil bagi Muhammad SAW, tetapi juga keberuntungan bathiniyah. Sebab akhirnya Khadijah tertarik kepada dirinya dan kemudian ia menjadi suami juragannya itu. Jadi Nabi memberikan contoh bahwa etika bekerja yang baik dan benar tidak saja membawa keberuntungan materiil tapi juga keuntungan bathiniyah.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam mendidik pengikutnya agar cinta bekerja serta menghargai pekerjaan sebagai kewajiban dalam kehidupannya. Dia mengambil kemanfaatan dari kehidupan dan juga kemanfaatan dari masyarakat, maka sudah sepantasnya dia memberikan imbalanterhadapa apa yang diambilnya untuk ikut berprestasi di dalam pembangunan kehidupan dan kesejahteraan bagi masyarakat. Islam, lewat nabinya, menganjurkan bekerja. Selain menguatkan tubuh, bekerja juga merupakan latihan kesabaran, ketekunan, keterampilan, kejujuran dan pendayagunaan pikiran. Juga mempertinggi nilai perseorangan serta masyarakat, dan memperkuat umat. Jika tidak bekerja, terhentilah perjalanan manusia dalam memperoleh nilai yang tinggi, dan tidak ada kemajuan yang dapat tercapai oleh manusia. Islam membenci pengangguran, kemalasan dan kebodohan, karena itu merupakan “maut”, yang lambat laun akan mematikan semua daya kekuatan, dan menjadi sebab kerusakan dan keburukan.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejarah membutikan, ketika bangsa Romawi condong kepada kemewahan, memperkerjakan para budak untuk melaksanakan pekerjaan mereka, dan memandang bahwa bekerja adalah perbuatan hina dan tidak sesuai dengan kedudukannya yang mulia, bahkan mereka membudayakan kemalasan serta kemewahan itu di kalangan elit meraka, akhirnya jatuhlah mereka kejurang kehancuran dan keruntuhan. Kemalasan atau tidak suka bekerja keras, adalah racun yang lambat alun akan membunuh badan dan akal….<strong>Al-Kisah.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/06/22/nabi-mengajarkan-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">531</post-id>	<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e7142f4984739689002fa3e7e870cc64d7b794e29d3dd7d90564194c2194b666?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">rudhidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/kerja.jpg">
			<media:title type="html">kerja</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>rudhidayat@gmail.com (Jakarunggara)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>“Kisah Keteladanan Nabi Ibrahim AS”</title>
		<link>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/06/08/kisah-keteladanan-nabi-ibrahim-as/</link>
					<comments>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/06/08/kisah-keteladanan-nabi-ibrahim-as/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Fri, 08 Jun 2012 20:07:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Al-Kisah]]></category>
		<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[AL-QURAN]]></category>
		<category><![CDATA[Suri Tauladan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rudhidayat.wordpress.com/?p=525</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Mengemban Amanah di Hamparan Cinta&#8221; “ Dan Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya” (QS An-Nisa’: 125) Tidak ada seorang nabi yang namanya disebut berdampingan dengan sebaik-baiknya makhluk, Nabi Muhammad SAW, kecuali Nabi Ibrahim AS, sebagaimana diucapkan dalam Shalawat Tasyahud akhir dalam shalat. Begitu pula tidak ada nabi yang maqamnya bersanding dengan rumah nan paling suci yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h2 align="center"><strong>&#8220;Mengemban Amanah di Hamparan Cinta&#8221;</strong></h2>
<p style="text-align:justify;">“ Dan<a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/06/08/kisah-keteladanan-nabi-ibrahim-as/makkah/" rel="attachment wp-att-527"><img loading="lazy" data-attachment-id="527" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/06/08/kisah-keteladanan-nabi-ibrahim-as/makkah/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/makkah.jpg" data-orig-size="259,194" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Makkah" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/makkah.jpg?w=259" class="wp-image-527 alignleft" title="Makkah" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/makkah.jpg?w=219&#038;h=168" alt="" width="219" height="168" /></a> Allah mengambil Ibrahim menjadi kesayangan-Nya” (QS An-Nisa’: 125)</p>
<p style="text-align:justify;">Tidak ada seorang nabi yang namanya disebut berdampingan dengan sebaik-baiknya makhluk, Nabi Muhammad SAW, kecuali Nabi Ibrahim AS, sebagaimana diucapkan dalam Shalawat Tasyahud akhir dalam shalat. Begitu pula tidak ada nabi yang maqamnya bersanding dengan rumah nan paling suci yang pernah diciptakan Allah SWT melainkan Nabi Ibrahin AS. Allah SWT mengangkat Nabi Ibrahim dengan suatu kedudukan yang mulia ndan sangat tinggi sebagai kekasih-Nya. Suatu kedudukan yang menjadi puncak harapan para salik, pejalan ruhani, dengan tujuan akhir mendapatkan cinta Allah SWT. Bukankah setiap manusia membayangkan dan mengangan-ngangankan untuk mendapat cinta dari Allah SWT ? Demikian harapan tertinggi setiap manusia yang diciptakan dengan kefitrahan.<span id="more-525"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam satu versi disebutkan, nama lengkapnya adalah Ibrahim bin Tarikh bin Nahur bin Sarugh bin Raghu bin Faligh bin Abir bin Syalih bin Arfakhsyadz bin Sam bin Nuh AS. Sementara ibunya bernama Buna binti Kartiba bin Kartsi, seorang wanita dari Kabilah Bani Arfakhsyadz bin Sam bin Nuh AS. Ibrahim lahir di Kaldaniyyah (Babilonia). Ketika dilahirkan, ayahnya berusia 70 tahun. Mayoritas ahli nasab. Termasuk Ibn Abbas, menyatakan nama ayah Ibrahim Tarikh. Sedangkan kalangan Ahlul Kitab mengatakan, nama bapaknya Azar. Menurut Ibn Jarir , yang benar adalah Azar, Mungkin saja ia memiliki dua nama atau gelar, yakni Azar dan Tarikh, seperti kebiasaan bangsa arab di masa lampau. Para ulama lainnya mengatakan, dalam Al-Quran “paman”terkadang disebut “ayah”. Dan Azar adalah paman bagi Ibrahim. Nabi Ibrahim adalah seorang hamba Allah SWT yang diangkat-Nya menjadi Al-Khalil, Kekasih Allah. Adalah hal yang sangat mengagumkan bahwa, setiap kali Nabi Ibrahim mendapatkan ujian hidup, ia justru menjadikan permata. Adahal yang sangat menakjubkan bahwa hatinya yang suci itu menjadi matang sejak usia dini.</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatikan dialog Ibrahim yang penuh kepolosan kepada ayahnya atau yang dikatakan sebagai ayahnya. Ibrahim berkata : “Patung apakah itu, wahai ayahku ? kedua telinganya lebih besar dari telinga kita.” Ayahnya menjawab, “Itu adalah Mardukh, tuhan para tuhan, wahai anakku. Kedua telinganya yang besar itu sebagai symbol dari kecerdasan yang luar biasa.” Ibrahim menampakan barisan giginya penuh senyum. Benaknya mengatakan, ada hal yang lucu dan aneh dari penjelasan dari sang ayah tetang sosok patung di hadapannya. Allah Ta’ala menganugrahkan daya nalar yang kuat, padahal saat itu ia baru mengijak usia tujuh tahun. Kesucian hati dan keluguan seorang anak kecil yang bernama Ibrahim ini terkandung dalam Al-Quran. Ibrahim berkata : “ Wahai ayahku mengapa engkau menyembah sesuatu yang tidak dapat mendengar, tidak melihat dan tidak dapat menolongmu sedikitpun ? Wahai ayahku, sesungguhnya telah datang kepadaku sebagian ilmu pengetahuan yang tidak datang kepadamu, maka ikutilah aku, niscaya aku akan menunjukan kepadamu jalan yang lurus. Wahai ayahku, janganlah engkau menyembah setan, sesungguhnya setan itu durhaka kepada Tuhan Yang Maha Pemurah. Wahai ayahku, sesungguhnya aku khawatir bahwa engkau akan ditimpa adzab dari Tuhan Yang Maha Pemurah, maka engkau menjadi kawan bagi setan.” (QS Maryam: 42-45).</p>
<p style="text-align:justify;">Sang ayah segera bangkit, tak kuasa lagi menahan amarahnya kepada Ibrahim. “Bencikah kamu kepada tuhan-tuhanku, hai Ibrahim ? jika kamu tidak berhenti, niscaya kamu akan aku rajam. Dan tinggalkanlah aku buat waktu yang lama.”(QS Maryam:46).</p>
<p style="text-align:justify;">Akhirnya, pertentangan itu berakibat pengusiran terhadap Nabi Ibrahim dari rumahnya ketika ia mulai beranjak dewasa, dan ia pun terancam pembunuhan dan perajaman. Meskipun demikian, sikap Nabi Ibrahim tidak pernah berubah, ia tetap menjadi anak yang baik dan nabi yang mulia. Ia berdialog pada ayahnya dengan menggunakan adab para nabi dan etika para nabi. Ketika mendengar penghinaan, pengusiran dan ancaman pembunuhan dari ayahnya, ia berkata dengan lembut. “Semoga keselamatan dilimpahkan kepadamu, aku akan meminta ampun bagimu kepada Tuhanku, sesungguhnya Dia sangat baik kepadamu. Dan aku akan menjauhkan diri darimu dan dari apa yang engkau seru selain Allah, dan aku akan berdoa kepada Tuhanku, mudah-mudahan aku tidak akan kecewa dengan berdoa kepada Tuhanku”(QS Maryam:47-48).</p>
<p style="text-align:justify;">Selanjutnya Nabi Ibrahim tetap berdakwah dijalan Allah SWT, ia mencurahkan tenaga dan upayanya untuk menbimbing kaumnya. Nabi Ibrahim berusaha menyadarkan mereka dengan berbagai cara. Meskipun ia sangat cinta dan menyanyanginya meraka, mereka malah merah dan mengusirnya. Dan tiada yang beriman bersamanya kecuali seorang wanita dan seorang pria. Wanita itu bernama Sarah, yang kemudian menjadi istrinya, sedangkan yang pria adalah Luth, yang kemudian juga menjadi Nabi. “Dan permintaan ampun dari Ibrahim (kepada Allah) untuk bapaknya, tidak lain hanyalah karena suatu janji yang telah diikrarkannya kepada bapaknya itu. Maka tatkala jelas bagi Ibrahim bahwa bapaknya itu adalah musuh Allah. Ibrahim melepas diri darinya. Sesungguhnya Ibrahim adalah serorang yang sangat lembut hatinya lagi penyantun.”(QS At-Tawbah:114).</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“ Istri untuk Suamiku……….”  </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Ibrahim keluar meninggalkan negerinya dan mulai petualangannya dalam hijrah. Nabi Ibrahim pergi ke kota yang bernama Aur dan ke kota yang lain bernama Haran, kemudian ia pergi ke Palestina bersama istrinya. Satu-satunya wanita yang beriman kepadanya, ia juga disertai Luth, satu-satunya pria yang beriman kepadanya. Allah SWT berfirman, “Maka Luth membenarkan (kenabian)nya. Dan berkatalah Ibrahim, “ Sesungguhnya aku akan berpindah ke (tempat yang diperintahkan) Tuhanku(kepadaku), sesungguhnya Dialah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.’(QS Al-Ankabut:26). Setelah ke Palestina, Nabi Ibrahim pergi ke Mesir. Selama perjalanan ini Nabi Ibrahim mengajak manusia untuk menyembah Allah SWT, ia berjuang dengan gigih, ia mengabdi dan membantu orang-orang yang tidak mampu dan orang-orang yang lemah. Ia menegakkan keadilan ditengah-tengah manusia dan menunjukan kepada mereka jalan yang benar.</p>
<p style="text-align:justify;">Istri Nabi Ibrahim, Sarah, tidak melahirkan ia dengan realistis melihat bahwa ia dan suaminya tidak akan mempunyai anak. Ia berpikir bagaimana seandainya wanita muda, pembantu yang ia terima dari raja Mesir, menjadi istri kedua suaminya. Sarah mengajukan wanita Mesir yang bernama Hajar itu kepada suaminya untuk menjadi ibu anak-anak Nabi Ibrahim. Ia berkata kepada Nabi Ibrahim AS,” Sesungguhnya Tuhan telah meniadakan anak dariku untukmu, maka menikahlah dengan Hajar, mudah-mudahan mel;alui perantara dia Allah mengaruniakan anak untuk kita.” Akhirnya Nabi Ibrahim menikahi Hajar. Dari pernikahan itu Hajar melahirkan anak yang pertama yang dinamai Ismail. Para ahli sejarah mengemukakan, sebagaimana diriwayatkan Ibn Katsir, Hajar melahirkan Ismail ketika Nabi Ibrahim berusia 86 tahun, tiga tahun sebelum melahirkan Ishaq dari rahim Sarah.</p>
<p style="text-align:justify;">Kisah keluarga Ibrahim ini menunjukan tingka cinta yang begitu tinggi yang dicapai seorang musafir dijalan Allah SWT. Dalam diri seorang pecinta akan selalu timbul hasrat, rasa tunduk dan rasa ingin menambah cintanya. Demikian cintanya Nabi Ibrahim, yang setiap kali melalui perjalanan cintanya kepada Allah Ta’ala pun meningkat. Cinta seorang istri bernama Sarah, yang rela berbagi kasih. Dan cinta seorang Hajar, yang menjadi istri kedua seorang lelaki tua. Inilah petualangan Nabi Ibrahim. “ Sesungguhnya cinta yang sejati adalah cinta segitiga, cinta yang melibatlkan engkau dan pasanganmu dengan Tuhan.” Demikian seorang sufi berkata. Beserta istri dan anaknya yang masih bayi, Nabi Ibrahim melakukan perjalanan panjang dari Mesir menuju suatu lembah yang belum dikenalnya. Ketiganya melewati hamparan gurun dan gunung selama berhari-hari. Sesampai dilembah itu. Nabi Ibrahim meninggalkan dua manusia yang amat dicintainya disan. Mereka hanya dibekali makanan dan sedikit air yang tidak cukup untuk dua hari. Hajar memahami bahwa suaminya tidak bersikap seperti demikian kecuali mendapat perintah dari Allah SWT. Kemudian ia bertanya:”Apakah Allah SWT memerintahkan yang demikian itu ?” Nabi Ibrahim menjawab: “Benar”. Istri yang beriman itu berkata: “Kalau begitu kami tidak akan disia-siakan.” Nabi Ibrahim menuju sebuah bukit, lalu mengangkat kedua tangannya,”Ya Tuhan kami, sesungguhnya aku telah menempatkan sebagian keturunanku dilembah yang tidak mempunyai tanam-tanaman di dekat rumah-Mu (Baitullah) yang dihormati.”(QS Ibrahim:37). Ismail ditinggalkan bersama ibunya ditempat ini, Ismail-lah kelak yang akan bertanggung jawab bersama ayahnya dalam pembangunan Ka’bah dan meletakan jejak ritus haji. Hikmah lain dengan didirikannya suatu bangunan di lembah itu, menjadikan seluruh umat Nabi Muhammad SAW menghadapkan diri dan wajahnya menuju Baitullah saat shalat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“ Ujian Berat….”</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika Ismail menjelang remaja, Nabi Ibrahim kembali, Nabi Ibrahim menaruh kasih sayang dan perhatian yang amat besar padanya. Lalu Allah SWT mengujinya, Allah SWT mengisahkan ujian tersebut dalam firman-Nya.” Dan Ibrahim berkata:”Sesungguhnya aku pergi menghadap Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku, Ya Tuhanku, anugerahkan kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang shalih.’ Maka Kami beri dia kabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar. Maka tatkala anak itu sampai (pada umur sanggup) berusaha bersama-sama Ibrahim, Ibrahim berkata,”Hai anakku, sesungguhnya aku me;lihat dalam mimpi bahwa aku menyembelihmu. Maka pikirkanlah apa pendapatmu !’ Ia menjawab,” Hai bapakku, kerjakanlah apa yang diperintahkan kepadamu, Insya Allah, Ayah akan mendapatku termasuk orang-orang yang sabar.’ Tatkala keduanya telah berserah diri dan Ibrahim membaringkan anaknya atas pelipisnya, (nyatalah kesabaran keduanya). Dan Kami panggilah dia.” Hai Ibrahim, sesungguhnya engkau telah membenarkan mimpi itu, sesungguhnya demikianlah Kami memberikan balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ini benar-benar suatu ujian yang nyata. Dan kami tebus anak itu dengan seekor sembilahan yang besar.” Kami abadikan untuk Ibrahim itu (pujian yang baik) di kalangan oran-orang yang datang kemudian (yaitu): kesejahteraan dilimp[ahkan atas Ibrahim. Demikianlah Kami memberi balasan kepada orang-orang yang berbuat baik. Sesungguhnya ia termasuk hamba-hamba Kami yang beriman.”(QS Ash-Shaffat:99-111).</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatikan, bagaimana Allah SWT  menguji hamba-hamba-Nya. Renungkanlah bentuk ujian tersebut. Ibrahim seorang nabi yang hatinya adalah hati yang paling lembut dan paling penyayang dimuka bumi. Hatinya penuh dengan cinta kepada Allah SWT dan cinta pada makhluk-Nya. Nabi Ibrahim mendapatkan anak saat ia menginjak usia senja, padahal sebelumnya ia tidak membayangkan akan memperoleh karunia seorang anak. Nabi Ibrahim diuji dengan ujian yang sangat berat. Ujian yang langsung dengan emosi kebapakan yang penuh dengan cinta dan kasih sayang. Sebagai pecinta sejati, Nabi Ibrahim tidak merasakan kegelisahan dari mimpi tersebut. Ia tidak “menggugat” perintah Allah SWT itu. Nabi Ibrahim adalah penghulu para pecinta. Nabi Ibrahim berpikir tentang apa yang harus dikatakan kepada anaknya ketika ia menidurkannya diatas tanah untuk kemudian menyembelihnya. Lebih baik baginya untuk memberitahukan anaknya dan itu lebih menenangkan hati daripada memaksakan untuk menyembelih.</p>
<p style="text-align:justify;">Perhatikan bagaimana kasih sayang Nabi Ibrahim dalam menyampaikan perintah kepada anaknya. Ia menyerahkan urusan itu kepada anaknya, apakah anaknya akan menaati perintah tersebut. Bukankah perintah tersebut adalah perintah dari Tuhannya ? Isamail menjawab sama dengan jawaban dari ayahnya itu bahwa perintah itu dating dari Allah SWT, yang karenanya si ayah harus segera melaksanakannya.. Perhatikan jawaban si anak. Ia mengetahui bahwa ia akan disembelih sebagai ketundukan dan menjaga amanah Tuhan, namun ia justru menenangkan hati ayahnya bahwa dirinya akan bersabar. Itulah puncak kesabaran. Nabi Ibrahim merasa tenang ketika mendapati anaknya ‘menantangnya’ untuk menunjukan kecintaannya kepada Allah SWT. Selepas peristiwa yang begitu dahsyat itu, Nabi Ibrahim meninggalkan anak dan istrinya di lembah Makkah. Ia kembali berhijrah ke tanah Kaidanin, tempat kelahirannya di Irak, melalui Yordania, dan tinggal di negeri Kan’an.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>“Kabar Gembira…..”</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Nabi Ibrahim duduk diluar kemahnya memikirkan anaknya Ismail dan kisah mimpinya serta tentang tebusan dari Allah SWT berupa qurban yang besar. Hatinya penuh dengan gelora cinta. Ia tidak mampu menghitung pujian yang harus ditujukan kepada Tuhan. Matanya berlinang air mata, sebagai bukti rasa terima kasih dan syukurnya kepada Allah SWT. Nabi Ibrahim mengingat Isamil dan mulai rindu kepadanya yang nun jauh disana. Dalam situasi seperti itu, turunlah Malaikat Jibril, Israfil dan Mikail ke bumi. Mereka berubah wujud menjadi manusia yang tampan. Mereka memeggang misi dan tugas khusus. Mereka berjalan di depan Nabi Ibrahim dan menyampaikan berita gembira kepadanya, kemudian mereka mengunjungi kaum Nabi Luth dan memberikan hukuman atas kejahatan kaumnya. Melihat wajah-wajah yang bersinar itu, Nabi Ibrahim tercengang dan mengangkat kepalanya. Ia tidak mengenali mereka. Mereka mengawali mengucapkan salam dan Nabi Ibrahim membalas salam mereka. Nabi Ibrahim bangkit dari tempatnya dan menyambut mereka, ia mempersilahkan mereka masuk kedalam rumahnya dan mempersilahkan duduk. Lalu ia meminta izin pada mereka untuk keluar dan menemui istrinya. Sarah istrinya, bangun ketika Nabi Ibrahim masuk menemuinya. Saat itu Sarah sudah mulai tua dan rambutnya mulai memutih. Menyambut kedatangan ketiga tamu itu, Ibrahim dan istrinya, menyembelih seekor kambing yang besar. Kemudian disiapkanlah makanan. Setelah siap Nabi Ibrahim mempesilahkan tamu-tamunya untuk makan. Istrinya membantu melayani mereka dengan penuh hormat. Nabi Ibrahim mulai mengawali makan agar para tamunya juga turut makan. Namun mereka tidak ingin menikamati suguhan itu. Salah seorang Malaikat memberi kabar gembira tentang kelahiran Ishaq dari rahim Sarah. Dengan penuh keheranan Sarah berkata :’ Sungguh mengherankan, apakah aku akan melahirkan seorang anak padahal aku seorang perempuan tua, dan ini suamiku pun dalam keadaan yang sangat tua pula.?”(QS Hud:72). Belum terucap sebuah jawaban, salah seorang Malaikat kembali berkata kepadanya.”Dan sesudah Ishaq (lahir pula) Yaqub.”(QS Hud:71).</p>
<p style="text-align:justify;">Bergeloklah berbagai perasaan dalam hati Nabi Ibrahim dan istrinya,. Ditengah-tangah berita yang cukup mengguncangkan tersebut, Nabi Ibrahim bertanya :”Apakah engkau memberi kabar gembira kepadaku padahal usiaku telah lanjut, maka dengan cara bagaimanakah (terwujudnya) berita gembira yang engkau kabarkan ini?’(QS Al-Hajr:54). Para Malaikat menjawab.”Kami menyampaikan kabar gembira kepadamu dengan benar. Maka jangan kamu termasuk orang-orang yang berputus asa (QS Al-Hajr:55). Sarah pun turut bergabung dalam pembicaraan dengan mereka. Ia bertanya dengan penuh keheranan,”Apakah aku akan melahirkan, sementara aku adalah perempuan yang sudah tua?. Sungguh hal ini sangat mengherankan.’ Para Malaikat menjawab : “ Apakah kamu merasa heran tentang ketetapan Allah? (itu adalah) rahmat Allah dan keberkatan-Nya, dicurahkan atas kamu, hai Ahlul Bayt ! Sesungguhnya Allah Maha Terpuji lagi Maha Pemurah.”(QS Hud:73).</p>
<p style="text-align:justify;">Berita gembira itu bukan sesuta yang sederhana dalam kehidupan Nabi Ibrahim dan istrinya. Nabi Ibrahim tidak mempunyai anak kecuali Ismail, yang ia tinggalkan di tempat yang jauh, di Jazirah Arab. Istrinya Sarah, selama puluhan tahun bersamanya dan tidak memberinya anak, bahkan Sarah sendiri yang menikahkan Nabi Ibrahim dengan pembantunya,Hajar. Sarah telah bersabar cukup lama hingga ia memasuki usia senja dan lupa akan kerinduannya dengan kehadiran anak. Lalu datanglah balasan Allah SWT dengan tiba-tiba yang menghapus semua ini. Hati kedunya dipenuhi dengan kasih sayang dan kedekatan. Nabi Ibrahim mengetahui bahwa ia berasa di hadapan suatu nikmat yang luar biasa, maka ia segera bersujud. Sujud seorang nabi yang telah diuji dengan berbagai ujin. Sujud seorang hamba yang tulus mengemban amanah. Sujud seorang pembangun monumen sujud diatas hamparan Lembah Makkah. Sujud seorang pemuka pecinta Tuhan, yang Tuhan pun mencintainya dengan berbagai ungkapan cinta. Allah Ta’ala menguji cinta seorang hamba-Nya dan menggantikan kesabaran dan ketulusan menjalani amanah atas ujian tersebut dengan pujian yang abadi dari-Nya,” Sesungguhnya Ibrahim adalah seorang imam yang dapat dijadikan teladan lagi patuh kepada Allah dan Hanif. Dan sekali-kali bukanlah dia termasuk orang-orang yang mempersekutukan (Tuhan). (QS An-Nahl:120). <strong>Al-Kisah.</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/06/08/kisah-keteladanan-nabi-ibrahim-as/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">525</post-id>	<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e7142f4984739689002fa3e7e870cc64d7b794e29d3dd7d90564194c2194b666?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">rudhidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/06/makkah.jpg">
			<media:title type="html">Makkah</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>rudhidayat@gmail.com (Jakarunggara)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>“Pengawetan dan Bahan Kimia yang berbahaya”</title>
		<link>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/24/pengawetan-dan-bahan-kimia-yang-berbahaya/</link>
					<comments>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/24/pengawetan-dan-bahan-kimia-yang-berbahaya/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 25 Mar 2012 05:41:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Bahan]]></category>
		<category><![CDATA[Kimia]]></category>
		<category><![CDATA[Pengawetan]]></category>
		<category><![CDATA[Pengolahan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rudhidayat.wordpress.com/?p=499</guid>

					<description><![CDATA[Waspadalah dengan segala bahan pengawet dari bahan kimia yang terkandung dalam makanan khususnya pada jajanan anak-anak yang, yang mana bahan pengawet itu salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia adalah gizi yang diperoleh dari makanan sehari-hari.  Jenis dan cara pengolahan bahan   pangan   sangat menentukan kadar gizi hasil olahan makanan tersebut. Kebutuhan pangan dan gizi keluarga  [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div>
<p style="text-align:justify;"><strong></strong><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/24/pengawetan-dan-bahan-kimia-yang-berbahaya/bahaya/" rel="attachment wp-att-500"><img loading="lazy" data-attachment-id="500" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/24/pengawetan-dan-bahan-kimia-yang-berbahaya/bahaya/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/bahaya.jpg" data-orig-size="148,111" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="bahaya" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/bahaya.jpg?w=148" class="alignleft size-full wp-image-500" title="bahaya" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/bahaya.jpg?w=604" alt=""   /></a>Waspadalah dengan segala bahan pengawet dari bahan kimia yang terkandung dalam makanan khususnya pada jajanan anak-anak yang, yang mana bahan pengawet itu salah satu faktor yang mempengaruhi kesehatan manusia adalah gizi yang diperoleh dari makanan sehari-hari.  Jenis dan cara pengolahan bahan   pangan   sangat menentukan kadar gizi hasil olahan makanan tersebut. Kebutuhan pangan dan gizi keluarga   dapat  terpenuhi   dari   ketersediaan   pangan   setempat,   daya beli yang terjangkau dan memenuhi syarat menu seimbang. Sudah diketahui  bahwa bahan pangan,  seperti  daging, ikan, telur, sayur-sayuran maupun buah,  tidak  dapat disimpan lama dalam suhu ruang Masa simpan bahan pangan dapat diperpanjang dengan disimpan pada suhu rendah; dikeringkan dengan sinar matahari atau panas buatan; dipanaskan dengan perebusan; diragikan dengan bantuan  ragi,  jamur  atau  bakteri;  dan  ditambah  bahan-bahan  kimia  seperti  garam, gula, asam dan lain-lain.</p>
<p style="text-align:justify;"><span id="more-499"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Penyimpanan bahan pangan pada suhu rendah dapat memperlambat reaksi metabolism. Selain itu dapat juga mencegah pertumbuhan mikroorganisme    penyebab kerusakan atau kebusukan bahan pangan. Cara pengaweta bahan pangan  pada  suhu rendah  dibedakan  menjadi  2 (dua)  cara  yaitu  pendinginan  dan pembekuan. Pendinginan adalah penyimpanan bahan pangan pada suhu di atas titik beku (diatas 0oC), sedangkan pembekuan dilakukan di bawah titik beku. Pendinginan  biasanya dapat memperpanjang  masa simpan bahan  pangan  selama beberapa hari atau beberapa minggu, sedangkan pembekuan dapat bertahan lebih lama sampai beberapa bulan. Pendinginan dan pembekuan masing-masing berbeda pengaruhnya terhadap rasa, tekstur, warna,nilai gizi dan sifat-sifat lainnya. Pengawetan dengan jalan pendinginan dapat dilakukan dengan penambahan es yang berfungsi  mendinginkan dengan cepat suhu 0oC, kemudian menjaga suhu selama penyimpanan. Jumlah es yang digunakan tergantung pada jumlah dan suhu bahan,  bentuk dan kondisi tempat penyimpanan,  serta penyimpanan atau panjang perjalanan selama pengangkutan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bahan pangan yang diawetkan dengan cara pendinginan tidak mengalami perubahan,sedangkan dengan cara pengeringan bahan mengalami sedikit peruhanan rasa. Bahan pangan yang diawetkan dengan pemanasan, peragian atau penambahan bahan-bahan kimia akan berubah baik rasa, bentuk maupun tampilannya, misalnyua selai, sari buah, tempe, kecap, tapai dan lain-lain. Untuk kebutuhan keluarga, daya tahan bahan pangan dapat diperpanjang untuk waktu tertentu apabila disimpan pada suhu rendah, misalnya dalam lemari es Namun masih banyak masyarakat yang belum mampu memiliki lemari es yang masih tergolon barang mewah. Selain itu masih banyak tempat tinggal di desa yang belum menggunakan listrik. Oleh karena itu, pengetahuan cara mengolahan dan mengawetkan bahan pangan untuk memperpanjang masa simpannya perlu diketahui oleh masyarakat pedesaan atau yang perekonominya masih rendah.</p>
<p style="text-align:justify;">Pengetahuan cara mengolah bahan pangan untuk memperpanjang masa simpannya dapat digunakan oleh masyarakat yang tinggal jauh dari pasar atau untuk mengatasi kelebihan hasil panen. Hasil dari olahan bahan pangan tersebut dapat digunakan untuk memenuhi kebutuhan keluarga atau diperdagangkan. Selain untuk memperpanjang masa simpan, pengolahan atau pengawetan bahan pangan juga dimaksudkan untuk menganekaragamkan pangan, meningkatkan nilai gizi, nilai ekonomi dan dayaguna, memperbaiki bahan pangan dengan tujuan memperpanjang masa ximpan harus dilakukan denngan hati-hati karena hasil olahan tersebut harus bebas kuman, bakteri dan jamur. Selain itu harus diusahakan agar nilai gizi yang terkandung dalam bahan pangan tersebut tidak banyak berkurang karena proses pengolahan.</p>
<p style="text-align:justify;"><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/24/pengawetan-dan-bahan-kimia-yang-berbahaya/bahankimia/" rel="attachment wp-att-504"><img loading="lazy" data-attachment-id="504" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/24/pengawetan-dan-bahan-kimia-yang-berbahaya/bahankimia/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/bahankimia.jpg" data-orig-size="450,113" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="bahankimia" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/bahankimia.jpg?w=450" class="aligncenter size-full wp-image-504" title="bahankimia" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/bahankimia.jpg?w=604" alt=""   srcset="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/bahankimia.jpg 450w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/bahankimia.jpg?w=150&amp;h=38 150w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/bahankimia.jpg?w=300&amp;h=75 300w" sizes="(max-width: 450px) 100vw, 450px" /></a></p>
<p style="text-align:justify;">Perlu kita ketahui lebih dalam lagi bahwa pada jaman sekarang banyak sekali makanan-makanan yang mengandung bahan kimia yang bukan untuk dikonsumsi oleh manusia seperti Bahan pewarna pakaian atau Textile seperti Rhodamin B dan Boraks atau Formalin yang mana bahan tersebut dipakai untuk pengawet mayat. Mereka para oknum penjual atau pembuat yang mempergunakan bahan tersebut demi untuk keuntungan semata tanpa memperhatikan kesehatan jiwa orang lain, dan baru-baru ini diketemukan makanan yang mengandung lilin. Astagfirullahal’azim sungguh laknat orang-orang itu, apakah mereka tidak tahu bahwa yang dilakukannya itu sangat dimurkai Allah. Berbuat sesuatu dengan jalan yang di ridhoi Allah SWT&#8230;Amin.</p>
</div>
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/24/pengawetan-dan-bahan-kimia-yang-berbahaya/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">499</post-id>	<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e7142f4984739689002fa3e7e870cc64d7b794e29d3dd7d90564194c2194b666?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">rudhidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/bahaya.jpg">
			<media:title type="html">bahaya</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/bahankimia.jpg">
			<media:title type="html">bahankimia</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>rudhidayat@gmail.com (Jakarunggara)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>“Memuliakan Tamu”</title>
		<link>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/20/memuliakan-tamu/</link>
					<comments>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/20/memuliakan-tamu/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Wed, 21 Mar 2012 05:09:28 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Rasul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rudhidayat.wordpress.com/?p=475</guid>

					<description><![CDATA[Dalam Islam, memuliakan tamu hukumnya wajib, bukan sunnah. Karenanya, sangat disayangkan bila kini banyak diantara kaum muslimin yang kurang memperhatikannya, atau mungkin tidak memahaminya. Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda, &#8220;Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya; barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah dia menyakiti tetangganya; dan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/20/memuliakan-tamu/tamu/" rel="attachment wp-att-477"><img loading="lazy" data-attachment-id="477" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/20/memuliakan-tamu/tamu/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/tamu.jpg" data-orig-size="200,160" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="tamu" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/tamu.jpg?w=200" class="alignleft size-full wp-image-477" title="tamu" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/tamu.jpg?w=604" alt=""   srcset="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/tamu.jpg 200w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/tamu.jpg?w=150&amp;h=120 150w" sizes="(max-width: 200px) 100vw, 200px" /></a>Dalam Islam, memuliakan tamu hukumnya wajib, bukan sunnah. Karenanya, sangat disayangkan bila kini banyak diantara kaum muslimin yang kurang memperhatikannya, atau mungkin tidak memahaminya. Dalam sebuah hadits, Nabi SAW bersabda, &#8220;Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia memuliakan tamunya; barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, janganlah dia menyakiti tetangganya; dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah ia berkata baik atau diam saja.&#8221;(HR Al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p style="text-align:justify;">Untuk mengetahui bagaimana seharusnya kita sebagai umat Islam memuliakan tamunya, baiklah kita perhatikan kandungan sabda Nabi berikut, &#8220;Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tetangganya; barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, hendaklah memuliakan tamunya, yakni memberikan <em>ja-izah</em> (hadiah)kepadanya.&#8221; Para sahabat bertanya, &#8221; ApaJa-izah-nya, wahai Rasulullah ?&#8221; Nabi menjawab. &#8220;Sehari-semalam dan perjamuan tiga hari-tiga malam. Apabila telah lewat tiga hari-tiga malam, segala apa yang telah kita berikan kepada tamu (umpamanya makan dan minium) dihukumkan sebagai sedekah&#8230;..,&#8221;(HR Ahmad dan Abu Daud).<span id="more-475"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Hadits ini menjelaskan cara memuliakan tamu dan hak menjamunya. Yaitu, apabila seorang tamu datang kerumah kita dan bermalam, hendaklah kita menjamunya pada malam yang pertama dengan sebaik-baik yang dapat kita sediakan. Pada hari yang kedua dan ketiga, kita berikan apa yang mudah saja. Sesudah tiga hari-tiga malam kita melayaninya sebagai tamu, habislah sudah haknya dan berakhir pula kewajiban kita terhadapnya. Dalam tiga hari itu, memang kita diwajibkan oleh agama unutk memuliakannya. Pada hari ia berangkat dari rumah kita, hendaklah kita berikan pada hari itu hadiah, yaitu kebutuhannya untuk sehari-semalam lamanya. Jika tamu kita itu tidak berangkat juga dari rumah kita pada hari keempat, segala yang kita berikan kepadanya dihukumkan sebagai sedekah. Haknya sebagai tamu telah habis dan kewajiban kita melayaninya sebagai tamu sudah selesai. Jadi batas perjamuan itu tiga hari-tiga malam saja. Lewat dari itu para tamu tidak boleh lagi tinggal di rumah kita kecuali bila kita rela menerimannya. Hal ini mengingat hadits Nabi SAW, &#8220;Dan tidak halal(tidak boleh) bagi para tamu berdiam lama-lama dirumah orang yang menerimanya, karena yang demikian itu memberatkan tuan rumah.&#8221; (HR Al-Bukhari dan Muslim).</p>
<p style="text-align:justify;">Meemuliakan tamu itu meliputi menyambut kedatangannya dengan air muka yang jernih dan menyenangkan selama ia berada ditempat kita (dalam batas perjamuan sebagaimana tersebut diatas) dan membicarakan yang baik-baik dengan dia. Selain itu juga mendudukannya (menempatkannya) ditempat yang baik dan kita sendiri yang melayaninya dan selama tiga hari kita menyiapkan makan-minumnya. Segera setelah kedatangannya, kita mesti mengajak minum ataupun makan jika waktunya tiba. Hatim Al-Asham berkata,&#8221;Bergegas-gegas itu tabiat setan. Kecuali bergegas-gegas dalam lima hal, karena yang lima ini berasal dari sunnah Rasulullah SAW : Perama, menyediakan makanan untuk tamu yang datang; kedua, menyelenggarakan(mengurus) jenazah; ketiga, mengawinkan gadis; keempat, menmyelasaikan pembayaran utang; kelima, bertaubat dari dosa.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/03/20/memuliakan-tamu/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">475</post-id>	<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e7142f4984739689002fa3e7e870cc64d7b794e29d3dd7d90564194c2194b666?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">rudhidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/03/tamu.jpg">
			<media:title type="html">tamu</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>rudhidayat@gmail.com (Jakarunggara)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>“Memilih digergaji daripada Korupsi”</title>
		<link>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/14/memilih-digergaji-daripada-korupsi/</link>
					<comments>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/14/memilih-digergaji-daripada-korupsi/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Sat, 14 Jan 2012 18:19:59 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kemanusiaan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Hikayat]]></category>
		<category><![CDATA[Kisah Sahabat]]></category>
		<category><![CDATA[Sosial]]></category>
		<category><![CDATA[Suri Tauladan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rudhidayat.wordpress.com/?p=409</guid>

					<description><![CDATA[&#8221; Demi Allah, jika badanku dibelah dengan gergaji, itu lebih aku sukai, daripada korupsi atau menyalahgunakan kekuasaan&#8221; &#8216;Iyadh bin Ghanim Al-Fihri dikenal sebagai pribadi yang santun dan pemurah. Dia berprinsip bahwa apa yang diberikan oleh Allah kepadanya, juga dengan mudah diberikannya keoada orang lain. Senua yang dia miliki bisa pindah tangan kepada sahabat, kenalan, atau [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:Justify;"><em><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/14/memilih-digergaji-daripada-korupsi/khalifah/" rel="attachment wp-att-410"><img loading="lazy" data-attachment-id="410" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/14/memilih-digergaji-daripada-korupsi/khalifah/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/khalifah.jpg" data-orig-size="276,183" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="khalifah" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/khalifah.jpg?w=276" class="alignleft  wp-image-410" title="khalifah" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/khalifah.jpg?w=158&#038;h=106" alt="" width="158" height="106" srcset="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/khalifah.jpg?w=158 158w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/khalifah.jpg 276w" sizes="(max-width: 158px) 100vw, 158px" /></a>&#8221; Demi Allah, jika badanku dibelah dengan gergaji, itu lebih aku sukai, daripada korupsi atau menyalahgunakan kekuasaan&#8221;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>&#8216;Iyadh bin Ghanim Al-Fihri</strong> dikenal sebagai pribadi yang santun dan pemurah. Dia berprinsip bahwa apa yang diberikan oleh Allah kepadanya, juga dengan mudah diberikannya keoada orang lain. Senua yang dia miliki bisa pindah tangan kepada sahabat, kenalan, atau tetangganya. Dan dia melakukan itu dengan tulus ikhlas. Sehingga <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Umar_bin_Khaththab" target="_blank">Khalifah Umar bin khaththab</a> pernah mengatakan, <em>&#8220;Dia suka menghambur-hamburkan hartanya.&#8221; </em>Namun Umar juga memujinya<em> &#8220;Sungguh kedermawanan berada ditangan &#8216;Iyadh. Jika harta Allah datang, sedikit pun dia tidak berupaya mengambilnya.&#8221;</em> Tapi itu semua dia lakukan sebatas pada harta pribadinya. Dia tidak berani menyentuh harta milik negara untuk kepentingannya, meski ia punya kesempatan untuk itu. Dia begitu bertanggung jawab terhadap tugasnya dan mempraktekkan transparansi dan manajemen terbuka.</p>
<p><span id="more-409"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/14/memilih-digergaji-daripada-korupsi/perangarab/" rel="attachment wp-att-411"><img loading="lazy" data-attachment-id="411" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/14/memilih-digergaji-daripada-korupsi/perangarab/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/perangarab.jpg" data-orig-size="245,206" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="perangarab" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/perangarab.jpg?w=245" class="alignleft  wp-image-411" title="perangarab" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/perangarab.jpg?w=132&#038;h=126" alt="" width="132" height="126" /></a>&#8220;Serahkan kepada Iyadh!&#8221;</strong></p>
<p style="text-align:justify;">&#8216;Iyadh bin Ghanim Al-Fihri adalah sahabat Nabi yang ikut dalam proses <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perjanjian_Hudaibiyyah" target="_blank">Perjanjian Hudaibiyah</a>. Statusnya sebagai penduduk Hudaibiyah memberikan kesempatan untuk terlibat dalam proses perjanjian yang ditangani langsung oleh Rasulullah Shollallah Alaihi wa Sallam tersebut. Dan ia tergolong sahabat yang diridhoi Allah Subhannahu Wa Ta&#8217;ala. Iyadh juga mengalami masa ke-Khalifahan <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Bakar_Ash-Shiddiq" target="_blank">Abu Bakar Ash-Shiddiq</a> dan Umar. Dimasa Abu Bakar, dia terlibat dalam penumpasan kaum <a title="Murtad" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Kemurtadan_dalam_Islam" target="_blank">Murtadin</a> dan Nabi palsu <a title="Nabi Palsu" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Musailamah_al-Kazzab" target="_blank">Musallamah Al-Kadzdzab</a> dalam Perang Yamamah. Waktu itu yang menjadi Panglima adalah Khalid bin Walid. Bahkan bersama Khalid, &#8216;Iyadh diperintah khalifah untuk mulai masuk menyerang Irak dari dua tempat. Khalid diperintah masuk ke Irak dari dataran rendah, sementara &#8216;Iyadh masuk dari dataran tinggi. Khalifah ingin melihat siapa yang sampai lebih dulu ke wilayah Irak. Yang paling cepat sampai kesasaran akan diangkat menjadi panglima utama dalam penyerangan itu. Sejarah mencatat, posisi itu akhirnya diraih oleh Khalid. Dalam peperangan tersebut, mereka berdua berhasil merebut benteng Daumatul Jandal, yang terletak diantara Damaskus (Syam) dan Madinah. Sukses menaklukan Daumatul Jandal, Khalid dan &#8216;Iyadh melanjutkan penyerbuannya ke kota Hirah, yang strategis. Khalid menempatkan &#8216;Iyadh di Hirah, sementara dia sendiri  melanjutkan perjuangan ke Al-Masikh. Setelah itu &#8216;Iyadh kembali ke Irak bersama pasukannya untuk turut serta dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Pertempuran_Qadisiyyah" target="_blank">Perang Qadisiyyah</a> dibawah komando <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sa%27ad_bin_Abi_Waqqash" target="_blank">Panglima Saad bin Abi Waqqash</a>. Dia juga terlibat dalam penaklukan Madain ibukota Persia, dan Perang Jalula.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada masa Khalifah Umar bin Khaththab. &#8216;Iyadh juga aktif bertarung dalam perang menghadapi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Perang_Romawi-Persia" target="_blank">Pasukan Romawi</a> di Himsh (Homsh), Syiria. &#8220;<em>Jika terjadi perang, urusannya diserahkan kepada &#8216;Iyadh.&#8221;</em> ditulis Umar dalam suratnya kepda Saad bin Abi Waqqash. Ketika itu <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Abu_Ubaidah_bin_al-Jarrah" target="_blank">Abu Ubaidah bin al-Jarrah</a> di garis depan melihat jumlah tentara Romawi jauh lebih besar sehingga dia terkepung musuh. Maka dia minta bantuan kepada Khalifah di Madinah, yang dengan segera memerintahkan Saad agar hari itu juga berangkat ke <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Al_Jazirah_%28negara_bagian%29" target="_blank">Al-Jazirah</a>, sementara rekan-rekannya lain menuju ke sasaran yang sudah diperintahkan. Suhall bin Abdullah ke Ar-Raqqah dan mengepungnya sehingga penduduk mengajaknya berdamai. Dua wilayah lainnya yang menjadi sasaran Abdullah bin Abdullah bin Itban juga mengajak berdamai. Kemudian, bersama Suhall bin Abdullah, &#8216;Iyadh menuju Harawan dan selanjutnya menaklukan seluruh Al-Jazirah tanpa perlawanan yang berarti, bahkan bisa disebut dengan damai. Setelah itu dia berhasil merebut jalan raya yang terletak antara Tarsus (Turki) dan wilayah Romawi, sehingga terbentanglah penaklukan oleh Islam di Armenia.</p>
<p style="text-align:justify;">Pada suatu hari memerintah di Syam, datang kepadanya lima orang kerabatnya bersilaturrahmi, &#8216;Iyadh menyambut dengan suka hati dan menyediakan tempat serta menjamunya. Setelah beberapa hari, mereka ingin pulang dan minta bekal untuk pulang, &#8216;Iyadh memberinya masing-masing lima dinar. Bukannya berterima kasih, mereka malah marah dan menyatakan kekecewaannya, bahkan menolak pemberiannya itu. <em>&#8220;Hai, anak-anak pamanku.&#8221;</em> kata &#8216;Iyadh. <em>&#8220;Sungguh aku sangat berterima kasih kalian telah datang kemari, tapi demi Allah aku tidak dapat menjamu kalian melainkan setelah aku menjual harta bendaku. Semoga kalian maklum.&#8221;</em> Rupanya mereka memang berharap terlalu banyak dari &#8216;Iyadh. <em>&#8220;Kamukan sudah menjadi pejabat atas setengah negeri Syam. Untuk sekedar memberi kami yang sudah bersusah payah kemari, masa kamu tidak mampu?&#8221;</em> ujar salah seorang diantara mereka. <em>&#8220;Jadi kalian hendak menyuruhku mencuri harta Allah ?!!! Demi Allah, jika diriku dibelah dengan gergaji, itu masih lebih aku sukai daripada harus melakukan korupsi atau menyalahgunakan jabatan.&#8221;</em> Maka merekapun pulang dalam keadaan tidak puas. <strong>Iyadh bin Ghanim Al-Fihri wafat di Syam pada tahun 640 M</strong>. Saat itu ia tengah menjabat Gubernur atas pengangkatan Khalifah Umar bin Khaththab. Jasadnya dimakamkan di Himsh. Semoga Allah melapangkan kuburnya dan menerima amalnya, Amin. Seandainya para pejabat di negeri yang kita cintai ini ber-Ahlaq seperti &#8216;Iyadh ???? Insya Allah ! negeri ini akan terasa benar-benar &#8220;Gemah Ripah Loh Jinawi, subur, makmur, aman dan sentosa. Aminnnnnnn.</p>
<hr />
<div class="cs-rating pd-rating" id="pd_rating_holder_4666413_post_409"></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/14/memilih-digergaji-daripada-korupsi/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">409</post-id>	<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e7142f4984739689002fa3e7e870cc64d7b794e29d3dd7d90564194c2194b666?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">rudhidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/khalifah.jpg?w=150">
			<media:title type="html">khalifah</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/perangarab.jpg?w=150">
			<media:title type="html">perangarab</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>rudhidayat@gmail.com (Jakarunggara)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>“Meneladani Hidup Sehat Ala Rasulullah SAW”</title>
		<link>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/</link>
					<comments>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/#comments</comments>
		
		
		<pubDate>Thu, 12 Jan 2012 17:03:15 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Kesehatan]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Rasul]]></category>
		<category><![CDATA[Suri Tauladan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rudhidayat.wordpress.com/?p=395</guid>

					<description><![CDATA[Dari segala hal perbuatan dan perilaku Nabi Muhammad Salallahu Alaihi wa Salam merupakan teladan yang baik (uswatun hasanah). Cermati sikap-sikap beliau, rutinitas beliau, atau kegemaran beliau. Ternyata terkandung berbagai keutamaan, termasuk keutamaan yang memiliki pengaruh positif bagi kesehatan, baik kesehatan Jasmani (tubuh) atau kesehatan Rohani (kejiwaan). Sikap, rutinitas dan kegemaran beliau yang berdampak pada jasmani [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/rasul/" rel="attachment wp-att-396"><img loading="lazy" data-attachment-id="396" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/rasul/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/rasul.jpg" data-orig-size="186,139" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Rasul" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/rasul.jpg?w=186" class="alignleft size-full wp-image-396" title="Rasul" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/rasul.jpg?w=604" alt=""   srcset="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/rasul.jpg 186w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/rasul.jpg?w=150&amp;h=112 150w" sizes="(max-width: 186px) 100vw, 186px" /></a>Dari segala hal perbuatan dan perilaku Nabi Muhammad Salallahu Alaihi wa Salam merupakan teladan yang baik (<em>uswatun hasanah</em>). Cermati sikap-sikap beliau, rutinitas beliau, atau kegemaran beliau. Ternyata terkandung berbagai keutamaan, termasuk keutamaan yang memiliki pengaruh positif bagi kesehatan, baik kesehatan Jasmani (tubuh) atau kesehatan Rohani (kejiwaan). Sikap, rutinitas dan kegemaran beliau yang berdampak pada jasmani dan rohani, seperti diantaranya ;</p>
<p><span id="more-395"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Pertama : Bangun tidur sebelum waktu subuh.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/malam/" rel="attachment wp-att-397"><img loading="lazy" data-attachment-id="397" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/malam/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/malam.jpg" data-orig-size="173,150" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="malam" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/malam.jpg?w=173" class="alignleft  wp-image-397" title="malam" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/malam.jpg?w=114&#038;h=92" alt="" width="114" height="92" /></a>Sebelum waktu subuh tiba, Rasulullah SAW bangun dari tidunya untuk menjalankan shalat subuh bahkan jauh sebelumnya , yakni pada sepertiga malam terakhir, beliaupun sudah terbiasa bangun dan melaksanakan shalat malam (<em>qiyamul lail</em>). Menurut para ahli kesehatan, udara pada sepertiga malam terakhir dan waktu subuh yaitu kaya dengan oksigen serta belum tercemari polutan. Hal ini sangat bermanfaat bagi optimalisasi metabolisme tubuh sehingga membantu menjaga vitalitas. Selain itu, memulai hari dengan membiasakan bangun subuh, berdampak pada tumbuhnya semangat untuk menjalani rutinitas keseharian dan secara psikis, membiasakan bangun pada waktu subuh juga dapat memperkuat pikiran dan menyehatakan perasaan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kedua : Memperbanyak shalat sunnah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/shalat/" rel="attachment wp-att-398"><img loading="lazy" data-attachment-id="398" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/shalat/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/shalat.jpg" data-orig-size="500,472" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Shalat" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/shalat.jpg?w=500" class="alignright  wp-image-398" title="Shalat" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/shalat.jpg?w=138&#038;h=131" alt="" width="138" height="131" srcset="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/shalat.jpg?w=138 138w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/shalat.jpg?w=276 276w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/shalat.jpg?w=150 150w" sizes="(max-width: 138px) 100vw, 138px" /></a>Menyegerakan shalat (wajib) dan memperbanyak shalat sunnah adalah kebiasaan Rasulullah SAW  yang tak pernah ditinggalkan. Disamping sebagai suatau ritual ibadah kepada Allah SWT, berdasarkan penelitian gerakan-gerakan dalam shalat  memiliki pengaruh yang baik bagi optimalisasi metabolisme tubuh dan kesehatan pula. Sekarang sudah banyak tulisan-tulisan yang mengungkap kesehatan dibalik gerakan dalam shalat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketiga : Menjaga kebersihan.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/kebersihan/" rel="attachment wp-att-399"><img loading="lazy" data-attachment-id="399" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/kebersihan/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/kebersihan.jpg" data-orig-size="225,225" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="kebersihan" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/kebersihan.jpg?w=225" class="alignleft  wp-image-399" title="kebersihan" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/kebersihan.jpg?w=148&#038;h=148" alt="" width="148" height="148" srcset="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/kebersihan.jpg?w=148&amp;h=148 148w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/kebersihan.jpg 225w" sizes="(max-width: 148px) 100vw, 148px" /></a>Menjaga kebersihan dan kerapihan adalah kebiasaan lain dari pola hidup Rasulullah SAW, kebiasaan beliau dalam menjaga kebersihan adalah sekurang-kurangnya mencuci rambut dan memotong kuku setiap hari kamis atau hari jum&#8217;at. Untuk menjaga kebersihan atau kesehatan mulut, gigi dan gusi, menyikat gigi dengan menggunakan pasta gigi secara rutin dan kini sudah menjadi rutinitas untuk menjaga kebersihan dan kesehatan gigi. Sedangkan untuk bersiwak menjadi salah satu sunnah Nabi yang memiliki keutamaan tersendiri. Disamping itu beliau senantiasa membersihkan anggota tubuhnya, bsik melalui mandi ataupun wudlu. Bagi Rasulullah SAW dan kita sebagai ummatnya menjaga kebersihan tidak sekedar sebagai pangkal dari kesehatan. Tapi lebih dari itu, menjaga kebersihan merupakan sebagian dari Iman.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keempat : Senang berjalan kaki.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/jalan-kaki-2/" rel="attachment wp-att-401"><img loading="lazy" data-attachment-id="401" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/jalan-kaki-2/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/jalan-kaki1.jpg" data-orig-size="111,117" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="jalan kaki" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/jalan-kaki1.jpg?w=111" class="alignright size-full wp-image-401" title="jalan kaki" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/jalan-kaki1.jpg?w=604" alt=""   /></a>Kebiasaan lain Rasulullah SAW adalah kegemaran berjalan kaki, entah itu ke Mesjid, mengunjungi para sahabat ataupun ke medan jihad dan sebagainya. Berjalan kaki merupakan kebiasaan yang baik bagi kesehatan, dengan berjalan kaki keringat akan mengalir, sehingga pori-pori terbuka dan peredaran darah pun menjadi lancar. Hasil dari penelitian, kebiasaan berjalan kaki sangat baik untuk mencegah penyakit jantung atau penyakit lainnya. Inti dari pembahasan ini adalah pentingnya menerapkan kebiasaan berolah-raga yang baik dan tidak bertentangan dengan nilai-nilai syariat.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Kelima : Tidak makan banyak dan berpuasa.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/dilarang-malan/" rel="attachment wp-att-402"><img loading="lazy" data-attachment-id="402" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/dilarang-malan/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dilarang-malan.jpg" data-orig-size="243,208" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="dilarang malan" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dilarang-malan.jpg?w=243" class="alignleft  wp-image-402" title="dilarang malan" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dilarang-malan.jpg?w=140&#038;h=120" alt="" width="140" height="120" srcset="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dilarang-malan.jpg?w=140&amp;h=120 140w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dilarang-malan.jpg?w=150&amp;h=128 150w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dilarang-malan.jpg 243w" sizes="(max-width: 140px) 100vw, 140px" /></a>Jungjungan kita Rasulullah SAW tidak pernah makan banyak, hal ini ditegaskan dalam satu hadits-nya :<em> &#8220;Kami adalah sebuah kaum yang tidak makam sebelum lapar dan bila kami makan tidak banyak (tidak sampai kekenyangan) &#8220;</em>. Terlalu banyak makan malah bisa menimbulkan dampak tidak baik. Misalnya ; membuat malas, kegemukan serta bisa menimbulkan beragam penyakit tertentu. Berpuasa merupakan salah satu kebiasaan lainnya yang dilakukan Rasulullah SAW. Berpuasa juga dapat dijadikan sebagai upaya agar kita tidak banyak makan, namun teratur dalam mengatur jadwal makan. Kini sudah banyak terungkap pengaruh berpuasa bagi kesehatan tubuh dan rohani. Karena itu perbanyaklah puasa sunnah dan jangan tinggalkan puasa wajib pada bulan suci Ramadhan.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Keenam : Tidak pemarah.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/pemarah/" rel="attachment wp-att-403"><img loading="lazy" data-attachment-id="403" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/pemarah/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/pemarah.jpg" data-orig-size="231,219" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="pemarah" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/pemarah.jpg?w=231" class="alignright  wp-image-403" title="pemarah" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/pemarah.jpg?w=130&#038;h=122" alt="" width="130" height="122" srcset="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/pemarah.jpg?w=130&amp;h=123 130w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/pemarah.jpg?w=150&amp;h=142 150w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/pemarah.jpg 231w" sizes="(max-width: 130px) 100vw, 130px" /></a>Kalau Rasulullah tidak bisa marah, itu karena beliau tahu betul bahaya menjadi pemarah. Ilmu pengetahuan pada jaman modernpun mengungkapkan, bahwa orang yang suka marah (pemarah) rentan terkena berbagai penyakit tertentu seperti stress, penyakit jantung, stroke dan lainnya. Bagaimana menghilangkan kebiasaan marah ? Ada beberapa cara untuk menahan dan mengendalikan marah diantaranya ; membaca ta&#8217;awwudz, karena marah itu datangnya dari setan dan ber-Istigfarlah sebanyak-banyaknya, akan lebih baik lagi segeralah ambil air wudlu untuk mendinginkan kepala dan hati.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Ketujuh : Tidak iri dan dengki.</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/dengki/" rel="attachment wp-att-404"><img loading="lazy" data-attachment-id="404" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/dengki/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dengki.jpg" data-orig-size="293,143" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="dengki" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dengki.jpg?w=293" class="alignright  wp-image-404" title="dengki" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dengki.jpg?w=222&#038;h=108" alt="" width="222" height="108" srcset="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dengki.jpg?w=222&amp;h=108 222w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dengki.jpg?w=150&amp;h=73 150w, https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dengki.jpg 293w" sizes="(max-width: 222px) 100vw, 222px" /></a>Rasulullah sangat menjauhi sipat dan sikap iri dan dengki, sipat iri dan dengki menimbulkan keresahan hati dan kesempitan jiwa yang hanya akan menguras energi semata sehingga tubuh kita melemah. Akibatnya tubuh mudah terserang penyakit. Padahal. &#8221; Mu&#8217;min  yang kuat adalah lebih baik dan lebih dicintai Allah SWT daripada mu&#8217;min yang lemah &#8221; (HR Muslim). Karenya sebagai pengikut Rasul, mari kita menjadi mu&#8217;min yang kuat dengan mengikuti segal;a sikap, rutinitas dan kegemaran beliau agar kita menjadi pribadi yang sehat dan kuat, baik dalam tinjauan rohani maupun fisik. langkah-langkah diatas ini bisa kita terapkan kepada anak-anak kita, terutama bagi anak-anak usia tertentu yang dianggap memiliki kemampuan untuk melaksanakannya. Keteladanan langsung dari para orangtua turut menentukan keberhasilan upaya tersebut.</p>
<hr />
<div class="cs-rating pd-rating" id="pd_rating_holder_4666413_post_395"></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/12/meneladani-hidup-sehat-ala-rasulullah-saw/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>4</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">395</post-id>	<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e7142f4984739689002fa3e7e870cc64d7b794e29d3dd7d90564194c2194b666?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">rudhidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/rasul.jpg">
			<media:title type="html">Rasul</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/malam.jpg">
			<media:title type="html">malam</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/shalat.jpg?w=300">
			<media:title type="html">Shalat</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/kebersihan.jpg">
			<media:title type="html">kebersihan</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/jalan-kaki1.jpg">
			<media:title type="html">jalan kaki</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dilarang-malan.jpg">
			<media:title type="html">dilarang malan</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/pemarah.jpg">
			<media:title type="html">pemarah</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/dengki.jpg">
			<media:title type="html">dengki</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>rudhidayat@gmail.com (Jakarunggara)</dc:creator></item>
		<item>
		<title>“Rasa aman yang melalaikan”</title>
		<link>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/08/rasa-aman-yang-melalaikan/</link>
					<comments>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/08/rasa-aman-yang-melalaikan/#respond</comments>
		
		
		<pubDate>Sun, 08 Jan 2012 15:38:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Kajian]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[Religi]]></category>
		<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<category><![CDATA[Alqur-an]]></category>
		<category><![CDATA[Hadits]]></category>
		<category><![CDATA[Mutiara Rasul]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://rudhidayat.wordpress.com/?p=367</guid>

					<description><![CDATA[&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan&#8221;. (Yunus : 7-8) Kebanyakan manusia merasa ama apabila dalam hidupnya dia meraih kesuksesan. Arti sebuah [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><em><a href="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bumi.jpg"><img loading="lazy" data-attachment-id="369" data-permalink="https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/08/rasa-aman-yang-melalaikan/bumi/" data-orig-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bumi.jpg" data-orig-size="172,151" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="bumi" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bumi.jpg?w=172" class="alignleft  wp-image-369" title="bumi" src="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bumi.jpg?w=140&#038;h=137" alt="" width="140" height="137" /></a>&#8220;Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan&#8221;. (Yunus : 7-8)</em></p>
<p><span id="more-367"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Kebanyakan manusia merasa ama apabila dalam hidupnya dia meraih kesuksesan. Arti sebuah kesuksesan dalam ukuran manusia adalah keberhasilan dalam meraih kekuasaan, ataupun harta kekayaan yang telah didapatkannya. Qorun adalah salahsatu contoh seorang yang dilalaikan oleh kehidupan Duniawi ketika dia sukses meraihnya. Menjadi kayaraya karena kerjasamanya dengan para penguasa pada jamannya dan melakukan pratek suap menyuap, Qorun lalaikan dan lupa bahwa harta kekayaan hanya titipan Yang Maha Kuasa, dan kekayaan merupakan amanah Allah SWT yang pasti akan diminta pertanggung-jawabannya diakhir kelak. Contoh lain adalah Fir&#8217;aun yang menyombongkan diri dengan segala kewenangan yang dimilikinya dipuncak kejayaannya sebagai penguasa Mesir, Fir&#8217;aun memperbudak rakyatnya, seperti itulah gambaran penguasa yang menolak ajaran Islam. Ketika hidayah Allah datang untuk membimbing hidupnya, dia menolak  dengan sombong serta memusuhi kebenaran.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Sesungguhnya Fir&#8217;aun telah berbuat sewenang-wenang di muka bumi dan menjadikan penduduknya berpecah belah dengan menindas segolongan dari mereka, menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya Fir&#8217;aun termausk orang-orang yang berbuat kerusakan&#8221;. (Al-qashas : 4) </em></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Manusia Ingat Ketika Menderita</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Banyak manusia hanya ingat Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala manakala dia menderita. Ketika kemiskinan sedang diderita, dia rajin meminta kepada Allah seperti halnya meminta bantuan kepada manusia disana-sini untuk mencapai suatu tujuannya, namun ketika kekayaan melimpah atau kekuasaan dia memalingkan muka kepada orang-orang yang sudah membantunya. Secara umum, manusia dihiasi dengan sifat tidak tahu berterimakasih dan menetang Allah. Mereka merasa puas dengan dunia dan tidak merasa perlu dengan bimbingan Allah Azza wa Jalla yang menyelamatkan hidupnya di Dunia dan Akhirat. Padahal jauh hari Allah telah mengancam dalam Alqur-an,</p>
<p style="text-align:justify;">&#8220;<em>Sesungguhnya orang-orang yang tidak mengharapkan (tidak percaya akan) pertemuan dengan Kami, dan merasa puas dengan kehidupan dunia serta merasa tenteram dengan kehidupan itu dan orang-orang yang melalaikan ayat-ayat Kami, mereka itu tempatnya ialah neraka, disebabkan apa yang selalu mereka kerjakan&#8221;. (Yunus : 7-8)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Mereka juga lalai dari mengingat kematian dan lupa bahwa kesuksesan hidup yang diperolehnya merupakan pinjaman sementara yang setiap saat akan diminta kembali oleh Yang Maha Pencipta&#8230;..Tidak jarang kita dengar ada orang yang tadinya kayaraya dan berkuasa namum kemudian Allah mengubah keadaannya dengan tiba-tiba hanya dengan penyakit yang menggerogoti tubuhnya sehingga dia tidak lagi bisa menikmati kekayaannya. Atau kemudian Allah menegurnya dengan berbagai persoalan-persoalan yang membelit hidupnya seperti istri yang tidak setia, anak yang durhaka dan sebagainya, bahkan turunnya bencana alam yang mengubah nasib manusia secara tiba-tiba, sesungguhnya itu merupakan peringatan Allah akan kelalaian manusia.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Maka, apakah penduduk negeri itu merasa aman dari kedatangan siksa Kami kepada mereka di malam hari di waktu mereka sedang tidur ? Atau, apakah penduduk itu merasa aman dari datangnya siksaan  Kami kepada mereka di waktu dhuha ketika mereka sedang bermain-main ? Maka, apakah mereka merasa aman dari makar Allah ? Tiada yang merasa aman dari makar Allah kecuali orang-orang yang merugi&#8221; (al-araf : 97-99)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dalam ayat 97-99 surat Al-A&#8217;raf ini, Allah memberikan peringatan sekaligus ancaman bagi umat manusia dengan rasa tidak aman dari makar dan ujian Allah. Sebab, ujian dan makar Allah bisa datang dalam situasi yang tak terduga-duga, baik di waktu istirahat maupun semangat, saat taat maupun maksiat, serta di waktu siang maupun malam? Merasa aman dari makar Allah bisa menjadi awal datangnya bencana dan malapetaka.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan menjungkir balikkan bumi bersama kamu, sehingga dengan tiba-tiba bumi itu bergoncang ? Atau, apakah kamu merasa aman terhadap Allah yang (berkuasa) di langit bahwa Dia akan mengirim badai yang berbatu. Maka kelak kamu akan mengetahui bagaimana (akibat mendustakan) peringatan-Ku ?&#8221; . (Almulk : 18-17)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ketika seseorang sudah merasa dirinya berada dalam zona aman, kerap kali hal itu menjadi sebab utama penurunan tekad dan daya juang, penurunan kuantitas san kualitas ibadah, penurunan semangat berdakwah, serta penurunan sensitivitas untuk menjauhkan diri dari hal-hal yang dilarang agama. <em>Rasullullah Shollallahu Alaihi wa Sallam bersabda ;</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Dua nikmat yang di dalamnya banyak manusia tertipu : sehat dan waktu luang.&#8221; (HR. al-Tirmidzi)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Manusia merasa aman tatkala sehat, padahal setiap saat penyakit bisa datang. Virus kecil yang masuk kedalam tubuhnya  bisa mengubah kondisi kesehatannya dengan tiba-tiba. Padahal dia tidak berkuasa sedikitpun untuk menolak kedatangannya. Yang dimaksud tertipu adalah kesehatan itu pada saat  waktu luang tidak digunakan untuk beribadah dan beramal saleh. Waktu luangnya tidak dimanfaatkan untuk hal-hal berguna, malah bersantai-santai bermaksiat dan meniggalkan ketaatan kepada Allah. Berpesta-pora, berdansa-dansi merupakan gambaran orang-orang yang tertipu oleh kesehatan dan waktu luang.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Waspada Dalam Iman dan Taat</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Selayaknya bagi seorang mukmin memiliki sifat hati-hati dan waspada dalam setiap kondisi dan situasi. Bahkan, ketika sedang dalam kesalihan dan ketaatan sekalipun. Inilah yang membedakan dirinya dengan yang lain. <em>Al-Hasan al Bashri RA berkata, &#8220;Seorang mukmin melaksanakan ketaatan dalam kondisi takut dam cemas, sementara seorang fajir melakukan maksiat dalam kondisi merasa aman.&#8221;?? </em></p>
<p style="text-align:justify;">Seorang mukmin meskipun telah melakukan berbagai amal saleh dan ketaatan tetap tidak merasa puas dengan amalnya, tidak merasa aman, serta tidak merasa layak untuk serta-merta mendapatkan surga dengan berbagai kenikmatannya. Sebab, tidak ada jaminan amalnya diterima, tidak ada jaminan selamat dari godaan setan, tidak ada jaminan ia terlepas dari dosa dan salah, tidak ada jaminan khusnul khatimah, serta tidak ada jaminan pula  ia selamat dari siksa. Yang diharapkan hanya rahmat, ampunan dan pertolongan dari Allah Subhannahu wa Ta&#8217;ala disertai beramal sekuat tenaga.?? Itulah buah dan hasil dari sebuah proses tarbiyah dan pembinaan yang panjang dan terus-menerus.</p>
<p style="text-align:justify;"><em>&#8220;Orang-orang yang tidak beriman kepada hari kiamat meminta supaya hari itu segera  didatangkan dan orang-orang yang beriman merasa takut kepadanya dan mereka yakin bahwa hari kiamat itu adalah benar (akan terjadi). Ketahuilah bahwa sesungguhnya orang-orang yang membantah tentang terjadinya kiamat itu benar-benar dalam kesesatan yang jauh.&#8221;(Ash-Shura: 18)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Tarbiyah mendidik seorang Muslim untuk senantiasa berada diantara rasa khauf (takut) dan raja&#8217; (harap). Di satu sisi ia merasa takut kepada makar dan siksaan Allah sehingga menjauhi maksiat dan dosa sekecil apapun adanya, namun di sisi lain ia juga sangat berharap kepada rahmat dan karuni-Nya yang luas sehingga tidak pernah putus asa untuk bertobat dan meminta ampunan.</p>
<p style="text-align:justify;">  <em>&#8220;(Apakah kamu hai orang musyrik yang lebih beruntung) ataukah orang yang beribadat di waktu malam dengan sujud dan berdiri, sedang ia takut kepada (azab) akhirat dan menharapkan rahmat Tuhannya ? Katakanlah : &#8221; Adakah sama orang-orang yang mengetahui dengan orang-orang yang tidak mengetahui ?&#8221; Sesungguhnya orang yang berakalah yang dapat menerima pelajaran.&#8221; (Az-Zumar:9)</em></p>
<p style="text-align:justify;">Inilah kesimbangan yang akan menjadi kunci kesuksesan hidup dunia dan akhirat.?? Hal itu ditandai dengan sikap terus memperbaiki diri disertai kesiapan untuk menerima nasihat, masukan dan saran baik dari orang lain walaupun datangnya dari orang yang lebih kecil (rendah) dari kita. Adapun jika terus berkubang dalam kealpaan tanpa mau memperbaiki diri, atau senantiasa sibuk melakukan kritik dan kecaman  sehingga lupa pada aib dan cacat dirinya sendiri, berarti sedang menikmati zona aman yang melenakan.??????? <strong>Wallahu&#8217;alam&#8230;&#8230;..</strong></p>
<hr />
<div class="cs-rating pd-rating" id="pd_rating_holder_4666413_post_367"></div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://rudhidayat.wordpress.com/2012/01/08/rasa-aman-yang-melalaikan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">367</post-id>	<georss:point>0.000000 0.000000</georss:point>
		<geo:lat>0.000000</geo:lat>
		<geo:long>0.000000</geo:long>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e7142f4984739689002fa3e7e870cc64d7b794e29d3dd7d90564194c2194b666?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">rudhidayat</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://rudhidayat.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bumi.jpg">
			<media:title type="html">bumi</media:title>
		</media:content>
	<dc:creator>rudhidayat@gmail.com (Jakarunggara)</dc:creator></item>
	</channel>
</rss>