<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<?xml-stylesheet type="text/xsl" media="screen" href="/~d/styles/rss2full.xsl"?><?xml-stylesheet type="text/css" media="screen" href="http://feeds.feedburner.com/~d/styles/itemcontent.css"?><rss xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/" xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/" xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom" xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/" xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/" xmlns:feedburner="http://rssnamespace.org/feedburner/ext/1.0" version="2.0">

<channel>
	<title>..\Rahmat\Zikri</title>
	
	<link>http://www.zikri.com</link>
	<description>Demi Tuhan, Bangsa dan Dokter Vera</description>
	<lastBuildDate>Tue, 07 Jul 2009 12:34:30 +0000</lastBuildDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.8</generator>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
			<atom10:link xmlns:atom10="http://www.w3.org/2005/Atom" rel="self" href="http://feeds.feedburner.com/zikridotcom" type="application/rss+xml" /><item>
		<title>Mencontreng adalah Hak Rakyat, Menyelenggarakan adalah Kewajiban Pemerintah</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/50PXV8aqerU/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2009/07/07/mencontreng-adalah-hak-rakyat-menyelenggarakan-adalah-kewajiban-pemerintah/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 07 Jul 2009 12:32:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Daftar Pemilih Tetap]]></category>
		<category><![CDATA[DPT]]></category>
		<category><![CDATA[hak]]></category>
		<category><![CDATA[kewajiban]]></category>
		<category><![CDATA[Komisi Pemilihan Umum]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[Mahkamah Konstitusi]]></category>
		<category><![CDATA[MK]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan presiden]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2009/07/07/mencontreng-adalah-hak-rakyat-menyelenggarakan-adalah-kewajiban-pemerintah/</guid>
		<description><![CDATA[Semua warga negara Indonesia yang telah berumur 17 tahun atau telah menikah memiliki hak konstitusi yang sama. Punya hak untuk ikut memilih wakilnya (DPR, DPRD, DPD dan Presiden/Wakil Presiden). Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan pemilihan umum (legislatif dan eksekutif) secara jujur dan adil. Ketika berbicara adil, sudah barangtentu semua warga negara tidak boleh dihilangkan haknya begitu saja.
Pada [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/06/18/kalkulator-politik-dan-pilpres-satu-putaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kalkulator Politik dan Pilpres Satu Putaran'>Kalkulator Politik dan Pilpres Satu Putaran</a> <small> Awal minggu ini banyak pihak dikejutkan dengan iklan besar...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="logo-pemilu" border="0" alt="logo-pemilu" align="left" src="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2009/07/logopemilu1.jpg" width="42" height="76" />Semua warga negara Indonesia yang telah berumur 17 tahun atau telah menikah memiliki hak konstitusi yang sama. Punya hak untuk ikut memilih wakilnya (DPR, DPRD, DPD dan Presiden/Wakil Presiden). Pemerintah berkewajiban menyelenggarakan pemilihan umum (legislatif dan eksekutif) secara jujur dan adil. Ketika berbicara adil, sudah barangtentu semua warga negara tidak boleh dihilangkan haknya begitu saja.</p>
<p>Pada Pemilu Legislatif di bulan April 2009 lalu, saya adalah satu di antara 40 juta-an orang yang masuk ke dalam kategori GOLPUT. Tapi bukan GOLongan PUTih, melainkan GOLongan LuPUT. Luput dari Daftar Pemilih Tetap (DPT). Walau ketika itu saya tidak men-“contreng”, namun pada akhirnya saya mensyukuri kasus tersebut. Karena ternyata partai yang saya idolakan tidak menyuarakan suara yang sama dengan yang saya harapkan. Lebih parah lagi, mempertontonkan sebuah fragmen yang mengecewakan. Namun ternyata pada fase Pemilihan Presiden di bulan Juli 2009 ini saya pun kembali terancam menjadi GOLPUT, karena ternyata lagi-lagi nama tidak muncul di DPT Propinsi DKI Jakarta. Apa saja kerja Komisi Pemilihan Umum itu? Ternyata data tidak di-<em>update</em>.</p>
<p> <span id="more-207"></span>
<p>Di tengah kekecewaan tidak dapat turut berpartisipasi dalam pesta demokrasi memilih Presiden dan Wakil Presiden, secercah harapan muncul ketika ada 2 pasang calon presiden/wakil presiden yang memperjuangkan GOLPUT kagetan seperti saya agar dapat memperoleh hak konstitusi, ikut memilih dalam Pilpres 2009. Pasangan yang satu lagi memilih untuk diam, membiarkan kisruh masalah DPT tak terselesaikan. Lebih parah lagi, malah menuduh pasangan yang memperjuangkan hak konstitusi rakyat sebagai pasangan yang takut kalah!</p>
<p>Pernyataan tersebut tidak saja salah, tapi sangat melukai perasaan mereka yang dipaksa kehilangan hak dan kesempatan untuk ikut berpartisipasi. Siapa yang menjamin bahwa 40 juta-an orang yang luput dari DPT tersebut pasti akan memilih pasangan Mega-Prabowo atau Jusuf Kalla-Wiranto? Kalau begitu, kenapa amat sangat khawatir dengan ajuan uji materil penggunaan KTP pada Mahkamah Konstitusi, sehingga menuduh pasangan capres/cawapres lain sebagai pasangan takut kalah? Ada apa ini?</p>
<p>Ada lagi omongan lainnya, mengapa tuntutan tersebut baru diajukan 2 hari menjelang hari H pemilihan presiden? kenapa ngga dari dulu-dulu? Lagi-lagi ini sebuah pertanyaan dan pernyataan yang aneh. DPT bermasalah telah diributkan jauh hari sebelum 6 Juli 2009. Namun setelah ditunggu-tunggu lama, KPU tidak kunjung membuka dan mengumumkan seperti apa isi DPT yang diributkan tersebut. Salah satu keributan lain selain banyaknya warganegara yang tidak terdaftar adalah kenyataan bahwa ada sebagian warga lain yang justru muncul namanya berkali-kali. Tidak tanggung-tanggung, isu-nya ada yang muncul sampai 90x !</p>
<p>Nah, karena KPU tidak kunjung membuka datanya –mungkin karena menganggap DPT adalah RAHASIA NEGARA—, pasangan Megawati-Prabowo dan JK-Wiranto menuntut agar Pemerintah memenuhi hak konstitusi warganegara yang kehilangan haknya tersebut. Bagaimana mungkin niatan memperjuangkan hak orang banyak dituduh sebagai takut kalah dan/atau akal-akalan menjelang Pilpres?</p>
<p>Hasil akhir atas persetujuan Mahkamah Konstitusi bahwa warganegara yang tidak terdaftar dalam DPT dapat menggunakan KTP dan Pilpres tetap 8 Juli 2009 perlu disambut gembira. Bukan dituduh yang tidak-tidak. </p>
<p>Men-“contreng” adalah HAK semua warganegara. Menggunakan atau tidak mau menggunakan hak tidak berdosa. Menjalankan Pemilu dan semua urusan administrasinya adalah KEWAJIBAN Pemerintah. Melalaikan KEWAJIBAN adalah sebuah DOSA. </p>
<p>Bagaimana mungkin di tengah kisruh DPT yang sangat jelas di depan mata (setidaknya bagi saya pribadi, tidak masuk dalam DPT di Pileg dan Pilpres) dibilang DPT tidak ada masalah. Semua baik-baik saja. Apakah ini adalah tipikal laporan Asal Bapak Senang (ABS) ala Orde Baru? Ketika orang beramai-ramai menuntut HAK nya, justru dianggap sebagai orang yang kalap karena takut kalah. Namun ketika akhirnya perjuangan untuk memperoleh hak tersebut berhasil dicapai, justru menjadi orang yang paling duluan mengucap syukur dan lega. Kemarin-kemarin ke mana saja?</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/06/18/kalkulator-politik-dan-pilpres-satu-putaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kalkulator Politik dan Pilpres Satu Putaran'>Kalkulator Politik dan Pilpres Satu Putaran</a> <small> Awal minggu ini banyak pihak dikejutkan dengan iklan besar...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2009/07/07/mencontreng-adalah-hak-rakyat-menyelenggarakan-adalah-kewajiban-pemerintah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2009/07/07/mencontreng-adalah-hak-rakyat-menyelenggarakan-adalah-kewajiban-pemerintah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Indonesia Raya Tidak Boleh Berubah!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/9H2wF4PpufA/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2009/07/05/indonesia-raya-tidak-boleh-berubah/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Jul 2009 04:19:53 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia raya]]></category>
		<category><![CDATA[lagu kebangsaan]]></category>
		<category><![CDATA[mengubah]]></category>
		<category><![CDATA[peraturan pemerintah]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2009/07/05/indonesia-raya-tidak-boleh-berubah/</guid>
		<description><![CDATA[ Hari ini saya terkejut membaca berita pada detikcom, “Improvisasi Indah Tak Membuat Indonesia Raya Turun Pangkat”. Di situ disebutkan bahwa pada acara kampanye penutup SBY-Boediono, &#8212;yang kebetulan persis pada tanggal yang sama dengan hari kemerdekaan Amerika&#8212; 4 Juli 2009 kemarin, Rio Febrian menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan aransemen berbeda dari semestinya. Lebih gawat lagi, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/04/17/kpu-tidak-bisa-berbahasa-indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: KPU Tidak Bisa Berbahasa Indonesia'>KPU Tidak Bisa Berbahasa Indonesia</a> <small> Komisi Pemilihan Umum (KPU) kali ini tidak hanya ngawur...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/09/06/pembatasan-musik-indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pembatasan Musik Indonesia'>Pembatasan Musik Indonesia</a> <small>Pemerintah Malaysia saat ini sedang membuat rancangan undang-undang untuk membatasi...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="garuda" border="0" alt="garuda" align="left" src="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2009/07/garuda.jpg" width="65" height="65" /> Hari ini saya terkejut membaca berita pada detikcom, “<a href="http://pemilu.detiknews.com/read/2009/07/05/003749/1159187/700/improvisasi-indah-tak-buat-lagu-indonesia-raya-turun-pangkat" target="_blank">Improvisasi Indah Tak Membuat Indonesia Raya Turun Pangkat</a>”. Di situ disebutkan bahwa pada acara kampanye penutup SBY-Boediono, &#8212;yang kebetulan persis pada tanggal yang sama dengan hari kemerdekaan Amerika&#8212; 4 Juli 2009 kemarin, Rio Febrian menyanyikan lagu Indonesia Raya dengan aransemen berbeda dari semestinya. Lebih gawat lagi, lagu ini dinyanyikan dengan aransemen mirip lagu kebangsaan Amerika Serikat!</p>
<p>Buat saya, lagu Indonesia Raya adalah salah satu lagu yang paling berpengaruh bagi semangat dan motivasi diri pribadi. Percaya atau tidak, pada waktu tahap penyelesaian pengerjaan tugas akhir sewaktu studi di jurusan Teknik Geodesi ITB, setiap bangun tidur saya selalu memutar MP3 Indonesia Raya, diikuti dengan beberapa lagu wajib lainnya. Setiap mendengarkan lagu ini, bahkan ketika menonton di tv, saya pasti terdiam dan mata berlinang.</p>
<p> <span id="more-201"></span>
<p>Lagu Indonesia Raya diatur melalui undang-undang, Peraturan Pemerintah nomor 44 tahun 1958. Salinan peraturan ini dapat dibaca pada <em><a href="http://www.zikri.com/files/pp-no-44-tahun-1958.pdf" target="_blank">link</a></em> ini.</p>
<p>Di situ jelas tersebut bahwa:</p>
<p>Menimbang:</p>
<p>b) ….perlu diadakan peraturan untuk menetapkan nada-nada, irama, iringan, kata-kata dan gubahan-gubahan dari lagu itu serta cara penggunaannya;</p>
<p>Menetapkan:</p>
<p>Pasal 5. Dilarang:</p>
<p>b) Menggunakan bagian-bagian daripada Lagu Kebangsaan dalam <strong>gubahan yang tidak sesuai</strong> dengan kedudukan Lagu Indonesia Raya sebagai lagu kebangsaan.</p>
<p>Pasal 8.</p>
<p>(1) Lagu Kebangsaan tidak boleh diperdengarkan/dinyanyikan pada waktu dan tempat menurut <strong>sesuka-sukanya sendiri</strong>.</p>
<p>(2) <strong>Lagu Kebangsaan tidak boleh diperdengarkan dan/atau dinyanyikan dengan nada-nada, irama, iringan, kata-kata dan gubahan-gubahan lain daripada yang tertera dalam lampiran-lampiran Peraturan ini.</strong></p>
<p>Pasal 10.</p>
<p>(1) Barangsiapa melanggar ketentuan-ketentuan tersebut dalam pasal 5, pasal 7 ayat 2 dan ayat 3 dan pasal 8 Peraturan ini, dihukum dengan hukuman kurungan selama-lamanya tiga bulan atau denda sebanyak-banyaknya limaratus rupiah.</p>
<p>(2) Perbuatan-perbuatan tersebut dalam ayat 1, <strong>dipandang sebagai pelanggaran</strong>.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Pada peraturan di atas, jelas tersurat dan tersirat kewibawaan yang mesti dijaga pada lagu kebangsaan kita, Indonesia Raya. Tidak seperti lagu kebangsaan negara lain misalnya, <a href="http://www.google.co.id/custom?domains=www.zikri.com&amp;q=star+spangled+banner&amp;sitesearch=&amp;client=pub-8063987524787249&amp;forid=1&amp;ie=ISO-8859-1&amp;oe=ISO-8859-1&amp;safe=active&amp;cof=GALT%3A%23008000%3BGL%3A1%3BDIV%3A%23336699%3BVLC%3A663399%3BAH%3Acenter%3BBGC%3AFFFFFF%3BLBGC%3A336699%3BALC%3A0000FF%3BLC%3A0000FF%3BT%3A000000%3BGFNT%3A0000FF%3BGIMP%3A0000FF%3BFORID%3A1&amp;hl=en" target="_blank">Star Spangled Banner</a>; Lagu kebangsaan Amerika Serikat ini bisa dinyanyikan dalam berbagai aliran musik, jazz, raggae, hiphop, metal, dsb. Bahkan bernyanyi sambil berjingkrak-jingkrak pun tidak ada masalah. Tidak ada rasa nasionalisme yang mendalam ketika kita nyanyikan lagu Indonesia Raya dengan cara seperti itu. Untuk itulah dibuat peraturan yang jelas, PP no.44 tahun 1958.</p>
<p>Selama peraturan itu masih ada, peraturan itu TETAP HARUS DITEGAKKAN. Mengubah dengan alasan apa pun, apalagi mengatakan demi keindahan, menunjukkan ketidaktahuan tentang peraturan kenegaraan.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/04/17/kpu-tidak-bisa-berbahasa-indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: KPU Tidak Bisa Berbahasa Indonesia'>KPU Tidak Bisa Berbahasa Indonesia</a> <small> Komisi Pemilihan Umum (KPU) kali ini tidak hanya ngawur...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/09/06/pembatasan-musik-indonesia/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pembatasan Musik Indonesia'>Pembatasan Musik Indonesia</a> <small>Pemerintah Malaysia saat ini sedang membuat rancangan undang-undang untuk membatasi...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2009/07/05/indonesia-raya-tidak-boleh-berubah/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2009/07/05/indonesia-raya-tidak-boleh-berubah/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Syarat Menang Pilpres</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/GzQszZPCdOI/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2009/06/19/syarat-menang-pilpres/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 19 Jun 2009 02:38:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[dua putaran]]></category>
		<category><![CDATA[menang]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[satu putaran]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2009/06/19/syarat-menang-pilpres/</guid>
		<description><![CDATA[ Tulisan ini merupakan tambahan pelengkap tulisan sebelumnya, “Kalkulator Politik dan Pilpres Satu Putaran”. Bahwa ternyata tidak semua orang tahu mekanisme putaran dan kemenangan dalam pemilihan presiden (pilpres).
Semua pasangan calon presiden-wakil presiden tentu berharap dapat menang mudah. Kemenangan mudah di sini dapat diartikan sebagai kemenangan satu putaran saja, sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya dan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/06/18/kalkulator-politik-dan-pilpres-satu-putaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kalkulator Politik dan Pilpres Satu Putaran'>Kalkulator Politik dan Pilpres Satu Putaran</a> <small> Awal minggu ini banyak pihak dikejutkan dengan iklan besar...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2009/07/07/mencontreng-adalah-hak-rakyat-menyelenggarakan-adalah-kewajiban-pemerintah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mencontreng adalah Hak Rakyat, Menyelenggarakan adalah Kewajiban Pemerintah'>Mencontreng adalah Hak Rakyat, Menyelenggarakan adalah Kewajiban Pemerintah</a> <small>Semua warga negara Indonesia yang telah berumur 17 tahun atau...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2009/06/logopemilu1.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="logo-pemilu" border="0" alt="logo-pemilu" align="left" src="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2009/06/logopemilu_thumb1.jpg" width="56" height="103" /></a> Tulisan ini merupakan tambahan pelengkap tulisan sebelumnya, “<a href="http://www.zikri.com/2009/06/18/kalkulator-politik-dan-pilpres-satu-putaran/">Kalkulator Politik dan Pilpres Satu Putaran</a>”. Bahwa ternyata tidak semua orang tahu mekanisme putaran dan kemenangan dalam pemilihan presiden (pilpres).</p>
<p>Semua pasangan calon presiden-wakil presiden tentu berharap dapat menang mudah. Kemenangan mudah di sini dapat diartikan sebagai kemenangan satu putaran saja, sehingga tidak perlu mengeluarkan banyak biaya dan tenaga. Namun, bagaimana sebuah pilpres dapat dinyatakan berakhir dalam satu putaran, atau harus lanjut ke putaran berikutnya? Atau pertanyaan sedikit diubah, bagaimana pasangan capres-cawapres dinyatakan menang dan sah menjadi Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia?</p>
<p>Kebanyakan orang hanya mengetahui sebatas kemenangan di atas 50% saja. Padahal, Undang-undang men-syarat-kan beberapa poin tambahan, selain sekadar meraup suara lebih dari 50%!</p>
<p> <span id="more-196"></span>
<p>Sebagai pembuka, saya mencontohkan penduduk di pulau Jawa yang berpopulasi lebih dari separuh penduduk Indonesia, alias lebih dari 50% penduduk Indonesia. Menang mutlak 100% di pulau Jawa, namun kalah di luar Jawa (yang berarti menang lebih dari 50% suara) tidak berarti memenangkan pilpres di Indonesia! </p>
<p>Pilpres di Indonesia memberikan syarat tambahan selain meraup suara lebih dari 50% pemilih sah di Indonesia, yaitu:</p>
<ul>
<li>Menang di minimal 1/2 dari jumlah propinsi di Indonesia (min. 17 propinsi). Artinya, walau meraih suara lebih dari 50%, tapi hanya berasal dari sejumlah propinsi, maka kemenangan tersebut tidak sah. </li>
<li>Pada propinsi-propinsi yang kalah, jumlah suara yang diraup tidak kurang dari 20%. Artinya, walau menang di lebih dari 1/2 jumlah propinsi di Indonesia, namun ada propinsi yang minim pendukung pasangan tersebut, maka kemenangan tersebut juga tidak sah. </li>
</ul>
<p>Jika ternyata pada putaran pertama tidak berhasil mendapatkan pasangan yang langsung memenuhi kriteria tersebut, maka pilpres dilanjutkan ke putaran kedua dengan hanya menyertakan 2 kontestan teratas (jika terdapat lebih dari 2 pasangan kontestan).</p>
<p>Nah, 2 poin terakhir syarat kemenangan dalam pilpres ini tidak banyak yang tahu. Syarat pertama (meraup suara lebih dari 50%) jelas lebih populer dan implikatif dalam setiap persaingan yang ada di kehidupan sehari-hari. Namun, di sini kita bicara demokrasi yang berupaya agar pasangan terpilih benar-benar mendapatkan legitimasi dari seluruh rakyat Indonesia, tanpa pengecualian wilayah.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/06/18/kalkulator-politik-dan-pilpres-satu-putaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kalkulator Politik dan Pilpres Satu Putaran'>Kalkulator Politik dan Pilpres Satu Putaran</a> <small> Awal minggu ini banyak pihak dikejutkan dengan iklan besar...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2009/07/07/mencontreng-adalah-hak-rakyat-menyelenggarakan-adalah-kewajiban-pemerintah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mencontreng adalah Hak Rakyat, Menyelenggarakan adalah Kewajiban Pemerintah'>Mencontreng adalah Hak Rakyat, Menyelenggarakan adalah Kewajiban Pemerintah</a> <small>Semua warga negara Indonesia yang telah berumur 17 tahun atau...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2009/06/19/syarat-menang-pilpres/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2009/06/19/syarat-menang-pilpres/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Kalkulator Politik dan Pilpres Satu Putaran</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/N-v8UtHe0EA/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2009/06/18/kalkulator-politik-dan-pilpres-satu-putaran/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 18 Jun 2009 04:02:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[elektabilitas]]></category>
		<category><![CDATA[hemat biaya]]></category>
		<category><![CDATA[JK]]></category>
		<category><![CDATA[JK-Win]]></category>
		<category><![CDATA[JK-Wiranto]]></category>
		<category><![CDATA[Jusuf Kalla]]></category>
		<category><![CDATA[kalkulator politik]]></category>
		<category><![CDATA[lembaga survei independen]]></category>
		<category><![CDATA[Mega-Pro]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan presiden]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres]]></category>
		<category><![CDATA[pilpres satu putaran]]></category>
		<category><![CDATA[Prabowo Subianto]]></category>
		<category><![CDATA[SBY]]></category>
		<category><![CDATA[SBY-Boediono]]></category>
		<category><![CDATA[survei]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2009/06/18/kalkulator-politik-dan-pilpres-satu-putaran/</guid>
		<description><![CDATA[ Awal minggu ini banyak pihak dikejutkan dengan iklan besar 1/2 halaman pada harian nasional, iklan yang berisi ajakan agar Pemilihan Presiden (Pilpres) cukup satu putaran saja. Alih-alih biaya dihabiskan untuk menyelenggarakan pilpres putaran kedua, mending uangnya dipakai untuk pembangunan. Untuk mendukung ide tersebut, lebih baik semua orang (yang setuju) langsung saja memilih pasangan nomor [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/06/19/syarat-menang-pilpres/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Syarat Menang Pilpres'>Syarat Menang Pilpres</a> <small> Tulisan ini merupakan tambahan pelengkap tulisan sebelumnya, “Kalkulator Politik...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2009/07/07/mencontreng-adalah-hak-rakyat-menyelenggarakan-adalah-kewajiban-pemerintah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mencontreng adalah Hak Rakyat, Menyelenggarakan adalah Kewajiban Pemerintah'>Mencontreng adalah Hak Rakyat, Menyelenggarakan adalah Kewajiban Pemerintah</a> <small>Semua warga negara Indonesia yang telah berumur 17 tahun atau...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2009/06/logopemilu.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="logo-pemilu" border="0" alt="logo-pemilu" align="left" src="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2009/06/logopemilu_thumb.jpg" width="50" height="92" /></a> Awal minggu ini banyak pihak dikejutkan dengan iklan besar 1/2 halaman pada harian nasional, iklan yang berisi ajakan agar Pemilihan Presiden (Pilpres) cukup satu putaran saja. Alih-alih biaya dihabiskan untuk menyelenggarakan pilpres putaran kedua, mending uangnya dipakai untuk pembangunan. Untuk mendukung ide tersebut, lebih baik semua orang (yang setuju) langsung saja memilih pasangan nomor 2 (Susilo Bambang Yudhoyono-Boediono). Karena menurut survei, pasangan ini dipilih oleh lebih dari 70% pemilih!</p>
<p><strong>Kalkulator Politik</strong></p>
<p>Jika pada Pemilu Legislatif lalu Partai Demokrat (PD) memperoleh suara sekitar 20%, itu artinya ada 80% orang yang tidak memilih PD. Mayoritas konstituen (pemilih) PD adalah mereka yang mengidolakan SBY. Sama halnya konstituen Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) yang memilih PDIP karena keberadaan Megawati Soekarnoputri. Tanpa keberadaan tokoh ini sebagai ikon, tidak ada alasan kuat pemilih untuk tetap memilih partai tersebut. Silahkan Anda bayangkan sendiri.</p>
<p> <span id="more-194"></span>
</p>
<p>Dalam dunia politik, hitung-hitungan 1+1=2 tidak berlaku. Maksudnya, 1 ditambah 1 tidak selalu sama dengan 2. Tergantung faktor-faktor lainnya. Jika kemudian terjadi koalisi besar yang melibatkan Partai Demokrat, Partai Keadilan Sejahtera, Partai Amanat Nasional, Partai Kebangkitan Bangsa, dsb, tidak berarti dukungan terhadap kandidat yang dijagokan (baca: SBY-Boediono) sama dengan penjumlahan perolehan suara semua partai-partai pendukung tersebut pada pemilu legislatif di bulan April lalu.</p>
<p>Tidak percaya dengan pernyataan di atas? Coba ambil salah satu contoh partai pendukung, misalnya PAN. Sejak awal lokomotif partai ini (baca: Ketua Umum) terlihat sangat ingin mendekat ke kubu Prabowo Subianto. Tapi lewat kekuatan-kekuatan ‘mistis’ tertentu, secara kelembagaan partai ini berhasil digiring untuk mendekat pada kubu SBY. Bahkan sampai detik ini pun tidak tampak tanda-tanda keikhlasan sang ketua umum (Soetrisno Bachir) untuk benar-benar mendukung ‘pilihan’ partainya itu. Menampakkan batang hidungnya pada acara-acara SBY-Boediono pun ngga pernah! Lebih gawat lagi, di awal minggu ini muncul berita bahwa lebih dari 50 Dewan Pimpinan Daerah Tingkat II (DPD II) PAN menyatakan dukungannya pada pasangan Jusuf Kalla-Wiranto. Artinya, suara PAN yang pada pileg lalu sekitar 7%, tidak bulat ‘tersalurkan’ untuk pasangan SBY-Boediono. 7% ini harus dibagi 3. Yang lainnya, PKS.. Ya sama saja. Bahkan ‘hanya’ karena jilbab istri pasangan JK-Wiranto, konon konstituennya di level akar rumput lebih sreg memilih pasangan bernomor urut 3 ini. Jadi sekali lagi, kalkulator politik di sini tidak akan memberikan nilai absolut, 1+1=2.</p>
<p><strong>Pilpres Satu Putaran Akan Menghemat Biaya</strong></p>
<p>Sampai pada kalimat sub-judul ini saja, semua pasti sependapat. Tapi jika tanpa tedeng aling-aling mencoba mempengaruhi masyarakat awam agar memilih pasangan nomor tertentu saja (baca: nomor dua), apalagi dengan ‘bumbu’ sesuai dengan hasil survei yang fantastis (menyebut bahwa elektabilitas pasangan nomor 2 ini lebih dari 70%) adalah sebuah masturbasi politik. Jika masturbasi adalah rangsangan disengaja yang dilakukan pada organ alat kelamin untuk memperoleh kenikmatan dan kepuasan seksual yang dilakukan sendiri oleh pelakunya, maka masturbasi politik ya sama saja. Bedanya tidak dilakukan pada alat kelamin. Bikin survei pilpres sendiri, tentukan nilai sendiri, lalu puas sendiri. Bedanya lagi, kalau masturbasi seksual itu dilakukan secara individu, masturbasi politik ini mau mencoba mengajak orang ramai agar puas berjamaah.</p>
<p>Secara pribadi, sampai detik ini, saya mengakui bahwa elektabilitas SBY masih tertinggi di antara 2 pasangan yang lain. Namun tentu dengan catatan, bahwa dari hari ke hari pada masa pilpres ini terlihat kecenderungan yang terus menurun. Tentunya tim sukses pasangan ini juga melihat tren tersebut. Tampaknya ini menjadikan mereka berupaya sekuat tenaga agar pilpres satu putaran saja. Bayangan di depan mata bahwa jika pilpres sampai pada putaran kedua pada bulan September nanti bisa berarti bahwa kekalahan sangat mungkin diterima. Ya bayangkan saja, jika kian hari kian menurun elektabilitasnya, berapa yang tersisa pada bulan September nanti?</p>
<p>Kembali ke kalkulator politik, jika 20% pemilih pada pileg lalu memilih PD (baca: SBY), itu berarti kemungkinan <strong>ada 80% orang yang tidak memilih SBY</strong>. Jika 20% tersebut adalah konstituen loyal, mereka berhadapan dengan 80% yang merupakan mayoritas. 80% ini juga terdiri dari beberapa komponen. Kebetulan, ada yang loyal kepada Mega, JK, dsb. Ada juga yang merupakan masa mengambang, alias swing voters.. yang bisa berubah pikiran setiap saat, bahkan sampai detik terakhir sebelum dia <em>mencontreng</em>. Sebagai seorang kesatria (seperti <em>self-claim</em> yang dilakukan oleh SBY), seharusnya bertarung secara kesatria pula. Rebut hati orang-orang yang masuk dalam kelompok 80% ini dengan ‘berdagang’ ide-ide, visi dan misi sebagai pemimpin. Bukan dengan masturbasi politik seperti iklan hasil survei dan pilpres satu putaran tersebut.</p>
<p>Demokrasi itu ada ongkosnya. Ongkos yang dikeluarkan untuk sebuah arti demokrasi itu memang mahal. Ongkos yang dikeluarkan adalah sebuah biaya untuk melegitimasi bahwa arah pembangunan dan kepemimpinan nasional sesuai dengan kehendak mayoritas rakyat. Bukan atas nama keinginan segelintir orang, apalagi dengan merengek-rengek dan memasang muka memelas, minta dikasihani…. seakan menjadi orang yang terzhalimi di muka bumi. Rakyat Indonesia memang sepertinya amat menyukai mereka yang tertindas. Coba saja lihat acara-acara kontes di televisi, seperti AFI, KDI, dsb. Peserta yang paling menderita hidupnya dijamin akan menjadi pemenang. </p>
<p>Kalau memang ingin menghemat ongkos yang dikeluarkan, mari kita kembali ke masa lalu, di jaman Soeharto (Orde Baru), kita tidak perlu dan tidak perduli pada pilpres. Ngga ada yang namanya pilpres, pilkada, apalagi demokratis. Sebelum pemilu pun kita sudah tahu apa hasilnya. Tidak perlu ada dana kampanye, pilkada dan pilpres. Penghematannya dibanding pada masa ini berapa banyak besarnya? Ya mungkin sebesar jumlah dana yang dikeluarkan pada masa kini. Tapi, berapa nilai demokrasi yang diperoleh bangsa ini? Seberapa dihargainya-kah hak demokrasi dan mengeluarkan pendapat bagi setiap warga negara?</p>
<p><strong>Lembaga Survei (In)dependen</strong></p>
<p>Melihat hasil survei jadi-jadian pada minggu lalu yang menyatakan bahwa elektabilitas SBY-Boediono saat ini di atas 70% saja sudah cukup untuk mengatakan bahwa lembaga survei tersebut sedang “mencari makan” dengan menempel pasangan SBY-Boediono. Ini kalau kita tidak mau menggunakan kata sedang “menjilat”. Keesokan harinya, dugaan ini justru dijawab sendiri oleh pihak penyelenggara survei, bahwa mereka membuat survei tersebut atas pesanan klien mereka, yaitu pasangan SBY-Boediono.</p>
<p>Minggu ini kita makin melihat kejelasan hitam-putihnya survei tersebut, dengan adanya iklan ajakan pilpres satu putaran saja. Selain menyebut hasil survei di atas sebagai referensi, iklan tersebut juga memasang foto wajah salah satu komandan dari beberapa lembaga survei yang belakangan sibuk “membombardir” masyarakat dengan berbagai hasil survei elektabilitas. Sampai di sini titik itu berakhir, seiring dengan berakhirnya tulisan ini, berakhir pula kejelasan bahwa lembaga-lembaga survei tersebut <em>bullshit</em> semua. Dengan membuat pernyataan seperti pada iklan tersebut, sudah sangat jelas bahwa mereka tidak independen. Titik.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/06/19/syarat-menang-pilpres/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Syarat Menang Pilpres'>Syarat Menang Pilpres</a> <small> Tulisan ini merupakan tambahan pelengkap tulisan sebelumnya, “Kalkulator Politik...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2009/07/07/mencontreng-adalah-hak-rakyat-menyelenggarakan-adalah-kewajiban-pemerintah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mencontreng adalah Hak Rakyat, Menyelenggarakan adalah Kewajiban Pemerintah'>Mencontreng adalah Hak Rakyat, Menyelenggarakan adalah Kewajiban Pemerintah</a> <small>Semua warga negara Indonesia yang telah berumur 17 tahun atau...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2009/06/18/kalkulator-politik-dan-pilpres-satu-putaran/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2009/06/18/kalkulator-politik-dan-pilpres-satu-putaran/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>KPU Tidak Bisa Berbahasa Indonesia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/8dsMU5iGjWc/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2009/04/17/kpu-tidak-bisa-berbahasa-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 16 Apr 2009 17:59:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa]]></category>
		<category><![CDATA[bahasa indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[baku]]></category>
		<category><![CDATA[contreng]]></category>
		<category><![CDATA[kaidah]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2009/04/17/kpu-tidak-bisa-berbahasa-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[ Komisi Pemilihan Umum (KPU) kali ini tidak hanya ngawur dalam pekerjaan-pekerjaan teknis yang seharusnya dikuasai oleh mereka (baca: penyelenggaraan Pemilu). Pada hal non-teknis yang berkaitan dengan kemampuan ber-Bahasa Indonesia pun KPU telah membuat sebuah kesalahan fatal.
Buka-lah Kamus Besar Bahasa Indonesia, coba-lah temukan kosakata “contreng”. Niscaya Anda tidak akan menemukannya. Kita mungkin paham maksudnya. Akan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/07/05/indonesia-raya-tidak-boleh-berubah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Indonesia Raya Tidak Boleh Berubah!'>Indonesia Raya Tidak Boleh Berubah!</a> <small> Hari ini saya terkejut membaca berita pada detikcom, “Improvisasi...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/02/01/mengapa-idul-fitri-bisa-berbeda-hari/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengapa Idul Fitri Bisa Berbeda Hari?'>Mengapa Idul Fitri Bisa Berbeda Hari?</a> <small>Beberapa hari yang lalu saya membuat tulisan tentang bagaimana penanggalan...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2009/04/kpu.jpg"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; display: inline; margin-left: 0px; border-top: 0px; margin-right: 0px; border-right: 0px" title="kpu" border="0" alt="kpu" align="left" src="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2009/04/kpu-thumb.jpg" width="62" height="69" /></a> Komisi Pemilihan Umum (KPU) kali ini tidak hanya <em>ngawur</em> dalam pekerjaan-pekerjaan teknis yang seharusnya dikuasai oleh mereka (baca: penyelenggaraan Pemilu). Pada hal non-teknis yang berkaitan dengan kemampuan ber-Bahasa Indonesia pun KPU telah membuat sebuah kesalahan fatal.</p>
<p>Buka-lah Kamus Besar Bahasa Indonesia, coba-lah temukan kosakata “contreng”. Niscaya Anda tidak akan menemukannya. Kita mungkin paham maksudnya. Akan tetapi, KPU adalah institusi negara, yang sudah sepantasnya menggunakan bahasa baku dalam berkomunikasi.</p>
<p> <span id="more-187"></span>
</p>
<p>Entah anggota KPU yang mana yang mencetuskan istilah ini untuk pertama kalinya, sehingga untuk seterusnya dipakai sebagai istilah “baku” dari KPU pada setiap kesempatan sosialisasi yang dilakukan. </p>
<p>Saya memang bukan seorang ahli tata-bahasa Indonesia. Saya juga tidak hapal istilah-istilah dalam tata-bahasa Indonesia. Tapi saya bisa mengingat dengan baik bagaimana membedakan peletakan kata “di” sebagai kata depan atau awalan, misalnya. Saya juga masih mengingat dengan baik bagaimana kita belajar membaca dengan mengurai suku kata dalam setiap kata yang ada di sebuah kalimat. I-ni Bu-di. I-ni ba-pak Bu-di. </p>
<p>Sekarang coba uraikan kata “contreng”. con-treng? co-ntreng? con-tre-ng? Dua yang terakhir jelas salah. Seingat dan setahu saya, penguraian itu berdasarkan kesatuan bunyinya. Sehingga “Ini Budi” diurai menjadi “I-ni Bu-di”, bukan “In-i Bud-i”.</p>
<p>Dalam ingatan saya, tidak ada suku kata yang terdiri dari 5 huruf! Maka, berdasarkan kaidah ini pula, jika kita mencoba mengurai kata “contreng” menjadi con-treng, sulit diterima bahwa kata “contreng” ini memenuhi kaidah Bahasa Indonesia.</p>
<p>Dengan perkataan lain, jangankan mengurusi hal-hal yang rumit seperti urusan Daftar Pemilih Tetap (DPT) atau masalah teknologi informasi (IT KPU 2009), menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar saja KPU sekarang sudah tidak bisa!</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/07/05/indonesia-raya-tidak-boleh-berubah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Indonesia Raya Tidak Boleh Berubah!'>Indonesia Raya Tidak Boleh Berubah!</a> <small> Hari ini saya terkejut membaca berita pada detikcom, “Improvisasi...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/02/01/mengapa-idul-fitri-bisa-berbeda-hari/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Mengapa Idul Fitri Bisa Berbeda Hari?'>Mengapa Idul Fitri Bisa Berbeda Hari?</a> <small>Beberapa hari yang lalu saya membuat tulisan tentang bagaimana penanggalan...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2009/04/17/kpu-tidak-bisa-berbahasa-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>18</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2009/04/17/kpu-tidak-bisa-berbahasa-indonesia/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>IT KPU Jalan Mundur</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/CD9-ESc8a6Q/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2009/04/10/it-kpu-jalan-mundur/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 10 Apr 2009 06:46:15 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[hitung cepat]]></category>
		<category><![CDATA[http://tnp.kpu.go.id]]></category>
		<category><![CDATA[it kpu]]></category>
		<category><![CDATA[kontroll]]></category>
		<category><![CDATA[KPU]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[quick count]]></category>
		<category><![CDATA[tabulasi]]></category>
		<category><![CDATA[TI KPU]]></category>
		<category><![CDATA[tnp.kpu.go.id]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2009/04/10/it-kpu-jalan-mundur/</guid>
		<description><![CDATA[ Sebelum hari H pelaksanaan Pemilu 2009, kita bisa melihat perkembangan dan membaca berita seputar rencana implementasi IT KPU. Keyword seputaran “IT KPU diprediksi bakal berantakan” muncul di berbagai tempat. 
Apakah pada hari ini kita benar-benar akan melihat IT KPU berantakan seperti prediksi berita-berita tersebut? Tentu kita tidak berharap demikian. Point of interest dari tulisan [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/11/25/huru-hara-quick-count-pemilu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Huru-Hara (Quick Count) Pemilu'>Huru-Hara (Quick Count) Pemilu</a> <small>Pesta akbar demokrasi 5 tahunan di Indonesia sebentar lagi datang...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/02/19/gonjang-ganjing-kpk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gonjang-ganjing KPK'>Gonjang-ganjing KPK</a> <small>Ada hal yang menarik di seputar KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2009/04/logopemilu.jpg"><img style="border-right-width: 0px; display: inline; border-top-width: 0px; border-bottom-width: 0px; margin-left: 0px; border-left-width: 0px; margin-right: 0px" title="logo-pemilu" border="0" alt="logo-pemilu" align="left" src="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2009/04/logopemilu-thumb.jpg" width="56" height="90" /></a> Sebelum hari H pelaksanaan Pemilu 2009, kita bisa melihat perkembangan dan membaca berita seputar rencana implementasi IT KPU. <em>Keyword</em> seputaran “IT KPU diprediksi bakal berantakan” muncul di berbagai tempat. </p>
<p>Apakah pada hari ini kita benar-benar akan melihat IT KPU berantakan seperti prediksi berita-berita tersebut? Tentu kita tidak berharap demikian. <em>Point of interest </em>dari tulisan ini adalah melihat dari sudut pandang <em>end-user</em> (dalam hal ini pengguna Internet yang akan melihat hasil publikasi tabulasi penghitungan suara melalui situs KPU), jika dibandingkan dengan pelaksanaan IT KPU pada Pemilu 2004. Tulisan juga ‘dibumbui’ dengan sedikit data dan pengalaman saya sebagai bagian dari anggota tim pelaksana pada implementasi IT KPU Pemilu 2004.</p>
<p> <span id="more-179"></span>
<p><strong>Distribusi IT KPU 2004</strong></p>
<p>Distribusi perangkat IT KPU pada Pemilu 2004 melingkupi:</p>
<ul>
<li>8005 buah PC yang didistribusikan ke 4167 kecamatan (440 kabupaten/kota, 32 propinsi) </li>
<li>30 server 32bit dan 4 server itanium 64bit di 2 lokasi <em>data center</em> (DC) dan <em>disaster recovery center</em> (DRC) </li>
<li>2569 perangkat VPN Dial (untuk kecamatan-kecamatan yang terjangkau oleh infrastruktur data PT Telkom) </li>
<li>1850 perangkat telepon satelit (untuk kecamatan-kecamatan yang tidak terjangkau oleh infrastruktur data PT Telkom, pengiriman data menggunakan perangkat telepon satelit melalui PT Pasifik Satelit Nusantara (PSN)) </li>
<li>Perangkat pendukung: <em>printer</em>, <em>hub</em>, dsb. </li>
</ul>
<p>Pada Pemilu 2004, implementasi IT KPU melingkupi sekitar 80% <em>coverage</em> nasional (dengan acuan 100% –nya tentu adalah hasil penghitungan manual). Mengapa “hanya” 80%? Ada berbagai alasan, antara lain karena ada banyak wilayah baru hasil pemekaran yang namanya belum “muncul” pada data awal perencanaan IT KPU, atau karena minimnya infrastruktur pada kantor kecamatan yang bersangkutan (tidak ada listrik adalah salah satu faktor paling utama).</p>
<p>Dengan didukung oleh ribuan orang relawan yang terdiri dari pelajar&#160; dan guru-guru SMK dan mahasiswa dari beberapa kampus, implementasi IT KPU 2004 sanggup menyajikan data sampai <em>level</em> yang terendah, yaitu visualisasi hasil perolehan suara di tingkat TPS (Tempat Pemungutan Suara). Data yang disajikan lengkap, mulai dari hasil pemilu legislatif (yang memilih anggota DPRD Kota/Kabupaten, DPRD Propinsi, DPR RI dan DPD). Pada Pemilu 2009 ini, IT KPU hanya akan menampilkan data pada tingkat DPR RI dan DPD (“kehilangan 2 level lain dibanding IT KPU 2004, yaitu DPRD Kota/Kabupaten dan DPRD Propinsi).</p>
<p><strong>Peran Kontrol “Papan Tulis Raksasa” IT KPU</strong></p>
<p>Hasil perolehan suara yang menjadi acuan penetapan hasil akhir adalah hasil penghitungan manual. Hasil tabulasi yang dilakukan oleh “mesin penghitung” pada <em>data center</em> IT KPU adalah sebagai data pembanding dan sebagai kontrol atas manipulasi yang mungkin terjadi.</p>
<p>Idealnya data pembanding ini tentu 100%. Tapi dengan segala keterbatasan, “sampling” 80% adalah nilai yang sangat baik untuk melihat sebuah pola dan juga data akurat untuk pembuktian adanya kecurangan. </p>
<p>Pada implementasi IT KPU di Pemilu 2004, setiap orang yang memiliki akses ke Internet dan membuka situs <a href="http://tnp.kpu.go.id">http://tnp.kpu.go.id</a> dapat melihat dan memeriksa apakah hasil perolehan suara yang ia lihat di TPS-nya sama persis dengan yang tertera di halaman web ini. Jika ternyata angka yang disajikan berbeda, itu artinya terdapat manipulasi. Jika angkanya sama, kita bisa percaya bahwa data sampai di pusat tanpa modifikasi. Jadi, peran IT KPU di sini adalah sebagai alat kontrol yang dapat dipakai oleh masyarakat terhadap kemungkinan adanya kecurangan.</p>
<p>Keberadaan situs tabulasi nasional (TNP: Tabulasi Nasional Pemilu) bisa diibaratkan sebagai papan tulis raksasa, di mana semua hasil “coretan-coretan” rekapitulasi secara nasional ditampilkan. Pada setiap TPS ada papan tulisnya bukan? Di situ anggota KPPS menulis hasil perolehan suara. Jika terdapat salah hitung atau input, saksi resmi dan juga masyarakat bisa langsung protes. Akumulasi dari semua hasil “coretan” tersebut disatukan dan ditampilkan secara “massal” pada papan tulis raksasa yang beralamat di <a href="http://tnp.kpu.go.id">http://tnp.kpu.go.id</a>. “Sifat turunan” alias <em>inherent </em>otomatis juga dimiliki oleh papan tulis raksasa ini. Jika <em>input</em> yang dimasukkan di level bawah salah, maka salah pula-lah data yang ditampilkan. Hasil coret-coretan di papan tulis bukanlah hasil akhir yang dipakai, akan tetapi dijadikan sebagai acuan untuk melaporkan hasil akhir secara resmi pada sebuah TPS (melalui formulir yang ditandatangani bersama oleh KPPS dan saksi-saksi). Demikian juga pada tampilan tabulasi nasional secara teknologi informasi ini.</p>
<p><strong>IT KPU 2009</strong></p>
<p>Pada hari H Pemilu 2009 kemarin (9 April 2009), saya mencoba mengakses alamat <a href="http://tnp.kpu.go.id">http://tnp.kpu.go.id</a>, tetapi sampai malam dicoba selalu gagal. Situs tersebut akhirnya dapat dibuka setelah saya mencoba mengakses melalui jalur-jalur akses (baca: <em>provider </em>Internet) yang berbeda. Namun, tampilan situs masih kosong. Jika dibandingkan dengan waktu yang sama pada Pemilu 2004 (5 April 2009), pada sore hari data sudah mulai meluncur dan tampil di Internet.</p>
<p>Pada hari H+1 (10 April 2009) siang ini, saya kembali mencoba melihat situs tabulasi nasional perolehan suara pada Pemilu 2009 ini. Hasilnya, situs dapat diakses dari <em>provider</em> Internet yang saya pakai (yang kemarin tidak bisa mengakses ke alamat <a href="http://tnp.kpu.go.id">http://tnp.kpu.go.id</a>), namun, data yang ditampilkan bisa dibilang sangat amat minim. Jumlah suara yang ditampilkan sangat jauh dibandingkan H+1 pada Pemilu 5 tahun yang lalu.</p>
<p>Minimnya jumlah total suara yang masuk ke <em>datacenter</em> IT KPU 2009 ini memang menyedihkan. Namun, dengan kompleksitas formulir tabulasi yang harus diisi di tingkat TPS dan tentu implikasinya pada saat <em>input-ing</em> data di tingkat operator lapangan IT KPU, bisa dimaklumi data yang masuk tidak bisa diharapkan cepat. Berdasarkan pengalaman pada IT KPU 2004, ekspektasi masyarakat terlalu besar, dengan menganggap bahwa kalkulasi IT KPU pasti akan “secepat kilat” mengumumkan hasil akhir total perolehan suara. Jarang orang sadar atau mau tahu bahwa IT KPU tidak mungkin dapat berbuat banyak jika di tingkat operator lapangan (dulu di level kecamatan, sekarang di level kota/kabupaten) tidak memasukkan data ke aplikasi IT KPU! Dari mana situs TNP dapat menampilkan data jika tidak ada data yang dimasukkan di tingkat bawah??! Dulu, berbagai sebab musabab terjadinya keterlambatan input data; mulai dari pihak KPPS yang tidak segera memasukkan laporan rekapitulasinya karena ingin laporannya benar-benar valid alias tidak ada kesalahan, ada juga yang pihak kecamatan tidak mengijinkan operator (yang kebanyakan adalah relawan mahasiswa dan pelajar/guru SMK) lembur di kantor kecamatan (harus dikerjakan di jam kerja, padahal jam kerja di kecamatan itu baru mulai jam 10-an, jam 12 sudah istirahat, masuk lagi jam 2 siang, jam 3 sudah mau pulang!)… dapat dibayangkan jika ada kecamatan yang baru bisa melaporkan seluruh data-nya setelah lewat dari 1-2 minggu kemudian!</p>
<p>Dengan segala keterbatasannya, jika 5 tahun lalu jaringan IT KPU mencapai tingkat kecamatan di seluruh Indonesia, kini “mundur” hanya sampai tingkat kabupaten/kota. Namun, “kemunduran” paling utama yang saya lihat adalah hilang-nya fungsi kontrol dan akuntabilitas dalam transparansi hasil Pemilu. Jika pada 5 tahun lalu kita semua dapat melihat dan membuktikan sendiri hasil perolehan suara di TPS kita masing-masing (dengan mencocokkan data yang ada di web), kini tampilan IT KPU tidak lagi menampilkan fitur tersebut.</p>
<p>Tampilan perolehan suara pada situs <a href="http://tnp.kpu.go.id">http://tnp.kpu.go.id</a> kini menurut saya tidak lebih dari perluasan <em>quick count</em> yang banyak muncul belakangan ini. Kenapa begitu? <em>Quick count</em> diselenggarakan untuk menghitung dengan cepat, melalui metode statistik, untuk memprediksi hasil akhir perolehan suara. Kata-kata penting dari <em>quick count</em> adalah hitung cepat, statistik, prediksi dan hasil akhir. Jika <em>sampling</em> data yang dilakukan oleh <em>quick count</em> misalnya hanya 5% dari total populasi TPS (saya belum mendapatkan angka pastinya), IT KPU memberikan “<em>sampling” </em>lebih baik saja (jika mengikuti apa yang terjadi di Pemilu 2004, “sampling” ini mencapai 80-an %). Tidak lebih dari memberikan “sampling” yang lebih baik. Karena kini IT KPU pun sama-sama tidak bisa memvisualisasikan perolehan suara dalam bentuk tabel sampai ke level TPS (setidaknya sampai pada saat saya membuat tulisan ini). IT KPU kini sama seperti <em>quick count</em>. Sama-sama tidak dapat dipakai untuk menunjukkan, apalagi membuktikan adanya manipulasi data, karena data yang ditampilkan “tiba-tiba” ya seperti itu. Tanpa keberadaan <em>drill-down </em>data sampai di tingkat TPS. Dengan sifatnya yang seperti itu, IT KPU 2009 tidak lebih sebagai “<em>quick count”</em> resmi yang diselenggarakan oleh Komisi Pemilihan Umum, dengan keutamaan berupa tingkat <em>sampling</em> yang lebih baik (asumsi: 80%). Tidak ada kelebihan lain, selain menjadi lebih mahal secara implementasi (dibanding <em>quick count</em> yang diselenggarakan oleh beberapa lembaga).</p>
<p><strong>Kemampuan “Komando” dan “Penguasaan” Teritorial</strong></p>
<p>Ada banyak orang dengan segudang ide, ada banyak pula orang yang punya segudang kemampuan. Tetapi pada pelaksanaan hajat sebesar IT KPU, yang dibutuhkan tidak sekedar ide dan kemampuan. Pekerjaan sebesar ini merupakan pekerjaan kolosal, pekerjaan yang harus dikerjakan beramai-ramai dan bahu membahu. Membangun sistem dan aplikasi pada <em>datacenter</em> adalah sebuah masalah besar. Tetapi jangan pernah lupa bahwa teknis pelaksanaan di lapangan juga menjadi sebuah masalah lain yang tidak kalah besarnya!</p>
<p>Pernahkah Anda membayangkan, bagaimana mengumpulkan belasan ribu orang relawan dari berbagai unsur pelajar, guru dan mahasiswa di seluruh Indonesia dalam waktu 1 bulan saja? Mengajarkan bagaimana cara menggunakan aplikasi untuk meng-<em>input</em> data di setiap kantor kecamatan yang menjadi pusat <em>entry</em> data… dan juga membangun semangat militan, rasa nasionalisme dan memiliki yang mendalam terhadap sistem IT KPU 2004! Tanpa memiliki kemampuan “komando” dan memiliki jaringan yang luas dan “rembes”, pada siapa kita berharap?&#160; Pada bagian ini-lah yang sepertinya terlupakan oleh banyak orang.</p>
<p>&#160;</p>
<p>Semoga saja dalam beberapa hari ke depan perbaikan sistem pada IT KPU 2009 dapat dilakukan, setidaknya pada Pilpres 2009. Tapi satu yang sudah jelas, ternyata menjadi penghujat itu memang lebih gampang ketimbang menjadi pelaksana <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/11/25/huru-hara-quick-count-pemilu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Huru-Hara (Quick Count) Pemilu'>Huru-Hara (Quick Count) Pemilu</a> <small>Pesta akbar demokrasi 5 tahunan di Indonesia sebentar lagi datang...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/02/19/gonjang-ganjing-kpk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gonjang-ganjing KPK'>Gonjang-ganjing KPK</a> <small>Ada hal yang menarik di seputar KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2009/04/10/it-kpu-jalan-mundur/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>25</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2009/04/10/it-kpu-jalan-mundur/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Anti Megawati di Facebook</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/WpCX_SpL7Ds/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2009/04/05/anti-megawati-di-facebook/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 05 Apr 2009 05:37:03 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Junk]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[bahan bakar minyak]]></category>
		<category><![CDATA[bantuan langsung tunai]]></category>
		<category><![CDATA[BBM]]></category>
		<category><![CDATA[BLT]]></category>
		<category><![CDATA[facebook]]></category>
		<category><![CDATA[iklan BLT]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[Megawati Soekarnoputri]]></category>
		<category><![CDATA[munafik]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan]]></category>
		<category><![CDATA[Partai Demokrat]]></category>
		<category><![CDATA[PD]]></category>
		<category><![CDATA[PDIP]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[plin plan]]></category>
		<category><![CDATA[politik]]></category>
		<category><![CDATA[Say No to Megawati]]></category>
		<category><![CDATA[turun]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2009/04/05/anti-megawati-di-facebook/</guid>
		<description><![CDATA[Saya dari dulu memang ngga pernah mendukung Megawati, apalagi PDI Perjuangan-nya. Sikap saya selama ini terhadap Megawati adalah diam, dengan kecenderungan tidak pro. Tapi apa yang terjadi dalam hari-hari terakhir masa kampanye Pemilu Legislatif justru membuat saya berada di posisi yang jelas-jelas menolak Megawati.
Dengan berlindung pada pepatah “Diam itu emas”, Megawati pada saat menjadi Presiden [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Saya dari dulu memang ngga pernah mendukung Megawati, apalagi PDI Perjuangan-nya. Sikap saya selama ini terhadap Megawati adalah diam, dengan kecenderungan tidak pro. Tapi apa yang terjadi dalam hari-hari terakhir masa kampanye Pemilu Legislatif justru membuat saya berada di posisi yang jelas-jelas menolak Megawati.</p>
<p>Dengan berlindung pada pepatah “Diam itu emas”, Megawati pada saat menjadi Presiden nyaris tidak pernah membuka mulut. Banyak yang bilang, itu untuk menyembunyikan keterbatasan pengetahuan dan kemampuannya. Buat saya, walau diam-nya itu “menyebalkan”, terserah saja. Mungkin saja memang itu strateginya. Gayanya.</p>
<p>Setelah “tergusur” dari kursi kepresidenan, apalagi dari orang-orang yang (mungkin) menurutnya seharusnya menjadi pembantunya, Megawati mengambil sikap diam seribu bahasa, bahkan tidak mau bertemu dengan mantan bawahannya yang menjadi pasangan Presiden dan Wakil Presiden terpilih. Tidak sampai di situ saja, ternyata aroma dendam tetap terus dikobarkan sampai menjelang Pemilu 2009 ini. Bagaimana mungkin seorang negarawan bersikap seperti itu?</p>
<p> <span id="more-174"></span>
<p>“Kelucuan” pertama di minggu terakhir masa kampanye yang membuat saya sedih melihat seorang Megawati adalah ketika beliau dengan nada penuh emosi memerintahkan agar rakyat jangan mau dibodohi, disuruh mencontreng… “Selama puluhan tahun kita Pemilu dengan cara mencoblos, kenapa sekarang kita mau disuruh mencontreng???! Untuk itu saya minta saudara-saudara agar jangan mencontreng, tapi coblos saja!!!” Kira-kira begitulah yang diucapkannya pada sebuah kesempatan berorasi kampanye. Kita pada saat ini sedang belajar menjadi lebih terpelajar. Menghilangkan budaya “primitif” main coblos, tusuk, tikam, menjadi menggunakan pena, menulis, memberi tanda, yang lebih melambangkan kecerdasan. Saya yakin bahwa jika ada masyarakat yang karena ketidaktahuannya lalu mencoblos, suara tersebut tetap sah! Kalau begitu, apa salahnya ikut mendukung memasyarakatkan peraturan baru, mencontreng! Kenapa harus penuh emosi melarang rakyat menuruti peraturan tersebut? Mengapa mengajarkan rakyat tidak patuh pada aturan? Artikel terkait contohnya bisa dibaca di <a href="http://www.suarapembaruan.com/index.php?detail=News&amp;id=6639" target="_blank">sini</a>.</p>
<p>Puncak kelucuan benar-benar terjadi beberapa hari lalu… Setelah sebelumnya selalu berteriak tidak setuju dengan penyaluran BLT (Bantuan Langsung Tunai), tiba-tiba saja dalam beberapa hari terakhir ini muncul sebuah iklan tv yang bertolak-belakang… berbunyi kira-kira: “PDI-P turun ke lapangan… berbaur dengan rakyat… memastikan BLT diterima oleh rakyat…” dsb, dst. Lantas sebelum ditutup, ada sebuah pernyataan menggelikan… “Terimakasih PDI-P!”. Sebuah pernyataan yang seakan-akan menempatkan diri PDI-P sebagai pahlawan BLT yang dielu-elukan oleh rakyat! Munafikun.</p>
<p>Saya termasuk orang yang tidak setuju program bagi-bagi duit dalam bentuk BLT. Saya lebih memilih dan mendukung jika dana yang besar tersebut dipakai untuk membangun unit-unit usaha kerakyatan, sehingga menjadi modal produktif, bukan konsumtif. Dengan demikian, secara tidak langsung juga dapat membuka kesempatan kerja mandiri, membantu rakyat miskin dapat berusaha dan berharga diri.</p>
<p>Anda setuju dengan BLT? atau Anda tidak setuju dengan BLT? Apa pun pendapat Anda, terserah saja… Saya menghormati semua pendapat. Yang berpendapat BLT penting pun tidak salah. Yang penting adalah konsistensi dalam memegang ucapan. Bukan plintat-plintut, kemarin bilang apa, hari ini beda lagi. Bagaimana kita bisa percaya dengan pemimpin yang seperti ini?</p>
<p>Hari ini, saya mendapat <em>invitation</em> menjadi <em>supporter</em> <a href="http://www.facebook.com/pages/Say-NO-to-Megawati/54621826839" target="_blank">“Say “NO!” to Megawati!”</a> di Facebook. Luar biasa, dalam tempo singkat (konon baru dibuat kemarin), anggota yang bergabung telah melampaui angka 35.000! Dengan kata lain, kecepatan pertambahan anggotanya sekitar 1.000 anggota baru setiap jam. Mungkin bisa diajukan ke MURI sebagai group yang tercepat dalam penambahan jumlah anggota. Grup bisa dilihat di <a href="http://www.facebook.com/pages/Say-NO-to-Megawati/54621826839" target="_blank">link ini</a>. Bandingkan dengan <em>supporter</em> <a href="http://www.facebook.com/pages/Megawati-Soekarnoputri/37975304982" target="_blank">Megawati Soekarnoputri</a> yang hanya berjumlah 1.400 (kurang dari 1/30-nya).</p>
<p>Iklan parpol lain yang membuat saya muak adalah iklan Partai Demokrat yang BBM turun 3x.. dengan visualisasi penyebutan kata “TURUN” diulang 3x. <em>Come on men</em>, harga BBM memang sudah harus turun… Lha harga minyak dunia memang turun. Jadi bukan karena PD menurunkan harga minyak. Lebih parah lagi, seharusnya kan bisa langsung turun sekaligus, sehingga tidak perlu dipolitisasi angka 3x gitu. Kenapa ngga sekalian saja turun 10x. Bisa-bisa saja kalau diirit turun sedikit demi sedikit. Lebih luar biasa lagi bukan? Untung iklan menjijikkan itu tidak muncul lagi.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2009/04/05/anti-megawati-di-facebook/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>75</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2009/04/05/anti-megawati-di-facebook/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Sales oh Sales (Kartu Kredit)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/LTkA7cGLke8/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2009/03/03/sales-oh-sales-kartu-kredit/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 03 Mar 2009 05:06:37 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Junk]]></category>
		<category><![CDATA[annoying]]></category>
		<category><![CDATA[anz]]></category>
		<category><![CDATA[credit card]]></category>
		<category><![CDATA[danamon]]></category>
		<category><![CDATA[hongkong and shanghai banking corporation]]></category>
		<category><![CDATA[hsbc]]></category>
		<category><![CDATA[kartu kredit]]></category>
		<category><![CDATA[limit]]></category>
		<category><![CDATA[mandiri]]></category>
		<category><![CDATA[marketing]]></category>
		<category><![CDATA[master]]></category>
		<category><![CDATA[penawaran]]></category>
		<category><![CDATA[sales]]></category>
		<category><![CDATA[spam]]></category>
		<category><![CDATA[telepon]]></category>
		<category><![CDATA[visa]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2009/03/03/sales-oh-sales-kartu-kredit/</guid>
		<description><![CDATA[Belakangan ini ekspansi bank-bank yang menjajakan kartu kredit sepertinya semakin merajalela saja. Tidak hanya berdiam diri menunggu calon customer datang menghampiri bank-nya, tapi mereka juga aktif hadir di berbagai sudut pusat perbelanjaan di berbagai level. Bahkan, bukan hanya sampai di sini, sepertinya di berbagai sudut pun kita bisa bertemu… sampai saya hendak melakukan perjalanan udara [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Belakangan ini ekspansi bank-bank yang menjajakan kartu kredit sepertinya semakin merajalela saja. Tidak hanya berdiam diri menunggu calon <em>customer</em> datang menghampiri bank-nya, tapi mereka juga aktif hadir di berbagai sudut pusat perbelanjaan di berbagai level. Bahkan, bukan hanya sampai di sini, sepertinya di berbagai sudut pun kita bisa bertemu… sampai saya hendak melakukan perjalanan udara pun di bandara bersua sales kartu kredit yang gigih tiada henti.</p>
<p>Dulu, saya pertama kali <em>apply</em> kartu kredit di tahun 1996/7, melalui program kartu kredit untuk mahasiswa tingkat akhir (minimal semester 6) dari Citibank. 2x <em>apply </em>gagal, tetap saja saya coba yang ketiga. Tapi ternyata ngga ada kabarnya. Ternyata oh ternyata, formulir saya terselip di meja sales-nya. Tiba-tiba di tahun 1998 saya menerima telpon, ditanya, apakah masih berminat atau tidak… Sekaligus diberitahu dengan jujur, bahwa formulirnya terselip! Dulu, saya sendiri yang “merengek-rengek” mohon di-<em>approve</em>.</p>
<p>Lain dulu, lain sekarang. Sambil jalan-jalan di pusat perbelanjaan pun kita bisa bertemu dengan sales yang menghampiri dan menawarkan kartu kredit. It’s okay. Yang ini, cukup kita bilang tidak dan terimakasih, urusan selesai. Walau sebenarnya <em>males</em> juga berbasa-basi.. Hampir semua orang ke mal buat jalan-jalan, cuci mata dan belanja! Bukan buat “diprospek”. Walau, sekali lagi, masih dimaafkan.</p>
<p> <span id="more-163"></span>
<p>&#160;</p>
<p>Urusan sales kartu kredit yang paling menyebalkan buat saya (dan bisa jadi Anda juga sama) adalah dihubungi melalui telepon! “Selamat siang, Bapak Rahmat Zikri. Kami dari Bank xxxxxxx, mau menawarkan program kartu kredit kami untuk Bapak… bla.. blaa..”. <em>Such annoying thing</em>. Sangat mengganggu. Telepon bisa berbunyi kapan saja di jam kerja. Kadang saya malas mengangkat nomor yang ngga jelas. Tapi kadang khawatir juga jangan-jangan yang menelepon ini justru mau kasih rejeki. Salah-salah angkat, ternyata yang menelepon adalah sales yang menawarkan barang, ya nasib. Saya coba membuat daftar kerugian ketika ditelepon oleh sales:</p>
<ol>
<li>Waktu terbuang percuma. Biasanya sales yang menelepon bilang bahwa mereka hanya meminta waktu 5 menit untuk menjelaskan. Tapi pada kenyataannya bisa berkisar 10 menit atau bahkan lebih. </li>
<li>Hilang produktivitas. Tentu saja berkaitan dengan waktu yang terbuang percuma di atas. Coba kalau dipakai mengerjakan hal-hal yang berguna lainnya. </li>
<li>Hilang <em>mood</em>. Bisa jadi waktu ditelepon itu sebenarnya saya sedang mengerjakan sesuatu. Misalnya membuat tulisan, laporan, <em>troubleshooting</em> masalah di server. Ketika saya tengah berkonsentrasi, tiba-tiba harus mendengarkan ‘ceramah’ ngga penting. Selesai dengar “kuliah 7 menit (kultum)” tentang benefit-benefit yang ditawarkan, konsentrasi sudah buyar. </li>
<li>dsb… dsb. </li>
</ol>
<p>Kalau pun akhirnya saya setuju untuk menerima tawaran, bukan berarti resiko tidak berlanjut. Justru resiko semakin besaarr. Data pribadi akan semakin besar peluangnya untuk tersebar. Sudah bukan rahasia, seorang sales yang pindah dari satu bank ke bank lain akan membawa serta data yang dia miliki. Bukan rahasia juga, bahwa di antara para sales bisa terjadi pertukaran data. <em>Udah</em> macam <em>cluster server</em> saja mereka.. bisa <em>synchronize</em>.</p>
<p>Siang ini, kembali saya menerima telepon. Siang ini juga langsung saya tulis di <em>blog</em>. Bagaimana ngga mau mabok, entah untuk yang ke-<strong>berapa puluh kali</strong>-nya sales Bank Danamon menelepon dan menawarkan kartu kredit. Lucu, yang terakhir ini dengan jujur bilang bahwa mereka mendapatkan data dari Bank Mandiri (bodoh, bagaimana mungkin bank-nya secara resmi mau <em>sharing</em> data nasabah dengan bank lain, kan bisa kehilangan nasabah bagus!). Lalu bertanya, berapa pagu kredit yang saya miliki di Bank Mandiri. Saya jawab jujur, kebetulan kartu ini salah satu yang berpagu rendah yang saya miliki. Mbak-nya bilang, mereka bisa mem-buat jadi <em>double</em> di Bank Danamon. Tetap saya tolak dengan halus. Bukan masalah dia bisa men-<em>double</em>. Kalau cuma limit batas kartu kredit, saat ini saya punya 4 kartu kredit platinum yang aktif. Tawaran itu hanyalah “a piece of cake”.</p>
<p>Pada peringkat ke-dua sebagai sales <em>annoying</em> adalah Hongkong and Shanghai Banking Corporation, alias HSBC. Jumlah sales yang menelepon memang tidak sebanyak rekor Bank Danamon, tapi kalau cuma angka 5 orang sales, saya ingat persis, pernah dihubungi. Nah, yang ini, referensinya adalah salah satu kartu platinum yang saya miliki. Sehingga penawarannya adalah limit yang lebih tinggi lagi. Dengan beberapa fasilitas yang ditawarkan, apalagi tahun pertama gratis, saya tertarik untuk mencoba. Mereka mengirimkan faks <em>application form</em> untuk Visa/Master <em>credit card</em>. Esoknya, mereka menjemput aplikasi tersebut. Beberapa hari kemudian saya ditelepon untuk verifikasi. Lalu, ada juga orang yang datang ke kantor. Tapi setelah itu, kutu kupret, ngga ada kabarnya lagi. Kartu pun tak kunjung muncul. Ya sudah, “lu pikir gua butuh?”. Mestinya mereka bersyukur saya mau menerima tawaran dan mengisi formulir mereka.</p>
<p>Dari beberapa kartu kredit yang saya miliki, saya menggunakan beberapa cara untuk memberikan “jebakan batman”. Saya bisa membedakan mana data yang dari Bank A, mana yang Bank B, atau Bank C. Bank HSBC mendapatkan data dari ANZ. Pernah juga ada data saya yang dari Citibank, kalau tidak salah ‘muncul’ di data sales-nya Bank Mega. Singkat kata, di bank mana pun Anda bikin kartu kredit, tidak ada jaminan data Anda dibawa ke luar bank tersebut. Bagaimana ini? Harusnya data <em>customer</em> itu adalah rahasia yang harus dijaga. Harusnya, Undang-undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE) dapat melindungi <em>privacy</em> setiap orang yang menjadi nasabah.</p>
<p>Oh iya, tawaran-tawaran via telepon ini bukan hanya datang dari sales kartu kredit. Tapi juga asuransi (di peringkat ke-dua), lalu membership hotel (jaringan).</p>
<p>Untuk tawaran dari sales kartu kredit, saya pernah diajak bertemu langsung sambil menjelaskan program-program mereka sambil ngopi-ngopi di cafe. Untuk tawaran membership hotel (beberapa jaringan hotel bintang 3-4-5 pernah menghubungi saya) lebih ‘ekstrem’ lagi. Salah seorang sales sebuah jaringan hotel bintang 4 di Bandung malah menawarkan menemani saya jalan-jalan kalau lagi di Bandung dan akan mengenalkan dengan manajernya, yang katanya “cantik lho pak!” <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Saya bukan anti dengan pekerjaan sales. Saya mengerti target apa yang harus mereka capai. Tapi, bisa-kah para sales (terutama kartu kredit dan asuransi) yang menawarkan produk ini berhenti “mengganggu” calon <em>customer</em>-nya melalui telepon? Bisa-kah mereka duduk manis di <em>kiosk</em> mereka di mal-mal (atau pun tempat lain) tanpa “menyatroni” orang yang lewat satu per-satu? Toh, sales-sales properti atau mobil di mal-mal bisa melakukan itu. </p>
<p>Menelepon seseorang tanpa diminta atau diharapkan, apalagi dengan tujuan menawarkan sebuah produk atau jasa, tidak ubahnya seperti SPAM pada email. Kalau spam itu masih bisa dicegah, dihapus, tapi kalau dikejar-kejar telepon ngga penting untuk menawarkan kartu kredit, lebih gawat dari SPAM EMAIL! Annoying dan menyita waktu.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2009/03/03/sales-oh-sales-kartu-kredit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2009/03/03/sales-oh-sales-kartu-kredit/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>NPWP Ya NPWP</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/ArJaPM8raoo/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2009/02/25/npwp-ya-npwp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 25 Feb 2009 04:37:33 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[bebas fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[gratis fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2009/02/25/npwp-ya-npwp/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak orang bertanya, “Gw sudah punya NPWP sejak lama, dibikinin ama kantor. Apakah ini berlaku juga untuk bebas fiskal atau mesti bikin NPWP sendiri?”. Lalu, entah dari mana asal-usulnya, tiba-tiba sempat beredar email yang isinya pemberitahuan bahwa NPWP karyawan (yang dibuat dari kantor) tidak berlaku untuk mendapatkan fasilitas bebas fiskal. Dsb.
Heboh. Panik. Bahkan sampai ada [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/12/24/prosedur-bebas-fiskal-ke-luar-negeri-dengan-npwp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Prosedur Bebas Fiskal ke Luar Negeri dengan NPWP'>Prosedur Bebas Fiskal ke Luar Negeri dengan NPWP</a> <small>Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul Punya NPWP, Bebas Fiskal...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/12/23/punya-npwp-bebas-fiskal-ke-luar-negeri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri'>Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri</a> <small>Beberapa waktu belakangan ini santer terdengar rumor yang mengatakan bahwa...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak orang bertanya, “Gw sudah punya NPWP sejak lama, dibikinin ama kantor. Apakah ini berlaku juga untuk bebas fiskal atau mesti bikin NPWP sendiri?”. Lalu, entah dari mana asal-usulnya, tiba-tiba sempat beredar email yang isinya pemberitahuan bahwa NPWP karyawan (yang dibuat dari kantor) tidak berlaku untuk mendapatkan fasilitas bebas fiskal. Dsb.</p>
<p>Heboh. Panik. Bahkan sampai ada juga yang bilang begini ke saya, “Beneran ga seh ini??? Duhhh pemerintah tuh ya kalau bikin peraturan selalu bikin emosi jiwa rakyat”. Belum lagi ada segelintir orang yang bersikap skeptis. Padahal, mereka yang ikut ribut dan panik ini belum tentu akan ke luar negeri! hahaha.</p>
<p> <span id="more-161"></span>
<p>Berdasarkan kepemilikannya, ada NPWP OP (Nomor Pokok Wajib Pajak Orang Pribadi), ada juga NPWP untuk badan usaha. Kerancuan mungkin saja bermula dari sini. NPWP OP adalah NPWP pribadi yang dimiliki oleh seorang individu. Tidak menjadi masalah apakah yang bersangkutan mengurus sendiri NPWP-nya, di-daftar-kan oleh orang lain, atau melalui kantor. Secara singkat, setelah orang ini terdaftar sebagai wajib pajak individu (pribadi), ya sudah. Urusan selesai. Sedangkan NPWP untuk badan usaha bisa disebut juga sebagai NPWP kantor. Dalam hal ini, institusi Anda (sebagai lembaga/badan/kantor) juga mesti terdaftar sebagai wajib pajak yang tentunya wajib membayar pajak juga. Sebagai institusi yang mencari keuntungan, adalah wajar bahwa kantor Anda terkena pajak, bukan? Nah, bisa saja kehebohan yang timbul karena ada yang bilang bahwa NPWP kantor tidak berlaku. Ya jelas saja-lah, kantor Anda tidak mungkin “jalan-jalan” ke luar negeri! Yang bisa “jalan-jalan” itu orangnya, pegawainya. Orang-orang ini-lah yang mesti memiliki NPWP. Terserah, bikin sendiri atau melalui kantor.</p>
<p>Jika ada yang mengatakan NPWP pribadi dari kantor (bukan NPWP kantor) tidak berlaku untuk bebas fiskal, silahkan saja dipakai logikanya. Andai Anda harus membuat NPWP baru (selain NPWP yang dari kantor, jadi Anda punya 2 NPWP), berapa besar penghasilan yang akan dilaporkan? Berapa nilai pajak yang harus dibayarkan? Yang <em>bener</em> aja kalau nilai gaji yang sama (yang diterima dari kantor) harus dipotong pajak dua kali (sekali di kantor, dan sekali lagi karena kebodohan Anda mendaftar NPWP lagi). Dengan logika yang sama, silahkan dipikirkan, apa bedanya NPWP yang dibikinkan oleh kantor dan NPWP yang Anda bikin sendiri? Toh sama-sama bayar pajak. Kenapa fasilitas harus dibedakan oleh negara? Hanya orang <em>keblinger</em> saja yang panik dan bilang begitu.</p>
<p>Masalah lain yang timbul dari kebijakan NPWP bisa dipakai untuk gratis fiskal ini adalah bagi mereka yang belum memiliki penghasilan, tidak mempunyai pekerjaan dan kondisi-kondisi sejenis. Pada beberapa kali jawaban yang saya berikan pada <em>posting </em>terdahulu, saya menyebut bahwa memiliki NPWP tidak otomatis berarti Anda harus bayar pajak. Kalau ternyata nilai penghasilan Anda di bawah nilai penghasilan kena pajak, tentunya tidak ada pajak yang harus dibayarkan, alias NIHIL. Masukkan nilai NIHIL ke dalam laporan tahunan (SPT).</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/12/24/prosedur-bebas-fiskal-ke-luar-negeri-dengan-npwp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Prosedur Bebas Fiskal ke Luar Negeri dengan NPWP'>Prosedur Bebas Fiskal ke Luar Negeri dengan NPWP</a> <small>Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul Punya NPWP, Bebas Fiskal...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/12/23/punya-npwp-bebas-fiskal-ke-luar-negeri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri'>Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri</a> <small>Beberapa waktu belakangan ini santer terdengar rumor yang mengatakan bahwa...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2009/02/25/npwp-ya-npwp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2009/02/25/npwp-ya-npwp/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>MVP 2009</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/vDmkmUsnT1k/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2009/01/03/mvp-2009/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 03 Jan 2009 03:21:13 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Junk]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2009/01/03/mvp-2009/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti pada awal tahun 2008 lalu, tahun ini pun alhamdulillah saya bisa mengawali posting di blog dengan sebuah kabar gembira. Tahun ini status MVP (Most Valuable Professional) saya di Exchange Server kembali diperpanjang oleh Microsoft.
Profil MVP saya bisa dilihat di sini.


Related posts:Birthday and MVP Today is my birthday&#8230; My, .. uhmmm, eergghh, probably my...About Me [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/01/13/birthday-and-mvp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Birthday and MVP'>Birthday and MVP</a> <small>Today is my birthday&#8230; My, .. uhmmm, eergghh, probably my...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/about/' rel='bookmark' title='Permanent Link: About Me'>About Me</a> <small> A blogger geek with a smiling face. Living in...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/01/04/tahun-baru-situs-baru-dan-mvp-baru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tahun Baru, Situs Baru dan MVP Baru'>Tahun Baru, Situs Baru dan MVP Baru</a> <small>1 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya ikutan nge-blog....</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti pada awal tahun 2008 lalu, tahun ini pun alhamdulillah saya bisa mengawali <em>posting</em> di blog dengan sebuah kabar gembira. Tahun ini status MVP (Most Valuable Professional) saya di Exchange Server kembali diperpanjang oleh Microsoft.</p>
<p>Profil MVP saya bisa dilihat di <a target="_blank" href="https://mvp.support.microsoft.com/profile/ZIKRI">sini</a>.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/01/13/birthday-and-mvp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Birthday and MVP'>Birthday and MVP</a> <small>Today is my birthday&#8230; My, .. uhmmm, eergghh, probably my...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/about/' rel='bookmark' title='Permanent Link: About Me'>About Me</a> <small> A blogger geek with a smiling face. Living in...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/01/04/tahun-baru-situs-baru-dan-mvp-baru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tahun Baru, Situs Baru dan MVP Baru'>Tahun Baru, Situs Baru dan MVP Baru</a> <small>1 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya ikutan nge-blog....</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2009/01/03/mvp-2009/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2009/01/03/mvp-2009/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Santa Claus bukan Sinterklas</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/EnbHrldcBWQ/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/12/26/santa-claus-bukan-sinterklas/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 26 Dec 2008 04:00:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[beda]]></category>
		<category><![CDATA[berbeda]]></category>
		<category><![CDATA[natal]]></category>
		<category><![CDATA[piet hitam]]></category>
		<category><![CDATA[santa claus]]></category>
		<category><![CDATA[sinterklaas]]></category>
		<category><![CDATA[sinterklas]]></category>
		<category><![CDATA[tidak sama]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/12/26/santa-claus-bukan-sinterklas/</guid>
		<description><![CDATA[Semalam, pada sebuah mal besar di Kelapa Gading Jakarta, terlihat serombongan orang (kurang-lebih 8-10 orang) yang berpakaian khas berwarna merah dan putih, berjenggot putih dan membawa karung merah berisi beragam snack yang dibagikan kepada anak-anak yang ada di mal tersebut. Ya, semua orang yang melihat langsung tahu bahwa mereka adalah Santa Claus. Tokoh yang selalu [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Semalam, pada sebuah mal besar di Kelapa Gading Jakarta, terlihat serombongan orang (kurang-lebih 8-10 orang) yang berpakaian khas berwarna merah dan putih, berjenggot putih dan membawa karung merah berisi beragam <em>snack</em> yang dibagikan kepada anak-anak yang ada di mal tersebut. Ya, semua orang yang melihat langsung tahu bahwa mereka adalah Santa Claus. Tokoh yang selalu muncul dan identik dengan perayaan hari natal di berbagai tempat, termasuk di mal-mal.</p>
<p>Sambil menonton rombongan Santa Claus tersebut melintas di depan saya, terdengar beberapa ibu memberitahu anak-anaknya, &#8220;Itu ada Sinterklas!&#8221;. Penyebutan Santa Claus sebagai Sinterklas merupakan hal yang sangat lazim bagi kebanyakan orang. Acapkali orang mengira bahwa Sinterklas adalah bahasa Indonesia-nya Santa Claus. Begitu juga bagi saya pribadi setidaknya sampai 1-2 tahun yang lalu, sampai ketika itu saya menemukan sebuah artikel yang menyebut bahwa Santa Claus tidak sama dengan Sinterklas!</p>
<p><span id="more-139"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p><strong>Sinterklas</strong></p>
<p>Sinterklas bernama asli Nikolas, lahir sekitar tahun 280M, di Turki, dari ayah seorang Arab. Santo Nikolas merupakan inspirasi utama figur orang kristen tentang Sinterklas.&nbsp; Nikolas adalah seorang uskup yang sangat terkenal akan kebaikannya memberi hadiah untuk orang miskin. Dia digambarkan berjanggut dengan jubah resmi sebagai uskup, lengkap dengan tongkatnya. <a href="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2008/12/windowslivewritersantaclausbukansinterklas-9268sint-in-spanje-2.jpg"><img border="0" alt="sint_in_spanje" align="right" src="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2008/12/windowslivewritersantaclausbukansinterklas-9268sint-in-spanje-thumb.jpg" width="132" height="176"/></a> </p>
<p>Pada cerita rakyat Belanda, Santo Nikolas alias Sinterklas ini dibantu oleh seorang budak Afrika yang disebut Zwarte Piet (di sini dikenal sebagai Piet Hitam). Beberapa cerita melukiskan bahwa Piet Hitam akan memukul anak nakal dengan tongkat dan memasukkannya ke dalam karung. Gambar Sinterklas dan Piet Hitam seperti terlihat di samping (gambar diambil dari <a target="_blank" href="http://id.wikipedia.org/wiki/Sinterklas">Wikipedia</a>).</p>
<p>Karena terkesan rasis, beberapa dasawarsa lalu cerita tentang Piet yang seorang budak Afrika ini diubah menjadi budak modern yang mempunyai muka hitam karena memanjat cerobong asap.</p>
<p>Karena kedekatan histori antara Indonesia dan Belanda, maka dapat dimaklumi bahwa cerita rakyat Belanda ini-lah yang lebih tersohor di Indonesia. Padahal selain berdasarkan cerita rakyat Belanda, masih ada beberapa versi cerita Sinterklas, walau sumber inspirasinya tetap sama: Santo Nikolas.</p>
<p>Akibat dari banyaknya versi dongeng tentang Sinterklas, sekali pun Sinterklas adalah cerminan seorang uskup gereja, Paus tidak yakin akan kebenarannya. Akibatnya, Vatikan menghapus nama Sinterklas dari kalender nama-nama orang suci.</p>
<p>Santo Nikolas wafat pada tanggal 6 Desember. Di negara-negara Eropa, tanggal 6 Desember ini diperingati sebagai Hari Sinterklas. </p>
<p><strong>Santa Claus</strong></p>
<p>Walau Santa Claus adalah juga terinspirasi oleh Sinterklas, Santa Claus bukanlah Sinterklas. Santa Claus adalah tokoh ciptaan Public Relation Manager Coca-Cola! Untuk meningkatkan penjualan dari Coca-Cola, mereka menciptakan tokoh Santa Claus. <a href="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2008/12/windowslivewritersantaclausbukansinterklas-9268santa-claus-2.gif"><img style="border-bottom: 0px; border-left: 0px; border-top: 0px; border-right: 0px" border="0" alt="santa-claus" align="right" src="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2008/12/windowslivewritersantaclausbukansinterklas-9268santa-claus-thumb.gif" width="105" height="109"/></a> </p>
<p>Santa Claus di sini digambarkan sebagai seorang kakek baik hati yang berasal dari kutub utara. Berjanggut putih lebat juga. Berjubah merah dominan dengan selingan warna putih, namun bukan berjubah uskup dan juga tidak bertongkat. Inilah bedanya. Perbedaan lain yang sangat jelas terlihat adalah Santa Claus tidak ditemani oleh Piet Hitam. Ini karena alasan orang Amerika tak mau disebut rasis, jadi Santa Claus tidak ditemani oleh pembantunya yang berkulit hitam.</p>
<p>Sebagai pelengkap cerita, Santa Claus diceritakan datang dari kutub utara dengan mengendarai kereta yang ditarik oleh beberapa ekor rusa.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/12/26/santa-claus-bukan-sinterklas/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/12/26/santa-claus-bukan-sinterklas/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Prosedur Bebas Fiskal ke Luar Negeri dengan NPWP</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/zhzGIFOpCe4/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/12/24/prosedur-bebas-fiskal-ke-luar-negeri-dengan-npwp/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 24 Dec 2008 08:01:26 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[bayar]]></category>
		<category><![CDATA[bebas fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[cara]]></category>
		<category><![CDATA[fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[luar negeri]]></category>
		<category><![CDATA[nomor pokok wajib pajak]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[prosedur]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/12/24/prosedur-bebas-fiskal-ke-luar-negeri-dengan-npwp/</guid>
		<description><![CDATA[Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri, ternyata menimbulkan pertanyaan lanjutan, bagaimana cara menikmati bebas fiskal ini?
Setelah Anda mendaftarkan diri sebagai wajib pajak dan memiliki NPWP (catatan: mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP tidak berarti Anda harus bayar pajak. Jika ternyata penghasilan tahunan di bawah nilai penghasilan tidak kena pajak, [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/12/23/punya-npwp-bebas-fiskal-ke-luar-negeri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri'>Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri</a> <small>Beberapa waktu belakangan ini santer terdengar rumor yang mengatakan bahwa...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2009/02/25/npwp-ya-npwp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: NPWP Ya NPWP'>NPWP Ya NPWP</a> <small>Banyak orang bertanya, “Gw sudah punya NPWP sejak lama, dibikinin...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/01/17/fiskal-dan-tikus-tikusnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Fiskal dan Tikus-tikusnya'>Fiskal dan Tikus-tikusnya</a> <small>Kendala bagi kebanyakan orang dengan dana pas-pasan ketika hendak jalan-jalan...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul Punya NPWP, <a href="http://www.zikri.com/2008/12/23/punya-npwp-bebas-fiskal-ke-luar-negeri">Bebas Fiskal ke Luar Negeri</a>, ternyata menimbulkan pertanyaan lanjutan, bagaimana cara menikmati bebas fiskal ini?</p>
<p>Setelah Anda mendaftarkan diri sebagai wajib pajak dan memiliki NPWP (catatan: mendaftarkan diri untuk memiliki NPWP tidak berarti Anda harus bayar pajak. Jika ternyata penghasilan tahunan di bawah nilai penghasilan tidak kena pajak, ya ngga ada pajak yang harus dibayar <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> ), kini kita berlanjut ke cara menggunakan kartu sakti NPWP untuk tidak membayar fiskal setiap kali hendak ke luar negeri.</p>
<p><span id="more-131"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p>Langkah-langkah yang perlu dilakukan adalah sebagai berikut:</p>
<ol>
<li>Menyerahkan fotokopi kartu NPWP atau Surat Keterangan Terdaftar (SKT) atau Surat Keterangan Terdaftar Sementara (SKTS), fotokopi paspor dan <em>boarding pass</em> ke petugas Unit Pelaksana Fiskal Luar Negeri (UPFLN). (Jika kartu NPWP atas nama Kepala Keluarga, maka anggota keluarga yang akan berangkat ke luar negeri harus melampirkan fotokopi kartu keluarga).</li>
<li>Petugas UPFLN menerima dan meneliti fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS, fotokopi paspor dan <em>boarding pass</em> serta fotokopi kartu keluarga, kemudian memasukkan NPWP pada aplikasi yang tersedia. </li>
<li>Apabila NPWP dinyatakan valid, maka petugas UPFLN menempelkan stiker tanda bebas fiskal pada bagian belakang <em>boarding pass</em> yang ditujukan untuk penumpang. </li>
<li>Penumpang menyerahkan <em>boarding pass</em> yang telah ditempel stiker Bebas Fiskal kepada petugas konter pengecekan FLN untuk diteliti. </li>
<li>Penumpang tujuan luar negeri tetap wajib membayar FLN jika: </li>
</ol>
<ul>
<li>tidak menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS  </li>
<li>menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS, namun <em>check digit</em> menyatakan tidak valid  </li>
<li>menyerahkan fotokopi kartu NPWP/SKT/SKTS yang dimiliki oleh Kepala Keluarga namun tidak melampirkan kartu keluarga atau melampirkan kartu keluarga tetapi nama penumpang tidak tercantum dalam susunan kartu keluarga itu.</li>
</ul>
<p>(disadur dari <a target="_blank" href="http://www.detikfinance.com/read/2008/12/24/115309/1058880/9/tak-punya-npwp-bayar-fiskal-rp-25-juta-mulai-1-januari-2009">detikFinance</a>/<a target="_blank" href="http://pajak.com/content/view/3168/1/">Pajak.com</a>).</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/12/23/punya-npwp-bebas-fiskal-ke-luar-negeri/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri'>Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri</a> <small>Beberapa waktu belakangan ini santer terdengar rumor yang mengatakan bahwa...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2009/02/25/npwp-ya-npwp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: NPWP Ya NPWP'>NPWP Ya NPWP</a> <small>Banyak orang bertanya, “Gw sudah punya NPWP sejak lama, dibikinin...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/01/17/fiskal-dan-tikus-tikusnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Fiskal dan Tikus-tikusnya'>Fiskal dan Tikus-tikusnya</a> <small>Kendala bagi kebanyakan orang dengan dana pas-pasan ketika hendak jalan-jalan...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/12/24/prosedur-bebas-fiskal-ke-luar-negeri-dengan-npwp/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>46</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/12/24/prosedur-bebas-fiskal-ke-luar-negeri-dengan-npwp/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Punya NPWP, Bebas Fiskal ke Luar Negeri</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/ohGA_5dDdPM/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/12/23/punya-npwp-bebas-fiskal-ke-luar-negeri/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 23 Dec 2008 02:01:05 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[bebas]]></category>
		<category><![CDATA[bebas fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[fiskal]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[laut]]></category>
		<category><![CDATA[nomor pokok wajib pajak]]></category>
		<category><![CDATA[npwp]]></category>
		<category><![CDATA[pajak]]></category>
		<category><![CDATA[udara]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/12/23/punya-npwp-bebas-fiskal-ke-luar-negeri/</guid>
		<description><![CDATA[Beberapa waktu belakangan ini santer terdengar rumor yang mengatakan bahwa di tahun 2009 ongkos fiskal ketika berpergian ke luar negeri akan naik sampai Rp 3.000.000,00&#160; 2.500.000,00! (catatan: berdasarkan siaran pers Dirjen Pajak pada tanggal 23 Desember 2008, diputuskan tarif fiskal bagi individu yang tidak memiliki NPWP adalah Rp 2.500.000,00. Nilai ini lebih rendah dibanding rencana [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/12/24/prosedur-bebas-fiskal-ke-luar-negeri-dengan-npwp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Prosedur Bebas Fiskal ke Luar Negeri dengan NPWP'>Prosedur Bebas Fiskal ke Luar Negeri dengan NPWP</a> <small>Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul Punya NPWP, Bebas Fiskal...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2009/02/25/npwp-ya-npwp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: NPWP Ya NPWP'>NPWP Ya NPWP</a> <small>Banyak orang bertanya, “Gw sudah punya NPWP sejak lama, dibikinin...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/01/17/fiskal-dan-tikus-tikusnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Fiskal dan Tikus-tikusnya'>Fiskal dan Tikus-tikusnya</a> <small>Kendala bagi kebanyakan orang dengan dana pas-pasan ketika hendak jalan-jalan...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Beberapa waktu belakangan ini santer terdengar rumor yang mengatakan bahwa di tahun 2009 ongkos fiskal ketika berpergian ke luar negeri akan naik sampai Rp <strike>3.000.000,00</strike>&nbsp; 2.500.000,00! (catatan: berdasarkan siaran pers Dirjen Pajak pada tanggal 23 Desember 2008, diputuskan tarif fiskal bagi individu yang tidak memiliki NPWP adalah Rp 2.500.000,00. Nilai ini lebih rendah dibanding rencana semula, Rp 3.000.000,00). Namun, tarif fiskal setinggi itu hanya dikenakan kepada mereka yang belum memiliki Nomor Pokok Wajib Pajak (NPWP). Untuk mereka yang telah memiliki NPWP <strong>tidak dikenakan biaya fiskal</strong>, alias <strong>bebas fiskal</strong>.</p>
<p>Ongkos fiskal yang selama ini sudah tinggi (Rp 1.000.000,00 untuk perjalanan udara dan Rp 500.000,00 untuk perjalanan laut) sekarang menjadi semakin tinggi. Tapi, disadari atau tidak, ini adalah trik untuk memaksa banyak orang untuk menjadi wajib pajak. Memang tidak semua orang akan melakukan perjalanan atau berpergian ke luar negeri. Sehingga dari sudut pandang ini, memiliki NPWP menjadi tidak ada gunanya juga.</p>
<p><span id="more-128"></span>
<p>Pada sebuah sesi penjelasan tentang NPWP yang saya ikuti, terlihat bahwa kepemilikan NPWP sangat menguntungkan untuk individu yang berstatus sebagai karyawan. Dari contoh hitung-hitungan yang ada, seorang pegawai yang memiliki NPWP kini akan membayar pajak lebih rendah ketimbang yang dibayarkan sebelumnya (dengan peraturan lama). Secara tidak langsung, terdapat selisih yang mengakibatkan &#8216;kenaikan&#8217; gaji tahunan &#8220;tak disengaja&#8221;. Sebaliknya, jika seorang pegawai belum memiliki NPWP, pajak yang harus dibayarkan menjadi lebih tinggi ketimbang mereka yang telah memiliki NPWP. Ini merupakan contoh kecil lainnya dari keuntungan memiliki NPWP saat ini.</p>
<p>Dari gencarnya Direktorat Jenderal Pajak dalam mengajak semua orang membuat NPWP, sepertinya yang menjadi target paling utama dalam waktu dekat adalah jumlah penerimaan pajak (secara kolektif) dari seluruh wajib pajak yang meningkat drastis. Berapa pun besar/kecilnya pajak yang Anda bayarkan, jika ini dilakukan dengan sadar oleh banyak orang, tentunya penerimaan kas negara semakin besar.</p>
<p>Ok, kembali lagi ke urusan utama soal <em>posting</em> ini. Dalam sebuah perjalanan kembali ke Jakarta, saya mampir mengisi BBM di sebuah pom bensin di pinggir Jakarta. Di sana tergeletak brosur mengenai <em>sunset policy</em> (kebijakan penghapusan sanksi pajak untuk semua individu yang mendaftarkan diri sebagai wajib pajak sebelum 31 Desember 2008). Salah satu keuntungan yang disebut di sana adalah gratis fiskal setiap kali berpergian ke luar negeri!</p>
<p>Menurut salah satu sumber yang pernah saya baca, gratis fiskal ini akan berlaku untuk setiap wajib pajak yang telah memiliki NPWP sekurang-kurangnya 1 (satu) bulan ketika melakukan perjalanan tersebut. Jadi, Anda tidak dapat membuat NPWP sehari sebelum berangkat ke luar negeri untuk menikmati fasilitas ini. Bebas fiskal juga berlaku untuk anak-istri si wajib pajak, sekali pun mereka (anak dan/atau istri) melakukan perjalanan tanpa didampingi si wajib pajak (ayah/suami). Yang penting ketika hendak pergi melengkapi diri dengan bukti/salinan NPWP yang dilengkapi juga dengan kartu keluarga.</p>
<p>Bagaimana cara membuat NPWP? Selain dengan mendatangi langsung Kantor Pelayanan Pajak (KPP) terdekat dari domisili Anda (alamatnya bisa dilihat di <a href="http://www.pajak.go.id/dmdocuments/alamat_kpp.xls">sini</a>), Anda juga dapat mendaftarkan diri melalui situs <em><a target="_blank" href="http://ereg.pajak.go.id/ereg/wp/Login.do">e-Registration</a></em>. Langkah pertama yang mesti dilakukan adalah membuat <em>login</em> terlebih dahulu. Setelah Anda bisa melakukan <em>login</em>, barulah Anda dapat masuk dan mengisi formulir pendaftaran.</p>
<p>Pada saat mengisi formulir, jika Anda adalah pegawai, pilih status usaha sebagai: karyawan yang tidak melakukan pekerjaan bebas. Lalu pada jenis usaha, masukkan nama perusahaan tempat Anda bekerja. Lengkapi data yang dibutuhkan pada formulir tersebut. Setelah selesai, cetak dan kirimkan (ke alamat KPP yang disebut) formulir tersebut bersama dokumen pelengkap seperti fotokopi KTP dan kartu keluarga. Kalau ada fotokopi NPWP perusahaan akan lebih afdol.</p>
<p>Jika masih kurang jelas, Anda dapat melihat presentasi petunjuk pendaftaran <em>online</em> melalui <em>link</em> <a target="_blank" href="http://www.pajak.go.id/doclink/Ereg.ppt">ini</a>, atau membuka situs utama <a target="_blank" href="http://www.pajak.go.id">Dirjen Pajak</a>, atau langsung mendatangi KPP terdekat.</p>
<p>Kini dengan memiliki NPWP kita tidak perlu pusing lagi mengakali bagaimana cara menuju <a target="_blank" href="http://www.zikri.com/2007/04/11/jalan-jalan-hemat-ke-singapura/">Singapura</a> atau <a target="_blank" href="http://www.zikri.com/2007/05/11/melancong-jalan-jalan-murah-hemat-ke-kuala-lumpur/">Kualalumpur</a> dengan biaya murah.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/12/24/prosedur-bebas-fiskal-ke-luar-negeri-dengan-npwp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Prosedur Bebas Fiskal ke Luar Negeri dengan NPWP'>Prosedur Bebas Fiskal ke Luar Negeri dengan NPWP</a> <small>Melanjutkan tulisan saya sebelumnya yang berjudul Punya NPWP, Bebas Fiskal...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2009/02/25/npwp-ya-npwp/' rel='bookmark' title='Permanent Link: NPWP Ya NPWP'>NPWP Ya NPWP</a> <small>Banyak orang bertanya, “Gw sudah punya NPWP sejak lama, dibikinin...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/01/17/fiskal-dan-tikus-tikusnya/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Fiskal dan Tikus-tikusnya'>Fiskal dan Tikus-tikusnya</a> <small>Kendala bagi kebanyakan orang dengan dana pas-pasan ketika hendak jalan-jalan...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/12/23/punya-npwp-bebas-fiskal-ke-luar-negeri/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>42</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/12/23/punya-npwp-bebas-fiskal-ke-luar-negeri/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Huru-Hara (Quick Count) Pemilu</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/w_b8PJLciWQ/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/11/25/huru-hara-quick-count-pemilu/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 24 Nov 2008 17:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[demokrasi]]></category>
		<category><![CDATA[hitung cepat]]></category>
		<category><![CDATA[margin error]]></category>
		<category><![CDATA[pemilihan umum]]></category>
		<category><![CDATA[pemilu]]></category>
		<category><![CDATA[prediksi]]></category>
		<category><![CDATA[quick count]]></category>
		<category><![CDATA[salah hitung]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi informasi]]></category>
		<category><![CDATA[TI KPU]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/11/25/huru-hara-quick-count-pemilu/</guid>
		<description><![CDATA[Pesta akbar demokrasi 5 tahunan di Indonesia sebentar lagi datang menjelang. Padahal masih hangat dalam ingatan bagaimana kesibukan saya dan teman-teman yang ketika itu tiba-tiba saja diminta membantu membereskan implementasi sistem TI KPU pada Pemilihan Umum 2004. Benar-benar tiba-tiba, karena saya baru mulai hadir per Februari 2004 dan teman-teman lain mulai berdatangan (dari Bandung ke [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/04/10/it-kpu-jalan-mundur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: IT KPU Jalan Mundur'>IT KPU Jalan Mundur</a> <small> Sebelum hari H pelaksanaan Pemilu 2009, kita bisa melihat...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/02/19/gonjang-ganjing-kpk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gonjang-ganjing KPK'>Gonjang-ganjing KPK</a> <small>Ada hal yang menarik di seputar KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pesta akbar demokrasi 5 tahunan di Indonesia sebentar lagi datang menjelang. Padahal masih hangat dalam ingatan bagaimana kesibukan saya dan teman-teman yang ketika itu tiba-tiba saja diminta membantu membereskan implementasi sistem TI KPU pada Pemilihan Umum 2004. Benar-benar tiba-tiba, karena saya baru mulai hadir per Februari 2004 dan teman-teman lain mulai berdatangan (dari Bandung ke Jakarta) per Maret 2004. Padahal Pemilu sendiri dilaksanakan pada bulan April 2004.</p>
<p><strong>Sistem TI Pemilu 2004</strong></p>
<p>Implementasi teknologi informasi pada Pemilu 2004 boleh dibanggakan oleh seluruh rakyat Indonesia sebagai bukti demokrasi yang luar biasa terjadi di Indonesia. Kenapa begitu? Implementasi TI Pemilu 2004 memungkinkan siapa pun dan dari mana pun dapat memeriksa kebenaran perolehan suara yang masuk ke KPU Pusat dengan data aslinya di lapangan. Maksudnya, jika Anda mengetahui data rekapitulasi perolehan suara di sebuah TPS, misal TPS 001 di sebuah kelurahan, silahkan buktikan bahwa nilai tersebut benar-benar sama persis ditampilkan di situs tabulasi nasional Pemilu 2004.</p>
</p>
<p><span id="more-124"></span>
<p>Dengan adanya implementasi seperti di atas, yang memungkinkan visualisasi data sampai unit terkecil (Tempat Pemungutan Suara alias TPS), jelas tidak mungkin ada yang nekat bermain untuk memanipulasi perolehan suara! Siapa pun bisa mencocokkan data dari TPS mana pun. Hanya Tuhan yang tahu TPS mana yang tidak ada seorang pun yang mencocokkan datanya di web.</p>
<p>Sebagai sebuah negara yang besar, baik dari jumlah penduduk mau pun wilayah geografis, sudah barang tentu pesta demokrasi yang sangat transparan proses perhitungan suaranya ini otomatis pula menjadi pesta demokrasi terbesar. Bukan hanya karena jumlah penduduk atau luas wilayahnya, tapi kita juga sebagai negara terbesar yang sangat demokratis dalam memilih presidennya secara langsung!</p>
<p>Negara adidaya sehebat Amerika Serikat pun tidak melakukan seperti apa yang kita lakukan. Pada pemilihan presiden di Amerika Serikat, rakyat memang memilih pasangan capres-cawapres yang mereka inginkan. Tapi, hasil akhir bukanlah pada siapa pasangan yang paling banyak dipilih, melainkan menggunakan konsep perwakilan. Wilayah Amerika Serikat yang sangat luas itu dibagi ke dalam beberapa wilayah pemungutan suara yang disebut dengan <em>electoral vote</em>. Kalau tidak salah terdapat 538 buah <em>electoral votes</em>. Jika pada sebuah wilayah <em>electoral vote</em> yang lalu, katakanlah ternyata Obama meraih 51% dan lawannya (McCain) mendapatkan 49%, maka pada wilayah <em>electoral vote</em> yang bersangkutan Obama -lah pemenangnya. Untuk dapat memenangkan pemilu presiden, dibutuhkan kemenangan setidaknya di 270 wilayah (50% +1 dari total <em>electoral votes</em>). Dengan demikian, tidak perlu dikalkulasikan total seluruh perolehan suara se-Amerika Serikat. Bahkan, bisa saja terjadi ternyata secara keseluruhan sebenarnya lebih banyak pemilih pasangan yang kalah (jika jumlah selisih <em>electoral vote</em> nya tidak besar, misal 274 : 264).</p>
<p>Dengan sistem pemilihan seperti di atas, sekali lagi kita boleh berbangga, bahwa kita adalah negara terbesar di dunia yang sangat demokratis, 1 orang 1 suara untuk memilih Presiden pilihannya sendiri. Lebih dari itu, sistem yang dikembangkan pun boleh jadi adalah yang pertama di dunia. Belum pernah ada negara yang mengimplementasikan proses kalkulasi dan visualisasi lewat Internet sampai pada unit terkecil (TPS; kurang lebih 700 ribuan) dengan cakupan 5.000-an Kecamatan di 400-an Kabupaten/Kota pada 32 propinsi yang ada di seluruh Indonesia. </p>
<p><strong>Transparansi dan Data Pembanding</strong></p>
<p>Benang merah dari penggunaan sistem TI pada Pemilu 2004 lalu adalah transparansi. Di tengah krisis multidimensi yang dihadapi bangsa ini, siapa yang mau percaya begitu saja dengan hasil hitungan manual? Bukankah bisa saja terjadi manipulasi di tengah jalan sehingga data bisa berubah? Nah, visualisasi data pemilu secara transparan melalui Internet bisa memastikan bahwa data aman tidak mengalami perubahan apa pun. Visualisasi ini bisa juga disebut sebagai papan tulis nasional. Jika di TPS di berbagai pelosok kalkulasi benar-benar dicatat dan dihitung pada papan tulis secara harfiah, pada tingkat nasional papan tulis yang digunakan adalah situs Internet.</p>
<p>Pada Pemilu 2004, karena berbagai alasan teknis dan non-teknis, <em>coverage</em> wilayah yang menggunakan penghitungan suara menggunakan teknologi informasi memang belum 100%, baru sampai 90-an %. Dengan kata lain, hasil perolehan suara lewat sistem TI Pemilu 2004 pasti-lah &#8216;kalah&#8217; dari hasil kalkulasi manual, karena &#8220;tidak pernah&#8221; sampai finish. Namun demikian, karena sistem TI pada Pemilu 2004 memang bukan dibikin sebagai mesin hitung, peran utama yang dijalankan adalah sebagai alat pembuktian transparansi pada pemilu dan juga sebagai pembanding jika ternyata terdapat perbedaan di luar nilai toleransi. Dengan tingkat ketelitian mencapai 90-an% data aslinya (total suara yang masuk), tingkat presisi dan akurasi data yang ditampilkan lewat situs <a href="http://tnp.kpu.go.id">http://tnp.kpu.go.id</a> pada hampir 5 tahun yang lalu adalah sangat baik.</p>
<p><strong>Hitung Cepat Ala Pihak Ketiga</strong></p>
<p>Pada masa Pemilu 2004 dan masa-masa pemilihan kepala daerah di berbagai tempat di Indonesia belakangan ini semakin marak lembaga-lembaga independen yang melakukan hitung cepat. Berbagai nama dipakai, salah satu diantaranya yang populer adalah <em>Quick Count</em>.</p>
<p>Melalui ilmu statistika dan metoda-metoda pengambilan <em>sampling</em> datanya masing-masing, lembaga-lembaga ini mencoba &#8216;menebak&#8217; hasil akhir perolehan suara. Sesuai teknik yang digunakan, <em>sampling</em>, jumlah TPS yang diambil &#8216;hanya-lah&#8217; <em>sample</em> alias contoh alias perwakilan saja. Jumlah <em>sampling </em>TPS yang diambil pun tidak banyak, mungkin sekitar 5-10% saja. Semakin sedikit persentase jumlah TPS yang diambil, semakin rendah pula tingkat presisi dan akurasi hasil yang diperoleh.</p>
<p>Hitung cepat ini tidak salah. Tinggal bagaimana mekanisme <em>sampling</em> yang dijalankan saja, agar dapat mewakili kondisi aslinya se-ideal mungkin. Yang menjadi masalah (setidaknya pada Pemilu 2004 lalu) adalah gembar-gembor yang terlalu berlebihan, seakan-akan keberadaan hitung cepat yang cukup menggunakan &#8216;laporan&#8217; dari para relawan di TPS ke &#8217;server&#8217; induk tempat mengumpulkan semua laporan tersebut melalui SMS ini jauh lebih hebat dan mumpuni ketimbang sistem TI pada Komisi Pemilihan Umum (KPU) Pusat. Sehingga ketika &#8216;pagi-pagi&#8217; lembaga penyelenggara hitung cepat ini berani mengumumkan hasil sebelum sistem TI Pemilu 2004 selesai menerima seluruh data dari seluruh Indonesia (apalagi dibanding hasil kalkulasi manual), hujatan lah yang diperoleh oleh teman-teman di belakang jalannya sistem TI Pemilu 2004. Padahal, coba tunjukkan, bagaimana sistem hitung cepat ini bisa dipakai untuk membuktikan bahwa tidak ada manipulasi di TPS 001 misalnya. Segudang <em>benefit</em> lainnya dari keberadaan sistem TI Pemilu 2004 ini mungkin secara khusus akan saya tuliskan pada <em>posting</em> terpisah.</p>
<p>Hitung cepat dan sistem TI KPU adalah 2 hal yang sebenarnya sangat berbeda. Hitung cepat memberikan analisis/prediksi yang tentunya bersifat kualitatif, sedangkan sistem TI KPU memberikan data yang bersifat kuantitatif. Secara spesifik kita dapat melihat hasil perolehan suara di setiap TPS di seluruh Indonesia. Implementasi sistem TI KPU dapat dipakai sebagai pembuktian atau pemeriksaan silang hasil yang ada. Sedangkan hasil hitung cepat karena sifatnya yang &#8216;hanya&#8217; mem-prediksi (dengan ilmu statistik tentu akan melahirkan sebuah rentang toleransi kesalahan yang disebut <em>margin of errors</em>) hasil sebuah pemilu/pilkada. </p>
<p><strong>Prahara Hitung Cepat</strong></p>
<p>Setelah &#8216;terlena&#8217; dengan berbagai hasil pada pemilu dan pilkada dalam 4 tahun terakhir, sepertinya lembaga-lembaga penyelenggara hitung cepat ini saling berlomba untuk mengklaim bahwa lembaganya adalah penghitung yang paling mumpuni. Seakan lupa pada kodratnya bahwa yang mereka lakukan sebenarnya hanyalah <em>sampling</em>. Gembar-gembor klaim kebanggaan diri ini pula yang membawa sebagian masyarakat percaya bahwa hasil hitungan lembaga <em>sampling</em> ini adalah sebuah kebenaran yang absolut. Masyarakat lupa, atau bahkan mungkin tidak tahu, bahwa yang dilakukan adalah mengambil sebagian kecil data untuk mencoba menebak hasil akhir berdasarkan &#8216;perwakilan&#8217; suara tadi.</p>
<p>&#8216;Kelucuan&#8217; itu akhirnya datang juga. Pada Pilkada Jawa Timur 2008 yang baru berlalu, semua lembaga penyelenggara hitung cepat mengumumkan pemenangnya adalah pasangan Khofifah Indar Parawansa-Mujiono. &#8216;Kemenangan&#8217; yang disebutkan oleh semua lembaga hitung cepat itu memang tipis jika dibandingkan pasangan yang &#8216;kalah&#8217;, yaitu Sukarwo-Syaifullah Yusuf.</p>
<p>Dengan perbedaan yang sangat tipis (misal 51% : 49%), hasil &#8216;tebakan&#8217; hitung cepat yang dilakukan oleh lembaga-lembaga independen ini sangat riskan dan sangat mungkin salah tebak. Jika seandainya ada 1.000 TPS di seluruh Jawa Timur, lalu tidak sampai 100 buah TPS yang di-<em>sampling</em>, tentu sangat sulit untuk menjamin bahwa hasil yang diperoleh benar-benar berasal dari 100 TPS yang benar-benar &#8216;mewakili&#8217; keadaan aslinya. Dengan demikian, bisa saja terjadi &#8220;salah pilih&#8221; TPS.</p>
<p>Kemungkinan lain yang paling logis secara akademis adalah selisih perbedaan yang tipis tersebut masuk dalam nilai batas (plus-minus) alias toleransi hitungan. Misalnya, jika total suara yang masuk adalah 100.000 suara, jika dikatakan 50.600 suara memilih Khofifah-Mujiono dan 49.400 memilih Sukarwo-Syaifullah. Dengan tingkat toleransi -misal- 5%, artinya nilai tersebut mungkin sekali kelebihan atau kekurangan 5%. Hasilnya, bisa saja ternyata yang menang sebenarnya adalah pasangan Sukarwo-Syaifullah.</p>
<p>&#8220;Paduan suara&#8221; 4 lembaga survai hitung cepat yang mengumumkan hasil yang ternyata &#8217;salah&#8217; ini tentu jadi &#8216;lucu&#8217; ketika ternyata KPU selesai melakukan hitungan atas seluruh suara yang masuk yang menyebut pemenang adalah Sukarwo-Syaifullah.</p>
<p>Memang masih ada 1 kemungkinan lain. KPU &#8217;salah&#8217; hitung atau ada manipulasi suara entah di tingkat mana. Tapi dengan tingkat transparansi pemilu seperti sekarang, kecil sekali kemungkinan hal ini terjadi. Jadi, yang paling masuk akal adalah masalah statistik dan tingkat toleransinya itu.</p>
<p>Setelah bertahun-tahun bersikap seakan hasil hitungannya adalah prediksi paling absolut dan seakan tak mungkin salah, kali ini bisa dibilang &#8220;kena batunya&#8221;. Ketika salah &#8216;berjamaah&#8217; ini terjadi, dengan sedikit malu-malu lembaga-lembaga ini menyebut soal kecilnya selisih kemenangan tersebut sebagai nilai yang masuk di dalam toleransi kesalahan statistik dari data yang digunakan. Memang sih, alasan ini benar secara akademis. Yang masih tidak benar adalah adanya &#8216;kepercayaan&#8217; sebagian orang bahwa data prediksi hitung cepat adalah sebuah kebenaran hakiki. Ketika pihak yang kalah merasa ter-zalimi (karena menurutnya, dari hitung cepat 4 lembaga menyatakan bahwa merekalah pemenangnya), tuduhan adanya manipulasi di sisi KPU pun menjadi sebuah upaya meraih kembali &#8216;kemenangan&#8217; tersebut.</p>
<p>Tulisan ini terinspirasi oleh keinginan <em>sharing</em> kembali atas apa yang terjadi pada Pemilu 2004, dan juga &#8216;kelucuan&#8217; atas sebuah <a target="_blank" href="http://www.detiknews.com/read/2008/11/24/174529/1042177/10/jika-kalah-di-mk-kaji-akan-lapor-ke-kua">berita</a> yang menyebut bahwa pihak Khofifah-Mujiono akan membawa data hasil hitung cepat sebagai salah satu bukti adanya dugaan kecurangan dalam pilkada! aya-aya wae.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/04/10/it-kpu-jalan-mundur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: IT KPU Jalan Mundur'>IT KPU Jalan Mundur</a> <small> Sebelum hari H pelaksanaan Pemilu 2009, kita bisa melihat...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/02/19/gonjang-ganjing-kpk/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Gonjang-ganjing KPK'>Gonjang-ganjing KPK</a> <small>Ada hal yang menarik di seputar KPK (Komisi Pemberantasan Korupsi)...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/11/25/huru-hara-quick-count-pemilu/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/11/25/huru-hara-quick-count-pemilu/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Jangan Kirimi Aku Hoax!</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/9fZ0cxaoePw/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/10/31/jangan-kirimi-aku-hoax/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 31 Oct 2008 08:25:24 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Junk]]></category>
		<category><![CDATA[hoax gratis apple pesan berantai masjid nabawi yahoo friendster]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/?p=116</guid>
		<description><![CDATA[Hoax, alias berita palsu yang dibuat sedemikian rupa sehingga seakan-akan mengandung kebenaran. Ada macam-macam tujuan orang membuat hoax, mulai dari iseng, sekedar guyonan, sampai ke maksud-maksud tertentu yang lebih serius.
Walau salah satu tujuan awal mungkin sekali guyonan si pembuat (tangan pertama), namun seringkali hoax yang saya terima bertendensi ditanggapi serius oleh orang yang mem-forward ke [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><em>Hoax</em>, alias berita palsu yang dibuat sedemikian rupa sehingga seakan-akan mengandung kebenaran. Ada macam-macam tujuan orang membuat <em>hoax</em>, mulai dari iseng, sekedar guyonan, sampai ke maksud-maksud tertentu yang lebih serius.</p>
<p>Walau salah satu tujuan awal mungkin sekali guyonan si pembuat (tangan pertama), namun seringkali <em>hoax</em> yang saya terima bertendensi ditanggapi serius oleh orang yang mem-<em>forward</em> ke alamat email atau messenger saya. Lebih gawat lagi, ternyata tidak sedikit teman-teman kita yang berperilaku seperti itu (baca: sangat hobi mem-<em>forward</em> pesan yang sebenarnya sebuah <em>hoax</em> belaka!). Hasilnya, jadilah saya secara bertubi-tubi akan menerima sebuah <em>hoax</em> yang sama pada musimnya (kadangkala <em>hoax</em> lama pun masih bisa muncul lagi).<br />
<span id="more-116"></span><br />
<strong>Hoax Yahoo!<br />
</strong><br />
Pertengahan Oktober lalu beredar sebuah hoax yang menyebut <a href="http://www.yahoo.com">Yahoo!</a> hampir bangkrut. Salah satu konsekuensinya adalah Yahoo! harus mengurangi jumlah user. Namun demikian, mereka hanya akan menghapus user-user yang sudah tidak aktif lagi. Untuk membantu pihak Yahoo! mengetahui mana user yang masih aktif, harap forward pesan ke semua teman-teman di dalam <em>list</em> Yahoo! Messenger. </p>
<p>Pesan ini cukup membuat panik sebagian pengguna Yahoo! Messenger di Indonesia. Terbukti secara bertubi-tubi saya menerima <em>forward-forward</em>-an dari beberapa orang yang takut ngga bisa <em>chatting</em> lagi di YM. Beberapa orang yang sebenarnya tidak tergolong gemar mem-<em>forward hoax</em> pun bertanya-tanya, &#8220;emang isi pesan itu benar ngga sih?&#8221;</p>
<p>Atas pertanyaan yang datang bertubi-tubi tersebut, saya jawab singkat saja. Ngga perlu menjadi &#8220;orang IT&#8221; untuk bisa menggunakan akal sehat, bayangkan kamu yang jadi &#8220;orang Yahoo&#8221;&#8230; ngga sulit untuk melihat log mereka, mana saja user yang aktif dan tidak aktif. Bahkan kalau mereka mau pun, bisa diperoleh data kapan login terakhir! Bodoh sekali jika perusahaan IT sebesar dan sehebat Yahoo masih butuh bantuan &#8220;forward-forward-an&#8221; untuk mendeteksi siapa user yang masih aktif.</p>
<p><strong>Hoax Friendster</strong></p>
<p>Pada kesempatan lain (kira-kira 1-2 tahun yang lalu), yang menjadi korban adalah <a href="http://www.friendster.com">Friendster</a>. Sebuah pesan yang beredar di <em>bulletin board</em> dan juga <em>personal message</em> menyebut bahwa Friendster yang selama ini gratis akan men-<em>charge</em> iuran dari user-nya. Kali ini hoax mengajak seluruh pengguna Friendster untuk beramai-ramai mengirimkan pesan tersebut ke semua teman-temannya, untuk menunjukkan bahwa mereka tidak setuju Friendster mengutip bayaran dari penggunanya.</p>
<p>Sama seperti <em>hoax</em> Yahoo!, hanya orang bodoh dan ketakutan ngga bisa Friendster-an lagi saja yang panik dan ikut menyebar berita palsu tersebut. Tahu-kah Anda, pemuda berusia 23 tahun yang membuat <a href="http://www.facebook.com">Facebook</a> ditasbihkan sebagai ABG terkaya yang memperoleh uang dari upayanya sendiri (bukan karena warisan)? Apakah Facebook mengutip bayaran dari user-nya? Nah, setali tiga uang-lah dengan Friendster. Walau bukan yang terkaya seperti yang bikin Facebook, tetap saja pasti duit senilai milyaran rupiah bisa dimiliki olehnya. Lebih dari itu semua, ngga usah takut mati hanya karena ngga bisa Friendster-an atau YM-an. Mati satu (kalau memang benar-benar mati) bisa tumbuh seribu yang lain. Ada yang nekat mengutip bayaran, cari yang bisa kasih gratis. Beres.</p>
<p><strong>Hoax Bawa-bawa Agama</strong></p>
<p>Ada lagi jenis <em>hoax</em> yang kurang-ajar. Bawa-bawa agama. Sebagai muslim, sudah barangtentu yang sering saya dapat adalah yang berkaitan dengan Islam. Tapi ini bukan berarti tidak ada <em>hoax</em> yang bawa-bawa agama lain. Sebuah hoax yang paling populer adalah yang menyebut-nyebut bahwa pesan yang disampaikan di dalam email tersebut berasal dari imam masjid Nabawi (masjid nabi di Madinah, Arab Saudi). Konon pesan berantai (<em>hoax</em>) ini sudah berumur puluhan tahun. Setidaknya pada masa usia Sekolah Dasar di pertengahan tahun 80-an saya pernah membacanya dalam bentuk selebaran fotokopian (tentu sekarang ber-metamorfosis dalam bentuk email). Ada juga email mirip, tidak bawa-bawa imam masjid Nabawi (atau imam mana pun), namun muatannya sama. Singkatnya berisi ancaman di situ. Jika mem-<em>forward</em>/menyebarkan ke sekian orang (katakanlah 20 orang), tunggu-lah akan ada mukjizat/keberuntungan yang diterima. Namun jika mengabaikan, awas!! Anda bisa mendapatkan musibah.</p>
<p>Isi pesannya mungkin baik. Berisi nasihat, berisi kebaikan. Tapi kalau Anda mem-forward karena percaya akan mendapat keberuntungan, apalagi kalau karena takut mendapat musibah, bisa dibilang sudah masuk kategori syirik. Setidaknya kalau cuma dosa saja sih bisa dipastikan-lah. Masa percaya masalah keberuntungan dan kesialan hanya karena urusan <em>forward-forward</em> email. Aya-aya wae.</p>
<p><strong>Hoax Barang Gratisan</strong></p>
<p>Nah, hari ini, lagi-lagi untuk kesekian-kalinya, ada lagi beberapa orang yang percaya dengan sebuah hoax yang menyebut jika kamu mem-forward pesan yang katanya dari sebuah produsen barang elektronik (hari ini yang beredar adalah bagi-bagi <em>handphone</em> Apple iPhone 3G) ke 20 orang, Anda akan mendapatkan sebuah <em>handphone</em> Apple iPhone 3G gratis! Apple iPhone gratis punya bapak moyangnya.</p>
<p>Isi pesan <em>hoax</em> ini meminta Anda mem-<em>forward</em> ke-20 alamat email berbeda, dan jangan lupa menaruh alamat email yang katanya adalah email-nya staf sales Apple di Jakarta, dengan alamat:  jkt.applecorp@asia.com. Dasar bodoh! Coba buka www.asia.com, itu website-nya Apple atau bukan? Lebih bodoh lagi, mau percaya bahwa hanya dengan mengirim ke-20 alamat bisa dapat <em>handphone</em> mahal dengan mudah dan gratis. Mungkin sudah penyakit sebagian orang Indonesia yang sudah stres hidup susah. Begitu lihat ada sesuatu yang demikian mudah diraih, tanpa pikir panjang langsung disikat. </p>
<p><strong>Hoax Matahari Bersinar 36 Jam</strong></p>
<p>Boleh jadi ini adalah<em> hoax of the month</em> di bulan Oktober. Entah dari mana asal usulnya, tapi tidak sedikit orang-orang yang mem-forward sebuah berita yang menyebut pada tanggal xx Oktober lalu (kalau tidak salah 17 Oktober?) matahari akan bersinar terus menerus selama kurang lebih 36 jam di Jakarta. Mungkin ini puncak kebodohan pada penggemar kabar burung. Entah apa yang mereka pikirkan ketika ternyata senja hari matahari terbenam seperti biasa di tanggal tersebut. <em>Hoax</em> yang ini ngga usah dibahas panjang lebar lah. Bodoh ya bodoh saja, tapi jangan kebangetan.</p>
<p><strong>Hoax Operasi Kontra Intelijen</strong></p>
<p>Awal tahun ini saya juga sempat kebanjiran hoax tentang <a href="http://www.bca.co.id">BCA</a>. Di sini disebut bahwa pada sebuah tanggal, sekitar jam 00.00-03.00 (kalau tidak salah sekitar itu), Pihak IT Bank BCA akan mengadakan perubahan sistem. Untuk itu ada kemungkinan nasabah bisa mengalami gagal transaksi jika menggunakan mesin ATM pada jam-jam tersebut. </p>
<p>Semua orang bodoh dan penggemar berita burung beramai-ramai mem-<em>forward</em> pesan ini, via YM, Friendster, mailinglist, dsb. Coba dipikir baik-baik, pesan tersebut sebenarnya ditujukan kepada penghuni alam gaib yang mungkin ingin mengambil uang pada jam segitu! Jadi, kirim-lah <em>forward message</em> tersebut ke syaitanirrojim dan kawan-kawan. </p>
<p>Bicara agak serius sedikit, sebuah perusahaan sebesar BCA pasti memiliki <em>action plan</em> yang jelas, bagaimana cara mereka mengantisipasi kegagalan proses penggantian sistem (jika memang benar saat itu mereka akan melakukan perubahan). Perusahaan sebesar ini pasti punya prosedur yang sudah dipersiapkan sedemikian rupa, bahkan mestinya bersifat <em>zero tollerance</em> terhadap kegagalan, apalagi yang berakibat merugikan nasabah. Di tengah kompetisi antar bank yang semakin ketat seperti saat ini, sebuah bank yang <em>service</em>-nya ngga becus, apalagi kalau ATM nya mesti berhenti beroperasi karena ada <em>updating</em> terhadap sistem, bisa-bisa ditinggal oleh nasabahnya pindah ke bank lain!</p>
<p>Puncak kebodohan pada email ini adalah penutup pada email tersebut. Di situ disebut sebuah nama yang &#8216;katanya&#8217; pegawai BCA. Tapi yang menggelikan adalah status (jabatan)-nya. Saya lupa persisnya, tapi kalau tidak salah si mbak ini disebut di situ adalah staf Divisi Legal. <em>Come on</em>, apa urusannya <em>upgrading</em> sistem IT dengan mbak-mbak Legal ini? Masih mending kalau di situ disebut dia adalah <em>Public Relations</em>. Ada yang masih coba berargumentasi, mungkin si mbak ini cuma mau sharing saja. Seandainya saya adalah atasannya di BCA, saya langsung memecat dia! Kenapa? segala sesuatu yang ada di internal perusahaan itu harus ada <em>standard operation procedure</em>-nya. &#8220;Membocorkan&#8221; informasi kemungkinan adanya <em>failure </em>pada proses <em>upgrade</em> &#8220;nanti malam&#8221; ke publik adalah kesalahan fatal yang bisa menurunkan kredibilitas perusahaan.</p>
<p>Saking kesalnya dengan kebodohan para penggemar berita burung ini, saya iseng membuat sebuah aksi &#8220;kontra intelijen&#8221;. Saya coba susun ulang sebuah pesan dengan gaya bahasa yang sama, juga &#8220;ditandatangani&#8221; oleh nama mbak yang sama, namun kali ini saya sebut bahwa ada ralat terhadap pemberitahuan sebelumnya. Saya sebut bahwa proses <em>upgrading</em> tidak jadi dilakukan pada tanggal yang sudah disebut sebelumnya. Pesan ini saya sebarkan ke beberapa orang penggemar kabar burung. Hasilnya, operasi &#8220;kontra intelijen&#8221; berjalan dengan arah kebalikan&#8230; Pesan ralat ini pun beredar dengan cepat. Dasar bodoh.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/10/31/jangan-kirimi-aku-hoax/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/10/31/jangan-kirimi-aku-hoax/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>My Technical Blog</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/Xdt6pE5yt3E/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/10/01/my-technical-blog/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 01 Oct 2008 01:39:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geek]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[blog]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft user group indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[mugi]]></category>
		<category><![CDATA[technical]]></category>
		<category><![CDATA[teknologi]]></category>
		<category><![CDATA[zikri]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/10/01/my-technical-blog/</guid>
		<description><![CDATA[Sejak 2 minggu yang lalu, saya mengaktifkan situs blog di server MUGI (Microsoft User Group Indonesia). Situs blog baru tersebut beralamat http://mugi.or.id/blogs/zikri. 
Pada blog tersebut di atas, saya akan mempublikasikan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan teknologi Microsoft. Tulisan-tulisan akan memiliki rentang bobot dari yang sangat sederhana sampai yang techie. Sedang blog www.zikri.com ini akan diarahkan menjadi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/05/05/pengurus-mugi-nasional/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengurus MUGI Nasional'>Pengurus MUGI Nasional</a> <small>Pada pertemuan luar biasa MUGI (Microsoft Users Group Indonesia) kepengurusan...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/01/04/tahun-baru-situs-baru-dan-mvp-baru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tahun Baru, Situs Baru dan MVP Baru'>Tahun Baru, Situs Baru dan MVP Baru</a> <small>1 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya ikutan nge-blog....</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Sejak 2 minggu yang lalu, saya mengaktifkan situs blog di server MUGI (Microsoft User Group Indonesia). Situs blog baru tersebut beralamat <a href="http://mugi.or.id/blogs/zikri">http://mugi.or.id/blogs/zikri</a>. </p>
<p>Pada blog tersebut di atas, saya akan mempublikasikan tulisan-tulisan yang berkaitan dengan teknologi Microsoft. Tulisan-tulisan akan memiliki rentang bobot dari yang sangat sederhana sampai yang <em>techie</em>. Sedang blog <a href="http://www.zikri.com">www.zikri.com</a> ini akan diarahkan menjadi situs blog yang lebih ke arah umum (seperti yang telah terkondisikan selama ini). </p>
<p>Jadi, mulai saat ini rajin-rajin juga membuka situs <a href="http://mugi.or.id/blogs/zikri">http://mugi.or.id/blogs/zikri</a>, selain <a href="http://www.zikri.com">http://www.zikri.com</a> tentunya.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/05/05/pengurus-mugi-nasional/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Pengurus MUGI Nasional'>Pengurus MUGI Nasional</a> <small>Pada pertemuan luar biasa MUGI (Microsoft Users Group Indonesia) kepengurusan...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/01/04/tahun-baru-situs-baru-dan-mvp-baru/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Tahun Baru, Situs Baru dan MVP Baru'>Tahun Baru, Situs Baru dan MVP Baru</a> <small>1 tahun yang lalu, untuk pertama kalinya saya ikutan nge-blog....</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/10/01/my-technical-blog/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/10/01/my-technical-blog/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Taipei 101</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/vf6Ysy0SP0E/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/09/20/taipei-101/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 20 Sep 2008 04:52:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Junk]]></category>
		<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[murah]]></category>
		<category><![CDATA[taipei]]></category>
		<category><![CDATA[taipei 101]]></category>
		<category><![CDATA[taiwan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/09/20/taipei-101/</guid>
		<description><![CDATA[Salah satu lokasi wajib kunjung di Taipei pada saat ini jelas adalah Taipei 101 Building. Gedung ini mencatatkan diri sebagai gedung tertinggi di dunia pada tahun 2004. 
Sama seperti di Singapura, cara termudah dan ternyaman untuk mencapainya adalah dengan menggunakan MRT. Namun sayangnya stasiun MRT terdekat tidak persis berada di lokasi Taipei 101 Building. Kita [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/09/10/terperangkap-di-hualien-city/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Terperangkap di Hualien City'>Terperangkap di Hualien City</a> <small>Dalam perjalanan pulang dari Amerika Serikat, saya memang merencanakan untuk...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/05/11/melancong-jalan-jalan-murah-hemat-ke-kuala-lumpur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Melancong ke Kuala Lumpur'>Melancong ke Kuala Lumpur</a> <small>Seperti halnya berlibur ke Singapura, Kuala Lumpur telah menjadi salah...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Salah satu lokasi wajib kunjung di Taipei pada saat ini jelas adalah <a target="_blank" href="http://en.wikipedia.org/wiki/Taipei_101">Taipei 101</a> Building. Gedung ini mencatatkan diri sebagai gedung tertinggi di dunia pada tahun 2004. </p>
<p>Sama seperti di Singapura, cara termudah dan ternyaman untuk mencapainya adalah dengan menggunakan MRT. Namun sayangnya stasiun MRT terdekat tidak persis berada di lokasi Taipei 101 Building. Kita mesti turun di stasiun Taipei City Hall. Ikuti petunjuk arah keluar menuju Taipei 101 Building. Di depan ada halte bus, pastikan Anda berdiri di antrian <em>free shuttle bus</em> menuju Taipei 101 Building. Sebenarnya bus gratisan ini milik pengelola <em>mall</em> yang ada di beberapa lantai bawah gedung tersebut. Walau mungkin Anda tidak akan berbelanja di sana, ngga masalah. Ikut saja. Memang sudah menjadi bagian dari <em>service</em> mereka. Setibanya di <em>mall</em>, ikuti petunjuk menuju puncak gedung.</p>
<p> <span id="more-114"></span>
<p>&#160;</p>
<p>Di lantai 5 Anda akan bertemu dengan loket tempat pembelian tiket untuk naik ke atas. Tarif tiket per orang kurang lebih Rp 120.000. Setelah membeli tiket, Anda akan merasakan bagaimana rasanya naik lift tercepat di dunia pada saat ini. Dari lantai 5 menuju lantai 89 hanya dalam hitungan detik! Setibanya di lantai 89, kita akan disambut oleh beberapa orang petugas. Heran, di Taipei 101 ini saya berkali-kali dikira orang Jepang. Mulai dari loket tiket di bawah tadi, yang <em>ujug-ujug</em> mbak-nya, eh, amoy-nya <em>nyerocos</em> dalam bahasa Jepang, sampai saya <em>cut</em> dengan ucapan &quot;in english, please!&quot;. Rupanya dia mau bilang bahwa hari itu cuaca lagi jelek. <em>Visibility</em> dari atas terbatas, <em>is it okay or not</em>? Mbak di <em>lift</em> juga ngomong pakai bahasa Jepang. Mas dan mbak di atas juga demikian. Padahal di luar Taipei 101 saya selalu dikira <em>chinese</em> dan berkali-kali diajak berbicara dalam bahasa mandarin.</p>
<p>Berhubung ini adalah hari terakhir saya di Taipei, mau ngga mau saya harus naik. Entah kapan saya berkesempatan mampir kembali. Di atas kita mendapatkan alat bantu audio yang menjelaskan semua kenampakan yang ada di sekeliling gedung dari atas. Walau jarak pandang terbatas, tidak bisa melihat jauuuhh, tapi saya sangat mensyukuri kesempatan tersebut. Setelah saya ingat-ingat, ternyata saya sudah mendatangi beberapa bangunan dan <em>tower</em> yang masuk dalam klasifikasi tertinggi di dunia. Mulai dari Menara kembar (<em>twin tower</em>) Kuala Lumpur City Center (KLCC) dan Menara Kuala Lumpur di Malaysia, Tokyo Tower di Jepang, sampai ke gedung yang ada di film King Kong, Empire State Building di New York, Amerika Serikat.</p>
<p>Waktu berkunjung ke New York akhir tahun lalu, saya sangat puas bisa keluyuran di luar pada puncak gedung Empire State. Cuaca dingin yang memang karena mulai memasuki musim dingin dan kencangnya angin berhembus pada ketinggian luar biasa tersebut tidak saya perdulikan. Tetapi kali ini keinginan saya untuk bisa keluar dan menikmati suasana <em>outdoor</em> di Taipei 101 tidak kesampaian. Petugas melarang pengunjung keluar gedung, karena cuaca pada saat itu sedang tidak baik. Mungkin saya mesti meniru ucapan Arnold Schwarzeneggar pada film Terminator: &quot;<em>I&#8217;ll be back</em>!&quot;.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/09/10/terperangkap-di-hualien-city/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Terperangkap di Hualien City'>Terperangkap di Hualien City</a> <small>Dalam perjalanan pulang dari Amerika Serikat, saya memang merencanakan untuk...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/05/11/melancong-jalan-jalan-murah-hemat-ke-kuala-lumpur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Melancong ke Kuala Lumpur'>Melancong ke Kuala Lumpur</a> <small>Seperti halnya berlibur ke Singapura, Kuala Lumpur telah menjadi salah...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/09/20/taipei-101/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/09/20/taipei-101/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Potensi Zakat Bagi Ekonomi Rakyat</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/o1UWktQAcak/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/09/17/potensi-zakat-bagi-ekonomi-rakyat/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 17 Sep 2008 03:10:43 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[dana]]></category>
		<category><![CDATA[harta]]></category>
		<category><![CDATA[maal]]></category>
		<category><![CDATA[masyarakat]]></category>
		<category><![CDATA[potensi]]></category>
		<category><![CDATA[umat]]></category>
		<category><![CDATA[zakat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/09/17/potensi-zakat-bagi-ekonomi-rakyat/</guid>
		<description><![CDATA[Zakat adalah salah satu dari rukun Islam, yang merupakan bagian dari unsur pokok tegaknya syariat Islam. Zakat bersifat wajib bagi setiap individu muslim yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan pada Qur&#8217;an dan Hadis Nabi Muhammad SAW.
Dari makna bahasa, zakat berarti &#34;membersihkan&#34;, bisa juga bermakna &#34;tumbuh&#34; atau &#34;berkembang&#34;. Sedangkan dari tinjauan hukum Islam bermakna sebagai [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Zakat adalah salah satu dari rukun Islam, yang merupakan bagian dari unsur pokok tegaknya syariat Islam. Zakat bersifat wajib bagi setiap individu muslim yang telah memenuhi syarat-syarat yang telah ditetapkan pada Qur&#8217;an dan Hadis Nabi Muhammad SAW.</p>
<p>Dari makna bahasa, zakat berarti &quot;membersihkan&quot;, bisa juga bermakna &quot;tumbuh&quot; atau &quot;berkembang&quot;. Sedangkan dari tinjauan hukum Islam bermakna sebagai kegiatan mengeluarkan sebagian harta dalam jumlah dan hitungan tertentu untuk orang-orang tertentu sesuai yang telah diatur oleh agama. Zakat ada dua jenis, yaitu zakat fitrah dan zakat maal (harta).</p>
<p>Berkaitan dengan zakat harta, sebuah kejadian yang lagi-lagi terjadi adalah musibah yang mengakibatkan meninggalnya 21 orang yang antri hendak mendapatkan zakat di sebuah tempat di Pasuruan. Sekitar 5.000 orang antri berdesak-desakan untuk mendapatkan uang senilai Rp 10.000 &#8211; Rp 40.000.</p>
<p> <span id="more-111"></span>
<p>Pada satu sisi, kegiatan membagi-bagikan uang tentu baik. Akan tetapi, jika ingin mendapatkan manfaat zakat yang lebih besar lagi, sepatutnya zakat tidak dibagi-bagikan tunai dalam nominal kecil ke ribuan orang seperti yang terjadi di Pasuruan. Mengapa? Uang senilai Rp 10.000 &#8211; Rp 40.000 memang bernilai bagi fakir miskin. Bisa dipakai untuk makan.</p>
<p>Untuk seorang muzakki (orang yang mengeluarkan zakat) seukuran Pak S di Pasuruan, kita coba berhitung sederhana saja. Ambil nilai tengah Rp 25.000 dikalikan 5.000 orang yang antri = Rp 125.000.000. Jika dibagi-bagikan senilai Rp 25.000 tadi, pasti dalam hitungan sekejap habis dipakai buat makan. Katakanlah bisa untuk 2 hari dimakan oleh satu keluarga. Lantas pada hari ketiga mereka mau makan apa? Siapa yang perduli? Andai nilai zakat tersebut hanya dibagikan ke beberapa puluh orang saja, atau bahkan hanya ke beberapa orang saja, tentu dengan kriteria dan ketentuan yang telah diatur, nominal yang diperoleh adalah nilai yang cukup dipakai untuk modal usaha orang-orang tersebut. Dengan uang yang bisa dipakai sebagai modal, kita memberikan kail dan umpan bagi si penerima zakat (disebut mustahiq). Kail dan umpan yang diberikan dapat dipakai untuk mencari makan setiap hari, bahkan tidak mustahil beberapa tahun kemudian si mustahiq ini berubah menjadi orang yang sudah dapat mengeluarkan zakat (muzakki). Dari kondisi ini, terpenuhi makna zakat dari segi bahasa yang berarti tumbuh atau berkembang. Bukan &quot;menghilang&quot; di dalam perut atau bahkan dibelikan rokok.</p>
<p>Membagikan zakat secara langsung tidak dilarang oleh agama. Akan tetapi, pembayaran zakat akan lebih bermanfaat jika banyak umat Islam yang memanfaatkan lembaga-lembaga amil zakat (lembaga yang mengurus, menerima dan mendistribusikan zakat). Zakat yang dihimpun dari umat akan membangun kekuatan ekonomi yang besar. Seperti halnya lidi yang kuat jika disatukan bersama-sama, dan lemah jika hanya sebatang kara. Pada saat ini ada banyak lembaga amil zakat, mulai dari tingkat kecil seperti di masjid-masjid, tingkat daerah sampai ke tingkat nasional (seperti Bazis atau Baznas). Silahkan pilih yang memiliki program distribusi yang paling sesuai dengan keinginan Anda.</p>
<p>Berdasarkan syariat Islam, orang-orang yang berhak menerima zakat itu tidak melulu fakir dan miskin. Tetapi bisa juga mereka yang sedang menuntut ilmu, musafir yang kehabisan biaya dalam perjalanan, mereka yang berjuang di jalan Allah seperti pendakwah, mualaf yang membutuhkan bantuan, orang yang berhutang untuk kebutuhan halal namun tidak sanggup melunasinya.</p>
<p>Memanfaatkan lembaga amil zakat tidak saja membuat dana zakat yang terkumpul menjadi lebih efektif, akan tetapi juga bisa menghindari mudharat seperti jatuhnya korban jiwa yang terjadi di Pasuruan. Di tahun-tahun sebelumnya pun di beberapa tempat acapkali jatuh korban, minimal pingsan. Bahkan di tempat Pak Haji S di Pasuruan ini pun tahun lalu jatuh korban pingsan. Pemanfaatan lembaga amil zakat juga menghindari kemungkinan lain yang justru menimbulkan dosa dan menghilangkan pahala zakat itu sendiri, yaitu sifat riya&#8217; alias ingin dipuji. Ini adalah sifat yang manusiawi, ingin dianggap sebagai dermawan. Menyuruh para mustahiq mengantri zakat juga sama seperti melecehkan harga diri mereka. Akan lebih terhormat jika si pemberi mendatangi langsung orang yang akan menerima. Jangan lupa, ketika tangan kanan memberi, tangan kiri tidak perlu tahu. Maksudnya tentu ketika Anda memberi zakat, tidak perlu diketahui orang banyak.</p>
<p>Berdasarkan sebuah kalkulasi perhitungan potensi zakat umat Islam di Indonesia, setidaknya pada saat ini potensi yang bisa dihimpun bernilai Rp 7 triliun dalam setahun! Tetapi realisasi yang terdeteksi kira-kira hanya senilai Rp 500 milyar. Bayangkan jika potensi ini bisa digali penuh. Berapa banyak orang miskin yang bisa diberi modal, sehingga beberapa tahun ke depan mereka sanggung mengeluarkan zakat juga? Berapa banyak anak muda yang bisa dibiayai sekolahnya, sehingga kelak memiliki modal yang cukup untuk hidup lebih layak dengan bekal ilmunya? </p>
<p>Dari sini kita bisa berharap nilai potensi zakat dari tahun ke tahun bukannya menurun, tetapi meningkat! Untuk individu yang telah wajib mengeluarkan zakat juga jangan melupakan janji Allah, tidak ada orang yang jatuh miskin karena mengeluarkan zakat. Membayar zakat sama dengan men-syukuri nikmat Allah. Janji Allah: jika engkau bersyukur atas nikmat-Ku, niscaya akan kutambah.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/09/17/potensi-zakat-bagi-ekonomi-rakyat/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>6</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/09/17/potensi-zakat-bagi-ekonomi-rakyat/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Hal-Hal Yang Tidak Membatalkan Puasa</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/fnx2HNq_4SU/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/09/14/hal-hal-yang-tidak-membatalkan-puasa/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 14 Sep 2008 03:59:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[batal]]></category>
		<category><![CDATA[membatalkan puasa]]></category>
		<category><![CDATA[puasa]]></category>
		<category><![CDATA[ramadhan]]></category>
		<category><![CDATA[shaum]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/09/14/hal-hal-yang-tidak-membatalkan-puasa/</guid>
		<description><![CDATA[Waktu berusia SD-SMP, saya gemar sekali berenang. Bukan hanya di kolam renang beneran, tapi bisa di mana saja, di laut (bahkan bukan laut tempat wisata, melainkan di daerah perkampungan nelayan), di sungai (bahkan di dam kecil), sampai di kolam-kolam penampungan air di pabrik pembuatan es balok! Saya tahu persis apa yang saya dan teman-teman kerap [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/12/14/yang-tersisa-dari-lebaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Tersisa dari Lebaran'>Yang Tersisa dari Lebaran</a> <small>&#8220;Lebarannya hari apa?&#8221;, begitulah pertanyaan yang sempat saya terima beberapa...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Waktu berusia SD-SMP, saya gemar sekali berenang. Bukan hanya di kolam renang <em>beneran</em>, tapi bisa di mana saja, di laut (bahkan bukan laut tempat wisata, melainkan di daerah perkampungan nelayan), di sungai (bahkan di dam kecil), sampai di kolam-kolam penampungan air di pabrik pembuatan es balok! Saya tahu persis apa yang saya dan teman-teman kerap lakukan ketika di dalam air, menggarami laut.. <em>ups</em>, salah&#8230; tepatnya mengencingi air kolam. Tampaknya itu adalah kegiatan yang mengasyikkan! Hehehe.</p>
<p>Lokasi pabrik pembuatan es balok yang berjarak sekitar 1,5KM dari rumah itu&nbsp; kini telah tutup. Pabrik yang berangka tahun jaman kolonial Belanda (kalau tidak salah angka yang tertulis adalah 1928) ini menyimpan kenangan saya bersama teman-teman berenang di bak-bak penampungan awal yang sedalam 1,5-2 meter. Bak-bak berukuran kurang lebih 5&#215;5 meter terdiri dari beberapa buah bak berjejer. Kolam penampungan air ini terletak di halaman belakang pabrik, yang bisa ditelusupi masuk melalui pagar kawat yang rusak, sehingga anak-anak bisa menyelinap dengan mudah. Setelah masuk, dengan santainya kami membuka pakaian, meletakkan di samping bak, dan langsung menceburkan diri ke dalam air yang dindingnya berlumut itu. Tantangan paling menyenangkan dari kegiatan ini adalah bagaimana caranya bermain air tanpa diketahui satpam-nya. Beberapa kali sih ketahuan, ya tinggal lari saja, sambil membawa pakaian yang belum sempat dipakai! <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' />  &#8220;Kartu&#8221; yang saya pegang bahwa kami mengencingi air kolam di pabrik es, membuat saya ogah jajan yang mengandung es balok!</p>
<p>Nah, kegiatan berenang ini pasti terhenti kalau memasuki bulan ramadhan. Pasalnya, banyak teman ketika itu beranggapan bahwa jika sampai buang angin di dalam air, puasanya bisa batal. Padahal buang air kecil dan buang angin di dalam air adalah 2 hal yang seringkali dilakukan.</p>
<p><span id="more-104"></span>
<p>Walau sudah lama saya tidak mendengar ada orang yang masih menganggap buang angin di dalam air adalah benar-benar dapat membatalkan puasa, tetapi masih banyak hal-hal lain yang tidak ada tuntunan dan dasar hukumnya tetap saja dianggap oleh beberapa orang sebagai hal yang membatalkan shaum Ramadhan.</p>
<p>Di antara hal-hal tersebut yang saya coba daftarkan di antaranya adalah sahur dalam keadaan junub, sikat gigi, kumur-kumur dan memasukkan air ke hidung, berdarah (luka pada kulit), mencicipi makanan, suntik atau mencium istri/suami. Mungkin masih ada beberapa &#8216;fatwa&#8217; batal lainnya yang beredar di masyarakat.</p>
<p>Ketika saya kost di Bandung pada masa kuliah dulu, pernah ada teman yang pagi-pagi buta, jam 3, menggigil kedinginan karena mandi wajib. Di Dago Atas yang dingin, dia mandi sepagi itu. Alasannya, baru saja mimpi &#8220;basah&#8221;. Padahal ketika itu lagi bulan Ramadhan. Dengan kata lain, dia mandi agar sahur dan puasanya sah. Tidak ada referensi yang menyebut bahwa kita harus sahur dalam keadaan bersih. Tidak sahur saja puasanya tetap sah, yang penting kita telah berniat untuk puasa sebulan penuh di bulan Ramadhan. Yang tidak sah dilakukan dalam keadaan junub adalah shalat. Jadi, ketika masuk waktu shalat Subuh tapi dia masih dalam keadaan junub, barulah dia wajib mandi.</p>
<p>Sikat gigi. Banyak juga orang yang menganggap bersikat gigi di siang hari ketika puasa bisa membatalkan puasa. Ya iya bisa batal, kalau odolnya dimakan, atau airnya diminum. Selama 2 hal itu tidak dilakukan, tidak ada alasan untuk tidak bersikat gigi. Adanya hadis yang menyebut baunya mulut orang yang berpuasa lebih harum ketimbang wangi kesturi di surga, selain lemah juga tidak mencerminkan ajaran Islam yang mengajarkan kebersihan dan kesehatan (tentu termasuk kesehatan gigi dan rongga mulut). Menterjemahkan hadis tersebut secara harfiah sehingga membiarkan mulut berbau busuk tidak saja buruk buat kesehatan si empunya mulut, tapi juga mengganggu orang di sekitarnya.</p>
<p>Hal lain yang kadang ada juga yang menganggap bisa membatalkan puasa adalah kumur-kumur dan memasukkan air ke hidung. Sekali lagi, ini benar bisa membatalkan puasa jika airnya diminum! Jika tidak, ya puasanya jalan terus. Kita tidak menemukan dalil yang menyebut tata cara berwudhu khusus ketika sedang berpuasa. Artinya, dalam keadaan berpuasa (termasuk di bulan Ramadhan), kita tetap saja berwudhu dengan cara biasa. Termasuk berkumur dan mencuci rongga hidung bagian depan. Yang penting dilakukan seperti biasa, tidak menjadi berlebih-lebihan yang bisa berakibat adanya air yang tertelan.</p>
<p>Ada pula orang yang mengatakan bahwa berdarah karena luka itu membatalkan puasa. Ini juga sama, tidak ada dalil yang menyebut berdarah bisa membatalkan puasa. Iya bisa batal, kalau yang dimaksud adalah darah menstruasi. Hehehe.</p>
<p>Dulu kerap saya ikut menonton di dapur, menyaksikan ibu dan kakak memasak atau membuat kue sebelum lebaran. Kerap ibu mencicipi masakan dengan menempelkan jari di ujung lidahnya. Pada salah satu hadis riwayat Bukhari hal ini dibenarkan dan disebut tidak membatalkan puasa, yang penting tidak sampai tenggorokan. Lebih afdol lagi tentunya setelah dicicipi di ujung lidah segera dilepehkan kembali. Kalau tidak dicicipi, bagaimana jadinya masakan-masakan tersebut. Jadi mencicipi makanan ini selain tidak membatalkan puasa, mestinya juga mengandung pahala, karena menyediakan makanan yang enak untuk berbukanya orang-orang yang berpuasa <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Di waktu lain, ada juga orang-orang yang menolak disuntik ketika sakit. Khawatir suntikan itu membatalkan puasa. Suntik juga tidak membatalkan puasa, selama yang disuntikkan tidak mengandung bahan makanan (misalnya di-infus).</p>
<p>Mencium istri di saat menjalankan shaum Ramadhan pernah dilakukan Rasullulah Muhammad SAW pada Aisyah. Hal ini disebut dalam sebuah hadis riwayat Bukhari. Hal terpenting yang perlu dijaga adalah menahan diri dari nafsu syahwat. Akan tetapi hal ini tentu berat buat orang biasa.</p>
<p>Selain hal-hal tersebut di atas, hal yang menarik perhatian saya lainnya adalah anggapan bahwa tidurnya orang yang berpuasa adalah ibadah. Seringkali menjadi pemandangan yang umum kita lihat di masjid-masjid atau musholla terdapat banyak orang yang bergelimpangan. Tidur. Istilahnya &#8220;puasa ular&#8221;. Dalil yang mendukung hal ini juga saya anggap lemah. Bagaimana mungkin Islam mengajarkan umatnya bermalas-malasan. Padahal puasa seharusnya tidak dijadikan alasan untuk mengurangi aktivitas sehari-hari yang biasa dilakukan.</p>
<p>Demikian hal-hal yang bisa saya ingat dan <em>sharing</em> ke teman-teman. Semoga tidak ada lagi teman-teman yang mandi kembang, eh, mandi junub di pagi buta, atau bau mulut di siang hari, serta hal-hal yang sebenarnya dibenarkan lainnya.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/12/14/yang-tersisa-dari-lebaran/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Yang Tersisa dari Lebaran'>Yang Tersisa dari Lebaran</a> <small>&#8220;Lebarannya hari apa?&#8221;, begitulah pertanyaan yang sempat saya terima beberapa...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/09/14/hal-hal-yang-tidak-membatalkan-puasa/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/09/14/hal-hal-yang-tidak-membatalkan-puasa/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Terperangkap di Hualien City</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/yfjWoF_TsQY/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/09/10/terperangkap-di-hualien-city/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 10 Sep 2008 07:57:44 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Travelling]]></category>
		<category><![CDATA[backpacker]]></category>
		<category><![CDATA[dalian]]></category>
		<category><![CDATA[east coast]]></category>
		<category><![CDATA[hemat]]></category>
		<category><![CDATA[hostel]]></category>
		<category><![CDATA[hualien]]></category>
		<category><![CDATA[jalan-jalan]]></category>
		<category><![CDATA[murah]]></category>
		<category><![CDATA[taipei]]></category>
		<category><![CDATA[taiwan]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/09/10/terperangkap-di-hualien-city/</guid>
		<description><![CDATA[Dalam perjalanan pulang dari Amerika Serikat, saya memang merencanakan untuk menikmati suasana di Taiwan. Karena kebetulan kali ini pesawat yang saya naiki transit di Taipei.
Setelah meminta advis dari teman-teman di milis indobackpacker@yahoogroups.com, untuk rencana singgah di Taipei 3-4 hari, saya mendapatkan beberapa daftar tempat yang bisa saya kunjungi dalam waktu tersebut. Selanjutnya, saya mulai browsing [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/09/20/taipei-101/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Taipei 101'>Taipei 101</a> <small>Salah satu lokasi wajib kunjung di Taipei pada saat ini...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/05/11/melancong-jalan-jalan-murah-hemat-ke-kuala-lumpur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Melancong ke Kuala Lumpur'>Melancong ke Kuala Lumpur</a> <small>Seperti halnya berlibur ke Singapura, Kuala Lumpur telah menjadi salah...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Dalam perjalanan pulang dari Amerika Serikat, saya memang merencanakan untuk menikmati suasana di Taiwan. Karena kebetulan kali ini pesawat yang saya naiki transit di Taipei.</p>
<p>Setelah meminta advis dari teman-teman di milis <a href="mailto:indobackpacker@yahoogroups.com">indobackpacker@yahoogroups.com</a>, untuk rencana singgah di Taipei 3-4 hari, saya mendapatkan beberapa daftar tempat yang bisa saya kunjungi dalam waktu tersebut. Selanjutnya, saya mulai <em>browsing</em> mencari tempat penginapan ala <em>backpackers</em>, tapi tentu harus yang menarik. Hasil pencarian di mesin penelusur membawa saya ke alamat <a target="_blank" href="http://www.ceritaambar.com/2007/11/formosa-backpackers-hostel.html">blog Ambar</a> (moderator milis indobackpacker). </p>
<p>Tentu tak ada alasan untuk tidak percaya atas <em>review</em> yang dibuat oleh <em>backpacker</em> seperti mbak Ambar. Saya pun langsung mem-<em>booking</em> untuk 3 malam (melalui Internet dan menggunakan kartu kredit). Tarif <em>charge</em> per malam per tempat tidur adalah USD 15.</p>
<p><span id="more-93"></span>
</p>
<p>Setibanya di bandara Taoyuan International a.k.a Chiang Kai Shek Airport (di Taipei), saya segera mencari <em>service</em> penitipan bagasi. 2 buah tas yang saya bawa dari Amerika bisa merepotkan jika harus diajak berkeliling mencari alamat. Murah, per potong tas yang kita titipkan hanya seharga&nbsp; NTD 100 (Sekitar IDR 30.000) per hari nya (24 jam). Lalu saya mencari tahu bagaimana cara menuju Hualien.</p>
<p>Sampai di sini saya belum menyadari kekeliruan. Informasi yang saya dapat dari bertanya adalah, saya mesti naik bus menuju kota Taipei (bandara Taoyuan berjarak sekitar 50KM dari kota Taipei). Tarif bus seharga NTD 140. Jika naik taksi sekitar NTD 1200. Setelah itu saya masuk ke stasiun MRT Zhongxiao Fuxing. Lalu saya diberitahu untuk menuju Taipei Main Station. Sebelumnya, saya membeli kartu akses untuk transportasi (MRT dan bus dalam kota) yang bernama Easy Card senilai NTD 500 (NTD 200 di dalamnya adalah deposit, yang bisa diminta kembali jika kita mengembalikan kartu tsb). Kartu ini mirip seperti kartu EzLink di Singapura. Bisa dibeli di berbagai stasiun MRT atau bus yang ada. Jadi, dengan kartu ini saya tidak akan kerepotan dengan uang receh setiap kali hendak naik MRT.</p>
<p>Tidak lama setelah tiba di stasiun Taipei Main Station, kekeliruan mulai saya sadari. Setelah bertanya kembali, saya diarahkan ke sebuah jalur kereta antar kota. Setelah memeriksa peta Taiwan, saya baru sadari bahwa Hualien itu bukan di Taipei. Pantas saja tidak ada di dalam rute MRT yang terdiri dari 3 jalur itu! Pantas juga jika beberapa orang di Taipei sempat bingung waktu saya tanyakan rute ke tempat penginapan tersebut. Ya iya, karena referensi lokasi yang berbeda. Pantas juga jika seorang teman yang kebetulan pernah ke Taiwan kaget waktu saya bilang saya menginap di Hualien. Dia bilang, Hualien itu di East Coast. Jauh. Dalam benak saya, istilah East Coast mirip seperti di Singapura. Masih di kota Singapura juga toh?</p>
<p>Akhirnya dengan modal nekat saya hampiri loket tiket menuju Hualien. Saya pikir, daripada duit kamar hangus, mending saya datangi saja dulu. Nikmati semalam di kota yang bernama Hualien ini! <em>Here we go</em>! Kaget juga ketika ternyata tiket yang saya harus bayarkan adalah NTD 445! Karena sebelumnya saya lihat orang-orang yang ada di depan antrian saya hanya membayar nilai di bawah NTD 150. Rupanya mereka turun di stasiun-stasiun yang masih dekat dengan Taipei. Kepalang basah, saya lanjutkan saja.</p>
<p>Perjalanan kereta api dari Taipei menuju Hualien menempuh waktu 3 jam. Keretanya benar-benar <em>ontime</em> pada jadwal berangkat dan tiba. Keretanya enak, bersih dan nyaman. Seperti kereta Argo di pulau Jawa pada waktu awal kemunculannya. Saya menikmati perjalanan kereta ini, karena sejak adanya jalan tol Cipularang (Jakarta-Bandung) di tahun 2005, saya sudah tidak pernah naik kereta lagi. Pemandangan lumayan, di sisi kanan kadang kita bisa melihat pegunungan, di sisi kiri sesekali bertemu dengan pemandangan pantai yang berhadapan langsung dengan Samudera Pasifik.</p>
<p>Akhirnya tiba juga di stasiun Hualien. Dengan bekal hasil <em>print</em> pembayaran kamar yang dilengkapi informasi arah jalan kaki dari stasiun Hualien, saya menyusuri jalan-jalan menuju lokasi. Lumayan, berjalan 15 menit di saat musim panas seperti ini, berkeringat juga. Ketika tiba dan membuka pintu depan, 2 ekor anjing peliharaan Ya Chen &#8211;cewek pemilik tempat penginapan ini&#8211; langsung menyambut. Saya langsung sodorkan bukti pembayaran (uang muka) sekaligus bilang bahwa saya hanya menginap semalam saja. 2 malam yang lain tolong dibatalkan. Untung dia oke saja. Saya bilang, saya salah info, saya pikir alamat ini di Taipei. Saya cuma punya waktu 3 malam di Taipei. Ya Chen lumayan manis dan &#8211;tentu harus&#8211; ramah. Waktu saya datang dia pakai baju yang menggantung, yang bagian bahunya terbuka. Dia tahu saya dari Indonesia dan segera mencoba menyapa menggunakan bahasa Indonesia. Walau terbalik! Dia bilang &#8220;Apabakar?&#8221; Sambil cengengesan biar dia senang saya jawab &#8220;Baik&#8221;. Untung dia cuma bilang &#8220;Apabakar&#8221;. Saya teringat minggu sebelumnya seorang bule yang training bareng saya di Seattle pernah ditipu mentah-mentah oleh temannya ketika berkunjung ke Italia pada akhir tahun, dia bertanya, apa bahasa Italia untuk &#8220;Selamat tahun baru&#8221;. Temannya bilang, &#8220;<em>Viva La Pompa</em>!&#8221; Maka dia pun mengucapkannya pada saat <em>old &amp; new night</em>. Orang-orang Italia yang hadir langsung berteriak kegirangan&#8230; Yeahhhh! Viva La Pompa&#8230; Belakangan dia baru tahu kalau itu artinya &#8220;<em>Longlife blowjob</em>!&#8221;.</p>
<p>Konon Hualien adalah kota kedua terbesar di Taiwan. Saya tiba di penginapan menjelang jam 3 sore. Setelah menaruh tas berisi laptop dan beberapa baju ganti, saya segera berangkat kembali. Jam tanggung. Karena beberapa tempat wisata di Hualien membutuhkan waktu perjalanan lumayan. Apalagi tanpa petunjuk transportasi yang memadai. Andalan saya adalah menggunakan jasa layanan wisata yang acapkali tersedia di kota-kota yang memang menjadi tujuan wisata. Saya menemukan 2-3 bus wisata, tapi perjalanan yang ditawarkan adalah paket 1 hari, atau paket 1/2 hari. Dua-duanya ngga ada yang bisa saya ambil. Akhirnya saya putuskan hanya melakukan tur keliling kota dengan berjalan kaki.</p>
<p>Bermodal peta Hualien dan petunjuk ada apa saja yang menarik di dalam kota, saya coba susuri kota ini. Untuk sekedar cuci mata lumayan. Saya hanya menemukan deretan toko-toko. Ada beberapa kuil besar, tapi saya tidak menemukan <em>mood</em> dan <em>angle</em> untuk membuat foto pada obyek-obyek yang saya temukan ini. Akhirnya sebelum jam 8 malam pun saya kembali.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/09/20/taipei-101/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Taipei 101'>Taipei 101</a> <small>Salah satu lokasi wajib kunjung di Taipei pada saat ini...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/05/11/melancong-jalan-jalan-murah-hemat-ke-kuala-lumpur/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Melancong ke Kuala Lumpur'>Melancong ke Kuala Lumpur</a> <small>Seperti halnya berlibur ke Singapura, Kuala Lumpur telah menjadi salah...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/09/10/terperangkap-di-hualien-city/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/09/10/terperangkap-di-hualien-city/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pembatasan Musik Indonesia</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/unKTx8TH-Oo/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/09/06/pembatasan-musik-indonesia/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 06 Sep 2008 06:00:06 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[malaysia]]></category>
		<category><![CDATA[musik]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/09/06/pembatasan-musik-indonesia/</guid>
		<description><![CDATA[Pemerintah Malaysia saat ini sedang membuat rancangan undang-undang untuk membatasi masuknya musik asal luar negeri (baca: Indonesia). Dalam rancangan tersebut disebut bahwa komposisi yang diperbolehkan adalah 10% lagu asing dan 90% lagu lokal (Malaysia).
Tujuan pembatasan tersebut adalah untuk memproteksi industri musik di Malaysia, yang semakin hari semakin terpuruk oleh serbuan lagu dan penyanyi asal Indonesia. [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/07/05/indonesia-raya-tidak-boleh-berubah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Indonesia Raya Tidak Boleh Berubah!'>Indonesia Raya Tidak Boleh Berubah!</a> <small> Hari ini saya terkejut membaca berita pada detikcom, “Improvisasi...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pemerintah Malaysia saat ini sedang membuat rancangan undang-undang untuk membatasi masuknya musik asal luar negeri (baca: Indonesia). Dalam rancangan tersebut disebut bahwa komposisi yang diperbolehkan adalah 10% lagu asing dan 90% lagu lokal (Malaysia).</p>
<p>Tujuan pembatasan tersebut adalah untuk memproteksi industri musik di Malaysia, yang semakin hari semakin terpuruk oleh serbuan lagu dan penyanyi asal Indonesia. Tidak heran, setiap kali saya menjejakkan kaki di negeri jiran ini, nyaris di setiap sudut kota setiap hari pasti ada lagu Indonesia yang saya dengar. Semua teman-teman saya yang asli Malaysia pun tidak ada yang tidak tergila-gila pada musik Indonesia.</p>
<p><span id="more-92"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p>Beberapa tahun lalu, pemerintah Malaysia sempat secara lisan berujar, jika Malaysia bisa menjadi tuan rumah yang baik buat musik Indonesia, kenapa musik asal Malaysia tidak mendapat sambutan yang sama di Indonesia? Pertanyaan yang aneh <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Pada dekade 80-an, saya tidak suka musik Indonesia. Walau masih bocah SD yang tidak mengerti bahasa Inggris, buat saya jelas lagu asing lebih menarik. Apalagi pada masa itu lagu Indonesia dipenuhi oleh lagu-lagu melankolis yang berisi penderitaan hidup, patah hati, cemburu dan segudang lirik yang tidak memiliki semangat hidup. Baru setelah ada larangan terhadap jenis lagu seperti itu, grafik perkembangan kualitas dan selera lagu Indonesia mengalami perkembangan yang pesat. Hasilnya, sekarang saya lebih memilih lagu-lagu Indonesia ketimbang barat.</p>
<p>Bicara soal pertanyaan di atas, tentunya harus pula bicara soal kualitas dan selera. Masyarakat Malaysia menerima dan tergila-gila pada lagu-lagu Indonesia tentu karena kualitas lagu-lagu Indonesia itu sendiri. Tapi sebaliknya, bagaimana kita bisa memaksa telinga orang-orang Indonesia untuk tergila-gila pada lagu asal Malaysia, jika orang Malaysia nya sendiri lebih pilih mendengar lagu Indonesia?</p>
<p>Mungkin masih banyak yang ingat, di tahun 1987 ada grup band asal Malaysia yang sempat populer di Indonesia, Search, dengan hit nya yang berjudul Isabella. Tapi setelah itu, paling hanya Siti Nurhaliza yang bisa kita terima. Dari masa ke masa, musik Malaysia pun tidak mengalami perkembangan kemampuan &#8216;inteligensia&#8217; bermusik. Bandingkan saja musik dari 20 tahun yang lalu dengan musiknya dari jaman kini.</p>
<p>Jika memang benar akhirnya rancangan undang-undang tersebut dijalankan, mungkin memang akhirnya berdampak pada berkurangnya pasar penjualan lagu Indonesia, begitu juga peluang konser-konser di negeri jiran. Tapi jangan lupa membuka peluang lewat jalan lain. Ajak mereka berkunjung ke Indonesia. Ada banyak penerbangan dari Malaysia ke Indonesia. Tidak mesti lewat Jakarta. Bahkan kalau mau pun bisa menggunakan ferry menyebrang laut menuju Kepulauan Riau, atau Medan. Mereka bisa belanja kaset, CD atau DVD Indonesia di situ. Peluang lewat konser-konser pun bisa diadakan di tempat-tempat yang bisa dijangkau oleh mereka. Lebih dari itu, kita juga bisa sekaligus membungkus dengan program-program pariwisata, yang tentu bisa mendatangkan devisa lebih baik lagi.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2009/07/05/indonesia-raya-tidak-boleh-berubah/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Indonesia Raya Tidak Boleh Berubah!'>Indonesia Raya Tidak Boleh Berubah!</a> <small> Hari ini saya terkejut membaca berita pada detikcom, “Improvisasi...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/09/06/pembatasan-musik-indonesia/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>15</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/09/06/pembatasan-musik-indonesia/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Microsoft Certified Master?</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/qLAZNrqvZnw/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/09/02/microsoft-certified-master/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 00:33:25 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geek]]></category>
		<category><![CDATA[Information]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/09/02/microsoft-certified-master/</guid>
		<description><![CDATA[Pada saat coffee break di sebuah sesi training ECOE yang saya ikuti di kampus Microsoft, Redmond (USA), salah seorang instruktur ranger memberi saya sebuah pembuka botol. Sepintas memang pembuka botol biasa. Yang membedakan adalah sebuah gravier tulisan dan logo Microsoft Certified Master yang terdapat di salah satu sisinya. Tahun ini Microsoft memperkenalkan sebuah level sertifikasi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/06/01/microsoft-fast-track-academy-jadi-juara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Microsoft Fast Track Academy Jadi Juara'>Microsoft Fast Track Academy Jadi Juara</a> <small>Jika anda melihat profil MVP saya di situs Microsoft, mungkin...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/03/13/kolaborasi-qmail-dan-microsoft-exchange-server/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server'>Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server</a> <small>Pada sebuah project di akhir 2003, saya sempat mempunyai ide...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada saat <em>coffee break</em> di sebuah sesi training <a href="http://www.zikri.com/2008/08/15/exchange-center-of-excellence/">ECOE</a> yang saya ikuti di kampus Microsoft, Redmond (USA), salah seorang instruktur ranger memberi saya sebuah pembuka botol. Sepintas memang pembuka botol biasa. Yang membedakan adalah sebuah <em>gravier</em> tulisan dan logo <a target="_blank" href="http://www.microsoft.com/learning/mcp/master/default.mspx">Microsoft Certified Master</a> yang terdapat di salah satu sisinya. Tahun ini Microsoft memperkenalkan sebuah level sertifikasi tertinggi yang bisa diperoleh (melalui ujian seperti hal-nya <a target="_blank" href="http://www.microsoft.com/learning/mcp/default.mspx">MCP</a>), yaitu Microsoft Certified Master (MCM).</p>
<p>Jika selama ini ujian sertifikasi Microsoft adalah <em>paper-based</em>, yang menurut saya sudah sangat tidak ada tantangannya lagi (terlebih saat ini semakin banyak <em>cheating</em> alias contekan contoh-contoh soal), maka dengan program sertifikasi MCM bisa dipastikan bahwa pemegangnya adalah orang yang benar-benar <em>qualified</em>. Mengapa?</p>
<p><span id="more-90"></span>
</p>
<p>Berbeda dengan ujian Microsoft Certified Professional (dan turunannya, seperti: MCSA, MCSE, MCDBA, MCAD, MCSD, MCTS, MCITP, MCPD, dsb) yang hanya bersifat tertulis dan bisa dilakukan di berbagai tempat yang memegang status sebagai tempat pelaksana ujian, program MCM hanya bisa diikuti dengan cara hadir di Redmond, Washington, Amerika Serikat! </p>
<p>Jika Cisco memiliki program sertifikasi tertinggi yang bernama <a target="_blank" href="http://www.cisco.com/web/learning/le3/ccie/index.html">CCIE</a> (Cisco Certified Internetwork Expert), Oracle memiliki <a target="_blank" href="http://www.oracle.com/technology/ocm/index.html">OCM</a> (Oracle Certified Master), Microsoft punya Microsoft Certified Master. Bedanya, untuk mendapatkan CCIE seorang kandidat &#8216;hanya&#8217; perlu mengikuti ujian lab sehari penuh di salah satu dari 6 (enam) kota yang ada di dunia yang memiliki tempat untuk ujian lab, Oracle mempersilahkan kandidatnya untuk datang ke San Jose, California, di mana kantor pusat Oracle berada dan langsung mengikuti ujian lab juga, program MCM agak berbeda.</p>
<p>Walau MCM, CCIE atau OCM sama-sama menetapkan prasyarat yang harus dipenuhi oleh kandidatnya sebelum boleh mengikuti ujian lab, namun pada program MCM peserta tidak langsung berhadapan dengan ujian lab. Pada program MCM, peserta akan mengikuti program semacam &#8216;pendadaran&#8217; selama 3 (tiga) minggu di lokasi Microsoft Exchange Center of Excellence, Redmond. Selama 3 minggu tersebut kita harus duduk manis di kelas, mengikuti berbagai presentasi, diskusi aktif, dan tentunya juga berlatih menyelesaikan berbagai skenario tingkat tinggi pada <em>environment</em> lab yang telah disediakan. Bisa dibilang selama 3 minggu tersebut sang kandidat benar-benar dibikin siap tempur dengan berbagai skenario. Lalu menghadapi 3 (tiga) buah ujian tertulis, diakhiri dengan ujian lab pada hari lainnya. &#8212; Selain prasyarat teknis seperti kemampuan dan pengetahuan tentang teknologi yang relevan, MCM juga mensyaratkan pesertanya mampu berkomunikasi aktif dalam bahasa Inggris tentunya. Begitu juga kemampuan tulisan.</p>
<p>Sekedar sekilas bercermin pada Exchange Ranger Lab yang saya lihat, di mana kompleksitas lab yang dikerjakan jauh berbeda dengan kompleksitas pada training &#8216;kelas&#8217; MOC (Microsoft Official Curriculum) yang biasa diselenggarakan di CPLS (Certified Learning Partner Solution). Jika di kelas MOC paling hanya 4-5 buah virtual server yang digunakan, pada kelas ranger lab minggu lalu saja saya pernah berhadapan dengan hampir 20 virtual server untuk satu jenis pembahasan!</p>
<p>Nah, masalahnya, ada beberapa masalah. Yang pertama, program MCM itu tidak bisa diikuti setiap saat seperti halnya ujian sertifikasi yang lain. Ada <em>batch</em> alias angkatan-nya. Beberapa orang kandidat akan berkumpul dalam satu kelas diskusi. Masalah yang kedua, tentunya karena program ini hanya bisa diikuti di Redmond. Itu artinya Anda harus siap dengan kantung tebal, bukan hanya untuk ongkos pergi-pulang ke Amerika Serikat, tapi juga biaya makan, menginap dan akomodasi selama hampir 1 bulan! yang ketiga, semoga yang terakhir, Anda mesti membayar biaya program sebesar USD 18.500 (kira-kira Rp 170 juta!). Tidak ada jaminan lulus. Selain itu, saya juga mesti berhitung dengan harga &#8220;jual diri&#8221; yang bisa didapat setelahnya.</p>
<p>Pada saat ini ada 3 (tiga) buah <em>track</em> program MCM yang tersedia: MCM Exchange Server 2007, MCM SQL Server 2008 dan MCM Windows Server 2008 Active Directory. Akan segera menyusul keberadaan MCM Sharepoint 2007 dan MCM Office Communications Server 2007.</p>
<p>Melihat biaya yang harus dikeluarkan, kecil kemungkinan saya berminat ikut. Walau di depan MVP Lead Exchange Server di Amerika saya bilang saya tertarik. Siapa <em>tau</em> besok pas bangun tidur ternyata dapat &#8220;durian runtuh&#8221;.&nbsp; </p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/06/01/microsoft-fast-track-academy-jadi-juara/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Microsoft Fast Track Academy Jadi Juara'>Microsoft Fast Track Academy Jadi Juara</a> <small>Jika anda melihat profil MVP saya di situs Microsoft, mungkin...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/03/13/kolaborasi-qmail-dan-microsoft-exchange-server/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server'>Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server</a> <small>Pada sebuah project di akhir 2003, saya sempat mempunyai ide...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/09/02/microsoft-certified-master/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/09/02/microsoft-certified-master/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Washington bukan Washington DC</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/CdDj3R7WPTY/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/08/28/washington-bukan-washington-dc/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 27 Aug 2008 20:13:11 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Junk]]></category>
		<category><![CDATA[beda]]></category>
		<category><![CDATA[ngga sama]]></category>
		<category><![CDATA[washington dc]]></category>
		<category><![CDATA[washington state]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/08/28/washington-bukan-washington-dc/</guid>
		<description><![CDATA[Seperti kebanyakan orang, pada awalnya saya juga sempat tidak bisa membedakan keduanya. Dulu, saya mengira hubungan antara negara bagian (state) Washington dan Washington DC (ibukota negara Amerika Serikat) adalah sama seperti halnya Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, dsb.
Tulisan ini saya buat di sela istirahat makan siang, di kampus (headquarter) Microsoft [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/03/12/dua-malam-berturut-turut-adalah-malam-minggu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dua Malam Berturut-turut adalah Malam Minggu'>Dua Malam Berturut-turut adalah Malam Minggu</a> <small>Bingung baca judul posting saya kali ini? Bingung bagaimana hal...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/12/26/santa-claus-bukan-sinterklas/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Santa Claus bukan Sinterklas'>Santa Claus bukan Sinterklas</a> <small>Semalam, pada sebuah mal besar di Kelapa Gading Jakarta, terlihat...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seperti kebanyakan orang, pada awalnya saya juga sempat tidak bisa membedakan keduanya. Dulu, saya mengira hubungan antara negara bagian (state) Washington dan Washington DC (ibukota negara Amerika Serikat) adalah sama seperti halnya Kabupaten Bandung dan Kota Bandung. Kabupaten Bogor dan Kota Bogor, dsb.</p>
<p>Tulisan ini saya buat di sela istirahat makan siang, di kampus (<em>headquarter</em>) Microsoft Corporation, di sebuah kota kecil yang bernama Redmond. Di saat teman-teman di Indonesia justru tengah tertidur nyenyak jam 3 dini hari.</p>
<p>Berawal dari pertanyaan kecil dari seorang teman, &#8220;sampai kapan di D.C?&#8221;, ketika mengomentari status Yahoo Messenger saya yang menyebut sedang berada di Seattle, Washington. Seattle adalah ibukota negara bagian Washington. Redmond adalah kota kecil di dekat Seattle (yang juga sebenarnya tidak besar). Seattle dan Redmond mungkin seperti Jakarta dan Bogor. Tapi kalau naik taksi dengan tarif di sini, bisa <em>klenger</em> juga. USD 80! hehehe.</p>
<p><span id="more-88"></span>
<p>&nbsp;</p>
<p>Negara bagian Washington terletak di sisi barat United States of America. Jika Anda mengetahui posisi negara bagian California, maka Washington ada pada sisi yang sama. Sisi yang jika memandang ke kejauhan, pada garis imajiner, kita menatap arah Indonesia. Washington terletak di bagian atas, berbatasan dengan Kanada. Sedangkan Washington DC (District of Columbia) terletak di sisi timur, yang jika memandang ke arah laut, secara imajiner pula kita menatap benua Afrika. Washington DC, tempat di mana pusat pemerintahan negara Amerika Serikat berada, terletak tidak jauh dari New York.</p>
<p>Jarak antara ujung barat sampai dengan ujung timur Amerika Serikat kurang lebih seperti jarak dari Sabang sampai Merauke. Bedanya, 2/3 wilayah Indonesia adalah wilayah perairan. Sehingga jika dihitung luas daratan, Amerika Serikat jauh lebih luas dibanding Indonesia. Posisi geografis Amerika Serikat dan Indonesia di bola dunia juga nyaris saling membelakangi. Jadi, bisa dibilang perjalanan ke Amerika Serikat seperti menempuh 1/2 lingkaran bola dunia.</p>
<p>Ketika perjalanan yang hendak di tempuh adalah ke sisi barat Amerika (misal ke Seattle, San Francisco atau Los Angeles), maka lumrahnya dari Indonesia akan menempuh perjalanan melalui arah Hongkong, Taipei, Seoul atau Tokyo. Lalu menyebrangi samudera Pasifik (<em>trans-pacific</em>). Sedangkan jika tujuannya adalah sisi timur Amerika (seperti New York, Miami, dsb), maka lazimnya transit akan melalui Frankfurt atau Amsterdam (via Eropa) lalu menyebrangi samudera Atlantik (<em>trans-atlantic</em>).</p>
<p>Jadi kesimpulannya, antara Washington dan Washington DC tidak hanya berbeda, namun juga berjauhan (seperti antara Sabang dan Merauke).</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/03/12/dua-malam-berturut-turut-adalah-malam-minggu/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Dua Malam Berturut-turut adalah Malam Minggu'>Dua Malam Berturut-turut adalah Malam Minggu</a> <small>Bingung baca judul posting saya kali ini? Bingung bagaimana hal...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/12/26/santa-claus-bukan-sinterklas/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Santa Claus bukan Sinterklas'>Santa Claus bukan Sinterklas</a> <small>Semalam, pada sebuah mal besar di Kelapa Gading Jakarta, terlihat...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/08/28/washington-bukan-washington-dc/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>5</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/08/28/washington-bukan-washington-dc/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Exchange Center of Excellence</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/iCjSgr84U3M/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/08/15/exchange-center-of-excellence/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 15 Aug 2008 03:33:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geek]]></category>
		<category><![CDATA[ecoe]]></category>
		<category><![CDATA[exchange]]></category>
		<category><![CDATA[frelance]]></category>
		<category><![CDATA[independent]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[jakarta]]></category>
		<category><![CDATA[mvp]]></category>
		<category><![CDATA[project]]></category>
		<category><![CDATA[ranger]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/08/15/exchange-center-of-excellence/</guid>
		<description><![CDATA[Minggu depan saya akan kembali menjejakkan kaki di Redmond, Amerika Serikat. Kunjungan kali ini sehubungan dengan undangan yang saya terima akhir bulan April lalu dari Exchange MVP Lead, Microsoft.
Email tersebut berisi undangan mengikuti program training khusus bernama Exchange Center of Excellence (ECOE). Keterangan singkat yang saya cuplik dari email undangan tersebut menyebut:
Delivery of material focused [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/02/13/experience-the-exchange-2007/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Experience The Exchange 2007'>Experience The Exchange 2007</a> <small>Microsoft mengeluarkan produk terbarunya pada keluarga server. Kali ini produk...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/03/13/kolaborasi-qmail-dan-microsoft-exchange-server/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server'>Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server</a> <small>Pada sebuah project di akhir 2003, saya sempat mempunyai ide...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/04/02/exchange-server-2007-service-pack-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Exchange Server 2007 Service Pack 1'>Exchange Server 2007 Service Pack 1</a> <small>Salah satu oleh-oleh yang saya peroleh dari MVP Global Summit...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Minggu depan saya akan kembali menjejakkan kaki di Redmond, Amerika Serikat. Kunjungan kali ini sehubungan dengan undangan yang saya terima akhir bulan April lalu dari Exchange MVP Lead, Microsoft.</p>
<p>Email tersebut berisi undangan mengikuti program training khusus bernama Exchange Center of Excellence (ECOE). Keterangan singkat yang saya cuplik dari email undangan tersebut menyebut:</p>
<blockquote><p>Delivery of material focused on Exchange 2007 Storage, High Availability / Site Resilience, Client Access Server, Transport, Unified Messaging, and <u>will cover design and architecture aspects and include hands on labs</u>.&nbsp; These will be deep dive technical sessions directly from the highly regarded ECOE trainers. These are <u>the same folks who run the famous Exchange Rangers program and we will be using the Rangers</u> lab.&nbsp; </p>
</blockquote>
<p>Catatan: Rangers adalah program pelatihan khusus di internal Microsoft. Kalau disamakan dengan tentara, program Rangers bisa disebut sebagai program pendidikan pasukan khusus-nya. Tidak semua orang di Microsoft bisa menjadi Rangers. Sebagaimana halnya tidak semua tentara adalah pasukan khusus.</p>
<p>&nbsp;</p>
<p><span id="more-84"></span>
<p>Masih ditambah lagi dari salinan surat undangan formal yang saya terima dari Program Manager Microsoft, sebagai pengantar masuk pintu imigrasi Amerika Serikat:</p>
<blockquote><p>The Microsoft Exchange Center of Excellence <u>architect and troubleshoot the most complicated Exchange solutions in the world</u>. In addition they <u>develop and review designs for the most strategic and complicated Exchange solutions</u>. </p>
</blockquote>
<p>Pada undangan yang saya terima di akhir April 2008 lalu sebenarnya tidak secara spesifik mengundang saya, akan tetapi hanya menyebut bahwa tersedia 20 kursi untuk para MVP Exchange di seluruh dunia. Wah, di Asia Tenggara saja ada 5 (lima) MVP Exchange. Belum lagi disebut bahwa distribusi jatah kursi akan dibagi merata berdasarkan densitas MVP Exchange di setiap regional yang ada. </p>
<p>Beruntung, pada email berikutnya di pertengahan Juni 2008 nama saya terselip di antara 3 (tiga) orang yang mewakili regional Asia Pasifik, bersama rekan dari: Hong Kong dan Selandia Baru. Lainnya berasal dari regional Eropa &amp; Timur Tengah (8 orang), Amerika Latin (1 orang) dan Amerika Serikat sendiri (8 orang). Sungguh beruntung rasanya bisa menjadi bagian dari 20 orang terpilih dari seluruh dunia tersebut.</p>
<p>Sekembalinya saya dari Redmond di bulan puasa nanti, sudah mengantri beberapa project implementasi Active Directory dan Exchange / Unified Communications yang mesti diselesaikan. Jika ada tawaran project lain, jangan segan-segan menghubungi saya. Hehehe.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/02/13/experience-the-exchange-2007/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Experience The Exchange 2007'>Experience The Exchange 2007</a> <small>Microsoft mengeluarkan produk terbarunya pada keluarga server. Kali ini produk...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/03/13/kolaborasi-qmail-dan-microsoft-exchange-server/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server'>Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server</a> <small>Pada sebuah project di akhir 2003, saya sempat mempunyai ide...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/04/02/exchange-server-2007-service-pack-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Exchange Server 2007 Service Pack 1'>Exchange Server 2007 Service Pack 1</a> <small>Salah satu oleh-oleh yang saya peroleh dari MVP Global Summit...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/08/15/exchange-center-of-excellence/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>7</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/08/15/exchange-center-of-excellence/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Nokia Mail for Exchange</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/_zfTv6eSsOY/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/07/28/nokia-mail-for-exchange/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 28 Jul 2008 10:10:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Junk]]></category>
		<category><![CDATA[e71]]></category>
		<category><![CDATA[mail for exchange]]></category>
		<category><![CDATA[nokia]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/07/28/nokia-mail-for-exchange/</guid>
		<description><![CDATA[ Kembali ke Nokia. Mungkin judul ini yang lebih pas untuk menggambarkan selera handset saya di tahun ini. Bagaimana tidak, dalam tempo kurang dari 1/2 tahun saya sudah membeli 4 buah handset Nokia. Padahal sepanjang dekade tahun 2000-an ini bisa dibilang saya ogah pakai Nokia. Handset Nokia terakhir saya adalah tipe 6110 yang masih saya [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/02/13/experience-the-exchange-2007/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Experience The Exchange 2007'>Experience The Exchange 2007</a> <small>Microsoft mengeluarkan produk terbarunya pada keluarga server. Kali ini produk...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/04/02/exchange-server-2007-service-pack-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Exchange Server 2007 Service Pack 1'>Exchange Server 2007 Service Pack 1</a> <small>Salah satu oleh-oleh yang saya peroleh dari MVP Global Summit...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/03/13/kolaborasi-qmail-dan-microsoft-exchange-server/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server'>Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server</a> <small>Pada sebuah project di akhir 2003, saya sempat mempunyai ide...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2008/07/nokia-e71.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="153" alt="Nokia E71" src="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2008/07/nokia-e71-thumb.jpg" width="90" align="left" border="0" /></a> Kembali ke Nokia. Mungkin judul ini yang lebih pas untuk menggambarkan selera <em>handset</em> saya di tahun ini. Bagaimana tidak, dalam tempo kurang dari 1/2 tahun saya sudah membeli 4 buah <em>handset</em> Nokia. Padahal sepanjang dekade tahun 2000-an ini bisa dibilang saya ogah pakai Nokia. <em>Handset</em> Nokia terakhir saya adalah tipe 6110 yang masih saya pakai pada akhir tahun 2000.</p>
<p>Memang <em>handset</em> pertama saya di tahun 1997 adalah Nokia 8110 (Nokia &#8216;Pisang&#8217;), lalu berganti ke 5110 (Nokia &quot;sejuta umat&quot;), lalu sebentar dengan 3210, sampai ke 6110. Setelah itu, dengan alasan ogah punya banyak &#8216;kembaran&#8217;, saya beralih ke Ericsson, Siemens, Sony Ericsson, lantas beralih ke PDA Phone (yang terakhir saya pakai adalah O2 XDA Atom). Saya beralih ke PDA Phone (berbasis PocketPC/Windows Mobile) karena ingin mengutak-atik aplikasi yang berbasis PocketPC/Windows Mobile. Ketika itu, sebagai praktisi IT saya tidak hanya bermain di sistem infrastruktur jaringan komputer seperti konsentrasi saya pada saat ini, tapi juga bermain-main di pemrograman.</p>
<p>Baru setelah saya tidak lagi bermain aplikasi, ditambah rasa rindu menulis email dengan <em>mijit-mijit</em> <em>keypad</em>, akhirnya bulan Maret lalu saya beralih kembali ke <em>handset</em> tradisional. Pilihan jatuh pada <a href="http://www.nokia-asia.com/link?cid=PLAIN_TEXT_200860" target="_blank">Nokia 6120</a>. Untuk <em>handset</em> CDMA pun segera saya Nokia-kan juga seminggu kemudian, dengan <a href="http://www.nokia-asia.com/link?cid=PLAIN_TEXT_217537" target="_blank">Nokia 6275i</a>. </p>
<p>Tapi ternyata keputusan &#8216;melepas&#8217; PDA Phone tidak sepenuhnya benar. Walau pada kenyataannya saya selalu saja memanfaatkan <em>handset</em> pada fungsi-fungsi yang paling baku, yaitu menelepon dan SMS, tapi ada fungsi aplikasi di Windows Mobile (PDA) yang sebenarnya bagi saya antara butuh dan tidak butuh. Yaitu fungsi ActiveSync Email. Fungsi ini memungkinkan pengguna email berbasis Microsoft Exchange Server mengakses email, <em>calendar</em> dan <em>contacts</em> dari Exchange Server. Sedangkan fungsi email pada berbagai <em>handphone</em> yang umumnya tersedia hanyalah <em>push mail</em> berbasis protokol POP3 dan/atau IMAP. Jika hanya ingin mengakses email (tanpa perduli dengan <em>calendar</em> atau <em>contacts</em>), kemampuan ini mungkin sudah cukup. Apalagi tidak semua mail server memiliki kemampuan kolaborasi (<em>calendar </em>dan <em>contacts synchronization</em>). Tapi, jika ternyata mail server yang digunakan adalah Microsoft Exchange Server, kemampuan tersebut bisa kita manfaatkan dengan optimal.</p>
<p>&#160;</p>
<p><span id="more-83"></span></p>
<p>Saya sebenarnya tidak terlalu memanfaatkan fitur itu. Karena nyaris setiap saat saya online di Internet. Tapi pada beberapa kondisi saya memerlukannya untuk mencoba pada implementasi <em>project</em> Microsoft Exchange yang saya kerjakan di beberapa tempat. Akibatnya, 1 bulan terakhir saya mulai berpikir untuk membeli PDA Phone kembali. Sampai akhirnya tanpa sengaja hari Kamis lalu saya membaca berita tentang produk terbaru Nokia yang baru saja diluncurkan, <a href="http://www.nokia-asia.com/A41146191" target="_blank">Nokia E71</a> dan <a href="http://www.nokia-asia.com/e66" target="_blank">E66</a> yang secara memiliki aplikasi Mail for Exchange (dapat menjadikan <em>handset</em> Nokia anda menjadi <em>client</em> Exchange dengan <em>full capability</em>-nya). Aplikasi ini sebenarnya bisa di-<em>download</em> dari situs Nokia dan dipasang di beberapa tipe <em>handset</em> tertentu (seri E dan N). Tapi atas dasar pertimbangan fitur-fitur lain yang sangat mungkin akan berguna bagi saya pada saat dibutuhkan, lebih baik beli produk terbaru saja (ketimbang beli tipe lain yang lebih murah). Apalagi Nokia E71 ini secara penampilan sangat <em>professional look</em> dan sangat bersaing dengan produk-produk berwajah mirip seperti Apple iPhone atau Blackberry. </p>
<p>Dengan fitur Mail for Exchange yang ditawarkan, Nokia E71 tentu sangat layak diperhitungkan sebagai &#8216;pembunuh&#8217; Blackberry. Dari dimensi ukuran pun, ketebalan E71 hampir setengah ukuran tebal Blackberry. Soal dimensi ini juga boleh diadu dengan iPhone. Hanya saja kalau soal aplikasi <em>entertainment</em> di dalamnya saya kurang tahu. Dari dulu saya nyaris tidak begitu perduli dengan fitur-fitur seperti itu. Contoh kecil, keberadaan kamera digital di <em>handset</em> pun bisa dibilang boleh dihitung dengan jari berapa banyak saya pergunakan untuk setiap <em>handset</em> saya yang dilengkapi kamera. Paling top yang dinikmati adalah fungsi radio, itu juga kalau benar-benar sedang <em>outdoor</em> dan tidak ada hiburan lain.</p>
<p>Hari Sabtu siang kemarin, saya iseng-iseng <em>hunting</em> ke Senayan City dan Plaza Senayan. Di kedua tempat ini tidak tersedia <em>stock</em>, alias habissss. Sepertinya E71 mengalami masa euforia seperti kakak kandungnya, E90 Communicator. Sabtu sore saya berangkat ke Bandung untuk menghadiri resepsi pernikahan sepupu di sana. Pada minggu siang sebelum pulang ke Jakarta, Vera, dokter gigi pribadi saya (merangkap pacar tercinta <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_smile.gif' alt=':)' class='wp-smiley' /> ) yang turut serta ke Bandung ingin mampir sebentar ke <em>mall</em>, mencari &quot;obat wangi&quot; di gerai Mark &amp; Spencer. Karena sudah ada jadwal kunjungan resepsi pernikahan lainnya di Jakarta. Berhubung saya ngga tahu di mana <em>mall</em> di Bandung yang ada Mark &amp; Spencer -nya, pilihan termudah adalah Istana Plaza. Biar tinggal ngacir masuk tol menuju Jakarta. Tapi ternyata di sana tidak ada. Yang ada malah saya yang jadi belanja, menemukan stok Nokia E71 di sana, walau dengan harga Rp 15.000 lebih mahal dari Jakarta (Rp 5.015.000,00).</p>
<p>Fitur-fitur lain yang tentunya menarik buat saya pada E71 ini adalah Mobile Virtual Private Network (VPN), Wireless LAN, Voice over IP (VoIP), dual mode (<em>business</em> dan <em>home</em>), Global Positioning System (GPS), dsb. </p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/02/13/experience-the-exchange-2007/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Experience The Exchange 2007'>Experience The Exchange 2007</a> <small>Microsoft mengeluarkan produk terbarunya pada keluarga server. Kali ini produk...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2007/04/02/exchange-server-2007-service-pack-1/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Exchange Server 2007 Service Pack 1'>Exchange Server 2007 Service Pack 1</a> <small>Salah satu oleh-oleh yang saya peroleh dari MVP Global Summit...</small></li><li><a href='http://www.zikri.com/2008/03/13/kolaborasi-qmail-dan-microsoft-exchange-server/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server'>Kolaborasi qmail dan Microsoft Exchange Server</a> <small>Pada sebuah project di akhir 2003, saya sempat mempunyai ide...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/07/28/nokia-mail-for-exchange/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/07/28/nokia-mail-for-exchange/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ahmadiyah dan Kebebasan Beragama</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/1C2ectWYuMc/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/06/05/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/#comments</comments>
		<pubDate>Thu, 05 Jun 2008 04:28:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Islam]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[ahmadiyah]]></category>
		<category><![CDATA[fatwa]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[lahore]]></category>
		<category><![CDATA[mirza ghulam ahmad]]></category>
		<category><![CDATA[MUI]]></category>
		<category><![CDATA[qadian]]></category>
		<category><![CDATA[sesat]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/06/05/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/</guid>
		<description><![CDATA[Hari minggu kemarin, 1 Juni 2008, serombongan massa yang diidentifikasi sebagai FPI (Front Pembela Islam) menyerang dan membubarkan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh AKK BB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan). Pada malam harinya, saya mendengar keterangan bahwa aksi pembubaran tersebut dilakukan oleh Komando Laskar Islam, di mana FPI hanyalah salah satu elemen [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Hari minggu kemarin, 1 Juni 2008, serombongan massa yang diidentifikasi sebagai FPI (Front Pembela Islam) menyerang dan membubarkan aksi unjuk rasa yang dilakukan oleh AKK BB (Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan). Pada malam harinya, saya mendengar keterangan bahwa aksi pembubaran tersebut dilakukan oleh Komando Laskar Islam, di mana FPI hanyalah salah satu elemen di bawahnya.</p>
<p>Sejatinya, jika melihat namanya, AKK BB, sudah barang tentu unjuk rasa yang dilakukan di lapangan Monas (info lain mengatakan bahwa di sana mereka hanya berkumpul, unjuk rasa baru akan dilakukan di Bunderan HI) ini bertujuan membela Ahmadiyah. Karena beberapa waktu terakhir mereka (AKK BB) adalah kelompok orang yang tidak mendukung pembubaran Ahmadiyah (oleh Pemerintah RI melalui Surat Keputusan Bersama). Sesuai dengan namanya, AKK BB menganggap Ahmadiyah layak untuk dipertahankan, tentu dengan alasan kebebasan beragama dan berkeyakinan.</p>
<p>Dalam hal terjadinya peristiwa Monas hari minggu lalu, saya tidak secara spesifik memihak pada FPI/KLI dan juga tidak ke AKK BB. Semua pihak tersebut punya kontribusi terhadap terjadinya kerusuhan tersebut. Hal yang membuat acara &quot;berkumpulnya&quot; AKK BB di lapangan Monas pun menjadi rancu karena ada yang mendompleng dengan mengatakan bahwa itu adalah peringatan hari kelahiran Pancasila, ada juga yang membonceng dengan isu kenaikan BBM. Tapi memang kalau mau <em>fair</em>, apa urusannya kebebasan beragama dan berkeyakinan dengan BBM?</p>
<p>  <span id="more-80"></span>
<p><strong>Ajaran Ahmadiyah Yang Dianggap Sesat</strong></p>
<p>Syarat menjadi Islam (muslim) jika disarikan sederhana saja, termaktub dalam <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Islam" target="_blank">rukun Islam</a> yang ada 5; salah satunya adalah membaca dua kalimat syahadat (yang artinya: tidak ada tuhan yang layak disembah selain Allah, dan Muhammad adalah utusan Allah); dan juga pada <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Rukun_Iman" target="_blank">rukun iman</a> yang ada 6; diantaranya beriman kepada Allah, kitab-kitab dan rasul-rasul-Nya.</p>
<p>Pada Alqur&#8217;an dan hadis juga tersirat dan tersurat bahwa tidak ada lagi nabi/rasul setelah Muhammad SAW. Alqur&#8217;an juga disebut sebagai kitab yang sempurna sepanjang masa (sampai detik ini pun tidak ada hal duniawi yang pernah bertentangan dengan isi Alqur&#8217;an; termasuk dunia medis atau bahkan ruang angkasa yang tentunya dulu sangat jauh di awang-awang).</p>
<p>Secara singkat, ajaran <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyyah" target="_blank">Ahmadiyah</a> yang didirikan oleh Mirza Ghulam Ahmad di Punjab, India, pada tahun 1889. Yang menjadi pokok utama persoalan atas tuntutan pelarangan ajaran Ahmadiyah adalah karena mereka menganggap bahwa pemimpinnya (sang pendiri) adalah nabi/rasul. Dari penjelasan singkat pada tulisan saya di 2 paragraf di atas, hal ini jelas bertentangan dengan ajaran Islam. Bahwa tidak ada nabi/rasul setelah Rasulullah Muhammad SAW. Dalam kepercayaan kaum Ahmadiyah, nabi yang wajib di-imani ada 26 (25 pertama sama persis seperti nabinya umat Islam, ditambah &#8216;nabi&#8217; Mirza Ghulam Ahmad).</p>
<p>Ahmadiyah juga mempunya kitab suci sendiri, yang bernama Tadzkirah. Kitab ini merupakan kumpulan &#8216;wahyu&#8217; yang diturunkan &#8216;Tuhan&#8217; kepada sang &#8216;nabi&#8217;, Mirza Ghulam Ahmad. Kitab ini lebih tebal dari Alqur&#8217;an. Jika rukun iman mewajibkan umat Islam mengimani 4 buah kitab Allah: Taurat, Zabur, Injil dan Alqur&#8217;an; maka Ahmadiyah mengimani 5 buah, tentu ditambah dengan Tadzkirah. Selain itu, mereka juga mempunyai tanah suci sendiri, tempat menunaikan ibadah haji di India. Lagi-lagi tentunya bertentangan dengan Rukun Islam.</p>
<p>Walau, berdasarkan ensiklopedi <a href="http://id.wikipedia.org/wiki/Ahmadiyyah" target="_blank">Wikipedia</a> disebut bahwa tujuan pendirian Ahmadiyah (oleh Mirza Ghulam Ahmad) adalah untuk menghidupkan Islam dan menegakkan Syariah Islam. Ahmadiyah bukanlah sebuah agama baru. Pengikut-pengikutnya mengamalkan Rukun Islam dan Rukun Iman. </p>
<p><strong>Keberadaan Ahmadiyah di Indonesia</strong></p>
<p>Ahmadiyah pertama kali masuk ke Indonesia&#160; pada tahun 1925. Akan tetapi ternyata terdapat 2 (dua) kelompok Ahmadiyah (hal serupa juga terjadi di belahan dunia lain). Dua kelompok ini memiliki perbedaan prinsip yang mendasar.</p>
<ol>
<li>Ahmadiyah Qadian. Di Indonesia dikenal dengan nama Jemaat Ahmadiyah Indonesia (organisasi ini berpusat di Bogor). Kelompok inilah yang mengakui bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah seorang nabi. Tentu juga dengan segala hal yang tersebut pada bagian-bagian ajaran Ahmadiyah yang dianggap sesat. </li>
<li>Ahmadiyah Lahore. Di Indonesia dikenal dengan nama Gerakan Ahmadiyah Indonesia (organisasi ini berpusat di Yogyakarta). Kelompok yang kedua ini tidak mengakui Mirza Ghulam Ahmad sebagai nabi. Seperti halnya saudara muslim yang lain, mereka mengakui bahwa Muhammad SAW adalah nabi terakhir. Hal yang tentunya sangat fundamental sebagai akidah Islam. </li>
</ol>
<p><strong>Problematika Ahmadiyah di Belahan Dunia</strong></p>
<p>Masalah kesesatan ajaran Ahmadiyah bukanlah hal yang baru terjadi kemarin sore. Problematika ini telah ada lebih dari 1 abad yang lalu. Di berbagai belahan dunia keputusan yang diambil sama seperti keputusan yang ditetapkan/difatwakan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI), bahwa ajaran Ahmadiyah adalah sesat (walau jika benar ada 2 kelompok yang berbeda tersebut perlu ada dialog agar bisa membedakan mana yang Qadian dan mana yang Lahore). Di negeri jiran seperti Malaysia dan Brunei Darussalam pun mengambil fatwa serupa. Melarang ajaran Ahmadiyah. Bahkan di Pakistan secara tegas meminta Ahmadiyah untuk mengaku sebagai agama sendiri (karena jika mengaku Islam, banyak hal yang bertentangan dengan akidah/rukun Islam dan Iman, yang tentu secara otomatis menggugurkan ke-Islam-annya).</p>
<p>Bukan hanya per-negara, pelarangan ajaran Ahmadiyah juga ditetapkan oleh Liga Muslim Dunia (Rabithah Alam Islami). Pelarangan ini di antaranya atas dasar para pengikut Ahmadiyah menganggap bahwa Mirza Ghulam Ahmad adalah nabi sesudah Rasulullah Muhammad SAW.</p>
<p><strong>Kebebasan Beragama versi AKK BB</strong></p>
<p>Aliansi Kebangsaan untuk Kebebasan Beragama dan Berkeyakinan secara giat mengkampanyekan kebebasan beragama sebagai mana yang dilindungi oleh Undang-Undang Dasar 1945. Niatannya sebenarnya bagus dan perlu didukung. Islam pun terbukti sangat toleran terhadap pemeluk agama lain. Pada berbagai sejarah di berbagai belahan dunia ketika Islam berkuasa di sebuah wilayah, pemeluk agama lain diberi kebebasan untuk beribadah dan menjalankan aktivitas lainnya dengan tenang.</p>
<p>Tapi pada kasus ini, yang terjadi adalah bukan soal kebebasan beragama dan berkeyakinan. Masalah yang terjadi adalah penodaan atas agama. Hal inilah yang perlu ditegaskan dan digarisbawahi. </p>
<p>Kenapa penodaan atas agama? Dari beberapa paragraf tulisan saya di atas, sudah jelas tersebut alasan atas pelarangan Ahmadiyah di berbagai belahan dunia (tentu termasuk di Indonesia). Ketika akidah (fondasi) dasar berubah (misal: nabi terakhir, kitab suci, tanah suci, dsb), tentulah &#8216;bangunan&#8217; di atasnya ikut berubah. Ketika fondasi yang dimaksud adalah fondasi membangun Islam, tentu berubah pula-lah Islamnya.</p>
<p>Pada kerangka berpikir di sinilah kita harus memahami dan membedakan, mana yang dimaksud dengan kebebasan beragama dan mana yang merupakan penodaan atas sebuah agama.</p>
<p><strong>FPI vs AKK BB</strong></p>
<p>Pada berbagai pemberitaan akhir-akhir ini, dan juga opini publik yang terbentuk, FPI bertindak bringas dan membabi-buta menghajar AKK BB yang sedang memperingati Hari Kelahiran Pancasila. Kemarin saya &#8216;menguping&#8217; pembicaraan 2 orang Bapak di <em>executive lounge</em> Bandara Soekarno-Hatta, kurang lebih isinya &quot;apa sih maunya FPI itu, orang lagi diam-diam <em>koq</em> digebuki?&quot;.</p>
<p>Intinya, orang-orang hanya melihat ekses terakhir yang terjadi. Tiba-tiba ada yang digebuki. Tapi ngga banyak orang yang tahu atau mau melihat kondisi yang menjadi akar permasalahannya. Secara singkat &#8217;sejarahnya&#8217; seperti yang saya tulis di atas. AKK BB dengan alasan mendukung kebebasan beragama bersikukuh menolak keluarnya Surat Keputusan Bersama tentang pelarangan ajaran Ahmadiyah. Konon, pihak FPI sudah mencoba berbicara baik-baik dan menjelaskan apa dan bagaimananya. Tapi keterangan tersebut sangat mungkin tidak dianggap. Hingga akhirnya AKK BB menyelenggarakan acara &#8216;berkedok&#8217; Peringatan Hari Kelahiran Pancasila. Kenapa saya gunakan tanda kutip, karena jelas wacana utama yang diangkat adalah masalah Ahmadiyah dan kebebasan beragama tadi. </p>
<p>Atas dasar &#8216;kenekatan&#8217; menyelenggarakan acara itulah, pihak FPI merasa AKK BB menantang (baca: mengajak perang). Sudah diberitahu dan dijelaskan baik-baik, tapi ternyata masih menganggap bahwa apa yang mereka suarakan adalah masalah kebebasan beragama. Hasilnya, kita sudah tahu semua. Digebuki.</p>
<p><strong>FPI Yang Bringas</strong></p>
<p>Pada ormas yang bernama FPI ini, saya sendiri berdiri di dua sisi. Antara mendukung dan tidak mendukung. Pada satu sisi mendukung, karena mereka mencoba menegakkan ajaran Islam. Banyak pihak yang khawatir, terutama non muslim. Wajar-wajar saja, tentu karena takut siapa tahu suatu saat malah jadi korban kebringasannya FPI. Dalam hal ini saya sangat percaya bahwa FPI tidak akan mengganggu non muslim. Misal, dalam berbagai kebringasan tersebut, tidak ada serangan yang dilakukan pada non muslim, apalagi pada tempat-tempat ibadahnya. Mungkin saja ada non muslim yang jadi korban, tapi perlu dicari tahu juga, kenapa bisa terjadi. Mungkin saja dia menjadi pendukung maksiat (mungkin pemilik bar, panti pijat, dsb), atau mungkin malah ikut-ikutan menyuarakan bahwa Ahmadiyah merupakan bagian dari kebebasan beragama. Mendukung tanpa tahu akar permasalahan tentu harus siap juga dengan segala resiko yang mungkin dihadapi.</p>
<p>Nah, pada sisi yang tidak mendukung, tentunya saya tidak setuju dengan &quot;keputusan akhir&quot; untuk menggunakan cara-cara kekerasan. Kita berada di negara hukum, ada hal-hal yang harus diselesaikan secara hukum. Pada &#8216;gaya&#8217; FPI yang keras tersebut, tentunya justru akan memberikan pencitraan buruk atas Islam.</p>
<p><strong>Penutup</strong></p>
<p>Masalah Ahmadiyah adalah masalah dunia. Problem yang ada sudah terjadi lebih dari 1 abad yang lalu. Jadi, bukan masalah kemarin sore. Apa pun yang terjadi, kita harus terbiasa melihat akar permasalahannya. Lihat latar belakang yang menjadi babak pendahuluan atas terjadinya masalah tersebut.</p>
<p>Berbagai bahan bacaan tambahan bisa ditelusuri dari <a href="http://www.google.com/search?q=ajaran+ahmadiyah+sesat&amp;rls=com.microsoft:*&amp;ie=UTF-8&amp;oe=UTF-8&amp;startIndex=&amp;startPage=1" target="_blank">Google</a>.</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/06/05/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>22</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/06/05/ahmadiyah-dan-kebebasan-beragama/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Microsoft Fast Track Academy Jadi Juara</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/hT2TdEYug6Q/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/06/01/microsoft-fast-track-academy-jadi-juara/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 01 Jun 2008 15:07:48 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Geek]]></category>
		<category><![CDATA[Junk]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[fast track]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/?p=79</guid>
		<description><![CDATA[Jika anda melihat profil MVP saya di situs Microsoft, mungkin pernah bertanya-tanya, apa itu Microsoft Fast Track Academy? Sejujurnya, Microsoft Fast Track Academy sebenarnya adalah sebuah program marketing, di bawah Business &#38; Marketing Organization &#8211; Microsoft Indonesia. Program ini pertama kali digodok pada medio 2006 (bersama rekan Subhan Novianda Mani dan Mario Hadiwinata; keduanya sekarang [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/09/02/microsoft-certified-master/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Microsoft Certified Master?'>Microsoft Certified Master?</a> <small>Pada saat coffee break di sebuah sesi training ECOE yang...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Jika anda melihat <a href="https://mvp.support.microsoft.com/profile/ZIKRI" target=new>profil</a> MVP saya di situs Microsoft, mungkin pernah bertanya-tanya, apa itu Microsoft Fast Track Academy? Sejujurnya, Microsoft Fast Track Academy sebenarnya adalah sebuah program <em>marketing</em>, di bawah Business &amp; Marketing Organization &#8211; Microsoft Indonesia. Program ini pertama kali digodok pada medio 2006 (bersama rekan Subhan Novianda Mani dan <a href="http://hadiwinata.net" target=new>Mario Hadiwinata</a>; keduanya sekarang telah <em>resign</em>), dan mulai dijalankan pada bulan Agustus 2006.</p>
<p>Program yang telah dijalankan beberapa kali (baru saja selesai batch ke-13, Mei 2008) mengundang orang-orang dari berbagai perusahaan di Indonesia untuk datang dan mengikuti program ini secara gratis! Sejujurnya lagi, orang-orang yang diharapkan hadir adalah mereka yang pada posisi bisa mengambil keputusan di kantornya (misal: IT Manager, Direktur, dsb). Walau tidak menutup kemungkinan bagi mereka yang ada di posisi &#8216;prajurit lapangan&#8217; seperti <em>systems administrator</em> dan sejenisnya. Namanya saja program <em>marketing</em>, tentu ekspektasinya adalah anda yang hadir bisa memutuskan untuk segera membeli dan menggunakan teknologi Microsoft.</p>
<p>Yang unik dari program ini adalah kemasan <em>marketing</em> yang dibungkus dengan edukasi. Program yang dijalankan dari Senin s.d Sabtu dengan komposisi Senin s.d Jumat dijalankan setelah jam kantor, 18.30-21.15 WIB (yang pada praktiknya biasa baru mulai jam 19.00, karena mesti memberi kesempatan yang menunaikan shalat Maghrib dan menikmati makan malam gratis yang disediakan) dan hari Sabtu seharian, 09.00-16.00 WIB. Pada hari Senin s.d Jumat agenda-nya saya yang akan aktif membahas berbagai <em>issue</em>, mulai dari Active Directory s.d berbagai back-end server Microsoft. Pada sesi ini peserta juga diharapkan aktif bertanya dan boleh membawa masalah di kantornya sebagai <em>case study</em>. Pada sesi malam ini tidak ada lab yang dikerjakan peserta, kecuali hanya saya yang mendemonstrasikannya. Di hari terakhir, Sabtu, peserta berkesempatan mencoba pada sesi hotlab sepanjang hari (1 peserta 1 PC, dengan jumlah peserta per-batch sekitar 30 orang).</p>
<p><span id="more-79"></span></p>
<p>Awalnya program ini hanya direncanakan berjalan 8-10x saja. Tapi ternyata respon rata-rata dari peserta sangat baik. Akibatnya, program terus berjalan dan masih akan berlanjut setidaknya pada tahun fiskal berikutnya (FY09 Juli 2008-Juni 2009). Memang waktunya sebenarnya sangat terbatas. Tidak akan bisa membuat anda menjadi tahu dan mahir berbagai hal dalam sekejap. Tapi setidaknya cukup untuk membuat anda mengerti apa dan bagaimana teknologi Microsoft pada sebuah infrastruktur jaringan komputer. Dan ini semua anda dapatkan secara cuma-cuma.. Setelahnya pun tidak ada paksaan untuk membeli produk Microsoft. Saya sendiri secara pribadi sangat memanfaatkan <em>moment</em> ini sebagai sarana memperluas <em>relationship</em> yang siapa tahu suatu saat berbuah <em>project</em>! Hehehe.</p>
<p>Sebuah kabar menyenangkan beberapa waktu yang lalu saya terima, ternyata program Fast Track Academy ini mendapatkan internal award di Microsoft regional Asia Pasifik untuk kategori <em>Competitive Impact</em> pada Asia Pacific Market Awards. Tidak ada hadiah dalam bentuk materi yang saya terima. Tapi kebahagiaan sebagai ujung tombak program ini mulai dari penggodokan sampai pelaksanaan di lapangan lebih dari cukup. Setidaknya apa yang telah saya lakukan tidak sia-sia <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/09/02/microsoft-certified-master/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Microsoft Certified Master?'>Microsoft Certified Master?</a> <small>Pada saat coffee break di sebuah sesi training ECOE yang...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/06/01/microsoft-fast-track-academy-jadi-juara/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/06/01/microsoft-fast-track-academy-jadi-juara/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Ketemu Bill Gates (Lagi!)</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/gIPCoebZugg/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/05/07/ketemu-bill-gates-lagi/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 07 May 2008 16:05:52 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Personal]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/05/07/ketemu-bill-gates-lagi/</guid>
		<description><![CDATA[Setahun yang lalu, tepatnya bulan Maret 2007 saya berkesempatan bertemu langsung dengan Bill Gates pada jarak yang terdekat, persis di bawah panggung sang tokoh yang sedang berceramah di acara Microsoft Most Valuable Professional Global Summit 2007. Bagai dejavu, acara yang tempo hari saya ikuti di Washington State Convention Center, Seattle, Amerika Serikat, akan terjadi lagi [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/03/14/ketemu-bill-gates/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ketemu Bill Gates'>Ketemu Bill Gates</a> <small>Salah satu moment yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang yang...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Setahun yang lalu, tepatnya bulan Maret 2007 saya berkesempatan bertemu langsung dengan Bill Gates pada jarak yang terdekat, persis di bawah panggung sang tokoh yang sedang berceramah di acara Microsoft Most Valuable Professional Global Summit 2007. Bagai dejavu, acara yang tempo hari saya ikuti di Washington State Convention Center, Seattle, Amerika Serikat, akan terjadi lagi hari Jumat pagi besok (9 Mei 2008).</p>
<p>Mungkin sudah banyak yang tahu bahwa sang pendiri Microsoft dan salah satu orang terkaya di dunia ini akan datang ke Indonesia. Setidaknya banyak media yang sudah memberitakannya. Tentu saja saya pun tidak ketinggalan berita. Tapi terus terang, saya tidak berharap apa-apa dengan kedatangannya. Bagaimana mungkin, di jadwal kunjungannya yang singkat di Indonesia, yang sudah di-antri dengan sederet kegiatan pertemuan dengan Kamar Dagang dan Industri (Kadin), menteri-menteri, hingga pak Presiden Republik Indonesia, saya bisa &#8216;nyelip&#8217;. Bahkan konon mampir ke kantor Microsoft Indonesia pun tidak ada dalam jadwal agenda Bill Gates.</p>
<p>Keyakinan itu setidaknya sampai dengan menjelang jam kantor berakhir tadi sore. Saat itu, ada seorang teman yang bertanya, &#8220;Om Bill mau datang ke Indonesia, elo ikutan liat dia ngga di JCC besok?&#8221;. Karena memang saya ngga berharap dan tidak menjadwalkan akan bertemu, ya dijawab saja asal-asalan, &#8220;ngga ikutan yang di JCC. <em>entar</em> aja, ngopi bareng di starbak.&#8221;.</p>
<p>Jawaban itu ternyata tidak valid. Tidak sampai 1 jam kemudian, di tengah kemacetan di daerah Mampang Prapatan, tiba-tiba saya mendapat telepon, bisa datang di acara <em>ketemu</em> Bill Gates ngga? Kalau mau nanti diberi undangannya. Karena Bill Gates kali ini datang sebagai tamu negara, jadi undangan ini tentunya diperlukan untuk menembus protokoler Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres).</p>
</p>
<p><span id="more-78"></span></p>
<p>Bak mendapat durian runtuh, saya segera memacu kendaraan untuk mengambil undangan tersebut. Akhirnya ternyata ketemu lagi&#8230; Hehehe.. Walau kali ini tentunya saya tidak bisa seenak hati &#8216;berkeliaran&#8217;, jongkok, nungging, <em>ndlosor</em> di depan Bill dan sibuk memotretnya. Karena kali ini tentu saya harus mengikuti protokoler negara. (baca tulisan saya tahun lalu yang berjudul &#8220;<a href="http://www.zikri.com/2007/03/14/ketemu-bill-gates/">Ketemu Bill Gates</a>&#8220;).</p>
<p><a href="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2008/05/invitation.jpg"><img style="border-right: 0px; border-top: 0px; border-left: 0px; border-bottom: 0px" height="485" alt="invitation" src="http://www.zikri.com/wp-content/uploads/2008/05/invitation-thumb.jpg" width="400" border="0"/></a> </p>
<p>Saya sendiri belum tahu forum apa yang akan saya hadiri hari Jumat nanti. Karena setahu saya &#8211;begitu juga pemberitaan yang marak&#8211; menyebut bahwa acara yang dihadiri Bill Gates itu hari Kamis. Sedang undangan yang saya dapat menyebut <em>session</em> pada hari Jumat. Dari jam 6.30 pagi sudah harus hadir dan diperiksa Paspampres. Padahal gosip yang beredar Bill tidak menginap di Indonesia.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2007/03/14/ketemu-bill-gates/' rel='bookmark' title='Permanent Link: Ketemu Bill Gates'>Ketemu Bill Gates</a> <small>Salah satu moment yang paling ditunggu-tunggu oleh semua orang yang...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/05/07/ketemu-bill-gates-lagi/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/05/07/ketemu-bill-gates-lagi/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Pengurus MUGI Nasional</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/fOcxLiN_CTc/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/05/05/pengurus-mugi-nasional/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 04 May 2008 18:01:20 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Junk]]></category>
		<category><![CDATA[Personal]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[microsoft]]></category>
		<category><![CDATA[mugi]]></category>
		<category><![CDATA[nasional]]></category>
		<category><![CDATA[pengurus]]></category>
		<category><![CDATA[users group]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/05/05/pengurus-mugi-nasional/</guid>
		<description><![CDATA[Pada pertemuan luar biasa MUGI (Microsoft Users Group Indonesia) kepengurusan Nasional beberapa hari yang lalu (pada liburan 1 Mei 2008), diagendakan membicarakan masalah internal yang paling hangat. Seperti biasa, huru-hara internal yang selalu sibuk &#8216;berantem&#8217;. Sampai-sampai di dalam Microsoft Indonesia ada yang bertanya, sebenarnya MUGI itu komunitas atau partai politik?
Agenda &#8217;sampingan&#8217; selain membahas kewenangan MUGI [...]


Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/10/01/my-technical-blog/' rel='bookmark' title='Permanent Link: My Technical Blog'>My Technical Blog</a> <small>Sejak 2 minggu yang lalu, saya mengaktifkan situs blog di...</small></li></ol>

Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Pada pertemuan luar biasa <a href="http://www.mugi.org" target="_blank">MUGI</a> (Microsoft Users Group Indonesia) kepengurusan Nasional beberapa hari yang lalu (pada liburan 1 Mei 2008), diagendakan membicarakan masalah internal yang paling hangat. Seperti biasa, huru-hara internal yang selalu sibuk &#8216;berantem&#8217;. Sampai-sampai di dalam Microsoft Indonesia ada yang bertanya, sebenarnya MUGI itu komunitas atau partai politik?</p>
<p>Agenda &#8217;sampingan&#8217; selain membahas kewenangan MUGI Nasional dan MUGI Regional (seperti: Jadetabek, Priangan, Surabaya, Balikpapan, Batam, dsb) adalah membahas suksesi kepengurusan nasional. Dua pembahasan tersebut berkaitan dengan pernyataan Pak Ketua MUGI Nasional yang beberapa hari sebelumnya menyatakan mundur dari jabatan. Walau saya sendiri kurang sepakat dengan kata mundur tersebut. Karena tanpa ada &#8216;huru-hara&#8217; dan bilang mundur pun, memang masa jabatan telah lama &#8216;expired&#8217;.</p>
<p><span id="more-75"></span></p>
<p>Acara yang berlangsung di <a href="http://www.biotrop.org/" target="_blank">Biotrop</a>, kawasan Tajur, Bogor, awalnya hanya ditujukan sebagai ajang silaturahim sekaligus persiapan munaslub. Entah angin dari mana, tiba-tiba sore harinya berubah menjadi ajang pergantian pengurus nasional. Sementara terpilih pengurus utama (2008-2011), yang tentunya akan ditambah dengan seksi-seksi pendukung lainnya. Pengurus utama sebagai berikut:</p>
<blockquote><p>Ketua: Sony Setiawan<br />Wakil Ketua: Oke Hendradhy<br />Sekretaris: Rahmat Zikri</p>
</blockquote>
<p>Lucu juga.. Kalau mengingat 10 tahun yang lalu, saya pun menjadi <a href="http://bandung.linux.or.id/?q=node/58" target="_blank">pengurus</a> sekaligus turut sebagai pendiri Klub Linux Bandung (<a href="http://bandung.linux.or.id" target="_blank">KLuB</a>). Kalau mau ditarik sejarah ke belakang, masih ada setidaknya 2 sistem operasi utama lainnya yang pernah mewarnai &#8220;riwayat hidup&#8221; saya, yaitu FreeBSD Unix dan Novell Netware. Walau tentunya telah bertahun-tahun terakhir ini saya lebih banyak diwarnai oleh teknologi Microsoft. Tak heran jika ada komentar &#8216;aneh&#8217; di halaman &#8220;<a href="http://www.zikri.com/about" target="_blank">About Me</a>&#8220;:</p>
<blockquote><p>cuma bs tentang windows doank ya om……<br />gak ad yg laen????????????????</p>
</blockquote>
<p>Jawabannya: ada. banyak tuh <img src='http://www.zikri.com/wp-includes/images/smilies/icon_biggrin.gif' alt=':D' class='wp-smiley' /> </p>
<p>Terus terang saya hanya bisa tertawa jika ada pertanyaan semacam itu. Pertanyaan paling umum yang sering terlontar oleh mereka yang baru kenal dunia <em>Open Source. No offence, I&#8217;d been there. </em>Orang-orang tipe ini seringkali taklik buta, alias jadi alergi dengan Microsoft. Buat saya sebagai profesional, apa saja oke. Yang penting harga cocok. Masalahnya, sekarang secara kompentensi, <em>friendly</em>, kompetisi, dsb, kompatibilitas saya merasa cocok dengan teknologi Microsoft. Tidak lebih.</p>


<p>Related posts:<ol><li><a href='http://www.zikri.com/2008/10/01/my-technical-blog/' rel='bookmark' title='Permanent Link: My Technical Blog'>My Technical Blog</a> <small>Sejak 2 minggu yang lalu, saya mengaktifkan situs blog di...</small></li></ol></p>
<p>Related posts brought to you by <a href='http://mitcho.com/code/yarpp/'>Yet Another Related Posts Plugin</a>.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/05/05/pengurus-mugi-nasional/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/05/05/pengurus-mugi-nasional/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Email Gratis @teman.zikri.com Bisa Didownload</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/sPG1My-E9Ac/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/04/19/email-gratis-temanzikricom-bisa-didownload/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 19 Apr 2008 12:59:27 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Junk]]></category>
		<category><![CDATA[download]]></category>
		<category><![CDATA[email]]></category>
		<category><![CDATA[free]]></category>
		<category><![CDATA[gratis]]></category>
		<category><![CDATA[hotmail]]></category>
		<category><![CDATA[http]]></category>
		<category><![CDATA[live]]></category>
		<category><![CDATA[mail]]></category>
		<category><![CDATA[pop3]]></category>
		<category><![CDATA[smtp]]></category>
		<category><![CDATA[webmail]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/?p=74</guid>
		<description><![CDATA[





Get a free account @teman.zikri.com






Sign up 




Check e-mail 




Pada tanggal 9 Juni 2001 saya membuat subdomain teman.zikri.com dan mengaktifkan email gratis berdomain tersebut. Walau beberapa tahun belakangan ini tidak terpublikasi, tetapi service tersebut sebenarnya tetap berjalan. Memang tidak banyak yang pakai, karena saya pun tidak gencar mempublikasikannya. Setidaknya sampai bulan lalu ada sekitar 300-an mailbox.
Selama [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><center>
<div style="background-image: url(http://images.domains.live.com/OpenSignupImages/OpenMembership240x240.jpg); overflow: hidden; width: 240px; position: relative; height: 240px">
<div style="overflow: hidden; width: 100%; height: 100%">
<table style="table-layout: fixed; word-wrap: break-word" cellspacing="0" cellpadding="5" align="left" border="0">
<tbody>
<tr>
<td style="font: 16px arial; color: #000000" valign="center" align="middle" width="240" height="160">Get a free account @teman.zikri.com</td>
</tr>
</tbody>
</table>
</div>
<div style="border-right: #ffffff 1px solid; border-top: #ffffff 1px solid; left: 15px; border-left: #ffffff 1px solid; width: 90px; bottom: 55px; border-bottom: #ffffff 1px solid; position: absolute">
<div style="border-right: #1f59a5 1px solid; border-top: #1f59a5 1px solid; border-left: #1f59a5 1px solid; border-bottom: #1f59a5 1px solid">
<div style="border-right: #ffffff 1px solid; padding-right: 0px; border-top: #ffffff 1px solid; padding-left: 0px; background-image: url(http://images.domains.live.com/OpenSignupImages/OpenButtonBackground.gif); padding-bottom: 1px; margin: 0px; border-left: #ffffff 1px solid; padding-top: 1px; border-bottom: #ffffff 1px solid; text-align: center"><a style="font: bold 12px arial,helvetica,sans-serif; color: #092076; text-decoration: none" href="https://domains.live.com/members/signup.aspx?domain=teman.zikri.com" target="_blank">Sign up</a> </div>
</div>
</div>
<div style="border-right: #ffffff 1px solid; border-top: #ffffff 1px solid; right: 15px; border-left: #ffffff 1px solid; width: 90px; bottom: 55px; border-bottom: #ffffff 1px solid; position: absolute">
<div style="border-right: #1f59a5 1px solid; border-top: #1f59a5 1px solid; border-left: #1f59a5 1px solid; border-bottom: #1f59a5 1px solid">
<div style="border-right: #ffffff 1px solid; padding-right: 0px; border-top: #ffffff 1px solid; padding-left: 0px; background-image: url(http://images.domains.live.com/OpenSignupImages/OpenButtonBackground.gif); padding-bottom: 1px; margin: 0px; border-left: #ffffff 1px solid; padding-top: 1px; border-bottom: #ffffff 1px solid; text-align: center"><a style="font: bold 12px arial,helvetica,sans-serif; color: #092076; text-decoration: none" href="http://mail.live.com" target="_blank">Check e-mail</a> </div>
</div>
</div>
</div>
<p></center>
<p>Pada tanggal 9 Juni 2001 saya membuat subdomain teman.zikri.com dan mengaktifkan email gratis berdomain tersebut. Walau beberapa tahun belakangan ini tidak terpublikasi, tetapi <em>service</em> tersebut sebenarnya tetap berjalan. Memang tidak banyak yang pakai, karena saya pun tidak gencar mempublikasikannya. Setidaknya sampai bulan lalu ada sekitar 300-an mailbox.</p>
<p>Selama ini <em>service</em> di-<em>hosting</em> pada Everyone.net. Pada awalnya dulu hanya menyediakan <em>space</em> sebesar 6MB (sebuah ukuran yang lazim pada masa itu) dan berbagai fitur webmail lainnya. Kali ini <em>service</em> email gratis pada domain teman.zikri.com saya aktifkan kembali. Tapi sekarang menggunakan layanan terintegrasi dari <a href="http://www.live.com" target="_blank">Live.com</a>.</p>
<p><span id="more-74"></span></p>
<p>Semua pengguna Internet pasti tahu yang namanya <a href="http://www.hotmail.com" target="_blank">Hotmail</a>. Nah, sekarang email berdomain @teman.zikri.com pindah rumah ke Hotmail. Dengan kata lain, ini sebenarnya adalah email Hotmail, tetapi berdomain teman.zikri.com. Semua fitur yang ada di Hotmail juga dimiliki oleh email di teman.zikri.com.</p>
<p>Fitur-fitur yang ada di antaranya adalah:</p>
<ul>
<li>Ruang m<em>ailbox</em> yang lega, 5GB per <em>account</em>.  </li>
<li>Proteksi email sampah (<em>junk mail</em>) dengan menggunakan teknologi <em>SmartScreen</em>.  </li>
<li>Antivirus pada server.  </li>
<li>Akses webmail mirip seperti Hotmail melalui <a href="http://mail.live.com" target="_blank">http://mail.live.com</a>.  </li>
<li>Integrasi dengan semua teknologi Windows Live, termasuk bisa dipakai juga untuk login di Live Messenger (dulu dikenal dengan nama MSN Messenger).  </li>
<li>Bisa di-<em>download</em> dan dibaca <em>offline</em> di PC anda dengan menggunakan program <em>mail client</em> seperti Windows Live Mail (bisa di-<em>install</em> mulai dari Windows XP dengan Service Pack 2). <em>Download</em> Windows Live Mail (gratis!) di <a href="http://get.live.com" target="_blank">http://get.live.com</a>. Jika sudah di-<em>install</em>, pilihan jenis <em>account</em> adalah HTTP (jangan POP3/SMTP). Masukkan <em><a href="mailto:username-anda@teman.zikri.com">username-</a></em>anda@teman.zikri.com. Jika ingin menggunakan Microsoft Outlook, mesti <em>download</em> dan <em>install</em> aplikasi <em><a href="http://office.microsoft.com/en-us/outlook/HA102225181033.aspx" target="_blank">connector</a></em> nya terlebih dahulu.  </li>
<li>dsb.</li>
</ul>
<p>Ada segudang fitur lainnya, yang merupakan bawaan Hotmail dan juga hasil kombinasi dengan teknologi keluarga Windows Live lainnya, seperti <em>calendar</em>, <em>online shared folder</em>, blog, dsb. Semua bisa diaktifkan hanya dengan <em>single login</em>: <a href="mailto:namaanda@teman.zikri.com">namaanda@teman.zikri.com</a>.</p>
<p>Hal yang juga tidak kalah penting untuk diketahui adalah jaminan <em>privacy</em> semua email di domain @teman.zikri.com. Seluruh isi mailbox di-<em>hosting</em> di Hotmail, tanpa campur tangan saya sebagai pemilik domain zikri.com. <em>So, feel free to use this email!</em></p>
<p>Note: Artikel saya tentang bagaimana cara membuat email Hotmail dengan domain sendiri seperti ini bisa dibaca di majalah CHIP edisi April 2008 (beredar 22 April 2008 s.d 21 Mei 2008)</p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/04/19/email-gratis-temanzikricom-bisa-didownload/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>14</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/04/19/email-gratis-temanzikricom-bisa-didownload/</feedburner:origLink></item>
		<item>
		<title>Film Fitna dan Pemblokiran Youtube</title>
		<link>http://feedproxy.google.com/~r/zikridotcom/~3/-DKQ7N6UXZ4/</link>
		<comments>http://www.zikri.com/2008/04/11/film-fitna-dan-pemblokiran-youtube/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Apr 2008 16:18:40 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Rahmat Zikri</dc:creator>
				<category><![CDATA[Information]]></category>
		<category><![CDATA[Opinion]]></category>
		<category><![CDATA[Politic]]></category>
		<category><![CDATA[Technology]]></category>
		<category><![CDATA[blokir]]></category>
		<category><![CDATA[fitna]]></category>
		<category><![CDATA[geert wilders]]></category>
		<category><![CDATA[indonesia]]></category>
		<category><![CDATA[kominfo]]></category>
		<category><![CDATA[menteri]]></category>
		<category><![CDATA[multiply]]></category>
		<category><![CDATA[nuh]]></category>
		<category><![CDATA[rapidshare]]></category>
		<category><![CDATA[youtube]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.zikri.com/2008/04/11/film-fitna-dan-pemblokiran-youtube/</guid>
		<description><![CDATA[Banyak pengguna Internet di Indonesia yang kecewa, menggerutu sampai memaki-maki Pemerintah (c.q Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia) karena tiba-tiba mereka tidak bisa mengakses situs Youtube dan juga beberapa situs lainnya seperti Multiply dan Rapidshare beberapa hari terakhir ini.
Jika kita coba iseng browsing di Internet, bisa dijumpai beberapa pihak yang pro dan kontra. Saya sendiri [...]


No related posts.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Banyak pengguna Internet di Indonesia yang kecewa, menggerutu sampai memaki-maki Pemerintah (c.q Departemen Komunikasi dan Informatika Republik Indonesia) karena tiba-tiba mereka tidak bisa mengakses situs <a href="http://www.youtube.com" target="_blank">Youtube</a> dan juga beberapa situs lainnya seperti <a href="http://www.multiply.com" target="_blank">Multiply</a> dan <a href="http://www.rapidshare.com" target="_blank">Rapidshare</a> beberapa hari terakhir ini.</p>
<p>Jika kita coba iseng <em>browsing</em> di Internet, bisa dijumpai beberapa pihak yang pro dan kontra. Saya sendiri mencoba untuk bersikap netral. Kenapa? Pada satu sisi tentu saya akan memilih kontra, ketika mengingat ada banyak hal bagus yang sebenarnya bisa kita dapatkan di situs-situs tersebut. Untuk yang ini, semua orang pasti bisa memaklumi, apalagi mereka yang beramai-ramai meneriakkan kekecewaannya. Tapi di sisi lain, saya pun setuju dengan langkah yang diambil oleh Pemerintah. Tulisan kali ini akan lebih mengupas kira-kira alasan apa yang dipakai oleh Pemerintah sebagai dasar pikiran, sekaligus menuangkan apa yang menjadi buah pikiran saya sebagai pembenaran.</p>
<p> <span id="more-73"></span>
<p><strong>Fitna</strong></p>
<p>Belakangan ini, tiba-tiba banyak orang di dunia yang meributkan film Fitna, karya seorang politisi Belanda yang bernama Geert Wilders. Walau saya sendiri belum menontonnya (setidaknya sampai ketika menulis <em>posting</em> ini saya belum meluangkan waktu untuk menonton, padahal punya filmnya), secara umum saya mengetahui kira-kira apa dan bagaimana isinya. Sejak awal diributkan hingga menjadi ramai karena Pemerintah menutup akses ke Youtube, terus terang saya tetap tidak <em>interest</em> untuk menonton film tersebut. Bukan karena film tersebut menjelek-jelekkan Islam, tapi karena saya melihat bahwa ini hanyalah sebuah film murahan tanpa sebuah muatan berarti, baik dari segi teknik gambar apalagi <em>content</em>. Walau gawatnya ternyata berpotensi memecahbelah manusia di dunia.</p>
<p>Konon kabarnya menurut mereka yang sudah menonton, film ini hanyalah sebuah kumpulan dari potongan-potongan gambar dari berbagai peristiwa yang pernah terjadi. Kumpulan tersebut dijadikan sebagai satu kesatuan. Jadi sebenarnya ini lebih tepat disebut kliping. Meneer Wilders menganggap apa yang dilakukannya adalah bagian dari kebebasan berpendapat, alias <em>freedom of speech</em>.</p>
<p><strong>Kebebasan Berpendapat</strong></p>
<p>Di daratan Eropa dan juga Amerika, banyak orang mengagung-agungkan kebebasan berpendapat. Siapa pun boleh membicarakan apa pun. Kita pun sebenarnya di Indonesia bebas berpendapat. Hal ini lah yang membuat Geert Wilders membuat film yang katanya sebagai cara dia mengemukakan pendapatnya. Ada beberapa kasus lain yang menimbulkan kehebohan juga didasarkan karena merasa bebas mengemukakan pendapat pribadi, bebas sebebas-bebasnya.</p>
<p>Tapi apa bedanya bangsa Indonesia dan bule-bule itu? Kita dibesarkan dengan etika dan moral ke-timur-an. Walau kebebasan mengemukakan pendapat itu dilindungi oleh Undang-Undang, kita juga tahu dan mengerti bahwa kebebasan itu ada batasnya. Dalam hal ini yang membatasi adalah perasaan orang lain.</p>
<p>Dalam kasus film Fitna, di mana yang menjadi latar adalah soal agama, mestinya Geert Wilders mau belajar dari Alqur&#8217;an, yang salah satu ajarannya adalah: la kum diinukum waliyadiin (bagimu agama-mu, bagiku agama-ku). Sebagai penganut agama non-Islam, silahkan saja Wilders memuja agamanya setinggi yang dia bisa, itu adalah hak dan kewajibannya. Tapi ketika caranya adalah dengan menghujat agama orang lain, di sinilah muncul keterusikan tersebut.</p>
<p><strong>Potensi Perpecahan</strong></p>
<p>Sebagian orang (termasuk saya) mungkin memilih tidak ambil pusing dan juga tidak berminat untuk menonton film tersebut. Sebagian lagi jadi penasaran ingin menonton karena besarnya kehebohan yang ditimbulkan (setidaknya gara-gara akses ke beberapa situs jadi tertutup). Tapi, tidak bisa dinafikan bahwa tidak mungkin ada pihak yang akan terpancing dan marah karena film tersebut.</p>
<p>Bagi mereka yang beragama Islam, film ini setidaknya bisa membuat kemarahan karena mendiskreditkan umat Islam &#8211;hal yang seringkali dilakukan oleh dunia barat. Tak kenal maka tak sayang. Begitu istilah yang paling tepat untuk hal ini. Di waktu yang bersamaan, bagi mereka yang non-muslim dan menelan bulat-bulat akibat &quot;kebebasan berpendapat&quot;-nya Wilders, juga berakibat menyuburkan sikap Islamophobia.</p>
<p>Dua sisi yang bergesekan dan bertolak-belakang bagaikan api dalam sekam. Semakin dibiarkan subur, semakin cepat api itu akan berkobar dan membakar apa saja yang ada di sekitarnya.</p>
<p><strong>Keputusan Pemerintah</strong></p>
<p>Pada hari Senin yang lalu, Pak Muhammad Nuh, Menteri Kominfo RI mengundang beberapa rekan blogger untuk ikut urun rembuk mengenai beberapa perkembangan terakhir, utamanya mengenai Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE). Turut dibahas pula tentunya soal Fitna. </p>
<p>Menurut Pak Nuh, beliau mengeluarkan surat keputusan tersebut atas permintaan Pak Susilo Bambang Yudhoyono (Presiden RI). Sebelum surat keputusan untuk mem-blokir akses ke situs Youtube, Pak Menteri sudah terlebih dahulu meminta kepada pihak Youtube agar menghapus <em>content</em> yang berkaitan dengan film tersebut. Tetapi sampai batas waktu yang ditunggu, Youtube tidak juga menghapus. Sehingga akhirnya Pemerintah terpaksa mengeluarkan keputusan untuk benar-benar menutup akses ke situs Youtube.</p>
<p><strong>Ekses Terhadap Situs-situs Lain</strong></p>
<p>Melalui <a href="http://romisatriawahono.net/wp-content/uploads/2008/04/suratpemblokirandepkominfo.pdf" target="_blank">Surat Keputusan</a>-nya, Pak Menteri tidak menyebut secara khusus nama situs yang dimaksud, tapi hanya meminta kepada pihak Internet Service Provider agar menutup akses ke film Fitna. Pada pelaksanaannya, pihak ISP &#8211;mungkin karena ketakutan&#8211; jadi memblok beberapa situs yang diantisipasi juga sebagai situs yang memungkinkan untuk <em>sharing</em> film, seperti Multiply dan Rapidshare. Jadi sebenarnya ini lebih kepada hal teknis pelaksanaan di lapangan.</p>
<p>Pada eksekusi di lapangan, tindak pemblokiran akses ini lebih mirip dengan &#8220;membunuh nyamuk dengan meriam&#8221;. Ada banyak hal positif lain yang bisa kita peroleh dari situs semacam Youtube. Tapi hanya karena Fitna, Youtube jadi tidak bisa diakses dari Indonesia (setidaknya sampai saat ini, dan tentu kita berharap &#8216;kasus&#8217; ini bisa diselesaikan dengan <i>happy ending</i> bagi semua pihak &#8211;kecuali Meneer Wilders). Pemblokiran Youtube juga bukan ide yang baik, karena sebenarnya bisa saja menyusul kemudian dilakukan pada situs-situs lainnya. Apa jadinya jika Pemerintah harus menutup berbagai situs lain yang menyusul?</p>
<p>Pada pertemuan antara para blogger dan Pak Menteri, tersurat bahwa pemblokiran tersebut tentu bukanlah hal yang permanen. Jika pihak Youtube mau memahami keberatan Pemerintah Indonesia dan menghapus <em>content</em> dimaksud, maka tentunya tidak ada alasan lagi untuk tetap melanjutkan pemblokiran akses tersebut. Rangkuman dan foto-foto acara tersebut bisa diakses di <a href="http://romisatriawahono.net/2008/04/08/hasil-diskusi-blogger-dan-komunitas-maya-dengan-pak-nuh/" target="_blank">sini</a>.</p>
<p><strong>Respon dari Pihak Youtube</strong></p>
<p>Entah ini merupakan jawaban <em>official</em> dari pihak Youtube atau bukan, tapi situs berita detikcom sempat memberitakan bahwa ada <a href="http://www.detikinet.com/index.php/detik.read/tahun/2008/bulan/04/tgl/04/time/163116/idnews/918501/idkanal/399" target="_blank">respon dari Youtube</a>:</p>
<blockquote><p><em>Internet memberi kesempatan kepada setiap orang untuk berbicara dan didengarkan. Namun memudahkan orang mengekspresikan diri di Internet juga memunculkan kekhawatiran yang terkait dengan budaya dan politik di negara </em><em>tertentu. </em>      <br /><em>Itulah sebabnya kami memudahkan pengguna untuk menginformasikan konten yang mereka yakini melanggar ketentuan dan persyaratan kami. Jika hal ini terjadi, kami akan menghapus konten itu. </em>      <br /><em>Kami juga bekerja sama dengan otoritas hukum di negara bersangkutan dalam penanganan konten yang mungkin melanggar hukum yang berlaku di negara tersebut. </em>      <br /><em>Kami kira pendekatan ini memberi keseimbangan antara kebebasan berekspresi dan penghargaan terhadap hukum di suatu negara.</em></p>
</blockquote>
<p>Tapi yang jelas, sampai waktu saya menulis <em>posting</em> ini, Youtube masih tidak bisa diakses (baca: masih belum menghapus film Fitna dari servernya).</p>
<p><strong>Eksistensi Bangsa Indonesia</strong></p>
<p>Sebuah alasan yang lain yang menurut saya pribadi sebenarnya pantas diangkat justru masalah menunjukkan eksistensi bangsa Indonesia di dunia Internet. Saya sempat menyebut hal ini pada beberapa orang yang secara pribadi menanyakan mengapa pemerintah memblokir akses ke beberapa situs.</p>
<p>Penduduk Indonesia secara statistik menempati urutan ranking dunia sebagai negara berpenduduk tinggi. Memang benar, dari 200-an juta penduduk Indonesia yang sudah mengakses Internet belum banyak. 10% mungkin sudah bisa dibilang angka yang bagus. Namun, dari tahun ke tahun jumlah ini terus berkembang. 15 tahun yang lalu Internet bisa dibilang barang mewah. Sekarang, di kota kecil pun mungkin kita sudah bisa menemukan warung Internet tanpa kesulitan.</p>
<p>Jika dulu hanya kantor-kantor besar atau kampus bonafid yang terkoneksi dengan jaringan Internet, sekarang jangan heran jika melihat Sekolah Dasar pun <em>nyambung</em> ke Internet.</p>
<p>kenaikan angka positif dalam jumlah penduduk Indonesia yang mengakses ke Internet bisa dibaca sebagai adanya pasar potensial bagi Internet di Indonesia. Pasar yang dimaksud bisa apa saja. Mulai dari hal-hal yang positif sampai yang negatif. Jika kita ambil hal positif saja, ambillah satu contoh sebagai pasar tempat menjual produk-produk barang dan jasa, maka pasar Indonesia adalah sebuah tempat yang sangat menarik untuk digarap dan dikuasai secara serius oleh siapa pun yang mempunyai naluri bisnis yang baik.</p>
<p>Nah, pada kondisi ini, saya melihat aspek politis pemblokiran situs Youtube. Jika selama ini kita &#8216;diam&#8217; saja ketika dicekoki berbagai hal oleh pihak asing (bukan hanya berbicara soal dunia maya, tapi juga dalam dunia nyata), maka sudah sepatutnya jika sekali-sekali kita tunjukkan bahwa kita merdeka. Sikap berani mem-blokir bisa dibaca sebagai &quot;kami tidak hanya diam dipaksa menelan sesuatu, tapi kami juga punya hak untuk menentukan apa yang semestinya kalian suguhkan&quot;.</p>
<p>Pada kalimat terakhir di atas, yang saya maksud jelas bahwa mereka (Youtube, dsb) boleh menyuguhkan apa saja. Namanya disuguhkan itu kan belum tentu akan kita nikmati. Tapi, tolong jangan suguhkan sesuatu yang jelas-jelas tidak layak untuk dimakan.</p>
<p>Seorang teman membantah argumen saya melalui Yahoo Messenger, &quot;mas, jumlah penduduk Indonesia yang akses Internet itu berapa?&quot; Saya jawab, bukan pada jumlah aktual pada saat ini, tapi pasar potensial yang besar lah yang kita miliki. Untuk itu, kita harus berani bersikap dan menunjukkan eksistensi diri di dunia Internet. Katakan &quot;Tidak&quot; pada mereka, jika itu memang harus kita katakan. sebagai pasar yang sangat potensial, sudah sewajarnya jika kita menunjukkan jatidiri sebagai &quot;obyek dan sekaligus subyek aktif&quot;, bukan melulu di bawah tekanan mereka yang berkuasa.</p>
<p><strong>Internet Indonesia yang Mandiri</strong></p>
<p>ketika kita meng-akses Internet, pernah kah terpikir, sebagian besar akses yang dilakukan itu sebenarnya hanyalah akses &quot;internal&quot; ke server-server yang ada di Indonesia saja atau server-server yang ada di luar negeri? Pada pertanyaan pertama ini mungkin jawabannya <em>absurd</em>.</p>
<p>Selanjutnya kita coba kembangkan pertanyaan berikutnya. Berdasarkan <em>content</em>, apakah sebagian besar situs yang kita akses memuat informasi &quot;global&quot; atau hanya &quot;lokal Indonesia&quot;?</p>
<p>Untuk pertanyaan yang ke-dua ini, saya akan ambil sebagai contoh adalah akses Internet yang banyak dilakukan oleh pengguna Internet di Indonesia secara umum (dengan tidak melihat kebutuhan &quot;global&quot; seperti pencarian data riset, dsb). </p>
<p>Banyak pengguna Internet di Indonesia yang selalu mengikuti <em>trend</em> turut bergabung dan aktif dalam berbagai situs <em>social-networking</em>, seperti: <a href="http://www.friendster.com/" target="_blank">Friendster</a>, <a href="http://www.multiply.com" target="_blank">Multiply</a>, <a href="http://www.facebook.com" target="_blank">Facebook</a>, dsb. Jika anda termasuk orang yang &quot;ikut-ikutan&quot; <em>trend</em> membuat <em>account</em> di situs-situs semacam ini, pernah kah menyadari bahwa (bagi sebagian besar orang) daftar temannya hampir 100% adalah teman-teman yang juga berada di negara yang sama (baca: sama-sama di Indonesia)?</p>
<p>Ketika kita menggunakan <em>instant messenger</em> seperti Yahoo Messenger, Live Messenger, GoogleTalk, dsb, pernah kah kita sadari juga, bahwa ternyata sebagian besar (atau mungkin seluruh) orang yang ada di dalam daftar <em>messenger</em> kita tinggal di Indonesia?</p>
<p>Pernah kah kita sadari, setiap saat mungkin kita juga membaca situs-situs berita berbahasa Indonesia seperti <a href="http://www.detik.com" target="_blank">Detikcom</a>, <a href="http://www.okezone.com" target="_blank">OkeZone</a>, <a href="http://www.jawapos.co.id" target="_blank">Jawa Pos</a>, <a href="http://www.kompas.com" target="_blank">Kompas</a> atau bahkan <a href="http://www.poskota.co.id" target="_blank">Pos Kota</a>? </p>
<p>Singkatnya, disadari atau tidak, ada banyak <em>content</em> yang kita akses di Internet yang justru sebenarnya atau seharusnya sangat dekat dengan kita. Kecuali situs-situs berita yang disebutkan di atas, sadarkah kita bahwa yang lainnya (<em>social networking</em>, <em>instant messenger</em>, dsb) justru terletak di server-server milik asing? Coba bayangkan jika ada orang yang mau menginvestasikan hal serupa di Indonesia. Tentu jika niatan tersebut juga didukung oleh sebagian besar (jika tidak mungkin memaksa semua) pengguna Internet di Indonesia untuk mendukungnya, bukan tidak mungkin kita tidak perlu bergantung pada server-server milik orang lain di luar negeri.</p>
<p>Beberapa kali sempat muncul keinginan seperti itu, sebut saja salah satunya yang pernah populer sekitar awal tahun 2000, KafeGaul. Ide pembuatan <em>instant messenger</em> ala Indonesia juga pernah ada yang mencoba. Tapi mungkin karena kurangnya dukungan dana atau konsep, visi dan misi yang tidak mumpuni, tidak ada yang berumur panjang.</p>
<p>Pada saat ini, Indonesia telah memiliki Indonesia Internet eXchange (IIX). Yaitu sebuah backbone internal dalam negeri yang menghubungkan jaringan ISP-ISP yang ada di Indonesia. Dengan IIX, bayangkan kita memiliki semacam <em>ringroad</em> penghubung sebagai urat nadi komunikasi. Jika dulu seorang pengguna layanan dari ISP A hendak mengakses sebuah server yang adanya di ISP B (di mana ISP A dan ISP B sebenarnya sama-sama ada di Indonesia), dulu akses harus berputar ke luar negeri (jalur yang hampir pasti terjadi adalah melalui Amerika Serikat dan/atau Jepang). Kini, dengan adanya <em>ringroad</em> dalam negeri, akses tidak perlu berputar jauh dan tentu lebih cepat.</p>
<p>Prinsip kerja Internet tidak mengharuskan pengguna berselancar berputar-putar ke mana-mana. Dengan kata lain, tanpa keberadaan server-server lain di luar Indonesia tetap saja memungkinkan bagi kita untuk mandiri. Yang menjadi masalah tentunya bagaimana memperkaya <em>content</em> di dalam negeri.</p>
<p>Oke, saya tidak bermaksud mengatakan bahwa kita tidak butuh Internet (baca: akses ke server-server di luar negeri). Tapi hanya bermaksud mengatakan bahwa kebergantungan itu bisa kita kurangi. Hal yang menjadi contoh adalah &quot;kecanduan&quot; pada <em>social networking sites</em> yang ternyata tidak ada server serupa di dalam negeri yang bisa menggantikannya. Andai saja ada situs semacam Friendster di dalam negeri, kita tidak butuh yang di sana (baca: Friendster.com).</p>
<p>Pada <em>level-level</em> tertentu, memang keberadaan internetworking dengan dunia luar (maksudnya di luar Indonesia) sangat diperlukan. Misal, tidak mungkin kita menggunakan kacamata kuda untuk tidak mau melihat ada apa di luar sana. Tidak pula kita mengekang diri sendiri untuk tidak ikut terlibat pada berbagai riset antar institusi melalui Internet seperti halnya yang saat ini banyak dilakukan oleh berbagai perguruan tinggi di Indonesia. Tapi sekali lagi, kita pun harus bebas merdeka, tanpa tekanan dan kebergantungan dengan pihak lain.</p>
<p><b>Note: Saat ini Pemerintah telah mencabut status blokir ke situs-situs yang disebut di atas, setelah pihak Youtube merespon. Walau tidak menghapus Film Fitna, tapi pihak Youtube akan mem-filter akses dari Indonesia ke film tersebut.</b></p>


<p>No related posts.</p>]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.zikri.com/2008/04/11/film-fitna-dan-pemblokiran-youtube/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>9</slash:comments>
		<feedburner:origLink>http://www.zikri.com/2008/04/11/film-fitna-dan-pemblokiran-youtube/</feedburner:origLink></item>
	</channel>
</rss>
