<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/"
	>

<channel>
	<title>Harie Insani Putra</title>
	<atom:link href="https://hariesaja.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>https://hariesaja.wordpress.com</link>
	<description>Belajar Berbagi Sampai Mati</description>
	<lastBuildDate>Wed, 20 Jul 2016 13:26:55 +0000</lastBuildDate>
	<language>id-ID</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<site xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">1657904</site><cloud domain='hariesaja.wordpress.com' port='80' path='/?rsscloud=notify' registerProcedure='' protocol='http-post' />
<image>
		<url>https://s0.wp.com/i/buttonw-com.png</url>
		<title>Harie Insani Putra</title>
		<link>https://hariesaja.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link rel="search" type="application/opensearchdescription+xml" href="https://hariesaja.wordpress.com/osd.xml" title="Harie Insani Putra" />
	<atom:link rel='hub' href='https://hariesaja.wordpress.com/?pushpress=hub'/>
	<item>
		<title>Banjarbaru, Kota yang Disepuh Kilaunya Intan dan Taman</title>
		<link>https://hariesaja.wordpress.com/2015/12/31/banjarbaru-kota-yang-disepuh-kilaunya-intan-dan-taman/</link>
					<comments>https://hariesaja.wordpress.com/2015/12/31/banjarbaru-kota-yang-disepuh-kilaunya-intan-dan-taman/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hariesaja]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 30 Dec 2015 17:43:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Esai]]></category>
		<category><![CDATA[banjarbaru]]></category>
		<category><![CDATA[Destinasi Wisata]]></category>
		<category><![CDATA[Garuda Indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[Wisata Kalsel]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hariesaja.wordpress.com/?p=884</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai destinasi Wisata Kalsel, Kota Banjarbaru bisa dibilang sebagai kota yang tidak beruntung dibandingkan daerah lain di Kalsel. Bagi para pecinta (pe) gunung (an), pantai dan air terjun, Banjarbaru tidak menyajikan hal tersebut. Kecuali anda ingin melihat langsung proses pendulangan intan secara tradisional atau ingin mengetahui lokasi sejarah penemuan intan yang beratnya 166,75 karat &#8211; [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft" src="https://suharyantobjm.files.wordpress.com/2015/12/iklan-banner1.jpg?w=300&#038;h=150" alt="lomba blog wisata kalsel" width="300" height="150" border="0px" /><strong> Sebagai destinasi Wisata Kalsel</strong>, Kota Banjarbaru bisa dibilang sebagai kota yang tidak beruntung dibandingkan daerah lain di Kalsel. Bagi para pecinta (pe) gunung (an), pantai dan air terjun, Banjarbaru tidak menyajikan hal tersebut. Kecuali anda ingin melihat langsung proses pendulangan intan secara tradisional atau ingin mengetahui lokasi sejarah penemuan intan yang beratnya 166,75 karat &#8211; oleh Presiden Soekarno kemudian diberi nama intan Trisakti &#8211; maka datang saja ke Banjarbaru.</p>
<p>Untuk menuju lokasi wisata pendulangan intan Cempaka bisa menggunakan transportasi darat yang berjarak 7 Km dari pusat Kota Banjarbaru. Untuk terminal angkutan umum jurusan Cempaka berada di simpang empat Banjarbaru. Bilang saja ke sopir angkot turun di pendulangan intan Desa Pumpung. Jangan takut bertanya agar tidak tersesat di jalan.<span id="more-884"></span></p>
<blockquote><p><span style="color:#008000;">Warga Desa Pumpung, Cempaka adalah masyarakat yang ramah, jadi jangan khawatir untuk sekadar bertanya atau menyapa mereka. Dengan kesantunan, tentu saja.</span></p></blockquote>
<p>Mengenai akses jalan, setahun belakangan ini (2015), Pemerintah Kota Banjarbaru telah melakukan pembenahan, khususnya akses jalan umum agar mudah dilewati baik roda dua maupun empat.</p>
<div data-shortcode="caption" id="attachment_887" style="width: 630px" class="wp-caption aligncenter"><a href="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/pendulangan-intan-cempaka.jpg" rel="attachment wp-att-887"><img aria-describedby="caption-attachment-887" data-attachment-id="887" data-permalink="https://hariesaja.wordpress.com/2015/12/31/banjarbaru-kota-yang-disepuh-kilaunya-intan-dan-taman/pendulangan-intan-cempaka/" data-orig-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/pendulangan-intan-cempaka.jpg" data-orig-size="620,285" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="pendulangan intan cempaka" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Pendulangan Intan, Cempaka&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/pendulangan-intan-cempaka.jpg?w=300" data-large-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/pendulangan-intan-cempaka.jpg?w=455" class="wp-image-887 size-full" src="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/pendulangan-intan-cempaka.jpg?w=455" alt="Pendulangan Intan Cempaka"   srcset="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/pendulangan-intan-cempaka.jpg 620w, https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/pendulangan-intan-cempaka.jpg?w=150&amp;h=69 150w, https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/pendulangan-intan-cempaka.jpg?w=300&amp;h=138 300w" sizes="(max-width: 620px) 100vw, 620px" /></a><p id="caption-attachment-887" class="wp-caption-text">Foto: tanahair.kompas.com</p></div>
<h3><strong>Pariwisata Berbasis Industri</strong></h3>
<p>Dengan menjadikan pendulangan intan Cempaka sebagai <strong>Destinasi wisata Kalsel</strong>, saya berharap Pemko Banjarbaru dapat mengalokasikan dana yang cukup dan menerapkan pengelolaan pariwisata berbasis industri. Tidak saja untuk pendulangan intan, namun beberapa lokasi wisata lain yang belum mendapat perhatian. Poin pentingnya adalah meningkatkan pelayanan kepada wisatawan.</p>
<p>Strategi ini tentunya akan sejalan seperti yang disampaikan Deputi Pengembangan Pasar Wisata Nusantara Kementerian Pariwisata, Esthy Eko Astuti, bahwa pariwisata pada dasarnya bersifat jasa dan ramah lingkungan. Semakin dilestarikan semakin menguntungkan.</p>
<p>Selain pengelolaan dan pembinaan, penataan lokasi juga diperlukan agar aktivitas pendulangan tidak berdampak buruk terhadap lingkungan. Bagaimanapun, pendulangan intan Cempaka adalah aset Banjarbaru dan memerlukan tata kelola yang baik.</p>
<p>Seperti fenomena batu akik yang kemudian menumbuhkan pasar-pasar batu di Cempaka harus dijaga keberlangsungannya. Jasa penginapan di Cempaka perlu diupayakan agar wisatawan bisa merasakan langsung denyut nadi kehidupan masyarakat sekitar.</p>
<p>Aktifitas berkesenian juga perlu didorong dan difasilitasi sebagai sarana penunjang pariwisata itu sendiri. Satu hal yang tak kalah penting, keramahan dan kesantunan warga terhadap wisatawan adalah ujung tombak keberlangsungan pariwisata itu sendiri.</p>
<blockquote><p><span style="color:#008000;">Dengan kata lain, sebuah destinasi wisata memerlukan kearifan lokal, mampu memberikan garansi keramahan kepada para wisatawan. Perilaku negatif seperti menaikan harga dagangan di luar kewajaran misalnya, patut dihindari.</span></p></blockquote>
<h3><strong>Warung Wadai 41, Jajanan khas Banjar</strong></h3>
<div data-shortcode="caption" id="attachment_886" style="width: 285px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/warung-41-cempaka.jpg" rel="attachment wp-att-886"><img aria-describedby="caption-attachment-886" data-attachment-id="886" data-permalink="https://hariesaja.wordpress.com/2015/12/31/banjarbaru-kota-yang-disepuh-kilaunya-intan-dan-taman/warung-41-cempaka/" data-orig-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/warung-41-cempaka.jpg" data-orig-size="500,377" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="warung-41-Cempaka" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/warung-41-cempaka.jpg?w=300" data-large-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/warung-41-cempaka.jpg?w=455" class="wp-image-886 " title="Warung 41 Cempaka, Banjarbaru" src="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/warung-41-cempaka.jpg?w=275&#038;h=207" alt="Warung 41 Cempaka, Banjarbaru" width="275" height="207" srcset="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/warung-41-cempaka.jpg?w=275 275w, https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/warung-41-cempaka.jpg?w=150 150w, https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/warung-41-cempaka.jpg?w=300 300w, https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/warung-41-cempaka.jpg 500w" sizes="(max-width: 275px) 100vw, 275px" /></a><p id="caption-attachment-886" class="wp-caption-text">Foto: menubanjar.blogspot.co.id</p></div>
<p><em>Wadai</em>, begitulah masyarakat Banjar dengan bahasa ibunya untuk menyebut kue. Sepulang dari pendulangan intan belum lengkap jika tak singgah ke warung 41. <em>Wadai</em> yang dijajakan adalah penganan yang biasanya disuguhkan dalam acara seperti perkawinan oleh keturunan bangsawan masyarakat Banjar.</p>
<blockquote><p><span style="color:#008000;">Untungnya, untuk mencicipi sekian jenis wadai tersebut tak harus menunggu gelaran acara tersebut. Sejak tahun 80-an sudah ada warung <em>wadai</em> 41 di Banjarbaru.</span></p></blockquote>
<p>Harga dijamin murah. Lokasinya + 1 Km dari pintu gerbang Desa Pumpung.</p>
<h3><strong>Terbang Ke Banjarbaru Bersama Garuda Indonesia</strong></h3>
<div data-shortcode="caption" id="attachment_891" style="width: 310px" class="wp-caption alignleft"><a href="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/garuda-indonesia.jpg" rel="attachment wp-att-891"><img aria-describedby="caption-attachment-891" data-attachment-id="891" data-permalink="https://hariesaja.wordpress.com/2015/12/31/banjarbaru-kota-yang-disepuh-kilaunya-intan-dan-taman/garuda-indonesia/" data-orig-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/garuda-indonesia.jpg" data-orig-size="467,260" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;,&quot;orientation&quot;:&quot;0&quot;}" data-image-title="Garuda Indonesia" data-image-description="" data-image-caption="&lt;p&gt;Foto: beritatrans.com&lt;/p&gt;
" data-medium-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/garuda-indonesia.jpg?w=300" data-large-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/garuda-indonesia.jpg?w=455" class="size-medium wp-image-891" src="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/garuda-indonesia.jpg?w=300&#038;h=167" alt="Garuda Indonesia" width="300" height="167" srcset="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/garuda-indonesia.jpg?w=300 300w, https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/garuda-indonesia.jpg?w=150 150w, https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/garuda-indonesia.jpg 467w" sizes="(max-width: 300px) 100vw, 300px" /></a><p id="caption-attachment-891" class="wp-caption-text">Foto: beritatrans.com</p></div>
<p>Di mana itu Kota Banjarbaru? Jawabannya sederhana. Naik saja Maskapai penerbangan Garuda Indonesia dan turun di Bandar Udara Syamsudin Noor. Kenapa Garuda Indonesia?</p>
<p>Salah satu faktor penting sektor pariwisata adalah adanya dukungan transportasi udara yang memadai. Garuda Indonesia memiliki komitmen tersebut sejak lama. Terbukti tahun 2013 lalu, Garuda Indonesia mengadakan 26 pesawat baru, dan terus bertambah di tahun berikutnya.</p>
<blockquote><p><span style="color:#008000;">Dengan jumlah pesawat yang memadai, akses menuju destinasi wisata di Indonesia akan semakin mudah. Apalagi selama ini Garuda Indonesia selalu mengedepankan rasa aman dan nyaman kepada para penumpang, jadi tak perlu takut terbang bersama Garuda Indonesia.</span></p></blockquote>
<p>Kembali ke Banjarbaru. Saat mendarat bersama Garuda Indonesia, untuk menuju pusat kota Banjarbaru memerlukan waktu berkisar ±15 menit perjalanan darat. Kalau Anda memilih menggunakan jasa angkutan taxi bandara maka kisaran ongkos Rp.100.000 menuju pusat kota. Untuk tempat penginapan, di dekat Bandara Syamsudin Noor maupun di pusat kota juga banyak tersedia.</p>
<p>Selain Cempaka, Sebenarnya masih banyak tempat layak kunjung seperti Museum Lambung Mangkurat, Danau Seran, Taman Van Der Pielj, Mingguraya, Taman Air Mancur, Lapangan Murdjani, dan masih banyak lagi lainnya.</p>
<blockquote><p><span style="color:#008000;">Selamat datang di Banjarbaru. Kota yang konon dibanggakan para sastrawannya sebagai kota di dalam taman. Tak percaya, buktikan saja!</span> []</p></blockquote>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hariesaja.wordpress.com/2015/12/31/banjarbaru-kota-yang-disepuh-kilaunya-intan-dan-taman/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">884</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/b37e256314de7cfe60ec530bf1f32544869502f705adc880b3abbabc5c39f962?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hariesaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://suharyantobjm.files.wordpress.com/2015/12/iklan-banner1.jpg?w=300&#038;h=150" medium="image">
			<media:title type="html">lomba blog wisata kalsel</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/pendulangan-intan-cempaka.jpg" medium="image">
			<media:title type="html">Pendulangan Intan Cempaka</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/warung-41-cempaka.jpg?w=455" medium="image">
			<media:title type="html">Warung 41 Cempaka, Banjarbaru</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2015/12/garuda-indonesia.jpg?w=300" medium="image">
			<media:title type="html">Garuda Indonesia</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Sekarang Sibuk Jual Akik</title>
		<link>https://hariesaja.wordpress.com/2015/06/26/sekarang-sibuk-jual-akik/</link>
					<comments>https://hariesaja.wordpress.com/2015/06/26/sekarang-sibuk-jual-akik/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hariesaja]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 26 Jun 2015 11:20:26 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[Batu Akik]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hariesaja.wordpress.com/?p=882</guid>

					<description><![CDATA[Ya! Sekarang sibuk jual akik. Blog ini sudah lama tak saya kunjungi. Mengintipnya walau sebentar pun juga tidak. Sebenarnya banyak yang bisa diceritakan. Mendadak seorang sahabat lama mengirimi saya email dan menanyakan kabar. Rupanya dia rindu! &#8220;Sekarang sibuk jual akik,&#8221; begitu saya menjawab dengan emoticon tertawa ngakak. Lantas kenapa saya ikut-ikutan menekuni dunia batu akik? [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p>Ya! Sekarang sibuk jual akik. Blog ini sudah lama tak saya kunjungi. Mengintipnya walau sebentar pun juga tidak. Sebenarnya banyak yang bisa diceritakan. Mendadak seorang sahabat lama mengirimi saya email dan menanyakan kabar. Rupanya dia rindu!</p>
<p>&#8220;Sekarang sibuk jual akik,&#8221; begitu saya menjawab dengan emoticon tertawa ngakak. Lantas kenapa saya ikut-ikutan menekuni dunia batu akik?</p>
<p>Alasan paling mudah yang bisa saya katakan adalah, karena saya tinggal di Banjabaru, Kalimantan Selatan. Tempat saya tinggal tak jauh dari pendulangan intan tempat batu akik mudah di dapat. Selain itu jarak menuju Kota Martapura pun dekat. Di sana pasar batu-batu permata terbesar di Kalimantan Selatan.</p>
<p>Untuk ikut bertekun di dunia akik sangat memungkinkan bagi saya. Berbeda jika saya ingin menekuni dunia batu bara, itu baru luar biasa sulit. Modalnya gak punya bos.</p>
<p>Jadi buat teman-teman semua, kalau minat batu akik bisa hubungi saya. Hehehe&#8230;promosi terselubung gak apa-apa kan ya? Ayo&#8230;buruan! Hehehe</p>
<p>Dalam kesempatan ini saya mau ngucapin juga buat teman-teman yang menjalankan ibadah puasa ramadhan. Selamat berpuasa.</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hariesaja.wordpress.com/2015/06/26/sekarang-sibuk-jual-akik/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>1</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">882</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/b37e256314de7cfe60ec530bf1f32544869502f705adc880b3abbabc5c39f962?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hariesaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Krisis Listrik Kalselteng Belum Berakhir</title>
		<link>https://hariesaja.wordpress.com/2012/10/06/krisis-listrik-kalselteng-belum-berakhir/</link>
					<comments>https://hariesaja.wordpress.com/2012/10/06/krisis-listrik-kalselteng-belum-berakhir/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hariesaja]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 05 Oct 2012 19:42:12 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Umum]]></category>
		<category><![CDATA[komunitas blogger kalimantan selatan]]></category>
		<category><![CDATA[listrik kalselteng]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hariesaja.wordpress.com/?p=875</guid>

					<description><![CDATA[Sebagai bentuk turut serta menyuarakan STOP PEMADAMAN LISTRIK KALSELTENG, oleh Komunitas Blogger Kalimantan Selatan maka saya pribadi sebagai warga Kalimantan Selatan, ikut berharap agar pemadaman listrik di area Kalselteng segera berakhir. Informasi ini mungkin saja bertolak belakang dengan informasi yang bertebaran situs-situs media massa lokal dan nasional yang mengabarkan bahwa krisis listrik Kalselteng sudah berakhir. Lebih bertolak [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/10/listrikkalselteng.png"><img loading="lazy" data-attachment-id="876" data-permalink="https://hariesaja.wordpress.com/2012/10/06/krisis-listrik-kalselteng-belum-berakhir/listrikkalselteng/" data-orig-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/10/listrikkalselteng.png" data-orig-size="400,193" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="stop pemadaman listrik kalselteng" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/10/listrikkalselteng.png?w=300" data-large-file="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/10/listrikkalselteng.png?w=400" class="alignleft size-full wp-image-876" title="stop pemadaman listrik kalselteng" src="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/10/listrikkalselteng.png?w=455" alt="stop pemadaman listrik kalselteng"   srcset="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/10/listrikkalselteng.png 400w, https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/10/listrikkalselteng.png?w=150&amp;h=72 150w, https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/10/listrikkalselteng.png?w=300&amp;h=145 300w" sizes="(max-width: 400px) 100vw, 400px" /></a>Sebagai bentuk turut serta menyuarakan <strong>STOP PEMADAMAN LISTRIK KALSELTENG, </strong>oleh <a title="Komunitas Blogger Kalimantan Selatan" href="http://kayuhbaimbai.org" target="_blank"><strong>Komunitas Blogger Kalimantan Selatan</strong></a> maka saya pribadi sebagai warga Kalimantan Selatan, ikut berharap agar pemadaman listrik di area Kalselteng segera berakhir.</p>
<p style="text-align:justify;">Informasi ini mungkin saja bertolak belakang dengan informasi yang bertebaran situs-situs media massa lokal dan nasional yang mengabarkan bahwa krisis listrik Kalselteng sudah berakhir. Lebih bertolak belakang lagi dengan kenyataan yang ada sekarang ini &#8211; jika memang benar pasokan listrik Kalselteng surplus, seharusnya tidak perlu lagi ada pemadaman tentunya.<span id="more-875"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya memang tidak mengerti dunia listrik, bahkan sangat takut dengan setrum. Jika surplus listrik adalah berupa teori angka-angka, dengan kondisi pemadaman listrik di Kalselteng sekarang ini maka perlukah sebuah teori surplus listrik digembar-gemborkan, jika toh pada prakteknya justru tidak demikian.</p>
<p style="text-align:justify;">Surplus listrik boleh saja benar. Namun jika masih begitu banyak permasalahan, entah itu bersifat teknis atau human eror, seharusnya juga menjadi faktor penentu untuk menentukan nilai surplus listrik. Toh, meski surplus namun tidak bisa digunakan, tak ada artinya juga.</p>
<p style="text-align:justify;">Sampai pada saat tulisan ini dibuat, kondisi listrik di Kalselteng masih mengalami pemadaman. Dan oleh karena itu pula, saya pribadi turut mengkampanyekan &#8220;<a title="Stop Pemadaman Listrik Kalselteng" href="http://kayuhbaimbai.org/stop-pemadaman-listrik-kalselteng.php" target="_blank">STOP PEMADAMAN LISTRIK KALSELTENG</a>&#8220;. Meski surplus, kalau tetap padam, apalah guna?</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hariesaja.wordpress.com/2012/10/06/krisis-listrik-kalselteng-belum-berakhir/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>15</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">875</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/b37e256314de7cfe60ec530bf1f32544869502f705adc880b3abbabc5c39f962?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hariesaja</media:title>
		</media:content>

		<media:content url="https://hariesaja.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/10/listrikkalselteng.png" medium="image">
			<media:title type="html">stop pemadaman listrik kalselteng</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Nasehat Emak Soal Uang</title>
		<link>https://hariesaja.wordpress.com/2012/08/05/nasehat-emak-soal-uang/</link>
					<comments>https://hariesaja.wordpress.com/2012/08/05/nasehat-emak-soal-uang/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hariesaja]]></dc:creator>
		<pubDate>Sun, 05 Aug 2012 07:05:21 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Nasehat]]></category>
		<category><![CDATA[uang]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hariesaja.wordpress.com/?p=868</guid>

					<description><![CDATA[Emak saya bukan penyihir. Tapi kata-katanya bisa menyihir kehidupan saya, kemarin, hari ini dan kelak. Saya pikir setiap emak juga begitu bagi anak-anaknya. Jika itu tidak terjadi, saya pikir itu hanya soal bagaimana memaknainya saja.  Dus! Kali ini emak saya bernasehat perihal uang. Ya, uang. Banyak nasehat yang saya terima perihal benda bernama uang itu. [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;"><strong>Emak saya bukan penyihir. Tapi kata-katanya bisa menyihir kehidupan saya, kemarin, hari ini dan kelak. Saya pikir setiap emak juga begitu bagi anak-anaknya. Jika itu tidak terjadi, saya pikir itu hanya soal bagaimana memaknainya saja. </strong></p>
<p style="text-align:justify;">Dus! Kali ini emak saya bernasehat perihal uang. Ya, uang. Banyak nasehat yang saya terima perihal benda bernama uang itu. Emak bilang, &#8220;Jangan terbiasa dengan uang, tapi juga jangan membiasakan diri tanpa uang,&#8221; ujarnya suatu kali di malam yang dingin dengan suara berat.<span id="more-868"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak mengerti maksud perkataan emak. Selama ini saya memahami bahwa, orang-orang tua memang selalu banyak persediaan soal nasehat. Saya memakluminya bahwa, pengalamanlah yang menjadikannya demikian. jangan-jangan saya pun akan seperti itu jika tua kelak, mungkin. Lalu saya berpikir, pengalaman apa yang pernah emak jalani soal uang?</p>
<blockquote><p><strong>Nasehat adalah buah budi dari pengalaman pahit dan manis sekaligus. Memahami itu, maka belajar kepada nasehat adalah jalan lain menuju kebaikan.</strong></p></blockquote>
<p style="text-align:justify;">Sebagai anak yang tahu persis bagaimana emak menjalani hidup, kadangkala ada jurang terjal siap melumat, kadang pula kerikil tajam siap menusuk. Hidup memang tak lepas dari roda keuangan. Lantas apa maksud nasehat emak tadi?</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jika Terbiasa dengan Uang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kata emak, seseorang yang terbiasa dengan uang, maka ia akan menganggap uang adalah segalanya. Seakan-akan ia tak bisa berbuat apa pun tanpa uang. Jika itu terjadi, maka sendi-sendi kehidupan kita akan dinilai dengan uang. Itu berbahaya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Jangan Membiasakan Diri Tanpa Uang</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Kata emak, uang itu perlu tapi tidak diposisikan menjadi bagian sangat terpenting dalam menjalani hidup. Uang hanya perantara agar kehidupan berjalan lebih baik.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya mendengarkannya penuturan emak sambil manggut-manggut. Emak pun menambahkannya lagi dengan kalimat penutup semacam ini:</p>
<p style="text-align:justify;">Saat kita tidak punya uang, saat itu pula kita harus pandai mengalahkan diri sendiri untuk membatasi keinginan kita. Membatasi bukan artinya menahan diri, karena bahaya akan muncul jika kita punya banyak uang.</p>
<p style="text-align:justify;">Emak juga bilang. untuk bermimpi &#8216;seandainya banyak punya uang&#8217; pun jangan dilakukan. Itu juga berbahaya. Karena ketika Tuhan mengabulkan kita untuk punya banyak uang, apa yang sudah kita andaikan tadi harus dipenuhi. Biasanya, saat banyak uang, kita lupa dengan semua perkataan yang sudah kita ucapkan saat tidak punya uang.</p>
<p style="text-align:justify;">Satu lagi kata emak, orang yang terbiasa hidup dengan keterbatasan uang, saat punya uang maka kehidupannya akan berlangsung tidak stabil apabila tidak pandai membatasi keinginan. Semua ingin dibeli, semua ingin dimiliki, tanpa mempertimbangkan kebaikan bagi dirinya sendiri. Sebaliknya, orang yang terbiasa hidup dengan banyak uang, ketika masa paceklik datang &#8211; tak lagi punya uang banyak, hidupnya pun tak stabil jika tak pandai membatasi diri.</p>
<p style="text-align:justify;">Itulah nasehat emak soal uang. Intinya, pandailah membatasi diri, dan melatih diri agar siap dalam situasi apa pun. karena uang bisa datang dan pergi tanpa permisi. Jangan (ber)Tuhan kepada uang!</p>
<p style="text-align:justify;">Salam takzim</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hariesaja.wordpress.com/2012/08/05/nasehat-emak-soal-uang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">868</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/b37e256314de7cfe60ec530bf1f32544869502f705adc880b3abbabc5c39f962?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hariesaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Teman Ngeblog</title>
		<link>https://hariesaja.wordpress.com/2012/08/03/teman-ngeblog/</link>
					<comments>https://hariesaja.wordpress.com/2012/08/03/teman-ngeblog/#comments</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[hariesaja]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 03 Aug 2012 08:51:17 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Ulasan]]></category>
		<category><![CDATA[Alasan ngeblog]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[blogger]]></category>
		<category><![CDATA[Ngeblog]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://hariesaja.wordpress.com/?p=863</guid>

					<description><![CDATA[Dulu sekali, entah kekuatan apa yang membuat saya memutuskan untuk ngeblog. Mungkin satu-satunya alasan sederhana adalah, saat itu teman-teman saya sudah saling punya blog. Akhirnya saya pun ngeblog sebelum mereka bertanya, &#8220;Apa blog kamu?&#8221; Alasan itu boleh dijadikan senjata ampuh, menyerang saya kalau saat itu cuma ingin ikut tren. Tapi siapa sih yang ingin capek-capek [&#8230;]]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">
<p style="text-align:justify;">Dulu sekali, entah kekuatan apa yang membuat saya memutuskan untuk ngeblog. Mungkin satu-satunya alasan sederhana adalah, saat itu teman-teman saya sudah saling punya blog. Akhirnya saya pun ngeblog sebelum mereka bertanya, &#8220;Apa blog kamu?&#8221;</p>
<p style="text-align:justify;">Alasan itu boleh dijadikan senjata ampuh, menyerang saya kalau saat itu cuma ingin ikut tren. Tapi siapa sih yang ingin capek-capek mengatakan itu? Tidak penting juga, bukan? <span id="more-863"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Mau tren atau bukan, tahun 2007 &#8211; 2010 blog memang sedang booming. Seolah-olah, setiap pribadi ingin disebut sebagai blogger. Itu yang saya rasakan pada waktu itu, setidaknya. Padahal, tidak menjadi seorang blogger pun juga tidak apa. Tidak ada yang mengharuskan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ngomong soal blogger, saya baru dapat mention dari teman ngeblog (lama tidak bersua), dia kirim lewat akun twitter di @hariesajaa. Dia tanya soal aktifitas ngeblog saya selama ini. Sebenarnya ingin saya jawab panjang, tapi saya dibuat tidak berdaya dengan 140 karakter. Jadi cukup saya jawab dengan &#8220;Saya masih eksis,&#8221;. Datang kemudian balasan yang mengatakan kalau dia sejak 2007 sudah cerai dengan blog.</p>
<p style="text-align:justify;">Saya tidak ingin memperpanjang. Jadi tidak saya berikan balasan lanjutan. Saya tetap meyakini, menjadi blogger apalagi eksis posting dalam tiap minggunya itu perlu komitmen dan rasa nyaman. Jika tidak tahan dengan blog, juga tidak ada hukumannya kok. Jadi, enjoy saja. Asyik-asyik saja. Cuma ada yang ingin saya tanyakan, kekuatan apa yang membuat dia atau seseorang berhenti ngeblog? Sama halnya kekuatan yang datang ketika seseorang memutuskan untuk memiliki blog. Apakah berhenti ngeblog juga karena tren?</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
<p>&nbsp;</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://hariesaja.wordpress.com/2012/08/03/teman-ngeblog/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>3</slash:comments>
		
		
		<post-id xmlns="com-wordpress:feed-additions:1">863</post-id>
		<media:content url="https://2.gravatar.com/avatar/b37e256314de7cfe60ec530bf1f32544869502f705adc880b3abbabc5c39f962?s=96&#38;d=https%3A%2F%2F2.gravatar.com%2Favatar%2Fad516503a11cd5ca435acc9bb6523536%3Fs%3D96&#38;r=G" medium="image">
			<media:title type="html">hariesaja</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>
