Referensi

Jasa Web Design

Saturday, January 26, 2008

Canggihnya teknologi di bidang ilmu kedokteran tidak selamanya bermanfaat dan menghasilkan kehidupan yang lebih baik. Saat ini kekhawatiran makin berkembangnya tourism reproduction atau ‘wisata reproduksi’ di negara luar akan makin mengabaikan etika norma dan aturan agama.

Pasalnya, wisata reproduksi ini memperdagangkan sperma sudah mulai dilakukan terutama pada pasangan yang menginginkan anak dengan warna kulit, rambut, fisik dan tingkat kecerdasan yang lebih bagus. Dengan demikian, calon ibu ini nantinya akan membeli sperma dari seorang lelaki bule dan ditanamkan ke rahim istrinya. Metode bayi tabung ini jelas haram hukumnya.

Demikian penegasan yang disampaikan ahli kandungan yang memegang kuat prinsip agama Islam dari FKUI, Prof. Dr. Ali Baziad, SpOG (K) disela talkshow bayi tabung terkait dies natalis UI ke-58, Senin [21/1].

“Bisa saja bapak ibunya berkulit hitam, anaknya bule, rambut pirang dan mata biru,” ujarnya menanggapi hal ini.

Menurut Ali, sperma berkualitas yang dimiliki oleh orang-orang terkenal semacam George Bush menjadi incaran banyak perempuan. Mereka acapkali tidak mengindahkan aturan, etika dan hukum agama untuk mendapatkan anak yang diinginkan. Padahal agama manapun juga mengharamkan praktik seperti ini.”

Wisata reproduksi ini meski di Indonesia belum ditemukan kasusnya, lanjut Ali perlu diwaspadai. Sebab, traveling ke luar negeri yang dilakukan oleh pasangan suami istri bisa dimanfaatkan sambil belanja sperma orang bule. Jual beli embrio atau sperma sangat dilarang agama. Demikian juga etika kedokteran dan norma sosial yang berlaku di Indonesia.

Itu sebabnya, dunia kedokteran di Indonesia sepakat menolak melakukan transfer embrio atau sperma dari laki-laki yang bukan pasangan nikah atau suami seorang perempuan.

Saat ini, teknologi yang sudah direkomendasikan di Indonesia adalah bayi tabung. Teknik kehamilan bayi tabung dilakukan jika pasangan suami istri tidak mungkin lagi mendapatkan keturunan biologisnya dengan cara konvensional.

Bayi tabung lahir pertama kali di Inggris pada l978 bernama Louis Brown. Di Indonesia bayi tabung pertama kali lahir tahun l988. Sejak itu, perkembangan bayi tabung semakin meningkat tajam. Hampir semua kota memiliki rumah sakit yang menyediakan fasilitas pembuatan bayi tabung.

Di Klinik Yasmin RSCM sendiri, rata-rata setiap bulan ada 10 hingga 15 pasangan yang mengikuti program bayi tabung. Tingkat keberhasilan program bayi tabung di Indonesia rata-rata 35% hingga 45%. Peluang keberhasilan tersebut semakin kecil jika usia istri di atas 35 tahun.

Itu sebabnya, Ali menyarankan terhadap pasangan yang sulit mendapatkan keturunan setelah dua tahun pernikahan, sebaiknya segera lakukan program bayi tabung. Biayanya memang relatif mahal sekitar Rp 40 juta hingga Rp 50 juta per paket. Namun dibanding harus ke luar negeri, biaya tersebut jauh lebih murah. “Kita sudah memiliki ahli dan teknologi yang setara dengan luar negeri,” tandas Ali.

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com