Referensi

Jasa Web Design

Saturday, December 29, 2007

Bandung:Tanah longsor tetap menjadi ancaman tahun depan. Kepala Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi, Badan Geologi, Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Dr Surono mengatakan, pemanasan global akan berdampak pada curah hujan yang relatif tinggi di beberapa tempat. "Otomatis jumlah kejadian longsor akan tinggi,” katanya.

Perubahan intensitas curah hujan itu mengakibatkan tingkat ancaman dan resiko becana longsor pada tahun depan akan meningkat. Korban juga dipastikan akan naik. Dia memperkirakan, korban jiwa akibat bencana longsor tahun depan masih di atas angka 200 orang dan jumlah rumah yang hancur jumlahnya masih di atas 150 unit. “Saya berharap ramalan saya salah, tetapi saya cemas prakiraan saya itu benar,” katanya.

Prediksi Surono berdasarkan catatan jumlah korban jiwa dalam 5 tahun terakhir akibat bencana longsor yang cenderung tidak turun. Pada 2002 tercatat 84 orang meninggal dunia, pada 2003 terdapat korban 180 orang meninggal dunia, pada 2004 tercatat 110 orang meninggal dunia. Semenatra pada 2005 bencana longsor menewaskan 243 orang, dan tahun 2006 tercatat paling besar yakni 539 jiwa yang meninggal dunia. “Tahun ini sudah mendekati 300 orang (meninggal dunia),” katanya.

Selain itu beberapa wilayah di antaranya berada di Provinsi Sumatera Barat, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, serta Sulawesi Selatan masih banyak terdapat permukiman penduduk yang terlanjur berada di daerah-daerah yang termasuk zona kerentanan gerakan tanah menengah hingga tinggi. Yaitu daerah yang rentan terhadap terjadinya gerakan tanah jika dipicu oleh curah hujan tinggi. Sehingga, dia melanjutkan, resiko terjadi bencana tanah longsor akan semakin tinggi. Daerah yang rawan terjadinya bencana longsor pada tahun depan di antaranya Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur, Sumatera Barat, serta Sulawesi Selatan.

Kejadian bencana tanah longsor paling banyak memakan korban justru terjadi di pertengahan musim penghujan. Sebab saat itu, biasanya terjadi longsor besar yang diikuti oleh banjir besar.

Di awal musim hujan, biasanya hanya terjadi longsoran kecil dan gerakan tanah lambat. Baru dipertengahan musim penghujan terjadi longsor yang disertai banjir bandang. Sementara di penghujung musim hujan biasanya hanya terjadi longsor besar tanpa diikuti banjir bandang. “Biasanya korban jiwa banyak terjadi akibat longsor di tengah-tengah musim penghujan,” kata Surono.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com