<?xml version='1.0' encoding='UTF-8'?><?xml-stylesheet href="http://www.blogger.com/styles/atom.css" type="text/css"?><feed xmlns='http://www.w3.org/2005/Atom' xmlns:openSearch='http://a9.com/-/spec/opensearchrss/1.0/' xmlns:blogger='http://schemas.google.com/blogger/2008' xmlns:georss='http://www.georss.org/georss' xmlns:gd="http://schemas.google.com/g/2005" xmlns:thr='http://purl.org/syndication/thread/1.0'><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978</id><updated>2024-12-19T02:16:33.432+07:00</updated><category term="IPS"/><category term="SMK Kelas 10"/><category term="Ekonomi"/><category term="Geografi"/><category term="SMP Kelas 7"/><category term="Sejarah"/><category term="Bentuk-Bentuk Muka Bumi"/><category term="Bentuk dan Strategi Pergerakan Nasional Indonesia"/><category term="Kekuasaan Asing Di Indonesia"/><category term="Perkembangan Gerakan Kebangsaan Indonesia"/><category term="APBN"/><category term="Perlawanan rakyat dan kerajaan-kerajaan di Nusantara dalam menentang kolonialisme dan imperialisme Barat"/><category term="Sosiologi"/><category term="Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia"/><category term="Neraca Pembayaran"/><category term="Soal"/><category term="Sosialisasi Sebagai Proses Pembentukan Kepribadian"/><category term="Pasar Modal"/><category term="Periode Awal"/><category term="Struktur Sosial"/><category term="Interaksi Sebagai Proses Sosial"/><category term="Ketenagakerjaan"/><category term="Konflik Sosial"/><category term="Periode Nasionalisme Radikal"/><category term="Pola Kehidupan Masyarakat Pra Aksara"/><category term="Vulkanisme"/><category term="kebijakan perdagangan internasional"/><category term="Faktor-faktor yang melatarbelakangi munculnya pergerakan nasional di Indonesia"/><category term="Latar Belakang Kedatangan Bangsa Eropa Ke Dunia Timur"/><category term="Periode Nasionalisme Politik"/><category term="Asal Usul Nenek Moyang"/><category term="Bentuk Bentuk Interaksi Sosial"/><category term="Bursa Efek/ Stock Exchange"/><category term="Erosi"/><category term="Gagasan Persatuan dan Kesatuan Bangsa"/><category term="Gempa Bumi"/><category term="Gerakan Kepemudaan"/><category term="Jenis-Jenis Batuan"/><category term="Pengendalian Sosial"/><category term="Perkembangan Pendidikan dan Awal Munculnya Kesadaran Nasional"/><category term="Perombakan Relief Muka Bumi"/><category term="RPP"/><category term="Relief Muka Bumi"/><category term="Sedimentasi"/><category term="Silabus"/><category term="ekonomi SMA kelas XI"/><category term="saham"/><category term="stocks"/><title type='text'>Zona Ngelmu IPS</title><subtitle type='html'>Seputar Ilmu Pengetahuan Sosial (Ekonomi, Geografi, Sejarah)</subtitle><link rel='http://schemas.google.com/g/2005#feed' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/posts/default'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/'/><link rel='hub' href='http://pubsubhubbub.appspot.com/'/><link rel='next' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default?start-index=26&amp;max-results=25'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><generator version='7.00' uri='http://www.blogger.com'>Blogger</generator><openSearch:totalResults>158</openSearch:totalResults><openSearch:startIndex>1</openSearch:startIndex><openSearch:itemsPerPage>25</openSearch:itemsPerPage><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-6091970385741235279</id><published>2016-03-05T01:18:00.000+07:00</published><updated>2016-03-05T01:22:35.123+07:00</updated><title type='text'>KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS “ROTI LEGIT PELANGI” </title><content type='html'>&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&amp;nbsp;“ROTI LEGIT PELANGI” &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://www.amikom.ac.id/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;www.amikom.ac.id&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOatkgI5EdWeceUhXo1e156i8M4WJMDW0dkDmTijYoDDZA2BGZh5CK4MMWJLJ4Ex0rcEWmTc1ZthD2meVDjztEXyixRjeEsvfzIHa-u1gfW0lgL6gxX04Di7svsE8RMN5elAaTTuVlbxEK/s400/logo+amikom+terbaru.png&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&amp;nbsp; &lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Disusun Oleh : &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Nama&amp;nbsp; : Khusnul Sidik&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
NPM&amp;nbsp; : 15.11.9379&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Kelas&amp;nbsp; : 15-S1TI-13 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
Jurusan&amp;nbsp; : Teknik Informatika&lt;br /&gt;
Kelompok : J &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
STMIK AMIKOM YOGYAKARTA 2016&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;ABSTRAK &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Karya ilmiah ini dibuat dengan tujuan untuk memberi informasi  kepada pembaca dalam membuat atau menghasilkan uang dengan cara membuat bisnis kecil sebagai peluang usaha yang menguntungkan. Untuk sekarang ini tidak banyak orang yang yang kreatif dalam menciptakan inovasi baru. Dalam karya ilmiah ini, penulis mengelola bisnis roti goreng. Bisnis ini masih belum banyak yang mengikuti,karena ini merupakan inovasi baru, yang dahulu-dahulunya roti Cuma di bakar,di bungkus, dan yang baru-baru ini, adalah bisnis roti goreng, jika bisnis ini ditekuni dan diniati maka akan menjadi peluang usaha yang menjanjikan. Peluang usaha roti goreng ini dapat diawali dengan modal yang sedikit dan dapat memperoleh hasil yang besar sekali. Kebutuhan terhadap produk roti goreng masih cukup besar. Kalau ada menjualnya dengan gerobak dorong tentunya sasarannya adalah masyarakat menengah ke bawah, anak pelajar dan mahasiswa pun dapat menikmatinya. Namun bila Anda mengemasnya dengan baik tentunya Anda bisa menentukan target pasar menengah ke atas. Dengan adanya karya ilmiah ini semoga bermanfaat bagi pembaca yang berminat mengelola roti sebagai peluang usaha yang menguntungkan dan pastinya masih banyak kekurangan dan terus mengasah.                      &lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;ISI&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dalam karya ilmiah ini saya akan membahas peluang usaha Roti Goreng Manis yang menguntungkan. Sebelum memulainya saya akan menjelaskan apa saja manfaat dan kekurangan bahan roti. Roti bukan sekadar makanan yang mudah didapat, tapi juga punya segudang gizi bermanfaat. Peranan roti kelak, bisa tidak lagi sebatas menu untuk sarapan, tetapi juga untuk makan siang dan makan malam. Oleh karena itu, kandungan gizi roti perlu diperhatikan agar dapat memberikan sumbangan gizi yang berarti penting.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Nilai gizi roti&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara umum roti dibedakan atas roti tawar dan roti manis. Roti tawar dapat dibedakan lagi atas roti putih (white bread) dan roti gandum (whole wheat bread). Sedangkan roti manis sendiri dibedakan atas dasar bahan pengisinya, seperti roti isi pisang, nenas, kelapa, daging sapi, daging ayam, sosis, coklat, keju, dan lain-lain. Dibandingkan dengan 100 gram nasi putih atau mi basah, maka 100 gram roti memberikan energi, karbohidrat, protein, kalsium, fosfor dan besi yang lebih banyak. Sebagai menu sarapan atau bekal ?sekolah? si kecil, biasanya roti disajikan bersama susu dan telur goreng atau dadar. Menu ini akan meningkatkan perolehan zat gizi, khususnya protein yang sangat diperlukan untuk pertumbuhan anak balita.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Di dalam kelompok bakery , roti merupakan produk yang paling pertama dikenal dan paling populer hingga saat ini. Komposisi roti tawar umumnya terdiri dari: 57% tepung terigu; 36% air; 1,6% gula; 1,6% shortening (mentega atau margarin); 1% tepung susu; 1% garam dapur; 0,8% ragi roti (yeast); 0,8% malt dan 0,2% garam mineral. Gula, walaupun dalam jumlah sedikit perlu ditambahkan ke dalam adonan roti. Hal ini karena gula berperan sebagai bagi pertumbuhan ragi roti (Saccharomyces cereviseae) untuk dapat menghasilkan gas karbondioksida (CO 2) dalam jumlah yang cukup untuk mengembangkan adonan secara optimal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Setelah membaca tulisan diatas tentunya kita tahu bahwa roti  yang jarang disukai sebagian orang ternyata mempunyai banyak manfaat. Didalam karya ilmiah ini kalau saya cuma menjelaskan manfaat dan peluang usahanya saja tanpa didasari contoh yang nyata akan terasa kurang. Maka dari itu saya akan memberikan contoh resep roti goreng. Saya memilih contoh resep roti goreng yang banyak digemari orang berikut contohnya:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Resep Roti Goreng&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan:&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;1. gram gula pasir halus&lt;br /&gt;
2. 30 gram susu bubuk&lt;br /&gt;
3. 5 gram garam&lt;br /&gt;
4. 225 ml air&lt;br /&gt;
5. 500 gram terigu&lt;br /&gt;
6. 5 gram ragi instant/fermipan&lt;br /&gt;
7. 5 gram bawking powder&lt;br /&gt;
8. 100 gram margarine&lt;br /&gt;
9. 2 telur ayam, kocok lepas&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Bahan Isi:&lt;br /&gt;
1. Minyak secukupnya untuk menumis&lt;br /&gt;
2. 5o gram bawang Bombay, cincang halus&lt;br /&gt;
3. 300 gram daging ayam giling + daging udang cacahan&lt;br /&gt;
&amp;nbsp;4. 150 gram wortel, potong kecil-kecil&lt;br /&gt;
5. 100 gram kacang polong kalengan, tiriskan&lt;br /&gt;
6. Garam dan merica secukupnya&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Membuat Bahan Isi:&lt;br /&gt;
a. Tumis bawang Bombay hingga layu.&lt;br /&gt;
b. Masukkan ketiga macam dagingnya.&lt;br /&gt;
c. Aduk rata.&lt;br /&gt;
d. Masukkan wortel dan kacang polongnya.&lt;br /&gt;
e. Bubuhi garam dan merica. Ratakan dan cicipi.&lt;br /&gt;
f. Masak sampai sayurnya matang.  g. Sisihkan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Cara Membuat kulit Dan Penyelesaian:&lt;br /&gt;
1. Aduk gula, susu, garam, dan air hingga larut. Sisihkan&lt;br /&gt;
2. Campur terigu, ragi dan bawking powder. Tambahkan margarine dan telur kocok. Uleni sambil tuangi cairan susu sedikit demi sedikit hingga adonan licin dan kalis  &lt;br /&gt;
3. Bulatkan adonan dan letakkan  ditengah wadah. Tutup dengan serbet yang lembab dan biarkan diruang yang hangat  selama ½ jam&lt;br /&gt;
4. Setelah itu tinju-tinju adonan supaya kempis, potong-potong dan timbangkira-kira 25 gram. Pipihkan dan isi dengan adonan isi secukupnya. Bulatkan seperti bola lalu diamkan selam 10 menit&lt;br /&gt;
5. Kemudian celup kedalam adonan pencelup, gulingkan ke tepung panir. Goreng sampai kekuningan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Peluang usaha roti goreng modal sedikit dengan hasil seladang. Tidak harus mempunyai ladang untuk mendapatkan keuntungan seladang dari jualan roti goreng. Kebutuhan terhadap produk roti goreng masih cukup besar, pangsa pasarnya masih cukup luas dan beragam. Kalau Anda menjualnya dengan gerobak dorong tentunya sasarannya adalah masyarakat menengah ke bawah, namun bila Anda mengemasnya dengan baik tentunya Anda bias menentukan target pasar menengah ke atas. Apalagi kalau Anda punya sepuluh gerobak dorong untuk berusaha, Anda bisa menjadi juragan usaha roti goreng. Tetapi, untuk memulai sebuah usaha mulailah dengan yang kecil dulu, selami dan pahami karakteristik usaha roti goreng. Kalau tidak punya gerobak dorong, mulailah dari rumah Anda sendiri. Kenalkan produk Anda ke teman-teman dekat, tetangga-tetangga Anda, seluruh tetangga di kampung, tentunya mereka harus mengeluarkan uang untuk membeli produk roti goreng Anda. Kalau produk Anda diterima mulailah untuk menitipkan produk Anda ke toko-toko, bias swalayan, supermarket, atau toko khusus pusat oleh-oleh di kota Anda. Tentunya, Anda harus mengemasnya dengan baik dan diberi merek. Adakalanya toko pusat oleh-oleh hanya mau menerima kemasan kosongan tanpa merek, dan merek atau labelnya akan diberi sendiri oleh toko tersebut. Tidak masalah, sepanjang Anda tidak dirugikan dan keuntungan yang Anda harapkan terpenuhi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;Di samping itu pusat oleh-oleh biasanya sudah punya surat ijin produksi atau ijin lainnya dari instansi terkait dan Anda tidak perlu repot-repot untuk mengurusnya. Tetapi lebih baik Anda harus mengurus ijin apabila anda memberi kemasan pada produk Anda, biar produk Anda tidak dikatakan ilegal. Bagaimana kalau dijual pakai gerobak dorong? Lazimnya ya harus mengurus ijin lebih dulu, karena biaya perijinan untuk pemula memang agak berat, tidak mahal sebenarnya untuk mengurus perijinan, sambil produksi Anda bias menanyakan ke dinas industri kecil atau ke instansi terkait lainnya. Anda bisa menggunakan kantong plastik yang di desain dengan menarik, untuk melekatkan kantong plastiknya bisa digunakan hand sealer, alat pengemas plastik. Mengenai harga, Anda bisa survey harga ke pasar dan toko-toko terdekat, saat ini harga roti goreng di pasaran per kemasan bervariasi dari Rp. 2.500,- hingga Rp. 5.000,-, tergantung dari target pasarnya. Seperti yang kita tahu bahwa banyak sekali manfaat roti. Tidak semua hal dapat saya deskripsikan dengan sempurna dalam karya tulis ini. Saya melakukannya semaksimal mungkin dengan kemampuan yang saya miliki. Saya bersedia menerima kritik dan saran dari pembaca yang budiman. Saya akan menerima semua kritik dan saran tersebut sebagai batu loncatan yang dapat memperbaiki karya tulis saya di masa datang. Sehingga karya tulis berikutnya dan karya tulis lain dapat diselesaikan dengan hasil yang lebih baik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Referensi&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pemikiran Sendiri&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
http://resepmasakanmu.com&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/6091970385741235279/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2016/03/karya-ilmiah-peluang-bisnis-roti-legit.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/6091970385741235279'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/6091970385741235279'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2016/03/karya-ilmiah-peluang-bisnis-roti-legit.html' title='KARYA ILMIAH PELUANG BISNIS “ROTI LEGIT PELANGI” '/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiOatkgI5EdWeceUhXo1e156i8M4WJMDW0dkDmTijYoDDZA2BGZh5CK4MMWJLJ4Ex0rcEWmTc1ZthD2meVDjztEXyixRjeEsvfzIHa-u1gfW0lgL6gxX04Di7svsE8RMN5elAaTTuVlbxEK/s72-c/logo+amikom+terbaru.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-9094221717936509580</id><published>2013-12-12T17:25:00.003+07:00</published><updated>2013-12-12T17:25:42.713+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Kebudayaan Masyarakat Pra Aksara</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;&lt;b&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/b&gt;&lt;/a&gt; pada kesempatan ini akan berbagi tentang &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/12/kebudayaan-masyarakat-pra-aksara.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kebudayaan Masyarakat Pra Aksara&lt;/a&gt; pada Zaman Pra aksara dibagi menjadi dua, yaitu: zaman batu dan  zaman logam. Pembagian itu didasarkan pada alat-alat atau hasil kebudayaan yang mereka ciptakan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan kehidupannya. Secara skematis, pembagian zaman pra aksara dapat digambarkan sebagai berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIRQoMgHdkGDi6PreYVY-zyUFcAGunx6XN-314j_iVhq4PKX3aU_nmXCo5NH_vaT1K6Z-hV_VDv0IiPEiHZsLaHXca_hLb86p9kb-zKuG4L0W4fp7Lp-CSMhvXpOx3Xqmh_KhOIHL0-4b0/s1600/Pembagian+Zaman+Menurut+Hasil+Kebudayaan.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIRQoMgHdkGDi6PreYVY-zyUFcAGunx6XN-314j_iVhq4PKX3aU_nmXCo5NH_vaT1K6Z-hV_VDv0IiPEiHZsLaHXca_hLb86p9kb-zKuG4L0W4fp7Lp-CSMhvXpOx3Xqmh_KhOIHL0-4b0/s1600/Pembagian+Zaman+Menurut+Hasil+Kebudayaan.png&quot; height=&quot;376&quot; width=&quot;640&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Pembagian Zaman Menurut Hasil Kebudayaan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Disebut zaman batu karena hasil-hasil kebudayaan pada masa itu sebagian besar terbuat dari batu, mulai dari yang sedernaha dan kasar sampai pada yang baik dan halus. Perbedaan itu merupakan gambaran usia peralatan tersebut. Semakin sederhana dan kasar, maka peralatan itu dikatakan berasal dari zaman yang lebih tua, dan sebaliknya. Zaman batu sendiri dibedakan menjadi 3 (tiga), yaitu: (1) zaman batu tua (paleolitikum), (2) zaman batu tengah (mesolitikum), dan (3) zaman batu muda (neolitikum). Di samping ketiga zaman batu itu, juga dikenal zaman batu besar (megalitikum).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Beberapa hasil kebudayaan dari zaman paleolitikum, di antaranya adalah kapak genggam, kapak perimbas, monofacial, alat-alat serpih, chopper, dan beberapa jenis kapak yang telah dikerjakan kedua sisinya. Alat-alat ini tidak dapat digolongkan ke dalam kebudayaan batu teras maupun golongan fl ake. Alat-alat ini dikerjakan secara sederhana dan masih sangat kasar. Bahkan, tidak jarang yang hanya berupa pecahan batu. Beberapa contoh hasil kebudayaan dari zaman paleolitikum dapat dilihat pada gambar di bawah ini.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Chopper merupakan salah satu jenis kapak genggam yang berfungsi sebagai alat penetak. Oleh karena itu, chopper sering disebut sebagai kapak penetak. Mungkin kalian masih sulit membayangkan bagaimana cara menggunakan chopper.&lt;/div&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOtOzha7jgZ-Y6Ruh6yEOCLV3cdWnt-uAtyQRyHgrNK9eWydk8SXl0zbqnw5jMus_D8n0VnmvOn98LvOw88H7AWvIKqDiOa31ECYkiILRTPwcNt_R24R5tn9RLLtmILwgqEsxy5DybsdHE/s1600/Chopper+dari+Pacitan.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgOtOzha7jgZ-Y6Ruh6yEOCLV3cdWnt-uAtyQRyHgrNK9eWydk8SXl0zbqnw5jMus_D8n0VnmvOn98LvOw88H7AWvIKqDiOa31ECYkiILRTPwcNt_R24R5tn9RLLtmILwgqEsxy5DybsdHE/s1600/Chopper+dari+Pacitan.png&quot; height=&quot;169&quot; width=&quot;200&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Chopper dari Pacitan&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Misalnya, kalian akan memotong kayu yang basah atau tali yang besar, sementara kalian tidak memiliki alat pemotong, maka kalian dapat mengambil pecahan batu yang tajam. Kayu atau tali yang akan dipotong diletakan pada benda yang keras dan bagian yang akan dipotong dipukul dengan batu, maka kayu atau tali akan putus. Itulah, cara menggunakan kapak penetak atau chopper.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
      Contoh hasil kebudayaan dari zaman paleolitikum adalah flake atau alat-alat serpih. Hasil kebudayaan ini banyak ditemukan di wilayah Indonesia, terutama di Sangiran (Jawa Tengah) dan Cebbenge (Sulawesi Selatan). Flake memiliki fungsi yang besar, terutama untuk mengelupas kulit umbi-umbian dan kulit hewan. Perhatikan salah satu contoh flake yang ditemukan di Sangiran dan Cebbenge.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5Fkdfz3hWg488yX_8_6r9ewBdu3pid0dF3ogi1pQoIvkxW4byqob5HKs2ZzwTULGO6LnMuZtA38lqskwjLTElxJv-S8b5UYIQlAt_AfuaVRcGIL6vaqHA24itdkFiz9EFU-rELGuo7Num/s1600/Flake+dari+Sangiran.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj5Fkdfz3hWg488yX_8_6r9ewBdu3pid0dF3ogi1pQoIvkxW4byqob5HKs2ZzwTULGO6LnMuZtA38lqskwjLTElxJv-S8b5UYIQlAt_AfuaVRcGIL6vaqHA24itdkFiz9EFU-rELGuo7Num/s1600/Flake+dari+Sangiran.png&quot; height=&quot;180&quot; width=&quot;200&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Flake dari Sangiran&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDeNz7DYzO9J5Kgrh-xGad7Thw4lgs0KtJo-gSkaVbJX4rqWQ1-gI7Adebtr0oTRzgZ0YcrpFhQPf3rtSvHzNLWxGtZaRY6-TNJFxrCZlqpj6ii6yslChQeISu4Y1PJP8DgMBC8PLWY6o3/s1600/Flakedari+Cabbenge.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjDeNz7DYzO9J5Kgrh-xGad7Thw4lgs0KtJo-gSkaVbJX4rqWQ1-gI7Adebtr0oTRzgZ0YcrpFhQPf3rtSvHzNLWxGtZaRY6-TNJFxrCZlqpj6ii6yslChQeISu4Y1PJP8DgMBC8PLWY6o3/s1600/Flakedari+Cabbenge.png&quot; height=&quot;200&quot; width=&quot;190&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Flakedari Cabbenge&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Pada &lt;b&gt;Zaman Paleolitikum&lt;/b&gt;, di samping ditemukan hasil-hasil kebudayaan, juga ditemukan beberapa peninggalan, seperti tengkorak (2 buah), fragmen kecil dari rahang bawah kanan, dan tulang paha (6 buah) yang diperkirakan dari jenis manusia. Selama masa paleolitikum tengah, jenis manusia itu tidak banyak mengalami perubahan secara fisik. &lt;b&gt;Pithecanthropus Erectus&lt;/b&gt; adalah nenek moyang dari Manusia Solo (Homo Soloensis). Persoalan yang agak aneh karena Pithecanthropus memiliki dahi yang sangat sempit, busur alis mata yang tebal, otak yang kecil, rahang yang besar, dan geraham yang kokoh. Di samping ini adalah salah tengkorak &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Homo Soloensis yang ditemukan oleh Ter Haar, Oppenoorth, dan von Konigwald di Ngandong pada tahun 1936-1941.&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt5UB2kqvQUibjk-WWZVGRjeVVeKQTdnpifF_5hRssunjFYYmccYgwCt8TfEyzjTQiHxOy6uS4idzLO24CtvymBjwfWLVpbgBtKKjqtVr8hvTDFll-F9asCayGkewi_ajjtgc7FomZtIM5/s1600/Kerangka+Manusia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgt5UB2kqvQUibjk-WWZVGRjeVVeKQTdnpifF_5hRssunjFYYmccYgwCt8TfEyzjTQiHxOy6uS4idzLO24CtvymBjwfWLVpbgBtKKjqtVr8hvTDFll-F9asCayGkewi_ajjtgc7FomZtIM5/s1600/Kerangka+Manusia.png&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Tengkorak Manusia Homo Soloensis&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Pada &lt;b&gt;Zaman Mesolitikum &lt;/b&gt;terdapat tiga macam kebudayaan yang berbeda satu sama lain, yaitu kebuadayaan: &lt;b&gt;Bascon-Hoabin, Toale, &lt;/b&gt;dan&lt;b&gt; Sampung.&lt;/b&gt; Ketiga kebudayaan itu diperkirakan datang di Indonesia hampir bersamaan waktunya.&lt;/div&gt;
&lt;br&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Kebudayaan &lt;b&gt;Bascon-Hoabin &lt;/b&gt;ditemukan dalam goa-goa dan bukit-bukit kerang di Indo Cina, Siam, Malaka, dan Sumatera Timur. Daerah-daerah itu merupakan wilayah yang saling berkaitan satu samalainnya. Kebudayaan ini umumnya berupa alat dari batu kali yang bulat. Sering disebut sebagai ‘batu teras’ karena hanya dikerjakan satu sisi, sedangkan sisi yang lain dibiarkan tetap licin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Sumateralith adalah salah jenis peralatan manusia pra aksara Indonesia yang berfungsi sebagai alat penetak, pemecah, pemotong, pelempar, penggali, dan lain-lain. Alat ini ditemukan di Sumatera dalam jumlah yang sangat banyak. Penemuan ini merupakan fenomena yang menarik karena berkaitan dengan kehidupan masyarakat pada waktu itu. Sekurang-kurangnya, penemuan itu merupakan bukti bahwa kehidupan masyarakat sudah semakin maju dengan kebutuhan yang semakin tinggi. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYAqQTE3cyE7tlocRbfXttMv_7Mibb-OLbAXm2OkgIojT6lhl9luVO12ip5pyi7NnOiuwOFquDFuZ0zz-4peLMuXLh__D2kUOdgDXBMA7vkgMe58nq-AJvlf3hP3FeEHifANw5wy7yigDk/s1600/Sumateralith.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgYAqQTE3cyE7tlocRbfXttMv_7Mibb-OLbAXm2OkgIojT6lhl9luVO12ip5pyi7NnOiuwOFquDFuZ0zz-4peLMuXLh__D2kUOdgDXBMA7vkgMe58nq-AJvlf3hP3FeEHifANw5wy7yigDk/s1600/Sumateralith.png&quot; height=&quot;295&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Sumateralith&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Hasil kebudayaan &lt;b&gt;Toale&lt;/b&gt; dan yang serumpun umumnya, berupa kebudayaan &lt;b&gt;‘flake’ &lt;/b&gt;dan &lt;b&gt;‘blade’&lt;/b&gt;. Kebudayaan ini mendapat pengaruh kuat dari unsur &lt;b&gt;‘microlith’ &lt;/b&gt;sehingga menghasilkan alat-alat yang berukuran kecil dan terbuat dari batu yang mirip dengan &lt;b&gt;‘batu api’&lt;/b&gt; di Eropa. Di samping itu, ditemukan alat-alat yang terbuat dari tulang dan kerang. Alat-alat ini sebagian besar merupakan alat berburu atau yang dipergunakan para nelayan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Kebudayaan-kebudayaan yang mirip dengan kebudayaan &lt;b&gt;Toale&lt;/b&gt; ditemukan di Jawa (dataran tinggi Bandung, Tuban, dan Besuki); di Sumatera (di sekeliling danau Kerinci dan goa-goa di Jambi); di Flores, di Timor, dan di Sulawesi. Di bawah ini adalah salah satu hasil kebuadayaan Toale dari Sulawesi Selatan yang memiliki ukuran lebih kecil, tetapi tampak lebih tajam dibandingkan dengan kapak genggam, kapak perimbas, atau jenis kapak lainnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZQ0cGh_pYm1THmF7_MMkZ9kOGgrhddMNkBm1KJnt7LkHsJhXVRZd68M9xIRwbTUGpA6A9P3rNgWJFP2mzWULIJkSz45bq4h9SIA11pnhn2czxUXULFQL0Uc1g5_7h2vstL-rs6JD4ICx-/s1600/Blade+dan+Alat-alat+Microlith+dari+Toale.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgZQ0cGh_pYm1THmF7_MMkZ9kOGgrhddMNkBm1KJnt7LkHsJhXVRZd68M9xIRwbTUGpA6A9P3rNgWJFP2mzWULIJkSz45bq4h9SIA11pnhn2czxUXULFQL0Uc1g5_7h2vstL-rs6JD4ICx-/s1600/Blade+dan+Alat-alat+Microlith+dari+Toale.png&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Blade dan Alat-alat Microlith dari Toale&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Di samping alat-alat yang terbuat dari batu, juga ditemukan alat-alat yang terbuat dari tulang dan tanduk. Kedua jenis alat ini termasuk dalam hasil kebudayaan &lt;b&gt;Toale&lt;/b&gt;.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Sementara, kebudayaan &lt;b&gt;Sampung&lt;/b&gt; merupakan kebudayaan tulang dan tanduk yang ditemukan di desa Sampung, Ponorogo. Barang yang ditemukan berupa jarum, pisau, dan sudip. Pada lapisan yang lain telah ditemukan &lt;b&gt;‘mata panah’&lt;/b&gt; yang terbuat dari kapur membatu. Di samping itu ditemukan juga beberapa kerangka manusia dan tulang binatang buas yang dibor (mungkin sebagai perhiasan atau jimat).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7sUw77rBjJ3iUNJLkjsH5hvfygTOGTvnKrodUrml55f0Y8L7XOrQWdTVvEFC4oo7V-H-G_moUYwM7cXMfhqqNSAsyPDogsmrHp5CqxnRLZjZV2aG2YYJ1Zi8ymbAPTxmNhxk5c84IYSV1/s1600/Alat+dari+Tulang+dan+Tanduk.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEj7sUw77rBjJ3iUNJLkjsH5hvfygTOGTvnKrodUrml55f0Y8L7XOrQWdTVvEFC4oo7V-H-G_moUYwM7cXMfhqqNSAsyPDogsmrHp5CqxnRLZjZV2aG2YYJ1Zi8ymbAPTxmNhxk5c84IYSV1/s1600/Alat+dari+Tulang+dan+Tanduk.png&quot; height=&quot;320&quot; width=&quot;128&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Alat dari Tulang dan Tanduk&lt;/b&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Tentang persebaran kebudayaan &lt;b&gt;Toale &lt;/b&gt;tidak diketahui secara. Namun, beberapa penelitian telah membuktikan bahwa kebudayaan ini telah berkembang di Sulawesi dan Flores. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Kira-kira 1000 tahun SM, telah datang bangsa-bangsa baru yang memiliki kebudayaan lebih maju dan tinggi derajatnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-9I4CZfHUU916NGp9oqO2qpEhpLBOtnbUHuX2Igwfgv4X8VAP9dQO_E9TNJGGg9eJnQwQQbO-x_P4z3LfeLzeO8JHNaCzLXVlyUXUI08F79XQ0FoEbzP7__zNoWESTy-luzEacxYnuBlz/s1600/Alat-alat+dari+Tulang+dan+Tanduk+%2528Kebu-dayaan+Sam-pung%2529..png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi-9I4CZfHUU916NGp9oqO2qpEhpLBOtnbUHuX2Igwfgv4X8VAP9dQO_E9TNJGGg9eJnQwQQbO-x_P4z3LfeLzeO8JHNaCzLXVlyUXUI08F79XQ0FoEbzP7__zNoWESTy-luzEacxYnuBlz/s1600/Alat-alat+dari+Tulang+dan+Tanduk+%2528Kebu-dayaan+Sam-pung%2529..png&quot; height=&quot;122&quot; width=&quot;200&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;font-size: 13px;&quot;&gt;&lt;b&gt;Alat-alat dari Tulang dan &lt;br&gt;Tanduk (Kebu-dayaan Sam-pung).&lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Mereka dikenal sebagai bangsa Probo Melayu dan Deutro Melayu. Beberapa kebudayaan mereka yang terpenting adalah sudah mengenal pertanian, berburu, menangkap ikan, memelihara ternak jinak (anjing, babi, dan ayam).&lt;/div&gt;
&lt;br&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmnPaTMpaVpKirjxNBEXLM26GBen0TS-igjN43pbLVB0sxDyJ3yBFUK_h-_nL3t4g3Lir7zYMrvI96CHc9aPOFq53AxOlVlQmVbfeC4eeXixi8FL9y2OU53FLLhRV3ekahcskAj696JpUI/s1600/Mata+Panah+dari+Sulawesi+%2528kiri%2529+dan+Mata+Panah+dari+Jawa+%2528kanan%2529..png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjmnPaTMpaVpKirjxNBEXLM26GBen0TS-igjN43pbLVB0sxDyJ3yBFUK_h-_nL3t4g3Lir7zYMrvI96CHc9aPOFq53AxOlVlQmVbfeC4eeXixi8FL9y2OU53FLLhRV3ekahcskAj696JpUI/s1600/Mata+Panah+dari+Sulawesi+%2528kiri%2529+dan+Mata+Panah+dari+Jawa+%2528kanan%2529..png&quot; height=&quot;159&quot; width=&quot;200&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;b&gt;Mata Panah dari Sulawesi (kiri) dan &lt;br&gt;Mata Panah dari Jawa (kanan)&lt;/b&gt;.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Sistem pertanian dilakukan dengan sederhana. Mer eka menanam tanaman untuk beberapa kali dan sesudah itu ditinggalkan. Mereka berpindah ke tempat lain dan melaksanakan sistem pertanian yang sama untuk kemudian berpindah lagi. Sistem pertanian itu sangat tidak ekonomis, tetapi lebih baik dari kehidupan sebelumnya. Mereka mulai hidup menetap, meski untuk waktu yang tidak lama. Mereka telah membangun pondok-pondok yang berbentuk persegi empat siku-siku, didirikan di atas tiang-tiang kayu, diding-dindingnya diberi hiasan dekoratif yang indah. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekian dari &lt;b&gt;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt; &lt;/b&gt;semoga artikel &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/12/kebudayaan-masyarakat-pra-aksara.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kebudayaan Masyarakat Pra Aksara&lt;/a&gt; dapat bermanfaat. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/12/kebudayaan-masyarakat-pra-aksara.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/9094221717936509580/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/12/kebudayaan-masyarakat-pra-aksara.html#comment-form' title='2 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/9094221717936509580'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/9094221717936509580'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/12/kebudayaan-masyarakat-pra-aksara.html' title='Kebudayaan Masyarakat Pra Aksara'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhIRQoMgHdkGDi6PreYVY-zyUFcAGunx6XN-314j_iVhq4PKX3aU_nmXCo5NH_vaT1K6Z-hV_VDv0IiPEiHZsLaHXca_hLb86p9kb-zKuG4L0W4fp7Lp-CSMhvXpOx3Xqmh_KhOIHL0-4b0/s72-c/Pembagian+Zaman+Menurut+Hasil+Kebudayaan.png" height="72" width="72"/><thr:total>2</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-2742930348486988034</id><published>2013-11-11T21:30:00.003+07:00</published><updated>2013-11-11T21:30:29.782+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pola Kehidupan Masyarakat Pra Aksara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Pola Kehidupan Menetap</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
      &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ZonaNgelmu&lt;/a&gt;.Kehidupan masyarakat pra aksara terus berkembang sesuai dengan kebutuhan dan tuntutan masyarakatnya. Ternyata, pola kehidupan semi nomaden tidak menguntungkan karena setiap manusia masih harus berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Di samping itu, setiap orang harus membangun tempat tinggal, meskipun hanya untuk sementara waktu. Dengan demikian, pola kehidupan semi nomaden dapat dikatakan kurang efektif dan efisien. Oleh karena itu, muncul gagasan untuk mengembangkan pola kehidupan yang menetap. Itulah, konsep dasar yang mendasari perkembangan kehidupan masyarakat pra aksara.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-menetap.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt; Pola kehidupan menetap&lt;/a&gt; memiliki beberapa keuntungan atau kelebihan, di antaranya: &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;setiap keluarga dapat membangunan tempat tinggal yang lebih baik untuk waktu yang lebih lama; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;setiap orang dapat menghemat tenaga karena tidak harus membawa peralatan hidup dari satu tempat ke tempat lain; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;para wanita dan anak-anak dapat tinggal lebih lama di rumah dan tidak akan merepotkan;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;wanita dan anak-anak sangat merepotkan, apabila mereka harus berpindah dari satu tempat ke tempat lain; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mereka dapat menyimpan sisa-sisa makanan dengan lebih baik dan aman; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mereka dapat memelihara ternak sehingga mempermudah pemenuhan kebutuhan, terutama apabila cuaca sedang tidak baik;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mereka memiliki waktu yang lebih banyak untuk berkumpul dengan keluarga, sekaligus menghasilkan   kebudayaan yang bermanfaat bagi hidup dan kehidupannya; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mereka mulai mengenal sistem astronomi untuk kepentingan bercocok tanam; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;mereka mulai mengenal sistem kepercayaan. &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;br&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Dilihat dari aspek geografis, masyarakat pra aksara cenderung untuk hidup di daerah lembah atau sekitar sungai dari pada di daerah pegunungan. Kecenderungan itu didasarkan pada beberapa kenyataan, seperti:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;memiliki struktur tanah yang lebih subur dan sangat menguntungkan bagi kepentingan bercocok tanam; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;memiliki sumber air yang baik sebagai salah satu kebutuhan hidup manusia; &lt;/li&gt;
&lt;li&gt;lebih mudah dijangkau dan memiliki akses ke daerah lain yang lebih mudah; &lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-menetap.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/2742930348486988034/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-menetap.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/2742930348486988034'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/2742930348486988034'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-menetap.html' title='Pola Kehidupan Menetap'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-1654719856495227828</id><published>2013-11-11T21:30:00.002+07:00</published><updated>2013-11-11T21:30:28.503+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pola Kehidupan Masyarakat Pra Aksara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Pola Kehidupan Semi Nomaden</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ZonaNgelmu&lt;/a&gt;.Terbatasnya, kemampuan alam untuk memenuhi kebutuhan hidup masyarakat menuntut setiap manusia untuk merubah pola kehidupannya. Oleh karena itu, masyarakat pra aksara mulai merubah pola hidup secara nomaden menjadi semi nomaden. Kehidupan semi nomaden adalah pola kehidupan yang berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain, tetapi sudah disertai dengan kehidupan menetap sementara. Hal ini berkaitan dengan kenyataan bahwa mereka sudah mulai mengenal cara-cara mengolah bahan makanan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Pola kehidupan &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-semi-nomaden.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;semi nomaden&lt;/a&gt; ditandai dengan ciri-ciri sebagai berikut: &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
          • mereka masih berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
          • mereka masih bergantung pada alam; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
          • mereka mulai mengenal cara-cara mengolah bahan makanan; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
          • mereka telah memiliki tempat tinggal sementara; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
          • di samping mengumpulkan bahan makanan dan berburu, &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
            mereka mulai menanam berbagai jenis tanaman; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
         • sebelum meninggalkan suatu tempat untuk berpindah ke tempat lain, &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
           mereka terlebih dahulu menanam berbagai jenis tanaman dan mereka &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
           akan kembali ke tempat itu, ketika musin panen tiba; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
        • peralatan hidup mereka sudah lebih baik dibandingkan dengan peralatan hidup masyarakat nomaden;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
        • di samping terbuat dari batu dan kayu, peralatan itu juga terbuat dari tulang sehingga lebih tajam&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Kehidupan sosial, masyarakat semi nomaden setingkat lebih baik dari pada masyarakat nomaden. Jumlah anggota kelompok semakin bertambah besar dan tidak hanya terbatas pada keluarga tertentu. Kenyataan ini menunjukkan bahwa rasa kebersamaan di antara mereka mulai dikembangkan. Rasa kebersamaan ini sangat penting dalam mengembangkan kehidupan yang harmonis, tenang, aman, tentram, dan damai. Nilai-nilai kehidupan, seperti gotong royong, saling membantu, saling mencintai sesama manusia, saling menghargai dan mengjormati telah berkembang pada masyarakat pra aksara. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Pada zaman ini, masyarakat diperkirakan telah memelihara anjing. Pada waktu itu, anjing merupakan binatang yang dapat membantu manusia dalam berburu binatang. Di Sulawesi Selatan, di dalam sebuah goa ditemukan sisa-sisa gigi anjing oleh Sarasin bersaudara. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-semi-nomaden.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/1654719856495227828/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-semi-nomaden.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/1654719856495227828'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/1654719856495227828'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-semi-nomaden.html' title='Pola Kehidupan Semi Nomaden'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-7361068077231832511</id><published>2013-11-11T21:30:00.001+07:00</published><updated>2013-11-11T21:30:27.077+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Pola Kehidupan Masyarakat Pra Aksara"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Pola Kehidupan Nomaden</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-nomaden.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Nomaden&lt;/a&gt; artinya berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat yang lain. Kehidupan masyarakat pra aksara sangat bergantung kepada alam. Bahkan, kehidupan mereka tak ubahnya seperti kelompok hewan karena bergantung pada apa yang disediakan alam. Apa yang mereka makan adalah bahan makanan apa yang disediakan alam. Buah-buahan, umbi- umbian, atau dedaunan yang mereka makan tinggal memetik dari pepohonan atau menggali dari tanah. Mereka tidak pernah menanam atau mengolah pertanian. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Apabila mereka ingin makan ikan, maka mereka tinggal menangkap ikan di sungai, waduk, atau tempat-tempat lain, di mana ikan dapat hidup. Apabila mereka ingin makan daging, maka mereka tinggal berburu untuk menangkap binatang buruannya. Adapun cara menangkap ikan atau binatang buruannya, tentu berbeda dengan yang kita lakukan sekarang. Mereka tidak pernah memelihara ikan atau binatang ternak lainnya. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Berdasarkan &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-nomaden.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;pola kehidupan nomaden&lt;/a&gt; tersebut, maka masa kehidupan masyarakat pra aksara sering disebut sebagai ‘masa mengumpulkan bahan makanan dan berburu’. Jika bahan makanan yang akan dikumpulkan telah habis, mereka kemudian berpindah ke tempat lain yang banyak menyediakan bahan makanan. Di samping itu, tujuan perpindahan mereka adalah untuk menangkap binatang buruannya. Kehidupan semacam itu berlangsung dalam waktu yang lama dan berlangsung secara terus menerus. Oleh karena itu, mereka tidak pernah memikirkan rumah sebagai tempat tinggal yang tetap. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Mereka tinggal di alam terbuka seperti hutan, di bawah pohon, di tepi sungai, di gunung, di gua, dan di lembah-lembah. Pada waktu itu, lingkungan alam belum stabil dan masih liar atau ganas. Oleh karena itu, setiap orang harus berhati-hati terhadap setiap ancaman yang dapat muncul secara tiba-tiba. Ancaman yang paling membahayakan adalah binatang buas. merupakan musuh utama manusia dalam hidup dan kehidupannya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Berkaitan dengan kehidupan yang kurang aman, maka untuk menuju ke suatu tempat, mereka biasanya mereka mem  memilih jalan dengan menelusuri sungai. Perjalanan melalui sungai dipandang lebih mudah dan aman dari pada melalui daratan (hutan) yang sangat berbahaya. Sesuai dengan kebutuhan dan tantangan yang dihadapi, akhirnya timbul pemikiran untuk membuat rakit-rakit sebagai alat transportasi. Bahkan dalam perkembangannya, masyarakat pra aksara mampu membuat perahu sebagai sarana transportasi melalui sungai. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Pada masa nomaden, masyarakat pra aksara telah mengenal kehidupan berkelompok. Jumlah anggota dari setiap kelompok sekitar 10-15 orang. Bahkan, untuk mempermudah hidup dan kehidupannya, mereka telah mampu membuat alat-alat perlengkapan dari batu dan kayu, meskipun bentuknya masih sangat kasar dan sederhana. Ciri-ciri kehidupan masyarakat nomaden adalah sebagai berikut: &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
        • selalu berpindah dari satu tempat ke tempat yang lain, &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
        • sangat bergantung pada alam, &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
        • belum mengolah bahan makanan, &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
        • hidup dari hasil mengumpulkan bahan makanan dan berburu, &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
        • belum memiliki tempat tinggal yang tetap, &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
        • peralatan hidup masih sangat sederhana dan terbuat dari batu atau kayu&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
     Lama kelamaan, masyarakat pra aksara menyadari bahwa makanan yang disediakan oleh alam sangat terbatas dan akhirnya akan habis. Oleh karena itu, cara hidup yang sangat bergantung pada alam harus diperbaiki. Caranya adalah dengan menanami lahan-lahan yang akan ditinggalkan agar dapat menyediakan bahan makanan yang lebih banyak pada waktu yang akan datang. Di samping itu, para wanita dan anak kecil tidak harus selalu ikut berpindah untuk mengumpulkan bahan makanan atau berburu binatang.&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-nomaden.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/7361068077231832511/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-nomaden.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/7361068077231832511'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/7361068077231832511'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-nomaden.html' title='Pola Kehidupan Nomaden'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-5012977235196067838</id><published>2013-11-11T21:12:00.002+07:00</published><updated>2013-11-11T21:30:25.806+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Pola Kehidupan Masyarakat Pra Aksara</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Masyarakat pra aksara adalah gambaran tentang kehidupan manusia-manusia pada masa lampau, di mana mereka belum mengenal tulisan sebagai cirinya. Kehidupan masyarakat pra aksara dapat dibagi dalam beberapa tahap, yaitu: (1) kehidupan nomaden, (2) kehidupan semi nomaden, dan (3) kehidupan menetap. Meskipun demikian, pola kehidupan masyarakat pra aksara tidak dapat dijadikan dasar pembagian zaman. Oleh karena itu, apabila dikaitkan dengan pembagian zaman, maka masyarakat pra aksara hidup pada zaman batu dan zaman logam. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Secara garis besar, pembagian &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-masyarakat-pra-aksara.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;zaman pra aksara&lt;/a&gt; dapat dibedakan sebagai berikut:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Pembagian Zaman Pra Aksara &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Menurut H.R. Van Heekeren&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEPcofysW0c6IuHo3a3tVO5nAPMUwjOMRzYuteuj8WhPUqsbKV63qhQGbkc2_EPqdpi0bYRVDHw-3P5Fu4MRdBXH30KFnuvhEBE5UrBYxVAwe9P7y3DDuYTiE6omczk2qBx-uq6I0yT1sH/s1600/tabel.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;360&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEPcofysW0c6IuHo3a3tVO5nAPMUwjOMRzYuteuj8WhPUqsbKV63qhQGbkc2_EPqdpi0bYRVDHw-3P5Fu4MRdBXH30KFnuvhEBE5UrBYxVAwe9P7y3DDuYTiE6omczk2qBx-uq6I0yT1sH/s400/tabel.png&quot; width=&quot;400&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
     Pembagian zaman praaksara di atas, dapat dijadikan dasar dalam menentukan asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia. Dengan demikian, kalian dapat belajar berpikir kritis. Misalnya, untuk mendukung pendapat bahwa nenek moyang bangsa Indonesia adalah bangsa Melayu, kalian harus memiliki argumen yang kuat, logis, dan objektif. &lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div&gt;
     Terlepas dari mana asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia dan kapan mereka mulai tinggal di wilayah Indonesia, kita harus percaya bahwa nenek moyang bangsa Indonesia telah ribuan tahun sebelum masehi telah hidup di wilayah Indonesia. Kehidupan mereka mengalami perkembangan yang teratur seperti bangsa- bangsa di belahan dunia lain. Tahapan perkembangan kehidupan masyarakat pra aksara di Indonesia adalah sebagai berikut, klik link berikut untuk penjelasan secara lanjut :&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: left;&quot;&gt;
     1. &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-nomaden.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pola Kehidupan Nomaden&lt;/a&gt;&lt;br&gt;
     2. &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-semi-nomaden.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pola Kehidupan Semi Nomaden&lt;/a&gt;&lt;br&gt;
     3. &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-menetap.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Pola Kehidupan Menetap&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;font-weight: bold;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
Sekian dari &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;ZonaNgelmu&lt;/a&gt; semoga bermanfaat dan tambah rajin belajarnya agar bisa meneruskan perjuangan bangsa. selamat hari pahlawan !!&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;/div&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-masyarakat-pra-aksara.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/5012977235196067838/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-masyarakat-pra-aksara.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/5012977235196067838'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/5012977235196067838'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/pola-kehidupan-masyarakat-pra-aksara.html' title='Pola Kehidupan Masyarakat Pra Aksara'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhEPcofysW0c6IuHo3a3tVO5nAPMUwjOMRzYuteuj8WhPUqsbKV63qhQGbkc2_EPqdpi0bYRVDHw-3P5Fu4MRdBXH30KFnuvhEBE5UrBYxVAwe9P7y3DDuYTiE6omczk2qBx-uq6I0yT1sH/s72-c/tabel.png" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-4277307222907882966</id><published>2013-11-10T20:11:00.000+07:00</published><updated>2013-11-10T20:11:32.131+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Asal Usul Nenek Moyang"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Masyarakat Indonesia berasal dari Yunan, yaitu suatu daerah yang terletak di Myanmar (Birma). Pada waktu berpindah dari Yunan ke Indonesia, mereka belum mengenal tulisan. Oleh karena itu, mereka disebut masyarakat pra aksara. Tujuan perpindahan mereka adalah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Mereka hidup secara nomaden, yaitu berpindah-pindah dari satu tempat ke tempat lain. Tempat-tempat yang menjadi tujuan mereka adalah tempat yang menghasilkan bahan makanan. Salah satu tempat yang menjadi tujuan mereka adalah Indonesia. Untuk mencapai Indonesia tidak terlalu sulit karena pada waktu mereka berpindah, wilayah Indonesia masih menyatu dengan daratan Asia. Hal ini dibuktikan&amp;nbsp;dengan persamaan fauna (binatang) yang hidup di Indonesia dan daratan Asia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Ketika sampai di Indonesia, mereka masih hidup secara nomaden. Lama kelamaan, kehidupan mereka mengalami kemajuan. Mereka mulai mengenal sistem bercocok tanam. Untuk keperluan bercocok tanam, mereka mulai menetap sementara. Setelah selesai bercocok tanam, mereka berpindah ke tempat lain untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Di tempat yang baru, mereka akan bercocok tanam dan hidup menetap sementara. Akhirnya, mereka akan kembali ke tempat semula apabila musim panen telah tiba. Kehidupan ini dilakukan secara terus menerus. Oleh karena itu, mereka disebut sebagai masyarakat semi nomaden.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; Kehidupan mereka terus berkembang dan akhirnya mereka mulai hidup menetap di suatu tempat. Untuk mempertahankan hidupnya, mereka tidak semata-mata bergantung kepada apa yang disediakan alam. Mereka mulai mengenal sistem pertanian dengan menanam berbagai jenis tanaman dan mulai memelihara ternak. Di samping itu, mereka mulai hidup secara bersama sehingga terbentuklah masyarakat pra sejarah. Mereka saling membantu dalam mempertahankan hidup dan kehidupannya. Misalnya, untuk menangkap binatang buruan, mereka lakukan secara bersama- sama.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Untuk memudahkan cara memenuhi kebutuhan, masyarakat pra aksara mulai mengenal dan membuat peralatan. Alat-alat itu terbuat dari batu, tulang, kayu, atau logam. Alat-alat tersebut ada yang sangat kasar, agak halus, dan sangat halus bentuknya. Di samping itu, ada yang bulat, pipih, runcing, kecil, dan besar. Bentuk dan jenis alat-alat itu sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan hidupnya. Sisa-sisa peralatan yang terbuat dari tulang dan kayu, umumnya telah membatu (menjadi batu) atau sering disebut fosil. Sisa-sisa peninggalan ini disebut sebagai hasil kebudayaan fisik (materi). &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;Masyarakat pra aksara sudah mengenal kepercayaan animisme dan dinamisme. Animisme adalah kepercayaan bahwa setiap benda memiliki roh atau jiwa. Sedangkan dinamisme adalah kepercayaan bahwa setiap benda memiliki kekuatan gaib. Aliran kepercayaan ini disebut sebagai kebudayaan rohani.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;A. &amp;nbsp;ASAL USUL NENEK MOYANG&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; Berikut adalah asal usul nenk moyang menurut Para ahli yang memiliki pendapat yang beragam dengan berbagai argumen atau alasannya, seperti :&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Prof. Dr. H. Kern&lt;/b&gt; dengan teori imigrasi menyatakan bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Campa, Kochin Cina, Kamboja. Pendapat ini didasarkan pada kesamaan bahasa yang dipakai di kepulauan Indonesia, Polinesia, Melanisia, dan Mikronesia. Menurut hasil penelitiannya, bahasa-bahasa yang digunakan di daerah-daerah tersebut berasal dari satu akar bahasa yang sama, yaitu bahasa Austronesia. Hal ini dibuktikan dengan adanya nama dan bahasa yang dipakai daerah-daerah tersebut. Objek penelitian Kern adalah kesamaan bahasa, nama- nama binatang dan alat-alat perang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Van Heine Geldern&lt;/b&gt; berpendapat bahwa nenek moyang bangsa&amp;nbsp;Indonesia berasal dari daerah Asia. Pendapat ini didukung oleh artefak-artefak atau peninggalan kebudayaan yang ditemukan di Indonesia memiliki banyak kesamaan dengan peninggalan- peninggalan kebudayaan yang ditemukan di daerah Asia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;3. Prof. Mohammad Yamin&lt;/b&gt; berpendapat bahwa nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari daerah Indonesia sendiri. Pendapat ini didasarkan pada penemuan fosil-fosil dan artefak- artefak manusia tertua di Indonesia dalam jumlah yang banyak. Di samping itu, Mohammad Yamin berpegang pada prinsip Blood Und Breden Unchro, yang berarti darah dan tanah bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri. Manusia purba mungkin telah tinggal di Indonesia, sebelum terjadi gelombang perpindahan bangsa-bangsa dari Yunan dan Campa ke wilayah Indonesia. Persoalannya, apakah nenek moyang bangsa Indonesia adalah manusia purba?&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1_IZUsBqNnfy5_JqA0PkKhg-ztPJjfQOXrW7nelPpig_1z4YeShVXr3bMZh_guwqdKc5xW_jUWcmP1i0OWU5gnqU_ISunLJtfjA8mFIYJ3Mpo_79u29YOwgJw-KTTy-DGl13LIjuaNF_w/s1600/Kerangka+Manusia.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1_IZUsBqNnfy5_JqA0PkKhg-ztPJjfQOXrW7nelPpig_1z4YeShVXr3bMZh_guwqdKc5xW_jUWcmP1i0OWU5gnqU_ISunLJtfjA8mFIYJ3Mpo_79u29YOwgJw-KTTy-DGl13LIjuaNF_w/s1600/Kerangka+Manusia.png&quot; title=&quot;Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Kerangka Manusia Pithecanthropus Pithecanthropus adalah manusia kera yang berdiri tegak dari Trinil. Fosil ini ditemukan oleh Eugene Dobuis pada tahun 1890.&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;4. Hogen&lt;/b&gt; berpendapat bangsa yang mendiami daerah pesisir Melayu berasal dari Sumatera. Banga ini bercampur dengan bangsa Mongol dan kemudian disebut bangsa Proto Melayu dan Deutro Melayu. Bangsa Proto Melayu (Melayu Tua) menyebar ke wilayah Indonesia pada tahun 3000 SM – 1500 SM. Sedangkan bangsa Deutro Melayu (Melayu Muda) menyebar ke wilayah Indonesia pada tahun 1500 SM – 500 SM.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;div&gt;
Bertitik tolak dari pendapat-pendapat di atas, terdapat hal-hal yang menarik tentang asal-usul nenek moyang bangsa Indonesia.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Pertama,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Yunan&amp;nbsp;dan Campa. Argumen ini merujuk pada pendapat Moh. Ali dan Kern bahwa sekitar tahun 3000 SM – 1500 SM terjadi gelombang perpindahan bangsa-bangsa di Yunan dan Campa sebagai akibat desakan bangsa lain dari Asia Tengah yang lebih kuat. Argumen ini diperkuat dengan adanya persamaan bahasa, nama binatang, dan nama peralatan yang dipakai di kepulauan Indonesia, Polinesia, Melanesia, dan Mikronesia. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Kedua,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; nenek moyang bangsa Indonesia berasal dari Indonesia sendiri. Argumen ini merujuk pada pendapat Mohammad Yamin yang didukung dengan penemuan fosil-fosil dan artefak-artefak manusia tertua di wilayah Indonesia dalam jumlah yang banyak. Sementara, fosil dan artefak manusia tertua jarang &amp;nbsp;ditemukan di daratan Asia. Sinanthropus Pekinensis yang ditemukan di Cina dan diperkirakan sezaman dengan Pithecantropus Erectus dari Indonesia, merupakan satu-satunya penemuan fosil manusia tertua di daratan Asia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Ketiga,&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; masyarakat awal yang menempati wilayah Indonesia termasuk rumpun bangsa Melayu. Oleh karena itu, bangsa Melayu ditempatkan sebagai nenek moyang bangsa Indonesia. Argumen ini merujuk pada pendapat Hogen. Bangsa Melayu yang menjadi nenek moyang bangsa Indonesia dapat dibedakan menjadi 2 (dua), yaitu:&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;1. Bangsa Proto Melayu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bangsa ini memasuki wilayah Indonesia melalui 2 (dua) jalan, yaitu:&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
a. Jalan barat dari Semenanjung Malaka ke Sumatera dan selanjutnya menyebar ke beberapa daerah di Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
b. Jalan timur dari Semenanjung Malaka ke Filipina dan Minahasa, serta selanjutnya menyebar ke beberapa daerah di Indonesia. &amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; margin-right: 1em; text-align: left;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzBt0NH6XIG5L6sx09DUEF4Unjtz8GGlLqyxfjdubVTqhOwYRZu5fuKdJuOGwjb16gYscogalpgDGf-D4m-ulvHqGnHrKOWZ2NVZJeFDEijKkNEq5ff7GYITD3UVmwfFVeHP0VKDRU8_lL/s1600/Rute+Perpindahan+Nenek+Moyang.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia&quot; border=&quot;0&quot; height=&quot;242&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjzBt0NH6XIG5L6sx09DUEF4Unjtz8GGlLqyxfjdubVTqhOwYRZu5fuKdJuOGwjb16gYscogalpgDGf-D4m-ulvHqGnHrKOWZ2NVZJeFDEijKkNEq5ff7GYITD3UVmwfFVeHP0VKDRU8_lL/s320/Rute+Perpindahan+Nenek+Moyang.png&quot; title=&quot;Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Peta rute perpindahan nenek moyang bangsa Indonesia&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;Bangsa Proto Melayu memiliki kebudayaan yang setingkat lebih tinggi dari kebudayaan Homo Sapiens di Indonesia. Kebuadayaan mereka adalah kebudayaan batu muda (neolitikum). Hasil- hasil kebudayaan mereka masih terbuat dari batu, tetapi telah dikerjakan dengan baik sekali (halus).&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;Kapak persegi merupakan hasil kebudayaan bangsa Proto Melayu yang masuk ke Indonesia melalui jalan barat dan kapak lonjong melalui jalan timur. Keturunan bangsa Proto Melayu yang masih hidup hingga sekarang, di antaranya adalah suku bangsa Dayak, Toraja, Batak, Papua.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp;2. Bangsa Deutro Melayu&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&amp;nbsp; &amp;nbsp;Sejak tahun 500 SM, bangsa Deutro Melayu memasuki wilayah Indonesia secara bergelombang melalui jalan barat. Kebudayaan bangsa Deitro Melayu lebih tinggi dari kebudayaan bangsa Proto Melayu. Hasil kebudayaan mereka terbuat dari logam (perunggu dan besi). Kebuadayaan mereka sering disebut kebudayaan Don Song, yaitu suatu nama kebudayaan di daerah Tonkin yang memiliki kesamaan dengan kebudayaan bangsa Deutro Melayu. Daerah Tonkin diperkirakan merupakan tempat asal bangsa Deutro Melayu, sebelum menyebar ke wilayah Indonesia. Hasil-hasil kebudayaan perunggu yang penting di Indonesia adalah kapak corong atau kapak sepatu, nekara, dan bejana perunggu. Keturunan bangsa Deutro Melayu yang masih hidup hingga sekarang, di antaranya suku bangsa Melayu, Batak, Minang, Jawa, Bugis.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Sekian dari &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;zonangelmu&lt;/a&gt; semoga posting&amp;nbsp;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/kehidupan-pada-masa-pra-aksara-di-indonesia.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia&lt;/a&gt; ini bermanfaat bagi kita semua.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/4277307222907882966/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/kehidupan-pada-masa-pra-aksara-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/4277307222907882966'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/4277307222907882966'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/11/kehidupan-pada-masa-pra-aksara-di-indonesia.html' title='Kehidupan Pada Masa Pra Aksara di Indonesia'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEi1_IZUsBqNnfy5_JqA0PkKhg-ztPJjfQOXrW7nelPpig_1z4YeShVXr3bMZh_guwqdKc5xW_jUWcmP1i0OWU5gnqU_ISunLJtfjA8mFIYJ3Mpo_79u29YOwgJw-KTTy-DGl13LIjuaNF_w/s72-c/Kerangka+Manusia.png" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-1257865732209895596</id><published>2013-03-17T16:03:00.000+07:00</published><updated>2013-03-19T17:04:36.190+07:00</updated><title type='text'>Pengertian Harga Kesimbangan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Yang dimaksud &lt;b&gt;harga keseimbangan&lt;/b&gt; adalah harga yang terbentuk pada titik pertemuan kurva permintaan dan kurva penawaran, atau dengan kata lain adalah harga kesepakatan antara penjual dengan pembeli. Pada harga keseimbangan produsen/penawaran bersedia melepas barang/jasa, sedangkan permintaan/konsumen bersedia membayar harganya. Dalam kurva harga keseimbangan terjadi titik temu antara kurva permintaan dan kurva penawaran, yang disebut &lt;b&gt;Equilibrium Price&lt;/b&gt;.Terbentuknya harga dan kuantitas keseimbangan di pasar merupakan hasil kesepakatan antara pembeli (konsumen) dan penjual (produsen) di mana kuantitas yang diminta dan yang ditawarkan sama besarnya. Jika keseimbangan ini telah tercapai, biasanya titik keseimbangan ini akan bertahan lama dan menjadi patokan pihak pembeli dan pihak penjual dalam menentukan harga.&lt;/div&gt;&lt;br /&gt;untuk lebih mudahnya silakan lihat grafik berikut :&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDmkTGpXHTWrahlGnE4x66BKju5SjSTIBFgnjbRiuyZEHsCxKQWxB0jhaftcgIO0TtcXnSEynr_Cci7dssBkTgy8D9IaYndk6bX6aT8_fzHtuT6MZ9XYBc4qisL-0cDOkXN7l_310dTHQL/s1600/Harga+Keseimbangan.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;165&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDmkTGpXHTWrahlGnE4x66BKju5SjSTIBFgnjbRiuyZEHsCxKQWxB0jhaftcgIO0TtcXnSEynr_Cci7dssBkTgy8D9IaYndk6bX6aT8_fzHtuT6MZ9XYBc4qisL-0cDOkXN7l_310dTHQL/s320/Harga+Keseimbangan.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada grafik tersebut titik keseimbangan terletak pada huruf E, dimana terjadi kesepakatan harga antara penjual dengan pembeli sebesar 0-P dengan jumlah barang 0-Q. Cara menghitung harga keseimbangan sangat mudah jika disediakan tabel tinggal lihat saja Q yang sama antara Qd dengan Qs, nah P nya pasti harga keseimbangan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicupV-EUamALZHVfx6D75NhKUODMkC-N6_dlTyctgi30Up9ZgXrrQBeElEpUjJHkQ1XEh9uXi2C33aa4aVwciI_ukuBq5VNm1FiDqn7x3wODTTVCcXMCeXXZ_Npl7TQiXTO_2LcfVq39f1/s1600/tabel+harga+keseimbangan.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;161&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEicupV-EUamALZHVfx6D75NhKUODMkC-N6_dlTyctgi30Up9ZgXrrQBeElEpUjJHkQ1XEh9uXi2C33aa4aVwciI_ukuBq5VNm1FiDqn7x3wODTTVCcXMCeXXZ_Npl7TQiXTO_2LcfVq39f1/s320/tabel+harga+keseimbangan.JPG&quot; width=&quot;320&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;Pada tabel di atas harga keseimbangan adalah Rp 400,00 kenapa ? Karena pada saat harga Rp 400,00 jumlah Qd (jumlah yang diminta) nya sama dengan Qs (jumlah yang ditawarkan) yaitu 5.000 unit.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Ada pertanyaan ? silakan tulis di kotak komentar berikut ? Pertanyaan yang beruntung akan dijawab&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/1257865732209895596/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/03/pengertian-harga-kesimbangan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/1257865732209895596'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/1257865732209895596'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/03/pengertian-harga-kesimbangan.html' title='Pengertian Harga Kesimbangan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgDmkTGpXHTWrahlGnE4x66BKju5SjSTIBFgnjbRiuyZEHsCxKQWxB0jhaftcgIO0TtcXnSEynr_Cci7dssBkTgy8D9IaYndk6bX6aT8_fzHtuT6MZ9XYBc4qisL-0cDOkXN7l_310dTHQL/s72-c/Harga+Keseimbangan.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-1422508367143291781</id><published>2013-02-26T11:24:00.000+07:00</published><updated>2013-03-19T17:04:36.197+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi"/><title type='text'>Pengertian Total Utility dan Marginal Utility</title><content type='html'>Pengertian Total Utility dan Marginal Utility&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Total utility adalah jumlah kepuasan total yang dinikmati konsumen akibat mengkonsumsi sejumlah barang/jasa&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Marginal Utility adalah tambahan kepuasan yang dinikmati konsumen akibat adanya tambahan barang/jasa yang dikonsumsi&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/1422508367143291781/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/02/pengertian-total-utility-dan-marginal.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/1422508367143291781'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/1422508367143291781'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/02/pengertian-total-utility-dan-marginal.html' title='Pengertian Total Utility dan Marginal Utility'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-9037691991152615749</id><published>2013-02-25T10:12:00.000+07:00</published><updated>2013-03-19T17:04:36.204+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi"/><title type='text'>Kegiatan Ekonomi</title><content type='html'>Kegiatan ekonomi adalah tindakan yang dilakukan manusia untuk memenuhi kebutuhan. kegiatan ekonomi dibagi 3 macam yaitu :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;Produksi adalah kegiatan menghasilkan atau menambah nilai guna barang atau jasa untuk memenuhi kebutuhan, contoh : menjahit baju, membuat tas, mengecat meja dan sebagainya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Konsumsi adalah kegiatan menghabiskan atau mengurangi nilai guna suatu barang baik sekaligus maupun berangsur-angsur, contoh : makan,minum, memakai baju, memakai komputer dan sebagainya&lt;/li&gt;&lt;li&gt;Distribusi adalah kegiatan menyalurkan barang atau jasa dari produsen ke konsumen, contoh : kegiatan perdagangan di pasar, toko, minimarket&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/9037691991152615749/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/02/kegiatan-ekonomi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/9037691991152615749'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/9037691991152615749'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/02/kegiatan-ekonomi.html' title='Kegiatan Ekonomi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-409606361289644031</id><published>2013-02-25T10:07:00.000+07:00</published><updated>2013-03-19T17:04:36.210+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi"/><title type='text'>Prinsip Ekonomi, Motif Ekonomi dan Politik Ekonomi</title><content type='html'>Prinsip ekonomi adalah tindakan dengan pengorbanan tertentu untuk mendapatkan hasil sebesar-besarnya, atau tindakan dengan pengorbanan sekecil-kecilnya untuk mendapatkan hasil tertentu.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif ekonomi adalah alasan yang mendorong manusia untuk melakukan tindakan ekonomi. Motif ekonomi dibagi 2 yaitu motif ekonomi individu dan motif ekonomi perusahaan.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Motif ekonomi individu antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;motif memenuhi kebutuhan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;motif mencari kekuasaan ekonomi&lt;/li&gt;&lt;li&gt;motif mencari penghargaan&lt;/li&gt;&lt;li&gt;motif sosial&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Sedangkan motif ekonomi perusahaan antara lain :&lt;br /&gt;&lt;ol&gt;&lt;li&gt;motif mencari laba&lt;/li&gt;&lt;li&gt;motif menghasilkan produk tertentu dengan biaya seminimal mungkin&lt;/li&gt;&lt;li&gt;motif menjaga kontinuitas perusahaan&lt;/li&gt;&lt;/ol&gt;Politik ekonomi adalah keseluruhan kebijakan yang dilakukan untuk memperbaiki kondisi perekonomian yang sedang memburuk. contoh politik ekonomi antara lain : politik moneter seperti menaikan suku bunga bank, operasi pasar terbuka &lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/409606361289644031/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/02/prinsip-ekonomi-motif-ekonomi-dan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/409606361289644031'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/409606361289644031'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/02/prinsip-ekonomi-motif-ekonomi-dan.html' title='Prinsip Ekonomi, Motif Ekonomi dan Politik Ekonomi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-7122482314596474906</id><published>2013-02-02T16:53:00.000+07:00</published><updated>2013-03-19T18:29:11.900+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bursa Efek/ Stock Exchange"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="ekonomi SMA kelas XI"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="saham"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="stocks"/><title type='text'>Bursa Efek/ Stock Exchange (bagian satu)</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Hai guys, sudah lama sekali saya tidak menulis posting di ekonomi kelas XI, maklum banyak pekerjaan di dunia offline yang harus saya kerjakan,......&lt;i&gt;hehe sombong dikit&lt;/i&gt;,.......pada kesempatan ini saya akan menjelaskan mengenai Bursa Efek/ &lt;i&gt;Stock Exchange &lt;/i&gt;yang menjadi salah satu bahasan di pelajaran ekonomi SMA kelas XI ... ...&lt;i&gt;&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apa yang dimaksud dengan&amp;nbsp;Bursa Efek/&amp;nbsp;Stock Exchange&amp;nbsp;?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br /&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit7zspS5ETLSHckDuCRyhWLnqacc_sWY4kMIFhzHG_jngWQmVgxBtYv6-L8RJdOgqvmmIFhaaBK4Fd0OEPpTBKWTZSW_W1F2CPs3BeXFMTmba7ZgPKitD7nwTXucKhUIxbvxE89L5Ue0xo/s1600/bei.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: left; float: left; margin-bottom: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit7zspS5ETLSHckDuCRyhWLnqacc_sWY4kMIFhzHG_jngWQmVgxBtYv6-L8RJdOgqvmmIFhaaBK4Fd0OEPpTBKWTZSW_W1F2CPs3BeXFMTmba7ZgPKitD7nwTXucKhUIxbvxE89L5Ue0xo/s1600/bei.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Bursa Efek merupakan tempat pertemuan pencari modal dengan pihak yang memiliki uang dengan tujuan investasi. &lt;/b&gt;Sederhananya,&amp;nbsp;Bursa Efek/&amp;nbsp;&lt;i&gt;Stock Exchange &lt;/i&gt;bisa dibilang sebagai pasar hanya saja yang diperjual belihan bukanlah barang seperti halnya pasar umum. yang diperjual belikan&amp;nbsp;Bursa Efek/&amp;nbsp;&lt;i&gt;Stock Exchange&lt;/i&gt;&amp;nbsp;adalah surat berharga kepemilikan modal yang berupa saham, obligasi, dan surat berharga lainnya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Di Indonesia hanya Bursa Efek Indonesia (BEI)&amp;nbsp;yang diakui oleh pemerintah sebagai&amp;nbsp;Bursa Efek/&amp;nbsp;&lt;i&gt;Stock Exchange &lt;/i&gt;yang sah&amp;nbsp;di bawah pengawasan &lt;b&gt;Badan Pengawas Pasar Modal dan Lembaga Keuangan&lt;/b&gt; atau disingkat BAPEPAM-LK,.........kita hanya sering mengenalnya sebagai Bapepam.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Ada yang unik nih pada pasar jenis ini,.....pada pasar ini penjual dan pembeli tidak langsung bertemu. Pertemuan antara perusahaan pencari modal (emiten) dengan calon investor dilakukan melalui perantara (pialang saham atau &lt;i&gt;broker&lt;/i&gt;), melalui &lt;i&gt;broker&lt;/i&gt;&amp;nbsp;ini investor atau emiten memberi perintah (memberi order) kepada broker untuk menjual atau membeli surat berharga di pasar modal.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i&gt;Apa saja yang diperjual belikan di&amp;nbsp;Bursa Efek/&amp;nbsp;Stock Exchange ?&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara garis besar surat berharga yang diperjual belikan di&amp;nbsp;Bursa Efek/&amp;nbsp;&lt;i&gt;Stock Exchange&lt;/i&gt;&amp;nbsp;terdiri atas :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;ol&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Saham/ &lt;i&gt;stocks&lt;/i&gt;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;Saham / &lt;i&gt;stocks&lt;/i&gt;&amp;nbsp;merupakan bukti pemilikan perusahaan seseorang karena telah menyetor penyertaan modal. Dalam hal ini, pemegang saham berhak atas bagian laba sebanding dengan persentase modal yang ia setorkan terhadap modal perusahaan seluruhnya. Bagian laba yang diperoleh oleh pemegang saham disebut &lt;i&gt;deviden&lt;/i&gt;&amp;nbsp;yang dibagikan biasanya setahun sekali pada Rapat Umum Pemegang Saham.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Obligasi/ &lt;i&gt;bonds&amp;nbsp;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;Obligasi/ &lt;i&gt;bonds&lt;/i&gt;&amp;nbsp;merupakan bukti peminjaman modal jangka panjang antara perusahaan emiten dengan obligor (pemegang obligasi atau pemilik modal yang membeli obligasi perusahaan).Berbeda dengan saham, obligor hanya merupakan surat hutang jangka panjang sebuah perusahaan dan bukanlah serat kepemilikan perusahaan. Jadi disini ketika seluruh hutang perusahaan terpenuhi maka tuntaslah segala urusan perusahaan dengan para pemegang obligasi.&amp;nbsp;&lt;i&gt;Obligor&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atau sebutan bagi pemegang obligasi memiliki hak lebih dibandingkan pemegang saham dalam hal pengembalian modal. Bahkan ketika perusahaan mengalami kebangkrutan, &lt;i&gt;obligor&lt;/i&gt;&amp;nbsp;memiliki hak untuk lebih didahulukan atas hasil lelang aset-aset perusahaan. Laba yang diperoleh &lt;i&gt;obligor&lt;/i&gt;&amp;nbsp;atas balas jasa penyetoran modal dengan membeli obligasi desebut bunga obligasi.&amp;nbsp;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;&lt;/i&gt;&lt;br /&gt;
&lt;table cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;float: left; text-align: center;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&amp;nbsp; &amp;nbsp; &amp;nbsp; &lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGaTjcH46bdlrzMRIiq-SFfTLVdcJ6dweuAFxT7Gg5hGORLcvANCDivmQlLQDDOx2DXZW6bFe67hD8NCHadRicHRGI11_WsTGO9pyjMtPcVQV8HtFugHI7PAEw7Hc3XQaBnFyL6j9OaY0Z/s1600/saham.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;141&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGaTjcH46bdlrzMRIiq-SFfTLVdcJ6dweuAFxT7Gg5hGORLcvANCDivmQlLQDDOx2DXZW6bFe67hD8NCHadRicHRGI11_WsTGO9pyjMtPcVQV8HtFugHI7PAEw7Hc3XQaBnFyL6j9OaY0Z/s200/saham.jpg&quot; width=&quot;200&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Contoh Saham/ &lt;i&gt;stocks&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;table align=&quot;center&quot; cellpadding=&quot;0&quot; cellspacing=&quot;0&quot; class=&quot;tr-caption-container&quot; style=&quot;margin-left: auto; margin-right: auto; text-align: right;&quot;&gt;&lt;tbody&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR59s_2zgb6w24FqGIwiKge9DpYs4OWKFe8UKDefj-4DuqPIHl7zxvjei1wNVz4qi8MgJNYpQfWp1yzBrB6JQRlIJiT1JxQZmZvfrhyphenhyphenjXri27JmRdF5lCWSKRD-23UOEoDNZYaGxQs3p64/s1600/obligasi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;clear: right; margin-bottom: 1em; margin-left: auto; margin-right: auto;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;200&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgR59s_2zgb6w24FqGIwiKge9DpYs4OWKFe8UKDefj-4DuqPIHl7zxvjei1wNVz4qi8MgJNYpQfWp1yzBrB6JQRlIJiT1JxQZmZvfrhyphenhyphenjXri27JmRdF5lCWSKRD-23UOEoDNZYaGxQs3p64/s200/obligasi.jpg&quot; width=&quot;139&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;tr&gt;&lt;td class=&quot;tr-caption&quot; style=&quot;text-align: center;&quot;&gt;Contoh Obligasi/&lt;i&gt;&amp;nbsp;Bonds&lt;/i&gt;&lt;/td&gt;&lt;/tr&gt;
&lt;/tbody&gt;&lt;/table&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div&gt;
&lt;i&gt;pihak-pihak yang berperan di bursa efek dan mekanisme alur bursa efek bersambung,.....&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/7122482314596474906/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/02/bursa-efek-stock-exchange-bagian-satu.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/7122482314596474906'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/7122482314596474906'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/02/bursa-efek-stock-exchange-bagian-satu.html' title='Bursa Efek/ Stock Exchange (bagian satu)'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEit7zspS5ETLSHckDuCRyhWLnqacc_sWY4kMIFhzHG_jngWQmVgxBtYv6-L8RJdOgqvmmIFhaaBK4Fd0OEPpTBKWTZSW_W1F2CPs3BeXFMTmba7ZgPKitD7nwTXucKhUIxbvxE89L5Ue0xo/s72-c/bei.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-7265603487482710117</id><published>2013-01-29T19:47:00.000+07:00</published><updated>2013-03-19T17:04:36.302+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Sejarah masuknya Islam</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Materi berikut ini adalah tentang sejarah Masuknya Islam di Indonesia, mari kita simak dengan cermat :  Penyebaran Islam (1200 - 1600)  Berbagai teori perihal masuknya Islam ke Indonesia terus muncul sampai saat ini. Fokus diskusi mengenai kedatangan Islam di Indonesia sejauh ini berkisar pada tiga tema utama, yakni tempat asal kedatangannya, para pembawanya, dan waktu kedatangannya.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mengenai tempat asal kedatangan Islam yang menyentuh Indonesia, di kalangan para sejarawan terdapat beberapa pendapat. Ahmad Mansur Suryanegara mengikhtisarkannya menjadi tiga teori besar. Pertama, teori Gujarat, India. Islam dipercayai datang dari wilayah Gujarat – India melalui peran para pedagang India muslim pada sekitar abad ke-13 M. Kedua, teori Makkah. Islam dipercaya tiba di Indonesia langsung dari Timur Tengah melalui jasa para pedagang Arab muslim sekitar abad ke-7 M. Ketiga, teori Persia. Islam tiba di Indonesia melalui peran para pedagang asal Persia yang dalam perjalanannya singgah ke Gujarat sebelum ke nusantara sekitar abad ke-13 M. Melalui Kesultanan Tidore yang juga menguasai Tanah Papua, sejak abad ke-17, jangkauan terjauh penyebaran Islam sudah mencapai Semenanjung Onin di Kabupaten Fakfak, Papua Barat. Kalau Ahli Sejarah Barat beranggapan bahwa Islam masuk di Indonesia mulai abad 13 adalah tidak benar, HAMKA berpendapat bahwa pada tahun 625 M sebuah naskah Tiongkok mengkabarkan bahwa menemukan kelompok bangsa Arab yang telah bermukim di pantai Barat Sumatra (Barus) .&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pada saat nanti wilayah Barus ini akan masuk ke wilayah kerajaan Srivijaya. Pada tahun 674M semasa pemerintahan Khilafah Islam Utsman bi Affan, memerintahkan mengirimkan utusannya (Muawiyah bin Abu Sufyan) ke tanah Jawa yaitu ke Jepara (pada saat itu namanya Kalingga). Hasil kunjungan duta Islam ini adalah raja Jay Sima ptra ratu Sima dari Kalingga masuk Islam . Pada tahun 718M raja Srivijaya Sri Indravarman setelah kerusuhan Kanton juga masuk Islam pada masa kholifah Umar bin Abdul Aziz (Dinasti Umayyah).   Sanggahan Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui Pedagang Gujarat Teori Islam Masuk Indonesia abad 13 melalui pedagang Gujarat adalah tidaklah benar, apabila benar maka tentunya Islam yang akan berkembang kebanyakan di Indonesia adalah aliran Syiah karena Gujarat pada masa itu beraliran Syiah, akan tetapi kenyataan Islam di Indonesia didominasi Mashab Safi&#39;i. Sanggahan lain adalah bukti telah munculnya Islam di masa awal dengan bukti Tarikh Nisan Fatimah binti Maimun (1082M) di Gresik.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masa kolonial Pada abad ke-17 masehi atau tahun 1601 kerajaan Hindia Belanda datang ke Nusantara untuk berdagang, namun pada perkembangan selanjutnya mereka menjajah daerah ini. Belanda datang ke Indonesia dengan kamar dagangnya, VOC, sejak itu hampir seluruh wilayah Nusantara dikuasainya kecuali Aceh. Saat itu antara kerajaan-kerajaan Islam di Nusantara belum sempat membentuk aliansi atau kerja sama. Hal ini yang menyebabkan proses penyebaran dakwah terpotong. Dengan sumuliayatul (kesempurnaan) Islam yang tidak ada pemisahan antara aspek-aspek kehidupan tertentu dengan yang lainnya, ini telah diterapkan oleh para ulama saat itu. Ketika penjajahan datang, para ulama mengubah pesantren menjadi markas perjuangan, para santri (peserta didik pesantren) menjadi jundullah (pasukan Allah) yang siap melawan penjajah, sedangkan ulamanya menjadi panglima perang.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Potensi-potensi tumbuh dan berkembang di abad ke-13 menjadi kekuatan perlawanan terhadap penjajah. Ini dapat dibuktikan dengan adanya hikayat-hikayat pada masa kerajaan Islam yang syair-syairnya berisi seruan perjuangan. Para ulama menggelorakan jihad melawan penjajah Belanda. Belanda mengalami kewalahan yang akhirnya menggunakan strategi-strategi: • Politik devide et impera, yang pada kenyataannya memecah-belah atau mengadu domba antara kekuatan ulama dengan adat, contohnya perang Padri di Sumatera Barat dan perang Diponegoro di Jawa.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Mendatangkan Prof. Dr. Snouk Cristian Hourgonye alias Abdul Gafar, seorang Guru Besar ke-Indonesiaan di Universitas Hindia Belanda, yang juga seorang orientalis yang pernah mempelajari Islam di Mekkah. Dia berpendapat agar pemerintahan Belanda membiarkan umat Islam hanya melakukan ibadah mahdhoh (khusus) dan dilarang berbicara atau sampai melakukan politik praktis. Gagasan tersebut dijalani oleh pemerintahan Belanda dan salah satunya adalah pembatasan terhadap kaum muslimin yang akan melakukan ibadah Haji, karena pada saat itulah terjadi pematangan pejuangan terhadap penjajahan.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Di akhir abad ke-19, muncul ideologi pembaruan Islam yang diserukan oleh Jamal-al-Din Afghani dan Muhammad Abduh. Ulama-ulama Minangkabau yang belajar di Kairo, Mesir banyak berperan dalam menyebarkan ide-ide tersebut, diantara mereka ialah Muhammad Djamil Djambek dan Abdul Karim Amrullah. Pembaruan Islam yang tumbuh begitu pesat didukung dengan berdirinya sekolah-sekolah pembaruan seperti Adabiah (1909), Diniyah Putri (1911), dan Sumatera Thawalib (1915). Pada tahun 1906, Tahir bin Jalaluddin menerbitkan koran pembaruan al-Iman di Singapura dan lima tahun kemudian, di Padang terbit koran dwi-mingguan al-Munir.&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Demografi Sebagian besar ummat Islam di Indonesia berada di wilayah Indonesia bagian Barat, seperti di pulau Sumatera, Jawa, Madura dan Kalimantan. Sedangkan untuk wilayah Timur, penduduk Muslim banyak yang menetap di wilayah Sulawesi, Nusa Tenggara Barat, dan Maluku Utara dan enklave tertentu di Indonesia Timur seperti Kabupaten Alor, Fakfak, Haruku, Banda, Tual dan lain-lain. Pengadaan transmigrasi dari Jawa dan Madura yang secara besar-besaran dilakukan oleh pemerintahan Suharto selama tiga dekade ke wilayah Timur Indonesia telah menyebabkan bertambahnya jumlah penduduk Muslim disana. Untuk pertamakalinya, pada tahun 1990an ummat Kristen menjadi minoritas di Maluku. Kebijakan transmigrasi ini, yang telah melebarkan kesenjangan sosial dan ekonomi, mengakibatkan sejumlah konflik di Maluku, Sulawesi Tengah, dan sebagian wilayah Papua.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Arsitektur  Artikel utama untuk bagian ini adalah: Arsitektur Islam di Indonesia Islam sangat banyak berpengaruh terhadap arsitektur bangunan di Indonesia. Rumah Betawi salah satunya, adalah bentuk arsitektur bangunan yang banyak dipengaruhi oleh corak Islam. Pada salah satu forum tanya jawab di situs Era Muslim[6], disebutkan bahwa Rumah Betawi yang memiliki teras lebar, dan ada bale-bale untuk tempat berkumpul, adalah salah satu ciri arsitektur peradaban Islam di Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Masjid     Masjid Raya Medan al Ma&#39;shun, adalah salah satu ciri bangunan berarsitektur Islam yang ada di Indonesia Masjid adalah tempat ibadah Muslim yang dapat dijumpai diberbagai tempat di Indonesia. Menurut data Lembaga Ta&#39;mir Masjid Indonesia, saat ini terdapat 125 ribu masjid yang dikelola oleh lembaga tersebut, sedangkan jumlah secara keseluruhan berdasarkan data Departemen Agama tahun 2004, jumlah masjid di Indonesia sebanyak 643.834 buah, jumlah ini meningkat dari data tahun 1977 yang sebanyak 392.044 buah. Diperkirakan, jumlah masjid dan mushala di Indonesia saat ini antara 600-800 ribu buah.&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Pendidikan     Pelajar Madrasah Ibtidaiyah Negeri (MIN) Kecamatan Gambut, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan. Gambar diambil akhir Januari 2006. Pesantren adalah salah satu sistem pendidikan Islam yang ada di Indonesia dengan ciri yang khas dan unik, juga dianggap sebagai sistem pendididikan paling tua di Indonesia.[9] Selain itu, dalam pendidikan Islam di Indonesia juga dikenal adanya Madrasah Ibtidaiyah (dasar), Madrasah Tsanawiyah (lanjutan), dan Madrasah Aliyah (menengah). Untuk tingkat universitas Islam di Indonesia juga kian maju seiring dengan perkembangan zaman, hal ini dapat dilihat dari terus beragamnya universitas Islam. Hampir disetiap provinsi di Indonesia dapat dijumpai Institut Agama Islam Negeri serta beberapa universitas Islam lainnya.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;Organisasi Terdapat beberapa organisasi Islam di Indonesia, diantaranya adalah Nahdlatul Ulama (NU), Muhammadiyah, Jamiat Khair, sebuah organisasi Islam tempat para ulama dan aktivis bergabung, tempat bermulanya Ahmad Soorkati mengawali karier dakwahnya di Indonesia. Ia diundang secara khusus oleh gerakan ini untuk menjadi pengajar pada berbagai badan pendidikan yang dirintisnya pada tahun 1912. Ia datang dari Sudan, membawa dan mengusung pola pikir rasional dalam berbagai kuliahnya. NU merupakan organisasi Islam terbesar di Indonesia dengan anggota sekitar 35 juta. NU seringkali dikategorikan sebagai Islam traditional, salah satunya karena sistem pendidikan pesantrennya. Muhammadiyah merupakan organisasi Islam terbesar kedua, dengan anggotanya yang sekitar 30 juta. Muhammadiyah memiliki ribuan sekolah, universitas, dan lembaga pendidikan tinggi serta ratusan rumah sakit di seluruh Indonesia.&amp;nbsp;&lt;/div&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;sumber : wikipedia.org &lt;/div&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/7265603487482710117/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/sejarah-masuknya-islam.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/7265603487482710117'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/7265603487482710117'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/sejarah-masuknya-islam.html' title='Sejarah masuknya Islam'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-6996400511595671928</id><published>2013-01-29T12:52:00.000+07:00</published><updated>2013-03-19T17:24:11.536+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Ekonomi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Sistem Ekonomi di Indonesia</title><content type='html'>&lt;b&gt;Sejarah Ekonomi Indonesia&lt;/b&gt;&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Pemerintahan Orde Lama&lt;br /&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Pada tanggal 17 agustus 1945, indonesia memproklamasikan kemerdekaannya. Namun demikian, tidak berarti Indonesia sudah bebas dari Belanda. Tetapi setelah akhirnya pemerintah Belanda mengakui secara resmi kemerdekaan Indonesia. Sampai tahun 1965, Indonesia gejolak politik di daalam negeri dan beberapa pemberontakan di sejumlah daerah. Akibatnya, selama pemerintahan orde lama, keadaan perekonomian Indonesia sangat buruk. Seperti pertumbuhan ekonomi yang menurun sejak tahun 1958 dan defisit anggaran pendapatan dan belanja pemerintahan terus membesar dari tahun ke tahun. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Dapat disimpulkan bahwa buruknya perekonomian Indonesia selama pemerintahan Orde Lama terutama disebabkan oleh hancurnya infrastruktur ekonomi, fisik, maupun nonfisik selama pendudukan jepang. Dilihat dari aspek politiknya selama periode orde lama, dapat dikatakan Indonesia pernah mengalami sistem politik yang sangat demokratis yang menyebabkan kehancuran politik dan perekonomian nasional.&lt;/div&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pemerintahan Orde Baru&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Maret 1966, Indonesia dalam era Orde Baru perhatian pemerintahan lebih ditujukan pada peningkatan kesejahteraan masyarakat lewat&amp;nbsp; pembangunan ekonomi dan sosial tanah air. Usaha pemerintah tersebut ditambah lagi dengan penyusunan rencana pembaangunan 5 tahun secara bertahap dengan target-target yang jelas sangat dihargai oleh negara-negara barat. Tujuan jangka panjang dari pembangunan ekonomi di Indonesia pada masa Orde Baru adalah meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui suatu proses industrialisasi dalam skala besar. Perubahan ekonomi struktural juga sangat nyata selama masa Orde Baru dimana sektor industri manufaktur meningkat setiap tahun. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dan kondisi utama yang harus dipenuhi terlebih dahulu agar suatu usaha membangun ekonomi dapat berjalan dengan baik, yaitu sebagai berikut: kemampuan politik yang kuat, stabilitas ekonomi dan politik, SDM yang lebih baik, sistem politik ekonomi terbuka yang berorientasi ke Barat, dan dan kondisi ekonomi dan politik dunia yang lebih baik. &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Keadaan ekonomi keuangan pada masa awal kemerdekaan amat buruk, antara lain disebabkan oleh: Inflasi yang sangat tinggi, disebabkan karena beredarnya lebih dari satu mata uang secara tidak terkendali. Pada waktu itu, untuk sementara waktu pemerintah RI menyatakan tiga mata uang yang berlaku di wilayah RI, yaitu mata uang De Javasche Bank, mata uang pemerintah Hindia Belanda, dan mata uang pendudukan Jepang. Masa Demokrasi Liberal (1950-1957)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpFirst&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Gunting Syarifuddin, yaitu pemotongan nilai uang (sanering) 20 Maret 1950, untuk mengurangi jumlah uang yang beredar agar tingkat harga turun.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Program Benteng (Kabinet Natsir), yaitu upaya menunbuhkan wiraswastawan pribumi dan mendorong importir nasional agar bisa bersaing dengan perusahaan impor asing dengan membatasi impor barang tertentu dan memberikan lisensi impornya hanya pada importir pribumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Nasionalisasi De Javasche Bank menjadi Bank Indonesia pada 15 Desember 1951 lewat UU no.24 th 1951 dengan fungsi sebagai bank sentral dan bank sirkulasi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-add-space: auto; mso-list: l0 level1 lfo1; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;d)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Sistem ekonomi Ali-Baba (kabinet Ali Sastroamijoyo I) yang diprakarsai Mr Iskak Cokrohadisuryo, yaitu penggalangan kerjasama antara pengusaha cina dan pengusaha pribumi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pemerintahan Transisi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 21.8pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Mei 1997, nilai tukar bath Thailand terhadap dolar AS mengalami suatu goncangan yang hebat, hingga akhirnya merembet ke Indonesia dan beberapa negara asia lainnya. Rupiah Indonesia mulai terasa goyang pada bulan juli 1997. Sekitar bulan September 1997, nilai tukar rupiah terus melemah, hingga pemerintah Orde Baru mengambil beberapa langkah konkret, antaranya menunda proyek-proyek dan membatasi anggaran belanja negara. Pada akhir Oktober 1997, lembaga keuangan internasional memberikan paket bantuan keuangaannya pada Indonesia.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pemerintahan Reformasi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 21.8pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Awal pemerintahan reformasi yang dipimpin oleh Presiden Wahid, masyarakat umum menaruh pengharapan besar terhadap kemampuan Gusdur. Dalam hal ekonomi, perekonomian&amp;nbsp; Indonesia mulai menunjukkan adanya perbaikan. Namun selama pemerintahan Gusdur, praktis tidak ada satupun masalah di dalam negeri yang dapat terselesaikan dengan baik. Selain itu hubungan pemerintah Indonesia di bawah pimpinan Gusdur dengan IMF juga tidak baik. Ketidakstabilan politik dan sosial yang tidak semakin surut selama pemerintahan Abdurrahman Wahid menaikkan tingkat &lt;i&gt;country risk&lt;/i&gt; Indonesia. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 21.8pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Makin rumitnya persoalan ekonomi ditunjukkan oleh beberapa indikator ekonomi. Seperti pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan yang menunjukkan pertumbuhan ekonomi yang negatif dan rendahnya kepercayaan pelaku bisnis terhadap pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pemerintahan Gotong Royong&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 21.8pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Pemerintahan Megawati mewarisi kondisi perekonomian Indonesia yang jauh lebih buruk daripada masa pemerintahan Gusdur. Inflasi yang dihadapi Kabinet Gotong Royong pimpinan Megawati juga sangat berat. Rendahnya pertumbuhan ekonomi Indonesia pada masa pemerintahan Megawati disebabkan antara lain masih kurang berkembangnya investor swasta, baik dalam negeri mauoun swasta. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 21.8pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Melihat indikator lainnya, yakni nilai tukar rupiah, memang kondisi perekonomian Indonesia pada pemerintahan Megawati lebih baik. Namun tahun 1999 IHSG cenderung menurun, ini disebabkan kurang menariknya perekonomian Indonesia bagi investor, kedua disebabkanoleh tingginya suku bunga deposito.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 0mm; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-list: l1 level1 lfo2; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: Wingdings; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Wingdings; mso-fareast-font-family: Wingdings; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;Ø&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Macam-macam sistem ekonomi:&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: 21.8pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Menurut dumairy : sistem ekonomi adalah suatu sistem yang mengatur serta menjalin hubungan ekonomi antar manusia dengan seperangkat kelembagaan dalam ssuatu tatanan kehidupan. Menurut Sanusi : sistem ekonomi merupakan suatu organisasi terdiri dari sejumlah lembaga yang sling mempengaruhi satu dengan yang lainnya&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Sistem ekonomi kapitalis &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;adalah &lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;suatu sistem ekonomi dimana kekayaan yang produktif terutama dimiliki secara pribadi dan produksi terutama dilakukan untuk dijual.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Ciri-ciri Kapitalisme :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;-Pengakuan yang luas atas hak-hak pribadi &lt;br /&gt;-Pemilikan alat-alat produksi di tangan individu&lt;br /&gt;-Inidividu bebas memilih pekerjaan/ usaha yang dipandang baik bagi dirinya.&lt;br /&gt;-Perekonomian diatur oleh mekanisme pasar&lt;br /&gt;-Pasar berfungsi memberikan “signal” kepda produsen dan konsumen dalam bentuk harga-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;harga.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;-Campur tangan pemerintah diusahakan sekecil mungkin. “The Invisible Hand” yang mengatur perekonomian menjadi efisien. &lt;br /&gt;-Motif yang menggerakkan perekonomian mencari laba &lt;br /&gt;-Manusia dipandang sebagai mahluk homo-economicus, yang selalu mengejar kepentingann (keuntungan) sendiri.&lt;br /&gt;-Paham individualisme didasarkan materialisme, warisan zaman Yunani Kuno (disebut hedonisme).&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kebaikan-kebaikan Kapitalisme :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;- Lebih efisien dalam memanfaatkan sumber-sumber daya dan distribusi barang-barang.&lt;br /&gt;- Kreativitas masyarakat menjadi tinggi karena adanya kebebasan melakukan segala hal yang terbaik dirinya. &lt;br /&gt;- Pengawasan politik dan sosial minimal, karena tenaga waktu dan biaya yang diperlukan lebih kecil.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Kelemahan-kelemahan Kapitalisme :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;- Tidak ada persaingan sempurna. Yang ada persaingan tidak sempurna dan persaingan &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;monopolistik. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;- Sistem harga gagal mengalokasikan sumber-sumber secara efisien, karena adanya faktor-faktor eksternalitas (tidak memperhitungkan yang menekan upah buruh dan lain-lain).&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;Kecenderungan Bisnis dalam Kapitalisme :&lt;br /&gt;Perkembangan bisnis sangat dipengaruhi oleh sistem ekonomi yang berlaku. Kecenderungan bisnis dalam kapitalisme dewasa ini: &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;br /&gt;a) adanya spesialisasi&lt;br /&gt;b) adanya produksi massa&lt;br /&gt;c) adanya perusahaan berskala besar&lt;br /&gt;d) adanya perkembangan penelitian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Sistem Ekonomi Sosialis &lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;adalah adanya berbagai distorasi dalam mekanisme pasar menyebabkan tidak mungkin bekerja secara efisien, dan bahwa sistem ini bukanlah sistem ekonomi yang tidak memandang penting peranan kapital.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Ciri-ciri dari Ekonomi Sosialis :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 10.0mm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Lebih Mengutamakan Kebersamaan (Kolektivisme)&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 10.0mm; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Artinya masyarakat dianggap sebagai satu-satunya kenyataan sosial, sebagai individu-individu fiksi belaka. Dan tidak adanya pengakuan atas hak-hak pribadi (individu) dalam sistem sosialis&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 10.0mm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Peran Pemerintah Sangat Kuat&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;margin-left: 10.0mm; mso-add-space: auto; tab-stops: 21.3pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%;&quot;&gt;Pemerintah bertindak aktif mulai dari perencanaan, pelaksanaan hingga tahap pengawasan. Alat-alat produksi dan kebijaksanaan ekonomi semuanya diatur oleh negara.&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 10.0mm; mso-add-space: auto; mso-list: l3 level1 lfo3; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Sifat Manusia Ditentukan Oleh Pola Produksi&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 10.0mm; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Artinya Pola produksi (aset dikuasai masyarakat) melahirkan kesadaran kolektivisme (masyarakat sosialis) dan Pola produksi (aset dikuasai individu) melahirkan kesadaran individualisme (masyarakat kapitalis)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 10.0mm; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Sistem Ekonomi Sosialis mempunyai &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;kelemahan&lt;/i&gt; sebagai berikut :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Sulit melakukan transaksi&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Tawar-menawar sangat sukar dilakukan oleh individu yang terpaksa mengorbankan kebebasan pribadinya dan hak terhadap harta milik pribadi hanya untuk mendapatkan makanan sebanyak dua kali. Jual beli sangat terbatas, demikian pula masalah harga juga ditentukan oleh pemerintah, oleh karena itu stabilitas perekonomian Negara sosialis lebih disebabkan tingkat harga ditentukan oleh Negara, bukan ditentukan oleh mekanisme pasar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Membatasi kebebasan&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;System tersebut menolak sepenuhnya sifat mementingkan diri sendiri, kewibawaan individu yang menghambatnyadalam memperoleh kebebasan berfikir serta bertindak, ini menunjukkan secara tidak langsung system ini terikat kepada system ekonomi dictator. Buruh dijadikan budak masyarakat yang memaksanya bekerja seperti mesin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-list: l2 level1 lfo4; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Mengabaikan pendidikan moral&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Dalam system ini semua kegiatan diambil alih untuk mencapai tujuan ekonomi, sementara pendidikan moral individu diabaikan. Dengan demikian, apabila pencapaian kepuasan kebendaan menjadi tujuan utama dan nlai-nilai moral tidak diperhatikan lagi&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;u&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Adapun kebaikan-kebaikan dari Sistem Ekonomi Sosialis adalah :&lt;/span&gt;&lt;/u&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Disediakannya kebutuhan pokok&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Setiap warga Negara disediakan kebutuhan pokoknya, termasuk makanan dan minuman, pakaian, rumah, kemudahan fasilitas kesehatan, serta tempat dan lain-lain. Setiap individu mendapatkan pekerjaan dan orang yang lemah serta orang yang cacat fisik dan mental berada dalam pengawasan Negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Didasarkan perencanaan Negara&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Semua pekerjaan dilaksanakan berdasarkan perencanaan Negara Yang sempurna, diantara produksi dengan penggunaannya. Dengan demikian masalah kelebihan dan kekurangan dalam produksi seperti yang berlaku dalam System Ekonomi Kapitalis tidak akan terjadi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-list: l4 level1 lfo5; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-weight: bold;&quot;&gt;Produksi dikelola oleh Negara&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpMiddle&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 32.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt;&quot;&gt;Semua bentuk produksi dimiliki dan dikelola oleh Negara, sedangkan keuntungan yang diperoleh akan digunakan untuk kepentingan-kepentingan Negara.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoListParagraphCxSpLast&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-add-space: auto; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Sistem ekonomi tradisional&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; adalah sistem ekonomi di mana kegiatan ekonominya yang masih sangat sederhana&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Ciri-ciri sistem ekonomi tradisional adalah&lt;br /&gt;1) masyarakat hidup berkelompok secara kekeluargaan,&lt;br /&gt;2) tanah merupakan sumber kehidupan,&lt;br /&gt;3) belum mengenal adanya pembagian kerja,&lt;br /&gt;4) pertukaran secara barter,&lt;br /&gt;5) tingkat dan macam produksi sesuai kebutuhan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Sistem ekonomi komando&lt;/i&gt;&lt;/b&gt; adalah sistem ekonomi yang seluruh kegiatan ekonominya diatur oleh pusat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Ciri-ciri ekonomi komando adalah&lt;br /&gt;1) semua sumber dan alat produksi dikuasai negara,&lt;br /&gt;2) hak milik perorangan atas alat dan sumber produksi tidak ada,&lt;br /&gt;3) kebijakan perekonomian sepenuhnya diatur pusat&lt;br /&gt;4) Pembagian kerja diatur negara,&lt;br /&gt;5) Masyarakat tidak dapat memilih jenis pekerjaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Sistem ekonomi pasar&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; adalah sistem ekonomi yang sepenuhnya dilaksanakan oleh wisata, dan pemerintah hanya mengawasi jalannya perekonomian.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Ciri-ciri ekonomi pasar adalah&lt;br /&gt;1) sumber dan alat produksi dikuasai oleh swasta,&lt;br /&gt;2) rakyat diberi kebebasan mengatur sumber dan alat produksi&lt;br /&gt;3) munculnya persaingan antarpengusaha&lt;br /&gt;4) dalam masyarakat terdapat pembagian kelompok-kelompok, yaitu pemilik faktor produksi dan pekerja / buruh&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Sistem ekonomi campuran&lt;/span&gt;&lt;/i&gt;&lt;/b&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; adalah gabungan dari sistem ekonomi komando dan pasar, berikut ciri-ciri ekonomi pasar&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-left: 14.2pt; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;1) Alat produksi yang vital dikuasai negara&lt;br /&gt;2) Alat produksi yang kurang penting dikelola swasta&lt;br /&gt;3) Perekonomian dilaksanakan bersama antara pemerintah dan masyarakat&lt;br /&gt;4) Hak milik diakui sepanjang tidak bertentangan dengan kepentingan umum&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/6996400511595671928/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/sejarah-sistem-ekonomi-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/6996400511595671928'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/6996400511595671928'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/sejarah-sistem-ekonomi-di-indonesia.html' title='Sejarah Sistem Ekonomi di Indonesia'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-3149366647454659653</id><published>2013-01-29T12:47:00.000+07:00</published><updated>2013-03-19T17:22:54.956+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sejarah"/><title type='text'>Sejarah Islam di Indonesia</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Sejarah Islam di Indonesia &lt;/b&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Pada tahun 30 Hijri atau 651 Masehi, hanya berselang sekitar 20 tahun dari wafatnya Rasulullah SAW, Khalifah Utsman ibn Affan RA mengirim delegasi ke Cina untuk memperkenalkan Daulah Islam yang belum lama berdiri. Dalam perjalanan yang memakan waktu empat tahun ini, para utusan Utsman ternyata sempat singgah di Kepulauan Nusantara. Beberapa tahun kemudian, tepatnya tahun 674 M, Dinasti Umayyah telah mendirikan pangkalan dagang di pantai barat Sumatera. Inilah perkenalan pertama penduduk Indonesia dengan Islam. Sejak itu para pelaut dan pedagang Muslim terus berdatangan, abad demi abad. Mereka membeli hasil bumi dari negeri nan hijau ini sambil berdakwah.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Lambat laun penduduk pribumi mulai memeluk Islam meskipun belum secara besar-besaran. Aceh, daerah paling barat dari Kepulauan Nusantara, adalah yang pertama sekali menerima agama Islam. Bahkan di Acehlah kerajaan Islam pertama di Indonesia berdiri, yakni Pasai. Berita dari Marcopolo menyebutkan bahwa pada saat persinggahannya di Pasai tahun 692 H / 1292 M, telah banyak orang Arab yang menyebarkan Islam. Begitu pula berita dari Ibnu Battuthah, pengembara Muslim dari Maghribi., yang ketika singgah di Aceh tahun 746 H / 1345 M menuliskan bahwa di Aceh telah tersebar mazhab Syafi&amp;#39;i. Adapun peninggalan tertua dari kaum Muslimin yang ditemukan di Indonesia terdapat di Gresik, Jawa Timur. Berupa komplek makam Islam, yang salah satu diantaranya adalah makam seorang Muslimah bernama Fathimah binti Maimun. Pada makamnya tertulis angka tahun 475 H / 1082 M, yaitu pada jaman Kerajaan Singasari. Diperkirakan makam-makam ini bukan dari penduduk asli, melainkan makam para pedagang Arab.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Sampai dengan abad ke-8 H / 14 M, belum ada pengislaman penduduk pribumi Nusantara secara besar-besaran. Baru pada abad ke-9 H / 14 M, penduduk pribumi memeluk Islam secara massal. Para pakar sejarah berpendapat bahwa masuk Islamnya penduduk Nusantara secara besar-besaran pada abad tersebut disebabkan saat itu kaum Muslimin sudah memiliki kekuatan politik yang berarti. Yaitu ditandai dengan berdirinya beberapa kerajaan bercorak Islam seperti Kerajaan Aceh Darussalam, Malaka, Demak, Cirebon, serta Ternate. Para penguasa kerajaan-kerajaan ini berdarah campuran, keturunan raja-raja pribumi pra Islam dan para pendatang Arab. Pesatnya Islamisasi pada abad ke-14 dan 15 M antara lain juga disebabkan oleh surutnya kekuatan dan pengaruh kerajaan-kerajaan Hindu / Budha di Nusantara seperti Majapahit, Sriwijaya dan Sunda. Thomas Arnold dalam The Preaching of Islam mengatakan bahwa kedatangan Islam bukanlah sebagai penakluk seperti halnya bangsa Portugis dan Spanyol. Islam datang ke Asia Tenggara dengan jalan damai, tidak dengan pedang, tidak dengan merebut kekuasaan politik. Islam masuk ke Nusantara dengan cara yang benar-benar menunjukkannya sebagai rahmatan lil&amp;#39;alamin.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Dengan masuk Islamnya penduduk pribumi Nusantara dan terbentuknya pemerintahan-pemerintahan Islam di berbagai daerah kepulauan ini, perdagangan dengan kaum Muslimin dari pusat dunia Islam menjadi semakin erat. Orang Arab yang bermigrasi ke Nusantara juga semakin banyak. Yang terbesar diantaranya adalah berasal dari Hadramaut, Yaman. Dalam Tarikh Hadramaut, migrasi ini bahkan dikatakan sebagai yang terbesar sepanjang sejarah Hadramaut. Namun setelah bangsa-bangsa Eropa Nasrani berdatangan dan dengan rakusnya menguasai daerah-demi daerah di Nusantara, hubungan dengan pusat dunia Islam seakan terputus. Terutama di abad ke 17 dan 18 Masehi. Penyebabnya, selain karena kaum Muslimin Nusantara disibukkan oleh perlawanan menentang penjajahan, juga karena berbagai peraturan yang diciptakan oleh kaum kolonialis. Setiap kali para penjajah - terutama Belanda - menundukkan kerajaan Islam di Nusantara, mereka pasti menyodorkan perjanjian yang isinya melarang kerajaan tersebut berhubungan dagang dengan dunia luar kecuali melalui mereka. Maka terputuslah hubungan ummat Islam Nusantara dengan ummat Islam dari bangsa-bangsa lain yang telah terjalin beratus-ratus tahun. Keinginan kaum kolonialis untuk menjauhkan ummat Islam Nusantara dengan akarnya, juga terlihat dari kebijakan mereka yang mempersulit pembauran antara orang Arab dengan pribumi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Semenjak awal datangnya bangsa Eropa pada akhir abad ke-15 Masehi ke kepulauan subur makmur ini, memang sudah terlihat sifat rakus mereka untuk menguasai. Apalagi mereka mendapati kenyataan bahwa penduduk kepulauan ini telah memeluk Islam, agama seteru mereka, sehingga semangat Perang Salib pun selalu dibawa-bawa setiap kali mereka menundukkan suatu daerah. Dalam memerangi Islam mereka bekerja sama dengan kerajaan-kerajaan pribumi yang masih menganut Hindu / Budha. Satu contoh, untuk memutuskan jalur pelayaran kaum Muslimin, maka setelah menguasai Malaka pada tahun 1511, Portugis menjalin kerjasama dengan Kerajaan Sunda Pajajaran untuk membangun sebuah pangkalan di Sunda Kelapa. Namun maksud Portugis ini gagal total setelah pasukan gabungan Islam dari sepanjang pesisir utara Pulau Jawa bahu membahu menggempur mereka pada tahun 1527 M. Pertempuran besar yang bersejarah ini dipimpin oleh seorang putra Aceh berdarah Arab Gujarat, yaitu Fadhilah Khan Al-Pasai, yang lebih terkenal dengan gelarnya, Fathahillah. Sebelum menjadi orang penting di tiga kerajaan Islam Jawa, yakni Demak, Cirebon dan Banten, Fathahillah sempat berguru di Makkah. Bahkan ikut mempertahankan Makkah dari serbuan Turki Utsmani.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;br&gt;Kedatangan kaum kolonialis di satu sisi telah membangkitkan semangat jihad kaum muslimin Nusantara, namun di sisi lain membuat pendalaman akidah Islam tidak merata. Hanya kalangan pesantren (madrasah) saja yang mendalami keislaman, itupun biasanya terbatas pada mazhab Syafi&amp;#39;i. Sedangkan pada kaum Muslimin kebanyakan, terjadi percampuran akidah dengan tradisi pra Islam. Kalangan priyayi yang dekat dengan Belanda malah sudah terjangkiti gaya hidup Eropa. Kondisi seperti ini setidaknya masih terjadi hingga sekarang. Terlepas dari hal ini, ulama-ulama Nusantara adalah orang-orang yang gigih menentang penjajahan. Meskipun banyak diantara mereka yang berasal dari kalangan tarekat, namun justru kalangan tarekat inilah yang sering bangkit melawan penjajah. Dan meski pada akhirnya setiap perlawanan ini berhasil ditumpas dengan taktik licik, namun sejarah telah mencatat jutaan syuhada Nusantara yang gugur pada berbagai pertempuran melawan Belanda. Sejak perlawanan kerajaan-kerajaan Islam di abad 16 dan 17 seperti Malaka (Malaysia), Sulu (Filipina), Pasai, Banten, Sunda Kelapa, Makassar, Ternate, hingga perlawanan para ulama di abad 18 seperti Perang Cirebon (Bagus rangin), Perang Jawa (Diponegoro), Perang Padri (Imam Bonjol), dan Perang Aceh (Teuku Umar).&lt;br&gt;&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/sejarah-islam-di-indonesia.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/3149366647454659653/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/sejarah-islam-di-indonesia.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/3149366647454659653'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/3149366647454659653'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/sejarah-islam-di-indonesia.html' title='Sejarah Islam di Indonesia'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-4565697057274725286</id><published>2013-01-29T12:32:00.000+07:00</published><updated>2013-03-19T17:54:33.793+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sosiologi"/><title type='text'>Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan mobilitas sosial.</title><content type='html'>Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan mobilitas sosial. &lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Standar kompetensi :  Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan mobilitas sosial.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
Kompetensi Dasar   :  mendeskripsikan bentuk-brntuk struktur sosial dalam fenomena kehidupan.&lt;br /&gt;
&lt;br /&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 106.35pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-indent: -106.35pt;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;1. Struktur Sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Struktur sosial melipti unsur-unsur seperti pranata, kedudukan sosial, dan peranan sosial. Konsep struktur sosial secara etimologis berasal dari kata struktur yang artinya susunan serta kata sosial yang dalam konteks ini diartikan masyarakat. Unsur-unsur pokok struktur sosial suatu masyarakat meliputi kelompok-kelompok sosial, lembaga-lembaga sosial, kaidah atau norma-norma sosial, dan lapisan-lapisan sosial. Beberapa definnisi struktur sosial :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start=&quot;1&quot; style=&quot;margin-top: 0mm;&quot; type=&quot;A&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: #1d1b11; line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; mso-list: l6 level1 lfo1; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Raymond      Flirt&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Struktur sosial merupakan suatu pergaulan hidup manusia meliputi berbagai tipe kelompok yang terjadi dari banyak orang dan meliputi pula lembaga-lembaga dimana orang banyak tersebut ambil bagian. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;ol start=&quot;2&quot; style=&quot;margin-top: 0mm;&quot; type=&quot;A&quot;&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: #1d1b11; line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; mso-list: l6 level1 lfo1; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Hendro Puspito (….?)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: #1d1b11; line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; mso-list: l6 level1 lfo1; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Soerjono Soekanto (….?)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: #1d1b11; line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; mso-list: l6 level1 lfo1; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;C.W. Derajat. BSW (…?)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;li class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;color: #1d1b11; line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; mso-list: l6 level1 lfo1; text-align: justify;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;E. R. Lanch (…?)&lt;/span&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ol&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jadi struktur sosial berarti susunan dan jalinan unsur-unsur pokok yang ada dalam masyarakat yang di dalamnya terkandung hubungan timbale balik antara status dan peranan dengan batas-batas perangkat unsur-unsur sosial yang menunjukkan pada suatu keteraturan prilaku sehingga dapat memberikan bentuk sebagai suatu masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;2. Ciri-ciri Struktur Sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 10.0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l5 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Mencakup semua hubungan sosial antar individu pada saat tertentu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 10.0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l5 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Merupakan seluruh kebudayaan masyarakat yang dapat dilihat dari sudut pandang teoritis. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 10.0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l5 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Merupakan realita sosial yang bersifat statis sehingga dapat dilihat kerangka tatanan yang berbentuk struktur.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 10.0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l5 level1 lfo2; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;d)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Mengacu pada hubungan sosial pokok yang dapat memberikan bentuk dasar pada masyarakat dan memberikan batas pada aksi-aksi yang kemungkinan besar dilakukan secara organisatoris. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 10.0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;3. Fungsi Struktur Sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 10.0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l7 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Sebagai pengawasan sosial (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;sosial control&lt;/i&gt;). Merupakan penekanan terhadap pelanggaran nilai dan norma masyarakat sehingga disiplin kelompok dapat dipertahankan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 10.0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l7 level1 lfo3; text-align: justify; text-indent: -14.15pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Sebagai dasar dalam menanamkan disiplin sosial (&lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;discipline control&lt;/i&gt;). Akibatnya perbedaan paham dapat dikurangi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 10.0mm; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;4. Elemen Dasar Pembentuk Struktur Sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l1 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Status sosial &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Adalah posisi atau kedudukan yang disandang seseorang dalam masyarakat, meliputi keseluruhan posisi sosial yang terdapat dalam suatu kelompok besar masyarakat, dari yang paling rendah hingga paling tinggi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Seorang individu memiliki status sosial dengan cara seperti berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;1. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Ascriebed Status&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Adalah status sosial yang diperoleh secara alami atau secara langsung. Contoh : status laki-laki, perempuan dan anak bangsawan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;2. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Achieved Status&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Adalah status sosial yang diperoleh dengan cara diperjuangkan. Contoh : polisi, guru, pelajar, presiden, mentri, kepala sekolah, manager, dll.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;3. &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;Assigned Status&lt;/i&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Adalah status sosial yang diperoleh secara otomatis dan melalui usaha. Contoh : gelar kepahlawanan, pelajar teladan, dan tokoh penerima penghargaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l1 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Peran sosial&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Merupakan sikap dan prilaku yang harus diperbuat seseorang sesuai dengan status sosial yang disandangnya dalam masyarakat. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l1 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Kelompok&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Adalah sejumlah orang yang memiliki norma-norma, nilai-nilai dan harapan yang sama, serta secara sadar dan teratur saling berinteraksi. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l1 level1 lfo4; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;d)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Institusi&lt;/span&gt;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; line-height: 115%; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Adalah pola terorganisasi dari kepercayaan dan prilaku yang dipusatkan pada kebutuhan dasar sosial. Meliputi keluarga, agama, dan pemerintahan yang merupakan aspek fundamental dari struktur sosial. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: 115%; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;1. Difrensiasi Sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Berasal dari bahasa inggris, yaitu &lt;i style=&quot;mso-bidi-font-style: normal;&quot;&gt;diffrerence&lt;/i&gt;, yang berarti perbedaan. Secara istilah pengertian difrensiasi sosial sebagai pembedaan penduduk atau masyarakat yang sifatnya horizontal yang menunjukkan perbedaan hak dan kewajiban karena perbedaan latar belakang baik secara fisik maupun sosial. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;2. Ciri-ciri Difrensisasi Sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l0 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;a)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ciri-ciri fisik, ditandai oleh perbedaan warna kulit, bentuk mata, rambut, hidung, muka, dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l0 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;b)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ciri-ciri sosial, ditandai oleh perbedaan pekerjaan yang menimbulkan cara pandang dan prilaku yang berbeda, seperti peran sosial, status sosial, prestise, dan kekuasaan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l0 level1 lfo5; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;c)&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ciri-ciri budaya, ditandai oleh pandangan hidup suatu masyarakat menyangkut nilai-nilai yang dianutnya, seperti religi atau kepercayaan, sistem kekeluargaan, keuletan dan ketangguhan. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;3. Bentuk-bentuk difrensiasi sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Difrensiasi ras berarti pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Pengelompokan masyarakat membentuk delapan criteria diferensiasi social, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;1.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Diferensiasi berdasarkan Ras&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Ras adalah suatu kelompok manusia yang memiliki cirri-ciri fisik bawaan yang sama. Diperensiasi ras adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan ciri-ciri fisiknya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Secara garis besar manusia terbagi kedalam ras-ras sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Menurut &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;A..L. Krober&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;1)&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Austroloid, mencakup penduduk asli Australia (Aborigin).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;2)&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mongoloid&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l4 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;*&quot; height=&quot;13&quot; src=&quot;file:///C:\Users\ALNURI~1\AppData\Local\Temp\OICE_2BDA0B16-DC6E-454D-8E40-017303B6A94B.0\msohtmlclip1\01\clip_image001.gif&quot; width=&quot;13&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Asiatik Mongoloid (Asia Utara, Asia Tengah dan Asia Timur).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l4 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;*&quot; height=&quot;13&quot; src=&quot;file:///C:\Users\ALNURI~1\AppData\Local\Temp\OICE_2BDA0B16-DC6E-454D-8E40-017303B6A94B.0\msohtmlclip1\01\clip_image001.gif&quot; width=&quot;13&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Malayan Mongoloid (Asia Tenggara dan Penduduk Asli Taiwan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l4 level1 lfo6; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;*&quot; height=&quot;13&quot; src=&quot;file:///C:\Users\ALNURI~1\AppData\Local\Temp\OICE_2BDA0B16-DC6E-454D-8E40-017303B6A94B.0\msohtmlclip1\01\clip_image001.gif&quot; width=&quot;13&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;American Mongoloid (Penduduk asli Amerika).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;3)&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kaukasoid&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l2 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Nordic (Erofa Utara, sekitar Laut Baltik).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l2 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Alpine (Erofa Tengah dan Erofa Timur).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l2 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Mediterania (sekitar Laut Tengah, Afrika Utara, Armenia, Arab, Iran).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l2 level1 lfo7; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Indic (Pakistan, India, Bangladesh, Sri Langka).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;4)&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Negroid&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l8 level2 lfo8; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;o&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;African Negroid (Benua Afrika).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l8 level2 lfo8; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;o&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Negrito (Afrika Tengah, Semenanjung Malaya yang dikenal dengan nama orang Semang, Filipina).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l8 level2 lfo8; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Courier New&amp;quot;;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;o&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Malanesian (Irian, Melanesia).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;5)&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ras-ras Khusus (tidak dapat diklasifikasikan kedalam empat ras pokok)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bushman (gurun Kalahari, Afrika Selatan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Veddoid (pedalaman Sri Langka, Sulawesi Selatan).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Polynesian (kepulauan Micronesia, dan Polinesia).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ainu ( di pulau Hokkaido dan Karafuto Jepang).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 42.55pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Indonesia didiami oleh bermacam-macam Sub Ras, antara lain:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Negrito, suku Semang di Semenanjung Malaya dan sekitarnya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Veddoid, suku Sakai di Riau, Kubu di Sumatra Selatan, Toala dan Tomuna di Sulawesi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Neo Melanosoid, kepulauan Kei dan Aru.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Melayu:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Melayu Tua (Proto Melayu), orang Batak, Toraja dan Dayak.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Melayu Muda (Deutro Melayu), orang Aceh, Minang, Bugis/Makasar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;2.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Diferensiasi Suku Bangsa (Etnis)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Menurut Hassan Shadily MA, suku bangsa atau etnis adalah segolongan rakyat yang masih dianggap mempunyai hubungan biologis.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Diferensiasi suku bangsa merupakan penggolongan manusia berdasarkan ciri-ciri biologis yang sama, seperti ras, namun suku bangsa memiliki kesamaan budaya sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Ciri fisik&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Bahasa daerah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kesenian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Adat-istiadat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Suku bangsa yang ada di Indonesia yaitu sebagai berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pulau Sumatra : Aceh, Batak, Minangkabau, Bengkuku, Jambi, Palembang, Melayu dan &lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pulau Jawa : Sunda, Jawa, Tengger dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pulau Kalimantan : Dayak, Banjar dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 14.2pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; text-align: justify; text-indent: -14.2pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;· &lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Pulau Sulawesi : Bugis, Toraja, Minahasa, Toil-Toli, Makassar, Bolaang-mangondow, Gorontalo dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kepulauan Nusa Tenggara : Bali, Bima Lombok, Flores, Timoer, Rote.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Kepulauan Maluku dan Irian : Ternate, Tidore, Dani Asmat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;3.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Diferensiasi Klen (Clan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Klen / kerabat luas / keluarga besar. Klen merupakan kesatuan keturunan (genealogis), kesatuan kepercayaan (religiomagis) dan kesatuan adapt (tradisi). Klen adalah system social berdasarkan ikatan darah atau keturunan yang sama umumnya terjadi di masyarakat unilateral baik melalui garis ayah (patrilineal) atau ibu (matrilineal).&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Klen atas dasar garis keturunan ayah (patrilineal) terdapat pada:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Masyarakat Batak (sebutan Marga)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Marga Batak Karo : Ginting, Sembiring, Singarimbun, Barus, Tambun, Paranginangin.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Marga Batak Toba : Nababan, Simatupang, Siregar.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Marga Batak Mandailing : Harahap, Rangkuti, Nasution, Batubara, Daulay.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Masyarakat Minahasa (klennya disebut Fam) antara lain : Mandagi, Lasut, Tombokan, &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Pangkarego, Paat, Supit.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Masyrakat Ambon (klennya disebut Fam) antara lain : Pattinasarani, Latuconsina, Lotul, &lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;Manuhutu, Goeslaw.&lt;/b&gt;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Masyarakat Flores (klennya disebut Fam) antara lain : Fernandes, Wangge, Da Costa, Leimena, Kleden, De-Rosari, Paeira.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Klen atas dasar garis keturunan ibu (matrilineal) antara lain terdapat pada masyarakat :&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Minangkabau, klennya disebut suku yang merupakan gabungan dari kampung-kampung, nama klennya antara lain : Koto, Piliang, Chaniago, Sikumbang, Melayu, Solo, Dalimo, Kampai dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Masyarakat Flores, yaitu suku Ngadu juga menggunakan system matrilineal.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;4.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Diferensiasi Agama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Diferensiasi agama adalah pengelompokan masyarakat berdasarkan agama/kepercayaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;a.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Komponen-komponen Agama&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Emosi keagamaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;System keyakinan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Upacara keagamaan&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Tempat ibadah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;·&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Umat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;b.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Agama dan Masyarakat&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Dalam perkembangan agama mempengaruhi masyarakat begitu juga masyarakat mempengaruhi agama.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;5.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Diferensiasi Profesi (pekerjaan)&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Diferensiasi profesi adalah pengelompokan masyarakat atas dasar jenis pekerjaan atau profesinya. Profesi biasanya berkaitan dengan keterampilan khusus. Misal profesi guru memerlukan keterampilan khusus, seperti: pandai berbicara, bisa membimbing, sabar dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Berdasarkan perbedaan profesi orang dimasyarakat berprofesi: guru, dokter, pedagang, buruh, pegawai negri, tentara dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;6.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Diferensiasi Jenis Kelamin&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-tab-count: 1;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Jenis kelamin merupakan kategori dalam masyarakat yang didasarkan pada perbedaan seks atau jenis kelamin (perbedaan biologis). Perbedaan biologis ini dapat kita lihat dari struktur organ reproduksi, bentuk tubuh, suara, dan sebagainya. Atas dasar itu maka ada kelompok laki-laki/pria dan kelompok wanita/perempuan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;7.&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Diferensiasi Asal Daerah&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Diferensiasi ini merupakan pengelompokan manusia berdasarkan asal daerah atau tempat tinggalnya, desa atau kota. Terbagi menjadi:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;masyarakat desa : kelompok orang yang tinggal di pedesaan atau berasal dari desa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;Masyarakat kota : kelompok orang yang tinggal di perkotaan atau berasal dari kota.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Perbedaan orang desa dengan orang kota dapat ditemukan dalam hal-hal berikut:&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;perilaku&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;tutur kata&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;cara berpakaian&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;-&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;cara menghias rumah dan sebagainya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Pengaruh Difrensiasi Sosial terhadap Interseksi dan Konsolidasi Sosial&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l3 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;*&quot; height=&quot;13&quot; src=&quot;file:///C:\Users\ALNURI~1\AppData\Local\Temp\OICE_2BDA0B16-DC6E-454D-8E40-017303B6A94B.0\msohtmlclip1\01\clip_image001.gif&quot; width=&quot;13&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Interseksi sosial adalah proses terjadinya persilangan keanggotaan masyarakat dalam kelompok-kelompok sosial akibat keterbukaan dalam difrensiasi sosial. Interseksi terjadi antara ras dan agama, antar suku bangsa dan klan, antara pendidikan dan profesi.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l3 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;*&quot; height=&quot;13&quot; src=&quot;file:///C:\Users\ALNURI~1\AppData\Local\Temp\OICE_2BDA0B16-DC6E-454D-8E40-017303B6A94B.0\msohtmlclip1\01\clip_image001.gif&quot; width=&quot;13&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;Kata konsolidasi berasal dari bahasa Latin &quot;consolidation&quot; yang artinya penguatan. Jadi proses interseksi dan konsolidasi keanggotaan masyarakat dalam kelompok sosial berarti membahas terjadinya persilangan antara anggota masyarakat dalam kelompok yang ada di dalam masyarakat dan usaha mengintegrasikan anggota kelompok ke dalam kelompok yang ada dalam kehidupan sosial masyarakat.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; margin-bottom: .0001pt; margin-bottom: 0mm; margin-left: 36.0pt; margin-right: 0mm; margin-top: 0mm; mso-list: l3 level1 lfo9; text-align: justify; text-indent: -18.0pt;&quot;&gt;
&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: Symbol; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-family: Symbol; mso-bidi-font-size: 11.0pt; mso-fareast-font-family: Symbol;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-list: Ignore;&quot;&gt;&lt;img alt=&quot;*&quot; height=&quot;13&quot; src=&quot;file:///C:\Users\ALNURI~1\AppData\Local\Temp\OICE_2BDA0B16-DC6E-454D-8E40-017303B6A94B.0\msohtmlclip1\01\clip_image001.gif&quot; width=&quot;13&quot; /&gt;&lt;span style=&quot;font: 7.0pt &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;;&quot;&gt;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; &lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span style=&quot;color: #1d1b11; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-bidi-font-size: 11.0pt;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;mso-spacerun: yes;&quot;&gt;&amp;nbsp;&lt;/span&gt;Jadi Konsolidasi adalah suatu peneguhan atau penguasaan sikap individu atas keanggotaan yang tumpang tindih dalam berbagai kelompok sosial ke dalam wadah yang memiliki unsur-unsur kesamaan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/4565697057274725286/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/memahami-struktur-sosial-serta-berbagai.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/4565697057274725286'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/4565697057274725286'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/memahami-struktur-sosial-serta-berbagai.html' title='Memahami struktur sosial serta berbagai faktor penyebab konflik dan mobilitas sosial.'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-1564940043853131614</id><published>2013-01-19T17:34:00.000+07:00</published><updated>2013-03-19T17:27:13.905+07:00</updated><title type='text'>Naskah Asli &amp;quot;Als ik eens Nederlander was… &amp;quot; Karya Besar Ki Hajar Dewantoro</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Naskah Asli &quot;Als ik eens Nederlander was… &quot;&amp;nbsp;&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;Karya Besar Ki Hajar Dewantoro : Als ik eens Nederlander was…&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot;&gt;&lt;span style=&quot;color: blue; font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt; &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;b style=&quot;mso-bidi-font-weight: normal;&quot;&gt;&lt;span style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-ansi-language: EN-US; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-no-proof: yes;&quot;&gt;                                                 &lt;/span&gt;&lt;/b&gt;Oleh: R.M. Soewardi Soerjaningrat&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;&lt;br /&gt;&lt;/span&gt;&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Dalam makalah-makalah harian sekarang banyak sekali dipropaganda gagasan untuk mengadakan suatu pesta besar di Hindia; pesta satu abad Kemerdekaan negeri Belanda. Bagi penduduk di daerah-daerah ini tidak boleh dilewatkan begitu saja bahwa pada bulan November yang akan datang, tepat seratus tahun yang lalu, negeri Belanda menjadi Kerajaan dan merupakan suatu bangsa yang merdeka, walaupun dalam kedudukan tersebut negeri ini mendapat tempat yang paling akhir dalam barisan negara-negara yang berkuasa.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Memang, dilihat dari sudut kewajaran, banyak hal yang patut dikecam mengenai perayaan peristiwa nasional mendatang ini, oleh karena menunjukkan betapa besar cinta mereka terhadap tanah airnya di mana nenek moyang mereka pernah menunjukkan kepahlawanannya. Peringatan itu akan merupakan pencetusan seluruh rasa kebangsaan mereka atas berhasilnya bangsa Belanda melepaskan diri dari penindasan penjajah asing satu abad yang lalu dan membentuk suatu bangsa sendiri.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Saya dengan mudah dapat menyelami perasaan patriotisme Belanda yang ada pada mereka sekarang, mereka yang dapat merayakan hari ulang tahunnya. Karena saya pun seorang patriot, dan seperti orang Belanda yang beraliran nasional murni yang mencintai Tanah Airnya, saya pun mencintai Tanah Air saya lebih daripada yang dapat saya katakan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Betapa menyenangkan, betapa nikmatnya bila dapat memperingati suatu peristiwa nasional yang begitu besar artinya. Saya ingin sekali menjadi orang Belanda, walaupun hanya untuk sementara saja, bukan seorang Belanda Lembaran Negara Hindia Belanda (&lt;i&gt;Staatsblad-nederlander&lt;/i&gt;), tetapi seorang Belanda yang sebenarnya, anak negeri Belanda Raya, bebas dari segala percampuran darah asing. Betapa saya akan bersuka-cita, bila hari yang didamba-dambakan dalam bulan Desember yang akan datang ini tiba, hari pesta-pora kemerdekaan. Betapa saya akan bersorak-sorai melihat bendera Belanda dengan jumbai jingga di atasnya melambai-lambai dengan bebasnya. Saya akan turut menyanyikan lagu “Wilhelmus“ (Lagu Kebangsaan Belanda – penterj.) dan “Wien Neerlands bloed“ sampai suaraku parau, bila nanti musik dilagukan orang.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Saya mungkin akan merasa bangga atas segala luapan perasan itu; saya akan bersyukur kepada Tuhan di gereja Kristen atas kebaikannya, saya akan memanjatkan permohonan, memanjatkan do’a kepada Tuhan di sorga untuk terpeliharanya kekuasaan negeri Belanda, juga di daerah-daerah jajahan ini, sehingga kami masih tetap dapat mempertahankan kebesaran kami dengan dukungan kekuasaan yang luar biasa besarnya. Saya akan minta kepada semua orang Belanda di Kepulauan Hindia ini uang sumbangan, bukan hanya untuk keperluan pesta saja, melainkan juga untuk rencana armada laut Colijn, yang demikian gigih berusaha untuk mempertahankan kemerdekaan Belanda, saya akan……entah apa lagi, tak tahulah saya apa yang masih akan saya lakukan, senadainya saya seorang Belanda; karena saya kira saya akan berani berbuat apa saja.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Ah, tidak juga! Seandainya saya orang Belanda, belum tentu saya berani berbuat segala-galanya. Memang, saya akan berharap agar pesta-pora hari kemerdekaan itu diselenggarakan semeriah mungkin, akan tetapi saya tidak ingin kaum pribumi di daerah-daerah ini turut serta dalam perayaan H.U.T. tersebut, akan saya larang mereka turut dalam bersuka-cita dalam perayaan-perayaan itu, bahkan tempat berpesta-pora ingin kupagari, agar orang-orang pribumi tidak dapat melihat sedikit pun kegembiraan kami yang meluap-luap dalam memperingati hari kemerdekaan kami itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Nampaknya seperti kurang sopan, menurut perasaan saya, seolah-olah kami sudah tidak tahu malu, sungguh tidak pantas, bila kami – saya masih tetap orang Belanda dalam angan-angan saya – menyuruh orang pribumi turut bersorak-sorai pada peringatan kemerdekaan kami. Kami pertama-tama melukai rasa harga diri (kehormatan) mereka yang peka itu, karena kami di tanah tumpah darah mereka yang kita jajah ini memperingati hari kemerdekaan kami sendiri. Kita sekarang bersuka-cita oleh karena seratus tahun yang lalu kami terlepas dari jajahan kekuasaan asing, dan kesemuanya itu akan dilakukan di hadapan mata mereka yang hingga sekarang masih tetap dijajah oleh kami. Tidakkah sebaiknya kita memikirkan, bahwa mereka yang tertindas sangat mendambakan saat di mana mereka seperti kami sekarang akan dapat pula merayakan pesta-pora seperti ini?! Atau apakah mungkin kami mengira bahwa kami, setelah menjalankan politik penindasan yang mematikan jiwa selama berabad-abad itu, telah membunuh segala perasaan dalam jiwa mereka secara tuntas? Kalau begitu, kami benar-benar akan terkecoh, sebab bahkan bangsa-bangsa yang paling tidak beradab sekali pun mengutuk segala bentuk penjajahan. Maka, seandainya saya ini orang Belanda, tidak akan saya adakan pesta peringatan kemerdekaan di suatu negeri, yang rakyatnya telah kita rampas kemerdekaannya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Bila kita mengikuti jalan pikiran ini seluruhnya maka bukan saja hal yang demikian itu tidak adil, melainkan sungguh tidak pantas untuk meminta kaum pribumi memberikan sumbangannya untuk dana penyelenggaraan pesta tersebut. Sudah kita hina mereka dengan gagasan memperingati hari kemerdekaan Belanda dengan berpesta-pora, sekarang ditambah lagi dengan menguras habis dompet mereka. Betul-betul suatu penghinaan moral maupun material!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Apakah yang ingin mereka capai dengan mengadakan segala pesta-pora itu di sini, di Hindia? Bila itu dimaksudkan sebagai luapan kegembiraan, maka kiranya tidak bijaksana untuk melakukannya di sini, di suatu negara yang dijajah. Mereka melukai hati rakyat negeri ini. Atau apakah mereka hendak menjadikan suatu pertunjukan kemegahan secara politik! Bila benar demikian, maka tindakan politik yang demikian itu benar-benar sangat tidak politis. Lebih-lebih di waktu-waktu sekarang, di kala rakyat Hindia sedang sibuk membina diri dan berada dalam keadaan hendak bangun walaupun masih agak mengantuk, merupakan suatu kesalahan taktik untuk memberikan kepada rakyat suatu contoh tentang bagaimana mereka pada suatu waktu harus merayakan kemerdekaan mereka. Dengan demikian rakyat digugah nafsunya; secara tidak sadar hasrat kemerdekaan mereka, harapan akan merdeka di hari mendatang dibina. Tanpa sengaja kepada rakyat diserukan: “Lihatlah, orang-orang, bagaimana kami memperingati hari kemerdekaan kami; cintailah kemerdekaan, karena sungguh-sungguh merupakan suatu kenikmatan untuk menjadi orang merdeka, bebas dari semua penjajahan!“&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Bila bulan November tahun ini telah lampau, maka kaum penjajah Belanda telah melakukan suatu tindakan politik yang sangat berani. Resikonya adalah tanggungjawab mereka. Saya tidak mau memikulnya walaupun umpamanya saya orang Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Seandainya saya orang Belanda, pada saat ini, maka saya akan memprotes gagasan peringatan ini. Saya akan menulis di semua surat kabar bahwa tindakan ini salah. Saya akan memperingatkan sesama kaum kolonialku, bahwa berbahaya mengadakan pesta kemerdekaan di waktu-waktu ini, akan saya nasihatkan semua orang Belanda untuk tidak menyakiti hati rakyat Hindia Belanda – yang sedang bangkit dan telah menyakiti hati rakyat Hindia itu – dan tidak membuatnya menjadi kurang ajar. Sungguh, saya akan mengajukan protes dengan segala kekuatanku.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Akan tetapi……saya bukan orang Belanda, saya hanya seorang anak negeri daerah panas ini, kulitku berwarna coklat, seorang pribumi di daerah jajahan negeri Belanda, maka dari itu saya tidak akan mengajukan protes.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Sebab, seandainya saya mengajukan protes, maka orang tidak terima. Bukankah dengan demikian saya akan menghina rakyat negeri Belanda yang memerintah di negeriku ini dan saya akan menjauhkan mereka dari saya. Itu saya tidak mau, saya tidak boleh berbuat demikian. Seandainya saya orang Belanda, bukankah saya tidak mau menyakiti hati rakyat kaum pribumi?!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Lagi pula mungkin orang akan mengatakan saya ini kurang ajar terhadap Seri Ratu yang kita muliakan, dan akan merupakan dosa yang tidak dapat dimaafkan, karena saya adalah kawulanya (abdinya – penterj.) yang senantiasa harus setia kepadanya.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Maka dari itu saya tidak mengajukan protes!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Bahkan sebaliknya, saya akan turut berpesta. Bila nanti dipungut sumbangan, saya pun akan menyumbang walaupun dengan demikian anggaran belanjaku akan terpaksa kuperkecil menjadi separuh dari biasanya. Kewajibanku sebagai inlander (orang pribumi) di daerah jajahan negeri Belanda (&lt;i&gt;Nederlandsche Kolonie&lt;/i&gt;) untuk turut memperingati hari kemerdekaan negeri Belanda secara meriah. Saya akan minta kepada kawan-kawan sebangsaku dan sesama kawula negara Belanda untuk turut serta dalam pesta itu, sebab walaupun pesta itu mempunyai arti khusus bagi orang-orang Belanda, namun kita pun mendapat kesempatan yang paling baik untuk menunjukkan kesetiaan dan kesamarasaan kita kepada Nederland (negeri Belanda). Selain daripada itu kita akan mengadakan “demonstrasi setiahati”. Betapa nikmatnya perasaan hatiku nanti.&amp;nbsp;&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Saya bersyukur bahwa saya bukan orang Belanda.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Sekarang, marilah kita kesampingkan segala sindiran.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Seperti yang saya katakan pada permulaan karangan ini peringatan ke seratus tahun kemerdekaan negeri Belanda yang telah kita sebut di atas menunjukkan dengan baik kesetiaan kepada tanah air yang sudah banyak sekali didengung-dengungkan itu, dalam hal ini dari pihak orang-orang Belanda. Maka dari itu saya tidak akan cemburu sedikitpun terhadap kegembiraan meluap-luap yang akan dirasakan oleh mereka pada hari peringatan kemerdekaan nasionalnya nanti. Akan tetapi, yang paling menyakiti hati saya dan kebanyakan kawan-kawan sesama bangsa saya adalah kenyataan, bahwa orang-orang pribumi lagi-lagi harus turut membayar untuk hal-hal yang sama sekali tidak ada hubungannya dengan kepentingan mereka. Apa yang dapat kita harapkan dari pesta yang kita turut menyelenggarakannya itu? Tidak ada, paling banyak suatu peringatan bagi kita, bahwa kita bukan bangsa yang merdeka dan “bahwa Belanda takkan pernah memberikan kedaulatan kepada kita”, sedikit-dikitnya selama tuan Idenburg tetap memegang jabatan wali negara, lalu – aneh sekali – pelajaran yang akan kita peroleh dari pesta-pesta tersebut: bahwa merupakan suatu kewajiban bagi setiap orang untuk memperingati hari pernyataan kemerdekaan bangsanya dengan baik.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Oleh Karena itu, saya lebih cenderung kepada gagasan yang akhir-akhir ini untuk pertama kali diuraikan dalam koran pribumi “Kaoem Moeda” dan dalam “De Express”, untuk mendirikan suatu panitia kaum pribumi terpelajar di Bandung, tempat yang mencetuskan gagasan tersebut dan tempat berdirinya kantor pusat panitia tersebut. Badan itu pada hari peringatan nasional Belanda akan mengirimkan sebuah telegram ucapan selamat kepada Ratu disertai pernohonan yang mendesak agar pasal 111 RR (&lt;i&gt;Regeeringsreglement &lt;/i&gt;– Peraturan Pemerintah) dihapus dan suatu Parlemen Hindia dibentuk.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Hasil dari pernohonan tersebut – apa lagi yang mengenai bagian terakhir – lebih baik tidak usah kita pikirkan; arti dari tindakan itu sendiri sudah dapat merupakan sesuatu yang berharga. Bukankah suatu permohonan seperti itu sudah mengandung protes yang menyatakan pertama-tama, bahwa kita hingga kini sama sekali tidak diberi hak untuk membicarakan masalah-masalah politik, behwa dengan kata lain kita sama sekali tidak diberi kebebasan dalam bidang tersebut? Suatu bangsa yang sangat mencintai kemerdekaan seperti rakyat negeri Belanda yang sekarang akan mengadakan pesta kemerdekaannya tentu akan membenarkan permohonan seperti itu.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Yang mengenai pembentukan parlemen, di situ nampak dengan jelas betapa besarnya hasrat kita untuk cout que cout (bagaimanapun juga) mempunyai suara dalam bagian ini. Ini memang sangat perlu. Di mana bangkitnya rakyat Hindia telah cukup membuktikan bahwa emansipasi telah berlaku dengan laur biasa cepatnya, tentu orang pun dapat juga memperhitungkan adanya kemungkinan bahwa rakyat yang sekarang mereka jajah pada suatu ketika akan melebihi majikannya. Apa nanti yang akan terjadi bila empat puluh juta orang yang telah bangun benar datang memintakan pertanggunganjawab kepada seratus orang yang harus membentuk de Tweede Kamer dan dinamakan perwakilan rakyat itu? Apakah mereka lebih suka menyerah kelak kalau sudah terlambat, kalau krisis sudah terjadi?&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Kedengarannya agak aneh bahwa panitia yang disebut-sebut di atas justru minta sebuah parlemen. Sedangkan pihak pemerintah, dengan lamban sekali, baru mulai dengan pembentukan suatu perwakilan kolonial yang mungkin sekali anggota-anggotanya hanya orang-orang yang dipilih dan diangkat oleh Pemerintah sebagai (apa yang dinamakan) utusan dalam dewan daerah – bahkan panitia dengan tergesa-gesa datang begitu saja membawa sebuah usul yang hebat sekali, tak lebih dan tak kurang dari mohon sebuah parlemen.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Nampaknya yang dituju oleh Panitia jiwa dapat dihapuskan.&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Nah, lihat, sekarang sudah ada pengaruh gagasan peringatan tersebut!&lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;line-height: normal; mso-margin-bottom-alt: auto; mso-margin-top-alt: auto;&quot;&gt;
&lt;span lang=&quot;IN&quot; style=&quot;font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;,&amp;quot;serif&amp;quot;; font-size: 12.0pt; mso-fareast-font-family: &amp;quot;Times New Roman&amp;quot;; mso-fareast-language: IN;&quot;&gt;Sungguh, seandainya saya ini orang Belanda, maka saya tak akan pernah mau merayakan pesta peringatan seperti itu di sini, di suatu negeri yang kita jajah. Berikan dahulu rakyat yang tertindas itu kemerdekaan, baru sesudah itu kita memperingati kemerdekaan kita sendiri. &lt;/span&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;MsoNormal&quot; style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/1564940043853131614/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/naskah-asli-ik-eens-nederlander-was.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/1564940043853131614'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/1564940043853131614'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/naskah-asli-ik-eens-nederlander-was.html' title='Naskah Asli &amp;quot;Als ik eens Nederlander was… &amp;quot; Karya Besar Ki Hajar Dewantoro'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-3391027487281754909</id><published>2013-01-15T17:53:00.000+07:00</published><updated>2013-03-14T17:56:36.752+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bentuk-Bentuk Muka Bumi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Geografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Relief Muka Bumi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Relief Muka Bumi</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apabila kita melihat lebih dekat lagi ke muka bumi, akan tampak bahwa muka bumi itu tidak rata, tetapi ada bagian yang menonjol ke atas, dan ada bagian yang cekung ke bawah., seperti tampak pada Gambar dibawah. Kenampakan tinggi rendahnya muka bumi seperti itu dinamakan relief muka bumi. Relief muka bumi ini terbentuk karena adanya tenaga endogen dan tenaga eksogen.&lt;br&gt;&lt;br&gt; Menurut letaknya, relief muka bumi dapat dibedakan menjadi dua, yaitu:&lt;br&gt;1. Relief daratan.&lt;br&gt;2. Relief dasar laut.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;1. Relief Daratan&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Secara garis besar relief daratan dapat dibedakan sebagai berikut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;a.  Gunung berapi, pegunungan dan bukit.&lt;br&gt;Permukaan bumi yang menonjol ke atas dapat berujud gunung, pegunungan, dan bukit. Gunung berapimerupakan tempat keluarnya magma dari dalam bumi. Contoh gunung berapi adalah: Gunung Kerinci (Sumatera), Gunung Merapi dan Gunung Semeru (Jawa), Gunung Soputan (Sulawesi), dan Gunung Rinjani (Lombok).Pegunungan merupakan deretan atau rangkaian gunung yang menjulang tinggi dibandingkan daerah sekitarnya. Pegunungan memiliki ketinggian lebih dari 500m di atas permukaan laut. Bukit adalah pegunungan rendah, memiliki ketinggian kurang dari 500 m. Contoh pegunungan: Peg. Bukit Barisan (Sumatera), Peg. Meratus (Kalimantan), Peg. Jaya Wijaya (Papua) dan Peg. Himalaya (India). &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;b. Dataran tinggi dan dataran rendah&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipzlzRygq2Fj7ImSeiP0HOpvA0Y8EZTo4pX05l3g4yj9-n1MW56mFlRB9ATS5b-AA5bVHgxSu8SpeQVJSYK-t6pJJl18DeK28idUIzmicXvtNftzvv6ys2ePlbe60NfhvZtu6XucvFaGXf/s1600/Kota+di+dataran.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipzlzRygq2Fj7ImSeiP0HOpvA0Y8EZTo4pX05l3g4yj9-n1MW56mFlRB9ATS5b-AA5bVHgxSu8SpeQVJSYK-t6pJJl18DeK28idUIzmicXvtNftzvv6ys2ePlbe60NfhvZtu6XucvFaGXf/s1600/Kota+di+dataran.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Suatu daerah yang relatif datar dengan ketinggian kurang dari 200 meter dinamakan dataran rendah. Apabila daerah yang datar tersebut berada di daerah yang tinggi disebut dataran tinggi atau plato. Contoh: dataran tinggi Gayo (Nanggro Aceh Darussalam), dan dataran tinggi Bandung (Jawa Barat). &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;c.  Pantai&lt;br&gt;Daratan yang terletak di tepi laut disebut pantai. Di daerah pantai dikenal berbagai bentuk muka bumi sebagai berikut.&lt;br&gt;1)  Teluk, yaitu laut yang menjorok ke daratan.&lt;br&gt;2)  Tanjung atau ujung, yaitu daratan yang menjorok ke laut. Ujung yang sangat panjang dinamakan jazirah atau semenanjung.&lt;br&gt;3)  Delta, tanah endapan di muara sungai.&lt;br&gt;4)  Gosong, pulau yang tergenang ketika laut pasang dan muncul ke permukaan ketika air laut surut disebut gosong ( gosong pasir).&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDJ4n2mRS_R4xyPoYM6UmKi-pQQehnx0CT7Gv5b6MG-JjpmqNl2YJM9hFc58VINQHMK5mBLAfQAoeyWLer1ztHhLztzKPainZPektsm4Df0_4c48g04TauZTFZmQ7bGv7MsB-ILC-oL3Rc/s1600/Teluk.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhDJ4n2mRS_R4xyPoYM6UmKi-pQQehnx0CT7Gv5b6MG-JjpmqNl2YJM9hFc58VINQHMK5mBLAfQAoeyWLer1ztHhLztzKPainZPektsm4Df0_4c48g04TauZTFZmQ7bGv7MsB-ILC-oL3Rc/s1600/Teluk.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAFe5624odADvLaTdAoH2yjxHMlWnPDDMyi-aZIlZ3awcGmcEG8a0x5Q4FErjjOno0pZAFbX7FfJMW0aYC3uvx7kDN_Cnc9gLOZTIU-CKxwpXejyOaXQRRy9FVXRroMbCeijwP-ysq8shf/s1600/ujung.jpg&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjAFe5624odADvLaTdAoH2yjxHMlWnPDDMyi-aZIlZ3awcGmcEG8a0x5Q4FErjjOno0pZAFbX7FfJMW0aYC3uvx7kDN_Cnc9gLOZTIU-CKxwpXejyOaXQRRy9FVXRroMbCeijwP-ysq8shf/s1600/ujung.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
                                                 Teluk                                                  Ujung&lt;br&gt;&lt;br&gt; &lt;br&gt; &lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;2. Relief Dasar Laut&lt;/b&gt;&lt;br&gt;Relief dasar laut mirip dengan permukaan daratan, menonjol ke atas dan ada bagian yang cekung ke bawah, seperti tampak pada gambar berikut ini. &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgna4CtxjfCVWYVVkmDovMyBV9ZGfDY3lMPcsWtQC8peYJxVOhpEsHCj8COiLHKgBn5MUJuGTqhyphenhyphenChUxf56Lck7BOAGtMBW4yAx5T3JiY9dpSH71b_9GKAxTClQXbjOzR9KvjnA8dTobV-f/s1600/Relief+dasar+alut.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;141&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgna4CtxjfCVWYVVkmDovMyBV9ZGfDY3lMPcsWtQC8peYJxVOhpEsHCj8COiLHKgBn5MUJuGTqhyphenhyphenChUxf56Lck7BOAGtMBW4yAx5T3JiY9dpSH71b_9GKAxTClQXbjOzR9KvjnA8dTobV-f/s320/Relief+dasar+alut.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a.  Basin atau lubuk laut,yaitu bentuk dasar laut yang mirip dengan palung laut, tetapi dasarnya lebih lebar dan datar.&lt;br&gt;b.  Celah memanjang (rift valley),yaitu cekungan seperti parit yang lebar dan memanjang di dasar laut. &lt;br&gt;c.  Pegunungan bawah laut,yaitu rangkaian pegunungan yang ada &lt;br&gt;di bawah permukaan air laut.&lt;br&gt;d.  Gunung berapi bawah laut, yaitu gunung berapi yang berada di dasar laut, dan di bawah permukaan air laut.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;Permukaan bumi tidak rata karena adanya tenaga endogen dan tenaga eksogen. Tenaga endogen adalah tenaga yang berasal dari dalam bumi sedang tenaga eksogen berupa tenaga yang berasal dari luar bumi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;&lt;br&gt;Di Indonesia terdapat beberapa deretan pegunungan, yaitu:&lt;/b&gt;&lt;br&gt;a.  Deretan pegunungan Sunda, yaitu deretan pegunungan yang berjajar dari Pulau Sumatera, Jawa, Nusatenggara, Maluku Selatan dan berakhir di Pulau Banda.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;b.  Deretan Sirkum Australia, yaitu deretan pegunungan yang berjajar dari Australia, ujung timur Pulau Irian, masuk melalui bagian tengah Irian dengan puncak tertinggi Jayawijaya.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;c.  Deretan pegunungan Sangihe, yaitu deretan pegunungan yangmembujur dari Kepulauan Sangihe (Sulawesi Utara), masuk ke Minahasa, Teluk Gorontalo (dengan Gunung Una-Una yang sering meletus) hingga Sulawesi Selatan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;d.  Deretan Pegunungan Halmahera, yaitu deretan pegunungan yang berderet mulai dari Pulau Talaut, Pulau Maju dan Tifor di Maluku Utara, masuk ke Halmahera serta Pulau Ternate dan Tidore, berbelok ke timur hingga Kepala Burung &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;e.  Deretan Pegunungan Kalimantan, deretan ini bermula dari Pulau Palawan (Filipina) kemudian masuk ke Kalimantan &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;Sekian dulu dari &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/&quot;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt; dan terimakasih atas kunjunganya. semoga bermanfaat. ^_^&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/relief-muka-bumi.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/3391027487281754909/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/relief-muka-bumi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/3391027487281754909'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/3391027487281754909'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/relief-muka-bumi.html' title='Relief Muka Bumi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEipzlzRygq2Fj7ImSeiP0HOpvA0Y8EZTo4pX05l3g4yj9-n1MW56mFlRB9ATS5b-AA5bVHgxSu8SpeQVJSYK-t6pJJl18DeK28idUIzmicXvtNftzvv6ys2ePlbe60NfhvZtu6XucvFaGXf/s72-c/Kota+di+dataran.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-9221901420646583418</id><published>2013-01-15T17:08:00.000+07:00</published><updated>2013-03-14T17:24:02.785+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bentuk-Bentuk Muka Bumi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Geografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Jenis-Jenis Batuan"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Jenis-Jenis Batuan</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jenis-Jenis Batuan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
ada 3 jenis berikut selelengkapnya jenis-jenis batuan :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;1. Batuan beku&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiObbf67kRcFxYW2nq0vvxe-Pw9cPtbBXY8jlj8Y9j0lnAYreK8f-Njpahyphenhypheno8ZDz5P8lKWJM8n0DwTg5guDYRIn0sJYLQmihmDvhU5ksCDdtsvBHQT46wk636xE2KKHF8DH0aw0lZI-w7-s/s1600/batuan+beku.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiObbf67kRcFxYW2nq0vvxe-Pw9cPtbBXY8jlj8Y9j0lnAYreK8f-Njpahyphenhypheno8ZDz5P8lKWJM8n0DwTg5guDYRIn0sJYLQmihmDvhU5ksCDdtsvBHQT46wk636xE2KKHF8DH0aw0lZI-w7-s/s1600/batuan+beku.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;Batuan beku terbentuk dari magma yang membeku. yang mendingin dan mengeras, dengan atau tanpa proses kristalisasi, baik di bawah permukaan sebagai batuan intrusif (plutonik) maupun di atas permukaan sebagai batuan ekstrusif(vulkanik). Magma ini dapat berasal dari batuan setengah cair ataupun batuan yang sudah ada, baik di mantel ataupun kerak bumi. Umumnya, proses pelelehan terjadi oleh salah satu dari proses-proses berikut: kenaikan temperatur, penurunan tekanan, atau perubahan komposisi. Lebih dari 700 tipe batuan beku telah berhasil dideskripsikan, sebagian besar terbentuk di bawah permukaan kerak bumi. Menurut lokasi pembekuannya, batu beku dibedakan batuan beku luar, batuan beku sela dan batuan beku dalam. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;b&gt;2. Batuan sedimen&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKIHkEPDKwxf9EAdYR-WtB_zyEQ8a_M-kVxXUeoCfRHVY1yycytBg6lzM2vcB1qASyQLok2jNN8WInzf6lC5_dwHhcA9tMYpwXIOty8DoryYwIoFhEIL41iXgKGAkKWUyTns3FD2N2fHXq/s1600/batuan+sedimen.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;309&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiKIHkEPDKwxf9EAdYR-WtB_zyEQ8a_M-kVxXUeoCfRHVY1yycytBg6lzM2vcB1qASyQLok2jNN8WInzf6lC5_dwHhcA9tMYpwXIOty8DoryYwIoFhEIL41iXgKGAkKWUyTns3FD2N2fHXq/s320/batuan+sedimen.JPG&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;Batuan beku yang ada di permukaan kulit bumi dan kena pengaruh tenaga eksogen akan mengalami pelapukan. Bagian-bagian yang hancur atau lepas dari batuan induknya diangkut oleh aliran air, angin, dan gletser, kemudian diendapkan di tempat lain, yang umumnya di tempat yang lebih rendah. Material yang diendapkan tersebut bila mengalami pemadatan(kompaksi) dan  perekatan (sementasi) berubah menjadi batuan sedimen.Ciri utama batuan sedimen adalah berlapis-lapis.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Berdasarkan tenaga pengangkutnya batuan sedimen dibedakan menjadi tiga: &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;a) Batuan sedimen aeolis atau aeris, yaitu batuan sedimen yang terbentuk oleh tenaga angin.&lt;br&gt;b)  Batuan sedimen aquatis,yaitu batuan sedimen yang terbentuk oleh tenaga air.&lt;br&gt;c)   Batuan sedimen glasial,yaitu batuan sedimen yang terbentuk oleh gletser.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;Ada dua jenis batuan sedimen istimewa, yaitu breksi dan konglomerat. Breksi adalah batuan sedimen yang tersusun dari fragmen-fragmen batuan yang bersudut runcing. Konglomerat adalah batuan sedimen yang tesusun dari fragmen-fragmen batuan yang bersudut tumpul. Di dalam batuan sedimen seringkali terdapat sisa-sisa binatang atau tum-buhan yang telah membatu, yang disebut fosil, &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;b&gt;3. Batuan Metamorf&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt; &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGkchQl7-MxSo83MaJiHoVkOt8sIKEYUiRNrSx2nMHtpzPARwZBGcMHuVgmgEpU1qHki1ffJQSGvZ2XYQv0M58AQUgqiEgJCobvy8Ru9YAvPXBzBNCgrwoPwHiD7wgfPakSvdulExYDK5C/s1600/batuan+metamorf.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgGkchQl7-MxSo83MaJiHoVkOt8sIKEYUiRNrSx2nMHtpzPARwZBGcMHuVgmgEpU1qHki1ffJQSGvZ2XYQv0M58AQUgqiEgJCobvy8Ru9YAvPXBzBNCgrwoPwHiD7wgfPakSvdulExYDK5C/s1600/batuan+metamorf.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;Batuan beku ataupun batuan sedimen yang mendapat tekanan yang besar, dan suhu yang tinggi serta dalam waktu yang lama dapat berubah bentuk sehingga menjadi batuan metamorf. Contoh: batu kapur karena pengaruh tekanan yang besar, suhu yang tinggi dan waktu yang lama berubah menjadi batu marmer.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Sekian dulu dari &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt; dan terimakasih atas kunjunganya. semoga bermanfaat. ^_^&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-batuan.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/9221901420646583418/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-batuan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/9221901420646583418'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/9221901420646583418'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/jenis-jenis-batuan.html' title='Jenis-Jenis Batuan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiObbf67kRcFxYW2nq0vvxe-Pw9cPtbBXY8jlj8Y9j0lnAYreK8f-Njpahyphenhypheno8ZDz5P8lKWJM8n0DwTg5guDYRIn0sJYLQmihmDvhU5ksCDdtsvBHQT46wk636xE2KKHF8DH0aw0lZI-w7-s/s72-c/batuan+beku.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-3621039987603484679</id><published>2013-01-15T16:46:00.000+07:00</published><updated>2013-03-14T17:00:48.149+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bentuk-Bentuk Muka Bumi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Geografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Sedimentasi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Pengertian Sedimentasi dan Macamnya</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pengertian Sedimentasi :&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Sedimentasi adalah proses pengendapan material hasil erosi air, angin, gelombang laut dan gletsyer. Material hasil erosi yang diangkut oleh aliran air akan diendapakan di daerah yang lebih rendah. Delta yang terdapat di mulut-mulut sungai adalah hasil dan proses pengendapan material-material yang diangkut oleh air sungai, sedangkan bukit pasir (sand dunes) yang terdapat di gurun dan di tepi pantai adalah pengendapan dari material-material yang diangkut oleh angin. sedimentasi dapat dibedakan: a.sedimentasi air terjadi di sungai. b.sedimentasi angi biasanya disebut sedimentasi aeolis c.sedimentasi gletser mengahasilkan drumlin,moraine,ketles,dan esker.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Macam-macam Sedimentasi :&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;a.  Sedimentasi oleh air&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH5v6xpXg-n9Loo5TqgYVdatdmYCweVe9hoaGnsNcUxHbRYoJ4of9v6iPWr5adCgX40S2pZmQ8TZLK42p1McDvp6LMsGAWVuzlAIwn3XU7khfQigExcKuVoWBJAKSw883VeaQZqwHu4A-z/s1600/sedimentasi+air.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;214&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH5v6xpXg-n9Loo5TqgYVdatdmYCweVe9hoaGnsNcUxHbRYoJ4of9v6iPWr5adCgX40S2pZmQ8TZLK42p1McDvp6LMsGAWVuzlAIwn3XU7khfQigExcKuVoWBJAKSw883VeaQZqwHu4A-z/s320/sedimentasi+air.JPG&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;Lumpur dan material lain hasil erosi yang diangkut oleh aliran air akan diendapkan ke tempat yang lebih rendah. Tempat pengendapan itu adalah: dataran rendah, waduk, situ, danau, muara sungai, tepi pantai dan dasar laut. Danau, waduk, situ, dan rawa akan menjadi dangkal dan akhirnya punah bila terus menerus diendapi lumpur hasil erosi. Apa yang harus dilakukan agar ketiga penampungan air tersebut bisa lestari dan tidak punah? &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Apa yang terjadi bila lumpur dan material lain hasil erosi air itu diendapkan di muara sungai atau di tepi pantai? Endapan lumpur tersebut akan membentuk delta dan gosong pasir.Delta merupakan daratan di muara sungai yang dibentuk oleh endapan sungai. Sedangkan gosong pasir adalah gundukan pasir (dan tanah) di tepi pantai yang menyembul di permukaan laut bila air laut sedang surut dan tenggelam kembali bila laut sedang pasang. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Bila lumpur dan material lain hasil erosi terbawa air sungai hingga ke laut, maka gelombang laut akan mencampakkan kembali sebagian material hasil erosi ke pantai. Ujudnya berupa tanggul pantai. Air tanah di tanggul pantai umumnya berupa air tawar, walaupun di sekitarnya air tanahnya asin. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;b&gt;b.  Sedimentasi oleh angin&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtKaw5DsIp3pQ3b9Lh_32KwoXnF_Q7bO7m0Up4TDC9gV6OIa_NzpFXlqwtUzGwX2GSJVSpPvW2tviqwsJr-buIFpj9bx2AomfrnpmYZZN6NJtck6P0XvjCDyCNLGHFw69a3OB26FdLNy4Y/s1600/gemuk_pasir1.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;212&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgtKaw5DsIp3pQ3b9Lh_32KwoXnF_Q7bO7m0Up4TDC9gV6OIa_NzpFXlqwtUzGwX2GSJVSpPvW2tviqwsJr-buIFpj9bx2AomfrnpmYZZN6NJtck6P0XvjCDyCNLGHFw69a3OB26FdLNy4Y/s320/gemuk_pasir1.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;Material hasil erosi yang diangkut oleh angin akan diendapkan dalam beberapa ujud (kenampakan), yaitu: Tanah loss. Debu yang dibawa oleh angin dari gurun pasir akan mengendap disekitar gurun dan &lt;br&gt;membentuk tanah loss. Tanah ini sangat subur dan baik untuk pertanian, bila cukup air. Bukit-bukit pasir (Sand dunes), yaitu gumuk pasir di tepi pantai hasil endapan angin.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;b&gt;c.   Sedimentasi oleh gletser&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj1hq214viGETwdBZdLe5n8nImcY7FBxO5cFuhV8capgAxMRdTL069rBEC-WNdY-Zo3y1RTkEXu2SLAG3joi9dcv6_ksVZIs5gbox1JzAJbp7YQUdhNP1_5VpUPK2igSaBIbcmurgi_UBd/s1600/glacier2.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhj1hq214viGETwdBZdLe5n8nImcY7FBxO5cFuhV8capgAxMRdTL069rBEC-WNdY-Zo3y1RTkEXu2SLAG3joi9dcv6_ksVZIs5gbox1JzAJbp7YQUdhNP1_5VpUPK2igSaBIbcmurgi_UBd/s320/glacier2.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;Pada saat bongkah-bongkah es (gletser) meluncur, maka akan mengikis tanah/batuan yang dilewatinya dan diendapkan di bagian bawah (lembah). Endapan tersebut disebut morain. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/pengertian-sedimentasi-dan-macamnya.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/3621039987603484679/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/pengertian-sedimentasi-dan-macamnya.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/3621039987603484679'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/3621039987603484679'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/pengertian-sedimentasi-dan-macamnya.html' title='Pengertian Sedimentasi dan Macamnya'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEgH5v6xpXg-n9Loo5TqgYVdatdmYCweVe9hoaGnsNcUxHbRYoJ4of9v6iPWr5adCgX40S2pZmQ8TZLK42p1McDvp6LMsGAWVuzlAIwn3XU7khfQigExcKuVoWBJAKSw883VeaQZqwHu4A-z/s72-c/sedimentasi+air.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-719056016911065265</id><published>2013-01-14T22:37:00.000+07:00</published><updated>2013-03-13T22:39:40.483+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bentuk-Bentuk Muka Bumi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Geografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Perombakan Relief Muka Bumi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Pengertian Dan Jenis-Jenis Pelapukan</title><content type='html'>&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pengertian Pelapukan&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Pelapukan adalah proses alterasi dan fragsinasi batuan dan material tanah pada dan/atau dekat permukaan bumi yang disebabkan karena proses fisik, kimia dan biologi. Hasil dari pelapukan ini merupakan asal (source) dari batuan sedimen dan tanah (soil). Kiranya penting untuk ketahui bahwa proses pelapukan akan menghacurkan batuan atau bahkan melarutkan sebagian dari mineral untuk kemudian menjadi tanah atau diangkut dan diendapkan sebagai batuan sedimen klastik. Sebagian dari mineral mungkin larut secara menyeluruh dan membentuk mineral baru. Inilah sebabnya dalam studi tanah atau batuan klastika mempunyai komposisi yang dapat sangat berbeda dengan batuan asalnya. Komposisi tanah tidak hanya tergantung pada batuan induk (asal) nya, tetapi juga dipengaruhi oleh alam, intensitas, dan lama (duration) pelapukan dan proses jenis pembentukan tanah itu sendiri.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jenis-Jenis Pelapukan &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;a. Pelapukan Mekanik&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9__t2KjX1v90FQM6auYG0wTZSZpDESRFsFXtZ7fe50hh0MtlNPbK7S3PQyjeLB-ZuBnnqSvUwILEtbiBTojKL9967ZMWtZ3NRaiwd4mTkd4j67jdfEir_XP4N-f1XjexERXG29FxzaCs8/s1600/DSC05631.JPG&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9__t2KjX1v90FQM6auYG0wTZSZpDESRFsFXtZ7fe50hh0MtlNPbK7S3PQyjeLB-ZuBnnqSvUwILEtbiBTojKL9967ZMWtZ3NRaiwd4mTkd4j67jdfEir_XP4N-f1XjexERXG29FxzaCs8/s320/DSC05631.JPG&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;     Batuan yang membentuk kulit bumi, tersusun dari berbagai mineral. Tiap mineral memiliki koefisien pemuaian yang berbeda-beda. Artinya ada mineral batuan yang cepat memuai bila kena panas, dan ada mineral batuan yang sulit memuai bila kena panas.&lt;br&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Mineral batuan yang mudah memuai bila kena panas juga mudah menyusut bila bila mengalami pendinginan. Pada siang hari ketika batuan terkena sinar matahari, mineral yang mudah menyerap panas akan lebih cepat memuai dari pada mineral lain yang sulit menyerap panas. Memuai berarti volumenya bertambah besar. Akibatnya mineral yang volumenya bertambah besar akan mendesak mineral-mineral lain sehingga batuan tersebut akan retak-retak. Pada malam hari suhu udara turun dan batuan mengalami pendinginan sehingga volumenya menyusut (mengecil). Akibatnya batuan mengalami retak-retak. Proses ini berlangsung terus menerus setiap hari, sehingga lama kelamaan batuan yang keras, akan retak-retak dan lepas selapis demi selapis, yang dimulai dari bagian luar batuan. Akhirnya batuan yang besar tersebut akan hancur menjadi batu kecil, dan batu kecil akan hancur menjadi kerikil, dan kerikil akan hancur menjadi pasir dan pasir akan hancur menjadi debu-debu yang halus. Proses semacam ini disebut pelapukan mekanik. &lt;br&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
    Pada siang hari, mineral batuan yang berwarna gelap umumnya cepat memuai, volumenya bertambah besar (kelabu hitam), sedang pada malam hari volumenya mengecil (putih). Bila hal ini berlangsung terus menerus maka lama-kelamaan mineral akan retak-retak (hitam tebal), dan akhirnya pecah dan &lt;br&gt;terlepas dari batuan induknya.&lt;br&gt; &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
     Di daerah empat musim, pori-pori batuan yang terisi air di musim panas bisa pecah atau retak karena air dalam pori-pori batuan membeku di musim dingin. Air yang membeku volumenya bertambah besar sehingga batuan menjadi retak atau pecah. Proses yang demikian juga termasuk pelapukan &lt;br&gt;mekanik.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;b   Pelapukan kimiawi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT3Kjfuhyphenhyphen6ZQ01YKMyzK1mCMHOaNM7jZP2jcoztl1TxqBNEDGN2bKEV7-oWqJGXAVWNPznK6_yMm6B-Mn8YW0VPm_9TjPalKTcNufmf5hQqvhqGlr9BHcxNO2fgqUI66g4dXmhgbo6WOd1/s1600/biological+weathering+of+rocks.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;320&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjT3Kjfuhyphenhyphen6ZQ01YKMyzK1mCMHOaNM7jZP2jcoztl1TxqBNEDGN2bKEV7-oWqJGXAVWNPznK6_yMm6B-Mn8YW0VPm_9TjPalKTcNufmf5hQqvhqGlr9BHcxNO2fgqUI66g4dXmhgbo6WOd1/s320/biological+weathering+of+rocks.png&quot; width=&quot;311&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;     Pelapukan batuan juga dapat disebabkan oleh proses kimiawi. Contoh: batu yang keras dapat ditembus oleh akar tumbuh-tumbuhan, karena tudung akar mengeluarkan zat kimia yang dapat melapukkan batuan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;     Contoh lain adalah batu kapur yang retak kemudian disusupi air hujan yang mengandung CO2. Air hujan yang mengandung CO2.. akan melarutkan batu kapur yang dilaluinya. Lama kelamaan retakan &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;     batu kapur akan bertambah lebar dan besar sehingga akhirnya terbentuk goa-goa kapur. Larutan kapur yang mengendap dan menempel di langit-langit goa akan membentuk stalagtit dan bila mengendap dan menempel di dasar goa akan membentuk stalagmite. Kadang-kadang dalam goa kapur terdapat sungai bawah tanah. Di Gunung Kidul (DIY) air sungai bawah tanah dijadikan sumber air bersih.  &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;b&gt;c  Pelapukan Biologis atau Pelapukan Organis&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirBrvzBMmE5prxi9YCoBgT9gVKQancW1CuGqFGdHPtFUuDISfn2sG1vc30H3sh4ZB-AJMTPUlop0LyK9GNU7muu87pkofKxE-W9sZRmBmWH5N6PNtJpQEFjMr_MyfEKgHcDTE0OlPucWmd/s1600/preview005.png&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;247&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEirBrvzBMmE5prxi9YCoBgT9gVKQancW1CuGqFGdHPtFUuDISfn2sG1vc30H3sh4ZB-AJMTPUlop0LyK9GNU7muu87pkofKxE-W9sZRmBmWH5N6PNtJpQEFjMr_MyfEKgHcDTE0OlPucWmd/s320/preview005.png&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;     Pelapukan biologis atau pelapukan organis adalah lapuknya batuan yang disebabkan oleh makhluk hidup, baik oleh tumbuh-tumbuhan, hewan maupun manusia. Akar tumbuh-tumbuhan yang makin membesar dapat menyebabkan retak atau hancurnya batuan menjadi bagian-bagian yang lebih kecil. Ujung akar yang mengeluarkan cairan dapat menembus batuan melalui pelapukan kimia. Demikian pula berbagai jenis jamur, lumut, dan bakteri yang melekat pada permukaan batuan Demikian juga berbagai jenis hewan seperti semut, cacing, anai-anai, tikus, dapat membuat lubang pada batuan dan melapukkan batuan.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/pengertian-dan-jenis-jenis-pelapukan.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/719056016911065265/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/pengertian-dan-jenis-jenis-pelapukan.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/719056016911065265'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/719056016911065265'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/pengertian-dan-jenis-jenis-pelapukan.html' title='Pengertian Dan Jenis-Jenis Pelapukan'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEg9__t2KjX1v90FQM6auYG0wTZSZpDESRFsFXtZ7fe50hh0MtlNPbK7S3PQyjeLB-ZuBnnqSvUwILEtbiBTojKL9967ZMWtZ3NRaiwd4mTkd4j67jdfEir_XP4N-f1XjexERXG29FxzaCs8/s72-c/DSC05631.JPG" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-8375196653276704772</id><published>2013-01-14T20:48:00.000+07:00</published><updated>2013-03-13T21:15:55.504+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bentuk-Bentuk Muka Bumi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gempa Bumi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Geografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Gempa Bumi</title><content type='html'>&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz77wPh0jOfjrNOR8nV3eOKLM9P4eeh9AVGwwZwinOSrEZO4XUk95YV-ttMcX0fXHufu4k-a9SGBV287lu2xDZcwUr1iv8atKpMrCO9ckwqrAxXNMEtPhFhnTRb8ghxqOyDqRGdCerezkA/s1600/Gempa.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz77wPh0jOfjrNOR8nV3eOKLM9P4eeh9AVGwwZwinOSrEZO4XUk95YV-ttMcX0fXHufu4k-a9SGBV287lu2xDZcwUr1iv8atKpMrCO9ckwqrAxXNMEtPhFhnTRb8ghxqOyDqRGdCerezkA/s1600/Gempa.jpg&quot; /&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Ketika terjadi gempa bumi besar seperti di Nabire (Papua) dan Padang Panjang (Sumatera) tahun 2003 dan Yogyakarta tahun 2006, maka banyak rumah penduduk roboh, pipa air minum putus, tanah &lt;br /&gt;retak atau longsor dan terjadi korban jiwa maupun harta benda. Oleh karena itu bila terjadi gempa bumi orang harus segera keluar rumah, pergi ke ruang terbuka (tanah lapang), jauh dari bangunan&amp;nbsp; agar terhindar dari bencana gempa. Bila ketika terjadi gempa tidak sempat ke luar rumah, lindungi kepala dengan bantal, segera menjauh dari almari dan jendela kaca, dan berlindung di bawah meja. &lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&amp;nbsp;&amp;nbsp;&amp;nbsp; Tempat-tempat yang dekat dengan palung laut adalah daerah rawan gempa bumi tektonik. Gempa bumi tektonik adalah getaran kulit bumi akibat keluarnya energi dari dalam bumi &lt;br /&gt;(zone penunjaman). Ilmu yang mempelajari gempa bumi disebut seismologi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;1. Jenis-Jenis Gempa Bumi&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;Menurut terjadinya, gempa bumi dibedakan menjadi tiga jenis, yaitu:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;a. Gempa Vulkanik&lt;br /&gt;Gempa bumi yang disebabkan oleh letusan gunungapi, disebut gempa vulkanik. Contoh: gempa G. Bromo, gempa G. Una-Una, gempa G. Krakatau.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;b. Gempa Tektonik &lt;br /&gt;Gempa bumi yang terjadi karena pergeseran lapisan kulit bumi akibat lepasnya energi di zone penunjaman disebut gempa tektonik. Gempa bumi tektonik memiliki kekuatan yang dahsyat. Contoh, gempa Aceh, Bengkulu, Pangandaran.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;c. Gempa runtuhan atau terban&lt;br /&gt;Gempa bumi yang disebabkan oleh tanah longsor, gua-gua yang runtuh, dan sejenisnya disebut gempa runtuhan atau terban. Tipe gempa seperti ini hanya berdampak kecil dan wilayahnya sempit.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br /&gt;&lt;b&gt;2. Intensitas Kekuatan Gempa&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Untuk mengukur kekuatan gempa dibuat skala, yang dikaitkan dengan kerusakan yang ditimbulkannya. Berdasarkan skala tersebut orang dapat membedakan gempa bumi yang lemah dan gempa bumi yang kuat. Pengukuran tersebut sangat penting artinya, antara lain untuk menentukan kualitas bangunan tahan gempa. Skala untuk mengukur kekuatan gempa yang terkenal adalah Skala Richter.&lt;br /&gt;&lt;br /&gt;&lt;b&gt;3. Wilayah Gempa bumi di Indonesia dan Dunia&lt;/b&gt;Indonesia merupakan salah satu negara yang paling sering dilanda gempa bumi tektonik maupun gempa bumi vulkanik. Daerah yang sering dilanda gempa adalah pegunungan Jayawijaya, pantai utara Papua, Maluku, Sulawesi Utara, Nusa Tenggara, Jawa bagian selatan dan Sumatera bagian barat. Pada saat terjadi gempa sering diiringi tanah longsor, dan tsunami di daerah pantai. Oleh karena itu penduduk yang tinggal di daerah rawan gempa harus selalu waspada. Bangunan rumah &lt;br /&gt;dan bangunan lain harus dirancang tahan gempa. Negara di dunia yang sering dilanda gempa bumi selain Indonesia adalah China, Jepang, Filipina, Afganistan, Iran, Amerika serikat.&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/8375196653276704772/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/gempa-bumi.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/8375196653276704772'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/8375196653276704772'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/gempa-bumi.html' title='Gempa Bumi'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhz77wPh0jOfjrNOR8nV3eOKLM9P4eeh9AVGwwZwinOSrEZO4XUk95YV-ttMcX0fXHufu4k-a9SGBV287lu2xDZcwUr1iv8atKpMrCO9ckwqrAxXNMEtPhFhnTRb8ghxqOyDqRGdCerezkA/s72-c/Gempa.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-110023155478951216</id><published>2013-01-14T17:20:00.000+07:00</published><updated>2013-03-13T20:37:30.366+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bentuk-Bentuk Muka Bumi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Geografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Vulkanisme"/><title type='text'>Keuntungan dan Kerugian Adanya Gunung Api</title><content type='html'>Di dunia ini pasti ada untung dan ruginya, nggak mungkin kan kalo kita untung terus, begitu juga kalo adanya gunung berapi pasti ada untung dan ruginya kan, nah disini &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt; akan sharing tentang &lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/keuntungan-dan-kerugian-adanya-gunung.html&quot; target=&quot;_blank&quot;&gt;Keuntungan dan Kerugian Adanya Gunung Api&lt;/a&gt; pada posting ini juga ada bonusnya lho yaitu tentang Deretan pegunungan dan gunung api. berikut penjelasan selengkapnya. &lt;br&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFDqw529wGyR8Uhyg0jZ5OqM8p3AWPuns-O7Ya3Pj5OzJuwvdjPA0X0b4Je1VmXAAV6ZlOtr5vZMNeMAoZgQx7_XwUS-mwW5dd1hIPzeWWi9FQApZlK_mGj0VB-ALcQ8cStcmA3LsCkw3E/s1600/gunung-berapi.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;256&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFDqw529wGyR8Uhyg0jZ5OqM8p3AWPuns-O7Ya3Pj5OzJuwvdjPA0X0b4Je1VmXAAV6ZlOtr5vZMNeMAoZgQx7_XwUS-mwW5dd1hIPzeWWi9FQApZlK_mGj0VB-ALcQ8cStcmA3LsCkw3E/s320/gunung-berapi.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;br&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Keuntungan adanya gunung api &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Keuntungan adanya gunung api antara lain: &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. Abu vulkanis yang dikeluarkan gunung api saat terjadi erupsi (letusan) dapat menyuburkan tanah pertanian karena banyak mengandung unsur hara tanaman. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. Material yang dikeluarkan gunung api saat terjadi letusan yang berupa pasir, kerikil, batu-batu besar, kesemuanya merupakan mineral industri yang dapat digunakan untuk bahan bangunan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
c. Gunung api terbentuk dari keluarnya magma dari dalam bumi. Magma yang menuju permukaan bumi tersebut banyakmembawa mineral logam, dan barang tambang lainnya. Oleh karena itu di daerah pegunungan dan gunung api banyak ditemukan bahan tambang. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
d. Adanya gunung api yang tinggi menyebabkan terjadinya hujan orografis, sehingga daerah itu menjadi daerah yang banyak hujan. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
e. Daerah yang bergunung api biasanya merupakan daerah tinggi, sehingga dapat dimanfaatkan sebagai daerah hutan, perkebunan, dan daerah pariwisata.&lt;/div&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Kerugian adanya gunung api&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
berikut Kerugian adanya gunung api :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
a. Gunung api pada waktu meletus mengeluarkan lava pijar dan sangat berbahaya. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
b. Gunung api yang meletus juga mengeluarkan gas yang sangat panas, yang juga bergerak menuruni lereng. Contoh awan panas dari G. Merapi di Jawa Tengah. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
c. Pada saat terjadi letusan, lava pijar akan bercampur dengan air yang terdapat di danau kawah, dan membentuk lahar panas, yang sangat berbahaya. Contoh lahar panas dari G. Kelud (Jawa Timur). &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
d. Lava yang menumpuk di puncak gunung akan hanyut dan turun ke bawah bersama air hujan sebagai  lahar dingin.  Wujud lahar dingin ini berupa aliran batu, kerikil dan pasir yang jenuh air, meluncur ke bawah menuruni lereng. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
e. Gunung api yang tinggi dan berderet dapat membentuk daerah bayangan hujan. Daerah bayangan hujan ini curah hujannya sedikit dan bersifat lebih kering. Contoh Lembah Palu, Sulawesi Tengah. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
f. Letusan gunung api bawah laut dapat menyebabkan terjadinya gelombang Tsunami, seperti tsunami di  di Banten dan Lampung akibat letusan Gunung Krakatau (1883). &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
g. Abu vulkanis di udara dari letusan gunung api dapat mengganggu penerbangan dan dapat merusak tanaman.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Deretan Pegunungan dan Gunung api &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Secara garis besar, terdapat dua deretan gunung api di dunia, yaitu deretan atau jalur pegunungan mediteran dan deretan pegunungan (sirkum) Pasifik. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
perhatikan gambar berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCWXS2Wn6Ul5AS1YvMSbmBBsPCAIiS4Ak_1qPZ6HLrtsUHPrYq9-1EW_vJJTTVLjqlrgZKsebNsQrvvfcSSYhTunNRwg-PhVlM9Cy5iKN9iAs_rfzfuhJrb3rZSeE-pZKVGgDOzQkFgekY/s1600/Sirkum+Pasifik+&amp;amp;+Mediterania.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;178&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjCWXS2Wn6Ul5AS1YvMSbmBBsPCAIiS4Ak_1qPZ6HLrtsUHPrYq9-1EW_vJJTTVLjqlrgZKsebNsQrvvfcSSYhTunNRwg-PhVlM9Cy5iKN9iAs_rfzfuhJrb3rZSeE-pZKVGgDOzQkFgekY/s320/Sirkum+Pasifik+&amp;amp;+Mediterania.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Indonesia merupakan tempat pertemuan antara  deretan pegunungan medeteran dan sirkum Pasifik. Oleh karena itu Indonesia banyak terdapat gunung api dan sekaligus merupakan daerah gempa bumi.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Gunung api di Indonesia &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
Jumlah gunung api aktif di Indonesia ± 129 buah dan sejak awal abad ke XVII, 70 buah diantaranya sering meletus. Deretan pegunungan di Indonesia dapat diperhatikan pada Gambar berikut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuOxJgujJw7fqI40-r_n6ecCGLqwKtLK6sJK3Vr7Ow3ZW5MrV5zvY0Ma6K9uHTfjxVwxMG5XkeDgIX2y9F2M3zuhX8fMADKlysYiUA1UnVuvtRvuPUW2DcTkvpueSP8jcO4HcJavzyoXNt/s1600/Deret+Pegunungan+di+Indonesia.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;134&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhuOxJgujJw7fqI40-r_n6ecCGLqwKtLK6sJK3Vr7Ow3ZW5MrV5zvY0Ma6K9uHTfjxVwxMG5XkeDgIX2y9F2M3zuhX8fMADKlysYiUA1UnVuvtRvuPUW2DcTkvpueSP8jcO4HcJavzyoXNt/s320/Deret+Pegunungan+di+Indonesia.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
terimakasih atas kunjunganya, semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/keuntungan-dan-kerugian-adanya-gunung.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/110023155478951216/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/keuntungan-dan-kerugian-adanya-gunung.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/110023155478951216'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/110023155478951216'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/keuntungan-dan-kerugian-adanya-gunung.html' title='Keuntungan dan Kerugian Adanya Gunung Api'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEjFDqw529wGyR8Uhyg0jZ5OqM8p3AWPuns-O7Ya3Pj5OzJuwvdjPA0X0b4Je1VmXAAV6ZlOtr5vZMNeMAoZgQx7_XwUS-mwW5dd1hIPzeWWi9FQApZlK_mGj0VB-ALcQ8cStcmA3LsCkw3E/s72-c/gunung-berapi.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>0</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-4758214066223588517</id><published>2013-01-14T16:19:00.000+07:00</published><updated>2013-03-14T16:45:22.145+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bentuk-Bentuk Muka Bumi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Erosi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Geografi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMP Kelas 7"/><title type='text'>Pengertian Erosi dan Jenisnya</title><content type='html'>&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Pengertian Erosi&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Batuan yang telah lapuk secara berangsur-angsur akan dikikis dan dipindahkan ke tempat lain oleh tenaga eksogen. Tenaga eksogen yang mampu mengikis dan memindahkan batuan yang telah lapuk adalah air, angin, dan gletsyer. &lt;i&gt;Proses pengikisan dan pengangkutan material hasil pelapukan dinamakan erosi&lt;/i&gt;. Erosi sebenarnya merupakan proses alami yang mudah dikenali, namun di kebanyakan tempat kejadian ini diperparah oleh aktivitas manusia dalam tata guna lahan yang buruk, penggundulan hutan, kegiatan pertambangan, perkebunan dan perladangan, kegiatan konstruksi / pembangunan yang tidak tertata dengan baik dan pembangunan jalan. Tanah yang digunakan untuk menghasilkan tanaman pertanian biasanya mengalami erosi yang jauh lebih besar dari tanah dengan vegetasi alaminya. Alih fungsi hutan menjadi ladang pertanian meningkatkan erosi, karena struktur akar tanaman hutan yang kuat mengikat tanah digantikan dengan struktur akar tanaman pertanian yang lebih lemah. Bagaimanapun, praktik tata guna lahan yang maju dapat membatasi erosi, menggunakan teknik semisal terrace-building, praktik konservasi ladang dan penanaman pohon.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jenis-jenis Erosi&lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
&lt;b&gt;a. Erosi air&lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
berikut gambar erosi di pantai membentuk goa karena akibat dari abrasi:&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisWueXzzE3Ctdk1vdKnTOMs6Cg6eb-Okea2glPwWhsPG9IDXiUMJ81jTBzRIm-b9xGIXNiQjE61RfJMYTJYLhp7ERgnRRXAK8pROy3UndWRNp3zD82uXCHgRlZvfRUcMsCmiBvFRPDL7O_/s1600/erosi+air.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisWueXzzE3Ctdk1vdKnTOMs6Cg6eb-Okea2glPwWhsPG9IDXiUMJ81jTBzRIm-b9xGIXNiQjE61RfJMYTJYLhp7ERgnRRXAK8pROy3UndWRNp3zD82uXCHgRlZvfRUcMsCmiBvFRPDL7O_/s1600/erosi+air.jpg&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;Erosi yang disebabkan oleh tenaga air, misalnya :&lt;br&gt;1)  Erosi percikan,yaitu erosi yang disebabkan oleh tetesan air hujan yang memecahkan butir-butir tanah.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;2)  Erosi lembar,yaitu pengikisan dan pengangkutan lapisan tanah permukaan, yang disebabkan oleh aliran air di permukaan &lt;br&gt;tanah. &lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;3)  Erosi Alur, yaitu pengikisan lapisan tanah yang sudah membentuk alur-alur dengan lebar &amp;lt; 40 cm dan kedalaman &amp;lt; 25 cm.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;4)  Erosi Parit, yaitu pengikisan lapisan tanah yang mebentuk alur-alur yang lebih besar,sehingga sering disebut parit m ukuran lebar &amp;gt; 40 cm dan kedalaman &amp;gt; 25 cm.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;5)  Erosi tebing sungai, yaitu aliran air sungai mengikis tebing sungai, &lt;br&gt;&lt;br&gt;6)  Erosi gelombang air laut (abrasi). Pantai yang curam atau pantai yang landai dapat hancur diterjang gelombang laut. Banyak sawah, tambak dan desa-desa di Sumatera dan Jawa yang lenyap diterjang gelombang laut. Di daerah yang berpantai curam, gelombang laut akan menghancurkan tebing-tebing yang curam, sehingga terbentuk goa-goa pantai.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;b. Erosi angin &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
berikut gambar mengenai erosi angin : &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilstWQ1u4NfU2AJa6lq6lrK9ZNKSujNWV8Nt7gZKE9wn6nxtJ21_VCj84-TidRK5nhtyzPAfExQTD8mOdRcU8UI5lltHpcCMWV5TqzCwIvpwUqFrgmRcc0eH7pBz6mPIxDmUlS0yj0SLGK/s1600/erosi+angin.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEilstWQ1u4NfU2AJa6lq6lrK9ZNKSujNWV8Nt7gZKE9wn6nxtJ21_VCj84-TidRK5nhtyzPAfExQTD8mOdRcU8UI5lltHpcCMWV5TqzCwIvpwUqFrgmRcc0eH7pBz6mPIxDmUlS0yj0SLGK/s320/erosi+angin.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;     Erosi ini terjadi di daerah kering dan gurun pasir. Proses pengikisan batuan oleh angin disebut deflasi. Jika angin yang kencang di daerah gurun mampu menerbangkan debu dan mengangkut butir-butir pasir. Bila butir-butir pasir menabrak kaki batuan maka batu yang ditabrak akan terkikis bagian bawahnya, sehingga akan terbentuk batu jamur. Proses erosi ini disebut korasi.&lt;br&gt;&lt;br&gt;&lt;b&gt;c. Erosi gletser (eksarasi) &lt;/b&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
berikut gambar mengenai Erosi gletser yaitu gunung es di laut :&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
 &lt;/div&gt;
&lt;div class=&quot;separator&quot; style=&quot;clear: both; text-align: center;&quot;&gt;
&lt;a href=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJSAQhnXtswlQ0BhucncW_ZNVDC94Zy47FwT9RPT96OiFVFYkAmeNmAOBH3dNOK4njqbb9bsgRpdgp5HglWPNin74LM2dgX4krB59CXd0YDmQLZyxaB8vw0Rhg9Q0wwinm9OsHi28ERlQy/s1600/iceberg.jpg&quot; imageanchor=&quot;1&quot; style=&quot;margin-left: 1em; margin-right: 1em;&quot;&gt;&lt;img border=&quot;0&quot; height=&quot;240&quot; src=&quot;https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEhJSAQhnXtswlQ0BhucncW_ZNVDC94Zy47FwT9RPT96OiFVFYkAmeNmAOBH3dNOK4njqbb9bsgRpdgp5HglWPNin74LM2dgX4krB59CXd0YDmQLZyxaB8vw0Rhg9Q0wwinm9OsHi28ERlQy/s320/iceberg.jpg&quot; width=&quot;320&quot;&gt;&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;     Tenaga yang dominan pada erosi ini adalah gletser atau es. Di daerah kutub dan di puncak-puncak pegunungan yang tinggi, tumpukan salju yang mencair akan menuruni lereng dan mengikis batuan yang dilaluinya, sehingga akan terbentuk tebing-tebing yang terjal. Material hasil kikisan akan diendapkan di daerah ujung gletser. Di Indonesia erosi gletser kemungkinan hanya terjadi di puncak &lt;br&gt;Jayawijaya (Papua), walaupun salju di sana sudah makin menyusut karena suhu udara di bumi makin panas.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;br&gt;&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
sekian dari Zona Ngelmu IPS semoga bermanfaat.&lt;/div&gt;
&lt;div style=&quot;text-align: justify;&quot;&gt;
&lt;/div&gt;&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/pengertian-erosi-dan-jenisnya.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/4758214066223588517/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/pengertian-erosi-dan-jenisnya.html#comment-form' title='1 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/4758214066223588517'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/4758214066223588517'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/pengertian-erosi-dan-jenisnya.html' title='Pengertian Erosi dan Jenisnya'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><media:thumbnail xmlns:media="http://search.yahoo.com/mrss/" url="https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEisWueXzzE3Ctdk1vdKnTOMs6Cg6eb-Okea2glPwWhsPG9IDXiUMJ81jTBzRIm-b9xGIXNiQjE61RfJMYTJYLhp7ERgnRRXAK8pROy3UndWRNp3zD82uXCHgRlZvfRUcMsCmiBvFRPDL7O_/s72-c/erosi+air.jpg" height="72" width="72"/><thr:total>1</thr:total></entry><entry><id>tag:blogger.com,1999:blog-3335846574802774978.post-7545298475164642968</id><published>2013-01-13T21:55:00.000+07:00</published><updated>2013-03-13T20:37:43.668+07:00</updated><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Bentuk-Bentuk Muka Bumi"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="Gagasan Persatuan dan Kesatuan Bangsa"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="IPS"/><category scheme="http://www.blogger.com/atom/ns#" term="SMK Kelas 10"/><title type='text'>Gagasan Persatuan dan Kesatuan Bangsa</title><content type='html'>Gagasan menciptakan persatuan dan kesatuan bangsa, lahir dari tokoh pergerakan nasional &lt;br&gt;
1.      PPPKI &lt;br&gt;
2.      Kongres Pemuda &lt;br&gt;
3.      Parindra &lt;br&gt;
4.      MIAI &lt;br&gt;
5.      GAPI &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Permufakatan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kebangsaan Indonesia (PPPKI) &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Upaya menyatukan organisasi pergerakan nasional, muncul dari Ir.Soekarno (PNI) dan Dr. Sukiman Wirjosandjojo (SI) &lt;br&gt;
·         Terbentuk 17 Desember 1927 &lt;br&gt;
·         Rapat di Bandung (17-18) Desember 1927 &lt;br&gt;
·         Tujuan: Indonesia merdeka &lt;br&gt;
Penyempurnaan nama menjadi Persatuan Perhimpunan-perhimpunan Politik Kemerdekaan Indonesia atas usul Soekarno dan Moh.Hatta &lt;br&gt;
&lt;b&gt;&lt;br&gt;Usaha PPPKI : &lt;/b&gt;&lt;br&gt;
1.      Menuntut pembebasan tokoh pergerakan yang dibuang ke Digul (1.308 tokoh) antara lain : Sayuti Melik, Dr. Moch. Hatta, Muchtar Lutffi, Ilyas Yacub (tokoh Permi dan PSII Minangkabau) dan Sutan Syahrir. &lt;br&gt;
2.      Menuntut diberikan kebebasan berpendapat &lt;br&gt;
3.      Membentuk pengajaran kebangsaan &lt;br&gt;
4.      Menyerahkan pada Konferensi Perburuhan Internasional mengenai Poonale sanctie yang diberlakukan di Indonesia &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;KONGRES PEMUDA &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Kongres Pemuda I&lt;br&gt;
Kongres Pemuda II &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Sumpah Pemuda versi orisinal :&lt;/b&gt;&lt;br&gt;
Pertama&lt;br&gt;
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe bertoempah darah jang satoe, tanah Indonesia. &lt;br&gt;
Kedoea&lt;br&gt;
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mengakoe berbangsa jang satoe, bangsa Indonesia. &lt;br&gt;
Ketiga&lt;br&gt;
Kami poetera dan poeteri Indonesia, mendjoendjoeng bahasa persatoean, bahasa Indonesia.&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;b&gt;Sumpah Pemuda versi Ejaan Yang Disempurnakan : &lt;/b&gt;&lt;br&gt;
Pertama&lt;br&gt;
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku bertumpah darah yang satu, tanah air Indonesia. &lt;br&gt;
Kedua&lt;br&gt;
Kami putra dan putri Indonesia, mengaku berbangsa yang satu, bangsa Indonesia. &lt;br&gt;
Ketiga&lt;br&gt;
Kami putra dan putri Indonesia, menjunjung bahasa persatuan, bahasa Indonesia. &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Tri Koro Dharmo &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
(Tiga Tujuan Mulia) &lt;br&gt;
Didirikan 7 Maret 1915 oleh R. Satiman Wiryo Sandjojo, Kadarman, dan Sunardi di Jakarta &lt;br&gt;
Tujuan: menghimpun para pemuda Jawa agar bersatu berjuang mewujudkan kemerdekaan Indonesia &lt;br&gt;
Bersifat Jawa sentris, sehingga kurang berkembang &lt;br&gt;
Pada Kongres di Solo (1918) nama diubah menjadi &lt;br&gt;
Jong Java &lt;br&gt;
Mengilhami lahirnya organisasi kepemudaan daerah lain (Jong Sumatera, Jong Ambon, Jong Minahasa, dll) &lt;br&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Perhimpunan Pelajar-Pelajar Indonesia &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Terbentuk tahun 1925 di Bandung &lt;br&gt;
Anggota: pelajar di Bandung dan Jakarta &lt;br&gt;
Tujuan: menghimpun pelajar di Bandung dan Jakarta untuk bersama-sama memerdekakan tanah air Indonesia &lt;br&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Jong Indonesia &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Berdiri di Bandung tahun 1927 &lt;br&gt;
Tujuan: menyatukan seluruh pemuda Indonesia &lt;br&gt;
Pelopor diselenggarakan Kongres Pemuda yang menghasilkan Sumpah Pemuda &lt;br&gt;
&lt;br&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Partai Indonesia Raya (Parindra) &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Fusi dari Budi Utomo dan Persatuan Bangsa melalui Kongres di Solo, 24-26 Desember 1935 &lt;br&gt;
Ketua: Dr. Soetomo &lt;br&gt;
Tujuan: mencapai Indonesia mulia dan sempurna berdasar demokrasi dan nasionalisme &lt;br&gt;
15 Juli 1936 mengajukan Petisi Soetardjo yang  berisi tuntutan politik agar diadakan konferensi antara wakil Belanda dan Indonesia atas dasar persamaan derajat untuk mengakhiri kekuasaan Belanda di Indonesia dengan masa peralihan 10 tahun. &lt;br&gt;
&lt;b&gt;&lt;br&gt;&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Majelis Islam A’la Indonesia (MIAI) &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Dibentuk 25 September 1937 di Surabaya &lt;br&gt;
Pencetus: K.H. Mas Mansyur, K.H. Ahmad Dahlan, dan K.H. Abdul Wahab &lt;br&gt;
Tujuan: mempererat hubungan antara perhimpunan-perhimpunan Islam Indonesia dan kaum Islam di luar Indonesia serta mempersatukan suara untuk membela Islam &lt;br&gt;
MIAI dibubarkan, Jepang membentuk &lt;br&gt;
Majelis Syuro Muslimin Indonesia (Masyumi) &lt;br&gt;
&lt;b&gt;&lt;br&gt;&lt;/b&gt;
&lt;ul&gt;
&lt;li&gt;&lt;b&gt;Gabungan Politik Indonesia (GAPI) &lt;/b&gt;&lt;/li&gt;
&lt;/ul&gt;
Didirikan 21 Mei 1939 &lt;br&gt;
Pimpinan : Muh. Husni Tamrin &lt;br&gt;
Gabungan dari : Parindra, PNI, Pasundan, PSII, Persatuan Minahasa, dan Gerindo &lt;br&gt;
Tuntutan GAPI : Indonesia diberi perwakilan di parlemen &lt;br&gt;
Bersifat demokratis, dibentuk Majelis Rakyat &lt;br&gt;
Mengadakan Kongres Rakyat Indonesia (23-25 Desember 1939) sepakat membentuk badan perwakilan sejenis parlemen di struktur pemerintahan kolonial Belanda &lt;br&gt;
Belanda bulan Maret 1941 membentuk Komisi Visman, tugasnya menyelidiki perubahan ketatanegaraan yang ada di Indonesia &lt;br&gt;
Asas kegiatan GAPI : &lt;br&gt;
1.      Hak menentukan nasibnya sendiri &lt;br&gt;
2.      Persatuan nasional seluruh bangsa Indonesia berdasarkan demokrasi dalam bidang politk, sosial, dan ekonomi &lt;br&gt;
3.      Mengadakan kesatuan aksi seluruh pergerakan nasional &lt;br&gt;
&lt;a href=&quot;http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/gagasan-persatuan-dan-kesatuan-bangsa.html#more&quot;&gt;Read more »&lt;/a&gt;&lt;div class=&quot;blogger-post-footer&quot;&gt;&lt;a href=&#39;http://zonangelmu.blogspot.com/&#39;&gt;Zona Ngelmu IPS&lt;/a&gt;&lt;/div&gt;</content><link rel='replies' type='application/atom+xml' href='http://zonangelmu.blogspot.com/feeds/7545298475164642968/comments/default' title='Post Comments'/><link rel='replies' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/gagasan-persatuan-dan-kesatuan-bangsa.html#comment-form' title='0 Comments'/><link rel='edit' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/7545298475164642968'/><link rel='self' type='application/atom+xml' href='http://www.blogger.com/feeds/3335846574802774978/posts/default/7545298475164642968'/><link rel='alternate' type='text/html' href='http://zonangelmu.blogspot.com/2013/01/gagasan-persatuan-dan-kesatuan-bangsa.html' title='Gagasan Persatuan dan Kesatuan Bangsa'/><author><name>Anonymous</name><uri>http://www.blogger.com/profile/14754977258480447391</uri><email>noreply@blogger.com</email><gd:image rel='http://schemas.google.com/g/2005#thumbnail' width='16' height='16' src='https://img1.blogblog.com/img/b16-rounded.gif'/></author><thr:total>0</thr:total></entry></feed>