<?xml version="1.0" encoding="UTF-8" standalone="no"?><rss xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:geo="http://www.w3.org/2003/01/geo/wgs84_pos#" xmlns:georss="http://www.georss.org/georss" xmlns:itunes="http://www.itunes.com/dtds/podcast-1.0.dtd" xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" version="2.0">

<channel>
	<title>Dhprawirasantana's Blog</title>
	<atom:link href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/feed/" rel="self" type="application/rss+xml"/>
	<link>https://dhprawirasantana.wordpress.com</link>
	<description>Cakrawala Dunia Islam</description>
	<lastBuildDate>Mon, 30 Jan 2012 16:48:25 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>
	hourly	</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>
	1	</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.com/</generator>
<cloud domain="dhprawirasantana.wordpress.com" path="/?rsscloud=notify" port="80" protocol="http-post" registerProcedure=""/>
<image>
		<url>https://secure.gravatar.com/blavatar/ac82bdf15de11e4d8243c4e5db3482acefcd54fdc416480c3b3f30242efb620e?s=96&amp;d=https%3A%2F%2Fs0.wp.com%2Fi%2Fbuttonw-com.png</url>
		<title>Dhprawirasantana's Blog</title>
		<link>https://dhprawirasantana.wordpress.com</link>
	</image>
	<atom:link href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/osd.xml" rel="search" title="Dhprawirasantana's Blog" type="application/opensearchdescription+xml"/>
	<atom:link href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/?pushpress=hub" rel="hub"/>
	<itunes:explicit>no</itunes:explicit><itunes:subtitle>Cakrawala Dunia Islam</itunes:subtitle><item>
		<title>Bidadari-Bidadari Surga yang Disegerakan</title>
		<link>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2012/01/30/bidadari-bidadari-surga-yang-disegerakan/</link>
					<comments>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2012/01/30/bidadari-bidadari-surga-yang-disegerakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dhprawirasantana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 30 Jan 2012 16:48:42 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dhprawirasantana.wordpress.com/?p=880</guid>

					<description><![CDATA[Dari Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu sesungguhnya Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi wa Salam bersabda: “Selalu wasiatkan kebaikan kepada para wanita. Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari jalinan tulang rusuk ialah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa diri untuk meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika kalian mendiamkannya, ia akan tetap bengkok. &#8230; <a href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/2012/01/30/bidadari-bidadari-surga-yang-disegerakan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<h6 style="text-align:justify;"><a href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bidadari.png"><img data-attachment-id="881" data-permalink="https://dhprawirasantana.wordpress.com/2012/01/30/bidadari-bidadari-surga-yang-disegerakan/bidadari/" data-orig-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bidadari.png" data-orig-size="250,205" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Bidadari" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bidadari.png?w=250" data-large-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bidadari.png?w=250" class="alignleft  wp-image-881" title="Bidadari" src="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bidadari.png?w=251&#038;h=205" alt="" width="251" height="205" srcset="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bidadari.png 250w, https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bidadari.png?w=150&amp;h=123 150w" sizes="(max-width: 251px) 100vw, 251px" /></a>Dari Abu Hurairah <em>Radhiyallahu ‘Anhu</em> sesungguhnya Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Salam</em> bersabda: <em>“Selalu wasiatkan kebaikan kepada para wanita. Karena mereka diciptakan dari tulang rusuk, dan bagian yang paling bengkok dari jalinan tulang rusuk ialah tulang rusuk bagian atas. Jika kalian paksa diri untuk meluruskannya, ia akan patah. Tetapi jika kalian mendiamkannya, ia akan tetap bengkok. Karena itu, wasiatkanlah kebaikan kepada para wanita.”</em> <strong>(HR. Al-Bukhari)</strong></h6>
<p style="text-align:justify;">Wanita adalah sebuah maha karya Allah. Dibalik kelembutannya ada kekuatan yang dapat menggerakkan sebuah laju peradaban. Islam dengan segala kemuliaannya telah berhasil meletakkan dengan ideal posisi kaum wanita dalam gempita kehidupan. Dan fakta sejarah pun mengungkapnya dengan elok, bahwa di setiap keberhasilan orang-orang besar selalu ada wanita-wanita kuat di belakangnya. Tapi, tidak semua wanita berkenan menempati posisi-posisi itu. Dengan hadirnya racun-racun demokrasi, omong kosong HAM atau bualan feminisme, wanita telah kehilangan karakter-karakter dasar kemanusiaannya. Fungsi-fungsi wanita telah terdistorsi dari letak fitrahnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Namun, di tengah kerusakan pemahaman yang semakin kuat, ada sebagian wanita yang tetap menjunjung tinggi martabat mereka. Memelihara nilai-nilai kefitrahan mereka sebagai seorang hamba. Pengorbanan dan perjuangan telah menjadikan para wanita-wanita ini bak bidadari-bidadari surga yang Allah segerakan kehadirannya. Inilah wanita-wanita yang membuat resah para bidadari-bidadari Surga karena kemuliaannya. Menerbitkan cemburu di ufuk hati para bidadari Surga.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>1.   </strong><strong>Ibu: Oase Cinta Yang Takkan Kering</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Makan malamlah bersama Ibumu hingga ia senang.</em></p>
<p style="text-align:justify;"><em> Hal itu lebih aku senangi daripada haji sunnah yang kamu kerjakan.” </em></p>
<p><span id="more-880"></span></p>
<p style="text-align:justify;"><strong>(Al-Hasan bin Amr <em>Rahimahullahu</em>)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Hijrah bukan semata keputusan ideologis-teologis, lebih jauh hijrah adalah sebuah keputusan psikologis, terlebih dalam konteks di saat kita dalam posisi seorang anak. Dan hal inilah yang dirasakan oleh seorang sahabat Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Dari Abdullah bin Amr bin al-Ash <em>Radhiyallahu ‘Anhu</em> seorang lelaki mendatangi Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em>, <em>“Aku berjanji setia kepadamu wahai Rasulullah untuk berhijrah. Tetapi aku meninggalkan orang tuaku dalam keadaan terus menangis.”</em> Ucap lelaki itu. Maka Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em> menjawab, <em>“Pulanglah kepada keduanya. Buatlah keduanya tertawa, sebagaimana kau telah membuatnya menangis.”</em> <strong>(HR. Muslim)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ibu, adalah representasi bidadari surga yang paling terang. Hatinya adalah oase cinta kehidupan yang menyejukkan, airnya bening dan tak pernah menemui kekeringan. Kasih sayang dan pelukannya adalah hembus angin kedamaian. Jasa-jasanya takkan pernah dapat terbilang, sekalipun dengan formula-formula canggih matematika atau fisika modern.</p>
<p style="text-align:justify;">Imam Bukhari dalam Shahih Al Adabul Mufrad No.9 meriwayatkan dari Abdullah bin Umar <em>Radhiyallahu ‘Anhuma</em>, bahwa suatu hari Abdullah bin <em>Umar Radhiyallahu ‘Anhuma</em> melihat seorang menggendong Ibunya untuk tawaf di Ka’bah dan ke mana saja sang Ibu menginginkan. Kemudian orang tersebut bertanya<em>, “Wahai Abdullah bin Umar, dengan perbuatanku ini apakah aku sudah membalas jasa ibuku?”</em>, “<em>Belum, setetes pun engkau belum dapat membalas kebaikan kedua orang tuamu”</em> Jawab Abdullah bin Umar <em>Radhiyallahu ‘Anhuma.</em></p>
<p style="text-align:justify;">Pada kisah lain yang diceritakan Abul Faraj <em>Rahimahullahu</em>. Sesungguhnya seorang laki-laki datang kepada Umar lalu berkata, <em>“Sesungguhnya aku mempunyai ibu yang sudah tua renta. Dia tidak menunaikan keperluannya kecuali punggungku yang menjadi tanggungannya. Apakah aku sudah membuatnya ridha dan bisa berpaling darinya? Apakah aku sudah menunaikan kewajiban kepadanya?”</em> Umar <em>Radhiyallahu ‘Anhu</em> menjawab, <em>“Belum”</em>. <em>“Bukankah aku telah membawanya dengan punggungku dan aku merelakan hal itu untuknya.”</em> tukas lelaki itu. <em>“Tapi, dia telah melakukannya dan dia berharap agar engkau hidup dan tetap berada di pangkuannya. Sebaliknya, engkau melakukannya dan berharap untuk segera berpisah dengannya,”</em> tegas Umar <em>Radhiyallahu ‘Anhu</em>, sehingga membuat orang itu tak lagi sanggup mengeluarkan kata-kata.</p>
<p style="text-align:justify;">Sebesar apapun pengorbanan yang kita berikan pada Ibu, se-<em>zarah</em> pun tak akan dapat menggantikan pengorbanan yang diberikan ibu kepada kita. Dengan memahami bahwa bakti dan pengorbanan kita tak akan pernah bisa membalas kebaikan ibu, semoga bisa menyadarkan kita untuk selalu memahami dan menyelami keinginannya.</p>
<p style="text-align:justify;">Di dunia ini, tak akan pernah kita temukan cinta kasih seindah cinta kasih seorang Ibu. Tentang hal ini dengan apik Imam Adz Dzahabi <em>rahimahullahu</em> menguraikan, <em>“Ibumu telah mengandungmu di dalam perutnya selama sembilan bulan yang serasa sembilan tahun. Dia bersusah payah ketika melahirkanmu yang hampir saja menghilangkan nyawanya. Dia telah menyusuimu dengan air susunya, dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjagamu. Dia bersihkan kotoranmu dengan tangan kanannya, dia utamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya. Dia jadikan pangkuannya sebagai ayunan bagimu. Dia telah memberikanmu semua kebaikan, dan apabila kamu sakit atau mengeluh tampak darinya kesusahan yang luar biasa dan kesedihan yang panjang. Dia keluarkan harta untuk membayar dokter yang mengobatimu, dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya, maka ia akan meminta supaya kamu hidup dengan suara yang paling keras. Betapa banyak kebaikan ibu, sedangkan engkau balas dengan akhlaq yang tidak baik. Dia selalu mendoakanmu agar mendapat petunjuk, baik di dalam sunyi maupun ditempat terbuka. Tatkala ibumu membutuhkanmu di saat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga di sisimu. Engkau kenyang dalam keadaan dia lapar. Engkau puas dalam keadaan ia haus. Engkau mendahulukan berbuat baik kepada istri dan anakmu dari pada ibumu. Engkau lupakan semua kebaikan yang pernah dia perbuat. Begitu berat rasanya bagimu memeliharanya, padahal itu urusan yang mudah…”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ibu, benar-benar bidadari Surga yang Allah turunkan dengan segera. Maka, sampaikanlah kepadanya betapa kita mencintainya, dan berterima kasihlah atas seluruh hidup yang telah dan akan diberikannya kepada kita. Semoga Allah mengampuni dosanya, memberkahi usianya, dan mengumpulkan kita kembali dalam surgaNya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong><em>Ibu, Poros Awal Peradaban</em></strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>“Karir terbaik seorang wanita adalah menjadi ibu rumah tangga” </em><strong>(Mario Teguh)</strong></p>
<p style="text-align:justify;">Anak yang unggul hanya akan lahir dari ibu yang unggul. Maka, sudah semestinya tidak layak lagi ada pandangan bahwa menjadi Ibu rumah tangga adalah sebuah tindakan pengekangan bagi para wanita untuk mengembangkan potensi-potensinya. Adalah para penganut feminisme, menggugat secara serampangan pembagian wilayah tanggung jawab antara kaum pria dan wanita. Para feminis beranggapan wilayah kerja wanita yang lebih cenderung pada ranah <em>private </em>adalah bentuk ketidakadilan terhadap kaum wanita. Lebih jauh mereka beranggapan melalui keikutsertaan wanita pada ranah publik dapat meningkatkan kualitas dan kapasitas kaum wanita. Benarkah demikian?</p>
<p style="text-align:justify;">Saya selalu ingat apa yang dikatakan ibu saya, <em>“Perempuan bagiannya di rumah, sedang laki-laki di luar rumah.”</em> Sepintas terdengar sangat diskriminatif. Tapi, makin lama saya makin paham bahwa inilah yang dimaksud <em>Job Descpription</em>. Layaknya sebuah organisasi, keluarga pun mutlak memiliki <em>job description</em>. Dan hal yang harus kita pahami adalah tidak ada yang menjamin seorang yang memiliki wilayah kerja di sektor publik akan memiliki kemuliaan dan kualitas lebih baik dari seorang ibu yang memiliki wilayah tanggungjawab pada sektor privat. Karena semua kemuliaan mutlak hanya akan dipetik dari ketaqwaan dan ketaatan pada <em>Allah Subhanahu wa Ta’ala.</em> Semoga kita dapat renungkan apa yang difirmankan oleh Allah <em>Subhanahu wa Ta’ala</em> dalam QS. An-Nisaa’ ayat 32, <em>“Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Ibu, sebagai seorang ‘manajer’ rumah tangga adalah sebuah entitas terpenting dalam konteks pembentukan sebuah generasi. Tanpa seorang ibu yang berkualitas takkan lahir para manusia-manusia berkualitas. Ibulah, madrasah peradaban yang paling awal. Dari para ibulah cetak biru sebuah poros peradaban ditentukan. Kesungguhan para ibu men-<em>tarbiyah</em> keturunannya adalah langkah nyata rekonsiliasi sebuah bangsa. Dan kerja-kerja macam ini, bahkan para bidadari surga pun belum tentu mampu melakukannya. Dengan kesungguhan inilah, bahkan para bidadari pun akan mencemburuinya.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>2.   </strong><strong>Wanita Shalihah: Pesona Di atas Pesona</strong></p>
<p style="text-align:justify;"><em>Ia mutiara terindah dunia</em><em><br />
<em>Bunga terharum sepanjang masa</em><br />
<em>Ada cahaya di wajahnya</em>, <em>Betapa indah pesonanya</em><br />
<em>Bidadari bermata jeli pun cemburu padanya</em><br />
<em>Kelak, ia menjadi bidadari surga</em>, <em>Terindah dari yang ada</em></em></p>
<p style="text-align:justify;"><em><strong>(Hanan)</strong></em><strong><em></em></strong></p>
<p style="text-align:justify;">Ya, bidadari surga yang Allah segerakan berikutnya adalah wanita shalihah. Konteks tulisan ini sama sekali bukan tentang fisik. Kita hanya akan membahas hal-hal substansial yang bernama kesalehan. Untuk itu, cukuplah dialog penuh <em>‘ibrah</em> antara Ummu Salamah <em>Radhiyallahu ‘Anha</em> dan Rasulullah <em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em><em> </em>yang didokumentasikan oleh Imam Ath-Thabrani sebagai pecut penyemangat, pengobar ruh kesalehan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ummu Salamah <em>Radhiyallahu ‘Anha</em> berkata, <em>“Wahai Rasulullah, </em><em>Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam</em><em> jelaskanlah kepadaku firman </em><em>Subhanahu wa Ta’ala</em><em> tentang bidadari-bidadari yang bermata jelita.”</em> (QS. Ad-Dukhan: 54) Beliau menjawab, <em>“Bidadari yang kulitnya putih, matanya jeli dan lebar, rambutnya berkilau seperti sayap burung nasar.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Aku berkata lagi, <em>“Jelaskan kepadaku tentang firman Allah, “Laksana mutiara yang tersimpan baik.” </em>(Al-Waqi’ah: 23) Beliau menjawab, <em>“Kebeningannya seperti kebeningan mutiara di kedalaman lautan, tidak pernah tersentuh tangan manusia.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Aku berkata lagi, “<em>Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah,</em> <em>“Di dalam surga-surga itu ada bidadari-bidadari yang baik-baik lagi cantik-cantik.”</em> (Ar-Rahman: 70) Beliau menjawab, <em>“Akhlaqnya baik dan wajahnya cantik jelita.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Aku berkata lagi, <em>“Jelaskan kepadaku firman Allah, “Seakan-akan mereka adalah telur (burung onta) yang tersimpan dengan baik.”</em> (Ash-Shaffat: 49) Beliau menjawab, <em>“Kelembutannya seperti kelembutan kulit yang ada di bagian dalam telur dan terlindung kulit telur bagian luar, atau yang biasa disebut putih telur.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Aku berkata lagi, <em>“Wahai Rasulullah, jelaskan kepadaku firman Allah, Penuh cinta lagi sebaya umurnya”</em> (Al-Waqi’ah: 37) Beliau menjawab, <em>“Mereka adalah wanita-wanita yang meninggal di dunia pada usia lanjut, dalam keadaan rabun dan beruban. Itulah yang dijadikan Allah tatkala mereka sudah tahu, lalu Dia menjadikan mereka sebagai wanita-wanita gadis, penuh cinta, bergairah, mengasihi dan umurnya sebaya</em>.”</p>
<p style="text-align:justify;">Aku bertanya, “<em>Wahai Rasulullah, manakah yang lebih utama, wanita dunia ataukah bidadari yang bermata jeli” </em>Beliau menjawab, <em>“Wanita-wanita dunia lebih utama daripada bidadari-bidadari yang bermata jeli, seperti kelebihan apa yang tampak daripada apa yang tidak tampak.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Aku bertanya, <em>“Karena apa wanita dunia lebih utama daripada mereka?”</em> Beliau menjawab, “<em>Karena shalat mereka, puasa dan ibadah mereka kepada Allah. Allah meletakkan cahaya di wajah mereka, tubuh mereka adalah kain sutera, kulitnya putih bersih, pakaiannya berwarna hijau, perhiasannya kekuning-kuningan, sanggulnya mutiara dan sisirnya terbuat dari emas. Mereka berkata, “Kami hidup abadi dan tidak mati, kami lemah lembut dan tidak jahat sama sekali, kami selalu mendampingi dan tidak beranjak sama sekali, kami ridha dan tidak pernah bersungut-sungut sama sekali. Berbahagialah orang yang memiliki kami dan kami memilikinya.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Aku berkata, <em>“Wahai Rasulullah, salah seorang wanita di antara kami pernah menikah dengan dua, tiga, atau empat laki-laki lalu meninggal dunia. Dia masuk surga dan mereka pun masuk surga pula. Siapakah di antara laki-laki itu yang akan menjadi suaminya di surga? </em>Beliau menjawab, <em>“Wahai Ummu Salamah, wanita itu disuruh memilih, lalu dia pun memilih siapa di antara mereka yang akhlaqnya paling bagus, lalu dia berkata, “Wahai Rabb-ku, sesungguhnya lelaki inilah yang paling baik akhlaqnya tatkala hidup bersamaku di dunia. Maka nikahkanlah aku dengannya”. Wahai Ummu Salamah, akhlaq yang baik itu akan pergi membawa dua kebaikan, dunia dan akhirat.”</em></p>
<p style="text-align:justify;">Keshalihan dan akhlaq baiklah sumber kemuliaan, semoga kita dapat meraihnya. <em>Amiin.</em></p>
<div style="text-align:justify;">Sumber: dakwatuna.com</div>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2012/01/30/bidadari-bidadari-surga-yang-disegerakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/c2dc1fbfd1e159642ab154c49a600d115dd91d7731474ffa1b7aeb5c1bc6e191?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dhprawirasantana</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/bidadari.png">
			<media:title type="html">Bidadari</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Air</title>
		<link>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2012/01/18/air/</link>
					<comments>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2012/01/18/air/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dhprawirasantana]]></dc:creator>
		<pubDate>Wed, 18 Jan 2012 04:05:00 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dhprawirasantana.wordpress.com/?p=874</guid>

					<description><![CDATA[Air dalam berbagai bahasa adalah *de l’eau* (Perancis), *acqua* (Italia), * maji* (Swahili), *w**asser* (Jerman), *de agua* (Spanyol), *nước*(Vietnam), *cai* (Sunda), *banyu* (Jawa), *aia* (Padang), *lau* (Batak Karo), dan *bah*(Batak Simalungun). Semua bahasa pasti memiliki kosakata semakna dengan air. Semua bangsa pasti memiliki cara mengelola air. Tapi tidak akan pernah ada yang akan mampu memiliki &#8230; <a href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/2012/01/18/air/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/air.png"><img data-attachment-id="875" data-permalink="https://dhprawirasantana.wordpress.com/2012/01/18/air/air/" data-orig-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/air.png" data-orig-size="464,384" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Air" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/air.png?w=300" data-large-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/air.png?w=464" class="alignleft  wp-image-875" title="Air" src="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/air.png?w=210&#038;h=223" alt="" width="210" height="223" /></a>Air dalam berbagai bahasa adalah *de l’eau* (Perancis), *acqua* (Italia), * maji* (Swahili), *w**asser* (Jerman), *de agua* (Spanyol), *nước*(Vietnam), *cai* (Sunda), *banyu* (Jawa), *aia* (Padang), *lau* (Batak Karo), dan *bah*(Batak Simalungun). Semua bahasa pasti memiliki kosakata semakna dengan air. Semua bangsa pasti memiliki cara mengelola air. Tapi tidak akan pernah ada yang akan mampu memiliki air.</p>
<p style="text-align:justify;">Kita harus selalu minum air bukan karena di tubuh ini tidak ada air. Sejatinya tubuh kita 65 persennya terdiri atas air. Tapi mengapa kita kehausan dan membutuhkan air setiap saat ? Itu semua karena kita tidak mampu memiliki atau mempertahankan air di tubuh kita sendiri. Seberapa kuat Anda mampu menahan buang air (besar atau kecil). Apakah Anda mampu menahan uap air yang keluar dari setiap desahan napas? Apakah Anda mampu tidak berkeringat? Ternyata, kita tidak membutuhkan air. Kita hanya membutuhkan kehadiran aliran air.</p>
<p style="text-align:justify;">Angin baru terasa kalau dia bergerak, air memberi manfaat kalau ia mengalir.</p>
<p style="text-align:justify;">Air mengalir di pohon untuk mengangkut zat hara. Air mengalir di sungai untuk memberi kehidupan di dalam dan di atas sungai. Air mengalir dalam tubuh untuk mendinginkan, melarutkan, atau sebagai media reaksi biokimia. Air mengalir melalui siklusnya untuk memberi kehidupan kolosal di muka bumi. Air tidak pernah ingin mengalir ke luar bumi ini karena dia memang hanya mengabdi untuk seisi bumi ini.</p>
<p style="text-align:justify;">Air cenderung memberi dampak buruk jika diam atau tidak mengalir, baik secara kinetik, fisika, kimia, maupun siklusnya. Air yang diam di pohon akan membusukkan batangnya. Air yang diam di tubuh akan menyebabkan keracunan. Air yang diam di wadah akan menjadi sarang penyakit dan menyebabkan korosi. Hanya air (gunung es) di kutub utara dan selatan yang diamnya justru memberi manfaat besar bagi manusia.<span id="more-874"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Juga, air tidak akan pernah dapat dibeli. Ia terlalu berharga untuk hanya bisa ditukar uang. Kita membeli air minum dalam kemasan (AMDK) sebanyak 600ml seharga Rp3000 bukan untuk airnya. Sama sekali bukan. Kita mengeluarkan uang untuk air minum, air untuk mandi, air untuk hiasan (akuarium, air mancur), atau air untuk membersihkan (pakaian, piring, rumah) bukan untuk membeli airnya melainkan sebagai kompensasi keteledoran dan kesalahan kita!</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya saja kita tidak pernah mencemari air sungai, air hujan, air tanah, air laut, air sumur, atau air danau maka kita tidak perlu membayar perusahaan-perusahaan pengelola air untuk mendapatkan manfaat dari air. Bahkan mungkin mereka tidak akan pernah didirikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Seandainya saja kita tidak merusak hutan dan tidak menutupi permukaan tanah, kita tidak akan membutuhkan pompa-pompa besar untuk menyedot air. Kita tidak membutuhkan pipa-pipa berkilometer untuk menyalurkannya. Kita tidak membutuhkan tenaga dan biaya mahal hanya sekadar untuk minum dan mencuci.</p>
<p style="text-align:justify;">Semua karena keteledoran, kealfaan, keserakahan, dan kekeliruan kita.<br />
Banjir, kekeringan, ketiadaan air bersih, naiknya permukaan air laut, hujan asam, dan segudang permasalahan terkait air disebabkan oleh tidak bijaknya kita menyikapi zat yang paling vital bagi kehidupan kita. Kebodohan terbesar kita adalah bersikap buruk pada pihak yang paling berjasa dalam kehidupan kita!</p>
<p style="text-align:justify;">Sejak zaman dinosaurus hingga zaman Facebook dan Twitter kini, jumlah air tetap sama. Tak berkurang sepersejuta persen pun! Yang berkurang adalah kualitasnya. Yang meningkat hanyalah pencemarannya. Yang bertambah adalah kotoran yang kita tambahkan padanya. Yang kita rusak adalah keseimbangan siklusnya. Karena harmoni alamiahnya kita ganggu maka kita yang harus membayar semua konsekuensi negatifnya, termasuk membayar mahal untuk mendapat manfaat darinya, yang pada awalnya gratis.</p>
<p style="text-align:justify;">Jika menilik sebab dan akibat, manakah yang lebih genting, melakukan konservasi air atau merestorasi budaya kita agar *water friendly* ? Entahlah. Hanya satu pertanyaan untuk dijawab saat ini. Sudahkah Anda menemukan kembali, sikap terbaik berterima kasih pada air ?</p>
<p>from the note of @syarifniskala</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2012/01/18/air/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/c2dc1fbfd1e159642ab154c49a600d115dd91d7731474ffa1b7aeb5c1bc6e191?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dhprawirasantana</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2012/01/air.png?w=300">
			<media:title type="html">Air</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tantangan Dakwah</title>
		<link>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/22/tantangan-dakwah/</link>
					<comments>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/22/tantangan-dakwah/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dhprawirasantana]]></dc:creator>
		<pubDate>Thu, 22 Dec 2011 06:20:25 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dhprawirasantana.wordpress.com/?p=870</guid>

					<description><![CDATA[Ahli tafsir ternama, Imam Ibnu Katsir memaknai ayat ini : “Wahai orang-orang yang beriman!  Bertakwalah kepada Allah!  Ini adalah perintah untuk bertakwa kepada-Nya, yang mencakup melakukan apapun yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apapun yang dilarang oleh Dia. Adapun perintah ‘Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah dia perbuat untuk hari esok’ artinya adalah, ‘Hisablah diri &#8230; <a href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/22/tantangan-dakwah/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dakwah.png"><img data-attachment-id="871" data-permalink="https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/22/tantangan-dakwah/dakwah/" data-orig-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dakwah.png" data-orig-size="430,250" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Dak&#8217;wah" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dakwah.png?w=300" data-large-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dakwah.png?w=430" class="alignleft  wp-image-871" title="Dak'wah" src="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dakwah.png?w=191&#038;h=148" alt="" width="191" height="148" /></a>Ahli tafsir ternama, Imam Ibnu Katsir memaknai ayat ini : “Wahai orang-orang yang beriman!  Bertakwalah kepada Allah!  Ini adalah perintah untuk bertakwa kepada-Nya, yang mencakup melakukan apapun yang diperintahkan Allah dan meninggalkan apapun yang dilarang oleh Dia. Adapun perintah ‘<em>Hendaklah setiap orang memperhatikan apa yang telah dia perbuat untuk hari esok’</em> artinya adalah, ‘Hisablah diri kalian sendiri sebelum kalian dihisab. Lihatlah amal-amal shalih apa yang telah kalian lakukan untuk menyongsong hari yang telah dijanjikan kepada kalian dan hari saat kalian kembali kepada <em>Rabb</em> kalian. Bertakwalah kepada Allah. Ini merupakan penegasan kedua untuk bertakwa.  ‘<em>Sesungguhnya Allah Mahateliti atas apa yang kalian lakukan’</em> maknanya adalah, ‘Ketahuilah sesungguhnya Dia Mahatahu atas semua perbuatan kalian dan keadaan kalian.’  Tidak ada secuil pun yang tersembunyi bagi Allah.  Tidak ada urusan kalian yang tersembunyi dari Dia, baik perkara yang dilakukan terang-terangan maupun sembunyi-sembunyi.” (Ibn Katsir, <em>Tafsir al-Quran al-‘Azhim</em>, hlm. 548).</p>
<p style="text-align:justify;">Salah satu pelajaran penting dari ayat itu adalah bahwa hidup di dunia ini mulai dari takwa, diselingi evaluasi (<em>muhasabah</em>) untuk semakin meneguhkan ketakwaan tersebut.</p>
<p style="text-align:justify;">Selama tahun 2011 suara yang menyeru untuk kembali ke pangkuan syariah makin nyaring terdengar.  Kawasan Timur Tengah sepanjang tahun ini terus menerus diguncang revolusi.  Tunisia, Maroko, Libya, Yaman, Suriah dan Mesir berguncang.  Gejolak revolusi umat terus menggelora. Islam politik di kawasan itu mulai naik bahkan mendominasi media massa.  Terlepas dari apa yang dimaksud, pernyataan Perdana Menteri Tunisia, Hamadi Jebali, menarik disimak.  Hamadi menyampaikan, “Masa kini adalah momentum Ilahi pada sebuah negara baru dan mudah-mudahan merupakan Masa Kekhalifahan ke-6.”</p>
<p><span id="more-870"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Ucapan seperti ini dari seorang moderat menggambarkan betapa keinginan masyarakat di sana untuk menerapkan Islam demikian besar sehingga berpengaruh pada ucapan Hamadi. Memang, kecenderungan alami dari masyarakat Arab lebih tertarik pada sistem Khilafah. Inilah ajaran agama mereka dan bagian dari sejarah mereka.</p>
<p style="text-align:justify;">Di sisi lain, Eropa sedang dilanda gunjang-ganjing.  Amerika masih berada dalam kubangan krisis.  Gejolak selama tahun 2011 ini mengisyaratkan dunia kemudian akan kembali pada model masa pra-1945-yang  merupakan dunia multipolar-yang didominasi oleh pusat-pusat pengaruh geopolitik yang berbeda, dengan Kekhalifahan di puncaknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Suara yang sama berkumandang di Indonesia.  Dukungan para ulama tampak jelas.  Berbagai forum ulama selama kurun 2011 menyerukan syariah dan Khilafah.  Begitu juga dukungan dari kalangan tokoh, intelektual, mahasiswa dan pelajar.  Tidak kalah pentingnya, kembali pada syariah Islam dan menyatukan kaum Muslim ke dalam Khilafah juga diserukan oleh ibu-ibu rumah tangga.  Ini sebagian tanda makin dekatnya fajar kemenangan.</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hanya harapan yang terang, tantangan dakwah Islam di Indonesia pun tidak menyurut. Ketidakadilan terhadap umat Islam terus berlangsung selama tahun 2011, yang bahkan dilakukan oleh sesama Muslim.  Ketika terjadi bunuh diri di Cirebon dan Solo, langsung Presiden menyebut bahwa pelakunya adalah teroris hanya karena pelakunya beragama Islam.  Namun, saat di Papua meledak granat disertai penembakan, buru-buru Ansyaad Mbai, Kepala Badan Penanggulangan Terorisme (BNPT), menyatakan bahwa itu tindak kriminal biasa.  Pada saat umat Islam menyerukan syariah Islam untuk menyelamatkan Indonesia dari keterpurukan, segeralah mereka dituduh sebagai pihak yang membahayakan NKRI.  Sebaliknya, upaya separatisme dan disintegrasi yang secara terang-terangan dinyatakan oleh segelintir orang yang tergabung dalam Organisasi Papua Merdeka (OPM) tidak disebut membahayakan NKRI.  Bahkan TNI dan Polisi yang berupaya menindak tegas mereka segera dituduh oleh LSM-LSM komprador sebagai melanggar HAM.  Intervensi Amerika Serikat (AS) dalam kasus ini tampak jelas.  Menteri Pertahanan AS Leon Panetta dalam kunjungan kehormatan kepada Presiden SBY di Nusa Dua, Bali, Senin (24/10/2011) membicarakan Papua.  Berikutnya, Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton angkat suara mengenai konflik di Papua. Hillary menyampaikan kekhawatiran akan kondisi HAM di Papua. Ia menyerukan adanya dialog untuk memenuhi aspirasi rakyat di wilayah konflik tersebut (<em>AFP</em>, 11/11/11). Obama dalam pembicaraannya dengan Presiden SBY di Bali juga menyinggung masalah Papua.  Irama yang ditabuh asing ini diikuti oleh antek-anteknya di dalam negeri.</p>
<p style="text-align:justify;">Persoalan calon Gereja Yasmin di Bogor menambah rasa ketidakadilan itu.  Umat Islam di Bogor dituding tidak toleran.  Padahal umat Islam Bogor ditipu. Ada penipuan dalam proses pengajuan izin IMB calon gereja tersebut.  Hilary Clinton bicara tentang kasus ini. Vatikan turut campur. Pada 16 Desember 2011 Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) berencana mengadakan rapat dengan Pemerintah membahas hal ini.  Masalah ini diinternasionalisasi.  Memang, kalau untuk memojokkan umat Islam, suara jarum jatuh pun terdengar ke seantero dunia!</p>
<p style="text-align:justify;">Bukan hanya itu.  Untuk mengerem gerak perjuangan Islam digembar-gemborkan istilah deradikalisasi.  Selama tahun 2011 digelar berbagai acara di daerah-daerah.  Pimpinan dan ormas Islam dikumpulkan.  Temanya deradikalisasi.  Yang mengherankan, semua yang dimaksudkan dalam istilah deradikalisasi ditujukan kepada umat Islam!  Sasarannya adalah Islam.  Benar apa yang diingatkan oleh pengamat politik Herman Ibrahim bahwa hakikat dari deradikalisasi merupakan deIslamisasi. Dalam deradikalisasi pun terdapat politik belah-bambu di tubuh umat Islam.  <em>Last but not least</em>, deradikalisasi ini tidak dapat dilepaskan dari program <em>war on terrorism</em> yang merupakan agenda AS.  Yang rugi adalah umat Islam sendiri.</p>
<p style="text-align:justify;">Tantangan seperti ini sebenarnya merupakan <em>sunnatullah</em>.  Setiap upaya dakwah untuk membangkitkan umat Islam senantiasa menghadapi tantangan.  Rasulullah saw. sejak awal dakwahnya telah menghadapi banyak tantangan.  Beliau dituduh tukang sihir, tukang syair, gila, pemecah-belah bangsa Arab, dsb.  Bahkan beliau diembargo selama dua tahun dan diancam pembunuhan.  Justru, berbagai tantangan berupa tuduhan dan ancaman fisik menegaskan kemenangan dakwah semakin dekat.  Sebab, tuduhan dan ancaman fisik dari pihak anti-Islam merupakan tanda kekalahan mereka secara intelektual.  Yang penting adalah kita tetap berada di atas aturan Allah SWT.  Rasulullah saw. bersabda, “<em>Sekelompok dari umatku selalu berada di atas aturan Allah, orang-orang yang menentang dan menyalahi mereka tidak akan memadaratkan bagi mereka hingga datang keputusan Allah dan mereka dalam keadaan menang atas manusia.</em>” (HR Muslim)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/22/tantangan-dakwah/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/c2dc1fbfd1e159642ab154c49a600d115dd91d7731474ffa1b7aeb5c1bc6e191?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dhprawirasantana</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/dakwah.png?w=300">
			<media:title type="html">Dak'wah</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Bakar Diri Sondang</title>
		<link>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/16/bakar-diri-sondang/</link>
					<comments>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/16/bakar-diri-sondang/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dhprawirasantana]]></dc:creator>
		<pubDate>Fri, 16 Dec 2011 01:32:50 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Berita]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dhprawirasantana.wordpress.com/?p=867</guid>

					<description><![CDATA[Tidak ada yang tahu pasti kenapa Sondang Hutagalung bakar dirinya. Ada yang menduga itu aksi itu bentuk kekecewaan dirinya terhadap kondisi Indonesia yang carut marut. Sondang sudah kehilangan asa . Membakar diri bisa jadi dianggapnya merupakan bentuk perlawanan terhadap rezim korup yang ada. Seperti Bouazizi (26 tahun ) yang membakar diri di Tunisia, Sondang mungkin &#8230; <a href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/16/bakar-diri-sondang/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/bakar-diri.png"><img loading="lazy" data-attachment-id="868" data-permalink="https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/16/bakar-diri-sondang/bakar-diri/" data-orig-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/bakar-diri.png" data-orig-size="536,402" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Bakar Diri" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/bakar-diri.png?w=300" data-large-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/bakar-diri.png?w=530" class="alignleft  wp-image-868" title="Bakar Diri" src="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/bakar-diri.png?w=191&#038;h=142" alt="" width="191" height="142" srcset="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/bakar-diri.png?w=300 300w, https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/bakar-diri.png?w=191 191w, https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/bakar-diri.png?w=150 150w" sizes="(max-width: 191px) 100vw, 191px" /></a>Tidak ada yang tahu pasti kenapa Sondang Hutagalung bakar dirinya. Ada yang menduga itu aksi itu bentuk kekecewaan dirinya terhadap kondisi Indonesia yang carut marut. Sondang sudah kehilangan asa . Membakar diri bisa jadi dianggapnya merupakan bentuk perlawanan terhadap rezim korup yang ada. Seperti Bouazizi (26 tahun ) yang membakar diri di Tunisia, Sondang mungkin berharap sikapnya akan menumbangkan penguasa yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Islam jelas melarang aksi bunuh diri seperti ini. Bunuh diri adalah tindakan yang diharamkan oleh Islam. Tapi apa yang dilakukan Sondang , merupakan cerminan dari kemuakan dan keputusan asaan masyarakat . Lihatlah para elit politik yang sibuk bertikai merebut kekuasaan , dengan mentelantarkan tugas pokok mereka mensejahterakan rakyat. Kemiskinan terjadi di mana-mana. Memang puluhan orang kaya Indonesia bertambah. Tapi apalah artinya , jutaan orang Indonesia justru hidup miskin.</p>
<p style="text-align:justify;">Kekayaan 40 orang kaya Indonesia ternyata sama dengan kekayaan 60 juta orang miskin. Kesenjangan yang luar biasa. Idiom demokrasi dari rakyat, oleh rakyat, dan untuk rakyat, hanya omong konsong belaka. Mengutip pernyataan Joseph Stigliz , peraih hadiah nobel, yang sesungguhnya terjadi adalah “Of the 1%, by the 1%, for the 1%”. Ya, benar hukum sesungguhnya dibuat oleh segelintir oleh segelintir elit dan untuk keuntungan segelintir elit juga.<span id="more-867"></span></p>
<p style="text-align:justify;">Demokrasi telah melestarikan simbios mutalisme antara elit politik dan pengusaha, yang bekerjasama untuk menguntungkan diri sendiri tapi merugikan rakyat. Lahirlah banyak UU yang justru memihak pihak pemodal besar dan merugikan rakyat. Praktik jual beli pasalpun marak. Terjerat dalam lingkaran setan money to politic dan politic to money. Uang untuk melesterakin kekuasaan, dan kekuasaan untuk melestarikan aliran uang.</p>
<p style="text-align:justify;">Sistem demokrasi yang menyerahkan kedaulatan ke tangan manusia, telah menjadi pintu masuk bagi kepentingan jahat manusia yang rakus untuk membuat hukum bagi kepentingan dirinya. Sementara biaya politik yang mahal, melahirkan politisi rakus yang jungkir balik korupsi dan kolusi untuk mengembalikan modal politik dan politik balas jasa kepada sponsor politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Kasus-kasus besar yang merugikan rakyat tidak jelas penyelesaiannya. Ada 6,7 trilyun uang rakyat untuk bailout Century Gate (sementara untuk korban gempa Sumatera Barat hanya 100 milyar). Ada 700 trilyun dana bailout kasus BLBI. Kasus ini menurut pengamat ekonomi Drajad H Wibowo membuat negara harus menanggung bunganya sebesar 40 trilyun lewat APBN sampai tahun 2033 . Belum lagi kasus penggelapan pajak Gayus miliar rupiah .</p>
<p style="text-align:justify;">Namun semua itu menjadi barang dagangan elit politik, yang menciptakan politik saling menyandera. Bukan untuk menuntaskan tapi untk menekan lawan politik. Akhirnya yang ada adalah kompromi, sembari saling menuntupi kejahatan yang ada.</p>
<p style="text-align:justify;">Korupsi terjadi di semua lini, bahkan menggerogoti di tiga pilar demokrasi (eksekutif, yudikatif dan legislatif). Terungkapnya rekening gendut PNS muda menunjukkan terjadi regenerasi prilaku korupsi. Para koruptor pun tidak ada takut dan malu lagi. Korupsi miliaran namun merasa diri tak bersalah. Nazarudin dan Nunun pun sempat jalan-jalan begitu lama di luar negeri , tentu bukan tanpa maksud. Berbeda dengan kasus terorisme yang pelaku dalam tempo singkat bisa di dapat. Bahkan yang diduga akan melakukan pun langsung di dor, meskipun belum ada bukti.</p>
<p style="text-align:justify;">KPK yang seharusnya menjadi ujung tombak, diam membisu ketika berhadapan dengan kasus besar yang berhubungan dengan lingkaran kekuasaan dan elit pemodal. Alasannya, tidak ada bukti. Di sisi lain, mekanisme pembuktian terbalik dimana para koruptur harus membuktikan dari mana uang yang dia peroleh malah ditolak oleh DPR. Secara memalukan, KPK –meskipun sering kali disebut oknum- terlibat asmara politik.</p>
<p style="text-align:justify;">Di saat pemerintah berkoar-koar mengatakan rakyat miskin berkurang, Data Asean Development Bank (ADB) menunjukkan sebaliknya, Menurut ADB tahun 2008 jumlah orang miskin di Indonesia mencapai 40,4 juta orang. Sementara tahun 2010 jumlah orang miskin meningkat menjadi 43,1 juta orang atau naik 2,7 juta orang. Pemerintah mungkin menolak dengan alasan perbedaan standar, tapi fakta ada puluhan juta rakyat yang miskin tentu tidak bisa ditolak. Bagi kita satu orang rakyat yang miskin saja adalah masalah. Apalagi puluhan juta.</p>
<p style="text-align:justify;">Kemiskinan , kesenjangan, kemarahan terhadap prilaku bejat politisi inilah yang melahirkan depresi sosial yang tinggi. Emosi gampang tertumpah gara-gara persoalan sepele. Kriminalitaspun meningkat. Hanya gara-hara sebuah handpone , peraih juara Olimpiade Matematika 2009 tingkat SMP, Christopher Melky Tanujaya, tewas ditusuk.</p>
<p style="text-align:justify;">Bakar diri bukan dilakukan Sondang seorang. Tapi oleh masyarakat yang putus asa dengan beban hidup yang semakin berat dan menjerat. Jasad wanita paruh baya bernama Warsini ditemukan di dapur rumahnya, dengan tubuh hangus akibat terbakar. Kuat dugaan korban bunuh diri karena dililit hutang. Memang, rata-rata angka bunuh diri di Indonesia dilaporkan mencapai 1,6-1,8 per 100 ribu penduduk. Angka tersebut berdasarkan perkiraan lembaga kesehatan dunia, WHO pada 2001.</p>
<p style="text-align:justify;">Bakar diri disamping haram tentu bukan solusi. Namun Islam menuntut kita hirau terhadap persoalan ini, persoalan masyarakat. Disinilah pesan penting Rosulullah SAW yang menyatakan bukan bagian dari kelompokku (Rosulullah SAW ) , mereka yang ketika bangun di pagi hari tapi tidak hirau terhadap persoalan umat. Diam terhadap kemungkaran bagaikan syaitan yang bisu, demikian pernyataan Abu Ali Ad Daqqaq. Karena itu dakwah merupakan kewajiban yang ada pada diri pundak setiap muslim sebagai bentuk kehirauan terhadap berbagai persoalan rakyat .</p>
<p style="text-align:justify;">Islam juga telah memberikan solusi yang shohih atas berbagai persoalan umat ini yang harus diperjuangkan. Bukan hanya memperbaiki akhlaq , bukan hanya mengajak shadaqah, atau bukan hanya meningkatkan kesolehan ritual. Tapi Islam menuntut kita untuk menerapkan seluruh syariah Islam secara menyeluruh baik ekonomi, politik , maupun sosial. Semua ini tentu membutuhkan Khilafah sebagai institusi politik yangmenerapkannya. Hanya dengan menerapkan syariah Islam secara kaffah inilah berbagai persoalan umat akan dituntaskan.</p>
<p style="text-align:justify;">Alhasil, penegakan syariah Islam akan memberikan kebaikan pada setiap manusia. Bohong besar, kalau dikatakan syariah Islam yang akan ditegakkan oleh Khilafah mengancam rakyat Indonesia. Bagaimana mungkin, syariah Islam termasuk kewajiban menegakkan Khilafah yang bersumber dari Allah SWT yang ar Rahman ar Rohim membahayakan manusia ? Justru mereka yang menyatakan syariah Islam dan Khilafah adalah ancaman patut dicurigai . Mereka bisa jadi kaki tangan penjajah yang ingin penjajahan kapitalisme tetap <em>eksis</em>, sehingga nasib rakyat tidak berubah, tetap terpuruk dalam kemiskinan. Allah SWT tentu tidak menuntut kita untuk bakar diri, tapi meminta kita untuk berdakwah, berjuang menegakkan syariah dan Khilafah !(Farid Wadjdi)</p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/16/bakar-diri-sondang/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/c2dc1fbfd1e159642ab154c49a600d115dd91d7731474ffa1b7aeb5c1bc6e191?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dhprawirasantana</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/bakar-diri.png?w=300">
			<media:title type="html">Bakar Diri</media:title>
		</media:content>
	</item>
		<item>
		<title>Tujuh Dosa yang Membinasakan</title>
		<link>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/12/tujuh-dosa-yang-membinasakan/</link>
					<comments>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/12/tujuh-dosa-yang-membinasakan/#respond</comments>
		
		<dc:creator><![CDATA[dhprawirasantana]]></dc:creator>
		<pubDate>Mon, 12 Dec 2011 02:40:45 +0000</pubDate>
				<category><![CDATA[Artikel Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Hikmah]]></category>
		<guid isPermaLink="false">http://dhprawirasantana.wordpress.com/?p=863</guid>

					<description><![CDATA[Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘’Tinggalkanlah tujuh dosa yang akan membinasakan. Sahabat bertanya, ‘’Yaa Rasulullah, apakah dosa-dosa itu? Jawab Nabi SAW, ‘’Syirik mempersekutukan Allah Swt, melakukan sihir, membunuh jiwa manusia yang telah diharamkan Allah Swt kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari perang jihad, menuduh zina pada wanita mu’minat,’’ (HR &#8230; <a href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/12/tujuh-dosa-yang-membinasakan/">Continue reading <span class="meta-nav">&#8594;</span></a>]]></description>
										<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align:justify;"><a href="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/anak2.png"><img loading="lazy" data-attachment-id="864" data-permalink="https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/12/tujuh-dosa-yang-membinasakan/anak2/" data-orig-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/anak2.png" data-orig-size="359,259" data-comments-opened="1" data-image-meta="{&quot;aperture&quot;:&quot;0&quot;,&quot;credit&quot;:&quot;&quot;,&quot;camera&quot;:&quot;&quot;,&quot;caption&quot;:&quot;&quot;,&quot;created_timestamp&quot;:&quot;0&quot;,&quot;copyright&quot;:&quot;&quot;,&quot;focal_length&quot;:&quot;0&quot;,&quot;iso&quot;:&quot;0&quot;,&quot;shutter_speed&quot;:&quot;0&quot;,&quot;title&quot;:&quot;&quot;}" data-image-title="Anak2" data-image-description="" data-image-caption="" data-medium-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/anak2.png?w=300" data-large-file="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/anak2.png?w=359" class="alignleft  wp-image-864" title="Anak2" src="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/anak2.png?w=189&#038;h=135" alt="" width="189" height="135" srcset="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/anak2.png?w=300 300w, https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/anak2.png?w=189 189w, https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/anak2.png?w=150 150w, https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/anak2.png 359w" sizes="(max-width: 189px) 100vw, 189px" /></a>Abu Hurairah berkata, Rasulullah SAW bersabda, ‘’Tinggalkanlah tujuh dosa yang akan membinasakan. Sahabat bertanya, ‘’Yaa Rasulullah, apakah dosa-dosa itu? Jawab Nabi SAW, ‘’Syirik mempersekutukan Allah Swt, melakukan sihir, membunuh jiwa manusia yang telah diharamkan Allah Swt kecuali dengan hak, makan riba, makan harta anak yatim, lari dari perang jihad, menuduh zina pada wanita mu’minat,’’ (HR Bukhari Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam hadis di atas, Abu Hurairah menyebut tujuh dosa yang membinasakan. Dikatakan membinasakan karena dari dosa tersebut bukan hanya merusak keimanan diri sendiri, namun juga ada hak-hak muslim yang dirusak oleh si pembuat dosa. Dosa pertama yang tersebut dalam hadits di atas ialah dosa yang takkan terampuni, yakni syirik (mempersekutukan Allah).</p>
<p style="text-align:justify;">“Sesungguhnya Allah tidak akan mengampuni dosa syirik dan Dia mengampuni segala dosa selain syirik bagi siapa yang ia kehendakiNya. Barang siapa yang mempersekutukan Allah maka sungguh ia telah berbuat dosa yang besar.” (An Nisaa: 48)<span id="more-863"></span><br />
Firman Allah Swt dalam QS An-Nisaa di atas mengisyaratkan bahwa Allah membuka pintu ampunan selebar-lebarnya bagi pendosa apapun namun tidak untuk dosa syirik. Karena pertama, syirik adalah bentuk kedurhakaan seorang makhluq kepada khaliq. Kedua, syirik sudah termasuk dalam kategori dosa tertinggi dari dosa apapun menurut Quran dan sunnah yang ganjarannnya adalah neraka, apabila si musyrik tidak menyadari dan bertaubat dari dosa-dosa syiriknya.</p>
<p style="text-align:justify;">Sejalan dengan perihal syirik, dari Abdullah bin Mas’ud r.a Rasulullah Saw bersabda, “Siapa yang mati dalam keadaan menyekutukan Allah dengan sesuatu, niscaya akan memasuki neraka,” (HR Bukhari Muslim)</p>
<p style="text-align:justify;">Dosa yang membinasakan kedua adalah sihir. “Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syaithan-syaithan pada masa kerajaan Sulaiman dan mereka mengatakan bahwa Sulaiman itu mengerjakan sihir. Padahal Sulaiman tidak kafir hanya syaithan-syaithanlah yang kafir…,” (QS Al-Baqarah: 102).</p>
<p style="text-align:justify;">Tingkatan sihir hampir dekat dengan syirik. Jika syirik adalah bentuk kedurhakaan dan pengingkaran seorang hamba pada dzat dan kuasa Allah Swt, maka sihir adalah perbuatan yang tidak hanya dilakukan atas dasar pengingkaran pada Allah, namun juga penyakit hati yang tertanam pada sesama yang menyebabkan ia buta sehingga membinasakan orang lain, bisa dalam bentuk membuat hidupnya sengsara, tertimpa penyakit, atau pun sampai menyebabkan saudara semuslim tersebut meninggal karena penyakit hatinya yang kian bengkak tersebut. Oleh karenanya, disebutkan dalam hadits, lantaran perbuatan sihir ini sungguh merugikan diri sendiri dan orang lain, maka ibadah orang yang melakukan sihir tidak diterima Allah Swt hingga ia sadar, bertaubat dan memohon maaf pada orang yang telah ia rugikan.</p>
<p style="text-align:justify;">Ketiga, dosa yang membinasakan ialah membunuh, “Sesungguhnya orang-orang yang kafir terhadap ayat-ayat Allah dan mmebunuh para Nabi yang tidak dibenarkan dan membunuh orang-orang yang menyuruh manusia berbuat adil. Maka gembirakanlah bahwa mereka akan menerima siksa yang pedih,” (QS Ali Imran: 21)</p>
<p style="text-align:justify;">Membunuh sesama muslim adalah termasuk dosa besar baik dihadapan Allah dan tercela dihadapan manusia. Islam sangat mengatur hak-hak tiap muslim agar dapat hidup secara tentram dan saling menghargai hak-hak tersebut. Tak hanya sesama muslim, kepada kaum kafir yang jika si pembunuh ada perjanjian damai pun Allah mengatur ganjaran yang harus dilakukan si pembunuh tersebut. Oleh sebabnya, dalam Islam, masalah pembunuhan secara detail dijelaskan oleh Allah, di antaranya yakni dalam surah An-Nisaa, Allah berfirman,<br />
“Dan tidak layak bagi seorang mukmin membunuh seorang mukmin yang lain kecuali karena tersalah (tidak sengaja). Dan barang siapa membunuh seorang mukmin dengan tidak sengaja hendaklah ia memerdekakan hamba sahaya yang beriman serta membayar diyat yang diserahkan kepada keluarga (si terbunuh) kecuali jika keluarga si terbunuh itu ridha. Jika si terbunuh itu dari kaum kafir yang ada perjanjian damai antara mereka dengan kamu, maka hendaklah si pembunuh membayar diyat yang diserahkan kepada keluarga si terbunuh serta memerdekakan hamba sahaya yang beriman. Barangsiapa tidak memperolehnya (hamba sahaya) maka hendaklah ia berpuasa dua bulan berturut-turut untuk penerimaan taubat kepada Allah. Dan Allah Maha Mengetahui, Maha Bijaksana,” (QS An-Nisaa: 92).</p>
<p style="text-align:justify;">Dalam surah lain, agar lestarinya kelangsungan hidup manusia, tidak terjadi pembunuhan di antara sesama muslim, dan jera-nya orang-orang yang terlanjur membunuh sesama, Allah  mengatur masalah pembunuhan melalui hukum Qishash.<br />
“Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu qishash berkenaan dengan orang-orang yang dibunuh. Orang merdeka dengan orang merdeka, hamba dengan hamba, wanita dengan wanita. Maka barangsiapa yang mendapat suatu pema’afan dari saudaranya, hendaklah yang memaafkan mengikuti cara yang baik dan hendaklah yang diberi maaf membayar diyat kepada yang memberi maaf dengan cara yang baik pula. Yang demikian itu adalah keringanan dari Tuhan kamu dan suatu rahmat. Barangsiapa yang melampaui batas sesudah itu, maka baginya siksa yang sangat pedih,” (QS Al-Baqarah: 178)</p>
<p style="text-align:justify;">Keempat, riba. Dalam surah Al-Baqarah, Allah berfirman, “Hai orang orang yang beriman bertakwalah pada Allah dan tinggalkan sisa riba jika kamu orang-orang yang beriman,” (QS Al Baqarah: 278)</p>
<p style="text-align:justify;">Kelima, memakan harta anak yatim. “Dan berikanlah kepada anak-anak yatim (yang sudah baligh) harta diantara mereka. Jangan kamu menukar yang baik dengan yang buruk dan jangan kamu makan harta mereka bersama hartamu. Sesungguhnya tindakan-tindakan (menukar dan memakan) itu adalah dosa yang besar,” (QS An-Nisaa: 2)</p>
<p style="text-align:justify;">Memakan harta anak yatim adalah haram hukumnya bagi tiap-tiap Muslim beriman. Adapun mereka yang memakan harta anak yatim, hakikatnya mereka hanyalah memakan api dalam perut mereka lengkap dengan neraka sebagai tempat kembalinya, seperti halnya firman Allah Ta’alaa, “Sesungguhnya orang-orang yang makan harta anak yatim dengan zalim, pada hakikatnya mereka hanya makan api di dalam perut mereka dan mereka akan memasuki neraka sa’ir,” (QS An-Nisaaa: 10)</p>
<p style="text-align:justify;">Tepat di bulan Muharram ini, yang biasa disebut dengan lebaran anak yatim, sepatutnyalah kita menyayangi dan menyisihkan rizki untuk mereka, sebab, setiap Muslim yang mencintai anak yatim, kelak akan berada di surga bersama Rasulullah Saw, “Siapa yang mengasuh tiga anak yatim, maka bagaikan orang yang bangun pada malam hari dan puasa pada siang hari dan bagaikan orang yang menghunus pedangnya untuk berjihad tiap pagi dan sore. Kelak, mereka akan berada di surga bersamaku layaknya saudara sebagaimana kedua jari ini bersaudara (yaitu telunjuk dan jari tengah),” (HR Ibnu Majah)</p>
<p style="text-align:justify;">Keenam, lari dari peperangan. Firman Allah Ta’alaa dalam QS Al-Anfaal, “Hai orang-orang yang beriman apabila kamu bertemu dengan orang-orang kafir yang sedang menyerangmu maka janganlah kamu membelakangi mereka (mundur),” (QS. Al-Anfaal: 15)<br />
Lari dalam peperangan—diibaratkan sebagai orang yang telah menyerahkan dirinya untuk syahid di jalan Allah Swt, lalu mereka menyerah lantaran takut mati. Dalam hal ini, Allah sangat tidak suka terhadap muslim yang berkepribadian mudah menyerah seperti ini. Tak hanya dalam peperangan, jihad melawan hawa nafsu juga disejajarkan sebagai jihad yang tidak mudah ditaklukkan, sehingga seorang muslim tak boleh gentar melawannnya.</p>
<p style="text-align:justify;">Terakhir, menuduh wanita mukmin berzina. “Sesunguhnya orang-orang yang menuduh wanita yang baik-baik lagi beriman (berbuat zina), mereka tertimpa la’nat dunia dan akhirat dan bagi mereka azab yang besar,” (QS An-Nuur: 23). Tuduhan berzina yang dialamatkan kepada wanita baik-baik padahal mereka tidak pernah melakukannya mengingatkan kita pada kisah Ibunda Isa as, Maryam. Dan, sudah selayaknya fitnah tersebut membawa si penebar fitnah ke dalam azab nan dahsyat, neraka jahannam sebab ia tidak hanya berdusta di hadapan manusia, tapi juga berdusta dihadapan Zat Yang Maha Mengetahui, Allah Subhaanahu Wata’alaa. Wallahu a’lam bish shawwab.</p>
<p style="text-align:justify;"><strong>Oleh: Ina Febriany</strong></p>
]]></content:encoded>
					
					<wfw:commentRss>https://dhprawirasantana.wordpress.com/2011/12/12/tujuh-dosa-yang-membinasakan/feed/</wfw:commentRss>
			<slash:comments>0</slash:comments>
		
		
		
		<media:content medium="image" url="https://0.gravatar.com/avatar/c2dc1fbfd1e159642ab154c49a600d115dd91d7731474ffa1b7aeb5c1bc6e191?s=96&amp;d=identicon&amp;r=G">
			<media:title type="html">dhprawirasantana</media:title>
		</media:content>

		<media:content medium="image" url="https://dhprawirasantana.wordpress.com/wp-content/uploads/2011/12/anak2.png?w=300">
			<media:title type="html">Anak2</media:title>
		</media:content>
	</item>
	</channel>
</rss>