Referensi

Jasa Web Design

Sunday, January 27, 2008

Solo (ANTARA News) - Bandara Adisumarmo Solo, Senin besok (28/1), ditutup untuk umum karena akan digunakan untuk upacara penyambutan kedatangan jenazah mantan presiden Soeharto.

Penerbangan yang bertujuan ke Bandara Adisumarmo sementara dialihkan ke Yogyakarta dan Semarang, kata Wali Kota Surakarta Ir. Joko Widodo, di Solo, Minggu.

Untuk proses pemakaman jenazah mantan Presiden Soeharto itu semuanya telah dipersiapkan dan sekarang ini tinggal mematangkan saja, sejak dari rute perjalanan jenazah, hotel penginapan tamu-tamu negara maupun untuk Presiden dan wakil Presiden dan lain-lain.

Apabila nanti jenazah mantan Persiden Soeharto itu benar-benar tidak jadi singgah di Dalem Kalitan, masalah rutenya juga sudah dipersiapakan yakni alternatif pertama Bandara Adisumarmo - Jl. Adisucipto - Jl. A.Yani - Jl. Kol Sutarto - Jl. Ir. Sutami - Jembatan Jurug- terus menuju Palur-Karanganyar dan ke Giri Bangun.

Untuk jalan alternatif yaitu Bandara Adisumarmo - Jl. Adisumarmo - Jl. A.Yani - Jl. Slamet Riyadi - Jl. Jendral Sudirman - Jl. Kol Sutarto - Jl. Ir. Sutami - Jembatan Jurug menuju ke Palu - Karanganyar dan terus ke Giri Bangun.

Masalah rute yang akan dilalui iring-iringan pembawa jenazah mantan Presiden Soeharto sampai saat ini belum di putuskan dan ini baru akan di rapatkan nanti sekitar pukul 17.00 WIB, kata Joko, sambil menambahkan meminta para warga di kota ini untuk memasang bendera merah putih setengah tiang sebagai tanda penghormatan terakhir kepada mantan presiden tersebut.

Sementara itu, Bupati Wonogiri Begug Poernomosidi yang juga masih saudara sepupu almarhum Ibu Tien Soeharto, mengatakan, di Dalem Kalitan Solo nanti pukul 19.00 WIB akan diadakan tahlilan oleh para kerabat dan tetangga di Dalem Kalitan.

"Saya atas nama keluarga mohon maaf kepada seluruh warga di sekitar Dalem Kalitan atau seluruh bangsa Indonesia pada umumnya apabila mendiang Soeharto di masa hidupnya ada keselahan," katanya.

Suasana di Dalem Kalitan semenjak di umumkan mantan orang nomor satu di masa Orde Baru itu meninggal, terus warga berdatangan untuk menanyakan kebenaran berita yang mereka dengar dari televisi.

Karangan bunga sampai saat ini juga terus berdatangan seperti dari Kapolri, Kapolda Jawa Tengah dan lain-lain. Untuk pintu gerbang utama menuju ke Dalem Kalitan sementara ini juga dijaga dan tidak semua orang diperbolehkan masuk. hal ini dilakukan untuk menjaga keamanan.(*)

Source

Silahkan Beri Komentar Anda Mengenai Berita/Artikel Ini.

0 comments:

 

Power by Grandparagon @ 2007 - 2008 Beritadotcom.blogspot.com