Setiap tahunnya, sejumlah negara dan lembaga donor dari Uni Eropa menawarkan berbagai peluang studi melalui beasiswa. Anda tertarik memburunya? Biasanya, kesempatan mengajukan aplikasi dibuka mulai pertengahan tahun. Berikut informasi beasiswa-beasiswa yang ditawarkan Uni Eropa, beserta link dan kontak yang bisa Anda hubungi untuk mendapatkan informasi lebih jauh.
AUSTRIA
Ada 18 beasiswa yang pernah ditawarkan pada tahun 2009, diantaranya untuk jenjang S-1, S-2, pascadoktoral, dan hibah penelitian.
* Beasiswa Utara-Selatan * Beasiswa ASEA Uninet (jaringan universitas antara beberapa universitas Eropa dan Asia Tenggara yang dipelopori Universitas Innsbruck Austria) * Hibah teknologi bagi Asia Tenggara *
Beasiswa khusus bagi Layanan Akademi Austria (Austrian Academic Service – OeAD)
Situs web: http://www/oead.ac.at
ASEA-UNINET
http://www.uibk. ac.at/asea-uninet
BELGIA
Beasiswa yang diberikan biasanya kursus dan pelatihan internasional. Tetapi, ada juga jenjang pascasarjana. Rata-rata 10 siswa per tahun.
Situs web: www.cud.be , www.itg.be
BULGARIA
Permintaan informasi bisa didapatkan langsung dari Kedutaan Besar Bulgaria, di Jl. Imam Bonjol 34-36, Menteng, Jakarta 10310,
e-mail: jkt@centrin.net.id atau bulvisa.jkt@centrin.net. id
PERANCIS
Beasiswa Pemerintah Perancis Gelar pascasarjana, doktor, dan program pascadoktoral. Jumlah beasiswa 20-25/tahun.
Situs web: www.ambafrance-id.org
Program Beasiswa bersama DIKTI Berbasis pembiayaan bersama dengan gelar pascasarjana (gelar ganda). Jumlah beasiswa 50/tahun.
Program Beasiswa bersama Kementerian Perhubungan Berbasis pembiayaan bersama dengan gelar pascasarjana (gelar ganda). Jumlah beasiswa 10-15/tahun.
Program Beasiswa bersama BAPPENAS Berbasis pembiayaan bersama dengan gelar pascasarjana (gelar ganda). Jumlah beasiswa 5-10/tahun.
Situs web: http://www.ambafrance-id.org
JERMAN
Program beasiswa DAAD. Gelar pascasarjana dan doktor, program pascadoktoral, kursus singkat (jurusan/materi khusus). Jumlah beasiswa 350/tahun.
Situs web: http://jakarta.daad.de
YUNANI
Program beasiswa bantuan Yunani (Hellenic Aid Scholarship Programme) untuk studi sarjana dan pascasarjana. Jumlah beasiswa 100 orang untuk 61 negara tanpa kuota bagi negara tertentu.
Situs web: www.hellenicaid.gr
HUNGARIA
Dewan beasiswa Hungaria (Hungarian Scholarship Board)
Situs web: http://www.scholarship.hu
ITALIA
Bahasa dan budaya Italia; studi spesialisasi (tingkat 1 dan 2, Phd).
Beasiswa pemerintah Italia dengan jumlah beasiswa 36 orang/tahun.
Beasiswa swasta Italia, biasanya dialokasikan untuk 23 orang penerima beasiswa.
BELANDA
Program HSP Huygens Sarjana tingkat akhir, pascasarjana. Tidak ada kuota untuk negara tertentu. Pada tahun 2010, ada 12 penerima beasiswa asal Indonesia.
Situs web: www.nuffic.nl/ hsp
Program Fellowship Belanda (Netherlands Fellowship Programmes – NFP) Kursus singkat, master, PhD. Tersedia beasiswa untuk sekitar 70 orang/tahun.
Situs web: www.nuffic.nl/nfp
Untuk jenjang pascasarjana, kursus singkat, pelatihan yang disesuaikan. Ada peluang beasiswa untuk 150 orang setiap tahunnya.
Situs web:
www.nesoindonesia.or.id
SPANYOL
Pada tahun 2010 lalu, Kementerian Urusan dan Kerjasama Luar Negeri Spanyol memberikan 6 beasiswa kepada pelajar Indonesia. Lima orang mengikuti kursus musim panas dan budaya Spanyol. Dan satu orang untuk diplomat muda Indonesia untuk gelar Master Hubungan Internasional di Sekolah Diplomatik Spanyol.
Situs web: www.aecid.es
REPUBLIK SLOVAKIA
Beasiswa Pemerintah Republik Slovakia Untuk studi gelar sarjana dan pascasarjana di universitas negeri di Slovakia. Jumlah penerima hanya satu orang per tahun.
Program Beasiswa Nasional Republik Slovakia untuk Mendukung Mobilitas
Beasiswa ini diberikan bagi mahasiswa, mahasiswa PhD, dosen universitas, dan peneliti.
Informasi:
emb.slovakia@mzv.sk
INGGRIS
British Chevening Awarrds Gelar pascasarjana program satu tahun. Pada tahun 2010, ada 10 orang pelajar Indonesia yang menerima beasiswa ini.
Situs web:
http://www.britishcouncil.or.id
UNI EROPA
Program Pascasarjana Erasmus Mundus (Erasmus Mundus Master Courses – EMMC) Untuk jenjang S-2 dan penelitian/hibah mengajar (sarjana).
Tidak ada alokasi penerima beasiswa setiap tahun, karena proses pemilihan skala global. Pada tahun 2011 sebanyak 120 pelajar mendapatkan beasiswa ini.
Informasi beasiswa bisa diakses melalui http://bit.ly/emmc2010
Doktorat Bersama Erasmus Mundus (Erasmus Mundus Joint Doctorates – EMJD) Tidak ada alokasi jumlah penerima karena pemilihannya skala global. Pada tahun 2010 ada 2 orang penerima beasiswa.
Informasi beasiswa, silakan mengunjungi situs web:
http//bit.ly/emjd2010
Sumber: KOMPAS
]]>
Penulis : Tim GIP
ISBN : 978-979-077-273-1
Halaman : 208 halaman
Tema : Muamalah
Ukuran : 17.5 x 11.5 (Soft Cover)
Tahun Terbit : 2011
Buku biografi Ummi Yoyoh Yusroh, seorang perempuan yang dikaruniai 13 orang anak yang semuanya Penghafal Al-Qur’an, aktivitasnya bersama keluarga dan aktivitas dakwahnya dimasyarakat serta aktivitasnya di Politik bak mutiara. Kisah hidup Yoyoh Yusroh yang memiliki 13 anak penghafal Al-Qur’an dan berusaha sekuat Tenaga untuk masuk ke jalur Gaza untuk bertemu dengan Parlemen Palestina merupakan sosok Perempuan Indonesia yang pantas di teladani.
Sebagai sosok yang dikenal sangat aktif dalam dunia politik, agama, dan sosial, perjalanan hidup Yoyoh Yusroh memang layak untuk dibukukan agar dapat dijadikan teladan oleh generasi yang masih hidup. Beliau adalah sosok yang mampu menjalankan amanah dengan totalitas, manajerial yang baik, dan kepemimpinan yang unggul.
“Setiap amanah yang diembankan, beliau menjalankannya ‘sampai titik darah penghabisan’. Bunda Yoyoh adalah cucuran air mata air yang bening. Berparas dan berpostur biasa, namun kekuatan hati beliau dan kemampuan manajerial serta keunggulan dalam akalnya, menjadikan Almarhumah pantas menjalani sebagian besar hidup sebagai pemimpin,” kata Hj. Neno Warisman dalam testimoni di sampul buku tersebut.
Daftar isi Buku tersebut :
Pengantar Penerbit
Kata Pengantar Tokoh
Bagian I : Belaian Islam Sejak Kecil
Doa kemudahan
Istinja’ yang Berkesan
Mendampingi Ayah
Belajar Pidato
DNA Cerdas
Mandiri Sedari Kecil
6 kali Khatam Saat Ramadhan
Wirid Al-Qur’an
Emak yang Aktif
Warisan Kedermawanan
Pagi-Sore Menuntut Ilmu
Bioskop dan Pertunjukan Kampung
Meniti Karier Guru
Jalan Jurumudi
“Menyentil” penguasa
Bagian II: Pejuang Gerakan Jilbab
Aktif Mengajar Mengaji
“Komandan” Asrama
Terbaik Se-DKI Jakarta
Memilih Sejarah
Belaian Kasih di Kontrakan
Bertemu Sang Murabbi
Mendobrak Kebijakan Menteri
Menjadi guru mengaji
Bagian III: Hari-Hari Menuju Pernikahan
Ta’aruf Kilat
Khitbah Jelang “Deadline”
Mengabari Bandung
Ijab Qabul dalam Bahasa Arab
Mahar 50 gram Emas
Putih-Putih
Bagian IV: Biduk Pernikahan
Pramukasari
Keluar Darah
Menghafal Nama-Nama Surah
Lahir Prematur
Juru Bicara Keluarga
Marissa Kecil
Bangka
Takut Iman Goyah
Kompleks DPR
Interaksi dengan Khadimat
Baju Sutra Kusut
Sopir
Romantisme keluarga
Bagian V: Pola Mendidik Anak
Sekilas Profil Keluarga
Interaksi Qur’ani
Mengajarkan Berpuasa
Wisata Ruhiyah
Mengajarkan Akhlak
Memilih sekolah
Pola Belajar
Pola Makan
Mandiri
Sistem delegasi
Marahnya Ummi
Dialogis
Bercengkerama
Via Telepon
Protes Anak
Liburan
Tempat Jajan Ummi
Memasak untuk Anak
Doa Tak Pernah Putus
Kisah-Kisah Berkesan dari Anak
- Umar Al Faruq
- Latifah
- A’izza Jundana
- Asma Karimah
- Barnard
- Ja’far
- Walid Ghozin
- Adil Ghalib
- Rahmah Rahimah
Bagian VI: Aktivitas Sosial Politik
Sosial Masyarakat
Ringan Tangan
Memberikan Mas Kawin
Menghadiahkan Tempat Tidur
Memberikan Tas
Tawakal
Tiada Dendam
Bersungguh-Sungguh
Teman Andalan
Sayang Keluarga
Pesantren Ummu Habibah
Politik
- DPR/MPR RI
- Kiprah Anggota Dewan
- Ummi dan Komputer Tablet
- 3-5 Juz Setiap Hari
- TNI Berjilbab
- Menyinggung Manajemen TNI
- UU Pornografi
- UU PKDRT
Partai Keadilan Sejahtera
- Kewanitaan
- Pendiri Partai
- Terjun Langsung
- Kaderisasi
- Klarifikasi
- Pendiri
Bagian VII: Mujahidah Palestina
Kaukus Palestina
Viva Palestina 5
Warga Negara Palestina
Bagian VIII: Akhirnya Engkau Tersenyum
Firasat Awal
Nasihat untuk Sang Putra
Kematian Adalah Sebuah Misteri
Kronologis Kecelakaan
Akhirnya Engkau Tersenyum
Doa Buat Ummu Umar, Yoyoh Yusroh
Yoyoh Yusroh: Mutiara yang Telah Tiada
Harga Rp 34.400. Harga PROMO debuku.com Hanya Rp 29.000 !!
** HANYA ORDER VIA SMS CS Ibu Endah 0856 9531 5631 **
** Format SMS : Nama+Alamat engkap+Buku yg dipesan **
Siapa sangka saya yang semasa SMA nggak gaul, boro-boro jadi juara karya tulis, tiba-tiba saja nekat bikin kompetisi blogging yang cukup mengundang perhatian rekan-rekan blogger saat itu. Ini terjadi tahun 2007, diakhir masa jabatan saya di kabinet KM-ITB. Saya yang biasanya punya aktivitas (ngaktipis kalau kata senior-senior saya kala itu), mendadak bingung nggak ada kegiatan. Saat itu blog menjadi pelarian, dimana saya menjadi lebih aktif menulis karena banyak waktu kosong. Saya masih ingat ketika itu komunitas blogfam sedang aktif-aktifnya dan disanalah saya menemukan bahwa di dunia maya, banyak penulis potensial yang belum tersentuh oleh penerbit.
Kondisi inilah yang memunculkan ide gila di kepala saya untuk membuat usaha penerbitan yang khusus mengakomodasi para blogger untuk menerbitkan sendiri karya mereka menjadi buku. Starting poinnya adalah dengan melaunching kompetisi bertajuk ‘Indonesian Blog Competition 2007‘ atau IBC 2007. Saya sebut ide ini gila, karena saat itu saya sama sekali tidak punya pengalaman berbisnis, apalagi usaha penerbitan, tidak punya partner untuk menjalankan konsep tersebut dan yang paling sinting adalah konsep dari bisnis serta kompetisi ini dibuat 1 malam sebelum IBC 2007 diluncurkan. Saya ingat betul, tanggal 6 Juli 2007, kompetisi blog tersebut secara resmi diumumkan sekaligus menandai lahirnya sebuah penerbit bernama Ganesha Publishing House (GPH).
Hari itu, saya bergerilya dari milis ke milis, dari blog ke blog, dari forum ke forum mensosialisasikan event itu, sambil secara paralel merampungkan website informasinya yang saya buat menggunakan fasilitas blogspot. Ada optimisme luar biasa yang tidak bisa saya jelaskan secara logis. Rekan-rekan dekat saya, terutama yang punya ketertarikan dengan dunia tulis-menulis atau pernah seaktivitas dengan saya pun kemudian saya ajak untuk bergabung menggarap usaha penerbitan ini. Beberapa diantaranya, yaitu Ninda, Zamzam, Erik dan Luthfi merespon ide tentang Ganesha Publishing House ini dan merekapun menjadi skuad generasi pertama dari GPH.
Yang unik dari tim tersebut, tidak ada satupun yang punya pengalaman terjun di bidang penerbitan. Kami semua belajar dari nol untuk mengisi peran masing-masing. Zamzam menangani produksi sehingga harus belajar seluk-beluk bisnis percetakan. Ninda menangani administrasi serta SDM. Erik serta Lutfi menangani kehumasan dan mencari peluang-peluang permodalan. Sedangkan saya yang memang sejak beberapa waktu sebelumnya tertarik belajar seputar editing berperan sebagai leader sekaligus editor yang berurusan dengan teknis pengolahan naskah plus teknis operasional media online (website, milis, email dll).

Meski tersendat-sendat, IBC2007 akhirnya berhasil sampai babak final. Secara proses, kompetisi ini dapat berjalan dengan lancar, akan tetapi ada satu permasalahan besar yang tidak terselesaikan sampai akhir kompetisi. Minimnya pengalaman untuk menjaring sponsor dan sumber modal, membuat kas tim praktis tetap kosong hingga para pemenang diumumkan. Hal ini membuat kami tidak dapat mencetak buku tersebut sesuai janji kami kepada para peserta. Bahkan hadiah untuk mereka pun pada akhirnya tidak tertunaikan. Dengan segala kondisi ini, kami kemudian memohon maaf secara personal ke semua finalis. Meski kecewa, mereka akhirnya bisa memaklumi kondisi kami ketika itu. Walau tidak jadi diterbitkan, sebenarnya proses editing naskah para finalis terus berlanjut. Format setengah jadi yang sudah hampir siap naik cetak (hanya kurang beberapa bagian lagi, termasuk cover) pun telah dihasilkan. Sebagai pertanggungjawaban kami, file ebook berjudul ‘Dari Blog Menginspirasi Dunia‘ dengan format pdf itu sempat kami kirimkan ke pada para finalis.
Setelah kompetisi tersebut selesai, Ganesha Publishing House sempat berjalan cukup lama. Meskipun penerbitan buku pertama tidak pernah terwujud, pengajuan naskah dari banyak penulis baru terus berdatangan. Sebagian dari naskah tersebut pun sempat melalui proses seleksi dan editing, meskipun tidak pernah ada kepastian apakah naskah itu akan benar-benar dicetak. Kurang lebih dua tahun, yaitu hingga Juli 2009, praktis sebagian operasional GPH masih berjalan. Bahkan hingga 2009, GPH masih merilis businessplan untuk mencari peluang-peluang kerjasama permodalan. Baru pada pertengahan 2009 satu persatu personil GPH memutuskan untuk memilih jalan masing-masing dan secara teknis, perusahaan ini akhirnya vakum hingga waktu yang belum ditentukan.
Meskipun, dalam hitung-hitungan bisnis GPH mungkin bisa dikatakan gagal. Tetapi keberadaannya memiliki makna tersendiri bagi saya dan personil yang lain. Setidaknya, pengalaman yang didapat menjadi bekal bagi masing-masing dalam menjalani kehidupan yang dijalani saat ini. Saya pribadi belajar banyak dari GPH, setidaknya skill di bidang desain grafis, proses pra-cetak naskah, editing naskah, web development, manajemen SDM, kehumasan dan entah apa lagi. Skill-skill itu menjadi bermanfaat ketika kemudian saya masuk menjadi seorang jurnalis di PKPU dan hingga sekarang sebagai seorang konsultan media. Yang saya pahami, semua skill dan pengalaman yang kami dapat sesungguhnya merupakan keuntungan tak ternilai dari investasi tenaga serta pikiran yang tercurah saat di GPH. Dan jika ditelusuri kembali kebelakang, semuanya berawal dari blog.
]]>
(A free interpretation of ‘Always be There’ lyrics from Maherzain)
[#]
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Allah, Allah Maha Besar
[Verse 1]
Jika kau tanyakan tentang cinta,
dan yang kutahu tentangnya
Jawabku pasti, semua tentang Allah,
Cinta murninya ‘tuk kita
Dia menciptakanmu dan aku
Surga serta seluruh semesta
Yang membuatnya sempurna, merdeka
Pelindung bagi seluruh hambanya
[Reff]
Dalam kesulitan, tanpa ada jalan
Seperti janjinya, Ia selalu ada
Sinaran cintanya, dan pengampunannya
Seperti janjinya, Ia selalu ada
Ia mengawasi kita, menunjukkan jalan
Ia mengetahui isi hati kita
Saat kehilangan arah, kembalilah padanya
Seperti janjinya, Ia selalu ada
[verse 2]
Membawa kita dari kegelapan, pada cahaya
Subhanallah, sang Maha Kuasa
Tak perlu ada rasa takut, pada apapun
selama kita mengikutinya
sepanjang… usia kita hidup di dunia
Semua ‘kan berakhir dan kita akan masuk dalam surganya
[Reff]
Dalam kesulitan, tanpa ada jalan
Seperti janjinya, Ia selalu ada
Sinaran cintanya, dan pengampunannya
Seperti janjinya, Ia selalu ada
Ia mengawasi kita, menunjukkan jalan
Ia mengetahui isi hati kita
Saat kehilangan arah, kembalilah padanya
Seperti janjinya, Ia selalu ada
[#}
Allah Maha Besar, Allah Maha Besar, Allah Maha Besar
Allah, Allah Maha Besar 2x,
Go to [Reff] then [#]
]]>kau cahaya hati
dulu ku palingkan diri dari cinta
hingga kau hadir membasuh segalanya
oh inilah janjiku kepadamu
reff:
sepanjang hidup bersamamu
kesetiaanku tulus untukmu
hingga akhir waktu kaulah cintaku cintaku
sepanjang hidup seiring waktu
aku bersyukur atas hadirmu
kini dan selamanya aku milikmu
yakini hatiku kau anugerah Sang Maha Rahim
semoga Allah berkahi kita
kekasih penguat jiwaku
berdoa kau dan aku di Jannah
ku temukan kekuatanku di sisimu
kau hadir sempurnakan seluruh hidupku
oh inilah janjiku kepadamu
repeat reff
yakini hatiku bersamamu ku sadari inilah cinta
tiada ragu dengarkanlah
kidung cintaku yang abadi
repeat reff
Sherman Kent: “inteligence is simultaneously knowledge, an activity and an organization.”, “intelligence is the knowledge that our highly placed civilian and military men must have to safeguard the national welfare”.
Vernon Walters: “Inteligence is information not always available in the public domain, relating to strength, resources, capabilities and intention of a foreign country that can affect our lives and the safety of our people.”
RA. Random: “intelligence is the official secret collection and processing of information on foreign countries to aid in formulating and implementing foreign policy and the conduct of covert activities abroad to facilitate the implementation of foreign policy.”
Sony: “Intelijen adalah fungsi dalam suatu organisasi. Jadi setiap organisasi seharusnya memiliki fungsi intelijen.” à it highlight the fact that intelligence involves official (govs) activities to gather information.
Intelligence is first and foremost an enabler strategy.
Projects potential reaction by others both adersaries and neutral to those plan.
Helping strategist evaluate the feasibility of proposed courses of action.
Helps strategists indentify both opportunity and threat.
Sun Tzu: focusing on the need to understand the andversary – its values capabilities, objectives and vulnerabilities.
Carl Von Clausewitz: ” Intelligence as an impediment to sound strategy – unreliable contradictory often false and usually uncertain. Difficulty of accurate recognition constitute one of the most serious sources of friction in war.”
Intelligence is:
Process > acquiring and producing intelligence.
Organization > the agencies/services that carry out the intelligence function.
Product > Analyses.
Anyway, ternyata Istana Presiden RI nggak semegah yang saya bayangkan sebelumnya. Secara garis besar, ruangan didalam istana dibagi menjadi dua, yang pertama adalah ruangan semacam aula untuk menerima tamu dalam jumlah besar dan ruangan yang lebih private. Untuk acara penerimaan peserta LEMHANNAS dan UNHAN, dilakukan di ruang aula. Acara yang berformat suaaaaaangat sangat formal itu dibuka dengan laporan perwakilan dua lembaga yang diundang, yang dalam hal ini diwakilkan oleh Gubernur LEMHANNAS, -lupa-nama-depannya- Supandji (saudara kandung mantan jaksa agung Hendarman Supandji). Selanjutnya adalah paparan hasil seminar LEMHANNAS, kemudian arahan Pak Beye bagi peserta didik kedua lembaga.
Adapun acara shalat ashar, buka puasa dan shalat maghrib berjamaah dilakukan di ruang yang menurut saya peruntukannya pada hari-hari biasa untuk acara yang lebih privat. Ruangan yang letaknya berada lebih dalam dari ruangan pertama dari segi interior elegan dan cukup apik. Gayanya klasik dengan akustik ruangan yang cukup bagus. Bisa dikatakan tidak berlebihan untuk ‘kantor’ seorang presiden, bahkan bisa dikatakan cukup sederhana, jika dibandingkan dengan ‘White House’-nya presiden AS. Ulasan mengenai interior ini sebaiknya nggak perlu anda pedulikan, berhubung saya sama sekali nggak ada riwayat jadi pengamat interior. Sekedar pandangan awam sekilas.
Seminar LEMHANNAS yang hasilnya dipaparkan pada kesempatan tersebut, mengangkat tema penanggulangan terorisme. Pada paparan peserta LEMHANNAS, saya tidak melihat aspek inovasi atau hal yang baru dalam paparan tersebut. Yang disampaikan kebanyakan adalah hal-hal normatif. Selain itu, dalam pandangan saya, apa yang disebut dalam paparan tersebut ‘langkah-langkah strategis’ yang perlu dilakukan pemerintah, pada hakikatnya hal-hal yang tanpa disebutkan dalam seminar pun sudah sepatutnya menjadi fungsi-fungsi inherent dalam pemerintahan, misalnya koordinasi lintas lembaga, kerjasama TNI-Polri, pelibatan tokoh agama, dll. Hal tersebut memancing komentar pak Presiden – yang dalam pandangan saya sebenarnya merupakan kritik pedas bagi institusi LEMHANNAS – , yang mengatakan bahwa sebagian besar solusi yang dipaparkan sudah dijalankan oleh pemerintah.
Saya sebenarnya nggak akan membahas paparan hasil seminar LEMHANNAS atau pidato panjang lebar Presiden yang secara mujarab dan meyakinkan berhasil membuat ngantuk jajaran menteri, staff-staff khusus presiden, dan mungkin hadirin lainnya. Tetapi ada beberapa bagian yang saya anggap penting dalam pidato pak Beye, meskipun sayangnya bukan menjadi penekanan utama (karena pidatonya mengalir, alias ngalor-ngidul ). Pertama, kunci dari penanggulangan aksi terot adalah ‘Nation in Arms‘ atau yang dalam konteks pertahanan nasional kurang lebih sesuai dengan gagasan ‘Pertahanan Rakyat Semesta’. Nation in Arms dalam arti harfiahnya adalah keterlibatan seluruh elemen suatu negara dalam perang atau semua warga negara ikut angkat senjata. Mungkin maksud pak Beye adalah, berbagai elemen bangsa harus terlibat dalam penanggulangan terorisme.
Apa yang dipaparkan oleh pak Beye tersebut sebenarnya sudah jauh-jauh hari terwadahi oleh sistem pertahanan rakyat semesta yang telah sejak lama menjadi jargon pertahanan nasional. SISHANKAMRATA secara konsep seharusnya diwujudkan dengan penguatan fungsi pertahanan sipil ditengah masyarakat. Jargon tersebut, sayangnya seakan hanya menjadi sekedar jargon. Nggak ada wujud nyata dari pengembangan konsep pertahanan sipil tersebut selain fungsi linmas dan mengakarnya peran Babinsa ditengah masyarakat. Sayangnya, pak Beye tidak menyinggung sedikitpun mengenai penguatan pertahanan sipil ini sepanjang pidato mujarabnya tersebut. Mengenai komponen cadangan dan komponen pendukung pertahanan negara, yang sebenarnya menjadi manifestasi yang lebih teknis dari juga tidak disinggung sedikitpun.
Selanjutnya pak Beye membahas panjang lebar mengenai badai krisis ekonomi yang melanda Eropa dan AS hari-hari belakangan ini. Tadinya, saya berpikir beliau akan memberikan kata-kata penyemangat untuk menguatkan sektor ekonomi riil dan entrepreneurship yang saya percaya menjadi menjadi kunci ketahanan ekonomi nasional pada krisis ekonomi global pada tahun 2008 yang lalu. Sayangnya harapan itu tidak terwujud, karena pak Beye lebih menekankan solusi ekonomi di tataran makro seperti pengurangan hutang, peningkatan pendapatan negara, kebijakan anggaran berimbang dan lain-lain, yang menurut saya terasa mengawang serta tidak menstimulus peran masyarakat luas. Padahal, kalau ingin bertindak lebih preventif, kunci utama agar ekonomi dalam negeri stabil adalah mendorong pertumbuhan usaha, terutama UMKM.
Terlepas dari poin-poin yang tidak dibahas oleh presiden tersebut, saya sebenarnya terlalu ambil pusing. Mungkin hanya sebatas itulah yang bisa diharapkan dari presiden kita saat ini. Kita mesti menghadapi kenyataan bahwa seorang presiden bukanlah manusia super yang dapat menyelesaikan semua permasalahan bangsa secara instan. Dengan karakteristik partai demokrat sebagai pengusung utama pak Beye beserta oportunisme kader-kadernya, wajar pula jika kita pesimistis dengan figur pak Beye. Kepemimpinan pak Beye (secara personal sebenarnya tidak ada masalah, yang bermasalah adalah setan-setan yang mengekor dibelakangnya), ini setidaknya bisa menjadi hikmah bahwa parpol yang ideal bukanlah parpol berbasis massa, tetapi partai kader (yang sayangnya baru terwakili sosok PKS saja saat ini) yang punya basis sistem nilai internal yang kuat.
Anggap saja tulisan panjang lebar diatas hanyalah sebuah intermezzo dari saya. Oleh-oleh sebenarnya dari buka puasa kemarin adalah kreasi kuliner yang terinspirasi dari menu makan malam kemarin. Bukan nasi briyani + kambing guling, selat solo, ayam kungpao, soto betawi yang berkesan bagi saya, justru hidangan penutupnya yang sederhana tetapi sangat berkesan buat saya. Es buah mentimun dengan jeruk nipis di acara tadi malam benar-benar bikin saya kesengsem. Pilihan menu penutup ini menurut saya cukup cerdas. Di tengah gempuran kolesterol di menu-menu lainnya, es mentimun ini benar-benar menyegarkan lidah dan pencernaan kita. Saya jadi tertarik untuk sedikit bereksperimen menebak resepnya. Semoga bisa bermanfaat bagi para pembaca semua.
]]>Es Timun Serut Ala Istana Negara
Bahan: 1/2 Kg Timun, Sirup rasa Orange Squash/jeruk nipis secukupnya, jeruk nipis 3-4 buah, es batu.
Cara membuat:
- Timun diserut/parut kasar memanjang
- Larutkan sirup dengan air kurang lebih 1 liter.
- Masukkan timun dan es batu, aduk.
- Peras jeruk nipis diatasnya.
- Simpan di lemari es selama 1/2 – 1 jam.
- Siap dihidangan.
Lirik : Ardee
Aransemen : Ardee
Kisah dibalik lirik:
Andrea Hirata dengan Tetralogi ‘Laskar Pelanginya’ berhasil menyihir saya dan jutaan penggemar novel lainnya. Salah satu yang paling berkesan dalam imajinasi saya adalah EDENSOR, seri ketiga yang menceritakan perjuangan Ikal (Andrea Hirata) mencari pujaan hatinya hingga berkeliling Eropa dan melintasi Afrika. Lagu ini memang tidak sepenuhnya menggambarkan pesan yang dibawa Andrea Hirata dalam novelnya tersebut, tapi lirik yang saya buat ini mewakili chemistry yang berhasil dibentuk novel tersebut bagi diri saya.
EDENSOR
*A song inspired by Andrea Hirata’s ‘Edensor’*
Lirik / Arr.: Ardee
Verse 1:
Dalam letihku, renungan itu kembali
Memanggil kilas-kilas memori
yang sulit hilang meski tak kunjung kutemukan
jawabannya… oh
sosokmu yang dulu pernah hadir
memaksaku mengungkit misteri yang tak terjawab
bagai tersihir kulangkahkan kaki ini
menapak setiap jejak yang tertinggal tentangmu
Bridge:
Melayang imajiku sejenak…
Terbawa semua kenangan tentangmu
Membawaku terbang jauh tinggi…
jelajahi separuh bumi…
Reff:
Dan kutemukan edensorku diteduh wajahmu…
Kuatkan aku dalam petualangan ini…
Dan kutemukan edensorku, dihangat senyummu..
Yang menghiasi warna mimpi citaku kini…
Verse 2:
Semakin jauh kuayunkan langkah ini
Semakin banyak tanya kutemui
Seakan hanya aku dan angin berhembus
Yang membawa pergi pesan sunyiku
Dan kembali kutanya pada diriku
Kemana ‘kan kucari kau kini
Karena hingga batas cakrawala ini
Tak kunjung kutemukan hadirmu… oh…
(Back to bridge+reff, then solo melody + reff)
]]>[Note: Lirik ini ngingetin aku perjuangan setelah taaruf menuju pernikahan, bulan-bulan pertama pasca-menikah, dan semua cerita tentang hari ini]
Teruntuk cintaku, Sri Hanifah Ardian dan Syahid Satria Arashi
[verse 1]
Entah telah berapa lama… Mungkin telah cukup lama… waktu yang terlewati
Kupun tak menyadari… sejauh manakah… kumengenal dirimu?
Kucoba melacak (jejak)mu… dalam peta hidupku, tak membuatku beranjak
Kusadari kesedihanmu, meski coba kau sembunyikan…
[bridge 1]
Seakan aku berpacu dengan esok yang ‘kan berlalu…
Meski kucoba berlari menghindar… Sungguh aneh kurasakan… hatiku tetap melukiskan dirimu
[Reff. 1]
menatap langit… semburat cahaya memenuhinya… bagai takkan pudar…
Kuingin dapat seperti mentari… yang bersinar selamanya… sepanjang waktu…
[Verse 2]
Kuingin slalu merasakan… deru nafas dirimu… meski hanya sesaat…
Desir angin menerpa… merasuk dalam tubuhku… memalingkanku…
[bridge 2]
Hembus nafasku membias… hadirkan kenangan yang lalu…
Bagai memutar waktu kembali… sejenak kutersadar… mempertanyakan… “mengapaku disini?”
[Reff. 2]
Kuingin selalu melihat senyumanmu disini, selama-lamanya…
Kuingin hadir dalam setiap kisah yang terlintas dimatamu…
Dan saat itu… hidup kita ‘kan semakin berwarna… sepanjang usia…
Agar kita dapat selalu bersama, kuingin dapat… menghentikan waktu… selamanya…
[Reff. 3]
Kuingin selalu melihat senyumanmu disini, selama-lamanya…
Kuingin hadir dalam setiap kisah yang terlintas dimatamu…
Jika suatu saat… kudapat membawamu kesuatu… musim yang indah…
dimana bunga-bunga bermekaran… bagaikan salju… memenuhi langit…
]]>
30 Mei 2011
Surat Pembaca
Bantahan PKPU atas Pemberitaan Tempo
YAYASAN Pos Keadilan Peduli Umat (PKPU) merasa keberatan dan dirugikan oleh pemberitaan Kelompok Tempo Media tentang impor daging sapi PKPU. Pemberitaan itu muncul di Majalah Tempo (edisi 14-20 Maret 2011), Koran Tempo (14 Maret 2011), www.tempointeraktif.com (14 Maret 2011), www.tempointeractive.com (17 Maret 2011), dan majalah Tempo bahasa Inggris (16-22 Maret 2011).
PKPU telah menyampaikan keberatan kepada Dewan Pers. Dewan Pers telah menyelenggarakan beberapa kali pertemuan klarifikasi dan mediasi. Pada tanggal 18 April 2011 kedua pihak sepakat untuk mengakhiri perbedaan pendapat dengan menandatangani kesepakatan penyelesaian masalah di depan Dewan Pers. Kesepakatan itu ditandatangani oleh Pemimpin Redaksi Majalah Tempo Wahyu Muryadi dan Direktur Utama PKPU Agung Notowiguno. Adapun Dewan Pers diwakili Agus Sudibyo, Ketua Komisi Pengaduan Masyarakat. Saksi-saksi dalam kesepakatan ini adalah Rustam F. Mandayun (Corporate Secretary Tempo) dan R.B. Suryama M. Sastra (Ketua Umum Dewan Pengurus Yayasan PKPU).
PKPU menilai Tempo dalam pemberitaan tersebut telah menggunakan data yang tidak valid dan merugikan PKPU. PKPU mencatat beberapa kesalahan dalam pemberitaan Tempo sebagai berikut:
1. Mencampuradukkan antara impor daging komersial dan bantuan daging kurban dari luar negeri untuk kepentingan ibadah dan amal sosial.
2. Memuat jumlah impor daging sapi yang PKPU terima sebagai 9.758 ton, padahal PKPU menerima bantuan 9.758 kilogram dalam bentuk daging domba sesuai dokumen Dirjen Bea dan Cukai, Dirjen Perdagangan Luar Negeri, Kementerian Pertanian dan Kementerian Sosial, serta hasil klarifikasi dari Bashar al-Jamal, Regional Director Human Appeal International (HAI) Australia, yang datang ke kantor PKPU awal April 2011.
3. Secara tendensius mengidentifikasi PKPU sebagai importir yang memperoleh kuota (daging sapi impor) yang paling banyak”, atas dasar dua informasi yang salah tersebut.
4. Secara serampangan mengaitkan PKPU dengan Partai Keadilan Sejahtera, padahal PKPU tunduk pada peraturan perundangan nasional yang terkait dengan badan hukum yayasan, pengelolaan zakat, dan organisasi sosial. Di tingkat internasional, PKPU terikat pada ketentuan-ketentuan sebagai �NGO with Special Consultative Status with ECOSOC of the United Nations’.
PKPU adalah lembaga kemanusiaan yang bekerja atas dasar kepercayaan penerima manfaat maupun donatur. PKPU selalu memegang teguh kepercayaan masyarakat dan memastikan tidak ada penyalahgunaan melalui audit secara teratur oleh kantor akuntan publik. Oleh karena itu, PKPU merasa sangat dirugikan oleh pemberitaan Tempo dengan beberapa kesalahan sebagaimana disebut di atas. Pemberitaan Tempo telah merugikan 1,2 juta penerima manfaat dan 21 ribu donatur PKPU.
Meskipun demikian, di depan Dewan Pers, PKPU telah memaafkan Tempo. Demi menjaga kepentingan masyarakat, PKPU menuntut Tempo agar ke depan lebih berhati-hati dan teliti dalam memberitakan hal-hal yang menyangkut nama baik PKPU maupun pihak-pihak lain. Sebaliknya, Tempo menyesalkan dampak yang dirasakan oleh PKPU dan penerima manfaatnya atas pemberitaan tersebut.
PKPU dan Tempo bersepakat untuk menyelesaikan masalah ini di Dewan Pers dan tidak membawa masalah ini ke jalur hukum. Sesuai dengan arahan Dewan Pers, Tempo berkomitmen untuk ke depan, secara konsisten mematuhi Kode Etik Jurnalistik dan menghargai kepentingan sumber dalam pemberitaannya.
]]>