<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Pelatih Internet Marketing – Pelatih Sumber Daya Manusia</title>
	<atom:link href="https://danielkurniawan.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://danielkurniawan.wordpress.com</link>
	<description>Motivasi - Leadership - Salesman - Service Excellence - Internet Marketing</description>
	<lastBuildDate>Sun, 23 Aug 2015 00:51:10 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">2043700</site><cloud domain="danielkurniawan.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/490210ed6c2c90b0a48ceed423fe50543168ba62b329f4dfcfe353bac810f37f?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs2.wp.com%2Fi%2Fwebclip.png</url>
		<title>Pelatih Internet Marketing – Pelatih Sumber Daya Manusia</title>
		<link>https://danielkurniawan.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://danielkurniawan.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="Pelatih Internet Marketing - Pelatih Sumber Daya Manusia" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://danielkurniawan.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Motivasi - Leadership - Salesman - Service Excellence - Internet Marketing</itunes:subtitle><item>
		<title>AHA Service Excellence</title>
		<link>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/08/23/aha-service-excellence/</link>
					<comments>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/08/23/aha-service-excellence/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Daniel Kurniawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 23 Aug 2015 00:51:10 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aplikasi NLP]]></category>
		<category><![CDATA[service excellent]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://danielkurniawan.wordpress.com/?p=862</guid>

					<description><![CDATA[Malam ini saya bersama istri mengunjungi sebuat pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan sehari-hari. Dan ketika mengunjungi salah satu counter susu. Saya ditawarkan paket hemat untuk sebuah produk susu. Dengan penjelasan produk yang baik, akhirnya kami memutuskan membeli kemasan besar dan kecil. Selanjutnya kami melanjutkan ke counter lain. Pas berjalan sekitar 20 menit. Kami kembali ketemu [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Malam ini saya bersama istri mengunjungi sebuat pusat perbelanjaan untuk membeli kebutuhan sehari-hari.</p>
<p>Dan ketika mengunjungi salah satu counter susu. Saya ditawarkan paket hemat untuk sebuah produk susu. Dengan penjelasan produk yang baik, akhirnya kami memutuskan membeli kemasan besar dan kecil.</p>
<p>Selanjutnya kami melanjutkan ke counter lain. Pas berjalan sekitar 20 menit. Kami kembali ketemu pramuniaga susu ini. Sedikit terkejut dia mengatakan bahwa susu hanya tahan dalam waktu 1 jam bila tidak dimasuki freezer.</p>
<p>Dengan cekatan dia menawarkan bongkahan es batu. Kemudian dia mengambil kemasan susu kami. Dan membukusnya kembali dengan tambahn bongkahan es batu.</p>
<p>Nah service yang beginian membuat saya terkesima. Si pramuniaga mampu membuat AHA. Sebuah layanan yang tak terduga. Sehingga seperti menancapkan sebuah memori kepada konsumen.</p>
<p>Inilah sebenarnya tugas seorang pelaku service excellence yang mesti menciptakan aha-aha kecil  dan besar ke dalam benak konsumen.</p>
<p>Salam AHA!</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/08/23/aha-service-excellence/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">862</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e07c917bef22ddc217c31ea2827125c5a5d363e8f4eeb36bac279ae81e0b2f81?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96">
			<media:title type="html">Daniel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Kenali Pola Penjualan Anda !</title>
		<link>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/08/15/kenali-pola-penjualan-anda/</link>
					<comments>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/08/15/kenali-pola-penjualan-anda/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Daniel Kurniawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sat, 15 Aug 2015 01:05:19 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aplikasi NLP]]></category>
		<category><![CDATA[NLP On bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[Salesman]]></category>
		<category><![CDATA[nlp training]]></category>
		<category><![CDATA[pembicara publik]]></category>
		<category><![CDATA[salesman training]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://danielkurniawan.wordpress.com/?p=857</guid>

					<description><![CDATA[Dalam beberapapa  tahun terakhir ketika membantu proses penjualan perumahan. Saya menemukan beberapa pola proses penjualan yang umumnya sama. Awalnya saat memulai penjualan perumahan pertama kali. Terasa begitu sulit untuk mendapatkan klien pertama. Mungkin dikarenakan beberapa fasilitas umum juga belum selesai dibangun. Ketika mengajak klien melihat lokasi, umumnya mereke mengeluarkan respon lokasi yang kejauhan, masih sepi, [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam beberapapa  tahun terakhir ketika membantu proses penjualan perumahan. Saya menemukan beberapa pola proses penjualan yang umumnya sama.</p>
<p>Awalnya saat memulai penjualan perumahan pertama kali. Terasa begitu sulit untuk mendapatkan klien pertama. Mungkin dikarenakan beberapa fasilitas umum juga belum selesai dibangun. Ketika mengajak klien melihat lokasi, umumnya mereke mengeluarkan respon lokasi yang kejauhan, masih sepi, jalan belum diaspal dll.</p>
<p>Memang ada beberapa klien juga yang melihat ke depan prospek dari perumahan yang mereka mau beli ini. Biasanya pola pikir konsumen seperti ini sangat dibutuhkan supaya penjualan awal dapat memenuhi target. Makanya setiap awal penjualan pasti akan diberikan bonus spesial seperti harga yang murah, dp dapat diangsur beberapa kali, tanpa dp, bebas biaya KPR.</p>
<p>Setelah penjualan memasuki fase kedua dimana sudah ada sekitar 25% yang membeli rumah. Harga pasti dinaikkan dengan tujuan menanamkan pikiran kepada yang beli pertama. Bahwa mereka belum menempati saja sudah UNTUNG.</p>
<p>Dengan adanya kenaikan harga justru akan semakin cepat proses penjualan. Ditambah lagi proses visual dari perumahan seperti taman, jalan kompleks dan pintu gerbang biasanya sudah selesai dibangun. Juga beberapa rumah contoh sudah jadi. Sehingga lokasi yang dulu gersang sekarang menjadi lebih segar dengan banyaknya tanaman.</p>
<p>Bila sudah ada beberapa penghuni yang tinggal disana. Penjualan akan semakin cepat lagi. Karena dalam pikiran konsumen perumahan ini sudah &#8220;siap huni&#8221;. Makanya biasanya mereka mudah sekali kita pengaruhi untuk membeli rumah. Apalagi bila developernya punya program referal untuk konsumen. Maka perumahan pun akan cepat SOLD OUT.</p>
<p>Mengenali proses penjualan poduk yang kita sangat penting sekali. Sehingga bila sudah mengetahui prosesnya anda tinggal mengulang saja. Bila belum closing tinggal dicari saja apa masalahnya. Cari solusinya. Dan lakukan eksekusi lagi.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/08/15/kenali-pola-penjualan-anda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">857</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e07c917bef22ddc217c31ea2827125c5a5d363e8f4eeb36bac279ae81e0b2f81?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96">
			<media:title type="html">Daniel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Mana yang penting, rasa enak atau service memuaskan?</title>
		<link>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/08/12/mana-yang-penting-rasa-enak-atau-service-memuaskan/</link>
					<comments>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/08/12/mana-yang-penting-rasa-enak-atau-service-memuaskan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Daniel Kurniawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Aug 2015 01:08:49 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NLP On bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[NLP Praktis]]></category>
		<category><![CDATA[service excellent]]></category>
		<category><![CDATA[nlp training]]></category>
		<category><![CDATA[pelatihan service excellent]]></category>
		<category><![CDATA[service excellent training]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://danielkurniawan.wordpress.com/?p=853</guid>

					<description><![CDATA[Apa yang pertama kali anda ingat ketika mengunjungi sebuah restoran atau rumah makan? Makanan yang enak atau service yang memuaskan? Ayo ngacung. Mana yang anda pilih? Siapa yang memilih makanan enak tapi servicenya masih standar biasa-biasa saja? atau anda memilih servicenya memuaskan tapi makanannya kurang enak? Bila saya disuruh memilih tentu saja di urutan pertama [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Apa yang pertama kali anda ingat ketika mengunjungi sebuah restoran atau rumah makan?</p>
<p>Makanan yang enak atau service yang memuaskan?</p>
<p>Ayo ngacung. Mana yang anda pilih?</p>
<p>Siapa yang memilih makanan enak tapi servicenya masih standar biasa-biasa saja?</p>
<p>atau anda memilih servicenya memuaskan tapi makanannya kurang enak?</p>
<p>Bila saya disuruh memilih tentu saja di urutan pertama adalah makanannya mesti enak. Walaupun servicenya kurang memuaskan ya dimaklumi saja dulu. Ntar paling dikasih saran buat diperbaiki.</p>
<p>Dari pengalaman saya mencoba beberapa rumah makan dan restoran yang memasak dengan enak. Umumnya pelayanan mereka masih jauh dari standar. Hal ini saya alami ketika makan di sebuah rumah makan yang memasak spesialis mie.  Pas begitu sampai di depan kita akan menjumpai si koko yang memasak mienya menggunakan kaos oblong biasa. Begitu duduk pelayan datang. Pesan minuman dan beberapa porsi mie. Tidak berapa lama minuman datang.</p>
<p>Sambil menunggu mienya kami mengobrol. Lewat waktu 15-20 menit baru mienya datang. Karena rasa mienya enak. Saya memutuskan untuk pesan bawa pulang. Nah, saat menunggu bungkusan mie. Ternyata kuahnya nggak ada. Dan ketika saya minta sama koko penjual mie. Mereka cuma bilang mesti bawa tempat khusus. Tidak melayani dibungkus dengan plastik untuk kuahnya. Entah alasannya apa. Tapi hal ini membuat saya cukup kecewa.</p>
<p>Selang beberapa lama lagi apalagi ingin makan mie pasti saya selalu menyebut nama toko mie ini sebagai pilihan pertama. Mengapa? Karena rasanya enak. OG (modalitas nlp) saya sudah ketagihan. Walaupun servicenya buruk tapi dari pengamatan saya toko mie ini tetap saja ramai dibandingkan dengan toko mie di sekitarnya.</p>
<p>Hal ini bukan saja saya alami dari toko mie ini saja. Umumnya bila namanya makanan pasti kita mencari RASA enaknya dulu. Baru pelayanannya. Apakah ada yang makanannya enak dan servicenya memuaskan? Ya, tentu saja ada.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/08/12/mana-yang-penting-rasa-enak-atau-service-memuaskan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">853</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e07c917bef22ddc217c31ea2827125c5a5d363e8f4eeb36bac279ae81e0b2f81?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96">
			<media:title type="html">Daniel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Menjadi Telemarketer Yang Speed, Simple dan Strong</title>
		<link>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/05/31/menjadi-telemarketer-yang-speed-simple-dan-strong/</link>
					<comments>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/05/31/menjadi-telemarketer-yang-speed-simple-dan-strong/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Daniel Kurniawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 31 May 2015 14:06:47 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aplikasi NLP]]></category>
		<category><![CDATA[NLP On bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[artikel nlp]]></category>
		<category><![CDATA[trainer nlp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://danielkurniawan.wordpress.com/?p=841</guid>

					<description><![CDATA[Pernahkah anda menerima telpon dari seorang telemarketer yang meminta waktu dan anda menjawab, &#8220;Silakan&#8221;? Kalau begitu, beruntunglah ia menelpon anda sebagai calon pelanggannya. Sebab biasanya orang akan segera menjawab, &#8221; Tidak ada waktu.&#8221; Sejauh yang saya tahu melalui perbincangan dengan para telemarketer, umumnya mereka tidak akan menanyakan apakah pelanggannya punya waktu atau tidak, &#8220;Tidak, saya [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda menerima telpon dari seorang telemarketer yang meminta waktu dan anda menjawab, &#8220;Silakan&#8221;? Kalau begitu, beruntunglah ia menelpon anda sebagai calon pelanggannya. Sebab biasanya orang akan segera menjawab, &#8221; Tidak ada waktu.&#8221; Sejauh yang saya tahu melalui perbincangan dengan para telemarketer, umumnya mereka tidak akan menanyakan apakah pelanggannya punya waktu atau tidak, &#8220;Tidak, s<span class="text_exposed_show">aya tidak akan meminta waktu karena kalau mereka menjawab &#8216;TIDAK&#8217; lalu saya mau apa?&#8221;</span></p>
<p><span id="more-841"></span></p>
<p>Sebagai salah satu pemasar di bidang online, saya hampir mendapat telepon dalam satu minggu itu minimal 2 sampai 3 kali dari seorang marketer. Biasanya mereka minta waktu untuk janjian ketemu untuk menjelaskan sesuatu. Yang lebih menjengkelkan ketika saya todong dengan perkataan “buat apa?”. Umumnya mereka menjawab, “untuk itulah saya ingin ketemu bapak”. Setelah mendengar jawaban tersebut biasanya saya memberikan jawaban aman dengan mengatakan sedang berada di luar kota. Dan mereka balik memberikan jawaban,” kapan balik pak?”. Karena sudah merasa jengkel saya hanya memberikan jawaban,”oh, masih lama mungkin tahun depan. Itu juga saya sudah ke kota yang lain”. Barulah mereka berhenti bertanya. Langsung mengucapkan terima kasih.</p>
<p>Bicara tentang waktu, orang sering membuat metafora &#8216;waktu adalah uang&#8217;, karena benar-benar sangat berharga. Sebab sekali anda menggunakannya, maka sekali terlewati akan terlewati, tidak perduli apapun jenis kegiatan yang anda lakukan. Celakanya, yang namanya waktu bukanlah benda nyata, ia hanya ada dalam benak kita. Lalu apa yang membuatnya begitu berharga? Saya pikir tidak perlu dibahas disini, karena apapun argumentasinya, buat beberapa orang waktu memang sangat berharga.</p>
<p>Guru saya pernah mendapatkan &#8216;pelajaran berharga&#8217; dari seorang telemarketer dan mungkin berguna untuk menajamkan sales anda, bila produk atau jasa anda dijual melalui &#8216;scripts&#8217; dan &#8216;cold calling&#8217;. Perbincangan berjalan kurang lebih seperti ini:<br />
&#8220;Halo, boleh bicara dengan Bapak Ali ?&#8221; &#8220;Saya sendiri.&#8221; &#8220;Bapak Ali, saya paham Bapak sering sekali menerima telpon setiap harinya, dari salesman, telemarketer, dan semacamnya. Saya akan jujur mengatakan bahwa ini adalah telemarketing. Saya hanya minta waktu Bapak 28 detik untuk mencari tahu apakah Bapak tertarik dengan tawaran saya. Di akhir 28 detik, bila Bapak tertarik akan kita teruskan atau saya akan menghubungi Bapak kembali lain waktu. Bila Bapak tidak tertarik diakhir 28 detik, saya akan mengatakan, &#8216;TERIMA KASIH BANYAK, BAPAK&#8217; dan mengakhiri pembicaraan ini. Bolehkan saya minta waktu 28 detik, Bapak?&#8221;</p>
<p>Jujur bahwa saya cukup sering menerima panggilan telpon. Biasanya jarang sekali yang berakhir kurang dari 10 menit oleh banyak sebab. Orang ini simple, speed, strong. Kenapa harus 28 detik, tidak 30 detik, misalnya? Kenapa tidak setengah menit, atau beberapa menit umpamanya? Hal ini punya &#8216;strong&#8217; efek buat saya. Simple, karena tawarannya sederhana: kalau tertarik, pembicaraan akan diteruskan atau dia telpon lagi dan bila tidak, tutup telpon sambil mengucapkan terima kasih. Speedy, karena ukurannya cuma detik dan saya cuma cukup menjawab &#8216;tidak tertarik&#8217;.</p>
<p>Secara pribadi saya pernah menerapkan apa yang pernah dialami oleh guru saya ini. Saat telemarketer itu gotot ingin menjelaskan sesuatu. Saya katakan dengan nada cepat bahwa jelasain saja di telepon. Waktunya 60 detik. Bila saat dijelaskan nanti saya tidak tertarik maka saya akan mengatakannya. Tak lupa saya meminta persetujuan telemarketer ini. Umumnya setelah mereka setuju maka selanjutnya nada bicaranya lebih cepat dan terarah. Sayang saat pertengahan saya sering mengatakan “tidak tertarik” dan telepon dimatikan.</p>
<p>Orang ini memakai NLP meski belum tentu menyadarinya. Dalam workshop sering saya katakan, mintalah waktu. Sebab bila mereka tidak ada waktu dan anda tetap nyerocos, belum tentu mereka akan mendengarkan apapun yang anda katakan. Kalau mereka mengatakan tidak punya waktu, tanyakan kapan waktu yang tepat untuk menelponnya kembali.</p>
<p>Mungkin beberapa dari anda akan bergumam, &#8220;Bapak, tidak sesederhana itu proses telemarketing.&#8221;<br />
Namun saya yakin sesederhana itu, hanya saja anda belum pernah melakukannya. Cobalah, dan ukur hasilnya. Sebagai bahan riset cobalah membagi &#8216;prospecting calls&#8217; anda menjadi dua kolom. Misalkan anda merencanakan 500 calls. Yang 250 anda lakukan dengan cara diatas, lalu amati hasilnya, sedangkan yang 250 lagi anda lakukan dengan cara yang biasanya anda lakukan.</p>
<p>Salah satu presupposition NLP mengatakan: &#8220;If what you are doing is not working, do something else.&#8221;</p>
<p>(diolah dari sumber <a href="http://l.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Findonlp.com%2F&amp;h=XAQHL7oSi&amp;enc=AZMMTQCYVQuJpqdGTWtGj7VwM4HlO5udkwkyELOh9U_eCnZl1a2J2AAPYVrR21YK0H4O67njB2e53kxuv0hR4nsD1Gu-kqIjjObwIkUo1U2BzlAgWUV3Z4bdoxfy1d7vRqo293K3D0h1VAunEeYteG5C&amp;s=1" target="_blank" rel="nofollow nofollow">http://indonlp.com/</a>)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/05/31/menjadi-telemarketer-yang-speed-simple-dan-strong/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">841</post-id>
		<media:thumbnail url="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/05/telemarketer.jpg"/>
		<media:content medium="image" url="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/05/telemarketer.jpg">
			<media:title type="html">Telemarketer</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e07c917bef22ddc217c31ea2827125c5a5d363e8f4eeb36bac279ae81e0b2f81?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96">
			<media:title type="html">Daniel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Pikirkan dulu Memilih Respon bila mau NASIB anda BERUBAH</title>
		<link>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/04/24/pikirkan-dulu-memilih-respon-bila-mau-nasib-anda-berubah/</link>
					<comments>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/04/24/pikirkan-dulu-memilih-respon-bila-mau-nasib-anda-berubah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Daniel Kurniawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 24 Apr 2015 01:37:52 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[inspirasi]]></category>
		<category><![CDATA[tips motivasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://danielkurniawan.wordpress.com/?p=835</guid>

					<description><![CDATA[Setiap hari kita selalu mengalami yang namanya STIMULUS. dimana saat menerima sebuah stimulus ada sebuah ruangan jeda, buat kesempatan kita untuk memberikan pilihan bagaimana cara untuk meRESPONnya. Cara memilih dan akhirnya membuat keputusan untuk meresponnya itulah yang akan menentukan hasil akhir yang mau kita dapat. Sekarang amati berapa banyak STIMULUS yang dapat anda terima setiap [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Setiap hari kita selalu mengalami yang namanya STIMULUS. dimana saat menerima sebuah stimulus ada sebuah ruangan jeda, buat kesempatan kita untuk memberikan pilihan bagaimana cara untuk meRESPONnya.</p>
<p>Cara memilih dan akhirnya membuat keputusan untuk meresponnya itulah yang akan menentukan hasil akhir yang mau kita dapat.</p>
<div data-shortcode="caption" id="attachment_837" style="width: 680px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/stimulus-respon.png"><img aria-describedby="caption-attachment-837" data-attachment-id="837" data-permalink="https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/04/24/pikirkan-dulu-memilih-respon-bila-mau-nasib-anda-berubah/stimulus-respon/#main" data-orig-file="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/stimulus-respon.png" data-orig-size="701,336" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="stimulus respon" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;stimulus respon menentukan nasib anda&lt;/p&gt;
" data-large-file="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/stimulus-respon.png?w=670" class="size-large wp-image-837" src="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/stimulus-respon.png?w=670&#038;h=321" alt="stimulus respon menentukan nasib anda" width="670" height="321" srcset="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/stimulus-respon.png?w=670 670w, https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/stimulus-respon.png?w=150 150w, https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/stimulus-respon.png?w=300 300w, https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/stimulus-respon.png 701w" sizes="(max-width: 670px) 100vw, 670px" /></a><p id="caption-attachment-837" class="wp-caption-text">stimulus respon menentukan nasib anda</p></div>
<p>Sekarang amati berapa banyak STIMULUS yang dapat anda terima setiap hari baik berupa gambar (visual), suara (audio) dan gerakan (kinestetik). Kemampuan anda dalam memilah setiap respon yang baik dan benar akan menentukan setiap keputusan yang mau anda ambil.</p>
<p><span id="more-835"></span></p>
<p>Perhatikan gambar berikut ini:</p>
<div data-shortcode="caption" id="attachment_836" style="width: 621px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/isacc.png"><img aria-describedby="caption-attachment-836" data-attachment-id="836" data-permalink="https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/04/24/pikirkan-dulu-memilih-respon-bila-mau-nasib-anda-berubah/isacc/#main" data-orig-file="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/isacc.png" data-orig-size="611,320" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Stimulus Respon" data-image-description="" data-image-caption="" data-large-file="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/isacc.png?w=611" class="wp-image-836 size-full" src="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/isacc.png?w=670" alt="Stimulus Respon"   srcset="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/isacc.png 611w, https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/isacc.png?w=150&amp;h=79 150w, https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/isacc.png?w=300&amp;h=157 300w" sizes="(max-width: 611px) 100vw, 611px" /></a><p id="caption-attachment-836" class="wp-caption-text">Kemampuan anda memilih STIMULUS akan menentukan NASIB</p></div>
<p>Tentu anda tahu siapa yang berada dalam gambar tersebut!</p>
<p>Siapa lagi bila bukan Isaac Newton si penemu teori Gravitasi.</p>
<p>Yang jadi pertanyaan saya adalah bila yang berada di bawah pohon apel itu itu adalah apel.</p>
<p>Saat anda kejatuhan buah apel (STIMULUS) apa yang mau anda pilih sebagai sebuah respon.</p>
<p>Mungkin anda memilih:</p>
<p>&#8211; Ah, sialan nih. Kepala gua benjol gara-gara buah apel ini.</p>
<p>&#8211; Wah, nih ada apel masak. Rejeki gua makan ah&#8230;</p>
<p>&#8211; Anda melihat ke atas. Dan ternyata banyak buah apel yang lainnya. Panjat dan ambil buahnya. Kemudian jual.</p>
<p>&#8211; &#8230;&#8230;&#8230;</p>
<p>Dalam kehidupan masih banyak &#8220;APEL&#8221; lainnya yang dapat anda temukan. APEL hanyalah sebuah metafora.</p>
<p>APEL dalam kehidupan dapat berupa pekerjaan, bisnis, masalah keluarga, keuangan, status anda dan &#8230;&#8230;.</p>
<p>Bila kehidupan anda belum banyak berubah mungkin anda masih memilih sudut pandang APEL yang sama. Cobalah ubahlah sudut pandang anda dalam memilih RESPON sehingga KEPUTUSAN anda pun dapat berubah.</p>
<p>Silahkan Follow facebook: <a title="Stimulus Respon" href="https://www.facebook.com/daniel.kurniawan1" target="_blank">daniel kurniawan</a></p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/04/24/pikirkan-dulu-memilih-respon-bila-mau-nasib-anda-berubah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">835</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e07c917bef22ddc217c31ea2827125c5a5d363e8f4eeb36bac279ae81e0b2f81?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96">
			<media:title type="html">Daniel</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/stimulus-respon.png?w=670">
			<media:title type="html">stimulus respon menentukan nasib anda</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/04/isacc.png">
			<media:title type="html">Stimulus Respon</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Reframing In Sales</title>
		<link>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/03/23/reframing-in-sales/</link>
					<comments>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/03/23/reframing-in-sales/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Daniel Kurniawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 23 Mar 2015 00:42:54 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[NLP On bisnis]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://danielkurniawan.wordpress.com/?p=827</guid>

					<description><![CDATA[Salah satu teknik NLP yang selalu saya gunakan dalam kegiatan bisnis saya di bidang penjualan properti adalah reframing. Teknik ini sangat luwes dan powerfull bila digunakan dengan tepat dan benar. Alkisah, Richard Bandler, salah satu penggagas kaidah NLP (http://goo.gl/rgNFdL) , mengunjungi seorang rekan yang berprofesi sebagai agen real estate. Pada saat itu sang rekan sedang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu teknik NLP yang selalu saya gunakan dalam kegiatan bisnis saya di bidang penjualan properti adalah reframing. Teknik ini sangat luwes dan powerfull bila digunakan dengan tepat dan benar.</p>
<p>Alkisah, Richard Bandler, salah satu penggagas kaidah NLP (<a href="http://goo.gl/rgNFdL" target="_blank" rel="nofollow">http://goo.gl/rgNFdL</a>) , mengunjungi seorang rekan yang berprofesi sebagai agen real estate. Pada saat itu sang rekan sedang berbincang-bincang dengan seorang ibu yang menanyakan apakah sang agen mempunyai daftar rumah yang <span class="text_exposed_show">memiliki halaman luas. Rekan Bandler menjawab, &#8220;Kebetulan saya sedang tidak memiliki daftarnya, ibu. Tapi jika ibu bersedia, silahkan meninggalkan nomor telepon untuk saya kabari secepatnya.&#8221;</span></p>
<p><span id="more-827"></span></p>
<div class="text_exposed_show">
<p>Bandler merasa dirinya perlu berbuat sesuatu dan bertanya kepada rekannya apakah ia mempunyai daftar rumah yang berlokasi di dekat sebuah sekolah anak-anak, dan dijawab ada beberapa. Kemudian Bandler bertanya kepada ibu tersebut, &#8220;Atas pertimbangan apakah ibu ingin mencari rumah dengan halaman yang luas?&#8221;</p>
<p>Ibu tersebut menjawab, &#8220;Karena anak saya berjumlah sembilan orang.&#8221;</p>
<p>Bandler kemudian berkata, &#8220;Dan dengan demikian ibu harus membayar pajak yang lebih besar karena mencari sebuah rumah yang luas seperti itu.&#8221;</p>
<p>Ibu menjawab kembali, &#8220;Yah, mau bagaimana lagi?&#8221;</p>
<p>Bandler berkata kembali,&#8221;Mengapa ibu tidak membeli rumah yang berlokasi di dekat sekolah saja? Anak-anak ibu dapat bermain di sana, bahkan ibu tidak perlu mengeluarkan biaya ekstra untuk merawat halaman dan membayar pajak lebih untuk itu.&#8221;</p>
<p>Ibu itu pun menjawab, &#8220;Benar sekali! Tidak pernah saya pikirkan ide ini sebelumnya!&#8221;</p>
<p>Pembelian rumah terjadi sesudahnya, berkat kecerdikan Bandler dalam melakukan Reframing, yakni mengubah persepsi ibu tersebut tentang halaman rumah yang sebelumnya positif menjadi negatif. Kemudian mengubah suasana rumah dekat sekolah yang banyak dianggap orang sebagai sesuatu yang tidak nyaman (negatif) karena berisik menjadi suatu hal yang positif (nyaman).</p>
<p>Tentu saja menggunakan teknik reframing ini kita perlu berlatih terus menerus dalam menghadapi setiap pertanyaan dari customer (<a href="http://l.facebook.com/l.php?u=http%3A%2F%2Fgoo.gl%2F2CE79L&amp;h=tAQFAQg40&amp;enc=AZPlzHkAhKMCfmAB03GXtzy61v54XEvgACsLgwBxRKkCAl2hybA3Oj72R-CjERmyxJEsE0o_huezd-uT5MUL5nlGT8QoTiIHcCS-Rhxqic2lJMGlxMMds09qLzU2vkOtFuwrc2D78_SFsYIVPmPqnMWtlAkHYRUY-X-VrTLwklDmNg&amp;s=1" target="_blank" rel="nofollow">http://goo.gl/2CE79L</a>)</p>
<p><a class="_58cn" href="https://www.facebook.com/hashtag/nlp?source=feed_text&amp;story_id=10206319400014086"><span class="_58cl">‪#‎</span><span class="_58cm">NLP‬</span></a> in Business Aplication</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://danielkurniawan.wordpress.com/2015/03/23/reframing-in-sales/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">827</post-id>
		<media:thumbnail url="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/03/reframing.png"/>
		<media:content medium="image" url="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/03/reframing.png">
			<media:title type="html">Reframin In Sales</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e07c917bef22ddc217c31ea2827125c5a5d363e8f4eeb36bac279ae81e0b2f81?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96">
			<media:title type="html">Daniel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>4 Tahapan Dalam Bekerja</title>
		<link>https://danielkurniawan.wordpress.com/2014/02/09/4-tahapan-dalam-bekerja/</link>
					<comments>https://danielkurniawan.wordpress.com/2014/02/09/4-tahapan-dalam-bekerja/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Daniel Kurniawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Feb 2014 07:39:20 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://danielkurniawan.wordpress.com/?p=825</guid>

					<description><![CDATA[Dari detik finance: Jakarta -Salah satu orang terkaya di Indonesia, Tahir, memiliki filosofi unik soal pekerjaan. Menurutnya, orang yang bekerja itu terdiri dari 4 tahapan. Tahir yang baru saja memberikan hibah bantuan uang Rp 6 miliar ke pemprov DKI Jakarta untuk penanggulangan banjir ini menganggap kerja berdasarkan hobi adalah kelas manusia terendah. Itu adalah pemikiran yang [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-content post_content">
<p>Dari detik finance:</p>
<p><strong>Jakarta</strong> -Salah satu orang terkaya di Indonesia, Tahir, memiliki filosofi unik soal pekerjaan. Menurutnya, orang yang bekerja itu terdiri dari 4 tahapan.</p>
<p>Tahir yang baru saja memberikan hibah bantuan uang Rp 6 miliar ke pemprov DKI Jakarta untuk penanggulangan banjir ini menganggap kerja berdasarkan hobi adalah kelas manusia terendah. Itu adalah pemikiran yang terlalu kebarat-baratan.<span id="more-352"></span></p>
<p><span id="more-825"></span></p>
<p>“Pertama yang paling rendah adalah kerja sesuatu atas hobi. Itu sangat pemikiran barat, be yourself. Saya tidak setuju. Saya kerja sesuatu bukan karena hobi. Kalau begitu itu kelas terendah,” kata suami dari Rosy ini saat berkunjung ke kantor <strong>detikcom</strong> di Jakarta, Selasa (28/1/2014).</p>
<p>Tahir yang juga pendiri Mayapada Group mengatakan kedua adalah tahapan orang yang bekerja karena tanggung jawab. Orang yang bekerja karena tanggung jawab berada satu tahap lebih tinggi dibanding yang berdasarkan hobi. Ini merupakan hal yang wajib.</p>
<p>“Naik satu tingkat di atas adalah kerja karena tanggung jawab. Kalau saya berani nikah, saya harus bisa menjadi suami bertanggung jawab. Kalau nggak, saya jangan naik ring (tinju/menikah),” lanjutnya.</p>
<p>Ketiga adalah bekerja karena ahli. Orang kaya dermawan ini mengatakan, kerja berdasarkan ahli merupakan hasil dari bekerja karena tanggung jawab.</p>
<p>“Misalkan saya kerja di mobil. Saya tidak senang tapi karena saya tanggung jawab saya kerja di situ, pelan-pelan saya menjadi ahlinya. Mungkin suatu hari saya bisa buka pabrik assembling dan lainnya,” lanjut pria kelahiran 1952 ini.</p>
<p>Terakhir, yang terpenting menurut Tahir adalah bekerja yang memiliki visi. Seolah percuma bagi Tahir jika bekerja tidak memiliki visi atau tujuan yang jelas.</p>
<p>“Menjadi presiden, orang kaya, terkenal, menteri itu bukan tujuan hidup. Itu hanya jalan alat yang kita pakai untuk sebuah tujuan. Tujuan semua sama, yaitu membawa berkah untuk orang lain. Mulai dari keluarga dulu. Orang yang bisa benahin keluarga baru bisa benahin negara,” tambahnya.</p>
<p>“Hanya visioner yang bisa mengubah negara ini,” tutupnya.</p>
<p><strong>(zul/ang)</strong></p>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://danielkurniawan.wordpress.com/2014/02/09/4-tahapan-dalam-bekerja/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">825</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e07c917bef22ddc217c31ea2827125c5a5d363e8f4eeb36bac279ae81e0b2f81?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96">
			<media:title type="html">Daniel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>10 Prinsip NLP menuju Mastery of Life</title>
		<link>https://danielkurniawan.wordpress.com/2014/02/09/10-prinsip-nlp-menuju-mastery-of-life/</link>
					<comments>https://danielkurniawan.wordpress.com/2014/02/09/10-prinsip-nlp-menuju-mastery-of-life/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Daniel Kurniawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 09 Feb 2014 07:35:09 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aplikasi NLP]]></category>
		<category><![CDATA[artikel nlp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://danielkurniawan.wordpress.com/?p=823</guid>

					<description><![CDATA[10 Prinsip NLP menuju Mastery of Life: (ditulis oleh Kang Puhong Dazal.) 1. Lakukanlah sesuatu yang meghasilkan hal baru, dan janganlah mencoba untuk memperbaiki hal-hal yang lama. 2. Setiap langkah/aksi pastikan adanya “Feedback” yang memberi kekuatan dan hindari selalu merenungi kegagalan yang akan menghabiskan Energi. 3. Ingat bahwa Pengaruh dan Kontrol Diri diperoleh melalui keluwesan bertindak. 4. Dalam [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<div class="entry-content post_content">
<p>10 Prinsip NLP menuju Mastery of Life: (ditulis oleh Kang Puhong Dazal.)</p>
<p>1. Lakukanlah sesuatu yang meghasilkan hal baru, dan janganlah mencoba untuk memperbaiki hal-hal yang lama.</p>
<p>2. Setiap langkah/aksi pastikan adanya “Feedback” yang memberi kekuatan dan hindari selalu merenungi kegagalan yang akan menghabiskan Energi.</p>
<p>3. Ingat bahwa Pengaruh dan Kontrol Diri diperoleh melalui keluwesan bertindak.</p>
<p><span id="more-823"></span></p>
<p>4. Dalam suatu Penolakan itu adalah menunjukan adanya pemahaman yang kurang.(Akalnya belum sampai kesana).<span id="more-343"></span></p>
<p>5. Dimana Tujuan dan Kebiasaan itu selalu berbeda.</p>
<p>6. Bahwa Manusia memiliki segala sesuatu yang mereka Butuhkan untuk Berubah.</p>
<p>7. Jika sesuatu hal itu mungkin bagi seseorang, maka sesuatu hal itu jugamungkin dapat untuk orang lain.</p>
<p>8. Dimana Makna dari komunikasi terletak pada “response”nya.</p>
<p>9. Dimana Persepsi itu adalah suatu kenyataan yang ada padanya.</p>
<p>10. Andalah yang mengontrol BENAK (MIND ) Pikiran(VA) dan Perasaan(K) yang menghasilkan Keputusan anda dan anda pulalah yang bertanggung jawab atas segala Resiko dan Hasilnya.</p>
<p>Segala sesuatu itu hendaknya diawali oleh “PIKIR(VA)” ( Berpikirlah dahulu jika hendak berbuat sesuatu dengan Test. Operate. Test. Exit.(TOTE), kemudian oleh “RASA(K)” (pertimbangkan segala sesuatu itu dengan Perasaan setelah di Pikirkan terlebih dahulu, dan jangan mencoba menerima sesuatu dengan Perasaan terlebih dahulu, sebab tidak akan menemui solusi dalam proses pencapaiannya). Oleh karena sebaik apapun itu bila diterima dengan Rasa tidak Suka, maka tak ada artinya yang Baik itu, dan sebaliknya Seburuk apapun itu bila ada Rasa Suka, Maka dianggap Baik yang buruk itu.</p>
<p>Maka latihlah Perasaan(K) anda agar tidak Membelungu Pikiran(VA) anda, untuk berkreatifitas mencari Solusi dikehidupan ini, dengan jalan Mengelola Pikiran(VA) anda.</p>
</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://danielkurniawan.wordpress.com/2014/02/09/10-prinsip-nlp-menuju-mastery-of-life/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">823</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e07c917bef22ddc217c31ea2827125c5a5d363e8f4eeb36bac279ae81e0b2f81?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96">
			<media:title type="html">Daniel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Refleksi  Akhir  Tahun</title>
		<link>https://danielkurniawan.wordpress.com/2013/12/24/refleksi-akhir-tahun/</link>
					<comments>https://danielkurniawan.wordpress.com/2013/12/24/refleksi-akhir-tahun/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Daniel Kurniawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Tue, 24 Dec 2013 13:59:37 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aplikasi NLP]]></category>
		<category><![CDATA[Motivasi]]></category>
		<category><![CDATA[artikel motivasi]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://danielkurniawan.wordpress.com/?p=817</guid>

					<description><![CDATA[Mungkin ini kata-kata ini berguna  untuk anda merefleksikan diri di   akhir tahun: Apapun prestasi yang sudah kamu capai tahun ini, BERSYUKURLAH #RefleksiAkhirTahun Menuliskan impian itu baru sebuah AWAL,memulai mewujudkannya itu adalah sebuah proses perjalanan #RefleksiAkhirTahun Impian akan terwujud apabila kita siap mengambil resiko dan bertanggung jawab #RefleksiAkhirTahun Saat anda mampu mewujudkan impian anda, orang lain [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Mungkin ini kata-kata ini berguna  untuk anda merefleksikan diri di   akhir tahun:</p>
<p><span class="userContent">Apapun prestasi yang sudah kamu capai tahun ini, BERSYUKURLAH <a class="_58cn" href="https://www.facebook.com/hashtag/refleksiakhirtahun">#RefleksiAkhirTahun</a></span></p>
<p><span class="userContent">Menuliskan impian itu baru sebuah AWAL,memulai mewujudkannya itu adalah sebuah proses perjalanan <a class="_58cn" href="https://www.facebook.com/hashtag/refleksiakhirtahun">#RefleksiAkhirTahun</a></span></p>
<p><span class="userContent">Impian akan terwujud apabila kita siap mengambil resiko dan bertanggung jawab <a class="_58cn" href="https://www.facebook.com/hashtag/refleksiakhirtahun">#RefleksiAkhirTahun</a></span></p>
<p><span class="userContent">Saat anda mampu mewujudkan impian anda, orang lain mengatakan KEBETULAN saja. Padahal KEBENARAN nya anda sudah mempersiapkan dan memperjuangkannya selama satu tahun atau lebih <a class="_58cn" href="https://www.facebook.com/hashtag/refleksiakhirtahun">#RefleksiAkhirTahun</a></span></p>
<p><span class="userContent">Sebuah proses yang sengaja dipersiapkan akan membuat perjalanan anda menuju impian menjadi mudah <a class="_58cn" href="https://www.facebook.com/hashtag/refleksiakhirtahun">#RefleksiAkhirTahun</a></span></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://danielkurniawan.wordpress.com/2013/12/24/refleksi-akhir-tahun/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">817</post-id>
		<media:thumbnail url="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2013/12/refleksi-akhir-tahun.png"/>
		<media:content medium="image" url="https://danielkurniawan.wordpress.com/wp-content/uploads/2013/12/refleksi-akhir-tahun.png">
			<media:title type="html">refleksi akhir tahun</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e07c917bef22ddc217c31ea2827125c5a5d363e8f4eeb36bac279ae81e0b2f81?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96">
			<media:title type="html">Daniel</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Apa ARTI dari Profesi Anda</title>
		<link>https://danielkurniawan.wordpress.com/2013/08/01/apa-arti-dari-profesi-anda/</link>
					<comments>https://danielkurniawan.wordpress.com/2013/08/01/apa-arti-dari-profesi-anda/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[Daniel Kurniawan]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 01 Aug 2013 06:24:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Aplikasi NLP]]></category>
		<category><![CDATA[NLP On bisnis]]></category>
		<category><![CDATA[NLP Praktis]]></category>
		<category><![CDATA[artikel nlp]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://danielkurniawan.wordpress.com/?p=797</guid>

					<description><![CDATA[Pernahkah anda mencoba bertanya kepada diri anda sendiri? Apa arti dari profesi yang sekarang anda tekuni. Baik sebagai agen properti, pemborong dan developer. Mungkin juga bukan ketiga yang penulis sebutkan diatas. Sebelum anda memutuskan apa jawaban anda? Marilah menyimak sebuah kisah klasik yang banyak ditulis di beberapa tulisan motivasi.Anda mungkin sudah pernah mendengar cerita klasik [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Pernahkah anda mencoba bertanya kepada diri anda sendiri? Apa arti dari profesi yang sekarang anda tekuni. Baik sebagai agen properti, pemborong dan developer. Mungkin juga bukan ketiga yang penulis sebutkan diatas.</p>
<p>Sebelum anda memutuskan apa jawaban anda? Marilah menyimak sebuah kisah klasik yang banyak ditulis di beberapa tulisan motivasi.<span id="more-797"></span>Anda mungkin sudah pernah mendengar cerita klasik mengenai tiga orang tukang batu yang sedang membangun sebuah kuil. </p>
<p>Sebut saja nama mereka si Kumis, si Gondrong, dan si Botak. Ketiga orang ini sama-sama sedang menyusun bata-bata menjadi dinding sebuah bangunan. </p>
<p>Bedanya, wajah si Kumis tanpa senyum dan sesekali mengeluh jika menemui kesulitan. Dengan mood yang tidak stabil itu, akibatnya pekerjaannya asal-asalan. </p>
<p>Wajah si Gondrong juga hampir tanpa senyum, namun ia diam saja. Wajah si Botak lebih ceria dan sesekali bersenandung. Si Botak lebih cepat bekeja dan hasilnya lebih banyak dibandingkan kedua rekannya.</p>
<p>Saat sore menjelang, Sang Mandor memanggil mereka untuk diberikan upah. Si Mandor yang ternyata memperhatikan mereka sejak pagi lantas bertanya kepada mereka satu persatu.</p>
<p>“Hai Kumis, mengapa seharian ini wajahmu kucel dan mengeluh saja ?”, Tanya si Mandor.</p>
<p>“Apa pedulimu ? Aku kerja untuk mendapat upah. Yang penting bata-bata itu sudah tersusun jadi dinding dan aku dibayar”, jawab si Kumis.</p>
<p>“Hai Gondrong, kamu juga jarang senyum dan diam saja, “ ujar si Mandor.</p>
<p>“Aku berusaha konsentrasi mengikuti aturan agar dinding yang kubuat kuat dan bagus,” jawab si Gondrong.</p>
<p>“Nah, Botak. Kamu mengapa bekerja begitu ceria ?, padahal upahmu sama dengan yang lain, ” tanya si Mandor.</p>
<p>“Aku senang bisa ikut dalam sejarah membangun tempat ibadah ini. Aku membayangkan setelah bangunan ini jadi, orang-orang akan mengagumi bangunan ini, dan akan aman dan senang berada di kuil ini, maka aku kerjakan dengan sebaik-baiknya …” jawab si Botak.</p>
<p>Seandainya anda jadi si Mandor, kira-kira siapa tukang yang anda sukai ? Siapa tukang yang akan anda percayai untuk dipakai seterusnya ? Kalau anda dipromosi menjadi Kepala Proyek, siapa yang akan anda tunjuk sebagai Mandor menggantikan anda ? Siapa yang nasibnya akan cepat berubah menjadi lebih baik ?</p>
<p>Ketiga tukang bangunan tadi telah memberi ARTI kepada pekerjaan dan tempat bekerja mereka berbeda-beda. ARTI yang mereka berikan kepada pekerjaan dan tempat bekerjanya itu menentukan PIKIRAN dan PERASAAN mereka, lalu menentukan KEPUTUSAN yang mereka untuk bertindak, lalu menentukan TINDAKAN yang mereka lakukan, lantas menentukan HASIL perbuatan/pekerjaan mereka, dan akhirnya menentukan NASIB mereka sendiri.</p>
<p>Memang bukan cuma soal ARTI. Dibutuhkan pula KOMPETENSI agar kita siap dan mampu memberi hasil kerja yang terbaik. Seandainya si Botak bekerja hanya mengandalkan wajah ceria dan kedekatan dengan Anda selaku Mandor, tapi ia tidak terampil dan hasil kerjanya tidak berkualitas, apakah anda selaku Mandor akan mempercayainya jadi pengganti anda dengan risiko merusak reputasi anda sendiri ?</p>
<p>Kalau sekarang anda merasa NASIB anda belum memuaskan anda, masih begitu-begitu saja, atau sebaliknya justru anda tengah gembira dengan NASIB anda, maka silakan periksa dahulu apa ARTI yang anda berikan kepada pekerjaan, jabatan, dan Perusahaan tempat anda bekerja selama ini ?</p>
<p>So, apa ARTI pekerjaan, jabatan, dan Perusahaan tempat anda bekerja.</p>
<p>Sumber Tulisan:<br />
<a href="http://provokasi.com" rel="nofollow">http://provokasi.com</a></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://danielkurniawan.wordpress.com/2013/08/01/apa-arti-dari-profesi-anda/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">797</post-id>
		<media:content medium="image" url="https://2.gravatar.com/avatar/e07c917bef22ddc217c31ea2827125c5a5d363e8f4eeb36bac279ae81e0b2f81?s=96&amp;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96">
			<media:title type="html">Daniel</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>