<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Pucuk</title>
	<atom:link href="https://pucuk.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://pucuk.wordpress.com</link>
	<description>Melihat dan mendengar</description>
	<lastBuildDate>Sun, 26 Dec 2021 17:54:36 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://pucuk.wordpress.com/osd.xml" title="Pucuk" />
	<atom:link rel='hub' href='https://pucuk.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Ketika Aku Sudah Tua</title>
		<link>https://pucuk.wordpress.com/2019/06/25/ketika-aku-sudah-tua/</link>
					<comments>https://pucuk.wordpress.com/2019/06/25/ketika-aku-sudah-tua/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pucuk]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 25 Jun 2019 14:14:31 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pucuk.wordpress.com/?p=1133</guid>

					<description><![CDATA[Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula. Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku. Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana mengikat sepatu, ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu. Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang telah bosan kau dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku. Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang telah beribu-ribu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ketika aku sudah tua, bukan lagi aku yang semula.<br />
Mengertilah,bersabarlah sedikit terhadap aku.</p>



<p>Ketika pakaianku terciprat sup, ketika aku lupa bagaimana
mengikat sepatu,<br />
ingatlah bagaimana dahulu aku mengajarmu.</p>



<p>Ketika aku berulang-ulang berkata-kata tentang sesuatu yang
telah bosan kau<br />
dengar, bersabarlah mendengarkan, jangan memutus pembicaraanku. </p>



<p>Ketika kau kecil, aku selalu harus mengulang cerita yang
telah beribu-ribu<br />
kali kuceritakan agar kau tidur.</p>



<p>Ketika aku memerlukanmu untuk memandikanku, jangan marah
padaku.<br />
Ingatkah sewaktu kecil aku harus memakai segala cara untuk membujukmu mandi?</p>



<p>Ketika aku tak paham sedikitpun tentang tehnologi dan
hal-hal baru, jangan<br />
mengejekku.<br />
Pikirkan bagaimana dahulu aku begitu sabar menjawab setiap “mengapa” darimu.</p>



<p>Ketika aku tak dapat berjalan, ulurkan tanganmu yang masih
kuat untuk<br />
memapahku.<br />
Seperti aku memapahmu saat kau belajar berjalan waktu masih kecil.</p>



<p>Ketika aku seketika melupakan
pembicaraan kita, berilah aku waktu untuk<br />
mengingat.<br />
Sebenarnya bagiku, apa yang dibicarakan tidaklah penting, asalkan kau<br />
disamping mendengarkan, aku sudah sangat puas.</p>



<p>Ketika kau memandang aku yang
mulai menua, janganlah berduka.<br />
Mengertilah aku, dukung aku, seperti aku menghadapimu ketika kamu mulai<br />
belajar menjalani kehidupan.</p>



<p>Waktu itu aku memberi petunjuk
bagaimana menjalani kehidupan ini, sekarang<br />
temani aku menjalankan sisa hidupku.</p>



<p>Beri aku cintamu dan kesabaran, aku
akan memberikan senyum penuh rasa<br />
syukur, dalam senyum ini terdapat cintaku yang tak terhingga untukmu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pucuk.wordpress.com/2019/06/25/ketika-aku-sudah-tua/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/c1991a48baeedcf2dc043044dcbb88e4685a1619ed317fd27cc2213b7f051b5f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pucuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>PEMBAGIAN</title>
		<link>https://pucuk.wordpress.com/2019/06/24/pembagian/</link>
					<comments>https://pucuk.wordpress.com/2019/06/24/pembagian/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pucuk]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Jun 2019 16:05:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Humor matematika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pucuk.wordpress.com/?p=1130</guid>

					<description><![CDATA[Ibu Guru: &#8220;Anak-anak, hari ini Ibu akan mengajar tentang &#8216;pembagian&#8217;.&#8221; Sambil menulis di papan 1 kg : 20= &#8230; Ibu Guru: &#8220;Sudah jelas bukan. Nah, Deli, jika sekilo beras dibagi untuk dua puluh orang, berapa bagian yang didapat masing-masing orang?&#8221; &#8220;Semangkuk bubur, Bu Guru.&#8221;]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Ibu Guru: &#8220;Anak-anak, hari ini Ibu
akan mengajar tentang &#8216;pembagian&#8217;.&#8221;<br />
Sambil menulis di papan 1 kg : 20= &#8230;</p>



<p>Ibu Guru: &#8220;Sudah jelas bukan. Nah, Deli, jika sekilo beras dibagi untuk dua puluh orang,</p>



<p> berapa bagian yang didapat masing-masing orang?&#8221;</p>



<p>&#8220;Semangkuk bubur, Bu Guru.&#8221;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pucuk.wordpress.com/2019/06/24/pembagian/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/c1991a48baeedcf2dc043044dcbb88e4685a1619ed317fd27cc2213b7f051b5f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pucuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pencuri Kue</title>
		<link>https://pucuk.wordpress.com/2019/06/20/pencuri-kue/</link>
					<comments>https://pucuk.wordpress.com/2019/06/20/pencuri-kue/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pucuk]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Jun 2019 15:00:05 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pucuk.wordpress.com/?p=1124</guid>

					<description><![CDATA[Seorang wanita sedang menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko bandara lalu menemukan tempat untuk duduk. Sambil duduk wanita tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil satu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Seorang wanita sedang
menunggu di bandara suatu malam. Masih ada beberapa
jam sebelum jadwal terbangnya tiba. Untuk membuang
waktu, ia membeli buku dan sekantong kue di toko
bandara lalu menemukan tempat untuk duduk.</p>



<p>Sambil duduk wanita
tersebut membaca buku yang baru saja dibelinya. Dalam keasyikannya tersebut ia melihat lelaki disebelahnya dengan begitu berani mengambil
satu atau dua dari kue yang berada diantara
mereka.</p>



<p>Wanita tersebut mencoba
mengabaikan agar tidak terjadi keributan.Ia
membaca, mengunyah kue dan melihat jam. Sementara si Pencuri Kue yang pemberani menghabiskan persediaannya. Ia semakin kesal sementara
menit-menit berlalu. </p>



<p>Wanita itupun sempat berpikir
Kalau aku bukan orang baik, sudah ku tonjok dia! Setiap ia
mengambil satu kue, Si lelaki juga mengambil satu.</p>



<p>Ketika hanya satu kue
tersisa, ia bertanya-tanya apa yang akan
dilakukan lelaki itu. Dengan senyum tawa di wajahnya dan tanpa gugup, Si lelaki mengambil kue terakhir dan membaginya dua. Si lelaki menawarkan separo miliknya, sementara ia makan yang separonya lagi.</p>



<p>Si wanita pun merebut kue itu dan
berpikir ‘Ya ampun orang ini berani sekali, dan ia juga
kasar, malah ia tidak kelihatan berterima kasih’.</p>



<p>Belum pernah rasanya ia
begitu kesal. Ia menghela napas lega saat penerbangannya
diumumkan. Ia mengumpulkan barang miliknya dan
menuju pintu gerbang. Menolak untuk menoleh pada si
“Pencuri tak tahu terima kasih!”.</p>



<p>Ia naik pesawat dan duduk di kursinya,
lalu mencari bukunya, yang hampir selesai dibacanya.
Saat ia merogoh tasnya, ia menahan napas dengan kaget.
Disitu ada kantong kuenya .Koq milikku ada di sini erangnya dengan patah hati, Jadi kue tadi adalah miliknya dan ia mencoba berbagi.Terlambat untuk minta
maaf, ia tersandar sedih. Bahwa<br />
sesungguhnya dialah yang kasar, tak tahu terima kasih dan dialah pencuri kue itu.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pucuk.wordpress.com/2019/06/20/pencuri-kue/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/c1991a48baeedcf2dc043044dcbb88e4685a1619ed317fd27cc2213b7f051b5f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pucuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nomor Plat Kendaraan Bermotor di Indonesia</title>
		<link>https://pucuk.wordpress.com/2015/03/18/nomor-plat-kendaraan-bermotor-di-indonesia/</link>
					<comments>https://pucuk.wordpress.com/2015/03/18/nomor-plat-kendaraan-bermotor-di-indonesia/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pucuk]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Mar 2015 16:26:29 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aku Tahu]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pucuk.wordpress.com/?p=852</guid>

					<description><![CDATA[Setiap kendaraan bermotor di Indonesia mempunyai nomor kendaraan yang disesuaikan dengan asal kotanya. Ada 2 tanda yang dipakai yaitu huruf yang di depan angka menunjukkan wilayahnya (karesidenan, propinsi) dan huruf yang paling belakang menunjukkan asal kotanya. Cuma yang huruf yang belakang selalu berkembang sesuai dengan jumlah kendaraan di kota itu. Sebagai contoh nomor kendaraan AB4846EU. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Setiap kendaraan bermotor di Indonesia mempunyai nomor kendaraan yang disesuaikan dengan asal kotanya. Ada 2 tanda yang dipakai yaitu huruf yang di depan angka menunjukkan wilayahnya (karesidenan, propinsi) dan huruf yang paling belakang menunjukkan asal kotanya. Cuma yang huruf yang belakang selalu berkembang sesuai dengan jumlah kendaraan di kota itu. Sebagai contoh nomor kendaraan AB4846EU. AB menunjukkan kendaraan ini asal DIY dan dan U menunjukkan ini adalah kendaraan dari Kabupaten Sleman. Huruf ini adalah perkembangan tanda setelah tanda E nomornya sudah habis. Awalnya di DIY huruf yang belakangnya adalah:<br />
A : Kota Yogyakarta<br />
B : Bantul<br />
C : Kulon Progo<br />
D : Gunung Kidul, dan<br />
E : Sleman</p>



<p>Untuk melihat tanda nomor kendaraan bermotor di Indonesia,</p>



<table class="wp-block-table"><tbody><tr><td><strong>No</strong></td><td><strong>Tanda</strong></td><td><strong>Keterangan</strong></td><td><strong>No</strong></td><td><strong>Tanda</strong></td><td><strong>Keterangan</strong></td></tr><tr><td>1.</td><td>A</td><td>Banten</td><td>31.</td><td>DA</td><td>Kalimantan Selatan</td></tr><tr><td>2.</td><td>AA</td><td>Kedu</td><td>32.</td><td>DB</td><td>Minahasa</td></tr><tr><td>3.</td><td>AB</td><td>Daerah Istimewa Yogyakarta</td><td>33.</td><td>DD</td><td>Sulawesi Selatan</td></tr><tr><td>4.</td><td>AD</td><td>Surakarta</td><td>34.</td><td>DG</td><td>Maluku Utara</td></tr><tr><td>5.</td><td>AE</td><td>Madiun</td><td>35.</td><td>DK</td><td>Bali</td></tr><tr><td>6.</td><td>AG</td><td>Kediri</td><td>36.</td><td>DL</td><td>Sangihe Talaud</td></tr><tr><td>7.</td><td>B</td><td>Daerah Khusus Ibukota Jakarta</td><td>37.</td><td>DM</td><td>Sulawesi Tenggara</td></tr><tr><td>8.</td><td>BA</td><td>Sumatera Barat</td><td>38.</td><td>DN</td><td>Sulawesi Tengah</td></tr><tr><td>9.</td><td>BB</td><td>Sumatera Utara</td><td>39.</td><td>DR</td><td>Lombok</td></tr><tr><td>10.</td><td>BD</td><td>Bengkulu</td><td>40.</td><td>DS</td><td>Irian jaya (Papua)</td></tr><tr><td>11.</td><td>BE</td><td>Lampung</td><td>41.</td><td>E</td><td>Cirebon</td></tr><tr><td>12.</td><td>BG</td><td>Sumatera Selatan</td><td>42.</td><td>EA</td><td>Sumbawa</td></tr><tr><td>13.</td><td>BH</td><td>Jambi</td><td>43.</td><td>EB</td><td>Flores</td></tr><tr><td>14.</td><td>BK</td><td>Sumatera Utara</td><td>44.</td><td>ED</td><td>Sumba</td></tr><tr><td>15.</td><td>BL</td><td>Daerah Istimewa Aceh</td><td>45</td><td>F</td><td>Bogor</td></tr><tr><td>16.</td><td>BM</td><td>Riau</td><td>46.</td><td>G</td><td>Pekalongan</td></tr><tr><td>17.</td><td>BN</td><td>Bangka</td><td>47.</td><td>H</td><td>Semarang</td></tr><tr><td>18.</td><td>AD</td><td>Surakarta</td><td>48.</td><td>K</td><td>Pati</td></tr><tr><td>19.</td><td>AE</td><td>Madiun</td><td>49.</td><td>KB</td><td>Kalimantan Barat</td></tr><tr><td>20.</td><td>AG</td><td>Kediri</td><td>50.</td><td>KH</td><td>Kalimantan Tengah</td></tr><tr><td>21.</td><td>BA</td><td>Sumatera Barat</td><td>51.</td><td>KT</td><td>Kalimantan Timur</td></tr><tr><td>22.</td><td>BB</td><td>Tapanuli</td><td>52.</td><td>L</td><td>Surabaya</td></tr><tr><td>23.</td><td>BE</td><td>Lampung</td><td>53.</td><td>M</td><td>Madura</td></tr><tr><td>24.</td><td>BG</td><td>Sumatera Selatan</td><td>54.</td><td>N</td><td>Malang</td></tr><tr><td>25.</td><td>BH</td><td>Jambi</td><td>55.</td><td>P</td><td>Besuki</td></tr><tr><td>26.</td><td>BK</td><td>Sumatera Utara</td><td>56.</td><td>R</td><td>Banyumas</td></tr><tr><td>27.</td><td>BL</td><td>Daerah Istimewa Aceh</td><td>57.</td><td>S</td><td>Bojonegoro</td></tr><tr><td>28.</td><td>BM</td><td>Riau</td><td>58.</td><td>T</td><td>Purwakarta</td></tr><tr><td>29.</td><td>BN</td><td>Bangka</td><td>59.</td><td>W</td><td>Area Surabaya</td></tr><tr><td>30.</td><td>D</td><td>Bandung</td><td>60.</td><td>Z</td><td>Timur Bandun</td></tr></tbody></table>



<p>Untuk Corps Diplomatik:</p>



<table class="wp-block-table"><tbody><tr><td><strong>No</strong></td><td><strong>Tanda</strong></td><td><strong>Keterangan</strong></td><td><strong>No</strong></td><td><strong>Tanda</strong></td><td><strong>Keterangan</strong></td></tr><tr><td>1.</td><td>CD 12</td><td>Amerika Serikat</td><td>55.</td><td>CD 67</td><td>Singapore</td></tr><tr><td>2.</td><td>CD 13</td><td>India</td><td>56.</td><td>CD 68</td><td>Spain</td></tr><tr><td>3.</td><td>CD 24</td><td>France</td><td>57.</td><td>CD 69</td><td>Bangladesh</td></tr><tr><td>4.</td><td>CD 14</td><td>Great Britain</td><td>58.</td><td>CD 70</td><td>Panama</td></tr><tr><td>5.</td><td>CD 25</td><td>Filipina</td><td>59.</td><td>CD 71</td><td>UNICEF</td></tr><tr><td>6.</td><td>CD 15</td><td>Vatikan</td><td>60.</td><td>CD 72</td><td>UNESCO</td></tr><tr><td>7.</td><td>CD 26</td><td>Austaralia</td><td>61.</td><td>CD 73</td><td>FAO</td></tr><tr><td>8.</td><td>CD 16</td><td>Norwegia</td><td>62.</td><td>CD 74</td><td>WHO</td></tr><tr><td>9.</td><td>CD 27</td><td>Irak</td><td>63.</td><td>CD 75</td><td>Korea Selatan</td></tr><tr><td>10.</td><td>CD 17</td><td>Pakistan</td><td>64.</td><td>CD 76</td><td>ADB</td></tr><tr><td>11.</td><td>CD 28</td><td>Belgia</td><td>65.</td><td>CD 77</td><td>World Bank</td></tr><tr><td>12.</td><td>CD 18</td><td>Myamar</td><td>66.</td><td>CD 78</td><td>IMF</td></tr><tr><td>13.</td><td>CD 29</td><td>Uni Emirat Arab</td><td>67.</td><td>CD 79</td><td>ILO</td></tr><tr><td>14.</td><td>CD 19</td><td>China</td><td>68.</td><td>CD 80</td><td>Papua New G.</td></tr><tr><td>15.</td><td>CD 20</td><td>Sweden</td><td>69.</td><td>CD 81</td><td>Nigeria</td></tr><tr><td>16.</td><td>CD 21</td><td>Saudi Arabia</td><td>70.</td><td>CD 82</td><td>Chile</td></tr><tr><td>17.</td><td>CD 22</td><td>Thailand</td><td>71.</td><td>CD 83</td><td>UNHCR</td></tr><tr><td>18.</td><td>CD 23</td><td>Egypt (Mesir)</td><td>72.</td><td>CD 84</td><td>WFP</td></tr><tr><td>19.</td><td>CD 30</td><td>Italy</td><td>73.</td><td>CD 85</td><td>Venezuela</td></tr><tr><td>20.</td><td>CD 31</td><td>Switzerland</td><td>74.</td><td>CD 86</td><td>ESCAP</td></tr><tr><td>21.</td><td>CD 32</td><td>Germany</td><td>75.</td><td>CD 87</td><td>Colombia</td></tr><tr><td>22.</td><td>CD 33</td><td>Srilanka</td><td>76.</td><td>CD 88</td><td>Brunei</td></tr><tr><td>23.</td><td>CD 34</td><td>Denmark</td><td>77.</td><td>CD 89</td><td>UNIC</td></tr><tr><td>24.</td><td>CD 35</td><td>Canada</td><td>78.</td><td>CD 90</td><td>IFC</td></tr><tr><td>25.</td><td>CD 36</td><td>Brazil</td><td>79.</td><td>CD 91</td><td>UNTAET</td></tr><tr><td>26.</td><td>CD 37</td><td>Russia</td><td>80.</td><td>CD 97</td><td>Red Cross</td></tr><tr><td>27.</td><td>CD 38</td><td>Afghanistan</td><td>81.</td><td>CD 98</td><td>Morocco</td></tr><tr><td>28.</td><td>CD 39</td><td>Yugoslavia</td><td>82.</td><td>CD 99</td><td>European Union</td></tr><tr><td>29.</td><td>CD 40</td><td>Czecho</td><td>83.</td><td>CD 100</td><td>ASEAN Secr.</td></tr><tr><td>30.</td><td>CD 41</td><td>Finland</td><td>84.</td><td>CD 101</td><td>Tunesia</td></tr><tr><td>31.</td><td>CD 42</td><td>Mexico</td><td>85.</td><td>CD 102</td><td>Kuwait</td></tr><tr><td>32.</td><td>CD 43</td><td>Hungary</td><td>86.</td><td>CD 103</td><td>Laos</td></tr><tr><td>33.</td><td>CD 44</td><td>Poland</td><td>87.</td><td>CD 104</td><td>Palestina</td></tr><tr><td>34.</td><td>CD 45</td><td>Iran</td><td>88.</td><td>CD 105</td><td>Cuba</td></tr><tr><td>35.</td><td>CD 47</td><td>Malaysia</td><td>89.</td><td>CD 106</td><td>AIPO</td></tr><tr><td>36.</td><td>CD 48</td><td>Turkey</td><td>90.</td><td>CD 107</td><td>Libya</td></tr><tr><td>37.</td><td>CD 49</td><td>Japan</td><td>91.</td><td>CD 108</td><td>Peru</td></tr><tr><td>38.</td><td>CD 50</td><td>Bulgaria</td><td>92.</td><td>CD 109</td><td>Slovakia</td></tr><tr><td>39.</td><td>CD 51</td><td>Cambodia</td><td>93.</td><td>CD 110</td><td>Sudan</td></tr><tr><td>40.</td><td>CD 52</td><td>Argentina</td><td>94.</td><td>CD 111</td><td>ASEAN Found</td></tr><tr><td>41.</td><td>CD 53</td><td>Romania</td><td>95.</td><td>CD 112</td><td>UTUSAN</td></tr><tr><td>42.</td><td>CD 54</td><td>Greece (Yunani)</td><td>96.</td><td>CD 113</td><td>CIFOR</td></tr><tr><td>43.</td><td>CD 55</td><td>Jordan</td><td>97.</td><td>CD 114</td><td>Bosnia</td></tr><tr><td>44.</td><td>CD 56</td><td>Austria</td><td>98.</td><td>CD 115</td><td>Lebanon</td></tr><tr><td>45.</td><td>CD 57</td><td>Syria</td><td>99.</td><td>CD 116</td><td>South Africa</td></tr><tr><td>46.</td><td>CD 58</td><td>UNDP</td><td>100.</td><td>CD 117</td><td>Croatia</td></tr><tr><td>47.</td><td>CD 59</td><td>New Zealand</td><td>101.</td><td>CD 118</td><td>Ukraine</td></tr><tr><td>48.</td><td>CD 60</td><td>Netherlands (Belanda)</td><td>102.</td><td>CD 119</td><td>Mali</td></tr><tr><td>49.</td><td>CD 61</td><td>Yemen</td><td>103.</td><td>CD 120</td><td>Uzbekistan</td></tr><tr><td>50.</td><td>CD 62</td><td>UPU</td><td>104.</td><td>CD 121</td><td>Qatar</td></tr><tr><td>51.</td><td>CD 63</td><td>Portugal</td><td>105.</td><td>CD 122</td><td>UNFPA</td></tr><tr><td>52.</td><td>CD 64</td><td>Algeria (Aljazair)</td><td>106.</td><td>CD 123</td><td>Mozambique</td></tr><tr><td>53.</td><td>CD 65</td><td>Korea Utara</td><td>107.</td><td>CD 124</td><td>Marshall Ids</td></tr><tr><td>54.</td><td>CD 66</td><td>Vietnam</td><td></td><td></td><td></td></tr></tbody></table>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pucuk.wordpress.com/2015/03/18/nomor-plat-kendaraan-bermotor-di-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/c1991a48baeedcf2dc043044dcbb88e4685a1619ed317fd27cc2213b7f051b5f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pucuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>NGOBROL SAMA MURID ! MUNGKINKAH ?</title>
		<link>https://pucuk.wordpress.com/2014/12/05/849/</link>
					<comments>https://pucuk.wordpress.com/2014/12/05/849/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pucuk]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 04 Dec 2014 17:48:13 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pucuk.wordpress.com/?p=849</guid>

					<description><![CDATA[Nani murid SMP negeri di Bogor menyampaikan keluhannya ke guru matematika, hal itu Ia sampaikan pada waktu Istirahat. Pak Diman nama guru tersebut mau juga melayani keluhan Nani. Keluhan Nani sebenarnya sepele, dia menceritakan ketidak mengertiannya tentang materi yang kemarin di bahas pak Diman. Persoalannya bukan keluhannya nani sang murid, tetapi waktu yang di punya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="alignleft size-medium"><img width="283" height="300" data-attachment-id="1269" data-permalink="https://pucuk.wordpress.com/tanda-tanya-merah/" data-orig-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tanda-tanya-merah.jpg" data-orig-size="679,720" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="tanda-tanya-merah" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tanda-tanya-merah.jpg?w=283" data-large-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tanda-tanya-merah.jpg?w=679" src="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tanda-tanya-merah.jpg?w=283" alt="" class="wp-image-1269" srcset="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tanda-tanya-merah.jpg?w=283 283w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tanda-tanya-merah.jpg?w=566 566w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tanda-tanya-merah.jpg?w=91 91w" sizes="(max-width: 283px) 100vw, 283px" /></figure></div>



<p>Nani murid SMP negeri di Bogor menyampaikan keluhannya ke guru matematika, hal itu Ia sampaikan pada waktu Istirahat. Pak Diman nama guru tersebut mau juga melayani keluhan Nani. Keluhan Nani sebenarnya sepele, dia menceritakan ketidak mengertiannya tentang materi yang kemarin di bahas pak Diman.</p>



<p>Persoalannya bukan keluhannya nani sang murid, tetapi waktu yang di punya pak Dirman.</p>



<p>Menurut aturan PNS Guru, Guru harus mengabdikan dirinya 37.5 jam (1 jam = 60 menit)</p>



<p>Sedang aturan mengajar</p>



<p>minimal 24 jam / minggu (1 jam = 40 menit) = 24 jam x 40 menit = 960 menit atau setara 960/60 menit = 16 jam dan</p>



<p>maksimal 40 jam / minggu (1jam = 40 menit) = 40 jam x 40 menit = 1600 menit atau setara 1600/60 menit = 26.67 jam</p>



<p>Bila pak Diman mengajar matematika minimal 25 jam /minggu , kalau dihitung-hitung, kira kira bisa tidak pak Dirman melayani kebutuhan siswanya seperti Nani ?</p>



<figure class="wp-block-image size-large"><img width="468" height="134" data-attachment-id="1282" data-permalink="https://pucuk.wordpress.com/ngobrolsamamurid_003/" data-orig-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/ngobrolsamamurid_003.jpg" data-orig-size="468,134" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}" data-image-title="ngobrolsamamurid_003" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/ngobrolsamamurid_003.jpg?w=300" data-large-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/ngobrolsamamurid_003.jpg?w=468" src="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/ngobrolsamamurid_003.jpg?w=468" alt="" class="wp-image-1282" srcset="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/ngobrolsamamurid_003.jpg 468w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/ngobrolsamamurid_003.jpg?w=128 128w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/ngobrolsamamurid_003.jpg?w=300 300w" sizes="(max-width: 468px) 100vw, 468px" /></figure>



<p>Kalau melihat jam yang ditentukan oleh aturan bahwa guru harus mengajar minimal 24 jam atau mengabdikan dirinya 37.5 tentu saja hal itu (kebutuhan Nani) tidak bisa dilayani, karena kewajiban pokok saja sudah 39, 16 jam/minggu efektif.</p>



<p>Bagai mana dengan kegiatan pak Dirman yang lain ? seperti</p>



<ul class="wp-block-list"><li>Istirahat 30 menit / hari x 6 hari = 180 menit ?</li><li>Pembinaan sebagai wali kelas, minimal 30 menit / hari x 6 hari = 180 menit ?</li><li>Penambahan wawasan pak Dirman sehari-hari (membaca, melatih diri membuka wawasan di dunia maya ) ?</li><li>Pembuatan soal latihan, persiapan mengajar, mendiskusikan dengan rekan sejawat tentang kemajuan siswa ?</li><li>Kepedulian pada lingkungan sekolah ? ( kebersihan, kedisiplinan, karakter siswa)</li><li>Pelatihan yang menyangkut pendidikan (kurikulum)</li></ul>



<p>Dan masih banyak hal yang harus dilakukan pak Dirman.</p>



<p>Akhirnya hampir semua teman sejawat pak Dirman akan antipati terhadap semua kejadian di sekolahnya. Hanya ada 1 (satu) tekat tetap mengajar, tetap mendidikan dan tetap memperhatikan ke adaan sekolah sekemampunya saja.</p>



<p>Pak Dirman hanya pesan sama teman seprofesi biarlah kita jalankan saja, walaupun tidak mungkin !</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pucuk.wordpress.com/2014/12/05/849/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/c1991a48baeedcf2dc043044dcbb88e4685a1619ed317fd27cc2213b7f051b5f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pucuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tanda-tanya-merah.jpg?w=283" medium="image" />

		<media:content url="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/ngobrolsamamurid_003.jpg?w=468" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Parabola yes</title>
		<link>https://pucuk.wordpress.com/2014/11/21/parabola-yes/</link>
					<comments>https://pucuk.wordpress.com/2014/11/21/parabola-yes/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pucuk]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 20 Nov 2014 17:57:11 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Koleksi Photo]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pucuk.wordpress.com/?p=842</guid>

					<description><![CDATA[Kalau ada aja di bogor yang seperti,&#8230;mau beli ah&#8230;.]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<figure class="wp-block-image alignnone size-medium"><img width="234" height="300" data-attachment-id="1271" data-permalink="https://pucuk.wordpress.com/parabola/" data-orig-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/parabola.jpg" data-orig-size="425,546" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;1&quot;}" data-image-title="parabola" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/parabola.jpg?w=234" data-large-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/parabola.jpg?w=425" src="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/parabola.jpg?w=234" alt="" class="wp-image-1271" srcset="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/parabola.jpg?w=234 234w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/parabola.jpg?w=75 75w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/parabola.jpg 425w" sizes="(max-width: 234px) 100vw, 234px" /><figcaption>Parabola yes</figcaption></figure>



<p>Kalau ada aja di bogor yang seperti,&#8230;mau beli ah&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pucuk.wordpress.com/2014/11/21/parabola-yes/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/c1991a48baeedcf2dc043044dcbb88e4685a1619ed317fd27cc2213b7f051b5f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pucuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/parabola.jpg?w=234" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>statistik itu tidak bohong</title>
		<link>https://pucuk.wordpress.com/2014/11/13/statistik-itu-tidak-bohong/</link>
					<comments>https://pucuk.wordpress.com/2014/11/13/statistik-itu-tidak-bohong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pucuk]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Nov 2014 15:23:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Humor]]></category>
		<category><![CDATA[Humor matematika]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pucuk.wordpress.com/?p=829</guid>

					<description><![CDATA[Guru: Ingat ya, statistik itu tidak bohong. Contohnya, jika dua belas orang dapat membangun sebuah rumah dalam 1 hari, satu orang dapat membangun rumah yang sama dalam 12 hari. Kalian paham yang kumaksud? Murid-murid: Maksud guru berarti jika satu perahu dapat mengarungi satu samudera dalam 6 hari, enam perahu dapat mengarungi samudera dalam sehari?]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<p>Guru: Ingat ya, statistik itu tidak bohong. Contohnya, jika dua belas orang dapat membangun sebuah rumah dalam 1 hari, satu orang dapat membangun rumah yang sama dalam 12 hari. Kalian paham yang kumaksud?<br />
Murid-murid: Maksud guru berarti jika satu perahu dapat mengarungi satu samudera dalam 6 hari, enam perahu dapat mengarungi samudera dalam sehari?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pucuk.wordpress.com/2014/11/13/statistik-itu-tidak-bohong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/c1991a48baeedcf2dc043044dcbb88e4685a1619ed317fd27cc2213b7f051b5f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pucuk</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Armaji tukang penjual pisang</title>
		<link>https://pucuk.wordpress.com/2014/11/08/armaji-tukang-penjual-pisang/</link>
					<comments>https://pucuk.wordpress.com/2014/11/08/armaji-tukang-penjual-pisang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pucuk]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 07 Nov 2014 17:57:35 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Coretan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pucuk.wordpress.com/?p=825</guid>

					<description><![CDATA[Armaji tukang penjual pisang keliling di kota Bogor, maji sebutannya menawarkan pisangnya di depan toko yang banyak pengunjungnya. Ketika dagangannya sudah habis dia istirahat sambil mengeluarkan sebatang rokok . Dari raut mukanya ada cahaya kegembiraan yang merupakan pancaran hatinya. Sambil menunggu istri yang sedang belanja di dalam toko, aku coba membuka pembicaran dengan Armaji. Kang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="alignleft size-medium"><img loading="lazy" width="221" height="300" data-attachment-id="1273" data-permalink="https://pucuk.wordpress.com/tukangpisang/" data-orig-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tukangpisang.jpg" data-orig-size="324,440" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="tukangpisang" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tukangpisang.jpg?w=221" data-large-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tukangpisang.jpg?w=324" src="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tukangpisang.jpg?w=221" alt="" class="wp-image-1273" srcset="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tukangpisang.jpg?w=221 221w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tukangpisang.jpg?w=71 71w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tukangpisang.jpg 324w" sizes="(max-width: 221px) 100vw, 221px" /></figure></div>



<p>Armaji tukang penjual pisang keliling di kota Bogor, maji sebutannya menawarkan pisangnya di depan toko yang banyak pengunjungnya. Ketika dagangannya sudah habis dia istirahat sambil mengeluarkan sebatang rokok . Dari raut mukanya ada cahaya kegembiraan yang merupakan pancaran hatinya.</p>



<p>Sambil menunggu istri yang sedang belanja di dalam toko, aku coba membuka pembicaran dengan Armaji.</p>



<p>Kang ! dagangannya sudah habis yah ? Allhamdullilah jawabnya.</p>



<p>Setiap hari selalu habis kang ? Allhamdullilah sesuai doa yang dipanjatkan.</p>



<p>Sambil menemani kang Armaji akupun mengeluarkan sebatang rokok.</p>



<p>Wah hebat dong kang, boleh dong minta doa yang selalu dipanjatkannya apa kang ? sambil terkekeh-kekeh dia bilang doa biasa aja. Yang penting kita minta pada pemilik kita, pemilik kehidupan ini.</p>



<p>Akang kalau berdoa sesudah shalat ? tidak selalu sudah shalat, doa akang mah kapan aja dan dimana saja. Yang penting kita selalu ingat pada pemilik kehidupan ini.</p>



<p>Akang punya anak berapa ? Allhamdullah 3 orang yang 1 baru lulus sarjana yang 2 lagi sudah kerja. Dimana kang mereka kerjanya ? di kementerian Anu….wah hebat kerja disitu mah jawab ku. Ah orang mah tidak ada yang hebat anak-anak bisa sampai lulus Sarjana karena usaha dan restu pemilik kehidupan ini, bahkan yang nomor dua sekarang sudah Doktor, yang kedua master. Itu juga kata mereka, akang mah tidak tahu sekolah yang begituan.</p>



<p>Yang penting kata kang Armaji, mereka bisa hidup baik, ikuti aturan tidak boleh menyakiti makhluk lain, karena bila hal tersebut dilanggar pemilik kehidupan ini akan marah dan akan menghukum kita dengan kehidupan yang tidak nyaman.</p>



<p>Anak-anak tidak malu melihat bapaknya masih jual pisang keliling….he..he. armaji tersenyum, kalau mereka malu tidak mungkin mereka bawa teman-temannya kesini untu beli pisang saya.</p>



<p>Ternyata Armaji bukan hanya bisa membimbing anak-anaknya sampai sarjana tapi kehidupan materi pun sangat cukup. Luas lahan hasil pembelian nyicil seluas 600 m2 dipakai untuk rumah 60 m2, sisanya ditanami tanaman untuk kebutuhan sehari-hari. Kerjapun tidak seharian kang Maji hanya memulai kerja jam 5.00 pagi sampai jam 13.00, itupun sebagaian waktunya dia pakai untuk mencari pisang untuk jualan besoknya.</p>



<p>Ternyata hidup itu medah menurut kang Armaji, ikuti saja keinginan pemilik kehidupan ini dan jangan menentangnya. Pasti semua akan aman dan nyaman katanya.</p>



<p>Armaji ini bukan seorang yang taat menjalankan ritual keagamaan, tapi Dia taat pada nilai-nilai kehidupan. Mau menolong orang , tidak meyakiti mahluk lain, mau memasrahkan semua urusan pada pemilik alam ini, jangan serakah, rukun dengan keluarga, tetangga dan yang terpenting katanya awali kegiatan dengan doa, Syukuri apa yang didapat, rasakan kenikmatan itu sampai terasa…he..he..sambil terkekeh dia cerita.</p>



<p>Istriku keluar toko akupun pamit pada kang Armaji. Setelah menyebrang jalan aku lirik kang Armaji ternyata Dia juga sedah berjalan sambil menggendong keranjang yang sudah kosong</p>



<p>Sejenak aku termenung, kang armaji tidak mau menyakiti saya untuk mengakhiri obrolan. Dia menunggu saya yang mengakhirinya. Ternyata dia lebih baik dari yang telihat.</p>



<p>sebenarnya kang Armaj ini agamanya apa yah ? ah kok jadi pikiran, agama tidak lebih penting dari pencipta agama itu sendiri</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pucuk.wordpress.com/2014/11/08/armaji-tukang-penjual-pisang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/c1991a48baeedcf2dc043044dcbb88e4685a1619ed317fd27cc2213b7f051b5f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pucuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/tukangpisang.jpg?w=221" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Sirsak</title>
		<link>https://pucuk.wordpress.com/2013/05/13/sirsak/</link>
					<comments>https://pucuk.wordpress.com/2013/05/13/sirsak/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pucuk]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 13 May 2013 15:05:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tumbuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pucuk.wordpress.com/?p=818</guid>

					<description><![CDATA[Sirsak (Annona muricata, Linn. (Latin)) Familia : Annonaceae Uraian : Sirsak (Annona muricata) berupa tumbuhan atau potion yang berbatang utama berukuran kecil dan rendah. Daunnya berbentuk bulat telur agak tebal dan pada permukaan bagian atas yang halus berwarna hijau tua sedang pada bagian bawahnya mempunyai warna lebih muda. Tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="alignleft size-medium"><img loading="lazy" width="248" height="300" data-attachment-id="1275" data-permalink="https://pucuk.wordpress.com/sirsak-2/" data-orig-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/sirsak.jpg" data-orig-size="528,640" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="sirsak" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/sirsak.jpg?w=248" data-large-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/sirsak.jpg?w=528" src="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/sirsak.jpg?w=248" alt="" class="wp-image-1275" srcset="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/sirsak.jpg?w=248 248w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/sirsak.jpg?w=496 496w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/sirsak.jpg?w=79 79w" sizes="(max-width: 248px) 100vw, 248px" /><figcaption>Buah sirsak</figcaption></figure></div>



<h2 class="wp-block-heading" id="sirsak"><b>Sirsak</b></h2>



<p><i>(Annona muricata, Linn. (Latin))</i></p>



<p><b>Familia :</b><br />
Annonaceae</p>



<p><b>Uraian :</b><br />
Sirsak (Annona muricata) berupa tumbuhan atau potion yang berbatang utama berukuran kecil dan rendah. Daunnya berbentuk bulat telur agak tebal dan pada permukaan bagian atas yang halus berwarna hijau tua sedang pada bagian bawahnya mempunyai warna lebih muda. Tumbuhan ini dapat tumbuh di sembarang tempat. Tetapi untuk memperoleh hasil buah yang banyak dan besar-besar, maka yang paling balk ditanam di daerah yang tanahnya cukup mengandung air. Di Indonesia, sirsak tumbuh dengan baik pada daerah yang mempuyai ketinggian kurang dari 1000 meter di atas permukaan laut. Nama Sirsak itu sendiri sebenarnya berasal dari bahasa Belanda Zuurzak yang kuranglebih berarti kantung yang asam. Buah Sirsak yang sudah masak lebih berasa asam daripada manis. Pengembangbiakan sirsak yang paling baik adalah melalui okulasi dan akan menghasilkan buah pada usia 4 tahunan setelah ditanam.</p>



<p><b>Nama Lokal :</b><br />
NAMA DAERAH: Sirsak (Indonesia) Nangka sabrang, Nangka landa (Jawa) Nangka Walanda, Sirsak (Sunda) Nangka buris (Madura) Srikaya jawa (Bali) Deureuyan belanda (Aceh) Durio ulondro (Nias) Durian batawi (Minangkabau) Jambu landa (Lampung) Langelo walanda (Gorontalo) Sirikaya balanda (Bugis dan Ujungpandang) Wakano (Nusa Laut) Naka walanda (Ternate) Naka (Flores) Ai ata malai (Timor)</p>



<p><span style="color:#888888;font-family:Verdana;font-size:small;"><b>Penyakit Yang Dapat Diobati :</b><br />
</span></p>



<p><span style="color:#888888;font-family:Verdana;font-size:small;"> <b>Pemanfaatan :</b></span></p>



<p>Khasiat dan manfaat untuk pengobatan:</p>



<p>Ambeien<br />
Bahan: buah sirsak yang sudah masak;<br />
Cara membuat: diperas untuk diambil airnya sebanyak 1 gelas;<br />
Cara menggunakan : diminum 2 kali sehari, pagi dan sore.</p>



<p>Sakit Kandung Air Seni<br />
Bahan: buah sirsak setengah masak, gula dan garam secukupnya;<br />
Cara membuat: semua bahan tersebut dimasak dibuat kolak;<br />
Cara menggunakan : dimakan biasa, dan dilakukan secara rutin setiap hari selama 1 minggu berturut-turut.</p>



<p>Bayi Mencret<br />
Bahan: buah-sirsak yang sudah masak;<br />
Cara membuat: buah sirsak diperas dan disaring untuk diambil airnya;<br />
Cara menggunakan : diminumkan pada bayi yang mencret sebanyak 2-3 sendok makan.</p>



<p>Anyang-anyangen (sering kecing tetapi sedikit dan terasa sakit)<br />
Bahan: sirsak setengah masak dan gula pasir secukupnya;<br />
Cara membuat: sirsak dikupas dan direbus dengan gula bersama-sama dengan air sebanyak 2 gelas; Cara menggunakan : disaring dan diminum.</p>



<p>Sakit Pinggang<br />
Bahan: 20 lembar daun sirsak;<br />
Cara membuat: direbus dengan 5 gelas air sampai mendidih hingga tinggal3 gelas;<br />
Cara menggunakan : diminum 1 kali sehari 3/4 gelas.</p>



<p>Bisul<br />
Bahan: daun sirsak yang masih muda secukupnya;<br />
Cara membuat: ditumbuk halus dan ditambah 1/2 sendok air, diaduk sampai merata;<br />
Cara menggunakan : ditempelkan pada bagian bisul.</p>



<p><span style="color:#888888;font-family:Verdana;font-size:small;"><b>Komposisi :</b><br />
Sirsak (Annona muricata) pada setiap 100 gramnya mengandung nilai kalori sebanyak 65 kalori, protein 1 gram, lemak 0,3 gram, hidrat arang 16,3 gram, kalsium 14 miligram, fosfor 27 miligram, besi 0,6 miligram, vitamin A 10 SI, vitamin B, 0,07 miligram, vitamin C 20 miligram dan zat air 81,7 persen. Di samping itu, pada bagian daun clan batangnya mengandung unsur senyawa tanin, fitosterol, ca-oksalat clan alakaloid murisine.</span></p>



<p>sumber : <a href="http://www.iptek.net.id" rel="nofollow">http://www.iptek.net.id</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pucuk.wordpress.com/2013/05/13/sirsak/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/c1991a48baeedcf2dc043044dcbb88e4685a1619ed317fd27cc2213b7f051b5f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pucuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/sirsak.jpg?w=248" medium="image" />
	</item>
		<item>
		<title>Belimbing Manis (Averhoa carambola)</title>
		<link>https://pucuk.wordpress.com/2013/05/03/belimbing-manis-averhoa-carambola/</link>
					<comments>https://pucuk.wordpress.com/2013/05/03/belimbing-manis-averhoa-carambola/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Pucuk]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 May 2013 13:49:27 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Tumbuhan]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://pucuk.wordpress.com/?p=814</guid>

					<description><![CDATA[Familia : Oxalidaceae Nama Lokal : Belimbing manis (Indonesia), Belimbing manih (Minangkabau); Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), ; Bhalimbing manes (Madura), Balirang (Bugis); Uraian : Pohon kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batang yang tidak begitu besar dan mempunyai garis tengah hanya sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar dan ditemukan [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[
<div class="wp-block-image"><figure class="alignleft size-medium"><img loading="lazy" width="300" height="249" data-attachment-id="1277" data-permalink="https://pucuk.wordpress.com/blimbman/" data-orig-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/blimbman.jpg" data-orig-size="349,290" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="blimbman" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/blimbman.jpg?w=300" data-large-file="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/blimbman.jpg?w=349" src="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/blimbman.jpg?w=300" alt="" class="wp-image-1277" srcset="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/blimbman.jpg?w=300 300w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/blimbman.jpg?w=116 116w, https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/blimbman.jpg 349w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></figure></div>



<p><b>Familia :</b><br />
Oxalidaceae</p>



<p><b>Nama Lokal :</b><br />
Belimbing manis (Indonesia), Belimbing manih (Minangkabau); Belimbing legi (Jawa), Belimbing amis (Sunda), ; Bhalimbing manes (Madura), Balirang (Bugis);</p>



<p><b>Uraian :</b><br />
Pohon kecil, tinggi mencapai 10 m dengan batang yang tidak begitu besar dan mempunyai garis tengah hanya sekitar 30 cm. Ditanam sebagai pohon buah, kadang tumbuh liar dan ditemukan dari dataran rendah sampai 500 m dpi. Pohon yang berasal dari Amerika tropis ini menghendaki tempat tumbuh tidak ternaungi dan cukup lembab. Belimbing wuiuh mempunyai batang kasar berbenjol-benjol, percabangan sedikit, arahnya condong ke atas. Cabang muda berambut halus seperti beludru, warnanya coklat muda. Daun berupa daun majemuk menyirip ganjil dengan 21-45 pasang anak daun. Anak daun bertangkai pendek, bentuknya bulat teiur sampai jorong, ujung runcing, pangkal membundar, tepi rata, panjang 2-10 cm, lebar 1-3 cm, warnanya hijau, permukaan bawah hijau muda. Perbungaan berupa malai, berkelornpok, keluar dari batang atau percabangan yang besar, bungs kecil-kecil berbentuk bintang warnanya ungu kemerahan. Buahnya buah buni, bentuknya bulat lonjong bersegi, panjang 4-6,5 ern, warnanya hijau kekuningan, bila masak berair banyak, rasanya asam. Biji bentuknya bulat telur, gepeng. Rasa buahnya asam, digunakan sebagai sirop penyegar, bahan penyedap masakan, membersihkan noda pada kain, mengkilapkan barang-barang yang terbuat dari kuningan, membersihkan tangan yang kotor atau sebagai bahan obat tradisional. Perbanyakan dengan biji dan cangkok</p>



<p><span style="color:#000080;font-family:Verdana;font-size:small;"><span style="color:#000000;"><b>Komposisi :</b></span><br />
<span style="color:#000000;"> SIFAT KIMIAWI DAN EFEK FARMAKOLOGIS: Rasa asam, sejuk. Menghilangkan sakit (analgetik), memperbanyak pengeluaran empedu, anti radang, peluruh kencing, astringent. KANDUNGAN KIMIA: Batang: Saponin, tanin, glucoside, calsium oksalat, suifur, asam format, peroksidase. Daun: Tanin, suifur, asam format, peroksidase, calsium oksalat, kalium sitrat.</span> </span></p>



<p>BAGIAN YANG DIPAKAI: Daun, bunga, buah.</p>



<p>KEGUNAAN:<br />
Bunga:<br />
&#8211; Batuk.<br />
&#8211; Sariawan (stomatitis)</p>



<p>Daun:<br />
&#8211; Perut sakit. Gondongan (Parotitis).<br />
&#8211; Rematik.</p>



<p>Buah:<br />
&#8211; Batuk rejan.<br />
&#8211; Gusi berdarah, sariawan.<br />
&#8211; Sakit gigi berlubang.<br />
&#8211; Jerawat. Panu.<br />
&#8211; Tekanan darah tinggi.<br />
&#8211; Kelumpuhan.<br />
&#8211; Memperbaiki fungsi pencernaan.<br />
&#8211; Radang rektum.</p>



<p>PEMAKAIAN:<br />
Untuk minum: Lihat resep.<br />
Pamakaian luar: Daun secukupnya setelah dicuci bersih digiling halus sampai seperti bubur, dipakai sebagal tapal (pemakaian setempat) pada gondongan, rheumatism, jerawat, panu.</p>



<p>CARA PEMAKAIAN:<br />
1. Pagel linu:<br />
1 genggam daun belimbing wuiuh yang masih muda, 10 biji cengkeh,<br />
15 biji lada, digiling halus lalu tambahkan cuka secukupnya.<br />
Lumurkan ketempat yang sakit.</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Gondongan:<br />
10 ranting muda belimbing wuiuh berikut daunnya dan 4 butir bawang<br />
merah setelah dicuci bersih lalu ditumbuk halus. Balurkan ketempat<br />
yang sakit.</li><li>
<p>Batuk pada anak.<br />
Segenggam bunga belimbing wuiuh, beberapa butir adas, gula<br />
secukupnya dan air 1 cangkir, ditim selama beberapa jam. Setelah<br />
dingin disaring dengan sepotong kain, dibagi untuk 2 kali minum,<br />
pagi dan malam sewaktu perut kosong.</p>
</li><li>
<p>Batuk:<br />
25 kuntum bunga belimbing wuluh, 1 jari rimpang temu-giring, 1 jari<br />
kulit kayu manis, 1 jari rimpang kencur, 2 butir bawang merah, 1/4<br />
genggam pegagan, 1/4 genggam daun saga, 1/4 genggam daun<br />
inggu, 1/4 genggam daun sendok, dicuci dan dipotong-potong<br />
seperlunya, direbus dengan 5 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4<br />
gelas. Setelah dingin disaring, diminum dengan madu seperlunya.<br />
Sehari 3 kali 3/4 gelas.</p>
</li><li>
<p>Batuk rejan:<br />
a. 10 buah belimbing. wuluh dicuci lalu ditumbuk halus-halus,<br />
diremas dengan 2 sendok makan air garam, lalu disaring. Minum,<br />
lakukan 2 kali sehari.<br />
b. Buah belimbing wuiuh dibuat manisan, sehari makan 3 x 6-8 buah.</p>
</li><li>
<p>Rematik :<br />
a. 100 gr daun muda belimbing wuluh, 10 biji cengkeh dan 15 biji<br />
merica dicuci lalu digiling halus, tambahkan cuka secukupnya<br />
sampai menjadi adonan seperti bubur. Oleskan adonan bubur tadi<br />
ketempat yang sakit.</p>
</li></ol>



<p>b. 5 buah belimbing wuluh, 8 lembar daun kantil (Michelia champaca<br />
L.), 15 biji cengkeh, 15 butir lada hitam, dicuci lalu ditumbuk<br />
halus, diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis dan<br />
1 sendok makan minyak kayu putih. Dipakai untuk menggosok<br />
dan mengurut bagian tubuh yang sakit. Lakukan 2-3 kali sehari.</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Sariawan:<br />
a. Segenggarn bunga belimbing wuluh, gula jawa secukupnya dan<br />
1 cangkir air direbus sampai kental. Setelah dingin disaring,<br />
dipakai untuk membersihkan mulut dan mengoles sariawan.</li></ol>



<p>b. 2/3 genggam bunga belimbing wuiuh, dicuci lalu direbus dengan<br />
3 gelas air bersih sampai tersisa 2 1/4 gelas. Setelah dingin<br />
disaring lalu diminum, sehari 3 kali 3/4 gelas.</p>



<p>c. 3 buah belimbing wuitjh, 3 butir bawang merah, 1 buah pala yang<br />
muda, 10 lembar daun seriawan, 3/4 sendok teh adas, 3/4 jari<br />
pulosari, dicuci lalu ditumbuk halus, diremas dengan 3 sendok<br />
makan minyak kelapa, diperas lalu disaring. Dipakai untuk<br />
mengoles luka-luka akibat sariawan, 6-7 kali sehari.</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Jerawat:<br />
a. Buah belimbing wuluh secukupnya dicuci lalu ditumbuk halus,<br />
diremas dengan air garam seperlunya, untuk menggosok muka<br />
yang berjerawat. Lakukan 3 kali sehari,</li></ol>



<p>b. 6 buah belimbing wuluh dan 1/2 sendok teh bubuk belerang,<br />
digiling halus lalu diremas dengan 2 sendok makan air jeruk nipis.<br />
Ramuan ini dipakai untuk menggosok dan melumas muka yang<br />
berjerawat. Lakukan 2-3 kali sehari.</p>



<ol class="wp-block-list"><li>Panu:<br />
10 buah belimbing wuluh dicuci lalu digiling halus, tambahkan kapur<br />
sirih sebesar biji asam, diremas sampai rata. Ramuan ini dipakai<br />
untuk menggosok kulit yang terserang panu. Lakukan 2 kali sehari.</li></ol>



<li>
<p>Darah tinggi.<br />
a. 3 buah</p>
</li>



<p><span style="color:#000080;font-family:Verdana;font-size:small;"><span style="color:#000000;"><b>Penyakit Yang Dapat Diobati :</b></span><br />
<span style="color:#000000;"> Diabetes melitus, Kolesterol, Hipertensi;</span> </span></p>



<p><span style="color:#333399;">sumber : <a href="http://www.iptek.net.id" rel="nofollow">http://www.iptek.net.id</a></span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://pucuk.wordpress.com/2013/05/03/belimbing-manis-averhoa-carambola/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>2</slash:comments>
		
		
		
		<media:content url="https://0.gravatar.com/avatar/c1991a48baeedcf2dc043044dcbb88e4685a1619ed317fd27cc2213b7f051b5f?s=96&#38;d=wavatar&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">pucuk</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://pucuk.wordpress.com/wp-content/uploads/2021/12/blimbman.jpg?w=300" medium="image" />
	</item>
	</channel>
</rss>
