<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>Yakin Hidup Sukses Ministries</title>
	
	<link>http://www.yhs.net</link>
	<description>Changing Lives Through Jesus' Love</description>
	<lastBuildDate>Sat, 02 Jun 2012 01:53:18 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.2.1</generator>
		<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" type="application/rss+xml" href="http://feeds.feedburner.com/yhs" /><feedburner:info uri="yhs" /><atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="hub" href="http://pubsubhubbub.appspot.com/" /><feedburner:emailServiceId>yhs</feedburner:emailServiceId><feedburner:feedburnerHostname>http://feedburner.google.com</feedburner:feedburnerHostname><item>
		<title>Partner Rohani – 02 Juni 2012</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/yhs/~3/yVeNS3k5B9c/</link>
		<comments>http://www.yhs.net/partner-rohani-02-juni-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 02 Jun 2012 00:43:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kukuh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Partner Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yhs.net/?p=4599</guid>
		<description><![CDATA[Jika ingin menjadi murid Yesus, belajarlah firman Yesus, jika ingin menjadi hamba Tuhan, bekerjalah diladang Tuhan Yesaya 6:8 If we want to become disciples of Jesus, learn the word of Jesus, if we want to become the servant of God, ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Jika ingin menjadi murid Yesus, belajarlah firman Yesus,</p>
<p style="text-align: center;">jika ingin menjadi hamba Tuhan, bekerjalah diladang Tuhan</p>
<p style="text-align: center;">Yesaya 6:8</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-4599"></span>If we want to become disciples of Jesus, learn the word of Jesus,</p>
<p style="text-align: center;">if we want to become the servant of God, work in the field of God.</p>
<p style="text-align: center;">Isaiah 6:8</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/yhs/~4/yVeNS3k5B9c" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yhs.net/partner-rohani-02-juni-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.yhs.net/partner-rohani-02-juni-2012/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Mengapa Harus Domba</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/yhs/~3/hQ70wrXeiWY/</link>
		<comments>http://www.yhs.net/mengapa-harus-domba/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 01 Jun 2012 23:00:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kukuh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yhs.net/?p=4594</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan: Mazmur 23:1-6 Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku - Mazmur 23:1 Mazmur 23 adalah syair yang paling populer di antara orang Kristen. Kata-kata yang sungguh indah. Meski demikian saya ingin sekali bertanya dan berdiskusi dengan Daud, si pujangga, mengapa ia memakai ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<h1><img src="http://www.renungan-spirit.com/skin/images/renungan/mengapa_harus_domba.jpg" alt="" border="0" /></h1>
<p><span style="color: #999999;">Bacaan: Mazmur 23:1-6</p>
<p>Tuhan adalah gembalaku, takkan kekurangan aku <em>- Mazmur 23:1</em></span></p>
<p>Mazmur 23 adalah syair yang paling populer di antara orang Kristen. Kata-kata yang sungguh indah. Meski demikian saya ingin sekali<span id="more-4594"></span> bertanya dan berdiskusi dengan Daud, si pujangga, mengapa ia memakai perumpamaan Gembala dan domba. Apa tidak ada binatang lain yang lebih keren dari domba? Mengapa harus domba?</p>
<p>Bukankah domba itu binatang paling bodoh? Itu sebabnya kita tidak akan pernah bertemu dengan pelatih domba, mereka sudah habis akal mengajarinya. Tak heran kalau domba tak pernah memperagakan keahliannya seperti anjing, monyet atau bahkan beruang, yang sering kita lihat di pertunjukkan sirkus. Domba tak bisa disuruh duduk, berlari, berguling-gulingan, melompat atau atraksi lain. Domba terlalu bodoh untuk bisa melakukan hal itu.</p>
<p>Domba juga binatang yang lemah. Sementara binatang lain punya cakar, taring, bisa yang mematikan atau duri untuk melindungi diri, domba justru tidak punya senjata yang bisa diandalkan. Itu sebabnya domba tidak pernah dijadikan maskot regu atau simbol-simbok tertentu. Beda dengan rajawali yang dijadikan simbol Harley Davidson atau banteng yang dijadikan maskot Chicago Bulls, atau singa yang selalu tampil di layar lebar karena difilmkan Disney’s Entertainment.</p>
<p>Mengapa Daud memakai domba dalam puisinya? Jawabannya sederhana, karena domba itu bodoh, lemah dan tidak bisa berjalan sendiri tanpa ada yang menuntunnya. Domba sangat bergantung pada gembalanya, tidak bisa tidak! Anjing tidak butuh gembala, justru anjing yang seringkali jadi gembala. Untuk siapa? Untuk domba! Lagi-lagi fakta membuktikan bahwa domba memang binatang yang paling lemah.</p>
<p>Sekarang Anda sudah bisa menangkap inti kebenaran dalam Mazmur 23? Ya, benar jawaban Anda. Kita lemah. Kita bodoh. Kita mudah tersesat. Itu sebabnya kita butuh Gembala. Kita butuh Gembala yang menuntun hidup kita ke padang berkat. Kita butuh Gembala yang membawa kita ke air tenang yang meneduhkan jiwa. Kita butuh Gembala yang selalu menyertai, bahkan ketika kita memasuki lembah kekelaman sekalipun. Kita butuh Gembala yang memberikan kita kemenangan. Iya, karena kita hanya domba kok.</p>
<p>Bacalah Mazmur 23 berulang-ulang dan hafalkanlah itu agar menjadi rema dalam kehidupan.</p>
<p>(Kwik) Renungan Harian Spirit</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/yhs/~4/hQ70wrXeiWY" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yhs.net/mengapa-harus-domba/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.yhs.net/mengapa-harus-domba/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Perlengkapan Senjata Perang</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/yhs/~3/OGDYZKrmbIw/</link>
		<comments>http://www.yhs.net/perlengkapan-senjata-perang/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 31 May 2012 23:00:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kukuh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yhs.net/?p=4574</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan: Efesus 6:10-20 Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah&#8230;- Efesus 6:11 Persenjataan merupakan syarat mutlak dan menjadi faktor penentu kemenangan dalam peperangan. Tak heran kalau setiap negara berlomba-lomba untuk memiliki perlengkapan senjata yang super canggih. Demikian juga halnya di dalam peperangan ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div><img src="http://www.renungan-spirit.com/skin/images/renungan/perlengkapan_senjata_perang.jpg" alt="" border="0" /></div>
<p><span style="color: #999999;">Bacaan: Efesus 6:10-20</p>
<p>Kenakanlah seluruh perlengkapan senjata Allah&#8230;<em>- Efesus 6:11</em></span></p>
<p>Persenjataan merupakan syarat mutlak dan menjadi faktor penentu kemenangan dalam peperangan. Tak heran kalau setiap negara <span id="more-4574"></span>berlomba-lomba untuk memiliki perlengkapan senjata yang super canggih. Demikian juga halnya di dalam peperangan rohani. Untuk bisa mengalahkan iblis dan segala tipu dayanya, kita harus mengenakan semua perlengkapan senjata Allah.</p>
<p>Satu, ikat pinggang kebenaran. Inilah senjata yang akan melepaskan kita dari perbudakan dosa. Senjata yang akan memerdekakan kita!(Yohanes 8:32) Ikatkan diri kita kepada kebenaran, maka iblis tak akan punya kesempatan untuk menjatuhkan atau memperbudak kita lagi. Dua, baju zirah keadilan. Baju zirah adalah perlengkapan perang untuk menutupi dan melindungi daerah dada. Ini berbicara masalah hati. Dengan bijaknya Salomo berkata, “Jagalah hatimu dengan segala kewaspadaan karena disitulah terpancar kehidupan.” Kadangkala kita kalah perang hanya gara-gara tidak bisa menjaga hati. Mengijinkan kebencian, kemarahan, iri hati, luka hati, trauma, dll menghancurkan diri kita sendiri.</p>
<p>Tiga, kasut kerelaan memberitakan Injil. Ini serangan telak untuk kerajaan kegelapan. Mengapa? Bisa bayangkan seandainya setiap orang Kristen memiliki tanggung jawab dan beban hati untuk mencari dan menyelamatkan yang hilang? Empat, perisai iman. Iblis boleh melepaskan panah apinya untuk menyerang kita, tapi selama kita memiliki iman yang kokoh di dalam Kristus, iblis tak akan bisa berbuat banyak. Masalah atau situasi sesulit apapun tak akan pernah membuat kesetiaan dan keyakinan kita akan Kristus menjadi kendor.</p>
<p>Lima, ketopong keselamatan. Perlindungan bagian kepala. Ini berbicara tentang bagaimana kita menjaga pikiran kita dari serangan iblis. Tanpa mengenakan ketopong keselamatan dengan mudah pikiran kita akan diracuni dengan hal-hal yang negatif seperti kesombongan, prasangka yang tidak-tidak, pesimis, stress, keputusasaan, dll. Enam, pedang roh, yaitu Firman Allah. Senjata yang sama, yang pernah dipakai Tuhan Yesus untuk mematahkan serangan iblis saat dicobai di padang gurun. Dengan mengijinkan Firman Tuhan mengakar kuat, kehidupan kita akan ditandai oleh kemenangan demi kemenangan. Semua perlengkapan senjata sudah diberikan kepada kita. Gunakan dan kalahkan musuh!</p>
<p>Awali tiap hari dengan mengenakan semua perlengkapan senjata Allah, karena setiap hari peperangan rohani akan terjadi.</p>
<p>(Kwik)  Renungan Harian Spirit</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/yhs/~4/OGDYZKrmbIw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yhs.net/perlengkapan-senjata-perang/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.yhs.net/perlengkapan-senjata-perang/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Syukurin!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/yhs/~3/BbN6M_r2t5U/</link>
		<comments>http://www.yhs.net/syukurin/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 30 May 2012 23:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kukuh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yhs.net/?p=4577</guid>
		<description><![CDATA[Baca: Obaja 1:8-16 Ayat Mas: Janganlah memandang rendah saudaramu pada hari kemalangannya. (Obaja 1:12) “Syukurin, ” gumam seorang teman ketika tokoh antagonis sebuah film dihajar habis-habisan. Memang beberapa sutradara begitu pintar menyusun plot cerita hingga tidak jarang memancing reaksi dari ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="id_4fc0d6ea2ea131445942022">Baca: Obaja 1:8-16<br />
Ayat Mas: Janganlah memandang rendah saudaramu pada hari kemalangannya. (Obaja 1:12)</p>
<p>“Syukurin, ” gumam seorang teman ketika tokoh antagonis sebuah film dihajar habis-habisan. Memang beberapa sutradara begitu <span id="more-4577"></span>pintar menyusun plot cerita hingga tidak jarang memancing reaksi dari dasar hati penonton. Dalam kenyataan, kita senang melihat orang jahat menelan buah pahit perbuatannya. Bisa jadi itu salah satu jawaban doa kita. Akan tetapi, apakah Tuhan juga senang dengan hal itu?</p>
<p>Bangsa Edom bersukacita ketika Israel saudaranya mengalami malapetaka, bahkan ikut menindas bangsa yang sudah terpuruk itu (ayat 10-11). Catatan Perjanjian Lama menunjukkan kehancuran kerajaan Israel dan Yehuda diakibatkan oleh pemberontakan mereka terhadap Tuhan. Salahkah jika Edom menyambut penghancuran mereka dengan bersemangat? Tuhan dengan jelas menentang Edom (ayat 12-14). Dalam bagian lain, Tuhan sendiri berkata bahwa Dia menghendaki pertobatan, bukan kematian orang fasik (lihat Yehezkiel 33:11). Seharusnya Edom gentar dan merendahkan diri di hadapan Tuhan. Jika Tuhan tidak segan menghajar umat pilihan-Nya sendiri, bagaimana mungkin mereka berpikir mereka bisa luput (ayat 15-16)?</p>
<p>Penghukuman Tuhan dimaksudkan agar manusia bertobat dan terhindar dari penghukuman kekal. Ketika ada saudara yang jatuh dalam dosa dan didisiplin Tuhan, seharusnya kita berbelas kasih dan mendoakan agar pengalaman itu membawa mereka makin mengenal Tuhan dan taat kepada-Nya. Dan, seharusnya kita tidak mengulangi kisah mereka. Dengan gentar di hadapan Tuhan yang kudus, kita perlu memohon kasih karunia untuk menjalani hidup yang berkenan di hadapan-Nya. –ELS</p>
<p>KITA ADALAH SESAMA PENDOSA YANG MENERIMA PENGAMPUNAN. BENCILAH DOSA, TETAPI KASIHILAH SESAMA YANG TERBELENGGU DOSA.</p></div>
<div data-ft="{&quot;type&quot;:11,&quot;tn&quot;:&quot;C&quot;}"><strong>Renungan Harian®</strong></div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/yhs/~4/BbN6M_r2t5U" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yhs.net/syukurin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.yhs.net/syukurin/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Merasa Benar</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/yhs/~3/SVHeI8bHQNI/</link>
		<comments>http://www.yhs.net/merasa-benar/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 May 2012 23:00:01 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kukuh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yhs.net/?p=4576</guid>
		<description><![CDATA[Baca: 1 Korintus 8:1-12 Ayat Mas: Jika ada orang yang menyangka bahwa ia mempunyai suatu “pengetahuan”, maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. (1 Korintus 8:2-3) Seorang teman ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p data-ft="{&quot;type&quot;:1,&quot;tn&quot;:&quot;K&quot;}">Baca: 1 Korintus 8:1-12<br />
Ayat Mas: Jika ada orang yang menyangka bahwa ia mempunyai suatu “pengetahuan”, maka ia belum juga mencapai pengetahuan, sebagaimana yang harus dicapainya. Tetapi orang yang mengasihi Allah, ia dikenal oleh Allah. (1 Korintus 8:2-3)</p>
<p>Seorang teman pernah mengeluhkan pemain basket dalam tim yang dilatihnya. “Memang mainnya bagus, tetapi main sendiri, tidak <span id="more-4576"></span>pernah memberi bola untuk yang lain, ” jelasnya. Si pemain hebat begitu berpusat pada dirinya sendiri. Dalam pandangannya ia berbuat yang benar dengan menghasilkan poin demi poin bagi timnya, tetapi dari kacamata pelatih ia sedang mematikan semangat dan potensi yang ada dalam tim.</p>
<p>Beberapa orang dalam jemaat di Korintus juga berpikir bahwa mereka sedang melakukan apa yang benar, menegaskan kemerdekaan orang percaya di dalam Kristus (ayat 4-6, 8). Namun, mereka tidak memperhatikan keberatan-keberatan nurani sesama saudara seiman. Tuhan tahu hati mereka (ayat 3). Jika mereka mengasihi Tuhan, mereka akan memikirkan bagaimana agar sikap mereka dapat membangun sesama umat Tuhan (ayat 1). Namun sebaliknya, karena mereka tidak punya kasih, pengetahuan mereka menjadi batu sandungan bagi orang lain. Betapa tragis jika seseorang merasa diri benar, tetapi ternyata ia telah berdosa di mata Tuhan (ayat 12).</p>
<p>Semua orang yang percaya kepada Kristus akan menjadi saudara-saudara kita dalam kekekalan. Ada yang beribadah di gereja yang sama, ada yang berbeda. Ada yang kita jumpai setiap hari, ada yang hanya sebentar. Ada yang menyenangkan, ada yang menjengkelkan. Bagaimana ucapan dan tindakan kita kepada mereka jika dipandang dari kacamata Tuhan? Adakah Dia mengenal kita sebagai anak-anak-Nya yang mengasihi Dia? Satu tindakan kasih apa yang dapat kita lakukan untuk membangun saudara-saudara kita hari ini? –ELS</p>
<p>PENGETAHUAN + KASIH = TINDAKAN MEMBANGUN</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/yhs/~4/SVHeI8bHQNI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yhs.net/merasa-benar/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.yhs.net/merasa-benar/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>INDAHNYA UJIAN</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/yhs/~3/P75X5d_U7Cw/</link>
		<comments>http://www.yhs.net/indahnya-ujian/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 May 2012 23:00:56 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kukuh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yhs.net/?p=4575</guid>
		<description><![CDATA[Baca: Yakobus 1:2-8 “Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:3) Dalam bukunya God’s Power to Change Your Life, Rick Warren menuturkan kisah dirinya saat masih muda. Ketika itu, ia begitu rindu memiliki buah roh kesabaran ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p data-ft="{&quot;type&quot;:1,&quot;tn&quot;:&quot;K&quot;}">Baca: Yakobus 1:2-8</p>
<p>“Sebab kamu tahu, bahwa ujian terhadap imanmu itu menghasilkan ketekunan.” (Yakobus 1:3)</p>
<p>Dalam bukunya God’s Power to Change Your Life, Rick Warren menuturkan kisah dirinya saat masih muda. Ketika itu, ia begitu rindu <span id="more-4575"></span>memiliki buah roh kesabaran seperti dalam Galatia 5. Suatu pagi, ia berdoa supaya Tuhan menolongnya untuk menghasilkan buah roh tersebut. Siang harinya, sewaktu ia sedang makan di kampus, datanglah seseorang yang terkenal jahil. Orang tersebut dengan sengaja menumpahkan makanan ke badan Rick sampai bajunya berlepotan. Hati Rick pun panas. Namun, sewaktu ia ingin marah, tiba-tiba ia diingatkan oleh doanya tadi pagi. Ia disadarkan bahwa justru inilah ujian yang Tuhan izinkan terjadi supaya ia mengembangkan kesabaran. Ia pun mengurungkan niatnya untuk membalas.</p>
<p>Ada banyak sarana dalam kehidupan yang dapat Tuhan pakai untuk menumbuhkan kehidupan rohani kita. Salah satunya adalah tatkala Dia mengizinkan “gangguan” atau ujian yang tak mengenakkan kita. Penulis kitab Ibrani menjelaskan alasannya, yaitu supaya kita dapat melatih dan mengasah karakter menjadi lebih sempurna di tengah tantangan (ayat 4). Juga, agar kesabaran kita memperoleh kesempatan untuk bertumbuh (ayat 3 FAYH). Itu sebabnya, kita patut berbahagia apabila mengalami kesukaran (ayat 2). Tentu saja, saat kita mengalami ujian, kita kerap kali bimbang, tidak tahu harus berbuat dan bersikap seperti apa. Itu sebabnya, Firman Tuhan mengingatkan kita untuk tidak ragu meminta hikmat dari Tuhan (ayat 5-7). Hikmat dari Tuhan akan membuat kita lebih tenang dalam menghadapi ujian (ayat 8).</p>
<p>Anda mengalami ujian yang tidak menyenangkan? Ujian dari Tuhan sesungguhnya menempa karakter kita. Berdoalah supaya kita terus berhikmat dalam menjalani ujian ini.—JIM</p>
<p>“TUHAN MENGUJI SUPAYA KELAK DIA MEMAHKOTAI KITA.”</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/yhs/~4/P75X5d_U7Cw" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yhs.net/indahnya-ujian/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.yhs.net/indahnya-ujian/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hidup Kita Terbatas</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/yhs/~3/R7lwZ3JcyRE/</link>
		<comments>http://www.yhs.net/hidup-kita-terbatas/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 27 May 2012 23:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kukuh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yhs.net/?p=4558</guid>
		<description><![CDATA[Baca: Mazmur 90:1-17 Ayat Mas: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12) Dalam buku One Month To Live, Kerry dan Chris Shook menulis bahwa apabila waktu hidup kita di bumi ini hanya tinggal ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="id_4fc0d6eb25c3d9a30048294">Baca: Mazmur 90:1-17<br />
Ayat Mas: Ajarlah kami menghitung hari-hari kami sedemikian, hingga kami beroleh hati yang bijaksana. (Mazmur 90:12)</p>
<p>Dalam buku One Month To Live, Kerry dan Chris Shook menulis bahwa apabila waktu hidup kita di bumi ini hanya tinggal satu bulan <span id="more-4558"></span>lagi, kita tentu akan menghabiskan hari-hari secara berbeda serta dengan cara-cara yang unik. Para penulis buku tersebut juga percaya bahwa kita akan mengalami kehidupan yang lebih memuaskan, yang dapat meninggalkan sebuah warisan bagi kekekalan.</p>
<p>Kesadaran mengenai waktu hidup yang singkat dapat memberi perubahan pada bagaimana kita menjalani kehidupan. Namun, siapakah yang tahu masa hidup manusia selain Allah Dia yang ada dari selama-lamanya sampai selama-lamanya (ayat 2)? Di hadapan Allah, manusia hanyalah debu; kehidupan manusia seperti suatu giliran jaga malam (ayat 4), seperti mimpi (ayat 5), seperti rumput yang pagi berkembang dan sore lisut-layu (ayat 6). Apakah yang dapat dikerjakan selama masa tujuh puluh tahun serta “bonus” sepuluh tahun yang mungkin kita jalani jika isinya, kata pemazmur, hanyalah tahun-tahun kesukaran dan penderitaan (ayat 10)? Dalam keadaan seperti itu, pemazmur memohon Tuhan mengajarnya menghitung hari (ayat 12). Dengan begitu, manusia tahu betapa singkatnya kehidupan ini; dan menjadi bijaksana dalam menjalaninya. Pemazmur juga memohon pada Tuhan yang kekal, kasih setia yang mengenyangkannya di waktu pagi dan sukacita yang mengimbangi hari-hari kesusahan.</p>
<p>Membandingkan kesementaraan manusia dengan kekekalan Tuhan serta ketidaktahuan kita akan akhir kehidupan semestinya membuat kita memercayakan diri kepada Yang Maha Tahu. Dengan kesadaran itu, mari jalani hidup ini dengan bijaksana demi meninggalkan warisan berharga bagi sesama dan memegahkan nama-Nya. –WIS</p>
<p>KESADARAN BAHWA WAKTU KITA SANGAT TERBATAS HENDAKNYA MENJADIKAN KITA ARIF DALAM PEMANFAATANNYA.</p></div>
<div data-ft="{&quot;type&quot;:11,&quot;tn&quot;:&quot;C&quot;}"><strong>Renungan Harian®</strong></div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/yhs/~4/R7lwZ3JcyRE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yhs.net/hidup-kita-terbatas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.yhs.net/hidup-kita-terbatas/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hidupku Kesaksianku</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/yhs/~3/1qO42qmw904/</link>
		<comments>http://www.yhs.net/hidupku-kesaksianku/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 May 2012 23:00:12 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kukuh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Renungan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yhs.net/?p=4557</guid>
		<description><![CDATA[Bacaan: 1 Petrus 2:9-17 Ayat Mas: Milikilah cara hidup yang baik di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai pelaku kejahatan, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div id="id_4fc0d6eb2631e6b17961213">Bacaan: 1 Petrus 2:9-17<br />
Ayat Mas: Milikilah cara hidup yang baik di antara bangsa-bangsa yang tidak mengenal Allah, supaya apabila mereka memfitnah kamu sebagai pelaku kejahatan, mereka dapat melihatnya dari perbuatan-perbuatanmu yang baik dan memuliakan Allah pada hari Ia melawat mereka. (1 Petrus 2:12)Beranikah kita membuat survei untuk mencari tahu komentar orang terhadap cara hidup pengikut Kristus? Bisakah kita menduga hasil <span id="more-4557"></span>dari survei semacam itu? Kira-kira kita akan lebih banyak membaca pujian dan kekaguman ataukah cibiran dan cemoohan? Jangan-jangan kesimpulan kita adalah: justru orang-orang kristianilah yang kerap menghambat kemajuan pemberitaan Kabar Baik.</p>
<p>Dipindahkan dari gelap menuju kepada terang yang ajaib bukanlah akhir cerita dari umat Allah. Petrus memberikan kesaksian bahwa kita diselamatkan untuk memberitakan perbuatan Allah yang besar ini kepada semua orang (ayat 9). Diyakini bahwa bersaksi melalui perkataaan dan menjadi saksi melalui kehidupan adalah dua hal yang tidak bisa dipisahkan. Rasul Petrus mengingatkan umat Tuhan untuk memiliki cara hidup yang baik di tengah-tengah mereka yang belum percaya agar kehidupan mereka tidak dapat difitnah oleh siapa pun. Kehidupan yang murni bukan saja menjadi kewajaran umat Tuhan, melainkan juga akan menjadi kesaksian yang menarik bagi mereka yang belum mengenal Dia. Harus diakui bahwa salah satu penyebab orang tidak tertarik dengan Kabar Baik yang kita sampaikan adalah karena cara hidup kita yang buruk.</p>
<p>Mari kita mawas diri. Apakah cara hidup kita telah mampu bersuara tentang perubahan hidup yang kita miliki? Ataukah gaung Berita Baik itu tertindih oleh buruknya kelakuan kita sebagai umat Tuhan? Jangan-jangan, kita adalah salah satu penghambat perluasan Kerajaan Allah. Berdiam dirilah dan temukan cara hidup kita yang rasanya menjadi penghambat Berita Sukacita. –PBS</p>
<p>ACAP KALI, PENGHALANG TERBESAR KESAKSIAN ADALAH CARA HIDUP KITA.</p>
</div>
<div data-ft="{&quot;type&quot;:11,&quot;tn&quot;:&quot;C&quot;}"><strong>Renungan Harian®</strong></div>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/yhs/~4/1qO42qmw904" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yhs.net/hidupku-kesaksianku/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.yhs.net/hidupku-kesaksianku/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Materi FA – 213 – ROH YANG LUAR BIASA</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/yhs/~3/Bc14LAHxcGI/</link>
		<comments>http://www.yhs.net/materi-fa-213-roh-yang-luar-biasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 May 2012 13:09:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kukuh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Blog]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yhs.net/?p=4548</guid>
		<description><![CDATA[MATERI FAMILY ALTAR GEREJA BETHANY INDONESIA – YHS MINISTRIES :213/ MINGGU KE-4/V/2012 ROH YANG LUAR BIASA  (I Korintus 12:3)    PENDAHULUAN : Roh Kudus adalah Roh Allah yang luar biasa yang diberikan kepada kita untuk menyertai, menuntun, mengajar dan memimpin ...]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<div>
<p align="center"><strong><em>MATERI FAMILY ALTAR GEREJA BETHANY INDONESIA – YHS MINISTRIES :</em></strong><strong><em>213</em></strong><strong><em>/ MINGGU KE-</em></strong><strong><em>4</em></strong><strong><em>/</em></strong><strong><em>V</em></strong><strong><em>/201</em></strong><strong><em>2</em></strong></p>
</div>
<p align="center">
<p align="center"><a href="http://www.yhs.net/wp-content/uploads/2012/05/Materi-FA-213-ROH-YANG-LUAR-BIASA.doc"><strong><span style="text-decoration: underline;">ROH YANG LUAR BIASA</span></strong></a><strong></strong></p>
<p align="center"><strong> (</strong><strong>I Korintus 12:3</strong><strong>)</strong></p>
<p align="center"><strong> </strong></p>
<p><strong> <span style="text-decoration: underline;">PENDAHULUAN</span> :</strong><strong></strong></p>
<ul>
<li>Roh Kudus adalah Roh Allah yang luar biasa yang diberikan kepada kita untuk menyertai, menuntun, mengajar dan memimpin <span id="more-4548"></span>kehidupan kita. Roh Kudus itu tinggal di dalam kehidupan kita. Jika Roh Kudus berdiam di dalam kehidupan kita, maka hidup kita yang biasa-biasa akan menjadi luar biasa.</li>
<li>Yesus berkata, ”Adalah lebih berguna bagi kamu, jika Aku pergi. Sebab jikalau Aku tidak pergi, penghibur itu tidak akan datang kepadamu, tetapi jikalau Aku pergi, Aku akan mengutus Dia kepadamu (Yohanes 16:6-7). Janji Bapa tentang Roh Kudus itu sudah digenapi.</li>
</ul>
<p>   <strong><em>Ucapkan: “</em></strong><strong><em>Roh Kudus adalah Roh yang Luar Biasa</em></strong><strong><em>”</em></strong><strong></strong></p>
<p><strong>I S I</strong><strong> :</strong> Bagaimana kita dapat memiliki kehidupan yang luar biasa oleh Roh Kudus ? 3 hal, yaitu :</p>
<p>&nbsp;</p>
<div>
<p><strong>I.</strong><strong> PENUH DENGAN ROH</strong><strong> </strong><strong>KUDUS </strong><strong>(</strong><strong>Efesus 5:18</strong><strong>)  </strong></p>
</div>
<p>v  Sebagai anak-anak Terang yang telah hidup di dalam kasih dan anugerah Tuhan, Rasul Paulus mengatakan agar kita membuat pilihan yang benar dan tepat. memilih untuk tidak mabuk oleh anggur yang menimbulkan hawa nafsu, tetapi dipenuhi dengan Roh Kudus. <em></em></p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/yhs/~4/Bc14LAHxcGI" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yhs.net/materi-fa-213-roh-yang-luar-biasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.yhs.net/materi-fa-213-roh-yang-luar-biasa/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Partner Rohani – 26 Mei 2012</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/yhs/~3/6j2BGpTFxrE/</link>
		<comments>http://www.yhs.net/partner-rohani-26-mei-2012/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 26 May 2012 13:07:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>kukuh</dc:creator>
				<category><![CDATA[Partner Rohani]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.yhs.net/?p=4547</guid>
		<description><![CDATA[Lebih baik mulai melakukan hal-hal SEDERHANA dengan cara profesional daripada melakukan hal-hal Besar dengan cara amatiran Matius 25:21 It would better to start doing SIMPLE things in profesional ways, rather than doing BIG matter in amateur ways Matthew 25:21]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;">Lebih baik mulai melakukan hal-hal SEDERHANA</p>
<p style="text-align: center;">dengan cara profesional daripada melakukan hal-hal Besar dengan cara amatiran</p>
<p style="text-align: center;">Matius 25:21</p>
<p style="text-align: center;"><span id="more-4547"></span>It would better to start doing SIMPLE things in profesional ways,</p>
<p style="text-align: center;">rather than doing BIG matter in amateur ways</p>
<p style="text-align: center;">Matthew 25:21</p>
<img src="http://feeds.feedburner.com/~r/yhs/~4/6j2BGpTFxrE" height="1" width="1"/>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.yhs.net/partner-rohani-26-mei-2012/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.yhs.net/partner-rohani-26-mei-2012/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>

