Serunya 5 Tahun Wongkito

Friday, 19 October 2012

Selamat ulang tahun yang ke-5 wongkito….!!!

Tak terasa sudah 5 tahun telah dilalui oleh komunitas blogger wongkito. Nah… dalam rangka merayakan hari jadi yang ke-5 ini, wongkito mengadakan acara tumpengan di Dapur Iga Palembang. Acara yang dimulai pukul 7 malam (senin 15/10/2012) terselenggara dengan meriah dan dihadiri sekitaran 30orang penghuni rumah wongkito, acara ini juga dijadikan ajang kopdar dan bernostalgia..

Di acara ulang tahun ke-5 wongkito juga membahas mengenai peran blogger dan sosial media dalam ranah sosial politik, bersama Musi Intitute dan diskusi ini diliput secara on air oleh Trijaya FM Palembang .

Para pembicaranya adalah Ira Hairada (@itikkecil) dari wongkito, Fandagri (@aboutpalembang) dari pegiat media sosial di Palembang, Ema dari Universitas Bina Dharma, Syawaludin merupakan seorang pengamat politik, dan Andika Pranata Jaya dari Bawaslu. Dan diskusi mengenai peran blogger dan sosial media dalam ranah sosial politik ini semakin seru dengan dipandu oleh Fatur.

Setelah diskusi berakhir saatnya yang paling ditunggu… acara puncak dari ultah wongkito yang ke-5 :D ..  mulai dari tiup lilin yang diikuti dengan ucapan “Happy Birthday to Us”, karena wongkito adalah rumah bagi kita semua para penguninya.. selanjutnya potong kue dengan potong nasi tumpeng, tak lupa pastinya dilakukan sesi pemotretan. :D

Itulah rangkaian acara yang sangat seru di acara ulang tahun komunitas blogger Wongkito yang ke-5, semoga kedepan semakin menjadi lebih dewasa, dan bermanfaat bagi semua orang.. amin.

Siapapun Bisa Jadi Pendidik – Indonesia Berkibar

Thursday, 20 September 2012

Bertempat di D’fab Social and Food @ Palembang (18/9/2012), Blogger Wongkito menghadiri acara gathering Gerakan Indonesia Berkibar (@Idberkibar). Selain Blogger Wongkito, masih banyak lagi komunitas yang datang di acara malam itu, bisa dilihat dari penuhnya semua tempat duduk.

acara malam itu pun bertemakan “Guruku Pahlawanku, Lentera Abad 21” dengan 3 orang narasumber, yakni Shafiq Pontoh (@shafiqpontoh), Dahlia Sampono dan Bambang Irianto.

Pembicara pertama yakni Shafiq Pontoh, adalah orang yang sering melakukan social media campaign. Di acara gathering dan talkshow @idberkibar, Shafiq Pontoh menceritakan pengalamannya di bidang pendidikan, berbagi cerita mengenai guru idola yang berperan dalam membentuk karakternya hingga menjadi seperti sekarang.

“guru yang baik tidak pernah bilang muridnya bodoh, tetapi guru yang baik selalu bilang muridku belum bisa…” Shafiq Pontoh

Pembicara kedua adalah Dahlia Sampono, mewakili dari Sampoerna Foundation dalam penyampaiannya masih membahas mengenai “guruku pahlawanku”, dia pun mendorong semua orang untuk berbuat semampunya dalam Gerakan Indonesia Berkibar untuk memajukan pendidikan di Indonesia lebih baik dan baik lagi.

Dan pembicara terakhir adalah Bambang Irianto, seorang praktisi pendidikan. dia bercerita mengenai pengalaman sebagai seorang guru.

“masalah pendidikan itu tidak bisa diselesaikan sendiri”, Bambang Irianto

Selain itu ada pemutaran film tentang pendidikan di Indonesia, dimana film ini memperlihatkan kondisi pendidikan di negeri tercinta kita yang bisa dibilang dalam kondisi sedikit galau.

Hal utama yang harus dilakukan adalah meningkatkan kesadaran akan pentingnya pendidikan, oleh karena itu @idberkibar menerapkan suatu perubahan/perbaikan agar paradigma pendidikan menjadi lebih baik lagi, yaitu dimulai dari guru, school management, dan school government. Kenapa dimulai dari guru? Karena mengubah paradigma guru adalah tantang untuk memajukan pendidikan Indonesia.

Nah… selama acara berlangsung diadakan sebuah kompetisi live tweet, dimana semua yang hadiri dipersilahkan ikut berpartisipasi menyebarkan kegiatan ini melalui media sosial twitter, yang beruntung mendapatkan doorprice dan tenyata banyak banget loh dari blogger Wongkito yang dapet hadiahnya :D

Well… rendahnya pemerataan pendidikan khususnya di Indonesia merupakan satu dari sekian potret masalah pendidikan di Indonesia, hal ini harus diperhatikan karena pendidikan merupakan faktor penting dalam memajukan negara Indonesia.

Siapapun bisa menjadi pendidik asalkan ada kemauan dalam mendidik .. maka Gerakan Indonesia Berkibar (@idberkibar) adalah gebrakan untuk memajukan kualitas pendidikan Indonesia menjadi lebih baik dari sekarang.

Rekomendasi Hasil FGD2012 Kebebasan Berinformasi

Monday, 10 September 2012

Berikut hasil diskusi tentang transparansi dan kebebasan berinformasi/berekspresi 6-8 Juli 2012 lalu, dengan Nike sebagai perwakilan komunitas blogger Wongkito.

Kelompok 1 : Information Diversity (Keberagaman Informasi)

Dasar Pemikiran:
-    Oligopoli kepemilikan media yang rentan hanya melayani kepentingan golongan/kelompok tertentu/terbatas. Ingat Pemilu 2014 segera tiba. Untuk Radio/TV, padahal menggunakan frekuensi milik publik.
-    Tak cukup tersedianya pilihan informasi bagi publik, dapat dianggap sebagai bentuk pembodohan dan/atau penyensoran yang represif.
-    Tersedianya channel/medium baru (blog, media sosial, dll) via Internet bagi penggunanya untuk berbagi informasi secara online.

Isi Diskusi:
Kelompok 1 berdiskusi tentang bagaimana besarnya pengaruh media mainstream dan bagaimana peranan media warga dalam memberikan alternatif informasi. Disebutkan bahwa definisi mainstream disini adalah pelaku industri media yang besar, yang mana penetrasi informasi media mainstream sudah sampai ke daerah marginal. Media mainstream mampu membangun stereotip baik positif atau negatif tergantung kepentingan dan juga mampu menyeragamkan informasi tapi cenderung memperkecil pilihan informasi. Belum beragamnya media mainstream dalam memberikan informasi dikarenakan berpatokan pada pemilik modal, rating, iklan dan bahkan kekuasaan politik. Untuk itu perlu penyeimbang dari media warga/alternatif yang ternyata sudah beragam namun dirasa belum cukup, sehingga kita seharusnya bisa memperbanyak produksi konten/informasi yang positif dengan cara berkolaborasi dengan berbagai komunitas aktivis informasi (blogger, citizen journalist, pengguna media sosial) secara berkesinambungan. Tantangan media warga/alternatif ini yaitu disisi internal, motivasi akan profit yg bisa menurunkan kualitas konten dan konsistensi, dan sisi eksternal penguasa bisa melakukan pengekangan dan juga masih banyak masyarakat yang belum melek media.

Rekomendasi:
Bagi pemerintah: Perlu penegakan hukum yang jelas dan mampu mendorong perombakan regulasi yang dapat menjadikan warg tidak sekedar sebagai konsumen tetapi juga produsen informasi. Selain itu pemerintah perlu melakukan semacam uji publik sebelum sebuah UU yang terkait dengan aktivitas di ranah Internet di jalankan,

Bagi aktivis informasi: Perlu untuk semakin memperkaya khazanah / keberagaman konten di Internet secara berkesinambungan. Blogger sebagai salah satu produsen konten di Internet disarankan untuk dapat berkolaborasi dengan blogger dari daerah lain untuk memperkaya pengetahuan dan pengalaman. Perlu adanya upaya untuk melakukan edukasi (capacity building) yang terus menerus bagi aktivis informasi (blogger, citizen journalist) untuk menjadi lebih paham pada isu-isu spesifik semisal tentang HIV/AIDS.

Kelompok 2 : Information Asymmetry (Asimetris Informasi)

Dasar Pemikiran:
-    UUD 45 menjamin hak siapapun untuk berinformasi dan berekspresi. Tetapi pada prakteknya, kelompok minoritas (marjinal), kerap ditekan/dibatas ketika ingin gunakan haknya tersebut
-    Kelompok marjinal rentan terstigma dan terhambat ketika berinformasi dan berekspresi, karena faktor perbedaan preferensi seksual, keterbatasan fisik, kondisi kesehatan (penyakit) tertentu, lokasi geografis atau status ekonomi.
-    Asimetris informasi adalah salah satu penyebab keterbelakangan dan ketidakadilan dalam pembangunan suatu negara, khususnya dalam memberikan (kebijakan) pelayanan publik.

Selengkapnya »